P. 1
BAB I1baru

BAB I1baru

|Views: 763|Likes:
Published by Ershine Villany

More info:

Published by: Ershine Villany on May 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

BAB I KASUS

STATUS Nomer rekam medic: 27-29-83 I. Identitas pasien 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Umur Alamat Pekerjaan Agama : Nn. Khusnul Maharani : 24 tahun : Mutiara view B6-2 : Belum Menikah : Pegawai swasta : Muslim

Status Perkawinan

Jenis Kelamin : Perempuan tanggal masuk : 16-4-2010

Anamnesis didapatkan dari Auto Anamnesis II. Keluhan Utama Kecelakaan lalu lintas III. Riwayat Penyakit Sekarang Pasien datang ke UGD, dari RSAB dengan keluhan kecelakkan lalu lintas. Tidak ada pingsan, tidak ada mual muntah. Terdapat luka robek pada daerah tumit kaki kanan. IV. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien tidak mempunyai riwayat alergi obat. Tidak ada riwawat diabetes, dan tidak ada riwayat hipertens V. Riwayat Hidup Pribadi dan Kebiasaan Pasien tidak pernah minum minuman beralkohol, tidak pernah merokok, makan teratur, rajin berolahraga.

1

PEMERIKSAAN FISIK Kesadaran : compos Mentis Keadaan umum : sakit sedang Tanda Vital Tensi : 120/80 Nadi RR 1. tegang • • • • telinga • 2. 3. • wheezing -/• 4. 5. Jantung : S1-S2 reguler, Murmur -/-, Gallop -/Abdomen: BU (+), frekuensi BU (+) normal Ekstremitas: akral hangat (+) pada kedua lengan dan tungkai. Kekuatan Thorax: Paru : Suara nafas vesikuler +/+ , Ronchi -/-, Mulut: bibir tidak kering, lidah tidak kotor. Leher: Kelenjar getah bening tidak teraba membesar Rambut: belum tumbuh Mata: CA -/-, SI -/Hidung: discharge (-), deviasi septum (-) Telinga: discharge (-), tidak ada kelainan bentuk pada : 84 x/m : 22 x/m

Suhu : 36,3C Kepala: bentuk kepala makrocephali, deformitas (-), Ubun-ubun besar

motorik belum dapat dinilai.

STATUS LOKALIS Pedis dextra Look Feel Move : oedem (+), deformitas (+), VL kalkaneus, hiperemis(+), darah (+) : nyeri tekan (+), hangat (+), odema (+) : pergerakan aktif terbatas karena nyeri

2

Pergerakan pasif terbatas karena nyeri PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. tidak ada pingsan ketika kecelakaan. Rontgen pedis dextra 2.0-18. urin lengkap BJ pH leukosit epitel RESUME Seorang wanita datang ke IGD dengan rujukan dari RSAB dengan diagnosis kerja multiple fraktur ankle joint dextra terbuka.5 g/dl : 31. tidak ada keluhan pusing dan tidak ada mual. darah lengkap Leukosit Hb Ht Trombosit BT CT 3.000) (N : 11.3% : 246. muntah. hangat (+). hiperemis(+).0) (N : 150. VL kalkaneus.500 : 13. Pada pemeriksaan status lokalis pedis dextra didapatkan : Look Feel : oedem (+). darah (+) : nyeri tekan (+).005 :8 : 0-1 :+ : 12.0-50.0) (N : 35.000) .000-390. OS mengaku kecelakaan lalu lintas pada hari yang sama OS datang ke IGD. deformitas (+). odema (+) 3 : 1.000/mm3 : 8’30 : 2’30 (N : 3500-10.

Ankle pedis dextra PENATALAKSANAAN debridement ORIF IVFD RL + remopain + Nov / 8 j Sharox 3 x750 mg PROGNOSIS Ad vitam Ad fungsionam Ad sanationam : bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam 4 .Move : pergerakan aktif terbatas karena nyeri Pergerakan pasif terbatas karena nyeri Pada foto rontgen pedis dextra ( 16-4-2010) DIAGNOSIS KERJA Fr terbuka Tibialis 1/3 distal dextra Fr neck calcaneus pedis dextra Fr.

odema (+) : pergerakan aktif terbatas karena nyeri Pergerakan pasif terbatas karena nyeri Dari pemeriksaan penunjang yang berupa foto rontgen pedis dextra.BAB II ANALISA KASUS Pada kasus ini. hiperemis(+). ditemukan : Foto : pedis dextra Kesan : . deformitas (+).fraktur 1/3 distal tibia . hangat (+). VL kalkaneus.fraktur maleolus media .fraktur calcaneus 5 . darah (+) : nyeri tekan (+). diagnosis yang diambil adalah dari pemeriksaan status lokalis pedis dextra didapatkan data : Look Feel Move : oedem (+).

bisa diduga adanya fraktur dari tulang. Membandingkan dengan tungkai yang kontralateral. Beratnya udem juga memperlihatkan tingkat keparahan dari cidera. b.BAB III TINJAUAN PUSTAKA FRAKTUR TIBIA Fraktur adalah terputusnya kontinuitas dari tulang. lokasinya. dan hangat pada perabaan. Informasi mengenai mekanisme trauma dan waktu terjadinya. mengenai pembuluh darah. memar. Fraktur tulang panjang yang paling sering terjadi adalah fraktur pada tibia Pemeriksaan fisik pada fraktur tibia Pasien yang mengalami fraktur tibia merasakan nyeri di tungkai setelah mengalami kecelakaan. dan derajat kontaminasinya. apakah ada reduksi atau manipulasi yang dilakukan pada ekstremitas. sering diikuti oleh kerusakan jaringan lunak dengan berbagai macam derajat. Inspeksi (Look) Seluruh pakaian yang melekat pada ekstremitas pasien harus dilepaskan dari tungkai. dan riwayat medis pasien harus didapatkan dengan lengkap saat terjadi fraktur. Dari adanya kelainan bentuk. maka tungkai yang sakit di bandingkaan dengan yang sehat. bengkak. c. Warna 6 . Luka harus diperiksa ukurannya. a. otot dan persarafan. Untuk melihat apakah ada udem di bagian tungkai. Deformitas Deformitas sering menunjukkan level dari fraktur. Gambaran dari ekstremitas tersebut harus dicatat adakah luka terbuka.

Selain itu pada foto rontgen harusmencakup bagian distal dari femur dan ankle. Sindroma kompartemen Bisa muncul di awal cidera maupun kemudian. 7 . dan A. pulselessness. Palpasi (Feel) a. Gerakan (Move) Perhatikan saat fleksi. pallor. Fraktur Terbuka Jika terdapat fraktur terbuka. A. Jika ada luka terbuka yang jaraknya jauh dari fraktur terbuka. Berikut ini adalah gambar foto fraktur diafisis tibia dengan sinar rontgen. perlu diperiksa apakah di bawah luka tersebut ditemukan fraktur terbuka. Palpasi langsung Jika terasa nyeri dan krepitasi pada palpasi. Warna yang keabu-abuan menunjukkan penurunan dari oksigenasi jaringan. Warna yang kemerah-merahan menunjukkan oksigenasi darah di kapiler baik. paralysis. Terkadang pasien merasa sakit pada bagian ini saat pemeriksaan. maka harus direncanakan untuk irigasi dan debridemant. ankle. dorsalis pedis. yang berarti terdapatnya luka terbuka. kemungkinan ada fraktur. Pulsasi Jangan lupa untuk meraba A.Warna dari ekstremitas memberikan informasi mengenai perfusi dari tungkai. dan ujung kaki. poplitea. Sindroma kompartemen terdiri dari: pain. tibialis posterior. dan ini dilakukan setelah luka dibersihkan dengan antiseptik dan harus dengan instrumen steril. Sehingga perlu pemeriksaan serial dan perhatian pada ekstremitas yang mengalami cidera. PEMERIKSAAN RADIOLOGI Evaluasi radiologi dari fraktur tibia adalah dengan sinar rontgen pada posisi anteroposterior dan lateral. paresthesia. ekstensi dari lutut. b.

Tipe IIIb Tipe IIIc : luka dengan tulang yang periosteumnya terangkat. bending. dari sebelah kiri ke arah bawah menunjukkan fraktur tipe simpel. contohnya: luka tembak. dan iregular. Sistem klasifikasi yang sering digunakan pada fraktur terbuka adalah sistem yang dibuat oleh Gustilo sebagai berikut Tipe I Tipe II Tipe IIIa : lukanya bersih dan panjangnya kurang dari 1 cm. : panjang luka lebih dari 1 cm dan tanpa kerusakan jaringan lunak yang luas. Gambar di bawah menunjukkan klasifikasi fraktur berdasarkan radiografi. terbagi 3 grup. Tipe wedge. wedge dan kompleks. terbagi 3: spiral. terbagi 3: spiral. bending. biasanya lebih dari 10 cm dan mengenai periosteum. dan fragmen. Selain klasifikasi di atas. Tipe kompleks. yang terdiri dari spiral. oblik dan transversal. 2. : fraktur dengan gangguan vaskular dan memerlukan penanganan terhadap vaskularnya agar vaskularisasi tungkai dapat normal kembali. Tipe simple. Gambar yang di tengah memperlihatkan fraktur tipe wedge. segmen. tranversal. dan fragmen. oblik. Masing–masing grup terbagi lagi menjadi 3 yaitu: 1. terbagi 3: spiral. yaitu: simple. dari atas ke bawah memperlihatkan tipe spiral. 3.Gambar radiologi faktur tibia KLASIFIKASI Klasifikasi dari fraktur tibia bermanfaat untuk memperkirakan kemungkinan penyembuhan dari fraktur dalam menjalankan penatalaksanaannya. Fraktur tipe ini dapat disertai kemungkinan komplikasi. Orthopaedic Trauma Association juga membagi fraktur tibia berdasarkan pemeriksaan radiografi. 8 . : luka dengan kerusakan jaringan yang luas.

rehabilitasi ankle. pasien harus di evaluasi dengan pemeriksaan rontgen tiap 6 atau 8 minggu. sehingga memerlukan operasi dalam penyembuhan dan perawatan lukanya. PENATALAKSANAAN Non Operatif 1. juga mengurangi nyeri. Reduksi Reduksi adalah terapi fraktur dengan cara mengantungkan kaki dengan tarikan atau traksi. b. atau dibiarkan selama 3-4 minggu. 3. Pemeriksaan dalam masa penyembuhan Dalam penyembuhan. Absolut .Bidai dapat dirubah dengan gips dalam 7-10 hari.Fraktur terbuka yang merusak jaringan lunak. Operatif Penatalaksanaan Fraktur dengan operasi.Gambar sebelah kanan menunjukkan fraktur tipe kompleks. Imobilisasi Imobilisasi dengan menggunakan bidai. jika adanya: . . segmen dan ireguler.Fraktur tibia dan fibula dengan level yang sama 9 . dari atas ke bawah menunjukkan fraktur tipe spiral.Cidera vaskuler sehingga memerlukan operasi untuk memperbaiki jalannya darah di tungkai . memiliki 2 indikasi. yang diindikasikan untuk memperbaiki mobilitas pasien. Program penyembuhan dengan latihan berjalan. Relatif .Fraktur tibia dengan fibula intak .Fraktur dengan sindroma kompartemen .Cidera multipel.Pemendekan . yaitu6: a. 2. memperkuat otot kuadrisef yang nantinya diharapkan dapat mengembalikan ke fungsi normal.

Adapun jenis-jenis operasi yang dilakukan pada fraktur tibia diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Keuntungannya adalah dapat digunakan untuk fraktur ke arah proksimal atau distal. dan dapat juga digunakan pada fraktur terbuka dengan luka terkontaminasi. sehingga menghindari kemungkinan trauma tambahan yang dapat memperlambat kemungkinan penyembuhan. Di bawah ini merupakan gambar pemasangan ring fixators pada fraktur diafisis tibia: 10 . Cara ini baik digunakan pada fraktur tertutup tipe kompleks. luka operasi yang dibuat bisa lebih kecil. Dibawah ini merupakan gambar dari fiksasi eksternal tipe standar: Fiksasi Interna Standar b. Dengan cara ini. Fiksasi eksternal a. Ring Fixators Ring fixators dilengkapi dengan fiksator ilizarov yang menggunakan sejenis cincin dan kawat yang dipasang pada tulang. Standar Fiksasi eksternal standar dilakukan pada pasien dengan cidera multipel yang hemodinamiknya tidak stabil.

Kerugian cara ini adalah mudahnya terjadi komplikasi pada penyembuhan luka operasi. baik pada fraktur terbuka atau tertutup. Intramedullary nailing 11 .Ring Fixators c. Keuntungan penatalaksanaan fraktur dengan cara ini yaitu gerakan sendinya menjadi lebih stabil. Open reduction with internal fixation (ORIF) Cara ini biasanya digunakan pada fraktur diafisis tibia yang mencapai ke metafisis. Keuntungan cara ini adalah mudah untuk meluruskan tulang yang cidera dan menghindarkan trauma pada jaringan lunak. ORIF d. Intramedullary nailing Cara ini baik digunakan pada fraktur displased.

.Amputasi Amputasi dilakukan pada fraktur yang mengalami iskemia. Komplikasi dini .Infeksi. lazim terjadi pada fraktur pertengahan batang femur. Hal ini disebabkan oleh adanya adhesi periartikuler atau adhesi intramuskuler. middle dan posterior.Trauma pembuluh darah besar. dapat terjadi perdarahan sebanyak 1-2 liter walaupun fraktur bersifat tertutup . ujung frakmen tulang menembus jaringan lunak dan mencederai arteri femoralis. KOMPLIKASI 1. 2. . trauma kecepatan tinggi dan fraktur dengan interposisi jaringan lunak di antarafragmen.Kaku sendi lutut. Fraktur yang tidak menyatu memerlukan bone grafting dan fiksasi interns. terutama jika luka terkontaminasi dan debridemen tidak memadai. Komplikasi lanjut .Trauma saraf. merupakan penopang 12 .Trombo emboli pada penderita yang berbaring lama. Mempunyai 3 bagian. sering didapatkan pada penderita muda dengan fraktur femur. Malunion.Non-union. terjadi apabila mobilisasi dilakukan sebelum terbentuk union solid FRAKTUR KALKANEUS Anatomi Kalkaneus merupakan bagian yang terbesal dari tulang tarsal. yaitu anterior. . . . setelah fraktur femur biasanya terjadi kesulitan pergerakan pada sendi lutut. normal terjadi union dalam empat bulan . bila terjadi pergeseran kembali kedua ujung fragmen. putusnya nervus tibia dan pada crush injury dari tibia. trauma saraf dapat terjadi pada nervus isciadikus atau cabangnya nervus tibialis dan nervus perineus komunis.Refraktur. Bagian posterior. .Emboli lemak.Syok. mal union juga menyebabkan pemendekan pada tungkai sehingga diperlukan koreksi osteotomi.Delayed union.

dan mennyababkan kerusakan pada kartilago ( jaringan penghubung antara dua tulang). Karena alasan ini fraktur pada kalkaneus merupakan trauma yang berat.tandanya karena traumatik antara lain tiba2 nyeri ditumit dan ketidakmampuan untuk menahan beban pada kaki. Sedangkan gejala karena overuse adalah sakit di aerah tumit yang biasanya berkembang secara perlahan ( sampai beberapa minggu). Mekanisme Fraktur Kebanyakan fraktur lakkaneus adalah hasil dari peristiwa traumatis. karena memiliki tempurung yang keras dan tipis di luar dan tulang spons yang lembut didalam. tanda. pembengkakan di daerah tumit. Elevasi (menjaga kaki agar berada diatas jantung) berguna untuk mengurangi bengkak. Imobilisasi 13 . mengistirahatkan ari trauma kaki. dapat melibatkan sendi atau tidak melibatkan sendi.yang terutama. Paling serin. Es mengurangi bengkak dan rasa sakit. Jenis fraktur Fraktur pada kalkaneus. ice. elevation) . tulang cenderung terpecah menjadi fragmen-fragmen. Ketika kulit terluar rusak. memar dari tumit dan di pergelangan kaki. Pengobatan 1. jatuh dari ketinggian. dan pembengkakan di tumit). seperti dari tangga. bisa disebabkan karena overuse atau traumatik. Fraktur yang tidak melibatkan sendi ( fraktur ekstra-artikular). compretion. Akan tetapi dalam sejumlah kecil kejadian. fraktur kalkaneus disebabkan oleh penggunaan yang berlebihan atau stress yang berulang pada tumit kaki. Perawatan non bedah RICE( rest. Fraktur yang tidak melibatkan sendi ( fraktur intra-artikular ) adalah jenis fraktur yang berat. Kalkanaeus sering dibandingkan dengan telur rebus. meskipun bagian anterior dan middle lebih menahan beban yang lebih per unit area. Rest.

Kecuali itu. dibentuk oleh 3 tulang. Pemeriksaan karena fraktur pada pergelangan kaki. gejalanya sering sama tengan keseleo. Tibiocallcaneal. hingga reduksi terbuka. Antara malleolus lateral dan tulang tarsal dihubungkan oleh ligamen caneofibular dan ligamen taloibular. FRAKTUR PERGELANGAN KAKI Anatomi Sendi anatomi sendi pergelangan kaki. Komplikasi pada pemasangan ORIF antara lain infeksi. persendian pergelangan kaki merupakan sendi yang kuat karena terdapatnya ligamen-ligamen yang menghubungkan antara tulang di daerah tersebut. bengkak. ligamen talar dan ligamen tibionavikular. Bagian posterior dibatasi oleh tulang tibia yang melengkung yang disebut malleolus posterior. mulai dari fiksasi perkutan.2. pemeriksaan yang lengkap diperlukan untuk menghindari kesalahan diagnosis. yaitu dari tulang tibia. Perawatan bedah Beberapa pendekatan bedah tersedia untuk perawatan fraktur kalkaneus. Antara malleolus medialis dengan tulang-tulang tarsal dihubungkan oleh ligamen. dan talus. fibula. Pemasangan ORIF pada fraktur calcaneus. rasa sakit. Ketiga ligamen tersebut disebut juga sebagai ligamen deltoid. 14 . Bagian dinding medial sendi berupa tulang malleolus lateralis. sulit dibuat karena anatomi yang kompleks dan kehadiran cancellous bone yang merupakan tulang lunak ( yang tidak dapat dengan skrup fiksasi) dan juga tingginya insiden infeksi luka pasca operasi. Komplikasi Komplikasi yang tersering adalah cacat yang kronis karena rasa sakit.

pembengkakan ( terutama di perimalleolar). Tipe A menggambarkan frktur fibula avulsion yang melintang. Fraktur ini desebabkan karena rotasi internal dan adduksi. • • • • • • • • Periksa dengan hati-hati terhadap adanya luka terbuka Nilai status neurovaskular kaki dan pergelangan kaki. Bandingkan dengan ekstremitas yang baik Periksa denyut nadi. Nilai gerakan aktif dan pasif dari sendi ankle. Pilon fraktur Merupakan fraktur metafisis distal tibia yang dikombinasikan dengan gangguan kubah talus. merupakan indikasi dari fraktur. Biasnya dapat disertai kompresi pada spinal ( terutama L1) dan fraktur ipsilateral atau kontralateral dari 15 . kulit yang melepuh dan nekrosis dari trauma awal. Pada pilon fraktur sering terbuka dan sering terjadi pengelupasan kulit. membutuhkan operasi. untuk kondisi dari proksimal fibula dan pada metatarsal. Biasnya merupan patah tulang yang stabil Tipe B menggambarkan fraktur oblik dari maleolus lateral dengan atau tanpa pecah dari syndesmosis tibiofibular dan cedera medial ( fraktur di medial maleolus dan deltoid cedera. Tipe c menunjukkan patah tulang fibula yang tinggi dengan pecahnya ligamentum tibiofibular dan patah melintang dari maleolus medial.• Indikator yang menunjukan fraktur antara lain deformitas. Pada beberapa derajat fraktur. Terkadang disertai dengan fraktur oblik dari maleolus medial. Periksa ipsilateral lutut dan kaki terutama. dapat menyebabkan tadi trauma tertutup menjadi trauma terbuka. arteri tibialis posterior. Edema. terutama di sepanjang maleolus medial dan lateral dan jga di bagian posterior. Periksa denyut arteri dorsalis pedis Periksa capillary refill Palpsi untuk menemukan nyeri pada tulang. nyeri pada tulang. Klasifikasi Danis – weber mengklasifikasikan menurut lokasi fraktur dan tampilan dari fibula. Ketidakmampuan untuk menahan beban berat badan. hiperemis.

os.. pelvis atau acetabulum. karena itu sering menimbulkan cacat jangka panjang. Fraktur Maisonnneuve Fraktur Tillaux Fraktur Tillaux menjelaskan Selter-Harris (SH) tipe III cedera dari epifisis tibial anterolateral yang disebabkan oleh eversi dan rotasi lateral pergelangan kaki. Insiden tertinggi terjadi pada remaja. Fraktur pilon sering merupakan comminuted dan fraktur terbuka. tibial proximal. 16 . Pilon fraktur Fraktur Maisonneuve Merupakan fraktur pada proximal fibula dan bersamaan dengan fraktur malleolus medial atau gangguan dari ligamentum deltoideus. Fraktur Maisonneuve dihubungkan dengan gangguan partial atau komplit dari syndemosis.calcis.

Fraktur tidak stabil mencakup fraktur –dislolaksi. fraktur melibatkan maleolus medial. fraktur bimaleolus. opern reduction dan internal reduksi (ORIF) • Patah tulang terterbuka harus dijaga dari kontaminasi dengan menutup luka. Tentukan apakah fraktur pergelangan kaki tersebut merupakan fraktur stabil atau tidak stabil. 17 . Fraktur Cotton Disebut juga trimalleolar A.Fraktur Tillaux Fraktur Pott Disebut juga fraktur bimalleolar. Merupakan fraktur yang tidak stabil dan memerlukan perhatian yang mendesak dari ortopedi. PENATALAKSANAAN • • Evaluasi trauma multisistem. maka secepat mungkin fraktur harus segera ditanganin sesegaera mungkin dengan fixator eksternal. triamaleolar. lateral dan posterior. yang melibatkan minimal 2 elemen dari cincin pergelangan kaki. • Jika neurovaskular dari ekstremitas tersebut terganngu. Merupakan fraktur yang tidak stabil dan membutuhkan perhatian segera dari otopedi. dan dengan pergeseran talus yang signifikan.

membutuhkan perhatian mendesak untuk emasangan ORIF. trimalleolar dan fraktur pilon. Gambaran klinisnya termasuk rasa sakit yang kompleks. yang merupakan sejenis reflek sympathetic dystrophy (RSD). Fraktur malleolus medial dapat dengan reposisi tertutup. 18 . Sudeck atrophy.• Pada fraktur lateral maleolus yang sederhana dapet dilakukan pemasangan splint di UGD. Pada bimaleolus. • Pada anak-anak fraktur pergelangan kaki yang melibatkan lempeng pertumbuhan. atrofi otot. maka harus dipikirkan kemungkinan terjadinya interposisi periosteum antara kedua fragmen. sianosis dan edema. dapay menyebabkan deformitas yang kronis dengan gangguan pertumbuhan. dipasang interal fiksasi. dapat mengikuti fraktur. Prognosis Fraktur terbuka yang kompleks dengan kerusakan jaringan lunak mempunyaio prognosis yang lebih buruk dibandingkan fraktur pergelangan kaki yang tertutup. Bila hasil reposisi jelek. • Berikan analgesik Komplikasi • • 20-40 % yang mengalami fraktur pergelangan kai mengalam traumatic arthritis. Dengan pemasangan screw. Untuk hal ini harus dilakukan tindakan operasi. Bila berhasil baik dipertahankan dengan immobilisasi gips. dibawah lutut selama 8 minggu.

Etiology.com/cdk_041. Djuantoro.medscape.kalbefarma. 840-841. Classification.DAFTAR PUSTAKA 1. http://www. http://emedicine. Apley dan Solomon.htm 19 . Ankle frakture. 5. http://www. Jong W. Edisi 2.1995 4. Sjamsuhidajat R. 2005. Fraktur Batang femur. 120. Cermin Dunia Kedokteran No. 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah.ivis. and Diagnosis of Fracture. 3. Iskyan Kara.com/article/824224-overview. Jakarta: EGC. Buku ajar ortopedi dan fraktur. Penerbit Widya Medika.org 2. Newton CD. MD.

20 .

21 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->