TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X-4

Hikayat abu nawas ± Syahdan,disuatu masa hidup seorang laki2 yang punya sifat kikir (pelit).ia mempunyai sebuah rumah yang cukup besar.didalam rumah itu dia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil2.laki2 ini merasa rumahnya sudah sangat sempit dengan keberadaannya dan keluarganya.namun,untuk memperluas rumahnya,sang lelaki merasa sayang untuk mengeluarkan uang.ia putar otak bagaimana caranya agar ia bisa memperluas rumahnya tanpa mengeluarkan banyak.akhirnya,ia mendatangi abunawas,seorang cerdik dikampungnya.pergilah ia menuju rumah abu nawas. si lelaki : ³salam hai abunawas,semoga engkau selamat sejahtera.´ abu nawas : ³salam juga untukmu hai orang asing,ada apa gerangan kamu mendatangi kediamanku yang reot ini ?´ si lelaki lalu menceritakan masalah yang ia hadapi.abunawas mendengar dengan seksama.setelah si lelaki selesai bercerita,abunawas tampak tepekur sesaat,tersenyum,lalu ia berkata : ³hai fulan,jika kamu menghendaki kediaman yang lebih luas,belilah sepasang ayam,jantan dan betina,lalu buatkan kandang didalam rumahmu.3 hari lagi kau lapor padaku bagaimana keadaan rumahmu.´ si lelaki bingung,apa hubungannya ayam dengan luas rumah,tapi ia tak membantah.sepulang dari rumah abunawas,ia membeli sepasang ayam,lalu membuatkan kandang untuk ayamnya didalam rumah. 3 hari kemudian,ia kembali kekediaman abunawas,dengan wajah berkerut. abunawas : ³bagaimana fulan,sudah bertambah luaskah kediamanmu?´ si lelaki : ³boro boro ya abu.apa kamu yakin idemu ini tidak salah?rumahku tambah kacau dengan adanya kedua ekor ayam itu.mereka membuat keributan dan kotorannya berbau tak sedap.´ abu nawas : ³( sambil tersenyum ) kalau begitu tambahkan sepasang bebek dan buatkan kandang didalam rumahmu.lalu kembali 3 hari lagi.´ silelaki terperanjat.kemarin ayam sekarang bebek,memangnya rumahnya peternakan?.atau sicerdik abunawas ini sedang kumat jahilnya?namun seperti pertama kali,ia tak berani membantah,karena ingat reputasi abunawas yang selalu berhasil memecahkan berbagai masalah.pergilah ia ke pasar,dibelinya sepasang bebek,lalu dibuatkannya kandang didalam

lalu juallah kambingmu kepasar.kemarin disuruh beli. abu nawas : ³bagaimana kondisi rumahmu hari ini ?´ si lelaki :´yah.jangan membantah.rumahnya.betul2 parah ya abu.kediamanmu sedah mulai terasa luas atau belum ?´ si lelaki : ³aduh abu. abu nawas : ³bagaimana fulan.bagus kalau begitu.´ abu nawas : ³baiklah.paling tidak bau dari kambing dan suara embikannya yang berisik sudah tak kudengar lagi. semua hewan2 berkotek dan mengembik.besok kau kembali kemari´ si lelaki pulang kerumahnya dan menjual bebek2nya kepasar.saat ini adalah saat paling parah selama aku tinggal dirumah itu.´ si lelaki : ³apa kau sudah gila abu ?kemarin ayam.apa maunya si abunawas.maka dengan pasrah pergilah ia ke pasar dan membeli seekor kambing.dan baunya bukan main.sempit.bau.sicerdik pandai yang tersohor.kalau begitu.aku tak sanggup ya abu.anak2 menangis.keesokan harinya ia kembali kerumah abunawas.pulanglah kamu.namun. 3 hari kemudian dia kembali menemui abunawas abunawas : ³bagaimana fulan ? sudah membesarkah kediamanmu ?´ si lelaki : ³rumahku sekarang benar2 sudah jadi neraka.besok kau kembali untuk menceritakan keadaan rumahmu.bebek dan sekarang kambing.´ abunawas : ³waah.buatkan ia kandang didalam rumahmu juga.istriku mengomel sepanjang hari.tolong aku abu.´ abu nawas : ³kalau begitu juallah bebek2mu hari ini.sekarang disuruh jual.jangan kau menegerjai aku.lumayan lah abu.tambahkan seekor kambing lagi.´ si lelaki pulang sambil bertanya2 dalam hatinya.panas.lalu kembali kesini 3 hari lagi.ampun.padat.lalu ia membuatkan kandang didalam rumahnya.ia tetap menjual kambingnya kepasar.jangan suruh aku beli sapi dan mengandangkannya dirumahku.apa tidak ada cara lain yang lebih normal?´ abunawas : ³lakukan saja.esok harinya ia kembali kerumah abunawas .´ lelaki itu tertunduk lesu.sumpek.rumahku sekarang sangat mirip pasar unggas.bagaimanapun juga yang memberi ide adalah abunawas. setelah 3 hari ia kembali menemuai abunawas.

keesokan harinya ia kembali dengan wajah yang berseri2 kerumah abunawas abunawas : ³kulihat wajahmu cerah hai fulan.bagaimana kondisi rumahmu saat ini?´ si lelaki :´alhamdulillah ya abu.ia terpana akan kecendikiaan sang tokoh dan mengucap terima kasih pada abunawas« .anak2ku juga sudah tidak rewel.´ abunawas.´ abunawas : ³(sambil tersenyum) nah nah.bagus.´ silelaki pun termenung sadar atas segala kekeliruannya.kau lihat kan.anak2ku juga sudah mulai berhenti menangis.dan banyak2lah bersyukur atas apa yang dirizkikan tuhan padamu.sesungguhnya rumahmu itu cukup luas.dengan perginya bebek2 itu.sekarang rasanya rumahku sangat lega karena ayam dan kandangnya sudah tidak ada.hanya hatimu sempit sehingga kau tak melihat betapa luasnya rumahmu.bagaimana kondisi rumahmu hari ini?´ si lelaki : ³syukurlah abu.´kini juallah ayam2mu kepasar dan kembali besok ´ si lelaki pulang dan menjual ayam2nya kepasar.kini istriku sudah tidak marah2 lagi.abunawas : ³jadi.sekarang pulanglah kamu.sekarang rumahmu sudah menjadi luas padahal kau tidak menambah bangunan apapun atau memperluas tanah banguanmu.dan atur rumah tanggamu.dan jangan banyak mengeluh.mulai sekarang kau harus lebih banyak bersyukur karena masih banyak orang yang rumahnya lebih sempit darimu.rumahku jadi jauh lebih tenang dan tidak terlalu sumpek dan bau lagi.

Ia dikenal takut kepada Allah. Ia pasti membunuh saya begitu berhasil menangkap saya. menjaga salat lima waktu dan selalu mengusahakan membaca Al-Qur¶an pagi dan petang. ia sedang duduk di tempat kerjanya sembari menghisap (sesuai kebiasaan masa itu). Tangan kanannya memegang tasbih yang waktu di tangannya.´ panggil ular itu benar-benar memelas. ³Kek. Selain dikenal alim dan taat. budi baikku kamu balas dengan keculasan. kabulkanlah permintaan saya ini. Suatu hari.´ Kontan ular itu mengancam. terserah kamu memilih yang mana. laki-laki yang (kemudian tongkat. janganjangan kamu malah mencelakai saya. Usai ular mengucapkan sumpahnya. mau kumakan hatimu atau kumakan jantungmu? Kedua-duanya sama-sama membuatmu sekarat. kamu baik sekali jika mau membuka mulut lebar-lebar supaya saya dapat bersembunyi di dalamnya. Tolonglah saya. kamu tak tahu apa-apa. kakek pun membuka mulutnya sekira-kira dapat untuk ular itu masuk. bisa membedakan mana orang jahat dan mana orang baik. Ia punya banyak hal yang menyebabkannya tetap mampu menjaga potensi itu. . kamu mengira sudah mengenal lingkunganmu dengan baik. Kakek mengaku bahwa ia tak melihat ular yang ditanyakannya dan tak tahu di mana ular itu berada.´ ³Buktinya kamu biarkan saja musuhmu masuk ke mulutmu. Setelah pria itu berada agak jauh. Keluarlah dari mulutku. Kamu bahkan tak bisa membedakan antara makhluk hidup dan benda mati. ular itu sedang mencoba menghindar dari kejaran seorang datang menyusulnya) membawa rokok dengan nikmatnya senantiasa berputar setiap dengan tergopoh-gopoh. Padahal.´ pinta si kakek.´ ³Ulangi sumpahmu sekali lagi. kakek lalu berbicara kepada ular: ³Kini. Ia menanyakan keberadaan ular yang hendak dibunuhnya itu. ia juga terkenal berotot kuat dan berotak encer. saya mohon. pria itu pun pergi. aga raku dapat pergi sekarang. Setelah selamat. Tiba-tiba seekor ular besar menghampirinya Rupanya. kamu masuk ke dalamnya dan selamat. gandrung pada kebenaran. Sejurus kemudian. padahal semua orang tahu bahwa ia ingin membunuhmu setiap ada kesempatan.´ Ular itu hanya menyembulkan kepalanya sedikit. tersebutlah ada seorang kakek yang cukup disegani. lalu berujar: ³Hmm. Sekarang kuberi kamu dua pilihan. mana yang berbahaya bagimu dan mana yang berguna. selamatkanlah saya agar tidak dibunuh oleh laki-laki yang sedang mengejar saya itu.Hikayat Seorang kakek dan Seekor Ular Pada zaman dahulu. ³Takutnya. Tentunya.´ Ular mengucapkan sumpah atas nama Allah bahwa ia takkan melakukan itu sekali lagi. kamu aman. setelah mulutku kubuka. Tak berhasil menemukan apa yang dicarinya. Demi Allah dan demi ayah kakek. datanglah seorang pria dengan tongkat di tangan. ³kakek kan terkenal suka menolong. beribadah wajib setiap waktu.

Ambil daunnnya beberapa lembar lalu makan. Namun. Di sana ada sebatang pohon tempatku biasa berteduh. ³Suara siapakah yang tadi saya dengar sehingga saya dapat selamat?´ Suara itu menyahut bahwa dia adalah seorang penolong bagi setiap pelaku kebajikan dan berhati mulia. silakan lakukanlah keinginanmu.³La haula wa la quwwata illa billahi al`aliyyi al-`azhim [tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah yang Maha Tinggi dan Agung] (ungkapan geram). si Saudi berpesan: ³Waspadalah terhadap setiap fitnah dan dengki karena sekecil apapun musuhmu. ³Oh. Cobalah engkau pandang pohon ini. perbuatan baiknya berbuah penyesalan. Kami menyadari sepenuhnya perannya dalam menyelamatkan kami dari lumpur kemiskinan sehingga menjadi kaya-raya. di dalam hatinya. izinkan aku pergi ke suatu tempat yang lapang. ³Saya tahu kamu dizalimi.´ Sejurus kemudian kakek itu tampak terpaku. maka atas izin Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri (Allah) saya datang menyelamatkanmu. ia berujar pada sang ular: ³Sekarang.´ Ular mengabulkan permintaannya. Pada istriku dia mengucapkan selamat tinggal. Kakek itu akhirnya kembali bersuara. orang tua itu berharap. Kakek itu girang bukan main sehingga berujar.´ Kemudian si Saudi memelukku dan memeluk anakku. Ia berangkat meninggalkan kami. andai Tuhan mengirim orang pandai yang dapat mengeluarkan ular jahat ini dan menyelamatkanku.´ Setelah sampai dan bernaung di bawah pohon yang dituju. tentu kamu belum lupa pada sambutanku yang bersahabat. Sebelum kamu benar-benar membunuhku. Aku ingin mati di sana supaya jauh dari keluargaku. Wahai orang yang baik rekam jejaknya. Suara itu berujar.´ Kakek bersujud seketika.´ Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang mengalun merdu tertuju padanya: ³Wahai Kakek yang baik budi. . ³Sebejat apapun kamu. tanda syukurnya kepada Tuhan yang telah memberi pertolongan dengan mengirimkan seorang juru penyelamat untuknya.´ Anjuran itu kemudian ia amalkan dengan baik sehingga ketika keluar dari mulutnya ular itu telah menjadi bangkai. Laksanakanlah rencanamu. sebagai penolong terbaik. Hanya Allah yang tahu betapa sedihnya kami karena berpisah dengannya. Maka bebas dan selamatlah kakek itu dari bahaya musuh yang mengancam hidupnya. Moga Allah sentiasa membantumu. Dia cukup bagiku. Orang jahat tidak akan pernah menang karena prilakunya yang jahat. tetapi sekarang aku pula yang hendak kamu bunuh? Terserah kepada Allah Yang Esa sajalah. penyantun dan pemurah. bukankah aku telah menyelamatkanmu. ketulusan dan niat hatimu yang suci telah menyebabkan musuhmu dapat masuk ke dalam tubuhmu. sedangkan kamu tak punya cara untuk mengeluarkannya kembali.´ Di akhir ceritanya. ia pasti dapat mengganggumu. shok dengan kejadian yang tak pernah ia duga sebelumnya. Bunuhlah aku seperti yang kamu inginkan.

Ia memaksaku untuk mematuhi perintahnya seraya menebar ancaman. . Khalifah menjadi terkejut dan sedih mendengar ceritanya. Namun. Ia mengucapkan terima kasih dan memuji Khalifah karena telah berbuat baik. agar Khalifah Amirul Mukminin senantiasa bermarwah dan berbahagia. satu-satunya Dzat yang disembah. Aku mulai menenggelamkan diri dalam lautan maksiat. Akibatnya. Aku menjadi suka menghambur-hamburkan uang. tetapi aku menolak. Hikmah-hikmah Sulaiman dan pesan-pesannya mulai kulupakan. Kepala kampung memanggilku dan menanyakan dari mana asal kekayaanku. merasakan berbagai aneka penyiksaan. Zubaidah juga mendoakan agar Khalifah panjang umur. Khalifah lalu menceritakan apa yang sudah dilakukannya. Para napi di penjara Baghdad semakin banyak mendoakan agar Khalifah berumur panjang setelah Khalifah meninggalkan harta yang cukup banyak buat mereka. mereka lalu mengadukanku kepada kepala kampung. Khalifah pun memerintahkan agar ia dibebaskan dan dibekali sedikit uang pengganti dari kerugian yang telah ia derita dan kehinaan yang dialaminya. selama matahari masih terbit dan selama burung masih berkicau. Kemudian ia menjebloskan aku ke penjara. Baginda yang agung dan menghukum dengan penuh pertimbangan. suatu kali bayaranku berkurang dari biasanya. aku sudah mulai berubah. Ia pun memanjatkan doa dengan khusyu kepada Allah. Mengingat mereka tidak tahu sumber pendapatanku. bersenang-senang dan mabuk-mabukan. Satu persatu nasehatnya kuabaikan. Sudah tiga tahun lamanya saya mendekam di penjara ini. para tetangga menjadi cemburu. Zubaidah pun senang mendengarnya. saya takkan dapat keluar tanpa budi baik dari Baginda Rasyid.Namun. Mereka iri melihat hartaku yang begitu banyak. tentu saja. belum beberapa hari dia pergi. Dia juga memintaku untuk membayarkan uang dalam jumlah yang cukup besar sebagai pajak. Di istana telah menunggu siti Zubaidah. Tak sedetikpun saya lewatkan kecuali saya meminta kepada Zat yang menghamparkan bumi ini dan menjadikan langit begitu tinggi agar segera melepaskan saya dari penjara yang gelap ini dan memulangkan saya pada isteri dan anak-anak saya. Dia pun marah dan menyuruh orang untuk mencambukku. Setelah membayar begitu banyak sehingga yang tersisa dari hartaku tak seberapa. Khalifah lalu kembali ke istananya yang terletak di pinggir sungai Tigris.

4 Hikayat Hang Tuah. dan sekitar 20 buku tersimpan di berbagai perpustakaan di dunia. Salah satu versi Hikajat Hang Tuah adalah setebal 593 halaman. Tak banyak yang tahu kisah Hang Tuah yang dituliskan dalam sebuah buku berjudul Hikajat Hang Tuah tercatat sebagai karya sastra melayu klasik yang paling panjang. dan sejak saat itu disebutkan sangat menarik perhatian para peneliti barat. Pada sampul bagian dalam tertulis: "Inilah hikajat Hang Tuah jang amat setiawan kepada tuannja dan terlalu sangat berbuat kebadjikan kepada tuannja". Hang Tuah hanya dikenal sebatas tokoh terkenal dari daerah Melayu. Namun. dalam berbagai versi seperti sandiwara radio maupun tayangan sinema di televisi. Pada pengantar disebutkan. Hikajat Hang Tuah kemudian sangat terkenal. kisah tokoh yang di Malaysia dianggap sebagai salah satu pahlawan nasional ini diuraikan dalam 24 bab panjang.. Tetap saja.TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X . Bahkan. bisa dikatakan. keterangan tentang siapa dan apa kiprah Hang Tuah tidak ditemukan dalam literatur-literatur sejarah. diceritakan tentang seorang raja keinderaan (kayangan-Red) Sang Pertala Dewa. Antara Sejarah dan Mitos Judul: Hikajat Hang Tuah Penerbit: Balai Pustaka. terbit dalam berbagai versi. 1956) Tebal: 511 halaman *** NAMA Hang Tuah bisa dipastikan tak asing di telinga banyak orang. Kisah dimulai dengan bab yang menguraikan asal muasal raja-raja di Malaka atau Melayu. tidak seperti tokoh-tokoh bersejarah lainnya.". yang akan mempunyai seorang anak dan dia akan menjadi . Dengan diantar oleh kata-kata: "Sekali peristiwa. nama Hang Tuah pun diabadikan pada ruas-ruas jalan di Jakarta dan di beberapa daerah lain lagi. Sama halnya dengan banyak tokoh yang dianggap berperan dalam sejarah bangsa ini. PADA buku Hikajat Hang Tuah terbitan Balai Pustaka. nama Hang Tuah juga diabadikan pada kapal perang pertama milik Indonesia. Buku berisikan Hang Tuah ini dikenal sejak abad ke-18. Beberapa waktu lalu pernah diangkat kisah-kisah tokoh melayu. buku tersebut disalin dari salah satu naskah tulis tangan huruf Arab. termasuk Hang Tuah ini. Pemberian nama itu untuk mengenang kejayaan Hang Tuah yang selalu mencapai kemenangan di laut. Jakarta (Cetakan ke-3.. tak banyak yang tahu siapa Hang Tuah yang diabadikan namanya itu? Apa perannya dalam sejarah negeri ini? Memang.

dengan masuknya orang-orang dari Eropa. dan Hang Lekiu. yang dipanggil Bendahara Paduka Raja. Pada bagian akhir dikisahkan. Gajah Mada tidak digambarkan sebagai tokoh yang mulia ataupun bijaksana. Hang Tuah muda bertemu dan bersahabat dengan Hang Jebat. Hang Tuah diceritakan sebagai anak Hang Mahmud. Hang Lekir. Tahun persis kapan pertama kali kisah ini muncul pun hingga kini tak bisa dipastikan. Hang Mahmud pun bergegas mengajak istri dan anaknya pindah ke sana. Dari sinilah kisah perjuangan Hang Tuah yang akhirnya justru mendapat gelar laksamana dari Raja Majapahit dimulai. mereka bertemu dan menundukkan tiga perahu yang ternyata adalah musuh Bintan dari Siantan. Nama-nama . karya tersebut mengundang kekaguman sendiri. dikisahkan adanya persaingan kejayaan antara Malaka dan Majapahit. Tak ada yang tahu. Malaka jatuh ke tangan orang-orang dari Johor dan Belanda. yang jelas. Dikisahkan. Kelima pemuda itu diceritakan selalu bersama-sama. Tak ubahnya karyakarya sastra kuno umumnya. Ke mana saja ia diutus dan apa pun tugas yang diemban. pun berkhianat. Hang Tuah memang membawa Malaka pada kejayaan. dan mereka berangkat berlayar. dalam menjalankan tugas sebagai abdi yang setia dan disegani. Berbicara soal musuh. Empat sahabatnya pun setuju. Tidak hanya ia berhasil membendung serangan dari Majapahit. Kemudian. Menurut Prof Dr Sulastin Sutrisno (lihat Ketika Hang Tuah Menjadi Disertasi) yang pernah mengangkat Hikajat Hang Tuah menjadi sebuah disertasi. terutama melalui tokoh Hang Tuah dan Patih Gajah Mada. Suatu hari. Sebagai sebuah kisah fiktif. akhirnya kejayaan Malaka dihancurleburkan. Beberapa kali ia menyusun rencana untuk menghabisi Hang Tuah yang dianggap sebagai batu penghalang rencananya untuk menguasai Malaka. Di Bintan. Namun. Hang Kesturi. Namun. Ia digambarkan dalam sosok yang begitu berkuasa dan ambisius. Akhirnya. Di tengah perjalanan. menjadi wali agama dan raja. Dalam buku. Hang Tuah sendiri dikisahkan masih hidup dan tinggal di negeri Batak. Hang Tuah pun di negerinya sendiri beberapa kali harus dibuang bahkan hendak dibunuh akibat fitnah. terutama Belanda. yaitu Hang Jebat. Hang Tuah mengusulkan pada keempat sahabatnya untuk pergi berlayar dan merantau bersama-sama. DEMIKIAN cuplikan kisah tokoh bernama Hang Tuah dari salah satu versi terbitan Balai Pustaka.raja di Bukit Seguntang. seperti lima orang bersaudara. selalu membuahkan hasil. siapa pengarang sesungguhnya memang sulit dipastikan. Hikajat Hang Tuah sarat dengan muatan sejarah. Kawanan tersebut tak lain adalah kaki tangan Patih Gajah Mada dari Majapahit yang ingin memperluas kekuasaan dengan merompak di Tanah Palembang. setelah mendengar kabar gembira tentang negeri Bintan sudah mempunyai seorang raja yang tak lain adalah cucu dari Sang Pertala Dewa. Fitnah itu sebegitu rupa sehingga salah seorang sahabatnya. Keturunan-keturunan sang dewa inilah dengan segala kemuliaan yang dimiliki kemudian menjadi raja-raja di tanah Melayu. Hikajat Hang Tuah diduga pertama kali ditulis pada abad ke-16. dalam bentuk naskah tertulis. kisah Hang Tuah ini pun diduga pertama kali dikenal berupa cerita lisan. lima sekawan itu diangkat menjadi abdi salah seorang pemimpin di negeri Bintan. siapa sesungguhnya pengarang Hikajat Hang Tuah.

Dugaan ini muncul karena pada beberapa bagian. mampu mengangkat legenda tentang seorang pejuang bernama Hang Tuah yang tumbuh saat terjadi perang antara Jawa dan Tamil. namun juga banyak menggunakan sumber sastra lain. Kitab tersebut. Dalam Hikajat Hang Tuah. Mansur Shah. nuansa fiktif maupun mitos di antaranya terwakili melalui ketiadaan keterangan waktu dalam setiap peristiwa. Karya-karya ini dikatakan mengubah sejarah menjadi mitos. karya sastra klasik seperti Hikajat Hang Tuah ini identik dengan syair-syair bermuatan kisah kepahlawanan yang banyak dihasilkan di Jawa pada abad ke-11. Tokoh Hang Tuah sendiri pun tak bisa dipastikan sebagai tokoh mitos atau sejarah. Sejarah Melayu-disusun oleh Mansur Shah salah seorang penguasa di Malaka-yang mencantumkan riwayat Hang Tuah pun diragukan oleh berbagai kalangan. terdapat kemiripan dengan cerita-cerita klasik lain seperti Kisah Panji. Sir Richard Windstedt. seperti dikatakan di atas. dalam Sejarah Melayu. siapa lagi yang peduli bahwa itu mitos atau sejarah selama dia menjadi ilham etika publik? . atau sebaliknya mengubah mitos menjadi sejarah. Salah seorang ahli sastra. untuk tokoh seperti Hang Tuah.kerajaan dan tokoh memang lekat dengan apa yang tercantum dalam catatan-catatan sejarah. Hikajat Sri Rama. menyebutkan. meskipun dalam Sejarah Melayu (Malay Annals) disebutkan Hang Tuah mati di abad ke-15. Akan tetapi. Sir Richard Winstedt menyebutkan. pengarang Hang Tuah tidak hanya berpengetahuan luas karena sarat dengan muatan sejarah. kehadiran negeri kayangan yang dipimpin Sang Pertala Dewa maupun perubahan wujud Hang Tuah menjadi harimau dalam sebuah perkelahian (hal 164). hampir tidak dapat dibedakan yang mana sejarah dan yang mana mitos. Namun. dan sebagainya. Bahkan ada dugaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful