Pesan Bung Karno: Mengalahkan Diri Sendiri

SUNDAY, 09 JANUARY 2011 00:22 DIDIK KURNIAWAN

kedaiberita.com - Dalam hidup ini, bahagia tidaknya kita, kita sendiri yang akan menentukan. Hanya karena kebodohan, kita dibayangi oleh rasa kekhawatiran dan rasa takut yang sebenarnya tidak perlu ada. Berhati lurus adalah menjaga hati dan pikiran agar tidak mudah goyah oleh godaan. Bagi yang berkepribadian lemah dan berjiwa rapuh akan mudah tergoda pada kesenangan duniawi. Mata kita hanya melihat benda-benda yang indah, telinga kita hanya akan mendengar suara yang merdu, dan lidah hanya mau mencicipi makanan yang lezat. Tubuh menjadi manja, dan pikiran mengembara ke mana-mana tanpa dapat dikendalikan. Orang bijak mengatakan bahwa perang yang tidak ada habisnya adalah perang melawan diri sendiri. Musuh yang paling sulit ditaklukkan adalah diri sendiri. Hati yang bercabang ibarat kuda yang lepas dari kendali. Karena itu kita harus menjaga keseimbangan hati dan pikiran kita. Hindari pikiran yang menyesatkan, karena nantinya akan menimbulkan malapetaka bagi diri sendiri. Bila kita ingin menuai benih kebahagiaan, taburlah benih kebaikan. Kita mulai dengan menanam bibit-bibit kebaikan, mencabut rumput-rumput ketamakan, kebencian, iri hati, mengairinya dengan ketabahan dan kemurahan hati, serta menyuburkannya dengan memberi pupuk perilaku yang berbudi. Dengan begitu, sudah sepantasnya kita menikmati hasil panen yang memuaskan. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

(Pidato HUT Proklamasi. 1949 Soekarno) ³Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) ³Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya.1961) ³Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. (Bung Karno) ³Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini.´ (Soekarno) ³Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan. 1964 Bung Karno) . jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya´. tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. niscaya akan kuguncangkan dunia´ . kita masih hidup di masa pancaroba. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.´ (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.´ (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) ³«««. hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim´. maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun´. ´ Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya´ (Pidato HUT Proklamasi. niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : ³Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin. (Bung Karno) ³Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.´ (Pidato HUT Proklamasi.³Berikan aku 1000 orang tua. tetaplah bersemangat elang rajawali ³.Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan««´ (Bung Karno) ³Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama. berikan aku 1 pemuda. 1950 Bung Karno) ³Firman Tuhan inilah gitaku.´ ± Bung Karno ³Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa. tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.

maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali. Soekarno) ³Apakah Kelemahan kita: Kelemahan kita ialah. 1966 Bung Karno) ³Aku Lebih suka lukisan Samodra yang bergelombangnya memukul. ³Kadyo siniram wayu sewindu lawase´ (Pidato HUT Proklamasi 1964 Bung Karno) ³Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung. padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong´ (Pidato HUT Proklamasi. Jika dua sayap sama kuatnya. hlm 17/18 Bung Karno) .´ ( Sarinah.³Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang. maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. kurang mempercayai satu sama lain. dari pada lukisan sawah yang adem ayem tentrem.´ (Pidato HUT Proklamasi 1966. mengebu-gebu. kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa. sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri. jika patah satu dari pada dua sayap itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful