BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kehidupan politik yang sedikit banyak kini telah dipengaruhi oleh arus globalisasi menjadi sangat kompleks dalam implementasinya dalam keseharian kita. Kehidupan politik di Indonesia yang penuh dengan gejolak tentunya membutuhkan sumbangsih dan peran besar dari para pemuda-pemudi bangsa. Mahasiswa sebagai generasi berpendidikan dan kaum intelek sudah sepatutnyalah memiliki dasar pengetahuan mengenai kehidupan politik bangsanya. Sarwono Kusumaatmadja (1987) dalam bukunya menerangkan bahwa k aum muda harus senantiasa di depan untuk melakukan perubahan, sebelum melakukan perubahan di luar dirinya, seyogianya melakukan perubahan di dalam dirinya yaitu perubahan sikap mental. Kalimat tersebut secara gamblang menegaskan bahwa kaum muda sebagai satu-satunya generasi penerus bangsa memiliki peranan penting dalam melakukan perubahan bagi bangsanya, termasuk perubahan dalam bidang politik ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, mahasiswa dalam kaitannya dengan kehidupan politik sebaiknya memiliki kesadaran politik yang memadai mengenai politik bangsa Indonesia. Kesadaran politik umumnya dibentuk terlebih dahulu oleh kesadaran lingkungan dalam pengertian yang luas, yaitu ketika seseorang mulai memberikan perhatian atas hal-hal yang tidak langsung menyangkut dirinya. Hal ini muncul bermula dari keinginan membaca surat kabar mengikuti kejadian sehari-hari, mengamati opini-opini yang berkembang,

memperhatikan percakapan orang tuanya, membaca literatur diluar buku pelajaran, komik dan cerita silat. Berarti seseorang mulai berminat membaca karya-karya sastra, esei-esei politik, buku sejarah dan seterusnya. Abdul Muin (2010) dalam blognya menyatakan bahwa kaum muda dewasa ini mempunyai peran masa depan yang penting sekali, karena implementasi Pancasila sebagai Ideologi Bangsa harus dimulai sehingga nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya menjadi patokan dasar yang mau tidak mau menjadi platform pendidikan politik di Indonesia. Dengan demikian kita tidak perlu risau akan peluang kaum muda dalam dunia politik karena secara alamiah peluang itu datang secara otomatis seiring dengan proses regenerasi. Pancasila yang dinyatakan sebagai ideologi negara Indonesia menjadi patokan dasar dan falsafah hidup warga negaranya. Maka mahasiswa sebagai kaum

1

muda hendaknya memiliki falsafah hidup dalam berbagai bidang. Pembahasan mencakup aspek kehidupan politik berbangsa dan bernegara yang terkandung dalam mata kuliah PKn ini secara otomatis telah menanamkan rasa kesadaran akan politik bagi mahasiswa. bagi warga negaranya. Pendidikan Kewarganegaraan atau PKn sebagai salah satu mata kuliah pengembangan kepribadian memiliki syarat tersebut. Untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran PKn di tingkat Perguruan Tinggi. 1. maka pokok-pokok bahasan yang akan dibahas lebih lanjut meliputi: 1. Berdasarkan latar belakang singkat tersebutlah. Bagaimana model pembelajaran PKn di tingkat Perguruan Tinggi? 2. Pendidikan Kewarganegaraan yang juga bertujuan mengembangkan sikap mental warga negara dengan landasan konstitusional dirasa dapat menjadi sarana paling strategis dalam menanamkan rasa kesadaran politik. tidak hanya sekedar ikut-ikutan.3 Tujuan Pembahasan Adapun tujuan pembahasan mengenai makalah PKn Sebagai Salah Satu Sarana Pembentuk Kesadaran Politik Mahasiswa ini adalah: 1. Untuk mengetahui sebab mengapa PKn dapat menjadi salah satu sarana pembentuk kesadaran politik mahasiswa.4 Metode Pembahasan 2 . Mengapa PKn dapat menjadi salah satu sarana pembentuk kesadaran politik mahasiswa? 1. khususnya politik yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. 2. 1. penulis mencoba menelaah mengenai Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Salah Satu Sarana Pembentuk Kesadaran Politik Mahasiswa di Indonesia.2 Rumusan Masalah Berdasarkan judul dan latar belakang mengenai kehidupan politik di Indonesia dan kegunaan singkat Pendidikan Kewarganegaraan bagi mahasiswa di atas.

dibebankan pembelajaran mengenai demokrasi untuk kemudian ikut berperan aktif dalam demokrasi negaranya sendiri. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat paradigma education about 3 . pembelajaran pendidikan kewarganegaraan lebih ditekankan pada paradigma education for democracy. Sedangkan di tingkat perguruan tinggi. paradigma pendidikan kewarganegaraan mencakup education about democracy. pendidikan kewarganegaraan diajarkan sebagai MKPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian). Pada tingkat Perguruan Tinggi. Sama halnya seperti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di tingkat dasar. pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diberikan guna membahas materi perkuliahan yang mayoritas didasari oleh pertanyaan µmengapa¶. Pada tingkat pendidikan dasar dan menengah. Perbedaan lai yang n menjadi pembeda antara pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat dasar dan menengah dengan tingkat perguruan tinggi adalah mengenai paradigma dasarnya. PKn juga telah menjadi salah satu mata pelajaran wajib bagi para murid. dan perguruan tinggi ialah bahwa. substansi Pendidikan Kewarganegaraan digabungkan dengan Pendidikan Pancasila sehingga menjadi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). dan education through democracy. Di tingkat sekolah dasar dan menengah. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan diajarkan untuk membahas pembahasan yang didasari pertanyaan apa. dan bagaimana. kapan. pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di tingkat menengah pun masih mencakup pembahasan yang didasari pertanyaan µapa¶. Perbedaan lain pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat dasar.BAB II PEMBAHASAN 2. yang dianggap sebagai kaum intelek. Mahasiswa. µkapan¶.1 Model Pembelajaran PKn di Tingkat Perguruan Tinggi PKn atau Pendidikan Kewarganegaraan sebenarnya tidak hanya diajarkan di Perguruan Tinggi. dan µbagaimana¶. Untuk Perguruan Tinggi. Di tingkat pendidikan dasar hingga menengah. dimana mahasiswa dianggap telah memiliki daya nalar yang lebih tinggi. Jadi jelaslah bahwa perbedaan materi pembelajaran antara tingkat dasar dan tingkat menengah dengan pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan di tingkat Perguruan Tinggi ada pada tingkat kedalaman materinya. pada tingkat sekolah dasar. tingkat menengah.

Sementara pembelajaran pendidikan kewarganegaraan pada tingkat paradigma education for democracy yang diajarkan pada mahasiswa perguruan tinggi. Dari kata ³Civic´ lahir kata ³Civics´. Kewarganegaraan sendiri. pendidikan kewarganegaraan ini dirasa perlu agar para mahasiswa dapat ikut membangun (building) rasa demokrasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. namun juga diharapkan agar para mahasiswa dapat ikut memberikan sumbangsihnya untuk pelaksanaan demokrasi di Indonesia. selanjutnya dari kata ³Civis´ ini dalam bahasa Inggris timbul kata ´Civic´ artinya mengenai warga negara atau kewarganegaraan. yakni: 1. pendidikan kewarganegaraan yang diajarkan bagi para mahasiswa di tingkat perguruan tinggi memiliki maksud agar mahasiswa tidak hanya mengetahui dan mengerjakan demokrasi.267/DIKTI/Kep/2000 Pasal 3. Pendidikan Kewarganegaraan. 4 . Pendidikan Kewarganegaraan dilaksanakan melalui 3 cara. emosional. Di Indonesia Pendidikan Kewarganegaraan yang searti dengan ³Civic Education´ ini dijadikan sebagai salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa di Perguruan Tinggi untuk program diploma/politeknik dan program Sarjana (S1). dikutip dari jurnal mengenai Pendidikan Kewarganenagaraan. ilmu kewarganegaraan dan Civic Education. baik dalam dimensi spiritual. dalam bahasa latin disebutkan sebagai ³Civis´. Civic Intellegence. Sedangkan berdasarkan SK Dirjen DIKTI no. Di Indonesia sendiri. rasional.2 Sebab Mengapa Pkn Dapat Menjadi Salah Satu Sarana Pembentuk Kesadaran Politik Mahasiswa Pendidikan kewarganegaraan sebagai salah satu mata kuliah pengembangan kepribadian di tingkat perguruan tinggi memiliki tujuan untuk mengembangkan sikap mental warga negara sesuai dengan landasan konstitusional. Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan untuk memberi pengertian kepada mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga Negara dengan nengara. serta Pendidikan Pendahuluan Bela Negara sebagai bekal agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara.democracy dan education for democracy yang diajarkan pada para murid di tingkat sekolah dasar dan menengah. pendidikan kewarganegaraan ini dirasa perlu agar demokrasi mulai diketahui (knowing) dan dikerjakan (doing) dalam kehidupan sehari-hari. memberikan ide atau gagasan untuk membangun demokrasi ke arah yang lebih baik lewat ajaran kewarganegaraan yang didapat oleh para mahasiswa. Kecerdasan dan daya nalar warga negara. Maka dari sini telah dapat disimpulkan bahwa. baik negeri maupun swasta. dan sosial. 2.

berbangsa. 3. Tujuan utama Pendidikan Kewarganegaraan dalam hal ini adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara. sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat 5 . b. Globalisasi yang telah membawa banyak perubahan. Masyarakat dan pemerintah negara yang selalu berubah atau dinamis menyebabkan generasi penerus bangsa harus mampu mengantisipasi hari depan yang juga senantiasa bersifat dinamis. Menumbuhkan wawasan warga negara. 2002:3) ialah: a. menyatakan bahwa: Pendidikan Nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia diarahkan untuk ³meningkatkan kecerdasa serta n harkat dan martabat bangsa. dkk. terutama bela negara. 2002:4). Kualitas warga negara tergantung terutama pada keyakinan dan pegangan hidup mereka dalam bermasyarakat. nilai-nilai keagamaan. berkualitas mandiri. pola sikap. Hakikat pendidikan. mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. dan seni (Sumarsono. Dasar pemikiran pendidikan kewarganegaraan. Rakyat Indonesia. Kemampuan warga negara.. Sementara itu. kompetensi yang diharapkan dari Pendidikan Kewarganegaraan ini dikutip dari Pendidikan Kewarganegaraan (Sumarsono.. Kemampuan berpartisipasi warga negara atas dasar tanggung jawabnya. teknologi. Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan agar kita memiliki wawasan kesadaran untuk bela negara dan memiliki pola pikir. menyebabkan negara harus berusaha sekeras mungkin untuk mengikuti arus globalisasi dunia tanpa meninggalkan nilai-nilai Pancasila. sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaam bangsa. sosial. dkk. Pendidikan Kewarganegaraan yang mencakup pembahasan mengenai konsepsi Demokrasi dan Hak Asasi Manusia dapat menjadi salah satu cara bagi warga negara untuk dapat merasakan perwujudan hak dan kewajiban yang harus dipenuhinya. Civic responsbility. c. khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab. baik secara individual. dan bernegara di samping pada tingkat serta mutu penguasaannya atas ilmu pengetahuan.2. dan nilai-nilai perjuangan bangsa. dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila. Civic participation. d. melalui majelis perwakilannya (MPR). maupun sebagai pemimpin hari depan.

dan Ketahanan Nasional (Sumarsono. dkk. 20002:5). dan bernegara dengan menetapkan konsepsi falsafah bangsa. Pendidikan Kewarganegaraan berusaha memupuk jiwa patriotik. terampil. dan Pendidikan Kewarganegaraan terus ditingktatkan dan dikembangkan di semua jalur. cerdas. dkk. Sedangkan sifat bertanggung jawab ditunjukkan dari kebenaran tindakan. yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. profesional. kesadaran pada sejarah bangsa.. kreatif. 2002:6). berbangsa. dan sikap menghargai jasa para pahlawan tersebut. metodologi pengajarannya dikembangkan kecocokannya. maju. Sumarsono menjelaskan bahwa. Lebih lanjut dijelaskan bahwa.. penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki oleh sesorang agar ia mampu melaksanakan tugas-tugas dalam bidang pekerjaan tertentu. berdisiplin. beretos kerja. Sumarsono. Wawasan Nusantara. dibenahi (2002:6). Pendidikan Agama. Kompetensi yang diharapkan. mempertebal rasa cinta tanah air. termasuk kualitas dan prospek karier pengajarannya.´ (Sumarsono. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum dan isi pendidikan yang memuat Pendidikan Pancasila. dan jenjang pendidikan (Sumarsono. kesetiakawanan sosial. dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. dan berorientasi ke masa depan. Pendidikan nasional harus mampu menumbuhkan jiwa patriotik. dan efektivitas manajemen pembelajarannya. dkk. kesetiakawanan sosial.´ (Sumarsono. dan sikap menghargai jasa para pahlawan. ditilik dari nilai ilmu pengetahuan dan teknologi. dkk. rasa cinta tanah air. etika maupun kepatutan ajaran agama dan budaya. mandiri. kesadaran pada sejarah bangsa. Selanjutnya. penuh rasa tanggung jawab dari seorang warga negara dalam berhubungan dengan negara. ketepatan tindakan. jenis. e. berkepribadian. Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil tentunya akan membuahkan sikap mental yang cerdas dan penuh rasa 6 .memenuhi kebutuhan Pembangunan Nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. bertanggung jawab. dan memecahkan berbagai masalah hidup bermasyarakat... (2002:6) mendefinisikan kompetensi sebagai seperangkat tindakan cerdas. ³Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. berbudi luhur. hal ini menandakan materi instruksional Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggu harus terus menerus ditingkatkan. dan kemahiran tindakan warga negara. dkk. meningkatkan semangat kebangsaan. Maka kompetensi lulusan Pendidikan kewarganegaraaan adalah seperangkat tindakan cerdas. semangat kebangsaan. 2002:5).. Sifat cerdas ini akan nampak dalam berbagai tindakan. tangguh. 2002:5).

hingga perguruan tinggi.. pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan yang telah didapatkan di jenjang perkuliahan ini diharapkan 7 . 4. 3. kesadaran politik umumnya terbentuk akibat kesadaran lingkungan dalam artian luas. Sikap ini tentunya dengan disertai perilaku yang mengacu pada 5 sila Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia. ketika seorang individu mulai bersikap kritis terhadap apa yang dilihatnya. bangsa. dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. dan negaranya secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945. Uraian tersebut menggambarkan bahwa mahasiswa calon sarjana atau ilmuwan diharapkan mampu mengisi kemerdekaan dan menghadapi pengaruh global dengan tetap pada jati dirinya yang berjiwa patriotik dan cinta tanah air. dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Selanjutnya. Rasional. dan negara. Berbudi pekerti luhur. Artinya. Sesuai dengan latar belakang singkat yang telah dijelaskan sebelumnya. lima kompetensi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang telah diuraikan di atas dilaksanakan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan dengan materi yang embedded atau sesuai dengan materi ajar dan proses pembelajaran mata kuliah lainnya. kesadaran politik biasanya terbentuk ketika kita menyadari dan kemudian memberi perhatian terhadap fenomena-fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. 2002:7). Melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang didapatkan di jenjang dasar. bangsa. warga negara Negara Kesatuan Republik Indonesia diharapkan mampu: ³Memahami. yang dijiwai oleh kesadaran Bela Negara. 2. menganalisis. Bersifat profesional. mahasiswa dipaksa untuk perduli dan bersikap tak acuh terhadap apa yang terjadi di negaranya. didengarnya.tanggung jawab. dinamis. menengah. dan dirasakannya yang kemudian berlanjut pada tahap mempertanyakan dan berupaya menemukan jawaban dari segala hal yang dipertanyakannya tersebut. dkk. 5.´ (Sumarsono. Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. berdisiplin dalam bermasyarakat. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni untuk kepentingan kemanusiaan. dan bernegara. berbangsa. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghayati nilai-nilai falsafah bangsa. yakni: 1. Selanjutnya. termasuk dalam bidang kehidupan politik.

implementasi dari pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat diwujudkan dalam bentuk keikut sertaan mahasiswa dalam pesta politik. Dalam kehidupan berpolitik. Melalui mata kuliah pengembangan kepribadian inilah. mahasiswa dipaksa untuk memiliki kesadaran akan kehidupan politik di negaranya untuk kemudian diimplementasikan dengan ikut aktif berpartisipasi dalam kehidupan politik Indonesia. ikut aktif mengawasi kehidupan politik negara. seperti pemilihan umum kepala daerah. dll. 8 . pemilihan umum presiden dan wakil presiden.dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

termasuk dalam bidang kehidupan politik.1 Kesimpulan 1. ikut aktif mengawasi kehidupan politik negara. didengarnya. seperti pemilihan umum kepala daerah. ketika seorang individu mulai bersikap kritis terhadap apa yang dilihatnya. Pendidikan Kewarganegaraan di jenjang perguruan tinggi lebih ditekankan pada proses penalaran yang dalam. pembelajaran pendidikan kewarganegaraan juga lebih ditekankan pada paradigma education for democracy. mahasiswa dipaksa untuk memiliki kesadaran akan kehidupan politik di negaranya 9 . kesadaran politik biasanya terbentuk ketika kita menyadari dan kemudian memberi perhatian terhadap fenomena-fenomena yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Secara tidak langsung. mahasiswa dipaksa untuk perduli dan bersikap tak acuh terhadap apa yang terjadi di negaranya. mahasiswa dituntut untuk ikut serta berperan dalam kehidupan demokrasi bangsanya. dimana Pendidikan Kewarganegaraan terutama ditujukan untuk membangun demokrasi bagi negara. menengah. Kesadaran politik umumnya terbentuk akibat kesadaran lingkungan dalam artian luas. dan dirasakannya yang kemudian berlanjut pada tahap mempertanyakan dan berupaya menemukan jawaban dari segala hal yang dipertanyakannya tersebut. Selanjutnya. implementasi dari pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat diwujudkan dalam bentuk keikut sertaan mahasiswa dalam pesta politik. meteri lebih ditekankan pada pembahasan mengenai pertanyaan µbagaimana¶. pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Artinya. Melalui mata kuliah pengembangan kepribadian inilah. Di tingkat perguruan tinggi. Dalam kehidupan berpolitik. sedangkan di tingkat perguruan tinggi. pembelajaran Pendidikan kewarganegaraan yang telah didapatkan di jenjang perkuliahan ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. hingga perguruan tinggi.BAB III PENUTUP 3. Melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang didapatkan di jenjang dasar. 2. dll. Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah menengah lebih menekankan pada pembahasan mengenai pertanyaan µapa¶ dan µmengapa¶.

untuk kemudian diimplementasikan dengan ikut aktif berpartisipasi dalam kehidupan politik Indonesia.2 Saran Mahasiswa sebaiknya memiliki rasa kesadaran akan politik. 10 . Mahasiswa sebagai generasi penerus yang intelek memegang peranan penting dalam membangun kehidupa politik n Indonesia di kemudian hari. 3.

http://yogaslavianarmy. 2002. Pusposutardjo. http://id.com/2010/06/kaum-muda-dalam-kehidupan-politik. diakses pada tanggal 27 April 2011 pukul 19:44 2.blogspot. diakses pada tanggal 27 April 2011 pukul 19:40 4. Sumarsono. 2. Jakarta: Lemhannas. Strategi Pembangungan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian.html. diakses pada tanggal 27 April 2011 pukul 19:42 3.wordpress. Pendidikan Kewarganegaraan.com/2008/05/04/urgensi-pendidikan-kewarganegaraandi-jenjang-perguruan-tinggi/. diakses pada tanggal 27 April 2011 pukul 23:26 11 . http://pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.com/informasi-mengapa-mahasiswa-perlu-belajarkewarganegaraan.org/wiki/Wawasan_Nusantara.wikipedia. 2002. Internet: 1. dkk.radensomad.DAFTAR PUSTAKA 1. http://muin-angkat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful