P. 1
Hikayat Abu Nawas

Hikayat Abu Nawas

|Views: 341|Likes:
Published by Dany Taufik

More info:

Published by: Dany Taufik on May 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2014

pdf

text

original

TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X-4

Hikayat abu nawas ± Syahdan,disuatu masa hidup seorang laki2 yang punya sifat kikir (pelit).ia mempunyai sebuah rumah yang cukup besar.didalam rumah itu dia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil2.laki2 ini merasa rumahnya sudah sangat sempit dengan keberadaannya dan keluarganya.namun,untuk memperluas rumahnya,sang lelaki merasa sayang untuk mengeluarkan uang.ia putar otak bagaimana caranya agar ia bisa memperluas rumahnya tanpa mengeluarkan banyak.akhirnya,ia mendatangi abunawas,seorang cerdik dikampungnya.pergilah ia menuju rumah abu nawas. si lelaki : ³salam hai abunawas,semoga engkau selamat sejahtera.´ abu nawas : ³salam juga untukmu hai orang asing,ada apa gerangan kamu mendatangi kediamanku yang reot ini ?´ si lelaki lalu menceritakan masalah yang ia hadapi.abunawas mendengar dengan seksama.setelah si lelaki selesai bercerita,abunawas tampak tepekur sesaat,tersenyum,lalu ia berkata : ³hai fulan,jika kamu menghendaki kediaman yang lebih luas,belilah sepasang ayam,jantan dan betina,lalu buatkan kandang didalam rumahmu.3 hari lagi kau lapor padaku bagaimana keadaan rumahmu.´ si lelaki bingung,apa hubungannya ayam dengan luas rumah,tapi ia tak membantah.sepulang dari rumah abunawas,ia membeli sepasang ayam,lalu membuatkan kandang untuk ayamnya didalam rumah. 3 hari kemudian,ia kembali kekediaman abunawas,dengan wajah berkerut. abunawas : ³bagaimana fulan,sudah bertambah luaskah kediamanmu?´ si lelaki : ³boro boro ya abu.apa kamu yakin idemu ini tidak salah?rumahku tambah kacau dengan adanya kedua ekor ayam itu.mereka membuat keributan dan kotorannya berbau tak sedap.´ abu nawas : ³( sambil tersenyum ) kalau begitu tambahkan sepasang bebek dan buatkan kandang didalam rumahmu.lalu kembali 3 hari lagi.´ silelaki terperanjat.kemarin ayam sekarang bebek,memangnya rumahnya peternakan?.atau sicerdik abunawas ini sedang kumat jahilnya?namun seperti pertama kali,ia tak berani membantah,karena ingat reputasi abunawas yang selalu berhasil memecahkan berbagai masalah.pergilah ia ke pasar,dibelinya sepasang bebek,lalu dibuatkannya kandang didalam

maka dengan pasrah pergilah ia ke pasar dan membeli seekor kambing.tambahkan seekor kambing lagi.apa maunya si abunawas.sicerdik pandai yang tersohor.keesokan harinya ia kembali kerumah abunawas.bagus kalau begitu.bagaimanapun juga yang memberi ide adalah abunawas.pulanglah kamu.´ abunawas : ³waah.anak2 menangis.lalu ia membuatkan kandang didalam rumahnya.bebek dan sekarang kambing.lalu juallah kambingmu kepasar.tolong aku abu. 3 hari kemudian dia kembali menemui abunawas abunawas : ³bagaimana fulan ? sudah membesarkah kediamanmu ?´ si lelaki : ³rumahku sekarang benar2 sudah jadi neraka.ia tetap menjual kambingnya kepasar.kemarin disuruh beli.´ abu nawas : ³kalau begitu juallah bebek2mu hari ini.buatkan ia kandang didalam rumahmu juga.namun.´ abu nawas : ³baiklah. setelah 3 hari ia kembali menemuai abunawas.apa tidak ada cara lain yang lebih normal?´ abunawas : ³lakukan saja.betul2 parah ya abu.dan baunya bukan main.aku tak sanggup ya abu.istriku mengomel sepanjang hari.sumpek.padat. abu nawas : ³bagaimana fulan.sempit.panas.jangan suruh aku beli sapi dan mengandangkannya dirumahku.paling tidak bau dari kambing dan suara embikannya yang berisik sudah tak kudengar lagi.lumayan lah abu.bau.rumahku sekarang sangat mirip pasar unggas.esok harinya ia kembali kerumah abunawas .saat ini adalah saat paling parah selama aku tinggal dirumah itu.´ si lelaki : ³apa kau sudah gila abu ?kemarin ayam.jangan kau menegerjai aku. semua hewan2 berkotek dan mengembik.´ lelaki itu tertunduk lesu.rumahnya. abu nawas : ³bagaimana kondisi rumahmu hari ini ?´ si lelaki :´yah.kalau begitu.besok kau kembali untuk menceritakan keadaan rumahmu.lalu kembali kesini 3 hari lagi.jangan membantah.kediamanmu sedah mulai terasa luas atau belum ?´ si lelaki : ³aduh abu.ampun.besok kau kembali kemari´ si lelaki pulang kerumahnya dan menjual bebek2nya kepasar.´ si lelaki pulang sambil bertanya2 dalam hatinya.sekarang disuruh jual.

rumahku jadi jauh lebih tenang dan tidak terlalu sumpek dan bau lagi.´kini juallah ayam2mu kepasar dan kembali besok ´ si lelaki pulang dan menjual ayam2nya kepasar.anak2ku juga sudah mulai berhenti menangis.sekarang rasanya rumahku sangat lega karena ayam dan kandangnya sudah tidak ada.dan atur rumah tanggamu.bagus.abunawas : ³jadi.sekarang pulanglah kamu.hanya hatimu sempit sehingga kau tak melihat betapa luasnya rumahmu.´ abunawas : ³(sambil tersenyum) nah nah.bagaimana kondisi rumahmu hari ini?´ si lelaki : ³syukurlah abu.bagaimana kondisi rumahmu saat ini?´ si lelaki :´alhamdulillah ya abu.anak2ku juga sudah tidak rewel.dengan perginya bebek2 itu.kini istriku sudah tidak marah2 lagi.sekarang rumahmu sudah menjadi luas padahal kau tidak menambah bangunan apapun atau memperluas tanah banguanmu.dan banyak2lah bersyukur atas apa yang dirizkikan tuhan padamu.keesokan harinya ia kembali dengan wajah yang berseri2 kerumah abunawas abunawas : ³kulihat wajahmu cerah hai fulan.mulai sekarang kau harus lebih banyak bersyukur karena masih banyak orang yang rumahnya lebih sempit darimu.ia terpana akan kecendikiaan sang tokoh dan mengucap terima kasih pada abunawas« .´ silelaki pun termenung sadar atas segala kekeliruannya.sesungguhnya rumahmu itu cukup luas.´ abunawas.kau lihat kan.dan jangan banyak mengeluh.

janganjangan kamu malah mencelakai saya. Ia pasti membunuh saya begitu berhasil menangkap saya. Padahal. Selain dikenal alim dan taat. kakek lalu berbicara kepada ular: ³Kini. ³kakek kan terkenal suka menolong. ular itu sedang mencoba menghindar dari kejaran seorang datang menyusulnya) membawa rokok dengan nikmatnya senantiasa berputar setiap dengan tergopoh-gopoh. Sejurus kemudian. . pria itu pun pergi. Tolonglah saya. budi baikku kamu balas dengan keculasan. Ia dikenal takut kepada Allah. Usai ular mengucapkan sumpahnya. beribadah wajib setiap waktu. Tiba-tiba seekor ular besar menghampirinya Rupanya. datanglah seorang pria dengan tongkat di tangan. ³Takutnya. menjaga salat lima waktu dan selalu mengusahakan membaca Al-Qur¶an pagi dan petang. Keluarlah dari mulutku.´ pinta si kakek. Ia punya banyak hal yang menyebabkannya tetap mampu menjaga potensi itu. terserah kamu memilih yang mana. kamu masuk ke dalamnya dan selamat. Setelah pria itu berada agak jauh. Ia menanyakan keberadaan ular yang hendak dibunuhnya itu. bisa membedakan mana orang jahat dan mana orang baik. kabulkanlah permintaan saya ini. mau kumakan hatimu atau kumakan jantungmu? Kedua-duanya sama-sama membuatmu sekarat.´ ³Ulangi sumpahmu sekali lagi. setelah mulutku kubuka. aga raku dapat pergi sekarang. Demi Allah dan demi ayah kakek. kamu aman. saya mohon. Setelah selamat. Kamu bahkan tak bisa membedakan antara makhluk hidup dan benda mati. mana yang berbahaya bagimu dan mana yang berguna. Suatu hari. ³Kek. padahal semua orang tahu bahwa ia ingin membunuhmu setiap ada kesempatan. Kakek mengaku bahwa ia tak melihat ular yang ditanyakannya dan tak tahu di mana ular itu berada. Tangan kanannya memegang tasbih yang waktu di tangannya.´ panggil ular itu benar-benar memelas. Sekarang kuberi kamu dua pilihan. ia juga terkenal berotot kuat dan berotak encer.´ Ular itu hanya menyembulkan kepalanya sedikit. tersebutlah ada seorang kakek yang cukup disegani.´ Ular mengucapkan sumpah atas nama Allah bahwa ia takkan melakukan itu sekali lagi. kamu tak tahu apa-apa. kakek pun membuka mulutnya sekira-kira dapat untuk ular itu masuk. Tentunya. kamu mengira sudah mengenal lingkunganmu dengan baik.´ ³Buktinya kamu biarkan saja musuhmu masuk ke mulutmu. lalu berujar: ³Hmm. Tak berhasil menemukan apa yang dicarinya. ia sedang duduk di tempat kerjanya sembari menghisap (sesuai kebiasaan masa itu).Hikayat Seorang kakek dan Seekor Ular Pada zaman dahulu. kamu baik sekali jika mau membuka mulut lebar-lebar supaya saya dapat bersembunyi di dalamnya.´ Kontan ular itu mengancam. selamatkanlah saya agar tidak dibunuh oleh laki-laki yang sedang mengejar saya itu. laki-laki yang (kemudian tongkat. gandrung pada kebenaran.

andai Tuhan mengirim orang pandai yang dapat mengeluarkan ular jahat ini dan menyelamatkanku. penyantun dan pemurah.´ Setelah sampai dan bernaung di bawah pohon yang dituju. tanda syukurnya kepada Tuhan yang telah memberi pertolongan dengan mengirimkan seorang juru penyelamat untuknya. Pada istriku dia mengucapkan selamat tinggal.´ Kakek bersujud seketika. Sebelum kamu benar-benar membunuhku. Laksanakanlah rencanamu.³La haula wa la quwwata illa billahi al`aliyyi al-`azhim [tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah yang Maha Tinggi dan Agung] (ungkapan geram). Cobalah engkau pandang pohon ini. Ia berangkat meninggalkan kami. ia pasti dapat mengganggumu.´ Kemudian si Saudi memelukku dan memeluk anakku. Aku ingin mati di sana supaya jauh dari keluargaku. tetapi sekarang aku pula yang hendak kamu bunuh? Terserah kepada Allah Yang Esa sajalah. shok dengan kejadian yang tak pernah ia duga sebelumnya.´ Ular mengabulkan permintaannya.´ Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang mengalun merdu tertuju padanya: ³Wahai Kakek yang baik budi. Ambil daunnnya beberapa lembar lalu makan. ³Oh. sedangkan kamu tak punya cara untuk mengeluarkannya kembali. Suara itu berujar.´ Anjuran itu kemudian ia amalkan dengan baik sehingga ketika keluar dari mulutnya ular itu telah menjadi bangkai. ketulusan dan niat hatimu yang suci telah menyebabkan musuhmu dapat masuk ke dalam tubuhmu. Bunuhlah aku seperti yang kamu inginkan. Di sana ada sebatang pohon tempatku biasa berteduh. si Saudi berpesan: ³Waspadalah terhadap setiap fitnah dan dengki karena sekecil apapun musuhmu. Kakek itu girang bukan main sehingga berujar. ³Saya tahu kamu dizalimi.´ Sejurus kemudian kakek itu tampak terpaku. . izinkan aku pergi ke suatu tempat yang lapang. tentu kamu belum lupa pada sambutanku yang bersahabat. di dalam hatinya. ³Sebejat apapun kamu. Orang jahat tidak akan pernah menang karena prilakunya yang jahat. ³Suara siapakah yang tadi saya dengar sehingga saya dapat selamat?´ Suara itu menyahut bahwa dia adalah seorang penolong bagi setiap pelaku kebajikan dan berhati mulia. Hanya Allah yang tahu betapa sedihnya kami karena berpisah dengannya. ia berujar pada sang ular: ³Sekarang. Maka bebas dan selamatlah kakek itu dari bahaya musuh yang mengancam hidupnya. Kami menyadari sepenuhnya perannya dalam menyelamatkan kami dari lumpur kemiskinan sehingga menjadi kaya-raya. Moga Allah sentiasa membantumu. Namun. Kakek itu akhirnya kembali bersuara. bukankah aku telah menyelamatkanmu. perbuatan baiknya berbuah penyesalan. sebagai penolong terbaik. Dia cukup bagiku. orang tua itu berharap. silakan lakukanlah keinginanmu. Wahai orang yang baik rekam jejaknya.´ Di akhir ceritanya. maka atas izin Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri (Allah) saya datang menyelamatkanmu.

Aku menjadi suka menghambur-hamburkan uang.Namun. belum beberapa hari dia pergi. aku sudah mulai berubah. merasakan berbagai aneka penyiksaan. Zubaidah pun senang mendengarnya. Baginda yang agung dan menghukum dengan penuh pertimbangan. Setelah membayar begitu banyak sehingga yang tersisa dari hartaku tak seberapa. Mereka iri melihat hartaku yang begitu banyak. Khalifah menjadi terkejut dan sedih mendengar ceritanya. Akibatnya. Dia juga memintaku untuk membayarkan uang dalam jumlah yang cukup besar sebagai pajak. . Satu persatu nasehatnya kuabaikan. tentu saja. selama matahari masih terbit dan selama burung masih berkicau. tetapi aku menolak. Khalifah pun memerintahkan agar ia dibebaskan dan dibekali sedikit uang pengganti dari kerugian yang telah ia derita dan kehinaan yang dialaminya. Aku mulai menenggelamkan diri dalam lautan maksiat. Khalifah lalu kembali ke istananya yang terletak di pinggir sungai Tigris. Tak sedetikpun saya lewatkan kecuali saya meminta kepada Zat yang menghamparkan bumi ini dan menjadikan langit begitu tinggi agar segera melepaskan saya dari penjara yang gelap ini dan memulangkan saya pada isteri dan anak-anak saya. Mengingat mereka tidak tahu sumber pendapatanku. Zubaidah juga mendoakan agar Khalifah panjang umur. Dia pun marah dan menyuruh orang untuk mencambukku. agar Khalifah Amirul Mukminin senantiasa bermarwah dan berbahagia. Ia mengucapkan terima kasih dan memuji Khalifah karena telah berbuat baik. Khalifah lalu menceritakan apa yang sudah dilakukannya. suatu kali bayaranku berkurang dari biasanya. Kepala kampung memanggilku dan menanyakan dari mana asal kekayaanku. saya takkan dapat keluar tanpa budi baik dari Baginda Rasyid. para tetangga menjadi cemburu. Sudah tiga tahun lamanya saya mendekam di penjara ini. satu-satunya Dzat yang disembah. Kemudian ia menjebloskan aku ke penjara. Para napi di penjara Baghdad semakin banyak mendoakan agar Khalifah berumur panjang setelah Khalifah meninggalkan harta yang cukup banyak buat mereka. Di istana telah menunggu siti Zubaidah. Namun. Hikmah-hikmah Sulaiman dan pesan-pesannya mulai kulupakan. bersenang-senang dan mabuk-mabukan. Ia pun memanjatkan doa dengan khusyu kepada Allah. Ia memaksaku untuk mematuhi perintahnya seraya menebar ancaman. mereka lalu mengadukanku kepada kepala kampung.

Dengan diantar oleh kata-kata: "Sekali peristiwa. termasuk Hang Tuah ini. Tetap saja.. Hang Tuah hanya dikenal sebatas tokoh terkenal dari daerah Melayu. dalam berbagai versi seperti sandiwara radio maupun tayangan sinema di televisi. kisah tokoh yang di Malaysia dianggap sebagai salah satu pahlawan nasional ini diuraikan dalam 24 bab panjang. tidak seperti tokoh-tokoh bersejarah lainnya. Hikajat Hang Tuah kemudian sangat terkenal. Sama halnya dengan banyak tokoh yang dianggap berperan dalam sejarah bangsa ini. Pemberian nama itu untuk mengenang kejayaan Hang Tuah yang selalu mencapai kemenangan di laut. Tak banyak yang tahu kisah Hang Tuah yang dituliskan dalam sebuah buku berjudul Hikajat Hang Tuah tercatat sebagai karya sastra melayu klasik yang paling panjang. 1956) Tebal: 511 halaman *** NAMA Hang Tuah bisa dipastikan tak asing di telinga banyak orang.TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X . Namun..4 Hikayat Hang Tuah. tak banyak yang tahu siapa Hang Tuah yang diabadikan namanya itu? Apa perannya dalam sejarah negeri ini? Memang. dan sejak saat itu disebutkan sangat menarik perhatian para peneliti barat. keterangan tentang siapa dan apa kiprah Hang Tuah tidak ditemukan dalam literatur-literatur sejarah. Buku berisikan Hang Tuah ini dikenal sejak abad ke-18. Bahkan. Salah satu versi Hikajat Hang Tuah adalah setebal 593 halaman. Antara Sejarah dan Mitos Judul: Hikajat Hang Tuah Penerbit: Balai Pustaka. Jakarta (Cetakan ke-3. Pada sampul bagian dalam tertulis: "Inilah hikajat Hang Tuah jang amat setiawan kepada tuannja dan terlalu sangat berbuat kebadjikan kepada tuannja". bisa dikatakan. nama Hang Tuah juga diabadikan pada kapal perang pertama milik Indonesia. Pada pengantar disebutkan. Kisah dimulai dengan bab yang menguraikan asal muasal raja-raja di Malaka atau Melayu. dan sekitar 20 buku tersimpan di berbagai perpustakaan di dunia. yang akan mempunyai seorang anak dan dia akan menjadi . PADA buku Hikajat Hang Tuah terbitan Balai Pustaka. nama Hang Tuah pun diabadikan pada ruas-ruas jalan di Jakarta dan di beberapa daerah lain lagi. diceritakan tentang seorang raja keinderaan (kayangan-Red) Sang Pertala Dewa. terbit dalam berbagai versi.". Beberapa waktu lalu pernah diangkat kisah-kisah tokoh melayu. buku tersebut disalin dari salah satu naskah tulis tangan huruf Arab.

Dalam buku. Kelima pemuda itu diceritakan selalu bersama-sama. dengan masuknya orang-orang dari Eropa. Hang Tuah mengusulkan pada keempat sahabatnya untuk pergi berlayar dan merantau bersama-sama. Hang Tuah pun di negerinya sendiri beberapa kali harus dibuang bahkan hendak dibunuh akibat fitnah.raja di Bukit Seguntang. setelah mendengar kabar gembira tentang negeri Bintan sudah mempunyai seorang raja yang tak lain adalah cucu dari Sang Pertala Dewa. dalam menjalankan tugas sebagai abdi yang setia dan disegani. dalam bentuk naskah tertulis. yang dipanggil Bendahara Paduka Raja. DEMIKIAN cuplikan kisah tokoh bernama Hang Tuah dari salah satu versi terbitan Balai Pustaka. Tak ada yang tahu. siapa sesungguhnya pengarang Hikajat Hang Tuah. Hang Lekir. Hang Tuah memang membawa Malaka pada kejayaan. Di Bintan. Fitnah itu sebegitu rupa sehingga salah seorang sahabatnya. Hang Tuah sendiri dikisahkan masih hidup dan tinggal di negeri Batak. Kemudian. kisah Hang Tuah ini pun diduga pertama kali dikenal berupa cerita lisan. terutama melalui tokoh Hang Tuah dan Patih Gajah Mada. Ke mana saja ia diutus dan apa pun tugas yang diemban. Empat sahabatnya pun setuju. Beberapa kali ia menyusun rencana untuk menghabisi Hang Tuah yang dianggap sebagai batu penghalang rencananya untuk menguasai Malaka. Tahun persis kapan pertama kali kisah ini muncul pun hingga kini tak bisa dipastikan. Tidak hanya ia berhasil membendung serangan dari Majapahit. Berbicara soal musuh. pun berkhianat. Suatu hari. Kawanan tersebut tak lain adalah kaki tangan Patih Gajah Mada dari Majapahit yang ingin memperluas kekuasaan dengan merompak di Tanah Palembang. yang jelas. Namun. dan mereka berangkat berlayar. Ia digambarkan dalam sosok yang begitu berkuasa dan ambisius. Malaka jatuh ke tangan orang-orang dari Johor dan Belanda. Nama-nama . Namun. Pada bagian akhir dikisahkan. terutama Belanda. yaitu Hang Jebat. akhirnya kejayaan Malaka dihancurleburkan. Di tengah perjalanan. Keturunan-keturunan sang dewa inilah dengan segala kemuliaan yang dimiliki kemudian menjadi raja-raja di tanah Melayu. Dari sinilah kisah perjuangan Hang Tuah yang akhirnya justru mendapat gelar laksamana dari Raja Majapahit dimulai. Akhirnya. Dikisahkan. mereka bertemu dan menundukkan tiga perahu yang ternyata adalah musuh Bintan dari Siantan. Hang Tuah diceritakan sebagai anak Hang Mahmud. Hang Tuah muda bertemu dan bersahabat dengan Hang Jebat. lima sekawan itu diangkat menjadi abdi salah seorang pemimpin di negeri Bintan. menjadi wali agama dan raja. Menurut Prof Dr Sulastin Sutrisno (lihat Ketika Hang Tuah Menjadi Disertasi) yang pernah mengangkat Hikajat Hang Tuah menjadi sebuah disertasi. Sebagai sebuah kisah fiktif. seperti lima orang bersaudara. selalu membuahkan hasil. Tak ubahnya karyakarya sastra kuno umumnya. Hikajat Hang Tuah diduga pertama kali ditulis pada abad ke-16. Hang Mahmud pun bergegas mengajak istri dan anaknya pindah ke sana. dikisahkan adanya persaingan kejayaan antara Malaka dan Majapahit. karya tersebut mengundang kekaguman sendiri. Hikajat Hang Tuah sarat dengan muatan sejarah. siapa pengarang sesungguhnya memang sulit dipastikan. Gajah Mada tidak digambarkan sebagai tokoh yang mulia ataupun bijaksana. dan Hang Lekiu. Hang Kesturi.

dalam Sejarah Melayu. dan sebagainya. atau sebaliknya mengubah mitos menjadi sejarah. Sir Richard Windstedt. seperti dikatakan di atas. Mansur Shah.kerajaan dan tokoh memang lekat dengan apa yang tercantum dalam catatan-catatan sejarah. untuk tokoh seperti Hang Tuah. Bahkan ada dugaan. Namun. kehadiran negeri kayangan yang dipimpin Sang Pertala Dewa maupun perubahan wujud Hang Tuah menjadi harimau dalam sebuah perkelahian (hal 164). Akan tetapi. Kitab tersebut. terdapat kemiripan dengan cerita-cerita klasik lain seperti Kisah Panji. Sejarah Melayu-disusun oleh Mansur Shah salah seorang penguasa di Malaka-yang mencantumkan riwayat Hang Tuah pun diragukan oleh berbagai kalangan. hampir tidak dapat dibedakan yang mana sejarah dan yang mana mitos. Dalam Hikajat Hang Tuah. menyebutkan. Dugaan ini muncul karena pada beberapa bagian. Tokoh Hang Tuah sendiri pun tak bisa dipastikan sebagai tokoh mitos atau sejarah. namun juga banyak menggunakan sumber sastra lain. Salah seorang ahli sastra. Sir Richard Winstedt menyebutkan. siapa lagi yang peduli bahwa itu mitos atau sejarah selama dia menjadi ilham etika publik? . Karya-karya ini dikatakan mengubah sejarah menjadi mitos. karya sastra klasik seperti Hikajat Hang Tuah ini identik dengan syair-syair bermuatan kisah kepahlawanan yang banyak dihasilkan di Jawa pada abad ke-11. meskipun dalam Sejarah Melayu (Malay Annals) disebutkan Hang Tuah mati di abad ke-15. mampu mengangkat legenda tentang seorang pejuang bernama Hang Tuah yang tumbuh saat terjadi perang antara Jawa dan Tamil. Hikajat Sri Rama. pengarang Hang Tuah tidak hanya berpengetahuan luas karena sarat dengan muatan sejarah. nuansa fiktif maupun mitos di antaranya terwakili melalui ketiadaan keterangan waktu dalam setiap peristiwa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->