P. 1
Makalah Obligasi Syariah (Putli)

Makalah Obligasi Syariah (Putli)

|Views: 1,164|Likes:
Published by Anis Danar

More info:

Published by: Anis Danar on May 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

OBLIGASI SYARIAH A.

PENDAHULUAN
Obligasi berasal dari bahasa Belanda yaitu “Obligatie” yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan “obligasi” yang berarti kontrak. Dalam Keputusan Presiden RI Nomor 775/KMK 001/1982 disebutkan bahwa obligasi adalah jenis efek berupa surat pengakuan hutang atas pinjaman uang dari masyarakat dalam bentuk tertentu, untuk jangka waktu sekurang-kurangnya tiga tahun dengan menjanjikan imbalan bunga yang jumlah serta saat pembayarannya telah ditentukan terlebih dahulu oleh emiten (Badan Pelaksana Pasar Modal). Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa obligasi adalah surat hutang yang dikelaurkan oleh emiten (bisa berupa badan hukum atau persuahaan, bisa juga dari pemerintah) yang memerlukan dana untuk kebutuhan operasional maupun ekspansi dalam memajukan investasi yang mereka laksanakan. Secara umum jenis obligasi dapat dilihat dari penerbitnya, yakni obligasi korporasi dan obligasi negara. Obligasi Negara terdiri dari beberapa jenis yaitu pertama; obligasi rekap yakni obligasi yang diterbitkan dalam rangka porgram rekpitulisasi perbankan. Kedua; surat utang negara (SUN), yakni obligasi yang diterbitkan untuk membiayai defisit APBN, ketiga; obligasi ritel, yakni obligasi yang sama dengan surat utang negara (SUN), diterbitkan untuk membiayai defisit anggaran negara, tetapi nilai nominalnya dibuat secara kecil agar dapat dibeli secara ritel oleh para investor menengah ke bawah, keempat; obligasi sukuk, sama dengan surat utang negara, tetapi sukuk ini dikeluarkan berdasarkan prinsip syariah. Sebagai suatu efek, obligasi bersifat dapat diperdagangkan di Pasar Modal. Ada dua jenis pasar obligasi, yakni yang pertama; pasar primer, yaitu pasar yang merupakan tempat diperdagangkannya obligasi saat mulai diterbitkan. Salah satu persyaratan ketentuan Paasar Modal, obligasi harus dicatat di bursa efek untuk ditawarkan kepada masyarakat. Dalam hal ini lazimnya dicatat di Bursa Efek Surabaya (BES). Kedua; pasar sekunder merupakan tempat diperdagangkannya obligasis Setelah diterbitkan dan tercatat di Bursa Efek Surabaya (BE), perdagangan akan dilakukan secara Over the Counter (OTC). Artinya tidak ada tempat perdagangan secara fisik.

B. PEMBAHASAN 1. JENIS DAN PERINGKAT OBLIGASI Heru Sudarsono membagi jenis dan peringkat obligasi yang dikenal di Pasar Modal Indonesia, sebagai berikut : 1. Berdasarkan Penerbitan a. Obligasi Pemerintah Pusat b. Obligasi Pemerintah Daerah c. Obligasi Badan Usaha Milik Negara d. Obligasi Perusahaan Swasta 2. Berdasarkan Jaminan a. Unsecured bonds / debentures atau obligasi tanpa jaminan b. Indenture atau obligasi dengan jaminan c. Mortgage bond atau obligasi yang dijamin dengan properti e. Collateral trust atau obligasi yang dijamin dengan sekuritas f. Equipment trust certificates atau obligasi yang dijamin aset tertentu g. Collateralized mortgage atau obligasi yang dijamin pool of mortgages atau portofolio mortgage-backed securities

Convertible bond. Non-convertible bond. Mixed rate. Investement grade bonds. minimal BB+ b.3. setelah obligasi diterbitkan dan terjual. Berdasarkan Call Feature a. untuk obligasi nirkupon 6. obligasi yang memberikan tingkat kupon tetap untuk periode tertentu 4. Floating rate. Berdasarkan Peringkatnya a. Non-investment-grade bonds. obligasi yang tidak dapat dikonversi menjadi saham . Berdasarkan Jenis Kupon a. Freely collable bond. Non-collable bond. obligasi yang dapat ditarik kembali oleh penerbitnya setiap waktu sebelum masa jatu tempo b. tidak dapat dibeli/ditarik kembali oleh penerbitnya sebelum obligasi tersebut jatuh tempo c. obligasi yang dapat ditukarkan saham setelah jangka waktu tertentu b. Deffered collable bond. Berdasarkan Konversi a. CC atau speculative bond dan D atau junk bond 5. adalah kombinasi antara freely collable bond dan non-collable bond 7. obligai yang tingkat bunganya mengikuti tingkat kupon yang berlaku di pasar c. Zero coupon bonds. obligasi yang memberikan tingkat kupon tetap sejak diterbitkan hingga jatuh tempo b. Fixed rate. Coupon bonds pada obligasi berkupon b. Berdasarkan Kupon a.

obligasi yang pelunasannya berdasarkan nomor seri f. 2. Serial bond. Jenis Obligasi Lainnya a. Guaranteed bon. obligasi yang nilai nominalnya (principal) selalu disesuaikan dengan tingkat inflasi yang berlaku. obligasi yang mempunyai hak suara e. obligasi yang memiliki hak menerima atas laba selain penghasilan bunga secara periodik d. Jika pilihan para investor jatuh pada obligasi. Tahapan tersebut seperti di bawah ini2 : 1. emas. obligasi yang membayarkan kupon jika emiten penerbitnya mendapatkan laba b. Salah satunya adalah pengetahuan tentang peluang para individu dalam melihat peluang dan mempeljari seluk beluk sarana investasi itu sendiri. Dalam mencapai berbagai tujuan keuangan keluarga beragam produk investasi tersedia. saham. maka ada beberapa tahap yang perlu dilalui supaya tujuan investasi melalui obligasi memberikan hasil yang maksimal dan sesuai dengan rencana. Selain produk ini pasar modal juga menawarkan investasi melalui surat utang jangka panjang atau obligasi. Participating bond. Inflation Index bond. apa reksadana. obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan cabang tetapi tidak didukung oleh perusahaan induk c. PROSEDUR MELAKUKAN INVESTASI OBLIGASI Keuntunga. Income bond. tim yang solid baik trader / dealer .n dalam berinvestasi dengan obligasi dipengaruhi oleh banyak hal. dan investasi di sektor properti di pasar modal. Membuka rekening Tahap awal yang harus dilakukan dalam proses transaksi obligasi adalah memilih perusahaan sekuritas yang memiliki divisi fixed income yang menangani pembelian dan penjualan obligasi. tinggal para investor untuk memilih produk alternative mana yang akan dijadikan andalan investasi. Voting bond.8. Pilih perusahaan dengan pengalaman. atau disebut juga treasury inflation protection securities (TIPS).

potensi resiko yang terkandung. akan memberikan manfaat maksimal dalam mencapai rencana yang diinginkan. 2. agar keputusan yang diambil sesuai dengan apa yang diinginkan. Latar belakang serta profil penerbit juga menjadi pertimbangan sendiri. Memberikan amanat beli Setelah melalui analisis. Aspek-aspek yang dibutuhkan seperti kupon. Dengan membuka rekening. yaitu kestabilan pendapatan. Dianjurkan untuk membandingkan antara obligasi sejenis. dimana investor membuka rekening atau melalui internet. Biasanya nilai pari atau nominal adalah sebesar Rp 100. Dengan informasi yang lengkap. investor dianjurkan untuk mempelajari seluk beluk informasi yang dibutuhkan mengenai obligasi. Pihak trader akan melakukan pembelian obligasi sesuai dengan jenis serta harga yang diinginkan. maupun potensi keuntungannya. dimana investor ingin menempatkan investasi. investor bisa mendapatkan informasi perkembangan dan perdagangan obligasi setiap saat. investor memperoleh jenis obligasi yang ingin dibeli. Tahap selanjutnya adalah memberikan amanat pembelian kepada trader atau broker obligasi yang telah kita pilih. Mempelajari instrumen. sehingga mempermudah pengambilan keputusan investasi. jangka waktu. sehingga investor mendapatkan pengetahuan pergerakan pasar obligasi secara akurat dan up to date. Melakukan analisis Analisis dilakukan. Misalkan pembeli akan melakukan pembelian obligasi ASII (Astra Internasional) tahun 2002 dengan harga 105 atau harga premium. Memahami produk obligasi Pada tahap ini. Menyiapkan dana . 3. Hal ini dapat diperoleh dengan mempelajarinya secara mandiri. diharapkan keputusanyang diambil tidak menimbulkan kerugian yang cukup besasr. diharapkan investor mengenal investasi tersebut dengan baik. baik mengenai investasinya sendiri.ataupun riset serta fee yang kompetitif. bertanya kepada bagian riset perusahaan sekuritas. Dengan mempelajari instrumen obligasi secara lengkap. 5. nilai penerbitan dan peringkat. 4.

maka investor sebagai pembeli tinggal menunggu proses settlement atas transaksi tersebut. yang dimaksud dengan obligasi syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang obligasi syariah berupa bagi hasil / margin / fee. dimana muqaradhah merupakan nama lain dari mudharabah. obligasi syariah bukan merupakan utang berbunga tetap sebagaimana yang terdapat dalam obligasi konvensional. Setelah amanat pembelian diajukan. Obligasi sejenis ini lazim dinamakan muqaradhah bond. Menyelesaikan pembayaran obligasi Pembayaran dana pembelian obligasi dilakukan melalui transfer ke rekening perusahaan sekuritas tersebut. PRINSIP-PRINSIP OBLIGASI SYARIAH Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor 32/DSNMUI/ IX/2002 menjelaskan. karena saat ini fisik obligasi tidak lagi berupa sertifikat. Transaksinya bukan akad utang piutang melainkan penyertaan. Dalam bentuknya yang sederhana obligasi syariah diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau emiten sebagai pengelola atau mudharib dan dibeli oleh investor atau shahib . tetapi lebih merupakan penyerta dana yang didasarkan pada prinsip bagi hasil. Pemindahtanganan hak atas obligasi akan sangat mudah dilakukan secara elektronik. serta membayar kembali dana obligas pada saat jatuh tempo. Jangan sampai dikenakan penalty. Untuk hal ini. sebaiknya dana tersebut sudah dialokasikan.Membeli obligasi membutuhkan dana yang tidak sedikit. Menurut Heru Sudarsono. tentunya bank bersangkutan akan memungut biaya tertentu. Obligasi yang telah dibeli akan tercantum di dalam rekening perusahaan sekuritas yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). karena keterlambatan dalam pembayaran. Satuan pembelian obligasi biasanya bernilai Rp 1 miliar. sehingga sulit bagi investor individu untuk dapat ikut berinvestasi dalam obligasi. Administrasi pembukuan akan dilakukan oleh bank kustodian perusahaan sekuritas. 6. 3. Selain itu. namun sudah scriptless (tahap warkat). Namun ada juga yang menawarkan satuan bernilai Rp 50 juta atau Rp 100 juta. penempatan dana tunai yang serba mendadak mungkin bisa mengganggu kelancaran aliran arus kas keuangan investor dan keluarga. Setelah pembayaran selesai.

Keempat: Terobosan paradigma.maal. Bentuk alokasi dana yang khusus (specially dedicated) dalam syariah dikenal dengan istilah mudharabah muqayyadah. . Obligasi syariah lebih merupakan penyerta dana yang didasarkan pada prinsip bagi hasil. Kedua : Obligasi syariah aman karena untuk mendanai proyek prospektif. Obligasi sejenis ini lazim dinamakan muqaradhah bond. Dalam harga penawaran. Sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu bahwa obligasi adalah surat hutang. melainkan penyertaan. investor berhak mendapatkan nisbah keuntungan tertentu yang dihitung secara proporsional dan dibayarkan secara periodik. Ketiga: Bila terjadi kerugian (di luar kontrol).5 – 16% Rating AA+ AA+ Namun dalam obligasi syariah lebih kompetitif disbanding obligasi konvensional sebab pertama: Kemungkinan perolehan dari bagi hasil pendapatan lebih tinggi daripada obligasi konvensional. Dalam bentuknya yang sederhana obligasi syariah diterbitkan oleh sebuah perusahaan (emiten) sebagai pengelola (mudharib) dan dibeli oleh investor (shahib maal). tapi surat Investasi. Yang ditentukan adalah berapa proporsi pembagian hasil apabila mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. dimana muqaradhah merupakan nama lain dari mudharabah. Transaksinya bukan akad utang pituang. bukan lagi surat utang. dimana pemegangnya berhak atas bunga tetap. investor tetap memperoleh aktiva.5 – 16% indikatif 15. Perbedaan yang paling mendasar antara obligasi syariah dan obligasi konvensional terletak pada penetapan bunga yang besarnya sudah ditetapkan / ditentukan di awal transaksi dilakukan. sehingga terjadi transaksi pembiayaan. Perbedaan terdapat pada pendapatan dan return. Dana yang terhimpun disalurkan untuk mengembangkan usaha lama atau pembangunan suatu unit baru yang benarbenar berbeda dari usaha lama. Atas penyertaannya. tetapi mengenal adanya kewajiban yang hanya timbul akibat adanya transaksi atas aset / produk maupun jasa yang tidak tunai. jatuh tempo pokok obligasi. saat jatuh tempo. prinsip obligasi syariah tidak mengenal adanya hutang. dan rating antara obligasi syariah dengan obligasi konvensional tidak ada perbedaannya. Sedangkan pada obligasi syariah saat dilakukan transaksi (jual beli) belum ditentukan besarnya bunga. Perbedaan obligasi konvensional dengan obligasi syariah dapat dilihat di bawah ini4 : Keterangan Obligasi Syariah Obligasi Konvensional Harga penawaran 100% 100% Jatuh tempo 5 tahun Pokok obligasi saat jatuh tempo 100% 100% Pendapatan Bagi hasil Bunga Return 15.

dinyatakan antara lain bahwa: a. margin atau fee serta membayar dana obligasi pada saat obligasi jatuh tempo. Obligasi Mudharabah Obligasi syariah mudharabah adalah obligasi syariah yang mengunakan akad mudahrabah. . b. 7 / DSN-MUI / IV / 2000 tentang Pembiayaan Mudharabah. salam. Obligasi syariah mudharabah adalah obligasi syariah yang berdasarkan akad mudarabah dengan memperhatikan substansi fatwa DSN-MUI No. istisna. Akad mudharabah adalah akad kerjasama antara pemilik modal (shahibul maal/ investor) dengan pengelola (mudharib / emiten).4. yaitu mengelola harta secara penuh dan mandiri (directionery) dalam bentuk aset pada kegiatan usaha tersebut. ijarah. musyarakah. Ikatan atau akad mudahrabah pada hakikatnya adalah ikatan penggabungan atau percampuran berupa hubungan kerjasama antara pemilik usaha dengan pemilik harta. Tetapi diantara prinsip-prinsip instrumen obligasi ini yang paling banyak dipergunakan adalah obligasi dengan insturmen prinsip mudharabah dan ijarah. BENTUK-BENTUK OBLIGASI SYARIAH Obligasi syariah dapat diterbitkan dengan menggunakan prinsip mudharabah. dan murabahah. c. dimana pemilik harta (shahibul maal) hanya menyediakan dana secara penuh (100%) dalam suatu kegiatan usaha dan tidak boleh secara aktif dalam pengelolaan usaha. Sedangkan pemilik usaha (mudharib / emiten) memberikan jasa. 33 / DSN-MUI / X / 2002 tentang obligasi syariah mudharabah. Obligasi syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan emiten kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan emiten untuk membayar pendapatn kepada pemegang obligasi syariah merupakan bagi ahsil. Dalam Fatwa No. Obligasi mudharabah emiten bertindak sebagai mudharib (pengelola modal). 1. sedangkan pemegang obligasi mudharabah bertindak sebagai shahibul maal (pemodal).

Kepemilikan obligasi syariah dapat dipindahtangankan selama disepakati dalam akad. Nisbah bagi hasil dapat ditetapkan secara konstan. Apabila emiten lalai atau melanggar perjanjian. b. Adapun ketentuan atau mekanisme obligasi syariah mudharabah adalah : a. Rasio atau presentase bagi hasil (nisbah) dapat ditetapkan berdasarkan komponen pendapatan (revenue sharing) atau keuntungan (profit sharing).d. seperti pendanaan modal kerja ataupun capital expenditure. Obligasi syariah mudharabah merupakan bentuk pendanaan yang paling sesuai untuk investasi dalam jumlah besar dan jangka waktu yang relatif panjang. dari penggunaan struktur murabahah dan ba‟i bi‟thaman ajil menjadi mudharabah dan ijarah. tetapi sudah ditetapkan di awal kontrak. Kontrak atau akad mudharabah dituangkan dalam perjanjian perwaliamanatan. Nisbah keuntungan dinyatakan dalam akad. e. Hal ini berbeda dengan struktur yang menggunakan dasar akad jual beli yang mensyaratkan jaminan atas aset yang didanai. b. c. 15/DSN-MUI/IX/2000 bahwa yang lebih maslahat adalah penggunaan revenue sharing. . g. sehingga membuat strukturnya memungkinkan untuktidak memerlukan jaminan (collateral) atas aset yang spesifik. di antaranya : a. meningkat. Obligasi syariah mudharabah dapat digunakan untuk pendanaan umum (general financing). f. c. Namun berdasarkan fatwa No. Kecenderungan regional dan global. Jenis usaha emiten tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah. emiten wajib menjamin pengambilan dana dan pemodal dapat meminta emiten membuat surat pengakuan utang. Ada beberapa alasan yang mendasari pemilihan struktur obligasi mudharabah. Mudharabah merupakan percampuran kerjasama antara modal dan jasa (kegiatan usaha). ataupun menurun dengan mempertimbangkan proyeksi pendapatan emiten. d.

sehingga dalam hal ini sesuai dengan kaidah-kaidah Islam dalam distribusi keuntungan investasi. e.d. maka obligasi syariah memberikan indicative return tertentu. Pembagian hasil pendapatan atau keuntungan dapat dilakukan secara periodik (tahunan. kwartalan. Adapun ketentuan-ketentuan yang berlaku berkaitan dengan konversi obligasi mudharabah menjadi saham adalah: a. e. baik dari dalam maupun dari luar. obligasi mudharabah yang dikonversi menjadi saham sama dengan obligasi mudharabah baik yang muthlaqah maupun muqayyadah. . c. Wajib menjelaskan kadar batas maksimal pengeluaran bagi saham yang baru jika ada. Persamaan adalah samasama menggunakan prinsip musyarakah dan al-ghunm bi alghurm dalam hal pembagian keuntungan. Dalam keuntungan investasinya menjadi pemilik saham atau mitra kerjasama selamanya. Produk obligasi mudharabah juga dapat dikonversi menjadi saham setelah dalam jangka waktu tertentu dengan persetujuan pemiliknya. d. f. Pada prinsipnya. Wajib menjaga keseimbangan keuangan dengan sumbersumbernya. Sehingga pemilik surat ini berubah menjadi musyarrik muaqqat (mitra kerjasama kontemporer) bagi perusahaan. serta jangka waktu yang mana pemilik surat obligasi tersebut meminta untuk mengkonversikan ke dalam saham. Bagi hasil yang dihitung berdasarkan perkalian antara nisbah pemegang obligasi syariah dengan pendapatan / keuntungan yang dibagihasilkan yang jumlahnya tercantum dalam laporan keuangan konsolidasi emiten. maupun bulanan). Wajib menjaga kaidah-kaidah yang ditetapkan untuk pertambahan modal sesuai dengan undang-undang negara tempat perusahaan yang mengeluarkan obligasi. semesteran. Karena besarnya pendapatan bagi hasil akan ditentukan oleh kinerja aktual emiten. Penjelasan tanggal pengembalian harga obligasi dalam kondisi tidak dikonversikan ke dalam saham. Tanggal dan syarat-syarat konversi menjadi saham harus dijelaskan. Pendapatan bagi hasilmerupakan jumlah pendapatan yang dibagihasilkan yang menjadi hak dan oleh karenanya harus dibayarkan oleh emiten kepada pemegang obligasi syariah. b.

obligasi ijarah dapat dilakukan dengan dua cara.2. Pembeli sewa haruslah pemilik mutlak. Ruang lingkup dan jangka waktu pemakaiannya harus dinyatakan secara spesifik. untuk melakukan transaksi sewa menyewa dengan property owner dengan akad ijarah. Obligasi Ijarah Obligasi Ijarah adalah obligasi syariah berdasarkan akad ijarah. Dalam akad ijarah disertai dengan adanya perpindahan manfaat tetapi tidak terjadi perpindahan kepemilikan. dimana investor mewakilkan dirinya kepada emiten dengan akad wakalah. f. Dengan demikian. Ijarah mirip dengan leasing. dapat bertindak sebagai orang yang menyewakan (mu‟jir). Manfaat dari objek dan nilai manfaat tersebut diketahui dan disepakati oleh kedua belah pihak. Artinya. Penyewa harus membagi hasil manfaat yang diperolehnya dalam bentuk imbalan atau sewa / upah. e. Pemakai manfaat (penyewa) harus menjaga objek agar manfaat yang diberikan oleh objek tetap terjaga. ada dua kali transaksi dalam hal ini. Ketentuan akad ijarah sebagai berikut : a. Dan propery owner. b. transaksi terjadi antara emiten (sebagai wakil investor) dengan property owner (sebagai orang yang menyewakan) untuk melakukan transaksi sewa menyewa (ijarah). Akad ijarah adalah suatu jenis akad untuk mengambilmanfaat dengan jalan penggantian. tetapi tidak sepenuhnya sama. Secara teknis. Objeknya dapat berupa barang (harta fisik yang bergerak. yaitu: a. Sedangkan emiten dapat bertindak sebagai wakil investor. . Investor dapat bertindak sebagai penyewa (musta‟jir). pemilik harta memberikan hak untuk memanfaatkan objek yang ditransaksikan melalui penguasaan sementara atau peminjaman objek dengan manfaat tertentu dengan membayar imbalan kepada pemilik objek. harta perdagangan) maupun berupa jasa. c. transaksi pertama terjadi antara investor dengan emiten. Selanjutnya. tak bergerak. d.

KENDALA SYARIAH Kendala dalam pengembangan obligasi syariah diantaranya sebagai berikut : 1. Setelah investor memperoleh hak sewa. obligasi syariah dikondisikan untuk menghadapi masyarakat yang kurang percaya akan keberadaan sistem yang belum ia kenal. Yang mempunyai hak manfaat atas sewa ruangan adalah pemegang obligasi.b. Jadi harus membayar kepada pemegang obligasi sejumlah dana obligasi yang dikeluarkan ditambah return sewa yang telah disepakati. Hal tersebut tidak lepas dari ruang sosialisasi obligasi syariah yang dikondisikan hanya terbatas oleh para pemodal yang memiliki dana lebih dari cukup. Hal ini yang menjadikan tren tingkat bunga yang cenderung bisa dipastikan di masa yang akan datang menjadikan investor lebih memilih obligasi konvensional daripada obligasi syariah. Atas dasar transaksi sewa menyewa tersebut. Obligasi ijarah lebih diminati oleh investor. Sebagai contoh transaksi obligasi ijarah adalah pemegang obligasi memberi dana kepada Toko Matahari untuk menyewa sebuah ruangan guna keperluan ekspansi. Terutama investor yang paradigmanya masih konvensional konservatif dan lebih menyukai fixed income. maka investor menyewakan kembali objek sewa tersebut kepada emiten. Sedangkan usaha yang perlu dilakukan untuk menjawab kendala-kendala obligasi syariah adalah sebagai berikut : DAN STRATEGI PENGEMBANGAN OBLIGASI . 2. apalagi sistem yang digunakannya. Masyarakat dalam menyimpan dananya cenderung didasarkan atas pertimbangan pragmatis. maka diterbitkanlah surat berharga jangka panjang (obligasi syariah ijarah). 3. Belum banyak masyarakat yang paham tentang keberadaan obligasi syariah. karena pendapatannya bersifat tetap. Di usia yang masih relatif muda dan sistem yang berbeda. tetapi ia menyewakan / mengijarahkan kembali kepada Toko Matahari. dimana atas penerbitan obligasi tersebut. emiten waib membayar pendapatn kepada investor berupa fee serta membayar kembali danaobligasi pada saat jatuh tempo. 5.

2. 6. Keterlibatan praktisi. Fatwa tersebut menjelaskan bahwa jenis kegiatan usaha yang betentangan dengan syariah Islam diantaranya adalah : a. dan efisiensi untuk selalu dilakukan oleh obligasi . tidak bertentangan dengan substansi Fatwa No. Usaha yang memproduksi. Oleh karenanya obligasi syariah tidak bisa hanya sekedar menunggu sampai adanya perubahan paradigma setidaknya obligasi syariah mampu menangkap kondisi yang ada sebagai peluang yang bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitasnya. d. c. Langkah-langkah sosialisasi dilakukan untuk membangun pemahaman masyarakat akan keberadaan obligasi syariah di tengah-tentah masyarakat.1. akademisi dan ulama sangat diperlukan dalam usaha-usaha obligasi syariah. kualitas. b. mendistribusikan serta memperdagangkan makanan dan minuman haram. kapabilitas. Peringkat investasi grade meningkatkan kepercayaan masyarakat. 2.20/DSNMUI/ IV/2001. usaha untuk meningkatkan profesionalitas. 3. Usaha untuk menarik pasar emosional secara statistik relative lebih sedikit daripada pasar rasional. EMISI OBLIGASI SYARIAH Syarat-syarat untuk menerbitkan obligasi syariah adalah sebagai berikut: 1. Aktivitas utama (core business) yang halal. mendistribusikan dan atau menyediakan barang-barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat. Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang. Untuk syariah. Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional. Usaha yang memproduksi.

html . dan sulitnya memperoleh literatur yang membahas masalah obligasi secara luas dan mendalam. Memiliki citra yang baik bagi publik. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. dkk.id/ekonomi/eureka/2004/0423/eur1.blogspot.2005. DAFTAR PUSTAKA Heru Sudarsono. http://habibieprofit. 3. Yogyakarta. b. Muhammad Firdaus. Namun demikian. maka makalah yang sederhana ini tidak luput dari kekurangan.sinarharapan.a.co. Konsep Dasar Obligasi Syariah. Penulis berharap semoga makalah yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Oleh karena terbatasnya waktu. 2007. http://www. Keuntungan tambahan jika termasuk dalam komponen Jakarta Islamic Index (JII). Renaisan. PENUTUP Demikianlah.html Dr. Ekonosia-FH UII. C.com/2009/01/makalah-obligasi-syariah. Memiliki fundamental usaha yang kuat. Memiliki fundamental keuangan yang kuat. beberapa hal mengenai obligasi syariah. c.

Sejak penerbitan sukuk korporasiyang pertama tersebut.PENDAHULUAN Perkembangan sukuk di Indonesia dimulai sejak 2002 lalu mengalami kemajuan. dimana tahun ini undang-undang sukuk atau dikenal dengan SBSN (Surat Berharga Hutang Negara) telah disahkan oleh parlemen. selalu berakhir dengan over subscription. .

dimana istilah bond mempunyai makna loan (hutang). sedangkan dalan Islam interest tersebut termasuk riba yang diharamkan. bisa juga dari pemerintah) yang memerlukan dana untuk kebutuhan operasional maupun ekspansi dalam mengajukan investasi yang mereka laksanakan. hal ini disebabkan karena belum adanya sukuk Negara. Transaksinya bukan akad hutang piutang melainkan penyertaan. tetapi lebih merupakan penertaan dana (investasi) yang didasarkan pada prinsip bagi hasil jika menggunakan akad mudharabah dan musyarakah. yaitu obligatie yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai obligasi yang berarti kontrak.Fatwa dewan syari`ah Nasional No. tersebut berupa bagi hasil/margin/fee. dengan menambahkan Islamic maka kontradiktif maknanya karena biasanya yang mendasari mekanisme hutang (loan) adalah interest. serta membyar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo. . Sukuk tersebut belum berkembang secara optimal. Setelah lima tahun perkembangan Sukuk di Indonesia.” Karakteristik dan istilah sukuk merupakan pengganti dari istilah sebelumnya yang memggunakan istilah bond. Dalam Keputusan Presiden RI Nomor 775/KmK 001/19 disebut bahwa obligasi adalah jenis efek berupa surat pengakuan utang atas pinjaman uang dari masyarakat dalam bentuk tertentu. Untuk itu sejak tahun 2007 istilah bond ditukar dengan istilah Sukuk sebagaimana disebutkan dalam peraturanm di Bapepam LK. Dari pengertian diatas dapat kita ketahui bahwa obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh emiten (bisa berupa badan hukum atau perusahaan. 32/DSN-MUI/IX/2002.[1] OBLIGASI SYARIAH Obligasi Konvensional Obligasi berasal dari bahasa Belanda. tentang Obligasi syari`ah adalah surat berharga berjangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikelurkan emitten kepada pemegang obligasi syariah. Sukuk bukan merupakan utang berbunga tetap.

Secara umum jenis obligasi dapat dilihat dari penerbitnya yakni obligasi korporasi dan obligasi negara. yang pada umumnya diterbitkan dalam jangka berkisat antara sepuluh tahun lamanya. yakni obligasi yang tidak dijamin atau tanpa suatu jaminan. maka obligasi dapat dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Obligasi termasuk salah satu jenis efek namun. juga memperoleh bagian keuntungan yang dicapai perusahaan (2) client bond. Obligasi negara terdiri dari beberapa jenis yaitu (1) obligasi rekapm (2) surat utang negara (SUN). (3) obligasi ritel. berbeda dengan saham yang kepemilikannya menandakan pemilikan sebagian dari suatu perusahaan yang menerbitkan saham obligasi menunjukan utang dari penerbitnya. pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau bisa juga dikeluarkan oleh pihak swasta seperti (1) participative bonds. yakni pemilik obligasi selain memperoleh bunga tetap. yakni obligasi yang diberikan kepada langganan perusahaan dalam rangka mengembangkan pemilik efek kepada masyarakat (3) departure bond. Obligasi merupakan instrumen utang jangka panjang. Sukuk sudah pakai sebagai salah satu alat pembayaran sejak awal islam dimana jatah (santunan negara) atau gaji para pegawai negara kadangkala dibayar dengan memakai kertas tersebut. Goiten menyebutkan bahwa shak adalah asalkata dari kata chek yang terdapat dalam bahasa inggris dimana ia pada dasarnya adalah surat hutang. lalu masuk dalam bahasa arab dengan nama shak.Dilihat dari pihak yang mengeluarkan obligasi. Dengan demikian pemegang obligasi memiliki hak dan kedudukan sebagai kreditor dari penerbit obligasi. Kata sukuk berasal dari bhasa persia yaitu jak. Kemudian surat hutang model ini bekembang di eropa. pemerintah daerah.[2] Sejarah obligasi syariah Secara terminoogi sukuk adalah sebuah kertas atau catatan yang padanya terdapat perintah dari seorang untuk membayar uang dengan jumlah tertentu pada orang lain yang namanya tertera pada kertas tersebut. Dalam perkembangannya. Dalam sejarah disebutkan bahwa khalifah Umar Ibn alKhatab adalah khalifah pertama yang membuat shak dengan membubuhkan setempel dibawah kertas shak tersebut. Hal tersebut mendorong Otoritas Moneter Bahrain . the Islamic Jurispudence Council (IJC) kemudian mengeluarkan fatwa yang mendukung berkembangnya sukuk.

Kendala dan strategi pengembangan obligasi syariah 1. Selanjutnya. Masyarakat dalam penimpan dananya cenderung didasarkan atas pertimbangan pragmatis 3.(BMA – Bahrain Monetary Agency) untuk meluncurkan salam sukuk berjangka waktu 91 hari dengan nilai 25 juta dolar AS pada tahun 2001. Belum banyak masyarakat yang paham tentang keberadaan obligasi syariah. Kemudian Malaysia pada tahun yang sama meluncurkan global corporate Sukuk di pasar keuangan Islam internasional. pada tahun 2002 pemerintah Malaysia menerbitkan sukuk dengan nilai 600 juta dolar AS dan terserap habis oleh pasar dengan cepat. obligasi syariah dikondisikan untuk menghadapi masyarakat yang kurang percaya akan keberadaan sistem yang belum ia kenal Usaha yang perlu dilakukan untuk menjawab kendala-kendala obligasi syariah adalah sebagai berikut : 1. (http://hndwibowo. Begitu pula pada Desember 2004. Tidak ketinggalan.blogspot. Dan masih banyak contoh lainnya. bahkan sampai terjadi over subscribe. meskipun istilah tersebut adalah istilah yang memiliki akar sejarah yang panjang. apalagi sistem yang digunakannya 2. bahwa sukuk atau obligasi syariah ini adalah salah satu bentuk terobosan baru dalam dunia keuangan Islam. Di usia yang masih relatif muda dan sistem yang berbeda.com/2008/06/sukuk. Langkah-langkah sosialisasi dilakukan untuk membangun pemahaman masyarakat akan keberadaan obligasi syariah di tengah-tengah masyarakat .html). Inilah sukuk global yang pertama kali muncul di pasar internasional. penerbitan sukuk di pasar internasional terus bermunculan bak cendawan di musim hujan. pemerintahan di dunia Islam pun mulai melirik hal tersebut. Sebagai contoh. Inilah salah satu bentuk produk yang paling inovatif dalam pengembangan sistem keuangan syariah kontemporer. pemerintah Pakistan menerbitkan sukuk di pasar global dengan nilai 600 juta dolar AS dan langsung terserap habis oleh pasar. Harus kita akui.

50 Milyar Rp. Usaha untuk menarik pasar emosional secara statistik relatif lebih sedikit daripada pasar rasional 3. Kata-kata tersebut terutama secara umum digunakan untuk perdagangan internasional di wilayah muslim pada Abad Pertengahan. Akan tetapi. Bank Bukopin PT. bersamaan dengan kata hawalah dan mudarabah. 175 Milyar Rp. 200 Milyar Belum diketahui Waktu Penerbitan Semester II 2006 Semester I 2003 Semester I 2003 Semester I 2003 Semester II 2003 Semester II 2003 . sukuk dan sakaik dapat ditelusuri dengan mudah di litelatur islam komersial klasik. sejumlah penulis barat tentang sejarah perdagangan Islam/Arab Abad Pertengahan memberikan kesimpulan bahwa sakk merupakan kata dari Latin cheque atau check yang biasanya digunakan pada perbankan kontemporer. Tabel Emisi Obligasi Syariah Emiten PT. 2. Indofood Tbk Nilai Emisi Rp. Bank Muamalat Indonesia Tbk PT. kualitas. Emisi Obligasi Syariah Syarat-syarat untuk menerbitkan obligasi syariah adalah sebagai berikut : 1.2. 200 Milyar Rp. kapabilitas. dan efisiensi untuk selalu dilakukan oleh obligasi syariah. 60 Milyar Rp. Aktivitas utama (core business) yang halal. usaha untuk meningkatkan profesionalitas. Berlian Laju Tanker Tbk PT. Untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. 3. Indosat Tbk PT. tidak bertentangan dengan substansi Peringkat investasi grade Keuntungan tambahan jika termasuk dalam komponen Jakarta Islamic Index (JII) Obligasi Sukuk Tinjauan Umum Kata-kata sakk. Bank Syariah Mandiri PT.

Konsep ini tidak ada imbalan bagi pemilik . instrumen obligasi syariah digunakan untuk pembiayaan kegiatan pemerintah maupun untuk keperluan industri keuangan syariah. Sukuk dapat dikeluarkan untuk aset yang sudah ada maupun yang ada di watu yang akan datang. Diperkirakan pada akhir 2006 ada lebih dari US$ 50 bn pasar sukuk yang akan naik secara berlipat pada 2007 dengan setiap dikeluarkannya sukuk yang didaftarkan 5 sampai 6 kali menunjukan pertumbuhan yang pesar di negara-negara barat. yaitu pinjaman kebaikan atau qardhul hasan yang digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintah. Di Malaysia. berdasar pada konsep aset monetisasi yang disebut penjamin yang diterima melalui proses pengeluaran sukuk (taskeek).Daftar Tabel Obligasi Syariah Waktu Nama Obligasi Penerbitan Bank Bukopin Syariah Mudarabah PT Bank Bukopin Tahun 2003 Bank Muamalat Syariah Mudarabah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Tahun 2003 BSM Syariah Mudarabah PT Bank Syariah Mandiri Tahun 2003 Cilandra Perkasa Syariah Mudarabah PT Cilandra Perkasa Tahun 2003 Indosat Syariah Mudarabah PT Indosat Tbk Tahun 2002 PTPN VII Syariah Mudarabah PTPN VII Tahun 2004 Obligasi Syariah Ijarah I Matahari PutraPT Matahari Putra Tahun 2004 Prima Obligasi Syariah Ijarah Sona TopasPT Sona Topas Tourism Industri Tahun 2004 Tourism Industri Berliana I Syariah Ijarah Nama Obligasi HITS I Syariah Ijarah INdorent I Syariah Ijarah Citra Sari Makmur I Syariah Ijarah Obligasi Syraiah Berlina Laju Tanker PT Berlian Laju Tanker Emiten/Penerbit PT INdorent PT Indofood Tbk PT Berliana Laju Tanker Tahun 2004 Waktu Penerbitan Tahun 2004 Tahun 2004 Tahun 2004 Tahun 2003 Emiten/Penerbit Arti sukuk dalam perspektif Islam modern. Potensial besarnya adalah dalam mengubah dana masa depan menjadi dana saat ini. Instrumen yang sudah pernah diterbitkan berupa Goverment investmen Issue (GIIs).

berbagai perusahaan di Malaysia juga menerbitkan instrumen efek syariah. sesunggunya telah mulai proses panjang. instrumen GIIs tidak dperdagangkan. yaitu sejak tahun 2003 ketika Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI menyuarakan penerbitan sukuk untuk menangkap peluang investasi sekaligus perkembangan perekonomian syariah di Indonesia. .modal. Pembayarannya dilakukan setiap tiga bulan (takwim.5 triliun dan Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 senilai maksimal Rp 500 miliar. 19 tahun 2008 tersebut. yakni seri A berjangka lima tahun dan seri B berjangka 12 tahun. DSN-MUI kembali mengajukan usulan agar pemerintah segera mengeluarkan Undang-Undang tentang Surat Berharga Syariah. pencarian format landasan hukum penerbitan payung hukum tentang surat berharga syariah ini. Disamping menerbitkan obligasi pemerintah. Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 yang berperingkat idAA+ (Double A Plus Syariah. Menurut perkembangan. adalah UU No. seperti Sandat Mudarabah Cagamas. Di Indonesia payung hukum yang menjadi landasan penerbitan obligasi sukuk. DSN-MUI juga telah melontarkan ide amandemen Undang-Undang Nomor 2002 tentang Surat Utang Negara tetapi ide ini juga kandas. Pada tahun 2005. namun demikian pemerintah boleh memberikan semacam hadiah. 30/360). di Bahrain juga telah menerbitkan beberapa surat berharga syariah. 3 triliun PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menerbitkan Obligasi PLN XII Tahun 2010 senilai maksimal Rp 2. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah. Pln Terbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah senilai Rp. Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk mendanai kegiatan investasi jaringan distribusi tenaga listrik. usaha tersebut telah berhasil dengan diterbitkannya Undang-Undang No. Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini terdiri dari dua seri. Oleh karena itu. Salah satunya adalah Bahrain Montary Agency – Sukuk Al-Jarah senilai US$ 70 juta yang digunakan untuk menbiayai infrastruktur pemerintah. adalah obligasi mudarabah dengan jangka waktu hingga 7 tahun yang duterbitkan untuk pembiayaan perumahan. Sementara itu.

222 miliar. Dukungan Pemerintah dengan memberikan margin subsidi sebesar 5% membuat perseroan meraih laba bersih untuk pertama kalinya dalam periode lima tahun terakhir. termasuk saat terjadi krisis ekonomi di Indonesia. Tahun 2009 Perseroan mencatat laba bersih Rp10. sehingga memberi peluang bagi Perseroan untuk terus tumbuh.356 miliar dengan penjualan Rp145. Selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor kelistrikan. PT Mandiri Sekuritas. PT Trimegah Securities sebagai penjamin pelaksana emisi dalam penawaran umum ini. Obligasi PLN XII Tahun 2010 dan Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 diperkirakan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 30 Juni 2010. Sementara wali amanat adalah PT Bank CIMB Niaga. Sektor rumah tangga dan industri masih menjadi kontributor terbesar dari pendapatan perseroan. investasi ini penting guna memberikan keuntungan investor sekaligus meningkatkan kompetensi perseroan. Masa penawaran awal (bookbuilding) akan dilangsungkan pada 16-24 Juni 2010. Pada tahun 2009 kinerja keuangan Perseroan sangat menggembirakan. obligasi syariah empat kali dan Global Bonds empat kali. Perseroan telah menerbitkan obligasi konvensional Rupiah sebanyak sebelas kali. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2009 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2010 tanggal 25 Mei 2010. masa penawaran umum dijadwalkan 2-5 Juli 2010. Pertimbangan lainnya adalah perseroan selalu melunasi semua kewajiban pembayaran obligasi tepat waktu. dan diharapkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2010.[3] Sifat Obligasi Sukuk Sukuk atau obligasi syariah adalah surat berharga sebagai instrumen investasi yang diterbitkan berdasarkan suatu transaksi atau akad syariah yang melandasi (underying transaction) yang dapat .Perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas. Investasi juga dilakukan seiring proyeksi kenaikan permintaan tenaga listrik nasional yang ratarata mencapai 9% per tahun dalam 10 tahun ke depan. telah ditetapkan pemberian margin PSO 8% tahun 2010. Hingga kini. Sementara di satu sisi pasokan tenaga listrik di Indonesia terbatas.

• Bay’ al Dayn Perdagangan pasar sekunder untuk sekuritas Islam dimungkinkan melalui bay’ aldayn sebagaimana berbagai kasus di Malaysia yang didasarkan pada sukuk. jumhur ulama tidak menerima keadaan ini karena utang yang diwakili oleh sukuk didukung oleh asetaset utama. Akan tetapi. Sukuk yang sekarang sudah banyak diterbitkanadalah berdasarkan akad sewa (sukuk al-ijarah) dimana hasil investasi berasal dan dikaitkan dengan arus embayaran sewa aset tersebut. Ahli-ahli hukum mslim tradisional dengan suara bulat menyatakan bahwa bay’aldayn dengan diskon tidak diperbolehkan dalam syariah.berupa ijarah (sewa) mudarabah (bagi hasil). dengan hasil bersih dari suatu pinjaman dengan bunga. Bay’ al-inah merupakan penjualan dua kali di mana pinjam dan orang yang meminjam menjual dan kemudian menjual kembali suatu objek di antara mereka sekali untuk tujuan memperoleh uang tunai dan sekali lagi untuk tujuan harga yang lebih tinggi berdasarkan kredit. Menurut aturan syariah. Beberapa sukuk yang diterbitkan menjadi sasaran kritikan tajam disebabkan karena keterlibatannya dari bay’ al-inah. Masalah-masalah yang berkaitan dengan sukuk • Tingkat return yang dipastikan pada sukuk Tingkat return pada sebagian besar sukuk secara pasti disetujui di awal bahkan tanpa provisi tertentu untuk jaminan pihak ketiga. Macam – macam Sukuk Sukuk Ijarah . pemegang sukuksecara bersama memiliki resiko terhadap harga aset dan biaya-biaya yang terkait dengan kepemilikan dan bagian dari uang sewanya dengan melakukan sewa pada pengguna tertentu. bay’ al-dayn dan sifat-sifat landasan nonsyariah yang membuat sukuk sama dengan obligasi berdasarkan buka.

Obligasi syariah musyarakah Adalah obligasi syariah yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad musyarakah di mana dua pihak atau lebih bekerja sama menggabungkan modal untuk pembangunan proyek baru. Obligasi syariah istishna’ . Setelah investor memperoleh hak sewa. 2. Ruang lingkup dan jangka waktu pemakaiannya harus dinyatakan secara spesifik.Adalah suatu sertifikat yang memuat nama pemilik nya (investor) dan melambangkan kepemilikan terhadap aset yang bertujuan untuk disewakan. mengembangkan proyek baru. sedangkan emiten dapat bertindak sebagai wakil investor. Investor dapat bertindak sebagai penyewa . mengembangkan proyek yang telah ada atau membiayai kgiatan usaha. maka investor menyewakan kembali objek sewa tersebut kepada emiten. Penyewa harus membagi hasil manfaat yang diperolehnya dalam bentuk imbalan atau sewa/upah Pemakaian manfaat harus menjaga objek agar manfaat yang diberikan oleh objek tetap terjaga Pembeli sewa haruslah pemilik mutlak. obligasi ijarah dapat dilakukan dengan dua cara. • • • • • Secara teknis. harta perdagangan) maupun berupa jasa Manfaat dari objek dan nilai manfaat tersebut diketahui dan disepakati oleh kedua belah piahak. yaitu: 1. tak bergerah. atau kepemilikikan manfaat dan kepemilikan jasa sesuai jumlah efek yang dibeli denagn harapan mendapatkan keuntungan dari hasil sewa yang berhasil direalisasikan berdasar transaksi ijarah. Ketentuan akad ijarah sebagai berikut: • Objeknaya dapat berupa barang (harta fisik yang bergerak.

9. dan harga (modal dan margin) pada akad jual beli harus ditentukan secara jelas pada awal transaksi (prospectus atau sertifikat). jual beli barang (murabaha. dan oleh wali amanat atau SPV dari segi operasional lapangan khususnya terhadap usaha emiten 8.Adalah obligasi syariah yang diterbitkan berdasarkan perjanjian atau akad istishna’ di mana para pihak menyepakati jual beli dalam rangka pembiayaan suatu proyek/barang. Pembiayaan Usaha Syariah – Obligasi . dilakukan pengembalian dana investor dan dibuat surat pengakuan utang. Jasa asuransi syariah dapat digunakan untuk sebagai alat perlindungan resiko aset sukuk. Usaha yang dilakukan emiten (originator) berhubungan dengan dana sukuk yang dikelola harus terhindar dari semua unsur-unsur non halal. dan istishna)/ 3. Transaksi obligasi syariah harus berdasarkan konsep muamalah yang sejalan syariah seperti akad kemitraan (musyarakah dan mudharabah). Apabila emiten melakukan kelalaian atau melanggar syarat perjanjian. Tidak semua sertifikat sukuk sertifikat sukuk dapat diperjualkan dan tidak semua pendapat dapat bersifat mengambang (floating) atau indikatif. 4. Bagi hasil pada akad kemitraan. 7. fee pada akad ijarah. 6. Ketentuan Umum obligasi syariah 1. Pengawasan terhadap pelaksanaa dilaksanakan oleh Dewan Pengawas Syariah dari aspek syariah. salam. 5. Pemberian pendapat dapat dilakuakan secara periodek (sesuai karakteristik masing-masing akad). 1. Pelaksanaan obligasi syariah mulai dari awal sampai akhir harus terhndar dari format dan substansi akad yang berkaitan dengan riba (pembungaan uang) dan gharar 2.

kewajiban akan timbul bila: 1. atau bila 2. Prinsip syariah melarang untuk meminta atau memberi tambahan (imbalan) atas pemberian hutang karena hutang dikategorikan sebagai kegiatan tolong menolong yang lebih sarat unsur sosialnya. Perbedaannya adalah dalam hal hubungan langsung antara pihak penjual dengan pembeli kedua belah pihak adalah pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan perdaganagan obyek transaksi. investor berhak atas pembagian hasil yang posotif. Dalam konsep syariah pembiayaan dapat terjadi karena ada suatu pihak yang memberikan dana untuk memungkinkan suatu taransaksi. pembayaran sewa/upah atas pemakaian manfaat dari obyek pembiayaan serta 2.Pembiayaan usaha berjangka panjang dalam bentuk bukan ekuitas dalam pasar modal dikena sebagai pembiyaaan dengan menerbitkan obligasi. yang: • • • • berjangka panjang untuk membayar kembali pada waktu tertentu seluruh kewajiban yang timbul akibat pembiyaan untuk kegiatan tertentu menurut syarat dan ketentuan tertentu . Menurut definisi obligasi adalah surat berharga (efek) hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh sebuah perusahaan atau pemerintah (emiten) dengan ketentuan suku bunga dan tanggal jatuh tempo tertentu. investor ingin menarik kembali (sisa) dana yang telah diinvestasikan. Dalam hal ini kegiatan investasi ini dapat mengikuti ikatan atau aqad mudharabah. pembayaran nilai jual obyek pembiyaan pada akhir masa sewa atas eksekusi aqad jaiz dari emitten untik membeli obyek pembiayaan pada akhir masa pembiayaan Karena itu. definisi paling tepat untuk obligasi syariah adalah suatu kontrak pembiayaan tertulis. Kegiatan investasi ini juga dapat mengikuti aqad ijarah dimana kewajiban akan timbul atas: 1.

Juni 2007). Dan untuk negara-negara china. Kesimpulan . USA. afrika selatan. kemudian menyusul Bahrain 17%. dan Pakistan sedang berusaha mengjar pada level berikutnya. maka yang terbesar adalah UEA yaitu 45%. hal ini dimulai dari kesadaran para investor dan penetiban sukuk untuk menggunakan momentum peningkatan harga minyak wangi dewasa ini.3 triliun yang dikelola lebih kurang 300 institusi lembaga keuangan disekitar 75 negara yang tersebar dari London. Indonesia.2 Miliar (LMC. India. Kuwait . United arab Emirates (UEA). dan Qatar. Adapun pasar keungan Islam diperkirakan berjumlah US$ 400 miliyar dengan tingkat perkembangan rata-rata 12%-15%. Kingdom of bahrain. walaupun saat ini market share masih relatif kecil. dan Saudia Arabia 7%. afrika dan Asia. Malaysia 6%. Dimana negara-negara tersebut telah sampai pada level peningkatan inovasi bisnis dan memiliki kemampuan ekpansi pasar yang berkelanjutan. saudi Arabia. Negara-negara seperti Brunei. Adapun untuk katagori Sukuk negara. Lebanon. dan Singapore. Hongkong. Turki. Adapun perkirakan perkembangan keuangan Islam berikutnya akan lebih cepat. Adapun negara-negara yang sedang untuk mengembang kan keungan Islam adlah Syiria. Maroko. Negara-negara yang paling maju dalam mengmbangkan keuangan Islam adlah Malysia. New York dan Zurich hingga ke Timur Tengah. Saat jumlah Sukuk negara telah mencapai 76 Sukuk dengan total jumlah US$ 1. Perkembangan pasar sukuk global saat ini telah meningkat dan cukup matang. Seperti yang dilaporkan oleh IIFM pada bulan september 2006. Germany. yaitu sebagai kompetitor dalam pengembangan dan ekspansi pasar yang diterima masyarakat luas.• serta membyar sejumlah manfaat secara peridik menurut aqad Perkembangan Pasar Sukuk Global Perkembangan dana keuangan Islam di berbagai lembaga keungan islam seluruhnya mencapai US $ 1. dan Australia masih menanti dan mengamati peluang pasar.

Pasar Modal Syariah. Sukuk Ijarah 2. www. Untuk itu sejak tahun 2007 istilah bond ditukar dengan istilah Sukuk sebagaimana disebutkan dalam peraturanm di Bapepam LK. Transaksinya bukan akad hutang piutang melainkan penyertaan. Abdul. Obligasi Syariah Musyarakah 3. dengan menambahkan Islamic maka kontradiktif maknanya karena biasanya yang mendasari mekanisme hutang (loan) adalah interest. Sukuk bukan merupakan utang berbunga tetap. Hamid. dimana istilah bond mempunyai makna loan (hutang). Aspek Hukum Dalam Penyelengaraan Investasi di Pasar Modal Syariah Indonesia. Obligasi Istishna’ Daftar Pustaka Manan.co. sedangkan dalan Islam interest tersebut termasuk riba yang diharamkan. Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta.net/blog/2010/12/15/makalah-obligasi-syariah-5a-ps/ .id http://hendrakholid. Macam – macam Sukuk : 1. 2009. 2009.Sukuk merupakan pengganti dari istilah sebelumnya yang memggunakan istilah bond. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. tetapi lebih merupakan penertaan dana (investasi) yang didasarkan pada prinsip bagi hasil jika menggunakan akad mudharabah dan musyarakah.pln. Abdul.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->