TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X-4

Hikayat abu nawas ± Syahdan,disuatu masa hidup seorang laki2 yang punya sifat kikir (pelit).ia mempunyai sebuah rumah yang cukup besar.didalam rumah itu dia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil2.laki2 ini merasa rumahnya sudah sangat sempit dengan keberadaannya dan keluarganya.namun,untuk memperluas rumahnya,sang lelaki merasa sayang untuk mengeluarkan uang.ia putar otak bagaimana caranya agar ia bisa memperluas rumahnya tanpa mengeluarkan banyak.akhirnya,ia mendatangi abunawas,seorang cerdik dikampungnya.pergilah ia menuju rumah abu nawas. si lelaki : ³salam hai abunawas,semoga engkau selamat sejahtera.´ abu nawas : ³salam juga untukmu hai orang asing,ada apa gerangan kamu mendatangi kediamanku yang reot ini ?´ si lelaki lalu menceritakan masalah yang ia hadapi.abunawas mendengar dengan seksama.setelah si lelaki selesai bercerita,abunawas tampak tepekur sesaat,tersenyum,lalu ia berkata : ³hai fulan,jika kamu menghendaki kediaman yang lebih luas,belilah sepasang ayam,jantan dan betina,lalu buatkan kandang didalam rumahmu.3 hari lagi kau lapor padaku bagaimana keadaan rumahmu.´ si lelaki bingung,apa hubungannya ayam dengan luas rumah,tapi ia tak membantah.sepulang dari rumah abunawas,ia membeli sepasang ayam,lalu membuatkan kandang untuk ayamnya didalam rumah. 3 hari kemudian,ia kembali kekediaman abunawas,dengan wajah berkerut. abunawas : ³bagaimana fulan,sudah bertambah luaskah kediamanmu?´ si lelaki : ³boro boro ya abu.apa kamu yakin idemu ini tidak salah?rumahku tambah kacau dengan adanya kedua ekor ayam itu.mereka membuat keributan dan kotorannya berbau tak sedap.´ abu nawas : ³( sambil tersenyum ) kalau begitu tambahkan sepasang bebek dan buatkan kandang didalam rumahmu.lalu kembali 3 hari lagi.´ silelaki terperanjat.kemarin ayam sekarang bebek,memangnya rumahnya peternakan?.atau sicerdik abunawas ini sedang kumat jahilnya?namun seperti pertama kali,ia tak berani membantah,karena ingat reputasi abunawas yang selalu berhasil memecahkan berbagai masalah.pergilah ia ke pasar,dibelinya sepasang bebek,lalu dibuatkannya kandang didalam

ia tetap menjual kambingnya kepasar.ampun. abu nawas : ³bagaimana fulan.padat.paling tidak bau dari kambing dan suara embikannya yang berisik sudah tak kudengar lagi. abu nawas : ³bagaimana kondisi rumahmu hari ini ?´ si lelaki :´yah.keesokan harinya ia kembali kerumah abunawas.tolong aku abu.betul2 parah ya abu. semua hewan2 berkotek dan mengembik.maka dengan pasrah pergilah ia ke pasar dan membeli seekor kambing.´ si lelaki pulang sambil bertanya2 dalam hatinya.saat ini adalah saat paling parah selama aku tinggal dirumah itu.tambahkan seekor kambing lagi. 3 hari kemudian dia kembali menemui abunawas abunawas : ³bagaimana fulan ? sudah membesarkah kediamanmu ?´ si lelaki : ³rumahku sekarang benar2 sudah jadi neraka.bagaimanapun juga yang memberi ide adalah abunawas.namun.sumpek.bebek dan sekarang kambing.jangan suruh aku beli sapi dan mengandangkannya dirumahku.aku tak sanggup ya abu.lalu juallah kambingmu kepasar.´ abunawas : ³waah.bau.anak2 menangis.esok harinya ia kembali kerumah abunawas .kalau begitu.rumahnya.istriku mengomel sepanjang hari.lalu ia membuatkan kandang didalam rumahnya.´ si lelaki : ³apa kau sudah gila abu ?kemarin ayam.bagus kalau begitu.´ lelaki itu tertunduk lesu.´ abu nawas : ³baiklah.rumahku sekarang sangat mirip pasar unggas.jangan kau menegerjai aku.jangan membantah.sempit.besok kau kembali kemari´ si lelaki pulang kerumahnya dan menjual bebek2nya kepasar.dan baunya bukan main.buatkan ia kandang didalam rumahmu juga.panas. setelah 3 hari ia kembali menemuai abunawas.lumayan lah abu.pulanglah kamu.lalu kembali kesini 3 hari lagi.apa maunya si abunawas.kediamanmu sedah mulai terasa luas atau belum ?´ si lelaki : ³aduh abu.apa tidak ada cara lain yang lebih normal?´ abunawas : ³lakukan saja.besok kau kembali untuk menceritakan keadaan rumahmu.sekarang disuruh jual.kemarin disuruh beli.sicerdik pandai yang tersohor.´ abu nawas : ³kalau begitu juallah bebek2mu hari ini.

sesungguhnya rumahmu itu cukup luas.bagus.keesokan harinya ia kembali dengan wajah yang berseri2 kerumah abunawas abunawas : ³kulihat wajahmu cerah hai fulan.anak2ku juga sudah tidak rewel.dan atur rumah tanggamu.mulai sekarang kau harus lebih banyak bersyukur karena masih banyak orang yang rumahnya lebih sempit darimu.kini istriku sudah tidak marah2 lagi.dengan perginya bebek2 itu.´ abunawas.ia terpana akan kecendikiaan sang tokoh dan mengucap terima kasih pada abunawas« .kau lihat kan.abunawas : ³jadi.´ silelaki pun termenung sadar atas segala kekeliruannya.bagaimana kondisi rumahmu saat ini?´ si lelaki :´alhamdulillah ya abu.sekarang rumahmu sudah menjadi luas padahal kau tidak menambah bangunan apapun atau memperluas tanah banguanmu.anak2ku juga sudah mulai berhenti menangis.bagaimana kondisi rumahmu hari ini?´ si lelaki : ³syukurlah abu.rumahku jadi jauh lebih tenang dan tidak terlalu sumpek dan bau lagi.´ abunawas : ³(sambil tersenyum) nah nah.dan jangan banyak mengeluh.sekarang rasanya rumahku sangat lega karena ayam dan kandangnya sudah tidak ada.´kini juallah ayam2mu kepasar dan kembali besok ´ si lelaki pulang dan menjual ayam2nya kepasar.hanya hatimu sempit sehingga kau tak melihat betapa luasnya rumahmu.sekarang pulanglah kamu.dan banyak2lah bersyukur atas apa yang dirizkikan tuhan padamu.

Tangan kanannya memegang tasbih yang waktu di tangannya. Ia pasti membunuh saya begitu berhasil menangkap saya. Ia menanyakan keberadaan ular yang hendak dibunuhnya itu. Kakek mengaku bahwa ia tak melihat ular yang ditanyakannya dan tak tahu di mana ular itu berada. padahal semua orang tahu bahwa ia ingin membunuhmu setiap ada kesempatan. menjaga salat lima waktu dan selalu mengusahakan membaca Al-Qur¶an pagi dan petang. tersebutlah ada seorang kakek yang cukup disegani. . kabulkanlah permintaan saya ini. kamu aman. terserah kamu memilih yang mana. beribadah wajib setiap waktu. kakek lalu berbicara kepada ular: ³Kini. ³Takutnya.´ Ular itu hanya menyembulkan kepalanya sedikit. Setelah selamat. Tolonglah saya.´ Kontan ular itu mengancam. pria itu pun pergi. budi baikku kamu balas dengan keculasan. mana yang berbahaya bagimu dan mana yang berguna. Ia punya banyak hal yang menyebabkannya tetap mampu menjaga potensi itu. Suatu hari. gandrung pada kebenaran. kamu baik sekali jika mau membuka mulut lebar-lebar supaya saya dapat bersembunyi di dalamnya. kamu mengira sudah mengenal lingkunganmu dengan baik. mau kumakan hatimu atau kumakan jantungmu? Kedua-duanya sama-sama membuatmu sekarat. janganjangan kamu malah mencelakai saya. Setelah pria itu berada agak jauh. lalu berujar: ³Hmm. Padahal.´ panggil ular itu benar-benar memelas. datanglah seorang pria dengan tongkat di tangan. Sekarang kuberi kamu dua pilihan. ular itu sedang mencoba menghindar dari kejaran seorang datang menyusulnya) membawa rokok dengan nikmatnya senantiasa berputar setiap dengan tergopoh-gopoh.´ pinta si kakek. Kamu bahkan tak bisa membedakan antara makhluk hidup dan benda mati. kamu tak tahu apa-apa. setelah mulutku kubuka. ³kakek kan terkenal suka menolong. selamatkanlah saya agar tidak dibunuh oleh laki-laki yang sedang mengejar saya itu. Sejurus kemudian. Tiba-tiba seekor ular besar menghampirinya Rupanya. bisa membedakan mana orang jahat dan mana orang baik. kamu masuk ke dalamnya dan selamat. Keluarlah dari mulutku.Hikayat Seorang kakek dan Seekor Ular Pada zaman dahulu. Ia dikenal takut kepada Allah. aga raku dapat pergi sekarang. laki-laki yang (kemudian tongkat.´ ³Buktinya kamu biarkan saja musuhmu masuk ke mulutmu. Usai ular mengucapkan sumpahnya. ia juga terkenal berotot kuat dan berotak encer. Tak berhasil menemukan apa yang dicarinya. kakek pun membuka mulutnya sekira-kira dapat untuk ular itu masuk. ia sedang duduk di tempat kerjanya sembari menghisap (sesuai kebiasaan masa itu). ³Kek. Demi Allah dan demi ayah kakek.´ ³Ulangi sumpahmu sekali lagi.´ Ular mengucapkan sumpah atas nama Allah bahwa ia takkan melakukan itu sekali lagi. Selain dikenal alim dan taat. Tentunya. saya mohon.

izinkan aku pergi ke suatu tempat yang lapang. Di sana ada sebatang pohon tempatku biasa berteduh. perbuatan baiknya berbuah penyesalan. ketulusan dan niat hatimu yang suci telah menyebabkan musuhmu dapat masuk ke dalam tubuhmu. ³Sebejat apapun kamu. bukankah aku telah menyelamatkanmu. orang tua itu berharap. ³Oh.´ Anjuran itu kemudian ia amalkan dengan baik sehingga ketika keluar dari mulutnya ular itu telah menjadi bangkai. Pada istriku dia mengucapkan selamat tinggal. sebagai penolong terbaik. ³Suara siapakah yang tadi saya dengar sehingga saya dapat selamat?´ Suara itu menyahut bahwa dia adalah seorang penolong bagi setiap pelaku kebajikan dan berhati mulia. Bunuhlah aku seperti yang kamu inginkan. tentu kamu belum lupa pada sambutanku yang bersahabat. Sebelum kamu benar-benar membunuhku. sedangkan kamu tak punya cara untuk mengeluarkannya kembali.³La haula wa la quwwata illa billahi al`aliyyi al-`azhim [tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah yang Maha Tinggi dan Agung] (ungkapan geram). andai Tuhan mengirim orang pandai yang dapat mengeluarkan ular jahat ini dan menyelamatkanku.´ Setelah sampai dan bernaung di bawah pohon yang dituju. Moga Allah sentiasa membantumu. tanda syukurnya kepada Tuhan yang telah memberi pertolongan dengan mengirimkan seorang juru penyelamat untuknya.´ Ular mengabulkan permintaannya.´ Kemudian si Saudi memelukku dan memeluk anakku. Hanya Allah yang tahu betapa sedihnya kami karena berpisah dengannya.´ Kakek bersujud seketika. Wahai orang yang baik rekam jejaknya. Kakek itu girang bukan main sehingga berujar.´ Sejurus kemudian kakek itu tampak terpaku. ia berujar pada sang ular: ³Sekarang. maka atas izin Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri (Allah) saya datang menyelamatkanmu. shok dengan kejadian yang tak pernah ia duga sebelumnya. tetapi sekarang aku pula yang hendak kamu bunuh? Terserah kepada Allah Yang Esa sajalah. . silakan lakukanlah keinginanmu.´ Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang mengalun merdu tertuju padanya: ³Wahai Kakek yang baik budi. Namun. ³Saya tahu kamu dizalimi. Cobalah engkau pandang pohon ini. penyantun dan pemurah. Aku ingin mati di sana supaya jauh dari keluargaku.´ Di akhir ceritanya. Dia cukup bagiku. di dalam hatinya. Laksanakanlah rencanamu. Suara itu berujar. Kami menyadari sepenuhnya perannya dalam menyelamatkan kami dari lumpur kemiskinan sehingga menjadi kaya-raya. si Saudi berpesan: ³Waspadalah terhadap setiap fitnah dan dengki karena sekecil apapun musuhmu. Orang jahat tidak akan pernah menang karena prilakunya yang jahat. Maka bebas dan selamatlah kakek itu dari bahaya musuh yang mengancam hidupnya. Kakek itu akhirnya kembali bersuara. Ia berangkat meninggalkan kami. Ambil daunnnya beberapa lembar lalu makan. ia pasti dapat mengganggumu.

agar Khalifah Amirul Mukminin senantiasa bermarwah dan berbahagia. Mengingat mereka tidak tahu sumber pendapatanku. Khalifah lalu kembali ke istananya yang terletak di pinggir sungai Tigris. Zubaidah juga mendoakan agar Khalifah panjang umur. Ia pun memanjatkan doa dengan khusyu kepada Allah. Tak sedetikpun saya lewatkan kecuali saya meminta kepada Zat yang menghamparkan bumi ini dan menjadikan langit begitu tinggi agar segera melepaskan saya dari penjara yang gelap ini dan memulangkan saya pada isteri dan anak-anak saya. Aku mulai menenggelamkan diri dalam lautan maksiat. Ia mengucapkan terima kasih dan memuji Khalifah karena telah berbuat baik. selama matahari masih terbit dan selama burung masih berkicau. Aku menjadi suka menghambur-hamburkan uang. Para napi di penjara Baghdad semakin banyak mendoakan agar Khalifah berumur panjang setelah Khalifah meninggalkan harta yang cukup banyak buat mereka. suatu kali bayaranku berkurang dari biasanya. saya takkan dapat keluar tanpa budi baik dari Baginda Rasyid. Dia juga memintaku untuk membayarkan uang dalam jumlah yang cukup besar sebagai pajak. Di istana telah menunggu siti Zubaidah. Setelah membayar begitu banyak sehingga yang tersisa dari hartaku tak seberapa. Akibatnya. merasakan berbagai aneka penyiksaan. Mereka iri melihat hartaku yang begitu banyak. mereka lalu mengadukanku kepada kepala kampung. Baginda yang agung dan menghukum dengan penuh pertimbangan. Ia memaksaku untuk mematuhi perintahnya seraya menebar ancaman.Namun. tentu saja. Sudah tiga tahun lamanya saya mendekam di penjara ini. Zubaidah pun senang mendengarnya. Kepala kampung memanggilku dan menanyakan dari mana asal kekayaanku. Khalifah pun memerintahkan agar ia dibebaskan dan dibekali sedikit uang pengganti dari kerugian yang telah ia derita dan kehinaan yang dialaminya. Dia pun marah dan menyuruh orang untuk mencambukku. satu-satunya Dzat yang disembah. Khalifah menjadi terkejut dan sedih mendengar ceritanya. Namun. para tetangga menjadi cemburu. tetapi aku menolak. Satu persatu nasehatnya kuabaikan. Hikmah-hikmah Sulaiman dan pesan-pesannya mulai kulupakan. Khalifah lalu menceritakan apa yang sudah dilakukannya. . Kemudian ia menjebloskan aku ke penjara. bersenang-senang dan mabuk-mabukan. aku sudah mulai berubah. belum beberapa hari dia pergi.

1956) Tebal: 511 halaman *** NAMA Hang Tuah bisa dipastikan tak asing di telinga banyak orang. Pada pengantar disebutkan.TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X .4 Hikayat Hang Tuah. Hang Tuah hanya dikenal sebatas tokoh terkenal dari daerah Melayu. Hikajat Hang Tuah kemudian sangat terkenal.. keterangan tentang siapa dan apa kiprah Hang Tuah tidak ditemukan dalam literatur-literatur sejarah. Buku berisikan Hang Tuah ini dikenal sejak abad ke-18. Pemberian nama itu untuk mengenang kejayaan Hang Tuah yang selalu mencapai kemenangan di laut. Tak banyak yang tahu kisah Hang Tuah yang dituliskan dalam sebuah buku berjudul Hikajat Hang Tuah tercatat sebagai karya sastra melayu klasik yang paling panjang. Salah satu versi Hikajat Hang Tuah adalah setebal 593 halaman. dan sekitar 20 buku tersimpan di berbagai perpustakaan di dunia. tidak seperti tokoh-tokoh bersejarah lainnya. PADA buku Hikajat Hang Tuah terbitan Balai Pustaka. yang akan mempunyai seorang anak dan dia akan menjadi . buku tersebut disalin dari salah satu naskah tulis tangan huruf Arab. Antara Sejarah dan Mitos Judul: Hikajat Hang Tuah Penerbit: Balai Pustaka. terbit dalam berbagai versi. Kisah dimulai dengan bab yang menguraikan asal muasal raja-raja di Malaka atau Melayu. dalam berbagai versi seperti sandiwara radio maupun tayangan sinema di televisi. kisah tokoh yang di Malaysia dianggap sebagai salah satu pahlawan nasional ini diuraikan dalam 24 bab panjang. Namun. diceritakan tentang seorang raja keinderaan (kayangan-Red) Sang Pertala Dewa.". tak banyak yang tahu siapa Hang Tuah yang diabadikan namanya itu? Apa perannya dalam sejarah negeri ini? Memang. Tetap saja. bisa dikatakan. Bahkan. Pada sampul bagian dalam tertulis: "Inilah hikajat Hang Tuah jang amat setiawan kepada tuannja dan terlalu sangat berbuat kebadjikan kepada tuannja". Dengan diantar oleh kata-kata: "Sekali peristiwa. Sama halnya dengan banyak tokoh yang dianggap berperan dalam sejarah bangsa ini. nama Hang Tuah pun diabadikan pada ruas-ruas jalan di Jakarta dan di beberapa daerah lain lagi. dan sejak saat itu disebutkan sangat menarik perhatian para peneliti barat. nama Hang Tuah juga diabadikan pada kapal perang pertama milik Indonesia. Beberapa waktu lalu pernah diangkat kisah-kisah tokoh melayu.. termasuk Hang Tuah ini. Jakarta (Cetakan ke-3.

mereka bertemu dan menundukkan tiga perahu yang ternyata adalah musuh Bintan dari Siantan. Di tengah perjalanan.raja di Bukit Seguntang. Kawanan tersebut tak lain adalah kaki tangan Patih Gajah Mada dari Majapahit yang ingin memperluas kekuasaan dengan merompak di Tanah Palembang. DEMIKIAN cuplikan kisah tokoh bernama Hang Tuah dari salah satu versi terbitan Balai Pustaka. seperti lima orang bersaudara. Tahun persis kapan pertama kali kisah ini muncul pun hingga kini tak bisa dipastikan. terutama Belanda. dalam menjalankan tugas sebagai abdi yang setia dan disegani. Hikajat Hang Tuah diduga pertama kali ditulis pada abad ke-16. Akhirnya. dan mereka berangkat berlayar. siapa sesungguhnya pengarang Hikajat Hang Tuah. terutama melalui tokoh Hang Tuah dan Patih Gajah Mada. karya tersebut mengundang kekaguman sendiri. Hang Tuah mengusulkan pada keempat sahabatnya untuk pergi berlayar dan merantau bersama-sama. Tak ubahnya karyakarya sastra kuno umumnya. Dikisahkan. Hang Tuah muda bertemu dan bersahabat dengan Hang Jebat. setelah mendengar kabar gembira tentang negeri Bintan sudah mempunyai seorang raja yang tak lain adalah cucu dari Sang Pertala Dewa. selalu membuahkan hasil. menjadi wali agama dan raja. yaitu Hang Jebat. dan Hang Lekiu. Namun. Berbicara soal musuh. Suatu hari. kisah Hang Tuah ini pun diduga pertama kali dikenal berupa cerita lisan. yang dipanggil Bendahara Paduka Raja. Sebagai sebuah kisah fiktif. Hang Tuah diceritakan sebagai anak Hang Mahmud. Hang Tuah memang membawa Malaka pada kejayaan. Hang Tuah sendiri dikisahkan masih hidup dan tinggal di negeri Batak. Malaka jatuh ke tangan orang-orang dari Johor dan Belanda. Hang Mahmud pun bergegas mengajak istri dan anaknya pindah ke sana. dengan masuknya orang-orang dari Eropa. Tidak hanya ia berhasil membendung serangan dari Majapahit. Dalam buku. Pada bagian akhir dikisahkan. dalam bentuk naskah tertulis. Nama-nama . akhirnya kejayaan Malaka dihancurleburkan. Empat sahabatnya pun setuju. pun berkhianat. Hikajat Hang Tuah sarat dengan muatan sejarah. lima sekawan itu diangkat menjadi abdi salah seorang pemimpin di negeri Bintan. Kelima pemuda itu diceritakan selalu bersama-sama. Dari sinilah kisah perjuangan Hang Tuah yang akhirnya justru mendapat gelar laksamana dari Raja Majapahit dimulai. Kemudian. siapa pengarang sesungguhnya memang sulit dipastikan. yang jelas. Hang Tuah pun di negerinya sendiri beberapa kali harus dibuang bahkan hendak dibunuh akibat fitnah. Tak ada yang tahu. Menurut Prof Dr Sulastin Sutrisno (lihat Ketika Hang Tuah Menjadi Disertasi) yang pernah mengangkat Hikajat Hang Tuah menjadi sebuah disertasi. Fitnah itu sebegitu rupa sehingga salah seorang sahabatnya. Di Bintan. Ke mana saja ia diutus dan apa pun tugas yang diemban. Gajah Mada tidak digambarkan sebagai tokoh yang mulia ataupun bijaksana. Keturunan-keturunan sang dewa inilah dengan segala kemuliaan yang dimiliki kemudian menjadi raja-raja di tanah Melayu. Hang Lekir. Namun. Beberapa kali ia menyusun rencana untuk menghabisi Hang Tuah yang dianggap sebagai batu penghalang rencananya untuk menguasai Malaka. Hang Kesturi. dikisahkan adanya persaingan kejayaan antara Malaka dan Majapahit. Ia digambarkan dalam sosok yang begitu berkuasa dan ambisius.

nuansa fiktif maupun mitos di antaranya terwakili melalui ketiadaan keterangan waktu dalam setiap peristiwa. terdapat kemiripan dengan cerita-cerita klasik lain seperti Kisah Panji. Tokoh Hang Tuah sendiri pun tak bisa dipastikan sebagai tokoh mitos atau sejarah. Salah seorang ahli sastra. dalam Sejarah Melayu. atau sebaliknya mengubah mitos menjadi sejarah. seperti dikatakan di atas. hampir tidak dapat dibedakan yang mana sejarah dan yang mana mitos. namun juga banyak menggunakan sumber sastra lain. pengarang Hang Tuah tidak hanya berpengetahuan luas karena sarat dengan muatan sejarah. kehadiran negeri kayangan yang dipimpin Sang Pertala Dewa maupun perubahan wujud Hang Tuah menjadi harimau dalam sebuah perkelahian (hal 164).kerajaan dan tokoh memang lekat dengan apa yang tercantum dalam catatan-catatan sejarah. Sejarah Melayu-disusun oleh Mansur Shah salah seorang penguasa di Malaka-yang mencantumkan riwayat Hang Tuah pun diragukan oleh berbagai kalangan. karya sastra klasik seperti Hikajat Hang Tuah ini identik dengan syair-syair bermuatan kisah kepahlawanan yang banyak dihasilkan di Jawa pada abad ke-11. Dalam Hikajat Hang Tuah. Sir Richard Windstedt. meskipun dalam Sejarah Melayu (Malay Annals) disebutkan Hang Tuah mati di abad ke-15. Bahkan ada dugaan. mampu mengangkat legenda tentang seorang pejuang bernama Hang Tuah yang tumbuh saat terjadi perang antara Jawa dan Tamil. siapa lagi yang peduli bahwa itu mitos atau sejarah selama dia menjadi ilham etika publik? . Kitab tersebut. Sir Richard Winstedt menyebutkan. menyebutkan. Akan tetapi. Karya-karya ini dikatakan mengubah sejarah menjadi mitos. Dugaan ini muncul karena pada beberapa bagian. Hikajat Sri Rama. Mansur Shah. dan sebagainya. Namun. untuk tokoh seperti Hang Tuah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful