ANALISIS INVESTASI PUBLIK

A. Program Investasi Publik Dalam melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat, pemerintah dihadapkan pada masalah pengambilan keputusan investasi publik. Keputusan investasi publik diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program, kegiatan, dan fungsi yang menjadi prioritas kebijakan. Pengeluaran untuk investasi publik harus mendapat perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran rutin, karena pengeluaran investasi/modal memiliki efek jangka panjang, sedangkan pengeluaran rutin lebih berdampak jangka pendek. Kesalahan dalam melakukan pengambilan keputusan investasi tidak saja akan berdampak pada anggaran tahun berjalan, namun juga akan membebani anggaran tahun-tahun berikutnya. Investasi publik memiliki kaitan yang erat dengan penganggaran modal/investasi. Penganggaran modal/investasi merupakan proses untuk menganalisis proyek-proyek dan memutuskan apakah proyek tersebut dapat diakomodasi oleh anggaran modal/investasi. Untuk memberikan mekanisme dalam mengatur proyek investasi publik secara lebih efisien dan efektif, maka perlu dilakukan analisis investasi secara mendalam. Analisis investasi berhubungan erat dengan penganggaran fungsional, alokasi sumber daya, dan praktik manajemen keuangan di sector publik. Selain itu, program investasi public merupakan bentuk dari dual budgeting, yaitu pemisahan anggaran modal/investasi dari anggaran rutin. Di kebanyakan Negara berkembang, anggaran pembangunan dan anggaran rutin dipisahkan. Fokus perhatiannya ditujukan untuk mengintegrasikan kebijakan dengan

pengeluaran manajemen. Dalam praktiknya terdapat permasalahan yang sulit diselesaikan, dianataranya adalah: a. Memastikan bahwa program investasi publik yang diajukan merupakan program yang komprehensif. b. Memperkirakan pengeluaran yang dibutuhkan di masa yang akan datang. c. Mengevaluasi relevansi proyek-proyek yang ada. d. Mengembangkan analisis dan perencanaan untuk pengeluaran investasi dan pengeluaran rutin.

Analisis Investasi Sektor Publik

1

5. Ada beberapa cara dalam menggolongkan usul-usul investasi. dan aspek distribusi. Penentuan kebutuhan investasi publik terkait dengan dua kegiatan. Cakupan layanan dengan tingkat investasi yang sekarang ada. nilai investasi. pemerintah terlebih dahulu perlu menentukan kebutuhan investasi yang diperlukan. konsidi barang modal yang saat ini ada. dan Cost Effectiveness Analysis. Inventasrisasi kebutuhan investasi 6. Perhitungan kelayakan investasi dapat dilakukan dengan menggunakan alat analisis. Cost-Benefit Analysis. ARR. Umur ekonomi terkait dengan perkiraan waktu efektif suatu barang modal dapat memberikan manfaat. apakah baik atau buruk. Untuk menentukan kebutuhan investasi perlu dilakukan evaluasi yang mencakup: 1. sosial-budaya. financial dan aspek ekonomi. Salah satu penggolongannya adalah: 1. Bila umur ekonomi barang modal telah habis. Analisis yang mendalam sebelum dilakukan investasi sangat penting dilakukan karena investasi publik berkaitan erat dengan masalah transparansi dan kewajaiaran anggaran. 3. Evaluasi kelayakan investasi 7. IRR. Investasi penggantian Pengeluaran investasi untuk penggantian barang modal mengikuti pola umur manfaat barang modal. yaitu peningkatan kuantitas dan peningkatan kualitas investasi. Kriteria kelayakan investasi meliputi aspek-aspek teknis. Tambahan cakupan layanan yang dibutuhkan saat ini dan masa yang akan datang. misalnya: NPV. sedangkan umur teknis terkait dengan kemampuan barang modal dalam memberikan manfaat hingga tidak mampu lagi memberikan manfaat. Penilaian investasi public perlu mempertimbangkan umur teknis dan umur ekonomis dari barang modal yang akan dibeli. 4. Penentuan Kebutuhan Investasi Publik Penentuan kebutuhan investasi publik berkaitan dengan jumlah anggaran yang akan ditetapkan bagi masing-masing unit organisasi. Jadi umur Analisis Investasi Sektor Publik 2 . PP (Payback Period). maka perlu pembelian barang modal baru untuk menggantinya. Inventarisasi investasi memuat daftar nama dan jenis investasi.Sebelum diambil keputusan untuk melakukan investasi. Inventarisasi investasi 2. B.

Aspek Kelayakan Investasi Dalam perencanaan dan analisis investasi harus mempertimbangkan beberapa aspek yang secara bersama-sama menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh akibat adanya suatu investasi tertentu. Jika suatu barang modal sudah kurang (tidak) efisien lagi. maka pemerintah harus mempertimbangkan untuk melakukan investasi penambahan kapasitas. Untuk jenis investasi baru. Aspek Sosial dan Budaya Untuk melaksanakan suatu proyek maka perlu mempertimbangkan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. 3. Seluruh aspek harus dipertimbangakn dan dievaluasi dalam setiap tahap perencanaan anggaran dan siklus pelaksanaan. Investasi penambahan kapasitas Investasi penambahan barang modal perlu dilakukan bila terjadi tuntutan peningkatan cakupan pelayanan. ekonomi. Rasio ini pada dasarnya mencerminkan tingkat efisiensi barang modal yang bersangkutan. Investasi baru Investasi juga dapat berupa investasi baru yang belum ada sebelumnya. C. Bila barang modal telah using dan tidak mampu lagi memberikan manfaat. Aspek sosial-budaya ini menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil dan merata. berarti umur teknis barang modal tersebut telah habis. Jumlah penambahan unit barang modal ditentukan oleh produktivitas barang modal yang saat ini ada. b. Aspek Teknis Aspek teknis merupakan bagian penting dari analisis investasi yang harus dipertimbangkan. a. sosial-budaya. 2. maka pertimbangan mengenai aspek teknis. sementara terjadi kenaikan cakupan pelayanan yang harus dilakukan pemerintah. dan aspek distribusi harus mendapat perhatian lebih besar. Produktivitas barang modal diukur berdasarkan rasio antara input dengan output yang dihasilkan. karena aspek-aspek tersebut satu sama saling berhubungan dan saling mempengaruhi. sehingga mampu Analisis Investasi Sektor Publik 3 . maka usulan tersebut menduduki prioritas pertama untuk ditolak.teknis suatu barang modal bisa lebih lama daripada umur ekonomisnya. Jika suatu usulan investasi sudah tidak layak dilihat dari aspek teknisnya.

sedangkan investor memperoleh Analisis Investasi Sektor Publik 4 . yaitu pembiayaan modal (equity finance) dan pembiayaan utang (debt finance). d.memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Untuk itu perlu diketahui siapa yang akan menerima manfaat atau keuntungan yang dihasilkan dari proyek investasi. Aspek finansial menerangkan pengaruh-pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan. apakah proyek dijalankan oleh public agencies atau oleh individu. Pada sector swasta terdapat dua sumber pendanaan. berupa pembayaran bunga utang. Aspek sosial budaya mencakup juga aspek legal lingkungan. Keuntungan yang diperoleh para kreditor sebagai pemberi utang. maka proyek tersebut harus ditolak. apakah terdapat pajak penghasilan atau tidak. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Publik Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam analisis investasi public adalah: 1. apakah dari public revenue atau oleh individu. D. keputusan-keputusan mengenai efisiensi proyek secara finansial. Berdasarkan perencanaan anggaran. Perhitungan tingkat diskonto merupakan bagian yang cukup kompleks dalam analisis investasi. dari mana mendapatkan modal untuk melaksanakan proyek. Aspek Distribusi Keputusan investasi merupakan keputusan yang perlu dikaitkan dengan masalah distribusi pelayanan public secara adil dan merata. Suatu proyek investasi yang akan dilakukan harus mempertimbangkan aspek legalitas dan dampak lingkungan yang merugikan. Tingkat diskonto yang digunakan Tingkat diskonto merefleksikan tingkat keuntungan (rate of return) yang diperoleh dari suatu proyek dengan tingkat risiko tertentu. Jika suatu proyek tidak memberikan keuntungan yang diisyaratkan (required rate of return). Aspek distribusi terkait dengan keadilan dan persamaan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan public (equity & equality). solvabilitas. dan likuiditas perlu dipertimbangkan. c. Aspek Ekonomi dan Finansial Pertimbangan aspek ekonomi meliputi kegiatan menganalisis apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang digunakan.

pembiayaan utang memiliki biaya yang lebih kecil dibandingkan dengan pembiayaan modal.keuntungan berupa deviden dan gain atas saham yang dimilikinya. sehingga nilai tersebut perlu didiskontokan untuk beberapa periode waktu sebelum berbagai alternatif investasi diperbandingkan untuk ditentukan investasi mana yang akan dilakukan. Biaya modal total dapat dinyatakan dalam bentuk biaya modal rata-rata tertimbang dengan rumus: Ko = Ke.(D/V) Dalam hal ini: Ko = biaya modal total Ke = biaya modal (tingkat keuntungan yang diisyaratkan atas investasi modal) Kd = biaya utang (tingkat keuntungan yang diisyaratkan atas investasi utang) T = tingkat pajak E = Harga pasar saham D = harga pasar surat berharga utang V = E + D = nilai pasar perusahaan secara keseluruhan Berdasarkan asumsi bahwa seluruh biaya dan manfaat suatu proyek telah dinilai cukup. Masalah yang muncul adalah bahwa alasan memilih Analisis Investasi Sektor Publik 5 . Biaya utang (cost of debt) lebih murah dibandingkan dengan biaya modal sendiri (cost of equity) karena pembayaran bunga utang merupakan biaya yang mengurangi pajak. maka return yang diharapkan juga semakin tinggi. Harga per saham merefleksikan laba di masa depan yang diharapkan (expected future earnings).(E/V) + (Kd. Pembiayaan hutang memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan pembiayaan modal sehingga kreditor akan meminta tingkat kembalian (rate of return) yang lebih rendah dibandingkan dengan investor karena risiko investasi berbanding lurus dengan return investasi. maka perlu digunakan tingkat diskonto sosial (social discount rate). Disamping itu. atau disebut social time preference time (STPR). Semakin tinggi risiko investasi. masalah berikutnya yang perlu dipertimbangkan berfokus pada tingkat diskonto (discount rate) yang cocok yang akan digunakan.(1 ± T). Antara biaya dan manfaat terjadi pada titik waktu yang berbeda. Untuk tujuan analisis biaya manfaat. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan menyatakan social discount rate sebagai suatu tingkat yang merefleksikan preferensi masyarakat terhadap manfaat saat ini atas manfaat yang akan diterima di masa yang akan datang.

Oleh karena itu dilakukan pengurangan terhadap kebutuhan benefits yang tersedia. semakin rendah nilai riil keuntungan di masa depan yang diharapkan (expected future returns) sehingga semakin tinggi tingkat keuntungan yang diisyaratkan. Semakin tinggi tingkat inflasi. dan kebijakan yang tidak konsisten dapat meningkatkan risiko investasi. Oleh karena itu harus dilakukan perankingan investasi. Pada organisasi sector publik. Tingkat inflasi Penilaian investasi harus memperhitungkan perkiraan tingkat inflasi. Risiko dan ketidakpastian Required rate of return akan semakin tinggi jika risiko investasi naik. terjaminnya property right dan contract right dapat menurunkan risiko investasi. tidak adanya jaminan keamanan. selain memperhatikan faktor-faktor di atas penilaian investasi publik juga harus memperhatikan hal-hal berikut: a. Tingkat utang pemerintah adalah jumlah yang harus dibayarkan pemerintah sehubungan dengan perolehan sumber pembiayaan diluar pajak.manfaat sekarang (current benefit) mungkin dipengaruhi oleh penilaian individu yang menilai terlalu rendah (underestimate) manfaat yang akan diperoleh di masa depan. Terjaminnya keamanan berinvestasi. 3. Analisis Investasi Sektor Publik 6 . Asumsi dalam pendekatan ini adalah generasi mendatang akan lebih sejahtera daripada generasi sekarang. 2. penegakan hokum dan demokrasi. Ketidakpastian ekonomi dan hokum. Faktor-faktor tersebut menyumbang risiko investasi suatu negara (country risk) yang jika sudah sangat parah dapat mengarah pada kategori default country. Inflasi yang tinggi menyebabkan required rate of return semakin tinggi. Perankingan dapat dilakukan dengan menggunakan rasio manfaat/biaya atau dapat juga menggunakan model pemrograman linear. seperti utang luar negeri dan obligasi pemerintah yaitu berupa bunga dan pokok utang. Dalam keadaan seperti ini terdapat beberapa alternatif investasi yang dapat dilakukan akan tetapi tidak tersedia cukup dana untuk membiayai investasi-investasi yang diajukan. kekacauan sosial-politik. Tingkat utang pemerintah. Capital rationing Capital rationing adalah keadaan ketika organisasi menghadapi masalah ketersediaan dana untuk melakukan pengeluaran investasi. 4.

Tingkat kesempatan sosial yang dikorbankan. 2. sehingga teknik-teknik analisis biaya manfaat sangat cocok untuk diterapkan. dengan jumlah investasi yang sama. polusi udara. Pada organisasi sector public biaya dan manfaat seringkali tidak dapat secara langsung diukur dengan satuan uang. Organisasi sector public seringkali dihadapkan pada banyak alternative investasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Keterkaitan antara satu proyek dengan proyek lain yang perlu dipertimbangkan untuk mengetahui sejauh mana penerimaan atau penolakan suatu investasi akan mempengaruhi investasi lain. Disebut juga social opportunity cost rate yang terkait dengan pengertian bahwa proyek pemerintah harus dapat menghasilkan tingkat keuntungan (return) yang minimal sama dengan tingkat keuntungan proyek sector swasta dengan penggunaan dana yang sama. Teknik Dasar Penilaian Investasi Publik Pada dasarnya.b. benefit (manfaat) ditekankan pada semua keunggulan ekonomi dan social yang diperoleh. Terdapat empat langkah utama untuk mengevaluasi suatu proyek investasi. sedangkan untuk cost (biaya) ditekankan pada kelemahan-kelemahan proyek yang dikuantifikasikan dalam bentuk uang. Atau dengan kata lain. Social time preference rate. proyek investasi public yang dilakukan pemerintah harus memiliki kualitas yang minimal sama jika proyek tersebut dilakukan oleh swasta. maka akan muncul monetary cost untuk biaya konstruksi dan perawatan. Social time preference rate merefleksikan tingkat keuntungan yang diisyaratkan oleh masyarakat jika menunda konsumsi saat ini untuk kepentingan konsumsi di masa depan. c. Dalam analisis biaya-manfaat ini. Menentukan semua manfaat dan biaya dari proyek yang akan dilaksanakan (cost/benefit relationship). prinsip penilaian investasi sangat sederhana. kemungkinan bertambahnya Analisis Investasi Sektor Publik 7 . Sebagai contoh ketika suatu organisasi sektor publik merencankan membuat sebuah jalan baru. Perhitungan manfaat dan biaya harus pula memasukkan analisis manfaat dan biaya social (social cost/benefit) yang ditimbulkan dari investasi public yang akan dilakukan. Oleh karena itu perlu diidentifikasi alternatif-alternatif yang memungkinkan untuk dianalisis lebih lanjut. E. misal biaya yang muncul dalam bentuk perusakan pemandangan. Di samping itu juga akan timbul biaya-biaya sosial dari proyek tersebut. polusi suara. yaitu: 1. Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan.

kecelakaan. Menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah. respon pemerintah. Langkah kedua adalah menghitung manfaat dan biaya investasi dalam satuan rupiah. tetapi faktor-faktor politik. dan lain sebagainya. ada banyak ketidakpastian yang dapat mempengaruhi perhitungan. mengurangi biaya pendistribusian barang. Metode penilaian investasi tradisional 2. Dalam kondisi tersebut. Terkadang terdapat kesulitan dalam langkah kedua ini. Tekik untuk mengevaluasi investasi dibedakan menjadi dua metode. Rasio biaya dan manfaat atau efektivitas biaya merupakan titik awal penentuan penerimaan proyek. manfaat-manfaat sosial juga akan diperoleh dari pembuatan jalan baru tersbut seperti pengurangan kemacetan lalu lintas. Memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektivitas biaya yang tinggi. Kesulitan yang dihadapi adalah apabila biaya dan manfaat dari suatu proyek tidak dapat diukur dalam bentuk rupiah. Analisis moneter mungkin mengindikasikan bahwa proyek akan memberikan nilai uang terbaik. serta tekanan-tekanan sosial menyebabkan pertimbangan biaya manfaat diperlukan atas proyek tersebut. Metode aliran kas yang didiskontokan (discounted cash flow/DCF) Metode tradisional yang sering digunakan adalah tingkat pengembalian modal yang diinvestasikan (accounting rate of return on capital employed-ROCE) dan payback period (PP). 3. yaitu: 1. yang dapat dilakukan adalah menghitung nilai manfaat dari proyek secara tidak langsung. Terdapat dua masalah dalam menggunakan metode Analisis Investasi Sektor Publik 8 . misalnya manfaat dan biaya sosial. Terdapat beberapa teknik untuk melakukan penilaian investasi. dan lain sebagainya. Tidak semua biaya dan manfaat sosial dapat dimasukkan dalam perhitungan. mempercepat perjalanan. ROCE secara sederhana dirumuskan:     Informasi mengenai laba akuntansi diperoleh dari laporan rugi/laba oragnisasi. 4. bahkan beberapa diantaranya tidak dapat dipakai dalam pengukuran yang obyektif dalam bentuk moneter. sedangkan informasi modal dapat diketahui dari neraca. yanitu dengan menggunakan analisis efektivitas biaya (cost-effectiveness analysis). Di lain pihak.

Analisis Investasi Sektor Publik 9 .ROCE ini. IRR dinyatakan dalam presentase. misalnya NPV. «. 50 th (umur proyek) = cash flow Dengan formulasi lain. Net Present Value Net Present Value dapat dirumuskan sebagai berikut:  Atau:    Dalam hal ini: i n CF = tingkat diskonto = 1. seperti depresiasi dan cadangan kerugian piutang. penghitungan angka akuntansi didasarkan pada konsep akuntansi akrual dan memasukkan item-item bukan kas. Kedua. payback period. manajer publik dapat menggunakan alat analisis yang biasa digunakan untuk menilai kelayakan suatu proyek pada sektor swasta. dan sebagainya. Metode penilaian investasi dengan menggunakan discounted cash flow misalnya adalah net present value (NPV) dan internal rate of return (IRR). Atau dengan kata lain adalah ukuran yang menyertakan aliran kas bersih di masa dating (future net cash flow) dengan pengeluaran investasi awal. proyek yang memiliki nilai IRR yang besar adalah proyek yang potensial untuk diterima. NPV dinyatakan. IRR. Proyek yang memberikan nilai NPV positif adalah proyek yang memiliki prioritas untuk diterima dan proyek yang dinilai BPV-nya negative adalah proyek yang harus ditolak. NPV dihitung dengan cara mendiskontokan aliran kas di masa dating (future cash flow) dengan factor diskonto tertentu yang merefleksikan biaya kesempatan modal opportunity cost of capital). ROCE hanya mengukur periode tunggal tanpa memperhitungkan nilai waktu uang (time valur of money). Pertama. IRR mendiskontokan future cash flow pada tingkat NPV yang bernilai nol. Untuk menganilisis usulan investasi publik. NPV diperoleh dengan cara mengurangkan pengeluaran investasi awal dengan aliran kas di masa depan yang di-present value-kan.

Analisis Investasi Sektor Publik 10 . Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh setelah payback period tercapai. 50 th (umut proyek) = manfaat = biaya Catatan: proyek yang dipilih adalah jenis proyek yang memiliki nilai NPB tertinggi. Sehingga banyak digunakan. Analisis Payback Period Metode payback period digunakan untuk mengetahu jangka waktu pengembalian investasi. yaitu: 1.         (CF x pvf) disebut juga Gross Present Value Net Present Benefit (NPB) Net Present Benefit (Manfaat Bersih Sekarang) merupakan nilai bersih suatu proyek setelah dikurangi seluruh biaya pada satu tahun tertentu dari keuntungan atau manfaat yang diterima pada tahun yang bersangkutan dan didiskontokan dengan tingkat bunga yang berlaku. Payback period dirumuskan sebagai berikut:     Payback period merupakan teknik analisis investasi yang relative mudah dan sederhana. yaitu manfaat dikurangi dengan biaya pada tahun ke-n = tingkat bunga = 1. « . Net present benefit dapat dirumuskan sebagai berikut:  Atau:    Dalam hal ini: NPB i n M C = nilai bersih. Payback period mengandung kelemahan. Namun demikian.

Keuntungan dalam analisis biaya manfaat harus pula memasukkan keuntungan social dan biaya social. Analisis benefit-cost ratio dirumuskan sebagai berikut:         Berdasarkan metode ini. Metode ini akan memberikan hasil yang konsisiten dengan metode Net Present Benefit apabila B/C>1 berarti pula B-C lebih besar dari 0. Secara umum. Metode payback period mengabaikan nilai waktu uang 3. Di satu sisi dapat dimasukkan sebagai biaya. sehingga kemungkinan terjadi manipulasi besar. namun di sisi lain dapat dimasukkan sebagai manfaat. suatu proyek akan dilaksanakan bila (M/C)>1. Benefit/cost ratio dapat juga dirumuskan sebagai berikut:      Kelemahan metode B-C ratio adalah tidak adanya pedoman yang jelas mengenai hal-hal yang masuk sebagai perhitungan biaya dan manfaat. kelemahan ini disebabkan karena adanya kesulittan dalam penghitungan manfaat dan biaya. berdasarkan CBA criteria keputusan yang lebih besar dari biayanya. Biaya dianggap sebagai manfaat negative. Analisis Biaya-Manfaat (Cost Benefit Analysis) Metodde cost benefit analysis (CBA) atau benefit cost ratio merupakan cara mengevaluasi suatu proyek dengan membandingkan nilai sekarang (present value) dari seluruh manfaat keuntungan yang diperoleh dengan nilai sekarang dari seluruuh biaya proyek tersebut. Dengan demikian B-C ratio dapat berpeluang memberikan hasil yang keliru dalam menentuukan proyek. Metode payback period tidak dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasi yang bersifat mutually exclusive. Proyek yang diterima adalah proyek yang memiliki keuntungan social yang didiskontokan (discounted value of social benefits) yang lebih besar dari nilai biaya social yang di-diskontokan (discounted value of social cost).2. Analisis Investasi Sektor Publik 11 .

200.000. Demikian halnya ketika perhatian diarahkan pada pengukuran biaya. Menurut Dixon (1944) dalam Blundell dan Murdock (1997).800. maka proyek B lebih layak diterima daripada proyek A karena proyek B memiliki ratio manfaat/biaya yang lebih besar dari proyek A.tahun 1-5 PV (10%) 0.000.. keputusan investasi delam organisasi sektor publik lebih difokuskan pada penilaian apakah masyarakat secara keseluruhan akan menjadi baik dengan adanya investasi tersebut. Sementara itu.. Proyek kedua membutuhkan investasi sebesar Rp 24. Analisis biaya-manfaat dikembangkan sebagai alat untuk membangun kriteria-kriteria terhadap penilaian investasi sektor publik. seperti: bebas dari polusi. penghematan waktu..000.Cash Inflow Rp 9.000.000.tahun 1 Rp 7.200.14 Berdasarkan Benefit/cost ratio. Manfaat sosial bersih secara garis besar dapat dinyatakan sebagai berikut: Sosial benefit/private benefit + External Sosial cost/private benefit + External Net Social Benefit Analisis Investasi Sektor Publik 12 .000. dan lain sebagainya.per tahun selama lima tahun. hidup dengan lingkungan yang aman.909 3.000..000.Rp 27.452.Untuk memberikan ilustrasi mengenai koonsep Benefit/cost ratio.295.791 Gross Present Value Rp 17.Rp 24.000.200.200.satu tahun dari sekarang. termasuk di sini manfaat social bersih yang diperoleh dari investasi.200. sebagai contoh pemerintah memiliki dua proposal proyek membutuhkan investasi sebesar Rp 16. beberapa item yang bersifat intangible seperti kerusakan lingkungan harus diperhitungkan..000. maka penghitungan Benefit/cost ratio adalah sebagai berikut: Proyek A B Investasi Rp 16. analisis biaya-manfaat pada dasarnya harus dapat mengukur manfaat sosial bersih (net social benefit). Untuk menentukan manfaat social bersih ini tidak hanya diperhitungkan manfaat yang tangible melainkan juga termasuk manfaat yang intangible.09 1.dengan memberikan aliran kas sebesar Rp 7.000.000.dan memberikan aliran kas masul Rp 9. Keputusan mengenai aktivitas investasi dalam private sector ditekankan dengan nilai apakah pemilik perusahaan akan menjadi lebih baik dengan melakukan investasi tersebut.Benefit/Cost Ratio 1.. Jika tingkat keuntungan yang disyaratkan sebesar 10%.

yaitu: 1. namun hal ini tidak signifikan dimasukkan dalam analisis. Timing dan aliran biaya dan manfaat. Tahap ketiga terkait dengan masalah waktu penekanan biaya atau manfaat yang terjadi. bagaimanakah kita menilai intangible benefit tersebut secara kuantitaif? Biasanya untuk mengukurnya digunakan harga bayangan (shadow price) misalnya biaya nasional untuk merawat sejumlah x orang yang menjadi korban kebakaran dan kehilangan pendapatan dan harta benda karena peristiwa tersebut. Biasanya nilai yang tertinggi dimasukkan dalam biaya dan manfaat yang Analisis Investasi Sektor Publik 13 . beberapa dampak (efek) yang relative tidak signifikan tidak perlu dimasukkan dalam analisis biaya-manfaat.Dixon menerangkan bahwa terdapat tiga langkah dalam melakukan analisis biayamanfaat. Namun demikian. Sebagai contoh teknik pemadam kebakaran tertentu mungkin memiliki pengaruh berupa pengurangan polusi lingkungan terkait dengan kejadian kebakarang rumah. 2. jika dengan teknik pencegahan kebakaran tertentu dapat menyebabkan pengurangan staf yang dibutuhkan tetapi dinas pemadam kebakaran memutuskan untuk menggunakan penghematan waktu tersebut untuk pelatihan staf tambahan. 3. Masih dengan menggunakan contoh dinas pemadam kebakaran di atas. Demikian juga. maka dalam analisis biaya-manfaat tidak dapat menghitung kedua-keduanya sebagai manfaat. Mengukur dan mengevaluasi biaya dan manfaat. Misalnya. Meutuskan biaya dan manfaat apa saja yang akan dimasukkan Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya double counting. yaitu satu manfaat atau biaya yang menyebabkan manfaat atau biaya yang lain dimasukkan secara bersama-sama. cost of time yang dihabiskan oleh petugas pemadam kebakaran dan penyediaan alarm kebakaran merupakan bentuk biaya yang sifatnya tangible. akan tetapi yang bersifat tidak berwujud (intangible) relative sulit untuk dihitung. jika teknik pemadam dinilai misalnya dengan jumlah orang yang terselamatkan dari kebakaran. Manfaat dan biaya yang berwujud (tangible) lebih mudah untuk dihitung.

Membuat estimasi output terukut selama umur yang diharapkan dari suatu proyek 4. Mendiskontokan biaya dan manfaat yang dapat diukur untuk memungkinkan melakukan perbandingan. terdapat beberapa kesulitan dalam melakukan analisis efektivitas biaya. Prosedur yang biasa dipakai adalah menghitung nilai sekarang (present value) tetapi proyek-proyek yang dimiliki umur yang berbedaa mungkin lebih tepat dibandingkan dengan menggunakan biaya tahunan ekuivalen (equivalent annual cost). maka biaya yang dipakai harus dinilai berdasarkan harga pasar pada saat itu (current market value) 2. dan tanah. jika organisasi menggunakan tanahnya sendiri yang mana sebuah bangunan akan didirikan di atasnya. Untuk menyesuaikan nilai biaya dan manfaat yang berbeda karena waktu. Analisis Efektifitas Biaya (Cost-Effectiveness Analysis) Analsis efektivitas biaya dilakukan karena terddapat kesulitan dalam menghitung biaya dan manfaat sosial secara kuantitatif. Menjelaskan secara realistis mengenai kemungkinan adanya biaya-biaya dan manfaat yang tidak dapat dikuantifikasi yang akan muncul dari proyek yang akan dijalankan. Kesulitan tersebut terjadi pada waktu membuat estimasi atau perkiraan mengenai waktu dan besarnya jumlah biaya dan manfaat di masa dating. maka digunakan tingkat diskonto (discount rate). Menentukan jumlah dan waktu atas semua biaya modal. Kesulitan juga dialami pada saat Analisis Investasi Sektor Publik 14 . baik di masa sekarang maupun di masa yang akan dating atas suatu proyek dengan pengaruh atau dampak yang tidak dapat dikuantifikasikan. Analsis cost-effectiveness meliputi penilaian terhadap biaya dan mafaat yang dapat dikuantifikasi. Dengan kata lain.terjadi lebih awal. Langkah-langkah dalam melakukan analisis efektivitas biaya adalah sebgai berikut: 1. Dengan demikian. Membuat estimasi pengaruh biaya dan pendapatan atas aktivitas yang dilakukan 5. Membuat estimasi biaya yang akan terjadi (running cost) selama umur yang diharapkan dari suatu proyek 3. analisa cost-effectiveness memusatkan pada pengukuran suatu yang dapat diukur. Hal tersebut meliputi pula penentuan biaya bangunan. Hal ini penting karena sumber daya yang diperlukan oleh sebuah proyek harus dinilai pada opportunity cost penuhnya. 6. namun tidak dinilai. perlatan. Dalam praktiknya.

sebagai gambaran dalam seksi pendahuluan pada analisa cost-benefit. Analisis Investasi Sektor Publik 15 .pemilihan tingkat diskonto (discount rate) yang tepat atau penyesuian untuk tiungkat risiko dan ketidakpastian. mekanisme pendiskontoan pada dasarnya tidak berbeda dari yang biasa diterapkan pada sector swasta. Namun demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful