PENGEMBANGAN EKONOMI ISLAM DAN KONDISI HUKUM EKONOMI KONVENSIONAL ∗

Bismar Nasution∗∗ Sumber : ======================================= Robert Cooter and Thomas Ulen, Law & Economics.

HUKUM DAN EKONOMI
Pendahuluan (hal 1-2) Hukum menggunakan ilmu ekonomi pada bidang hukum anti persaingan (antitrust), pengaturan industri-industri, perpajakan, dan menentukan masalah moneter. Hukum dibutuhkan ekonomi dalam hal menjawab pertanyaan seperti “siapa yang menjadi tergugat dalam bursa saham ?”. “dapatkah kontrol harga dalam asuransi mobil mengurangi nilai riilnya ?”, “siapa sebenarnya yang dibebankan pajak ?”, dan “berapa besar pendapatan masa depan anak-anak yang hilang karena orangtua mereka meninggal ?”. Perkembangan pesat terjadi sekitar tahun 1960-an, ketika analisis ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) masuk ke dalam bidang hukum, seperti properti, kontrak, kesalahan/kerugian, hukum pidana dan hukum acaranya, dan hukum tata negara. Hal ini dikemukakan oleh Ronald H. Coase dalam tulisannya yang berjudul The Problem of Social Cost (1960) dan Guido Calabresi dalam tulisannya yang berjudul Some Thoughts on Risk Distributionand the Law of Torts (1961). Apa yang dimaksud dengan analisis ekonomi dari hukum ? (hal 3-4) Secara umum, kita dapat mengatakan bahwa ekonomi menghasilkan sebuah teori tingkah laku/perilaku untuk memprediksi bagaimana respon manusia terhadap perubahan-perubahan dalam hukum. Teori ini melampaui intuisi, hanya sebagai ilmu sains yang melampaui akal biasa (common sense). Dalam tambahan kepada sebuah teori sains tentang perilaku, ekonomi menghasilkan sebuah standar normatif yang sangat berguna untuk mengevaluasi hukum dan kebijakan. Hukum bukan sekedar (arcane) argumen-argumen teknis saja, hukum adalah instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan kepentingan sosial yang penting. Untuk mengetahui efek-efek dari hukum dalam tujuan itu, hakim dan pembuat hukum lainnya harus mempunyai sebuah metode untuk mengevaluasi efek-efek hukum dalam nilai-nilai sosial yang penting. Ilmu Ekonomi memprediksi efek kebijakan terhadap efisiensi. Efisiensi selalu berhubungan dengan pembuatan kebijakan, karena akan selalu lebih baik mencapai semua kebijakan-kebijakan yang ada dengan
∗ Disampaikan pada Seminar Nasional dengan tema “Signifikansi Hukum Islam Dalam Merespon Isu-isu Global”, yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, pada hari Sabtu, 19 Juni 2004 di Medan. ∗∗ Mendapat Sarjana Hukum dari USU (1983), Magister Hukum dari Universitas Indonesia (1994), Doktor dari Universitas Indonesia (2001), Guru Besar Hukum Ekonomi Fakultas Hukum USU (2004), Dosen Fakultas Hukum USU Medan, tahun 1987– sekarang, Dosen Pascasarjana Hukum USU Medan, tahun 1999–sekarang, Dosen Magister Manajemen Pascasarjana USU Medan, tahun 2002, Dosen Magister Kenotariatan Pascasarjana USU Medan, tahun 2002, Dosen Magister Hukum Pascasarjana Univ. Pancasila Jakarta, tahun 2001–sekarang, Dosen Magister Hukum Pascasarjana Univ. Krisnadwipayana Jakarta, tahun 2001–sekarang, Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta, tahun 1997–2000). Penguji Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Indonesia, tahun 2002-sekarang.

1

biaya yang rendah daripada dengan biaya yang tinggi. Pejabat umum tidak pernah menyokong uang yang siasia/pemborosan. Selain efisiensi, Ilmu ekonomi yang juga memprediksi efek dari kebijakan-kebijakan dalam nilai penting lainnya adalah distribusi. Diantara penerapan ilmu ekonomi itu terhadap kebijakan publik adalah penggunaannya untuk memprediksi siapa sebenarnya yang dibebankan berbagai macam pajak. Lebih daripada penelitian ilmu-ilmu sosial, ahli ekonomi memahami bagaimana hukum memberi dampak terhadap distribusi pendapatan dan kesejahteraan disegala lapisan sosial. Sementara ahli ekonomi seringkali merekomendasikan perubahan untuk peningkatan efisiensi, mereka mencoba menghindari sengketa tentang distribusi, biasanya memberikan rekomendasi tentang distribusi kepada pengambil kebijakan (policy makers) atau pemilih (voters). Mengapa ahli hukum sebaiknya mempelajari ekonomi ?, Mengapa pula ahli ekonomi sebaiknya mempelajari hukum ? (hal 7) Analisa Ekonomi terhadap hukum (the economic analysis of law) adalah suatu bidang ilmu interdispliner yang meliputi dua bidang ilmu yang luas dan juga pemahaman yang lebih dari keduanya. Ekonomi membantu kita untuk melihat hukum dari cara yang baru, salah satunya adalah sangat berguna bagi ahli hukum dan bagi siapa saja yang tertarik dalam persoalan kebijakan publik. Ketika kita memusatkan perhatian bahwa apakah ekonomi dapat membawa sesuatu kepada hukum, kita juga sebaiknya menemukan bahwa hukum membawa sesuatu kepada ekonomi. Analisis ekonomi seringkali mengambil peran untuk dijaminkan pada lembaga hukum (legal institutions) seperti properti dan kontrak, dimana memberi dampak ekonomi. Disamping itu, ahli ekonomi dapat mempelajari teknik-teknik dari ahli hukum. Ahli hukum meluangkan banyak waktu mereka untuk mencoba menyelesaikan masalah-masalah hukum, dan teknik analisa hukum dibentuk oleh kepatuhan untuk beracara. Hasil dari suatu perkara sering diberikan tanda-tanda yang digunakan untuk menggambarkan fakta-fakta, maka mahasiswa hukum mempelajari sensitivitas untuk membedakan hal-hal yang bersifat lisan. Bidang-bidang yang termasuk dalam ruang lingkup hukum ekonomi 1. 2. 3. 4. 5. Teori Ekonomi tentang Hukum Kekayaan (an economic theory of property) Teori Ekonomi tentang Hukum Kontrak (an economic theory of contract) Teori Ekonomi tentang Hukum Kerugian (an economic theory of tort law) Teori Ekonomi tentang Proses Hukum (an economic theory of the legal process) Teori Ekonomi tentang Kejahatan dan Hukuman (an economic theory of crime and punishment)

=========================================== Source : An Introduction to The Malaysian Legal System

HUKUM ISLAM
Defenisi Syariah dan Hukum Islam (hal 133) Syariah (bahasa arab yang secara literatur diartikan jalan menuju surga) adalah hukum Islam yang disucikan sebagai ajaran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad dalam Al-quran dan Sunnah. Keseluruhan merupakan perintah yang berasal dari Allah, yang mengatur kehidupan muslim dalam segala aspek meliputi kewajiban langsung kepada Allah, dan hubungannya dengan sesama dan lingkungannya. Syariah, meliputi seluruh bagian kewajiban agama dan etika, moral, dan aturan hukum, lebih dari suatu sistem hukum (legal system), hukumnya bersifat mutlak (strictly). Syariah adalah “sebuah jalan”. Dalam Islam,

2

Allah sendiri yang punya kekuasaan/kedaulatan dan mempunyai hak untuk menakdirkan pedoman hidup manusia. Hukum Islam yang dimaksud memiliki arti aturan hukum yang merupakan bagian dari syariah dan berperan sebagai peraturan yang sesuai dengan prosedur yang digambarkan dalam konstitusi negara dan federal. Hukum Islam yang diterapkan di Malaysia adalah Mazhab Syafii, sebagaimana yang dimodifikasi oleh Hukum Adat Melayu. Sumber hukum Islam yang diterapkan di Malaysia ini terbagi dalam dua kategori besar yaitu : 1. Sumber Pokok (primary sources) a. b. 2. Al-Qur’an : Firman Allah, dan Sunnah : aturan yang berasal dari tradisi/kebiasaan nabi, contoh perkataannya atau aturan Nabi Muhammad Ijma : kesepakatan ahli hukum dalam suatu masa dalam menetapkan aturan hukum, dan Qiyas : berasal dari alasan-alasan ijtihad atau analogi.

Sumber Sekunder (secondary sources) c. d.

Latar Belakang Sejarah Hukum Islam di Malaysia (hal 134-135) Islam masuk ke Malaka pada 1414 ketika Parameswara, Pangeran Palembang yang menemukan Malaka, menikah dengan seorang putri Islam dari Pasai, memeluk agama Islam dan diberi nama Iskandar Shah. Malaka dibangun sebagai pelabuhan internasional dan kekuasaannya melewati semenanjung Melayu dan termasuk kepulauan pada abad kelimabelas, Islamisasi penduduk membuat Malaka menjadi pusat Islam sampai jatuh ketangan Portugis pada 1511. Kedatangan Islam merupakan salah satu momentum pada sejarah kepulauan melayu. Pengaruhnya sangat besar dan meresap kedalam masyarakat, budaya, politik dan hukum. Dalam masalah politik hukum, Islam menggantikan sistem devaraja Hindu atau bersifat ketuhanan melalui sistem kesultanan. Sultan dipilih sebagai khalifah atau wakil Allah yang harus memerintah sesuai dengan Hukum Allah, atau syariah. Dua hal yang bekerjasama : Islam mendukung dan posisi sultan yang kuat yang didalamnya berdasarkan Islam sebagai bentuk penegakan ajaran agama. Sebelum kedatangan Islam, Melayu mengikuti hukum kebiasaan atau adat yang dipengaruhi oleh budaya Hindu. Kedatangan Islam merupakan awal untuk memperkenalkan syariah dan untuk memodifikasi hukum adat Melayu agar didasarkan ajaran Islam (sebuah proses yang berlanjut sampai sekarang). Proses Islamisasi dapat dilihat dalam sejarah Melayu. Sebagai contoh, versi pertama kali adalah Risalat Hukum Kanun atau Undang-Undang Malaka (laws of Melaka) yang berisikan hukum kebiasaan/adat, dimana versi sekarang menunjukkan perpaduan antara hukum kebiasaan/adat dengan prinsip-prinsip Syariah, sebagaimana yang dituliskan dalam Abu Shuja’s At-Taqrib, Ibn Al-Qasim Al-Ghazzi’s Fath Al-Qarib, dan Ibrahim Al Bajuri’s Hashiya Ala’l Fath Al-Qarib. Setelah Malaka jatuh, versi Undang-Undang Malaka diadopsi di negara Melayu yang merupakan wilayah terakhir Kerajaan Malaka. Disini juga menunjukkan pengaruh syariah. Sebagai contoh, dalam sejarah Pahang dipimpin oleh Sultan Abdul al-Ghafur Muhaiyuddin Shah (1592-1614) menunjukkan pengaruh kuat syariah ini.hal ini memperkenalkan Pahang adalah Daral Islam (negara Islam), contoh sebuah negara Islam, dan empat puluh dua dari enam puluh delapan artikel didasarkan pada syariah. Sejauh apa dan untuk apa hukum yang luas sebagai gambaran dalam sejarah Melayu yang diimplementasikan tidak secara pasti. Karena itu, gabungan hukum adat Melayu dengan unsur Hindu-Budha ditutup dengan prinsip-prinsip hukum syariah yang dimodifikasi selama periode pemerintahan Inggris yang disatukan dengan kerangka hukum Inggris. Hal inilah pelopor dapat diterapkannya hukum Islam di Malaysia hari ini. Islamisasi hukum adat Melayu dilanjutkan setelah kedatangan Inggris. Sebagai contoh, di Johor, disamping sejarah Johor 1789, yang dibentuk dalam Undang-Undang Malaka, diubah dan dibuat secara kodifikasi syariah yang dibuat oleh Turki dan Mesir. The Majallat Al-Ahkam of Turkey diubah menjadi the Majallah Ahkam Johore dan Hanafi Code of Qadri Pasha of Egypt diubah menjadi the Ahkam Shariyyah Johore. Pada 1890, Sultan Abu Bakar merancang konstitusi untuk Johor yang menunjukkan beberapa pengaruh syariah. Demikian pula, di Trengganu, konstitusi dibuat pada 1911 juga menujukkan pengaruh syariah. Contoh-contoh ini dan kasus hukum menunjukkan bahwa sebelum datangnya Inggris hukum dasar dari pribumi adalah hukum muslim melayu (Malay-Muslim Law). R.J Wilkinson mengatakan : “Disana tidak

3

yang didukung oleh anggota-anggota komisi keturunan pakistan. hal penting dalam ayat (4) untuk menyebarkannya. Negara bertugas hanya pada permasalahan keduniaan. ayat (1ª) yang menegaskan kekuasaan yudisial federasi pada dua pengadilan tinggi yang berwenang tentang status dan yurisdiksi. Lebih jauh lagi. Pengadilan syariah tidak termasuk. sebelum amandemen 1988 yang ditambah. Hal ini membatasi dan berturut-turut secara perlahan membangun hukum syariah secara penuh. baik bentuk dan prosedurnya. Labuan. terakhir mereka mengurangi hukum pribadi muslim. Hal ini direkomendasi oleh aliansi partai dalam memorandumnya. dan dilaporkan dalam perluasan modifikasi dan penyimpangan-penyimpangan prinsip syariah. berdasarkan status wilayah. Undangundang saat ini. Hukum Islam tidak meliputi defenisi hukum dalam artikel 160 dari konstitusi federal. Rekomendasi itu. yang telah melalui permulaan hingga akhir tahun 1970-an berdasarkan rekomendasi komite yang disusun untuk meningkatkan status Pengadilan-pengadilan Syariah. Dia melihat bahwa suatu ketentuan adalah “tidak berbahaya/merusak” karena tidak kurang dari lima puluh negara menerapkan ketentuan yang telah berurat akar dalam konstitusi mereka dan karena itu dimuat dalam semua konstitusi negara melayu.. tidak seperti biasa karena dengan suara bulat. Justice Abdul Hamid. yang mengatakan : “. dan beberapa kebiasaan atau adat yang memiliki kekuatan hukum. di setiap negara.terdapat keraguan bahwa hukum Muslim akan diakhiri menjadi hukum melayu bukan hukum Inggris yang masuk untuk mengujinya”. Pemerintahan Inggris memisahkan agama dari negara. yang pada pokoknya menghilangkan prinsip-prinsip dimana common law dipersiapkan untuk diterima. memperkenalkan hukum Inggris dan membuat hukum yang diterapkan secara umum dalam hukum muslim melayu. adanya sistem legislatif yang terpisah dalam berbagai aspek hukum Islam tersebut. setiap wilayah masing-masing mengikutinya. yang menjamin hak setiap orang untuk menyatakan dan menerapkan agamanya dan. coomon law.. Artikel 121. artikel 4 mengatur bahwa supreme law federasi menjadi konsitusi federal. bahwa federasi adalah sebuah negara Islam. berdasarkan rekomendasi dari aliansi partai.agama Malaysia seharusnya Islam... tetapi isinya secara subtansi adalah sama. Ketentuan yang telah ditambah pada rancangan asli dari Reid Constitutional Commission. Artikel 3 hanya menyatakan bahwa Islam adalah agama federasi. Kenyataannya. seperti pada konstitusi Pakistan. Artikel 3 menjelaskan bahwa “Islam adalah agama federasi”. Hal itu tidak menerangkan. Hal ini diberi nama secara variatif di setiap negara. Islam adalah aliran kiri untuk penegakan ajaran agama. ayat (4) menentukan bahwa tidak ada sesuatu pun dalam artikel yang membawahi dari ketetapan lain dari konstitusi federal. yang mendefenisikan hanya hukum tertulis. dan Putrajaya dimana hal tersebut merupakan persoalan federal) saat ini. Mr. Sejarah dan tingkat persoalaan ini dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Tidak seperti undang-undang sebelumnya (yang bermodelkan Undang-Undang Administrasi Hukum Muslim di Selangor tahun 1952) yang menghimpun kekuasaan dalam suatu majlis (atau konsul yang dikenal dengan berbagai nama yang bervariasi). Pengamatan prinsip-prinsip ini tidak boleh membebankan ketidakmampuan terhadap penduduk non muslim yang menyatakan dan menerapkan agama mereka dan tidak boleh menyimpulkan bahwa negara bukan negara sekuler”. Prinsipprinsip syariah menitikberatkan perhatian pada kewajiban individu yang digabungkan kedalam hukum Inggris. Inggris tidak menyentuh dan mengatur pokok-pokok ajaran agama tetapi. yang membagi kepada 3 (tiga) kewenangan yang independen : • Majelis Agama Islam (atau segala variasinya) : bertanggung jawab untuk segala permasalahan yang berkaitan dengan agama Islam kecuali hukum Islam dan Administasi hukum. Rekomendasi aliansi partai diterima dan artikel 3 dilihat dengan kualifikasi penting bahwa “agama lain dapat diterapkan secara damai dan selaras pada beberapa bagian negara federasi”. Islam dan Hukum Islam Pada Konstitusi Federal (hal 143-149) Kesepakatan status dibawah hukum Islam oleh Inggris dilanjutkan setelah kemerdekaan negara federasi melayu. Hal yang paling penting adalah adanya administrasi yang bersifat umum terhadap Hukum Islam. Salah satu ketetapan adalah artikel 11. dan pengadilan yang lebih rendah dibuat untuk penegakan undang-undang federal. ketentuan yang pertama artikel 3 sekarang dapat diketahui pada artikel 57 dari konstitusi pertama yang dirancang untuk Johor pada masa pemerintahan Sultan Abu Bakar. Administrasi Hukum Islam Hukum Islam merupakan suatu persoalan kenegaraan (kecuali dalam Wilayah Federal Kuala Lumpur. Lebih jauh jaminan terhadap non muslim bahwa hak privat mereka tidak terpengaruh. 4 .

Tambahan. dan interprestasi terhadap relevansi sumber ini dilakukan oleh pengikutnya. dimana pembiayaan diganti rugi secara legitimasi. Keuntungan didapat dari pembayaran sewa atau penjualan kredit direfleksikan. istilah “bank yang untung (profit banking)” adalah cara yang berguna untuk menggambarkan sistem “ekstensi kredit” dalam dunia Islam. Contohnya. dan menyusun kekayaan yang bergerak dan tidak bergerak. Meskipun demikian Sistem Keuangan Islam menjadi subjek dari beberapa bentuk kesalahpahaman baik oleh orang muslim maupun non muslim. Uang tidak diperlakukan sebagai komiditi seperti di Negara barat. majelis boleh mendirikan perusahaan dibawah Companies Act 1965 (Act 125). dan seluruh kepercayaan. Pelaksanaannya sehari-hari dilaksanakan oleh Departemen Urusan Agama Islam. memegang. dan sebuah contoh kasus untuk inovasi dan pengembangan hukum Islam.Qur’an dan ajaran Muhammad. 5 . Pengadilan Syariah akan diuraikan pada Bab 10. dan oleh karena itu subjek dari ketidakpastian. Vogel and Samuel L.• • Mufti (urusan keagamaan yang tingkatnya paling tinggi) : bertanggung jawab atas ketentuan HukumIslam Pengadilan Syariah : bertanggung jawab atas Administasi Hukum Dua kewenangan yang pertama akan dibicarakan dibawah ini. bahkan secara eksplisit. Hayes. wakaf (hadiah untuk ibadah). Majelis berwenang untuk memperoleh. =========================================== Buku : Islamic Law and Finance Religion. telah ada peradaban Islam yang constant selama empat belas abad. sama seperti yang diemban oleh patner lain dalam sebuah perusahaan. Sebagai contoh. Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa hukum Islam tidak menolak pemikiran dari nilai waktu dari uang. dan untuk mengatur seluruh masalah keuangan yaitu bait-ul-mal. dia telah muncul sebagai salah satu implementasi modern dari system hukum Islam yang signifikan dan penting. Bebas untuk melakukan kontrak pada kegiatan industri dan perdagangan. tetapi diperlakukan sebagai penanggung dari resiko. Pada tiga dekade terakhir. kewenangan investasi. 1998. mereka dapat mempunyai legitimasi untuk memperoleh ganti rugi untuk dirinya sebagai kompensasi dari kesempatan yang hilang. majelis dipercayakan untuk menunaikan kewajiban untuk meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat muslim ke arah yang lebih baik. sebagai faktor waktu. mendirikan dan memelihara sekolah-sekolah Islam. dan menjamin hutang untuk setiap individu muslim untuk belajar ke tempat yang lebih tinggi. besar jumlah kompensasi untuk pembiayaan tidak ditetapkan sebelumnya oleh pihak lain dalam kontrak. Jika seorang investor membiayai akuisisi dari barang nyata dengan membeli atau menyewakan. • Dengan cara seperti ini. Majelis Agama Islam Majelis Agama Islam adalah sebuah lembaga yang memiliki fungsi utama untuk memberi nasehat kepada pembuat peraturan (atau Yang di-Pertuan Agung di negara dan wilayahnya tanpa seorang pembuat peraturan) dalam semua permasalahan yang berkaitan dengan Islam. Dalam berbagai bentuk. Penyedia modal diperbolehkan pengembalian yang seimbang. III Publisher : Kluwer Law International. peningkatan agama Islam atau untuk meningkatkan keuntungan kaum muslimin. telah diketahui secara umum bahwa Sietem Keuangan Islam melarang menarik bunga pada pinjaman. Risk and Return Author: Frank E. contohnya: • Jika uang diberikan kepada pihak lain untuk digunakan dalam periode waktu tertentu. Badan ini mewakili seluruh mesjid-mesjid. dan untuk mengumpulkan zakat dan fitrah. Hal 1-2 : Struktur dari Sistem Keuangan Islam (Islamic finance) benar-benar berakar/bersumber dari Al. tetapi hal itu menjadi pembagian keuntungan bersih dari usaha. dalam negara. Juga mempunyai kekuasaan untuk bertindak sebagai eksekutor dari suatu kehendak dan pengatur daerah makam muslimin.

“The Mit Ghamr Project” didirikan di Mesir pada tahun 1963. yang diikuti selanjutnya dengan “Nasser Social Bank” pada tahun 1971. Solusi ini sesuai (meets) dengan konsep rekanan yang diwajibkan oleh doktrin dan mirip dengan kontrak pemegang saham perferen (preferred shareholder contract). Dalam salah satu solusi Islam. dibawah Organization of The Islamiv Conference. periode modern dari pembiayaan Islam menemukan permulaannya pada kemerdekaan Negara-Negara Muslim setelah Perang Dunia II. seperti leasing. timbul pilihan lain. Dalam pengaruh Eropa. Inventaris pembiayaan/pembelanjaan adalah syarat umum baik dalam ekonomi islam maupun konvensional. kebanyakan Negara mengadopsi system perbankan barat dan melupakan praktek komersial Islam. Hal ini mengilhami ajaran/pendapat sentral dalam hukum agama Islam yang menyangkut perjanjian komersial seperti sebagian besar bagian agama seperti hukum perkawinan. pertimbakanlah contoh berikut ini: Hal 3: • Kebanyakan perusahaan/bisnis membutuhkan pembiayaan/pinjaman jangka panjang dalam pembiayaan konvensional. Banyak perusahaan/bisnis menyadari pentingnya untuk menyalurkan kredit konsumernya melalui jumlah uang yang dapat diterima (accounts receivable) . rekan pasif membuat kontrak untuk sebuah bagian tertentu dari untung. hal ini dianggap sebagai perbuatan yang penuh dosa dan illegal dan sangat dihindari. aset finansial tidak dapat dijual atau dipakai sebagai jaminan. karena keduanya berurusan dengan kumpulan umum realita perlengkapan operasi bisnis. Institusi Pembiayaan Islam pertama yang pernah dicatat. adalah pembentukan “The Multinational Islamic 6 . Jadi. Jadi perusahaan/bisnis harus membiayai ekstensi kreditnya dari dana yang dihasilkan dari dalam/ dana yang berasal dari dalam (internally generated funds) atau mengatur agar pihak ketiga untuk membeli barang untuk kepentingan konsumernya dan menjualnya kembali ke consumer dengan harga yang dinaikkan. Tonggak bersejarah berikutnya. hal ini dapat diselesaikan melalui beberapa gabungan pinjaman jangka panjang dan modal pemilik.sama seperti perusahaan/bisnis Islam membiayai pembelajaannya sendiri dari para supplier. tetapi memenuhi kebutuhan perusahaan akan pembiayaan jangka panjang dari kebutuhan bangunan dan peralatan untuk mendapat sebuah pembayaran yang wajar. Hukum Islam berasal dari teks yang terungkap dari jaringan dari sebuah norma yang saling berhubungan yang melarang kegiatan pengambilan keuntungan (interest taking) dan kegiatan spekulatif yang tidak pantas.Peraturan Islam mengijinkan perusahan-perusahan/ bisnis untuk memanfaatkan kredit. Banyak terdapat kesamaan antara system keuangan konvensional dan Islam. dimana bagian lainnya diberikan kepada pengusaha yang mengurus bisnis/perusahaan tersebut. • • Hal 4-5: Keaslian dari Pembiayaan Islam Pembiayaan Islam bukan merupakan penemuan dari pergerakan politik para ekstrimis Islam abad ini tetapi berakar dari perintah yang ditemukan dalam Al-Qur’an dan ucapan dari Nabi Muhammad. kredit tersebut disediakan baik oleh penyedia inventaris (inventory supplier) atau sebuah bank. Bisnis/Perusahaan Islam dalam kebutuhannya akan kebutuhan inventasi pembiayaan jangka pendek dapat membeli inventaris dalam kredit. tetapi disana ada perbedaan penting. Bentuk praktek pembiayaan Islam yang telah dijalankan selama berabad-abad mengalami kemunduran secara besar-besaran selama periode kolonial kerajaan –kerajaan eropa. Pada abad pertengahan. dan tidak menentukan bahwa semua perusahaan/bisnis dibiayai seluruhnya oleh modal equity (equity capital). Perusahaan/bisnis Islam dapat menggunakan pengaruh keuangan (finance leverage) dalam struktur permodalannya. Bank dapat membeli inventaris untuk bisnis/perusahaan berdasarkan pada “Janji perusahaan/bisnis (business promise)” untuk membeli inventaris nanti untuk biaya ditambah biaya tambahan yang wajar. Lease (sewa) tidak melibatkan bunga formal (formal interest) atau sebuah rekanan pembantu biaya (partnership stakes). Dalam kebanyakan kasus. Dibawah Hukum Islam. Sebuah perusahaan /bisnis Islam dapat melakukan hal ini tetapi tidak diijinkan untuk menjanjikan atau menjual jumlah uang (receiveables) tersebut seperti layaknya pembiayaan konvensional karena hal tersebut bukan aset nyata. ketika hamper seluruh dunia Islam berada dalam pengaturan kekuatan barat. system keuangan/pembiayaan Islam menempuh jalan yang berbeda untuk tujuan yang sama. Jika sebuah perusahaan/bisnis tidak ingin mengurangi kepemilikannya dengan membawa masuk rekanan lain. Dengan cara mengekspos para pemiliknya baik untuk perbaikan peningkatan potensi dari pengembalian modal jika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan untuk menreduksi nilai jika hasilnya mengecewakan.

sebagian adalah milik publik. hanya sedikit yang tahu tentang mereka bahkan oleh para pemimpin agama. Menolak budaya dan politik barat dan terinspirasi dari kealiman agama. contohnya. Untuk menarik dana ini dan dana lainnya akan membutuhkan pengembangan dari kesempatan investasi Islam yang menawarkan angka pengembalian yang kompetitif dalam tingkat resiko yang dapat diterima. dan pengembalian yang kompetitif. yang telah lama menyediakan kepada orang timur tengah keamanan. banyak pria-pria muslim yang alim mencari persesuaian antara hidup mereka di dunia yang modern dan ajaran keyakinannya. Hanya sedikit dana yang dilaporkan kembali lagi ke teluk pada akhir 1996.Development Bank” pada tahun 1973. dana seorang investor yang mempunyai komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip agama. karena kegiatan itu terbatas pada beberapa individu saja dan secara umum tidak diperhatikan oleh populasi yang lebih besar. pengalaman dari perang teluk membuat hal ini jelas. Menurut pendapat mereka. Lebih jauh lagi. banyak yang menyimpan dana mereka tidak berjalan pada “rekening kegiatan usaha yang tidak berjalan (non interest bearing account)” di bank Negara Barat. Dalam kebanyakan pendapat. Hal 5-6 Pertumbuhan Kegiatan Pembiayaan Islam Ukuran dan jumlah sebenarnya dari pertumbuhan kelompok pembiayaan Islam di dunia sangat sulit untuk diukur. Selama tahun 70-an banyak institusi pembiayaan Islam didirikan si sejumlah Negara. secara tiba-tiba lebih banyak uang di tangan orang banyak dan pertanyaan tentang bagaimana para pengikut ini harus menginventasikan uangnya menjadi lebih menekan. Akhir dari kolonialisme dan kebangkitan dari kealiman telah memancari kebangkitan kembali dari pembiayaan Islam. menyimpang uangnya di rumah. sebuah perbandingan dari necara tempat berpijak Bank Islam yang terkemuka dimana beberapa angka dapat dilihat menunjukan pertumbuhan lebih dari 15 % per tahun selama lima tahun terakhir ini. Sepuluh atau dua puluh tahun sebelumnya. hanya sedikit keluarga yang berpengaruh dan elit saudagar yang mempunyai jumlah uang yang signifikan. Tentu saja ada banyak lapisan dari simpanan muslim yang tersedia. Bank Islam telah membuat kesemibangan itu terwujud di dalam dunia bisnis. hal ini tidak akan terjadi dalam konteks transaksi keuangan Islam yang dipraktekkan sekarang. Booming minyak telah merubah situasi secara dramatis. Dengan uang yang dengan gampang ditarik ini. tidak termasuk aset keuangan dari tiga Negara penganut Ekonomi Islam. beberapa bankir percaya yang kami wawancarai percaya bahwa tingkat pertumbuhan sekarang ini akan susah untuk menopang. Iran dan Sudan. Ada sebuah perjanjian umum bahwa dana yang dikelola oleh Bank Islam menunjukan uang yang siap pakai. Salah satu pendekataan untuk mengukur besar dari kelompok penyimpanan Islam (Islamic Saving Pool) adalah kumpulan necara dari bankbank Islam yang terkemuka. tetapi diinvestasikan langsung ke dalam bisnis. Kenaikan dramatis dalam pendapat minyak di tahun 1970-an telah membawa tingkat kekayaan dan kelebihan simpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada populasi dari beberapa Negara timur tengah yang kaya akan minyak. Gelombang identitas Islam sekarang ini telah menghasilkan dorongan positif lainnya untuk mengadopsi prinsip-prinsip Islam dalam bisnis dan pembiayaan. Adalah hal yang biasa untuk bank di London ( pusat pasar utama bagi pembiayaan Islam) untuk menaruh $ 100milyar atau lebih atas nama seorang individu yang kaya raya. Jumlah yang lebih besar dari penyimpanan langsung secara Islam (Islamic-Directed Saving) di tangan para investor secara individual yang tidak dimasukan/berhubungan ke dalam bank sama sekali. Terlepas dari sejumlah komplikasi yang membuat rute ini menjadi tidak menjanjikan. Pakistan. tetapi kekayaan besar timbul dari booming minyak menanmbah perkembangannya. sebagian milik pemerintah dan swasta dan sebagian milik swasta. keleluasaan. kebanyakan berhubungan investasi barat yang konvensional dan tidak cocok dengan prinsip agama tradisional. kebanyakan pergi ke Bank di Swiss. seorang pengamat ahli memperkirakan bahwa lebih dari $ 50 milyar simpanan dilarikan rezim teluk selama krisis teluk antara 1990-91. 7 . Sebelumnya hal tersebut. Ukurannya diukur bekisar dari $50 Milyar sampai lebih dari $100 Miyar. Sebagian lagi mengelak dari system perbankan seluruhnya. pertumbuhan masa depan bergantung pada kemampuan insdutri untuk menarik dana para penyimpan dan investor yang sekarang boleh memilih untuk pengembalian yang lebih dan karakteristik resiko dari bankir konvensional dan bankir investasi.

sehingga wajar apabila mereka tidak percaya diri mereka hanya bertahan pada persetujuan jangka pendek. tetapi hal tersebut mewakili porsi kecil dari keseluruhan kumpulan investasi dan secara histories berkonsentrasi dalam portfolio dari para penjaja yang inovatif. Prinsipnya dalam bentuk membiayai usaha untuk inventaris yang diselesaikan melalui kontrak yang jumlahnya dinaikkan (murabaha) seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dimana bank membeli inventaris dari supplier dan menjual kembali barang itu kepada konsumen dengan harga yang meliputi biaya yang dikeluarkan bank ditambah penambahan biaya. Biasanya. dan Kuwait Finance House. diluar dari pemasukan tambahan pemilik. tetapi dalam kondisi saat ini. terlepas dari persyaratan akan pemberitahuan penarikan kembali yang cepat (Advance withdrawal notice) yang seharusnya diberikan oleh nasabah Investasi Islam. tapi telah tercatat bahwa sebagian besar dana Islam ditujukan pada Markup (biaya yang dinaikkan) jangka pendek yang mempunyai untung yang tipis. Hingga kini.Rajhi. Hal 7. Saudi American Bank. Dar Al. Sedikit Bank besar yang dimiliki oleh orang timur tengah mendominasi pasar ini. Depositor dalam beberapa bank Islam hanya dapat untuk mendapat untung/pengembalian sebanding dengan apa yang ditawarkan oleh bank konvensional atas biaya dari pemilik bank. Transaksi ini meliputi. Beberapa diantaranya awalnya segan untuk membuat program deposit Islam dengan struktur pembagian untung karena takut akan menghancurkan rekening konvensial dimana beberapa depositor muslim tidak menerima bunga. Jika skenario buram ini tidak cukup memotivasi para bankir dan investor untuk bergerak kearah hasil yang lebih menguntungkan (higher yielding) walaupun dengan resiko investasi yang lebih besar. Investasi juga tersebar dalam rekanan pembagian untung yang disebut dengan mudaraba dan musharaka. Citibank. Ditambah beberapa Bank komersial lokal dan asing yang mempunyai operasi Islam yang substansial termasuk National Commercial Bank. banyak investor Islam mengharapkan Jumlah dana dan lapangan yang sama seperti bank konvensional. Dari wawancara di lapangan diperoleh bahwa investor Islam di timur tengah lebih menolak resiko daripada investor lain diamanapun. Berbagai penjelasan tentang hal ini terlihat dari wawancara dan tulisan yang ada. Selisih keuntungan dalam kontrak ini terlalu tipis untuk mendukung pengeluaran tambahan dan menghasilkan keuntungan dasar yang cukup (bottom line sufficient profit) untuk memuaskan pemilik bank dan para depositornya.Mar. Walaupun Bank dan Pembiayaan Islam sering diakitkan oleh para ekonom Islam dan lainnya sebagai pembiayaan pembagian untung. perjanjian perdagangan pembiayaan antara Investor Islam dan Peminjaman modal ( perusahaan) multinasional yang terkenal yang mencaru peminjaman modal kerja berbiaya rendah 8 . Hal ini sebagian diakibatkan oleh goncangan seperti keruntuhan Soukh al –Manakh ( Bursa efek Kuwait) dan kegagalan BCCI. termasuk Al.Perantaraan Pembiayaan ( Financial Intermediary) Seperti telah dijelaskan sebelumnya. dimana banyak Bank Islam dan investor lainnya mempunyai deposit yang besar.8 Produk Bank Sekarang ini Dibandingkan investor konvensional. Penjelasan lain untuk penyebabnya adalah kapasitas yang terbatas dari institusi-institusi ini untuk berusaha melakukan analisis kredit yang teliti yang dibutuhkan untuk investasi yang agresif. sebagian besar. Sehingga dapat dimengerti kalau mereka ragu-ragu untuk masuk sedalam investasi jangka panjang kecuali mereka percaya diri dan telah mengerti dengan benar resikonya. Strategi investasi jangka pendek dari bank Islam ini bisa jadi merupakan jalan buntu. Dalam prakteknya. Beberapa bank Islam terpaksa memberi subsidi distribusi keuntungan kepada depositor diluar dari bagian keuntungan pemilik bank atau dalam beberapa kasus. Mungkin penjelasan yang sering dikutip adalah fakta bahwa Bank Islam tidak mempunyai pusat loket diskon bank (Sentral Bank Discount Window) untuk dialihkan apabila mereka membutuhkan lukiditas dengan cepat dan tidak ada prpgram penjaminan simpanan untuk menjamin kepentingan penyimpan dan membantu mencegah panic bank runs. Beberapa Sarjana Islam barubaru ini menyangsikan pada penerimaan dari salah satu bentuk pembiayaan Islam yang paling sering digunakan yaitu tipe perdagangan pembiayaan Murabaha yang dilakukan di London. nasabah Muslim saat ini mempunyai relatif sedikit kontrak investasi yang dapat diterima untuk dipilih. investasi jangka panjang (yang relative lebih menguntungkan) menciptakan kekhawatiran ketidakcocokan antara aset dan kewajiban. potensi dari Pasar modal Islam tidak begitu saja dilupakan oleh Institusi pembiayaan baik yang dimiliki oleh penduduk asli maupun oleh orang asing yang beroperasi di Negara-negara dengan populasi Muslim. pernyataan baru-baru ini oleh sarjana Islam yang disegani dapat memenuhi hal tersebut. Penelitian kami menunjukan bahwa kebanyakan dana para muslim terbatas pada investasi jangka pendek dengan resiko yang rendah. dll. Kleinwort Benson. Al. dan di kegiatan penyewaan yang disebut dengan ijara. sebuah situasi yang benar-benar tidak berkelanjutan (unsustainable). 70% dari keuntungan ini menjadi milik depositor dan 30 % menjadi milik pemilik bank.Baraka.

Gregory dan Marsha E. Para investor beralih kepada pada tingkatan tertentu memilih jangka waktu yang lebih lama. pelanggan dan bahkan masyarakat luas. banyak keraguan bahwa bank benar-benar menerima barang kepemilikan (possession). Walaupun kontrak multi milyar dollar ini popular untuk beberapa tahun. Secara singkat istilah pengelolaan 9 .” yang dibacakan di depan Forum Ekonomi Dunia. Dikatakan. investasi yang lebih menguntungkanm mereka menunjukkan pilihan pada lease/sewa (ijara) diatas kontrak lainnya. turki dan uni emirat arab. Transaksi Murabaha “sintetis” ini tidak dapat diterima oleh para muslim yang saleh. Sewa mempunyai beberapa keuntungan yang sama sepeti menjual dalam pembolehan pengakuan dari factor waktu dalam mengatur harga. Istilah tersebut dapat mencakup segala hubungan perusahaan: hubungan antara modal. Adapun sebutan yang tepat untuk definisi ini adalah: Pengelolaan perusahaan berkaitan dengan hubungan antara manajer perusahaan dan pemegang saham. Millstein. porperti dimiliki kembali. “The evolution of Corporate Gonernance in the United States. (2 Pebruari 1998). Pemerintah yang tidak mendukung maupun melarang system Bank Islam dalam yuridiksinya cthnyam Mesir. Paskitan dan Sudan Pemerintah yang merangkul system bank Islam sebagai kebijakan nasional sementara itu tetap mendukung dual banking tracks cthnya: Bahrain. dan juga dapat mengacu kepada keaktipan pemegang saham. Paradigma ini sangatlah sederhana: Para manajer (pengelola) bertanggung jawab kepada dewan komisaris dan dewan komisaris kepada pemegang saham. Pemerintah yang merubah system keuangannya kepada bentuk Islam cthnya Iran. seperti juga kerja dari pasar untuk mengontrol perusahaan. jasa dan penyedia sumber daya manusia. 2. Jika ada kelalaian/wan prestasi. dengan cara ini menghindari ketidakpraktisan dan debtor partial rules yang menyertai kelalaian dalam hukum syariah. Hal 13 Potensi dari Bank dan Pembiayaan Islam. sebuah kondisi kunci untuk murabaha yang diterima sesuai dengan agama. Swiss. 4. yaman.Simms menguraikan istilah “pengelolaan perusahaan” dari Ira M. Brunei. perjanjian ini dianggap tidak lebih sebagai peminjaman konvensional jangka pendek dengan kurs bunga yang ditetapkan sebelumnya yang tergabung dalam harga dimana peminjam membeli kembali invetaris. Istilah ini dapat juga mengacu pada praktik audit dan prinsipprinsip pembukuan. Hal 11 Pengaruh Pemerintah Beberapa jenis pemerintah: 1. dari inventaris. istilah ini dapat digunakan untuk menggambarkan peran dan praktik dari dewan direksi. Hukum Ekonomi Konvensional: Pelaksanaan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal I Grup Penasehat Bisnis Sektor Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengenai Pengelolaan Perusahaan1 membuat satu laporan mengenai prinsip-prinsip umum dari pengelolaan 1 Holly J. Istilah ini juga dapat mencakup segala aturan hukum yang ditujukan untuk memungkinkan suatu perusahaan untuk dapat dipertanggung-jawabkan di depan para pemegang saham perusahaan publik. Hal ini bukan berarti tidak ada lagi halangan. 3. bahkan secara konstrukstif. didasarkan kepada pandangan bahwa dewan direksi merupakan agen para pemegang saham untuk memastikan suatu perusahaan untuk dikelola guna kepentingan perusahaan tersebut. Kuwait. oleh karena itu sekarang ada gerakan untuk menjauhi jenis investasi murabaha dalam bentuk apapun. Malaysia. Dan para investor dapat menganggap sewa sebagai penggabungan beresiko rendah (incorporating lower risk) karena para investor menguasai hak property sampai kontraknya berakhir. singapura. Tanpa kepemilikan. Davos.( multinationals seeking lower cost working capital loans). bahwa istilah “pengelolaan perusahaan” memiliki banyak definisi. produk. Tidak ada lagi halangan kecil pada kelanjutan pembangunan pembiayaan islam. Secara lebih sempit. dan mungkin Indonesia Pemerintah secara aktif mengecilkan kehadiran system bank Islam secara terpisah cthnya Saudi Arabia dan oman.

bahwa salah satu penyebab rentannya perusahaan-perusahaan di Indonesia terhadap gejolak perekonomian adalah lemahnya penerapan good corporate gonernance dalam pengelolaan perusahaan. bahwa agar good corporate governance dapat dimengerti dan diterapkan dengan baik. 12-13. Holly J. intervensi pemerintah dalam masalah pengelolaan perusahaan akan menjadi cara yang paling efektif dalam rangka menarik modal. Op.perusahaan (corporate governance) dari pandangan sektor swasta dengan menitikberatkan pada “apa yang diperlukan oleh suatu pengelolaan untuk menarik modal. Cetak Biru Pasar Modal Indonesia yang dibuat Bapepam. berkembangnya suatu pasar modal sangat tergantung pada kemampuan lembaga-lembaga yang ada di pasar modal tersebut untuk memberikan keamanan investasi dan kualitas pelayanan yang tinggi. pengklarifikasi peran dan tanggung jawab pengelolaan serta usaha-usaha yang dapat membantu memastikan kepentingan pengelolaan dan kepentingan pemilik saham untuk diawasi oleh dewan direksi. jika intervensi tersebut terfokuskan pada empat bidang. hal. 8 Di samping untuk meningkatkan keterbukaan. dimana diantara strategi tersebut ditekankan. “Pengelolaan Perusahaan (Corporate Governance): Apa dan Mengapa Hal Tersebut Penting. Op. Simms.7 Oleh karena itu. juga adalah untuk meningkatkan infrastruktur pasar. pemastian bahwa perusahaan memenuhi kewajiban hukum dan peraturan lainnya yang menggambarkan penilaian masyarakat. 10 . 8 Perlu diingat. tersebut termasuk prinsip keterbukaan. 8. Gregory dan Marshal E. pelayanan terhadap nasabah dan teknologi. Kedua. Bapepam. Upaya tersebut harus didukung dengan peraturan yang cukup berkenaan dengan pelaksanaan prinsip keterbukaan. Gregory dan Marsha E. Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan University of South Carolina.cit. pasar modal dimana-mana cenderung meningkatkan hal-hal yang antara lain terkait dengan keterbukaan. 4 Prinsip transparansi tersebut menyatakan. Secara terbatas. Jakarta. 15. Tujuan Prinsip Keterbukaan Pentingnya prinsip keterbukaan dalam pasar modal. kliring dan penyelesaian transaksi. penentuan fakta materiel yang mempengaruhi harga saham dan perbuatan menyesatkan. peraturan.Simms diuraikan dengan pandangan definisi yang luas maupun terbatas. berkinerja secara efisien. kepemilikan dan kepemimpinan dari suatu perusahaan. Ketiga.” Laporan tersebut diketuai oleh.” 3 yang sekaligus menjadi salah satu prinsip OECD dalam pengelolaan perusahaan. pemastian adanya perlindungan atas hak-hak pemilik saham minoritas dan asing. 3 Tiga bidang lainnya ialah . Holly J.”5 Berkaitan dengan prinsip-prinsip umum pengelolaan perusahaan yang baik oleh OECD tersebut. hal.cit. 3-4.17. maka perlu dicermati kajian yang dilakukan oleh OECD terhadap prinsip-prinsip utama corporate governance.” makalah disampaikan pada “Lokakarya Pengelolaan Perusahaan (Corporate Governance). 1999). kerjasama. (Jakarta: Bapepam. Untuk mewujudkan kondisi tersebut. juga menetapkan strategi pengembangan pasar modal. pertama. direktur dan pemegang saham perusahaan. hal. peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal harus diupayakan dapat berjalan dengan baik. 6 Upaya mencapai good corporate covernance tersebut. 5 Ibid. Secara luas. “Report to the OECD on Corporate Governance: Improving Competiveness and Access to Capital in Global Markets (April 1998). bahwa “kerangka pengelolaan perusahaan harus dapat memastikan bahwa pengungkapan informasi yang akurat atau tepat dilaksanakan berkaitan dengan materi yang menyangkut perusahaan. Millstein (“Laporan Millstein”). Gregory dan Marshal E. Istilah tadi juga dapat mencakup hubungan antara perusahaan itu sendiri dengan pembeli saham dan masyarakat. Keamanan dan kualitas jasa yang tinggi tersebut diperlukan untuk menarik sumber daya domestik untuk terlibat di pasar modal dan juga merupakan tuntutan perusahaan tersebut oleh Holly J. 14-16. hal. Diuraikan Holly J. hal. menghasilkan keuntungan dan memenuhi harapan masyarakat secara umum dan sekaligus kewajiban hukum. hal. 2 Laporan Millstein itu dimuat dalam Business Sector Advisory Group. termasuk situasi keuangan. Cetak Biru Pasar Modal Indonesia 2000-2004. hal. dan pemastian diberlakukannya kontrak yang adil dengan penyedia sumber daya/bahan. istilah tersebut berkaitan dengan hubungan antara pengelola (manajer). Simms. istilah “pengelola perusahaan” dapat meliputi kombinasi hukum. Gregory dan Marshal E. aturan pendaftaran dan praktik pribadi yang memungkinkan perusahaan menarik modal masuk. Disebutkan dalam rangka menuju milenium ketiga orientasi pengembangan pasar modal dunia adalah menciptakan pasar modal pasar modal yang likuid dan efisien. juga sesuai dengan pernyataan Bapepam. Salah satu bidang diantara tiga bidang lainnya adalah bidang “transparansi. 6 Bapepam. kinerja. cit. 4 Ibid. Op . jenis instrumen yang diperdagangkan. 2 Dalam laporan Millstein itu disebutkan. Simms. 7 Ibid.. Ira M. tanggal 4 Mei 2000. 12. juga telah ditekankan oleh hasil studi International Federation of Stock Exchanges (FIBV) pada tahun 1998. agar apa yang menjadi tujuan prinsip keterbukaan dapat dicapai.

FRB adalah dewan pimpinan Federal Reserve System. maka dibutuhkan suatu Undang-Undang yang dapat mendukung pasar modal. Pasar Modal Indonesia Retrospeksi Lima Tahun Swastanisasi BEJ.11 Sebagai salah satu indikator ekonomi. mengetatkan atau melonggarkan tersedianya kredit dalam perekonomian. hal. 24 cabang. posisi pasar modal dalam menunjang perekonomian nasional mempunyai peran yang strategis. hal. menetapkan persyaratan cadangan bagi bank-bank anggota.” Virginia Law Review. menetapkan tarif diskonto. Federal Reserve System adalah sistem yang didirikan berdasarkan Federal Reserve Act tahun 1913 untuk mengatur sistem moneter dan perbankan Amerika serikat. 15 Tahun 1952. Aspek-Aspek Hukum dan Potensi Pasar Modal di Indonesia. cit. sebagaimana tuntutan perlunya prinsip keterbukaan dalam pasar modal Amerika Serikat untuk menyelamatkan pasar modalnya dari kehancuran akibat terjadinya great depression tahun 1929. Federal Reserve System dianggap sebagai satuan kerja yang mandiri. Teori yang lebih sederhana dapat menjelaskan dimana sistim keterbukaan difokuskan. Op. (Jakarta: PT. 14 John C. Peter S. 4. Walaupun para anggota dari dewan pimpinan sistem diangkat oleh Presiden Amerika Serikat dan dikonfirmasikan melalui Senat.” Burg’s menyebutkan bahwa terdapat 5 (lima) unsur yang harus dikembangkan dalam kualitas hukum supaya membuat pembangunan lebih baik. diangkat oleh Presiden Amerika Serikat untuk masa bakti 14 tahun. Menurut Burg’s unsur kualitas stability dan predictabilty merupakan persyaratan supaya sistim ekonomi berfungsi. hal. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. harus mengandung stability (stabilitas). Keperluan pengaturan tersebut juga mengingat pasar modal telah lama dipandang sebagai barometer dalam hakekat bisnis. dan meneliti bank-bank anggota untuk memastikan bahwa mereka menaati berbagai peraturan Federal Reserve. 12 Bandingkan. “Law and Economic Development. hal. Jr tentang perlunya sistim keterbukaan yang wajib. Theberge dalam tulisannya “Law and Economic Development. Challenge of A Generation Beyond the Crash of 87. Dewan menetapkan kebijakan Federal Reserve System mengenai maslah-masalah kunci seperti persyaratan cadangan dan peraturan perbankan lainnya. predictability. 182. pada 1 September 1951 dikeluarkan Undang-Undang Darurat No. 1. Hasil riset International Organization of Securities Commissions (IOSCO). Apalagi resesi ekonomi dunia ini disusul Perang Dunia II tahun 1939 serta masuknya Indonesia dalam era penjajahan Jepang dan perang kemerdekaan membuat bursa tidak berfungsi. 13 Hancurnya pasar modal Amerika Serikat pada tahun 1929 juga mempengaruhi bursa efek di Hindia Belanda. diantaranya adalah pasar modal. (New York : Institute of Finance New York. dan mengatur pembelian sekuritas atas marjin. Gayed. yang diharapkan membuat keputusan yang bebas dari pengaruh politik. dan semua bank nasional dan negara bagian yang menjadi bagian dari sistem. (Illinois. 9 10 11 .” Journal of International Law and Policy (Vol. Dictionary of Finance and Investment Terns. 14 Pertama. predictability (kepastian) dan fairness (keadilan).Undang-Undang Darurat ini belum mengatur prinsip keterbukaan dan belum memadai sebagai rambu perlindungan investor atau pemegang saham. Coffee. hal. 1996). Ketujuh anggotanya. Selama bertahun-tahun FRB telah merumuskan. “Market Failure and the Economic Case for A Mandatory Disclosure System. 182. hal. 34. (Jakarta : Ghalia Indonesia.dari investor internasional.Irwin. Rose. mengawasi pencetakan uang di percetakan uang. 232. yaitu stability. Jasso Winarto (ed). Para Gubernur diangkat untuk masa jabatan 14 tahun yang semakin memperkuat kemandirian mereka. Fungsi utama dari Federal Reserve System adalah untuk mengatur pasokan uang nasional. Jr. 11 E. hal. 1980). Kurangnya ketersediaan tersebut berarti bahwa informasi yang diberikan emiten tidak akan diverifikasi secara optimal dan bahwa kurangnya upaya diberlakukan terhadap Ibid. education dan the special development abilities of the lawyer. 40. Sumantoro. Boston : Dowjones . hal. Jawaban ini akan menghasilkan empat tuntutan.13 Untuk lebih memahami pembenaran prinsip keterbukaan tersebut. Bank-bank nasional menjadi pemegang saham dari Federal Reserve Bank di wilayah masing-masing. fairness. Theberge. bahwa pasar modal dapat membantu ramalan dan bentuk bisnis yang akan datang. mengungkapkan bahwa pasar modal yang mengembangkan sistim yang aman dan efisien terbukti lebih menarik bagi investor domestik maupun asing. Dengan UUPM ini diharapkan dapat dilaksanakan guna berperannya pasar modal secara strategis dalam pembangunan ekonomi. Coffee. Untuk mengaktifkan bursa. diterjemahkan oleh Soesanto Budhidarmo. Federal Reserve Board (FRB) 10 memformulasikan kebijaksanaan moneternya dengan mengikuti 12 indikator ekonomi. dapat diikuti pengamatan Jonh C. 9 Oleh karena itu. tetapi sudah merupakan sejarah yang panjang dalam dunia pasar modal. 1989). Gramedia. yang kemudian direalisasikan dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM). Prinsip keterbukaan sekarang ini bukan merupakan hal baru. Federal Reserve System terdiri atas 12 Federal Reserve Banks Regional. dengan persetujuan Senat. karena informasi memiliki berbagai karakteristik dari suatu barang umum (public good). 1989). 1984). 1977). Untuk keperluan ini dan untuk mengembangkan pasar modal. perlu pengaturan yang dapat mengembangkan pasar modal menjadi efisien. Leonard J.S. 721-722. hal. bertindak sebagai lembaga kliring untuk transfer dana di seluruh sistem perbankan. Selanjutnya UUPM sebagai hukum yang diharapkan menciptakan keteraturan mekanisme pasar modal. 13 Tentang Bursa dan kemudian ditetapkan sebagai Undang-Undang Bursa No. maka penelitian saham cenderung kurang tersedia. (Vol. 1988). (Jakarta : Pustaka Sinar Harapan. 12. John Downes dan Jordan Elliot Goodman.12 Dengan demikian prinsip keterbukaan dalam pasar modal menjadi isu utama yang harus dikaji. 9. Money and Capital Market The Financial System in an Increasingly Global Economy. Hal ini dapat dibandingkan dengan studi yang dilakukan Burg’s mengenai hukum dan pembangunan sebagaimana dikutip Leonard J. 24. 79.

sedikitnya sepanjang manajemen masih dapat melakukan insider trading atau leveraged buyouts. 61. bahwa “Bapepam wajib memperhatikan kelengkapan. 17 James D. teori “self-induced disclosure. hal. 1995). Sistim keterbukaan yang wajib dapat dilihat sebagai suatu strategi pengurangan biaya melalui mana masyarakat akibatnya mensubsidi biaya pencarian guna menjamin baik adanya informasi dalam jumlah besar dan pengujian akurasi yang lebih baik. mengenai berbagai hal yang seharusnya diketahui oleh pembeli tersebut sebelum ia membeli suatu saham. hal. tujuan yang ingin dicapai ketentuan ini adalah untuk menghasilkan dokumen yang menceritakan kepada pembeli prospektif.18 Antisipasi tersebut dilakukan dengan adanya sistim keterbukaan yang wajib bagi perusahaan yang melakukan penawaran umum atau perusahaan publik untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai keadaan usahanya. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang menyatakan. Walaupun manajemen dapat dipengaruhi melalui incentive contracty device untuk mengidentifikasi kepentingan diri sendiri dengan maksimalisasi nilai saham. Cox. dalam pasar modal efisien. Securities Regulation Cases and Materials. 18 D. Ketiga. dan kejelasan dokumen Pernyataan Pendaftaran untuk memastikan bahwa Pernyataan Pendaftaran memenuhi Prinsip Keterbukaan”. Jr. (St. Robert W.16 Dengan pemberian informasi berdasarkan prinsip keterbukaan itu. dasar substansial ada untuk percaya bahwa ketidak efisienan yang lebih besar akan terjadi tanpa sistim keterbukaan yang wajib karena biaya sosial yang berlebih akan dikeluarkan investor untuk mengejar laba perdagangan. Keempat. Walaupun hasil akhir dari peningkatan upaya yang demikian secara signifikan tidak mempengaruhi keseimbangan dari keuntungan (advantage) antara penjual dan pembeli.19 15 Richard W.pencarian informasi materiel dari sumber emiten. London : Little. baik dari segi keuangan. “Deserring Fraud vs. bahwa “yang dimaksud informasi dalam ayat ini. Brian Hufford. 1987). Pengkolektipan mengurangi social waste yang sebaliknya bisa timbul dari kesalahan alokasi sumber daya ekonomi untuk mencapai tujuan ini. 1991).” Dalam Penjelasan Pasal 89 ayat (1) ini dinyatakan. 63. objektivitas. Hillman. masih ada informasi yang dibutuhkan investor rasional untuk mengoptimalkan portofolio sahamnya. (New York: The Foundation Press Inc. maka masalah akan muncul dimana manajemen dapat keuntungan dengan memberikan sinyal yang salah terhadap pasar. 593-594. Pengamatan Coffee. atau bahkan tujuan dari distributive fairness yang lebih umum. hanya memiliki validitas terbatas. hal. Gunanya untuk mengatur pemberian informasi mengenai keadaan keuangan dan informasi lainnya kepada investor. (Vol. Informasi yang demikian sangat baik diberikan melalui suatu sistim kewajiban keterbukaan.” yang sekarang populer di antara para teoritisi perusahaan dan sebagaimana diyakini oleh Easterbrook dan Fischel.(Boston. 19 Bandingkan dengan Pasal 75 ayat (1) Undang-Undang No. 17 Sedangkan informasi itu sangat berfungsi disebabkan berisi fakta materiel.15 Dengan perkataan lain. prasyarat besar yang ditentukan oleh para teoritis ini. Karena insentif bagi keduanya mungkin masih kuat. 55-56. antara lain Pernyataan 12 . 79. Toronto. Jenning dan Harold Marsh. Bandingkan juga dengan Pasal 89 ayat (1) yang menyatakan. Avoiding the “Strike Suit” : Reaching An Appropriate Balance. 1991). Brown and Company. Donald C. Langevoort. Seperti seseorang atau kelompok investor lainnya. akan dapat diantisipasi terjadinya kemungkinan investor tidak memperoleh informasi atau fakta materiel atau tidak meratanya informasi bagi investor disebabkan ada informasi yang tidak disampaikan dan bisa juga terjadi informasi yang belum tersedia untuk publik telah disampaikan disampaikan kepada orang-orang tertentu. yang dapat dibuat sebagai bahan pertimbangan bagi investor untuk melakukan investasi. bahwa “informasi yang wajib disampaikan oleh setiap Pihak kepada Bapepam berdasarkan ketentuan Undang-undang ini dan atau perturan pelaksanaannya tersedia untuk umum. Ratner dan Thomas Lee Hazen. Pada kenyataannya. namun manajemen masih memiliki kepentingan dalam mengakuisisi penyertaan pemegang saham pada suatu harga diskon. Securities Regulation Cases and Materials. 16 David L. Securities Regulation Cases and materiels. Jr tentang perlunya mempertahankan sistim keterbukaan yang wajib tersebut dapat dijadikan sebagai dasar penerapan prinsip keterbukaan bagi emiten atau perusahaan publik. kemudahan untuk dimengerti. manajemen produksi maupun yang berkaitan dengan kegiatan usahanya. kecukupan. Suatu kelemahan khusus dalam teori tersebut adalah bahwa teori tersebut mengabaikan signifikasi dari kontrol perusahaan dan terlalu banyak menganggap bahwa kepentingan manajer dan pemegang saham dapat diluruskan secara sempurna. namun hal itu meningkatkan alokasi efesiensi dari pasar modal dan pada akhirnya peningkatan tersebut menunjukkan suatu perekonomian yang lebih produktif. Paul Minn: West Publishing. Kedua.” Brooklyn Law Review. hal. diperlukan untuk efektifnya sistim keterbukaan sukarela (disclosure voluntary system) sepertinya tidak memuaskan.

hal. tempat dan dengan cara bagaimana perusahaan melakukan keterbukaan. Easterbrook dan Daniel R. Massachusetts. (Boston. James Barnes. hal. Fischel. Depok. mengingat terdapatnya berbagai masalah yang timbul dalam pelaksanaan prinsip keterbukaan tersebut. hal. Jr. Tanpa upaya pembenahan prinsip keterbukaan terhadap masalah-masalah yang timbul akan menjadikan tujuan prinsip keterbukaan itu tidak tercapai. 2. prinsip keterbukaan yang menambah kepercayaan investor atau publik 21 terhadap pasar modal sangat penting untuk diperhatikan. Posner dan Kenneth E. Sebab ketiadaan keterbukaan atau ketertutupan informasi akan menimbulkan ketidakpastian bagi investor. 27 Frank H. Pada umumnya. Sarwono dan Acuk Parsudi. 635. Sebaliknya dapat mengakibatkan pasar modal tidak efisien atau distorsi. 1. Kenneth E. Toronto: Little.cit. 30 Maret 1988. permohonan izin usaha. 20 Oleh karena itu. Dengan perkataan lain. Loc. Karena peraturan prinsip keterbukaan secara substansial akan memberikan informasi pada saat-saat yang telah ditentukan. tujuan prinsip keterbukaan yang bertujuan sebagai cara menjaga kepercayaan investor dalam pasar modal adalah merupakan suatu hal yang paling penting. 70. maka keinginan investor untuk berinvestasi akan makin tinggi. Revolution on Wall Street the Rise and Decline of the New York Stock Exchange. (Cambridge. Fischel. Investor tidak dapat memperoleh informasi atau fakta materiel yang akurat. Scott (ed). 371.” dalam Richard A. Tedapat sedikitnya tiga tujuan ditegakkannya prinsip keterbukaan di pasar modal. dan Dan Rottenberg. Op.l. 1993). Dengan demikian dapat dipahami. bahwa apabila makin jelas informasi perusahaan. Easterbrook dan Daniel R. Beaver. hal. 23 John C. Fischel. .22 Argumentasi perlunya prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor tersebut sangat relevan dengan munculnya ketidakpercayaan publik terhadap pasar modal.W. dan laporan lain-lainnya”. (ed). 1986). 22 Frank H. 33. Metzger. dan yang lebih penting peraturan prinsip keterbukaan akan mengatur pengawasan. cit. Myers dalam Sarlito W. Easterbrook dan Daniel R. Akibatnya pasar dan perekonomian akan rusak secara keseluruhan.. Illinois : Irwin. 2. Lihat juga.” Virginia Law Review. 1. 673. hal. yang tujuannya adalah agar kualitas informasi semakin terpercaya dan Pendaftaran termasuk prospektus. Selanjutnya ketiadaan atau ketertutupan informasi akan menimbulkan keragu-raguan untuk berinvestasi bagi investor. 296. Pertama. 26 Marshall E. Norton & Company. Scott. Easterbrook dan Daniel R. apabila terjadi “krisis kepercayaan” atau “ketidakpercayaan” investor kepada pasar modal dan perekonomian.23 Akibatnya investor sulit mengambil keputusannya untuk berinvestasi melalui pasar modal. dalam Richard A. Siegel. 317. Business Law and The Regulation Environment Concepts and Cases. 296-297.27 Untuk mengantisipasi keadaan ini peraturan prinsip keterbukaan harus ditegakkan. (Vol. Jane P. izin orang perorangan. 2.28 Pembenaran prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor ini sejalan dengan pengembangan dengan pasar modal di Indonesia. laporan berkala. 13 . “Mandatory Disclosure and the Protection of Investors. Blume. persetujuan dan pendaftaran profesi. hal. Hal ini sesuai dengan pendapat. Coffee. (New York. Universitas Indonesia. 673. London : W. hal. “Mengembalikan kepercayaan masyarakat. 28 Frank H. Fischel.” disampaikan pada Simposium Penjelajahan Trace Baru II. “The Nature of Mandated Disclosure. Scott. Brown & Company. Mallor. hal. 1984). waktu. 1. Posner dan Kenneth E. Jeremy J. 24 William H. 21 Di dalam ilmu Psikologi dikenal teori bahwa manusia bereaksi terhadap apa yang dipercayainya sebagai suatu kenyataan dan terhadap kenyataan itu sendiri. London: Harvard University Press. cit. hal. 24 Akibatnya keadaan informasi yang demikian akan menimbulkan ketidakpercayaan investor pada pasar modal. The Economic Stucture of Corporate Law. 737. Op. 1996). faktor persepsi tentang suatu hal lebih menentukan perilaku orang dan hal itu sendiri.cit. a. maka investor akan menarik modal mereka dari pasar. Economic of Corporation Law and Securities Regulation.Penekanan untuk mencermati pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam pasar modal Indonesia adalah langkah yang tepat dilakukan.26 yang mengakibatkan investor melarikan modalnya dari pasar modal Amerika Serikat tersebut. Pengungkapan informasi tentang fakta materiel secara akurat dan penuh akan dapat merealisasikan tujuan prinsip keterbukaan tersebut dan menghindarkan timbulnya pernyataan yang menyesatkan (misleading) bagi investor. tepatnya pada tahun 1929-1934. 20 Frank H. menjaga kepercayaan investor. 25 Keadaan ketidakpercayaan investor tersebut pernah terjadi dalam pasar modal Amerika Serikat. hal. (Homewwod. 1980). yang pada gilirannya mengakibatkan pelarian modal (“capital flight”) secara besar-besaran dan seterusnya dapat mengakibatkan kehancuran pasar modal (bursa saham). 25 Michael B. Op.

hal. hal. defisit perdagangan. Catatan Kolom Hasan Zein Buku Pertama. Komponennya.40 Menurut Dow Jones Industrial Average (DJIA) 41 perdagangan 29 Hasan Zein. bahwa harga saham dipengaruhi oleh faktor psikologis tersebut adalah dilatar belakangi oleh kehancuran pasar modal Amerika Serikat pada Oktober 1987.37 Kehancuran pasar modal Oktober 1987 dipengaruhi oleh berita buruk mengenai ekonomi makro. Op. serta kegiatan pasar asing. Faktor fundamental bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi harga saham.” dalam Indra Safitri. 31 Kenneth M. 1994).33 Pendekatan teknis sebagai aliran kedua setelah pendekatan fundamental. 157. 41 Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah Rata-rata harga saham tertimbang dari 30 saham unggul yang diperdagangkan secara aktif. (Jakarta: Go Global Book Publishing Divison Safitri & Co. 30.” Cornell Law review. 74. Jenis volatility tersebut memberikan banyak pemahaman tentang ekonomi atas penciptaan pasar. lebih dikenal dengan sebutan Black Monday. hal. 35 Ibid. Bursa pada dasarnya adalah cerminan mass behaviour. terutama saham industrial tetapi termasuk American Express Company dan American Telephone and Telegraph Company. Sebenarnya lokasi New York Stock Exchange adalah dipojok Wall Street dan Broad Street. seperti psikologis dan emosi juga mempengaruhi harga saham tersebut. Analisis Bursa Efek. hal. Cunningham. 19 Oktober 1987 saat Dow Jones Industrial Average jatuh sebanyak 508 poin (suatu rekor) mengikuti penurunan-penurunan tajam dalam minggu sebelumnya. 30 Lawrence A. Mandatory Disclosure. Loc. 1995). 948. khususnya para investor yang potensil atau investor rasional bisa terbawa faktor psikologis dan emosi yang mempengaruhi harga saham. Lehn. hal. tampak bahwa hipotesis analisis fundamental sebagai faktor yang menentukan. lokasi New York Stock Exchange. (Vol. 1998). 172. American Stock Exchange.. Djoko Koesnadi. 36 Volatility adalah ciri suatu harga sekuritas. 37 Kenneth M. induksi transaksi (transaction-induced). cit. bukan satusatunya pendekatan untuk memprediksi harga saham. 948.30 Misalnya berkenaan dengan keadaan ekonomi. bahwa dari analisis regresi terhadap data dari periode sebelum dan sesudah (deregulasi I 1987. dan induksi noise (noise-induced). Sjahrir. Arys Liyas. Pada gilirannya permintaan dan penawaran merupakan manifestasi dari kondisi psikologis investor. (Jakarta: PT. “CMS dan Pengembangan Pasar Modal Di Indonesia. dan nilai dollar serta diperburuk lagi oleh “penyalahgunaan” asuransi portopolio.semakin tepat waktu. cit. and Price Discovery. cit. (Jakarta : PT. “Comment on the Harris paper. Hasan Zein M. Gramedia Pustaka Utama. “Capital Market Theory. Harga saham sebagai komoditas perdagangan. 34 Ibid. (Jakarta: Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Jakarta. menyatakan bahwa investor adalah makhluk yang irrasional. hal. Banyak orang menyalahkan perdagangan program sebagai biang keladi dari mudah merubahnya keadaan secara ekstrim. 2. hal. Op. pialang maupun investor. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. cit. ABC Pasar Modal Indonesia. Loc. atau pasar untuk naik atau turun dengan tajam dalam masa yang pendek. 948. Harris menulis tentang kehancuran pasar modal Amerika Serikat pada Oktober 1987. Pakto 1988 dan Pakdes II 1988). penyebabnya adalah pengaruh faktor psikologis dari investor. hal. 39 Nama umum untuk distrik keuangan di sisi bawah Manhattan di Kota New York. dan kantor pusat sejumlah besar perusahaan perpialangan. tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari pengujian metode kuantitatif yang dilakukan. dan biaya memperoleh informasi semakin murah. dengan membahas tiga jenis volatility 36 harga saham. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. 1995). Proposisi. 2. Berdasarkan hasil penelitian. 229. Faktor teknis. bukan hanya kehilangan rasionalitasnya. Gramedia Pustaka Utama. Op. Bandingkan.38 Kenyataan yang terjadi pada kehancuran di Wall Street 39 Amerika Serikat pada tanggal 19 Oktober 1987. 16-17. dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. yang sekali waktu berubah mewakili sekitar 14 . hal. 649. al. 646. terlihat juga di BEJ. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Tinjauan Pasar Modal. 32 Marzuki Usman. 40 Black Monday (Senin Kelam) . hal. rata-rata ini adalah rata-rata tertua dan paling banyak dikutip dari semua indikator pasar. cit.34 Pelaku pasar modal baik analis saham atau penasehat investasi. Dipersiapkan dan diterbitkan oleh Dow Jones & Company. akses investor terhadap informasi semakin terbuka luas. dan membentuk kerangka analisis yang berguna untuk menilai efektifitas rencana kebijakan berkenaan dengan kehancuran pasar. defisit anggaran federal dan perdagangan. 1990).32 kebijakan pemerintah dan rumor. Memperhatikan fluktuasi IHSG BEJ dapat diyakini bahwa faktor psikologis juga mempengaruhi turun-naiknya IHSG. komoditas. 1989). hal. hal.” Washington and Lee Law Review. tetapi juga seringkali melebur identitas pribadi ke dalam identitas kolektif. (Vol.29 Prinsip keterbukaan untuk menjaga kepercayaan investor sebagai pendekatan fundamental. tentu. Kenneth M. ed.31 keadaan politik. 51. 51. Lehn. Seorang individu yang bergabung dalam suatu massa. 854. Seperti tingkat bunga. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor mengenai tingkat harga saham yang melambung. 38 Ibid. hal. 35 Hancurnya penurunan harga saham pada pasar modal Amerika Serikat waktu itu. 1. yaitu fundamental. Lihat juga. 33 Sjahrir. Lehn.

walaupun kebanyakan fakta penting dari penawaran biasanya sudah tercakup. defisit anggaran federal dan perdagangan. Rata-rata dicatat dalam angka. Gramedia. 438. Dalam pasar modal Indonesia. hal. pejabat perusahaan. waktu yang tersedia bagi calon investor untuk melakukan kajian tentang prospek perusahaan menjadi lebih panjang. bukan dalam dolar. 42 Ibid. Bapepam perlu mempertimbangkan. Prospektus itu berisikan informasi keuangan dan penjelasan dari sejarah bisnis perusahaan. perkara hukum (bila ada). Op. Pasar Modal Penawaran Umum dan Permasalahannya. David L. Red herring ini menyatakan bahwa saham-saham belum lagi dijual dan Pernyataan Pendaftaran meskipun telah diisi namun masih ada kemungkinan untuk diselidiki oleh SEC dan masih banyak kemungkinan untuk dirobah. Asril Sitompul. Ratner. yaitu perlu dibuat suatu ketentuan bagi emiten untuk memberitahukan kapan dan dimana calon investor bisa memperoleh prospektus awal tersebut. maka secara populer dinamakan red herring. Prospektus juga diterbitkan untuk dana bersama yang menjelaskan sejarah. operasi. hal. Pertanyaan ini didasarkan. tanggal 17 Januari 1996 diubah dengan Nomor Kep-43/PM/2000. 110. serta kegiatan pasar asing. Securities Regulation In A Nutshell. Paul. perlu dibuat ketentuan yang dapat mengambil alih fungsi prospektus ringkas menjadi prospektus awal.44 atau tombstone. Lihat juga. 1996). (Jakarta: Go Global Book. Pernyataan Pendaftaran (Registration Statement). melalui prospektus awal emiten dapat melakukan kegiatan marketing yang lebih interaktif dan dialogis secara lebih dini. pertama.. Dictionary of Finance and Investment Term. Dalam perkataan lain. 45 David L. 43 Prospektus awal tersebut mirip dengan dokumen yang terdapat di Amerika Serikat. dan dimana prospektus bisa diperoleh.46 15% dan 20% nilai pasar saham NYSE. Op. Keempat. atau fakta-fakta yang menyangkut usaha yang sudah ada dan perlu diketahui oleh seseorang investor agar dapat membuat keputusan dengan pengetahuan yang cukup. cit. Bapepam bisa menggunakan prospektus awal untuk memacu kontrol sosial atas kualitas keterbukaan emiten.C. isi prospektus diatur dalam Peraturan Nomor IX. 43 Prospektus merupakan penawaran tertulis resmi untuk menjual sekuritas yang mencantumkan rencana dari suatu usaha bisnis yang diusulkan. tetapi kandungan prospektus awal lebih rinci dibandingkan dengan prospektus ringkas. sebagaimana diatur dalam Peraturan Nomor 134 SEC. Dalam konteks ini muncul suatu persoalan. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor mengenai tingkat harga saham yang melambung. hal. Penerjemah Soesanto Budhidarmo. tujuan dana. 559. hal. Dokumen atau red herring belum lengkap dalam semua rinciannya. harga penawaran. Keadaan ini merupakan suatu rekor yang mengikuti penurunan-penurunan tajam dalam minggu sebelumnya.42 II Pelaksanaan Prinsip Keterbukaan Sebelum Pernyataan Pendaftaran Menjadi Efektif Pelaksanaan prinsip keterbukaan yang paling awal dalam mekanisme pasar modal sudah dimulai pada saat perusahaan memasuki tahap pra-pencatatan Pernyataan Pendaftaran.45 Dalam praktek yang terjadi di pasar modal Indonesia. 46 Indra Safitry. Karena bagian-bagian dari halaman muka prospektus sementara dicetak dengan tinta merah. 49. Ketiga.jatuh sebanyak 508 point. (Jakarta: PT. DJIA ini dihitung dengan menambahkan harga-harga penutup dari saham komponen dan menggunakan pembagi yang disesuaikan untuk pemecahan. jumlah saham yang ditawarkan. ed. Dalam red herring tersebut tidak dicantumkan harga saham yang pasti. yang disebut dengan red herring. Citra Aditya Bakti. hal 258-259. tanggal 27 Oktober 2000. Catatan Kolom Hasan Zein. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. Prospektus akhir juga dinamakan offering circular (edaran penawaran). 49. Prospektus untuk penawaran umum harus diberikan kepada calon-calon pembeli dari penawaran. cit. Dokumen itu memberikan rincian keuangan tentang emisi tetapi tidak memuat semua informasi yang akan tercakup dalam prospektus akhir atau prospektus menurut undang-undang (statury prospectus). laporan keuangan. 1996). Op. Oleh karena itu. yang wajib diserahkan kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) terdiri dari prospektus awal (preliminary prospectus) dan dokumen-dokumen pendukung. yaitu suatu dokumen yang isinya memberikan informasi terbatas mengenai nama emiten. 51. hal. Misalnya membuat ketentuan yang mengatur adanya prospektus awal. serta rencana (termasuk penggunaan hasil jual dari emisi). dan data esensial lain. latar belakang para manajer. Ratner. hal. hal. fungsi prospektus awal tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada calon investor memperoleh informasi segera setelah Pernyataan Pendaftaran diterima oleh Bapepam. Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-51/PM/1996. 15 . (St. untuk dividen saham sebesar 10% atau lebih dari nilai peleburan. apakah masih perlu diterapkan pemakaian prospektus ringkas tersebut. namun hanya perkiraan harga saja. Sebagian dari dokumen dapat diubah sebelum prospektus akhir diterbitkan. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. 1992). 2. walaupun prospektus awal belum memuat informasi tentang harga penawaran dan informasi lain yang berhubungan dengan harga. Minn: West Publishing Co.3 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum. 44 Dokumen pertama yang diedarkan oleh penanggung dari emisi kepada investor prospektif. (PT. Fourth Edition. cit. John Downes dan Jordan Elliot Goodman. judul. 422-438. Kedua. 1998).

Di Amerika Serikat. maka mereka pertama sekali harus menerima suatu copy dari prospektus final. Kedua. Juga penegakannya harus sesuai dengan hukum lain di luar hukum pasar modal. 48 Ketiga pemikiran tersebut merupakan jalan keluar yang penting mengatasi persoalan untuk mendapatkan prospektus. dimana pada umumnya dalam praktek. walaupun hukum tersebut David L.” dalam Richard A. dimana dengan penyediaan informasi itu akan membantu para investor dalam membuat keputusan untuk membeli saham yang ditawarkan. Scott. cit. hal. persoalan untuk mendapatkan prospektus tersebut telah menjadi perhatian. 67.50 Pengamatan Beaver tersebut sama dengan pendapat Richard A.Persoalan untuk mendapatkan prospektus yang demikian bukan hanya ada dalam kegiatan pasar modal di Indonesia.52 Informasi lainnya yang penting dapat dipahami dari perkembangan peraturan pasar modal di negara maju. hal. Selanjutnya. Selanjutnya akan menurunkan harga saham dan meningkatkan biaya modal. yang mengatakan harga suatu saham akan berubah apabila investor merubah harapannya terhadap harga saham tersebut di kemudian hari. antara lain mawsalah perlindungan tenaga kerja. Economic of Corporation Law and Securities Regulation. 294. 24. Dalam praktek perdagangan saham. Dengan demikian akan meningkatkan risiko terhadap estimasi pendapatan dan dividen dari perusahaan tersebut. Op. 49 Edward G. bisa tidak pernah melihat prospektus awal. Persoalan tersebut dicoba diatasi berdasarkan ketentuan SEC yang baru dengan menetapkan bahwa. 51 Richar A.” Securities Regulation Law Journal. penjamin emisi (underwriter) seharusnya mengambil langkah-langkah yang wajar untuk mengetahui apakah pihak lain dalam penawaran (termasuk dealers) menerima copy yang cukup dari berbagai versi prospektus untuk memungkinkan mereka melaksanakan persyaratan dan amandemen Peraturan 460. maka hal tersebut akan meningkatkan ketidakpastian dalam melakukan penilaian. (ST. (Vol. Ratner dan Thomas Lee Hazen. hal. ed. 316. Beaver. Eisert. Ketiga. kalau hanya sedikit data yang tersedia dari perusahaan untuk investor. 1980). setiap pialang yang diharapkan untuk menawarkan penjualan saham. perlindungan konsumen dan perlindungan lingkungan hidup yang berkaitan dengan informasi penting dan relevan bagi perusahaan. Scott. Bierly. “Legal Strategies for Avoiding Class Action Law Suit Against Mutual Funds. pialang kadang-kadang tidak dapat menyediakan copy prospektus untuk para nasabahnya. ed. 1991). “The Nature of Mandated Disclosure. dimana perusahaan/emiten harus memuat masalah klausula perlindungan lingkungan hidup yang dipersyaratkan hukum. Misalnya di Amerika Serikat masalah klausula perlindungan lingkungan hidup secara tegas diterapkan. 1996). Selain itu. Posner dan Kenneth E. Bila pialang diharapkan untuk menawarkan saham sesudah tanggal efektif. Op. Hal yang sama pernah menjadi persoalan pasar modal Amerika Serikat. dengan melalui audit yang dilakukan akuntan publik untuk meyakinkan investor tentang kebakuan informasi yang diberikan perusahaan. 52 David L. hal. Toronto: Little Brown & Company. Sebagaimana diuraikan Edward G. maka bentuk atau isi dan saat penyampaian prospektus tersebut kepada calon investor memerlukan pengaturan yang cukup dan dapat bermanfaat sebagai salah satu cara melindungi investor dari penjualan yang curang (fraudulent sales). Beaver mengatakan. yang Pernyataan Pendaftarannya telah diajukan seharusnya diberikan copy prospektus awal dan perubahan prospektus awal. dalam Richard A. Securities Regulation Cases and Materials. 47 48 16 . para pihak yang menjamin emisi seharusnya mengambil langkahlangkah yang wajar untuk memberikan prospektus kepada siapa saja yang memerlukannya. Bierly. setiap calon investor dalam penawaran umum perdana seharusnya menerima copy prospektus awal pada saat yang wajar dalam menjelang tanggal efektif. bahwa perusahaan akan mendapatkan insentif apabila menyediakan atau mengupayakan informasi tentang perusahaan kepada calon investor.49 William H. Dalam konteks berikutnya ia mengatakan. Ibid. Eisert.47 Di Amerika Serikat. pertama. Posner dan Kenneth E. Minn. Paul. para penjamin emisi harus melengkapi setiap dealer dengan prospektus secukupnya untuk memungkinkan dealer melaksanakan kewajiban penyerahan saham setelah Pernyataan Pendaftaran efektif. 67.cit. (Boston. Ratner dan Thomas Lee Hazen. yang berkaitan dengan kegiatan pasar modal yaitu hukum yang mengatur masalah-masalah klausula sosial (social clause). pialang yang melakukan penjualan selama priode sebelum prospektus menjadi efektif. Misalnya. bahwa penegakan hukum prinsip keterbukaan itu harus sejalan dengan yang diinginkan hukum pasar modal. prospektus bertujuan untuk menyediakan informasi penting tentang perusahaan yang melakukan pendaftaran tersebut. hal.51 Prospektus tersebut sangat berfungsi bagi setiap investor untuk memberikan pengetahuan yang cukup dan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan untuk membeli suatu saham. 50 William H. empat puluh delapan jam dapat dianggap sebagai suatu waktu yang wajar mempelajari prospektus. 164.

N. 1986). 14.61 Masalah lingkungan hidup yang menimbulkan bahaya tersebut terbukti dengan banyaknya kematian manusia dalam “tragedi Bhopal” pada bulan Desember 1984. 1996). Elex Media Komputindo. Lihat juga. 63 In Re Union Carbide Class Action Securities. 5. the business community ranks at or near the top of the list. 1986). 55 Di samping itu. “Disclosure of Environmental Liabilities Under the Securities Laws: The Potential of SecuritiesMarket-Based Incentives for Pollution Control. Op. this it. Ratner dan Thomas Lee Hazen. 233. 1093.T. 618.cit. 61 Ibid. “Environmental Disclosures And SEC Reporting Requirements.bukan hukum pasar modal.57 Relevan dengan pendapat Reid tersebut Pialang James Capel bahkan menerbitkan indeks penghijauan. kecuali bila perusahaan tersebut peduli akan lingkungan hidup. In fact.58 Tuntutan pelaksanaan prinsip keterbukaan dalam hubungannya dengan perlindungan lingkungan hidup ini. 86. Keterbukaan umum telah menjadi bagian dari undang-undang pasar modal untuk beberapa tahun lamanya. 648 F. 14. mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan dari kerusakan lingkungan hidup. Supp. Op.56 Sejalan dengan pendapat tersebut. 60 Leo Herzel & Richard Shepro. India. this expanding environmental regulatory sphere is now a constant and imposing precence in the economic. “Setting the Boundaries for Disclosure”. Gugatan tersebut timbul dari insiden industri terburuk di dalam sejarah. hal. Keadaan demikian membuat posisi prinsip keterbukaan mengenai perlindungan lingkungan hidup perusahaan berbeda dengan kebiasaan keterbukaan perusahaan untuk bidang lainnya. dalam Ibid.N. 223-224. 62 Praful Bidwai. Martin Abraham. Summer M.” Delaware Journal of Corporate Law. Wallace. yaitu kebocoran gas pada instalasi pabrik Union Carbide India Limited’s (“UCIL”) di Bhopal. diterjemahkan Anna W. Op. 56 Perry E. Perusahaan yang mencemarkan lingkungan hidup dapat ditutup oleh Pemerintah atau menghadapi gugatan ganti rugi dari masyarakat yang besar. hal. 58 Ibid.D. (Vol. The Lesson of Bhopal a community Action Resource Manual on Hazardous Technologies. Denstedt dan Scott R. 60 Pentingnya keterbukaan perlindungan lingkungan hidup tersebut disebabkan masalah lingkungan hidup dapat menimbulkan kerugian lingkungan hidup dan polusi yang secara langsung membuat masyarakat cacat serta menimbulkan bahaya yang nyata pada fisik seseorang. 648 F. 1322 (S. hal. seperti pencemaran dan kerugian lingkungan (environmental damage and pollution). 1093. 50. 1985). mengatakan bahwa tidak ada perusahaan yang memiliki masa depan yang aman.53 Misalnya ketentuan mengenai kewajiban dan tanggung jawab perusahaan untuk melakukan keterbukaannya yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan (disclose environmental). terdapat pendapat bahwa: “The dramatic growth of environmental regulation has been one of the important recent developments in modern law. (San Francisco: Sierra Clib Book. Bob Reid. Perry E. yang dapat mempengaruhi harga saham. Bangun. Corporate Crime and Violence.59 dan perusahaan itu sendiri.54 Pada mulanya perhatian perlindungan lingkungan hidup tidak dianggap sebagai bagian proses due diligence dan keterbukaan. (Vol.” 62 Dalam In Re Union Carbide Class Action Securities. 1322 (S. cit. (Penang. (Jakarta: Penerbit PT.” Human Rights Quarterly. hal. Hal tersebut tentu merugikan investor. And of those most affected by this impressive growth. yang oleh Praful Bidwai mengatakan: “if there ever was wretchedly undignifed hideously helpless form of mega-death after Hiroshima and Nagasaki.cit.” Washington And Lee Law Review.Y. Pengendalian Perusahaan [Corporate Governance]. Supp. 1989). 59 Riza Vetri Ferman. bahwa dalam satu pandangan mengenai keterbukaan perlindungan lingkungan hidup (environmental disclosure) adalah lebih penting dibandingkan dengan keterbukaan tradisional perusahaan. yaitu David L.. Leo Herzel dan Richard Shepro mengatakan. 17. 1992). 57 Thomas Sheriden dan Nigel Kendall. (Vol. Selama hari 2-3 Desember 1984 terjadi kebocoran methyl isocyanate (MIC).Y. Wallace. hal. pada waktu dia bekerja di perusahaan Shell. “Protecting Labour Rights in Market Economics. Rosen.D.63 dapat dilihat bahwa tragedi Bhopal telah menjadi Securities ftaud class action. Malaysia: International Organization of Consumers Union IOCU. 483-484. 1992). dikutip Russell Mokhiber. sebab bahaya yang ditimbulkan oleh kerusakan lingkungan hidup tersebut mempunyai akibat potensil kepada masyarakat. hal. hal. managerial and political lives of many business. secara khusus lebih memperhatikan risiko-risiko keuangan dan pasar dari pada potensi pertanggungjawaban perlindungan lingkungan hidup (environmental liabilities). 53 54 17 . 1993). 55 Shawn H. hal. Miller.

‘34 Act. kedua. 68 Perry E. National Regulatory Agencies. ketiga. Mosi untuk menolak diberikan. 1322. 71 Philip B. tanggal 16 Januari 2001. § 78j(b).000 orang cedera berat. dalam pelanggaran Securities Exchange Act and Rule 10b-5.Y. Andrews. Dalam Section 101 ditetapkan. In Re Union Carbide Class Action Securities.N.N. 15 U. 852 (1970) (codified as amanded at 42 U. (Summer. Wallace. bahwa kebijaksanaan nasional yang secara luas mengutamakan kepentingan lingkungan.69 di mana NEPA70 mempersyaratkan lembaga-lembaga pemerintah dalam praktek pembuatan undang-undang mempertimbangkan perlindungan lingkungan hidup.D. 65 Shawn H.N. § 10(b). hal. 91-190. §§77k. India.S. 1995).Y. 70 NEPA hanya terdiri dari 3 halaman dan dianggap lebih singkat jika dibandingkan dengan kebanyakan undangundang lingkungan Amerika Serikat. Supp.D. (Vol.C. “Environmental Disclosure And SEC Reporting requirements. 67 Perry E. menciptakan kebijaksanaan nasional yang luas yang didisain untuk melindungi lingkungan.T. termasuk terhadap SEC. atau akibat kelalaian menyebutkan implikasi finansial tentang kemungkinan kecelakaan akibat methyl isocyanate. Pub. seperti risiko lingkungan (environmental risks). 1986). hal. 1994). In Re Union Carbide Class Action Securities. gudang. “Disclosing Environmental Liability Under Federal Securuties Law. L. pernyataan didalam laporan tahunan menyangkut “kualifikasi khusus untuk memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang baku sehubungan dengan bahan kimia pertanian” tidaklah membuat misleading oleh omissions informasi mengenai methyl isocyanate dan bahayanya serta kurangnya keselamatan di Bhopal plant. Securities fraud class action tersebut yang telah diajukan menyusul tragedi instalasi pabrik Union Carbide tersebut.” Delaware Journal of Corporate Law. 69 National Environmental Policy Act of 1969.A. hal. dan kedua. cit. “How Green Was My Balance Sheet ?: Corporate Liability and Environmental Disclosure. dimana NEPA disebutkan pertama. 1093.C. In Re Union Carbide Class Action Securities.” yang mewajibkan pemerintah federal untuk: “[co-operate] with state and local government.” ALI-ABA Course Materials Journal. Bagby. Ratner dan Thomas Lee Hazen.Y. Lihat juga. (S. penggugat mengajukan berdasarkan tuntutan misrepresentation. NEPA dibuat tahun 1969 “[t]o declare a national policy which will encourage productive and enjoyable harmony between man and his environment. walaupun hukum tersebut bukan hukum pasar modal. 19. 233-234.S. 1986). V 1993). F.bahan kimia beracuan yang digunakan didalam produksi pestisida yang menyebabkan kematian sedikitnya 2. Kim Diana Connoly.71 64 Penggugat mengajukan gugatan dengan menyatakan pelanggaran sections 11 dan 12(2) the 1933 Act. Supp. Op. Log. Risa Vetri Ferman.” John W. “Building Environmental Policy at Different Levels: The National Legislature. Miller. undang-undang pasar modal telah menanggapi keterbukaan dari kegagalan untuk mengungkapkan informasi yang berhubungan dengan perhatian modern. kewajiban dan tanggungjawab lingkungan hidup tersebut mulai lahir pada tahun 1970-an.67 yang Di Amerika Serikat. hukum lingkungan modern yang pertama. 10. hal 1102. 1322. Esq. to promite efforts which will prevent or eliminate damage to the environment and biosphere and stimulate the health and welfare of man. 1986). hal. tanggal 19 Januari 2001.C. 4. secara tegas menetapkan bahwa perusahaan atau emiten harus memuat masalah-masalah lingkungan yang dipersyaratkan hukum. hal. l (1982). 1322-23. Schwartz.100 orang dan 20. 1995). 65 Peraturan pasar modal di Amerika Serikat. hal. akibat kelalaian menggambarkan pabrik. 19 No. Atas mosi tergugat untuk menolak atau menerima risalah keputusan. cit. risiko dan pegawai yang berhubungan dengan methyl isocyanate. berdasarkan tragedi susulan di Bhopal. 18.” makalah disampaikan pada International Teleconference antara University of South Carolina dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia. (1982) dan Rule 10b-5 yang telah diumumkan oleh SEC lewat Section 10(b). memutuskan bahwa. Op. menitikberatkan pada penempatan pengawasan pada “kegiatan federal yang penting” yang mempengaruhi lingkungan secara “signifikan”. Op. James Cumberland. cit. 648 F. Denstedt dan Scott R. §78j(b). 64 Perkembangan yang terjadi sekarang ini. to enrich the understanding of the ecological systems and natural resources important to Nation. Selain itu. 648 F. (S. section 10(b) ‘34 Act.68 Keterbukaan awal dari masalah-masalah lingkungan hidup di Amerika Serikat tersebut adalah satu hasil dari kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh National Environmental Policy Act (NEPA). No. 93-95. 15 U.S. 232 66 David L. Pada tahun 1970.D. Goelzer. NEPA disetujui sebagai hukum oleh Presiden Nixon. 17.” makalah disampaikan pada Video Cenference antara University of South Carolina dan Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia. Selanjutnya NEPA menciptakan Council on Environmental Quality (CEQ)/Dewan Mutu Lingkungan. Supp. and Local Government. Hakim Keenan Pengadilan District. Sections 4321-4370d (1988 & Supp. hal.S. Pernyataan didalam laporan tahunan Union Carbide yang menyatakan “persyaratan khusus untuk memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja yang baku berkaitan dengan bahan kimia pertanian” tidaklah dipalsukan. 2. 648 F.. Murray dan Eric T. 15 U.66 Jadi terdapat suatu keharusan bagi perusahaan atau emiten untuk mengungkapkan informasi berkaitan dengan masalah-masalah lingkungan hidup tersebut demi kepentingan masyarakat. 483-485. 14:225. akibat kelalaian menyampaikan informasi tentang keberadaan kurangnya keselamatan utama yang tidak ditemukan dalam survey keselamatan kerja di instalasi pabrik Bhopal atau langkah perbaikan terkait yang diambil.. Lihat juga. pertama tidak mungkin ada pemulihan/penggantian kerugian berdasarkan omissions didalam pernyataan pendaftaran atau prospektus menghilangkan semua pernyataan yang membuat misleading lewat salah satu omissions.” Preventive Law reporter.C. and other 18 . hal. 1323 (S. “Management’s Discussion and Analysis and Environmental Disclosure. Daniel L. Paula C. 83 Stat. (Vol. Wallace. (Vol. Title I dari mandat NEPA mengenai “national policy for the enviromental.” Virginia Environmental Law Journal. 1992). “Environmental Impact Statements and Related Environmental Reviews.

72 selanjutnya SEC mengganti release tahun 1971 dengan release tahun 1973. 13. Inc tersebut para penggugat memberikan alasan bahwa syarat-syarat keterbukaan lingkungan hidup perusahaan yang ada tidak cukup untuk para investor mendapatkan informasi penting yang dibutuhkan untuk membuat “socially responsible” dan keputusankeputusan investasi yang secara finansial baik. SEC. (CCH) Fragraf 23. dimana SEC telah menambahkan syarat keterbukaan perusahaan untuk melaporkan materi apapun dari fasilitas pengawasan yang diperkirakan sebagai pembiayaan modal untuk sisa tahun fiskal sebelumnya. 1979). Pertama. dan priode-priode berikutnya yang mungkin dapat dianggap materiel. L. Rep (CCH) Fragraf 23. Schwartz. 380 F. 75Ibid. 80 Release tahun 1979 adalah suatu usaha SEC untuk menyebarluaskan kebijakan mengenai keterbukaan lingkungan hidup yang ditujukan pada tiga masalah.”76 Dengan adanya release tahun 1973. SEC mengeluarkan release tahun 1971. 495 at 86. and other requirements of present and future generations of Americans. earnings.” John W. Inc. Misalnya. 9252. pada tahun 1979. Exchange Act Release No. 10116. Bagby. SEC mengeluarkan suatu release yang sifatnya menafsirkan. release tahun 1973 menekankan bahwa keterbukaan mengenai dampak-dampak yang timbul dari undang-undang lingkungan hidup adalah dipersyaratakan bilamana manajemen memiliki “a reasonable basis to believe that future environmental compliance may have a material effect on the issuer’s expenditutres. 11. hal. Supp 689 (1974). keterbukaan yang bagaimanakah yang harus dibuat mengenai concerned piblic and private organizations. Exchange Act Release. Inc. 77 Ibid. 3 Fed. Sec. 73 Compliance with Environmental Requirements. yang menjelaskan syarat-syarat keterbukaan lingkungan hidup yang ada. 12414 [1975-1976 Transfer Binder] Fed. 80 Environmental Disclosure Requirements. hal. 380 F. cit.Untuk itu. L. Rep. Supp 689 (1974). SEC menyatakan.74 Berdasarkan release tahun 1973 ditentukan: “[r]eporting companies were required. v. jika materiel. Lihat juga. Sec. (CCH) Fragraf 23. Andrews. Op. 1971). to make appropriate disclosure on the material effects that compliance with environmental laws and regulations might have on the capital expenditures. hal.507B (Sept. to create and maintain conditions under which man and nature can exist in productive harmony. 1976). 81 Ibid. cit. as a part of the description of reporting company’s business. 72 Dalam release 1971 tersebut. to use all practicable means and measures. 3 Fed. Disclosures Pertaining to Matters Involving the Environment and Civil Rights. 1973). 79 Notice of Commission Conclusions and Final Action on the Rulemaking Proposals Announced in Securuties Act Release No. Rep. dimana dalam perkara ini kelompok-kelompok yang menggugat mencoba untuk mengadakan suatu aturan yang akan mempersyaratkan setiap perusahaan publik yang melaporkan semua dampak dari kegiatan perusahaannya terhadap lingkungan hidup. Ibid.73 Dalam release tahun 1973. Loc. SEC.”75 Di samping itu. Exchange Act Release No.507A (20 April. 19 . L. L. telah menuntun SEC untuk membuat aturan lebih lanjut mengenai kebijakan-kebijakan keterbukaan lingkungan hidup. 249 n. Supp 689 (1974). dalam Philip B. terdapat beberapa kelompok masyarakat yang tertarik melakukan gugatan terhadap SEC. bahwa adanya perubahan pada persyaratan keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup adalah untuk membuat keterbukaan lebih berarti. dipersyaratkan bila memenuhi undang-undang lingkungan (environmental laws) akan memerlukan pembiayaan modal yang signifikan bagi perusahaan yang melaporkan. Inc. cit. Ibid. 16224. 12. Sec. 27. 228.77 Dalam kasus National Resources Defense Council. Paula C. 5627 Relating to Environmental Disclosure. kapankah suatu perusahaan dipersyaratkan untuk mengungkapkan pembiayaan lingkungan hidup yang sudah direncanakan untuk dua tahun fiskal berikutnya. SEC menyatakan.. hal 12.to foster and promote the general welfare. National Resources Defense Council. No. and fulfill the social. agar SEC memperluas aturan-aturan keterbukaan lingkungan hidup. hal. atau menyebabkan perubahan secara materiel atas bisnis yang dilakukan atau bermaksud akan dilakukan. dalam Philip B. Para penggugat juga beralasan bahwa syarat-syarat keterbukaan yang ada tidak cukup menghalangi NEPA untuk menafsirkan undang-undang pasar modal sampai sepenuh mungkin sesuai dengan kebijakan lingkungan hidup yang diakui NEPA. economic. Murray dan Eric T. 78 380 F. and competitive position of the reporting company and its subsidiaries. Sec. bahwa keterbukaan. v. (CCH) Fragraf 80.. Exchange Act Release No. 76 Ibid. Op. dan jumlah biaya yang sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup?81 Kedua.79 Selanjutnya. 3 Fed.507 (July 19. Schwartz.78 Perkara dalam National Resources Defense Council. Rep. Hal ini dapat dilihat dari munculnya release tahun 1976. tuntutan yang muncul dalam National Resources Defense Council. 74Ibid. 14 (14 May 6..

Walupun dalam Item 303 yang mengatur keterbukaan tersebut tidak secara langsung mempersyaratkan perusahaan yang melaporkan untuk menyertakan keterbukaan lingkungan.R.R. § 229. 17 C. negara bagian dan lokal yang sudah diundangkan atau diadopsi mengatur pembuangan benda-benda ke dalam lingkungan atau [utamanya] untuk tujuan perlindungan lingkungan tidak harus dianggap ‘jalannya perkara yang rutin dan biasa serta ada hubungannya dengan bisnis’ dan harus dijelaskan jika: (1) Proses semacam itu adalah materiel terhadap bisnis atau kondisi finansial si pendaftar. pendapatan.. § 229. 17 C. yang menujukan pada Diskusi Manajemen dan Analisis Kondisi Finansial dan Hasilhasil Operasi (Management’s Discussion and Analysis of Financial Condition and Result of Operations). 88 Item 303.” Dalam Instruction 5 Item 103 secara khusus menuju satu permulaan untuk keterbukaan proses lingkungan dengan mensyaratkan. Op. pengeluaran untuk bunga dan biaya. ongkosongkos yang ditangguhkan atau ongkos-ongkos terhadap penghasilan dan jumlah yang tersangkut. SEC telah memodifikasi syarat-syarat untuk keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup dan menetapkan syarat-syarat keterbukaan saat ini berlaku bagi perusahaan yang melaporkan. Miller. Namun. harus diungkapkan dan didiskusikan. hal. dimana dalam surat tersebut SEC menyatakan bahwa biaya-biaya pembersihan akan menjadi materiel.[(if the reasonable investigator is likely to attach importance to the Ibid. (5) . dalam Ibid. akan mempunyai pembiayaan-pembiayaan modal. atau kalau tidak menyangkut perlindungan lingkungan. hal. negara bagian dan lokal yang diundangkan atau diadopsi mengatur pembuangan benda-benda ke dalam lingkungan. pt.R.. (3) Pokoknya mengadopsi syarat-syarat keterbukaan yang termuat dalam release tahun 1973 dan tahun 1979. selain dari jalannya perkara yang rutin dan biasa serta ada hubungannya dengan bisnis. 17 C. hal. wajib disampaikan kepada investor sepanjang masalah-masalah lingkungan hidup tersebut mengandung fakta materiel.103 (1993).100 (1993)... satu surat interpretatif dari SEC’s Division of Corporation Finance telah membenarkan bahwa syarat MD&A menyertakan keterbukaan dari pertanggungjawaban lingkungan tergantung. Ibid.” Dalam Ibid. 15.F.84 Tiga persyaratan berkenaan dengan keterbukaan pertanggungjawaban lingkungan hidup. Dalam syarat ketiga itu mempersyaratkan perusahaan yang melaporkan untuk menetapkan analisis-analisis yang berurutan tentang kondisi keuangan mereka dalam operasinya. § 229. Denstedt dan Scott R. 239. 89 Shawn H. 87 Item 103. 84 Ibid.000..303(a).. kecuali si pendaftar secara masuk akal percaya bahwa proses itu akan berakhir dengan tiadanya sanksi moneter. (2) Suatu materi diperkirakan akan berdampak pembiayaan modal untuk fasilitas pengawasan lingkungan untuk sisa tahun fiskal yang sedang berjalan dan tahun fiskal berikutnya serta priode-priode berikutnya karena perusahaan menganggapnya sebagai materiel. kurang dari $ 100.pertimbangan biaya perbaikan (upgrades). pengeluaran bunga dan biaya melebihi 10 persen dari harta saat ini dari si pendaftar serta anak perusahaannya atas dasar gabungan (konsolidasi).. kepada perusahaannya atau salah satu anak perusahannya sebagai suatu pihak atau yang mana salah satu hartanya adalah menjadi pokok persoalan. 86 Item 101. 17 C. 85 Regulation S-K. Di samping itu. pembiayaan modal. bahwa: “Suatu proses administratif atau judisial .yang muncul berdasarkan salah satu ketetapan federal. 16.melaporkan untuk menjelaskan biaya-biaya dan dampakdampak atas penyesuaian dengan undang-undang lingkungan (federal. berhubungan dengan penjelasan bisnis perusahaan.87 Ketiga. Syarat kedua tersebut mempersyaratkan keterbukaan suatu penjelasan dari “setiap materiel yang menunda proses hukum..F. atau dalam sanksi moneter. Fakta materiel tersebut secara hukum telah diakui di Amerika Serikat dan secara logika mempunyai keharusan yang sama seperti diakui di Kanada. 82 83 20 . Syarat ketiga keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut ditujukan pada emiten yang bisnisnya berskala kecil.88 Keterbukaan perlindungan lingkungan hidup oleh perusahaan sebagaimana diuraikan di muka. Dalam Ibid. cit. tetapi menetapkan bahwa proses semacam itu yang sama alamiah dapat dikelompokkan dan dijelaskan secara umum. 86 Kedua. kapankah suatu perusahaan dipersyaratkan untuk mengungkapkan kebijakannya mengenai atau melakukan pendekatan terhadap hal-hal yang sesuai dengan undang-undang lingkungan hidup? 83 Perkembangan terakhir peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup di pasar modal Amerika tersebut adalah tindakan SEC yang telah mengadopsi sistim keterbukaan secara komprehensif pada tahun 1982. dan posisi kompetitif dari perusahaan atau anak perusahaan. atau menyangkut sanksi-sanksi moneter yang potensial.F. [they may include actual] legal proceedings.proses administratif dan menyangkut masalah-masalah lingkungan hidup yang dipikirkan pemerintah dan apakah hal itu hanya merupakan proses administratif ?82 Ketiga. (4) .[and] claim[s] threatened against a corporation.T.F.. atau (3) Suatu penguasa adalah satu pihak terhadap proses semacam itu dan proses tersebut menyangkut sanksi-sanksi moneter yang potensial. Syarat pertama tersebut mempersyaratkan keterbukaan dari: “(1) Dampak materiel yang sesuai dengan ketetapan-ketetapan federal.R. berhubungan dengan proses hukum keterbukaan.. negara bagian dan lokal) terhadap perusahaan. (2) Proses semacam itu menyangkut utamanya suatu klaim atas kerugian. Dalam Ibid.89 Gerard Caron memberikan pendapat mengenai masalah fakta materiel yang dimaksudkan dalam konteks lingkungan hidup berkut ini: “[M]aterial facts include not only “information disclosing the earnings and distributions of a company but also those facts which affect the probable future of the company. 229 (1993). 85 Pertama.

“that they were not include in their statements the mere contingency that environmental violations would be disclosured. Waste Management. 547-548. 395. 408 (1984). Waste Management berpendapat. dalam Philip B. Waste Management. cit. 589 F. 589 F. bahwa Waste Management merupakan perusahaan yang berkaitan dengan proses lingkungan hidup dan kerusakan lingkungan adalah risiko yang melekat pada bisnis Waste Management. Pada bulan Maret 1983.94 Para penggugat memprediksi Waste Management menyampaikan pernyataan yang salah tentang pemenuhan perusahaan pada peraturan lingkungan hidup dan perselisihannya dengan pihak pemerintah.98 Pengadilan dalam Waste Management berpendapat. (CCH) Fragraf 99.” 96 selanjutnya. Sec. Inc. Ibid. III. 589 F. 94Tracy Soehle. Waste Management juga didakwa membuat prospektus yang menyesatkan. serta gagal untuk mengungkapkan pembukaan keuangan yang potensial 93 atau Waste Management tidak menyampaikan kepada publik fakta yang penting dan potensil berbahaya. It may also include a stuation] where a corporation has violated the law. pengadilan berpendapat. Inc.” dalam Ibid. karena saran bertentangan dengan teori utama yang mendasari penipuan para penggugat terhadap klaim pasar.Supp. cit. Inc.95 Mengenai gugatan tersebut.100 Di samping G. 95 Grossman v. 8. and knows it is thereby subject to yet unasserted legal claims. 100 589 F. L.065 (N. maka tidak disediakan untuk atau diketahui oleh pasar. at 97. Grossman v.D.530. Inc. sehingga harga saham mencerminkan semua informasi yang tersedia secara umum.” walaupun klaim para penggugat menyatakan bahwa karena sebagian informasi diterbitkan didalam media surat kabar lokal. [1983-1984] Transfer Binder] Fed.530. Waste Management. pernyataan-pernyataan Waste Management tersebut tidak cukup mengungkapkan fakta bahwa Waste Management memiliki potensi untuk didenda dan perusahaan tersebut telah membuang limbah berbahaya secara melanggar hukum. in investigated. III.D. Para penggugat menyatakan bahwa para tergugat melakukan tindakan yang direncanakan untuk menipu masyarakat umum berkenaan dengan masalah tersebut..A.”91 Untuk itu. paling tidak sampai terdapatnya kesimpulan mengenai proses masalah lingkungan hidup yang dihadapinya. Dalam Waste Management terdapat dakwaan pelanggaran berkenaan dengan kegagalan untuk mengungkapkan aspek lingkungan hidup dan perbuatan melanggar hukum dalam pendaftaran di SEC. 1995). 96 Grossman v. Supp 395 (N. dimulai dengan penerbitan laporan tahunan Waste Management pada tanggal 31 Maret. 9 Sept. pernyataan Waste Management yang salah tersebut diketahui publik. Waste Management. Caron mengutip pendapat pengadilan dalam kasus Texas Gulf Sulphur. dalam Philip B. Sec.Supp.97 Dalam hal ini pengadilan menggunakan ukuran atau standar materialitas pada kasus Texas Gulf Sulphur dan pengadilan berpendapat. [1983-1984] Transfer Binder] Fed. 1982. 395. Op. Waste Mangement memberikan alasan. Schwart.Supp. Akibatnya harga saham Waste Management turun drastis. 395. and sanctioned. 395. Didalam gugatan securities fraud yang didasarkan pada pernyataan bahwa perusahaan pengolah limbah menyajikan dan menolak informasi secara keliru perihal pemenehun terhadap peraturan lingkungan dan perselisihan dengan pihak pemerintah. 398 (1984). Rep. (CCH) Fragraf 99.D.”92 Pentingnya elemen fakta materiel dalam keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup tersebut dapat dicermati dari pendapat pengadilan dalam Grossman v. bahwa: “the central goal of the federal securities laws is to ensure that buyers and sellers of securities will be adequately informed of materiel information affecting the value of the securities traded. bahwa karena besarnya dan luasnya potensi pelanggaran serta bahwa pelanggaran yang aktual terjadi pada banyak tempat sehingga membuat tuntutan-tuntutan penegakan hukum dimungkinkan. 90 91 21 . 97 Ibid. yaitu merjer yang dilaksanakan pada bulan Oktober 1982. oleh karena itu informasi yang dihilangkan adalah materiel. “SEC Disclosure Requirements for Contingent Environmental Liability. Schwart. 1983). 99 Selanjutnya. Hal itu. informasi mengenai lokasi pembuangan limbah tertentu merupakan masalah pengetahuan umum sehingga tersedia untuk “pasar. Rep..particular threat).065 (N. 399 (1984).Supp. bahwa gugatan terhadapnya atas pernyataan yang salah tidak memenuhi Rule 10b-5. L. (Vol. 93 Grossman v. 99 Grossman v.” 90 Lebih lanjut Caron mencatat: “disclosure is important because the potensial for corporate liability based on environmental damage is substansial. hal 29.. Waste Management. 98 Ibid. Inc. hal. “SEC Disclosure Requiremenys for Environmental”. III. 589 F. 9 Sept.. (“Chem-Nuclear”). 408 (1984). Inc. hal 29. 1983). Op. 92 Ibid. Inc. 1984). Caron. Waste Management. yang diterbitkan sehubungan dengan rencana merger antara Waste Management and Chem-Nuclear. at 97. Tulane Environmental Law Journal.

pengadilan menemukan suatu kewajiban dari Waste Management.L.102 Dalam kasus Albertine tersebut diajukan gugatan kepada emiten dan akuntan serta underwriters.N. T. Oleh karena itu. No.D. Endo v. 105 III Peraturan yang Berkenaan dengan Penyampaian Pernyataan Pendaftaran Peraturan pelaksanan prinsip keterbukaan belum mengatur secara menyeluruh dan cukup berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. analisis mengenai dampak lingkungan. Ketentuan tersebut dapat dilihat dari ijin-ijin yang harus dilengkapi oleh setiap perusahaan pada saat melakukan pernyataan pendaftaran dalam rangka go publik melalui pasar modal di Baperpam.107 589 F. cit. 3702.1 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik. Seperti. III. Albertina. Albertine. Dalam Trancy Soehle. antara lain pendapat dan pemeriksaan hukum berkenaan dengan izin dan persetujuan. Supp 708 (N. 103 Endo v. 106 Keputusan Ketua Bapepam Nomor KEP-49/PM/1996 Tanggal 17 Januari 1996. 412 (1984). 395. Ijinijin tersebut merupakan bagian proses pemeriksaan secara menyeluruh mengenai masalah hukum (“legal due diligence”“legal audit”). 812 F. bahwa dalam hal mogok kerja dilakukan dengan alasan pengusaha tidak melaksanakan ketentuan yang bersifat normatif yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. 25. Di pasar modal Indonesia belum ada peraturan mengenai kewajiban dan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup perusahaan. perlu pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan perlindungan hak tenaga kerja yang cukup dan harmonis yang meningkatkan efisiensi kerja emiten. 104 Pasal 77 UUK menyatakan. Albertine. mereka akan melakukan pemogokan. 73 Tahun 1997.B. Ketentuan Bapepam hanya menentukan. antara lain izin-izin usaha. No. dimana Waste Management “had an affirmative duty to disclose matters relating to pending and contemplated environmental regulatory proceedings and the effects of environmental regulations upon the company’s finances. 708 (N.”101 Kasus gugatan lainnya yang terbaru berkenaan dengan keterbukaan masalah-masalah lingkungan hidup adalah kasus Endo v. Masalah terakhir mengenai keresahan tenaga kerja akan dapat menurunkan produktivitas usaha emiten. dan akan dapat menimbulkan keresahan tenaga kerja emiten. 812 F. 1993). bahwa pendapat dan laporan pemeriksaan dari segi hukum dalam Pernyataan Pendaftaran perusahan publik harus memuat pendapat dari konsultan hukum mengenai “semua izin dan persetujuan yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha atau kegiatan yang direncanakan Perusahaan Publik. Supp 1479 (N. Disadari ketentuan Bapepam di atas tersebut tidak cukup untuk perlindungan lingkungan hidup. 105 Undang-undang tentang Ketenagakerjaan.D. penggunaan bangunan untuk pabrik. yang oleh peraturan pemogokan tersebur dibenarkan.103 Di samping itu. Log. III. mengingat kalau tenaga kerja resah.Supp. Prospektus tersebut tidak memuat informasi fakta materiel yang berkaitan dengan tanggungjawab lingkungan hidup. Apabila peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan masalah-masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Amerika Serikat tersebut dibandingkan dengan peraturan di pasar modal Indonesia. Peraturan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup di pasar modal masih merupakan ketentuan-ketentuan yang bersifat administratif. 1994). Pemegang saham menggugat laporan perusahaan yang dibuat dalam prospektus.U.N. pengusaha wajib membayar upah selama pekerja mogok kerja sampai pengusaha melaksanakan kewajibannya. perjanjian kerja. No. III. Hal ini perlu karena kondisi kesejahteraan tenaga kerja yang memprihatinkan atau tidak memenuhi standar ketenagakerjaan akan menimbulkan dampak negatif pada emiten. 863 F. L.itu. 1994). 25 Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”). yang dilakukan konsultan hukum berdasarkan standar pemeriksaan hukum dan pendapat hukum yang 101 102 22 . sebagaimana diatur dalam Pasal 77104 Undang-undang No. lokasi. Supp. peraturan perusahaan atau kesepakatan kerja bersama.D. mendirikan bangunan.” 106 Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal menetapkan standar pemeriksaan hukum dan pendapat hukum. prospektus tersebut dikatakan sebagai suatu yang salah dan menyesatkan. Undang-Undang Gangguan. U. sekaligus peningkatan produktivitas usaha emiten. maka peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Indonesia belum cukup untuk untuk mengatasi masalah perlidungan lingkungan hidup. 107 Peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut dapat dipahami dari ketentuannya yang hanya berbentuk kewajiban bagi emiten untuk memenuhi ketentuan perijinan perusahaan dalam hal yang berhubungan dengan lingkungan. sebagaimana yang berlaku di pasar modal Amerika Serikat. Peraturan Nomor IX.

L. (2) Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. T. dilaksanakan secara terpadu oleh instansi pemerintah sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawab masing-masing. Edisi Ketujuh. Nomor 12. L. informasi yang dipahami (comprehensible information).” 110 Pasal 6 UULH 1997 menyatakan bahwa : (1) Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. 23 . informasi lengkap (comprehensive information). N. UULH 1997 dapat difungsikan seperti fungsi NEPA di Amerika Serikat. di Indonesia juga terdapat Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UULH 1997”) 108 yang dapat dipakai sebagai dasar pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal. sebagaimana upaya SEC di Amerika Serikat yang telah membuat peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah-masalah lingkungan di pasar modalnya secara tegas dan terperinci serta menyeluruh. UULH 1997 telah menetapkan. sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UULH 1997. informasi tepat waktu (timely information). (3) Setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ijin untuk pabrik.. Nomor 3699) mengatur mengenai kewajiban bagi setiap orang untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan hidup. Nomor 3215). dan ijin pengolahan limbah.” 113 Koesnadi Hardjasoemantri. Tahun 1982. Seperti ijin Undang-undang Gangguan. dan informasi lintas batas (transfrontier information).N. maka perusahaan publik atau emiten harus melaksanakan keterbukaan masalah perlindungan ditetapkan oleh Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal.L. Penekanan fungsi Bapepam dalam pelaksanaan keterbukaan masalah-masalah lingkungan tersebut perlu lebih ditingkatkan.N.L. pemastian penerimaan informasi.111 Pasal 43 ayat (2) UULH 1997 mengatur sanksi bagi siapa yang dengan sengaja memberikan informasi palsu atau menghilangkan atau merusak informasi yang diperlukan. 113 Berdasarkan ketentuan bahwa setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup dan kewajiban bagi setiap orang memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup tersebut. telah ditegaskan oleh Undang-undang Lingkungan yang berlaku sebelumnya melalui Pasal 8 UULH 1982 (Undang-undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). yang pada akhirnya SEC telah membuat ketentuan persyaratan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup bagi emiten. seerta pelaku pembangunan lain dengan memperhatikan keterpaduan petrencanaan dan pelaksanaan kebijaksanaan nasional pengelolaan lingkungan.109 Berarti berdasarkan UULH 1997 Bapepam dapat secara hukum mensyaratkan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup bagi emiten secara tegas dan menyeluruh. yang telah berhasil mensyaratkan lembaga-lembaga pemerintah dalam praktek pembuatan undangundang untuk mempertimbangkan perlindungan lingkungan hidup. 108 Pasal 6 ayat (1) UULH 1997 (Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.Seharusnya peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Indonesia. Hukum Tata Lingkungan. Oleh karena.N.110 Amanat UULH 1997 tersebut merupakan upaya menjaga hak setiap orang untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat serta hak atas informasi lingkungan hidup dan hak untuk berperan dalam rangka dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup.padahal mengetahui atau sangat beralasan untuk menduga bahwa perbuatan tersebut dapat menimbulkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan umum atau nyawa orang lain. dapat sejajar dengan peraturan yang berlaku di pasar modal Amerika Serikat tersebut. T. bahwa “pengelolaan lingkungan hidup. 100-102. yang menentukan kewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan dan menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan serta kewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup. bahwa pengelolaan lingkungan hidup dilaksanakan secara terpadu oleh instansi pemerintah. “Diancam dengan pidana. 1999). 109 Pasal 9 ayat (2) UULH 1997 yang menetapkan.112 Menurut Koesnadi Hardjasoemantri masalah berkenaan dengan pemberian informasi kepada masyarakat terdiri dari..” Sebelum Undang-undang lingkungan tersebut lahir. Upaya Bapepam untuk meningkatkan pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan masalah perlindungan lingkungan hidup dapat dimulai dari amanat Pasal 6 UULH 1997. 112 Pasal 43 ayat (2) UULH 1997 menetukan bahwa... ijin lokasi. 111 Pasal 5 UULH 1997 menyatakan bahwa : (1) Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.barang siapa dengan sengaja memberikan informasi palsu atau menghilangkan atau menyembunyikan atau merusak informasi yang diperlukan dalam kaitannya dengan perbuatan. Tahun 1997 Nomor 68. (2) Setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup. masyarakat. hal.

dilakukan melalui gugatan legal standing. (ST.115 Sebagaimana diketahui ketentuan Pasal 5 UULH 1982 tersebut sama dengan ketentuan Pasal 5 UULH 1997. Sekaligus perusahaan publik atau emiten tidak boleh melakukan misrepresentation atau omission dan menyesatkan investor berkaitan dengan keterbukaan masalah perlindungan lingkungan hidup.” 114 115 24 . tetapi seluruh stockholders perusahaan. gas) yang diohasilkan. pengamatan tebing sungai. Black’s Law Dictionary. menyebutkan IIU melakukan penanganan soal lingkungan dengan setengah-setengah. Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Lihat juga. cair. Pencemaran sungai Asahan akibat limbah cair pabrik. Masalah ini menjadi bukti. 405 U. No. hal. Kompas.S. maka yang rugi bukan saja investor atau pemegang saham saja. Henry Campbell Black. 10 April 2001. hal. 1405. 7. Ibid. tepatnya pada 1994 WALHI bersama tigabelas LSM lainnya menuntut pemerintah. kewajiban menyusun RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan).117 Selanjutnya pada tahun 1988 unjuk rasa masyarakat berlansung beberapa kali menuntut IIU ditutup.119 Di samping itu. Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Negara Riset dan Teknologi menentukan persyaratan lingkungan yang harus dipenuhi IIU. Pemerintah mendorong penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan audit lingkungan hidup. 4 Tahun Ke-67. Berarti penegakan prinsip keterbukaan tidak hanya berfungsi melindungi investor atau pemegang saham. Sixth Edition. yang didasarkan pada Undangundang Nomor 2 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Lingkungan Hidup. Menteri Kehutanan. Minn: West Publishing Co. 92 S. 121 Audit lingkungan tersebut diatur dalam Pasal 28 UULH 1997. eksploitasi bahan baku. Menteri Perindustrian. bahwa Walhi dalam kasus IIU tersebut dapat bertindak sebagai penggugat untuk melindungi kepentingan setiap orang dalam pengelolaan lingkungan hidup yang ketentuan pokoknya Pasal 5 Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 (UULH 1982). lingkungan sungai sudah terlanjur rusak. mempunyai bidang usaha pabrik bubur kertas (pulp) dan rayon di desa Sosorladang/Silosung kecamatan Porsea. 118 Ibid. tetapi juga melindungi emiten dan perusahaan. dengan gugatan IIU telah menimbulkan kerusakan-kerusakan lingkungan di wilayah Sumatera Utara.118 Tanggal 25 Januari 1988 anggota DPRD Sumatera Utara minta IIU ditutup atau tidak melakukan operasi sebelum IIU diaudit. Terlepas dari hasil audit yang akan dilakukan terhadap kasus IIU ini. Putusan Pengadilan Jakarta Pusat Daftar No. akan menjadi hilang selama IIU ditutup sampai masalah tanggungjawab hukumnya selesai.Ed. Toba Pulp Lestari.G/1988 PN. PST dalam kasus Walhi melawan BKPM Pusat. telah memberikan doktrin hukum yang menjelaskan bahwa di luar perseorangan atau lembaga yang berperan dalam usaha pengembangan lingkungan hidup dapat melakukan gugatan berdasarkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. 7 Maret 1999. bahwa “dalam rangka peningkatan kinerja usaha dan/atau kegiatan. 1364. disamping menimbulkan kerugian bagi investor atau pemegang saham. 8 120 Apabila hasil audit lingkungan IIU misalnya terbukti membuat pencemaran lingkungan. 31 L. 2d 636. 122 Pasal 28 UULH 1997 menyatakan. Walhi sebagai penggugat. 1361. audit Kompas.Paul. Morton . 1990). bahwa Walhi sebagai wakil masyarakat yang merasa dirugikan tersebut. 28 Oktober-3 November 1988. 119 Kompas. 121 Adil. Dirjen Industri Logam dan Kimia Departemen Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa IIU harus diaudit kembali. dan PT. IIU. sampai pemukiman dan pendidikan karyawan. baru diselesaikan enam tahun setelah perusahaan berdiri. hal. yang go public melalui pasar modal dan listing di NYSE Wall Street sejak tahun 1995. Dalam kasus IIU tersebut Pengadilan Jakarta Pusat berpendapat. Pelaksanaan di lapangan diawasi Bapedal bersama Departemen Perindustrian dan BPKPM. 10. 116 Putusan Pengadilan Jakarta Pusat atas gugatan Walhi yang mewakili masyarakat yang merasa dirugikan oleh IIU. pada tanggal 30 Desember 1988 menggugat IIU. 114 menunjukkan perlunya pelaksanaan prinsip keterbukaan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup.Ct. dan RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan). 727. Kasus Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (“Walhi”) melawan PT. 7. Pada intinya gugatan Walhi atas IIU. juga mengakibatkan timbulnya kerugian di pihak emiten atau perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari produksi pabrik perhari rata-rata 650 ton pulp dan 180 ton rayon selama IIU beroperasi. Tujuh tahun setelah gugatan legal standing WALHI atas IIU ini. hal. 116 Batasan legal standing ini dapat dilihat dari pengertian standing to sue doctrine adalah suatu pihak yang siap mempertaruhkan dalam memperdebatkan keadilan yang layak dan sebaliknya ditujukan untuk menghasilkan resolusi peradilan dari perdebatan tersebut. yang oleh Majelis Hakim mengakui. bahwa emiten atau perusahaan yang tidak mendisclose fakta materiel secara penuh dan fair. Sierra Club v. 117 Kompas. agar menutup IIU disebabkan kolam penampung limbahnya bocor menyusul meledaknya pipa gas klorin. Inti Indorayon Utama (“IIU”). 7 Maret 1999. yang sekarang berganti nama dengan PT. Tapanuli Utara Sumatra Utara. 122 Bagi kebaikan perusahaan.lingkungan hidup. Nabiel Makarim yang ikut mewakili penyusunan standar lin gkungan dalam rangka berdirinya IIU. yaitu pemantauan limbah (padat. 120 Akhirnya bulan Juli 1988 pemerintah melalui Menteri Negara Lingkungan Hidup menghentikan operasi IIU. 820/PDT. hal. Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara. JKT. volume pemanfaatan air sungai Asahan. 26 Januari 1999.

3.lingkungan itu tepat untuk dilakukan. 1132. mengingat harga saham perusahaan dalam suatu pasar yang berkembang merefleksikan internalisasi biaya kerusakan lingkungan pada masyarakat. banjir di Banti (16 Km. Masyarakat Banti mengetahui datangnya banjir dan lumpur justru dari bunyi gemuruh air.” 4.” 5. 354. yang pembacaan gugatannya dilakukan 22 Agustus 2000.000 tpd. Freeport digugat berkaitan dengan informasi pengelolaan lingkungan hidup yang menyesatkan. Koesnadi Hardjasoemantri. 353 123 124 25 . 352. Dalam siaran pers tanggal 5 Mei 2000. Pernyataan yang disampaikan kepada tergugat dalam siaran pers tanggal 5 Mei 2000. au/indon/freeford_walhi2... cit. Argumentasi ini disanggah dengan adanya kenyataan.. Pernyataan FIC dalam siaran persnya tanggal 24 Mei 2000. Menurut Walhi. yaitu. karena dengan jalan ini penanggulangan limbah akan lebih murah daripada mencemarkan dan kemudian membayar tuntutan ganti kerugian akibat pencemaran.org.” Di mana batas jumlah pembuangan batuan limah adalah tidak melebihi 50. “Mengingat suldge yang ada di dalam Danau wanagon dikategorikan sebagai limbah B3 . Op. hal.. . 126 Dari sudut pandang ekonomi. karena pungutan merupakan insentif permanen. “Perlu dicatat bahwa curah hujan yang terjadi beberapa hari sebelum kejadian.124 Gugatan-gugatan yang berkaitan dengan tanggung jawab lingkungan seharusnya tidak terjadi. Namun.127 Penggunaan insentif ekonomi secara selektif mampu menghasilkan suatu tingkatan perlindungan lingkungan hidup dengan biaya keseluruhan yang lebih rendah dari biaya masyarakat.000 tons per day. 18.125 Gugatan yang muncul dalam masalah perlindungan lingkungan hidup. Prinsip sentralnya adalah masing-masing produsen dan konsumen sebelum bertindak harus mempertimbangkan keseluruhan biaya sosial dan akibatnya. yang menganggap pungutan tersebut sama dengan membeli hak untuk mencemarkan (the right to pollute). pungutan merupakan instrumen pengendalian pencemaran yang paling efektif.” (http://www. PTFI. yang menyatakan bahwa.123 Dalam kasus lingkungan lainnya. yang menyatakan bahwa “ . Mekanisme kebijaksanaan perlindungan lingkungan hidup berdasarkan pasar. “Di samping itu kejadian tanggal 22 Juni 1988 disebabkan kesalahan prosedur berupa aktivitas dumping yang berlebihan sehari sebelumnya. 126 Pendekatan ekonomi tersebut dilakukan dengan metode insentif dan disinsentif untuk memberikan kemudahan kepada para pengusaha dalam usahanya melestarikan lingkungan hidup. Pernyataan FIC lebih lanjut secara sengaja telah memberi kesan bahwa longsornya tumpukan batuan limbah adalah kondisi alam dan dengan demikian menutupi buruknya pengelolaan lingkungan dan kelalaian FIC sebagaimana tersebut dalam laporan hasil investigasi Bapedal pada peristiwa longsornya tumpukan batuan limbah pada bulan Juni 1988.. menyebutkan” “Sistem tanda bahaya yang telah dipasang bekerja dengan baik. guna mengurangi pencemaran dan menekan biaya penanggulangannya. Pungutan pencemaran ini tidak dapat diterima oleh para pendukung pengendalian langsung.. dan telah menyiagakan seluruh masyarakat di Desa Banti untuk menjauhi sungai dan . Kesalahan prosedur di atas juga diperkuat oleh konsultan FIC yakni Call dan Nicholas.mpi. sebagaimana disebutkan Bapedal dalam suaran persnya tersebut yaitu.” Keterangan itu adalah bertentangan dengan informasi yang diterima WALHI dari masyarakat Banti. The fact that displacement occurred associated with large dumping rates is sufficient. “On the 12. bahwa pungutan pencemaran yang diperhitungkan secara tepat dapat mendorong para pencemar untuk mengurangi emisi. “Longsoran tersebut dapat menyebabkan meluapnya material bahah Danau Wanagon” dimana suldge yang dimaksud merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3). Walhi telah mengajukan gugatan terhadap PT. Inc. sebagaimana tersebut dalam yaitu. 127 Ibid. “Tidak ditemukan adanya ancaman terhadap kesehatan jiwa serta kemungkinan dampak lingkungan jangka panjang yang mungkin terjadi dari kejadian itu” adalah dengan sengaja membohongi publik di mana hal ini bertentangan dengan hasil laporanBapedal seperti tersebut dalam siaran persnya tanggal 17 Mei 2000. Op. jika dipahami lebih jauh. berkisar pada 40 mm per hari. oleh karena perusahaan yang membuat audit lingkungan mempunyai nilai tambah apabila dibandingkan dengan perusahaan yang tidak membuatnya. Koesnadi Hardjasoemantri.000 ton per hari sebagaimana disebutkan oleh konsultan CNI. masalahnya berpusat pada tuntutan terhadap pelanggaran peraturan lingkungan hidup yang berkaitan dengan perijinan dalam rangka pelaksanaan prinsip keterbukaan. hal. Curah hujan tersebut adalah empat sampai lima kali dari keadaan normal. hal. Wallacy. “Most of the displacement can be correlated to the time periods when the dumping tonnage was greater than 50. 2. yang disebabkan oleh perusahaan pada waktu produksi dan dalam rangka mengejar keuntungan.. and 19 June the tonnage dumped on the south end of the Wanagon OBS was in the range of 80. cit. yang secara rata-rata berkisar 8 mm sehari. Freeport telah melakukan penyesatan informasi dengan cara: 1.” dan juga pernyataan konsultan Call and Nicholas Inc. 125 Perry E. cit.. hal.html). Op. Freeport Indonesia (“Freeport”) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. yaitu . yang menyatakan bahwa...” Secara sengaja memberi kesan bahwa peristiwa longsornya batuan limbah di Danau Wanagon terjadi karena kondisi alam. dari Wanagon) yang tidak memakan korban jiwa karena alarm peringatan dini dibunyikan pada waktunya. maka terdapat pendekatan ekonomi untuk mengatasi masalah perlindungan lingkungan hidup.

And. and citizens of all kinds have come to recognize that market-based instruments belong in our porfolio of environmental and natural resource policies. sebab berkaitan dengan nilai saham perusahaan yang menerapkannya. 133 Pasal 8 ayat 1 UULH 1982 menyatakan. Correspondingly. termasuk di dalamnya mengenai informasi penerapan insentif ekonomi.” 129 Lebih lanjut.” 132 Berbeda dengan kebijakan pendekatan insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di Indonesia. yang menyatakan: “The overal effect here is a beneficial one: Investors are not defrauded by being induced to purchase securities priced at a higher value than would be assigned under circumstances of full environmental disclosure. akan membuat posisi investor lebih baik dalam memutuskan pembelian atau penjualan saham. each firm [may] find it in its own interest to reduce pollution by an amount related to the cost of [pollution] reduction. Para pembuat undang-undang dan birokrat di Indonesia tidak memberikan perhatian yang sewajarnya terhadap pengaturan insentif ekonomi. “Disclosure of Environmental Liabilities Under The Securities Law : The Potential of Securities Market – Based Inentives for Pollution Controll. Pada tahun 1991 studi mengenai kebijakan publik (public policy) yang digerakkan oleh anggota Senat Amerika Serikat. Apabila di Amerika Serikat terjadi perubahan dramatis tentang kebijakan insentif ekonomi tersebut karena disadari sangat penting oleh berbagai pihak. ultimate effect discussed in this article: an economic disincentive to the issuers of those securities to continue methods of production that generate large environmental liabilities. hal. Hal ini sejalan dengan uraian Wallace mengenai keterkaitan keterbukaan dengan insentif ekonomi. we have witneseed dramatic changes in the political landscape of environmental policy. such as legal requirements to acquare and maintain certain pollution control technology. the reductions in the value of securities as a result of these market dynamics may be so substantial that they create the larger. 50 : 1093. of course. it provides more complete information to be used in pricing the security in accordance with the complete and actual financial condition and prospects of the company. sehingga mereka memberikan insentif untuk perlindungan lingkungan hidup. 1131. 1127. 1993). dan semua warga negara. Schultze sebagaimana dikutip Perry E. That liability or obligation. the market mechanism would discount the price of a security--a “financial product” --by some figure representing a theretofore undisclosed liability or obligation. para pelaku bisnis.dengan beberapa cara tertentu dapat membuat produsen dan konsumen untuk menyadari biaya sosial dan konsekuensinya. Those investors are also on a better position to make an information decision regarding whether to buy the securities (or hold. 131 Ibid. 129 Ibid. as the case may be). pelaksanaan keterbukaan di pasar modal dengan penerapan insentif ekonomi sangat perlu. dan 128 Perry E. Legislators. and through the use of the least-cost means of doing so.128 Oleh karena itu. Wallace mengatakan: “Faced with these taxes or “effluent charge” [in the form of reduced value of its securities. bureacrats. and thereby introduces the information to an efficient capital market. UULH 1982 yang digantikan UULH 1997 telah menyatakan secara khusus dalam Pasal 8 tentang insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan. business persons. environmentalist. and would choose to remove pollution up to the point where the additional cost of removal was greater than the effluent charge. 132 Ibid. bahwa “Pemerintah menggariskan kebijaksanaan dan melakukan tindakan yang mendorong ditingkatkannya upaya pelestarian kemampuan lingkungan hidup untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan. yaitu Senator Timothy Wirt dan John Heinz yang menyatakan: “Over the past two years. as to environmental obligations.” 26 . para birokrat. when the company discloses that that cost. hal.” Therefore. It would compare the cost of payning the effluent charge with the cost of cleaning up pollution.” Washington and Law Review. (Vol.” 130 Dengan demikian pelaksanaan keterbukaan yang dilakukan secara penuh. Wallace menguraikan: “Similarly.133 Sedangkan UULH 1997 hanya menyatakannya insentif ekonomi tersebut dalam Penjelasan. para pencinta lingkungan. or non-disclosure penalties]. seperti para pembuat undang-undang. maka yang terjadi di Indonesia sekarang ini justru sebaliknya. 1124.” 131 Akhir-akhir ini di Amerika Serikat pendekatan insentif ekonomi untuk menjaga kualitas lingkungan hidup telah bergerak menjadi pembicaraan di tingkat pemerintah Pusat. Wallace. hal. Charles A. 130 Ibid. finally. hal. the issuer may have an incentive to acquire to acquare--or develop--the most economical version of that obligation. in the securities setting. will have been deemed properly includable as a “cost of doing business. 1124. malahan menjadi set-back.

Pengalaman di negara berkembang pemerintah mempunyai dominasi yang besar terhadap perusahaan milik pemerintah. Kelima. yang di dalamnya termasuk ketentuan untuk menjaga kualitas lingkungan hidup. seperti tata ruang dan analisa dampak lingkungan hidup. Peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal Amerika Serikat. termasuk Bapepam harus menetapkan atau menafsirkan. 136 Ibid. Sering didengar bahwa salah satu pembenaran dilakukannya privatisasi adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas BUMN dan pembenaran itu selalu dikaitkan pula dengan persaingan global. Hal ini yang mendorong isu pengalihan kepemilikan dari pemerintah kepada swasta. yang hanya menyatakan dengan kata “instrumen ekonomi”. maka akan mengakibatkan harga pasar dari perusahaan-perusahaan tersebut bergerak ke bawah. cit. seperti ISO 14000. hal. bukan berarti ketentuan insentif ekonomi tidak mengikat lagi. preventif dan proaktif misalnya adalah pengembangan dan penerapan teknologi akrab lingkungan hidup. membuat ketentuan penerapan pendekatan ekonomi untuk mengatasi bahaya yang ditimbulkan kerusakan lingkungan hidup dengan mensejajarkan pengaturannya sebagaimana yang diatur oleh Undang-undang Lingkungan hidup. hal. Kedua. membuat ketentuan yang mewajibkan keterbukaan bagi perusahaan yang mempunyai masalah lingkungan hidup yang mengandung fakta materiel. bahwa yang dimaksud instrumen ekonomi dalam penjelasan UULH 1997 adalah insentif ekonomi sebagaimana terdapat dalam konsep Pasal 8 UULH 1982. “Dalam ketentuan ini dimaksud dengan perangkat yang bersifat preemtif adalah tindakan yang dilakukan pada tingkat pengambilan keputusan dan perencanaan. penerapan asuransi lingkungan hidup dan audit lingkungan hidup yang dilakukan secara sukarela oleh penangung jawab usaha dan/atau kegiatan guna meningkatkan kinerja. Keempat. tetap menjadi perhatian sangat serius bagi masyarakat.pernyataan tersebut kurang cukup untuk atau tidak tuntas dalam upaya penerapan ketentuan insentif ekonomi. Op. Untuk ketentuan tersebut dapat mengadopsi syarat-syarat prinsip keterbukaan berkenaan perlindungan lingkungan hidup di pasar modal Amerika Serikat. Untuk itu. Dengan ini suatu perusahaan dapat memiliki insentif untuk mengelola masalah perlindungan lingkungan hidup secara efisien.136 Dengan demikian peraturan perlindungan lingkungan hidup yang berlaku di luar peraturan pasar modal harus diterapkan secara bersama-sama dengan peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan di pasar modal Indonesia. 134 Penjelasan Pasal 10 huruf e menyatakan. Adapun preventif adalah tindakan tingkatan pelaksanaan melalui penataan baku mutu limbah dan/atau instrumen ekonomi. 1131-1132. walaupun hanya dinyatakan dalam penjelasan UULH 1997. Bagi aparat penegak hukum. membuat ketentuan yang mensyaratkan penjelasan bisnis perusahaan yang berpotensi merusak lingkungan hidup.” 135 Perry E. membuat ketentuan yang mewajibkan emiten untuk melaporkan dalam prospektus mengenai informasi fakta materiel yang berkaitan dengan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. Apabila terdapat informasi yang jelek berkaitan dengan kewajiban dan tanggung jawab perlindungan lingkungan hidup. Tujuannya adalah untuk melindungi nilai harga saham sesuai dengan harga yang ditentukan oleh pasar. 27 . Pertama. 1131-1132. perlu dicermati untuk dipikirkan pemberlakuannya di pasar modal Indonesia. membuat ketentuan yang melarang emiten atau perusahaan publik melakukan pernyataan yang menyesatkan berkaitan dengan keterbukaan masalah lingkungan hidup. tidak masuknya pernyataan insentif ekonomi dalam UULH 1997. Perangkat pengelolaan lingkungan hidup yang bersifat preemtif. Insentif ekonomi harus tetap diperhatikan.. Wallacy. Proaktif adalah tindakan pada tingkat produksi dengan menerapkan standarisasi lingkungan hidup. Ketiga. Sebab pada waktu sekarang ini di Amerika Serikat melalui penekanan SEC tentang keterbukaan perlindungan lingkungan hidup telah menghasilkan insentif baik untuk perlindungan lingkungan maupun integritas pasar modal.134 Namun.135 Dasar dari penomena tersebut adalah persyaratan-persyaratan transmisi dari informasi-informasi penting mengenai masalah perlindungan lingkungan hidup kepada pemegang saham dan kepada pasar perusahaanperusahaan publik. peraturan pelaksanaan prinsip keterbukaan harus diperbaiki dengan memformulasikan ketentuan-ketentuan berkenaan dengan perlindungan lingkungan hidup. Pada umumnya perhatiannya bermuara pada pilihan mana yang diutamakan dalam Perusahaan Negara atau BUMN. apakah mempertahankan kepemilikan pemerintah atau melakukan privatisasi atau mengalihkannya pada kepemilikan swasta. Privatisasi BUMN Dalam Perspektif Hukum Indonesia Topik privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

The University of Chicago. Clarke dan Robert Cull. dimana ketidakpercayaan itu telah pula membuat kegagalan pasar. “Independent Variables Included in the Estimation”. Hal ini antara lain menyebabkan fungsi pengawasan internal sebagai first line of defense menjadi kurang berfungsi. Pengalaman dibanyak negara terbukti bahwa kepemilikan swasta merupakan pilihan terbaik.. bentuk kepemilikan yang bagaimana yang secara efektif dapat meningkatkan kesejahteraan sosial (social welfare) dan efisiensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepemilikan swasta lebih mendorong terjadinya efisiensi.” George R. Sebab pada umumnya pemilik itu sekaligus menjadi komisaris. Jurnal of Law and economics. 137 George R. hal 166 140 Ibid.Cit. mengapa pemerintah berkenan melepaskan kepemilikannya. “Result from Discrete Hazard Model Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization. dan “Results from Two-Period Probit and Ordinary Least Squares (OLS) Analysis.Secara teoritis terdapat dua pertanyaan mendasar berkenaan dengan masalah kepemilikan perusahaan. Clarke dan Robert Cull. oleh karena sangat sedikit data empiris yang dapat digunakan untuk menjawabnya. Untuk itu perlu diambil langkah-langkah kebijakan agar terjadi proses privatisasi. No. adverse selection dan harga oligopolistic. 173-193 139 Ibid. (Volume 22. Baik konsentrasi kepemilikan oleh pemerintah maupun konsentrasi kepemilikan oleh swasta.G. Op. Pada masa lalu perubahan regulasi atas sistem dan struktur perbankan atas dorongan liberalisasi perbankan telah memfasilitasi pertumbuhan perbankan yang cepat. Hal ini perlu mengingat perbankan di Indonesia pernah mengalami kehancuran disebabkan ketidakpercayaan masyarakat. Konsentrasi kepemilikan dimungkinkan pula timbulnya campur tangan pemilik secara berlebihan dalam kepengurusan bank. (Vol.139 Studi yang dilakukan George Clarke dan Robert Cull memberikan pemahaman bahwa setelah privatisasi itu tergambar pula terjadinya peningkatan dalam portfolio pinjaman dan peningkatan efisiensi.142 Pemilikan demikian sangat rawan terhadap kegagalan pasar disebabkan moral hazard. “Result from Discrete Hazard Model Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization with Endogenous Fiscal Variables. hal. Di sektor perbankan kepemilikan pemerintah menunjukkan kaitan yang erat dengan lambannya perkembangan sektor keuangan serta pertumbuhan produktivitas yang rendah.G. 166 138 Data empiris tersebut diuraikan oleh Clarke dan Cull yang mengaitkannya dengan data “Lending to the Public Sector and Change in Employment (Third Quarter. Tobit Model”. 1998)”. Kedua. sehingga memberi peluang untuk masuknya individu yang tidak bermutu ke dalam bisnis perbankan. hal. Cit. Political and Economics Determinants of The Likelihood of Privatizing Argentina Public Bank.G. 6.137 Berdasarkan riset secara empiris138 dapat digambarkan bahwa perusahaan swasta seringkali beroperasi lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan negara. Op. Pertama. Oleh karena industri perbankan pernah dijadikan sebagai bahan eksploitasi pemiliknya. hal. Tahun 2003). All Banks”. Kenyataan yang sama juga terjadi pada privatisasi di negara berkembang. meski tidak di seluruh negara berkembang. padahal dengan mempertahankan kepemilikannya pada perusahaan mereka akan mendapatkan dukungan politik. Padahal komisaris memiliki peran strategis dalam pengawasan jalannya bank tersebut. Privatisasi di Indonesia haruslah diartikan sebagai upaya untuk menghilangkan konsentrasi kepemilikan. April 2002). George R. Sistem dan struktur perbankan yang demikian itu mengakibatkan dimungkinkan terjadinya kepemilikan silang (interlocking ownership) dan lending pattern serta dimilikinya satu bank secara mayoritas. Probit Model”. Untuk mendorong terjadinya privatisasi secara sukarela dibutuhkan adanya serangkaian regulasi yang dapat meningkatkan biaya politik memiliki perusahaan. 167 141 Bandingkan.” Jurnal Hukum Bisnis. Clarke dan Robert Cull. Sebab kondisi pemilikan mayoritas itu memudahkan pengambilan risiko berlebihan pada perbankan. “Pembatasan Kepemilikan Bank : Gagasan Untuk Memperkuat Sistem Perbankan. Pertanyaan kedua yang paling sulit dijawab. “Correlations Between Independent Variables”. XLV.141 Di sektor perbankan alasannya adalah untuk memperkuat sistem perbankan dengan cara membuat ketentuan pembatasan kepemilikan bank. “ Results from Cross-Sectional Tobit Estimation of Time to Pass Law Authorizing Privatization. Secara konsep privatisasi dapat terjadi atas kemauan politik (paksaan) maupun secara sukarela. 28 . “Elasticities of Probability of Privatization with Respect to Continuous Variables”. Zulkarnain Sitompul. 36. hal. Akibatnya komisaris sebagai pengawas bisa tidak efektif. 140 Jawaban praktis yang dapat diajukan adalah pemerintah akan menjual kepemilikannya pada suatu perusahaan apabila biaya politik dengan tetap memelihara kepemilikan tersebut lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. 167-168 142 Lihat. hal.

145 Ibid. Bai’ Dayn Pada pertemuan kedua pada tanggal 21 agustus 1996.Kondisi konsentrasi kepemilikan itu dapat pula menimbulkan terjadinya cross-ownership atau crossmanagement yang bisa menimbulkan benturan kepentingan. Thailand. Oleh karena ini musyarakah mutanaqah mempunyai keistimewaan yang tidak berlawanan dengan dasar hukum dan prinsip umum dari syariah. Apabila Komisi yang bersifat independen itu kita butuhkan. 2. Kebanyakan dari para ahli Hukum Islam Umum bersatu dalam menerima musyarakah mutanaqah sebagai salah satu instrumen dalam Pasar Modal. Penekanan pengaturan lainnya yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan privatisasi itu adalah dengan menitikberatkan penjualannya melalui pasar modal. perlu dipikirkan apakah kita memerlukan satu Komisi Privatisasi yang bersifat independen yang anggota terdiri dari orang-orang di luar pemerintah. dapat dibuat sebagai gagasan pemikiran bila nanti kita membuat Undang-Undang Privatisasi. seyogianya diatur dalam Undang-Undang Privatisasi yang akan datang. dibandingkan dengan menjualnya kepada mitra strategis (strategic sale). sebagaimana pernah diterapkan Perancis dalam pelaksanaan privatisasi. Agar jalannya privatisasi BUMN lebih fair. Kesanggupan dari institusi keuangan untuk menjual saham perusahaannya kepada rekanannya. hal. dimana benturan kepentingan terjadi sebagai akibat adanya cross-ownership atau cross-management antara bank dengan usaha lain baik di sektor finansial maupun sektor riil.Dalam konteks pasar modal. c. Selanjutnya.144 Pemikiran mengenai privatisasi di atas. Di Thailand kepemilikan saham melampaui 5 persen menyebabkan pemiliknya kehilangan hak untuk mendapatkan dividen atas kelebihan saham yang dimilikinya. Memang. b. Musyarakah Mutanaqisah Musyarakah Mutanaqisah adalah sebuah instrumen baru untuk produk musyarakah dan telah dikenal di Mesir. Dengan demikian perlu perangkat peraturan pembatasan tentang pemilikan bank yang diatur dalam Undang-Undang Perbankan. ============================================================== Sumber : Resolutions Of The Securities Comission Syariah Advisary Council Prinsip-Prinsip Dari Mu’amalat Dalam Pasar Modal 1. Institusi menjual seluruh sahamnyakepada rekanannya secara menyeluruh atau sebahagian. Keistimewaan-keistimewaan itu adalah : a. keadaan tersebut membuka kemungkinan terjadinya penyalahgunaan bank untuk mendukung kepentingan usaha pribadi pemilik. Dewan Penasehat Syariah bersatu menyetujui untuk menerima prinsip dari bai’dayn debt trading (perdagangan hutang) sebagai salah satu dari konsep untuk membangun instrumen pasar modal. Ini sudah berdasarkan pada pandangan dari ahli hukum islam yang menganut konsep ilmu ini untuk kondisi-kondisi tertentu. Dalam peraturan itu harus ditentukan secara jelas jumlah maksimal kepemilikan saham dalam satu bank143 dan sanksi atas pelanggarannya. Taiwan dan Korea Selatan membatasi kepemilikan maksimal 4-5 persen. Dengan ini akan memperluas kepemilikan masyarakat atas BUMN. Misalnya. karena anggotanya terdiri dari Menteri-Menteri. yang bertugas menjual BUMN. 145 Melalui pasar modal akan membuat penjualan saham BUMN terdistribusi dalam masyarakat. Perusahaan ‘Inan (bentuk dari partnership. Namun. 168 143 144 29 . Komite Privatisasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. dimana para pihak memberikan dua kontribusi umum dan kerja). kondisi ini dapat menjadi bertemu ketika adanya keteraturan sistem tranparansi dimana dapat melindungi maslahah (kepentingan umum) dari pelaku pasar. perlu pula Undang-Undang Privatisasi nanti memuat aturan tentang keterbukaan sebagaimana diatur dalam ketentuan prinsip keterbukaan di pasar modal dan mengatur secara detail proses privatisasi. tetapi terlihat Komite itu belum bersifat independen.

pesanan kartu pos and pesanan uang. Suftajah Dalam bahasa arab atau termilogi dalam yurispudensi islam Suftajah adalah sebuah instrumen kredit dalam bentuk diberikannya catatan keuangan kepada seseorang untuk memungkinkan kreditor untuk digunakan pada menetapkan tempat yang lainnya. suatu kondisi dimana objek dalam perdagangan ( mahal al-aqd atau ma’qud alaih) dapat didagangkan harus ada ketika perjanjian (kontrak) telah dibuat. Dikatagorikan sebagai bai’ inah. 9. pembeli dengan segera menjual kembali aset kepada penjual dengan harga tunai. ijarah muntahiyah bi tamlik. 3. Konsep ini dibenarkan dari persfektif syariah. ijarah.Dalam konteks dari pasar modal islam. Ini juga digunakan sebagai suatu alasan untuk diizinkan berspekulasi sepanjang itu tidak bertentangan pada prinsip-prinsip syariah. simpanan akan menjadi bagian dari harga barang-barang. dimana lebih rendah dari harga penjualan yang telah disepakati. ini akan menjadi pertimbangan sebagai pemberian (hibah)dari pembeli kepada penjual. bai’ dayn adalah prinsip penjualan dayn dimana hasil dari pertukaran perjanjian (perjanjian mu’awadat maliyyah). Manfaat –manfaat yang diberikan oleh debitur dalam menggunakan metode ini adalah dari sebuah aspek manajemen resiko. Bai’ Wafa’ Section 118 dari Majallah al-Ahkam al-Adliyyah mendefenisikan Bai’ Wafa’ sebagai sebuah penjualan dengan kondisi bahwa ketika penjual membayar kembali harga dari penjualan barang. Kreditor tidak dapat berlari dari resiko hilangnya uangnya selama perjalanan seperti dia hanya menbawa catatan-catatan Suftajah. Konsep ini adalah relefan dalam beberapa masalah di pasar modal islam. Bihi Si’rsebagaimana yang didefenisikan oleh Ibnu Qaiyyim adalah praktek dari pengambilan beberapa jumlah barang-barang seperti roti. Jika pendapatan penjualan. Pemberi modal akan menjual sebuah prodak kepada pembeli pada pembayaran didepan sesuai dengan apa yang disepakati. 6. Sebaliknya. pembeli mengembalikan kepada penjual. ma’dum 5. ini dihubungkan pada catatan keuangan. Aplikasi dari prinsip ini dalam pembelian dan penjualan bukanlah sesuatu yang baru 30 . Praktek ini tidak akan memberi kenaikan kepada perselisihan antara pembeli dan penjual karena mereka telah setuju pada metode dari pembayarannya dan harganya. Bihi Si’r Bai’ Bima Yanqati. didasarkan pada alasan-alasan pengikut. Bai’ Urbun Bai’ Urbun adalah simpanan yang diberikan oleh pembeli kepada penjual dalam perjanjian (kontrak) jual beli. Sebagai contohnya. seperti murabahah. Bai’ Ma’dum Berdasarkan pada teori perjanjian (kontrak) menurut yurispudensi Islam. Bai’ Bima Yanqati. Pemberi modal kemudian dengan segera membeli kembali aset dengan hargai tunai yang lebih rendah kemudian harga penjualannya ditangguhkan 4. 7. Bai’ Inah Bai’ inah adalah merupakan perdagangan dimana penjual menjual asetnya kepada pembeli dengan kesepakatan harga penjualan yang dibayar oleh pembeli pada tanggal yang akan datang. contohnya transfer telegrapik (TT). dengan cara menyimpulkan bahwa seluruh aset yang telah dijual berasal dari pemberi modal. pengembalian penjualan yang untung ketika penjual mengklemnya dengan membayar kembali sesuai dengan jumlahnya. Diantara aplikasi dari suftajah dalam sebuah keuangan dunia modern adalah proses dari transfer uang. bai’ bi thaman ajil (BBA). Dalam konteks pasal modal . istisna’ dan yang lainnya. Setelah itu. Pembelian dari sebuah objek yang tidak ada ketika perjanjian (kontrak) telah dibuat adalah telah dipertimbangkannya bai. khususnya mereka dihubungkan pada perilaku dari pelaku pasar yang mengambil untuk berlebihan dari perbedaan harga. 8. daging dan minyak dari penjual dengan membelinya setiap hari dan membayar untuk mereka pada harga pasar di akhir tahun atau diakhir bulan tanpa menetapkan pada harga. Bai’ Muzayadah Bai’ Muzayadah adalah menawarkan dari harga yang untung dalam sebuah pasar oleh penjual diikuti dengan permintaan dari pembeli yang bersaing untuk menawarkan dengan harga tinggi.

8. 9. Riba : Principles and Divison Gharar Gambling Ghalat Speculation Qabadh Dha’ Wa Ta’ajjal ‘Umum Balwa Ta’wid ~~OOO~~ 31 . 6. 8. 3. 9. 2. 4. 7. Call Warrant Transferable Subscription Rights (TSR) Asset Securitisation Securities Borrowing and Lending (SBL) Crude Palm Oil Futures Contract Composite Index Futures Contract Islamic Benchmark Bond Finance Lease and Operating Lease Preference Share Masalah-masalah Pasar Modal Menurut Yurispudensi Islam 1. 4. 5. 3.Produk Pasar Modal Menurut Yurisprudensi Islam 1. 5. 6. 7. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful