ANALISIS INVESTASI PUBLIK

A. Program Investasi Publik Dalam melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat, pemerintah dihadapkan pada masalah pengambilan keputusan investasi publik. Keputusan investasi publik diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program, kegiatan, dan fungsi yang menjadi prioritas kebijakan. Pengeluaran untuk investasi publik harus mendapat perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran rutin, karena pengeluaran investasi/modal memiliki efek jangka panjang, sedangkan pengeluaran rutin lebih berdampak jangka pendek. Kesalahan dalam melakukan pengambilan keputusan investasi tidak saja akan berdampak pada anggaran tahun berjalan, namun juga akan membebani anggaran tahun-tahun berikutnya. Investasi publik memiliki kaitan yang erat dengan penganggaran modal/investasi. Penganggaran modal/investasi merupakan proses untuk menganalisis proyek-proyek dan memutuskan apakah proyek tersebut dapat diakomodasi oleh anggaran modal/investasi. Untuk memberikan mekanisme dalam mengatur proyek investasi publik secara lebih efisien dan efektif, maka perlu dilakukan analisis investasi secara mendalam. Analisis investasi berhubungan erat dengan penganggaran fungsional, alokasi sumber daya, dan praktik manajemen keuangan di sector publik. Selain itu, program investasi public merupakan bentuk dari dual budgeting, yaitu pemisahan anggaran modal/investasi dari anggaran rutin. Di kebanyakan Negara berkembang, anggaran pembangunan dan anggaran rutin dipisahkan. Fokus perhatiannya ditujukan untuk mengintegrasikan kebijakan dengan

pengeluaran manajemen. Dalam praktiknya terdapat permasalahan yang sulit diselesaikan, dianataranya adalah: a. Memastikan bahwa program investasi publik yang diajukan merupakan program yang komprehensif. b. Memperkirakan pengeluaran yang dibutuhkan di masa yang akan datang. c. Mengevaluasi relevansi proyek-proyek yang ada. d. Mengembangkan analisis dan perencanaan untuk pengeluaran investasi dan pengeluaran rutin.

Analisis Investasi Sektor Publik

1

Evaluasi kelayakan investasi 7. ARR. Bila umur ekonomi barang modal telah habis. Penentuan Kebutuhan Investasi Publik Penentuan kebutuhan investasi publik berkaitan dengan jumlah anggaran yang akan ditetapkan bagi masing-masing unit organisasi. Tambahan cakupan layanan yang dibutuhkan saat ini dan masa yang akan datang. maka perlu pembelian barang modal baru untuk menggantinya. Penilaian investasi public perlu mempertimbangkan umur teknis dan umur ekonomis dari barang modal yang akan dibeli. Inventarisasi investasi memuat daftar nama dan jenis investasi. 4. dan Cost Effectiveness Analysis. pemerintah terlebih dahulu perlu menentukan kebutuhan investasi yang diperlukan. Jadi umur Analisis Investasi Sektor Publik 2 . Untuk menentukan kebutuhan investasi perlu dilakukan evaluasi yang mencakup: 1. Investasi penggantian Pengeluaran investasi untuk penggantian barang modal mengikuti pola umur manfaat barang modal. financial dan aspek ekonomi. Inventarisasi investasi 2. IRR. PP (Payback Period). Perhitungan kelayakan investasi dapat dilakukan dengan menggunakan alat analisis. sosial-budaya. Penentuan kebutuhan investasi publik terkait dengan dua kegiatan. Analisis yang mendalam sebelum dilakukan investasi sangat penting dilakukan karena investasi publik berkaitan erat dengan masalah transparansi dan kewajaiaran anggaran. Cakupan layanan dengan tingkat investasi yang sekarang ada. 3. Salah satu penggolongannya adalah: 1. misalnya: NPV. konsidi barang modal yang saat ini ada.Sebelum diambil keputusan untuk melakukan investasi. yaitu peningkatan kuantitas dan peningkatan kualitas investasi. nilai investasi. Umur ekonomi terkait dengan perkiraan waktu efektif suatu barang modal dapat memberikan manfaat. Inventasrisasi kebutuhan investasi 6. Ada beberapa cara dalam menggolongkan usul-usul investasi. dan aspek distribusi. 5. sedangkan umur teknis terkait dengan kemampuan barang modal dalam memberikan manfaat hingga tidak mampu lagi memberikan manfaat. apakah baik atau buruk. B. Kriteria kelayakan investasi meliputi aspek-aspek teknis. Cost-Benefit Analysis.

3. Untuk jenis investasi baru. dan aspek distribusi harus mendapat perhatian lebih besar. Aspek Teknis Aspek teknis merupakan bagian penting dari analisis investasi yang harus dipertimbangkan. maka usulan tersebut menduduki prioritas pertama untuk ditolak. Seluruh aspek harus dipertimbangakn dan dievaluasi dalam setiap tahap perencanaan anggaran dan siklus pelaksanaan. karena aspek-aspek tersebut satu sama saling berhubungan dan saling mempengaruhi. berarti umur teknis barang modal tersebut telah habis. ekonomi. Produktivitas barang modal diukur berdasarkan rasio antara input dengan output yang dihasilkan. Aspek Kelayakan Investasi Dalam perencanaan dan analisis investasi harus mempertimbangkan beberapa aspek yang secara bersama-sama menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh akibat adanya suatu investasi tertentu. maka pertimbangan mengenai aspek teknis. b. Rasio ini pada dasarnya mencerminkan tingkat efisiensi barang modal yang bersangkutan. sehingga mampu Analisis Investasi Sektor Publik 3 . a. C. Jumlah penambahan unit barang modal ditentukan oleh produktivitas barang modal yang saat ini ada. Investasi baru Investasi juga dapat berupa investasi baru yang belum ada sebelumnya.teknis suatu barang modal bisa lebih lama daripada umur ekonomisnya. Jika suatu barang modal sudah kurang (tidak) efisien lagi. 2. Investasi penambahan kapasitas Investasi penambahan barang modal perlu dilakukan bila terjadi tuntutan peningkatan cakupan pelayanan. sementara terjadi kenaikan cakupan pelayanan yang harus dilakukan pemerintah. maka pemerintah harus mempertimbangkan untuk melakukan investasi penambahan kapasitas. Jika suatu usulan investasi sudah tidak layak dilihat dari aspek teknisnya. Aspek Sosial dan Budaya Untuk melaksanakan suatu proyek maka perlu mempertimbangkan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Aspek sosial-budaya ini menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil dan merata. Bila barang modal telah using dan tidak mampu lagi memberikan manfaat. sosial-budaya.

dan likuiditas perlu dipertimbangkan. dari mana mendapatkan modal untuk melaksanakan proyek. Berdasarkan perencanaan anggaran. Jika suatu proyek tidak memberikan keuntungan yang diisyaratkan (required rate of return). Pada sector swasta terdapat dua sumber pendanaan. solvabilitas. Aspek Distribusi Keputusan investasi merupakan keputusan yang perlu dikaitkan dengan masalah distribusi pelayanan public secara adil dan merata. keputusan-keputusan mengenai efisiensi proyek secara finansial. D. sedangkan investor memperoleh Analisis Investasi Sektor Publik 4 . Tingkat diskonto yang digunakan Tingkat diskonto merefleksikan tingkat keuntungan (rate of return) yang diperoleh dari suatu proyek dengan tingkat risiko tertentu. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Publik Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam analisis investasi public adalah: 1. berupa pembayaran bunga utang. Suatu proyek investasi yang akan dilakukan harus mempertimbangkan aspek legalitas dan dampak lingkungan yang merugikan. apakah dari public revenue atau oleh individu. maka proyek tersebut harus ditolak. Aspek Ekonomi dan Finansial Pertimbangan aspek ekonomi meliputi kegiatan menganalisis apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang digunakan. apakah terdapat pajak penghasilan atau tidak. Untuk itu perlu diketahui siapa yang akan menerima manfaat atau keuntungan yang dihasilkan dari proyek investasi. Perhitungan tingkat diskonto merupakan bagian yang cukup kompleks dalam analisis investasi. Aspek sosial budaya mencakup juga aspek legal lingkungan. d. Aspek distribusi terkait dengan keadilan dan persamaan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan public (equity & equality).memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. yaitu pembiayaan modal (equity finance) dan pembiayaan utang (debt finance). Keuntungan yang diperoleh para kreditor sebagai pemberi utang. apakah proyek dijalankan oleh public agencies atau oleh individu. c. Aspek finansial menerangkan pengaruh-pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan.

Semakin tinggi risiko investasi. Masalah yang muncul adalah bahwa alasan memilih Analisis Investasi Sektor Publik 5 . pembiayaan utang memiliki biaya yang lebih kecil dibandingkan dengan pembiayaan modal. masalah berikutnya yang perlu dipertimbangkan berfokus pada tingkat diskonto (discount rate) yang cocok yang akan digunakan.(D/V) Dalam hal ini: Ko = biaya modal total Ke = biaya modal (tingkat keuntungan yang diisyaratkan atas investasi modal) Kd = biaya utang (tingkat keuntungan yang diisyaratkan atas investasi utang) T = tingkat pajak E = Harga pasar saham D = harga pasar surat berharga utang V = E + D = nilai pasar perusahaan secara keseluruhan Berdasarkan asumsi bahwa seluruh biaya dan manfaat suatu proyek telah dinilai cukup. atau disebut social time preference time (STPR). sehingga nilai tersebut perlu didiskontokan untuk beberapa periode waktu sebelum berbagai alternatif investasi diperbandingkan untuk ditentukan investasi mana yang akan dilakukan. Untuk tujuan analisis biaya manfaat. maka perlu digunakan tingkat diskonto sosial (social discount rate). Biaya modal total dapat dinyatakan dalam bentuk biaya modal rata-rata tertimbang dengan rumus: Ko = Ke.keuntungan berupa deviden dan gain atas saham yang dimilikinya.(1 ± T).(E/V) + (Kd. Disamping itu. maka return yang diharapkan juga semakin tinggi. Antara biaya dan manfaat terjadi pada titik waktu yang berbeda. Pembiayaan hutang memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan pembiayaan modal sehingga kreditor akan meminta tingkat kembalian (rate of return) yang lebih rendah dibandingkan dengan investor karena risiko investasi berbanding lurus dengan return investasi. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menyatakan social discount rate sebagai suatu tingkat yang merefleksikan preferensi masyarakat terhadap manfaat saat ini atas manfaat yang akan diterima di masa yang akan datang. Biaya utang (cost of debt) lebih murah dibandingkan dengan biaya modal sendiri (cost of equity) karena pembayaran bunga utang merupakan biaya yang mengurangi pajak. Harga per saham merefleksikan laba di masa depan yang diharapkan (expected future earnings).

manfaat sekarang (current benefit) mungkin dipengaruhi oleh penilaian individu yang menilai terlalu rendah (underestimate) manfaat yang akan diperoleh di masa depan. 3. Pada organisasi sector publik. terjaminnya property right dan contract right dapat menurunkan risiko investasi. Oleh karena itu harus dilakukan perankingan investasi. Tingkat utang pemerintah adalah jumlah yang harus dibayarkan pemerintah sehubungan dengan perolehan sumber pembiayaan diluar pajak. Perankingan dapat dilakukan dengan menggunakan rasio manfaat/biaya atau dapat juga menggunakan model pemrograman linear. Ketidakpastian ekonomi dan hokum. Tingkat inflasi Penilaian investasi harus memperhitungkan perkiraan tingkat inflasi. Semakin tinggi tingkat inflasi. Analisis Investasi Sektor Publik 6 . Oleh karena itu dilakukan pengurangan terhadap kebutuhan benefits yang tersedia. kekacauan sosial-politik. seperti utang luar negeri dan obligasi pemerintah yaitu berupa bunga dan pokok utang. semakin rendah nilai riil keuntungan di masa depan yang diharapkan (expected future returns) sehingga semakin tinggi tingkat keuntungan yang diisyaratkan. Asumsi dalam pendekatan ini adalah generasi mendatang akan lebih sejahtera daripada generasi sekarang. 4. tidak adanya jaminan keamanan. Risiko dan ketidakpastian Required rate of return akan semakin tinggi jika risiko investasi naik. Faktor-faktor tersebut menyumbang risiko investasi suatu negara (country risk) yang jika sudah sangat parah dapat mengarah pada kategori default country. 2. Capital rationing Capital rationing adalah keadaan ketika organisasi menghadapi masalah ketersediaan dana untuk melakukan pengeluaran investasi. Dalam keadaan seperti ini terdapat beberapa alternatif investasi yang dapat dilakukan akan tetapi tidak tersedia cukup dana untuk membiayai investasi-investasi yang diajukan. penegakan hokum dan demokrasi. selain memperhatikan faktor-faktor di atas penilaian investasi publik juga harus memperhatikan hal-hal berikut: a. dan kebijakan yang tidak konsisten dapat meningkatkan risiko investasi. Tingkat utang pemerintah. Inflasi yang tinggi menyebabkan required rate of return semakin tinggi. Terjaminnya keamanan berinvestasi.

polusi suara. Teknik Dasar Penilaian Investasi Publik Pada dasarnya. misal biaya yang muncul dalam bentuk perusakan pemandangan. Di samping itu juga akan timbul biaya-biaya sosial dari proyek tersebut. Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan. maka akan muncul monetary cost untuk biaya konstruksi dan perawatan. Pada organisasi sector public biaya dan manfaat seringkali tidak dapat secara langsung diukur dengan satuan uang. Dalam analisis biaya-manfaat ini. dengan jumlah investasi yang sama. benefit (manfaat) ditekankan pada semua keunggulan ekonomi dan social yang diperoleh.b. Oleh karena itu perlu diidentifikasi alternatif-alternatif yang memungkinkan untuk dianalisis lebih lanjut. sedangkan untuk cost (biaya) ditekankan pada kelemahan-kelemahan proyek yang dikuantifikasikan dalam bentuk uang. Disebut juga social opportunity cost rate yang terkait dengan pengertian bahwa proyek pemerintah harus dapat menghasilkan tingkat keuntungan (return) yang minimal sama dengan tingkat keuntungan proyek sector swasta dengan penggunaan dana yang sama. Social time preference rate merefleksikan tingkat keuntungan yang diisyaratkan oleh masyarakat jika menunda konsumsi saat ini untuk kepentingan konsumsi di masa depan. Social time preference rate. Sebagai contoh ketika suatu organisasi sektor publik merencankan membuat sebuah jalan baru. Perhitungan manfaat dan biaya harus pula memasukkan analisis manfaat dan biaya social (social cost/benefit) yang ditimbulkan dari investasi public yang akan dilakukan. polusi udara. Tingkat kesempatan sosial yang dikorbankan. Terdapat empat langkah utama untuk mengevaluasi suatu proyek investasi. 2. Menentukan semua manfaat dan biaya dari proyek yang akan dilaksanakan (cost/benefit relationship). proyek investasi public yang dilakukan pemerintah harus memiliki kualitas yang minimal sama jika proyek tersebut dilakukan oleh swasta. sehingga teknik-teknik analisis biaya manfaat sangat cocok untuk diterapkan. E. yaitu: 1. prinsip penilaian investasi sangat sederhana. c. Atau dengan kata lain. Keterkaitan antara satu proyek dengan proyek lain yang perlu dipertimbangkan untuk mengetahui sejauh mana penerimaan atau penolakan suatu investasi akan mempengaruhi investasi lain. Organisasi sector public seringkali dihadapkan pada banyak alternative investasi untuk mencapai tujuan organisasinya. kemungkinan bertambahnya Analisis Investasi Sektor Publik 7 .

tetapi faktor-faktor politik. Metode penilaian investasi tradisional 2. Terdapat beberapa teknik untuk melakukan penilaian investasi. mengurangi biaya pendistribusian barang. Di lain pihak. Analisis moneter mungkin mengindikasikan bahwa proyek akan memberikan nilai uang terbaik. dan lain sebagainya. Terkadang terdapat kesulitan dalam langkah kedua ini. manfaat-manfaat sosial juga akan diperoleh dari pembuatan jalan baru tersbut seperti pengurangan kemacetan lalu lintas. 4. 3. Tekik untuk mengevaluasi investasi dibedakan menjadi dua metode. misalnya manfaat dan biaya sosial. respon pemerintah. Memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektivitas biaya yang tinggi. mempercepat perjalanan. bahkan beberapa diantaranya tidak dapat dipakai dalam pengukuran yang obyektif dalam bentuk moneter. Terdapat dua masalah dalam menggunakan metode Analisis Investasi Sektor Publik 8 . dan lain sebagainya. ada banyak ketidakpastian yang dapat mempengaruhi perhitungan. Kesulitan yang dihadapi adalah apabila biaya dan manfaat dari suatu proyek tidak dapat diukur dalam bentuk rupiah. yaitu: 1. Metode aliran kas yang didiskontokan (discounted cash flow/DCF) Metode tradisional yang sering digunakan adalah tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan (accounting rate of return on capital employed-ROCE) dan payback period (PP). Rasio biaya dan manfaat atau efektivitas biaya merupakan titik awal penentuan penerimaan proyek. yanitu dengan menggunakan analisis efektivitas biaya (cost-effectiveness analysis). serta tekanan-tekanan sosial menyebabkan pertimbangan biaya manfaat diperlukan atas proyek tersebut. Tidak semua biaya dan manfaat sosial dapat dimasukkan dalam perhitungan. ROCE secara sederhana dirumuskan:     Informasi mengenai laba akuntansi diperoleh dari laporan rugi/laba oragnisasi. sedangkan informasi modal dapat diketahui dari neraca. Menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah. yang dapat dilakukan adalah menghitung nilai manfaat dari proyek secara tidak langsung. Langkah kedua adalah menghitung manfaat dan biaya investasi dalam satuan rupiah. Dalam kondisi tersebut.kecelakaan.

Analisis Investasi Sektor Publik 9 . IRR mendiskontokan future cash flow pada tingkat NPV yang bernilai nol. Proyek yang memberikan nilai NPV positif adalah proyek yang memiliki prioritas untuk diterima dan proyek yang dinilai BPV-nya negative adalah proyek yang harus ditolak. IRR. dan sebagainya. Untuk menganilisis usulan investasi publik. 50 th (umur proyek) = cash flow Dengan formulasi lain. misalnya NPV. NPV dinyatakan. Kedua. penghitungan angka akuntansi didasarkan pada konsep akuntansi akrual dan memasukkan item-item bukan kas. ROCE hanya mengukur periode tunggal tanpa memperhitungkan nilai waktu uang (time valur of money). proyek yang memiliki nilai IRR yang besar adalah proyek yang potensial untuk diterima. manajer publik dapat menggunakan alat analisis yang biasa digunakan untuk menilai kelayakan suatu proyek pada sektor swasta. Net Present Value Net Present Value dapat dirumuskan sebagai berikut:  Atau:    Dalam hal ini: i n CF = tingkat diskonto = 1. «. IRR dinyatakan dalam presentase. seperti depresiasi dan cadangan kerugian piutang. NPV diperoleh dengan cara mengurangkan pengeluaran investasi awal dengan aliran kas di masa depan yang di-present value-kan. payback period.ROCE ini. Pertama. Metode penilaian investasi dengan menggunakan discounted cash flow misalnya adalah net present value (NPV) dan internal rate of return (IRR). Atau dengan kata lain adalah ukuran yang menyertakan aliran kas bersih di masa dating (future net cash flow) dengan pengeluaran investasi awal. NPV dihitung dengan cara mendiskontokan aliran kas di masa dating (future cash flow) dengan factor diskonto tertentu yang merefleksikan biaya kesempatan modal opportunity cost of capital).

Analisis Investasi Sektor Publik 10 . Sehingga banyak digunakan. Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh setelah payback period tercapai. Namun demikian. Analisis Payback Period Metode payback period digunakan untuk mengetahu jangka waktu pengembalian investasi. yaitu: 1. Payback period dirumuskan sebagai berikut:     Payback period merupakan teknik analisis investasi yang relative mudah dan sederhana. Net present benefit dapat dirumuskan sebagai berikut:  Atau:    Dalam hal ini: NPB i n M C = nilai bersih. 50 th (umut proyek) = manfaat = biaya Catatan: proyek yang dipilih adalah jenis proyek yang memiliki nilai NPB tertinggi. yaitu manfaat dikurangi dengan biaya pada tahun ke-n = tingkat bunga = 1. Payback period mengandung kelemahan.         (CF x pvf) disebut juga Gross Present Value Net Present Benefit (NPB) Net Present Benefit (Manfaat Bersih Sekarang) merupakan nilai bersih suatu proyek setelah dikurangi seluruh biaya pada satu tahun tertentu dari keuntungan atau manfaat yang diterima pada tahun yang bersangkutan dan didiskontokan dengan tingkat bunga yang berlaku. « .

Analisis benefit-cost ratio dirumuskan sebagai berikut:         Berdasarkan metode ini. Keuntungan dalam analisis biaya manfaat harus pula memasukkan keuntungan social dan biaya social. Analisis Investasi Sektor Publik 11 . Secara umum. suatu proyek akan dilaksanakan bila (M/C)>1. namun di sisi lain dapat dimasukkan sebagai manfaat. sehingga kemungkinan terjadi manipulasi besar. Di satu sisi dapat dimasukkan sebagai biaya. Benefit/cost ratio dapat juga dirumuskan sebagai berikut:      Kelemahan metode B-C ratio adalah tidak adanya pedoman yang jelas mengenai hal-hal yang masuk sebagai perhitungan biaya dan manfaat. Metode ini akan memberikan hasil yang konsisiten dengan metode Net Present Benefit apabila B/C>1 berarti pula B-C lebih besar dari 0. Proyek yang diterima adalah proyek yang memiliki keuntungan social yang didiskontokan (discounted value of social benefits) yang lebih besar dari nilai biaya social yang di-diskontokan (discounted value of social cost). Metode payback period tidak dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasi yang bersifat mutually exclusive. berdasarkan CBA criteria keputusan yang lebih besar dari biayanya. Analisis Biaya-Manfaat (Cost Benefit Analysis) Metodde cost benefit analysis (CBA) atau benefit cost ratio merupakan cara mengevaluasi suatu proyek dengan membandingkan nilai sekarang (present value) dari seluruh manfaat keuntungan yang diperoleh dengan nilai sekarang dari seluruuh biaya proyek tersebut. Biaya dianggap sebagai manfaat negative. kelemahan ini disebabkan karena adanya kesulittan dalam penghitungan manfaat dan biaya. Metode payback period mengabaikan nilai waktu uang 3.2. Dengan demikian B-C ratio dapat berpeluang memberikan hasil yang keliru dalam menentuukan proyek.

beberapa item yang bersifat intangible seperti kerusakan lingkungan harus diperhitungkan.000.295.000.000.. Untuk menentukan manfaat social bersih ini tidak hanya diperhitungkan manfaat yang tangible melainkan juga termasuk manfaat yang intangible.000.tahun 1-5 PV (10%) 0. dan lain sebagainya. maka penghitungan Benefit/cost ratio adalah sebagai berikut: Proyek A B Investasi Rp 16.per tahun selama lima tahun.dan memberikan aliran kas masul Rp 9. Sementara itu.dengan memberikan aliran kas sebesar Rp 7.. Jika tingkat keuntungan yang disyaratkan sebesar 10%. Proyek kedua membutuhkan investasi sebesar Rp 24. Manfaat sosial bersih secara garis besar dapat dinyatakan sebagai berikut: Sosial benefit/private benefit + External Sosial cost/private benefit + External Net Social Benefit Analisis Investasi Sektor Publik 12 .Cash Inflow Rp 9.000.909 3.Rp 24.200.200.200.. termasuk di sini manfaat social bersih yang diperoleh dari investasi.200.452.000. analisis biaya-manfaat pada dasarnya harus dapat mengukur manfaat sosial bersih (net social benefit).800. hidup dengan lingkungan yang aman. maka proyek B lebih layak diterima daripada proyek A karena proyek B memiliki ratio manfaat/biaya yang lebih besar dari proyek A.tahun 1 Rp 7.000. penghematan waktu.000. sebagai contoh pemerintah memiliki dua proposal proyek membutuhkan investasi sebesar Rp 16..000.. Analisis biaya-manfaat dikembangkan sebagai alat untuk membangun kriteria-kriteria terhadap penilaian investasi sektor publik. Keputusan mengenai aktivitas investasi dalam private sector ditekankan dengan nilai apakah pemilik perusahaan akan menjadi lebih baik dengan melakukan investasi tersebut. Menurut Dixon (1944) dalam Blundell dan Murdock (1997).09 1.satu tahun dari sekarang.Untuk memberikan ilustrasi mengenai koonsep Benefit/cost ratio.000.200. keputusan investasi delam organisasi sektor publik lebih difokuskan pada penilaian apakah masyarakat secara keseluruhan akan menjadi baik dengan adanya investasi tersebut.791 Gross Present Value Rp 17.14 Berdasarkan Benefit/cost ratio. seperti: bebas dari polusi.Rp 27.000. Demikian halnya ketika perhatian diarahkan pada pengukuran biaya..000.Benefit/Cost Ratio 1.

Dixon menerangkan bahwa terdapat tiga langkah dalam melakukan analisis biayamanfaat. jika dengan teknik pencegahan kebakaran tertentu dapat menyebabkan pengurangan staf yang dibutuhkan tetapi dinas pemadam kebakaran memutuskan untuk menggunakan penghematan waktu tersebut untuk pelatihan staf tambahan. Misalnya. Namun demikian. beberapa dampak (efek) yang relative tidak signifikan tidak perlu dimasukkan dalam analisis biaya-manfaat. cost of time yang dihabiskan oleh petugas pemadam kebakaran dan penyediaan alarm kebakaran merupakan bentuk biaya yang sifatnya tangible. Timing dan aliran biaya dan manfaat. namun hal ini tidak signifikan dimasukkan dalam analisis. maka dalam analisis biaya-manfaat tidak dapat menghitung kedua-keduanya sebagai manfaat. Sebagai contoh teknik pemadam kebakaran tertentu mungkin memiliki pengaruh berupa pengurangan polusi lingkungan terkait dengan kejadian kebakarang rumah. 3. Mengukur dan mengevaluasi biaya dan manfaat. bagaimanakah kita menilai intangible benefit tersebut secara kuantitaif? Biasanya untuk mengukurnya digunakan harga bayangan (shadow price) misalnya biaya nasional untuk merawat sejumlah x orang yang menjadi korban kebakaran dan kehilangan pendapatan dan harta benda karena peristiwa tersebut. akan tetapi yang bersifat tidak berwujud (intangible) relative sulit untuk dihitung. Tahap ketiga terkait dengan masalah waktu penekanan biaya atau manfaat yang terjadi. Masih dengan menggunakan contoh dinas pemadam kebakaran di atas. Biasanya nilai yang tertinggi dimasukkan dalam biaya dan manfaat yang Analisis Investasi Sektor Publik 13 . jika teknik pemadam dinilai misalnya dengan jumlah orang yang terselamatkan dari kebakaran. Meutuskan biaya dan manfaat apa saja yang akan dimasukkan Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya double counting. yaitu satu manfaat atau biaya yang menyebabkan manfaat atau biaya yang lain dimasukkan secara bersama-sama. Demikian juga. yaitu: 1. 2. Manfaat dan biaya yang berwujud (tangible) lebih mudah untuk dihitung.

dan tanah. Membuat estimasi biaya yang akan terjadi (running cost) selama umur yang diharapkan dari suatu proyek 3. Prosedur yang biasa dipakai adalah menghitung nilai sekarang (present value) tetapi proyek-proyek yang dimiliki umur yang berbedaa mungkin lebih tepat dibandingkan dengan menggunakan biaya tahunan ekuivalen (equivalent annual cost). baik di masa sekarang maupun di masa yang akan dating atas suatu proyek dengan pengaruh atau dampak yang tidak dapat dikuantifikasikan. perlatan. Hal ini penting karena sumber daya yang diperlukan oleh sebuah proyek harus dinilai pada opportunity cost penuhnya. maka digunakan tingkat diskonto (discount rate). 6. Hal tersebut meliputi pula penentuan biaya bangunan. Membuat estimasi output terukut selama umur yang diharapkan dari suatu proyek 4. Analisis Efektifitas Biaya (Cost-Effectiveness Analysis) Analsis efektivitas biaya dilakukan karena terddapat kesulitan dalam menghitung biaya dan manfaat sosial secara kuantitatif. Dengan demikian. namun tidak dinilai. Menjelaskan secara realistis mengenai kemungkinan adanya biaya-biaya dan manfaat yang tidak dapat dikuantifikasi yang akan muncul dari proyek yang akan dijalankan. Untuk menyesuaikan nilai biaya dan manfaat yang berbeda karena waktu. Dalam praktiknya. Kesulitan tersebut terjadi pada waktu membuat estimasi atau perkiraan mengenai waktu dan besarnya jumlah biaya dan manfaat di masa dating. Membuat estimasi pengaruh biaya dan pendapatan atas aktivitas yang dilakukan 5. Menentukan jumlah dan waktu atas semua biaya modal. analisa cost-effectiveness memusatkan pada pengukuran suatu yang dapat diukur. Analsis cost-effectiveness meliputi penilaian terhadap biaya dan mafaat yang dapat dikuantifikasi. Dengan kata lain. Langkah-langkah dalam melakukan analisis efektivitas biaya adalah sebgai berikut: 1. terdapat beberapa kesulitan dalam melakukan analisis efektivitas biaya. Mendiskontokan biaya dan manfaat yang dapat diukur untuk memungkinkan melakukan perbandingan. Kesulitan juga dialami pada saat Analisis Investasi Sektor Publik 14 . jika organisasi menggunakan tanahnya sendiri yang mana sebuah bangunan akan didirikan di atasnya.terjadi lebih awal. maka biaya yang dipakai harus dinilai berdasarkan harga pasar pada saat itu (current market value) 2.

Analisis Investasi Sektor Publik 15 . sebagai gambaran dalam seksi pendahuluan pada analisa cost-benefit. Namun demikian.pemilihan tingkat diskonto (discount rate) yang tepat atau penyesuian untuk tiungkat risiko dan ketidakpastian. mekanisme pendiskontoan pada dasarnya tidak berbeda dari yang biasa diterapkan pada sector swasta.