P. 1
Pengaruh Pernikahan Dini Bagi Remaja

Pengaruh Pernikahan Dini Bagi Remaja

|Views: 2,918|Likes:
Published by Chivvirilly Midwife

More info:

Published by: Chivvirilly Midwife on May 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

.1 Latar Belakang Remaja adalah kata yang mengandung berbagai kesan dan konotasi tergantung dari mana dan

siapa yang memandangnya dapat diduga, siapa pun yang memiliki anak remaja akan selalu dilanda berbagai gejolak peraasaan, senang, sedih, gembira, bangga, kecewa, frustasi, bersemangat, atau putus asa. Banyak orang tua yang bangga dengan anak-anak remaja mereka yang berprestasi mengangumkan kerena kecerdasan intelektualnya sehingga selalu menjadi juara. Selain itu, mereka juga remaja yang taat, sopan santun, berbudi pekerti, dan memiliki kepribadian yang menyenangka (Drs. E. B. Surbakti, 2010) Batasan usia remaja menurut WHO adalah 12 sampai 24 Tahun. Menurut Depkes RI adalah antara 10 sampai 19 Tahun dan belum kawin. Menurut BKKBN adalah 10 sampai 19 tahun.(Yani widyastuti,2009) Pernikahan dini pada kalangan remaja, akhir- akhir ini terjadi. Hal itu disebabkan oleh berbagai alasan. Yang sering kita jumpai, penyebab pernikahan dini adalah karena kecelakaan atau hamil di luar nikah. Hal itu Karena sang lelaki merasa bertanggung jawab terhadap pacarnya yang hamil di luar nikah (Nana Pondungge, 2008). Tetapi itu semua malah akan berakibat buruk pada kehidupan keluarga mereka. Mereka yang masih sama-sama remaja dan mengiginkan kebebasan, akan bias berdampak konflik dalam rumah tangga. Selain itu, emosi mereka juga masih labil. Mereka masih sama-sama mempunyai emosi yang labil sehingga jika terjadi konflik, akan sulit didamaikan karena mereka sama-sama tidak mau mengalah dengan pendapat masing-masing (Nana Pondungge, 2008). Salah satu bentuk perilaku resiko tinggi yang terjadi dan menjadi masalah remaja adalah seks pra nikah . Angka statistiktentang deviasi (penyimpangan) perilaku seks pra nikah anak remaja dari tahun ke tahun semakin besar.Di era seberangpusat studi kriminologi Universitas

2010). Dalam perngantian baru yang setelah dilakukan test positif hamil. menemukan bahwa mereka mulai melakukan hubungan seka pada usia relative muda.4% dan 16. Berdasarkan uraian di atas. Di kabupaten kulon prago berdasarkan pantauan dinas kesehatan tahun 2006 sekitar 44%.3%. Tercatat masing-masing 24. Mereka akan saling menjaga hubungan dalam keharmonisan keluarga mereka ( Nana Pondungge. Menemukan 26. jawa barat 39. jumlah remaja yang melakukan hubungan seks sebelum nikah semakin meningkat. Didaerah pedesaan dan perkotaan perempuan melakukan perkawinan di bawah umur.Islam Indonesia di yogyakarta. Sebuah survey tahun 1995 mendapat 21. Pernikahan dini tidak selalu buruk. jumlah dimana 50% menyebabkan kehamilan. Apabila masing-masing individu menikah karena saling mencintai dan bukan terpaksa.6% dan Kalimantan selatan 37. Semakin hari. Rata-rata responden mengatakan melakukan hubungan pertama kali di usia 17-18 Tahun. tentu saja pernikahan tersebut akan berjalan normal dan baik-baik saja. 2008). (Digi famalia.35% dan 846 peristiwa pernikahan telah melakukan hubungan seksual. penulis merasa tertarik untuk melaksanakan penelitian mengenai gambaran pengetahuan remaja terhadap pernikahan dini di Dusun XIII Lorong Samiaji Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan .Persentase terbesar kawin muda terdapat di propinsi jawa timur 40.5% perempuan yang perkawinan pertamanya dilakukan pada usia 17 tahun.1%. padahal selain beresiko kehamilan di luar nikah.5% (Meita. Menurut studi terbaru yang di publikasikan di America journal of public health menggunakan data dari cross-sectional survey yang melibatkan lebih dari 8000 orang dewasa di America serikat. 2010).

2005). Tetapi. perempuan muda di hampir semua negara boleh dikatakan lebih mungkin memperoleh pendidikan dasar daripada yang dulu didapatkan oleh ibu mereka. Kendati demikian. hal ini dibuktikan dengan sebuah paradoks perkawinan antara pilihan orang tua dengan kemauan sendiri.KTI KEBIDANAN GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP RESIKO PERKAWINAN DINI PADA KEHAMILAN DAN PROSES PERSALINAN BAB I PENDAHULUAN 1. terutama di segi sosio-ekonomi dan di lingkungan kehidupan. Di sebagian besar negara. tetapi lamanya waktu yang digunakan untuk belajar di sekolah berbeda sekali. masih bertahan. disparitas. masyarakat berada di dalam keadaan kesempatan baru yang membingungkan bagi para pemuda. para remaja tidak akan mampu memenuhi tuntutan lingkungan pekerjaan modern. 70-100% anak-anak mendaftar di sekolah dasar. beranjak dewasa di dunia yang sangat berbeda daripada dunia di waktu para orang tua mereka beranjak dewasa. Di sebagian negara berkembang. Begitupun.1 Latar Belakang Masalah Pola pikir zaman primitif dengan zaman yang sudah berkembang jelas berbeda. Sejumlah rintangan masa remaja sifatnya sama bagi semua remaja.agi-usa. generasi terbesar dalam usia 10-19 tahun di dalam sejarah. dimana kemiskinan luas dan berkepanjangan. Meskipun sebagian usia 10-19 baru mulai mengalami perubahan-perubahan . Misalnya. kemungkinan perempuan muda kota untuk memperoleh pendidikan dasar adalah 2-3 kali lipat dibanding dengan perempuan-perempuan yang berada di pedalaman. yakni berkisar umur 15 tahun para wanita dan pria berkisar umur 20 tahun atau kurang (Dlori. Perbaikan di bidang transportasi dan komunikasi membuka kesempatan bagi para pemuda. 46% remaja berumur 15-19 tahun sudah menempuh tujuh tahun atau lebih masa sekolah. walaupun dunia semakin urban dan industrialisasi menawarkan godaan kemajuan dan kesempatan. para remaja mungkin tidak siap untuk menilai hasil dari keputusan yang diambil mereka. Tradisi pernikahan zaman nenek moyang lebih terpacu dengan prospek budaya nikah dini. Oleh sebab itu. Kondisi demikian. masyarakat serta para pemimpin pemerintahan. Meskipun laju perubahan berbeda di antara dan di dalam wilayah dunia. tanpa pendidikan dan latihan yang memadai. di Sudan. Para remaja dewasa ini. sejumlah keluarga mungkin terpaksa menggagalkan pendidikan anak-anak kalau tenaga mereka dibutuhkan untuk membantu rumah tangga. 2005). pernikahan dini dipaksakan atau pernikahan dini karena kecelakaan. dilatarbelakangi oleh keberadaan zaman yang masih tertinggal. masa-masa remaja lebih sulit bagi kaum wanita. maka konsep pemikirannya pun tidak begitu mengarah pada jenjang kehidupan masa depan yang lebih baik. (Laporan Institut Alan Guttmatcher "Into A New World: Young Women's Sexual and Reproductive Lives" http://www. dan tanpa bimbingan orang tua. dan di dunia berkembang perbedaanya bisa sangat besar.org/pubs/new_ world_indo. Pemerintah bertujuan untuk menyediakan pendidikan dasar yang dapat diperoleh secara luas. di dunia berkembang.html. Namun prinsip orang tua pada zaman ganepo atau zaman primitif sangat menghendaki jika anak perempuan sudah baligh maka tidak ada kata lain kecuali untuk secepatnya menikah. dibandingkan dengan 5% dari para wanita berumur 40-44 tahun. bahkan yang tinggal di daerah-daerah terpencil mengenal orang-orang dengan tradisi dan nilainilai kehidupan yang berbeda.

html. dan di sebagian kecil negara berkembang. Kebiasaan yang berbeda mengenai hubungan dan perilaku seksual. Para wanita di negara maju tidak mungkin kawin sebelum usia 18. di Ghana (39% dari usia 40-44 tahun dibanding 38% usia 20-24 tahun) dan di Pantai Gading (49% dibanding 44%). di mana proporsi yang telah melahirkan anak pertama sebelum umur 18 biasanya antara seperempat dan setengah (Grafik 1). U. 20-40% dari wanita muda memasuki hidup bersama. Sehingga usia 20 tahun bisa dijadikan pedoman kesiapan fisik (www. pendidikan dan kemampuan memberikan sumbangsih terhadap masyarakatnya. dan cara sebuah masyarakat mengadaptasi perubahan kebiasaan tersebut. Dan setiap tahun. dan hanya 5% di Cina. Bagi seorang wanita. Begitupun.2005) Menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) usia untuk hamil dan melahirkan adalah 20 sampai 30 tahun.agi-usa. keluarganya dan masyarakatnya secara menyeluruh. faktor-faktor kompleks. Perkawinan menandai sebuah transisi penting di dalam kehidupan individu.co. Agency for International Development http://www. Inggris dan Amerika Serikat sebanyak 10-11% melakukannya.S.2005) Grafik Proporsi wanita yang melahirkan anak pertama mereka sebelum usia 18 tahun berkisar dari 1% di Jepang sampai 53% di Niger. seorang perempuan dikatakan siap secara fisik jika telah menyelesaikan pertumbuhan tubuhnya (ketika tubuhnya berhenti tumbuh). Paling sedikit setengah perempuan muda di negara Afrika Sub-Sahara. terutama. Di Amerika Latin dan di Karibia. di masyarakat-masyarakat lainnya permulaan aktivitas seksual tidak begitu erat hubungannya dengan perkawinan. Di Asia. kira-kira 14 juta perempuan muda berumur 15-19 melahirkan. Sumber data: Survei Demografi dan Kesehatan.org/pubs/new_ world_indo.org/pubs/new_ world_indo. Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (U. kurang dari satu dalam 10 melahirkan anak pertama pada usia remaja. yaitu kesiapan fisik. pernikahan awal dan. Agency for International Development http://www. Perkawinan awal kurang biasa sekarang dibandingkan dengan satu generasi yang lalu. banyak mulai mengalami hubungan seksual atau perkawanan. penurunan hebat terjadi di seluruh Asia sedangkan di Amerika Latin dan Karibia tingkat perkawinan awal boleh dikatakan tetap stabil (Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat. Misalnya. kemungkinan perkawinan awal berbeda sekali. Sebaliknya. kesiapan mental/emosi/psikologis dan kesiapan sosial/ekonomi.id. di dunia maju. lebih atau kurang dari usia tersebut adalah berisiko.agi-usa.S.20012005). yaitu sekitar usia 20 tahun. Secara umum. baik yang .yang datang bersama masa pubertas. tetapi di Kenya telah menurun dengan tajam (47% dibanding 28%) sebaliknya. Melahirkan anak pada usia remaja di dunia berkembang adalah soal biasa. Sementara di sebagian masyarakat pengalaman pertama seksual seorang perempuan kemungkinan dengan suaminya. melahirkan anak. walaupun di Perancis. dan di Afrika Utara dan Timur Tengah. mempunyai pengaruh yang dalam dan berkepanjangan terhadap kesejahteraan. tetapi di Jerman dan di Polandia hanya 3-4% wanita semuda ini melakukannya. dibandingkan dengan 14% di Filipina dan Sri Langka. walaupun perbedaan yang luas terdapat di antara dan di dalam daerah-daerah. Kesiapan seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan atau mempunyai anak ditentukan oleh kesiapan dalam tiga hal. di Afrika SubSahara proporsi wanita yang telah kawin sebelum umur 18 hampir tidak berubah. mulai hidup bersama pertama kali sebelum usia 18 tahun. dan jadwal peristiwa itu dapat mendatangkan dampak yang dramatis terhadap masa depan seorang pemuda. proporsinya 30% atau kurang.bkkbn. 73% perempuan di Bangladesh memasuki kehidupan bersama sebelum usia 18. html. dapat menimbulkan dampak yang dalam pada seorang pemuda.

...1 Jumlah Pernikahan Menurut Usia Di Kecamatan ........ html.... Persentase terbesar kawin muda terdapat di Propinsi Jawa Timur 90.1%.. dan siapa akan melahirkan di luar nikah......6% dan Kalimantan Selatan 37......3 Rumusan Masalah dan Permasalahan Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas.5%. penulis membagi dua sub pertanyaan tentang gambaran pengetahuan remaja putri terhadap resiko pernikahan dini.1 Resiko Pada Kehamilan Bagaimana gambaran tingkat pengetahuan remaja putri terhadap resiko perkawinan dini pada kehamilan di Desa ..org/pubs/new_ world_indo....... .berupa fisik...... siapa akan memulai aktivitas seksual pra-nikah. .....4%) 42 orang Sumber data: Catatan Sipil .5%) 9 (21...... Tahun 2007 Sampai Dengan Tahun 2009 No Tahun Usia Pernikahan Jumlah Pernikahan <> 20 tahun 1 2007 40 (86........4..4 Pertanyaan Penelitian Dalam penelitian ini.......5 Tujuan Penelitian 1.. Pada pra survey yang telah penulis lakukan di Kecamatan ........ tahun 2010? 1. Dari uraian di atas..3%.2 Resiko Pada Proses Persalinan Bagaimana gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang resiko perkawinan dini pada proses persalinan di Desa .. . maka rumusan masalah pada karya tulis ilmiah ini yaitu bagaimana tingkat pengetahuan remaja putri terhadap resiko pernikahan dini (kawin muda) pada kehamilan dan proses persalinan di Desa .2%) 5 (9....... tahun 2010? 1........... Jawa barat 39...... Kabupaten ...2005) Menurut survey tahun 1995 terdapat 21...5% wanita di Indonesia yang perkawinan pertamanya dilakukan ketika berusia 17 tahun.. maka penulis mengidentifikasi masalah yang ada yaitu masih adanya pernikahan dini di Kecamatan ............ 1.. dapat dilihat bahwa pernikahan di Indonesia yang dilakukan pada usia remaja lebih banyak terjadi di pedesaan. ......... ...... Kabupaten .1 Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri terhadap resiko perkawinan dini ........ yang bisa beresiko baik pada saat hamil maupun pada saat proses persalinan... Kabupaten ....... Kecamatan ..2 Identifikasi Masalah Dari latar belakang di atas. Kecamatan ....... 1....... Kabupaten ...... tahun 2010 1....... Tahun 2005. Di daerah pedesaan dan perkotaan wanita melakukan perkawinan di bawah umur tercatat masing-masing 24.4......... siapa akan mulai melahirkan pada masa remaja. menentukan siapa dan kapan seseorang akan menikah..8%) 51 orang 3 2009 33 (78.... ............5.. Data yang ada menunjukkan bahwa sementara kebutuhan dan pengalaman remaja berbeda di seluruh dunia namun ada persamaan yang terdapat di berbagai lintas nasional dan regional (http://www..... yaitu: 1....... .4% dan 16.agiusa..1%) 46 orang 2 2008 46 (90... ...... Kecamatan .. maupun kekeluargaan dan kebudayaan yang sering kurang dipahami........ didapat data jumlah pernikahan sebagai berikut: Tabel 1...9%) 6 (13........ ...

tahun 2010 2) Untuk dapat mengidentifikasikan tingkat pengetahuan remaja putri tentang resiko perkawinan dini pada proses persalinan di Desa ...... Kabupaten ...6 Manfaat Penelitian 1.................. 1... 1.6. ....... Kabupaten .. Kecamatan .2 Tujuan Khusus 1) Untuk dapat mengidentifikasikan tingkat pengetahuan remaja putri terhadap resiko perkawinan dini pada kehamilan di Desa ... 1..d Mei tahun 2010.6....... Kecamatan ....6.. subjek penelitiannya yaitu remaja putri...5 Bagi Peneliti Lainnya Dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian-penelitian di tempat lain............. Kecamatan ...6.......4 Bagi Peneliti Sebagai penerapan mata kuliah Metodologi Penelitian dan menambah pengalaman dalam penulisan KTI..... .............. Kecamatan .6. serta sebagai masukan pengetahuan tentang pernikahan dini...... Sedangkan objek penelitiannya adalah resiko pernikahan dini pada kehamilan dan proses persalinan di Desa .. serta untuk memberi pengetahuan tentang usia hamil dan melahirkan yang baik/tidak beresiko.. yaitu untuk memberikan informasi tentang resiko pernikahan dini terhadap kehamilan dan proses persalinan...1 Bagi Remaja Putri Untuk memberikan informasi tentang resiko pernikahan dini pada kehamilan dan proses persalinan.......... Kecamatan .2 Bagi Masyarakat Manfaat penelitian bagi masyarakat......... tahun 2010............................. ........ Kabupaten . pada bulan April s.......... Adapun waktu dan tempat penelitian ini dilaksanakan di Desa .. 1.. Kabupaten .......... ..pada kehamilan dan proses persalinan di Desa ... ... 1.......... tahun 2010 1..... untuk memberikan informasi tentang usia pernikahan yang sesuai dengan Undang-undang yang telah ditetapkan pemerintah.... Kabupaten .....5..3 Bagi Pihak Institusi Pendidikan Sebagai bahan penelitian acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai pernikahan dini yang dapat beresiko terhadap kehamilan dan proses persalinan...7 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif..... .. 1...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->