PENGEMBANGAN EKONOMI ISLAM DAN KONDISI HUKUM EKONOMI KONVENSIONAL ∗

Bismar Nasution∗∗ Sumber : ======================================= Robert Cooter and Thomas Ulen, Law & Economics.

HUKUM DAN EKONOMI
Pendahuluan (hal 1-2) Hukum menggunakan ilmu ekonomi pada bidang hukum anti persaingan (antitrust), pengaturan industri-industri, perpajakan, dan menentukan masalah moneter. Hukum dibutuhkan ekonomi dalam hal menjawab pertanyaan seperti “siapa yang menjadi tergugat dalam bursa saham ?”. “dapatkah kontrol harga dalam asuransi mobil mengurangi nilai riilnya ?”, “siapa sebenarnya yang dibebankan pajak ?”, dan “berapa besar pendapatan masa depan anak-anak yang hilang karena orangtua mereka meninggal ?”. Perkembangan pesat terjadi sekitar tahun 1960-an, ketika analisis ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) masuk ke dalam bidang hukum, seperti properti, kontrak, kesalahan/kerugian, hukum pidana dan hukum acaranya, dan hukum tata negara. Hal ini dikemukakan oleh Ronald H. Coase dalam tulisannya yang berjudul The Problem of Social Cost (1960) dan Guido Calabresi dalam tulisannya yang berjudul Some Thoughts on Risk Distributionand the Law of Torts (1961). Apa yang dimaksud dengan analisis ekonomi dari hukum ? (hal 3-4) Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa ekonomi menghasilkan sebuah teori tingkah laku/perilaku untuk memprediksi bagaimana respon manusia terhadap perubahan-perubahan dalam hukum. Teori ini melampaui intuisi, hanya sebagai ilmu sains yang melampaui akal biasa (common sense). Dalam tambahan kepada sebuah teori sains tentang perilaku, ekonomi menghasilkan sebuah standar normatif yang sangat berguna untuk mengevaluasi hukum dan kebijakan. Hukum bukan sekedar (arcane) argumen-argumen teknis saja, hukum adalah instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan kepentingan sosial yang penting. Untuk mengetahui efek-efek dari hukum dalam tujuan itu, hakim dan pembuat hukum lainnya harus mempunyai sebuah metode untuk mengevaluasi efek-efek hukum dalam nilai-nilai sosial yang penting. Ilmu Ekonomi memprediksi efek kebijakan terhadap efisiensi. Efisiensi selalu berhubungan dengan pembuatan kebijakan, karena akan selalu lebih baik mencapai semua kebijakan-kebijakan yang ada dengan
∗ Disampaikan pada Seminar Nasional dengan tema “Signifikansi Hukum Islam Dalam Merespon Isu-isu Global”, yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, pada hari Sabtu, 19 Juni 2004 di Medan. ∗∗ Mendapat Sarjana Hukum dari USU (1983), Magister Hukum dari Universitas Indonesia (1994), Doktor dari Universitas Indonesia (2001), Guru Besar Hukum Ekonomi Fakultas Hukum USU (2004), Dosen Fakultas Hukum USU Medan, tahun 1987– sekarang, Dosen Pascasarjana Hukum USU Medan, tahun 1999–sekarang, Dosen Magister Manajemen Pascasarjana USU Medan, tahun 2002, Dosen Magister Kenotariatan Pascasarjana USU Medan, tahun 2002, Dosen Magister Hukum Pascasarjana Univ. Pancasila Jakarta, tahun 2001–sekarang, Dosen Magister Hukum Pascasarjana Univ. Krisnadwipayana Jakarta, tahun 2001–sekarang, Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta, tahun 1997–2000). Penguji Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Indonesia, tahun 2002-sekarang.

1

biaya yang rendah daripada dengan biaya yang tinggi. Pejabat umum tidak pernah menyokong uang yang siasia/pemborosan. Selain efisiensi, Ilmu ekonomi yang juga memprediksi efek dari kebijakan-kebijakan dalam nilai penting lainnya adalah distribusi. Diantara penerapan ilmu ekonomi itu terhadap kebijakan publik adalah penggunaannya untuk memprediksi siapa sebenarnya yang dibebankan berbagai macam pajak. Lebih daripada penelitian ilmu-ilmu sosial, ahli ekonomi memahami bagaimana hukum memberi dampak terhadap distribusi pendapatan dan kesejahteraan disegala lapisan sosial. Sementara ahli ekonomi seringkali merekomendasikan perubahan untuk peningkatan efisiensi, mereka mencoba menghindari sengketa tentang distribusi, biasanya memberikan rekomendasi tentang distribusi kepada pengambil kebijakan (policy makers) atau pemilih (voters). Mengapa ahli hukum sebaiknya mempelajari ekonomi ?, Mengapa pula ahli ekonomi sebaiknya mempelajari hukum ? (hal 7) Analisa Ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) adalah suatu bidang ilmu interdispliner yang meliputi dua bidang ilmu yang luas dan juga pemahaman yang lebih dari keduanya. Ekonomi membantu kita untuk melihat hukum dari cara yang baru, salah satunya adalah sangat berguna bagi ahli hukum dan bagi siapa saja yang tertarik dalam persoalan kebijakan publik. Ketika kita memusatkan perhatian bahwa apakah ekonomi dapat membawa sesuatu kepada hukum, kita juga sebaiknya menemukan bahwa hukum membawa sesuatu kepada ekonomi. Analisis ekonomi seringkali mengambil peran untuk dijaminkan pada lembaga hukum (legal institutions) seperti properti dan kontrak, dimana memberi dampak ekonomi. Disamping itu, ahli ekonomi dapat mempelajari teknik-teknik dari ahli hukum. Ahli hukum meluangkan banyak waktu mereka untuk mencoba menyelesaikan masalah-masalah hukum, dan teknik analisa hukum dibentuk oleh kepatuhan untuk beracara. Hasil dari suatu perkara sering diberikan tanda-tanda yang digunakan untuk menggambarkan fakta-fakta, maka mahasiswa hukum mempelajari sensitivitas untuk membedakan hal-hal yang bersifat lisan. Bidang-bidang yang termasuk dalam ruang lingkup hukum ekonomi 1. 2. 3. 4. 5. Teori Ekonomi tentang Hukum Kekayaan (an economic theory of property) Teori Ekonomi tentang Hukum Kontrak (an economic theory of contract) Teori Ekonomi tentang Hukum Kerugian (an economic theory of tort law) Teori Ekonomi tentang Proses Hukum (an economic theory of the legal process) Teori Ekonomi tentang Kejahatan dan Hukuman (an economic theory of crime and punishment)

=========================================== Source : An Introduction to The Malaysian Legal System

HUKUM ISLAM
Defenisi Syariah dan Hukum Islam (hal 133) Syariah (bahasa arab yang secara literatur diartikan jalan menuju surga) adalah hukum Islam yang disucikan sebagai ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad dalam Al-quran dan Sunnah. Keseluruhan merupakan perintah yang berasal dari Allah, yang mengatur kehidupan muslim dalam segala aspek meliputi kewajiban langsung kepada Allah, dan hubungannya dengan sesama dan lingkungannya. Syariah, meliputi seluruh bagian kewajiban agama dan etika, moral, dan aturan hukum, lebih dari suatu sistem hukum (legal system), hukumnya bersifat mutlak (strictly). Syariah adalah “sebuah jalan”. Dalam Islam,

2

Allah sendiri yang punya kekuasaan/kedaulatan dan mempunyai hak untuk menakdirkan pedoman hidup manusia. Hukum Islam yang dimaksud memiliki arti aturan hukum yang merupakan bagian dari syariah dan berperan sebagai peraturan yang sesuai dengan prosedur yang digambarkan dalam konstitusi negara dan federal. Hukum Islam yang diterapkan di Malaysia adalah Mazhab Syafii, sebagaimana yang dimodifikasi oleh Hukum Adat Melayu. Sumber hukum Islam yang diterapkan di Malaysia ini terbagi dalam dua kategori besar yaitu : 1. Sumber Pokok (primary sources) a. b. 2. Al-Qur’an : Firman Allah, dan Sunnah : aturan yang berasal dari tradisi/kebiasaan nabi, contoh perkataannya atau aturan Nabi Muhammad Ijma : kesepakatan ahli hukum dalam suatu masa dalam menetapkan aturan hukum, dan Qiyas : berasal dari alasan-alasan ijtihad atau analogi.

Sumber Sekunder (secondary sources) c. d.

Latar Belakang Sejarah Hukum Islam di Malaysia (hal 134-135) Islam masuk ke Malaka pada 1414 ketika Parameswara, Pangeran Palembang yang menemukan Malaka, menikah dengan seorang putri Islam dari Pasai, memeluk agama Islam dan diberi nama Iskandar Shah. Malaka dibangun sebagai pelabuhan internasional dan kekuasaannya melewati semenanjung Melayu dan termasuk kepulauan pada abad kelimabelas, Islamisasi penduduk membuat Malaka menjadi pusat Islam sampai jatuh ketangan Portugis pada 1511. Kedatangan Islam merupakan salah satu momentum pada sejarah kepulauan melayu. Pengaruhnya sangat besar dan meresap kedalam masyarakat, budaya, politik dan hukum. Dalam masalah politik hukum, Islam menggantikan sistem devaraja Hindu atau bersifat ketuhanan melalui sistem kesultanan. Sultan dipilih sebagai khalifah atau wakil Allah yang harus memerintah sesuai dengan Hukum Allah, atau syariah. Dua hal yang bekerjasama : Islam mendukung dan posisi sultan yang kuat yang didalamnya berdasarkan Islam sebagai bentuk penegakan ajaran agama. Sebelum kedatangan Islam, Melayu mengikuti hukum kebiasaan atau adat yang dipengaruhi oleh budaya Hindu. Kedatangan Islam merupakan awal untuk memperkenalkan syariah dan untuk memodifikasi hukum adat Melayu agar didasarkan ajaran Islam (sebuah proses yang berlanjut sampai sekarang). Proses Islamisasi dapat dilihat dalam sejarah Melayu. Sebagai contoh, versi pertama kali adalah Risalat Hukum Kanun atau Undang-Undang Malaka (laws of Melaka) yang berisikan hukum kebiasaan/adat, dimana versi sekarang menunjukkan perpaduan antara hukum kebiasaan/adat dengan prinsip-prinsip Syariah, sebagaimana yang dituliskan dalam Abu Shuja’s At-Taqrib, Ibn Al-Qasim Al-Ghazzi’s Fath Al-Qarib, dan Ibrahim Al Bajuri’s Hashiya Ala’l Fath Al-Qarib. Setelah Malaka jatuh, versi Undang-Undang Malaka diadopsi di negara Melayu yang merupakan wilayah terakhir Kerajaan Malaka. Disini juga menunjukkan pengaruh syariah. Sebagai contoh, dalam sejarah Pahang dipimpin oleh Sultan Abdul al-Ghafur Muhaiyuddin Shah (1592-1614) menunjukkan pengaruh kuat syariah ini.hal ini memperkenalkan Pahang adalah Daral Islam (negara Islam), contoh sebuah negara Islam, dan empat puluh dua dari enam puluh delapan artikel didasarkan pada syariah. Sejauh apa dan untuk apa hukum yang luas sebagai gambaran dalam sejarah Melayu yang diimplementasikan tidak secara pasti. Karena itu, gabungan hukum adat Melayu dengan unsur Hindu-Budha ditutup dengan prinsip-prinsip hukum syariah yang dimodifikasi selama periode pemerintahan Inggris yang disatukan dengan kerangka hukum Inggris. Hal inilah pelopor dapat diterapkannya hukum Islam di Malaysia hari ini. Islamisasi hukum adat Melayu dilanjutkan setelah kedatangan Inggris. Sebagai contoh, di Johor, disamping sejarah Johor 1789, yang dibentuk dalam Undang-Undang Malaka, diubah dan dibuat secara kodifikasi syariah yang dibuat oleh Turki dan Mesir. The Majallat Al-Ahkam of Turkey diubah menjadi the Majallah Ahkam Johore dan Hanafi Code of Qadri Pasha of Egypt diubah menjadi the Ahkam Shariyyah Johore. Pada 1890, Sultan Abu Bakar merancang konstitusi untuk Johor yang menunjukkan beberapa pengaruh syariah. Demikian pula, di Trengganu, konstitusi dibuat pada 1911 juga menujukkan pengaruh syariah. Contoh-contoh ini dan kasus hukum menunjukkan bahwa sebelum datangnya Inggris hukum dasar dari pribumi adalah hukum muslim melayu (Malay-Muslim Law). R.J Wilkinson mengatakan : “Disana tidak

3

4 . Hal itu tidak menerangkan. yang membagi kepada 3 (tiga) kewenangan yang independen : • Majelis Agama Islam (atau segala variasinya) : bertanggung jawab untuk segala permasalahan yang berkaitan dengan agama Islam kecuali hukum Islam dan Administasi hukum. Pengamatan prinsip-prinsip ini tidak boleh membebankan ketidakmampuan terhadap penduduk non muslim yang menyatakan dan menerapkan agama mereka dan tidak boleh menyimpulkan bahwa negara bukan negara sekuler”. yang mendefenisikan hanya hukum tertulis. Rekomendasi aliansi partai diterima dan artikel 3 dilihat dengan kualifikasi penting bahwa “agama lain dapat diterapkan secara damai dan selaras pada beberapa bagian negara federasi”. Prinsipprinsip syariah menitikberatkan perhatian pada kewajiban individu yang digabungkan kedalam hukum Inggris. dan beberapa kebiasaan atau adat yang memiliki kekuatan hukum. Islam adalah aliran kiri untuk penegakan ajaran agama. Dia melihat bahwa suatu ketentuan adalah “tidak berbahaya/merusak” karena tidak kurang dari lima puluh negara menerapkan ketentuan yang telah berurat akar dalam konstitusi mereka dan karena itu dimuat dalam semua konstitusi negara melayu. berdasarkan status wilayah. berdasarkan rekomendasi dari aliansi partai. Salah satu ketetapan adalah artikel 11. setiap wilayah masing-masing mengikutinya. ayat (1ª) yang menegaskan kekuasaan yudisial federasi pada dua pengadilan tinggi yang berwenang tentang status dan yurisdiksi. dan Putrajaya dimana hal tersebut merupakan persoalan federal) saat ini. bahwa federasi adalah sebuah negara Islam. yang didukung oleh anggota-anggota komisi keturunan pakistan. Hal ini direkomendasi oleh aliansi partai dalam memorandumnya. Hal ini membatasi dan berturut-turut secara perlahan membangun hukum syariah secara penuh.. Mr. Hal ini diberi nama secara variatif di setiap negara.agama Malaysia seharusnya Islam. artikel 4 mengatur bahwa supreme law federasi menjadi konsitusi federal. Kenyataannya. yang telah melalui permulaan hingga akhir tahun 1970-an berdasarkan rekomendasi komite yang disusun untuk meningkatkan status Pengadilan-pengadilan Syariah. ayat (4) menentukan bahwa tidak ada sesuatu pun dalam artikel yang membawahi dari ketetapan lain dari konstitusi federal. seperti pada konstitusi Pakistan. Pemerintahan Inggris memisahkan agama dari negara. Justice Abdul Hamid. coomon law. dan dilaporkan dalam perluasan modifikasi dan penyimpangan-penyimpangan prinsip syariah. Artikel 3 menjelaskan bahwa “Islam adalah agama federasi”. di setiap negara. Lebih jauh jaminan terhadap non muslim bahwa hak privat mereka tidak terpengaruh. Tidak seperti undang-undang sebelumnya (yang bermodelkan Undang-Undang Administrasi Hukum Muslim di Selangor tahun 1952) yang menghimpun kekuasaan dalam suatu majlis (atau konsul yang dikenal dengan berbagai nama yang bervariasi). Ketentuan yang telah ditambah pada rancangan asli dari Reid Constitutional Commission. sebelum amandemen 1988 yang ditambah.. dan pengadilan yang lebih rendah dibuat untuk penegakan undang-undang federal. Artikel 121. Inggris tidak menyentuh dan mengatur pokok-pokok ajaran agama tetapi. Negara bertugas hanya pada permasalahan keduniaan. Hukum Islam tidak meliputi defenisi hukum dalam artikel 160 dari konstitusi federal. yang pada pokoknya menghilangkan prinsip-prinsip dimana common law dipersiapkan untuk diterima.. tetapi isinya secara subtansi adalah sama. adanya sistem legislatif yang terpisah dalam berbagai aspek hukum Islam tersebut. Labuan. Administrasi Hukum Islam Hukum Islam merupakan suatu persoalan kenegaraan (kecuali dalam Wilayah Federal Kuala Lumpur. Pengadilan syariah tidak termasuk. ketentuan yang pertama artikel 3 sekarang dapat diketahui pada artikel 57 dari konstitusi pertama yang dirancang untuk Johor pada masa pemerintahan Sultan Abu Bakar. Lebih jauh lagi. Sejarah dan tingkat persoalaan ini dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat.. memperkenalkan hukum Inggris dan membuat hukum yang diterapkan secara umum dalam hukum muslim melayu. Islam dan Hukum Islam Pada Konstitusi Federal (hal 143-149) Kesepakatan status dibawah hukum Islam oleh Inggris dilanjutkan setelah kemerdekaan negara federasi melayu. Artikel 3 hanya menyatakan bahwa Islam adalah agama federasi. Undangundang saat ini. Hal yang paling penting adalah adanya administrasi yang bersifat umum terhadap Hukum Islam. tidak seperti biasa karena dengan suara bulat. terakhir mereka mengurangi hukum pribadi muslim.terdapat keraguan bahwa hukum Muslim akan diakhiri menjadi hukum melayu bukan hukum Inggris yang masuk untuk mengujinya”. Rekomendasi itu. hal penting dalam ayat (4) untuk menyebarkannya. yang mengatakan : “. baik bentuk dan prosedurnya. yang menjamin hak setiap orang untuk menyatakan dan menerapkan agamanya dan.

Hayes. Uang tidak diperlakukan sebagai komiditi seperti di Negara barat. =========================================== Buku : Islamic Law and Finance Religion. Vogel and Samuel L. Pada tiga dekade terakhir. 1998. majelis boleh mendirikan perusahaan dibawah Companies Act 1965 (Act 125). Meskipun demikian Sistem Keuangan Islam menjadi subjek dari beberapa bentuk kesalahpahaman baik oleh orang muslim maupun non muslim. dalam negara. telah diketahui secara umum bahwa Sietem Keuangan Islam melarang menarik bunga pada pinjaman.• • Mufti (urusan keagamaan yang tingkatnya paling tinggi) : bertanggung jawab atas ketentuan HukumIslam Pengadilan Syariah : bertanggung jawab atas Administasi Hukum Dua kewenangan yang pertama akan dibicarakan dibawah ini. Penyedia modal diperbolehkan pengembalian yang seimbang. mereka dapat mempunyai legitimasi untuk memperoleh ganti rugi untuk dirinya sebagai kompensasi dari kesempatan yang hilang. Keuntungan didapat dari pembayaran sewa atau penjualan kredit direfleksikan. Bebas untuk melakukan kontrak pada kegiatan industri dan perdagangan. dan untuk mengatur seluruh masalah keuangan yaitu bait-ul-mal.Qur’an dan ajaran Muhammad. III Publisher : Kluwer Law International. dimana pembiayaan diganti rugi secara legitimasi. wakaf (hadiah untuk ibadah). Majelis Agama Islam Majelis Agama Islam adalah sebuah lembaga yang memiliki fungsi utama untuk memberi nasehat kepada pembuat peraturan (atau Yang di-Pertuan Agung di negara dan wilayahnya tanpa seorang pembuat peraturan) dalam semua permasalahan yang berkaitan dengan Islam. tetapi hal itu menjadi pembagian keuntungan bersih dari usaha. sebagai faktor waktu. Hal 1-2 : Struktur dari Sistem Keuangan Islam (Islamic finance) benar-benar berakar/bersumber dari Al. istilah “bank yang untung (profit banking)” adalah cara yang berguna untuk menggambarkan sistem “ekstensi kredit” dalam dunia Islam. dan seluruh kepercayaan. peningkatan agama Islam atau untuk meningkatkan keuntungan kaum muslimin. sama seperti yang diemban oleh patner lain dalam sebuah perusahaan. Pelaksanaannya sehari-hari dilaksanakan oleh Departemen Urusan Agama Islam. majelis dipercayakan untuk menunaikan kewajiban untuk meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat muslim ke arah yang lebih baik. Juga mempunyai kekuasaan untuk bertindak sebagai eksekutor dari suatu kehendak dan pengatur daerah makam muslimin. dan sebuah contoh kasus untuk inovasi dan pengembangan hukum Islam. Sebagai contoh. dan menjamin hutang untuk setiap individu muslim untuk belajar ke tempat yang lebih tinggi. Badan ini mewakili seluruh mesjid-mesjid. Tambahan. telah ada peradaban Islam yang constant selama empat belas abad. dan untuk mengumpulkan zakat dan fitrah. mendirikan dan memelihara sekolah-sekolah Islam. dan interprestasi terhadap relevansi sumber ini dilakukan oleh pengikutnya. dia telah muncul sebagai salah satu implementasi modern dari system hukum Islam yang signifikan dan penting. Risk and Return Author: Frank E. memegang. Contohnya. contohnya: • Jika uang diberikan kepada pihak lain untuk digunakan dalam periode waktu tertentu. kewenangan investasi. Dalam berbagai bentuk. dan menyusun kekayaan yang bergerak dan tidak bergerak. dan oleh karena itu subjek dari ketidakpastian. bahkan secara eksplisit. 5 . Pengadilan Syariah akan diuraikan pada Bab 10. • Dengan cara seperti ini. Jika seorang investor membiayai akuisisi dari barang nyata dengan membeli atau menyewakan. Majelis berwenang untuk memperoleh. Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa hukum Islam tidak menolak pemikiran dari nilai waktu dari uang. besar jumlah kompensasi untuk pembiayaan tidak ditetapkan sebelumnya oleh pihak lain dalam kontrak. tetapi diperlakukan sebagai penanggung dari resiko.

Solusi ini sesuai (meets) dengan konsep rekanan yang diwajibkan oleh doktrin dan mirip dengan kontrak pemegang saham perferen (preferred shareholder contract). periode modern dari pembiayaan Islam menemukan permulaannya pada kemerdekaan Negara-Negara Muslim setelah Perang Dunia II. yang diikuti selanjutnya dengan “Nasser Social Bank” pada tahun 1971. Pada abad pertengahan. Perusahaan/bisnis Islam dapat menggunakan pengaruh keuangan (finance leverage) dalam struktur permodalannya. Tonggak bersejarah berikutnya. Jadi perusahaan/bisnis harus membiayai ekstensi kreditnya dari dana yang dihasilkan dari dalam/ dana yang berasal dari dalam (internally generated funds) atau mengatur agar pihak ketiga untuk membeli barang untuk kepentingan konsumernya dan menjualnya kembali ke consumer dengan harga yang dinaikkan.Peraturan Islam mengijinkan perusahan-perusahan/ bisnis untuk memanfaatkan kredit. hal ini dianggap sebagai perbuatan yang penuh dosa dan illegal dan sangat dihindari. aset finansial tidak dapat dijual atau dipakai sebagai jaminan. Dengan cara mengekspos para pemiliknya baik untuk perbaikan peningkatan potensi dari pengembalian modal jika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan untuk menreduksi nilai jika hasilnya mengecewakan. hal ini dapat diselesaikan melalui beberapa gabungan pinjaman jangka panjang dan modal pemilik. Hal ini mengilhami ajaran/pendapat sentral dalam hukum agama Islam yang menyangkut perjanjian komersial seperti sebagian besar bagian agama seperti hukum perkawinan. • • Hal 4-5: Keaslian dari Pembiayaan Islam Pembiayaan Islam bukan merupakan penemuan dari pergerakan politik para ekstrimis Islam abad ini tetapi berakar dari perintah yang ditemukan dalam Al-Qur’an dan ucapan dari Nabi Muhammad. Hukum Islam berasal dari teks yang terungkap dari jaringan dari sebuah norma yang saling berhubungan yang melarang kegiatan pengambilan keuntungan (interest taking) dan kegiatan spekulatif yang tidak pantas. kebanyakan Negara mengadopsi system perbankan barat dan melupakan praktek komersial Islam. Sebuah perusahaan /bisnis Islam dapat melakukan hal ini tetapi tidak diijinkan untuk menjanjikan atau menjual jumlah uang (receiveables) tersebut seperti layaknya pembiayaan konvensional karena hal tersebut bukan aset nyata. Dalam salah satu solusi Islam. karena keduanya berurusan dengan kumpulan umum realita perlengkapan operasi bisnis. Bank dapat membeli inventaris untuk bisnis/perusahaan berdasarkan pada “Janji perusahaan/bisnis (business promise)” untuk membeli inventaris nanti untuk biaya ditambah biaya tambahan yang wajar. Bentuk praktek pembiayaan Islam yang telah dijalankan selama berabad-abad mengalami kemunduran secara besar-besaran selama periode kolonial kerajaan –kerajaan eropa. Banyak perusahaan/bisnis menyadari pentingnya untuk menyalurkan kredit konsumernya melalui jumlah uang yang dapat diterima (accounts receivable) . Dalam kebanyakan kasus. timbul pilihan lain. system keuangan/pembiayaan Islam menempuh jalan yang berbeda untuk tujuan yang sama. dibawah Organization of The Islamiv Conference. Inventaris pembiayaan/pembelanjaan adalah syarat umum baik dalam ekonomi islam maupun konvensional. Dalam pengaruh Eropa.sama seperti perusahaan/bisnis Islam membiayai pembelajaannya sendiri dari para supplier. rekan pasif membuat kontrak untuk sebuah bagian tertentu dari untung. kredit tersebut disediakan baik oleh penyedia inventaris (inventory supplier) atau sebuah bank. pertimbakanlah contoh berikut ini: Hal 3: • Kebanyakan perusahaan/bisnis membutuhkan pembiayaan/pinjaman jangka panjang dalam pembiayaan konvensional. “The Mit Ghamr Project” didirikan di Mesir pada tahun 1963. ketika hamper seluruh dunia Islam berada dalam pengaturan kekuatan barat. dan tidak menentukan bahwa semua perusahaan/bisnis dibiayai seluruhnya oleh modal equity (equity capital). seperti leasing. Jika sebuah perusahaan/bisnis tidak ingin mengurangi kepemilikannya dengan membawa masuk rekanan lain. Institusi Pembiayaan Islam pertama yang pernah dicatat. Bisnis/Perusahaan Islam dalam kebutuhannya akan kebutuhan inventasi pembiayaan jangka pendek dapat membeli inventaris dalam kredit. tetapi memenuhi kebutuhan perusahaan akan pembiayaan jangka panjang dari kebutuhan bangunan dan peralatan untuk mendapat sebuah pembayaran yang wajar. Jadi. Lease (sewa) tidak melibatkan bunga formal (formal interest) atau sebuah rekanan pembantu biaya (partnership stakes). Banyak terdapat kesamaan antara system keuangan konvensional dan Islam. tetapi disana ada perbedaan penting. dimana bagian lainnya diberikan kepada pengusaha yang mengurus bisnis/perusahaan tersebut. adalah pembentukan “The Multinational Islamic 6 . Dibawah Hukum Islam.

Booming minyak telah merubah situasi secara dramatis. Iran dan Sudan. Menurut pendapat mereka. tetapi kekayaan besar timbul dari booming minyak menanmbah perkembangannya. yang telah lama menyediakan kepada orang timur tengah keamanan. Hal 5-6 Pertumbuhan Kegiatan Pembiayaan Islam Ukuran dan jumlah sebenarnya dari pertumbuhan kelompok pembiayaan Islam di dunia sangat sulit untuk diukur. sebagian milik pemerintah dan swasta dan sebagian milik swasta. Jumlah yang lebih besar dari penyimpanan langsung secara Islam (Islamic-Directed Saving) di tangan para investor secara individual yang tidak dimasukan/berhubungan ke dalam bank sama sekali. Salah satu pendekataan untuk mengukur besar dari kelompok penyimpanan Islam (Islamic Saving Pool) adalah kumpulan necara dari bankbank Islam yang terkemuka. Menolak budaya dan politik barat dan terinspirasi dari kealiman agama. kebanyakan pergi ke Bank di Swiss. seorang pengamat ahli memperkirakan bahwa lebih dari $ 50 milyar simpanan dilarikan rezim teluk selama krisis teluk antara 1990-91. kebanyakan berhubungan investasi barat yang konvensional dan tidak cocok dengan prinsip agama tradisional. karena kegiatan itu terbatas pada beberapa individu saja dan secara umum tidak diperhatikan oleh populasi yang lebih besar. dan pengembalian yang kompetitif. Ada sebuah perjanjian umum bahwa dana yang dikelola oleh Bank Islam menunjukan uang yang siap pakai. hal ini tidak akan terjadi dalam konteks transaksi keuangan Islam yang dipraktekkan sekarang. contohnya. Lebih jauh lagi. Adalah hal yang biasa untuk bank di London ( pusat pasar utama bagi pembiayaan Islam) untuk menaruh $ 100milyar atau lebih atas nama seorang individu yang kaya raya.Development Bank” pada tahun 1973. Sebelumnya hal tersebut. sebuah perbandingan dari necara tempat berpijak Bank Islam yang terkemuka dimana beberapa angka dapat dilihat menunjukan pertumbuhan lebih dari 15 % per tahun selama lima tahun terakhir ini. hanya sedikit keluarga yang berpengaruh dan elit saudagar yang mempunyai jumlah uang yang signifikan. Dengan uang yang dengan gampang ditarik ini. sebagian adalah milik publik. banyak pria-pria muslim yang alim mencari persesuaian antara hidup mereka di dunia yang modern dan ajaran keyakinannya. pertumbuhan masa depan bergantung pada kemampuan insdutri untuk menarik dana para penyimpan dan investor yang sekarang boleh memilih untuk pengembalian yang lebih dan karakteristik resiko dari bankir konvensional dan bankir investasi. Bank Islam telah membuat kesemibangan itu terwujud di dalam dunia bisnis. Hanya sedikit dana yang dilaporkan kembali lagi ke teluk pada akhir 1996. pengalaman dari perang teluk membuat hal ini jelas. Tentu saja ada banyak lapisan dari simpanan muslim yang tersedia. beberapa bankir percaya yang kami wawancarai percaya bahwa tingkat pertumbuhan sekarang ini akan susah untuk menopang. Selama tahun 70-an banyak institusi pembiayaan Islam didirikan si sejumlah Negara. Untuk menarik dana ini dan dana lainnya akan membutuhkan pengembangan dari kesempatan investasi Islam yang menawarkan angka pengembalian yang kompetitif dalam tingkat resiko yang dapat diterima. Terlepas dari sejumlah komplikasi yang membuat rute ini menjadi tidak menjanjikan. tidak termasuk aset keuangan dari tiga Negara penganut Ekonomi Islam. keleluasaan. Pakistan. tetapi diinvestasikan langsung ke dalam bisnis. Dalam kebanyakan pendapat. Sepuluh atau dua puluh tahun sebelumnya. 7 . secara tiba-tiba lebih banyak uang di tangan orang banyak dan pertanyaan tentang bagaimana para pengikut ini harus menginventasikan uangnya menjadi lebih menekan. Sebagian lagi mengelak dari system perbankan seluruhnya. hanya sedikit yang tahu tentang mereka bahkan oleh para pemimpin agama. Kenaikan dramatis dalam pendapat minyak di tahun 1970-an telah membawa tingkat kekayaan dan kelebihan simpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada populasi dari beberapa Negara timur tengah yang kaya akan minyak. Gelombang identitas Islam sekarang ini telah menghasilkan dorongan positif lainnya untuk mengadopsi prinsip-prinsip Islam dalam bisnis dan pembiayaan. Ukurannya diukur bekisar dari $50 Milyar sampai lebih dari $100 Miyar. dana seorang investor yang mempunyai komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip agama. Akhir dari kolonialisme dan kebangkitan dari kealiman telah memancari kebangkitan kembali dari pembiayaan Islam. menyimpang uangnya di rumah. banyak yang menyimpan dana mereka tidak berjalan pada “rekening kegiatan usaha yang tidak berjalan (non interest bearing account)” di bank Negara Barat.

investasi jangka panjang (yang relative lebih menguntungkan) menciptakan kekhawatiran ketidakcocokan antara aset dan kewajiban. Mungkin penjelasan yang sering dikutip adalah fakta bahwa Bank Islam tidak mempunyai pusat loket diskon bank (Sentral Bank Discount Window) untuk dialihkan apabila mereka membutuhkan lukiditas dengan cepat dan tidak ada prpgram penjaminan simpanan untuk menjamin kepentingan penyimpan dan membantu mencegah panic bank runs. Dalam prakteknya. Al. Biasanya. Penjelasan lain untuk penyebabnya adalah kapasitas yang terbatas dari institusi-institusi ini untuk berusaha melakukan analisis kredit yang teliti yang dibutuhkan untuk investasi yang agresif. Jika skenario buram ini tidak cukup memotivasi para bankir dan investor untuk bergerak kearah hasil yang lebih menguntungkan (higher yielding) walaupun dengan resiko investasi yang lebih besar. dll. Sedikit Bank besar yang dimiliki oleh orang timur tengah mendominasi pasar ini. Beberapa Sarjana Islam barubaru ini menyangsikan pada penerimaan dari salah satu bentuk pembiayaan Islam yang paling sering digunakan yaitu tipe perdagangan pembiayaan Murabaha yang dilakukan di London. Prinsipnya dalam bentuk membiayai usaha untuk inventaris yang diselesaikan melalui kontrak yang jumlahnya dinaikkan (murabaha) seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dimana bank membeli inventaris dari supplier dan menjual kembali barang itu kepada konsumen dengan harga yang meliputi biaya yang dikeluarkan bank ditambah penambahan biaya. 70% dari keuntungan ini menjadi milik depositor dan 30 % menjadi milik pemilik bank. Ditambah beberapa Bank komersial lokal dan asing yang mempunyai operasi Islam yang substansial termasuk National Commercial Bank. potensi dari Pasar modal Islam tidak begitu saja dilupakan oleh Institusi pembiayaan baik yang dimiliki oleh penduduk asli maupun oleh orang asing yang beroperasi di Negara-negara dengan populasi Muslim. sebuah situasi yang benar-benar tidak berkelanjutan (unsustainable). terlepas dari persyaratan akan pemberitahuan penarikan kembali yang cepat (Advance withdrawal notice) yang seharusnya diberikan oleh nasabah Investasi Islam. sehingga wajar apabila mereka tidak percaya diri mereka hanya bertahan pada persetujuan jangka pendek. Investasi juga tersebar dalam rekanan pembagian untung yang disebut dengan mudaraba dan musharaka. Hal 7. dan di kegiatan penyewaan yang disebut dengan ijara. dan Kuwait Finance House. Beberapa bank Islam terpaksa memberi subsidi distribusi keuntungan kepada depositor diluar dari bagian keuntungan pemilik bank atau dalam beberapa kasus.8 Produk Bank Sekarang ini Dibandingkan investor konvensional. dimana banyak Bank Islam dan investor lainnya mempunyai deposit yang besar.Rajhi. pernyataan baru-baru ini oleh sarjana Islam yang disegani dapat memenuhi hal tersebut. Walaupun Bank dan Pembiayaan Islam sering diakitkan oleh para ekonom Islam dan lainnya sebagai pembiayaan pembagian untung. Selisih keuntungan dalam kontrak ini terlalu tipis untuk mendukung pengeluaran tambahan dan menghasilkan keuntungan dasar yang cukup (bottom line sufficient profit) untuk memuaskan pemilik bank dan para depositornya. Beberapa diantaranya awalnya segan untuk membuat program deposit Islam dengan struktur pembagian untung karena takut akan menghancurkan rekening konvensial dimana beberapa depositor muslim tidak menerima bunga. tetapi dalam kondisi saat ini. Hingga kini. Sehingga dapat dimengerti kalau mereka ragu-ragu untuk masuk sedalam investasi jangka panjang kecuali mereka percaya diri dan telah mengerti dengan benar resikonya. Strategi investasi jangka pendek dari bank Islam ini bisa jadi merupakan jalan buntu. sebagian besar.Mar.Perantaraan Pembiayaan ( Financial Intermediary) Seperti telah dijelaskan sebelumnya. tetapi hal tersebut mewakili porsi kecil dari keseluruhan kumpulan investasi dan secara histories berkonsentrasi dalam portfolio dari para penjaja yang inovatif. Kleinwort Benson. Saudi American Bank. Citibank. diluar dari pemasukan tambahan pemilik. Hal ini sebagian diakibatkan oleh goncangan seperti keruntuhan Soukh al –Manakh ( Bursa efek Kuwait) dan kegagalan BCCI. banyak investor Islam mengharapkan Jumlah dana dan lapangan yang sama seperti bank konvensional. Transaksi ini meliputi. perjanjian perdagangan pembiayaan antara Investor Islam dan Peminjaman modal ( perusahaan) multinasional yang terkenal yang mencaru peminjaman modal kerja berbiaya rendah 8 . Berbagai penjelasan tentang hal ini terlihat dari wawancara dan tulisan yang ada. Dar Al.Baraka. tapi telah tercatat bahwa sebagian besar dana Islam ditujukan pada Markup (biaya yang dinaikkan) jangka pendek yang mempunyai untung yang tipis. Penelitian kami menunjukan bahwa kebanyakan dana para muslim terbatas pada investasi jangka pendek dengan resiko yang rendah. termasuk Al. nasabah Muslim saat ini mempunyai relatif sedikit kontrak investasi yang dapat diterima untuk dipilih. Dari wawancara di lapangan diperoleh bahwa investor Islam di timur tengah lebih menolak resiko daripada investor lain diamanapun. Depositor dalam beberapa bank Islam hanya dapat untuk mendapat untung/pengembalian sebanding dengan apa yang ditawarkan oleh bank konvensional atas biaya dari pemilik bank.

turki dan uni emirat arab. Dan para investor dapat menganggap sewa sebagai penggabungan beresiko rendah (incorporating lower risk) karena para investor menguasai hak property sampai kontraknya berakhir. Istilah ini juga dapat mencakup segala aturan hukum yang ditujukan untuk memungkinkan suatu perusahaan untuk dapat dipertanggung-jawabkan di depan para pemegang saham perusahaan publik. Adapun sebutan yang tepat untuk definisi ini adalah: Pengelolaan perusahaan berkaitan dengan hubungan antara manajer perusahaan dan pemegang saham. Millstein. Para investor beralih kepada pada tingkatan tertentu memilih jangka waktu yang lebih lama. produk. Gregory dan Marsha E. 2. jasa dan penyedia sumber daya manusia. Tanpa kepemilikan. perjanjian ini dianggap tidak lebih sebagai peminjaman konvensional jangka pendek dengan kurs bunga yang ditetapkan sebelumnya yang tergabung dalam harga dimana peminjam membeli kembali invetaris.( multinationals seeking lower cost working capital loans). Hukum Ekonomi Konvensional: Pelaksanaan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal I Grup Penasehat Bisnis Sektor Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengenai Pengelolaan Perusahaan1 membuat satu laporan mengenai prinsip-prinsip umum dari pengelolaan 1 Holly J. Dikatakan. dan mungkin Indonesia Pemerintah secara aktif mengecilkan kehadiran system bank Islam secara terpisah cthnya Saudi Arabia dan oman. Walaupun kontrak multi milyar dollar ini popular untuk beberapa tahun. 4. Hal ini bukan berarti tidak ada lagi halangan. 3. Tidak ada lagi halangan kecil pada kelanjutan pembangunan pembiayaan islam. investasi yang lebih menguntungkanm mereka menunjukkan pilihan pada lease/sewa (ijara) diatas kontrak lainnya. sebuah kondisi kunci untuk murabaha yang diterima sesuai dengan agama. singapura. Hal 13 Potensi dari Bank dan Pembiayaan Islam. “The evolution of Corporate Gonernance in the United States. Paskitan dan Sudan Pemerintah yang merangkul system bank Islam sebagai kebijakan nasional sementara itu tetap mendukung dual banking tracks cthnya: Bahrain.Simms menguraikan istilah “pengelolaan perusahaan” dari Ira M. dengan cara ini menghindari ketidakpraktisan dan debtor partial rules yang menyertai kelalaian dalam hukum syariah.” yang dibacakan di depan Forum Ekonomi Dunia. Pemerintah yang tidak mendukung maupun melarang system Bank Islam dalam yuridiksinya cthnyam Mesir. Secara lebih sempit. istilah ini dapat digunakan untuk menggambarkan peran dan praktik dari dewan direksi. Brunei. banyak keraguan bahwa bank benar-benar menerima barang kepemilikan (possession). Davos. Swiss. Kuwait. Paradigma ini sangatlah sederhana: Para manajer (pengelola) bertanggung jawab kepada dewan komisaris dan dewan komisaris kepada pemegang saham. Secara singkat istilah pengelolaan 9 . Jika ada kelalaian/wan prestasi. Istilah ini dapat juga mengacu pada praktik audit dan prinsipprinsip pembukuan. Sewa mempunyai beberapa keuntungan yang sama sepeti menjual dalam pembolehan pengakuan dari factor waktu dalam mengatur harga. seperti juga kerja dari pasar untuk mengontrol perusahaan. pelanggan dan bahkan masyarakat luas. Transaksi Murabaha “sintetis” ini tidak dapat diterima oleh para muslim yang saleh. bahwa istilah “pengelolaan perusahaan” memiliki banyak definisi. didasarkan kepada pandangan bahwa dewan direksi merupakan agen para pemegang saham untuk memastikan suatu perusahaan untuk dikelola guna kepentingan perusahaan tersebut. yaman. (2 Pebruari 1998). Hal 11 Pengaruh Pemerintah Beberapa jenis pemerintah: 1. Malaysia. oleh karena itu sekarang ada gerakan untuk menjauhi jenis investasi murabaha dalam bentuk apapun. dan juga dapat mengacu kepada keaktipan pemegang saham. porperti dimiliki kembali. Istilah tersebut dapat mencakup segala hubungan perusahaan: hubungan antara modal. Pemerintah yang merubah system keuangannya kepada bentuk Islam cthnya Iran. dari inventaris. bahkan secara konstrukstif.

10 . 14-16. Tujuan Prinsip Keterbukaan Pentingnya prinsip keterbukaan dalam pasar modal. 1999). dimana diantara strategi tersebut ditekankan. 4 Ibid. Simms. Upaya tersebut harus didukung dengan peraturan yang cukup berkenaan dengan pelaksanaan prinsip keterbukaan. peraturan. hal.cit. Gregory dan Marsha E. hal. bahwa agar good corporate governance dapat dimengerti dan diterapkan dengan baik. hal. agar apa yang menjadi tujuan prinsip keterbukaan dapat dicapai. 8. Secara luas. Secara terbatas. kepemilikan dan kepemimpinan dari suatu perusahaan. menghasilkan keuntungan dan memenuhi harapan masyarakat secara umum dan sekaligus kewajiban hukum. (Jakarta: Bapepam. Cetak Biru Pasar Modal Indonesia 2000-2004. 8 Perlu diingat. 15. hal. berkinerja secara efisien. jika intervensi tersebut terfokuskan pada empat bidang. Istilah tadi juga dapat mencakup hubungan antara perusahaan itu sendiri dengan pembeli saham dan masyarakat. Gregory dan Marshal E.. kinerja. Disebutkan dalam rangka menuju milenium ketiga orientasi pengembangan pasar modal dunia adalah menciptakan pasar modal pasar modal yang likuid dan efisien. istilah tersebut berkaitan dengan hubungan antara pengelola (manajer). termasuk situasi keuangan. penentuan fakta materiel yang mempengaruhi harga saham dan perbuatan menyesatkan. Gregory dan Marshal E. Jakarta. 8 Di samping untuk meningkatkan keterbukaan. Diuraikan Holly J. 12. Op. pemastian bahwa perusahaan memenuhi kewajiban hukum dan peraturan lainnya yang menggambarkan penilaian masyarakat. Op . Holly J. maka perlu dicermati kajian yang dilakukan oleh OECD terhadap prinsip-prinsip utama corporate governance. tersebut termasuk prinsip keterbukaan. Keamanan dan kualitas jasa yang tinggi tersebut diperlukan untuk menarik sumber daya domestik untuk terlibat di pasar modal dan juga merupakan tuntutan perusahaan tersebut oleh Holly J. Ketiga.” makalah disampaikan pada “Lokakarya Pengelolaan Perusahaan (Corporate Governance). Gregory dan Marshal E. kliring dan penyelesaian transaksi. bahwa “kerangka pengelolaan perusahaan harus dapat memastikan bahwa pengungkapan informasi yang akurat atau tepat dilaksanakan berkaitan dengan materi yang menyangkut perusahaan. Bapepam. aturan pendaftaran dan praktik pribadi yang memungkinkan perusahaan menarik modal masuk. Simms. bahwa salah satu penyebab rentannya perusahaan-perusahaan di Indonesia terhadap gejolak perekonomian adalah lemahnya penerapan good corporate gonernance dalam pengelolaan perusahaan. 2 Dalam laporan Millstein itu disebutkan. 6 Upaya mencapai good corporate covernance tersebut. 4 Prinsip transparansi tersebut menyatakan. Millstein (“Laporan Millstein”). hal. intervensi pemerintah dalam masalah pengelolaan perusahaan akan menjadi cara yang paling efektif dalam rangka menarik modal. pengklarifikasi peran dan tanggung jawab pengelolaan serta usaha-usaha yang dapat membantu memastikan kepentingan pengelolaan dan kepentingan pemilik saham untuk diawasi oleh dewan direksi. dan pemastian diberlakukannya kontrak yang adil dengan penyedia sumber daya/bahan. “Pengelolaan Perusahaan (Corporate Governance): Apa dan Mengapa Hal Tersebut Penting. juga adalah untuk meningkatkan infrastruktur pasar. jenis instrumen yang diperdagangkan. 12-13.perusahaan (corporate governance) dari pandangan sektor swasta dengan menitikberatkan pada “apa yang diperlukan oleh suatu pengelolaan untuk menarik modal.” Laporan tersebut diketuai oleh. hal. Ira M.cit. istilah “pengelola perusahaan” dapat meliputi kombinasi hukum.Simms diuraikan dengan pandangan definisi yang luas maupun terbatas. pertama. Holly J. kerjasama. berkembangnya suatu pasar modal sangat tergantung pada kemampuan lembaga-lembaga yang ada di pasar modal tersebut untuk memberikan keamanan investasi dan kualitas pelayanan yang tinggi. 3-4. 7 Ibid. Untuk mewujudkan kondisi tersebut. pasar modal dimana-mana cenderung meningkatkan hal-hal yang antara lain terkait dengan keterbukaan. 5 Ibid. Kedua. peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal harus diupayakan dapat berjalan dengan baik.17. Simms. juga telah ditekankan oleh hasil studi International Federation of Stock Exchanges (FIBV) pada tahun 1998. 2 Laporan Millstein itu dimuat dalam Business Sector Advisory Group. “Report to the OECD on Corporate Governance: Improving Competiveness and Access to Capital in Global Markets (April 1998). juga sesuai dengan pernyataan Bapepam. 6 Bapepam. Op. Cetak Biru Pasar Modal Indonesia yang dibuat Bapepam. Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan University of South Carolina. Salah satu bidang diantara tiga bidang lainnya adalah bidang “transparansi. cit.7 Oleh karena itu. direktur dan pemegang saham perusahaan.” 3 yang sekaligus menjadi salah satu prinsip OECD dalam pengelolaan perusahaan. tanggal 4 Mei 2000. juga menetapkan strategi pengembangan pasar modal. 3 Tiga bidang lainnya ialah . hal. pelayanan terhadap nasabah dan teknologi.”5 Berkaitan dengan prinsip-prinsip umum pengelolaan perusahaan yang baik oleh OECD tersebut. pemastian adanya perlindungan atas hak-hak pemilik saham minoritas dan asing.

Hasil riset International Organization of Securities Commissions (IOSCO).12 Dengan demikian prinsip keterbukaan dalam pasar modal menjadi isu utama yang harus dikaji. perlu pengaturan yang dapat mengembangkan pasar modal menjadi efisien. (New York : Institute of Finance New York. education dan the special development abilities of the lawyer. Gayed. Hal ini dapat dibandingkan dengan studi yang dilakukan Burg’s mengenai hukum dan pembangunan sebagaimana dikutip Leonard J. Fungsi utama dari Federal Reserve System adalah untuk mengatur pasokan uang nasional. 14 Pertama. (Illinois. 182. 9. Federal Reserve System adalah sistem yang didirikan berdasarkan Federal Reserve Act tahun 1913 untuk mengatur sistem moneter dan perbankan Amerika serikat. hal. 1984).13 Untuk lebih memahami pembenaran prinsip keterbukaan tersebut. 14 John C. hal. 232. hal. diantaranya adalah pasar modal. Jasso Winarto (ed). sebagaimana tuntutan perlunya prinsip keterbukaan dalam pasar modal Amerika Serikat untuk menyelamatkan pasar modalnya dari kehancuran akibat terjadinya great depression tahun 1929. Leonard J. Federal Reserve System dianggap sebagai satuan kerja yang mandiri. 1989). bahwa pasar modal dapat membantu ramalan dan bentuk bisnis yang akan datang. Boston : Dowjones . Menurut Burg’s unsur kualitas stability dan predictabilty merupakan persyaratan supaya sistim ekonomi berfungsi. Selama bertahun-tahun FRB telah merumuskan. (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Dengan UUPM ini diharapkan dapat dilaksanakan guna berperannya pasar modal secara strategis dalam pembangunan ekonomi. diterjemahkan oleh Soesanto Budhidarmo. 721-722. predictability (kepastian) dan fairness (keadilan). Rose. Selanjutnya UUPM sebagai hukum yang diharapkan menciptakan keteraturan mekanisme pasar modal.” Burg’s menyebutkan bahwa terdapat 5 (lima) unsur yang harus dikembangkan dalam kualitas hukum supaya membuat pembangunan lebih baik. Op. dapat diikuti pengamatan Jonh C. 1996). 24. dengan persetujuan Senat. dan mengatur pembelian sekuritas atas marjin. (Jakarta: PT. 34. 40. FRB adalah dewan pimpinan Federal Reserve System. diangkat oleh Presiden Amerika Serikat untuk masa bakti 14 tahun. dan semua bank nasional dan negara bagian yang menjadi bagian dari sistem. Dictionary of Finance and Investment Terns. hal. “Market Failure and the Economic Case for A Mandatory Disclosure System. Keperluan pengaturan tersebut juga mengingat pasar modal telah lama dipandang sebagai barometer dalam hakekat bisnis. yang diharapkan membuat keputusan yang bebas dari pengaruh politik. Sumantoro. menetapkan tarif diskonto. 1980). 4. fairness. 11 E. hal. Bank-bank nasional menjadi pemegang saham dari Federal Reserve Bank di wilayah masing-masing. hal. 1977). 12 Bandingkan. 1988). hal. mengungkapkan bahwa pasar modal yang mengembangkan sistim yang aman dan efisien terbukti lebih menarik bagi investor domestik maupun asing. Jr tentang perlunya sistim keterbukaan yang wajib. (Jakarta : Ghalia Indonesia.Irwin. Money and Capital Market The Financial System in an Increasingly Global Economy. posisi pasar modal dalam menunjang perekonomian nasional mempunyai peran yang strategis. “Law and Economic Development. Gramedia. Walaupun para anggota dari dewan pimpinan sistem diangkat oleh Presiden Amerika Serikat dan dikonfirmasikan melalui Senat. Kurangnya ketersediaan tersebut berarti bahwa informasi yang diberikan emiten tidak akan diverifikasi secara optimal dan bahwa kurangnya upaya diberlakukan terhadap Ibid. Jawaban ini akan menghasilkan empat tuntutan. Para Gubernur diangkat untuk masa jabatan 14 tahun yang semakin memperkuat kemandirian mereka. Untuk mengaktifkan bursa. Challenge of A Generation Beyond the Crash of 87. menetapkan persyaratan cadangan bagi bank-bank anggota. mengawasi pencetakan uang di percetakan uang. Jr. Teori yang lebih sederhana dapat menjelaskan dimana sistim keterbukaan difokuskan. 1989).dari investor internasional. Theberge dalam tulisannya “Law and Economic Development. Aspek-Aspek Hukum dan Potensi Pasar Modal di Indonesia.” Journal of International Law and Policy (Vol. Theberge. 79. 9 10 11 . (Vol. hal. 1. Pasar Modal Indonesia Retrospeksi Lima Tahun Swastanisasi BEJ.” Virginia Law Review.11 Sebagai salah satu indikator ekonomi. harus mengandung stability (stabilitas). 9 Oleh karena itu. tetapi sudah merupakan sejarah yang panjang dalam dunia pasar modal. Apalagi resesi ekonomi dunia ini disusul Perang Dunia II tahun 1939 serta masuknya Indonesia dalam era penjajahan Jepang dan perang kemerdekaan membuat bursa tidak berfungsi. dan meneliti bank-bank anggota untuk memastikan bahwa mereka menaati berbagai peraturan Federal Reserve.Undang-Undang Darurat ini belum mengatur prinsip keterbukaan dan belum memadai sebagai rambu perlindungan investor atau pemegang saham. Coffee. Ketujuh anggotanya. karena informasi memiliki berbagai karakteristik dari suatu barang umum (public good). Federal Reserve Board (FRB) 10 memformulasikan kebijaksanaan moneternya dengan mengikuti 12 indikator ekonomi. 15 Tahun 1952. maka dibutuhkan suatu Undang-Undang yang dapat mendukung pasar modal. Prinsip keterbukaan sekarang ini bukan merupakan hal baru. Coffee. Dewan menetapkan kebijakan Federal Reserve System mengenai maslah-masalah kunci seperti persyaratan cadangan dan peraturan perbankan lainnya. predictability. 13 Tentang Bursa dan kemudian ditetapkan sebagai Undang-Undang Bursa No. yang kemudian direalisasikan dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM). Untuk keperluan ini dan untuk mengembangkan pasar modal. Federal Reserve System terdiri atas 12 Federal Reserve Banks Regional. pada 1 September 1951 dikeluarkan Undang-Undang Darurat No. 24 cabang. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. maka penelitian saham cenderung kurang tersedia. 182. 12. bertindak sebagai lembaga kliring untuk transfer dana di seluruh sistem perbankan. 13 Hancurnya pasar modal Amerika Serikat pada tahun 1929 juga mempengaruhi bursa efek di Hindia Belanda. yaitu stability. mengetatkan atau melonggarkan tersedianya kredit dalam perekonomian. Peter S. hal. cit.S.

Securities Regulation Cases and Materials. Jr. Paul Minn: West Publishing. bahwa “yang dimaksud informasi dalam ayat ini. 18 D. (New York: The Foundation Press Inc. Bandingkan juga dengan Pasal 89 ayat (1) yang menyatakan. antara lain Pernyataan 12 .” Dalam Penjelasan Pasal 89 ayat (1) ini dinyatakan. Brown and Company. sedikitnya sepanjang manajemen masih dapat melakukan insider trading atau leveraged buyouts.19 15 Richard W. 17 Sedangkan informasi itu sangat berfungsi disebabkan berisi fakta materiel. mengenai berbagai hal yang seharusnya diketahui oleh pembeli tersebut sebelum ia membeli suatu saham. yang dapat dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi investor untuk melakukan investasi. Pengkolektipan mengurangi social waste yang sebaliknya bisa timbul dari kesalahan alokasi sumber daya ekonomi untuk mencapai tujuan ini. namun manajemen masih memiliki kepentingan dalam mengakuisisi penyertaan pemegang saham pada suatu harga diskon. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang menyatakan. 17 James D. Suatu kelemahan khusus dalam teori tersebut adalah bahwa teori tersebut mengabaikan signifikasi dari kontrol perusahaan dan terlalu banyak menganggap bahwa kepentingan manajer dan pemegang saham dapat diluruskan secara sempurna. Cox. 79. prasyarat besar yang ditentukan oleh para teoritis ini.16 Dengan pemberian informasi berdasarkan prinsip keterbukaan itu. Brian Hufford. kemudahan untuk dimengerti.15 Dengan perkataan lain.18 Antisipasi tersebut dilakukan dengan adanya sistim keterbukaan yang wajib bagi perusahaan yang melakukan penawaran umum atau perusahaan publik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai keadaan usahanya. “Deserring Fraud vs. 19 Bandingkan dengan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 1987). Keempat. dasar substansial ada untuk percaya bahwa ketidak efisienan yang lebih besar akan terjadi tanpa sistim keterbukaan yang wajib karena biaya sosial yang berlebih akan dikeluarkan investor untuk mengejar laba perdagangan. Sistim keterbukaan yang wajib dapat dilihat sebagai suatu strategi pengurangan biaya melalui mana masyarakat akibatnya mensubsidi biaya pencarian guna menjamin baik adanya informasi dalam jumlah besar dan pengujian akurasi yang lebih baik. hanya memiliki validitas terbatas. London : Little. atau bahkan tujuan dari distributive fairness yang lebih umum. 1991). Avoiding the “Strike Suit” : Reaching An Appropriate Balance. Langevoort. 55-56. Robert W.pencarian informasi materiel dari sumber emiten. baik dari segi keuangan. Securities Regulation Cases and Materials. objektivitas.” yang sekarang populer di antara para teoritisi perusahaan dan sebagaimana diyakini oleh Easterbrook dan Fischel. tujuan yang ingin dicapai ketentuan ini adalah untuk menghasilkan dokumen yang menceritakan kepada pembeli prospektif. hal. manajemen produksi maupun yang berkaitan dengan kegiatan usahanya. dalam pasar modal efisien. Ketiga. teori “self-induced disclosure. Jr tentang perlunya mempertahankan sistim keterbukaan yang wajib tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penerapan prinsip keterbukaan bagi emiten atau perusahaan publik. (Vol. hal. Walaupun hasil akhir dari peningkatan upaya yang demikian secara signifikan tidak mempengaruhi keseimbangan dari keuntungan (advantage) antara penjual dan pembeli. diperlukan untuk efektifnya sistim keterbukaan sukarela (disclosure voluntary system) sepertinya tidak memuaskan. Karena insentif bagi keduanya mungkin masih kuat. Walaupun manajemen dapat dipengaruhi melalui incentive contracty device untuk mengidentifikasi kepentingan diri sendiri dengan maksimalisasi nilai saham. 1991). 16 David L. Ratner dan Thomas Lee Hazen. Seperti seseorang atau kelompok investor lainnya. namun hal itu meningkatkan alokasi efesiensi dari pasar modal dan pada akhirnya peningkatan tersebut menunjukkan suatu perekonomian yang lebih produktif. Gunanya untuk mengatur pemberian informasi mengenai keadaan keuangan dan informasi lainnya kepada investor. Securities Regulation Cases and materiels.” Brooklyn Law Review. masih ada informasi yang dibutuhkan investor rasional untuk mengoptimalkan portofolio sahamnya. Kedua. Hillman. kecukupan. bahwa “Bapepam wajib memperhatikan kelengkapan. Toronto. Pada kenyataannya. Informasi yang demikian sangat baik diberikan melalui suatu sistim kewajiban keterbukaan. bahwa “informasi yang wajib disampaikan oleh setiap Pihak kepada Bapepam berdasarkan ketentuan Undang-undang ini dan atau perturan pelaksanaannya tersedia untuk umum. akan dapat diantisipasi terjadinya kemungkinan investor tidak memperoleh informasi atau fakta materiel atau tidak meratanya informasi bagi investor disebabkan ada informasi yang tidak disampaikan dan bisa juga terjadi informasi yang belum tersedia untuk publik telah disampaikan disampaikan kepada orang-orang tertentu. dan kejelasan dokumen Pernyataan Pendaftaran untuk memastikan bahwa Pernyataan Pendaftaran memenuhi Prinsip Keterbukaan”.(Boston. Pengamatan Coffee. (St. 63. Donald C. maka masalah akan muncul dimana manajemen dapat keuntungan dengan memberikan sinyal yang salah terhadap pasar. Jenning dan Harold Marsh. 1995). 61. hal. hal. 593-594.

a. Jr. 673. 1980). 1996). Tedapat sedikitnya tiga tujuan ditegakkannya prinsip keterbukaan di pasar modal. 20 Oleh karena itu. Posner dan Kenneth E. Economic of Corporation Law and Securities Regulation. Akibatnya pasar dan perekonomian akan rusak secara keseluruhan. dan Dan Rottenberg. izin orang perorangan. Norton & Company. prinsip keterbukaan yang menambah kepercayaan investor atau publik 21 terhadap pasar modal sangat penting untuk diperhatikan. tujuan prinsip keterbukaan yang bertujuan sebagai cara menjaga kepercayaan investor dalam pasar modal adalah merupakan suatu hal yang paling penting. Easterbrook dan Daniel R. Depok. Sarwono dan Acuk Parsudi. Myers dalam Sarlito W. 28 Frank H. London : W. (Boston.26 yang mengakibatkan investor melarikan modalnya dari pasar modal Amerika Serikat tersebut. 673. mengingat terdapatnya berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan prinsip keterbukaan tersebut. Sebaliknya dapat mengakibatkan pasar modal tidak efisien atau distorsi. Fischel. 70. 296-297. Mallor. Illinois : Irwin. (New York. 2. 21 Di dalam ilmu Psikologi dikenal teori bahwa manusia bereaksi terhadap apa yang dipercayainya sebagai suatu kenyataan dan terhadap kenyataan itu sendiri. yang pada gilirannya mengakibatkan pelarian modal (“capital flight”) secara besar-besaran dan seterusnya dapat mengakibatkan kehancuran pasar modal (bursa saham). Jeremy J. Kenneth E. Pengungkapan informasi tentang fakta materiel secara akurat dan penuh akan dapat merealisasikan tujuan prinsip keterbukaan tersebut dan menghindarkan timbulnya pernyataan yang menyesatkan (misleading) bagi investor. apabila terjadi “krisis kepercayaan” atau “ketidakpercayaan” investor kepada pasar modal dan perekonomian. Fischel. Jane P. 2. Scott. 1984). Fischel.W.23 Akibatnya investor sulit mengambil keputusannya untuk berinvestasi melalui pasar modal. 13 . 25 Keadaan ketidakpercayaan investor tersebut pernah terjadi dalam pasar modal Amerika Serikat. Op. 1986).” Virginia Law Review. permohonan izin usaha. dan laporan lain-lainnya”. Selanjutnya ketiadaan atau ketertutupan informasi akan menimbulkan keragu-raguan untuk berinvestasi bagi investor.Penekanan untuk mencermati pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam pasar modal Indonesia adalah langkah yang tepat dilakukan. Pertama. cit. hal. Coffee. 24 William H. 33. Siegel. Universitas Indonesia. dalam Richard A. The Economic Stucture of Corporate Law. Fischel. Easterbrook dan Daniel R. Brown & Company. yang tujuannya adalah agar kualitas informasi semakin terpercaya dan Pendaftaran termasuk prospektus. Op. 1993). hal. maka keinginan investor untuk berinvestasi akan makin tinggi.l. (Homewwod.” disampaikan pada Simposium Penjelajahan Trace Baru II. 30 Maret 1988. Karena peraturan prinsip keterbukaan secara substansial akan memberikan informasi pada saat-saat yang telah ditentukan. Blume.27 Untuk mengantisipasi keadaan ini peraturan prinsip keterbukaan harus ditegakkan. faktor persepsi tentang suatu hal lebih menentukan perilaku orang dan hal itu sendiri. 317. hal. (ed). 296. hal. dan yang lebih penting peraturan prinsip keterbukaan akan mengatur pengawasan. 22 Frank H. hal. Easterbrook dan Daniel R.28 Pembenaran prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor ini sejalan dengan pengembangan dengan pasar modal di Indonesia. Investor tidak dapat memperoleh informasi atau fakta materiel yang akurat. 27 Frank H.cit. laporan berkala. Hal ini sesuai dengan pendapat. 26 Marshall E. Business Law and The Regulation Environment Concepts and Cases. tempat dan dengan cara bagaimana perusahaan melakukan keterbukaan. tepatnya pada tahun 1929-1934. Metzger. (Cambridge. hal. 737. Easterbrook dan Daniel R.22 Argumentasi perlunya prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor tersebut sangat relevan dengan munculnya ketidakpercayaan publik terhadap pasar modal. hal. 371. waktu. 635. Posner dan Kenneth E. Revolution on Wall Street the Rise and Decline of the New York Stock Exchange. 2. Dengan demikian dapat dipahami. 20 Frank H.” dalam Richard A. maka investor akan menarik modal mereka dari pasar. hal. Loc. 23 John C. (Vol. hal. Beaver. Scott. 1. James Barnes. Lihat juga. bahwa apabila makin jelas informasi perusahaan. 1.cit. “Mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dengan perkataan lain. cit. 1. 25 Michael B. “The Nature of Mandated Disclosure. London: Harvard University Press. Op. persetujuan dan pendaftaran profesi.. 24 Akibatnya keadaan informasi yang demikian akan menimbulkan ketidakpercayaan investor pada pasar modal. menjaga kepercayaan investor. Sebab ketiadaan keterbukaan atau ketertutupan informasi akan menimbulkan ketidakpastian bagi investor. . hal. Pada umumnya. Tanpa upaya pembenahan prinsip keterbukaan terhadap masalah-masalah yang timbul akan menjadikan tujuan prinsip keterbukaan itu tidak tercapai. “Mandatory Disclosure and the Protection of Investors. Massachusetts. Scott (ed). Toronto: Little.

dan nilai dollar serta diperburuk lagi oleh “penyalahgunaan” asuransi portopolio. cit. hal. yang sekali waktu berubah mewakili sekitar 14 . Loc. defisit perdagangan. bukan satusatunya pendekatan untuk memprediksi harga saham. (Jakarta : PT. yaitu fundamental. tampak bahwa hipotesis analisis fundamental sebagai faktor yang menentukan.30 Misalnya berkenaan dengan keadaan ekonomi. 74. 32 Marzuki Usman. 172. 2. atau pasar untuk naik atau turun dengan tajam dalam masa yang pendek. dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. cit. 30. Bandingkan. bukan hanya kehilangan rasionalitasnya. dengan membahas tiga jenis volatility 36 harga saham. 649. 31 Kenneth M. “Capital Market Theory. tentu. komoditas. hal.” Cornell Law review. hal. and Price Discovery. Berdasarkan hasil penelitian. Lihat juga. 19 Oktober 1987 saat Dow Jones Industrial Average jatuh sebanyak 508 poin (suatu rekor) mengikuti penurunan-penurunan tajam dalam minggu sebelumnya.29 Prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor sebagai pendekatan fundamental.40 Menurut Dow Jones Industrial Average (DJIA) 41 perdagangan 29 Hasan Zein. Dipersiapkan dan diterbitkan oleh Dow Jones & Company. dan kantor pusat sejumlah besar perusahaan perpialangan. Pakto 1988 dan Pakdes II 1988). Kenneth M. defisit anggaran federal dan perdagangan. akses investor terhadap informasi semakin terbuka luas.semakin tepat waktu. terutama saham industrial tetapi termasuk American Express Company dan American Telephone and Telegraph Company. Loc. Djoko Koesnadi. 1998). 1994). (Vol. Mandatory Disclosure. 41 Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah Rata-rata harga saham tertimbang dari 30 saham unggul yang diperdagangkan secara aktif. (Vol. 2. Gramedia Pustaka Utama. 51. hal. Op. (Jakarta: PT.31 keadaan politik. cit. bahwa dari analisis regresi terhadap data dari periode sebelum dan sesudah (deregulasi I 1987. 39 Nama umum untuk distrik keuangan di sisi bawah Manhattan di Kota New York. 157. dan induksi noise (noise-induced). Lehn. 229. hal. Faktor teknis.34 Pelaku pasar modal baik analis saham atau penasehat investasi. “Comment on the Harris paper. khususnya para investor yang potensil atau investor rasional bisa terbawa faktor psikologis dan emosi yang mempengaruhi harga saham. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. menyatakan bahwa investor adalah makhluk yang irrasional. Seorang individu yang bergabung dalam suatu massa. (Jakarta: Go Global Book Publishing Divison Safitri & Co.. 35 Ibid. al. penyebabnya adalah pengaruh faktor psikologis dari investor. 37 Kenneth M. Harris menulis tentang kehancuran pasar modal Amerika Serikat pada Oktober 1987.37 Kehancuran pasar modal Oktober 1987 dipengaruhi oleh berita buruk mengenai ekonomi makro. rata-rata ini adalah rata-rata tertua dan paling banyak dikutip dari semua indikator pasar. 30 Lawrence A. dan biaya memperoleh informasi semakin murah. pialang maupun investor. 51. “CMS dan Pengembangan Pasar Modal Di Indonesia. hal.32 kebijakan pemerintah dan rumor. hal. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Catatan Kolom Hasan Zein Buku Pertama. 646. Arys Liyas. 38 Ibid. seperti psikologis dan emosi juga mempengaruhi harga saham tersebut.33 Pendekatan teknis sebagai aliran kedua setelah pendekatan fundamental. 36 Volatility adalah ciri suatu harga sekuritas. 16-17. induksi transaksi (transaction-induced). terlihat juga di BEJ. Tinjauan Pasar Modal. Jenis volatility tersebut memberikan banyak pemahaman tentang ekonomi atas penciptaan pasar. 40 Black Monday (Senin Kelam) . Faktor fundamental bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi harga saham. Pada gilirannya permintaan dan penawaran merupakan manifestasi dari kondisi psikologis investor. 1989). Op. Lehn. Op. 1995).38 Kenyataan yang terjadi pada kehancuran di Wall Street 39 Amerika Serikat pada tanggal 19 Oktober 1987. 1. cit. Hasan Zein M. ed. Seperti tingkat bunga. 35 Hancurnya penurunan harga saham pada pasar modal Amerika Serikat waktu itu. Cunningham. Memperhatikan fluktuasi IHSG BEJ dapat diyakini bahwa faktor psikologis juga mempengaruhi turun-naiknya IHSG. 1995). 948.” dalam Indra Safitri. Sebenarnya lokasi New York Stock Exchange adalah dipojok Wall Street dan Broad Street. 1990). hal. American Stock Exchange.” Washington and Lee Law Review. Bursa pada dasarnya adalah cerminan mass behaviour. Proposisi. Banyak orang menyalahkan perdagangan program sebagai biang keladi dari mudah merubahnya keadaan secara ekstrim. tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari pengujian metode kuantitatif yang dilakukan. 948. lokasi New York Stock Exchange. bahwa harga saham dipengaruhi oleh faktor psikologis tersebut adalah dilatar belakangi oleh kehancuran pasar modal Amerika Serikat pada Oktober 1987. hal. Harga saham sebagai komoditas perdagangan. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Gramedia Pustaka Utama. ABC Pasar Modal Indonesia. dan membentuk kerangka analisis yang berguna untuk menilai efektifitas rencana kebijakan berkenaan dengan kehancuran pasar. 948. lebih dikenal dengan sebutan Black Monday. 854. hal. tetapi juga seringkali melebur identitas pribadi ke dalam identitas kolektif. Komponennya. hal. 33 Sjahrir. Sjahrir. 34 Ibid. hal. serta kegiatan pasar asing. cit. Analisis Bursa Efek. hal. Lehn. (Jakarta: Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Jakarta. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor mengenai tingkat harga saham yang melambung.

yang disebut dengan red herring. pertama.C. 46 Indra Safitry. Dalam pasar modal Indonesia. 15 . Fourth Edition. Gramedia. Dalam red herring tersebut tidak dicantumkan harga saham yang pasti. sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor 134 SEC. Citra Aditya Bakti. fungsi prospektus awal tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada calon investor memperoleh informasi segera setelah Pernyataan Pendaftaran diterima oleh Bapepam. hal. latar belakang para manajer. Ratner. Prospektus itu berisikan informasi keuangan dan penjelasan dari sejarah bisnis perusahaan. Pertanyaan ini didasarkan. melalui prospektus awal emiten dapat melakukan kegiatan marketing yang lebih interaktif dan dialogis secara lebih dini. judul.. Kedua. Paul. serta rencana (termasuk penggunaan hasil jual dari emisi). perlu dibuat ketentuan yang dapat mengambil alih fungsi prospektus ringkas menjadi prospektus awal. atau fakta-fakta yang menyangkut usaha yang sudah ada dan perlu diketahui oleh seseorang investor agar dapat membuat keputusan dengan pengetahuan yang cukup. 44 Dokumen pertama yang diedarkan oleh penanggung dari emisi kepada investor prospektif. (St. Rata-rata dicatat dalam angka.46 15% dan 20% nilai pasar saham NYSE. Dictionary of Finance and Investment Term.44 atau tombstone. tanggal 27 Oktober 2000. hal. hal. hal. Lihat juga. Dalam konteks ini muncul suatu persoalan. Keadaan ini merupakan suatu rekor yang mengikuti penurunan-penurunan tajam dalam minggu sebelumnya. hal. jumlah saham yang ditawarkan. pejabat perusahaan. defisit anggaran federal dan perdagangan. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-51/PM/1996. DJIA ini dihitung dengan menambahkan harga-harga penutup dari saham komponen dan menggunakan pembagi yang disesuaikan untuk pemecahan. Op.42 II Pelaksanaan Prinsip Keterbukaan Sebelum Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif Pelaksanaan prinsip keterbukaan yang paling awal dalam mekanisme pasar modal sudah dimulai pada saat perusahaan memasuki tahap pra-pencatatan Pernyataan Pendaftaran. Dokumen atau red herring belum lengkap dalam semua rinciannya. (Jakarta: PT. Prospektus akhir juga dinamakan offering circular (edaran penawaran). laporan keuangan. 43 Prospektus merupakan penawaran tertulis resmi untuk menjual sekuritas yang mencantumkan rencana dari suatu usaha bisnis yang diusulkan. namun hanya perkiraan harga saja.jatuh sebanyak 508 point. 110. Dokumen itu memberikan rincian keuangan tentang emisi tetapi tidak memuat semua informasi yang akan tercakup dalam prospektus akhir atau prospektus menurut undang-undang (statury prospectus). waktu yang tersedia bagi calon investor untuk melakukan kajian tentang prospek perusahaan menjadi lebih panjang. Prospektus juga diterbitkan untuk dana bersama yang menjelaskan sejarah. Op. 438. 49. hal. 43 Prospektus awal tersebut mirip dengan dokumen yang terdapat di Amerika Serikat. Securities Regulation In A Nutshell. Op. hal. Oleh karena itu. isi prospektus diatur dalam Peraturan Nomor IX.3 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum. tanggal 17 Januari 1996 diubah dengan Nomor Kep-43/PM/2000. Ratner. Ketiga. yaitu perlu dibuat suatu ketentuan bagi emiten untuk memberitahukan kapan dan dimana calon investor bisa memperoleh prospektus awal tersebut. cit. Prospektus untuk penawaran umum harus diberikan kepada calon-calon pembeli dari penawaran. 1998). serta kegiatan pasar asing. 2.45 Dalam praktek yang terjadi di pasar modal Indonesia. Dalam perkataan lain. untuk dividen saham sebesar 10% atau lebih dari nilai peleburan. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. (Jakarta: Go Global Book. Red herring ini menyatakan bahwa saham-saham belum lagi dijual dan Pernyataan Pendaftaran meskipun telah diisi namun masih ada kemungkinan untuk diselidiki oleh SEC dan masih banyak kemungkinan untuk dirobah. maka secara populer dinamakan red herring. Asril Sitompul. 51. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. 45 David L. Minn: West Publishing Co. 1992). operasi. Karena bagian-bagian dari halaman muka prospektus sementara dicetak dengan tinta merah. Pasar Modal Penawaran Umum dan Permasalahannya. 42 Ibid. Pernyataan Pendaftaran (Registration Statement). tetapi kandungan prospektus awal lebih rinci dibandingkan dengan prospektus ringkas. hal 258-259. Sebagian dari dokumen dapat diubah sebelum prospektus akhir diterbitkan. cit. Penerjemah Soesanto Budhidarmo. cit. 49. Bapepam perlu mempertimbangkan. walaupun prospektus awal belum memuat informasi tentang harga penawaran dan informasi lain yang berhubungan dengan harga. perkara hukum (bila ada). tujuan dana. harga penawaran. 559. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor mengenai tingkat harga saham yang melambung. Catatan Kolom Hasan Zein. dan data esensial lain. (PT. apakah masih perlu diterapkan pemakaian prospektus ringkas tersebut. ed. yaitu suatu dokumen yang isinya memberikan informasi terbatas mengenai nama emiten. 422-438. dan dimana prospektus bisa diperoleh. 1996). 1996). Keempat. yang wajib diserahkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) terdiri dari prospektus awal (preliminary prospectus) dan dokumen-dokumen pendukung. bukan dalam dolar. walaupun kebanyakan fakta penting dari penawaran biasanya sudah tercakup. Misalnya membuat ketentuan yang mengatur adanya prospektus awal. David L. Bapepam bisa menggunakan prospektus awal untuk memacu kontrol sosial atas kualitas keterbukaan emiten. John Downes dan Jordan Elliot Goodman.

Eisert. dalam Richard A. Sebagaimana diuraikan Edward G.51 Prospektus tersebut sangat berfungsi bagi setiap investor untuk memberikan pengetahuan yang cukup dan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan untuk membeli suatu saham. ed. “The Nature of Mandated Disclosure. 316. dimana pada umumnya dalam praktek. 1980).47 Di Amerika Serikat. 1991). Persoalan tersebut dicoba diatasi berdasarkan ketentuan SEC yang baru dengan menetapkan bahwa. (Boston. Ibid. Ketiga. yang berkaitan dengan kegiatan pasar modal yaitu hukum yang mengatur masalah-masalah klausula sosial (social clause). pertama. empat puluh delapan jam dapat dianggap sebagai suatu waktu yang wajar mempelajari prospektus. maka mereka pertama sekali harus menerima suatu copy dari prospektus final. Selain itu. 50 William H. Selanjutnya akan menurunkan harga saham dan meningkatkan biaya modal.cit. Dalam konteks berikutnya ia mengatakan. Eisert. Bierly. Kedua. 67. bisa tidak pernah melihat prospektus awal. hal. 51 Richar A. Scott. maka hal tersebut akan meningkatkan ketidakpastian dalam melakukan penilaian. Scott. Dengan demikian akan meningkatkan risiko terhadap estimasi pendapatan dan dividen dari perusahaan tersebut. 67. walaupun hukum tersebut David L. Misalnya di Amerika Serikat masalah klausula perlindungan lingkungan hidup secara tegas diterapkan.52 Informasi lainnya yang penting dapat dipahami dari perkembangan peraturan pasar modal di negara maju. 164. Juga penegakannya harus sesuai dengan hukum lain di luar hukum pasar modal. Securities Regulation Cases and Materials. 47 48 16 . antara lain mawsalah perlindungan tenaga kerja. (Vol. Beaver mengatakan. Ratner dan Thomas Lee Hazen. bahwa perusahaan akan mendapatkan insentif apabila menyediakan atau mengupayakan informasi tentang perusahaan kepada calon investor. Dalam praktek perdagangan saham. dengan melalui audit yang dilakukan akuntan publik untuk meyakinkan investor tentang kebakuan informasi yang diberikan perusahaan. Misalnya. para pihak yang menjamin emisi seharusnya mengambil langkahlangkah yang wajar untuk memberikan prospektus kepada siapa saja yang memerlukannya. yang Pernyataan Pendaftarannya telah diajukan seharusnya diberikan copy prospektus awal dan perubahan prospektus awal. dimana perusahaan/emiten harus memuat masalah klausula perlindungan lingkungan hidup yang dipersyaratkan hukum. 48 Ketiga pemikiran tersebut merupakan jalan keluar yang penting mengatasi persoalan untuk mendapatkan prospektus. Beaver. perlindungan konsumen dan perlindungan lingkungan hidup yang berkaitan dengan informasi penting dan relevan bagi perusahaan. 294.” Securities Regulation Law Journal. penjamin emisi (underwriter) seharusnya mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mengetahui apakah pihak lain dalam penawaran (termasuk dealers) menerima copy yang cukup dari berbagai versi prospektus untuk memungkinkan mereka melaksanakan persyaratan dan amandemen Peraturan 460.50 Pengamatan Beaver tersebut sama dengan pendapat Richard A. Toronto: Little Brown & Company. Paul. hal. dimana dengan penyediaan informasi itu akan membantu para investor dalam membuat keputusan untuk membeli saham yang ditawarkan. kalau hanya sedikit data yang tersedia dari perusahaan untuk investor. Posner dan Kenneth E. 52 David L. persoalan untuk mendapatkan prospektus tersebut telah menjadi perhatian.” dalam Richard A. (ST. pialang kadang-kadang tidak dapat menyediakan copy prospektus untuk para nasabahnya. Minn. hal. cit. 1996). 24. Op. Bierly. bahwa penegakan hukum prinsip keterbukaan itu harus sejalan dengan yang diinginkan hukum pasar modal. maka bentuk atau isi dan saat penyampaian prospektus tersebut kepada calon investor memerlukan pengaturan yang cukup dan dapat bermanfaat sebagai salah satu cara melindungi investor dari penjualan yang curang (fraudulent sales). para penjamin emisi harus melengkapi setiap dealer dengan prospektus secukupnya untuk memungkinkan dealer melaksanakan kewajiban penyerahan saham setelah Pernyataan Pendaftaran efektif. yang mengatakan harga suatu saham akan berubah apabila investor merubah harapannya terhadap harga saham tersebut di kemudian hari. pialang yang melakukan penjualan selama priode sebelum prospektus menjadi efektif. setiap calon investor dalam penawaran umum perdana seharusnya menerima copy prospektus awal pada saat yang wajar dalam menjelang tanggal efektif. Hal yang sama pernah menjadi persoalan pasar modal Amerika Serikat. Selanjutnya. Di Amerika Serikat.Persoalan untuk mendapatkan prospektus yang demikian bukan hanya ada dalam kegiatan pasar modal di Indonesia. hal. Economic of Corporation Law and Securities Regulation. “Legal Strategies for Avoiding Class Action Law Suit Against Mutual Funds. setiap pialang yang diharapkan untuk menawarkan penjualan saham. Posner dan Kenneth E. Ratner dan Thomas Lee Hazen. prospektus bertujuan untuk menyediakan informasi penting tentang perusahaan yang melakukan pendaftaran tersebut. Op.49 William H. hal. ed. Bila pialang diharapkan untuk menawarkan saham sesudah tanggal efektif. 49 Edward G.

Op. Op. 1093. 62 Praful Bidwai. the business community ranks at or near the top of the list.” Washington And Lee Law Review. 53 54 17 . mengatakan bahwa tidak ada perusahaan yang memiliki masa depan yang aman. Keterbukaan umum telah menjadi bagian dari undang-undang pasar modal untuk beberapa tahun lamanya. 5. Pengendalian Perusahaan [Corporate Governance]. “Disclosure of Environmental Liabilities Under the Securities Laws: The Potential of SecuritiesMarket-Based Incentives for Pollution Control. Keadaan demikian membuat posisi prinsip keterbukaan mengenai perlindungan lingkungan hidup perusahaan berbeda dengan kebiasaan keterbukaan perusahaan untuk bidang lainnya.T. seperti pencemaran dan kerugian lingkungan (environmental damage and pollution). pada waktu dia bekerja di perusahaan Shell. hal. 55 Di samping itu. (Vol. dikutip Russell Mokhiber.D. 1992). 1986). 223-224.cit. 60 Leo Herzel & Richard Shepro.61 Masalah lingkungan hidup yang menimbulkan bahaya tersebut terbukti dengan banyaknya kematian manusia dalam “tragedi Bhopal” pada bulan Desember 1984. Perusahaan yang mencemarkan lingkungan hidup dapat ditutup oleh Pemerintah atau menghadapi gugatan ganti rugi dari masyarakat yang besar. 1985). sebab bahaya yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan hidup tersebut mempunyai akibat potensil kepada masyarakat. this it.Y. 86.” Delaware Journal of Corporate Law.53 Misalnya ketentuan mengenai kewajiban dan tanggung jawab perusahaan untuk melakukan keterbukaannya yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan (disclose environmental). Miller. Selama hari 2-3 Desember 1984 terjadi kebocoran methyl isocyanate (MIC).57 Relevan dengan pendapat Reid tersebut Pialang James Capel bahkan menerbitkan indeks penghijauan.” Human Rights Quarterly. cit.63 dapat dilihat bahwa tragedi Bhopal telah menjadi Securities ftaud class action. Bob Reid. Corporate Crime and Violence. 1322 (S. Hal tersebut tentu merugikan investor. this expanding environmental regulatory sphere is now a constant and imposing precence in the economic. kecuali bila perusahaan tersebut peduli akan lingkungan hidup. (San Francisco: Sierra Clib Book.59 dan perusahaan itu sendiri.58 Tuntutan pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam hubungannya dengan perlindungan lingkungan hidup ini. 648 F. hal. dalam Ibid. bahwa dalam satu pandangan mengenai keterbukaan perlindungan lingkungan hidup (environmental disclosure) adalah lebih penting dibandingkan dengan keterbukaan tradisional perusahaan. (Penang. 14. Ratner dan Thomas Lee Hazen. 60 Pentingnya keterbukaan perlindungan lingkungan hidup tersebut disebabkan masalah lingkungan hidup dapat menimbulkan kerugian lingkungan hidup dan polusi yang secara langsung membuat masyarakat cacat serta menimbulkan bahaya yang nyata pada fisik seseorang. “Environmental Disclosures And SEC Reporting Requirements.Y. yaitu kebocoran gas pada instalasi pabrik Union Carbide India Limited’s (“UCIL”) di Bhopal. “Protecting Labour Rights in Market Economics. 1993).N. And of those most affected by this impressive growth. 57 Thomas Sheriden dan Nigel Kendall. 1996). Elex Media Komputindo. 1989).. hal. secara khusus lebih memperhatikan risiko-risiko keuangan dan pasar dari pada potensi pertanggungjawaban perlindungan lingkungan hidup (environmental liabilities). In fact. 14.bukan hukum pasar modal.D. yang oleh Praful Bidwai mengatakan: “if there ever was wretchedly undignifed hideously helpless form of mega-death after Hiroshima and Nagasaki. 1992). yang dapat mempengaruhi harga saham. 648 F. hal. diterjemahkan Anna W.cit.56 Sejalan dengan pendapat tersebut. Wallace. Supp. Op. Rosen. 1322 (S. (Vol. 56 Perry E. hal. Supp. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari kerusakan lingkungan hidup. 618.N. 483-484. “Setting the Boundaries for Disclosure”. 50. hal.” 62 Dalam In Re Union Carbide Class Action Securities. 1986). Perry E. 17.54 Pada mulanya perhatian perlindungan lingkungan hidup tidak dianggap sebagai bagian proses due diligence dan keterbukaan. Denstedt dan Scott R. Martin Abraham. terdapat pendapat bahwa: “The dramatic growth of environmental regulation has been one of the important recent developments in modern law. 58 Ibid. yaitu David L. 59 Riza Vetri Ferman. hal. Leo Herzel dan Richard Shepro mengatakan. Lihat juga. 233. hal. 1093. Wallace. 63 In Re Union Carbide Class Action Securities. The Lesson of Bhopal a community Action Resource Manual on Hazardous Technologies. managerial and political lives of many business. (Jakarta: Penerbit PT. Gugatan tersebut timbul dari insiden industri terburuk di dalam sejarah. (Vol. 55 Shawn H. Malaysia: International Organization of Consumers Union IOCU. Bangun. India. 61 Ibid. Summer M.

D. Goelzer. 2. Denstedt dan Scott R. 14:225. Pernyataan didalam laporan tahunan Union Carbide yang menyatakan “persyaratan khusus untuk memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang baku berkaitan dengan bahan kimia pertanian” tidaklah dipalsukan. “Building Environmental Policy at Different Levels: The National Legislature.Y. Ratner dan Thomas Lee Hazen. memutuskan bahwa. (Summer. Wallace. Selain itu. Pub.N. Pada tahun 1970.N. Supp. Schwartz.71 64 Penggugat mengajukan gugatan dengan menyatakan pelanggaran sections 11 dan 12(2) the 1933 Act. “Management’s Discussion and Analysis and Environmental Disclosure. akibat kelalaian menyampaikan informasi tentang keberadaan kurangnya keselamatan utama yang tidak ditemukan dalam survey keselamatan kerja di instalasi pabrik Bhopal atau langkah perbaikan terkait yang diambil. Dalam Section 101 ditetapkan. In Re Union Carbide Class Action Securities. gudang. (Vol. 17. “Environmental Disclosure And SEC Reporting requirements. 91-190.66 Jadi terdapat suatu keharusan bagi perusahaan atau emiten untuk mengungkapkan informasi berkaitan dengan masalah-masalah lingkungan hidup tersebut demi kepentingan masyarakat. 19. Supp. hukum lingkungan modern yang pertama.A. hal 1102.bahan kimia beracuan yang digunakan didalam produksi pestisida yang menyebabkan kematian sedikitnya 2. hal. Log. 1986). cit.” ALI-ABA Course Materials Journal.C. cit. Risa Vetri Ferman. No. 1992).100 orang dan 20.68 Keterbukaan awal dari masalah-masalah lingkungan hidup di Amerika Serikat tersebut adalah satu hasil dari kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh National Environmental Policy Act (NEPA). 67 Perry E. Op.000 orang cedera berat. 1322-23. Esq. hal. Supp. hal. 648 F. ketiga.S. 65 Peraturan pasar modal di Amerika Serikat. Atas mosi tergugat untuk menolak atau menerima risalah keputusan. section 10(b) ‘34 Act. and Local Government. Bagby. Mosi untuk menolak diberikan. 483-485. 10. penggugat mengajukan berdasarkan tuntutan misrepresentation. (Vol. Sections 4321-4370d (1988 & Supp. 83 Stat. NEPA dibuat tahun 1969 “[t]o declare a national policy which will encourage productive and enjoyable harmony between man and his environment. undang-undang pasar modal telah menanggapi keterbukaan dari kegagalan untuk mengungkapkan informasi yang berhubungan dengan perhatian modern.69 di mana NEPA70 mempersyaratkan lembaga-lembaga pemerintah dalam praktek pembuatan undang-undang mempertimbangkan perlindungan lingkungan hidup. § 10(b). (S.C. 70 NEPA hanya terdiri dari 3 halaman dan dianggap lebih singkat jika dibandingkan dengan kebanyakan undangundang lingkungan Amerika Serikat. 93-95.” Virginia Environmental Law Journal.D.N. § 78j(b). Miller. 18. In Re Union Carbide Class Action Securities. (S. 15 U. 232 66 David L.” Delaware Journal of Corporate Law. akibat kelalaian menggambarkan pabrik. to enrich the understanding of the ecological systems and natural resources important to Nation. Hakim Keenan Pengadilan District. dan kedua. (1982) dan Rule 10b-5 yang telah diumumkan oleh SEC lewat Section 10(b). §78j(b). menciptakan kebijaksanaan nasional yang luas yang didisain untuk melindungi lingkungan. 1322.T. dimana NEPA disebutkan pertama. 1093. “Disclosing Environmental Liability Under Federal Securuties Law. hal. 1994).” John W. Lihat juga. walaupun hukum tersebut bukan hukum pasar modal. Op. Andrews. India.” Preventive Law reporter. and other 18 .D.” makalah disampaikan pada Video Cenference antara University of South Carolina dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia. 852 (1970) (codified as amanded at 42 U. Wallace. Selanjutnya NEPA menciptakan Council on Environmental Quality (CEQ)/Dewan Mutu Lingkungan. secara tegas menetapkan bahwa perusahaan atau emiten harus memuat masalah-masalah lingkungan yang dipersyaratkan hukum.S. 65 Shawn H. §§77k. to promite efforts which will prevent or eliminate damage to the environment and biosphere and stimulate the health and welfare of man. Paula C. atau akibat kelalaian menyebutkan implikasi finansial tentang kemungkinan kecelakaan akibat methyl isocyanate. (Vol. risiko dan pegawai yang berhubungan dengan methyl isocyanate.C.. 1986). hal.” makalah disampaikan pada International Teleconference antara University of South Carolina dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia. kedua. Title I dari mandat NEPA mengenai “national policy for the enviromental. 1323 (S. 1995). seperti risiko lingkungan (environmental risks).S.S. berdasarkan tragedi susulan di Bhopal.Y. Murray dan Eric T. James Cumberland. pernyataan didalam laporan tahunan menyangkut “kualifikasi khusus untuk memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang baku sehubungan dengan bahan kimia pertanian” tidaklah membuat misleading oleh omissions informasi mengenai methyl isocyanate dan bahayanya serta kurangnya keselamatan di Bhopal plant. hal. Daniel L. 71 Philip B. termasuk terhadap SEC. In Re Union Carbide Class Action Securities. National Regulatory Agencies. L. hal. 68 Perry E. 64 Perkembangan yang terjadi sekarang ini. 233-234. “How Green Was My Balance Sheet ?: Corporate Liability and Environmental Disclosure.67 yang Di Amerika Serikat. V 1993). tanggal 16 Januari 2001. Kim Diana Connoly. kewajiban dan tanggungjawab lingkungan hidup tersebut mulai lahir pada tahun 1970-an. ‘34 Act. 15 U.C. Securities fraud class action tersebut yang telah diajukan menyusul tragedi instalasi pabrik Union Carbide tersebut..Y. menitikberatkan pada penempatan pengawasan pada “kegiatan federal yang penting” yang mempengaruhi lingkungan secara “signifikan”. 1322. l (1982). dalam pelanggaran Securities Exchange Act and Rule 10b-5. 1986). bahwa kebijaksanaan nasional yang secara luas mengutamakan kepentingan lingkungan. cit.” yang mewajibkan pemerintah federal untuk: “[co-operate] with state and local government. 19 No. Op. 1995). hal. 4. 648 F. Lihat juga. 648 F. pertama tidak mungkin ada pemulihan/penggantian kerugian berdasarkan omissions didalam pernyataan pendaftaran atau prospektus menghilangkan semua pernyataan yang membuat misleading lewat salah satu omissions. NEPA disetujui sebagai hukum oleh Presiden Nixon. 69 National Environmental Policy Act of 1969. “Environmental Impact Statements and Related Environmental Reviews. 15 U. F. tanggal 19 Januari 2001.

dan jumlah biaya yang sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup?81 Kedua. terdapat beberapa kelompok masyarakat yang tertarik melakukan gugatan terhadap SEC. 76 Ibid. 80 Release tahun 1979 adalah suatu usaha SEC untuk menyebarluaskan kebijakan mengenai keterbukaan lingkungan hidup yang ditujukan pada tiga masalah. pada tahun 1979. Sec. Pertama. 380 F. Supp 689 (1974). Ibid. Inc tersebut para penggugat memberikan alasan bahwa syarat-syarat keterbukaan lingkungan hidup perusahaan yang ada tidak cukup untuk para investor mendapatkan informasi penting yang dibutuhkan untuk membuat “socially responsible” dan keputusankeputusan investasi yang secara finansial baik. 77 Ibid. 3 Fed. 12. Op. 72 selanjutnya SEC mengganti release tahun 1971 dengan release tahun 1973. SEC menyatakan. release tahun 1973 menekankan bahwa keterbukaan mengenai dampak-dampak yang timbul dari undang-undang lingkungan hidup adalah dipersyaratakan bilamana manajemen memiliki “a reasonable basis to believe that future environmental compliance may have a material effect on the issuer’s expenditutres. No.507 (July 19. SEC. L.507A (20 April. (CCH) Fragraf 23. and other requirements of present and future generations of Americans. Supp 689 (1974).73 Dalam release tahun 1973. earnings. hal 12. Schwartz. v. hal. cit. to make appropriate disclosure on the material effects that compliance with environmental laws and regulations might have on the capital expenditures. Sec. hal. 81 Ibid. 27. (CCH) Fragraf 80. Andrews. 78 380 F. Loc. and competitive position of the reporting company and its subsidiaries. atau menyebabkan perubahan secara materiel atas bisnis yang dilakukan atau bermaksud akan dilakukan.”75 Di samping itu. 14 (14 May 6. to use all practicable means and measures. 5627 Relating to Environmental Disclosure. Inc.77 Dalam kasus National Resources Defense Council. 11. v. to create and maintain conditions under which man and nature can exist in productive harmony. Inc. cit. Misalnya. Para penggugat juga beralasan bahwa syarat-syarat keterbukaan yang ada tidak cukup menghalangi NEPA untuk menafsirkan undang-undang pasar modal sampai sepenuh mungkin sesuai dengan kebijakan lingkungan hidup yang diakui NEPA. Hal ini dapat dilihat dari munculnya release tahun 1976. Schwartz. tuntutan yang muncul dalam National Resources Defense Council.” John W. bahwa keterbukaan. kapankah suatu perusahaan dipersyaratkan untuk mengungkapkan pembiayaan lingkungan hidup yang sudah direncanakan untuk dua tahun fiskal berikutnya. 75Ibid. Exchange Act Release No.74 Berdasarkan release tahun 1973 ditentukan: “[r]eporting companies were required.to foster and promote the general welfare. Murray dan Eric T. Supp 689 (1974). and fulfill the social. L.78 Perkara dalam National Resources Defense Council.. Inc. dan priode-priode berikutnya yang mungkin dapat dianggap materiel. 80 Environmental Disclosure Requirements. Disclosures Pertaining to Matters Involving the Environment and Civil Rights. SEC. jika materiel. Rep (CCH) Fragraf 23. keterbukaan yang bagaimanakah yang harus dibuat mengenai concerned piblic and private organizations. 249 n. yang menjelaskan syarat-syarat keterbukaan lingkungan hidup yang ada. 3 Fed. telah menuntun SEC untuk membuat aturan lebih lanjut mengenai kebijakan-kebijakan keterbukaan lingkungan hidup. 13. Rep. Sec. 12414 [1975-1976 Transfer Binder] Fed. 495 at 86. 72 Dalam release 1971 tersebut. 79 Notice of Commission Conclusions and Final Action on the Rulemaking Proposals Announced in Securuties Act Release No. 74Ibid. 10116. Bagby. 73 Compliance with Environmental Requirements. Rep. National Resources Defense Council. Exchange Act Release. SEC mengeluarkan release tahun 1971. bahwa adanya perubahan pada persyaratan keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup adalah untuk membuat keterbukaan lebih berarti. 1971). 380 F. SEC mengeluarkan suatu release yang sifatnya menafsirkan. Exchange Act Release No. dipersyaratkan bila memenuhi undang-undang lingkungan (environmental laws) akan memerlukan pembiayaan modal yang signifikan bagi perusahaan yang melaporkan. Lihat juga. economic. 19 . (CCH) Fragraf 23. dalam Philip B. as a part of the description of reporting company’s business. Rep. dimana SEC telah menambahkan syarat keterbukaan perusahaan untuk melaporkan materi apapun dari fasilitas pengawasan yang diperkirakan sebagai pembiayaan modal untuk sisa tahun fiskal sebelumnya. cit. 9252. Paula C.. hal. 1973). Sec. hal. 3 Fed. 1976).. dimana dalam perkara ini kelompok-kelompok yang menggugat mencoba untuk mengadakan suatu aturan yang akan mempersyaratkan setiap perusahaan publik yang melaporkan semua dampak dari kegiatan perusahaannya terhadap lingkungan hidup. Exchange Act Release No. agar SEC memperluas aturan-aturan keterbukaan lingkungan hidup. Ibid.507B (Sept. 228. L. 16224.79 Selanjutnya.”76 Dengan adanya release tahun 1973. Op.Untuk itu. dalam Philip B. 1979). L. SEC menyatakan.

86 Kedua. dalam Ibid. pt. 17 C.. 86 Item 101. negara bagian dan lokal yang diundangkan atau diadopsi mengatur pembuangan benda-benda ke dalam lingkungan. 17 C. hal. Ibid. (2) Proses semacam itu menyangkut utamanya suatu klaim atas kerugian. (4) . § 229. pengeluaran bunga dan biaya melebihi 10 persen dari harta saat ini dari si pendaftar serta anak perusahaannya atas dasar gabungan (konsolidasi).. § 229. hal. dan posisi kompetitif dari perusahaan atau anak perusahaan. satu surat interpretatif dari SEC’s Division of Corporation Finance telah membenarkan bahwa syarat MD&A menyertakan keterbukaan dari pertanggungjawaban lingkungan tergantung. ongkosongkos yang ditangguhkan atau ongkos-ongkos terhadap penghasilan dan jumlah yang tersangkut. pengeluaran untuk bunga dan biaya.87 Ketiga. § 229. Syarat ketiga keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut ditujukan pada emiten yang bisnisnya berskala kecil. 229 (1993).F. 87 Item 103.84 Tiga persyaratan berkenaan dengan keterbukaan pertanggungjawaban lingkungan hidup.pertimbangan biaya perbaikan (upgrades). wajib disampaikan kepada investor sepanjang masalah-masalah lingkungan hidup tersebut mengandung fakta materiel. Miller.[and] claim[s] threatened against a corporation. 17 C...103 (1993). atau dalam sanksi moneter. negara bagian dan lokal) terhadap perusahaan. kecuali si pendaftar secara masuk akal percaya bahwa proses itu akan berakhir dengan tiadanya sanksi moneter. Syarat kedua tersebut mempersyaratkan keterbukaan suatu penjelasan dari “setiap materiel yang menunda proses hukum. bahwa: “Suatu proses administratif atau judisial . Di samping itu. atau (3) Suatu penguasa adalah satu pihak terhadap proses semacam itu dan proses tersebut menyangkut sanksi-sanksi moneter yang potensial..melaporkan untuk menjelaskan biaya-biaya dan dampakdampak atas penyesuaian dengan undang-undang lingkungan (federal.proses administratif dan menyangkut masalah-masalah lingkungan hidup yang dipikirkan pemerintah dan apakah hal itu hanya merupakan proses administratif ?82 Ketiga. 85 Pertama.. selain dari jalannya perkara yang rutin dan biasa serta ada hubungannya dengan bisnis. atau menyangkut sanksi-sanksi moneter yang potensial. yang menujukan pada Diskusi Manajemen dan Analisis Kondisi Finansial dan Hasilhasil Operasi (Management’s Discussion and Analysis of Financial Condition and Result of Operations).yang muncul berdasarkan salah satu ketetapan federal.. Syarat pertama tersebut mempersyaratkan keterbukaan dari: “(1) Dampak materiel yang sesuai dengan ketetapan-ketetapan federal. akan mempunyai pembiayaan-pembiayaan modal.[(if the reasonable investigator is likely to attach importance to the Ibid. negara bagian dan lokal yang sudah diundangkan atau diadopsi mengatur pembuangan benda-benda ke dalam lingkungan atau [utamanya] untuk tujuan perlindungan lingkungan tidak harus dianggap ‘jalannya perkara yang rutin dan biasa serta ada hubungannya dengan bisnis’ dan harus dijelaskan jika: (1) Proses semacam itu adalah materiel terhadap bisnis atau kondisi finansial si pendaftar. dimana dalam surat tersebut SEC menyatakan bahwa biaya-biaya pembersihan akan menjadi materiel. Dalam Ibid. kurang dari $ 100. Denstedt dan Scott R.000.. 16. Dalam Ibid. 89 Shawn H. 85 Regulation S-K. (2) Suatu materi diperkirakan akan berdampak pembiayaan modal untuk fasilitas pengawasan lingkungan untuk sisa tahun fiskal yang sedang berjalan dan tahun fiskal berikutnya serta priode-priode berikutnya karena perusahaan menganggapnya sebagai materiel.” Dalam Ibid. harus diungkapkan dan didiskusikan.R. atau kalau tidak menyangkut perlindungan lingkungan. (3) Pokoknya mengadopsi syarat-syarat keterbukaan yang termuat dalam release tahun 1973 dan tahun 1979.89 Gerard Caron memberikan pendapat mengenai masalah fakta materiel yang dimaksudkan dalam konteks lingkungan hidup berkut ini: “[M]aterial facts include not only “information disclosing the earnings and distributions of a company but also those facts which affect the probable future of the company. Namun. 239. 17 C. Dalam syarat ketiga itu mempersyaratkan perusahaan yang melaporkan untuk menetapkan analisis-analisis yang berurutan tentang kondisi keuangan mereka dalam operasinya.R.F. [they may include actual] legal proceedings. pembiayaan modal. berhubungan dengan penjelasan bisnis perusahaan. Fakta materiel tersebut secara hukum telah diakui di Amerika Serikat dan secara logika mempunyai keharusan yang sama seperti diakui di Kanada..303(a). 15. kepada perusahaannya atau salah satu anak perusahannya sebagai suatu pihak atau yang mana salah satu hartanya adalah menjadi pokok persoalan. Walupun dalam Item 303 yang mengatur keterbukaan tersebut tidak secara langsung mempersyaratkan perusahaan yang melaporkan untuk menyertakan keterbukaan lingkungan. berhubungan dengan proses hukum keterbukaan. 88 Item 303.88 Keterbukaan perlindungan lingkungan hidup oleh perusahaan sebagaimana diuraikan di muka.F.R.R. 82 83 20 . SEC telah memodifikasi syarat-syarat untuk keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup dan menetapkan syarat-syarat keterbukaan saat ini berlaku bagi perusahaan yang melaporkan. pendapatan.T.” Dalam Instruction 5 Item 103 secara khusus menuju satu permulaan untuk keterbukaan proses lingkungan dengan mensyaratkan. Op. cit. (5) .F.100 (1993).. 84 Ibid. hal. kapankah suatu perusahaan dipersyaratkan untuk mengungkapkan kebijakannya mengenai atau melakukan pendekatan terhadap hal-hal yang sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup? 83 Perkembangan terakhir peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup di pasar modal Amerika tersebut adalah tindakan SEC yang telah mengadopsi sistim keterbukaan secara komprehensif pada tahun 1982. tetapi menetapkan bahwa proses semacam itu yang sama alamiah dapat dikelompokkan dan dijelaskan secara umum.

pernyataan-pernyataan Waste Management tersebut tidak cukup mengungkapkan fakta bahwa Waste Management memiliki potensi untuk didenda dan perusahaan tersebut telah membuang limbah berbahaya secara melanggar hukum.A. bahwa: “the central goal of the federal securities laws is to ensure that buyers and sellers of securities will be adequately informed of materiel information affecting the value of the securities traded. 1982. 395. pernyataan Waste Management yang salah tersebut diketahui publik. 99 Grossman v. 90 91 21 . Hal itu. bahwa karena besarnya dan luasnya potensi pelanggaran serta bahwa pelanggaran yang aktual terjadi pada banyak tempat sehingga membuat tuntutan-tuntutan penegakan hukum dimungkinkan. It may also include a stuation] where a corporation has violated the law. (Vol. and sanctioned. Inc.particular threat). Sec.. yaitu merjer yang dilaksanakan pada bulan Oktober 1982. Op. oleh karena itu informasi yang dihilangkan adalah materiel. 94Tracy Soehle.100 Di samping G. L. 99 Selanjutnya.95 Mengenai gugatan tersebut. Schwart. Waste Management berpendapat. yang diterbitkan sehubungan dengan rencana merger antara Waste Management and Chem-Nuclear.530. Inc. 589 F. 1983). at 97.94 Para penggugat memprediksi Waste Management menyampaikan pernyataan yang salah tentang pemenuhan perusahaan pada peraturan lingkungan hidup dan perselisihannya dengan pihak pemerintah. Inc.”92 Pentingnya elemen fakta materiel dalam keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup tersebut dapat dicermati dari pendapat pengadilan dalam Grossman v. Inc. 96 Grossman v. 9 Sept.98 Pengadilan dalam Waste Management berpendapat. hal 29.” 90 Lebih lanjut Caron mencatat: “disclosure is important because the potensial for corporate liability based on environmental damage is substansial. (CCH) Fragraf 99. 589 F. Supp 395 (N. Waste Mangement memberikan alasan. Sec. bahwa gugatan terhadapnya atas pernyataan yang salah tidak memenuhi Rule 10b-5.” 96 selanjutnya. dalam Philip B. Waste Management. bahwa Waste Management merupakan perusahaan yang berkaitan dengan proses lingkungan hidup dan kerusakan lingkungan adalah risiko yang melekat pada bisnis Waste Management. 589 F. Waste Management juga didakwa membuat prospektus yang menyesatkan.D.D. 398 (1984). serta gagal untuk mengungkapkan pembukaan keuangan yang potensial 93 atau Waste Management tidak menyampaikan kepada publik fakta yang penting dan potensil berbahaya. Pada bulan Maret 1983. Schwart. paling tidak sampai terdapatnya kesimpulan mengenai proses masalah lingkungan hidup yang dihadapinya. Inc. 9 Sept. 1995). Rep. 395.. hal. maka tidak disediakan untuk atau diketahui oleh pasar.” dalam Ibid.Supp. 8. 408 (1984). “that they were not include in their statements the mere contingency that environmental violations would be disclosured. Waste Management. hal 29. (CCH) Fragraf 99. Tulane Environmental Law Journal.. in investigated. at 97. Inc. Ibid.Supp. 98 Ibid. 395. Op. 97 Ibid. Rep. 408 (1984). pengadilan berpendapat.Supp. dalam Philip B. Para penggugat menyatakan bahwa para tergugat melakukan tindakan yang direncanakan untuk menipu masyarakat umum berkenaan dengan masalah tersebut. cit. III. 1983). cit. III.D.530. Caron mengutip pendapat pengadilan dalam kasus Texas Gulf Sulphur. Waste Management. 100 589 F. Dalam Waste Management terdapat dakwaan pelanggaran berkenaan dengan kegagalan untuk mengungkapkan aspek lingkungan hidup dan perbuatan melanggar hukum dalam pendaftaran di SEC.065 (N. “SEC Disclosure Requirements for Contingent Environmental Liability. 1984). and knows it is thereby subject to yet unasserted legal claims. (“Chem-Nuclear”). 95 Grossman v. Waste Management. sehingga harga saham mencerminkan semua informasi yang tersedia secara umum.Supp. karena saran bertentangan dengan teori utama yang mendasari penipuan para penggugat terhadap klaim pasar. [1983-1984] Transfer Binder] Fed. 547-548. 395.065 (N. Didalam gugatan securities fraud yang didasarkan pada pernyataan bahwa perusahaan pengolah limbah menyajikan dan menolak informasi secara keliru perihal pemenehun terhadap peraturan lingkungan dan perselisihan dengan pihak pemerintah.”91 Untuk itu. 92 Ibid.” walaupun klaim para penggugat menyatakan bahwa karena sebagian informasi diterbitkan didalam media surat kabar lokal. 93 Grossman v. Waste Management. 589 F. 399 (1984). L. [1983-1984] Transfer Binder] Fed. Akibatnya harga saham Waste Management turun drastis. “SEC Disclosure Requiremenys for Environmental”. informasi mengenai lokasi pembuangan limbah tertentu merupakan masalah pengetahuan umum sehingga tersedia untuk “pasar. dimulai dengan penerbitan laporan tahunan Waste Management pada tanggal 31 Maret.97 Dalam hal ini pengadilan menggunakan ukuran atau standar materialitas pada kasus Texas Gulf Sulphur dan pengadilan berpendapat. Inc. Grossman v. III. Caron.. Waste Management.

pengusaha wajib membayar upah selama pekerja mogok kerja sampai pengusaha melaksanakan kewajibannya. 25.” 106 Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal menetapkan standar pemeriksaan hukum dan pendapat hukum. cit. perjanjian kerja. 103 Endo v. Ijinijin tersebut merupakan bagian proses pemeriksaan secara menyeluruh mengenai masalah hukum (“legal due diligence”“legal audit”). Oleh karena itu. III. 812 F. Albertina. Supp. No. 105 Undang-undang tentang Ketenagakerjaan. Log.102 Dalam kasus Albertine tersebut diajukan gugatan kepada emiten dan akuntan serta underwriters. Dalam Trancy Soehle. III. maka peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Indonesia belum cukup untuk untuk mengatasi masalah perlidungan lingkungan hidup.itu. 3702. Seperti. No. Endo v. 1994). 73 Tahun 1997. antara lain pendapat dan pemeriksaan hukum berkenaan dengan izin dan persetujuan.B. yang oleh peraturan pemogokan tersebur dibenarkan. Ketentuan tersebut dapat dilihat dari ijin-ijin yang harus dilengkapi oleh setiap perusahaan pada saat melakukan pernyataan pendaftaran dalam rangka go publik melalui pasar modal di Baperpam. Albertine. mendirikan bangunan.N. 863 F.D. 25 Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”). bahwa pendapat dan laporan pemeriksaan dari segi hukum dalam Pernyataan Pendaftaran perusahan publik harus memuat pendapat dari konsultan hukum mengenai “semua izin dan persetujuan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha atau kegiatan yang direncanakan Perusahaan Publik.U. sebagaimana yang berlaku di pasar modal Amerika Serikat. sekaligus peningkatan produktivitas usaha emiten. Hal ini perlu karena kondisi kesejahteraan tenaga kerja yang memprihatinkan atau tidak memenuhi standar ketenagakerjaan akan menimbulkan dampak negatif pada emiten. 105 III Peraturan yang Berkenaan dengan Penyampaian Pernyataan Pendaftaran Peraturan pelaksanan prinsip keterbukaan belum mengatur secara menyeluruh dan cukup berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. Supp 1479 (N. U.1 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik. mengingat kalau tenaga kerja resah. 107 Peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut dapat dipahami dari ketentuannya yang hanya berbentuk kewajiban bagi emiten untuk memenuhi ketentuan perijinan perusahaan dalam hal yang berhubungan dengan lingkungan.N. lokasi. Peraturan Nomor IX.”101 Kasus gugatan lainnya yang terbaru berkenaan dengan keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup adalah kasus Endo v. Undang-Undang Gangguan. Albertine.D. 104 Pasal 77 UUK menyatakan. 395. antara lain izin-izin usaha. 812 F.Supp.103 Di samping itu. T. dimana Waste Management “had an affirmative duty to disclose matters relating to pending and contemplated environmental regulatory proceedings and the effects of environmental regulations upon the company’s finances. mereka akan melakukan pemogokan. prospektus tersebut dikatakan sebagai suatu yang salah dan menyesatkan. sebagaimana diatur dalam Pasal 77104 Undang-undang No. Di pasar modal Indonesia belum ada peraturan mengenai kewajiban dan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup perusahaan. 1993). bahwa dalam hal mogok kerja dilakukan dengan alasan pengusaha tidak melaksanakan ketentuan yang bersifat normatif yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. 708 (N. Disadari ketentuan Bapepam di atas tersebut tidak cukup untuk perlindungan lingkungan hidup. dan akan dapat menimbulkan keresahan tenaga kerja emiten.L.D. 1994).107 589 F. Prospektus tersebut tidak memuat informasi fakta materiel yang berkaitan dengan tanggungjawab lingkungan hidup. yang dilakukan konsultan hukum berdasarkan standar pemeriksaan hukum dan pendapat hukum yang 101 102 22 . 412 (1984). perlu pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan perlindungan hak tenaga kerja yang cukup dan harmonis yang meningkatkan efisiensi kerja emiten. penggunaan bangunan untuk pabrik. No. peraturan perusahaan atau kesepakatan kerja bersama. Apabila peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan masalah-masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Amerika Serikat tersebut dibandingkan dengan peraturan di pasar modal Indonesia. L. Pemegang saham menggugat laporan perusahaan yang dibuat dalam prospektus. Supp 708 (N. pengadilan menemukan suatu kewajiban dari Waste Management. 106 Keputusan Ketua Bapepam Nomor KEP-49/PM/1996 Tanggal 17 Januari 1996. Peraturan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup di pasar modal masih merupakan ketentuan-ketentuan yang bersifat administratif. III. analisis mengenai dampak lingkungan. Ketentuan Bapepam hanya menentukan. Masalah terakhir mengenai keresahan tenaga kerja akan dapat menurunkan produktivitas usaha emiten.

Nomor 12. 111 Pasal 5 UULH 1997 menyatakan bahwa : (1) Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. telah ditegaskan oleh Undang-undang Lingkungan yang berlaku sebelumnya melalui Pasal 8 UULH 1982 (Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 112 Pasal 43 ayat (2) UULH 1997 menetukan bahwa. di Indonesia juga terdapat Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UULH 1997”) 108 yang dapat dipakai sebagai dasar pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal.. Tahun 1997 Nomor 68. ijin lokasi.” 110 Pasal 6 UULH 1997 menyatakan bahwa : (1) Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. (3) Setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” 113 Koesnadi Hardjasoemantri.” Sebelum Undang-undang lingkungan tersebut lahir.N. masyarakat. Hukum Tata Lingkungan.N. informasi tepat waktu (timely information).. bahwa “pengelolaan lingkungan hidup.L.L.112 Menurut Koesnadi Hardjasoemantri masalah berkenaan dengan pemberian informasi kepada masyarakat terdiri dari. Seperti ijin Undang-undang Gangguan.barang siapa dengan sengaja memberikan informasi palsu atau menghilangkan atau menyembunyikan atau merusak informasi yang diperlukan dalam kaitannya dengan perbuatan. Penekanan fungsi Bapepam dalam pelaksanaan keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut perlu lebih ditingkatkan. dapat sejajar dengan peraturan yang berlaku di pasar modal Amerika Serikat tersebut.109 Berarti berdasarkan UULH 1997 Bapepam dapat secara hukum mensyaratkan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup bagi emiten secara tegas dan menyeluruh. 113 Berdasarkan ketentuan bahwa setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup dan kewajiban bagi setiap orang memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup tersebut. dan ijin pengolahan limbah. UULH 1997 telah menetapkan. 109 Pasal 9 ayat (2) UULH 1997 yang menetapkan. dilaksanakan secara terpadu oleh instansi pemerintah sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab masing-masing. informasi lengkap (comprehensive information). (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. L. yang telah berhasil mensyaratkan lembaga-lembaga pemerintah dalam praktek pembuatan undangundang untuk mempertimbangkan perlindungan lingkungan hidup. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). informasi yang dipahami (comprehensible information).. Nomor 3699) mengatur mengenai kewajiban bagi setiap orang untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan hidup. 1999). UULH 1997 dapat difungsikan seperti fungsi NEPA di Amerika Serikat. 23 . L. T.110 Amanat UULH 1997 tersebut merupakan upaya menjaga hak setiap orang untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat serta hak atas informasi lingkungan hidup dan hak untuk berperan dalam rangka dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. hal. T. (2) Setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup. bahwa pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan secara terpadu oleh instansi pemerintah. “Diancam dengan pidana. ijin untuk pabrik. dan informasi lintas batas (transfrontier information). Oleh karena. 108 Pasal 6 ayat (1) UULH 1997 (Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. yang pada akhirnya SEC telah membuat ketentuan persyaratan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup bagi emiten. yang menentukan kewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan dan menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan serta kewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Upaya Bapepam untuk meningkatkan pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan masalah perlindungan lingkungan hidup dapat dimulai dari amanat Pasal 6 UULH 1997.. (2) Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. sebagaimana upaya SEC di Amerika Serikat yang telah membuat peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan di pasar modalnya secara tegas dan terperinci serta menyeluruh. seerta pelaku pembangunan lain dengan memperhatikan keterpaduan petrencanaan dan pelaksanaan kebijaksanaan nasional pengelolaan lingkungan. N.N. Nomor 3215).Seharusnya peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Indonesia. 100-102. sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UULH 1997.padahal mengetahui atau sangat beralasan untuk menduga bahwa perbuatan tersebut dapat menimbulkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan umum atau nyawa orang lain.111 Pasal 43 ayat (2) UULH 1997 mengatur sanksi bagi siapa yang dengan sengaja memberikan informasi palsu atau menghilangkan atau merusak informasi yang diperlukan. Tahun 1982. maka perusahaan publik atau emiten harus melaksanakan keterbukaan masalah perlindungan ditetapkan oleh Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal. pemastian penerimaan informasi. Edisi Ketujuh.

Ct.118 Tanggal 25 Januari 1988 anggota DPRD Sumatera Utara minta IIU ditutup atau tidak melakukan operasi sebelum IIU diaudit. bahwa “dalam rangka peningkatan kinerja usaha dan/atau kegiatan. agar menutup IIU disebabkan kolam penampung limbahnya bocor menyusul meledaknya pipa gas klorin. 119 Kompas. disamping menimbulkan kerugian bagi investor atau pemegang saham. 10. tepatnya pada 1994 WALHI bersama tigabelas LSM lainnya menuntut pemerintah. 121 Audit lingkungan tersebut diatur dalam Pasal 28 UULH 1997. audit Kompas. 28 Oktober-3 November 1988.115 Sebagaimana diketahui ketentuan Pasal 5 UULH 1982 tersebut sama dengan ketentuan Pasal 5 UULH 1997. 820/PDT. gas) yang diohasilkan.Ed. 10 April 2001. 4 Tahun Ke-67. cair. 8 120 Apabila hasil audit lingkungan IIU misalnya terbukti membuat pencemaran lingkungan. yaitu pemantauan limbah (padat. 31 L.S. tetapi juga melindungi emiten dan perusahaan. Inti Indorayon Utama (“IIU”). pada tanggal 30 Desember 1988 menggugat IIU. Dalam kasus IIU tersebut Pengadilan Jakarta Pusat berpendapat. 122 Bagi kebaikan perusahaan. yang oleh Majelis Hakim mengakui. Putusan Pengadilan Jakarta Pusat Daftar No. bahwa emiten atau perusahaan yang tidak mendisclose fakta materiel secara penuh dan fair. Ibid. Black’s Law Dictionary. Pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup. Henry Campbell Black. dilakukan melalui gugatan legal standing. 7 Maret 1999. 114 menunjukkan perlunya pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. tetapi seluruh stockholders perusahaan. 116 Putusan Pengadilan Jakarta Pusat atas gugatan Walhi yang mewakili masyarakat yang merasa dirugikan oleh IIU. 92 S. Tujuh tahun setelah gugatan legal standing WALHI atas IIU ini. yang didasarkan pada Undangundang Nomor 2 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Lingkungan Hidup. 117 Kompas. Pencemaran sungai Asahan akibat limbah cair pabrik. 7. Berarti penegakan prinsip keterbukaan tidak hanya berfungsi melindungi investor atau pemegang saham. volume pemanfaatan air sungai Asahan. Terlepas dari hasil audit yang akan dilakukan terhadap kasus IIU ini. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara. Sierra Club v. Kasus Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (“Walhi”) melawan PT.lingkungan hidup. JKT. Tapanuli Utara Sumatra Utara. Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Negara Riset dan Teknologi menentukan persyaratan lingkungan yang harus dipenuhi IIU. Masalah ini menjadi bukti. 1364. pengamatan tebing sungai. Morton . yang sekarang berganti nama dengan PT. bahwa Walhi dalam kasus IIU tersebut dapat bertindak sebagai penggugat untuk melindungi kepentingan setiap orang dalam pengelolaan lingkungan hidup yang ketentuan pokoknya Pasal 5 Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 (UULH 1982). 122 Pasal 28 UULH 1997 menyatakan.G/1988 PN. Sekaligus perusahaan publik atau emiten tidak boleh melakukan misrepresentation atau omission dan menyesatkan investor berkaitan dengan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup. Lihat juga. yang go public melalui pasar modal dan listing di NYSE Wall Street sejak tahun 1995. baru diselesaikan enam tahun setelah perusahaan berdiri. Hal ini dapat dilihat dari produksi pabrik perhari rata-rata 650 ton pulp dan 180 ton rayon selama IIU beroperasi. hal. 405 U. Pada intinya gugatan Walhi atas IIU.117 Selanjutnya pada tahun 1988 unjuk rasa masyarakat berlansung beberapa kali menuntut IIU ditutup. 116 Batasan legal standing ini dapat dilihat dari pengertian standing to sue doctrine adalah suatu pihak yang siap mempertaruhkan dalam memperdebatkan keadilan yang layak dan sebaliknya ditujukan untuk menghasilkan resolusi peradilan dari perdebatan tersebut. dengan gugatan IIU telah menimbulkan kerusakan-kerusakan lingkungan di wilayah Sumatera Utara. Nabiel Makarim yang ikut mewakili penyusunan standar lin gkungan dalam rangka berdirinya IIU. Minn: West Publishing Co. 727. dan PT. Pelaksanaan di lapangan diawasi Bapedal bersama Departemen Perindustrian dan BPKPM. 1405.Paul. Menteri Kehutanan. kewajiban menyusun RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan). IIU. Sixth Edition. juga mengakibatkan timbulnya kerugian di pihak emiten atau perusahaan. 1990). sampai pemukiman dan pendidikan karyawan. menyebutkan IIU melakukan penanganan soal lingkungan dengan setengah-setengah. mempunyai bidang usaha pabrik bubur kertas (pulp) dan rayon di desa Sosorladang/Silosung kecamatan Porsea. (ST.” 114 115 24 . telah memberikan doktrin hukum yang menjelaskan bahwa di luar perseorangan atau lembaga yang berperan dalam usaha pengembangan lingkungan hidup dapat melakukan gugatan berdasarkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. lingkungan sungai sudah terlanjur rusak. Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup.119 Di samping itu. bahwa Walhi sebagai wakil masyarakat yang merasa dirugikan tersebut. 7 Maret 1999. hal. 7. Toba Pulp Lestari. 1361. 118 Ibid. 120 Akhirnya bulan Juli 1988 pemerintah melalui Menteri Negara Lingkungan Hidup menghentikan operasi IIU. Kompas. Walhi sebagai penggugat. maka yang rugi bukan saja investor atau pemegang saham saja. dan RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan). 26 Januari 1999. 2d 636. PST dalam kasus Walhi melawan BKPM Pusat. No. Dirjen Industri Logam dan Kimia Departemen Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa IIU harus diaudit kembali. hal. akan menjadi hilang selama IIU ditutup sampai masalah tanggungjawab hukumnya selesai. hal. hal. Menteri Perindustrian. 121 Adil. eksploitasi bahan baku.

Masyarakat Banti mengetahui datangnya banjir dan lumpur justru dari bunyi gemuruh air. “Mengingat suldge yang ada di dalam Danau wanagon dikategorikan sebagai limbah B3 . sebagaimana tersebut dalam yaitu..125 Gugatan yang muncul dalam masalah perlindungan lingkungan hidup. 352.124 Gugatan-gugatan yang berkaitan dengan tanggung jawab lingkungan seharusnya tidak terjadi. PTFI. yang disebabkan oleh perusahaan pada waktu produksi dan dalam rangka mengejar keuntungan. 2. 3.. berkisar pada 40 mm per hari. bahwa pungutan pencemaran yang diperhitungkan secara tepat dapat mendorong para pencemar untuk mengurangi emisi. and 19 June the tonnage dumped on the south end of the Wanagon OBS was in the range of 80. 127 Ibid. mengingat harga saham perusahaan dalam suatu pasar yang berkembang merefleksikan internalisasi biaya kerusakan lingkungan pada masyarakat. yang menganggap pungutan tersebut sama dengan membeli hak untuk mencemarkan (the right to pollute). Op. Prinsip sentralnya adalah masing-masing produsen dan konsumen sebelum bertindak harus mempertimbangkan keseluruhan biaya sosial dan akibatnya..” Keterangan itu adalah bertentangan dengan informasi yang diterima WALHI dari masyarakat Banti. cit. Freeport telah melakukan penyesatan informasi dengan cara: 1. yang menyatakan bahwa.123 Dalam kasus lingkungan lainnya. Pernyataan FIC dalam siaran persnya tanggal 24 Mei 2000. Argumentasi ini disanggah dengan adanya kenyataan. Inc. cit..org. hal. Mekanisme kebijaksanaan perlindungan lingkungan hidup berdasarkan pasar. sebagaimana disebutkan Bapedal dalam suaran persnya tersebut yaitu.” Secara sengaja memberi kesan bahwa peristiwa longsornya batuan limbah di Danau Wanagon terjadi karena kondisi alam. Freeport Indonesia (“Freeport”) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 354. “Tidak ditemukan adanya ancaman terhadap kesehatan jiwa serta kemungkinan dampak lingkungan jangka panjang yang mungkin terjadi dari kejadian itu” adalah dengan sengaja membohongi publik di mana hal ini bertentangan dengan hasil laporanBapedal seperti tersebut dalam siaran persnya tanggal 17 Mei 2000. Walhi telah mengajukan gugatan terhadap PT. yang menyatakan bahwa “ . 353 123 124 25 . 1132. guna mengurangi pencemaran dan menekan biaya penanggulangannya. hal. “Longsoran tersebut dapat menyebabkan meluapnya material bahah Danau Wanagon” dimana suldge yang dimaksud merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3). Koesnadi Hardjasoemantri. Kesalahan prosedur di atas juga diperkuat oleh konsultan FIC yakni Call dan Nicholas.. Op. Pungutan pencemaran ini tidak dapat diterima oleh para pendukung pengendalian langsung.” (http://www.” dan juga pernyataan konsultan Call and Nicholas Inc. dan telah menyiagakan seluruh masyarakat di Desa Banti untuk menjauhi sungai dan .mpi. pungutan merupakan instrumen pengendalian pencemaran yang paling efektif. “Most of the displacement can be correlated to the time periods when the dumping tonnage was greater than 50.lingkungan itu tepat untuk dilakukan.000 ton per hari sebagaimana disebutkan oleh konsultan CNI. hal. jika dipahami lebih jauh. Pernyataan FIC lebih lanjut secara sengaja telah memberi kesan bahwa longsornya tumpukan batuan limbah adalah kondisi alam dan dengan demikian menutupi buruknya pengelolaan lingkungan dan kelalaian FIC sebagaimana tersebut dalam laporan hasil investigasi Bapedal pada peristiwa longsornya tumpukan batuan limbah pada bulan Juni 1988.” 5. 126 Dari sudut pandang ekonomi. au/indon/freeford_walhi2. 125 Perry E. Op. Freeport digugat berkaitan dengan informasi pengelolaan lingkungan hidup yang menyesatkan.” 4. yaitu. yaitu . hal. . 126 Pendekatan ekonomi tersebut dilakukan dengan metode insentif dan disinsentif untuk memberikan kemudahan kepada para pengusaha dalam usahanya melestarikan lingkungan hidup.000 tons per day. Menurut Walhi.000 tpd. karena pungutan merupakan insentif permanen.. yang menyatakan bahwa. Koesnadi Hardjasoemantri. “Di samping itu kejadian tanggal 22 Juni 1988 disebabkan kesalahan prosedur berupa aktivitas dumping yang berlebihan sehari sebelumnya. dari Wanagon) yang tidak memakan korban jiwa karena alarm peringatan dini dibunyikan pada waktunya. yang secara rata-rata berkisar 8 mm sehari. karena dengan jalan ini penanggulangan limbah akan lebih murah daripada mencemarkan dan kemudian membayar tuntutan ganti kerugian akibat pencemaran. 18. Dalam siaran pers tanggal 5 Mei 2000...” Di mana batas jumlah pembuangan batuan limah adalah tidak melebihi 50. cit. masalahnya berpusat pada tuntutan terhadap pelanggaran peraturan lingkungan hidup yang berkaitan dengan perijinan dalam rangka pelaksanaan prinsip keterbukaan. “On the 12.127 Penggunaan insentif ekonomi secara selektif mampu menghasilkan suatu tingkatan perlindungan lingkungan hidup dengan biaya keseluruhan yang lebih rendah dari biaya masyarakat. Pernyataan yang disampaikan kepada tergugat dalam siaran pers tanggal 5 Mei 2000.html). yang pembacaan gugatannya dilakukan 22 Agustus 2000. banjir di Banti (16 Km. Wallacy. maka terdapat pendekatan ekonomi untuk mengatasi masalah perlindungan lingkungan hidup. menyebutkan” “Sistem tanda bahaya yang telah dipasang bekerja dengan baik. The fact that displacement occurred associated with large dumping rates is sufficient. “Perlu dicatat bahwa curah hujan yang terjadi beberapa hari sebelum kejadian. Curah hujan tersebut adalah empat sampai lima kali dari keadaan normal.. Namun.. oleh karena perusahaan yang membuat audit lingkungan mempunyai nilai tambah apabila dibandingkan dengan perusahaan yang tidak membuatnya.

or non-disclosure penalties]. dan 128 Perry E. UULH 1982 yang digantikan UULH 1997 telah menyatakan secara khusus dalam Pasal 8 tentang insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan. Correspondingly. Charles A. 1124. and thereby introduces the information to an efficient capital market. such as legal requirements to acquare and maintain certain pollution control technology. the issuer may have an incentive to acquire to acquare--or develop--the most economical version of that obligation. malahan menjadi set-back. Those investors are also on a better position to make an information decision regarding whether to buy the securities (or hold. (Vol. we have witneseed dramatic changes in the political landscape of environmental policy. Hal ini sejalan dengan uraian Wallace mengenai keterkaitan keterbukaan dengan insentif ekonomi. maka yang terjadi di Indonesia sekarang ini justru sebaliknya. para pelaku bisnis. 131 Ibid. 1993). and would choose to remove pollution up to the point where the additional cost of removal was greater than the effluent charge. Wallace menguraikan: “Similarly.128 Oleh karena itu. as the case may be).” Therefore. Wallace. Legislators. 1131. 129 Ibid. Schultze sebagaimana dikutip Perry E. the reductions in the value of securities as a result of these market dynamics may be so substantial that they create the larger. each firm [may] find it in its own interest to reduce pollution by an amount related to the cost of [pollution] reduction. ultimate effect discussed in this article: an economic disincentive to the issuers of those securities to continue methods of production that generate large environmental liabilities. “Disclosure of Environmental Liabilities Under The Securities Law : The Potential of Securities Market – Based Inentives for Pollution Controll. And. the market mechanism would discount the price of a security--a “financial product” --by some figure representing a theretofore undisclosed liability or obligation. hal. sebab berkaitan dengan nilai saham perusahaan yang menerapkannya.” Washington and Law Review. Apabila di Amerika Serikat terjadi perubahan dramatis tentang kebijakan insentif ekonomi tersebut karena disadari sangat penting oleh berbagai pihak. 133 Pasal 8 ayat 1 UULH 1982 menyatakan. and citizens of all kinds have come to recognize that market-based instruments belong in our porfolio of environmental and natural resource policies.” 132 Berbeda dengan kebijakan pendekatan insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di Indonesia. 130 Ibid. 132 Ibid. sehingga mereka memberikan insentif untuk perlindungan lingkungan hidup. dan semua warga negara. yang menyatakan: “The overal effect here is a beneficial one: Investors are not defrauded by being induced to purchase securities priced at a higher value than would be assigned under circumstances of full environmental disclosure. pelaksanaan keterbukaan di pasar modal dengan penerapan insentif ekonomi sangat perlu.” 130 Dengan demikian pelaksanaan keterbukaan yang dilakukan secara penuh. yaitu Senator Timothy Wirt dan John Heinz yang menyatakan: “Over the past two years. 50 : 1093. will have been deemed properly includable as a “cost of doing business. 1124. hal. termasuk di dalamnya mengenai informasi penerapan insentif ekonomi. in the securities setting. para pencinta lingkungan.133 Sedangkan UULH 1997 hanya menyatakannya insentif ekonomi tersebut dalam Penjelasan. Wallace mengatakan: “Faced with these taxes or “effluent charge” [in the form of reduced value of its securities. finally. environmentalist. Pada tahun 1991 studi mengenai kebijakan publik (public policy) yang digerakkan oleh anggota Senat Amerika Serikat. bahwa “Pemerintah menggariskan kebijaksanaan dan melakukan tindakan yang mendorong ditingkatkannya upaya pelestarian kemampuan lingkungan hidup untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan.dengan beberapa cara tertentu dapat membuat produsen dan konsumen untuk menyadari biaya sosial dan konsekuensinya. 1127. seperti para pembuat undang-undang. Para pembuat undang-undang dan birokrat di Indonesia tidak memberikan perhatian yang sewajarnya terhadap pengaturan insentif ekonomi. business persons. and through the use of the least-cost means of doing so. it provides more complete information to be used in pricing the security in accordance with the complete and actual financial condition and prospects of the company. It would compare the cost of payning the effluent charge with the cost of cleaning up pollution. hal. hal. bureacrats. para birokrat. as to environmental obligations.” 26 . of course.” 129 Lebih lanjut.” 131 Akhir-akhir ini di Amerika Serikat pendekatan insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan hidup telah bergerak menjadi pembicaraan di tingkat pemerintah Pusat. That liability or obligation. when the company discloses that that cost. akan membuat posisi investor lebih baik dalam memutuskan pembelian atau penjualan saham.

maka akan mengakibatkan harga pasar dari perusahaan-perusahaan tersebut bergerak ke bawah. hal.” 135 Perry E. Pertama. 1131-1132.135 Dasar dari penomena tersebut adalah persyaratan-persyaratan transmisi dari informasi-informasi penting mengenai masalah perlindungan lingkungan hidup kepada pemegang saham dan kepada pasar perusahaanperusahaan publik. Ketiga.134 Namun. Op. Apabila terdapat informasi yang jelek berkaitan dengan kewajiban dan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. Perangkat pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat preemtif. Privatisasi BUMN Dalam Perspektif Hukum Indonesia Topik privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). membuat ketentuan yang melarang emiten atau perusahaan publik melakukan pernyataan yang menyesatkan berkaitan dengan keterbukaan masalah lingkungan hidup. 134 Penjelasan Pasal 10 huruf e menyatakan. Kedua. Pengalaman di negara berkembang pemerintah mempunyai dominasi yang besar terhadap perusahaan milik pemerintah. Insentif ekonomi harus tetap diperhatikan. Proaktif adalah tindakan pada tingkat produksi dengan menerapkan standarisasi lingkungan hidup. Dengan ini suatu perusahaan dapat memiliki insentif untuk mengelola masalah perlindungan lingkungan hidup secara efisien. yang hanya menyatakan dengan kata “instrumen ekonomi”. bahwa yang dimaksud instrumen ekonomi dalam penjelasan UULH 1997 adalah insentif ekonomi sebagaimana terdapat dalam konsep Pasal 8 UULH 1982. Peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal Amerika Serikat. yang di dalamnya termasuk ketentuan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup. termasuk Bapepam harus menetapkan atau menafsirkan. bukan berarti ketentuan insentif ekonomi tidak mengikat lagi. Kelima. Tujuannya adalah untuk melindungi nilai harga saham sesuai dengan harga yang ditentukan oleh pasar. penerapan asuransi lingkungan hidup dan audit lingkungan hidup yang dilakukan secara sukarela oleh penangung jawab usaha dan/atau kegiatan guna meningkatkan kinerja. Untuk itu. seperti ISO 14000.136 Dengan demikian peraturan perlindungan lingkungan hidup yang berlaku di luar peraturan pasar modal harus diterapkan secara bersama-sama dengan peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal Indonesia. peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan harus diperbaiki dengan memformulasikan ketentuan-ketentuan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. Untuk ketentuan tersebut dapat mengadopsi syarat-syarat prinsip keterbukaan berkenaan perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Amerika Serikat. “Dalam ketentuan ini dimaksud dengan perangkat yang bersifat preemtif adalah tindakan yang dilakukan pada tingkat pengambilan keputusan dan perencanaan. membuat ketentuan yang mensyaratkan penjelasan bisnis perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan hidup. membuat ketentuan yang mewajibkan emiten untuk melaporkan dalam prospektus mengenai informasi fakta materiel yang berkaitan dengan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. Bagi aparat penegak hukum. hal. Pada umumnya perhatiannya bermuara pada pilihan mana yang diutamakan dalam Perusahaan Negara atau BUMN. Sering didengar bahwa salah satu pembenaran dilakukannya privatisasi adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas BUMN dan pembenaran itu selalu dikaitkan pula dengan persaingan global. 27 . membuat ketentuan yang mewajibkan keterbukaan bagi perusahaan yang mempunyai masalah lingkungan hidup yang mengandung fakta materiel. 1131-1132.. apakah mempertahankan kepemilikan pemerintah atau melakukan privatisasi atau mengalihkannya pada kepemilikan swasta. Keempat. Adapun preventif adalah tindakan tingkatan pelaksanaan melalui penataan baku mutu limbah dan/atau instrumen ekonomi. seperti tata ruang dan analisa dampak lingkungan hidup. perlu dicermati untuk dipikirkan pemberlakuannya di pasar modal Indonesia.pernyataan tersebut kurang cukup untuk atau tidak tuntas dalam upaya penerapan ketentuan insentif ekonomi. Hal ini yang mendorong isu pengalihan kepemilikan dari pemerintah kepada swasta. membuat ketentuan penerapan pendekatan ekonomi untuk mengatasi bahaya yang ditimbulkan kerusakan lingkungan hidup dengan mensejajarkan pengaturannya sebagaimana yang diatur oleh Undang-undang Lingkungan hidup. cit. tidak masuknya pernyataan insentif ekonomi dalam UULH 1997. Wallacy. preventif dan proaktif misalnya adalah pengembangan dan penerapan teknologi akrab lingkungan hidup. 136 Ibid. walaupun hanya dinyatakan dalam penjelasan UULH 1997. Sebab pada waktu sekarang ini di Amerika Serikat melalui penekanan SEC tentang keterbukaan perlindungan lingkungan hidup telah menghasilkan insentif baik untuk perlindungan lingkungan maupun integritas pasar modal. tetap menjadi perhatian sangat serius bagi masyarakat.

G. Pada masa lalu perubahan regulasi atas sistem dan struktur perbankan atas dorongan liberalisasi perbankan telah memfasilitasi pertumbuhan perbankan yang cepat. “Result from Discrete Hazard Model Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization. 1998)”. Privatisasi di Indonesia haruslah diartikan sebagai upaya untuk menghilangkan konsentrasi kepemilikan. XLV. Sistem dan struktur perbankan yang demikian itu mengakibatkan dimungkinkan terjadinya kepemilikan silang (interlocking ownership) dan lending pattern serta dimilikinya satu bank secara mayoritas.137 Berdasarkan riset secara empiris138 dapat digambarkan bahwa perusahaan swasta seringkali beroperasi lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan negara. George R.139 Studi yang dilakukan George Clarke dan Robert Cull memberikan pemahaman bahwa setelah privatisasi itu tergambar pula terjadinya peningkatan dalam portfolio pinjaman dan peningkatan efisiensi. Konsentrasi kepemilikan dimungkinkan pula timbulnya campur tangan pemilik secara berlebihan dalam kepengurusan bank. Zulkarnain Sitompul.” George R. Sebab kondisi pemilikan mayoritas itu memudahkan pengambilan risiko berlebihan pada perbankan. “ Results from Cross-Sectional Tobit Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization. Secara konsep privatisasi dapat terjadi atas kemauan politik (paksaan) maupun secara sukarela. “Result from Discrete Hazard Model Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization with Endogenous Fiscal Variables. “Pembatasan Kepemilikan Bank : Gagasan Untuk Memperkuat Sistem Perbankan.G. hal. Probit Model”. No. dimana ketidakpercayaan itu telah pula membuat kegagalan pasar. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah kebijakan agar terjadi proses privatisasi. Sebab pada umumnya pemilik itu sekaligus menjadi komisaris. hal. Baik konsentrasi kepemilikan oleh pemerintah maupun konsentrasi kepemilikan oleh swasta. 173-193 139 Ibid. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepemilikan swasta lebih mendorong terjadinya efisiensi. meski tidak di seluruh negara berkembang. sehingga memberi peluang untuk masuknya individu yang tidak bermutu ke dalam bisnis perbankan. Tobit Model”. The University of Chicago. padahal dengan mempertahankan kepemilikannya pada perusahaan mereka akan mendapatkan dukungan politik. “Correlations Between Independent Variables”. (Volume 22. Oleh karena industri perbankan pernah dijadikan sebagai bahan eksploitasi pemiliknya. Clarke dan Robert Cull. Di sektor perbankan kepemilikan pemerintah menunjukkan kaitan yang erat dengan lambannya perkembangan sektor keuangan serta pertumbuhan produktivitas yang rendah. Jurnal of Law and economics. Clarke dan Robert Cull. All Banks”. Kedua. Untuk mendorong terjadinya privatisasi secara sukarela dibutuhkan adanya serangkaian regulasi yang dapat meningkatkan biaya politik memiliki perusahaan. Cit. Hal ini perlu mengingat perbankan di Indonesia pernah mengalami kehancuran disebabkan ketidakpercayaan masyarakat. Clarke dan Robert Cull. mengapa pemerintah berkenan melepaskan kepemilikannya. oleh karena sangat sedikit data empiris yang dapat digunakan untuk menjawabnya. Pertama. hal. 140 Jawaban praktis yang dapat diajukan adalah pemerintah akan menjual kepemilikannya pada suatu perusahaan apabila biaya politik dengan tetap memelihara kepemilikan tersebut lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh.141 Di sektor perbankan alasannya adalah untuk memperkuat sistem perbankan dengan cara membuat ketentuan pembatasan kepemilikan bank. Kenyataan yang sama juga terjadi pada privatisasi di negara berkembang. hal. 28 . hal. dan “Results from Two-Period Probit and Ordinary Least Squares (OLS) Analysis. April 2002). 137 George R. 167 141 Bandingkan. Pertanyaan kedua yang paling sulit dijawab. adverse selection dan harga oligopolistic. 6. (Vol. Tahun 2003). Op.G. Akibatnya komisaris sebagai pengawas bisa tidak efektif. 36. Political and Economics Determinants of The Likelihood of Privatizing Argentina Public Bank. hal 166 140 Ibid. Padahal komisaris memiliki peran strategis dalam pengawasan jalannya bank tersebut. Pengalaman dibanyak negara terbukti bahwa kepemilikan swasta merupakan pilihan terbaik. “Elasticities of Probability of Privatization with Respect to Continuous Variables”. 167-168 142 Lihat.. Op. bentuk kepemilikan yang bagaimana yang secara efektif dapat meningkatkan kesejahteraan sosial (social welfare) dan efisiensi.142 Pemilikan demikian sangat rawan terhadap kegagalan pasar disebabkan moral hazard.” Jurnal Hukum Bisnis. “Independent Variables Included in the Estimation”.Secara teoritis terdapat dua pertanyaan mendasar berkenaan dengan masalah kepemilikan perusahaan. 166 138 Data empiris tersebut diuraikan oleh Clarke dan Cull yang mengaitkannya dengan data “Lending to the Public Sector and Change in Employment (Third Quarter. Hal ini antara lain menyebabkan fungsi pengawasan internal sebagai first line of defense menjadi kurang berfungsi.Cit.

Apabila Komisi yang bersifat independen itu kita butuhkan. 145 Ibid. dimana para pihak memberikan dua kontribusi umum dan kerja). Memang. Dalam peraturan itu harus ditentukan secara jelas jumlah maksimal kepemilikan saham dalam satu bank143 dan sanksi atas pelanggarannya. Penekanan pengaturan lainnya yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan privatisasi itu adalah dengan menitikberatkan penjualannya melalui pasar modal. b. Dengan demikian perlu perangkat peraturan pembatasan tentang pemilikan bank yang diatur dalam Undang-Undang Perbankan. Perusahaan ‘Inan (bentuk dari partnership. dapat dibuat sebagai gagasan pemikiran bila nanti kita membuat Undang-Undang Privatisasi. 168 143 144 29 . dibandingkan dengan menjualnya kepada mitra strategis (strategic sale). Komite Privatisasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Dengan ini akan memperluas kepemilikan masyarakat atas BUMN. Bai’ Dayn Pada pertemuan kedua pada tanggal 21 agustus 1996. Oleh karena ini musyarakah mutanaqah mempunyai keistimewaan yang tidak berlawanan dengan dasar hukum dan prinsip umum dari syariah.Kondisi konsentrasi kepemilikan itu dapat pula menimbulkan terjadinya cross-ownership atau crossmanagement yang bisa menimbulkan benturan kepentingan. seyogianya diatur dalam Undang-Undang Privatisasi yang akan datang. keadaan tersebut membuka kemungkinan terjadinya penyalahgunaan bank untuk mendukung kepentingan usaha pribadi pemilik. Di Thailand kepemilikan saham melampaui 5 persen menyebabkan pemiliknya kehilangan hak untuk mendapatkan dividen atas kelebihan saham yang dimilikinya. sebagaimana pernah diterapkan Perancis dalam pelaksanaan privatisasi. perlu dipikirkan apakah kita memerlukan satu Komisi Privatisasi yang bersifat independen yang anggota terdiri dari orang-orang di luar pemerintah. Misalnya. Kebanyakan dari para ahli Hukum Islam Umum bersatu dalam menerima musyarakah mutanaqah sebagai salah satu instrumen dalam Pasar Modal. Keistimewaan-keistimewaan itu adalah : a. hal. 145 Melalui pasar modal akan membuat penjualan saham BUMN terdistribusi dalam masyarakat. karena anggotanya terdiri dari Menteri-Menteri. yang bertugas menjual BUMN. Taiwan dan Korea Selatan membatasi kepemilikan maksimal 4-5 persen. Namun. ============================================================== Sumber : Resolutions Of The Securities Comission Syariah Advisary Council Prinsip-Prinsip Dari Mu’amalat Dalam Pasar Modal 1. perlu pula Undang-Undang Privatisasi nanti memuat aturan tentang keterbukaan sebagaimana diatur dalam ketentuan prinsip keterbukaan di pasar modal dan mengatur secara detail proses privatisasi.Dalam konteks pasar modal.144 Pemikiran mengenai privatisasi di atas. Ini sudah berdasarkan pada pandangan dari ahli hukum islam yang menganut konsep ilmu ini untuk kondisi-kondisi tertentu. dimana benturan kepentingan terjadi sebagai akibat adanya cross-ownership atau cross-management antara bank dengan usaha lain baik di sektor finansial maupun sektor riil. Musyarakah Mutanaqisah Musyarakah Mutanaqisah adalah sebuah instrumen baru untuk produk musyarakah dan telah dikenal di Mesir. Institusi menjual seluruh sahamnyakepada rekanannya secara menyeluruh atau sebahagian. c. Agar jalannya privatisasi BUMN lebih fair. Dewan Penasehat Syariah bersatu menyetujui untuk menerima prinsip dari bai’dayn debt trading (perdagangan hutang) sebagai salah satu dari konsep untuk membangun instrumen pasar modal. tetapi terlihat Komite itu belum bersifat independen. kondisi ini dapat menjadi bertemu ketika adanya keteraturan sistem tranparansi dimana dapat melindungi maslahah (kepentingan umum) dari pelaku pasar. Kesanggupan dari institusi keuangan untuk menjual saham perusahaannya kepada rekanannya. Thailand. Selanjutnya. 2.

istisna’ dan yang lainnya. bai’ bi thaman ajil (BBA). Bai’ Wafa’ Section 118 dari Majallah al-Ahkam al-Adliyyah mendefenisikan Bai’ Wafa’ sebagai sebuah penjualan dengan kondisi bahwa ketika penjual membayar kembali harga dari penjualan barang. bai’ dayn adalah prinsip penjualan dayn dimana hasil dari pertukaran perjanjian (perjanjian mu’awadat maliyyah). pesanan kartu pos and pesanan uang.Dalam konteks dari pasar modal islam. pembeli dengan segera menjual kembali aset kepada penjual dengan harga tunai. 9. didasarkan pada alasan-alasan pengikut. 8. Bihi Si’rsebagaimana yang didefenisikan oleh Ibnu Qaiyyim adalah praktek dari pengambilan beberapa jumlah barang-barang seperti roti. Konsep ini adalah relefan dalam beberapa masalah di pasar modal islam. ma’dum 5. 7. Bihi Si’r Bai’ Bima Yanqati. pembeli mengembalikan kepada penjual. Suftajah Dalam bahasa arab atau termilogi dalam yurispudensi islam Suftajah adalah sebuah instrumen kredit dalam bentuk diberikannya catatan keuangan kepada seseorang untuk memungkinkan kreditor untuk digunakan pada menetapkan tempat yang lainnya. simpanan akan menjadi bagian dari harga barang-barang. 3. Sebaliknya. Kreditor tidak dapat berlari dari resiko hilangnya uangnya selama perjalanan seperti dia hanya menbawa catatan-catatan Suftajah. Manfaat –manfaat yang diberikan oleh debitur dalam menggunakan metode ini adalah dari sebuah aspek manajemen resiko. dimana lebih rendah dari harga penjualan yang telah disepakati. seperti murabahah. suatu kondisi dimana objek dalam perdagangan ( mahal al-aqd atau ma’qud alaih) dapat didagangkan harus ada ketika perjanjian (kontrak) telah dibuat. khususnya mereka dihubungkan pada perilaku dari pelaku pasar yang mengambil untuk berlebihan dari perbedaan harga. ini akan menjadi pertimbangan sebagai pemberian (hibah)dari pembeli kepada penjual. Bai’ Muzayadah Bai’ Muzayadah adalah menawarkan dari harga yang untung dalam sebuah pasar oleh penjual diikuti dengan permintaan dari pembeli yang bersaing untuk menawarkan dengan harga tinggi. ini dihubungkan pada catatan keuangan. Pemberi modal akan menjual sebuah prodak kepada pembeli pada pembayaran didepan sesuai dengan apa yang disepakati. Setelah itu. Dikatagorikan sebagai bai’ inah. Bai’ Urbun Bai’ Urbun adalah simpanan yang diberikan oleh pembeli kepada penjual dalam perjanjian (kontrak) jual beli. ijarah muntahiyah bi tamlik. Bai’ Inah Bai’ inah adalah merupakan perdagangan dimana penjual menjual asetnya kepada pembeli dengan kesepakatan harga penjualan yang dibayar oleh pembeli pada tanggal yang akan datang. Sebagai contohnya. contohnya transfer telegrapik (TT). Aplikasi dari prinsip ini dalam pembelian dan penjualan bukanlah sesuatu yang baru 30 . 6. Praktek ini tidak akan memberi kenaikan kepada perselisihan antara pembeli dan penjual karena mereka telah setuju pada metode dari pembayarannya dan harganya. Diantara aplikasi dari suftajah dalam sebuah keuangan dunia modern adalah proses dari transfer uang. ijarah. Jika pendapatan penjualan. Bai’ Bima Yanqati. Bai’ Ma’dum Berdasarkan pada teori perjanjian (kontrak) menurut yurispudensi Islam. pengembalian penjualan yang untung ketika penjual mengklemnya dengan membayar kembali sesuai dengan jumlahnya. Pembelian dari sebuah objek yang tidak ada ketika perjanjian (kontrak) telah dibuat adalah telah dipertimbangkannya bai. Pemberi modal kemudian dengan segera membeli kembali aset dengan hargai tunai yang lebih rendah kemudian harga penjualannya ditangguhkan 4. Dalam konteks pasal modal . Ini juga digunakan sebagai suatu alasan untuk diizinkan berspekulasi sepanjang itu tidak bertentangan pada prinsip-prinsip syariah. daging dan minyak dari penjual dengan membelinya setiap hari dan membayar untuk mereka pada harga pasar di akhir tahun atau diakhir bulan tanpa menetapkan pada harga. Konsep ini dibenarkan dari persfektif syariah. dengan cara menyimpulkan bahwa seluruh aset yang telah dijual berasal dari pemberi modal.

3. 4. 7. 3. 5. 7. 6. 2. 6.Produk Pasar Modal Menurut Yurisprudensi Islam 1. 2. 4. 8. 8. Riba : Principles and Divison Gharar Gambling Ghalat Speculation Qabadh Dha’ Wa Ta’ajjal ‘Umum Balwa Ta’wid ~~OOO~~ 31 . 9. 5. 9. Call Warrant Transferable Subscription Rights (TSR) Asset Securitisation Securities Borrowing and Lending (SBL) Crude Palm Oil Futures Contract Composite Index Futures Contract Islamic Benchmark Bond Finance Lease and Operating Lease Preference Share Masalah-masalah Pasar Modal Menurut Yurispudensi Islam 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful