MAKALAH LAS LISTRIK & LAS GAS

DISUSUN OLEH ANDRIANTON ARAFIC MARFREDDY MUH.AKBAR AGUDA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah las listrik dan las gas ini. Penulis juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada segenap pihak karena telah banyak membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Makalah las listrik dan las gas ini disusun berdasarkan apa yang penulis dapatkan dari pembelajaran las listrik dan las gas serta dari berbagai referensi yang penulis dapatkan. Dengan tersusunnya makalah ini, penulis berharap agar kiranya ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber penambah ilmu, wawasan, dan pengetahuan. Disamping itu penulis mengharapkan bahwa makalah ini tidak hanya sebagai pelengkap tugas saja melainkan dapat disebut sebagai hasil karya yang setidaknya, dipelihara dan digunakan sebagaimana mestinya. Akhirnya penulis sadar bahwa makalah ini belumlah sempurna, oleh karena itu demi kesempurnaan makalah yang akan dibuat berikutnya, penulis sangat mengharapkan saran serta dukungan maupun kritik yang sifatnya membangun dari para pembaca sehingga dengan semua itu kesempurnaan makalah ini dapat tercapai.

Penulis

_______

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Dengan semakin berkembangnya teknologi industry saat ini, tidak bisa mengesampingkan pentingnya penggunaan logam sebagai komponen utama produksi suatu barang, mulai dari kebutuhan yang paling sederhana seperti alat-alat rumah tangga hingga konstruksi bangunan dan konstruksi permesinan. Hal ini menyebabkan pemakaian bahan-bahan logam seperti besi cor, baja, aluminium dan lainnya menjadi semakin meningkat. Sehingga dapat dikatakan tanpa pemanfaatan logam, kemajuan peradaban manuasia tidak mungkin terjadi. Dengan kemampuan akalnya, manusia mampu memanfaatkan logam sebagai alat bantu kehidupannya yang sangat vital. Berbagai macam konstruksi mesin, bangunan dan lainnya dapat tercipta dengan adanya logam. Logam tersebut menimbulkan kebutuhan akan teknologi perakitan atau penyambungan. Salah satu teknologi penyambungan tersebut adalah dengan pengelasan. Teknik penyambungan logam sebenarnya terbagi dalam dua kelompok besar, yaitu : 1. Penyambungan sementara (temporary joint), yaitu teknik penyambunganlogam yang dapat dilepas kembali. 2. Penyambungan tetap (permanen joint), yaitu teknik penyambungan logam dengan cara mengubah struktur logam yang akan disambung dengan penambahan logam pengisi. Termasuk dalam kelompok ini adalah solder, brazing dan pengelasan. Dari teknik tersebut dijadikan sebagai dasar dibentuknya benda-benda logam seperti yang dimaksud pada uraian diatas. Dalam hal ini proses pengelasan terdiri dari las listrik dan las gas.

B. SASARAN Sasaran dari pembuatan makalah ini adalah semua sector dimana orang-orang yang terkait dalam praktik industry khususnya dalam lingkup Akademi Teknik Soroako. Dengan sasaran utama adalah mahasiswa dan mahasiswi yang berperan penting dalam kegiatan praktik di bengkel khususnya Pengelasan yakni Las listrik dan las gas.

sebagian besar tujuan dibuatnya makalah ini ialah membagi pengetahuan serta membantu rekan-rekan mahasiswa/mahasiswi Akademi Teknik Soroako yang kurang memahami mengenai las listrik dan las gas. Selain itu. dimana diharapkan dengan itu mahasiswa dapat menguasai teori pengelasan sehingga nantinya dapat diaplikasikan dalam proses praktik di bengkel. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan dibuatnya makalah ini merupakan tugas utama dalam mengisi nilai akademik pelajaran teknologi manufaktur yakni las listrik dan las gas. sesuai sasaran yang dikemukakan diatas.C. .

cocok dipakai untuk pekerjaan lapangan atau pada bengkel yang tidak mempunyai jaringan listrik. Pengertian las listrik Pengelasan adalah suatu proses penyambungan logam dimana logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa tekanan. Busur nyala terjadi apabila dibuat jarak tertentu antara elektroda dengan benda kerja dan kabel massa dijepitkan ke benda kerja. 2. Mesin las listrik Mesin las merupakan sumber tenaga yang memberi jenis tenaga listrik yang diperlukan serta tegangan yang cukup untuk terus melangsungkan suatulengkung listrik las. LAS LISTRIK 1. Mesin las digerakkan dengan motor. Sebelum atomatom tersebut membentuk ikatan. atau dapat didefinisikan sebagai akibat dari metalurgi yang ditimbulkan oleh gaya tarik menarik antara atom.BAB II ISI MAKALAH A. Sumber tenaga mesin las dapat diperoleh dari: Motor bensin atau diesel Gardu induk Tegangan pada mesin las listrik biasanya : 110 volt 220 volt 380 volt Antara jaringandengan mesin las pada bengkel terdapat saklar pemutus. permukaan yang akan menjadi satu perlu bebas dari gas yang terserap atau oksida-oksida. Jenis-jenis mesin las las listrik terbagi atas : Mesin las listrik – Transformator arus bolak-balik (AC) Mesin ini memerlukan sumber arus bolak-balik dengan tegangan yang lebih rendah pada lengkung listrik. .

sehingga memperkecil kemungkinan timbunya keropos pada rigi-rigi las Perlengkapan dan perawatan lebih murah Mesin las listrik – Rectifier arus searah (DC) Mesin ini mengubah arus listrik bolak-balik (AC) yang masuk. menjadi arus listrik searah (DC) keluar. Pada mesin AC. Pengkutuban terbalik Untuk pengkutuban terbalik. kabel massa pada terminal positif. Keuntungan-keuntungan mesin las DC antara lain : Busur nyala stabil Dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut Dapat menggunakan elektroda bersalut dan tidak bersalut Dapat mengelas pelat tipis dalam hubungan DCRP Dapat dipakai untuk mengelas pada tempat-tempat yang lembab dan sempit 3. kabel elektroda dipasang Pada terminal negatif dan . kabel masa dan kabel elektroda dapat dipertukarkan tanpa mempengaruhi perubahan panas yang timbul pada busur nyala. Pengkutuban terbalik sering disebut sirkuit las listrik dengan elektroda positif (DC+) . Pengkutuban elektroda Pengkutuban Langsung Pada pengkutuban langsung. kabel elektroda dipasang pada terminal positif dan kabel massa dipasang pada terminal negative. Pengkutuban langsung sering disebut sebegai sirkuit las listrik dengan elektroda negatif.Keuntungan – keuntungan mesin las AC antara lain : Busur nyala kecil. (DC-).

Perlengkapan Las listrik Kabel Las Kabel las biasanya dibuat dari tembaga yang dipilin dan dibungkus dangan karet isolasi Yang disebut kabel las ada tiga macam yaitu : . Pengkutuban langsung akan menghasilkan penembusan yang dangkal sedangkan Pada pengkutuban terbalik akan terjadi sebeliknya. 5. Lengkung listrik yang panjang akan menurunkan arus dan menaikkan tegangan. 6. Pada arus bolak-balik penembusan yang dihasilkan antara keduanya. Tegangan dan arus listrik pada mesin las Volt adalah suatu satuan tegangan listrik yang dapat diukur dengan suatu alat voltmeter. Pengaruh pengkutuban pada hasil las Pemilihan jenis arus maupun pengkutuban pada pangelasan bergantung kepada : Jenis bahan dasar yang akan dilas Jenis elektroda yang dipergunakan Pengaruh pengkutuban pada hasil las adalah pada penembusan lasnya.4. Tegangan diantara elektroda dan bahan dasar menggerakkan electron-elektron melintasi busur. Ampere adalah jumlah arus listrik yang mengalir yang dapat diukur dengan amperemeter.

. bagian pegangan yang tidak berhubungan dengan kabel digantungkan pada gantungan dari bahan fiber atau kayu. Kabel ini biasanya terdapat pada pesawat las AC atau AC DC. Pemegang elektroda terdiri dari mulut penjepit dan pegangan yang dibungkus oleh bahan penyekat. Palu Las Palu Ias digunakan untuk melepaskan dan mengeluarkan terak las pada jalur Ias dengan jalan memukulkan atau menggoreskan pada daerah las.• • • kabel elektroda kabel massa kabel tenaga Kabel elektroda adalah kabel yang pesawat menghubungkan las dengan elektroda. Pemegang elektroda Ujung yang tidak berselaput dari elektroda dijepit dengan pemegang elektroda. Kabel massa menghubungkan pesawat las dengan benda kerja. Kabel tenaga adalah kabel yang menghubungkan sumber tenaga atau jaringan listrik dengan pesawat las. Pada waktu berhenti atau selesai mengelas. Berhati-hatilah membersihkan terak Ias dengan palu Ias karena kemungkinan akan memercik ke mata atau ke bagian badan lainnya.

Yang dapat menjepit benda kerja . Tang Penjepit Penjepit (tang) digunakan untuk memegang atau memindahkan benda kerja yang masih panas. Walaupun demikian permukaan benda kerja yang akan dijepit dengan klem massa harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran seperti karat.Sikat Kawat Dipergunakan untuk : • Membersihkan benda kerja yang akan dilas • Membersihkan terak Ias yang sudah lepas dari jalur las oleh pukulan palu las. klem massa ini dilengkapi dengan pegas yang kuat. minyak. Klem Massa Klem massa edalah suatu alat untuk menghubungkan kabel massa ke benda kerja. Biasanya klem massa dibuat dari bahan dengan penghantar listrik yang baik seperti Tembaga agar arus listrik dapat mengalir dengan baik. . cat.

berlangsung hubungan singkat didalam rangkaian arus pengelasan. Didalam rentetan yang cepat partikel elektroda menetes. suatu arus listrik yang kekuatannya tinggi mengalir. • • • • • • • Kawat inti Selubung elektroda Busur listrik Pemindahan logam Gas pelindung Terak Kampuh las Dengan penyentuhan singkat elektroda logam pada bagian benda kerja yang akan dilas. yang setelah pengangkatan elektroda itu dari benda kerja menembus celah udara. mengisi penuh celah sambungan las dan membentuk kepompong las. Setelah arus elektroda didekatkan pada lokasi jalur sambungan disentuhkan dan diangkat kembali pada jarak yang pendek (garis tengah elektroda). Jika elektroda misalnya dihubungkan dengan kutub negatif sumber arus searah. membentuk busur cahaya diantara elektroda dengan benda kerja. Dari kutub positif mengalir partikel positif (ion positif) ke kutub negatif. Sebagai arah arus berlaku arah gerakan ion-ion positif.7. Proses pengelasan itu sendiri terdiri atas hubungan singkat yang terjadi sangat cepat akibat pelelehan elektroda yang terus menerus menetes. Melalui proses ini ruang udara diantara anoda dan katoda (benda kerja dan elektroda) dibuat untuk menghantar arus listrik (diionisasikan) dan dimungkinkan pembentukan busur listrik. Teknik dasar Pengelasan Pembentukan busur listrik pada proses penyulutan Pada pembentukan busur listrik elektroda keluar dari kutub negatif (katoda) dan mengalir dengan kecepatan tinggi ke kutub positif (anoda). .Suhu busur cahaya yang demikian tinggi akan segera melelehkan ujung elektroda dan lokasi pengelasan. maka arah arusnya dari benda kerja ke elektroda. dan dengan demikian tetap mengalir.

Untuk menyalakan busur pada pesawat Ias DC. Jika busur berhenti di B. busur dinyalakan lagi di A dan kembali ke B untuk melanjutkan pengelasan. • Perbesar jarak tersebut(perpanjang nyala busur) menjadi dua kalinya untuk memanaskan logam induk. busur perlu dinyalakan lagi. Menyalahkan busurd apat dilakukan dengan 2 (dua) cara yakni : • Bila pesawat Ias yang dipakai pesewat Ias AC. elekteroda didekatkan pada lokasi jalur sambungan disentuhkan sebentar dan diangkat kembali pada jarak yang pendek (garis tengah elektroda). maka untuk melanjutkan pengelasan. menyalakan busur dilakukan dengan menggoreskan elektroda pada benda kerja lihat gambar. elektroda diangkat sedikit dari pekerjaan hingga jaraknya ± sama dengan diameter elektroda. jarak ujung elektroda dengan permukaan bahan dasar ± 3. . tahan sehingga jarak ujung elektroda ke logam induk besarnya sama dengan diameter dari penampang elektroda dan geser posisinya ke sisi logam induk.25 mm. elektroda disentuhkan seperti pada gambar. • Kalau logam induk telah sebagian mencair. Menyalakan busur listrik Untuk memperoleh busur yang baik di perlukan pangaturan arur (ampere) yang tepat sesuai dengan type dan ukuran elektroda. Untuk elektroda diameter 3.Proses Penyulutan Setelah arus dijalankan.25 mm. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan : • Jika busur nyala terjadi. • Bila elektroda harus diganti sebelum pangelasan selesai. jarak elektroda dibuat sama dengan garis tengah penampang tadi. Menyalakan busur kembali ini dilakukan pada tempat kurang lebih 26 mm dimuka las berhenti seperti pada gambar. Bilamana busur sudah terjadi.

maka cairan elektroda akan mengalir dan mengendap dengan baik. • Bila busur terlalu panjang (L > D). Hasilnya : rigi-rigi kasar tembusan las dangkal percikan teraknya kasar keluar dan dari las jalur las. bisa terjadi pembekuan ujung elektroda pada pengelasan (lihat gambar 158 c). tembusan las yang baik perpaduan dengan bahan dasar baik percikan teraknya halus. .Memadamkan busur listrik Cara pemadaman busur listrik mempunyai pengaruh terhadap mutu penyambungan maniklas. Pengaruh panjang busur pada hasil las. maka timbul bagian-bagian yang berbentuk bola dari cairan elektroda. • Bila busur terlalu pendek. Hasilnya : rigi-rigi las yang halus dan baik. Panjang busur (L) Yang normal adalah kurang lebih sama dengan diameter (D) kawat inti elektroda. hasilnya : rigi las tidak merata tembusan las tidak baik percikan teraknya kasar dan berbentuk bola. Untuk mendapatkan sambungan maniklas yang baik sebelum elektroda dijauhkan dari logam induk sebaiknya panjang busur dikurangi lebih dahulu dan baru kemudian elektroda dijauhkan dengan arah agak miring. akan sukar memeliharanya. • Bila panjang busur tepat (L = D).

Pengaruh Kecepatan elektroda pada hasil pengelasan Kecepatan pengelasan tergantung pada jenis elektroda. Tetapi di samping itu sampai pada suatu kecepatan tertentu. kenaikan kecepatan akan memperbesar penembusan. Dalam hampir tidak ada hubungannya dengan tegangan las tetapi berbanding lurus dengan arus las. Panas yang terjadi tidak cukup untuk melelehkan elektroda dan bahan dasar sehingga hasilnya merupakan rigi-rigi las yang kecil dan tidak rata serta penembusan yang kurang dalam. geometri sambungan. . Bila tegangan dan arus dibuat tetap. Bila arus terlalu rendah akan menyebabkan sukarnya penyalaan busur listrik dan busur listrik yang terjadi tidak stabil. Karena itu pengelasan yang cepat memerlukan arus las yang tinggi. ketelitian sambungan dan lainlainnya. sehingga pendinginan akan berjalan terlalu cepat yang mungkin dapat memperkeras daerah HAZ Pada umumnya dalam pelaksanaan kecepatan selalu diusahakan setinggitingginya tetapi masih belum merusak kwalitas manik las. sedang kecepatan pengelasan dinaikkan maka jumlah deposit per satuan panjang las jadi menurun. Pengalaman juga menunjukkan bahwa makin tinggi kecepatan makin kecil perubahan bentuk yang terjadi. bahan yang dilas. Sebaliknya bila arus terlalu besar maka elektroda akan mencair terlalu cepat dan menghasilkan permukaan las yang lebih lebar dan penembusan yang dalam. posisi pengelasan serta tebal bahan dasar.Pengaruh Besar Arus Besar arus pada pengelasan mempengaruhi hasil las. Besar arus untuk pengelasan tergantung pada jenis kawat las yang dipakai. Bila kecepatan pengelasan dinaikkan terus maka masukan panas per satuan panjang juga akan menjadi kecil. diameter inti elektroda.

Kecepatan pengelasan yang rendah akan menyebabkan pencairan yang banyak dan pembentukan manik datar yang dapat menimbulkan terjadinya lipatan manik. Sedangkan kecepatan yang tinggi akan menurunkan lebar manik dan menyebabkan terjadinya bentuk manik yang cekung dan takik. dimana hidrogen memegang peranan penting. Struktur mikro dan sifat mekanik dari daerah HAZ sebagian besar tergantung pada lamanya pendinginan dari temperatur 800 oC samapi 500 o C. Pendinginan Lamanya pendinginan dalam suatu daerah temperatur tertentu dari suatu siklus termal las sangat mempengaruhi kwalitas sambungan. Sedangkan retak dingin. Karena itu banyak sekali usaha-usaha pendekatan untuk menentukan lamanya waktu pendinginan tersebut. Pendekatan ini biasanya dinyatakan dalam bentuk rumus empiris atau nomograf atau tabel seperti yang terlihat dalam tabel dibawah ini. terjadinya sangat tergantung oleh lamanya pendin ginan dari temperatur 800 oC sampai 300 oC atau 100 oC . terlihat seperti gambar dibawah ini.

Pengelasan dapat pada segala posisi dan terak yang tipis dapat dengan mudah dibersihkan. Selaput selulosa dengan kebasahan 5% pada waktu pengelasan akan menghasilkan gas pelindung. Keduanya dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi. • . E 6012 dan E 6013 Kedua elektroda ini termasuk jenis selaput rutil yang dapat manghasilkan penembusan sedang. Contoh : E 6013 Artinya: Kekuatan tarik minimum den deposit las adalah 60. E 6011 mengandung Kalium untuk mambantu menstabilkan busur listrik bila dipakai arus AC. X (angka ketiga) menyatakan posisi pangelasan. angka 2 untuk pengelasan posisi datar di bawah tangan X (angka keempat) menyataken jenis selaput dan jenis arus yang cocok dipakai untuk pengelasan lihat table. tetapi kebanyakan jenis E 6013 sangat baik untuk posisi .000 Ib/in2 atau 42 kg/mm2 Dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi Jenis selaput elektroda Rutil-Kalium dan pengelasan dengan arus AC atau DC + atau DC • Elektroda Baja Lunak • 1. angka 1 untuk pengelasan segala posisi. E 6010 dan E 6011 Elektroda ini adalah jenis elektroda selaput selulosa yang dapat dipakai untuk pengelesan dengan penembusan yang dalam. Deposit las biasanya mempunyai sifat sifat mekanik yang baik dan dapat dipakai untuk pekerjaan dengan pengujian Radiografi.Elektroda Klasifikasi Elektroda Elektroda baja lunak dan baja paduan rendah untuk las busur listrik manurut klasifikasi AWS (American Welding Society) dinyatakan dengan tanda E XXXX yang artInya sebagai berikut : E menyatakan elaktroda busur listrik XX (dua angka) sesudah E menyatakan kekuatan tarik deposit las dalam ribuan Ib/in2 lihat table.

E 7024 dan E 7028 mengandung serbuk besi untuk meningkatkan efisiensi pengelasan. besi mangan dan sebagainya dengan persentase yang berbeda-beda. E 6020 Elektroda jenis ini dapat menghasilkan penembusan las sedang dan teraknya mudah dilepas dari lapisan las. busur listrik dan sebagian benda kerja terhadap udara luar. kalsium karbonat (Ca C03). oksida besi. Cairan selaput yang disebut terak akan terapung dan membeku melapisi permukaan las yang masih panas. titanium dioksida (rutil). Selaput elektroda terutama mengandung oksida besi dan mangan. Pada waktu pengelasan. Pelapisan fluksi pada kawat inti dapat dengah cara destrusi. serbuk besi. untuk tiap jenis elektroda. E 7018. Cairan terak yang terlalu cair dan mudah mengalir menyulitkan pada pengelasan dengan posisi lain dari pada bawah tangan atau datar pada las sudut. Ukuran standar diameter kawat inti dari 1. Jenisjenis selaput fluksi pada elektroda misalnya selulosa. E 6013 yang mengandung lebih benyak Kalium memudahkan pemakaian pada voltage mesin yang rendah.5 mm sampai 7 mm dengan panjang antara 350 sampai 450 mm. besi silikon. kaolin. Tebal selaput elektroda berkisar antara 70% sampai 50% dari diameter elektroda tergantung dari jenis selaput. Umumnya selaput elektroda akan lebih tebal dengan bertambahnya persentase serbuk besi. semprot atau celup. Dengan adanya serbuk besi dan bertambah tebalnya selaput akan memerlukan ampere yang lebih tinggi. selaput elektroda ini akan turut mencair dan menghasilkan gas CO2 yang melindungi cairan las. Udara luar yang mengandung O2 dan N akan dapat mempengaruhi sifat mekanik dari logam Ias. E 7014.pengelesan tegak arah ke bawah. kalium oksida mangan. Jenis E 6012 umumnya dapat dipakai pada ampere yang relatif lebih tinggi dari E 6013. • 3. • Elektroda dengan selaput serbuk besi Selaput elektroda jenis E 6027. • Elektroda Berselaput Elektroda berselaput yang dipakai pada Ias busur listrik mempunyai perbedaan komposisi selaput maupun kawat Inti. . Elektroda dengan diameter kecil kebanyakan dipakai untuk pangelasan pelat tipis.

Pemilihan elektroda aluminium yang sesuai dengan pekerjaan didasarkan pada tabel keterangan dari pabrik yang membuatnya. Karakteristik elektroda nikel dapat dilihat pada tabel dibawah ini. bebas porositas. bila hasil las masih dikerjakan lagi dengan mesin. • Elektroda Nikel Elektroda jenis ini dipakai untuk mengelas besi tuang. misalnye untuk pengelasan bejana dan pipa yang akan mengalami tekanan Jenis-jenis elektroda hydrogen rendah misalnya E 7015. • Elektroda untuk besi tuang • Elektroda baja Elektroda jenis ini bila dipakai untuk mengelas besi tuang akan menghasilkan deposit las yang kuat sehingga tidak dapat dikerjakan dengan mesin.• Elektroda Hydrogen rendah Selaput elektroda jenis ini mengandung hydrogen yang rendah (kurang dari 0. Dengan demikian elektroda ini dipakai bila hasil las tidak dikerjakan lagi. sehingga panjang las dapat ditambah. • Elektroda untuk aluminium Aluminium dapat dilas listrik dengan elektroda yang dibuat dari logam yang sama. Untuk mengelas besi tuang dengan elektroda baja dapat dipakai pesawat las AC atau DC kutub terbalik. Rigi-rigi las yang dihasilkan elektroda ini pada besi tuang adalah rata dan halus bila dipakai pada pesawat las DC kutub terbalik. Elektroda ini dipakai untuk pengelasan yang memerlukan mutu tinggi. . • Elektroda Perunggu Hasil las dengan memakai elektroda ini tahan terhadap retak. Elektroda nikel dapat dipakai dalam sagala posisi pengelasan. Kawat inti dari elektroda dibuat dari perunggu fosfor dan diberi selaput yang menghasilkan busur stabil. sehingga deposit las juga dapat bebas dari porositas.5 %). Elektroda aluminium AWS-ASTM AI-43 untuk las busur listrik adalah dengan pasawat las DC kutub terbalik dimana pemakaian arus dinyatakan dalam tabel berikut. E 7016 dan E 7018.

Ayunan segitiga dipakai pada jenis elektroda Hydrogen rendah untuk mendapatkan penembusan las yang baik diantara dua celah pelat.5 mm dipakai peda pesawat las AC atau DC kutub terbalik. Macam-macam gerakan elektroda • Gerakan arah turun sepanjang sumbu elektroda. Waktu yang diperlukan untuk gerakan ayun lebih lama. Beberapa bentuk-bentuk ayunan diperlihatkan pada gambar dibawah ini. Ayunan keatas menghasilkan alur las yang kecil. sehingga dapat menimbulkan pemuaian atau perubahan bentuk dari .25 mm . Biasanya dipakai untuk pelapis keras permukaan katup buang dan dudukan katup dimana temperatur dan keausan sangat tinggi.6. Wolfram dan Chrom. • Elektroda tahan pukulan Elektroda ini dapat dipakai pada pesawat las AC atau DC kutub terbalik. Elektroda ini dapat dipakai untuk pelapis keras permukaan pada sisi potong yang tipis.• Elektroda untuk pelapis keras • Elektroda tahan kikisan Elektroda jenis ini dibuat dari tabung chrom karbida yang diisi dengan serbuk-serbuk karbida. • Gerakan ayunan elektroda. Penembusan las pada ayunan keatas lebih dangkal daripada ayunan kehawah. Tembusan las yang dihasilkan dengan gerekan ayun tidak sebaik dengan gerakan lurus elektroda. Gerakan ini diperlukan untuk mengatur lebar jalur las yang dikehendaki. Dipakai untuk pelapis keras bagian pemecah dan palu. • Elektroda tahan keausan Elektroda ini dibuat dari paduan-paduan non ferro yang mengandung Cobalt. Gerakan ini dilakukan untuk mengatur jarak busur listrik agar tetap. sedangkan ayunan kebawah menghasilkan jalur las yang lebar. peluas lubang dan beberapa type pisau. Elektroda dengan diameter 3. Titiktitik pada ujung ayunan menyatakan agar gerakan las berhenti sejenak pada tempat tersebutL untuk memberi kesempatan pada cairan las untuk mengisi celah sambungan.

• Posisi tegak (vertical) Mengelas posisi tegak adalah apabila dilakukan arah pengelasannya keatas atau ke bawah. Oleh sebab itu untuk menyelesaikan setiap pekerjaan pengelasan sedapat meungkin di usahakan pada posisi dibawah tangan. Dengan alasan ini maka penggunaan gerakan ayun harus memperhatikan tebal bahan dasar. Kemiringan elektroda 10 derajat – 20 derajat terhadap garis vertical kea rah jalan elektroda dan 70 derajat-80 derajat terhadap benda kerja.bahan dasar. Pengelasan ini termasuk pengelasan yang paling sulit karena bahan cair yang mengalir atau menumpuk diarah bawah dapat diperkecil . Alur Spiral Alur Zig-zag • Alur segitiga • Posisi pengelasan • Posisi di bawah tangan Posisi bawah tangan merupakan posisi pengelasan yang paling mudah dilakukan.

Dapat diapplikasikan pada material pipa dengan jalan pipa diputar. • Posisi di atas kepala (Overhead) Posisi pengelasan ini sangat sulit dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan dapat mengenai juru las. Posisi datar (1G) Pada posisi ini sebaiknya menggunakan metode weaving yaitu zigzag dan setengah bulan Untuk jenis sambungan ini dapat dilakukan penetrasi pada kedua sisi. Mengelas dengan posisi ini benda kerja terletak pada bagian atas juru las dan kedudukan elektroda sekitar 5 derajat – 20 derajat terhadap garis vertical dan 75 derajat-85 derajat terhadap benda kerja. • Posisi datar (horizontal) Mengelas dengan horizontal biasa disebut juga mengelas merata dimana kedudukan benda kerja dibuat tegak dan arah elektroda mengikuti horizontal. Type posisi datar (1G) didalam pelaksanaannya sangat mudah. Sewaktu mengelas elektroda dibuat miring sekitar 5 derajat – 10 derajat terhadap garis vertical dan 70 derajat – 80 derajat kearah benda kerja. tetapi dapat juga dilakukan penetrasi pada satu sisi saja. Posisi horizontal (2G) . oleh karena itu diperlukan perlengkapan yang serba lengkap.dengan kemiringan elektroda sekitar 10 derajat-15 derajat terhadapvertikal dan 70 derajat-85 derajat terhadap benda kerja.

Kesulitan pengelasan ini hampir sama dengan posisi 2G akibat gaya gravitasi cairan elektrode las akan selalu kebawah. Adapun posisi sudut electrode pengelasan pipa 2G yaitu 90º Panjang gerakan elektrode antara 1-2 kali diameter elektrode. Untuk pengelasan pengisian dilakukan dengan gerakan melingkar dan diusahakan dapat membakar dengan baik pada kedua sisi kampuh agar tidak terjadi cacat. Posisi 3G ini dilaksanakan pada plate dan elektrode vertikal. Gerakan seperti ini diulangi untuk pengisian berikutnya. Posisi vertikal (3G) Pengelasan posisi 3G dilakukan pada material plate. Pengelasan naik Biasanya dilakukan pada pipa yang mempunyai dinding teal karena membutuhkan panas yang tinggi.Pengelasan pipa 2G adalah pengelasan posisi horizontal. Kesulitan pengelasan posisi horizontal adalah adanya gaya gravitasi akibatnya cairan las akan selalu kebawah. Pengelasan arah naik kecepatannya lebih rendah dibandingkan pengelasan dengan arah turun. Posisi horizontal pipa (5G) Pada pengelasan posisi 5G dibagi menjadi 2. Panjang busur diusahakan sependek mungkin yaitu ½ kali diameter elektrode las. yaitu : 1. Bila terlalu panjang dapat mengakibatkan kurang baiknya mutu las. sehingga panas masukan tiap . yaitu pipa pada posisi tegak dan pengelasan dilakukan secara horizontal mengelilingi pipa.

Posisi sambungan ini termasuk posisi sambungan yang relative mudah. Pada sambungan ini terdapat diantara material pada posisi mendatar dan posisi tegak. Alasan penggunaan las turun lebih menguntungkan dikarenakan lebih cepat dan lebih ekonomis.30 ke jam 12.satuan luas lebih tinggi dibanding dengan pengelasan turun. Mulai pengelasan pada jam 5. Pengelasan posisi Fillet Pengelasan fillet juga disebut sambungan T. 2. Pengelasan turun Biasanya dilakukan pada pipa yang tipis dan pipa saluran minyak serta gas bumi. Posisi pengelasan 5G pipa diletakkan pada posisi horizontal tetap dan pengelasan dilakukan mengelilingi pipa tersebut. maka diperlukan las kancing (tack weld) pada posisi jam 5-8-11 dan 2. Supaya hasil pengelasan baik. gerakan ayunan tergantung pada kondisi atau kebiasaan operator las.joint pada posisi cairan las-lasan diberikan pada posisi menyudut.00 melalui jam 3. . Gerakan elektrode untuk posisi root pass (las akar) adalah berbentuk segitiga teratur dengan jarak busur ½ kali diameter elektrode. namun hal yang perlu diperhatikan pada sambungan ini adalah kemiringan elektroda.30 ke jam 12.00 melalui jam 6 dan kemudian dilanjutkan dengan posisi jam 5.

sepatu biasa yang tertutup seluruhnya dapat juga dipakai . Umumnya penggunaan kaca las adalah sebagai berikut: No.8. No. Sarung Tangan (Welding Gloves) Sarung tangan dibuat dari kulit atau asbes lunak untuk memudahkan memegang pemegang elektroda. Sinar Ias yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan mata langsung sampai jarak 16 meter. Apron Apron adalan alat pelindung badan dari percikan bunga api yang dibuat dari kulit atau dari asbes. 6. Perlengkapan Keselamatan Kerja Helm Las Helm Ias maupun tabir las digunakan untuk melindungi kulit muka dan mata dari sinar las (sinar ultra violet dan ultra merah) yang dapat merusak kulit maupun mata. 6 untuk pengelasan dari 30 sampai 75 amper. Bila tidak ada sepatu las. Ada beberapa jenis/bagian apron : apron lengan apron lengkap apron dada Sepatu Las Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga api. untuk pengelasan dari 200 sampai 400 amper. Ukuran kaca Ias yang dipakai tergantung pada pelaksanaan pengelasan. Untuk melindungi kaca penyaring ini biasanya pada bagian luar maupun dalam dilapisi dengan kaca putih. dipakai untuk Ias titik No. 6 dan 7 untuk pengelasan sampai 30 amper. Pada waktu mengelas harus selalu dipakai sepasang sarung tangan. 12. Oleh karena itu pada saat mengelas harus mengunakan helm/kedok las yang dapat menahan sinsar las dengan kaca las.Helm las ini dilengkapi dengan kaca khusus yang dapat mengurangi sinar ultra violet dan ultra merah tersebut. No. No. 10 untuk pengelasan dari 75 sampai 200 amper. 14 untuk pangelasan diatas 400 amper. No.

harus bersih dari bahanhn-bahan yanng mudah terbakar agar terhinddardari kemungkinaan ankanasgaterjadinya kebakaran oleh percik terak la dan bung api. Kamar las pentin agar orarngang yang adda disekitarn tidak tergnyaganggu oleh cahaya las.api.h Untuk meengeluarkan gas.ridg amar LasKa Kamar Ias dibbuat dari bahan tahan. ma gunakanngakanlah masker las. agar teerhindar dar asap dan debu las yang beracun. Meja las h. sebaikn kamar l dilengkaplaspinya dangan siistim ventila Didalam kamar las ditempatkaasi:msan meja Ias. Jak Lasket Jak pelindung badan+tanketgngan yang teb dari kulbuatlit/asbes .asker LasMa Jik tidak memkamungkinkan adanya kam las dan vmarventilasi yan baik..

dengan rumus C2H2. gas yang digunakan adalah campuran dari gas Oksigen (O2) dan gas lain sebagai gas bahan bakar (fuel gas). tapi dapat dikompresi menjadi cairan yang mudah dipindahkan dalam kontainer yang tidak mahal. Dalam proses las gas ini.B. dan memiliki rumus kimia C2H2 ). Bahan Bakar Gas Asetilin ( C2H2 ) Asetilena (Nama sistematis: etuna) adalah suatu hidrokarbon yang tergolong kepada alkuna. LAS GAS ( OKSI . Propana umumnya digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin. Gas ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan gas bahan bakar lain. Kelebihan yang dimiliki gas Asetilen antara lain. kedua karbon terikat melalui ikatan rangkap tiga. Hal ini menyebabkan keempat atom pada asetilena terletak pada satu garis lurus. Gas bahan bakar yang paling popular dan paling banyak digunakan dibengkel-bengkel adalah gas Asetilen ( dari kata “acetylene”. Umumnya tabung gas dibuat dari Baja. dengan sudut C-C-H sebesar 180°. Pengertian Las Oksi-Asetilin Las Oksi asetilin adalah pengelasan yang dilaksanakan dengan pencampuran 2 jenis gas sebagai pembentuk nyala api dan sebagai sumber panas. Peralatan Las Oksi Asetilin Tabung Gas Tabung gas berfungsi untuk menampung gas atau gas cair dalam kondisi bertekanan. Senyawa ini diturunkan dari produk petroleum lain pada pemrosesan minyak bumi atau gas alam. dan masing-masing atom karbon memiliki hibridisasi orbital sp untuk ikatan sigma. barbeque (pemanggang). baik bila dicampur dengan udara ataupun Oksigen. menghasilkan temperature nyala api lebih tinggi dari gas bahan bakar lainya. 2. dan di rumahrumah. karena hanya terdiri dari dua atom karbon dan dua atom hidrogen. Propan Propana adalah senyawa alkana tiga karbon (C3H8) yang berwujud gas dalam keadaan normal. Asetilena merupakan alkuna yang paling sederhana.ASETILIN ) 1. 3. Pada asetilena. tetapi sekarang ini .

selang dibedakan berdasarkan jenis gas yang dialirkan. katup pengaturan tekan kerja. alat pengukuran tekanan kerja dan katup pengatur keluar gas menuju selang. Bahkan jika tekanan dalam tabung menurun. sedangkan untuk tabung gas Asetilen. katup biasanya dibuat dari material Kuningan. Ukuran tabung ini dibuat berbeda karena disesuaikan dengan kapasitas daya tampung gas dan juga jenis gas yang ditampung. Selang gas Untuk mengalirkan gas yang keluar dari tabung menuju torch digunakan selang gas. Untuk membedakan tabung gas apakah didalamnya berisi gas Oksigen. dipasang pada katub tabung dengan tujuan untuk mengurangi atau menurunkan tekann hingga mencapai tekana kerja torch. katup ini terbuat dari material Baja. Dalam pemakaiannya. Regulator Regulator atau lebih tepat dikatakan Katup Penutun Tekan. Untuk memudahkan bagimana . Regulator ini juga berperan untuk mempertahankan besarnya tekanan kerja selama proses pengelasan atau pemotongan. Katup Tabung Sedang pengatur keluarnya gas dari dalam tabung maka digunakan katup. Pada tabung gas Oksigen. selang harus mampu menahan tekan kerja dan tidak mudah bocor. Asetilen atau gas lainya dapat dilihat dari kode warna yang ada pada tabung itu. katup pengaman. Katup ini ditempatkan tepat dibagian atas dari tabung. Tabung gas tersedia dalam bentuk beragam mulai berukuran kecil hingga besar.sudah banyak tabung-tabung gas yang terbuat dari paduan Alumunium. alat pengukuran tekanan tabung. Untuk memenuhi persyaratan keamanan. tekana kerja harus dipertahankan tetap oleh regulator. Pada regulator terdapat bagian-bagian seperti saluran masuk.

Dibedakan atas : • Torch nyala api tunggal • Torch nyala api jamak Menurut gas yang digunakan. Dibedakan atas : • Torch untuk gas asetilen • Torch untuk gas hydrogen. Torch ( Pembakar ) Gas yang dialirkan melalui selang selanjutnya diteruskan oleh torch. • Equal pressure torch (torch⎫ bertekanan sama) Pada torch ini. tekanan gas oksigen dan tekanan gas bahan bakar pada sisi saluran masuk sama besar. Berikut ini diperlihatkan table yang berisi informasi tentang perbedaan warna untuk membedakan jenis gas yang mengalir dalam selang.proses pencampuran kedua gas dalam ruang pencampur berlangsung dalam tekanan yang sama. Dibedakan atas : • Injector⎫ torch (tekanan rendah) Pada torch jenis ini. • Sebagai pembentuk nyala api diujung nosel. Dibedakan atas : . tercampur didalamnya dan akhirnya pada ujuang nosel terbentuk nyala api. Menurut ukuran dan berat. Dari keterangan diatas. Menurut aplikasi. dan lain-lain. tekanan gas bahan bakar selalu dibuat lebih rendah dari tekanan gas oksigen.membedakan selang Oksigen dan selang Asetilen mak cukup memperhatikan kode warna pada selang. Torch dapat dapat dibagi menjadi beberapa jenis menurut klasifikasi berikut ini : Menurut cara/jalannya gas masuk keruang pencampur. toch memiliki dua fungsi yaitu : • Sebagai pencampur gas oksigen dan gas bahan bakar. Dibedakan atas : • Toch normal • Torch ringan/kecil Menurut jumlah saluran nyala api.

Proses Pengelasan Oksi Acetilin Menentukan nyala api • Nyala api Karburasi Bila terlalu banyak perbandingan gas asetilen yang digunakan maka di antara kerucut dalam dan kerucut luar akan timbul kerucut nyala baru berwarna biru. berbagai jenis baja dan bermacammacam bahan pengerasan permukaan non-ferous.• Torch manual • Torch otomatik/semi otomatik Pematik api Las Alat yang berfungsi untuk menyalakan api las. Di antara kerucut yang menyala dan selubung luar akan terdapat kerucut antara yang berwarna keputihputihan. . yang panjangnya ditentukan oleh jumlah kelebihan asetilen. 4. Nyala ini banyak digunakan dalam pengelasan logam monel. Hal ini akan menyebabkan terjadinya karburisasi pada logam cair. nikel. Tip Cleaner Alat ini berfungsi untuk membersihkan lubang mulut pembakar.

Nyala ini akan menyebabkan terjadinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair. Teknik Pengelasan • Posisi pengelasan di bawah tangan Pengelasan di bawah tangan adalah proses pengelasan yang dilakukan di bawah tangan dan benda kerja terletak di atas bidang datar. sedangkan kawat pengisi dimiringkan pada sudut 10° di atas garis mendatar. Kedudukan ujung pembakar ke sudut sambungan dengan jarak 2 – 3 mm agar terjadi panas maksimal pada sambungan. • Nyala api oksidasi Bila gas oksigen lebih daripada yang dibutuhkan untuk menghasilkan nyala netral maka nyala api menjadi pendek dan warna kerucut dalam berubah menjadi ungu. Sudut ujung pembakar (brander) terletak diantara 60° dan kawat pengisi (filler rod) dimiringkan dengan sudut antara 30° .• Nyala api Netral Nyala ini terjadi bila perbandingan antara oksigen dan asetilen sekitar satu. nyala diarahkan ke tengah sambungan dan gerakannya adalah lurus. Kedudukan brander terhadap benda kerja menyudut 70° dan miring kira-kira 10° di bawah garis mendatar. untuk itu ayunan brander sebaiknya sekecil mungkin. . Nyala yang bersifat oksidasi ini harus digunakan dalam pengelasan fusion dari kuningan dan perunggu namun tidak dianjurkan untuk pengelasan lainnya. Nyala terdiri atas kerucut dalam yang berwarna putih bersinar dan kerucut luar yang berwarna biru bening. Oksigen yang diperlukan nyala ini berasal dari udara. Pada sambungan sudut luar. • Posisi pengelasan datar ( horizontal ) Pada posisi ini benda kerja berdiri tegak sedangkan pengelasan dilakukan dengan arah mendatar sehingga cairan las cenderung mengalir ke bawah. Suhu maksimum setinggi 3300 sampai 3500 oC tercapai pada ujung nyala kerucut.40° dengan benda kerja.

hanya logam p eng isi saja. Pengelasan dengan cara ini diperlukan untuk pengelasan baja yang tebalnya 4. Kawat pengisi ditempatkan antara nyala api dan tempat sambungan yang bersudut 45°-60° dan sudut brander sebesar 80°. • Operasi Branzing ( Flame Brazing ) Yang dimaksud dengan branzing disini ada lah proses penyambunngan tanpa mencairkan logaminduk yang disambung.5 mm ke atas.• Posisi pengelasan tegak ( vertical ) Pada pengelasan dengan posisi tegak. Proses penggergajian (sewing) dan menggunting (shearing) merupakan contoh dari proses pemotongan logam dan lembaran logam. Misalnya saja proses penyambungan pelat baja yang menggunakan kawat las dari kuningan. arah pengelasan berlangsung ke atas atau ke bawah. Proses . akan lebih mudah dilaksanakan daripada proses pengelasan. Cara ini banyak digunakan karena cara pengelasannya mudah dan tidak membutuhkan posisi yang sulit saat mengelas. Pada pengelasan posisi ini sudut brander dimiringkan 10° dari garis vertikal sedangkan kawat pengisi berada di belakangnya bersudut 45°60°. • Pengelasan arah ke kanan ( mundur ) Cara pengelasan ini adalah arahnya kebalikan daripada arah pengelasan ke kiri. dengan perbedaan titik car itu. • Posisi pengelasan di atas kepala ( Overhead ) Pengelasan dengan posisi ini adalah yang paling sulit dibandingkan dengan posisi lainnya dimana benda kerja berada di atas kepala dan pengelasan dilakukan dari bawahnya. Ingat bahwa titik cair Baja ( ± 1550 °C) lebih tinggi dari kuningan ( sekitar 1080°C). proses branzing. • Pengelasan arah ke kiri ( maju ) Cara pengelasan ini paling banyak digunakan dimana nyala api diarahkan ke kiri dengan membentuk sudut 60° dan kawat las 30° terhadap benda kerja sedangkan sudut melintangnya tegak lurus terhadap arah pengelasan. • Operasi Pemotongan Logam ( Flame Cut ) Kasus pemotongan logam sebenarnya dap at dilakukan dengan berbagai cara.

Retak/cacat tadi sebelum ditambal kembali dengan pengelasan. . dapat diatur pada torch yang memang dibuat untuk keperluan memotong. • Operasi Pelurusan ( Flame Straightening ) Operasi pelurusan dilaksanakan dengan memberikan panas pada komponen dengan bentuk pola pemanasan tertentu. Logam mengkerut pasa saat didinginkan. Daerah pemanasan tersebut menghasilkan pemuaian yang besar. Proses penggergajian dapat diterapkan pada pelat yang lebih tebal tetapi memerlukan waktu pemotongan yang lebih lama. • Operasi Perluasan ( Flame Gauging ) Operasi perluasan dan pencukilan ini biasanya diterapkan pada produk/komponen logam yang terdapat cacat/retak permukaannya. Pemberian gas Oksigen lebih. Daerah pemanasan terbesar. Logam cenderung memuai pada saat dipanaskan. terlebih dahulu dicukil atau diperluas untuk tujuan menghilangkan retak itu. Setelah retak dihilangkan barulah kemudian alur hasil pencungkilan tadi diisi kembali dengan logam las. Ilustrasi dibawah ini menunjukkan prinsip dasar pemuaian dan pengkerutan pada suatu logam batang. Batang lurus dipanaskan dengan pola pemanasan segitiga.menggunting hanya cocok diterapkan pada lembaran logam yang ketebalannya tipis. Untuk dapat memotong pelat tebal denngan waktu lebih singkat dari cara gergaji maka digunakan las gas ini dengan peralatan khusus misalnya mengganti torchnya ( dibengkel-bengkel menyebutnya brender ). Pemotongan pelat logam dengan nyala api ini dilakukan dengan memberikan suplai gas Oksigen berlebih.

• Cara penggunaannya sangat mudah. .Keuntungan mengelas Oksi Asetilin • peralatan relatif murah dan memerlukan pemeliharaan minimal/sedikit. • Mudah dibawa dan dapat digunakan di lapangan maupun di pabrik atau di bengkel-bengkel karena peralatannya kecil dan sederhana • Dengan teknik pengelasan yang tepat hampir semua jenis logam dapat dilas dan alat ini dapat digunakan untuk pemotongan maupun penyambungan. tidak memerlukan teknik-teknik pengelasan yang tinggi sehingga mudah untuk dipelajari.

Posisi pengelasan laslstrik. Saran Adapun saran-saran yang dapat diberikan kepada pembaca makalah ini sebagai berikut : Dalam pembuatan makalah diperlukan kerja keras dalam mencari berbagai referensi agar makalah yang dibuat lebih baik. tingkat kesususahan dalam pengelasan las listrik serta keselamatan kerja yang semestinya dilaksanakan dalam proses pengelasan las listrik. Pelajari makalah yang telah dibuat.BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Setelah penulis membaca dari semua referensi yang di dapatkan dan dari penyusunan makalah ini maka penulis dapat menyimpulkan bahwa : Pada akhirnya penulis mengetahui Pengertian las listrik. agar dapat menambah wawasan lagi . serta posisi pengelasan pada proses las gas. B. perlengkapan yang digunakan pada praktik las gas. jenis-jenis nyala api. Penulis akhirnya dapat mengetahui pengertian las gas. alat-alat yang digunakan pada proses pengelasan las listrik.

“Modern Welding Technology” Prentice Hall. USA. Jr.html http://..W.html . 1999.com/2009/06/.arcwelding&gasweldingblogspot.com/2009/06/.lab teknologi mekanik.com http://kamissore. USA.html Cary Howard B.com/2009/06/. 1994. Messler R.blogspot. New Jersey Q7632.html http://materi-kuliah. Inc.com/2009/06/kerja-las-listrik-dangas. “Principles of Welding” John Wiley & Sons. http://laslistrik.DAFTAR PUSTAKA www.blogspot.blogspot. Englewood Cliffs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful