Pengertian Reaksi Kimia

Reaksi kimia adalah proses perubahan kimia antara zat-zat pereaksi (reaktan) yang berubah menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia, suatu zat berubah menjadi satu atau lebih zat lain, yang jenisnya baru. Ketika anda mempelajari tentang unsur anda tentu sudah tahu terlebih dulu tentang lambanglambang kimia sebuah unsur. Nah, untuk memudahkan mempelajari materi reaksi kimia terlebih dahulu harus memahami bagaimana penulisan reaksi kimia. Contoh : Untuk menuliskan reaksi kimia yang terjadi ketika bongkahan batu kapur yang dimasukkan ke dalam air dan kemudian air menjadi panas. Untuk menuliskan reaksi yang terjadi antara kapur tohor CaO dengan air H2 O(l) adalah (s) sebagai berikut:

Hasil dari proses reaksi kimia tersebut adalah Ca(OH) atau kalsium hidroksida sukar larut dalam air dan apabila didiamkan maka akan tampak endapan/padatan putih di dasar bejana. Penjelasan symbol-simbol dalam reaksi kimia:

Koefisien Reaksi Dalam menuliskan suatu reaksi kimia kita juga harus memperhatikan jumlah angka di sebelah kiri pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk). Angka tersebut disebut koefisien yang menunjukkan jumlah masing-masing atom yang berperan dalam reaksi. Massa zat sebelum dan sesudah reaksi juga tidak berubah selama reaksi kimia berlangsung. Contoh:

Larutan timbal(II) nitrat direaksikan dengan kalium iodida yang larut dalam air menghasilkan padatan timbal(II) iodida yang berwarna kuning dan cairan kalium nitrat.

Padahal oksigen merupakan atom diatomic. yaitu setiap molekulnya mengandung 2 atom oksigen. Nah untuk atom oksigen belum sama. ingat proses pembakaran perlu oksigen. Pereaksinya adalah Mg (Magnesium) dalam bentuk solid/padat dan O2 (Oksigen) dalam bentuk gas. maka apabila ditambahkan angka 2 di depan Mg reaktan reaksi kimia dapat ditulis menjadi : .Dalam reaksi kimia jumlah atom yang menyusun zat tidak ada yang hilang. Tahap II Menyetarakan atom dalam persamaan. Tahap III Apabila rumus kimia sudah benar namun belum seimbang setelah dilihat jumlah atomnya maka langkah selanjutnya adalah menyetarakan koefisien di depan zat reaktan atau produk. hanya disusun ulang. Apabila dari contoh reaksi tersebut kita tambahkan angka 2 di depan zat hasil reaksi (MgO) untuk menyetarakan jumlah Oksigennya maka reaksi kimianya menjadi: Namun jumlah Mg di sebelah kiri masih berjumlah 1. Hasil reaksi (produk) berupa MgO (magnesium oksida). Dari persamaan reaksi tersebut jumlah atom magnesium reaktan sudah sama dengan jumlah atom magnesium hasil reaksi (produk). jadi untuk reaksi seperti tersebut diatas dapat digambarkan sebagai berikut: Bagaimana menentukan koefisien reaksi dari sebuah reaksi kimia? Apabila diberikan contoh tentang dibakarnya pita magnesium sehingga dihasilkan berupa padatan magnesium oksida (putih) Tahap I Menentukan letak pereaksi (reaktan) di sebelah kiri dan produk hasil reaksi di sebelah kanan dari tanda panah.

Sekarang dapat dilihat dalam tabel: Reaksi tersebut disebut setimbang dimana jumlah atom reaktan dan produk (hasil reaksi) sama dan disebut persamaan reaksi setara. Beberapa jenis-jenis reaksi kimia tersebut adalah: Reaksi pembakaran Reaksi kombinasi Reaksi penguraian Reaksi penggantian Reaksi metatesis A. Pentana dibakar menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air a. c. uap air dan sejumlah energi. d. JENIS-JENIS REAKSI KIMIA Pada dasarnya reaksi kimia yang terjadi itu bermacam-macam jenisnya. maka untuk memudahkan dalam mempelajarinya kita dapat mengelompokkan berdasarkan bagaimana cara atom tersusun kembali pada hasil reaksi kimia. Reaksi Kombinasi Reaksi kombinasi sering disebut juga dengan reaksi reduksi-oksidasi atau reaksi redoks yang merupakan unsur bebas. B. atau hanya menimbulkan pendar. ledakan. Contoh reaksi penggabungan misalnya pada reaksi antara besi dengan belerang (sulfur) yang . b. Contoh misalnya pembakaran bahan bakar di mesin kendaraan bermotor. Pembakaran bahan bakar pada umumnya menghasilkan gas karbon dioksida. Reaksi pembakaran juga dapat menimbulkan api. e. Reaksi Pembakaran Merupakan reaksi antara suatu zat dengan oksigen menghasilkan zat yang jenisnya baru dan panas. Dalam reaksi oksidasi dapat dijumpai ketika dua atau lebih reaktan menjadi zat baru.

Dimana suatu zat terurai menjadi dua atau lebih zat baru. . Karena tembaga lebih aktif dari pada perak.menghasilkan senyawa besi sulfida dan seng dengan belerang dipanaskan menjadi seng sulfida. reaksinya sebagai berikut: D. Reaksi Oksidasi juga berlangsung pada proses respirasi yaitu proses oksidasi glukosa dalam tubuh makhluk hidup. Reaksi penggantian tunggal terjadi apabila sebuah unsur menggantikan kedudukan unsur lain dalam suatu reaksi kimia. Reaksi Penggantian Reaksi penggantian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu reaksi penggantian tunggal dan reaksi penggantian rangkap. 1. C. maka tembaga mengganti kedudukan perak membentuk larutan tembaga (II) nitrat yang berwarna biru. Contoh reaksi penguraian misalnya pada proses elektrolisis air menjadi gas hidrogen dan gas oksigen dengan menggunakan listrik. Reaksi ini biasanya digunakan untuk mengekstrak logam dari bijihnya. contoh Misalnya pada reaksi antara kawat tembaga yang dicelupkan ke dalam larutan perak nitrat. Reaksi Reduksi terjadi ketika suatu zat kehilangan oksigen. Reaksi Penguraian Dalam reaksi penguraian yang terjadi adalah kebalikan dari reaksi penggabungan.

maka proses fermentasi berhenti. ragi yang ditambahkan pada adonan akan menyebabkan adonan roti mengembang. suatu proses reaksi yang membentuk endapan. Karena terbentuknya gas karbon dioksida ketika soda kue (NaHCO3) ditambahkan ke adonan dan proses pemanggangan mengakibatkan sel ragi mati. Pada pembuatan roti. adalah reaksi kimia yang pada produknya dihasilkan gas misalnya : o pada proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme. adalah merupakan reaksi antara asam dan basa yang menghasilkan garam dan air y reaksi pembentukan gas. Reaksi Metatesis. terdiri dari: y reaksi pengendapan. seperti pada reaksi antara timbal (II) nitrat dan kalium iodida menghasilkan endapan berwarna kuning timbal (II) iodida dan larutan kalium nitrat y reaksi netralisasi. E. Reaksi penggantian rangkap dapat terjadi pada penggantian ion antar atom atau senyawa misalnya pada proses reaksi antara asam klorida (HCl) dengan natrium hidroksida (NaOH) akan menghasilkan garam dapur (NaCl) dan air (H2O). o logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) membentuk besi (II) klorida (FeCl2) dan gas hidrogen (H2) . yaitu ragi.2.

Pereaksi & Hasil reaksi atau Reaktan & Produk Gambar 4. Hubungan ini dapat ditulis sebagai berikut. . Zat-zat yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan). satu zat atau lebih diubah menjadi zat baru. Zat baru yang dihasilkan disebut hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia.Persamaan Reaksi Kimia Persamaan reaksi Reaksi kimia merupakan contoh yang paling sesuai untuk perubahan kimia.

Jika larutan timbal (II) nitrat dan kalium iodida dicampur. dan (aq) untuk larutan. timbal (II) iodida. semua informasi dalam pernyataan ini penting. ditambah kalium iodida padat yang terlarut dalam air. Beberapa lambang lain yang digunakan pada persamaan reaksi kimia: menghasilkan + (s) (g) (l) (aq) ditambah padatan (s = solid) gas (g = gas) cairan atau leburan (l = liquid) terlarut dalam air (aq = aquous) Bagaimana persamaan reaksi kimia untuk reaksi pada Gam bar 3? Pb(NO3 )2(aq) + 2Kl(aq) Pbl2(s) + 2KNO3 (aq). Lambang-lambang di sebelah kanan rumus-rumus tersebut adalah (s) untuk padatan. banyak kata-kata yang dibutuhkan untuk menyatakan semua informasi penting. dan cairan dalam gelas kimia adalah larutan kalium nitrat Jika reaksi kimia yang ditunjukkan pada Gambar 4 ditulis. . Padatan kuning tersebut. terdapat di dasar gelas kimia. Akan tetapi. para ilmuwan mengembangkan metode menulis cepat untuk menggambarkan reaksi kimia. terbentuk padatan berwarna kuning menyala. menghasilkan kalium nitrat yang terlarut dalam air dan timbal (II) iodida padat. Pada pembahasan lambang unsur anda telah mempelajari bagaimana menggunakan lambang-lambang kimia. Hal yang sama juga terjadi pada sebagian besar reaksi kimia. Persamaan reaksi kimia adalah suatu pernyataan yang menggambarkan reaksi kimia menggunakan rumus kimia dan lambang-lambang lain. mungkin akan terlihat sebagai berikut: Timbal (II) nitrat padat yang terlarut dalam air. Urutan kata-kata tersebut agak panjang dan tidak praktis. Akibatnya. yang berarti ³terlarut dalam air´.

terdapat dua atom perak dalam hasil reaksi. namun tidak hilang atau musnah. yaitu Ag Akan (s). Ag(s) + H2S(g) Ag2S(s) + H2(g). mewakili jumlah unit masing-masing zat yang berperan dalam reaksi. Jumlah atom Atom Ag H S Ag + H2S 1 2 1 Ag2S + H2 2 2 1 . buatlah bagan yang ditunjukkan dalam Tabel berikut. Gambaran reaksi antara Pb(NO)3(aq) dengan KI unit KI dan menghasilkan satu unit PbI2 dan dua unit KNO3. tetapi. Perhatikan bahwa terdapat satu atom perak pada pereaksi. Untuk memastikan apakah persamaan itu setara. satu unit Pb(NO)3(aq) bereaksi dengan dua Gambar 4. Angka-angka ini. Gambar 4 akan membantumu memahami reaksi ini. Ingat bahwa zat tidak tercipta atau musnah dalam reaksi kimia. yang disebut koefisien. Misalnya. Atom atom disusun ulang. Senyawa ini terbentuk ketika senyawa yang mengandung belerang di udara atau ma kanan bereaksi dengan perak. Bagaimana cara menentukan koefisien-koefisien dalam suatu reaksi kimia? Dalam bagian berikut anda akan mengetahui bagaimana cara menentukan koefisien pada persamaan reaksi kimia.Koefisien Apa arti angka-angka di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi? Ingat bahwahukum kekekalan massa menyatakan bahwa massa zat tidak berubah selama reaksi kimia. Penulisan persamaan reaksi kimia ini adalah. Satu atom perak tidak dapat begitu saja menjadi dua. dalam reaksi diatas. Persamaan tersebut harus disetarakan sehingga dapat menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi dalam reaksi tersebut. Mengecek Kesetaraan Persamaan Reaksi Kimia Bercak perak adalah perak sulfida. yaitu Ag2S(s). Sekarang perhatikan persamaan tersebut. Persamaan reaksi kimia yang setara mempunyai jumlah atom masing-masing unsur yang sama pada kedua ruas persamaan tersebut. Ag2S.

Jumlah atom Atom Ag H S 2Ag + H2S 2 2 1 Ag2S + H2 2 2 1 2Ag(s) + H2S(g) Ag2S(s) + H2(g). jangan mengubah angka pada rumus yang sudah benar. Akan . Jika terlatih.Untuk menyetarakan persamaan.Jumlah atom hidrogen dan jumlah atom belerang setara. persamaan tersebut menjadi setara. Tulis persamaan reaksi kimia untuk reaksi tersebutmenggunakan rumus-rumus dan lambang-lambang. Pada persamaan reaksi kimia bercak perak. letakkan pereaksi disisi kiri dan hasil reaksi di sebelah kanan. Persamaan tersebut tidak setara. Langkah2. terbentuklah serbuk putih yang disebut magnesiun oksida. sedangkan di sisi kiri hanya terdapat satu. Untuk menulis persamaan reaksi kimia yang setara untuk sebagian besar reaksi. Bagaimana anda menentukan koefisien yang digunakan untuk menyetarakan persamaan tersebut? Penentuan ini biasanya merupakan proses mencoba-coba. Namun terdapat dua atom perak di sebelah kanan sedangkan di sebelah kiri hanya satu. Tidak perlu menambahkan koefisien didepan rumus-rumus yang mengandung atom-atom ini. Langkah-langkah menyetarakan Reaksi Kimia Cara tabel (langsung) Jika sepotong pita magnesium terbakar dalam labu berisi oksigen. proses tersebut menjadi mudah. seperti ditunjukkan dalam Tabel berikut. Jika ditambahkan koefisien 2 didepan Ag. Gambarkan reaksi dalam kata-kata. Magnesium plus oksigen menghasilkan magnesium oksida. Letakkan angka koefisien di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi sehingga jumlah atom perak pada kedua sisi. Jika tidak ditulis angkanya. Kemudian perhatikan rumus-rumus yang mengandung atom-atom perak: Ag dan Ag2S. ikuti 4 langkah berikut ini. Di sisi kanan terdapat dua atom perak. atom-atom belerang dan hidrogen sudah setara. Rumus untuk unsur-unsur umumnya hanya lambang-lambang. berarti koefisien tersebut satu. Langkah 1.

O2. untuk menyetarakan persamaan jangan mengubah angka pada rumus yang sudah benar. Mg(s) + O2(g) 2MgO(s) Sekarang terdapat dua atom Mg di sisi kanan sedangkan di sisi kiri hanya satu jadi koefisien 2 juga dibutuhkan oleh Mg. Oleh karenanya persamaan ini belum setara. b. 2Mg(s) + O2(g) Jumlah atom Atom Mg O 2Mg + O2 2 2 2MgO 2 2 2MgO(s). Coba dengan memberi koefisien 2 di depan MgO untuk menyetarakan oksigen. Contoh Tuliskan reaksi berikut dan setarakan a. harus diperhatikan bahwa oksigen adalah molekul diatomik. Atom-atom magnesium sudah setara. Mg(s) + O2(g) MgO(s). Logam tembaga direaksikan dengan padatan belerang menghasilkan tembaga (I) sulfida. Buatlah bagan (tabel) untuk membantumu. Jumlah atom Atom Mg O Mg + O2 1 2 MgO 1 1 Langkah 4. Ingat. Cu2S. Tentukan koefisien yang menyetarakan persamaan tersebut. Logam natrium direaksikan dengan air menghasilkan natrium hidroksida (NaOH) dan gas hidrogen. Jawab a. Jumlah atom Atom 2Cu + S 2 1 Cu S 2Cu(s) + S(s) Cu2S(s) Cu2S 2 1 larutan .tetapi. Langkah 3. Hitunglah atom dalam persamaan. namun atom-atom oksigen belum.

Langkah-langkah: Langkah 1 : memberi koefisien sementara.b. Jumlah di ruas kiri = jumlah di ruas kanan Atom Mg Atom O Langkah 3.b. pilih rumus kimia yang paling kompleks dan berilah koefisien 1. rumus kimia yang paling kompleks MgO a Mg + b O2 MgO langkah 2. b. menuliskan hasil akhir . c. Mg + O2 2 MgO a= 2b = 1 1 Hasil a=1 b= 1/2 MgO(s). dengan prinsip jumlah masing-masing atom di ruas kiri = ruas kanan Langkah 3 : Contoh: Setarakan reaksi Mg(s) + O2(g) Jawab: Langkah 1.c. dan seterusnya Langkah 2 : menyelesaikan secara substitusi.d dan seterusnya. Kemudian melakukan substitusi dengan berpedoman bahwa jumlah masing-masing atom di ruas kiri dama dengan jumlah atom pada ruasn kanan. Jumlah atom Atom Na H O 2Na + 2H2O 2 4 2 2NaOH + H2 2 4 2 2Na(s) + 2H2O(l) 2NaOH(aq) + H2(g) Cara abc (Substitusi) Cara ini dilakukan dengan memberi koefisien sementara dengan huruf a. sedangkan yang lainnya berilah koefisien a.

maka kalikan dengan 2. sehingga: 2 Mg + O2 2 MgO Setarakan reaksi: C7H16 + O2 Langkah 1: Langkah 2: Jumlah di ruas kiri = jumlah di ruas kanan Atom C Atom H Atom O 7= 16 = 2a = b 2c 2b + c 2a = (2 x 7)+ 8 2a = 22 Hasil b=7 c=8 a = 11 CO2 + H2 O Jawab rumus kimia paling kompleks C7 H16 1C7H16 + a O2 b CO2 + c H2 O Setarakan reaksi: Al + H2SO4 Jawab Langkah 1: a Al + b H2SO4 Al2(SO4)3 + H2 Rumus kimia paling kompleks Al2 (SO4)3 1 Al2(SO4 )3 + c H2 langkah 2: Jumlah di ruas kiri = jumlah di ruas kanan Hasil a=2 b=3 b=3 c c=6 Atom Al Atom S Atom O Atom H Langkah 3. a= b= 4b = 2b = 2 3 12 c2x3= 2Al + 3H2SO4 Al2 (SO4)3 + 6H2 Ciri-Ciri Reaksi Kimia Untuk membuktikan terjadinya reaksi kimia dari suatu proses kimia kita dapat melihat gejala yang menyertai misalnya: 1.Agar koefisien tidak pecahan. Pembentukan endapan Larutan timbal (II) nitrat direaksikan dengan larutan kalium iodida menghasilkan padatan .

3. perubahan warna juga mudah untuk diamati sebagai individu terjadinya reaksi kimia Contoh : Larutan timbal (II) nitrat direaksikan dengan larutan kalium iodida menghasilkan padatan timbal (II) iodida yang berwarna kuning dimana awalnya kedua larutan adalah bening. Logam stronsium atau barium yang dimasukkan ke dalam air. 3. Perubahan warna besi ketika berkarat menjadi coklat.timbal (II) iodida dan larutan kalium nitrat 2. Pembentukan gas Pembentukan gas biasanya menunjukkan. 2. menghasilkan gas hidrogen (H2). 1. Perubahan warna Seperti halnya perubahan endapan. Suhu yang terjadi bisa . atau bau yang tercium ataupun tampak asap yang keluar dari sebuah reaksi dan mengembangnya suatu reaktan. 4. 2 3. Soda kue menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan kue mengembang. Reaksi pembentukan gas ditandai dengan adanya gelembung-gelembung udara jika reaksi berlangsung sebagai larutan. Contoh: 1. Perubahan suhu Reaksi kimia terkadang ditandai dengan adanya perubahan suhu. 2. Glukosa (bening) jika ditetesi larutan benedict dan dipanaskan akan berwarna jingga dan kemudian menjadi merah bata ketika didinginkan 4. Pada proses pembuatan kue. penambahan soda kue menyebabkan adonan kue menjadi mengembang. Reaksi antara batu marmer dengan larutan asam klorida menghasilkan gas hidrogen (H ). bahwa reaksi sedang berlangsung. Tembaga yang berwarna kuning berubah menjadi hijau ketika berkarat.

sedangkan produk semakin banyak.menjadi lebih tinggi atau rendah. sebagai berikut: . Reaksi antara karbid (CaC2 ) dengan air menghasilkan suhu yang sangat tinggi dan gas asetilena (C2H2 ) sehingga dapat digunakan untuk melelehkan besi yang sangat keras. jam. menit. 2. Contoh: 1. karena pada reaksi ini terjadi penurunan suhu. Pengertian Laju Reaksi Laju menyatakan seberapa cepat atau seberapa lambat suatu proses berlangsung. Reaksi yang memerlukan panas terjadi pada reaksi fotosintesis sebagai reaksi endoterm. hari atau tahun. 3. Laju juga menyatakan besarnya perubahan yang terjadi dalam satu satua waktu. maka jumlah zat peraksi semakin sedikit. laju reaksi umum dinyatakan sebagai laju penguragan konsentrasi molar pereaksi atau laju pertambahan konsentrasi molar produk untuk satu satuan waktu. LAJU REAKSI 1. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi. Sebaliknya reaksi yang disertai penurunan suhu disebut dengan reaksi endotermis. Reaksi kimia adalah proses perubahan zat pereaksi menjadi produk. Ungkapan Laju Reaksi untuk Sistem Homogen Untuk sistem homogen. Reaksi antara batu kapur dengan air. Reaksi kimia yang disertai kenaikan suhu disebut dengan reaksi eksotermis. 2. Satuan waktu dapat berupa detik. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju terbentuknya produk.

Tentu saja laju kendaraan tidak selalu 60 km/jam. plot konsentrasi terhadap waktu berbentuk garis lengkung.i di t i sat an dari konsentrasi molar adalah mol/ adalah mol/ det atau M/det 3. oleh karena itu. Laju sesaat ditunjukkan oleh speedometer kendaraan. Perbedaan antara laju rerata dengan laju sesaat dapat diandaikan dengan laju kendaraan. laju sesaat = kemiringan tangen . Laju rerata Maka sat an dari laj reaksi Laju rerata adalah rerata laju untuk selang waktu tertentu. Laju Rerata dan Laju Sesaat a. sebagai berikut. b. 1. seperti gambar di bawah ini. Sebagai telah kita lihat sebelumnya. laju reaksi berubah dari waktu ke waktu. Laju sesaat pada waktu t dapat ditenukan dari t kemiringan (gradien) tangen pada saat t tersebut. Pada umumnya. Laju Sesaat Laju sesaat adalah laju pada saat tertentu. Lukis garis singgung pada saat t 2. Laju rerata kendaraan itu adalah 300 km/5 jam = 60 km/jam. Lukis segitiga untuk menentukan kemiringan 3. laju reaksi makin kecil seiring dengan bertambahnya waktu reaksi. Misalnya suatu kendaraan menempuh jarak 300 km dalam 5 jam.

Penambahan tekanan dengan memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi. Katalis memungkinkan reaksi . 4. Sebaliknya. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Apabila suhu pada suatu rekasi yang berlangusng dinaikkan. 2. menyebabkan laju reaksi semakin besar. Dalam bagian ini akan dibahas faktor -faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Kelajuan dari pereaksi seperti itu juga dipengaruhi tekanan. maka partikel semakin tak aktif. maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partike sehingga laju reaksi pun l. Tekanan Banyak reaksi yang melibatkan pereaksi dalam wujud gas. sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering. 3. apabila suhu diturunkan. Suhu Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. apabila semakin kecil konsentrasi pereaksi. sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri. . maka tumbukan yang terjadi semakin banyak.FAKTO FAKTO YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI Pengalaman menunjukan bahwa serpihan kayu terbakar lebih cepat daripada balok kayu. sebab semakin besarkonsentrasi pereaksi. maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak. yaitu melambatkan reaksi yang merugikan dan menambah laju reaksi yang menguntungkan. Konsentrasi Pereaksi Konsentrasi memiliki peranan yang sangat penting dalam laju reaksi. bergantung pada keadaan zat pereaksi. Begitu juga. Pengetahuan tentang hal ini memungkinkan kita dapat mengendalikan laju reaksi. dengan demikian dapat memperbesar laju reaksi. Katalis Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu. semakin kecil. sehingga laju reaksi semakin kecil. hal ini berarti bahwa laju reaksi yag sama dapat berlangsung dengan kelajuan yang berbeda.

. maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi. maka tumbukan yang terjadi semakin banyak. 5. sedangkan semakin kasar kepingan itu. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh. sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. sehingga laju reaksi pun semakin kecil. yaitu semakin halus kepingan itu. maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi. maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel. Begitu juga.berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi. apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh. Luas Permukaan Sentuh Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penti dalam laju reaksi. sebab ng semakin besar luas permukaan bidang sentuh antar partikel.

wordpress.e-dukasi.net .chem-is-try.com/2010/09/16/persamaan-reaksi-kimia/ http://www.DAFTAR PUSTAKA http://www.net http://www.e-dukasi.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/unsur-dansenyawa/persamaan-reaksi-2/ http://silochem.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful