Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat: Stuktur, Filosofi, dan Manfaatnya

Makalah kelompok ini disusun sebagai laporan hasil kegiatan Study Tour Semester VI Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Sanata Dharma

Oleh: Maria Felicia Marta Yusefine Mei E.P. Heri Andri (081314006) (081314018) (081314047)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2011

dan Manfaatnya´ ini dapat diselesaikan dengan baik. Terima kasih. Filosofi.KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan karena atas berkat-Nya makalah berjudul ³Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat: Struktur. Makalah ini tentunya tidaklah sempurna sehingga kritik dan saran yang membangun akan diterima dengan terbuka. dan pemanfaatan bangunan Keraton Yogyakarta untuk dapat menambah pengetahuan dan mengingatkan kembali para pembaca akan keistimewaan Keraton ini. Makalah ini kami susun sebagai laporan kegiatan Study Tour Semester VI Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Sanata Dharma Keraton Yogyakarta merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Yogya sekaligus menjadi salah satu simbol identitas keistimewaan Yogyakarta. Oleh karena itu dalam makalah ini kami menyampaikan struktur bangunannya. Penyusun . filosofi. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat dan pandangan baru kepada para pembacanya.

Bagaimana pemanfaatan bangunan Keraton Yogyakarta? C. sudah selayaknya bila infomasi mengenai bangunan dan terutama filosofi dari Keraton Yogyakarta direvitalisasi sebagai upaya agar masyarakat Yogya secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum bisa memahami nilai-nilai luhur yang menjadi tradisi masyarakat Yogyakarta. B. yang akhirnya dilafalkan menjadi Keraton. Tujuan Tujuan dari pembahasan dalam makalah ini yaitu: 1. Bagaimana filosofi dari bangunan Keraton Yogyakarta ? 3. Mendeskripsikan filosofi bangunan Keraton Yogyakarta 3. Bagaimana struktur bangunan Keraton Yogyakarta? 2. 20 April 2010). Peratma berari negara atua kerajaan.BAB I PENDAHULUAN A. saat ini banyak masyarakat yang sudah melupakan makna sebenarnya dari Keraton tersebut dan menganggapnya sebatas sebagai istana raja dan tempat wisata saja (kompas. Rumusan Masalah Adapun masalah yang dibahas dalam makalah ini yaitu: 1. Metode Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah observasi dan studi pustaka. Keraton sebagai tempat kediaman raja memiliki beberapa arti. Mendeskripsikan pemanfaatan bangunan Keraton Yogyakarta D. Mendeskripsikan struktur bangunan Keraton Yogyakarta 2.com. Oleh karena itu. Latar Belakang Keraton merupakan istilah yang berasal dari kata ³Ratu´ (raja). 1989:1). Kata ini merujuk pada tmpat kediaman Ratu sehingga kalau dibaca secara jelas menjadi Keratuan. Keraton Yogyakarta merupakan salah satu simbol keistimewaan Yogyakarta. dan kedua berarti pekarangan raja. meliputi wilayah di dalam tembok yang mengelilingi Keraton ditambah alun-alun (Darsiti. Meskipun demikian. .

BAB II KE AT A. Peta garis besar kenampakan kompleks Keraton . YOGYAKARTA Secara garis besar bangunan Keraton Yogya dapat dibagi menjadi tiga bagi n utama a dengan kompleks dan bangunan di dalamnya. Struktur Bangunan Keraton Yogya Kerat a terletak di sebuah kompleks luas yang terbagi dalam beberapa bagian.

Tempat ini juga menjadi lokasi rakyat bertatap muka berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya kepada Sultan saat terjadinya Pisowanan Agung. Saat ini tempat ini masih . Zaman dahulu bagian ini digunakan sebagai tempat Bangsal Pagelaran di mana punggawa kesultanan menghadap Sultan dalam upacara resmi.1. Alun-alun Utara Pada zaman dahulu hanya Sultan dan Pepatih Dalem yang boleh berjalan di antara kedua pohon beringin yang dipagari ini. b. Kompleks Depan Dalam bagian kompleks depan Keraton. terdapat beberapa pembagian wilayah dan bangunan yaitu: a. Pinggiran alun-alun ditanami dengan pohon beringin dan secara khusus di tengah alun alun terdapat dua pohon beringin bernama Kyai Dewadaru dan Kyai Janadaru. 2. Gladhag-Pangurakan Gerbang utama untuk masuk ke dalam kompleks Keraton dari arah utara merupakan gerbang berlapis yaitu Gapura Gladhag dan Gapura Pengurakan. Smentara di sebelah selatannya terdapat Gapura Pangurakan Njawi yang saat ini menjadi gerbang pertama yang dilewati bila masuk ke Keraton dari sisi utara. atau dikenal pula sebagai Tratag Rambat. Alun-Alun or (Alun-Alun Utara) Alun-alun Utara adalah lapanan berumput yang terletak di sisi utara Keraton Yogya. Gapura Gladhag dahulu tedapat di ujung utara Jalan Trikora (di antara Kantor Pos Besar dan Bank B Gapura Pangurakan 46) namun saat ini sudah tidak ada lagi. Kompleks Inti a. Kompleks Pagelaran Bangunan utama dari bagian ini adalah Bangsal Pagelaran.

terutama bila terjadi pelantikan sultan baru. Di dalam sayap timur bagian selatan Pagelaran terdapat Bangsal Pengrawit. Teradapat pula sepasang Bangsal Pemandengan yang terltak di sisi sebelah timur dan barat dari Pagelaran. Tempat ini befungsi untuk tempat singga sejenak para pembesar menunggu romongannya masuk ke dalam istana y Bangsal Kori. Bangunan ini merupakan tempat Sultan duduk di atas singgasananya saat acara-acara resmi kerajaan spert pelantikan Sultan maupun Pisowanan Agung. Kompleks Siti Hinggil Kompleks Siti Hinggil merupakan kompleks utama yang digunakan untuk menyelenggarakan upacara resmi kesultanan. yaitu sebagai bagian keraton yang digunakan sebagai tempat perintisan Universitas Gajah Mada di mana para mahasiswa dahulu belajar sebelum kampus UGM yang sekarang di Bulak Sumur dibangun. namun juga dimanfaatkan untuk acaraacara pariwisata dan religi. b. Dahulu Bangsal Pemandengan digunakan Sultan untuk menyaksikan latihan perang yang dilakukan tentara kesultanan di Alun-alun Utara. yaitu tempat yang digunakan para abdi dalem Kori dan abdi dalem Jaksa untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada Sultan. Kompleks ini terletak di sisi selatan Pagelaran. Kompleks Pagelaran ini juga memiliki nilai historis lain. . Bangsal ini digunakan oleh Sultan sebagai tempat untuk melantik Pepatih Dalem. Pada 19 Desember 1949 di kompleks ini dilaksanakan peresmian Universitas Gajah mada. y bangunan Tarub Agung yang berbentuk kanopi persegi dengan empat tiang. terletak di tengah-tengah Siti Hinggil. Kompleks ini dibuat lebih tinggi dari tanah di sekitarnya menggunakan dua jenjang untuk naik di sisi utara dan selatannya.digunakan untuk upacara adat keraton. Di kompleks Siti Hinggil ini terdapat beberapa bangunan yaitu: y dua Bangsal Pacikeran yang digunakan abdi dalem mertolulut dan Singonegoro sampai sekitar tahun 1926. Saat ini sisi selatan dari kompleks Pagelaran dihiasi dengan relief perjuangan Sultan HB I dan Sultan HB IX. y Bangsal Manguntur Tangkil.

Sampai dengan 1812. Di sebelah timur dan barat dari sisi selatan gerbang terdapat pos penjagaan. d.y Bangsal Witono. Sri Manganti Kompleks Sri Manganti berada di sebelah selatan Kamandhungan Lor dan dihubungkan dengan Regol Sri Manganti. Saat ini bangsal ini digunakan untuk . Saat ini bangsal tersebut digunakan untuk acara adat seperti sekaten atau garebeg. sebagai tempat penyimpanan tombak KK Suro AngunAngun c. y Bale Angun-angun. Di selatan Ponconiti terdapat kanopi besar untuk menurunkan tamu dari kendaraan mereka. Ada pula yang mengatakan digunakan utuk mengadili perkara terkait keluarga kerajaan. Kanopi ini bernama Bale Antiwahana. berdirilaj Bangsal Ponconiti. digunakan untuk menyimpan lambang-lambang serta pusaka kerajaan pada saat ada acara resmi kerajaan y Bale Bang sebagai tempat penyimpanan Gamelan Sekati. Bangunan yang terdapat di kompleks ini yaitu: y Pada sisi barat kompleks terdapat Bangsal Si Manganti yang dahulu digunakan untuk menerima tamu penting kerjaan. bangsal ini digunakan untuk mengadili perkara yang secara langsung dipimpin oleh Sultan dalam proses pengadilannya. Gerbang ini hanya dibuka saat ada acara resmi kerajaan. KK Guntur Madu dan KK Naga WIlaga. Pada bagian selatan dinding lorong tersebut terdapat sebuah gerbang besar bernama Regol Brojonolo yang menghubungkan Siti HInggil dengan Kamandhungan. Di bagian tengah halaman. Untuk memasuki kompleks Kamandhungan sekaligus kompleks dalam Keraton sehari-hari bisa melalui Gapura Keben di sisi barat dan timur kompleks Kamandhungan Lor yang menjadi penghubung ke Rotowijayan dan Kemitbumen. KOmpleks Kamandhungan Lor sering juga disebut Keben karena banyak pohon keben di halamannya. Kamandhungan Lor Di bagian selatan dari Siti Hinggil terdapat sebuah lorong yang mebujur dari timur-barat. sebagai bangunan utama di kompleks ini.

Gedhong Purworetno sebagai kantor resmi sultan. yaitu gedung administrasi tinggi istana. dan lain-lain. serta masih ada banyak bangsal dan gedhong lainnya. Bangsal ini berfungsi untuk tempat pelaksanaan berbagai upacara khusus keluarga kerajaan. Gedhong Kenen sebagai tempat tinggal resmi Sultan yang bertahta. . Kompleks Kedhaton merupakan bagian inti dari keseluruhan bangunan Keraton. tahta sultan.menyimpan beberapa pusaka keraton berupa gamelan dan juga untuk kepentingan wisata keraton y Bangsal Traju Mas. Kompleks ini dapat dibagi menjadi tiga Regol Donopratopo bagian halaman yaitu: y Pelataran Kedhaton yang merupakan tempat tinggal Sultan Pada bagian ini terdapat Bangsal Kencono yang merupakan balairung utama istana. e. Kedhaton Dari sisi selatan kompleks Sri Manganti berdiri Regol Donopratopo yang menghubungkannya denan kopleks Kedhaton. Di sebelah timurnya terdapat Gedhong Parentah Hageng Karaton. dahulu merupaan tempat pejabat kerjaan mendampingi Sultan saat menyambut tamu. Saat ini digunakan untuk menempatkan pusaka berupa tandu dan meja hias y Di sebelah timur bangsal terdapat dua meriam buatan Sultan HB II yang mengapit sebuah prasasti berbahasa Cina. serta lambang-lambang kerajaan lainnya. Terdapat pula beberapa bangunan lainnya seperti Pecaosan Jaksa. terletak di sisi timur. Ndalem Ageng Proboyakso sebagai pusat dari istana secara keseluruhan yang menjadi tempat disimpannya pusaka kerajaan. Bangsal Manis sebagai tempat perjamuan resmi kerajaan dan tempat membersihkan pusaka pada bulan Suro. Terdapat pula Tratag Bangsa Kencana yang dulu digunakansebagai tempat latihan tari. Pecaosan Prajurit.

f. Saat ini tempat ini sering digunakan untuk menyelenggarakan acara-acara pariwisata. dan Gedhong Srikaton. yang konon berasal dari pendopo desa Pandak Karang Nangka di daerah Sokawati yang pernah menjadi tempat Sri Sultan HB I bermarkas saat perang. secara khusus bagi putri Sultan yang belum menikah. Siti Hinggil Kidul Siti Hinggil Kidul dikenal juga sebagai Sasana Hinggil Dwi Abad terletak di seblah utara alun-alun Kidul. terutama yang belum menikah. Di dalamnya terdapat Pendapa Kesatriyan. h. Gedhong Prignggadani. Di kompleks ini terdapat bangunan Bangsal Kamandhungan.y Keputren yang merupakan tempat tinggal istri dan para putri Sultan. Dahulu . Dalam kompleks ini terdapat beberapa bagian yaitu: y Bangsal Magangan sebagai tempat upacara Bedhol Songsong. tempat ujian. Kompleks ini dahulu digunakan untuk penerimaan calon abdi dalem. dengan luas kurang lebih 500 meter persetgi. tempat berlatih. Kamagangan Dari selatan kompleks Kedhaton terdapat Regol Kamagangan yang menghubungkan kompleks Kedhaton dengan kompleks Kamagangan. y Kesatriyan yang merupakan tempat tinggal para putra Sultan. terdiri dari Sekul Langgen di timur dan Pawon Ageng Gebulen di barat y Panti Pareden. yaitu pertunjukan wayang kulit yang menandai selesainya seluruh prosesi ritual di Keraton y Pawon Ageng yang merupakan dapur istana. Sejak dahulu sampai sekarang tempat ini selalu tetutup untuk umum. Kamandhungan Kidul Dari selatan kompleks Kamagangan terdapat gerbang Regol Gadhung Mlati yang menghubungkannya dengan kompleks Kamandhungan Kidul. tempat pembuatan gubungan menjelang upacara garebeg g. dan apel kesetiaan para abdi dalem yang masih magang. Pada gerbang ini terdapat patung dua ekor ular yang menggambarkan tahun berdirinya Keraton Yogyakarta.

dan lain -lain. Plengkung Nirbaya Plengkung Nirbaya merupakan ujung selatan dari poros utama Keraton. Alun-Alun Kidul (Alun-alun Selatan) Alun-alun Kidul sering disebut sebagai Pengkeran. Kompleks Belakang Kompleks belakang dari Keraton terdiri dari dua bagian yaitu: 1. Alun-alun ini dikelilingi tembok persegi dengan lima gapura. Oleh karena alasan inilah tempat ini kemudian menjadi tertutup bagi Sultan yang sedang bertahta. Tempat ini dahulu digunakan Sultan untuk menonton para prajurit Keraton yang melakukan gladi resik upacara Garebeg. pertunjukan adu manias dengan macan. Tempat ini merupakan tempat di mana Sultan HB I masuk ke Keraton Yogya untuk pertama kalinya saat terjadi pemindahan pusat pemerintahan dari Kedhaton Ambar Ketawang. 3. Tempat ini juga menjadi awal dari prosesi perjalanan upacara pemakaman Sultan yang wafat menuju Imogiri. Pengkeran berasal dari kata pengker yang berarti belakang. . Siti Hinggil Kidul lebih sering digunakan untuk pertunjukan seni seperti wayang kulit. 2. Sementara saat ini. satu di selatan dan masing-masing dua di timur dan barat. dan tempat latihan prajurit perempuan angen Kusumo. Gerbang ini menjadi rute keluar Plengkung Nirbaya prosesi pemakaman Sultan ke Imogiri. Sepasang di tengah alun -alun yang dinamakan Supit Urang dan sepasang lagi di kanan-kiri gapura sisi selatan yang dinamakan Wok. di Alun-alun Selatan hanya ada dua pasang pohon beringin. pameran. Berbeda dengan Alun-alun Utara. Dari gapura sisi selatan Alun-alun terdapat jalan Gading yang menghubungkanya dengan Plengkung Nirbaya.di tengahnya terdapat pendopo sederhana yang kemudian pada tahun 1956 dipugar menjadi Gedhing Sasana Hinggil Dwi Abad untuk memperingati 200 tahun kota Yogyakarta.

Pintu gerbang Keraton pun juga memiliki maknanya sendiri. Penggambaran ini ditunjukkan dengan: y Keberadaan kampong di sekitar Panggung Krapyak yang bernama kampung Mijen. Smentara Jalan D. Jalan Malioboro. Balabuta menggambarkan kejahatan dan Cinkarabala . adanya tujuh gerbang dari Gladhag (yang saat ini sudah tidak dapat dilihat lagi) sampai Donopratopo melambangkan tujuh gerbang menuju surga. maka akan nampak bahwa posisi Keraton berada dalam satu poros garis lurus: Tugu ± Keraton ± Panggung Krapyak. dan Jalan Jenderal A. Susunan ini mengandung makna ³sangkan paraning dumadi´ yang artinya adalah asal mula manusia dan tujuan akhir kehidupannya yang mendasar. Yani merupakan suatu kawasan jalan lurus yang menghubungkan dari Tugu sampai Keraton. Jalan P. Kedua aspek ini sangatlah kental karena memang masyarakat Yogya sendiri masih memegang kuat tradisi dan kepercayaan tradisionalnya sehingga dalam membangun keraton yang notabene merupakan pusat pemerintahan pun kedua aspek ini sangat diperhatikan. termasuk aspek filosofi dan mitologi. Selanjutnya dari Panggung Krapyak menuju ke Keraton mengandung penggambaran asal mula terciptanya manusia sampai dengan manusai tersebut mencapai kedewasaan. Patung raksasa Dwarapala juga terdapat di samping gerbang. Tugu Yogakarta yang saat ini menjadi batas utara dari wilayaj kota tua menyimbolkan ³manunggaling kawulo gusti´. terus melewati Plengkung Nirboyo menuju Panggung Krapyak. Panjaitan merupakan jalan lurus keluar dari Keraton. Mangkubumi. Selain itu.I. yaitu bersatunya raja dengan rakyat.B Filosofi Bangunan Keraton Yogya Pembangunan Keraton Yogya tidaklah sembarangan. menunjukkan benih sebagai awal terbentuknya manusia y Sepanjang jalan D. Saat ini bila dilihat pada peta. Banyak aspek yang diperhitungkan. Panjaitan ditanami pohon asam dan pohon tanjung yang melambangkan perjalanan dari masa anak-anak menuju masa remaja y Dari Tugu sampai Keraton menunjukkan tujuan akhir hidup manusia yaitu menghadap sang Pencipta. Simbo ini juga dapat ditafsirkan sebagai penyatuan antara Sang Pencipta dengan makhluk ciptaannya. Kata ³mijen´ sendiri berasal dari ³wiji´ yang artinya benih.I. Poros garis lurus ini diapit oleh Sungai Winongo di sisi barat dan Sungai Code di sisi timurnya. Pintu Gerbang Donopratopo dipercaya memiliki arti ³seseorang yang baik selalu memberi kepada orang lain dengan tulus dan bisa mengendalikan hawa nafsu´.

Ada pula yang menafsirkan bahwa Dewodaru melambangkan persatuan antara Sultan dengan Sang Pencipta sedangkan Janadaru melambangkan persatuan Sultan dengan rakyat. Penempatan kedua patung ini hendak menyampaikan makna bahwa manusia harus dapat membedakan hal yang baik dan yang jahat. Api dilambangkan oleh Gunung Merapi sedangkan air dilambangkan oleh aut Selatan. Tidak hanya dari segi bangunannya. Pantai Parang Kusumo di aut Selatan dan Gunung Merapi berada dalam satu garis lurus dengan Tugu Yogya di tengah-tengahnya. Dua pohon beringin di tengahnya menjadi lambang makrokosmos dan mikrokosmos. magma dari Gunung Merapi harus dilapangkan jalannya untuk bisa memuntahkan laharnya. 64 pohon beringin di Alun -Alun Utara melambangkan usia Nabi Muhammad. penanaman pohon di kompleks keraton pun ternyata mengandung makna. kata dewo sendiri berarti Tuhan sebagai perlambang makrokosmos dan pohon kedua bernama Jan adaru. maka akan nampak bahwa posisi Keraton Yogya. . Pohon pertama bernama Dewodaru. Damarjati Supadjar. Menurut Damarjati. Bila jalurnya tersumbat maka bisa mengakibatkan letusan yang luar biasa. jana berarti manusia sebagai perlambang mikrokosmos. posisi ini juga memiliki arti khusus. (Wikipedia: Keraton NgayogyakartaHadiningrat) Bila ditarik lebih jauh lagi. Maksudnya di sini adalah keseimbangan horizontal dilambangkan dengan aut Selatan yang mencerminkan hubungan manusia dengan sesama manusia sedangkan Gunung Merapi melambangkankeseimbangan vertical yaitu hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Damarjati menyatakan bahwa filosofi ini juga bisa ditujukan kepada pemerintah. Keraton menjadi titik kesetimbangan antara air dan api. Pembangunan Keraton didasarkan akan pertimbangan keseimbangan dan keharmonisan unsur alam. Bila dikaitkan dengan situasi saat ini. Hal ini dapat diketahui dari etimologi kedua nama pohon beringin tersebut. Menuru Guru Besar Filsafat UGM Prof. sama seperti suara rakyat yang bila dihambat dapat menyebabkan revolusi sosial.menggambarkan kebaikan. Keraton yang berada di titik tengahnya menjadi titik kesetimbangan antara vertical dan horizontal. bahwa pemerintah seharusnya bisa lebih peka terhadap letusan Merapi yang terjadi di November 2010. tidak boleh disumbat jalurnya.

tempat ini memang difungsikan sebagai tempat tinggal Sultan sekaligus pusat pemerintahan. kereta. Hal ini bisa terjadi karena pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Keraton Yogyakarta tetap mempertahankan beberapa tradisi yang tidak dibiarkan terpengaruh aktivitas pariwisata tersebut. biasanya menjelang bulan Suro setiap tahunnya. serta mengorganisir tur bagi para turis. . Turis domestik maupun mancanegara memadati Keraton setiap hari libur. Contohnya adalah pemanfaatan Kompleks Pagelaran sebagai cikal bakal Universitas Gadjah Mada dan pemanfaatan Siti Hinggil Lor sebagai tempat pelantikan Soekarno menjadi presiden RIS pada 17 Desember 1949. Keraton Yogyakarta sendiri memanfaatkan hal ini dengan cara mengubah beberapa bagian Keraton menjadi ruang pamer benda-benda bersejarah atau benda-benda budaya. hanya boleh dimasuki oleh orang lingkungan dalam Keraton saja. Barang-barang pusaka ini disimpan di berbagai ruang di dalam Keraton dan secara berkala dibersihkan dan dicuci. membangun restoran dan toko cinderamata. Pemanfaatan Bangunan Keraton Yogya Bangunan Keraton Yogya dimanfaatkan untuk beberapa fungsi. 3. Sebagai tempat terjadinya beberapa peristiwa bersejarah Indonesia Keraton Yogyakarta juga menjadi tempat terjadinya beberapa peristiwa bersejarah di Indonesia. menyelenggarakan pertunjukan seni. misalnya sampai dengan saat ini kompleks Keputren masih tertutup bagi umum. Sebagai tempat tinggal Sultan dan lambang pusat pemerintahan Yogyakarta Sejak Sultan HB I pindah ke Keraton pada tahun 1756. 4. dan barang-barang lainnya. Sebagai tempat penyimpanan pusaka kerajaan Keraton Yogya memiliki berbagai pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. seperti misalnya gamelan. Yogyakarta sempat dijadikan ibu kota sehingga Keraton pun dimanfaatkan dalam beberapa kesempatan. Meskipun demikian. antara lain: 1. tombak.C. Sebagai objek wisata budaya Keraton Yogyakarta saat ini juga telah menjadi salah satu objek wisata budaya paling popular di Yogyakarta. 2. Sultan sendiri bekerja di lingkungan Keraton dan dalam kesempatan-kesempatan tertentu seperti misalnya saat Pisowanan Agung Sultan berinteraksi dengan rakyatnya.

Salah satu yang paling mencolok adalah pembukaan Keraton sebagai objek wisata. Pembangunan Keraton Yogyakarta sendiri tidaklah sembarangan tetapi diperhitungkan dengan matang dan dipengaruhi banyak filosofi serta kepercayaan mitologis yang mencerminkan kuatnya tradisi masyarakat Yogyakarta. Keraton masih dapat mempertahankan tradisi kehidupan Keraton sehingga nilai-nilai kehidupan Keraton masih dapat terpelihara dengan baik. . namun juga memiliki peranan dal m sejarah nasional a bangsa Indonesia. Meskipun demikian.BAB III KESIMPULAN Keraton Yogyakarta merupakan salah satu simbol utama dari Yogyakarta. Pemanfaatan Keraton Yogyakarta pada masa sekarang memang sudah sangat berkembang dan mengalami berbagai perubahan. Keraton Yogyakarta juga tidak hanya menjadi bangunan yang penting bagi keluarga kesultanan dan masyarakat Yogya. di tengah arus modernisasi tersebut. Keraton juga menunjukkan kuatnya akulturasi antara tradisi Jawa tradisional dengan budaya Islam melalui berbagai simbolisasi yang tersebar di banyak bagian kompleks Keraton.

Keraton.com/journal/item/5 http://www.kompas.tembi.multiply.org/keraton_yogja/ . http://blog-sejarah.Ditelan.com/read/2010/04/20/02495076/Fungsi. PERANGKAT/ALAT-ALAT DAN PAKAIAN SERTA MAKNA SIMBOLIS UPACARA KEAGAMAAN DI LINGKUNGAN KERATON YOGYAKARTA.html http://id.DAFTAR SUMBER Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.blogspot.wikipedia.com/2010/11/garis-lurus-gunung-merapi-keraton-yogya.shvoong.Zaman-5 http://sriyenta.com/books/1873149 -keraton-yogyakarta/ http://id.org/wiki/Keraton_Ngayogyakarta_Hadiningrat http://oase. 1990.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.