P. 1
Iman Dan Taqwa

Iman Dan Taqwa

|Views: 92|Likes:
Published by ishakkamaruzzaman

More info:

Published by: ishakkamaruzzaman on May 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2012

pdf

text

original

Iman dan Taqwa landasan mencapai kesuksesan

Oktober 23, 2008
Oleh Kholid Syamhudi

Kita diciptakan didunia ini untuk satu hikmah yang agung dan bukan hanya untuk bersenangsenang dan bermain-main. Tujuan dan himah penciptaan ini telah dijelaskan dalam firman Allah:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (QS. 51:56-58) Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat ini bahwa tujuan asasi dari penciptaan manusia adalah ibadah kepadaNya saja tanpa berbuat syirik.
Sehingga Allah pun menjelaskan salahnya dugaan dan keyakinan sekelompok manusia yang belum mengetahui hikmah tersebut dengan menyakini mereka diciptakan tanpa satu tujuan tertentu dalam firmanNya :

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. (QS. 23:115)

Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main saja, namun diciptakan untuk satu hikmah. Allah tidak menjadikan manusia hanya untuk makan, minum dan bersenang-senang dengan perhiasan dunia, serta tidak dimintai pertanggung jawaban atas semua prilakunya didunia ini. Tentu saja jawabannya adalah kita semua diciptakan untuk satu himah dan tujuan yang agung dan dibebani perintah dan larangan, kewajiban dan pengharaman, untuk kemudian dibalas dengan pahala atas kebaikan dan disiksa atas keburukan (yang dia amalkan) serta (mendapatkan) syurga atau neraka.
Demikianlah seorang manusia yang ingin sukses harus dapat bersikap profesional dan proforsonal dalam mencapai tujuan tersebut, sebab sesungguhnya tujuan akhir seorang manusia adalah mewujudkan peribadatan kepada Allah dengan iman dan taqwa. Oleh karena itu orang yang paling sukses dan paling mulia disisi Allah adalah yang paling taqwa, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:

I tishom billah. I tishom bihablillah. pengetahuan tentang tujuan tersebut dan bagaimana cara mencapainya dan kedua. Oleh karena itu hendaknya kita menekuni bidang kita masing-masing sehingga menjadi ahlinya tanpa meninggalkan upaya mengenal.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Ia pasti membutuhkan petunjuk jalan dan selamat dalam perjalanan. 49:13) Namun untuk mencapai kemulian tersebut membutuhkan dua hal: 1. Hal ini dengan komitmen terhadap syariat Allah dan berusaha merealisasikannya dalam semua sisi kehidupan kita. Tentu saja hal ini menuntut kita untuk dapat mengambil faedah dan pengetahuan tantang syariat sebagai wujud syukur kita atas nikmat yang Allah anugerahkan. Sehingga dengannya kita selamat dari rintangan mengamalkannya. selamat dari rintangan yang menghalangi terwujudnya tujuan tersebut. pasti membutuhkan dua hal. 2.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. . pertama. Semua itu agar mereka mengakui bahwa mereka adalah makhluk yang tunduk dan diatur dan mereka memiliki Rabb yang maha pencipta dan maha mengatur mereka. I tishom bi hablillah memberikan hidayah petunjuk dan mengikuti dalil sedang I tishom billah memberikan kesiapan. Sebab seorang bila ingin mencapai satu tujuan tertentu. kekuatan dan senjata menjadi alat keselamatan dari para perampok dan halangan perjalanan. yaitu. Sedangkan I tishom bi hablillah melindungi seseorang dari kesesatan dan I tishom billahi melindungi seseorang dari kehancuran. kekuatan dan senjata yang menjadi penyebab keselamatannya di perjalanan. Hal ini diwujudkan dalam tawakkal dan berserah diri serta memohon pertolongan kepada Allah dari seluruh rintangan dan halangan mewujudkan yang pertama tersebut. Dalil (petunjuk) menjadi penjamin perlindungan dari kesesatan dan menunjukinya kejalan (yang benar) dan persiapan. Mudah-mudahan bermanfaat. sehingga tidak mencapai tujuan tersebut kecuali setelah memiliki dua hal ini. Agar dapat mencapai tujuan penciptaan tersebut dengan menjadikan keahlian dan kemampuan kita sebagai sarana ibadah dan peningkatan iman dan takwa kita semua. mengetahui dan mengamalkan ajaran islam yang merupakan satu kewajiban pokok setiap muslim. Sehingga dengan ini kita selamat dari kesesatan. Namun hal inipun tidak cukup tanpa perkara yang berikutnya. Sebab orang yang berjalan mencapai (keridhoan) Allah seperti seorang yang berjalan diatas satu jalanan menuju tujuannya. Imam Ibnu Al Qayyim menyatakan: Poros kebahagian duniawi dan ukhrowi ada pada I tishom billahi dan I tishom bihablillah dan tidak ada kesuksesan kecuali bagi orang yang komitmen dengan dua hal ini.

Mas oed Abidin. agama. institusi serta lingkungan mesti sejalin dan sejalan dengan pemantapan Akidah Agama pada generasi mendatang [4]. dengan equalisasi mengarah kepada kaderisasi (patah tumbuh hilang berganti). untuk meraih keberhasilan. Peran da¶i ilaa Allah [6] aktif menyokong mempertahankan nilai-nilai ruhaniyah sebagai modal dalam menghasilkan yang belum dimiliki. Usaha kearah pemantapan metodologi pengembangan melalui program pendidikan dan pelatihan. dan pembaruan (inovator). pembinaan keluarga.* Generasi Pelopor Masa depan ditentukan oleh umat yang memiliki kekuatan budaya yang dominan. Keunggulan ini di iringi dengan kemampuan penswadayaan kesempatan-kesempatan. penekanan amanah kepada pemegang kendali ekonomi. menjadi pekerjaan mendesak meniti pengembangan pembangunan (development).[i] Generasi pelopor penyumbang dibidang pemikiran (aqliyah). perlu dibentuk di era pembangunan. perguruan tinggi.Pemantapan Iman dan Taqwa By Buya Masoed Abidin Pemantapan Iman dan Taqwa Generasi Muda menghadapi Millenium Ketiga. Pentingnya menumbuhkan generasi pelopor menjadi relevansi tuntutan agama dalam menatap kedepan. mesti sejalan dengan kelompok umara¶ yang adil (kena pada tempatnya).[3] Mantapnya pemahaman agama dan adat budaya (tamaddun) dalam perilaku seharian jadi landasan dasar kaderisasi re-generasi. .[5] Pemberdayaan lembaga adat. dimana umat berperan sebagai subjek dalam pembangunan bangsa itu sendiri. menyatukan gerak masyarakat disertai do¶a (harapan) sebagai perpaduan usaha. Oleh : H. Pertemuan pendapat ilmuan dan para pengamat melalui dialog. [2] Keunggulan generasi pelopor akan di ukur ditengah masyarakat dengan pengetahuan dan pemahaman (identifikasi) permasalahan yang dihadapi umat. Political action berkenaan pengamalan ajaran Agama menjadi sumber kekuatan besar menopang proses pembangunan melalui integrasi aktif.

Melemahnya jati diri Kelemahan mendasar ditengah perkembangan zaman adalah melemahnya jati diri. memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam sebagai kekuatan spritual. yang merupakan benalu bagi bangsa dan negara. Kekuatan yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik-material. ekonomi. dinamis. berujung dengan hilangnya percaya diri. Setiap generasi yang di lahirkan dalam satu rumpun bangsa wajar tumbuh menjadi kekuatan yang peduli dan pro-aktif menopang pembangunan bangsa.[9] Sosialisasi pembinaan jati diri bangsa mesti disejalankan dengan pengokohan lembaga keluarga (extended family). innovatif. dipertajam oleh kurangnya minat menuntut ilmu.Generasi pelopor (inovator) pembangunan harus dipersiapkan supaya tidak lahir generasi pengguna (konsumptif) yang tidak produktif. Isolasi diri karena tidak berkemampuan menguasai ³bahasa dunia´ (politik. Kondisi ini akan menjauhkan peran serta di era-kesejagatan (globalisasi). Arus Globalisasi Kearifan Menangkap Ruh Perubahan Zaman Menjelang berakhirnya alaf kedua memasuki millenium ketiga. siap bersaing dalam knowledge based society. Aktifitas ini mendorong lahirnya generasi penyumbang yang bertanggung jawab. menjadikan isolasi diri masyarakat bertambah tertutup. iptek). memahami nilai-nilai budaya luhur. dan peran serta masyarakat pro aktif menjaga kelestarian adat budaya (hidup beradat. kritis. dan akhirnya membuka peluang menjadi anak jajahan di negeri sendiri. Melibatkan generasi muda secara aktif menguatkan jalinan hubungan timbal balik antara masyarakat serumpun di desa dalam tata kehidupan sehari-hari. [10] Yang diperlukan adalah generasi yang handal. tidak mudah terbawa arus. dan kurangnya komitmen kepada nilai luhur agama yang menjadi anutan bangsa [8]. Kurangnya kemampuan dalam penguasaan teknologi dasar yang akan menopang perekonomian bangsa. dengan daya kreatif. tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.[11] . abad dua puluh satu ditemui lonjakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pesat. budaya. di masyarakat Minangkabau adat bersendikan syarak. sosial.[7]. syarak bersendikan Kitabullah). di samping antisipasi lahirnya generasi lemah. punya jati diri yang jelas.

Membiarkan diri terbawa arus deras perubahan sejagat tanpa memperhitungkan jati diri akan menyisakan malapetaka. Pesatnya pertumbuhan ekonomi menjadi alat untuk menciptakan kemakmuran masyarakat. sebagai akibat dari revolusi industri.[12] Era globalisasi adalah era perubahan cepat. politik.[16] Diantara yang menjanjikan itu adalah pertumbuhan ekonomi yang pesat. . tatanan. Dunia akan transparan. ekonomi.Globalisasi sebenarnya dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau proses menjadikan sesuatu mendunia (universal).[15] Globalisasi juga menjanjikan harapan dan kemajuan. perebutan kesempatan menyangkut banyak aspek kehidupan kemanusiaan. Sebaliknya arus kesejagatan mesti di rancang bisa merobah apa yang tidak di kehendaki [14].jaring peluang-peluang yang ada. Hubungan komunikasi. hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. budaya. baik dalam lingkup maupun aplikasinya. Yang mampu menjaga nikmat Allah (syukur). Setiap Muslim harus arif dalam menangkap setiap pergeseran dan tanda-tanda perubahan zaman. Lain syakartum la adzidannakum . sehingga memiliki visi jauh ke depan. transportasi menjadikan jarak satu sama lain menjadi dekat. Kejelian dalam menangkap ruh zaman (zeitgeist) mampu men. Arus globalisasi juga menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern.[17] Sungguh nikmat yang wajib disyukuri. maka nikmat itu akan ditambah. secara ekonomis dan politis mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dan memelihara stabilitas kawasan. sistim. Globalisasi menyisakan banyak tantangan (sosial. informasi. terasa sempit seakan tanpa batas.[13] Arus kesejagatan (globalisasi) secara dinamik memerlukan penyesuaian kadar agar arus kesejagatan tidak mencabut generasi dari akar budaya bangsanya.

[18] Pertanyaan perlu jawaban segera. Generasi kini berkewajiban memelihara secara utuh nilaiwarisan yang akan diserahkan secara estafeta kepada generasi pengganti. Dari sini akan dirasakan spitrit reformasi. atau prinsip ta awunitas. penguasa yang adil (kena pada tempatnya. sudahkah kita siap menghadapi perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan ini? Jawabannya segera melaksanakan kewajiban mempersiapkan generasi baru yang siap bersaing dalam era global tersebut dengan memadukan seluruh potensi yang ada. dalam meraih keberhasilan. Mengantisipasi perkembangan kedepan melahirkan keharusan memelihara gerak pertumbuhan dari bawah (bottom-up). Yang akan memimpin orang banyak adalah yang bisa berbuat banyak untuk orang banyak itu. aman dan terjamin kesejahteraan [19]. Sasaran berikut pemantapan jati diri bangsa dan bernegara untuk memperkuat interaksi kesejagatan. berat sepikul ringan sejinjing. pemeliharaan lingkungan dilupakan. secara yang lebih baik dan lebih sempurna. berbentuk natural resource. korupsi. nikmat akan diubah menjadi bencana seperti krisis moneter (krismon) berkembang menjadi krisis ekonomi (krisek) seterusnya menjadi krisis total (kristal). Perancangan pembangunan arus bawah di hidupkan dengan pendekatan holistik (holistic approach). Karena itu. Konsekwensinya wajib ditanamkan keyakinan bahwa apa yang ada sekarang. Tujuan yang hendak dicapai adalah terwujudnya kesejahteraan dengan adil melalui program pembangunan merata yang perlu disertai prinsip jelas. perguruan tinggi). kolusi. dengan jumlah populasi penduduk yang besar dan menjanjikan tersedianya human power resources yang tinngi dimasa depan. . yang telah melanda kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia sejak tahun 1998. perlu sekali penjalinan kerja sama lembaga-akademik dengan penggunaan fasilitas akan mendorong penelitian terhadap perubahan yang terjadi dan memberikan petunjuk dalam menggali ekoteknologi yang memiliki kearifan ramah lingkungan. sebenarnya menjadi milik generasi mendatang. Namun di kawasan ini masih tersimpan potensi besar. sehingga partisipasi tumbuh dari bawah sehingga setiap individu di dorong maju. Apa artinya semua ini? Kita akan menjadi pasar raksasa. Ada pula kewajiban untuk membentuk Sumber Daya Umat (SDU) yang bercirikan kebersamaan dengan nilai asas gotong royong .[20] Pemberdayaan institusi (lembaga) kemasyarakatan yang ada (adat. Usaha nyata di kembangkan melalui ekonomi keluarga dengan memfungsikan kekuatan ekonomi pasar dimulai dari pedesaan. agama. equiti berkesinambungan. mesti disejalankan dengan kelompok umara¶.Bila tindakan tidak terpuji menjadi kenyataan.

Kecemasan lain ada sebahagian generasi yang bangkit kurang menyadari tempat berpijak. dalam penguasaan ekonomi ataupun intelektual menghadapi percaturan abad ke duapuluh satu. Kondisi ini terjadi lebih banyak dikarenakan kurangnya interest terhadap agama dan karena mulai meninggalkan puncak-puncak budaya yang diwarisi.majalah). namun sebagai bangsa yang besar semestinya bersikap optimis dengan dorongan semangat besar bahwa bangsa (kawasan) ini akan menjadi pusat kegiatan di masa datang. Situasi masyarakat yang mulai kehilangan ukuran pantas dan patut. wasted). free sex.selektif (mubazir.Internet. ditengah-tengah berkembangnya iptek. dan tidak pula terjerumus kepada pengamalan kehidupan materialis yang berakhir dengan hedonistik. kecanduan ectacy (XTC). paranormal. . peniruan gaya hidup tidak berukuran. penguasaan kekuatan jin. Kecemasan lain adalah tumbuhnya pemenuhan keinginan non. pedukunan. dan secara tegas tidak terjatuh kepada sikap-sikap nonscience. Tugas ini perlu di emban secara terpadu.. Tindakan non-ekonomis ini jangka pendek berdampak menghambat kesiapan menatap masa depan. Gejala ini tampil kepermukaan pergaulan dan tidak jarang telah dipermudah oleh kemajuan teknologi informasi dan produk cyber space. Problematika sosial dan prilaku ini hanya bisa diatasi dengan memelihara kemurnian Akidah (paradigma tauhid) agar tidak terjadi pemahaman agama yang campur aduk.booklet. menjadi konsumen setia penanyangan pornografi (VCD. Upaya intensif ini semestinya menjadi penggiring Sumber Daya Umat dengan tetap bertumpu kepada science dengan nilai agama dan budaya. pergaulan bebas. diperberat oleh tindakan para pemimpin formal dan non-formal yang seringkali banyak terpaut pada pengamalan tradisional dan non-science tersebut.Betapapun krisis tengah melanda Indonesia sebagai bahagian dari kawasan Asia Tenggara. budaya lucah. Dzurriyatan dhi¶aafan The Loses Generation Kecemasan di tengah perkembangan zaman (era globalisasi) tampilnya generasi yang belum siap memerankan tugas di masa depan. maka adalah suatu keniscayaan semata bangsa ini akan dapat bergerak secara pasti menjadi umat yang di perhitungkan. Suatu kenyataan selama ini instalasi kekuatan ekonomi terpegang jumlah terkecil (selected minority) dari pelaku ekonomi dan menguasai kebutuhan mayoritas penduduk di pedesaan. Gejala itu terlihat dari banyaknya generasi bangsa yang terdidik menjadi ikut pengembang prilaku non-science seperti kecenderungan kepada halhal yang berbau mistik. Apabila masyarakat pedesaan dengan kekuatan kecil ini mampu dibangkitkan peran sertanya dalam penguasaan kebutuhan primer terbesar masyarakat.

Akidah adalah landasan utama (dasar) Dinul Islam yang bersifat Abadi dan Universal (tidak berubah sepanjang masa).[22] Manusia berjiwa bersih (muthmainnah) selalu memenuhi janjinya terhadap Allah (Yang Maha Menjadikan). membentuk manusia dengan watak patuh dan ketaatan yang menjadi bukti penyerahan total kepada Allah. Solusinya dapat diatasi dengan menyatukan gerak langkah tetap memelihara sikap harmonis guna menghindari eksploitasi dalam hubungan bermasyarakat. mono loyalitas kepada Allah semata. dan titik dasar paling awal untuk menjadikan seorang muslim.[24] Karena itu. sesuai dengan eksistensi manusia itu di jadikan. mencetak manusia menjadi µabid. sangat mustahil bagi muslim untuk hidup dengan tidak memiliki iman (Akidah) secara benar. [25] Dengan paradigma tauhid secara mudah dapat dipahami posisi ibadah dalam spirit penghambaan kepada Allah bukan dalam pengertian sempit semata-mata tetapi secara konsisten . Tuntunan Akidah membimbing hati manusia merasakan nikmat rasa aman dan tentram dalam mencapai Nafsul Mutmainnah dengan segala sifat-sifat utama. Akidah menuntun hati manusia kepada pembenaran kekuasaan Allah secara absolut. laa ilaaha illa Allah. Akidah Islamiah ialah Iman kepada Allah dengan mengakui eksistensiNya (wujudNya). Implementasi konsep aktual sangat penting dikembangkan melalui research untuk membentuk kondisi. berkemampuan melaksanakan ajaran syar¶iy mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasul Allah. hamba yang mengabdi kepada Allah dalam arti luas. menempatkan Allah pada titik Centris atau pusat dari segala-galanya. Hakikinya tanpa Akidah tidak ada artinya seorang muslim. tidak sumbing dengan kebimbangan. serta berupaya membina diri untuk tidak mencampurkan iman dengan kedzaliman (syirik). Paradigma Tauhid Paradigma tauhid. Akidah adalah keyakinan bulat tanpa ragu.[23] Konsistensi istiqamah adalah sikap yang tidak mencampur-baur keimanan dan kemusyrikan dalam mengamalkan syari¶at Islam secara tidak terputus ibarat akar dengan pohonnya. Akidah Islamiah merupakan sendi fundamental dari dinul Islam. Konsekwensi misi risalah.Pada kawasan yang tengah berkembang memang lazim ditemui pemeranan kolektivitas lebih mengedepan daripada aktivitas individu. untuk menjadi manusia mandiri (self help).[21] Manusia pengabdi (µabid) adalah manusia yang tumbuh dengan Akidah Islamiah yang kokoh. mewajibkan semua makhluk untuk menempatkan kepatuhan. dan tidak pernah merusak perjanjian dengan Allah dalam melaksanakan semua perintah Allah secara konsekwen.

berbasis budaya (culture base sociaty) dan berbasis agama (religious base society). . Karena itu keyakinan iman dan taqwa mampu menepis rasa takut untuk berbuat dan gentar menghadapi resiko hidup. majlis ta¶lim semata. hubungan hak asasi manusia.penuh keikhlasan melaksanakan semua perintah-perintah Allah tanpa reserve dengan penuh disipilin diri mencari redha Allah. Sikap tawakkal merupakan konsekwensi dari ikhtiar dan usaha yang keduanya berjalin berkulindan merupakan mekanisme terpadu dalam kerangka kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa dan Agung. Allah akan menurunkan untukmu rezeki [27]. Dinul Islam menyimpan rahasia besar gerakkan tanganmu. Abad kedepan akan banyak berperan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan (knowledge base society). bukan usaha mustahil dikerjakan. maka umat ini tidak akan berkemampuan bertarung di tengah perkembangan dunia global pada abad keduapuluh satu mendatang. Apabila Akidah tauhid telah hilang. Sikap negatif ini adalah virus berbahaya bagi individu pelopor penggerak pembangunan. Agama Islam berdasar al Quran berperan multifungsi. beradab). atau hanya sebatas kulit luar berupa ritual ceremonial. mengeluarkan manusia dari sisi gelap kealam terang cahaya (nur) [26]. atau ilmu pengetahuan dan teknologi. suka menampung dan menagih apa-apa yang tidak diberikan orang. cenderung menjadi bangsa pengemis yang kesudahannya membawa bangsa ini bertungkus lumus (terjerumus) kepada penggadaian menjual diri. budaya. Bila Islam tidak diamalkan dari inti nilai-nilai dasar (basic of value) Dinul Islam. Keyakinan tauhid secara hakiki menyimpan kekuatan besar berbentuk energi ruhaniah yang mampu mendorong manusia untuk hidup inovatif. Asal saja dapat merasakan nilai kepentingan. dapat dipastikan akan lahir prilaku fatalistis dengan hanya menyerah kepada nasib sambil bersikap apatis dan pesimis. [28] Menghidupi Masyarakat Desa (Kaum Dhu afak) Mengangkat taraf hidup kelompok lemah. pengenalan Islam ketengah peradaban manusia). tatanan politik pemerintahan. pesantren. akar serabut (grass root) dari masyarakat alas terbawah piramida. langgar. Peran terbesar para intelektual aktif menata ulang masyarakat dengan nilai-nilai kehidupan berketuhanan dan bertamaddun sebagai mata rantai tadhamun al Islami (modernisasi. Keyakinan tauhid mengajarkan kesadaran mendalam bahwa Allah selalu ada disamping manusia. Masyarakat yang lalai senang menerima. sosial ekonomi. Sesat sekali pendapat beragama hanya di batasi ruang-ruang masjid. *** Menuju Masyarakat Madani Salah sekali anggapan bahwa agama Islam hanya sebatas ritual pada hari-hari tertentu. dan tampillah pelecehan nilai-nilai bangsa. Nilai ajaran dinul Islam melahirkan masyarakat proaktif menghadapi berbagai keadaan sebagai suatu realitas perbaikan kearah peningkatan mutu masyarakat. Peran ini penting untuk menggiring masyarakat Indonesia ini menuju masyarakat madaniyah (maju. Terlalu sesat memahami agama yang tidak kena mengena (relevan) dengan gerak kehidupan riil.

tetapi perlu ada pemahaman mendalam kedalam lubuk hati serta kemauan pada diri umat secara individu ataupun kelompok yang akan dibawa serta dalam proses pembangunan itu. pemborosan disegala sektor. menanam sayur mayur. beternak itik ataupun ayam buras. Peran ini seringkali dilupakan . Ada undang-undang bajanya sendiri. menganyam tikar. tentu akan dapat memulainya. Sumber Daya Alam (natural resources) belum seluruhnya di olah. memulai dari urat masyarakat dengan cara-cara yang praktis. Proces geraknya bisa dipercepat. Tidak dapat dianggap rendah usaha-usaha kecil yang mungkin oleh banyak kalangan dianggap kurang bermakna. Upaya ini secara luas merupakan ³satu aspek dari Social Reform´. Umat perlu dihidupkan jiwanya menjadi satu umat yang mempunyai falsafah dan tujuan hidup (wijhah) yang nyata. Melalui amaliyah yang sepadan dengan kekuatan yang tersedia dalam tubuh masyarakat mestinya disertai serentak membangun jiwa dan pribadi untuk menjadi umat yang sadar. memiliki identitas (shibgah). yang tidak dapat diabaikan. Adapun menghasilkan barang belum cukup mendapat perhatian. Padahal sumber kemakmuran yang asasi adalah produksi. sesuai dengan Adat basandi Syara¶ dan Syara¶ nan basandi Kitabullah. yaitu faktor manusia yang terikat erat dengan adat kebiasaan. adalah rangkaian gerbong yang erat terkait dengan proses pembangunan ekonomi bangsa. dengan jumlah kecil. yakni menghasilkan barang. harus dijalani. Tetapi kecenderungan penduduknya dibidang ekonomi baru kepada mencari nafkah dengan memindah-mindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat yang lain saja. . Menumbuhkan kekuatan yang terpendam dikalangan yang lemah (kaum dhu¶afak). Andai kata faktor kebiasaan masyarakat sengaja dilupakan maka nasibnya tak ubah dari nasib induk ayam menetaskan telor itik. tahu dan kecap. Dalam setiap proses pembangunan keumatan (umatisasi) tidak selalu harus ditilik dari sudut efisiensi dan rendemen ekonomis semata. membibitkan buah-buahan. di awali oleh memerankan hubungan kepedulian terhadap kebiasaan hidup melalui program silaturrahmi yang saling memahami dan bukan dalam bentuk sekedar ³meminta atau membagi nasi bungkus´. Memang begitulah hakekatnya. merangkai dan mengatur bunga. yang tak dapat tidak. tidak dapat dikatakan apalah artinya. Proses mempertinggi kesejahteraan hidup dhu¶afak. dizaman jet supersonic dan satelit-satelit mengitari bumi seperti sekarang ini.mempunyai daya inisiatif dan imagination (daya cipta) mengangkatnya.. yang umumnya bersifat natuurlijk (alami dan sunnatullah). seperti membuat tempe. akhir kesudahannya menanggung akibat-akibat yang mengecewakan. [29] Kepandaian-kepandaian betapapun sederhananya. Karena sering dilupakan. Karena pekerjaan ini akan menafaskan jiwa lain. yaitu berusaha di urat masyarakat. Dapat dikatakan bisa mendukung suatu pertumbuhan ekonomi yang sehat. malah didapati tindakan yang wasted (mubazir). Suatu bentuk dan susunan hidup berjama¶ah yang diredhai Allah yang dituntut oleh ³syari¶at´ Islam. Latar belakang usaha sebenarnya adalah merombak tradisi dengan membuka pikiran masyarakat dan merintis jalan baru. bercorak kepribadian terang (transparan) untuk ikut berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan. Daerah kita terkenal sebagai daerah yang kaya dengan sumber alam. Akibat langsung adakalanya program tidak jalan.

Sebenarnya seorang pemimpin pelopor penggerak menghidupkan dapur masyarakatnya dengan sungguh-sungguh. tetapi tujuan nawaitu-nya hilang di tengah jalan. perlu pula lekas-lekas dipintasi dengan mengemukakan social support (amar makruf) secara jelas. (b). antara ketajaman akal dan ketinggian akhlak. Insya Allah masyarakat lemah (dhu afak) akan kuat dan masuk shaf kembali. mengajarkan keragaman serta ketertiban dan disiplin jiwa dari dalam. antara amal dan ibadah. menanam tanggung jawab atas kesejahteraan lahir batin dari tiap anggota masyarakat sebagai suatu kesatuan menyeluruh secara timbal balik (takaful dan tadhamun). Tentu tidak seorangpun yang berpikiran sehat di negeri ini yang akan keberatan terhadap penjelmaan masyarakat semacam itu dengan cara dan alat-alat sederhana tetapi dengan api cita-cita yang berkobar-kobar dalam dada masing-masing. menumbuhkan ukhuwwah yang ikhlas. bersendikan Iman dan Taqwa. hidup dan memberi hidup. Tinggi atau rendahnya nilai hasil yang dicapai sesuai dengan tinggi rendahnya mutu niat dari yang mengejar hasil itu. Bila kondisi ini kelihatan tanda-tanda akan kehilangan nawaitu-nya.Pembinaan dhu afak di dukung oleh cita-cita hendak menjelmakan tata-cara hidup kemasyarakatan berdasarkan (a). Tak ada bahagia dalam kekenyangan sepanjang malam. antara ikhtiar dan do a. Yang perlu dijaga adalah agar api nawaitu jangan padam atau berubah di tengah jalan. . Amal akan kering dan hampa. Demikian pandangan hidup dan identitas umat yang hendak di pancangkan. agar masyarakat jangan berserak dan terseret hanyut oleh arus pengejaran benda-benda yang bertebaran semata. bukan penggembalaan dari luar. (c). (e). (ta awun) bukan falsafah berebut hidup. mengajarkan hidup seimbang (tawazun) antara kecerdasan otak dan ketangkasan otot tangan. bila si-jiran setiap akan tidur diiringi lapar (al Hadist). maka kewajiban social control (nahyun anil munkar) harus lekas-lekas dilaksanakan. dengan nawaitu tertanam sejak semula. (d). tatkala kulit luarnya di lakukan. Itulah inti kesatuan dan persaudaraan (ukhuwah dan badunsanak ) itu. pembangunan memikul beban Kebahagiaan tertinggi seorang pemimpin tatkala dapat menghidupkan salah satu dari ribuan dapur yang senantiasa berasap karena usahanya. Besar kecilnya nilai amal terletak dalam niat yang menjadi motif untuk melakukannya.

mendinamika jiwa. Amin. Ini kaji.hidupkan jiwa jamaahnya supaya terpelihara Izzah . Apa yang diucapkan oleh lidah dan tergores dalam hati dapat dijadikan bimbingan untuk menerjemahkan kesetiaan kepada kalangan bawah (dhu afak) kaum lemah melalaui perlakuan nyata dalam amal perbuatan. kepribadian umat yang sedang berkecimpung dalam masyarakat ramai dari berbagai corak.[31] Masjid adalah untuk menegakkan ibadah dan menyusun umat. menyamakan harapan dengan kenyataan. Sipongang seruan itu kurang menarik. *** Perankan Aktivitas Kembali Masjid Tatkala orang partai dan masyarakat sibuk berpolitik. Tujuan akhir yang lebih mulia adalah mencari keridhaan Allah jua. Masjid dalam warisan Risalah Islam berfungsi sebagai pangkalan Umat tempat membina jamaah. Ajaran-ajaran Islam adalah jalinan ibadah dan muamalah. memelihara budi pekerti. berorganisasi. menanamkan akhlaq. . Yang satu mu amalah dengan Khaliq (hablum min Allah) . Moga-moga. yang lainnya mu amalah dengan makhluk (hablum min an-naas) . Pada hal Masjid sebagai pusat pembinaan potensi umat adalah warisan tak ternilai yang diterima umat Islam dari Rasulullah SAW. mempertinggi kecerdasan. menyesuaikan ikrar dengan ucapan. Islam tidak dapat tegak tanpa jamaah. Sikap ini sebenarnya lahir karena sudah lama terkurung tanpa sadar dalam kerangka cara berpikir konvensional dan statis.[32] Masjid yang hidup sebagai pusat pembinaan umat. Tegakkan Jamaah dari sana . dan berlambang maka kalimat ajakan Makmurkan Masjid kembali. Masalahnya dirasakan kurang aktuil.Semestinya di pahami apa yang terkandung dalam kalimat-kalimat sederhana. akan meng. ibarat ikan ditengah air laut yang hidup. berperan sebagai pusat bimbingan untuk menaikkan jiwa umat (mendinamisirnya) untuk mencapai taraf kemakmuran hidup lebih baik. sering disambut dengan sikap skeptis dan dingin. guna menghadapi masalah pokok dalam persoalan hidup. Masyarakat Islam memikul kewajiban membina masyarakat (jamaah) karena beban langsung dari agamanya. tetap dapat memelihara dagingnya tetap segar dan tawar walaupun terus menerus berendam dalam air asin. yang sudah terang perintah wajibnya.. menambah pengertian dan wawasan. Masjid dan Langgar (surau) yang hidup dan dinamis. memerlukan kesungguhan gerak disamping gagasan. memberikan pegangan hidup bagi para anggota masyarakat (jamaahnya). Program ini dianggap tidak vital bila di banding dengan nafas demam perjuangan politik atau spirit reformasi . menyelaraskan perencanaan dengan pelaksanaan. [30] Masjid bukan semata-mata tempat shalat.

dan kepada hari kemudian. Kewajiban Umat Membina Jamaah melalui Masjid ini tidak boleh dilalaikan (di kucawaikan) dalam keadaan bagaimanapun.9. Masjid yang hidup berfungsi untuk mencetak manusia yang hidup yang tidak kenal gentar selain hanya kepada Allah. Kepada Umat Muhammad SAW. Masjid adalah sumber kekuatan umat Islam masa lalu.Jamaah umat Islam dapat saling berlomba dengan masyarakat lainnya dalam menegakkan kebenaran dan keadilan secara bersama-sama guna menyuburkan kebajikan untuk masyarakat umum. Wallahu a lam. sekarang dan di masa depan. Kembali ke Masjid. hanya yang akan memakmurkan masjid-masjid Allah : orang-orang yang beriman kepada Allah.[33] Alangkah meruginya Umat Islam. di amanatkan. Begitulah fungsi Masjid secara hakiki. Hidupkan Masjid kembali. bila mereka tidak kunjung mengenal dan mempergunakan modal kekayaan tak ternilai jumlahnya yang dapat dijadikan sumber kekuatannya ini. maka mudah-mudahan.at-Taubah:18). dan tidak takut melainkan (hanya) kepada Allah. Inilah program umatisasi. mereka termasuk orang yang terpimpin (QS.. Apakah kita sudah lupa bahwa. serta menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Dari masjid yang hidup akan terpancar jiwa yang memancarkan cahaya hidup kepada umat disekelilingnya.** Iman dan Taqwa Landasan Mencapai Kesuksesan Posted by abu ubaidillah .. Ini tuntutan yang mesti di terima Umat Islam dari Syariat Islam yang tidak dapat disangkal wajib berlakunya atas pemeluknya di negeri ini.

Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Lalu Allah menghukumi mereka dengan firmanNya: . minum dan bersenang-senang dengan perhiasan dunia. namun diciptakan untuk satu hikmah. dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. Tujuan dan hikmah penciptaan ini telah dijelaskan dalam firman Allah ta¶ala: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. Adapun orang-orang kafir dan musyrik dan sejenis mereka adalah orang yang berkeyakinan bahwa mereka diciptakan di kehidupan dunia ini seperti di ciptakannya binatang ternak dan agar meninkmati kehidupan ini seperti kehidupan binatang ternak. seperti yang Allah ta¶ala ceritakan: Dan mereka berkata:´Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja. bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja). :24). Adz Dzariyaat:56-58) Allah ta¶ala telah menjelaskan dalam ayat-ayat ini bahwa tujuan asasi dari penciptaan manusia adalah ibadah kepadaNya saja tanpa berbuat syirik. kemudian tidak dimintai pertanggungjawaban atas semua perilakunya di dunia ini. kewajiban dan pengharaman. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. Sehingga Allah ta¶ala pun menjelaskan salahnya dugaan dan keyakinan sekelompok manusia yang belum mengetahui hikmah tersebut dengan menyakini mereka diciptakan tanpa satu tujuan tertentu dalam firmanNya : Maka apakah kamu mengira. Keadaan dan pernyataan mereka menyatakan. Tentu saja jawabannya adalah kita semua diciptakan untuk satu hikmah dan tujuan yang agung dan dibebani perintah dan larangan. untuk kemudian dibalas dengan pahala atas kebaikan dan disiksa atas keburukan (yang dia amalkan) serta (mendapatkan) surga atau neraka. (QS. Allah ta¶ala tidak menjadikan manusia hanya untuk makan. kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.´ (Al Jaatsiyah.Kita diciptakan di dunia ini untuk satu hikmah yang agung dan bukan hanya untuk bersenangsenang dan bermain-main. Al Mu¶minuun : 115) Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main saja.

dalam firmanNya: Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Al Baqarah : 18) Sedangkan orang kafir Allah ta¶ala nyatakan: Mereka tuli. bisu. Sepatutnya seorang muslim mengambil pelajaran dan menjauhkan diri dari meniru mereka. (QS. namun hewan-hewan tersebut tidak bisa memahami panggilannya. pendengaran yang dapat mengambil manfaat dan akal yang berfikir tentang hal-hal yang bemanfaat. Mereka tidak berbicara dengan kebenaran. (QS. itu dengan memiliki pandangan jauh. (QS. Ini adalah permisalan buruk untuk mereka. . dan buta. (QS. bisu dan buta. dan seandainya mau mendengarkan pun mereka tidak mau menerimanya. Muhammad : 12) Karena mereka tidak beriman kepada kebangkitan dan hari pembalasan dan tidak juga beriman kepada negeri akherat! Sehingga mereka seperti orang-orang kafir dan munafiq yang Allah ta¶ala sifatkan dengan firmanNya: ????? ?????? ??????? ?????? ??? ??????????? Mereka tuli. Al Baqarah : 171) Allah ta¶ala jadikan mereka seperti onta dan kambing yang dipanggil penggembalanya. Al Baqarah : 171) Maknanya mereka tidak mau mendengarkan kebenaran. mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. seandainyapun mereka berbicara tentu tidak akan dikerjakan dan diamalkan.Dan neraka adalah tempat tinggal mereka. (QS. maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). Bahkan mereka memperturutkan kemauan hawa nafsunya sehingga jadilah mereka seperti kedudukan hewan!. Kemudian Allah ta¶ala membuat permisalan lain dalam firmanNya: Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti. dan mereka hanyalah mendengar suara dan mengikuti sumbernya.Dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. Al Jaatsiyah :24) Allah ta¶ala juga mengancam mereka dengan api neraka sebagai tempat kembali mereka dengan sebab keyakinan tersebut.

orang yang paling sukses dan paling mulia di sisi Allah ta¶ala adalah yang paling taqwa. I¶tishom bi hablillah memberikan hidayah petunjuk dan mengikuti dalil sedang I¶tishom billah memberikan kesiapan. Ia pasti membutuhkan petunjuk jalan dan selamat dalam perjalanan.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Namun hal ini pun tidak cukup tanpa perkara yang berikutnya. kekuatan dan senjata menjadi alat keselamatan dari para perampok dan halangan perjalanan. Dalil (petunjuk) menjadi penjamin perlindungan dari kesesatan dan menunjukinya kejalan (yang benar) dan persiapan. . pasti membutuhkan dua hal.[ Pernyataan beliau diambil dari kitab Bada¶i Al Tafasir Al Jaami¶ Litafsir imam Ibni Qayyim Al Jauziyah. pengetahuan tentang tujuan tersebut dan bagaimana cara mencapainya dan kedua. sebab sesungguhnya tujuan akhir seorang manusia adalah mewujudkan peribadatan kepada Allah ta¶ala dengan iman dan taqwa. mengetahui dan mengamalkan ajaran islam yang merupakan satu kewajiban pokok setiap muslim.] Oleh karena itu hendaknya kita menekuni bidang kita masing-masing sehingga menjadi ahlinya tanpa meninggalkan upaya mengenal. Sedangkan I¶tishom bi hablillah melindungi seseorang dari kesesatan dan I¶tishom billahi melindungi seseorang dari kehancuran. seorang manusia yang ingin sukses harus dapat bersikap profesional dan proporsonal dalam mencapai tujuan tersebut. yaitu. Imam Ibnu Al Qayyim menyatakan: Poros kebahagian duniawi dan ukhrowi ada pada I¶tishom billahi dan I¶tishom bihablillah dan tidak ada kesuksesan kecuali bagi orang yang komitmen dengan dua hal ini. Hal ini dengan komitmen terhadap syariat Allah ta¶ala dan berusaha merealisasikannya dalam semua sisi kehidupan kita. 2.Demikianlah. I¶tishom billah. kekuatan dan senjata yang menjadi penyebab keselamatannya di perjalanan. Sebab orang yang berjalan mencapai (keridhoan) Allah seperti seorang yang berjalan di atas satu jalanan menuju tujuannya. Al Hujuraat:13) Namun untuk mencapai kemulian tersebut membutuhkan dua hal: 1. pertama. sehingga tidak mencapai tujuan tersebut kecuali setelah memiliki dua hal ini. seorang bila ingin mencapai satu tujuan tertentu. terbitan Dar Ibnul Jauzi 1/506-507. Oleh karena itu. selamat dari rintangan yang menghalangi terwujudnya tujuan tersebut. Agar dapat mencapai tujuan penciptaan tersebut dengan menjadikan keahlian dan kemampuan kita sebagai sarana ibadah dan peningkatan iman dan takwa kita semua. Sehingga dengan ini kita selamat dari kesesatan. Sehingga dengannya kita selamat dari rintangan mengamalkannya. karya Yasri Al Sayyid Muhammad. I¶tishom bihablillah. Hal ini diwujudkan dalam tawakkal dan berserah diri serta memohon pertolongan kepada Allah ta¶ala dari seluruh rintangan dan halangan dalam mewujudkan yang pertama tersebut. Sebab. sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah ta¶ala: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.

dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami. (QS. serta tidak dimintai pertanggung jawaban atas semua prilakunya didunia ini. bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja). Sehingga Allah pun menjelaskan salahnya dugaan dan keyakinan sekelompok manusia yang belum mengetahui hikmah tersebut dengan menyakini mereka diciptakan tanpa satu tujuan tertentu dalam firmanNy Maka apakah kamu mengira. (QS. '08 4:44 AM untuk Kita diciptakan didunia ini untuk satu hikmah yang agung dan bukan hanya untuk bersenangsenang dan bermain-main. Lc iman dan takwa Oct 27. sebab sesungguhnya tujuan akhir seorang manusia adalah mewujudkan . Semua itu agar mereka mengakui bahwa mereka adalah makhluk yang tunduk dan diatur dan mereka memiliki Rabb yang maha pencipta dan maha mengatur mereka. 23:115) Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main saja. Tentu saja jawabannya adalah kita semua diciptakan untuk satu himah dan tujuan yang agung dan dibebani perintah dan larangan. namun diciptakan untuk satu hikmah. Kholid Syamhudi. Ust. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. untuk kemudian dibalas dengan pahala atas kebaikan dan disiksa atas keburukan (yang dia amalkan) serta (mendapatkan) syurga atau neraka. Demikianlah seorang manusia yang ingin sukses harus dapat bersikap profesional dan proforsonal dalam mencapai tujuan tersebut. 51:56-58) Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat ini bahwa tujuan asasi dari penciptaan manusia adalah ibadah kepadaNya saja tanpa berbuat syirik. Mudah-mudahan bermanfaat. Allah tidak menjadikan manusia hanya untuk makan. Tujuan dan himah penciptaan ini telah dijelaskan dalam firman Allah: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. minum dan bersenang-senang dengan perhiasan dunia.Tentu saja hal ini menuntut kita untuk dapat mengambil faedah dan pengetahuan tantang syariat sebagai wujud syukur kita atas nikmat yang Allah ta¶ala anugerahkan. kewajiban dan pengharaman.

Sehingga dengannya kita selamat dari rintangan mengamalkannya. 2. Imam Ibnu Al Qayyim menyatakan: Poros kebahagian duniawi dan ukhrowi ada pada I¶tishom billahi dan I¶tishom bihablillah dan tidak ada kesuksesan kecuali bagi orang yang komitmen dengan dua hal ini. Hal ini diwujudkan dalam tawakkal dan berserah diri serta memohon pertolongan kepada Allah dari seluruh rintangan dan halangan mewujudkan yang pertama tersebut. I¶tishom bi hablillah memberikan hidayah petunjuk dan mengikuti dalil sedang I¶tishom billah memberikan kesiapan. pengetahuan tentang tujuan tersebut dan bagaimana cara mencapainya dan kedua. Semua itu agar mereka mengakui . pertama. Sebab seorang bila ingin mencapai satu tujuan tertentu. sehingga tidak mencapai tujuan tersebut kecuali setelah memiliki dua hal ini. Namun hal inipun tidak cukup tanpa perkara yang berikutnya. mengetahui dan mengamalkan ajaran islam yang merupakan satu kewajiban pokok setiap muslim. Tentu saja hal ini menuntut kita untuk dapat mengambil faedah dan pengetahuan tantang syariat sebagai wujud syukur kita atas nikmat yang Allah anugerahkan. 49:13) Namun untuk mencapai kemulian tersebut membutuhkan dua hal: 1. Sedangkan I¶tishom bi hablillah melindungi seseorang dari kesesatan dan I¶tishom billahi melindungi seseorang dari kehancuran. yaitu. I¶tishom billah. sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. selamat dari rintangan yang menghalangi terwujudnya tujuan tersebut. Hal ini dengan komitmen terhadap syariat Allah dan berusaha merealisasikannya dalam semua sisi kehidupan kita. kekuatan dan senjata yang menjadi penyebab keselamatannya di perjalanan. Sehingga dengan ini kita selamat dari kesesatan. Dalil (petunjuk) menjadi penjamin perlindungan dari kesesatan dan menunjukinya kejalan (yang benar) dan persiapan. kekuatan dan senjata menjadi alat keselamatan dari para perampok dan halangan perjalanan. Oleh karena itu hendaknya kita menekuni bidang kita masing-masing sehingga menjadi ahlinya tanpa meninggalkan upaya mengenal. I¶tishom bihablillah. Ia pasti membutuhkan petunjuk jalan dan selamat dalam perjalanan. pasti membutuhkan dua hal.peribadatan kepada Allah dengan iman dan taqwa.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS. Sebab orang yang berjalan mencapai (keridhoan) Allah seperti seorang yang berjalan diatas satu jalanan menuju tujuannya. Oleh karena itu orang yang paling sukses dan paling mulia disisi Allah adalah yang paling taqwa. Agar dapat mencapai tujuan penciptaan tersebut dengan menjadikan keahlian dan kemampuan kita sebagai sarana ibadah dan peningkatan iman dan takwa kita semua.

Mudah-mudahan bermanfaat .bahwa mereka adalah makhluk yang tunduk dan diatur dan mereka memiliki Rabb yang maha pencipta dan maha mengatur mereka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->