BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Kimia merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam yang membahas tentang unsur, senyawa, dan molekul-molekul alam baik yang organic maupun non organic, ilmu ini sama seperti ilmu-ilmu alam yang lain baik dalam mengkaji, meneliti dan mengembangkan masalah alam yaitu dengan proses ilmiah karena melakukan penelitian dengan system mencari masalah dan menyelesaikan masalah. Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari materi, komposisi, dan sifat-sifat alam sekitar. Materi merupakan segala hal yang menempati ruang dan memiliki masa. Komposisi merupakan bagian dari materi-materi alam yang ada yang dihubungkan dengan materi yang lain.. sedangkan sifat merupakan cirri khas dari materi tersebut.Kerena ilmu kimia membahas tenteng materi, komposisi dan sifat mak diperlukan suatu riset tertentu untuk dapat membedakan dan mengklasipikasikan meteri materi ysng ada berdasarkan kemiripan sifat yang dimilikinya. Jadi segala sesuatu yang memiliki masa dan menempati ruang diteliti oleh ilmu kimia. Hal ini dilakukan untuk memenuhui kebutuhan hidup manusia, menjaga, melindungi, dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada manusia karena pada dasarnya zatzat kimia (bagian dari materi) yang ada di alam ini ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan . Hal-hal tersebut diatas merupakan hal-hal yang dilakukan oleh para ahli dan yang peduli sama lingkungan serta memiliki kemapuan untuk melakukan tersebut. Peneltian atau pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa didalam lab. Merupakan salah satu bagian untuk mengetahui keadaan alam sekitar, hal tersebut dilakukan juga untuk bisa lebih memahami teori-teori yang ada, yang pernah mereka terima dalam ruangan. Pembuktian-pembuktian dari teori-teori kimia yang ada juga merupakan bagian dari tujuan seseorang untuk mengadakan riset yang ada. Dengan kata lain bahwa praktikum kimia dilakukan untuk memahami dan membuktikan semua materi dan teori yang telah diterima oleh mahasiswa. Sedangkan bagi para ahli kimia untuk meneliti dan mencari hal-hal baru guna kemaslahatan umum. B. Rumusan Masalh 1. Bagaimana kita dapat memproduksi Gas Asetilen ( acetylene)? 2. Bagaimana menentukan Ph Asam dan Basa pada ekstrak tumbuhan ? 3. Bagaimana pengaruh konsentrasi dan temperature terhadap Kesetimbangan ? 4. Bagaimana pemurnian yaitu rekristalisasi dan penerapannya pada pemurnian garam dapur biasa? 5. Bagaiamana proses The Mercury Beating Heart berlangsung? 6. Bagaimana proses Eksotermik itu pada asam klorida? 7. Bagaimana membuat larutan Trafik Light dan menggambar struktur reaksinya? 8. Bagaiamana terjadi Vulkanik pada praktek kimia? 9. Bagaimana terjadi Endapan Putih pada pelarutan? C. Tujuan 1. Untuk dapat memproduksi gas asetilen ( acetylene) dan dapat menggambarkan struktur molekul asetilen. 2. Untuk menentukan Ph asam dan basa pada ekstrak tumbuhan. 3. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan temperature terhadap kesetimbangan. 4. Tujuan dari percobaan ini adalah mempelajari salah satu metoda pemurnian yaitu

rekristalisasi dan penerapannya pada pemurnian garam dapur 5. Untuk memisahkan zat cair dengan zat cair yang berbeda titik 6. Untuk menentukan indicator manakah yang menjadi reduktor maupun 7. Untuk memisahkan zat cair dengan zat cair yang berbeda titik 8. Untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan reaksi 9. Untuk memisahkan zat cair dengan zat cair yang berbeda titik

biasa. didihnya. oksidator. didihnya. vulkanik. didihnya.

BAB II PEMBAHASAN ACARA I PRODUKSI GAS ASETILEN 1. Pelaksaan a. Hari / tanggal : Minggu. 11 april 2010 b. Tempat : Lapangan hijau IAIN Mataram c. Tujuan : Memproduksi gas asetilen ( acetylene) dan dapat menggambarkan struktu molekul asetilen 2. Landasan Teori Asetilena adalah suatu hidrokarbon yang trgolong kepada alkuna,dengan rumus C2 H2.

Asetilena merupakan alkuna yang paling sederhana,karena hanya terdiri dari dua atom hidrogen.pada asetilena,kedua karbon terikatmelalui ikatan rangkap tiga,dan masingmasing atom karbon memiliki hibridisasi orbital sp untuk ikatan sigma. Hal ini menyebabkan keempat atom pada asitelena terletak pada stu garis lurus dengan sudut CC-H sebesar 180o .Asetilena ditemukan oleh edmund davy pada 1836 yang menyebutnya karburet baru dari hidrogen.Nama asetilen diberikan oleh kimiawan perancis marsellin berthelot,pada 1860.pada 1812,sebuah ledakan asetilena yang membutakan fisikiawan gustaf dalen yang kemudian di tahun yang sama memperoleh hadiah nobel di bidang fisika.Anda pernah memperhatikan sekeliling, di sekitar rumah kita. Pada saat anda membuat pagar rumah dari besi tempa atau membuat teralis untuk pengaman jendela rumah. Pasti tidak terlepas dari apa yang dinamakan las. Biasanya untuk model las yang di gunakan merangkai besi lebih kuat dan terjamin bila menggunakan las jenis listrik. Tapi sebelum perkembangan las listrik menjamur, dahulu ada sejenis las yang menggunakan gas sebagai bahan bakar. Atau istilah yang lebih keren adalah las MDQ. Ada juga yang menyebut las karbit. Apa sebenarnya MDQ? Asetilena bereaksi dengan alkohol,hidrogen sianida,hidrogen klorida atau asam karboksilat menghasilkan senyawa – senyawa Vinil.Asetilen merupakan gas yng tidak berwarna,mudah terbakar,dengan bau mirip bawang putih.asetilen adalah gas sintetin yang diproduksi dari reaksi kalsium karbida dengan air,dan disimpandalam silinder yang berisi cairan aseton. Asetilen banyak digunakan untuk pemotongan besi,pengelasan dan juga untuk mempercepat matangnya buah-buahan. 1 3. Alat dan bahan . Alat : 1) Kertas bekas 5) Sarung tangan 2) Tali rapia 6) Bola hisap

Reaksi senelum dipanskan CaC2 (S) + 2H2O (l) Ca(OH)2 (s) + C2H2 (g) 2. 5. Menggantungkakn balon karet pada uujung kayu. GambaR 1. Gambar balon karet yang telah dipanaskan dan terjadi . Hasil Pengamatan a. 7. 3. Menggunakan masker. Pembahasan. 2. 5. disebabkan kaena suhu gas c2h2 didalam balon karet meningkat akibat pemanasan tersebut dan reaksi kimianya menjadi . semakin lama besar sehingga balon karet ersebut meledak. balon karet tersebut menembung akibat dari pengaruh memuainya cac2 yang telah tercampur oleh air . Ballon sedang mengembang 3. 9. Tali 2. Balon karet yang telah diisi dengan dengan H2O ( air) dan CaC2 ( kalsium karbida) dan telah selesai memuai pada saat itu balon karet tersebut dipanaskan diatas api sehingga terjadi perubahan suhu pada balon karet.3) Kayu 7) Masker 4) Pipit ukur Bahan : 1) CaC2 ( kalsium kabida) 2) H2O ( air ) 3) Korek api 4) Balon karet 4. Gambar ketika sedang dipanaskan Keterangan : 1. Gambar sebelum dipanaskan 1 Keterangan : `1. Balon yang telah berhenti memuai 3. Cara Kerja 1. Menyiapkan api ( pemanas ) 8. Tali 2. Menggunakan sarung tangan . Gelembung udara 4. Reaksi calsium karbida dan Air 2. yang menyebabkan balon karet tersebut mengembung. Memanaskan balon karet tersebut yang tlah digantungkan ke kayu. Mencatat hasil pengamatan . Reaksi setelah dipanaskan 2C2H2 (g) + 5O2 (g) 4CO2 (g) + 2H2O (g) + Pemanas 6. Pada gambar balon karet yang telah di isi dengan H2O (air) dan Cac2 ( kalsium karbida). Mengambil balon karet dan mengisinya denga air. Api b. Analisis 1. 6. Mengikat mulut balon karet dengan tali rapia. 4. reaksi yang sedang memuai sebelum dipanaskan reaksinya adalah CaC2 (s) + 2 H2O (l) Ca (OH)2 (s) + C2H2 (g). Memasukkan cac2 kedalam balon karet.

terbentuklah suatu idealisasi yang disebut larutan ideal. misalnya aloi (campuran logam) dan mineral tertentu. penjumlahan volume zat terlarut murni dan pelarut murni tidaklah sama dengan volume larutan. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan. 18 april 2010 b. Alat : 1. 3. penurunan titik beku. Terdapat pula larutan padat. sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Hari/tanggal : Minggu. Selain itu. Tujuan : Untuk memisahkan zat cair dengan zat cair yang berbeda titik didihnya.5 3. "mengumpul bersama"). disebut sifat koligatif (dari kata Latin colligare.peledakan dengan reaksinya 2C2H2 (g) + 5O2 (g) > 4CO2 (g) +2H2O (g) + 2H2O + panas. 2. Gelas kimia 250 ml. Contoh larutan yang dapat dianggap ideal adalah campuran benzena dan toluena. sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. Pada larutan non-ideal. Dalam kimia. Larutan yang benar-benar ideal tidak terdapat di alam. 7. Larutan ideal mematuhi hukum Raoult. dan gejala tekanan osmotik. misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. Pelaksanaan. sementara gas larut dalam gas lain. Contoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan. Sifat koligatif larutan Larutan cair encer menunjukkan sifat-sifat yang bergantung pada efek kolektif jumlah partikel terlarut. larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. yaitu bahwa tekanan uap pelarut (cair) berbanding tepat lurus dengan fraksi mol pelarut dalam larutan. Sifat koligatif meliputi penurunan tekanan uap. Kesimpulan. Ciri lain larutan ideal adalah bahwa volumenya merupakan penjumlahan tepat volume komponen-komponen penyusunnya. Bila interaksi antarmolekul komponenkomponen larutan sama besar dengan interaksi antarmolekul komponen-komponen tersebut pada keadaan murni. 4. Gas juga dapat pula dilarutkan dalam cairan. Alat dan Bahan. a. Tempat : Ruang 15 IAIN Mataram. peningkatan titik didih. CaC2 akan memui apabila dicampur dengan air dan api sebagai pemanas mempengaruhi balon karet tersebut yang mengakibatkan balon meledak karena C2h2 yang telah dipanaskan tentunya. seperti garam atau gula dilarutkan dalam air. labu ukur 500 ml dan 100 ml. c. Bola hisap. . ACARA II PEMBENTUKAN ENDAPAN PUTIH 1. Balon karet yang telah di isi air akan mengembung setelah di isi oleh Cac2 ( kalsium kabida ) juga. Pipet ukur. Landasan Teori. namun beberapa larutan memenuhi hukum Raoult sampai batas-batas tertentu. cairan dapat pula larut dalam cairan lain. 2.

atau jarum-jarum sangat menguntungkan. jadi makin besarlah laju pembentukan inti [6]. Laju pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan. selang beberapa menit kemudian dicampur dengan 4 ml larutan BaCl2 setelah mengamati selama selang waktu 5 menit 29 detik. 3. disana telah terjadi proses pengendapan dalam bentuk gumpalan –gumpalan putih. spiritus). Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. banyak sekali kristal akan terbentuk. Bentuk kristal juga penting. K(SbO4)2 C4H4O6 3. Memasukkan larutan barium klorida (bacl2 ) kedalam larutan k(sbo4)2 c4h4o6. 6. Kristal dengan struktur yang lebih kompleks. pemanas ( kaki tiga. 4. Cara kerja. Dengan endapan yang terdiri dari kristal-kristal demikian. Analisis Aquadest diukur terlebih dulu dengan thermometer kemudian aquadest tersebut dicampur dengan CaCl2 dan diukur kembali dengan thermometer sehingga sihunya berubah dari 20 ◦c menjadi 25 ◦c sehingga kenaikan suhunya 5 ◦c. b. sebelum menngabil K(SbO4)2 C4H4O6 yang sudah menjadi larutan ada proses pemanasan terebih dahulu. 5. tergantung terutama pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju pertumbuhan kristal. BaCl2 4. akan menahan cairan induk (mother liquid). Mengambil 18 ml larutan k(sbo4)2 c4h4o6.Kesimpulan. begitu pula untuk BaCl. korek api.Pembahasan. 2. Hasil Pengamatan. bahan: 1. Mengamati serta menghitung waktu samapi larutan tersebut membentuk endapan putih. Proses untuk membuat larutan K(SbO4)2 C4H4O6 adalah setelah K(SbO4)2 C4H4O6 dimasukkan kedalam 180 ml air baru dipanaskan agar K(SbO4)2 C4H4O6 itu semuanya larut. Jika laju pembentukan inti tinggi. oktahedron. Semakin besar kristal-kristal yang terbentuk selamaberlangsungnya pengendapan. Larutan K(SbO4)2 C4H4O6 sebanyak 18 ml ( setelah proses pemanasan). Persamaan reaksinya Ba [( SbO) C4H4O6]2 + 2KCl◊2 K(SbO4)2 C4H4O6 + BaCl2--Selama pengendapan ukuran kristal yang terbentuk. Gambar. 1. Kemudahan suatu endapan dapat disaring dan dicuci tergantung sebagian besar pada struktur morfologi endapan.5. makin besarlah kemungkinan untuk membentuk inti baru. yaitu bentuk dan ukuran-ukuran kristalnya. yang mengandung lekuk-lekuk dan lubang-lubang. bahkan setelah dicuci dengan seksama. a. makin mudah mereka dapat disaring dan mungkin sekali (meski tak harus) makin cepat kristal-kristal itu akan turun keluar dari larutan. Aquadest 2. 7. dan terbentuk endapan yang terdiri dari partikel-partikel kecil. Struktur yang sederhana seperti kubus. . karena mudah dicuci setelah disaring. pemisahan kuantitatif lebih kecil kemungkinannya bisa tercapai [6]. yang lagi-lagi akan membantu penyaringan. Makin tinggi derajat lewat jenuh.

konsentrasi bahan lain yang terkandung dalam larutan dan komposisi pelarutnya [6]. Misalnya: FeSO4(NH4)2SO4. Garam normal. makin besarlah kemungkinan untuk membentuk inti baru. konsentrasi bahan lain yang terkandung dalam larutan dan komposisi pelarutnya [6]. Larutanlarutan berair dari garam normal tidak selalu netral terhadap indikator semisal lakmus. Dalam larutan. Karena konsentrasi total impuriti biasanya lebih kecil dari konsentrasi zat yang dimurnikan. Cara ini bergantung pada kelarutan zat dalam pelarut tertentu di kala suhu diperbesar. Peristiwa rekristalisasi berhubungan dengan reaksi pengendapan. Jika laju pembentukan inti tinggi. Tempat : Ruangan 16 IAIN Mataram. Endapan terbentuk jika larutan bersifat terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. bila dingin. Laju pembentukan inti tergantung pada derajat lewat jenuh dari larutan. ACARA III PEMURNIAAN DAN PEMISAHAN 1. Endapan merupakan zat yang memisah dari satu fase padat dan keluar ke dalam larutannya. . Kelarutan suatu endapan merupakan konsentrasi molal dari larutan jenuhnya.24H2O. Endapan terbentuk jika larutan bersifat terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan.Garam dapur atau natrium klorida atau NaCl. c. tekanan. Pelaksaan a. dimana zat-zat tersebut dilarutkan dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali. 2. yang terbentuk lewat kristalisasi dari larutan campuran sejumlah ekivalen dua atau lebih garam tertentu. tergantung terutama pada dua faktor penting yaitu laju pembentukan inti (nukleasi) dan laju pertumbuhan kristal. Garam rangkap. tekanan.Landasan Teori Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat padat yang jamak digunakan. garam ini merupakan campuran rupa-rupa ion sederhana yang akan mengion jika dilarutkan lagi. perubahan kelarutannya sangat kecil dengan suhu. Zat padat berwarna putih yang dapat diperoleh dengan menguapkan dan memurnikan air laut. maka konsentrasi impuriti yang rendah tetapi dalam larutan sementara produk yang berkonsentrasi tinggi akan mengendap [5].Peristiwa rekristalisasi berhubungan dengan reaksi pengendapan. Tujuan : Untuk memisahkan zat cair dengan zat cair yang berbeda titik didihnya. jelas berbeda dengan garam kompleks yang menghasilkan ion-ion kompleks dalam larutan[5]. Jadi. jadi makin besarlah laju pembentukan inti [6]. Kelarutan bergantung dari suhu. Hari / Tanggal : Minggu. 18 April 2010 b. banyak sekali kristal akan terbentuk. Ini penyebabnya adalah karena ksp dari Ba [( SbO) C4H4O6]2 + 2KCl lebih besar dari K(SbO4)2 C4H4O6. suatu garam yang tak mengandung hidrogen atau gugus hidroksida yang dapat digusur. Kelarutan bergantung dari suhu. NaCl nyaris tak dapat larut dalam alkohol . Endapan merupakan zat yang memisah dari satu fase padat dan keluar ke dalam larutannya. Juga dapat dengan netralisasi HCl dengan NaOH berair.Selama pengendapan ukuran kristal yang terbentuk. tetapi larut dalam air sambil menyedot panas. Zat cair yang mempunyai titik didih yang berbeda akan berpisah. Kelarutan suatu endapan merupakan konsentrasi molal dari larutan jenuhnya.6H2O dan K2SO4Al4(SO4)3. larutan K(SbO4)2 C4H4O6 dicampur dengan BaCl2 sehingga terjadilah endapan putih dalam bentuk gumpalan-gumpalan putih. dan terbentuk endapan yang terdiri dari partikel-partikel kecil. Makin tinggi derajat lewat jenuh.

Reaksi pemisahan tersebut merupakan reaksi endoterm karena menyerap kalor agar menhsilkan padatan garam muruni. Menyediakan alat dan bahan yang akan digunakan. Akuades yang digunakan untuk melarutkan garam ini adalah akuades yang panas. Dalam tahap ini dilakukan proses pelarutan garam dapur ‘cap kapal’ yang berbentuk padatan menjadi suatu larutan. 7. Garam kotor hasil saringan ( fitrat ). Aquadest 4. penyebabnya karena larutan tersebut jika dipanaskan akan menguap. Kertas saring g. ketika dipanaskan akan berubah dari larutan garam kotor menjadi garam murni ( NaCL). bila larutan garam kotor tersebut bermssa maka garam murni yang dihasilkan bermasa juga atau hasil fitrat mempengaruhi produk yang akan didapat setelah reksi pemisahan. Pemanas f. Membandingkan larutan sebelum dipanaskan dengan setelah dipanaskan. kemudian dipanaskan diatas pemanas dan diletakkan di kaki tiga. Larutan dibagi menjadi dua bagian untuk dilakukan kristalisasi menurut prosedur dibawah ini. Larutan garam kotor dn air yang telah disaring tadi airnya menguap sedangkan garam kotornya tetap dalam gelas kimia tetapi garam nya berubah menjadi garam murni. Dimasukkan kedalam air panas sambil diaduk. 4. Hal ini ditujukan agar garam yang dilarutkan dapat melarut . Menambahkan air dan mengaduk larutan. Memasukkan 2 atau 3 sendok garam dapur kotor kedalam gelas kimia. Pada saat pemanasan larutan tersebut akan terjadi suatu pemisahan dari larutan garam kotor menjadimgaram murni ( NaCL). Sendok Bahan : a. 5. 8. 1. Kawat kasa c. dan dipanaskan lagi sampai mendidih. Gambar b. 250 ml aquades dipanaskan (diukur dengan labu ukur) dalam gelas beaker yang telah ditimbang terlebih dahulu. Corong e. Hasil saringan tersebut. Cara Kerja.3. Dalam waktu 10 menit 34 detik. Kaki tiga b. Mencatat hasil pengamatan. Analisis Gambar. 3. Memanskan larutan dengan spritus. Hasil Pengamatan a. 80 gram garam dapur ditimbang.Alat dan bahan . Menyaring larutan garam kotor dengan kertas saring. Mula-mula larutan garam kotor yang telah disaring dimasukkan gelas kimia. Pembahasan. Mengamati larutan yang sedang dipanaskan sampai kering. Gelas kimia d. 2. 6. 5. sampai mendidih untuk beberapa saat. Garam daapur kotor b. Alat : a. kemudian disaring.

Garam dapur yang telah dilarutkan dalam akuades tersebut. setelah itu disaring dengan menggunakan kertas saring. Tempat : Ruang 15 dan 16 c. 4. larutan pada saat sebelum dipanaskan masih dalam keadaan keruh dan dalam bentuk cair. ion natrium (Na+) dan ion klorida (Cl-). rekristalisasi adalah metode pemurnian bahan dalam hal ini adalah garam dapur dengan pembentukan kristal kembali guna menghilangkan zat pengotor. Dapat menetralkan larutan basa. Garam dapur yang dilarutkan dalam akuades panas tersebut terurai menjadi ion-ionnya yakni. 4. Landasan Teori Asam basa menurut Suante August Arrhenius. 5. 11 April 2010 b. menggunakan prinsip rekristalisasi dengan penguapan. Kesimpulan dari percobaan ini adalah bahwa garam dapur yang dimurnikan pada percobaan ini. 3. Tujuan : Mengetahui kadar PH larutan dari ekstrak tumbuhan ang cocok di jadikan indicator. Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan kedalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-). filtrate akan mempengaruhi produk NaCL semakin banyak filtrate maka semakin banyak pula NaCL yang dihasilkan. 6. Asam seperti HCL. ACARA IV ASAM BASA 1. Korosif. Garam dapur yang digunakan dalam percobaan ini merupakan garam yang belum murni.dalam konsentrasi yang sama yang . Pelaksaan a. Karena penyumbangan proton adalah suatu reaksi yang reversible. Mempunyai rasa asam. Dapat memerahkan kertas lakmus biru. cairan. Dapat berupa zat padat. Sifat-sifat asam: 1. dapat merusak logam dan marmer. 2. Kuat relative asam AH dalam larutan air merupakan suatu ukuran dari kecendrungan menyubangkan sebuah proton kepada sebuah molekul air. 3. dan HC2H3O2 denga molekul yang mampu menyumbangkan satu proto kesebuah molekul air disebut asam monoprotik. sedangkan pada saat larutan sudah di larutan air dan garam kotor telah memisah dan menghasilkan garam murni. 2. Filtrat hasil penyaringan tersebut akan digunakan untuk proses kristalisasi pada tahap berikutnya. 2. HNO3.dengan sempurna. garam murni yang terbentuk dari reaksi pemisahan berwarna jernih. tiap asam haruslam membentuk basa dengan menyumbang menerima sebuah proton. Asam adalah senyawa yang dapat memberikan ion hydrogen ( H +) bila dilarutkan dalam air. Hari / tanggal : Minggu. Dan gas. Karena itulah dalam percobaan ini dilakukan pemurnian terhadap garam dapur tersebut yang bebas dari zat pengotor. 1. Kesimpulan. Dalam air murni terdapat ion H+ dan ion OH. karena air menguap ke luar lingkungan atau kaluar dari sitem jika pada reaksi endotermik. dipanaskan sampai mendidih. daya larut dari zat yang akan dimurnikan dengan pelarutnya akan mempengaruhi proses rekristalisasi ketika suhu dinaikkan atau ditambahkan kalor/panas.

b. Harga yang pasti untuk tiga indikator dapat kita lihat sebagai berikut: indikator pKind pH rentang pH lakmus 6. Menimbang bunga sepatu atau kunyit dengan timbangan analitik sebanyak 2 gr.2 Sifat-sifat basa : 1. Cara Kerja 1. a. Larutan air dari garam-garam dapat bersifat asam .1 – 4. Bunga sepatu 2.05 M 8. Begitu pula sebaliknya Jika konsentrasi OH. N2CO3 5℅ 6. Pipet tetes 2. menempati rentang pH.maka larutan itu bersifat asam.3 – 10. Secara kasar "aturan ibu jari".3 8.0 Perubahan warna lakmus terjadi tidak selalu pada rentang pH yang besar. Dapat menetralkan larutan asam. c. basa atau netral bergantung pada garamnya. Aquadest 10. 2. mereka mengubah sedikit rentang pH. Rentang pH indikator Indikator tidak berubah warna dengan sangat mencolok pada satu pH tertentu (diberikan oleh harga pKind-nya). 3. Larutan asam : H+ > 10 -7 M atau PH< 7. Larutan basa : OH . Dengan mengasumsikan kesetimbangan benar-benar mengarah pada salah satu sisi. Bahan 1.1 M 4. HCL 0. NaOH 0. Jika konsentrasi H+ lebih tinggi dari knsentrasi OH. 3. Terjadi perubahan kecil yang berangsur-angsur dari satu warna menjadi warna yang lain. tetapi lakmus berguna untuk mendeteksi asam dan basa pada lab karena perubahan warnanya sekitar 7. dapat merusak kulit. Gelas kimia 3. Gelas arloji 8. Membirukan kertas lakmus merah. NaCL 5℅ 5. Alat : b. Bola penghisap 4. Larutan netral : H+ = 10 -7 M atau PH =7. Alkohol 3. PH meter universal 6.. Bersifat kaustik. 4.lebih tinggi dari konsentrasi H+. Memasukkan hasil potongan bunga tersebut kedalam gelas plastik . Pelat tetes 1.4 9. Berikut ini dapat dilihat dengan lebih mudah dalam bentuk diagram. Mencampurkan alcohol sebanyak 5 ml kedalam gelas plastic yang telah terisi potongan bunga tadi. a. Malahan. 3. Piring 4. . Mortal 7. Memotong bunga tersebut kecil-kecil dengan menggunakan silet.7 3. perubahan yang tampak menempati sekitar 1 unit pH pada tiap sisi harga pKind. larutan bersifat basa. 2.>H+ atau H+ <10 -7 M atau PH> 7 . Silet 9.5 5 – 8 jingga metil 3. Timbangan analitik 5. Memiliki rasa pahit dan licin. Asam borat 2℅ 7.sangat kecil. Alat dan bahan . Kunyit 9. Jingga metil atau fenolftalein sedikit kurang berguna. 4.

. NaOH.Larutan NaCL mengubah warna indicator ekstrak kunyit menjaid bening dan PH nya 7 sehingga larutan tersebut merupakan Netral. Mengukur PH dengan PH meter universal 11. . . 8.Larutan NaOH mengubah warna indicator ekstrak kunyit menjaid merah tua dan PH nya 1sehingga larutan tersebut merupakan Asam Kuat.Larutan Na2CO3 mengubah warna indicator ekstrak bunga sepatu menjaid biru tua dan PH nya 8 sehingga larutan tersebut merupakan Basa Kuat. Mencatat hasil pengamatan.05% NaCl 5% Bening 6. N2CO3. . .Larutan asam borat mengubah warna indicator ekstrak kunyit menjaid merah dan PH nya 5 sehingga larutan tersebut merupakan Asam.01% HCL 0. Mengaduk bunga sepatu yang telah tercampur oleh alkohol. 5. . 10. Hasil Pengamatan A.Larutan asam borat mengubah warna indicator ekstrak bunga sepatu menjaid bening dan PH nya 7 sehingga larutan tersebut merupakan Netral .Larutan HCL mengubah warna indicator ekstrak bunga sepatu menjaid merah tua dan PH nya 3 sehingga larutan tersebut merupakan Asam Kuat. 9. Meletakkan PH meter ke plat tetes ke masing masing ekstrak bunga yang telah tercampur oleh larutan yang berbeda . Mengambil ekstrak bunga sepatu atau kunyit dengan pipet tetes.Larutan Na2CO3 mengubah warna indicator ekstrak kunyit menjaid merah tua tua dan PH nya 2 sehingga larutan tersebut merupakan Asam Kuat. NaCL.Larutan NaOH mengubah warna indicator ekstrak bunga sepatu menjaid biru dan PH nya 12 sehingga larutan tersebut merupakan Basa. Gambar B. 6. Meletakkan ekstrak binga tersebut ke dalam plat tetes. Pembahasan.Larutan NaCL mengubah warna indicator ekstrak bunga sepatu menjaid bening dan PH nya 7 sehingga larutan tersebut merupakan Netral. . . Mencampurkan masing-masing larutan yaiut HCL. TABEL ANALISIS DATA Larutan baku Wana awal Larutan Warna indikator Perubahan warna PH Indikator Na2CO3 5% Asam borat 2% NaOH 0.05% NaCl 5% Bening 7 Bunga sepatu Na2CO3 5% Asam borat 2% NaOH 0. .01% HCL 0.Larutan HCL mengubah warna indicator ekstrak kunyit menjaid bening dan PH nya 7 sehingga larutan tersebut merupakan Netral. . . dan Asam borat. 7.5.

Larutan asam : H+ > 10 -7 M atau PH< 7. c. Larutan yang berbeda membuat warna PH dan keadaan asam /basa pada indicator ekstrak kunyit / bunga sepaatu berbeda. dan Asam borat mengubah indicator warna ekstrak bunga sepatu dan ekstrak kunyit dari warna asalnya berubah menjadi berbaai warna seperti merah tua.Kesimpulan. dan bening. begitu pula sebaliknya. Warna merah menandakan bahwa larutan tersebut asam.0016. Dengan penggunaan larutan yang berbeda juga dapat mempengaruhi warna PH dan keadaan asam /basa dengan indicator yang sama. Molekul-molekul telah berubah dari pereaksi menjadi produk dan dari produk menjadi preaksi. b. Tujuan : Mengetahui pengaruh konsentrasai dan dtemperatur terhadap laju reaksai kesaeteimbangan. Larutan basa : OH . 2.Pokok-pokok penting yang perlu diingat pada konstanta kesetimbangan yaitu K adalah suatu konstanta untuk setiap reaksi selama suhunya tidak berubah. Karena k ditentukan oleh konsentrasi pereaksi atau produknya. Banyak reaksi kimia tidak sampai berakhir. Pelaksanaan. a. tekanan. 7. Konsentrasi dari setiap zat tinggal tetap pada suhu konstan. Tempat : Ruangan 15 dan 16 d. tetapi tanpa perubahan netto konsentrasinya. a. sehingga diperoleh sebagai berikut. K tidak tergantung dari banyaknya tingkat reaksi antara pada mekanisme reaksinya. biru tua .Larutan HCL. Landasan Teori. ACAR VI REAKSI KESETEIMBANGAN 1. . K menentukan zat mana yang konsentrasinya lebih besar pada saat keetimbangan produknya atau pereaksinya. NaCL. atau suhu diterapakan pada suatu system yang berada pada keadaan setimbang. dan mencapai suatu titik ketika konsentrasi zat-zat pereaksi dan produk tidak lagi berubah dengan berubahnya waktu. Kesetimbangan adalah prosos dinamis ketika reaksi ke depan dan reaksi balik terjadi pada laju yang sama tetapi pada arah yang berlawanan. sedangkan PH basa berkisar 8-14. NaOH. merah .Asas Le chatelier menyatakan bahwa jika suatu perubahan yaitu perubahan konsentrasi .00 c. Konsentrasi H+ merupakan salah satu ukuran untuk menetukan keasaman atau kebasaan suatu larutan dalam air. Waktu : 15. dan reaksi berhenti di kanan. Indicator yang berbeda membuat warna PH dan keadaan asam/basanya berbeda walaupun larutan yang digunakan sakalipun sama. system tersebut akan bergeser ke arah yang akan . Dengan menggunakan indkator yang berbeda maka warna PH dan keadaan asam / basa pun berbeda walaupun larutan yang digunakan sama. biru muda berarti basa lemah dan biru tua berarti basa kuatsedangkan warna bening berarti netral PH asam berkisar 1-6. Hari : Minggu 11 april 2010 b. N2CO3. merah muda. merah muda asam lemah dan merah tua berarti asam kuat begitu juga warna biru berarti basa. warna biru menadakan basa dan warana bening menandakan netral. volume. PH netral adalah 7. biru. Jika nilai K lebih besar dari 1 pada kesetimbangan akan lebih banyak produk di bandingkan dengan pereaksi. ungu.>H+ atau H+ <10 -7 M atau PH> 7 Warna asam menandakan asam. Larutan netral : H+ = 10 -7 M atau PH =7.

Cara Kerja. Menambahkan 2 ml larutan HCL kedalam tabung reaksi tesebut ssehingga warnanya berubah menjadi hijau. Pembahasan .Memindahkan tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang berisi air panas dan mencatt perubahnm warnanya. Kenaikan suhu system akan menguntungkan reaksi eksoterem. Air / aquades 2. 3. Es batu 3. Kaki tiga 4. Membagi laarutan tadi menjadi dua bagian kedalam 2 buah tabung reaksi dengan ukuran yang sama . warna dari larutan tersebut adalah biru. Kbr.Kenaikan tekanan akan menggeser kesetimbangan ke arah sisi yang mempunyai jumlah mol gas lebih sedikit. 5. GambaR 6. Gelas kimia 600 ml 6. Setiap system kesetimbangan melibatkan reaksi-reaksi endoterm dan eksoterem. . 4 buah tabung reaksi 2. 4. kasa 5. 6. Menyiapkan alat dan bahan. NA2SO4. Pipet Bahan: 1. Larutan CuSO4 pada mulanya baerwarana biru. Mengambil tabung reaksi yang berisi CuSO4 dan KBr 9. 2. Gelas kimia 100 ml 7. Ternyata larutran KBr dapat amengubah larutan CuSO4 dari warna biru menjadi warna hijau. 8. Lampu bonsen 3. Mengambil 1 buah tabung reaksi yang terisai laruatan Cuso4 dan KBr. Tabung . 5. Reaksi keseteimbangan : Heat + CuSO4 (ag) + 4 KBr (aq) K2 ( Cu Br 4 ) (aq)+ K2 SO4 (aq) . Laaruitan CuSO4 . Memasukkan 15 ml larutan Cuso4 kedalam tabung reaksi. Saetelah kita tambahkan 5 ml larutan KBr warnanya berubah m. 7. perubahan tekanan hanya mempengaruhi reaksi-reaksi dalam fase gas yang jumlah mol gas pereaksi dan produknya berbeda. Menambahkan laruatn KBr 5 ml kedalam larutan Cu SO4 tadi dan warnanya akan berubah menjasdi hijau. Alat : 1. 1. Menambahkan padatan NaSO4 saebanyak-banyak kedalam tabung reaksi tadi dan warnanya berubah menjadi biru. a.enjadi hiaju.memperkecil pengaruh perubahan tersebut. Corong 8. Menepatkan tabung raaksi kedalam gelas kimia yang telah baearisi es batu dan mencatata aperubahan warnanya 10. dan HCL 4. Alat dan Bahan.4 3. Hasil Pengamatan a.

18 april 2010 b. perubahn yang tejadi pada temperature tetap dinamakan perubahan isotermik. c. Pelaksanaan. Larutan CuSO4 dan KBr akan berubah warna dari hijau menjadi merah jika ditambahkan padatan Na2So4. ketika kita menimbmn tabung reaksi yang beerisi CuSO4 dan KBr kedalam es batu terjadi perubahan warna dari hijau menjadid biru hal ini disebabkan karaena suhu dingin menggeser keseteimbangan dan m. Larutan yang berwarna biru tersebut selanjutnya dipanaskan dan akhirnya berwarna hijau . Pada laarutan CuSO4 bila ditambahkan larutan KBr akan berubah warnanya dari biru menjadi hijau. 3. hal ini disebabkan karena sauhu panas menggeser keseteimbangan kekanan ( hijau ). Tabung. Tujuan : Untuk menentukan indicator manakah yang menjadi reduktor maupun oksidator. Tempat : Ruang 13 IAIN Mataram. a. Karena energi totoal(energi kinetic+ energi otensial) harus selalu konstan.Bila perubahan terjadi pada sebuah system maka dikatakan system bergerak dari kedaan satu ke keadaan yang lain. terjadi penururn energi potensial. Oleh karean itu. Hampir setiap hari kita memanfaatkan perubahan energi. 7. jika larutan CuSO4. Bila system tidak di isolasi dari lingkungan maka panas akan mengalir antara keduanya.( biru ) ( green ) Penambahn KBr menggeser keseteimbangan kekanan dan membentuk lebih banyak . bila reaksinya eksotermik akan naik sedangkan bila reaksinya endotermik akan turun. Penambahan energi kinetic itu dapat diamati sebagai kenaikan sushu campuran reaksi. energi potensial diubah menjadi energi kinetic. Landasan teori. telah dikatakan bila tejadi raeaksi eksotermik atau endotemik maka pada zat-zat kimia yang .embembentuk larutan yang bergeser kesebelah kiri dan membentuk atau berubah menjadi warna hijau. Energi tidak dapat hilang begitu saja. Suhu panas merubah hijau menjadi biru pada larutan CuSO4 di tambah KBr. jika energi potensial turun. Ketika kita menambahkan padatan Na2SO4 warnanya berubah dari warna hijau menjadi warna biru. Selama ada perubahan adiabatic maka suhu dari system akan menggeser. Bila system di isolasi dari lingkungan sihenggan tidak ada panas yang dapat mengalir maka perubahan yang terjadi didlam system adalah perubahan adiabatic. Dengan kata lain. Kesimpulan. Campuran reaksi menjadi panas. ACARA V REAKSI EKSOTERMIK 2. Energi potensial produk lebih dari pada energi potensial rekatan sehinga ketika tejadi reaksi.hal ini sesuai dengan hokum kekekalan energi. Kr dan padatan Na2So4 bila dicampur dengan HCL maka akan berubah warna dari biru menjadi hijau. baik melepaskan maupun menyerap energi misalnya anada melakukan perubahan kimia dalam suatu wadah tersekat sehingga kalor tidak dapat keluar masuk dari sitem. Hari/tanggal : Minggu. energi kinetic naik. Suhu dingin merubah warna biru menjadi hijau pada larutsn CuSO4 di tambah KBr. Hamper setiap reaksi kimia selalu melibatkan energi. komplek green. Maka bila terjadi reaksi suhu dari system dapat dibuat tetap. Penambahkan Na2SO4 membentuk larutan dasar atau utama dan bergeser kesebelah kiri dan membentuk lebih banyak Cu 2+ ( biru) b.

Mula-mula aquadest diambil 10 ml kemudian dimasukkan ke dalam gelas kimia dan suhunya diukur.jika hal itu terjadi penurunan energi kinetic atau penurunan suhu. Mengukur suhu sebelum dicampur CaCl2. 7. Reaksi kimia tidak tersekat dengan lingkungannya. Mengukur suhu awal aquadest . Panas reaksi yang kita ukur akan sama dengan perubahan energi potensial ini. 17 april 2010 . 1. system merupakan dari alam semesta yang sedang kita bicarakan misalnya sitemm itu merupakan reaski yang tejadi pada gelas kimia. CaCl2 5. Jadi. Pelaksaan a. Menimbang larutan CaCl2 1-15 ml. 2. 6. Cara kerja. 3. 2. Setiap perubahn yang membebasakan energi kelingkungannya disebut reaksi eksoterm. Reaski seperti itu disebut endoterm. Mengukur suhu setelah dicampur CaCl2. Alat : 1. Aquadest 2. Teerjadi reaksi eksotemik ACARA VIII KINETIKA REAKSI TRAFICT LIGHT 1. Diluar system disebut lingkungan 1. Hari / tanggal : Sabtu. b.Jadi. seterlah itu kemudian dimasukkam CaCl2 ( kalsium korida) setelah diukur suhunya ternyata suhunya meningkat . Mengukur aquadest sebanyak 10 ml. 7. Jika menghsilkan panas. 6. kalor dari lingkungan masuk kedalam system. Analisis Aquadest diukur terlebih dulu dengan thermometer kemudian aquadest tersebut dicampur dengan CaCl2 dan diukur kembali dengan thermometer sehingga sihunya berubah dari 20 ◦c menjadi 25 ◦c sehingga kenaikan suhunya 5 ◦c. Ini dipengaruhui oleh pereasksi termasuk reaski eksotermik. Pembahasan. 5. 4. Gelas kimia 250 ml 2. Thermometer Bahan: 1. Hasil pengamatan. Pipet ukur 3. jika terjadi reaksi eksoterm suhu campuaran reaksi akan naik dan energi potensial bahan kimia yang terlibat berkurang.Perubahan kimia terjadi dengan menaikkan energi potensial zat zat yang terlibat. Bola hisap 4. Mengamati perubahan suhu.telibat akan terjadi perubahan energi potensial. Kesimpulan. Gambar. Alat dan Bahan. 4. campuaran reaksi membebaskan energi. Jika campuaran reaksi tidak tesekat. CaCl2 mempengaruhi suhu aquadest. a. Mencampurkan CaCl2 1 gr kedalam aquadest.

3. 1. Mencata hasil pengamatan. semakin besar energi kinetikanya. 4. 3. buah Pengaduk analitik : ) NaOH Aquadest ℅ ) Dextrose Indigo ( carmine ( indicator glukosa 1 4. Menggerakkan atau mengaduk secara perlahan untuk mengahsilkan warna merah. Tujuan : Memproduksi gas asetilen ( acetylene) dan dapat menggambarkan struktu molekul asetilen 2. Warna larutan Perubahan warnanya Kuning Merah . Jika energi kinetika awalnya kecil. ada semcam energi tumbukan minimum yang harus tercapai agar reaksi terjadi. Kinetika molekul-molekul bertumbukan. 6. Menambahkan 5 – 10 ml larutan indicator 4. sebagian dari energi kinetika diubah menjadi energi vibrasi jika energi kinetika awal besar. 2. 5. Alat Labu ukur dan : 250 Timbangan ml bahan 2 . Landasan Teori Teori kinetika molekul gas menyatakan bahwa molekul gas paling bertumpukan satu sama lainnya. 2. atom berbanding lurus dengan frekuensi tumbukan molekul. Meniapkan alat dan bahan. 2. Menggerakkan dengan cepat untuk menghasilkan warna hijau. molekul yang bertumbukan akan bergetar kuat sehingga memutuskan beberapa ikatan .b. dari teori tumbukan dari teori kinetika kimia. 5. Menutup labu tersebut. Alat 1. Analisis atau deskripsi. molekul-molekul hanya akan terpental tetapi masih utuh. 7. putusnya ikatan merupakan langkah pertama ke pembentukan produk. 8. Memasukkan 50 ml larutan a kedalam 250 ml 3. Maka kita perkirakan laju reaksi akan berbanding lurus dengan banyaknya tumbukan molekul. reaksi kimia berlangsung sehingga akibat dari tumbukan antara molekulmolekul yang beraksi. dari segi energi. Laju = banyaknya tumbukan detik setiap molekul yang bergerak memiliki energi kinetika semakin cepat gerakannya. Bahan 1. Tempat : Ruangan 16 IAIN Mataram c. Hasil Pengamatan a. Pada awal percobaan larutan terlihat berwarna kuning. Gambar b. Cara Kerja. 3.

Pelaksanaan. 4. Jantung berdetak merkuri merupakan reaksi elektrokimia dari unsur merkuri untuk besi dan elektrolit. Oksigen dapat merubah warna larutan. Pembahasan. ketika labu digerakan secara perlahan atau cepat maka banyak oksigen yang masuk. Tempat : Ruang 15 IAIN Mataram. Indicator mempengaruhi wrna larutan.Pada percobaan tetesan merkuri ditempatkan dalam kaca arloji. Reaksi observeable menunjukkan efek dari lapisan non-homogen ganda listrik Hal ni sering digunakan sebagi demonstrasi kelas. 5 gram NaoH dan 100ml aquadest dimasukan ke dalam gelas kimia kemudian di adukaduk dan dimasukan ke dalam labu 250ml. 2. sehingga mengalami perubahan warna kuning.Perubahan warna ini di pengaruhi oleh alkalin dextrose. campuran larutan tersebut di tambahkan 5-10 ml larutan indigo sebagai indicator. sehingga terjadi perubahan warna. 3. 7. Ternyata getran dan goncangan mempengaruhi terhadap perubahan warna dari larutan. Landasan teori. . Oksigen juga mempengaruhi warna larutan. apabila kita menggerakan labu secara perlahan-perlahan maka akan menghasilkan warna merah. dan sedangkan kita menggerakan labu secara cepat maka akan menghasilkan perubahan warna yaitu hijau. c. Getaran atau goncangan dari labu memberikan teroksidasi lebih lanjut untuk menghasilkan warna hijau seyelah itu akan terjadi reduksi sektrose kemudian indicator kembali berwarna kuning. 17 april 2010 b.Dari hasil pengamatan yang kami lakukan. tenggelam dalam sebuah elektrolit seperti asam sulfat yang mengandung agen oksidasi seperti peroksida hidrogen atau kalium permanganat. ACARA VIII THE MERCURY BEATING HEART 1. 6.00-18.00 wita d. Ternyata getran dan goncangan mempengaruhi terhadap perubahan warna dari larutan. dan adanya proses oksidasi pada larutan tersebut. Kesimpulan. Tujuan : Untuk memisahkan zat cair dengan zat cair yang berbeda titik didihnya. Reaksi yang terjadi adalah reaksi redoks. Getaran atau goncangan dari labu memberikan teroksidasi lebih lanjut untuk menghasilkan warna hijau seyelah itu akan terjadi reduksi sektrose kemudian indicator kembali berwarna kuning. kami dapat menemukan perubahan warna dari campuran yang pertama 3 gram larutan glukosa. a. 2. Idikator direduksi dengan alkaline dektrose dan menghasilkan wrna kuning ketika labu digetarkan maka oksigen bertamabhkemudian indicator teroksidasi dan menghasilkan warna merah.Merah Hijau Hiaju Kuning Sebuah labu yang berisi larutan yang berwarna kuning pucat digoncang secara perlahanlahan maka larutan akan berubah menjadi merah dan apabila labu tersebut akan berubah menjadi hijau dan apabila larutan tersebut didiamkan kembali lama kelamaan akan kembali kewrna kining. Waktu : 17. Hari/tanggal : Minggu. 1.

6 Alat dan Bahan. 1. 5. H2SO4 pekat 4. Analisis Genangan hg membentuk bulatan muatan listrik( misalnya jumlah electron ) besar pada permukaan mercury. 2. 3. 4. Memasukkan merkuri murni diatas gelas arloji sampai membentuk genangan tidak boleh lebi dari 3-4 inci dari diameter. Pembahasan. Gambar. Membersihkan dan menyentuh sedikitsaja genangan merkuri dengan kuat akan mengatur atau mencari jarum pada posisi menggempul.Ketika merkuri tersebut tersentuh oleh ujung kuku besi drop mulaiberosilasi. Maka pada saat itu merkuri akan berdenyut bagaikan denyutan jantung manusia. Alat : 1. Gelas arloji. Meneteskan 1 ml larutan potassium dikromat pada puncak merkuri. b. Cara kerja. 3. Aquadest 2. Bola hisap. jarum. 7. 4. K2Cr2O7 3. Hasil pengamatan.Sebuah bentuk lapisan listrik ganda antara permukaan tetesan merkuri dan larutan elektrolit. bahan: 1. Mencatat hasil pengmatan. 5. Setelah kita meneteskan 1 ml larutan potassium dikromat pada merkuri murni diatas gelas arloji ketika kita sentuh menggunakan jarum pada posisi mendempul maka merkuri akan segera untuk bergetar atau berdenyut. Pada pemukaan mercury ketika kita menambahkan larutan potassium dikromat maka genangan akan membentuk bulatan sebab muatan listriknya( misalya jumlah electron) besar pada permukaan. Pada lapisan ini sisanya adalah seragam. 5. 4. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. 6. Jöns Jakob Berzelius dilaporkan telah menggunakan elektroda. 3. Menaruh gelas arloji diatas meja. Ketika ujung besi adalah memperkenalkan dimulai reaksi redoks di mana besi teroksidasi menjadi ion besi. Jantung berdetak merkuri pertama kali diamati oleh Carl Adolf Paalzow pada tahun 1858. K2Cr2O7 berperan sebagai agent pengoksidasi electron berpindah dari hg dan tetesan hg . labu ukur 150 ml 2 buah. Menambahkan larutan H2SO4 pekat samapi genangan merkuri tertutup rapat. Karena oksidasi hanya terjadi di sekitar ujung dan proses penurunan permukaan tetesan meliputi seluruh ketegangan permukaan tidak lagi homogen menghasilkan osilasi. a. Pada saat yang sama reagen pengoksidasi dikeluarkan misalnya saat hidrogen peroksida bersama-sama dengan ion hidronium direduksi menjadi air. 2. pipet ukur. merkuri murni.

Jenis paling lazim dari polimerisasi adisi melibatkan reaksi radikal bebas dari molekul-molekul yang . Kesimpulan.Walaupun banyak polimer di dasarkan pada kemampuan karbon membentuk molekul berantai panjang yang stabil dengan berbagai gugus fungsi yang melekat padanya karbon. • Itu berarti zat pengoksidasi mengambil elektron dari zat lain. c.Monomer bereaksi membentuk rantai polimer tanpa mengalami kehilangan atom. Persamman reaksinya dapat ditulis Fe3+ + 3e◊ 2 Cr3+ + 7H2OFe------◊Cr2O7+ 14H+ +6e----Meningkatnya jumlah electron pada hg menyebabkan akan membentuk bulatan kembali. • Oksidasi berarti kehilangan elektron (OIL RIG). Tetesan hg atau mercury akan bergetar ketika kita sentuh dengan menggunkan jarum atau paku bagaikan denutan jantung proses ini dinamakna Reasksi Mercury Beating Heart.Dua jenis utama dari reaksi polimerisasi adalah polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi. Ketika tetesan hg turun kita sentuh dengan mengunakan jarum atau pakumaka mercury akan bergetar atau brdenyut dan akan mendapatkan electron. Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan reaksi vulkanik. 1. Tempat : Ruang 18 IAIN Mataram. Suatu polimer adisi memiliki atom yang sama seperti monomer dalam unit ulangnya.00 wita d. 17 april 2010 b.tidaklah bersifat unik dalam hal kemampuannya ini. Jenis reaksi yang monomernya mengalami perubahan reaksi tergantung pada strukturnya. a. 3. 2. sedangkan polimer kondensasi mengandung atom-atom yang lebih sedikit karena terbentuknya produk sampingan selama berlangsungnya proses polimerisasi. sekaligus mempelajari definisi zat pengoksidasi dan pereduksi dalam hal transfer elektron. Memang agak membingungkan untuk mempelajari oksidasi dan reduksi dalam hal transfer elektron. Waktu : 15. • Jadi suatu zat pengoksidasi harus mendapat elektron Atau dapat disimpulkan sebagai berikut: • Suatu zat pengoksidasi mengoksidasi zat lain. Cr2O7berperan sebagai agent pengoksidasi. Pelaksanaan. apa peran pengoksidasi dalam transfer elektron: • Zat pengoksidasi mengoksidasi zat lain. • Jadi suatu zat pengoksidasi harus mendapat elektron. Muatan listrik pada permukaan genangan hg besar. Apakah Anda pernah berpikir mengenai banyaknya perbedaan dari jenis-jenis polimer yang dibentuk? Polimerisasi merupakan suatu jenis reaksi kimia dimana monomermonomer bereaksi untuk membentuk rantai yang besar.Dalam polimerisasi adisi (Addition polymerization).menjadi rata/turun. 2. Hari/tanggal : Minggu. ACARA X DEKOMPOSISI AMMONIUM DIKROMAT: REAKSI VULKANIK 1. 6. • Reduksi berarti mendapat elektron (OIL RIG). • Itu berarti zat pengoksidasi harus direduksi. Landasan teori. Dapat disimpulkan sebagai berikut.00-16.

bahan: 1. Meletakkan (NH4)2Cr2O7 ( Kristal orange). Pembahasan.Rantai ini merupakan tulang punggung dari molekul-molekul yang luar biasa besar yang mungkin mengandung ribuan bahkan jutaan atom.Mekanisme kedua yang penting dalam polimerisasi ialah polimerisasi kondedsasi (Condensation Polimerization) dimana satu molekul kecil (umumnya air) terlepas ketika masing-masing satuan monomer di dekatkan pada polimer yang tumbuh. Korek api. NH4)2Cr2O7 yang telah dimasukkan sumbu didalamnya dibakar sehingga mengeluarkan kalor. Alkohol 2. 6.dengan jumlah atom karbon sampai 30 dan massa molekul relatif sebesar beberapa ratus. Membakar sumbu tersebut dengan korek api. Mencatat hasil pengamatan. 2. Reaksi vulkanik ini termsuk reaksi oksidasi karena membutuhkan oksigen untuk membakarnya hasil dari pereaksian ini adalah gas N2 dan abu nitrat dengan memancarnya lahar seperti kembang api. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Gas N2 mengembangkan residu sehingga . 5.mempunyai ikatan rangkap C=C. Alat : 1. 1.Senyawa ini yang dinamakan polimer. 7. 2. Hasil pengamatan. Gambar. (NH4)2Cr2O7 4.Berbagai senyawa organik adalah molekul yang relatif kecil. Alat dan Bahan. Proses terbakarnya serbuk nitrogen tersebut termasuk reaksi oksidasi karena direaksika atau dibakar dengan oksigen dan menghasilkan abu sisa pemkaran dan residu yaitu N2 persamaan reaksinya : N2 + 2H2O+ Cr2O3◊(NH4)2Cr2O7------Reaksi vulkanik ini termsuk reaksi oksidasi karena membutuhkan oksigen untuk membakarnya hasil dari pereaksian ini adalah gas N2 dan abu nitrat dengan memancarnya lahar seperti kembang api.Atom karbon membentuk rantai stabil dengan panjang yang dapat dikatakan tak terbatas. Gas N2 mengembangkan residu sehingga menghasilkan aroma tidak sedap. 3. 3. Cara kerja.berkisar dari molekul dengan empat sampai lima atom(seperti metana atau formaldehida) sampai hidrokarbon berantai panjang. 4. 5. Lempengan keramik. Meletakkan sumbu kertas tersebut pada tengah-tengah kristial orange yang dituangkan pada lempengan keramik.terbentuk dengan menghubungkan banyak sekali satuan monomer (monomer unit) kecil yang terpisah-terpisah menjadi bentuk untaian atau jaringan.Selain molekul-molekul kecil ini. Satu contohnya ialah polimerisasi asam 6-Aminoheksanoat. Kesimpulan.Dua molekul yang pertama bereaksi jika di pasangkan menurut satu ikatan Amida dan air terbentuk dari reaksi satu Amina dengan satu asam karboksilat . Melilit ketas yang dijadikan sumbu dengan dicelupkan pada alcohol.

Polimerisasi merupakan suatu jenis reaksi kimia dimana monomermonomer bereaksi untuk membentuk rantai yang besar. oksidasi. api. Tetesan Merkuri ditempatkan dalam kaca arloji. a.dengan rumus C2 H2.karena hanya terdiri dari dua atom hidrogen. reaksi kimia berlangsung sehingga akibat dari tumbukan antara molekul-molekul yang beraksi. b. SaranKami mengucapakn banyak-banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga laporan tetap kami ini dapat tercipta. . III Simpulan Berdasarkan hasil praktikum dari tanggal 11-18 april 2010 kami telah dapatkan menimpulkan seluruhny dari msing-msing acara bahwa Asetilena adalah suatu hidrokarbon yang trgolong kepada alkuna. sedangkan reaksi yang menyerap kalor dari dari lingkungan masuk ke dalam system disebut Reaksi Endoterm.kedua karbon terikatmelalui ikatan rangkap tiga.dan masing-masing atom karbon memiliki hibridisasi orbital sp untuk ikatan sigma. Reaksi 2.Asetilena merupakan alkuna yang paling sederhana.Garam dapur atau natrium klorida atau NaCl. aroma vulkanik vlkanik vulkanik merupakan menghsilkan menghsilkan tidak reaski gas residu kembang sedap. Kesetimbangan adalah prosos dinamis ketika reaksi ke depan dan reaksi balik terjadi pada laju yang sama tetapi pada arah yang berlawanan. Juga dapat dengan netralisasi HCl dengan NaOH berair. terutama kepada Co Ass . Basa adalah senyawa yang jika dilarutkan kedalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-). sebenarnya buku panduan yang telah kami terima cukup bagus .pada asetilena. tetapi kalau bisa waktu pelaksaannya itu benar –benar ditentukan. N2. Reaksi yang membebskan energi kelingkungan disebut Reaksi Eksoterm. Zat padat berwarna putih yang dapat diperoleh dengan menguapkan dan memurnikan air laut. Reaksi BAB PENUTUP 1. Reaksi 3. tenggelam dalam sebuah elektrolit seperti asam sulfat yang mengandung agen oksidasi seperti peroksida hidrogen atau kalium permanganat. KritikBagi pihak-pihak yang telah membantu jalannya proses praktikum kami.yang dpengaruhi oleh kosenterasi dan tempratur. Ketika merkuri tersebut tersentuh oleh ujung kuku besi drop mulaiberosilasi. Teori kinetika molekul gas menyatakan bahwa molekul gas paling bertumpukan satu sama lainnya.menghasilkan 1. Asam adalah senyawa yang dapat memberikan ion hydrogen ( H +) bila dilarutkan dalam air. tetapi dalam penulisan dilihat dengan situasi alat dan bahan yang digunakan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful