ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

OLEH RUSLI RAMLI H14101122

DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006

RINGKASAN

RUSLI RAMLI. Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia (dibimbing oleh ARIEF DARYANTO). Proses industrialisasi di Indonesia telah yang dimulai dari sejak pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural dalam perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan semakin menurunnya kontribusi sektor primer (pertanian) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sementara sektor sekunder dan tersier seperti industri pengolahan kontribusinya terhadap PDB terus mengalami peningkatan. Salah satu sektor industri pengolahan yang berkembang pesat adalah sektor industri kertas. Hal yang menyebabkan industri ini terus berkembang pesat di Indonesia antara lain adalah kemudahan mendapatkan baku dan tenaga kerja yang murah. Pada akhir tahun 2000 kapasitas terpasang industri kertas nasional telah mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun, produksi sebesar 6,8 juta ton, ekspor sebesar 2,8 juta ton, dan konsumsinya yang telah mencapai 4,2 juta ton. Data-data tersebut di atas menunjukkan bahwa industri kertas sangat potensial untuk terus dikembangkan khususnya untuk meningkatkan penerimaan devisa negara. Selain perkembangannya yang pesat tersebut, industri kertas juga mempunyai pengaruh dan hubungan timbal balik terhadap industri atau sektor lainnya karena komoditi kertas yang dihasilkan oleh industri ini dapat sebagai input sektor industri lain dan sebaliknya industri kertas juga membutuhkan input dari sektor lain tersebut. Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana peran sektor industri kertas bagi perekonomian Indonesia Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS Pusat Jakarta dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Input-Output (I-O) dari Tabel I-O Indonesia Tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen klasifikasi 175 sektor melalui program Microsoft Excel 2003. Pendekatan model I-O yang digunakan dalam penelitian ini adalah model sisi permintaan (demand-side model), hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. Berdasarkan analisis deskriptif dari Tabel I-O Indonesia tahun 2000 transaksi domestik atas dasar harga produsen yang diagregasi menjadi 22 sektor, industri kertas memiliki peran yang tidak begitu besar terhadap struktur perekonomian Indonesia seperti struktur permintaan, nilai tambah bruto, struktur ketenagakerjaan, ekspor-impor dan pembentukan output sektoral. Hal ini dapat dilihat dari kecilnya nilai industri kertas pada masing-masing struktur tersebut bila dibandingkan dengan sektor perekonomian lainnya. Dilihat dari sisi permintaan antara dan permintaan akhir, industri kertas memiliki permintaan akhir (Rp 10.800.775 juta) yang lebih besar daripada permintaan antaranya (Rp 13.970.847 juta) yang menandakan bahwa output industri kertas lebih banyak digunakan untuk konsumsi langsung (masyarakat, pemerintah, dan ekspor) daripada sebagai input untuk sektor lainnya.

Dilihat dari rasio upah gaji terhadap surplus usaha (0,43) dalam struktur nilai tambah bruto, dapat identifikasi bahwa pada industri kertas terjadi ketimpangan distribusi pendapatan antara pihak perusahaan dengan tenaga kerjanya. Kemudian dari struktur ketenagakerjaan dapat diketahui bahwa industri ini mampu menyerap tenaga kerja sebesar 118.454 jiwa. Berdasarkan analisis struktur ekspor-impor dapat diketahui bahwa industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta sedangkan dari pembentukan output sektoral industri kertas menyumbang sebesar Rp 24.771.662 juta atau sekitar 0,92 persen dari total output sektoral perekonomian. Dari hasil analisis keterkaitan per sektornya (keterkaitan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia), industri ini memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya. Pada keterkaitan ke depan industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0,3183) dan industri percetakan (0,2448), sedangkan pada keterkaitan ke belakangnya, industri kertas memiliki keterkaitan kuat terhadap industri pulp (0,0944) yang merupakan sektor penghasil input bahan bakunya. Berdasarkan hasil analisis koefisien penyebaran dapat diketahui bahwa industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Sedangkan dari hasil analisis kepekaan penyebaran industri kertas merupakan industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong sektor hilirnya. Pada analisis elastisitas input-output dapat diketahui bahwa industri kertas cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya dalam hal output dengan nilai elastisitas output sebesar 1,0023. Sementara dari hasil elastisitas pendapatannya (0,0522) industri ini kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal pendapatan dan jika dilihat dari hasil elastisitas tenaga kerjanya (0,6093), perubahan permintaan akhir sektor lain kurang berpengaruh terhadap perubahan tenaga kerja dalam sektor industri kertas tersebut. Berdasarkan ranking elastisitas, industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam). Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output, pendapatan, maupun tenaga kerjanya, sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Bersama dengan sektor kunci lainnya, industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut

ANALISIS INPUT-OUTPUT PERANAN INDUSTRI KERTAS DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Oleh RUSLI RAMLI H14101I22 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2006 .

Ir. Dr. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. 131 846 872 Tanggal Kelulusan: . Rina Oktaviani. Ketua Departemen Ilmu Ekonomi. 131 644 945 Mengetahui.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN ILMU EKONOMI Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang disusun oleh. Ir. M. Menyetujui. Arief Daryanto. MS NIP. Dosen Pembimbing. Dr.Ec. Nama Mahasiswa Nomor Registrasi Pokok Program Studi Judul Skripsi : Rusli Ramli : H14101122 : Ilmu Ekonomi : Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia dapat diterima sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. NIP.

Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 . Bogor.PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.

Pada tahun 2001 penulis melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana.RIWAYAT HIDUP Penulis bernama Rusli Ramli lahir pada tanggal 20 Juli 1983 di Karawang. dan HMI Komisariat FEM. penulis menamatkan Sekolah Dasar pada SDN Ciwaringin 1. Selama menjadi mahasiswa. Penulis masuk IPB melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) dan diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Studi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Pada tahun yang sama penulis diterima di SMUN 1 Karawang dan lulus pada tahun 2001. Propinsi Jawa Barat. . Formasi. kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Telagasari dan lulus pada tahun 1998. Penulis merupakan anak pertama dari satu bersaudara. penulis aktif di berbagai organisasi intra dan ekstra kampus seperti BEM-H. Jenjang pendidikan penulis dilalui dengan lancar. dari pasangan Apun Sanusi dan Yoyoh.

Selain itu.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. skripsi ini juga merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ilmu Ekonomi. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Arief Daryanto. Judul ini dipilih penulis karena merupakan topik yang menarik dalam perkembangan industri nasional dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. M. Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Penulis mengharapkan adanya hasil positif sebagai masukan dalam pembangunan industri kertas nasional selanjutnya.1r. Semoga karya ini dapat bermanfaat. Juni 2006 Rusli Ramli H14101122 . bagi penulis khususnya dan kalangan pendidikan umumnya. terutama kepada Bapak Dr. yang telah memberi masukan. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada seluruh pihak lainnya yang telah membantu terlaksananya penelitian ini baik dari instansi maupun perorangan yang tidak dapat disebutkan satu persatu.Ec. Institut Pertanian Bogor. Judul skripsi ini adalah “Analisis Input-Output Peranan Industri Kertas dalam Perekonomian Indonesia“. saran serta bimbingan dalam pembuatan skripsi ini.

........... 2.................................. 3............. PENDAHULUAN ..........4......2...................... Definisi dan Sejarah Kertas........ 2............. Kerangka Pemikiran Teoritis .. 2...................... II.3............ x xi xii 1 1 4 5 5 6 7 7 8 11 13 16 16 19 22 25 25 25 26 27 29 31 33 33 34 .................................... 2...........2............................................................................................ Penelitian-Penelitian Terdahulu ............4.....................................................................1.DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL................................................................................................................................................. Analisis Keterkaitan ......2.............................. GAMBARAN UMUM INDUSTRI .......................... 3................3...................5...... 3......3......................... 4.......................... Jenis dan Sumber Data ...........................................1................2..............2........ 3....... Model Input-Output .5..................................1.............................. Profil Industri Kertas.................. V....... 1.......... DAFTAR GAMBAR ....... 1............ Koefisien Input.............2....2.... 2.......................................2........5................3..... Metode Analisis ................ 3...................................................... I............................................................................ Perumusan Masalah .............. Konsep Pembangunan Industri Kertas .. 1....................... III.....................................1.........................................................................................2.6....1........ 2............... Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas ......... 4................... Analisis Dampak Penyebaran .. DAFTAR LAMPIRAN.................. 1..........5................................ Struktur Tabel Input-Output..........1........................ Latar Belakang ............................................................ Elastisitas Input-Output............ Manfaat Penelitian ............. Kerangka Pemikiran Konseptual ............................................................................... Tujuan Penelitian ......2.................. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ... METODE PENELITIAN....................................... Ruang Lingkup.... 2........................ 2............................... 1.. 3............................ Perkembangan Industri Kertas ......

...... Keterkaitan ke Depan Industri Kertas ... Analisis Keterkaitan ...............................2... Struktur Permintaan Industri Kertas ....................................................2..........2....... 6...4... Struktur Output Sektoral ............... 5.....................1.............. 5................. KESIMPULAN DAN SARAN ............................4..........................4........2............................................ Elastisitas Output ...................2.......... 36 37 47 47 47 49 51 53 55 56 56 58 59 61 62 63 65 67 67 68 70 71 73 75 75 76 78 80 ................................. 5.. 5..............................2.......1............ Implikasi Kebijakan ..3............2........... 5. 5....... Struktur Nilai Tambah Bruto ..........................................2................... 5..... Struktur Ekspor dan Impor.. Analisis Koefisien dan Kepekaan Penyebaran..................... Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian .................................4............ Kesimpulan .............. 6...............1...4....1.......... 5............5.......2......... 5...................1.......1.3..2....... Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung .................... Struktur Ketenagakerjaan...2.................... Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia......................... Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia ...4.................................................1.................3........................................... Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia .................................................... 5............... 5......................... Saran.................... Elastisitas Tenaga Kerja..................... VI.............3..................4........ Elastisitas Input-Output.............................1....... Kepekaan Penyebaran .. 5... 5... 5............ LAMPIRAN................................1......... 4.. 5....1.................................... 5........ Koefisien Penyebaran........................... 5........2..................... HASIL DAN PEMBAHASAN..... Keterkaitan ke Belakang Industri kertas .........3...........3..........3.....5... V................6............ DAFTAR PUSTAKA .......... Elastisitas Pendapatan .................................. 5.... 5........................ Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia......... 5.........

........... ............2......... 2.. 5..3. 5......... Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 .......................... Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 ......................... 5....................................5. Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia 1993-2002.... 4............... 2.............. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 .......................................... 4...... 4....2..............4........ Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Indonesia Tahun 2000 ................ 4.............. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004 .....................................4.. Struktur Tabel Input-Output...............6....................... 2 1......................................7.... 4...... 4... Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas 2003...... 4... Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran....... Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha.................. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 .............. Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Keterkaitan ......................... Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000............................................2.......... Boards PT..1.. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2004 ...1..... 2..3....................... Jumlah Tenaga kerja.. Boards PT........ Ekspor dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003....... 3 13 14 19 34 35 38 40 42 43 46 48 50 51 52 ...........................2.......1..... Boards PT......3..................DAFTAR TABEL Nomor Halaman 1..... Impor............ Boards PT.......1............................................................ Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 ... 5... Kapasitas Produksi.............

............... Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia.......13.... 5...... Struktur Pembentukan Output Sektoral Terhadap Perekonomian Indonesia .......................10............ Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia ........................... 5.. 5............................7.......................5..11.. 5...... Koefisien Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia........ Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia ......... 5...........................12...... 5..8.....................5........................... Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia ................................... Sektor Kunci Perekonomian Menurut Ranking Elastisititas Input-Output Indonesia Tahun 2000 ........... 5.......... 5.......................6............... 54 56 57 60 61 64 66 69 71 .................9.. Elastisitas Input-Output Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 .................................. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 ...........................

.................................. Bagan Alur Pendekatan Studi ... Halaman 24 ..............DAFTAR GAMBAR Nomor 1.......

DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1............... 3................................ . Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor............................ Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Klasifikasi 22 Sektor ........... 2.......... Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor .... 4... Halaman 81 82 86 88 Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 ....

Pola pertumbuhan ekonomi secara sektoral di Indonesia agaknya sejalan dengan kecenderungan proses transformasi struktural yang terjadi di berbagai negara di dunia. produktifitas buruh. Latar Belakang Proses industrialisasi di Indonesia yang dimulai sejak Pelita I telah mengakibatkan transformasi struktural di Indonesia. dan motivasi yang secara radikal. dimana terjadi penurunan kontribusi sektor pertanian (sektor primer) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). sektor pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap PDB (53. stok modal. dan pendayagunaan sumber-sumber baru serta perbaikan teknologi akan semakin tinggi (Jhingan. Pada tahun 1960.9 persen). PENDAHULUAN 1.1.8 persen terhadap PDB sedangkan sektor pertanian mempunyai kontribusi terhadap PDB sebesar 8.I. sementara sektor industri khususnya industri pengolahan baru menyumbang 8.4 persen dari PDB (Tabel 1.4 persen. Kemudian pada tahun 1967 industri pengolahan telah menyumbang 51. Pada tahun-tahun berikutnya dapat dilihat bahwa sektor industri pengolahan terus mengalami kenaikan dalam hal kontribusinya terhadap PDB sedangkan sektor pertanian sebaliknya terus mengalami penurunan kontribusi terhadap PDB. yang mencakup peralihan lembaga. Perubahan struktur semacam ini menyebabkan kesempatan kerja semakin banyak. sementara kontribusi sektor sekunder dan tersier cenderung meningkat. Perubahan struktural mengandung arti peralihan dari masyarakat pertanian tradisional menjadi ekonomi industri modern. sikap sosial.1). Hal tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sektor industri . 2002).

Dari sisi kontribusi terhadap penerimaan negara.9 10.9 5.4 5.8 20.6 15.5 1993 17.6 16.0 3.84 25.7 8.5 3.64 15.1 0.1 3.3 3.4 Industri pulp dan kertas adalah industri yang berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20 persen per tahun pada beberapa dekade terakhir.4 0. 2003.7 8.5 0.8 6. sektor industri pulp dan kertas telah menyumbang 90 persen dari total penerimaan ekspor kehutanan.2 6.1 12.49 7.6 18.9 16.7 6.52 5. Tabel 1.9 5.0 16. 1960 53.7 2.1.4 1973 40.57 2003 16.2 1967 51.5 0.3 6.6 15.9 3.7 0.6 3.4 5.9 1989 20.8 3.2 pengolahan telah menggeser peranan sektor pertanian dalam pembangunan nasional berkaitan dengan peralihan struktur perekonomian masyarakat Indonesia dari orientasi pada sektor primer (pertanian) kepada orientasi sektor industri.9 21.6 0.7 24. Salah satu dari sektor industri pengolahan tersebut yang berkembang pesat sampai saat ini adalah industri pulp dan kertas.6 10.5 16.2 1. hotel dan restoran Pengangkutan dan komunikasi Keuangan. Pasar bagi hasil industri pulp dan kertas masih terbuka luas karena konsumsi kertas per kapita terus meningkat dari tahun ke tahun.3 9.3 1.5 1.7 12.2 3.3 4.7 1.8 1.9 1983 22.0 3.3 3.57 9.0 6.4 0.9 14.3 6.0 14. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai eksportir . Komposisi Sektoral PDB 1960-2003 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 1993 (persen) Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik dan air minum Bangunan/konstruksi Perdagangan.5 1998 17.6 13.3 2.8 3.9 7. sewa dan jasa perusahaan Jasa-jasa Sumber : BPS.6 5.1 5.

168.390 3.198. dan ketiga.600.200.3 pemimpin dalam bidang kehutanan di dunia sejak 1987 (Karseno dan Mulyaningsih.700 261.000 3.446.000 130.290 4. 2002).000 2000 9.280 4. Ada tiga alasan utama yang melatarbelakangi pentingnya sumbangan industri ini.730 2.500 3. industri ini masih dapat diandalkan dalam membantu penerimaaan devisa negara (Rosadi dan Vidyatmoko.520 1.224.350 3.840 249.300 140.000 2.282. Kapasitas.110 197. jumlah produksi.220 1.800 2. Sementara itu fokus khusus pada sektor industri kertas (diluar dari industri pulp).490 1996 7.970 2002 10.695 250.560 4. ekspor maupun .399. alasan kedua.833.210 2.960 2.000 2003 Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas.080 6.420 4.800 212.630 199.580 7.130 143.600 2.945 5.180 6.135 2.260 1998 9.000 1994 4.800 1995 5.951. adalah bahwa produk kertas harganya banyak ditentukan dalam nilai dolar. Hal itu ditambah apabila melihat dalam sekitar satu dekade terakhir ini.097. Impor.821.054.430 3. baik kapasitas. ialah bahwa produk kertas cenderung banyak yang ditujukan untuk pasar luar negeri.720. sehingga dalam masa krisis ekonomi yang dihadapi Indonesia. dan Konsumsi Industri Kertas Indonesia Tahun 1994-2003 (ton) Tahun Kapasitas Produksi Impor 171.487.116.805. industri ini merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Ekspor. Produksi.300.2.882. 2002).800.970 3.120.180 6.425. pertama.200 924. 2003.950. Tabel 1.015.600 1997 7.100 2.212.000 8.641. yaitu komponen impor yang digunakan dalam proses produksi nilainya tidak lebih dari 30 persen.479.530 5.345.119.904.595.783.472.000 Ekspor 826.560 1999 9.000 Konsumsi 2.837.849.240 2001 10.935 5.913.065.800.

Peran industri kertas dalam hubungannya dengan sektor-sektor perekonomian tersebut dapat dilihat dari bagaimana struktur perekonomiannya bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dan keterkaitannya dengan sektor-sektor lainnya . I. Indonesia termasuk negara penyedia bahan baku pulp terbesar karena mempunyai hutan terluas kedua di dunia. sehingga bahan baku untuk pembuatan kertas tersedia banyak di Indonesia. misalnya. Namun pentingnya industri kertas ini tidak semata-mata hanya karena keunggulan komparatifnya saja tapi juga karena peranannya dalam hubungannya terhadap sektor-sektor lain dalam perekonomian Indonesia baik sektor industri maupun non-industri dan bagaimana sektor-sektor lain tersebut mempengaruhi industri kertas sehingga terjadinya hubungan timbal balik yang mengarah pada peningkatan pertumbuhan sektor-sektor dalam perekonomian secara keseluruhan. Begitu juga dalam hal tenaga kerja.2). Dalam hal bahan baku. Sampai saat ini industri kertas Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain. Perumusan Masalah Pentingnya industri kertas yang besar tidak terlepas dari kondisi yang dimilikinya. angkatan kerja produktif di Indonesia mencapai puluhan juta orang.4 konsumsi dalam industri kertas terus mengalami kenaikan setiap tahunnya (Tabel 1. Berdasarkan kondisi inilah dirasakan penting untuk melakukan analisis lebih lanjut tentang peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia. Keunggulan yang lebih banyak mengandalkan sumber bahan baku yang berlimpah dengan harga yang relatif murah serta tenaga kerja dengan upah buruh yang relatif rendah.2.

Bagaimana peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya? 4. nilai tambah. Menganalisis keterkaitan sektor industri pengolahan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia . nilai tambah. Berapa besar peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. Bagaimana peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia? 1. ketenagakerjaan. ekspor-impor dan output sektoral 2.3. Berdasarkan latar belakang dan uraian di atas. ketenagakerjaan. beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut: 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan penulisan skripsi ini adalah: 1. Menganalisis peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia dalam struktur permintaan. ekspor-impor dan output sektoral? 2.5 tersebut. Bagaimana keterkaitan sektor industri kertas dengan sektor-sektor lainnya di Indonesia? 3. bagaimana kemampuan industri kertas dalam mendorong sektor hulu dan hilirnya dan bagaimana peran industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia.

industri barangbarang dari kertas yang tidak memproduksi kertasnya terlebih dahulu dan bukan pula industri percetakan atau penerbitan. Ruang Lingkup Industri kertas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah industri yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan baku kertas menjadi produk kertas yang merupakan barang jadi yang dapat di langsung dikonsumsi ataupun barang setengah jadi yang akan digunakan sebagai input oleh industri lain. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam sektor kunci perekonomian Indonesia 1. Dengan kata lain industri kertas dalam penelitian ini bukan industri pulp. 1. kertas rokok (cigarette paper) dan sebagainya. Kertas yang dimaksud adalah jenis kertas seperti kertas tulis cetak (writingprinting paper).6 3. Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan penelitian ini dapat berkontribusi secara positif terhadap perencanaan kebijakan pembangunan industri kertas nasional pada khususnya maupun industri lain pada umumnya oleh pihak-pihak yang terkait didalamnya maupun bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk melakukan penelitian tentang industri kertas Indonesia.4. Menganalisis peran sektor industri kertas dalam mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya 4. . kertas tissue (tissue paper).4. kertas lapis dan non lapis (coated and uncoated paper).

Serat yang digunakan biasanya adalah alami dan mengandung selulosa (Wikipedia 2005). kulit atau tulang binatang. sutera. bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah liat yang dibakar. Definisi dan Sejarah Kertas Kertas adalah bahan yang tipis dan rata. Hal ini dapat ditemui dari pennggalan peradaban bangsa Sumeria. meskipun pengunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. papier dalam bahasa Belanda.II. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis. 2005). kayu. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2. bambu. mencetak serta melukis dan banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas misalnya sebagai kertas pembersih (tissue) yang dapat digunakan untuk hidangan maupun kebersihan.1. yang dihasilkan dengan kompresi serat. Sebelum ditemukan kertas. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir kuno pada masa bangsa Fir’aun kemudian menyebar keseluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan ke seluruh Eropa. Jerman. Peradaban Mesir kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris. bahkan daun lontar yang dirangkai seperti yang telah ditemukan pada naskah-naskah kuno nusantara beberapa abad yang lalu. prasasti dari batu. Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. . Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas (Wikipedia.

Pada akhirnya. Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seluruh Cina pada tahun 101 Masehi. 2005).8 Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi dunia. munculah pusat-pusat industri kertas baik di Baghdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya. kimia. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa Cina ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia. atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah . 2.2. Konsep Pembangunan Industri Kertas Ada beberapa pengertian industri secara definisi yang sekurang-kurangnya akan disampaikan dua definisi. Bintaro (1968) dalam Muchtar (1997) mengemukakan industri pengolahan ialah setiap usaha yang merupakan unit produksi yang membuat barang untuk kebutuhan masyarakat di suatu tempat tertentu. teknik pembuatan kertas tersebut jatuk ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam pertempuran sungai Talas pada tahun 751 Masehi dimana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang arab sehingga dizaman Abbasiyah. kemudian meyebar ke Italia dan India lalu Eropa khususnya setelah perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia (Wikipedia. Menurut Puspitawati (2000) industri pengolahan merupakan suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis.

Kendati perkembangan sektor industri kertas mengalami kemajuan yang pesat salah satunya terlihat dari perkembangan produksi. Pada hakekatnya pembangunan industri ditujukan untuk menciptakan struktur ekonomi yang kokoh dan seimbang. akan tetapi banyak masalah dan tantangan yang dihadapi dalam perjalanannya untuk memiliki keunggulan daya saing yang tinggi. sebagai berikut : 1. yakni struktur ekonomi dengan titik berat pada industri yang maju dan didukung oleh pertanian yang tangguh. Sumber pertumbuhan agribisnis pulp dan kertas terutama bersumber dari pemanfaatan sumber daya alam dan tenaga kerja tidak terampil (fase factordriven). Karakteristik dari industri ini adalah sumber bahan baku kayu . pembangunan industri secara nyata harus menjadi penggerak utama peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan sekaligus dapat menjadi penyedia lapangan kerja yang sudah mulai tidak tertampung pada sektor pertanian (Muchtar. konsumsi. 1997). Menurut Saragih dalam Sipayung dan Pambudy (2000). kapasitas maupun ekspornya.9 jadi dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya dan sifatnya lebih dekat kepada pemakai akhir. Berdasar pada dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa industri kertas merupakan suatu kegiatan atau usaha mengolah barang dasar atau bahan baku kertas agar memiliki nilai yang lebih baik untuk keperluan masyarakat di suatu tempat tertentu. ada 3 fase pembangunan industri pulp dan kertas agar memiliki keunggulan daya saing. Oleh karenanya. khususnya pada era ekolabelling dan otonomi daerah pada saat ini.

2. Industri pulp dan kertas pada fase ini dicirikan dengan pengembangan perkebunan kayu (timber plantation) sebagai sumber bahan baku. Selain itu keterkaitan kegiatan perusahaan masih dengan masyarakat juga masih sedikit. Sehingga dampak penurunan mutu lingkungan akibat aktivitas industri tersebut biasanya cukup besar. bila diboboti dengan atribut global value dan national/local value. sehingga telah terjadi pemutusan hubungan dengan hutan alam. Efisiensi pengolahan makin meningkat melalui perbaikan teknologi yang terus menerus sehingga selain menurunkan biaya produksi juga . Dengan demikian. Fase ketiga adalah industri pulp dan kertas yang digerakkan oleh inovasi (innovation-driven) yakni penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tenaga kerja terampil (knowledge based and skill labor based). Dengan demikian dampak penurunan mutu lingkungan akibat penebangan kayu hutan alam dapat diminimumkan atau lebih rendah dari fase pertama. Karakteristik industri pulp dan kertas pada fase ini adalah pertumbuhan output terutama bersumber dari kemajuan teknologi baik pada penyediaan bahan baku maupun dalam pengolahan. melainkan telah bergeser pada kayu hasil budidaya. Artinya. penyediaan bahan baku kayu tidak lagi bersumber dari penebangan kayu hutan alam. meskipun biaya produksi relatif rendah. Fase kedua adalah agribisnis (industri) pulp dan kertas yang digerakkan oleh modal (capital-driven) yakni modal dan tenaga kerja semi terampil (capital and smi-skill labor). nilai produk kertas dapat dipersepsikan masyarakat (perceive value) sebagai barang inferior. 3.10 mengandalkan kayu hutan (forest based) misalnya Hak Penguasaan Hutan (HPH).

kemampuan Riset and Development (R&D) menjadi tulang punggung dalam fase ini. Perusahaan yang menerapkan strategi integrasi vertikal ke hulu (upstream) adalah perusahaan yang memperoduksi sendiri input yang dibutuhkannya. Jenis integrasi ini dapat dibagi menjadi dua.3. Mentransformasi industri pulp dan kertas dari factor-driven kepada innovation-driven akan memberi manfaat ganda.11 mengurangai polutan ke lingkungan. Oleh karena itu. Integrasi Vertikal Pada Industri Kertas Hasibuan (1994) mendefinisikan integrasi vertikal adalah pengabungan perusahaan-perusahaan yang mempunyai kelanjutan proses produksi. yakni meningkatkan daya saing dan meminimumkan dampak negatif kegiatan industri pulp dan kertas pada lingkungan hidup. Full Integration Perusahaan melakukan full integration bila perusahaan tersebut memproduksi semua input yang dibutuhkannya atau ketika perusahaan tersebut . 2. Pada saat ini industri pulp dan kertas indonesia sebagian besar sedang bergeser dari factor-driven kepada capital-driven. yaitu integrasi ke hulu (upstream) dan integrasi ke hilir (downstream). Integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilakukan dilakukan dengan dua cara. Sedangkan integrasi vertikal ke hilir (downstream) adalah perusahaan yang memutuskan untuk menyalurkan output yang dihasilkan kepada konsumen melalui perusahaan yang terintegrasi dengannya. Bahkan beberapa diantaranya sudah mulai memasuki innovation–driven. antara lain: 1.

(2) penelitian terhadap sektor agroindustri dan non agroindustri . PT.12 menyalurkan semua output yang dihasilkan melalui anak perusahaan yang terintegrasi dengannya. Indah Kiat Pulp & Paper. Menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya. Lontar Papyrus dan PT. 2. Penelitian-Penelitian Terdahulu Penelitian tentang peran dan keterkaitan dengan menggunakan alat analisis Input-Output telah banyak dilakukan. Penelitian yang sudah dilakukan selama ini antara lain meliputi. Taper Integration Perusahaan melakukan taper integration bila perusahaan tersebut membeli input yang dibutuhkannya dari perusahaan lain selain input yang dihasilkan sendiri atau menyalurkan hasil produksinya melalui perusahaan terintegrasi dengannya dan juga perusahaan lain yang tidak terintegrasi Perusahaan-perusahaan seperti PT. 2.4. yaitu: (1) penelitian terhadap keseluruhan sektor perekonomian. Jenis integrasi vertikal perusahaan-perusahaan tersebut adalah full integration. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia merupakan perusahaan-perusahaan besar dalam industri kertas yang terintegrasi vertikal dengan industri pulpnya. mereka mempunyai pabrik pulp sendiri sebagai sumber bahan baku produksi kertasnya.

Disamping mempelajari keterkaitan tersebut penelitian-penelitian tersebut juga mempelajari dampak penyebaran (Tabel 2. ****Setyawan (2005).76281 1. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.81150 1.27222 Langsung & Tdk Langsung 1.38949 Keterkaitan Ke Depan Langsung 0. **Sahara (1998) .2). (1) keterkaitan langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil di bandingkan keterkaitan ke belakangnya.17604 0.07819 1. dan (4) penelitian terhadap salah satu sektor perekonomian misalnya pariwisata.1.62204 2001 0.63396 Sumber: *Tjandrawan (1994) .6293 0.1 yaitu. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 0.1). Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4. 2005).13 (sektor industri pengolahan). Gambaran ini memberikan indikasi bahwa sektor/subsektor industri pengolahan secara langsung lebih mempunyai .58216 0. Pengolahan 3. Hasil Penelitian Terdahulu tentang Keterkaitan Penelitian Wilayah 1.48518 1988 0. ***Setiyaji (1995).4432 1. Ada beberapa informasi yang ditunjukkan pada Tabel 2.31431 2. Tabel 2.95855 Keterkaitan Ke Belakang Langsung & Langsung Tdk Langsung 0. Pada dasarnya penelitian yang dilakukan memiliki tujuan yang sama yaitu mempelajari keterkaitan (linkages). DKI Jakarta** Pertanian Ind.11877 0.75861 2. (3) penelitian terhadap sektor pertanian dan industri pengolahan.64866 0.54759 1. Jepara**** Ind.4267 1. transportasi dan sebagainya (Setyawan.00619 0.00802 1.59448 0.13908 2.6028 2. baik keterkaitan langsung ke belakang (direct backward linkages) dan ke depan (direct forward linkages) maupun keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang dan ke depan (Tabel 2.29125 1.05931 0.45022 1.34572 1.

38525 1988 0.74816 1.14 kemampuan untuk mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input bagi keperluan proses produksi dibandingkan dengan kepekaannya dalam menciptakan kenaikan output apabila terjadi peningkatan satu-satuan permintaan akhir terhadap sektor industri. Jawa Barat*** Pertanian Agroindustri 4. Ada beberapa hal yang dapat diidentifikasi dalam penelitian-penelitian tersebut yaitu: (1) Koefisien penyebaran menunjukkan . Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Dampak Penyebaran Penelitian Wilayah 1.1376 1.33528 2001 1.0570 Kepekaan Penyebaran 1. Selanjutnya pada Tabel 2.48422 Koefisien Penyebaran 1. Hal ini berarti sektor/sub sektor industri pengolahan secara langsung dan tidak langsung lebih kuat mendorong pertumbuhan sektor yang menyediakan input untuk keperluan proses produksinya dibandingkan dengan kemampuannya untuk mendorong peningkatan produksi terhadap sektor yang membutuhkan input dari sektor ini. Pengolahan 3.9139 Sumber: *Tjandrawan (1994) .21765 1. ***Setiyaji (1995).2908 1. **Sahara (1998) . Jepara**** Ind. Tabel 2. DKI Jakarta** Pertanian Ind.1719 1. Pengolahan Tahun InputOutput 1990 1993 1. ****Setyawan (2005).3.2698 1.20609 1. dan (2) Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor industri pengolahan lebih kecil dibandingkan dengan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakangnya.3 menyajikan informasi mengenai koefisien dan kepekaan penyebaran. Indonesia* Agroindustri Non Agroindustri 2.

hal ini terbukti dari nilai koefisien dan kepekaan penyebaran yang mempunyai nilai lebih besar dari satu (kecuali pertanian di Jawa Barat). Peneliti juga melihat bahwa penelitian tentang industri kertas di Indonesia berdasarkan Analisis Input-Output belum pernah dilakukan.1. Kerangka Pemikiran Teoritis 2. dan (2) Kepekaan penyebaran industri pengolahan DKI Jakarta lebih besar dibandingkan kabupaten Jepara. industri pengolahan DKI Jakarta mempunyai kemampuan untuk menarik industri hulunya dibandingkan dengan kabupaten Jepara. Studi literatur yang telah dilakukan menunjukkan bahwa analisis I-O telah banyak digunakan sebagai alat untuk penelitian. Secara umum keempat penelitian mengenai koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran tersebut mempunyai peranan penting dalam pembangunan wilayah. Model Input-Output Menurut BPS (2000) pengertian Tabel Input-Output (Tabel I-O) adalah suatu tabel yang yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa . Besarnya kepekaan penyebaran industri pengolahan di DKI Jakarta tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di wilayah tersebut bersifat ekspansif yaitu mampu melakukan perluasan pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dibandingkan dengan Jepara dan apabila dilihat dari koefisien penyebaran.15 kemampuan suatu sektor dalam perekonomian untuk mendorong sektor hilirnya sedangkan kepekaan penyebaran menunjukkan kemampuan suatu sektor untuk menarik sektor hulunya.5.5. 2.

yaitu asumsi bahwa setiap sektor ekonomi hanya memproduksi satu jenis barang atau jasa dengan susunan input tunggal . dan pada baris nilai tambah yang menunjukkan komposisi penciptaan nilai tambah sektoral. Sejak dirilis oleh Leontief pada tahun 1930-an. Sesuai dengan asumsi dasar yang digunakan dalam proses penyusunannya. Tabel I-O bersifat statis dan terbuka. tidak hanya untuk mendeskripsikan struktur suatu perekonomian tetapi juga mencakup cara untuk memprediksi perubahan-perubahan struktur tersebut. 2000) Data yang disajikan dalam Tabel I-O merupakan informasi rinci tentang input dan output sektoral yang mampu menggambarkan keterkaitan antar sektor dalam kegiatan perekonomian. Adapun asumsi dasar penyusunan Tabel I-O adalah : 1. Tabel I-O telah berkembang menjadi salah satu metode paling luas diterima. Keseragaman (homogenity). baik yang berupa input antara maupun input primer. Sifat keseimbangan inilah yang merupakan salah satu kelebihan Tabel I-O yang dibandingkan dengan alat analisa lainnya dalam ilmu ekonomi perencanaan dan pembangunan (BPS.16 yang terjadi antar sektor ekonomi dengan bentuk penyajian berupa matrik. Isian sepanjang baris Tabel I-O menunjukkan pengalokasian output yang dihasilkan oleh suatu sektor untuk memenuhi permintaan antara dan permintaan akhir. sedangkan isian sepanjang kolomnya menunjukkan struktur penciptaan input yang digunakan oleh setiap sektor dalam proses produksi. Leontief mengemukakan bahwa Tabel I-O termasuk dalam model General Equilibrium.

Tabel I-O masih merupakan alat analisis yang lengkap dan komprehensif. artinya kenaikan dan penurunan output suatu sektor akan sebanding dengan kenaikan dan penurunan input yang digunakan oleh sektor tersebut. 3. Kesebandingan (proportionality). 2. penerimaan pajak. yaitu koefisien input atau koefisien teknis diasumsikan tetap (konstan) selama periode analisa atau proyeksi. Untuk melihat komposisi penyediaan dan penggunaan barang dan jasa terutama dalam analisis terhadap kebutuhan impor dan kemungkinan substitusinya. Untuk memperkirakan dampak permintaan akhir terhadap output. yaitu asumsi bahwa hubungan antar input dan output pada setiap sektor produksi merupakan fungsi linear. Akibatnya perubahan kuantitas dan harga input akan selalu sebanding dengan perubahan kuantitas dan harga output. maka teknologi yang digunakan oleh sektor-sektor ekonomi dalam proses produksi pun dianggap konstan. Namun demikian. Penjumlahan (additivity).17 (seragam) dan tidak ada substitusi otomatis terhadap input dan output sektor yang berbeda 2. . Berdasarkan asumsi tersebut maka Tabel I-O sebagai model kuantitatif memiliki keterbatasan. nilai tambah impor. Beberapa kegunaan Tabel I-O antara lain adalah : 1. dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri. Karena koefisien teknis dianggap konstan. yaitu asumsi bahwa total efek dan kegiatan produksi di berbagai sektor merupakan penjumlahan dari efek pada masing-masing kegiatan.

2. 4. Struktur input antara yaitu transaksi penggunaan barang dan jasa antar sektorsektor produksi. Struktur perekonomian suatu wilayah yang mencakup output dan nilai tambah masing-masing sektor. Struktur penyediaan barang dan jasa. yaitu dengan melihat pengaruh secara langsung dan tidak langsung dari perubahan harga input terhadap output. 5. Struktur permintaan barang dan jasa. 3. Untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap. 4. Untuk analisis perubahan harga.5. Struktur Tabel Input-Output Format Tabel I-O terdiri dari suatu kerangka matrik berukuran n x n dimensi yang dibagi menjadi empat kuadran dan tiap kuadran mendiskripsikan suatu hubungan tertentu. 2. dan ekspor. investasi. Untuk menggambarkan perekonomian suatu wilayah dan mengidentifikasikan karakteristik struktural suatu perekonomian wilayah. baik berupa produksi dalam negeri maupun barang impor atau yang berasal dari luar wilayah tersebut. baik berupa permintaan oleh berbagai sektor produksi maupun permintaan untuk konsumsi. . Untuk mengetahui sektor-sektor yang pengaruhnya paling dominan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor-sektor yang peka terhadap pertumbuhan perekonomian.18 3. maka disajikan format Tabel I-O pada Tabel 2.4 di bawah ini. 2. Sebagai metode kuantitatif Tabel I-O memberikan gambaran menyeluruh tentang: 1.

2000.3.4 di atas dilihat secara baris (bagian horisontal) maka alokasi output secara keseluruhan dapat dituliskan dalam bentuk persamaan aljabar sebagai berikut: X11 + X12 + … X1n + F1 = X1 X21 + X22 + … X2n + F2 = X2 : : : : : Xn1 + Xn2 + … Xnn + Fn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : . Sedangkan isian sepanjang kolomnya menujukkan pemakaian input antara dan input primer oleh suatu sektor. N Jumlah Input Primer Jumlah Input Antara produksi 1 x11 x21 x31 . Jumlah Output X1 X2 X3 . Xn … … … … . xn2 V2 X2 xnn Vn Xn Fn V1 X1 Sumber : Tabel I-O Indonesia. Isian sepanjang baris pada ilustrasi Tabel I-O tersebut memperlihatkan bagaimana output dari suatu sektor dialokasikan. yaitu sebagian untuk memenuhi permintaan antara dan sebagian lainnya untuk memenuhi permintaan akhir. Struktur Tabel Input-Output Alokasi Output Susunan Input 1 2 Input Sektor 3 . Apabila Tabel 2.19 Tabel 2. … … … Akhir F1 F2 F3 .xn1 Permintaan Antara Sektor Produksi 2 x12 x22 x32 . Permintaan n x1n x2n x3n . . BPS.

Kuadran I (intermediate quadrant) Setiap sel pada kuadran I merupakan transaksi antara.2) Dalam analisis I-O sistem persamaan di atas memiliki peran penting.1) Apabila angka-angka dibaca menurut kolom. maka angka pada kolom (sektor) itu menunjukkan berbagai input yang diperlukan dalam proses produksi pada sektor tersebut. Berdasarkan ilustrasi Tabel Input-Output. dst (2. 3. maka persamaan aljabar untuk input yang digunakan oleh masing-masing sektor dapat dituliskan sebagai berikut : X11 + X21 + … + Xn1 + V1 = X1 X12 + X22 + … + Xn2 + V2 = X2 : : : : : X1n + X2n + … + Xnn + Vn = Xn atau dalam bentuk persamaan umum dapat dituliskan sebagai : ∑ Xij + Vj = Xj . 2. sebagai berikut : 1.20 ∑ Xij + Fi = Xi . dst Dimana : Xij = output sektor i yang digunakan sebagai input sektor j Fi = permintaan akhir terhadap sektor i Xi = jumlah output sektor i (2. khususnya pada transaksi antara. untuk semua j = 1. untuk semua i = 1. Secara umum matrik dalam Tabel I-O dapat dibagi menjadi 4 kuadran. yaitu sebagai dasar analisa ekonomi mengenai keadaan perekonomian suatu wilayah. 3. yaitu transaksi barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi. Dalam Analisa I-O kuadran ini memiliki peran yang sangat penting karena kuadran inilah yang . 2.

Kuadran ini terdiri dari pendapatan rumah tangga (upah/gaji).21 menunjukkan keterkaitan antara sektor ekonomi dalam melakukan proses produksinya. 2. Kuadran IV (primary input-final demand quadrant) Merupakan kuadran input primer permintaan akhir yang menunjukkan transaksi langsung antara kuadran input primer dengan permintaan akhir tanpa melalui sistem produksi atau kuadran antara. Permintaan akhir adalah output suaru sektor yang langsung digunakan oleh rumah tangga. pemerintah. 2. Jumlah keseluruhan nilai tambah ini akan menghasilkan produk domestik bruto yang dihasilkan oleh wilayah tersebut. Informasi di Kuadran IV ini bukan merupakan tujuan pokok. pajak tak langsung. surplus usaha dan penyusutan. sehingga dalam penyusunan Tabel I-O sering diabaikan. Kuadran II (final demand quadrant) Menunjukan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor perekonomian untuk memenuhi permintaan akhir. Kerangka Pemikiran Konseptual Strategi pengembangan yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi menganggap bahwa kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan dengan cepat . Kuadran III (primary input quadrant) Menunjukkan pembelian input yang dihasilkan di luar sistem produksi oleh sektor-sektor dalam kuadran antara. pembentuk modal tetap.6. 3. perubahan stok dan ekspor. 4.

Kebijakan prioritas pembangunan sektor industri pengolahan khususnya industri kertas merupakan upaya pemerintah Indonesia dalam mewujudkan perekonomian yang lebih baik untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu sektor ini juga dianggap sebagai sektor yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat pada tingkat yang layak dari sebelumnya.22 melalui peningkatan satu atau beberapa sektor ekonomi kunci. karena tentunya kebijakan yang ditetapkan tersebut mengharapkan hasil pada perkembangan ekonomi yang lebih baik dari sebelumnya. Peningkatan pendapatan ini sekaligus mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat (Setyawan. kemudian. Dalam menganalisis peranan sektor industri kertas teradap perekonomian Indonesia ini digunakan analisis I-O dengan berbagai . Peningkatan output sektor kunci tersebut akan ikut meningkatkan output sektor-sektor lainnya melalui proses keterkaitan (linkages) dan dampak penyebaran antar sektor. pada penelitian ini akan dilihat tentang peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian nasional. Sehubungan dengan itu. 2005). sektor industri pengolahan lebih banyak dapat menyediakan lapangan kerja dan mempunyai aktifitas ekonomi yang lebih intensif untuk satuan unit usaha bila dibandingkan dengan unit usaha sektor lainnya. Sektor industri ini dijadikan unggulan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian mengingat dalam kondisi sekarang ini. melalui suatu proses yang disebut sebagai penetesan ke bawah (trickle down effect) akan menyebabkan peningkatan pendapatan berbagai golongan masyarakat di negara (wilayah) bersangkutan. Peningkatan output berbagai sektor ekonomi.

Pada akhirnya dapat dijadikan acuan pemerintah Indonesia sendiri dalam menentukan kebijakan pembangunan ekonomi Indonesia ke depan sehingga permasalahan pembangunan seperti kemiskinan dan pengengguran dapat diturunkan. . dan perannya dalam sektor kunci perekonomian seperti yang terlihat pada gambar 1.23 keterbatasan analisis yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. Dengan teridentifikasinya peranan sektor industri kertas melalui proses keterkaitan dengan sektor-sektor lain baik sebagai pengguna input maupun penghasil output. kemampuan mendorong dan menarik sektor hulu-hilirnya. maka diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas bagi pemerintah Indonesia tentang perkembangan sektor yang menjadi prioritas ini dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengannya. Adapun alur konsep pemikiran dapat dilihat pada gambar 1.

24 Perekonomian Indonesia Perubahan Struktur Perekonomian Industri Kertas Kemampuan mendorong dan menarik pertumbuhan sektor hulu dan hilirnya (Analisis Dampak Penyebaran) Keterkaitan dengan sektor lain dalam hubungannya sebagai pengguna input dan penghasil output (Analisis Keterkaitan) Sektor Kunci Perekonomian (Elastisitas Input-Output) Peran Industri Kertas Kebijakan Pembangunan Industri Keterangan : ( Ruang lingkup penelitian ) Analisis yang digunakan Gambar 1. Bagan Alur Pemikiran Konseptual .

3. METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. dampak penyebaran dan elastisitas ini alat yang digunakan adalah Microsoft Excel 2003. hal ini dikarenakan faktor permintaan merupakan faktor eksogen yang mempengaruhi perekonomian. kemampuan untuk mendorong atau menarik sektor hulu dan hilirnya serta perannya dalam sektor kunci perekonomian dapat di kaji berdasarkam analisis keterkaitan. Pada analisisnya nanti dapat terlihat bahwa perekonomian dapat tumbuh apabila terdapat dorongan atau peningkatan pada permintaan akhir yang eksogen tersebut. Pendekatan model I-O yang digunakan adalah model sisi permintaan (demand-side model). dampak penyebaran dan elastisitas input-output. model analisis ini . Pada analisis keterkaitan. Oleh karenanya. Data yang digunakan antara lain berasal dari Tabel Input-Output (I-O) transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2000 klasifikasi 175 sektor dari Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang kemudian diagregasi oleh penulis menjadi 22 sektor dan beberapa data sekunder lainnya dari instansi dan dinas terkait lainnya.2. Penggunaan tabel I-O Indonesia tahun 2000 tersebut dikarenakan tabel I-O tersebut merupakan tabel terbaru selama penelitian ini berlangsung. Metode Analisis Untuk mengetahui peranan sektor industri kertas terhadap perekonomian Indonesia ini sebagai sektor penyedia input maupun sebagai sektor pemakai input.III.

3) (3.. Koefisien Input Pada Tabel I-O.26 sering pula disebut dengan dengan model yang dikendalikan oleh sisi permintaan (demand-driven model).… ann X1 X2 : X3 X + F1 F2 : Fn F = X1 X2 : Xn X (3. Koefisien ini dapat diterjemahkan sebagai jumlah input dari sektor i yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output sektor j.1) Xj Dimana : aij adalah koefisisen input. 3.2. Secara matematik dapat dituliskan : aij = Xij (3.AX .1. koefisien input atau koefisien teknologi merupakan perbandingan antara jumlah output sektor i yang digunakan dalam sektor j (Xij) dengan input total sektor j (Xj). Dengan demikian dapat disusun matriks sebagai berikut : a11 X1 + a12 X2 +………+ a1n Xn + F1 = X1 a21 X1 + a22 X2 +………+ a2n Xn + F2 = X2 : : : : : an1 X1 + an2 X2 +………+ ann Xn + Fn = Xn Atau persamaan tersebut dapat disederhanakan menjadi : a11 ……. a2n : A : a31 …….2) AX + F = X Atau F = X . a1n a21 …….

Analisis Keterkaitan (linkages) Koefisien keterkaitan sangat berguna dalam penyusunan prioritas sektor perekonomian untuk mencapai tujuan pembangunan. maka dapat dituliskan sebagai berikut : AX + F = X Atau F = X .2. ( I – A ) = Matriks Leontief.AX X = ( I .5) Dimana : I = Matriks identitas berukuran nxn yang elemennya memuat angka satu pada diagonalnya dan nol pada selainnya. Jika ditulis dalam bentuk persamaan.A )-1F (3. Dalam analisis input-output matriks kebalikan Leontief memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat analisis ekonomi yang mencerminkan efek langsung dan tidak langsung dari perubahan permintaan akhir terhadap output sektor-sektor di dalam perekonomian. maka akan ada perubahan pola pendapatan nasional.2. F = Permintaan akhir. X = Output. Beberapa jenis koefisien keterkaitan yang sering digunakan dalam analisis ekonomi wilayah sektoral antara lain adalah keterkaitan langsung ke depan dan ke belakang serta keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan dan ke belakang. 3. Keterkaitan Langsung ke Depan Keterkaitan langsung ke depan menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan sebagian output tersebut secara .27 Jika terdapat perubahan pada permintaan akhir. 1. ( I – A )-1 = Matriks kebalikan Leontief.

8) Dimana: KDLTi = keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan sektor i ij = unsur matrik kebalikan Leontief model terbuka .28 langsung per unit kenaikan permintaan total. n KBj = ∑ aij i=1 Dimana: KBj = Keterkaitan langsung ke belakang = Unsur matrik koefisien teknis aij 3. Untuk mengetahui besarnya keterkaitan langsung ke depan. Keterkaitan Langsung ke Belakang Keterkaitan langsung ke belakang menunjukkan akibat suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut secara langsung per unit kenaikan permintaan total. KDLTi = ∑ α ij j =1 n (3. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Depan Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan mengukur akibat dari adanya suatu sektor tertentu terhadap sektor-sektor yang menggunakan output sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total.6) (3.7) (3. dengan rumus sebagai berikut: n KDi = ∑ aij j=1 Dimana: KDi = Keterkaitan langsung ke depan = Unsur matrik koefisien teknis aij 2.

Analisis Dampak Penyebaran Indeks keterkaitan langsung dan tidak langsung baik ke depan maupun ke belakang di atas belumlah memadai dipakai sebagai landasan pemilihan sektor kunci. Analisis ini disebut dampak penyebaran yang terbagi dua yaitu kepekaan penyebaran dan koefisien penyebaran. Analisa ini menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor didalam suatu sistem perekonomian.29 4. Koefisien Penyebaran (Coefficient of Dispersion) Koefisien penyebaran tersebut juga indeks daya penyebaran ke belakang. Indikator-indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan antar sektor karena peranan permintaan akhir setiap sektor tidak sama.3. Oleh karena itu kedua indeks tersebut haruslah dinormalkan dengan cara membandingkan rata-rata dampak yang ditimbulkan oleh sektor tersebut dengan rata-rata dampak seluruh sektor. Keterkaitan Langsung dan Tidak Langsung ke Belakang Analisa keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang menyatakan akibat suatu sektor-sektor yang menyediakan input antara bagi sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung per unit kenaikan permintaan total.2.10) Dimana: BLTLj = Keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang = Unsur matrik kebalikan Leontief terbuka αij 3. 1. KBLTj = ∑α ij i =1 n (3. Koefisien penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang yang dinormalkan dengan sektor dan .

Kepekaan penyebaran ini memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian.10) Dimana: Pdj = Koefisien penyebaran sektor j ij = Unsur matrik kebalikan Leontief 2.11) ij Dimana: = Kepekaan penyebaran sektor i Sdi ij = Unsur matrik kebalikan Leontief . Kepekaan penyebaran merupakan keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dinormalkan dengan jumlah sektor dam jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief. Secara matematis dituliskan dalam bentuk rumus sebagai berikut: n∑ α ij n Pdj = ∑∑ α ij i =1 j =1 n i =1 n (3.30 jumlah seluruh koefisien matrik kebalikan Leontief. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: n∑ α ij Sdi = j =1 n n ∑∑ α i =1 j =1 n (3. Kepekaan Penyebaran (Sensitivity of Dispersion) Kepekaan penyebaran disebut juga indeks daya penyebaran ke depan.

Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas.4. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi. Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.13) . Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎤ ⎡ ET xyj = ⎢∑ l i / x j )bij /(l j / x j )⎥ (y j / x) ⎦ ⎣ i Dimana: ET xyj = Elastisitas tenaga kerja (3.12) = ∑x j b ij yj = Elemen matriks Leontief = Permintaan akhir sektor j 2. Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: EO xyj = Dimana: EO xyj = Elastisitas output x ∑b i ij ( y j / x) (3.31 3. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. 1. Pendekatan ini dianggap lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output.2.

Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.14) Dimana: EP xyj = Elastisitas Pendapatan hj = Upah dan gaji hi / x j = Koefisien pendapatan . Secara matematis analisis ini dapat dapat dinyatakan sebagai berikut: ⎡ ⎤ EP xyj = ⎢∑ hi / x j )bij /(h j / x j )⎥ ( y j / x) ⎣ i ⎦ (3.32 = Jumlah tenaga kerja li l i / x j = Koefisien tenaga kerja 3.

IV. 2005). GAMBARAN UMUM INDUSTRI 4. dan dapat memenuhi kebutuhan kertas dalam negeri yang terancam kekurangan pasokan dalam sepuluh tahun mendatang (Mansur. minimal harus ada tambahan beberapa perusahaan lagi untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Group Raja Garuda Mas dan Barito Pasifik.500 ton (Tabel 4. Group Sinar Mas. Industri kertas memiliki kapasitas total sebesar 10. Ketiga produsen besar industri pulp dan kertas tersebut adalah. Untuk memenuhi kebutuhan kertas tersebut.900 ton. dan investasi luar negeri sebesar 4. 12 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 3 perusahaan negara. Sekitar 64 perusahaan berlokasi di pulau Jawa. Jumlah perusahaan tersebut belum mampu mencukupi konsumsi domestik. Menurut Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI). Oleh karena itu. investasi dalam negeri swasta sebesar 5.666. 14 perusahaan di Sumatera dan dua perusahan berlokasi di Kalimantan. sektor industri ini membutuhkan investasi baru atau industri ini harus meningkatkan efisiensi agar dapat bersaing dengan industri asing.180 ton. sampai dengan tahun 2003.580 ton yang terdiri dari kapasitas terpasang perusahaan swasta-negara sebesar 337. jumlah perusahaan di Indonesia yang memproduksi pulp dan kertas adalah tiga kelompok perusahaan besar. Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari 65 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Profil Industri Kertas Saat ini. .1).045.1.041. Indonesia mempunyai 77 perusahaan produsen kertas dan 10 diantaranya terintegrasi dengan pabrik pulp.

34 Tabel 4.3 100 80. hal ini terjadi didasarkan pada ketersediaan bahan baku dan upah tenaga kerja yang murah di dalam negeri.4 85.140 10.0 100 10.287. Profil Industri Pulp dan Kertas Indonesia Tahun 2003 Status/Lokasi Jumlah Perusahaan 3 65 12 80 10 3 67 80 Kapasitas Terpasang Pulp (Ton) 240.8 100 Kapasitas Terpasang Kertas (Ton) 337.580 100 5.000 6.580 2.215. . 2003.100 1.045.3 7. Sementara konsumsi kertas juga meningkat 4.725.000 Kertas % 3.6 9.100 2.580 8.491. Pada periode yang sama ekspor kertas juga meningkat sekitar 19.600 Total 80 6.580 74.382.100 5.517.500 10.2. Industri-industri yang mengandalkan bahan baku impor tetap mengalami kemerosotan pertumbuhan.000 Kalimantan 2 564.287.1.440 1.000 6.287.100 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.180 4.500 Sumatera 14 5.8 52.9 100 85.1 Perusahaan Negara Swasta Investasi Dalam Negeri Swasta Investasi Luar Negeri Total Integrated (Pulp dan Kertas) Non Integrated Pulp Kertas Total Jawa 64 340. 2003).4 50.1 persen per tahun.072. Perkembangan Industri Kertas Industri kertas tumbuh dan berkembang lebih baik bila dibandingkan dengan kebanyakan industri lain di Indonesia.2 46.7 persen per tahun (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.000 3.322.5 100 25.7 19.045.8 43.045.2 14.528.100 Pulp % 3.554.041. tetapi industri kertas tetap melanjutkan perkembangannya dengan pertumbuhan sekitar 9. 4.666.8 persen pada periode 19972001.900 5.

Pada tahun 2003 kapasitas produksi yang dimiliki industri kertas baru sekitar mencapai 10. Untuk mengatasi kebutuhan konsumsi kertas yang terus . para investor telah menunjukkan ketertarikan yang kecil pada sektor ini karena industri ini telah menjadi capital intensive dan birokrasi yang rumit pasca otonomi daerah.8 kg 2001 23.35 Tabel 4. Nilai konsumsi per kapita ini memang lebih kecil bila dibandingkan dengan negara lain contohnya Malaysia yang sudah mencapai ratusan kilogram per kapita.1 kg 1999 19.0 kg 2003 25.0 kg Sumber: Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. 2003.3 juta ton pertahun sedangkan konsumsi per kapitanya pada akhir 2003 telah mencapai 25 Kg (Tabel 4.6 kg 2000 20. industri kertas harus mengimpor kertas senilai US$ 7 miliar/tahun.2).0 kg 1995 14. Disamping kinerja yang menggembirakan dalam industri kertas ini.3 kg 2002 24. Konsumsi Kertas Per Kapita Penduduk Indonesia Tahun 1993-2003 Tahun Konsumsi Kertas / Kapita 1993 11.2. bila dalam 10 tahun mendatang kapasitas industri kertas tidak bertambah.1 kg 1994 13.3 kg 1997 16.0 kg 1996 16.9 kg 1998 14. Masalahnya setiap tahun konsumsi kertas dalam negeri terus meningkat dengan angka rata-rata sekitar 6 persen per tahun. namun jika kebutuhan kertas di dalam negeri naik hingga mencapai 50 Kg per kapita. Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) mengkhawatirkan Indonesia akan mengalami kekurangan pasokan kertas.

Dengan kecenderungan ini hampir seluruh output industri pulp disalurkan pada industri kertas didalam negeri sedangkan ekspor hanya merupakan pasar kedua. Integrasi vertikal ini dianggap penting karena integrasi vertikal oleh perusahaan kertas akan meningkatkan efisiensi perusahaan dalam industri kertas tersebut karena dapat mengamankan pasokan bahan baku dan meminimumkan biaya transaksi dalam rangka untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan terhadap produk kertasnya (Karseno dan Mulyaningsih. masih menjadi kelemahan bagi sebagian besar produsen kertas Indonesia.1). 4. Kapasitas terpasang industri pulp yang terintegrasi dengan perusahaan kertas mencapai 66. tujuh diantaranya adalah perusahaan kertas yang terintegrasi (tabel 4. 2002) Dilihat dari pangsa produksi dan ekspor penguasaan jaringan pasar luar negeri. Dari 77 perusahaan kertas pada tahun 2003. .08 persen dari total kapasitas terpasang seluruh industri pulp. Sedangkan kapasitas terpasang industri kertas pada perusahaan pulp dan kertas yang terintegrasi mencapai 21. Industri kertas yaitu khususnya perusahaan-perusahaan besar dalam industri ini mempunyai kecenderungan untuk berintegrasi dengan perusahaan penyedia bahan baku yaitu industri pulp.32 persen dari keseluruhan kapasitas terpasang industri kertas.3. Integrasi Vertikal dan Pasar Industri Kertas Indonesia Di Indonesia industri kertas mempunyai karakteristik sebagai industri skala besar.36 meningkat maka harus ada investasi baru atau industri yang ada harus meningkatkan efisiensi.

dan India. Indah Kiat Pulp & Paper Corp. Pentingnya jaringan pemasaran lebih dipicu terutama menjelang diberlakukan pasar bebas di kawasan Asia Tenggara (AFTA) tahun 2003 dan kawasan Asia Pasifik (APEC) tahun 2010. Malaysia. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis mengenai kondisi pasar luar negeri terutama pasar Asia dan bagaimana strategi untuk memasuki dan mengembangkan pasar di kawasan tersebut. Cina. Kawasan Asia Pasifik merupakan kawasan dengan pasar pulp terbesar di dunia. dengan melakukan ekspansi ke negara-negara di kawasan ini. Kedua kelompok ini memilih Singapura sebagai kantor pusat perusahaan mereka.). terutama pasar Asia. Kelompok Sinar Mas memasuki pasar Asia dengan mendirikan kelompok perusahaan melalui bendera APP (Asia Pulp and Paper) di negara Singapura. Pertama. Selain itu pasar dalam negeri juga perlu dikaji karena merupakan basis untuk memperkuat daya saing secara nasional (Rosadi dan Vidyatmoko.4. 2002). Profil Beberapa Perusahaan Kertas Indonesia Sampai dengan tahun 2003 dalam industri kertas terdapat tiga perusahaan yang memiliki proporsi kapasitas pabrik terhadap kapasitas total industri yang melebihi 10 persen.37 Meskipun demikian beberapa (grup) perusahaan telah mencoba menembus pasar luar negeri. Begitu juga dengan Tanoto dan Tanjung Enim Lestari (TEL) yang mengibarkan bendera APRIL (Asia Pacific Resources International Holding Ltd. yang menguasai . 4. PT. Pasar bebas tersebut akan memaksa para produsen pulp dan kertas Indonesia untuk mampu bersaing memperebutkan pasar Asia Pasifik yang terbuka.

Tiga perusahaan pemilik kapasitas terbesar tersebut dimiliki oleh group yang sama yaitu Sinar Mas Group. Suparma PT.1 persen (Tabel 4.000 486.9 1.800 195.400 60.465.000 430.38 20.000 500. Surabaya Mekabox Ltd. Pindo Deli & Paper Mills sebesar 14. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dengan proporsi sebesar 10. Indah Kiat Pulp& Paper Corp PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia PT. NAD.800 450.000 150. Gede Karang PT. Papyrus Sakti PT.000 2.5 6. Tanjungenim Lestari Pulp & Paper PT.000 350.000 1.200 150. .000 150. Aspex Kumbong PT. Pura Barutama PT.500 93. Ekamas Fortuna PT.111.000 Persentase (%) 20.8 1. Kertas Leces (Persero) PT.3. PT.000 700.6 28.7 4.000 1.4 0. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang berlokasi di Langsa.2 persen. Pelita Cengkareng Paper Co.5 persen dari total kapasitas industri.4 0.000 50. Tabel 4.9 Sumber : Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia.044. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT.4 10.8 4.4 4.2 3.2 1. Kapasitas Terpasang Perusahaan Industri Kertas Tahun 2003 Nama Perusahaan PT.000 150.986.4 4.4 0.3). Keempat perusahaan yang tergabung dalam group Sinar Mas ini memiliki karaktristik yang sama yaitu semuanya merupakan perusahaan kertas yang terintegrasi vertikal dengan pabrik kertasnya.000 157.5 1. kemudian disusul oleh PT.8 14. PT.1 1. Pakerin PT. Surabaya Agung PT. Papertech Indonesia Lain-lain Kapasitas Terpasang (Ton) 2.9 1.000 85. Selain ketiga perusahaan itu group Sinar Mas masih mempunyai perusahaan kertas lainnya yaitu PT. dan perusahaan ketiga adalah PT. Riau Andalan Kertas PT. Fajar Surya Wisesa PT. Adiprima Suraprinta PT. 2003.5 0.

39 1) PT.631. 2005).Y.000 ton pulp per tahun. 980.4). Dengan semakin meningkatnya permintaan atas produksi kertas.000 ton corrugated boxes per tahun.A. perusahaan tersebut memiliki dan menguasai beberapa sarana dan prasarana yang digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan usahanya. kertas industri dan corrugated carton boxes (sejenis dus karton.722 Ha .78 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4.000 ton kertas industri per tahun dan 100. Riau seluas 1. Pada susunan pemegang saham. PT. kertas budaya. masyarakat menguasai 38.5/50/2 tanggal 9 Februari 1978. Indah Kiat Pulp & Paper dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direktur utamanya yaitu Teguh Ganda Widjaja. 525 Tanggal 14 Februari 1978 (Bank Niaga. dengan kertas bergelombang sebagai peredam benturan). perusahaan kertas ini mengantisipasinya dengan meningkatkan kapasitas produksinya sehingga saat ini menjadi 1.68 tanggal 7 Desember 1976 yang disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. terutama pabrik kertas budaya di Tangerang. pabrik pulp dan kertas budaya di Perawang. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk Perusahaan ini didirikan di Jakarta dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. Pada saat ini. 744. Indah Kiat Pulp & Paper melakukan usahanya secara komersil dengan memproduksi pulp. yang menempati lahan seluas 28 Ha. dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta No.000 ton kertas budaya per tahun. PT.

72% CHP International (BVI) Corp. Fasilitas produksi perusahaan juga didukung dengan berbagai fasilitas dan prasana seperti jalan. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir.05% Kong Masyarakat : 38. Dr.78% Sumber: Bank Niaga.4. Co.K. mess karyawan dan lain-lain. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof.40 dan pabrik kertas industri di Serang Jawa Barat seluas 308. : 2. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi Presiden Direktur : Teguh Ganda Widjaja Wakil Presiden Direktur : Muktar Widjaja Wakil Presiden Direktur : Hendra Jaya Kosasih Wakil Presiden Direktur : Chen Wang Chi Wakil Presiden Direktur : Yudi Setiawan Lin Direktur : Suresh Kilam Direktur : Didi Harsa Direktur : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham PT Purinusa Ekapersada : 52.9 Ha. 2005. British : 5.. : Lo Shang Shung : Hj. Boards PT. Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. Ltd.88% Virgin Island YFY Global Investment (BVI) Corp.56% British Virgin Island Yuen Foong Yu H. Tabel 4. Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris . Phd. Hong : 0.

75 tanggal 31 Januari 1975.000 ton per tahun. Selain itu perusahaan ini juga mempunyai fasilitas pabrik pembuatan bahan kimia calcium carbonate. Pindo Deli Pulp & Paper Mills ini memulai konstruksi pabrik kertasnya yang kedua (Pindo 2) yang berlokasi di Kuta Mekar. Pada Oktober 1995.5 tanggal 3 April 1975.57 persen dari total saham yang dikeluarkan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills tersebut (Tabel 4. Saat ini perusahaan kertas ini memiliki sebuah pabrik kertas yang berlokasi di Adiarsa.6 tanggal 4 Juli 1975 dan Akta Perubahan No. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan perusahaan) dan kepemilikan saham terbesar perusahaan ini dikuasai oleh PT Purinusa Ekapersada sebesar 97. 2005). berlokasi di lokasi Pindo 1 dengan kapasitas produksi terpasang sebesar 48. 2005).41 2) PT. sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No.000 ton per tahun dan telah berproduksi sejak bulan Maret 1996 (Bank Niaga. Karawang (Pindo 1).5). Karawang dengan menambah tiga Paper Machine serta sebuah Corrugated Machine.6 tahun 1968 tentang PMDN.69 tanggal 25 Februari 1976 (Bank Niaga. . salah satu bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi kertas. Total kapasitas produksi terpasang pabrik kertas milik perusahaan ini adalah sebesar 210. Pindo Deli Pulp & Paper Mills PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills didirikan di Jakarta dalam rangka Undang-undang No. Akta Perubahan No.59 tanggal 26 April 1975. PT.12 tahun1970. dengan Akta No. Akta Perubahan No. Akta Perubahan No. dengan jumlah kapasitas produksi terpasang sebesar 652.000 ton per tahun.

61% 3) PT.9 tanggal 2 Oktober 1972 (Bank Niaga.60 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan perusahaan ini (Tabel 4. 2005). Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards (dua dewan direksi) dan pada susunan pemegang saham. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk PT.57% : 0.42 Tabel 4. Kelompok Sinar Mas adalah salah satu dari kelompok industri terbesar di Indonesia dengan kurang lebih 200 perusahaannya yang bergerak di berbagai usaha yang besar .12 Tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri berdasarkan Akta No. masyarakat menguasai 36. Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada PT Mega Kleenindo PT Unitama Sartindo Sumber: Bank Niaga. Perusahaan ini merupakan bagian kelompok usaha Sinar Mas.6 Tahun 1968 juncto Undang-undang No. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk didirikan dalam rangka Undangundang Negara Republik Indonesia No. PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills per 30 September 2004.6). Jhon Ferdinand Pandelaki : Yudi Setiawan Lin : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hajjah Ryani Soedirman : Arthur Tahya Dewan Direksi : Teguh Ganda Wijaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Suresh Kilam : Tsai Huan Chi : Huang Wen Hai : Tri Ramadi Susunan Pemegang Saham : 97.91% : 0. Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs. Boards PT. 2005.5.

Gandi Sulistiyanto Soeherman : Show Chung Ho : Kuo Cheng Shyong : Raymond Liu. Teddy Pawitra : Kamardy Arief : Let Jend (Purn) Soetedjo Dewan Direksi : Teguh Ganda Widjaja : Muktar Widjaja : Hendra Jaya Kosasih : Chen Wang Chi : Yudi Setiawan Lin : Suresh Kilam : Didi Harsa : Agustian Rachmansjah Partawidjaja Susunan Pemegang Saham : 63. bidang kimia. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk per 30 September 2004 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Ir.43 termasuk industri kertas dan pulp. Dari seluruh tanah yang dikuasai perusahaan 64 persen merupakan tanah dengan Hak Guna Bangunan.6. real estate. Phd. produksi bahan makanan. 2005. minyak goreng.30% : 0. Ryani Soedirman : Mas Achmad Daniri : Prof DR.60% Presiden Komisaris Wakil Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Wakil Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur PT Purinusa Ekapersada Koperasi Masyarakat Sumber: Bank Niaga. yang berdekatan dengan pelabuhan Tanjung Perak merupakan hal yang sangat menguntungkan kelancaran pengapalan untuk ekspor. sedangkan sisanya merupakan tanah yang telah dibebaskan untuk kepentingan .10% : 36. Boards PT. Lokasi pabrik dan pusat perusahaan yang terletak di Jawa Timur. : Lo Shang Shung : Hj. Tabel 4. hotel dan perumahan. perbankan dan jasa keuangan.

minyak wangi. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia telah menerima sertifikat ISO 9002 dari Det Norske Veritas Industry B. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia mempunyai kapasitas produksi sebanyak 30. kertas HVS mengkilap. Hal ini juga diperlukan untuk meningkatkan kesempatan kerja. dan kertas HVS biasa untuk kebutuhan sekolah dan perkantoran. kertas tissue. meningkatkan pengawasan mutu disamping . Bidang usaha utama perusahaan ini adalah menghasilkan kertas tulis dan cetak bermutu tinggi. dan sereal. perusahaan kertas ini juga memproduksi produk-produk kemasan. Pabrik kertas merupakan suatu jenis industri dengan sifat padat modal. Rotterdam. PT. Perusahaan ini menyesuaikan pemakaian teknologi sedemikian rupa untuk tetap dapat menyediakan kesempatan kerja seluas-luasnya. Namun demikian melihat kebutuhan penyediaan kesempatan kerja di Indonesia. Selain kertas tulis dan cetak serta hasil-hasil produksi kertas. Hal ini jelas dapat terlihat pada bagian produksi barang-barang hasil produksi kertas dimana perusahaan ini telah memutuskan untuk tidak menambah mesin-mesin pembungkus otomatis.000 ton boxboard pertahun. diantaranya dus (boxboard) yang dipergunakan untuk kemasan rokok. yang merupakan pengakuan bertaraf internasional terhadap sistem dalam proses produksi yang telah berhasil dilaksanakan oleh perusahaan.V. Belanda.44 perusahaan yang berasal dari petani di sekitarnya dengan status Hak Milik atau Girik. Perusahaan ini juga memproduksi pulp dari daur ulang kertas bekas dan soda kaustik sebagai bahan baku utama industri kertas. Pada tahun 1994. Saat ini PT.

45 4) PT. Aceh Timur dengan nama awal PT Sumber Indra Jaya Paper Manufacture Co. Pada tahun 1999 perusahaan ini telah melakukan modifikasi terhadap mesin-mesin dan fasilitas produksi di pabrik pulp Jambi.6 Tahun 1968 tentang PMDN dengan Akta No. kertas budaya dan tissue. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Perusahaan kertas ini didirikan di Langsa. dan PT.Ltd. 44 tanggal 13 Februari 1974 (Bank Niaga. Kepemilikan saham dikuasai oleh tiga perusahaan yaitu PT. Pindo Deli Pulp & Paper Mills (80 persen). dalam rangka Undang-Undang No. dengan kapasitas produksi 60.75 persen). Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry bergerak dalam bidang usaha industri pulp dan kertas. Lontar Papyrus Pulp .25 persen dari total keseluruhan saham yang diterbitkan (Tabel 4. PT.7). Disamping pulp dan kertas.000 ton per tahun.500 ton kertas per tahun. dengan produksi utama pulp jenis LBKP. PT.. Saat ini perusahaan ini merupakan salah satu produsen pulp yang cukup besar di Indonesia dengan kapasitas produksi sebesar 545. PT Satria Perkasa Agung (19. Arthadana Mulia Makmur yang memiliki 0.000 ton pulp per tahun dan 7. modifikasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi mesin pembuatan pulp dan fasilitas pendukung lainnya. 2005). pada kuartal keempat tahun 1998 perusahaan kertas ini memulai produksi komersial tissue dalam bentuk gulungan besar yang dijual kepada pihak lain untuk kemudian diubah menjadi berbagai jenis tissue siap pakai. Perusahaan kertas ini dijalankan dengan sistem kepemimpinan perusahaan double boards yang terdiri dari dewan komisaris dengan presiden komisarisnya yaitu Indra Widjaja dan dewan direksi dengan direkturnya adalah Teguh Ganda Widjaja.

John Ferdinand Pandelaki : Sukirta Mangku Djaja : Let Jend (Purn) Soetedjo : Hj. .E10683 sebagai bukti bahwa perusahaan kertas ini telah memenuhi ketentuan standar lingkungan hidup yang dipersyaratkan (Bank Niaga.00% PT Satria Perkasa Agung : 19. Di samping itu.75% PT Arthadana Mulia Makmur : 0.25% Sumber: Bank Niaga. NAD. Ryani Soedirman Dewan Direksi Direktur Utama : Teguh Ganda Widjaja Wakil Direktur Utama : Hendra Jaya Kosasih Direktur : Muktar Widjaja Direktur : Suresh Kilam Direktur : Lin Shun Keng Direktur : Tri Ramadi Direktur : Arthur Tahya Susunan Pemegang Saham PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills : 80. perseroan ini juga telah memperoleh sertifikat ISO 14001 pada tanggal 19 Agustus1997 yang dikeluarkan SGS Yarsley International Certification Services Limited dengan sertifikat No. Tabel 4. Boards PT. Jambi dan sebuah pabrik kertas di Langsa. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry telah memperoleh sertifikasi ISO 9002 sehubungan dengan telah sesuainya sistem kualitas manajemen (Quality management systems) dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam ISO 9002. 2005). 2005. Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Dalam menjalankan usahanya.46 & Paper Industry saat memiliki sebuah pabrik yang memproduksi pulp dan tissue yang berlokasi di Sumatera yaitu di Tanjung Jabung. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry per 30 Desember 2003 Dewan Komisaris : Indra Widjaja : Drs.7. PT.

977. Peranan Industri Kertas Dalam Perekonomian Indonesia 5.1.701.068.21 persen dari total permintaan antaranya. hal ini berarti bahwa output di Indonesia cenderung digunakan untuk memenuhi konsumsi langsung masyarakatnya.775 juta atau sekitar 1.V.629 juta.870 juta. Selanjutnya diikuti oleh sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.415 juta atau 13. pada urutan kedua dan ketiga dengan nilai Rp 144. dilihat dari sisi permintaan antara tampak bahwa sektor perdagangan menghasilkan output tertinggi yang digunakan sebagai input oleh seluruh sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar Rp 197.019 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 1. Dari data tersebut diperoleh bahwa jumlah permintaan akhir lebih besar dibandingkan jumlah permintaan antaranya. Angka-angka tersebut di atas menunjukkan seberapa pentingnya peranan output yang dihasilkan oleh sektor-sektor di atas untuk digunakan sebagai input oleh sektor-sektor perekonomian lainnya di Indonesia. Struktur Permintaan Industri Kertas Total permintaan barang dan jasa domestik yang dihasilkan oleh Indonesia tahun 2000 mencapai Rp 2.730 juta atau 11.656. Jumlah tersebut terdiri atas permintaan antara sebesar Rp 1. Berdasarkan Tabel 5.83 persen dan Rp 117.767.1.1.800.048.099. Sedangkan untuk industri kertas mempunyai permintaan antara sebesar Rp 10.03 persen dari total permintaan antara dan berada pada urutan ke-18 diantara sektor-sektor lainnya.073. .460.71 persen dari total permintaan antara.626 juta atau 18.1.

25 2.564.47 0.817.848.379 33.153.84 persen dari total permintaan akhir.844.29 12.03 0.84 2.83 15.916 177.700 3.730 90.67 5.287.64 3.151 329.278 151.16 1.23 0.21 8. 2000 (diolah).656.88 4.800.92 0.372 88.438.11 1.44 1.685.593 30.113 94.37 6.629 4. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-sektor Perekonomian di Indonesia Tahun 2000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.622 8.586.099.259 165. Nilai tersebut lebih besar dibanding permintaan antaranya.97 6.176 197.389.56 100 Sumber: Tabel I-O Indonesia.014.257.847 3.847 juta atau 0.048.613 64.325.15 100 Permintaan Akhir Jumlah % (Juta Rp) 115.627.595.214.37 0.970.036.074 19.228.036 155.775 5.568 21.575 9.726.698.43 14.19 4.03 0.034 41.89 2.165 139.227.412.621 208.028 0.476.670 7.881 13.125.885.649 36.065 15.71 2. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Permintaan Antara Jumlah % (Juta Rp) 144.160 6.87 6.870 7. Dilihat dari permintaan akhir pada Tabel 5.019 11.689.37 5.05 9.020 7. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat secara keseluruhan lebih banyak menggunakan output industri kertas untuk konsumsi .51 1.849 80.067 0.53 1.33 0.620 13.739.1.063 396.408 243.99 1.961 1.42 5.534.88 1.1 sektor industri kertas menempati posisi ke-14 diantara sektor yang lain sebesar Rp 13.38 0.970.887 201.276.574 1.637.695 227.80 14.64 2.34 0.705 23.076.599 5.48 Tabel 5.485 39.08 79.14 117.771.821.018 0.760.605 94.056 67.242.254 131.10 196.84 18.272.073.329.897.948.287 2.50 9.50 0.442.53 0.850.657 12.353.426.84 0.034 238.767.356 105.58 12.32 0.815.441.99 1.774.460.73 8.36 9.529.068.424 8.498 19.626 70.944 0.98 100 Total permintaan Jumlah % (Juta Rp) 260.849 24.677.045.87 2.52 12.128 23.713 1.741 10.672.748.620 8.901.215 35.30 1.119.340.13 8.729.099 57.695.65 17.47 1.926 0.60 5.775.805.16 4.496.27 3.035 16.09 1.977.701.169 161.74 8.724 5.13 0.34 2.48 0.743.415 13.108 13.416.

Berdasarkan Tabel 5. Pada tahun yang sama sektor industri kertas menyumbang nilai tambah bruto sebesar Rp 7. Rasio upah dan gaji dan surplus usaha termasuk kategori baik jika rasionya mendekati keseimbangan (mendekati 1) yang berarti bahwa proporsi penerimaan dalam bentuk upah dan gaji bagi pekerja dan surplus usaha bagi produsen berimbang.49 langsung (masyarakat. penyusutan sebesar Rp 865.928 juta berasal dari penyusutan dan Rp 69.770 juta berasal dari upah dan gaji. Rp 755.843. Struktur Nilai Tambah Bruto Nilai tambah bruto merupakan balas jasa terhadap faktor produksi yang tercipta karena adanya kegiatan produksi.849 juta.278.498 juta berasal dari surplus usaha. Rp 110. Jika diperbandingkan antara nilai upah dan gaji terhadap surplus usaha (U/G) maka akan diperoleh nilai rasio upah gaji dengan surplus usaha. surplus usaha.079. penyusutan dan pajak tak langsung netto.1. surplus usaha sebesar Rp 458. .048. Dalam Tabel I-O Indonesia tahun 2000 nilai tambah meliputi penerimaan upah gaji. pemerintah dan ekspor) dibanding untuk keperluan produksi sebagai input bagi sektor lain.2. 5.895. Nilai rasio tersebut menunjukkan perbandingan antara besarnya upah dan gaji yang diterima produsen.2 dapat diketahui bahwa total nilai tambah bruto negara Indonesia adalah Rp 1.958 juta dan pajak tak langsung netto sebesar Rp 487.762 juta.732 milyar berasal dari pajak tak langsung netto.860.350 juta dengan perincian Rp 400.327 juta yang terdiri atas upah dan gaji sebesar Rp 1.2).967 juta (Tabel 5.952.331.

243 1.480.664.567.708 127.459 53.105 6.43).843.034.774 11.017.764 83.886 2.2.731.414.354 komunikasi Keuangan dan 21.931.208.902 6.569 11.070 persewaan Jasa-jasa 85.705 7.536.560 8.670.228.585. 2000 (diolah).079.278.564.477.562.127.498 Sumber: Tabel I-O Indonesia.762 4.479 kertas Industri percetakan 1.607 6.758.430 dasar Industri barang jadi 3.757 2.004.458.701 Industri kertas 1.257 19. Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada Tabel 5.567 26.147.524 487.396 325.393.770 755.591 564.226.704 6.383.063 4.702 926.119.382 4.919 1.044.725 Industri kimia 21.797.418 Pengangkutan dan 16.616 5.948 3.504 1.946.103.639 Industri barang dari 1.177 21.073 3.723.727 76.914 Kayu 2.331.063 barang non logam Industri logam 2.048.772.418 59.803 4.949 45.028.451 Listrik.132.952.232 97.623.378 476.905 2.440.352.229.176 19.372.129 furniture Industri pulp 940.973. Kondisi ini menunjukan bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau .484.703.718 147.114 pakaian Industri kayu dan 5.489.326 5.895.311 9.759 10.912 9.946 Penyusutan (Juta Rp) 2.084.237 6.212 3.169.898 138.778.107 14.567 5.256.958 83.296.530 penggalian Industri makanan 30.340 Perdagangan 61.952 4.793.623 84.392 225.062.670 4.463.046 1.996.700.240 28.081 834.052 20.588.233 65.576 dari logam Industri lainnya 19.245 Pertambangan dan 25.266.088 105.550.664.156 69.933 2.508.625.947 Industri semen dan 3. gas dan air 2.590.756 12.212.131 115.393.638 9.282.010.182.511 29.542 933.605.928 Indirect Tax (Juta Rp) 1.946 110.116 7.012.690 777.802 134.358 1.182 30.072 64.652 167.542 Bangunan 37.333.985 Hasil hutan lainnya 565.093.142.50 Tabel 5.434 15.143.195 112.877.278.365.860.3.692.327 3.350 Pertanian 40.573.732 Nilai tambah bruto (Juta Rp) 166.164 13.821 61.279.901. diperoleh bahwa ternyata pada sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji.015.756.576.968 115.511 770. Hal ini terlihat dari nilai rasio yang lebih kecil dari satu (0.963 8.229.864.512 1.443 301.475.655 2.554.781 8.714.975 865.875 429.577.990 dan minuman Industri tekstil dan 16.343. Nilai Tambah Bruto Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Upah /gaji (Juta Rp) Surplus Usaha (Juta Rp) 121.385 Total 400.

26 0.25 6.3.35 0.57 0.948 jiwa.20 0.47 0.33 0.64 0.36 0.43 0.36 0. Rasio Upah Gaji terhadap Surplus Usaha (U/G) 0.79 0. Tabel 5.3. Jumlah tenaga kerja yang terserap di setiap sektor ekonomi merupakan indikator kemampuan sektor tersebut dalam menciptakan kesempatan .51 0.320.04 0.76 0.74 0. 2000 (diolah).55 5.43 0. Struktur Ketenagakerjaan Banyaknya tenaga kerja yang terserap pada tahun 2000 sebanyak 93.48 1.1.45 0. Rasio Upah Terhadap Surplus Usaha Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.51 terjadi ketimpangan yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar pada produsen (pemilik modal).27 0.84 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.

Dalam hal produktifitas tenaga kerja industri kertas menduduki peringkat keempat .942 6.567.84 13.83 14.062.119.870.255 76.459 16.35 79.15 137.372.327 Industri kertas 73.034 115.938 9.664 8.475.912 non logam 357.352.051 2.328.756 400.511 61.53 30.576.895.041.142.06 0.392 Bangunan 17.623 85.963 Industri lainnya 225.985 565. Gambaran tentang jumlah tenaga kerja.590.13 4.821 logam 1.708 30.61 10. terlihat sektor industri kertas menyerap 118.905 Industri kayu dan furniture 57.860. produktifitas dan nilai upah sektoral dapat dilihat pada Tabel 5.232 Industri percetakan 705.52 kerja bagi masyarakat di wilayah tersebut.212.4.943 167.331.06 0.296.169.700.515 225. 2000 (diolah).245 25.770 Upah/TK 0.208.843.233 Perdagangan Pengangkutan dan 4.567 21.921.949 minuman 2.4.97 66.477.183.652 Hasil Hutan Lainnya Pertambangan dan 825.519 jiwa.60 25.27 Total Upah (Juta) 40.64 6.46 14.75 7.243 Jasa-jasa 93.012.393.134 20.282. Tabel 5.638 Industri logam dasar Industri barang jadi dari 259.30 40.450.27 43.418 3.504 1.551 3.54 36.39 203.131 Komunikasi 1.42 0.177 5.350 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.034.99 4.07 18.266.333.328.607 Industri barang dari kertas 100.03 0.164 Pertanian 555.592 112.15 0.012.463.692.030 97.30 12.797.911 10.914 2.454 7.256.65 26.802 16.320.454 jiwa sedangkan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor pertanian dengan kemampuan menyerap tenaga kerja sebesar 40.664.212 2.20 0.803 19.56 59.382 37.727 Listrik.82 15.655 Kayu 86.98 10. Berdasarkan Tabel 5. Jumlah Tenaga kerja.65 41.182 2.017.512 1.577.279.48 37.519 166.824 13.48 3.948 1.161 9.225 45.143.513 2.759 Industri kimia Industri semen dan barang 648.912 65.20 18.10 8.132.084.440.448.195 Penggalian Industri makanan dan 3.88 3.4.480.562 105.705 Industri pulp 118.32 8.12 24.573.585.569.762 1.004.952.20 18.052 Industri tekstil dan pakaian 2.063 21.03 37.15 0.06 0.569 940.931.508. Gas dan Air 4.03 65.877.616 3.218 61.06 0. Produktifitas dan Nilai Upah Sektoral Indonesia Tahun 2000 Sektor Jumlah TK Nilai tambah Produktivitas bruto (Juta/Tk) (Juta Rp) 4.15 0.088 Keuangan dan Persewaan 11.670.74 8.

Nilai ekspor industri kertas yang masih kecil tersebut dapat menandakan bahwa sektor industri ini masih berorientasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.930. Nilai impor industri kertas sebesar Rp 8.65 juta nilai tambah dari sektor tersebut dalam tahun 2000.831.5. .757 juta.125.5). nilai ekspor keseluruhan sektor industri kertas adalah Rp 13.854 juta atau 2. 5.623 juta.95 persen dari total impor Indonesia (Tabel 5.4.5). Nilai impor tersebut dapat menunjukkan bahwa kebutuhan kertas dalam negeri masih lebih besar dari produksi kertas dalam negeri sehingga harus melakukan impor.1.84 persen dari total ekspor indonesia. Dari Tabel 5. Ditinjau dari sisi impor terhadap barang-barang dan jasa ternyata nilai impor secara keseluruhan sebesar 287.507.53 sekitar 66. dengan melihat besarnya selisih antara total ekspor dan impor.385 juta atau 2. perdagangan serta sektor pengangkutan dan telekomunikasi mengalami selisih yang positif ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barangbarang yang dihasilkan oleh sektor tersebut tidak lagi tergantung pada impor.65 yang berarti satu orang tenaga kerja yang bekerja di sektor manufaktur mampu menghasilkan sekitar 66. Struktur Ekspor dan Impor Ekspor Indonesia pada tahun 2000 sebesar Rp 520. terlihat bahwa sektor pertanian. industri pengolahan. sedangkan nilai ekspor terbesar ditempati oleh sektor industri kimia atau 18.52 persen dari total ekspor Indonesia (Tabel 5. Berdasarkan nilai total ekspor tersebut.

01 1.13 100 Jumlah Input (Juta Rp) 224.739.21 Industri lainnya 0 0.809 4.063 396.850.27 Industri logam dasar Industri barang jadi 31.845 528.362.167.59 dari logam 58.322 32.757 % 1.97 pakaian Industri kayu dan 37.854 1.540.466 13.03 Perdagangan Pengangkutan dan 26. gas dan air.943.958.214.489 8.899 7.444.22 0.957.815.622 8.864 9.602 19.49 4. Ini menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor tersebut masih tergantung pada impor.933 1.332 49.099 57.29 17.53 1.493.512 281.991.75 1.305 6.947 43.412.554.444.089.67 komunikasi Keuangan dan 11.775 10.641 37.824.094.620 13.319 24.050 4.379 33.163.722 39.864.10 persewaan 8.177 6.588.881 40.317.326 1.814 71.51 Jasa-jasa 569.735.613 27.336 1.65 9.78 13.637.944 196.247 0.722 -39. .705 23.287 2.218 11.02 Kayu 394.859 7.016 0.326 2.559.162.365 5.451 131.040 1.701.95 0.772.23 2.489.58 0. Struktur Ekspor dan Impor Indonesia Tahun 2000 Ekspor Sektor Jumlah (Juta Rp) % Impor Jumlah (Juta Rp) 4.821.771.028 2.719.896.399 -3.17 0.285.56 penggalian Industri makanan dan 29.857.694 2.729.52 15.677.94 2.18 0.238.558.175 100 Total (domestik) Sumber: Tabel I-O Indonesia.534.353.603.805.611.507.959 30.110 0. sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa.22 Pertanian 124.842 2.695 227.385 2.38 0.942.529.86 6.979 2.880.278 177.58 0.478 -2.698.5.916 177.848 287.136.259.617 2.883.403.971.855 26.297 2.268.665 25.287 161.865 353.433 5. sektor bangunan.634.161.79 8.18 minuman Industri tekstil dan 73.238. sektor listrik.620 12.262 17.061 4.641 19.667.337 5. Tabel 5.093.120 3.627.298 4.53 furniture 5.126 X-M (Juta Rp) 2.163 63.54 Sedangkan yang mengalami selisih negatif dialami oleh sektor kayu.849 24.00 Listrik.796.053 -21.048.490.00 Bangunan 57.413 176.125.900.814 18.305.30 Industri kertas Industri barang dari 1.018 49.566.06 barang non logam 12.418 6.531 541.96 2.373 1.908 10.598.550 0.07 Hasil hutan lainnya Pertambangan dan 77.485.473. gas dan air 0 0.242.033 8. 2000 (diolah).617.525.424 8.96 Industri pulp 13.580.99 6.29 kertas 3.151 332.225.900.930.395.413 0.61 Industri percetakan 107.567.340.84 Industri kimia Industri semen dan 6.408 243.242.088 -404.427 5.

55

Jika dilihat dari total selisih antara ekspor dan impor maka perekonomian Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 232.900.866 juta. Surplus perdagangan terbesar diberikan oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 71.489.864 juta, sedangkan industri kertas mengalami surplus perdagangan sebesar Rp 4.617.531 juta. Angka tersebut menunjukan bahwa secara umum dalam memenuhi kebutuhan terhadap barang-barang yang dihasilkan oleh sektor industri kertas di Indonesia tidak lagi tergantung pada impor.

5.1.5. Struktur Output Sektoral Output merupakan nilai produksi (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh suatu sektor perekonomian. Berdasarkan Tabel Input-Output Indonesia tahun 2000 dapat diketahui besarnya output yang diciptakan oleh masing-masing sektor. Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa output sektoral perekonomian Indonesia sebesar Rp 270.099.837 juta. Sektor yang paling besar menyumbang dalam pembentukan output domestik adalah sektor perdagangan yakni sebesar 14,67 persen dengan nilai output sebesar Rp 396.214.278 juta, kemudian disusul oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai sebesar Rp 329.325.254 juta dalam persentase sebesar 12,19 persen dari total output keseluruhan. Sementara industri kertas sendiri menyumbang sebesar Rp 24.771.622 dalam pembentukan output atau sebesar 0,92 persen dari seluruh total output sektoral perekonomian.

56

Tabel 5.6. Struktur Pembentukan Output Sektoral terhadap Perekonomian Indonesia Tahun 2000
Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Total (domestik) Output Jumlah (Juta) Persentase (%) 260,672,575 9.65 17,340,028 0.64 2,698,944 0.10 196,815,151 7.29 329,325,254 12.19 131,412,099 4.87 57,534,424 2.13 8,739,849 0.32 24,771,622 0.92 8,850,620 0.33 13,627,408 0.50 243,805,705 9.03 23,821,379 0.88 33,729,613 1.25 64,119,165 2.37 139,438,593 5.16 30,637,695 8.43 227,677,063 8.43 396,214,278 14.67 151,272,169 5.60 161,353,916 5.97 177,242,287 6.56 2,701,099,837 100

Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah). 5.2. Analisis Keterkaitan

5.2.1. Keterkaitan Langsung Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Keterkaitan langsung beberapa sektor perekonomian Indonesia dapat dilihat pada Tabel 5.7. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa sektor perdagangan mempunyai nilai keterkaitan langsung kedepan yang paling besar yaitu sebesar 1,4070. Selanjutnya urutan kedua terbesar ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai keterkaitan langsung ke depan sebesar 1,3580 kemudian secara berturut-turut diikuti oleh sektor industri kimia dan minyak dan

57

sektor pengangkutan dan komunikasi dengan nilai 0,7964 dan 0,7020 pada posisi ketiga dan keempat. Untuk keterkaitan langsung ke belakang sektor listrik, gas dan air merupakan sektor yang memiliki nilai keterkaitan langsung ke belakang yang paling tinggi dengan nilai 0,3103. hal ini dikarenakan sektor listrik, gas dan air merupakan salah satu sektor yang paling vital dalam kehidupan manusia dan tanpa sektor tersebut sektor yang lain tidak akan dapat berjalan, kemudian urutan kedua dan ketiga di tempati oleh industri makanan dan minuman dan sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 0,3319 dan 0,1790.

Tabel. 5.7. Nilai Keterkaitan Berbagai Sektor Perekonomian di Indonesia
Langsung

Sektor
Depan Belakang

Langsung dan Tidak Langsung Depan Belakang

Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa
Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

0,5495 0,2619 0,0236 1,3580 0,3319 0,2764 0,1790 0,1877 0,5997 0.0485 0,0431 0,7964 0,0900 0,3072 0,1737 0,1631 0,3103 0,1919 1,4070 0,7027 0,6438 0,0980

0,2391 0,1794 0,1393 0,1188 0,6039 0,4673 0,5687 0,3957 0,3378 0,5356 0,4078 0,4217 0,4842 0,5635 0,4161 0,3675 0,6530 0,4884 0,3821 0,3945 0,2400 0,3390

1,9552 1,3283 1,0291 3,1272 1,6422 1,3855 1,2191 1,2750 1,6529 1,0734 1,0653 2,1857 1,1150 1,2955 1,2689 1,3310 1,4368 1,3066 3,2051 2,0874 2,1306 1,1575

1,3950 1,2751 1,2287 1,1567 1,9484 1,7956 1,8775 1,6059 1,5409 1,8431 1,6424 1,5577 1,6858 1,7978 1,5005 1,6501 1,8552 1,7539 1,6138 1,6346 1,3643 1,5500

3378 yang berada pada posisi ke-17 diantara sektor-sektor yang lain. maka sektor industri kertas akan meningkatkan permintaan inputnya secara langsung sebesar 0. sektor industri makanan dan minuman memiliki nilai keterkaitan tertinggi diantara sektor-sektor lainnya yaitu sebesar 1. Selanjutnya berturut-turut untuk posisi ketiga dan keempat ditempati oleh sektor listik.8775. gas dan air dan sektor industri barang-barang dari kertas dengan nilai keterkaitan sebesar 1. Sedangkan untuk keterkaitan langsung ke belakang industri kertas memiliki nilai sebesar 0.58 Untuk industri kertas. . Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sebesar satu juta. dalam nilai keterkaitan langsung ke depan menempati urutan keeenam dengan nilai 0.5997.5997 juta rupiah.9484.2.1857. 5.8552 dan 1.2051 dan 2.2. maka output industri kertas secara langsung akan meningkat sebesar 0.7 dapat dilihat bahwa sektor yang mempunyai nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai sebesar 3. Keterkaitan Langsung Perekonomian Indonesia dan Tidak Langsung Sektor-Sektor Pada Tabel 5. Selanjutnya di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh sektor perdagangan dan sektor industri kimia dengan nilai masing-masing sebesar 3. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa jika terjadi kenaikan permintaan akhir satu juta.3378 juta rupiah. Untuk nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung ke belakang. Urutan kedua tertinggi ditempati oleh sektor industri kayu dan furniture dengan nilai keterkaitan sebesar 1.8431.1272.

59

Berdasarkan hasil analisis (Tabel 5.7), industri kertas memiliki nilai keterkaitan langsung dan tidak langsung kedepan sebesar 1,6529 yang berada pada peringkat ketujuh diantara sektor-sektor yang berada dalam perekonomian Indonesia. Nilai keterkaitan tersebut mengindikasikan bahwa setiap satu juta output yang dihasilkan industri kertas secara langsung maupun tidak langsung akan dialokasikan kepada sektor-sektor lain dan kepada industri kertas itu sendiri sebesar 1,6529 juta rupiah. Sedangkan untuk keterkaitan langsung dan tidak langsung kebelakang, industri kertas memiliki nilai keterkaitan sebesar 1,5409 yang berada pada peringkat ke-16 diantara sektor-sektor lainnya. Nilai keterkaitan sebesar 1,5409 berarti apabila terjadi peningkatan permintaan akhir sebesar satu juta pada industri kertas maka permintaan input dari sektor-sektor lainnya maupun dari industri kertas itu sendiri secara langsung dan tidak langsung akan menigkat sebesar 1,5409 juta rupiah.

5.2.3. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan sektor antara yang berada diantara sektor-sektor yang lain, industri ini tidak dapat dipisahkan dari industri atau sektor-sektor hulunya yang menyediakan input bagi keperluan proses produksinya, sebaliknya industri ini juga berfungsi sebagai penghasil output yang digunakan sebagai input bagi industri lainnya (hilir). Sektor-sektor hilir yang terkait dengan industri kertas antara lain industri barang-barang dari kertas, industri percetakan (penerbitan), dan sektor jasa-jasa.

60

Tabel 5.8. Keterkaitan ke Depan Industri Kertas terhadap Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Sektor
Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik, gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia, 2000 (diolah).

Koefisien 0.0005 0.0008 0.0025 0.0000 0.0022 0.0013 0.0004 0.0057 0.0015 0.3183 0.2448 0.0003 0.0047 0.0001 0.0006 0.0010 0.0007 0.0002 0.0020 0.0009 0.0012 0.0128

Peringkat 17 14 6 22 7 10 18 4 9 1 2 19 5 21 16 12 15 20 8 13 11 3

Dari hasil analisis keterkaitan ke depan industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian Indonesia (Tabel 5.8) dapat dilihat bahwa industri barang dari kertas menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,3183. Selanjutnya disusul oleh industri percetakan dengan nilai keterkaitan sebesar 0,2248 pada urutan kedua. Industri barang dari kertas dan industri percetakan menempati peringkat teratas karena kedua industri ini menggunakan bahan baku utama yang dihasilkan dari industri kertas.

61

5.2.4. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Sektor-sektor Perekonomian Indonesia Industri kertas merupakan industri yang terus berkembang pesat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan konsumsinya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan industri ini juga ditandai dengan peningkatan kapasitas produksi perusahaan-perusahaan industri kertas dalam satu dekade terakhir ini. Salah satu indikator penyebab perkembangan dan pertumbuhan yang cukup tinggi itu adalah kedekatan industri kertas dengan bahan baku industrinya dalam hal kemudahan memperolehnya. Kedekatan inilah yang menandai bahwa keterkaitan ke belakang industri kertas dengan sektor-sektor penyedia inputnya (hulu) cukup besar. Dari hasil analisis keterkaitan ke belakang industri kertas terhadap berbagai sektor perekonomian indonesia (Tabel 5.9) dapat dilihat bahwa industri pulp menduduki peringkat pertama dengan nilai sebesar 0,0944. Industri pulp menduduki peringkat pertama karena pulp merupakan bahan baku utama yang digunakan oleh industri kertas. Selanjutnya disusul oleh sektor pengangkutan dan komunikasi pada urutan kedua. Masuknya sektor pengangkutan dan komunikasi dalam peringkat yang cukup tinggi bila di bandingkan dengan sektor-sektor lain dalam perekonomian dikarenakan pentingnya faktor pengangkutan dan

komunikasi dalam memperlancar rantai distribusi bahan baku dari tempat bahan baku ke perusahaan tempat proses produksi dilaksanakan

gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.0045 0.0199 0.0071 0.0401 0.0023 0. 2000 (diolah).0012 0.0010 0.0017 0.3.0621 0.0000 0.0944 0.0004 0. Keterkaitan ke Belakang Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.0031 0.9.0015 0.0005 0.0037 0. Analisis koefisien penyebaran dianggap penting karena menunjukkan koefisien kaitan yang memberikan gambaran tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu unit permintaan akhir untuk semua sektor di dalam suatu sisitem perekonomian. Analisis Koefisien Penyebaran dan Kepekaan Penyebaran Untuk mengetahui distribusi manfaat dari pengembangan suatu sektor terhadap perkembangan sektor lainnya baik melalui mekanisme transaksi pasar input dan pasar output dapat dianalisis berdasarkan koefisien penyebaran dan kepekaan penyebaran.0181 0. Sedangkan analisis kepekaan penyebaran berguna untuk .62 Tabel 5.0007 0.0731 0.0001 0. Koefisien 0.0006 0.0050 Peringkat 11 7 17 12 9 20 15 1 14 10 16 4 21 22 13 19 6 18 3 2 5 8 5.

Koefisien Penyebaran Koefisien penyebaran menunjukan efek relatif yang ditimbulkan oleh keterkaitan ke belakang secara langsung dan tidak langsung antara satu sektor dengan semua sektor yang ada. Koefisien penyebaran sering disebut sebagai daya penyebaran ke belakang. Dengan kata lain merupakan efek yang ditimbulkan oleh suatu sektor karena adanya peningkatan output suatu sektor yang bersangkutan terhadap output sektor-sektor lainnya yang digunakan sebagai input oleh sektor-sektor tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. industri barang dari kertas juga industri tekstil dan pakaian. Nilai koefisien yang lebih besar dari suatu sektor menunjukkan kemampuan sektor tersebut dalam menarik perkembangan sektor hulunya. Berdasarkan nilai indeks koefisien penyebaran yang lebih dari satu. Koefisien penyebaran ini diperoleh dari nilai keterkaitan output langsung dan tidak langsung ke belakang yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung semua sektor. gas dan air. listrik. industri kayu dan furniture.1.3.10 dapat dilihat beberapa sektor yang mempunyai indeks koefisien penyebaran yang tinggi antara lain sektor industri makanan dan minuman. . 5. hal ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kemampuan yang kuat untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya. Pada Tabel 5.63 memberikan gambaran tentang pengaruh yang timbul oleh suatu unit permintaan akhir terhadap semua sektor di dalam perekonomian.

gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia. Koefisien Penyebaran Industri Kertas Terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.9668 Untuk industri kertas. Koefisien Penyebaran 0.0066 1.7953 0.7664 0. Salah satu penyebab terjadi hal tersebut adalah adanya integrasi vertikal dalam industri kertas sendiri. khususnya yaitu dengan sektor hulu yang paling besar keterkaitannya dengan industri kertas yaitu industri pulp.1213 0.9611.1710 1.0016 0.8509 0.9715 1.0939 1. Perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kapasitas produksi yang besar pula ternyata juga memiliki pabrik pulp sebagai sumber bahan bakunya.2152 1.1495 1.10. Hal ini mengakibatkan kemampuan industri kertas secara keseluruhan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya .9611 1. sektor ini mempunyai indeks koefisien penyebaran sebesar 0.64 Tabel 5.8701 0.9359 1.0514 1.0195 0. Hal mengindikasikan bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kurang kuat dalam menarik perkembangan sektor hulunya.7215 1. 2000 (diolah).1571 1.0292 1.0244 0..1199 1.

65 terutama pulp menjadi semakin berkurang. menurut Karseno dan Mulyaningsih (2002) integrasi vertikal pada industri kertas justru akan lebih meningkatkan efisiensi produksi perusahaan dalam industri 5.11 dapat dilihat bahwa sektor pertambangan dan penggalian memiliki indeks kepekaan penyebaran yang paling tinggi yaitu sebesar 1. Kepekaan Penyebaran Kepekaan penyebaran merupakan efek relatif yang disebabkan oleh perubahan output suatu sektor ekonomi yang akan menimbulkan perubahan output sektor ekonomi lainnya yang menggunakan output sektor tersebut sebagai input baik langsung maupun tidak langsung.2. Nilai indeks kepekaan penyebaran lebih dari satu mengindikasikan suatu sektor memiliki kemampuan yang kuat untuk mendorong sektor hilirnya.3. Namun jika di tinjau dari sisi efisiensi. sehingga sektor pertambangan dan penggalian mempunyai kemempuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor-sektor hilirnya terutama dalam hal penyedian kebutuhan bahan bakar untuk proses produksi. .9504. Pada Tabel 5. Kepekaan penyebaran ini sering disebut indeks daya penyebaran ke depan yang diperoleh dari keterkaitan langsung dan tidak langsung ke depan yang dikalikan dengan jumlah sektor kemudian dibagi dengan total keterkaitan langsung dan tidak langsung dari semua sektor. Hal ini di karenakan sektor pertambangan dan penggalian merupakan salah satu sektor yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian. Barang tambang seperti minyak bumi dengan produk hasil olahannya yaitu bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilar utama proses produksi output sektor-sektor industri dalam perekonomian.

2000 (diolah).3632 0.7603 0. hal ini berarti bahwa industri kertas mempunyai kemampuan yang kuat untuk mendorong perkembangan sektor hilirnya.8149 1.2195 0.9990 1.0309 0. Kepekaan Penyebaran 1. Dengan nilai indeks yang lebih besar dari satu.7219 Sedangkan untuk industri kertas.6644 1.6419 1.7914 0. dan industri kayu dan furniture (0. Kepekaan Penyebaran Industri Kertas terhadap Berbagai Sektor Perekonomian Di Indonesia Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.66 Tabel 5. sektor industri ini mempunyai indeks kepekaan penyebaran sebesar 1.9504 1.8961 0.3019 1.7952 1.0242 0. Bila di bandingkan dengan beberapa sektor lainnya yang tergolong sektor manufaktur seperti industri makanan dan minuman (1. .309.8641).8302 0.7603).6695 0. industri tekstil dan pakaian (0.8641 0.8285 0.11.3288 0. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel I-O Indonesia.0242).8080 0. industri kertas lebih unggul dalam kemampuannya dalam menstimulir perkembangan sektor-sektor hilirnya dan termasuk ke dalam delapan besar sektor yang mempunyai indeks kepekaan penyebaran kuat dalam perekonomian.6954 0.

pendapatan dan tenaga kerja.2610 (Tabel 5. Pada perekonomian Indonesia. Nilai elastisitas output yang tinggi dari . Elastisitas Output Elastisitas Output adalah perubahan persentase dalam total output suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.67 Semuanya itu menandakan bahwa sektor industri kertas layak untuk terus dikembangkan dan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. 5.1. Hal ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri makanan dan minuman sebesar 1. Pendekatan elastisitas input-output dibagi kedalam tiga kategori yaitu elastisitas output. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan output sektor perdagangan sebesar 1.1253.4. 5. Pendekatan ini mempermudah policy makers untuk berkonsentrasi tidak hanya pada nilai-nilai keterkaitan dan multiplier tertinggi tetapi juga pada share suatu sektor ekonomi.1253 persen.12).4. Menurut Mattas dan Shresta (1991) dalam Imansyah (2000) pendekatan ini lebih baik daripada analisis keterkaitan dan analisis multiplier karena memperhitungkan share suatu sektor dalam output.2610 persen. elastisitas output tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Urutan kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas output sebesar 1. Elastisitas Input-Output Elastisitas input-output menyediakan pandangan baru untuk penentuan sektor prioritas.

4. Pada tabel 5. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan total output sektor industri pertambangan dan penggalian sebesar 1. Untuk industri kertas.1650. industri kertas dapat disebut cukup responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 1. 5. Urutan kedua ditempati oleh sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai elastisitas pendapatan sebesar 1.0759. Elastisitas Pendapatan Elastisitas pendapatan adalah perubahan persentase dalam pendapatan suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya.0023.0759 persen.12 dapat dilihat bahwa elastisitas pendapatan tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1.0023 persen. Nilai elastisitas output yang tinggi bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian pada sektor perdagangan dan sektor pertambangan dan penggalian . Dengan nilai elastisitas output yang lebih besar dari satu.2. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan sektor perdagangan sebesar 1.1650 persen.68 kedua sektor tersebut mencerminkan bahwa outputnya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir. sektor ini memiliki elastisitas output sebesar 1.

1737 (17) 0.0441 ( 2 ) 0.0955 (18) Hasil hutan lainnya 0.6438 ( 7 ) 0.2764 (13) 0.4048 (14) Industri logam dasar 0.2772 (12) 1.2591 (16) Industri pulp 0.1790 (16) 0.0247 (22) 0.6449 ( 5 ) 0.7027 ( 6 ) 0.0040 (22) Jasa-jasa 0. 2000 (diolah).4772 ( 8 ) 1. Sementara pada industri kertas.0548 (19) Listrik.2133 (15) Output Pertanian 0.1253 ( 2 ) Industri tekstil dan pakaian 0.0431 (22) 0.3072 (12) 0.2610 ( 1 ) Pengangkutan dan komunikasi 1.1919 (15) 1.0047 (21) Industri barang jadi dari logam 0.3319 (10) 0.5022 persen. Dengan nilai elastisitas pendapatan yang kurang dari satu.0009 ( 3 ) 0.6903 ( 4 ) 0.9020 ( 7 ) Bangunan 0.1631 (18) 0.6084 (10) Industri kimia 0.2240 (14) 0.5179 (12) Sumber: Tabel I-O Indonesia.69 menunjukkan bahwa pendapatan pada kedua sektor tersebut mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya.12.8877 ( 4 ) 0.7964 ( 5 ) 0.0768 ( 1 ) 0.3072 (11) 0.2619 (14) 0.7100 ( 9 ) Industri percetakan 0.1877 (16) 0.4050 (13) Pertambangan dan penggalian 1. gas dan air 0.6005 ( 6 ) 0.0901 (20) 0.0023 ( 5 ) Industri barang dari kertas 0.9779 ( 3 ) 1.1790 (17) 0.5022 ( 7 ) 0.3284 ( 9 ) 0.5241 (11) Industri kayu dan furniture 0.0994 (19) 0.1253 (17) Perdagangan 1.0980 (19) .0443 (21) 0.0485 (21) 0.1008 ( 3 ) Industri makanan dan minuman 1.1650 ( 1 ) 0.3103 (11) 0. industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan pendapatan dalam industri kertas sebesar 0.5022.5495 ( 9 ) 0.6093 ( 8 ) 0.0900 (20) 0.9831 ( 6 ) Industri semen dan barang non logam 0.8697 ( 8 ) Industri kertas 1.3127 (10) 0.1659 (18) 0. Elastisitas Input-Output Sektor-Sektor Perekonomian Indonesia Tahun 2000 Sektor Elastisitas Pendapatan 0.0759 ( 2 ) 1.2778 (13) 0.0274 ( 4 ) Keuangan dan persewaan 0. Keterangan: ( ) merupakan peringkat Tenaga Kerja 0. sektor ini memiliki elastisitas pendapatan sebesar 0. Tabel 5.0139 (20) Industri lainnya 0.3921 (15) Kayu 0.

6093. Dengan nilai elastisitas yang kurang dari satu. Nilai ini bermakna bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen maka akan meningkatkan tenaga kerja sektor industri makanan dan minuman sebesar 1. tenaga kerja industri kertas dapat disebut kurang responsif terhadap perubahan permintaan akhir pada sektor lain.12). . sektor ini memiliki elastisitas tenaga kerja sebesar 0. hal ini terjadi dikarenakan industri kertas selain merupakan industri padat modal juga merupakan industri yang cukup banyak menyerap tenaga kerja.0441. Diantara sektor lainnya dalam perekonomian elastisitas tenaga kerja tertinggi ditempati oleh sektor perdagangan dengan nilai elastisitas sebesar 1. Nilai ini berarti setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan tenaga kerja sektor perdagangan sebesar 1.3.0441 persen. yang berarti bahwa setiap kenaikan permintaan akhir sektor lain sebesar 1 persen akan meningkatkan total output industri kertas sebesar 0. Namun demikian nilai elastisitas tenaga kerjanya masih bernilai positif.4. Peringkat kedua ditempati oleh sektor industri makanan dan minuman dengan nilai elastisitas tenaga kerja sebesar 1.0768 persen. Elastisitas Tenaga Kerja Elastisitas tenaga kerja adalah perubahan persentase tenaga kerja suatu sektor akibat adanya perubahan persentase pada permintaan akhir sektor lainnya. Pada industri kertas. Nilai elastisitas tenaga kerja yang tinggi dari kedua sektor tersebut mengindikasikan bahwa jumlah tenaga kerjanya mempunyai respon yang besar terhadap perubahan permintaan akhir sektor lainnya atau lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada sektor lainnya dalam hal permintaan akhir.6093 persen.70 5.0768 (Tabel 5.

71 5. merupakan sektor unggulan dalam meningkatkan output. sepuluh peringkat tertinggi dari hasil perankingan tersebut merupakan sektor-sektor kunci dalam perekonomian. (9) listrik. (2) industri makanan dan minuman. sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Hal ini berarti kesepuluh sektor tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk dikembangkan karena setiap sektor tersebut secara simultan mempunyai respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor-sektor lainnya.13). bersama dengan sembilan sektor kunci lainnya. (5) industri pulp. pendapatan. Dari hasil analisis sektor kunci perekonomian Indonesia tahun 2000 berdasarkan ranking elastisitas (Tabel 5. gas dan air. (7) pertanian. (8) industri kimia. dan (10) hasil hutan lainnya. hal ini menunjukkan bahwa industri ini. Sektor-Sektor Kunci dalam Perekonomian Indonesia Penentuan suatu sektor menjadi sektor kunci dalam perekonomian Indonesia dapat didasarkan pada kategori-kategori analisis input-output seperti analisis keterkaitan. Pada penentuan sektor kunci berdasarkan elastisitas input-output. pendapatan maupun tenaga kerjanya (ranking elastisitas). (4) pengangkutan dan komunikasi. dan tenaga kerjanya untuk lebih berperan . dapat diketahui sepuluh sektor kunci perekonomian. yaitu: (1) perdagangan. (3) pertambangan dan penggalian. (6) industri kertas. dampak penyebaran atau elastisitas input-output. Industri kertas termasuk dalam sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam).5. sektor yang menjadi kunci dalam perekonomian ditentukan berdasarkan ranking atau peringkat dari keseluruhan sektor dalam perekonomian baik dilihat dari elastisitas output.

Tabel 5.5 11 1 4 17. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Sumber: Tabel Input-Output Indonesia. 2000 (diolah) .5 5 6 20 22 8.5 10 3 2 12.5 14 20 20 16 8.72 dalam perekonomian Indonesia dan pemerintah sebagai policy makers harus lebih biak lagi dalam menjalankan fungsinya berkaitan dengan penetapan kebijakan terhadap industri ini karena perannya dalam meningkatkan perekonomian tersebut.5 15 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik.13. Sektor Kunci Perekonomian menurut Ranking Elastisitas InputOutput Indonesia Tahun 2000 Elastisitas Input-Output (peringkat) Tenaga Output Pendapatan Kerja 15 5 9 18 9 14 13 12 10 3 2 11 16 8 5 9 10 6 14 21 20 19 7 17 1 4 22 12 2 3 17 16 6 7 21 22 20 11 18 14 10 13 8 1 4 19 15 3 2 13 16 4 8 21 22 5 20 12 17 18 11 15 1 6 7 19 Total Peringkat 29 41 35 8 7 41 48 18 20 51 54 31 45 51 51 47 31 40 3 14 48 46 Ranking Elastisitas 7 12.5 17.

Berdasarkan hasil analisis rasio upah dan gaji dengan surplus usaha pada struktur nilai tambah bruto dapat diketahui bahwa sektor industri kertas mempunyai nilai surplus usaha lebih besar dibandingkan upah dan gaji. 2. berdasarkan analisis keterkaitan industri kertas tahun 2000 terhadap berbagai sektor perekonomian (keterkaitan per sektor) dapat diketahui bahwa industri kertas memiliki nilai keterkaitan yang tinggi baik ke depan maupun ke belakang terhadap sektor hulu dan hilirnya dan juga dengan sektor pendukungnya.6. hal ini berarti bahwa distribusi pendapatan antara pemilik modal (perusahaan) dan pekerja tidak merata atau terjadi ketimpangan yang besar yang dapat disebabkan oleh adanya eksploitasi tenaga kerja oleh pemilik modal terhadap tenaga kerja dengan share yang lebih besar terhadap perusahaan (pemilik modal). Implikasi Kebijakan Dari hasil penelitian ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai implikasi kebijakan.73 5. Untuk mengurangi kesenjangan pendapatan ini diperlukan campur tangan pemerintah yang lebih adil sebagai regulator ketenagakerjaan baik melalui penetapan kebijakan yang berfokus pada kesejahteraan tenaga kerja maupun sebagai mediator antara perusahaan dan tenaga kerjanya dalam penenganan berbagai masalah ketenagakerjaan terutama dalam persoalan upah. antara lain yaitu: 1. Hal ini menandakan bahwa dalam industri kertas sangat potensial untuk dibentuk dan dikembangkannya klaster industri kertas. Pada sub-bab sebelummya. kondisi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam Peraturan .

Dalam peraturan tersebut dijabarkan mengenai rencana pemerintah untuk membangun daya saing industri manufaktur nasional lima tahun kedepan dengan fokus pengembangan industri melalui penguatan dan penumbuhan klaster-klaster industri inti yang termasuk industri kertas didalamnya. Dengan adanya klaster ini maka bukan saja dapat saling menumbuh kembangkan industri terkait dan industri pendukung dalam klaster tersebut. tetapi juga mengingat dalam setiap sektor terdapat juga pelaku ekonomi yang tergolong Industri Kecil dan Menengah (IKM). . Oleh karena itu IKM memerankan peranan secara integral dan konstruktif dalam suatu klaster industri. 2005). Pada saat yang sama jaringan yang terpadu dari IKM terkait akan terus berkembang. Namun demikian dapat dinilai adanya keterlambatan pemerintah karena baru tahun 2005 mengeluarkan kebijakan pengembangan klaster industri tersebut. padahal dari tahun 2000 berdasarkan penelitian ini pentingnya kebijakan klaster sudah dapat diidentifikasi. menawarkan jasa dan produk-produk untuk mendukung klaster industrinya. sementara klaster industri memberikan kesempatan pada IKM untuk membuat keterkaitan pasokan antara perusahaan besar dan menengah (Deprin. maka klaster tersebut akan menarik IKM untuk memenuhi Permintaan barang dan jasa.74 Presiden No.7 Tahun 2005 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

0944) yang merupakan sektor penghasil bahan baku industri kertas dan pada sektor pengangkutan dan komunikasi (0. Pada struktur ekspor dan impor.800. maka kesimpulan yang diperoleh adalah sebagai berikut.622 juta. Pada keterkaitan ke depan industri kertas mempunyai keterkaitan yang paling tinggi terhadap sektor industri barang dari kertas (0. industri kertas melakukan ekspor sebesar Rp 13.0731) yang merupakan salah satu sektor pendukung industri kertas. . KESIMPULAN DAN SARAN 5. 2. Industri kertas memiliki keterkaitan yang tinggi terhadap sektor hulu dan hilirnya (keterkaitan industri kertas terhadap sektor-sektor perekonomian). industri kertas memiliki keterkaitan yang paling tinggi terhadap industri pulp (0.125. Pada struktur permintaaan.847 juta. kemudian kontribusinya dalam struktur nilai tambah bruto adalah sebesar Rp 7. industri ini berkontribusi sebesar Rp 24.3183) dan pada peringkat kedua yaitu terhadap industri percetakan (0.854 juta dan jika dilihat dari struktur output sektoral.454 jiwa. industri kertas berkontribusi terhadap permintaan antara sebesar Rp 10. 1.507. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis peranan industri kertas terhadap perekonomian Indonesia.385 juta dan mengimpor sebesar Rp 8.327 juta dan jika dilihat dari struktur ketenagakerjaan.970.771.895.VI.1.775 juta dan permintaan akhir sebesar Rp 13.2448) sementara pada keterkaitan ke belakangnya. industri ini mampu meyerap tenaga kerja sebesar 118.

76 3. industri kertas merupakan sektor prioritas yang harus dikembangkan oleh pemerintah sebagai policy makers karena kontribusinya terhadap perekonomian tersebut. industri ini merupakan sektor industri yang memiliki kemampuan yang kuat dalam mendorong pertumbuhan sektor hilirnya seperti industri barang dari kertas dan industri percetakan karena memiliki indeks kepekaan lebih dari satu (1. Namun di sisi lain. Industri kertas kurang memiliki kemampuan untuk menarik pertumbuhan sektor hulunya karena jika dilihat dari hasil analisis koefisien penyebaran. . 4. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor industri ini memiliki respon yang tinggi terhadap perubahan permintaan akhir sektor lain dalam hal peningkatan output. terutama pulp. sehingga sektor ini mempunyai kemampuan yang cukup besar dalam berkontribusi untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian secara keseluruhan. Salah satu penyebab lemahnya industri ini dalam menarik pertumbuhan sektor hulunya adalah adanya integrasi vertikal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahan besar dalam industri ini dengan sektor penghasil bahan bakunya. pendapatan. sektor industri ini memiliki indeks koefisien penyebaran yang kurang dari satu (0. Industri kertas termasuk dalam salah satu dari sepuluh sektor kunci perekonomian Indonesia (peringkat keenam) berdasarkan ranking elastisitas.0309). maupun tenaga kerjanya.9611). Bersama dengan sektor kunci lainnya.

2.77 6. industri barang dari kertas dan industri percetakan juga dapat saling menunjang untuk meningkatkan perkembangannya dan peranannya terhadap perekonomian Indonesia. 1. pemberian fasilitas karyawan yang lebih baik serta jaminan sosial untuk mengatasi kesenjangan pendapatan antara perusahaan dan tenaga kerjanya pada industri kertas. dapat disampaikan saran berikut ini. 2. Untuk meningkatkan efisiensi industri kertas tanpa mengurangi kemampuan industri tersebut menarik pertumbuhan sektor hulunya antara lain adalah dengan mempercepat transformasi pembangunan industri kertas menuju fase innovation driven melalui peningkatan teknologi produksi dan pelatihan tenaga kerja terampil yang intensif sehingga dapat meningkatkan outputnya dan disisi lain sektor hulu tetap dapat memasok input bagi industri kertas tersebut. 3. Pemerintah harus campur tangan yang lebih intensif melalui penetapan Upah Minimum Regional (UMR) yang benar-benar sesuai dengan standar kehidupan di Indonesia. Pada industri kertas harus dibangun klaster industri yang kuat secara berkelanjutan sehingga industri kertas dan sektor yang terkait di dalam klaster tersebut seperti industri pulp. Saran Berdasarkan hasil analisis. .

M. 2002. bankniaga. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. 2. R. H. 136-149. “An Application of the FES Approach to A Small Region in Indonesia: Banjarmasin Input-Output Model 1”. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. E. Muchtar. 1993. Jakarta. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. B. Input-Output Analysis: Foundation And Extensions. P. dan Mulyaningsih. Macerata.L.harianterbit. No.deprin. Prentice Hall. Direktori Industri Pulp dan Kertas Indonesia 2003. A. dan Blair.D. Mansur. N. http://www. Jakarta. New Jersey. BPS. Puspitawati. ”Profil Perusahaan” [Bank Niaga Online]. http://www. 1985. “Industri Kertas Butuh Investasi Baru” [Harian Terbit Online]. Monopoli dan Regulasi. Miller. Bogor. R. 2005. LP3ES. Niaga. 2000. 2000. Italy. 2000. Raja Grafindo Persada. M. Analisis Peranan Sektor Pertanian dan Industri Pengolahan Terhadap Perekonomian Propinsi Kalimantan Timur (Berdasarkan Analisis Input-Output) [Skripsi]. E. 2003. APKI. Institut Pertanian Bogor. Deprin.DAFTAR PUSTAKA Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia. Vol.com [18 Februari 2005]. Paper for 13th International Conference on Input-Output Techniques. http://www. Hal. Dampak Keterkaitan Sektor Industri Terhadap Perekonomian Wilayah Kabupaten Sidoarjo [Tesis]. 2002. USA. 2005. Tabel Input-Output Indonesia 2000. Ekonomi Industri : Persaingan. “Integrasi Vertikal dan Efisiensi Industri: Industri Kertas Tahun 1979-1997 Dengan Pendekatan Error Correction Model”. T. 2005.com/content/content. [30 September 2005] Hasibuan. 17. Karseno. . Jakarta. Fakultas Pertanian. BPS. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.go. Jakarta.id/ publikasi. Jhingan. ”Kebijakan Pembangunan Industri Nasional” [Deprin Online].asp?id=NNA [30 September 2005]. Bogor. 1997. Imansyah. M.

Fakultas Ekonomi Manajemen. Ruhmaniyati. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Prosiding Seminar. H. Wikipedia. 2005. “Prospek dan Tantangan Pengembangan Agribisnis Pulp dan Kertas dalam Era Ekolabeling dan Otonomi Daerah”. Institut Pertanian Bogor. 1998. T. 5. 2000. A. S. Sipayung. Institut Pertanian Bogor. 4. Departemen Ilmu Ekonomi. . Institut Pertanian Bogor. Y. 1994. Fakultas Pertanian. Bogor. Bogor. Fakultas Pertanian. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. Bogor. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Dampak Investasi Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Nasional [Skripsi]. 2005. Bogor. Hal. 194203. dan Vidyatmoko. Analisis Peranan dan Keterkaitan Sektor Pertanian dan Industri di Jawa Barat [Skripsi]. Vol. http:// www. Analisis peranan Sektor Industri Pengolahan Dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian Jepara [Skripsi]. R. Institut Pertanian Bogor. Sahara. D. Departemen Ilmu Ekonomi. Setiyaji. dan Pambudy. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi Dan Manajemen. Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. A.wikipedia. Bogor. Setyawan. 1995. Bogor. Tjandrawan. 2002. Analisis Peranan Sektor Industri Pengolahan terhadap Perekonomian Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta [Skripsi].org /wiki/ Kertas [17 September 2005]. Analisis Peran Sektor Industri Pengolahan dan Dampaknya terhadap Pembangunan Ekonomi Di Kota Cilegon [Skripsi].79 Rosadi. 2004. I. No. “Analisis Pasar Pulp dan Kertas Indonesia”. ”Kertas” [Wikipedia Online].

LAMPIRAN .

031-034 029 030 035-048 049-073 074-083 084-089 090 091 092 093 094-109 110-114 115-118 119-122 123-141 142-143 144-148 149-152 153-159 160-164 165-175 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 - .81 Lampiran 1. Klasifikasi Sektor Tabel Input-Output Indonesia Tahun 2000 Kode I-O 22 Sektor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 180 190 200 201 202 203 204 205 209 210 301 302 303 304 305 306 309 310 401 402 403 404 409 501 502 503 509 600 700 1000 Sektor Pertanian Kayu Hasil hutan lainnya Pertambangan dan penggalian Industri makanan dan minuman Industri tekstil dan pakaian Industri kayu dan furniture Industri pulp Industri kertas Industri barang dari kertas Industri percetakan Industri kimia Industri semen dan barang non logam Industri logam dasar Industri barang jadi dari logam Industri lainnya Listrik. gas dan air Bangunan Perdagangan Pengangkutan dan komunikasi Keuangan dan persewaan Jasa-jasa Jumlah permintaan antara Jumlah input antara Impor Upah dan gaji Surplus usaha Penyusutan Pajak tak langsung Subsidi Nilai tambah bruto Jumlah input Pengeluaran konsumsi rumah tangga Pengeluaran konsumsi pemerintah Pembentukan modal tetap bruto Perubahan stok Ekspor barang dagangan Ekspor jasa Jumlah permintaan akhir Jumlah permintaan Impor barang dagangan Pajak penjualan Bea masuk Impor jasa Jumlah impor Margin perdagangan besar Margin perdagangan eceran Biaya pengangkutan Jumlah margin perdagangan dan biaya pengangkutan Jumlah output Jumlah penyediaan Jumlah Tenaga Kerja Kode I-O 175 Sektor 001-028.

82 .

600 181.968 7.218 1.732 1.895.917 375.939 5.292.228 69.212.491 11.385 20.554.805.160 823.855 76.895.718.349 206.772.282.052 131.553 108 5.308 853.899 1.551 11 0 271 122 11.936 36.537.492 528.073 8.417 121.824 3 2.462 55.213 64.306 815.412.252 43.338 627.702 (250.371 1.799 5.176 167.069 6.507.560 5.849 23.615 23.099 2.040 2.913 151.871 2.542 1.514 33.590 5.119.459 131.129 2.607 8.225 7 45.489 59.602 25.837 15.700.811.758.480.759 243.506 493.094.443 429.359.321 5.250 478.947 1.346 38.703 4.460 175.762 4.755 17.714.985 9.393 13.080 264.735.405.627.048 32.772.043 1.110.241 75.870 210.991.396 166.083 7.693 181 11.557.867 4.567.625.946 64.323 82.441 967 8.694 21.990 8.731.177 21.543 5.656 2.024 5.203 19.592 6 2.811.560 28.399 1.591 10.857 1.877 3.826 927 3.530.815.130 77.391 448.343.418 1.245 1.620 73.040 29.059 106.296.764 20.404 151.946.325 3.963.262 40.453 11.553 13.941 1.459 53.319 504 17.143.028 555.628 123.894 6.623.639 865.256.320 1.800 17.579 55.817.777.183 17.655 17.536.618 174.550 754.049 112.182.430 55.467 1.849 57.944 86.026 84.479.427.824.711.450.354 5.063 1.405 6.411.333 4.905 57.666 65.051 9 77.576.169.093.091 20.442 3.867 6.834 1.442 120.073.550.451 3.652 2.343 332.504 1.660.212 3.089 47.613 111.227 72.327.210 51.708 127.010 7.086 5.605.290.311 2.606 1.958 683.667 3.886 2.355 8.979 5.440.634 1.670 6.774 147.134 8 203.525.902 2.493.003 363.777 7.426 874 728.509.426 102.297 479.955 23.427 3.845 40.813.864.258 4.408 100.796 55.524 1.228) 97.479 83.884 378.513 798 315.949 332.046 926.560 21.515 25.530 8.912 23.568 1.850.486 5.333 287.824 40.854 1.991.433 565.541 16.590 44.241 1.931 59.473 2.414.458.534.982.648.821.340.151 825.484.429 0 64.441 370.770 35.895 2.973 369.938 6.001 2.Lampiran 2.918.037.561 1.952.443 4.183 19.570 3.012.330 296.403 32.809 1.418 59.187 416.293 2.195 196.588.534.167.240 13.919 4.622 118.319 30.034 1.298 16.785.232 13.452 5.494 1.824 90.626 3.097 590.335.171 1.454 10 0 3.942 12 8.646.040 1.424 2.725 138.478 63.958 487.679.718 3.670 7.575.441 8.975 83.782.327 24.749 24.364 2.778.217.780 41.526 0 737.164 224.010.853 110.838 1.750 0 13.486 100.365.305.145.322 2.914 121.563 6.738 25.306.540.302 43.739.508.238.785.114 8.114 5.043 4.800 53.817 378 627.890 1.809 448.352 975.643 8.903 7.014.063 4.277 246.901.705 705.170 904 57.333 29.908 141.606.371 22.577.489 940.876 348 994.524 2.395.056 33 4.292 5.036 8. .597 18.592 916.875 45.798 105.519 2 628.860.638.664.072 325.588 6.720 2.004.427 2.688.725 1.017.926 10.596 643.839 1.590.851 37.957 7.459 553.566.099 1.664.539 77 186.705 8.407.368.911 Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).698.206 15.379 648.858 40.281.116 490.933 112.839 4.208.539 4.574 1.453.739.362 161.190 41.577 159.569 34 8.135 200.244 1.701 301.569 11.881 2.069 338.437.237 4.155 7.908 14.558.771.947 11.628 22 85.898 115.513 4 19.337.117 594.370 110 84 1.585.190 18.030 13 20.867 3.775 19.512 1.192 10.850 337.098 7.554.828 61.387.617 382.229 1.755 162.996. Tabel Input-Output Indonesia 2000 Klasifikasi 22 Sektor (dalam Juta Rupiah) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 1 16.235.064 55.973 1.484.792 116.567 19.062.663.943 5 101.781 6.890 49.103.692.930 129.644 45.989 146.358 933.083 224.858 26.905 2.328.229.394 141.441 610.797.

670 19.383 143.113 3.678 7.218 17 4 14.567 26.668 341.544 967.821 27.179 17.700.279.045.977.297 19.938 15 7 6.226.005.218 21.729.997 34.415 15.228.727 27.529.916 1.859 16.727 9.460.418 14.213 16.250) 8.657 12.576 834.562.961 1.916.244.038 13.817 215.547.110.866 1.097 1.233 396.412.729.372 88.896.332 3.085 15.502 4.455.228 1.360 3.063 8.980 42.476.310.610 7.730 90.278.810 2.266.044.671.372.580.081 564.697 6.028.843.248 966.226.014.458.275.948 (3.106 4.741 10.713 2.489.575.672 6.214.382 4.071.242.802 134.060.107.183.887 124.803 4.652 411.383.946 777.354 19.677.088 161.843 149.182 30.973 6.731.630 1.739.065 15.670.642 36.134 11.360.923 16.781 337.378 61.448.465 5.724.100.177 2.626 70.564.498 110.125.354 37.928 69.142 10.798 5.742.872 278.138.006.278.565.206 438.664 18 4.503 7.142.084 3.652.332 3.000 213.399 3.902.106.292 3.786 3.368.649 36.292 6.310 6.995.278 17.570.048.748.678 19.775 5.340 6.703.428 117.261 6.238.511 9.327 19.437 791.413 259.952 5.915 13.344.690 115.609 151.732 (3.559 322.945 37.775.407.079.215 35.127 19.567 26.186.332 12.430 1.105 476.844.770 755.830.649 157.034.073 (30.331.525 1.084 15.870.981 156.349 8.237 2.012.780 1.333.451 7.019 14.257 15.111 382 16 1.070 6.272.757 400.860.139 2.429 11.698 49.015.084.511 29.048.515 20 299.948.223 22.441.931.713.990 18.063 4.161.463.078 1.132.999 6.778 1.667.588.704 3.352.562 180 144.649.475.131 151.472 105.569.727 100.966.020 7.715 373.079.073.875 3.757 225.744.192.035 16.812 173.383.477.726.326 9.169 4.876.056 3.741.852 121.870 126.613 357.926 117.034 22 2.382 1.392 227.700 3.738 824.385 6.713 197.760 1.393.405 6.817.855 61.767.169.641 37.951 232.637.411.016.877.032 448.388 38.015 1.808 158.156 105.390.126 93.509 2.564.573.891 123.791 866.568 21.876.076.089.525 11.915 1.350 130.172 0 141.113 94.756.305 20.559 27.100) 65.228.229.175.264.331 1.944 3.948 .825 1.350 2.147.842 123.155 1.117.823.900.167.723 41.139 10.281 60.638 33.525 1.875 1.180 14.705 859.756 12.623 84.196 11.676 1.253.800.542 4.127.197 4.153.983 3.663 1.723.767.074 19.019 287.802.963 62.963 176.385 1.860 2.616 5.597 5.708 59.973.361 758.242.136.041.505 723.666 2.578) 1.797 15.601 21.577 8.344 3.271.594 50.635 64.574 1.398 13.604.243 177.858 495.158 5.749 609.579 4.063 111.194.584 3.128 23.685.746 32.036.164.247.116 770.598.030 39.107 3.189 19.600 441.393.445 412.529.093.130 9.498 19.870.643 1.713.930.Lampiran 2.179 26.950 527.463.705.805 2.593 2.203.912 21 34.338 4.892 1.553 13.287 11.480.320.727 30.206.959 1.695 225.451.499 1.979 350.076.864.919 398.861 35.202 4.661 524.966 18.921.401 110.595 1.844 882.246 2.011.563 510.397 114.664 156.221.028.255 19 10.995 65.353. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 14 9.761 137 85 121.848 85.117 1.434 76.287.722 2.793.200.176 197.442.649.444.377.260.161 16 620.420.002.108 19.

034 238.034 41.935 1.151 329.497 302 88.933 124.036 155.849 80.881 13.965.393 208.779.466.637.353.408 243.209 234.729.733 15.076 2.227.525.595.495 11.187.782.387.857.552 309 115.887 9.412.389.503.831.259 165.581 64.575 17.550 13.96 42.620 37.143.305 5.483.851.108 13.454 .815.943.188 2.071 1.871 18.028 2.689.935 88.337 73.214.798.454 856.416 2.485.315 90.713 1.724 5.916 177.373 55.247 77.942.316.241.496.269 4.488.239 8.850.586.374 51.613 64.552 1.169 161.885.119.045 25.Lampiran 2.901.988.099 57. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 301 107.760.136 48.837 441.473.365 57.048.356 105.114 310 260.534.813.110 107.957.747 942.865.831.658.642 67.294.553.771.447 401 314.821.033) 5.480 402 15.466 29.162.162.887 201.420.202.276.321 835.042 41.210 29.416.842 31.013.785 158.424 8.658.044 403 8.573 20.622 8.634.326 12.479.897.513 2.167.067 1.036.379 33.125.775.471 38.457.257.805.965.621 133.620 13.016 394.949.413 3.865.790.698.294 8.241.599 5.944 196.193.621 208.044 8.480 15.086 112.282 301 14.933 748.514 305 6.814 6.329.272.614 794.571 11.200 520.325.400.623 306 1.056 67.561.389.254 131.743.629 152.695.970.480 6.028.592 110.730 209.620 8.808.534.278 151.673 (68.268.385 1.786.670 7.818 108.739.063 396.707.114.582 2.398 613.689.238 77.623 48.774.327 1.743 3.225.161.028.568 646.437 68.705 23.435 4.413 14.848.927.068.284 314.837 32.672.438 304 1.001.160 1.849 24.627.696 668.665 303 189.125.617 8.158 1.539.656.008.643 115.438.340.600 272.267.697 937.637.847 3.593 30.783 520.211.883.433 37.426.281 292.491 474.701.111.165 139.018 79.287 2.695 227.559 199.088.243.677.242.777.485 39.099.605 94.766 15.

739.837 700 260.063 396.099.469 501 502 503 509 600 260.850.593 30.028 2.063 396.637.278 151.677.695 227.353.613 64.165 139.805.575 17. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 190 200 201 202 203 204 205 209 210 1000 404 103.705 23.701.821.099.849 24.815.698.729.613 64.849 24.119.254 131.469 - - - - 2.Lampiran 2.622 8.944 196.815.242.771.119.340.988.287 2.771.698.627.325.099.353.695 227.627.284 - .705 23.701.729.272.099 57.254 131.099 57.672.143.287 2.424 8.837 3.620 13.637.853.408 243.151 329.622 8.412.272.088.534.424 8.408 243.438.853.438.575 17.916 177.340.214.412.278 151.850.169 161.214.593 30.837 441.677.242.151 329.169 161.701.916 177.672.821.379 33.447 103.944 196.805.165 139.739.534.028 2.379 33.620 13.325.

0000 0.0016 0.0003 0.0003 0.0168 0.0025 0.0000 0.3183 0.0000 0.0003 0.0000 0.0006 0.0025 0.0355 0.0000 0.0001 0.0002 0.0042 0.0036 0.0023 0.0153 0. .0009 0.0001 0.0000 0.0096 0.0008 0.0000 0.0002 0.0003 0.0015 0.0025 0.0012 0.0182 0.0401 0.0000 0.1335 0.0013 0.0001 0.0000 0.0016 0.1247 0.0013 0.0000 0.0005 0.0008 0.0000 0.0044 0.0083 0.0045 0.0001 0.0000 0.0010 0.0003 0.0116 0.0464 0.0001 0.0023 0.0004 0.1794 3 0.0000 0.0005 0.0003 0.0097 0.0000 0.0008 0.0239 0.0003 0.3957 9 0.0002 0.0317 0.0000 0.0142 0.0433 0.0056 0.0000 0.0005 0.0066 0.0021 0.0022 0.0009 0.0005 0.0015 0.0000 0.0007 0.0730 0.0009 0.0000 0.1354 0.0007 0.4078 12 0.0000 0.0000 0.0000 0.0059 0.0238 0.3378 10 0.0037 0.0621 0.0001 0.0000 0.0000 0.0086 0.0001 0.0000 0.0000 0.0002 0.0000 0.0010 0.0001 0.0031 0.0800 0.0005 0.Lampiran 3.0010 0.0002 0.0734 0.6039 6 0.0073 0.0217 0.0006 0.0000 0.0000 0.0646 0.0000 0.0201 0.0731 0.0000 0.0040 0.0000 0.0027 0.0002 0.0171 0.0071 0.0000 0.0220 0.0224 0.0083 0.0446 0.0090 0.0001 0.0007 0.0003 0.0000 0.0073 0.4217 13 0.0003 0.0000 0.0233 0.0000 0.0001 0.0000 0.0555 0.0199 0.0934 0.0000 0.0015 0.0000 0.1393 4 0. Matriks Koefisien Teknis Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 0.0477 0.0001 0.0001 0.0001 0.0011 0.0000 0.0000 0.0362 0.3052 0.5356 11 0.0026 0.0319 0.0001 0.0061 0.0171 0.0035 0.0073 0.0000 0.0020 0.0002 0.0000 0.0119 0.0280 0.0022 0.0021 0.0059 0.0047 0.0001 0.0436 0.0000 0.0000 0.0105 0.4842 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).0001 0.0000 0.0000 0.0310 0.0011 0.0011 0.0000 0.2445 0.0782 0.0010 0.0008 0.1780 0.0350 0.2391 2 0.0211 0.0002 0.0000 0.1188 5 0.0836 0.0000 0.0000 0.0000 0.0041 0.0000 0.0007 0.0022 0.0057 0.0385 0.0119 0.0000 0.0000 0.0000 0.0006 0.1094 0.0001 0.0002 0.0094 0.0155 0.0718 0.0053 0.0014 0.0002 0.0017 0.0352 0.0006 0.0004 0.0289 0.0001 0.0050 0.0009 0.0002 0.0022 0.0000 0.0181 0.0519 0.0428 0.0000 0.0000 0.0001 0.0000 0.0000 0.0073 0.0250 0.0000 0.0003 0.0000 0.0599 0.0002 0.0008 0.0004 0.0002 0.5687 8 0.0078 0.0050 0.0000 0.0000 0.2448 0.0002 0.0026 0.0013 0.0000 0.0000 0.0005 0.0002 0.0016 0.0028 0.0000 0.0000 0.4673 7 0.0107 0.0001 0.0802 0.0002 0.2130 0.0047 0.0243 0.0424 0.0008 0.0944 0.0213 0.0000 0.0506 0.0535 0.0001 0.0000 0.0004 0.0023 0.0087 0.2497 0.

0001 0.0867 0.0317 0.0179 0.0105 0.0019 0.0000 0.0331 0.5635 15 0.0000 0.0158 0.0400 0.0000 0.0002 0.0000 0.1919 1.0023 0.0008 0.0000 0.0000 0.0371 0.0001 0.0360 0.0047 0.2400 22 0.1877 0.1790 0.0771 0.0000 0.0000 0.2764 0.0000 0.7964 0.0000 0.0007 0.0276 0.0180 0.0620 0.0000 0.0373 0.0001 0.0511 0.0011 0.0000 0.0002 0.0000 0.0013 0.0001 0.0277 0.0007 0.0001 0.0000 0.0000 0.0001 0.1097 0.0369 0.0003 0.0508 0.0348 0.2790 0.0010 0.0364 0.0004 0.0220 0.1020 0.1737 0.0319 0.1006 0.0047 0.0020 0.0085 0.0502 0.0474 0.0001 0.0804 0.0131 0.0485 0.0035 0.6438 0.0027 0.0007 0.0000 0.0044 0.0055 0.0128 0.0626 0.0002 0.0000 0.0025 0.0352 0.3675 17 0.0001 0.0000 0.0130 0.0465 0.0000 0.0010 0.0000 0.0007 0.0037 0.3319 0.0039 0.0074 0.0010 0.0003 0.0006 0.0002 0.0000 0.0000 0.3390 Total 0.0008 0.0221 0.3580 0.0147 0.0180 0.0091 0.0002 0.0001 0.0002 0.0000 0.0200 0.0000 0.0022 0.0008 0.0001 0.0007 0.0071 0.0272 0.0000 0.0004 0.0016 0.0099 0.0900 0.0038 0.0187 0.0001 0.0172 0.0000 0.0000 0.0024 0.0007 0.0244 0.7027 0.0081 0.0000 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Total 14 0.0000 0.0009 0.0230 0.0495 0.0002 0.0048 0.1631 0.0163 0.0223 0.0226 0.0369 0.0000 0.0336 0.0791 0.7433 .0007 0.0049 0.0000 0.0939 0.0236 1.0003 0.0275 0.0001 0.0817 0.0532 0.0030 0.0000 0.0053 0.0431 0.0980 8.5997 0.0000 0.0046 0.5495 0.4633 0.0000 0.1082 0.0014 0.Lampiran 3.0078 0.0278 0.0295 0.0000 0.3821 20 0.4161 16 0.0150 0.0012 0.0315 0.0572 0.0000 0.2619 0.4884 19 0.0020 0.6530 18 0.0604 0.0033 0.0003 0.0226 0.1548 0.0005 0.3072 0.3945 21 0.0261 0.0009 0.0008 0.0000 0.0000 0.0009 0.0020 0.0001 0.0001 0.4070 0.3103 0.0058 0.0108 0.0000 0.0589 0.0000 0.0000 0.0023 0.0100 0.0889 0.0010 0.0001 0.0258 0.0032 0.

0005 0.3337 0.0012 0.0052 0.3235 1.0010 0.0008 0.0357 0.0109 0.0991 0.0138 0.0013 0.0463 0.2872 0.0032 0.0166 0.0452 0.0034 0.0021 1.6059 9 0.0077 0.0080 1.0011 0.0042 0.0012 0.5409 10 0.0001 0.0022 0.0005 0.0008 0.2025 0.0137 0.0042 0.0012 0.0440 0.0013 0.0452 0.0345 0.1038 0.0030 0.8431 11 0.0031 0.0006 0.0046 1.0051 0.0076 0.0010 0.0021 0.8775 8 0.0006 0.0481 0.0303 1.0033 1.0112 0.0004 0.0965 0.0014 0.0775 0.0584 0.2508 0.0000 0.0196 0.0008 0.0035 0. Matriks Kebalikan Leontief Klasifikasi 22 Sektor SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 1.0004 0.0015 0.0394 0.Lampiran 4.0016 0.0001 0.0382 0.0055 0.0681 0.1140 0.6858 Total Sumber: Tabel I-O Indonesia 2000 (diolah).1036 0.0826 0.0044 0.7956 7 0.0009 0.1567 5 0.0014 0. .0005 0.0474 0.0030 0.0105 0.0006 0.0007 0.0133 0.0017 0.0058 0.0164 0.0059 0.0052 0.0602 0.0193 0.0005 0.0097 0.0006 0.0034 1.0009 0.0005 0.0192 0.0061 0.0938 0.0441 0.0014 0.0014 0.0000 1.0221 0.0078 0.0260 0.0337 0.0053 0.0072 0.0054 0.0494 0.0287 0.0122 1.0017 0.1178 0.0008 0.0155 0.0080 0.0007 0.0009 0.0030 1.3950 2 0.0065 0.0180 0.0008 0.0137 1.0010 0.0008 0.0062 0.0050 0.1031 1.0046 0.2751 3 0.0086 0.9484 6 0.0275 0.1920 0.0508 0.0002 0.0109 0.0019 0.0004 0.0260 0.0002 0.0001 0.0037 1.0002 0.0017 0.0004 0.0013 0.0007 0.0130 0.1045 1.0003 0.0024 0.0009 0.0359 0.0028 0.0000 0.0004 0.0014 1.0123 0.0011 0.0446 1.0112 0.0322 0.0394 0.0044 0.0386 0.0749 0.0021 0.0163 0.0767 0.0294 0.0043 1.0072 1.0626 0.0018 0.0074 0.0327 0.0013 0.2287 4 0.0036 0.2921 0.5577 13 0.0116 0.0304 0.0015 0.0134 0.0118 0.0121 0.0026 0.0016 0.0007 0.0001 0.0032 0.0049 0.0170 0.0220 0.0291 0.0026 0.0082 0.0003 0.0133 0.0648 0.0770 0.0012 0.0001 0.0036 0.0052 0.0006 1.0005 0.0542 0.0004 0.0050 0.0009 0.0001 0.0002 0.1048 0.0002 0.0007 0.0172 0.0013 1.0011 0.0024 0.0009 0.0163 0.0240 0.0005 0.4000 0.0054 0.0067 0.0009 0.0025 0.0000 0.0042 0.0093 0.0008 0.0009 1.1683 0.2088 0.0106 0.0058 0.0397 0.0001 0.0043 0.0036 0.0007 0.0099 0.0014 0.0148 0.0059 0.0011 0.0013 0.1548 0.0134 0.0483 0.6424 12 0.1068 0.0155 0.0943 0.0981 0.0063 0.0052 0.0034 0.0100 0.0636 0.0007 0.0024 1.0079 1.0001 0.0003 0.0001 0.0097 0.0474 0.0002 0.0021 1.1133 0.0090 0.0017 0.0011 0.0261 0.0166 0.0467 0.0108 0.0076 0.0782 0.0094 1.0378 0.0055 0.0012 0.0153 0.0221 0.0230 0.

0298 0.7539 19 0.0004 0.0254 0.0082 0.2191 1.0026 0.0377 0.2733 Total .0098 0.3855 1.0001 0.0104 0.0016 0.0026 0.0013 0.0058 0.0018 0.0073 0.0119 1.0032 0.0006 0.0018 0.1550 1.0003 0.0071 1.0001 0.0449 0.0008 0.0040 0.0638 0.Lampiran 4.1272 1.0018 0.0653 2.0082 0.1331 0.0022 0.0057 0.0012 0.0755 0.8552 18 0.0856 1.3643 22 0.0772 0.0010 0.0274 0.0001 0.0024 0.0038 0.0166 1.1857 1.0010 0.0348 0.0009 0.0005 0.0063 0.0078 1.0502 0.0007 0.0041 0.1284 0.0855 0.0090 0.0488 0.1062 0.0095 0.0039 0.0058 0.0068 0.0025 0.0468 0.0139 0.0010 0.0291 3.0395 0.1306 1.0802 0.0068 0.0004 0.3310 1.4368 1.0018 0.0102 1.0532 0.0044 0.0001 0.1049 0.0038 0.3066 3.0007 0.0001 0.0516 0.0198 0.0517 0.0053 0.0715 0.0028 0.0059 0.0088 0.0444 0.0219 0.0171 0.0171 0.0042 1.0537 0.0054 0.0515 1.0343 0.0041 0.0020 0.0003 0. (Lanjutan) SEKTOR 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 14 0.0166 0.0441 0.0062 0.0050 0.6138 20 0.0000 0.0120 0.0009 0.0003 0.0734 1.0013 0.0338 1.0212 0.1589 0.0038 1.0137 0.1095 0.0009 0.0607 0.7978 15 0.0013 0.0718 0.0054 0.6422 1.5005 16 0.0170 0.0105 0.0235 0.0067 0.0487 0.0661 0.0237 0.0012 0.0999 0.0115 0.1247 0.0558 0.6501 17 0.3732 0.0018 0.1150 1.0544 0.0001 0.0004 0.6529 1.0002 0.2955 1.3283 1.0724 0.0007 0.1194 0.1395 0.0008 0.0274 0.0014 0.0015 0.0173 0.0599 0.0420 0.0481 0.0247 0.0404 0.0013 0.0239 0.0048 0.0522 0.1575 35.0416 0.0000 0.0134 1.0454 0.0025 0.0116 0.0028 0.0024 0.0816 0.0084 0.0020 0.0246 0.0056 0.2750 1.0056 0.0018 0.0216 0.5500 Total 1.2689 1.0874 2.0261 1.0008 0.0284 0.0105 0.0010 0.0007 1.2051 2.0184 1.0008 0.0182 0.5581 0.9552 1.0063 0.0498 0.0828 0.6346 21 0.0267 0.0016 0.0017 0.0000 0.0045 0.1116 0.0002 0.0183 0.0020 0.0025 1.0011 0.0208 1.0031 1.0041 0.0051 0.0450 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful