P. 1
Doa Dalam Shalat Jenazah

Doa Dalam Shalat Jenazah

|Views: 461|Likes:

More info:

Published by: Isni Nur Khairunnissa on May 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2012

pdf

text

original

DOA DALAM SHALAT JENAZAH Alloohummaghfir lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Wa’fu ‘ahu, Wa Akrim Nuzulahu, Wa Wassi’ Madkholahu, Waghsilhu

Bil Maa’i WatsTsalji Wal Barodi, Wa Naqqihi Minal Khothooyaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadho Minad Danasi, Wa Abdilhu Daaron Khoiron Min Daarihi, Wa Ahlan Khoiron Min Ahlihi, Wa Zaujan Khoiron Min Zaijihi, Wa Adkhilhul Jannata, Wa A’idhu Min ‘Adzaabil Qabri

Ya Allah, Ampunilah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempat-kanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.” (HR. Muslim 2/663) Alloohumaghfir Lihayyinaa Wa Mayyitinaa Wa Syaahidinaa Wa Ghoo’ibinaa ‫ا‬ Wa Shoghiirinaa Wa Kabiirinaa Wa Dzakarinaa Wa Untsaanaa. Alloohumma Man Ahyaitahu Minnaa Fa Ahyihi ‘Alal Islaam, Wa Man Tawaffaitahu Minnaa Fatawaffahu ‘Alal Iimaan. Alloohumma Laa Tahrimna Ajrahu Wa Laa Tudhillanaa Ba’dahu Ya Allah! Ampunilah kepada orang yang hidup di antara kami dan yang mati, “ orang yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir ,laki-laki maupun perempuan. Ya Allah! Orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkan dengan memegang ajaran Islam, dan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikan dengan memegang keimanan. Ya Allah! Jangan menghalangi kami untuk tidak memper-oleh pahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.” ( (HR. Ibnu Majah 1/480, Ahmad 2/368, dan lihat Shahih Ibnu Majah 1/251 [Alloohumma Inna Fulaanabna Fulaanin Fii Dzimmatika, Wa Habli Jiwaarika, Fa Qihi Min Fitnatil Qobri Wa ‘Adzaabin Naari, Wa Anta Ahlal Wafaa’i Wal Haqqi. Faghfirlahu Warhamhu, Innaka Antal Ghofuurur Rohiim] “Ya, Allah! Sesungguhnya Fulan bin Fulan dalam tanggunganMu dan tali perlindunganMu. Peliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa Neraka. Engkau adalah Maha Setia dan Maha Benar. Ampunilah dan belas kasihanilah dia.

Menurut pendapatnya: Hadits ter-sebut adalah shahih. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya. Al-Hakim. Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Penyayang. aku muat sekarang saja. dan yang demikian itulah agama yang lurus. Al-Bayyinah : 5). takbir sebanyak empat kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu lalu salam.(QS. lewatkanlah dari kesalahan-nya.”(HR. Wa In Kaana Musii’an Fa Tajaawaz ‘Anhu] Ya. sedang Engkau tidak membutuhkan untuk menyiksanya. ini hambaMu. dan lihat Ahkamul Jana’iz oleh Al-Albani. (HR. Rukun Shalat Jenazah Shalat jenazah itu terdiri dari 8 rukun. jika ia berbuat baik tambahkanlah dalam amalan baiknya. Fa Zid Fii Hasanaatihi. membutuh-kan rahmatMu. Adz-Dzahabi menyetujuinya 1/359. dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Niat Shalat jenazah sebagaimana shalat dan ibadah lainnya tidak dianggap sah kalau tidak diniatkan. Yang kita lakukan hanyalah berdiri. Rasulullah SAW pun telah bersabda dalam haditsnya yang masyhur : Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda. Muttafaq Alaihi). Dan niatnya adalah untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT. Wa Anta Ghoniyyun ‘An ‘Adzaabihi. ternyata dia kebingungan ttg bacaan di raka’at takbir ke-3 dan ke-4 dari sholat jenazah ini. Semoga bermanfaat Shalat Jenazah merupakan shalat yang tidak perlu ruku’ dan sujud. Well…sebenarnya artikel ini sudah aku siapkan sejak lama. 1. Allah.Sesungguhnya Engkau.” (HR.“Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. dan jika dia orang yang salah. Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya dalam agama yang lurus . tapi sehubungan dg pertanyaan temanku itu. halaman 125) Berawal dari pertanyaan seorang teman yg baru melayat(+menyholatkan) jenazah. . Lihat Shahih Ibnu Majah 1/251 dan Abu Dawud 3/21) [Alloohumma ‘Abduka Wabnu Amatikahtaaja Ilaa Rohmatika. Ibnu Majah. In Kaana Muhsinan. anak ham-baMu perempuan (Hawa).

Muslim 952 dan Ahmad 3:355) Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. 3. Berdiri Bila Mampu Shalat jenazah tidak sah bila dilakukan sambil duduk atau di atas kendaraan (hewan tunggangan) selama seseorang mampu untuk berdiri dan tidak ada uzurnya.Niat itu adanya di dalam hati dan intinya adalah tekad serta menyengaja di dalam hati bahwa kita akan melakukan shalat tertentu saat ini. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947). (HR. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW. waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi. Doa Setelah Takbir Keempat Misalnya doa yang berbunyi : Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu (maaf pren. Takbir 4 kali Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah. wa’aafihi wa’fu ‘anhu. beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam. (HR. wa wassi’ madkhalahu. Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali. Doa Untuk Jenazah Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :Bila kalian menyalati jenazah. Salam . Ada juga artikel lain yg menuliskan: Allahummaghfir lahu warhamhu. Membaca Surat Al-Fatihah 5. 2. sms-ku kemarin tidak lengkap doanya…ini yg lengkapnya…) 8. wa akrim nuzulahu. 7. Bukhari : 1245. 4. Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain : Allahummaghfir lahu warhamhu. maka murnikanlah doa untuknya. wa’aafihi wa’fu ‘anhu. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW 6.

Wahai saudara yang menyadari akan arti kehidupan. maka hendaknya kita juga harus bisa mengurus jenazah. memandikannya. maka yang berhak adalah ayahnya atau . Jika mayyit telah mewasiatkan kepada seseorang untuk memandikannya. Sholawat beriring salam selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Orang yang berhak memandikan jenazah.! Kalau kita menginginkan agar mayat kita diurus orang lain. a. Takbir ** Membaca Shalawat kepada Nabi SAW : Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad? 3. bagaimana cara mempersiapkan pemandian bagi jenazah. Mati adalah sesuatu yang pasti bagi kita. sampai kita menguburkannya. Takbir ** Membaca Doa : Allahumma Laa Tahrimnaa Ajrahu Mengucap Salam tambahan : Oleh : Iyyas : http://saad01.Jadi secara urutannya adalah sebagai berikut : 1. demikian juga kepada keluarga dan sahabat – sahabatnya serta para pengikut-pengikutnya yang masih istiqomah dengan ajaranajarannya. Takbir ** Membaca Doa : Allahummaghfir lahu war-hamhu .html A. B. mensholatkan. . tentunya kita menginginkan agar mayat kita diurus dengan benar sesuai dengan ajaran Rosul Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. . Jika mayyit tidak mewasiatkan.com/2005/07/risalah-jenazah. maka orang itulah yang berhak.S Ali Imron :185 ).blogspot. 2. MUQODDIMAH. Takbiratul Ihram seperti biasa **Membaca Al-Fatihah 2. Alloh Ta’ala berfirman “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian”. (Q. mengkafaninya. MEMANDIKAN JENAZAH. Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan karunia Nya kepada ummat manusia agar supaya manusia mensyukurinya. Maka kami coba untuk membuat risalah jenazah yang kami sarikan dan kami nukilkan dari kitab Al Wijaazah fi Tajhiizi Al Janaazah karangan Abdurrohman bin Abdulloh Al Ghaits. 4. Nah…. 1.

Caranya : Pakaian : a) Dimulai dari lengan sebelah kanan kearah kiri b) Selanjutnya dari lobang baju (krah) kebawah c) Setelah itu bagian depan ditarik dengan perlahan dari bawah handuk penutup auratnya. 1 Gelas besar : 4 liter 8 lt + 2 gls air perasan daun bidara 12 lt + 3 gls air perasan daun bidara 16 lt + 4 gls air perasan daun bidara 20 lt + 5 gls air perasan daun bidara f. 4. d. kalau perempuan maka dari jenis putri). b. Jika tidak ada yang mampu. 1. kalau hanya kemeja cukup buka kancingnya). 2. . Sepatu bot berlaras tinggi. 3. keluarga mayyit boleh menunjuk orang yang amanah lagi terpercaya buat mengurusnya. Memakai pelindung tubuh agar tidak terkena kotoran-kotoran seperti sisa air perasan daun bidara dan kapur barus. Dianjurkan agar yang memandikan jenazah memilih 2 orang dari keluarganya. Cara menyediakan air dan kapur barus. 3. Sarung tangan. Cara menyediakan perasan daun bidara. c. (ini kalau mayyit mengenakan gamis atau baju panjang. Tempat memandikan mayyit harus tertutup baik dinding maupun atapnya. Celana : a) Digunting sisi sebelah kanan dari atas sampai kebawah lalu sebelah kiri b) Setelah itu bagian depan ditarik dengan perlahan dengan tetap menjaga handuk penutup. Setiap 4 liter air dicampur dengan 2 potong kapur barus 1 : g. Perlengkapan bagi yang memandikan jenazah. e. Penutup hidung.kakeknya atau anak laki-lakinya atau cucu-cucunya yang laki-laki (kalau mayatnya laki-laki. Persiapan sebelum memandikan jenazah. Melepas pakaian yang masih melekat ditubuhnya. 1. Menutup aurat simayyit dengan handuk besar mulai pusar sampai dengan lututnya (laki-laki dan perempuan sama) . 2.

b) Basuh tubuh bagian kanan dari pundak ketelapak kaki sebelah kanan terus kearak kiri. Wajib berwudhu bagi yang memandikan dan dianjurkan mandi setelah selesai. Rambut wanita dikepang menjadi tiga. Jika tinggi tubuhnya 180 cm. 4. Ukuran kain kafan yang digunakan. Mencukur bulu ketiak. 3. MENGKAFANI JENAZAH. C. Usahakan menggunakan handuk yang halus. b. a) Bacalah basmallah. Ukurlah tinggi tubuh jenazah. kalau tidak lebat dicabut saja. maka panjang kain kafannya ditambah 40 cm. Membersihkan hidung dan mulut serta menutupnya dengan kapas ketika dimandikan lalu dibuang setelah selesai h. maka panjang kain kafannya ditambah 50 cm. 2. 3. tekan perutnya perlahan-lahan sebanyak tiga kali hingga keluar.Pakaian belakang mayyit : . Memandikan jenazah. Tambahan panjang kain kafan dimaksudkan agar mudah mengikat bagian atas . b) Cuci tapak tangan mayyit 3 X. 4. maka panjang kain kafannya ditambah 60 cm. Ukurlah lebar tubuh jenazah. Menggunting kuku tangan dan kaki kalau panjang . maka lebar kain kafan yang disediakan adalah 90 cm. 4. . 1. 5. Jika tinggi tubuhnya 120 cm. 1 : 3. Jika lebar tubuhnya 30 cm. Menyiram dengan air kapur barus (caranya Idem).Tubuh mayyit dibalik ke sebelah kiri. Keringkan (usap) tubuh mayyit dari atas kebawah. e) Kepala dan kedua telinganya. 1. Jika tinggi tubuhnya 150 cm. Wudhukan jenazah. 2. 6. bersihkan kotoran itu dengan kain pembersih kemudian siram. pakaian digeser kekiri. Cara menyiram air perasan daun bidara.Setelah itu dibalikkan lagi kekanan 3. c) Ulangi sekali lagi. a. Merapikan kumis. f) Kaki kanan kemudian kirinya. a) Siram kepala dan wajahnya dengan perasan dengan buihnya dulu. maka panjang kain kafannya ditambah 30 cm. c) Bersihkan mulut dan hidungnya 3 X d) Wajah dan tangan kanan lalu kiri sampai dengan siku. 5. 5. Bersihkan isi perut dengan tangan kiri yang telah terbalut Angkat sedikit tubuh mayyit. Jika tinggi tubuhnya 90 cm.

Kemudian ikatlah tali bagian bawah kaki dan sisa kain kafan bagian bawah yang lebih itu dilipat kekakinya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri. tanpa ada baju dan serban padanya. Sediakan kain dengan panjang 100 cm dan lebar 25 cm ( untuk mayyit yang berukuran lebar 60 cm dan tinggi 180 cm). . 2. Bubuhi anggota-anggota sujud. ( jumlah tali usahakan ganjil). c. Jenazah laki-laki dibalut dengan tiga lapis kain kafan. Misalnya lebarnya 60 cm maka panjangnya 180 cm. dengan menyisakan lebih panjang di bagian kepala. c. Mulailah dengan mengikat tali bagian atas kepala mayyit dan sisa kain bagian atas yang lebih itu dilipat kewajahnya lalu diikat dengan sisa tali itu sendiri. f. Pindahkan jenazah kemudian bubuhi tubuh mayyit dengan wewangian atau sejenisnya. Persiapkan sebanyak 7 tali pengikat. 2. Cara memakaikan kain penutup auratnya. Berdasar dengan hadits. “Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam dikafani dengan 3 helai kain sahuliyah yang putih bersih dari kapas. 1. diletakkan diatas usungan jenazah. Tata cara mengkafani. Demikian lakukan denngan lembaran kain kafan yang kedua dan yang ketiga. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain kafan yang langsung melekat pada tubuh mayyit. e. d. 1. 1. Panjang tali pengikat disesuaikan dengan lebar tubuh dan ukuran kain kafan. b. potonglah dari atas dan dari bawah sehingga bentuknya seperti popok bayi. 3. Cara mengikat tali-tali pengikat.kepalanya dan bagian bawahnya. Sediakan kapas yang diberi wewangian dan letakkan di lipatan-lipatan tubuh seperti ketiak dan yang lainnya. 2. beliau dibalut dengan 3 kain tersebut. a. 2. Jenazah laki-laki. 1. balutlah dari kepala sampai kaki . Mulailah dengan melipat lembaran pertama kain kafan sebelah kanan. letakkan pula potongan kapas diatasnya. Letakkan kedua tangan sejajar dengan sisi tubuh. 1. Kemudian letakkan diatas ketiga helai kain kafan tepat dibawah tempat duduk mayyit. Cara mempersiapkan tali pengikat kain kafan. 3 helai kain diletakkan sama rata diatas tali pengikat yang sudah lebih dahulu . 2. Cara mempersiapkan kain kafan. 3. lalu ikatlah kain penutup sebagaimana memopok bayi dimulai dari sebelah kanan dan ikatlah dengan baik. Cara mempersiapkan kain penutup aurat. Kemudian dipintal dan diletakkan dengan jarak yang sama diatas usungan jenazah. Cara membalut kain kafan : 1.

3. Cara mempersiapkan baju kurungnya. Ukurlah mulai dari pundak sampai kebetisnya. 3. sebuah baju kurung dan selembar sarung beserta kerudungnya. maka lebar kain kafannya 150 cm dan panjangnya 150 ditambah 50 cm. e. Cara melipat kain kafan. Terdiri atas : Dua helai kain. Kemudian kain sarung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurungnya. mengikat tali tersebut jangan terlalu kencang dan usahakan ikatannya terletak disisi sebelah kiri tubuh. lalu ukuran tersebut dikalikan dua. Lalu bubuhilah wewangian dan kapur barus diatas kain penutup aurat dan kain sarung serta baju kurungnya. Ukuran kerudungnya adalah 90 cm x90 cm. 4. agar mudah dibuka ketika jenazah dibaringkan kesisi sebelah kanan dalam kubur. 2. kemudian dipintal dan diletakkan sama rata di atas usungan jenazah. 1. Perlu diperhatikan. a. Adapun panjang tali pengikatnya adalah 150 cm. d. b. Setelah itu ikatlah kelima tali yang lain dengan jarak yang sama rata. Cara mengikat tali. Kemudian letakkanlah diatas kain sarungnya tepat dibawah tempat duduknya. Potonglah dari atas dan dari bawah seperti popok.lebar baju kurung tersebut 90 cm. 2. biarkanlah lembaran baju kurung bagian bawah terbentang. c. Sama seperti membungkus mayat laki-laki. 4. Mengkafani jenazah wanita. Jika ukuran lebar tubuhnya 50 cm dan tingginya 150 cm. dan letakkan baju kurung ini di atas kedua helai kain kafannya ). f. Jenazan wanita dibalut dengan lima helai kain kafan. 1. Setelah dilipat dua. Cara mempersiapkan kain penutup aurat. letakkan juga potongan kapas diatasnya. Cara mempersiapkan kain sarung. Ukuran kain sarung adalah : lebar 90 cm dan panjang 150 cm. Cara mempersiapkan kerudung. dan lipatlah lebih dulu lembaran atasnya (sebelum dikenakan pada mayyit. kemudian persiapkanlah kain baju kurungnya sesuai dengan ukuran tersebut. Sediakan kain dengan panjang 90 cm dan lebar 25 cm. disediakan sebanyak tujuh utas tali. Kemudian kerudung tersebut dibentangkan diatas bagian atas baju kurung. Sama sepert membungkus mayat laki-laki. Lalu buatlah potongan kerah tepat ditengah-tengah kain itu agar mudah dimasuki kepalanya. Catatan : . Kemudian dua kain kafan tersebut diletakkan sama rata diatas tali tersebut dengan menyisakan lebih panjang dibagian kepala.3.

d) Kemudian salam kekanan dan kekiri. jika perempuan imam berdiri sejajar dengan pusar jenazah.1. kemudian anak laki-laki kemudian jenazah wanita kemudian anak perempuan. dan jangan Engkau timpakan musibah sepeninggalnya atas kami. Cara mengkafani anak perempuan yang berusia dibawah tujuh tahun adalah dengan membalutnya dengan sepotong baju kurung dan dua helai kain. Adapun yang menghadirinya sampai jenazah tersebut dikebumikan. dan barangsiapa yang Engkau wafatkan kami. Cara mengkafani anak laki-laki yang berusia dibawah tujuh tahun adalah membalutnya dengan sepotong baju yang dapat menutup seluruh tubuhnya atau membalutnya dengan tiga helai kain. “Ya Alloh. maka hidupkanlah diatas islam. MENGUBURKAN JENAZAH. 1. Ya Alloh. b) Takbir kedua baca sholawat seperti yang dibaca dalam tasyahud.R. c) Kalau jenazah lebih dari satu dan berlainan jenis kelamin. yang laki-laki maupun yang perempuan. maka ia memperoleh pahala dua qirath. c) Takbir keempat membaca doa : “ Ya Alloh. Tata cara menggali kubur. yang kecil maupun yang besar. MENYOLATKAN JENAZAH. Tata cara menyolatkan jenazah. Engkau Maha Tahu tempat kami kembali dan tempat istirahat kami. yang hadir maupun yang tidak hadir. janganlah Engkau tahan pahala bagi kami. . Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Barang siapa yang Engkau hidupkan diantara kami. Dari Abu Hurairoh Rodhiyallohu ‘Anhu bersabda Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam : Barangsiapa yang menghadiri penyelenggaraan jenazah hingga ikut menyalatkannya. a) Takbir pertama baca taawudz dan surat Al Fatihah. 1. (H. Anugrahkanlah Ampunan Mu bagi kami dan baginya. Bukhori Muslim). maka posisinya sebagai berikut : Barisan pertama dari imam adalah jenazah laki-laki. maka ia memperoleh pahala satu qiroth. dan dianjurkan mengangkat tangan disetiap takbir. Beliau menjawab Seperti dua gunung besar. a) Kepala jenazah berada disebelah kanan imam dengan menghadap kiblat. D. 2. Ditanyakan kepada beliau apakah dua qirath itu?. 2. Kalau jenazah wanita maka gantilah kata “ Hu “ menjadi “ Ha “ E. maka wafatkanlah kami dalam keadaan diatas iman. b) Jika jenazah laki-laki imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah. Sholat jenazah dilakukan dengan empat takbir. Ampunilah kami baik yang hidup maupun yang mati.

lalu dua lagi diatas tepat di sisi kubur sebelah kiblat untuk membantu menurunkan jenazah.a). kenudian letakkan bantalan dari tanah atau potongan batu bata dibawah kepalanya. lalu berilah tanda dari batubata pada arah kepala dan kaki. “ Jenazah dibaringkan diatas tubuhnya sebelah kanan dalam posisi miring. kemudian lahat ditutup dengan batu atau cor-coran atau sejenisnya dan usahakan kalau bisa jangan yang mudah terbakar seperti kayu atau sejenisnya. 2. Boleh diberi sedikit gundukan. . kedalaman lahat 55 cm. dengan dihadapkan kearah kiblat. setelah itu buka tali pengikatnya dan singkaplah kain kafan yang menutupi wajahnya. yang menjorok ke dalam dan keluar 25 cm. Tata cara menguburkannya. lebar lahat 50 cm. Besar kecil ukuran kuburan tergantung jenazahnya (disesuaikan). tapi tidak boleh lebih dari satu jengkal. lalu diturunkan kembali galian tanah kuburan. Ketika menurunkan hendaklah berdoa “ Bismillahi wa ‘ala millati rasulullah “ “ Dengan nama Alloh dan menurut sunnah Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. kedalaman 130 cm. lebar 75 cm. b). dan hendaklah orang yang kuat. Untuk orang besar adalah panjang 200 cm. selanjutnya taburkan batu kerikil dan perciki dengan air supaya tanah menjadi lengket dan padat. Hendaklah dua-tiga orang turun keliang kubur.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->