ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

OLEH RUSLI RAMLI H14101122

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN

RUSLI RAMLI. Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia (dibimbing oleh ARIEF DARYANTO). Proses industrialisasi di Indonesia telah yang dimulai dari sejak pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural dalam perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya kontribusi sektor primer (pertanian) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sementara sektor sekunder dan tersier seperti industri pengolahan kontribusinya terhadap PDB terus mengalami peningkatan. Salah satu sektor industri pengolahan yang berkembang pesat adalah sektor industri kertas. Hal yang menyebabkan industri ini terus berkembang pesat di Indonesia antara lain adalah kemudahan mendapatkan baku dan tenaga kerja yang murah. Pada akhir tahun 2000 kapasitas terpasang industri kertas nasional telah mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun, produksi sebesar 6,8 juta ton, ekspor sebesar 2,8 juta ton, dan konsumsinya yang telah mencapai 4,2 juta ton. Data-data tersebut di atas menunjukkan bahwa industri kertas sangat potensial untuk terus dikembangkan khususnya untuk meningkatkan penerimaan devisa negara. Selain perkembangannya yang pesat tersebut, industri kertas juga mempunyai pengaruh dan hubungan timbal balik terhadap industri atau sektor lainnya karena komoditi kertas yang dihasilkan oleh industri ini dapat sebagai input sektor industri lain dan sebaliknya industri kertas juga membutuhkan input dari sektor lain tersebut. Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran sektor industri kertas bagi perekonomian Indonesia Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS Pusat Jakarta dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Input-Output (I-O) dari Tabel I-O Indonesia Tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen klasifikasi 175 sektor melalui program Microsoft Excel 2003. Pendekatan model I-O yang digunakan dalam penelitian ini adalah model sisi permintaan (demand-side model), hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Berdasarkan analisis deskriptif dari Tabel I-O Indonesia tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen yang diagregasi menjadi 22 sektor, industri kertas memiliki peran yang tidak begitu besar terhadap struktur perekonomian Indonesia seperti struktur permintaan, nilai tambah bruto, struktur ketenagakerjaan, ekspor-impor dan pembentukan output sektoral. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya nilai industri kertas pada masing-masing struktur tersebut bila dibandingkan dengan sektor perekonomian lainnya. Dilihat dari sisi permintaan antara dan permintaan akhir, industri kertas memiliki permintaan akhir (Rp 10.800.775 juta) yang lebih besar daripada permintaan antaranya (Rp 13.970.847 juta) yang menandakan bahwa output industri kertas lebih banyak digunakan untuk konsumsi langsung (masyarakat, pemerintah, dan ekspor) daripada sebagai input untuk sektor lainnya.

Dilihat dari rasio upah gaji terhadap surplus usaha (0,43) dalam struktur nilai tambah bruto, dapat identifikasi bahwa pada industri kertas terjadi ketimpangan distribusi pendapatan antara pihak perusahaan dengan tenaga kerjanya. Kemudian dari struktur ketenagakerjaan dapat diketahui bahwa industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 118.454 jiwa. Berdasarkan analisis struktur ekspor-impor dapat diketahui bahwa industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta sedangkan dari pembentukan output sektoral industri kertas menyumbang sebesar Rp 24.771.662 juta atau sekitar 0,92 persen dari total output sektoral perekonomian. Dari hasil analisis keterkaitan per sektornya (keterkaitan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia), industri ini memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya. Pada keterkaitan ke depan industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0,3183) dan industri percetakan (0,2448), sedangkan pada keterkaitan ke belakangnya, industri kertas memiliki keterkaitan kuat terhadap industri pulp (0,0944) yang merupakan sektor penghasil input bahan bakunya. Berdasarkan hasil analisis koefisien penyebaran dapat diketahui bahwa industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Sedangkan dari hasil analisis kepekaan penyebaran industri kertas merupakan industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong sektor hilirnya. Pada analisis elastisitas input-output dapat diketahui bahwa industri kertas cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya dalam hal output dengan nilai elastisitas output sebesar 1,0023. Sementara dari hasil elastisitas pendapatannya (0,0522) industri ini kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal pendapatan dan jika dilihat dari hasil elastisitas tenaga kerjanya (0,6093), perubahan permintaan akhir sektor lain kurang berpengaruh terhadap perubahan tenaga kerja dalam sektor industri kertas tersebut. Berdasarkan ranking elastisitas, industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output, pendapatan, maupun tenaga kerjanya, sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Bersama dengan sektor kunci lainnya, industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut

ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh RUSLI RAMLI H14101I22 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 .

Ec. Rina Oktaviani. Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul Skripsi : Rusli Ramli : H14101122 : Ilmu Ekonomi : Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. Ir. Arief Daryanto. Dosen Pembimbing. Dr. Menyetujui. MS NIP. NIP. M. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Ir. Dr.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh. Ketua Departemen Ilmu Ekonomi. 131 846 872 Tanggal Kelulusan: . 131 644 945 Mengetahui. Institut Pertanian Bogor.

PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Bogor. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 .

Formasi. Pada tahun yang sama penulis diterima di SMUN 1 Karawang dan lulus pada tahun 2001. dari pasangan Apun Sanusi dan Yoyoh. kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Telagasari dan lulus pada tahun 1998. . Penulis masuk IPB melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Rusli Ramli lahir pada tanggal 20 Juli 1983 di Karawang. penulis menamatkan Sekolah Dasar pada SDN Ciwaringin 1. penulis aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM-H. Jenjang pendidikan penulis dilalui dengan lancar. Pada tahun 2001 penulis melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana. dan HMI Komisariat FEM. Selama menjadi mahasiswa. Propinsi Jawa Barat. Penulis merupakan anak pertama dari satu bersaudara.

Ec. Selain itu. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 . Institut Pertanian Bogor. terutama kepada Bapak Dr. Arief Daryanto. Judul ini dipilih penulis karena merupakan topik yang menarik dalam perkembangan industri nasional dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. bagi penulis khususnya dan kalangan pendidikan umumnya. skripsi ini juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. Bogor. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada seluruh pihak lainnya yang telah membantu terlaksananya penelitian ini baik dari instansi maupun perorangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu. M. saran serta bimbingan dalam pembuatan skripsi ini. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Penulis mengharapkan adanya hasil positif sebagai masukan dalam pembangunan industri kertas nasional selanjutnya.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Judul skripsi ini adalah “Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia“.1r. Semoga karya ini dapat bermanfaat. yang telah memberi masukan.

....2.................................. Koefisien Input... Penelitian-Penelitian Terdahulu ............................ Tujuan Penelitian .................................................. I...............................1....................2........................... 3............................................................................................ 3...................... 2........... 1............. Analisis Keterkaitan ........................ Analisis Dampak Penyebaran ................... 1................... 2........................................3........3................... 3............ 2................................................. Kerangka Pemikiran Konseptual . Manfaat Penelitian ...... Perkembangan Industri Kertas ..............5... METODE PENELITIAN.......... PENDAHULUAN ........................................................................... Kerangka Pemikiran Teoritis ........ 2....................... DAFTAR LAMPIRAN.6.................................................... DAFTAR GAMBAR .... 4..........2........... 3............................................... III.....1....2........................................................................... 2. 1................................. Jenis dan Sumber Data ........................... Profil Industri Kertas.......................................... Perumusan Masalah .................. Ruang Lingkup.................................4..... Konsep Pembangunan Industri Kertas ........................5.............. 2.....1........... 4.............2.................. Struktur Tabel Input-Output.................................................DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL....... 1...............1. V......1.....................2..........................................3................ 1...................... II.................................................................. x xi xii 1 1 4 5 5 6 7 7 8 11 13 16 16 19 22 25 25 25 26 27 29 31 33 33 34 ......... TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ........................... 2..................... Metode Analisis ............5....1. 3... 2...2... Elastisitas Input-Output.........2.. Model Input-Output ............................................. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas .....................5............................................. Latar Belakang ......................................... Definisi dan Sejarah Kertas.............4......................................................2.3......................................... 3......... GAMBARAN UMUM INDUSTRI ..................2...................

................................2....... Koefisien Penyebaran.................................3...............................2.....5................ 5........2......................4.....1......2..................1................ 5..............3......2................ 4.2..............1.........................4....2....................... DAFTAR PUSTAKA ...... 5..3.... KESIMPULAN DAN SARAN . 5...............................................1... 5................................................................................ 5.................................................. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia ....... Elastisitas Tenaga Kerja.......... 5......6....4..... Kepekaan Penyebaran .......................................... Elastisitas Pendapatan ....................... Implikasi Kebijakan ..... Saran....................................3.. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia ............ 5..................................... 5.......... Struktur Permintaan Industri Kertas ...................................2......3..4............. 5... 5............ Elastisitas Output .....1................................ Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung .............................. V.......... 5............4........... LAMPIRAN. 5...... VI.................1..................2............... 5................ 6..1............3................... Struktur Output Sektoral ......1..... 5.... Kesimpulan ......4.......3........................2......... HASIL DAN PEMBAHASAN................................. Analisis Keterkaitan ...... Analisis Koefisien dan Kepekaan Penyebaran.................1........ 5.............. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian ... Struktur Ekspor dan Impor.............5.. Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia.......................... Struktur Nilai Tambah Bruto ..... 36 37 47 47 47 49 51 53 55 56 56 58 59 61 62 63 65 67 67 68 70 71 73 75 75 76 78 80 .....1..............2..... 5.. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas ....................... 6................................ 5.....4.......... Struktur Ketenagakerjaan....................................... 5.. 5..................2.......... Elastisitas Input-Output.................................... Keterkaitan ke Belakang Industri kertas ........................ Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia.............

................ Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004 .......1................. 4......... Boards PT............ 4.DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1.............................................. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 ........... 4....... 4..... Kapasitas Produksi...7......... 2 1............................ Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 .......... Boards PT...4................ 2..... Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran......... Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 ............. 2........... 2. 3 13 14 19 34 35 38 40 42 43 46 48 50 51 52 ......... Struktur Tabel Input-Output.1............ .. 4.............................. 4............................................. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 .................... Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2004 ...................... Ekspor dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003...3...........2...........3...... Impor..................... Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Keterkaitan ..............................2.................... Jumlah Tenaga kerja....... 5........................................1....5......... 5... Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000............... Boards PT...... 4............................... Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 ............6......... Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas 2003............ 5..............4. Boards PT.3..... 5. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Indonesia Tahun 2000 ...............2............................ Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha.....................2.... Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia 1993-2002................1..........

...................................................... 5........ Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia.8... 5........ 5................................13..........................9. Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia ............. 5.........12.6....... Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia ..10.......5..................................................11. 5...... 5.. Sektor Kunci Perekonomian Menurut Ranking Elastisititas Input-Output Indonesia Tahun 2000 .......................................... 5.......... 5....5.................................................... Elastisitas Input-Output Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 .................. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 .. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia ... 54 56 57 60 61 64 66 69 71 .7......................................... Koefisien Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia. Struktur Pembentukan Output Sektoral Terhadap Perekonomian Indonesia ..........................

..... Halaman 24 .............DAFTAR GAMBAR Nomor 1............... Bagan Alur Pendekatan Studi .........................

........... 2...... Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Klasifikasi 22 Sektor ................... 3..DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1............................ 4... ...... Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor..... Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor ......................... Halaman 81 82 86 88 Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 ...

Pola pertumbuhan ekonomi secara sektoral di Indonesia agaknya sejalan dengan kecenderungan proses transformasi struktural yang terjadi di berbagai negara di dunia. sementara kontribusi sektor sekunder dan tersier cenderung meningkat.I. Perubahan struktur semacam ini menyebabkan kesempatan kerja semakin banyak.8 persen terhadap PDB sedangkan sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap PDB sebesar 8. produktifitas buruh.4 persen. Latar Belakang Proses industrialisasi di Indonesia yang dimulai sejak Pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural di Indonesia.4 persen dari PDB (Tabel 1. dimana terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian (sektor primer) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). stok modal. dan pendayagunaan sumber-sumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi (Jhingan. Kemudian pada tahun 1967 industri pengolahan telah menyumbang 51. dan motivasi yang secara radikal. Perubahan struktural mengandung arti peralihan dari masyarakat pertanian tradisional menjadi ekonomi industri modern.9 persen). Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sektor industri .1). sementara sektor industri khususnya industri pengolahan baru menyumbang 8. Pada tahun 1960.1. yang mencakup peralihan lembaga. 2002). sektor pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap PDB (53. PENDAHULUAN 1. Pada tahun-tahun berikutnya dapat dilihat bahwa sektor industri pengolahan terus mengalami kenaikan dalam hal kontribusinya terhadap PDB sedangkan sektor pertanian sebaliknya terus mengalami penurunan kontribusi terhadap PDB. sikap sosial.

52 5. 1960 53.7 6.9 14.0 14.3 3.84 25.5 16. Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 (persen) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik dan air minum Bangunan/konstruksi Perdagangan.5 3.7 0.49 7.2 3.7 8.3 1.4 0.8 1.1 3.7 8. sektor industri pulp dan kertas telah menyumbang 90 persen dari total penerimaan ekspor kehutanan. Tabel 1.8 3.3 6.6 3.1 12.9 10.6 16.4 0.6 10. hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi Keuangan. Pasar bagi hasil industri pulp dan kertas masih terbuka luas karena konsumsi kertas per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun.1 0. Salah satu dari sektor industri pengolahan tersebut yang berkembang pesat sampai saat ini adalah industri pulp dan kertas.4 5.2 6.3 2.9 21.2 1.3 9.5 1.4 1973 40.9 1983 22.9 7.57 9.1.6 5.9 1989 20.0 3. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai eksportir .9 16.8 6.4 5.0 3.7 12. sewa dan jasa perusahaan Jasa-jasa Sumber : BPS.8 3.1 5.8 20.9 5.6 15.4 Industri pulp dan kertas adalah industri yang berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20 persen per tahun pada beberapa dekade terakhir.0 16.0 6.9 5. Dari sisi kontribusi terhadap penerimaan negara. 2003.5 0.6 18.9 3.3 6.5 1993 17.64 15.6 15.3 4.2 1967 51.2 pengolahan telah menggeser peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional berkaitan dengan peralihan struktur perekonomian masyarakat Indonesia dari orientasi pada sektor primer (pertanian) kepada orientasi sektor industri.3 3.7 2.5 1998 17.6 13.7 1.6 0.57 2003 16.5 0.7 24.

849.240 2001 10.430 3.100 2.399.800.350 3.000 130.600.530 5. baik kapasitas.837.260 1998 9.110 197.904.805.641.446.000 Konsumsi 2. Impor.560 4.065.945 5.097.300. alasan kedua.080 6. sehingga dalam masa krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia.800 1995 5. adalah bahwa produk kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dolar.425.970 2002 10.345.000 3.116.168.630 199.783. jumlah produksi.120.198.700 261.595.520 1. Ekspor.840 249.015. Produksi.800 2.580 7.420 4.821.224. 2003.479. ekspor maupun .000 1994 4.472.935 5.951.135 2.210 2. Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini.220 1.487. Hal itu ditambah apabila melihat dalam sekitar satu dekade terakhir ini. Kapasitas.960 2. 2002).2.600 2.000 2000 9.882.800.280 4.730 2.833.000 8.119.000 2003 Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas.490 1996 7. pertama.560 1999 9.130 143.000 Ekspor 826.390 3. dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003 (ton) Tahun Kapasitas Produksi Impor 171. ialah bahwa produk kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri.282.300 140. yaitu komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30 persen.800 212.200 924.600 1997 7.000 2. Sementara itu fokus khusus pada sektor industri kertas (diluar dari industri pulp). industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara (Rosadi dan Vidyatmoko.3 pemimpin dalam bidang kehutanan di dunia sejak 1987 (Karseno dan Mulyaningsih.500 3.950. 2002).290 4.054.720.913.180 6.212. industri ini merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Tabel 1.180 6.695 250.970 3. dan ketiga.200.

Begitu juga dalam hal tenaga kerja.4 konsumsi dalam industri kertas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya (Tabel 1. I. Keunggulan yang lebih banyak mengandalkan sumber bahan baku yang berlimpah dengan harga yang relatif murah serta tenaga kerja dengan upah buruh yang relatif rendah. misalnya. Dalam hal bahan baku. Sampai saat ini industri kertas Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain. Indonesia termasuk negara penyedia bahan baku pulp terbesar karena mempunyai hutan terluas kedua di dunia. Peran industri kertas dalam hubungannya dengan sektor-sektor perekonomian tersebut dapat dilihat dari bagaimana struktur perekonomiannya bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dan keterkaitannya dengan sektor-sektor lainnya . angkatan kerja produktif di Indonesia mencapai puluhan juta orang. Namun pentingnya industri kertas ini tidak semata-mata hanya karena keunggulan komparatifnya saja tapi juga karena peranannya dalam hubungannya terhadap sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia baik sektor industri maupun non-industri dan bagaimana sektor-sektor lain tersebut mempengaruhi industri kertas sehingga terjadinya hubungan timbal balik yang mengarah pada peningkatan pertumbuhan sektor-sektor dalam perekonomian secara keseluruhan.2. sehingga bahan baku untuk pembuatan kertas tersedia banyak di Indonesia. Perumusan Masalah Pentingnya industri kertas yang besar tidak terlepas dari kondisi yang dimilikinya.2). Berdasarkan kondisi inilah dirasakan penting untuk melakukan analisis lebih lanjut tentang peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia.

Menganalisis peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. nilai tambah.3. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya? 4. ketenagakerjaan. Bagaimana keterkaitan sektor industri kertas dengan sektor-sektor lainnya di Indonesia? 3. ketenagakerjaan. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan penulisan skripsi ini adalah: 1. ekspor-impor dan output sektoral 2. nilai tambah. beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. Berapa besar peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. Menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia . ekspor-impor dan output sektoral? 2. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia? 1. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas. bagaimana kemampuan industri kertas dalam mendorong sektor hulu dan hilirnya dan bagaimana peran industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia.5 tersebut.

Ruang Lingkup Industri kertas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah industri yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan baku kertas menjadi produk kertas yang merupakan barang jadi yang dapat di langsung dikonsumsi ataupun barang setengah jadi yang akan digunakan sebagai input oleh industri lain. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia 1. kertas rokok (cigarette paper) dan sebagainya. kertas tissue (tissue paper). kertas lapis dan non lapis (coated and uncoated paper). industri barangbarang dari kertas yang tidak memproduksi kertasnya terlebih dahulu dan bukan pula industri percetakan atau penerbitan. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya 4. .4. Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan penelitian ini dapat berkontribusi secara positif terhadap perencanaan kebijakan pembangunan industri kertas nasional pada khususnya maupun industri lain pada umumnya oleh pihak-pihak yang terkait didalamnya maupun bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk melakukan penelitian tentang industri kertas Indonesia. Dengan kata lain industri kertas dalam penelitian ini bukan industri pulp.6 3. 1.4. Kertas yang dimaksud adalah jenis kertas seperti kertas tulis cetak (writingprinting paper).

Jerman. bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah liat yang dibakar. 2005). yang dihasilkan dengan kompresi serat. papier dalam bahasa Belanda. Definisi dan Sejarah Kertas Kertas adalah bahan yang tipis dan rata. . kulit atau tulang binatang.1. kayu. Sebelum ditemukan kertas. bahkan daun lontar yang dirangkai seperti yang telah ditemukan pada naskah-naskah kuno nusantara beberapa abad yang lalu. prasasti dari batu. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris. Hal ini dapat ditemui dari pennggalan peradaban bangsa Sumeria. Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas (Wikipedia. mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya sebagai kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan maupun kebersihan. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2. meskipun pengunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir kuno pada masa bangsa Fir’aun kemudian menyebar keseluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan ke seluruh Eropa. Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis. Peradaban Mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Serat yang digunakan biasanya adalah alami dan mengandung selulosa (Wikipedia 2005). sutera.II. bambu.

Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh Cina pada tahun 101 Masehi. teknik pembuatan kertas tersebut jatuk ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab sehingga dizaman Abbasiyah. atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah . Konsep Pembangunan Industri Kertas Ada beberapa pengertian industri secara definisi yang sekurang-kurangnya akan disampaikan dua definisi. Bintaro (1968) dalam Muchtar (1997) mengemukakan industri pengolahan ialah setiap usaha yang merupakan unit produksi yang membuat barang untuk kebutuhan masyarakat di suatu tempat tertentu. munculah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.8 Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia. Menurut Puspitawati (2000) industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis. kimia. 2. kemudian meyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia (Wikipedia.2. Pada akhirnya. 2005).

pembangunan industri secara nyata harus menjadi penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan sekaligus dapat menjadi penyedia lapangan kerja yang sudah mulai tidak tertampung pada sektor pertanian (Muchtar. Karakteristik dari industri ini adalah sumber bahan baku kayu . sebagai berikut : 1. kapasitas maupun ekspornya. ada 3 fase pembangunan industri pulp dan kertas agar memiliki keunggulan daya saing. Kendati perkembangan sektor industri kertas mengalami kemajuan yang pesat salah satunya terlihat dari perkembangan produksi. Menurut Saragih dalam Sipayung dan Pambudy (2000). konsumsi. 1997). Berdasar pada dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa industri kertas merupakan suatu kegiatan atau usaha mengolah barang dasar atau bahan baku kertas agar memiliki nilai yang lebih baik untuk keperluan masyarakat di suatu tempat tertentu. khususnya pada era ekolabelling dan otonomi daerah pada saat ini. Oleh karenanya. yakni struktur ekonomi dengan titik berat pada industri yang maju dan didukung oleh pertanian yang tangguh. Sumber pertumbuhan agribisnis pulp dan kertas terutama bersumber dari pemanfaatan sumber daya alam dan tenaga kerja tidak terampil (fase factordriven). Pada hakekatnya pembangunan industri ditujukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan seimbang. akan tetapi banyak masalah dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya untuk memiliki keunggulan daya saing yang tinggi.9 jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir.

Dengan demikian dampak penurunan mutu lingkungan akibat penebangan kayu hutan alam dapat diminimumkan atau lebih rendah dari fase pertama. Karakteristik industri pulp dan kertas pada fase ini adalah pertumbuhan output terutama bersumber dari kemajuan teknologi baik pada penyediaan bahan baku maupun dalam pengolahan. nilai produk kertas dapat dipersepsikan masyarakat (perceive value) sebagai barang inferior. Artinya. sehingga telah terjadi pemutusan hubungan dengan hutan alam. Industri pulp dan kertas pada fase ini dicirikan dengan pengembangan perkebunan kayu (timber plantation) sebagai sumber bahan baku. bila diboboti dengan atribut global value dan national/local value. Efisiensi pengolahan makin meningkat melalui perbaikan teknologi yang terus menerus sehingga selain menurunkan biaya produksi juga .10 mengandalkan kayu hutan (forest based) misalnya Hak Penguasaan Hutan (HPH). penyediaan bahan baku kayu tidak lagi bersumber dari penebangan kayu hutan alam. meskipun biaya produksi relatif rendah. Fase kedua adalah agribisnis (industri) pulp dan kertas yang digerakkan oleh modal (capital-driven) yakni modal dan tenaga kerja semi terampil (capital and smi-skill labor). Sehingga dampak penurunan mutu lingkungan akibat aktivitas industri tersebut biasanya cukup besar. Dengan demikian. melainkan telah bergeser pada kayu hasil budidaya. 3. Selain itu keterkaitan kegiatan perusahaan masih dengan masyarakat juga masih sedikit. 2. Fase ketiga adalah industri pulp dan kertas yang digerakkan oleh inovasi (innovation-driven) yakni penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tenaga kerja terampil (knowledge based and skill labor based).

Mentransformasi industri pulp dan kertas dari factor-driven kepada innovation-driven akan memberi manfaat ganda. kemampuan Riset and Development (R&D) menjadi tulang punggung dalam fase ini. 2. Perusahaan yang menerapkan strategi integrasi vertikal ke hulu (upstream) adalah perusahaan yang memperoduksi sendiri input yang dibutuhkannya. yakni meningkatkan daya saing dan meminimumkan dampak negatif kegiatan industri pulp dan kertas pada lingkungan hidup. antara lain: 1. Oleh karena itu. Full Integration Perusahaan melakukan full integration bila perusahaan tersebut memproduksi semua input yang dibutuhkannya atau ketika perusahaan tersebut . Integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilakukan dilakukan dengan dua cara. Pada saat ini industri pulp dan kertas indonesia sebagian besar sedang bergeser dari factor-driven kepada capital-driven. Jenis integrasi ini dapat dibagi menjadi dua.11 mengurangai polutan ke lingkungan. Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai memasuki innovation–driven.3. Sedangkan integrasi vertikal ke hilir (downstream) adalah perusahaan yang memutuskan untuk menyalurkan output yang dihasilkan kepada konsumen melalui perusahaan yang terintegrasi dengannya. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas Hasibuan (1994) mendefinisikan integrasi vertikal adalah pengabungan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kelanjutan proses produksi. yaitu integrasi ke hulu (upstream) dan integrasi ke hilir (downstream).

yaitu: (1) penelitian terhadap keseluruhan sektor perekonomian. Penelitian-Penelitian Terdahulu Penelitian tentang peran dan keterkaitan dengan menggunakan alat analisis Input-Output telah banyak dilakukan. PT. Menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya. mereka mempunyai pabrik pulp sendiri sebagai sumber bahan baku produksi kertasnya. Jenis integrasi vertikal perusahaan-perusahaan tersebut adalah full integration.4.12 menyalurkan semua output yang dihasilkan melalui anak perusahaan yang terintegrasi dengannya. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan perusahaan-perusahaan besar dalam industri kertas yang terintegrasi vertikal dengan industri pulpnya. (2) penelitian terhadap sektor agroindustri dan non agroindustri . Lontar Papyrus dan PT. Indah Kiat Pulp & Paper. Penelitian yang sudah dilakukan selama ini antara lain meliputi. Taper Integration Perusahaan melakukan taper integration bila perusahaan tersebut membeli input yang dibutuhkannya dari perusahaan lain selain input yang dihasilkan sendiri atau menyalurkan hasil produksinya melalui perusahaan terintegrasi dengannya dan juga perusahaan lain yang tidak terintegrasi Perusahaan-perusahaan seperti PT. 2. 2.

11877 0.48518 1988 0.34572 1. Tabel 2.64866 0.6028 2. Hasil Penelitian Terdahulu tentang Keterkaitan Penelitian Wilayah 1. transportasi dan sebagainya (Setyawan.07819 1.59448 0.76281 1. Jepara**** Ind. ***Setiyaji (1995). Disamping mempelajari keterkaitan tersebut penelitian-penelitian tersebut juga mempelajari dampak penyebaran (Tabel 2.6293 0.38949 Keterkaitan Ke Depan Langsung 0. dan (4) penelitian terhadap salah satu sektor perekonomian misalnya pariwisata. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.31431 2.95855 Keterkaitan Ke Belakang Langsung & Langsung Tdk Langsung 0. DKI Jakarta** Pertanian Ind. baik keterkaitan langsung ke belakang (direct backward linkages) dan ke depan (direct forward linkages) maupun keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dan ke depan (Tabel 2.4267 1.1 yaitu. (1) keterkaitan langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil di bandingkan keterkaitan ke belakangnya.45022 1. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4. (3) penelitian terhadap sektor pertanian dan industri pengolahan.63396 Sumber: *Tjandrawan (1994) .75861 2. ****Setyawan (2005).1.17604 0. Gambaran ini memberikan indikasi bahwa sektor/subsektor industri pengolahan secara langsung lebih mempunyai .4432 1.1). **Sahara (1998) .81150 1.05931 0.2). Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 0.00619 0.29125 1.54759 1. 2005). Pada dasarnya penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yang sama yaitu mempelajari keterkaitan (linkages).62204 2001 0. Pengolahan 3.13908 2.00802 1.58216 0.13 (sektor industri pengolahan). Ada beberapa informasi yang ditunjukkan pada Tabel 2.27222 Langsung & Tdk Langsung 1.

48422 Koefisien Penyebaran 1. Hal ini berarti sektor/sub sektor industri pengolahan secara langsung dan tidak langsung lebih kuat mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input untuk keperluan proses produksinya dibandingkan dengan kemampuannya untuk mendorong peningkatan produksi terhadap sektor yang membutuhkan input dari sektor ini.1719 1. **Sahara (1998) . Selanjutnya pada Tabel 2.3. Ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi dalam penelitian-penelitian tersebut yaitu: (1) Koefisien penyebaran menunjukkan . Tabel 2.0570 Kepekaan Penyebaran 1.38525 1988 0. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 1.1376 1. DKI Jakarta** Pertanian Ind.21765 1. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran Penelitian Wilayah 1. ****Setyawan (2005).74816 1.14 kemampuan untuk mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input bagi keperluan proses produksi dibandingkan dengan kepekaannya dalam menciptakan kenaikan output apabila terjadi peningkatan satu-satuan permintaan akhir terhadap sektor industri.3 menyajikan informasi mengenai koefisien dan kepekaan penyebaran. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4. ***Setiyaji (1995). Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2. Jepara**** Ind. dan (2) Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil dibandingkan dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakangnya. Pengolahan 3.2908 1.33528 2001 1.9139 Sumber: *Tjandrawan (1994) .20609 1.2698 1.

Peneliti juga melihat bahwa penelitian tentang industri kertas di Indonesia berdasarkan Analisis Input-Output belum pernah dilakukan. 2. dan (2) Kepekaan penyebaran industri pengolahan DKI Jakarta lebih besar dibandingkan kabupaten Jepara.15 kemampuan suatu sektor dalam perekonomian untuk mendorong sektor hilirnya sedangkan kepekaan penyebaran menunjukkan kemampuan suatu sektor untuk menarik sektor hulunya.5.1. Besarnya kepekaan penyebaran industri pengolahan di DKI Jakarta tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di wilayah tersebut bersifat ekspansif yaitu mampu melakukan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dibandingkan dengan Jepara dan apabila dilihat dari koefisien penyebaran.5. industri pengolahan DKI Jakarta mempunyai kemampuan untuk menarik industri hulunya dibandingkan dengan kabupaten Jepara. Secara umum keempat penelitian mengenai koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran tersebut mempunyai peranan penting dalam pembangunan wilayah. Studi literatur yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis I-O telah banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian. hal ini terbukti dari nilai koefisien dan kepekaan penyebaran yang mempunyai nilai lebih besar dari satu (kecuali pertanian di Jawa Barat). Kerangka Pemikiran Teoritis 2. Model Input-Output Menurut BPS (2000) pengertian Tabel Input-Output (Tabel I-O) adalah suatu tabel yang yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa .

Sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan dalam proses penyusunannya. Isian sepanjang baris Tabel I-O menunjukkan pengalokasian output yang dihasilkan oleh suatu sektor untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir. Tabel I-O bersifat statis dan terbuka. Adapun asumsi dasar penyusunan Tabel I-O adalah : 1. yaitu asumsi bahwa setiap sektor ekonomi hanya memproduksi satu jenis barang atau jasa dengan susunan input tunggal . Sejak dirilis oleh Leontief pada tahun 1930-an. tidak hanya untuk mendeskripsikan struktur suatu perekonomian tetapi juga mencakup cara untuk memprediksi perubahan-perubahan struktur tersebut. Keseragaman (homogenity). baik yang berupa input antara maupun input primer. dan pada baris nilai tambah yang menunjukkan komposisi penciptaan nilai tambah sektoral. Tabel I-O telah berkembang menjadi salah satu metode paling luas diterima. Leontief mengemukakan bahwa Tabel I-O termasuk dalam model General Equilibrium. sedangkan isian sepanjang kolomnya menunjukkan struktur penciptaan input yang digunakan oleh setiap sektor dalam proses produksi.16 yang terjadi antar sektor ekonomi dengan bentuk penyajian berupa matrik. 2000) Data yang disajikan dalam Tabel I-O merupakan informasi rinci tentang input dan output sektoral yang mampu menggambarkan keterkaitan antar sektor dalam kegiatan perekonomian. Sifat keseimbangan inilah yang merupakan salah satu kelebihan Tabel I-O yang dibandingkan dengan alat analisa lainnya dalam ilmu ekonomi perencanaan dan pembangunan (BPS.

. penerimaan pajak. maka teknologi yang digunakan oleh sektor-sektor ekonomi dalam proses produksi pun dianggap konstan. yaitu asumsi bahwa hubungan antar input dan output pada setiap sektor produksi merupakan fungsi linear.17 (seragam) dan tidak ada substitusi otomatis terhadap input dan output sektor yang berbeda 2. yaitu asumsi bahwa total efek dan kegiatan produksi di berbagai sektor merupakan penjumlahan dari efek pada masing-masing kegiatan. Untuk memperkirakan dampak permintaan akhir terhadap output. nilai tambah impor. Akibatnya perubahan kuantitas dan harga input akan selalu sebanding dengan perubahan kuantitas dan harga output. Beberapa kegunaan Tabel I-O antara lain adalah : 1. 2. artinya kenaikan dan penurunan output suatu sektor akan sebanding dengan kenaikan dan penurunan input yang digunakan oleh sektor tersebut. yaitu koefisien input atau koefisien teknis diasumsikan tetap (konstan) selama periode analisa atau proyeksi. Tabel I-O masih merupakan alat analisis yang lengkap dan komprehensif. Kesebandingan (proportionality). dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Berdasarkan asumsi tersebut maka Tabel I-O sebagai model kuantitatif memiliki keterbatasan. Namun demikian. Untuk melihat komposisi penyediaan dan penggunaan barang dan jasa terutama dalam analisis terhadap kebutuhan impor dan kemungkinan substitusinya. Penjumlahan (additivity). Karena koefisien teknis dianggap konstan. 3.

baik berupa permintaan oleh berbagai sektor produksi maupun permintaan untuk konsumsi. 4. Struktur input antara yaitu transaksi penggunaan barang dan jasa antar sektorsektor produksi. 5.2. 4. 2. maka disajikan format Tabel I-O pada Tabel 2. 2. baik berupa produksi dalam negeri maupun barang impor atau yang berasal dari luar wilayah tersebut. Sebagai metode kuantitatif Tabel I-O memberikan gambaran menyeluruh tentang: 1. . 3.4 di bawah ini. Struktur Tabel Input-Output Format Tabel I-O terdiri dari suatu kerangka matrik berukuran n x n dimensi yang dibagi menjadi empat kuadran dan tiap kuadran mendiskripsikan suatu hubungan tertentu. Struktur penyediaan barang dan jasa. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap.5. investasi. Untuk mengetahui sektor-sektor yang pengaruhnya paling dominan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor yang peka terhadap pertumbuhan perekonomian.18 3. Untuk menggambarkan perekonomian suatu wilayah dan mengidentifikasikan karakteristik struktural suatu perekonomian wilayah. Struktur perekonomian suatu wilayah yang mencakup output dan nilai tambah masing-masing sektor. yaitu dengan melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari perubahan harga input terhadap output. dan ekspor. Untuk analisis perubahan harga. Struktur permintaan barang dan jasa.

3. Permintaan n x1n x2n x3n . xn2 V2 X2 xnn Vn Xn Fn V1 X1 Sumber : Tabel I-O Indonesia. 2000. … … … Akhir F1 F2 F3 . Xn … … … … . Sedangkan isian sepanjang kolomnya menujukkan pemakaian input antara dan input primer oleh suatu sektor. N Jumlah Input Primer Jumlah Input Antara produksi 1 x11 x21 x31 .xn1 Permintaan Antara Sektor Produksi 2 x12 x22 x32 .4 di atas dilihat secara baris (bagian horisontal) maka alokasi output secara keseluruhan dapat dituliskan dalam bentuk persamaan aljabar sebagai berikut: X11 + X12 + … X1n + F1 = X1 X21 + X22 + … X2n + F2 = X2 : : : : : Xn1 + Xn2 + … Xnn + Fn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : . Isian sepanjang baris pada ilustrasi Tabel I-O tersebut memperlihatkan bagaimana output dari suatu sektor dialokasikan. Struktur Tabel Input-Output Alokasi Output Susunan Input 1 2 Input Sektor 3 . yaitu sebagian untuk memenuhi permintaan antara dan sebagian lainnya untuk memenuhi permintaan akhir. Apabila Tabel 2.19 Tabel 2. Jumlah Output X1 X2 X3 . . BPS.

sebagai berikut : 1. Berdasarkan ilustrasi Tabel Input-Output. 3. dst (2.2) Dalam analisis I-O sistem persamaan di atas memiliki peran penting. Kuadran I (intermediate quadrant) Setiap sel pada kuadran I merupakan transaksi antara. maka persamaan aljabar untuk input yang digunakan oleh masing-masing sektor dapat dituliskan sebagai berikut : X11 + X21 + … + Xn1 + V1 = X1 X12 + X22 + … + Xn2 + V2 = X2 : : : : : X1n + X2n + … + Xnn + Vn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : ∑ Xij + Vj = Xj . 3. Secara umum matrik dalam Tabel I-O dapat dibagi menjadi 4 kuadran. 2. maka angka pada kolom (sektor) itu menunjukkan berbagai input yang diperlukan dalam proses produksi pada sektor tersebut. khususnya pada transaksi antara. untuk semua j = 1. Dalam Analisa I-O kuadran ini memiliki peran yang sangat penting karena kuadran inilah yang .20 ∑ Xij + Fi = Xi . untuk semua i = 1. yaitu transaksi barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi. 2. yaitu sebagai dasar analisa ekonomi mengenai keadaan perekonomian suatu wilayah.1) Apabila angka-angka dibaca menurut kolom. dst Dimana : Xij = output sektor i yang digunakan sebagai input sektor j Fi = permintaan akhir terhadap sektor i Xi = jumlah output sektor i (2.

21 menunjukkan keterkaitan antara sektor ekonomi dalam melakukan proses produksinya. pajak tak langsung. Kuadran III (primary input quadrant) Menunjukkan pembelian input yang dihasilkan di luar sistem produksi oleh sektor-sektor dalam kuadran antara. Kerangka Pemikiran Konseptual Strategi pengembangan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan cepat . Jumlah keseluruhan nilai tambah ini akan menghasilkan produk domestik bruto yang dihasilkan oleh wilayah tersebut. Permintaan akhir adalah output suaru sektor yang langsung digunakan oleh rumah tangga. 3. sehingga dalam penyusunan Tabel I-O sering diabaikan.6. Kuadran ini terdiri dari pendapatan rumah tangga (upah/gaji). 4. surplus usaha dan penyusutan. Informasi di Kuadran IV ini bukan merupakan tujuan pokok. 2. Kuadran IV (primary input-final demand quadrant) Merupakan kuadran input primer permintaan akhir yang menunjukkan transaksi langsung antara kuadran input primer dengan permintaan akhir tanpa melalui sistem produksi atau kuadran antara. pemerintah. Kuadran II (final demand quadrant) Menunjukan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor perekonomian untuk memenuhi permintaan akhir. 2. perubahan stok dan ekspor. pembentuk modal tetap.

Peningkatan output berbagai sektor ekonomi. Peningkatan pendapatan ini sekaligus mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Setyawan. Sehubungan dengan itu. melalui suatu proses yang disebut sebagai penetesan ke bawah (trickle down effect) akan menyebabkan peningkatan pendapatan berbagai golongan masyarakat di negara (wilayah) bersangkutan. sektor industri pengolahan lebih banyak dapat menyediakan lapangan kerja dan mempunyai aktifitas ekonomi yang lebih intensif untuk satuan unit usaha bila dibandingkan dengan unit usaha sektor lainnya. 2005). kemudian. Peningkatan output sektor kunci tersebut akan ikut meningkatkan output sektor-sektor lainnya melalui proses keterkaitan (linkages) dan dampak penyebaran antar sektor. pada penelitian ini akan dilihat tentang peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian nasional. karena tentunya kebijakan yang ditetapkan tersebut mengharapkan hasil pada perkembangan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya.22 melalui peningkatan satu atau beberapa sektor ekonomi kunci. Dalam menganalisis peranan sektor industri kertas teradap perekonomian Indonesia ini digunakan analisis I-O dengan berbagai . Kebijakan prioritas pembangunan sektor industri pengolahan khususnya industri kertas merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan perekonomian yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu sektor ini juga dianggap sebagai sektor yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat pada tingkat yang layak dari sebelumnya. Sektor industri ini dijadikan unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian mengingat dalam kondisi sekarang ini.

kemampuan mendorong dan menarik sektor hulu-hilirnya. . maka diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi pemerintah Indonesia tentang perkembangan sektor yang menjadi prioritas ini dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengannya. Dengan teridentifikasinya peranan sektor industri kertas melalui proses keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik sebagai pengguna input maupun penghasil output. Pada akhirnya dapat dijadikan acuan pemerintah Indonesia sendiri dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sehingga permasalahan pembangunan seperti kemiskinan dan pengengguran dapat diturunkan. Adapun alur konsep pemikiran dapat dilihat pada gambar 1.23 keterbatasan analisis yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. dan perannya dalam sektor kunci perekonomian seperti yang terlihat pada gambar 1.

Bagan Alur Pemikiran Konseptual .24 Perekonomian Indonesia Perubahan Struktur Perekonomian Industri Kertas Kemampuan mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya (Analisis Dampak Penyebaran) Keterkaitan dengan sektor lain dalam hubungannya sebagai pengguna input dan penghasil output (Analisis Keterkaitan) Sektor Kunci Perekonomian (Elastisitas Input-Output) Peran Industri Kertas Kebijakan Pembangunan Industri Keterangan : ( Ruang lingkup penelitian ) Analisis yang digunakan Gambar 1.

METODE PENELITIAN 3.1. Oleh karenanya. dampak penyebaran dan elastisitas ini alat yang digunakan adalah Microsoft Excel 2003. 3.III. Penggunaan tabel I-O Indonesia tahun 2000 tersebut dikarenakan tabel I-O tersebut merupakan tabel terbaru selama penelitian ini berlangsung. Pada analisisnya nanti dapat terlihat bahwa perekonomian dapat tumbuh apabila terdapat dorongan atau peningkatan pada permintaan akhir yang eksogen tersebut. Pendekatan model I-O yang digunakan adalah model sisi permintaan (demand-side model). model analisis ini . kemampuan untuk mendorong atau menarik sektor hulu dan hilirnya serta perannya dalam sektor kunci perekonomian dapat di kaji berdasarkam analisis keterkaitan. Pada analisis keterkaitan. Metode Analisis Untuk mengetahui peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia ini sebagai sektor penyedia input maupun sebagai sektor pemakai input. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data yang digunakan antara lain berasal dari Tabel Input-Output (I-O) transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2000 klasifikasi 175 sektor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang kemudian diagregasi oleh penulis menjadi 22 sektor dan beberapa data sekunder lainnya dari instansi dan dinas terkait lainnya.2. dampak penyebaran dan elastisitas input-output. hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian.

Koefisien Input Pada Tabel I-O.26 sering pula disebut dengan dengan model yang dikendalikan oleh sisi permintaan (demand-driven model).2.2) AX + F = X Atau F = X .3) (3. Dengan demikian dapat disusun matriks sebagai berikut : a11 X1 + a12 X2 +………+ a1n Xn + F1 = X1 a21 X1 + a22 X2 +………+ a2n Xn + F2 = X2 : : : : : an1 X1 + an2 X2 +………+ ann Xn + Fn = Xn Atau persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi : a11 ……. Secara matematik dapat dituliskan : aij = Xij (3.1. 3. a2n : A : a31 ……. Koefisien ini dapat diterjemahkan sebagai jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j.. koefisien input atau koefisien teknologi merupakan perbandingan antara jumlah output sektor i yang digunakan dalam sektor j (Xij) dengan input total sektor j (Xj).AX .1) Xj Dimana : aij adalah koefisisen input.… ann X1 X2 : X3 X + F1 F2 : Fn F = X1 X2 : Xn X (3. a1n a21 …….

2.AX X = ( I . X = Output. maka dapat dituliskan sebagai berikut : AX + F = X Atau F = X . 3.27 Jika terdapat perubahan pada permintaan akhir. 1.5) Dimana : I = Matriks identitas berukuran nxn yang elemennya memuat angka satu pada diagonalnya dan nol pada selainnya. ( I – A )-1 = Matriks kebalikan Leontief. Beberapa jenis koefisien keterkaitan yang sering digunakan dalam analisis ekonomi wilayah sektoral antara lain adalah keterkaitan langsung ke depan dan ke belakang serta keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dan ke belakang.A )-1F (3. ( I – A ) = Matriks Leontief. Analisis Keterkaitan (linkages) Koefisien keterkaitan sangat berguna dalam penyusunan prioritas sektor perekonomian untuk mencapai tujuan pembangunan. Keterkaitan Langsung ke Depan Keterkaitan langsung ke depan menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan sebagian output tersebut secara . Dalam analisis input-output matriks kebalikan Leontief memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat analisis ekonomi yang mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari perubahan permintaan akhir terhadap output sektor-sektor di dalam perekonomian.2. F = Permintaan akhir. maka akan ada perubahan pola pendapatan nasional. Jika ditulis dalam bentuk persamaan.

dengan rumus sebagai berikut: n KDi = ∑ aij j=1 Dimana: KDi = Keterkaitan langsung ke depan = Unsur matrik koefisien teknis aij 2.6) (3. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Depan Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan mengukur akibat dari adanya suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan output sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total.8) Dimana: KDLTi = keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor i ij = unsur matrik kebalikan Leontief model terbuka .28 langsung per unit kenaikan permintaan total. KDLTi = ∑ α ij j =1 n (3. Untuk mengetahui besarnya keterkaitan langsung ke depan.7) (3. Keterkaitan Langsung ke Belakang Keterkaitan langsung ke belakang menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut secara langsung per unit kenaikan permintaan total. n KBj = ∑ aij i=1 Dimana: KBj = Keterkaitan langsung ke belakang = Unsur matrik koefisien teknis aij 3.

10) Dimana: BLTLj = Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang = Unsur matrik kebalikan Leontief terbuka αij 3. Analisa ini menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor didalam suatu sistem perekonomian. Koefisien Penyebaran (Coefficient of Dispersion) Koefisien penyebaran tersebut juga indeks daya penyebaran ke belakang. KBLTj = ∑α ij i =1 n (3.29 4. 1. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang menyatakan akibat suatu sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total. Oleh karena itu kedua indeks tersebut haruslah dinormalkan dengan cara membandingkan rata-rata dampak yang ditimbulkan oleh sektor tersebut dengan rata-rata dampak seluruh sektor. Indikator-indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan antar sektor karena peranan permintaan akhir setiap sektor tidak sama.2.3. Analisis Dampak Penyebaran Indeks keterkaitan langsung dan tidak langsung baik ke depan maupun ke belakang di atas belumlah memadai dipakai sebagai landasan pemilihan sektor kunci. Koefisien penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang yang dinormalkan dengan sektor dan . Analisis ini disebut dampak penyebaran yang terbagi dua yaitu kepekaan penyebaran dan koefisien penyebaran.

Kepekaan penyebaran ini memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian.30 jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief. Kepekaan Penyebaran (Sensitivity of Dispersion) Kepekaan penyebaran disebut juga indeks daya penyebaran ke depan. Secara matematis dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut: n∑ α ij n Pdj = ∑∑ α ij i =1 j =1 n i =1 n (3.11) ij Dimana: = Kepekaan penyebaran sektor i Sdi ij = Unsur matrik kebalikan Leontief . Kepekaan penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dinormalkan dengan jumlah sektor dam jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: n∑ α ij Sdi = j =1 n n ∑∑ α i =1 j =1 n (3.10) Dimana: Pdj = Koefisien penyebaran sektor j ij = Unsur matrik kebalikan Leontief 2.

4. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: EO xyj = Dimana: EO xyj = Elastisitas output x ∑b i ij ( y j / x) (3. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎤ ⎡ ET xyj = ⎢∑ l i / x j )bij /(l j / x j )⎥ (y j / x) ⎦ ⎣ i Dimana: ET xyj = Elastisitas tenaga kerja (3.13) . Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Pendekatan ini dianggap lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output.2.31 3. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. 1.12) = ∑x j b ij yj = Elemen matriks Leontief = Permintaan akhir sektor j 2.

14) Dimana: EP xyj = Elastisitas Pendapatan hj = Upah dan gaji hi / x j = Koefisien pendapatan . Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎡ ⎤ EP xyj = ⎢∑ hi / x j )bij /(h j / x j )⎥ ( y j / x) ⎣ i ⎦ (3. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.32 = Jumlah tenaga kerja li l i / x j = Koefisien tenaga kerja 3.

14 perusahaan di Sumatera dan dua perusahan berlokasi di Kalimantan.041. GAMBARAN UMUM INDUSTRI 4.1. dan investasi luar negeri sebesar 4. Jumlah perusahaan tersebut belum mampu mencukupi konsumsi domestik.500 ton (Tabel 4. dan dapat memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri yang terancam kekurangan pasokan dalam sepuluh tahun mendatang (Mansur. Group Sinar Mas. investasi dalam negeri swasta sebesar 5. sampai dengan tahun 2003.IV. Untuk memenuhi kebutuhan kertas tersebut. Profil Industri Kertas Saat ini.900 ton. 12 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 3 perusahaan negara. 2005).580 ton yang terdiri dari kapasitas terpasang perusahaan swasta-negara sebesar 337. . Sekitar 64 perusahaan berlokasi di pulau Jawa.1). Menurut Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). jumlah perusahaan di Indonesia yang memproduksi pulp dan kertas adalah tiga kelompok perusahaan besar. sektor industri ini membutuhkan investasi baru atau industri ini harus meningkatkan efisiensi agar dapat bersaing dengan industri asing. Ketiga produsen besar industri pulp dan kertas tersebut adalah. Oleh karena itu. Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari 65 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Industri kertas memiliki kapasitas total sebesar 10. Group Raja Garuda Mas dan Barito Pasifik. Indonesia mempunyai 77 perusahaan produsen kertas dan 10 diantaranya terintegrasi dengan pabrik pulp. minimal harus ada tambahan beberapa perusahaan lagi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri.180 ton.045.666.

000 6.215.045.1.528.580 74.7 19.322. Perkembangan Industri Kertas Industri kertas tumbuh dan berkembang lebih baik bila dibandingkan dengan kebanyakan industri lain di Indonesia. Pada periode yang sama ekspor kertas juga meningkat sekitar 19.072.287.491.8 43.100 2.3 7.180 4.440 1.500 10.000 Kertas % 3.045.0 100 10.041.3 100 80.100 1.000 3.100 Pulp % 3.9 100 85.1 persen per tahun.2 46.8 100 Kapasitas Terpasang Kertas (Ton) 337.554.517. tetapi industri kertas tetap melanjutkan perkembangannya dengan pertumbuhan sekitar 9.8 52.6 9.580 100 5.2 14.140 10.100 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.382.045.666.7 persen per tahun (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.900 5. hal ini terjadi didasarkan pada ketersediaan bahan baku dan upah tenaga kerja yang murah di dalam negeri. .000 6.2.100 5.5 100 25.287.725.000 Kalimantan 2 564.34 Tabel 4. 2003. 2003).4 85.8 persen pada periode 19972001. Industri-industri yang mengandalkan bahan baku impor tetap mengalami kemerosotan pertumbuhan. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 Status/Lokasi Jumlah Perusahaan 3 65 12 80 10 3 67 80 Kapasitas Terpasang Pulp (Ton) 240.580 2.600 Total 80 6.4 50.287. 4.580 8. Sementara konsumsi kertas juga meningkat 4.1 Perusahaan Negara Swasta Investasi Dalam Negeri Swasta Investasi Luar Negeri Total Integrated (Pulp dan Kertas) Non Integrated Pulp Kertas Total Jawa 64 340.500 Sumatera 14 5.

Pada tahun 2003 kapasitas produksi yang dimiliki industri kertas baru sekitar mencapai 10.8 kg 2001 23.0 kg 1996 16. Disamping kinerja yang menggembirakan dalam industri kertas ini. namun jika kebutuhan kertas di dalam negeri naik hingga mencapai 50 Kg per kapita.0 kg 1995 14. Masalahnya setiap tahun konsumsi kertas dalam negeri terus meningkat dengan angka rata-rata sekitar 6 persen per tahun.1 kg 1994 13.1 kg 1999 19.0 kg 2003 25. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan kertas. Nilai konsumsi per kapita ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan negara lain contohnya Malaysia yang sudah mencapai ratusan kilogram per kapita. industri kertas harus mengimpor kertas senilai US$ 7 miliar/tahun. para investor telah menunjukkan ketertarikan yang kecil pada sektor ini karena industri ini telah menjadi capital intensive dan birokrasi yang rumit pasca otonomi daerah. bila dalam 10 tahun mendatang kapasitas industri kertas tidak bertambah. 2003. Untuk mengatasi kebutuhan konsumsi kertas yang terus . Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia Tahun 1993-2003 Tahun Konsumsi Kertas / Kapita 1993 11.3 kg 1997 16.2.6 kg 2000 20.3 kg 2002 24.35 Tabel 4.2).9 kg 1998 14.0 kg Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.3 juta ton pertahun sedangkan konsumsi per kapitanya pada akhir 2003 telah mencapai 25 Kg (Tabel 4.

2002) Dilihat dari pangsa produksi dan ekspor penguasaan jaringan pasar luar negeri. Industri kertas yaitu khususnya perusahaan-perusahaan besar dalam industri ini mempunyai kecenderungan untuk berintegrasi dengan perusahaan penyedia bahan baku yaitu industri pulp. Dari 77 perusahaan kertas pada tahun 2003.08 persen dari total kapasitas terpasang seluruh industri pulp. tujuh diantaranya adalah perusahaan kertas yang terintegrasi (tabel 4. 4. Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia Di Indonesia industri kertas mempunyai karakteristik sebagai industri skala besar.3. Kapasitas terpasang industri pulp yang terintegrasi dengan perusahaan kertas mencapai 66. .1). masih menjadi kelemahan bagi sebagian besar produsen kertas Indonesia. Sedangkan kapasitas terpasang industri kertas pada perusahaan pulp dan kertas yang terintegrasi mencapai 21. Integrasi vertikal ini dianggap penting karena integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya (Karseno dan Mulyaningsih.36 meningkat maka harus ada investasi baru atau industri yang ada harus meningkatkan efisiensi.32 persen dari keseluruhan kapasitas terpasang industri kertas. Dengan kecenderungan ini hampir seluruh output industri pulp disalurkan pada industri kertas didalam negeri sedangkan ekspor hanya merupakan pasar kedua.

terutama pasar Asia. Malaysia. PT.4. Pasar bebas tersebut akan memaksa para produsen pulp dan kertas Indonesia untuk mampu bersaing memperebutkan pasar Asia Pasifik yang terbuka. Pentingnya jaringan pemasaran lebih dipicu terutama menjelang diberlakukan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA) tahun 2003 dan kawasan Asia Pasifik (APEC) tahun 2010.). Pertama. Kelompok Sinar Mas memasuki pasar Asia dengan mendirikan kelompok perusahaan melalui bendera APP (Asia Pulp and Paper) di negara Singapura. Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia Sampai dengan tahun 2003 dalam industri kertas terdapat tiga perusahaan yang memiliki proporsi kapasitas pabrik terhadap kapasitas total industri yang melebihi 10 persen. Cina. yang menguasai . Indah Kiat Pulp & Paper Corp. 4. Selain itu pasar dalam negeri juga perlu dikaji karena merupakan basis untuk memperkuat daya saing secara nasional (Rosadi dan Vidyatmoko. dengan melakukan ekspansi ke negara-negara di kawasan ini. Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pasar pulp terbesar di dunia. Kedua kelompok ini memilih Singapura sebagai kantor pusat perusahaan mereka. dan India.37 Meskipun demikian beberapa (grup) perusahaan telah mencoba menembus pasar luar negeri. Begitu juga dengan Tanoto dan Tanjung Enim Lestari (TEL) yang mengibarkan bendera APRIL (Asia Pacific Resources International Holding Ltd. 2002). Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai kondisi pasar luar negeri terutama pasar Asia dan bagaimana strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar di kawasan tersebut.

800 195. Tiga perusahaan pemilik kapasitas terbesar tersebut dimiliki oleh group yang sama yaitu Sinar Mas Group.9 1. Riau Andalan Kertas PT. Pakerin PT.000 150.38 20.000 486.4 0. Papyrus Sakti PT.7 4. Surabaya Agung PT. 2003.4 4.000 1. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dengan proporsi sebesar 10. Fajar Surya Wisesa PT.3). Pura Barutama PT.5 persen dari total kapasitas industri. .986.000 500.8 4.800 450.200 150.2 1. PT.500 93.000 350. NAD. Pindo Deli & Paper Mills sebesar 14. Keempat perusahaan yang tergabung dalam group Sinar Mas ini memiliki karaktristik yang sama yaitu semuanya merupakan perusahaan kertas yang terintegrasi vertikal dengan pabrik kertasnya. Surabaya Mekabox Ltd.5 0. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT. Selain ketiga perusahaan itu group Sinar Mas masih mempunyai perusahaan kertas lainnya yaitu PT.465.111.000 Persentase (%) 20. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas Tahun 2003 Nama Perusahaan PT. Papertech Indonesia Lain-lain Kapasitas Terpasang (Ton) 2. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang berlokasi di Langsa. Suparma PT.000 157.8 1.3.4 0. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia PT.4 10.000 50.000 150. Ekamas Fortuna PT. Kertas Leces (Persero) PT. kemudian disusul oleh PT.1 1. dan perusahaan ketiga adalah PT.5 1.8 14.000 2.4 4.000 1.6 28.5 6. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper PT. Pelita Cengkareng Paper Co.2 persen. Indah Kiat Pulp& Paper Corp PT. PT.044.2 3.400 60.000 700. Gede Karang PT. Adiprima Suraprinta PT. Aspex Kumbong PT.9 1.000 85.4 0.9 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.000 430.1 persen (Tabel 4.000 150. Tabel 4.

PT.5/50/2 tanggal 9 Februari 1978. Pada susunan pemegang saham.000 ton corrugated boxes per tahun. 2005).4). dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No. Riau seluas 1. Pada saat ini.000 ton kertas industri per tahun dan 100.000 ton kertas budaya per tahun. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perusahaan ini didirikan di Jakarta dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. 980. PT.39 1) PT. pabrik pulp dan kertas budaya di Perawang. 744. kertas budaya. terutama pabrik kertas budaya di Tangerang.A.68 tanggal 7 Desember 1976 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No.Y. dengan kertas bergelombang sebagai peredam benturan).722 Ha . Indah Kiat Pulp & Paper dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direktur utamanya yaitu Teguh Ganda Widjaja. kertas industri dan corrugated carton boxes (sejenis dus karton. perusahaan kertas ini mengantisipasinya dengan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga saat ini menjadi 1.631. 525 Tanggal 14 Februari 1978 (Bank Niaga.000 ton pulp per tahun. Dengan semakin meningkatnya permintaan atas produksi kertas. masyarakat menguasai 38. yang menempati lahan seluas 28 Ha. perusahaan tersebut memiliki dan menguasai beberapa sarana dan prasarana yang digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan usahanya. Indah Kiat Pulp & Paper melakukan usahanya secara komersil dengan memproduksi pulp.78 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4.

: Lo Shang Shung : Hj. Boards PT. Co. Ltd. Phd.9 Ha. 2005.05% Kong Masyarakat : 38. Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris . Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof. Tabel 4. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi Presiden Direktur : Teguh Ganda Widjaja Wakil Presiden Direktur : Muktar Widjaja Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih Wakil Presiden Direktur : Chen Wang Chi Wakil Presiden Direktur : Yudi Setiawan Lin Direktur : Suresh Kilam Direktur : Didi Harsa Direktur : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham PT Purinusa Ekapersada : 52. mess karyawan dan lain-lain.88% Virgin Island YFY Global Investment (BVI) Corp.56% British Virgin Island Yuen Foong Yu H. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu.K. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir.72% CHP International (BVI) Corp. Dr. British : 5..78% Sumber: Bank Niaga. : 2. Hong : 0. Fasilitas produksi perusahaan juga didukung dengan berbagai fasilitas dan prasana seperti jalan.4.40 dan pabrik kertas industri di Serang Jawa Barat seluas 308.

PT.59 tanggal 26 April 1975.69 tanggal 25 Februari 1976 (Bank Niaga.000 ton per tahun dan telah berproduksi sejak bulan Maret 1996 (Bank Niaga. Pindo Deli Pulp & Paper Mills ini memulai konstruksi pabrik kertasnya yang kedua (Pindo 2) yang berlokasi di Kuta Mekar.75 tanggal 31 Januari 1975.5 tanggal 3 April 1975. Akta Perubahan No. Total kapasitas produksi terpasang pabrik kertas milik perusahaan ini adalah sebesar 210.41 2) PT. Pada Oktober 1995. .5). dengan jumlah kapasitas produksi terpasang sebesar 652. salah satu bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kertas. 2005).6 tanggal 4 Juli 1975 dan Akta Perubahan No. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills didirikan di Jakarta dalam rangka Undang-undang No. dengan Akta No. Akta Perubahan No. Saat ini perusahaan kertas ini memiliki sebuah pabrik kertas yang berlokasi di Adiarsa. Karawang (Pindo 1). sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. berlokasi di lokasi Pindo 1 dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 48.000 ton per tahun.6 tahun 1968 tentang PMDN. Akta Perubahan No.57 persen dari total saham yang dikeluarkan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills tersebut (Tabel 4.000 ton per tahun.12 tahun1970. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan perusahaan) dan kepemilikan saham terbesar perusahaan ini dikuasai oleh PT Purinusa Ekapersada sebesar 97. 2005). Selain itu perusahaan ini juga mempunyai fasilitas pabrik pembuatan bahan kimia calcium carbonate. Karawang dengan menambah tiga Paper Machine serta sebuah Corrugated Machine.

57% : 0. masyarakat menguasai 36. 2005). 2005.5. Perusahaan ini merupakan bagian kelompok usaha Sinar Mas.61% 3) PT.9 tanggal 2 Oktober 1972 (Bank Niaga. Kelompok Sinar Mas adalah salah satu dari kelompok industri terbesar di Indonesia dengan kurang lebih 200 perusahaannya yang bergerak di berbagai usaha yang besar .6 Tahun 1968 juncto Undang-undang No. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk didirikan dalam rangka Undangundang Negara Republik Indonesia No.42 Tabel 4. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan direksi) dan pada susunan pemegang saham. Jhon Ferdinand Pandelaki : Yudi Setiawan Lin : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hajjah Ryani Soedirman : Arthur Tahya Dewan Direksi : Teguh Ganda Wijaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Suresh Kilam : Tsai Huan Chi : Huang Wen Hai : Tri Ramadi Susunan Pemegang Saham : 97. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT.60 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4.91% : 0. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004. Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs.12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan Akta No.6). Boards PT. PT. Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada PT Mega Kleenindo PT Unitama Sartindo Sumber: Bank Niaga.

bidang kimia. Lokasi pabrik dan pusat perusahaan yang terletak di Jawa Timur. Tabel 4. Boards PT. Dari seluruh tanah yang dikuasai perusahaan 64 persen merupakan tanah dengan Hak Guna Bangunan. perbankan dan jasa keuangan. yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Perak merupakan hal yang sangat menguntungkan kelancaran pengapalan untuk ekspor. sedangkan sisanya merupakan tanah yang telah dibebaskan untuk kepentingan . 2005. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu.10% : 36.43 termasuk industri kertas dan pulp. produksi bahan makanan. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir. Phd.60% Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada Koperasi Masyarakat Sumber: Bank Niaga. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof DR. real estate. : Lo Shang Shung : Hj. minyak goreng.30% : 0.6. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi : Teguh Ganda Widjaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Chen Wang Chi : Yudi Setiawan Lin : Suresh Kilam : Didi Harsa : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham : 63. hotel dan perumahan.

Rotterdam. dan kertas HVS biasa untuk kebutuhan sekolah dan perkantoran. Perusahaan ini juga memproduksi pulp dari daur ulang kertas bekas dan soda kaustik sebagai bahan baku utama industri kertas. perusahaan kertas ini juga memproduksi produk-produk kemasan. Namun demikian melihat kebutuhan penyediaan kesempatan kerja di Indonesia. Saat ini PT. minyak wangi.000 ton boxboard pertahun. Belanda. Bidang usaha utama perusahaan ini adalah menghasilkan kertas tulis dan cetak bermutu tinggi. dan sereal. Hal ini jelas dapat terlihat pada bagian produksi barang-barang hasil produksi kertas dimana perusahaan ini telah memutuskan untuk tidak menambah mesin-mesin pembungkus otomatis. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia telah menerima sertifikat ISO 9002 dari Det Norske Veritas Industry B. PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia mempunyai kapasitas produksi sebanyak 30. Selain kertas tulis dan cetak serta hasil-hasil produksi kertas.V. Hal ini juga diperlukan untuk meningkatkan kesempatan kerja. kertas tissue. yang merupakan pengakuan bertaraf internasional terhadap sistem dalam proses produksi yang telah berhasil dilaksanakan oleh perusahaan. diantaranya dus (boxboard) yang dipergunakan untuk kemasan rokok. Pada tahun 1994. kertas HVS mengkilap. meningkatkan pengawasan mutu disamping . Pabrik kertas merupakan suatu jenis industri dengan sifat padat modal. Perusahaan ini menyesuaikan pemakaian teknologi sedemikian rupa untuk tetap dapat menyediakan kesempatan kerja seluas-luasnya.44 perusahaan yang berasal dari petani di sekitarnya dengan status Hak Milik atau Girik.

Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Perusahaan kertas ini didirikan di Langsa. dan PT.75 persen).25 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan (Tabel 4.. Lontar Papyrus Pulp .000 ton per tahun. Aceh Timur dengan nama awal PT Sumber Indra Jaya Paper Manufacture Co. Arthadana Mulia Makmur yang memiliki 0. Kepemilikan saham dikuasai oleh tiga perusahaan yaitu PT. PT. dengan produksi utama pulp jenis LBKP. pada kuartal keempat tahun 1998 perusahaan kertas ini memulai produksi komersial tissue dalam bentuk gulungan besar yang dijual kepada pihak lain untuk kemudian diubah menjadi berbagai jenis tissue siap pakai. Pindo Deli Pulp & Paper Mills (80 persen). dengan kapasitas produksi 60. modifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi mesin pembuatan pulp dan fasilitas pendukung lainnya. Disamping pulp dan kertas.6 Tahun 1968 tentang PMDN dengan Akta No.Ltd. 44 tanggal 13 Februari 1974 (Bank Niaga. 2005).45 4) PT.000 ton pulp per tahun dan 7. Saat ini perusahaan ini merupakan salah satu produsen pulp yang cukup besar di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 545. kertas budaya dan tissue. PT.500 ton kertas per tahun. Pada tahun 1999 perusahaan ini telah melakukan modifikasi terhadap mesin-mesin dan fasilitas produksi di pabrik pulp Jambi. PT Satria Perkasa Agung (19. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry bergerak dalam bidang usaha industri pulp dan kertas.7). Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direkturnya adalah Teguh Ganda Widjaja. dalam rangka Undang-Undang No.

00% PT Satria Perkasa Agung : 19. 2005). perseroan ini juga telah memperoleh sertifikat ISO 14001 pada tanggal 19 Agustus1997 yang dikeluarkan SGS Yarsley International Certification Services Limited dengan sertifikat No. 2005. Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Dalam menjalankan usahanya. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry telah memperoleh sertifikasi ISO 9002 sehubungan dengan telah sesuainya sistem kualitas manajemen (Quality management systems) dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam ISO 9002.46 & Paper Industry saat memiliki sebuah pabrik yang memproduksi pulp dan tissue yang berlokasi di Sumatera yaitu di Tanjung Jabung.75% PT Arthadana Mulia Makmur : 0. Tabel 4. Ryani Soedirman Dewan Direksi Direktur Utama : Teguh Ganda Widjaja Wakil Direktur Utama : Hendra Jaya Kosasih Direktur : Muktar Widjaja Direktur : Suresh Kilam Direktur : Lin Shun Keng Direktur : Tri Ramadi Direktur : Arthur Tahya Susunan Pemegang Saham PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills : 80.E10683 sebagai bukti bahwa perusahaan kertas ini telah memenuhi ketentuan standar lingkungan hidup yang dipersyaratkan (Bank Niaga.25% Sumber: Bank Niaga. Jambi dan sebuah pabrik kertas di Langsa. John Ferdinand Pandelaki : Sukirta Mangku Djaja : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hj. . PT. Di samping itu.7. Boards PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2003 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs. NAD.

Selanjutnya diikuti oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian.800.775 juta atau sekitar 1. Jumlah tersebut terdiri atas permintaan antara sebesar Rp 1.21 persen dari total permintaan antaranya. Angka-angka tersebut di atas menunjukkan seberapa pentingnya peranan output yang dihasilkan oleh sektor-sektor di atas untuk digunakan sebagai input oleh sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia. hal ini berarti bahwa output di Indonesia cenderung digunakan untuk memenuhi konsumsi langsung masyarakatnya. Dari data tersebut diperoleh bahwa jumlah permintaan akhir lebih besar dibandingkan jumlah permintaan antaranya.019 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 1.1.V.415 juta atau 13.1.460.701.626 juta atau 18.83 persen dan Rp 117. .073.870 juta.767.099. pada urutan kedua dan ketiga dengan nilai Rp 144. Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia 5.977.71 persen dari total permintaan antara.1. Sedangkan untuk industri kertas mempunyai permintaan antara sebesar Rp 10.048. Struktur Permintaan Industri Kertas Total permintaan barang dan jasa domestik yang dihasilkan oleh Indonesia tahun 2000 mencapai Rp 2. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.03 persen dari total permintaan antara dan berada pada urutan ke-18 diantara sektor-sektor lainnya. Berdasarkan Tabel 5.656.730 juta atau 11.629 juta.1.068. dilihat dari sisi permintaan antara tampak bahwa sektor perdagangan menghasilkan output tertinggi yang digunakan sebagai input oleh seluruh sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar Rp 197.

165 139.670 7.034 41.586.626 70.56 100 Sumber: Tabel I-O Indonesia.13 8.242.815.98 100 Total permintaan Jumlah % (Juta Rp) 260.698.775.901.27 3.87 6.741 10.119.108 13.689.847 juta atau 0.020 7.356 105.38 0.885.685.278 151.1.113 94. Nilai tersebut lebih besar dibanding permintaan antaranya.215 35.19 4.214.099 57.259 165.329.657 12.372 88. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Permintaan Antara Jumlah % (Juta Rp) 144.353.88 4.848.739.128 23.29 12.16 4.970.438.84 2.254 131.412.076.287 2.805.23 0.09 1.729.36 9.53 1.844.701.89 2.620 8.656.067 0.03 0.847 3.713 1.850.649 36. Dilihat dari permintaan akhir pada Tabel 5.50 0.074 19.389.74 8.036.056 67.073.60 5.50 9.970.496.035 16.677.08 79.99 1.695.10 196.84 persen dari total permintaan akhir.64 2.80 14.849 80.424 8.529.534.415 13.287.51 1.743.724 5.916 177. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.099.21 8.564.53 0.88 1.58 12.627.771.65 17.881 13.442.47 1.498 19.620 13.485 39.460.92 0.019 11.15 100 Permintaan Akhir Jumlah % (Juta Rp) 115.84 0.25 2.821.276.37 5.34 2.34 0.33 0.37 0.887 201.726.160 6.948.593 30.52 12.83 15.800.036 155.014.048.64 3.629 4.944 0.476.16 1.575 9.176 197.621 208.034 238.613 64.926 0.43 14.13 0.705 23.169 161.775 5.441.325.672.32 0.897.227.568 21.151 329.30 1.028 0.045.870 7.416.37 6.67 5.05 9.11 1.595.730 90.84 18.637.14 117.849 24.068.228.426.1 sektor industri kertas menempati posisi ke-14 diantara sektor yang lain sebesar Rp 13.695 227.018 0.977.408 243.48 Tabel 5.961 1.153.272.47 0.71 2.73 8.97 6.42 5.767.748.44 1.125.87 2.99 1.622 8.257.817.574 1. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat secara keseluruhan lebih banyak menggunakan output industri kertas untuk konsumsi .063 396.379 33.700 3.760.48 0.065 15.605 94.599 5.03 0.340.774. 2000 (diolah).

Rp 110.770 juta berasal dari upah dan gaji. Struktur Nilai Tambah Bruto Nilai tambah bruto merupakan balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi.762 juta.849 juta. penyusutan dan pajak tak langsung netto.895.1.928 juta berasal dari penyusutan dan Rp 69.49 langsung (masyarakat. Berdasarkan Tabel 5. . Pada tahun yang sama sektor industri kertas menyumbang nilai tambah bruto sebesar Rp 7.350 juta dengan perincian Rp 400.498 juta berasal dari surplus usaha.843.331. Rasio upah dan gaji dan surplus usaha termasuk kategori baik jika rasionya mendekati keseimbangan (mendekati 1) yang berarti bahwa proporsi penerimaan dalam bentuk upah dan gaji bagi pekerja dan surplus usaha bagi produsen berimbang.967 juta (Tabel 5. penyusutan sebesar Rp 865.079.327 juta yang terdiri atas upah dan gaji sebesar Rp 1.048. Nilai rasio tersebut menunjukkan perbandingan antara besarnya upah dan gaji yang diterima produsen.732 milyar berasal dari pajak tak langsung netto.860.952. Rp 755. Jika diperbandingkan antara nilai upah dan gaji terhadap surplus usaha (U/G) maka akan diperoleh nilai rasio upah gaji dengan surplus usaha.278. Dalam Tabel I-O Indonesia tahun 2000 nilai tambah meliputi penerimaan upah gaji.2).958 juta dan pajak tak langsung netto sebesar Rp 487. surplus usaha.2. surplus usaha sebesar Rp 458. pemerintah dan ekspor) dibanding untuk keperluan produksi sebagai input bagi sektor lain.2 dapat diketahui bahwa total nilai tambah bruto negara Indonesia adalah Rp 1. 5.

327 3.440.484.116 7.530 penggalian Industri makanan 30.569 11.886 2.616 5.131 115.664.350 Pertanian 40.560 8.119.576 dari logam Industri lainnya 19.511 29.358 1.821 61.127.770 755. Hal ini terlihat dari nilai rasio yang lebih kecil dari satu (0.081 834.240 28.968 115.257 19.143.536. gas dan air 2.639 Industri barang dari 1.004.418 Pengangkutan dan 16.591 564.562.772.588.732 Nilai tambah bruto (Juta Rp) 166.664.508.905 2.229.311 9.843.044.354 komunikasi Keuangan dan 21.933 2.052 20.931.103.803 4.331.567.229.781 8.498 Sumber: Tabel I-O Indonesia.414.963 8.278.084.948 3.073 3.278.703.623 84.393.902 6.046 1.114 pakaian Industri kayu dan 5.756.542 Bangunan 37.652 167.704 6.718 147.524 487.567 5.705 7.365.757 2.093.895.232 97.708 127.714.156 69.340 Perdagangan 61.282.43).585.638 9.015.132.443 301.105 6.554.567 26.017.590.385 Total 400.577.756 12. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada Tabel 5. diperoleh bahwa ternyata pada sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji.725 Industri kimia 21.670 4.700.475.378 476.212.702 926.164 13.778.430 dasar Industri barang jadi 3.564.010.088 105.245 Pertambangan dan 25.195 112.797.912 9.266.511 770.898 138.3.958 83.670.802 134.383.762 4.947 Industri semen dan 3.914 Kayu 2.985 Hasil hutan lainnya 565. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Upah /gaji (Juta Rp) Surplus Usaha (Juta Rp) 121.655 2.975 865.625.393.919 1.727 76.877.296.237 6.048.107 14.690 777.279.489.072 64.860.034.479 kertas Industri percetakan 1.864.070 persewaan Jasa-jasa 85.063 4.176 19.177 21.504 1.901.012.952.623.079.758.142.226.352.451 Listrik.396 325.228.459 53.946.875 429.243 1.147.129 furniture Industri pulp 940.063 barang non logam Industri logam 2.512 1.2. Kondisi ini menunjukan bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau .764 83.418 59.233 65.062.731.723.928 Indirect Tax (Juta Rp) 1.550.182 30.996.463.392 225.946 Penyusutan (Juta Rp) 2.692.793.326 5.458.607 6.028.477.973.542 933.382 4.952 4.343.949 45.759 10.372.169.50 Tabel 5.701 Industri kertas 1.573.208.480.434 15.182.212 3.576.774 11.946 110.333.990 dan minuman Industri tekstil dan 16.256.605. 2000 (diolah).

2000 (diolah). gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.55 5. Struktur Ketenagakerjaan Banyaknya tenaga kerja yang terserap pada tahun 2000 sebanyak 93.43 0. Tabel 5.57 0.48 1. Jumlah tenaga kerja yang terserap di setiap sektor ekonomi merupakan indikator kemampuan sektor tersebut dalam menciptakan kesempatan .26 0.320.79 0.20 0.04 0.33 0.948 jiwa.51 0.36 0.3.84 0.36 0.74 0.3.47 0.35 0.27 0.51 terjadi ketimpangan yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar pada produsen (pemilik modal).64 0. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. Rasio Upah Gaji terhadap Surplus Usaha (U/G) 0.1.43 0.25 6.45 0.76 0.

512 1.004.708 30.208.4.895.607 Industri barang dari kertas 100.225 45.20 18.914 2.664 8.052 Industri tekstil dan pakaian 2.82 15.4.327 Industri kertas 73.98 10.53 30.504 1.942 6.762 1.350 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.515 225.623 85.463.454 7.931.616 3.88 3.15 137.39 203.802 16.328.418 3.692.07 18.52 kerja bagi masyarakat di wilayah tersebut.963 Industri lainnya 225.382 37.12 24.232 Industri percetakan 705.27 Total Upah (Juta) 40.333.84 13.99 4.592 112.084.169.513 2.282.15 0.985 565.15 0. terlihat sektor industri kertas menyerap 118.949 minuman 2.255 76.912 65.576. produktifitas dan nilai upah sektoral dapat dilihat pada Tabel 5.450.821 logam 1.20 18.134 20.392 Bangunan 17.119.245 25.459 16.131 Komunikasi 1.034 115.03 0.705 Industri pulp 118.034.063 21.577.062.352.440.65 41.860.06 0.97 66.638 Industri logam dasar Industri barang jadi dari 259.454 jiwa sedangkan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebesar 40.911 10. Dalam hal produktifitas tenaga kerja industri kertas menduduki peringkat keempat .54 36.943 167.266.030 97.06 0.585.83 14.4.212 2.759 Industri kimia Industri semen dan barang 648. Jumlah Tenaga kerja.296.480.700.652 Hasil Hutan Lainnya Pertambangan dan 825.56 59.06 0.320.670.64 6.161 9.567 21.448.164 Pertanian 555.519 166.32 8.20 0.48 37.797.30 40.562 105.017.948 1. 2000 (diolah).569 940.195 Penggalian Industri makanan dan 3.475.03 65.508.655 Kayu 86.30 12.727 Listrik.912 non logam 357.03 37.182 2. Tabel 5.843.42 0.15 0.142.938 9.824 13.10 8.877.328.177 5.46 14.256.519 jiwa. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 Sektor Jumlah TK Nilai tambah Produktivitas bruto (Juta/Tk) (Juta Rp) 4.48 3.477.921.012.573.590.012.803 19.770 Upah/TK 0.088 Keuangan dan Persewaan 11.212.372.233 Perdagangan Pengangkutan dan 4.243 Jasa-jasa 93.143.041.569.61 10. Gambaran tentang jumlah tenaga kerja.756 400.664.75 7.051 2.218 61.74 8.393.331.511 61.551 3.27 43. Gas dan Air 4.65 26.132. Berdasarkan Tabel 5.567.279.13 4.183.06 0.905 Industri kayu dan furniture 57.952.870.60 25.35 79.

dengan melihat besarnya selisih antara total ekspor dan impor.1.5).831. Berdasarkan nilai total ekspor tersebut.4. Nilai ekspor industri kertas yang masih kecil tersebut dapat menandakan bahwa sektor industri ini masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. industri pengolahan.95 persen dari total impor Indonesia (Tabel 5.930.65 yang berarti satu orang tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur mampu menghasilkan sekitar 66.65 juta nilai tambah dari sektor tersebut dalam tahun 2000. nilai ekspor keseluruhan sektor industri kertas adalah Rp 13. terlihat bahwa sektor pertanian.757 juta. Nilai impor industri kertas sebesar Rp 8.385 juta atau 2.52 persen dari total ekspor Indonesia (Tabel 5. Nilai impor tersebut dapat menunjukkan bahwa kebutuhan kertas dalam negeri masih lebih besar dari produksi kertas dalam negeri sehingga harus melakukan impor. perdagangan serta sektor pengangkutan dan telekomunikasi mengalami selisih yang positif ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barangbarang yang dihasilkan oleh sektor tersebut tidak lagi tergantung pada impor. Dari Tabel 5. Ditinjau dari sisi impor terhadap barang-barang dan jasa ternyata nilai impor secara keseluruhan sebesar 287.507.5.623 juta.125.5). sedangkan nilai ekspor terbesar ditempati oleh sektor industri kimia atau 18.53 sekitar 66.84 persen dari total ekspor indonesia. Struktur Ekspor dan Impor Ekspor Indonesia pada tahun 2000 sebesar Rp 520. .854 juta atau 2. 5.

053 -21.849 24.695 227.512 281.413 0.58 0.971.722 39.51 Jasa-jasa 569.815.373 1.340.322 32.297 2.485.944 196.126 X-M (Juta Rp) 2.771.489.899 7.796.667. Tabel 5.855 26. gas dan air 0 0.883.163 63.96 2.735.96 Industri pulp 13.353.337 5.094.957.30 Industri kertas Industri barang dari 1.018 49.332 49.177 6.598.56 penggalian Industri makanan dan 29.242.617.775 10.739. 2000 (diolah).75 1.620 12.00 Listrik.287 2.881 40.94 2.603.365 5.395.54 Sedangkan yang mengalami selisih negatif dialami oleh sektor kayu.627.162.845 528.854 1.317.850.163.23 2.22 Pertanian 124.427 5.588. sektor bangunan.705 23.507.10 persewaan 8.566.719.53 1.49 4.842 2.580.67 komunikasi Keuangan dan 11.859 7.18 minuman Industri tekstil dan 73.06 barang non logam 12.29 kertas 3.620 13.326 1.403.942.451 131.259.722 -39. Ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor tersebut masih tergantung pada impor.040 1.305 6.99 6.611.262 17.061 4.933 1.120 3.805.531 541.900.125.38 0.285.412.493.947 43.698.540.218 11. gas dan air.326 2.136.21 Industri lainnya 0 0.17 0.53 furniture 5.943.567.908 10.336 1.617 2.050 4.238.444.991.729.167.979 2.916 177.27 Industri logam dasar Industri barang jadi 31.02 Kayu 394.59 dari logam 58.413 176.79 8.930.298 4.701.637.424 8.757 % 1.13 100 Jumlah Input (Juta Rp) 224.444.093.78 13.099 57.525.110 0.466 13.151 332.559.214.61 Industri percetakan 107.84 Industri kimia Industri semen dan 6.278 177.959 30.161.088 -404.478 -2.433 5.489 8.089.028 2.602 19.00 Bangunan 57.07 Hasil hutan lainnya Pertambangan dan 77.5. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa.016 0.622 8.550 0.29 17.247 0.665 25.52 15.880.03 Perdagangan Pengangkutan dan 26.418 6.814 18.857.238.362.385 2.772.65 9.18 0.01 1.305. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 Ekspor Sektor Jumlah (Juta Rp) % Impor Jumlah (Juta Rp) 4.242.97 pakaian Industri kayu dan 37.613 27.225.379 33.558.22 0.399 -3.848 287.473.95 0.900.529.634.641 19.86 6.864.58 0.814 71.048.175 100 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia. sektor listrik.677.534.958.641 37.864 9.821.554.033 8.896. .063 396.809 4.694 2.824.865 353.408 243.268.319 24.490.287 161.

55

Jika dilihat dari total selisih antara ekspor dan impor maka perekonomian Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 232.900.866 juta. Surplus perdagangan terbesar diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 71.489.864 juta, sedangkan industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta. Angka tersebut menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor industri kertas di Indonesia tidak lagi tergantung pada impor.

5.1.5. Struktur Output Sektoral Output merupakan nilai produksi (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu sektor perekonomian. Berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2000 dapat diketahui besarnya output yang diciptakan oleh masing-masing sektor. Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa output sektoral perekonomian Indonesia sebesar Rp 270.099.837 juta. Sektor yang paling besar menyumbang dalam pembentukan output domestik adalah sektor perdagangan yakni sebesar 14,67 persen dengan nilai output sebesar Rp 396.214.278 juta, kemudian disusul oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai sebesar Rp 329.325.254 juta dalam persentase sebesar 12,19 persen dari total output keseluruhan. Sementara industri kertas sendiri menyumbang sebesar Rp 24.771.622 dalam pembentukan output atau sebesar 0,92 persen dari seluruh total output sektoral perekonomian.

56

Tabel 5.6. Struktur Pembentukan Output Sektoral terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2000
Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Output Jumlah (Juta) Persentase (%) 260,672,575 9.65 17,340,028 0.64 2,698,944 0.10 196,815,151 7.29 329,325,254 12.19 131,412,099 4.87 57,534,424 2.13 8,739,849 0.32 24,771,622 0.92 8,850,620 0.33 13,627,408 0.50 243,805,705 9.03 23,821,379 0.88 33,729,613 1.25 64,119,165 2.37 139,438,593 5.16 30,637,695 8.43 227,677,063 8.43 396,214,278 14.67 151,272,169 5.60 161,353,916 5.97 177,242,287 6.56 2,701,099,837 100

Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah). 5.2. Analisis Keterkaitan

5.2.1. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Keterkaitan langsung beberapa sektor perekonomian Indonesia dapat dilihat pada Tabel 5.7. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa sektor perdagangan mempunyai nilai keterkaitan langsung kedepan yang paling besar yaitu sebesar 1,4070. Selanjutnya urutan kedua terbesar ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 1,3580 kemudian secara berturut-turut diikuti oleh sektor industri kimia dan minyak dan

57

sektor pengangkutan dan komunikasi dengan nilai 0,7964 dan 0,7020 pada posisi ketiga dan keempat. Untuk keterkaitan langsung ke belakang sektor listrik, gas dan air merupakan sektor yang memiliki nilai keterkaitan langsung ke belakang yang paling tinggi dengan nilai 0,3103. hal ini dikarenakan sektor listrik, gas dan air merupakan salah satu sektor yang paling vital dalam kehidupan manusia dan tanpa sektor tersebut sektor yang lain tidak akan dapat berjalan, kemudian urutan kedua dan ketiga di tempati oleh industri makanan dan minuman dan sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 0,3319 dan 0,1790.

Tabel. 5.7. Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia
Langsung

Sektor
Depan Belakang

Langsung dan Tidak Langsung Depan Belakang

Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa
Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

0,5495 0,2619 0,0236 1,3580 0,3319 0,2764 0,1790 0,1877 0,5997 0.0485 0,0431 0,7964 0,0900 0,3072 0,1737 0,1631 0,3103 0,1919 1,4070 0,7027 0,6438 0,0980

0,2391 0,1794 0,1393 0,1188 0,6039 0,4673 0,5687 0,3957 0,3378 0,5356 0,4078 0,4217 0,4842 0,5635 0,4161 0,3675 0,6530 0,4884 0,3821 0,3945 0,2400 0,3390

1,9552 1,3283 1,0291 3,1272 1,6422 1,3855 1,2191 1,2750 1,6529 1,0734 1,0653 2,1857 1,1150 1,2955 1,2689 1,3310 1,4368 1,3066 3,2051 2,0874 2,1306 1,1575

1,3950 1,2751 1,2287 1,1567 1,9484 1,7956 1,8775 1,6059 1,5409 1,8431 1,6424 1,5577 1,6858 1,7978 1,5005 1,6501 1,8552 1,7539 1,6138 1,6346 1,3643 1,5500

5997 juta rupiah. dalam nilai keterkaitan langsung ke depan menempati urutan keeenam dengan nilai 0.3378 yang berada pada posisi ke-17 diantara sektor-sektor yang lain.8431. 5.5997. gas dan air dan sektor industri barang-barang dari kertas dengan nilai keterkaitan sebesar 1.1857.58 Untuk industri kertas. sektor industri makanan dan minuman memiliki nilai keterkaitan tertinggi diantara sektor-sektor lainnya yaitu sebesar 1. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta.9484. Keterkaitan Langsung Perekonomian Indonesia dan Tidak Langsung Sektor-Sektor Pada Tabel 5.2. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa jika terjadi kenaikan permintaan akhir satu juta. Sedangkan untuk keterkaitan langsung ke belakang industri kertas memiliki nilai sebesar 0.2. Selanjutnya berturut-turut untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh sektor listik. maka sektor industri kertas akan meningkatkan permintaan inputnya secara langsung sebesar 0.3378 juta rupiah.8552 dan 1. maka output industri kertas secara langsung akan meningkat sebesar 0.2051 dan 2.1272. .7 dapat dilihat bahwa sektor yang mempunyai nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai sebesar 3. Selanjutnya di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh sektor perdagangan dan sektor industri kimia dengan nilai masing-masing sebesar 3.8775. Urutan kedua tertinggi ditempati oleh sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 1. Untuk nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang.

59

Berdasarkan hasil analisis (Tabel 5.7), industri kertas memiliki nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan sebesar 1,6529 yang berada pada peringkat ketujuh diantara sektor-sektor yang berada dalam perekonomian Indonesia. Nilai keterkaitan tersebut mengindikasikan bahwa setiap satu juta output yang dihasilkan industri kertas secara langsung maupun tidak langsung akan dialokasikan kepada sektor-sektor lain dan kepada industri kertas itu sendiri sebesar 1,6529 juta rupiah. Sedangkan untuk keterkaitan langsung dan tidak langsung kebelakang, industri kertas memiliki nilai keterkaitan sebesar 1,5409 yang berada pada peringkat ke-16 diantara sektor-sektor lainnya. Nilai keterkaitan sebesar 1,5409 berarti apabila terjadi peningkatan permintaan akhir sebesar satu juta pada industri kertas maka permintaan input dari sektor-sektor lainnya maupun dari industri kertas itu sendiri secara langsung dan tidak langsung akan menigkat sebesar 1,5409 juta rupiah.

5.2.3. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan sektor antara yang berada diantara sektor-sektor yang lain, industri ini tidak dapat dipisahkan dari industri atau sektor-sektor hulunya yang menyediakan input bagi keperluan proses produksinya, sebaliknya industri ini juga berfungsi sebagai penghasil output yang digunakan sebagai input bagi industri lainnya (hilir). Sektor-sektor hilir yang terkait dengan industri kertas antara lain industri barang-barang dari kertas, industri percetakan (penerbitan), dan sektor jasa-jasa.

60

Tabel 5.8. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Sektor
Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

Koefisien 0.0005 0.0008 0.0025 0.0000 0.0022 0.0013 0.0004 0.0057 0.0015 0.3183 0.2448 0.0003 0.0047 0.0001 0.0006 0.0010 0.0007 0.0002 0.0020 0.0009 0.0012 0.0128

Peringkat 17 14 6 22 7 10 18 4 9 1 2 19 5 21 16 12 15 20 8 13 11 3

Dari hasil analisis keterkaitan ke depan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia (Tabel 5.8) dapat dilihat bahwa industri barang dari kertas menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,3183. Selanjutnya disusul oleh industri percetakan dengan nilai keterkaitan sebesar 0,2248 pada urutan kedua. Industri barang dari kertas dan industri percetakan menempati peringkat teratas karena kedua industri ini menggunakan bahan baku utama yang dihasilkan dari industri kertas.

61

5.2.4. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan industri yang terus berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan konsumsinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan industri ini juga ditandai dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan industri kertas dalam satu dekade terakhir ini. Salah satu indikator penyebab perkembangan dan pertumbuhan yang cukup tinggi itu adalah kedekatan industri kertas dengan bahan baku industrinya dalam hal kemudahan memperolehnya. Kedekatan inilah yang menandai bahwa keterkaitan ke belakang industri kertas dengan sektor-sektor penyedia inputnya (hulu) cukup besar. Dari hasil analisis keterkaitan ke belakang industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian indonesia (Tabel 5.9) dapat dilihat bahwa industri pulp menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,0944. Industri pulp menduduki peringkat pertama karena pulp merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh industri kertas. Selanjutnya disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi pada urutan kedua. Masuknya sektor pengangkutan dan komunikasi dalam peringkat yang cukup tinggi bila di bandingkan dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian dikarenakan pentingnya faktor pengangkutan dan

komunikasi dalam memperlancar rantai distribusi bahan baku dari tempat bahan baku ke perusahaan tempat proses produksi dilaksanakan

0017 0.0181 0.0731 0.0944 0.0006 0.0071 0. Analisis koefisien penyebaran dianggap penting karena menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor di dalam suatu sisitem perekonomian.0001 0.62 Tabel 5.0621 0.0401 0.0031 0.0000 0.0004 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. 2000 (diolah). Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0015 0.0007 0.0050 Peringkat 11 7 17 12 9 20 15 1 14 10 16 4 21 22 13 19 6 18 3 2 5 8 5.9.0010 0.0199 0.0023 0. Koefisien 0.3.0012 0. Sedangkan analisis kepekaan penyebaran berguna untuk .0037 0.0005 0.0045 0. Analisis Koefisien Penyebaran dan Kepekaan Penyebaran Untuk mengetahui distribusi manfaat dari pengembangan suatu sektor terhadap perkembangan sektor lainnya baik melalui mekanisme transaksi pasar input dan pasar output dapat dianalisis berdasarkan koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran.

gas dan air.10 dapat dilihat beberapa sektor yang mempunyai indeks koefisien penyebaran yang tinggi antara lain sektor industri makanan dan minuman. Koefisien Penyebaran Koefisien penyebaran menunjukan efek relatif yang ditimbulkan oleh keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung antara satu sektor dengan semua sektor yang ada. Berdasarkan nilai indeks koefisien penyebaran yang lebih dari satu. industri kayu dan furniture. Koefisien penyebaran sering disebut sebagai daya penyebaran ke belakang.1.63 memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian. Pada Tabel 5.3. Koefisien penyebaran ini diperoleh dari nilai keterkaitan output langsung dan tidak langsung ke belakang yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung semua sektor. listrik. industri barang dari kertas juga industri tekstil dan pakaian. Dengan kata lain merupakan efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena adanya peningkatan output suatu sektor yang bersangkutan terhadap output sektor-sektor lainnya yang digunakan sebagai input oleh sektor-sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. hal ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kemampuan yang kuat untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. 5. Nilai koefisien yang lebih besar dari suatu sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam menarik perkembangan sektor hulunya. .

9668 Untuk industri kertas. 2000 (diolah). Koefisien Penyebaran Industri Kertas Terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. Hal mengindikasikan bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kurang kuat dalam menarik perkembangan sektor hulunya.64 Tabel 5.2152 1.0514 1.0244 0. Hal ini mengakibatkan kemampuan industri kertas secara keseluruhan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya . Koefisien Penyebaran 0.0066 1.8701 0.7664 0.1495 1.7953 0. sektor ini mempunyai indeks koefisien penyebaran sebesar 0.9359 1.9611.0939 1. Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi yang besar pula ternyata juga memiliki pabrik pulp sebagai sumber bahan bakunya.0195 0..0016 0. Salah satu penyebab terjadi hal tersebut adalah adanya integrasi vertikal dalam industri kertas sendiri.10.9715 1.1571 1.0292 1. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.1199 1.9611 1.8509 0.1213 0. khususnya yaitu dengan sektor hulu yang paling besar keterkaitannya dengan industri kertas yaitu industri pulp.7215 1.1710 1.

Kepekaan penyebaran ini sering disebut indeks daya penyebaran ke depan yang diperoleh dari keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung dari semua sektor. Kepekaan Penyebaran Kepekaan penyebaran merupakan efek relatif yang disebabkan oleh perubahan output suatu sektor ekonomi yang akan menimbulkan perubahan output sektor ekonomi lainnya yang menggunakan output sektor tersebut sebagai input baik langsung maupun tidak langsung.2. Pada Tabel 5. Barang tambang seperti minyak bumi dengan produk hasil olahannya yaitu bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilar utama proses produksi output sektor-sektor industri dalam perekonomian. menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal pada industri kertas justru akan lebih meningkatkan efisiensi produksi perusahaan dalam industri 5. Nilai indeks kepekaan penyebaran lebih dari satu mengindikasikan suatu sektor memiliki kemampuan yang kuat untuk mendorong sektor hilirnya. . Namun jika di tinjau dari sisi efisiensi.3.11 dapat dilihat bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki indeks kepekaan penyebaran yang paling tinggi yaitu sebesar 1.65 terutama pulp menjadi semakin berkurang. sehingga sektor pertambangan dan penggalian mempunyai kemempuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya terutama dalam hal penyedian kebutuhan bahan bakar untuk proses produksi. Hal ini di karenakan sektor pertambangan dan penggalian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian.9504.

0242).7603). Dengan nilai indeks yang lebih besar dari satu. industri kertas lebih unggul dalam kemampuannya dalam menstimulir perkembangan sektor-sektor hilirnya dan termasuk ke dalam delapan besar sektor yang mempunyai indeks kepekaan penyebaran kuat dalam perekonomian.6419 1.9990 1.11.6954 0. sektor industri ini mempunyai indeks kepekaan penyebaran sebesar 1. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. Kepekaan Penyebaran 1.7952 1. 2000 (diolah). hal ini berarti bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kuat untuk mendorong perkembangan sektor hilirnya.7914 0.6695 0.0242 0. Bila di bandingkan dengan beberapa sektor lainnya yang tergolong sektor manufaktur seperti industri makanan dan minuman (1. Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. industri tekstil dan pakaian (0.3632 0.8302 0.8961 0.3019 1.0309 0. dan industri kayu dan furniture (0.9504 1.2195 0.6644 1.7603 0.309.8641).8641 0.3288 0.66 Tabel 5. .8149 1.7219 Sedangkan untuk industri kertas.8285 0.8080 0.

pendapatan dan tenaga kerja. Menurut Mattas dan Shresta (1991) dalam Imansyah (2000) pendekatan ini lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output. Nilai elastisitas output yang tinggi dari . Urutan kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas output sebesar 1. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan output sektor perdagangan sebesar 1.67 Semuanya itu menandakan bahwa sektor industri kertas layak untuk terus dikembangkan dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.4.1253. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas.1253 persen. Pada perekonomian Indonesia. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi.12). Hal ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri makanan dan minuman sebesar 1. Pendekatan elastisitas input-output dibagi kedalam tiga kategori yaitu elastisitas output. elastisitas output tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. 5.1. 5. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.2610 (Tabel 5.4.2610 persen.

Untuk industri kertas. Pada tabel 5.68 kedua sektor tersebut mencerminkan bahwa outputnya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.4.1650. Dengan nilai elastisitas output yang lebih besar dari satu.12 dapat dilihat bahwa elastisitas pendapatan tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Urutan kedua ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai elastisitas pendapatan sebesar 1.0759.0023.1650 persen. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri pertambangan dan penggalian sebesar 1. sektor ini memiliki elastisitas output sebesar 1.2.0023 persen. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 1.0759 persen. 5. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan sektor perdagangan sebesar 1. industri kertas dapat disebut cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. Nilai elastisitas output yang tinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian pada sektor perdagangan dan sektor pertambangan dan penggalian .

1790 (16) 0.3103 (11) 0.0139 (20) Industri lainnya 0.5241 (11) Industri kayu dan furniture 0.0443 (21) 0.1631 (18) 0.1253 (17) Perdagangan 1.8877 ( 4 ) 0.5022.2778 (13) 0.0441 ( 2 ) 0.1659 (18) 0.3127 (10) 0.9020 ( 7 ) Bangunan 0.6005 ( 6 ) 0.0994 (19) 0.0901 (20) 0.3921 (15) Kayu 0.5022 persen.2591 (16) Industri pulp 0.3319 (10) 0.0431 (22) 0.1253 ( 2 ) Industri tekstil dan pakaian 0. 2000 (diolah).6084 (10) Industri kimia 0.7027 ( 6 ) 0.0955 (18) Hasil hutan lainnya 0.0980 (19) .1790 (17) 0.2610 ( 1 ) Pengangkutan dan komunikasi 1.0040 (22) Jasa-jasa 0.0548 (19) Listrik.0023 ( 5 ) Industri barang dari kertas 0.0900 (20) 0.4048 (14) Industri logam dasar 0.9831 ( 6 ) Industri semen dan barang non logam 0. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan dalam industri kertas sebesar 0.0047 (21) Industri barang jadi dari logam 0.7964 ( 5 ) 0.1650 ( 1 ) 0.3284 ( 9 ) 0.2133 (15) Output Pertanian 0.1008 ( 3 ) Industri makanan dan minuman 1. Keterangan: ( ) merupakan peringkat Tenaga Kerja 0.6438 ( 7 ) 0.4050 (13) Pertambangan dan penggalian 1.9779 ( 3 ) 1.1737 (17) 0. sektor ini memiliki elastisitas pendapatan sebesar 0.6903 ( 4 ) 0.1919 (15) 1.8697 ( 8 ) Industri kertas 1. industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.5179 (12) Sumber: Tabel I-O Indonesia.6449 ( 5 ) 0.0485 (21) 0.4772 ( 8 ) 1.0009 ( 3 ) 0.2772 (12) 1.69 menunjukkan bahwa pendapatan pada kedua sektor tersebut mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya. gas dan air 0.5022 ( 7 ) 0.2240 (14) 0. Sementara pada industri kertas.0274 ( 4 ) Keuangan dan persewaan 0.2619 (14) 0.0247 (22) 0.5495 ( 9 ) 0.2764 (13) 0.3072 (12) 0.1877 (16) 0. Tabel 5.0759 ( 2 ) 1.12. Elastisitas Input-Output Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Elastisitas Pendapatan 0.3072 (11) 0.7100 ( 9 ) Industri percetakan 0.6093 ( 8 ) 0.0768 ( 1 ) 0. Dengan nilai elastisitas pendapatan yang kurang dari satu.

Nilai ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan tenaga kerja sektor industri makanan dan minuman sebesar 1. Peringkat kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas tenaga kerja sebesar 1. Namun demikian nilai elastisitas tenaga kerjanya masih bernilai positif. hal ini terjadi dikarenakan industri kertas selain merupakan industri padat modal juga merupakan industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja. tenaga kerja industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. Dengan nilai elastisitas yang kurang dari satu.70 5.6093 persen. sektor ini memiliki elastisitas tenaga kerja sebesar 0.3.4.6093. Diantara sektor lainnya dalam perekonomian elastisitas tenaga kerja tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 0.12). Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.0768 persen.0441 persen. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan tenaga kerja sektor perdagangan sebesar 1. Pada industri kertas.0441. . Nilai elastisitas tenaga kerja yang tinggi dari kedua sektor tersebut mengindikasikan bahwa jumlah tenaga kerjanya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir.0768 (Tabel 5.

dampak penyebaran atau elastisitas input-output.13). sepuluh peringkat tertinggi dari hasil perankingan tersebut merupakan sektor-sektor kunci dalam perekonomian.5. sektor yang menjadi kunci dalam perekonomian ditentukan berdasarkan ranking atau peringkat dari keseluruhan sektor dalam perekonomian baik dilihat dari elastisitas output. Hal ini berarti kesepuluh sektor tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena setiap sektor tersebut secara simultan mempunyai respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor-sektor lainnya. Industri kertas termasuk dalam sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). (9) listrik. pendapatan maupun tenaga kerjanya (ranking elastisitas). (6) industri kertas. (3) pertambangan dan penggalian. hal ini menunjukkan bahwa industri ini. sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. dapat diketahui sepuluh sektor kunci perekonomian. pendapatan. Dari hasil analisis sektor kunci perekonomian Indonesia tahun 2000 berdasarkan ranking elastisitas (Tabel 5. (2) industri makanan dan minuman. Pada penentuan sektor kunci berdasarkan elastisitas input-output. (8) industri kimia.71 5. dan (10) hasil hutan lainnya. bersama dengan sembilan sektor kunci lainnya. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia Penentuan suatu sektor menjadi sektor kunci dalam perekonomian Indonesia dapat didasarkan pada kategori-kategori analisis input-output seperti analisis keterkaitan. (7) pertanian. dan tenaga kerjanya untuk lebih berperan . merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan output. yaitu: (1) perdagangan. (5) industri pulp. gas dan air. (4) pengangkutan dan komunikasi.

5 11 1 4 17.5 5 6 20 22 8.72 dalam perekonomian Indonesia dan pemerintah sebagai policy makers harus lebih biak lagi dalam menjalankan fungsinya berkaitan dengan penetapan kebijakan terhadap industri ini karena perannya dalam meningkatkan perekonomian tersebut.5 17.5 14 20 20 16 8. 2000 (diolah) .5 10 3 2 12. Tabel 5. Sektor Kunci Perekonomian menurut Ranking Elastisitas InputOutput Indonesia Tahun 2000 Elastisitas Input-Output (peringkat) Tenaga Output Pendapatan Kerja 15 5 9 18 9 14 13 12 10 3 2 11 16 8 5 9 10 6 14 21 20 19 7 17 1 4 22 12 2 3 17 16 6 7 21 22 20 11 18 14 10 13 8 1 4 19 15 3 2 13 16 4 8 21 22 5 20 12 17 18 11 15 1 6 7 19 Total Peringkat 29 41 35 8 7 41 48 18 20 51 54 31 45 51 51 47 31 40 3 14 48 46 Ranking Elastisitas 7 12.5 15 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.13. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel Input-Output Indonesia.

2. hal ini berarti bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau terjadi ketimpangan yang besar yang dapat disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar terhadap perusahaan (pemilik modal). Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan ini diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih adil sebagai regulator ketenagakerjaan baik melalui penetapan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja maupun sebagai mediator antara perusahaan dan tenaga kerjanya dalam penenganan berbagai masalah ketenagakerjaan terutama dalam persoalan upah. Pada sub-bab sebelummya. Implikasi Kebijakan Dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai implikasi kebijakan.73 5. Hal ini menandakan bahwa dalam industri kertas sangat potensial untuk dibentuk dan dikembangkannya klaster industri kertas. berdasarkan analisis keterkaitan industri kertas tahun 2000 terhadap berbagai sektor perekonomian (keterkaitan per sektor) dapat diketahui bahwa industri kertas memiliki nilai keterkaitan yang tinggi baik ke depan maupun ke belakang terhadap sektor hulu dan hilirnya dan juga dengan sektor pendukungnya. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada struktur nilai tambah bruto dapat diketahui bahwa sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji.6. kondisi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Peraturan . antara lain yaitu: 1.

Dengan adanya klaster ini maka bukan saja dapat saling menumbuh kembangkan industri terkait dan industri pendukung dalam klaster tersebut. Oleh karena itu IKM memerankan peranan secara integral dan konstruktif dalam suatu klaster industri.74 Presiden No. .7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. maka klaster tersebut akan menarik IKM untuk memenuhi Permintaan barang dan jasa. menawarkan jasa dan produk-produk untuk mendukung klaster industrinya. tetapi juga mengingat dalam setiap sektor terdapat juga pelaku ekonomi yang tergolong Industri Kecil dan Menengah (IKM). sementara klaster industri memberikan kesempatan pada IKM untuk membuat keterkaitan pasokan antara perusahaan besar dan menengah (Deprin. padahal dari tahun 2000 berdasarkan penelitian ini pentingnya kebijakan klaster sudah dapat diidentifikasi. 2005). Namun demikian dapat dinilai adanya keterlambatan pemerintah karena baru tahun 2005 mengeluarkan kebijakan pengembangan klaster industri tersebut. Dalam peraturan tersebut dijabarkan mengenai rencana pemerintah untuk membangun daya saing industri manufaktur nasional lima tahun kedepan dengan fokus pengembangan industri melalui penguatan dan penumbuhan klaster-klaster industri inti yang termasuk industri kertas didalamnya. Pada saat yang sama jaringan yang terpadu dari IKM terkait akan terus berkembang.

. Pada struktur ekspor dan impor. industri kertas berkontribusi terhadap permintaan antara sebesar Rp 10.854 juta dan jika dilihat dari struktur output sektoral.800.970.454 jiwa.771. Industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya (keterkaitan industri kertas terhadap sektor-sektor perekonomian).847 juta.1. industri kertas memiliki keterkaitan yang paling tinggi terhadap industri pulp (0. KESIMPULAN DAN SARAN 5. industri kertas melakukan ekspor sebesar Rp 13. Pada struktur permintaaan. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut. Pada keterkaitan ke depan industri kertas mempunyai keterkaitan yang paling tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0.2448) sementara pada keterkaitan ke belakangnya. kemudian kontribusinya dalam struktur nilai tambah bruto adalah sebesar Rp 7.0944) yang merupakan sektor penghasil bahan baku industri kertas dan pada sektor pengangkutan dan komunikasi (0. 1. industri ini mampu meyerap tenaga kerja sebesar 118. industri ini berkontribusi sebesar Rp 24.622 juta.125. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia.507.327 juta dan jika dilihat dari struktur ketenagakerjaan.3183) dan pada peringkat kedua yaitu terhadap industri percetakan (0.895. 2.775 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 13.VI.385 juta dan mengimpor sebesar Rp 8.0731) yang merupakan salah satu sektor pendukung industri kertas.

maupun tenaga kerjanya. . industri ini merupakan sektor industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor hilirnya seperti industri barang dari kertas dan industri percetakan karena memiliki indeks kepekaan lebih dari satu (1. sektor industri ini memiliki indeks koefisien penyebaran yang kurang dari satu (0. sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Salah satu penyebab lemahnya industri ini dalam menarik pertumbuhan sektor hulunya adalah adanya integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar dalam industri ini dengan sektor penghasil bahan bakunya. Namun di sisi lain. Industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam) berdasarkan ranking elastisitas. Industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya karena jika dilihat dari hasil analisis koefisien penyebaran. industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut. terutama pulp. Bersama dengan sektor kunci lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output.76 3.9611).0309). pendapatan. 4.

3. industri barang dari kertas dan industri percetakan juga dapat saling menunjang untuk meningkatkan perkembangannya dan peranannya terhadap perekonomian Indonesia. dapat disampaikan saran berikut ini. Pada industri kertas harus dibangun klaster industri yang kuat secara berkelanjutan sehingga industri kertas dan sektor yang terkait di dalam klaster tersebut seperti industri pulp. Saran Berdasarkan hasil analisis. 1. .77 6. Untuk meningkatkan efisiensi industri kertas tanpa mengurangi kemampuan industri tersebut menarik pertumbuhan sektor hulunya antara lain adalah dengan mempercepat transformasi pembangunan industri kertas menuju fase innovation driven melalui peningkatan teknologi produksi dan pelatihan tenaga kerja terampil yang intensif sehingga dapat meningkatkan outputnya dan disisi lain sektor hulu tetap dapat memasok input bagi industri kertas tersebut. 2. pemberian fasilitas karyawan yang lebih baik serta jaminan sosial untuk mengatasi kesenjangan pendapatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya pada industri kertas. Pemerintah harus campur tangan yang lebih intensif melalui penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang benar-benar sesuai dengan standar kehidupan di Indonesia.2.

R. 2005. E. 2000.go. ”Profil Perusahaan” [Bank Niaga Online]. New Jersey. M. Puspitawati. 2. 2000. No. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jhingan. Institut Pertanian Bogor.L. http://www.DAFTAR PUSTAKA Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. dan Mulyaningsih.com/content/content. P. http://www. ”Kebijakan Pembangunan Industri Nasional” [Deprin Online]. bankniaga. dan Blair. Mansur. H.deprin. 2005. “Industri Kertas Butuh Investasi Baru” [Harian Terbit Online]. M. BPS. http://www. 1993. Dampak Keterkaitan Sektor Industri Terhadap Perekonomian Wilayah Kabupaten Sidoarjo [Tesis]. 2003. T.asp?id=NNA [30 September 2005]. A. Jakarta. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor. M. Niaga. Monopoli dan Regulasi. Prentice Hall. N.D. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. 2005. Vol. Karseno. Miller. Bogor. Analisis Peranan Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Propinsi Kalimantan Timur (Berdasarkan Analisis Input-Output) [Skripsi]. 1997. [30 September 2005] Hasibuan. Macerata. Imansyah. R. Bogor. LP3ES. 17. Direktori Industri Pulp dan Kertas Indonesia 2003. APKI.com [18 Februari 2005]. Jakarta. Input-Output Analysis: Foundation And Extensions. 2002. Fakultas Pertanian. Italy. E. Deprin. B. Ekonomi Industri : Persaingan. . Muchtar. 2002. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Jakarta. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Paper for 13th International Conference on Input-Output Techniques. 1985. BPS.harianterbit. Hal.id/ publikasi. 136-149. “An Application of the FES Approach to A Small Region in Indonesia: Banjarmasin Input-Output Model 1”. USA. “Integrasi Vertikal dan Efisiensi Industri: Industri Kertas Tahun 1979-1997 Dengan Pendekatan Error Correction Model”. Tabel Input-Output Indonesia 2000. 2000.

Departemen Ilmu Ekonomi. Institut Pertanian Bogor. Wikipedia. Sipayung. Setyawan.wikipedia. Sahara. http:// www. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 2004. Y. 194203.org /wiki/ Kertas [17 September 2005]. 1995. “Analisis Pasar Pulp dan Kertas Indonesia”. Bogor. D. 2002. Bogor. 2000. 4. No. T. Fakultas Pertanian. Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan terhadap Perekonomian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta [Skripsi]. A. S. Analisis Peranan dan Keterkaitan Sektor Pertanian dan Industri di Jawa Barat [Skripsi]. H. Bogor. “Prospek dan Tantangan Pengembangan Agribisnis Pulp dan Kertas dalam Era Ekolabeling dan Otonomi Daerah”. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Analisis peranan Sektor Industri Pengolahan Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Jepara [Skripsi]. Departemen Ilmu Ekonomi. 2005. I. Bogor. A. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. Dampak Investasi Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Nasional [Skripsi]. ”Kertas” [Wikipedia Online]. . 5. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen.79 Rosadi. dan Vidyatmoko. R. Hal. Institut Pertanian Bogor. Analisis Peran Sektor Industri Pengolahan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi Di Kota Cilegon [Skripsi]. Fakultas Ekonomi Manajemen. dan Pambudy. 2005. Tjandrawan. 1994. Prosiding Seminar. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. 1998. Fakultas Pertanian. Ruhmaniyati. Vol. Bogor. Setiyaji.

LAMPIRAN .

Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Kode I-O 22 Sektor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 1000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Jumlah permintaan antara Jumlah input antara Impor Upah dan gaji Surplus usaha Penyusutan Pajak tak langsung Subsidi Nilai tambah bruto Jumlah input Pengeluaran konsumsi rumah tangga Pengeluaran konsumsi pemerintah Pembentukan modal tetap bruto Perubahan stok Ekspor barang dagangan Ekspor jasa Jumlah permintaan akhir Jumlah permintaan Impor barang dagangan Pajak penjualan Bea masuk Impor jasa Jumlah impor Margin perdagangan besar Margin perdagangan eceran Biaya pengangkutan Jumlah margin perdagangan dan biaya pengangkutan Jumlah output Jumlah penyediaan Jumlah Tenaga Kerja Kode I-O 175 Sektor 001-028.81 Lampiran 1. 031-034 029 030 035-048 049-073 074-083 084-089 090 091 092 093 094-109 110-114 115-118 119-122 123-141 142-143 144-148 149-152 153-159 160-164 165-175 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 - .

82 .

870 210.688.656 2.040 29.460 175.618 174.663.430 55.815.537.297 479.615 23.800 53.895.480.117 594.418 1.809 1.622 118.333 29.694 21.322 2.507.504 1.679.083 7.550 754.579 55.169.739.946 64.213 64.414.030 13 20.693 181 11.857 1.190 41.644 45.093.319 504 17.164 224.442 3.938 6.957 7.702 (250.212.824 90.328.506 493.333 4.781 6.183 17.886 2.931 59.072 325.943 5 101.705 8.408 100.625.867 6.643 8.513 4 19.440.725 138.811.958 487.813.894 6.809 448.543 5.407.570 3.805.701 301.955 23.238.489 940.160 823.860.850.225 7 45.692.912 23.208.370 110 84 1.459 131.541 16.731.569 34 8.338 627.462 55.228 69.292 5.560 28.550.441 967 8.667 3.524 2.902 2.098 7.602 25.979 5.590 5.588 6.991.040 1.063 1.073.052 131.492 528.968 7.990 8.623.293 2.097 590.453.371 22.905 2.607 8.817.417 121.343 332.703 4.069 338.725 1.554.914 121.391 448.305.232 13.046 926.554.664.577.340.442 120.094.433 565.821.319 30.379 648.424 2.441 8.666 65.634 1.590.515 25.036 8.738 25.648.762 4.542 1.908 14.244 1.206 15.884 378.834 1.346 38.228) 97.056 33 4.877 3.308 853.771.540.290.337.519 2 628.177 21.099 1.063 4.217.459 553.508.620 73.387.975 83.454 10 0 3.176 167.858 26.010.026 84.458.867 3.627.145.486 5.426 874 728.575.048 32.536.577 159.040 2.628 123.918.306 815.606.890 1.890 49.539 4.664.155 7.135 200. .592 916.854 1.170 904 57.903 7.566.936 36.281.459 53.991.850 337.917 375.411.560 5.853 110.218 1.558.296.941 1.024 5.064 55.302 43.605.772.758.010 7.774 147.241 1.617 382.116 490.755 162.797.049 112.509.478 63.796 55.245 1.229 1.944 86.898 115.167.949 332.306.399 1.770 35.705 705.358 933.530.708 127.838 1.004.385 20.567 19.493.343.043 1.939 5.569 11.530 8.059 106.080 264.749 24.235.574 1.327.849 57.210 51.250 478.429 0 64.764 20.826 927 3.700.732 1.871 2.735.864.718 3.785.590 44.867 4.839 1.426 102.985 9.277 246.720 2.403 32.452 5.325 3.114 8.427 3.946.227 72.418 59.989 146.043 4.855 76.017.777.933 112.349 206.327 24.824.151 825.212 3.062.596 643.321 5.799 5.792 116.103.628 22 85.839 4.069 6.798 105.129 2.073 8.396 166.711.785.513 798 315.352 975.443 4.652 2.203 19.845 40.364 2.908 141.489 59.588.195 196.750 0 13.298 16.256.817 378 627.606 1.851 37.037.282.252 43.600 181.450.441 610.Lampiran 2.568 1.001 2.772.824 40.323 82.534.237 4.958 683.453 11.394 141.514 33.911 Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).130 77.824 3 2.557.534.828 61.086 5.563 6.919 4.354 5.240 13.895 2.539 77 186.778.330 296.171 1.930 129.876 348 994.441 370.638.881 2.670 6.187 416.639 865.355 8.952.982.003 363.670 7.258 4.800 17. Tabel Input-Output Indonesia 2000 Klasifikasi 22 Sektor (dalam Juta Rupiah) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 1 16.942 12 8.913 151.404 151.368.292.973 1.014.973 369.592 6 2.467 1.561 1.613 111.443 429.427 2.858 40.192 10.473 2.491 11.182.099 2.553 108 5.083 224.028 555.626 3.091 20.551 11 0 271 122 11.359.051 9 77.437.895.479 83.698.405 6.849 23.333 287.996.089 47.262 40.718.739.143.926 10.412.371 1.451 3.486 100.875 45.311 2.114 5.777 7.714.553 13.963.837 15.484.119.782.229.899 1.585.494 1.759 243.947 11.484.780 41.947 1.567.597 18.524 1.427.526 0 737.395.576.901.811.660.362 161.393 13.525.012.479.183 19.591 10.755 17.320 1.034 1.335.190 18.512 1.110.646.560 21.905 57.134 8 203.655 17.241 75.775 19.405.365.

866 1.598.175.327 19.559 322.272.261 6.045.093.700.116 770.130 9.264.860.060.476.959 1.011.876.713 197.074 19.649.723 41.084 3.948 (3.670 19.445 412.915 1.401 110.179 26.172 0 141.428 117.860 2.597 5.767.243 177.089.945 37.544 967.593 2.877.407.708 59.570.078 1.463.817.242.353.206 438.305 20. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 14 9.553 13.685.803 4.100) 65.948.559 27.005.677.132.000 213.032 448.742.383.015.377.035 16.802.928 69.242.576 834.292 6.349 8.158 5.944 3.601 21.360 3.202 4.451 7.542 4.515 20 299.167.382 1.802 134.703.609 151.107.229.966.727 100.741.020 7.649 157.770 755.825 1.623 84.271.652.948 .900.595 1.006.354 19.963 62.842 123.048.952 5.275.332 12.678 19.238.568 21.511 29.564.670.638 33.961 1.266.354 37.455.704 3.502 4.979 350.667.525 1.580.780 1.973.248 966.843.214.097 1.797 15.705.713.002.600 441.973 6.480.044.117.388 38.915 13.437 791.963 176.360.372 88.117 1.848 85.451.756.073 (30.525 11.430 1.744.213 16.844 882.891 123.697 6.509 2.331.253.641 37.460.938 15 7 6.176 197.161 16 620.547.892 1.333.604.028.344 3.084 15.626 70.823.990 18.448.715 373.127 19.139 10.036.671.864.113 94.106.131 151.575.218 21.088 161.338 4.065 15.705 859.125.652 411.505 723.630 1.085 15.153.727 9.041.340 6.489.870 126.821 27.731.946 777.997 34.930.643 1.147.393.923 16.382 4.378 61.030 39.579 4.180 14.757 225.588.012.902.498 110.870.038 13.223 22.292 3.070 6.444.578) 1.729.142 10.063 8.616 5.498 19.875 1.063 4.237 2.063 111.565.156 105.649.529.169.511 9.203.071.412.196 11.567 26.142.855 61.169 4.332 3.076.921.247.136.350 2.584 3.413 259.257 15.635 64.746 32.567 26.226.105 476.076.503 7.610 7.278 17.775.562.310 6.279.215 35.200.951 232.778 1.079.563 510.260.344.139 2.352.723.332 3.690 115.713 2.995.161.525 1.931.429 11.995 65.981 156.179 17.Lampiran 2.463.562 180 144.642 36.278.887 124.729.657 12.577 8.014.672 6.730 90.310.919 398.056 3.411.128 23.415 15.966 18.111 382 16 1.926 117.372.138.748.383.695 225.255 19 10.760 1.084.810 2.741 10.786 3.385 6.912 21 34.278.844.757 400.852 121.843 149.228 1.233 396.390.859 16.739.713.664 18 4.028.398 13.661 524.916.331 1.194.574 1.226.228.110.420.182 30.113 3.418 14.100.724.472 105.034.870.793.019 287.738 824.015 1.297 19.529.177 2.808 158.791 866.320.393.392 227.980 42.134 11.206.399 3.155 1.499 1.916 1.876.727 30.977.569.287 11.221.189 19.385 1.858 495.079.872 278.756 12.664 156.594 50.434 76.678 7.228.861 35.676 1.361 758.016.218 17 4 14.019 14.950 527.034 22 2.983 3.081 564.108 19.767.663 1.107 3.186.350 130.698 49.896.727 27.732 (3.250) 8.812 173.192.805 2.781 337.700 3.800.183.246 2.442.465 5.798 5.073.817 215.613 357.405 6.127.244.999 6.830.875 3.326 9.637.668 341.287.775 5.048.573.477.397 114.106 4.126 93.383 143.761 137 85 121.475.164.368.458.281 60.749 609.564.722 2.441.726.197 4.649 36.666 2.

525.613 64.119.887 201.211.96 42.729.665 303 189.480 6.034 41.238 77.400.114 310 260.573 20.287 2.495 11.045 25.553.571 11.865.865.294.125.491 474.416 2.016 394.365 57.779.965.622 8.695 227.496.782.028.438 304 1.642 67.643 115.028.209 234.617 8.777.214.269 4.259 165.076 2. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 301 107.916 177.353.747 942.225.385 1.837 441.042 41.028 2.416.842 31.488.808.034 238.457.534.268.471 38.247 77.798.743 3.672.637.944 196.356 105.815.897.210 29.466 29.821.677.239 8.696 668.965.623 48.883.673 (68.582 2.933 124.514 305 6.539.785 158.513 2.473.620 37.438.114.305 5.658.480 402 15.160 1.254 131.871 18.621 133.851.933 748.241.957.188 2.033) 5.424 8.036 155.466.697 937.413 3.398 613.227.503.389.670 7.927.949.733 15.108 13.943.485 39.408 243.885.485.426.284 314.325.658.586.056 67.605 94.013.497 302 88.766 15.337 73.447 401 314.454 856.162.329.374 51.849 80.818 108.689.771.575 17.111.099 57.327 1.621 208.187.282 301 14.242.775.847 3.552 309 115.294 8.315 90.743.813.600 272.656.200 520.760.326 12.627.623 306 1.Lampiran 2.568 646.110 107.143.634.805.935 88.739.774.988.389.848.483.018 79.433 37.393 208.257.713 1.637.063 396.629 152.970.550 13.048.837 32.243.581 64.161.935 1.008.044 403 8.162.420.695.001.849 24.614 794.158 1.412.707.202.167.099.136 48.850.454 .620 8.701.559 199.272.857.379 33.561.783 520.316.479.705 23.942.730 209.814 6.698.067 1.044 8.278 151.786.881 13.724 5.088.340.241.901.435 4.267.831.831.125.193.071 1.689.036.534.595.593 30.151 329.086 112.592 110.169 161.373 55.790.552 1.437 68.165 139.276.620 13.887 9.387.068.321 835.599 5.281 292.413 14.480 15.

534.469 501 502 503 509 600 260.340.853.620 13.424 8.849 24.729.340.705 23.695 227.284 - .353.837 700 260.701.575 17.821.677.944 196.242.701.325.469 - - - - 2.412.272.815.028 2.695 227.169 161.622 8.214.593 30.575 17.119.143.242.944 196.637.627.805.627.672.837 441.853.815.620 13.739.916 177.408 243.325.701.119.805.063 396.278 151.099.379 33.169 161.424 8.438.916 177.438.637.771.063 396.705 23.837 3.672.613 64.278 151.698.151 329.593 30.165 139.099.613 64.739.988.850.254 131. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 404 103.088.849 24.099 57.447 103.771.821.099.534.353.677.099 57.379 33.214.Lampiran 2.412.028 2.287 2.151 329.254 131.165 139.272.287 2.622 8.408 243.729.850.698.

0007 0.0015 0.0073 0.0001 0.0000 0.0083 0.0014 0.0002 0.0199 0.0477 0.0000 0.0059 0.0171 0.0013 0.0006 0.0000 0.0000 0.0002 0.0000 0.0000 0.0001 0.0022 0.0050 0.0000 0.0217 0.0519 0.4217 13 0.0047 0.3957 9 0.0004 0.0000 0.0001 0. .0599 0.0006 0.0002 0.0000 0.0000 0.0000 0.0002 0.0005 0.0000 0.1354 0.0002 0.0238 0.0000 0.0015 0.0011 0.0000 0.0008 0.0026 0.0002 0.0001 0.0026 0.0000 0.0000 0.0000 0.0001 0. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 0.0000 0.1780 0.1335 0.0003 0.0013 0.0086 0.0025 0.2445 0.0042 0.0023 0.0087 0.0362 0.0005 0.0002 0.0097 0.0000 0.5687 8 0.0181 0.0002 0.0317 0.0002 0.5356 11 0.0000 0.0107 0.0001 0.0021 0.0002 0.0734 0.0009 0.3378 10 0.0083 0.0000 0.0000 0.0000 0.0008 0.0025 0.0002 0.0424 0.0000 0.0016 0.0007 0.0239 0.Lampiran 3.0001 0.0066 0.0119 0.0000 0.0000 0.1188 5 0.0401 0.0464 0.0000 0.0001 0.0000 0.0096 0.0020 0.0171 0.2448 0.0000 0.0023 0.0319 0.0001 0.4842 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0061 0.0002 0.0017 0.0003 0.0078 0.0355 0.0057 0.0005 0.6039 6 0.0000 0.0000 0.0730 0.0037 0.0028 0.4673 7 0.0000 0.0010 0.0003 0.0621 0.0000 0.0182 0.0001 0.0041 0.0233 0.0116 0.0045 0.0000 0.0025 0.0201 0.0027 0.2130 0.0016 0.0213 0.0011 0.0289 0.0168 0.0153 0.0008 0.0802 0.0506 0.0000 0.0000 0.0050 0.0000 0.0155 0.0012 0.0001 0.0071 0.0003 0.0021 0.3183 0.0022 0.0002 0.2391 2 0.1094 0.0250 0.0944 0.0036 0.0001 0.0433 0.1247 0.0350 0.0446 0.0001 0.0002 0.0280 0.0053 0.0003 0.0005 0.0782 0.0718 0.0000 0.0006 0.0004 0.0073 0.0004 0.0013 0.0005 0.0800 0.0105 0.0224 0.0001 0.0000 0.0731 0.0000 0.0211 0.0001 0.0000 0.0001 0.0003 0.0007 0.0044 0.0000 0.0010 0.0000 0.0000 0.0008 0.0009 0.0073 0.0011 0.0836 0.0000 0.0000 0.0000 0.0008 0.0000 0.0000 0.0243 0.0000 0.0535 0.0002 0.0008 0.0555 0.0310 0.0001 0.0022 0.0001 0.0000 0.0015 0.0000 0.0016 0.0047 0.0010 0.0000 0.0119 0.0094 0.0007 0.0000 0.0001 0.0000 0.0059 0.0385 0.0023 0.1794 3 0.0000 0.0428 0.0000 0.0056 0.0073 0.0003 0.0142 0.0009 0.0003 0.0646 0.1393 4 0.0000 0.0001 0.0000 0.0436 0.0009 0.0003 0.0000 0.0000 0.0000 0.0352 0.2497 0.0040 0.4078 12 0.0005 0.0003 0.0220 0.0000 0.0006 0.0010 0.0000 0.0934 0.0000 0.0022 0.0002 0.0000 0.0000 0.0031 0.3052 0.0035 0.0090 0.0001 0.0000 0.0004 0.0000 0.0000 0.

0001 0.0001 0.0319 0.0400 0.0258 0.0001 0.0071 0.0000 0.0900 0.0002 0.0000 0.0001 0.0817 0.2619 0.0004 0.0150 0.0048 0.1020 0.7964 0.0100 0.0007 0.5635 15 0.0226 0.7433 .0331 0.0047 0.0187 0.0495 0.0348 0.0163 0.0000 0.0000 0.0091 0.0078 0.0508 0.0001 0.0474 0.0001 0.0006 0.0001 0.1006 0.0000 0.0049 0.1631 0.3103 0.0010 0.0001 0.0009 0.0099 0.0000 0.0131 0.0261 0.0007 0.0108 0.0791 0.0000 0.1082 0.0007 0.0000 0.0039 0.0000 0.0200 0.0001 0.0022 0.0002 0.0002 0.0047 0.0003 0.5997 0.0001 0.0180 0.0001 0.3072 0.0000 0.0009 0.0804 0.1737 0.0032 0.0000 0.0027 0.0589 0.0371 0.3675 17 0.3945 21 0.0465 0.3390 Total 0.0013 0.0223 0.0220 0.0000 0.0000 0.0020 0.2790 0.0053 0.0019 0.0000 0.0033 0.0007 0.0771 0.0572 0.0980 8.0008 0.0085 0.0007 0.0364 0.0315 0.0000 0.0867 0.0002 0.0000 0.0000 0.0003 0.0010 0.0221 0.0000 0.0230 0.0179 0.0000 0.0295 0.0000 0.1097 0.0016 0.0005 0.0604 0.0020 0.0889 0.0939 0.0276 0.0038 0.6438 0.0000 0.0000 0.0000 0.3580 0.0007 0.3821 20 0.5495 0.0000 0.0147 0.0000 0.0502 0.0001 0.0128 0.0003 0.0226 0.4161 16 0.0278 0.0000 0.0180 0.0020 0.0023 0.0008 0.0000 0.0172 0.4070 0.0000 0.0000 0.1548 0.1919 1.0008 0.0626 0.0008 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Total 14 0.0044 0.0317 0.2764 0.0105 0.0620 0.0369 0.0001 0.6530 18 0.0485 0.4633 0.0272 0.0511 0.0130 0.0025 0.0058 0.1790 0.0000 0.7027 0.0030 0.0023 0.0000 0.0009 0.0002 0.0002 0.0336 0.0007 0.0000 0.0532 0.0431 0.0014 0.0000 0.4884 19 0.Lampiran 3.0010 0.0000 0.0000 0.1877 0.0003 0.0035 0.0012 0.0369 0.0081 0.0024 0.0236 1.0055 0.3319 0.2400 22 0.0277 0.0000 0.0004 0.0000 0.0074 0.0000 0.0011 0.0001 0.0158 0.0373 0.0000 0.0000 0.0352 0.0037 0.0046 0.0244 0.0000 0.0002 0.0275 0.0010 0.0001 0.0360 0.

0220 0.0015 0.0137 0.0097 0.0094 1.0004 0.0067 0.6424 12 0.0287 0.0303 1.0024 1.0080 1.5577 13 0.0123 0.0155 0.0035 0.0240 0.0508 0.0044 0.7956 7 0.0106 0.0133 0.0017 0.0011 0.1068 0.0010 0.0002 0.0046 0.1038 0.0053 0.0052 0.0180 0.0440 0.0005 0.0446 1.0009 0.0602 0.1133 0.0090 0.0775 0.2088 0.0018 0.0017 0.0030 1.0007 0.9484 6 0.0357 0.3235 1.0042 0.5409 10 0.0005 0.0005 0.0304 0.0001 0.1045 1.0397 0.0034 0.0063 0.0021 0.0059 0.0062 0.0017 0.0005 0.0163 0.0382 0.0007 0.1920 0.0086 0.0079 1.0294 0.0036 0.0938 0.0009 0.0004 0.0005 0.0046 1.0007 0.0044 0.0072 0.4000 0.0001 0.0109 0.0050 0.0008 0.0021 1. .0011 0.0394 0.0291 0.0036 0.0981 0.0016 0.0024 0.0542 0.0005 0.0033 1. Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 1.0109 0.0014 0.1567 5 0.0013 1.0749 0.0004 0.0031 0.0016 0.0494 0.0036 0.0080 0.0050 0.0032 0.0014 0.1048 0.0155 0.0991 0.6059 9 0.0051 0.0172 0.0260 0.0011 0.0130 0.0134 0.0009 0.0648 0.0065 0.0337 0.0021 1.1178 0.0965 0.8775 8 0.0074 0.0013 0.0166 0.0028 0.0261 0.0012 0.1031 1.0116 0.0034 0.0000 0.0008 0.0000 1.2025 0.0004 0.2872 0.0148 0.0076 0.0030 0.0007 0.0003 0.0052 0.0008 0.0006 0.0022 0.0452 0.0474 0.0007 0.0043 1.0026 0.0037 1.0072 1.0275 0.0013 0.0026 0.0099 0.0013 0.0108 0.0008 0.0082 0.0043 0.2508 0.6858 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0163 0.0327 0.0112 0.0584 0.0121 0.0221 0.Lampiran 4.2921 0.0012 0.0014 0.0001 0.0441 0.0467 0.0058 0.0767 0.0626 0.0260 0.0010 0.0636 0.8431 11 0.0004 0.0137 1.0011 0.0002 0.0052 0.0078 0.0192 0.0000 0.0474 0.0221 0.0055 0.0112 0.0481 0.0006 1.0100 0.0134 0.0014 1.0010 0.0002 0.0017 0.1683 0.0059 0.0042 0.0001 0.0009 0.0001 0.0001 0.0003 0.0322 0.0012 0.0009 1.0007 0.0463 0.0006 0.0359 0.0003 0.0054 0.0058 0.0077 0.1036 0.0097 0.0001 0.0006 0.0386 0.0005 0.0166 0.0042 0.0019 0.0345 0.0002 0.0483 0.0009 0.0164 0.0000 0.3950 2 0.0008 0.0076 0.0001 0.0394 0.0024 0.0015 0.0049 0.0093 0.1548 0.0055 0.0008 0.0012 0.3337 0.0034 1.0782 0.0138 0.0452 0.0193 0.0196 0.0008 0.2751 3 0.0025 0.0133 0.0001 0.0770 0.0030 0.0002 0.0014 0.0054 0.0013 0.0012 0.0105 0.0007 0.0122 1.0170 0.0002 0.0013 0.0011 0.1140 0.0061 0.0009 0.0004 0.0021 0.0153 0.0032 0.0230 0.0052 0.0014 0.0681 0.0006 0.2287 4 0.0943 0.0378 0.0118 0.0826 0.0009 0.

0009 0.0343 0.3855 1.0261 1.0404 0.0084 0.0000 0.0003 0.0291 3.0013 0.0018 0.0020 0.2955 1.0638 0.4368 1.0444 0.0003 0.3732 0.0120 0.0599 0.0051 0.1049 0.0182 0.0038 1.0002 0.0039 0.0274 0.0005 0.2689 1.0246 0.0041 0.0031 1.0057 0.0247 0.0014 0.0001 0.0028 0.1306 1.0018 0.0816 0.0102 1.0450 0.0558 0.0038 0.0001 0.0007 1.0254 0.6501 17 0.0008 0.0048 0.0481 0.1272 1.0166 1.0008 0.0734 1.0010 0.0059 0.0009 0.0073 0.0183 0.0532 0.5500 Total 1.0063 0.0018 0.0441 0.0772 0.0449 0.0050 0.Lampiran 4.0010 0.0016 0.0661 0.0020 0.0082 0.2750 1.0856 1.1550 1.0015 0.0755 0.0012 0.6346 21 0.0013 0.0058 0.7978 15 0.0001 0.0004 0.1247 0.0018 0.0216 0.0855 0.0025 0.0166 0.0008 0.0395 0.0018 0.3310 1.0802 0.0537 0.0053 0.0237 0.0082 0.0219 0.0038 0.0020 0.0062 0.0544 0.0012 0.0022 0.0208 1.0171 0.0056 0.5581 0.0004 0.0105 0.2733 Total .1116 0.0001 0.0095 0.0515 1.0104 0.0184 1.0116 0.0724 0.0002 0.0090 0.0235 0.0502 0.0007 0.0274 0.0874 2.1857 1.3066 3.0488 0.0007 0.0239 0.0348 0.0010 0.0420 0.8552 18 0.6529 1.0045 0.0010 0.1575 35.0715 0.0025 1.0008 0.0041 0.0516 0.0054 0.0016 0.0999 0.0058 0.0013 0.1284 0.9552 1.0028 0.0105 0.0115 0.0068 0.0042 1.0171 0.0284 0.0139 0.0088 0.0416 0.0056 0.1062 0.2191 1.0009 0.0170 0.1150 1.0653 2.0003 0.0267 0.1194 0.2051 2.1095 0.0298 0.0498 0.0068 0.0001 0.0054 0.0067 0.0040 0.0454 0.0013 0.0006 0.5005 16 0.1331 0.0000 0.0522 0.0173 0.3283 1.0032 0.0078 1.0063 0.0024 0.0198 0.0024 0.0000 0.0004 0.0137 0.0517 0.6422 1.0026 0.7539 19 0.0718 0.0212 0.0017 0.0018 0.0377 0.0828 0.0041 0.3643 22 0.1589 0.0119 1.0607 0.0007 0.0025 0.0071 1.0468 0.0134 1.0001 0.0338 1.1395 0.0044 0.0026 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 14 0.0487 0.6138 20 0.0011 0.0098 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful