Hikayat Abu Nawas

TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X-4

Hikayat abu nawas ± Syahdan,disuatu masa hidup seorang laki2 yang punya sifat kikir (pelit).ia mempunyai sebuah rumah yang cukup besar.didalam rumah itu dia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil2.laki2 ini merasa rumahnya sudah sangat sempit dengan keberadaannya dan keluarganya.namun,untuk memperluas rumahnya,sang lelaki merasa sayang untuk mengeluarkan uang.ia putar otak bagaimana caranya agar ia bisa memperluas rumahnya tanpa mengeluarkan banyak.akhirnya,ia mendatangi abunawas,seorang cerdik dikampungnya.pergilah ia menuju rumah abu nawas. si lelaki : ³salam hai abunawas,semoga engkau selamat sejahtera.´ abu nawas : ³salam juga untukmu hai orang asing,ada apa gerangan kamu mendatangi kediamanku yang reot ini ?´ si lelaki lalu menceritakan masalah yang ia hadapi.abunawas mendengar dengan seksama.setelah si lelaki selesai bercerita,abunawas tampak tepekur sesaat,tersenyum,lalu ia berkata : ³hai fulan,jika kamu menghendaki kediaman yang lebih luas,belilah sepasang ayam,jantan dan betina,lalu buatkan kandang didalam rumahmu.3 hari lagi kau lapor padaku bagaimana keadaan rumahmu.´ si lelaki bingung,apa hubungannya ayam dengan luas rumah,tapi ia tak membantah.sepulang dari rumah abunawas,ia membeli sepasang ayam,lalu membuatkan kandang untuk ayamnya didalam rumah. 3 hari kemudian,ia kembali kekediaman abunawas,dengan wajah berkerut. abunawas : ³bagaimana fulan,sudah bertambah luaskah kediamanmu?´ si lelaki : ³boro boro ya abu.apa kamu yakin idemu ini tidak salah?rumahku tambah kacau dengan adanya kedua ekor ayam itu.mereka membuat keributan dan kotorannya berbau tak sedap.´ abu nawas : ³( sambil tersenyum ) kalau begitu tambahkan sepasang bebek dan buatkan kandang didalam rumahmu.lalu kembali 3 hari lagi.´ silelaki terperanjat.kemarin ayam sekarang bebek,memangnya rumahnya peternakan?.atau sicerdik abunawas ini sedang kumat jahilnya?namun seperti pertama kali,ia tak berani membantah,karena ingat reputasi abunawas yang selalu berhasil memecahkan berbagai masalah.pergilah ia ke pasar,dibelinya sepasang bebek,lalu dibuatkannya kandang didalam

kediamanmu sedah mulai terasa luas atau belum ?´ si lelaki : ³aduh abu.saat ini adalah saat paling parah selama aku tinggal dirumah itu.´ lelaki itu tertunduk lesu.bagaimanapun juga yang memberi ide adalah abunawas.panas.padat.bebek dan sekarang kambing.tambahkan seekor kambing lagi.ampun. setelah 3 hari ia kembali menemuai abunawas.besok kau kembali kemari´ si lelaki pulang kerumahnya dan menjual bebek2nya kepasar.apa tidak ada cara lain yang lebih normal?´ abunawas : ³lakukan saja.´ abunawas : ³waah.´ si lelaki : ³apa kau sudah gila abu ?kemarin ayam.dan baunya bukan main.sempit.besok kau kembali untuk menceritakan keadaan rumahmu.istriku mengomel sepanjang hari.pulanglah kamu.lalu juallah kambingmu kepasar.jangan membantah. semua hewan2 berkotek dan mengembik.rumahnya.bau.´ si lelaki pulang sambil bertanya2 dalam hatinya.keesokan harinya ia kembali kerumah abunawas.kalau begitu.maka dengan pasrah pergilah ia ke pasar dan membeli seekor kambing.´ abu nawas : ³kalau begitu juallah bebek2mu hari ini.esok harinya ia kembali kerumah abunawas .sekarang disuruh jual.lalu kembali kesini 3 hari lagi.namun.aku tak sanggup ya abu.ia tetap menjual kambingnya kepasar.anak2 menangis.jangan kau menegerjai aku.lumayan lah abu.apa maunya si abunawas.lalu ia membuatkan kandang didalam rumahnya.kemarin disuruh beli.paling tidak bau dari kambing dan suara embikannya yang berisik sudah tak kudengar lagi. abu nawas : ³bagaimana kondisi rumahmu hari ini ?´ si lelaki :´yah.sumpek.betul2 parah ya abu.bagus kalau begitu.rumahku sekarang sangat mirip pasar unggas.´ abu nawas : ³baiklah.tolong aku abu.buatkan ia kandang didalam rumahmu juga. abu nawas : ³bagaimana fulan. 3 hari kemudian dia kembali menemui abunawas abunawas : ³bagaimana fulan ? sudah membesarkah kediamanmu ?´ si lelaki : ³rumahku sekarang benar2 sudah jadi neraka.sicerdik pandai yang tersohor.jangan suruh aku beli sapi dan mengandangkannya dirumahku.

´kini juallah ayam2mu kepasar dan kembali besok ´ si lelaki pulang dan menjual ayam2nya kepasar.dan atur rumah tanggamu.ia terpana akan kecendikiaan sang tokoh dan mengucap terima kasih pada abunawas« .anak2ku juga sudah mulai berhenti menangis.rumahku jadi jauh lebih tenang dan tidak terlalu sumpek dan bau lagi.´ silelaki pun termenung sadar atas segala kekeliruannya.mulai sekarang kau harus lebih banyak bersyukur karena masih banyak orang yang rumahnya lebih sempit darimu.sesungguhnya rumahmu itu cukup luas.kau lihat kan.hanya hatimu sempit sehingga kau tak melihat betapa luasnya rumahmu.´ abunawas : ³(sambil tersenyum) nah nah.dan jangan banyak mengeluh.kini istriku sudah tidak marah2 lagi.dan banyak2lah bersyukur atas apa yang dirizkikan tuhan padamu.dengan perginya bebek2 itu.sekarang pulanglah kamu.bagaimana kondisi rumahmu hari ini?´ si lelaki : ³syukurlah abu.keesokan harinya ia kembali dengan wajah yang berseri2 kerumah abunawas abunawas : ³kulihat wajahmu cerah hai fulan.sekarang rasanya rumahku sangat lega karena ayam dan kandangnya sudah tidak ada.bagaimana kondisi rumahmu saat ini?´ si lelaki :´alhamdulillah ya abu.anak2ku juga sudah tidak rewel.abunawas : ³jadi.bagus.sekarang rumahmu sudah menjadi luas padahal kau tidak menambah bangunan apapun atau memperluas tanah banguanmu.´ abunawas.

Setelah pria itu berada agak jauh.´ Ular mengucapkan sumpah atas nama Allah bahwa ia takkan melakukan itu sekali lagi.´ Ular itu hanya menyembulkan kepalanya sedikit. laki-laki yang (kemudian tongkat. ular itu sedang mencoba menghindar dari kejaran seorang datang menyusulnya) membawa rokok dengan nikmatnya senantiasa berputar setiap dengan tergopoh-gopoh. Keluarlah dari mulutku. Ia dikenal takut kepada Allah. padahal semua orang tahu bahwa ia ingin membunuhmu setiap ada kesempatan. setelah mulutku kubuka. Tak berhasil menemukan apa yang dicarinya. Selain dikenal alim dan taat. aga raku dapat pergi sekarang. Tolonglah saya.Hikayat Seorang kakek dan Seekor Ular Pada zaman dahulu. kabulkanlah permintaan saya ini. kamu masuk ke dalamnya dan selamat. Tangan kanannya memegang tasbih yang waktu di tangannya. Setelah selamat. mana yang berbahaya bagimu dan mana yang berguna.´ pinta si kakek. Padahal. ³Takutnya. terserah kamu memilih yang mana. Ia punya banyak hal yang menyebabkannya tetap mampu menjaga potensi itu. mau kumakan hatimu atau kumakan jantungmu? Kedua-duanya sama-sama membuatmu sekarat. janganjangan kamu malah mencelakai saya. Tentunya. ia sedang duduk di tempat kerjanya sembari menghisap (sesuai kebiasaan masa itu). kamu aman. budi baikku kamu balas dengan keculasan. ia juga terkenal berotot kuat dan berotak encer. Suatu hari. Ia pasti membunuh saya begitu berhasil menangkap saya. kakek pun membuka mulutnya sekira-kira dapat untuk ular itu masuk. pria itu pun pergi. Usai ular mengucapkan sumpahnya. Sekarang kuberi kamu dua pilihan. bisa membedakan mana orang jahat dan mana orang baik.´ panggil ular itu benar-benar memelas. tersebutlah ada seorang kakek yang cukup disegani. lalu berujar: ³Hmm. menjaga salat lima waktu dan selalu mengusahakan membaca Al-Qur¶an pagi dan petang. Demi Allah dan demi ayah kakek. ³Kek. kakek lalu berbicara kepada ular: ³Kini.´ ³Buktinya kamu biarkan saja musuhmu masuk ke mulutmu. Kamu bahkan tak bisa membedakan antara makhluk hidup dan benda mati. datanglah seorang pria dengan tongkat di tangan. Ia menanyakan keberadaan ular yang hendak dibunuhnya itu. kamu mengira sudah mengenal lingkunganmu dengan baik. beribadah wajib setiap waktu. gandrung pada kebenaran. Kakek mengaku bahwa ia tak melihat ular yang ditanyakannya dan tak tahu di mana ular itu berada.´ ³Ulangi sumpahmu sekali lagi.´ Kontan ular itu mengancam. . ³kakek kan terkenal suka menolong. Sejurus kemudian. kamu baik sekali jika mau membuka mulut lebar-lebar supaya saya dapat bersembunyi di dalamnya. saya mohon. Tiba-tiba seekor ular besar menghampirinya Rupanya. kamu tak tahu apa-apa. selamatkanlah saya agar tidak dibunuh oleh laki-laki yang sedang mengejar saya itu.

silakan lakukanlah keinginanmu. perbuatan baiknya berbuah penyesalan. shok dengan kejadian yang tak pernah ia duga sebelumnya. Aku ingin mati di sana supaya jauh dari keluargaku. Maka bebas dan selamatlah kakek itu dari bahaya musuh yang mengancam hidupnya. Moga Allah sentiasa membantumu. Kakek itu girang bukan main sehingga berujar. Namun.´ Setelah sampai dan bernaung di bawah pohon yang dituju. Orang jahat tidak akan pernah menang karena prilakunya yang jahat. ³Sebejat apapun kamu. Ambil daunnnya beberapa lembar lalu makan. Sebelum kamu benar-benar membunuhku. tanda syukurnya kepada Tuhan yang telah memberi pertolongan dengan mengirimkan seorang juru penyelamat untuknya. maka atas izin Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri (Allah) saya datang menyelamatkanmu. ³Oh. ia berujar pada sang ular: ³Sekarang. sedangkan kamu tak punya cara untuk mengeluarkannya kembali. di dalam hatinya. . orang tua itu berharap. Kami menyadari sepenuhnya perannya dalam menyelamatkan kami dari lumpur kemiskinan sehingga menjadi kaya-raya. penyantun dan pemurah. Kakek itu akhirnya kembali bersuara. Bunuhlah aku seperti yang kamu inginkan. andai Tuhan mengirim orang pandai yang dapat mengeluarkan ular jahat ini dan menyelamatkanku. Hanya Allah yang tahu betapa sedihnya kami karena berpisah dengannya.´ Sejurus kemudian kakek itu tampak terpaku.´ Ular mengabulkan permintaannya.´ Kakek bersujud seketika. Suara itu berujar. Pada istriku dia mengucapkan selamat tinggal. izinkan aku pergi ke suatu tempat yang lapang. Cobalah engkau pandang pohon ini. ³Suara siapakah yang tadi saya dengar sehingga saya dapat selamat?´ Suara itu menyahut bahwa dia adalah seorang penolong bagi setiap pelaku kebajikan dan berhati mulia. si Saudi berpesan: ³Waspadalah terhadap setiap fitnah dan dengki karena sekecil apapun musuhmu.´ Kemudian si Saudi memelukku dan memeluk anakku.´ Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang mengalun merdu tertuju padanya: ³Wahai Kakek yang baik budi. Dia cukup bagiku. ia pasti dapat mengganggumu.´ Anjuran itu kemudian ia amalkan dengan baik sehingga ketika keluar dari mulutnya ular itu telah menjadi bangkai. tentu kamu belum lupa pada sambutanku yang bersahabat. tetapi sekarang aku pula yang hendak kamu bunuh? Terserah kepada Allah Yang Esa sajalah. bukankah aku telah menyelamatkanmu. sebagai penolong terbaik.³La haula wa la quwwata illa billahi al`aliyyi al-`azhim [tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah yang Maha Tinggi dan Agung] (ungkapan geram).´ Di akhir ceritanya. ketulusan dan niat hatimu yang suci telah menyebabkan musuhmu dapat masuk ke dalam tubuhmu. Di sana ada sebatang pohon tempatku biasa berteduh. Laksanakanlah rencanamu. Ia berangkat meninggalkan kami. ³Saya tahu kamu dizalimi. Wahai orang yang baik rekam jejaknya.

Para napi di penjara Baghdad semakin banyak mendoakan agar Khalifah berumur panjang setelah Khalifah meninggalkan harta yang cukup banyak buat mereka. selama matahari masih terbit dan selama burung masih berkicau. Zubaidah juga mendoakan agar Khalifah panjang umur. Mengingat mereka tidak tahu sumber pendapatanku. tetapi aku menolak. agar Khalifah Amirul Mukminin senantiasa bermarwah dan berbahagia. tentu saja.Namun. Aku mulai menenggelamkan diri dalam lautan maksiat. Di istana telah menunggu siti Zubaidah. Sudah tiga tahun lamanya saya mendekam di penjara ini. Zubaidah pun senang mendengarnya. Namun. Aku menjadi suka menghambur-hamburkan uang. Khalifah lalu kembali ke istananya yang terletak di pinggir sungai Tigris. saya takkan dapat keluar tanpa budi baik dari Baginda Rasyid. bersenang-senang dan mabuk-mabukan. Mereka iri melihat hartaku yang begitu banyak. Ia pun memanjatkan doa dengan khusyu kepada Allah. Ia memaksaku untuk mematuhi perintahnya seraya menebar ancaman. Baginda yang agung dan menghukum dengan penuh pertimbangan. Khalifah pun memerintahkan agar ia dibebaskan dan dibekali sedikit uang pengganti dari kerugian yang telah ia derita dan kehinaan yang dialaminya. Tak sedetikpun saya lewatkan kecuali saya meminta kepada Zat yang menghamparkan bumi ini dan menjadikan langit begitu tinggi agar segera melepaskan saya dari penjara yang gelap ini dan memulangkan saya pada isteri dan anak-anak saya. Khalifah menjadi terkejut dan sedih mendengar ceritanya. aku sudah mulai berubah. Kepala kampung memanggilku dan menanyakan dari mana asal kekayaanku. satu-satunya Dzat yang disembah. Ia mengucapkan terima kasih dan memuji Khalifah karena telah berbuat baik. suatu kali bayaranku berkurang dari biasanya. merasakan berbagai aneka penyiksaan. Khalifah lalu menceritakan apa yang sudah dilakukannya. Kemudian ia menjebloskan aku ke penjara. Dia juga memintaku untuk membayarkan uang dalam jumlah yang cukup besar sebagai pajak. Setelah membayar begitu banyak sehingga yang tersisa dari hartaku tak seberapa. . para tetangga menjadi cemburu. Hikmah-hikmah Sulaiman dan pesan-pesannya mulai kulupakan. Akibatnya. Dia pun marah dan menyuruh orang untuk mencambukku. belum beberapa hari dia pergi. Satu persatu nasehatnya kuabaikan. mereka lalu mengadukanku kepada kepala kampung.

tidak seperti tokoh-tokoh bersejarah lainnya. Kisah dimulai dengan bab yang menguraikan asal muasal raja-raja di Malaka atau Melayu. Salah satu versi Hikajat Hang Tuah adalah setebal 593 halaman... 1956) Tebal: 511 halaman *** NAMA Hang Tuah bisa dipastikan tak asing di telinga banyak orang. Dengan diantar oleh kata-kata: "Sekali peristiwa. bisa dikatakan. dalam berbagai versi seperti sandiwara radio maupun tayangan sinema di televisi.". diceritakan tentang seorang raja keinderaan (kayangan-Red) Sang Pertala Dewa. Jakarta (Cetakan ke-3. dan sekitar 20 buku tersimpan di berbagai perpustakaan di dunia. yang akan mempunyai seorang anak dan dia akan menjadi . Buku berisikan Hang Tuah ini dikenal sejak abad ke-18. Sama halnya dengan banyak tokoh yang dianggap berperan dalam sejarah bangsa ini. Pada pengantar disebutkan.TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X . Pemberian nama itu untuk mengenang kejayaan Hang Tuah yang selalu mencapai kemenangan di laut. terbit dalam berbagai versi. Hikajat Hang Tuah kemudian sangat terkenal. keterangan tentang siapa dan apa kiprah Hang Tuah tidak ditemukan dalam literatur-literatur sejarah. termasuk Hang Tuah ini. buku tersebut disalin dari salah satu naskah tulis tangan huruf Arab. Beberapa waktu lalu pernah diangkat kisah-kisah tokoh melayu. Namun. kisah tokoh yang di Malaysia dianggap sebagai salah satu pahlawan nasional ini diuraikan dalam 24 bab panjang. tak banyak yang tahu siapa Hang Tuah yang diabadikan namanya itu? Apa perannya dalam sejarah negeri ini? Memang. nama Hang Tuah pun diabadikan pada ruas-ruas jalan di Jakarta dan di beberapa daerah lain lagi.4 Hikayat Hang Tuah. Pada sampul bagian dalam tertulis: "Inilah hikajat Hang Tuah jang amat setiawan kepada tuannja dan terlalu sangat berbuat kebadjikan kepada tuannja". Tak banyak yang tahu kisah Hang Tuah yang dituliskan dalam sebuah buku berjudul Hikajat Hang Tuah tercatat sebagai karya sastra melayu klasik yang paling panjang. PADA buku Hikajat Hang Tuah terbitan Balai Pustaka. Antara Sejarah dan Mitos Judul: Hikajat Hang Tuah Penerbit: Balai Pustaka. dan sejak saat itu disebutkan sangat menarik perhatian para peneliti barat. Hang Tuah hanya dikenal sebatas tokoh terkenal dari daerah Melayu. Tetap saja. nama Hang Tuah juga diabadikan pada kapal perang pertama milik Indonesia. Bahkan.

Di Bintan. yang jelas. Tahun persis kapan pertama kali kisah ini muncul pun hingga kini tak bisa dipastikan. lima sekawan itu diangkat menjadi abdi salah seorang pemimpin di negeri Bintan. dalam menjalankan tugas sebagai abdi yang setia dan disegani. setelah mendengar kabar gembira tentang negeri Bintan sudah mempunyai seorang raja yang tak lain adalah cucu dari Sang Pertala Dewa. pun berkhianat. Berbicara soal musuh. Kelima pemuda itu diceritakan selalu bersama-sama. Hang Mahmud pun bergegas mengajak istri dan anaknya pindah ke sana. DEMIKIAN cuplikan kisah tokoh bernama Hang Tuah dari salah satu versi terbitan Balai Pustaka. Namun. Hang Kesturi. Di tengah perjalanan. Pada bagian akhir dikisahkan. terutama Belanda. dalam bentuk naskah tertulis. akhirnya kejayaan Malaka dihancurleburkan. selalu membuahkan hasil. Nama-nama . Hang Tuah muda bertemu dan bersahabat dengan Hang Jebat. dengan masuknya orang-orang dari Eropa. Hikajat Hang Tuah diduga pertama kali ditulis pada abad ke-16. Menurut Prof Dr Sulastin Sutrisno (lihat Ketika Hang Tuah Menjadi Disertasi) yang pernah mengangkat Hikajat Hang Tuah menjadi sebuah disertasi. Kemudian.raja di Bukit Seguntang. Hikajat Hang Tuah sarat dengan muatan sejarah. Dalam buku. seperti lima orang bersaudara. Gajah Mada tidak digambarkan sebagai tokoh yang mulia ataupun bijaksana. karya tersebut mengundang kekaguman sendiri. Dari sinilah kisah perjuangan Hang Tuah yang akhirnya justru mendapat gelar laksamana dari Raja Majapahit dimulai. Tidak hanya ia berhasil membendung serangan dari Majapahit. Hang Tuah pun di negerinya sendiri beberapa kali harus dibuang bahkan hendak dibunuh akibat fitnah. Beberapa kali ia menyusun rencana untuk menghabisi Hang Tuah yang dianggap sebagai batu penghalang rencananya untuk menguasai Malaka. Hang Lekir. Kawanan tersebut tak lain adalah kaki tangan Patih Gajah Mada dari Majapahit yang ingin memperluas kekuasaan dengan merompak di Tanah Palembang. dan Hang Lekiu. Hang Tuah memang membawa Malaka pada kejayaan. siapa pengarang sesungguhnya memang sulit dipastikan. yaitu Hang Jebat. terutama melalui tokoh Hang Tuah dan Patih Gajah Mada. mereka bertemu dan menundukkan tiga perahu yang ternyata adalah musuh Bintan dari Siantan. Hang Tuah diceritakan sebagai anak Hang Mahmud. Akhirnya. Tak ubahnya karyakarya sastra kuno umumnya. Sebagai sebuah kisah fiktif. Namun. Malaka jatuh ke tangan orang-orang dari Johor dan Belanda. Suatu hari. dan mereka berangkat berlayar. Keturunan-keturunan sang dewa inilah dengan segala kemuliaan yang dimiliki kemudian menjadi raja-raja di tanah Melayu. yang dipanggil Bendahara Paduka Raja. menjadi wali agama dan raja. kisah Hang Tuah ini pun diduga pertama kali dikenal berupa cerita lisan. dikisahkan adanya persaingan kejayaan antara Malaka dan Majapahit. Ia digambarkan dalam sosok yang begitu berkuasa dan ambisius. Fitnah itu sebegitu rupa sehingga salah seorang sahabatnya. Dikisahkan. Empat sahabatnya pun setuju. Tak ada yang tahu. Ke mana saja ia diutus dan apa pun tugas yang diemban. Hang Tuah mengusulkan pada keempat sahabatnya untuk pergi berlayar dan merantau bersama-sama. Hang Tuah sendiri dikisahkan masih hidup dan tinggal di negeri Batak. siapa sesungguhnya pengarang Hikajat Hang Tuah.

nuansa fiktif maupun mitos di antaranya terwakili melalui ketiadaan keterangan waktu dalam setiap peristiwa. Mansur Shah. terdapat kemiripan dengan cerita-cerita klasik lain seperti Kisah Panji. mampu mengangkat legenda tentang seorang pejuang bernama Hang Tuah yang tumbuh saat terjadi perang antara Jawa dan Tamil. Sir Richard Winstedt menyebutkan. Dalam Hikajat Hang Tuah. atau sebaliknya mengubah mitos menjadi sejarah. untuk tokoh seperti Hang Tuah. menyebutkan. Salah seorang ahli sastra. siapa lagi yang peduli bahwa itu mitos atau sejarah selama dia menjadi ilham etika publik? . meskipun dalam Sejarah Melayu (Malay Annals) disebutkan Hang Tuah mati di abad ke-15. seperti dikatakan di atas. Dugaan ini muncul karena pada beberapa bagian. Akan tetapi. dalam Sejarah Melayu. Kitab tersebut.kerajaan dan tokoh memang lekat dengan apa yang tercantum dalam catatan-catatan sejarah. Namun. karya sastra klasik seperti Hikajat Hang Tuah ini identik dengan syair-syair bermuatan kisah kepahlawanan yang banyak dihasilkan di Jawa pada abad ke-11. namun juga banyak menggunakan sumber sastra lain. dan sebagainya. Tokoh Hang Tuah sendiri pun tak bisa dipastikan sebagai tokoh mitos atau sejarah. Hikajat Sri Rama. Karya-karya ini dikatakan mengubah sejarah menjadi mitos. Bahkan ada dugaan. pengarang Hang Tuah tidak hanya berpengetahuan luas karena sarat dengan muatan sejarah. Sejarah Melayu-disusun oleh Mansur Shah salah seorang penguasa di Malaka-yang mencantumkan riwayat Hang Tuah pun diragukan oleh berbagai kalangan. hampir tidak dapat dibedakan yang mana sejarah dan yang mana mitos. Sir Richard Windstedt. kehadiran negeri kayangan yang dipimpin Sang Pertala Dewa maupun perubahan wujud Hang Tuah menjadi harimau dalam sebuah perkelahian (hal 164).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful