Makna Kata Ulang Dalam Bahasa Indonesia - Arti Pengertian Perulangan Kata

Sun, 24/06/2007 - 7:36pm ² godam64 Kata ulang sangat banyak digunakan dalam percakapan kita sehari-hari dalam bahasa Indonesia. Lihat saja kata sehari-hari pada kalimat di atas adalah termasuk kata ulang. Di bawah ini merupakan arti dari kata ulang yang ada di Indonesia, yaitu antara lain : 1. Kata ulang yang menyatakan banyak tidak menentu Contoh : - Di tempat kakek banyak pepohonan yang rimbun dan lebat sekali. - Pulau-pulau yang ada di dekat perbatasan dengan negara lain perlu diperhatikan oleh pemerintah. 2. Kata ulang yang menyatakan sangat Contoh : - Jambu merah pak raden besar-besar dan memiliki kenikmatan yang tinggi. - Anak kelas 3 ipa 1 orangnya malas-malas dan sangat tidak koperatif. 3. Kata ulang yang menyatakan paling Contoh : - Setinggi-tingginya Joni naik pohon, pasti dia akan turun juga. - Mastur dan Bornok mencari kecu sebanyak-banyaknya untuk makanan ikan cupang kesayangannya. 4. Kata ulang yang menyatakan mirip / menyerupai / tiruan Contoh : - Adik membuat kapal-kapalan dari kertas yang dibuang Pak Jamil tadi pagi. - Si Ucup main rumah-rumahan sama si Wati seharian di halaman rumah. 5. Kata ulang yang menyatakan saling atau berbalasan Contoh : - Ketika mereka berpacaran selalu saja cubit-cubitan sambil tertawa. - Saat lebaran biasanya keluarga di rt.4 kunjung-kunjungan satu sama lain. 6. Kata ulang yang menyatakan bertambah atau makin

Wajahnya terlihat kemerah-merahan ketika pujaan hatinya menyapa dirinya. 8. Kata ulang yang menyatakan himpunan pada kata bilangan .Mirnawati selalu bertanya-tanya pada dirinya apakah kesalahannya pada Bram dapat termaafkan. Kata ulang yang menyatakan berusaha atau penyebab Contoh : . . Kata ulang yang menyatakan agak (melemahkan arti) Contoh : .Setelah kejadian itu dia menguat-nguatkan diri mencoba untuk tabah. 10. . 11.Datang-datang dia langsung tidur di kamar karena kecapekan.Biarkan dia main hujan! lama-lama dia akan kedinginan juga. .Ayah meluap-luap emosinya ketika tahu dirinya masuk perangkap penipu kartu kredit.Jangan tergesa-gesa begitu dong! Nanti jatuh. Kata ulang yang menyatakan terus-menerus Contoh : .Orang katro dan ndeso itu datang ke rumahku malam-malam. 9. Kata ulang yang menyatakan beberapa Contoh : .Anjing buduk dan rabies itu suka mengejar-ngejar anak kecil yang lewat di dekat kandangnya yang bau. .Lagak si bencong itu kebarat-baratan kayak dakocan.Contoh : . Kata ulang yang menyatakan waktu atau masa Contoh : . . Kata ulang yang menyatakan sifat atau agak Contoh : .Sudah bertahun-tahun nenek tua itu tidak bertemu dengan anak perempuannya yang pergi ke Hong Kong. Ada apa ya? 12.Karena berjalan sangat jauh kaki si Adul sakit-sakit semua. . 13. 7.Mas parto berminggu-minggu tidak apel ke rumahku.

com/2007/07/31/makna-kata-ulang-dalam-bahasa-indonesia-artipengertian-perulangan-kata/ Ejaan Baku Dan Ejaan Tidak Baku Dalam Bahasa Indonesia . sedangkan ejaan tidak baku adalah ejaan yang tidak benar atau ejaan salah.wordpress. . http://chinmi.Coba kamu masukkan gundu bopak itu seratus-seratus ke dalam tiap plastik! .Dari tadi padi si Bambang kerjanya cuma tidur-tiduran di sofa. namun tidak halnya bagi dosen atau guru bahasa indonesia.do'a : doa . di mana yang sebelah kiri adalah salah dan yang sebelah kanan adalah betul : . Bagaimana untuk mengetahui bahwa kata pada kalimat yang kita tulis tidak menyalahi aturan ejaan baku dan ejaan tidak baku? Cukup dengan membuka buku kamus bahasa indonesia yang terkenal baik yang dikarang oleh yang baik pula sebagai referensi. Sebenarnya apa sih definisi atau pengertian ejaan baku dan ejaan tidak baku? Ejaan baku adalah adalah ejaan yang benar.gubug : gubuk .atlit : atlet . Contoh ejaan baku dan ejaan tidak baku. Ejaan yang baku sangat penting untuk dikuasai dan digunakan ketika membuat suatu karya tulis ilmiah.azasi : asasi .Jangan beli beyblade banyak-banyak nak! Nanti uang sakumu habis. 13/04/2008 .8:36pm ² godam64 Dalam kehidupan sehari-hari terkadang tanpa disadari kita menggunakan kata-kata yang salah alias tidak sesuai dengan ejaan dalam Bahasa Indonesia. Salah satu atau dua ejaan kata dalam tulisan kita mungkin sah-sah saja bagi umum.bis : bus . Contoh Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.Contoh : . Kata ulang yang menyatakan bersengang-senang atau santai Contoh : .Pengertian.duren : durian . 14.Ular naga panjangnya bukan kepalang berjalan-jalan selalu riang kemari.apotik : apotek . Referensi Dan Contoh Sun.azas : asas .

kongkrit : konkret .imajinasi : imaginasi .hadist : hadis .sportifitas : sportivitas . ETIMOLOGI Kata "kata" dalam bahasa Melayu dan Indonesia diambil dari bahasa Sansekerta kath .kreatifitas : kreativitas .karir : karier .sentausa : sentosa .rame : ramai . Kata atau ayat[1] adalah suatu unit dari suatu bahasa yang mengandung arti dan terdiri dari satu atau lebih morfem.kreativ : kreatif .trotoar : trotoir Ekstra ilmu pengetahuan ejaan yang disempurnakan / eyd : . Dalam bahasa Sansekerta kath sebenarnya artinya adalah "konversasi".insyaf : insaf . Dalam bahasa Melayu dan Indonesia terjadi penyempitan arti semantis menjadi "kata".org/ejaan-baku-dan-ejaan-tidak-baku-dalam-bahasa-indonesia-pengertian-referensidan-contoh . "cerita" atau "dongeng"[2].rapor : rapot .sportiv : sportif . Umumnya kata terdiri dari satu akar kata tanpa atau dengan beberapa afiks.kalo : kalau .nomer : nomor .. Masalah pendefinisian . Gabungan kata-kata dapat membentuk frasa. "bahasa".aktiv : aktif . klausa.ijin : izin .produktifitas : produktivitas .obyek : objek .jaman : zaman .produktiv : produktif http://organisasi.aktifitas : aktivitas .ramadhan : ramadan . atau kalimat.

Elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang diucapkan atau dituliskan dan merupakan realisasi kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa 2. Verba (kata kerja). Di dalam artikel ini dicoba untuk menjelaskan konsep ini dengan menyajikan tiga definisi yang berbeda: definisi menurut KBBI. Kata dasar adalah kata yang merupakan dasar pembentukan kata turunan atau kata berimbuhan. Nomina (kata benda). atau semua benda dan segala yang dibendakan. dan kata majemuk. o Verba transitif (membunuh). tempat. maupun akhir (sufiks atau akhiran) kata. Pronomina (kata ganti). misalnya buku. kuda. kata bisa digolongkan menjadi empat: kata dasar. nama dari seseorang. kata yang memberikan keterangan pada kata yang bukan kata benda. agak. misalnya ia. 4. . cepat. o Orang kedua (engkau). o Orang pertama (kami). kata turunan. o Verba kerja intransitif (meninggal). Unit bahasa yang dapat berdiri sendiri dan terdiri dari satu morfem (contoh kata) atau beberapa morfem gabungan (contoh perkataan) Definisi pertama KBBI bisa diartikan sebagai leksem yang bisa menjadi lema atau entri sebuah kamus. Lalu definisi kedua mirip dengan salah satu arti sesungguhnya kath dalam bahasa Sansekerta. o Kata ganti kepunyaan (-nya). kata ulang. Adverbia (kata keterangan). Kemudian definisi ketiga dan keempat bisa diartikan sebagai sebuah morfem atau gabungan morfem. [sunting] Definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (1997) memberikan beberapa definisi mengenai kata: 1. itu. 2. Perubahan pada kata turunan disebabkan karena adanya afiks atau imbuhan baik di awal (prefiks atau awalan). o Pelengkap (berumah) 3. 5. misalnya baca. tengah (infiks atau sisipan). tata bahasa baku bahasa Indonesia dan definisi yang umum diberikan di Dunia Barat. misalnya sekarang. lari.Istilah "kata" sungguh sulit untuk didefinisikan. kata yang menjelaskan kata benda. misalnya keras. yaitu: 1. o Orang ketiga (mereka). konversasi. kata pengganti kata benda. Dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia. kelas kata terbagi menjadi tujuh kategori. bahasa 3. Kata ulang adalah kata dasar atau bentuk dasar yang mengalami perulangan baik seluruh maupun sebagian sedangkan kata majemuk adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk suatu arti baru. Adjektiva (kata sifat). kata yang menyatakan suatu tindakan atau pengertian dinamis. Morfem atau kombinasi beberapa morfem yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas 4. [sunting] Jenis kata Berdasarkan bentuknya.

Namun metoda ini tidaklah sempurna: sang pembicara bisa dengan mudah memilah-milah kata-kata yang terdiri dari banyak suku kata. Kata tugas adalah jenis kata di luar kata-kata di atas yang berdasarkan peranannya dapat dibagi menjadi lima subkelompok: o preposisi (kata depan) (contoh: dari). Tetapi. dan o partikel.Umum dalam bahasa Eropa (misalnya the). Sang pembicara maka akan cenderung memasukkan jeda pada batas-batas kata. o konjungsi (kata sambung) . itu) 6. jadi satuan terkecil yang bisa berdiri sendiri. Batas fonetis Beberapa bahasa mempunyai aturan pelafazan khusus yang membuatnya mudah ditinjau di mana batas kata sejatinya. Konjungsi subordinat (karena). tidak semua bahasa mempunyai peraturan fonetis seperti itu yang mudah. Tetapi. bahasa sering memuat kata yang mempunyai nilai semantik kecil (dan sering memainkan peran yang lebih gramatikal). o Angka ordinal (keduabelas) 7. o Angka kardinal (duabelas). . Namun penggunaan metode ini. o interjeksi (kata seru) (contoh: wow. Kata-kata adalah leksem. misalnya satu. kalaupun iya. oleh sebab itu batas kata mungkin terjadi setiap kali kualitas huruf hidup berganti. diperbolehkan untuk beristirahat dan mengambil jeda. Bentuk bebas minimal Konsep ini pertama kali diusulkan oleh Leonard Bloomfield. Dalam prakteknya. wah). di bahasa yang secara teratur menjatuhkan tekanan pada suku-kata terakhir.o Kata ganti penunjuk (ini. Satuan semantis Seperti pada banyak bentuk bebas yang minimal yang disebut di atas ini. [sunting] Penentuan batas kata Dalam ilmu linguistik barat ada minimal lima cara dalam menentukan batas-batas kata: Pada jeda Seorang pembicara disuruh untuk mengulang kalimat yang diberikan secara pelan. atau kesatuan-kesatuan semantik yang adalah kata majemuk. Keutuhan Seorang pengguna disuruh untuk mengucapkan sebuah kalimat secara keras dan lalu disuruh untuk mengucapkannya lagi dan ditambah beberapa kata. pada bahasa ini ada pula perkecualiannya. Contoh lain bisa didengarkan pada bahasa yang mempunyai harmoni vokal (seperti bahasa Turki): vokal dalam sebagian kata memiliki "kualitas" sama. ahli bahasa mempergunakan campuran semua metode ini untuk menentukan batas kata dalam kalimat.Konjungsi berkoordinasi (dan). Numeralia (kata bilangan). Misalnya. definisi persis kata sering masih sangat sukar ditangkap. kedua. kata yang menyatakan jumlah benda atau hal atau menunjukkan urutannya dalam suatu deretan. metode ini memilahmilah kalimat ke dalam kesatuan-kesatuan semantiknya yang paling kecil. o artikula (kata sandang) (contoh: sang. maka batas kata mungkin jatuh setelah masing-masing suku-kata yang diberi tekanan. si) .

kami menggunakan kata-kata yang tidak bersifat gramatikal atau teknis untuk menjelaskan kata-kata tersebut sebanyak mungkin. Sebagian besar kata dibentuk dengan cara menggabungkan beberapa komponen yang berbeda. Monier-Williams. hlm. Jakarta: Balai Pustaka. ^ Istilah yang dipergunakan di Malaysia. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 4.[sunting] Catatan kaki 1. Cipta Adi Pustaka. tetapi perbedaan kedua bentuk ini tidak dibahas di sini. Monier (1899). http://id. juga dapat dikelompokkan sebagai bentuk asal (tunggal) dan bentuk dasar (kompleks). ^ Lema kath di kamus bahasa Sansekerta-Inggris oleh Monier-Williams (1899) [sunting] Rujukan 1. 2. Ensiklopedi Nasional Indonesia (ENI) (edisi ke-Jilid 8). H. Alwi (1998). hlm. . 13 Mei 1997. Ada banyak ragam pembentukan kata dalam Bahasa Indonesia. Definisi Istilah kata dasar (akar kata) = kata yang paling sederhana yang belum memiliki imbuhan. 217-218. reduplikasi dan kata-kata majemuk yang berafiks. 3. Kamus Besar Bahasa Indonesia.org/wiki/Kata Pembentukan Kata-kata Bahasa Indonesia There is an English version of this document. 2. Sanskrit-English Dictionary. Kami tidak membahas tentang infiks (sisipan yang jarang digunakan). Jakarta: PT.wikipedia. Untuk mempersingkat dan memperjelas pembahasannya. 13 Mei 1990. Untuk memahami cara pembentukan kata-kata tersebut kita sebaiknya mengetahui lebih dahulu beberapa konsep dasar dan istilah seperti yang dijelaskan di bawah ini.

-i.an.an. meng-. tersufiks: -an.an. Istilah afiks termasuk prefiks. sufiks dan konfiks. peny-. -nya konfiks: ke . -lah. -kan. sufiks (akhiran) = afiks (imbuhan) yang melekat di belakang kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda.an. peny . mem-. peng . Afiks tidak dapat berdiri sendiri dan harus melekat pada satuan lain seperti kata dasar. peng-. konfiks (sirkumfiks / simulfiks) = secara simultan (bersamaan). keluarga kata dasar = kelompok kata turunan yang semuanya berasal dari satu kata dasar dan memiliki afiks yang berbeda. meny-. ber .an. di-. kata turunan (kata jadian) = kata baru yang diturunkan dari kata dasar yang mendapat imbuhan. prefiks (awalan) = afiks (imbuhan) yang melekat di depan kata dasar untuk membentuk kata baru dengan arti yang berbeda. se-.nya . se . me-. Afiks Bahasa Indonesia yang Umum prefiks: ber-. -pun. pe . satu afiks melekat di depan kata dasar dan satu afiks melekat di belakang kata dasar yang bersama-sama mendukung satu fungsi. -kah.an.afiks (imbuhan) = satuan terikat (seperangkat huruf tertentu) yang apabila ditambahkan pada kata dasar akan mengubah makna dan membentuk kata baru. pem-. per-. ke-.an. pem . per . pe-.

terdapat 2.113 atau 71% tidak. Perlu diperhatikan bahwa penjelasan di bawah ini lebih berhubungan dengan perbuatan (aksi) dalam suatu kalimat . Juga dapat menunjukkan . ia dapat mengerti makna sebagian besar kata yang berasal (diturunkan) dari kata dasar itu dengan menggunakan kaidah umum untuk masing-masing jenis afiks. Jika kita dapat menerima sedikit kekeliruan dalam penggunaan afiks. arah perbuatan atau tindakan dan apakah tindakan itu merupakan fokus utama dalam kalimat atau bukan.1991) yang disusun dan diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia.308 entri (tidak termasuk singkatan. kami menganalisis 10. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.887 atau kira-kira 29% kata berafiks dan 7. dan lain-lain) kami menggunakan kaidah pengklasifikasian kata menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka. secara tidak formal. 5 kata berafiks dan 4 kata lainnya tidak. Dengan kata lain. Jika seseorang mengerti makna kata dasar. verba. hasil perbuatan. Sebagian besar kata yang terdapat dalam surat kabar dan majalah Indonesia berafiks.000 kata Bahasa Indonesia dari terbitan yang umum di Indonesia.: menambah prefiks ini membentuk verba (kata kerja) yang sering kali mengandung arti (makna) mempunyai atau memiliki sesuatu. Dengan kata lain. Edisi Kedua .022 berafiks dan 16. kita dapat menyederhanakan pembahasan tentang afiks (imbuhan). Dalam kamus ini tidak diuraikan tentang asal kata dasar (etimologi). Menurut persentase.286 tidak berafiks. Penjelasan di bawah adalah untuk menguraikan hasil penambahan afiks (imbuhan) kepada kata dasar. untuk tiap 9 entri dalam kamus ini.siapa yang melakukan aksi itu. Pada tahun 1998. adjektiva. 57% berafiks dan 43% tidak. Tingkat penggunaan masing-masing afiks diuraikan di bawah ini. akronim dan entri kata majemuk) dimana 22. Anda mungkin dapat menemukan 29 kata yang berafiks dan 71 kata tidak berafiks.000 kata tersebut. untuk tiap 100 kata di surat kabar atau majalah. Dari 10. Frekuensi Penggunaan Afiks Dalam kamus ini terdapat 38. Dalam mengklasifikasikan jenis kata (nomina.Penggunaan Afiks Mempelajari proses pembentukan kata-kata dan metode pembubuhan afiks merupakan kunci untuk memahami makna kata-kata turunan dan belajar membaca teks Bahasa Indonesia. bukan untuk menjelaskan bilamana afiks digunakan. Aplikasi Afiks ber.

. Fungsi utama prefiks "ber-" adalah untuk menunjukkan bahwa subyek kalimat merupakan orang atau sesuatu yang mengalami perbuatan dalam kalimat itu. Sekitar satu dari tiap 44 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. bukan tindakan atau obyek tindakan itu. Penggunaan prefiks ini lebih aktif berarti mempergunakan atau mengerjakan sesuatu. menghasilkan. melakukan atau menjadi sesuatu. meng-. Banyak verba dengan afiks "ber-" mempunyai kata yang sama dengan bentuk adjektiva dalam Bahasa Inggris. Jenis prefiks ini sering kali mempunyai arti mengerjakan.keadaan atau kondisi atribut tertentu. meny. mem-: menambah salah satu dari prefiks ini membentuk verba yang sering kali menunjukkan tindakan aktif di mana fokus utama dalam kalimat adalah pelaku. menge-. Prefiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 13 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki salah satu dari prefiks ini. me-.

pe. dan bukan pelaku. yaitu suatu perbuatan yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak disengaja (misalnya aksi oleh pelaku yang tidak disebutkan. Prefiks ini sering dianggap sebagai pengganti ³satu´ dalam situasi tertentu. umumnya menghasilkan verba yang menyatakan aspek perfektif. Afiks ini juga bisa menunjukkan perbuatan spontanitas. untuk menyatakan satu benda. se-: menambah prefiks ini dapat menghasilkan beberapa jenis kata. Penggunaan paling umum dari prefiks ini adalah sebagai berikut: 1. Kata dengan prefiks ini juga bisa memiliki makna alat yang dipakai untuk melakukan perbuatan yang tersebut pada kata dasarnya. satuan atau kesatuan (seperti ³a´ atau ³the´ dalam Bahasa Inggris) 2. paling baru. Apabila kata dasarnya berupa kata sifat. paling tinggi. Sekitar satu dari tiap 110 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini. maka kata yang dibentuk dengan prefiks ini memiliki sifat atau karakteristik kata dasarnya. (misalnya: paling besar. di mana tindakan atau obyek tindakan adalah fokus utama dalam kalimat itu. biasanya menghasilkan adjektif yang menyatakan tingkat atau kondisi paling tinggi (ekstrim) atau superlatif.: Prefiks ini mempunyai pertalian yang sangat erat dengan prefiks "me-. Sekitar satu dari tiap 42 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini.di. untuk menyatakan keseragaman. pelaku tidak mendapat perhatian atau tindakan natural). ter. kesamaan atau kemiripan . Penambahan afiks ini menimbulkan dua kemungkinan. (1) Jika menambahkan ke kata dasar adjektif." Prefiks "me-" menunjukkan tindakan aktif sedangkan prefiks "di-" menunjukkan tindakan pasif. paling murah) (2) Jika menambahkan ke kata dasar yang bukan adjektif. Fokus dalam kalimat adalah kondisi resultan tindakan itu dan tidak memfokuskan pada pelaku perbuatan atau bagaimana kondisi resultan itu tercapai. Sekitar satu dari tiap 40 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini.: Prefiks ini membentuk nomina yang menunjukkan orang atau agen yang melakukan perbuatan dalam kalimat. untuk menyatakan seluruh atau segenap 3. yaitu suatu perbuatan yang telah selesai dikerjakan.: Sekitar satu dari tiap 54 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki prefiks ini.

Sufiks ini pun dapat menunjukkan tempat.4. untuk menyatakan tindakan dalam waktu yang sama atau menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan waktu -an : menambah sufiks ini biasanya menghasilkan kata benda yang menunjukkan hasil suatu perbuatan. -i : menambah sufiks ini akan menghasilkan verba yang menunjukkan perulangan. Sekitar satu dari tiap 20 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Sekitar satu dari tiap 70 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. alat. instrumen. Sekitar satu dari tiap 34 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Sufiks ini sering digunakan untuk memindahkan perbuatan kepada suatu tempat atau obyek tak langsung dalam kalimat yang mana tetap dan tidak mendapat pengaruh dari perbuatan tersebut . pesawat. dan sebagainya. -kan: menambah sufiks ini akan menghasilkan kata kerja yang menunjukkan penyebab. . proses pembuatan atau timbulnya suatu kejadian. Fungsi utamanya yaitu untuk memindahkan perbuatan verba ke bagian lain dalam kalimat. Sufiks ini pun menunjukkan di mana dan kepada siapa tindakan itu ditujukan. pemberian sesuatu atau menyebabkan sesuatu.

untuk menunjukkan kesopanan atau menekankan ekspresi. pem-an : penggunaan salah satu dari keempat konfiks ini biasanya menghasilkan suatu nomina yang menunjukkan proses berlangsungnya perbuatan yang ditunjuk oleh verba dalam kalimat. membentuk verba yang menyatakan kejadian yang kebetulan . pe-an. Keadaan ini mirip dengan yang diperoleh dengan menggunakan konfiks ³ke-an´. Sekitar satu dari tiap 108 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. peng-an. Sekitar satu dari tiap 75 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. ke-an : Konfiks ini yang paling umum digunakan dan sekitar satu dari tiap 65 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki konfiks ini. se .-kah : menambah sufiks ini menunjukkan bahwa sebuah ucapan merupakan pertanyaan dan sufiks ini ditambahkan kepada kata yang merupakan fokus pertanyaan dalam kalimat. tetapi biasanya kurang umum dan lebih konkrit atau spesifik. Konfiks ini adalah untuk: 1.nya : Konfiks ini seringkali muncul bersama-sama dengan kata dasar tunggal atau kata dasar ulangan untuk membentuk adverbia yang menunjukkan suatu keadaan . Hanya sekitar satu dari tiap 400 kata yang tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki sufiks ini. Sufiks ini jarang digunakan. per-an : menambah konfiks ini akan menghasilkan sebuah nomina yang menunjukkan hasil suatu perbuatan (bukan prosesnya) dan dapat juga menunjukkan tempat. -lah : sufiks ini memiliki penggunaan yang berbeda dan membingungkan. tetapi secara singkat dapat dikatakan bahwa sufiks ini sering digunakan untuk memperhalus perintah. membentuk nomina yang menunjuk kepada tempat atau asal 3. membentuk nomina yang menyatakan hasil perbuatan atau keadaan dalam pengertian umum yang menyatakan hal-hal yang berhubungan dengan kata dasar 2. membentuk adjektif yang menyatakan keadaan berlebihan 4. Artinya sering menunjuk kepada suatu keadaan yang ditunjuk oleh kata dasar atau hasil perbuatan verba dalam kalimat. peny-an.

Dua jenis kata ganti ini sangat umum digunakan dalam komik. kata ³bukuku´ = buku saya. Penggunaan ³-ku´ dan ³-mu´ bervariasi sesuai dengan jenis tulisan. Misalnya.tertinggi yang dapat dicapai oleh perbuatan kata kerja (misalnya: setinggi-tingginya = setinggi mungkin). Penggunaan ³-nya´ baik sebagai kata ganti maupun penunjuk (bukan sebagai sufiks murni) adalah sangat umum dan sekitar satu dari tiap 14 kata tertulis dalam Bahasa Indonesia memiliki satuan ini. Pada umumnya satuan-satuan ini dianggap sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan yang digabungkan dengan kata dasar yang mana tidak mengubah arti kata dasar. cerpen dan tulisan tidak resmi lainnya. -ku. dan jarang digunakan dalam tulisan yang lebih formal seperti surat kabar dan majalah berita . bila ³-nya´ berfungsi sebagai penunjuk. contoh: biasanya = usually. ³bukumu´ = buku Anda. rupanya = apparently -nya. Misalnya. tetapi hal ini merupakan konsep yang agak rumit dan kurang umum dan tidak dibahas di sini. satuan ³-nya´ pun dapat memiliki fungsi untuk menunjukkan sesuatu. Selain sebagai kata ganti yang menyatakan kepemilikan. -mu: satuan-satuan ini bukan merupakan afiks murni dan semuanya tidak dimasukkan sebagai entri dalam kamus ini. ³bukunya´ berarti ³buku itu´. -nya : Ada penggunaan ³-nya´ sebagai sufiks murni yang mengubah arti kata dasarnya. ³bukunya´ = buku dia atau buku mereka.