P. 1
Potensi Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Sawit

Potensi Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Sawit

|Views: 575|Likes:

More info:

Published by: Erlangga Rizki Ardinan on May 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2013

pdf

text

original

LATAR BELAKANG Industri minyak kelapa sawit merupakan salah satu industri strategis, berkembang di Negara Negara tropis

seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand. Perkembangan industri minyak kelapa sawit saat ini sangat pesat, dimana terjadi peningkatan jumlah produksi kelapa sawit seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dengan besarnya produksi yang mampu dihasilkan berdampak positif bagi perekenomian Indonesia. Di masa akan datang, industri minyak kelapa sawit ini dapat diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. Namun seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan, dampak positif dari perkembangan Seperti sektor agroindustri umumnya dan perkebunan kelapa sawit khususnya, juga diikuti oleh dampak negative terhadap lingkungan akibat dihasilkannya limbah cair, padat dan gas dari kegiatan kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Untuk itu tindakan pencegahan dan penanggulangan dampak negatif dari kegiatan PerkebunanKelapa Sawit dan PKS harus dilakukan dan sekaligus meningkatkan dampak positifnya. 1. Sekilas Tentang Kegiatan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Tandan buah Segar (TBS) yang telah dipanen di kebun diangkut ke lokasi Pabrik Minyak Sawit dengan menggunakan truk. Sebelum dimasukan ke dalam Loading Ramp, Tandan Buah Segar tersebut harus ditimbang terlebih dahulu pada jembatan penimbangan (Weighing Brigae) . Perlu diketahui bahwa kualitas hasil minyak CPO yang diperoleh sangat dipengaruhi oleh kondisis buah (TBS) yang diolah dalam pabrik. Sedangkan proses pengolahan dalam pabrik hanya berfungsi menekan kehilangan didalam pengolahannya, sehingga kualitas hasil tidak semata-mata tergantung dari TBS yang masuk ke dalam Pabrik. a. Perebusan Tandan buah segar setelah ditimbang kemudian dimasukkan ke dalam lori rebusan yang terbuat dari plat baja berlubang-lubang (cage) dan langsung dimasukkan ke dalam sterilizer yaitu bejana perebusan yang menggunakan uap air yang bertekanan antara 2.2 sampai 3.0 Kg/cm Proses perebusan ini dimaksudkan untuk mematikan enzim-enzim yang dapat menurunkan kuaiitas minyak. Disamping itu, juga dimaksudkan agar buah mudah lepas dari
2.

tandannya dan memudahkan pemisahan cangkang dan inti dengan keluarnya air dari biji. Proses ini biasanya berlangsung selama 90 menit dengan menggunakan uap air yang berkekuatan antara 280 sampai 290 Kg/ton TBS. Dengan proses ini dapat dihasilkan kondensat yang mengandung 0.5% minyak ikutan pada temperatur tinggi. Kondensat ini kemudian dimasukkan ke dalam Fat

Pit. Tandan buah yang sudah direbus dimasukan ke dalam Threser dengan menggunakan Hoisting Crane. b. Perontokan Buah dari Tandan Padatahapan ini, buah yang masih melekat pada tandannya akan dipisahkan dengan menggunakan prinsip bantingan sehingga buah tersebut terlepas kemudian ditampung dan dibawa oleh Fit Conveyor ke Digester. Tujuannya untuk memisahkan
brondolan (fruilet) dari tangkai tandan. Alat yang digunakan disebut thresher dengan drum berputar (rotari drum thresher). Hasil stripping tidak selalu 100%, artinya masih ada brondolan yang melekat pada tangkai tandan, hal ini yang disebut dengan USB (Unstripped Bunch). Untuk mengatasi hal ini, maka dipakai sistem “Double Threshing“. Sisitem ini bekerja dengan cara janjang kosong/EFB (Empty Fruit Bunch) dan USB yang keluar dari thresher pertama, tidak langsung dibuang, tetapi masuk ke threser kedua yang selanjutnya EFB dibawa ketempat pembakaran

(incinerator) dan dimanfaatkan sebagai produk samping.

Pengolahan Minyak dari Daging Buah Brondolan buah (buah lepas) yang dibawa oleh Fruit Conveyor dimasukkan ke dalam Digester atau peralatan pengaduk. Dalam proses penyaringan minyak kasar tersebut perlu ditambahkan air panas untuk melancarkan penyaringan minyak tersebut. air dan masa janis ringan ditampung pada Countnuous Settling Tank. Sebelum minyak kasar tersebut ditampung pada Crude Oil Tank. Setelah massa buah dari proses pengadukan selesai ° kemudian dimasukkan ke dalam alat pengepresan (Scew Press) agar minyak keluar dari biji dan fibre. d.90°C.c. . minyak dialirkan ke oil tank dan pada fase berat (sludge) yang terdiri dari air dan padatan terlarut ditampung ke dalam Sludge Tank yang kemudian dialirkan ke Sludge Separator untuk memisahkan minyaknya. Dari pengepresan tersebut akan diperoleh minyak kasar dan ampas serta biji. Pada fase cair yang berupa minyak. Dalam proses pengadukan (Digester) ini digunakan uap air yang temperaturnya selalu dijaga agar stabil antara 80 . maka minyak sawit dipompakan ke tangki timbun (Oil Storage Tank). Kemudian melalui Sarvo Balance. Sedangkan ampas dan biji yang masih mengandung minyak (oil sludge) dikirim ke pemisahan ampas dan biji (Depericarper).Untuk proses pengepresan ini perlu tambahan panas sekitar 10% s/d 15% terhadap kapasitas pengepresan. harus dilakukan pemisahan kandungan pasirnya pada Sand Trap yang kemudian dilakukan penyaringan (Vibrating Screen). Minyak kasar (Crude Oil) kemudian dipompakan ke dalam Decenter guna memisahkan Solid dan Liquid. Selanjutnya dialirkan ke Vacuum Drier untuk memisahkan air sampai pada batas standard. Di dalam alat ini dimaksudkan supaya buah terlepas dari biji. Proses Pemurnian Minyak Minyak dari oil tank kemudian dialirkan ke dalam Oil Purifer untuk memisahkan kotoran/solid yang mengandung kadar air.

Salah satunya adalah potensi limbah dapat dimanfaatkan sebagai sumber unsur hara yang mampu menggantikan pupuk sintetis (Urea. Jenis dan Potensi Limbah Kelapa Sawit Jenis limbah kelapa sawit pada generasi pertama adalah limbah padat yang terdiri dari Tandan Kosong. Pada Gambar tersebut terlihat bahwa limbah yang terjadi pada generasi pertama dapat dimanfaatkan dan terjadi limbah berikutnya. Terlihat potensi limbah yang dapat dimanfaatkan sehingga mempunyai nilai ekonomi yang tidak sedikit. cangkang dan lain-lain. Limbah padat dan limbah cair pada generasi berikutnya dapat dilihat pada Gambar 2. pelepah. Sedangkan limbah cair yang terjadi pada in housekeeping. TSP dan lain-lain). .2.

Gambar 2.74 juta ton. dan Mg berturut-turut setara dengan 3 Kg Urea. namun pemanfaatannya masih terbatas. dan 240 Kg Kiserit (Lubis dan Tobing.440 Kg MOP. Karakteristik Limbah Cair Industri Kelapa Sawit Pada proses pengolahan kelapa sawit menjadi CPO. K. Injeksi uap air pada unit pelumatan bertujuan mempermudah . Sedangkan limbah padat seperti cangkang dan serat sebesar 1. 1989).Hasil kondensasi uap air pada unit pelumatan ( digester) dan unit pengempaan (pressure). selain menghasilkan minyak sawit tetapi juga menghasilkan limbah cair.73 juta ton dan 3. K. dimana air limbah tersebut berasal dari : . 72 Kg CIRP. P. dan Mg berturut-turut setara dengan 360 Kg Urea.6 Kg CIRP. 1. Limbah tersebut selama ini dibakar dan sebagian ditebarkan di lapangan sebagai mulsa. 0. P. Pohon Industri Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit Limbah padat Tandan Kosong (TKS) merupakan limbah padat yang jumlahnya cukup besar yaitu sekitar 6 juta ton yang tercatat pada tahun 2004. dan 2 Kg Kieserit. 3. 12 Kg MOP. Persentase Tankos terhadap TBS sekitar 20% dan setiap ton Tankos mengandung unsure hara N. Dengan demikian dari satu unit PKS kapasitas olah 30 ton TBS/jam atau 600 ton TBS/hari akan menghasilkan pupuk N. Pengelolaan Limbah Cair a.

Berdasarkan hasil analisa pada tabel 1 menunjukkan bahwa limbah cair industri kelapa sawit bila dibuang kepengairan sangat berpotensi untuk mencemari lingkungan. sehingga harus diolah terlebih dahulu sebelum di buang keperairan. b. protein dan lemak yang terdapat dalam limbah cair oleh bakteri anaerobik tanpa kehadiran Oksigen menjadi biogas yang terdiri dari CH4 (50-70%). H2S dalam jumlah kecil. yaitu untuk memisahkan sisaminyak dari ampas. . serta N2. Penambahan air panas dari saringan getar. Hasil kondensasi uap air pada kedua unit tersebut dikeluarkan dari unit pengempaan Kondensat dari depericarper. Setelah itu maka limbah cair dialirkan ke bak anaerobik untuk dilakukan proses anaerobik. Waktu tinggal limbah cair pada bioreactor anaerobik adalah selama 30 hari. sedangkan injeksi uap bertujuan mempermudah pemerasan minyak. Limbah cair kelapa sawit umumnya berwarna kecoklatan. yaitu untuk memisahkan sisa minyak yang terikut bersama batok/cangkang Hasil kondensasi uap air pada unit penampung biji/inti. yaitu dengan sistem proses anaerobik dan aerobik. Limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik kemudian dialirkan ke bak penampungan untuk dipisahkan antara minyak yang terikut dan limbah cair. Proses Pengolahan Limbah Cair Industri Kelapa Sawit Teknik pengolahan limbah cair industri kelapa sawit pada umumnya menggunakan metode pengolahan limbah kombinasi.- - - pengupasan daging buah. Pada umumnya industri kelapa sawit yang berskala besar telah mempunyai pengolahan limbah cair. Limbah cair kelapa sawit mengandung konsentrasi bahan organik yang relatif tinggi dan secara alamiah dapat mengalami penguraian oleh mikroorganisme menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Injeksi uap kedalam unit penampung biji bertujuan memisahkan sisa minyak dan mempermudah pemecahan batok maupun inti pada unit pemecah biji Kondensasi uap air yang berada pada unit penampung atau penyimpan inti Penambahan air pada hydrocyclone yang bertujuan mempermudah pemisahan serat dari cangkang. H2. mengandung padatan terlarut dan tersuspensi berupa koloid dan residu minyak dengan kandungan BOD tinggi. Pengolahan limbah secara anaerobik merupakan proses degradasi senyawa organik seperti karbohidrat.

Air hasil olahan dari membran reverse osmosis kemudian dianalisa. c. pengolahan akhir adalah proses secara aerobik dan setelah air hasil olahan dapat dibuang ke perairan. yaitu Berdasarkan hasil analisa diatas menunjukkan bahwa air hasil olahan telah dapat dibuang ke perairan . . tetapi tidak dapat digunakan sebagai air proses dikarenakan air hasil olahan tersebut masih mempunyai warna kecoklatan. Air hasil olahan dari proses aerobik dialirkan ke membran reverse osmosis dengan tekanan 8 kg/cm2 dan laju alir 100 ml/menit. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan air hasil olahan tersebut untuk recycle dan air minum. Setelah pengolahan limbah cair secara anaerobik dilakukan pengolahan limbah cair dengan proses aerobic selama 15 hari.Berdasarkan hasil analisa diatas menunjukkan bahwa proses anaerobik dapat menurunkan kadar BOD dan COD limbah cair sebanyak 70 %. Kombinasi Proses pengolahan anaerobik-aerobik. Pada proses pengolahan secara aerobik menunjukkan penurunaan kadar BOD dan Kadar COD adalah sebesar 15 %. sehingga perlu dilakukan pengolahan lagi.membran reverse osmosis Pada pengolahan limbah cair kelapa sawit.

Namun.trigliserida (mempunyai kandungan terbanyak dalam minyak nabati). Pembuatan biodiesel dengan bahan baku CPO parit sebagai sumber energi terbarukan . dan minyak pada pengolahan CPO.Minyak yang terkumpul oleh mesin dialirkan pada tangki penampungan minyak untuk diproses kembali .Aliran ini berkumpul di suatu tempat yang disebut pad feed I yang dilengkapi dengan mesin pengutip minyak . asam lemak bebas /FFA. dialirkan menuju kolam pad feed II yang mengandung artikel kotoran yang sangat banyak .Hasil bawah dari alat centrifuge yang berupa campuran air. Adapun alur proses pengutipan CPO parit adalah sbb : . mineral.Sisa minyak yang tidak terkumpul pada mesin pengutp minyak. Pemanfaatan limbah cair “CPO parit” untuk pembuatan biodiesel CPO parit merupakan limbah cair hasil proses pengolahan kelapa sawit yang dapat mencemari air dan tanah. Salah satu alternatif pengolahan CPO parit adalah dengan mengolahnya menjadi biodiesel. vitamin. Komposisi yang terdapat dalam minyak CPO parit terdiri dari trigliserida . dan digliserida. minyak) ini dikumpulkan pada kolam penampungan minyak terakhir yang dilengkapi dengan mesin rotor yang berputar untuk memerangkap minyak lalu dialirkan ke tangki pengumpul minyak. d. kotoran.Kemudian aliran slurry (air. CPO parit memiliki kandungan CPO yang relatif sedikit yaitu sekitar 2% dari jumlah CPO keseluruhan yang dihasilkan.Berdasarkan dari hasil analisa diatas menunjukkan bahwa air hasil olahan dari pengolahan kombinasi diatas effluentnya dapat digunakan sebagai air minum dan dapat digunakan untuk recycle air proses. Minyak inilah yang kemudian disebut dengan CPO parit. mengalir ke parit-parit pembuangan . monogliserida. lumpur yang terbawa. dengan adanya proses pengolahan CPO parit menjadi biodiesel maka CPO parit tersebut menjadi lebih bermanfaat. atau sulfur. serta beberapa komponen – komponen lain seperti phosphoglycerides.

trigliserida. Pada proses transesterifikasi I dan II prinsip kerjanya sama yaitu mencampurkan kalium hidroksida (KOH) dan metanol (CH3OH) dengan hasil reaksi pada esterifikasi. Kemudian proses dilanjutkan ke tahap pencucian biodiesel. suhu 630C dengan yield 98% (Warta PPKS. 2008). Proses pembuatan biodiesel cpo parit: Ada beberapa proses pengolahan biodiesel berbasis CPO parit. Lapisan ester. Semakin tinggi kemurnian dari bahan yang digunakan akan meningkatkan hasil yang dicapai dengan kualitas yang tinggi pula. air. margarin. dan sisa metanol dengan lapisan bawah yaitu gliserol. Pengelolaan limbah padat a. methanol sisa. Di sini terjadi lagi pemisahan antara lapisan atas berupa metil ester. Temperatur air pencucian yang digunakan sekitar 60°C dan jumlah air yang digunakan 30% dari metil ester yang akan dicuci. CPO parit yang akan direaksikan terlebih dahulu dimasukkan ke dalam sentrifuse untuk memisahkan kotoran padat (total solid) dan air dari CPO parit sehingga tidak mengganggu reaksi esterifikasi nantinya. mengingat penggunaan CPO menjadi biodiesel sebagai alternatif energi terbaharukan cukup mengganggu pasokan untuk keperluan industri lain yang berbasiskan CPO misalnya industri minyak goreng. dengan jumlah katalis asam sulfat yang digunakan adalah 0. Tujuan pencucian itu sendiri adalah agar senyawa yang tidak diperlukan (sisa gliserol. 2008). dan lain-lain) larut dalam air. bahan baku ini dirajang terlebih dahulu dengan ukuran antara 3-5 cm dengan memakai mesin rajang agar . Lama reaksi transesterifikasi adalah 1 jam. Tandan Kosong Sawit (TKS) sebagai Kompos dan Pupuk Organik Sebelum melakukan pengkomposan Tankos (Tandan Kosong). Reaksi berlangsung selama 1 jam pada suhu 63 0C dengan konversi 98% (Warta PPKS. Kemudian hasil pencucian dimasukkan ke dalam centrifuge untuk memisahkan air dan metal ester berdasarkan berat jenisnya. 2008). 2008). Hasil reaksi transesterifikasi I dimasukkan terlebih dahulu ke sentrifuse sebelum diumpankan ke reaktor transesterifikasi II. sisa FFA. Pengeringan dilakukan lebih kurang selama 15 menit dengan temperature 105°C. sisa metanol. dan katalis asam maupun basa. industri polimer dan industri kosmetik. Sebelum melakukan reaksi esterifikasi. Keluaran evaporator didinginkan untuk disimpan ke dalam tangki penyimpanan biodiesel. Proses esterifikasi dilakukan cukup dengan satu tahap untuk menghilangkan kadar FFA berlebih di dalam CPO parit sedangkan proses transesterifikasi dilakukan dengan dua tahap karena tahap pertama transesterifikasi masih menyisakan jumlah trigliserida yang cukup banyak pada akhir reaksi transesterifikasi I. 4. Adapun perbandingan rasio molar trigliserida dengan methanol adalah 1 : 6 dan jumlah katalis yang digunakan adalah 1% dari trigliserida (Warta PPKS. Kemudian sebelum diumpankan ke reaktor transesterifikasi. di antaranya adalah esterifikasi dan transesterifikasi yang termasuk dalam proses alkoholisis. Kadar methanol yang digunakan adalah 98% (% b) sedangkan kadar asam sulfat yaitu 97%. surfaktan. Pencampuran ini menggunakan perbandingan rasio molar antara FFA dan methanol yaitu 1 : 20. dan FFA sisa diumpankan ke reaktor transesterifikasi sedangkan air.2% dari FFA (Warta PPKS. industri kertas. Hal ini berhubungan erat dengan kadar air pada reaksi transesterifikasi. Proses transesterifikasi ini melibatkan reaksi antara trigliserida dengan methanol membentuk metil ester. sisa trigliserida. Hal ini dapat menjadi solusi akan krisis energi saat ini. Dalam pencampuran ini.adalah suatu pemanfaatan yang relatif baru. Selanjutnya adalah proses pengeringan metil ester dengan menggunakan evaporator yang bertujuan untuk menghilangkan air yang tercampur di dalam metal ester. hasil reaksi dipisahkan dalam sentrifuse selama 15 menit. dan katalis diumpankan ke methanol recovery. asam lemak bebas akan bereaksi dengan methanol membentuk ester. Adanya air dalam reaksi akan mengganggu jalannya reaksi transesterifikasi. Kadar KOH yang digunakan untuk reaksi ini adalah 99% (% b) yang biasa dijual di pasar-pasar bahan kimia. Proses esterifikasi yaitu mereaksikan methanol (CH3OH) dengan CPO parit dengan bantuan katalis asam yaitu asam sulfat (H2SO4).

dan jika kadar air bahan >85%. . Selanjutnya timbunan kompos ditebarkan pada hamparan yang cukup luas untuk menurunkan suhunya. lalu dikeluarkan dari dalam tromol. dan selanjutnya ditimbun dengan ketinggian 1 meter. Kelernbaban optimum antara 50-60%.Timbang sabut kelapa sawit sesuai kebutuhan. Pembuatan Papan Partikel dari Sabut Kelapa Sawit Sabut kelapa sawit merupakan salah satu limbah terbesar yang dihasilkan dalam proses pengolahan minyak sawit. Penguraian bahan organik tergantung kepada kelembaban lingkungan. Papan dikempa selama 24 jam Papan yang dihasilkan dibiarkan dalam ruangan yang sirkulasi udaranya . dan jika pelapukannya berlangsung dengan baik disebut sebagai pupuk organik. Selanjutnya dilakukan pengaturan pH antara 6. Pengurangan kadar minyak dapat dilakukan salah satunya dengan memasak sabut kelapa sawit dalam larutan NaOH 10% selama 1 jam.dekomposisi dapat dipercepat. agar masa fermentasi lebih cepat. dan suhu fermentasi antara 45-60oC. Perekat diteteskan sedikit demi sedikit pada sabut kelapa sawit dan diaduk - - secara merata. dibuang atau ditimbun di dalam tanah saja. Masukan adonan ke dalam cetakan di atas plat besi dan dipadatkan secara merata. kemudian dikempa sampai tercapai tebal papan 1. Tromol diputar selama 5-7 jam perhari dengan kecepatan 2-3 rpm. dan dicampurkan dengan pupuk urea sebagai sumber nitrogen.Serat dari sabut kelapa sawit yang akan digunakan dalam pembuatan papan partikel baik yang belum mengalami proses pengurangan kadar minyak ataupun yang sudah mengalami proses pengurangan kadar minyak. Tahapan Pembuatan Papan Partikel Sebagai berikut: . Pemutaran tromol bertujuan untuk mempercepat homogenasi dan penguraian bahan organik majemuk menjadi bahan organik sederhana.5. Waktu fermentasi berlangsung cukup lama yaitu antara 14-21 hari dengan menggunakan bakteri mesofil dan termofil. Oleh karena itu kadar minyak harus dikurangi seminimal mungkin. Sabut kelapa sawit ini bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan papan partikel yang berarti bisa mengatasi masalah pembuangan limbah sabut kelapa sawit sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi. Tinggi rendahnya timbunan ini berpengaruh terhadap suhu fermentasi selama penimbunan. dan diayak dengan ukuran tertentu dan dikering anginkan. lalu diaduk secara merata dengan Tankos. MInyak yang terdapat pada sabut kelapa sawit dapat mengganggu proses perekatan dalam pembuatan papan partikel.8-7. Limbah padat ini kemudian dimasukkan ke dalam fermentor yang disebut tromol dengan kapasitas 3 m3. Campuran tersebut kemudian dimasukan ke dalam cetakan yang telah diolesi dengan minyak pelumas. Setelah fermentasi. b. dibilas dan dicuci sampai bersih dan dikeringanginkan hingga kadar air maksimal 10%. Fermentasi di tempat terbuka ini masih berlangsung antara 5-7 hari pada suhu antara 60-70°C. atau volume 1 m3. Kemudian ditambahkan semen ke serat yang telah dibasahi tersebut. perlu ditambahkan aktifator untuk mengurangi kadar air. dan limbah mengalami biodegradasi menjadi kompos. kemudian diaduk dengan cepat sampai campuran kelihatan homogen dan sempurna. Kompos merupakan limbah padat yang mengandung bahan organik yang telah mengalami pelapukan. Inokulum yang digunakan dapat berasal dari bakteri yang diisolasi atau kotoran ternak sebanyak 15-20%. Kebanyakan limbah berupa sabut ini biasanya hanya dijadikan bahan bakar.2 cm.

. c. . Selama api menyala ditambahkan cangkang sawit sedikit demi sedikit sampai setingga permukaan drum atau kaleng. 4. Penambahan dilakukan dengan api yang menyala kecil.baik selama 28 hari.Larutkan NaOH yang telah dipersiapkan ke dalam air (point 10).Hitung kadar air bahan dan persentase Berat Bahan Kering (BBK). .Hitung kebutuhan air yang ditambahkan yaitu kebutuhan air sesungguhnya dikurangi dengan air dalam bahan. . .5 jam dalam suasana mendidih. . manila. 1. Pembuatan Pulp dari Sabut Kelapa Sawit Kertas adalah salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan modern.Potong sabut kelapa sawit dengan ukuran panjang 3 cm. . 3. doorslag.Sediakan sabut kelapa sawit kurang lebih 0.Dengan bantuan angka pada point di atas dapat diketahui berat pulp yang diperoleh sesungguhnya pada point 16.5 kg yang bersih dari daunnya. . Cuci pulp yang diperoleh sampai netral. d.Ambil serabut kelapa yang tersedia dari sabut kelapa sawit yang bersih (point 1).Tentukan kadar air dengan metode Oven (dipanaskan sekaligus selama 4 jam dan ditimbang beratnya).Timbang gumpalan pulp tersebut (ketelitian dua desimal). duplicator/cycto style dll.Saring . Cangkang kelapa sawit yang sudah kering dimasukkan kedalam drum atau kaleng yang telah dibuang tutup bagian atasnya dan diberi lubang sebanyak 4 buah dengan jarak yang sama pada tutup bagian bawahnya. . . Hitung BBK yang diperoleh dalam persentase . Drum ditempatkan pada 2 pipa di atas tanah dan dibakar. . Tahapan Pembuatan : .Ambil kurang lebih 5 gr sabut kelapa sawit yang telah bersih kemudian dipotong halus dengan pisau. rumahtangga serta keperluan lain yang sesuai dengan kemajuan zaman. . 5. hidrogen dan oksigen. Peranannya sangat penting baik dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kebudayaan maupun untuk keperluan industri.Hitung kebutuhan air untuk pemasakan jika perbandingan bahan (BBK) dengan air (ratio pemasakan) 1 : 10.Masak sabut kelapa sawit (point 7) di dalam larutan NaOH selama 3. Pemanfaatan sabut kelapa sawit merupakan alternatif bahan baku bagi pabrik-pabrik kertas untuk hasilkan kertas HVS.Timbang berat sabut kelapa sawit yang telah dihaluskan tadi dengan ketelitian 4 desimal. .Hitung kebutuhan NaOH yaitu 12% dari BBK. . 2. karton. Pembuatan Arang Aktif dari Cangkang Kelapa Sawit • Proses Karbonasi Tujuan: untuk menghilangkan senyawa-senyawa yang mudah menguap dalam bentuk unsur-unsur non karbon. .Peras air yang masih ada dalam pulp sekaligus pulp yang didapat dijadikan 1 gumpalan. Ukuran lubang harus cukup besar agar memungkinkan udara masuk.Ambil 10 gr dari gumpalan pulp dan keringkan dalam Oven 105oC (selama 4 jam/berat konstan).

Biarkan sampai menjadi dingin selama semalam. Dikeringkan pada temperatur kamar 1 minggu sebelum digunakan. f.Selanjutnya dapur pemanas dihidupkan dengan mengatur suhu dan waktu yang dikehendaki. material direndam dengan HNO3 1% atau MgCL2 10% dan ZnCl2 10% selama 3 jam.atau sebagai papan partikel. 60 menit dan 75 menit yang dihitung pada saat tercapai suhu yang dikehendaki. oksidasi. Proses pirolisa melibatkan berbagai proses reaksi yaitu dekomposisi. hemiselulosa dan lignin. Proses aktifasi dapat dilakukan secara kimia menggunakan aktifator HNO3 1% atau dapat juga dilakukan proses dehidrasi dengan garam mineral seperti MgCL2 10% dan ZnCl2 10%. 13% dan 18% dengan pengering kabinet. 1. 400°C dan 450 °C sedangkan waktu yang digunakan adalah 45 menit. kemudian ke dalam kolom pendingin ini dialirkan air dengan suhu kamar menggunakan aerator sehingga asap akan terkondensasi dan mencair. Dari setiap batang kelapa sawit dapat diperoleh kayu sebanyak 0. Kemudian dicuci dengan aquades hingga pH netral. polimerisasi. Pemanasan di industri peternakan e. Asap Cair Dari Cangkang Kelapa Sawit Asap cair merupakan hasil kondensasi dari pirolisis kayu yang mengandung sejumlah besar senyawa yang terbentuk akibat proses pirolisis konstituen kayu seperti selulosa. Pengontrol kelembaban yang efektif.34 m3. sedangkan asap yang tidak terembunkan akan terbuang melalui selang penyalur asap sisa. • Proses Aktifasi Tujuan: Untuk meningkatkan keaktifan dengan adsorbsi karbon dengan cara menghilangkan senyawa karbon pada permukaan karbon yang tidak dapat dihilangkan pada proses karbonasi. Asap cair dibuat dengan memasukkan 1 kg cangkang sawit ke dalam reaktor kemudian ditutup dan rangkaian kondensor dipasang. Untuk aktifasi atau menghilangkan ion logam yang terdapat pada arang cangkang sawit. dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tinggi. Semakin cepat pemanasan semakin sukar diamati tahap karbonasi dan rendemen arang yang dihasilkan lebih rendah sedangkan semakin tinggi tekanan semakin besar rendemen arang. Asap yang keluar dari reaktor akan mengalir ke kolom pendingin melalui pipa penyalur asap yang mana pada pipa ini terdapat selang yang dihubungkan botol penampung untuk menampung tar . 3. selanjutnya disimpan di dalam botol. Batang kelapa sawit tersebut dapat dibuat sebagai bahan perabot rumah tangga seperti mebel. Embunan berupa asap cair yang masih bercampur dengan tar ditampung kedalam erlenmeyer. 7. Pada penelitian ini suhu yang digunakan 350°C. 4. Batang kelapa sawit untuk perabot dan papan artikel Batang kelapa sawit yang sudah tua tidak produktif lagi. Manfaat arang aktif diantaranya adalah : Bahan bakar alternative. Bahan cangkang sawit sebelumnya dianalisa kadar hemiselulosa. Potensi Produksi Xylose dari tandan kosong . g. Industri rumah tangga. Proses karbonasi dipengaruhi oleh pemanasan dan tekanan.Selanjutnya asap cair + tar yang terdapat didalam botol dilakukan pengendapan untuk memisahkan tar dan asap cair. 2. Setelah itu drum/kaleng ditutup dengan pelepah pisang atau karung basah dan dilapisi dengan penutup dari logam yang ditutupkan rapat. Arang hasil pembakaran dihaluskan dan diayak dengan ukuran 150µm. selulosa dan lignin kemudian kadar airnya dibuat menjadi 8%. dan kondensasi Pembuatan asap cair dilakukan dengan destilasi.6. furniture. Zat penghilang bau.

Rahman et.et.al (2006) meneliti bahwa tandan buah kosong kelapa sawit dapat dijadikan sumber yang potensial untuk produksi xylosa.dan sebagainya. polimer gula yang tediri dari gula pentose yaitu xylose.padatan yang dihasilkan dipisahkan dari liquid dengan cara filtrasi.sebagai lapisan pembungkus tablet vitamin. waktu hidrolisis 60 menit. Pembuatan xylose dengan cara hirolisis asam. Setelah reaksi selesai. hemisellulosa dan lignin. Biomassa tandan kosong mengandung sellulosa. sebagai antikariogenik dalam formula pasta gigi. mulai dari industri pangan (sebagai pemanis alternative untuk penderita diabetes). Disebutkan bahwa kondisi optimum yang menghasilkan yield xylose terbanyak adalah pada suhu 119°C.suhu dan waktu tertentu. Diperkirakan 24% dari total biomassa tandan kosong tersusun atas xylan.dengan konsentrasi asam sulfat 2% (Rahman.salah satunya adalah xylitol. Penggunaan xylitol sangat luas. Xylosa dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan senyawa lain melalui proses kimia dan bioteknologi.2006) .al.yaitu merendam tandan kosong kelapa sawit dengan H2SO4 dengan konsentrasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->