Iman dan Taqwa landasan mencapai kesuksesan

Oktober 23, 2008
Oleh Kholid Syamhudi

Kita diciptakan didunia ini untuk satu hikmah yang agung dan bukan hanya untuk bersenangsenang dan bermain-main. Tujuan dan himah penciptaan ini telah dijelaskan dalam firman Allah:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (QS. 51:56-58) Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat ini bahwa tujuan asasi dari penciptaan manusia adalah ibadah kepadaNya saja tanpa berbuat syirik.
Sehingga Allah pun menjelaskan salahnya dugaan dan keyakinan sekelompok manusia yang belum mengetahui hikmah tersebut dengan menyakini mereka diciptakan tanpa satu tujuan tertentu dalam firmanNya :

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. (QS. 23:115)

Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main saja, namun diciptakan untuk satu hikmah. Allah tidak menjadikan manusia hanya untuk makan, minum dan bersenang-senang dengan perhiasan dunia, serta tidak dimintai pertanggung jawaban atas semua prilakunya didunia ini. Tentu saja jawabannya adalah kita semua diciptakan untuk satu himah dan tujuan yang agung dan dibebani perintah dan larangan, kewajiban dan pengharaman, untuk kemudian dibalas dengan pahala atas kebaikan dan disiksa atas keburukan (yang dia amalkan) serta (mendapatkan) syurga atau neraka.
Demikianlah seorang manusia yang ingin sukses harus dapat bersikap profesional dan proforsonal dalam mencapai tujuan tersebut, sebab sesungguhnya tujuan akhir seorang manusia adalah mewujudkan peribadatan kepada Allah dengan iman dan taqwa. Oleh karena itu orang yang paling sukses dan paling mulia disisi Allah adalah yang paling taqwa, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sedangkan I tishom bi hablillah melindungi seseorang dari kesesatan dan I tishom billahi melindungi seseorang dari kehancuran. I tishom bi hablillah memberikan hidayah petunjuk dan mengikuti dalil sedang I tishom billah memberikan kesiapan. Namun hal inipun tidak cukup tanpa perkara yang berikutnya. Dalil (petunjuk) menjadi penjamin perlindungan dari kesesatan dan menunjukinya kejalan (yang benar) dan persiapan. . mengetahui dan mengamalkan ajaran islam yang merupakan satu kewajiban pokok setiap muslim. 2. Agar dapat mencapai tujuan penciptaan tersebut dengan menjadikan keahlian dan kemampuan kita sebagai sarana ibadah dan peningkatan iman dan takwa kita semua. Sebab seorang bila ingin mencapai satu tujuan tertentu. I tishom bihablillah. yaitu. Sehingga dengannya kita selamat dari rintangan mengamalkannya. 49:13) Namun untuk mencapai kemulian tersebut membutuhkan dua hal: 1. I tishom billah. pertama. kekuatan dan senjata yang menjadi penyebab keselamatannya di perjalanan. pasti membutuhkan dua hal. Sehingga dengan ini kita selamat dari kesesatan. Imam Ibnu Al Qayyim menyatakan: Poros kebahagian duniawi dan ukhrowi ada pada I tishom billahi dan I tishom bihablillah dan tidak ada kesuksesan kecuali bagi orang yang komitmen dengan dua hal ini. Tentu saja hal ini menuntut kita untuk dapat mengambil faedah dan pengetahuan tantang syariat sebagai wujud syukur kita atas nikmat yang Allah anugerahkan.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Oleh karena itu hendaknya kita menekuni bidang kita masing-masing sehingga menjadi ahlinya tanpa meninggalkan upaya mengenal. Hal ini diwujudkan dalam tawakkal dan berserah diri serta memohon pertolongan kepada Allah dari seluruh rintangan dan halangan mewujudkan yang pertama tersebut. Semua itu agar mereka mengakui bahwa mereka adalah makhluk yang tunduk dan diatur dan mereka memiliki Rabb yang maha pencipta dan maha mengatur mereka. Mudah-mudahan bermanfaat. Ia pasti membutuhkan petunjuk jalan dan selamat dalam perjalanan. kekuatan dan senjata menjadi alat keselamatan dari para perampok dan halangan perjalanan. sehingga tidak mencapai tujuan tersebut kecuali setelah memiliki dua hal ini. pengetahuan tentang tujuan tersebut dan bagaimana cara mencapainya dan kedua. Sebab orang yang berjalan mencapai (keridhoan) Allah seperti seorang yang berjalan diatas satu jalanan menuju tujuannya. selamat dari rintangan yang menghalangi terwujudnya tujuan tersebut. Hal ini dengan komitmen terhadap syariat Allah dan berusaha merealisasikannya dalam semua sisi kehidupan kita.

Political action berkenaan pengamalan ajaran Agama menjadi sumber kekuatan besar menopang proses pembangunan melalui integrasi aktif. mesti sejalan dengan kelompok umara¶ yang adil (kena pada tempatnya). . institusi serta lingkungan mesti sejalin dan sejalan dengan pemantapan Akidah Agama pada generasi mendatang [4].* Generasi Pelopor Masa depan ditentukan oleh umat yang memiliki kekuatan budaya yang dominan. dan pembaruan (inovator). menjadi pekerjaan mendesak meniti pengembangan pembangunan (development). Oleh : H. Pertemuan pendapat ilmuan dan para pengamat melalui dialog. [2] Keunggulan generasi pelopor akan di ukur ditengah masyarakat dengan pengetahuan dan pemahaman (identifikasi) permasalahan yang dihadapi umat. perguruan tinggi.[3] Mantapnya pemahaman agama dan adat budaya (tamaddun) dalam perilaku seharian jadi landasan dasar kaderisasi re-generasi.[i] Generasi pelopor penyumbang dibidang pemikiran (aqliyah).[5] Pemberdayaan lembaga adat. untuk meraih keberhasilan. Keunggulan ini di iringi dengan kemampuan penswadayaan kesempatan-kesempatan. Mas oed Abidin. perlu dibentuk di era pembangunan. Usaha kearah pemantapan metodologi pengembangan melalui program pendidikan dan pelatihan. dimana umat berperan sebagai subjek dalam pembangunan bangsa itu sendiri. menyatukan gerak masyarakat disertai do¶a (harapan) sebagai perpaduan usaha. Pentingnya menumbuhkan generasi pelopor menjadi relevansi tuntutan agama dalam menatap kedepan. penekanan amanah kepada pemegang kendali ekonomi. agama. pembinaan keluarga.Pemantapan Iman dan Taqwa By Buya Masoed Abidin Pemantapan Iman dan Taqwa Generasi Muda menghadapi Millenium Ketiga. Peran da¶i ilaa Allah [6] aktif menyokong mempertahankan nilai-nilai ruhaniyah sebagai modal dalam menghasilkan yang belum dimiliki. dengan equalisasi mengarah kepada kaderisasi (patah tumbuh hilang berganti).

iptek). Arus Globalisasi Kearifan Menangkap Ruh Perubahan Zaman Menjelang berakhirnya alaf kedua memasuki millenium ketiga.[9] Sosialisasi pembinaan jati diri bangsa mesti disejalankan dengan pengokohan lembaga keluarga (extended family). dengan daya kreatif.Generasi pelopor (inovator) pembangunan harus dipersiapkan supaya tidak lahir generasi pengguna (konsumptif) yang tidak produktif. memahami nilai-nilai budaya luhur. Kekuatan yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik-material. dipertajam oleh kurangnya minat menuntut ilmu. memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam sebagai kekuatan spritual. dan akhirnya membuka peluang menjadi anak jajahan di negeri sendiri. dan peran serta masyarakat pro aktif menjaga kelestarian adat budaya (hidup beradat. budaya. menjadikan isolasi diri masyarakat bertambah tertutup. Melibatkan generasi muda secara aktif menguatkan jalinan hubungan timbal balik antara masyarakat serumpun di desa dalam tata kehidupan sehari-hari. innovatif. Isolasi diri karena tidak berkemampuan menguasai ³bahasa dunia´ (politik. dan kurangnya komitmen kepada nilai luhur agama yang menjadi anutan bangsa [8]. tidak mudah terbawa arus. abad dua puluh satu ditemui lonjakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pesat. di masyarakat Minangkabau adat bersendikan syarak. dinamis. punya jati diri yang jelas. yang merupakan benalu bagi bangsa dan negara. ekonomi. Setiap generasi yang di lahirkan dalam satu rumpun bangsa wajar tumbuh menjadi kekuatan yang peduli dan pro-aktif menopang pembangunan bangsa. syarak bersendikan Kitabullah).[11] . berujung dengan hilangnya percaya diri.[7]. [10] Yang diperlukan adalah generasi yang handal. sosial. Melemahnya jati diri Kelemahan mendasar ditengah perkembangan zaman adalah melemahnya jati diri. tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. Kurangnya kemampuan dalam penguasaan teknologi dasar yang akan menopang perekonomian bangsa. siap bersaing dalam knowledge based society. Aktifitas ini mendorong lahirnya generasi penyumbang yang bertanggung jawab. Kondisi ini akan menjauhkan peran serta di era-kesejagatan (globalisasi). di samping antisipasi lahirnya generasi lemah. kritis.

[17] Sungguh nikmat yang wajib disyukuri. Sebaliknya arus kesejagatan mesti di rancang bisa merobah apa yang tidak di kehendaki [14]. Dunia akan transparan. sebagai akibat dari revolusi industri.[12] Era globalisasi adalah era perubahan cepat. politik. terasa sempit seakan tanpa batas. budaya. . tatanan.Globalisasi sebenarnya dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau proses menjadikan sesuatu mendunia (universal). ekonomi. Kejelian dalam menangkap ruh zaman (zeitgeist) mampu men.[13] Arus kesejagatan (globalisasi) secara dinamik memerlukan penyesuaian kadar agar arus kesejagatan tidak mencabut generasi dari akar budaya bangsanya. maka nikmat itu akan ditambah. perebutan kesempatan menyangkut banyak aspek kehidupan kemanusiaan. hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap Muslim harus arif dalam menangkap setiap pergeseran dan tanda-tanda perubahan zaman. informasi. Lain syakartum la adzidannakum . Membiarkan diri terbawa arus deras perubahan sejagat tanpa memperhitungkan jati diri akan menyisakan malapetaka. Hubungan komunikasi.[16] Diantara yang menjanjikan itu adalah pertumbuhan ekonomi yang pesat. Globalisasi menyisakan banyak tantangan (sosial. Yang mampu menjaga nikmat Allah (syukur). secara ekonomis dan politis mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dan memelihara stabilitas kawasan.[15] Globalisasi juga menjanjikan harapan dan kemajuan. Arus globalisasi juga menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern. baik dalam lingkup maupun aplikasinya.jaring peluang-peluang yang ada. Pesatnya pertumbuhan ekonomi menjadi alat untuk menciptakan kemakmuran masyarakat. sehingga memiliki visi jauh ke depan. sistim. transportasi menjadikan jarak satu sama lain menjadi dekat.

Sasaran berikut pemantapan jati diri bangsa dan bernegara untuk memperkuat interaksi kesejagatan. agama. dalam meraih keberhasilan. atau prinsip ta awunitas.[20] Pemberdayaan institusi (lembaga) kemasyarakatan yang ada (adat. sebenarnya menjadi milik generasi mendatang. Dari sini akan dirasakan spitrit reformasi. Usaha nyata di kembangkan melalui ekonomi keluarga dengan memfungsikan kekuatan ekonomi pasar dimulai dari pedesaan. Mengantisipasi perkembangan kedepan melahirkan keharusan memelihara gerak pertumbuhan dari bawah (bottom-up). Konsekwensinya wajib ditanamkan keyakinan bahwa apa yang ada sekarang. berbentuk natural resource. equiti berkesinambungan. Yang akan memimpin orang banyak adalah yang bisa berbuat banyak untuk orang banyak itu. Generasi kini berkewajiban memelihara secara utuh nilaiwarisan yang akan diserahkan secara estafeta kepada generasi pengganti. yang telah melanda kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia sejak tahun 1998. dengan jumlah populasi penduduk yang besar dan menjanjikan tersedianya human power resources yang tinngi dimasa depan. Karena itu.Bila tindakan tidak terpuji menjadi kenyataan. perlu sekali penjalinan kerja sama lembaga-akademik dengan penggunaan fasilitas akan mendorong penelitian terhadap perubahan yang terjadi dan memberikan petunjuk dalam menggali ekoteknologi yang memiliki kearifan ramah lingkungan. pemeliharaan lingkungan dilupakan. berat sepikul ringan sejinjing. Perancangan pembangunan arus bawah di hidupkan dengan pendekatan holistik (holistic approach). korupsi. . aman dan terjamin kesejahteraan [19]. perguruan tinggi). nikmat akan diubah menjadi bencana seperti krisis moneter (krismon) berkembang menjadi krisis ekonomi (krisek) seterusnya menjadi krisis total (kristal). kolusi. secara yang lebih baik dan lebih sempurna. mesti disejalankan dengan kelompok umara¶. sehingga partisipasi tumbuh dari bawah sehingga setiap individu di dorong maju. Apa artinya semua ini? Kita akan menjadi pasar raksasa. Ada pula kewajiban untuk membentuk Sumber Daya Umat (SDU) yang bercirikan kebersamaan dengan nilai asas gotong royong . Namun di kawasan ini masih tersimpan potensi besar. sudahkah kita siap menghadapi perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan ini? Jawabannya segera melaksanakan kewajiban mempersiapkan generasi baru yang siap bersaing dalam era global tersebut dengan memadukan seluruh potensi yang ada.[18] Pertanyaan perlu jawaban segera. penguasa yang adil (kena pada tempatnya. Tujuan yang hendak dicapai adalah terwujudnya kesejahteraan dengan adil melalui program pembangunan merata yang perlu disertai prinsip jelas.

kecanduan ectacy (XTC). pedukunan. Tugas ini perlu di emban secara terpadu. penguasaan kekuatan jin. maka adalah suatu keniscayaan semata bangsa ini akan dapat bergerak secara pasti menjadi umat yang di perhitungkan. budaya lucah. Situasi masyarakat yang mulai kehilangan ukuran pantas dan patut. namun sebagai bangsa yang besar semestinya bersikap optimis dengan dorongan semangat besar bahwa bangsa (kawasan) ini akan menjadi pusat kegiatan di masa datang. menjadi konsumen setia penanyangan pornografi (VCD. Kondisi ini terjadi lebih banyak dikarenakan kurangnya interest terhadap agama dan karena mulai meninggalkan puncak-puncak budaya yang diwarisi. Upaya intensif ini semestinya menjadi penggiring Sumber Daya Umat dengan tetap bertumpu kepada science dengan nilai agama dan budaya.Betapapun krisis tengah melanda Indonesia sebagai bahagian dari kawasan Asia Tenggara. pergaulan bebas. dalam penguasaan ekonomi ataupun intelektual menghadapi percaturan abad ke duapuluh satu.majalah). dan tidak pula terjerumus kepada pengamalan kehidupan materialis yang berakhir dengan hedonistik. wasted). Dzurriyatan dhi¶aafan The Loses Generation Kecemasan di tengah perkembangan zaman (era globalisasi) tampilnya generasi yang belum siap memerankan tugas di masa depan. Tindakan non-ekonomis ini jangka pendek berdampak menghambat kesiapan menatap masa depan.selektif (mubazir. dan secara tegas tidak terjatuh kepada sikap-sikap nonscience.Internet. Kecemasan lain ada sebahagian generasi yang bangkit kurang menyadari tempat berpijak. free sex. peniruan gaya hidup tidak berukuran.. diperberat oleh tindakan para pemimpin formal dan non-formal yang seringkali banyak terpaut pada pengamalan tradisional dan non-science tersebut. Suatu kenyataan selama ini instalasi kekuatan ekonomi terpegang jumlah terkecil (selected minority) dari pelaku ekonomi dan menguasai kebutuhan mayoritas penduduk di pedesaan. Apabila masyarakat pedesaan dengan kekuatan kecil ini mampu dibangkitkan peran sertanya dalam penguasaan kebutuhan primer terbesar masyarakat. Gejala ini tampil kepermukaan pergaulan dan tidak jarang telah dipermudah oleh kemajuan teknologi informasi dan produk cyber space.booklet. paranormal. Problematika sosial dan prilaku ini hanya bisa diatasi dengan memelihara kemurnian Akidah (paradigma tauhid) agar tidak terjadi pemahaman agama yang campur aduk. Kecemasan lain adalah tumbuhnya pemenuhan keinginan non. ditengah-tengah berkembangnya iptek. . Gejala itu terlihat dari banyaknya generasi bangsa yang terdidik menjadi ikut pengembang prilaku non-science seperti kecenderungan kepada halhal yang berbau mistik.

Konsekwensi misi risalah. mewajibkan semua makhluk untuk menempatkan kepatuhan. sesuai dengan eksistensi manusia itu di jadikan. Tuntunan Akidah membimbing hati manusia merasakan nikmat rasa aman dan tentram dalam mencapai Nafsul Mutmainnah dengan segala sifat-sifat utama. mencetak manusia menjadi µabid. dan titik dasar paling awal untuk menjadikan seorang muslim. mono loyalitas kepada Allah semata.[24] Karena itu. Solusinya dapat diatasi dengan menyatukan gerak langkah tetap memelihara sikap harmonis guna menghindari eksploitasi dalam hubungan bermasyarakat. Akidah menuntun hati manusia kepada pembenaran kekuasaan Allah secara absolut. Akidah adalah landasan utama (dasar) Dinul Islam yang bersifat Abadi dan Universal (tidak berubah sepanjang masa). dan tidak pernah merusak perjanjian dengan Allah dalam melaksanakan semua perintah Allah secara konsekwen. [25] Dengan paradigma tauhid secara mudah dapat dipahami posisi ibadah dalam spirit penghambaan kepada Allah bukan dalam pengertian sempit semata-mata tetapi secara konsisten . Akidah Islamiah merupakan sendi fundamental dari dinul Islam.[23] Konsistensi istiqamah adalah sikap yang tidak mencampur-baur keimanan dan kemusyrikan dalam mengamalkan syari¶at Islam secara tidak terputus ibarat akar dengan pohonnya. sangat mustahil bagi muslim untuk hidup dengan tidak memiliki iman (Akidah) secara benar. tidak sumbing dengan kebimbangan. Akidah Islamiah ialah Iman kepada Allah dengan mengakui eksistensiNya (wujudNya). Paradigma Tauhid Paradigma tauhid. untuk menjadi manusia mandiri (self help). laa ilaaha illa Allah. menempatkan Allah pada titik Centris atau pusat dari segala-galanya. berkemampuan melaksanakan ajaran syar¶iy mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasul Allah. Akidah adalah keyakinan bulat tanpa ragu.Pada kawasan yang tengah berkembang memang lazim ditemui pemeranan kolektivitas lebih mengedepan daripada aktivitas individu. serta berupaya membina diri untuk tidak mencampurkan iman dengan kedzaliman (syirik). membentuk manusia dengan watak patuh dan ketaatan yang menjadi bukti penyerahan total kepada Allah.[22] Manusia berjiwa bersih (muthmainnah) selalu memenuhi janjinya terhadap Allah (Yang Maha Menjadikan). Implementasi konsep aktual sangat penting dikembangkan melalui research untuk membentuk kondisi.[21] Manusia pengabdi (µabid) adalah manusia yang tumbuh dengan Akidah Islamiah yang kokoh. hamba yang mengabdi kepada Allah dalam arti luas. Hakikinya tanpa Akidah tidak ada artinya seorang muslim.

*** Menuju Masyarakat Madani Salah sekali anggapan bahwa agama Islam hanya sebatas ritual pada hari-hari tertentu. akar serabut (grass root) dari masyarakat alas terbawah piramida. . Karena itu keyakinan iman dan taqwa mampu menepis rasa takut untuk berbuat dan gentar menghadapi resiko hidup. [28] Menghidupi Masyarakat Desa (Kaum Dhu afak) Mengangkat taraf hidup kelompok lemah. Peran terbesar para intelektual aktif menata ulang masyarakat dengan nilai-nilai kehidupan berketuhanan dan bertamaddun sebagai mata rantai tadhamun al Islami (modernisasi. cenderung menjadi bangsa pengemis yang kesudahannya membawa bangsa ini bertungkus lumus (terjerumus) kepada penggadaian menjual diri. dan tampillah pelecehan nilai-nilai bangsa. tatanan politik pemerintahan. berbasis budaya (culture base sociaty) dan berbasis agama (religious base society). Keyakinan tauhid mengajarkan kesadaran mendalam bahwa Allah selalu ada disamping manusia. sosial ekonomi. budaya. Sikap tawakkal merupakan konsekwensi dari ikhtiar dan usaha yang keduanya berjalin berkulindan merupakan mekanisme terpadu dalam kerangka kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa dan Agung. langgar. Apabila Akidah tauhid telah hilang. dapat dipastikan akan lahir prilaku fatalistis dengan hanya menyerah kepada nasib sambil bersikap apatis dan pesimis. Terlalu sesat memahami agama yang tidak kena mengena (relevan) dengan gerak kehidupan riil. Agama Islam berdasar al Quran berperan multifungsi. hubungan hak asasi manusia. bukan usaha mustahil dikerjakan. atau hanya sebatas kulit luar berupa ritual ceremonial. pesantren. pengenalan Islam ketengah peradaban manusia). Bila Islam tidak diamalkan dari inti nilai-nilai dasar (basic of value) Dinul Islam. maka umat ini tidak akan berkemampuan bertarung di tengah perkembangan dunia global pada abad keduapuluh satu mendatang. mengeluarkan manusia dari sisi gelap kealam terang cahaya (nur) [26]. Allah akan menurunkan untukmu rezeki [27]. majlis ta¶lim semata. Masyarakat yang lalai senang menerima. Asal saja dapat merasakan nilai kepentingan. Dinul Islam menyimpan rahasia besar gerakkan tanganmu. Sikap negatif ini adalah virus berbahaya bagi individu pelopor penggerak pembangunan. Peran ini penting untuk menggiring masyarakat Indonesia ini menuju masyarakat madaniyah (maju. Nilai ajaran dinul Islam melahirkan masyarakat proaktif menghadapi berbagai keadaan sebagai suatu realitas perbaikan kearah peningkatan mutu masyarakat. beradab). Keyakinan tauhid secara hakiki menyimpan kekuatan besar berbentuk energi ruhaniah yang mampu mendorong manusia untuk hidup inovatif. Sesat sekali pendapat beragama hanya di batasi ruang-ruang masjid. suka menampung dan menagih apa-apa yang tidak diberikan orang.penuh keikhlasan melaksanakan semua perintah-perintah Allah tanpa reserve dengan penuh disipilin diri mencari redha Allah. atau ilmu pengetahuan dan teknologi. Abad kedepan akan banyak berperan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan (knowledge base society).

tetapi perlu ada pemahaman mendalam kedalam lubuk hati serta kemauan pada diri umat secara individu ataupun kelompok yang akan dibawa serta dalam proses pembangunan itu. memulai dari urat masyarakat dengan cara-cara yang praktis. Dapat dikatakan bisa mendukung suatu pertumbuhan ekonomi yang sehat. memiliki identitas (shibgah). tahu dan kecap. di awali oleh memerankan hubungan kepedulian terhadap kebiasaan hidup melalui program silaturrahmi yang saling memahami dan bukan dalam bentuk sekedar ³meminta atau membagi nasi bungkus´. Menumbuhkan kekuatan yang terpendam dikalangan yang lemah (kaum dhu¶afak). dengan jumlah kecil. Proses mempertinggi kesejahteraan hidup dhu¶afak. pemborosan disegala sektor. membibitkan buah-buahan. Karena pekerjaan ini akan menafaskan jiwa lain. Peran ini seringkali dilupakan . [29] Kepandaian-kepandaian betapapun sederhananya. yang umumnya bersifat natuurlijk (alami dan sunnatullah). beternak itik ataupun ayam buras. yang tak dapat tidak. Latar belakang usaha sebenarnya adalah merombak tradisi dengan membuka pikiran masyarakat dan merintis jalan baru. yaitu berusaha di urat masyarakat. menanam sayur mayur.mempunyai daya inisiatif dan imagination (daya cipta) mengangkatnya. Dalam setiap proses pembangunan keumatan (umatisasi) tidak selalu harus ditilik dari sudut efisiensi dan rendemen ekonomis semata. . menganyam tikar. merangkai dan mengatur bunga. dizaman jet supersonic dan satelit-satelit mengitari bumi seperti sekarang ini. harus dijalani. bercorak kepribadian terang (transparan) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan.. Suatu bentuk dan susunan hidup berjama¶ah yang diredhai Allah yang dituntut oleh ³syari¶at´ Islam. Andai kata faktor kebiasaan masyarakat sengaja dilupakan maka nasibnya tak ubah dari nasib induk ayam menetaskan telor itik. Upaya ini secara luas merupakan ³satu aspek dari Social Reform´. Memang begitulah hakekatnya. Adapun menghasilkan barang belum cukup mendapat perhatian. akhir kesudahannya menanggung akibat-akibat yang mengecewakan. yakni menghasilkan barang. Tidak dapat dianggap rendah usaha-usaha kecil yang mungkin oleh banyak kalangan dianggap kurang bermakna. malah didapati tindakan yang wasted (mubazir). Daerah kita terkenal sebagai daerah yang kaya dengan sumber alam. adalah rangkaian gerbong yang erat terkait dengan proses pembangunan ekonomi bangsa. Akibat langsung adakalanya program tidak jalan. Proces geraknya bisa dipercepat. yang tidak dapat diabaikan. Ada undang-undang bajanya sendiri. seperti membuat tempe. Padahal sumber kemakmuran yang asasi adalah produksi. yaitu faktor manusia yang terikat erat dengan adat kebiasaan. sesuai dengan Adat basandi Syara¶ dan Syara¶ nan basandi Kitabullah. tidak dapat dikatakan apalah artinya. Tetapi kecenderungan penduduknya dibidang ekonomi baru kepada mencari nafkah dengan memindah-mindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat yang lain saja. Sumber Daya Alam (natural resources) belum seluruhnya di olah. tentu akan dapat memulainya. Karena sering dilupakan. Umat perlu dihidupkan jiwanya menjadi satu umat yang mempunyai falsafah dan tujuan hidup (wijhah) yang nyata. Melalui amaliyah yang sepadan dengan kekuatan yang tersedia dalam tubuh masyarakat mestinya disertai serentak membangun jiwa dan pribadi untuk menjadi umat yang sadar.

agar masyarakat jangan berserak dan terseret hanyut oleh arus pengejaran benda-benda yang bertebaran semata. (e). antara ikhtiar dan do a. antara amal dan ibadah. Tentu tidak seorangpun yang berpikiran sehat di negeri ini yang akan keberatan terhadap penjelmaan masyarakat semacam itu dengan cara dan alat-alat sederhana tetapi dengan api cita-cita yang berkobar-kobar dalam dada masing-masing. bila si-jiran setiap akan tidur diiringi lapar (al Hadist). Amal akan kering dan hampa. Tak ada bahagia dalam kekenyangan sepanjang malam. bersendikan Iman dan Taqwa. Tinggi atau rendahnya nilai hasil yang dicapai sesuai dengan tinggi rendahnya mutu niat dari yang mengejar hasil itu. (d). menumbuhkan ukhuwwah yang ikhlas. antara ketajaman akal dan ketinggian akhlak. tetapi tujuan nawaitu-nya hilang di tengah jalan. Yang perlu dijaga adalah agar api nawaitu jangan padam atau berubah di tengah jalan. Insya Allah masyarakat lemah (dhu afak) akan kuat dan masuk shaf kembali. Bila kondisi ini kelihatan tanda-tanda akan kehilangan nawaitu-nya. mengajarkan hidup seimbang (tawazun) antara kecerdasan otak dan ketangkasan otot tangan. Demikian pandangan hidup dan identitas umat yang hendak di pancangkan. maka kewajiban social control (nahyun anil munkar) harus lekas-lekas dilaksanakan. pembangunan memikul beban Kebahagiaan tertinggi seorang pemimpin tatkala dapat menghidupkan salah satu dari ribuan dapur yang senantiasa berasap karena usahanya. Besar kecilnya nilai amal terletak dalam niat yang menjadi motif untuk melakukannya. bukan penggembalaan dari luar. Itulah inti kesatuan dan persaudaraan (ukhuwah dan badunsanak ) itu.Pembinaan dhu afak di dukung oleh cita-cita hendak menjelmakan tata-cara hidup kemasyarakatan berdasarkan (a). tatkala kulit luarnya di lakukan. (b). menanam tanggung jawab atas kesejahteraan lahir batin dari tiap anggota masyarakat sebagai suatu kesatuan menyeluruh secara timbal balik (takaful dan tadhamun). mengajarkan keragaman serta ketertiban dan disiplin jiwa dari dalam. Sebenarnya seorang pemimpin pelopor penggerak menghidupkan dapur masyarakatnya dengan sungguh-sungguh. . (ta awun) bukan falsafah berebut hidup. (c). hidup dan memberi hidup. perlu pula lekas-lekas dipintasi dengan mengemukakan social support (amar makruf) secara jelas. dengan nawaitu tertanam sejak semula.

Masyarakat Islam memikul kewajiban membina masyarakat (jamaah) karena beban langsung dari agamanya. menyamakan harapan dengan kenyataan.hidupkan jiwa jamaahnya supaya terpelihara Izzah . yang sudah terang perintah wajibnya.Semestinya di pahami apa yang terkandung dalam kalimat-kalimat sederhana. berorganisasi. Program ini dianggap tidak vital bila di banding dengan nafas demam perjuangan politik atau spirit reformasi . tetap dapat memelihara dagingnya tetap segar dan tawar walaupun terus menerus berendam dalam air asin. menyelaraskan perencanaan dengan pelaksanaan. memerlukan kesungguhan gerak disamping gagasan. berperan sebagai pusat bimbingan untuk menaikkan jiwa umat (mendinamisirnya) untuk mencapai taraf kemakmuran hidup lebih baik. sering disambut dengan sikap skeptis dan dingin. Moga-moga. menanamkan akhlaq. kepribadian umat yang sedang berkecimpung dalam masyarakat ramai dari berbagai corak. Tujuan akhir yang lebih mulia adalah mencari keridhaan Allah jua. yang lainnya mu amalah dengan makhluk (hablum min an-naas) . Sikap ini sebenarnya lahir karena sudah lama terkurung tanpa sadar dalam kerangka cara berpikir konvensional dan statis. memelihara budi pekerti. dan berlambang maka kalimat ajakan Makmurkan Masjid kembali. Ajaran-ajaran Islam adalah jalinan ibadah dan muamalah. mempertinggi kecerdasan. Masjid dan Langgar (surau) yang hidup dan dinamis. *** Perankan Aktivitas Kembali Masjid Tatkala orang partai dan masyarakat sibuk berpolitik. Masjid dalam warisan Risalah Islam berfungsi sebagai pangkalan Umat tempat membina jamaah. Ini kaji. Islam tidak dapat tegak tanpa jamaah.[31] Masjid adalah untuk menegakkan ibadah dan menyusun umat. menyesuaikan ikrar dengan ucapan. ibarat ikan ditengah air laut yang hidup. .[32] Masjid yang hidup sebagai pusat pembinaan umat. Amin. Pada hal Masjid sebagai pusat pembinaan potensi umat adalah warisan tak ternilai yang diterima umat Islam dari Rasulullah SAW. Tegakkan Jamaah dari sana . memberikan pegangan hidup bagi para anggota masyarakat (jamaahnya). [30] Masjid bukan semata-mata tempat shalat. Masalahnya dirasakan kurang aktuil. Apa yang diucapkan oleh lidah dan tergores dalam hati dapat dijadikan bimbingan untuk menerjemahkan kesetiaan kepada kalangan bawah (dhu afak) kaum lemah melalaui perlakuan nyata dalam amal perbuatan. akan meng. guna menghadapi masalah pokok dalam persoalan hidup. menambah pengertian dan wawasan. Yang satu mu amalah dengan Khaliq (hablum min Allah) .. Sipongang seruan itu kurang menarik. mendinamika jiwa.

Jamaah umat Islam dapat saling berlomba dengan masyarakat lainnya dalam menegakkan kebenaran dan keadilan secara bersama-sama guna menyuburkan kebajikan untuk masyarakat umum. sekarang dan di masa depan. Begitulah fungsi Masjid secara hakiki. Apakah kita sudah lupa bahwa. mereka termasuk orang yang terpimpin (QS.** Iman dan Taqwa Landasan Mencapai Kesuksesan Posted by abu ubaidillah .. Inilah program umatisasi. Masjid adalah sumber kekuatan umat Islam masa lalu. hanya yang akan memakmurkan masjid-masjid Allah : orang-orang yang beriman kepada Allah. Ini tuntutan yang mesti di terima Umat Islam dari Syariat Islam yang tidak dapat disangkal wajib berlakunya atas pemeluknya di negeri ini. Kewajiban Umat Membina Jamaah melalui Masjid ini tidak boleh dilalaikan (di kucawaikan) dalam keadaan bagaimanapun. Masjid yang hidup berfungsi untuk mencetak manusia yang hidup yang tidak kenal gentar selain hanya kepada Allah. maka mudah-mudahan.. dan tidak takut melainkan (hanya) kepada Allah.[33] Alangkah meruginya Umat Islam. Kepada Umat Muhammad SAW.9. Hidupkan Masjid kembali. Wallahu a lam. serta menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Dari masjid yang hidup akan terpancar jiwa yang memancarkan cahaya hidup kepada umat disekelilingnya. dan kepada hari kemudian. bila mereka tidak kunjung mengenal dan mempergunakan modal kekayaan tak ternilai jumlahnya yang dapat dijadikan sumber kekuatannya ini. Kembali ke Masjid. di amanatkan.at-Taubah:18).

untuk kemudian dibalas dengan pahala atas kebaikan dan disiksa atas keburukan (yang dia amalkan) serta (mendapatkan) surga atau neraka.Kita diciptakan di dunia ini untuk satu hikmah yang agung dan bukan hanya untuk bersenangsenang dan bermain-main. bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja). dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. Allah ta¶ala tidak menjadikan manusia hanya untuk makan. kemudian tidak dimintai pertanggungjawaban atas semua perilakunya di dunia ini. Adz Dzariyaat:56-58) Allah ta¶ala telah menjelaskan dalam ayat-ayat ini bahwa tujuan asasi dari penciptaan manusia adalah ibadah kepadaNya saja tanpa berbuat syirik. kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. (QS. (QS. seperti yang Allah ta¶ala ceritakan: Dan mereka berkata:´Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja. Tujuan dan hikmah penciptaan ini telah dijelaskan dalam firman Allah ta¶ala: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. kewajiban dan pengharaman. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. :24). Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. Al Mu¶minuun : 115) Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main saja. minum dan bersenang-senang dengan perhiasan dunia. Keadaan dan pernyataan mereka menyatakan. Tentu saja jawabannya adalah kita semua diciptakan untuk satu hikmah dan tujuan yang agung dan dibebani perintah dan larangan. namun diciptakan untuk satu hikmah. Lalu Allah menghukumi mereka dengan firmanNya: .´ (Al Jaatsiyah. Adapun orang-orang kafir dan musyrik dan sejenis mereka adalah orang yang berkeyakinan bahwa mereka diciptakan di kehidupan dunia ini seperti di ciptakannya binatang ternak dan agar meninkmati kehidupan ini seperti kehidupan binatang ternak. Sehingga Allah ta¶ala pun menjelaskan salahnya dugaan dan keyakinan sekelompok manusia yang belum mengetahui hikmah tersebut dengan menyakini mereka diciptakan tanpa satu tujuan tertentu dalam firmanNya : Maka apakah kamu mengira.

(QS. Sepatutnya seorang muslim mengambil pelajaran dan menjauhkan diri dari meniru mereka. (QS. Bahkan mereka memperturutkan kemauan hawa nafsunya sehingga jadilah mereka seperti kedudukan hewan!. bisu dan buta. seandainyapun mereka berbicara tentu tidak akan dikerjakan dan diamalkan. maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti. dan seandainya mau mendengarkan pun mereka tidak mau menerimanya. dan buta. itu dengan memiliki pandangan jauh. namun hewan-hewan tersebut tidak bisa memahami panggilannya. dan mereka hanyalah mendengar suara dan mengikuti sumbernya. . bisu. Al Baqarah : 18) Sedangkan orang kafir Allah ta¶ala nyatakan: Mereka tuli. Ini adalah permisalan buruk untuk mereka.Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. pendengaran yang dapat mengambil manfaat dan akal yang berfikir tentang hal-hal yang bemanfaat. Al Baqarah : 171) Maknanya mereka tidak mau mendengarkan kebenaran. Kemudian Allah ta¶ala membuat permisalan lain dalam firmanNya: Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. (QS. (QS.Dan neraka adalah tempat tinggal mereka. maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). Al Jaatsiyah :24) Allah ta¶ala juga mengancam mereka dengan api neraka sebagai tempat kembali mereka dengan sebab keyakinan tersebut. dalam firmanNya: Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Mereka tidak berbicara dengan kebenaran. (QS. mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. Al Baqarah : 171) Allah ta¶ala jadikan mereka seperti onta dan kambing yang dipanggil penggembalanya. Muhammad : 12) Karena mereka tidak beriman kepada kebangkitan dan hari pembalasan dan tidak juga beriman kepada negeri akherat! Sehingga mereka seperti orang-orang kafir dan munafiq yang Allah ta¶ala sifatkan dengan firmanNya: ????? ?????? ??????? ?????? ??? ??????????? Mereka tuli.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. selamat dari rintangan yang menghalangi terwujudnya tujuan tersebut.] Oleh karena itu hendaknya kita menekuni bidang kita masing-masing sehingga menjadi ahlinya tanpa meninggalkan upaya mengenal. 2. pertama. Imam Ibnu Al Qayyim menyatakan: Poros kebahagian duniawi dan ukhrowi ada pada I¶tishom billahi dan I¶tishom bihablillah dan tidak ada kesuksesan kecuali bagi orang yang komitmen dengan dua hal ini. orang yang paling sukses dan paling mulia di sisi Allah ta¶ala adalah yang paling taqwa.Demikianlah. sehingga tidak mencapai tujuan tersebut kecuali setelah memiliki dua hal ini. kekuatan dan senjata menjadi alat keselamatan dari para perampok dan halangan perjalanan. seorang bila ingin mencapai satu tujuan tertentu. karya Yasri Al Sayyid Muhammad. pasti membutuhkan dua hal. I¶tishom bihablillah. yaitu. Hal ini dengan komitmen terhadap syariat Allah ta¶ala dan berusaha merealisasikannya dalam semua sisi kehidupan kita. kekuatan dan senjata yang menjadi penyebab keselamatannya di perjalanan. pengetahuan tentang tujuan tersebut dan bagaimana cara mencapainya dan kedua. Sebab. I¶tishom bi hablillah memberikan hidayah petunjuk dan mengikuti dalil sedang I¶tishom billah memberikan kesiapan. I¶tishom billah. sebab sesungguhnya tujuan akhir seorang manusia adalah mewujudkan peribadatan kepada Allah ta¶ala dengan iman dan taqwa. Sedangkan I¶tishom bi hablillah melindungi seseorang dari kesesatan dan I¶tishom billahi melindungi seseorang dari kehancuran. terbitan Dar Ibnul Jauzi 1/506-507. Sebab orang yang berjalan mencapai (keridhoan) Allah seperti seorang yang berjalan di atas satu jalanan menuju tujuannya. Namun hal ini pun tidak cukup tanpa perkara yang berikutnya. Ia pasti membutuhkan petunjuk jalan dan selamat dalam perjalanan. Hal ini diwujudkan dalam tawakkal dan berserah diri serta memohon pertolongan kepada Allah ta¶ala dari seluruh rintangan dan halangan dalam mewujudkan yang pertama tersebut. Oleh karena itu.[ Pernyataan beliau diambil dari kitab Bada¶i Al Tafasir Al Jaami¶ Litafsir imam Ibni Qayyim Al Jauziyah. Sehingga dengannya kita selamat dari rintangan mengamalkannya. Agar dapat mencapai tujuan penciptaan tersebut dengan menjadikan keahlian dan kemampuan kita sebagai sarana ibadah dan peningkatan iman dan takwa kita semua. mengetahui dan mengamalkan ajaran islam yang merupakan satu kewajiban pokok setiap muslim. sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah ta¶ala: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Al Hujuraat:13) Namun untuk mencapai kemulian tersebut membutuhkan dua hal: 1. . Sehingga dengan ini kita selamat dari kesesatan. Dalil (petunjuk) menjadi penjamin perlindungan dari kesesatan dan menunjukinya kejalan (yang benar) dan persiapan. seorang manusia yang ingin sukses harus dapat bersikap profesional dan proporsonal dalam mencapai tujuan tersebut.

51:56-58) Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat ini bahwa tujuan asasi dari penciptaan manusia adalah ibadah kepadaNya saja tanpa berbuat syirik. '08 4:44 AM untuk Kita diciptakan didunia ini untuk satu hikmah yang agung dan bukan hanya untuk bersenangsenang dan bermain-main. Demikianlah seorang manusia yang ingin sukses harus dapat bersikap profesional dan proforsonal dalam mencapai tujuan tersebut. bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja). Lc iman dan takwa Oct 27. Mudah-mudahan bermanfaat. Sehingga Allah pun menjelaskan salahnya dugaan dan keyakinan sekelompok manusia yang belum mengetahui hikmah tersebut dengan menyakini mereka diciptakan tanpa satu tujuan tertentu dalam firmanNy Maka apakah kamu mengira. kewajiban dan pengharaman. (QS. (QS. Allah tidak menjadikan manusia hanya untuk makan. Tentu saja jawabannya adalah kita semua diciptakan untuk satu himah dan tujuan yang agung dan dibebani perintah dan larangan. minum dan bersenang-senang dengan perhiasan dunia. namun diciptakan untuk satu hikmah. Kholid Syamhudi. 23:115) Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main saja. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. Semua itu agar mereka mengakui bahwa mereka adalah makhluk yang tunduk dan diatur dan mereka memiliki Rabb yang maha pencipta dan maha mengatur mereka. Tujuan dan himah penciptaan ini telah dijelaskan dalam firman Allah: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. sebab sesungguhnya tujuan akhir seorang manusia adalah mewujudkan . untuk kemudian dibalas dengan pahala atas kebaikan dan disiksa atas keburukan (yang dia amalkan) serta (mendapatkan) syurga atau neraka. Ust. serta tidak dimintai pertanggung jawaban atas semua prilakunya didunia ini. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan.Tentu saja hal ini menuntut kita untuk dapat mengambil faedah dan pengetahuan tantang syariat sebagai wujud syukur kita atas nikmat yang Allah ta¶ala anugerahkan.

2. Semua itu agar mereka mengakui . yaitu. Namun hal inipun tidak cukup tanpa perkara yang berikutnya. 49:13) Namun untuk mencapai kemulian tersebut membutuhkan dua hal: 1. Sebab orang yang berjalan mencapai (keridhoan) Allah seperti seorang yang berjalan diatas satu jalanan menuju tujuannya. Dalil (petunjuk) menjadi penjamin perlindungan dari kesesatan dan menunjukinya kejalan (yang benar) dan persiapan. Ia pasti membutuhkan petunjuk jalan dan selamat dalam perjalanan. sehingga tidak mencapai tujuan tersebut kecuali setelah memiliki dua hal ini. Sebab seorang bila ingin mencapai satu tujuan tertentu. pertama. Sehingga dengan ini kita selamat dari kesesatan. pengetahuan tentang tujuan tersebut dan bagaimana cara mencapainya dan kedua. Agar dapat mencapai tujuan penciptaan tersebut dengan menjadikan keahlian dan kemampuan kita sebagai sarana ibadah dan peningkatan iman dan takwa kita semua. I¶tishom bihablillah. kekuatan dan senjata yang menjadi penyebab keselamatannya di perjalanan. sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sedangkan I¶tishom bi hablillah melindungi seseorang dari kesesatan dan I¶tishom billahi melindungi seseorang dari kehancuran. Oleh karena itu hendaknya kita menekuni bidang kita masing-masing sehingga menjadi ahlinya tanpa meninggalkan upaya mengenal. Tentu saja hal ini menuntut kita untuk dapat mengambil faedah dan pengetahuan tantang syariat sebagai wujud syukur kita atas nikmat yang Allah anugerahkan. I¶tishom billah. selamat dari rintangan yang menghalangi terwujudnya tujuan tersebut. Hal ini dengan komitmen terhadap syariat Allah dan berusaha merealisasikannya dalam semua sisi kehidupan kita.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. I¶tishom bi hablillah memberikan hidayah petunjuk dan mengikuti dalil sedang I¶tishom billah memberikan kesiapan. pasti membutuhkan dua hal. Hal ini diwujudkan dalam tawakkal dan berserah diri serta memohon pertolongan kepada Allah dari seluruh rintangan dan halangan mewujudkan yang pertama tersebut. Sehingga dengannya kita selamat dari rintangan mengamalkannya.peribadatan kepada Allah dengan iman dan taqwa. kekuatan dan senjata menjadi alat keselamatan dari para perampok dan halangan perjalanan. Imam Ibnu Al Qayyim menyatakan: Poros kebahagian duniawi dan ukhrowi ada pada I¶tishom billahi dan I¶tishom bihablillah dan tidak ada kesuksesan kecuali bagi orang yang komitmen dengan dua hal ini. mengetahui dan mengamalkan ajaran islam yang merupakan satu kewajiban pokok setiap muslim. Oleh karena itu orang yang paling sukses dan paling mulia disisi Allah adalah yang paling taqwa.

Mudah-mudahan bermanfaat .bahwa mereka adalah makhluk yang tunduk dan diatur dan mereka memiliki Rabb yang maha pencipta dan maha mengatur mereka.