PENGEMBANGAN EKONOMI ISLAM DAN KONDISI HUKUM EKONOMI KONVENSIONAL ∗

Bismar Nasution∗∗ Sumber : ======================================= Robert Cooter and Thomas Ulen, Law & Economics.

HUKUM DAN EKONOMI
Pendahuluan (hal 1-2) Hukum menggunakan ilmu ekonomi pada bidang hukum anti persaingan (antitrust), pengaturan industri-industri, perpajakan, dan menentukan masalah moneter. Hukum dibutuhkan ekonomi dalam hal menjawab pertanyaan seperti “siapa yang menjadi tergugat dalam bursa saham ?”. “dapatkah kontrol harga dalam asuransi mobil mengurangi nilai riilnya ?”, “siapa sebenarnya yang dibebankan pajak ?”, dan “berapa besar pendapatan masa depan anak-anak yang hilang karena orangtua mereka meninggal ?”. Perkembangan pesat terjadi sekitar tahun 1960-an, ketika analisis ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) masuk ke dalam bidang hukum, seperti properti, kontrak, kesalahan/kerugian, hukum pidana dan hukum acaranya, dan hukum tata negara. Hal ini dikemukakan oleh Ronald H. Coase dalam tulisannya yang berjudul The Problem of Social Cost (1960) dan Guido Calabresi dalam tulisannya yang berjudul Some Thoughts on Risk Distributionand the Law of Torts (1961). Apa yang dimaksud dengan analisis ekonomi dari hukum ? (hal 3-4) Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa ekonomi menghasilkan sebuah teori tingkah laku/perilaku untuk memprediksi bagaimana respon manusia terhadap perubahan-perubahan dalam hukum. Teori ini melampaui intuisi, hanya sebagai ilmu sains yang melampaui akal biasa (common sense). Dalam tambahan kepada sebuah teori sains tentang perilaku, ekonomi menghasilkan sebuah standar normatif yang sangat berguna untuk mengevaluasi hukum dan kebijakan. Hukum bukan sekedar (arcane) argumen-argumen teknis saja, hukum adalah instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan kepentingan sosial yang penting. Untuk mengetahui efek-efek dari hukum dalam tujuan itu, hakim dan pembuat hukum lainnya harus mempunyai sebuah metode untuk mengevaluasi efek-efek hukum dalam nilai-nilai sosial yang penting. Ilmu Ekonomi memprediksi efek kebijakan terhadap efisiensi. Efisiensi selalu berhubungan dengan pembuatan kebijakan, karena akan selalu lebih baik mencapai semua kebijakan-kebijakan yang ada dengan
∗ Disampaikan pada Seminar Nasional dengan tema “Signifikansi Hukum Islam Dalam Merespon Isu-isu Global”, yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, pada hari Sabtu, 19 Juni 2004 di Medan. ∗∗ Mendapat Sarjana Hukum dari USU (1983), Magister Hukum dari Universitas Indonesia (1994), Doktor dari Universitas Indonesia (2001), Guru Besar Hukum Ekonomi Fakultas Hukum USU (2004), Dosen Fakultas Hukum USU Medan, tahun 1987– sekarang, Dosen Pascasarjana Hukum USU Medan, tahun 1999–sekarang, Dosen Magister Manajemen Pascasarjana USU Medan, tahun 2002, Dosen Magister Kenotariatan Pascasarjana USU Medan, tahun 2002, Dosen Magister Hukum Pascasarjana Univ. Pancasila Jakarta, tahun 2001–sekarang, Dosen Magister Hukum Pascasarjana Univ. Krisnadwipayana Jakarta, tahun 2001–sekarang, Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta, tahun 1997–2000). Penguji Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Indonesia, tahun 2002-sekarang.

1

biaya yang rendah daripada dengan biaya yang tinggi. Pejabat umum tidak pernah menyokong uang yang siasia/pemborosan. Selain efisiensi, Ilmu ekonomi yang juga memprediksi efek dari kebijakan-kebijakan dalam nilai penting lainnya adalah distribusi. Diantara penerapan ilmu ekonomi itu terhadap kebijakan publik adalah penggunaannya untuk memprediksi siapa sebenarnya yang dibebankan berbagai macam pajak. Lebih daripada penelitian ilmu-ilmu sosial, ahli ekonomi memahami bagaimana hukum memberi dampak terhadap distribusi pendapatan dan kesejahteraan disegala lapisan sosial. Sementara ahli ekonomi seringkali merekomendasikan perubahan untuk peningkatan efisiensi, mereka mencoba menghindari sengketa tentang distribusi, biasanya memberikan rekomendasi tentang distribusi kepada pengambil kebijakan (policy makers) atau pemilih (voters). Mengapa ahli hukum sebaiknya mempelajari ekonomi ?, Mengapa pula ahli ekonomi sebaiknya mempelajari hukum ? (hal 7) Analisa Ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) adalah suatu bidang ilmu interdispliner yang meliputi dua bidang ilmu yang luas dan juga pemahaman yang lebih dari keduanya. Ekonomi membantu kita untuk melihat hukum dari cara yang baru, salah satunya adalah sangat berguna bagi ahli hukum dan bagi siapa saja yang tertarik dalam persoalan kebijakan publik. Ketika kita memusatkan perhatian bahwa apakah ekonomi dapat membawa sesuatu kepada hukum, kita juga sebaiknya menemukan bahwa hukum membawa sesuatu kepada ekonomi. Analisis ekonomi seringkali mengambil peran untuk dijaminkan pada lembaga hukum (legal institutions) seperti properti dan kontrak, dimana memberi dampak ekonomi. Disamping itu, ahli ekonomi dapat mempelajari teknik-teknik dari ahli hukum. Ahli hukum meluangkan banyak waktu mereka untuk mencoba menyelesaikan masalah-masalah hukum, dan teknik analisa hukum dibentuk oleh kepatuhan untuk beracara. Hasil dari suatu perkara sering diberikan tanda-tanda yang digunakan untuk menggambarkan fakta-fakta, maka mahasiswa hukum mempelajari sensitivitas untuk membedakan hal-hal yang bersifat lisan. Bidang-bidang yang termasuk dalam ruang lingkup hukum ekonomi 1. 2. 3. 4. 5. Teori Ekonomi tentang Hukum Kekayaan (an economic theory of property) Teori Ekonomi tentang Hukum Kontrak (an economic theory of contract) Teori Ekonomi tentang Hukum Kerugian (an economic theory of tort law) Teori Ekonomi tentang Proses Hukum (an economic theory of the legal process) Teori Ekonomi tentang Kejahatan dan Hukuman (an economic theory of crime and punishment)

=========================================== Source : An Introduction to The Malaysian Legal System

HUKUM ISLAM
Defenisi Syariah dan Hukum Islam (hal 133) Syariah (bahasa arab yang secara literatur diartikan jalan menuju surga) adalah hukum Islam yang disucikan sebagai ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad dalam Al-quran dan Sunnah. Keseluruhan merupakan perintah yang berasal dari Allah, yang mengatur kehidupan muslim dalam segala aspek meliputi kewajiban langsung kepada Allah, dan hubungannya dengan sesama dan lingkungannya. Syariah, meliputi seluruh bagian kewajiban agama dan etika, moral, dan aturan hukum, lebih dari suatu sistem hukum (legal system), hukumnya bersifat mutlak (strictly). Syariah adalah “sebuah jalan”. Dalam Islam,

2

Allah sendiri yang punya kekuasaan/kedaulatan dan mempunyai hak untuk menakdirkan pedoman hidup manusia. Hukum Islam yang dimaksud memiliki arti aturan hukum yang merupakan bagian dari syariah dan berperan sebagai peraturan yang sesuai dengan prosedur yang digambarkan dalam konstitusi negara dan federal. Hukum Islam yang diterapkan di Malaysia adalah Mazhab Syafii, sebagaimana yang dimodifikasi oleh Hukum Adat Melayu. Sumber hukum Islam yang diterapkan di Malaysia ini terbagi dalam dua kategori besar yaitu : 1. Sumber Pokok (primary sources) a. b. 2. Al-Qur’an : Firman Allah, dan Sunnah : aturan yang berasal dari tradisi/kebiasaan nabi, contoh perkataannya atau aturan Nabi Muhammad Ijma : kesepakatan ahli hukum dalam suatu masa dalam menetapkan aturan hukum, dan Qiyas : berasal dari alasan-alasan ijtihad atau analogi.

Sumber Sekunder (secondary sources) c. d.

Latar Belakang Sejarah Hukum Islam di Malaysia (hal 134-135) Islam masuk ke Malaka pada 1414 ketika Parameswara, Pangeran Palembang yang menemukan Malaka, menikah dengan seorang putri Islam dari Pasai, memeluk agama Islam dan diberi nama Iskandar Shah. Malaka dibangun sebagai pelabuhan internasional dan kekuasaannya melewati semenanjung Melayu dan termasuk kepulauan pada abad kelimabelas, Islamisasi penduduk membuat Malaka menjadi pusat Islam sampai jatuh ketangan Portugis pada 1511. Kedatangan Islam merupakan salah satu momentum pada sejarah kepulauan melayu. Pengaruhnya sangat besar dan meresap kedalam masyarakat, budaya, politik dan hukum. Dalam masalah politik hukum, Islam menggantikan sistem devaraja Hindu atau bersifat ketuhanan melalui sistem kesultanan. Sultan dipilih sebagai khalifah atau wakil Allah yang harus memerintah sesuai dengan Hukum Allah, atau syariah. Dua hal yang bekerjasama : Islam mendukung dan posisi sultan yang kuat yang didalamnya berdasarkan Islam sebagai bentuk penegakan ajaran agama. Sebelum kedatangan Islam, Melayu mengikuti hukum kebiasaan atau adat yang dipengaruhi oleh budaya Hindu. Kedatangan Islam merupakan awal untuk memperkenalkan syariah dan untuk memodifikasi hukum adat Melayu agar didasarkan ajaran Islam (sebuah proses yang berlanjut sampai sekarang). Proses Islamisasi dapat dilihat dalam sejarah Melayu. Sebagai contoh, versi pertama kali adalah Risalat Hukum Kanun atau Undang-Undang Malaka (laws of Melaka) yang berisikan hukum kebiasaan/adat, dimana versi sekarang menunjukkan perpaduan antara hukum kebiasaan/adat dengan prinsip-prinsip Syariah, sebagaimana yang dituliskan dalam Abu Shuja’s At-Taqrib, Ibn Al-Qasim Al-Ghazzi’s Fath Al-Qarib, dan Ibrahim Al Bajuri’s Hashiya Ala’l Fath Al-Qarib. Setelah Malaka jatuh, versi Undang-Undang Malaka diadopsi di negara Melayu yang merupakan wilayah terakhir Kerajaan Malaka. Disini juga menunjukkan pengaruh syariah. Sebagai contoh, dalam sejarah Pahang dipimpin oleh Sultan Abdul al-Ghafur Muhaiyuddin Shah (1592-1614) menunjukkan pengaruh kuat syariah ini.hal ini memperkenalkan Pahang adalah Daral Islam (negara Islam), contoh sebuah negara Islam, dan empat puluh dua dari enam puluh delapan artikel didasarkan pada syariah. Sejauh apa dan untuk apa hukum yang luas sebagai gambaran dalam sejarah Melayu yang diimplementasikan tidak secara pasti. Karena itu, gabungan hukum adat Melayu dengan unsur Hindu-Budha ditutup dengan prinsip-prinsip hukum syariah yang dimodifikasi selama periode pemerintahan Inggris yang disatukan dengan kerangka hukum Inggris. Hal inilah pelopor dapat diterapkannya hukum Islam di Malaysia hari ini. Islamisasi hukum adat Melayu dilanjutkan setelah kedatangan Inggris. Sebagai contoh, di Johor, disamping sejarah Johor 1789, yang dibentuk dalam Undang-Undang Malaka, diubah dan dibuat secara kodifikasi syariah yang dibuat oleh Turki dan Mesir. The Majallat Al-Ahkam of Turkey diubah menjadi the Majallah Ahkam Johore dan Hanafi Code of Qadri Pasha of Egypt diubah menjadi the Ahkam Shariyyah Johore. Pada 1890, Sultan Abu Bakar merancang konstitusi untuk Johor yang menunjukkan beberapa pengaruh syariah. Demikian pula, di Trengganu, konstitusi dibuat pada 1911 juga menujukkan pengaruh syariah. Contoh-contoh ini dan kasus hukum menunjukkan bahwa sebelum datangnya Inggris hukum dasar dari pribumi adalah hukum muslim melayu (Malay-Muslim Law). R.J Wilkinson mengatakan : “Disana tidak

3

yang didukung oleh anggota-anggota komisi keturunan pakistan. adanya sistem legislatif yang terpisah dalam berbagai aspek hukum Islam tersebut. 4 . tidak seperti biasa karena dengan suara bulat. Tidak seperti undang-undang sebelumnya (yang bermodelkan Undang-Undang Administrasi Hukum Muslim di Selangor tahun 1952) yang menghimpun kekuasaan dalam suatu majlis (atau konsul yang dikenal dengan berbagai nama yang bervariasi). yang telah melalui permulaan hingga akhir tahun 1970-an berdasarkan rekomendasi komite yang disusun untuk meningkatkan status Pengadilan-pengadilan Syariah. memperkenalkan hukum Inggris dan membuat hukum yang diterapkan secara umum dalam hukum muslim melayu. ayat (1ª) yang menegaskan kekuasaan yudisial federasi pada dua pengadilan tinggi yang berwenang tentang status dan yurisdiksi. coomon law. artikel 4 mengatur bahwa supreme law federasi menjadi konsitusi federal. Rekomendasi aliansi partai diterima dan artikel 3 dilihat dengan kualifikasi penting bahwa “agama lain dapat diterapkan secara damai dan selaras pada beberapa bagian negara federasi”. Artikel 3 hanya menyatakan bahwa Islam adalah agama federasi. yang pada pokoknya menghilangkan prinsip-prinsip dimana common law dipersiapkan untuk diterima.agama Malaysia seharusnya Islam. Sejarah dan tingkat persoalaan ini dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. dan beberapa kebiasaan atau adat yang memiliki kekuatan hukum.. Hukum Islam tidak meliputi defenisi hukum dalam artikel 160 dari konstitusi federal. Mr. dan dilaporkan dalam perluasan modifikasi dan penyimpangan-penyimpangan prinsip syariah. Hal ini membatasi dan berturut-turut secara perlahan membangun hukum syariah secara penuh. Islam adalah aliran kiri untuk penegakan ajaran agama. baik bentuk dan prosedurnya. Islam dan Hukum Islam Pada Konstitusi Federal (hal 143-149) Kesepakatan status dibawah hukum Islam oleh Inggris dilanjutkan setelah kemerdekaan negara federasi melayu. sebelum amandemen 1988 yang ditambah. Lebih jauh jaminan terhadap non muslim bahwa hak privat mereka tidak terpengaruh. yang menjamin hak setiap orang untuk menyatakan dan menerapkan agamanya dan. Hal ini diberi nama secara variatif di setiap negara. Justice Abdul Hamid. Kenyataannya. yang membagi kepada 3 (tiga) kewenangan yang independen : • Majelis Agama Islam (atau segala variasinya) : bertanggung jawab untuk segala permasalahan yang berkaitan dengan agama Islam kecuali hukum Islam dan Administasi hukum. Pemerintahan Inggris memisahkan agama dari negara. dan Putrajaya dimana hal tersebut merupakan persoalan federal) saat ini. di setiap negara. yang mengatakan : “. Ketentuan yang telah ditambah pada rancangan asli dari Reid Constitutional Commission. berdasarkan rekomendasi dari aliansi partai. Inggris tidak menyentuh dan mengatur pokok-pokok ajaran agama tetapi. berdasarkan status wilayah. Hal ini direkomendasi oleh aliansi partai dalam memorandumnya. tetapi isinya secara subtansi adalah sama. Artikel 121. Labuan. dan pengadilan yang lebih rendah dibuat untuk penegakan undang-undang federal. seperti pada konstitusi Pakistan.. Undangundang saat ini. Prinsipprinsip syariah menitikberatkan perhatian pada kewajiban individu yang digabungkan kedalam hukum Inggris. terakhir mereka mengurangi hukum pribadi muslim. Negara bertugas hanya pada permasalahan keduniaan. Artikel 3 menjelaskan bahwa “Islam adalah agama federasi”. yang mendefenisikan hanya hukum tertulis. Pengadilan syariah tidak termasuk. Lebih jauh lagi. Hal itu tidak menerangkan. bahwa federasi adalah sebuah negara Islam.terdapat keraguan bahwa hukum Muslim akan diakhiri menjadi hukum melayu bukan hukum Inggris yang masuk untuk mengujinya”. setiap wilayah masing-masing mengikutinya. ayat (4) menentukan bahwa tidak ada sesuatu pun dalam artikel yang membawahi dari ketetapan lain dari konstitusi federal.. Salah satu ketetapan adalah artikel 11.. hal penting dalam ayat (4) untuk menyebarkannya. Pengamatan prinsip-prinsip ini tidak boleh membebankan ketidakmampuan terhadap penduduk non muslim yang menyatakan dan menerapkan agama mereka dan tidak boleh menyimpulkan bahwa negara bukan negara sekuler”. Dia melihat bahwa suatu ketentuan adalah “tidak berbahaya/merusak” karena tidak kurang dari lima puluh negara menerapkan ketentuan yang telah berurat akar dalam konstitusi mereka dan karena itu dimuat dalam semua konstitusi negara melayu. Administrasi Hukum Islam Hukum Islam merupakan suatu persoalan kenegaraan (kecuali dalam Wilayah Federal Kuala Lumpur. Rekomendasi itu. Hal yang paling penting adalah adanya administrasi yang bersifat umum terhadap Hukum Islam. ketentuan yang pertama artikel 3 sekarang dapat diketahui pada artikel 57 dari konstitusi pertama yang dirancang untuk Johor pada masa pemerintahan Sultan Abu Bakar.

dia telah muncul sebagai salah satu implementasi modern dari system hukum Islam yang signifikan dan penting. sebagai faktor waktu. mendirikan dan memelihara sekolah-sekolah Islam. istilah “bank yang untung (profit banking)” adalah cara yang berguna untuk menggambarkan sistem “ekstensi kredit” dalam dunia Islam. Hal 1-2 : Struktur dari Sistem Keuangan Islam (Islamic finance) benar-benar berakar/bersumber dari Al. Contohnya. Keuntungan didapat dari pembayaran sewa atau penjualan kredit direfleksikan. Majelis Agama Islam Majelis Agama Islam adalah sebuah lembaga yang memiliki fungsi utama untuk memberi nasehat kepada pembuat peraturan (atau Yang di-Pertuan Agung di negara dan wilayahnya tanpa seorang pembuat peraturan) dalam semua permasalahan yang berkaitan dengan Islam. dimana pembiayaan diganti rugi secara legitimasi.• • Mufti (urusan keagamaan yang tingkatnya paling tinggi) : bertanggung jawab atas ketentuan HukumIslam Pengadilan Syariah : bertanggung jawab atas Administasi Hukum Dua kewenangan yang pertama akan dibicarakan dibawah ini. dan oleh karena itu subjek dari ketidakpastian. dan untuk mengumpulkan zakat dan fitrah. 1998. peningkatan agama Islam atau untuk meningkatkan keuntungan kaum muslimin. contohnya: • Jika uang diberikan kepada pihak lain untuk digunakan dalam periode waktu tertentu. Meskipun demikian Sistem Keuangan Islam menjadi subjek dari beberapa bentuk kesalahpahaman baik oleh orang muslim maupun non muslim. Jika seorang investor membiayai akuisisi dari barang nyata dengan membeli atau menyewakan. Tambahan. dan seluruh kepercayaan. Badan ini mewakili seluruh mesjid-mesjid. besar jumlah kompensasi untuk pembiayaan tidak ditetapkan sebelumnya oleh pihak lain dalam kontrak. Hayes. III Publisher : Kluwer Law International. bahkan secara eksplisit. Pada tiga dekade terakhir.Qur’an dan ajaran Muhammad. wakaf (hadiah untuk ibadah). Dalam berbagai bentuk. Juga mempunyai kekuasaan untuk bertindak sebagai eksekutor dari suatu kehendak dan pengatur daerah makam muslimin. mereka dapat mempunyai legitimasi untuk memperoleh ganti rugi untuk dirinya sebagai kompensasi dari kesempatan yang hilang. Sebagai contoh. Pengadilan Syariah akan diuraikan pada Bab 10. kewenangan investasi. • Dengan cara seperti ini. memegang. Pelaksanaannya sehari-hari dilaksanakan oleh Departemen Urusan Agama Islam. telah ada peradaban Islam yang constant selama empat belas abad. sama seperti yang diemban oleh patner lain dalam sebuah perusahaan. =========================================== Buku : Islamic Law and Finance Religion. dan menyusun kekayaan yang bergerak dan tidak bergerak. Risk and Return Author: Frank E. Bebas untuk melakukan kontrak pada kegiatan industri dan perdagangan. Majelis berwenang untuk memperoleh. telah diketahui secara umum bahwa Sietem Keuangan Islam melarang menarik bunga pada pinjaman. dan sebuah contoh kasus untuk inovasi dan pengembangan hukum Islam. majelis boleh mendirikan perusahaan dibawah Companies Act 1965 (Act 125). tetapi hal itu menjadi pembagian keuntungan bersih dari usaha. Uang tidak diperlakukan sebagai komiditi seperti di Negara barat. dalam negara. dan untuk mengatur seluruh masalah keuangan yaitu bait-ul-mal. tetapi diperlakukan sebagai penanggung dari resiko. Penyedia modal diperbolehkan pengembalian yang seimbang. Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa hukum Islam tidak menolak pemikiran dari nilai waktu dari uang. majelis dipercayakan untuk menunaikan kewajiban untuk meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat muslim ke arah yang lebih baik. 5 . dan interprestasi terhadap relevansi sumber ini dilakukan oleh pengikutnya. dan menjamin hutang untuk setiap individu muslim untuk belajar ke tempat yang lebih tinggi. Vogel and Samuel L.

• • Hal 4-5: Keaslian dari Pembiayaan Islam Pembiayaan Islam bukan merupakan penemuan dari pergerakan politik para ekstrimis Islam abad ini tetapi berakar dari perintah yang ditemukan dalam Al-Qur’an dan ucapan dari Nabi Muhammad. Bisnis/Perusahaan Islam dalam kebutuhannya akan kebutuhan inventasi pembiayaan jangka pendek dapat membeli inventaris dalam kredit. rekan pasif membuat kontrak untuk sebuah bagian tertentu dari untung.sama seperti perusahaan/bisnis Islam membiayai pembelajaannya sendiri dari para supplier. hal ini dianggap sebagai perbuatan yang penuh dosa dan illegal dan sangat dihindari. yang diikuti selanjutnya dengan “Nasser Social Bank” pada tahun 1971. Banyak terdapat kesamaan antara system keuangan konvensional dan Islam. hal ini dapat diselesaikan melalui beberapa gabungan pinjaman jangka panjang dan modal pemilik. tetapi memenuhi kebutuhan perusahaan akan pembiayaan jangka panjang dari kebutuhan bangunan dan peralatan untuk mendapat sebuah pembayaran yang wajar. Dengan cara mengekspos para pemiliknya baik untuk perbaikan peningkatan potensi dari pengembalian modal jika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan untuk menreduksi nilai jika hasilnya mengecewakan. Dibawah Hukum Islam. pertimbakanlah contoh berikut ini: Hal 3: • Kebanyakan perusahaan/bisnis membutuhkan pembiayaan/pinjaman jangka panjang dalam pembiayaan konvensional. Inventaris pembiayaan/pembelanjaan adalah syarat umum baik dalam ekonomi islam maupun konvensional. Pada abad pertengahan. Bentuk praktek pembiayaan Islam yang telah dijalankan selama berabad-abad mengalami kemunduran secara besar-besaran selama periode kolonial kerajaan –kerajaan eropa. dan tidak menentukan bahwa semua perusahaan/bisnis dibiayai seluruhnya oleh modal equity (equity capital).Peraturan Islam mengijinkan perusahan-perusahan/ bisnis untuk memanfaatkan kredit. tetapi disana ada perbedaan penting. Dalam kebanyakan kasus. system keuangan/pembiayaan Islam menempuh jalan yang berbeda untuk tujuan yang sama. dibawah Organization of The Islamiv Conference. Bank dapat membeli inventaris untuk bisnis/perusahaan berdasarkan pada “Janji perusahaan/bisnis (business promise)” untuk membeli inventaris nanti untuk biaya ditambah biaya tambahan yang wajar. Tonggak bersejarah berikutnya. Dalam salah satu solusi Islam. Lease (sewa) tidak melibatkan bunga formal (formal interest) atau sebuah rekanan pembantu biaya (partnership stakes). Sebuah perusahaan /bisnis Islam dapat melakukan hal ini tetapi tidak diijinkan untuk menjanjikan atau menjual jumlah uang (receiveables) tersebut seperti layaknya pembiayaan konvensional karena hal tersebut bukan aset nyata. kredit tersebut disediakan baik oleh penyedia inventaris (inventory supplier) atau sebuah bank. Jadi. Solusi ini sesuai (meets) dengan konsep rekanan yang diwajibkan oleh doktrin dan mirip dengan kontrak pemegang saham perferen (preferred shareholder contract). Perusahaan/bisnis Islam dapat menggunakan pengaruh keuangan (finance leverage) dalam struktur permodalannya. Jadi perusahaan/bisnis harus membiayai ekstensi kreditnya dari dana yang dihasilkan dari dalam/ dana yang berasal dari dalam (internally generated funds) atau mengatur agar pihak ketiga untuk membeli barang untuk kepentingan konsumernya dan menjualnya kembali ke consumer dengan harga yang dinaikkan. timbul pilihan lain. Banyak perusahaan/bisnis menyadari pentingnya untuk menyalurkan kredit konsumernya melalui jumlah uang yang dapat diterima (accounts receivable) . seperti leasing. periode modern dari pembiayaan Islam menemukan permulaannya pada kemerdekaan Negara-Negara Muslim setelah Perang Dunia II. Hal ini mengilhami ajaran/pendapat sentral dalam hukum agama Islam yang menyangkut perjanjian komersial seperti sebagian besar bagian agama seperti hukum perkawinan. dimana bagian lainnya diberikan kepada pengusaha yang mengurus bisnis/perusahaan tersebut. adalah pembentukan “The Multinational Islamic 6 . Dalam pengaruh Eropa. “The Mit Ghamr Project” didirikan di Mesir pada tahun 1963. aset finansial tidak dapat dijual atau dipakai sebagai jaminan. ketika hamper seluruh dunia Islam berada dalam pengaturan kekuatan barat. Hukum Islam berasal dari teks yang terungkap dari jaringan dari sebuah norma yang saling berhubungan yang melarang kegiatan pengambilan keuntungan (interest taking) dan kegiatan spekulatif yang tidak pantas. karena keduanya berurusan dengan kumpulan umum realita perlengkapan operasi bisnis. Institusi Pembiayaan Islam pertama yang pernah dicatat. kebanyakan Negara mengadopsi system perbankan barat dan melupakan praktek komersial Islam. Jika sebuah perusahaan/bisnis tidak ingin mengurangi kepemilikannya dengan membawa masuk rekanan lain.

Menolak budaya dan politik barat dan terinspirasi dari kealiman agama. Selama tahun 70-an banyak institusi pembiayaan Islam didirikan si sejumlah Negara. Iran dan Sudan. Dalam kebanyakan pendapat. contohnya. Akhir dari kolonialisme dan kebangkitan dari kealiman telah memancari kebangkitan kembali dari pembiayaan Islam. banyak yang menyimpan dana mereka tidak berjalan pada “rekening kegiatan usaha yang tidak berjalan (non interest bearing account)” di bank Negara Barat. Sebelumnya hal tersebut. yang telah lama menyediakan kepada orang timur tengah keamanan. Menurut pendapat mereka. dan pengembalian yang kompetitif. tetapi kekayaan besar timbul dari booming minyak menanmbah perkembangannya. sebagian milik pemerintah dan swasta dan sebagian milik swasta. Terlepas dari sejumlah komplikasi yang membuat rute ini menjadi tidak menjanjikan. hanya sedikit keluarga yang berpengaruh dan elit saudagar yang mempunyai jumlah uang yang signifikan. Booming minyak telah merubah situasi secara dramatis. sebuah perbandingan dari necara tempat berpijak Bank Islam yang terkemuka dimana beberapa angka dapat dilihat menunjukan pertumbuhan lebih dari 15 % per tahun selama lima tahun terakhir ini. banyak pria-pria muslim yang alim mencari persesuaian antara hidup mereka di dunia yang modern dan ajaran keyakinannya. tetapi diinvestasikan langsung ke dalam bisnis. kebanyakan berhubungan investasi barat yang konvensional dan tidak cocok dengan prinsip agama tradisional. Adalah hal yang biasa untuk bank di London ( pusat pasar utama bagi pembiayaan Islam) untuk menaruh $ 100milyar atau lebih atas nama seorang individu yang kaya raya. secara tiba-tiba lebih banyak uang di tangan orang banyak dan pertanyaan tentang bagaimana para pengikut ini harus menginventasikan uangnya menjadi lebih menekan. seorang pengamat ahli memperkirakan bahwa lebih dari $ 50 milyar simpanan dilarikan rezim teluk selama krisis teluk antara 1990-91. keleluasaan. Gelombang identitas Islam sekarang ini telah menghasilkan dorongan positif lainnya untuk mengadopsi prinsip-prinsip Islam dalam bisnis dan pembiayaan. Untuk menarik dana ini dan dana lainnya akan membutuhkan pengembangan dari kesempatan investasi Islam yang menawarkan angka pengembalian yang kompetitif dalam tingkat resiko yang dapat diterima. karena kegiatan itu terbatas pada beberapa individu saja dan secara umum tidak diperhatikan oleh populasi yang lebih besar. Kenaikan dramatis dalam pendapat minyak di tahun 1970-an telah membawa tingkat kekayaan dan kelebihan simpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada populasi dari beberapa Negara timur tengah yang kaya akan minyak. Sebagian lagi mengelak dari system perbankan seluruhnya. kebanyakan pergi ke Bank di Swiss. Ukurannya diukur bekisar dari $50 Milyar sampai lebih dari $100 Miyar. Sepuluh atau dua puluh tahun sebelumnya. Hal 5-6 Pertumbuhan Kegiatan Pembiayaan Islam Ukuran dan jumlah sebenarnya dari pertumbuhan kelompok pembiayaan Islam di dunia sangat sulit untuk diukur. Jumlah yang lebih besar dari penyimpanan langsung secara Islam (Islamic-Directed Saving) di tangan para investor secara individual yang tidak dimasukan/berhubungan ke dalam bank sama sekali.Development Bank” pada tahun 1973. Dengan uang yang dengan gampang ditarik ini. tidak termasuk aset keuangan dari tiga Negara penganut Ekonomi Islam. Hanya sedikit dana yang dilaporkan kembali lagi ke teluk pada akhir 1996. Lebih jauh lagi. Pakistan. Bank Islam telah membuat kesemibangan itu terwujud di dalam dunia bisnis. pertumbuhan masa depan bergantung pada kemampuan insdutri untuk menarik dana para penyimpan dan investor yang sekarang boleh memilih untuk pengembalian yang lebih dan karakteristik resiko dari bankir konvensional dan bankir investasi. hanya sedikit yang tahu tentang mereka bahkan oleh para pemimpin agama. 7 . Tentu saja ada banyak lapisan dari simpanan muslim yang tersedia. dana seorang investor yang mempunyai komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip agama. menyimpang uangnya di rumah. beberapa bankir percaya yang kami wawancarai percaya bahwa tingkat pertumbuhan sekarang ini akan susah untuk menopang. hal ini tidak akan terjadi dalam konteks transaksi keuangan Islam yang dipraktekkan sekarang. pengalaman dari perang teluk membuat hal ini jelas. Ada sebuah perjanjian umum bahwa dana yang dikelola oleh Bank Islam menunjukan uang yang siap pakai. sebagian adalah milik publik. Salah satu pendekataan untuk mengukur besar dari kelompok penyimpanan Islam (Islamic Saving Pool) adalah kumpulan necara dari bankbank Islam yang terkemuka.

terlepas dari persyaratan akan pemberitahuan penarikan kembali yang cepat (Advance withdrawal notice) yang seharusnya diberikan oleh nasabah Investasi Islam. Investasi juga tersebar dalam rekanan pembagian untung yang disebut dengan mudaraba dan musharaka. Mungkin penjelasan yang sering dikutip adalah fakta bahwa Bank Islam tidak mempunyai pusat loket diskon bank (Sentral Bank Discount Window) untuk dialihkan apabila mereka membutuhkan lukiditas dengan cepat dan tidak ada prpgram penjaminan simpanan untuk menjamin kepentingan penyimpan dan membantu mencegah panic bank runs. diluar dari pemasukan tambahan pemilik. Beberapa bank Islam terpaksa memberi subsidi distribusi keuntungan kepada depositor diluar dari bagian keuntungan pemilik bank atau dalam beberapa kasus. dan Kuwait Finance House. Hingga kini. sehingga wajar apabila mereka tidak percaya diri mereka hanya bertahan pada persetujuan jangka pendek. dll. Sedikit Bank besar yang dimiliki oleh orang timur tengah mendominasi pasar ini.Rajhi. Dar Al. investasi jangka panjang (yang relative lebih menguntungkan) menciptakan kekhawatiran ketidakcocokan antara aset dan kewajiban. Beberapa Sarjana Islam barubaru ini menyangsikan pada penerimaan dari salah satu bentuk pembiayaan Islam yang paling sering digunakan yaitu tipe perdagangan pembiayaan Murabaha yang dilakukan di London. sebagian besar. Kleinwort Benson. Jika skenario buram ini tidak cukup memotivasi para bankir dan investor untuk bergerak kearah hasil yang lebih menguntungkan (higher yielding) walaupun dengan resiko investasi yang lebih besar. tapi telah tercatat bahwa sebagian besar dana Islam ditujukan pada Markup (biaya yang dinaikkan) jangka pendek yang mempunyai untung yang tipis. Biasanya. Citibank. pernyataan baru-baru ini oleh sarjana Islam yang disegani dapat memenuhi hal tersebut. Beberapa diantaranya awalnya segan untuk membuat program deposit Islam dengan struktur pembagian untung karena takut akan menghancurkan rekening konvensial dimana beberapa depositor muslim tidak menerima bunga. sebuah situasi yang benar-benar tidak berkelanjutan (unsustainable). Transaksi ini meliputi. banyak investor Islam mengharapkan Jumlah dana dan lapangan yang sama seperti bank konvensional.Baraka. dimana banyak Bank Islam dan investor lainnya mempunyai deposit yang besar.8 Produk Bank Sekarang ini Dibandingkan investor konvensional. Prinsipnya dalam bentuk membiayai usaha untuk inventaris yang diselesaikan melalui kontrak yang jumlahnya dinaikkan (murabaha) seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dimana bank membeli inventaris dari supplier dan menjual kembali barang itu kepada konsumen dengan harga yang meliputi biaya yang dikeluarkan bank ditambah penambahan biaya. perjanjian perdagangan pembiayaan antara Investor Islam dan Peminjaman modal ( perusahaan) multinasional yang terkenal yang mencaru peminjaman modal kerja berbiaya rendah 8 . Depositor dalam beberapa bank Islam hanya dapat untuk mendapat untung/pengembalian sebanding dengan apa yang ditawarkan oleh bank konvensional atas biaya dari pemilik bank. Walaupun Bank dan Pembiayaan Islam sering diakitkan oleh para ekonom Islam dan lainnya sebagai pembiayaan pembagian untung. Penelitian kami menunjukan bahwa kebanyakan dana para muslim terbatas pada investasi jangka pendek dengan resiko yang rendah. Strategi investasi jangka pendek dari bank Islam ini bisa jadi merupakan jalan buntu. Selisih keuntungan dalam kontrak ini terlalu tipis untuk mendukung pengeluaran tambahan dan menghasilkan keuntungan dasar yang cukup (bottom line sufficient profit) untuk memuaskan pemilik bank dan para depositornya. 70% dari keuntungan ini menjadi milik depositor dan 30 % menjadi milik pemilik bank. Saudi American Bank. Al. Hal ini sebagian diakibatkan oleh goncangan seperti keruntuhan Soukh al –Manakh ( Bursa efek Kuwait) dan kegagalan BCCI. tetapi dalam kondisi saat ini.Mar. dan di kegiatan penyewaan yang disebut dengan ijara.Perantaraan Pembiayaan ( Financial Intermediary) Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Sehingga dapat dimengerti kalau mereka ragu-ragu untuk masuk sedalam investasi jangka panjang kecuali mereka percaya diri dan telah mengerti dengan benar resikonya. Dalam prakteknya. Ditambah beberapa Bank komersial lokal dan asing yang mempunyai operasi Islam yang substansial termasuk National Commercial Bank. potensi dari Pasar modal Islam tidak begitu saja dilupakan oleh Institusi pembiayaan baik yang dimiliki oleh penduduk asli maupun oleh orang asing yang beroperasi di Negara-negara dengan populasi Muslim. Dari wawancara di lapangan diperoleh bahwa investor Islam di timur tengah lebih menolak resiko daripada investor lain diamanapun. termasuk Al. nasabah Muslim saat ini mempunyai relatif sedikit kontrak investasi yang dapat diterima untuk dipilih. tetapi hal tersebut mewakili porsi kecil dari keseluruhan kumpulan investasi dan secara histories berkonsentrasi dalam portfolio dari para penjaja yang inovatif. Penjelasan lain untuk penyebabnya adalah kapasitas yang terbatas dari institusi-institusi ini untuk berusaha melakukan analisis kredit yang teliti yang dibutuhkan untuk investasi yang agresif. Hal 7. Berbagai penjelasan tentang hal ini terlihat dari wawancara dan tulisan yang ada.

produk. dari inventaris. Adapun sebutan yang tepat untuk definisi ini adalah: Pengelolaan perusahaan berkaitan dengan hubungan antara manajer perusahaan dan pemegang saham. Secara singkat istilah pengelolaan 9 . singapura. bahwa istilah “pengelolaan perusahaan” memiliki banyak definisi. Millstein. 2. Tanpa kepemilikan. Brunei. Istilah ini juga dapat mencakup segala aturan hukum yang ditujukan untuk memungkinkan suatu perusahaan untuk dapat dipertanggung-jawabkan di depan para pemegang saham perusahaan publik. 3. dengan cara ini menghindari ketidakpraktisan dan debtor partial rules yang menyertai kelalaian dalam hukum syariah. Pemerintah yang tidak mendukung maupun melarang system Bank Islam dalam yuridiksinya cthnyam Mesir. dan mungkin Indonesia Pemerintah secara aktif mengecilkan kehadiran system bank Islam secara terpisah cthnya Saudi Arabia dan oman. Dan para investor dapat menganggap sewa sebagai penggabungan beresiko rendah (incorporating lower risk) karena para investor menguasai hak property sampai kontraknya berakhir. Davos. Hal ini bukan berarti tidak ada lagi halangan. istilah ini dapat digunakan untuk menggambarkan peran dan praktik dari dewan direksi. porperti dimiliki kembali. jasa dan penyedia sumber daya manusia. 4. Jika ada kelalaian/wan prestasi. (2 Pebruari 1998).” yang dibacakan di depan Forum Ekonomi Dunia. Transaksi Murabaha “sintetis” ini tidak dapat diterima oleh para muslim yang saleh. Walaupun kontrak multi milyar dollar ini popular untuk beberapa tahun. Istilah tersebut dapat mencakup segala hubungan perusahaan: hubungan antara modal. yaman.( multinationals seeking lower cost working capital loans). didasarkan kepada pandangan bahwa dewan direksi merupakan agen para pemegang saham untuk memastikan suatu perusahaan untuk dikelola guna kepentingan perusahaan tersebut. Malaysia. Istilah ini dapat juga mengacu pada praktik audit dan prinsipprinsip pembukuan. sebuah kondisi kunci untuk murabaha yang diterima sesuai dengan agama. oleh karena itu sekarang ada gerakan untuk menjauhi jenis investasi murabaha dalam bentuk apapun. perjanjian ini dianggap tidak lebih sebagai peminjaman konvensional jangka pendek dengan kurs bunga yang ditetapkan sebelumnya yang tergabung dalam harga dimana peminjam membeli kembali invetaris. Hukum Ekonomi Konvensional: Pelaksanaan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal I Grup Penasehat Bisnis Sektor Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengenai Pengelolaan Perusahaan1 membuat satu laporan mengenai prinsip-prinsip umum dari pengelolaan 1 Holly J. Tidak ada lagi halangan kecil pada kelanjutan pembangunan pembiayaan islam. Dikatakan. dan juga dapat mengacu kepada keaktipan pemegang saham. Swiss. Kuwait. Hal 11 Pengaruh Pemerintah Beberapa jenis pemerintah: 1. Hal 13 Potensi dari Bank dan Pembiayaan Islam. Sewa mempunyai beberapa keuntungan yang sama sepeti menjual dalam pembolehan pengakuan dari factor waktu dalam mengatur harga. Paskitan dan Sudan Pemerintah yang merangkul system bank Islam sebagai kebijakan nasional sementara itu tetap mendukung dual banking tracks cthnya: Bahrain. banyak keraguan bahwa bank benar-benar menerima barang kepemilikan (possession). Para investor beralih kepada pada tingkatan tertentu memilih jangka waktu yang lebih lama. Paradigma ini sangatlah sederhana: Para manajer (pengelola) bertanggung jawab kepada dewan komisaris dan dewan komisaris kepada pemegang saham. Secara lebih sempit. turki dan uni emirat arab. Pemerintah yang merubah system keuangannya kepada bentuk Islam cthnya Iran. Gregory dan Marsha E. investasi yang lebih menguntungkanm mereka menunjukkan pilihan pada lease/sewa (ijara) diatas kontrak lainnya. “The evolution of Corporate Gonernance in the United States. seperti juga kerja dari pasar untuk mengontrol perusahaan. pelanggan dan bahkan masyarakat luas. bahkan secara konstrukstif.Simms menguraikan istilah “pengelolaan perusahaan” dari Ira M.

Secara terbatas. Gregory dan Marshal E. 1999). dan pemastian diberlakukannya kontrak yang adil dengan penyedia sumber daya/bahan. Op. termasuk situasi keuangan.cit. 8 Di samping untuk meningkatkan keterbukaan. Keamanan dan kualitas jasa yang tinggi tersebut diperlukan untuk menarik sumber daya domestik untuk terlibat di pasar modal dan juga merupakan tuntutan perusahaan tersebut oleh Holly J. 2 Laporan Millstein itu dimuat dalam Business Sector Advisory Group. Salah satu bidang diantara tiga bidang lainnya adalah bidang “transparansi. Millstein (“Laporan Millstein”).” 3 yang sekaligus menjadi salah satu prinsip OECD dalam pengelolaan perusahaan. Op . Disebutkan dalam rangka menuju milenium ketiga orientasi pengembangan pasar modal dunia adalah menciptakan pasar modal pasar modal yang likuid dan efisien. (Jakarta: Bapepam. juga adalah untuk meningkatkan infrastruktur pasar.. Cetak Biru Pasar Modal Indonesia 2000-2004. kliring dan penyelesaian transaksi. pengklarifikasi peran dan tanggung jawab pengelolaan serta usaha-usaha yang dapat membantu memastikan kepentingan pengelolaan dan kepentingan pemilik saham untuk diawasi oleh dewan direksi. kerjasama. 4 Prinsip transparansi tersebut menyatakan. hal.7 Oleh karena itu. tanggal 4 Mei 2000. cit. Simms.Simms diuraikan dengan pandangan definisi yang luas maupun terbatas. “Report to the OECD on Corporate Governance: Improving Competiveness and Access to Capital in Global Markets (April 1998). Holly J. Kedua. Op. peraturan. aturan pendaftaran dan praktik pribadi yang memungkinkan perusahaan menarik modal masuk. Gregory dan Marsha E. menghasilkan keuntungan dan memenuhi harapan masyarakat secara umum dan sekaligus kewajiban hukum. jika intervensi tersebut terfokuskan pada empat bidang. bahwa “kerangka pengelolaan perusahaan harus dapat memastikan bahwa pengungkapan informasi yang akurat atau tepat dilaksanakan berkaitan dengan materi yang menyangkut perusahaan. Gregory dan Marshal E. juga sesuai dengan pernyataan Bapepam. Simms. Holly J. pertama. 8 Perlu diingat. 8. Jakarta. “Pengelolaan Perusahaan (Corporate Governance): Apa dan Mengapa Hal Tersebut Penting. Cetak Biru Pasar Modal Indonesia yang dibuat Bapepam. Bapepam. hal. dimana diantara strategi tersebut ditekankan. intervensi pemerintah dalam masalah pengelolaan perusahaan akan menjadi cara yang paling efektif dalam rangka menarik modal. pasar modal dimana-mana cenderung meningkatkan hal-hal yang antara lain terkait dengan keterbukaan. juga menetapkan strategi pengembangan pasar modal. agar apa yang menjadi tujuan prinsip keterbukaan dapat dicapai. hal. istilah “pengelola perusahaan” dapat meliputi kombinasi hukum. Diuraikan Holly J. 12. hal. 3 Tiga bidang lainnya ialah . Gregory dan Marshal E. 6 Upaya mencapai good corporate covernance tersebut. jenis instrumen yang diperdagangkan. berkinerja secara efisien. hal. hal.cit. Ira M. Istilah tadi juga dapat mencakup hubungan antara perusahaan itu sendiri dengan pembeli saham dan masyarakat. berkembangnya suatu pasar modal sangat tergantung pada kemampuan lembaga-lembaga yang ada di pasar modal tersebut untuk memberikan keamanan investasi dan kualitas pelayanan yang tinggi. Ketiga. tersebut termasuk prinsip keterbukaan.” makalah disampaikan pada “Lokakarya Pengelolaan Perusahaan (Corporate Governance). juga telah ditekankan oleh hasil studi International Federation of Stock Exchanges (FIBV) pada tahun 1998. 14-16. Upaya tersebut harus didukung dengan peraturan yang cukup berkenaan dengan pelaksanaan prinsip keterbukaan. direktur dan pemegang saham perusahaan. bahwa agar good corporate governance dapat dimengerti dan diterapkan dengan baik. 2 Dalam laporan Millstein itu disebutkan. 6 Bapepam. penentuan fakta materiel yang mempengaruhi harga saham dan perbuatan menyesatkan. pemastian adanya perlindungan atas hak-hak pemilik saham minoritas dan asing. istilah tersebut berkaitan dengan hubungan antara pengelola (manajer). 10 . 3-4.perusahaan (corporate governance) dari pandangan sektor swasta dengan menitikberatkan pada “apa yang diperlukan oleh suatu pengelolaan untuk menarik modal. bahwa salah satu penyebab rentannya perusahaan-perusahaan di Indonesia terhadap gejolak perekonomian adalah lemahnya penerapan good corporate gonernance dalam pengelolaan perusahaan. pelayanan terhadap nasabah dan teknologi. maka perlu dicermati kajian yang dilakukan oleh OECD terhadap prinsip-prinsip utama corporate governance. kepemilikan dan kepemimpinan dari suatu perusahaan. 4 Ibid. Secara luas. 12-13. pemastian bahwa perusahaan memenuhi kewajiban hukum dan peraturan lainnya yang menggambarkan penilaian masyarakat. 7 Ibid. Tujuan Prinsip Keterbukaan Pentingnya prinsip keterbukaan dalam pasar modal. 15. hal. Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan University of South Carolina.”5 Berkaitan dengan prinsip-prinsip umum pengelolaan perusahaan yang baik oleh OECD tersebut. kinerja. Simms. peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal harus diupayakan dapat berjalan dengan baik. Untuk mewujudkan kondisi tersebut.” Laporan tersebut diketuai oleh.17. 5 Ibid.

Menurut Burg’s unsur kualitas stability dan predictabilty merupakan persyaratan supaya sistim ekonomi berfungsi.12 Dengan demikian prinsip keterbukaan dalam pasar modal menjadi isu utama yang harus dikaji. bertindak sebagai lembaga kliring untuk transfer dana di seluruh sistem perbankan. Challenge of A Generation Beyond the Crash of 87. diantaranya adalah pasar modal. mengungkapkan bahwa pasar modal yang mengembangkan sistim yang aman dan efisien terbukti lebih menarik bagi investor domestik maupun asing. 4. 1977). fairness.13 Untuk lebih memahami pembenaran prinsip keterbukaan tersebut. dengan persetujuan Senat. Peter S. menetapkan persyaratan cadangan bagi bank-bank anggota. Pasar Modal Indonesia Retrospeksi Lima Tahun Swastanisasi BEJ. yaitu stability. 1. Fungsi utama dari Federal Reserve System adalah untuk mengatur pasokan uang nasional. 11 E. hal. (Jakarta : Ghalia Indonesia. 182. 721-722.Undang-Undang Darurat ini belum mengatur prinsip keterbukaan dan belum memadai sebagai rambu perlindungan investor atau pemegang saham. bahwa pasar modal dapat membantu ramalan dan bentuk bisnis yang akan datang. education dan the special development abilities of the lawyer. dan semua bank nasional dan negara bagian yang menjadi bagian dari sistem. sebagaimana tuntutan perlunya prinsip keterbukaan dalam pasar modal Amerika Serikat untuk menyelamatkan pasar modalnya dari kehancuran akibat terjadinya great depression tahun 1929. (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. Hal ini dapat dibandingkan dengan studi yang dilakukan Burg’s mengenai hukum dan pembangunan sebagaimana dikutip Leonard J. 79. 1984). 40. 1989). cit. mengetatkan atau melonggarkan tersedianya kredit dalam perekonomian. 9 10 11 . Para Gubernur diangkat untuk masa jabatan 14 tahun yang semakin memperkuat kemandirian mereka. predictability. Coffee. hal. Jawaban ini akan menghasilkan empat tuntutan. hal. 1988). (New York : Institute of Finance New York. 232. diangkat oleh Presiden Amerika Serikat untuk masa bakti 14 tahun. Walaupun para anggota dari dewan pimpinan sistem diangkat oleh Presiden Amerika Serikat dan dikonfirmasikan melalui Senat. (Vol. Coffee. Keperluan pengaturan tersebut juga mengingat pasar modal telah lama dipandang sebagai barometer dalam hakekat bisnis. Untuk mengaktifkan bursa. Selanjutnya UUPM sebagai hukum yang diharapkan menciptakan keteraturan mekanisme pasar modal. karena informasi memiliki berbagai karakteristik dari suatu barang umum (public good). 12. Boston : Dowjones . Op. Selama bertahun-tahun FRB telah merumuskan. 9. hal. 1989). Sumantoro. 182. Hasil riset International Organization of Securities Commissions (IOSCO). 34. Jr. Jasso Winarto (ed). “Market Failure and the Economic Case for A Mandatory Disclosure System. 1996). 9 Oleh karena itu. Theberge. mengawasi pencetakan uang di percetakan uang. hal. yang diharapkan membuat keputusan yang bebas dari pengaruh politik.Irwin. Jr tentang perlunya sistim keterbukaan yang wajib. Teori yang lebih sederhana dapat menjelaskan dimana sistim keterbukaan difokuskan. posisi pasar modal dalam menunjang perekonomian nasional mempunyai peran yang strategis. Aspek-Aspek Hukum dan Potensi Pasar Modal di Indonesia. Money and Capital Market The Financial System in an Increasingly Global Economy. dan mengatur pembelian sekuritas atas marjin. 14 Pertama. (Jakarta: PT.11 Sebagai salah satu indikator ekonomi. 13 Tentang Bursa dan kemudian ditetapkan sebagai Undang-Undang Bursa No.” Virginia Law Review. Dewan menetapkan kebijakan Federal Reserve System mengenai maslah-masalah kunci seperti persyaratan cadangan dan peraturan perbankan lainnya. hal. Apalagi resesi ekonomi dunia ini disusul Perang Dunia II tahun 1939 serta masuknya Indonesia dalam era penjajahan Jepang dan perang kemerdekaan membuat bursa tidak berfungsi. yang kemudian direalisasikan dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM). menetapkan tarif diskonto. FRB adalah dewan pimpinan Federal Reserve System. hal. Federal Reserve System adalah sistem yang didirikan berdasarkan Federal Reserve Act tahun 1913 untuk mengatur sistem moneter dan perbankan Amerika serikat. Theberge dalam tulisannya “Law and Economic Development. Leonard J.” Journal of International Law and Policy (Vol. Gramedia. predictability (kepastian) dan fairness (keadilan). dapat diikuti pengamatan Jonh C. “Law and Economic Development. Federal Reserve System terdiri atas 12 Federal Reserve Banks Regional. tetapi sudah merupakan sejarah yang panjang dalam dunia pasar modal. diterjemahkan oleh Soesanto Budhidarmo. Gayed. 12 Bandingkan. Ketujuh anggotanya. 13 Hancurnya pasar modal Amerika Serikat pada tahun 1929 juga mempengaruhi bursa efek di Hindia Belanda. Federal Reserve Board (FRB) 10 memformulasikan kebijaksanaan moneternya dengan mengikuti 12 indikator ekonomi. perlu pengaturan yang dapat mengembangkan pasar modal menjadi efisien. hal. (Illinois. maka penelitian saham cenderung kurang tersedia. Untuk keperluan ini dan untuk mengembangkan pasar modal. Dengan UUPM ini diharapkan dapat dilaksanakan guna berperannya pasar modal secara strategis dalam pembangunan ekonomi. harus mengandung stability (stabilitas). John Downes dan Jordan Elliot Goodman. 1980). Bank-bank nasional menjadi pemegang saham dari Federal Reserve Bank di wilayah masing-masing. 24 cabang. 15 Tahun 1952. dan meneliti bank-bank anggota untuk memastikan bahwa mereka menaati berbagai peraturan Federal Reserve. pada 1 September 1951 dikeluarkan Undang-Undang Darurat No. Dictionary of Finance and Investment Terns. Rose. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. maka dibutuhkan suatu Undang-Undang yang dapat mendukung pasar modal. hal. Federal Reserve System dianggap sebagai satuan kerja yang mandiri. Prinsip keterbukaan sekarang ini bukan merupakan hal baru. 14 John C.S.dari investor internasional. Kurangnya ketersediaan tersebut berarti bahwa informasi yang diberikan emiten tidak akan diverifikasi secara optimal dan bahwa kurangnya upaya diberlakukan terhadap Ibid. 24.” Burg’s menyebutkan bahwa terdapat 5 (lima) unsur yang harus dikembangkan dalam kualitas hukum supaya membuat pembangunan lebih baik.

79. bahwa “Bapepam wajib memperhatikan kelengkapan. Ketiga. masih ada informasi yang dibutuhkan investor rasional untuk mengoptimalkan portofolio sahamnya. 17 James D. Walaupun manajemen dapat dipengaruhi melalui incentive contracty device untuk mengidentifikasi kepentingan diri sendiri dengan maksimalisasi nilai saham. 1995). 19 Bandingkan dengan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 1987). Ratner dan Thomas Lee Hazen. hanya memiliki validitas terbatas.(Boston.” Brooklyn Law Review. Sistim keterbukaan yang wajib dapat dilihat sebagai suatu strategi pengurangan biaya melalui mana masyarakat akibatnya mensubsidi biaya pencarian guna menjamin baik adanya informasi dalam jumlah besar dan pengujian akurasi yang lebih baik. Cox.18 Antisipasi tersebut dilakukan dengan adanya sistim keterbukaan yang wajib bagi perusahaan yang melakukan penawaran umum atau perusahaan publik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai keadaan usahanya. (St. dasar substansial ada untuk percaya bahwa ketidak efisienan yang lebih besar akan terjadi tanpa sistim keterbukaan yang wajib karena biaya sosial yang berlebih akan dikeluarkan investor untuk mengejar laba perdagangan. Avoiding the “Strike Suit” : Reaching An Appropriate Balance. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang menyatakan. Toronto. Suatu kelemahan khusus dalam teori tersebut adalah bahwa teori tersebut mengabaikan signifikasi dari kontrol perusahaan dan terlalu banyak menganggap bahwa kepentingan manajer dan pemegang saham dapat diluruskan secara sempurna. Pada kenyataannya. Securities Regulation Cases and Materials. Securities Regulation Cases and materiels. Langevoort. London : Little. manajemen produksi maupun yang berkaitan dengan kegiatan usahanya. Brown and Company. namun hal itu meningkatkan alokasi efesiensi dari pasar modal dan pada akhirnya peningkatan tersebut menunjukkan suatu perekonomian yang lebih produktif. prasyarat besar yang ditentukan oleh para teoritis ini. dan kejelasan dokumen Pernyataan Pendaftaran untuk memastikan bahwa Pernyataan Pendaftaran memenuhi Prinsip Keterbukaan”.15 Dengan perkataan lain. 63.” yang sekarang populer di antara para teoritisi perusahaan dan sebagaimana diyakini oleh Easterbrook dan Fischel. 55-56. 61. atau bahkan tujuan dari distributive fairness yang lebih umum.19 15 Richard W. maka masalah akan muncul dimana manajemen dapat keuntungan dengan memberikan sinyal yang salah terhadap pasar. 1991). Hillman. Pengamatan Coffee. objektivitas. Brian Hufford. mengenai berbagai hal yang seharusnya diketahui oleh pembeli tersebut sebelum ia membeli suatu saham. baik dari segi keuangan. tujuan yang ingin dicapai ketentuan ini adalah untuk menghasilkan dokumen yang menceritakan kepada pembeli prospektif. Jr tentang perlunya mempertahankan sistim keterbukaan yang wajib tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penerapan prinsip keterbukaan bagi emiten atau perusahaan publik. namun manajemen masih memiliki kepentingan dalam mengakuisisi penyertaan pemegang saham pada suatu harga diskon. Informasi yang demikian sangat baik diberikan melalui suatu sistim kewajiban keterbukaan. bahwa “informasi yang wajib disampaikan oleh setiap Pihak kepada Bapepam berdasarkan ketentuan Undang-undang ini dan atau perturan pelaksanaannya tersedia untuk umum. “Deserring Fraud vs. hal. hal. 1991). kecukupan. Donald C. hal. Seperti seseorang atau kelompok investor lainnya. yang dapat dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi investor untuk melakukan investasi. diperlukan untuk efektifnya sistim keterbukaan sukarela (disclosure voluntary system) sepertinya tidak memuaskan. bahwa “yang dimaksud informasi dalam ayat ini. (Vol. 18 D. Robert W. Jenning dan Harold Marsh. hal. Bandingkan juga dengan Pasal 89 ayat (1) yang menyatakan. Jr. Securities Regulation Cases and Materials.16 Dengan pemberian informasi berdasarkan prinsip keterbukaan itu. kemudahan untuk dimengerti.” Dalam Penjelasan Pasal 89 ayat (1) ini dinyatakan. sedikitnya sepanjang manajemen masih dapat melakukan insider trading atau leveraged buyouts. (New York: The Foundation Press Inc. Gunanya untuk mengatur pemberian informasi mengenai keadaan keuangan dan informasi lainnya kepada investor. Kedua. Keempat. Paul Minn: West Publishing. Pengkolektipan mengurangi social waste yang sebaliknya bisa timbul dari kesalahan alokasi sumber daya ekonomi untuk mencapai tujuan ini. 17 Sedangkan informasi itu sangat berfungsi disebabkan berisi fakta materiel. Walaupun hasil akhir dari peningkatan upaya yang demikian secara signifikan tidak mempengaruhi keseimbangan dari keuntungan (advantage) antara penjual dan pembeli. 16 David L. akan dapat diantisipasi terjadinya kemungkinan investor tidak memperoleh informasi atau fakta materiel atau tidak meratanya informasi bagi investor disebabkan ada informasi yang tidak disampaikan dan bisa juga terjadi informasi yang belum tersedia untuk publik telah disampaikan disampaikan kepada orang-orang tertentu. antara lain Pernyataan 12 . Karena insentif bagi keduanya mungkin masih kuat.pencarian informasi materiel dari sumber emiten. dalam pasar modal efisien. 593-594. teori “self-induced disclosure.

Massachusetts. Op. (New York. 27 Frank H.27 Untuk mengantisipasi keadaan ini peraturan prinsip keterbukaan harus ditegakkan. Tedapat sedikitnya tiga tujuan ditegakkannya prinsip keterbukaan di pasar modal. bahwa apabila makin jelas informasi perusahaan. Dengan demikian dapat dipahami. Economic of Corporation Law and Securities Regulation. 70. hal. prinsip keterbukaan yang menambah kepercayaan investor atau publik 21 terhadap pasar modal sangat penting untuk diperhatikan.26 yang mengakibatkan investor melarikan modalnya dari pasar modal Amerika Serikat tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat. The Economic Stucture of Corporate Law. Selanjutnya ketiadaan atau ketertutupan informasi akan menimbulkan keragu-raguan untuk berinvestasi bagi investor. Metzger. Revolution on Wall Street the Rise and Decline of the New York Stock Exchange.Penekanan untuk mencermati pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam pasar modal Indonesia adalah langkah yang tepat dilakukan. Beaver. Tanpa upaya pembenahan prinsip keterbukaan terhadap masalah-masalah yang timbul akan menjadikan tujuan prinsip keterbukaan itu tidak tercapai. 26 Marshall E. Karena peraturan prinsip keterbukaan secara substansial akan memberikan informasi pada saat-saat yang telah ditentukan. hal. tujuan prinsip keterbukaan yang bertujuan sebagai cara menjaga kepercayaan investor dalam pasar modal adalah merupakan suatu hal yang paling penting. Pada umumnya. “The Nature of Mandated Disclosure. hal. Jeremy J. faktor persepsi tentang suatu hal lebih menentukan perilaku orang dan hal itu sendiri.cit. Loc. Fischel. Toronto: Little.l. 33. hal. 635. dalam Richard A. Posner dan Kenneth E.W. . 371. maka investor akan menarik modal mereka dari pasar. Fischel. Scott (ed). Brown & Company. Fischel. Myers dalam Sarlito W. “Mengembalikan kepercayaan masyarakat. 1984). Pertama. Lihat juga. dan Dan Rottenberg. hal.” Virginia Law Review. persetujuan dan pendaftaran profesi. tempat dan dengan cara bagaimana perusahaan melakukan keterbukaan. menjaga kepercayaan investor. Sebab ketiadaan keterbukaan atau ketertutupan informasi akan menimbulkan ketidakpastian bagi investor. (Vol. yang tujuannya adalah agar kualitas informasi semakin terpercaya dan Pendaftaran termasuk prospektus. 296-297. Easterbrook dan Daniel R. cit. yang pada gilirannya mengakibatkan pelarian modal (“capital flight”) secara besar-besaran dan seterusnya dapat mengakibatkan kehancuran pasar modal (bursa saham). Depok. Akibatnya pasar dan perekonomian akan rusak secara keseluruhan. Investor tidak dapat memperoleh informasi atau fakta materiel yang akurat. 13 . Easterbrook dan Daniel R.” disampaikan pada Simposium Penjelajahan Trace Baru II. Universitas Indonesia. London : W. Illinois : Irwin. 2. Pengungkapan informasi tentang fakta materiel secara akurat dan penuh akan dapat merealisasikan tujuan prinsip keterbukaan tersebut dan menghindarkan timbulnya pernyataan yang menyesatkan (misleading) bagi investor. 30 Maret 1988. apabila terjadi “krisis kepercayaan” atau “ketidakpercayaan” investor kepada pasar modal dan perekonomian. laporan berkala. 1980). 1993). 317. 737. hal. Mallor. 20 Frank H. izin orang perorangan. Easterbrook dan Daniel R. Siegel. hal. 1.22 Argumentasi perlunya prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor tersebut sangat relevan dengan munculnya ketidakpercayaan publik terhadap pasar modal. waktu. James Barnes. Blume. permohonan izin usaha. maka keinginan investor untuk berinvestasi akan makin tinggi. (ed). Jr.23 Akibatnya investor sulit mengambil keputusannya untuk berinvestasi melalui pasar modal. Posner dan Kenneth E. 2. 21 Di dalam ilmu Psikologi dikenal teori bahwa manusia bereaksi terhadap apa yang dipercayainya sebagai suatu kenyataan dan terhadap kenyataan itu sendiri. 24 Akibatnya keadaan informasi yang demikian akan menimbulkan ketidakpercayaan investor pada pasar modal. 20 Oleh karena itu. Easterbrook dan Daniel R. Norton & Company. 25 Keadaan ketidakpercayaan investor tersebut pernah terjadi dalam pasar modal Amerika Serikat. Business Law and The Regulation Environment Concepts and Cases. 25 Michael B. Scott. (Boston. “Mandatory Disclosure and the Protection of Investors. Jane P. Kenneth E. Coffee. 1996). Op. mengingat terdapatnya berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan prinsip keterbukaan tersebut. 2. hal. a. 296. Scott. 1. Sarwono dan Acuk Parsudi. dan laporan lain-lainnya”. 28 Frank H. (Cambridge. 673. 24 William H. Fischel.” dalam Richard A.cit.. dan yang lebih penting peraturan prinsip keterbukaan akan mengatur pengawasan. tepatnya pada tahun 1929-1934. 1986). Dengan perkataan lain.28 Pembenaran prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor ini sejalan dengan pengembangan dengan pasar modal di Indonesia. hal. 22 Frank H. 1. London: Harvard University Press. Op. Sebaliknya dapat mengakibatkan pasar modal tidak efisien atau distorsi. cit. 23 John C. 673. hal. (Homewwod.

Arys Liyas. komoditas. Lehn. 1998). Harris menulis tentang kehancuran pasar modal Amerika Serikat pada Oktober 1987. dan induksi noise (noise-induced).30 Misalnya berkenaan dengan keadaan ekonomi. 37 Kenneth M. hal. 31 Kenneth M. (Jakarta: Go Global Book Publishing Divison Safitri & Co. menyatakan bahwa investor adalah makhluk yang irrasional. penyebabnya adalah pengaruh faktor psikologis dari investor. pialang maupun investor. (Jakarta: PT.34 Pelaku pasar modal baik analis saham atau penasehat investasi. Hasan Zein M. hal. 74. defisit perdagangan. cit. and Price Discovery. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. 32 Marzuki Usman.” dalam Indra Safitri. rata-rata ini adalah rata-rata tertua dan paling banyak dikutip dari semua indikator pasar. Loc. 30 Lawrence A. 41 Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah Rata-rata harga saham tertimbang dari 30 saham unggul yang diperdagangkan secara aktif. Jenis volatility tersebut memberikan banyak pemahaman tentang ekonomi atas penciptaan pasar. dan membentuk kerangka analisis yang berguna untuk menilai efektifitas rencana kebijakan berkenaan dengan kehancuran pasar.37 Kehancuran pasar modal Oktober 1987 dipengaruhi oleh berita buruk mengenai ekonomi makro. Cunningham.” Cornell Law review. 1990). 38 Ibid. tentu. hal. 157. cit. cit. Op. “Comment on the Harris paper. 51. hal. 948. hal. Komponennya. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. cit. 646. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Sebenarnya lokasi New York Stock Exchange adalah dipojok Wall Street dan Broad Street. 229. 51. Op. Seperti tingkat bunga. lokasi New York Stock Exchange. 948.40 Menurut Dow Jones Industrial Average (DJIA) 41 perdagangan 29 Hasan Zein. bukan satusatunya pendekatan untuk memprediksi harga saham. bahwa dari analisis regresi terhadap data dari periode sebelum dan sesudah (deregulasi I 1987. Faktor fundamental bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi harga saham. hal. 30. Bursa pada dasarnya adalah cerminan mass behaviour. (Vol. Memperhatikan fluktuasi IHSG BEJ dapat diyakini bahwa faktor psikologis juga mempengaruhi turun-naiknya IHSG. hal. Catatan Kolom Hasan Zein Buku Pertama. Djoko Koesnadi. 36 Volatility adalah ciri suatu harga sekuritas. 172. Dipersiapkan dan diterbitkan oleh Dow Jones & Company. Gramedia Pustaka Utama. (Jakarta : PT. ABC Pasar Modal Indonesia. “Capital Market Theory. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor mengenai tingkat harga saham yang melambung. Sjahrir. (Jakarta: Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Jakarta. bahwa harga saham dipengaruhi oleh faktor psikologis tersebut adalah dilatar belakangi oleh kehancuran pasar modal Amerika Serikat pada Oktober 1987. dan biaya memperoleh informasi semakin murah. dan nilai dollar serta diperburuk lagi oleh “penyalahgunaan” asuransi portopolio. terlihat juga di BEJ. Loc.31 keadaan politik.. hal. Mandatory Disclosure. 649. serta kegiatan pasar asing. 2. Bandingkan. atau pasar untuk naik atau turun dengan tajam dalam masa yang pendek. 35 Hancurnya penurunan harga saham pada pasar modal Amerika Serikat waktu itu. induksi transaksi (transaction-induced). ed. hal. 1. seperti psikologis dan emosi juga mempengaruhi harga saham tersebut. “CMS dan Pengembangan Pasar Modal Di Indonesia. Banyak orang menyalahkan perdagangan program sebagai biang keladi dari mudah merubahnya keadaan secara ekstrim. khususnya para investor yang potensil atau investor rasional bisa terbawa faktor psikologis dan emosi yang mempengaruhi harga saham. akses investor terhadap informasi semakin terbuka luas. 39 Nama umum untuk distrik keuangan di sisi bawah Manhattan di Kota New York. 1995).32 kebijakan pemerintah dan rumor. cit. lebih dikenal dengan sebutan Black Monday. yaitu fundamental. Gramedia Pustaka Utama. Proposisi. defisit anggaran federal dan perdagangan. tetapi juga seringkali melebur identitas pribadi ke dalam identitas kolektif. hal. Faktor teknis. 34 Ibid. hal. 35 Ibid. 33 Sjahrir. al. Lihat juga. tampak bahwa hipotesis analisis fundamental sebagai faktor yang menentukan. dengan membahas tiga jenis volatility 36 harga saham. Pakto 1988 dan Pakdes II 1988). dan kantor pusat sejumlah besar perusahaan perpialangan. 1989). Kenneth M. bukan hanya kehilangan rasionalitasnya. yang sekali waktu berubah mewakili sekitar 14 . Lehn.38 Kenyataan yang terjadi pada kehancuran di Wall Street 39 Amerika Serikat pada tanggal 19 Oktober 1987. 948.33 Pendekatan teknis sebagai aliran kedua setelah pendekatan fundamental. Tinjauan Pasar Modal. 19 Oktober 1987 saat Dow Jones Industrial Average jatuh sebanyak 508 poin (suatu rekor) mengikuti penurunan-penurunan tajam dalam minggu sebelumnya. 1994). Seorang individu yang bergabung dalam suatu massa. 16-17.” Washington and Lee Law Review. tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari pengujian metode kuantitatif yang dilakukan. American Stock Exchange. (Vol.semakin tepat waktu. Lehn. Analisis Bursa Efek. 1995). dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. hal. Berdasarkan hasil penelitian. 854. Pada gilirannya permintaan dan penawaran merupakan manifestasi dari kondisi psikologis investor. Harga saham sebagai komoditas perdagangan. 40 Black Monday (Senin Kelam) .29 Prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor sebagai pendekatan fundamental. hal. terutama saham industrial tetapi termasuk American Express Company dan American Telephone and Telegraph Company. 2. Op.

2. Dalam perkataan lain. 46 Indra Safitry. 1992). (Jakarta: PT. Kedua. Minn: West Publishing Co. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor mengenai tingkat harga saham yang melambung. Citra Aditya Bakti. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. perlu dibuat ketentuan yang dapat mengambil alih fungsi prospektus ringkas menjadi prospektus awal.jatuh sebanyak 508 point. Dictionary of Finance and Investment Term.. Op. DJIA ini dihitung dengan menambahkan harga-harga penutup dari saham komponen dan menggunakan pembagi yang disesuaikan untuk pemecahan. David L. laporan keuangan. hal. hal. yaitu perlu dibuat suatu ketentuan bagi emiten untuk memberitahukan kapan dan dimana calon investor bisa memperoleh prospektus awal tersebut. Penerjemah Soesanto Budhidarmo. ed. hal. Bapepam perlu mempertimbangkan. Prospektus untuk penawaran umum harus diberikan kepada calon-calon pembeli dari penawaran. 1996). John Downes dan Jordan Elliot Goodman. tanggal 17 Januari 1996 diubah dengan Nomor Kep-43/PM/2000. tanggal 27 Oktober 2000. pejabat perusahaan. (Jakarta: Go Global Book. Sebagian dari dokumen dapat diubah sebelum prospektus akhir diterbitkan. dan dimana prospektus bisa diperoleh. hal. Op. Rata-rata dicatat dalam angka. (PT. perkara hukum (bila ada). Ratner. cit. hal. hal. Paul. hal. 43 Prospektus merupakan penawaran tertulis resmi untuk menjual sekuritas yang mencantumkan rencana dari suatu usaha bisnis yang diusulkan. hal 258-259. 42 Ibid. Catatan Kolom Hasan Zein. Dalam pasar modal Indonesia. 51. namun hanya perkiraan harga saja. Dokumen atau red herring belum lengkap dalam semua rinciannya. pertama. 422-438. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Dokumen itu memberikan rincian keuangan tentang emisi tetapi tidak memuat semua informasi yang akan tercakup dalam prospektus akhir atau prospektus menurut undang-undang (statury prospectus). Dalam red herring tersebut tidak dicantumkan harga saham yang pasti. 49. walaupun kebanyakan fakta penting dari penawaran biasanya sudah tercakup. jumlah saham yang ditawarkan. apakah masih perlu diterapkan pemakaian prospektus ringkas tersebut. Keadaan ini merupakan suatu rekor yang mengikuti penurunan-penurunan tajam dalam minggu sebelumnya.C. Securities Regulation In A Nutshell. Prospektus juga diterbitkan untuk dana bersama yang menjelaskan sejarah. atau fakta-fakta yang menyangkut usaha yang sudah ada dan perlu diketahui oleh seseorang investor agar dapat membuat keputusan dengan pengetahuan yang cukup. 1996). operasi. Red herring ini menyatakan bahwa saham-saham belum lagi dijual dan Pernyataan Pendaftaran meskipun telah diisi namun masih ada kemungkinan untuk diselidiki oleh SEC dan masih banyak kemungkinan untuk dirobah. Misalnya membuat ketentuan yang mengatur adanya prospektus awal. waktu yang tersedia bagi calon investor untuk melakukan kajian tentang prospek perusahaan menjadi lebih panjang. defisit anggaran federal dan perdagangan. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-51/PM/1996. Asril Sitompul. Prospektus akhir juga dinamakan offering circular (edaran penawaran). Op. harga penawaran.45 Dalam praktek yang terjadi di pasar modal Indonesia.42 II Pelaksanaan Prinsip Keterbukaan Sebelum Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif Pelaksanaan prinsip keterbukaan yang paling awal dalam mekanisme pasar modal sudah dimulai pada saat perusahaan memasuki tahap pra-pencatatan Pernyataan Pendaftaran. 43 Prospektus awal tersebut mirip dengan dokumen yang terdapat di Amerika Serikat. judul. 438.46 15% dan 20% nilai pasar saham NYSE. Pernyataan Pendaftaran (Registration Statement). Pertanyaan ini didasarkan. 1998). 110. 49. isi prospektus diatur dalam Peraturan Nomor IX. Prospektus itu berisikan informasi keuangan dan penjelasan dari sejarah bisnis perusahaan. walaupun prospektus awal belum memuat informasi tentang harga penawaran dan informasi lain yang berhubungan dengan harga. sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor 134 SEC. maka secara populer dinamakan red herring.3 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum. untuk dividen saham sebesar 10% atau lebih dari nilai peleburan. dan data esensial lain. Pasar Modal Penawaran Umum dan Permasalahannya.44 atau tombstone. yang disebut dengan red herring. yaitu suatu dokumen yang isinya memberikan informasi terbatas mengenai nama emiten. (St. tetapi kandungan prospektus awal lebih rinci dibandingkan dengan prospektus ringkas. 44 Dokumen pertama yang diedarkan oleh penanggung dari emisi kepada investor prospektif. Ratner. Bapepam bisa menggunakan prospektus awal untuk memacu kontrol sosial atas kualitas keterbukaan emiten. tujuan dana. cit. melalui prospektus awal emiten dapat melakukan kegiatan marketing yang lebih interaktif dan dialogis secara lebih dini. Gramedia. yang wajib diserahkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) terdiri dari prospektus awal (preliminary prospectus) dan dokumen-dokumen pendukung. 15 . 559. 45 David L. latar belakang para manajer. Lihat juga. bukan dalam dolar. Ketiga. cit. fungsi prospektus awal tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada calon investor memperoleh informasi segera setelah Pernyataan Pendaftaran diterima oleh Bapepam. serta rencana (termasuk penggunaan hasil jual dari emisi). Fourth Edition. Oleh karena itu. Dalam konteks ini muncul suatu persoalan. Keempat. serta kegiatan pasar asing. Karena bagian-bagian dari halaman muka prospektus sementara dicetak dengan tinta merah.

dengan melalui audit yang dilakukan akuntan publik untuk meyakinkan investor tentang kebakuan informasi yang diberikan perusahaan. Ibid.cit. dimana perusahaan/emiten harus memuat masalah klausula perlindungan lingkungan hidup yang dipersyaratkan hukum. prospektus bertujuan untuk menyediakan informasi penting tentang perusahaan yang melakukan pendaftaran tersebut. dimana pada umumnya dalam praktek.52 Informasi lainnya yang penting dapat dipahami dari perkembangan peraturan pasar modal di negara maju. Bila pialang diharapkan untuk menawarkan saham sesudah tanggal efektif. (Vol. bahwa penegakan hukum prinsip keterbukaan itu harus sejalan dengan yang diinginkan hukum pasar modal. 24. Ratner dan Thomas Lee Hazen. Scott.50 Pengamatan Beaver tersebut sama dengan pendapat Richard A. Ketiga. “Legal Strategies for Avoiding Class Action Law Suit Against Mutual Funds. perlindungan konsumen dan perlindungan lingkungan hidup yang berkaitan dengan informasi penting dan relevan bagi perusahaan. 1980). Economic of Corporation Law and Securities Regulation. Di Amerika Serikat. 67. Paul. (Boston. yang berkaitan dengan kegiatan pasar modal yaitu hukum yang mengatur masalah-masalah klausula sosial (social clause). penjamin emisi (underwriter) seharusnya mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mengetahui apakah pihak lain dalam penawaran (termasuk dealers) menerima copy yang cukup dari berbagai versi prospektus untuk memungkinkan mereka melaksanakan persyaratan dan amandemen Peraturan 460. Eisert. Misalnya. ed. pertama.49 William H. Persoalan tersebut dicoba diatasi berdasarkan ketentuan SEC yang baru dengan menetapkan bahwa. hal. cit. 49 Edward G. 47 48 16 .” dalam Richard A. Selanjutnya akan menurunkan harga saham dan meningkatkan biaya modal. Juga penegakannya harus sesuai dengan hukum lain di luar hukum pasar modal. antara lain mawsalah perlindungan tenaga kerja. hal. Beaver mengatakan. 164. Selain itu. yang mengatakan harga suatu saham akan berubah apabila investor merubah harapannya terhadap harga saham tersebut di kemudian hari. 50 William H. 294. setiap pialang yang diharapkan untuk menawarkan penjualan saham. hal. Posner dan Kenneth E. Ratner dan Thomas Lee Hazen. maka mereka pertama sekali harus menerima suatu copy dari prospektus final. Hal yang sama pernah menjadi persoalan pasar modal Amerika Serikat. bisa tidak pernah melihat prospektus awal. bahwa perusahaan akan mendapatkan insentif apabila menyediakan atau mengupayakan informasi tentang perusahaan kepada calon investor. maka hal tersebut akan meningkatkan ketidakpastian dalam melakukan penilaian. persoalan untuk mendapatkan prospektus tersebut telah menjadi perhatian. Op. hal. Beaver. 52 David L. Selanjutnya. Securities Regulation Cases and Materials. setiap calon investor dalam penawaran umum perdana seharusnya menerima copy prospektus awal pada saat yang wajar dalam menjelang tanggal efektif. dalam Richard A. Dalam konteks berikutnya ia mengatakan. para pihak yang menjamin emisi seharusnya mengambil langkahlangkah yang wajar untuk memberikan prospektus kepada siapa saja yang memerlukannya. walaupun hukum tersebut David L. para penjamin emisi harus melengkapi setiap dealer dengan prospektus secukupnya untuk memungkinkan dealer melaksanakan kewajiban penyerahan saham setelah Pernyataan Pendaftaran efektif.47 Di Amerika Serikat. Kedua. 1991). Sebagaimana diuraikan Edward G. maka bentuk atau isi dan saat penyampaian prospektus tersebut kepada calon investor memerlukan pengaturan yang cukup dan dapat bermanfaat sebagai salah satu cara melindungi investor dari penjualan yang curang (fraudulent sales). 51 Richar A. Scott. kalau hanya sedikit data yang tersedia dari perusahaan untuk investor. 48 Ketiga pemikiran tersebut merupakan jalan keluar yang penting mengatasi persoalan untuk mendapatkan prospektus. Toronto: Little Brown & Company. 316.Persoalan untuk mendapatkan prospektus yang demikian bukan hanya ada dalam kegiatan pasar modal di Indonesia. empat puluh delapan jam dapat dianggap sebagai suatu waktu yang wajar mempelajari prospektus. “The Nature of Mandated Disclosure. Bierly. Eisert. Misalnya di Amerika Serikat masalah klausula perlindungan lingkungan hidup secara tegas diterapkan.51 Prospektus tersebut sangat berfungsi bagi setiap investor untuk memberikan pengetahuan yang cukup dan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan untuk membeli suatu saham. Posner dan Kenneth E. Minn. Bierly. pialang yang melakukan penjualan selama priode sebelum prospektus menjadi efektif. hal.” Securities Regulation Law Journal. Op. yang Pernyataan Pendaftarannya telah diajukan seharusnya diberikan copy prospektus awal dan perubahan prospektus awal. 1996). ed. Dengan demikian akan meningkatkan risiko terhadap estimasi pendapatan dan dividen dari perusahaan tersebut. pialang kadang-kadang tidak dapat menyediakan copy prospektus untuk para nasabahnya. 67. dimana dengan penyediaan informasi itu akan membantu para investor dalam membuat keputusan untuk membeli saham yang ditawarkan. Dalam praktek perdagangan saham. (ST.

diterjemahkan Anna W. Op. 1989). (Vol. 5. Miller. (Jakarta: Penerbit PT.cit. 1986). 62 Praful Bidwai. 618. hal. yang dapat mempengaruhi harga saham. the business community ranks at or near the top of the list. 14. 58 Ibid.” 62 Dalam In Re Union Carbide Class Action Securities. 86. Keterbukaan umum telah menjadi bagian dari undang-undang pasar modal untuk beberapa tahun lamanya.58 Tuntutan pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam hubungannya dengan perlindungan lingkungan hidup ini. 1322 (S.63 dapat dilihat bahwa tragedi Bhopal telah menjadi Securities ftaud class action. And of those most affected by this impressive growth.N. Gugatan tersebut timbul dari insiden industri terburuk di dalam sejarah. secara khusus lebih memperhatikan risiko-risiko keuangan dan pasar dari pada potensi pertanggungjawaban perlindungan lingkungan hidup (environmental liabilities). Bob Reid. 1322 (S.T. (Vol.56 Sejalan dengan pendapat tersebut. Hal tersebut tentu merugikan investor. dalam Ibid. 56 Perry E. 50. Wallace. 233. hal. hal.57 Relevan dengan pendapat Reid tersebut Pialang James Capel bahkan menerbitkan indeks penghijauan. Wallace. 1996).” Delaware Journal of Corporate Law. pada waktu dia bekerja di perusahaan Shell. Corporate Crime and Violence. Summer M. (Vol. Ratner dan Thomas Lee Hazen. cit. “Protecting Labour Rights in Market Economics.54 Pada mulanya perhatian perlindungan lingkungan hidup tidak dianggap sebagai bagian proses due diligence dan keterbukaan. “Environmental Disclosures And SEC Reporting Requirements. Martin Abraham. 57 Thomas Sheriden dan Nigel Kendall. 1093. Malaysia: International Organization of Consumers Union IOCU.. kecuali bila perusahaan tersebut peduli akan lingkungan hidup.D. 1093. Perusahaan yang mencemarkan lingkungan hidup dapat ditutup oleh Pemerintah atau menghadapi gugatan ganti rugi dari masyarakat yang besar.cit.Y.bukan hukum pasar modal. mengatakan bahwa tidak ada perusahaan yang memiliki masa depan yang aman. 648 F. 223-224.” Human Rights Quarterly. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari kerusakan lingkungan hidup. Pengendalian Perusahaan [Corporate Governance]. Leo Herzel dan Richard Shepro mengatakan.61 Masalah lingkungan hidup yang menimbulkan bahaya tersebut terbukti dengan banyaknya kematian manusia dalam “tragedi Bhopal” pada bulan Desember 1984. 55 Shawn H. 55 Di samping itu.Y. Supp. Rosen. hal.59 dan perusahaan itu sendiri. Keadaan demikian membuat posisi prinsip keterbukaan mengenai perlindungan lingkungan hidup perusahaan berbeda dengan kebiasaan keterbukaan perusahaan untuk bidang lainnya. (San Francisco: Sierra Clib Book. 59 Riza Vetri Ferman. 53 54 17 .” Washington And Lee Law Review. yang oleh Praful Bidwai mengatakan: “if there ever was wretchedly undignifed hideously helpless form of mega-death after Hiroshima and Nagasaki. Supp. 60 Leo Herzel & Richard Shepro.N. hal. Bangun. 14. In fact. Perry E. Op. 60 Pentingnya keterbukaan perlindungan lingkungan hidup tersebut disebabkan masalah lingkungan hidup dapat menimbulkan kerugian lingkungan hidup dan polusi yang secara langsung membuat masyarakat cacat serta menimbulkan bahaya yang nyata pada fisik seseorang. 483-484. 1986). “Disclosure of Environmental Liabilities Under the Securities Laws: The Potential of SecuritiesMarket-Based Incentives for Pollution Control. The Lesson of Bhopal a community Action Resource Manual on Hazardous Technologies. seperti pencemaran dan kerugian lingkungan (environmental damage and pollution). Denstedt dan Scott R. 61 Ibid.D. managerial and political lives of many business. this expanding environmental regulatory sphere is now a constant and imposing precence in the economic. bahwa dalam satu pandangan mengenai keterbukaan perlindungan lingkungan hidup (environmental disclosure) adalah lebih penting dibandingkan dengan keterbukaan tradisional perusahaan. this it. hal. Elex Media Komputindo. Selama hari 2-3 Desember 1984 terjadi kebocoran methyl isocyanate (MIC). 1993). (Penang.53 Misalnya ketentuan mengenai kewajiban dan tanggung jawab perusahaan untuk melakukan keterbukaannya yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan (disclose environmental). 648 F. sebab bahaya yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan hidup tersebut mempunyai akibat potensil kepada masyarakat. yaitu David L. 63 In Re Union Carbide Class Action Securities. Lihat juga. yaitu kebocoran gas pada instalasi pabrik Union Carbide India Limited’s (“UCIL”) di Bhopal. Op. 17. terdapat pendapat bahwa: “The dramatic growth of environmental regulation has been one of the important recent developments in modern law. hal. dikutip Russell Mokhiber. 1992). India. 1985). “Setting the Boundaries for Disclosure”. hal. 1992).

berdasarkan tragedi susulan di Bhopal. Daniel L. § 78j(b). 65 Peraturan pasar modal di Amerika Serikat. cit.Y. 15 U. 1323 (S. Pernyataan didalam laporan tahunan Union Carbide yang menyatakan “persyaratan khusus untuk memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang baku berkaitan dengan bahan kimia pertanian” tidaklah dipalsukan. Op. 1992). 19. memutuskan bahwa. 69 National Environmental Policy Act of 1969. §78j(b). akibat kelalaian menyampaikan informasi tentang keberadaan kurangnya keselamatan utama yang tidak ditemukan dalam survey keselamatan kerja di instalasi pabrik Bhopal atau langkah perbaikan terkait yang diambil. menciptakan kebijaksanaan nasional yang luas yang didisain untuk melindungi lingkungan. “How Green Was My Balance Sheet ?: Corporate Liability and Environmental Disclosure. secara tegas menetapkan bahwa perusahaan atau emiten harus memuat masalah-masalah lingkungan yang dipersyaratkan hukum. ‘34 Act. (1982) dan Rule 10b-5 yang telah diumumkan oleh SEC lewat Section 10(b).. NEPA dibuat tahun 1969 “[t]o declare a national policy which will encourage productive and enjoyable harmony between man and his environment. 67 Perry E. 65 Shawn H.” ALI-ABA Course Materials Journal. Denstedt dan Scott R. gudang.C. (Vol. 1093. Dalam Section 101 ditetapkan. Esq. 232 66 David L. (Vol.” Preventive Law reporter. 483-485. Goelzer. Sections 4321-4370d (1988 & Supp. 71 Philip B. National Regulatory Agencies. L. In Re Union Carbide Class Action Securities. 2.” makalah disampaikan pada Video Cenference antara University of South Carolina dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia. cit.71 64 Penggugat mengajukan gugatan dengan menyatakan pelanggaran sections 11 dan 12(2) the 1933 Act. “Management’s Discussion and Analysis and Environmental Disclosure. tanggal 19 Januari 2001. to enrich the understanding of the ecological systems and natural resources important to Nation.100 orang dan 20. 83 Stat. bahwa kebijaksanaan nasional yang secara luas mengutamakan kepentingan lingkungan.Y. No. 1322. Lihat juga. 1986). 15 U. and Local Government.” makalah disampaikan pada International Teleconference antara University of South Carolina dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia.. Supp.D. In Re Union Carbide Class Action Securities. “Building Environmental Policy at Different Levels: The National Legislature. 648 F. kewajiban dan tanggungjawab lingkungan hidup tersebut mulai lahir pada tahun 1970-an. Bagby.” John W. (S. and other 18 .68 Keterbukaan awal dari masalah-masalah lingkungan hidup di Amerika Serikat tersebut adalah satu hasil dari kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh National Environmental Policy Act (NEPA). 852 (1970) (codified as amanded at 42 U. section 10(b) ‘34 Act.A.D. penggugat mengajukan berdasarkan tuntutan misrepresentation. hal 1102. Op. Kim Diana Connoly. 10. hal. atau akibat kelalaian menyebutkan implikasi finansial tentang kemungkinan kecelakaan akibat methyl isocyanate. Wallace. 1986). Murray dan Eric T. dimana NEPA disebutkan pertama. hal. undang-undang pasar modal telah menanggapi keterbukaan dari kegagalan untuk mengungkapkan informasi yang berhubungan dengan perhatian modern.C. ketiga. hal. hal. Pada tahun 1970. Securities fraud class action tersebut yang telah diajukan menyusul tragedi instalasi pabrik Union Carbide tersebut.C.69 di mana NEPA70 mempersyaratkan lembaga-lembaga pemerintah dalam praktek pembuatan undang-undang mempertimbangkan perlindungan lingkungan hidup. Title I dari mandat NEPA mengenai “national policy for the enviromental. 70 NEPA hanya terdiri dari 3 halaman dan dianggap lebih singkat jika dibandingkan dengan kebanyakan undangundang lingkungan Amerika Serikat. 17. V 1993). termasuk terhadap SEC. hal. Wallace. menitikberatkan pada penempatan pengawasan pada “kegiatan federal yang penting” yang mempengaruhi lingkungan secara “signifikan”. Op. 233-234.Y. Atas mosi tergugat untuk menolak atau menerima risalah keputusan.” Delaware Journal of Corporate Law. hal. akibat kelalaian menggambarkan pabrik. dalam pelanggaran Securities Exchange Act and Rule 10b-5.S. Lihat juga. India.S. In Re Union Carbide Class Action Securities. “Environmental Impact Statements and Related Environmental Reviews.66 Jadi terdapat suatu keharusan bagi perusahaan atau emiten untuk mengungkapkan informasi berkaitan dengan masalah-masalah lingkungan hidup tersebut demi kepentingan masyarakat.S. Miller. 15 U. hal. pernyataan didalam laporan tahunan menyangkut “kualifikasi khusus untuk memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang baku sehubungan dengan bahan kimia pertanian” tidaklah membuat misleading oleh omissions informasi mengenai methyl isocyanate dan bahayanya serta kurangnya keselamatan di Bhopal plant. (Vol. “Environmental Disclosure And SEC Reporting requirements.D. walaupun hukum tersebut bukan hukum pasar modal.” Virginia Environmental Law Journal. Log. 14:225.S. 93-95. hukum lingkungan modern yang pertama. F. 19 No. Mosi untuk menolak diberikan. 68 Perry E. Andrews. 1994). 648 F. 648 F. 1322-23. NEPA disetujui sebagai hukum oleh Presiden Nixon. to promite efforts which will prevent or eliminate damage to the environment and biosphere and stimulate the health and welfare of man. (S.T. 1986). (Summer. hal. 1995).000 orang cedera berat. l (1982). dan kedua. “Disclosing Environmental Liability Under Federal Securuties Law.N. James Cumberland. Supp.bahan kimia beracuan yang digunakan didalam produksi pestisida yang menyebabkan kematian sedikitnya 2.C. pertama tidak mungkin ada pemulihan/penggantian kerugian berdasarkan omissions didalam pernyataan pendaftaran atau prospektus menghilangkan semua pernyataan yang membuat misleading lewat salah satu omissions. 91-190. Paula C.N. 18. Ratner dan Thomas Lee Hazen. 4. Hakim Keenan Pengadilan District.N. cit. tanggal 16 Januari 2001. 1322. Selain itu.” yang mewajibkan pemerintah federal untuk: “[co-operate] with state and local government. § 10(b).67 yang Di Amerika Serikat. 64 Perkembangan yang terjadi sekarang ini. kedua. 1995). Pub. Risa Vetri Ferman. Selanjutnya NEPA menciptakan Council on Environmental Quality (CEQ)/Dewan Mutu Lingkungan. seperti risiko lingkungan (environmental risks). Schwartz. §§77k. risiko dan pegawai yang berhubungan dengan methyl isocyanate. Supp.

dalam Philip B. 81 Ibid. as a part of the description of reporting company’s business. Rep. 249 n. 12414 [1975-1976 Transfer Binder] Fed. Sec. Supp 689 (1974). Supp 689 (1974). v. dipersyaratkan bila memenuhi undang-undang lingkungan (environmental laws) akan memerlukan pembiayaan modal yang signifikan bagi perusahaan yang melaporkan. 73 Compliance with Environmental Requirements. 495 at 86. dimana SEC telah menambahkan syarat keterbukaan perusahaan untuk melaporkan materi apapun dari fasilitas pengawasan yang diperkirakan sebagai pembiayaan modal untuk sisa tahun fiskal sebelumnya. kapankah suatu perusahaan dipersyaratkan untuk mengungkapkan pembiayaan lingkungan hidup yang sudah direncanakan untuk dua tahun fiskal berikutnya. SEC menyatakan. Rep. Murray dan Eric T. Supp 689 (1974). No.” John W. 3 Fed. economic. cit. dimana dalam perkara ini kelompok-kelompok yang menggugat mencoba untuk mengadakan suatu aturan yang akan mempersyaratkan setiap perusahaan publik yang melaporkan semua dampak dari kegiatan perusahaannya terhadap lingkungan hidup.”75 Di samping itu. 1973). 380 F. National Resources Defense Council. Ibid. L. keterbukaan yang bagaimanakah yang harus dibuat mengenai concerned piblic and private organizations. 27.74 Berdasarkan release tahun 1973 ditentukan: “[r]eporting companies were required. SEC. (CCH) Fragraf 80. 77 Ibid.507B (Sept. cit.507A (20 April. 5627 Relating to Environmental Disclosure. hal. Exchange Act Release No. 72 Dalam release 1971 tersebut. 16224. 3 Fed. Paula C. 76 Ibid. 1971). dalam Philip B.73 Dalam release tahun 1973. 80 Environmental Disclosure Requirements. Inc. Sec. 3 Fed. L. 11. earnings. 80 Release tahun 1979 adalah suatu usaha SEC untuk menyebarluaskan kebijakan mengenai keterbukaan lingkungan hidup yang ditujukan pada tiga masalah. Loc. Inc. bahwa keterbukaan. Bagby. 75Ibid. and other requirements of present and future generations of Americans. Op. Exchange Act Release. and fulfill the social. 78 380 F. 1976)..Untuk itu. to make appropriate disclosure on the material effects that compliance with environmental laws and regulations might have on the capital expenditures. 79 Notice of Commission Conclusions and Final Action on the Rulemaking Proposals Announced in Securuties Act Release No.. 1979). SEC. L. hal. Misalnya. telah menuntun SEC untuk membuat aturan lebih lanjut mengenai kebijakan-kebijakan keterbukaan lingkungan hidup. Sec. hal 12. Schwartz. 13. Op. tuntutan yang muncul dalam National Resources Defense Council. (CCH) Fragraf 23. pada tahun 1979. dan jumlah biaya yang sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup?81 Kedua. 19 . Pertama. Exchange Act Release No. hal. (CCH) Fragraf 23. jika materiel. SEC mengeluarkan suatu release yang sifatnya menafsirkan. Disclosures Pertaining to Matters Involving the Environment and Civil Rights. hal. 10116. Exchange Act Release No. and competitive position of the reporting company and its subsidiaries. Rep (CCH) Fragraf 23. Hal ini dapat dilihat dari munculnya release tahun 1976.507 (July 19.. yang menjelaskan syarat-syarat keterbukaan lingkungan hidup yang ada.77 Dalam kasus National Resources Defense Council. Rep. 74Ibid.”76 Dengan adanya release tahun 1973. Schwartz.79 Selanjutnya. to create and maintain conditions under which man and nature can exist in productive harmony. terdapat beberapa kelompok masyarakat yang tertarik melakukan gugatan terhadap SEC. Inc. SEC menyatakan. release tahun 1973 menekankan bahwa keterbukaan mengenai dampak-dampak yang timbul dari undang-undang lingkungan hidup adalah dipersyaratakan bilamana manajemen memiliki “a reasonable basis to believe that future environmental compliance may have a material effect on the issuer’s expenditutres. bahwa adanya perubahan pada persyaratan keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup adalah untuk membuat keterbukaan lebih berarti. 72 selanjutnya SEC mengganti release tahun 1971 dengan release tahun 1973. 228. Inc tersebut para penggugat memberikan alasan bahwa syarat-syarat keterbukaan lingkungan hidup perusahaan yang ada tidak cukup untuk para investor mendapatkan informasi penting yang dibutuhkan untuk membuat “socially responsible” dan keputusankeputusan investasi yang secara finansial baik. atau menyebabkan perubahan secara materiel atas bisnis yang dilakukan atau bermaksud akan dilakukan. Ibid. agar SEC memperluas aturan-aturan keterbukaan lingkungan hidup. 380 F.78 Perkara dalam National Resources Defense Council. cit.to foster and promote the general welfare. SEC mengeluarkan release tahun 1971. to use all practicable means and measures. Para penggugat juga beralasan bahwa syarat-syarat keterbukaan yang ada tidak cukup menghalangi NEPA untuk menafsirkan undang-undang pasar modal sampai sepenuh mungkin sesuai dengan kebijakan lingkungan hidup yang diakui NEPA. Andrews. dan priode-priode berikutnya yang mungkin dapat dianggap materiel. 12. L. Lihat juga. v. Sec. 9252. 14 (14 May 6.

.[and] claim[s] threatened against a corporation. pembiayaan modal.103 (1993). 15. Syarat kedua tersebut mempersyaratkan keterbukaan suatu penjelasan dari “setiap materiel yang menunda proses hukum. dan posisi kompetitif dari perusahaan atau anak perusahaan. Syarat pertama tersebut mempersyaratkan keterbukaan dari: “(1) Dampak materiel yang sesuai dengan ketetapan-ketetapan federal. (2) Suatu materi diperkirakan akan berdampak pembiayaan modal untuk fasilitas pengawasan lingkungan untuk sisa tahun fiskal yang sedang berjalan dan tahun fiskal berikutnya serta priode-priode berikutnya karena perusahaan menganggapnya sebagai materiel. dimana dalam surat tersebut SEC menyatakan bahwa biaya-biaya pembersihan akan menjadi materiel. yang menujukan pada Diskusi Manajemen dan Analisis Kondisi Finansial dan Hasilhasil Operasi (Management’s Discussion and Analysis of Financial Condition and Result of Operations). atau (3) Suatu penguasa adalah satu pihak terhadap proses semacam itu dan proses tersebut menyangkut sanksi-sanksi moneter yang potensial.303(a). § 229. Walupun dalam Item 303 yang mengatur keterbukaan tersebut tidak secara langsung mempersyaratkan perusahaan yang melaporkan untuk menyertakan keterbukaan lingkungan. atau dalam sanksi moneter. Namun.. Op.R. 82 83 20 .R. harus diungkapkan dan didiskusikan.” Dalam Instruction 5 Item 103 secara khusus menuju satu permulaan untuk keterbukaan proses lingkungan dengan mensyaratkan. selain dari jalannya perkara yang rutin dan biasa serta ada hubungannya dengan bisnis. 17 C. 87 Item 103. negara bagian dan lokal yang diundangkan atau diadopsi mengatur pembuangan benda-benda ke dalam lingkungan. negara bagian dan lokal) terhadap perusahaan.pertimbangan biaya perbaikan (upgrades). kecuali si pendaftar secara masuk akal percaya bahwa proses itu akan berakhir dengan tiadanya sanksi moneter. 85 Pertama..F. 88 Item 303. akan mempunyai pembiayaan-pembiayaan modal..R. 17 C. dalam Ibid. atau menyangkut sanksi-sanksi moneter yang potensial. pengeluaran bunga dan biaya melebihi 10 persen dari harta saat ini dari si pendaftar serta anak perusahaannya atas dasar gabungan (konsolidasi). Syarat ketiga keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut ditujukan pada emiten yang bisnisnya berskala kecil.[(if the reasonable investigator is likely to attach importance to the Ibid. Ibid. 86 Item 101.100 (1993). (5) . kapankah suatu perusahaan dipersyaratkan untuk mengungkapkan kebijakannya mengenai atau melakukan pendekatan terhadap hal-hal yang sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup? 83 Perkembangan terakhir peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup di pasar modal Amerika tersebut adalah tindakan SEC yang telah mengadopsi sistim keterbukaan secara komprehensif pada tahun 1982. Dalam Ibid. berhubungan dengan proses hukum keterbukaan. bahwa: “Suatu proses administratif atau judisial . pengeluaran untuk bunga dan biaya.T. § 229. hal.R. 85 Regulation S-K.melaporkan untuk menjelaskan biaya-biaya dan dampakdampak atas penyesuaian dengan undang-undang lingkungan (federal.. hal. [they may include actual] legal proceedings. Di samping itu. 86 Kedua. Fakta materiel tersebut secara hukum telah diakui di Amerika Serikat dan secara logika mempunyai keharusan yang sama seperti diakui di Kanada. 89 Shawn H. Denstedt dan Scott R. pt.. satu surat interpretatif dari SEC’s Division of Corporation Finance telah membenarkan bahwa syarat MD&A menyertakan keterbukaan dari pertanggungjawaban lingkungan tergantung. Dalam Ibid.88 Keterbukaan perlindungan lingkungan hidup oleh perusahaan sebagaimana diuraikan di muka.84 Tiga persyaratan berkenaan dengan keterbukaan pertanggungjawaban lingkungan hidup. SEC telah memodifikasi syarat-syarat untuk keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup dan menetapkan syarat-syarat keterbukaan saat ini berlaku bagi perusahaan yang melaporkan. kepada perusahaannya atau salah satu anak perusahannya sebagai suatu pihak atau yang mana salah satu hartanya adalah menjadi pokok persoalan. ongkosongkos yang ditangguhkan atau ongkos-ongkos terhadap penghasilan dan jumlah yang tersangkut. 16. (4) .000. tetapi menetapkan bahwa proses semacam itu yang sama alamiah dapat dikelompokkan dan dijelaskan secara umum. (3) Pokoknya mengadopsi syarat-syarat keterbukaan yang termuat dalam release tahun 1973 dan tahun 1979.. pendapatan. 239. hal. negara bagian dan lokal yang sudah diundangkan atau diadopsi mengatur pembuangan benda-benda ke dalam lingkungan atau [utamanya] untuk tujuan perlindungan lingkungan tidak harus dianggap ‘jalannya perkara yang rutin dan biasa serta ada hubungannya dengan bisnis’ dan harus dijelaskan jika: (1) Proses semacam itu adalah materiel terhadap bisnis atau kondisi finansial si pendaftar.proses administratif dan menyangkut masalah-masalah lingkungan hidup yang dipikirkan pemerintah dan apakah hal itu hanya merupakan proses administratif ?82 Ketiga..F.F..yang muncul berdasarkan salah satu ketetapan federal. atau kalau tidak menyangkut perlindungan lingkungan. berhubungan dengan penjelasan bisnis perusahaan. 17 C. 84 Ibid.” Dalam Ibid. wajib disampaikan kepada investor sepanjang masalah-masalah lingkungan hidup tersebut mengandung fakta materiel. Miller. kurang dari $ 100. cit. 229 (1993). (2) Proses semacam itu menyangkut utamanya suatu klaim atas kerugian. Dalam syarat ketiga itu mempersyaratkan perusahaan yang melaporkan untuk menetapkan analisis-analisis yang berurutan tentang kondisi keuangan mereka dalam operasinya. § 229.89 Gerard Caron memberikan pendapat mengenai masalah fakta materiel yang dimaksudkan dalam konteks lingkungan hidup berkut ini: “[M]aterial facts include not only “information disclosing the earnings and distributions of a company but also those facts which affect the probable future of the company.. 17 C.F.87 Ketiga.

(CCH) Fragraf 99. 100 589 F.. cit. It may also include a stuation] where a corporation has violated the law. hal 29. Pada bulan Maret 1983.D. (CCH) Fragraf 99. Inc. bahwa: “the central goal of the federal securities laws is to ensure that buyers and sellers of securities will be adequately informed of materiel information affecting the value of the securities traded. dalam Philip B. Para penggugat menyatakan bahwa para tergugat melakukan tindakan yang direncanakan untuk menipu masyarakat umum berkenaan dengan masalah tersebut. 408 (1984). hal 29. in investigated. 99 Selanjutnya.Supp. serta gagal untuk mengungkapkan pembukaan keuangan yang potensial 93 atau Waste Management tidak menyampaikan kepada publik fakta yang penting dan potensil berbahaya. 98 Ibid. III. Tulane Environmental Law Journal. 589 F. Waste Management juga didakwa membuat prospektus yang menyesatkan. Schwart. Didalam gugatan securities fraud yang didasarkan pada pernyataan bahwa perusahaan pengolah limbah menyajikan dan menolak informasi secara keliru perihal pemenehun terhadap peraturan lingkungan dan perselisihan dengan pihak pemerintah. “SEC Disclosure Requirements for Contingent Environmental Liability.particular threat). 94Tracy Soehle. 547-548.D. sehingga harga saham mencerminkan semua informasi yang tersedia secara umum. 90 91 21 . yaitu merjer yang dilaksanakan pada bulan Oktober 1982.97 Dalam hal ini pengadilan menggunakan ukuran atau standar materialitas pada kasus Texas Gulf Sulphur dan pengadilan berpendapat.94 Para penggugat memprediksi Waste Management menyampaikan pernyataan yang salah tentang pemenuhan perusahaan pada peraturan lingkungan hidup dan perselisihannya dengan pihak pemerintah. 395.A. 589 F.” 90 Lebih lanjut Caron mencatat: “disclosure is important because the potensial for corporate liability based on environmental damage is substansial. Waste Management.Supp. bahwa karena besarnya dan luasnya potensi pelanggaran serta bahwa pelanggaran yang aktual terjadi pada banyak tempat sehingga membuat tuntutan-tuntutan penegakan hukum dimungkinkan. Op. Grossman v. Supp 395 (N. 1984).530. Waste Management berpendapat. Akibatnya harga saham Waste Management turun drastis. 395. maka tidak disediakan untuk atau diketahui oleh pasar.065 (N. Inc. Sec. Waste Mangement memberikan alasan. 95 Grossman v. 9 Sept.” walaupun klaim para penggugat menyatakan bahwa karena sebagian informasi diterbitkan didalam media surat kabar lokal.. Sec.100 Di samping G. L. informasi mengenai lokasi pembuangan limbah tertentu merupakan masalah pengetahuan umum sehingga tersedia untuk “pasar. Inc. 8. pengadilan berpendapat. yang diterbitkan sehubungan dengan rencana merger antara Waste Management and Chem-Nuclear.. Hal itu. 408 (1984). paling tidak sampai terdapatnya kesimpulan mengenai proses masalah lingkungan hidup yang dihadapinya. dalam Philip B. 9 Sept. bahwa Waste Management merupakan perusahaan yang berkaitan dengan proses lingkungan hidup dan kerusakan lingkungan adalah risiko yang melekat pada bisnis Waste Management. at 97. Waste Management. “that they were not include in their statements the mere contingency that environmental violations would be disclosured. 96 Grossman v. and knows it is thereby subject to yet unasserted legal claims. Ibid.530.95 Mengenai gugatan tersebut. Inc. Dalam Waste Management terdapat dakwaan pelanggaran berkenaan dengan kegagalan untuk mengungkapkan aspek lingkungan hidup dan perbuatan melanggar hukum dalam pendaftaran di SEC. oleh karena itu informasi yang dihilangkan adalah materiel.065 (N.”91 Untuk itu. 99 Grossman v. Inc. Rep. “SEC Disclosure Requiremenys for Environmental”.Supp. 399 (1984).. and sanctioned. 395. Waste Management. 395.D.” 96 selanjutnya. bahwa gugatan terhadapnya atas pernyataan yang salah tidak memenuhi Rule 10b-5. hal. Waste Management. 1983). 398 (1984). 1982. 1995). III.Supp. 1983). [1983-1984] Transfer Binder] Fed. L. 97 Ibid. Waste Management. pernyataan-pernyataan Waste Management tersebut tidak cukup mengungkapkan fakta bahwa Waste Management memiliki potensi untuk didenda dan perusahaan tersebut telah membuang limbah berbahaya secara melanggar hukum.”92 Pentingnya elemen fakta materiel dalam keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup tersebut dapat dicermati dari pendapat pengadilan dalam Grossman v. Schwart. Rep. Caron mengutip pendapat pengadilan dalam kasus Texas Gulf Sulphur. 589 F. pernyataan Waste Management yang salah tersebut diketahui publik. karena saran bertentangan dengan teori utama yang mendasari penipuan para penggugat terhadap klaim pasar. 589 F. dimulai dengan penerbitan laporan tahunan Waste Management pada tanggal 31 Maret. [1983-1984] Transfer Binder] Fed. at 97. Op. III. cit. (“Chem-Nuclear”).98 Pengadilan dalam Waste Management berpendapat. 93 Grossman v. Inc. 92 Ibid. Caron.” dalam Ibid. (Vol. Waste Management. Inc.

III. lokasi. yang oleh peraturan pemogokan tersebur dibenarkan. sebagaimana diatur dalam Pasal 77104 Undang-undang No. Supp 708 (N. mengingat kalau tenaga kerja resah. 863 F. penggunaan bangunan untuk pabrik. mendirikan bangunan.103 Di samping itu. Prospektus tersebut tidak memuat informasi fakta materiel yang berkaitan dengan tanggungjawab lingkungan hidup. Masalah terakhir mengenai keresahan tenaga kerja akan dapat menurunkan produktivitas usaha emiten.Supp. 812 F. Peraturan Nomor IX. Seperti. 105 Undang-undang tentang Ketenagakerjaan. bahwa pendapat dan laporan pemeriksaan dari segi hukum dalam Pernyataan Pendaftaran perusahan publik harus memuat pendapat dari konsultan hukum mengenai “semua izin dan persetujuan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha atau kegiatan yang direncanakan Perusahaan Publik. L. Supp 1479 (N. cit.” 106 Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal menetapkan standar pemeriksaan hukum dan pendapat hukum. 708 (N. mereka akan melakukan pemogokan. Dalam Trancy Soehle.D. 107 Peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut dapat dipahami dari ketentuannya yang hanya berbentuk kewajiban bagi emiten untuk memenuhi ketentuan perijinan perusahaan dalam hal yang berhubungan dengan lingkungan. dan akan dapat menimbulkan keresahan tenaga kerja emiten.N. peraturan perusahaan atau kesepakatan kerja bersama. 25. Albertine. Ketentuan Bapepam hanya menentukan.U. Oleh karena itu. No. III.itu. 3702. bahwa dalam hal mogok kerja dilakukan dengan alasan pengusaha tidak melaksanakan ketentuan yang bersifat normatif yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. antara lain izin-izin usaha. No. antara lain pendapat dan pemeriksaan hukum berkenaan dengan izin dan persetujuan. Apabila peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan masalah-masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Amerika Serikat tersebut dibandingkan dengan peraturan di pasar modal Indonesia. 103 Endo v. 1994). 1993). Hal ini perlu karena kondisi kesejahteraan tenaga kerja yang memprihatinkan atau tidak memenuhi standar ketenagakerjaan akan menimbulkan dampak negatif pada emiten. maka peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Indonesia belum cukup untuk untuk mengatasi masalah perlidungan lingkungan hidup. sebagaimana yang berlaku di pasar modal Amerika Serikat. Log. pengadilan menemukan suatu kewajiban dari Waste Management. 1994). III.B. dimana Waste Management “had an affirmative duty to disclose matters relating to pending and contemplated environmental regulatory proceedings and the effects of environmental regulations upon the company’s finances. 412 (1984). sekaligus peningkatan produktivitas usaha emiten. Supp.”101 Kasus gugatan lainnya yang terbaru berkenaan dengan keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup adalah kasus Endo v. T.D. Ijinijin tersebut merupakan bagian proses pemeriksaan secara menyeluruh mengenai masalah hukum (“legal due diligence”“legal audit”). U.N. yang dilakukan konsultan hukum berdasarkan standar pemeriksaan hukum dan pendapat hukum yang 101 102 22 . No. pengusaha wajib membayar upah selama pekerja mogok kerja sampai pengusaha melaksanakan kewajibannya. 25 Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”). 73 Tahun 1997.107 589 F. Pemegang saham menggugat laporan perusahaan yang dibuat dalam prospektus. Disadari ketentuan Bapepam di atas tersebut tidak cukup untuk perlindungan lingkungan hidup. Undang-Undang Gangguan.L. Endo v. perlu pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan perlindungan hak tenaga kerja yang cukup dan harmonis yang meningkatkan efisiensi kerja emiten.D. prospektus tersebut dikatakan sebagai suatu yang salah dan menyesatkan. Albertina. 395. Ketentuan tersebut dapat dilihat dari ijin-ijin yang harus dilengkapi oleh setiap perusahaan pada saat melakukan pernyataan pendaftaran dalam rangka go publik melalui pasar modal di Baperpam.102 Dalam kasus Albertine tersebut diajukan gugatan kepada emiten dan akuntan serta underwriters. 104 Pasal 77 UUK menyatakan. Di pasar modal Indonesia belum ada peraturan mengenai kewajiban dan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup perusahaan. Albertine. perjanjian kerja.1 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik. analisis mengenai dampak lingkungan. 812 F. 106 Keputusan Ketua Bapepam Nomor KEP-49/PM/1996 Tanggal 17 Januari 1996. 105 III Peraturan yang Berkenaan dengan Penyampaian Pernyataan Pendaftaran Peraturan pelaksanan prinsip keterbukaan belum mengatur secara menyeluruh dan cukup berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. Peraturan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup di pasar modal masih merupakan ketentuan-ketentuan yang bersifat administratif.

padahal mengetahui atau sangat beralasan untuk menduga bahwa perbuatan tersebut dapat menimbulkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan umum atau nyawa orang lain. 100-102. UULH 1997 dapat difungsikan seperti fungsi NEPA di Amerika Serikat. yang menentukan kewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan dan menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan serta kewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup.. L. informasi lengkap (comprehensive information). Oleh karena.. Seperti ijin Undang-undang Gangguan.N. (2) Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. Nomor 3215).barang siapa dengan sengaja memberikan informasi palsu atau menghilangkan atau menyembunyikan atau merusak informasi yang diperlukan dalam kaitannya dengan perbuatan. pemastian penerimaan informasi.” Sebelum Undang-undang lingkungan tersebut lahir. 1999). di Indonesia juga terdapat Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UULH 1997”) 108 yang dapat dipakai sebagai dasar pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal. Upaya Bapepam untuk meningkatkan pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan masalah perlindungan lingkungan hidup dapat dimulai dari amanat Pasal 6 UULH 1997. Hukum Tata Lingkungan. N.111 Pasal 43 ayat (2) UULH 1997 mengatur sanksi bagi siapa yang dengan sengaja memberikan informasi palsu atau menghilangkan atau merusak informasi yang diperlukan. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). yang telah berhasil mensyaratkan lembaga-lembaga pemerintah dalam praktek pembuatan undangundang untuk mempertimbangkan perlindungan lingkungan hidup. 111 Pasal 5 UULH 1997 menyatakan bahwa : (1) Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Penekanan fungsi Bapepam dalam pelaksanaan keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut perlu lebih ditingkatkan.109 Berarti berdasarkan UULH 1997 Bapepam dapat secara hukum mensyaratkan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup bagi emiten secara tegas dan menyeluruh. masyarakat.. dilaksanakan secara terpadu oleh instansi pemerintah sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab masing-masing.Seharusnya peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Indonesia. T. T.112 Menurut Koesnadi Hardjasoemantri masalah berkenaan dengan pemberian informasi kepada masyarakat terdiri dari. sebagaimana upaya SEC di Amerika Serikat yang telah membuat peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan di pasar modalnya secara tegas dan terperinci serta menyeluruh.L.” 113 Koesnadi Hardjasoemantri. Nomor 3699) mengatur mengenai kewajiban bagi setiap orang untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan hidup.” 110 Pasal 6 UULH 1997 menyatakan bahwa : (1) Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. ijin lokasi. 112 Pasal 43 ayat (2) UULH 1997 menetukan bahwa. dan ijin pengolahan limbah. “Diancam dengan pidana.N. Tahun 1997 Nomor 68. (2) Setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup. 113 Berdasarkan ketentuan bahwa setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup dan kewajiban bagi setiap orang memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup tersebut. ijin untuk pabrik. bahwa pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan secara terpadu oleh instansi pemerintah. informasi tepat waktu (timely information). Tahun 1982. dapat sejajar dengan peraturan yang berlaku di pasar modal Amerika Serikat tersebut.. 108 Pasal 6 ayat (1) UULH 1997 (Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. (3) Setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. UULH 1997 telah menetapkan.N. seerta pelaku pembangunan lain dengan memperhatikan keterpaduan petrencanaan dan pelaksanaan kebijaksanaan nasional pengelolaan lingkungan.110 Amanat UULH 1997 tersebut merupakan upaya menjaga hak setiap orang untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat serta hak atas informasi lingkungan hidup dan hak untuk berperan dalam rangka dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup.L. yang pada akhirnya SEC telah membuat ketentuan persyaratan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup bagi emiten. sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UULH 1997. dan informasi lintas batas (transfrontier information). L. 23 . (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. informasi yang dipahami (comprehensible information). Nomor 12. maka perusahaan publik atau emiten harus melaksanakan keterbukaan masalah perlindungan ditetapkan oleh Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal. hal. Edisi Ketujuh. bahwa “pengelolaan lingkungan hidup. 109 Pasal 9 ayat (2) UULH 1997 yang menetapkan. telah ditegaskan oleh Undang-undang Lingkungan yang berlaku sebelumnya melalui Pasal 8 UULH 1982 (Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

(ST. 405 U. Berarti penegakan prinsip keterbukaan tidak hanya berfungsi melindungi investor atau pemegang saham. 122 Bagi kebaikan perusahaan. 1990). Lihat juga. tetapi seluruh stockholders perusahaan. Pencemaran sungai Asahan akibat limbah cair pabrik. bahwa Walhi sebagai wakil masyarakat yang merasa dirugikan tersebut. disamping menimbulkan kerugian bagi investor atau pemegang saham. audit Kompas. Menteri Kehutanan. Kasus Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (“Walhi”) melawan PT. yang oleh Majelis Hakim mengakui. 26 Januari 1999. yang didasarkan pada Undangundang Nomor 2 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Lingkungan Hidup. JKT. hal. menyebutkan IIU melakukan penanganan soal lingkungan dengan setengah-setengah. 119 Kompas. Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. 92 S. Black’s Law Dictionary. volume pemanfaatan air sungai Asahan. kewajiban menyusun RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan). Minn: West Publishing Co. Hal ini dapat dilihat dari produksi pabrik perhari rata-rata 650 ton pulp dan 180 ton rayon selama IIU beroperasi. bahwa emiten atau perusahaan yang tidak mendisclose fakta materiel secara penuh dan fair. PST dalam kasus Walhi melawan BKPM Pusat. Sekaligus perusahaan publik atau emiten tidak boleh melakukan misrepresentation atau omission dan menyesatkan investor berkaitan dengan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup. 10 April 2001. No. hal. Sixth Edition. 122 Pasal 28 UULH 1997 menyatakan. bahwa “dalam rangka peningkatan kinerja usaha dan/atau kegiatan.117 Selanjutnya pada tahun 1988 unjuk rasa masyarakat berlansung beberapa kali menuntut IIU ditutup. akan menjadi hilang selama IIU ditutup sampai masalah tanggungjawab hukumnya selesai. lingkungan sungai sudah terlanjur rusak. telah memberikan doktrin hukum yang menjelaskan bahwa di luar perseorangan atau lembaga yang berperan dalam usaha pengembangan lingkungan hidup dapat melakukan gugatan berdasarkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. hal. sampai pemukiman dan pendidikan karyawan.lingkungan hidup. Terlepas dari hasil audit yang akan dilakukan terhadap kasus IIU ini. baru diselesaikan enam tahun setelah perusahaan berdiri. eksploitasi bahan baku. 116 Putusan Pengadilan Jakarta Pusat atas gugatan Walhi yang mewakili masyarakat yang merasa dirugikan oleh IIU. Henry Campbell Black. 10. Walhi sebagai penggugat. Tapanuli Utara Sumatra Utara. hal. Ibid. 121 Audit lingkungan tersebut diatur dalam Pasal 28 UULH 1997. yaitu pemantauan limbah (padat. 1361.Paul. Pada intinya gugatan Walhi atas IIU. Putusan Pengadilan Jakarta Pusat Daftar No. 116 Batasan legal standing ini dapat dilihat dari pengertian standing to sue doctrine adalah suatu pihak yang siap mempertaruhkan dalam memperdebatkan keadilan yang layak dan sebaliknya ditujukan untuk menghasilkan resolusi peradilan dari perdebatan tersebut. Masalah ini menjadi bukti. Kompas.118 Tanggal 25 Januari 1988 anggota DPRD Sumatera Utara minta IIU ditutup atau tidak melakukan operasi sebelum IIU diaudit. Nabiel Makarim yang ikut mewakili penyusunan standar lin gkungan dalam rangka berdirinya IIU. 820/PDT. dilakukan melalui gugatan legal standing. 1364. 8 120 Apabila hasil audit lingkungan IIU misalnya terbukti membuat pencemaran lingkungan. Tujuh tahun setelah gugatan legal standing WALHI atas IIU ini. Morton . 120 Akhirnya bulan Juli 1988 pemerintah melalui Menteri Negara Lingkungan Hidup menghentikan operasi IIU. 7. 7 Maret 1999. yang sekarang berganti nama dengan PT. 117 Kompas. Dalam kasus IIU tersebut Pengadilan Jakarta Pusat berpendapat. Sierra Club v. juga mengakibatkan timbulnya kerugian di pihak emiten atau perusahaan. mempunyai bidang usaha pabrik bubur kertas (pulp) dan rayon di desa Sosorladang/Silosung kecamatan Porsea. dan RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan). 28 Oktober-3 November 1988. Pelaksanaan di lapangan diawasi Bapedal bersama Departemen Perindustrian dan BPKPM.” 114 115 24 . cair.115 Sebagaimana diketahui ketentuan Pasal 5 UULH 1982 tersebut sama dengan ketentuan Pasal 5 UULH 1997. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara. Inti Indorayon Utama (“IIU”). 7 Maret 1999. dan PT. 1405. tepatnya pada 1994 WALHI bersama tigabelas LSM lainnya menuntut pemerintah. 7.Ed. pada tanggal 30 Desember 1988 menggugat IIU. agar menutup IIU disebabkan kolam penampung limbahnya bocor menyusul meledaknya pipa gas klorin. tetapi juga melindungi emiten dan perusahaan. yang go public melalui pasar modal dan listing di NYSE Wall Street sejak tahun 1995. Pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup. 2d 636. IIU. 727. 114 menunjukkan perlunya pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. Toba Pulp Lestari.S. maka yang rugi bukan saja investor atau pemegang saham saja. 121 Adil. dengan gugatan IIU telah menimbulkan kerusakan-kerusakan lingkungan di wilayah Sumatera Utara.Ct. 31 L. bahwa Walhi dalam kasus IIU tersebut dapat bertindak sebagai penggugat untuk melindungi kepentingan setiap orang dalam pengelolaan lingkungan hidup yang ketentuan pokoknya Pasal 5 Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 (UULH 1982). 4 Tahun Ke-67. 118 Ibid. Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Negara Riset dan Teknologi menentukan persyaratan lingkungan yang harus dipenuhi IIU. Menteri Perindustrian.119 Di samping itu. Dirjen Industri Logam dan Kimia Departemen Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa IIU harus diaudit kembali.G/1988 PN. pengamatan tebing sungai. gas) yang diohasilkan. hal.

Curah hujan tersebut adalah empat sampai lima kali dari keadaan normal. .. sebagaimana disebutkan Bapedal dalam suaran persnya tersebut yaitu.. and 19 June the tonnage dumped on the south end of the Wanagon OBS was in the range of 80. 353 123 124 25 . hal.124 Gugatan-gugatan yang berkaitan dengan tanggung jawab lingkungan seharusnya tidak terjadi. Freeport telah melakukan penyesatan informasi dengan cara: 1. Wallacy. 354. 1132. Walhi telah mengajukan gugatan terhadap PT. 126 Pendekatan ekonomi tersebut dilakukan dengan metode insentif dan disinsentif untuk memberikan kemudahan kepada para pengusaha dalam usahanya melestarikan lingkungan hidup.. jika dipahami lebih jauh. Prinsip sentralnya adalah masing-masing produsen dan konsumen sebelum bertindak harus mempertimbangkan keseluruhan biaya sosial dan akibatnya.” Keterangan itu adalah bertentangan dengan informasi yang diterima WALHI dari masyarakat Banti. yang secara rata-rata berkisar 8 mm sehari. au/indon/freeford_walhi2. bahwa pungutan pencemaran yang diperhitungkan secara tepat dapat mendorong para pencemar untuk mengurangi emisi. “Most of the displacement can be correlated to the time periods when the dumping tonnage was greater than 50. “Tidak ditemukan adanya ancaman terhadap kesehatan jiwa serta kemungkinan dampak lingkungan jangka panjang yang mungkin terjadi dari kejadian itu” adalah dengan sengaja membohongi publik di mana hal ini bertentangan dengan hasil laporanBapedal seperti tersebut dalam siaran persnya tanggal 17 Mei 2000. cit.127 Penggunaan insentif ekonomi secara selektif mampu menghasilkan suatu tingkatan perlindungan lingkungan hidup dengan biaya keseluruhan yang lebih rendah dari biaya masyarakat. 126 Dari sudut pandang ekonomi.125 Gugatan yang muncul dalam masalah perlindungan lingkungan hidup. guna mengurangi pencemaran dan menekan biaya penanggulangannya. “Mengingat suldge yang ada di dalam Danau wanagon dikategorikan sebagai limbah B3 .html). banjir di Banti (16 Km. berkisar pada 40 mm per hari. The fact that displacement occurred associated with large dumping rates is sufficient.000 tpd. maka terdapat pendekatan ekonomi untuk mengatasi masalah perlindungan lingkungan hidup. karena pungutan merupakan insentif permanen. Koesnadi Hardjasoemantri. yaitu . yang menyatakan bahwa. yaitu.” dan juga pernyataan konsultan Call and Nicholas Inc. “Di samping itu kejadian tanggal 22 Juni 1988 disebabkan kesalahan prosedur berupa aktivitas dumping yang berlebihan sehari sebelumnya.123 Dalam kasus lingkungan lainnya. Pernyataan FIC lebih lanjut secara sengaja telah memberi kesan bahwa longsornya tumpukan batuan limbah adalah kondisi alam dan dengan demikian menutupi buruknya pengelolaan lingkungan dan kelalaian FIC sebagaimana tersebut dalam laporan hasil investigasi Bapedal pada peristiwa longsornya tumpukan batuan limbah pada bulan Juni 1988. yang menganggap pungutan tersebut sama dengan membeli hak untuk mencemarkan (the right to pollute). karena dengan jalan ini penanggulangan limbah akan lebih murah daripada mencemarkan dan kemudian membayar tuntutan ganti kerugian akibat pencemaran.. cit.org. hal. yang menyatakan bahwa. yang pembacaan gugatannya dilakukan 22 Agustus 2000. mengingat harga saham perusahaan dalam suatu pasar yang berkembang merefleksikan internalisasi biaya kerusakan lingkungan pada masyarakat.” 5. Argumentasi ini disanggah dengan adanya kenyataan.. 127 Ibid. 18. dari Wanagon) yang tidak memakan korban jiwa karena alarm peringatan dini dibunyikan pada waktunya. yang disebabkan oleh perusahaan pada waktu produksi dan dalam rangka mengejar keuntungan. 352. “On the 12. Pernyataan yang disampaikan kepada tergugat dalam siaran pers tanggal 5 Mei 2000. Masyarakat Banti mengetahui datangnya banjir dan lumpur justru dari bunyi gemuruh air.” Secara sengaja memberi kesan bahwa peristiwa longsornya batuan limbah di Danau Wanagon terjadi karena kondisi alam. Koesnadi Hardjasoemantri. hal.lingkungan itu tepat untuk dilakukan. masalahnya berpusat pada tuntutan terhadap pelanggaran peraturan lingkungan hidup yang berkaitan dengan perijinan dalam rangka pelaksanaan prinsip keterbukaan. Kesalahan prosedur di atas juga diperkuat oleh konsultan FIC yakni Call dan Nicholas.” (http://www. Pungutan pencemaran ini tidak dapat diterima oleh para pendukung pengendalian langsung. Op. Namun.. 125 Perry E. 3. Menurut Walhi.. Op. “Perlu dicatat bahwa curah hujan yang terjadi beberapa hari sebelum kejadian. 2.. oleh karena perusahaan yang membuat audit lingkungan mempunyai nilai tambah apabila dibandingkan dengan perusahaan yang tidak membuatnya. yang menyatakan bahwa “ . “Longsoran tersebut dapat menyebabkan meluapnya material bahah Danau Wanagon” dimana suldge yang dimaksud merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3). Op..” Di mana batas jumlah pembuangan batuan limah adalah tidak melebihi 50. Pernyataan FIC dalam siaran persnya tanggal 24 Mei 2000.000 ton per hari sebagaimana disebutkan oleh konsultan CNI. dan telah menyiagakan seluruh masyarakat di Desa Banti untuk menjauhi sungai dan . pungutan merupakan instrumen pengendalian pencemaran yang paling efektif. cit. hal. sebagaimana tersebut dalam yaitu.000 tons per day. PTFI. Freeport digugat berkaitan dengan informasi pengelolaan lingkungan hidup yang menyesatkan.” 4. menyebutkan” “Sistem tanda bahaya yang telah dipasang bekerja dengan baik. Inc. Freeport Indonesia (“Freeport”) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.mpi. Dalam siaran pers tanggal 5 Mei 2000. Mekanisme kebijaksanaan perlindungan lingkungan hidup berdasarkan pasar..

malahan menjadi set-back. finally. ultimate effect discussed in this article: an economic disincentive to the issuers of those securities to continue methods of production that generate large environmental liabilities. That liability or obligation. Para pembuat undang-undang dan birokrat di Indonesia tidak memberikan perhatian yang sewajarnya terhadap pengaturan insentif ekonomi. Charles A. the issuer may have an incentive to acquire to acquare--or develop--the most economical version of that obligation.” Washington and Law Review. Hal ini sejalan dengan uraian Wallace mengenai keterkaitan keterbukaan dengan insentif ekonomi. 130 Ibid. dan 128 Perry E. maka yang terjadi di Indonesia sekarang ini justru sebaliknya. or non-disclosure penalties]. hal.dengan beberapa cara tertentu dapat membuat produsen dan konsumen untuk menyadari biaya sosial dan konsekuensinya. 132 Ibid. Those investors are also on a better position to make an information decision regarding whether to buy the securities (or hold. 1124. dan semua warga negara. termasuk di dalamnya mengenai informasi penerapan insentif ekonomi. UULH 1982 yang digantikan UULH 1997 telah menyatakan secara khusus dalam Pasal 8 tentang insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan. bahwa “Pemerintah menggariskan kebijaksanaan dan melakukan tindakan yang mendorong ditingkatkannya upaya pelestarian kemampuan lingkungan hidup untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan. seperti para pembuat undang-undang. yang menyatakan: “The overal effect here is a beneficial one: Investors are not defrauded by being induced to purchase securities priced at a higher value than would be assigned under circumstances of full environmental disclosure. 133 Pasal 8 ayat 1 UULH 1982 menyatakan. bureacrats. Schultze sebagaimana dikutip Perry E. Wallace mengatakan: “Faced with these taxes or “effluent charge” [in the form of reduced value of its securities. akan membuat posisi investor lebih baik dalam memutuskan pembelian atau penjualan saham.” 130 Dengan demikian pelaksanaan keterbukaan yang dilakukan secara penuh. Pada tahun 1991 studi mengenai kebijakan publik (public policy) yang digerakkan oleh anggota Senat Amerika Serikat. And. will have been deemed properly includable as a “cost of doing business. 131 Ibid. yaitu Senator Timothy Wirt dan John Heinz yang menyatakan: “Over the past two years. para pelaku bisnis. and citizens of all kinds have come to recognize that market-based instruments belong in our porfolio of environmental and natural resource policies. and would choose to remove pollution up to the point where the additional cost of removal was greater than the effluent charge. such as legal requirements to acquare and maintain certain pollution control technology. hal. para birokrat. 129 Ibid. the reductions in the value of securities as a result of these market dynamics may be so substantial that they create the larger.128 Oleh karena itu.” Therefore. as the case may be). “Disclosure of Environmental Liabilities Under The Securities Law : The Potential of Securities Market – Based Inentives for Pollution Controll. the market mechanism would discount the price of a security--a “financial product” --by some figure representing a theretofore undisclosed liability or obligation. as to environmental obligations. 1124. business persons. para pencinta lingkungan. in the securities setting. and through the use of the least-cost means of doing so.” 129 Lebih lanjut. pelaksanaan keterbukaan di pasar modal dengan penerapan insentif ekonomi sangat perlu. when the company discloses that that cost. Correspondingly. It would compare the cost of payning the effluent charge with the cost of cleaning up pollution. each firm [may] find it in its own interest to reduce pollution by an amount related to the cost of [pollution] reduction.” 132 Berbeda dengan kebijakan pendekatan insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di Indonesia. sehingga mereka memberikan insentif untuk perlindungan lingkungan hidup. 1131. Legislators. 1127. 1993).” 26 . 50 : 1093. it provides more complete information to be used in pricing the security in accordance with the complete and actual financial condition and prospects of the company.133 Sedangkan UULH 1997 hanya menyatakannya insentif ekonomi tersebut dalam Penjelasan. sebab berkaitan dengan nilai saham perusahaan yang menerapkannya. and thereby introduces the information to an efficient capital market. (Vol. of course. hal. we have witneseed dramatic changes in the political landscape of environmental policy. environmentalist. Wallace menguraikan: “Similarly. hal. Apabila di Amerika Serikat terjadi perubahan dramatis tentang kebijakan insentif ekonomi tersebut karena disadari sangat penting oleh berbagai pihak. Wallace.” 131 Akhir-akhir ini di Amerika Serikat pendekatan insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan hidup telah bergerak menjadi pembicaraan di tingkat pemerintah Pusat.

membuat ketentuan yang mewajibkan emiten untuk melaporkan dalam prospektus mengenai informasi fakta materiel yang berkaitan dengan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. Proaktif adalah tindakan pada tingkat produksi dengan menerapkan standarisasi lingkungan hidup. preventif dan proaktif misalnya adalah pengembangan dan penerapan teknologi akrab lingkungan hidup. tetap menjadi perhatian sangat serius bagi masyarakat.” 135 Perry E. perlu dicermati untuk dipikirkan pemberlakuannya di pasar modal Indonesia. cit. membuat ketentuan yang mewajibkan keterbukaan bagi perusahaan yang mempunyai masalah lingkungan hidup yang mengandung fakta materiel. Insentif ekonomi harus tetap diperhatikan. bahwa yang dimaksud instrumen ekonomi dalam penjelasan UULH 1997 adalah insentif ekonomi sebagaimana terdapat dalam konsep Pasal 8 UULH 1982. seperti tata ruang dan analisa dampak lingkungan hidup. seperti ISO 14000. Peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal Amerika Serikat. Keempat. yang hanya menyatakan dengan kata “instrumen ekonomi”. 134 Penjelasan Pasal 10 huruf e menyatakan. 1131-1132. hal. Wallacy. Op. Pengalaman di negara berkembang pemerintah mempunyai dominasi yang besar terhadap perusahaan milik pemerintah. Sebab pada waktu sekarang ini di Amerika Serikat melalui penekanan SEC tentang keterbukaan perlindungan lingkungan hidup telah menghasilkan insentif baik untuk perlindungan lingkungan maupun integritas pasar modal. membuat ketentuan yang melarang emiten atau perusahaan publik melakukan pernyataan yang menyesatkan berkaitan dengan keterbukaan masalah lingkungan hidup. Untuk ketentuan tersebut dapat mengadopsi syarat-syarat prinsip keterbukaan berkenaan perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Amerika Serikat.. Perangkat pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat preemtif. Kedua. 27 .136 Dengan demikian peraturan perlindungan lingkungan hidup yang berlaku di luar peraturan pasar modal harus diterapkan secara bersama-sama dengan peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal Indonesia. “Dalam ketentuan ini dimaksud dengan perangkat yang bersifat preemtif adalah tindakan yang dilakukan pada tingkat pengambilan keputusan dan perencanaan. yang di dalamnya termasuk ketentuan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup. penerapan asuransi lingkungan hidup dan audit lingkungan hidup yang dilakukan secara sukarela oleh penangung jawab usaha dan/atau kegiatan guna meningkatkan kinerja. Privatisasi BUMN Dalam Perspektif Hukum Indonesia Topik privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). walaupun hanya dinyatakan dalam penjelasan UULH 1997. Pertama. Kelima. tidak masuknya pernyataan insentif ekonomi dalam UULH 1997. Sering didengar bahwa salah satu pembenaran dilakukannya privatisasi adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas BUMN dan pembenaran itu selalu dikaitkan pula dengan persaingan global. Dengan ini suatu perusahaan dapat memiliki insentif untuk mengelola masalah perlindungan lingkungan hidup secara efisien. termasuk Bapepam harus menetapkan atau menafsirkan. Untuk itu. Ketiga. 1131-1132. Pada umumnya perhatiannya bermuara pada pilihan mana yang diutamakan dalam Perusahaan Negara atau BUMN. apakah mempertahankan kepemilikan pemerintah atau melakukan privatisasi atau mengalihkannya pada kepemilikan swasta. peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan harus diperbaiki dengan memformulasikan ketentuan-ketentuan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. Apabila terdapat informasi yang jelek berkaitan dengan kewajiban dan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. hal. bukan berarti ketentuan insentif ekonomi tidak mengikat lagi. membuat ketentuan penerapan pendekatan ekonomi untuk mengatasi bahaya yang ditimbulkan kerusakan lingkungan hidup dengan mensejajarkan pengaturannya sebagaimana yang diatur oleh Undang-undang Lingkungan hidup. 136 Ibid. membuat ketentuan yang mensyaratkan penjelasan bisnis perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan hidup.135 Dasar dari penomena tersebut adalah persyaratan-persyaratan transmisi dari informasi-informasi penting mengenai masalah perlindungan lingkungan hidup kepada pemegang saham dan kepada pasar perusahaanperusahaan publik. Adapun preventif adalah tindakan tingkatan pelaksanaan melalui penataan baku mutu limbah dan/atau instrumen ekonomi.pernyataan tersebut kurang cukup untuk atau tidak tuntas dalam upaya penerapan ketentuan insentif ekonomi.134 Namun. maka akan mengakibatkan harga pasar dari perusahaan-perusahaan tersebut bergerak ke bawah. Tujuannya adalah untuk melindungi nilai harga saham sesuai dengan harga yang ditentukan oleh pasar. Hal ini yang mendorong isu pengalihan kepemilikan dari pemerintah kepada swasta. Bagi aparat penegak hukum.

Hal ini perlu mengingat perbankan di Indonesia pernah mengalami kehancuran disebabkan ketidakpercayaan masyarakat. dan “Results from Two-Period Probit and Ordinary Least Squares (OLS) Analysis. “Result from Discrete Hazard Model Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization.137 Berdasarkan riset secara empiris138 dapat digambarkan bahwa perusahaan swasta seringkali beroperasi lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan negara. hal.Cit. Tahun 2003). Op. Zulkarnain Sitompul. Secara konsep privatisasi dapat terjadi atas kemauan politik (paksaan) maupun secara sukarela.G. Pada masa lalu perubahan regulasi atas sistem dan struktur perbankan atas dorongan liberalisasi perbankan telah memfasilitasi pertumbuhan perbankan yang cepat. hal. “Correlations Between Independent Variables”. Kenyataan yang sama juga terjadi pada privatisasi di negara berkembang. No. adverse selection dan harga oligopolistic. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah kebijakan agar terjadi proses privatisasi. Probit Model”. hal. 167-168 142 Lihat. The University of Chicago. Op. dimana ketidakpercayaan itu telah pula membuat kegagalan pasar. Untuk mendorong terjadinya privatisasi secara sukarela dibutuhkan adanya serangkaian regulasi yang dapat meningkatkan biaya politik memiliki perusahaan.” George R..” Jurnal Hukum Bisnis. 166 138 Data empiris tersebut diuraikan oleh Clarke dan Cull yang mengaitkannya dengan data “Lending to the Public Sector and Change in Employment (Third Quarter.G. Sebab kondisi pemilikan mayoritas itu memudahkan pengambilan risiko berlebihan pada perbankan.142 Pemilikan demikian sangat rawan terhadap kegagalan pasar disebabkan moral hazard. Pengalaman dibanyak negara terbukti bahwa kepemilikan swasta merupakan pilihan terbaik. Konsentrasi kepemilikan dimungkinkan pula timbulnya campur tangan pemilik secara berlebihan dalam kepengurusan bank. meski tidak di seluruh negara berkembang. “Elasticities of Probability of Privatization with Respect to Continuous Variables”.G. (Vol. Sistem dan struktur perbankan yang demikian itu mengakibatkan dimungkinkan terjadinya kepemilikan silang (interlocking ownership) dan lending pattern serta dimilikinya satu bank secara mayoritas. 137 George R. Pertanyaan kedua yang paling sulit dijawab. 140 Jawaban praktis yang dapat diajukan adalah pemerintah akan menjual kepemilikannya pada suatu perusahaan apabila biaya politik dengan tetap memelihara kepemilikan tersebut lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Political and Economics Determinants of The Likelihood of Privatizing Argentina Public Bank. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepemilikan swasta lebih mendorong terjadinya efisiensi. 6. “ Results from Cross-Sectional Tobit Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization. Privatisasi di Indonesia haruslah diartikan sebagai upaya untuk menghilangkan konsentrasi kepemilikan. oleh karena sangat sedikit data empiris yang dapat digunakan untuk menjawabnya. hal 166 140 Ibid. All Banks”. Clarke dan Robert Cull. Kedua. “Independent Variables Included in the Estimation”.139 Studi yang dilakukan George Clarke dan Robert Cull memberikan pemahaman bahwa setelah privatisasi itu tergambar pula terjadinya peningkatan dalam portfolio pinjaman dan peningkatan efisiensi. 167 141 Bandingkan. 1998)”. “Pembatasan Kepemilikan Bank : Gagasan Untuk Memperkuat Sistem Perbankan. bentuk kepemilikan yang bagaimana yang secara efektif dapat meningkatkan kesejahteraan sosial (social welfare) dan efisiensi. Sebab pada umumnya pemilik itu sekaligus menjadi komisaris. XLV. April 2002). hal. Clarke dan Robert Cull. George R. Baik konsentrasi kepemilikan oleh pemerintah maupun konsentrasi kepemilikan oleh swasta. Jurnal of Law and economics. Di sektor perbankan kepemilikan pemerintah menunjukkan kaitan yang erat dengan lambannya perkembangan sektor keuangan serta pertumbuhan produktivitas yang rendah. padahal dengan mempertahankan kepemilikannya pada perusahaan mereka akan mendapatkan dukungan politik. Tobit Model”. 28 . 173-193 139 Ibid. Akibatnya komisaris sebagai pengawas bisa tidak efektif. sehingga memberi peluang untuk masuknya individu yang tidak bermutu ke dalam bisnis perbankan. Pertama. 36. “Result from Discrete Hazard Model Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization with Endogenous Fiscal Variables.141 Di sektor perbankan alasannya adalah untuk memperkuat sistem perbankan dengan cara membuat ketentuan pembatasan kepemilikan bank. mengapa pemerintah berkenan melepaskan kepemilikannya. (Volume 22. Padahal komisaris memiliki peran strategis dalam pengawasan jalannya bank tersebut. Oleh karena industri perbankan pernah dijadikan sebagai bahan eksploitasi pemiliknya.Secara teoritis terdapat dua pertanyaan mendasar berkenaan dengan masalah kepemilikan perusahaan. Hal ini antara lain menyebabkan fungsi pengawasan internal sebagai first line of defense menjadi kurang berfungsi. Clarke dan Robert Cull. hal. Cit.

Taiwan dan Korea Selatan membatasi kepemilikan maksimal 4-5 persen. Keistimewaan-keistimewaan itu adalah : a.Kondisi konsentrasi kepemilikan itu dapat pula menimbulkan terjadinya cross-ownership atau crossmanagement yang bisa menimbulkan benturan kepentingan. 168 143 144 29 . Institusi menjual seluruh sahamnyakepada rekanannya secara menyeluruh atau sebahagian.Dalam konteks pasar modal. Memang. Thailand. dapat dibuat sebagai gagasan pemikiran bila nanti kita membuat Undang-Undang Privatisasi. perlu pula Undang-Undang Privatisasi nanti memuat aturan tentang keterbukaan sebagaimana diatur dalam ketentuan prinsip keterbukaan di pasar modal dan mengatur secara detail proses privatisasi. Penekanan pengaturan lainnya yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan privatisasi itu adalah dengan menitikberatkan penjualannya melalui pasar modal. keadaan tersebut membuka kemungkinan terjadinya penyalahgunaan bank untuk mendukung kepentingan usaha pribadi pemilik. Dewan Penasehat Syariah bersatu menyetujui untuk menerima prinsip dari bai’dayn debt trading (perdagangan hutang) sebagai salah satu dari konsep untuk membangun instrumen pasar modal. Kesanggupan dari institusi keuangan untuk menjual saham perusahaannya kepada rekanannya. Agar jalannya privatisasi BUMN lebih fair. 145 Melalui pasar modal akan membuat penjualan saham BUMN terdistribusi dalam masyarakat. 145 Ibid. Oleh karena ini musyarakah mutanaqah mempunyai keistimewaan yang tidak berlawanan dengan dasar hukum dan prinsip umum dari syariah. Dengan demikian perlu perangkat peraturan pembatasan tentang pemilikan bank yang diatur dalam Undang-Undang Perbankan. dibandingkan dengan menjualnya kepada mitra strategis (strategic sale). Misalnya. dimana benturan kepentingan terjadi sebagai akibat adanya cross-ownership atau cross-management antara bank dengan usaha lain baik di sektor finansial maupun sektor riil. Namun. ============================================================== Sumber : Resolutions Of The Securities Comission Syariah Advisary Council Prinsip-Prinsip Dari Mu’amalat Dalam Pasar Modal 1. sebagaimana pernah diterapkan Perancis dalam pelaksanaan privatisasi. Di Thailand kepemilikan saham melampaui 5 persen menyebabkan pemiliknya kehilangan hak untuk mendapatkan dividen atas kelebihan saham yang dimilikinya. Komite Privatisasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. dimana para pihak memberikan dua kontribusi umum dan kerja). Musyarakah Mutanaqisah Musyarakah Mutanaqisah adalah sebuah instrumen baru untuk produk musyarakah dan telah dikenal di Mesir. yang bertugas menjual BUMN. karena anggotanya terdiri dari Menteri-Menteri. perlu dipikirkan apakah kita memerlukan satu Komisi Privatisasi yang bersifat independen yang anggota terdiri dari orang-orang di luar pemerintah. Bai’ Dayn Pada pertemuan kedua pada tanggal 21 agustus 1996. Selanjutnya. c. b. Ini sudah berdasarkan pada pandangan dari ahli hukum islam yang menganut konsep ilmu ini untuk kondisi-kondisi tertentu. 2. Dalam peraturan itu harus ditentukan secara jelas jumlah maksimal kepemilikan saham dalam satu bank143 dan sanksi atas pelanggarannya.144 Pemikiran mengenai privatisasi di atas. Dengan ini akan memperluas kepemilikan masyarakat atas BUMN. kondisi ini dapat menjadi bertemu ketika adanya keteraturan sistem tranparansi dimana dapat melindungi maslahah (kepentingan umum) dari pelaku pasar. Perusahaan ‘Inan (bentuk dari partnership. hal. tetapi terlihat Komite itu belum bersifat independen. seyogianya diatur dalam Undang-Undang Privatisasi yang akan datang. Kebanyakan dari para ahli Hukum Islam Umum bersatu dalam menerima musyarakah mutanaqah sebagai salah satu instrumen dalam Pasar Modal. Apabila Komisi yang bersifat independen itu kita butuhkan.

Bai’ Ma’dum Berdasarkan pada teori perjanjian (kontrak) menurut yurispudensi Islam. didasarkan pada alasan-alasan pengikut. Manfaat –manfaat yang diberikan oleh debitur dalam menggunakan metode ini adalah dari sebuah aspek manajemen resiko. daging dan minyak dari penjual dengan membelinya setiap hari dan membayar untuk mereka pada harga pasar di akhir tahun atau diakhir bulan tanpa menetapkan pada harga. Ini juga digunakan sebagai suatu alasan untuk diizinkan berspekulasi sepanjang itu tidak bertentangan pada prinsip-prinsip syariah. Bihi Si’rsebagaimana yang didefenisikan oleh Ibnu Qaiyyim adalah praktek dari pengambilan beberapa jumlah barang-barang seperti roti. contohnya transfer telegrapik (TT). suatu kondisi dimana objek dalam perdagangan ( mahal al-aqd atau ma’qud alaih) dapat didagangkan harus ada ketika perjanjian (kontrak) telah dibuat. Bai’ Wafa’ Section 118 dari Majallah al-Ahkam al-Adliyyah mendefenisikan Bai’ Wafa’ sebagai sebuah penjualan dengan kondisi bahwa ketika penjual membayar kembali harga dari penjualan barang. Pembelian dari sebuah objek yang tidak ada ketika perjanjian (kontrak) telah dibuat adalah telah dipertimbangkannya bai. bai’ dayn adalah prinsip penjualan dayn dimana hasil dari pertukaran perjanjian (perjanjian mu’awadat maliyyah). pesanan kartu pos and pesanan uang. bai’ bi thaman ajil (BBA). seperti murabahah. ini akan menjadi pertimbangan sebagai pemberian (hibah)dari pembeli kepada penjual. Bai’ Urbun Bai’ Urbun adalah simpanan yang diberikan oleh pembeli kepada penjual dalam perjanjian (kontrak) jual beli. 7. dengan cara menyimpulkan bahwa seluruh aset yang telah dijual berasal dari pemberi modal. pembeli dengan segera menjual kembali aset kepada penjual dengan harga tunai. 9. ijarah muntahiyah bi tamlik. Bai’ Muzayadah Bai’ Muzayadah adalah menawarkan dari harga yang untung dalam sebuah pasar oleh penjual diikuti dengan permintaan dari pembeli yang bersaing untuk menawarkan dengan harga tinggi. 8. Aplikasi dari prinsip ini dalam pembelian dan penjualan bukanlah sesuatu yang baru 30 . 6. khususnya mereka dihubungkan pada perilaku dari pelaku pasar yang mengambil untuk berlebihan dari perbedaan harga. Praktek ini tidak akan memberi kenaikan kepada perselisihan antara pembeli dan penjual karena mereka telah setuju pada metode dari pembayarannya dan harganya. Diantara aplikasi dari suftajah dalam sebuah keuangan dunia modern adalah proses dari transfer uang. pembeli mengembalikan kepada penjual.Dalam konteks dari pasar modal islam. Dikatagorikan sebagai bai’ inah. Konsep ini adalah relefan dalam beberapa masalah di pasar modal islam. Pemberi modal akan menjual sebuah prodak kepada pembeli pada pembayaran didepan sesuai dengan apa yang disepakati. Dalam konteks pasal modal . Sebaliknya. Jika pendapatan penjualan. pengembalian penjualan yang untung ketika penjual mengklemnya dengan membayar kembali sesuai dengan jumlahnya. Setelah itu. ini dihubungkan pada catatan keuangan. Pemberi modal kemudian dengan segera membeli kembali aset dengan hargai tunai yang lebih rendah kemudian harga penjualannya ditangguhkan 4. istisna’ dan yang lainnya. Kreditor tidak dapat berlari dari resiko hilangnya uangnya selama perjalanan seperti dia hanya menbawa catatan-catatan Suftajah. simpanan akan menjadi bagian dari harga barang-barang. ijarah. Sebagai contohnya. Suftajah Dalam bahasa arab atau termilogi dalam yurispudensi islam Suftajah adalah sebuah instrumen kredit dalam bentuk diberikannya catatan keuangan kepada seseorang untuk memungkinkan kreditor untuk digunakan pada menetapkan tempat yang lainnya. 3. Bai’ Bima Yanqati. ma’dum 5. Bihi Si’r Bai’ Bima Yanqati. Konsep ini dibenarkan dari persfektif syariah. Bai’ Inah Bai’ inah adalah merupakan perdagangan dimana penjual menjual asetnya kepada pembeli dengan kesepakatan harga penjualan yang dibayar oleh pembeli pada tanggal yang akan datang. dimana lebih rendah dari harga penjualan yang telah disepakati.

5. 5. 4. 6.Produk Pasar Modal Menurut Yurisprudensi Islam 1. 8. 6. 2. 9. 8. 7. 2. 7. Riba : Principles and Divison Gharar Gambling Ghalat Speculation Qabadh Dha’ Wa Ta’ajjal ‘Umum Balwa Ta’wid ~~OOO~~ 31 . Call Warrant Transferable Subscription Rights (TSR) Asset Securitisation Securities Borrowing and Lending (SBL) Crude Palm Oil Futures Contract Composite Index Futures Contract Islamic Benchmark Bond Finance Lease and Operating Lease Preference Share Masalah-masalah Pasar Modal Menurut Yurispudensi Islam 1. 9. 4. 3. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful