Peranan Pemerintah Daerah Dalam Merumuskan Kebijakan Baru Mengenai Perencanaan Kota

Filed under: lingkungan dan perkotaan ² E.Zaenal.Muttaqin @ 9:59 am Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki penduduk paling banyak setelah Cina, India, dan Amerika serikat[1] tentunya memiliki berbagai konsekwensi yang lebih kompleks, apalagi jika dihubungkan dengan permasalahan pembangunan kota sebagai bentuk indikator dari kemajuan pembangunan itu sendiri. Melihat dari pengalaman yang telah terjadi dari beberapa waktu yang lalu, dapat dikemukakan bahwa sistem pembangunan di Dunia umumnya dan khususnya pembangunan di Indonesia belum memiliki wawasan lingkungan yang baik dan perencanaannya masih belum memperhatikan keseimbangan ekologi, dan dalam hal ini ialah perencanaan kota yang memadai. Beberapa permasalahan pokok yang mengemuka mengenai permasalahan kota antara lain:

1. 2. 3. 4.

Kemiskinan di Perkotaan Kualitas Lingkungan Hidup Perkotaan Keamanan dan Ketertiban Kota Kapasitas Daerah dalam Pengembangan dan Pengelolaan Perkotaan (dalam hal ini ialah pemerintah daerah dan perangkatnya)[2] Hal tersebut kemudian memicu adanya konvensi PBB tentang pembangunan dan

lingkungan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 sebagai sebuah bentuk kritikan atas pembangunan yang tak seimbang.[3]Maka dari hasil konvensi tersebut dihasilkanlah sebuah konsep yang seimbang mengenai pembangunan dan ekologi, dan dalam hal ini ialah pembangunan kota yang berada dalam tataran dinamis, namun tetap memperhatikan keseimbangan tata aturan dan isu internal kota yang didalamnya juga termasuk lingkungan hidup. Demikian pula seiring dengan hal tersebut Indonesia mulai mengadopsi konsep-konsep tersebut kedalam sistem pembangunannya hal ini tercernin dari konsep pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development) yaitu suatu proses perubahan yang terencana di

dalamnya exploitasi sumber daya, arah investasi orientasi pengembangan teknologi, dan perubahan kelembagaan semuanya dalam keadaan selaras serta meningkatkan potensi masa kini dalam keadaan yang selaras serta meningkatkan potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia, disamping juga memiliki dasar kajian strategis dan terperinci. Seperti disinggung diatas bahwa kota sebagai salah satu pos pembangunan yang utama berada pada wilayah administrasi pemerintah daerah sebagai pengelola dan perencana. Perlu diketahui juga bahwa pengertian pemerintah daerah pada tulisan ini ialah satuan pemerintah teritorial tingkat lebih rendah dari pemerintahan pusat dalam format negara kesatuan Republik Indonesia. Perkembangan kota di Indonesia dan berbagai permasalahannya sudah ada sejak dekade 1950 ketika terjadi masa transisi dalam membenahi kota sebagai ekses dari perang kemerdekaan, sentra-sentra produksi dan industrialisasi terutama kota-kota besar di pulau Jawa mulai menunjukan signifikansi pembanguna yang pada akhirnya menimbulkan berbagai dampak yang secara seksama harus segera ditanggulangi seperti masalah urbanisasi, perkembangan sosial ekonomi dan budaya perkotaan, serta perkembangan fisik atau infrastruktur perkotaan yang menjadi salah satu aspek indikator kemajuan kota.[4] Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Pekerjaan Umum[5] memperlihatkan bahwa pertumbuhan masyarakat kota di Indonesia dari kurun waktu tahun 2000 hingga 2010 akan mencapai 76-100 juta, atau sekitan 3650% dari total jumlah penduduk, dengan begitu arus urbanisasi yang semakin pesat memerlukan perimbangan yang proporsional dari pembangunan kota, tetapi pada realisasinya penyediaan kebutuhan seperti infrastruktur yang memadai, sanitasi, air bersih, pemukiman yang sehat, lingkungan, sektor lalu lintas, dan masalah lainnya belum terlaksana secara optimal, dan karenanya diperlukan strtaegi pembangunan kota yang mampu mengimbangi keadaan

[7]begitu juga halnya dengan urbanisasi sebagai akibat dari bergesernya orientasi Negara dari pertanian kepada industi. begitu pun halnya dengan kemiskinan dan perkotaan.5 % penduduk Dunia yang bermukim di kota. namun apabila hal tersebut tidak dipenuhi maka tidak mustahil akan menimbulkan kemiskinan kota yang komplikatif. Pada dasarnya pemerintah dan pemerintah daerah khususnya telah berusaha untuk menangulangi masalah tersebut namun pada kenyataannya belum memberikan hasil yang baik. Fakta ini mengindikasikan bahwa urbanisasi pada masa mendatang akan semakin besar pada tataran jumlah dan tentunya harus diimbangi dengan penyediaan lapangan pekerjaan. penataaan ruang kota itu sendiri akan . Kualitas Lingkungan Hidup Perkotaan: lingkungan dalam beberapa dekade terakhir khususnya dalam konteks perkotaan memiliki esensi tersendiri dalam perannya membangun konsep perkotaan yang berkelanjutan. sebenarnya masalah kemiskinan terkait erat dengan adanya berbagai ketimpangan sosial. prosentase yang dikemukakan oleh Hauser dan Gardner[8] menunjukan bahwa terdapat 53.masyarakat saat ini.[6] Beberapa realitas tersebut menunjukan bahwa betapa perkembangan kota di Indonesia dan dampak yang dihasilkan memerlukan perhatian serius dari pemerintah untuk kemudian ditanggulangi. dan sarana prasaranan yang memadai. oleh akrena itu perlu strategi khusus yang tidak bisa dilepaskan dari masalah sosial dan budaya. 2.7% penduduk Asia pada tahun 2025 yang bermukim di kota dan 62. perumahan yang layak. Hal ini dikarenakan lingkungan hidup tidak terpisahakan dari penataan ruang kota. Kemiskinan di perkotaan: berbicara masalah kemiskinan maka kita akan dihadapkan kepada suatu kompleksitas permasalahan yang rumit. beberapa permasalahan seperti yang telah disinggung di atas dan memerlukan perhatian pemerintah antara lain: 1.

oleh karena itu perlu adanya optimalisasi kebijakan pemerintah dalam bidang tersebut dan juga partisipasi masyarakat dalam pembangunan. dengan mencontohkan kota Jakarta bahwa ketiadaan kebijakan yang responsif terhadap pembinaan sumber daya manusia dalam konteks perkotaan akan berdampak terhadap penyediaan lengkungan yang baik bagi perkotaan itu sendiri. Keamanan dan Ketertiban Kota: sebenarnya masalah kemanan dan ketertiban kota sangat berkaitan dengan masalah kemiskinan dan sumber daya manusia kompeten. dan sumber daya yang tidak produktif tersebut mencerminkan ketidakberdayaan pemerintah dalam memberdayakan dan melayani warganya. ekonomi. Namun pada tataran faktual keadaan lingkungan di berbagai kota besar di Indonesia saat ini memiliki kecenderungan yang tidak berwawasan lingkungan. 4. budaya. terbukti dengan banyaknya daerahdaerah kumuh (Slums) yang diakibatkan oleh sumberdaya manusia yang tiadk produktif.meliputi penataan berbagai media lingkungan dan kawasan seperti ruang Terbuka Hijau (RTH) serta tata guna tanah. dan berbagai aspek lainnya. melainkan terkait juga terkait dengan masalah sosial. artinya bahwa dengan adanya kemiskinan yang semakin besar jumlahnya akan menimbulkan tindakan kriminalitas. 3. masalah kelembagaan dan . maka seperti telah disinggung di atas bahwa dengan adanya paradigma desentralisasi dan otonomi daerah maka kesiapan daerah harus terpenuhi dengan beberapa pembaharuan baik dalam bidang pemerintahan yang terkait dengan sumber daya manusia. lebih lanjut menurut Ateng Syafrudin[9] penataan tersebut tidak berkutat pada fisik atau infrastruktur semata. Laporan dari Cities Alliance[10] pun menyebutkan. Kapasitas Daerah Dalam Pengembangan dan Pengelolaan Perkotaan: mengenai kapasitas daerah untuk mengelola dan mengembangkan kota.

pemanfaatan. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. environment capital (berwawasan lingkungan). b. f. Terdapat beberapa strategi sebenarnya yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah dalam mempersiapkan kapasitasnya. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Penangguilangan masalah sosial lintas kabupaten/kota. Sesuai dengan UU No. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. hal ini lebih lanjut tertuang dalam Pasal 13 Ayat (1): ³Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliput´: a. democratic capital (mengenai partisipasi masyarakat). cultural capital (terkait faktor budaya masyarakat dan nilai-nilai sosial). misalnya seperti beberapa strategi yang ditawarkan oleh PricewaterhouseCooper[11]yang muncul dalam konteks mengintegrasikan beberapa isu strategis yang sering pembangunan kota seperti intellectual and social capital (terkait dengan sumber daya masyarakat kota). e. Penyediaan sarana dan prasarana umum.beberapa hal penunjang lainnya. Penanganan bidang kesehatan. Perencanaan. dan pengawasan tata ruang. c. g. technical capital (pembangunan infrastruktur)¸dan financial capital (strategi pendanaan pembangunan kota) Dengan bergulirnya sistem pemerintahan yang menganut desentralisasi. maka porsi yang lebih besar justru terletak pada tanggung jawab pemerintah lokal. . d. maka kini pemerintah daerah memiliki tugas dan peran yang baru untuk menyusun rencana lebih seskasama dalam pembangunan kota yang lebih efisien dan terencana. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial.

oleh karena itu pemerintah daerah sebagai pemegang kebijakan yang utama di daerahnya perlu memikirkan perencanaan yang matang dan seksama untuk membangun tata kota yang lebih baik sesuai dengan alur . p. l. k. koperasi. n. dan menengah termasuk lintas kabupaten/kota. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnyayang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. j. Pelayanan administrasi umum pemerintahan.h. Intensitas kebijakan yang berorientasi kepada makna implisit akan membuat sistem sentralisasi dan terpusat pada kota utama dan beberapa kota saja. Pelayanan administrasi penanaman modaltermasuk lintas kabupaten/kota. i. usaha kecil. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. disamping itu juga momentum ini (desentralisasi dan otonomi daerah) adalah sebuah titik awal untuk membuat kebijakan perkotaan yang bersifat explisit.[12]sementara itu saat ini kebijakan kota lebih mengarah kepada sifatnya yang implisit atau kebijakan pemerintah yang tidak langsung namun mempengaruhi terhadap struktur dan tata kota seperti halnya kebijakan perpajakan. Fasilitasi pengembangan. m. Penegasan pasal dari UU tersebut merupakan sebuah legitimasi terhadap pemerintah daerah (dalam hal ini adalah pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten) untuk lebih leluasa mengatur daerahnya. transportasi. dan sebagainya. Pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota. yaitu kebijakan yang langsung dan eksplisit menyebutkan tujuan dan fokus kebijakan pada pembangunan daerah atau kota. Pengendalian lingkungan hidup. o. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. tarif.

26 Tahun 2007 merupakan rumusan dasar dan pedoman yang termasuk juga di dalamnya pengaturan tata ruang kota yang berkelanjutan sepert disebutkan dalam Pasal 2 yang berbunyi: ³Dalam kerangka Negara kesatuan Negara republic Indonesia. i.1 Tahun 2008 Tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan semakin menegaskan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi masalah yang ada dalam perkotaan. g. dan budaya masyarakat kota itu sendiri yang kesemuanya adalah sesuatu yang inheren dalam tataran pembangunan berkelanjutan. e. c. b. Keberlanjutan. Keberdayagunaan dan keberhasilgunaan. Keterpaduan. Oleh karena itu pemerintah daerah dalam konteks pembangunan kota berkelanjutan tidak hanya memperhatikan aspek fisik dari kota saja. Akuntabilitas. d. penataan ruang diselenggarakan berdasarkan asas: a.26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.24 Tahun 1992 Tentang Penataan Ruang yang kemudian diubah dengan Undang-undang No. Ketrebukaan. Begitu juga dengan lahirnya beberapa peraturan pelaksana seperti Peraturan Pemerintah No. Perlindungan kepentingan umum. Kepastian hukum dan keadilan. melainkan juga aspek sosial. Kebersamaan dan kemitraan.pembangunan yang berkelanjutan. h. Lahirnya Undang-undang No. . f. dan keseimbangan. ekonomi. Keserasianm keselarasan.

New York. hlm. hlm. hlm.´ Microsoft® Encarta® 2006 [DVD]. Masa Depan Kota dan Reorientasi Perencanaan Tata Ruang Kota Indonesia Dalam Pembangunan Perkotaan: Bunga Rampai Pembangunan Kota Indonesia Abad 21. September 1988.W Simmons. Seratus Juta Penduduk Perkotaan. Harian Kompas. 2006. Changing Cities: Urban Sociology. Buku II. Abu Lughod. Jujurlah Terhadap Realitas Kemiskinan! . Washington D. Buku I. Perencanaan Tata Ruang di Nederland: Penelitian di Zuid Holland. Jakarta: 2005.Adanya peraturan perundang-undangan yang lahir dengan tujuan membenahi perkotaan tersebut apabila dilihat dari sudut pandang yang komprefensif ternyata harus diikuti dengan penjelasan yang bersifat pedoman teknis. Press. 10 [3]Daud Silalahi. 15 September 2005 [8]Janet L. Oxford Univ. http://www. Cities of The Futures: Global Competition.1 Tahun 2008 tetapi perlu ada penjelasan yang konkrit dan bersifat teknis yang kemudian akan dimasukan dalam kebijakan pemerintah daerah dalam bentuk dan sifatnya yang grass root policy atau kebijakan yang responsif. Redmond.568 Ideologi Jerman IDEOLOGI DAN SISTEM POLITIK REPUBLIK FEDERAL JERMAN 1. 1989. hlm. 1932.Bali. hlm.3 [4]Djoko Sujarto.i-vii [10] Cities Alliance. New York.com/government. Kamis. [2]Gita Chandrika Napitupulu. 1991. Untuk lebih lanjut lihat Jerome Frank.490 [13]Kebijakan grass root atau responsif di utarakan oleh Jerome Frank seorang penganut paham realisme yang mengatakan bahwa hukum bertujuan untuk bersifat aktif dan respon terhadap kebutuhan-kebutuhan sosial. tertanggal 20 Juli 2008 [12]L.S Bourne & J. 30 Maret 2005 [7]Wahyu Susilo.[13] [1]Forbes. Harian Suara Pembaruan.7 [6] Tommy Firman. Rabu.58 [9]Ateng Syafrudin. Denpasar .2 [5]Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta. Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Tahunan 1987/1988. WA: Microsoft Corporation. 2005. Isu Strategis dan Tantangan Dalam Pembangunan Perkotaan: Bunga Rampai Pembangunan Kota Indonesia Abad 21. Cornell Law Quarterly. Hlm. ³System of Cities´. Konstitusi Republik Federal Jerman .Justice Holmes and Non Euclidian Legal Thinking. The Cities Alliance. Urban and Regional Development Institute (URDI) dan Yayasan Sugijanto Soegijoko.pwc.C. hlm. ³Republic of Indonesia. Pembangunan Berkelanjutan Dalam Rangka Pengelolaan (termasuk perlindungan) Sumber Daya Alam Yang Berbasis Pembangunan Sosial dan Ekonomi. hlm.Mr. Local Leadership. hlm. Urban and Regional Development Institute (URDI) dan Yayasan Sugijanto Soegijoko. Guide to City Development Strategies: Improving Urban Performance.29 [11]PricewaterhouseCoopers. makalah pada seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. meskipun pedoman tersebut lahir melalui Peraturan Menteri No. Harper Collins Publisher. 1978. Dean K. Jakarta: 2005.

Terlihat dalam banyak pokok pikiran UUD ini upaya untuk menghindari kesalahan masa lalu yang ikut menyebabkan keruntuhan Republik Weimar yang demokratis. Di antara hak-hak kemerdekaan klasik yang tercantum dalam Grundgesetz . Grundgesetz terbukti merupakan landasan yang kokoh bagi kehidupan suatu masyarakat negara demokratis yang stabil. Penduduk RFJ dituntut aktif untuk mewujudkan. Penghargaan hak-hak asasi manusia Pada bagian pertama Grundgesetz tercantum uraian hak-hak asasi disertai kewajiban negara untuk menghormati dan melindungi martabat manusia. mukadimah dan pasal penutuf Grundgesetz mengalami penyusunan baru. Hak tersebut menjamin perlindungan menyeluruh bagi warga terhadap kesewenang-wenangan pihak negara. Pada jubileum ke-40 dari Republik Federal Jerman pada tahun 1989. yang sejauh ini belum pernah dilanda krisis konstitusional yang serius. 2. Setelah Jerman bersatu kembali pada tahun 1990. Pada tahun 1999 orang Jerman telah mempunyai pengalaman setengah abad dengan Undang-Undang Dasar mereka yaitu Grundgesetz. Penghormatan terhadap martabat manusia dan kemerdekaan mengembangkan kepribadian berlaku baik bagi warga Jerman maupun warga asing. Penerimaan rakyat terhadapnya melebihi sikap terhadap konstitusi Jerman yang manapun sebelumnya. Sejah tanggal 3 Oktober 1990 Grundgesetz berlaku untuk seluruh Jerman. mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan RFJ. Jaminan ini dilengkapi dengan hak umum atas kemerdekaan mengembangkan kepribadian bagi setiap individu. menjadi dasar dan landasan terwujudnya satu peraturan kebebasan demokrasi untuk rakyatnya. Berdasarkan Perjanjian Unifikasi yang mengatur bergabungnya RDJ dengan Republik Federal Jerman. Isi Grundgesetz sendiri banyak mencerminkan pengalaman para penyusunya pada masa pemerintahan totaliter di bawah rezim diktatorial Nazi. tuntutan ini terpenuhi oleh karena itu selain ?Preambul? juga pasal (artikel) penutup UUD diperbaharui. Kehendak penyataun kembali yang terkandung di dalmnya terlaksana pada tahun 1990. Dengan Grundgesetz telah diciptakan sebuah negara. Majelis yang dipimpin oleh Konrad Adenauer ini memutuskan Grundgestz yang diikrarkan pada tanggal 23 Mei 1949. Para penyusun Geundgesetz pada tahun 1948 mencakup para Perdana Menteri negara bagian di ketiga zone Barat serta anggota Majelis Parlementer yang diutus oleh setiap parlemen negara bagian. dan kini menyatakan bahwa dengan bergabungnya RDJ maka rakyat Jerman sudah kembali memperoleh kesataunnya.Undang-Undang Dasar RFJ yang bersifat sementara (Ubergangszeit) yang di buat pada tanggal 23 Mei 1949 (saat itu diputuskan oleh ?Dewan Menteri Wilayah Barat? yang dikepalai oleh Konrad Adenauer). Grundgesetz telah dinyatakan sebagai undangundang dasar yang terbaik dan paling liberal yang pernah terdapat di bumi Jerman.

hak mendirikan perkumpulan dan organisasi. dan hak menolak wajib militer berdasarkan alasan hati nurani. Grundgesetz memberi kemungkinan untuk membatasi hak-hak asasi tertentu secara langsung atau tidak langsung melalui undangundang. kebebasan mengeluarkan pendapat (termasuk kebebasan pers) dan perlindungan hak milik. Prinsip umum. Berbeda dengan hak-hak asasi di atas. Intinya mencakup kebebasan berkumpul. Juga dengan jelas diatur persamaan hak lelaki dan perempuan. kepercayaan. kedaulatan penuh atas tempat tingal. Selain itu. perlindungan atas kerahasiaan isi surat. begitu juga pengadilan sebagai pelaksana yuridiksi ? terikat secara ketat oleh hak-hak asasi. hak berkoalisi. Seitap warga yang merasa salah satu hak asasinya tidak diindahkan. yaitu pemerintah dengan segala aparatur administrasi negara. Hal ini mengancam keberadaan hak suaka bagi mereka yang benar-benar tertindas. kebebasan bergerak dan menentukan tempat tinggal di wilayah Republik Federal (termasuk memasukinya). Hak ini terutama menyangkut partisipasi politik dan kebebasan melaksanakan pekerjaan. polisi dan tentara. kemerdekaan seni dan ilmu pengetahuan. kemerdekaan memilik dan melaksanakan pekerjaan. Dalam konstitusi-konstitusi yang lama. Beberapa saat yang lalu kedatangan ratursan ribu pemohon suaka ke Jerman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan akhirnya hampir tidak terkontrol lagi menimbulkan keadaan genting. larangan ekstradisi dan hak ikut dalam pemilihan umum. maupun eksekutif. Beberapa hak asasi secara tegas dirumuskan sebagai hak untuk memperoleh pelayanan dan manfaat. berhak untuk . perlindungan terhadap pemaksaan kerja dan kerja-paksa. Dalam batasan yang sangat ketat.tergolong antara lain : kebebasan beragama. Akan tetapi peraturan hukum tak pernah boleh menafikan makna pokok hak-hak asasi. ketiga badan penyelenggara negara ? baik parlemen sebagai legislatif. Kategori hak individu lain yang tercantum dalam Grundgesetz adalah hak-hak warga. keturunan. hak warga hanya berlaku untuk warga negara Jerman. bahwa setiap manusia adalah sama di hadapan hukum diuraikan secara kongkret dalam Grundgesetz. Grundgesetz juga menjamin hak setiap warga negara jerman untuk diperlakukan sama dalam hal penempatan jabatan publik. Tak seorang pun boleh dirugikan atau diuntungkan berdasarkan jenis kelamin. ras. Sebagaian besar pemohon suaka ternyata datang bukan karena penindasan politik. agama atau keyakinan politiknya. Hak asasi adalah hukum yang berlaku langsung. tetapi umumnya berdasarkan alasan ekonomi. tanah air maupun asal-usul. gereja dan sekolah. kiriman pos dan telekomunikasi. Hak asasi yang tidak bisa lain hanya berlaku untuk warga asing dan yang pertama kali tercantum dalam UUD Jerman adalah hak suaka. seperti misalnya hak seorang ibu untuk memperoleh perlindungan dan perawatan kesejahteraan oleh masyarakat. keluarga. Hak-hak asasi juga mengenai perlindungan dan jaminan terhadap kelembagaan sosial seperti perkawinan. Hak ini menjain pemberian suaka di Jerman bagi warga asing yang ditindas karena alasan politik di negara asal. Disamping hak-hak kemerdekaan tersebut masih terdapat hak-hak kesamaan. pencantuman hakhak asasi lebih bersifat pernyataan program yang tidak mengikat secara yuridis. bahasa. Inilah salah satu pembaruan Grundgesetz yang terpenting. Kini.

Pada tahun 1973 Jerman juga meratifikasi Pakta-Pakta Internasional PBB tentang Hak Asasi Manusia. Republik Federal Jerman sejak 1953 berada di bawah pengawasan internasional untuk hak asasi. Dasar-dasar Tata Negara Ada lima prinsip yang menjadi acuan ketatanegaraan dalam Grundgesetz. Penyelenggaraan plebisit hanya diharuskan dalam hal perubahan pembagian wilayah federal. Undang-Undang Dasar menyebutkan. Grundgesetz memilik konsep ?demokrasi yang berani melawan?. Untuk bidang-bidang . eksekutif dan yudikatif. Itulah alasan mengapa Grundgesetz memberikan kewenangan kepada Mahkamah Konstitusional Federal untuk melarang partai politik yang bertujuan menghambat atau meniadakan tata negara demokratis. Dasar pemikiran demokrasi berlawanan adalah bahwa kebebasan semua kekuatan dalam percaturan politik menemui batasnya. protokol tambahan ke-9 pada konvensi itu juga membukakan kemungkinan kepada warga untuk mengajukan keluhan-keluhan yang bersifat individual kepada Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia. 3. selain dalam pemilihan umum. Ditetapkan bentuk negara federal dalam UUD berarti bahwa tidak hanya federasi. Dengan memasuki Konvensi Eropa untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Kemerdekaan Pokok Individu pada tahun 1952. tetapi penyelenggaraannya tidak langsung oleh keputusan-keputusan rakyat. negara hukum dan negara sosial. negara federal. Artinya : kekuasaan negara harus diakui dan disetujuai rakyat. Jerman adalah negara republik dan demokrasi. Berbeda dengan konstitusi berbagai negara bagian. Grundgesetz menentukan bentuk-bentuk demokrasi langsung seperti referendum dan plebisit hanya sebagai perkecualian. tetapi juga ke-16 negara bagian mempunyai status setara negara. bahwa seluruh kekuasaan negara berasal dari rakyat. Ke luar hal ini tampak dalam kenyataan. bahwa Presiden Federal (Bundesprasident) adalah kepala negara yang ditentukan melalui pemilihan.mengajukan tuntutan perihal keputusan atau tindakan negara kepada Mahkamah Konstitusional Federal. Pasal 25 konvensi tersebnut memberikan hak kepada warga negara-negara penandatangan untuk menuntut negaranya sendiri di hadapan Komisi Eropa. Rakyat sendiri menjalankan kekuasaan negara terutama dalam pemilihan parlemen yang diselenggarakan secara berkala. yang diruntuhkan oleh partai-partai radikal dan memusuhi konstitusi. Republik sebagai bentuk negara dikukuhkan oleh UUD dalam penamaan ?Republik Federal Jerman?. Penyelenggaraan ini diserahkan kepada ?badan-badan tersendiri? dibidang legislatif. Sikap ini berasal dari pengalaman pada saat Republik Weimar. Dalam hal ini Grundgesetz menganut sistem demokrasi tak langsung. Dasar bentuk negara demokrasi adalah asas kedaulatan rakyat. bila ada usaha meniadakan demokrasi itu sendiri melalui prosedur demokrastis. yaitu demokrasi melalui perwakilan.

yang diwujudkan melalui legislasi. yag harus sesuai dengan prinsip negara hukum . terutama konstitusi dan undang-undang (keutamaan undang-undang). Bukanlah pada negara bagian seperti yang diinginkan oleh konstitusi. tetapi negara dengan kewenangan bernegara sendiri. penegakan hukum dan yurisdiksi sendiri. Elemen penting yang kedua dalam prinsip negara hukum adalah berlakunya hukum secara mutlak pada semua perbuatan negara. Fungsi-fungsi kekuasaan negara dipercayakan kepada badan legislatif. Negara juga. Setiap negara bagian mempuyai undang-undang dasar sendiri. Prinsip pemerintahan atas dasar hukum ini berarti. serta menjaga keadilan sosial melalui perundangan yang menyangkut lindungan pekerjaan dan waktu kerja 4.tertentu. Umum Republik Federal Jerman terdiri atas 16 negara bagian. bahwa badan eksekutif alias pemerintah tidak boleh melanggar hukum yang berlaku. biaya perawatan dan pemulihan kesehatan serta tunjangan bagi penganggur. Inti dari prinsip negara hukum yang tertuang dalam Grundgesetz adalah pebagian kekuasaan. Setelah ditetapkannya pebagian tugas dan kewenangan antara federasi dan negara bagian. Prinsip negara sosial adalah pemikiran baru yang melengkapi gagasan tradisional tentang negara hukum. artinya melaksanakan undangundang. Semua tindakan alat negara dapat diperiksa kesesuaian hukumnya oleh hakim yang independen. Negara bagian bukanlah provinsi. Negara sosial diwujudkan dalam asuransi wajib kesejahteraan sosial yang meliputi tunjangan purnakarya (pensiun). Negara bagian terutama bertugas menyelenggarakan administrasi negara. selanjutnya untuk segala bentuk interfensi ke dalam ruang hukum dan ruang kemerdekaan individu dibutuhkan suatu dasar hukum formal (persyaratan adanya undang-undang). Banyak sekali undang-undang dan keputusan pengadilan yang telah menghidupi prinsip ini. untuk menyebut beberapa contoh lagi. Arti penting pembagian kewenangan dini terletak pada pembentukan kekuasaan negara melalui pengawasan dan pembatasan timbal balik yang membuahkan perlindungan bagi kebebasan seitap warga. titik berat kegiatan legislatif ternyata memang terletak pada negara pusat atau federasi. Negara diwajibkan melindungi kelompok-kelompok masyarkat yang lemah dan senantiasa mengusahkan keadilan sosial. memberi bantuan sosial kepada yang membutuhkan. badan eksekutif dan badan yudikatif yang masing-masing bediri sendiri. bila ada pengaduan hak yang tersangkut. Sistem Pemerintahan A. negara-negara bagian tersebut memiliki kedaulatan atas wilayahnya. Pembagian tugas ini adalah unsur penting dalam sistem pembagian kewenangan dan keseimbangan keuasaan yang digariskan oleh Grundgesetz. tunjangan bagi orang cacat. tunjangan tempat tinggal dan tunjangan anak.

Federalisme telah terbukti tangguh: baik keistimewaan maupun masalah-masalah regional dapat diperhatikan dan teratasi dengan lebih baik melalui sistem ini dibandingkan melalui sistem pemerintahan terpusat. Kini fungsi tersebut menjadi semakin penting berkenaan dengan tuntutan regional seperti perlindungan bangunan bersejarah. Selain itu. misalnya kesempatan bereksperimen dalam lingkup terbatas dan munculnya persaingan sehat antar negara bagian. ataukah diinginkan peluang bagi negara bagian untuk menciptakan undang-undang sendiri. Untuk penyusunan kembali RFJ terdapat aturan dalam Grundgesetz. misalnya dalam bidang pendidikan. Demokrasi akan lebih hidup. bisa saja memiliki mayoritas dan memegang pemerintahan di salah satu negara bagian. Pembagian antara federasi dengan negara bagian adalah elemen penting dalam sistem pembagian kewenangan dan keseimbangan kekuasaan. Bentuk negara federal termasuk di antara prinsip-prinsip konstitusi yang tidak bisa diubah. Termasuk di dalamnya keikutsertaan negara bagian dalam kegiatan politik pada tingkat federasi melalui perannya di Bundesrat. Kewenangan Negara Bagian Grundgesetz mengatur kewenangan legislatif federasi dengan memperhatikan. Jerman termasuk contoh negara federal yang klasik. Salah satu negara bagian dapat saja menerapkan sesuatu yang baru. Tugas utama federasi adalah mempertahankan kemerdekaan. Pelestarian keanekaragaman itu adalah fungsi tradisional federalisme. Tatanan federal di Jerman. Partai yang beroposisi pada tingkat federal. Sistem federasi masih mempunyai beberapa kelebihan. pelestarian tradisi tata kota serta pengembangan kebudayaan daerah. negara bagian tersebut memiliki kebebasan menentukan sendiri undag-undang dasarnya. Akan tetapi keberadaan negara bagia yang ada sekarang bukan tidak bisa berubah. Di luar itu. bila warganya ikut terlibat dalam proses politik di daerah yang dikenalnya melalui pemilihan umum dan pemungutan suara. yang hanya pernah diselingi oleh sistem negara kesatuan di bawah rezim Nazi (1933-1945). sistem federasi mampu memberi kesempatan sesuai dengan perbedaan regional dalam pembagian kekuatan politik. Hal ini . B. menjembatani persatuan ke luar dengan keanekaragaman di dalam.berbentuk republik yang demokratis dan sosial menurut norma Grundgesetz. apakah diperlukan peraturan hukum yang berlaku di seluruh wilayah federal. seperti juga di Amerika Serikat dan Swis. dan dengan demikian merintis pembaruan di seluruh wilayah federal. Tatanan federal juga memperkuat prinsip demokrasi karena memungkinkan keterlibatan politik warga dalam lingkungannya. Sistem federasi mempunyai tradisi konstitusional yang panjang.

pertahanan. pos. Selain itu. Bidang-bidang yang disebut ?Kewenangan Bersama? ini pada tahun 1969 dimasukkan ke dalam Grundgesetz. serta pada polisi perbatasan dan angkatan bersenjata. Dalam kenyataannya. negara bagian memiliki kewenangan atas semua bidang yang belum di atur oleh federasi atau yang tidak ditentukan sebagai kewenangan federasi oleh Grundgesetz. untuk semua hal tersebut dibutuhkan peraturan hukum yang seragam. Pada waktu yang sama. aparat pemerintah negara bagian bertanggung jawab pula . bidang perumahan. kelestarian alam dan cagar alam. negara bagian mempunyai hak menetapkan undang-undang hanya bila hal bersangkutan belum di atur federasi. di atur dan dibiayai bersama oleh federasi dan negara bagian. hukum niaga. penempatan tenaga kerja. Termasuk dalam kewenangan bersaing antara lain bidang-bidang hukum pidana dan perdata. Dalam menegakkan hukum. sebagai perwujudan ?kedaulatan budaya? mereka. Di sini termasuk perguruan tinggi. moneter dan alat pembayaran. Negara-negara bagian berwenang melaksanakan seluruh administrasi dalam negeri. jika benar-benar diperlukan peraturan hukum yang seragam untuk seluruh wilayah negara federal. Termasuk diantaranya perluasan dan pembangunan perguruan tinggi. masalah limbah. Bagian terbesar administrasi publik dikerjakan oleh setiap negara bagian secara mandiri. Yurisdiksi federasi pada dasarnya terbatas pada Mahkamah Konstitusional Federal dan pengadilan-pengadilan tinggi. perbaikan struktur ekonomi regional serta struktur pertanian dan perlindungan pantai. perkeretaapian. Dalam hal kewenangan bersaing.jelas lagi dengan adanya pembagian kewenangan federasi dalam penetapan hukum yaitu kewenangan penuh. bea cukai. Pusat di lain pihak hanya boleh melakukannya. peraturan hukum di tingkat komunal serta bidang kepolisian juga menjadi kewenangan negara bagian. kewenangan bersaing dan kewenangan membuat undang-undang pokok. yang saat ini direncanakan. Masih ada beberapa bidang yang pada awalnya tidak tercantum dalam Grundgesetz. sehingga secara praktis negara bagian tidak lagi memiliki kewenangan di bidang tersebut. dengan berpatokan pada undang-undang pokok yang ditentukan federasi. hukum perburuhan dan hukum pertanahan. undang-undang mengenai energi nuklir. Federasi mempunyai kewenangan legislatif penuh antara lain atas bidang-bidang hubungan luar negeri. Lembaga administrasi negara pada tingkat federal hanya ada untuk bidang-bidang hubungan luar negeri. Kekuatan negara bagian yang sebenarnya terletak pada pelaksanaan administrasi negara dan keterlibatannya dalam pembuatan undang-undang federasi melalui bundesratz. pelayaran dan lalu lintas jalan. Semua pengadilan lainnya adalah pengadilan negara bagian. kebersihan udara dan peredaman kebisingan. Keberadaan pengadilan tersebut menjamin penafsiran hukum yang seragam. Dengan demikian poko-pokok yang tinggal untuk legislasi negara bagian adalah sebagian luas bidang pendidikan dan kebudayaan. kereta api. perencanaan daerah dan masalah air. hubungan udara dan sebagian peraturan perpajakan. selanjutnya peraturan untuk warga asing. Beberapa bidang dimasukkan dalam kewenangan negara bagian.

Banyak masalah setempatyang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh komune dan kota-kota kecil. pengadaan listrik. teater. melainkan berdiri sendiri. otonomi pemerintahan komunal erat berhubungan dengan pembaruan yang dilaksanakan Freiherr vom Stein. perpustakaan umum. Swapraja Komunal Pemerintahan kota dan desa yang otonom adalah pencerminan kemerdekaan warga yang menjadi tradisi di Jerman. air dan gas. undang-undang pokok di bidang ini berbeda dari satu negara bagian ke negara bagian lain. museum. Kemudian tugas melaksanakan hukum federal sebagai urusan dan tanggung jawab sendiri (misalnya undang-undang perencanaan bangunan. Di zaman modern. Dengan demikian tata negara yang digariskan oleh konstitusi Republik Federal Jerman dalam kenyataannya telah berkembang menjadi tatanan yang bersifat sentral dalam bidang legislatif dan yang lebih menonjol ciri federalnya dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan C. pengolahan air limbah. pelestarian lingkungan). Kabupaten inipun dengan badan-badan yang dipilih secara demokratis.? demikianlah semboyan saat itu). terutama dalam tata Kotapraja Prusia yang diberlakukan tahun 1808. Berdasarkan alasan historis. Hal ini berakar pada hak-hak istimewa kota-kota berdaulat pada abad pertengahan. komune dan kabupaten harus dilaksanakan secara demokratis. merupakan bagian dari sistem swapraja komunal. Perundang-undangan komunal menjadi kewengan negara bagian. rumah sakit. Ada tiga macam tugas yang diemban pemerintahan negara bagian: pertama tugas yang semata-mata menjadi urusan sendiri (misalnya sekolah. Pemerintah kota. Dengan demikian mereka berhak untuk mengatur segala urusanmasyarakat setempat secara mandiri dalam kerangka hukum nasional.atas pelaksanaan bagian terbesar undang-undang dan peraturan yang diberlakukan federasi. kepolisian dan perencanaan regional). Setiap komune bertanggung jawab pula untuk pendidikan lanjutan dan pembinaan remaja. Pada masa itu orang yang memperoleh hak sebagai warga kota berdaulat terbebaskan dari belenggu perhambaan tuan tanah feodal. dan perencanaan tata kota. Tugas seperti ini dapat diambil alih oleh kabupaten sebagai satuan wilayah yang lebih besar. gedung olah raga dan kolam renang. Hak swaraja terutama mencakup bidang angkutan umum di wilayah komunal. perizinan usaha. Setiap satuan swapraja juga menentukan sendiri apakah tindakannya efisien dan ekonomis. . (?Udara kota membebaskan. Kota-kota yang agak besar tidak ternasuk administrasi kabupaten. dan terakhir tugas melaksanakan peraturan hukum federal atas mandat federasi (umpamanya pembangunan jalan negara. Selain itu pembangunan dan pemeliharaan sekolah-sekolah. pembangunan jalan setempat. bantuan pendidikan). Grundgesetz meneruskan tradisi ini dan dengan jelas menjamin pemerintahan komunal yang otonom pada tingkat kota komune (Gemeinde) dan kabupaten (Kreis). Namun praktik administrasi komunal pada umumnya hampir sama di semua negara bagaian.

Parlemen ini dipilih oleh rakyat setiap empat tahun.Swapraja komunal dan kemandirian daerah tidak akan ada artinya. Namun itu semua biasanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan komune. memilih Kanselir dan mengawasi pemerintah. Dalam sistem demokrasi yang dianut oleh RFJ (demokratis-parlementer) partai-partai politik memegang peran yang konstitutif. agar kemerdekaan dan demokrasi dalam negara dan masyarakat tetap terpelihara. Setiap komune berhak menarik sendiri pajak dan iuran tertentu. Sistem swapraja komunal memberi peluang bagi masyarakat untuk turut serta dalam pelaksanaan politik dan dalam pengawasan. Selain itu ada bantuan dari dana pengimbangan antar komune. Di samping itu komune berhak atas pajak konsumsi dan pajak kemewahan yang ditarik oleh negara bagian dari warga setempat. maka partai ini berkuasa penuh dan bertanggung jawab atas pelaksanaan politik dalam periode pemerintahan yang ditentukan. Oleh karena itu diupayakan adanya pembagian kekuasaan dan kewenangan yang jelas sehingga tidak dapat terulang lagi penyalahgunaan kekuasaan. Kota dan Gemeinde adalah sel-sel kebersamaan politik masyarakat yang terkecil. Keuangan yang memadai selalu mejadi bahan pembahasan. RFJ berupaya keras untuk tidak mengulangi politik yang pernah diterapkan dan terjadi sesaat Hitler memegang kekuasaan. Tugas Bundestag yang utama adalah menetapakan undang-undang. Sel-sel itu harus senantiasa berkembang dan memperbarui diri. Karena itu setiap komune mendapat andil dari federasi maupun dari negara bagian. . yang dkelola secara intern oleh setiap negara bagian. Selain itu swapraja komunal mengenakan pungutan untuk pelayanan jasa. misalnya dari pajak imbalan kerja dan pajak pendapatan. Yang berarti jika salah satu partai politik menang dalam pemilu baik tingkat daerah ataupun tingkat federal/pusat. bila komunekomune tidak memiliki uang yang cukup untuk membiayai pelaksanaan tugasnya. 6. Kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki oleh negara terbagi dalam 3 lembaga pemerintahan yaitu : 1) Lembaga Legislatif : a) Bundestag (DPR) Bundestag Jerman adalah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Federal Jerman. setiap warga dapat berbicara langsug dengan wakil-wakil rakyat yang dipilih. ia dapat memeriksa anggaran pendapatan dan belanja. seperti pajak bumi dan pajak usaha. Dalam rapat terbuka untuk warga setempat. Lembaga Pemerintahan Sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi. atau ikut dalam diskusi mengenai rencana pembangunan. Pembubarannya (sebelum masa jabatan berakhir) hanya dapat dilakukan dalam situasi khusus dan menjadi kewenangan Presiden Federal.

penyelesaian begitu banyak masalah yang beraneka ragam tak mungkin tercapai. bagian lebih kecil dari parlemen sendiri maupun dari Bundesrat. Tanpa pembidangan itu. Anggota-anggota Bundestag Jerman dipilih dalam pemilihan yang umum. terutama dalam diskusi mengenai masalah penting politik dalam negeri dan luar negeri. tidak terikat pada penugasan dan perintah siapapun dan hanya bertanggung jawab pada hati nuraninya sendiri. Mereka masing-masing adalah wakil seluruh rakyat. RUU dibacakan dan dibahas tiga kali kepada komisi yang bersangkutan. Di sinilah tampak dengan sangat jelas ketidaktergantungan anggota-anggota parlemen. Ketidaktergantungan para anggota parlemen secara keuangan dijamin melalui pemberian honorarium yang tingginya sesuai dengan arti penting kedudukan seorang wakil rakyat.Sidang pleno Bundestag adalah forum perdebatan besar di parlemen. sama dan rahasia. Siapa yang sedikitnya delapan tahun menjadi anggota parlemen berhak mendapatkan pensiun setelah mencapai batas usia yang ditentukan. Ketua Bundestag biasanya dipilih dari fraksi terbesar sesuai kebiasaan undang-undang dasar Jerman sejak dahulu. Dalam lingkup tugas komisi terletak juga titik berat pengawasan parlemen atas perilaku pemerintah. Dari tahun 1949 sampai akhir periode legistalif 1990. Hati nurani dan solidaritas politis pada partai sendiri kadang-kdang dapat bertabrakan. langsung. apabila disetujui mayoritas dari jumlah suara yang diberikan. Disini aspirasi politik harus dipertemukan dengan pandangan para ahli dari bidangnya masing-masing. Berdasarkan jumlah anggota fraksi dan kelompok ditentukan pula jumlah wakilnya dalam komisi-komisi. bebas. Pada pembacaan ketiga diadakan pemungutan sura. Ini mencakup Komisi Luar Negeri. Komisi Sosial sampai Komisi Anggaran Belanja Negara. Kepada Komisi Petisi setiap warga dapat mengajukan permohonan maupun keluhannya. Namun. mereka bergabung dalam fraksi-fraksi atau kelompok. karena mewujudkan kewenangan parlemen atas pendapatan dan belanja negara. ia masih tetap memegang mandatnya di Bundestag. Suatu undang-undang (kecuali perubahan terhadap konstitusi) diterima. Pekerjaan awal mempersiapaan perundangan dilaksanakan dalam rapat-rapat komisi yang biasanya bersifat tertutup. Untuk udang-undang yang menyangkut kewenangan negara bagian masih diperlukan persetujuan dari Bundesrat. Bundestag menentukan komisi-komisi sesuai dengan pembagian bidang tugas yang berlaku pada pemerintah. b) Bundesrat (Dewan utusan negara bagian) . yang juga memainkan peranan penting. Sesuai keanggotaan partai. 6700 rancangan undangundang (RUU) diajukan kepada parlemen dan 4400 telah diputuskan. Kebanyakan RUU tersebut berasal dari pihak pemerintah. Jadi mereka memiliki mendat bebas. walaupun seorang anggota parlemen keluar dari partainya.

Hanya Bundesversammlung yang dapat memutuskan apakah suatu partai yang berbahaya terhadap ?kebebasan-demokrasi UUD dilarang atau tidak. lima atau enam suara. bahwa seitap negara bagian yang pemerintahannya didominasi oleh partai sendiri. Setiap negara bagian mendahulukan kepentingan khususnya di Bundesrat dan akan bersekutu dengan negara bagian lain yang bertujuan sama. Lebih dari setengah undang-undang yang dibuat memerlukan persetujuan Bundesrat. akan juga selalu mendukung kebijakan Pemerintah Federal. Ketua Bundesrat dipilih secara bergilir dari antara negara bagian yang terwakili di dalamnya untuk masa jabatan setahun. Bundesrat tidak terdiri dari wakil rakyat yang dipilih. Bagaimanapun juga.Lembaga legislatif yang terdiri dari perwakilan dari negara bagian yang jumlahnya didasarkan pada banyaknya penduduk negara bagian yang bersangkutan. yang anggotanya berasal baik dari Bundestag maupun dari Bundesrat. Ini menunjukkan sistem federasi yang hidup. Artinya. Dalam pemungutan suara. Anggota Bundesrat adalah pejabat pemerintah negara bagian atau orang yang diberi kuasa oleh pemerintah tersebut. misalnya dengan keuangan atau kewenangan administrasi mereka. setiap negar bagian hanya dapat memberikan suaranya sebagai kesatuan. apabila partai-partai yang membentuk pemerintah federal tidak memiliki mayoritas di Bundesrat. Ketua Bundesrat mewakili Presiden Federal. Bila kedua dewan tersebut tidak dapat mencapai kesepakatan. bila yang terakhir berhalangan. Ini membuat situasi mayoritas yang berganti-ganti. kepentingan negara bagian sering kali didahulukan dari kepentingan partai. maka Komisi Perantara. setiap negara bagian mempunyai tiga. c) Bundesversammlung (Badan Permusyawaratan). pemungutan suara dapat membawa hasil yang tidak sesuai dengan pembagian kursi di parlemen. Bundesrat turut serta dalam pembuatan undang-undang dan administrasi negara federal. Sesuai dengan jumlah penduduknya. tanpa peduli partai apa yang berkuasa di sana. Akibatnya. Bundesversammlung yang dibentuk pada tahun 1951 berlokasi di kota Karlsruhe bertugas untuk mengawasi agar semua ketentuan peraturan di dalam UUD dipenuhi. perubahan terhadap UUD memerlukan persetujuan Bundesrat dengan mayoritas dua pertiga dalam hal perundangan lain. akan bersidang. Berbeda dengan sistem senat di federasi lain seperti di Amerika Serikat atau Swis. yang dapat dibatalkan oleh keputusan Bundestag. empat. Bundesrat mempunyai hak keberatan saja. undang-undang tersebut tak dapat diputuskan tanpa direstui oleh Bundesrat terutama adalah undang-undang yang berkaitan dengan kepentingan negara bagian. Anggota Bundesrat tidak terdiri dari wakil rakyat yang dipilih. Di Bundesrat. . Kompromi harus selalu ditemukan. Pemerintah pusat tak selalu dapat yakin.

Para menteri federal mengepalai bidang tugas masing-masing dengan menjalankan garis besar tersebut secara mandiri dan atas tanggung jawab sendiri. Kementerian Luar Negeri. tetapi baru satu kali berhasil : Pada bulan Oktober 1982 melalui mosi tidak percaya terhadap Kanselir Helmut Schmidt dipilihlah Helmut Kohl sebagai Kanselir baru. Pertanggungjawaban ini dapat berwujud ?mosi tidak percaya konstruktif?. Prosedur mosi ini sengaja dicantumkan dalam Grundgesetz sebagai perbaikan terhadap UUD Republik Weimar. Selain itu. tetapi tidak memiliki program alternatif bersama. Percobaan menjatuhkan Kanselir melalui mosi ini telah dua kali dilakukan. Kementerian-kementerian Federal Dalam Negeri. Kanselir memilih menteri dan mengajukan usulan mengikat kepada Presiden Federal untuk mengangkat maupun memberhentikan mereka. Dalam politik praktis. Dalam sistem ini. Struktur Federal Jerman b) Presiden Federal (Bundespresident) . Posisi Kanselir yang kuat bertumpu pada kewenangannya : ia menentukan garis besar kebijakan pemerintah. terdiri atas Kanselir dan para menteri. Pengadaan ketiga kementerian yang disebutkan terakhir merupakan persyaratan konstitusional. sekaligus harus memilih Kanselir baru. Grundgesetz tidak mengenal mosi tidak percaya terhadap menteri. Kanselir Federal mempunyai posisi istimewa dan mandiri dalam pemerintah dan dihadapan para menteri. Tidaklah salah bila sistem pemerintahan Jerman juga dijuluki sebagai ?demokrasi Kanselir?. Bundestag yang megnajukan mosi tidak percaya terhadap anselir. Pemerintah Federal (Bundeskanzler) Pemerintah Federal Jerman. Maksud mosi konstruktif ini untuk menghindari jatuhnya pemerintah atas ulah kelompok-kelompok oposisi yang hanya sepakat menolak pemerintah. Kehakiman. ia saja yang berhak membentuk kabinet. Kanselir Federal adalah satu-satunya orang dalam kabinet yang dipilih oleh parlemen. Kanselir harus juga mematuhi kesepakatan dengan partner koalisinya dan menghormati kepentingan mereka. disebut juga kabinet. Ia mengepalai kabinet federal. Beberapa kementrian disebutkdan dalam Grundgesetz.2) Lembaga eksekutif : a). Keuangan dan Pertahanan. hanya ialah yang bertanggung jawab terhadap Dewan Perwakilan Rakyat. Kanselir juga menentukan jumlah menteri dan bidang tugas mereka.

sehingga dewasa ini legislasi merupakan penyesuaian dan perubahan (amandemen) terhadap hukum yang sudah ada. berdasarkan usul Kanselir. Presiden Federal mengangkat dan memberhentikan para hakim federal. Setelah itu dapat dipilih satu kali lagi. Majelis Federal terdiri dari para anggota Bundestag dan jumlah yang sama utusan. Keseluruhan perundang-undangan federal mencakup sekitar 1900 undang-undang dan 3000 peraturan hukum. Tata hukum Jerman dibentuk oleh Undang-Undang Konstitusional. 3) Lembaga Yudikatif : a. Ia memanifestasikan kebersamaan dalam negara dan tata konstitusional yang melampaui segala batas partai. yang bersidang hanya untuk tujuan ini. Dengan pemikiran dan pernyataan mendasar tentang tema-tema besar saat ini. yang dipilih oleh parlemen di setiap negara bagian. tetapi juga dipengaruhi perundang-undangan Masyarakat Eropa dan hukum internasional. maka kepala negara. Presiden Federal mewujudkan kesataun seluruh masyarakat politik dengan cara khusus. Ia mengawasi kesesuaian proses penyusunan undang-undang dengan konstitusi. Presiden Federal dipilih oleh Majelis Federal dengan suara terbanyak untuk periode lima tahun. Kemudian atas usulan Kanselir ia melantik serta memberhentikan para menteri Pemerintah Federal. sebelum undang-undang itu diumumkan dalam Lembaran Undang-Undang Federal. pegawai negeri di tingkat federal. Ia mengikat peranjian atas nama Jerman dengan negara lain serta mengakreditasi dan menerima para duta besar. Presiden Federal mewakili negara Jerman secara hukum antar bangsa. Bila Kanselir Federal gagal dalam usahanya memenangkan mosi kepercayaan di Bundestag. Ia dipilih oleh Majelis Federal (Bundesversammlung). Kepada Bundestag. dapat membubarkan Bundestag. Walaupun sebagaian tugasnya besifat representatif. Kadang-kadang utusan yang terpilih itu adalah tokoh-tokoh terkemuka dan berjasa yang tidak duduk dalam parlemen negara bagian. (dengan memperhatikan perbandingan suara di parlemen itu) Presiden mengusulkan calon untuk dipilih sebagai Kanselir Federal. Cakupannya hampir pada semua bidang kehidupan. serta para perwira. Namun kewenangan politik luar negeri tetap pada Pemerintah Federal. ia dapat menjadi penengah yang netral diluar pertarungan politik sehari hari dan dengan demikian menjadi tokoh penuh wibawa. Perundang-undangan negara bagian meliputi bidang kepolisian .Kepala negara Republik Federal Jerman adalah Presiden Federal. Ia dapat memberi grasi kepada terpidana. ia dapat memberkan pedoman bagi orientasi politik dan moral para warga. Umum Perundang-undangan Republik Federal Jerman kebanyakan berupa hukum tertulis. kemudian atas usulan Kanselir ia melantik serta memberhentikan para menteri Pemerintah Federal.

Setelah bergabungnya RDJ ke dalam Republik Federal pada tahun 1990. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kitab Undang-Undang Hukum Niaga sampai sekarang masih bernafaskan semangat liberalisme para penyusunnya. Pembatasan kebebasan seseorang hanya mungkin melalui hukum formal. Jadi seorang hakim dilarang menggunakan pasal-pasal hukum pidana yang mengatur perbuatan lain yang mirip. tetapi tanpa perintah penangkapan orang tersebut hanya dapat ditahan paling lama sampai akhir hari penangkapan. saat ini telah dirampungkan. apabila sudah berlaku undangundang yang menetapkannya sebagai tindak pidana sebelum peristiwa itu terjadi (nulla poena sine lege). dengan beberapa pengecualian. Yang juga bersifat konstitusional adalah prinsip bahwa atas perbuatan yang sama tidak boleh dijatuhi hukuman beulang kali berdasarkan hukum pidana umum.dan hukum komunal. keputusan hakim atas hal ini harus segera disusulkan. berbunyi sebagai berikut: Suatu hanya dapat dihukum. diputuskan untuk mengambil tindakan cepat untuk sejauh mungkin mempersamakan kedua tata hukum agar tercapai kesatuan hukum di seluruh wilayah Jerman. tata hukum RFJ dan RDJ berkembang jauh berbeda. b. Pihak kepolisian memang dapat menahan seseorang untuk sementara. Dalam setiap pembatasan kebebasan seseorang tanpa perintah hakim. Negara Hukum Menurut sejarahnya. Keputusan mengenai keabsahan penangkapan dan lama penahanan hanya bisa diambil seorang hakim. diberlakukan aturan-aturan penyesuaian secara meluas pada hampir setiap bidang hukum. Setiap orang mempunyai hak untuk didengar di pengadilan. Hal ini pun termasuk unsur prinsip negara hukum yang tercantum dalam UUD. Hal ini menjadi sangat penting mengingat perluya pengembangan ekonomi di negara-negara bagian baru. serta pers dan media elektronik. disamping itu terutama sekolah dan universitas. Proses penyesuaian struktur peradilan. Dengan memperhatikan situasi khusus dan perkembangan Jerman Timur selama ini. Jaminan-jaminan negara hukum menjadi jelas terutama dalam norma-norma hukum primer dan dalam perundangan mengenai tata cara hukum. sistem hukum RFJ berasal dari tata hukum Romawi yang sebagian diambil alih. Prinsip yang berlaku dalam hukum pidana dan yang oleh Grundgesetz diangkat menjadi prinsip konstitusional. dan dari banyak sumber lain di daerah-daerah. Pada abad ke-19 untuk pertama kalinya disusun hukum sipil yang seragam untuk seluruh wilayah Reich Jerman. ataupun memberlakukan undang-undang pidana dengan surut waktu. Prinsip yang mendasari kedua kitab ini adalah kebebasan mengikat perjanjian. Penyelenggaraan hukum dipercayakan kepada hakim-hakim yang independen dan hanya tunduk kepada . Dalam kurun waktu keterpisahan selama empat dekade.

Grundgesetz menyempurnakan perlindungan hukum yang lengkap bagi warga terhadap tindakan aparatur negara. kecacatan. Setiap warga mendapat kemungkinan menggugat setiap tindakan negara yang menyangkut dirinya. kecelakaan. Peradilan istimewa dilarang. Ini berlaku untuk semua tindakan administrasi negara seperti misalnya perhitungan tinggi pajak maupun keputusan tak naik kelas di sekolah. Ini terutama menyangkut Undang-Undang Tata Peradilan yang mengatur struktur. terutama yang berkaitan dengan hukum tenaga kerja dan hukum sosial. juga tidak dapat dimutasikan tanpa persetujuan mereka. c. tetapi kini pengawasan menyeluruh terhadap adminstrasi negara juga berlaku di negara-negara bagian baru. Oleh karena itu. kepentinangan sosial kini lebih banyak diperhatikan dalam penyusunan undang undang. . Mereka menghadapi pemerintahan kekaisaran dalam perdebatan yang panjang dan sengit selama pertigaan terakhir abad ke-19. peraturan hukum ini menjamin pelayanan keuangan yang berbedabeda jumlahnya dalam hal jatuh sakit. Pengaduan seperti itu merupakan sarana hukum luar biasa dalam menghadapi pelanggaran hak-hak asasi oleh alat negara. Landasan-landasan negara hukum dalam peradilan Jerman hampir semuanya tertuang dalam undang-undang yustisi yang telah disusun pada abad ke-19. penahanan surat izin mengemudi atau penolakan terhadap permohonan izin mendirikan bangunan. pengangguran maupun setelah memasuki masa purnakarya. d. Warga dan tata usaha Negara Setelah perkembangan politik di bidang hukum selama 100 tahun lebih.hukum. Kedua sumber hukum tersebut beserta Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang diberlakukan sejak tahun 1990. Perlindungan hukum melalui pengadilan khusus masih dilengkapi kemungkinan yang dipunyai setiap warga untuk mengajukan pengaduan ke Mahkamah Konstitusional Federal. apabila ia merasa hak-haknya dilanggar. Hukum dalam negara sosial Grundgesetz memerintahkan pengembangan tata negara sosial. sejak berdirinya Republik Federal Jerma. Kepada perorangan. merupakan hasil perjuangan kelompok liberal dan demokratis dalam parlemen. serta Hukum Acara Perdata dan Hukum Acara Pidana. RDJ tidak mengenal pengadilan tata usaha. organisasi. dan bidang yuridiksi pengadilan. Untuk maksud ini telah banyak diputuskan undang-undang. Mereka sama sekali tidak dapat dipecat. Kitab undang-undang Jerman telah pula menjadi contoh untuk negara-negara lain: Kiatab Undang-Undang Hukum Perdata misalnya menjadi acuan untuk penyusunan kitab-kitab hukum sipil di Jepang dan Yunani.

walaupun tetap bertumpu juga pada hasil putusan hakim. kasus perdata. 5. Mulanya hal ini hanya diatur secara singkat saja dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata di bawah judul ?Perjanjian Kerja?. negara bagian dan federal. Pengadilan umum? menangani kasus-kasus pidana. mengenai Hak Para Pekerja untuk Ikut Menentukan Kebijakan Perusahaan dan Undang-Undang Peradilan Tenaga Kerja. Dengan instansi di tingkat wilayah. serta sengketa antara kedua mitra ketenagakerjaan yakni majikan dan syarikat pekerja. Saat ini hukum tenaga kerja mencakup sejumlah besar undang-undang dan perjanjian tarif imbalan kerja. bagian dan federal. Pengadilan Tenaga Kerja? menangani sengketa perdata yang berkaitan dengan hubungan kerja. 3. Pengadilan Negeri (Landgericht). melainkan juga lembaga negara yang keberadaannya ditetapkan oleh konstitusi. Fungsinya memutuskan perkara yang berkaitan dengan Undang-Undang Dasar. Sistem sarana hukum yang sangat beragam dan membuka kemungkinan luas untuk memeriksa kembali keputusan pengadilan. Pengadilan Tinggi (Oberlandesgericht) dan Mahkamah Agung Federal (Bundesgerichtshof). Diselidiki apakah pengadilan menerapkan norma hukum primer secara tepat serta memperhatikan hukum acara yang berlaku. Pengadilan Tata Usaha? menangani semua perkara publik di bidang hukum administrasi negara. Memiliki tiga instansi pada tingkat wilayah. Selain itu. Terdapat empat tingkatan: Pengadilan Distrik (Amtsgericht). e. Peraturan hukum yang sangat berarti adalah Undang-Undang mengenai Perjanjian Tarif Imbalan Kerja. . 2. Terdapat lima jenis pengadilan: 1. 4. masih ada Mahkamah Konstitusional Federal yang berdiri di luar kelima bidang peradilan yang diuraikan di atas. mengenai kedudukan Serikat Kerja dalam Perusahaan. Jadi dalam proses naik banding dapat juga dihadapkan fakta-fakta baru. Lembaga ini tidak hanya merupakan pengadilan tertinggi RFJ. Sementara dalam proses naik banding tahap dua (revisi) hanya diadakan pemeriksaan yuridis.Suatu contoh mengesankan dalam usaha melaksanakan prinsip negara sosialadalah hukum tenaga kerja. Melalui naik banding dilancarkan kontrol putusan tersebut dari segi hukum dan dari segi fakta. mengenai Perlindungan Terhadap Pemutusan Hubungan Kerja. Pengadilan Urusan Keuangan? mengurusi perkara yang menyangkut pajak dan retribusi. Juga memiliki tiga Instansi seperti Pengadilan Tata Usaha. Pengadilan Sosial? menangani semua persengketaan yang berkenaan dengan asuransi wajib jaminan sosial. Organisasi lembaga penegakan keadilan Ciri sistem peradilan Jerman adalah perlindungan hukum yang menyeluruh dan spesialisasi pengadilan yang luas.

Satu-satunya patokan adalah Grundgesetz. Berkenaan dengan undang-undang. Hanya mahkamah inilah yang berwenang memutuskan. Walaupun demikian Mahkamah Konstitusional Federal juga menekankan. sedikitnya sepertiga anggota parlemen atau pengadilan-pengadilan lain. tetapi lembaga itu sendiri bukan suatu badan politik. Partai yang melanggar konstitusi juga menyelidiki apakah undang-undang federal dan undang-undang negara bagian tidak bertentangan dengan UUD. bahwa tugasnya memang memiliki dampak politk. bila dinyatakan bertentangan maka undangundang tersebut dicabut kembali. yang menentukan kerangka konstitusional bagi ruang gerak pengambilan keputusan politis. Sekitar 109640 diantaranya adalah pengaduan atas dasar konstitusi. Singapur . Misalnya pernah diperiksa apakah ikut sertanya tentara Jerman dalam misi-misi PBB bertentangan dengan Grundgesetz.Mahkamah Konstitusional federal Karlsruhe mengawasi ditaatinya Grundgesetz. ataupun antara lembaga-lembaga pemerintah federal. masing-masing beranggotakan delapan hakim yang dipilih setengahnya oleh Bundestag dan sisanya oleh Bundesrat untuk masa jabatan dua belas tahun. Selama ini sudah beberapa pemerintah pusat dari berbagai aliran politik harus tunduk di bawah keputusan dari Karlsruhe ini. apakah suatu partai mengancam pokok tata negara yang demokratis dan merdeka dan karena itu melanggar konstirusi. Sampai saat ini. tetapi hanya sekitar 2900 yang berhasil. Pemilihan kembali tidak diperbolehkan. Pengadilan ini misalnya memutuskan dakan persengketaan antara federasi dan negara bagian. pengadilan tertinggi ini hanya akan bertindak atas permohonan dari badan-badan tertentu seperti pemerintah federal. Mahkamah Konstitusional Federal terdiri dari dua senat. Selalu saja diperkarakan masalah yang mempunyai jangkauan politis luas di dalam maupun di luar negeri dan menjadi pusat perhatian publik. pemerintah negara bagian. Mahkamah Konstitusional Federal telah memutuskan lebih dari 114000 perkara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful