Optimalisasi Peran Guru dalam Evaluasi Program Pembelajaran

I. Pendahuluan Undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 11 ayat 1 mengamanatkan kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu (berkualitas) bagi setiap warga negara. Terwujudnya pendidikan yang bermutu membutuhkan upaya yang terus menerus untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan memerlukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran (instructional quality) karena muara dari berbagai program pendidikan adalah pada terlaksananya program pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu, usaha meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan tercapai tanpa adanya peningkatan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran memerlukan upaya peningkatan kualitas program pembelajaran secara keseluruhan karena hakikat kualitas pembelajaran adalah merupakan kualitas implementasi dari program pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya. Upaya peningkatan kualitas program pembelajaran memerlukan informasi hasil evaluasi terhadap kualitas program pembelajaran sebelumnya. Dengan demikian, untuk dapat melakukan pembaharuan program pendidikan, termasuk di dalamnya adalah program pembelajaran kegiatan evaluasi terhadap program yang sedang maupun telah berjalan sebelumnya perlu dilakukan dengan baik. Untuk dapat menyusun program yang lebih baik, hasil evaluasi program sebelumnya merupakan acuan yang tidak dapat ditinggalkan. II. Konsep Dasar Evaluasi Ada tiga istilah yang sering digunakan dalam evaluasi, yaitu tes, pengukuran, dan penilaian. (test, measurement,and assessment). Tes merupakan salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan (Djemari Mardapi, 2008: 67). Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek. Objek ini bisa berupa kemampuan peserta didik, sikap, minat, maupun motivasi. Respons peserta tes terhadap sejumlah pertanyaan menggambarkan kemampuan dalam bidang tertentu. Tes merupakan bagian tersempit dari evaluasi. Pengukuran (measurement) dapat didefinisikan sebagai the process by which information about the attributes or characteristics of thing are determinied and differentiated (Oriondo,1998: 2). Guilford mendefinisi pengukuran dengan “assigning numbers to, or quantifying, things according to a set of rules” (Griffin & Nix, 1991: 3). Pengukuran dinyatakan sebagai proses penetapan angka terhadap individu atau karakteristiknya menurut

afektif dan psikomotor. produk atau strategi yang dijalankan telah tercapai. juga dipergunakan untuk kepentingan penyusunan program berikutnya maupun penyusunan kebijakan yang terkait dengan program. Evaluasi memiliki makna yang berbeda dengan penilaian. implementasi dan dampak untuk membantu membuat keputusan. analisis dan penyajian informasi yang sesuai untuk mengetahui sejauh mana suatu tujuan program. design. about institutions.aturan tertentu (Ebel & Frisbie. desain. Adapun tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh informasi yang akurat dan objektif tentang suatu program. prosedur. and collecting and analyzing information in order to report summary data useful to decision makers in selecting among alternatives. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan. Keadaan individu ini bisa berupa kemampuan kognitif. or about entire systems of institutions” (Stark & Thomas. and providing descriptive and judgmental information about the worth and merit of some object’s goals. Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan. Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit) dari tujuan yang dicapai. and impact in order to guide decision making. inti dari evaluasi adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. tentang institusi atau segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem institusi. sehingga bermanfaat bagi pengambilan keputusan serta dapat menentukan beberapa alternatif keputusan untuk program selanjutnya. obtaining. Pengukuran memiliki konsep yang lebih luas dari pada tes. Popham (1995: 3) mendefinisikan asesmen dalam konteks pendidikan sebagai sebuah usaha secara formal untuk menentukan status siswa berkenaan dengan berbagai kepentingan pendidikan. esensi dari pengukuran adalah kuantifikasi atau penetapan angka tentang karakteristik atau keadaan individu menurut aturan-aturan tertentu. pengukuran maupun tes. yaitu untuk mengambil keputusan apakah dilanjutkan. skala rating atau cara lain untuk memperoleh informasi dalam bentuk kuantitatif. Allen & Yen mendefinisikan pengukuran sebagai penetapan angka dengan cara yang sistematik untuk menyatakan keadaan individu (Djemari Mardapi. Komite Studi Nasional tentang Evaluasi (National Study Committee on Evaluation) dari UCLA (Stark & Thomas. tentang kurikulum atau program. Selain itu. 1986: 14). “processes that provide information about individual students. Menurut rumusan tersebut. Kita dapat mengukur karakateristik suatu objek tanpa menggunakan tes. Penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda dengan evaluasi. efisiensi serta pemanfaatan hasil evaluasi yang difokuskan untuk program itu sendiri. pengumpulan.1994: 46). Dengan demikian. selecting appropriate information. Berdasarkan berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa assessment atau penilaian dapat diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran. mengintepretasikan dan menyajikan informasi untuk dapat digunakan sebagai dasar membuat keputusan dan atau menyusun kebijakan. membantu pertanggung jawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena. 2000: 1). misalnya dengan pengamatan. Stufflebeam dan Shinkfield (1985: 159) menyatakan bahwa : Evaluation is the process of delineating. 1994: 12). Informasi tersebut dapat berupa proses pelaksanaan program. diperbaiki atau dihentikan. dampak/hasil yang dicapai. serve needs for accountability. about curricula or programs. menyatakan bahwa : Evaluation is the process of ascertaining the decision of concern. mendeskripsikan. . and promote understanding of the involved phenomena. Boyer & Ewel mendefinisikan asesmen sebagai proses yang menyediakan informasi tentang individu siswa. implementation.

Dengan kata lain ada keterkaitan antar kegiatan sebelum dengan kegiatan sesudahnya. Kegiatan yang direncanakan atau dirancang dengan seksama. maka perlu diadakan evaluasi program pembelajaran. Kegunaan Evaluasi Program Pembelajaran . yaitu pengertian secara khusus dan umum. Program pembelajaran yang dibuat oleh guru tidak selamanya bisa efektif dan dapat dilaksanakan dengan baik. tetapi rancangan kegiatan yang disusun dengan pemikiran yang cerdas dan cermat. Kegiatan tersebut dalam implementasi atau pelaksanaanya melibatkan banyak orang. dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan banyak orang. Pembelajaran merupakan salah satu bentuk program. maka program didefinisikan sebagai satu unit atau kesatuan kegiatan yang merupakan realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan. Agar pembelajaran bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Kegiatan tersebut berlangsung dalam sebuah organisasi. maka perlu kiranya dibuat suatu program pembelajaran. Program Pembelajaran Menurut Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin (2008: 3 . yaitu untuk mencapai kompetensi bidang studi yang pada akhirnya untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan. berlangsung dalam program yang berkesinambungan.4) ada dua pengertian untuk istilah “program”. Menurut pengertian secara umum. mencari pekerjaan. Jika seorang siswa ditanya oleh guru. 3.III. baik guru maupun siswa. atau mungkin juga belum menenukan program apapun. Apabila program ini langsung dikaitkan dengan evaluasi progam. apa programnya setelah lulus dalam menyelesaikan pendidikan di sekolah yang diikuti. Dengan demikian dapat program diartikan sebagai serangkain kegiatan yang direncanakan dengan seksama dan dalam pelaksanaannya berlangsung dalam proses yang berkesinambungan. Dalam buku yang lain Suharsimi (2008: 291) mendefinisikan program sebagai suatu kegiatan yang direncanakan dengan seksama. serta berlangsung dalam organisasi. IV. Rencana ini mungkin berupa keinginan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Kegiatan tersebut berlangsung secara berkelanjutan dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. Program pembelajaran yang biasa disebut juga dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan panduan bagi guru atau pengajar dalam melaksanakan pembelajaran. 2. 4. memiliki keterkaitan antara kegiatan pembelajaran yang satu dengan kegiatan pembelajaran yang lain. bukan kegiatan yang dilakukan oleh perorangan tanpa ada kaitannya dengan kegiatan orang lain. baik organisasi formal maupun organisasi non formal bukan kegiatan individual. Dalam pengertian tersebut ada empat unsur pokok untuk dapat dikategorikan sebagai program. karena pembelajaran yang baik memerlukan perencanaan yang matang dan dalam pelaksanaanya melibatkan berbagai orang. Bukan asal rancangan. membantu orang tua dalam membina usaha. oleh karena itulah agar program pembelajaran yang telah dibuat yang memiliki kelemahan tidak terjadi lagi pada program pembelajaran berikutnya. “program” dapat diartikan sebagai “rencana”. Sedangkan Farida Yusuf Tayibnabis (2000: 9) mengartikan program sebagai segala sesuatu yang dicoba lakukan seseorang dengan harapan akan mendatangkan hasil atau pengaruh. maka arti “program” dalam kalimat tersebut adalah rencana atau rancangan kegiatan yang akan dilakukan setelah lulus. yaitu: 1. dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang.

Laporan demikian biasanya hanya menyajikan angka-angka statistik tanpa disertai penjelasan secara detail tentang makna dan hal-hal yang tekait. Misalnya guru membuat keputusan tingkat kelas. Ada pula sebagian orang tua menerima laporan tentang program pembelajaran dari siswanya. Meningkatkan partisipasi Dengan adanya informasi hasil evaluasi program pembelajaran. Informasi yang akurat tersebut antara lain dapat diperoleh dari kegiatan evaluasi yang dilaksanakan secara sistematis. fasilitas pembelajaran. Mengkomunikasikan program kepada publik Tidak jarang publik termasuk orang tua siswa mendapat laporan bersifat garis besar dari media massa tentang efektivitas program sekolah termasuk program pembelajaran. 4. maka orang tua atau masyarakat akan terpanggil untuk berpartisipasidan ikut mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas pembelajaran. yaitu: 1. 3. dan berhasil juga teridentifikasi berbagai faktor yang perlu diperhatikan atau perlu penyempurnaan.Sekurang-kurangnya ada empat kegunaan utama evaluasi program pembelajaran. Padahal laporan atau informasi demikian dapat saja membentuk opini sistem pembelajaran atau bahkan kinerja guru.karenanya hal ini harus diperhatikan ketika rencana evaluasi dikembangkan. Berbagai kelemahan dan kendala yang mungkin timbul dapat ditemukan dan dikenali. Oleh karena itu mengkomunikasikan hasil evaluasi program pembelajaran yang lengkap akan memiliki keuntungan dan kebaikan bagi guru dan sekolah. dan sebagainya. hasil yang dicapai dapat diukur dan didiagnosis. pelaksanaan ataupun ketika akan mengulangi dan melanjutkan program pembelajaran. Penyempurnaan program yang ada Evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan dengan baik dapat membantu upayaupaya dalam rangka menyepurnakan jalannya program pembelajaran sehingga lebih efektif. Pembuat keputusan biasanya memerlukan informasi yang akurat agar dapat memutuskan sesuatu secara tepat. kemudian dianalisis serta ditentukan alternatif pemecahannya yang paling tepat. 2. Informasi demikian bagaimanapun kurang lengkap. Hasil evaluasi dapat dijadikan dasar bagi pembuatan keputusan. Penyediaan informasi hasil evaluasi bagi pembuatan keputusan tersebut tidak terbatas pada keputusan oleh kepala sekolah tetapi juga oleh guru. misalnya kinerja guru. Komponen-komponen dalam sistem pembelajaran yang memiliki kekurangan dan kelemahan dapat dipelajari dan dicari solusinya. Dengan instrumen yang ada. Hasil evaluasi progam pembelajaran yang dimasyarakatkan akan menggugah kepedulian masyarakat terhadap program pembelajaran. Menyediakan informasi bagi pembuat keputusan Informasi yang dihasilkan dari evaluasi program pembelajaran akan berguna bagi setiap tahapan dari manajemen sekolah mulai sejak perencanaan. Singkatnya evaluasi program pembelajaran data berfungsi sebagai koreksi terhadap kesalahan maupun kekurangan program pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi akan dapat diperoleh informasi tentang dampak dari berbagai aspek program terhadap siswa. strategi pembelajaran yang digunakan. Oleh karena itu sekolah memiliki kewajiban untuk mengkomunikasikan efektivitas program pembelajarannya kepada orang tua maupun publik lainnya melalui hasil-hasil evaluasi yag dilaksanakan. Bagaimanapun orang tua maupun masyarakat luas lainnya memiliki kepentingan terhadap pembelajaran di sekolah. Masingmasing pembuat keputusan memerlukan informasi dari hasil evaluasi. dengan demikian publik dapat menilai tentang efektivitas program pembelajaran dan memberikan dukungan yang diperlukan. sehigga keputusan tersebut lebih valid dibandingkan keputusan yang hanya berdasarkan intuisi saja. . sedangkan kepala sekolah membuat keputusan untuk tingkat sekolah.

Objek Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan asumsi bahwa pembelajaran merupakan sistem yang terdiri atas beberapa unsur. Apabila hal ini terbina dengan baik. luaran atau prestasi belajar. Dengan kata lain untuk memperbaiki kualitas hasil belajar siswa harus didahului dengan perbaikan terhadap kualitas proses pembelajaran. Selanjutnya masukan tersebut pada gilirannya dipergunakan sebagai bahan dan dasar memperbaiki kualitas proses pembelajaran menuju ke perbaikan kualitas hasil pembelajaran. Rahasia mengenai factorfaktor apa yang mempengaruhi buruknya hasil belajar siswa. 1. Informasi hasil evaluasi akan memberikan konfirmasi tentang komponen-komponen program pembelajaran yang masih lemah dan perlu ditingkatkan. Selain itu. . evaluasi juga merupakan upaya meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan kinerjanya. proses dan keluaran/hasil pembelajaran. kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran. Disebut bukan masalah karena prestasi belajar siswa yang buruk adalah sebuah realitas. kebiasaan menilai mutu proses pembelajaran hanya dengan melihatnya dari prestasi belajar siswa semata tidaklah tepat. karakteristik dan kesiapan guru. Dilihat dari pendekatan sistem pemecahan masalah. yaitu masukan. yaitu masukan. yaitu: evaluasi masukan. dan evaluasi hasil belajar atau evaluasi substansial. V. Evaluasi kedua jenis komponen yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pelaksanaan dan hasil pembelajaran. Evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada penilaian karakteristik peserta didik. strategi manajemen sekolah macam apa yang harus diterapkan. Dalam konsep manajemen mutu. Penilaian hasil pembelajaran merupakan upaya untuk melakukan pengukuran terhadap hasil belajar siswa. Bagi siswa informasi hasil evaluasi yang berupa kemajuan hasil belajar siswa juga mempunyai manfaat untuk meningkatkan motivasi belajar. proses. proses dan keluaran/hasil. kurikulum dan materi pembelajaran. baik menggunakan tes maupun non tes. menurut Pusat Pengembangan Sistem Pembelajaran Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret (2007: 5) dalam praktek pembelajaran secara umum.menarik perhatiannya. strategi pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran. Terkait dengan ketiga objek atau sasaran evaluasi program pembelajaran tersebut. pelaksanaan evaluasi program pembelajaran menekankan pada evaluasi proses pembelajaran atau evaluasi manajerial. menurut Sudarwan Danim (2007: 12 -13) mutu pendidikan dilihat dari empat perspektif. maka objek atau sasaran evaluasi program pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga. prestasi belajar siswa yang buruk bukanlah masalah. keefektifan media pembelajaran. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran kedua jenis evaluasi tersebut merupakan komponen sistem pembelajaran yang sangat penting. iklim kelas. Evaluasi proses pembelajaran menekankan pada penilaian pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru meliputi kinerja guru dalam kelas. strategi pembelajaran apa yang harus dikemas agar siswa tahu bagaimana memecahan masalahnya sendirilah yang menjadi masalah. maka akan tercipta suatu control yang ikut memacu dan mengawasi kualitas pembelajaran. serta keadaan lingkungan di mana pembelajaran berlangsung. Dengan demikian. dan akhirnya akan menumbuhkan rasa ikut memiliki (self of belonging). 3. melainkan gejala atau indikator adanya masalah. 2. dalam hal ini adalah penguasaan kompetensi oleh setiap siswa sesuai dengan karakteristik masing – masing mata pelajaran . dan dampak atau utilitas lulusan. sikap dan motivasi belajar siswa.

Berdasarkan batasan tersebut maka dalam evaluasi program pembelajaran guru menjadi evaluator dari dalam karena guru selain sebagai perencana sekaligus pelaksana program pembelajaran mempunyai kewajiban menilai. Menentukan asal evaluator harus mempertimbangkan keterkaitan orang yang bersangkutan dengan program yang akan dievaluasi. 1. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. VI.Berdasarkan beberapa asumsi dan pendapat di atas. Mereka berada di luar dan diminta oleh pengambil keputusan untuk mengevaluasi keberhasilan program pembelajaran. Aspek manajerial. atau disebut juga dengan evaluasi kualitas proses pembelajaran. 2. Karena evaluator adalah orang dalam. sehingga berusaha menyampaikan aspek positif dari program yang dievaluasi dan menginginkan agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik pula. yaitu evaluator dari dalam (internal evaluator) dan evaluator dari luar (external evaluator). Dengan kata lain. Termasuk evaluator eksternal . secara ringkas dapat disimpulkan bahwa objek evaluasi program pembelajaran yang pokok harus mencakup dua hal. Evaluator Program Pembelajaran Ada dua kemungkinan asal (dari mana) orang untuk dapat menjadi evaluator program ditinjau dari program yang akan dievaluasi. Evaluator memahami betul program yang akan dievaluasi sehingga ke-khawatiran untuk tidak atau kurang tepatnya sasaran tidak perlu ada. evaluasi tepat pada sasaran. kegiatan evaluasi akan dilaksanakan dengan tergesa-gesa sehingga kurang cermat. 2. Aspek substansial. Adanya unsur subjektivitas dari evaluator. Adapun kelebihan dan kekurangan evaluator dari dalam antara lain: Kelebihan Evaluator dari dalam 1. yaitu hasil belajar siswa setelah mengikuti serangkaian proses pembelajaran yang dirancang oleh guru. juga mempunyai kewajiban menilaihasil belajar siswa. pengambil keputusan tidak banyak mengeluarkan waktu dan biaya yang cukup banyak Kekurangan Evaluator dari dalam 1. evaluator internal dapat dikhawatirkan akan bertindak subjektif. baik menggunakan tes maupun non tes. yaitu implementasi rancangan pembelajaran yang telah disusun oleh guru dalam bentuk proses pembelajaran. Dengan kata lain. atau disebut juga dengan penilaian hasil belajar siswa. Berdasarkan pertimbangan tersebut Suharsimi Arikunto dan Cep Safrudin (2008: 23 – 25) mengklasifikasikan evaluator menjadi dua macam. 2. jika evaluator kurang sabar. Karena sudah memahami seluk belum program. sikap dan perilaku maupun partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Evaluator dari dalam Yang dimaksud dengan evaluator dari dalam adalah petugas evaluasi program yang sekaligus merupakan salah saeorang dari anggota pelaksana program yang evaluasi. 2. yaitu: 1. Evaluator dari luar Yang dimaksud dengan evaluator dari luar adalah orang-orang yang tidak terkait dengan implementasi program.

guru perlu dibekali pengetahuan dan kecakapan tentang evaluasi program pembelajaran . Hal itu wajar karena evaluator tidak ikut dalam proses kegiatannya. Untuk dapat melaksanakan peran sebagai evaluator program pembelajaran dengan baik. maka ke depan perlu dilibatkan sebagai evaluator terhadap program pembelajaran. baik itu dilakukan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum maupun bagian tertentu yang bertanggung jawab terhadap manajemen mutu sekolah. Pemborosan waktu dan biaya. serta untuk lebih mengoptimalkan peran guru dalam evaluasi program pembelajaran. 2. Dampak dari kekurang pengetahuan tersebut memungkinkan kesimpulan yang diambil kurang tepat. tetapi perlu mengevaluasi proses pembelajaran yang telah ber langsung sebelumnya. Sedangkan untuk evaluasi program pembelajaran pada setiap akhir semester atau pada akhir tahun dapat dilaksanakan oleh petugas yang ditunjuk dan diberi tanggung jawab oleh pimpinan sekolah. Melihat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing evaluator. Kelebihan Evaluator dari luar 1. Kesimpulan yang dibuat akan lebih sesuai dengan keadaan dan kenyataan yang sebenarnya. Evaluator dari luar biasanya belum mengenal lebih dalam tentang program pembelajaran yang akan dievaluasi. Hal dapat diperoleh dengan dilakukannya evaluasi terhadap program pembelajaran secara periodik. evaluator dari luar dapat bertindak secara efektif selama melaksanakan evaluasi dan mengambil kesimpulan. 2. Sebagai contoh untuk evaluasi program pembelajaran pada setiap akhir pelaksanaan pembelajaran berkenaan dengan satu kompetensi dasar atau satu pokok bahasan evaluasi dilakukan oleh guru yang merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. maka sebaiknya evaluator dalam evaluasi program pembelajaran merupakan kombinasi antara evaluator dari dalam dan evaluator dari luar. Kesimpulan Peningkatan kualitas pembelajaran membutuhkan adanya peningkatan kualitas program pembelajaran secara berkelanjutan dan berkesinambungan. VII. Mereka berusaha mengenal dan mempelajari seluk belukprogram tersebut setelah mendapat permintaan untuk mengevaluasi. Untuk meningkat.dalam evaluasi program pembelajaran di antaranya evaluasi yang dilakukan petugas yang ditunjuk oleh kepala sekolah maupun evaluasi yang dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh dinas pendidikan. dengan begitu ia akan bekerja secara serius dan hati – hati.kan kualitas program pembelajaran membutuhkan informasi tentang implementasi program pembelajaran sebelumnya. pengambil keputusan harus mengeluarkan waktu dan biaya untuk membayar evaluator tersebut. Seorang ahli yang ditunjuk biasanya akan mempertahankan kredibilitas kemampuannya. Apapun hasil evaluasi tidak akan ada respon emosional dari evaluator karena tidak ada keinginan untuk memperlihatkan bahwa program tersebut berhasil. Dalam evaluasi program pembelajaran guru tidak cukup hanya menilai hasil belajar siswa saja. Kekurangana Evaluator dari luar 1. Kalau selama ini guru hanya sebagai perancang dan pelaksana program. Karena tidak berkepentingan atas keberhasilan program pembelajaran. Untuk lebih mengoptimalkan hasil evaluasi program pembelajaran maka peran guru perlu lebih ditingkatkan.

(instructional program evaluation). penyusunan instrumen evaluasi sampai penyusunan laporan hasil evaluasi program pembelajaran. mulai dari konsep. pemilihan model-model evaluasi program. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful