P. 1
Sm2010 an Ekonomi Islam

Sm2010 an Ekonomi Islam

|Views: 53|Likes:
Published by Bencuy Riksa

More info:

Published by: Bencuy Riksa on May 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2011

pdf

text

original

PENGEMBANGAN EKONOMI ISLAM DAN KONDISI HUKUM EKONOMI KONVENSIONAL ∗

Bismar Nasution∗∗ Sumber : ======================================= Robert Cooter and Thomas Ulen, Law & Economics.

HUKUM DAN EKONOMI
Pendahuluan (hal 1-2) Hukum menggunakan ilmu ekonomi pada bidang hukum anti persaingan (antitrust), pengaturan industri-industri, perpajakan, dan menentukan masalah moneter. Hukum dibutuhkan ekonomi dalam hal menjawab pertanyaan seperti “siapa yang menjadi tergugat dalam bursa saham ?”. “dapatkah kontrol harga dalam asuransi mobil mengurangi nilai riilnya ?”, “siapa sebenarnya yang dibebankan pajak ?”, dan “berapa besar pendapatan masa depan anak-anak yang hilang karena orangtua mereka meninggal ?”. Perkembangan pesat terjadi sekitar tahun 1960-an, ketika analisis ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) masuk ke dalam bidang hukum, seperti properti, kontrak, kesalahan/kerugian, hukum pidana dan hukum acaranya, dan hukum tata negara. Hal ini dikemukakan oleh Ronald H. Coase dalam tulisannya yang berjudul The Problem of Social Cost (1960) dan Guido Calabresi dalam tulisannya yang berjudul Some Thoughts on Risk Distributionand the Law of Torts (1961). Apa yang dimaksud dengan analisis ekonomi dari hukum ? (hal 3-4) Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa ekonomi menghasilkan sebuah teori tingkah laku/perilaku untuk memprediksi bagaimana respon manusia terhadap perubahan-perubahan dalam hukum. Teori ini melampaui intuisi, hanya sebagai ilmu sains yang melampaui akal biasa (common sense). Dalam tambahan kepada sebuah teori sains tentang perilaku, ekonomi menghasilkan sebuah standar normatif yang sangat berguna untuk mengevaluasi hukum dan kebijakan. Hukum bukan sekedar (arcane) argumen-argumen teknis saja, hukum adalah instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan kepentingan sosial yang penting. Untuk mengetahui efek-efek dari hukum dalam tujuan itu, hakim dan pembuat hukum lainnya harus mempunyai sebuah metode untuk mengevaluasi efek-efek hukum dalam nilai-nilai sosial yang penting. Ilmu Ekonomi memprediksi efek kebijakan terhadap efisiensi. Efisiensi selalu berhubungan dengan pembuatan kebijakan, karena akan selalu lebih baik mencapai semua kebijakan-kebijakan yang ada dengan
∗ Disampaikan pada Seminar Nasional dengan tema “Signifikansi Hukum Islam Dalam Merespon Isu-isu Global”, yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, pada hari Sabtu, 19 Juni 2004 di Medan. ∗∗ Mendapat Sarjana Hukum dari USU (1983), Magister Hukum dari Universitas Indonesia (1994), Doktor dari Universitas Indonesia (2001), Guru Besar Hukum Ekonomi Fakultas Hukum USU (2004), Dosen Fakultas Hukum USU Medan, tahun 1987– sekarang, Dosen Pascasarjana Hukum USU Medan, tahun 1999–sekarang, Dosen Magister Manajemen Pascasarjana USU Medan, tahun 2002, Dosen Magister Kenotariatan Pascasarjana USU Medan, tahun 2002, Dosen Magister Hukum Pascasarjana Univ. Pancasila Jakarta, tahun 2001–sekarang, Dosen Magister Hukum Pascasarjana Univ. Krisnadwipayana Jakarta, tahun 2001–sekarang, Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta, tahun 1997–2000). Penguji Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Indonesia, tahun 2002-sekarang.

1

biaya yang rendah daripada dengan biaya yang tinggi. Pejabat umum tidak pernah menyokong uang yang siasia/pemborosan. Selain efisiensi, Ilmu ekonomi yang juga memprediksi efek dari kebijakan-kebijakan dalam nilai penting lainnya adalah distribusi. Diantara penerapan ilmu ekonomi itu terhadap kebijakan publik adalah penggunaannya untuk memprediksi siapa sebenarnya yang dibebankan berbagai macam pajak. Lebih daripada penelitian ilmu-ilmu sosial, ahli ekonomi memahami bagaimana hukum memberi dampak terhadap distribusi pendapatan dan kesejahteraan disegala lapisan sosial. Sementara ahli ekonomi seringkali merekomendasikan perubahan untuk peningkatan efisiensi, mereka mencoba menghindari sengketa tentang distribusi, biasanya memberikan rekomendasi tentang distribusi kepada pengambil kebijakan (policy makers) atau pemilih (voters). Mengapa ahli hukum sebaiknya mempelajari ekonomi ?, Mengapa pula ahli ekonomi sebaiknya mempelajari hukum ? (hal 7) Analisa Ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) adalah suatu bidang ilmu interdispliner yang meliputi dua bidang ilmu yang luas dan juga pemahaman yang lebih dari keduanya. Ekonomi membantu kita untuk melihat hukum dari cara yang baru, salah satunya adalah sangat berguna bagi ahli hukum dan bagi siapa saja yang tertarik dalam persoalan kebijakan publik. Ketika kita memusatkan perhatian bahwa apakah ekonomi dapat membawa sesuatu kepada hukum, kita juga sebaiknya menemukan bahwa hukum membawa sesuatu kepada ekonomi. Analisis ekonomi seringkali mengambil peran untuk dijaminkan pada lembaga hukum (legal institutions) seperti properti dan kontrak, dimana memberi dampak ekonomi. Disamping itu, ahli ekonomi dapat mempelajari teknik-teknik dari ahli hukum. Ahli hukum meluangkan banyak waktu mereka untuk mencoba menyelesaikan masalah-masalah hukum, dan teknik analisa hukum dibentuk oleh kepatuhan untuk beracara. Hasil dari suatu perkara sering diberikan tanda-tanda yang digunakan untuk menggambarkan fakta-fakta, maka mahasiswa hukum mempelajari sensitivitas untuk membedakan hal-hal yang bersifat lisan. Bidang-bidang yang termasuk dalam ruang lingkup hukum ekonomi 1. 2. 3. 4. 5. Teori Ekonomi tentang Hukum Kekayaan (an economic theory of property) Teori Ekonomi tentang Hukum Kontrak (an economic theory of contract) Teori Ekonomi tentang Hukum Kerugian (an economic theory of tort law) Teori Ekonomi tentang Proses Hukum (an economic theory of the legal process) Teori Ekonomi tentang Kejahatan dan Hukuman (an economic theory of crime and punishment)

=========================================== Source : An Introduction to The Malaysian Legal System

HUKUM ISLAM
Defenisi Syariah dan Hukum Islam (hal 133) Syariah (bahasa arab yang secara literatur diartikan jalan menuju surga) adalah hukum Islam yang disucikan sebagai ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad dalam Al-quran dan Sunnah. Keseluruhan merupakan perintah yang berasal dari Allah, yang mengatur kehidupan muslim dalam segala aspek meliputi kewajiban langsung kepada Allah, dan hubungannya dengan sesama dan lingkungannya. Syariah, meliputi seluruh bagian kewajiban agama dan etika, moral, dan aturan hukum, lebih dari suatu sistem hukum (legal system), hukumnya bersifat mutlak (strictly). Syariah adalah “sebuah jalan”. Dalam Islam,

2

Allah sendiri yang punya kekuasaan/kedaulatan dan mempunyai hak untuk menakdirkan pedoman hidup manusia. Hukum Islam yang dimaksud memiliki arti aturan hukum yang merupakan bagian dari syariah dan berperan sebagai peraturan yang sesuai dengan prosedur yang digambarkan dalam konstitusi negara dan federal. Hukum Islam yang diterapkan di Malaysia adalah Mazhab Syafii, sebagaimana yang dimodifikasi oleh Hukum Adat Melayu. Sumber hukum Islam yang diterapkan di Malaysia ini terbagi dalam dua kategori besar yaitu : 1. Sumber Pokok (primary sources) a. b. 2. Al-Qur’an : Firman Allah, dan Sunnah : aturan yang berasal dari tradisi/kebiasaan nabi, contoh perkataannya atau aturan Nabi Muhammad Ijma : kesepakatan ahli hukum dalam suatu masa dalam menetapkan aturan hukum, dan Qiyas : berasal dari alasan-alasan ijtihad atau analogi.

Sumber Sekunder (secondary sources) c. d.

Latar Belakang Sejarah Hukum Islam di Malaysia (hal 134-135) Islam masuk ke Malaka pada 1414 ketika Parameswara, Pangeran Palembang yang menemukan Malaka, menikah dengan seorang putri Islam dari Pasai, memeluk agama Islam dan diberi nama Iskandar Shah. Malaka dibangun sebagai pelabuhan internasional dan kekuasaannya melewati semenanjung Melayu dan termasuk kepulauan pada abad kelimabelas, Islamisasi penduduk membuat Malaka menjadi pusat Islam sampai jatuh ketangan Portugis pada 1511. Kedatangan Islam merupakan salah satu momentum pada sejarah kepulauan melayu. Pengaruhnya sangat besar dan meresap kedalam masyarakat, budaya, politik dan hukum. Dalam masalah politik hukum, Islam menggantikan sistem devaraja Hindu atau bersifat ketuhanan melalui sistem kesultanan. Sultan dipilih sebagai khalifah atau wakil Allah yang harus memerintah sesuai dengan Hukum Allah, atau syariah. Dua hal yang bekerjasama : Islam mendukung dan posisi sultan yang kuat yang didalamnya berdasarkan Islam sebagai bentuk penegakan ajaran agama. Sebelum kedatangan Islam, Melayu mengikuti hukum kebiasaan atau adat yang dipengaruhi oleh budaya Hindu. Kedatangan Islam merupakan awal untuk memperkenalkan syariah dan untuk memodifikasi hukum adat Melayu agar didasarkan ajaran Islam (sebuah proses yang berlanjut sampai sekarang). Proses Islamisasi dapat dilihat dalam sejarah Melayu. Sebagai contoh, versi pertama kali adalah Risalat Hukum Kanun atau Undang-Undang Malaka (laws of Melaka) yang berisikan hukum kebiasaan/adat, dimana versi sekarang menunjukkan perpaduan antara hukum kebiasaan/adat dengan prinsip-prinsip Syariah, sebagaimana yang dituliskan dalam Abu Shuja’s At-Taqrib, Ibn Al-Qasim Al-Ghazzi’s Fath Al-Qarib, dan Ibrahim Al Bajuri’s Hashiya Ala’l Fath Al-Qarib. Setelah Malaka jatuh, versi Undang-Undang Malaka diadopsi di negara Melayu yang merupakan wilayah terakhir Kerajaan Malaka. Disini juga menunjukkan pengaruh syariah. Sebagai contoh, dalam sejarah Pahang dipimpin oleh Sultan Abdul al-Ghafur Muhaiyuddin Shah (1592-1614) menunjukkan pengaruh kuat syariah ini.hal ini memperkenalkan Pahang adalah Daral Islam (negara Islam), contoh sebuah negara Islam, dan empat puluh dua dari enam puluh delapan artikel didasarkan pada syariah. Sejauh apa dan untuk apa hukum yang luas sebagai gambaran dalam sejarah Melayu yang diimplementasikan tidak secara pasti. Karena itu, gabungan hukum adat Melayu dengan unsur Hindu-Budha ditutup dengan prinsip-prinsip hukum syariah yang dimodifikasi selama periode pemerintahan Inggris yang disatukan dengan kerangka hukum Inggris. Hal inilah pelopor dapat diterapkannya hukum Islam di Malaysia hari ini. Islamisasi hukum adat Melayu dilanjutkan setelah kedatangan Inggris. Sebagai contoh, di Johor, disamping sejarah Johor 1789, yang dibentuk dalam Undang-Undang Malaka, diubah dan dibuat secara kodifikasi syariah yang dibuat oleh Turki dan Mesir. The Majallat Al-Ahkam of Turkey diubah menjadi the Majallah Ahkam Johore dan Hanafi Code of Qadri Pasha of Egypt diubah menjadi the Ahkam Shariyyah Johore. Pada 1890, Sultan Abu Bakar merancang konstitusi untuk Johor yang menunjukkan beberapa pengaruh syariah. Demikian pula, di Trengganu, konstitusi dibuat pada 1911 juga menujukkan pengaruh syariah. Contoh-contoh ini dan kasus hukum menunjukkan bahwa sebelum datangnya Inggris hukum dasar dari pribumi adalah hukum muslim melayu (Malay-Muslim Law). R.J Wilkinson mengatakan : “Disana tidak

3

yang telah melalui permulaan hingga akhir tahun 1970-an berdasarkan rekomendasi komite yang disusun untuk meningkatkan status Pengadilan-pengadilan Syariah. artikel 4 mengatur bahwa supreme law federasi menjadi konsitusi federal. dan dilaporkan dalam perluasan modifikasi dan penyimpangan-penyimpangan prinsip syariah. Hal itu tidak menerangkan. Lebih jauh lagi. dan beberapa kebiasaan atau adat yang memiliki kekuatan hukum. Inggris tidak menyentuh dan mengatur pokok-pokok ajaran agama tetapi.. berdasarkan rekomendasi dari aliansi partai. adanya sistem legislatif yang terpisah dalam berbagai aspek hukum Islam tersebut. yang membagi kepada 3 (tiga) kewenangan yang independen : • Majelis Agama Islam (atau segala variasinya) : bertanggung jawab untuk segala permasalahan yang berkaitan dengan agama Islam kecuali hukum Islam dan Administasi hukum. Hal yang paling penting adalah adanya administrasi yang bersifat umum terhadap Hukum Islam. Islam adalah aliran kiri untuk penegakan ajaran agama. Hal ini diberi nama secara variatif di setiap negara. Administrasi Hukum Islam Hukum Islam merupakan suatu persoalan kenegaraan (kecuali dalam Wilayah Federal Kuala Lumpur.. seperti pada konstitusi Pakistan. sebelum amandemen 1988 yang ditambah. berdasarkan status wilayah. Rekomendasi itu. dan pengadilan yang lebih rendah dibuat untuk penegakan undang-undang federal. yang mengatakan : “. baik bentuk dan prosedurnya. Pengamatan prinsip-prinsip ini tidak boleh membebankan ketidakmampuan terhadap penduduk non muslim yang menyatakan dan menerapkan agama mereka dan tidak boleh menyimpulkan bahwa negara bukan negara sekuler”. Sejarah dan tingkat persoalaan ini dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. yang menjamin hak setiap orang untuk menyatakan dan menerapkan agamanya dan. Kenyataannya. ketentuan yang pertama artikel 3 sekarang dapat diketahui pada artikel 57 dari konstitusi pertama yang dirancang untuk Johor pada masa pemerintahan Sultan Abu Bakar. Pengadilan syariah tidak termasuk. Artikel 3 hanya menyatakan bahwa Islam adalah agama federasi. Tidak seperti undang-undang sebelumnya (yang bermodelkan Undang-Undang Administrasi Hukum Muslim di Selangor tahun 1952) yang menghimpun kekuasaan dalam suatu majlis (atau konsul yang dikenal dengan berbagai nama yang bervariasi).agama Malaysia seharusnya Islam. Justice Abdul Hamid. memperkenalkan hukum Inggris dan membuat hukum yang diterapkan secara umum dalam hukum muslim melayu. Undangundang saat ini. yang pada pokoknya menghilangkan prinsip-prinsip dimana common law dipersiapkan untuk diterima. yang mendefenisikan hanya hukum tertulis. setiap wilayah masing-masing mengikutinya. Lebih jauh jaminan terhadap non muslim bahwa hak privat mereka tidak terpengaruh. Mr.. Negara bertugas hanya pada permasalahan keduniaan. Artikel 121. Ketentuan yang telah ditambah pada rancangan asli dari Reid Constitutional Commission. Labuan. terakhir mereka mengurangi hukum pribadi muslim.. Dia melihat bahwa suatu ketentuan adalah “tidak berbahaya/merusak” karena tidak kurang dari lima puluh negara menerapkan ketentuan yang telah berurat akar dalam konstitusi mereka dan karena itu dimuat dalam semua konstitusi negara melayu. Artikel 3 menjelaskan bahwa “Islam adalah agama federasi”. dan Putrajaya dimana hal tersebut merupakan persoalan federal) saat ini. ayat (1ª) yang menegaskan kekuasaan yudisial federasi pada dua pengadilan tinggi yang berwenang tentang status dan yurisdiksi. Hukum Islam tidak meliputi defenisi hukum dalam artikel 160 dari konstitusi federal. Hal ini membatasi dan berturut-turut secara perlahan membangun hukum syariah secara penuh. yang didukung oleh anggota-anggota komisi keturunan pakistan. Hal ini direkomendasi oleh aliansi partai dalam memorandumnya. di setiap negara. bahwa federasi adalah sebuah negara Islam. tetapi isinya secara subtansi adalah sama. Prinsipprinsip syariah menitikberatkan perhatian pada kewajiban individu yang digabungkan kedalam hukum Inggris. ayat (4) menentukan bahwa tidak ada sesuatu pun dalam artikel yang membawahi dari ketetapan lain dari konstitusi federal. Pemerintahan Inggris memisahkan agama dari negara. coomon law. Islam dan Hukum Islam Pada Konstitusi Federal (hal 143-149) Kesepakatan status dibawah hukum Islam oleh Inggris dilanjutkan setelah kemerdekaan negara federasi melayu. tidak seperti biasa karena dengan suara bulat. 4 .terdapat keraguan bahwa hukum Muslim akan diakhiri menjadi hukum melayu bukan hukum Inggris yang masuk untuk mengujinya”. Salah satu ketetapan adalah artikel 11. hal penting dalam ayat (4) untuk menyebarkannya. Rekomendasi aliansi partai diterima dan artikel 3 dilihat dengan kualifikasi penting bahwa “agama lain dapat diterapkan secara damai dan selaras pada beberapa bagian negara federasi”.

telah diketahui secara umum bahwa Sietem Keuangan Islam melarang menarik bunga pada pinjaman. besar jumlah kompensasi untuk pembiayaan tidak ditetapkan sebelumnya oleh pihak lain dalam kontrak. Keuntungan didapat dari pembayaran sewa atau penjualan kredit direfleksikan. dimana pembiayaan diganti rugi secara legitimasi. Pada tiga dekade terakhir. mereka dapat mempunyai legitimasi untuk memperoleh ganti rugi untuk dirinya sebagai kompensasi dari kesempatan yang hilang. Penyedia modal diperbolehkan pengembalian yang seimbang. telah ada peradaban Islam yang constant selama empat belas abad. dan menjamin hutang untuk setiap individu muslim untuk belajar ke tempat yang lebih tinggi. 1998. Juga mempunyai kekuasaan untuk bertindak sebagai eksekutor dari suatu kehendak dan pengatur daerah makam muslimin. Hayes. dan untuk mengatur seluruh masalah keuangan yaitu bait-ul-mal. Vogel and Samuel L. Risk and Return Author: Frank E. Majelis berwenang untuk memperoleh. Majelis Agama Islam Majelis Agama Islam adalah sebuah lembaga yang memiliki fungsi utama untuk memberi nasehat kepada pembuat peraturan (atau Yang di-Pertuan Agung di negara dan wilayahnya tanpa seorang pembuat peraturan) dalam semua permasalahan yang berkaitan dengan Islam. Pengadilan Syariah akan diuraikan pada Bab 10. Badan ini mewakili seluruh mesjid-mesjid. sebagai faktor waktu. dia telah muncul sebagai salah satu implementasi modern dari system hukum Islam yang signifikan dan penting. mendirikan dan memelihara sekolah-sekolah Islam. Bebas untuk melakukan kontrak pada kegiatan industri dan perdagangan. Contohnya. kewenangan investasi. memegang. wakaf (hadiah untuk ibadah). III Publisher : Kluwer Law International. sama seperti yang diemban oleh patner lain dalam sebuah perusahaan. Meskipun demikian Sistem Keuangan Islam menjadi subjek dari beberapa bentuk kesalahpahaman baik oleh orang muslim maupun non muslim. bahkan secara eksplisit. majelis boleh mendirikan perusahaan dibawah Companies Act 1965 (Act 125). tetapi hal itu menjadi pembagian keuntungan bersih dari usaha. Dalam berbagai bentuk. dan untuk mengumpulkan zakat dan fitrah. dan seluruh kepercayaan. Sebagai contoh. =========================================== Buku : Islamic Law and Finance Religion. dan oleh karena itu subjek dari ketidakpastian.• • Mufti (urusan keagamaan yang tingkatnya paling tinggi) : bertanggung jawab atas ketentuan HukumIslam Pengadilan Syariah : bertanggung jawab atas Administasi Hukum Dua kewenangan yang pertama akan dibicarakan dibawah ini. dan interprestasi terhadap relevansi sumber ini dilakukan oleh pengikutnya. • Dengan cara seperti ini. Uang tidak diperlakukan sebagai komiditi seperti di Negara barat. istilah “bank yang untung (profit banking)” adalah cara yang berguna untuk menggambarkan sistem “ekstensi kredit” dalam dunia Islam. peningkatan agama Islam atau untuk meningkatkan keuntungan kaum muslimin. Hal 1-2 : Struktur dari Sistem Keuangan Islam (Islamic finance) benar-benar berakar/bersumber dari Al. dan menyusun kekayaan yang bergerak dan tidak bergerak. tetapi diperlakukan sebagai penanggung dari resiko. contohnya: • Jika uang diberikan kepada pihak lain untuk digunakan dalam periode waktu tertentu. Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa hukum Islam tidak menolak pemikiran dari nilai waktu dari uang.Qur’an dan ajaran Muhammad. majelis dipercayakan untuk menunaikan kewajiban untuk meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat muslim ke arah yang lebih baik. Tambahan. dan sebuah contoh kasus untuk inovasi dan pengembangan hukum Islam. Pelaksanaannya sehari-hari dilaksanakan oleh Departemen Urusan Agama Islam. dalam negara. 5 . Jika seorang investor membiayai akuisisi dari barang nyata dengan membeli atau menyewakan.

Banyak perusahaan/bisnis menyadari pentingnya untuk menyalurkan kredit konsumernya melalui jumlah uang yang dapat diterima (accounts receivable) . seperti leasing. Dalam kebanyakan kasus. Pada abad pertengahan. kredit tersebut disediakan baik oleh penyedia inventaris (inventory supplier) atau sebuah bank. “The Mit Ghamr Project” didirikan di Mesir pada tahun 1963. Solusi ini sesuai (meets) dengan konsep rekanan yang diwajibkan oleh doktrin dan mirip dengan kontrak pemegang saham perferen (preferred shareholder contract). tetapi memenuhi kebutuhan perusahaan akan pembiayaan jangka panjang dari kebutuhan bangunan dan peralatan untuk mendapat sebuah pembayaran yang wajar. periode modern dari pembiayaan Islam menemukan permulaannya pada kemerdekaan Negara-Negara Muslim setelah Perang Dunia II. Bisnis/Perusahaan Islam dalam kebutuhannya akan kebutuhan inventasi pembiayaan jangka pendek dapat membeli inventaris dalam kredit. yang diikuti selanjutnya dengan “Nasser Social Bank” pada tahun 1971. ketika hamper seluruh dunia Islam berada dalam pengaturan kekuatan barat. karena keduanya berurusan dengan kumpulan umum realita perlengkapan operasi bisnis. timbul pilihan lain. hal ini dianggap sebagai perbuatan yang penuh dosa dan illegal dan sangat dihindari. hal ini dapat diselesaikan melalui beberapa gabungan pinjaman jangka panjang dan modal pemilik. Dalam pengaruh Eropa. Banyak terdapat kesamaan antara system keuangan konvensional dan Islam. Bank dapat membeli inventaris untuk bisnis/perusahaan berdasarkan pada “Janji perusahaan/bisnis (business promise)” untuk membeli inventaris nanti untuk biaya ditambah biaya tambahan yang wajar. rekan pasif membuat kontrak untuk sebuah bagian tertentu dari untung. Dalam salah satu solusi Islam. adalah pembentukan “The Multinational Islamic 6 . Jadi perusahaan/bisnis harus membiayai ekstensi kreditnya dari dana yang dihasilkan dari dalam/ dana yang berasal dari dalam (internally generated funds) atau mengatur agar pihak ketiga untuk membeli barang untuk kepentingan konsumernya dan menjualnya kembali ke consumer dengan harga yang dinaikkan. Lease (sewa) tidak melibatkan bunga formal (formal interest) atau sebuah rekanan pembantu biaya (partnership stakes). Bentuk praktek pembiayaan Islam yang telah dijalankan selama berabad-abad mengalami kemunduran secara besar-besaran selama periode kolonial kerajaan –kerajaan eropa. Sebuah perusahaan /bisnis Islam dapat melakukan hal ini tetapi tidak diijinkan untuk menjanjikan atau menjual jumlah uang (receiveables) tersebut seperti layaknya pembiayaan konvensional karena hal tersebut bukan aset nyata. Hal ini mengilhami ajaran/pendapat sentral dalam hukum agama Islam yang menyangkut perjanjian komersial seperti sebagian besar bagian agama seperti hukum perkawinan. tetapi disana ada perbedaan penting. Jika sebuah perusahaan/bisnis tidak ingin mengurangi kepemilikannya dengan membawa masuk rekanan lain. Inventaris pembiayaan/pembelanjaan adalah syarat umum baik dalam ekonomi islam maupun konvensional. Dengan cara mengekspos para pemiliknya baik untuk perbaikan peningkatan potensi dari pengembalian modal jika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan untuk menreduksi nilai jika hasilnya mengecewakan. Tonggak bersejarah berikutnya.sama seperti perusahaan/bisnis Islam membiayai pembelajaannya sendiri dari para supplier. Dibawah Hukum Islam. Hukum Islam berasal dari teks yang terungkap dari jaringan dari sebuah norma yang saling berhubungan yang melarang kegiatan pengambilan keuntungan (interest taking) dan kegiatan spekulatif yang tidak pantas. kebanyakan Negara mengadopsi system perbankan barat dan melupakan praktek komersial Islam. Jadi. dimana bagian lainnya diberikan kepada pengusaha yang mengurus bisnis/perusahaan tersebut. • • Hal 4-5: Keaslian dari Pembiayaan Islam Pembiayaan Islam bukan merupakan penemuan dari pergerakan politik para ekstrimis Islam abad ini tetapi berakar dari perintah yang ditemukan dalam Al-Qur’an dan ucapan dari Nabi Muhammad. pertimbakanlah contoh berikut ini: Hal 3: • Kebanyakan perusahaan/bisnis membutuhkan pembiayaan/pinjaman jangka panjang dalam pembiayaan konvensional. dan tidak menentukan bahwa semua perusahaan/bisnis dibiayai seluruhnya oleh modal equity (equity capital).Peraturan Islam mengijinkan perusahan-perusahan/ bisnis untuk memanfaatkan kredit. system keuangan/pembiayaan Islam menempuh jalan yang berbeda untuk tujuan yang sama. Perusahaan/bisnis Islam dapat menggunakan pengaruh keuangan (finance leverage) dalam struktur permodalannya. aset finansial tidak dapat dijual atau dipakai sebagai jaminan. Institusi Pembiayaan Islam pertama yang pernah dicatat. dibawah Organization of The Islamiv Conference.

Development Bank” pada tahun 1973. 7 . sebagian adalah milik publik. Hanya sedikit dana yang dilaporkan kembali lagi ke teluk pada akhir 1996. keleluasaan. Booming minyak telah merubah situasi secara dramatis. kebanyakan pergi ke Bank di Swiss. tidak termasuk aset keuangan dari tiga Negara penganut Ekonomi Islam. Dalam kebanyakan pendapat. banyak yang menyimpan dana mereka tidak berjalan pada “rekening kegiatan usaha yang tidak berjalan (non interest bearing account)” di bank Negara Barat. pengalaman dari perang teluk membuat hal ini jelas. tetapi diinvestasikan langsung ke dalam bisnis. kebanyakan berhubungan investasi barat yang konvensional dan tidak cocok dengan prinsip agama tradisional. Adalah hal yang biasa untuk bank di London ( pusat pasar utama bagi pembiayaan Islam) untuk menaruh $ 100milyar atau lebih atas nama seorang individu yang kaya raya. Gelombang identitas Islam sekarang ini telah menghasilkan dorongan positif lainnya untuk mengadopsi prinsip-prinsip Islam dalam bisnis dan pembiayaan. Sebagian lagi mengelak dari system perbankan seluruhnya. Salah satu pendekataan untuk mengukur besar dari kelompok penyimpanan Islam (Islamic Saving Pool) adalah kumpulan necara dari bankbank Islam yang terkemuka. pertumbuhan masa depan bergantung pada kemampuan insdutri untuk menarik dana para penyimpan dan investor yang sekarang boleh memilih untuk pengembalian yang lebih dan karakteristik resiko dari bankir konvensional dan bankir investasi. karena kegiatan itu terbatas pada beberapa individu saja dan secara umum tidak diperhatikan oleh populasi yang lebih besar. yang telah lama menyediakan kepada orang timur tengah keamanan. Hal 5-6 Pertumbuhan Kegiatan Pembiayaan Islam Ukuran dan jumlah sebenarnya dari pertumbuhan kelompok pembiayaan Islam di dunia sangat sulit untuk diukur. banyak pria-pria muslim yang alim mencari persesuaian antara hidup mereka di dunia yang modern dan ajaran keyakinannya. Selama tahun 70-an banyak institusi pembiayaan Islam didirikan si sejumlah Negara. Lebih jauh lagi. seorang pengamat ahli memperkirakan bahwa lebih dari $ 50 milyar simpanan dilarikan rezim teluk selama krisis teluk antara 1990-91. Tentu saja ada banyak lapisan dari simpanan muslim yang tersedia. Bank Islam telah membuat kesemibangan itu terwujud di dalam dunia bisnis. Kenaikan dramatis dalam pendapat minyak di tahun 1970-an telah membawa tingkat kekayaan dan kelebihan simpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada populasi dari beberapa Negara timur tengah yang kaya akan minyak. Akhir dari kolonialisme dan kebangkitan dari kealiman telah memancari kebangkitan kembali dari pembiayaan Islam. Ada sebuah perjanjian umum bahwa dana yang dikelola oleh Bank Islam menunjukan uang yang siap pakai. Sebelumnya hal tersebut. Menolak budaya dan politik barat dan terinspirasi dari kealiman agama. contohnya. menyimpang uangnya di rumah. secara tiba-tiba lebih banyak uang di tangan orang banyak dan pertanyaan tentang bagaimana para pengikut ini harus menginventasikan uangnya menjadi lebih menekan. tetapi kekayaan besar timbul dari booming minyak menanmbah perkembangannya. Iran dan Sudan. sebagian milik pemerintah dan swasta dan sebagian milik swasta. Jumlah yang lebih besar dari penyimpanan langsung secara Islam (Islamic-Directed Saving) di tangan para investor secara individual yang tidak dimasukan/berhubungan ke dalam bank sama sekali. Untuk menarik dana ini dan dana lainnya akan membutuhkan pengembangan dari kesempatan investasi Islam yang menawarkan angka pengembalian yang kompetitif dalam tingkat resiko yang dapat diterima. dana seorang investor yang mempunyai komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip agama. hanya sedikit keluarga yang berpengaruh dan elit saudagar yang mempunyai jumlah uang yang signifikan. Terlepas dari sejumlah komplikasi yang membuat rute ini menjadi tidak menjanjikan. hal ini tidak akan terjadi dalam konteks transaksi keuangan Islam yang dipraktekkan sekarang. beberapa bankir percaya yang kami wawancarai percaya bahwa tingkat pertumbuhan sekarang ini akan susah untuk menopang. hanya sedikit yang tahu tentang mereka bahkan oleh para pemimpin agama. Ukurannya diukur bekisar dari $50 Milyar sampai lebih dari $100 Miyar. sebuah perbandingan dari necara tempat berpijak Bank Islam yang terkemuka dimana beberapa angka dapat dilihat menunjukan pertumbuhan lebih dari 15 % per tahun selama lima tahun terakhir ini. Pakistan. Dengan uang yang dengan gampang ditarik ini. Menurut pendapat mereka. Sepuluh atau dua puluh tahun sebelumnya. dan pengembalian yang kompetitif.

Beberapa diantaranya awalnya segan untuk membuat program deposit Islam dengan struktur pembagian untung karena takut akan menghancurkan rekening konvensial dimana beberapa depositor muslim tidak menerima bunga. Berbagai penjelasan tentang hal ini terlihat dari wawancara dan tulisan yang ada. dimana banyak Bank Islam dan investor lainnya mempunyai deposit yang besar. Mungkin penjelasan yang sering dikutip adalah fakta bahwa Bank Islam tidak mempunyai pusat loket diskon bank (Sentral Bank Discount Window) untuk dialihkan apabila mereka membutuhkan lukiditas dengan cepat dan tidak ada prpgram penjaminan simpanan untuk menjamin kepentingan penyimpan dan membantu mencegah panic bank runs. Strategi investasi jangka pendek dari bank Islam ini bisa jadi merupakan jalan buntu. Penjelasan lain untuk penyebabnya adalah kapasitas yang terbatas dari institusi-institusi ini untuk berusaha melakukan analisis kredit yang teliti yang dibutuhkan untuk investasi yang agresif. Transaksi ini meliputi. tetapi hal tersebut mewakili porsi kecil dari keseluruhan kumpulan investasi dan secara histories berkonsentrasi dalam portfolio dari para penjaja yang inovatif. banyak investor Islam mengharapkan Jumlah dana dan lapangan yang sama seperti bank konvensional. diluar dari pemasukan tambahan pemilik. Dari wawancara di lapangan diperoleh bahwa investor Islam di timur tengah lebih menolak resiko daripada investor lain diamanapun. sebuah situasi yang benar-benar tidak berkelanjutan (unsustainable). Penelitian kami menunjukan bahwa kebanyakan dana para muslim terbatas pada investasi jangka pendek dengan resiko yang rendah. Walaupun Bank dan Pembiayaan Islam sering diakitkan oleh para ekonom Islam dan lainnya sebagai pembiayaan pembagian untung. tapi telah tercatat bahwa sebagian besar dana Islam ditujukan pada Markup (biaya yang dinaikkan) jangka pendek yang mempunyai untung yang tipis. pernyataan baru-baru ini oleh sarjana Islam yang disegani dapat memenuhi hal tersebut. Investasi juga tersebar dalam rekanan pembagian untung yang disebut dengan mudaraba dan musharaka. Beberapa bank Islam terpaksa memberi subsidi distribusi keuntungan kepada depositor diluar dari bagian keuntungan pemilik bank atau dalam beberapa kasus. 70% dari keuntungan ini menjadi milik depositor dan 30 % menjadi milik pemilik bank. Sedikit Bank besar yang dimiliki oleh orang timur tengah mendominasi pasar ini. investasi jangka panjang (yang relative lebih menguntungkan) menciptakan kekhawatiran ketidakcocokan antara aset dan kewajiban. Dalam prakteknya. sebagian besar. Jika skenario buram ini tidak cukup memotivasi para bankir dan investor untuk bergerak kearah hasil yang lebih menguntungkan (higher yielding) walaupun dengan resiko investasi yang lebih besar. Sehingga dapat dimengerti kalau mereka ragu-ragu untuk masuk sedalam investasi jangka panjang kecuali mereka percaya diri dan telah mengerti dengan benar resikonya. Beberapa Sarjana Islam barubaru ini menyangsikan pada penerimaan dari salah satu bentuk pembiayaan Islam yang paling sering digunakan yaitu tipe perdagangan pembiayaan Murabaha yang dilakukan di London. Dar Al. Saudi American Bank. Biasanya.8 Produk Bank Sekarang ini Dibandingkan investor konvensional.Perantaraan Pembiayaan ( Financial Intermediary) Seperti telah dijelaskan sebelumnya. tetapi dalam kondisi saat ini. Al. Prinsipnya dalam bentuk membiayai usaha untuk inventaris yang diselesaikan melalui kontrak yang jumlahnya dinaikkan (murabaha) seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dimana bank membeli inventaris dari supplier dan menjual kembali barang itu kepada konsumen dengan harga yang meliputi biaya yang dikeluarkan bank ditambah penambahan biaya. potensi dari Pasar modal Islam tidak begitu saja dilupakan oleh Institusi pembiayaan baik yang dimiliki oleh penduduk asli maupun oleh orang asing yang beroperasi di Negara-negara dengan populasi Muslim. terlepas dari persyaratan akan pemberitahuan penarikan kembali yang cepat (Advance withdrawal notice) yang seharusnya diberikan oleh nasabah Investasi Islam. sehingga wajar apabila mereka tidak percaya diri mereka hanya bertahan pada persetujuan jangka pendek. dan di kegiatan penyewaan yang disebut dengan ijara. perjanjian perdagangan pembiayaan antara Investor Islam dan Peminjaman modal ( perusahaan) multinasional yang terkenal yang mencaru peminjaman modal kerja berbiaya rendah 8 . Hal 7. Depositor dalam beberapa bank Islam hanya dapat untuk mendapat untung/pengembalian sebanding dengan apa yang ditawarkan oleh bank konvensional atas biaya dari pemilik bank. nasabah Muslim saat ini mempunyai relatif sedikit kontrak investasi yang dapat diterima untuk dipilih.Mar. Selisih keuntungan dalam kontrak ini terlalu tipis untuk mendukung pengeluaran tambahan dan menghasilkan keuntungan dasar yang cukup (bottom line sufficient profit) untuk memuaskan pemilik bank dan para depositornya. Kleinwort Benson. Citibank. Ditambah beberapa Bank komersial lokal dan asing yang mempunyai operasi Islam yang substansial termasuk National Commercial Bank. dll. termasuk Al. dan Kuwait Finance House.Rajhi.Baraka. Hal ini sebagian diakibatkan oleh goncangan seperti keruntuhan Soukh al –Manakh ( Bursa efek Kuwait) dan kegagalan BCCI. Hingga kini.

Swiss. “The evolution of Corporate Gonernance in the United States. Gregory dan Marsha E. Davos. bahkan secara konstrukstif. Paradigma ini sangatlah sederhana: Para manajer (pengelola) bertanggung jawab kepada dewan komisaris dan dewan komisaris kepada pemegang saham. istilah ini dapat digunakan untuk menggambarkan peran dan praktik dari dewan direksi. seperti juga kerja dari pasar untuk mengontrol perusahaan. Dikatakan. turki dan uni emirat arab. Paskitan dan Sudan Pemerintah yang merangkul system bank Islam sebagai kebijakan nasional sementara itu tetap mendukung dual banking tracks cthnya: Bahrain. Tidak ada lagi halangan kecil pada kelanjutan pembangunan pembiayaan islam. Para investor beralih kepada pada tingkatan tertentu memilih jangka waktu yang lebih lama. oleh karena itu sekarang ada gerakan untuk menjauhi jenis investasi murabaha dalam bentuk apapun. Istilah ini juga dapat mencakup segala aturan hukum yang ditujukan untuk memungkinkan suatu perusahaan untuk dapat dipertanggung-jawabkan di depan para pemegang saham perusahaan publik.( multinationals seeking lower cost working capital loans). jasa dan penyedia sumber daya manusia. Tanpa kepemilikan. 3. Secara lebih sempit. dan juga dapat mengacu kepada keaktipan pemegang saham.” yang dibacakan di depan Forum Ekonomi Dunia. dari inventaris. Pemerintah yang tidak mendukung maupun melarang system Bank Islam dalam yuridiksinya cthnyam Mesir. yaman. Sewa mempunyai beberapa keuntungan yang sama sepeti menjual dalam pembolehan pengakuan dari factor waktu dalam mengatur harga. Istilah tersebut dapat mencakup segala hubungan perusahaan: hubungan antara modal. Istilah ini dapat juga mengacu pada praktik audit dan prinsipprinsip pembukuan. didasarkan kepada pandangan bahwa dewan direksi merupakan agen para pemegang saham untuk memastikan suatu perusahaan untuk dikelola guna kepentingan perusahaan tersebut. dan mungkin Indonesia Pemerintah secara aktif mengecilkan kehadiran system bank Islam secara terpisah cthnya Saudi Arabia dan oman. Kuwait. dengan cara ini menghindari ketidakpraktisan dan debtor partial rules yang menyertai kelalaian dalam hukum syariah. Dan para investor dapat menganggap sewa sebagai penggabungan beresiko rendah (incorporating lower risk) karena para investor menguasai hak property sampai kontraknya berakhir. investasi yang lebih menguntungkanm mereka menunjukkan pilihan pada lease/sewa (ijara) diatas kontrak lainnya. Millstein. Hal 13 Potensi dari Bank dan Pembiayaan Islam. Walaupun kontrak multi milyar dollar ini popular untuk beberapa tahun. Adapun sebutan yang tepat untuk definisi ini adalah: Pengelolaan perusahaan berkaitan dengan hubungan antara manajer perusahaan dan pemegang saham. porperti dimiliki kembali. pelanggan dan bahkan masyarakat luas. produk. Jika ada kelalaian/wan prestasi. Hukum Ekonomi Konvensional: Pelaksanaan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal I Grup Penasehat Bisnis Sektor Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengenai Pengelolaan Perusahaan1 membuat satu laporan mengenai prinsip-prinsip umum dari pengelolaan 1 Holly J.Simms menguraikan istilah “pengelolaan perusahaan” dari Ira M. singapura. Hal ini bukan berarti tidak ada lagi halangan. bahwa istilah “pengelolaan perusahaan” memiliki banyak definisi. Pemerintah yang merubah system keuangannya kepada bentuk Islam cthnya Iran. Secara singkat istilah pengelolaan 9 . perjanjian ini dianggap tidak lebih sebagai peminjaman konvensional jangka pendek dengan kurs bunga yang ditetapkan sebelumnya yang tergabung dalam harga dimana peminjam membeli kembali invetaris. banyak keraguan bahwa bank benar-benar menerima barang kepemilikan (possession). Transaksi Murabaha “sintetis” ini tidak dapat diterima oleh para muslim yang saleh. 2. Hal 11 Pengaruh Pemerintah Beberapa jenis pemerintah: 1. sebuah kondisi kunci untuk murabaha yang diterima sesuai dengan agama. 4. Malaysia. Brunei. (2 Pebruari 1998).

” 3 yang sekaligus menjadi salah satu prinsip OECD dalam pengelolaan perusahaan. kerjasama. Gregory dan Marshal E.perusahaan (corporate governance) dari pandangan sektor swasta dengan menitikberatkan pada “apa yang diperlukan oleh suatu pengelolaan untuk menarik modal. Holly J. Gregory dan Marshal E. direktur dan pemegang saham perusahaan. 2 Laporan Millstein itu dimuat dalam Business Sector Advisory Group. pemastian bahwa perusahaan memenuhi kewajiban hukum dan peraturan lainnya yang menggambarkan penilaian masyarakat. Op . bahwa agar good corporate governance dapat dimengerti dan diterapkan dengan baik.cit. 5 Ibid. pertama. istilah tersebut berkaitan dengan hubungan antara pengelola (manajer). Tujuan Prinsip Keterbukaan Pentingnya prinsip keterbukaan dalam pasar modal. hal. jika intervensi tersebut terfokuskan pada empat bidang. Op. Ira M. 12-13. peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal harus diupayakan dapat berjalan dengan baik. kliring dan penyelesaian transaksi. Simms. Simms. Bapepam. juga telah ditekankan oleh hasil studi International Federation of Stock Exchanges (FIBV) pada tahun 1998. Gregory dan Marsha E. bahwa “kerangka pengelolaan perusahaan harus dapat memastikan bahwa pengungkapan informasi yang akurat atau tepat dilaksanakan berkaitan dengan materi yang menyangkut perusahaan. 7 Ibid. maka perlu dicermati kajian yang dilakukan oleh OECD terhadap prinsip-prinsip utama corporate governance. pelayanan terhadap nasabah dan teknologi. 6 Bapepam. 12. hal. 2 Dalam laporan Millstein itu disebutkan. juga sesuai dengan pernyataan Bapepam. Cetak Biru Pasar Modal Indonesia yang dibuat Bapepam. Secara luas. 8. tersebut termasuk prinsip keterbukaan. Untuk mewujudkan kondisi tersebut. berkinerja secara efisien. Simms. Kedua. dimana diantara strategi tersebut ditekankan. 8 Perlu diingat. Istilah tadi juga dapat mencakup hubungan antara perusahaan itu sendiri dengan pembeli saham dan masyarakat. Ketiga. hal. bahwa salah satu penyebab rentannya perusahaan-perusahaan di Indonesia terhadap gejolak perekonomian adalah lemahnya penerapan good corporate gonernance dalam pengelolaan perusahaan. “Report to the OECD on Corporate Governance: Improving Competiveness and Access to Capital in Global Markets (April 1998). 8 Di samping untuk meningkatkan keterbukaan. 3-4. Cetak Biru Pasar Modal Indonesia 2000-2004..cit. kepemilikan dan kepemimpinan dari suatu perusahaan. (Jakarta: Bapepam. cit. 6 Upaya mencapai good corporate covernance tersebut. 15. Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan University of South Carolina.” Laporan tersebut diketuai oleh. jenis instrumen yang diperdagangkan. 10 .” makalah disampaikan pada “Lokakarya Pengelolaan Perusahaan (Corporate Governance). aturan pendaftaran dan praktik pribadi yang memungkinkan perusahaan menarik modal masuk. 3 Tiga bidang lainnya ialah .17. Op. Gregory dan Marshal E. pasar modal dimana-mana cenderung meningkatkan hal-hal yang antara lain terkait dengan keterbukaan. hal. menghasilkan keuntungan dan memenuhi harapan masyarakat secara umum dan sekaligus kewajiban hukum. juga menetapkan strategi pengembangan pasar modal. Salah satu bidang diantara tiga bidang lainnya adalah bidang “transparansi. Diuraikan Holly J. 1999).Simms diuraikan dengan pandangan definisi yang luas maupun terbatas. intervensi pemerintah dalam masalah pengelolaan perusahaan akan menjadi cara yang paling efektif dalam rangka menarik modal. Millstein (“Laporan Millstein”). pemastian adanya perlindungan atas hak-hak pemilik saham minoritas dan asing. Keamanan dan kualitas jasa yang tinggi tersebut diperlukan untuk menarik sumber daya domestik untuk terlibat di pasar modal dan juga merupakan tuntutan perusahaan tersebut oleh Holly J. pengklarifikasi peran dan tanggung jawab pengelolaan serta usaha-usaha yang dapat membantu memastikan kepentingan pengelolaan dan kepentingan pemilik saham untuk diawasi oleh dewan direksi. Jakarta. Upaya tersebut harus didukung dengan peraturan yang cukup berkenaan dengan pelaksanaan prinsip keterbukaan. peraturan. 14-16. juga adalah untuk meningkatkan infrastruktur pasar. istilah “pengelola perusahaan” dapat meliputi kombinasi hukum. hal. termasuk situasi keuangan. Disebutkan dalam rangka menuju milenium ketiga orientasi pengembangan pasar modal dunia adalah menciptakan pasar modal pasar modal yang likuid dan efisien. Holly J. dan pemastian diberlakukannya kontrak yang adil dengan penyedia sumber daya/bahan. Secara terbatas.7 Oleh karena itu. “Pengelolaan Perusahaan (Corporate Governance): Apa dan Mengapa Hal Tersebut Penting. tanggal 4 Mei 2000. 4 Prinsip transparansi tersebut menyatakan. agar apa yang menjadi tujuan prinsip keterbukaan dapat dicapai. kinerja. hal.”5 Berkaitan dengan prinsip-prinsip umum pengelolaan perusahaan yang baik oleh OECD tersebut. 4 Ibid. berkembangnya suatu pasar modal sangat tergantung pada kemampuan lembaga-lembaga yang ada di pasar modal tersebut untuk memberikan keamanan investasi dan kualitas pelayanan yang tinggi. penentuan fakta materiel yang mempengaruhi harga saham dan perbuatan menyesatkan. hal.

John Downes dan Jordan Elliot Goodman. 11 E. 721-722. hal. “Market Failure and the Economic Case for A Mandatory Disclosure System. hal. Untuk mengaktifkan bursa.S. dengan persetujuan Senat. Ketujuh anggotanya. menetapkan tarif diskonto. 1977).11 Sebagai salah satu indikator ekonomi. mengawasi pencetakan uang di percetakan uang. 1. Aspek-Aspek Hukum dan Potensi Pasar Modal di Indonesia. 1984). Rose. Sumantoro. Bank-bank nasional menjadi pemegang saham dari Federal Reserve Bank di wilayah masing-masing. Gramedia. menetapkan persyaratan cadangan bagi bank-bank anggota. Money and Capital Market The Financial System in an Increasingly Global Economy. 13 Hancurnya pasar modal Amerika Serikat pada tahun 1929 juga mempengaruhi bursa efek di Hindia Belanda. 12. Challenge of A Generation Beyond the Crash of 87. 1989). mengungkapkan bahwa pasar modal yang mengembangkan sistim yang aman dan efisien terbukti lebih menarik bagi investor domestik maupun asing. hal. 232. Jawaban ini akan menghasilkan empat tuntutan. Prinsip keterbukaan sekarang ini bukan merupakan hal baru. 40. Dewan menetapkan kebijakan Federal Reserve System mengenai maslah-masalah kunci seperti persyaratan cadangan dan peraturan perbankan lainnya. Leonard J. Jr tentang perlunya sistim keterbukaan yang wajib. 1988). Teori yang lebih sederhana dapat menjelaskan dimana sistim keterbukaan difokuskan. (New York : Institute of Finance New York.” Burg’s menyebutkan bahwa terdapat 5 (lima) unsur yang harus dikembangkan dalam kualitas hukum supaya membuat pembangunan lebih baik. karena informasi memiliki berbagai karakteristik dari suatu barang umum (public good).” Journal of International Law and Policy (Vol. Jr. Kurangnya ketersediaan tersebut berarti bahwa informasi yang diberikan emiten tidak akan diverifikasi secara optimal dan bahwa kurangnya upaya diberlakukan terhadap Ibid. hal. Theberge dalam tulisannya “Law and Economic Development. Dengan UUPM ini diharapkan dapat dilaksanakan guna berperannya pasar modal secara strategis dalam pembangunan ekonomi. maka penelitian saham cenderung kurang tersedia. Hal ini dapat dibandingkan dengan studi yang dilakukan Burg’s mengenai hukum dan pembangunan sebagaimana dikutip Leonard J. yaitu stability. 1980). Federal Reserve System dianggap sebagai satuan kerja yang mandiri. dan semua bank nasional dan negara bagian yang menjadi bagian dari sistem. 12 Bandingkan. predictability (kepastian) dan fairness (keadilan). Hasil riset International Organization of Securities Commissions (IOSCO). Federal Reserve Board (FRB) 10 memformulasikan kebijaksanaan moneternya dengan mengikuti 12 indikator ekonomi. 9. 4. (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. Selanjutnya UUPM sebagai hukum yang diharapkan menciptakan keteraturan mekanisme pasar modal. Pasar Modal Indonesia Retrospeksi Lima Tahun Swastanisasi BEJ. “Law and Economic Development. 14 Pertama. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. 1989). FRB adalah dewan pimpinan Federal Reserve System. bertindak sebagai lembaga kliring untuk transfer dana di seluruh sistem perbankan. hal.13 Untuk lebih memahami pembenaran prinsip keterbukaan tersebut. 13 Tentang Bursa dan kemudian ditetapkan sebagai Undang-Undang Bursa No. Boston : Dowjones . cit. (Jakarta : Ghalia Indonesia. posisi pasar modal dalam menunjang perekonomian nasional mempunyai peran yang strategis. 9 10 11 . maka dibutuhkan suatu Undang-Undang yang dapat mendukung pasar modal. hal. 14 John C. harus mengandung stability (stabilitas). Peter S. bahwa pasar modal dapat membantu ramalan dan bentuk bisnis yang akan datang. (Jakarta: PT. 34. perlu pengaturan yang dapat mengembangkan pasar modal menjadi efisien.Irwin. (Vol. pada 1 September 1951 dikeluarkan Undang-Undang Darurat No. Op. Fungsi utama dari Federal Reserve System adalah untuk mengatur pasokan uang nasional. sebagaimana tuntutan perlunya prinsip keterbukaan dalam pasar modal Amerika Serikat untuk menyelamatkan pasar modalnya dari kehancuran akibat terjadinya great depression tahun 1929. diterjemahkan oleh Soesanto Budhidarmo. 1996). Menurut Burg’s unsur kualitas stability dan predictabilty merupakan persyaratan supaya sistim ekonomi berfungsi. Selama bertahun-tahun FRB telah merumuskan. mengetatkan atau melonggarkan tersedianya kredit dalam perekonomian. 24. yang kemudian direalisasikan dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM). hal. 79. Keperluan pengaturan tersebut juga mengingat pasar modal telah lama dipandang sebagai barometer dalam hakekat bisnis. dapat diikuti pengamatan Jonh C.dari investor internasional. hal. 182. 9 Oleh karena itu. Apalagi resesi ekonomi dunia ini disusul Perang Dunia II tahun 1939 serta masuknya Indonesia dalam era penjajahan Jepang dan perang kemerdekaan membuat bursa tidak berfungsi.12 Dengan demikian prinsip keterbukaan dalam pasar modal menjadi isu utama yang harus dikaji. Walaupun para anggota dari dewan pimpinan sistem diangkat oleh Presiden Amerika Serikat dan dikonfirmasikan melalui Senat. fairness. Federal Reserve System adalah sistem yang didirikan berdasarkan Federal Reserve Act tahun 1913 untuk mengatur sistem moneter dan perbankan Amerika serikat.” Virginia Law Review. 24 cabang. hal. diangkat oleh Presiden Amerika Serikat untuk masa bakti 14 tahun. dan meneliti bank-bank anggota untuk memastikan bahwa mereka menaati berbagai peraturan Federal Reserve. 15 Tahun 1952. Coffee. dan mengatur pembelian sekuritas atas marjin. yang diharapkan membuat keputusan yang bebas dari pengaruh politik. Coffee. (Illinois. predictability. Dictionary of Finance and Investment Terns. diantaranya adalah pasar modal. Untuk keperluan ini dan untuk mengembangkan pasar modal.Undang-Undang Darurat ini belum mengatur prinsip keterbukaan dan belum memadai sebagai rambu perlindungan investor atau pemegang saham. education dan the special development abilities of the lawyer. tetapi sudah merupakan sejarah yang panjang dalam dunia pasar modal. Theberge. Para Gubernur diangkat untuk masa jabatan 14 tahun yang semakin memperkuat kemandirian mereka. Federal Reserve System terdiri atas 12 Federal Reserve Banks Regional. Jasso Winarto (ed). Gayed. 182.

15 Dengan perkataan lain. bahwa “informasi yang wajib disampaikan oleh setiap Pihak kepada Bapepam berdasarkan ketentuan Undang-undang ini dan atau perturan pelaksanaannya tersedia untuk umum. Cox. Brian Hufford. (Vol. objektivitas. dan kejelasan dokumen Pernyataan Pendaftaran untuk memastikan bahwa Pernyataan Pendaftaran memenuhi Prinsip Keterbukaan”. 1987). kemudahan untuk dimengerti. 593-594.” Brooklyn Law Review. Paul Minn: West Publishing. Pengamatan Coffee. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang menyatakan. (St. 1991). Ketiga. Hillman. 17 Sedangkan informasi itu sangat berfungsi disebabkan berisi fakta materiel.” Dalam Penjelasan Pasal 89 ayat (1) ini dinyatakan. 18 D. baik dari segi keuangan. masih ada informasi yang dibutuhkan investor rasional untuk mengoptimalkan portofolio sahamnya. 79. 19 Bandingkan dengan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. teori “self-induced disclosure. bahwa “Bapepam wajib memperhatikan kelengkapan. Robert W. Securities Regulation Cases and Materials. namun manajemen masih memiliki kepentingan dalam mengakuisisi penyertaan pemegang saham pada suatu harga diskon. hal. hal. Brown and Company. diperlukan untuk efektifnya sistim keterbukaan sukarela (disclosure voluntary system) sepertinya tidak memuaskan.16 Dengan pemberian informasi berdasarkan prinsip keterbukaan itu. bahwa “yang dimaksud informasi dalam ayat ini. Seperti seseorang atau kelompok investor lainnya. 1991). Jr. Walaupun manajemen dapat dipengaruhi melalui incentive contracty device untuk mengidentifikasi kepentingan diri sendiri dengan maksimalisasi nilai saham. “Deserring Fraud vs. Avoiding the “Strike Suit” : Reaching An Appropriate Balance. Gunanya untuk mengatur pemberian informasi mengenai keadaan keuangan dan informasi lainnya kepada investor. Suatu kelemahan khusus dalam teori tersebut adalah bahwa teori tersebut mengabaikan signifikasi dari kontrol perusahaan dan terlalu banyak menganggap bahwa kepentingan manajer dan pemegang saham dapat diluruskan secara sempurna.19 15 Richard W. London : Little. 55-56. Kedua. Securities Regulation Cases and materiels. Walaupun hasil akhir dari peningkatan upaya yang demikian secara signifikan tidak mempengaruhi keseimbangan dari keuntungan (advantage) antara penjual dan pembeli. 63. antara lain Pernyataan 12 . tujuan yang ingin dicapai ketentuan ini adalah untuk menghasilkan dokumen yang menceritakan kepada pembeli prospektif. Pengkolektipan mengurangi social waste yang sebaliknya bisa timbul dari kesalahan alokasi sumber daya ekonomi untuk mencapai tujuan ini. 16 David L. 1995). Jr tentang perlunya mempertahankan sistim keterbukaan yang wajib tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penerapan prinsip keterbukaan bagi emiten atau perusahaan publik. Bandingkan juga dengan Pasal 89 ayat (1) yang menyatakan. manajemen produksi maupun yang berkaitan dengan kegiatan usahanya. akan dapat diantisipasi terjadinya kemungkinan investor tidak memperoleh informasi atau fakta materiel atau tidak meratanya informasi bagi investor disebabkan ada informasi yang tidak disampaikan dan bisa juga terjadi informasi yang belum tersedia untuk publik telah disampaikan disampaikan kepada orang-orang tertentu. Toronto. 17 James D. hal. prasyarat besar yang ditentukan oleh para teoritis ini. hanya memiliki validitas terbatas. (New York: The Foundation Press Inc. hal. kecukupan. atau bahkan tujuan dari distributive fairness yang lebih umum. dalam pasar modal efisien.(Boston. Keempat. maka masalah akan muncul dimana manajemen dapat keuntungan dengan memberikan sinyal yang salah terhadap pasar. dasar substansial ada untuk percaya bahwa ketidak efisienan yang lebih besar akan terjadi tanpa sistim keterbukaan yang wajib karena biaya sosial yang berlebih akan dikeluarkan investor untuk mengejar laba perdagangan. Securities Regulation Cases and Materials. Donald C.pencarian informasi materiel dari sumber emiten. Karena insentif bagi keduanya mungkin masih kuat. Ratner dan Thomas Lee Hazen. Sistim keterbukaan yang wajib dapat dilihat sebagai suatu strategi pengurangan biaya melalui mana masyarakat akibatnya mensubsidi biaya pencarian guna menjamin baik adanya informasi dalam jumlah besar dan pengujian akurasi yang lebih baik.” yang sekarang populer di antara para teoritisi perusahaan dan sebagaimana diyakini oleh Easterbrook dan Fischel. Jenning dan Harold Marsh. sedikitnya sepanjang manajemen masih dapat melakukan insider trading atau leveraged buyouts. 61. namun hal itu meningkatkan alokasi efesiensi dari pasar modal dan pada akhirnya peningkatan tersebut menunjukkan suatu perekonomian yang lebih produktif. Informasi yang demikian sangat baik diberikan melalui suatu sistim kewajiban keterbukaan. mengenai berbagai hal yang seharusnya diketahui oleh pembeli tersebut sebelum ia membeli suatu saham. yang dapat dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi investor untuk melakukan investasi. Pada kenyataannya.18 Antisipasi tersebut dilakukan dengan adanya sistim keterbukaan yang wajib bagi perusahaan yang melakukan penawaran umum atau perusahaan publik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai keadaan usahanya. Langevoort.

(ed).” Virginia Law Review. 33. Easterbrook dan Daniel R. Metzger. 27 Frank H.cit. yang pada gilirannya mengakibatkan pelarian modal (“capital flight”) secara besar-besaran dan seterusnya dapat mengakibatkan kehancuran pasar modal (bursa saham). Blume. Op. Pengungkapan informasi tentang fakta materiel secara akurat dan penuh akan dapat merealisasikan tujuan prinsip keterbukaan tersebut dan menghindarkan timbulnya pernyataan yang menyesatkan (misleading) bagi investor. Universitas Indonesia. 24 Akibatnya keadaan informasi yang demikian akan menimbulkan ketidakpercayaan investor pada pasar modal. permohonan izin usaha. apabila terjadi “krisis kepercayaan” atau “ketidakpercayaan” investor kepada pasar modal dan perekonomian. 2. yang tujuannya adalah agar kualitas informasi semakin terpercaya dan Pendaftaran termasuk prospektus. Akibatnya pasar dan perekonomian akan rusak secara keseluruhan. Hal ini sesuai dengan pendapat. 70. Posner dan Kenneth E. Beaver. 1996). Illinois : Irwin. hal. a. faktor persepsi tentang suatu hal lebih menentukan perilaku orang dan hal itu sendiri. 25 Michael B. Dengan perkataan lain. Easterbrook dan Daniel R. 1.23 Akibatnya investor sulit mengambil keputusannya untuk berinvestasi melalui pasar modal.cit. Jr. . 296. 673. Lihat juga. bahwa apabila makin jelas informasi perusahaan. Posner dan Kenneth E. 1. Scott. Dengan demikian dapat dipahami. 30 Maret 1988. (Cambridge.” dalam Richard A. 2. “The Nature of Mandated Disclosure. (Homewwod. Scott (ed). hal. Tedapat sedikitnya tiga tujuan ditegakkannya prinsip keterbukaan di pasar modal. (Vol. laporan berkala. hal. 1. Op. waktu. Fischel. 20 Oleh karena itu. hal. Myers dalam Sarlito W. Fischel. Economic of Corporation Law and Securities Regulation. tujuan prinsip keterbukaan yang bertujuan sebagai cara menjaga kepercayaan investor dalam pasar modal adalah merupakan suatu hal yang paling penting. Scott. Kenneth E. “Mandatory Disclosure and the Protection of Investors. tepatnya pada tahun 1929-1934. tempat dan dengan cara bagaimana perusahaan melakukan keterbukaan. 1980).W. 25 Keadaan ketidakpercayaan investor tersebut pernah terjadi dalam pasar modal Amerika Serikat. Toronto: Little. prinsip keterbukaan yang menambah kepercayaan investor atau publik 21 terhadap pasar modal sangat penting untuk diperhatikan. Fischel. dan Dan Rottenberg. maka keinginan investor untuk berinvestasi akan makin tinggi. 20 Frank H.” disampaikan pada Simposium Penjelajahan Trace Baru II. cit. Revolution on Wall Street the Rise and Decline of the New York Stock Exchange. “Mengembalikan kepercayaan masyarakat. Op. Pada umumnya. Easterbrook dan Daniel R. Coffee. Business Law and The Regulation Environment Concepts and Cases. hal. Sarwono dan Acuk Parsudi. Massachusetts. hal. Jeremy J. 296-297.l. 673. Loc. maka investor akan menarik modal mereka dari pasar. mengingat terdapatnya berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan prinsip keterbukaan tersebut. Depok. Sebaliknya dapat mengakibatkan pasar modal tidak efisien atau distorsi. 1986). 26 Marshall E.. Sebab ketiadaan keterbukaan atau ketertutupan informasi akan menimbulkan ketidakpastian bagi investor. Norton & Company. menjaga kepercayaan investor. izin orang perorangan. dan yang lebih penting peraturan prinsip keterbukaan akan mengatur pengawasan.26 yang mengakibatkan investor melarikan modalnya dari pasar modal Amerika Serikat tersebut. Brown & Company. The Economic Stucture of Corporate Law. cit. (New York. 24 William H. 317. 28 Frank H. hal. dalam Richard A. 23 John C. Karena peraturan prinsip keterbukaan secara substansial akan memberikan informasi pada saat-saat yang telah ditentukan. 371. London: Harvard University Press. 21 Di dalam ilmu Psikologi dikenal teori bahwa manusia bereaksi terhadap apa yang dipercayainya sebagai suatu kenyataan dan terhadap kenyataan itu sendiri.22 Argumentasi perlunya prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor tersebut sangat relevan dengan munculnya ketidakpercayaan publik terhadap pasar modal. Fischel. James Barnes. 22 Frank H. 737.Penekanan untuk mencermati pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam pasar modal Indonesia adalah langkah yang tepat dilakukan. Jane P. hal. London : W.27 Untuk mengantisipasi keadaan ini peraturan prinsip keterbukaan harus ditegakkan.28 Pembenaran prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor ini sejalan dengan pengembangan dengan pasar modal di Indonesia. Mallor. Investor tidak dapat memperoleh informasi atau fakta materiel yang akurat. 635. persetujuan dan pendaftaran profesi. dan laporan lain-lainnya”. 2. Easterbrook dan Daniel R. (Boston. 1984). hal. hal. Siegel. 1993). Pertama. Tanpa upaya pembenahan prinsip keterbukaan terhadap masalah-masalah yang timbul akan menjadikan tujuan prinsip keterbukaan itu tidak tercapai. 13 . Selanjutnya ketiadaan atau ketertutupan informasi akan menimbulkan keragu-raguan untuk berinvestasi bagi investor.

Memperhatikan fluktuasi IHSG BEJ dapat diyakini bahwa faktor psikologis juga mempengaruhi turun-naiknya IHSG. dan biaya memperoleh informasi semakin murah. (Vol. Catatan Kolom Hasan Zein Buku Pertama. “CMS dan Pengembangan Pasar Modal Di Indonesia. Kenneth M. Harga saham sebagai komoditas perdagangan.37 Kehancuran pasar modal Oktober 1987 dipengaruhi oleh berita buruk mengenai ekonomi makro. Proposisi. 32 Marzuki Usman. Gramedia Pustaka Utama. Arys Liyas. 649. cit. 157. Loc. terlihat juga di BEJ. pialang maupun investor. dan kantor pusat sejumlah besar perusahaan perpialangan.38 Kenyataan yang terjadi pada kehancuran di Wall Street 39 Amerika Serikat pada tanggal 19 Oktober 1987. 41 Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah Rata-rata harga saham tertimbang dari 30 saham unggul yang diperdagangkan secara aktif. cit. Djoko Koesnadi.33 Pendekatan teknis sebagai aliran kedua setelah pendekatan fundamental. penyebabnya adalah pengaruh faktor psikologis dari investor. atau pasar untuk naik atau turun dengan tajam dalam masa yang pendek. komoditas. Lehn. 51. “Capital Market Theory. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Hasan Zein M. dan nilai dollar serta diperburuk lagi oleh “penyalahgunaan” asuransi portopolio. hal. 854. lebih dikenal dengan sebutan Black Monday. (Jakarta: Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Jakarta. 1. Jenis volatility tersebut memberikan banyak pemahaman tentang ekonomi atas penciptaan pasar. cit. Op. 948. and Price Discovery. Pada gilirannya permintaan dan penawaran merupakan manifestasi dari kondisi psikologis investor. rata-rata ini adalah rata-rata tertua dan paling banyak dikutip dari semua indikator pasar. yaitu fundamental. American Stock Exchange. 1989). dan induksi noise (noise-induced). defisit anggaran federal dan perdagangan. 948. Bandingkan. Cunningham. Lehn. bukan hanya kehilangan rasionalitasnya. hal. 51. 37 Kenneth M. 1995). hal.” Cornell Law review. hal.. Analisis Bursa Efek. Bursa pada dasarnya adalah cerminan mass behaviour. 31 Kenneth M.31 keadaan politik. Dipersiapkan dan diterbitkan oleh Dow Jones & Company. terutama saham industrial tetapi termasuk American Express Company dan American Telephone and Telegraph Company.29 Prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor sebagai pendekatan fundamental. Faktor fundamental bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi harga saham. 30 Lawrence A. hal. 2. (Jakarta: PT. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. seperti psikologis dan emosi juga mempengaruhi harga saham tersebut. khususnya para investor yang potensil atau investor rasional bisa terbawa faktor psikologis dan emosi yang mempengaruhi harga saham. Sebenarnya lokasi New York Stock Exchange adalah dipojok Wall Street dan Broad Street. Mandatory Disclosure. Op. bahwa dari analisis regresi terhadap data dari periode sebelum dan sesudah (deregulasi I 1987. 16-17. dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. 40 Black Monday (Senin Kelam) . hal. tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari pengujian metode kuantitatif yang dilakukan. yang sekali waktu berubah mewakili sekitar 14 .34 Pelaku pasar modal baik analis saham atau penasehat investasi. 1995). 39 Nama umum untuk distrik keuangan di sisi bawah Manhattan di Kota New York. menyatakan bahwa investor adalah makhluk yang irrasional. Banyak orang menyalahkan perdagangan program sebagai biang keladi dari mudah merubahnya keadaan secara ekstrim. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor mengenai tingkat harga saham yang melambung. 74. tetapi juga seringkali melebur identitas pribadi ke dalam identitas kolektif. (Vol. 35 Ibid. hal. akses investor terhadap informasi semakin terbuka luas. Lihat juga. hal. Gramedia Pustaka Utama. hal. defisit perdagangan. dan membentuk kerangka analisis yang berguna untuk menilai efektifitas rencana kebijakan berkenaan dengan kehancuran pasar. Tinjauan Pasar Modal. tampak bahwa hipotesis analisis fundamental sebagai faktor yang menentukan.semakin tepat waktu. Pakto 1988 dan Pakdes II 1988). bahwa harga saham dipengaruhi oleh faktor psikologis tersebut adalah dilatar belakangi oleh kehancuran pasar modal Amerika Serikat pada Oktober 1987. serta kegiatan pasar asing. hal. tentu. Komponennya. 38 Ibid. bukan satusatunya pendekatan untuk memprediksi harga saham. 229. Op. induksi transaksi (transaction-induced). Seperti tingkat bunga. cit. 646. hal. Lehn.32 kebijakan pemerintah dan rumor. Seorang individu yang bergabung dalam suatu massa. Loc. 1998). hal. lokasi New York Stock Exchange. Harris menulis tentang kehancuran pasar modal Amerika Serikat pada Oktober 1987. 34 Ibid. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. dengan membahas tiga jenis volatility 36 harga saham. ABC Pasar Modal Indonesia. “Comment on the Harris paper.” dalam Indra Safitri. 1994). 33 Sjahrir. Berdasarkan hasil penelitian. cit. 1990). 19 Oktober 1987 saat Dow Jones Industrial Average jatuh sebanyak 508 poin (suatu rekor) mengikuti penurunan-penurunan tajam dalam minggu sebelumnya.30 Misalnya berkenaan dengan keadaan ekonomi. 35 Hancurnya penurunan harga saham pada pasar modal Amerika Serikat waktu itu. 172. al. (Jakarta: Go Global Book Publishing Divison Safitri & Co. 36 Volatility adalah ciri suatu harga sekuritas. Sjahrir. 30. Faktor teknis. ed. 948. hal.” Washington and Lee Law Review. 2. (Jakarta : PT.40 Menurut Dow Jones Industrial Average (DJIA) 41 perdagangan 29 Hasan Zein.

110. latar belakang para manajer. bukan dalam dolar. Ratner.3 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum. pertama.C. maka secara populer dinamakan red herring. tetapi kandungan prospektus awal lebih rinci dibandingkan dengan prospektus ringkas.44 atau tombstone. yang wajib diserahkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) terdiri dari prospektus awal (preliminary prospectus) dan dokumen-dokumen pendukung. Dictionary of Finance and Investment Term. Keempat. tanggal 17 Januari 1996 diubah dengan Nomor Kep-43/PM/2000. waktu yang tersedia bagi calon investor untuk melakukan kajian tentang prospek perusahaan menjadi lebih panjang. 44 Dokumen pertama yang diedarkan oleh penanggung dari emisi kepada investor prospektif. David L. ed. Dalam red herring tersebut tidak dicantumkan harga saham yang pasti. 45 David L. fungsi prospektus awal tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada calon investor memperoleh informasi segera setelah Pernyataan Pendaftaran diterima oleh Bapepam. Dalam perkataan lain. dan data esensial lain. 1998). perkara hukum (bila ada). laporan keuangan. dan dimana prospektus bisa diperoleh. hal. Pertanyaan ini didasarkan. hal. Op. Prospektus juga diterbitkan untuk dana bersama yang menjelaskan sejarah. 422-438. jumlah saham yang ditawarkan. Catatan Kolom Hasan Zein. (Jakarta: Go Global Book. Karena bagian-bagian dari halaman muka prospektus sementara dicetak dengan tinta merah. harga penawaran. 46 Indra Safitry. (PT. Misalnya membuat ketentuan yang mengatur adanya prospektus awal. DJIA ini dihitung dengan menambahkan harga-harga penutup dari saham komponen dan menggunakan pembagi yang disesuaikan untuk pemecahan. Dalam pasar modal Indonesia. Securities Regulation In A Nutshell. Fourth Edition.42 II Pelaksanaan Prinsip Keterbukaan Sebelum Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif Pelaksanaan prinsip keterbukaan yang paling awal dalam mekanisme pasar modal sudah dimulai pada saat perusahaan memasuki tahap pra-pencatatan Pernyataan Pendaftaran. defisit anggaran federal dan perdagangan. 43 Prospektus awal tersebut mirip dengan dokumen yang terdapat di Amerika Serikat. tanggal 27 Oktober 2000. Dalam konteks ini muncul suatu persoalan. Paul. judul. Pasar Modal Penawaran Umum dan Permasalahannya. Op. Bapepam bisa menggunakan prospektus awal untuk memacu kontrol sosial atas kualitas keterbukaan emiten. yaitu perlu dibuat suatu ketentuan bagi emiten untuk memberitahukan kapan dan dimana calon investor bisa memperoleh prospektus awal tersebut. 1996). Dokumen atau red herring belum lengkap dalam semua rinciannya. serta kegiatan pasar asing. 43 Prospektus merupakan penawaran tertulis resmi untuk menjual sekuritas yang mencantumkan rencana dari suatu usaha bisnis yang diusulkan. Ketiga.45 Dalam praktek yang terjadi di pasar modal Indonesia. Penerjemah Soesanto Budhidarmo. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. apakah masih perlu diterapkan pemakaian prospektus ringkas tersebut. Oleh karena itu. 42 Ibid. isi prospektus diatur dalam Peraturan Nomor IX. atau fakta-fakta yang menyangkut usaha yang sudah ada dan perlu diketahui oleh seseorang investor agar dapat membuat keputusan dengan pengetahuan yang cukup. 1996). serta rencana (termasuk penggunaan hasil jual dari emisi). 49. tujuan dana. (St. Rata-rata dicatat dalam angka. namun hanya perkiraan harga saja. hal. Sebagian dari dokumen dapat diubah sebelum prospektus akhir diterbitkan. hal 258-259. Citra Aditya Bakti. cit. perlu dibuat ketentuan yang dapat mengambil alih fungsi prospektus ringkas menjadi prospektus awal. Prospektus itu berisikan informasi keuangan dan penjelasan dari sejarah bisnis perusahaan. pejabat perusahaan. Prospektus akhir juga dinamakan offering circular (edaran penawaran). Gramedia. yaitu suatu dokumen yang isinya memberikan informasi terbatas mengenai nama emiten. Kedua. yang disebut dengan red herring. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-51/PM/1996.jatuh sebanyak 508 point. (Jakarta: PT. hal. Op. hal. Pernyataan Pendaftaran (Registration Statement). untuk dividen saham sebesar 10% atau lebih dari nilai peleburan. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Keadaan ini merupakan suatu rekor yang mengikuti penurunan-penurunan tajam dalam minggu sebelumnya. 49. Bapepam perlu mempertimbangkan. cit. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor mengenai tingkat harga saham yang melambung. 51.. walaupun prospektus awal belum memuat informasi tentang harga penawaran dan informasi lain yang berhubungan dengan harga. walaupun kebanyakan fakta penting dari penawaran biasanya sudah tercakup. Dokumen itu memberikan rincian keuangan tentang emisi tetapi tidak memuat semua informasi yang akan tercakup dalam prospektus akhir atau prospektus menurut undang-undang (statury prospectus). operasi. 2. 438.46 15% dan 20% nilai pasar saham NYSE. hal. sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor 134 SEC. 15 . Minn: West Publishing Co. Lihat juga. melalui prospektus awal emiten dapat melakukan kegiatan marketing yang lebih interaktif dan dialogis secara lebih dini. cit. 1992). Red herring ini menyatakan bahwa saham-saham belum lagi dijual dan Pernyataan Pendaftaran meskipun telah diisi namun masih ada kemungkinan untuk diselidiki oleh SEC dan masih banyak kemungkinan untuk dirobah. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Asril Sitompul. 559. hal. Prospektus untuk penawaran umum harus diberikan kepada calon-calon pembeli dari penawaran. Ratner.

walaupun hukum tersebut David L.” Securities Regulation Law Journal. prospektus bertujuan untuk menyediakan informasi penting tentang perusahaan yang melakukan pendaftaran tersebut.51 Prospektus tersebut sangat berfungsi bagi setiap investor untuk memberikan pengetahuan yang cukup dan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan untuk membeli suatu saham. persoalan untuk mendapatkan prospektus tersebut telah menjadi perhatian. yang Pernyataan Pendaftarannya telah diajukan seharusnya diberikan copy prospektus awal dan perubahan prospektus awal. kalau hanya sedikit data yang tersedia dari perusahaan untuk investor. Eisert. dalam Richard A. pialang yang melakukan penjualan selama priode sebelum prospektus menjadi efektif. hal. setiap pialang yang diharapkan untuk menawarkan penjualan saham. ed. Dalam konteks berikutnya ia mengatakan.” dalam Richard A. setiap calon investor dalam penawaran umum perdana seharusnya menerima copy prospektus awal pada saat yang wajar dalam menjelang tanggal efektif. Securities Regulation Cases and Materials. Bila pialang diharapkan untuk menawarkan saham sesudah tanggal efektif. 24. Selanjutnya.cit. cit. bahwa perusahaan akan mendapatkan insentif apabila menyediakan atau mengupayakan informasi tentang perusahaan kepada calon investor. Beaver mengatakan. 47 48 16 . Minn. Posner dan Kenneth E. 49 Edward G. Persoalan tersebut dicoba diatasi berdasarkan ketentuan SEC yang baru dengan menetapkan bahwa. Juga penegakannya harus sesuai dengan hukum lain di luar hukum pasar modal. Dalam praktek perdagangan saham. perlindungan konsumen dan perlindungan lingkungan hidup yang berkaitan dengan informasi penting dan relevan bagi perusahaan. bisa tidak pernah melihat prospektus awal. Ibid. para penjamin emisi harus melengkapi setiap dealer dengan prospektus secukupnya untuk memungkinkan dealer melaksanakan kewajiban penyerahan saham setelah Pernyataan Pendaftaran efektif. 164. Misalnya di Amerika Serikat masalah klausula perlindungan lingkungan hidup secara tegas diterapkan. 1980). 1991). Misalnya. Beaver. dengan melalui audit yang dilakukan akuntan publik untuk meyakinkan investor tentang kebakuan informasi yang diberikan perusahaan. Bierly. ed.50 Pengamatan Beaver tersebut sama dengan pendapat Richard A. hal.47 Di Amerika Serikat. yang mengatakan harga suatu saham akan berubah apabila investor merubah harapannya terhadap harga saham tersebut di kemudian hari. 50 William H. pialang kadang-kadang tidak dapat menyediakan copy prospektus untuk para nasabahnya. 1996). 52 David L. Ratner dan Thomas Lee Hazen. Hal yang sama pernah menjadi persoalan pasar modal Amerika Serikat. Di Amerika Serikat. antara lain mawsalah perlindungan tenaga kerja. Paul. penjamin emisi (underwriter) seharusnya mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mengetahui apakah pihak lain dalam penawaran (termasuk dealers) menerima copy yang cukup dari berbagai versi prospektus untuk memungkinkan mereka melaksanakan persyaratan dan amandemen Peraturan 460. hal. “Legal Strategies for Avoiding Class Action Law Suit Against Mutual Funds. (Vol. Kedua. 294. 51 Richar A. 67. Toronto: Little Brown & Company. Scott. yang berkaitan dengan kegiatan pasar modal yaitu hukum yang mengatur masalah-masalah klausula sosial (social clause). Selanjutnya akan menurunkan harga saham dan meningkatkan biaya modal. pertama. “The Nature of Mandated Disclosure.49 William H. para pihak yang menjamin emisi seharusnya mengambil langkahlangkah yang wajar untuk memberikan prospektus kepada siapa saja yang memerlukannya. hal.Persoalan untuk mendapatkan prospektus yang demikian bukan hanya ada dalam kegiatan pasar modal di Indonesia. Sebagaimana diuraikan Edward G. dimana pada umumnya dalam praktek. (ST. dimana dengan penyediaan informasi itu akan membantu para investor dalam membuat keputusan untuk membeli saham yang ditawarkan.52 Informasi lainnya yang penting dapat dipahami dari perkembangan peraturan pasar modal di negara maju. bahwa penegakan hukum prinsip keterbukaan itu harus sejalan dengan yang diinginkan hukum pasar modal. Economic of Corporation Law and Securities Regulation. 316. empat puluh delapan jam dapat dianggap sebagai suatu waktu yang wajar mempelajari prospektus. 67. Posner dan Kenneth E. dimana perusahaan/emiten harus memuat masalah klausula perlindungan lingkungan hidup yang dipersyaratkan hukum. (Boston. maka mereka pertama sekali harus menerima suatu copy dari prospektus final. Ratner dan Thomas Lee Hazen. Dengan demikian akan meningkatkan risiko terhadap estimasi pendapatan dan dividen dari perusahaan tersebut. maka bentuk atau isi dan saat penyampaian prospektus tersebut kepada calon investor memerlukan pengaturan yang cukup dan dapat bermanfaat sebagai salah satu cara melindungi investor dari penjualan yang curang (fraudulent sales). Op. Ketiga. Bierly. maka hal tersebut akan meningkatkan ketidakpastian dalam melakukan penilaian. Op. Selain itu. Eisert. Scott. 48 Ketiga pemikiran tersebut merupakan jalan keluar yang penting mengatasi persoalan untuk mendapatkan prospektus. hal.

mengatakan bahwa tidak ada perusahaan yang memiliki masa depan yang aman.61 Masalah lingkungan hidup yang menimbulkan bahaya tersebut terbukti dengan banyaknya kematian manusia dalam “tragedi Bhopal” pada bulan Desember 1984. pada waktu dia bekerja di perusahaan Shell. 1989).” Human Rights Quarterly. managerial and political lives of many business. “Disclosure of Environmental Liabilities Under the Securities Laws: The Potential of SecuritiesMarket-Based Incentives for Pollution Control. hal. 1992). Bangun. yaitu kebocoran gas pada instalasi pabrik Union Carbide India Limited’s (“UCIL”) di Bhopal. Wallace. (Vol. 14. 59 Riza Vetri Ferman. hal. cit. 223-224. Bob Reid. Lihat juga. Leo Herzel dan Richard Shepro mengatakan. 57 Thomas Sheriden dan Nigel Kendall. yaitu David L. 63 In Re Union Carbide Class Action Securities. kecuali bila perusahaan tersebut peduli akan lingkungan hidup.N. 1992). Summer M. Selama hari 2-3 Desember 1984 terjadi kebocoran methyl isocyanate (MIC). dalam Ibid. yang oleh Praful Bidwai mengatakan: “if there ever was wretchedly undignifed hideously helpless form of mega-death after Hiroshima and Nagasaki. sebab bahaya yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan hidup tersebut mempunyai akibat potensil kepada masyarakat.Y.cit. hal.. (San Francisco: Sierra Clib Book. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari kerusakan lingkungan hidup. hal. 1093. 17. 61 Ibid. “Protecting Labour Rights in Market Economics. Perry E.D. 233. 53 54 17 .56 Sejalan dengan pendapat tersebut. Miller. 1996). hal.63 dapat dilihat bahwa tragedi Bhopal telah menjadi Securities ftaud class action. 648 F.Y. In fact. 648 F. Perusahaan yang mencemarkan lingkungan hidup dapat ditutup oleh Pemerintah atau menghadapi gugatan ganti rugi dari masyarakat yang besar.53 Misalnya ketentuan mengenai kewajiban dan tanggung jawab perusahaan untuk melakukan keterbukaannya yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan (disclose environmental). Hal tersebut tentu merugikan investor. Supp. Malaysia: International Organization of Consumers Union IOCU. Op. 62 Praful Bidwai. “Setting the Boundaries for Disclosure”. this expanding environmental regulatory sphere is now a constant and imposing precence in the economic.N. hal.58 Tuntutan pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam hubungannya dengan perlindungan lingkungan hidup ini. hal. terdapat pendapat bahwa: “The dramatic growth of environmental regulation has been one of the important recent developments in modern law. Ratner dan Thomas Lee Hazen. 56 Perry E. Gugatan tersebut timbul dari insiden industri terburuk di dalam sejarah. 55 Shawn H. seperti pencemaran dan kerugian lingkungan (environmental damage and pollution). 60 Leo Herzel & Richard Shepro. (Penang. secara khusus lebih memperhatikan risiko-risiko keuangan dan pasar dari pada potensi pertanggungjawaban perlindungan lingkungan hidup (environmental liabilities). 5. 55 Di samping itu. 1985). Elex Media Komputindo. Wallace. yang dapat mempengaruhi harga saham. bahwa dalam satu pandangan mengenai keterbukaan perlindungan lingkungan hidup (environmental disclosure) adalah lebih penting dibandingkan dengan keterbukaan tradisional perusahaan. hal. 1986). 14.” Delaware Journal of Corporate Law. Rosen.bukan hukum pasar modal. (Vol. 58 Ibid. 1093. Martin Abraham. Pengendalian Perusahaan [Corporate Governance]. (Vol. Keadaan demikian membuat posisi prinsip keterbukaan mengenai perlindungan lingkungan hidup perusahaan berbeda dengan kebiasaan keterbukaan perusahaan untuk bidang lainnya. 1322 (S. The Lesson of Bhopal a community Action Resource Manual on Hazardous Technologies. 1993). 618. 483-484. diterjemahkan Anna W. Denstedt dan Scott R.59 dan perusahaan itu sendiri. 1986).” 62 Dalam In Re Union Carbide Class Action Securities.cit. (Jakarta: Penerbit PT. Keterbukaan umum telah menjadi bagian dari undang-undang pasar modal untuk beberapa tahun lamanya. the business community ranks at or near the top of the list.D. Corporate Crime and Violence.T. India. Op. 50. 60 Pentingnya keterbukaan perlindungan lingkungan hidup tersebut disebabkan masalah lingkungan hidup dapat menimbulkan kerugian lingkungan hidup dan polusi yang secara langsung membuat masyarakat cacat serta menimbulkan bahaya yang nyata pada fisik seseorang. this it.54 Pada mulanya perhatian perlindungan lingkungan hidup tidak dianggap sebagai bagian proses due diligence dan keterbukaan. Supp. “Environmental Disclosures And SEC Reporting Requirements.” Washington And Lee Law Review. dikutip Russell Mokhiber. 86.57 Relevan dengan pendapat Reid tersebut Pialang James Capel bahkan menerbitkan indeks penghijauan. 1322 (S. Op. And of those most affected by this impressive growth.

L. walaupun hukum tersebut bukan hukum pasar modal. 233-234. Pada tahun 1970. 19. “Disclosing Environmental Liability Under Federal Securuties Law. dan kedua. Paula C. No. V 1993).000 orang cedera berat. James Cumberland. §78j(b). 1322-23. Ratner dan Thomas Lee Hazen. pernyataan didalam laporan tahunan menyangkut “kualifikasi khusus untuk memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang baku sehubungan dengan bahan kimia pertanian” tidaklah membuat misleading oleh omissions informasi mengenai methyl isocyanate dan bahayanya serta kurangnya keselamatan di Bhopal plant. Lihat juga. dalam pelanggaran Securities Exchange Act and Rule 10b-5. hal.” Preventive Law reporter. hal.” ALI-ABA Course Materials Journal. 14:225. Mosi untuk menolak diberikan. Op. In Re Union Carbide Class Action Securities. (S. hal 1102.N. termasuk terhadap SEC. tanggal 19 Januari 2001. NEPA disetujui sebagai hukum oleh Presiden Nixon. l (1982). 65 Shawn H. 10.D. Pernyataan didalam laporan tahunan Union Carbide yang menyatakan “persyaratan khusus untuk memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang baku berkaitan dengan bahan kimia pertanian” tidaklah dipalsukan.D.D. hal.66 Jadi terdapat suatu keharusan bagi perusahaan atau emiten untuk mengungkapkan informasi berkaitan dengan masalah-masalah lingkungan hidup tersebut demi kepentingan masyarakat. Log. 71 Philip B.100 orang dan 20. Dalam Section 101 ditetapkan.” Delaware Journal of Corporate Law. Andrews. 69 National Environmental Policy Act of 1969. 852 (1970) (codified as amanded at 42 U. Daniel L. memutuskan bahwa. Supp. menciptakan kebijaksanaan nasional yang luas yang didisain untuk melindungi lingkungan. 232 66 David L. 67 Perry E. 1986). kedua. (Vol. 1986). menitikberatkan pada penempatan pengawasan pada “kegiatan federal yang penting” yang mempengaruhi lingkungan secara “signifikan”. Murray dan Eric T. Supp.” yang mewajibkan pemerintah federal untuk: “[co-operate] with state and local government.C. (S. akibat kelalaian menyampaikan informasi tentang keberadaan kurangnya keselamatan utama yang tidak ditemukan dalam survey keselamatan kerja di instalasi pabrik Bhopal atau langkah perbaikan terkait yang diambil. In Re Union Carbide Class Action Securities. hal. and other 18 . F.C. § 10(b). Selanjutnya NEPA menciptakan Council on Environmental Quality (CEQ)/Dewan Mutu Lingkungan.C.Y. Bagby. bahwa kebijaksanaan nasional yang secara luas mengutamakan kepentingan lingkungan. undang-undang pasar modal telah menanggapi keterbukaan dari kegagalan untuk mengungkapkan informasi yang berhubungan dengan perhatian modern. NEPA dibuat tahun 1969 “[t]o declare a national policy which will encourage productive and enjoyable harmony between man and his environment.T. Esq. 1995). 64 Perkembangan yang terjadi sekarang ini. section 10(b) ‘34 Act. to promite efforts which will prevent or eliminate damage to the environment and biosphere and stimulate the health and welfare of man. Title I dari mandat NEPA mengenai “national policy for the enviromental. (Vol. berdasarkan tragedi susulan di Bhopal. 83 Stat. (1982) dan Rule 10b-5 yang telah diumumkan oleh SEC lewat Section 10(b). risiko dan pegawai yang berhubungan dengan methyl isocyanate. 1992). cit. dimana NEPA disebutkan pertama. Denstedt dan Scott R. 15 U. 648 F. Wallace. 648 F. hal. (Summer. 648 F. 70 NEPA hanya terdiri dari 3 halaman dan dianggap lebih singkat jika dibandingkan dengan kebanyakan undangundang lingkungan Amerika Serikat.” makalah disampaikan pada Video Cenference antara University of South Carolina dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia. In Re Union Carbide Class Action Securities. §§77k. hal. Schwartz.” John W. tanggal 16 Januari 2001. penggugat mengajukan berdasarkan tuntutan misrepresentation. Wallace. Atas mosi tergugat untuk menolak atau menerima risalah keputusan. Op. 19 No.. Securities fraud class action tersebut yang telah diajukan menyusul tragedi instalasi pabrik Union Carbide tersebut. India. § 78j(b).71 64 Penggugat mengajukan gugatan dengan menyatakan pelanggaran sections 11 dan 12(2) the 1933 Act.Y. atau akibat kelalaian menyebutkan implikasi finansial tentang kemungkinan kecelakaan akibat methyl isocyanate.” Virginia Environmental Law Journal. Op. gudang. Selain itu. “Environmental Disclosure And SEC Reporting requirements. 1994). Pub. pertama tidak mungkin ada pemulihan/penggantian kerugian berdasarkan omissions didalam pernyataan pendaftaran atau prospektus menghilangkan semua pernyataan yang membuat misleading lewat salah satu omissions. hal. 1322. 1986). secara tegas menetapkan bahwa perusahaan atau emiten harus memuat masalah-masalah lingkungan yang dipersyaratkan hukum. Hakim Keenan Pengadilan District. Miller. 91-190. kewajiban dan tanggungjawab lingkungan hidup tersebut mulai lahir pada tahun 1970-an. “Building Environmental Policy at Different Levels: The National Legislature. hal. 1323 (S. to enrich the understanding of the ecological systems and natural resources important to Nation. cit. Lihat juga.S. ‘34 Act. 93-95. “How Green Was My Balance Sheet ?: Corporate Liability and Environmental Disclosure. 68 Perry E.69 di mana NEPA70 mempersyaratkan lembaga-lembaga pemerintah dalam praktek pembuatan undang-undang mempertimbangkan perlindungan lingkungan hidup.S. akibat kelalaian menggambarkan pabrik. Sections 4321-4370d (1988 & Supp.A. Supp. 15 U.S. 1995). (Vol. 1093.67 yang Di Amerika Serikat. Kim Diana Connoly. 18. “Environmental Impact Statements and Related Environmental Reviews.bahan kimia beracuan yang digunakan didalam produksi pestisida yang menyebabkan kematian sedikitnya 2. Goelzer. 17.” makalah disampaikan pada International Teleconference antara University of South Carolina dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia.. National Regulatory Agencies. 2. and Local Government. hukum lingkungan modern yang pertama. 1322.N.S. ketiga.C.68 Keterbukaan awal dari masalah-masalah lingkungan hidup di Amerika Serikat tersebut adalah satu hasil dari kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh National Environmental Policy Act (NEPA). 4. 483-485. Risa Vetri Ferman. “Management’s Discussion and Analysis and Environmental Disclosure. cit.N. seperti risiko lingkungan (environmental risks).Y. 65 Peraturan pasar modal di Amerika Serikat. 15 U.

78 Perkara dalam National Resources Defense Council. SEC. Rep.. 249 n. 78 380 F. bahwa keterbukaan.”75 Di samping itu. 1976). pada tahun 1979. No. Exchange Act Release No. hal.to foster and promote the general welfare. 380 F. L. Paula C. Supp 689 (1974). (CCH) Fragraf 23. 79 Notice of Commission Conclusions and Final Action on the Rulemaking Proposals Announced in Securuties Act Release No. Exchange Act Release No. Rep.74 Berdasarkan release tahun 1973 ditentukan: “[r]eporting companies were required. 228. 13. dipersyaratkan bila memenuhi undang-undang lingkungan (environmental laws) akan memerlukan pembiayaan modal yang signifikan bagi perusahaan yang melaporkan. Ibid. economic. Inc. dan jumlah biaya yang sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup?81 Kedua. and competitive position of the reporting company and its subsidiaries. Op. hal. Supp 689 (1974). dalam Philip B.. yang menjelaskan syarat-syarat keterbukaan lingkungan hidup yang ada. Inc tersebut para penggugat memberikan alasan bahwa syarat-syarat keterbukaan lingkungan hidup perusahaan yang ada tidak cukup untuk para investor mendapatkan informasi penting yang dibutuhkan untuk membuat “socially responsible” dan keputusankeputusan investasi yang secara finansial baik. dan priode-priode berikutnya yang mungkin dapat dianggap materiel. hal 12. 10116. hal. Loc. 3 Fed. 81 Ibid. 27. 1971). Rep. Andrews. earnings.Untuk itu. Schwartz. L. 1973). 12414 [1975-1976 Transfer Binder] Fed. Inc. Exchange Act Release. 11. telah menuntun SEC untuk membuat aturan lebih lanjut mengenai kebijakan-kebijakan keterbukaan lingkungan hidup..507B (Sept. 5627 Relating to Environmental Disclosure. 1979).”76 Dengan adanya release tahun 1973. 80 Release tahun 1979 adalah suatu usaha SEC untuk menyebarluaskan kebijakan mengenai keterbukaan lingkungan hidup yang ditujukan pada tiga masalah. 3 Fed. 76 Ibid.507 (July 19. SEC mengeluarkan release tahun 1971.77 Dalam kasus National Resources Defense Council. Exchange Act Release No. agar SEC memperluas aturan-aturan keterbukaan lingkungan hidup. dimana SEC telah menambahkan syarat keterbukaan perusahaan untuk melaporkan materi apapun dari fasilitas pengawasan yang diperkirakan sebagai pembiayaan modal untuk sisa tahun fiskal sebelumnya.507A (20 April. 380 F. Supp 689 (1974). Para penggugat juga beralasan bahwa syarat-syarat keterbukaan yang ada tidak cukup menghalangi NEPA untuk menafsirkan undang-undang pasar modal sampai sepenuh mungkin sesuai dengan kebijakan lingkungan hidup yang diakui NEPA. to create and maintain conditions under which man and nature can exist in productive harmony. Schwartz. hal. Inc. and other requirements of present and future generations of Americans. 72 Dalam release 1971 tersebut. dimana dalam perkara ini kelompok-kelompok yang menggugat mencoba untuk mengadakan suatu aturan yang akan mempersyaratkan setiap perusahaan publik yang melaporkan semua dampak dari kegiatan perusahaannya terhadap lingkungan hidup. release tahun 1973 menekankan bahwa keterbukaan mengenai dampak-dampak yang timbul dari undang-undang lingkungan hidup adalah dipersyaratakan bilamana manajemen memiliki “a reasonable basis to believe that future environmental compliance may have a material effect on the issuer’s expenditutres. cit. 72 selanjutnya SEC mengganti release tahun 1971 dengan release tahun 1973. (CCH) Fragraf 23. 12. National Resources Defense Council. 16224. to make appropriate disclosure on the material effects that compliance with environmental laws and regulations might have on the capital expenditures. 75Ibid. to use all practicable means and measures. 80 Environmental Disclosure Requirements. cit. cit.” John W. SEC mengeluarkan suatu release yang sifatnya menafsirkan. 3 Fed. SEC menyatakan. SEC. SEC menyatakan. Sec. Lihat juga. Sec. and fulfill the social. Sec. 495 at 86.73 Dalam release tahun 1973. (CCH) Fragraf 80. v. dalam Philip B. 14 (14 May 6.79 Selanjutnya. 9252. bahwa adanya perubahan pada persyaratan keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup adalah untuk membuat keterbukaan lebih berarti. Murray dan Eric T. Op. Ibid. keterbukaan yang bagaimanakah yang harus dibuat mengenai concerned piblic and private organizations. 19 . Rep (CCH) Fragraf 23. 77 Ibid. terdapat beberapa kelompok masyarakat yang tertarik melakukan gugatan terhadap SEC. Pertama. Sec. kapankah suatu perusahaan dipersyaratkan untuk mengungkapkan pembiayaan lingkungan hidup yang sudah direncanakan untuk dua tahun fiskal berikutnya. Disclosures Pertaining to Matters Involving the Environment and Civil Rights. Hal ini dapat dilihat dari munculnya release tahun 1976. jika materiel. v. 73 Compliance with Environmental Requirements. Bagby. 74Ibid. L. tuntutan yang muncul dalam National Resources Defense Council. as a part of the description of reporting company’s business. atau menyebabkan perubahan secara materiel atas bisnis yang dilakukan atau bermaksud akan dilakukan. Misalnya. L.

Walupun dalam Item 303 yang mengatur keterbukaan tersebut tidak secara langsung mempersyaratkan perusahaan yang melaporkan untuk menyertakan keterbukaan lingkungan. atau (3) Suatu penguasa adalah satu pihak terhadap proses semacam itu dan proses tersebut menyangkut sanksi-sanksi moneter yang potensial. SEC telah memodifikasi syarat-syarat untuk keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup dan menetapkan syarat-syarat keterbukaan saat ini berlaku bagi perusahaan yang melaporkan. wajib disampaikan kepada investor sepanjang masalah-masalah lingkungan hidup tersebut mengandung fakta materiel.100 (1993). § 229. kecuali si pendaftar secara masuk akal percaya bahwa proses itu akan berakhir dengan tiadanya sanksi moneter. harus diungkapkan dan didiskusikan. pendapatan. (3) Pokoknya mengadopsi syarat-syarat keterbukaan yang termuat dalam release tahun 1973 dan tahun 1979. (2) Proses semacam itu menyangkut utamanya suatu klaim atas kerugian.103 (1993). pengeluaran untuk bunga dan biaya. 17 C. kepada perusahaannya atau salah satu anak perusahannya sebagai suatu pihak atau yang mana salah satu hartanya adalah menjadi pokok persoalan.yang muncul berdasarkan salah satu ketetapan federal. Dalam Ibid.000.84 Tiga persyaratan berkenaan dengan keterbukaan pertanggungjawaban lingkungan hidup.” Dalam Instruction 5 Item 103 secara khusus menuju satu permulaan untuk keterbukaan proses lingkungan dengan mensyaratkan. atau menyangkut sanksi-sanksi moneter yang potensial. (4) . [they may include actual] legal proceedings. 84 Ibid... 88 Item 303.F. 239. 85 Regulation S-K. Fakta materiel tersebut secara hukum telah diakui di Amerika Serikat dan secara logika mempunyai keharusan yang sama seperti diakui di Kanada. 17 C. negara bagian dan lokal yang sudah diundangkan atau diadopsi mengatur pembuangan benda-benda ke dalam lingkungan atau [utamanya] untuk tujuan perlindungan lingkungan tidak harus dianggap ‘jalannya perkara yang rutin dan biasa serta ada hubungannya dengan bisnis’ dan harus dijelaskan jika: (1) Proses semacam itu adalah materiel terhadap bisnis atau kondisi finansial si pendaftar. Denstedt dan Scott R. dalam Ibid.melaporkan untuk menjelaskan biaya-biaya dan dampakdampak atas penyesuaian dengan undang-undang lingkungan (federal... Syarat ketiga keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut ditujukan pada emiten yang bisnisnya berskala kecil. Miller. kapankah suatu perusahaan dipersyaratkan untuk mengungkapkan kebijakannya mengenai atau melakukan pendekatan terhadap hal-hal yang sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup? 83 Perkembangan terakhir peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup di pasar modal Amerika tersebut adalah tindakan SEC yang telah mengadopsi sistim keterbukaan secara komprehensif pada tahun 1982. 86 Kedua. 229 (1993). berhubungan dengan proses hukum keterbukaan. § 229.R. negara bagian dan lokal yang diundangkan atau diadopsi mengatur pembuangan benda-benda ke dalam lingkungan.87 Ketiga. bahwa: “Suatu proses administratif atau judisial . cit. pengeluaran bunga dan biaya melebihi 10 persen dari harta saat ini dari si pendaftar serta anak perusahaannya atas dasar gabungan (konsolidasi). kurang dari $ 100. (2) Suatu materi diperkirakan akan berdampak pembiayaan modal untuk fasilitas pengawasan lingkungan untuk sisa tahun fiskal yang sedang berjalan dan tahun fiskal berikutnya serta priode-priode berikutnya karena perusahaan menganggapnya sebagai materiel.. Syarat kedua tersebut mempersyaratkan keterbukaan suatu penjelasan dari “setiap materiel yang menunda proses hukum. yang menujukan pada Diskusi Manajemen dan Analisis Kondisi Finansial dan Hasilhasil Operasi (Management’s Discussion and Analysis of Financial Condition and Result of Operations). hal. 85 Pertama. berhubungan dengan penjelasan bisnis perusahaan. Dalam Ibid.proses administratif dan menyangkut masalah-masalah lingkungan hidup yang dipikirkan pemerintah dan apakah hal itu hanya merupakan proses administratif ?82 Ketiga.” Dalam Ibid. hal. negara bagian dan lokal) terhadap perusahaan.89 Gerard Caron memberikan pendapat mengenai masalah fakta materiel yang dimaksudkan dalam konteks lingkungan hidup berkut ini: “[M]aterial facts include not only “information disclosing the earnings and distributions of a company but also those facts which affect the probable future of the company.pertimbangan biaya perbaikan (upgrades). Ibid.. akan mempunyai pembiayaan-pembiayaan modal. pt.. 86 Item 101.. 15.[and] claim[s] threatened against a corporation. § 229. 17 C.88 Keterbukaan perlindungan lingkungan hidup oleh perusahaan sebagaimana diuraikan di muka.R. pembiayaan modal. 16. 87 Item 103.303(a).[(if the reasonable investigator is likely to attach importance to the Ibid. Op. 89 Shawn H.F. Dalam syarat ketiga itu mempersyaratkan perusahaan yang melaporkan untuk menetapkan analisis-analisis yang berurutan tentang kondisi keuangan mereka dalam operasinya.F. hal.F. 82 83 20 . satu surat interpretatif dari SEC’s Division of Corporation Finance telah membenarkan bahwa syarat MD&A menyertakan keterbukaan dari pertanggungjawaban lingkungan tergantung. atau kalau tidak menyangkut perlindungan lingkungan.R. atau dalam sanksi moneter. tetapi menetapkan bahwa proses semacam itu yang sama alamiah dapat dikelompokkan dan dijelaskan secara umum. selain dari jalannya perkara yang rutin dan biasa serta ada hubungannya dengan bisnis. 17 C. Syarat pertama tersebut mempersyaratkan keterbukaan dari: “(1) Dampak materiel yang sesuai dengan ketetapan-ketetapan federal.R. dimana dalam surat tersebut SEC menyatakan bahwa biaya-biaya pembersihan akan menjadi materiel.T. ongkosongkos yang ditangguhkan atau ongkos-ongkos terhadap penghasilan dan jumlah yang tersangkut. (5) ... dan posisi kompetitif dari perusahaan atau anak perusahaan. Namun. Di samping itu.

Inc. at 97. yang diterbitkan sehubungan dengan rencana merger antara Waste Management and Chem-Nuclear. pernyataan Waste Management yang salah tersebut diketahui publik. paling tidak sampai terdapatnya kesimpulan mengenai proses masalah lingkungan hidup yang dihadapinya. Didalam gugatan securities fraud yang didasarkan pada pernyataan bahwa perusahaan pengolah limbah menyajikan dan menolak informasi secara keliru perihal pemenehun terhadap peraturan lingkungan dan perselisihan dengan pihak pemerintah. cit.” 96 selanjutnya. 95 Grossman v.98 Pengadilan dalam Waste Management berpendapat. Waste Management.D. sehingga harga saham mencerminkan semua informasi yang tersedia secara umum. Supp 395 (N. Inc.100 Di samping G. III. 395. yaitu merjer yang dilaksanakan pada bulan Oktober 1982. Rep. 96 Grossman v. 395. (CCH) Fragraf 99. Pada bulan Maret 1983. dimulai dengan penerbitan laporan tahunan Waste Management pada tanggal 31 Maret. Dalam Waste Management terdapat dakwaan pelanggaran berkenaan dengan kegagalan untuk mengungkapkan aspek lingkungan hidup dan perbuatan melanggar hukum dalam pendaftaran di SEC.A. bahwa gugatan terhadapnya atas pernyataan yang salah tidak memenuhi Rule 10b-5. 1982.” 90 Lebih lanjut Caron mencatat: “disclosure is important because the potensial for corporate liability based on environmental damage is substansial. Inc. Schwart. 97 Ibid. 398 (1984). bahwa Waste Management merupakan perusahaan yang berkaitan dengan proses lingkungan hidup dan kerusakan lingkungan adalah risiko yang melekat pada bisnis Waste Management. Waste Mangement memberikan alasan. and knows it is thereby subject to yet unasserted legal claims.” dalam Ibid. Waste Management. (Vol.Supp. 1995). oleh karena itu informasi yang dihilangkan adalah materiel. Inc.Supp. bahwa: “the central goal of the federal securities laws is to ensure that buyers and sellers of securities will be adequately informed of materiel information affecting the value of the securities traded. Inc.530. pengadilan berpendapat. “SEC Disclosure Requiremenys for Environmental”..Supp. 92 Ibid.particular threat). and sanctioned.530. It may also include a stuation] where a corporation has violated the law. 1983). Waste Management.95 Mengenai gugatan tersebut. Inc. Waste Management. Caron. 9 Sept. (CCH) Fragraf 99.” walaupun klaim para penggugat menyatakan bahwa karena sebagian informasi diterbitkan didalam media surat kabar lokal. 589 F. 395. Tulane Environmental Law Journal. 547-548.. dalam Philip B. Hal itu. in investigated. 1983).97 Dalam hal ini pengadilan menggunakan ukuran atau standar materialitas pada kasus Texas Gulf Sulphur dan pengadilan berpendapat. Caron mengutip pendapat pengadilan dalam kasus Texas Gulf Sulphur. (“Chem-Nuclear”). [1983-1984] Transfer Binder] Fed. 395.94 Para penggugat memprediksi Waste Management menyampaikan pernyataan yang salah tentang pemenuhan perusahaan pada peraturan lingkungan hidup dan perselisihannya dengan pihak pemerintah. Waste Management. Schwart. Ibid.D. [1983-1984] Transfer Binder] Fed. 408 (1984). 99 Selanjutnya. Rep. L. Grossman v. at 97.065 (N. hal 29. maka tidak disediakan untuk atau diketahui oleh pasar. III. III.D. Sec. 399 (1984). Akibatnya harga saham Waste Management turun drastis.065 (N. Waste Management juga didakwa membuat prospektus yang menyesatkan. Inc. 100 589 F. Para penggugat menyatakan bahwa para tergugat melakukan tindakan yang direncanakan untuk menipu masyarakat umum berkenaan dengan masalah tersebut. Op. L. bahwa karena besarnya dan luasnya potensi pelanggaran serta bahwa pelanggaran yang aktual terjadi pada banyak tempat sehingga membuat tuntutan-tuntutan penegakan hukum dimungkinkan. 589 F.Supp. cit. 1984). hal 29. Sec. “that they were not include in their statements the mere contingency that environmental violations would be disclosured. 589 F. 9 Sept.”91 Untuk itu. 90 91 21 . 93 Grossman v. dalam Philip B. hal.”92 Pentingnya elemen fakta materiel dalam keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup tersebut dapat dicermati dari pendapat pengadilan dalam Grossman v. Op. 94Tracy Soehle. serta gagal untuk mengungkapkan pembukaan keuangan yang potensial 93 atau Waste Management tidak menyampaikan kepada publik fakta yang penting dan potensil berbahaya. informasi mengenai lokasi pembuangan limbah tertentu merupakan masalah pengetahuan umum sehingga tersedia untuk “pasar. Waste Management berpendapat. Waste Management. 99 Grossman v. pernyataan-pernyataan Waste Management tersebut tidak cukup mengungkapkan fakta bahwa Waste Management memiliki potensi untuk didenda dan perusahaan tersebut telah membuang limbah berbahaya secara melanggar hukum. 589 F. karena saran bertentangan dengan teori utama yang mendasari penipuan para penggugat terhadap klaim pasar. 408 (1984). “SEC Disclosure Requirements for Contingent Environmental Liability. 98 Ibid. 8...

104 Pasal 77 UUK menyatakan. pengadilan menemukan suatu kewajiban dari Waste Management. 25 Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”).D. 106 Keputusan Ketua Bapepam Nomor KEP-49/PM/1996 Tanggal 17 Januari 1996. cit. maka peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Indonesia belum cukup untuk untuk mengatasi masalah perlidungan lingkungan hidup. 1994).103 Di samping itu.” 106 Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal menetapkan standar pemeriksaan hukum dan pendapat hukum. antara lain pendapat dan pemeriksaan hukum berkenaan dengan izin dan persetujuan. 863 F. bahwa pendapat dan laporan pemeriksaan dari segi hukum dalam Pernyataan Pendaftaran perusahan publik harus memuat pendapat dari konsultan hukum mengenai “semua izin dan persetujuan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha atau kegiatan yang direncanakan Perusahaan Publik.102 Dalam kasus Albertine tersebut diajukan gugatan kepada emiten dan akuntan serta underwriters. Seperti. Supp 708 (N.Supp. 105 III Peraturan yang Berkenaan dengan Penyampaian Pernyataan Pendaftaran Peraturan pelaksanan prinsip keterbukaan belum mengatur secara menyeluruh dan cukup berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. Oleh karena itu. penggunaan bangunan untuk pabrik. III. 1994). mendirikan bangunan. perjanjian kerja. 1993). U. 812 F. mengingat kalau tenaga kerja resah.L. sebagaimana yang berlaku di pasar modal Amerika Serikat. dimana Waste Management “had an affirmative duty to disclose matters relating to pending and contemplated environmental regulatory proceedings and the effects of environmental regulations upon the company’s finances. antara lain izin-izin usaha. yang oleh peraturan pemogokan tersebur dibenarkan. III. III. Disadari ketentuan Bapepam di atas tersebut tidak cukup untuk perlindungan lingkungan hidup. prospektus tersebut dikatakan sebagai suatu yang salah dan menyesatkan. Ijinijin tersebut merupakan bagian proses pemeriksaan secara menyeluruh mengenai masalah hukum (“legal due diligence”“legal audit”). No. 107 Peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut dapat dipahami dari ketentuannya yang hanya berbentuk kewajiban bagi emiten untuk memenuhi ketentuan perijinan perusahaan dalam hal yang berhubungan dengan lingkungan. 395. Albertine. Supp. No. 105 Undang-undang tentang Ketenagakerjaan. 73 Tahun 1997. Pemegang saham menggugat laporan perusahaan yang dibuat dalam prospektus. 103 Endo v. sebagaimana diatur dalam Pasal 77104 Undang-undang No. dan akan dapat menimbulkan keresahan tenaga kerja emiten. 412 (1984). yang dilakukan konsultan hukum berdasarkan standar pemeriksaan hukum dan pendapat hukum yang 101 102 22 .D. bahwa dalam hal mogok kerja dilakukan dengan alasan pengusaha tidak melaksanakan ketentuan yang bersifat normatif yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Prospektus tersebut tidak memuat informasi fakta materiel yang berkaitan dengan tanggungjawab lingkungan hidup. Ketentuan tersebut dapat dilihat dari ijin-ijin yang harus dilengkapi oleh setiap perusahaan pada saat melakukan pernyataan pendaftaran dalam rangka go publik melalui pasar modal di Baperpam. Undang-Undang Gangguan. Di pasar modal Indonesia belum ada peraturan mengenai kewajiban dan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup perusahaan.itu. sekaligus peningkatan produktivitas usaha emiten. Hal ini perlu karena kondisi kesejahteraan tenaga kerja yang memprihatinkan atau tidak memenuhi standar ketenagakerjaan akan menimbulkan dampak negatif pada emiten. Dalam Trancy Soehle. Ketentuan Bapepam hanya menentukan. No.B. pengusaha wajib membayar upah selama pekerja mogok kerja sampai pengusaha melaksanakan kewajibannya. 708 (N.1 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik.N. Masalah terakhir mengenai keresahan tenaga kerja akan dapat menurunkan produktivitas usaha emiten. analisis mengenai dampak lingkungan. Albertine. Albertina. Supp 1479 (N.107 589 F.D. Log. Apabila peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan masalah-masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Amerika Serikat tersebut dibandingkan dengan peraturan di pasar modal Indonesia. Peraturan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup di pasar modal masih merupakan ketentuan-ketentuan yang bersifat administratif. peraturan perusahaan atau kesepakatan kerja bersama.N. 3702. perlu pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan perlindungan hak tenaga kerja yang cukup dan harmonis yang meningkatkan efisiensi kerja emiten. mereka akan melakukan pemogokan. T. L.”101 Kasus gugatan lainnya yang terbaru berkenaan dengan keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup adalah kasus Endo v. 812 F. Endo v. Peraturan Nomor IX. lokasi.U. 25.

T. masyarakat. bahwa “pengelolaan lingkungan hidup.110 Amanat UULH 1997 tersebut merupakan upaya menjaga hak setiap orang untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat serta hak atas informasi lingkungan hidup dan hak untuk berperan dalam rangka dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. L. UULH 1997 telah menetapkan. 111 Pasal 5 UULH 1997 menyatakan bahwa : (1) Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Hukum Tata Lingkungan. UULH 1997 dapat difungsikan seperti fungsi NEPA di Amerika Serikat.Seharusnya peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Indonesia. dan ijin pengolahan limbah.padahal mengetahui atau sangat beralasan untuk menduga bahwa perbuatan tersebut dapat menimbulkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan umum atau nyawa orang lain. hal.L. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). 100-102. 1999). yang pada akhirnya SEC telah membuat ketentuan persyaratan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup bagi emiten.” Sebelum Undang-undang lingkungan tersebut lahir. yang telah berhasil mensyaratkan lembaga-lembaga pemerintah dalam praktek pembuatan undangundang untuk mempertimbangkan perlindungan lingkungan hidup.N. (2) Setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup. bahwa pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan secara terpadu oleh instansi pemerintah. informasi lengkap (comprehensive information). Nomor 3699) mengatur mengenai kewajiban bagi setiap orang untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan hidup. sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UULH 1997. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.L.. pemastian penerimaan informasi. Edisi Ketujuh.” 113 Koesnadi Hardjasoemantri. dapat sejajar dengan peraturan yang berlaku di pasar modal Amerika Serikat tersebut. maka perusahaan publik atau emiten harus melaksanakan keterbukaan masalah perlindungan ditetapkan oleh Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal. sebagaimana upaya SEC di Amerika Serikat yang telah membuat peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan di pasar modalnya secara tegas dan terperinci serta menyeluruh. (3) Setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan informasi lintas batas (transfrontier information). T. “Diancam dengan pidana. Tahun 1982. Nomor 3215). 112 Pasal 43 ayat (2) UULH 1997 menetukan bahwa.” 110 Pasal 6 UULH 1997 menyatakan bahwa : (1) Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.N. (2) Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Nomor 12. 23 . Tahun 1997 Nomor 68. ijin lokasi.109 Berarti berdasarkan UULH 1997 Bapepam dapat secara hukum mensyaratkan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup bagi emiten secara tegas dan menyeluruh. 108 Pasal 6 ayat (1) UULH 1997 (Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.barang siapa dengan sengaja memberikan informasi palsu atau menghilangkan atau menyembunyikan atau merusak informasi yang diperlukan dalam kaitannya dengan perbuatan.. informasi yang dipahami (comprehensible information). ijin untuk pabrik. 109 Pasal 9 ayat (2) UULH 1997 yang menetapkan.. 113 Berdasarkan ketentuan bahwa setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup dan kewajiban bagi setiap orang memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup tersebut. seerta pelaku pembangunan lain dengan memperhatikan keterpaduan petrencanaan dan pelaksanaan kebijaksanaan nasional pengelolaan lingkungan.. N.112 Menurut Koesnadi Hardjasoemantri masalah berkenaan dengan pemberian informasi kepada masyarakat terdiri dari. di Indonesia juga terdapat Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UULH 1997”) 108 yang dapat dipakai sebagai dasar pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal. Seperti ijin Undang-undang Gangguan. telah ditegaskan oleh Undang-undang Lingkungan yang berlaku sebelumnya melalui Pasal 8 UULH 1982 (Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.111 Pasal 43 ayat (2) UULH 1997 mengatur sanksi bagi siapa yang dengan sengaja memberikan informasi palsu atau menghilangkan atau merusak informasi yang diperlukan. informasi tepat waktu (timely information). Upaya Bapepam untuk meningkatkan pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan masalah perlindungan lingkungan hidup dapat dimulai dari amanat Pasal 6 UULH 1997. L. yang menentukan kewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan dan menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan serta kewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup.N. Penekanan fungsi Bapepam dalam pelaksanaan keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut perlu lebih ditingkatkan. Oleh karena. dilaksanakan secara terpadu oleh instansi pemerintah sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab masing-masing.

hal. Sixth Edition. 122 Bagi kebaikan perusahaan. Morton . Berarti penegakan prinsip keterbukaan tidak hanya berfungsi melindungi investor atau pemegang saham. Inti Indorayon Utama (“IIU”).115 Sebagaimana diketahui ketentuan Pasal 5 UULH 1982 tersebut sama dengan ketentuan Pasal 5 UULH 1997. Masalah ini menjadi bukti.S. Dalam kasus IIU tersebut Pengadilan Jakarta Pusat berpendapat. kewajiban menyusun RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan). 122 Pasal 28 UULH 1997 menyatakan. baru diselesaikan enam tahun setelah perusahaan berdiri. yang sekarang berganti nama dengan PT. hal. bahwa Walhi dalam kasus IIU tersebut dapat bertindak sebagai penggugat untuk melindungi kepentingan setiap orang dalam pengelolaan lingkungan hidup yang ketentuan pokoknya Pasal 5 Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 (UULH 1982). 7 Maret 1999. gas) yang diohasilkan.” 114 115 24 . 117 Kompas. 727. akan menjadi hilang selama IIU ditutup sampai masalah tanggungjawab hukumnya selesai. 114 menunjukkan perlunya pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. Toba Pulp Lestari. Menteri Perindustrian. dan PT. 1361. Pelaksanaan di lapangan diawasi Bapedal bersama Departemen Perindustrian dan BPKPM. Putusan Pengadilan Jakarta Pusat Daftar No. 2d 636. tetapi seluruh stockholders perusahaan. tetapi juga melindungi emiten dan perusahaan. Ibid. Terlepas dari hasil audit yang akan dilakukan terhadap kasus IIU ini. 405 U. eksploitasi bahan baku. agar menutup IIU disebabkan kolam penampung limbahnya bocor menyusul meledaknya pipa gas klorin.119 Di samping itu. 1990). JKT. 120 Akhirnya bulan Juli 1988 pemerintah melalui Menteri Negara Lingkungan Hidup menghentikan operasi IIU. 119 Kompas. 1405. Pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup. 26 Januari 1999. disamping menimbulkan kerugian bagi investor atau pemegang saham. Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Negara Riset dan Teknologi menentukan persyaratan lingkungan yang harus dipenuhi IIU. sampai pemukiman dan pendidikan karyawan. Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. mempunyai bidang usaha pabrik bubur kertas (pulp) dan rayon di desa Sosorladang/Silosung kecamatan Porsea. 10. 10 April 2001.Ed. dengan gugatan IIU telah menimbulkan kerusakan-kerusakan lingkungan di wilayah Sumatera Utara.lingkungan hidup. Tapanuli Utara Sumatra Utara.G/1988 PN. 7. dilakukan melalui gugatan legal standing. IIU. Minn: West Publishing Co. hal. cair. lingkungan sungai sudah terlanjur rusak. 121 Audit lingkungan tersebut diatur dalam Pasal 28 UULH 1997. Henry Campbell Black. 1364. pengamatan tebing sungai. Lihat juga. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara. bahwa Walhi sebagai wakil masyarakat yang merasa dirugikan tersebut. 116 Batasan legal standing ini dapat dilihat dari pengertian standing to sue doctrine adalah suatu pihak yang siap mempertaruhkan dalam memperdebatkan keadilan yang layak dan sebaliknya ditujukan untuk menghasilkan resolusi peradilan dari perdebatan tersebut. 116 Putusan Pengadilan Jakarta Pusat atas gugatan Walhi yang mewakili masyarakat yang merasa dirugikan oleh IIU. menyebutkan IIU melakukan penanganan soal lingkungan dengan setengah-setengah. 820/PDT. juga mengakibatkan timbulnya kerugian di pihak emiten atau perusahaan. 118 Ibid. 7 Maret 1999.118 Tanggal 25 Januari 1988 anggota DPRD Sumatera Utara minta IIU ditutup atau tidak melakukan operasi sebelum IIU diaudit. Nabiel Makarim yang ikut mewakili penyusunan standar lin gkungan dalam rangka berdirinya IIU.Paul. 7. Tujuh tahun setelah gugatan legal standing WALHI atas IIU ini. Walhi sebagai penggugat. hal. yang go public melalui pasar modal dan listing di NYSE Wall Street sejak tahun 1995. Hal ini dapat dilihat dari produksi pabrik perhari rata-rata 650 ton pulp dan 180 ton rayon selama IIU beroperasi. maka yang rugi bukan saja investor atau pemegang saham saja. Sierra Club v. 92 S. bahwa “dalam rangka peningkatan kinerja usaha dan/atau kegiatan. (ST. yang didasarkan pada Undangundang Nomor 2 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Lingkungan Hidup. hal.117 Selanjutnya pada tahun 1988 unjuk rasa masyarakat berlansung beberapa kali menuntut IIU ditutup. Sekaligus perusahaan publik atau emiten tidak boleh melakukan misrepresentation atau omission dan menyesatkan investor berkaitan dengan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup. 121 Adil. 4 Tahun Ke-67. Kasus Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (“Walhi”) melawan PT. Black’s Law Dictionary. Kompas. PST dalam kasus Walhi melawan BKPM Pusat. dan RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan). telah memberikan doktrin hukum yang menjelaskan bahwa di luar perseorangan atau lembaga yang berperan dalam usaha pengembangan lingkungan hidup dapat melakukan gugatan berdasarkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pada intinya gugatan Walhi atas IIU. pada tanggal 30 Desember 1988 menggugat IIU. audit Kompas. volume pemanfaatan air sungai Asahan.Ct. 8 120 Apabila hasil audit lingkungan IIU misalnya terbukti membuat pencemaran lingkungan. No. Pencemaran sungai Asahan akibat limbah cair pabrik. bahwa emiten atau perusahaan yang tidak mendisclose fakta materiel secara penuh dan fair. Menteri Kehutanan. yang oleh Majelis Hakim mengakui. 28 Oktober-3 November 1988. yaitu pemantauan limbah (padat. 31 L. tepatnya pada 1994 WALHI bersama tigabelas LSM lainnya menuntut pemerintah. Dirjen Industri Logam dan Kimia Departemen Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa IIU harus diaudit kembali.

yang menganggap pungutan tersebut sama dengan membeli hak untuk mencemarkan (the right to pollute). oleh karena perusahaan yang membuat audit lingkungan mempunyai nilai tambah apabila dibandingkan dengan perusahaan yang tidak membuatnya. The fact that displacement occurred associated with large dumping rates is sufficient. Koesnadi Hardjasoemantri. 126 Dari sudut pandang ekonomi. maka terdapat pendekatan ekonomi untuk mengatasi masalah perlindungan lingkungan hidup.000 ton per hari sebagaimana disebutkan oleh konsultan CNI. Argumentasi ini disanggah dengan adanya kenyataan. Freeport telah melakukan penyesatan informasi dengan cara: 1. 1132. Prinsip sentralnya adalah masing-masing produsen dan konsumen sebelum bertindak harus mempertimbangkan keseluruhan biaya sosial dan akibatnya. bahwa pungutan pencemaran yang diperhitungkan secara tepat dapat mendorong para pencemar untuk mengurangi emisi.” 4. Masyarakat Banti mengetahui datangnya banjir dan lumpur justru dari bunyi gemuruh air. hal. Freeport digugat berkaitan dengan informasi pengelolaan lingkungan hidup yang menyesatkan. menyebutkan” “Sistem tanda bahaya yang telah dipasang bekerja dengan baik. dari Wanagon) yang tidak memakan korban jiwa karena alarm peringatan dini dibunyikan pada waktunya.” Secara sengaja memberi kesan bahwa peristiwa longsornya batuan limbah di Danau Wanagon terjadi karena kondisi alam.” dan juga pernyataan konsultan Call and Nicholas Inc. Koesnadi Hardjasoemantri. Pernyataan FIC lebih lanjut secara sengaja telah memberi kesan bahwa longsornya tumpukan batuan limbah adalah kondisi alam dan dengan demikian menutupi buruknya pengelolaan lingkungan dan kelalaian FIC sebagaimana tersebut dalam laporan hasil investigasi Bapedal pada peristiwa longsornya tumpukan batuan limbah pada bulan Juni 1988. Op. banjir di Banti (16 Km.125 Gugatan yang muncul dalam masalah perlindungan lingkungan hidup. Wallacy. Freeport Indonesia (“Freeport”) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Longsoran tersebut dapat menyebabkan meluapnya material bahah Danau Wanagon” dimana suldge yang dimaksud merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3)....” Di mana batas jumlah pembuangan batuan limah adalah tidak melebihi 50. yang menyatakan bahwa “ .html).. 353 123 124 25 . “Di samping itu kejadian tanggal 22 Juni 1988 disebabkan kesalahan prosedur berupa aktivitas dumping yang berlebihan sehari sebelumnya. 3.mpi. 18. Dalam siaran pers tanggal 5 Mei 2000. yang secara rata-rata berkisar 8 mm sehari...” Keterangan itu adalah bertentangan dengan informasi yang diterima WALHI dari masyarakat Banti.. 127 Ibid. Namun.. Op. and 19 June the tonnage dumped on the south end of the Wanagon OBS was in the range of 80. yang disebabkan oleh perusahaan pada waktu produksi dan dalam rangka mengejar keuntungan.123 Dalam kasus lingkungan lainnya. Pernyataan FIC dalam siaran persnya tanggal 24 Mei 2000.” (http://www. hal. Op. yaitu .org. Kesalahan prosedur di atas juga diperkuat oleh konsultan FIC yakni Call dan Nicholas. mengingat harga saham perusahaan dalam suatu pasar yang berkembang merefleksikan internalisasi biaya kerusakan lingkungan pada masyarakat. Pungutan pencemaran ini tidak dapat diterima oleh para pendukung pengendalian langsung. 125 Perry E. yang pembacaan gugatannya dilakukan 22 Agustus 2000. PTFI.000 tpd.. cit. 126 Pendekatan ekonomi tersebut dilakukan dengan metode insentif dan disinsentif untuk memberikan kemudahan kepada para pengusaha dalam usahanya melestarikan lingkungan hidup..lingkungan itu tepat untuk dilakukan. 2. cit. karena dengan jalan ini penanggulangan limbah akan lebih murah daripada mencemarkan dan kemudian membayar tuntutan ganti kerugian akibat pencemaran. Walhi telah mengajukan gugatan terhadap PT. au/indon/freeford_walhi2. masalahnya berpusat pada tuntutan terhadap pelanggaran peraturan lingkungan hidup yang berkaitan dengan perijinan dalam rangka pelaksanaan prinsip keterbukaan. sebagaimana disebutkan Bapedal dalam suaran persnya tersebut yaitu. Pernyataan yang disampaikan kepada tergugat dalam siaran pers tanggal 5 Mei 2000. yaitu. hal. Mekanisme kebijaksanaan perlindungan lingkungan hidup berdasarkan pasar. yang menyatakan bahwa. hal. dan telah menyiagakan seluruh masyarakat di Desa Banti untuk menjauhi sungai dan . “Perlu dicatat bahwa curah hujan yang terjadi beberapa hari sebelum kejadian. karena pungutan merupakan insentif permanen.000 tons per day. sebagaimana tersebut dalam yaitu.127 Penggunaan insentif ekonomi secara selektif mampu menghasilkan suatu tingkatan perlindungan lingkungan hidup dengan biaya keseluruhan yang lebih rendah dari biaya masyarakat. guna mengurangi pencemaran dan menekan biaya penanggulangannya. “Tidak ditemukan adanya ancaman terhadap kesehatan jiwa serta kemungkinan dampak lingkungan jangka panjang yang mungkin terjadi dari kejadian itu” adalah dengan sengaja membohongi publik di mana hal ini bertentangan dengan hasil laporanBapedal seperti tersebut dalam siaran persnya tanggal 17 Mei 2000. “Mengingat suldge yang ada di dalam Danau wanagon dikategorikan sebagai limbah B3 . “On the 12. 354. 352. “Most of the displacement can be correlated to the time periods when the dumping tonnage was greater than 50. Curah hujan tersebut adalah empat sampai lima kali dari keadaan normal. jika dipahami lebih jauh. yang menyatakan bahwa. berkisar pada 40 mm per hari. . cit.124 Gugatan-gugatan yang berkaitan dengan tanggung jawab lingkungan seharusnya tidak terjadi. Inc. pungutan merupakan instrumen pengendalian pencemaran yang paling efektif. Menurut Walhi.” 5.

” 130 Dengan demikian pelaksanaan keterbukaan yang dilakukan secara penuh. Wallace. para pelaku bisnis. hal.dengan beberapa cara tertentu dapat membuat produsen dan konsumen untuk menyadari biaya sosial dan konsekuensinya. Hal ini sejalan dengan uraian Wallace mengenai keterkaitan keterbukaan dengan insentif ekonomi. it provides more complete information to be used in pricing the security in accordance with the complete and actual financial condition and prospects of the company. 1127.” 131 Akhir-akhir ini di Amerika Serikat pendekatan insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan hidup telah bergerak menjadi pembicaraan di tingkat pemerintah Pusat. And.” Washington and Law Review. UULH 1982 yang digantikan UULH 1997 telah menyatakan secara khusus dalam Pasal 8 tentang insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan. akan membuat posisi investor lebih baik dalam memutuskan pembelian atau penjualan saham. as to environmental obligations. Wallace menguraikan: “Similarly. sebab berkaitan dengan nilai saham perusahaan yang menerapkannya. environmentalist. (Vol. hal. seperti para pembuat undang-undang. the market mechanism would discount the price of a security--a “financial product” --by some figure representing a theretofore undisclosed liability or obligation. 129 Ibid. finally. and thereby introduces the information to an efficient capital market. Charles A. 132 Ibid. “Disclosure of Environmental Liabilities Under The Securities Law : The Potential of Securities Market – Based Inentives for Pollution Controll. or non-disclosure penalties]. That liability or obligation. Wallace mengatakan: “Faced with these taxes or “effluent charge” [in the form of reduced value of its securities.” 129 Lebih lanjut. 130 Ibid. pelaksanaan keterbukaan di pasar modal dengan penerapan insentif ekonomi sangat perlu. such as legal requirements to acquare and maintain certain pollution control technology. bureacrats. 1124. as the case may be). Apabila di Amerika Serikat terjadi perubahan dramatis tentang kebijakan insentif ekonomi tersebut karena disadari sangat penting oleh berbagai pihak. and through the use of the least-cost means of doing so. 50 : 1093. malahan menjadi set-back.” Therefore. when the company discloses that that cost. yang menyatakan: “The overal effect here is a beneficial one: Investors are not defrauded by being induced to purchase securities priced at a higher value than would be assigned under circumstances of full environmental disclosure. of course. maka yang terjadi di Indonesia sekarang ini justru sebaliknya.133 Sedangkan UULH 1997 hanya menyatakannya insentif ekonomi tersebut dalam Penjelasan. Para pembuat undang-undang dan birokrat di Indonesia tidak memberikan perhatian yang sewajarnya terhadap pengaturan insentif ekonomi. 1131. 1993). 131 Ibid. hal. bahwa “Pemerintah menggariskan kebijaksanaan dan melakukan tindakan yang mendorong ditingkatkannya upaya pelestarian kemampuan lingkungan hidup untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan. para pencinta lingkungan. yaitu Senator Timothy Wirt dan John Heinz yang menyatakan: “Over the past two years. It would compare the cost of payning the effluent charge with the cost of cleaning up pollution. the reductions in the value of securities as a result of these market dynamics may be so substantial that they create the larger. Correspondingly.” 26 . we have witneseed dramatic changes in the political landscape of environmental policy. ultimate effect discussed in this article: an economic disincentive to the issuers of those securities to continue methods of production that generate large environmental liabilities. termasuk di dalamnya mengenai informasi penerapan insentif ekonomi.128 Oleh karena itu. hal. and citizens of all kinds have come to recognize that market-based instruments belong in our porfolio of environmental and natural resource policies. dan semua warga negara. Pada tahun 1991 studi mengenai kebijakan publik (public policy) yang digerakkan oleh anggota Senat Amerika Serikat.” 132 Berbeda dengan kebijakan pendekatan insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di Indonesia. Schultze sebagaimana dikutip Perry E. in the securities setting. and would choose to remove pollution up to the point where the additional cost of removal was greater than the effluent charge. para birokrat. the issuer may have an incentive to acquire to acquare--or develop--the most economical version of that obligation. 133 Pasal 8 ayat 1 UULH 1982 menyatakan. Legislators. dan 128 Perry E. will have been deemed properly includable as a “cost of doing business. sehingga mereka memberikan insentif untuk perlindungan lingkungan hidup. business persons. 1124. Those investors are also on a better position to make an information decision regarding whether to buy the securities (or hold. each firm [may] find it in its own interest to reduce pollution by an amount related to the cost of [pollution] reduction.

seperti ISO 14000. Pada umumnya perhatiannya bermuara pada pilihan mana yang diutamakan dalam Perusahaan Negara atau BUMN.. membuat ketentuan yang melarang emiten atau perusahaan publik melakukan pernyataan yang menyesatkan berkaitan dengan keterbukaan masalah lingkungan hidup. Sering didengar bahwa salah satu pembenaran dilakukannya privatisasi adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas BUMN dan pembenaran itu selalu dikaitkan pula dengan persaingan global.136 Dengan demikian peraturan perlindungan lingkungan hidup yang berlaku di luar peraturan pasar modal harus diterapkan secara bersama-sama dengan peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal Indonesia. Proaktif adalah tindakan pada tingkat produksi dengan menerapkan standarisasi lingkungan hidup. Keempat. “Dalam ketentuan ini dimaksud dengan perangkat yang bersifat preemtif adalah tindakan yang dilakukan pada tingkat pengambilan keputusan dan perencanaan. Tujuannya adalah untuk melindungi nilai harga saham sesuai dengan harga yang ditentukan oleh pasar.” 135 Perry E. Dengan ini suatu perusahaan dapat memiliki insentif untuk mengelola masalah perlindungan lingkungan hidup secara efisien. bukan berarti ketentuan insentif ekonomi tidak mengikat lagi. bahwa yang dimaksud instrumen ekonomi dalam penjelasan UULH 1997 adalah insentif ekonomi sebagaimana terdapat dalam konsep Pasal 8 UULH 1982. walaupun hanya dinyatakan dalam penjelasan UULH 1997. membuat ketentuan penerapan pendekatan ekonomi untuk mengatasi bahaya yang ditimbulkan kerusakan lingkungan hidup dengan mensejajarkan pengaturannya sebagaimana yang diatur oleh Undang-undang Lingkungan hidup. yang hanya menyatakan dengan kata “instrumen ekonomi”. yang di dalamnya termasuk ketentuan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup. preventif dan proaktif misalnya adalah pengembangan dan penerapan teknologi akrab lingkungan hidup. 134 Penjelasan Pasal 10 huruf e menyatakan. seperti tata ruang dan analisa dampak lingkungan hidup. Adapun preventif adalah tindakan tingkatan pelaksanaan melalui penataan baku mutu limbah dan/atau instrumen ekonomi. maka akan mengakibatkan harga pasar dari perusahaan-perusahaan tersebut bergerak ke bawah. Insentif ekonomi harus tetap diperhatikan.134 Namun. apakah mempertahankan kepemilikan pemerintah atau melakukan privatisasi atau mengalihkannya pada kepemilikan swasta. Perangkat pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat preemtif. penerapan asuransi lingkungan hidup dan audit lingkungan hidup yang dilakukan secara sukarela oleh penangung jawab usaha dan/atau kegiatan guna meningkatkan kinerja. 1131-1132. Sebab pada waktu sekarang ini di Amerika Serikat melalui penekanan SEC tentang keterbukaan perlindungan lingkungan hidup telah menghasilkan insentif baik untuk perlindungan lingkungan maupun integritas pasar modal. perlu dicermati untuk dipikirkan pemberlakuannya di pasar modal Indonesia. Wallacy. tidak masuknya pernyataan insentif ekonomi dalam UULH 1997. Hal ini yang mendorong isu pengalihan kepemilikan dari pemerintah kepada swasta. 1131-1132. Apabila terdapat informasi yang jelek berkaitan dengan kewajiban dan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan harus diperbaiki dengan memformulasikan ketentuan-ketentuan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. Pengalaman di negara berkembang pemerintah mempunyai dominasi yang besar terhadap perusahaan milik pemerintah. hal. Untuk ketentuan tersebut dapat mengadopsi syarat-syarat prinsip keterbukaan berkenaan perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Amerika Serikat.pernyataan tersebut kurang cukup untuk atau tidak tuntas dalam upaya penerapan ketentuan insentif ekonomi. hal. Privatisasi BUMN Dalam Perspektif Hukum Indonesia Topik privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Op. cit. Ketiga. Kedua. 136 Ibid. membuat ketentuan yang mewajibkan keterbukaan bagi perusahaan yang mempunyai masalah lingkungan hidup yang mengandung fakta materiel. 27 . Kelima. membuat ketentuan yang mewajibkan emiten untuk melaporkan dalam prospektus mengenai informasi fakta materiel yang berkaitan dengan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. tetap menjadi perhatian sangat serius bagi masyarakat. termasuk Bapepam harus menetapkan atau menafsirkan. Peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal Amerika Serikat. Untuk itu. Pertama. Bagi aparat penegak hukum. membuat ketentuan yang mensyaratkan penjelasan bisnis perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan hidup.135 Dasar dari penomena tersebut adalah persyaratan-persyaratan transmisi dari informasi-informasi penting mengenai masalah perlindungan lingkungan hidup kepada pemegang saham dan kepada pasar perusahaanperusahaan publik.

139 Studi yang dilakukan George Clarke dan Robert Cull memberikan pemahaman bahwa setelah privatisasi itu tergambar pula terjadinya peningkatan dalam portfolio pinjaman dan peningkatan efisiensi. Pada masa lalu perubahan regulasi atas sistem dan struktur perbankan atas dorongan liberalisasi perbankan telah memfasilitasi pertumbuhan perbankan yang cepat. padahal dengan mempertahankan kepemilikannya pada perusahaan mereka akan mendapatkan dukungan politik. dan “Results from Two-Period Probit and Ordinary Least Squares (OLS) Analysis.G. All Banks”. adverse selection dan harga oligopolistic.” George R. 173-193 139 Ibid. (Volume 22. Baik konsentrasi kepemilikan oleh pemerintah maupun konsentrasi kepemilikan oleh swasta. bentuk kepemilikan yang bagaimana yang secara efektif dapat meningkatkan kesejahteraan sosial (social welfare) dan efisiensi. 1998)”. dimana ketidakpercayaan itu telah pula membuat kegagalan pasar. Akibatnya komisaris sebagai pengawas bisa tidak efektif. Sistem dan struktur perbankan yang demikian itu mengakibatkan dimungkinkan terjadinya kepemilikan silang (interlocking ownership) dan lending pattern serta dimilikinya satu bank secara mayoritas. Kedua.Cit. Cit. hal. Untuk mendorong terjadinya privatisasi secara sukarela dibutuhkan adanya serangkaian regulasi yang dapat meningkatkan biaya politik memiliki perusahaan. hal. meski tidak di seluruh negara berkembang. 137 George R. hal. No. Jurnal of Law and economics.G. hal. hal.Secara teoritis terdapat dua pertanyaan mendasar berkenaan dengan masalah kepemilikan perusahaan. Sebab pada umumnya pemilik itu sekaligus menjadi komisaris. Kenyataan yang sama juga terjadi pada privatisasi di negara berkembang. Tahun 2003). 36. Political and Economics Determinants of The Likelihood of Privatizing Argentina Public Bank. Zulkarnain Sitompul.142 Pemilikan demikian sangat rawan terhadap kegagalan pasar disebabkan moral hazard. Konsentrasi kepemilikan dimungkinkan pula timbulnya campur tangan pemilik secara berlebihan dalam kepengurusan bank. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepemilikan swasta lebih mendorong terjadinya efisiensi. mengapa pemerintah berkenan melepaskan kepemilikannya.137 Berdasarkan riset secara empiris138 dapat digambarkan bahwa perusahaan swasta seringkali beroperasi lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan negara. April 2002). oleh karena sangat sedikit data empiris yang dapat digunakan untuk menjawabnya. Privatisasi di Indonesia haruslah diartikan sebagai upaya untuk menghilangkan konsentrasi kepemilikan.141 Di sektor perbankan alasannya adalah untuk memperkuat sistem perbankan dengan cara membuat ketentuan pembatasan kepemilikan bank. The University of Chicago. Tobit Model”. Clarke dan Robert Cull. Clarke dan Robert Cull. 6. George R. 140 Jawaban praktis yang dapat diajukan adalah pemerintah akan menjual kepemilikannya pada suatu perusahaan apabila biaya politik dengan tetap memelihara kepemilikan tersebut lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Pertanyaan kedua yang paling sulit dijawab. Oleh karena industri perbankan pernah dijadikan sebagai bahan eksploitasi pemiliknya. “Result from Discrete Hazard Model Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization with Endogenous Fiscal Variables. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah kebijakan agar terjadi proses privatisasi. hal 166 140 Ibid. Hal ini perlu mengingat perbankan di Indonesia pernah mengalami kehancuran disebabkan ketidakpercayaan masyarakat. Secara konsep privatisasi dapat terjadi atas kemauan politik (paksaan) maupun secara sukarela. “Pembatasan Kepemilikan Bank : Gagasan Untuk Memperkuat Sistem Perbankan. Pertama. XLV. Op. 167 141 Bandingkan. 28 . Probit Model”. Padahal komisaris memiliki peran strategis dalam pengawasan jalannya bank tersebut. Pengalaman dibanyak negara terbukti bahwa kepemilikan swasta merupakan pilihan terbaik. “Independent Variables Included in the Estimation”. “Elasticities of Probability of Privatization with Respect to Continuous Variables”. Op. Clarke dan Robert Cull. 166 138 Data empiris tersebut diuraikan oleh Clarke dan Cull yang mengaitkannya dengan data “Lending to the Public Sector and Change in Employment (Third Quarter. 167-168 142 Lihat. “ Results from Cross-Sectional Tobit Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization. “Correlations Between Independent Variables”.G. “Result from Discrete Hazard Model Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization. Sebab kondisi pemilikan mayoritas itu memudahkan pengambilan risiko berlebihan pada perbankan.” Jurnal Hukum Bisnis. (Vol.. Di sektor perbankan kepemilikan pemerintah menunjukkan kaitan yang erat dengan lambannya perkembangan sektor keuangan serta pertumbuhan produktivitas yang rendah. Hal ini antara lain menyebabkan fungsi pengawasan internal sebagai first line of defense menjadi kurang berfungsi. sehingga memberi peluang untuk masuknya individu yang tidak bermutu ke dalam bisnis perbankan.

hal. Komite Privatisasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Taiwan dan Korea Selatan membatasi kepemilikan maksimal 4-5 persen. Institusi menjual seluruh sahamnyakepada rekanannya secara menyeluruh atau sebahagian. dimana benturan kepentingan terjadi sebagai akibat adanya cross-ownership atau cross-management antara bank dengan usaha lain baik di sektor finansial maupun sektor riil. Perusahaan ‘Inan (bentuk dari partnership. Memang. Bai’ Dayn Pada pertemuan kedua pada tanggal 21 agustus 1996. sebagaimana pernah diterapkan Perancis dalam pelaksanaan privatisasi.144 Pemikiran mengenai privatisasi di atas. dapat dibuat sebagai gagasan pemikiran bila nanti kita membuat Undang-Undang Privatisasi. Di Thailand kepemilikan saham melampaui 5 persen menyebabkan pemiliknya kehilangan hak untuk mendapatkan dividen atas kelebihan saham yang dimilikinya. Kesanggupan dari institusi keuangan untuk menjual saham perusahaannya kepada rekanannya. seyogianya diatur dalam Undang-Undang Privatisasi yang akan datang. Apabila Komisi yang bersifat independen itu kita butuhkan.Dalam konteks pasar modal. 145 Melalui pasar modal akan membuat penjualan saham BUMN terdistribusi dalam masyarakat. dimana para pihak memberikan dua kontribusi umum dan kerja). b. Selanjutnya. Oleh karena ini musyarakah mutanaqah mempunyai keistimewaan yang tidak berlawanan dengan dasar hukum dan prinsip umum dari syariah. karena anggotanya terdiri dari Menteri-Menteri. tetapi terlihat Komite itu belum bersifat independen. Ini sudah berdasarkan pada pandangan dari ahli hukum islam yang menganut konsep ilmu ini untuk kondisi-kondisi tertentu. Musyarakah Mutanaqisah Musyarakah Mutanaqisah adalah sebuah instrumen baru untuk produk musyarakah dan telah dikenal di Mesir.Kondisi konsentrasi kepemilikan itu dapat pula menimbulkan terjadinya cross-ownership atau crossmanagement yang bisa menimbulkan benturan kepentingan. c. Dengan demikian perlu perangkat peraturan pembatasan tentang pemilikan bank yang diatur dalam Undang-Undang Perbankan. perlu dipikirkan apakah kita memerlukan satu Komisi Privatisasi yang bersifat independen yang anggota terdiri dari orang-orang di luar pemerintah. Misalnya. 2. keadaan tersebut membuka kemungkinan terjadinya penyalahgunaan bank untuk mendukung kepentingan usaha pribadi pemilik. perlu pula Undang-Undang Privatisasi nanti memuat aturan tentang keterbukaan sebagaimana diatur dalam ketentuan prinsip keterbukaan di pasar modal dan mengatur secara detail proses privatisasi. Keistimewaan-keistimewaan itu adalah : a. ============================================================== Sumber : Resolutions Of The Securities Comission Syariah Advisary Council Prinsip-Prinsip Dari Mu’amalat Dalam Pasar Modal 1. Namun. 145 Ibid. Penekanan pengaturan lainnya yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan privatisasi itu adalah dengan menitikberatkan penjualannya melalui pasar modal. dibandingkan dengan menjualnya kepada mitra strategis (strategic sale). yang bertugas menjual BUMN. Agar jalannya privatisasi BUMN lebih fair. Dalam peraturan itu harus ditentukan secara jelas jumlah maksimal kepemilikan saham dalam satu bank143 dan sanksi atas pelanggarannya. Dewan Penasehat Syariah bersatu menyetujui untuk menerima prinsip dari bai’dayn debt trading (perdagangan hutang) sebagai salah satu dari konsep untuk membangun instrumen pasar modal. 168 143 144 29 . kondisi ini dapat menjadi bertemu ketika adanya keteraturan sistem tranparansi dimana dapat melindungi maslahah (kepentingan umum) dari pelaku pasar. Thailand. Kebanyakan dari para ahli Hukum Islam Umum bersatu dalam menerima musyarakah mutanaqah sebagai salah satu instrumen dalam Pasar Modal. Dengan ini akan memperluas kepemilikan masyarakat atas BUMN.

Bai’ Inah Bai’ inah adalah merupakan perdagangan dimana penjual menjual asetnya kepada pembeli dengan kesepakatan harga penjualan yang dibayar oleh pembeli pada tanggal yang akan datang. Diantara aplikasi dari suftajah dalam sebuah keuangan dunia modern adalah proses dari transfer uang. Konsep ini dibenarkan dari persfektif syariah. Bai’ Muzayadah Bai’ Muzayadah adalah menawarkan dari harga yang untung dalam sebuah pasar oleh penjual diikuti dengan permintaan dari pembeli yang bersaing untuk menawarkan dengan harga tinggi. daging dan minyak dari penjual dengan membelinya setiap hari dan membayar untuk mereka pada harga pasar di akhir tahun atau diakhir bulan tanpa menetapkan pada harga. dimana lebih rendah dari harga penjualan yang telah disepakati. Dalam konteks pasal modal . 3. ma’dum 5. Praktek ini tidak akan memberi kenaikan kepada perselisihan antara pembeli dan penjual karena mereka telah setuju pada metode dari pembayarannya dan harganya. pengembalian penjualan yang untung ketika penjual mengklemnya dengan membayar kembali sesuai dengan jumlahnya. ijarah muntahiyah bi tamlik. istisna’ dan yang lainnya. Pemberi modal kemudian dengan segera membeli kembali aset dengan hargai tunai yang lebih rendah kemudian harga penjualannya ditangguhkan 4. Kreditor tidak dapat berlari dari resiko hilangnya uangnya selama perjalanan seperti dia hanya menbawa catatan-catatan Suftajah. Pembelian dari sebuah objek yang tidak ada ketika perjanjian (kontrak) telah dibuat adalah telah dipertimbangkannya bai. 8. ijarah. Manfaat –manfaat yang diberikan oleh debitur dalam menggunakan metode ini adalah dari sebuah aspek manajemen resiko. pembeli dengan segera menjual kembali aset kepada penjual dengan harga tunai. ini akan menjadi pertimbangan sebagai pemberian (hibah)dari pembeli kepada penjual. Bihi Si’rsebagaimana yang didefenisikan oleh Ibnu Qaiyyim adalah praktek dari pengambilan beberapa jumlah barang-barang seperti roti. Sebaliknya. Sebagai contohnya. pembeli mengembalikan kepada penjual. Pemberi modal akan menjual sebuah prodak kepada pembeli pada pembayaran didepan sesuai dengan apa yang disepakati. 6. Bai’ Ma’dum Berdasarkan pada teori perjanjian (kontrak) menurut yurispudensi Islam. dengan cara menyimpulkan bahwa seluruh aset yang telah dijual berasal dari pemberi modal. khususnya mereka dihubungkan pada perilaku dari pelaku pasar yang mengambil untuk berlebihan dari perbedaan harga. ini dihubungkan pada catatan keuangan. bai’ bi thaman ajil (BBA). Jika pendapatan penjualan. Bihi Si’r Bai’ Bima Yanqati. Konsep ini adalah relefan dalam beberapa masalah di pasar modal islam. suatu kondisi dimana objek dalam perdagangan ( mahal al-aqd atau ma’qud alaih) dapat didagangkan harus ada ketika perjanjian (kontrak) telah dibuat. Ini juga digunakan sebagai suatu alasan untuk diizinkan berspekulasi sepanjang itu tidak bertentangan pada prinsip-prinsip syariah. Bai’ Urbun Bai’ Urbun adalah simpanan yang diberikan oleh pembeli kepada penjual dalam perjanjian (kontrak) jual beli. bai’ dayn adalah prinsip penjualan dayn dimana hasil dari pertukaran perjanjian (perjanjian mu’awadat maliyyah). seperti murabahah. Bai’ Wafa’ Section 118 dari Majallah al-Ahkam al-Adliyyah mendefenisikan Bai’ Wafa’ sebagai sebuah penjualan dengan kondisi bahwa ketika penjual membayar kembali harga dari penjualan barang. 9. Bai’ Bima Yanqati. Dikatagorikan sebagai bai’ inah. 7.Dalam konteks dari pasar modal islam. contohnya transfer telegrapik (TT). Suftajah Dalam bahasa arab atau termilogi dalam yurispudensi islam Suftajah adalah sebuah instrumen kredit dalam bentuk diberikannya catatan keuangan kepada seseorang untuk memungkinkan kreditor untuk digunakan pada menetapkan tempat yang lainnya. pesanan kartu pos and pesanan uang. simpanan akan menjadi bagian dari harga barang-barang. didasarkan pada alasan-alasan pengikut. Setelah itu. Aplikasi dari prinsip ini dalam pembelian dan penjualan bukanlah sesuatu yang baru 30 .

6. 9. 2. 2. 3. 3. 4. 4. 7. 9. 5. Riba : Principles and Divison Gharar Gambling Ghalat Speculation Qabadh Dha’ Wa Ta’ajjal ‘Umum Balwa Ta’wid ~~OOO~~ 31 . 5. 8.Produk Pasar Modal Menurut Yurisprudensi Islam 1. Call Warrant Transferable Subscription Rights (TSR) Asset Securitisation Securities Borrowing and Lending (SBL) Crude Palm Oil Futures Contract Composite Index Futures Contract Islamic Benchmark Bond Finance Lease and Operating Lease Preference Share Masalah-masalah Pasar Modal Menurut Yurispudensi Islam 1. 7. 6. 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->