P. 1
jpg indo

jpg indo

|Views: 34|Likes:

More info:

Published by: Bernadette Aderi Puspaningrum on May 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2011

pdf

text

original

Tugas Mata Kuliah Sistem Budaya Indonesia Nama/NPM : Bernadette Aderi P (1006694315) Caroline Widagdo Sumber (1006694321

)

: Amri Mazali, Manusia Indonesia dan Pembangunan Indonesia Nilai Dasar Persatuan Bangsa Indonesia

KEMBALI KEPADA NILAI-NILAI BUDAYA YANG LUHUR Berkaca dari latar belakang budaya timur dan letak geografis yang hampir sama kami akan membahas bencana gempa yang sering terjadi di Jepang dan Indonesia. Dalam pembahasan akan menyoroti respon masyarakat dalam menanggapi bencana dari ke dua negara tersebut dan mencoba membahasnya berdasarkan analisis beberapa ahli terhadap karakteristik masyarakat ke dua negara tersebut. Hal tersebut menunjukan peranan dari karakter suatu bangsa dalam mempengaruhi kemajuan dua negara tersebut. Indonesia yang luas dengan masyarakat yang heterogen merupakan miniatur dari keadaan dunia pada umumnya. Perbedaan karakter masyarakat dunia bahkan terkadang digolongkan menjadi apa yang sering kita dengar sebagai budaya barat dan b udaya timur. Namun tentunya latar belakang yang berbeda dari beberapa negara di bagian tertentu masih memiliki perbedaan yang secara signifikat dapat kita lihat dengan membandingkan Indonesia dan Jepang teruma dalam respon masyarakat maupun negara secara keseluruhan dalam penanganan bencana. Mochtar Lubis, seorang wartawan senior Indonesia, melihat hal tersebut sebagai watak khas yang dimiliki oleh suatu komunitas atau dalam ilmu antropologi disebut sebagai ³ethos´. Paparan Mochtar Lubis mengenai watak masyarakat Indonesia tidak hanya berdasarkan pengalaman dari profesi yang Ia geluti namun juga berdasarkan berbagai sumber bacaan yang semakin memperluas wawasannya. Sama halnya yang dilakuakan oleh Benedict, seorang peneliti antropologi yang juga mencoba mempelajari watak masyarakat Indonesia. Benedict membangun gambaran watak berdasarkan atas berbagai macam bacaan mengenai buku-buku etnografi yang berisi tentang hasil-hasil penelitian lapangan para antropolog pada suku-suku bangsa yang mereka teliti. Berdasarkan sudut pandang kedua ahli tersebut, layaknya watak individu pada umumnya, watak yang bersifat negatif dan watak yang bersifat positif. Sikap hormat, royal,

opening remarks at the 7 th Senior Diplomatic Course. Sikap mental petani dan pegawai tersebut tidak mendorong pembangunan sebab tidak meningkatkan mutu kehidupan materialnya. Dalam pembahasan selanjutnya kita dapat melihat bagaimana sikap-sikap ini kemudian mempengaruhi respon dari masyarakat maupun pemerintah dalam menangani bencana yang sering terjadi di negara ini jika di bandingkan dengan Jepang. sikap tidak peduli dengan nasib orang lain.htm. dan Pembangunan yang menyatakan bahwa sikap mental yang dimiliki bangsa Indonesia dikategorikan lemah untuk menghadapi sebuah pembangunan. Hal tersebut tentunya menambah catatan buruk dalam upaya memajukan negara terutama ketika posisi geografis yang kita miliki menuntut seluruh lapisan masyarakat untuk waspada akan kemungkinan bencana terburuk yang mungkin terjadi. Mentalitas. Sedangkan watak negatif masyarakat Indonesia ialah tidak jujur.musashitech.ac. diakses dari http://c-pc8. 1 . Redefining Total Defense and Security in The Region. Berbeda dengan alam Indonesia yang di karunia berbagai bahan mentah dan tanah yang subur. Jepang merupakan negara dengan sumber daya alam yang miskin dan tanah sebagain tanah yang terkontaminasi radiasi nuklir pada Perang Dunia II. ramah tamah. suka menggerutu di belakang. 2 Hiro Yoshikawa. Ditambahkan kembali oleh Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul Kebudayaan.jp/RC/doc/04. dsb dinilai sebagai watak positif masyarakat Indonesia. Working Hours of Japanese Employees.21 WIB.2 Rata-rata waktu kerja ini merupakan yang tertinggi jika di bandingkan dengan negara-negara di dunia pada Prof. Pembahasan Telah di paparkan sebelumnya. memiliki selera humor yang cukup tinggi. dsb. Watak masyarakat Indonesia oleh Koentjaraningrat dinilai sebagi penduduk yang bermentalitas sebagai petani dengan sikap subsistens yang hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup saja. Juwono Sudarsono. pada tanggal 6 Mei 2011 pukul 22. Ministry of Foreign Affairs. Akan tetapi. Posisi Jepang sebagai salah satu negara maju di dunia bukanlah sesuatu yang dengan mudah diraih. Jakarta 14 April 2011.civil.dapat dipercaya. kurang bekerja keras. bagaimana latar belakang masyarakat menjadi sesuatu yang sangat penting dalam membentuk watak suatu komunitas termasuk negara. kondisi inilah yang justru membuat negara ini berusaha mengembangkan dan memanfaatkan sumberdaya manusianya yang oleh Prof. Juwono Sudarsono sebagai brain power.1 ³Ethos´ pekerja keras dan tepat waktu diperlihatkan oleh masyarakat Jepang y ang terkenal dengan waktu kerja masyarakat yang rata-rata 2159 jam/tahun.

Shinto dan Konfusionisme yang bertumbuh kembang di tengah masyarakat Jepang. Hal ini di perparah dengan pemerintahan yang korup yang semakin memperburuk citra Indonesia sebagai bangsa yang tidak jujur dan tidak dapat dipercaya. Namun untungnya sikap kemanusiaan yang masih tertanam sebagai ethos masyarakat Indonesia masih tergerak dengan banyaknya aksi penggalangan dana sebagai bentuk tolong menolong karena rasa senasib sepenanggungan sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Hal menarik di perlihatkan cctv suatu perusahaan yang disiarkan salah satu kantor berita internasional. . Budaya Malu di Balik Bencana Tsunami Jepang. Penangannan dan pemulihan bencana gempa disisi lain juga terkesan lambat terlihat dari banyaknya daerah terisolasi yang tidak cepat mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sikap subsistens yang diutarakan Koentjaraningrat diperjelas dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang masih hidup dalam garis kemiskinan setelah 65 tahun kemerdekaannya. Sesaat ketika gempa Jepang 11 Maret 2011 berlangsung. Kebocoran reaktor nuklir paska gempa dan tsunami tidak hanya memperburuk keadaan namun juga memperlihatkan rinri sebagai budaya malu yang dimiliki bangsa Jepang sejak masa pemerintahan Kaisar Tokugawa masih melekat dalam diri masyarakat Jepang. beberapa karyawan masih sibuk dengan komputernya untuk sekedar menutup dan menyimpan pekerjaan yang sedang mereka selsesakan sebelum kemudian pergi menyelamatkan diri.umumnya.3 Dedikasi akan pekerjaannya ini juga terdapat dalam ajaran ³bushido´ yang telah lama ada dalam masyarakat Jepang. Bushido merupakan tiga ajaran Budhisme.com/2011/04/04/budaya-malu-di-balik-bencana-tsunami-jepang/ . Hal ini terlihat dari dedikasi karyawan penjaga reaktor nuklir Daiichi Fukushima yang tetap bertahan dan berani mengambil resiko meskipun masyarakat dalam radius 20 kilometer telah diungsikan. Penangangan masalah Lapindo yang berlarut-larut hingga tahun ke lima-nya. berpendirian teguh dan berani. Bencana tsunami yang baru saja melanda Jepang semakin menunjukan kehebatan dari kuaatnya karakter bangsa ini. Dedikasi yang tinggi akan pekerjaannya diperlihatkan dalam kejadian ini. pada tanggal 6 Mei 2011 pukul 22. Lain halnya dengan watak masyarakat Indonesia yang terlah dipaparkan oleh Mochtar Lubis maupun Koentjaraningrat. diakses dari http://filsafat.23 WIB.kompasiana. Pemerintahan yang di bangun berlandaskan KKN ini nyatanya juga dapat di lihat secara nyata kerjanya melalui lambatnya penanganan maupun pemulihan kembali daerah-daerah bencana di Indonesia. memiliki sopan santun dan rasa malu. Menekankan sikap dasar untuk menjaga perasaan dan kehormatan diri. keteguhan sikap dan kekebalan 3 Armin Mustamin.

Jepang mengalami ketertinggalan yang cukup signifikan dibandingkan dengan negara lain. Bagi masyarakat Jepang tanggung jawab adalah sesuatu yang harus di pegang teguh dan merupakan aib jika orang tersebut tidak dapat mengemban tugas yang diamanatkan kepadanya dengan baik.11 WIB. Kontras dengan apa yang terjadi di Indonesia.hati. Namun Restorasi Meiji yang dilakukan oleh kekaisaran berikutnya menunjukan mudahnya Jepang beradaptasi dengan kondisi global dan menjadi fast-learner. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang berhasil membangun industri otomotif dan bahkan kereta api cepat (Shinkansen). tunami dan kebocoran nuklir. masyarakat Indonesia akan cenderung memikirkan kebutuhan pribadi ataupun sanak keluarganya dibandingkan orang lain ketika dalam keadaan terdesak. serta hidup dengan jujur dan jernih. Setelah terkekang cukup lama dalam isolasi kekaisaran Tokugawa.com/japanesedisposition.html. Dapat terlihat dari berbagai konflik yang terjadi di Indonesia dimana penjarahan dan kekerasan menjadi dasar dari beberapa konflik di masyarakat.4 Harakiri merupakan budaya yang ada dan dimiliki oleh prajurit Jepang sejak dulu dan seakan menjadi dogma dalam kehidupan masyarakat Jepang sehingga akan sagat memalukan bagi orang Jepang jika mereka melanggar norma-norma yang telah menjadi kesepakatan umum bangsanya.intelbridges. diakses pada tanggal 6 Mei 2011 pukul 21. Sejarah membuktikan bahwa Jepang adalah negara yang pantang menyerah. pemerintah Je pang menyuarakan selogan ³Jepang Bangkit Lagi´. tak segan segan akan mengambil tindakan di luar kehendak untuk menghukum dirinya sendiri dengan cara ³seepuku´ atau ³harakiri´ (menyayat perut untuk bunuh diri) sebagai taruhan atas tanggung jawab diembannya. kesetiaan dan memiliki harapan. Sayangnya dalam keadaan yang sama oranng Indonesia cenderung akan lebih mementingkan pihaknya pribadi dibandingkan mendedikasikan dirinya untuk tugas dan tanggung jawabnya. 4 . Lihat http://www. Selaras dengan apa yang di ungkapkan Mochtar Lubis dalam paparannya. bersedia menerima takdir secara pasrah. Tak lama setelah gempa. Budaya pantang menyerah ini juga terus di wariskan sehingga menjadi salah satu faktor pemulihan Jepang pasca pengeboman Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia ke II. Jika seandainya warga Jepang menemui kegagalan dari totalitas tanggung jawab dijalani sebagai bagian dari esensi dan eksistensi kemanusiannya.

Kini menjadi tugas kita bangsa Indonesia untuk kembali belajar dari berbagai kesalahan yang telah dilakukan orang-orang terdahulu bangsa ini dengan tidak mengulanginya lagi dan memberi penghargaan kepada jasa-jasa para leluhur yang telah memberikan nilai dan norma yang baik bagi bangsa Indonesia. . Korupsi. kolusi dan nepotisme yang menjadi dasar pergerakan reformasi ternyata masih merajalela di negri ini. Dari sini kita melihat adanya kesalahan dalam proses pembelajaran dari sejarah yang merupakan tonggak berdirinya negara suatu bangsa. Perbedaan kemajuan pembangunan mulai dari tingkat politik hingga kesejahteraan masyarakat antara Indonesia dan Jepang menyadarkan kita bagaimana budaya yang buruk justru lebih menguasai masyarakat dibandingkan budaya santun dan ramah yang dimiliki leluhur bangsa Indonesia. Jepang dikenal sebagai bangsa yang memegang teguh tradisi leluhur menjadikannya negara yang kuat dan berkarakter. Ketidakjujuran dan egoisme untuk memakmurkan diri sendiri menjadi masalah besar yang menghambat kemajuan bangsa.Kondisi Indonesia terutama pasca reformasi yang dikatakan sebagai momentum sejarah revolusi Indonesia ternyata belum mampu mengubah negara ini menjadi negara besar dan maju. Menjadi sebuah keprihatinan dalam perbandingan budaya ini Indonesia terlihat lebih memiliki watak yang buruk dibandingkan masyarakat Jepang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->