P. 1
Bismillahirrahmanirrahim

Bismillahirrahmanirrahim

|Views: 26|Likes:
Published by Dedra Wati Tauruz

More info:

Published by: Dedra Wati Tauruz on May 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2011

pdf

text

original

Bismillahirrahmanirrahim. ... ORANG YANG BERHAK MEMANDIKAN JENAZAH. [b]1. Sesuai wasiat si mayit.

Jika si mayit tlh mewasiatkan kpd sseorang trtentu utk memandikan jenazahnya[/b] maka orang itulah yg berhak memandikan. 2. Jika si mayit tdk mewasiatkan kpd siapapun maka yg berhak adlh ayahnya atau kakek-kakeknya,kmudian anak laki-lakinya atau cucucucunya yg laki-laki. 3. Jika tidak ada yang mampu keluarga mayit boleh menunjuk org yg amanah lagi trpercaya utk memandikannya. 4. Jika si mayit adalah seorang wanita,(sesuai dengan wasiatnya jika ada) jika tdk ada maka ibunya atau nenek-neneknya, kemudian anak perempuannya atau cucucucunya yg perempuan. Jika tdk ada diantara tsb maka keluarganya boleh menunjuk seorang wanita yg amanah lagi trpercaya untuk memandikannya. ... TEMPAT MEMANDIKAN JENAZAH. -harus trtutup,baik dinding maupun atapnya. ... Dianjurkan agar yg memandikan jenazah trsbt memilih 2 org dr keluarga si mayit. Seorang diantaranya taat&memahami,agar dpt memberikan pngarahan ketika memandikan jenazah trsbt. Seorang lagi yg awam,sehingga ia dpt menyaksikan jenazah dimandikan&dibolak balikkan,agar mudah2an menjadi pelajaran baginya. Tdk diperbolehkan masuk ketempat memandikan jenazah trsbt lebih dr 3 org. Karena hal itu tdk disukai. ... PERLENGKAPAN BAGI YG MEMANDIKAN JENAZAH.. -hendaklah ia memakai penutup hidung&mulut agar bau yg tdk sedap tdk sampai tercium olehnya. -hendaklah ia memakai pelindung tubuh yg baik agar kotoran2 seperti sisa air perasaan daun bidara atau sisa air kapur barus tdk mengenai pakaiannya. -hendaklah ia memakai sarung tangan agar tdk brsentuhan lansung dgn kulit si mayit&agar kotoran2 tdk mengenai kedua tangannya. ... TATA CARA PENYEDIAAN AIR PERASAN DAUN BIDARA atau KAPUR BARUS DLM EMBER. -mnyediakan bbrpa liter air sesuai dgn takaran yg dibutuhkn yaitu sesuai. -mnyediakan air perasan didalam ember dicampur dgn 1 gelas ukuran besar berisi perasan daun bidara sesuai dgn takaran.

Sholat Jenazah termasuk sholat yang unik, karena barangkali itulah satu-satunya sholat yang tidak perlu ruku dan sujud. Bahkan tidak ada istilah berapa rakaat. Karena intinya hanya berdiri, takbir sebanyak 4 kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu lalu salam. Rukun Sholat Jenazah Sholat Jenazah itu terdiri dari 8 rukun. Rukun ini maksudnya adalah kerangka yang bila ditinggalkan, maka sholat itu menjadi tidak sah. Adapun 8 rukun tersebut adalah sebagai berikut : 1. Niat Sholat Jenazah sebagaimana sholat dan ibadah lainnya tidak dianggap sah kalau tidak diniatkan. Dan niatnya adalah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT. "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus". (QS. Al-Bayyinah : 5). Rasulullah SAW pun telah bersabda dalam haditsnya yang masyhur : Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya". (HR. Muttafaq Alaihi) Niat itu adanya didalam hati dan intinya adalah tekad serta menyengaja didalam hati bahwa kita akan melakukan sholat tertentu saat ini. 2. Berdiri Bila Mampu Sholat Jenazah tidak sah bila dilakukan sambil duduk atau diatas kendaraan (hewan tunggangan) selama seseorang mampu untuk berdiri dan tidak ada uzurnya. 3. Takbir 4 kali Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk sholat Nabi ketika menyolatkan jenazah. "Dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (sholat ghaib) dan beliau takbir 4 kali". (HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355) Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk Nasrani yang taat. Namun beliau mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam. 4. Membaca Surat Al-Fatihah 5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW 6. Doa untuk Jenazah Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW : "Bila kalian menyolati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya". (HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947 ) Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :

Allahummaghfir lahu warhamhu, wa'aafihi wa' fu'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bil -ma'i watstsaljiwal-baradi. 7. Doa setelah Takbir Keempat Misalnya doa yang berbunyi : Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba'dahu waghfirlana wa lahu. 8. Salam Jadi secara urutannya adalah sebagai berikut : - Takbiratul Ihram (1) - Membaca Al-Fatihah - Takbir (2) - Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW : "Allahumma Shalli'Alaa Muhammad.." - Takbir (3) - Membaca Doa : "Allahummaghfir lahu war-hamhu....." - Takbir (4) - Membaca Doa : "Allahumma Laa Tahrimnaa Ajrahu..." - Mengucap Salam Hadaanallahu Wa Iyya kum Ajma'in, Wallahu A'lam Bish -shawab. Wassalamu 'Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

http://www.scribd.com/doc/3863499/ringkasan-cara-pelaksanaan-jenazah

ia tidak boleh mengangan-angan kematian. Ia harus mempunyai perasaan takut serta harapan. hendaknya berwasiat untuk penyelesaiannya. maka hendaknya ia berdoa : -Allahumma ahyanii maa kanati al-hayatu khairan lii wa tawaffaniy idzaa kanati al-wafaatu khairan lii. 2. hendaknya menyelesaikan secepat mungkin. kalaupun terpaksa. Orang yang sakit wajib menerima qadha (ketentuan) Allah. Menjelang mati. serta harapan akan rahmat Allah.PADA SAAT SAKIT 1. Bagaimana parahnya penyakitnya."Artinya : Tiada yang berhak disembah . semua ini baik baginya. Jika ia mempunyai kewajiban yang menyangkut hak orang lain. yaitu takut akan siksaan Allah karena adanya dosa-dosa yang telah ia lakukan."Artinya : Ya Allah hidupkanlah akau jika kehidupan lebih baik bagiku. Jika tidak mampu. bersabar menghadapi serta berbaik sangka kepada Allah. Mentalqin (menuntun) mengucapkan -Laa Ilaha Illal-llah. matiknalah aku jika kematian lebih baik bagiku" 4. maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus melakukan hal-hal berikut : a. 3. Ia harus bersegera berwasiat Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 3 MENJELANG MATI 1. 5.

3. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 4 KETIKA MENINGGAL DUNIA Jika sudah meninggal dunia maka orang-orang yang ada disekitarnya harus melakukan hal-hal berikut : 1. Bersegera menyelesaikan utang-utangnya semuanya dari . tidak memindahkan ke daerah lain kecuali dalam kondisi darurat. Menguburkan di kampung tempat ia meninggal. Tapi jika yang meninggal sedang melakukan ihram. maka kepala dan wajahnya tidak ditutupi 4. Memejamkan mata mayyit 2. Seorang muslim boleh menghadiri kematian orang nonmuslim untuk menganjurkan kepadanya supaya masuk Islam (sebelum meninggal dunia). Adapun membacakan surat Yaa sin di sisi orang yang meninggal atau menghadapkan ke kiblat maka amalan tersebut tidak ada dalilnya. Menutupnya dengan kain yang meliputi semua anggota tubuhnya. Karena memindahkan mayat ke daerah lain berarti menyalahi perintah mempercepat pelaksanaan jenazah. Mengucapkan perkataan yang baik. Mendo'akan c. 2. Bersegera menyelenggarakan jenazahnya setelah yakin bahwa ia sudah betul-betul meninggal 5.selain Allah" b. 6. Mendo'akan 3.

Boleh membuka wajah mayyit dan menciumnya. Bersabar serta redha akan ketentuan Allah b. maka ia tidak berhias selama empat bulan sepuluh hari. Kecuali jika yang meninggal adalah suaminya. mekipun sampai habis hartanya. mereka harus : a. maka negaralah yang menutupi utang-utangnya setelah ia sendiri sudah berusaha membayarnya. Jika yang meninggal selain suaminya. karena hal ini ada dalilnya.harta si mayyit sendiri. maka lebih afdhal jika tidak meninggalkan perhiasannya untuk . Tidaklah menyalahi kesabaran jika ada wanita yang tidak berhias sama sekali asal tidak melebihi tiga hari setelah meninggalnya ayahnya atau selain ayahnya. 4. maka hal itu dibolehkan. menangisi tanpa ratapan.dalam kurung tiga hari 2. Jika negara tidak melakukan hal itu dan ada yang berbaik budi melunasinya. Beristirjaa' yaitu membaca : . Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 5 YANG BOLEH DILAKUKAN PARA KERABATNYA DAN ORANG LAIN 1. Tatkala berita kematian sampai kepada kerabat mayyit.Inna Lillahi wa Innaa Ilaihi Raaji'uun. dan kepada-Nya-lah kita akan kembal" 3."Artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah.

Mengacak-acak rambut 3. Meratap. Jika duka sudah berlalu maka mereka kembali mencukur jenggot lagi.meredlakan/menyenangkan suaminya serta memuaskannya. 2. hal -hal yang dilarang tersebut wajib diketahui untuk dihindari. Boleh menyampaikan berita kematian tanpa menempuh . merobek-robek kantong pakaian dan lain-lain. karena cara mengumumkan yang seperti itu terlarang dan syariat Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 7 CARA MENGUMUMKAN KEMATIAN YANG DIBOLEHKAN 1. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 6 HAL-HAL YANG TERLARANG Rasulullah telah melarang/mengharamkan hal yang selalu dilakukan oleh banyak orang disaat ada yang meninggal. di antaranya : 1. 4. yaitu menangis berlebih-lebihan. Laki-laki memperpanjang jenggot selama beberapa hari sebagai selama beberapa hari sebagai tanda duka atas kematian seseorang. Mengumumkan kematian lewat menara-menara atau tempat lain. Dan diharapkan adanya kebaikan di balik itu. memukul wajah. berteriak.

karena hal ini ada landasannya di dalam sunnah Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 8 TANDA-TANDA HUSNUL KHATIMAH Telah sah pejelasan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau menyebutkan beberapa tanda husnul khatimah. Mati terkena penyakit paru 11. Mati tenggelam 8. Mati terkena reruntuhan 9. Jika seseorang meninggal dunia dengan mengalami salah satu di antara tandatanda itu maka itu merupakan kabar gembira. Bagi yang menyampaikan berita kematian dibolehkan meminta kepada orang lain supaya mendo'akan mayyit. mengkafani. Mati mempertahankan harta yang akan dirampok . Mati terkena penyait thaa'uun 6. Mati pada hari Jum'at atau pada malam Jum'at 4. 2. Mati terkena penyakit perut 7. Mati Syahid di medan jihad 5. Mati seorang wanita hamil karena janinnya 10. 1. Mati membela agama atau diri 12. menshalati dan lain-lain. Mati dengan berkeringat pada dahi 3. Bahkan terkadang menyampaikan berita kematian hukumnya menjadi wajib jika tidak ada yang memandikannya.cara-cara yang diamalkan pada zaman jahiliyah dahulu. Mengucapkan syahadat di saat meninggal 2.

13. atau yang bisa . Jika kematian seseorang bertetapan dengan gerhana matahari atau bulan. Jika sudah meninggal. maka hal itu tidak menunjukkan sesuatu. Mati dalam suatu amalan shalih 15. maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus segera memandikannya 2. 2. sesuai dengan yang dibutuhkan b. Mencampur sebagian dengan sidr. Pujian baik terjadap mayyit dari sekelompok orang-orang muslim yang benar-benar. harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. paling kurang dua orang di antara tetangga-tetangganya yang arif. Mati terbakar Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 9 PUJIAN ORANG TERHADAP MAYYIT 1. Sedangkan anggapan bahwa hal itu merupakan tanda-tanda kemuliaan si mayyit adalah khurafat jahiliyah yang bathil Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 10 MEMANDIKAN MAYYIT 1. Dalam memandikan mayyit. Memandikan dengan jumlah ganjil c. Memandikan tiga kali atau lebih. shalih dan berilmu dapat menjadi penyebab masuknya mayyit ke dalam surga. Mati dalam keterikatan dengan jalan Allah 14.

dan wanita dimandikan oleh wanita juga. boleh saling memandikan. Laki-laki dimandikan oleh laki-laki juga. Memulai memandikan dari bagian kanannya dan anggota wudhunya dan anggota wudhunya i. Mengikat menjadi tiga bagian untuk rambut wanita. lalu rambut dicuci dengan baik. karena ada dalil sunnah yang memperkuat amalan ini) j. Memandikan dengan potongan-potongan kain dalam keadaan terbuka dengan kain di atas tubuhnya setelah membuka semua pakaiannya k. (terkecuali jika yang meninggal sedang melakukan ihram maka tidak boleh diberi wangi -wangian) e. lebih-lebih jika termasuk kerabat keluarga mayyit . f. Mencampur mandi terakhir dengan wangi-wangian seperti kapur barus/kamper dan ini lebih afdhal. Yang memandikan mayyit adalah orang yang lebih mengetahui cara penyelenggaraan mayat/jenazah sesuai dengan sunnah Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam. lalu membentangkan ke belakangnya h. Menyisir rambut g.menggantikan fungsinya seperti sabun d. Ikatan rambut harus dibuka. (Terkecuali bagi suamiRingkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 11 istri.

Seharusnya kain kafan menutupi semua anggota tubuhnya 4. Tidak disyariatkan memandikan orang yang mati syahid di medan perang. Setelah selesai memandikan mayat. tidak ada yang tertinggal lagi 3. Menutupi kekurangan yang ia dapati dari mayyit dan tidak menceritakan kepada orang lain b. (Hal yang seperti ini jarang terjadi pada zaman kita sekarang ini. Kain kafan serta biayanya diambil dari harta si mayyit sendiri. Jika seandainya kain kafan tidak mencukupi semua tubuhnya. Karena Allah tidak menerima amalan akhirat tanpa keikhlasan semata-mata kepada-Nya. 4. meskipun hartanya sampai habis. Dianjurkan bagi yang memandikan jenazah supaya mandi. meskipun ia gugur dalam keadaan junub Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 12 MENGAFANI MAYAT 1.3. adapun yang masih terbuka maka ditutupi dengan daun -daunan yang wangi. Yang memandikan mayyit akan mendapatkan pahala yang besar jika memenuhi dua syarat berikut a. (Tidak diwajibkan) 5. maka wajib dikafani 2. tetapi ini . Ikhlas karena Allah semata dalam menjalankan urusan jenazah tanpa mengharapkan pamrih dan terima kasih serta tanpa tujuan-tujuan duniawi. maka diutamakan menutupi kepalanya sampai ke sebagian tubuhnya.

Orang yang mati dalam keadaan ber-ihram dikafani dengan kedua pakaian ihram yang sedang dipakainya 9.Di antara ketiga lembar kafan tadi. Dianjurkan mengkafani orang yang mati syahid dengan selembar kain kafan atau lebih di atas pakaian yang sedang di pakai 8. Menyiapkan tiga lembar c. satu yang bergaris-garis sedangkan yang lainnya putih d. ia dikuburkan dengan pakaian yang dipakai syahid Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 13 7.adalah hukum syar'i) 5.Pada umumnya kain putih bergaris-garis putih. yaitu dengan cara membagi-bagi jumlah tertentu di kalangan mereka dengan mendahulukan orang-orang yang lebih banyak mengetahui dan menghafal Al-Qur'an ke arah kiblat 6. maka boleh mengkafani mereka secara massal dalam satu kafan. Jika kain kafan kurang. Hal-hal yang dianjurkan dalam pemakaian kain kafan : a. Memberikan wangi-wangian tiga kali. sementara jumlah mayat banyak. . Warna putih b. Satu diantaranya bergaris-garis (Ini tidak bertentangan dengan bagian (a) ) karena dua hal: . . Tidak boleh membuka pakaian orang yang mati syahid yang dipakainya sewaktu mati.

Mengikuti dari keluarganya sampai dishalati b. (Termasuk dalam kategori ini amalan orang awam sambil membaca : "Wahhiduul -Ilaaha" atau jenis dzikir-dzikir lainnya yang dibuat-buat) 5.10. karena hal itu adalah hak seorang muslim yang mati terhadap kaum muslimin yang lain. dan tidak boleh lebih dari tiga lembar. 2. Wajib membawa jenazah dan mengantarnya. tidak dibolehkan bagi wanita. dan inilah yang lebih utama 3. dan terlebih lagi perbuatan itu dianggap menyia-nyiakan harta 11. Mengikuti jenazah hanya dibolehkan bagi laki-laki. Harus cepat-cepat dalam membawa jenazah dalam arti tidak . Tidak boleh berfoya-foya dalam pemakain kain kafan. karena hal itu menyalahi cara kafan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak dibolehkan mengikuti jenazah dengan cara-cara sambil menangis. mengkafani wanita sama caranya dengan mengkafani pria karena tidak adanya dalil yang menjelaskan perbedaan itu. Dalam cara mengkafani tadi. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 14 MEMBAWA JENAZAH SERTA MENGANTARNYA 1. Mengikuti jenazah ada dua tahap : a. begitu pula membawa wangi-wangian dan sebagainya. Mengikuti dari keluarganya sampai selesai penguburannya. karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang wanita mengikuti jenazah 4.

10. boleh juga di samping kanannya atau kirinya dengan posisi dekat dengan jenazah. (Perlu Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 15 diketahui bahwa berjalan lebih afdhal dari pada berkendaraan) 7. serta menghilangkan nilai-nilai yang terkandung dalam pengantaran jenazah yaitu mengingat-ingat akhirat.berlari-lari 6. tapi ini tidak wajib Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah . Adapun membawa jenazah di atas kereta khusus atau mobil ambulance. Berdiri untuk menghormati jenazah hukumnya mansukh (dihapuskan). (Kecuali dalam keadaan darurat maka boleh memakai mobil) 9. Boleh berjalan di depan jenazah. di belakangnya (ini yang lebih afdhal). kemudian orang-orang yang mengantarnya juga memakai mobil. lebihlebih lagi karena hal itu menjadi penyebab terkuat berkurangnya pengantar jenazah dan hilang kesempatan orang-orang yang ingin mendapatkan pahala. karena ini adalah kebiasaan orang-orang kafir. Boleh pulang berkendaraan setelah menguburkan mayat. tidak makruh 8. oleh karena itu tidak boleh lagi diamalkan. maka hal ini termasuk tidak disyari'atkan. Dianjurkan bagi yang membawa jenazah supaya berwudhu. kecuali yang berkendaraan maka mengikuti dari belakang.

Disyariatkan menshalati : a. Orang yang meninggal karena dibunuh dalam pelaksaanaan huhud hukum Allah b. Anak yang belum baligh (Boleh dishalati meskipun lahir karena keguguran. Jika gugur sebelum empat bulan maka ia tidak dishalati). Yang tidak wajib hukumnya dishalati (tapi boleh) : a. Orang yang berutang yang tidak meninggalkan harta yang bisa menutupi utang-utangnya.16 SHALAT JENAZAH 1. Menshalati mayat muslim hukumnya fardhu kifayah 2. Orang yang berbuat dosa dan melakukan hal-hal yang haram. maka orang yang seperti ini dishalati Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 17 d. yaitu yang gugur dari kandungan ibunya sebelum sempurna umur kandungan. Orang ahlul ilmi dan ahlul diin tidak menshalati supaya menjadi pelajaran bagi orang-orang yang seperti itu c. b. . Orang yang mati syahid 3. Ini jika umurnya dalam kandungan ibunya sampai empat bulan. Orang yang dikuburkan sebelum dishalati (atau sebagian orang sudah menshalati sementara yang lainnya belum menshalati) maka mereka boleh menshalati di kuburnya.

tapi ia berdiri di belakang imam. Diharamkan menshalati. Disukai membuat shaf/baris di belakang imam tiga shaf ke atas Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 18 9. Lebih banyak jumlah jemaah lebih afdhal bagi mayyit 8. (Dari sini anda mengetahui kesalahan banyak orang . wallahu 'alam 6. tetapi mereka berdosa karena meninggalkan jama'ah. Orang yang mati di suatu tempat dimana tidak ada seorangpun yang menshalati di sana. memohonkan ampunan dan rahmat untuk orang-orang kaf ir dan orang-orang munaf ik (mereka bisa diketahui dari sikap mereka memperolok-olokkan serta memusuhi hukum dan syari'at Islam.e. dengan ciri-ciri yang lain). seperti halnya dengan shalat-shalat wajib yang lainnya. maka orang itu tidak berdiri pas di samping imam sejajar seperti halnya dalam shalat-shalat lain. Jika mereka shalat jenazah satu persatu/sendiri-sendiri maka kewajiban shalat jenazah sudah terpenuhi. Jika yang shalat dengan imam hanya satu orang. 5. (Karena tidak semua yang meninggal dishalati dengan shalat gaib) 4. maka sekelompok kaum muslimin menshalatinya dengan shalat gaib. Berjamaah dalam shalat jenazah hukumnya wajib. Jumlah minimal jemaah yang tersebutkan dalam pelaksanaan shalat jenazah adalah tiga orang 7.

Jenazah laki-laki (meskipun masih anak-anak) diletakkan lebih dekat dengan imam. Tidak boleh shalat jenazah di antara pekuburan (Bagi yang mencermati baik-baik. maka mereka dishalati sekali shalat.3 bagian [d]) 15. Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 19 14. Lebih afdhal jika shalat jenazah di luar masjid. Imam berdiri di posisi kepala mayat laki-laki dan di posisi pertengahan mayat wanita . hal ini tidak bertentangan dengan yang disebutkan di Bagian XII No. yaitu di suatu tempat yang disiapkan untuk shalat jenazah. Pemimpin umat atau wakilnya lebih berhak menjadi imam dalam shalat. kemudian yang selanjutnya tersebutkan dalam sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam 11.bahkan orang-orang terpelajar yaitu dalam shalat-shalat biasa lainnya jika hanya berdua maka yang ma'mum mundur sedikit dari posisi yang sejajar imam) 10. Boleh juga dishalati satu persatu. 12. dan boleh juga di masjid karena semuanya ini pernah diamalkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. karena ini adalah hukum asalnya 13. Jika kebetulkan banyak sekali jenazah terdiri dari jenazah laki-laki dan jenazah wanita. sedangkan jenazah wanita di arah kiblat. jika keduanya tidak ada maka yang lebih pantas mengimami adalah yang lebih baik bacaan/hafalan Qur'an-nya.

anak hamba-Mu. Berdoa dengan doa yang sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Bertakbir 4 kali inilah yang paling kuat atau 5 sampai 9 kali. 19. Engkau berkuasa untuk tidak menyiksanya. Setelah takbir yang pertama membaca surah Al-Fatihah dan satu surah. kadang-kadang mengamalkan yang satu dan kadang-kadang mengamalkan yang lain. saayyian fatajawaja 'an sayyiatihi" Artinya : "Ya Allah. jika ia jahat maka maafkanlah . Disyariatkan mengangkat kedua tangan pada takbir yang pertama saja. seperti : "Alahumma 'abduka wabna amatika Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 20 ahyaaja ilaa rahmatika wa anta ghaniyyi an 'adzabihi in kana muhsinan farid fii hasanaatihi. 18. jika ia baik maka tambahlah kebaikannya. dan mengikhlaskan doa untuk mayyit 23. ia memerlukan rahmat-Mu. ini adalah hamba-Mu. Lalu takbir yang kedua kemudian membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 22. Lalu bertakbir untuk takbir selanjutnya. Lalu meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri lalu menempelkan di dada. Bacaan dalam shalat jenazah sifatnya sir (pelan) 21. Lebih utama jika diragamkan.16. semua ini sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. 17. (Disini tidak ada penjelasan yang menyebutkan adanya do'a istiftaah) 20.

kecuali karena darurat. bagi imam dan orang-orang yang ikut di belalakangnya 27. Wajib menguburkan mayyit. yang pertama ke kanan dan yang kedua ke kiri. kecuali orang-orang yang mati syahid mereka dikuburkan di lokasi mereka gugur tidak dipindahkan ke penguburan. Menurut sunnah Rasul. boleh juga salam hanya satu kali. Berdoa antara takbir yang terakhir dengan salam disyariatkan 25. karena kedua cara ini tersebutkan dalam sunnah. Tidak boleh menguburkan seorang muslim dengan seorang kafir. Kemudian salam dua kali seperti halnya pada shalat wajib yang lain.kejahatannya" 24. (waktu-waktu terlarang. 26. (Hal ini memuat bantahan terhadap sebagian orang yang mewasiatkan supaya dikuburkan di masjid atau di makam khusus atau di tempat lainnya yang sebenarnya tidak boleh . begitu pula sebaliknya. harus di pekuburan masingmasing 3. saat terbitnya matahari. tatkala matahari pas dipertengahan dan tatkala terbenam) Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 21 MENGUBURKAN MAYIT 1. menguburkan di tempat penguburan. Tidak boleh shalat pada waktu-waktu terlarang. Menurut sunnah salam pada shalat jenazah dengan cara sir (pelan). meskipun kafir 2.

Syaq : Melubangi ke bawah di pertengahan liang kubur 7. Lahad : yaitu melubangi liang kubur ke arah kiblat (ini yang afdhal) b. Menurut sunnah: memasukkan mayat dari arah belakang . Boleh seorang suami mengerjakan sendiri penguburan istrinya 11. dan yang lebih didahulukan adalah yang lebih afdhal di antara mereka. Yang menurunkan mayat adalah kaum laki-laki (meskipun mayatnya perempuan) 9. 12. 5. yang semalam itu tidak menyetubuhi isterinya. Dalam kondisi darurat boleh menguburkan dalam satu lubang dua mayat atau lebih. Para wali-wali si mayyit lebih berhak menurunkannya 10.di dalam syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala) 4. Tidak boleh menguburkan pada waktu-waktu terlarang (Lihat Bagian XII No 27) atau pada waktu malam. 8. Dipersyaratkan bagi yang menguburkan wanita. Wajib memperdalam lubang kubur. memperluas serta memperbaiki 6. Penataan kubur tempat mayat ada dua cara yang dibolehkan : Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 22 a. kecuali karena dalam keadaan darurat. meskipun dengan cara memakai lampu dan turun di lubang kubur untuk memudahkan pelaksanaan penguburan.

Meninggikan kubur sekitar sejengkal dari permukaan tanah.liang kubur 13. tidak diratakan. supaya dapat dikenal dan dipelihara serta tidak dihinakan b. 15. Orang yang meletakkan mayat di kubur membaca : "bismillahi wa'alaa sunnati rasuulillahi shallallahu 'alaihi wa sallama" -Artinya: '(Aku meletakkannya) dengan nama Allah dan menurut sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam" atau : "bismillahi wa 'alaa millati rasulillahi Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 23 shallallahu 'alaihi wa sallama" . Meninggikan hanya dengan batas yang tersebut tadi c. wajahnya menghadap kiblat. (Inilah yang tersebutkan di dalam sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam. adapun talqin yang banyak dilakukan oleh orang-orang awam pada zaman . Memberi tanda dengan batu atau selain batu supaya dikenali d. kepala dan kedua kakinya melentang ke kanan dan kekiri kiblat 14.Artinya: "(Aku meletakkan) dengan nama Allah dan menurut millah (agama) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam". Setelah menimbun kubur disunnahkan hal-hal berikut : a. Berdiri di kubur sambil mendoakan dan memerintahkan kepada yang hadir supaya mendoakan dan memohonkan ampunan juga. Meletakkan mayat di atas sebelah kanannya.

Seorang hamba tidak mengetahui di mana ia akan mati. berziarah ke kubur. Menggali kuburan sebagai persiapan sebelum mati. mengharapkan pahala serta mendo'akan mayyit 2. bukan dengan cara melakukan hal-hal yang hanya dibikin-bikin oleh orang Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 25 TAKZIYAH 1. (Hadits Al-Barra bin 'Aazib). yaitu menganjurkan supaya mereka bersabar. Bertakziyah dengan menyenangkan mereka serta meringankan kesedihan mereka. Disyariatkan bertakziyah pada keluarga mayyit. membuat mereka ridha dan . Boleh duduk saat pemakaman dengan maksud memberi peringatan orang-orang yang hadir akan kematian serta alam setelah kematian.ini maka hal itu tidak ada dalil landasannya di dalam sunnah) 16. karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melakukan hal itu. para sahabat Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 24 beliaupun tidak melakukannya. 17. yang dilakukan oleh sebagian orang adalah perbuatan yang tidak dianjurkan dalam syari'at. Jika ia melakukan hal itu dengan dalih supaya bersiap-siap mati atau untuk mengingat kematian maka itu dapat dilakukan dengan cara memperbanyak amalan shaleh.

3. Keluarga mayyit sengaja menyiapkan makanan untuk orang-orang yang datang bertakziyah. Harus menghindari dua hal berikut ini. meskipun sudah dilakukan secara turun-temurun oleh banyak orang : a. 6. maka hendaklah bersabar dan mengharapkan sepenuhnya kepada Allah"). segalanya sudah ditentukan di sisi Allah bersifat sementara. Ini dibaca jika ia masih ingat yang sah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Yang ada di dalam sunnah: Para kerabat mayyit dan tetangganya membuatkan makanan untuk keluarga mayyit supaya mereka kenyang. milik Allah apa yang Dia berikan. jika lupa maka cukup dengan kata-kata yang baik dan bisa membawa kepada tujuan takziyah dengan cara yang tidak menyalahi syari'at). (Seperti pada hari ketiga. kapan sempat saat itupun dapat dilakukan 4. memuliakan serta . seperti rumah. (Seperti : "Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil. Berkumpul untuk bertakziyah pada suatu tempat khusus.sabar sesuai dengan yang teriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. 5. ketujuh. Disukai mengusap kepala anak yatim. Takziyah tidak dibatasi tiga hari. kuburan atau masjid. keempat puluh atau waktu yang lain yang sama sekali tidak ada landasannya di dalam syari'at). Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 26 b.

Wali mayyit mengqadla/menutupi puasa nadzar mayyit 3. 5. lihat . dengan syarat tidak melakukan halhal yang mengundang murka Allah Subhanahu wa Ta'ala.berlemah lembut kepadanya Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 27 YANG DAPAT BERMANFAAT BAGI MAYYIT 1. Amalan shaleh dari anak shaleh dari sang mayyit. Bab Tidak boleh berkata: Si Fulan Syahid). Semua peninggalan baik sang mayyit. seperti berdo'a (meminta) kepada mayyit. Seperti yang di babkan oleh Imam Al -Bukhari dalam kitab " Shahih" nya. berlebih-lebihan di dalam memuji mayyit (takziyah). begitu pula amal jariyah Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 28 ZIARAH KUBUR 1." ini merupakan yang dilarang. serta memastikan bahwa dia masuk surga. (Lihat bagian III. [Seperti : " Syahid fulan .. Disyariatkan berziarah ke kubur untuk mengambil pelajaran serta mengingat akhirat. F) 4.. Utang mayyit dibayar oleh seseorang. walinya atau selain walinya.. Do'a orang muslim untuknya 2. karena Ayahnya mendapat pahala seperti pahala anaknya tanpa mengurangi pahala si anak sedikitpun. meminta pertolongan dengan perantaraan mayyit (bukan langsung kepada Allah).

Tujuan berziarah ke kubur ada dua : Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 29 a. dan semua jenis kemungkaran yang memenuhi kuburan pada zaman ini. ini berlaku hanya bagi orang muslim. tabarruj (memperlihatkan aurat/perhiasan). yaitu untuk mengingat mati dan mengenang orang-orang yang sudah mati. bahkan yang sah sunnah adalah membaca doa-doa yang sah dari nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam seperti bacaan : "Assalaamu . Tapi tidak boleh bagi wanita benyak berziarah kubur. karena hal ini bisa menjadi penyebab terjadinya pelanggaranpelanggaran yang disebutkan tadi. 3. mendo'akan serta memohonkan ampunan. Manfaat bagi yang berziarah.Fathul Baariy 6/89] 2. yaitu surga atau neraka. meratap. 4. hal ini berlaku bagi semua orang. (Tidak disyariatkan membaca surat Al-Fatihah atau surah lainnya di kuburan. dengan syarat menghindari ikhtilaath (bercampur baur dengan laki-laki). b. Boleh berziarah ke kubur orang yang mati di luar Islam untuk sekedar mengambil pelajaran 5. Wanita dalam hal berziarah kubur sama dengan pria dianjurkan ziarah. bahwa tempat kembali mereka hanya ada dua kemungkinan. Memberi manfaat bagi mayyit dan berbuat baik kepada mereka dengan cara memberi salam kepada mereka.

8. Tidak berjalan di antara kuburan muslim dengan alas kaki. tapi dibuka. dan sesungguhnya kami pasti akan menyusul kalian insya Allah" 6. (Begitu juga menancapkan pelepah kurma di atas kubur. semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului si antara kita dan orangorang datang kemudian. bahkan memberinya berita siksa akan neraka. andaikan hal ini baik niscaya mereka lebih dahulu melaksanakannya dari pada kita. 9. hal ini dilakukan tidak menghadap ke kubur tapi menghadap ke kiblat saat berdoa Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 30 7. Tidak disyariatkan menaruh wangi-wangian dan kembang di atas kubur. wayarhamu al-llahu al-muqaddiminna minnaa walmuta'akhirinna wa-innaa insyaa al-llahu bikum la-ahiquna" Artinya " Keselamatan atas kalian para enghuni di tempat ini di antara orang-orang mukmin dan orang-orang muslim.'ala ahli ad-diaari minalmu'miniina wal muslimiina. karena hal ini tida ada dasar amalannya dari ulama salaf terdahulu. Jika berziarah ke kubur orang kaf ir tidak boleh salam kepadanya tidak juga mendo'akan. pengamalan . Boleh mengangkat kedua tangan saat berdoa untuk mayyit pada saat berziarah kubur karena hal ini sah dalam sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

haram melakukan hal-hal berikut ini : a. Menyalakan lampu diatasnya j. Mencat kuburan d. Menggali kuburan orang Islam. kecuali jika ada sebab yang dibolehkan oleh syari'at 11. karena tidak ada nilai kehormatan baginya Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 32 BEBERAPA KESALAHAN YANG . Saat di kubur. Menyembelih b. (Adapun mayat orang kafir maka boleh. Shalat menghadap kubur g. Membangung di atasnya e.yang ada dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu merupakan kekhususan bagi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana yang dijelaskan oleh banyak ulama) 10. Boleh menggali kubur orang-orang kaf ir. Membangun masjid di atas kubur Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 31 i. Menghancurkan tulang mayat orang muslim. karena tidak ada nilai kehormatan untuknya) k. Shalat si kubur meskipun tidak menghadap kubur h. Duduk diatasnya f. Meninggikan kuburan melebihi kadar tanah yang ada seperti yang telah dijelaskan c.

diantaranya 1. Mereka memanjangkan jenggot sebagai tanda sedih terhadap mayyit. kemudian dicukur lagi Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 33 6. yang mana semua sebab tadi tidak samar bagi orang yang menuntut ilmu dan konsekwen.BERTENTANGAN DENGAN SYARI'AT Banyak orang awam. karena bertentangan dengan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam atau karena memang tidak ada dalilnya atau karena berasal dari adat kebiasaan orang-orang kafir. Mereka membaca saat seorang memberitakan kematian : Al-Fatihah 'ala ruuh.hukum pelaksanaannya (sebagian sudah disebutkan).. melakukan banyak kesalahan yang bertentangan dengan syari'at. Membaca surah (Yaa Siin) untuk orang yang sakaratul maut 2. atau tidak sah dalilnya.. terlebih lagi yang membesar-besarkan para Syaikh. Mereka menyangka hal itu bersumber dari agama Islam. Keluarga mayyit tidak makan sampai mereka selesai menguburkan 5. .. Memasukkan kapas di pantat mayyit. Mengumumkan berita kematian lewat menara-menara 7. Menghadapkan orang yang sakaratul maut ke kiblat 3. khususnya yang menyangkut jenazah dan hukum. padahal tidak. tenggorokan serta hidungnya 4.

Mengeraskan dzikir saat memandikan mayat atau saat mengantar jenazah 10. atau sibuk bercanda dengan orang lain 15. Keyakinan bahwa jika mayat baik maka jenazahnya ringan dibawa. sebaliknya jika jahat maka jenazahnya berat 13. Kebiasaan membawa jenazah dengan memakai mobil. begitu pula sebelum dan menjelang pemakaman 16. serta mengantar dengan memakai mobil 17. padahal sudah diketahui bahwa sudah dishalati di tempat meninggalnya Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 34 18. atau posisi lurus dengan dada mayat wanita 19. Yang memandikan mayat membaca bacaan tertentu saat membasuh setiap anggota tubuh mayat 9. Menghias jenazah 11. Memuji-muji jenazah saat menghadirinya di masjid sebelum di shalati atau sesudahnya. Shalat ghaib.8. ada yang bertanya dengan suara yang keras: "Bagaimana kesaksian kalian terhadap si mayyit ini ?" Lalu para hadirin menjawab : "Dia adalah . Setelah shalat jenazah. Pelan-pelan dalam membawa jenazah 14. Meletakkan selendang di atas keranda 12. Mengangkat suara saat menghadiri jenazah. Imam berdiri lurus pada posisi tengah mayat laki -laki.

. Berkumpul pada suatu tempat untuk bertakziyah 27. Talqin dengan kata-kata : "Wahai fulan .orang shaleh". Keluar pagi-pagi menuju ke mayyit yang telah mereka kuburkan kemarin.. bersama kerabat keluarga dan teman-teman 32. Merayakan pujian untuk mayyit pada malam ke empat puluh. Memercikkan bantal untuk mayyit atau jenis lain di bawah kepalanya di dalam liang kubur 23.. dengan cara berdiri berbaris-baris 26. atau setahun setelah meninggal.. 20. Membatasi takziyah dengan tiga hari 28. (Abdur Razzaq . Membuat makanan tertentu atau membelinya pada hari ke tujuh 31.. dst 25." jika datang kepadamu dua malaikat . Takziyah di kuburan.. padahal itu tidak ada dalam sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 29.. Penyiapan hidangan makanan dari keluarga mayyit di beberapa hari tertentu Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 35 30. Memakaikan air kembang ke mayat di dalam kuburnya 24. Menyebar pasir di bawah mayat tanpa ada alasan darurat 22. Bertakziyah dengan kata-kata : "Semoga Allah memperbanyak pahalamu" sebagai prasangka bahwa cara itu yang ada sunnahnya. Sengaja memasukkan mayyit dari arah liang kubur 21.

Menghadiahkan pahala ibadah seperti shalat dan bacaan Al-Qur'an kepada orang-orang muslim yang sudah mati Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 36 39. Membaca Al-Fatihah atau Yaa Siin di kuburan 37. sebab mereka sibuk dengan pengawetan mayat. Mengirim salam kepada para nabi melalui mayat yang di ziarahi di kuburan 38. Mengkhususkan ziarah kubur pada hari Senin dan Kamis 36. lalu setelah itu mereka menjadikan perayaan pemakaman) 33. Bertawaf (berkeliling) di kubur para nabi dan orangorang . Pendapat mereka: Bahwa do'a di sekitar kubur para nabi dan orang-orang shalih mustajab (dikabulkan) 42. Bergantung di kubur nabi dan menciumnya 44. Memberikan gaji kepada orang yang membaca Al-Qur'an dan menghadiahkannya untuk mayyit 41.Naufal dalam kitabnya Al-Hayaat Al-Ukhraa hal. Menghadiahkan pahala amalan-amalan kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam 40. Menggali kubur sebelum wafat sebagai tanda kesiapan mati 34. Mengkhususkan ziarah kubur pada hari Idul Fitri 35. Menghiasi kubur 43. 156 berkata : "Sesungguhnya peringatan ke empat puluh ini berasal dari adat raja-raja Fir'aun. persiapan serta perjalanan ke kuburan selama empat puluh hari.

atau membangun masjid di atas kubur 49. Menulis nama mayyit serta tanggal wafatnya di atas kubur 48. Mempertinggi dan membangun kubur 47. Anggapan mereka: "Bahwa tidak ada perbedaan antara semasa hidup dan sesudah mati nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam menyaksikan ummatnya. Sengaja bepergian jauh untuk berziarah ke kubur para nabi Ringkasan Cara Penyelenggaraan Jenazah 37 50. Demikianlah yang dapat saya ikhtisarkan tentang hukum jenazah di dalam f iqh Islami. atau meminta doanya 46.shalih. Mengirim tulisan yang berisi permohonan hajat kepada nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam saat berziarah 51. serta mengetahui keadaan dan urusan mereka. yaitu dari kesesatan para syaikh-syaikh bid'ah) 45. Meminta pertolongan dari mayyit. Alhamdulillah atas petunjuk-Nya Prev: PETUA MENCARI MALAM LAILATUL QADAR . Menguburkan mayyit di masjid.OLEH IMAM GHAZALI & LAIN-LAIN ULAMA' Next: Sehari di Kediaman Rasulullah ± Syaikh µAbdul Malik al-Qosim . (Sebagaimana yang dilakukan orang-orang jahil di sebagian negara Islam seperti: Mesir. sayang sekali mereka menemukan orang yang memfatwakan kepada mereka bolehnya hal itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->