TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X-4

Hikayat abu nawas ± Syahdan,disuatu masa hidup seorang laki2 yang punya sifat kikir (pelit).ia mempunyai sebuah rumah yang cukup besar.didalam rumah itu dia tinggal bersama seorang istri dan 3 orang anaknya yang masih kecil2.laki2 ini merasa rumahnya sudah sangat sempit dengan keberadaannya dan keluarganya.namun,untuk memperluas rumahnya,sang lelaki merasa sayang untuk mengeluarkan uang.ia putar otak bagaimana caranya agar ia bisa memperluas rumahnya tanpa mengeluarkan banyak.akhirnya,ia mendatangi abunawas,seorang cerdik dikampungnya.pergilah ia menuju rumah abu nawas. si lelaki : ³salam hai abunawas,semoga engkau selamat sejahtera.´ abu nawas : ³salam juga untukmu hai orang asing,ada apa gerangan kamu mendatangi kediamanku yang reot ini ?´ si lelaki lalu menceritakan masalah yang ia hadapi.abunawas mendengar dengan seksama.setelah si lelaki selesai bercerita,abunawas tampak tepekur sesaat,tersenyum,lalu ia berkata : ³hai fulan,jika kamu menghendaki kediaman yang lebih luas,belilah sepasang ayam,jantan dan betina,lalu buatkan kandang didalam rumahmu.3 hari lagi kau lapor padaku bagaimana keadaan rumahmu.´ si lelaki bingung,apa hubungannya ayam dengan luas rumah,tapi ia tak membantah.sepulang dari rumah abunawas,ia membeli sepasang ayam,lalu membuatkan kandang untuk ayamnya didalam rumah. 3 hari kemudian,ia kembali kekediaman abunawas,dengan wajah berkerut. abunawas : ³bagaimana fulan,sudah bertambah luaskah kediamanmu?´ si lelaki : ³boro boro ya abu.apa kamu yakin idemu ini tidak salah?rumahku tambah kacau dengan adanya kedua ekor ayam itu.mereka membuat keributan dan kotorannya berbau tak sedap.´ abu nawas : ³( sambil tersenyum ) kalau begitu tambahkan sepasang bebek dan buatkan kandang didalam rumahmu.lalu kembali 3 hari lagi.´ silelaki terperanjat.kemarin ayam sekarang bebek,memangnya rumahnya peternakan?.atau sicerdik abunawas ini sedang kumat jahilnya?namun seperti pertama kali,ia tak berani membantah,karena ingat reputasi abunawas yang selalu berhasil memecahkan berbagai masalah.pergilah ia ke pasar,dibelinya sepasang bebek,lalu dibuatkannya kandang didalam

lalu ia membuatkan kandang didalam rumahnya.bebek dan sekarang kambing.sicerdik pandai yang tersohor.´ abu nawas : ³kalau begitu juallah bebek2mu hari ini.istriku mengomel sepanjang hari.besok kau kembali untuk menceritakan keadaan rumahmu.bagaimanapun juga yang memberi ide adalah abunawas.bau.paling tidak bau dari kambing dan suara embikannya yang berisik sudah tak kudengar lagi.jangan kau menegerjai aku.pulanglah kamu.besok kau kembali kemari´ si lelaki pulang kerumahnya dan menjual bebek2nya kepasar.saat ini adalah saat paling parah selama aku tinggal dirumah itu.keesokan harinya ia kembali kerumah abunawas. setelah 3 hari ia kembali menemuai abunawas.dan baunya bukan main.betul2 parah ya abu.kemarin disuruh beli. semua hewan2 berkotek dan mengembik.tambahkan seekor kambing lagi.sekarang disuruh jual.namun.esok harinya ia kembali kerumah abunawas .jangan suruh aku beli sapi dan mengandangkannya dirumahku.sumpek.´ si lelaki pulang sambil bertanya2 dalam hatinya.tolong aku abu.rumahku sekarang sangat mirip pasar unggas.´ abu nawas : ³baiklah.panas.lumayan lah abu. abu nawas : ³bagaimana fulan.´ si lelaki : ³apa kau sudah gila abu ?kemarin ayam.apa tidak ada cara lain yang lebih normal?´ abunawas : ³lakukan saja.apa maunya si abunawas.lalu kembali kesini 3 hari lagi. abu nawas : ³bagaimana kondisi rumahmu hari ini ?´ si lelaki :´yah.sempit.´ abunawas : ³waah.jangan membantah.maka dengan pasrah pergilah ia ke pasar dan membeli seekor kambing.lalu juallah kambingmu kepasar.rumahnya. 3 hari kemudian dia kembali menemui abunawas abunawas : ³bagaimana fulan ? sudah membesarkah kediamanmu ?´ si lelaki : ³rumahku sekarang benar2 sudah jadi neraka.ia tetap menjual kambingnya kepasar.buatkan ia kandang didalam rumahmu juga.bagus kalau begitu.kalau begitu.kediamanmu sedah mulai terasa luas atau belum ?´ si lelaki : ³aduh abu.padat.ampun.´ lelaki itu tertunduk lesu.anak2 menangis.aku tak sanggup ya abu.

sesungguhnya rumahmu itu cukup luas.´ silelaki pun termenung sadar atas segala kekeliruannya.dan jangan banyak mengeluh.sekarang rumahmu sudah menjadi luas padahal kau tidak menambah bangunan apapun atau memperluas tanah banguanmu.rumahku jadi jauh lebih tenang dan tidak terlalu sumpek dan bau lagi.mulai sekarang kau harus lebih banyak bersyukur karena masih banyak orang yang rumahnya lebih sempit darimu.hanya hatimu sempit sehingga kau tak melihat betapa luasnya rumahmu.bagaimana kondisi rumahmu saat ini?´ si lelaki :´alhamdulillah ya abu.kau lihat kan.anak2ku juga sudah tidak rewel.ia terpana akan kecendikiaan sang tokoh dan mengucap terima kasih pada abunawas« .´kini juallah ayam2mu kepasar dan kembali besok ´ si lelaki pulang dan menjual ayam2nya kepasar.dan atur rumah tanggamu.sekarang pulanglah kamu.bagus.´ abunawas.´ abunawas : ³(sambil tersenyum) nah nah.bagaimana kondisi rumahmu hari ini?´ si lelaki : ³syukurlah abu.keesokan harinya ia kembali dengan wajah yang berseri2 kerumah abunawas abunawas : ³kulihat wajahmu cerah hai fulan.sekarang rasanya rumahku sangat lega karena ayam dan kandangnya sudah tidak ada.abunawas : ³jadi.dengan perginya bebek2 itu.anak2ku juga sudah mulai berhenti menangis.kini istriku sudah tidak marah2 lagi.dan banyak2lah bersyukur atas apa yang dirizkikan tuhan padamu.

kamu masuk ke dalamnya dan selamat. saya mohon. janganjangan kamu malah mencelakai saya. ia juga terkenal berotot kuat dan berotak encer. kakek lalu berbicara kepada ular: ³Kini. Usai ular mengucapkan sumpahnya. Keluarlah dari mulutku. aga raku dapat pergi sekarang. beribadah wajib setiap waktu. Ia dikenal takut kepada Allah. kabulkanlah permintaan saya ini. Padahal. Kamu bahkan tak bisa membedakan antara makhluk hidup dan benda mati.Hikayat Seorang kakek dan Seekor Ular Pada zaman dahulu.´ panggil ular itu benar-benar memelas. . Selain dikenal alim dan taat. selamatkanlah saya agar tidak dibunuh oleh laki-laki yang sedang mengejar saya itu. ³Takutnya. pria itu pun pergi. Ia menanyakan keberadaan ular yang hendak dibunuhnya itu.´ Kontan ular itu mengancam. Sekarang kuberi kamu dua pilihan.´ ³Buktinya kamu biarkan saja musuhmu masuk ke mulutmu. Tolonglah saya. ³Kek. Tiba-tiba seekor ular besar menghampirinya Rupanya. Tangan kanannya memegang tasbih yang waktu di tangannya. Tentunya. bisa membedakan mana orang jahat dan mana orang baik. padahal semua orang tahu bahwa ia ingin membunuhmu setiap ada kesempatan. ular itu sedang mencoba menghindar dari kejaran seorang datang menyusulnya) membawa rokok dengan nikmatnya senantiasa berputar setiap dengan tergopoh-gopoh.´ Ular itu hanya menyembulkan kepalanya sedikit. terserah kamu memilih yang mana. kamu baik sekali jika mau membuka mulut lebar-lebar supaya saya dapat bersembunyi di dalamnya. gandrung pada kebenaran. mana yang berbahaya bagimu dan mana yang berguna. Suatu hari. ia sedang duduk di tempat kerjanya sembari menghisap (sesuai kebiasaan masa itu).´ Ular mengucapkan sumpah atas nama Allah bahwa ia takkan melakukan itu sekali lagi. ³kakek kan terkenal suka menolong. mau kumakan hatimu atau kumakan jantungmu? Kedua-duanya sama-sama membuatmu sekarat. tersebutlah ada seorang kakek yang cukup disegani. Setelah pria itu berada agak jauh. Ia punya banyak hal yang menyebabkannya tetap mampu menjaga potensi itu. Setelah selamat. Sejurus kemudian. kakek pun membuka mulutnya sekira-kira dapat untuk ular itu masuk. datanglah seorang pria dengan tongkat di tangan. kamu tak tahu apa-apa. setelah mulutku kubuka. lalu berujar: ³Hmm.´ pinta si kakek. kamu mengira sudah mengenal lingkunganmu dengan baik. kamu aman. Kakek mengaku bahwa ia tak melihat ular yang ditanyakannya dan tak tahu di mana ular itu berada.´ ³Ulangi sumpahmu sekali lagi. Demi Allah dan demi ayah kakek. menjaga salat lima waktu dan selalu mengusahakan membaca Al-Qur¶an pagi dan petang. Tak berhasil menemukan apa yang dicarinya. laki-laki yang (kemudian tongkat. Ia pasti membunuh saya begitu berhasil menangkap saya. budi baikku kamu balas dengan keculasan.

³Sebejat apapun kamu. bukankah aku telah menyelamatkanmu.´ Ular mengabulkan permintaannya. ketulusan dan niat hatimu yang suci telah menyebabkan musuhmu dapat masuk ke dalam tubuhmu.´ Tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang mengalun merdu tertuju padanya: ³Wahai Kakek yang baik budi.´ Kakek bersujud seketika. shok dengan kejadian yang tak pernah ia duga sebelumnya. di dalam hatinya. ia berujar pada sang ular: ³Sekarang. Kakek itu akhirnya kembali bersuara. Suara itu berujar. Cobalah engkau pandang pohon ini. tanda syukurnya kepada Tuhan yang telah memberi pertolongan dengan mengirimkan seorang juru penyelamat untuknya. Aku ingin mati di sana supaya jauh dari keluargaku. tetapi sekarang aku pula yang hendak kamu bunuh? Terserah kepada Allah Yang Esa sajalah.´ Setelah sampai dan bernaung di bawah pohon yang dituju.³La haula wa la quwwata illa billahi al`aliyyi al-`azhim [tiada daya dan kekuatan kecuali bersama Allah yang Maha Tinggi dan Agung] (ungkapan geram). Pada istriku dia mengucapkan selamat tinggal. Kakek itu girang bukan main sehingga berujar. Orang jahat tidak akan pernah menang karena prilakunya yang jahat. Kami menyadari sepenuhnya perannya dalam menyelamatkan kami dari lumpur kemiskinan sehingga menjadi kaya-raya. Di sana ada sebatang pohon tempatku biasa berteduh. si Saudi berpesan: ³Waspadalah terhadap setiap fitnah dan dengki karena sekecil apapun musuhmu. silakan lakukanlah keinginanmu. tentu kamu belum lupa pada sambutanku yang bersahabat. perbuatan baiknya berbuah penyesalan. Dia cukup bagiku. orang tua itu berharap. ³Saya tahu kamu dizalimi. . ³Suara siapakah yang tadi saya dengar sehingga saya dapat selamat?´ Suara itu menyahut bahwa dia adalah seorang penolong bagi setiap pelaku kebajikan dan berhati mulia.´ Sejurus kemudian kakek itu tampak terpaku. Laksanakanlah rencanamu. Moga Allah sentiasa membantumu. maka atas izin Zat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri (Allah) saya datang menyelamatkanmu. Sebelum kamu benar-benar membunuhku. andai Tuhan mengirim orang pandai yang dapat mengeluarkan ular jahat ini dan menyelamatkanku.´ Kemudian si Saudi memelukku dan memeluk anakku. Bunuhlah aku seperti yang kamu inginkan. Ia berangkat meninggalkan kami. ³Oh. Maka bebas dan selamatlah kakek itu dari bahaya musuh yang mengancam hidupnya. sedangkan kamu tak punya cara untuk mengeluarkannya kembali. sebagai penolong terbaik. Namun. izinkan aku pergi ke suatu tempat yang lapang. ia pasti dapat mengganggumu. Ambil daunnnya beberapa lembar lalu makan. Wahai orang yang baik rekam jejaknya. Hanya Allah yang tahu betapa sedihnya kami karena berpisah dengannya. penyantun dan pemurah.´ Di akhir ceritanya.´ Anjuran itu kemudian ia amalkan dengan baik sehingga ketika keluar dari mulutnya ular itu telah menjadi bangkai.

Khalifah pun memerintahkan agar ia dibebaskan dan dibekali sedikit uang pengganti dari kerugian yang telah ia derita dan kehinaan yang dialaminya. Kepala kampung memanggilku dan menanyakan dari mana asal kekayaanku. merasakan berbagai aneka penyiksaan.Namun. bersenang-senang dan mabuk-mabukan. mereka lalu mengadukanku kepada kepala kampung. belum beberapa hari dia pergi. Aku menjadi suka menghambur-hamburkan uang. Tak sedetikpun saya lewatkan kecuali saya meminta kepada Zat yang menghamparkan bumi ini dan menjadikan langit begitu tinggi agar segera melepaskan saya dari penjara yang gelap ini dan memulangkan saya pada isteri dan anak-anak saya. Kemudian ia menjebloskan aku ke penjara. Baginda yang agung dan menghukum dengan penuh pertimbangan. Mengingat mereka tidak tahu sumber pendapatanku. satu-satunya Dzat yang disembah. selama matahari masih terbit dan selama burung masih berkicau. Di istana telah menunggu siti Zubaidah. Dia juga memintaku untuk membayarkan uang dalam jumlah yang cukup besar sebagai pajak. Khalifah lalu kembali ke istananya yang terletak di pinggir sungai Tigris. Satu persatu nasehatnya kuabaikan. Mereka iri melihat hartaku yang begitu banyak. Ia memaksaku untuk mematuhi perintahnya seraya menebar ancaman. para tetangga menjadi cemburu. Akibatnya. Khalifah lalu menceritakan apa yang sudah dilakukannya. Sudah tiga tahun lamanya saya mendekam di penjara ini. aku sudah mulai berubah. Dia pun marah dan menyuruh orang untuk mencambukku. Hikmah-hikmah Sulaiman dan pesan-pesannya mulai kulupakan. Aku mulai menenggelamkan diri dalam lautan maksiat. Khalifah menjadi terkejut dan sedih mendengar ceritanya. Setelah membayar begitu banyak sehingga yang tersisa dari hartaku tak seberapa. agar Khalifah Amirul Mukminin senantiasa bermarwah dan berbahagia. Ia mengucapkan terima kasih dan memuji Khalifah karena telah berbuat baik. . Namun. suatu kali bayaranku berkurang dari biasanya. Zubaidah juga mendoakan agar Khalifah panjang umur. tetapi aku menolak. saya takkan dapat keluar tanpa budi baik dari Baginda Rasyid. Zubaidah pun senang mendengarnya. Ia pun memanjatkan doa dengan khusyu kepada Allah. tentu saja. Para napi di penjara Baghdad semakin banyak mendoakan agar Khalifah berumur panjang setelah Khalifah meninggalkan harta yang cukup banyak buat mereka.

4 Hikayat Hang Tuah. Namun. Tak banyak yang tahu kisah Hang Tuah yang dituliskan dalam sebuah buku berjudul Hikajat Hang Tuah tercatat sebagai karya sastra melayu klasik yang paling panjang. tak banyak yang tahu siapa Hang Tuah yang diabadikan namanya itu? Apa perannya dalam sejarah negeri ini? Memang.". terbit dalam berbagai versi. Hikajat Hang Tuah kemudian sangat terkenal. Salah satu versi Hikajat Hang Tuah adalah setebal 593 halaman. Tetap saja. bisa dikatakan. Pada sampul bagian dalam tertulis: "Inilah hikajat Hang Tuah jang amat setiawan kepada tuannja dan terlalu sangat berbuat kebadjikan kepada tuannja". PADA buku Hikajat Hang Tuah terbitan Balai Pustaka. tidak seperti tokoh-tokoh bersejarah lainnya. keterangan tentang siapa dan apa kiprah Hang Tuah tidak ditemukan dalam literatur-literatur sejarah. nama Hang Tuah juga diabadikan pada kapal perang pertama milik Indonesia. Pada pengantar disebutkan.. Bahkan. Antara Sejarah dan Mitos Judul: Hikajat Hang Tuah Penerbit: Balai Pustaka. Jakarta (Cetakan ke-3. Beberapa waktu lalu pernah diangkat kisah-kisah tokoh melayu.TUGAS BAHASA INDONESIA IRA ANJANI X . dan sekitar 20 buku tersimpan di berbagai perpustakaan di dunia. kisah tokoh yang di Malaysia dianggap sebagai salah satu pahlawan nasional ini diuraikan dalam 24 bab panjang. Buku berisikan Hang Tuah ini dikenal sejak abad ke-18. Dengan diantar oleh kata-kata: "Sekali peristiwa. Sama halnya dengan banyak tokoh yang dianggap berperan dalam sejarah bangsa ini. 1956) Tebal: 511 halaman *** NAMA Hang Tuah bisa dipastikan tak asing di telinga banyak orang. Pemberian nama itu untuk mengenang kejayaan Hang Tuah yang selalu mencapai kemenangan di laut. Kisah dimulai dengan bab yang menguraikan asal muasal raja-raja di Malaka atau Melayu. dalam berbagai versi seperti sandiwara radio maupun tayangan sinema di televisi. nama Hang Tuah pun diabadikan pada ruas-ruas jalan di Jakarta dan di beberapa daerah lain lagi. termasuk Hang Tuah ini. buku tersebut disalin dari salah satu naskah tulis tangan huruf Arab. Hang Tuah hanya dikenal sebatas tokoh terkenal dari daerah Melayu. yang akan mempunyai seorang anak dan dia akan menjadi . diceritakan tentang seorang raja keinderaan (kayangan-Red) Sang Pertala Dewa.. dan sejak saat itu disebutkan sangat menarik perhatian para peneliti barat.

Hang Tuah diceritakan sebagai anak Hang Mahmud. akhirnya kejayaan Malaka dihancurleburkan. Hang Lekir. yang jelas. dikisahkan adanya persaingan kejayaan antara Malaka dan Majapahit. Kemudian. Tak ubahnya karyakarya sastra kuno umumnya. Malaka jatuh ke tangan orang-orang dari Johor dan Belanda. Ia digambarkan dalam sosok yang begitu berkuasa dan ambisius. karya tersebut mengundang kekaguman sendiri. menjadi wali agama dan raja. mereka bertemu dan menundukkan tiga perahu yang ternyata adalah musuh Bintan dari Siantan. Dikisahkan. terutama melalui tokoh Hang Tuah dan Patih Gajah Mada. Fitnah itu sebegitu rupa sehingga salah seorang sahabatnya. Namun. Hang Kesturi. Suatu hari. Sebagai sebuah kisah fiktif. Hikajat Hang Tuah diduga pertama kali ditulis pada abad ke-16. lima sekawan itu diangkat menjadi abdi salah seorang pemimpin di negeri Bintan. Keturunan-keturunan sang dewa inilah dengan segala kemuliaan yang dimiliki kemudian menjadi raja-raja di tanah Melayu. Dalam buku. Akhirnya. Hikajat Hang Tuah sarat dengan muatan sejarah. Pada bagian akhir dikisahkan. Gajah Mada tidak digambarkan sebagai tokoh yang mulia ataupun bijaksana. dalam menjalankan tugas sebagai abdi yang setia dan disegani. seperti lima orang bersaudara. Ke mana saja ia diutus dan apa pun tugas yang diemban. terutama Belanda. dan Hang Lekiu. Berbicara soal musuh. yang dipanggil Bendahara Paduka Raja. Empat sahabatnya pun setuju. Kelima pemuda itu diceritakan selalu bersama-sama. Kawanan tersebut tak lain adalah kaki tangan Patih Gajah Mada dari Majapahit yang ingin memperluas kekuasaan dengan merompak di Tanah Palembang. Beberapa kali ia menyusun rencana untuk menghabisi Hang Tuah yang dianggap sebagai batu penghalang rencananya untuk menguasai Malaka. Menurut Prof Dr Sulastin Sutrisno (lihat Ketika Hang Tuah Menjadi Disertasi) yang pernah mengangkat Hikajat Hang Tuah menjadi sebuah disertasi. selalu membuahkan hasil. dalam bentuk naskah tertulis. pun berkhianat. Hang Tuah mengusulkan pada keempat sahabatnya untuk pergi berlayar dan merantau bersama-sama. Dari sinilah kisah perjuangan Hang Tuah yang akhirnya justru mendapat gelar laksamana dari Raja Majapahit dimulai. siapa sesungguhnya pengarang Hikajat Hang Tuah. Tahun persis kapan pertama kali kisah ini muncul pun hingga kini tak bisa dipastikan. Tak ada yang tahu. Tidak hanya ia berhasil membendung serangan dari Majapahit. Di tengah perjalanan. setelah mendengar kabar gembira tentang negeri Bintan sudah mempunyai seorang raja yang tak lain adalah cucu dari Sang Pertala Dewa. kisah Hang Tuah ini pun diduga pertama kali dikenal berupa cerita lisan. Hang Tuah pun di negerinya sendiri beberapa kali harus dibuang bahkan hendak dibunuh akibat fitnah. DEMIKIAN cuplikan kisah tokoh bernama Hang Tuah dari salah satu versi terbitan Balai Pustaka. dengan masuknya orang-orang dari Eropa. yaitu Hang Jebat. Namun. Di Bintan. Hang Mahmud pun bergegas mengajak istri dan anaknya pindah ke sana. Hang Tuah sendiri dikisahkan masih hidup dan tinggal di negeri Batak. Hang Tuah memang membawa Malaka pada kejayaan. Nama-nama . Hang Tuah muda bertemu dan bersahabat dengan Hang Jebat.raja di Bukit Seguntang. siapa pengarang sesungguhnya memang sulit dipastikan. dan mereka berangkat berlayar.

meskipun dalam Sejarah Melayu (Malay Annals) disebutkan Hang Tuah mati di abad ke-15. mampu mengangkat legenda tentang seorang pejuang bernama Hang Tuah yang tumbuh saat terjadi perang antara Jawa dan Tamil. Mansur Shah. Salah seorang ahli sastra. nuansa fiktif maupun mitos di antaranya terwakili melalui ketiadaan keterangan waktu dalam setiap peristiwa. karya sastra klasik seperti Hikajat Hang Tuah ini identik dengan syair-syair bermuatan kisah kepahlawanan yang banyak dihasilkan di Jawa pada abad ke-11. Sir Richard Windstedt. dalam Sejarah Melayu. kehadiran negeri kayangan yang dipimpin Sang Pertala Dewa maupun perubahan wujud Hang Tuah menjadi harimau dalam sebuah perkelahian (hal 164). Tokoh Hang Tuah sendiri pun tak bisa dipastikan sebagai tokoh mitos atau sejarah. atau sebaliknya mengubah mitos menjadi sejarah. siapa lagi yang peduli bahwa itu mitos atau sejarah selama dia menjadi ilham etika publik? . Dugaan ini muncul karena pada beberapa bagian.kerajaan dan tokoh memang lekat dengan apa yang tercantum dalam catatan-catatan sejarah. Akan tetapi. seperti dikatakan di atas. hampir tidak dapat dibedakan yang mana sejarah dan yang mana mitos. Bahkan ada dugaan. Kitab tersebut. pengarang Hang Tuah tidak hanya berpengetahuan luas karena sarat dengan muatan sejarah. Namun. Karya-karya ini dikatakan mengubah sejarah menjadi mitos. namun juga banyak menggunakan sumber sastra lain. menyebutkan. Hikajat Sri Rama. Sir Richard Winstedt menyebutkan. Dalam Hikajat Hang Tuah. terdapat kemiripan dengan cerita-cerita klasik lain seperti Kisah Panji. Sejarah Melayu-disusun oleh Mansur Shah salah seorang penguasa di Malaka-yang mencantumkan riwayat Hang Tuah pun diragukan oleh berbagai kalangan. untuk tokoh seperti Hang Tuah. dan sebagainya.