P. 1
Makalah Kimia Laju Reaksi

Makalah Kimia Laju Reaksi

|Views: 4,060|Likes:
Published by Arjul FauLt

More info:

Published by: Arjul FauLt on May 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Teori Tumbukan pada Laju Reaksi Reaksi yang hanya melibatkan satu partikel mekanismenya sederhana dan kita tidak perlu memikirkan tentang orientasi dari tumbukan. Reaksi yang melibatkan tumbukan antara dua atau lebih partikel akan membuat mekanisme reaksi menjadi lebih rumit. B.Reaksi yang melibatkan tumbukan antara dua partikel Sudah merupakan suatu yang tak pelak lagi jika keadaan yang melibatkan dua partikel dapat bereaksi jika mereka melakukan kontak satu dengan yang lain. Mereka pertama harus bertumbukan, dan lalu memungkinkan terjadinya reaksi. Kenapa "memungkinkan terjadinya reaksi"? Kedua partikel tersebut harus bertumbukan dengan mekanisme yang tepat, dan mereka harus bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan. C.Orientasi dari tumbukan Pertimbangkan suatu reaksi sederhana yang melibatkan tumbukan antara dua molekul etena CH2=CH2 dan hidrogen klor, HCl sebagai contoh. Keduanya bereaksi untuk menghasilkan kloroetan. Sebagai hasil dari tumbukan antara dua molekul, ikatan rangkap diantara dua karbon berubah menjadi ikatan tunggal. Satu hidrogen atom berikatan dengan satu karbon dan atom klor berikatan dengan satu karbon lainnya. Reaksi hanya dapat terjadi bila hidrogen yang merupakan ujung dari ikatan H-Cl mendekati ikatan rangkap karbonkarbon. Tumbukan selain daripada itu tidak bekerja dikarenakan kedua molekul tersebut akan saling bertolak. Tumbukan-tumbukan(collisions) yang ditunjukkan di diagram, hanya tumbukan 1 yang memungkinkan terjadinya reaksi.

Hanya tumbukan yang memiliki energi sama atau lebih besar dari aktivasi energi yang dapat menghasilkan terjadinya reaksi. ikatan-ikatan harus diceraikan sebelum yang baru terbentuk. Distribusi Maxwell-Boltzmann Karena energi aktivasi memegang peranan penting dalam menentukan suatu tumbukan menghasilkan reaksi. keberadaan partikel-partikel akan memiliki berbagai variasi besar energi. Energi aktivasi dilibatkan dalam menceraikan beberapa dari ikatan-ikatan tersebut. Jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang lebih rendah dari energi aktivasi. Mereka akan kembali ke keadaan semula. Anda dapat membayangkan energi aktivasi sebagai tembok dari reaksi.Energi tumbukan Aktivasi Energi Walaupun partikel-partikel itu berorientasi dengan baik. ikatan-ikatan diceraikan (membutuhkan energi) dan membentuk ikatan-ikatan baru (melepaskan energi). Anda tidak akan mendapatkan reaksi jika partikel-partikel tersebut tidak dapat bertumbukan melampui energi minimum yang disebut dengan aktivasi energi reaksi. Di dalam reaksi kimia. Umumnya.D. dan tidak cukup energi untuk memulai proses penceraian ikatan. Di dalam berbagai sistem. hal ini sangat berguna untuk menentukan bagaimana macam bagian partikel berada untuk mendapatkan energi yang cukup ketika mereka bertumbukan. Distribusi Maxwell-Boltzmann dan energi aktivasi . Mengakibatkan partikel-partikel tersebut tidak bereaksi. Ketika tumbukan-tumbukan tersebut relatif lemah. Aktivasi energi adalah energi minimum yang diperlukan untuk melangsungkan terjadinya suatu reaksi. Untuk gas. tidak akan terjadi reaksi. dapat diperlihatkan melalui diagram yang disebut dengan Distrubis Maxwell-Boltzmann dimana setiap kumpulan beberapa partikel memiliki energinya masing-masing.

lebih besar daripada aktivasi energi untuk melangsungkan reaksi. reaksi harus berlangsung cepat. Bayangkan suatu reaksi antara logam magnesium dengan larutan asam seperti asam hidroklorida. Logam yang luar biasa mahal digunakan sebagai katalis dengan melapiskan struktur keramik 'honeycomb' suatu lapisan yang sangat tipis untuk memaksimalkan luas permukaan.hh Penjelasan Anda hanya dapat melangsungkan reaksi jika partikel dalam gas maupun cair bertumbukan dengan partikel padat. semakin cepat reaksi berlangsung. Bubuk zat padat biasanya menghasilkan reaksi yang lebih cepat dibandingkan sebuah bungkah zat padat dengan massa yang sama. dan rhodium digunakan untuk merubah zat-zat beracun buangan kendaraan bermotor menjadi zat yang relatif aman. . Kita dapat mengetahui dimana energi aktivatisi berlangsung dari distribusi MazwellBoltzmann. bubuk kalsium karbonat bereaksi lebih cepat dengan larutan asam hidroklorida dibandingkan dengan massa yang sama dalam bentuk pualam atau batu gamping. Beberapa contoh: Kalsium karbonat dan asam hidroklorida. Bubuk padat memiliki luas permukaan yang lebih besar daripada sebuah bungkah zat padat. Efek dari Luas Permukaan pada Laju Reaksi Semakin zat padat terbagi menjadi bagian kecil-kecil. Kita dapat menyimpulkan bahwa peningkatan jumlah tumbukan per detik meningkatkan laju reaksi. palladium. Di labotarium. Reaksi melibatkan tumbukan antara atom magnesium dengan ion hidrogen. Katalis perubah Katalis perubah berupa logam seperti platina. Karena gas-gas buangan hanya berinteraksi dengan katalis dalam waktu yang sangat singkat. Peningkatkan luas permukaan dari zat padat meningkatkan kemungkinan tumbukan bertambah besar.

peningkatan salah satu pereaksi memungkinkan terjadinya sedikit efek pada laju reaksi. Supaya suatu reaksi dapat . tetapi hubungannya akan jauh lebih rumit. Oksigen dihasilkan jauh lebih cepat apabila hidrogen peroxide dalam konsentrasi pekat daripada dalam konsentrasi encer. Kasus-kasus ini akan dibahas di halaman ini lebih lanjut.E. endapan berwarna kuning pucat dari belerang dihasilkan. semakin lama juga endapan terbentuk. Penjelasan Kasus ketika perubahaan konsentrasi mempengaruhi laju reaksi. butiran seng beraksi cukup lambat dengan larutan asam hidroklorida. Jangan beranggapan apabila Anda melipatgandakan konsentrasi dari satu pereaksi Anda akan melipatgandakan laju reaksi. Dekomposisi katalis pada hidrogen peroxide Mangan(IV) oksida padat biasa digunakan sebagai katalis dalam reaksi ini. Semakin banyak larutan natrium thiosulfate menjadi encer. Tumbukan yang melibatkan dua partikel Argumen yang sama berlaku ketika dua reaksi melibatkan tumbukan antara dua partikel yang berbeda atau dua partikel yang sama. Reaksi antara larutan natrium thiosulfat dan asam hidroklorida Reaksi ini sering digunakan untuk menyelidiki relasi antara konsentrasi dan laju reaksi. Ini merupakan kasus yang umum dan dengan mudah dijelaskan dengan mudah.Efek dari Konsentrasi pada Laju Reaksi Untuk berbagai reaksi yang melibatkan zat cair dan gas. Hal itu mungkin saja terjadi. tetapi akan lebih cepat apabila konsentrasi dari asam ditingkatkan. Seng dan asam hidroklorida Di labotarium. peningkatan konsentrasi dari pereaksi meningkatkan laju reaksi. Ketika larutan asam ditambahkan ke dalam larutan natrium thiosulfat. Dalam beberapa kasus tertentu.

Andaikan dalam satu waktu 1 per satu juta partikel memiliki energi yang cukup atau melebihi energi aktivasi. . maka tumbukan-tumbukan tidak saling berhubungan. kemungkinan untuk bertumbukan pun semakin besar. partikel-partikel tersebut pertama-tama haruslah bertumbukan. Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana berbagai partikel memiliki energi yang cukup untuk bereaksi pada waktu yang bersamaan. maka permukaan katalis akan seluruhnya diliputi oleh partikel yang bereaksi yang menghalangi terjadinya reaksi yang lebih cepat. Jika konsentrasinya tinggi. Ini dapat dideskripsikan sebagai rate determining step dari reaksi. Sebagai contoh. Reaksi yang melibatkan hanya satu partikel Jika reaksi hanya melibatkan satu partikel tersebar ke berbagai arah. Peningkatan konsentrasi dari larutan terkadang tidak memberikan efek apa-apa karena katalis telah bekerja pada kapasitas maksimumnya.berlangsung. Perubahaan tekanan pada suatu reaksi yang melibatkan hanya zat padat maupun zat cair tidak memberikan perubahaan apapun pada laju reaksi. dan direaksikan dengan reaktan dengan larutan konsentrasi yang cukup tinggi. Ketika katalis telah bekerja sangat cepat Andaikan Anda menggunakan sedikit jumlah dari katalis padat dalam reaksi. Hal ini berlaku ketika dua partikel itu larutan atau salah satu larutan dan satunya lagi benda padat. Efek dari Tekanan pada Laju Reaksi Peningkatan tekanan pada reaksi yang melibatkan gas pereaksi akan meningkatan laju reaksi. Tahap-tahap ini memilki perbedaan laju yang cukup besar beberapa cepat. Dalam beberapa reaksi bertahap tertentu Andaikan Anda memiliki suatu reaksi yang berlangsung sebagai suatu rentetan dari tahap-tahap kecil. andaikan dua reaksi A dan B bereaksi bersama dalam dua tahap : Laju total dari seluruh reaksi akan ditentukan dari berapa cepatnya A terpecah membentuk X dan Y. beberapa lambat.

semakin Anda meningkatkan tekanan semakin kecil juga volumenya. . maka semakin tinggi konsentrasinya. maka tumbukan-tumbukan tidak saling berhubungan. Jika tekanan tinggi. Jika Anda memilki gas dalam massa tertentu. kemungkinan untuk bertumbukan pun semakin besar. partikel-partikel tersebut pertama-tama haruslah bertumbukan. Jika Anda melipat gandakannya. Hubungan antara tekanan dan konsentrasi Peningkatan tekanan dari gas adalah sama dengan peningkatan pada konsentrasi. Anda juga menggandakan konsentrasinya. alasan utama menggunakan tekanan tinggi adalah untuk meningkatkan persentase amonia didalam kesetimbangan campuran. laju reaksi antara hidrogen dan nitrogen ditingkatkan dengan menggunakan tekanan yang sangat tinggi. namun hal ini juga memberikan perubahaan yang berarti pada laju reaksi juga. Supaya suatu reaksi dapat berlangsung. Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana berbagai partikel memiliki energi yang cukup untuk bereaksi pada waktu yang bersamaan. Pengaruh peningkatan tekanan terhadap laju reaksi Tumbukan yang melibatkan dua partikel Argumen yang sama berlaku ketika dua reaksi melibatkan tumbukan antara dua partikel yang berbeda atau dua partikel yang sama. Sesungguhnya. Jika Anda memiliki massa yang sama dengan volume yang lebih kecil. Reaksi yang melibatkan hanya satu partikel Jika reaksi hanya melibatkan satu partikel tersebar ke berbagai arah. Hal ini berlaku ketika dua partikel itu gas atau salah satu gas dan satunya lagi benda padat. Karena "RT" merupakan tetapan selama suhu tetap. Andaikan dalam satu waktu 1 per satu juta partikel memiliki energi yang cukup atau melebihi energi aktivasi. menunjukkan bahwa tekanan berbanding lurus dengan konsentrasi.Dalam proses pembuatan amonia dengan proses Haber.

Hal ini mempercepat laju dari reaksi. laju reaksi akan berlipatganda setiap kenaikan 10oC suhu. sebagian reaksi berlangsung dalam temperatur ruangan. maka partikelpartikelnya akan bergerak lebih cepat sehingga frekwensi tumbukan akan semakin besar.sebagai contoh. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi.Efek dari Suhu pada Laju Reaksi Ketika Anda meningkatkan temperatur laju reaksi akan meningkat. Namun efek yang dihasilkannya sangat berbeda. Efek dari peningkatan frekwensi tumbukan pada laju reaksi sangatlah kecil. atau reaksi antara ion hidrogen dengan asam dan ion hidroksi dari alkali di dalam larutan. Angka dari derajat suhu yang diperlukan untuk melipatgandakan laju reaksi akan berubah secara bertahap seiring dengan meningkatnya temperatur. Jika Anda memanaskan suatu benda. laju reaksi akan berlipat ganda tiap 9oC atau 11oC atau tiap suhu tertentu. Perkiraan ini bukan keadaan yang mutlak dan tidak bisa diterapkan pada seluruh reaksi. Bahkan bilapun mendekati benar. Pentingnya aktivasi energi Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. Kita dapat . Hampir sebagian besar reaksi yang terjadi baik di labotarium maupun industri akan berlangsung lebih cepat apabila kita memanaskannya. reaksi pernafasan melibatkan ion yang terlarut menjadi zat padat yang tidak larut. Peningkatan frekwensi tumbukan Partikel hanya dapat bereaksi ketika mereka bertumbukan. Sehingga memanaskan salah satu dari contoh ini tidak memperoleh perbedaan laju reaksi yang cukup bereaksi. Beberapa contoh Beberapa reaksi pada hakekatnya sangat cepat . Sebagai perkiraan kasar. Frekwensi dari tumbukan dua partikel gas berbanding lurus dengan akar dari temperatur kelvin.

namun ia sendiri. Untuk mempercepat reaksi. Ketika reaksi selesai. Pentingnya aktivasi energi Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi.partikel-partikel yang memiliki energi sama atau lebih besar dari aktivasi energi. Katalis dan aktivasi energi Untuk meningkatkan laju reaksi kita perlu untuk meningkatkan jumlah tumbukantumbukan yang berhasil. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan reaksi aktivasi energi. Sebagian besar dari partikel tidak memiliki energi yang cukup dan tidak menghasilkan reaksi. kita perlu untuk meningkatkan jumlah dari partikel-partikel energik . Hanya partikelpartikel yang berada pada area di sebelah kanan dari aktivasi energi yang akan bereaksi ketika mereka bertumbukan. Sebagian besar dari partikel tidak memiliki energi yang cukup dan tidak menghasilkan reaksi. Peningkatan suhu memberi pengaruh yang tepat merubah bentuk dari diagram. Salah satu cara alternatif untuk mewujudkannya adalah dengan menurunkan energi aktivasi. tidak berubah pada akhir reaksi. Efek dari Katalis pada Laju Reaksi Katalis adalah suatu zat yang mempercepat suatu laju reaksi. Order Reaksi dan Persamaan Laju . kita akan mendapatkan massa katalasis yang sama seperti pada awal kita tambahkan. secara kimiawi.menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi Maxwell-Boltzmann seperti ini: Hanya partikel-partikel yang berada pada area di sebelah kanan dari aktivasi energi yang akan bereaksi ketika mereka bertumbukan. Peningkatan suhu meningkatkan laju reaksi karena bertambahnya jumlah energi tumbukan aktif.

untuk lebih formal dan matematis dalam menentukan laju suatu reaksi. JIka kita meningkatkan konsentrasi A dengan faktor 4. laju reaksi akan berlipat ganda pula. laju reaksi diukur dengan cara berapa cepat konsentrasi dari suatu reaktan berkurang. katakan A. A. laju reaksi pun . berubah. Jadi andaikan kita telah melakukan beberapa percobaan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan laju reaksi dimana konsentrasi dari satu reaktan. Definisi Laju ini dapat diukur dengan satuan cm3s-1.Persamaan Laju Mengukur laju reaksi Ada beberapa cara untuk mengukur laju dari suatu reaksi. larutan atau dalam bentuk gas. Bagaimanapun. Kemungkinan pertama : laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi A. Misalkan setidaknya salah satu mereka merupakan zat yang bisa diukur konsentrasinya-misalnya. Satuannya adalah mol dm-3 s-1 Order reaksi Order reaksi selalu ditemukan melalui percobaan. Kesimpulan Untuk persamaan laju dan order reaksi. andaikan kita memiliki suatu reaksi antara dua senyawa A dan B. berkurang per detik. jika gas dilepaskan dalam suatu reaksi. Sebagai contoh. Beberapa hal-hal sederhana yang akan kita temui adalah . laju biasanya diukur dengan melihat berapa cepat konsentrasi suatu reaktan berkurang pada waktu tertentu. Kita tidak dapat menentukan apapun tentang order reaksi dengan hanya mengamati persamaan dari suatu reaksi. Untuk reaksi ini kita dapat mengukur laju reaksi dengan menyelidiki berapa cepat konsentrasi. Sebagai contoh. kita dapat mengukurnya dengan menghitung volume gas yang dilepaskan per menit pada waktu tertentu selama reaksi berlangsung.

jika kita mengubah temperatur dari reaksi. dengan melakukan percobaan yang melibatkan reaksi antara A dan B. kita akan mendapatkan bahwa laju reaksi berhubugngan dengan konsentrasi A dan B dengan cara : Hubungan ini disebut dengan persamaan laju reaksi : Kita dapat melihat dari persamaan laju reaksi bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh pangkat dari konsentrasi dari A dan B. berarti konsentrasi dari A tidak mempengaruhi laju reaksi. Sebagai contoh. didapat dengan menjumlahkan tiap-tiap order. k. laju reaksi akan bertambah 4 kali lipat (22). Jika order reaksi terhadap A adalah 0 (no). menambahkan katalis atau merubah katalis. Order reaksi total (keseluruhan). di dalam reaksi order satu terhadap kedua A dan B (a = 1 dan b = 1). Kita dapat mengekspresikan persamaan ini dengan simbol : Adalah cara yang umum menulis rumus dengan tanda kurung persegi untuk menunjukkan konsentrasi yang diukur dalam mol per desimeter kubik (liter).akan menjadi 4 kali lipat. order reaksi total adalah 2. Pangkat-pangkat ini disebut dengan order reaksi terhadap A dan B. sebagai contoh. Kemungkinan lainnya : Laju reaksi berbanding terbalik dengan kuadrat konsentrasi A Hal ini berarti jika kita melipatgandakan konsentrasi dari A. Kita juga dapat menulis tanda berbanding lurus dengan menuliskan konstanta (tetapan). Tetapan laju akan konstan untuk reaksi yang diberikan hanya apabila kita mengganti konsentrasi dari reaksi . Ketetapan laju Hal yang cukup mengejutkan. laju reaksi akan bertambah menjadi 9 kali lipat (32) Secara umum. Konstanta ini berubah. Kita menyebutkan order reaksi total dua. Jika konsentras dari Ai ditingkatkan tiga kali lipat. Ketetapan laju sebenarnya tidak benar-benar konstan.

F. Suatu katalis berperan dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk.Faktor yang memengaruhi laju reaksi Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor. apabila suhu diturunkan. sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering. apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh. Katalis Katalis adalah suatu zat yang mempercepat laju reaksi kimia pada suhu tertentu. sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi . Suhu Suhu juga turut berperan dalam memengaruhi laju reaksi. maka menyebabkan partikel semakin aktif bergerak. antara lain: Luas permukaan sentuh Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat penting dalam banyak. . menyebabkan laju reaksi semakin besar. sehingga laju reaksi pun semakin kecil. maka partikel semakin tak aktif. maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi. Sebaliknya. Begitu juga. Anda akan mendapatkan efek dari perubahaan suhu dan katalis pada laju konstanta pada halaman lainnya. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah. sehingga laju reaksi semakin kecil. Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh. yaitu semakin halus kepingan itu. maka semakin kecil tumbukan yang terjadi antar partikel. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap pereaksi. Katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi. Apabila suhu pada suatu rekasi yang berlangusng dinaikkan. tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu sendiri.tersebut. sedangkan semakin kasar kepingan itu.

Ikatan dalam substratsubstrat menjadi lemah sedemikian sehingga memadai terbentuknya produk baru. Ikatan atara produk dan katalis lebih lemah. (2) Meskipun katalis (C) termakan oleh reaksi 1. sehingga akhirnya terlepas. Mol i Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut tiap satuan volum zat pelarut.. namun selanjutnya dih asilkan kembali oleh reaksi 2. yaitu sintesis amoniak menggunakan besi biasa sebagai katalis. Konverter katalitik yang dapat menghancurkan produk emisi kendaraan yang paling sulit diatasi. Satu contoh sederhana untuk katalisis heterogen yaitu bahwa katalis menyediakan suatu permu kaan di mana pereaksi pereaksi (atau substrat untuk sementara terjerat. dalam suatu proses yang memulihkan katalisnya.. Katalis homogen umumnya bereaksi dengan satu atau lebih pereaksi untuk membentuk suatu perantarakimia yang selanjutnya bereaksi membentuk produk akhir reaksi. Hubungannya dengan laju reaksi adalah bahwa semakin besar molaritas suatu zat. sedangkan katalis homogen berada dalam fase yang sama.Katali apat i akan ke dalam dua golongan utama: katali homogen dan katali heterogen. (1) . maka semakin cepat suatu reaksi berlangsung. Reaksi katalitis yang paling dikenal adalah proses Haber. di mana C melambangkan katalisnya: . Dengan demikian pada molaritas ... sehingga untuk reaksi keseluruhannya menjadi: Beberapa katalis yang pernah dikembangkan antara lain berupa katalis Ziegler Natta yang digunakan untuk produksi masal polietilen dan polipropilen. Katali heterogen adalah katali yang ada dalam fase berbeda dengan pereaksi dalam reaksi yang dikatalisinya. Berikut ini merupakan skema umum reaksi katalitik. terbuat dari platina dan rodium.

. Artinya semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga kecepatan reaksi meningkat.yang rendah suatu reaksi akan berjalan lebih lambat daripada molaritas yang tinggi. Konsentrasi Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK GEOLOGI PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI TUGAS MAKALA PRAKTIKUM KIMIA DASAR µ¶KECEPATAN REAKSI¶¶ NOVERIUS ENAL TANGKETASIK D611 10 278 MAKASSAR 2011 .

Na2S2O3 Konsentrasi 0.BAB III METODE PERCOBAAN III. Konsentrasi 0. Stopwatch 3. 1 ml. Stop watch setelah ada reaksi (keruh).2 Alat percobaan Adapun alat yang digunakan yaitu: 1. Kaki tiga. 3 ml.1 M 2.1 M. Pengaruh konsentrasi Na2SO4 Sediakan lima buah tabung reaksi dan masins-masing tabung tersebut diisi dengan 5 ml H2SO4 0. H2SO4 3. dan buat persamaan kecepatan reaksinya.1 Bahan percobaan Bahan yang diguna dalam percobaan ini: 1.3 Metode percobaan 1. encerkan hingga volume 5 ml dengan akuades. k. hindari kekeruan yang berlebihan. 4 ml. dan bersamaan bercampurnya kedua zat tersebut stop watch dijalankan.1 M .1 M (H2SO4 tetap) 5 buah tabung reaksi yang lain diisi dengan 5ml. Tabung reaksi dan rak tabung 2. NaS2 O3 0. Akuades III. kasa dan lampu spritus III. Campurkan isi tabung reaksi tersebut dari 5 sediaan pertama ke dalam masing-masing sediaan kedua. Gelas piala 4. Catat waktu yang digunakan dan tentukan nilai m. 2 ml.

pada interval suhu yang berbeda. 3. 3 buah diisi dengan Na2S2 O3 dan 3 buah diisi lainnya dengan H2SO4. Pengaruh suhu Pilih salah satu konsentrasi H2SO4 dan Na2S2O3. dan bersamaan bercampurnya kedua zat tersebut.2. Catat waktu yang digunakan dan suhu reaksi. Ambil sepasang tabung reaksi (1 buah yang berisi H2SO4 dan 1 buah berisi Na2S2O3 ) Campurkan isi tabung tersebut. misalnya suhu kamar satu pasang dan di atas suhu kamar satu pasang. dan lakukan variasi konsentrasi H2SO4 tetapi konsentrasi Na2S2 O3 0. Pengaruh konsentrasi H2SO4. stop watch dijalankan (tabung reaksi yang berisi campuran H2SO4 dan Na2S2 O3 tetap pada gelas piala yang berisi air es). Siapkan 6 buah tabung reaksi. Kerjakan kembali point 1 ± 6. Stop watch dihentikan setelah terjadi reaksi seperti pada percobaan bagian A sebelumnya. Masukkan sepasang tabung reaksi (dari point 2) ke dalam gelas piala yang berisi air dingin (air es) bberapa menit sehingga suhu merata suhu larutannya. Ulangi point 1 ± 4 (pada percobaan 1 di atas) dengan cara yang sama.1 M tetap. . jika perlu dipanaskan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->