Peranan Pemerintah Daerah Dalam Merumuskan Kebijakan Baru Mengenai Perencanaan Kota

Filed under: lingkungan dan perkotaan ² E.Zaenal.Muttaqin @ 9:59 am Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki penduduk paling banyak setelah Cina, India, dan Amerika serikat[1] tentunya memiliki berbagai konsekwensi yang lebih kompleks, apalagi jika dihubungkan dengan permasalahan pembangunan kota sebagai bentuk indikator dari kemajuan pembangunan itu sendiri. Melihat dari pengalaman yang telah terjadi dari beberapa waktu yang lalu, dapat dikemukakan bahwa sistem pembangunan di Dunia umumnya dan khususnya pembangunan di Indonesia belum memiliki wawasan lingkungan yang baik dan perencanaannya masih belum memperhatikan keseimbangan ekologi, dan dalam hal ini ialah perencanaan kota yang memadai. Beberapa permasalahan pokok yang mengemuka mengenai permasalahan kota antara lain:

1. 2. 3. 4.

Kemiskinan di Perkotaan Kualitas Lingkungan Hidup Perkotaan Keamanan dan Ketertiban Kota Kapasitas Daerah dalam Pengembangan dan Pengelolaan Perkotaan (dalam hal ini ialah pemerintah daerah dan perangkatnya)[2] Hal tersebut kemudian memicu adanya konvensi PBB tentang pembangunan dan

lingkungan di Rio de Janeiro pada tahun 1992 sebagai sebuah bentuk kritikan atas pembangunan yang tak seimbang.[3]Maka dari hasil konvensi tersebut dihasilkanlah sebuah konsep yang seimbang mengenai pembangunan dan ekologi, dan dalam hal ini ialah pembangunan kota yang berada dalam tataran dinamis, namun tetap memperhatikan keseimbangan tata aturan dan isu internal kota yang didalamnya juga termasuk lingkungan hidup. Demikian pula seiring dengan hal tersebut Indonesia mulai mengadopsi konsep-konsep tersebut kedalam sistem pembangunannya hal ini tercernin dari konsep pembangunan yang berkelanjutan (Sustainable Development) yaitu suatu proses perubahan yang terencana di

dalamnya exploitasi sumber daya, arah investasi orientasi pengembangan teknologi, dan perubahan kelembagaan semuanya dalam keadaan selaras serta meningkatkan potensi masa kini dalam keadaan yang selaras serta meningkatkan potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia, disamping juga memiliki dasar kajian strategis dan terperinci. Seperti disinggung diatas bahwa kota sebagai salah satu pos pembangunan yang utama berada pada wilayah administrasi pemerintah daerah sebagai pengelola dan perencana. Perlu diketahui juga bahwa pengertian pemerintah daerah pada tulisan ini ialah satuan pemerintah teritorial tingkat lebih rendah dari pemerintahan pusat dalam format negara kesatuan Republik Indonesia. Perkembangan kota di Indonesia dan berbagai permasalahannya sudah ada sejak dekade 1950 ketika terjadi masa transisi dalam membenahi kota sebagai ekses dari perang kemerdekaan, sentra-sentra produksi dan industrialisasi terutama kota-kota besar di pulau Jawa mulai menunjukan signifikansi pembanguna yang pada akhirnya menimbulkan berbagai dampak yang secara seksama harus segera ditanggulangi seperti masalah urbanisasi, perkembangan sosial ekonomi dan budaya perkotaan, serta perkembangan fisik atau infrastruktur perkotaan yang menjadi salah satu aspek indikator kemajuan kota.[4] Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Pekerjaan Umum[5] memperlihatkan bahwa pertumbuhan masyarakat kota di Indonesia dari kurun waktu tahun 2000 hingga 2010 akan mencapai 76-100 juta, atau sekitan 3650% dari total jumlah penduduk, dengan begitu arus urbanisasi yang semakin pesat memerlukan perimbangan yang proporsional dari pembangunan kota, tetapi pada realisasinya penyediaan kebutuhan seperti infrastruktur yang memadai, sanitasi, air bersih, pemukiman yang sehat, lingkungan, sektor lalu lintas, dan masalah lainnya belum terlaksana secara optimal, dan karenanya diperlukan strtaegi pembangunan kota yang mampu mengimbangi keadaan

[7]begitu juga halnya dengan urbanisasi sebagai akibat dari bergesernya orientasi Negara dari pertanian kepada industi. prosentase yang dikemukakan oleh Hauser dan Gardner[8] menunjukan bahwa terdapat 53. Kemiskinan di perkotaan: berbicara masalah kemiskinan maka kita akan dihadapkan kepada suatu kompleksitas permasalahan yang rumit. Hal ini dikarenakan lingkungan hidup tidak terpisahakan dari penataan ruang kota. namun apabila hal tersebut tidak dipenuhi maka tidak mustahil akan menimbulkan kemiskinan kota yang komplikatif.7% penduduk Asia pada tahun 2025 yang bermukim di kota dan 62. Pada dasarnya pemerintah dan pemerintah daerah khususnya telah berusaha untuk menangulangi masalah tersebut namun pada kenyataannya belum memberikan hasil yang baik. perumahan yang layak. oleh akrena itu perlu strategi khusus yang tidak bisa dilepaskan dari masalah sosial dan budaya. dan sarana prasaranan yang memadai. beberapa permasalahan seperti yang telah disinggung di atas dan memerlukan perhatian pemerintah antara lain: 1. 2. Fakta ini mengindikasikan bahwa urbanisasi pada masa mendatang akan semakin besar pada tataran jumlah dan tentunya harus diimbangi dengan penyediaan lapangan pekerjaan.5 % penduduk Dunia yang bermukim di kota.masyarakat saat ini.[6] Beberapa realitas tersebut menunjukan bahwa betapa perkembangan kota di Indonesia dan dampak yang dihasilkan memerlukan perhatian serius dari pemerintah untuk kemudian ditanggulangi. begitu pun halnya dengan kemiskinan dan perkotaan. penataaan ruang kota itu sendiri akan . Kualitas Lingkungan Hidup Perkotaan: lingkungan dalam beberapa dekade terakhir khususnya dalam konteks perkotaan memiliki esensi tersendiri dalam perannya membangun konsep perkotaan yang berkelanjutan. sebenarnya masalah kemiskinan terkait erat dengan adanya berbagai ketimpangan sosial.

3. dan sumber daya yang tidak produktif tersebut mencerminkan ketidakberdayaan pemerintah dalam memberdayakan dan melayani warganya. oleh karena itu perlu adanya optimalisasi kebijakan pemerintah dalam bidang tersebut dan juga partisipasi masyarakat dalam pembangunan. maka seperti telah disinggung di atas bahwa dengan adanya paradigma desentralisasi dan otonomi daerah maka kesiapan daerah harus terpenuhi dengan beberapa pembaharuan baik dalam bidang pemerintahan yang terkait dengan sumber daya manusia.meliputi penataan berbagai media lingkungan dan kawasan seperti ruang Terbuka Hijau (RTH) serta tata guna tanah. budaya. dengan mencontohkan kota Jakarta bahwa ketiadaan kebijakan yang responsif terhadap pembinaan sumber daya manusia dalam konteks perkotaan akan berdampak terhadap penyediaan lengkungan yang baik bagi perkotaan itu sendiri. ekonomi. artinya bahwa dengan adanya kemiskinan yang semakin besar jumlahnya akan menimbulkan tindakan kriminalitas. lebih lanjut menurut Ateng Syafrudin[9] penataan tersebut tidak berkutat pada fisik atau infrastruktur semata. 4. masalah kelembagaan dan . melainkan terkait juga terkait dengan masalah sosial. Keamanan dan Ketertiban Kota: sebenarnya masalah kemanan dan ketertiban kota sangat berkaitan dengan masalah kemiskinan dan sumber daya manusia kompeten. Laporan dari Cities Alliance[10] pun menyebutkan. Kapasitas Daerah Dalam Pengembangan dan Pengelolaan Perkotaan: mengenai kapasitas daerah untuk mengelola dan mengembangkan kota. dan berbagai aspek lainnya. terbukti dengan banyaknya daerahdaerah kumuh (Slums) yang diakibatkan oleh sumberdaya manusia yang tiadk produktif. Namun pada tataran faktual keadaan lingkungan di berbagai kota besar di Indonesia saat ini memiliki kecenderungan yang tidak berwawasan lingkungan.

g. e. Penanganan bidang kesehatan. maka kini pemerintah daerah memiliki tugas dan peran yang baru untuk menyusun rencana lebih seskasama dalam pembangunan kota yang lebih efisien dan terencana. c. Perencanaan. Penyediaan sarana dan prasarana umum. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. . dan pengawasan tata ruang. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. maka porsi yang lebih besar justru terletak pada tanggung jawab pemerintah lokal. environment capital (berwawasan lingkungan). Sesuai dengan UU No. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial. hal ini lebih lanjut tertuang dalam Pasal 13 Ayat (1): ³Urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliput´: a. cultural capital (terkait faktor budaya masyarakat dan nilai-nilai sosial). pemanfaatan. misalnya seperti beberapa strategi yang ditawarkan oleh PricewaterhouseCooper[11]yang muncul dalam konteks mengintegrasikan beberapa isu strategis yang sering pembangunan kota seperti intellectual and social capital (terkait dengan sumber daya masyarakat kota). democratic capital (mengenai partisipasi masyarakat). f. b. Terdapat beberapa strategi sebenarnya yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah dalam mempersiapkan kapasitasnya. Penangguilangan masalah sosial lintas kabupaten/kota.beberapa hal penunjang lainnya. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. technical capital (pembangunan infrastruktur)¸dan financial capital (strategi pendanaan pembangunan kota) Dengan bergulirnya sistem pemerintahan yang menganut desentralisasi. d.

j.h. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. oleh karena itu pemerintah daerah sebagai pemegang kebijakan yang utama di daerahnya perlu memikirkan perencanaan yang matang dan seksama untuk membangun tata kota yang lebih baik sesuai dengan alur . transportasi. disamping itu juga momentum ini (desentralisasi dan otonomi daerah) adalah sebuah titik awal untuk membuat kebijakan perkotaan yang bersifat explisit. dan sebagainya. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota. Intensitas kebijakan yang berorientasi kepada makna implisit akan membuat sistem sentralisasi dan terpusat pada kota utama dan beberapa kota saja. yaitu kebijakan yang langsung dan eksplisit menyebutkan tujuan dan fokus kebijakan pada pembangunan daerah atau kota. Pelayanan administrasi penanaman modaltermasuk lintas kabupaten/kota. tarif. n. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnyayang belum dapat dilaksanakan oleh kabupaten/kota. k. m. koperasi. Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. Pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota. dan menengah termasuk lintas kabupaten/kota. p. Fasilitasi pengembangan. o. usaha kecil. Pengendalian lingkungan hidup.[12]sementara itu saat ini kebijakan kota lebih mengarah kepada sifatnya yang implisit atau kebijakan pemerintah yang tidak langsung namun mempengaruhi terhadap struktur dan tata kota seperti halnya kebijakan perpajakan. i. l. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. Penegasan pasal dari UU tersebut merupakan sebuah legitimasi terhadap pemerintah daerah (dalam hal ini adalah pemerintah daerah baik kota maupun kabupaten) untuk lebih leluasa mengatur daerahnya.

Perlindungan kepentingan umum. dan keseimbangan. i. penataan ruang diselenggarakan berdasarkan asas: a. Oleh karena itu pemerintah daerah dalam konteks pembangunan kota berkelanjutan tidak hanya memperhatikan aspek fisik dari kota saja.26 Tahun 2007 merupakan rumusan dasar dan pedoman yang termasuk juga di dalamnya pengaturan tata ruang kota yang berkelanjutan sepert disebutkan dalam Pasal 2 yang berbunyi: ³Dalam kerangka Negara kesatuan Negara republic Indonesia. Kepastian hukum dan keadilan. d. f. g. c. .pembangunan yang berkelanjutan. melainkan juga aspek sosial. Kebersamaan dan kemitraan. Begitu juga dengan lahirnya beberapa peraturan pelaksana seperti Peraturan Pemerintah No.1 Tahun 2008 Tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan semakin menegaskan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi masalah yang ada dalam perkotaan. Ketrebukaan.24 Tahun 1992 Tentang Penataan Ruang yang kemudian diubah dengan Undang-undang No. dan budaya masyarakat kota itu sendiri yang kesemuanya adalah sesuatu yang inheren dalam tataran pembangunan berkelanjutan. Akuntabilitas. Keterpaduan. Keserasianm keselarasan. ekonomi. e.26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Keberdayagunaan dan keberhasilgunaan. Keberlanjutan. h. Lahirnya Undang-undang No. b.

´ Microsoft® Encarta® 2006 [DVD]. Jujurlah Terhadap Realitas Kemiskinan! . Masa Depan Kota dan Reorientasi Perencanaan Tata Ruang Kota Indonesia Dalam Pembangunan Perkotaan: Bunga Rampai Pembangunan Kota Indonesia Abad 21. Urban and Regional Development Institute (URDI) dan Yayasan Sugijanto Soegijoko. 10 [3]Daud Silalahi.pwc. makalah pada seminar Pembangunan Hukum Nasional VIII. The Cities Alliance. Press. Denpasar . 15 September 2005 [8]Janet L. Urban and Regional Development Institute (URDI) dan Yayasan Sugijanto Soegijoko. hlm.29 [11]PricewaterhouseCoopers. September 1988.Mr. Dean K. Oxford Univ. Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Tahunan 1987/1988. hlm. New York. 1978. Washington D.C. meskipun pedoman tersebut lahir melalui Peraturan Menteri No. Jakarta: 2005. 1989. Isu Strategis dan Tantangan Dalam Pembangunan Perkotaan: Bunga Rampai Pembangunan Kota Indonesia Abad 21.com/government. hlm. Harian Kompas. Jakarta: 2005. Buku I. 2006.Justice Holmes and Non Euclidian Legal Thinking.58 [9]Ateng Syafrudin.Bali. hlm. ³Republic of Indonesia. http://www. hlm.568 Ideologi Jerman IDEOLOGI DAN SISTEM POLITIK REPUBLIK FEDERAL JERMAN 1. Kamis. Rabu. Pembangunan Berkelanjutan Dalam Rangka Pengelolaan (termasuk perlindungan) Sumber Daya Alam Yang Berbasis Pembangunan Sosial dan Ekonomi. Hlm.490 [13]Kebijakan grass root atau responsif di utarakan oleh Jerome Frank seorang penganut paham realisme yang mengatakan bahwa hukum bertujuan untuk bersifat aktif dan respon terhadap kebutuhan-kebutuhan sosial. hlm. Guide to City Development Strategies: Improving Urban Performance. ³System of Cities´.7 [6] Tommy Firman. hlm. Cities of The Futures: Global Competition.2 [5]Departemen Pekerjaan Umum. Redmond. 2005.Adanya peraturan perundang-undangan yang lahir dengan tujuan membenahi perkotaan tersebut apabila dilihat dari sudut pandang yang komprefensif ternyata harus diikuti dengan penjelasan yang bersifat pedoman teknis.[13] [1]Forbes. Harian Suara Pembaruan.S Bourne & J. tertanggal 20 Juli 2008 [12]L. Buku II.W Simmons. WA: Microsoft Corporation. [2]Gita Chandrika Napitupulu. Changing Cities: Urban Sociology.i-vii [10] Cities Alliance. 1932. Seratus Juta Penduduk Perkotaan. Local Leadership. hlm. Abu Lughod.1 Tahun 2008 tetapi perlu ada penjelasan yang konkrit dan bersifat teknis yang kemudian akan dimasukan dalam kebijakan pemerintah daerah dalam bentuk dan sifatnya yang grass root policy atau kebijakan yang responsif. 1991. Harper Collins Publisher. Cornell Law Quarterly. 30 Maret 2005 [7]Wahyu Susilo. Perencanaan Tata Ruang di Nederland: Penelitian di Zuid Holland. Jakarta.3 [4]Djoko Sujarto. Konstitusi Republik Federal Jerman . New York. Untuk lebih lanjut lihat Jerome Frank.

Pada jubileum ke-40 dari Republik Federal Jerman pada tahun 1989. Jaminan ini dilengkapi dengan hak umum atas kemerdekaan mengembangkan kepribadian bagi setiap individu. Pada tahun 1999 orang Jerman telah mempunyai pengalaman setengah abad dengan Undang-Undang Dasar mereka yaitu Grundgesetz. Isi Grundgesetz sendiri banyak mencerminkan pengalaman para penyusunya pada masa pemerintahan totaliter di bawah rezim diktatorial Nazi. Majelis yang dipimpin oleh Konrad Adenauer ini memutuskan Grundgestz yang diikrarkan pada tanggal 23 Mei 1949. Penghargaan hak-hak asasi manusia Pada bagian pertama Grundgesetz tercantum uraian hak-hak asasi disertai kewajiban negara untuk menghormati dan melindungi martabat manusia. mukadimah dan pasal penutuf Grundgesetz mengalami penyusunan baru. dan kini menyatakan bahwa dengan bergabungnya RDJ maka rakyat Jerman sudah kembali memperoleh kesataunnya. tuntutan ini terpenuhi oleh karena itu selain ?Preambul? juga pasal (artikel) penutup UUD diperbaharui. Dengan Grundgesetz telah diciptakan sebuah negara. Penghormatan terhadap martabat manusia dan kemerdekaan mengembangkan kepribadian berlaku baik bagi warga Jerman maupun warga asing. 2. Penerimaan rakyat terhadapnya melebihi sikap terhadap konstitusi Jerman yang manapun sebelumnya. Grundgesetz telah dinyatakan sebagai undangundang dasar yang terbaik dan paling liberal yang pernah terdapat di bumi Jerman. Sejah tanggal 3 Oktober 1990 Grundgesetz berlaku untuk seluruh Jerman. Penduduk RFJ dituntut aktif untuk mewujudkan.Undang-Undang Dasar RFJ yang bersifat sementara (Ubergangszeit) yang di buat pada tanggal 23 Mei 1949 (saat itu diputuskan oleh ?Dewan Menteri Wilayah Barat? yang dikepalai oleh Konrad Adenauer). Berdasarkan Perjanjian Unifikasi yang mengatur bergabungnya RDJ dengan Republik Federal Jerman. Grundgesetz terbukti merupakan landasan yang kokoh bagi kehidupan suatu masyarakat negara demokratis yang stabil. Di antara hak-hak kemerdekaan klasik yang tercantum dalam Grundgesetz . Setelah Jerman bersatu kembali pada tahun 1990. menjadi dasar dan landasan terwujudnya satu peraturan kebebasan demokrasi untuk rakyatnya. Para penyusun Geundgesetz pada tahun 1948 mencakup para Perdana Menteri negara bagian di ketiga zone Barat serta anggota Majelis Parlementer yang diutus oleh setiap parlemen negara bagian. yang sejauh ini belum pernah dilanda krisis konstitusional yang serius. Hak tersebut menjamin perlindungan menyeluruh bagi warga terhadap kesewenang-wenangan pihak negara. mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan RFJ. Terlihat dalam banyak pokok pikiran UUD ini upaya untuk menghindari kesalahan masa lalu yang ikut menyebabkan keruntuhan Republik Weimar yang demokratis. Kehendak penyataun kembali yang terkandung di dalmnya terlaksana pada tahun 1990.

keturunan. seperti misalnya hak seorang ibu untuk memperoleh perlindungan dan perawatan kesejahteraan oleh masyarakat. ras. kepercayaan. Hak-hak asasi juga mengenai perlindungan dan jaminan terhadap kelembagaan sosial seperti perkawinan. kiriman pos dan telekomunikasi. Grundgesetz memberi kemungkinan untuk membatasi hak-hak asasi tertentu secara langsung atau tidak langsung melalui undangundang. agama atau keyakinan politiknya. Beberapa hak asasi secara tegas dirumuskan sebagai hak untuk memperoleh pelayanan dan manfaat. Kini. gereja dan sekolah. berhak untuk . maupun eksekutif. Hak asasi yang tidak bisa lain hanya berlaku untuk warga asing dan yang pertama kali tercantum dalam UUD Jerman adalah hak suaka. Hak asasi adalah hukum yang berlaku langsung. Hak ini terutama menyangkut partisipasi politik dan kebebasan melaksanakan pekerjaan. Sebagaian besar pemohon suaka ternyata datang bukan karena penindasan politik. tanah air maupun asal-usul. keluarga. kedaulatan penuh atas tempat tingal. Kategori hak individu lain yang tercantum dalam Grundgesetz adalah hak-hak warga. tetapi umumnya berdasarkan alasan ekonomi. Intinya mencakup kebebasan berkumpul. hak mendirikan perkumpulan dan organisasi. yaitu pemerintah dengan segala aparatur administrasi negara. hak warga hanya berlaku untuk warga negara Jerman. bahasa. perlindungan terhadap pemaksaan kerja dan kerja-paksa. pencantuman hakhak asasi lebih bersifat pernyataan program yang tidak mengikat secara yuridis. perlindungan atas kerahasiaan isi surat. hak berkoalisi. bahwa setiap manusia adalah sama di hadapan hukum diuraikan secara kongkret dalam Grundgesetz. begitu juga pengadilan sebagai pelaksana yuridiksi ? terikat secara ketat oleh hak-hak asasi. Juga dengan jelas diatur persamaan hak lelaki dan perempuan. dan hak menolak wajib militer berdasarkan alasan hati nurani. ketiga badan penyelenggara negara ? baik parlemen sebagai legislatif. Seitap warga yang merasa salah satu hak asasinya tidak diindahkan. Dalam konstitusi-konstitusi yang lama. Grundgesetz juga menjamin hak setiap warga negara jerman untuk diperlakukan sama dalam hal penempatan jabatan publik. Tak seorang pun boleh dirugikan atau diuntungkan berdasarkan jenis kelamin. kemerdekaan seni dan ilmu pengetahuan. Hak ini menjain pemberian suaka di Jerman bagi warga asing yang ditindas karena alasan politik di negara asal. Hal ini mengancam keberadaan hak suaka bagi mereka yang benar-benar tertindas. larangan ekstradisi dan hak ikut dalam pemilihan umum. kebebasan mengeluarkan pendapat (termasuk kebebasan pers) dan perlindungan hak milik. Akan tetapi peraturan hukum tak pernah boleh menafikan makna pokok hak-hak asasi. Inilah salah satu pembaruan Grundgesetz yang terpenting. Dalam batasan yang sangat ketat. Disamping hak-hak kemerdekaan tersebut masih terdapat hak-hak kesamaan. Beberapa saat yang lalu kedatangan ratursan ribu pemohon suaka ke Jerman yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan akhirnya hampir tidak terkontrol lagi menimbulkan keadaan genting. kebebasan bergerak dan menentukan tempat tinggal di wilayah Republik Federal (termasuk memasukinya). Berbeda dengan hak-hak asasi di atas. Selain itu. kemerdekaan memilik dan melaksanakan pekerjaan. polisi dan tentara.tergolong antara lain : kebebasan beragama. Prinsip umum.

selain dalam pemilihan umum. Pasal 25 konvensi tersebnut memberikan hak kepada warga negara-negara penandatangan untuk menuntut negaranya sendiri di hadapan Komisi Eropa. Dasar-dasar Tata Negara Ada lima prinsip yang menjadi acuan ketatanegaraan dalam Grundgesetz. bahwa seluruh kekuasaan negara berasal dari rakyat. bila ada usaha meniadakan demokrasi itu sendiri melalui prosedur demokrastis. Grundgesetz memilik konsep ?demokrasi yang berani melawan?. protokol tambahan ke-9 pada konvensi itu juga membukakan kemungkinan kepada warga untuk mengajukan keluhan-keluhan yang bersifat individual kepada Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia. Dasar pemikiran demokrasi berlawanan adalah bahwa kebebasan semua kekuatan dalam percaturan politik menemui batasnya. tetapi juga ke-16 negara bagian mempunyai status setara negara.mengajukan tuntutan perihal keputusan atau tindakan negara kepada Mahkamah Konstitusional Federal. Penyelenggaraan ini diserahkan kepada ?badan-badan tersendiri? dibidang legislatif. Dalam hal ini Grundgesetz menganut sistem demokrasi tak langsung. Ditetapkan bentuk negara federal dalam UUD berarti bahwa tidak hanya federasi. negara hukum dan negara sosial. tetapi penyelenggaraannya tidak langsung oleh keputusan-keputusan rakyat. Artinya : kekuasaan negara harus diakui dan disetujuai rakyat. Grundgesetz menentukan bentuk-bentuk demokrasi langsung seperti referendum dan plebisit hanya sebagai perkecualian. Rakyat sendiri menjalankan kekuasaan negara terutama dalam pemilihan parlemen yang diselenggarakan secara berkala. Untuk bidang-bidang . Itulah alasan mengapa Grundgesetz memberikan kewenangan kepada Mahkamah Konstitusional Federal untuk melarang partai politik yang bertujuan menghambat atau meniadakan tata negara demokratis. eksekutif dan yudikatif. Undang-Undang Dasar menyebutkan. bahwa Presiden Federal (Bundesprasident) adalah kepala negara yang ditentukan melalui pemilihan. yang diruntuhkan oleh partai-partai radikal dan memusuhi konstitusi. 3. Penyelenggaraan plebisit hanya diharuskan dalam hal perubahan pembagian wilayah federal. Jerman adalah negara republik dan demokrasi. Dasar bentuk negara demokrasi adalah asas kedaulatan rakyat. negara federal. Republik sebagai bentuk negara dikukuhkan oleh UUD dalam penamaan ?Republik Federal Jerman?. Berbeda dengan konstitusi berbagai negara bagian. Sikap ini berasal dari pengalaman pada saat Republik Weimar. Ke luar hal ini tampak dalam kenyataan. yaitu demokrasi melalui perwakilan. Pada tahun 1973 Jerman juga meratifikasi Pakta-Pakta Internasional PBB tentang Hak Asasi Manusia. Republik Federal Jerman sejak 1953 berada di bawah pengawasan internasional untuk hak asasi. Dengan memasuki Konvensi Eropa untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Kemerdekaan Pokok Individu pada tahun 1952.

Setelah ditetapkannya pebagian tugas dan kewenangan antara federasi dan negara bagian. Banyak sekali undang-undang dan keputusan pengadilan yang telah menghidupi prinsip ini. bahwa badan eksekutif alias pemerintah tidak boleh melanggar hukum yang berlaku. Prinsip negara sosial adalah pemikiran baru yang melengkapi gagasan tradisional tentang negara hukum. Inti dari prinsip negara hukum yang tertuang dalam Grundgesetz adalah pebagian kekuasaan. tetapi negara dengan kewenangan bernegara sendiri. artinya melaksanakan undangundang. Umum Republik Federal Jerman terdiri atas 16 negara bagian. yang diwujudkan melalui legislasi. Negara sosial diwujudkan dalam asuransi wajib kesejahteraan sosial yang meliputi tunjangan purnakarya (pensiun). Setiap negara bagian mempuyai undang-undang dasar sendiri. untuk menyebut beberapa contoh lagi. Sistem Pemerintahan A. badan eksekutif dan badan yudikatif yang masing-masing bediri sendiri. Bukanlah pada negara bagian seperti yang diinginkan oleh konstitusi. tunjangan bagi orang cacat. Elemen penting yang kedua dalam prinsip negara hukum adalah berlakunya hukum secara mutlak pada semua perbuatan negara. Arti penting pembagian kewenangan dini terletak pada pembentukan kekuasaan negara melalui pengawasan dan pembatasan timbal balik yang membuahkan perlindungan bagi kebebasan seitap warga.tertentu. Fungsi-fungsi kekuasaan negara dipercayakan kepada badan legislatif. Negara juga. Semua tindakan alat negara dapat diperiksa kesesuaian hukumnya oleh hakim yang independen. penegakan hukum dan yurisdiksi sendiri. Negara diwajibkan melindungi kelompok-kelompok masyarkat yang lemah dan senantiasa mengusahkan keadilan sosial. tunjangan tempat tinggal dan tunjangan anak. Prinsip pemerintahan atas dasar hukum ini berarti. Negara bagian terutama bertugas menyelenggarakan administrasi negara. memberi bantuan sosial kepada yang membutuhkan. Negara bagian bukanlah provinsi. bila ada pengaduan hak yang tersangkut. terutama konstitusi dan undang-undang (keutamaan undang-undang). biaya perawatan dan pemulihan kesehatan serta tunjangan bagi penganggur. negara-negara bagian tersebut memiliki kedaulatan atas wilayahnya. serta menjaga keadilan sosial melalui perundangan yang menyangkut lindungan pekerjaan dan waktu kerja 4. Pembagian tugas ini adalah unsur penting dalam sistem pembagian kewenangan dan keseimbangan keuasaan yang digariskan oleh Grundgesetz. titik berat kegiatan legislatif ternyata memang terletak pada negara pusat atau federasi. yag harus sesuai dengan prinsip negara hukum . selanjutnya untuk segala bentuk interfensi ke dalam ruang hukum dan ruang kemerdekaan individu dibutuhkan suatu dasar hukum formal (persyaratan adanya undang-undang).

dan dengan demikian merintis pembaruan di seluruh wilayah federal. seperti juga di Amerika Serikat dan Swis. ataukah diinginkan peluang bagi negara bagian untuk menciptakan undang-undang sendiri. misalnya dalam bidang pendidikan. apakah diperlukan peraturan hukum yang berlaku di seluruh wilayah federal. B. Di luar itu. sistem federasi mampu memberi kesempatan sesuai dengan perbedaan regional dalam pembagian kekuatan politik. Kini fungsi tersebut menjadi semakin penting berkenaan dengan tuntutan regional seperti perlindungan bangunan bersejarah. Tugas utama federasi adalah mempertahankan kemerdekaan.berbentuk republik yang demokratis dan sosial menurut norma Grundgesetz. Hal ini . Kewenangan Negara Bagian Grundgesetz mengatur kewenangan legislatif federasi dengan memperhatikan. Salah satu negara bagian dapat saja menerapkan sesuatu yang baru. Sistem federasi mempunyai tradisi konstitusional yang panjang. pelestarian tradisi tata kota serta pengembangan kebudayaan daerah. Demokrasi akan lebih hidup. Bentuk negara federal termasuk di antara prinsip-prinsip konstitusi yang tidak bisa diubah. Sistem federasi masih mempunyai beberapa kelebihan. menjembatani persatuan ke luar dengan keanekaragaman di dalam. Untuk penyusunan kembali RFJ terdapat aturan dalam Grundgesetz. Akan tetapi keberadaan negara bagia yang ada sekarang bukan tidak bisa berubah. Selain itu. Tatanan federal di Jerman. Jerman termasuk contoh negara federal yang klasik. Pembagian antara federasi dengan negara bagian adalah elemen penting dalam sistem pembagian kewenangan dan keseimbangan kekuasaan. yang hanya pernah diselingi oleh sistem negara kesatuan di bawah rezim Nazi (1933-1945). Tatanan federal juga memperkuat prinsip demokrasi karena memungkinkan keterlibatan politik warga dalam lingkungannya. negara bagian tersebut memiliki kebebasan menentukan sendiri undag-undang dasarnya. Pelestarian keanekaragaman itu adalah fungsi tradisional federalisme. Termasuk di dalamnya keikutsertaan negara bagian dalam kegiatan politik pada tingkat federasi melalui perannya di Bundesrat. bisa saja memiliki mayoritas dan memegang pemerintahan di salah satu negara bagian. bila warganya ikut terlibat dalam proses politik di daerah yang dikenalnya melalui pemilihan umum dan pemungutan suara. Federalisme telah terbukti tangguh: baik keistimewaan maupun masalah-masalah regional dapat diperhatikan dan teratasi dengan lebih baik melalui sistem ini dibandingkan melalui sistem pemerintahan terpusat. misalnya kesempatan bereksperimen dalam lingkup terbatas dan munculnya persaingan sehat antar negara bagian. Partai yang beroposisi pada tingkat federal.

Yurisdiksi federasi pada dasarnya terbatas pada Mahkamah Konstitusional Federal dan pengadilan-pengadilan tinggi. Beberapa bidang dimasukkan dalam kewenangan negara bagian. bea cukai. Dalam kenyataannya. kewenangan bersaing dan kewenangan membuat undang-undang pokok. hukum perburuhan dan hukum pertanahan. sehingga secara praktis negara bagian tidak lagi memiliki kewenangan di bidang tersebut. bidang perumahan. jika benar-benar diperlukan peraturan hukum yang seragam untuk seluruh wilayah negara federal. negara bagian mempunyai hak menetapkan undang-undang hanya bila hal bersangkutan belum di atur federasi. Masih ada beberapa bidang yang pada awalnya tidak tercantum dalam Grundgesetz. undang-undang mengenai energi nuklir. Dengan demikian poko-pokok yang tinggal untuk legislasi negara bagian adalah sebagian luas bidang pendidikan dan kebudayaan. Federasi mempunyai kewenangan legislatif penuh antara lain atas bidang-bidang hubungan luar negeri. yang saat ini direncanakan. Termasuk diantaranya perluasan dan pembangunan perguruan tinggi. Bagian terbesar administrasi publik dikerjakan oleh setiap negara bagian secara mandiri. pos. moneter dan alat pembayaran. Keberadaan pengadilan tersebut menjamin penafsiran hukum yang seragam. Pada waktu yang sama. perbaikan struktur ekonomi regional serta struktur pertanian dan perlindungan pantai. selanjutnya peraturan untuk warga asing. pelayaran dan lalu lintas jalan. Termasuk dalam kewenangan bersaing antara lain bidang-bidang hukum pidana dan perdata. di atur dan dibiayai bersama oleh federasi dan negara bagian. Pusat di lain pihak hanya boleh melakukannya. penempatan tenaga kerja. peraturan hukum di tingkat komunal serta bidang kepolisian juga menjadi kewenangan negara bagian. kebersihan udara dan peredaman kebisingan. Dalam hal kewenangan bersaing. serta pada polisi perbatasan dan angkatan bersenjata. sebagai perwujudan ?kedaulatan budaya? mereka. pertahanan. Kekuatan negara bagian yang sebenarnya terletak pada pelaksanaan administrasi negara dan keterlibatannya dalam pembuatan undang-undang federasi melalui bundesratz. perencanaan daerah dan masalah air. untuk semua hal tersebut dibutuhkan peraturan hukum yang seragam. kereta api. Semua pengadilan lainnya adalah pengadilan negara bagian. dengan berpatokan pada undang-undang pokok yang ditentukan federasi. Dalam menegakkan hukum. Di sini termasuk perguruan tinggi. hubungan udara dan sebagian peraturan perpajakan. Negara-negara bagian berwenang melaksanakan seluruh administrasi dalam negeri. masalah limbah. hukum niaga. aparat pemerintah negara bagian bertanggung jawab pula . kelestarian alam dan cagar alam. Selain itu. perkeretaapian. negara bagian memiliki kewenangan atas semua bidang yang belum di atur oleh federasi atau yang tidak ditentukan sebagai kewenangan federasi oleh Grundgesetz.jelas lagi dengan adanya pembagian kewenangan federasi dalam penetapan hukum yaitu kewenangan penuh. Bidang-bidang yang disebut ?Kewenangan Bersama? ini pada tahun 1969 dimasukkan ke dalam Grundgesetz. Lembaga administrasi negara pada tingkat federal hanya ada untuk bidang-bidang hubungan luar negeri.

teater. pembangunan jalan setempat. Kemudian tugas melaksanakan hukum federal sebagai urusan dan tanggung jawab sendiri (misalnya undang-undang perencanaan bangunan. Banyak masalah setempatyang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh komune dan kota-kota kecil. Namun praktik administrasi komunal pada umumnya hampir sama di semua negara bagaian. gedung olah raga dan kolam renang. Hak swaraja terutama mencakup bidang angkutan umum di wilayah komunal. kepolisian dan perencanaan regional). Ada tiga macam tugas yang diemban pemerintahan negara bagian: pertama tugas yang semata-mata menjadi urusan sendiri (misalnya sekolah. Perundang-undangan komunal menjadi kewengan negara bagian. Pemerintah kota. bantuan pendidikan). komune dan kabupaten harus dilaksanakan secara demokratis. perizinan usaha. museum.? demikianlah semboyan saat itu). pengolahan air limbah. Pada masa itu orang yang memperoleh hak sebagai warga kota berdaulat terbebaskan dari belenggu perhambaan tuan tanah feodal. undang-undang pokok di bidang ini berbeda dari satu negara bagian ke negara bagian lain. melainkan berdiri sendiri. Swapraja Komunal Pemerintahan kota dan desa yang otonom adalah pencerminan kemerdekaan warga yang menjadi tradisi di Jerman. terutama dalam tata Kotapraja Prusia yang diberlakukan tahun 1808.atas pelaksanaan bagian terbesar undang-undang dan peraturan yang diberlakukan federasi. air dan gas. Kota-kota yang agak besar tidak ternasuk administrasi kabupaten. Di zaman modern. pengadaan listrik. . Dengan demikian mereka berhak untuk mengatur segala urusanmasyarakat setempat secara mandiri dalam kerangka hukum nasional. Setiap komune bertanggung jawab pula untuk pendidikan lanjutan dan pembinaan remaja. Grundgesetz meneruskan tradisi ini dan dengan jelas menjamin pemerintahan komunal yang otonom pada tingkat kota komune (Gemeinde) dan kabupaten (Kreis). pelestarian lingkungan). Berdasarkan alasan historis. rumah sakit. otonomi pemerintahan komunal erat berhubungan dengan pembaruan yang dilaksanakan Freiherr vom Stein. dan terakhir tugas melaksanakan peraturan hukum federal atas mandat federasi (umpamanya pembangunan jalan negara. Tugas seperti ini dapat diambil alih oleh kabupaten sebagai satuan wilayah yang lebih besar. (?Udara kota membebaskan. perpustakaan umum. Kabupaten inipun dengan badan-badan yang dipilih secara demokratis. merupakan bagian dari sistem swapraja komunal. Dengan demikian tata negara yang digariskan oleh konstitusi Republik Federal Jerman dalam kenyataannya telah berkembang menjadi tatanan yang bersifat sentral dalam bidang legislatif dan yang lebih menonjol ciri federalnya dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan C. Selain itu pembangunan dan pemeliharaan sekolah-sekolah. Setiap satuan swapraja juga menentukan sendiri apakah tindakannya efisien dan ekonomis. dan perencanaan tata kota. Hal ini berakar pada hak-hak istimewa kota-kota berdaulat pada abad pertengahan.

maka partai ini berkuasa penuh dan bertanggung jawab atas pelaksanaan politik dalam periode pemerintahan yang ditentukan. . Parlemen ini dipilih oleh rakyat setiap empat tahun. Namun itu semua biasanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan komune. Keuangan yang memadai selalu mejadi bahan pembahasan.Swapraja komunal dan kemandirian daerah tidak akan ada artinya. Sel-sel itu harus senantiasa berkembang dan memperbarui diri. Pembubarannya (sebelum masa jabatan berakhir) hanya dapat dilakukan dalam situasi khusus dan menjadi kewenangan Presiden Federal. Kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki oleh negara terbagi dalam 3 lembaga pemerintahan yaitu : 1) Lembaga Legislatif : a) Bundestag (DPR) Bundestag Jerman adalah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Federal Jerman. Yang berarti jika salah satu partai politik menang dalam pemilu baik tingkat daerah ataupun tingkat federal/pusat. Karena itu setiap komune mendapat andil dari federasi maupun dari negara bagian. bila komunekomune tidak memiliki uang yang cukup untuk membiayai pelaksanaan tugasnya. Tugas Bundestag yang utama adalah menetapakan undang-undang. Selain itu swapraja komunal mengenakan pungutan untuk pelayanan jasa. 6. ia dapat memeriksa anggaran pendapatan dan belanja. Oleh karena itu diupayakan adanya pembagian kekuasaan dan kewenangan yang jelas sehingga tidak dapat terulang lagi penyalahgunaan kekuasaan. Selain itu ada bantuan dari dana pengimbangan antar komune. seperti pajak bumi dan pajak usaha. Setiap komune berhak menarik sendiri pajak dan iuran tertentu. Kota dan Gemeinde adalah sel-sel kebersamaan politik masyarakat yang terkecil. atau ikut dalam diskusi mengenai rencana pembangunan. setiap warga dapat berbicara langsug dengan wakil-wakil rakyat yang dipilih. Dalam sistem demokrasi yang dianut oleh RFJ (demokratis-parlementer) partai-partai politik memegang peran yang konstitutif. RFJ berupaya keras untuk tidak mengulangi politik yang pernah diterapkan dan terjadi sesaat Hitler memegang kekuasaan. Dalam rapat terbuka untuk warga setempat. yang dkelola secara intern oleh setiap negara bagian. agar kemerdekaan dan demokrasi dalam negara dan masyarakat tetap terpelihara. Di samping itu komune berhak atas pajak konsumsi dan pajak kemewahan yang ditarik oleh negara bagian dari warga setempat. memilih Kanselir dan mengawasi pemerintah. Lembaga Pemerintahan Sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi. misalnya dari pajak imbalan kerja dan pajak pendapatan. Sistem swapraja komunal memberi peluang bagi masyarakat untuk turut serta dalam pelaksanaan politik dan dalam pengawasan.

bagian lebih kecil dari parlemen sendiri maupun dari Bundesrat. Mereka masing-masing adalah wakil seluruh rakyat. Kepada Komisi Petisi setiap warga dapat mengajukan permohonan maupun keluhannya. Hati nurani dan solidaritas politis pada partai sendiri kadang-kdang dapat bertabrakan. Jadi mereka memiliki mendat bebas. walaupun seorang anggota parlemen keluar dari partainya. b) Bundesrat (Dewan utusan negara bagian) . Pada pembacaan ketiga diadakan pemungutan sura. Tanpa pembidangan itu.Sidang pleno Bundestag adalah forum perdebatan besar di parlemen. Komisi Sosial sampai Komisi Anggaran Belanja Negara. Disini aspirasi politik harus dipertemukan dengan pandangan para ahli dari bidangnya masing-masing. bebas. Berdasarkan jumlah anggota fraksi dan kelompok ditentukan pula jumlah wakilnya dalam komisi-komisi. Ketidaktergantungan para anggota parlemen secara keuangan dijamin melalui pemberian honorarium yang tingginya sesuai dengan arti penting kedudukan seorang wakil rakyat. Dari tahun 1949 sampai akhir periode legistalif 1990. Dalam lingkup tugas komisi terletak juga titik berat pengawasan parlemen atas perilaku pemerintah. penyelesaian begitu banyak masalah yang beraneka ragam tak mungkin tercapai. tidak terikat pada penugasan dan perintah siapapun dan hanya bertanggung jawab pada hati nuraninya sendiri. Siapa yang sedikitnya delapan tahun menjadi anggota parlemen berhak mendapatkan pensiun setelah mencapai batas usia yang ditentukan. Untuk udang-undang yang menyangkut kewenangan negara bagian masih diperlukan persetujuan dari Bundesrat. apabila disetujui mayoritas dari jumlah suara yang diberikan. mereka bergabung dalam fraksi-fraksi atau kelompok. Kebanyakan RUU tersebut berasal dari pihak pemerintah. Bundestag menentukan komisi-komisi sesuai dengan pembagian bidang tugas yang berlaku pada pemerintah. sama dan rahasia. Di sinilah tampak dengan sangat jelas ketidaktergantungan anggota-anggota parlemen. Sesuai keanggotaan partai. Ketua Bundestag biasanya dipilih dari fraksi terbesar sesuai kebiasaan undang-undang dasar Jerman sejak dahulu. Pekerjaan awal mempersiapaan perundangan dilaksanakan dalam rapat-rapat komisi yang biasanya bersifat tertutup. terutama dalam diskusi mengenai masalah penting politik dalam negeri dan luar negeri. karena mewujudkan kewenangan parlemen atas pendapatan dan belanja negara. yang juga memainkan peranan penting. Suatu undang-undang (kecuali perubahan terhadap konstitusi) diterima. Ini mencakup Komisi Luar Negeri. langsung. Namun. ia masih tetap memegang mandatnya di Bundestag. RUU dibacakan dan dibahas tiga kali kepada komisi yang bersangkutan. Anggota-anggota Bundestag Jerman dipilih dalam pemilihan yang umum. 6700 rancangan undangundang (RUU) diajukan kepada parlemen dan 4400 telah diputuskan.

empat. Hanya Bundesversammlung yang dapat memutuskan apakah suatu partai yang berbahaya terhadap ?kebebasan-demokrasi UUD dilarang atau tidak. Bundesrat mempunyai hak keberatan saja. undang-undang tersebut tak dapat diputuskan tanpa direstui oleh Bundesrat terutama adalah undang-undang yang berkaitan dengan kepentingan negara bagian. Ini menunjukkan sistem federasi yang hidup. Bundesrat tidak terdiri dari wakil rakyat yang dipilih. apabila partai-partai yang membentuk pemerintah federal tidak memiliki mayoritas di Bundesrat. setiap negar bagian hanya dapat memberikan suaranya sebagai kesatuan. Ketua Bundesrat dipilih secara bergilir dari antara negara bagian yang terwakili di dalamnya untuk masa jabatan setahun. tanpa peduli partai apa yang berkuasa di sana. c) Bundesversammlung (Badan Permusyawaratan). bahwa seitap negara bagian yang pemerintahannya didominasi oleh partai sendiri. . yang dapat dibatalkan oleh keputusan Bundestag. perubahan terhadap UUD memerlukan persetujuan Bundesrat dengan mayoritas dua pertiga dalam hal perundangan lain. Bagaimanapun juga. akan bersidang. Setiap negara bagian mendahulukan kepentingan khususnya di Bundesrat dan akan bersekutu dengan negara bagian lain yang bertujuan sama. Anggota Bundesrat tidak terdiri dari wakil rakyat yang dipilih. Artinya. Di Bundesrat. Lebih dari setengah undang-undang yang dibuat memerlukan persetujuan Bundesrat. pemungutan suara dapat membawa hasil yang tidak sesuai dengan pembagian kursi di parlemen. akan juga selalu mendukung kebijakan Pemerintah Federal. Bundesversammlung yang dibentuk pada tahun 1951 berlokasi di kota Karlsruhe bertugas untuk mengawasi agar semua ketentuan peraturan di dalam UUD dipenuhi. yang anggotanya berasal baik dari Bundestag maupun dari Bundesrat. lima atau enam suara. misalnya dengan keuangan atau kewenangan administrasi mereka. maka Komisi Perantara. Dalam pemungutan suara. Anggota Bundesrat adalah pejabat pemerintah negara bagian atau orang yang diberi kuasa oleh pemerintah tersebut. setiap negara bagian mempunyai tiga.Lembaga legislatif yang terdiri dari perwakilan dari negara bagian yang jumlahnya didasarkan pada banyaknya penduduk negara bagian yang bersangkutan. Bundesrat turut serta dalam pembuatan undang-undang dan administrasi negara federal. Berbeda dengan sistem senat di federasi lain seperti di Amerika Serikat atau Swis. Ketua Bundesrat mewakili Presiden Federal. Sesuai dengan jumlah penduduknya. kepentingan negara bagian sering kali didahulukan dari kepentingan partai. Akibatnya. Ini membuat situasi mayoritas yang berganti-ganti. bila yang terakhir berhalangan. Bila kedua dewan tersebut tidak dapat mencapai kesepakatan. Kompromi harus selalu ditemukan. Pemerintah pusat tak selalu dapat yakin.

Dalam politik praktis. Kanselir juga menentukan jumlah menteri dan bidang tugas mereka. Struktur Federal Jerman b) Presiden Federal (Bundespresident) . Keuangan dan Pertahanan. Pemerintah Federal (Bundeskanzler) Pemerintah Federal Jerman. Tidaklah salah bila sistem pemerintahan Jerman juga dijuluki sebagai ?demokrasi Kanselir?. Kanselir harus juga mematuhi kesepakatan dengan partner koalisinya dan menghormati kepentingan mereka. Selain itu. terdiri atas Kanselir dan para menteri. tetapi tidak memiliki program alternatif bersama. Kehakiman. Para menteri federal mengepalai bidang tugas masing-masing dengan menjalankan garis besar tersebut secara mandiri dan atas tanggung jawab sendiri. ia saja yang berhak membentuk kabinet. Pertanggungjawaban ini dapat berwujud ?mosi tidak percaya konstruktif?. sekaligus harus memilih Kanselir baru. Kanselir memilih menteri dan mengajukan usulan mengikat kepada Presiden Federal untuk mengangkat maupun memberhentikan mereka. Prosedur mosi ini sengaja dicantumkan dalam Grundgesetz sebagai perbaikan terhadap UUD Republik Weimar. Kanselir Federal adalah satu-satunya orang dalam kabinet yang dipilih oleh parlemen. Percobaan menjatuhkan Kanselir melalui mosi ini telah dua kali dilakukan. Grundgesetz tidak mengenal mosi tidak percaya terhadap menteri.2) Lembaga eksekutif : a). Maksud mosi konstruktif ini untuk menghindari jatuhnya pemerintah atas ulah kelompok-kelompok oposisi yang hanya sepakat menolak pemerintah. Kementerian-kementerian Federal Dalam Negeri. Pengadaan ketiga kementerian yang disebutkan terakhir merupakan persyaratan konstitusional. tetapi baru satu kali berhasil : Pada bulan Oktober 1982 melalui mosi tidak percaya terhadap Kanselir Helmut Schmidt dipilihlah Helmut Kohl sebagai Kanselir baru. Ia mengepalai kabinet federal. Kementerian Luar Negeri. disebut juga kabinet. Beberapa kementrian disebutkdan dalam Grundgesetz. Bundestag yang megnajukan mosi tidak percaya terhadap anselir. Kanselir Federal mempunyai posisi istimewa dan mandiri dalam pemerintah dan dihadapan para menteri. Posisi Kanselir yang kuat bertumpu pada kewenangannya : ia menentukan garis besar kebijakan pemerintah. Dalam sistem ini. hanya ialah yang bertanggung jawab terhadap Dewan Perwakilan Rakyat.

Ia dipilih oleh Majelis Federal (Bundesversammlung).Kepala negara Republik Federal Jerman adalah Presiden Federal. sehingga dewasa ini legislasi merupakan penyesuaian dan perubahan (amandemen) terhadap hukum yang sudah ada. berdasarkan usul Kanselir. Walaupun sebagaian tugasnya besifat representatif. Presiden Federal mewujudkan kesataun seluruh masyarakat politik dengan cara khusus. pegawai negeri di tingkat federal. Ia mengikat peranjian atas nama Jerman dengan negara lain serta mengakreditasi dan menerima para duta besar. Bila Kanselir Federal gagal dalam usahanya memenangkan mosi kepercayaan di Bundestag. Cakupannya hampir pada semua bidang kehidupan. Ia mengawasi kesesuaian proses penyusunan undang-undang dengan konstitusi. Perundang-undangan negara bagian meliputi bidang kepolisian . Setelah itu dapat dipilih satu kali lagi. Presiden Federal mengangkat dan memberhentikan para hakim federal. ia dapat menjadi penengah yang netral diluar pertarungan politik sehari hari dan dengan demikian menjadi tokoh penuh wibawa. Namun kewenangan politik luar negeri tetap pada Pemerintah Federal. kemudian atas usulan Kanselir ia melantik serta memberhentikan para menteri Pemerintah Federal. Kepada Bundestag. tetapi juga dipengaruhi perundang-undangan Masyarakat Eropa dan hukum internasional. Dengan pemikiran dan pernyataan mendasar tentang tema-tema besar saat ini. yang dipilih oleh parlemen di setiap negara bagian. Majelis Federal terdiri dari para anggota Bundestag dan jumlah yang sama utusan. Ia memanifestasikan kebersamaan dalam negara dan tata konstitusional yang melampaui segala batas partai. Presiden Federal dipilih oleh Majelis Federal dengan suara terbanyak untuk periode lima tahun. Kemudian atas usulan Kanselir ia melantik serta memberhentikan para menteri Pemerintah Federal. Kadang-kadang utusan yang terpilih itu adalah tokoh-tokoh terkemuka dan berjasa yang tidak duduk dalam parlemen negara bagian. Tata hukum Jerman dibentuk oleh Undang-Undang Konstitusional. (dengan memperhatikan perbandingan suara di parlemen itu) Presiden mengusulkan calon untuk dipilih sebagai Kanselir Federal. maka kepala negara. serta para perwira. dapat membubarkan Bundestag. Ia dapat memberi grasi kepada terpidana. 3) Lembaga Yudikatif : a. sebelum undang-undang itu diumumkan dalam Lembaran Undang-Undang Federal. ia dapat memberkan pedoman bagi orientasi politik dan moral para warga. Umum Perundang-undangan Republik Federal Jerman kebanyakan berupa hukum tertulis. Keseluruhan perundang-undangan federal mencakup sekitar 1900 undang-undang dan 3000 peraturan hukum. yang bersidang hanya untuk tujuan ini. Presiden Federal mewakili negara Jerman secara hukum antar bangsa.

berbunyi sebagai berikut: Suatu hanya dapat dihukum. disamping itu terutama sekolah dan universitas. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kitab Undang-Undang Hukum Niaga sampai sekarang masih bernafaskan semangat liberalisme para penyusunnya. diputuskan untuk mengambil tindakan cepat untuk sejauh mungkin mempersamakan kedua tata hukum agar tercapai kesatuan hukum di seluruh wilayah Jerman. sistem hukum RFJ berasal dari tata hukum Romawi yang sebagian diambil alih. Proses penyesuaian struktur peradilan. Jadi seorang hakim dilarang menggunakan pasal-pasal hukum pidana yang mengatur perbuatan lain yang mirip. Prinsip yang mendasari kedua kitab ini adalah kebebasan mengikat perjanjian.dan hukum komunal. keputusan hakim atas hal ini harus segera disusulkan. Dengan memperhatikan situasi khusus dan perkembangan Jerman Timur selama ini. Dalam kurun waktu keterpisahan selama empat dekade. Hal ini menjadi sangat penting mengingat perluya pengembangan ekonomi di negara-negara bagian baru. tetapi tanpa perintah penangkapan orang tersebut hanya dapat ditahan paling lama sampai akhir hari penangkapan. dan dari banyak sumber lain di daerah-daerah. serta pers dan media elektronik. Pihak kepolisian memang dapat menahan seseorang untuk sementara. Prinsip yang berlaku dalam hukum pidana dan yang oleh Grundgesetz diangkat menjadi prinsip konstitusional. Penyelenggaraan hukum dipercayakan kepada hakim-hakim yang independen dan hanya tunduk kepada . Dalam setiap pembatasan kebebasan seseorang tanpa perintah hakim. tata hukum RFJ dan RDJ berkembang jauh berbeda. diberlakukan aturan-aturan penyesuaian secara meluas pada hampir setiap bidang hukum. Yang juga bersifat konstitusional adalah prinsip bahwa atas perbuatan yang sama tidak boleh dijatuhi hukuman beulang kali berdasarkan hukum pidana umum. dengan beberapa pengecualian. Keputusan mengenai keabsahan penangkapan dan lama penahanan hanya bisa diambil seorang hakim. saat ini telah dirampungkan. Jaminan-jaminan negara hukum menjadi jelas terutama dalam norma-norma hukum primer dan dalam perundangan mengenai tata cara hukum. Negara Hukum Menurut sejarahnya. Hal ini pun termasuk unsur prinsip negara hukum yang tercantum dalam UUD. apabila sudah berlaku undangundang yang menetapkannya sebagai tindak pidana sebelum peristiwa itu terjadi (nulla poena sine lege). Pada abad ke-19 untuk pertama kalinya disusun hukum sipil yang seragam untuk seluruh wilayah Reich Jerman. Setiap orang mempunyai hak untuk didengar di pengadilan. Setelah bergabungnya RDJ ke dalam Republik Federal pada tahun 1990. b. Pembatasan kebebasan seseorang hanya mungkin melalui hukum formal. ataupun memberlakukan undang-undang pidana dengan surut waktu.

penahanan surat izin mengemudi atau penolakan terhadap permohonan izin mendirikan bangunan. Warga dan tata usaha Negara Setelah perkembangan politik di bidang hukum selama 100 tahun lebih. merupakan hasil perjuangan kelompok liberal dan demokratis dalam parlemen. Hukum dalam negara sosial Grundgesetz memerintahkan pengembangan tata negara sosial. Kepada perorangan. sejak berdirinya Republik Federal Jerma. Mereka menghadapi pemerintahan kekaisaran dalam perdebatan yang panjang dan sengit selama pertigaan terakhir abad ke-19. RDJ tidak mengenal pengadilan tata usaha. kecelakaan. c. Peradilan istimewa dilarang. kepentinangan sosial kini lebih banyak diperhatikan dalam penyusunan undang undang. peraturan hukum ini menjamin pelayanan keuangan yang berbedabeda jumlahnya dalam hal jatuh sakit. Untuk maksud ini telah banyak diputuskan undang-undang. serta Hukum Acara Perdata dan Hukum Acara Pidana. Setiap warga mendapat kemungkinan menggugat setiap tindakan negara yang menyangkut dirinya. tetapi kini pengawasan menyeluruh terhadap adminstrasi negara juga berlaku di negara-negara bagian baru. Pengaduan seperti itu merupakan sarana hukum luar biasa dalam menghadapi pelanggaran hak-hak asasi oleh alat negara. terutama yang berkaitan dengan hukum tenaga kerja dan hukum sosial. Ini berlaku untuk semua tindakan administrasi negara seperti misalnya perhitungan tinggi pajak maupun keputusan tak naik kelas di sekolah. Landasan-landasan negara hukum dalam peradilan Jerman hampir semuanya tertuang dalam undang-undang yustisi yang telah disusun pada abad ke-19. kecacatan. Grundgesetz menyempurnakan perlindungan hukum yang lengkap bagi warga terhadap tindakan aparatur negara. . dan bidang yuridiksi pengadilan. Mereka sama sekali tidak dapat dipecat. Ini terutama menyangkut Undang-Undang Tata Peradilan yang mengatur struktur. Kitab undang-undang Jerman telah pula menjadi contoh untuk negara-negara lain: Kiatab Undang-Undang Hukum Perdata misalnya menjadi acuan untuk penyusunan kitab-kitab hukum sipil di Jepang dan Yunani. juga tidak dapat dimutasikan tanpa persetujuan mereka.hukum. d. Kedua sumber hukum tersebut beserta Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang diberlakukan sejak tahun 1990. organisasi. pengangguran maupun setelah memasuki masa purnakarya. Oleh karena itu. apabila ia merasa hak-haknya dilanggar. Perlindungan hukum melalui pengadilan khusus masih dilengkapi kemungkinan yang dipunyai setiap warga untuk mengajukan pengaduan ke Mahkamah Konstitusional Federal.

Pengadilan Tinggi (Oberlandesgericht) dan Mahkamah Agung Federal (Bundesgerichtshof). Memiliki tiga instansi pada tingkat wilayah. Fungsinya memutuskan perkara yang berkaitan dengan Undang-Undang Dasar. walaupun tetap bertumpu juga pada hasil putusan hakim. negara bagian dan federal. Lembaga ini tidak hanya merupakan pengadilan tertinggi RFJ. Pengadilan Negeri (Landgericht). Sistem sarana hukum yang sangat beragam dan membuka kemungkinan luas untuk memeriksa kembali keputusan pengadilan. masih ada Mahkamah Konstitusional Federal yang berdiri di luar kelima bidang peradilan yang diuraikan di atas. mengenai Perlindungan Terhadap Pemutusan Hubungan Kerja. e. Pengadilan umum? menangani kasus-kasus pidana. Selain itu. melainkan juga lembaga negara yang keberadaannya ditetapkan oleh konstitusi. mengenai Hak Para Pekerja untuk Ikut Menentukan Kebijakan Perusahaan dan Undang-Undang Peradilan Tenaga Kerja. 5. Pengadilan Tata Usaha? menangani semua perkara publik di bidang hukum administrasi negara. 3. Juga memiliki tiga Instansi seperti Pengadilan Tata Usaha.Suatu contoh mengesankan dalam usaha melaksanakan prinsip negara sosialadalah hukum tenaga kerja. Mulanya hal ini hanya diatur secara singkat saja dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata di bawah judul ?Perjanjian Kerja?. 2. Organisasi lembaga penegakan keadilan Ciri sistem peradilan Jerman adalah perlindungan hukum yang menyeluruh dan spesialisasi pengadilan yang luas. Jadi dalam proses naik banding dapat juga dihadapkan fakta-fakta baru. bagian dan federal. mengenai kedudukan Serikat Kerja dalam Perusahaan. Saat ini hukum tenaga kerja mencakup sejumlah besar undang-undang dan perjanjian tarif imbalan kerja. Dengan instansi di tingkat wilayah. Terdapat empat tingkatan: Pengadilan Distrik (Amtsgericht). Pengadilan Urusan Keuangan? mengurusi perkara yang menyangkut pajak dan retribusi. 4. Pengadilan Tenaga Kerja? menangani sengketa perdata yang berkaitan dengan hubungan kerja. . Peraturan hukum yang sangat berarti adalah Undang-Undang mengenai Perjanjian Tarif Imbalan Kerja. Pengadilan Sosial? menangani semua persengketaan yang berkenaan dengan asuransi wajib jaminan sosial. Sementara dalam proses naik banding tahap dua (revisi) hanya diadakan pemeriksaan yuridis. Melalui naik banding dilancarkan kontrol putusan tersebut dari segi hukum dan dari segi fakta. Terdapat lima jenis pengadilan: 1. serta sengketa antara kedua mitra ketenagakerjaan yakni majikan dan syarikat pekerja. Diselidiki apakah pengadilan menerapkan norma hukum primer secara tepat serta memperhatikan hukum acara yang berlaku. kasus perdata.

Walaupun demikian Mahkamah Konstitusional Federal juga menekankan. pemerintah negara bagian. tetapi hanya sekitar 2900 yang berhasil. ataupun antara lembaga-lembaga pemerintah federal. Pemilihan kembali tidak diperbolehkan. apakah suatu partai mengancam pokok tata negara yang demokratis dan merdeka dan karena itu melanggar konstirusi. Satu-satunya patokan adalah Grundgesetz. yang menentukan kerangka konstitusional bagi ruang gerak pengambilan keputusan politis. Pengadilan ini misalnya memutuskan dakan persengketaan antara federasi dan negara bagian. Berkenaan dengan undang-undang. bahwa tugasnya memang memiliki dampak politk. masing-masing beranggotakan delapan hakim yang dipilih setengahnya oleh Bundestag dan sisanya oleh Bundesrat untuk masa jabatan dua belas tahun. Sekitar 109640 diantaranya adalah pengaduan atas dasar konstitusi. Selalu saja diperkarakan masalah yang mempunyai jangkauan politis luas di dalam maupun di luar negeri dan menjadi pusat perhatian publik. Misalnya pernah diperiksa apakah ikut sertanya tentara Jerman dalam misi-misi PBB bertentangan dengan Grundgesetz. pengadilan tertinggi ini hanya akan bertindak atas permohonan dari badan-badan tertentu seperti pemerintah federal. Mahkamah Konstitusional Federal terdiri dari dua senat. Singapur . sedikitnya sepertiga anggota parlemen atau pengadilan-pengadilan lain. Partai yang melanggar konstitusi juga menyelidiki apakah undang-undang federal dan undang-undang negara bagian tidak bertentangan dengan UUD. Sampai saat ini.Mahkamah Konstitusional federal Karlsruhe mengawasi ditaatinya Grundgesetz. Hanya mahkamah inilah yang berwenang memutuskan. bila dinyatakan bertentangan maka undangundang tersebut dicabut kembali. Mahkamah Konstitusional Federal telah memutuskan lebih dari 114000 perkara. tetapi lembaga itu sendiri bukan suatu badan politik. Selama ini sudah beberapa pemerintah pusat dari berbagai aliran politik harus tunduk di bawah keputusan dari Karlsruhe ini.