Optimalisasi Peran Guru dalam Evaluasi Program Pembelajaran

I. Pendahuluan Undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 11 ayat 1 mengamanatkan kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu (berkualitas) bagi setiap warga negara. Terwujudnya pendidikan yang bermutu membutuhkan upaya yang terus menerus untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan memerlukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran (instructional quality) karena muara dari berbagai program pendidikan adalah pada terlaksananya program pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu, usaha meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan tercapai tanpa adanya peningkatan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran memerlukan upaya peningkatan kualitas program pembelajaran secara keseluruhan karena hakikat kualitas pembelajaran adalah merupakan kualitas implementasi dari program pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya. Upaya peningkatan kualitas program pembelajaran memerlukan informasi hasil evaluasi terhadap kualitas program pembelajaran sebelumnya. Dengan demikian, untuk dapat melakukan pembaharuan program pendidikan, termasuk di dalamnya adalah program pembelajaran kegiatan evaluasi terhadap program yang sedang maupun telah berjalan sebelumnya perlu dilakukan dengan baik. Untuk dapat menyusun program yang lebih baik, hasil evaluasi program sebelumnya merupakan acuan yang tidak dapat ditinggalkan. II. Konsep Dasar Evaluasi Ada tiga istilah yang sering digunakan dalam evaluasi, yaitu tes, pengukuran, dan penilaian. (test, measurement,and assessment). Tes merupakan salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung, yaitu melalui respons seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan (Djemari Mardapi, 2008: 67). Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek. Objek ini bisa berupa kemampuan peserta didik, sikap, minat, maupun motivasi. Respons peserta tes terhadap sejumlah pertanyaan menggambarkan kemampuan dalam bidang tertentu. Tes merupakan bagian tersempit dari evaluasi. Pengukuran (measurement) dapat didefinisikan sebagai the process by which information about the attributes or characteristics of thing are determinied and differentiated (Oriondo,1998: 2). Guilford mendefinisi pengukuran dengan “assigning numbers to, or quantifying, things according to a set of rules” (Griffin & Nix, 1991: 3). Pengukuran dinyatakan sebagai proses penetapan angka terhadap individu atau karakteristiknya menurut

. prosedur. Evaluasi memiliki makna yang berbeda dengan penilaian. implementasi dan dampak untuk membantu membuat keputusan. menyatakan bahwa : Evaluation is the process of ascertaining the decision of concern. tentang kurikulum atau program. pengukuran maupun tes. yaitu untuk mengambil keputusan apakah dilanjutkan. Boyer & Ewel mendefinisikan asesmen sebagai proses yang menyediakan informasi tentang individu siswa. Informasi tersebut dapat berupa proses pelaksanaan program. Allen & Yen mendefinisikan pengukuran sebagai penetapan angka dengan cara yang sistematik untuk menyatakan keadaan individu (Djemari Mardapi. selecting appropriate information. about curricula or programs. Berdasarkan berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa assessment atau penilaian dapat diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran. Dengan demikian. Popham (1995: 3) mendefinisikan asesmen dalam konteks pendidikan sebagai sebuah usaha secara formal untuk menentukan status siswa berkenaan dengan berbagai kepentingan pendidikan. and collecting and analyzing information in order to report summary data useful to decision makers in selecting among alternatives. juga dipergunakan untuk kepentingan penyusunan program berikutnya maupun penyusunan kebijakan yang terkait dengan program. pengumpulan. efisiensi serta pemanfaatan hasil evaluasi yang difokuskan untuk program itu sendiri. 1986: 14).aturan tertentu (Ebel & Frisbie. 2000: 1). serve needs for accountability. Komite Studi Nasional tentang Evaluasi (National Study Committee on Evaluation) dari UCLA (Stark & Thomas. dampak/hasil yang dicapai. about institutions. Keadaan individu ini bisa berupa kemampuan kognitif. tentang institusi atau segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem institusi. desain.1994: 46). Stufflebeam dan Shinkfield (1985: 159) menyatakan bahwa : Evaluation is the process of delineating. esensi dari pengukuran adalah kuantifikasi atau penetapan angka tentang karakteristik atau keadaan individu menurut aturan-aturan tertentu. Selain itu. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan. Evaluasi merupakan suatu proses menyediakan informasi yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk menentukan harga dan jasa (the worth and merit) dari tujuan yang dicapai. obtaining. produk atau strategi yang dijalankan telah tercapai. Menurut rumusan tersebut. Evaluasi merupakan suatu proses atau kegiatan pemilihan. inti dari evaluasi adalah penyediaan informasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. diperbaiki atau dihentikan. membantu pertanggung jawaban dan meningkatkan pemahaman terhadap fenomena. and impact in order to guide decision making. Penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda dengan evaluasi. Kita dapat mengukur karakateristik suatu objek tanpa menggunakan tes. Adapun tujuan evaluasi adalah untuk memperoleh informasi yang akurat dan objektif tentang suatu program. misalnya dengan pengamatan. analisis dan penyajian informasi yang sesuai untuk mengetahui sejauh mana suatu tujuan program. skala rating atau cara lain untuk memperoleh informasi dalam bentuk kuantitatif. afektif dan psikomotor. and providing descriptive and judgmental information about the worth and merit of some object’s goals. Pengukuran memiliki konsep yang lebih luas dari pada tes. implementation. and promote understanding of the involved phenomena. 1994: 12). “processes that provide information about individual students. sehingga bermanfaat bagi pengambilan keputusan serta dapat menentukan beberapa alternatif keputusan untuk program selanjutnya. design. mengintepretasikan dan menyajikan informasi untuk dapat digunakan sebagai dasar membuat keputusan dan atau menyusun kebijakan. mendeskripsikan. or about entire systems of institutions” (Stark & Thomas.

Pembelajaran merupakan salah satu bentuk program. Dengan kata lain ada keterkaitan antar kegiatan sebelum dengan kegiatan sesudahnya. Program Pembelajaran Menurut Suharsimi Arikunto dan Cepi Safrudin (2008: 3 . yaitu: 1. dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang. “program” dapat diartikan sebagai “rencana”. memiliki keterkaitan antara kegiatan pembelajaran yang satu dengan kegiatan pembelajaran yang lain. mencari pekerjaan. maka perlu diadakan evaluasi program pembelajaran. maka program didefinisikan sebagai satu unit atau kesatuan kegiatan yang merupakan realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan. berlangsung dalam program yang berkesinambungan. Kegiatan tersebut berlangsung secara berkelanjutan dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain. baik organisasi formal maupun organisasi non formal bukan kegiatan individual. Rencana ini mungkin berupa keinginan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. membantu orang tua dalam membina usaha. oleh karena itulah agar program pembelajaran yang telah dibuat yang memiliki kelemahan tidak terjadi lagi pada program pembelajaran berikutnya. Dalam buku yang lain Suharsimi (2008: 291) mendefinisikan program sebagai suatu kegiatan yang direncanakan dengan seksama. Jika seorang siswa ditanya oleh guru. yaitu pengertian secara khusus dan umum. yaitu untuk mencapai kompetensi bidang studi yang pada akhirnya untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan. 4. apa programnya setelah lulus dalam menyelesaikan pendidikan di sekolah yang diikuti. atau mungkin juga belum menenukan program apapun. maka arti “program” dalam kalimat tersebut adalah rencana atau rancangan kegiatan yang akan dilakukan setelah lulus. Agar pembelajaran bisa berjalan dengan efektif dan efisien. karena pembelajaran yang baik memerlukan perencanaan yang matang dan dalam pelaksanaanya melibatkan berbagai orang.4) ada dua pengertian untuk istilah “program”. tetapi rancangan kegiatan yang disusun dengan pemikiran yang cerdas dan cermat. 2. maka perlu kiranya dibuat suatu program pembelajaran. Program pembelajaran yang dibuat oleh guru tidak selamanya bisa efektif dan dapat dilaksanakan dengan baik. Kegiatan tersebut dalam implementasi atau pelaksanaanya melibatkan banyak orang. 3. baik guru maupun siswa. Bukan asal rancangan. Kegunaan Evaluasi Program Pembelajaran . Kegiatan tersebut berlangsung dalam sebuah organisasi. IV. Dengan demikian dapat program diartikan sebagai serangkain kegiatan yang direncanakan dengan seksama dan dalam pelaksanaannya berlangsung dalam proses yang berkesinambungan. Menurut pengertian secara umum. Apabila program ini langsung dikaitkan dengan evaluasi progam. Kegiatan yang direncanakan atau dirancang dengan seksama. bukan kegiatan yang dilakukan oleh perorangan tanpa ada kaitannya dengan kegiatan orang lain. Program pembelajaran yang biasa disebut juga dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan panduan bagi guru atau pengajar dalam melaksanakan pembelajaran. Sedangkan Farida Yusuf Tayibnabis (2000: 9) mengartikan program sebagai segala sesuatu yang dicoba lakukan seseorang dengan harapan akan mendatangkan hasil atau pengaruh.III. serta berlangsung dalam organisasi. Dalam pengertian tersebut ada empat unsur pokok untuk dapat dikategorikan sebagai program. dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan banyak orang.

Dengan instrumen yang ada. Komponen-komponen dalam sistem pembelajaran yang memiliki kekurangan dan kelemahan dapat dipelajari dan dicari solusinya.karenanya hal ini harus diperhatikan ketika rencana evaluasi dikembangkan. maka orang tua atau masyarakat akan terpanggil untuk berpartisipasidan ikut mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Menyediakan informasi bagi pembuat keputusan Informasi yang dihasilkan dari evaluasi program pembelajaran akan berguna bagi setiap tahapan dari manajemen sekolah mulai sejak perencanaan. Meningkatkan partisipasi Dengan adanya informasi hasil evaluasi program pembelajaran. Hasil evaluasi dapat dijadikan dasar bagi pembuatan keputusan. dan sebagainya. Misalnya guru membuat keputusan tingkat kelas. Bagaimanapun orang tua maupun masyarakat luas lainnya memiliki kepentingan terhadap pembelajaran di sekolah. pelaksanaan ataupun ketika akan mengulangi dan melanjutkan program pembelajaran. strategi pembelajaran yang digunakan. Oleh karena itu sekolah memiliki kewajiban untuk mengkomunikasikan efektivitas program pembelajarannya kepada orang tua maupun publik lainnya melalui hasil-hasil evaluasi yag dilaksanakan. Penyempurnaan program yang ada Evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan dengan baik dapat membantu upayaupaya dalam rangka menyepurnakan jalannya program pembelajaran sehingga lebih efektif. yaitu: 1. Hasil evaluasi progam pembelajaran yang dimasyarakatkan akan menggugah kepedulian masyarakat terhadap program pembelajaran.Sekurang-kurangnya ada empat kegunaan utama evaluasi program pembelajaran. dan berhasil juga teridentifikasi berbagai faktor yang perlu diperhatikan atau perlu penyempurnaan. Masingmasing pembuat keputusan memerlukan informasi dari hasil evaluasi. Informasi demikian bagaimanapun kurang lengkap. Penyediaan informasi hasil evaluasi bagi pembuatan keputusan tersebut tidak terbatas pada keputusan oleh kepala sekolah tetapi juga oleh guru. . fasilitas pembelajaran. sedangkan kepala sekolah membuat keputusan untuk tingkat sekolah. Laporan demikian biasanya hanya menyajikan angka-angka statistik tanpa disertai penjelasan secara detail tentang makna dan hal-hal yang tekait. Oleh karena itu mengkomunikasikan hasil evaluasi program pembelajaran yang lengkap akan memiliki keuntungan dan kebaikan bagi guru dan sekolah. Ada pula sebagian orang tua menerima laporan tentang program pembelajaran dari siswanya. Singkatnya evaluasi program pembelajaran data berfungsi sebagai koreksi terhadap kesalahan maupun kekurangan program pembelajaran. kemudian dianalisis serta ditentukan alternatif pemecahannya yang paling tepat. Mengkomunikasikan program kepada publik Tidak jarang publik termasuk orang tua siswa mendapat laporan bersifat garis besar dari media massa tentang efektivitas program sekolah termasuk program pembelajaran. dengan demikian publik dapat menilai tentang efektivitas program pembelajaran dan memberikan dukungan yang diperlukan. Padahal laporan atau informasi demikian dapat saja membentuk opini sistem pembelajaran atau bahkan kinerja guru. 4. 2. hasil yang dicapai dapat diukur dan didiagnosis. Berbagai kelemahan dan kendala yang mungkin timbul dapat ditemukan dan dikenali. Informasi yang akurat tersebut antara lain dapat diperoleh dari kegiatan evaluasi yang dilaksanakan secara sistematis. 3. misalnya kinerja guru. sehigga keputusan tersebut lebih valid dibandingkan keputusan yang hanya berdasarkan intuisi saja. Berdasarkan hasil evaluasi akan dapat diperoleh informasi tentang dampak dari berbagai aspek program terhadap siswa. Pembuat keputusan biasanya memerlukan informasi yang akurat agar dapat memutuskan sesuatu secara tepat.

kebiasaan menilai mutu proses pembelajaran hanya dengan melihatnya dari prestasi belajar siswa semata tidaklah tepat. maka akan tercipta suatu control yang ikut memacu dan mengawasi kualitas pembelajaran. kelengkapan dan keadaan sarana dan prasarana pembelajaran. Informasi hasil evaluasi akan memberikan konfirmasi tentang komponen-komponen program pembelajaran yang masih lemah dan perlu ditingkatkan. Objek Evaluasi Pembelajaran Berdasarkan asumsi bahwa pembelajaran merupakan sistem yang terdiri atas beberapa unsur. iklim kelas. Dalam konsep manajemen mutu. 1. menurut Sudarwan Danim (2007: 12 -13) mutu pendidikan dilihat dari empat perspektif. Selanjutnya masukan tersebut pada gilirannya dipergunakan sebagai bahan dan dasar memperbaiki kualitas proses pembelajaran menuju ke perbaikan kualitas hasil pembelajaran. baik menggunakan tes maupun non tes. Evaluasi kedua jenis komponen yang dapat dipergunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pelaksanaan dan hasil pembelajaran. pelaksanaan evaluasi program pembelajaran menekankan pada evaluasi proses pembelajaran atau evaluasi manajerial. prestasi belajar siswa yang buruk bukanlah masalah. Penilaian hasil pembelajaran merupakan upaya untuk melakukan pengukuran terhadap hasil belajar siswa. . yaitu masukan. sikap dan motivasi belajar siswa. strategi pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran. Selain itu. dan evaluasi hasil belajar atau evaluasi substansial. keefektifan media pembelajaran. proses dan keluaran/hasil pembelajaran. Dengan kata lain untuk memperbaiki kualitas hasil belajar siswa harus didahului dengan perbaikan terhadap kualitas proses pembelajaran. menurut Pusat Pengembangan Sistem Pembelajaran Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret (2007: 5) dalam praktek pembelajaran secara umum. kurikulum dan materi pembelajaran. Evaluasi proses pembelajaran menekankan pada penilaian pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru meliputi kinerja guru dalam kelas. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran kedua jenis evaluasi tersebut merupakan komponen sistem pembelajaran yang sangat penting. dan akhirnya akan menumbuhkan rasa ikut memiliki (self of belonging). V. Dilihat dari pendekatan sistem pemecahan masalah. Disebut bukan masalah karena prestasi belajar siswa yang buruk adalah sebuah realitas. karakteristik dan kesiapan guru. yaitu: evaluasi masukan.menarik perhatiannya. luaran atau prestasi belajar. proses dan keluaran/hasil. Apabila hal ini terbina dengan baik. Rahasia mengenai factorfaktor apa yang mempengaruhi buruknya hasil belajar siswa. 3. proses. maka objek atau sasaran evaluasi program pembelajaran dapat dibedakan menjadi tiga. dan dampak atau utilitas lulusan. strategi pembelajaran apa yang harus dikemas agar siswa tahu bagaimana memecahan masalahnya sendirilah yang menjadi masalah. melainkan gejala atau indikator adanya masalah. dalam hal ini adalah penguasaan kompetensi oleh setiap siswa sesuai dengan karakteristik masing – masing mata pelajaran . 2. Dengan demikian. evaluasi juga merupakan upaya meningkatkan motivasi guru untuk meningkatkan kinerjanya. Evaluasi masukan pembelajaran menekankan pada penilaian karakteristik peserta didik. serta keadaan lingkungan di mana pembelajaran berlangsung. strategi manajemen sekolah macam apa yang harus diterapkan. yaitu masukan. Bagi siswa informasi hasil evaluasi yang berupa kemajuan hasil belajar siswa juga mempunyai manfaat untuk meningkatkan motivasi belajar. Terkait dengan ketiga objek atau sasaran evaluasi program pembelajaran tersebut.

yaitu evaluator dari dalam (internal evaluator) dan evaluator dari luar (external evaluator). atau disebut juga dengan evaluasi kualitas proses pembelajaran. jika evaluator kurang sabar.Berdasarkan beberapa asumsi dan pendapat di atas. sehingga berusaha menyampaikan aspek positif dari program yang dievaluasi dan menginginkan agar kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik pula. Evaluator Program Pembelajaran Ada dua kemungkinan asal (dari mana) orang untuk dapat menjadi evaluator program ditinjau dari program yang akan dievaluasi. VI. pengambil keputusan tidak banyak mengeluarkan waktu dan biaya yang cukup banyak Kekurangan Evaluator dari dalam 1. 2. Adanya unsur subjektivitas dari evaluator. Berdasarkan pertimbangan tersebut Suharsimi Arikunto dan Cep Safrudin (2008: 23 – 25) mengklasifikasikan evaluator menjadi dua macam. Menentukan asal evaluator harus mempertimbangkan keterkaitan orang yang bersangkutan dengan program yang akan dievaluasi. 2. Mereka berada di luar dan diminta oleh pengambil keputusan untuk mengevaluasi keberhasilan program pembelajaran. Termasuk evaluator eksternal . yaitu hasil belajar siswa setelah mengikuti serangkaian proses pembelajaran yang dirancang oleh guru. juga mempunyai kewajiban menilaihasil belajar siswa. Evaluator dari luar Yang dimaksud dengan evaluator dari luar adalah orang-orang yang tidak terkait dengan implementasi program. Adapun kelebihan dan kekurangan evaluator dari dalam antara lain: Kelebihan Evaluator dari dalam 1. Karena sudah memahami seluk belum program. Aspek substansial. baik menggunakan tes maupun non tes. Berdasarkan batasan tersebut maka dalam evaluasi program pembelajaran guru menjadi evaluator dari dalam karena guru selain sebagai perencana sekaligus pelaksana program pembelajaran mempunyai kewajiban menilai. yaitu: 1. Karena evaluator adalah orang dalam. 2. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. 1. Dengan kata lain. Evaluator dari dalam Yang dimaksud dengan evaluator dari dalam adalah petugas evaluasi program yang sekaligus merupakan salah saeorang dari anggota pelaksana program yang evaluasi. Aspek manajerial. kegiatan evaluasi akan dilaksanakan dengan tergesa-gesa sehingga kurang cermat. 2. sikap dan perilaku maupun partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. yaitu implementasi rancangan pembelajaran yang telah disusun oleh guru dalam bentuk proses pembelajaran. atau disebut juga dengan penilaian hasil belajar siswa. evaluasi tepat pada sasaran. Evaluator memahami betul program yang akan dievaluasi sehingga ke-khawatiran untuk tidak atau kurang tepatnya sasaran tidak perlu ada. Dengan kata lain. evaluator internal dapat dikhawatirkan akan bertindak subjektif. secara ringkas dapat disimpulkan bahwa objek evaluasi program pembelajaran yang pokok harus mencakup dua hal.

Pemborosan waktu dan biaya. Mereka berusaha mengenal dan mempelajari seluk belukprogram tersebut setelah mendapat permintaan untuk mengevaluasi. Kelebihan Evaluator dari luar 1. guru perlu dibekali pengetahuan dan kecakapan tentang evaluasi program pembelajaran . Dampak dari kekurang pengetahuan tersebut memungkinkan kesimpulan yang diambil kurang tepat. 2. Kesimpulan yang dibuat akan lebih sesuai dengan keadaan dan kenyataan yang sebenarnya. dengan begitu ia akan bekerja secara serius dan hati – hati. 2. maka ke depan perlu dilibatkan sebagai evaluator terhadap program pembelajaran. Sedangkan untuk evaluasi program pembelajaran pada setiap akhir semester atau pada akhir tahun dapat dilaksanakan oleh petugas yang ditunjuk dan diberi tanggung jawab oleh pimpinan sekolah. evaluator dari luar dapat bertindak secara efektif selama melaksanakan evaluasi dan mengambil kesimpulan. Dalam evaluasi program pembelajaran guru tidak cukup hanya menilai hasil belajar siswa saja. Untuk meningkat. Melihat kelebihan dan kekurangan dari masing-masing evaluator.dalam evaluasi program pembelajaran di antaranya evaluasi yang dilakukan petugas yang ditunjuk oleh kepala sekolah maupun evaluasi yang dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh dinas pendidikan. Kalau selama ini guru hanya sebagai perancang dan pelaksana program. Untuk lebih mengoptimalkan hasil evaluasi program pembelajaran maka peran guru perlu lebih ditingkatkan. maka sebaiknya evaluator dalam evaluasi program pembelajaran merupakan kombinasi antara evaluator dari dalam dan evaluator dari luar. baik itu dilakukan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum maupun bagian tertentu yang bertanggung jawab terhadap manajemen mutu sekolah. tetapi perlu mengevaluasi proses pembelajaran yang telah ber langsung sebelumnya. pengambil keputusan harus mengeluarkan waktu dan biaya untuk membayar evaluator tersebut. VII. Hal itu wajar karena evaluator tidak ikut dalam proses kegiatannya.kan kualitas program pembelajaran membutuhkan informasi tentang implementasi program pembelajaran sebelumnya. Kesimpulan Peningkatan kualitas pembelajaran membutuhkan adanya peningkatan kualitas program pembelajaran secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Untuk dapat melaksanakan peran sebagai evaluator program pembelajaran dengan baik. Kekurangana Evaluator dari luar 1. Sebagai contoh untuk evaluasi program pembelajaran pada setiap akhir pelaksanaan pembelajaran berkenaan dengan satu kompetensi dasar atau satu pokok bahasan evaluasi dilakukan oleh guru yang merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal dapat diperoleh dengan dilakukannya evaluasi terhadap program pembelajaran secara periodik. Apapun hasil evaluasi tidak akan ada respon emosional dari evaluator karena tidak ada keinginan untuk memperlihatkan bahwa program tersebut berhasil. Seorang ahli yang ditunjuk biasanya akan mempertahankan kredibilitas kemampuannya. serta untuk lebih mengoptimalkan peran guru dalam evaluasi program pembelajaran. Karena tidak berkepentingan atas keberhasilan program pembelajaran. Evaluator dari luar biasanya belum mengenal lebih dalam tentang program pembelajaran yang akan dievaluasi.

penyusunan instrumen evaluasi sampai penyusunan laporan hasil evaluasi program pembelajaran. . pemilihan model-model evaluasi program.(instructional program evaluation). mulai dari konsep.