P. 1
Pedoman Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan

Pedoman Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan Jalan

|Views: 831|Likes:
Published by Rauyan

More info:

Published by: Rauyan on May 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/08/2013

pdf

text

original

Pd.

T-20-2005-B

Prakata
Pedoman pengadaan tanah untuk pembangunan jalan ini dipersiapkan oleh Sub Panitia Teknik Bidang Prasarana Transportasi, melalui Gugus Kerja Bidang Lingkungan dan Keselamatan Jalan. Pedoman ini diprakarsai oleh Direktorat Bina Teknik, Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Pedesaan, Departemen Pekerjaan Umum. Pedoman ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam pengadaan tanah untuk pembangunan jalan, baik jalan umum maupun jalan tol di kawasan perkotaan ataupun di luar kota/antar kota. Dengan demikian dapat dihindari protes pemilik tanah atau masyarakat di sekitar jalan yang dibangun. Jalan umum yang dimaksud adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum, sedangkan jalan tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol (Undang-undang RI No. 38 tahun 2004). Pedoman ini juga diharapkan sebagai daftar periksa (checklist) atau tahapan yang tidak boleh dilupakan oleh pihak-pihak yang berwenang dan yang ditunjuk sebagai panitia pengadaan tanah maupun pemangku kepentingan (stakeholders). Pedoman ini telah mengakomodasi masukan dari Perguruan Tinggi, Asosiasi Profesi, Instansi Pusat/Daerah, anggota Gugus Kerja Bidang Lingkungan dan Keselamatan Jalan, anggota Sub Panitia Teknik Bidang Prasarana Transportasi dan anggota Panitia Teknik Bidang Konstruksi dan Bangunan. Tata cara penulisan pedoman ini mengacu pada pedoman dari Badan Standardisasi Nasional No. 8 Tahun 2000.

BACK

i

Daftar RSNI 2006

Pd. T-20-2005-B

Pendahuluan
Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang berperan banyak dalam menunjang pergerakan arus barang dan jasa, aktivitas pemerintahan, serta dinamika sosial ekonomi masyarakat. Perkembangan ekonomi yang cepat disertai pertumbuhan penduduk dan kenaikan jumlah kendaraan yang tinggi, serta sistem jaringan jalan dan kondisi jalan yang kurang memadai, akan menyebabkan pelayanan terhadap pemakai jalan menurun. Guna meningkatkan pelayanan jalan tersebut, sebagai Penyelenggara Jalan merasa perlu membenahi sistem jaringan jalan, baik dengan melakukan peningkatan jalan maupun dengan cara pembangunan jalan baru. Dalam suatu rencana kegiatan, baik peningkatan jalan maupun pembangunan jalan baru, kadang-kadang memerlukan suatu lahan/tanah untuk keperluan Rumija (ruang milik jalan). Luas lahan/tanah yang dibebaskan tergantung pada lebar Rumija yang diperlukan. Pada proyek penanganan jalan sering muncul beberapa dampak penting yang diakibatkan oleh kebutuhan lahan untuk Rumija, antara lain : 1. Hilangnya pendapatan penduduk akibat lahan/tanah yang berkurang atau hilang sama sekali lahan/tanah yang dimilikinya; 2. Hilangnya mata pencaharian baik yang sifatnya sementara atau permanen; 3. Keresahan sosial dan terputusnya ikatan kekeluargaan yang disebabkan pemindahan penduduk dan/atau relokasi. Guna mengantisipasi hal-hal tersebut di atas, maka pengadaan tanah bagi rencana kegiatan untuk kepentingan proyek perlu diperhatikan sebaik-baiknya, agar kegiatan tersebut tidak menimbulkan keresahan masyarakat yang terkena pengadaan tanah, atau paling tidak dampak yang timbul dapat ditekan sekecil mungkin.

BACK

ii

Daftar RSNI 2006

Pd. T-20-2005-B

Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan
1 Ruang lingkup

Pedoman ini mencakup ketentuan-ketentuan dan tata cara pengadaan tanah dalam penyiapan ruang milik jalan (RUMIJA) untuk pembangunan jalan umum maupun jalan tol. Pedoman ini berlaku untuk pengadaan tanah lebih besar dari 1 (satu) hektar maupun kurang dari 1 (satu) hektar.

2
1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10)

Acuan normatif
Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960, tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria; Undang-Undang Nomor 20 tahun 1961, tentang Pencabutan Hak-hak Atas Tanah dan Benda-benda yang ada di atasnya; Undang-Undang Nomor 24 tahun 1992, tentang Penataan Ruang; Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004, tentang Jalan; Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997, tentang Pendaftaran Tanah sebagai penganti Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1961, tentang Pendaftaran Tanah Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 1998, tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar; Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 1999, tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan; Keputusan Presiden Nomor 55 tahun 1993, tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum; Keputusan Presiden Nomor 34 tahun 2003, tentang Kebijakan Nasional di Bidang Pertanahan; Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Keuangan Nomor 44/KPTS/1984 dan Nomor 215/KM.01/1984, tentang Pelaksanaan Penjualan Rumah Negara; Peraturan Menteri Negara Agraria /Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 tahun 1994, tentang Ketentuan Pelaksanaan Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 55 tahun 1993; Peraturan Negara Agraria/Kepala Pertanahan Nasional Nomor 3 tahun 1997, tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997; Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor : 2 tahun 2003, tentang Norma dan Standar Mekanisme Ketatalaksanaan Kewenangan Pemerintah Di Bidang Pelaksanaan yang Dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor S.E-132/A/63/1996, tanggal 29 Oktober 1996.

11)

12) 13)

14)

3
3.1

Istilah dan definisi

analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL) kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. [PP RI No. 27 Tahun 1999]

BACK

1 dari 40

Daftar RSNI 2006

Pd. T-20-2005-B

3.2 analisis dampak lingkungan hidup (ANDAL) telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar dan penting suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. [PP RI No. 27 Tahun 1999] 3.3 ganti kerugian penggantian atas nilai tanah berikut bangunan, tanaman dan/atau benda-benda yang terkait dengan tanah sebagai akibat pelepasan atau penyerahan hak atas tanah. [Keppres No. 55 Tahun 1993] 3.4 hak atas tanah hak atas sebidang tanah sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor : 5 tahun 1960, tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. [Keppres No. 55 Tahun 1993] 3.5 jalan prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. [UU RI No. 38 Tahun 2004] 3.6 kepentingan umum kepentingan seluruh lapisan masyarakat. [Keppres No. 55 Tahun 1993] 3.7 musyawarah proses atau kegiatan saling mendengar dengan sikap saling menerima pendapat dan keinginan yang didasarkan atas kesukarelaan antara pihak pemegang hak atas tanah dan pihak yang memerlukan tanah, guna memperoleh kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian. [Keppres No. 55 Tahun 1993] 3.8 panitia pengadaan tanah panitia yang dibentuk untuk membantu pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum. [Keppres No. 55 Tahun 1993]

BACK

2 dari 40

Daftar RSNI 2006

dan merupakan pihak atau instansi yang membutuhkan tanah.10 pembangunan jalan kegiatan pemrograman dan penganggaran.11 pengadaan tanah kegiatan untuk mendapatkan tanah dengan cara memberikan ganti kerugian kepada yang berhak atas tanah tersebut. [Keppres No. 55 Tahun 1993] 3.11 penyelenggara jalan pihak yang melakukan pengaturan. pembinaan.12 ruang milik jalan (RUMIJA)/right of way sejalur tanah tertentu di luar ruang manfaat jalan yang masih menjadi bagian dari ruang milik jalan yang dibatasi oleh tanda batas ruang milik jalan. BACK 3 dari 40 Daftar RSNI 2006 . 38 Tahun 2004] 3. 2) pelepasan atau penyerahan hak atas tanah dilakukan berdasarkan prinsip penghormatan terhadap hak atas tanah . [UU RI No.Pd.1 Ketentuan-ketentuan Pokok-pokok kebijakan pengadaan tanah Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 55 Tahun 1993. perencanaan teknis. [UU RI No. [Keppres No. serta pengoperasian dan pemeliharaan jalan.9 pelepasan atau penyerahan hak atas tanah melepaskan hubungan hukum antara pemegang hak atas tanah dengan tanah yang dikuasainya dengan memberikan ganti kerugian atas dasar musyawarah. adalah sebagai berikut : 1) pengadaan tanah oleh pemerintah dilaksanakan dengan cara pelepasan atau penyerahan hak atas tanah . beberapa pokok kebijakan dalam pengadaan tanah. 3. pelaksanaan konstruksi. 55 Tahun 1993] 3. 4. 38 Tahun 2004] 3. 38 Tahun 2004] 4. dan pengawasan jalan sesuai dengan kewenangannya. [UU RI No. pembangunan.12 pemrakarsa penanggung jawab utama penyelenggaraan kegiatan pembangunan proyek jalan. T-20-2005-B 3. yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan keluasan keamanan penggunaan jalan antara lain untuk keperluan pelebaran ruang manfaat jalan pada masa yang akan datang.

Hak sewa untuk bangunan : hak mempergunakan tanah milik orang lain untuk keperluan bangunan. b. 4. Hak pakai : hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah milik orang lain. hak erfpacht dan hak opstal saat ini menjadi hak guna bangunan. UU RI Nomor 5 tahun 1960. Hak membuka tanah : hak membuka tanah hanya dapat dipunyai oleh warga negara Indonesia dan diatur dengan Peraturan Pemerintah. [UU RI No. dengan jangka waktu paling lama 30 tahun. • karena diterlantarkan. [ UU RI Nomor 5 Tahun 1960. 5 Tahun 1960. dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa. antara lain : a. Hak guna bangunan : hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri. untuk kepentingan umum. pengadaan tanah dilakukan berdasarkan perencanaan ruang wilayah atau kota yang ada. 2) Hak-hak tanah berdasarkan Burgerlijk Wetboek (BW). d. Hak milik akan hilang apabila : ⇒ tanahnya jatuh kepada negara yang disebabkan.2 4. dalam jangka waktu sebagaimana tersebut dalam pasal 29.2. atau segala sesuatu asal tidak bertentangan dengan jiwa dan ketentuan undang-undang.dasar pelaksanaan pengadaan tanah Status kepemilikan 1) Hak-hak atas tanah yang terkait dengan pembangunan jalan. BACK 4 dari 40 Daftar RSNI 2006 . termasuk kepentingan bangsa dan negara serta kepentingan bersama dari rakyat. jangka waktu yang dimaksud dapat diperpanjang dengan waktu paling lama 25 tahun. yang bukan perjanjian sewa menyewa atau perjanjian pengolahan tanah. tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria]. e.1 Dasar. ⇒ tanahnya musnah. antara lain : a. • karena penyerahan dengan suka rela oleh pemiliknya. T-20-2005-B 3) pengadaan dan rencana pemenuhan kebutuhan tanah dapat dilakukan apabila penetapan rencana pembangunan tersebut sesuai dengan rencana umum tata ruang (RUTR) yang telah disetujui/ditetapkan. f. hak eigendom saat ini menjadi hak milik atau hak pakai. ⇒ atas permintaan pemegang hak. UU RI Nomor 5 Tahun 1960 adalah sebagai berikut : ⇒ hak guna usaha diberikan untuk waktu paling lama 25 tahun. c. yaitu guna perusahaan pertanian. bagi daerah yang belum menetapkan RUTR. • karena kehilangan warga negara Indonesia atau warisan untuk orang asing. dengan memberi ganti kerugian yang layak dan menurut cara yang diatur dengan undangundang. Jangka waktu yang dinyatakan pada pasal 29. antara lain : • karena pencabutan hak. Hak milik dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain. dengan mengingat ketentuan dalam pasal 6. perikanan atau peternakan. b. hak hypotik saat ini menjadi hak guna bangunan dan hak milik. c. tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria]. atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya. dengan didasarkan perjanjian sewa-menyewa. Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 1960 yang dinyatakan bahwa semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial. Hak milik : hak turun-temurun terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya.Pd. Hak guna usaha : hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara.

Pd. 2) Partisipatif. 3) bangunan lainnya : apabila sisa luas bangunan tidak layak pakai atau tidak sesuai untuk penggunaan seperti sebelumnya. 4) Kerjasama membuka peluang kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan setempat. dianggap seluruh bidang tanah terkena proyek dan harus diganti seluruhnya.2 Bangunan Penilaian tingkat kerugian atas bangunan didasarkan pada ketentuan sebagai berikut : 1) bangunan rumah tinggal : apabila sisa luas bangunan tidak layak huni. atau tidak sesuai dengan ketentuan RUTRK/RTRK.2. b. mencakup : a.2.2. antara lain : 1) Transparan.3 Kriteria penilaian ganti kerugian 4. b. T-20-2005-B 4. atau tidak sesuai dengan ketentuan RUTR/RTRK. rencana dan desain proyek disosialisasikan kepada masyarakat/warga yang potensial terkena dampak.3. penduduk yang terkena dampak diberikan pilihan-pilihan diantara alternatif ganti kerugian dan/atau pemukiman kembali yang layak. Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) perguruan tinggi/universitas setempat. 3) Fasilitasi. 4. 3) lahan usaha pertanian : apabila sisa tanah tidak layak usaha yang berbasiskan tanah. memberikan dukungan dan bantuan pengembangan. sisa luas bangunan < 21 m2. 4. seperti jaringan pemasaran dan kemitraan.3. informasi disampaikan secara terbuka kepada masyarakat terkena proyek. 2) bangunan tempat usaha : apabila sisa luas bangunan tidak layak usaha. sisa luas tanah < 0. dianggap seluruh bangunan terkena proyek dan harus diganti seluruhnya. 2) tanah yang dipergunakan untuk bangunan tempat usaha : apabila sisa tanah tidak layak usaha. dianggap seluruh bidang tanah terkena proyek dan harus diganti seluruhnya. b. dianggap seluruh bangunan terkena proyek dan harus diganti seluruhnya. atau tidak sesuai dengan ketentuan RUTR/RTRK. mencakup : a. sisa luas tanah < 24 m2 atau tidak sesuai dengan ketentuan RUTR/RTRK. dianggap seluruh bidang tanah terkena proyek dan harus diganti seluruhnya. sisa luas bangunan < 18 m2. Daftar RSNI 2006 BACK 5 dari 40 . mencakup : a. penduduk yang terkena dampak harus didorong dan diberikan peluang dalam proses dan pelaksanaan pengadaan tanah dan pemukiman kembali.1 Tanah Penilaian tingkat kerugian atas tanah didasarkan pada ketentuan sebagai berikut : 1) tanah perumahan : apabila sisa tanah tidak layak huni. dianggap seluruh bidang tanah terkena proyek dan harus diganti seluruhnya. sisa luas tanah < 60 m2 atau tidak sesuai dengan ketentuan RUTR/RTRK. Kelompok Sosial Masyarakat (KSM)/ Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) lokal. memberikan dukungan dan pelayanan selama proses relokasi dan selama masa transisi yang sulit seperti bantuan biaya pindahan.25 Ha atau tidak sesuai dengan ketentuan RUTR/RTRK.2 Pendekatan pelaksanaan Pendekatan yang perlu dilakukan dalam pengadaan tanah.2.

4) Beberapa ketentuan lain yang perlu diperhatikan dalam pengadaan tanah. maka proses pengadaan tanah dilakukan dengan memperhatikan kebijakan negara pemberi dana (donor).4 Benda-benda lain yang ada kaitannya dengan tanah Ganti kerugian atas aset/benda lainnya yang terkait dengan tanah dinilai berdasarkan nilai jual dan/atau tingkat pentingnya aset dimaksud yang dinilai berdasarkan : 1) Ketentuan dan standar harga dari instansi terkait. sebelum proses pengadaan tanah dilaksanakan.3 Tanaman Penilaian ganti kerugian tanaman berdasarkan pada nilai jual dari tanaman bersangkutan yang dilakukan oleh instansi terkait. 4. c. Besarnya ganti kerugian berdasarkan IMB. T-20-2005-B Perkiraan besarnya ganti kerugian untuk bangunan didasarkan atas nilai jual bangunan yang bersangkutan dengan mengacu pada standar harga bangunan dari instansi terkait. modifikasi desain jalan guna menghindari daerah terbangun. 4. Daftar RSNI 2006 BACK 6 dari 40 . luas tanah/bangunan dan jumlah kepala keluarga yang tanahnya terkena pembebasan. penyusunan rencana kegiatan pengadaan tanah yang dijabarkan dalam dokumen rencana pengadaan tanah dan pemukiman kembali atau dokumen pengadaan tanah. dengan telah mempertimbangkan kesesuaian dengan RUTR. komponen organisasi yang terkait antara lain : 1) pemrakarsa sebagai penanggung jawab utama atas penyelenggaraan kegiatan proyek pembangunan jalan. studi kelayakan guna memilih alternatif terbaik dalam memilih trase jalan.3. 2) Pedoman harga berdasarkan kebijakan pemerintah kabupaten/kota setempat. 4. atau disesuaikan dengan peraturan daerah yang bersangkutan. apabila pemindahan penduduk tidak dapat dihindari lagi. 2) Bangunan yang belum memiliki IMB dinilai maksimal 75%. 3) Aspirasi warga. dengan melakukan beberapa alternatif desain. serta jumlah kepala keluarga yang perlu dimukimkan kembali.Pd.2. dihitung sebagai berikut : 1) Bangunan yang sudah memiliki IMB dinilai 100%. c. maka rencana pemukiman kembali dilaksanakan sebagai bagian dari program pembangunan. hilangnya aset dan kegiatan ekonomi.3. 3) Pada tahap perencanaan umum atau perencanaan teknik perlu dilakukan : a. semua penduduk yang terpengaruh langsung akibat tanahnya terkena proyek. misalnya NJOP. 4. yaitu: a. b.3 Pengadaan tanah pada siklus proyek 1) Proses pengadaan tanah dilakukan pada tahap pra konstruksi pembangunan jalan. dan tidak bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut: 1) Jenis tanaman dan nilai komersialnya. 2) Umur dan tingkat produktifitas.2. yaitu setelah tahap perencanaan teknis selesai dibuat. Pelaksanaan pengadaan tanah dalam siklus proyek pembangunan tercantum pada Lampiran A. b. kebutuhan tanah untuk keperluan proyek diusahakan seminimal mungkin. atau disesuaikan dengan peraturan daerah yang bersangkutan.4 Lembaga/instansi/unsur yang terkait dalam pengadaan tanah Dalam rangka pelaksanaan pengadaan tanah. 2) Apabila pengadaan tanah untuk proyek menggunakan dana pinjaman luar negeri. harus mendapatkan kompensasi yang sesuai. dengan memperhatikan aspirasi masyarakat dan ijin mendirikan bangunan (IMB).

2) Apabila tanah yang diperlukan luasnya tidak lebih dari 1 (satu) hektar. Sekretariat panitia berkedudukan di Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. Bupati/Walikota. tanaman dan/atau benda-benda lain yang terkait dengan tanah yang bersangkutan. 3) panitia pengadaan tanah untuk pengadaan tanah lebih besar atau sama dengan 1 (satu) hektar. perlu dibentuk panitia pengadaan tanah berdasarkan UU RI Nomor 55 tahun 1993.2 Keanggotaan panitia 1) Di tingkat Kabupaten/Kota.5. c. dengan cara jual beli atau tukar-menukar atau cara lain yang disepakati kedua belah pihak. dengan para pemegang hak atas tanah. Camat yang wilayahnya meliputi bidang tanah dimana rencana dan pelaksanaan pembangunan akan berlangsung. pemanfaatan tenaga fasilitator masyarakat akan sangat membantu dalam pelaksanaan pengadaan tanah dan pemukiman kembali. setelah menerima persetujuan penetapan lokasi pembangunan untuk kepentingan umum. konsultan maupun perorangan.Pd. dapat dibentuk panitia seperti dimaksud dalam Keputusan Presiden nomor 55 tahun 1993. panitia pengadaan tanah dibentuk oleh Gubernur di setiap Kabupaten/Kota. namun termasuk dalam kategori penting. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan. sebagai anggota. d. 4. T-20-2005-B 2) penanggung jawab pengadaan tanah penanggung jawab utama pelaksanaan kegiatan pengadaan tanah yang lokasinya melintasi 2 (dua) wilayah Kabupaten/Kota adalah Gubernur. Kepala Instansi Pemerintahan Daerah yang bertanggung jawab di bidang pertanian. Kriteria kategori penting yang dimaksud misalnya apabila pengadaan tanah melewati atau berbatasan langsung dengan daerah sensitif/kawasan lindung. kawasan rawan bencana. sebagai ketua merangkap anggota. Kepala Instansi Pemerintahan Daerah yang bertanggung jawab di bidang bangunan. Tenaga fasilitator masyarakat ini merupakan tenaga pendampingan. dan daerah pemukiman komersial. seperti taman nasional. tetapi bila terjadi dampak sosial yang penting. f. bangunan monumental. sedangkan yang lokasinya hanya terletak pada 1 (satu) wilayah Kabupaten/Kota adalah Bupati/Walikota. Surat Keputusan Panitia Pengadaan Tanah ditandatangani oleh Bupati/Walikota/Gubernur. khususnya dalam hal sosialisasi/konsultasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemukiman kembali. atas dasar kesepakatan [Permen Agraria/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 1994 Bab V]. 4. b. sebagai anggota. sebagai anggota. maka proyek/satuan kerja dapat melaksanakan pengadaan tanah secara langsung dengan pemegang hak atas tanah dan pemilik bangunan. 4) fasilitator masyarakat untuk pengadaan tanah dan pemukiman kembali skala besar. sebagai anggota. Sedangkan pengadaan tanah dengan skala kecil atau tidak lebih dari 1 (satu) hektar dapat dilakukan langsung oleh instansi Pemerintah yang memerlukan tanah dalam hal ini Proyek/Satuan kerja yang menangani pekerjaan fisik pembangunan/peningkatan jalan tersebut.5. maka dapat dibentuk panitia pengadaan tanah seperti halnya butir 1). 3) Apabila tanah yang diperlukan tidak lebih dari 1 (satu) hektar. perlu dibentuk panitia pengadaan tanah. lembaga swadaya masyarakat.1 Dasar pembentukan panitia 1) Apabila luas tanah yang diperlukan lebih dari 1 (satu) hektar. Susunan keanggotaan panitia adalah sebagai berikut : a. e. Fasilitator masyarakat dapat berupa institusi/lembaga seperti universitas/perguruan tinggi setempat. Daftar RSNI 2006 BACK 7 dari 40 . Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota sebagai wakil ketua merangkap anggota.5 Panitia pengadaan tanah 4.

sebagai anggota . Kepala Instansi Pemerintah Provinsi lainnya yang diangap perlu. 6) menyaksikan pelaksanaan penyerahan uang ganti kerugian kepada pemegang hak atas tanah. 4) menjelaskan atau memberi penyuluhan kepada pemegang hak atas tanah mengenai rencana dan tujuan pengadaan tanah tersebut. sebagai Sekretaris I bukan anggota. seperti waktu diadakannya penyuluhan. Kepala Seksi pada Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota sebagai Sekretaris II bukan anggota. f. telepon. sebagai sekretaris I bukan anggota . sambungan-sambungan pipa air minum. Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan. 4. sebagai anggota. 7) membuat berita acara pelepasan atau penyerahan hak atas tanah. Proyek pengadaan tanah akan menginformasikan kepada penduduk setempat. Lurah/Kepala Desa yang wilayahnya meliputi bidang tanah dimana rencana dan pelaksanaan pembangunan akan berlangsung. tanaman. sebagai ketua merangkap anggota . sebagai anggota . dan benda-benda lainnya yang berada di atas tanah. Kepala Bidang Hak-hak Atas Tanah pada Kantor Badan Pertanahan Nasional Provinsi. sebagai sekretaris II bukan anggota. h. 2) meneliti mengenai status hukum tanah yang hak atasnya akan dilepaskan atau diserahkan beserta dokumen-dokumen pendukungnya. sebagai wakil ketua merangkap anggota . Kepala Kantor Pertanahan Provinsi. c. i. T-20-2005-B g. sebagai anggota . Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan atau Kepala Bagian Pemerintahan pada Kantor Bupati/Walikota. tanaman. sumur. 5) mengadakan musyawarah dengan pemegang hak atas tanah dan Instansi Pemerintah yang memerlukan tanah dalam rangka menetapkan bentuk dan/atau besarnya ganti kerugian. bangunan. 2) Di tingkat Provinsi. dan benda-benda lainnya yang terkait dengan tanah yang hak atasnya akan dilepas atau diserahkan.Pd.3 Tugas panitia Dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan tanah. inventarisasi barang tidak bergerak lainnya seperti pohon buah-buahan. Gubernur membentuk Panitia Pengadaan Tanah Provinsi yang bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Panitia apabila lokasi pembangunan terletak di 2 (dua) wilayah kabupaten/kota atau lebih dan membantu Gubernur dalam mengambil keputusan mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian dalam hal ada keberatan terhadap keputusan Panitia. e. Kepala Instansi Pemerintahan Daerah Provinsi yang bertanggung jawab di bidang pertanian. bangunan.5. 3) menaksir dan mengusulkan besarnya ganti kerugian atas tanah yang hak atasnya akan dilepaskan atau diserahkan. d. mengenai jadwal proses pengadaan tanah. h. 4. yang mempunyai tugas sebagai berikut : 1) melakukan konsultasi reguler kepada penduduk yang terkena pembebasan tanah di sekitar lokasi rencana pembangunan jalan mengenai semua ihwal pembebasan tanah. serta perhitungan harga. Kepala Biro Tata Pemerintahan. Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. listrik dan lain-lain. Kepala Instansi Pemerintahan Daerah Provinsi yang bertanggung jawab di bidang bangunan. g. bangunan. Daftar RSNI 2006 BACK 8 dari 40 . pengukuran tanah. Susunan keanggotaan panitia adalah sebagai berikut: a. b. sebagai anggota . dibentuk suatu proyek/satuan kerja pengadaan tanah. panitia bertugas antara lain : 1) meneliti dan menginventarisasi tanah.6 Proyek/satuan kerja pengadaan tanah Dalam pembiayaan pengadaan tanah. Kegiatan ini dikoordinasikan dengan panitia dan instansi yang terkait.

II. hak guna usaha yang masih berlaku dinilai 80 %. 9 dari 40 Daftar RSNI 2006 2) 3) BACK . II. 10) menyediakan bantuan dan informasi kepada pemukim baru. jika perkebunan itu masih diusahakan dengan baik (kebun kriteria kelas I. bangunan. hak milik yang mempunyai sertifikat dinilai 100 %. 11) membantu dalam hal perubahan sertifikat tanah bagi penduduk yang tanahnya terpotong. dan III). c. akan menerima penggantian penuh sesuai persetujuan antara pemilik dengan panitia terhadap tanah dan bangunan yang terkena proyek. Besarnya kompensasi akan dimusyawarahkan dengan pemilik. Bagi penduduk yang memilih kompensasi berupa uang. namun kepadanya diusulkan untuk mendapatkan ganti kerugian uang sewa/kontrak selama 2 bulan. kondisi kebun dan produktivitas tanaman. hak pakai dengan jangka waktu yang tidak dibatasi dan berlaku selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan tertentu dinilai 100 %. hak guna bangunan yang masih berlaku dinilai 80 %. dan yang sudah berakhir dinilai 60 % jika tanahnya masih dipakai sendiri atau oleh orang lain atas persetujuannya.1 1) Bentuk ganti kerugian Uang Besarnya kompensasi/ganti kerugian sering menggambarkan jumlah dana yang disediakan oleh pemerintah. dan bekas pemegang hak telah mengajukan perpanjangan/pembaharuan hak selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah haknya berakhir atau haknya itu berakhir belum lewat dari 1 (satu) tahun. 5) memberikan informasi kepada panitia yang bersangkutan mengenai hasil-hasil pelaksanaan di atas. dan III). Sedangkan bagi yang tidak mempunyai tanah atau bangunan. 9) mengatur lokasi pemukiman baru. 8) membayar pengalihan sertifikat tanah. 4. Keterbatasan anggaran menyebabkan kompensasi bernilai kecil atau keterlambatan dalam pembayaran. sedangkan untuk tanaman perkebunan ditaksir oleh instansi pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang perkebunan dengan memperhatikan faktor investasi. sedangkan yang sudah berakhir dinilai 50 % jika tanahnya masih dipakai sendiri atau oleh orang lain atas persetujuannya. Perhitungan besarnya kompensasi berdasarkan ketentuan-ketentuan pemerintah yang berlaku. dan bekas pemegang hak telah mengajukan perpanjangn/pembaharuan hak selambatlambatnya 1 (satu) tahun setelah haknya berakhir atau hak. misalnya penyewa tidak berhak mendapat kompensasi. 4) memperkirakan jumlah kompensasi yang perlu disediakan untuk tiap-tiap pemilik sah dari tanah. berdasarkan gambar teknis rencana jalan. proyek akan membayar kompensasi sesuai dengan yang disepakati dan disaksikan oleh panitia dan camat setempat. 6) mengadakan musyawarah mengenai jumlah kompensasi dengan pemilik yang disaksikan oleh panitia. bersama-sama penduduk yang terkena pengadaan tanah melakukan pengukuran lapangan yang menunjukkan tanah. d.Pd. T-20-2005-B 2) 3) mengundang penduduk yang terkena pembebasan tanah untuk dilakukan penyuluhan. biaya pemetaan dan biaya terkait lainnya. jenis kepemilikan tanah dan pemilik sah. adalah : a. b. 7) apabila kesepakatan dicapai. sedangkan yang belum bersertifikat dinilai 90 %. bangunan dan barang-barang lain. Dengan melakukan penganggaran yang tepat merupakan kunci untuk melaksanakan pembayaran kompensasi yang baik.7. Perlu dihindarkan adanya campur tangan spekulan tanah dan orang-orang yang berusaha berdiam di sekitar lokasi proyek dengan tujuan mendapat kompensasi. Status tanah yang mendapat kompensasi. dan hak pakai dengan jangka waktu paling lama 10 tahun dinilai 70 %.7 4. dan yang sudah berakhir dinilai 60 % jika perkebunan itu masih diusahakan dengan baik (kebun kriteria kelas I. berdasarkan rekomendasi panitia.

T-20-2005-B 4) 5) 6) e. dimungkinkan pengambilannya dengan surat kuasa bermeterai/segel. harga satuan per meter persegi untuk membangun bangunan baru dihitung dengan menggunakan harga satuan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat. sumur gali. maka pihak ketiga tersebut akan diundang untuk hadir atau memberikan surat kuasa pada saat pembayaran kompensasi dengan membawa sertifikat asli atau yang telah dilegalisir oleh lurah setempat. 8) Apabila pemegang hak atas tanah berhalangan hadir pada saat pembayaran. hasil musyawarah untuk mencapai mufakat dengan memperhatikan nilai jual obyek pajak (NJOP) untuk tanah yang bersangkutan. b. sumur bor. Besarnya kompensasi terutama tergantung pada ukuran umum bangunan dan tipe konstruksi (permanen. air minum. § bangunan semi permanen : 4 % per tahun. antara lain : a.2 Tanah pengganti 1) Bentuk kompensasi berupa tanah pengganti dapat dilakukan dengan cara relokasi atau konsolidasi. akan segera dilaksanakan untuk dibayar oleh proyek pengadaan tanah. Relokasi merupakan pergeseran lahan/tanah dari lokasi semula bergeser/berpindah ke lokasi yang ditentukan. sehingga nilai sisa minimum adalah 40 %. b. dan perlengkapan yang diperlukan. 7) Bila kesepakatan telah tercapai diantara semua pihak. buah-buahan. Untuk selanjutnya dari tanah sisa dibagi sesuai perbandingan luas tanah semula. nilai jual bangunan ditaksir oleh instansi pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang bangunan. nilai jual tanaman ditaksir oleh instansi pemerintah daerah yang bertanggung jawab di bidang pertanian. nilai suatu bangunan dihitung berdasarkan biaya untuk membangun bangunan baru sejenis dikurangi suatu faktor depresiasi akibat umur bangunan. 9) Ganti kerugian yang diterima penduduk dibebaskan dari pajak atau pungutan lainnya. a. § bangunan sementara : 10 % per tahun.Pd. Apabila pemilik tanah tidak dapat memperlihatkan sertifikat tanah yang asli karena di tangan pihak ketiga. Depresiasi total hendaknya tidak melebihi 60 %. 4. d. faktor depresiasi yang digunakan terdiri atas : § bangunan permanen : 2 % per tahun. Dalam hal ini pemerintah mengharapkan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama dalam pembangunan dengan cara menyumbangkan sebagian tanahnya antara 15 % sampai dengan 20 % pada jarak sekitar 100 meter hingga 150 meter dari sumbu as jalan yang direncanakan untuk keperluan proyek. Kompensasi untuk bangunan berdasarkan pada petunjuk ketentuan yang ada. c. Relokasi dapat bergeser tidak jauh dari lokasi semula atau dapat berupa penempatan di lahan/tanah yang disediakan. semi permanen atau sementara). biaya perbaikan bangunan fasilitas kepentingan umum akan dilaksanakan oleh proyek fisik. sambungan telepon. b. misalnya digunakan sebagai agunan untuk kredit bank. tanah wakaf dinilai 100 % dengan ketentuan ganti kerugian diberikan dalam bentuk tanah. Proses pembayaran akan disaksikan oleh panitia dan camat yang bersangkutan. dan dilampiri foto kopi KTP yang masih berlaku bagi pemberi atau yang diberi kuasa. pembayaran kompensasi dan pengalihan status tanah. bangunan. Kompensasi juga diberikan untuk bendabenda tidak bergerak lainnya seperti tanaman. Konsolidasi merupakan relokasi yang bergeser tidak jauh dari lokasi semula. Sedangkan untuk tanaman dan bangunan BACK 10 dari 40 Daftar RSNI 2006 . listrik dan lain-lain.7. Faktor-faktor yang dijadikan dasar dalam perhitungan besarnya kompensasi. c. Besar kompensasi akan ditentukan berdasarkan : a.

4. 4. Dan bangunan untuk pemukiman dapat disediakan pemerintah kabupaten/kota/provinsi melalui kredit pemilikan rumah (KPR) / bank. c.7. dimana penduduk dapat mencicil dari uang ganti kerugian yang diperolehnya atau penduduk dapat membangun sendiri perumahannya dengan memakai bahan bangunan rumah asalnya. Lokasi rencana untuk pemukiman kembali. b. pemerintah membutuhkan keterampilan dan pertimbangan yang matang dalam menata kembali tanah masyarakat. 4. c. sanitasi dan drainase. Penempatan kembali lokasi tanah diatur sedemikian rupa sesuai kondisi awal. T-20-2005-B tetap dilakukan ganti kerugian/mendapat kompensasi sesuai dengan ketentuan. harus telah mempertimbangkan berbagai keinginan penduduk yang terkena pembebasan tanah yang didapat dari hasil-hasil survai sosial-ekonomi (survai dasar). 2) Keuntungan dari sistem konsolidasi.5 Santunan Apabila penduduk yang terkena pembangunan jalan tidak mempunyai hak atas tanah dan status penguasaan tanah. Biasanya lokasi pemukiman kembali menggunakan tanah bengkok milik pemerintah desa/kabupaten/kota/provinsi. jalan.7. yaitu mengusahakan agar pendapatan dan mata pencaharian penduduk yang terkena dampak langsung tetap ada. 3) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemukiman kembali. Untuk rencana pemukiman kembali tanah tersebut harus sudah matang. masyarakat akan mendapatkan akses yang lebih baik. pemerintah tidak menyediakan dana guna keperluan uang ganti kerugian. setelah dilakukan konsolidasi akan tertata dengan baik. pelayanan kesehatan dan fasilitas sosial yang memadai. tanah masyarakat yang semula tidak beraturan bentuknya. e. 4) Gambar rencana lapangan untuk daerah pemukiman baru mencakup gambar rencana prasarana. seperti air bersih.4 Gabungan dua atau lebih bentuk ganti kerugian Ganti kerugian dapat diberikan dalam bentuk uang atau tanah pengganti atau pemukiman kembali. Pendanaan pemukiman kembali dapat berasal dari pemerintah. b. yaitu : a. luas tanah masyarakat menjadi berkurang. maka bentuk kompensasi yang diberikan adalah berupa uang santunan. 3) Kerugian sistem konsolidasi. 2) Dalam memilih lokasi pemukiman baru. tanah masyarakat bergeser dari lokasi semula. c.Pd. fasilitas sosial dan detail teknis. f. yaitu : a. fasilitas yang memadai. pemerintah provinsi. Besarnya uang santunan ditetapkan oleh panitia menurut pedoman yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota [Permen Agraria/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 1994 pasal 20 dan 21]. bangunan yang tidak terkena pembebasan tanah akan tetap berada di tempat semula. perlu pematangan lahan/tanah bagi tanah yang kurang baik. perlu dipertimbangkan hal-hal berikut ini : a. b.7. pemerintah kabupaten/kota. maka akan terjadi penurunan sosial. dan lembaga pemberi bantuan. sisa tanah masyarakat tetap ada sekitar 80 – 85 % dari luas tanah semula. BACK 11 dari 40 Daftar RSNI 2006 . Bila hal ini tidak dilakukan. d. atau merupakan gabungan dari dua atau lebih bentuk ganti kerugian tersebut. jarak lokasi baru terhadap tempat kerja tidak terlalu jauh.3 Pemukiman kembali 1) Pemerintah Kabupaten/Kota menawarkan lokasi untuk pemukiman baru dengan fasilitas yang memadai bagi penduduk yang tanahnya habis terkena pengadaan tanah. d. masyarakat terpanggil dan merasa memiliki pembangunan.

7). dapat mengajukan keberatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. maka: a. keinginan dan pertimbangan yang berlangsung dalam musyawarah. b. dan dilaksanakan setelah proses pelepasan hak/penyerahan tanah selesai dilaksanakan. d. serta pendapat. c. e. pendapat para ahli dan tokoh masyarakat.8 Musyawarah 1) Penetapan nilai ganti kerugian dilaksanakan dengan cara musyawarah untuk mencapai kesepakatan. panitia mengeluarkan keputusan mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian berdasarkan nilai yang sebenarnya dengan mempertimbangkan keinginan penduduk yang terkena pengadaan tanah. pemrakarsa dan panitia sebagai saksi.Pd. pemrakarsa menyampaikan tanggapan terhadap keinginan penduduk yang terkena pengadaan tanah dengan mengacu kepada ketentuan tentang ganti kerugian yang berlaku. b. apabila penduduk yang terkena pengadaan tanah menyetujui usulan ganti kerugian yang diajukan oleh pemrakarsa. panitia mengundang pemrakarsa dan penduduk yang terkena pengadaan tanah untuk mengadakan musyawarah di tempat yang telah ditentukan dalam rangka menetapkan bentuk dan besarnya ganti kerugian. (lihat Lampiran B. bagi penduduk yang terkena pengadaan tanah yang belum menyetujui ganti kerugian yang diusulkan oleh pemrakarsa. usulan/tawaran pemrakarsa. keputusan panitia mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian disampaikan kepada kedua belah pihak. dan diumumkan di kantor kecamatan dan kelurahan/desa setempat. c. 4. saran. panitia memberikan penjelasan kepada kedua belah pihak sebagai bahan musyawarah untuk mufakat. Mengenai tata cara penetapan nilai ganti kerugian dalam rangka pengadaan tanah untuk kepentingan umum perlu mempertimbangkan ketentuan/peraturan yang berlaku di kabupaten/kota/provinsi. Apabila pemegang hak atas tanah tidak mengambil ganti kerugian setelah diberitahukan secara tertulis oleh panitia sampai 3 (tiga) kali. atau sekurang-kurangnya 75% (tujuh puluh lima persen) dari luas tanah yang diperlukan atau 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah pemegang hak telah dibayar ganti kerugiannya. panitia menyiapkan berita acara kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian yang ditandatangani oleh penduduk yang terkena pengadaan tanah tersebut.1 Sertifikasi dan pengosongan tanah Sertifikasi 1) Pekerjaan sertifikasi dan pengosongan tanah merupakan tahap akhir dari seluruh rangkaian proses pengadaan tanah. bagi penduduk yang terkena pengadaan tanah yang keberatan dengan keputusan panitia. d. Nomor II. f. 2) Kegiatan musyawarah dilaksanakan dalam rangka penetapan bentuk dan besarnya ganti kerugian. maka proses musyawarah dilanjutkan hingga tercapai kesepakatan. dianggap keberatan atau menolak terhadap keputusan tersebut. 3) Apabila dalam musyawarah tidak tercapai kesepakatan. sedangkan lokasi pembangunan tidak dapat dipindahkan. terutama yang berkaitan dengan ganti kerugian.9. dimana pengadaan tanah itu dilaksanakan. T-20-2005-B 4. bupati/walikota atau gubernur dapat mengajukan usul pencabutan hak atas tanah dengan kondisi pimpinan departemen/lembaga pemerintah non departemen/instansi tidak menyetujui permintaan pemegang hak.9 4. penduduk yang terkena pengadaan tanah atau wakilnya yang ditunjuk diberi kesempatan terlebih dahulu untuk menyampaikan keinginannya mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian. Daftar RSNI 2006 BACK 12 dari 40 . Proses musyawarah dilaksanakan melalui langkah-langkah sebagai berikut : a.

dan dilakukan oleh instansi pelaksana atau pemantauan internal. kegiatan pemantauan dan evaluasi secara periodik sangat diperlukan guna mengetahui apakah kesejahteraan masyarakat menurun atau tidak. 4. 3) BACK 13 dari 40 Daftar RSNI 2006 . Sertifikat ini diberikan bagi tanah-tanah yang sudah ada surat ukurnya. tanaman dan/atau benda-benda lain yang ada di atas tanah yang telah diganti kerugian dan dilepas hak atas tanahnya. dilakukan pendaftaran ulang untuk mendapatkan sertifikat baru atas sisa bidang tanah yang masih layak untuk dimanfaatkan. diberi sampul dan dijilid menjadi satu.9. dengan suatu perjanjian tertulis. Untuk re-sertifikasi tanah penduduk yang terkena pengadaan tanah. b. dan surat ukur. Bertumpu pada tingkat pencapaian sasaran fisik dan realisasi keuangan. Pemantauan berarti pengumpulan. membuat papan pengumuman yang berisikan larangan pemanfaatan tanah tanpa seijin pemrakarsa. 2) Pemeliharaan dan pengamanan tanah yang sudah dikosongkan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. re-sertifikasi sisa bidang tanah penduduk yang terkena pengadaan tanah yang masih layak untuk dimanfaatkan. 4. yaitu surat tanda bukti hak. b. pelaporan dan penggunaan informasi tentang kemajuan proses pelaksanaan kegiatan pengadaan tanah dan permukiman kembali berdasarkan target dan sasaran rencana kegiatan pengadaan tanah. Dalam rangka sertifikasi tanah hasil pengadaan tanah yang diperuntukkan bagi kepentingan pembangunan jalan. seperti usaha taman hias. dan biasanya dilakukan secara rutin. khususnya apakah kondisi kehidupan sosial ekonomi penduduk terkena proyek telah pulih atau meningkat. memberikan kesempatan kepada penduduk yang terkena pembebasan tanah untuk memanfaatkan tanah tersebut secara terbatas. sertifikasi atas tanah hasil pengadaan tanah yang akan digunakan untuk lokasi pembangunan jalan. ataupun tanahtanah yang sudah dilakukan pengukuran. menanami tanah dengan jenis pohon yang sesuai dengan kondisi pertamanan kota dan/atau menjadikannya sebagai taman kota sementara. yang terdiri dari salinan buku tanah. Pengosongan tanah baru dapat dilaksanakan setelah penduduk yang terkena pembebasan menerima sertifikat baru atas sebidang tanah yang terkena proyek dan/atau yang terpindahkan ke lokasi pemukiman baru. 3) Sertifikasi merupakan proses untuk mendapatkan sertifikat. misalnya mingguan atau bulanan. pemrakarsa wajib mengajukan permohonan hak atas tanah sampai memperoleh sertifikat atas nama instansi induknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Evaluasi kegiatan pengadaan tanah dan permukiman kembal) berlangsung selama dan setelah pelaksanaan.Pd. c. karena sertifikat ini merupakan pembuktian yang kuat baik subyek maupun obyek dari hak atas tanah.2 Pengosongan tanah 1) Pekerjaan pengosongan tanah terdiri dari pembongkaran bangunan.10 Pemantauan dan evaluasi 1) 2) Dalam pengadaan tanah. dan dimaksudkan untuk menilai tingkat pencapaian tujuan kegiatan pengadaan tanah. 4) Pekerjaan sertifikasi tanah terdiri atas : a. Namun hati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. analisis. T-20-2005-B 2) Proses pelaksanaan pendaftaran tanah dan sertifikasi serta pelepasan hak/penyerahan tanah mengikuti peraturan-peraturan dibidang pertanahan yang berlaku.

sebelum melakukan survai dasar perlu dikumpulkan data/informasi mengenai perkiraan jumlah kepala keluarga yang tanah dan/atau bangunannya terkena dampak pengadaan tanah. § alternatif lokasi pemukiman kembali. 5. penyelenggara jalan sebagai pemrakarsa mengajukan permohonan penetapan lokasi pembangunan atau rencana kegiatan Ke Walikota/Bupati/Gubernur melalui Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dengan melampirkan studi kelayakan dan/atau data lainnya yang terkait. pembayaran kompensasi. apabila sudah sesuai dengan peruntukan lahan/tanah yang ada dan dinyatakan tepat sasaran. § jumlah kepala keluarga yang perlu dimukimkan kembali karena seluruh tanahnya atau sisa tanah yang dimilikinya terkena pembebasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain : a. pemrakarsa melalui proyek menyampaikan permohonan pengadaan tanah untuk pembangunan kepada Walikota/Bupati/Gubernur. survai lanjutan dan analisa.Pd. § kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkena pembebasan. c. dan tenaga fasilitator masyarakat jika diperlukan. pemasangan patok untuk menandai rencana rumija .1 Persiapan 1) Membuat permohonan penetapan lokasi pembangunan dan menetapkan lokasi pengadaan tanah. § luas dan jenis bangunan yang perlu dibebaskan. e. penghitungan harga dan musyawarah dengan penduduk yang terkena pengadaan tanah. Jadual pelaksanaan pengadaan tanah sangat tergantung pada jadual pelaksanaan pembangunan jalan. pemindahan dan pemukiman kembali penduduk. § persepsi masyarakat yang tanahnya terkena pembebasan. Usulan mengenai cara penggantian disampaikan kepada masyarakat. terdiri atas : a.2 Pelaksanaan 1) Panitia bersama-sama dengan proyek. maka dibuat Surat Keputusan Walikota/Bupati/Gubernur tentang penetapan lokasi pembangunan. T-20-2005-B 5 Tata cara pengadaan tanah 5. § nilai harga pasar dan nilai jual objek pajak (NJOP) di lokasi pembebasan. segera setelah mendapatkan surat keputusan persetujuan penetapan lokasi. tahap persiapan termasuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Daftar RSNI 2006 BACK 14 dari 40 . 2) Panitia bersama-sama dengan proyek. g. pemrakarsa. b. a. f. c. d. survai dasar mencakup data/informasi sebagai berikut : § luas tanah yang perlu dibebaskan beserta rincian jenis peruntukkannya. Kegiatan utama proyek pengadaan tanah. dengan memberikan penjelasan manfaat pembangunan. dan disediakan waktu untuk tanya jawab guna menampung keinginan masyarakat. § jumlah kepala keluarga yang tanahnya terkena pembebasan. pengalihan status kepemilikan tanah. melakukan penyuluhan kepada masyarakat yang terkena langsung lahannya. b. kemudian panitia menyusun jadwal kegiatan pelaksanaan pengadaan tanah. 2) Walikota/Bupati/Gubernur membentuk Panitia Pengadaan Tanah bila diperlukan untuk membantu pelaksanaan proses pengadaan tanah. pemrakarsa dan masyarakat yang terkena lahannya menetapkan batas-batas lahan pengadaan tanah berupa survai dasar dengan melakukan pengukuran dan inventarisasi. b. rencana teknis. serta lokasi yang akan dibebaskan.

Perlu diperhatikan untuk menghindari timbulnya keresahan masyarakat akibat adanya survai tersebut. dan masyarakat tetap bertahan dengan keinginannya.3. petugas survai hendaknya memahami betul apa yang akan ditanyakan dan tertera dalam formulir kuesioner. maka panitia melakukan musyawarah dengan masyarakat mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian yang akan diberikan. 9) Apabila telah diadakan beberapa kali musyawarah. 5. petugas survai hendaknya dapat menggali pendapat atau masukan sebanyak-banyaknya dari responden. maka panitia mengadakan perubahan terhadap daftar dan peta hasil pengukuran dan inventarisasi. 5) Apabila ada keberatan masyarakat dalam tenggang waktu tersebut dan oleh panitia dianggap beralasan. dapat dilihat pada Lampiran E. e. apabila studi sosial ekonomi sudah atau tidak dilakukan. BACK 15 dari 40 Daftar RSNI 2006 . panitia membuat daftar dan peta rincian pembebasan tanah. maka Walikota/Bupati/Gubernur mengajukan usulan pencabutan hak atas tanah sesuai ketentuan perundangan yang berlaku. § menanyakan langsung kepada pemrakarsa yang bersangkutan. dan dilanjutkan dengan pengosongan tanah. Kemudian melaksanakan penyerahan hak dan penyerahan tanah sampai dengan pembuatan sertifikat dan menyerahkannya kepada pemegang hak atas tanah. Pelaporan dan dokumentasi 5. selanjutnya proyek melakukan pengosongan tanah. data/informasi ini dapat diperoleh dengan cara : § mengkaji dan menganalisis terhadap studi kelayakan rencana kegiatan yang bersangkutan.1 Pelaporan Bupati/Walikota melaporkan pelaksanaan pengadaan tanah di wilayahnya kepada pemerintah cq. Kemudian Walikota/Bupati/Gubernur akan meneliti kembali mengenai keberatan masyarakat. Hasil yang dikeluarkan dapat berupa pengukuhan terhadap apa yang telah dilakukan panitia atau melakukan perubahan sesuai kesepakatan. 7) Apabila semua yang berkaitan dengan kesepakatan telah terjadi. kesepakatan tidak tercapai.Pd. 11) Tata cara proses pengadaan tanah untuk pembangunan jalan. 8) Apabila tidak ada kesepakatan mengenai jenis dan besarnya ganti kerugian. data informasi dan formulir survai dasar (sosial ekonomi) dapat dilihat pada Lampiran C dan Lampiran D. 10) Menetapkan bentuk dan besarnya ganti kerugian atau santunan. Kantor Camat dan Kantor Kelurahan/Desa setempat selama 1 (satu) bulan. 4) Apabila tidak ada koreksi atau keberatan dari masyarakat. dan dilanjutkan dengan musyawarah. d. maka masyarakat diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan sesuai ketentuan yang berlaku. f. bukan keinginan sepihak saja. Dalam menyampaikan pertanyaan. yang selanjutnya dilakukan pembayaran. T-20-2005-B c.3. Badan Pertanahan Nasional melalui Kepala Kantor Pertanahan Provinsi setempat. 6) Apabila telah terjadi kesepakatan antara panitia dan masyarakat. agar masyarakat dapat mengetahui berapa luas tanah mereka yang terkena pembebasan. survai dasar ini dapat dilakukan bersamaan dengan studi lainnya yang terkait dengan kondisi sosial ekonomi. atau dilakukan tersendiri. maka dibuatkan daftar nominatif dan daftar pembayar oleh proyek/satuan kerja pengadaan tanah. Dalam musyawarah ini yang dicari kesepakatan bersama. 3) Berdasarkan hasil survai yang dilakukan. Selanjutnya membuat pengumuman yang berisi daftar dan peta incian pembebasan tanah yang sudah ditandatangani di Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota. mulai tahap persiapan sampai pada tahap pelaksanaan.

Untuk keperluan penyusunan dokumen tersebut. jumlah kepala keluarga yang terkena tanahnya sebagian. BACK 16 dari 40 Daftar RSNI 2006 .3. maka dilakukan survai dasar yang akan menggambarkan kondisi sosial masyarakat. Sebagai dokumen pengendali dalam proses pengadaan tanah. yang memuat proses pengadaan tanah. kondisi tanah dan lain sebagainya yang akan menjadi dasar langkah-langkah yang akan dilakukan kemudian. lokasi dan fasilitas pemukiman kembali.2 1) Dokumentasi 2) 3) Untuk keperluan pembuktian diperlukan dokumentasi. jumlah kepala keluarga yang perlu dimukimkan kembali. bentuk dan besarnya ganti kerugian. terutama bagi instansi pemerintah tertentu untuk keperluan pelaksanaan tugasnya.Pd. Seluruh informasi tersebut akan menjadi dasar pertimbangan panitia dalam menetapkan kebijakan dalam pelaksanaan pengadaan tanah dan setiap orang berkepentingan berhak mengetahui prosesnya. formulir isian yang perlu dibuat antara lain formulir kondisi awal tanah dan bangunan serta tanaman dan/atau benda lainnya milik warga di lokasi yang akan dilaksanakan pembangunan jalan (Lampiran F) dan formulir inventarisasi permasalahan dalam proses pengadaan tanah (Lampiran G). seperti rincian proses pengadaan tanah tentang luas tanah dan bangunan yang terkena pembebasan. T-20-2005-B 5.

KEBUTUHAN / PERMINTAAN 3. PROSEDUR OPERASI 3. 1 8 2 INFORMASI YANG DIPERLUKAN : 1. RENCANA TATA RUANG 5. UKL/UPL TAHAP AKHIR 2. SOSIAL. EKONOMI & BUDAYA TAHAP RENCANA UMUM IDENTIFIKASI ISU LINGK TAHAP PRA STUDI KELAYAKAN PENYAR. SOSIAL. LINGKUNGAN. T-20-2005-B Lampiran A (informatif) Pelaksanaan pengadaan tanah dalam siklus proyek pembangunan NFORMASI YANG DIPERLUKAN : 1. DATA KONTRAK (GAMBAR. & PEMANT. TATA GUNA LAHAN / SUMBER DAYA ALAM INFORMASI YANG DIPERLUKAN : 1. EKONOMI DAN BUDAYA TAHAP 7 III II I 3 STUDI KELAYAKAN PENYUSUNAN AMDAL & IDENT. MASY. RENCANA UMUM 2. SURVAI DETAIL INFORMASI YANG DIPERLUKAN : 1. DATA TEKNIS.Pd. PEMINDAHAN PENDUDUK I II III Tahap Perencanaan Tahap Pelaksanaan Tahap Pengelolaan BACK 17 dari 40 Daftar RSNI 2006 . DATA PEMILIKAN TANAH 3. STUDI KELAYAKAN (TERMASUK AMDAL ATAU UKL/UPL) 2. RENCANA PENGEMBANGAN WILAYAH 4. MASYARAKAT 6 TAHAP KONSTRUKSI DOK PELAKSANAAN TEKNIS DAN PEMANTAPANNYA 4 5 TAHAP PRA KONSTRUKSI PENGADAAN TANAH DOK PELAKSANAAN TEKNIS DAN PEMANTAPANNYA TAHAP PERENCANAAN TEKNIS JABARAN RKL/RPL ATAU UKL/UPL INFORMASI YANG DIPERLUKAN : 1. REPETADA 2. PRA STUDI KELAYAKAN 2. PROPETADA. ASP. PROSEDUR PEMELIHARAAN TAHAP PASCA KONSTRUKSI (O&P) DOK PELAKSANAAN TEKNIS DAN PEMANTAPANNYA INFORMASI YANG DIPERLUKAN : 1. AMDAL& INISIASI ASP. GAMBAR TERLAKSANA EVALUASI TERMASUK RKL/RPL ATAU PENGEL. DATA PERENCANAAN TEKNIS 2. LINGKUNGAN. DATA RENCANA TEKNIS 2. SPESIFIKASI KHUSUS INFORMASI YANG DI PERLUKAN : 1. PENGEMBANGAN MANFAAT PROYEK (TINDAK LANJUT DAN EVALUASI UNTUK PROYEK MENDATANG) 2. KETENTUAN UMUM. PELAKSANAAN RKL/RPL ATAU UKL/UPL TAHAP EVALUASI INFORMASI YANG DIPERLUKAN : PASCA PROYEK 1. SURVEY PENDAHULUAN TEKNIS. LOKASI PROYEK 3. SPESIFIKASI UMUM.

Bagi yang belum mempunyai RUTR. T-20-2005-B Lampiran B (normatif) Tabel penyelenggaraan pengadaan tanah untuk pembangunan jalan NO I 1 TAHAPAN PERSIAPAN Membuat permohonan penetapan lokasi pembangunan KUALITAS PRODUK KETERANGAN Surat dari Pemrakarsa kepada Bupati/ Walikota / Gubernur Surat permohonan dibuat setelah ada dokumen perencanaan teknis (termasuk Amdal atau UKL/UPL) 2 Menetapkan lokasi .5 4 Panitia membuat jadwal pelaksanaan pengadaan tanah Format jadwal pelaksanaan yang ditandatangani ketua panitia BACK 18 dari 40 Daftar RSNI 2006 . pengadaan tanah dilakukan berdasarkan perencanaan tata ruang wilayah atau kota yang telah ada Membentuk Panitia Pengadaan Tanah SK Penetapan lokasi ditandatangani oleh Bupati / Walikota / Gubenur 3 SK Panitia Pengadaan tanah Susunan keanggotaan dan tugas panitia seperti tertulis dalam Buku pedoman ini butir 4.Menetapkan lokasi sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota .Pd.

pemegang hak dan penggunaan tanahnya termasukbangunan. Meneliti riwayat tanah dan penguasaan serta penggunaan tanah untuk mengetahui luas.Meliputi pengukuran dan pemetaan bidang-bidang tanah.untuk memberitahukan & memberi kesempatan kepada masyarakat yang tanahnya terkena kegiatan KUALITAS PRODUK KETERANGAN Materi penyuluhan dan saran-saran dari masyarakat serta dilampirkan daftar hadir 2 .Panitia bersama pemrakarsa dan instansi terkait melaksanakan inventarisasi untuk menetapkan batas lokasi tanah yang terkena pembangunan . tanaman dan atau benda-benda lain yangterkait dengan tanah yang bersangkutan Mengumumkan hasil inventarisasi .dapat dilaksanakan lebih dari 1 (satu) kali sesuai dengan keperluan .dipandu oleh ketua panitia atau wakil ketua. dihadiri anggota panitia dan pemrakarsa . T-20-2005-B NO II 1 TAHAPAN PELAKSANAAN Melaksanakan penyuluhan Panitia dan Pemrakarsa memberikan penyuluhan dengan cara pemberian informasi secara dua arah dengan masyarakat yang terkena lokasi pembangunan dengan cara: .tatap muka secara langsung. status.Peta bidang tanah yang ditandatangani oleh pejabat yang beberrwenang pada Kantor Pertanahan Kabupaten/ Kota .tempat penyuluhan ditentukan oleh panitia .Pd.Daftar inventarisasi ditandatangani oleh petugas yang melaksanakan inventarisasi (surveyor berlisensi) dan diketahui pimpinan instansi yang bersangkutan atau yang ditunjuk Penggunaan tanah yang terkait dengan Benda /bangunan Bersejarah mengikuti peraturan yang berlaku 3 .melibatkan tenaga ahli/tokoh masyarakat Melaksanakan inventarisasi . dapat dilengkapi dengan menggunakan media cetak dan elektronik .Peta bidang tanah yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang di Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota BACK 19 dari 40 Daftar RSNI 2006 .

Jika ada keberatan yang diajukan dalam tenggang waktu yang ditentukan tersebut. benda-benda lainnya.dilampiri daftar dan peta yang menguraikan nama. Nilai NJOP. nomor persil. Sekretaris. T-20-2005-B NO TAHAPAN KUALITAS PRODUK KETERANGAN pembangunan untuk mengajukan keberatan atas hasil inventarisasi . panitia mengadakan perubahan sebagaimana mestinya 4 Melaksanakan musyawarah .Pd. Wakil Ketua. maka Panitia menetapkan bentuk dan besarnya ganti kerugian dengan melampirkan Berita Acara Penaksiran dan Notulen Rapat Musyawarah Penjelasan bentuk dan besarnya ganti seperti tertulis dalam Buku pedoman ini butir 4. Kantor Camat dan Kantor Kelurahan/Desa setempat dengan tenggang waktu 1 (satu) bulan .7 BACK 20 dari 40 Daftar RSNI 2006 . Nomor SPPT bidang tanah serta keteranganketerangan lainnya yang ditandatangani oleh Panitia serta diumumkan di Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota.Musyawarah dilaksanakan secara langsung atau melalui perwakilan yang sah dan dipandu oleh Ketua Panitia - - Daftar inventarisasi yang ditandatangani oleh petugas yang melaksanakan inventarisasi dan diketahui pimpinan instansi bersangkutan atau yang ditunjuk Pengumuman hasil inventarisasi ditandatangani oleh Ketua. luas.Terhadap tanah wakaf/peribadatan lainnya ganti kerugian diberikan dalam bentuk tanah. Penetapan perubahan atau penolakan perubahan hasil inventarisasi ditandatangani oleh Ketua Panitia sebagai hasil pembahasan seluruh anggota panitia Berita acara hasil musyawarah yang ditandatangani oleh pihak masyarakat yang terkena pengadaan tanah dan pihak Pemrakarsa 5 Menetapkan bentuk dan besarnya ganti kerugian atau santunan : . bangunan dan perlengkapan yang diperlukan - Bentuk dan besarnya ganti kerugian dituangkan dalam Keputusan Panitia Pengadaan Tanah yang ditandatangani oleh Ketua Panitia dan apabila tidak dicapai kesepakatan. dan oleh panitia dianggap beralasan. jenis dan luas bangunan. dan para anggota panitia. status tanah. jumlah dan jenis tanaman.

Taksiran nilai bangunan.Taksiran nilai tanah ditentukan menurut jenis hak dan status penguasaan.32 Tahun 1979. tanaman. yaitu: 1. T-20-2005-B NO TAHAPAN KUALITAS PRODUK KETERANGAN - - Apabila tidak tercapai kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian maka Panitia memutuskan bentuk dan besarnya ganti kerugian didasarkan atas nilai nyata atau sebenarnya sesuai hasil musyawarah dengan memperhatikan NJOP dan faktor-faktor yang mempengaruhi harga tanah Ganti kerugian berupa uang santunan diberikan kepada yang memakai tanah tanpa sesuatu hak. Panitia menetapkan uang santunan menurut pedoman yang ditetapkan oleh Bupati/Walkota . .Pd. 3. Pemakai tanah bekas hak barat dimaksud pasal 4 dan 5 Keppres RI No. dan benda-benda lainnya ditentukan oleh Instansi Pemerintah yang bertanggungjawab di bidang terkait - Berita Acara Penaksiran oleh seluruh anggota panitia disertai dengan alasan-alasan dan pertimbangan pertimbangan yang diuraikan dalam rumusan perhitungan besarnya ganti kerugian dengan memperhatikan angka-angka/nilai dari faktor-faktor yang mempengaruhi harga tanah BACK 21 dari 40 Daftar RSNI 2006 .SK Pedoman besarnya uang santunan ditandatangani oleh Bupati/Walikota 6 Menaksir nilai tanah . 2. Tahun 1960. Pemakai tanah sebelum tanggal 16 Desember 1960 sebagaimana dimaksud UU Nomor 51 Prp. Bekas pemegang Hak Guna Bangunan atau Hak Pakai yang telah berakhir jangka waktunya melebihi 1 (satu) tahun.

Apabila Pimpinan Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen/ Instansi tidak menyetujui permintaan pemegang hak.Apabila terdapat keberatan mengenai santunan. T-20-2005-B NO TAHAPAN KUALITAS PRODUK KETERANGAN 7 Pengajuan keberatan terhadap keputusan panitia : . Bupati/Walikota atau Gubernur mengajukan usul pencabutan hak atas tanah .Apabila masih terdapat keberatan dari pemegang hak atas putusan Bupati/Walikota terhadap penyelesaian yang ditempuh. Apabila disetujui. maka Bupati / Walikota atau Gubernur mengeluarkan keputusan revisi bentuk dan besarnya ganti kerugian sesuai dengan kesediaan atau persetujuan Pemrakarsa sekaligus memerintahkan kepada Panitia untuk melaksanakan acara pemberian ganti kerugian . maka diselesaikan menurut ketentuan yang berlaku bagi pemakaian tanah tanpa ijin yang berhak Surat pengantar dari Panitia tentang keberatan pemegang hak ditandatangani oleh ketua panitia dengan melampirkan Berita Acara hasil musyawarah terakhir Surat Keputusan Bupati/Walikota/Gubernur yang mengubah atau mengukuhkan bentuk dan besarnya ganti kerugian bedasarkan pertimbangan kesediaan instansi yang bersangkutan - BACK 22 dari 40 Daftar RSNI 2006 .Pd. sedangkan lokasi pembangunan itu tidak dapat dipindahkan atau sekurang-kurangnya 75% (tujuh puluh lima persen dari luas tanah yang diperlukan atau 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah pemegang hak telah dibayar ganti kerugiannya. maka Pemrakarsa melaporkan kepada instansi yang bersangkutan yang kemudian memberikan tanggapan tertulis mengenai bentuk dan besarnya ganti kerugian tersebut.

Surat pernyataan pelepasan hak atau penyerahan tanah yang ditandatangani oleh pemegang hak atas tanah dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota serta disaksikan oleh dua orang anggota panitia dan untuk tanah milik yang belum terdaftar penyerahan tersebut harus disaksikan oleh Camat dan Lurah/Kepala Desa setempat.Pelaksanaan pemberian ganti kerugian dan pelaksanaan pelepasan hak dan penyerahan tanah dilaksanakan secara bersamaan .Untuk tanah wakaf ganti kerugian dan pelaksanaan pelepasan hak dan penyerahan tanah dilaksanakan secara bersamaan Melaksanakan pelepasan hak dan penyerahan tanah .Setelah menerima berkas dokumen pengadaan tanah maka Pemrakrsa wajib/segera mengajukan permohonan hak atas tanah sampai memperoleh sertifikat atas nama instansi induknya sesuai ketentuan yang berlaku KUALITAS PRODUK KETERANGAN 9 .Ganti kerugian diserahkan secara langsung kepada yang berhak di lokasi yang ditentukan oleh panitia dengan disaksikan oleh sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang panitia .Pd. T-20-2005-B NO 8 TAHAPAN Melaksanakan pemberian ganti kerugian . 10 Sertifikat Hak Atas Tanah atas nama instansi induk yang memerlukan tanah (Pemrakarsa) BACK 23 dari 40 Daftar RSNI 2006 .Asli tanda bukti hak atas tanah atau bukti kepemilikan perolehan tanah lainnya diserahkan kepada pemegang hak atas tanah dihadapan anggota panitia Pengajuan permohonan hak bagi penerima/instansi yang memerlukan tanah : .

T-20-2005-B NO TAHAPAN KUALITAS PRODUK KETERANGAN 11 Biaya panitia pengadaan tanah: Biaya ditanggung oleh Pemrakarsa yang besarnya tidak lebih dari 4% dari jumlah nilai ganti kerugian dengan mempedomani Surat Edaran Menteri Keuangan No.E-132/A/63/1996.Pd. Badan Pertanahan Nasional melalui Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi setempat Laporan tertulis ditandatangani oleh Bupati /Walikota atau Gubernur BACK 24 dari 40 Daftar RSNI 2006 . tanggal 29 Oktober 1996 III PELAPORAN Bupati/Walikota melaporkan pelaksanaan pengadaan tanah di wilayahnya kepada Pemerintah cq.S.

Sosial ekonomi. c. Sosial budaya. a. a. Geo-Fisik. a. Rona Lingkungan di sekitar rencana kegiatan. b. Lebar Rumija. b. Proses pelaksanaan Pengadaan Tanah (pilih kemungkinan yang ada saja). Biaya yang dikeluarkan dan asalnya. Daftar RSNI 2006 BACK 25 dari 40 . 3. Perusahaan Air Minum (PAM). b.Pd T-20-2005-B Lampiran C (normatif) Data informasi dalam penyusunan dokumen pengadaan tanah Data informasi yang diperlukan dalam penyusunan dokumen pengadaan tanah adalah : 1. Kelurahan/Desa. 3) Bantuan Sosial. f. d. 1) Kompensasi Uang (besar dan metodanya). 5. Data mengenai yang sudah/akan dilaksanakan : 1) Jenis tanah (berikut luasnya). 4) Pemukiman Kembali. Pelaksanaan pengadaan tanah. Kecamatan. Latar belakang adanya rencana kegiatan. 4) Sumur. e. 3) Jenis tanaman (berikut luasnya). 5) Sarana Umum (berikut jumlah/luasnya). 2. Tata Guna Lahan (Land Use) di sekitar rencana kegiatan (trase jalan). Telepon. 6) Jumlah Kepala Keluarga yang tanahnya terkena sebagian atau seluruhnya. Instansi terkait dalam proses pelaksanaan pengadaan tanah. Luas tanah yang perlu dibebaskan. 2) Pemukiman kembali. c. b. b. 3) Relokasi. c. 2) Jenis bangunan (permanen. Gas (berikut jumlahnya). Gambaran umum mengenai rencana kegiatan. Lokasi Proyek a. guna : 1) Pengadaan Tanah. 4. Detail desain. Kota/Kabupaten dimana rencana kegiatan terdapat. Jadwal proses pengadaan tanah. Lokasi pemukiman kembali. Informasi yang jelas mengenai : a. 2) Konsolidasi (metodanya). d. 7) Jumlah Kepala Keluarga yang perlu dipindahkan. Panjang jalan. berikut prosentasenya. Uraian singkat tentang rencana kegiatan. semi permanen berikut luasnya).

Status ke pemilikan tanah. Surat Keputusan mengenai penugasan Pimpinan Proyek/Satuan Kerja Pengadaan Tanah. bangunan. f. 2) Di lokasi pemukiman kembali. k. Gambar tipikal potongan melintang jalan. Gambar lokasi rencana kegiatan. Lampiran tambahan yang diperlukan.Pd T-20-2005-B g. b. BACK 26 dari 40 Daftar RSNI 2006 . Surat Keputusan tentang Panitia Pengadaan Tanah. Surat Keputusan mengenai Penetapan Harga Penggantian (tanah. i. 2) Rumah bagi penduduk yang dimukimkan kembali. h. Kesiapan dan kebijakan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam menyiapkan : 1) Sarana. Foto-foto di lokasi rencana kegiatan dan lokasi pemukiman kembali. Berita Acara Pembayaran Kompensasi. e. Jadwal Pengadaan Tanah. a. Status Sosial penduduk yang terkena langsung akibat pengadaan tanah. serta rumah pemukiman kembali. 3) Pendidikan. c. j. 1) Pendapatan. d. Gambar desain mengenai sarana dan prasarana umum. Lain-lainnya yang terkait. h. tanaman dan lain-lainnya) g. i. Gambar lokasi pemukiman kembali. prasarana umum di lokasi pemukiman kembali. 2) Mata pencaharian. 6. j. Harga pasar dan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) untuk : 1) Di sekitar rencana kegiatan.

. .. ...... ... Nomor Kuesioner 2........ .. .... . ... . ...... . c. kemauan sendiri b.. : ...... Apabila ada penghasilan tambahan lain.... . .. . .. ...... Pendapatan dan pengeluaran Cara pengisian : a).. Luar Negeri e.... . transmigrasi d. .. . Instansi/Tempat kerja 3). . ......Matapencaharian Utama Istri : .. Luar Kecamatan 1 Propinsi.. .. ........ . .... . . . pindah ke lokasi ini dikarenakan : a... . . bulan ... . .Pd T-20-2005-B Lampiran D (normatif) Formulir survai D...... . ... .. dinas ( ( ) ) c. .. .... ... . . .. ....Matapencaharian Utama Suami : . Kecamatan 4. .. ... .. ... . Nama Responden 6. . . lainnya ( ( ) ) II.... .. .... .. . berapa jumlahnya per bulan dalam Rupiah d. ..... .... .... .. .. Kelurahan / Desa 5.. ..... .. Penduduk Asli b.... .... ... .. Luar Pulau d..... .. . . . . .. .... . ..” 1)....... Luar Propinsi 1 Pulau ( ( ( ) ) ) c..... Lamanya Tinggal 7... .. Kepala Keluarga (KK) 2).... (menit) Daftar RSNI 2006 BACK 27 dari 40 ... .. ...... b. Waktu ke tempat kerja : . ...... Beri tanda X untuk pilihan yang berada dalam tanda “( )” b)........... . .. ... Isilah jawaban Anda sesuai kondisi/keadaan yang sebenarnya pada tanda “ ……….... .. . . ....... Tulis kode pendapatan dan pengeluaran (lihat catatan pada akhir butir II) yang sesuai dengan pilihan Anda dalam tanda “( )” b). . . ....... . Jumlah Kepala Keluarga (KK) dalam satu rumah : . . ... .Pengeluaran rata-rata per bulan dalam Rupiah ... ..... . ( ( ( ) ) ) Bila bukan penduduk asli... .. ..... .. . ..... Rumah Tangga Cara pengisian : a)... 1..Penghasilan rata-rata Suami per bulan dalam Rupiah.. Asal Penduduk : a.. Umum a. .. ....... tahun. . :( ) :( :( :( ) ) ) 2).. . . .... . .. .. ..... Status Dalam Keluarga I. ....Penghasilan rata-rata Istri per bulan dalam Rupiah c... Isilah jawaban Anda sesuai kondisi/keadaan yang sebenarnya pada tanda “ ……….... .. . ....” 1). ... .1 Formulir survai lapangan pada lokasi perumahan : : : : : : : ...... ......... Kota / Kabupaten 3. ... .

. ./ : a... . . Rp. . . .. Kondisi Bangunan 3. 2. sebagian b. ...5) Apakah anda memiliki tanah lain yang tidak terkena proyek untuk dipakai sebagai lokasi baru ? a). Hak Guna Usaha b. Produktif Penghasilan dari hasil b..... .... ... .. …… c..... . Non Produktif : ..e..... . Sewa [ coret yang tidak perlu ] c. Status Pemilikan Rumah 6. .. .. .- III.. . .. .. . . Bilik .000. 500.1/2 Tembok b. . . . .. .. Isilah jawaban Anda sesuai kondisi/keadaan yang sebenarnya pada tanda “ ……….000. .. . .. . .000... .. (buah) .. Perkiraan Harga Tanah per m2 : Rp.. .. /bulan ... .. Rp. . .. . : . .b... Sendiri Rp .. . .000. . Produktif : . . .. . .000. .. . 750.. 500. . . . 1.000.. . . Girik g... Ya b).” 1). Hak Pakai f. .. . ... .. ... Nilai Jual Objek Pajak bangunan per m2 : Rp. .3).000. . . Dinas (rumah/kamar) (rumah/kamar) b.000.. Hak Milik e.000... . . . Tempat tinggal Cara pengisian : a).. . . .......... . ... . . .. . . Sedang m2 m /. . . .s/d Rp.s/d Rp. Non Produktif 10. . ... Beri tanda X pada pilihan yang sesuai dengan kondisi/keadaan Anda b).. .. .000. / Rp. . ... . 750.... Tanah Negara c.. . Tanah/bangunan yang terkena pembebasan : 2). ........ Kurang dari Rp. . b.4). m2 c.. ... . Jenis dan Jumlah Hewan (sebutkan jumlah dan jenisnya) a. .. a.000. Jelek d. Panjang/Luas Tanah 5. 2...000.. .c. ..s/d Rp.f. . Kayu c... seluruhnya . . .. ..... (buah) d. : .... b. . Status Pemilikan Tanah : a. .. Di atas Rp.. ..... . (buah) : . Umum 1. Rp. . 1.. .. . .. . . penjualan hewan Rp. .. ..... ... .. .c.. 100. . ..Pd T-20-2005-B Catatan : Kode Pendapatan & Pengeluaran : a.000.000. . .000. . .. Tembok : a. Harga Sewa/ Kontrak per bulan 7.. .. .. .. : a. 300... . .. PLN b.300. Luas Bangunan 4.. ... .. ..000. . /bulan (buah) 11..d. Penghasilan dari hasil penjualan tanaman Rp.... ... . . .. .. Nilai Jual Objek Pajak tanah per m2 : Rp.. Rp. Sumber Penerangan : a. ……....... Tipe Bangunan 2..... Kontrak/ d. . .. . . Non PLN 9. Jenis dan Jumlah Tanaman (sebutkan jenis dan jumlahnya) a. Rp... . . . . 100.. .Tidak BACK 28 dari 40 Daftar RSNI 2006 . . . .s/d Rp.. . . HGB 8. ... .s/d Rp.... . . Baik : . .

Sumber air cuci d... . . . Kecamatan/ Desa b. ..... .. ... ....... ..... ....... . ... ... . ... ... .. .. . .. . . .... . Isilah jawaban Anda sesuai kondisi/keadaan yang sebenarnya pada tanda “ ………............ .. . . . Sudah a. Bila tanah Anda terkena proyek.. ..Air Hujan c... ...... ... .... ... . .. .. .... . Apakah sudah mengetahui adanya proyek 2).. ... . ... Mata Air 2)..... ..... h.... . .. .. ... Beri tanda X pada pilihan yang sesuai dengan kondisi/keadaan Anda dan pilihan jawaban dapat lebih dari 1 (satu) b). . . Kolera (.. . . . Kelurahan/ Desa yang sama terpaksa harus pindah lokasi... ... . .. ... ... Tidak setuju (jelaskan alasan Anda) : . ..” 1)...... ...... .... ..... Belum d. .. . (..... Sumur ……. ...........buah e. . . . Tetangga 3). .. . . ... . .. . .. . Sungai f...PAM (Perusahaan Air Minum) b... . .. ... . . ... ..... .... ... . . c.... .…. ....... .. . .... . .. . . ..... .. Radio / Televisi c. Mata Air d. .... ( ... ..Pd T-20-2005-B IV. ... . . ........ kali) e. . ... .... . . .... dari mana ? (Pilihan jawaban dapat lebih dari 1) a.. (.. kali) . . .... . . Muntaber b...... Persepsi masyarakat terhadap pembangunan proyek Cara pengisian : a).. .. .... c.... .. .. . Tanggapan atau persepsi anda terhadap Proyek : a. ....” 1). ... ........ b. . . . .. kali) ( .. . .. Penyakit Kulit f.... ..... .. ... ... ..... ......buah f.... . Kecamatan 4)... Typhus d.. Sumur …. . . ... . . . ... Sungai c...... .. ... . kali) ( .... . ...... Air Hujan a1.... . .... BACK 29 dari 40 . . Setuju (jelaskan alasan Anda) : ..... . .. .... .... . . Pejabat Pemerintahan f. ..... .. 3).. .. . . ........ ... kali) ... Sumber air minum a...... . (... Bila sudah mendengar. . . .... . kali) V. Anda lebih yang sama suka pindah kemana ? Daftar RSNI 2006 b. . . . . ..... .. ...... kali) ( . .. . .. . ....... .. . Beri tanda X pada pilihan yang sesuai dengan kondisi/keadaan Anda b). ... .. .... .. .... . .......... e............ .. Isilah jawaban Anda sesuai kondisi/keadaan yang sebenarnya pada tanda “ ………. .... kali) ... ....... . . ....... dan a.. Kesehatan masyarakat Cara pengisian : a)..PAM (Perusahaan Air Minum) b. ... Disentri c. ..... .. ... . . . .... . ... Penyakit Kerongkongan g. Koran e.. . ... . .. .. Penyakit yang pernah diderita anggota keluarga (sampai saat ini) : a. .. ...... .. .. .. Biasa saja (jelaskan alasan Anda) : . .. ...

... . . ……………………. apa latar belakang pendidikannya ? …………………………………………………. . apakah Anda akan menjadikannya seperti semula? (misalnya kebun atau tambak dan sebagainya) 11).... Ya dalam bentuk tanah pengganti... ... . .......... b.. Beternak e. Ada b... .. .. .. Gabungan b. .Apakah ada anggota keluarga yang ingin terlibat/bekerja di proyek ini sesuai dengan pengalaman dan latar belakang pendidikannya ? c...……………………….. .Jika Tidak.. . Anda lebih suka dengan cara bagaimana? 6)... ..... a... ..... . Dalam mencari lokasi pemukiman baru a. . • Isteri sebagai : .Apabila Anda memilih ganti kerugian a. Tidak 7). . Apabila Anda memilih ganti kerugian dalam a. Kota/Kabupaten yang sama 5). . 16). penggunaan uang ganti kerugian tersebut dianggap produktif atau tidak) 10)...... Jika Tidak..... ... ...Apa jenis mata pencaharian baru yang a. . penggunaan uang ganti kerugian tersebut dianggap produktif atau tidak) 13).. ……………. Dibantu lokasi yang baru ? Pemerintah …………………………… 9).....Jika Ya....... .. ... Usaha sendiri b..... Ya bentuk uang.. Usaha sendiri membangun/mengelola tanah tersebut? b. ... ... ... . ..... . .....Apabila ada. . ... b... ... ... . Pegawai swasta 14).. . ... Apa kedudukan/posisi Anda dalam masyarakat : • Suami sebagai : .. ..... .. Uang bentuk apa ? b... tanah pengganti tersebut akan . .. ..Pemukiman kembali d.... . . ...... .. ..... ..... ..... .. . . . BACK 30 dari 40 Daftar RSNI 2006 .. .... ..... ....... bagaimana Anda mendapatkan a. . .. . Tetap seperti semula Anda inginkan : (. d.... Tidak 15). .Pd T-20-2005-B b.... .... .. .... . Bantuan KPR / BTN d. . .... . . Tidak c. Jika Ya. Anda gunakan untuk apa? .. ... Bertani c. . . . ... apakah anda akan mencari lokasi yang baru : 8).. . .. .. . bagaimana Anda akan a.. . Ganti rugi yang Anda diinginkan dalam a. sendiri tersebut. akan digunakan untuk apa ? (Petugas survai memberi catatan apakah . diatur Pemerintah c... Diusahakan Pemda 12).) b. .... (Petugas survai memberi catatan apakah ... Tanah pengganti d.

Hak Pengelolaan e. . .. ........ ........ . ... . ... tahun. ... Isilah jawaban Anda sesuai kondisi/keadaan yang sebenarnya pada tanda “ ………. . ..... Tidak 9). ...... .... …………….. . ... ............. 7). . .... . .. ../ tahun.... ... ... D. Bagi hasil e. .. Sewa c. ..... . .. ... Hak Milik/Girik c. ...... ... : . .. Milik sendiri b. .. . .... .. .... .... ......... Jenis yang ditanam : ...... . . Kecamatan.. .. Sawah 2). . .. ..Pd T-20-2005-B Tanggal Survai :... ... ...... .. 3. ..... . . .... Tanda tangan :. ..... Nama Responden 6..... Luas tanah : .... . ...... 5..... .......... ... . .. . Tambak/kolam (ikan) d.... I.. 4). .. berapa harga sewanya : Rp.. ..... ..... Perkiraan Harga Tanah per m2 saat ini : Rp. Bila anda pemilik... ....... .. . .... . . . . ..... .. .. d. . ....BACK 31 dari 40 Daftar RSNI 2006 . . / m2.... ..... ... .... .. Hak Guna Usaha d. .. ..... .... .... Ya b. Status Dalam Keluarga : . ..... .. .. .. . Apa status kepemilikannya ? a.. 5)... . ... Nomor Kuesioner 2. . m2 6)..” 1)... Lamanya Tinggal 7. .. .. ..... .. 3).. . .... .. . ..... .. .. ..- 10).. Beri tanda X pada pilihan yang sesuai dengan kondisi/keadaan Anda b).. . . . .... .2 Formulir survai lapangan pada lokasi pertanian 1.......... .... .. . Kelurahan / Desa. berapa anda membayar PBB : Rp…………….. ... ..... . . . . Penggarap f... Hak Pakai b. .... . ..... .. . . .... .... .... Apakah anda memiliki lahan lain yang tidak terkena proyek untuk dipakai sebagai lokasi baru ? a. ...... Apa jenis tanah Anda ? a. . . .. . ... .. Kota / Kabupaten..... ... ... .. : .. .. .. .. . .. .. . .. . . ... . .... .. . Lahan Cara pengisian : a). . .. ... bulan ... ...... :...... Buruh c.. ...... ..... : .. 8)... .. Nilai Jual Objek Pajak tanah per m2 saat ini : Rp... a. . Ladang/kebun/perkebunan b.. .. Status Tanah..... ........ . : . : . .. Petugas Survai :. ..... ... . .... .. .. . .. ... ... ... . ... ....... .. . Bila sewa...... . . . 4..

orang. Di atas Rp. .s/d Rp.c. Rp.Pd T-20-2005-B II. Koran e. Berapa lama yang diperlukan anda dari rumah ke tempat ini : .. .( ( b. a. Sudah a. . Berapa tenaga yang diperlukan/ikut dalam mengolah tanah Anda : . . . Jika dalam bentuk uang. . .000. .000. BACK 32 dari 40 Daftar RSNI 2006 . Isilah jawaban Anda sesuai kondisi/keadaan yang sebenarnya pada tanda “ ………. . . Belum d.300. Beri tanda X pada pilihan yang sesuai dengan kondisi/keadaan Anda b). Bagi Hasil c. Isilah jawaban Anda sesuai kondisi/keadaan yang sebenarnya pada tanda “ ………. .s/d Rp. .400.. . Beri tanda X pada pilihan yang sesuai dengan kondisi/keadaan Anda b). . Bila sudah mendengar.000. . . . Berapa Penghasilan rata-rata Suami per-bulan b. .000. .” 1). .000. Berapa Penghasilan rata-rata Istri per-bulan c.000.. . Tidak ( ) ) ) :( ) IV. .” 1). . . Penghasilan a.c.. . . . Kecamatan/ Desa b.. Rp. Apakah sudah mengetahui adanya proyek 2). . . dari mana ? a. 50. Pendapatan dan pengeluaran Cara pengisian : a).000.s/d Rp. / hari. Isilah jawaban Anda sesuai kondisi/keadaan yang sebenarnya pada tanda “ ………. III. Persepsi masyarakat terhadap rencana kegiatan Cara pengisian : a). . 2).000.200.” 1). Rp.000. menit.100. .s/d Rp.b. 3).000. . 150. Pengelolaan lahan Cara pengisian : a). Pengeluaran Pengeluaran rata-rata per-bulan dalam Rupiah Catatan : Kode Pendapatan & Pengeluaran : a.000. Rp. orang. Uang d. 400. . . 200. . . ..s/d Rp. Apa bentuk upah yang diterima buruh ? a. 150. . 300.f. . Kurang dari Rp. . . . . .000. Berapa orang buruh yang dibayar : . Ada Jika “Ada” berapa jumlahnya dalam rupiah 2). .d. 4). . Tetangga b. 50. .. . . Radio / Televisi c. Tulis kode pendapatan dan pengeluaran (lihat catatan pada akhir butir III) yang sesuai dengan pilihan Anda dalam tanda “( )” b). .. 100. . . berapa upah yang diterima oleh buruh : Rp.e. Apakah ada penghasilan lainnya. Rp. .

........ .. .. Gabungan b.. ............ ...... apakah anda akan mencari lokasi yang baru : c. . . . ......... Tidak setuju (Jelaskan alasan Anda) : . . .. . .. ......... ... .............. . ... BACK 33 dari 40 Daftar RSNI 2006 ............ Tanggapan atau persepsi anda terhadap Proyek : a........... . ..... ... .. . .... .......... akan digunakan untuk ……………………………... ...... ... Tidak Jika Ya...... .... ..... Kecamatan yang sama d... .... . . ... .......... c. . . . ..... Ya kerugian dalam bentuk tanah pengganti.. Jika Tidak. ... Bantuan KPR / BTN d..... . b... ... .... ...... c.. ... ... .... ……………. .. .. .. .. .. .. ........... ..... Anda lebih suka pindah kemana? b. ...Pd T-20-2005-B 3)... ... bagaimana Anda akan a.... . .. ... ... .. .... . .. a.. ...... .. . .. ...... ...Apabila Anda memilih ganti d. . . . .. ...... .. .. ... .. ... ....... ... apakah Anda akan mnenjadikannya seperti semula ? (misalnya kebun atau tambak dansebagainya) 10). . .... ......... .... .. . . ....... ...... .. ... . . ...... . .. .. apa ? (Petugas survai memberi catatan apakah penggunaan uang ganti kerugian tersebut dianggap produktif atau tidak) 9)....... Tidak c. . .... .. Tanah pengganti 6)....... .. .... . .. ....... Kelurahan/ Desa dan terpaksa harus pindah yang sama lokasi.. .. .. .... ..... .....Jika Ya... ……………………. Kota/Kabupaten yang sama 5). ... ... .. . Diusahakan Pemda tersebut ? 7)... ..... . . ..... ..... . ...... . .... .. ...... ... ... 4)... b.. ... .. .... Ya kerugian dalam bentuk uang...... ...... . .... Dibantu Pemerintah 8)... .. ... .. . .. ... .. Usaha sendiri membangun mengelola tanah e.. Biasa saja (Jelaskan alasan Anda) ..... .. Apabila Anda memilih ganti a... bagaimana Anda a.. . ..... ...... . ..... .. Usaha sendiri mendapatkan lokasi yang baru? b. Uang dalam bentuk apa ? b.. . ....... ........ . Ganti rugi yang Anda diinginkan a. .... . .... ... d.. . Bila tanah Anda terkena proyek... .. .. . . ..... Setuju (Jelaskan alasan Anda): .

......... . .... .... untuk apa? (Surveyor memberi catatan apakah penggunaan ganti kerugian tersebut dianggap produktif atau tidak) ..... ....... ...... ......... Tidak a. . .... . Mata Pencaharian baru yang a...... Wiraswasta e.... • Isteri sebagai : .... ........ 18)... 14).... ........... Berdagang 16).... ........ . ............... .... tersebut akan Anda gunakan ......... Tanggal Survai b...... Bantuan KPR/BTN c............ Ya akan mencari lokasi yang baru : 13).. ... 15).. .............. ...... ........... Jika Tidak. uang tersebut akan ......... ...... Tetap seperti sebelumnya b. . . ....... .. ...... ... .......Pd T-20-2005-B 11).... apakah dengan uang yang diterima anda a... dimanfaatkan untuk apa? (Surveyor memberi catatan apakah penggunaan uang ganti kerugian tersebut dianggap produktif atau tidak) d.. . .................. .. Tidak ? :....... ................... Ada 17).. ....... apa latar belakang pendidikannya …………………………………………………. ............. ............... Dibantu Pemerintah Kabupaten/Kota d.. ....... tanah pengganti ..... . Apakah ada anggota keluarga yang ingin terlibat/bekerja di proyek ini sesuai dengan pengalaman dan latar belakang pendidikannya ? a. ...........……………………….......... ... . ........ .... ...... Apabila ada. 12)..... Tanda tangan :.. Posisi anda dalam masyarakat : • Suami sebagai : .. ..... Apabila Anda memilih ganti kerugian berupa uang................. Usaha sendiri b. .. Petugas Survai :... ... Swasta diinginkan: c.Jika Tidak.... . Jika Ya.. .. .......... . bagaimana Anda akan mendapatkan tanah/rumah pengganti dengan uang tersebut: b....... . ....... ... Beternak f. ..... Daftar RSNI 2006 BACK 34 dari 40 ......

PERSETUJUAN PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN PENGUKURAN DAN INVENTARISASI PEMBUATAN DAFTAR NOMINATIF & DAFTAR PEMBAYAR setuju warga setuju & dikukuhkan PERMOHONAN PENGADAAN TANAH PEMBUATAN DAFTAR DAN PETA RINCIAN MUSYAWARAH TENTANG BENTUK & BESARNYA GANTI KERUGIAN tidak setuju KEPUTUSAN PENGUKUHAN / PENGUBAHAN KEPADA PANITIA warga tidak setuju tidak setuju PEMBENTUKAN PANITIA PENGADAAN TANAH USULAN PENCABUTAN HAK ATAS TANAH PENGUMUMAN HASIL DAFTAR DAN PETA RINCIAN AJUKAN KEBERATAN KEPADA GUBERNUR PEMBUATAN JADWAL PELAKSANAAN PENGADAAN TANAH PERSIAPAN PELAKSANAAN BACK 35 dari 40 Daftar RSNI 2006 .Pd T-20-2005-B Lampiran E (normatif) Bagan alir tata cara pengadaan tanah untuk pembangunan jalan PERMOHONAN PENETAPAN LOKASI PEMBANGUNAN PENYULUHAN KEPADA MASYARAKAT PEMBAYARAN GANTI KERUGIAN PENGOSONGAN TANAH SK.

Pd T-20-2005-B Lampiran F (normatif) Formulir kondisi awal tanah dan bangunan serta tanaman dan/atau benda lainnya milik warga yang terkena dampak pengadan tanah No. Jenis Tanah Luas M2 Permanen Bangunan/Lain-Lain Semi Sementara Permanen Lain-Lain Tanaman Besarnya Ganti Kerugian Tanah Bangunan Tanaman Rp. Nama Alamat Desa Kec. Rp BACK 37 dari 40 Daftar RSNI 2006 . Status Tanah Macam Hm/C Tanah Persil No.

Pd T-20-2005-B Lampiran G (normatif) Formulir Inventarisasi Permasalahan dalam Proses Pengadaan Tanah No. Lokasi / Sta Permasalahan Status Sekarang Dampak Pada Konstruksi Jumlah Tanah Yang Dibutuhkan Beban Pendanaan (Besaran/Jadwal) Keterangan BACK 38 dari 40 Daftar RSNI 2006 .

Eng. Desfitriza. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan BACK 39 dari 40 Daftar RSNI 2006 . 2) Penyusun Ir. Yetty Nuryati. M.T.Soc. M.T. Ir. Haryanto C. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik. Ir. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik. Dra. Tasripin Sartiyono. Ir.Pd T-20-2005-B Lampiran H ( informatif ) Daftar nama dan lembaga 1) Pemrakarsa Direktorat Bina Teknik. M. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik. CES. Dewi Sayekti. Ir. Ditjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Direktorat Bina Teknik.Eng. Departemen Pekerjaan Umum. Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan.Sos. M. Freddy Siagian. S.Sci. Bernaldy. M. Direktorat Bina Teknik. Pranowo.

Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. 13 September 2001. Direktorat Jenderal Bina Marga. 2. tahun 1995. Departemen Pekerjaan Umum. Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan. Dokumen Pengadaan Tanah Proyek Peningkatan Jalan Citarum-Pedurungan. Petunjuk Operasional Manajemen Pemukiman Kembali Pada Proyek Jalan (Buku Pegangan). Direktorat Jenderal Bina Marga. 4.Pd T-20-2005-B Bibliografi 1. Strengthening of Environmental and Social Impact Management (SESIM) Technical Meeting – Environmental Engineering and Social Planning Guidelines. Bahan Pembekalan Kursus Pejabat Inti Proyek. Departemen Pekerjaan Umum. 3. Departemen Pekerjaan Umum. tahun 1995. Modul P01-06 tentang Pengadaan Lahan. tahun 1996. BACK 40 dari 40 Daftar RSNI 2006 . Direktorat Pembinaan Jalan Kota. Direktorat Jenderal Bina Marga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->