Manajemen Ternak Sapi Perah di CV.

Umbul Jaya Colomadu
II. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sapi perah merupakan salah satu penghasil protein hewani yang sangat penting. Sapi perah sebagai penghasil susu berperan sangat penting sebagai pengumpul bahan-bahan yang tidak bermanfaat sama sekali bagi manusia seperti rumput, limbah, dan hasil ikutan lainnya dari produk pertanian. Air susu sebagai sumber gizi berupa protein hewani yang sangat besar manfaatnya bagi bayi, sebagai masa pertumbuhan, orang dewasa dan lanjut usia. Susu memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sangat menunjang pertumbuhan, kecerdasan, dan daya tahan tubuh. Susu sapi mengandung semua bahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak sapi yang dilahirkan. Susu juga dapat digunakan sebagai bahan minuman manusia yang sempurna karena di dalamnya mengandung zat gizi dalam perbandingan yang optimal, mudah dicerna, dan tidak ada sisa yang terbuang. Air susu sebagai sumber gizi berupa protein hewani sangat besar manfaatnya bagi bayi, bagi mereka yang sedang dalam proses tumbuh, bagi orang dewasa dan bahkan bagi yang berusia lanjut. Susu dengan kandungan protein yang cukup tinggi dapat menunjang pertumbuhan, kecerdasan, dan daya tahan tubuh. Peningkatan permintaan produk susu yang tidak diimbangi dengan penambahan produksi sapi tentu saja akan mengakibatkan kebutuhan akan susu tidak dapat terpenuhi. Pemenuhan produk susu dengan penambahan populasi ternak sapi perah membutuhkan proses yang panjang. Hal ini membuktikan bahwa pengembangan usaha ternak sapi perah memiliki peluang dan prospek usaha yang sangat cerah. Meskipun demikian prospek usaha ternak sapi perah yang sangat menjanjikan di Indonesia ini tidak akan memperoleh hasil yang memuaskan tanpa memperhatikan tata laksana pemeliharaan sapi perah itu sendiri. Efisiensi pengembangbiakan dan pengembangan usaha ternak perah hanya dapat dicapai apabila peternak memiliki perhatian terhadap tata laksana pemeliharaan dan manajemen pengelolaan yang baik. Adanya manajemen dalam pengelolaan merupakan sesuatu hal yang wajib bagi seseorang pengusaha ternak untuk dimengerti dan dipahami. Manajemen yang meliputi berbagai hal, semisal manajemen perkawinan, manajemen pakan, manajemen kandang, manajemen sapi induk dan lain sebagainya, yang kesemuanya itu merupakan kunci dalam mengusahakan ternak sapi perah. Jika semuanya tersebut dapat dikuasai oleh peternak maka akan menghasilkan hasil yang maksimal. B. Tujuan dan Manfaat Praktikum 1. Tujuan Praktikum Praktikum Manajemen Ternak Perah ini bertujuan untuk : a. Mengetahui manajemen dalam pengusahaan sapi perah. b. Mendapatkan pengetahuan serta aplikasi didalam lapangan. c. Mengetahui peralatan yang digunakan dalam manajemen perusahaan. d. Mengetahui cara pengelolaan peternakan sapi perah yang baik. e. Mengetahui proses pemberian pakan dan formulasi ransum 2. Manfaat Praktikum a. Memotivasi mahasiswa untuk beternak khususnya beternak sapi perah b. Mengetahui tata cara pemeliharaan ternak perah

c. Mahasiswa mendapat pengalaman dalam tata laksana pemeliharaan sapi perah di perusahaan d. Membuat kita lebih bangga bahwa peternakan merupakan tempat yang dapat memberikan lapangan pekerjaan.

III. TINJAUAN PUSTAKA A. Keterangan Umum Perusahaan Salah satu usaha yang masih bisa dikembangkan peternak di tengah kondisi perekonomian yang mencekik ini adalah sapi perah. Produktivitas sapi perah sebagai penghasil susu utama, salah satunya ditentukan oleh pakan yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan sapi perah. Zat makanan yang dibutuhkan oleh sapi perah digunakan untuk hidup pokok dan produksi, kebutuhan sapi perah akan zat-zat makanan erat kaitannya dengan bobot badan dan produksi susu (Nur, 2004). Pada saat ini di daerah tropis sekurang-kurangnya terdapat 3 tipe perusahaan sapi perah: 1. Produksi tingkat pedesaan (subsisten) 2. Peternak sapi perah, biasanya skala menengah, namun banyak pada skala kecil. 3. Produsen skala besar. Patut diketahui bahwa sebagian besar produsen air susu di daerah tropik sebagian besar merupakan penduduk pedesaan yang tindakan pertamanya mencakup kebutuhan keluarganya dan kemudian menjual sisa atau kelebihan hasilnya sebagai air susu segar atau hasil pengolahannya (Reksohadiprodjo, 1995). Sebagian besar produsen sapi perah berskala besar mengelola ternak mereka didalam bangunan baik dikandang maupun di lapangan. Sebagian dari mereka mengembangbiakkan ternak pengganti mereka sendiri, banyak dari mereka sesungguhnya merupakan pusat mengembangbiakkan bagi negara tempat mereka tetapi yang lain membeli induk pengganti (Williamson dan Payne, 1993). Memang untuk peternakan sapi perah komersial yang pertama harus dipegang adalah syarat teknis. Syarat dekat dengan daerah pemasaran dapat diabaikan dengan adanya kemajuan teknologi peternakan didukung fasilitas transportasi yang baik maka pertimbangan seimbang antara teknis dan ekonomis dapat dilakukan. Untuk sapi perah bila lokasi perternakan tidak sejuk dan tidak tenang produksi susu tidak akan maksimal (Rasyaf, 1996). Apabila suatu peternakan sapi perah direncanakan, bangunan-bangunan seharusnya diletakkan sedapat mungkin di tengah-tengah dari areal. Hal ini akan memberikan bahwa sapi yang dikelola di ruangan berjalan dalam jarak minimum ke atau dari lapangan dan hijauan yang dipotong di apangan untuk sapi yang dipelihara di dalam kandang akan ditransportasikan hanya dalam jarak minimal. Peternakan harus didrainase dengan baik dan jalan setapak harus dipagari pada kedua sisinya untuk menghindari kerusakan oleh ternak (Williamson dan Payne, 1993). Pencatatan pada ternak adalah mutlak dilaksanakan karena merupakan data berharga untuk menilai tujuan suatu usaha peternakan untuk menentukan kebijaksanaan dan tata laksana yang harus diambil dan dikerjakan selanjutnya. Selain itu juga untuk mengungkapkan serta menelusuri latar belakang sejarah/silsilah sapi yang dipelihara. Dengan melihat dan mempelajari catatan, seleksi dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien. Penjualan produk dapat tercapai tidak jauh

dari yang diharapkan dan ramalan terhadap keadaan di masa mendatang akan tergambarkan (Santosa, 2001). B. Manajemen Pedet Saluran pencernaan anak sapi muda berbeda dari sapi dewasa dan anak sapi tidak berfungsi sebagai ruminan sampai berumur beberapa minggu. Pada anak sapi kapasitas perut yang sebenarnya atau abomasum adalah 70 persen dari keempat perut, sedangkan pada anak sapi dewasa hanya 7 persen. Jika anak sapi menyusu, susu melewati rumen dan retikulum dan lewat langsung ke dalam perut yang sebenarnya atau abomasum, dan hanya jika anak sapi minum terlalu banyak setiap susu lewat ke dalam rumen. Rangsang bagi giatnya saluran lewat kerongkongan adalah adanya cairan di belakang mulut. Susu berjalan ke rumen anak sapi kecil mungkin mengental dan kemudian karena ruminasi belum dimulai, membusuk, menyebabkan gangguan pencernaan. Jadi adalah praktek yang lebih baik untuk memberi makan anak sapi sejumlah kecil susu pada selang waktu yang sering dibandingkan sejumlah besar pada selang waktu jarang (Williamson dan Payne, 1993). Menurut Reksohadiprodjo (1995) penghilangan tanduk dapat dikerjakan ketika umur pedet satudua minggu dengan menggosok bungkul tanduk dengan kaustik sampai hampir berdarah, zat kaustik misalnya collodion. Penempelan dengan besi panas dilakukan kalau umur pedet 3-4 minggu. Kalau ada listrik, penempelan dengan setrika listrik paling efektif. Kalau zat kaustik digunakan untuk menghilangkan tanduk, jangan sampai pedet mencemarkan zat kaustik ke induk sapi, atau ke matanya misalnya karena hujan. Kastrasi dapat dikerjakan dengan pisau (sterilisasi alat harus benar-benar dikerjakan), dengan alat penekan fuiculus, gelang karet ketika pedet berumur 2-3 minggu (10 hari paling baik, karena rasa sakit dan gangguan paling kurang). Alat kastrasi Burdizzo digunakan untuk segala umur, memutus saluran-saluran tanpa melukai kulit (Reksohadiprodjo, 1995). Perut pedet belum berkembang sepenuhnya. Ia belum dapat memamah biak. Bila diberi rumput, rumput itu tidak dapat dicernakannya dengan baik. Tetapi susu dapat dicernakannya dalam perut besar tanpa dimamah biak. Maka susu adalah makanan yang baik untuk pedet. Tapi sering lembu tidak mengeluarkan banyak susu oleh karenanya pedet kekurangan susu. Sesudah itu diberi rumput sedikit semi sedikit. Perutnya telah berkembang dan ia mulai memamah biak. Waktu ia telah berusia 3 bulan, ia dapat mencernakan rumput dengan baik. Pedet tidak membutuhkan lagi susu induknya. Selanjutnya induknya dapat diperah. Dan pedet itu disapih karena sudah kuat mencernakan rumput sendiri. Umumnya sesudah berumur 6 bulan (LPPS, 1972). Anak sapi dapat dipisahkan dari induknya segera sesudah lahir dan kemudian dipelihara sendiri. Anak sapi harus memperoleh kolostrum untuk beberapa hari pertama dan sesudah itu dapat diberi minum susu atau makanan pengganti lain susu. Cara lain, pedet dapat dipelihara penuh bersama induknya dan kemudian biasanya disapih pada umur 6-8 bulan (Mangkoewidjojo, 1988). Penandaan pada ternak sapi merupakan suatu tindakan untuk memberikan tanda kepada ternak sapi secara sementara maupun permanen. Tujuannya sebagai ciri kepunyaan, perhitungan umur atau nomor. Penandaan ini berguna untuk pembibitan, perkawinan, penjualan ataupun tanda milik seseorang / perusahaan peternakan. Penandaan yang lazim dilakukan pada peternak sapi adalah : 1. Tanda telinga, terdiri dari : a. Ear tag (tanda telinga plastik/logam dengan nomor) b. Ear notch (tanda telinga dengan cara pengguntingan dalam bentuk v/u).

biasanya memakai penomoran cat baker 6. dan ubi. 1996). Penandaan lain seperti gelang tali plastik atau pada gelambir. menurut fase pertumbuhannya. (Santosa. 1981). Di daerah beriklim sedang sapi dara dari bangsa sapi perah yang lebih kecil biasanya dikawinkan pertama kali kira-kira pada umur 15 bulan sedangkan bangsa yang lebih besar dikawinkan pertama kali sekitar umur 18 bulan sebagian besar dari sapi dara di daerah tropis terlalu kecil dan oleh karenanya terlalu muda untuk dikawinkan pada umur . 1993).c. sapi dara merupakan kelompok sapi-sapi muda yang laju pertumbuhannya masih berlangsung terus. Kalung leher 5. contohnya perusahaan susu (tempat pemerahan). Penanaman rumput ini (rumput unggul) biasanya disabit (dipotong) untuk diberikan makan di kandang sedang rumput liar selain disabit/dipotong juga digunakan tempat penggembalaan. Dari sebagian rerumputan itu dapat dipilih yang mempunyai kandungan zat tinggi untuk dipelihara sebagai makanan ternak yang unggul (Soeyanto.umur ini dan oleh karenanya umumnya perkawinan pertama tidak terjadi sampai mereka lebih dewasa. menir. Tatto 4. Ketersediaan air diperlukan untuk mencukupi kebutuhan air minum. Oleh karena itu cara penyediaan maupun cara pembeian memerlukan peralatan yang bagus (Santosa. Rerumputan meskipun juga dapat dimakan ternak tetapi kandungan zatnya kurang berarti. Manajemen Sapi Dara Heifer atau sapi dara ialah sapi-sapi betina dengan umur sembilan bulan sampai beranak yang pertama kali. Pakan konsentrat meliputi susunan bahan pakan yang terdiri dari biji-bijian dan beberapa limbah hasil proses industri bahan pangan bijian seperti jagung giling. Jenis pakan penguat atau konsentrat adalah pakan yang mengandung nutrisi tinggi dengan kadar serat yang rendah. dedak. 2001). Namun juga banyak rerumputan yang dapat dimakan ternak dan mengenai zat yang terkandung sedang diteliti belum diketahui dengan seksama. . bungkil kelapa. baik di padang penggembalaan maupun di kandang ataupun di halaman pengelolaan. tepung kedelai. pembersihan kandang atau halaman serta untuk memandikan sapi. Kebutuhan air minum dapat berasal dari air minum khusus yang sengaja disediakan pada bak-bak air. Cap bakar pada kulit dengan memakai besi panas 3. bekatul. Tanda pada tanduk. C. tepung ikan. Masa memelihara sapi perah dara dari saat disapih sampai saat melahirkan pertama kali dibagi menjadi dua periode yaitu pertama dari disapih sampai mulai dikawinan dan kedua mulai dikawinkan sampai melahirkan pertama kali (AAK. Untuk menjamin kebutuhan nutrisi ditambahkan pula sumber lain seperti tepung tulang. 1995). vitamin dan lain-lain. Mengenai rumput-rumputan ada yang tumbuh dengan sendirinya dan ada yang sengaja ditanam dan dipelihara untuk makanan ternak. Berat hidup yang mencukupi adalah 200-225 kg untuk yang lebih kecil dan 290-315 kg untuk bangsa yang lebih besar (Williamson dan Payne. Peranan pakan konsentrat adalah untuk meningkatkan nilai nutrisi yang rendah agar memenuhi kebutuhan normal hewan untuk tumbuh dan berkembang secara sehat (Akoso. Ketersedian air perlu diperhitungkan terlebih dahulu sebelum suatu usaha pemeliharaan sapi dimulai karena air merupakan suatu kebutuhan mutlak. Khusus bagi perusahaan peternakan yang memelihara ternak banyak. Ear punch (tanda telinga dengan cara perlubangan) 2. Sehingga dianjurkan untuk mempergunakan berat hidup umur sebagai penentuan kapan sapi dara harusnya pertama kali dikawinkan. 2001).

Jenis kelamin. 1980). Memperpendek masa kering sebelum laktasi kedua akan memperendah produksi susunya sampai batas tertentu daripada memperpendek masa kering tersebut sebelum laktasi yang akan datang. Sistem perkawinan sapi perah dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu perkawinan alam dan perkawinan buatan. Apabila dia tidak dikawinkan pada saat ini bukti-bukti yang tersedia mengatakan bahwa dia akan menjadi lebih sulit untuk mendapatkan anak (Williamson dan Payne. sangat besar pengaruhnya terhadap kesulitan beranak dalam hal ini berhubungan dengan saluran peranakan (birth canal). .Bangsa. Hewan yang tidak kembali birahi dapat dengan pasti dinyatakan bunting atau mengidap suatu penyakit hormonal atau lain-lain kelainan (Partodiharjo.Makanan. misalnya 30-40 hari sekali. Selama dua minggu terakhir terdapat kenaikan yang hebat dalam globuler-globuler tersebut (Anggorodi. perkembangan terakhir dengan pertambahan berta badan rata-rata 1 ± 1. fetus dalam kandungan perut induknya selalu berkembang. Setelah sapi dikeringkan untuk persiapan kelahiran berikutnya maka kelenjar susunya tetap mengeluarkan cairan yang sama seperti kolostrum dan yang terutama kaya akan globulin. Di daerah tropik sapi kawin lagi 30 hari sesudah beranak tidak lebih dari 60 hari. kelebihan makanan biasanya adalah diubah menjadi lemak sehingga seperti tampak gemuk. . Hal ini dapat diterangkan pertumbuhan yang lebih besar dari tubuh dan kelenjar susu yang terjadi sebelum laktasi kedua daripada kemudian berikutnya. Pada sapi semakin lama masa kering yang didapatkan semakin besar persistensi pada laktasi berikutnya.D. Pada proses kelahiran anak sapi kadang-kadang kita jumpai adanya kesulitan beranak (distokia) yang sangat membahayakan induk bahkan pedetnya. kemudian dengan pertolongan suatu alat semen itu dimasukkan . Sedangkan untuk periode birahi antara 8-24 hari. 1995). Sedangkan perkawinan buatan atau AI ialah suatu cara perkawinan dimana sperma dikumpulkan (disadap) dari pejantan untuk dirawat atau disimpan dalam kondisi terbentuk di luar tubuh hewan. Sapi-sapi yang telah dinyatakan bunting masih harus dicek lagi setelah 90-120 hari setelah pengecekan pertama. Sapi betina biasanya birahi lagi 30-60 hari sesudah melahirkan pedetnya. 1993).5 ± 3 kg lebih tinggi dibanding pedet betina.Umur induk. Periode kering memungkinkan kelenjar air susu sapi beristirahat dan mengganti selselnya dan tubuh hewan dapat membangun cadangan makanan yang berguna bagi laktasi berikutnya (Reksohadiprodjo. sangat berpengaruh nyata terhadap terjadinya distokia.5 % terjadi kelahiran abnormal dengan letak fetus tidak semestinya.Lama bunting. Sapi yang beranak secara teratur dengan interval 12 bulan harus dikeringkan selama 2 bulan. Pada perkawinan alam seakan pejantan memancarkan sperma langsung ke alat reproduksi betina. Manajemen Sapi Dewasa Periode kehamilan induk di daerah tropis berkisar antara 275 dan 278 hari. . berat lahir pedet pejantan rata-rata 1. makin tua sapi prosentase ini makin baik. Sapi perah biasanya akan birahi kira-kira 30-60 hari sesudah beranak (calving). Biasanya sapi betina steril didalam kelompoknya yang berumur 10 tahun adalah sebanyak 3-5 %. .5 pound/hari bahkan kadang lebih. 1979).Posisi pedet. Di daerah tropis cara yang paling cocok untuk mengawinkan sapi induk pada periode birahi pertama sesudah beranak dan tidak lebih dari 6 hari sesudah melahirkan. . Penentuan kebuntingan harus dijalankan secara teratur dan intervalnya harus cukup pendek. menurut penelitian dari seluruh proses kelahiran pada sapi kira-kira 4 . Beberapa faktor yang mempengaruhi distokia antara lain adalah : .

Infeksi dari induk bisa melalui plasenta sebelum lahir atau melalui air susu setelah lahir tetapi penularan ini tidak selalu menyebabkan penyakit pada anak dan biasanya akan menghilang beberapa minggu kemudian karena adanya . Streptococcus uberis. Semua kotoran pada tubuh sapi akan mengotori air susu sehingga mudah rusak. Streptococcus disgalactiae. Banyak kejadian terjadi pada 3 hari pertama setelah melahirkan (Reksohadiprodjo. Pada sapi penyakit ini sering dijumpai pada sapi perah dan disebabkan oleh berbagai jenis kuman/ mikoplasma. Radang ambing merupakan radang infeksi yang berlangsung secara akut. tetapi tidak diketahui oleh pemilik dan anggapan bahwa ternak tersebut telah bunting sama sekali keliru. Tempat dan peralatan yang bersih akan percuma kalau sapi itu kotor. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan mencegah terjadinya infeksi terutama yang ditimbulkan oleh kesalahan manajemen dan higiene pemerahan yang tidak memenuhi standart. air minum. Dalam keadaan tertentu dijumpai pula Mycoplasma sp. konsentrat. kotoran kelamin. Cara yang paling umum untuk menyidik kebuntingan ialah melalui palpasi rektal. Pengobaan dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik dengan kuman yang menginfeksi dan disarankan agar dilakukan pula sensitivitas terhadap kuman. Hanya sapi-sapi yang bersihlah yang akan menghasilkan air susu yang sehat. selaput fetus atau fetus. Berbagai jenis bakteri yang telah diketahui sebagai agen penyabab penyakit mastitis antara lain: Streptococcus agalactiae. 1982). 1996). Milk fever yang terjadi pada sapi perah disebabkan karena adanya gangguan metabolisme mineral. pada thyreoidea dan ovaria menentukan terjadinya penyakit ini terutama pada ternak berproduksi air susu tinggi pada periode laktasi ketiga atau sampai kelima yang menerima ransum dengan protein tinggi dan kondisi sapi sebenarnya dalam keadaan baik. Media yang dapat membawa penyakit adalah jerami. Streptococcus zooepidemicus. dan Nocardia asteroides (Akoso. Staphylococcus aureus. Seorang peternak harus mengetahui kapan ternak-ternak di dalam kelompok ternaknya mulai bunting. dan seseorang yang telah berpengalaman dapat menyatakannya dengan ketepatan yang tinggi mengenai status dan umur kebuntingan (Pane. Itulah sebabnya sapi-sapi yang akan diperah harus dimandikan terlebih dahulu. lantai kandang.1993).ke dalam alat kelamin betina. 1993). 1984). Jadi proses dari perkawinan ini meliputi pengumpulan sperma (semen) perawatan sperma dan memasukkan sperma ke dalam alat reproduksi betina (AAK. Escherichia coli. perubahan fisik maupun susunan air susu dan disertai atau tanpa disertai dengan perubahan patologis atas kelenjarnya sendiri (Subronto. Dalam periode tertentu secara rutin perlu dilakukan pemeriksaan kemungkinan adanya mastitis sub-klnis dengan melaksanakan CMT (California Mastitis Test). 1995). Radang ambing ini ditandai dengan kenaikan sel di dalam air susu. ialah ternak tersebut dinyatakan bunting jika setelah 45 hari setelah perkawinan tidak birahi kembali. Peranan glandula tak bersaluran pituitary. Penularan Brucellosis dapat terjadi melalui pencernaan makanan yang bercampur dengan Brucellosis. Enterobacter aerogenes dan pseudomonas aeruginosa. Mastitis adalah suatu peradangan pada ambing yang bersifat akut atau menahun dan terjadi pada semua jenis mamalia. E. paling tidak bagian tubuh tertentu seperti pada lipatan paha. Indikasi kebuntingan yang sederhana dan cukup efektif. Setiap tahun biasanya terjadi banyak kerugian akibat pemotongan hewan ternak yang bunting. Manajemen Kesehatan Sapi yang akan diperah harus dalam keadaan bersih. ambing dan puting (AAK. subakut maupun kronik. Sebaliknya dapat pula terjadi bahwa ternak birahi kembali meskipun sebenarnya ia telah bunting.

. Dari beberapa macam bahan yang bayak digunakan adalah genting. 1974). hal-hal lainnya yang menyangkut pembuatan kandang perlu diperhatikan (Siregar. Alat penyaring sebelum dipakai harus dicuci yang bersih adapun caranya mula-mula alat±alat tersebut dicuci dengan air dingin atau hangat untuk menghilangkan bekas susu yang menempel kemudian . Hanya kadang-kadang saja sapi perah dibawa ke luar kandang. Bagi orang-orang serta hewan yang terkena penyakit menular dapat dicuci dengan menggunakan sabun dan air hangat. kaleng susu (milk can). dengan ketentuan liang kubur tidak boleh kurang dari 2 m dalamnya. F. Dengan perkataan lain. dan pembentukan vitamin D 2. Setelah selesai susu dapat dimasukkan ke dalam can susu. Membakar bangkai hewan ternak. sehingga kandang tidak lembab. Lantai kandang selalu kering. asbes. apabila menggunakan bahan seng untuk atap dibuat tiang yang tinggi agar panasnya tidak begitu berpengaruh terhadap ternak ( AAK. Oleh karena itu kandang bagi sapi perah tidak hanya bersifat sebagai tempat tinggal saja. rumbai. lysol. Mengubur bangkai. kertas dan lain-lain harus dibakar. sebaiknya bangkai dikubur saja. kemudian digosok dengan obat-obatan desinfektan seperti : kreolin. Kandang yang lantainya basah apabila berbaring maka tubuhnya akan basah yang dapat mengaggu pernapasan 3. Bahan atap yang biasa digunakan adalah genting. akan tetapi juga harus dapat memberi perlindungan dari segala aspek yang mengganggu.alang (ijuk). Sinar matahari cukup dan mendapat sinar matahari. 2. Tempat pakan yang lebar sehingga sapi mudah untuk mengkonsumsi pakan (Sasono et al. Menghapus hama kandang dan peralatan lainnya.celah sehingga sirkulasi udara cukup baik. 3. dan lain-lain (Girisonta. jangan menyimpan susu (Rasyaf. karbol. wadah yang dapat digunakan dapat berupa ember plastik yang dikhususkan untuk menampung susu. yang menurut ketentuan undang-undang harus dibakar. Kebersihan alat-alat termasuk disini ember susu. 2009). 1992). Untuk bahan genting biasanya menggunakan bahan yang mudah didapat dan harganya lebih efisien. kandang harus dapat mengeliminir segala faktor luar yang dapat menimbulkan gangguan pada sapi perah yang berada di dalamnya. 1996). Biasanya peternak menuangkan susu ke dalam can sambil disaring dengan kain bersih. karena tidak ada bahan bakar. Kandang yang baik adalah sesuai dengan persyaratan kondisi kebutuhan dan kesehatan sapi perah.imunitas yang pasif (Hardjopranjoto. Menghapus hama orang dan hewan. Semua kandang dan yang hargamnya relatif murah seperti bahan-bahan dari jerami. maka perlu dibakar. seng. 1995). karena terdapat celah. Sinar matahari pada pagi hari tidak terlalu panas dan mengandung sinar UV yang berfunsi sebagai desinfektan. Semua hewan ternak yang mati akibat penyakit menular. 2009). Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit menular antara lain : 1. Susu harus segera dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Kandang dan Peralatan Hampir selama hidupnya sapi perah berada dalam kandang. Di samping faktor luar tadi. alang. Persyaratan umum perkandangan adalah sebagai berikut: 1. Susu hasil pemerahan ditampung dengan wadah khusus. Kandang merupakan tempat ternak melakukan segala aktivitas hidupnya. botol susu. 4. Bila keadaan tidak mamungkinkan. Untuk benda-benda yang harganya mahal sebaiknya disucihamakan saja.

2003). 2. Kamar ini hendaknya terletak pada tempat yang bertentangan dengan arah angin yang menuju tempat makanan. filter akan tetap bersih. G. yaitu tidak membutuhkan penyimpanan dalam lemari es. et all. oleh karena itu saringan ini dibuang setelah dipakai. Pendinginan susu dengan suhu 40 C agar lebih tahan lama jika suhu lebih dari 40 C. Saringan atau filter merupakan salah satu proses pembersihan susu. Namun. Pasteuerisasi adalah proses pembasmian bakteri patogen yang mungkin masih terdapat di dalam . Setelah susu hasil pemerahan setiap ekor spi ditakar terlebih dahulu kemudian dituang ke tangki pendingin (Siregar. 1993). Bila sapi diperah dengan mesin perah dengan system pipa maka kamar susu hendaknya terletak pada ujung pipa oleh karena release (pembebas susu) harus berada dalam kamar susu. 1986). 1988). Alat saring yang khusus merupakan alat yang paling efisien dan bersih untuk keperluan ini. Sebelum dimasukkan ke dalam milk can. unur susu segar bisa mencapai 3 jam. Tujuan penyaringan tidak untuk membersihkan susu kotor. penyaringan hanya sebagai penanganan (Soetarno. telah dikembangkan teknik-teknik komersial untuk sterilisasi susu yang memanaskan susu pada suhu ultra tinggi dalam waktu yang singkat (Pelczara dan Chan. apakah sapi diperah dengan tangan atau dengan mesin. Jika sudah melakukan pemerahan dengan bersih. setelah itu susu akan rusak atau asam. 1992). Semua susu harus disaring segera setelah pemerahan selesai. Waktu pengiriman dihitung pasa saat susu selesai diperah hingga susu tiba di konsumen. serta dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Suatu produk susu yang steril mempunyai beberapa ciri yang menarik. bakteri mudah berkembang biak (Sudono. Bagaimanapun juga jenis kain yang cocok dapat dipakai asalkan sering-sering diganti dan dicuci dengan baik serta disterilkan setelah dipakai. Saat pemerahan harus dihasilkan susu bersih. Jika peralatan bersih. maka diperlukan sebuah kamar yang menempel dengan kamar perah. Susu harus disaring di ruangan dimana tidak terlalu banyak debu. Beberapa hal yang harus diperhatikan agar susu segar dapat terjual dengan kualitas baik sebagai berikut: 1. 1993). 4. Sebuah kamar susu mutlak diperlukan. Kamar Susu. Metodemetode biasa dipakai untuk sterilisasi bahan makanan ternyata tidak memuaskan untuk sterilisasi susu.2000). Hal ini disebabkan seperti susu segar yang sangat mudah rusak dan mudah terkontaminasi. seterusnya dibilas dengan air biasa dan dikeringkan dengan menempatkannya pada tempat yang langsung kena sinar matahari (Sasongko. peralatan yang digunakan untuk menampung susu segar baik berupa ember perah harus dalam keadaan bersih. Susu segar yang dihasilkan harus segera ditangani dengan cepat dan benar. Pendinginan dengan segera dari susu akan sangat mengurangi perkembangan bakteri (Williamson. susu harus disaring dahulu agar bulu sapi dan vaseline yang tercampur dengan susu tidak terbawa masuk ke dalam wadah. susu ditampung di bucket yang terdapat di setiap mesin.dicuci air sabun yang hangat dengan disikat untuk menghilangkan lemak. demikian juga dengan alat-alat yang berhubungan dengan tempat penyimpanan susu (Williamson dan payne. 3. cocok digunakan peternakan kecil. Jika sapi diperah dengan tangan atau diperah mesin dengan penampungan terendiri. Perlengkapan dan Perlakuan Susu Sistem bucket adalah salah satu pemerahan memakai mesin sebagai pengganti tangan yang dapat dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Segera setelah sapi selesai diperah bakteri dalam susu mulai berkembang.

Selanjutnya dari selokan ini kotoran digiring ke satu bak penampungan. Jika jumlah sapinya tidak banyak. 1986). Cara pengambilan kotorannya biasanya dilakukan dengan mengguyur kotoran yang berserakan dengan air kearah parit. 1992). Pengambilan kotoran pada pagi hari memiliki beberapa keuntungan. limbah sapi yang dijadikan kompos atau pupuk organik banak diminati masyarakat. Hal ini disebabkan harga pupuk kimia relatif mahal dan merusak zat hara tanah. Gas bio adalah campuran gas-gas yang dihasilkan dari suatu proses fermentasi bahan organik oleh bakteri dalam keadaan tanpa oksigen. I. bertujuan sebagai salah satu upaya membantu tercapainya keseimbangan. karbon monoksida. karbondioksida. Campuran gas ini mudah terbakar jika kadar methane yang terkandung mencapai lebih dari 50%. Stardec dihasilkan LHM (Lembah Hijau Multifarm). Tinja atau feses ternak dapat dikelola dengan baik untuk tujuan yang bermanfaat misal untuk pembuatan pupuk. nitrogen. Fine compost akan menyuplai unsur hara yang ddiperlukan tanaman sekaligus memperbaiki struktur tanah. 1995). yaitu segera tercipta lingkungan yang bersih dan pemerahan susu dilakukan pada kondisi lingkungan bersih sehingga kebersihan susu lebih terjamin. Campuran gas yang dihasilkan dari proses fermentasi tersebut adalah methan. Pengolahan limbah sapi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pengambilan kotoran ternak sapi perah sebaiknya dilakukan di pagi hari. hidrogen sulfida dan sebagainya (Jauhari. (AAK. H. makanan ikan serta dapat pula dimanfaatkan sebagai energi bio gas. Pada garis besarnya ada 2 macam pasteurisasi yang biasa dilakukan. -Temperatur tinggi dalam waktu yang singkat yaitu 800 C selama 3 detik. Setelah itu. serta membuat limbahlimbah yang tidak berguna menjadi berdaya guna dan berdaya hasil. 1996). tergantung dari bahan tambahan yang digunakan (Sudono. yakni: -Temperatur rendah dalam waktu yang lama yaitu 720 C selama 30 menit. Biogas yang berasal dari kotoran ternak kira-kira berisi 60% methane (Sasse. Gas tersebut sebagian besar terdiri dari CH4 dan CO2.air susu. Pengolahan limbah sapi menjadi kompos jika dilakukan dengan benar akan menjadi sumber penghasilan tambahan. Penanganan Feses Limbah sapi dapat berupa kotoran/feses dan air seni. pengambilan juga dapat dilakukan langsung dengan menyerok kotoran yang berserakan di lantai (Setiawan. Saat ini. 2003). propan. Tanpa tata laksana yang teratur dan baik produksi yang dihasilkan ternak tidak akan sesuai dengan yang . Kotoran sapi bila didekomposisi dengan stardec yang mengandung mikroorganisme cell akan menghasilkan pupuk organik disebut sebagai fine compost. Biogas diproduksi bakteri dari bahan organik di dalam kondisi hampa udara (anaerobic process). oksigen. 2001). biaya produksi lebih rendah dan produksi meningkat. Hambatan dan Kendala serta Pemecahan Keberhasilan suatu peternakan tergantung kepada tata laksana yang dilakukan. Limbah seperti kotoran ternak dan blotong pabrik gula yang diolah dengan stardec mampu menciptakan sebuah solusi untuk meningkatkan martabat alam yang seimbang (Trobos. Proses ini berlangsung selama pengolahan atau fermentasi. Hasilnya. kotoran ini diambil dengan serok untuk disimpan di tempat penampungan. Pasteurisasi dapat dilakukan dengan memanaskan air susu pada suhu tertentu.

maka daerah sekitar lokasi peternakan akan mengalami kekurangan rumput gajah (rumput hijau) yang merupakan sumber makanan bergizi bagi ternak sapi-sapi perah. 1993). Hal kedua ialah pada saat terbuka bakteri yang memang sudah ada di lingkungan tersebut akan masuk dan merusak susu (Rasyaf. 4. Permintaan akan komoditi susu segar tidak menunjukkan peningkatan yang pesat walau peningkatan akan komoditi protein hewani telah mengalami peningkatan yang sangat pesat. Sebagai akibat perkembangan ternak perah. Dengan cara fisik misalnya memerlukan investasi yang mahal. 2001). 3. bahkan suatu kerugian dan kehancuran yang cukup besar akan senantiasa mengancam. diantaranya yaitu : 1. antara lain : 1. Pengaruh klimat terhadap produksi air susu sangat bergam karena klimat sendiri merupkan faktor yang dipengaruhi hal-hal yang kompleks dan bervariasi luas didalam daerah tropik itu. Tidak semua peternak dapat memasarkan hasil produksinya dengan baik dan lancar (Siregar. 5. 1996). Rendahnya produksi air susu sapi didaerah tropik disebabkan interaksi faktor-faktor klimat. Ini terjadi karena susu sudah terbuka pada situasi lingkungan kandang yang ada saat itu. pengangkutan hijauan dari lokasi ke farm secara rutin setiap hari. Perusahaan peternakan yang disesuaikan dengan faktor fisik dan ekonomi akan menentukan keberhasilan tujuan tersebut (Santosa. Penanaman pakan ternak menghadapi beberapa kendala yaitu memerlukan investasi lahan yang mahal.1992). Tetapi cara-cara tersebut biasanya disamping mahal. pemeliharaan tanaman yang tidak murah. Hal pertama susu akan mengandung lemak tidak jenuh dan susu siap menangkap segala hal yang saat itu memang keberadaannya dominan.diharapkan. 2. penyakit. Ketinggian tempat yang sedang dan tinggi berklimat baik untuk sapi. Ada beberapa permasalahan yang menyebabkan pengembangan sapi perah di Indonesia mengalami kelambanan walaupun populsi sapi perah meningkat pesat. Iklim. secara kimiawi meninggalkan residu yang berefek buruk. Sapi perah yang tidak begitu terpengaruh stress sehingga sapi masih dapat berproduksi dengan memadai. pemuliaan pakan dan pengelolaan. Ada beberapa hal yang sering menimbulkan hambatan bagi usaha ternak sapi perah. dimana di daerah tersebut banyak peternak sapi perah yang menginginkannya. terutama dalam hal±hal pengaruh terhadap persediaan pakan. juga hasilnya kurang memuaskan. hasil panen berfluktuasi tergantung musim dan penyimpanan dalam bentuk silase yang mahal. seperti bebauan yang mencolok. peranan manajer dalam suatu usaha perusahaan peternakan sangat menonjol / kehadiran tenaga terlatih yang sangat terampil melakukan segala tata laksana peternakan disertai penataan perlengkapan dan peralatan. Masalah penyakit yang dapat menyerang ternak sapi perah. Untuk itu telah dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas limbah pertanian baik dengan cara fisik. 2. Susu saat diperah dimasukkan ember penampung memiliki kelemahan karena kualitasnya akan berkurang. kimiawi maupun biologi. sedangkan cara biologi memerlukan peralatan yang mahal karena kondisinya harus anaerob dan hasilnya yang berbau amonia menyengat kurang disukai (Anggorodi. Kurangnya tenaga inseminatorpada daerah tertentu. Pada umumnya masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan atau pegunungan . 1979). Klimat secara langsung dan tak langsung mempengaruhi produksi air susu dan industri air susu. timbulnya penyakit ternak dan terhadap transpor dan penyimpanan air susu dan bahan (Wiliamson dan Payne. Permodalan. Negara kita yang beriklim tropis sehingga sering mengalami temperatur yang membumbung tinggi sehingga merupakan suatu hal yang sangat bertentangan dengan kehidupan sapi perah.

IV. daya beli rakyat yang masih rendah. Kelurahan Karang Asem . Mencacah hijauan segar 6. Sikat f. Sapu lidi e. dan higiene produksi air susu dari peternak rakyat kurang sempurna. Memberikan pakan konsentrat 5. Ember pakan h. 1. Cangkul pengaduk pakan j. meliputi . Pemasaran yang belum maju. Pemotong rumput /Chopper i.15. Komunikasi (sarana angkutan) yang sulit. Vaselin k. 2. Kecamatan Laweyan Surakarta pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 2-3 Mei 2009 pada pukul 04. Mencampur pakan konsentrat 4. Alat praktikum yang digunakan adalah sebagai berikut. 2. Bahan pada praktikum kali ini adalah sapi perah peranakan FH.1995).00. MATERI DAN METODE A. Selang air d. Kekurangan tenaga ahli. Tempat dan Waktu Praktikum Praktikum mata kuliah Manajemen Ternak Perah ini dilaksanakan di Perusahaan Sapi Perah ³Umbul Jaya´ yang berlokasi di Jalan Mojo no. 4. 5.30 WIB. Keranjang hijauan C. Bahan dan Alat Praktikum 1. Botol /jirigen susu g. Ember penampung susu b. Memberikan hijauan segar . sebab produksi susu di dalam negeri mendapat saingan berat dengan susu kaleng. Membersihkan kandang ternak 2. B. Metode Praktikum Metode yang dilakukan dalam praktikum Manajemen Ternak Perah ini adalah praktikan melakukan serangkaian kegiatan pemeliharaan sapi perah perusahaan.terhalang oleh permodalan finansial dan skill kurang walaupun temperatur memungkinkan usaha sapi perah. Membersihkan tempat pakan dan tempat minum ternak 3. 3. Wadah susu / milk can c. Penggaruk l. (AAK. a.

Memandikan ternak V. 2 Karang Asem Rt 05/ 8. ternak 48 sapi .7. Laweyan. Jumadi CP 3. 00 per hari. . Modal sekarang. Alamat : Jln. Pemilik : Bpk. karyawan 4 orang 7. luas kandang 400m2. Berpengalaman beternak selama puluhan tahun dan pernah belajar satu bulan di perusahaan sapi perah. Nama Perusahaan adalah Perusahaan Sapi Perah UD. Tujuan dan motivasi usaha adalah memenuhi kebutuhan hidup 8. Keterangan Umum Perusahaan 1. Pendidikan dan pengalaman peternak. pembelian sapi. kerugian dalam perdagangan sapi dan bangunan kandang yang tidak memungkinkan penambahan jumlah sapi serta penjualan susu murni musim penghujan mengalami kesulitan b. 2. Mengumpulkan dan menyaring susu 9. Rencana pengembangan dan prospek usaha. Hambatan dan masalah. lahan 5600m2. 6. Mojo no. Gaji karyawan Rp 40. Sejarah Perusahaan 1. Umbul Jaya 2. Surakarta.000. Modal awal 5 ekor sapi. 1. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan a. 4. pembesaran pedet. Melakukan pemerahan 8. Berdiri tahun 1960-an 5. pembuatan produk susu selain susu segar 9.

Pemasaaran susu segar yang sulit sejak awal pendirian ´Umbul Jaya³ . Lokasi dan lay out kandang Letak perusahaan sebelah utara berbatasan dengan rumah penduduk. Pergantian nama Umbul Sari menjadi Umbul Jaya diharapkan mampu meningkatkan produksi susu dan meningkatkan populasi sapi perah yang ada di perusahaan sapi perah tersebut. Sehingga usaha peningkatan jumlah sapi di Umbul Jaya terlihat terhenti peningkatan keuntungan selain penjualan susu segar di perusahaan sapi perah Umbul Jaya diperoleh dari penjualan dari sapi perah laktasi ke pasar dan pembuatan produk selain susu segar. Laweyan. sapi jantan muda 3 ekor dan sapi jantan dewasa yang siap mengawini 1 ekor. Beban kewajiban memenuhi kebutuhan keluarga memberikan motivasi pada Bapak Jumadi CP untuk memulai usaha sapi perah. c. Usaha peningkatan sapi perah di Umbul Jaya ini melalui pembelian sapi maupun dengan membesarkan pedet dari sapi sapi yang melahirkan. serta memiliki 4 karyawan. Pembuatan produk selain susu segar seperti susu coklat. 2 Karangasem Rt 05 / 8. Sapi dara: 22 ekor. dan susu kacang hijau. sapi betina kering kandang 4 ekor. dengan modal awal 5 ekor sapi perah PFH masa produksi (laktasi) lahan kandang seluas 700 m2 dan pengalaman blantik sapi perah yang dimiliki bapak Jumadi CP inilah perusahaan sapi perah Umbul Jaya sudah memiliki ternak sebanyak 48 ekor sapi perah yaitu sapi betina dara 22 ekor. susu strawberi. Foto Perusahaan Umbul Jaya 2. Pedet jantan prasapih: f. 2. Pedet betina pra sapih: b. sebelah timur berbatasan dengan jalan raya dan sebelah barat berbatasan dengan lahan penduduk. d. Perusahaan sapi perah ini pada awalnya berada pada posisi yang sangat strategis dan memenuhi syarat lokasi perkandangan. Perusahaan ini didirikan pada th 60-an dengan nama ³Umbul Sari´. Sapi pejantan dewasa: 1 ekor Gambar 1. susu kopi. Populasi sapi perah: a. Tujuan dan motivasi pendirian perusahaan sapi perah ³Umbul Jaya³ adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. dekat sumber air dan sumber pakan serta sekat dengan daerah pemasaran yaitu kota Surakarta tepatnya di Pasar Gede. Penyebabnya adalah melambunganya harga gula dan kebutuhan lain setelah krisis ekonomi di Indonesia. sebelah selatan berbatasan dengan rumah penduduk. Sapi laktasi: 18 ekor d. seperti yang diungkapkan Reksohadiprojo (1995) yaitu lokasi kandang sapi perah diusahakan dekat sungai jalan raya.c. Sapi jantan muda: 3 g. Bangsa sapi perah adalah peranakan Friesian Holstein. sapi betina laktasi 18 ekor. Surakarta. Bangsa dan populasi sapi perah 1. Dihentikan pada tahun 1997. Pembahasan Perusahaan sapi perah ³Umbul Jaya´ terletak di jalan Mojo no. Sapi kering kandang: 4 ekor e. namun demikian peningkatan populasi sapi perah Umbul Jaya mempunyai hambatan hambatan yaitu kerugian dalam perdagangan sapi perah dan bangunan kandang yang tidak memungkinkan untuk penambahan sapi.

4. Pakan 1. koloni dengan ukuran 3 x 4 m2 untuk 5 7 pedet. karena dengan adanya tanduk ternak tidak terganggu 2. seperti susu kaleng. Hasil Pengamatan a. Kandang Pedet 1. perusahan sapi Umbul Jaya telah memenui syarat lokasi maupun syarat-syarat perkandangan yang baik. kandang sapi dewasa. koloni ukuran 5 x 6 m2. Perlakuan terhadap pedet 1. . 3. dan daerah pemasaran. Jaminan kesehatan dan kesejahteraan karyawan di perusahaan ini tidak ada.sampai tahun 1997 menjadi mudah setelah harga jual produk produk susu. 00. Dalam operasional perusahaan. membuat ransum pakan melebihi jam kerja tidak diperhitungkan sebagai jam lembur tetapi hanya sebagai pekerjaan biasa. 2. dekat dengan jalan raya. kandang pejantan. Pedet sapih. Gaji karyawan per hari sebesar + Rp 40. Manajemen Pedet 1. Kandang ini terdiri dari kandang pedet. 5. b.5 bulan.5 liter sampai disapih selama 2. perusahan sapi perah Umbul Jaya tidak terdapat struktur organisasi maupun job diskripsi yang jelas. Pekerjaan membersihkan halaman. dengan alasan tidak mengganggu dan tidak berpengaruh pada sapi. Letak kantor terletak di sebelah selatan gudang pakan. Pemotongan puting tambahan tidak dilakukan. Pencatan / recording tidak dilakukan dengan alasan pemilik sudah hafal dengan ternaknya. Pedet prasapih = kandang batterey. Rincian pemberian pakan cair. Gudang pakan terletak di antara tempat pemotongan rumput dan kantor.3 bulan 3. Perumahan karyawan berada di sebelah timur kandang dan selatan kandang. Hal ini memperlihatkan bawa perusahaan sapi perah Umbul Jaya kurang memberikan jaminan kesejahteraan bagi karyawannya. kandang terletak di sebelah utara dekat sungai. Terlihat dengan tidak adanya asuransi maupun perhatian yang lebih terhadap karyawan.5 . B. kandang sapi dara. Perusahaan ini dijalankan berdasarkan perintah dari pemilik yang juga merangkap sebagai pengelola langsung ke karyawan. Kamar susu terletak di sebelah timur dan sekarang sudah tidak dipakai lagi. Pemberian kolostrum terhadap pedet selama 7 hari 2. dekat dengan sumber air. a. susu segar 4. Pemberian tanda /identifikasi tidak dilakukan. Dilihat dari lokasi dan layout perkandangan. kandang berupa kandang lantai semen. Dehorning tidak dilakukan. karena pemilik sudah hafal dengan ternaknya. tidak dijatah per ekor. Umur pedet 8 hari hinggga minggu ke 12 berupa susu segar murni dari induk. Pakan konsentrat dan hijauan mulai diberikan pada umur 3 bulan. Karyawan di perusahaan sapi perah Umbul Jaya ini bekerja berdasarkan kemauan dan kebiasaan serta sikap tidak mengeluh selama bekerja.000. Perumahan karyawan yang kurang memadai dan hanya ditempat di tempat yang kosong seperti bekas kamar susu. sumber pakan. 4. serta kandang karantina. Dari segi lokasi perusahaan ini terletak dekat dengan sungai. Penyapihan pedet pada umur 2. susu bubuk dan produk susu lain di pasaran melambung tinggi pasca krisis ekonomi. Makanan cair pedet berupa. Umur pedet 1-7 hari berupa kolostrum b. kandang laktasi. c.

1993). sebab pedet yang baru lahir rentan dengan kematian. sedangkan kolostrum diberikan pada hari pertama selama hingga hari ke tujuh setelah dilahirkan. Foto Sapi Pedet di Perusahaan Umbul Jaya 2. Kolostrum diberikan dengan cara membiarkan membiarkan pedet menyusu sendiri pada induknya. Pakan pedet Keputusan pertama yang harus dibuat oleh peternak sapi perah ialah anak sapi harus dipelihara. Pembahasan a. penuh ketelitian. Disamping itu kolostrum juga mengandung anti bodi yang baik untuk pertumbuhan anak sapi. dan ketekunan dalam manejemen pemeliharaan pedet. Pemberian pakan pedet pada perusahan sapi Umbul Jaya dilakukan dengan pemberian susu murni sebanyak 1 liter dengan dua kali pemberian dalam satu hari. sebaliknya pemberian konsentrat dan hijauan ditingkatkan. Kolostrum sangat penting bagi pedet karena kolostrum mengandung vitamin dan mineral jauh lebih besar dari susu biasa dan juga lebih bersifat pencahar dan membantu membersihkan Intenstinum pada sapi muda dari kotoran yang bergumpal (Williamson & Payne. Pedet yang baru lahir masih perlu mendapat perhatian secara khusus. Pada peternakan Umbul Jaya tidak dilakukan dehorning dengan alasan adanya tanduk tidak akan membahayakan peternak maupun sapi lainnya.Gambar 2. kecermatan. pemotongan puting tambahan (ekstra teat) dan pencatatan atau recording. Pada pencatatan (recording) juga tidak . b. Angka kematian pedet dapat ditekan dengan perawatan yang sebaikbaiknya. Kandang Pedet Kandang pedet dapat diartikan sebagai kandang tempat tinggal pedet tersebut mendapatkan suasana nyaman Kandang perusahaan sapi perah Umbul Jaya ini untuk pedet pra sapih berupa kandang lantai semen dengan sistem koloni yang berukuran 3 x 4 m2 untuk 5-7 ekor pedet. Dehorning dilakukan dengan pertimbangan mencegah bahaya penandukan baik bagi peternak sendiri maupun sesama sapi perah yang dipelihara. Pedet yang telah dilatih makan konsentrat dan hijauan akan disapih setelah berumur 3 bulan. Pedet merupakan anak sapi yang baru lahir sampai dengan umur 8 bulan. Pemotongan ekstra teat tidak mengganggu dan tidak berpengaruh pada sapi. Sedangkan pada pemberian susu murni harus diperah terlebih dahulu baru diberikan pada pedet dalam sebuah ember. Perlakuan Tehadap Ternak Perlakuan tehadap ternak dapat dilakukan bermacam macam seperti: dehorning. Penyapihan dapat dilakukan dengan sedikit demi sedikit mengurangi jumlah susu yang diberikan. Kolostrum merupakan susu pancaran pertama yang berwarna kuning agak kental dan berubah menjadi susu biasa sesudah 4-5 hari. Pemberian tanda atau identifikasi pada pedet di perusahaan Umbul Jaya tidak dilakukan karena pemilik sendiri sudah hafal dengan masing-masing ternaknya. pemberian tanda (identifikasi). Pakan konsentrat diberikan dua kali pada pagi hari dan siang hari sedangkan hijauan diberikan hanya pada sore hari. Perawatan kandang akan lebih tahan lama dan ruangan yang diperlukan lebih sedikit. Tetapi kebanyakan pada perusahaan perusahaan kecil hanya memelihara pedet betina sedangkan pedet jantan dijual. Menyapih berarti memberikan air susu pada pedet baik susu yang berasal dari induk sendiri ataupun dari induk lain. a. Pemberian kolostrum berbeda dengan pemberian makanan cair yang berupa susu murni. AAK (1995) menyatakan bahwa kandang yang bersifat individual dan berukuran kecil sebenarnya lebih baik karena mudah untuk membersihkan mensucihamakan peralatan dan lantainya.

Perkawinan 1. Sumber air minum adalah sumur terbuka dengan pompa. Total pemberian hijauan =10 kg / ekor / hari 3.Alami . Saat pemberian konsentrat adalah sebelum pemberian hijauan dengan alasan agar sapi tahan lapar. Manajemen Sapi Dara 1. C. Jenis pakan: Pokok = rumput gajah.99 % 1. Buatan sendiri dengan formula: No Jenis Bahan Persentase 1 Ampas Singkong 40. Rata-rata pemberian konsentrat = 15 kg/ekor/hari c. Pemberian konsentrat dalam bentuk basah 2.Bobot badan + 275 kg 2.67 % 4 Garam 3. d. alasan karean punya pejantan . karena untuk meningkatkan mutu keturunan sapi perah yang unggul . pemberian = 5-6 kg/ekor/hari Lainnya: tebon jagung. Formulasi Ransum a. 3. Perkawinan pertama sapi dara dilakukan secara : . pemberian = 10 kg/ekor/hari 2. Perkawinan sapi dara pertama kali pada : . pemberian = 10 kg/ekor/hari Jerami. Air Minum 1. Pakan Hijauan 1. Hasil Pengamatan a. Pakan Konsentrat 1. .Inseminasi Buatan. pemberian = 10kg/ekor/hari Alternatif = rendeng.67% 3 Bekatul 14.pernah dilakukan karena pemilik sudah hafal dengan masing-masing ternaknya.67% 2 Ampas Bir 40.Umur 18-24 bulan. Asal hijauan: Rumput gajah = membeli dengan harga 300-400 / kg Rendeng = membeli dengan harga 500 / kg Tebon jagung = membeli dengan harga 400-500 / kg b.

Pemotongan yang dilkukan dimaksudkan agar sapi perah dapat mudah mengkonsumsi pkan serta dapat membantu dalam proses pencernaan kembali (bolus). Ukuran pemotongan kira-kira 10 cm.00 WIB sebelum diberi pakan hijauan sapi-sapi ini terlebih dahulu diberi makan konsentrat dengan formulasi pakan yang dibuat sendiri.1 Kebutuhan Konsentrat Sapi Perah Umbul Jaya No Nama Bahan Pakan Komposisi Jumlah total per hari (kg) 1 2 3 . Makanan penguat yang dibutuhkan hanya sekedar mencukupi kekurangan zat-zat terdapat dalam rumput. Sehingga pada umur tersebut sudah bisa dikawinkan pertama kali. Pembahasan a. Sedangkan kualitas protein yang terdapat pada makanan penguat yang dibutuhkan tidak perlu sebaik ransum pedet. Pada umur ini bakteri yang terdapat dalam rumen mengubah N bukan protein (NPN : Non Protein Nitrogen). sehingga mampu mencerna bahan makanan yang sarat kasarnya tinggi. 1974). Sedangkan rumput 20 kilogram per ekor per hari (Kanisius. Hijauan yang diberikan adalah rumput raja dengan total pemberian 10 kg/ ekor/ hari Hijauan ini diperoleh dari membeli dengan harga Rp 300. Pemotongan dilakukan menggunakan mesin pemotong manual. Formulasi pakan yang digunakan yaitu : Tabel 1. Maka pada umur ini sapi hidup periode makanan kasar.00 ± Rp 400. Sapi yang berumur 9 bulan sampai dengan sapi itu beranak pertama kali sudah bisa dikatakan sapi remaja. Pada hasil pengamatan. 1974). menyamai sapi dewasa. Ransum yang diberikan ialah dua sampai 3 kilo perhari per ekor. Sapi-sapi betina muda/remaja ini akan terus tumbuh dengan baik sampai umur 4 ± 5 tahun. Pemberian pakan hijauan ini diberikan + pada jam 15. Hijauan yang diberikan sudah dalam bentuk dipotong-potong. Kedewasaan tubuh sapi ini dicapai pada umur 15 sampai 18 bulan. Foto Sapi Dara di Perusahaan Umbul Jaya 2. b. Pakan Konsentrat Formulasi pakan yang diberikan pada sapi-sapi dara ini hampir keseluruhannya hasil pencampuran sendiri.Gambar 3. pemberian pakan hijauan diberikan satu kali dalam sehari. Setelah satu jam pemberian konsentrat barulah hijauan diberikan. hal ini apabila makanan yang diberikan cukup dan baik (Kanisius. Menurut Soetarno (2003) hijauan yang diberikan hendaknya dalam bentuk yang kecil atau potongan kecil. Pakan Hijauan Sapi yang umumnya sudah mencapai 8 bulan daya cernanya sudah sempurna.00 /kg. Hijauan yang diberikan sangat berguna bagi ternak karena mengandung serta kasar dan mineral terutama asetat yang digunakan untuk nutrisi pembentukan susu.

Ternak akan lebih menderita jika kekurangan air dari pada kekurangan pakan. dan lain-lain. Pemberian dalam bentuk basah yaitu dengan cara mencampurkan konsentrat dengan air agar dapat dicerna secara sempurna oleh ternak. Sedangkan alat yang digunakan untuk memindahkan pakan dari tempat pencampuran ke bak-bak tempat pakan sapi menggunakan ember. tepung kedelai. Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa konsentrat memiliki kandungan nutrien yang sangat tinggi bagi ternak. Saat konsentrat diberikan sebelum pemberian hijauan. Pencampuran diusahakan yang rata hingga homogen. Menurut Akoso (1996) pakan konsentrat meliputi susunan bahan pakan yang terdiri dari bijibijian dan beberapa limbah hasil proses industri bahan pangan seperti jagung giling. Untuk menjamin kebutuhan nutrisi sapi perah dara ditambahkan pula sumber lain seperti tepung tulang. konsentrat diberikan dalam bentuk basah. c. bungkil kelapa. Penyebaran panas. dedak. Air minum Untuk pemenuhan kebutuhan air minum menggunakan pompa listrik kemudian disalurkan ke bak-bak minum dengan menggunakan selang untuk memudahkan tata laksana pemeliharaan ternak. Dengan diberikannya konsentrat terlebih dulu akan dapat mencegah kembung pada perut ternak sehingga meningkatkan nafsu makan ternak tersebut. Menurut Santosa (2001) pakan konsentrat yang diberikan terlebih dahulu dimaksdukan agar nutrien dalam konsentrat dapat tercerna dengan mudah serta lansung dimanfaatkan oleh tubuh tanpa harus dirombak atau terdegradasi oleh mikrobia rumen yang ada pada sapi. proses pencernaan dan banyak lagi fungsi air dalam tubuh ternak.67% 14. Air adalah zat makanan yang terpenting untuk proses metabolisme dalam tubuh sapi. tepung ikan.67 % 3.67% 40. Dalam pencapuran pakan diberi campuran garam dengan tujuan untuk membuat campuran makanan menjadi lebih palatabel serta meningkatkan nafsu makan ternak. Dalam pemberian konsentrat. tetes dan umbi. Pemberian air minum dilakukan setelah pemerahan dan pembersihan kandang ataupun sebagai campuran pakan. pemindahan panas. menir. bekatul. Selain itu pemeberian dilkukan terlebih dahulu agar sapi dapat mencerna optimal pakan konsentrat karena pakan konsentrat sendiri memilki palatabilitas yang rendah.4 Ampas singkong Ampas bir Bekatul Garam 40. vitamin.99 % 100 100 140 40 Pencampuran pakan tersebut dilakukan di sebuah tempat dekat dengan tempat penampungan bahan pakan yang tersebut di atas. Kebutuhan air untuk ternak secara umum dapat dipenuhi . Konsentrat diberikan dua kali dalam sehari yaitu pada pagi hari dan siang hari. Selain itu dengan penggunaan pompa listrik ini akan dapat menghemat tenaga kerja dalam tata laksana pemberian air. Pencampuran dilakukan dengan menggunakan alat bantu berupa alat cangkul dan sekop. Rata-rata pemberian konsentrat ini setiap kali pemberian yaitu 15 kg/ekor/hari. serta dapat meningkatkan konsumsi air yang dibutuhkan. Karen air berfungsi sebagai penghanter panas.

d. dengan perincian tiap sapi laktasi menghasilkan 5-7 liter per hari. 7. Masa laktasi : 7 bulan 2. Pemerah biasanya menggunakan vaselin dalam pemerahan agar putting lebih licin saat diperah. Hasil Pengamatan a. Pengeringan Dilakukan dengan cara pemerahan berselang selama 2 bulan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi distokia pada ternak. Hasil pengamatan ini sesuai dengan teori yang biasanya untuk sapi dapat dikawinkan pada umur 18 bulan atau diperkirakan sudah mencapai dewas tubuh. Pemerah secara berkala memeriksa kesehatannya dan memperoleh surat kesehatan dari dokter: tidak karena dalam pemeriksaan kesehatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan pemerah juga tidak pernah sakit. Sapi laktasi . Sedangkan inseminasi buatan dilakukan untuk menghasilkan keturunan yang unggul dari proses perkawinan tersebut. 1993). Menggunakan tangan/ manual b. Proses pemerahan dengan meletakkan ibu jari dan jari telunjuk pada pangkal puting (sedikit memijat) sehingga air susu dari ambing mulai mengalir ke puting. Perkawinan Di daerah beriklim sedang. Frekuensi pemerahan 2 x sehari c. Hasil pengamatan perkawinan sapi perah dilakukan pada umur 18 bulan serta bobot badan 275 kg. Apabila sapi sudah afkir sapi tersebut dijual. Secara normal menurut Williamson dan payne (1993). Sebelum dilakukan pemerahan puting dibersihkan terlebih dahulu dengan air. Pemerahan a. untuk bangsa sapi perah yang besar biasanya sudah dapat dikawinkan dengan umur 18 bulan serta untuk bobot berkisar antara 275-300 kg. 3 hari sebelum pengeringan hijauan dan konsentrat dihentikan. 4. Tidak dilakukan penanganan susu pasca pemerahan secara khusus hanya disaring terlebih . Produksi susu rata-rata: total per hari 140 liter (pagi 100 liter. Hasil yang ada dilapangan sudah sesuai dengan kondisi ideal ternak untuk dikawinkan. 3. D. Untuk melakukan perkawinan sapi perah dara pertama kali harus mencapai dewasa tubuh dan juga berat tubuh yang memenuhi. dan sore 40 liter). Masa kering: 2 bulan dan cara pengeringan dengan pemerahan berselang.dalam air minum. 1992). Perkawinan sapi perah dara ini dilakukan secara alami dengan sapi pejantan sendiri. 6. produksi dan pemasaran susu : 1. Pengafkiran sapi perah dilakukan apabila produksi susunya sudah rendah yaitu 3 liter/hari dan apabila sapi sakit dan sulit diobati. Dilakukan di kandang d.kira 275 kg. Manajemen Sapi Dewasa 1.kra umur 15 bulan sedangkan bangsa yang lebih besar dikawinkan pertama kali sekitar umur 18 bulan sebagian sapi dara di daerah tropis terlalu kecil dan oleh karenanya terlalu muda untuk dikawinkan pada umur-umur ini dan umumnya perkawinan pertama terjadi sampai mereka lebih dewasa (Williamsom dan payne. apabila tidak dilakukan maka produksi susu pada periode berikutnya akan turun. Perusahaan Umbul Jaya ini sapi perah dara mulai dikawinkan pertama kali sekitar umur + 18 bulan dngan berat kira. 8. 5. air yang terkandung di dalam makanan dan air metabolik (Gunawan. sapi dara dari bangsa sapi perah yang lebih kecil biasanya dikawinkan pertama kali kira.

Transportasi susu menggunakan sepeda motor. Pemeriksaan kualitas susu dilakukan oleh dinas secara periodik setiap 8 kali/ bulan. Jarak yang ditempuh sampai ke tangan konsumen yang terdekat adalah 1 km dan yang terjauh 8 km. g. d. 2. perkawinan. Menurut Williamson dan Payne (1993). f. dan dijual ke Pasar Gede. Produk susu yang dipasarkan : susu segar belum dimasak.00 / liter. Sehingga dapat menekan biaya. f. maka produksi susu pertahun tidak begitu tinggi. Cara pemerahan yang dilakukan setiap harinya dengan tangan dan langsung diperah dalam kandang. Foto Sapi Dewasa di Perusahaan Umbul Jaya 2. Pemerah yang bekerja di perusahaan tidak pernah memeriksa kesehatannya karena dalam pemeriksaaan kesehatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit padahal dalam usaha produksi sapi perah juga membutuhkan biaya yang cukup banyak. a. Perkawinan sapi a. Deteksi birahi oleh: pemilik. pengeringan adalah menghentikan pemerahan sapi selama 6 8 minggu menjelang melahirkan kembali. susu diusahakan habis 10. Dengan masa laktasi yang relatif agak cepat. Sapi birahi. langsung dipasarkan. karyawan. bunting dan kelahiran 1. e. Rata-rata sapi dara beranak pertama kali pada umur 32-38 bulan c. Cara pemerahan dengan ini dengan perah jepit (stripping) yaitu puting diletakkan diantara ibu jari dan telunjuk yang digeserkan dari pangkal puting ke bawah sambil memijat. Kemasan susu berupa kantong plastik dan jerigen. tetapi pemerah harus benar-benar dalam kondisi yang bersih dan . Kegagalan perkawinan pernah terjadi karena terjadi keguguran. g. Pemerahan dilakukan 2 x sehari. Cara penetapan kebuntingan dengan pengamatan ulang birahi oleh karyawan. Gambar 4. Harga susu Rp 4500. 9. Pembahasan Pada perusahaan Umbul Jaya jenis sapi yang dipelihara adalah sapi perah jenis peranakan Friesian Holstein (PFH). Kelahiran pedet ditangani sendiri oleh pemilik dan karyawan. susu tidak mengalami penyimpanan. Cara perkawinan dengan IB dan perkawinan alami. masa kering adalah sangat penting bagi setiap induk yang pernah melahirkan dan berproduksi susu pada periode berikutnya akan berkurang. b. Konsumen: masyarakat umum dan pedagang susu yang langsung mendatangi peternakan. b. d. Sebelum sampai ke tangan konsumen. Pemasaran susu. Masa laktasi dari sapi-sapi tersebut sekitar + 7 bulan tetapi secara umum masa laktasi dari sapi perah yaitu + 305 hari hal ini disebabkan karena sapi-sapi yang dikawinkan kembali setelah partus dan sapi mengalami kebuntingan memasuki masa kering. dan petugas dinas. Pernah terjadi kasus distokia dan langsung ditangani oleh pemilik dan karyawan sendiri. h. Dalam memelihara sapi perah harus dilakukan pengeringan.dahulu baru dipasarkan. c. Perkawinan sapi dara pertama pada umur 18-24 bulan. b. e. Perkawinan kembali setelah melahirkan/ partus: 18 hari. Masa kering yang dilakukan di perusahaan Umbul Jaya yaitu selama 2 bulan dengan pemerahan berselang. Cara mendapatkan layanan IB adalah dengan mengirimkan pesan ke pos IB. Pada sapi dara yang pertama kali dikawinkan dilakukan dengan IB dan perkawinan selanjutnya dengan perkawinan alami.

maka akan diafkir yaitu dengan menjual sapi tersebut. distokia dipengaruhi oleh faktor genetik. Susu yang dihasilkan tidak memperoleh perlakuan khusus hanya disaring saja dan tidak mengalami penyimpanan langsung dijual pada konsumen. perkawinan sapi dara yang pertama kali dilakukan pada umut + 1. Manajemen Kesehatan 1. Sasaran konsumennya sebagian besar masyarakat umum dan pedagang susu atau dijual ke Pasar Gede. infeksi uterus. Cara penetapan kebuntingan dilakukan oleh buruh dengan pengamatan ulang birahi. Pada sapi dara yang pertama kali dikawinkan dilakukan dengan IB dan perkawinan selanjutnya dengan perkawinan alami. keguguran karena ketidak suburan.500/liter dan dalam penjualan susu menggunakan sepeda motor. maka akan ditangani oleh mantri hewan setempat. Frekuensi memandikan sapi: satu kali sehari b. sehingga produksi rata-rata per ekor per hari sebesar + 5-7 liter. Kebersihan Ternak 1. Keseluruhan ini memungkinkan terjadi distokia lebih besar. Penyakit. tetapi apabila terjadi distokia atau kesulitan kelahiran. Saat estrus dapat diketahui dari luar yang ciri-cirinya mencoba untuk saling menaiki. gelisah. Perkawinan kembali dilakukan pada + 18 hari setelah sapi melahirkan/partus. masa kebuntingan yang lama.sehat baik saat memerah maupun mengolah susu. Selang waktu ini kurang tepat karena jaringan alat reproduksi yang rusak akibat melahirkan kemungkinan belum benar-benar pulih kembali. pencegahan dan pengobatan 1. perubahan pada alat kelamin. Penanganan kelahiran pedet di perusahaan Umbul Jaya dilakukan oleh karyawan sendiri apabila proses kelahiran normal. Secara jelasnya. Selang waktu yang tepat adalah + 60-90 hari. serta mungkin juga disebabkan oleh faktor-faktor lain dari induknya sendiri. Produksi susu rata-rata perusahaan tiap hari sebesar + 140 liter. sapi yang selalu dikurung. kematian fetus dan sebagainya.5 tahun (18 bulan). Kualitas susu itu sendiri selalu diperiksa kualitasnya secara periodik setiap 8 kali/ bulan yang dilakukan oleh dinas. Penyakit yang pernah dialami : a. Menurut Reksohadiprodjo (1995). Kegagalan perkawinan pernah terjadi yaitu karena saat kawin yang tidak tepat. kelahiran kembar. tata laksana dan pakan. kebuntingan akan diketahui apabila ternak tidak birahi lagi 3 4 minggu setelah perkawinan. Sehingga pada umur 32 bulan sapi tersebut sudah beranak. Bagian-bagian tubuh yang dibersihkan saat memandikan sapi: seluruh bagian-bagian tubuh d. Memandikan sapi dilakukan pada saat : setelah pemerahan pagi c. Vaksinasi terhadap penyakit : Dilakukan oleh dinas peternakan 2. Sapi yang produksinya cukup rendah dan usianya sudah tua. sehingga calving interval antara kelahiran sapi pertama dengan perkawinan sapi kedua tidak terlalu lama. harga jualnya sebesar Rp 4. Mastitis . Hasil Pengamatan a. nafsu makan berkurang dan lain-lain. E. distokia terjadi pada sapi-sapi yang berukuran besar seperti FH/PFH. Kemasan yang digunakan cukup sederhana yaitu berupa kantong plastik dan jerigen. Perkawinan di Umbul Jaya dilakukan dengan IB dan perkawinan alami. Sehingga tidak membutuhkan orang yang khusus untuk mengtahui sapi tersebut sedang birahi atau tidak hanya dilakukan pengamatan dari luar saja. Deteksi birahi yang dilakukan perusahaan Umbul Jaya oleh karyawan sendiri. Jarak tempuh untuk pemasaran susu biasanya antara lingkungan sekitar sampai + 8 km. Waktu yang tepat untuk melakukan perkawinan yaitu pada saat betina dalam siklus birahi tepatnya saat estrus. sapi yang dikawinkan saat usia muda.

Obat modern . Penyakit mulut dan kuku (PMK) 3. Jika sapi terserang penyakit maka produksi susu akan menurun. karena pemilik peternakan itu telah hafal tanda tanda suatu ternak terserang penyakit karena pemilik sapi tersebut telah mempunyai pengalaman memelihara sapi sudah cukup lama. tak terkecuali pada perusahaan sapi perah. perubahan fisik dan kimiawi dari air susu. kembung dan diare. Salah satu kendala adalah mengenai kesehatan sapi yang kadang terganggu. Penyakit. Dilakukan oleh Mantri Hewan 4. Obat-obatan yang biasa digunakan : a.b. Sedangkan pembersihan kotoran dilakukan bersama-sama sebelum waktu pemerahan yaitu jam 03. Sapi yang bersih tidak akan mudah terserang penyakit. Meskipun sapi terkadang diserang penyakit. pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi oleh Dinas Peternakan dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pada sapi. Di Umbul Jaya penyakit yang sering menyerang sapi adalah mastitis. pencegahan dan pengobatan. Diare c. Dengan frekuensi 3 kali sehari maka kebersihan kandang selalu terjaga dan sapi dapat merasa nyaman.40 WIB dan 12. Penyemprotan dilakukan mulai dari kepala sampai bagian belakang ternak dan dilakukan penyikatan.Jamu 5. kembung dan diare. Foto Pemerahan Susu di Perusahaan Umbul Jaya 2. penyakit ini sering dijumpai pada sapi perah dan disebabkan oleh berbagai jenis kuman atau mikoplasma.Obat dari mantri hewan b. Contoh lainnya adalah mastitis yang disebabkan oleh kuman yang terdapat pada ambing maupun puting yang kotor karena jarang dibersihkan sehingga susu yang dihasilkan tidak layak dikonsumsi (Akoso.00 WIB serta sore hari. b. Diagnosa dan pengobatan : a. Penyakit yang sering terjadi adalah mastitis. Penyakit ini biasanya didiagnosa oleh pihak perusahaan sendiri. contohnya sapi yang terserang abses hati yang menggangu sistem metabolisme tubuh yang erat hubungannya dengan produktivitas susu. Pembahasan a. Kembung d. Pemeriksaan sapi oleh dinas : dilakukan enam bulan sekali Gambar 5. Radang kelenjar susu ditandai dengan adanya peradangan pada saluran-saluran kelenjar susu. Menurut Akoso (1996). Pada setiap usaha pasti terdapat hambatan atau kendala yang dapat menggangu kelancaran kegiatan produksi. Obat tradisional . subakut atau menahun dan terjadi pada semua jenis mamalia. Untuk pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan dengan cara : . mastitis adalah suatu peradangan pada ambing yang bersifat akut. Namun apabila ada tanda-tanda suatu penyakit yang tidak dapat ditanggulangi oleh peternak sendiri barulah pemilik peternakan tersebut memanggil mantri hewan. 1996). Kebersihan Ternak Dari hasil pengamatan diketahui bahwa di perusahaan Umbul Jaya frekuensi memandikan sapi dilakukan sehari sekali yaitu sesudah pemerahan pagi dan dilakukan pada semua bagian tubuh sapi dengan cara disemprot dengan air melalui selang. Dilakukan sendiri b. Milk fever e.

Karena penularan penyakit ini melalui puting susu maka untuk mencegah timbulnya penyakit ini harus diperhatikan cara pemerahan sapi. nafsu makan turun. Kandang . memperkuat arus lalu lintas ternak. Untuk diare peternak biasanya melakukan penanggulangan dengan cara memberikan sapi dengan jamu namun apabila diare tidak segera sembuh maka dipanggilkan mantri hewan. b. Penyakit lain yang sering terjadi adalah kembung. Mastitis yang kronis : Diberikan Penicillin mastitis ointment. Virus ini memiliki sifat stabil dalamlingkungan terbuka untuk jangka waktu yang cukup lama. Pengobatan : 1. Cara pembuatannya adalah 1 kg temu hitam ditambah 5 lembar daun papaya dan 6 bungkus tempe busuk. daun papaya. b. Semua bahan ditumbuk dan didiamkan selama semalam kemudian pagi harinya diberikan kepada sapi. dilakukan penutupan daerah dan vaksinasi masal dengan vaksin sub tipe virus yang sama dengan penyebab wabah. Untuk menjaga kesehatan sapi-sapinya peternak juga sering memberikan obat tradisional yang berasal dari temu hitam. Virus PMK sangat mudah sekali menular melalui udara. Menurut Ressang (1986). d. Terutama bila kelembaban udara melebihi 70 oC dan suhu udara dingin. Kembung biasanya disebabkan karena pergantian jenis pakan sehingga sapi belum dapat beradaptasi dengan jenis pakan tersebut dan terkadang hal ini juga menyebabkan diare. diare dan milk fever. Hasil Pengamatan a. atau oxytetracycline mastitis ointment. Pemberian jamu tersebut bertujuan untuk meningkatkan nafsu makan.a. tanda tanda bagi sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah gejala sakit seperti umumnya dan selama beberapa hari menderita demam diatas 40oC. Menjaga kebersihan kandang dan alat-alat untuk pemerahan susu. chlortetracycline ointment. hidung berkoreng dan sering berdecap serta produksinya menurun. yaitu sebelum diperah sapi dibersihkan dulu dan cara memerahnya harus benar-benar higienis. Menghindari kemungkinan adanya hal-hal yang dapat menyebabkan luka pada ambing atau puting susu baik melalui cara pemerahan maupun adanya lantai kandang yang dapat menyebabkan luka. c. Untuk melakukan pengendalian maka dilakukan pemotongan paksa. Kandang dan Peralatan 1. Mastitis yang akut : a. Biasanya dari peternak hal ini tidak menjadi masalah dan penyakit mulut dan kuku serta kemajiran dan keguguran. Sulfamethazine 120 mg/kg berat badan per os (melalui mulut) dilanjutkan dengan 60 mg/kg berat badan tiap 12 jam selama 4 hari. yang kemudian disebarkan secara aerosol. Menurut Subronto (1989). Milk fever disebabkan oleh faktor pakan yang kandungan nutrisinya tidak cukup baik untuk mendukung pembentukan air susu dalam jumlah yang banyak. Untuk penyakit Mulut dan Kuku pada perusahaan sapi perah Umbul Jaya cara mengatasinya yaitu dengan di potong lalu di bakar. dan tempe busuk. 2. Suntikan Procain penicillin G + Dihydrostreptomycin 2 cc/100 kg berat badan setiap hari. F. rahang bergerak seolah ± seolah mengunyah atau rahang bawah gemetar kemudian terlihat pengeluaran air liur berlebih. dan dapat menanggulangi berbagai macam penyakit. Cara pemberiannya yaitu dengan membungkus jamu tersebut dengan daun pisang kemudian diberikan pada sapi.

Ketinggian lantai dengan tanah di sekitarnya : lebih rendah. Kebersihan botol susu : bersih 5. saringan plastik 6. a. Kondisi lantai : berlubang ± lubang / becek 5. Kondisi milk can : baik. a. a. Botol susu terbuat dari : plastic / mika berwarna b. b.1. Kebersihan milk can : bersih dan tidak berbau c. b. 3. a. tidak berkarat 4. b. Peralatan lain yang dimiliki : No Nama alat Kondisi Kebersihan 1 Saringan plastik Baik Bersih 2 Corong plastik Baik Bersih 3 Jerigen Baik Bersih 4 Gelas ukur Baik Bersih Gambar 6. Gang di antara dua jajaran kandang : lebar 1 sampai 2 m b. Tempat pakan dan minum : a. 6. terbuat dari : plastik b. Kepadatan ternak dalam kandang : kurang dari 2 × 1. Kebersihan ember : bersih. Ventilasi kandang : cukup 10. Tutup botol susu terbuat dari : plastik d. Kemiringan lantai : cukup miring. 2. Kandang pejantan : ada e. Kandang Usaha sapi perah merupakan salah satu sektor peternakan yang terus berkembang mengarah pada . Kandang beranak : ada. Peralatan 1. bersih b. Foto Peralatan Kandang di Perusahaan Umbul Jaya 2. 9. Kandang kawin : tidak ada. masih dalam batas normal 11. Atap kandang berupa : genting. Wadah susu / milk can terbuat dari : aluminium b. Kandang khusus : a. Letak kandang : dekat dengan bangunan lain. Aliran air : mengalir baik. Alat penyaring susu terbuat dari : lainnya. Keberadan lalat dalam kandang dan sekitarnya : tidak ada/ jarang. Ember penampung susu. tersedia cukup 2. Mulut botol susu : sempit c. b. 4. Kandang pedet : ada c. Lantai kandang terbuat dari : semen. Kotoran cair dibuang/disalurkan ke : sungai 8. d.Bau dalam kandang dan sekitarnya : berbau. a.5 m/ekor 13. Kandang karantina : tidak ada. a. 7. 3. Kebersihan gang : bersih. Pembahasan a. 12. Penerangan kandang : listrik dan cukup terang.

Aliran air dalam kandang dapat mengalir dengan baik. Untuk bahan genting biasanya menggunakan bahan yang mudah didapat dan harganya lebih efisien. Lantai kandang terbuat dari bahan semen. kedinginan. Penerangan kandang kandang berasal dari listrik. lantai ini terbuat dari kayu dan antara kayu papan satu dengan yang lain dibuat celah. Menurut AAK (1995). Atap kandang terbuat dari genteng karena harganya relatif lebih murah.efisiensi. Kandang merupakan bangunan yang digunakan ternak untuk melindungi dari gangguan luar yang merugikan. yaitu sinar matahari. lantai yang rata dan tidak tajam akan membuat sapi dapat berdiri tegak. Kemiringan lantai 5 cm. Salah satu faktor penting yang dinilai ikut berperan adalah yang menyangkut kesejahteraan ternak. Peran penting kandang terus meningkat. sehingga tidak semua bagian kandang terang. Kepadatan kandang kurang dari 2 x 1. Pengaturan ventilasi diperusahaan sapi perah di ³Umbul Jaya³ cukup baik. produksi per sapi yang meningkat. Hal ini sangat membantu dalam pengelolaan sapi perah. Lokasi kandang pada peternakan sapi perah ³Umbul Jaya³ ini letaknya berdekatan dengan bangunan penunjang yaitu tempat penyaringan susu. Ventilasi adalah jalan keluar masuknya udara dari dalam kandang dan menggantikan udara segar dari luar. Pengembangan sistem kandang modern didorong oleh kawanan ternak yang semakin besar. seng.5 m. sehingga dapat menyebabkan genangan air. sehingga ternak merasa aman dan nyaman. Salah satu hal yang penting dalam mendukung kesuksesan beternak adalah tersedianya kandang.alang (ijuk). 1995). sehingga ternak tidak leluasa bergerak karena . Sapi perah harus selalu diawasi dan dilindungi dari aspek-aspek lingkungan yang sekiranya merugikan (AAK. tetapi kadang aliran tersumbat oleh kotoran ternak waktu mengalir pada saat pembersihan kandang. tetapi kondisi lantai kandang sapi pada peternakan ³Umbul Jaya³ berlubang dan banyak tambalan. berbaring secara bebas dan nyaman. Menurut Anonimous (2009) bahan atap yang biasa digunakan adalah genting. ‡ Lantai Panggung. Sebaliknya lantai yang licin akan menyebabkan sapi mudah terpeleset. serta mekanisasi dan otomatisasi dalam cara pemberian pakan dan pemerahan susu. rumbai. Dari beberapa macam bahan yang bayak digunakan adalah genting. kamar mandi. kehujanan maupun tiupan angin yang sangat kencang. hal ini dimaksudkan untuk memudahkan air mengalir dengan lancar. tetapi kurang terang karena hanya sebuah lampu bohlam 10 watt untuk menerangi 4±6 sapi. penyimpanan pakan dan hijauan. asbes. Menurut AAK (1995). alang.celah sehingga sirkulasi udara cukup baik. Dalam perkembangan konsep-konsep modern dan pelaksanaannya dalam manajemen industri persusuan ikut mempengaruhi perkembangan pola-pola dan desain kandang sapi perah sebagai suatu tuntutan. biasanya lantai kandang dibuat berupa: ‡ Lantai Padat dimana lantai terbuat dari semen yang diperkeras dan terdiri dari paving.dan mudah dalam pembersihan kandang.5 m. Menurut Subagyo (2008) lantai terbuat dari bahan yang tidak mudak rusak. khususnya kandang atau ruang pemeliharaan. karena terdapat celah. karena keberadaan lalat dalam kandang jarang dan tidak begitu berbau (masih dalam batas bau kandang). Oleh karena itu peternak sapi perah harus dapt menyediakan bangunan kandang yang dapat mengamankan sapi dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan. Lokasi pemeliharaan sapi perah dikelilingi oleh pembatas tembok dengan tinggi 2. produksi dan mutu hasil yang semakin tinggi. saluran airnya berfungsi dengan baik. kamar karyawan dan kantor. Bangunan kandang terbuat dari semen atau tembok sebagai pembatas keliling kandang. Lantai yang kasar dan tajam akan menimbulkan kulit lecet sehingga mudah dimasuki kuman ke dalam tubuh sapi. Kotoran sapi langsung mengalir dan dibuang ke sungai. tahan lama dan tidak terlalu menyerap panas.

Hal ini dilakukan karena susu yang dihasilkan bersih dari kotoran dan rambut sapi yang ikut masuk. Perlengkapan dan Perlakuan Susu 1. sehingga susu juga bersih dan tidak berbau. alat penyaring susu. Peralatan Peralatan kandang merupakan alat-alat kandang yang secara langsung mendukung dalam pengelolaan ternak. kandang pedet. Sumber air yang digunakan untuk mencuci alat-alat susu berasal dari sumur gali c. Ember penampung susu terbuat dari plastik dan dalam kondisi bersih. Kandang pedet yang digunakan dalam perusahaan ³Umbul Jaya³ dulunya adalah kandang karantina. wadah susu. Tempat pencucian alat-alat susu dilantai dan ember 4. Jarak sumber air (sumur) dengan tempat feses lebih dari 8 meter 9. ember penampung susu. Wadah susu yang digunakan terbuat dari bahan alumunium yang bersih dan tidak mudah berkarat. Hal ini dimaksudkan agar kecurangan dalam takaran susu dapat dihindari. kandang pedet dan kandang pejantan. Kandang beranak merupakan kandang yang digunakan untuk melahirkan. Air jernih. . Hasil Pengamatan a. Pengeringan dengan diangin-anginkan dan tidak dibilas dengan air hangat 8. Kandang tersebut tidak digunakan karena ternak yang sakit hanya sedikit dan buasanya hanya ditempatkan di luar kandang tepatnya di sebelah barat kandang b. sehingga susu yang belum dipasarkan tidak berbau. Peralatan lain yang digunakan adalah corong plastik yang digunakan untuk memudahkan penuangan susu ke dalam botol susu. Peralatan yang dimiliki oleh perusahaan ³Umbul Jaya³meliputi tempat pakan dan minum. Semua peralatan yang dimiliki dalam kondisi baik dan bersih. dan peralatan lainnya. Kamar Susu. tidak berbau dan ketersediaannya melimpah 10. Soetarno (2003) menggungkapkan bahwa ditinjau dari fungsinya kandang sapih perah dapat dibedakan menjadi kandang induk. Keadaan tempat meja bersih 3. Jarak tempat pencucian dengan kandang menempel 5. Alat yang digunakan untuk mencuci sikat dan selang semprot 6. Perlengkapan susu 1. Botol susu yang digunakan untuk memasarkan susu adalah jerigen dan plastic yang bersih dengan mulut jerigen yang sempit yang dilengkapi dengan tutup berupa plastik yang diikat dengan karet. kandang pejantan dan kandang isolasi. Antiseptik dan desinfektan yang tersedia sabun yang digunakan untuk membersihkan peralatan dan untuk mencuci tempat penampungan susu. Susu yang belum dipasarkan dilakukan penyaringan terlebih dahulu menggunakan penyaring susu yang terbuat dari plastik yang biasa digunakan untuk menyaring santan atau yang lain. Pada peternakan sapi perah ³Umbul Jaya³ kandang khusus yang dimiliki adalah kandang beranak. Kamar susu tidak ada b. Terjaga kebersihan alat-alat susu dan dilakukan pencucian sebelum dan sesudah pemerahan 7. G. Masing-masing kandang tersebut memiliki ukuran dan konstruksi yang berbeda. Selain itu digunakan pula gelas ukur yang berukuran satu liter yang digunakan untuk menakar susu yang akan dipasarkan. Meja tempat susu terbuat dari kayu 2. karena setiap pemakaiannya sebelum dan sesudahnya selalu dibersihkan.tempatnya terlalu terbatas.

Hasil Pengamatan a. Jika sapi diperah dengan tangan atau diperah mesin dengan penampungan tersendiri. dan ada juga yang langsung diambil oleh tengkulak. Foto Penampungan Feses Sementara di Perusahaan Umbul Jaya 2. Pencucian alat dilakukan sebelum dan setelah pemerahan untuk menjaga agar tidak ada mikroorganisme yang masih tertinggal. Dalam suatu perusahaan sapi perah sebuah kamar susu mutlak diperlukan. H. serta dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama (Pelczara dan Chan. lalu dialirkan ke sungai b. Kebersihan peralatan dan perlengkapan susu harus selalu terjaga. Pemprosesan kotoran sapi : tidak diproses Gambar 8. 1988). dapat terjamin kebersihan serta kondisi air tetap terjaga. Untuk kotoran pada alat yang sulit hilang biasanya dilakukan penyikatan dan pembilasan dengan selang. maka susu harus dikelola dengan baik. sumur berjarak lebih dari 8 meter dari tempat penampungan feses. maka diperlukan sebuah kamar yang menempel dengan kamar perah. Dimana disitu terdapat meja untuk alat-alat susu dengan kondisi kebersihan yang terjaga. Penempatan kotoran / feses : disemprot dan masuk pada saluran air. Peralatan yang kotor dapat mempercepat proses susu. karena banyaknya mikroorganisme yang ada pada peralatan yang kotor tersebut. Kebersihan tempat dan peralatan yang dipakai dapat mempengaruhi kebersihan dan kesehatan susu. Foto Perlengkapan Susu 2. apakah sapi diperah dengan tangan atau dengan mesin. Ini dilakukan agar tetap terjaganya kondisi tempat yang steril. Pencucian dilakukan dilantai plester dengan air yang mengalir terus. kondisi air jernih dan tidak berbau. Suatu produk susu yang steril mempunyai beberapa ciri yang menarik. yaitu tidak membutuhkan penyimpanan dalam lemari es. Untuk menanggulangi penyebaran penyakit dan virus-virus yang ada biasanya dilakukan pembersihan lantai tempat penampungan susu dan peralatan-peralatan yang digunakan untuk menampung susu. dimana air tersebut diperoleh dari sumur gali. 1993). Dengan jarak yang jauh dari penampungan feses. Pembahasan . para pekerja dan sapi itu sendiri harus dijaga pula kebersihannya. Untuk menjaga agar tidak terjadi kerusakan susu. Penanganan Feses 1. Air yang masih menempel pada peralatan yang digunakan untuk menampung susu juga dapat mempengaruhi kemurnian susu karena air akan bercampur dengan susu sehingga susu menjadi lebih encer. demikian juga dengan alat-alat yang berhubungan dengan tempat penyimpanan susu (Williamson dan Payne.Gambar 7. Pembahasan Sapi perah dipelihara dengan tujuan untuk diambil produksi susunya. Pemanfaatan feses / kotoran sapi : tidak dimanfaatkan (dibuang) c. Penggunaan air sangat dituntut kebersihannya. Di perusahan sapi perah Umbul Jaya tidak menggunakan kamar susu karena susu setelah diperah langsung disetorkan pada penjual atau pengepul susu di pasar. Air minum yang diberikan apabila sudah tidak terkonsumsi dapat juga digunakan untuk menyiram atau membersihkan feses. Namun sebagai gantinya dibuatkan tempat khusus untuk penampungan susu dan tempat peralatan susu. serta penanggulangan masuknya bibit penyakit. Sebaiknya susu dimasukkan ke kamar susu sebelum dilakukan pengiriman kekonsumen agar susu tidak tercemar oleh kotoran atau bakteri yang dapat merusak rasa. bau maupun warna asli susu.

maka peternak itu sendiri akan memperoleh keuntungan yaitu dapat mengurangi resiko pencemaran lingkungan karena ternyata dapat ditangani dan keuntungan akan diperoleh dari pemanfaatan kotoran ternak tersebut.Kotoran sapi (feses) ataupun ternak lainnya sering menimbulkan benturan dengan kepentingan orang lain. kotoran ini diambil dengan sekop untuk dimasukkan ke tempat penampungan. Produksi Susu Produksi susu yang sangat minim membuat produk susu langsung diedarkan ke konsumen . Pengambilan kotoran ternak sapi perah biasanya dilakukan pada pagi dan siang hari. karena memang peternakan ini bersebelahan dengan sungai yang cukup besar. maka pencemaran lingkungan pun tidak dapat dihindari. pengolahan limbah sapi menjadi kompos jika dilakukan dengan benar maka akan menghasilkan pendapatan tambahan.. Hasil Pengamatan a. peternak dapat memanfaatkan kotoran ternak tersebut untuk hal yang bermanfaat. mayoritas berpendidikan sekolah menengah. walaupun ada juga genetis yang kurang baik. harga yang cukup mahal sangat mempengaruhi biaya produksi. misalnya diolah menjadi pupuk. yaitu segera tercipta lingkungan yang bersih dan pemerahan susu dilakukan pada kondisi lingkungan yang bersih sehingga kebersihan susu lebih terjamin. Pakan Pakan yang digunakan diperoleh dari membeli. Menurut Setiawan (1996). d. Untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan. pengelolaan administrasi berdasarkan pengalaman. Mutu Genetis Ternak Mutu genetis cukup baik. Dengan dimanfaatkannya kompos dari ternak sapi perah. Bahkan rumah peternaknya sendiri berada dilokasi peternakan. maka sapi tersebut masih bisa ditangani akan dipelihara. jika tidak bisa ditangani oleh peternak maka sapi akan dijual. Cara pengambilan kotoran sapi perah yaitu dengan cara mengguyur feses yang berserakan dengan air keparit. Penanganan feses yang kurang baik akan menganggu dan menimbulkan pencemaran daerah sekitarnya. c. pengambilan kotoran di pagi dan siang hari ini mempunyai beberapa keuntungan. Jika penanganan feses tidak dilakukan secara baik. (2003). karena adanya pencemaran yang timbul dari kotoran ternak tadi. Kotoran sapi perah di ³Umbul Jaya´ ini tidak dimanfaatkan oleh peternaknya kotoran yang ada pada lubang penimbunan. langsung dibuang ke sungai tanpa dilakukan pemrosesan lebih dulu. b. Kotoran sapi perah di ³Umbul Jaya´ ditempatkan ke lubang penimbunan dengan cara mengguyur atau menyiram kotoran sapi tersebut dengan air ke arah parit yang kemudian ditempatkan ke lubang penimbunan. selanjutnya saluran itu digiring ke suatu bak penampungan. Setelah itu. Apabila mutu genetis ternak kurang baik. Menurut Sudono et al. Administrasi dan SDM Perusahaan Sumber daya manusia di peternakan Umbul Jaya. I. Hambatan / Kendala Usaha 1. dilain pihak akan mendapatkan protes dari penduduk sekitarnya. Dengan adanya lokasi peternakan yang dekat dengan pemukiman penduduk. Disatu pihak kita sedang menggalakkan peternakan untuk dapat menghasilkan produk secara maksimal baik kualitas maupun kuantitasnya. Peternakan ³Umbul Jaya´ ini merupakan peternakan skala kecil yang lokasinya tidak jauh dari lokasi pemukiman penduduk.

baik pakan konsentrat maupun hijauan. i. Foto Aliran Feses di Perusahaan Umbul Jaya 2. Administrasi dan SDM Perusahaan Dalam mengurusi dan penanganan administrasi. Pada perkawinan buatan. di samping perkawinan dilakukan secara alami dengan 4 pejantan yang ada (1 pejantan dewasa dan 1 pejantan yang belum bisa mengawini). artinya tidak menggunakan deteksi lewat uterus sehingga sering terjadi kesalahan dan tidak semua pekerja dapat mendeteksi kebuntingan. c. Mutu genetis ternak cukup baik. Sehingga resiko adanya inbreeding akan muncul maka akan menurunkan mutu genetis ternak tersebut. h. hanya pemilik saja yang paham dalam hal mendeteksi kebuntingan. Perusahaan sapi perah Umbul Jaya merasa sudah memiliki manajemen administrasi dan SDM yang sudah cukup baik. transportasi. Jalan keluar yang ditempuh bila terjadi gangguan yang berkelanjutan adalah meminta bantuan pada mantri atau dokter hewan. Pemasaran Susu Pemasaran susu terjadi pasang surut. Pakan Peternakan Umbul Jaya tidak memiliki hambatan dalam penyediaan pakan. e. Pengembangan Usaha dan Issue Pencemaran Lingkungan Mahalnya biaya produksi membuat perkembangan usaha menjadi lambat. karena dalam penyediaan pakan sudah direncanakan secara matang oleh pemilik perusahaan. Pengamatan kebuntingan masih dilakukan dengan cara melihat vulva dari luar. tetapi jika peternak tidak bisa menangani maka sapi akan dijual. Mutu Genetis Ternak Ternak sapi perah di Umbul Jaya merupakan ternak hasil peranakan sendiri yang dihasilkan dari persilangan pada sapi-sapi di Umbul Jaya sendiri. Pakan konsentrat yang diberikan disusun sendiri berupa campuran dari . SDM yang ada yaitu dengan 4 orang tenaga kerja sudah menyukupi dan dapat mengoptimalkan kerjanya.sehingga tidak melalui penyimpanan atau pendinginan. apabila terjadi kelainan mutu genetis maka jika masih dapat ditangani akan tetap dipelihara. perusahaan sapi perah Umbul Jaya tidak mengalami hambatan. susu langsung didistribusikan ke konsumen. Perkawinan dilakukan secara inseminasi buatan dan perkawinan alami. karena pemilik perusahaan menjalin hubungan baik dengan masyarakat. pemilik perusahaan Umbul Jaya mengirimkan pesan kepada pos IB untuk mendapatkan straw sapi pejantan yang unggul. Kesehatan Ternak Hambatan tentang kesehatan ternak yaitu penjagaan kesehatan hanya berdasarkan ketrampilan dari pengalaman (diawasi dan dipelihara oleh peternak). f. penyediaan pakan maupun pengolahan limbah. baik pada administrasi pemasaran. hanya pada keberhasilan perkawinan tergantung pada pengawasan pekerja dan pemilik perusahaan. g. Tidak ada keluhan dari masyarakat tentang pencemaran limbah sekitar. serta dipasarkan di peternakan itu sendiri. Jarang terjadi kelainan mutu genetis. Tidak memiliki pelanggan tetap. Cara yang tepat yaitu dengan melakukan IB dan menggunakan sapi perah yang unggul dari luar daerah sehingga akan didapatkan mutu genetis ternak yang lebih baik. Penanganan Susu Pasca Pemerahan Tidak ada penanganan lebih lanjut. Dalam perkawinan alami tidak ada hambatan. b. Reproduksi Ternak Reproduksi pada ternak sapi-sapi di Umbul Jaya berjalan baik. Gambar 9. Pemasaran susu biasanya dilakukan dengan menjual ke Pasar Gede. Pembahasan a.

keadaan tersebut dapat diketahui dari makanan yang diberikan ke sapi. tergantung pengawasan peternak yang mengawinkan. rendeng. karena harga kian melonjak maka pakan hijauan yang berupa rumput gajah diganti dengan tebon jagung atau bungkil jagung. Penyakit yang pernah terjadi atau pernah . dan garam. Pemasaran Susu Produk utama peternakan sapi perah Umbul Jaya berupa susu segar. serta dipasarkan di peternakan itu sendiri. untuksPedet disapih ketika berumur sapi-sapi dara dikandangkan dalam kandang koloni dan segera dikawinkan apabila sudah berahi. Sedangkan. e. f. Pada waktu kemarau hijauan sulit didapatkan. antara lain dengan penambahan jumlah sapi perah laktasi dengan mengawinkan sapi-sapi dara yang ada atau dengan membeli sapi jadi yang sudash laktasi. 1 : 3 : 3. Ketersediaan pakan di perusahaan tersedia secara kontinue.bekatul. ampas bir. Pemeriksaan Kesehatan Ternak Pemeriksaan kesehatan ternak dilakukan secara rutin setiap 6 bulan sekali. Untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain bisa dilakukan dengan memperluas lokasi pemasaran atau dengan menggunakan jasa loper yang bisa menjualkannya di warung-warung atau terminal-terminal. 2 pejantan dewasa dan 1 pejantan dewasa). Reproduksi Ternak Reproduksi ternak sapi-sapi di Umbul Jaya berjalan baik. karena tergantung dari cuaca. dan tebon jagung. h. untuk hijauan berupa rumput gajah (Pennisetum purpureum) dipesan dari Boyolali. Penyakit yang menjangkit pada ternak mudah diatasi oleh peternak. Produksi Susu Peternakan Umbul Jaya mampu menghasilkan susu sebanyak 140 liter per hari dengan interval 2 kali pemerahan sehari terhadap sapi yang laktasi sebanyak 18 ekor. Ampas bir yang digunakan merupakan limbah produksi pabrik bir di Tangerang. Produksi susu dari sapi-sapi tersebut dirasa kurang sebagai perusahaan penghasil susu di wilayah Solo sehingga perlu ditingkatkan. Susu yang telah dimasukkan dalam milkcan langsung dipasarkan baik keluar maupun di dalam lingkungan perusahaan tersebut. Pakan hijauan berupa rumput gajah. 3±4 bulan dan disendirikan. Penyediaan bibit sapi perah serta sapi laktasi tidak ada hambatan. d. Sisa susu ini dimanfaatkan untuk konsumsi sendiri. Penanganan Susu Pasca Pemerahan Susu hasil pemerahan langsung dimasukkan dalam milkcan. sehingga ada susu yang tersisa. maka perbandingan pemberian diubah menjadi bekatul : ampas bir : ampas singkong. Untuk mengatasi jika harga konsentrat mahal. sehingga perusahaan tidak pernah kehabisan atau kekurangan stok pakan sehingga tidak pernah dilakukan pengadaan pakan pengganti. ampas singkong. Pemasaran susu dilakukan dengan menjual ke Pasar Gede. Produksi susu tersebut naik turun. Pada perkawinan alami tidak mengalami hambatan. Yang menjadi permasalahan adalah kadang-kadang susu yang dipasarkan tidak semua dapat habis dalam waktu itu juga. Di perusahaan ini tidak dilakukan perlakuan pada susu lebih lanjut karena otomatis akan menambah biaya dan peralatan serta tenaga yang digunakan serta SDM yang kurang memadai. Sebelum digunakan untuk tempat susu milkcan telah dicuci terlebih dahulu dengan tujuan agar susu tidak terkontaminasi. di samping perkawinan dilakukan secara alami dengan 4 pejantan yang ada (1 pejantan prasapih. g.

Masa laktasi sapi perah adalah + 7 bulan. dan mastitis. Sapi dara adalah sapi yang berumur 9 bulan sampai dengan sapi itu beranak pertama kali. Lahan atau lokasi perusahaan masih memungkinkan untuk diperluas karena masih terdapat lahan kosong di sekitar kandang. Pengembangan Usaha dan Issue Pencemaran Lingkungan Pengembangan usaha hanya dilakukan sebatas pembelian sapi-sapi baru baik berupa pedet maupun sapi dara dengan tujuan replacement sapi-sapi yang sudah tua. job diskripsi dan jaminan kesejahteraan karyawan di perusahaan sapi perah ³ Umbul Jaya ³ tidak ada.diderita oleh ternak adalah penyakit-penyakit ringan seperti kembung. 8. 7. . Kandang berlantai semen dengan sistem koloni dengan ukuran 5 x 6 m2. Kesimpulan 1. Pemberian kolostrum pada pedet dilakukan setelah pedet dilahirkan sampai umur 7 hari selanjutnya diberi susu segar dari induk. KESIMPULAN DAN SARAN A. di samping itu limbah yang dihasilkan berupa feses ataupun urine sapi tidak begitu mengganggu warga sekitar perusahaan. i. kadang juga dilakukan oleh mantri hewan ataupun dokter hewan. 6. Pemasaran susu langsung ke konsumen tanpa mendapatkan perlakuan. Diagnosa pada penyakit biasanya dilakukan sendiri oleh peternak. 4. Lokasi perusahaan dan tata letak perkandangan cukup bagus. namun hal ini tidak dilakukan. 10. Sapi dewasa dicapai pada umur 15 ± 18 bulan. Kandang pedet menggunakan Perusahaan sapi perah ³ Umbul Jaya ³ didirikan pada tahun 1960 dengan modal awal 5 ekor sapi perah PFH laktasi hingga kini berjumlah 48 ekor dan luas kandang + 400 m2. 5. masuk angin. 2. Stuktur organisasi. sedang perekor/hari adalah 5-7 liter. 3. Tentang pencemaran yang diakibatkan oleh limbah yang dihasilkan oleh perusahaan tidak begitu ditanggapi oleh warga sekitar dengan alasan bahwa perusahaan sapi perah tersebut sudah berdiri bahkan jauh sebelum terdapat pemukiman penduduk. VI. 9. Rata-rata produksi susu total / hari : 140 liter.

16. alat penyaring susu dan peralatan tambahan meliputi.11. sapu lidi. selang air. Pemandian ternak dilakukan 1 kali sehari pada pagi hari sebelum dilakukan pemerahan.tetapi disini belum dimanfaatkan. sikat. 3. pemotong rumput. Kotoran ternak belum dimanfaatkan. DAFTAR PUSTAKA . Penyakit yang pernah dialami adalah mastitis. B. apabila tidak mampu hendaknya bekerja sama dengan instansi atau mahasiswa agar tidak menjadi permasalahan dikemudian hari. Penanaman hijauan hendaknya dilakukan untuk efisiensi biaya. keranjang rumput. 12. Peralatan kandang adalah tempat pakan dan air minum. Penangan feses hendaknya dilakukan. Kamar susu berfungsi untuk menyimpan dan mengelola susu sebelum dipasarkan. dan kembung. Waktu pelaksanaan praktikum hendaknya lebih lama 2. diare. garuk. 14. cangkul. wadah susu. dan timbangan. ember penampung susu. Saran 1. 13. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara perioik oleh dinas setiap 6 bulan sekali. 15.

Rosdiana. 1996. 1981. ____. Girisonta. Laboratorium Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. K. U. Yogyakarta. Yogyakarta. LPPS. 2009. Yogyakarta. Kanisius. Pengelolaan Tinja Ternak. Budi Tri. S. Jakarta Sasongko.. Jakarta. Sanitasi dan Kesehatan Sapi Perah. S. Swadaya. Jakarta Soetarno. Ilmu Reproduksi Hewan. Ilmu Kemajiran Pada Ternak. Beternak Sapi Perah. Ludwig. 1996. Jakarta. 1998. No 8. PT Surya Prabha.AAK. Setiawan. Gunawan. _____________.co. Universitas Gajah Mada Press. Nur. 1993. Jakarta. Flores. Jakarta. Jakarta. Makanan Ternak. Partodiharjo. Williamson. 1995. 2001. Sasono et al. Surakarta. 1986. http://books. Poultry Indonesia.id/ Anggorodi. Jakarta. L. Memasarkan Hasil Peternakan. 2001. 2009. BPFE. 1972. Subagyo. Gramedia. Universitas Indonesia Press. Universitas Indonesia. Fine Compost Lebih Irit dan Menguntungkan. Pelczara dan Chan. Erlangga University Press. Pp 64-65. Beternak Sapi Perah Secara Intensif. Pengembangan Energi Alternatif Biogas dan Pertanian Terpadu di Boyolali Jawa Tengah. Yogyakarta. Manajemen Budidaya Sapi Perah. 1986. dan B. Penebar Swadaya. Pemeliharaan Pembiakan dan Percobaan di Daerah Tropis. Teknis Pemeliharaan Dan Analisis Usaha. Ahmad. Affandi. Pengantar Ilmu Peternakan Tropik Edsi 2. http://books. Penyakit Viral Pada Hewan. Trobos no 24/ tahun 11. Timan. Gappi. . Pp 18. 1992. Reksohadiprojo. Semarang. Petunjuk Praktis Beternak Sapi Perah. Hardjopranjoto. A. Mangkoewidjodjo. R. 1996. Pp 58. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis.google. Akoso. Jakarta. Kanisius.. A. Universitas Indonesia. Penerbit Mutiara. Jakarta. Manajemen Budidaya Sapi Perah. Ilmu Penyakit Ternak I. Soeyanto. D Pamungkas.. Gadjah Mada University Press.A Payne. Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Ilmu Makanan Ternak Umum. I. Rasyaf. Jakarta. Yogyakarta Sudono.J. Ade Iwan. R.Yogyakarta. 1984. Pane. Surabaya Jauhari. 1995 Pengantar Ilmu Peternakan Tropik Edisi 2. 1992.google. Prospek Agribisnis Penggemukan Pedet. Manfaat Kotaran Ternak. Penebar Swadaya. 2000. Yogyakarta. UGM Press.A. P. Nusa Indah. S. 1986. Jakarta. 1974. D. Beternak Sapi Perah Secara Intensif. Poultry Indonesia. 1993.id/perkandangan_sapi_perah Sasse. Siregar. 1988. Setiawan. S.co. Santosa. ____. 1993. Muhammad. Ternak Umum. 2003. Soebadi. Intensisifikasi Peternakan. Ilmu Ternak Potong dan Kerja. No 75. Jakarta. Gramedia. _____________________. BPFE. Solo. Yudhistira. 2003. T..S. Kanisius. Subronto. Pemuliabiakan Ternak Sapi. Dasar-Dasar Mikrobiologi. PT Surya Prabha. 1979. 2004. Kanisius. F. Yogyakarta. Agromedia Pustaka. 1982. Kanisius. Penebar Swadaya. Potensi Produktivitas dan Nilai Ekonomi Sapi Bali. YBP. Ribut. Ressang. Trobos. LPTP Solo dan BERDA Jerman. Mengupayakan Usaha Sapi Perah Tetap Bertahan. No 291. Kesehatan Sapi. Sapi Perah Jenis. 2008. 1995. Yogyakarta. 1992. G dan W. 1980. Petunjuk Praktis Beternak Sapi Perah. Poultry Indonesia.

Gadjah Mada University Press. . 1995. Yogyakarta. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis.___________________________.