SOSIOLOGI

Jilid 1
untuk

SMA/MA Kelas X
Suparto

Literatur Media Sukses
Jl. Madrasah No. 38, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Bab 2 Norma dan Nilai Sosial

i

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Sosiologi, ditulis oleh Suparto; Editor, Vera B. L. Sihotang, -- Jakarta: Literatur Media Sukses

Penulis
Suparto

Editor
Vera B. L. SihotangChristianiE

Sosiologi
Jilid 1
Untuk SMA/MA Kelas X Hak cipta 2006 pada Penulis Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses

Desain Sampul Andie Anakota Setting/Tata Letak Sri Sugiyarni Astuti Krisnawati

Cetakan Pertama, 2006

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur Media Sukses.

ii

Sosiologi SMA/MA Kelas X

ritik yang sering ditujukan kepada buku teks Sosiologi sebagai buku pelajaran antara lain cara pendekatan penyajian konsep materi yang kurang membumi terhadap realitas yang ada. Para pendidik sering mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. Para siswa berargumen bahwa ilmu-ilmu sosial menjenuhkan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat para siswa untuk menggeluti kajian-kajian ilmu sosial. Kondisi ini terbentuk dikarenakan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu-ilmu hafalan dan tidak kontekstual. Buku Sosiologi untuk SMA/MA ini disusun sebagai alternatif bagi para guru dan siswa Sekolah Menengah Atas bahwa belajar ilmu sosial tidak semata-mata hafalan. Esensi ilmu sosial justru terletak pada daya analisis dan metode yang dipakai dalam mengkaji suatu problem kemasyarakatan. Buku ini terdiri atas 3 jilid, yaitu jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, dan jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode Contextual-Teaching Learning. Diharapkan guru menjadi fasilitator dan terlibat intens dalam proses pembelajaran serta bersedia mengembangkan segala materi pokok dengan berbagai indikatornya dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan lingkungan belajar siswa. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Literatur Media Sukses yang telah menerbitkan naskah kami menjadi buku. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan kualitas buku ini.

K

Jakarta, Desember 2006

Penulis

Kata Pengantar

iii

102. 109 folkways 48. 8. j. 84. presiden. 15 10 F fakta 6. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. 62. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. 85. 2. 144. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. telepon. dan lain-lain. 80. internet. truk. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. pengadilan B. Di kalangan birokrat. 35. 112. 18. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. 40. 172 internal 170. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. 89. B. M Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 4 MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. 64. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. 32. 68. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! enurut kalian. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui bagianbagian yang terdapat dalam buku Sosiologi ini. 164. 42. 139. 27 November 2004 4. Pengantar Awal Bab Pada setiap awal bab terdapat fokus tentang materi-materi yang akan dibahas di bab tersebut. 114. kolusi.Sebelum memulai proses belajar mengajar. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. 110 asimilasi budaya 110 asosiasi 3. 1 NILAI DAN NORMA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Menjelaskan nilai dan norma. pengawasan sosial P 7. Fungsi dan peranan lembaga 2. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. 60. 53. nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. 2 Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. 168 I identifikasi 11. Uji Kompetensi Pada setiap akhir bab disediakan Uji Kompetensi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua materi dalam satu bab. misalnya kepolisian. Penyebab perilaku menyimpang 8 Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Tugas Perorangan Dalam setiap bab ada kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri. penghubung kerabat B. pengendalian sosial E norma sosial C. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. 166. 33. Dalam sosiologi. kontrol sosial D. iv Sosiologi SMA/MA Kelas X . 101. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. 17. 90 interview 5 8. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. Kegiatan operasional lembaga 3 5. C C l kh h 1. 65. 110 akulturasi budaya 110 angket 2. 148. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . Indeks merupakan daftar kata-kata penting disertai nomor halaman kemunculan. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. 125. a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. deviasi sosial 2. melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. 85. pengadilan. 113. nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang. Tugas dan kewenangan lembaga 3. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. 89 interaksi sosial 10. . 80. 82. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. 32. C. 109. radio. sosialisasi D. 73. 129 imitasi 60. edukasi E reproduksi C. kejaksaan. komputer. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. . Bahan Diskusi Kelompok Bahan ini disediakan melatih siswa mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain. 4. Oleh karena itu. A. 16. 89 ilmu pengetahuan 3. 10. Lembar Sosiologi Terapan Lembar sosiologi terapan ini merupakan latihan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu. 8. 73 asumsi 100 Auguste Comte 3. . televisi. 7. 82. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. 90. 25. Pertanyaan: 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Sebab. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. 64. 104. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. 59. 72. 15. . 45 – 48. 11. 83. Misalnya. Indeks 3. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 6. Sumber: Gatra. 26. 67 akulturasi 23. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. 20. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. 10. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Tugas Penelitian Tugas Penelitian merupakan tugas yang mendeskripsikan suatu permasalahan. 165. mesin tenun. Lembar Pro dan Kontra Lembar Pro dan Kontra disajikan sebagai sarana untuk melatih mengungkapkan pendapat atau debat pendapat antarsiswa yang dibimbing oleh guru. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. 125. 109 fenomena sosial 4. 65. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. A. Daftar Istilah Daftar Istilah disajikan di setiap bab yang merupakan kumpulan istilah-istilah yang dibahas di bab tersebut. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga 5 P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. 152. Akan tetapi. 147. 75. Membedakan nilai dan norma. dan nepotisme. . 32 asimilasi 23. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. Melalui metode komparasi inilah. Rangkuman Rangkuman mencakup ringaksan materi pada setiap bab yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di bab tersebut. 103 H hipotesa 10 angket applied science arbitration B BAP 167. 17. 8. 67. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi l l 9 A accomodation adat akulturasi akulturasi budaya : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak adat 25. – 66. 19. 70. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. 108. traktor pembajak. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. 124. 143. 106. Pada dasarnya. 37 fenomena alam 77. 23. . 6 MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI 7 Soal Objektif 1. mesin bubut. D atau E! 1. ada masa reformasi akhir-akhir ini. 177 akomodasi 66. 9.

....................... B......... BAB 3 INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL 60 61 64 69 Peta Konsep ............ Bentuk-bentuk Interaksi yang Mendorong Terciptanya Lembaga................................. E........................... A....... Rangkuman ...................................................................................................... Nilai Sosial ......................................... Nilai dan Norma Sosial ......... Norma Sosial ................................. iii iv BAB 1 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN 2 3 10 16 18 23 32 34 Peta Konsep .. Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode ....... Konsep-konsep Dasar Dalam Sosiologi ........................... C......................... A................ A........................................................................................................................................................................... Rangkuman ...... dan Organisasi Sosial ............................................................... D............. Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya ....................................................................................... BAB 2 NILAI DAN NORMA SOSIAL 40 41 41 45 53 54 Peta Konsep ....................... Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi ....................................... Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realita Sosial Budaya ................... Daftar Isi v ... B. Kelompok..................................................................................................... C........ Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial ........................Kata Pengantar ............................................................ Apakah Keunggulan Buku Ini? .................................................................................... C.............................................................................................................................................. Uji Kompetensi ..... Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial Di Lingkungan Setempat ................................................................................................................... Uji Kompetensi ..... B.................................................................................................

..................................... Daftar Istilah ....... BAB 6 ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT 160 161 161 165 168 173 175 179 185 187 Peta Konsep ........................................................ Rangkuman ............................................ Uji Kompetensi ......... D................ Rangkuman ....................... F............................ Indeks ....... Interaksi Sosial dan Keteraturan Sosial ................................................................. Daftar Pustaka ... B................................ C....... Rangkuman ............................... vi Sosiologi SMA/MA Kelas X ..............D Proses Pembentukan Lembaga.. Terjadinya Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna ........ Proses Sosialisasi ............................................... Penanggulangan Terhadap Perilaku Menyimpang .......................................................................... dan Organisasi Sosial ................ A........................ 96 97 108 114 122 127 128 BAB 5 PERILAKU MENYIMPANG 134 135 139 147 152 154 Peta Konsep ........................................................................................................................................................................................................... B........................... Cara-cara Pengendalian Sosial ...................... C....... Faktor-faktor Penyebab Perubahan dan Dinamika Sosial ........................................................................................................................... Akibat-akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial ..................... Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian ............................................ Perilaku Menyimpang .................. A.................................................................. Rangkuman .......................................................................................................................................................................... Uji Kompetensi ............................................................................................................................................. Uji Kompetensi ........... Uji Kompetensi .............. Peranan Nilai dan Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi .............................................. SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN 74 76 84 88 90 BAB 4 Peta Konsep .................................... E..................................................................................... Pentingnya Pengendalian Sosial ....................................... D........................................................ Kelompok.. C..................................................................................................... B. Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan ........................................................................................... A........................................................... Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial..........................

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI HUBUNGAN MASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode. kita perlu mempelajari sosiologi. Mengidentifikasi data tentang realita sosial masyarakat. sehingga kita dapat menjalankan misi pribadi kita masing-masing. Dalam melakukan hubunganhubungan sosial. karena sosiologi memberikan banyak wawasan dan kajian tentang hubungan masyarakat dan lingkungan. Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial. kita memerlukan banyak wawasan tentang bagaimana menjalani dan membina hubungan sosial dalam masyarakat. kita harus memahami tata cara dalam pergaulan agar kita dapat diterima sebagai warga masyarakat yang baik. Dengan demikian. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 1 . Penjabaran wawasan-wawasan tersebut dalam praktik kehidupan sehari-hari akan diuraikan pada bab berikut. Untuk mendapatkan jawabannya. Sumber: Koleksi editor T ahukah kalian mengapa sosiologi kita pelajari? Sebagai warga masyarakat. kita selalu terikat dengan orang lain untuk melakukan berbagai macam bentuk kerja sama di berbagai segi kehidupan.

Pengertian sosiologi Hakikat sosiologi Karakteristik Sosiologi Metode dalam sosiologi Ruang lingkup Observasi Angket Observasi partisipan Wawancara Tujuan pembentukan sosiologi SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Komparasi Histori Kepustakaan Dokumentasi Analisis media massa Konsep dasar dalam sosiologi Konsep-konsep tentang realitas sosial Hubungan antarberbagai konsep tentang realitas sosial 2 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

A. termasuk perubahan sosial. Dengan demikian. Pitirim A. sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi. 3. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian tentang perilaku sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat yang penjabarannya meliputi bentuk-bentuk penyesuaian perilaku terhadap norma dalam berbagai bentuk perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial. Metode dalam konteks pengetahuan adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sorokin Mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. lembaga-lembaga. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE 1. a. b. Auguste Comte Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial. maupun peradaban. sosiologi sebagai metode artinya sosiologi dapat dipergunakan sebagai salah satu cara atau perantara dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang ada di dalam masyarakat. Artinya. Cara-cara ini dikenal dengan metode. 2. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 3 . kalian perlu mengetahui pendapat dari tiga tokoh sosiologi berikut ini. Sebagai salah satu pegangan tentang pengertian sosiologi. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam sosial. misalnya gejala ekonomi dan agama. Pengertian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang relatif baru mungkin agak sulit untuk didefinisikan bagi kalian yang masih relatif baru mempelajari sosiologi. c. juga keluarga dan moral. Objek kajian sosiologi ini senantiasa bersifat aktual karena masyarakat terus-menerus mengalami proses sosial termasuk perubahan-perubahan dalam struktur dan pola interaksinya. Metode-Metode Sosiologi Untuk melakukan suatu aktivitas diperlukan cara-cara yang lebih ringkas dan efisien agar tujuan tercapai.

Sebagai contoh. Selain sosiologi. melalui sosiologi dan antropologi kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat disosialisasikan ke dalam setiap masyarakat yang bercorak kesukuan dengan metode dan pendekatan secara sosiologis dan antropologis. sejarah pertumbuhannya. ilmu lain yang juga mempelajari manusia adalah antropologi. Ini berarti.1 Bagan Peranan Metode Sosiologi dan Antropologi dalam Proses Pembangunan Bangsa. Sosiologi dan antropologi dapat pula berfungsi sebagai bejana yang menjadi sarana sosialisasi suatu program pemerintah di dalam masyarakat. metode antropologi juga berguna sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat. serta lenyapnya suatu masyarakat dan kebudayaannya.sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai objek kajian mengenai perilaku sosial serta budaya yang ada dalam satu masyarakat. 4 Sosiologi SMA/MA Kelas X . bentuk kebudayaan. dapat diperoleh melalui data-data yang terhimpun di dalam sosiologi dan antropologi. Dengan begitu. sosiologi dan antropologi menjadi kail untuk memperoleh data-data sosial budaya dari dalam masyarakat. Artinya. Sebaliknya. Perencanaan Pembangunan Kebijaksanaan Pembangunan Data Sosial dan Budaya Metode Sosiologi dan Antropologi Metode Sosiologi dan Antropologi Suku Bangsa A Suku Bangsa B Suku Bangsa C Bagan 1. sosiologi pun sedikit banyak memiliki data-data mengenai karakter sosial budaya dari tiap-tiap masyarakat yang berbeda-beda. Antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaannya di masa lampau dan masa sekarang. ketika pemerintah melalui kegiatan pembangunan ingin memperoleh data mengenai berbagai macam fenomena sosial budaya dari suatu masyarakat.

Metode-metode yang sering dipergunakan di dalam sosiologi dan antropologi antara lain: a.1 Wawancara merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data guna mendukung penelitian yang dilakukan. serta memiliki keterampilan untuk menggali alternatif-alternatif jawaban yang lebih dalam dan rinci dari responden. artinya seorang pewawancara harus benar-benar menguasai permasalahan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep dalam studi sosiologi dan antropologi dapat menjadi cara untuk memasukkan program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat. Metode ini mempunyai kelebihan bahwa data-data sosial budaya yang diinginkan dapat diperoleh secara luas dan dalam melalui pertanyaan secara lisan dari hati ke hati antara pewawancara dan responden. Metode Wawancara (Interview) Pada hakikatnya. jelaslah metode sosiologi dan antropologi sebagai suatu kesatuan dan dapat dipergunakan oleh pemerintah atau pun lembaga nonpemerintah yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat.Menurut bagan di atas. Sumber: Pilars. metode wawancara adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya. metode interview secara spesifik memerlukan seorang pewawancara yang mumpuni dan memenuhi kriteria sebagai berikut. Akan tetapi. Cakap. peneliti mewawancarai responden yang telah ditetapkan sebagai sampel untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian tersebut. 29 September – 05 Oktober 2003 Gambar 1. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 5 .

metode ini sangat gampang pelaksanaannya dan memerlukan biaya yang relatif sedikit sehingga hampir setiap orang dengan mudah dapat melakukannya. Tujuannya agar responden dapat secara bebas untuk menyampaikan alternatif jawabannya secara objektif kepada pewawancara. Dengan demikian. c. metode observasi langsung adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya memungkinkan peneliti dapat secara langsung mengamati kondisi objek yang diteliti. Dengan demikian. Sikap yang fleksibel membuat responden tidak merasa tertekan dalam menyampaikan jawaban-jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan. melainkan mengalami sendiri dalam setiap kegiatan. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada fakta yang ada.Ramah. tidak berubah-ubah oleh pengaruh-pengaruh ekonomis. Konsisten. Artinya. Dengan demikian. artinya seorang pewawancara harus menyenangkan. Penerapan metode ini memerlukan suatu keberanian 6 Sosiologi SMA/MA Kelas X . artinya seorang pewawancara harus luwes dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dari masing-masing pribadi responden. maka peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang disebut check list (daftar untuk mengecek apakah objek yang diamati memiliki kualifikasi sebagaimana yang ada di dalam daftar). Untuk memperoleh data yang akurat. data yang diperoleh akurat. data yang diperoleh objektif. Metode Observasi Langsung Metode observasi langsung sering disebut metode yang mudah dan murah. Metode Observasi Partisipan Metode observasi partisipan mempunyai potensi yang lebih untuk mendapatkan data yang sangat detail walaupun harus menanggung konsekuensi dan tantangan yang amat berat. Contoh: peneliti yang mengobservasi 5 ruangan kelas belajar dalam suatu lomba kebersihan. peneliti telah membuat check list yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut agar dapat memberi dasar penelitian yang tepat. atau kepentingan tertentu. artinya pewawancara harus dapat mencegah masuknya pendapatpendapat pribadi ke dalam penelitian dengan tetap menjaga objektifitas berdasarkan fakta yang benar-benar ada di lapangan. Objektif. Yang dimaksud dengan metode observasi partisipan adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial yang di dalam pelaksanaannya. dan berpenampilan baik. peneliti akan memperoleh data sosial budaya secara detail karena tidak sekadar melihat dan bertanya. Pada hakikatnya. peneliti hidup bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif panjang. politik. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip keilmuan. Fleksibel. ideologis. b. tidak menakutkan.

peneliti menyampaikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut. artinya memiliki basis kependidikan yang cukup. dan detail sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. d. Keadaan seperti ini akan membuat penelitian menjadi fatal. padat. peneliti mengirim daftar pertanyaan kepada seratus ribu responden yang alamatnya telah diketahui sebelumnya dan memberikan perangko pengiriman kembali jawabanjawaban angket kepada penelitinya. Metode angket adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial di mana dalam pelaksanaannya. Misalnya. Dalam hal ini.000 responden telah mengirim kembali angket tersebut ke alamat yang telah ditentukan dengan perangko pengiriman yang ada di dalam amplop daftar pertanyaan tersebut. Koresponden harus terlebih dahulu mengetahui identitas dari responden yang akan ditetapkan sebagai subjek penelitiannya. Pieter Carlos dapat memotret macam-macam kegiatan. seorang peneliti dapat memperoleh data dalam jumlah yang amat sangat besar. mengikuti semua aktivitas. Dalam jangka yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 hari). lengkap. bahkan nyawa. maka metode angket sangat tepat untuk digunakan. Metode Angket Apabila penelitian mempunyai jangkauan responden yang amat besar dan respondennya berupa masyarakat-masyarakat yang relatif maju. diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut. Sambil menjalani aktivitas hariannya. Tetapi metode ini akan gagal total apabila respondennya adalah masyarakat primitif atau masyarakat pedesaan yang basis pendidikannya relatif rendah. 100. seorang peneliti dari Jerman bernama Pieter Carlos meneliti kehidupan sosial budaya suku Asmat dan suku Dani di pedalaman Papua. karena penuh tantangan yang terkadang akan membawa ongkos pemikiran. Satu hal yang merupakan kelebihan dari metode ini adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat. tenaga. Agar data sosial budaya yang terhimpun melalui metode angket ini tetap memiliki objektifitas yang tinggi. Hal ini sangat penting agar proses Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 7 . bahkan mengikuti setiap perilaku sosial harian yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dan Dani. Jawaban yang disampaikan pun merupakan jawaban-jawaban yang memiliki tingkat akurasi yang rendah. mereka pun memiliki kesadaran ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket tersebut. Pieter Carlos datang sendiri ke lokasi dan selama enam tahun dia hidup bersama-sama dan menyatu dengan masyarakat Asmat dan masyarakat Dani. Dengan demikian. dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami. Respondennya harus merupakan masyarakat yang cakap. peneliti akan dapat menghimpun data sosial budaya dengan tepat. Pertanyaan harus singkat.dan pengorbanan dari peneliti itu sendiri. Akan tetapi hasilnya.

Metode komparasi bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari dua hal. Dalam pelaksanaannya. yaitu dengan membandingkan dua hal yang sama dengan lokasi atau waktu yang berbeda. maka seorang peneliti lebih tepat menggunakan metode pengukuran langsung. yaitu dengan mengungkap dan menghimpun keterangan-keterangan. Metode Komparasi Untuk mendapatkan data tentang perbedaan atau persamaan dari dua fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat. Yang dimaksud dengan metode komparasi adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial. Yang menjadi masalah adalah kepandaian peneliti untuk mencari buku-buku yang relevan yang dapat dipakai sebagai sumber data dalam penelitian. e. seorang peneliti dapat menggunakan metode komparasi.pengiriman angket dapat dilakukan secara benar dan serentak dalam waktu yang relatif singkat. Kelebihan metode ini adalah memperoleh banyak sumber tanpa mengalami banyak biaya. serta benda-benda peninggalan yang akan dipergunakan sebagai sumber data dalam penelitian. Dengan demikian. tenaga. dan waktu. Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode yang penelitiannya lebih banyak memerlukan data-data dokumenter atau pendapat-pendapat dari para ahli tentang suatu fenomena sosial tertentu dalam masyarakat. menghitung orang. Metode komparasi digunakan oleh peneliti apabila bentuk penelitiannya mengandung kepentingan untuk membandingkan sesuatu yang sama dengan tempat dan kurun waktu yang berbeda. peneliti akan memperoleh persamaan dan perbedaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menganalisis dan mengkorelasikan fakta atau kejadian secara ilmiah sesuai dengan kepentingan penelitian. Misalnya. g. mengukur 8 Sosiologi SMA/MA Kelas X . metode ini memerlukan suatu ketekunan dan ketelitian. Metode Penelusuran Sejarah (History) Metode history atau metode penelusuran sejarah merupakan metode pengumpulan data dengan cara menelusuri sejarah melalui dokumen-dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sumber keterangan mengenai berbagai macam kejadian di masa lampau. Cara pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data atau keterangan-keterangan yang ada di dalam literatur yang ada di perpustakaan. h. Pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan cara menghitung atau mengukur sendiri data-data yang diperlukan dalam penelitian. Metode Pengukuran Langsung Penelitian kuantitatif dilakukan dengan perhitungan angka-angka. Metode ini sangat objektif karena data-data yang diperoleh merupakan data primer. f.

tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. seorang peneliti dapat menggunakan metode dokumenter. Yang terpenting adalah bahwa pengambilan dokumen harus sesuai dengan data yang diperlukan dan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. Lalu. menghitung jumlah ternak. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 . Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. dokumen kejadian hukum. Melalui metode ini. tekanan. Data yang diperoleh melalui metode ini merupakan data sekunder. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. Oleh karena itu. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. kelembaban. Para kolektor tersebut adalah kepala desa. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. menghitung suhu udara. dan lain-lain. i. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. termasuk Badan Pusat Statistik. Pada hakikatnya. atau badan-badan informasi. dan lain-lain. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan mengambil dari dokumen-dokumen yang dihimpun oleh kolektor dinamakan metode dokumenter. dokumen kepegawaian. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. pimpinan instansi. bangunan.panjang dan lebar tanah. seorang peneliti akan mengeluarkan banyak pengorbanan yang terkadang penuh dengan resiko. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. sumber penelitian dapat berupa data-data yang diambil dari arsip-arsip atau dokumen yang dihimpun oleh kolektor. mengukur kedalaman air. Metode Dokumenter Apabila suatu penelitian lebih banyak memerlukan data-data pendukung yang berupa dokumen-dokumen seperti dokumen pemasaran. j. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. Pertanyaan: 1. Melalui metode komparasi inilah.

B. Masyarakat Istilah masyarakat dalam bahasa sehari-hari sering kita artikan sebagai himpunan orang-orang dalam satuan wilayah tertentu. latar belakang sosial ekonomi. perilaku menyimpang. Pada hakikatnya. perubahan sosial. Adanya individu-individu yang cenderung bersifat heterogen dalam berbagai hal seperti usia. unsur-unsur pokok masyarakat meliputi hal-hal berikut.2. dan masih banyak lagi. Sebutkan kelemahan-kelemahan dari metode komparasi! 3. dan lain-lain. pengendalian sosial. norma dan nilai. Jelaslah bahwa setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma tertentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. jenis kelamin. a. Adapun konsep-konsep yang mendasar dalam sosiologi dan antropologi antara lain sebagai berikut. sedangkan antropologi lebih terfokus pada konsep keanekaragaman makhluk dan budaya manusia. Untuk mengkaji lebih jauh mengenai materi-materi yang menjadi substansi dalam kajian sosiologi dan antropologi. latar belakang pendidikan. Sosiologi dan antropologi merupakan himpunan pengetahuanpengetahuan mengenai perilaku sosial serta mengenai keanekaragaman makhluk manusia dan budayanya. kebutuhan hidup manusia. akan dijabarkan melalui konsep-konsep tentang realitas sosial budaya serta korelasinya satu dengan yang lain pada uraian berikut ini. kepribadian. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi dan antropologi mempunyai kekhususan yang berbeda antara lain sosiologi lebih menekankan pada konsep perilaku sosial. interaksi sosial. 1. Menurutmu hal-hal apa saja yang dapat dibandingkan dari kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu? Ilmu pengetahuan merupakan himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis. KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI Pengertian dari konsep-konsep dasar adalah konsep-konsep pokok yang akan menjadi bahan kajian di dalam sosiologi maupun dalam antropologi. Jadi. Apa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode komparasi? 4. yang dimaksud dengan masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. 10 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Konsep-konsep dasar itu meliputi tentang masyarakat. kebudayaan.

Komponen-komponen itu adalah rangsangan. suatu kontak sosial sesungguhnya telah terjadi. baik dari pihak pertama maupun dari pihak kedua dalam suatu interaksi sosial. suara. antara individu dan kelompok individu. dan lain-lain. Dalam suatu interaksi sosial. b. yaitu suatu aktivitas yang muncul karena adanya stimulan. Wilayah ini dapat berupa areal yang sempit maupun dalam satuan areal yang amat sangat luas. dan berbagai macam pendapat atau ucapan. Adanya daerah atau areal dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama. dan aktivitas reaksi. sosial budaya. Dalam arti lain. Dalam arti luas. dan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 11 . Adanya sistem norma tertentu yang berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. ekonomi. terdapat 4 subkomponen yang dapat mendukung terwujudnya suatu interaksi sosial. Rangsangan (stimulan). baik stimulan yang pasif maupun stimulan yang aktif. identifikasi. Interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai suatu masyarakat dengan ketentuan ”di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. sugesti. empati. yaitu aktivitas permulaan yang menjadi penyebab munculnya interaksi sosial. Dengan adanya stimulan dan respon. penampilan. aktivitas aksi. Untuk kontak selanjutnya akan berbentuk aksi dan reaksi. Stimulan ini dapat berupa perilaku. politik. yaitu suatu aktivitas yang mendorong pada seseorang untuk memberikan respon atau tanggapan. seluruh masyarakat di dunia ini merupakan suatu masyarakat dengan tata pergaulan yang amat sangat kompleks dan tidak pernah berhenti dalam berbagai aktivitas.Adanya hubungan timbal balik yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat tanpa henti-hentinya dan meliputi berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang ideologi. Ini terjadi karena setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda walaupun secara universal tata nilai ini hampir sama. dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dan kelompok individu yang lain. interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dan individu. interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. Tanggapan (respon). Aktivitas ini akan mengakibatkan adanya tanggapan dari pihak yang lain. di mana suatu perbuatan dilakukan hendaknya berpedoman pada sistem tata nilai yang ada di tempat itu. Aktivitas aksi. tanggapan. Aksi ini dapat dipengaruhi oleh banyak dorongan seperti simpati. Interaksi Sosial Di satu sisi.” Artinya. Norma-norma sosial ini bersumber dari sistem tata nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut.

Aktivitas reaksi. Kebutuhan mendasar ini meliputi kebutuhan makan. Sosialisasi Pada hakikatnya. Melalui proses sosialisasi. Kebutuhan ini muncul 12 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan normanorma yang akan membekali individu tersebut dalam proses pergaulan. Coba praktikkan di depan kelas bersama teman sebangkumu bagaimana kalian berinteraksi! Di dalam interaksi tersebut. Kebutuhan ini merupakan suatu perwujudan dari manusia sebagai makhluk hidup. Proses sosialisasi bagi seorang individu berlangsung sejak lahir hingga sepanjang hayatnya. sebagai makhluk sosial. kalian tunjukkan adanya proses sosialisasi. sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. seorang individu dapat berhasil dalam setiap usahanya di tengah-tengah masyarakat sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya pada masyarakat tersebut. seorang individu akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan. Berikan 3 contoh konsep dasar dalam sosiologi dan 3 konsep dasar dalam antropologi! 3. dan kebutuhan perumahan. (1) Kebutuhan mendasar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi. nilai-nilai. Kebutuhan hidup ini terdiri atas tiga macam. Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi? 2. d. c. Proses sosialisasi ini merupakan proses belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian. 1. yaitu sebagai berikut. minum. yaitu suatu aktivitas tanggapan yang muncul setelah adanya aksi dari pihak pertama. dan sebagai makhluk yang memiliki akal budi. Reaksi ini merupakan umpan balik atas perilaku-perilaku yang dilakukan oleh pihak pertama. Kebutuhan Hidup Kebutuhan hidup adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan serta mengembangkan kehidupannya. Sebutkan unsur-unsur dalam masyarakat! 4. maka orang akan mati.

perilaku menyimpang merupakan bentuk-bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. dan lain-lain. prakarsa. dan lain-lain. dan lain sebagainya untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. kebutuhan pendidikan. (2) Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku-perilaku yang menyimpang. keimanan dan ketakwaan. kebutuhan untuk menjalankan kepentingan bersama. Kepribadian Setiap manusia mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang tidak akan sama antara manusia yang satu dan manusia yang lain. Kepribadian ini merupakan gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari. minum. Apabila dalam masyarakat terjadi resesi dan depresi ekonomi. e. Kebutuhan sosial mencakup kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. kegemaran. maka manusia perlu makan. Agar tetap hidup. yaitu sebagai berikut. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). maka yang terjadi adalah benturan kepentingan antarindividu. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal antara lain sebagai berikut. pakaian. lapisan masyarakat bawah akan kesulitan melakukan pemenuhan kebutuhan pokoknya. istirahat. f. dan lain-lain.sebagai hakikat manusia sebagai makhluk hidup. Perilaku menyimpang dapat bersumber dari banyak hal. Akibatnya perilaku warga masyarakat Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 13 . tanggung jawab. Pada hakikatnya. tutur kata. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. (3) Kebutuhan integratif adalah kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. Perilaku Menyimpang Setiap orang mempunyai ego masing-masing. sikap atau perilaku. Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa. persepsi. perumahan. Padahal kebutuhan ini harus dipenuhi dan kalau tidak maka mereka akan mati. Adanya resesi dan depresi ekonomi. perangai. Manakala ego setiap orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum.

Terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam keadaan yang aman. Pengendalian sosial bersifat preventif bertujuan untuk menghindari penyimpangan sedini mungkin. guru kepada muridnya. Cara mengatasinya melalui peran pendidikan. maupun pemerintah kepada aparatur negaranya. g. dan personil-personil penegak hukum. Misalnya. atau mungkin karena kualitas moral dari aparat para dan karena kurangnya personil. yaitu compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian). lembaga atau institusi. Pengendalian sosial ada yang bersifat preventif. Hal ini dapat terjadi karena norma yang ada tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan sekarang. represif. serta peralatan yang diperlukan oleh aparat penegak hukum. Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. sedangkan pengendalian sosial bersifat represif bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti semula. Berbeda dengan cara compulsion 14 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Gabungan dari keduanya dilaksanakan sebelum dan sesudah penyimpangan itu terjadi. Adanya peperangan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang memburuk. Pengendalian Sosial Semua usaha yang dilakukan oleh warga masyarakat agar warganya dapat berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dinamakan pengendalian sosial. Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui dua teknik. maupun gabungan dari keduanya. Dalam pelaksanaan pengendalian sosial diperlukan banyak hal antara lain norma. baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. Secara umum. perilaku menyimpang dapat terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau adanya proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang memang menyimpang. Jika terjadi peperangan atau suasana kamtibmas yang memburuk. Compulsion merupakan teknik pengendalian sosial yang diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah sikapnya yang menyimpang dan secara tidak lansung kembali patuh pada nilai dan norma. kini makin banyak keluarga yang tidak memiliki eksistensi untuk menjalankan fungsinya. Apabila pelaksanaan pengendalian sosial telah direalisasikan oleh akumulasi dari norma.lapisan bawah seringkali menjadi tidak sesuai dengan norma-norma yang ada sehingga terjadi perilaku yang menyimpang. Lemahnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan penegakan hukum. orang terdorong untuk melakukan penjarahan terhadap harta benda milik orang lain. lembaga dan personil penegak hukum. munculah perangkat untuk menciptakan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya bentukbentuk pelanggaran yang dilakukan oleh warga masyarakat.

Auguste Comte memberikan nama pada ilmu pengetahuan tentang masyarakat dengan istilah Sosiologi. Dalam sejarah perkembangan sosiologi. h. seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis pada abad ke-19.bolender. Kata sosiologi pada mulanya digunakan untuk menyebut studi tentang kemasyarakatan. Auguste Comte kita kenal sebagai Bapak Sosiologi. Ia mengatakan bahwa penelitian-penelitian tentang masyarakat telah sampai pada titik yang menggembirakan untuk memasuki perkembangan yang mengarah pada terbentuknya ilmu pengetahuan yang mempunyai objek mengenai masyarakat. yaitu tepatnya Sumber: www. Satu diantaranya adalah Auguste Comte. Dengan demikian. Hal ini terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang ada dengan unsurunsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal. Perubahan Sosial Budaya Makna dari perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya termasuk corak kebudayaannya. cara pervasion dilakukan dengan menyampaikan norma dan nilai secara berulang-ulang.com pada tahun 1839. Istilah sosiologi diambilnya dari kata socius bahasa Latin yang berarti kawan dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 15 . Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. terdapat banyak tokoh yang mempunyai andil besar.yang dilakukan lewat paksaan.

Kemiskinan dapat disebabkan oleh kebodohan. Yang dimaksud di sini adalah perubahan susunan orang-orang dalam masyarakat beserta dengan pola aktivitasnya dan hasil-hasil aktivitas tersebut dalam bentuk artefak. dan tanah longsor. musim. misalnya perubahan jumlah penduduk. sikap malas. banjir. 3. Walaupun nilai mempunyai kecenderungan yang tetap. dan lain-lain. Jika nilai-nilai berubah. Perubahan struktur sosial dan budaya. resesi dan depresi. perubahan tingkat kepadatan. dan hasil-hasil perbuatan seperti benda-benda konkret. keadaan alam yang gersang dan letaknya yang terpencil. perubahan tingkat kelahiran. misalnya perubahan siang dan malam. Hal ini juga dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. nilai-nilai sosial itu dapat bergeser dan bahkan berubah untuk menyesuaikan keadaan dalam masyarakat. Kebodohan dapat terjadi juga oleh faktor penjajahan. Dengan berubahnya struktur sosial. peperangan. dan lain-lain. kondisi alam yang gersang. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan di mana terdapat jurang perbedaan yang sangat jauh antara golongan masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin. Kemiskinan Kemiskinan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat yang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perekonomian orang-orang di sekitarnya. Hal ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan pola aktivitas bagi manusia dalam masyarakat. Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang akan diperangi oleh semua bangsa melalui proses pembangunan dan modernisasi. perubahan komposisi penduduk. penjajahan. Perubahan situasi kependudukan. peperangan. perubahan waktu. Kebodohan Kebodohan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu yang secara intelektual tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan intelektual masyarakat. kebijakan. dan lain-lain. termasuk perubahan-perubahan alam yang bersifat temporer seperti gempa bumi. perubahan iklim. KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA 1. 16 Sosiologi SMA/MA Kelas X . perubahan tingkat kematian.Perubahan situasi alam. sikap malas. C. kemiskinan. tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. Perubahan nilai dan sikap. maka akan mengakibatkan sikap dan perilaku orang juga mengalami perubahan-perubahan. 2. seringkali merubah struktur budaya yang berupa pola aktivitas.

Akibatnya muncul kerusakan-kerusakan yang bersumber dari rendahnya peradaban masyarakat pemakai yang tidak sesuai dengan peradaban masyarakat pembuatnya. dan sebagainya). 4. Menimbulkan sikap penindasan Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin sering kali menimbulkan kecenderungan dari golongan kaya untuk mengabaikan atau meremehkan golongan miskin.Kesenjangan sosial memang merupakan suatu fenomena sosial yang tidak dapat diingkari. indikator bahan bakar. Misalnya. namun tidak dapat menggunakan indikator-indikator yang ada pada kendaraan bermotor (indikator oli habis. merawat mesin. Secara sosiologis. Selanjutnya. kecemburuan sosial merupakan sikap iri dan sinis terhadap pihak lain. Adapun dampak negatif dari kesenjangan sosial itu sendiri dapat terlihat dari hal-hal di bawah ini. a. Tetapi di sisi lain. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 17 . hal tersebut pasti terjadi pada setiap masyarakat. Masalah timbul ketika di antara mereka mampu membeli sepeda motor. Misalnya. penggunaan spion. b. kesenjangan sosial sedapat mungkin harus dicegah karena mempunyai dampak negatif yang kurang menguntungkan situasi dalam masyarakat itu sendiri. Artinya. Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kesenjangan kebudayaan adalah suatu perbedaan perkembangan budaya antara subkebudayaan yang satu dan subkebudayaan yang lain. keadaan ini juga tidak menguntungkan karena dapat menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. antara subkebudayaan material dan subkebudayaan spiritual. Kesenjangan kebudayaan dapat berupa kesenjangan perkembangan budaya di lingkungan budaya produsen dan lingkungan budaya konsumen. Hal ini bahkan dapat diikuti dengan kecenderungan untuk menindas atau memperlakukan seseorang dengan tidak wajar. kecemburuan sosial dari golongan ekonomi bawah terhadap golongan ekonomi atas sebagai akibat adanya perbedaan kekayaan dan pendapatan yang sangat mencolok. Sebagai contoh pada masyarakat-masyarakat primitif yang belum memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sepeda motor. Menimbulkan kecemburuan sosial Pada hakikatnya. kecemburuan sosial ini akan membentuk jurang pemisah (gap) dan seringkali menjadi sumber konflik yang berakibat pada pertikaian golongan ekonomi lemah dan golongan ekonomi kaya. Contoh nyata berkaitan dengan asal-usul manusia yang menurut versi kitab suci berbeda dengan ilmu pengetahuan (antropologi fisik).

artinya kedudukan itu diperoleh bukan karena kelahiran atau keturunan. Assigned status adalah status yang lebih tinggi yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang karena dianggap telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat. Dalam hubunganhubungan tersebut. secara langsung juga dapat dijumpai pada masyarakat biasa. b. yaitu masyarakat terbuka yang tidak dikuasai golongan apapun dan tidak tergantung pada perbedaan rasial. D. Misalnya. HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitas masyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial. Setiap individu seringkali memiliki status sosial lebih dari satu. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usahausaha yang disengaja. yaitu karena keturunan atau kelahiran.5. laki-lakilah yang akan selalu menjadi kepala rumah tangga walaupun bukan lahir dari keturunan bangsawan. c. sedangkan peran sosial adalah aktivitas yang diharapkan berdasarkan status tersebut. Kita mengenal tiga macam status. baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen sosial 18 Sosiologi SMA/MA Kelas X . ia memiliki peran yang bermacammacam yang dapat mengakibatkan konflik peran (conflict of rule) dan konflik status (conflict of status). yaitu berasarkan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan rambut. a. Contoh status semacam ini dapat dijumpai dalam kesultanan di Yogyakarta. Misalnya. dalam setiap keluarga. atau apa saja yang mendapat penghormatan lebih tinggi di masyarakat. hakim. Kedudukan semacam ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang susunannya dikuasai oleh kaum bangsawan (feodal) atau dalam masyarakat yang terbagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan rasial. Ascribed status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. dan achieved status. anak seorang petani karena bersekolah sampai ke perguruan tinggi berhasil menjadi dokter. terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya proses sosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat. Yang pasti lain kedudukan. yaitu assigned status. lain pula peranan yang diharapkan dari masing-masing status tersebut. Dengan demikian. Status sosial seperti ini misalnya berupa kenaikan pangkat. ascribed status. Kedudukan sosial (status sosial) adalah posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. penganugerahan gelar. Kedudukan dan Peran Setiap orang mempunyai kedudukan sosial dan sekaligus menuntut adanya peran sosial berdasarkan kedudukan itu. atau jabatan kehormatan.

budaya. orang ini akan tertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain. kemiskinan menyebabkan kebodohan. Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upayaupaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Artinya. dan mengkoordinasikan pemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa). Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya. Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerak dan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain. selanjutnya kebodohan kembali menyebabkan kembali kemiskinan. memberikan bantuan modal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah. Kemiskinan merupakan suatu keadaan seseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Salah satu akibat dari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. meningkatkan mutu pendidikan. melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa kebutuhan makan dan minum. 1.2 Golongan pekerja buruh yang bekerja di berbagai sektor kehidupan termasuk kelompok miskin. Sementara dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 19 . Mei 2004 Gambar 1. memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah. memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa. Sumber: Trubus. Akibatnya. Kemiskinan dan Kebodohan Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitan timbal balik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosial antara lain sebagai berikut. Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannya dalam tata pergaulan masyarakat tersebut. pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemari oleh masyarakat. serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya. Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis.2. seorang individu akan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. Sosialisasi dan Kepribadian Melalui proses sosialiasi. 20 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Melalui proses sosialisasi. sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin. Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidup seorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism). pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memiliki produktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut. pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu). Setiap orang mempunyai lebih dari satu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda. Hal ini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebih tinggi. Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentuk kepribadian seseorang. Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikir irasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern. yaitu yang kaya makin kaya. Akibatnya yang terjadi di dalam masyarakat adalah kesenjangan makin tinggi. seorang individu akan mengetahui banyak hal yang ada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut. Proses modernisasi dapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui kedudukan inilah. 4. Kedudukan dan Peran Sosial Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. 3. seorang individu akan mendapatkan banyak hal antara lain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalam masyarakat.

Dalam menjalankan kedudukannya. Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antar Warga Masyarakat Masyarakat Sistem Kebudayaan Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan 1. kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan. 6. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal. seseorang harus berlandaskan pada nilainilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. hal tersebut dapat menaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing). Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguh merupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain. Selanjutnya. diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 21 . Melalui proses pergaulan hidup inilah.2 Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatu sistem. Selanjutnya. Masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik. maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking). Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat. kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengembangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu. Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkan kedudukan yang diembannya. Proses ini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru. 5. masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnya akan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup.

7. Dengan pengendalian sosial yang efektif. Selanjutnya. tercipta suatu tertib sosial di dalam masyarakat. diskusikan dengan teman-temanmu. pengendalian sosial yang dilakukan pun menjadi berkurang. Sebaliknya. orang-orang yang berkompeten dalam masyarakat tersebut mulai mencari solusi sosial untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. dan personil-personil pelaksana ketertiban sosial. lembaga sosial sebagai wadah. Nilai. Demikianlah terjadi suatu korelasi sebab akibat antara perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam suatu masyarakat. kapasitas dan intensitas pengendalian sosial harus ditingkatkan sehingga semua penyimpangan akan dapat dikurangi dan tidak mengganggu sistem ketertiban dalam masyarakat. dengan menurunnya perilaku menyimpang. bentuk kehidupan tidak lagi kooperatif. Dengan pranata sosial yang efektif. pada masyarakat modern. Oleh sebab itu. Nilai dan norma mempunyai korelasi untuk membentuk dan mewujudkan pranata sosial yang efektif. Selanjutnya. tetapi masing-masing mempunyai kekhususan dalam objek kajiannya. pengendalian sosial lebih mudah dilaksanakan karena warganya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan belum tercemar oleh motifmotif politik. Pada masyarakat primitif. Keadaan inilah yang akan menyuburkan lahirnya nilai-nilai baru yang akan mendorong pengadaan norma-norma sebagai aplikasinya. Materi-materi pelajaran sosiologi dan antropologi memang banyak persamaannya.ekonomi. melainkan sangat kompetitif sehingga perilaku menyimpang relatif lebih banyak terjadi. dan Pranata Sosial Setiap masyarakat menginginkan adanya keteraturan sosial. Pranata sosial terdiri atas norma dan nilai sebagai pedoman. ekonomi. Norma. atau pun pengaruh media massa sehingga pengendalian sosial dapat dilakukan secara tradisional dan sederhana. Untuk menciptakan kondisi seperti ini. Dengan demikian. apa perbedaan yang mencolok dari kajian sosiologi dan antropologi? 22 Sosiologi SMA/MA Kelas X . tingkat perilaku menyimpang akan mengalami penurunan. Adanya perilaku menyimpang mengakibatkan keseimbangan dalam masyarakat terancam. diperlukan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang disebut pranata sosial. Usaha inilah yang dinamakan pengendalian sosial.

Keadaan ini telah mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. akulturasi kebudayaan. Letak Indonesia berada pada persilangan tansportasi laut kawasan dunia yang sangat ramai. Penyebabnya. DATA SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS TENTANG FENOMENA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SETEMPAT Wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau besar dan kecil.E. Masyarakat Indonesia dikenal pula sebagai masyarakat sedang berkembang yang mengalami proses perubahan struktur dari masyarakat tradisional yang agraris menuju masyarakat industri yang modern. Proses perubahan ini memunculkan banyak fenomena. Menjadi objek penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang sangat berharga. baik yang positif maupun yang negatif. meningkatnya kriminalitas. Namun di sisi yang lain. pemakaian obat-obat terlarang. bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural sangat rawan terhadap konflik dan penuh dengan perubahan-perubahan yang terkadang sangat merugikan bagi perkembangan suatu bangsa. Fenomenafenomena ini menjamur terjadi dalam masyarakat hampir di seluruh wilayah tanah air. Berikut ini adalah fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang sekaligus merupakan data-data sosiologis dan antropologis yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa. Banyak memiliki kekayaan budaya yang unik yang jarang dijumpai pada bangsa lain. maupun antaragama). Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural memiliki lebih banyak fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dikaji. antarsuku. 1. bentuk kehidupan yang semakin kompetitif sehingga banyak orang melakukan jalan pintas dengan mengabaikan prinsip-prinsip Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 23 . toleransi sosial) dan fenomena-fenomena lain yang negatif (konflik horizontal antarras. antara lain sebagai berikut. Fenomenafenomena sosial ini merupakan bentuk-bentuk kenisbian dari tata pergaulan masyarakat yang majemuk (misalnya asimilasi kebudayaan. meningkatnya kemiskinan. Menjadi pesona yang tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan. kesenjangan sosial. Misalnya. sampai munculnya gaya-gaya hidup eksekutif yang mewah. perkawinan campur. Demoralisasi Demoralisasi merupakan suatu keadaan ketika kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. Kondisi ini di satu pihak mendatangkan keuntungan. Fenomena-fenomena ini sangat sensitif terjadi dalam masyarakat sebagai perwujudan dari masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural.

rakyat Papua. Merebaknya isu terorisme yang mengancam keselamatan orang. dan pembunuhan. konflik antara etnis Thionghoa dan masyarakat pribumi. baik di tempattempat umum maupun di tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Jakarta. Makasar. Meningkatnya unjuk rasa/demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhankerusuhan yang bersifat anarkis seperti pembakaran rumah. Konflik horizontal seperti konflik antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura.3 Aparat keamanan yang tangguh diperlukan untuk memelihara stabilitas negara dari berbagai ancaman kerusuhan yang merusak keharmonisan bermasyarakat. Poso Sulawesi. pemerkosaan. gejala demoralisasi melanda Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut. perampokan. dan penjarahan-penjarahan.moral termasuk nilai-nilai keagamaan. Oktober 2003 Gambar 1. Sebagai indikasi. dan Bali. Medan. Meningkatnya konflik sosial vertikal maupun horizontal. Sumber: Majalah Hidayatullah. Konflik vertikal misalnya perseteruan antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh. dan lain-lain. 24 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas sosial seperti pencurian. perusakan. dan eks Timor-Timur. pembakaran fasilitas umum. konflik yang bernuansa agama seperti yang terjadi di Ambon.

Akibatnya. dan kehakiman yang belum mampu menuntaskan perkara-perkara pelanggaran hukum. apatis dan. murah harganya. kolusi. Semua ini terjadi karena proses modernisasi telah berhasil memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan banyak pilihan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aneka macam kegiatan manusia yang bersifat duniawi sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurunnya kualitas aparat penegak hukum seperti kepolisian. Adanya sikap-sikap negatif seperti malas. Konsumerisme Konsumerisme merupakan pola pikir akibat berlangsungnya proses modernisasi. orang menjadi sangat konsumtif sehingga kadang-kadang menjadi malas dan boros. yakni orang lebih baik membeli barang-barang produk kebutuhan sehari-hari daripada harus membuat sendiri. Pola pikir ini sebagai dampak dari proses rasionalisasi dan modernisasi. nepotisme.Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia. Euro. dan lain-lain. manipulasi. orang akan berpaling dari nilai-nilai spiritual atau keagamaan. dan lainlain. Makin terhimpitnya kesempatan manusia untuk mendalami nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat leluhur mengenai perilaku yang baik. yaitu sebagai berikut. boros. Yen. lainlain yang selanjutnya mengakibatkan sikap menempuh sesuatu melalui jalan pintas seperti korupsi. Hal ini mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak lagi sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan. baik perdata maupun pidana. tidak disiplin. Akibatnya. membuat manusia sangat mempercayai kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. Menurunnya kewibawaan pemerintah yaitu dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. 3. 2. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesatnya serta terbukti dapat membantu semua pekerjaan manusia dengan tepat dan cepat. Adanya krisis ekonomi yaitu menurunnya nilai mata uang nasional terhadap nilai mata uang asing yang dijadikan pedoman seperti Dollar Amerika. kejaksaan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 25 . politik uang. dan mudah didapat. Sekularisme Sekularisme merupakan pola pikir yang lebih mendahulukan kepentingankepentingan yang bersifat keduniawian.

4. Gejala Demokratisasi
Dengan meluasnya paham demokrasi, maka masyarakat penganut paham demokrasi terus-menerus meningkatkan kadar demokrasinya dalam berbagai segi kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan gejala demokratisasi. Sejak Indonesia melaksanakan reformasi pada tahun 1998, maka terjadilah perombakan-perombakan pada sistem pemerintahan yang mengarah pada peningkatan kadar demokrasi, antara lain sebagai berikut. Pemilihan presiden secara langsung. Pemisahan kepolisian dari TNI. Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemilihan Umum yang tidak hanya memilih partai, melainkan memilih para wakil rakyat yang berkualitas.

5. Munculnya Fenomena Otonomi Daerah
Era otonomi daerah merupakan upaya pengembangan pilar demokrasi yang mula-mula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Tujuannya untuk memperbaiki rantai pemenuhan kepentingan rakyat secara langsung melalui pemerintah pusat, tetapi cukup melalui pemerintah daerah masing-masing. Pengertian otonomi daerah adalah suatu sistem pendistribusian dan pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, baik pemerintah daerah di tingkat I maupun pemerintah daerah di tingkat II. Faktorfaktor yang mendorong lahirnya gagasan otonomi daerah adalah sebagai berikut. Dorongan masyarakat daerah untuk mengelola sumber-sumber alam yang berada di wilayahnya masing-masing. Dorongan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensi daerah secara lebih leluasa dan tidak tergantung oleh pemerintah pusat. Untuk memperkuat pilar hak-hak asasi manusia dengan mengurangi otoritas yang dipegang oleh negara melalui pemerintah pusat. Munculnya fenomena sosial dalam bentuk otonomi daerah bermakna positif dan negatif. Sisi positif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Meningkatnya kreativitas dan partisipasi daerah untuk mengembangkan wilayah masing-masing. Menjadi sederhananya rantai pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak lagi melalui jalur yang sangat panjang dengan tergantung pada pemerintah pusat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat daerah tanpa mengabaikan pendapatan pemerintah pusat. Dorongan untuk bersaing dalam arti yang positif dari masing-masing daerah untuk membawa masyarakatnya lebih maju dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya.
26
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Sisi negatif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Memunculkan dua kelompok yang bersifat kompetitif dan bahkan konflik di antara elit-elit pemerintahan di pusat dan elit-elit pemerintahan di daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang belum cakap menerima otonomi daerah sebagai suatu kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakatnya. Menurunnya kadar nasionalisme akibat dari lahirnya paham-paham etnosentrisme dan paham-paham teritorialisme akibat adanya kewenangan yang diberikan pada daerah termasuk putra-putra daerahnya. Dilihat dari kaca mata kepegawaian, otonomi daerah mempersulit pengembangan karir karena terhalang oleh mutasi-mutasi yang hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

6. Meningkatnya Angka Pengangguran
Sejak krisis ekonomi tahun 1998 yang ditandai dengan krisis politik dengan berakhirnya era Orde Baru, muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan banyak pengangguran. Selain krisis ekonomi juga ditandai dengan krisis moral, krisis kepemimpinan, dan bahkan krisis kepercayaan bangsa-bangsa asing kepada pemerintah Indonesia. Fenomena ini akan mengakibatkan banyak sekali kemunduran, yaitu dengan ditandai dengan menurunnya kegiatan sektor riil sehingga perampingan karyawan dan PHK besar-besaran terus berlanjut silih berganti antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.

Sumber: Kompas, Mei 2004

Gambar 1.4 Banyaknya peminat bursa tenaga kerja di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Mei 2004 m e n u n j u k k a n s e m a k i n b a n y a k n y a pengangguran di Indonesia.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

27

Contoh-contoh meningkatnya angka pengangguran adalah perampingan di Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, PT Semen Padang, dan banyak perusahaan kecil lainnya. Beberapa akibat yang mencolok dari fenomena ini antara lain sebagai berikut. Adanya penurunan pendapatan keluarga dan masyarakat. Adanya peralihan profesi atau pekerjaan. Munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan. Munculnya pedagang kaki lima di banyak kota di Indonesia. Menurunnya volume ekspor Indonesia ke negara-negara lain yang selanjutnya merendahkan pendapatan negara. Muncul akibat-akibat sampingan seperti konflik antarsuku, antarras, dan antaragama yang mengakibatkan persatuan dan kesatuan negara tercabikcabik.

7. Munculnya Gerakan Separatis
Gerakan separatis merupakan gerakan sekelompok orang yang bersifat sistematis dan terorganisir untuk membebaskan (memisahkan) diri dari keterkaitannya dengan pemerintah pusat. Secara sosiologis dan antropologis, kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri jelas memiliki kepentingan-kepentingan yang tidak bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka telah putus asa dan melakukan tindakan ekstrim untuk melawan pemerintah pusat dan berusaha memisahkan diri sebagai negara yang merdeka. Hal inilah yang semestinya harus dimengerti oleh para elite pemerintahan yang berada di pusat. Tetapi di sisi lain, pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk semua penduduk untuk tetap bersatu dan utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, bagaimanapun pemerintahan pusat pasti akan bersikukuh untuk tetap menolak semua keinginan sekelompok masyarakat di daerah yang ingin memerdekakan diri. Yang penting bagi kita bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosiologis, ideologis, dan kultural sehingga dari kedua belah pihak akhirnya dapat memahami masingmasing kepentingannya dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh dari fenomena ini mulai dari terpisahnya Timor Timur dari Indonesia, munculnya gerakan separatis di Aceh, gerakan Papua Merdeka, serta Republik Maluku Selatan. Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia memerlukan suatu pemerintahan yang amat sangat bijak dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tebal, mempunyai visi dan misi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempunyai wawasan kemajemukan dan HAM yang tinggi. Keadaan ini relatif sulit dilakukan hingga pada suatu saat seolah-olah terjadi krisis kepemimpinan, tetapi
28
Sosiologi SMA/MA Kelas X

4 Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah memicu timbulnya pemberontakan. yaitu status yang diperoleh karena kelahiran. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 29 . Sumber: Tempo. Dalam masyarakat pada umumnya terdapat tiga macam status.dengan peran serta seluruh masyarakat. kerja keras. Menurut kalian status manakah yang paling dominan dimiliki oleh masyarakat di Indonesia? MENGATASI KRISIS DEMORALISASI U ntuk mengatasi gejala demoralisasi yang kian hari terasa kian meningkat pada masyarakat Indonesia. diperlukan suatu solusi dari berbagai kalangan untuk ambil bagian mengupayakan rehabilitasi perilaku sosial sehingga sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia. Edisi 18–24 Agustus 2003 Gambar 1. dan pemberian. maka krisis separatis di Indonesia ini akan berangsur-angsur terselesaikan.

peranan keluarga justru lebih penting dan lebih strategis dibandingkan dengan peranan lembaga pendidikan. Sering kali upaya-upaya pemenuhan ini berbenturan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Setujukah kalian dengan pendapat yang tertuang pada alinea terakhir? Jelaskan dan sertai dengan data-data pendukung! 2. S 30 Sosiologi SMA/MA Kelas X . melalui pembahasan tentang kedudukan dan peranan telah diisyaratkan bahwa setiap individu harus dapat memainkan peranan di dalam kedudukannya dengan sebaik-baiknya. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Dalam sosiologi. baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. baik yang mendasar maupun kepentingan yang sifatnya temporer. Sedapat mungkin melakukan tindakan-tindakan kooperatif terhadap pihak lain dengan memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang lain. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Inilah yang menjadi sumber persaingan dan pertikaian di antara individu di dalam masyarakat. Bagaimana solusi mengatasi krisis demoralisasi? MENGHARGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN etiap orang pasti memiliki kepentingan-kepentingan. Apabila semua orang dapat melakukan hal tersebut. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1.Untuk mengatasi krisis demoralisasi. Demikian juga semua orang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengambil berbagai macam benda pemuas kebutuhan yang ada di dalam masyarakat. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. maka masyarakat akan mencapai suatu keteraturan. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra.

data jumlah penduduk.Pertanyaan: 1. Sosiologi dan antropologi dapat menjembatani pemerintah dalam rangka memperoleh data-data sosial budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di dalam masyarakat. diperlukan data sosial budaya. dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakatnya. data drop out. Bagaimana cara memperoleh data-data sosial budaya yang benar? 2. Data-data dapat diperoleh melalui sensus penduduk atau penelitian-penelitian sosial lainnya dengan menggunakan tenaga-tenaga sosiolog yang berkualitas. dan data sosial budaya lainnya. Misalnya. sesuai dengan kemampuan. komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. data kemiskinan. Untuk dapat melakukan hal tersebut. Bagaimana kriteria warga masyarakat yang baik? DATA SOSIAL BUDAYA DAN PEMBANGUNAN Salah satu kriteria pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan. Sebutkan metode-metode pengumpulan data dalam sosiologi dan antropologi! Berikan penjelasan masing-masing! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 31 . Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan norma dan nilai sosial? 2. Data-data sosial budaya yang akurat akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan bagi seluruh warganya. data pendapatan per kapita. Kemukakan pendapatmu bagaimana prinsip-prinsip untuk menjalankan peranan dalam suatu kedudukan! 4. data kematian. Apa peranan norma dan nilai dalam membentuk perilaku warga masyarakat yang baik? 3. data kelahiran.

yaitu sebagai berikut. yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi maka orang akan mati.3. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. Konsep-konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Masyarakat Nilai dan Norma Kebudayaan Kepribadian Interaksi Sosial Perilaku Menyimpang Sosialisasi Pengendalian Sosial Kebutuhan Hidup Perubahan Sosial Budaya 2. Metode-metode Sosiologi dan Antropologi Metode Wawancara Metode Observasi Langsung Metode Observasi Partisipan Metode Angket Metode Komparasi 32 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kebutuhan hidup ini terdiri dari 3 macam. yaitu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu pengetahuan serta sosiologi dan antropologi sebagai metode. Coba sebutkan lima kriteria pemerintah yang baik! 5. Apa manfaat data sosial budaya bagi kegiatan pembangunan? 4. Bagaimana peranan sosiologi dan antropologi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan suatu bangsa? Sosiologi dan antropologi sebagai ilmu yang relatif baru mempunyai dua pengertian dasar. 3. 1. dan lain-lain. Kebutuhan mendasar. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Kebutuhan sosial. Kebutuhan integratif. yaitu kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain.

Norma. Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial di Lingkungan Masyarakat Setempat Demoralisasi Konsumerisme Sekularisme Gejala Demokratisasi Munculnya Fenomena Otonomi Daerah Meningkatnya Angka Pengangguran Munculnya Gerakan Separatis Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 33 . Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan dan Kebodohan Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Sosialisasi dan Kepribadian Kedudukan dan Peran Sosial Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Nilai. Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan Kebodohan Kesenjangan Sosial Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kedudukan dan Peran 5.Metode Kepustakaan Metode Penelusuran Sejarah Metode Pengukuran Langsung Metode Dokumenter Metode Analisis Media Massa 4. dan Pranata Sosial 6.

D atau E! 1. Waktu penelitiannya sangat panjang. salah semua 3. 1. sebagai bahan penyusunan kebijakan oleh pemerintah 4. B. berdasarkan pengalaman C. sebagai data kebenaran dalam pembangunan C. 4. berdasarkan urutan disiplin ilmu D. 4. . mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keselamatan D. . . A.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kebaikan B. A. 4. 5 34 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yang merupakan ciri-ciri metode observasi partisipan adalah . 5 B. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keharmonisan E. 3. 1. berdasarkan hapalan 2. 2. 4. sebagai bahan pembanding penyelenggara pemerintahan D. . . 2. Data yang terhimpun sangat lengkap dan detail. 1. berdasarkan logika B. . 4 D. 3. . Dari pernyataan tersebut di atas. . A. . tetapi mengalami sendiri. artinya kegiatan-kegiatan untuk . 3. Salah satu kegunaan data sosial budaya yang dihimpun melalui penelitian sosial dalam kegiatan pembangunan adalah . . Ilmu pengetahuan bersifat logis berarti . sebagai data pelengkap dalam pembangunan B. Arti kata sosial dalam “Departemen Sosial” menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kesejahteraan C. 3. Peneliti dalam menghimpun data tidak hanya melihat dan bertanya. 5. 2. C. berdasarkan hitungan E. 1. 5 E. Perhatikan pernyataan berikut. 5 C. Data yang terkumpul berupa data sekunder. 3. 1. A. Menggunakan instrumen penelitian berupa angket. . .

kebutuhan hidup manusia C. . menerima hal-hal baru untuk disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu E. . kajiannya didasarkan pada kenyataan yang pernah terjadi dalam masyarakat B. A. . interaksi sosial D. . . . situs-situs purbakala 6. A. Sosiologis berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani logos. . . . kawan dan lawan C. A. kawan B. A. perubahan sosial E. . berorientasi pada nilai dan norma 10. . kerabat 8. dan menyajikan data-data sosial budaya untuk berbagai kebutuhan dalam pembangunan adalah . selalu bersikap terbuka terhadap pembaruan D. . A. Di bawah ini yang bukan merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi adalah . Sosiologi bersifat empiris artinya . selalu menganalisis hal-hal yang benar-benar terjadi bahkan yang seharusnya terjadi C. . lembaga swadaya masyarakat C. “Socius” dalam pengertian sosiologi berarti . norma dan nilai sosial E. Sosiologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial mempunyai objek kajian berupa hal-hal berikut ini. pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) D. Lembaga pemerintah yang secara khusus menghimpun. . . lembaga sosial B. . . keluarga E. sosial D. perilaku menyimpang B. BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) E. adanya persamaan darah dan keturunan B. norma dan nilai sosial 9. mengolah. kepolisian B. adanya norma sosial sebagai pedoman perilaku Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 35 . kecuali .5. proses sosialisasi C. . Badan Pusat Statistik D. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 7. A. Di bawah ini yang bukan merupakan unsur pokok masyarakat adalah .

. A. Keseluruhan perubahan situasi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu dinamakan . . 36 Sosiologi SMA/MA Kelas X . perilaku menyimpang sebagai akibat dari pengendalian sosial B. induktif D. pengumpulan bahan B. . yang dimaksud dengan pemikiran adalah pengambilan keputusan dengan menggunakan . dinamika sosial budaya B. Metode yang termasuk jenis kuantitatif adalah metode .C. hitungan D. . tanya jawab secara langsung D. A. pengendalian sosial dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang D. adanya orang-orang 11. . Kaitan antara pengendalian sosial dan perilaku menyimpang adalah . adanya kerja sama E. . proses sosial D. . deduktif E. . laporan pandangan mata 14. historis 15. . A. wilayah dengan batas-batas tertentu D. komparatif B. A. . . pengendalian sosial sama dengan perilaku menyimpang 12. Yang disebut teknik interview adalah teknik . Metode penelitian dengan mempergunakan analisis atas peristiwaperistiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum disebut metode . . . evolusi sosial C. mencatat secara langsung C. pengendalian sosial merupakan akibat dari perilaku menyimpang E. Dalam sosiologi. interaksi sosial 13. . . . perubahan sosial budaya E. pengendalian sosial dan perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial dalam masyarakat C. menggunakan matematik C. A. . tanya jawab secara tidak langsung E. . pendekatan historis 16. statistik C. akal pikiran E. metode kuantitatif B.

A. statistik B. kuantitatif C. case study

D. komparatif E. historis

17. Segala sesuatu yang benar-benar ada dan dapat dilihat serta diraba disebut . . . . A. fakta D. argumentasi B. data E. statement C. kenyataan 18. Pengumpulan data dengan menggunakan angket tidak cocok untuk masyarakat pedesaan di Indonesia karena . . . . A. masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak cukup dalam menjawab pertanyaan dalam angket tersebut B. masyarakat desa memiliki banyak kegiatan di ladang dan di sawah C. jarak antara desa dan kota relatif jauh D. masyarakat desa bersifat tidak jujur di dalam menjawab pertanyaan E. pengiriman angket sangat sulit akibat letaknya yang terpencil 19. Pengumpulan data dengan cara interview akan mempunyai kelebihan-kelebihan, antara lain . . . . A. hemat biaya dan tenaga B. memiliki biaya dan tenaga C. data yang diperoleh lebih luas dan lengkap D. hubungan antara peneliti dan responden menjadi semakin akrab E. menghilangkan subjektivitas 20. Istilah sosiologi pertama kali digunakan pada tahun 1839 di Perancis oleh . . . . A. Emille Durkheim D. Pitirim A. Sorokin B. Samuel Koening E. Herbert Spencer C. Auguste Comte

Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Coba kemukakan kembali menurut bahasamu sendiri, apakah sosiologi itu? 2. Coba jelaskan mengapa sosiologi itu perlu dipelajari! 3. Sebutkan objek-objek kajian dalam sosiologi! 4. Sebutkan dan jelaskan empat metode penelitian yang penting dalam sosiologi!
Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

37

5. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? Sebutkan dampak negatif dari kesenjangan sosial tersebut! 6. Tuliskan dua kegunaan sosiologi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang sangat majemuk! 7. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan? 8. Sebutkan empat sisi positif dari adanya otonomi daerah! 9. Sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia! 10. Apa manfaat langsung yang dapat dipetik dari pelajaran sosiologi ini dalam kehidupanmu sehari-hari?

38

Sosiologi SMA/MA Kelas X

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sumber: Gatra, 27 November 2004

M

enurut kalian, a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Dalam sosiologi, nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang, melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Bagaimana denga norma? Di sekolah tempat kamu belajar, pasti ada norma-norma yang harus kamu patuhi bukan? Misalnya kewajiban kamu sebagai murid untuk menghormati gurumu termasuk dalam norma nonformal. Penjelasan mengenai nilai dan norma sosial, serta bagaimana peranannya di dalam kehidupan masyarakat akan segera kamu pelajari di bab ini.

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial

39

Nilai Vital Nilai Religi Nilai Sosial Nilai Material Nilai Estetika Nilai Spiritual Nilai Moral Nilai Kebenaran Ilmu Pengetahuan NORMA DAN NILAI Norma Adat dan Kebiasaan Norma Kesusilaan dan Kesopanan Norma Sosial Norma Agama Pranata Sosial Norma Hukum Keteraturan Hidup 40 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Oleh karena itu. Amatilah kehidupan di sekitar rumahmu! 2. Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. Untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat diperlukan adanya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya keteraturan itu sendiri. nilai bukanlah keinginan. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 41 . Jika norma dan nilai tersebut sudah dilaksanakan dengan baik. Keinginan lebih bersifat individu. Selain itu. Dua pedoman ini juga berfungsi untuk mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat dan merupakan warisan yang diterima secara turun temurun. yaitu sebagai pedoman atau petunjuk dalam bertingkah laku. melainkan yang diinginkan. NILAI DAN NORMA SOSIAL Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat. Kluckhohn. nilai dan norma itu harus dijunjung tinggi dan harus dipertahankan.A. Menurut C. Nilai-nilai sosial ini diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian dalam masyarakat sehingga akhirnya menjadi suatu prinsip perilaku yang kuat yang diyakini kebenarannya. Sebaliknya. yang diinginkan adalah keinginan seseorang atau kelompok dengan mempertimbangkan hal-hal lain. nilai sosial adalah semua pola pikir yang dianggap baik dan benar oleh hampir semua orang dalam masyarakat. kehidupan masyarakat akan teratur sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. NILAI SOSIAL 1 . 1. Buatlah pembahasan terhadap salah satu norma dalam kaitannya dengan pengaturan perilaku! B. warga masyarakat perlu mengetahui tentang nilai dan norma sosial sebagai unsur yang penting dalam pembentukan perilaku tertib sosial. artinya masing-masing orang memiliki keinginannya sendiri yang berbeda dari orang lain. Tulislah sejumlah nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu itu! 3. nilai dan norma merupakan bagian dari kekayaan budaya. Oleh karena itu. apakah yang diinginkan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat. karena dua pedoman tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat tersebut beradab. Misalnya.

Nilai sosial memang awalnya berasal dari nilai perorangan. apabila pisau selalu tajam dalam waktu yang amat sangat panjang (berkualitas). dan nilai keagamaan (nilai religius). 2 . Dr. dicita-citakan. nilai sosial dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang baik yang diinginkan. Akhirnya. contohnya pisau. nilai sosial dibedakan menjadi tiga macam. Dr. Pada hakikatnya. angka 36 adalah kebenaran yang bersumber dari rasionalitas masnusia. Sebaliknya. Nilai Vital Pada dasarnya. Menurut Prof. Oleh karena itu. c . Nilai terkandung dalam suatu benda dinamakan nilai sentral. Menurut Prof. Nilai kebenaran (kenyataan) bersumber dari akal manusia (rasio atau akal). Dengan kata lain. Macam-macam Nilai Sosial Untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik di antara orang-orang dalam masyarakat diperlukan adanya nilai sosial. nilai moral (etika). b. maka pisau ini akan memiliki harga atau nilai yang semakin tinggi. Nilai suatu benda yang muncul karena kegunaannya dinamakan nilai vital. Tetapi seandainya pisau tersebut tumpul. nilai keindahan (estetika). Notonegoro. nilai akan dipedomani dalam setiap benak orang yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk perilaku bagi orang tersebut. tetapi lama-kelamaan nilai itu diterima dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. nilai vital adalah nilai yang muncul karena daya kegunaannya. nilai spiritual meliputi nilai kebenaran (kenyataan). Contoh 6 6 = 36. contohnya emas. yang dimaksud dengan nilai material adalah nilai yang ada atau yang muncul karena materi tersebut. Emas ini mempunyai nilai tertentu yang muncul karena benda berupa emas mempunyai warna kuning gilap dan tidak luntur yang selanjutnya akan banyak kegunaannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. Suatu nilai kebenaran yang bersumber dari pertimbangan akal 42 Sosiologi SMA/MA Kelas X . nilai itu pun menjadi nilai sosial atau nilai bersama. Pisau mempunyai harga atau nilai tertentu karena ketajamannya yang dapat digunakan untuk memotong sesuatu. dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang bernilai atau berharga. Notonegoro. Nilai Spiritual Nilai spiritual bersifat sangat abstrak dan berguna bagi rohani manusia . nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh banyak orang dalam masyarakat yang selanjutnya merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. yaitu: a . Nilai Material Pada dasarnya. Nilai kebenaran ilmu pengetahuan merupakan nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. nilainya akan merosot.

sebaliknya menyontek pada waktu ulangan bernilai buruk. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 43 . Nilai estetika didasarkan pada kemampuan perasaan manusia menangkap sesuatu yang indah tentang objek tertentu atau suatu hal. ketika kita mendengar suara orang yang menyanyi dengan merdu. Nilai belum merupakan perintah atau larangan sehingga tidak memiliki sanksi. Misalnya. karena sikap tersebut dianggap baik dalam kehidupan bermasyarakat. 4 . Terbentuknya Nilai Sosial Nilai-nilai sosial tiap-tiap masyarakat memang memiliki perbedaan-perbedaan sehingga tiap-tiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem perilakunya. Nilai bersifat abstrak. yaitu sebagai berikut. Nilai keagamaan (nilai religius) merupakan nilai yang didasarkan pada keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Nilai terbentuk melalui proses pengalaman dalam pergaulan antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. 11 Agustus 2006 Gambar 2. Ciri-ciri Nilai Sosial • • • • Nilai sosial memiliki ciri. Nilai keagamaan seseorang akan berbeda dengan yang lain meskipun agama yang dianut sama. Sumber: Kompas. Nilai moral (estetika) merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. 3 .1 Sikap saling menolong merupakan nilai dalam masyarakat. Nilai menjadi dasar pedoman perilaku.pikir manusia yang sewaktu-waktu dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun dinamakan Nilai Kebenaran Ilmiah. Misalnya. menolong orang lain bernilai baik.

Selanjutnya nilai-nilai sosial yang abstrak ini akan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma sosial yang berupa perintah dan larangan. Jelaskan mengapa tata tertib di sekolah perlu dipatuhi oleh semua siswa! 4 . baik dalam bentuk kecaman ringan maupun kecaman berat sesuai dengan tingkat penyimpangan perilaku terhadap norma yang ada. nilai-nilai sosial dalam masyarakat berfungsi sebagai pedoman perilaku yang telah disepakati oleh warga masyarakat termasuk para pendahulu yang membuatnya. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai menjadi alat kontrol atau pengatur yang mengikat agar seseorang mau berperilaku baik. Bagi mereka yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial. dan lain-lain. misalnya seperti contoh berikut. kemudian kerjakan soal di bawah ini! 1 . bagaimana cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran tersebut pada nomor 1? 3 . Orang tua patut mendapatkan penghargaan dan perlindungan dari yang muda dan yang kuat. Sudahkah para guru menjadi contoh dan penegak tata tertib di lingkungan sekolahmu? Jelaskan pendapatmu! 44 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Musyawarah untuk mencapai mufakat cenderung lebih baik daripada hasil pemikiran seorang yang bersifat diktator. serta sanksi-sanksi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yang ada dalam masyarakat. Nilai sosial terbentuk melalui pengalaman dan kejadian yang kemudian diseleksi dan diaktualisasikan dalam sistem perilaku sehingga dipertahankan keberadaannya oleh banyak orang dalam masyarakat. Nilai sekaligus merupakan buah pemikiran warga masyarakat untuk mengatur dan membatasi aktivitas individu agar tidak memasuki hak-hak orang lain. nilai bersifat abstrak dan menjadi prinsip bagi individu dalam menentukan perilakunya. • • • Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang patut dihargai oleh orang yang lain. Tulislah pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib di sekolahmu! 2 . Nilai sosial dalam masyarakat memang senantiasa mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya peradaban dan pergaulan yang terjadi dalam masyarakat. ada nilai-nilai kemanusiaan yang cenderung sama antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Bentuklah kelompok yang terdiri 2 – 3 orang. Tetapi secara umum. Menurut kalian. Fungsi Nilai Sosial dalam Membentuk Keteraturan Secara umum. mereka akan ikut mendapat kecaman dari warga masyarakat. 5 .Tetapi secara universal.

adat istiadat. 2 . Norma sebagai ketentuan menjadi ukuran perilaku dan merupakan pedoman yang harus ditaati setiap warga masyarakat. jika seseorang melanggar aturan. Norma dibuat oleh warga masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dan telah dianggap baik dan benar. Norma-norma yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal atau resmi dan nonformal atau tidak resmi. Agar norma dapat dipatuhi oleh semua warga masyarakat. NORMA SOSIAL 1. maka norma dilengkapi dengan sanksi. Norma formal dapat berupa aturan-aturan yang tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi seperti surat keputusan. dia akan diberi sanksi berupa hukuman. sanksi diciptakan masyarakat untuk menjadi kendali bagi seseorang supaya perilakunya dapat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Pengertian Norma Sosial Tahukah kalian bahwa norma sosial adalah pelindung kita dari tindak angkara murka orang-orang kuat yang ada di sekitar kita. juga peraturan daerah yang bersumber dari negara. juga aturan-aturan dalam keluarga. contohnya aturan-aturan di masyarakat. Norma sosial keberadaannya sangat diperlukan untuk menjamin semua orang termasuk yang lemah agar kepentingannya dapat terpenuhi secara wajar dalam masyarakat. Macam-macam Norma Sosial Norma pada dasarnya merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai sosial. Sebaliknya. Dengan demikian. 27 November 2004 Gambar 2. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 45 . Norma sosial adalah aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur perilaku semua orang dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial. sehingga orangorang yang lemah pun dijamin kelangsungan hidupnya oleh norma-norma tersebut.C.2 Beribadah merupakan salah satu cara seseorang melaksanakan norma agamanya. Sumber: Gatra. Norma nonformal merupakan aturan tidak tertulis.

yaitu mengenai tuntutan perilaku yang benar yang seharusnya diperbuat oleh setiap warga masyarakat. norma kesusilaan dan kesopanan merupakan penjabaran dari nilai-nilai moral. Norma Agama Setiap agama memiliki aturan-aturan atau syariat untuk mengatur hubunganhubungan antarmanusia maupun hubungan dengan Tuhan. b. setiap manusia sebenarnya perlu dihargai sama. tetapi yang jelas norma agama merupakan norma yang berisi kebenaran terutama bagi para pemeluknya. Norma adat adalah norma-norma yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena telah dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik. Norma Kesusilaan/Kesopanan Setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan. semua bentuk kesusilaan dan kesopanan akan memunculkan penghargaan dari orang lain kepada kita sendiri. baik di dunia maupun di akhirat. Sebagai suatu prinsip bahwa berperilaku susila dan sopan pada dasarnya merupakan perbuatan yang akan berbuah pada penghargaan pribadi si pelakunya. dan lain-lain. Oleh sebab itu. Norma seperti inilah yang diperlukan untuk meredam terjadinya konflik yang bersumber dari perendahan martabat oleh orang lain. Tiap-tiap agama memiliki norma sendirisendiri yang akan bercorak pada zaman tertentu di mana agama itu lahir serta lokasi di mana wahyu Tuhan itu diturunkan. yaitu mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain. Oleh sebab itu. Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat. antara lain: a. diperlukan pedoman-pedoman untuk mengatur hak dan wewenang tiap-tiap aparatur negara 46 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Artinya. Selanjutnya adat dan kebiasaan akan dipedomani oleh setiap warga masyarakat sebagai suatu cara berperilaku dalam setiap kepentingan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. adat pembagian warisan. Pada dasarnya. orang berperilaku dan perpedoman pada kebiasaan-kebiasaan atau adat. d. c .Sanksi pada hakikatnya merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masyarakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. Contoh norma adat adalah adat perkawinan. Norma Hukum Dalam kaitannya dengan struktur pemerintahan suatu negara. Norma agama adalah norma yang berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan melalui orang-orang yang terpilih (Nabi). Norma kesusilaan dan norma kesopanan memiliki substansi pokok. Pada hakikatnya. sering kali norma diberlakukan lebih berat dari bentuk pelanggarannya. Norma Adat/Kebiasaan Dalam kehidupan masyarakat tradisional. norma agama merupakan himpunan peraturan-peraturan yang merupakan petunjuk hidup. baik perintah maupun larangan agar umat manusia dapat memperoleh jalan kebenaran sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan.

norma adat dan kebiasaan. Sebaliknya. norma hukum adalah norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang berwenang. atau pimpinan departemen hingga stafnya yang terbawah. Sumber: www.asianfoodworker.net Gambar 2. Lembaga yang berwenang bisa berupa majelis. Norma hukum merupakan norma terakhir yang lebih dapat menjamin adanya suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Bersifat memaksa. DPR dan pemerintah.secara struktural dari atas hingga ke bawah. pemalsuan. norma kesusilaan dan kesopanan. Hukum perdata adalah suatu lapangan hukum yang mengatur masalah perkawinan. pemerasan. dan norma hukum. Masalah-masalah perdata sering kali berkelanjutan menjadi masalahmasalah pidana atau di dalam masalah pidana. jual beli. di dalamnya terkandung banyak pelanggaran pada masalah perdata. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 47 . dan perjanjian-perjanjian. norma hukum terdiri dari hukum perdata dan pidana. Norma-norma hukum dalam masyarakat negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut. artinya apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat-alat negara. Tetapi norma hukum mempunyai peran cukup besar dalam mengatur hubungan antarindividu dalam kaitannya dengan kedudukannya sebagai warga negara. Norma sosial pada dasarnya meliputi norma agama. Di Indonesia. presiden sebagai penyelenggara eksekutif. Pada dasarnya. Semua bentuk peraturan yang tertulis yang dibuat lembaga-lembaga negara yang berwenang dinamakan norma hukum. penipuan. warisan. dan lain-lain. • • Bersifat eksplisit. Sering kali hukum perdata dan hukum pidana mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain.3 Hukuman penjara merupakan sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma hukum. artinya tertulis dengan jelas dan tegas. hukum pidana merupakan suatu lapangan hukum yang mengatur masalah kejahatan seperti penganiayaan. pembunuhan.

misalnya Undang-Undang Dasar dibuat oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). Bersifat mengatur. maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya 48 Sosiologi SMA/MA Kelas X . b. akan dimarahi oleh para leluhurnya. Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap apa yang sama sebagai bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. yaitu sebagai berikut. Bersifat melindungi. Cara (usage) Cara (usage) adalah suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula. Proses Terbentuknya Norma Sosial Dengan semakin berkembangnya tata keidupan dan peradaban manusia.• Dibuat oleh lembaga yang berwenang. Adat-istiadat (custom) Apabila tata kelakuan tersebut kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. artinya melindungi pihak-pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak-pihak yang kuat melalui sanksi-sanksi dan alat-alat negara. pranata sosial disadari semakin diperlukan dalam kehidupan sehingga mulai dibakukan dan disempurnakan secara turun-temurun. Karena bila terjadi penyimpangan terhadapnya. • • 3. Mores ini merupakan pedoman perilaku yang dianggap paling benar yang dimiliki. cara orang menuang minuman. dan dipertahankan oleh warga masyarakat. Contoh: cara orang memakai topi. dan lain-lain. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan (folkways) adalah suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi. c. undang-undang dibuat oleh DPR dan pemerintah. d. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar maupun secara tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. artinya tiap-tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat-pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula. Tata Kelakuan (mores) Tata kelakuan (mores) adalah suatu kelompok aktivitas yang benar-benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat. Proses dipatuhi dan terbentuknya suatu norma sosial dapat berlangsung melalui empat tingkatan. artinya berisi perintah-perintah dan larangan-larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang-bidang yang diatur masing-masing hukum. dipakai. a. cara orang memberi salam kepada orang tua. dan seterusnya.

dan sebagainya. taman kanak-kanak. dengan demikian terbentuklah custom (adat. pelamaran. 4 . Selain itu. kebutuhan akan pendidikan. industri. kebutuhan pencaharian hidup. dan lain sebagainya.istiadat). Wujud kongkret dari lembaga kemasyarakatan tersebut adalah association. Misalnya. perguruan-perguruan tinggi. Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperikelaku sejalan dengan perilaku yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan manusia. Universitas Airlangga. Universitas Padjajaran. kebutuhan jasmaniah dari manusia. Proses pelembagaan sebenarnya tidak berhenti demikian saja. universitas merupakan lembaga kemasyarakatan. norma-norma tadi telah mendarah daging (internalized). pemberantasan buta huruf. dan lain-lain. terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan. sekolahsekolah dasar. sekolah-sekolah menengah. kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih. Hal itu disebabkan oleh karena setiap masyarakat tentu mempunyai kebutuhankebutuhan pokok yang apabila dikelompok-kelompokkan. Dengan perkataan lain. Di dalam perkembangan selanjutnya. pranata sosial terus mengalami perubahan dalam arti bertambah jumlahnya dan berubah bentuknya sejalan dengan perkembangan tata kehidupan manusia dalam masyarakat. tetapi dapat berlangsung lebih jauh lagi hingga suatu norma masyarakat tidak hanya menjadi institusionalized dalam masyarakat. tetapi menjadi internalized. norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia seperti kebutuhan hidup kekerabatan. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa lembagalembaga kemasyarakatan terdapat dalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut mempunyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. perkawinan. Dalam hal ini norma sosial berfungsi sebagai faktor perilaku yang memukinkan seseorang menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain. Dari contoh-contoh di atas. Kebutuhan akan pendidikan akan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren. dan lain sebagainya. dan lainnya adalah institusi. dapatlah dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. norma sosial Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 49 . Untuk memberikan suatu batasan. perceraian. Dalam perkembangan selanjutnya.terhadap perilaku warga masyarakat. Fungsi Norma Sosial dalam Membentuk Keteraturan Norma sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. peternakan. Kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pertanian. sedangkan Universitas Indonesia. koperasi. kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan. Sebagai contoh. Universitas Gajah Mada.

c.pikiran-rakyat. Sumber: www. b. Penegak formal meliputi polisi. kaum ulama. dan hakim. Aparat Penegak Norma Aparat penegak norma adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan kepentingan untuk menegakkan keberadaan norma dalam mengatur perilaku individu dalam masyarakat. diperlukan pengetahuan pendidikan yang memadai serta sosialisasi terhadap norma-norma hukum. Untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat. Kesadaran Akan Pentingnya Keteraturan Untuk menciptakan kesadaran sosial tentang pentingnya hidup bersama dalam masyarakat. jaksa. sedangkan penegak nonformal meliputi tokoh-tokoh masyarakat. a .juga menjadi aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilainilai sosial sekaligus menjadi unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat.4 Polisi menjadi aparat penegak norma dengan tujuan untuk memelihara dan menciptakan keamanan. Norma Sosial yang Memadai Norma sosial ini berfungsi sebagai landasan perilaku yang harus diperbuat oleh setiap individu dalam bidang kehidupan tertentu.com Gambar 2. para pendidik. Dengan demikian warga masyarakat menyadari bahwa norma memang harus dipatuhi sebagai bentuk sumbangan seorang individu dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat yang paling hakiki. dan tokohtokoh masyarakat lainnya. diperlukan tiga syarat pokok antara lain sebagai berikut. 50 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Penegak norma ini terdiri dari penegak formal dan penegak nonformal.

BARU ADILI erpilihnya Abdul Rahman Saleh. karena Abdul Rahman Saleh pada saat menjadi anggota Mahkamah Agung pada pengadilan kasus korupsi berskala besar yang melibatkan salah satu pejabat tinggi negara bersikap berbeda dengan majelis hakim. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! T Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 51 . Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. SH sebagai Jaksa Agung pada Kabinet Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla pada awalnya terkesan memberikan harapan. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Masyarakat berharap pada masa kepemimpinan Abdul Rahman Saleh sebagai kepala Kejaksaan Agung RI. serta bagaimana cara menyelesaikannya. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang disertai dengan tindak anarkis.1. Tuliskan tidak lebih dari satu halaman! 2. 3. Sebutkan faktor-faktor penyebab menjamurnya pedagang kaki lima dan rumah liar di kota-kota besar. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. proses peadilan terhadap para koruptor dapat dipercepat dan kalau perlu koruptor-koruptor tersebut ditangkapi dahulu baru diproses. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Buatlah sebuah uraian yang berisi laporan bagaimana kamu sebagai seorang anak dan siswa mendukung nilai dan norma yang ada di lingkungan sekolahmu sebagai orientasi acuan dalam bertingkah laku. dan bagaimana penyelesaiannya? Buatlah analisis sosial tentang ke tiga pertanyaan di atas! TANGKAP DULU.

Pertanyaan: 1. Namun. baik oleh ulama. pemerintah. sekolah. Setujukah kalian atas usul tangkap dulu koruptor-koruptor itu baru proses? Jelaskan! 2. Cobalah perhatikan 52 Sosiologi SMA/MA Kelas X . masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan cenderung menjadi tidak teratur. Bagaimana seharusnya tindakan Kepala Kejaksaan Agung RI terhadap para koruptor di Indonesia. salah satunya bahaya narkoba yang setiap saat mengajak generasi muda. Apakah hukuman berat terhadap pengedar narkoba merupakan solusi? 3. Bagaimana seharusnya nilai-nilai sosial itu disemaikan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba? 2. NARKOBA MENGANCAM M asa depan bangsa Indonesia ada di tangan siswa-siswa sekarang. Berikan alasan kalian dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku di Indonesia! AWAS. Contoh khusus terjadi pada lalu lintas. dan badan dunia untuk menekan penyebaran narkoba kepada masyarakat. Nilai-nilai apa yang harus didalami siswa agar terhindar dari bahaya narkoba? LALU LINTAS SUKA-SUKA Pasca reformasi. dalam perjalanannya banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi. Berbagai usaha telah dilakukan.Pertanyaan: 1.

baik formal maupun nonformal sehingga dalam masyarakat tercipta keteraturan sosial. yaitu norma agama. bus parkir (ngetem) di mana tanda dilarang berhenti banyak terpampang. Nilai sosial meliputi nilai vital. Norma sosial adalah semua bentuk peraturan. Keteraturan sosial merupakan keadaan di mana semua orang dalam masyarakat telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya sehingga tidak terjadi benturan antara hak dan kewajiban dengan individu yang lain. Nilai sosial ini berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat dalam pergaulan. 6. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat. kendaraan melawan arus. 2. Akhirnya dapat dikatakan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia jauh dari tata tertib berlalu lintas. diperlukan sanksi yang pelaksanaannya harus dikawal dan ditegakkan oleh aparat penegak norma. dan nilai spiritual. Agar norma dapat dipatuhi oleh individu dalam masyarakat. 3. jalan digunakan sebagai lahan parkir. 5. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 53 . dan pungli terus merajalela. Norma apa yang tidak berfungsi dalam bahan diskusi di atas? 1. nilai material. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh polisi? 4. jalan-jalan dipenuhi pedagang. Mengapa petugas seperti polisi dan Dinas Perhubungan tidak bertindak untuk meluruskannya? 3. adat dan kebiasaan. Pertanyaan: 1. dan norma hukum. kesusilaan dan kesopanan.bus dengan penuh sesak dan penumpang bergelantungan melintas di jalan tol. 7. 4. Norma sosial berfungsi mengatur hubungan dan perilaku timbal balik antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dicitacitakan oleh warga masyarakat. Mengapa masyarakat perkotaan cenderung menjadi tidak teratur berlalu lintas pasca reformasi? 2. Norma sosial terdiri dari empat macam.

Menurut Prof. . berbagai kebutuhan hidup dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berkaitan B. pengendalian sosial dalam masyarakat 5. proses internalisasi 3. istilah pranata sosial digunakan untuk menekankan terdapatnya aturan main tentang . A. interaksi antarkelompok masyarakat 2. saling membutuhkan 4. . yang benar adalah . adat istiadat yang kuat 4. . . saling menghormati C. A.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. akulturasi kebudayaan Dari pernyataan di atas. pembagian kekuasaan B. . pertentangan antargolongan 2. hubungan manusia dengan kekuatan ilahi E. Pranata sosial berubah karena adanya: 1. Koentjaraningrat. tersedianya sarana pendidikan B. A. adanya program wajar 9 tahun dan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) E. untuk membatasi kebutuhan umat manusia 3. Lahirnya lembaga sekolah di masyarakat disebabkan oleh . . dan E! 1. kebutuhan manusia yang meliputi jasmaniah. bermacam-macam bentuk kebutuhan keluarga dan kehidupan bermasyarakat D. mencukupi kebutuhan ekonomi dengan berusaha secara profesional E. . Sikap toleransi antarumat beragama dalam masyarakat merupakan wujud dari kebutuhan akan pengaturan . B. . berkembangnya suatu kebudayaan yang sangat komplek D. . 54 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . D. C. . rohaniah. dan sosial C. fasilitas yang telah tersedia C. . pewarisan nilai-nilai D.

3. A. Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita. 3. 5 C. rajin dan hemat 9. . A. . 4. iman dan taqwa D. 5 B. 2. . 2. tujuan yang ingin dicapai B. Dr. 4. . segala sesuatu yang bersumber pada akal manusia E. Di bawah ini yang dimaksud dengan nilai vital adalah . sarana untuk mencapai tujuan 7. 3. A. 1. . A. moral dan keyakinan bangsa D. norma sosial C. norma kebiasaan B. . 2 dan 3 C. tindakan berbudi pekerti C. tindakan sosial E. menjaga keutuhan masyarakat 5. Berikut ini yang bukan contoh dari nilai moral menurut Prof. Norma-norma dalam masyarakat yang berfungsi untuk mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak dan kewajiban individu sebagai warga negara adalah norma . adat dan kebiasaan D.A. . sombong dan kikir B. jujur dan adil E. . karena nilai merupakan . 4 D. 4 dan 5 E. memberikan pegangan dalam sistem pengendalian Yang merupakan fungsi dari pranata sosial adalah . Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. . 5 6. segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya B. 1 dan 3 B. 1. . mengatur cara bertindak yang mengikat 4. . 4 E. 2 dan 4 D. . . 1 dan 5 5. norma agama 8. A. 3. menunjukkan tujuan hidup masyarakat 2. nilai ilmu pengetahuan Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 55 . segala sesuatu yang bersumber pada unsur rasa atau estetika manusia C. . norma hukum E. memberikan pedoman kepada anggota masyarakat 3. tawakal C. nilai yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia D. . Notonegoro adalah .

norma bersifat sempit. Sanksi yang sifatnya ringan berupa teguran. A. Di A. C. pengendalian sosial E. . . adat istiadat E. nilai bersifat tertutup.10. . mores B. bawah ini yang bukan contoh dari norma hukum adalah . . nilai bersifat berubah-ubah D. A. vested interest C. Yang dimaksud dengan proses internalisasi adalah . 20 tahun 2003 Tata Cara Penguburan Jenazah pada masyarakat Jawa PP 30 Tahun 1980 14. . . Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut . . nilai bersifat abstrak. . . . folkways 13. norma sosial D. B. ketidaksamaan sosial B. folkways D. . nilai bersifat luas E. . keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu sehingga tercapai kestabilan C. perilaku sosial D. Undang-Undang No. A. proses di mana individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap dengan adat istiadat E. 1 Tahun 1974 Tata Tertib Sekolah Undang-Undang No. . sindiran. proses panjang yang berlangsung seumur hidup sejak individu lahir sampai meninggal B. . D. atau pun dipergunjingkan merupakan hukuman bagi seseorang yang melanggar . norma bersifat terbuka C. aktivitas sosial 56 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kegiatan individu yang mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya D. A. Perbedaan yang mendasar antara norma dan nilai sosial adalah . . E. . . norma sosial C. usage 11. pranata sosial B. kaidah hukum C. proses berubahnya pola perilaku akibat perubahan norma 12. mode E. . wilayah berlakunya 15. norma bersifat konkret B. Upaya untuk mencegah dan mencari solusi terhadap semua bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat dinamakan . A. norma bersifat tetap.

memberi arah dan tujuan individu dalam melaksanakan komunikasi sosial B. memberi arah terhadap individu untuk berperilaku di tengah-tengah masyarakat E. A. . . A. A. tindakan-tindakan remaja yang merugikan kepentingan masyarakat luas D. I B. aktivitas remaja yang belum dewasa hukum di luar jam pelajaran B. . Norma yang dimiliki sanksi berat bagi pelanggarannya adalah . . adat istiadat B. . . memberikan kekuasaan kepada pihak/golongan tertentu 18. Yang dimaksud dengan kenakalan remaja adalah . hukum E. I Kelaziman A. aktivitas terlarang E. .16. Perilaku individu atau kelompok individu dengan nilai-nilai dan norma-norma dinamakan . A. perilaku menyimpang D. II C. V IV Hukum V Agama 17. kenakalan anak-anak usia sekolah di dalam lingkungan sekolahnya 20. C. III II Kesopanan III Kesusilaan D. B. . . kesopanan D. aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma adat dan kebiasaan E. semua aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial C. . IV E. membatasi/melarang berbagai macam aktivitas sosial dalam masyarakat D. Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku merupakan sanksi norma . agama Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 57 . keanekaragaman perilaku sosial dalam masyarakat yang tidak sesuai yang berlaku dalam masyarakat perilaku terpuji antisosial 19. Salah satu fungsi norma dan nilai dalam masyarakat adalah . . kesusilaan C. . . . . memberikan petunjuk mengenai aktivitas sosial C.

Norma kebiasaan 9.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apakah yang dimaksud dengan norma sosial dan nilai sosial? 2. Bagaimana peranan aparat penegak hukum dalam menciptakan tertib sosial? 10. Norma adat d. Norma kesusilaan b. Jelaskan kaitan antara kesadaran sosial dan keteraturan sosial dalam masyarakat! 58 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apakah yang dimaksud dengan: a. Sebutkan fungsi nilai! 6. Mengapa norma dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat? Jelaskan! 8. Bagaimana menciptakan norma sosial yang memadai? 4. Sebutkan macam-macam norma sosial dalam masyarakat! 7. Norma kesopanan c. Apa syarat-syarat pokok terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat? 5. Jelaskan kaitan antara norma dan nilai sosial! 3.

kamu berinteraksi dengan orang tua dan saudaramu. Untuk itu. Dengan interaksi. Bagaimana menurutmu dengan pendapat tersebut? Kita sebagai manusia tentu saja membutuhkan orang lain. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 59 . Hal tersebut akan membantu mewujudkan keteraturan sosial. Di sekolah. Menghubungkan antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. kamu pun berinteraksi dengan tetangga dan anggota masyarakat lainnya. setiap individu akan mengetahui nilai dan norma apa yang berlaku di lingkungannya. Sumber: http://images. Dan di lingkungan tempat tinggalmu.co.google. Begitu juga dengan kamu bukan? Di rumah. kita pun berinteraksi dengan orang lain.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial.id S etiap manusia tidak dapat hidup sendiri. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Untuk mengetahuinya. coba kamu pelajari bab ini. Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial. kamu pun berinteraksi dengan guru dan teman-temanmu.

Pengertian interaksi sosial dan dinamika sosial Kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya lembaga sosial. kelompok dan organisasi sosial Faktor penyebab perubahan sosial Lingkungan alam Sugesti Imitasi Identifikasi Motivasi Simpati Empati Hubungan kekeluargaan Hubungan antarstatus Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan Status kependudukan Nilai dan sikap 60 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Dengan dorongan inilah. melainkan harus bersama-sama dengan manusia lain. manusia membentuk suatu koloni untuk menjaga kelangsungan hidupnya. untuk mendirikan rumah. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 61 . diperlukan dorongan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri. setiap manusia mempunyai dorongan seksual sebagai kodrat manusia untuk meneruskan keturunannya agar tidak punah. manusia membentuk suatu koloni dengan tujuan semata-mata untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan binatang buas. Secara naluriah. INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagai manusia. Dari dorongan inilah. Keluarga dapat berkembang menjadi suatu extended family dan bahkan berkembang menjadi suatu kerabat atau pun suku bangsa. kebutuhan sosial. Terkadang mereka menghadapi tantangan dari binatang buas atau pun dari kelompok suku lain yang menyerang. Untuk itu. Keadaan ini telah mendorong setiap manusia lain jenis untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang kemudian disebut keluarga. dan lain-lain sebagainya. Untuk itulah. Keadaan ini telah mendorong munculnya kelompok-kelompok persekutuan manusia yang didasarkan pada persamaan darah dan keturunan. Dorongan untuk Meneruskan Keturunan Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki naluri untuk meneruskan keturunan dengan cara melangsungkan perkawinan. Dorongan untuk Mempertahankan Diri Dalam rangka mempertahankan diri dari berbagai serangan. Di samping itu. manusia belum banyak memiliki teknologi untuk menyelenggarakan kehidupannya. baik oleh binatang atau pun kelompok manusia yang lain. baik mendasar. Ketika manusia dalam taraf kehidupan yang masih primitif. atau pun dari kelompok suku lain. Untuk melaksanakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup. maupun kebutuhan integratif. manusia membentuk suatu kelompok-kelompok untuk berburu. alam. Naluri inilah yang disebut dengan naluri gregoriousness. untuk berladang. Mereka masih hidup berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. manusia tidak dapat melaksanakannya secara sendirian. manusia mutlak memerlukan keberadaan manusia lain. sedangkan dorongan untuk hidup bersama dengan orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.A. kita selalu mempunyai naluri untuk hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. tidak selamanya kondisi alam senantiasa ramah. manusia memerlukan keberadaan orang lain. Dorongan untuk Memenuhi Kebutuhan Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. terutama ketika terjadi bencana-bencana yang memerlukan pertolongan orang lain.

Dengan demikian.1 Dorongan untuk hidup bersama dipengaruhi oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. Dorongan inilah yang membuat terciptanya suatu kehidupan bersama untuk menjalin kegotong-royongan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya. Melalui interaksi sosial akan terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat yang memungkinkan terbentuknya hal-hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. 1. Interaksi sosial merupakan bentuk dasar dari dinamika sosial budaya yang ada di dalam masyarakat. kelangsungan hidup masyarakat terjamin. dan kelompok individu dengan kelompok individu. terlebih dahulu manusia pun harus melakukan interaksi sosial dengan sesamanya. setiap orang memerlukan kebersamaan dengan orang lain. Apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Sumber: Koleksi Editor Gambar 3. sering kali manusia secara individu kewalahan untuk melakukannya. Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan besar. individu dengan kelompok individu. 62 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Untuk mewujudkan kehidupan bersama. manusia mempunyai kejiwaan dan mempunyai kepentingan terhadap keberadaan orang lain.Dorongan untuk Hidup Bersama Sebagai makhluk pemikir dan bermoral. Melalui kegotong-royongan inilah.

Di dalam dinamika sosial. baik secara individual maupun secara kolektif dengan berpedoman pada sistem budaya yang ada. Selain itu. termasuk nilai-nilai.Interaksi sosial dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar. baik yang bersifat progresif maupun yang bersifat regresif hingga mewujudkan suatu dinamika sosial maupun dinamika budaya. Jelaskan bagaimana peranan nilai dan norma dalam interaksi sosial! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 63 . kebutuhan sosial. norma. Interaksi sosial merupakan implementasi dari pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. masyarakat akan bergerak secara dinamis. interaksi sosial juga ditandai dengan adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu. 2. dan kebutuhan integratif. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang progresif maupun perubahan-perubahan yang regresif. Melalui proses interaksi sosial inilah. Jelaskan apa saja yang mendorong manusia melakukan interaksi sosial! 2. 3. juga adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut. yaitu jumlah pelakunya lebih dari satu orang dan adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. Interaksi sosial itu sendiri mempunyai ciri-ciri. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkatperangkatnya terjadi interaksi dan korelasi saling mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. Apakah yang dimaksud dengan keteraturan sosial? 3. masa kini. dan masa yang akan datang. 1. dan pranata sosial. Pengertian Dinamika Sosial Dinamika sosial pada hakikatnya adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Mengapa manusia dikatakan makhluk individu dan juga makhluk sosial? Apa yang melatar belakangi hal tersebut? Jelaskan alasanmu! 4. Kaitan Antara Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial Budaya Interaksi sosial merupakan bagian terkecil dari proses perubahan yang ada di dalam masyarakat.

Perubahan komposisi penduduk (kepadatan. Perubahan tingkat pendapatan dan perubahan tingkat kemakmuran. B. tingkat mata pencarian. Adapun dorongan-dorongan terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Perubahan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. manusia memerlukan manusia yang lain untuk melakukan interaksi sosial. persebaran. Pengaruh ini datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemikiran yang detail yang dipertimbangkan terlebih dahulu. manusia tidak akan mempunyai arti jika tidak ada manusia lain. Imitasi Yang dimaksud imitasi pada hakikatnya adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. 1. yaitu pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. 2. Perubahan jumlah penduduk. Contoh: meniru gaya bicara guru idolanya. dan lain-lain. meniru mode pakaian artis yang menjadi idolanya. Sugesti Salah satu faktor pendorong interaksi sosial adalah sugesti. perhatian atas sikap mengagumi terhadap pihak lain yang dianggap cocok.Bentuk-bentuk konkret dari dinamika sosial dan budaya adalah sebagai berikut. Perubahan mata pencaharian. secara kodrati. Manusia memang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain. Pada waktu melaksanakan peniruan terhadap sesuatu 64 Sosiologi SMA/MA Kelas X . jenis kelamin. dan struktur penduduk menurut umur. Oleh karena itu. Perubahan struktur pemerintahan. Perubahan undang-undang dasar. Perubahan ejaan dalam bahasa. undang-undang. Singkatnya sugesti menciptakan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kontak sosial dengan pihak lain. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL Manusia adalah makhluk sosial. agama dan kepercayaan. dan lain-lain). Perubahan kualitas penduduk. artinya makhluk yang selalu hidup bersamasama dengan manusia lain. Bahkan secara ekstrim. Imitasi muncul disebabkan oleh adanya minat. dan peraturan pelaksana lainnya.

identifikasi melalui proses kejiwaan akan melahirkan suatu sikap yang menyerupai dengan pihak yang ditiru. atau pola pikirnya. 5. motif politik. kebijaksanaannya. peniruan terhadap perilaku. 6. Identifikasi Yang dimaksud dengan identifikasi dalam suatu interaksi sosial adalah dorongan seseorang untuk menjadikan dirinya identik atau sama dengan orang lain.yang menarik dari orang yang dikagumi ini muncul suatu kemegahan dan kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan. Simpati akan sangat dirasakan bila terjadi proses pertukaran pendapat dan nilai-nilai. Contoh: seseorang mengikuti suatu kegiatan tertentu karena adanya motif-motif tertentu seperti motif ekonomi. Tindakan ikut menangis dan melakukan pertolongan tertentu ketika melihat seseorang yang mengalami musibah merupakan contoh dari empati. tiba-tiba kita pun yang melihatnya menangis. motif popularitas. dan peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau artefak. Empati Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. Motivasi Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalitas. Motivasi seseorang dapat muncul disebabkan faktor atau pun pengaruh dari orang lain sehingga seorang individu melakukan kontak dengan orang lain. Simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan mitranya. Contoh: soal pakaian seragam. atau opini pribadi terhadap kelompoknya. Simpati merupakan suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disebabkan oleh menariknya penampilannya. Berbeda dengan imitasi. dan lain-lain. Simpati Pengaruh psikis yang paling mendasar dalam suatu interaksi sosial adalah rasa simpati seseorang terhadap orang lain. Contoh: ketika seseorang yang mengalami kecelakaan dan menangis. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Proses identifikasi diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang lebih konkret dan merupakan hasil pertimbangan yang matang pada diri seseorang. 3. soal ketaatan terhadap peraturan. 4. seseorang dapat berbuat apa saja untuk mewujudkan rasa simpatinya. Imitasi terdiri dari peniruan terhadap pola pikir orang lain. Motif identifikasi dipergunakan ketika orang menjadi bagian dari kelompok yang besar. Dengan adanya rasa simpati. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 65 .

b. Coercion Proses akomodasi ini dilaksanakan karena adanya paksaan. 66 Sosiologi SMA/MA Kelas X . salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. akan tercapai penyelesaian dari konflik yang ada. Dengan begitu. Sebaliknya. Bentuk akomodasi ini dapat kalian lihat ketika rakyat Indonesia menjadi romusha pada masa penjajahan Jepang tahun 1942. dan patungan. Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses kesepakatan di antara kedua belah pihak yang tengah bersengketa yang bersifat darurat (sementara) dengan tujuan mengurangi ketegangan di antara kedua belah pihak. Dalam hal ini. Kooperasi Kooperasi adalah kerja sama antara beberapa kelompok sosial yang ada sebagai upaya mencapai tujuan bersama. Salah satu pihak harus bersedia merasakan dan memahami keadaan pihak lain. Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut. Dalam coercion. dan organisasi sosial. masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya. Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif (menyatukan) akan mendorong terbentuknya lembaga. kelompok. yaitu kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan yang sama meskipun di antara mereka terjadi perbedaan-perbedaan struktural. Koalisi (coalition). kelompok. Bentuk-bentuk kooperasi antara lain tawar-menawar.Bentuk-bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif maupun disosiatif. Tawar-menawar (bargaining). Patungan (joint-venture). Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif antara lain sebagai berikut. Kooptasi (cooptation). a. dan organisasi sosial. Kompromi Lewat bentuk akomodasi ini. kooptasi. bentuk interaksi disosiatif akan menghambat terbentuknya lembaga. interaksi sosial didasarkan pada penguasaan Jepang terhadap romusha-nya yang dianggap tidak mempunyai hak-hak apapun juga. Pelaksanaan coercion dapat dilakukan secara langsung atau fisik dan secara tidak langsung atau psikologis. yaitu usaha bersama untuk melakukan suatu kegiatan dengan pembagian keuntungan bersama secara merata dan proporsional. melalui kesempatan penunjukan pimpinan yang akan mengendalikan kerja sama. Romusha menjadi pihak dalam posisi lemah dan tidak dapat melawan. yaitu kerja sama sebagai hasil kesepakatan tawar-menawar antara kedua belah pihak. koalisi.

yaitu masing-masing pihak saling memerlukan dengan tujuan membentuk kehidupan baru yang saling menguntungkan serta membentuk corak kehidupan yang berbeda dengan masa sebelumnya. Peradilan (ajudikasi) Dalam adjudikasi. Perkawinan campuran.Mediasi dan arbitrase Arbitrase merupakan bentuk akomodasi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang berkonflik. Tetapi dalam mediasi. Asimilasi Proses asimilasi adalah proses sosial yang masing-masing pihak terdorong keinginannya untuk bergabung dan bekerja sama dalam mewujudkan suatu keharmonisan. dan tidak saling curiga. Toleransi Toleransi timbul tidak sadar dan tidak direncanakan. Seperti halnya arbitrase. Perilaku ini timbul karena masing-masing pihak berusaha menghindarkan diri dari perselisihan. c. Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya. Adanya musuh bersama dari luar. Mereka merasa sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk maju atau mundur. Proses asimilasi digolongkan sebagai proses asosiatif. Keterbukaan golongan penguasa. Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya. proses asimilasi juga dapat terhambat oleh faktor-faktor berikut. antara lain sebagai berikut. saling menghormati. yang terwujud dalam bentuk saling menghargai. pihak ketiga bersikap nertal dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. konflik diselesaikan lewat pengadilan. Sebaliknya. Stalemate Bentuk akomodasi ini terjadi ketika masing-masing pihak menghentikan konflik karena kekuatan yang seimbang. Pihak ketiga di sini harus mengutamakan penyelesaian secara damai. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi). Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 67 . mediasi juga meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu dalam penyelesaian konflik. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses asimilasi.

Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain. Persaingan ekonomi. Persaingan dalam hal kedudukan dan peranan. Adanya perasaan in-group yang kuat. dan lembaga kemasyarakatan. keagamaan. Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok.2 Proses asimilasi bisa dilakukan melalui perkawinan campuran. kontravensi. Persaingan kebudayaan. Persaingan (kompetesi) Persaingan merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antarindividu atau kelompok dalam mencari keuntungan dengan cara menarik perhatian tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. yaitu sebagai berikut. persaingan ini timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tidak seimbang dengan jumlah konsumen yang ada. 68 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Persaingan terjadi dalam beberapa bentuk. Adapun bentuk-bentuk interaksi yang bersifat disosiatif.Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok. Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah. Juni 2001 Gambar 3. a. persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki. Adanya diskriminasi. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu. dan pertentangan (konflik). terdiri dari persaingan (kompetisi). Sumber: Fotomedia. Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain. pendidikan.

persaingan ini terjadi karena perbedaan warna kulit. Menurutmu apakah persaingan dapat dipakai untuk menyeleksi kemampuan seseorang? Jelaskan pendapatmu! 2. senasib. 1. Adanya community sentiment dalam masyarakat dapat mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik dengan membentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. yaitu seperasaan. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu konflik sosial? C. b. Pertentangan (konflik) Proses sosial semacam ini dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman atau kekerasan. bentuk tubuh. BENTUK-BENTUK INTERAKSI YANG MENDORONG TERCIPTANYA LEMBAGA. Bagaimana terjadinya konflik dalam masyarakat? 4. c. Sebutkan jenis-jenis proses sosial asosiatif dan disosiatif! 3. Kontravensi Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Selain itu. dan sepenanggungan di antara sesama anggota masyarakat. dan politik. ada pula dorongan Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 69 . Pertentangan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu dan perbedaan latar belakang kebudayaan. perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada sering kali juga menimbulkan konflik dalam masyarakat. KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Dalam suatu masyarakat dapat terbentuk community sentiment. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi. dan corak rambut. Proses sosial semacam ini ditandai dengan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan atau kebencian terhadap seseorang. Di sisi lain. sosial.Persaingan ras.

membentuk suatu kelompok-kelompok individu identitas yang sama dan secara khusus membentuk suatu organisasi sosial untuk mewujudkan cita-cita tertentu. Lembaga sosial ada dalam setiap masyarakat, baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, karena setiap masyarakat pastinya mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok. Kebutuhan-kebutuhan tersebut jika dikelompokkan nantinya akan terhimpun sebagai lembaga sosial. Tempat-tempat ibadah merupakan contoh lembaga-lembaga sosial dalam bidang keagamaan. Tetapi yang dimaksud di sini bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan kumpulan norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok hidup manusia. Terciptanya lembaga-lembaga sosial didorong oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial, maupun kebutuhan integratif. Adanya keterbatasan benda-benda pemuas kebutuhan sehingga diperlukan adanya lembaga yang mengatur setiap pemenuhan kebutuhan manusia. Adanya keinginan untuk mewujudkan keadaan hari esok yang lebih baik dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mewujudkan efisiensi kerja setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga-lembaga sosial tertentu untuk mewakilinya, misalnya: mengurus pendidikan anak di bentuk sekolah, mengurus soal keamanan dibentuk polisi dan militer, serta menyelenggarakan keadilan dan perlindungan hukum, dibentuklah kejaksaan dan pengadilan, dan seterusnya. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang timbul dalam masyarakat. Selain itu, lembaga sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Menurut Gilin dan Gillin, lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain sebagai berikut. a. Crescive institutions dan enacted institutions yang merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga-lembaga yang paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya. Sebaliknya adalah enacted institutions dibentuk dengan sengaja guna

tercapainya tujuan tertentu dan tetap berpedoman pada adat istiadat, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah. Contoh: pendidikan (madrasah). b. Basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di Indonesia, misalnya keluarga, sekolah-sekolah, dan negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang merupakan lembaga sosial yang kurang penting. Contoh: rekreasi, olahgara, dan menyanyi. c. Approved atau social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dan lainlain. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil untuk memberantasnya, seperti misalnya kelompok penjahat-penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya. d. General institutions dan restricted institutions, lembaga ini timbul apabila klasifikasi terebut berdasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya, agama merupakan suatu general institutions, oleh karena dikenal oleh hampir semua masyarakat di dunia ini. Agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan lain-lainnya merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakatmasyarakat tertentu di dunia ini. e. Berdasarkan fungsinya, ada perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun polapola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misanya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri. Contoh adalah lembaga-lembaga hukum. Dalam interaksi yang dilakukan manusia, akan terdapat suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi, dan saling menolong. Hubungan-hubungan tersebut akan menjadikan manusia dalam berbagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia. Himpunan-himpunan tersebut nantinya akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kelompokkelompok sosial. Adanya kesadaran dari sekelompok individu yang merasa memiliki identitas yang sama. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu dalam kelompok. Adanya keinginan untuk membela hak-hak dan kepentingan dari individu di dalam kelompok.
Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

71

Adanya keinginan untuk mendominasi struktur masyarakat seperti kekuasaan dan pemerintahan yang ada di dalam masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan sosiologi, terutama di Jerman kita mengenal salah satu tokoh yang cukup populer, yaitu Max Weber, dengan berbagai macam tulisan dan argumentasinya. Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum berpendapat Sumber: www.mohr.de bahwa ada pengaruh faktorfaktor politik, agama, dan ekonomi terhadap perkembangan hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Salah satu argumen-tasinya yang terkenal adalah argumentasi tentang hukum, baik di lingkungan nasional maupun di lingkungan internasional. Pada masalah hukum ini, Max Weber mengatakan ada empat tipe ideal dari norma hukum yang ada di dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Hukum Irasional dan Material 2. Hukum Irasional dan Formal 3. Hukum Rasional dan Material 4. Hukum Rasional dan Formal

Organisasi sosial sendiri terbentuk atas dasar dorongan-dorongan yang sedikit berbeda dengan terbentuknya lembaga dan kelompok sosial, antara lain: Adanya cita-cita bersama untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik. Adanya pembagian tugas untuk mengurus kepentingan organisasi.
72
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Dengan adanya dorongan-dorongan untuk mewujudkan terciptanya lembagalembaga sosial. Hubungan Antarstatus Hubungan antarstatus terjadi dalam suatu organisasi. dan anggota dalam suatu organisasi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 73 . hubungan antarkepentingan merupakan hubungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain di dalam masyarakat yang berorientasi pada terpenuhinya kepentingan dari masing-masing pihak. dan lain-lain. dan lain-lain. Hubungan Antarkepentingan Pada dasarnya. dan organisasi sosial dalam masyarakat. Hubungan lebih bersifat legal. Hubungannya bersifat resmi. Hubungan yang terjalin berpedoman pada kedudukan masing-masing dalam suatu organisasi yang bersifat formal sehingga interaksi masing-masing pihak didasarkan pada statusnya masing-masing. perdagangan. Berikut beberapa karakteristik yang menandai adanya hubungan antarstatus. olahraga. Contoh: hubungan dalam asosiasi sepak bola. sekretaris. Ada sanksi yang diberlakukan dalam setiap interaksi yang menyimpang dari ketentuan yang ada. pedagang batik. Jadi. bulu tangkis. Dalam hubungan antarkepentingan ini. bendahara. Organisasi sosial sendiri terbentuk dari adanya minat dan kepentingan dari individu dalam sebuah masyarakat yang disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang formal dan lebih teratur. masing-masing pihak saling memberikan solidaritasnya untuk mendukung terciptanya suatu jalinan yang harmonis sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terlaksana dengan baik. 1. terdapat empat macam bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut. seni dan budaya. Hubungan antarkepentingan ini juga memiliki karakteristik berikut. Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada norma yang legal. Semua pihak berpijak pada statusnya. Adanya keinginan untuk mengembangkan kepentingan bersama seperti industri. 2. kelompok-kelompok sosial. Toleransi bersifat terbatas. Semua pihak berpijak pada kepentingan masing-masing. dapat dikatakan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi dan bekerja sama yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama.Adanya keinginan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. baik pemerintah maupun swasta. Contoh: hubungan kedinasan di dalam militer antara atasan dan bawahan atau hubungan antara ketua.

PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA. Aktivitasnya tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku. 3. maka munculah dorongan dari warga masyarakat untuk mengatur dan mengembangkan kehidupannya agar terjadi pola hubungan yang lebih harmonis. DAN ORGANISASI SOSIAL Bersamaan dengan proses berkembangnya suatu masyarakat. Solidaritas sosial dalam keseharian sangat tebal. Solidaritas sangat kuat. Solidaritas sosial relatif kuat. hubungan kekeluargaan merupakan hubungan yang terjadi antarpihak yang memiliki hubungan darah dengan ciri solidaritas antaranggota relatif lebih tinggi dan bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat nonformal. KELOMPOK. D.Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati. Semua pihak berasal dari keturunan yang sama. Hubungan ini merupakan hubungan kekeluargaan. Pada hakikatnya. ternyata pada masyarakat primitif dan masyarakat tradisional hubungan kekeluargaan sangat erat. 4. Hubungan Persahabatan Hubungan persahabatan terjadi antara dua individu atau lebih yang tidak ada hubungan darah. Mereka lebih akrab dengan orang-orang yang mempunyai hubungan bisnis yang sama. Bila dicermati. Hubungan Kekeluargaan Dalam suatu keluarga atau kerabat terdapat pola hubungan di antara orangorang yang mempunyai asal-usul dan darah keturunan yang sama. Semua pihak saling melindungi dan memanjakan. Semua pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis. justru relatif rendah. Semua pihak mempunyai orientasi yang sama. Bentuk hubungan dapat bersifat formal atau nonformal. Hubungan bersifat tidak resmi. Mereka ini sangat mendambakan adanya komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu persahabatan atau keakraban. Berikut beberapa karakteristik dari hubungan kekeluargaan. antara lain sebagai berikut. Semua pihak tidak ada hubungan darah atau keturunan. Dorongan-dorongan ini 74 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Ada beberapa karakteristik hubungan persahabatan. Tetapi pada masyarakat modern. Contoh: hubungan dua individu yang saling bersahabat.

perilaku sosial. Untuk menciptakan suatu tertib sosial dalam masyarakat. norma. yaitu tahapan yang masyarakatnya mulai memandang perlu/ meminta akan adanya tertib sosial itu sendiri. yaitu suatu tahapan di mana interaksi sosial. Adapun proses terbentuknya suatu keteraturan sosial adalah sebagai berikut. diakui. akan terjadi hubungan timbal balik antara setiap anggotanya dan akan ada norma-norma yang mereka buat dan mereka taati bersama. Mula-mula norma terbentuk secara tidak sengaja. 2. yaitu suatu tahapan yang keajegannya terus berulang sehingga membentuk suatu pola perilaku masyarakat. Adanya keajegan. Proses Pembentukan Lembaga Sosial Dalam Perkembangan Keteraturan Sosial Norma dalam masyarakat dibuat untuk menciptakan keteraturan. persamaan senasib. Adanya order. yaitu tahapan keteraturan yang mulai ada akibat adanya norma/peraturan yang baru. Proses inilah yang dinamakan proses pelembagaan (institutionalization). Kumpulan orang atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok apabila ada interaksi di antara orang-orang yang ada di dalam kerumunan tersebut dan ada ikatan emosional sebagai pernyataan bersama. kepemimpinan yang Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 75 . Kerumunan itu pun berkembang menjadi kelompok-kelompokkan di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. Dalam kelompok tersebut. memang diperlukan proses yang relatif panjang sehingga akhirnya terbentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus masing-masing kebutuhan pokok warga masyarakat yang bentuknya berbeda-beda sesuai bidangnya. persepsi atau tujuan. 1. dihargai. dan nilai benar-benar telah menjadi satu perwujudan dalam segala aktivitas manusia. Selain itu. kemudian lama-lama dibuat secara sadar. dapat dikatakan bahwa norma sudah melembaga. di dalam kerumunan tersebut telah berkembang tujuan atau kepentingan bersama. norma. dan nilainya mulai ada kesesuaian dalam masyarakat.mengakibatkan terbentuknya lembaga sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat. dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. Norma-norma yang ada setelah mengalami suatu proses akan menjadi bagian tertentu dari lembaga sosial. Proses Terbentuknya Kelompok kelompok pada awalnya terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berekrumunan. Adanya pola. Pada tahap ini. Adanya tertib sosial. di mana ketika norma sudah dikenal.

kedudukan. setiap organisasi mempunyai orang-orang yang memenuhi syarat untuk menduduki struktur organisasi tersebut. tidak pernah berhenti dari aktivitas. Organisasi ini nantinya berfungsi sebagai tempat untuk menampung aspirasi dari para anggota dan sebagai alat untuk mencapai tujuan.dipatuhi. Kerja sama dalam suatu kesatuan sistem yang teratur akan terwujud setelah diorganisasi atau dibentuk organisasi. 3. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan antara lain berubahnya lingkungan alam. dan misi. disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari organisasi tersebut. serta berubahnya nilai dan sikap. asas. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat senantiasa bersifat dinamis. serta hak dan kewajiban masing-masing anggota. Untuk mencapai tujuannya. E. Selain itu. visi. Perubahan ini dapat terjadi dalam skala besar seperti adanya revolusi sosial. visi. namun dapat terjadi pula dalam skala kecil. di mana di dalamnya dinyatakan secara jelas tujuan. kepentingan. situasi kependudukan. fungsi. dapat juga terjadi tanpa adanya perencanaan. Proses Terbentuknya Organisasi Sosial Untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya. manusia harus bekerja sama dengan orang lain. dan ada norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat direncanakan dengan perencanaan yang matang. struktur sosial yang akan mengakibatkan berubahnya pola interaksi. Sumber: Koleksi editor Gambar 3.3 Dalam suatu kelompok akan terjadi hubungan timbal balik antara anggotanya. Pembentukan organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama dan didasarkan atas persamaan profesi. dan akibatnya senantiasa mengalami perubahanperubahan. misi. 76 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

arah angin. antara lain perubahan musim dan iklim yang akan berakibat pada perubahan suhu. tekanan. gunung meletus. dan pola konsumsi bagi sebagian besar umat manusia. Sumber: Tempo Gambar 3. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 77 . dan seterusnya. sedangkan di Indonesia terjadi pergantian musim hujan dan kemarau. Pergeseran Lintasan Semu Matahari Tahunan Pergeseran lintasan semi matahari tahunan ini akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Perubahan Lingkungan Alam Perubahan lingkungan alam pada dasarnya bersumber dari rotasi dan revolusi bumi sehingga mengakibatkan suatu siklus pergantian seperti musim. dan lain-lain.4 Banjir merupakan fenomena alam yang sifatnya mendadak dan temporer. d. yaitu aktivitas-aktivitas sosial budaya yang layak dilakukan pada siang hari dan malam hari. Pergantian Siang dan Malam Berubahnya fenomena alam ini juga membawa pengaruh pada struktur aktivitas manusia. perubahan waktu. musim gugur. Berubahnya fenomena alam ini telah membawa pengaruh perubahan terhadap produktivitas industri es. Perubahanperubahan lingkungan alam ini menyebabkan manusia harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu sendiri. gempa bumi. b. dan musim semi (di daerah iklim sedang). a.1. tanah longsor. dan curah hujan sehingga mengakibatkan perubahan pola tanam bagi kegiatan pertanian. Perubahan yang Sifatnya Mendadak atau Bersifat Temporer Beberapa contohnya adalah banjir. Adapun contoh-contoh perubahan lingkungan alam adalah sebagai berikut. perubahan siang malam. iklim. Pergantian Musim Seperti musim panas. produksi tanaman tertentu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. Perubahan pola tanam ini juga turut membawa perubahan pada produktivitas. musim dingin. c.

Misalnya. munculnya perumahan kumuh. kebijaksanaan three in one pada jalur-jalur tertentu. Perubahan Komposisi Penduduk Komposisi penduduk adalah perbandingan-perbandingan antara kelompokkelompok penduduk. pendapatan. dan kulitas penduduk. Perubahan Situasi Kependudukan Melalui proses natalitas dan mortalitas. perbandingan antara kelompok produktif dan nonproduktif. perbandingan antara pria dan wanita. dan lain-lain. serta fasilitas-fasilitas yang lain. ruralisasi. bank. Dorongandorongan tersebut antara lain sebagai berikut. komposisi penduduk. serta komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan. urbanisasi. volume ekspor barang dan jasa. 78 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Berubahnya jumlah penduduk juga menuntut perubahan-perubahan fasilitas umum seperti jalan raya. Bencana-bencana alam ini juga dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang dapat mengubah tingkat pendapatan atau pun kekayaan banyak orang. dan lain-lain. emigrasi. rumah sakit. munculnya rumah susun. 2. Perubahan Persebaran Penduduk Ada banyak dorongan mengapa orang mengalami perpindahan tempat. perumahan. a. Perubahan komposisi penduduk dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan pola aktivitas manusia yang menyangkut produktivitas kerja. kantor pos. d. Kepadatan penduduk ini dapat berubah-ubah karena kelahiran dan kematian. masalah kemacetan lalu lintas. situasi kependudukan bersifat sangat dinamis (artinya selalu berubah-ubah). Bentuk-bentuk perubahan situasi kependudukan ini antara lain terjadi pada jumlah penduduk. munculnya solusi jalan layang. Wujud perubahan-perubahan inilah yang merupakan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat. Berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan merubah banyak hal seperti meningkatnya harga tanah. sekolah. c. busway. juga karena adanya mobilitas seperti imigrasi. b. dan lain-lain. Yang pasti bahwa berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan sangat mempengaruhi berbagai pola aktivitas manusia. tingkat kepadatan penduduk. dan lain-lain. persebaran penduduk. Perubahan Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk pada dasarnya adalah bilangan yang menyatakan berapa banyaknya penduduk pada tiap-tiap kawasan di muka bumi seluas 1 km2. dan lain-lain. pendidikan.Berubahnya fenomena alam menjadi penyebab berubahnya aktivitas manusia untuk melakukan evakuasi atau pemindahan lokasi tempat tinggal serta aktivitasaktivitas penyelamatan lainnya. Perubahan Jumlah Penduduk Perubahan jumlah penduduk dapat memunculkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh penguasa dalam mengatasi segala permasalahannya seperti masalah kesehatan.

dan Tingkat Pendapatan Kualitas penduduk adalah keadaan secara umum mengenai tingkat kesejahteraan dan tingkat peradaban suatu masyarakat.Alasan Alasan Alasan Alasan Alasan perkawinan pendidikan mengadu nasib atau mencari pekerjaan keamanan tugas atau pekerjaan. Situasi yang berubah-ubah pula meliputi masalah keamanan. dan personil kabinet. tingkat kelahiran dan kematian. dan lain-lain. Berubahnya struktur sosial. 3. akan mempengaruhi pola konsumsi. berubahnya pola kerja yang akan berakibat memburuk atau membaiknya situasi umum dalam masyarakat. pembauran ras. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 79 . Perubahan Kualitas Penduduk yang Menyangkut Kesehatan. masalah pendidikan. pemerataan pendapatan. d. Berubahnya undang-undang dasar. Berubahnya personil-personil pemangku status sosial mulai dari atas sampai ke bawah. yaitu masalah penyesuaian diri. angka harapan hidup. Perubahan Struktur Sosial Yang dimaksud dengan struktur sosial adalah keseluruhan dari bangunan konstruksi masyarakat yang menyangkut kedudukan dan peran dari tingkat atas hingga tingkatan bawah. Dengan berubahnya kualitas penduduk secara sosiologis. Dengan berubahnya struktur sosial. dan lain-lain. misalnya berubahnya personil presiden dan wakil presiden. Pendidikan. masalah kurs nilai mata uang. tingkat pendapatan. baik yang menyangkut peraturan-peraturan maupun personil-personil akan menumbuhkan banyak perubahan atau dinamika sosial seperti berubahnya kebijaksanaan. Tinjauan ini dapat diindikasikan oleh data-data kesehatan. dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. pejabat tinggi negara. 4. Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap yang dianut dalam diri seorang individu dapat mengalami pergeseran atau perubahan akibat situasi yang dinamis. dan lain-lain. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain akan mewujudkan banyak perubahan-perubahan. peningkatan produktivitas kerja. efisiensi. undang-undang. percampuran kebudayaan. dan lain-lain. angka pendapatan perkapita. serta berubahnya personil-personil dari tiap-tiap kedudukan dan peran yang ada di dalam masyarakat. Contoh-contoh perubahan struktur sosial antara lain sebagai berikut. mengakibatkan perubahan pola interaksi. pertumbuhan investasi. dan efektifitas kerja. pendidikan. proses sosialisasi.

Gerakan sosial ini sering disebut revolusi sosial. dan lain-lain. masalah penegakan hukum. Penemuan Baru (Invention dan Discovery) Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia melakukan berbagai macam penelitian hingga menghasilkan sesuatu yang baru. masalah keadilan. Pola keluarga besar menjadi pola asuh keluarga kecil. dan lain-lain. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika sosial dalam masyarakat dapat juga diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. aksi pemogokan. orang menjadi gemar menabung. protes. a. Adapun penjabaran faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial itu sebagai berikut. yaitu perubahanperubahan yang berlangsung relatif cepat yang menyangkut bidang-bidang kehidupan yang sangat mendasar. Akibat dari gerakan sosial ini akan memunculkan pembaharuan tatanan kehidupan dalam masyarakat. yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan dari luar masyarakat itu sendiri. Revolusi yang terjadi di suatu negara dapat mendorong terjadinya perubahan besar. masalah personil pejabat negara. Menganggap pendidikan tidak penting menjadi pendidikan sangat penting. dan lain-lain. sangat berhati-hati karena keamanan memburuk. demonstrasi hingga berbentuk perang saudara atau suatu kudeta. Gerakan sosial ini dapat berupa tuntutan-tuntutan. Penemuan baru ini dapat berupa discovery dan invention. Pandangan terhadap masa lampau menjadi berpandangan pada masa yang akan datang. 80 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Misalnya. mulai dari bentuk negara.masalah kesehatan. Adanya perubahan dalam nilai sentral (nilai yang paling dipedomani seseorang) akan mengakibatkan perubahan pola perilaku. Gerakan Sosial (Social Revolution) Gerakan sosial adalah akumulasi dari kehendak sebagian warga masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu masyarakat. yaitu penemuan baru yang belum diterima oleh kalangan luas masyarakat dan belum diaplikasikan dalam bentuk penerapan teknologi. sampai pada keluarga-keluarga yang mendiami negara tersebut. Contoh-contoh perubahan nilai dan sikap antara lain sebagai berikut. dan seterusnya. lebih mementingkan pendidikan. Discovery. lembaga kemasyarakatan. misalnya adalah masalah pemerintahan. Tidak gemar menabung menjadi gemar menabung. Faktor Internal Yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. Hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya perubahan-perubahan dan dinamika sosial yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut.

Apabila dalam suatu pelaksanaan pembangunan telah dilaksanakan persis seperti rencananya tetapi belum menunjukkan hal-hal yang baik seperti yang diinginkan.Tetapi penemuan baru ini telah menunjukkan sesuatu kebenaran yang belum pernah ada yang diperoleh melalui suatu penelitian atau suatu penjelajahan. maka yang terjadi adalah hambatan-hambatan dalam setiap segi pelaksanaan pembangunan. nilai-nilai kebudayaan masyarakat. perubahan-perubahan yang diidealkan pada masa yang akan datang telah disusun dalam suatu perencanaan perubahan yang disebut pembangunan. kebutuhan. maka yang buruk adalah perencanaan pembangunannya. diperlukan beberapa syaratsyarat sebagai berikut. Discovery dapat terwujud dalam bentuk penemuan unsur kebudayaan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 81 . menerima. Kemudian. dan tertib sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. pelaksanaan pembangunan yang baik adalah pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun tersebut. Adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Invention ini seringkali akan mengakibatkan munculnya berbagai macam inovasi terutama di bidang teknologi. Untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan. yaitu penemuan baru yang telah diterima oleh kalangan luas masyarakat dan telah diaplikasikan dalam bentuk teknologi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. Perencanaan pembangunan yang baik adalah perencanaan pembangunan yang penyusunannya melibatkan partisipasi seluruh lapisan dan golongan sehingga akan sesuai dengan nilai-nilai kemampuan. baik alat maupun gagasan yang diciptakan seseorang. nyaman. Invention. nilai-nilai kebutuhan. dan menciptakan penemuan baru tersebut. Tanpa adanya dukungan. Adanya perencanaan yang baik. perencanaan pembangunan ini dirumuskan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah perencanaan yang disebut GBHN (Garisgaris Besar Haluan Negara). yaitu iklim masyarakat yang aman. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. apabila situasi keamanan terganggu. dan nilai-nilai budaya masyarakat. Di Indonesia. Sebaliknya. Perencanaan Perubahan (Pembangunan) Pada masyarakat modern. suatu program pembangunan tidak akan tercapai meskipun ada perencanaan yang baik. yaitu perencanaan yang sesuai dengan kemampuan. Adanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Selanjutnya GBHN ini akan diserahkan kepada Presiden selaku Mandataris MPR untuk dilaksanakan selama lima tahun ke depan.

hal ini terlihat misalnya dalam hal pergaulan. Faktor eksternal Yaitu faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat. generasi tua justru tidak begitu saja menerima unsur kebudayaan tersebut.Adanya optimalisasi pencapaian pelaksanaan pembangunan oleh penguasa. antara lain: Pengaruh Kebudayaan Lain Melalui proses interaksi antarindividu maupun antarkelompok antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain akan mengakibatkan akulturasi. asimilasi. serta proses percampuran kebudayaan ini merupakan percampuran antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan asing. Sebaliknya. dan antara individu dengan individu. terutama percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan asing yang bersifat melengkapi atau menyempurnakan. Generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan baru. Ciri-ciri akulturasi kebudayaan antara lain: corak kebudayaan setempat yang mengalami percampuran masih tampak sifat-sifat khasnya. Hal ini juga menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya. Proses asimilasi kebudayaan merupakan proses percampuran yang terbaik karena tidak ada unsur paksaan dan terjadi dalam suatu hubungan yang sangat harmonis. Dengan begitu. b. Berkurangnya penduduk karena perpindahan penduduk ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan pada lapangan pekerjaan. Hal ini mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. Pertambahan penduduk membuat masyarakat pun mulai mengenal hak milik seseorang atas tanah. Bertambah atau berkurangnya penduduk. Pertentangan dalam masyarakat di antara individu dengan kelompok. Akulturasi Kebudayaan Yaitu proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih secara damai dan sukarela. dan penetrasi kebudayaan. proses percampuran kebudayaan berjalan secara damai dan sukarela. dan sewa tanah. Asimilasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang berlangsung sangat panjang dan akrab sehingga dapat membuat corak kebudayaan khasnya menjadi luntur sama sekali sehingga sulit untuk dikenali. antara kelompok dengan kelompok. proses percampuran ini lebih bersifat menyempurnakan. Pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua merupakan contoh pertentangan antara kelompok dengan kelompok. sistem bagi hasil. dalam hal ini adalah presiden hingga seluruh jajaran aparatur negara. percampuran-percampuran itu sungguh-sungguh 82 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Pengaruh Lingkungan Alam Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alam senantiasa mengalami perubahan-perubahan dalam bentuk siklus yang teratur maupun siklus yang tidak teratur. Gempa bumi. tetapi juga melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. dan sifat-sifat khas dari budaya setempat menjadi luntur bahkan hilang sama sekali hingga sangat sulit untuk dikenali. dan corak kebudayaan khas menjadi luntur sehingga membentuk corak budaya yang baru yang merupakan perpaduan dari hasil percampuran tersebut. Tipe-tipe penetrasi budaya dapat berlangsung melalui penjajahan fisik. Penetrasi budaya ini terjadi dari budaya masyarakat yang kuat kepada budaya masyarakat yang lemah. atau melalui sistem religi atau agama dan kepercayaan. tetapi melalui pemaksaan. terjadi pengikisan budaya lokal. angin topan. Ciri-ciri asimilasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. dan banjir besar termasuk bencana yang tidak hanya ikut merubah lingkungan alam. penindasan. wilayahnya saling berdekatan. Perubahan yang direncanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. misalnya dalam hal mata pencarian. 1. meluasnya budaya masyarakat penjajah. Jelaskan bagaimana pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial dan budaya. Misalnya. hubungannya sangat akrab atau intim. Setiap perubahan sosial mesti terdapat pihak-pihak yang dirugikan dan pihak-pihak yang diuntungkan. Jelaskan bagaimana membuat perencanaan perubahan yang baik! 4. Berikan dua buah contoh bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi akibat perubahan nilai dan sikap! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 83 . seseorang yang tinggal di daerah pantai meninggalkan daerahnya ke daerah pertanian karena bencana banjir. Ciri-ciri penetrasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya melalui suatu pemaksaan. atau pun penjajahan.dikehendaki oleh semua pihak. serta berikan contoh-contohnya! 2. penjajahan ekonomi. Perubahan-perubahan lingkungan alam ini mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat bertahan hidup. Penetrasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih. Jelaskan bagaimana solusinya! 3. Ia pun menyesuaikan dirinya dengan menjadi petani.

manusia akan melakukan kerja sama. Peperangan dengan negara lain juga dapat menyebabkan perubahan. individu akan memahami norma-norma sosial sekaligus dapat mematuhinya. kesopanan. dan lain-lain sehingga akan menimbulkan perubahanperubahan yang lebih bersifat destruktif. Dalam interaksi yang dilakukannya. di mana seringkali negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang kalah. interaksi sosial merupakan sarana yang sangat fundamental untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu. 84 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dalam interaksi yang dilakukan. Oleh karena itu. Di sisi lain. INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL Dalam membangun terciptanya keteraturan sosial dalam dinamika kehidupan sosial. distribusi tenaga kerja.5 Kerja sama diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.Peperangan Yang dimaksud dengan peperangan adalah konflik atau pertikaian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar batas-batas negara. Sumber: Indonesia Indah Gambar 3. dan dasar-dasar dari norma agama. pengiriman bahan baku. F. Terjadinya kerja sama antara individu-individu atau antara kelompok-kelompok dalam interaksi sosial merupakan bentuk adanya keteraturan sosial dalam masyarakat. Interaksi sosial terjadi pertama kali dalam lingkungan keluarga dan kerabat. sekolah merupakan media kedua yang sangat strategis untuk menyelenggarakan interaksi sosial yang terarah dan untuk menciptakan warga masyarakat yang berkualitas secara intelektual. budi pekerti. proses kerja sama. Kerja sama inilah yang mendorong terbentuknya suatu sistem norma sosial yang baku dalam pergaulan hidup bermasyarakat. sangat diperlukan peranan orang tua dalam rangka membentuk generasi muda yang memahami norma-norma kesusilaan. Peperangan ini sering kali akan memunculkan implikasi yang negatif. misalnya macetnya proses pemasaran.

Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. Agar interaksi sosial berlangsung positif. Artinya. Coba amatilah perilaku sosial dari seluruh komponen sekolah dan buatlah deskripsinya secara ringkas! 2. Oleh karena itu. Kemajemukan ini pasti akan mendorong pula terjadinya keragaman dalam interaksi sosial. Proses sosial sendiri muncul karena adanya hubungan-hubungan yang terjadi di antara manusia yang bersifat dinamis. dan adat istiadatnya. Keteraturan sosial di dalam masyarakat tidak akan terjadi dengan sendirinya. interaksi yang kita hasilkan pun akan mengarah pada kerja sama dan berlangsung positif. bahasa. baik individu maupun kelompok. Kepentingankepentingan tersebut dapat terpenuhi secara wajar tanpa adanya konflik dengan pihak lain. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam hal suku. Untuk mewujudkan keteraturan sosial. agama. keteraturan sosial di tengah keragaman masyarakat pun akan tercipta. 1. Keteraturan sosial menjadi idaman semua orang. Bagaimana menciptakan keteraturan sosial di lingkungan sekolahmu? 3. Sebagai individu. sebaliknya jika berlangsung negatif akan mendatangkan konflik. Ketika kita sudah memahami dan mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Menurutmu komponen-komponen apakah yang perlu dibenahi dan bagaimana solusinya? Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 85 . hubungan sosial yang muncul pun akan bersifat dinamis di mana ada timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut. kita pun harus dapat menciptakan keteraturan sosial di tengah-tengah keragaman tersebut. Interaksi sosial yang berlansung positif akan mengarah pada kerja sama. karena keteraturan sosial dapat menjamin semua kepentingan. jika ada keteraturan sosial dalam masyarakat. kita pun sebagai anggota masyarakat harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan saling menghormati satu sama lain. interaksi sosial bagi seorang anak sangat penting dalam membentuk karakter sosial yang baik dan mampu menghasilkan calon-calon warga masyarakat yang baik. budaya. Dengan sendirinya. diperlukan adanya keteraturan sosial. hal tersebut harus diciptakan oleh masing-masing individu yang hidup dalam masyarakat.

anak-anak membentuk suatu kelompok-kelompok bermain dengan ekses negatif. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Setujukah kalian dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan disertai dengan data-data pendukung! 2. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. baik aparat keamanan (tentara dan kepolisian) maupun semua warga masyarakat sebagai komponen bangsa. yaitu membentuk suatu geng yang mengarah pada akumulasi tenaga Sosiologi SMA/MA Kelas X . Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Bagaimana solusi menciptakan kamtibmas di lingkungan kalian? MENGELIMINIR BUDAYA TAWURAN P 86 ada pergaulan remaja terutama di lingkungan sekolah. diperlukan perhatian dari semua pihak. Dalam konteks ini peranan aparat keamanan lebih strategis dan lebih penting daripada peranan rakyat biasa sebagai warga masyarakat. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Terwujudnya keamanan dan ketertiban akan menjamin kelancaran roda pemerintahan dan terciptanya stabilitas nasional yang mantap. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1.MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DALAM MASYARAKAT K eamanan dan ketertiban merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya yang dapat mempengaruhi kelancaran proses interaksi antarwarga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2.

artinya masing-masing individu mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang sangat berbeda-beda. serta budaya-budaya baru yang diperoleh dari orang lain atau dari masyarakat yang lain. Tindakan ini di satu sisi memang menjadi sarana pergaulan untuk menyerap pengetahuan dan keterampilan dari satu pihak kepihak yang lain. Bagaimana cara-cara untuk mencegah terjadinya tawuran? INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Setiap masyarakat terdiri dari individu-individu yang bersifat heterogen. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 87 . Proses pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus.fisik untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya. setiap orang dalam masyarakat akan mendapatkan pengetahuan. Kejadian ini sering kali dilakukan setelah usai sekolah atau bahkan meninggalkan jam pelajaran untuk berkelahi dengan kelompok yang lain. Tetapi seringkali muncul sebagai kelompok-kelompok fisik yang cenderung mengembangkan budaya tawuran dengan kelompok yang lain. Mengapa justru budaya tawuran sangat rentan pada anak-anak usia remaja? 3. Keadaan ini telah mendorong secara naluriah bagi tiap-tiap individu untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagai hasil proses interaksi sosial. perumahannya. Pertanyaan: 1. Proses inilah yang dimaksud dengan proses perubahan sosial dan budaya yang dalam kurun waktu yang panjang disebut dinamika sosial budaya. Proses ini telah mendorong orang untuk memperbaiki atau merevisi hidupnya termasuk kebudayaannya seperti pola pikirnya. dan sebagainya. nilai-nilai. baik antaranggota masyarakat dalam suatu masyarakat atau pun antarmasyarakat yang berbeda struktur budayanya. Bagaimana pendapat kamu tentang kerugian akibat adanya tawuran? 2. mata pencariannya. maka terjadi perkelahian di antara kedua geng tersebut. Ada kalanya kelompok yang satu bertemu dengan kelompok yang lain dan timbul masalah yang sifatnya relatif sepele.

Apa sajakah yang dapat diperoleh bagi seseorang melalui proses interaksi sosial dengan individu yang lain. Dengan interaksi sosial. 3. senasib. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang positif maupun yang negatif. dan sepenanggungan yang muncul di dalam 88 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama seperti apa yang kamu alami ketika kamu masih anak-anak? 4. Di dalam dinamika sosial. Mengapa perubahan sosial budaya suatu bangsa perlu direncanakan secara saksama dalam waktu sebelumnya? Jelaskan alasanmu! 1. dan hubungan antara kelompok individu dengan kelompok individu. baik dalam satu masyarakat atau pun antarmasyarakat? 5. Dengan terbentuknya suatu masyarakat. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkat-perangkatnya saling berinteraksi dan mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. akan terjadi proses pemindahan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilanketerampilan dari pihak yang satu kepada pihak yang lain sehingga menimbulkan perubahan-perubahan.Pertanyaan: 1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. Jelaskan bagaimana kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial budaya? 3. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Sugesti Simpati Imitasi Motivasi Identifikasi Empati 5. Dinamika sosial pada hakikatnya merupakan keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses interaksi sosial? 2. Interaksi sosial merupakan komponen yang paling dasar dalam mewujudkan suatu dinamika sosial dan budaya di dalam masyarakat. maka terbentuk pula community sentiment. individu dengan kelompok individu. 4. 2. yaitu seperasaan.

Untuk mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik. Terbentuknya organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 89 . Kerja sama ini dapat didasari oleh adanya persamaan profesi. visi. Proses terbentuknya organisasi sosial. kepentingan. Jika di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. Faktor-faktor penyebab perubahan dan dinamika sosial Perubahan lingkungan alam Perubahan situasi kependudukan Perubahan struktur sosial Perubahan nilai dan sikap Selain faktor-faktor di atas. persepsi atau tujuan. Faktor eksternal Pengaruh kebudayaan lain Pengaruh lingkungan alam Peperangan 11. Ada hubungan timbal balik antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Kelompok diawali degnan orang-orang yang berkerumun dan berinteraksi. suatu kerumunan dapat dikatakan telah menjadi kelompok. Proses pembentukan lembaga sosial dalam perkembangan keteraturan sosial tertib sosial keajegan order pola perilaku 8. 6. persamaan senasib. perubahan dan dinamika sosial juga disebabkan oleh dua faktor. a. Faktor internal Gerakan sosial (sosial revolution) Penemuan baru (invention dan discovery) Perencanaan perubahan pembangunan b. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. 10.hati setiap warga masyarakat. Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama dengan sendirinya akan menciptakan keteraturan sosial. dalam kelompok tersebut telah terjadi hubungan timbal balik dan ada norma-norma yang dipatuhi oleh masingmasing anggota. Selain itu. Proses terbentuknya kelompok. Hubungan antarstatus Hubungan kekeluargaan Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan 7. dibentuklah lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. Dengan community sentiment ini. kehidupan bersama dalam masyarakat akan terbangun dengan kokoh. 9. dan misi.

D atau E! 1. A. imitasi B. coercion B. adapun contoh bentuk kerja sama antara lain . . sosial status C. akomodasi C. . . ada tujuan yang hendak dicapai dan simbol D. Status sosial dapat mempengaruhi pola interaksi sosial. empati E. C. . assigned status B. sosialisasi D. . ada pelaku dan dimensi waktu C. A. Interaksi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. status sosial dapat diperoleh melalui faktor keturunan atau kelahiran. misalnya gelar ningrat yang dapat disebut dengan . . asimilasi 90 Sosiologi SMA/MA Kelas X D. akulturasi C. achieved status 3. . . akomodasi E. kompetisi B. ascribed status E. identifikasi D. . ada kontak sosial dan komunikasi B. ada tindakan dan norma sosial E.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. ada pelaku dan tata nilai 2. A. dalam proses sosial tersebut seseorang yang cenderung menanggapi anjuran tertentu dari pihak lain tanpa berpikir panjang pada individu penerima disebut . Salah satu bentuk proses sosial asosiatif antara lain kerja sama. . salah satu bentuk proses yang disosiatif antara lain . akulturasi . Interaksi sosial dapat berlangsung bilamana memenuhi syarat antara lain . simpati C. tipe status D. . . . asimilasi 5. kompetisi E. sugesti 4. A. Interaksi sosial dapat dinamakan proses sosial. . B. . A.

1. dan 5 C. 2. Suatu proses sosial asimilasi dapat berjalan dengan lancar. 4 dan 5 B. nilai religius. . terisolasinya golongan tertentu Pernyataan di atas yang benar adalah . 5 dan 1 C. nilai material. mempunyai pengaruh yang berbeda Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri nilai sosial adalah . persamaan unsur-unsur kebudayaan 2. 1. 3. . 4. .6. dan 4 E. Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. . 3. . 2. dapat ditularkan 4. . . instrumental Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 91 . . nilai kebaikan 3. dan 3 D. Macam-macam nilai sosial: 1. Notonegoro adalah . nilai ekonomi. 3. A. 4. 2. dan 3 D. kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. terbentuk melalui proses belajar 5. nilai kebenaran. . dan 4 E. 1. . dan 4 7. dan 5 C. 2. hormat. salah satu faktorfaktor yang dapat mempengaruhi antara lain . 1. irasional D. 3 dan 4 9. rasional C. A. . 2 dan 3 E. 2. . Tingkah laku Budi tersebut merupakan contoh tindakan sosial . nilai vital Uraian di atas. merupakan alat pendorong dan pemersatu 3. nilai intelektual 5. dan 5 B. afektif E. nilai watak 2. Dr. 4. nilai kejasmanian. dan 5 8. toleransi di antara mereka 4. 1 dan 2 D. . yang termasuk nilai sosial menurut Prof. nilai keindahan 4. 1. A. 2. A. 1. perbedaan ekstrem latar belakang budaya 5. tradisional B. sebagai petunjuk arah dan pemersatu 2. . . dan 5 B. Budi selalu bersikap sopan. 3. 1. 2. dan patuh kepada kedua orang tuanya.

yang bersifat disosiatif adalah . . pengaturan kegiatan bersama dengan baik 3. . . persaingan tidak sehat mencapai prestasi terbaik 4. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan tentang nilai-nilai yang mereka anut disebabkan adanya perbedaan-perbedaan. A. dan 5 11. sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat D. 2. . . . perselisihan dengan cara yang kasar Dari contoh interaksi sosial di atas. keteraturan sosial dapat terbentuk dikarenakan adanya .10. kontak D. latar belakang pendidikan 12. Faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah . . ras dan keturunan E. Perhatikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial berikut! 1. folkways 14. sumber 13. . 2. kepribadian dan sikap D. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. 3. . . dan 3 C. komunikasi E. A. pranata sosial B. ketaatan masyarakat terhadap norma sosial yang berlaku E. 3. custom C. penyebaran rasa benci untuk menjatuhkan orang lain 5. penerima C. dan 5 E. dan 4 B. A. A. . . kondisi masyarakat yang mau menerima norma-norma sosial 15. Faktor penyebab terjadinya perbedaan nilai yang menjadi orientasi tindakan individu dalam masyarakat adalah . waktu dan tempat B. . norma sosial E. 1. antara kelompok dengan kelompok. Dalam suatu kehidupan masyarakat. dan kelompok dengan individu. 4. . 2. 92 Sosiologi SMA/MA Kelas X . tempat dan kebudayaan C. imitasi B. antara lain . 1. . norma-norma sosial beserta sanksi-sanksi bagi yang melanggar C. . kerja sama membangun perusahaan 2. 2. keselarasan antara interaksi dengan norma dan nilai sosial yang berlaku B. sistem sosial D. . A. . dan 5 D. Suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat disebut . 4.

norma-norma sosial tersebut mempunyai sanksi-sanksi E. kebiasaan kebiasaan. individu. E. A. terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas 18. pengalaman. norma sosial. A. status sosial B. struktur sosial. kebudayaan. akomodasi C. . . . . disosiatif D. . C. sistem sosial D. . proses sosial C. kerja sama 19. asosiatif E. . tertib sosial E. kemampuan pengetahuan. kelompok. . harapan. proses sosial. sosialisasi dan komunikasi antarindividu dalam kelompok C. struktur sosial E.A. interaksi sosial. Keteraturan sosial merupakan hubungan selaras antara . adapun salah satu cirinya . . dan nilai yang berlaku dalam masyarakat 20. dan interaksi anggota masyarakat D. kepribadian. pola D. kelas sosial Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 93 . . A. tujuan. sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut B. order B. Suatu kondisi masyarakat yang teratur di mana sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat sehingga berbentuk pembagian kerja dan pranata sosial dalam setiap individu atau kelompok disebut . Interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya . kemampuan. A. fasilitas kondisi lingkungan. adanya tata nilai tertentu yang dipakai oleh masyarakat D. motivasi. Proses yang cenderung bersatu dan meningkatkan solidaritas anggota-anggota kelompok merupakan bentuk proses . norma-norma sosial tersebut diterima secara mantap C. . D. keajegan C. keinginan. dan anggota masyarakat seluruhnya E. . . tujuan. keteraturan sosial 17. B. . norma dan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat B. kemauan. Masyarakat dapat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib. tata nilai 16. . kompetisi B. perencanaan tata nilai. A. lingkungan.

Apa yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan? 8. Sebutkan bentuk-bentuk dari perubahan situasi kependudukan! 6. Bagaimana upaya menciptakan keteraturan sosial di dalam masyarakat? 10. Jelaskan proses terbentuknya suatu lembaga! 2. Apa yang dimaksud keteraturan sosial? 9.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa sumbangan dari adanya keteraturan sosial terhadap pembangunan bangsa? jelaskan! 94 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Karakteristik apa saja yang menandai adanya hubungan antarstatus? 4. Mengapa berubahnya lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan dan dinamika sosial? 5. Apa yang dimaksud dengan struktur sosial? 7. Sebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial! 3.

Mendeskripsikan hubungan sosialisasi dengan kepribadian. dan tanggung jawab yang tampak sehari-hari. kerja sama. pengendalian emosi. Kepribadian terbentuk dari perpaduan antara faktor intern yang berupa warisan biologis dan faktor ekstern yang berupa pengaruh-pengaruh dari lingkungan di luar diri individu.SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosialisasi dan pembentukan kepribadian. kepribadian terbentuk secara stabil yang dapat terlihat melalui perilaku-perilaku yang khas. struktur budaya. Sumber: Koleksi Editor P roses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu di tengahtengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam masyarakat. Bersamaan dengan proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu. Melalui proses sosialisasi. prakarsa. Bagaimanakah sosiologi yang kamu jalankan mempengaruhi kepribadianmu? Coba ikuti bab berikut ini. termasuk sistem nilai dan norma yang dipedomani oleh warga masyarakat. Sebagaimana kita ketahui bahwa kepribadian merupakan gambaran umum yang menyeluruh dari perilaku yang khas yang dimiliki seseorang. Setelah individu mencapai usia dewasa. kegemaran. seseorang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang struktur masyarakat. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai. Menghubungkan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 95 .

Play Group. Media Massa Sifat-sifat Khas Kepribadian Otoriter Peralihan Normatif 96 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lingkungan Pendidikan.Sosialisasi Primer Sosialisasi Sekunder Ciri-ciri Fisik Tingkat Intelegensi Warisan Biologis Bakat-bakat Seni Proses Sosialisasi Media Sosialisasi Keluarga.

Perbedaan Nilai dan Norma Sosial Secara mendasar. Selanjutnya tata nilai ini akan diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang lebih bersifat eksplisit dan dilengkapi dengan sanksi. Bersifat konkret (nyata. Terbentuk setelah adanya nilai. Telah dilengkapi dengan sanksi 4. Mempunyai fungsi sebagai pedoman perilaku warga masyarakat Norma Sosial 1. perbedaan nilai dan norma dalam penerapan pengaturan tertib sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Tidak tertulis 5. Agar nilai-nilai sosial ini dapat dilaksanakan oleh warga. dan larangan-larangan. perintah-perintah. bisa tidak tertulis 5.A. Belum dilengkapi sanksi 4. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 97 . Sistem inilah yang disebut tata nilai. PERANAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI Tiap-tiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan norma yang berbeda-beda. Berdasarkan uraian tersebut. Mempunyai fungsi mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat a. Nilai Sosial Setiap masyarakat mempunyai sistem tata kelakuan dan hubungan sendiri-sendiri. Nilai-nilai sosial ini merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik. norma-norma sosial dibentuk dengan isi. dan tegas) 3. norma dibuat untuk melaksanakan nilai 2. Nilai Sosial 1. jelas. Sistem nilai dan norma tumbuh dan berkembang melalui proses yang relatif panjang dan terseleksi sehingga norma dan nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dijadikan pedoman untuk menyatakan benar atau tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan orang di tengah-tengah masyarakat. Bisa tertulis. Bersifat abstrak (samar-samar) 3. nilai dan norma seperti dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu. Terbentuk lebih dulu daripada norma 2. Penjelasan secara lengkap mengenai nilai sosial dan norma sosial termasuk peranannya secara detail akan dijabarkan pada uraian berikut ini. 1.

sholeh dan sholehah. serta dianggap benar dan penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. rajin. ide. melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan disertai emosi terhadap objek. kepada apa yang seharusnya ada. Dilihat dari sudut perilaku masyarakat. patokan-patokan. yang mengatakan bahwa nilai atau values dimaksudkan sebagai ukuran-ukuran. kita sudah mempunyai gambaran bahwa nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. Young. penting. yang benar dan salah. Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya menilai pentingnya “gotong royong” dan “hubungan kekerabatan”. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik. tawakal. Nilai sosial secara umum dapat dinyatakan sebagai keyakinan relatif kepada yang baik dan buruk. Ada masyarakat yang amat mementingkan bentuk. pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama. Green. dan lain-lain. Dengan demikian. Menurut Soleman (1990:63). 98 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sedangkan di masyarakat lain menganggap kedua hal tersebut “tidak penting” atau dianggap sebagai gejala materialisme. Contoh-contoh nilai antara lain jujur. beriman. dan apa yang seharusnya tidak ada. benar. dan tutur kata yang ramah. pantas. dan baik untuk dikerjakan. dapat dikatakan nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. dicita-citakan. Misalnya. Pengertian tersebut dipertegas oleh Polak (1985:30). anggapan-anggapan. Seperti halnya norma. mengatakan bahwa “Nilai-nilai juga memberikan perasaan identitas masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai”. atau diperhatikan. nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu (tindakan) yang dianggap baik. luhur. Masih banyak pendapat-pendapat mengenai nilai sosial antara lain yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini. hukum. hemat. merumuskan bahwa nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting. Setelah nilai sosial terseleksi dan berupa sesuatu yang telah dinyatakan benar dan baik. dan orang perorangan. nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat. dan berguna berdasarkan ukuran yang berlaku dalam masyarakat. sikap lahiriah yang sopan. suatu masyarakat menjunjung tinggi anggapan tentang waktu adalah uang dan kerja keras. nilai juga bisa berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan lainnya. dan keyakinan-keyakinan yang dianut oleh orang banyak dalam lingkungan suatu kebudayaan tertentu mengenai apa yang benar. dilaksanakan. bersahaja. adil.

yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Tolok ukur yang dipakai memberi nilai (penghargaan) tertentu. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/ keamanan (karsa. Terbentuk dari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 99 . tolok ukur nilai ini tidaklah jauh berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan. Tolok Ukur Nilai Sosial Setiap nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolok ukur yang berbeda-beda. Notonegoro. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia. Dapat disebarluaskan melalui pergaulan. Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Ciri-ciri Nilai Sosial Secara universal nilai sosial mempunyai karakteristik sebagai berikut.Woods. Terbentuk melalui proses belajar. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (estetika). Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat. DR. yaitu sebagai berikut. Dikatakan “daya guna fungsional” karena setiap obyek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan sistem masyarakat yang bersangkutan. Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari akal manusia (cipta. yaitu daya guna fungsional yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. budi). Jenis-jenis Nilai Sosial Menurut Prof. Nilai material adalah segala benda yang berguna bagi jasmani manusia. Tetapi secara universal. Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya. Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi empat macam. penghargaan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya fungsi. Jadi. Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang. yaitu sebagai berikut. menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama. nilai dapat dibagi menjadi tiga bagian. rasio. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. baik positif maupun negatif. etik). kerohanian yang tertinggi dan mutlak.

norma adat dan kebiasaan. norma kesusilaan dan kesopanan. Norma sosial dibuat berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi dengan maksud agar dapat dipatuhi sehingga warga masyarakat dapat berperilaku secara baik sebagaimana nilai-nilai yang ada. bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon).1 Pencemaran lingkungan oleh suatu perusahaan melalui pembuangan limbah sembarangan dapat merugikan ekosistem sekitarnya sehingga perusahaan tersebut dapat dijerat dengan norma hukum. tetapi terdapat banyak persamaan yang berupa moralitas yang bersifat universal (umum).b. Meskipun keempatnya mempunyai bidang pengaturan yang berbeda-beda. 100 Sosiologi SMA/MA Kelas X . serta norma hukum. Norma Sosial Untuk mewujudkan nilai-nilai sosial yang telah diyakini kebenarannya. baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik antaranggota masyarakat dalam melakukan aktivitas sosialnya. Dalam berinteraksi inilah terjadi berbagai macam pengaruh. Secara kodrati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Norma sosial ini meliputi norma agama. 16 Juni 2002 Gambar 4. Sumber: Tempo. diperlukan suatu peraturan untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai sosial tersebut dalam bentuk norma sosial. Pengertian Norma Sosial Yang dimaksud norma sosial adalah semua bentuk ketentuan. yang mengadakan hubungan timbal balik/berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk kelangsungan hidupnya.

sinisme. Dalam soal perjanjian. kiri atau di belakang. Cara (Usage) Pada hakikatnya. dahulu berbentuk lisan sekarang harus berbentuk tulisan. manusia menciptakan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berfungsi melindungi diri dari kekuatan-kekuatan destruktif. seseorang tidak dapat bertindak semaunya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Contoh: orang memakai topi secara benar. cemoohan. Suatu penyimpangan terhadap usage tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat. Dengan adanya norma. tetapi lama kelamaan norma itu dibuat secara wajar. sekarang seorang perantara harus mendapat bagiannya. lidah topi berada di depan. ejekan. Adapun tahapan-tahapan proses terbentuknya norma sosial sesuai dengan tingkatan daya mengikatnya adalah sebagai berikut. Pada mulanya.Dilihat dari aspek penyelamatan dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat. dan sebagainya. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antara individu. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain. Bila ada yang memakainya tidak seperti kelaziman. Daya Ikat Norma Dalam proses tumbuh dan berkembangnya. dalam soal jual beli. sehingga mereka dijauhi oleh masyarakat di lingkungannya. Misalnya. yang ada hanya berupa teguran agar dipakai dengan benar. Pada kondisi seperti ini. Sesuatu yang diulang-ulang memberikan bukti bahwa perbuatan itu dianggap baik. norma-norma tersebut merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku di dalam pergaulan hidup. norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Berdasarkan uraian tersebut. suatu norma sosial mempunyai tahapan-tahapan dengan daya ikat yang berbeda-beda. Pada hakikatnya. dahulu seorang perantara tidak diberi keuntungan. tidak di samping kanan. usage menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101 . Kebiasaan (Folkways) Folkways adalah norma yang mempunyai kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. Tetapi ketentuan ini belum memiliki daya ikat yang kuat karena seolah-olah tidak ada sanksinya. tetapi sekadar celaan. norma-norma itu terbentuk secara tidak sengaja. dapat dirumuskan bahwa norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi perintah atau larangan demi tercapainya ketertiban dan kedamaian.

atau lingkungan permainan. seorang individu akan dicemooh atau dihina oleh warga masyarakat karena tidak mematuhi tata cara adat sebagaimana layaknya dilakukan oleh warga masyarakat yang lain. Contoh: dalam suatu rangkaian upacara perkawinan menurut tata cara adat selalu didahului dengan upacara lamaran dan peningsit sebagai suatu tanda ikatan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan. Selanjutnya baru memasuki rumah ketika dipersilahkan oleh tuan rumah. Norma terbagi menjadi dua kelompok. tata kelakuan atau mores mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. yaitu norma dilihat dari resmi atau tidaknya dan norma utama. Pada dasarnya. Jadi. tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut. Adat Istiadat (custom) Apabila suatu kelakuan telah menyatu dengan struktur budaya setempat. Tata Kelakuan (Mores) Pada perkembangan norma sosial setingkat. adat istiadat atau custom adalah suatu tata kelakuan yang sakral dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. 102 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jenis-jenis Norma Berlakunya suatu norma dalam masyarakat dapat berlangsung dalam lingkungan pergaulan yang formal seperti dalam tata pemerintahan atau dalam suasana nonformal seperti yang berada dalam lingkungan keluarga. Kebiasaan ini juga belum mempunyai daya ikat yang relatif kuat karena memasuki rumah teman atau saudara kandung kadang-kadang tidak perlu melakukan itu dan tidak akan dipersalahkan. Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang keras. serta memiliki kekuatan yang mengikat. Apabila tidak melalui prosedur itu. kerabat.Contoh: apabila memasuki rumah orang lain sebaiknya permisi dulu dengan mengetuk pintu atau memberi salam seperti “assalamu‘alaikum”. Tetapi ketika memasuki rumah orang yang benar-benar yang belum dikenal. baik langsung maupun tidak langsung. maka terbentuklah norma dengan tingkatan yang lebih tinggi daya ikatnya yang disebut adat. Tata kelakuan tersebut memaksakan satu perbuatan yang lain. barulah hal tersebut dilaksanakan. secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya.

Hanya orang yang beragama yang percaya bahwa pelanggar norma akan dihukum di akhirat dan yang mematuhi norma-norma agama akan mendapat pahala. Dalam norma agama tidak ada ancaman sanksi nyata dalam kehidupan dunia. Contoh: berpelukan dan berciuman di depan umum. dan pada kenyataannya merupakan faktor yang tidak kecil artinya dalam menjamin ketertiban masyarakat. Contoh: normanorma pergaulan dalam keluarga dan kerabat. Jadi. Contoh: meludah di sembarang tempat. Norma Utama Norma utama adalah norma-norma yang mempunyai peranan sangat strategis dalam tata pergaulan masyarakat. meskipun mereka suami istri tetapi dianggap bertentangan dengan norma kesusilaan. (2) Norma tidak resmi (nonformal) Yang dimaksud dengan norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas (subconscious) dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. Norma-norma utama dibedakan menjadi empat macam. namun semua angota sadar bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dari patokan resmi. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh masyarakat. memasuki rumah orang lain hendaknya memberi isyarat terlebih dahulu. norma agama lebih menyangkut pribadi tiap-tiap individu.Norma resmi dan tidak resmi (1) Norma resmi (formal) Pada dasarnya. antara lain: (1) Norma Agama Norma agama pada hakikatnya merupakan wahyu langsung dari Tuhan. Walaupun dikatakan tidak diwajibkan. norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat. yaitu Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103 . (3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengajarkan agar seseorang bersikap sopan terhadap orang lain sebagai anggota masyarakat. Contoh: hubungan tata kerja kedinasan di lingkungan Departeman Pertahanan dan Keamanan. (2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang datang dari hati sanubari manusia itu sendiri.

serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh hukum atau undang-undang. hukum juga berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. (5) Norma Adat Kebiasaan-kebiasaan yang telah menyatu dengan tata kehidupan masyarakat serta mengandung nilai-nilai ritual yang diyakini dinamakan norma adat. assalamu‘alaikum. Ini mengandung pengertian bahwa nilai dan norma telah terseleksi sebagai suatu panduan perilaku yang diyakini kebenarannya. dan pendorong. kepentingan pihak-pihak yang lemah sering kali dirampas oleh pihak-pihak yang kuat. pembakaran mayat (ngaben). melarang. Sebagai Petunjuk Arah Perilaku Nilai dan norma berfungsi sebagai arah atau panduan perilaku warga masyarakat. a.menyatakan punten (Sunda). Contoh: upacara kematian dan upacara pernikahan (6) Norma Hukum Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah. Dengan demikian. Tetapi dengan melalui sanksi yang ada pada setiap 104 Sosiologi SMA/MA Kelas X . benteng perlindungan. Selanjutnya panduan perilaku itu dapat dicontoh oleh warga masyarakat yang lain dalam berbagai segi kehidupan. nilai dan norma sosial mempunyai beberapa fungsi. Norma itu mengatur. Contoh: membawa oleh-oleh ketika pulang dari bepergian. b. Dengan demikian. yaitu sebagai petunjuk arah perilaku. kulonuwun (Jawa). dan sebagainya. dan sebagainya. Selain itu. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Secara garis besar. Norma hukum berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. Sebagai Benteng Perlindungan Nilai dan norma dalam suatu tata pergaulan merupakan pelindung terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Tanpa adanya nilai dan norma yang berlaku. 2. (4) Norma Kebiasaan Norma kebiasaan adalah kumpulan petunjuk hidup tentang perilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. nilai dan norma akan melindungi pihak-pihak yang lemah sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak-pihak yang kuat. warga masyarakat akan berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh sistem nilai dan norma yang ada. terutama bagi pihak-pihak yang lemah.

norma. Sebagai Pendorong Di sisi lain nilai dapat berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik.2 Aparat penegak hukum hendaknya dapat benar-benar menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. Dengan kata lain. manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh beradab. melainkan dapat mengalami pergeseran atau perubahan secara mencolok. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi itulah. 4 Maret 2001 Gambar 4. munculah harapan baik dalam diri manusia. maka manusia-manusia dari bangsa yang belum maju pun akan terdorong untuk mengejar keparipurnaan tersebut. perbuatan semena-mena itu dapat dicegah secara preventif maupun represif untuk melindungi yang lemah. bukan sebagai alat untuk menakut-nakuti rakyat. Karena adanya nilai sosial yang luhur. Manusia menjadi manusia paripurna berkat keberhasilannya merealisasikan nilai sosial yang tinggi menjadi kenyataan konkret. Sumber: Tempo. apabila manusia dari bangsa dan negara yang telah maju sanggup dan berhasil merealisasikan diri mereka menjadi manusia yang paripurna. Hal yang demikian dapat juga terjadi pada nilai dan norma sosial yang telah dibakukan kebenarannya. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Nilai dan Norma Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak bersifat kekal. c. 3. Norma dan nilai pada dasarnya akan mengalami Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 105 .

Hal ini berkaitan dengan pengaturan perilaku warga masyarakat untuk menciptakan tertib sosial. norma-norma hukum berada dalam jumlah yang sangat sedikit. Dari dua contoh ini. a. mulai bermunculan peraturan-peraturan perundangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan pada saat itu. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai dan norma di masyarakat. Sebagai contoh: ketika Indonesia merdeka. Itu saja merupakan warisan dari pemerintah Hindia Belanda. teknologi transportasi. yaitu setelah runtuhnya pemerintahan Soeharto dengan nafas Golongan Karya menjadi sistem pemerintahan reformasi hingga pemerintahan Megawati yang bernafaskan demokrasi. berubah pula sistem budaya. Sebagai salah satu contoh kejadian yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Melalui inovasi inilah. dan lain-lain.perubahan atau pergeseran sesuai dengan perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat. tingkat peradaban akan mengalami peningkatan. misalnya telah melahirkan suatu ide untuk menertibkan dan membuat peraturan perundangan baru yang melarang pendirian bangunan/rumah pada daerah-daerah resapan. Hal serupa juga terjadi pada peralihan struktur pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi. Perubahan-perubahan itu misalnya ditandai dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan Nomor 2 tahun 1989 yang kemudian disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Berubahnya Struktur Pemerintahan Suatu revolusi sosial sering kali diikuti dengan perubahan struktur pemerintahan secara mendasar. perubahan pemerintahan dari orde lama ke orde baru banyak sekali mengakibatkan perubahan tata nilai yang menyangkut perubahan perundang-undangan. teknologi pendidikan. Perubahan struktur pemerintahan dalam suatu negara sering kali berkelanjutan dengan perubahan sistem nilai dan norma dari pemerintah terdahulu kepada pemerintahan yang baru. Dengan perubahan dan perkembangan ini. Hal ini terjadi terutama apabila figur penguasa terdahulu mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan figur pemerintahan yang baru. Perubahan Tingkat Peradaban Sebagai akibat adanya penemuan baru. b. sistem ilmu pengetahuan. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi informatika. Di Indonesia. . Cepat atau lambat setiap masyarakat tentu mengalami perubahan dan perkembangan. dan teknologi berikut perubahan tata nilai dan sistem norma. Tetapi dengan perubahan-perubahan tingkat peradaban masyarakat Indonesia. terjadi perubahan nilai dan norma yang semata-mata didorong oleh tuntutan perubahan tingkat peradaban yang terjadi dalam masyarakat. baik invention maupun discovery akan mendorong terjadinya inovasi-inovasi. Demikian juga munculnya RUU Pengaturan Penggunaan Air Tanah. Sebagai contoh dengan munculnya bencana banjir di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Jakarta.

e. Penemuan baru ini akan berkelanjutan dengan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai segi kehidupan yang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan penemuan baru tersebut bagi kehidupan manusia. Era ini telah membuka banyak bangsa di dunia saling bertukar pengaruh dan budaya. Penemuan baru yang semakin banyak bermunculan akan melahirkan suatu bentuk pengaturan dan perlindungan terhadap penemuan baru itu sendiri seperti lahirnya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta yang akhir-akhir ini marak dibicarakan di kalangan elit pemerintahan di Indonesia. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi primer dan sekunder? 2. Upayaupaya inilah yang kita sebut penemuan baru. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Pengaruh Kebudayaan Asing Bergulirnya era globalisasi menjadikan komunikasi dan pergaulan umat manusia sedunia menjadi satu lingkungan yang efektif dan tidak lagi ada sekat-sekat batas antarnegara. Ada empat fungsi keluarga yang pokok.c. Akibat lanjutannya adalah munculnya perubahan-perubahan peraturan perundangan yang dipandang sudah tidak efektif untuk mengatur dan mengendalikan perilaku warga masyarakat. Jelaskan macam-macam norma sosial yang ada di dalam masyarakat beserta peranannya! 3. Pada dasarnya. sebutkan dan jelaskan! d. penemuan baru dapat berupa discovery maupun invention. Meluasnya pergaulan antarmanusia yang melintasi batas-batas negara telah mengakibatkan adanya keinginan-keinginan untuk meniru atau mengadopsi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 107 . Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi? 4. Penemuan-penemuan Baru Sebagai tindak lanjut dari berkembangnya tingkat pendidikan. Perubahan dan perkembangan itu semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja manusia. maka manusia terus-menerus melakukan penyelidikan dan penjelajahan untuk mengungkap fenomena-fenomena alam dan fenomena sosial yang ada di muka bumi. 1.

pergaulan antarnegara sangat memungkinkan perubahan nilai dan norma dengan mengadopsi budaya asing. Pada proses ini. Untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. dan lain-lain. ikutilah uraian berikut ini. baik alasan pekerjaan. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan persiapan dalam melaksanakan proses pergaulan lebih lanjut dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan kehidupan yang baru tersebut. Dalam arti sempit. Keberhasilan suatu proses sosialisasi akan ditandai dengan adanya keterampilan atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang dibatasi dengan sistem tata nilai dan norma yang berbeda-beda. dan penetrasi budaya. seorang pejabat baru harus melakukan sosialisasi dengan lingkungan sosial yang 108 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Proses ini berupa proses alamiah yang dilakukan oleh semua individu sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari tata pergaulan dengan manusia yang lain. sistem telekomunikasi. artinya dengan sendirinya setiap orang secara naluriah akan melaksanakan proses ini dan sering kali tujuan itu sangat tidak disadari. proses sosialisasi pasti dilakukan oleh semua orang dalam bentuk sosialisasi primer maupun proses sosialisasi sekunder. Kemudian. Dengan demikian. Tujuan Sosialisasi Pada dasarnya. proses sosialisasi adalah proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh seorang individu selama hidupnya sejak lahir sampai dengan meninggal. proses sosialisasi meluas ke lingkungan masyarakat setempat seperti dengan lingkungan sepermainan dan lingkungan komunitas setempat. Dalam proses perkembangannya. Proses percampuran budaya antarbangsa memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik.budaya-budaya asing tertentu ke dalam masyarakat setempat termasuk sistem pendidikan. Akan tetapi. PROSES SOSIALISASI Proses sosialisasi pada hakikatnya adalah proses belajar berinteraksi bagi individu di tengah-tengah masyarakat. Dalam arti luas. sistem perundangan. Proses sosialisasi sekunder dilakukan ketika orang mengalami perpindahan tempat tinggal. Proses sosialisasi primer berlangsung sejak lahir hingga dewasa di lingkungan setempat. proses sosialisasi merupakan proses mengenal lingkungan. B. asimilasi budaya. bagi seorang pejabat baru yang memasuki medan tugas yang baru sangat disadari bahwa untuk mengawali tugas kedinasannya. Sosialisasi sesungguhnya merupakan proses yang bersifat kodrati. atau menempati perumahan yang baru. 1. proses sosialisasi berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang akhirnya memasuki lingkungan masyarakat luas. seorang individu mula-mula mengenal lingkungan sosial terdekatnya seperti anggota keluarga dan kerabatnya. perkawinan.

dengan atasan langsung. dengan mitra kerja. dan dengan lingkungan masyarakat luas. posisi. kedudukan. 10–23 Maret 2001 Gambar 4. dengan tokoh-tokoh masyarakat. Untuk mengetahui lingkungan sosial. Pengetahuan seperti ini akan sangat berguna bagi seseorang yang baru untuk mendukung kelancaran proses menjalankan kedudukan dalam tugas kedinasan yang baru. skema. Dengan mengetahui lingkungan fisik dari suatu daerah. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 109 . Aktivitas yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari proses sosialisasi adalah memperkenalkan diri dengan instansi-instansi terkait.3 Proses sosialisasi dalam keluarga dimulai semenjak anak masih kecil.baru. seseorang akan mengenali arah. Sumber: Ayahbunda. dengan teman sejawat. Hal-hal yang diperoleh dalam proses sosialisasi adalah pengetahuan-pengetahuan untuk membekali seorang individu dalam melaksanakan pergaulan di tengah-tengah masyarakat antara lain sebagai berikut. dan sub-sub area yang berada di lingkungan yang baru tersebut. Lingkungan sosial ini meliputi pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan aktivitas individu tersebut. Untuk mengetahui lingkungan fisik yang baru. baik lingkungan sosial tempat individu tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru.

proses sosialisasi telah membekali seorang individu dengan berbagai pengetahuan yang ada di dalam lingkungan masyarakat sehingga seseorang dapat sukses melaksanakan pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. tata nilai. Suatu proses sosialisasi dikatakan berhasil apabila ditandai oleh hal-hal berikut. 2. Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan di antara individu tersebut dengan warga masyarakat yang lain. Untuk mengetahui lingkungan tipe sosial budaya suatu masyarakat. faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. Dengan demikian. manusia itu sesungguhnya telah memiliki pembawaan-pembawaan yang berupa bakat. dan adat istiadat yang berlaku di daerah itu.Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Hal ini akan membekali seorang individu dalam proses pergaulan dan proses penyesuaian diri dengan lingkungan masyarakat tersebut. yaitu faktor yang berada di luar diri seorang individu. akhirnya sosial budaya suatu masyarakat dapat diketahui. Setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda. dan kemampuan-kemampuan khusus warisan orang tuanya. peradaban. Faktor Intrinsik Sejak lahir. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisiknya. tidak akan mengakibatkan kegagalan dalam proses pergaulan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Setiap orang mempunyai warisan biologis yang berbeda-beda. lingkungan pekerjaan. Oleh sebab itu. dan lingkungan pendidikan merupakan faktor ekstrinsik. lingkungan sepermainan. Dalam suatu proses sosialisasi. seorang individu yang memasuki lingkungan sosial baru perlu mengetahui sistem tata kelakuan. Meningkatnya status yang sering kali diikuti dengan meningkatnya kepercayaan dan meningkatnya peranan sosial di lingkungan sosial yang baru. Pada hakikatnya. Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang akan mengakibatkan ketenteraman dalam pergaulan dan keberhasilan dalam karir dan usaha. ciri-ciri fisik. a. Warisan biologis inilah yang dimaksud dengan faktor intrinsik. Artinya. Adapun penjelasan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik tersebut di atas adalah sebagai berikut. Wujud nyata faktor intrinsik antara lain dapat berupa pembawaan-pembawaan atau pun warisan biologis termasuk 110 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga.

sistem budaya. Misalnya bakat. Faktor Ekstrinsik Sejak manusia dilahirkan. sistem sosial. Untuk melakukan proses sosialisasi. b. Di satu sisi merupakan faktor pendorong untuk mewujudkan suatu keinginan. Oleh Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 111 . emosi. Proses pembentukan budaya baru pada masyarakat sangat tergantung pada keluarga. pengetahuan. struktur mata pencariannya. dan lain-lain. dan sistem mata pencarian yang ada di dalam masyarakat. dan nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri. Keluarga merupakan kelompok primer yang pertama dikenal seorang anak. tentu saja keluarga tidak terlepas dari kondisi-kondisi yang ada dalam masyarakat. Perpaduan antara faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi. Media Sosialisasi Media sosialiasi adalah sarana seorang individu belajar berinteraksi untuk mengenal sistem tata kelakuan dan hubungan di lingkungan masyarakatnya. struktur budaya dan seninya. motivasi. jenis kepribadiannya pun mudah diarahkan dan terbentuk. baik norma maupun nilai-nilai yang berlaku. yaitu sebagai berikut. pondasi dasar kepribadiannya sudah ditanamkan secara kuat. Di samping itu juga dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya masyarakat yang menyangkut struktur pemerintahannya. karakter. Ketika anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok primer lain di luar keluarga. 3. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan keterampilan. Faktor ekstrinsik dapat berupa normanorma. Faktor-faktor ini akan menjadi bekal seorang individu untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam proses sosialisasi. a. manusia telah mendapat pengaruh dari lingkungan di sekitarnya yang disebut faktor ekstrinsik. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas. dan lain-lain. IQ. terutama melalui proses sosialisasi anak-anak ke masa dewasa. Keluarga Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai tugas dalam proses pembudayaan. Adapun media sosialisasi itu setidaknya terdiri dari empat macam. Faktor intrinsik dalam realitanya justru merupakan faktor yang dominan.kemampuan-kemampuan yang ada pada diri seseorang. terutama kepada generasi muda yang menjadi anak keturunannya. Dalam kehidupan sosial. di sisi lain merupakan faktor pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik buruknya suatu aktivitas dalam suatu proses interaksi. seorang individu akan dibatasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. hobi.

jelaslah bahwa media massa dapat menjadi media atau alat sosialisasi untuk menyampaikan berbagai informasi yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. b. aturan perkawinan yang harus sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya. Lembaga pendidikan primer adalah sekolah formal yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Membantu orang agar siap mencari nafkah hidup bila telah tiba waktunya. c. Dengan perkembangan teknologi informasi. seorang anak akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang praktis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengaruh-pengaruh ini berasal dari program pendidikan yang dilaksanakan melalui guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya. Lingkungan Sekolah Setelah seorang anak belajar berinteraksi di lingkungan keluarga. Dengan adanya lingkungan sekolah yang baik memungkinkan proses pembentukan kepribadian anak dapat berlangsung dengan baik. Misalnya. Media Massa Media massa merupakan media sosialisasi yang sangat luas dan cukup efektif pengaruhnya dalam proses sosialisasi bagi seorang individu. Jadi. Di masa informasi ini. Keberadaan media tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat pada umumnya. Dengan demikian. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan. serta pengaruh kondisi siswa pada umumnya sehingga tercipta suatu iklim belajar yang kondusif. Pada lingkungan ini. yaitu lingkungan sekolah. maupun media gambar dapat memberikan pengaruh perkembangan anak. media cetak. Lembaga sekolah mendidik dan mengajarkan pengetahuan yang dianggap perlu dan tidak mungkin lagi ditangani oleh lingkungan keluarga. Masyarakat berbicara melalui mulut orang tua dan masyarakat bertindak melalui tindakan orang tua. justru media massa yang mempunyai kedudukan sangat strategis dalam mempengaruhi 112 Sosiologi SMA/MA Kelas X .karena itu. baik media suara. Akibatnya. nilai-nilai dan norma-norma yang disampaikan tertanam dalam diri si anak melalui penglihatan atau pendengaran. norma dan nilai itu dapat berpengaruh terhadap tindakan yang akan dijalankan oleh keluarga. Membentuk kepribadian. Berikut adalah proses sosialisasi di lingkungan sekolah. selanjutnya ia akan memasuki lingkungan yang lebih luas. Menolong orang dalam mengembangkan potensi pribadi dan pengembangan masyarakat.

Surat kabar. Perkumpulan bermain musik. dan hal lainnya akan lebih berkembang membentuk kepribadian yang relatif stabil. anak belajar hidup bersosial. Kelompok teman sepermainan di tingkat remaja pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat dengan kelompoknya. Televisi. prakarsa. Lingkungan kerja bisa menjadi media sosialisasi bagi orang yang bekerja di lingkungan itu. Lingkungan ini cukup efektif mengisi pengetahuanpengetahuan dalam proses seorang individu. baik RRI (Radio Republik Indonesia) maupun radio-radio swasta. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 113 . Internet. d. Perkumpulan bermain sepeda santai. cerita bergambar. Dalam kelompok teman sepermainan. buku-buku bacaan lainnya seperti novel. tanggung jawab. Beberapa media massa yang mempunyai peranan strategis dalam pembentukan kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Teman Sepermainan (Play Group) Teman sepermainan atau play group adalah lingkungan pergaulan anak yang mempunyai usia relatif sebaya. buletin. Beberapa contoh lingkungan sepermainan yang cukup efektif mempengaruhi kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Melalui lingkungan kerja inilah. baik swasta maupun televisi pemerintah. Perkumpulan kelompok belajar (les). Hal ini terjadi karena lingkungan kerja mempunyai norma-norma yang lebih kuat serta pengawasan yang ketat sehingga dapat membentuk kepribadian menjadi sempurna. Lingkungan Kerja Bagi orang dewasa.kepribadian seseorang karena media massa lebih banyak mendominasi waktu-waktu luang yang dimiliki oleh individu. Sosialisasi di lingkungan teman sepermainan yang baik bisa mendukung terbentuknya kepribadian seseorang menjadi baik atau sebaliknya. komik remaja. Radio. anak mematuhi aturan yang berlaku jika ingin diterima menjadi anggota kelompoknya. dan lain-lain. kegemaran. Ia pun akan berusaha mematuhi nilai dan norma yang berlaku agar dapat diterima sebagai anggota di tempat kerja tersebut. e. Melalui anggota kelompok sepermainan. Majalah. Perkumpulan bermain sepak bola. Seseorang dapat belajar dari teman-teman di lingkungan kerjanya tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. kerja sama. Lingkungan ini berlangsung di sela-sela pendidikan dan pergaulan rumah tangga. lingkungan kerja merupakan lingkungan yang relatif baik untuk mengembangkan dan mematangkan pribadi seorang individu.

coba kamu perhatikan bagan berikut ini. Warisan biologis dapat berupa beberapa hal berikut. lingkungan pendidikan.5 Lingkungan pergaulan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. 114 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kemudian. Pengertian Kepribadian Pada awalnya. dan lingkungan masyarakat luas. lingkungan kerabat. lingkungan teman sepermainan. maupun lingkungan masyarakat luas. Selanjutnya. Kepribadian merupakan perwujudan dari nilai-nilai sentral yang diyakini dan dipedomani seseorang untuk menentukan perilaku secara umum. warna kulit. Sifat-sifat khas. Golongan darah. seperti raut muka. lingkungan sosial. Ciri-ciri fisik. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. postur tubuh. Bakat. kepribadian memang telah diwariskan oleh ayah dan ibu dalam bentuk yang masih samar-samar yang disebut warisan biologis. nilai-nilai ini menjadi satu sistem nilai yang paling diyakini dan paling mempengaruhi tipe perilaku seseorang yang dinamakan nilai sentral. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi di lingkungan keluarga. lingkungan kerja.C. lingkungan sepermainan. Sumber: Koleksi Editor Gambar 4. warisan biologis ini berkembang menjadi semakin nyata ketika seorang anak melakukan proses sosialisasi sesama manusia dimulai dari lingkungan keluarga. Gambaran lebih jauh mengenai proses pembentukan kepribadian. Adanya proses sosialisasi menjadikan seorang individu memperoleh nilai-nilai yang beraneka macam.

serta keterampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya. Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip. Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi ke generasi. nilai-nilai sosial. dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan kerabat.1 Bagan Pembentukan Kepribadian melalui proses Sosialisasi Berdasarkan bagan tersebut.Proses Pembentukan Kepribadian Lingkungan Pendidikan Media Massa Lingkungan Keluarga dan Kerabat Lingkungan Pergaulan Generasi Baru dengan Warisan Biologis tertentu Proses Sosialisasi Generasi Baru dengan Kepribadian tertentu Lingkungan Pendidikan Bagan 4. lingkungan pergaulan termasuk lingkungan kerja. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang positif maupun yang negatif. Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku khas yang diperbuat seseorang dalam kegiatan sehari-hari. dan pengaruh dari masyarakat luas. Sesungguhnya di sinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yang mendominasi perilaku seseorang. dan lingkungan masyarakat luas. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 115 . pengetahuan. individu yang telah terbentuk kepribadiannya akan turut mempengaruhi budaya masyarakat di lingkungannya. kita dapat mengetahui tipe kepribadian seseorang. lingkungan pergaulan. Selanjutnya. baik dari lingkungan pendidikan. media massa. lingkungan pendidikan.

dan lain-lain. dan lainlain. yaitu tidak dapat dilihat dengan panca indera dan hanya dapat dideteksi melalui perilaku-perilaku keseharian yang asli yang tidak dibuat-buat. sifat ekstrim atau normatif. Tingkat IQ. seni suara. dan lain-lain. olahragawan. ibu. yaitu dari ayah. IQ ini bisa mirip dengan ayah atau pun dengan ibu. dan hal yang bersifat abstrak seperti karakter. dominan ibu (XX). faktor pembawaan ini bisa dominan ayah (XY). atau perpaduan dari keduanya. misalnya sifat pendiam. sifat pemarah. atau merupakan variasi dari ayah atau ibu. Sifat-sifat khas yang berasal dari orang tua. bentuk raut muka. ibu. raut muka. Bakat. IQ. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang antara lain sebagai berikut. Ciri-ciri fisik. bisa dari ayah atau dari ibu. yaitu warna kulit. Selanjutnya. yaitu kecakapan seseorang yang dapat diukur dengan sejumlah pertanyaan.2. a. seperti warna kulit. Faktor-faktor ini sesungguhnya merupakan pondasi yang menjadi cikal bakal untuk proses pembentukan suatu kebudayaan. seni karawitan. politikus. seperti seni lukis. Bentuk-bentuk warisan biologis terdiri dari halhal berikut ini. Namun demikian. 116 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Ada dua faktor besar yang turut mempengaruhi corak kepribadian seorang individu. dan lain-lain yang mempunyai kemiripan dengan ayah. bakat. postur tubuh. Kepribadian dapat diumpamakan sebagai suatu bangunan rumah dan faktor pembawaan merupakan kerangkanya. serta kakek dan nenek dari ayah maupun dari ibu. sifat ramah. yaitu faktor warisan biologis yang berupa pembawaan-pembawaan dan faktor-faktor lingkungan tempat seorang individu melakukan pergaulan. desain dan pengembangan variasi dan interior rumah merupakan faktor-faktor milieu atau faktor lingkungan. seni tari. presenter. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap anak walaupun memiliki asal usul/keturunan yang sama pada dasarnya ia memiliki kepribadian yang berbeda. Demikian juga orang yang bergaul di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda akan menghasilkan suatu proses pembentukan kepribadian yang berbeda-beda pula. bisa juga seorang ibu yang memiliki kemampuan reproduksi sempurna dapat mewariskan faktor-faktor genetika yang sangat panjang yang berantai dari orang tua ibu atau nenek dan kakeknya ibu. Menurut Mendel. Yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki corak kepribadian yang tidak pernah sama walaupun pada anak yang kembar sekalipun. tipe rambut. Kepribadian bersifat abstrak dalam hal ini. Faktor Warisan Biologis Faktor warisan biologis adalah faktor-faktor yang berupa bawaan dari leluhurnya. Faktor pembawaan dapat berupa bentuk fisik. postur tubuh.

bila lingkungan pendidikanBab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 117 . Bagaimana proses pembentukan kepribadian? 3. Jelaskan mengapa faktor lingkungan mempunyai peran yang lebih penting dalam pembentukan kepribadian! 4. Lingkungan Keluarga Yang dimaksud keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. yaitu lingkungan keluarga. Proses pendidikan budi pekerti di dalam keluarga sangat efektif untuk proses pembentukan nilai-nilai sentral yang selanjutnya menjadi pondasi pembentukan kepribadian seseorang. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat fundamental dalam menampung berbagai kegiatan individu ketika masa kanak-kanak. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari lingkungan sosial seorang individu. Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah lingkungan sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Apakah kepribadian dapat mengalami perubahan? Jelaskan jawabanmu! b. Di lingkungan sekolah. Akan tetapi. dan pelatihan keterampilan yang berpengaruh besar dalam proses pengembangan bakat dan pembawaan lainnya yang bersifat positif. Dengan pemberian bekal pengetahuan nilai-nilai dan budi pekerti. Faktor Lingkungan Lingkungan mempunyai peranan dalam proses pembentukan kepribadian individuindividu. Tiap-tiap keluarga mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. pengajaran. ibu. lingkungan kerja. dan lingkungan masyarakat luas. Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang cukup efektif pula dalam mempengaruhi kepribadian. media massa. dan anak-anak. lingkungan pendidikan.1. seorang individu mendapatkan pendidikan. lingkungan pergaulan. seorang individu akan dikuatkan pondasi kepribadiannya dalam proses kepribadian yang dewasa. Situasi pendidikan seorang individu bersekolah juga sangat efektif dalam proses pembentukan kepribadian. Apakah kepribadian itu? 2. Kepribadian antara seorang individu dengan individu yang lain tidak sama tergantung dari tipe-tipe faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

radio. Lingkungan ini dapat berupa teman sepermainan. ilmu pengetahuan. 19 Maret 2001 Gambar 4. belum ada pihak yang menjadi pengendali atau pun pengontrol terhadap perilaku-perilaku yang negatif. dan rakus. Apabila hal ini tidak dilakukan. 118 Sosiologi SMA/MA Kelas X . lingkungan setempat. serta sifat-sifat negatif lainnya. Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan berada di lingkungan masyarakat setempat dan mempunyai usia yang relatif sebaya. kikir. takabur. Yang dimaksud dengan lingkungan pergaulan adalah lingkungan di mana seorang individu secara efektif menghabiskan waktunya pada lingkungan tersebut. Untuk itu. pada umumnya individu bergaul dengan orang lain yang sebaya. VCD. hal itu justru dapat mempersubur proses pengembangan faktorfaktor pembawaan yang bersifat negatif seperti serakah. televisi. Dengan demikian. Media Massa Media massa merupakan perangkat-perangkat yang menjembatani komunikasi antara individu atau kelompok individu dengan individu atau kelompok individu yang lain. internet. dan lain-lain.nya kurang baik. Media massa mempunyai peran cukup efektif dalam proses pembentukan kepribadian. Pada pergaulan di lingkungan sepermainan. koran. maupun lingkungan tempat tinggal. dan cerita yang berpesan moral dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak. sesungguhnya lingkungan pergaulan justru mengakibatkan bakat-bakat negatif tumbuh subur dan berkembang yang pada gilirannya akan mewarnai tipe-tipe kepribadian yang tidak diinginkan. Sumber: Warta Ekonomi. cabul.5 VCD-VCD pendidikan. lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua agar ada fungsi pengendalian terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. tamak. sombong. emosional. majalah. Contoh media massa yakni buku.

Masukan-masukan itu dapat berupa ilmu pengetahuan maupun wawasan duniawi. yaitu sebagai berikut. pemuka agama. melainkan yang negatif. kerabat. dan lingkungan sepermainan. Unsur yang pertama juga disebut struktur dasar kepribadian (basic personality structure). Fase ini diawali dari Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 119 . Fase pertama dimulai sejak anak berusia 1 – 2 tahun ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. lingkungan kerja. Juga tak dapat dihindari jika yang berkembang tidak hanya bakatbakat atau pembawaan yang positif. b. Lingkungan masyarakat luas merupakan komponen yang terakhir yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang. dan pemerintah yang kesemuanya dapat berpengaruh positif atau negatif dalam proses pembentukan kebudayaan. Bagian yang pertama adalah unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. Fase Kedua Fase kedua merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. 3. Anggapan-anggapan ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain. Lingkungan Masyarakat Luas Lingkungan masyarakat luas juga mempunyai andil dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak. kelompok elit pemerintahan. lingkungan pendidikan. Sesungguhnya lingkungan masyarakat luas merupakan gabungan dari lingkungan keluarga. dan lingkungan setempat. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting. seorang individu memperoleh masukan-masukan yang akan mempengaruhi proses pengembangan bakat/pembawaan yang dimilikinya. Fase Pertama Kepribadian terbentuk melalui proses yang sangat panjang. Lingkungan masyarakat luas dapat pula berupa peranan tokoh masyarakat.Melalui media massa. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. Bagian yang kedua adalah unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. Namun demikian. sedangkan unsur yang kedua disebut capital personality. lingkungan pergaulan. tetapi tidak seefektif pada lingkungan keluarga. yaitu sejak lahir hingga dewasa. skala wilayahnya jauh lebih luas apalagi dengan terbukanya sarana telekomunikasi dan sarana transportasi yang memadai.

dan membesarkan anak hingga dewasa. Jika tingkat perekonomiannya berbeda. serasi. dan seterusnya. IQ. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang. dan lainlain. dapat dilihat. misalnya nafsu makan. kepribadiannya tersebut mulai nampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. 120 Sosiologi SMA/MA Kelas X . mengasuh.usia antara dua sampai tiga tahun. sedih. kegemaran. Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang nampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. Getaran Hati (emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. maka kehendak-kehendaknya pun akan berbeda pula. indah. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural. Naluri ini akan dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat hidupnya sebagai makhluk hidup. artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. serta bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. Drivers dibedakan menjadi kehendak dan nafsu-nafsu. Fase kedua merupakan fase perkembangan. Makin tinggi tingkat perekonomian dan peradabannya. Adapun bagian-bagian dari kepribadian secara umum terdiri dari uraian berikut. kehendak seseorang akan semakin banyak pula jumlah dan jenisnya. tidur. Misalnya. Bagian yang kedua adalah nafsu-nafsu. Dorongan-dorongan (drivers) Unsur drivers merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Hal tersebut yang tampak dari perangai. Nafsu-nafsu ini merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis. Proses ini berlangsung relatif panjang pada anak hingga menjelang masa pendewasaan. birahi. Naluri (insting) Naluri atau insting merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat hidup sebagai makhluk. seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak. dan diidentifikasi oleh orang lain. amarah. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil. di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya.

Fase ketiga disebut fase kedewasaan. Salah satu ciri dari kepribadian otoriter adalah menonjolnya Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 121 . setiap orang memiliki bakat yang berbedabeda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. berpolitik. Pada dasarnya. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen. terjadi perkembangan yang relatif tetap. Bakat Bakat pada hakikatnya merupakan seseuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya. Kepribadian Normatif Kepribadian normatif merupakan kepribadian yang ideal. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian. Bakat tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. seperti bakat seni. kepribadian dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe. Pada fase ketiga. berdagang. Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. fase ketiga merupakan fase akhir yang ditandai dengan makin stabilnya perilaku-perilaku yang khas atau sifat-sifat khas dari seorang individu. yaitu sebagai berikut. Kepribadian Otoriter Tipe kepribadian otoriter terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih memenangkan kepentingan-kepentingan terhadap dirinya daripada kepentingan-kepentingan orang lain. dan anak yang sejak kecil memimpin di kelompoknya. yaitu ketika seseorang telah berusia antara 25 – 28 tahun. c. Situasi ini terjadi pada anak-anak tunggal.Intelegensi (Inteligent Quotient – IQ) Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. Intelegensi merupakan dasar kecakapan seseorang secara umum. yaitu seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil proses sosialisasi pada masa sebelumnya. dan lain-lain. memori-memori pengetahuan. dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama proses sosialisasi. Tipe kepribadian ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. Intelegensi ini termasuk di dalamnya adalah IQ. yaitu anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya.

di mana ciri-ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian.kehendak pribadi dan kurang menampung banyak aspirasi dan sering kali memandang rendah keberadaan orang lain. sistem aktivitas. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya norma sosial! 3. Kebudayaan ini dapat berwujud dalam bentuk sistem ide. HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN Kebudayaan adalah segala sesuatu yang merupakan hasil budidaya manusia dalam hidup bermasyarakat. 1. Menurutmu fase apa yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang? Mengapa? Jelaskan pendapat kalian! 4. dan benda-benda konkret. pada orang-orang yang berdiri pada dua kelas masyarakat. Sistem Ide (Gagasan) Sistem ide adalah gagasan-gagasan yang merupakan hasil pencetusan orang per orang atau kelompok orang yang telah menjadi kebiasaan atau adat istiadat. Kebiasaan-kebiasaan ini selanjutnya dipedomani sebagai suatu sistem yang dapat diterima dan diterapkan oleh semua warga masyarakat. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat berbeda. 122 Sosiologi SMA/MA Kelas X . atau pun seorang yang mendapat dua jenis pendidikan yang latar belakangnya berbeda. Kepribadian demikian sering kali terdapat pada orang-orang campuran antara dua golongan etnis. Kepribadian Perbatasan Kepribadian perbatasan merupakan kepribadian yang relatif labil. Jelaskan bahwa norma sosial dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat! D. 1. Kemukakan dengan bahasamu sendiri bagaimana kaitan antara kepribadian dan kebudayaan setempat! 2.

Dengan demikian. sistem ilmu pengetahuan. kepribadian boleh dikatakan terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga tiap-tiap orang mempunyai karakteristik yang sama apabila berasal dari lingkungan yang sama pula. sistem aktivitas ini akan menjadi sistem perilaku yang dipedomani sebagai sarana untuk melaksanakan pergaulan dan pemenuhan kebutuhan di dalam masyarakat. Misalnya dalam bentuk bahasa. religi. sistem mata pencarian. Sistem Aktivitas (Perilaku Sosial) Sistem aktivitas merupakan perwujudan dari sistem ide yang ada sehingga perilaku-perilaku sosial yang ada dalam masyarakat merupakan manifestasi dari sistem ide yang ada pada masyarakat tersebut. Bahasa Sistem Religi Sistem Kesenian Masyarakat Melahirkan Generasi Baru Generasi Baru dengan Kepribadian Tertentu Sistem Ilmu Pengetahuan Sistem Ekonomi Sistem Teknologi Sistem Organisasi Sosial Bagan 4. Kepribadian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebudayaan setempat dan selanjutnya kebudayaan setempat berangsurangsur akan dipengaruhi bahkan direvisi oleh pribadi-pribadi yang ada pada masyarakat tersebut. pola pikir. pakaian adat. Artefak-artefak selanjutnya akan menjadi sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang dipakai untuk menyelenggarakan kehidupan. Etos kebudayaan merupakan watak khas dari suatu masyarakat yang dapat terpancar dari perilaku warga masyarakatnya. dan lain-lain.2 Bagan pengaruh unsur kebudayaan terhadap kepribadian seseorang. Inilah yang disebut dengan etos kebudayaan. dan sistem organisasi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 123 . Selanjutnya. Untuk lebih jelasnya. kesenian. sistem teknologi. Tampak kepribadian seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh tujuh unsur kebudayaan masyarakat setempat yang terdiri dari bahasa. 3. perhatikan bagan berikut ini. Benda-Benda Konkret (Artefak) Artefak merupakan benda-benda konkret atau benda hasil karya yang merupakan manifestasi dari sistem ide dan sistem aktivitas masyarakat. kesenian.2.

sosial. SMP. lembaga pendidikan. dapat dikatakan bahwa kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. 124 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Jusuf Kalla. Jadi. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 10 – 15 orang. Korupsi merupakan salah satu kepribadian bangsa Indonesia. 1. Ketujuh unsur tersebut mempengaruhi kepribadian individu. serta perguruan tinggi. warga masyarakat. Perilaku yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perwujudan budaya. Ini berarti bahwa individu tersebut telah berperilaku seperti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Kecenderungan budaya korupsi di Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono . SD. 2. baik pemerintah. terutama ketika ia bertindak. terutama generasi baru secara akumulatif dan komprehensif. dan SMU. MEWUJUDKAN WARGA MASYARAKAT YANG BAIK W arga masyarakat yang baik adalah warga masyarakat yang dapat menjalankan peranannya yang menyangkut hak maupun kewajibannya secara baik tanpa mengurangi hak dari orang yang lain. diperlukan kerja sama dari berbagai komponen. Setiap kelompok meneliti salah satu topik di bawah ini. Dalam konteks ini keluarga justru mempunyai peranan yang lebih penting dan mendasar dalam mewujudkan warga masyarakat yang baik ketimbang peranan lembaga pendidikan seperti TK. Tapi yang perlu dicatat di sini bahwa kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia. Untuk mewujudkan masyarakat yang baik. Budaya digunakan oleh setiap orang sebagai pedoman atau acuan dan latar belakang tindakan manusia dalam kehidupannya. maupun tokoh-tokoh keagamaan.

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah Anda dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan dan sertakan data-data pendukung! 2. Bagaimana solusi Anda dalam mewujudkan masyarakat yang baik?

MEMPERSIAPKAN KETERAMPILAN HIDUP

P

ada dasarnya, proses sosialisasi merupakan proses belajar bagi seorang individu untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan tertentu agar seorang individu dapat berperilaku sesuai dengan kondisi budaya masyarakatnya. Ada kalanya proses sosialisasi justru menyerap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Keadaan ini akan membawa jalan yang tersesat bagi seorang individu untuk meniti karir hidup dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya dengan menyerap sub-sub kebudayaan yang baik, besar manfaatnya dalam membekali diri dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupan hari tua. Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan hidup atau life skill ?

2. Mengapa seorang remaja perlu membekali diri dengan keterampilan hidup? 3. Sebutkan lima contoh keterampilan hidup yang Anda senangi dan bagaimana cara Anda memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut!

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

125

4. Melalui media apa sajakah keterampilan hidup itu dapat diserap? 5. Apa yang akan terjadi bila seorang individu yang memasuki usia akhir dewasa tidak memiliki keterampilan hidup?

PROSES SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
Setiap manusia sejak kecil hingga dewasa senantiasa berada di lingkungan individu yang lain, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerabat, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat luas. Proses ini lebih tepat disebut proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan mendapatkan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk di dalam masyarakat yang meliputi hampir semua segi kehidupan. Misalnya, bidang kesenian, olahraga, perdagangan, masalah hukum, masalah perkawinan, dan lain sebagainya. Melalui proses sosialisasi, orang akan bertambah banyak pengalamannya serta berkembang prinsip-prinsipnya hingga akhirnya terbentuk persepsi dan pola pikir yang didasarkan pada nilai-nilai yang diserap dalam proses sosialisasi. Gambaran umum dari perilaku yang khas seorang individu dinamakan kepribadian. Kepribadian ini dapat dilihat dari keseluruhan perilaku yang sehari-hari diperbuat oleh seseorang. Pertanyaan: 1. Kapankah kepribadian seseorang akan menjadi baik? Dan kapankah kepribadian seseorang akan menjadi buruk? 2. Jelaskan bagaimana korelasi antara kepribadian dan proses sosialisasi yang dialami oleh seorang individu! 3. Sebutkan komponen-komponen dari kepribadian seseorang yang terlihat dari aktivitas kesehariannya! 4. Mengapa seorang anak perlu dibatasi lingkungan pergaulannya? 5. Bagaimana peranan warisan biologis dalam pembentukan kepribadian seorang anak?

126

Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. Norma dan nilai merupakan pedoman bagi individu yang melaksanakan proses sosialisasi, bahkan menjadi pedoman bagi semua warga masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seseorang pada hakikatnya akan mempelajari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk dipedomani yang selanjutnya seorang individu dapat berperilaku secara tepat sehingga dapat sukses dalam pergaulan. 2. Perbedaan nilai dan norma sosial Nilai sosial: dibuat lebih dulu daripada norma sosial, bersifat implisit, dan belum dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial: dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai sosial, bersifat eksplisit, dan sudah dilengkapi dengan sanksi. 3. Fungsi nilai dan norma sosial adalah sebagai petunjuk arah perilaku, benteng perlindungan, dan pendorong atau motivator. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai dan norma meliputi perubahan struktur pemerintahan, perubahan tingkat peradaban, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru, dan pengaruh kebudayaan asing. 5. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengetahui lingkungan sosial, lingkungan fisik, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat, dan mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi Faktor Intrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam seorang individu. Faktor Ekstrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri seseorang. 7. Media sosialisasi terdiri atas keluarga, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan,lingkungan kerja, dan media massa. 8. Faktor-faktor pembentuk kepribadian Faktor Warisan Biologis: ciri-ciri fisik, golongan darah, bakat, dan sifat-sifat khas. Faktor Lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan (lingkungan kerja), media massa, dan lingkungan masyarakat luas. 9. Kepribadian tiap-tiap individu dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak kebudayaan, di mana individu itu hidup dan berkembang menjadi dewasa (social determinism).
Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

127

2. kejiwaan B. prakarsa 2. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat diperhatikan melalui . . 3. . 4. . lingkungan keluarga B. . kondisi fisik E. tabiat C. D. 4. perangai 4. hati nurani D. 6 C. prakarsa B. kecuali . 3. kegemaran 3. . yang merupakan bagian atau unsur kepribadian seseorang adalah . B. 5. . dan E! 1. imajinasi 6. 6 5. ego E. 1. A. kepribadian 2. tingkat kecerdasan (IQ) Dari pernyataan di atas. pengendalian emosi C. budi pekerti 5. C. kerja sama 3. karakter D. . 5 E. . 4 D.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 5. golongan darah 4. . 3. bakat-bakat D. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. . perilaku keseharian E. A. Gambaran umum mengenai kejiwaan manusia yang teraktualisasi dalam bentuk perilaku yang khas dari seorang individu disebut . Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah seperti berikut. . perangai C. 1. Faktor-faktor berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor warisan biologis adalah . A. 2. 2. 5 B. . 3. 4. 128 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . A. . . 2.

Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. lingkungan keluarga D. 1. Setiap masyarakat memiliki struktur budaya yang berlainan. A. Corak kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh budaya masyarakatnya. masyarakat 7. 2. A. 5 E. sesuatu yang dapat diperoleh seseorang dalam proses sosialisasi adalah . . proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat C. . . . 3. proses sosialisasi di lingkungan kerja E. warisan biologis C. 3. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang pejabat baru pindahan dari daerah lain merupakan contoh dari . Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki imtak (iman-takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan-teknologi) yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi . sekolah D. 2. . Pernyataan berikut ini yang merupakan penjabaran dari istilah social determinism adalah . Budaya merupakan perwujudan dari kepribadian masyarakat. 3 D. pemerintah B. 1. . proses intuitif Berdasarkan pernyataan di atas. Proses sosialisasi primer adalah . 8. . proses sosialisasi di lingkungan tempat tinggal yang baru D. E. 2. norma dan nilai sosial 3. 5 B. multimedia C. . proses sosialisasi di lingkungan sekolah B. 4 C. keluarga E. lingkungan alam B. B. 1. . Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 129 . pengetahuan tentang lingkungan alam 2. . penemuan baru E. struktur sosial dan personil dari masing-masing status dalam struktur sosial 4. 4 9. . proses sosialisasi pada lingkungan teman sepermainan 10. . A. 2. budaya masyarakat setempat 6. D. . . Tiap-tiap individu memiliki corak kepribadian yang berbeda-beda. 1. .A. C. A. Salah satu perwujudan dari kehidupan sosial dalam masyarakat adalah kegotongroyongan. strata dan popularitas diri 5.

kehidupan kelompok untuk memenuhi kebutuhan khusus E. nilai D. menentukan kepentingan individu dalam masyarakat D. kesusilaan. . Nilai dan norma mempunyai hubungan saling berkaitan yang merupakan dasar dalam . dan kerohanian material. kesopanan. mensosialisasikan nilai dan norma C. . . dan nominal material. nilai B. Keunggulan lembaga sekolah bagi pembinaan generasi muda terletak pada peranannya dalam . . . moral E. mengajar ilmu pengetahuan 12. . .A. . . kehidupan sosial yang bersifat abstrak B. nisbi. . yaitu . menuntun manusia untuk berbuat baik B. . menentukan interaksi sosial bersama makhluk individu 13. nilai Prof. merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat 2. melatih keterampilan D. Dr. sosialisasi B. Notonegoro. 1. adaptasi C. . Nilai sosial memiliki ciri-ciri antara lain . . vital 15. memberikan rasa kebersamaan D. membudayakan masyarakat B. konkret. . dan moral abstrak. . sosialisasi primer D. religius B. proses enkulturasi 11. A. nilai E. dan moral 14. nilai dibagi atas tiga. Menurut A. . Fungsi nilai sebagai pendorong. . sosialisasi sekunder E. dan nominal mutlak. etika C. mendidik budi pekerti E. material D. A. menyatukan kelompok yang mengalami konflik C. A. nilai C. kehidupan bersama sebagai realita sosial C. pengendali sosial dari perbuatan yang menyimpang E. petunjuk arah dalam pemenuhan kebutuhan 16. dibawa sejak lahir melalui orang tua 130 Sosiologi SMA/MA Kelas X . A. maksudnya adalah . spritual. . Segala sesuatu yang berguna bagi manusia sehingga orang dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas termasuk dalam nilai . vital.

1. Meskipun sudah tahu akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba. tuntutan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain D. . . A. 5 C. Dalam hal ini. kebiasaan hidup yang berbeda dengan daerah lain C. . lingkungan sekolah E. adanya kebebasan media massa B. yang merupakan media sosialisasi adalah . A. pemulihan tindakan anak yang bersifat asosial B. lingkungan masyarakat D. . 3. 1. . . pembelajaran ilmu pengetahuan sosial C. 3. mempengaruhi perkembangan pribadi individu. menurunnya kualitas pendidikan C. lain lubuk lain ikannya” memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap daerah memiliki . teman bermain C. 4 B. A. teman kerja B. A. tata kelakuan yang berbeda dengan daerah lain 18. proses sosialisasi yang tidak sempurna Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 131 . peningkatan kepekaan sosial 20. . . 5 17. . nilai-nilai yang berbeda dengan daerah lain E.3. Salah satu pepatah yang mengatakan “lain ladang lain belalang. lingkungan masyarakat yang buruk E. yaitu . 4 E. 2. Dalam hal ini. mempunyai pengaruh yang sama sesuai dengan kebudayaan 5. kenyataannya masih banyak remaja yang terjebak untuk mengkonsumsi. 3. 3. 1. . penanaman nilai dan norma sosial D. Kasus ini terjadi sebagai akibat dari . . 4. . teman sekoah 19. pembentukan kepribadian sosial E. . terbentuk melalui proses sosialisasi 4. A. 2. Lita mengalami proses sosialisasi. baik positif maupun negatif Pernyataan di atas yang benar adalah . . tingkat perkembangan yang berbeda dengan daerah lain B. . 3 D. Seorang anak akan merasa aman dan mendapat pengalaman dalam kelompoknya. Sejak kecil Lita selalu dibimbing dan diarahkan oleh orang tuanya agar melakukan sesuatu dengan baik dan benar. banyaknya teman dalam pergaulan D.

Jelaskan bagaimana korelasi antara proses sosialisasi dan proses pembentukan kepribadian! 7. Jelaskan bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi! 3. Sebutkan macam-macam norma sosial! 4. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi? 2. Apa yang dimaksud dengan nilai sentral? Bagaimana peranannya dalam bentuk perilaku? 9. Sebutkan dan jelaskan macam-macam media sosialisasi! 10. Apa tujuan seorang individu melaksanakan proses sosialisasi? 132 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian pada diri seseorang! 8. Mengapa norma dan nilai dapat mengalami pergeseran? Jelaskan! 5.Soal Essay Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian? 6.

perilaku menyimpang.co.PERILAKU MENYIMPANG Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasikan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai inilah yang dinamakan perilaku menyimpang yang menggelisahkan masyarakat sehingga masyarakat mengambil suatu tindakan yang disebut pengendalian sosial. Sumber: http/images. Untuk membahas lebih lanjut.google. uraian berikut akan menjelaskan bagaimana keterkaitan nilai dan norma sosial. Mendeskripsikan cara-cara untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. dan pengendalian sosial. Mengklasifikasi jenisjenis perilaku menyimpang. Bab 5 Perilaku Menyimpang 133 .id D alam perkembangan masyarakat tidak selamanya orangorang berperilaku sesuai norma dan nilai.

Tidak mampu menyerap norma Proses belajar yang menyimpang Ketegangan Antarkebudayaan Proses sosialisasi yang tidak sempurna Pelampiasan rasa kecewa Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Perilaku Menyimpang Tindakan anti sosial Sikap melanggar norma Pelanggaran Norma Delinkuensi Kriminalitas Sikap anti kemapanan Pengendalian Sosial 134 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Semua bentuk perilaku remaja yang belum dewasa secara hukum yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada dikategorikan sebagai kenakalan remaja. maupun norma hukum. minum-minuman keras. mencuri buah-buahan. Suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di suatu tempat lain. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang miskin karena kemiskinannya. Pengertian Perilaku Menyimpang (Social Deviation) Yang dimaksud perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif. norma kesusilaan dan kesopanan. Kenakalan remaja sering kali menjadi benih awal dari suatu kriminalitas. Contoh delinkuensi: berkatakata jorok. norma agama. dapat dikatakan bahwa aturan yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukanlah baik atau buruknya perbuatan itu menurut pengertian umum. mulai dari anak muda hingga orang dewasa pernah melakukannya.A. terutama adalah hukum pidana. Kegagalan ini kemudian menjadi beban masyarakat ketika seorang anak tidak mengetahui prinsip-prinsip benar dan salah. Perilaku menyimpang ini meliputi hal-hal berikut ini. yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Kejahatan kerah biru (blue collar crime). Kejahatan (Criminality) Kejahatan atau kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa yang bertentangan dengan norma-norma hukum. PERILAKU MENYIMPANG Perilaku menyimpang merupakan akibat proses sosialisasi yang salah atau proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. a. perkelahian pelajar. 1. terutama fungsi pendidikan dan fungsi pengawasan sosial. Bab 5 Perilaku Menyimpang 135 . Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh siapapun. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. dan lain-lain. Norma yang dilanggar meliputi norma adat dan kebiasaan. Perilaku-perilaku ini merugikan warga masyarakat secara sosiologis sehingga akan menjadi penghambat tumbuh dan berkembangnya suatu masyarakat. b. serta tidak mengetahui prinsip baik dan buruk. Jadi. baik secara langsung maupun tidak langsung. Kriminalitas terdiri atas kejahatan kerah biru dan kejahatan kerah putih. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Kenakalan remaja pada umumnya terjadi akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsi-fungsinya.

Teori Kebudayaan Khusus yang Menyimpang Teori ini dikemukakan oleh Shaw dan McKay. Beberapa Teori Penyimpangan a. Hal ini terjadi pada perkampungan-perkampungan yang berserakan dan tidak teratur. 136 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu konformitas. bahkan dianggap perilaku yang normatif. Generasi baru yang dilahirkan di lingkungan ini pun dengan sendirinya akan menyerap nilai-nilai yang memang menyimpang sejak awal. Teori Anomi Robert K.1 Tabel Tipologi Adaptasi Individual dari Merton. Kejahatan ini dilakukan semata-mata bukan karena kekurangan atau kemiskinan. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan penguasa. individu-individu belajar mengenal tujuantujuan budaya tersebut. melainkan karena keserakahannya. masing-masing masyarakat akan berperilaku dengan standarnya masing-masing. ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut. Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama. ritualisme. 3. padahal struktur budaya yang satu dengan struktur budaya yang lain saling bertentangan. 2. 1. Cara-cara Adaptasi Konformitas Inovasi Ritualisme Pengasingan diri Pemberontakan ± ± Tujuan Budaya Cara-cara yang Melembaga Tabel 5. 5. 2. kejahatan berawal dari proses sosialisasi terhadap subkebudayaan yang memang salah dan menyimpang. Menurut Merton. Akibatnya. pengasingan diri. Menurutnya.Kejahatan kerah putih (white collar crime). Keadaan anomi bisa menyebabkan penyimpangan sosial selanjutnya dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi. b. inovasi. No. Pada akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan perilaku. di mana perilaku menyimpang dianggap hal yang biasa. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya. 4. dan pemberontakan.

terjadilah suatu inovasi nilai. Mereka yang melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan atau cara-cara yang benar. makna konformitas adalah suatu sikap yang menerima tujuan sesuai dengan nilai-nilai budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. tetapi menolak cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan.Keterangan: Ada lima macam tingkah laku manusia yang berkaitan dengan budaya dengan caracara yang disetujui untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam suatu perombakan struktur nilai. Tanda + menunjukkan sikap menerima. Bab 5 Perilaku Menyimpang 137 . Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan sesuai dengan nilai budaya. seseorang yang ingin lulus ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) agar menjadi mahasiswa PTN. namun dalam kenyataannya. Korupsi merupakan cara yang tidak disetujui dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Misalnya. Dalam teori sosiologi. dia tidak memakai joki dan menyontek. Untuk mencapainya. tanda – berarti sikap menolak. misalnya korupsi. dan tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh.1 Perilaku menyimpang berupa tindakan yang melanggar hukum ditidaklanjuti dengan memasukkan pelaku ke ruang tahanan. 8–14 Desember 2003 Gambar 5. Sumber: Pilars. Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat. akan berupaya untuk melanggar peraturan ini. seringkali terjadi pembaruan-pembaruan untuk menyempurnakan tata nilai lama yang dianggap tidak sesuai. cara yang disetujui untuk mencapainya hanya memungkinkan segelintir orang untuk berhasil. meskipun masyarakat kita mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan sosial yang tinggi. Dalam konteks ini. dan tanda ± berarti penolakan terhadap nilai-nilai yang berlaku dan berupaya dengan nilai-nilai baru. sedangkan menjadi mahasiswa merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis. Contohnya.

teori manakah menurut Anda yang paling baik? Apa alasannya? 3. Sifat-Sifat Penyimpangan Penyimpangan perilaku memang tidak selamanya mempunyai pengaruh yang buruk bagi masyarakat. teori ini adalah teori pemberian label atau cap terhadap suatu tindakan penyimpangan. Sebutkan lima bentuk penyimpangan sosial yang masih tergolong ringan! 4. namun mereka menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan perzakatan. 138 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 1. Jelaskan bagaimana kaitan antara kenakalan remaja dan kriminalitas! 3. Berdasarkan sifatnya. Contohnya: meskipun masyarakat kita menolak pengaturan zakat. Pada dasarnya. teori ini disebut pula teori pemberian cap. Sebaliknya pada pengasingan diri. ritualisme dan pengasingan diri. seorang individu atau kelompok masyarakat menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang melembaga. Meskipun kesehariannya bertingkah laku baik.Pemberontakan adalah sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara yang baru. Sebabnya masa depan seseorang yang telah terlanjur dianggap sebagai penyimpangan sekunder bisa berubah secara drastis. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. Teori Reaksi Masyarakat Teori penyimpangan yang ketiga adalah teori reaksi masyarakat. Oleh karena itu. walaupun dilakukan hanya satu kali. seseorang yang melakukan tindakan pencurian di wilayah tempat tinggalnya. Teori ini dijelaskan dengan memakai bantuan konsep penyimpangan primer dan sekunder. khususnya penyimpangan sekunder. Sikap menolak tujuan sesuai dengan nilai budaya dengan menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan disebut ritualisme. Jelaskan mengapa orang harus berperilaku seperti norma dan nilai! 2. contohnya kaum revolusioner. oleh masyarakat diberi cap sebagai pencuri. penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. Misalnya. Ada banyak teori penyimpangan. namun cap itu sendiri jauh lebih diperhatikan melebihi status-status yang lainnya. c. Selanjutnya.

Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat biasanya dinilai berat. pelakunya dikucilkan dan bobotnya diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. Perilaku menyimpang tersebut juga dapat terjadi ketika seorang individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal. ia cenderung tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat. Penyebab Perilaku Menyimpang Berdasarkan tinjauan multidimensi. perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini. Hal ini terjadi misalnya karena seorang individu kesulitan dalam berkomunikasi ketika bersosialisasi. Contoh: wadah pergaulan dalam bentuk “kontak jodoh” yang mungkin belum dapat diterima oleh anggota masyarakat karena dianggap melampaui batas. b. Individu juga dapat tidak berhasil melakukan sosialisasi jika ia tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan dalam proses sosialisasi tersebut. B. Akibatnya yang diterima bukan pujian melainkan celaan. padahal sebenarnya tidak. TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI HASIL SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna dapat membentuk perilaku menyimpang. terutama orang-orang di sekitarnya. Tindakan perilaku menyimpang ini dianggap tercela oleh masyarakat. Proses sosialisasi tidak akan berhasil jika sejak kecil seseorang mengamati kemudian meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. a. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-norma Kebudayaan Proses ini berlangsung ketika seseorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Proses Belajar yang Menyimpang Proses belajar suatu subkebudayaan yang menyimpang akan menimbulkan perilaku-perilaku baru pada generasi baru yang menyimpang dari norma dan nilai Bab 5 Perilaku Menyimpang 139 . 1. Seseorang dikatakan menyimpang secara positif jika dia berusaha merealisasikan suatu cita-cita namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya. Ini dapat terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna. Kasus ini tampak pada seseorang yang berasal dari keluarga berantakan. Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Biasanya bila anak ini terjun ke masyarakat yang lebih luas.

Proses sosialiasi ini terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. tetapi juga cara-cara yang diperkenankan oleh kebudayaan tersebut untuk mencapai tujuan tadi. Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaan. ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. Hal ini dapat terjadi karena orang yang melakukan perilaku menyimpang tidak merasa bersalah atau menyesal. Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial Pada masyarakat multikultural memang terdapat perbedaan-perbedaan struktur budaya yang sangat mendasar. e. bahwa proses sosialisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik dan yang buruk yang kadang berlangsung secara tumpang tindih tanpa disadari. Dengan hubungan ini. Sikap Mental yang Tidak Sehat Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sentral yang ada pada diri manusia itu. maka cara-cara ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Terutama karena berasal dari masyarakat yang mempunyai struktur budaya yang berlainan. Hubungan dengan kelompokkelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. Proses belajar ini terjadi melalui interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. f. Hal ini menjadi titik awal terjadinya penyimpangan. Ikatan Sosial yang Berlainan Dalam suatu masyarakat memang terdapat kerabat-kerabat dengan ikatan sosial yang berbeda-beda dan struktur tata nilai yang berbeda pula. Setiap orang biasanya berhubungan dengan kelompok yang berlainan. d. 140 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adapun terjadinya proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar yang lainnya. Nilai sentral ini merupakan nilai yang paling dipedomani oleh seseorang. Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang sengaja dapat terjadi melalui kelompok-kelompok gelap yang tujuannya benar-benar mengajarkan penyimpangan. Jika pergaulan ini memiliki pola sikap dan perilaku menyimpang. Adakalanya nilai-nilai sentral ini sangat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. c.yang ada. Akibat Proses Sosialisasi Nilai-nilai Subkebudayaan Menyimpang Sebagaimana disinggung di depan. Perilaku menyimpang sering kali merupakan akibat dari sosialisasi yang sengaja maupun tidak sengaja. Mereka membentuk subkebudayaan yang berbeda dari kebudayaan umumnya. sehingga kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang. Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk memilih. maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang.

Misalnya. sering kali perilaku menyimpang itu dilakukan untuk menunjukkan keberanian seseorang untuk melakukan sesuatu. dilakukan biar dianggap hebat. i. Sebutkan macam-macam perilaku menyimpang! 2. penyalahgunaan narkotika. termasuk perilaku-perilaku yang menyimpang. h. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Akibat Perubahan Sosial Budaya Proses perubahan sosial budaya yang sangat mendasar dan berlangsung relatif cepat mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku menyimpang. Keinginan untuk Dipuji atau Gaya-gayaan Di lingkungan orang-orang yang sebaya. mabuk-mabukan. dan lainnya. Mereka merombak sistem perilaku lama sehingga yang pada mulanya merupakan sesuatu yang benar namun sekarang menjadi sesuatu yang salah dan menyimpang. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang! 3. Terkadang keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. Dorongan Kebutuhan Ekonomi Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup tidak selamanya tersedia dan mudah dijangkau. Keadaan inilah yang membuat orang mengalami kekecewaan.g. Pelampiasan Rasa Kecewa Tidak selamanya keadaan yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita. Misalnya: berkelahi. Perilaku menyimpang kadang-kadang dilakukan sekedar untuk gaya-gayaan atau keinginan untuk dipuji. Mengapa sosialisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku menyimpang? 2. Selanjutnya sering kali kekecewaan ini memunculkan perilaku-perilaku yang merupakan pelampiasan dari rasa kekecewaannya itu. jagoan. Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri atau tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat. Hal inilah yang menjadi titik awal terjadinya penyimpangan perilaku akibat dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Bab 5 Perilaku Menyimpang 141 . 1. seseorang yang mengalami rasa kecewa atau kepahitan hidup dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelarian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya atau kesulitannya itu.

Sumber: Men’s Obsession. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan Orde Lama ke Orde Baru Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1965/1966 pada saat pemerintahan Orde Lama lengser dari panggung kekuasaan dan diganti dengan pemerintahan Orde Baru. terjadi strukturstruktur budaya lama yang masih muncul pada masa sekarang. Perilaku ini merupakan contoh perilaku menyimpang akibat perubahan sosial budaya pada masa itu. Sebagai contoh. pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Contoh: sikap-sikap ajaran komunis sosialis seperti 142 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Contoh: penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Jepang yang merupakan peninggalan bangsa penjajah. Revolusi Sosial pada Awal Kemerdekaan Pada masa ini terjadi perubahan sosial yang sangat mendasar pada struktur pemerintahan.2 Adanya tindakan revolusioner dari rakyat berupa tuntutan agar terjadi pergantian pimpinan dalam pemerintah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. perilaku-perilaku dan ajaran komunis masih muncul yang selanjutnya dapat disebut perilaku menyimpang akibat perubahan sosial pada masa itu. Pada masa berikutnya. Ketika terjadi perubahan secara cepat. b. yaitu perubahan sosial yang mendasar dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat terjadi di awal kemerdekaan. yaitu dari sistem kolonialis menjadi sistem demokrasi di bawah pemerintahan bangsa sendiri. dan gaya kepemimpinan yang otoriter. dan di mana peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi. Edisi Khusus 2005 Gambar 5. Pada masa ini terjadi perombakan susunan kabinet 100 menteri dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). kasus Indonesia yang sejak merdeka hingga sekarang setidaknya telah terjadi tiga kali revolusi sosial. a.

c. Secara umum. Contoh: sikap mengekang kebebasan dan sikap sentralistik. dan pemerkosaan. yaitu ketika kekuasaan Orde Baru turun dari panggung politik di Indonesia yang dilanjutkan dengan Pemilihan Umum pada tahun 1999. Secara hukum perilakuperilaku tersebut belum dianggap salah. Secara hukum. a. cara berbicara. pelecehan seks. pelacuran. solidaritas sosial yang sangat terbatas. Ini terjadi karena adanya perubahan struktur budaya pada masa peralihan tersebut.bekerja sama untuk kepentingan bersama dan segala sesuatu menjadi hak milik bersama. b. penyimpangan-penyimpangan sosial dalam masyarakat itu dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis penyimpangan besar. Sebagai contoh penyimpangan seksual antara lain: kumpul kebo. Penyimpangan seksual ini merupakan penyimpangan terhadap norma kesusilaan dan kesopanan. dan lain-lain. tetapi oleh para alim ulama melalui khotbahkhotbahnya perilaku ini telah dinyatakan sebagai perilaku yang kurang terpuji sehingga perlu untuk dihindari. ada kalanya kelompok orang-orang kaya memenuhi kebutuhan secara mewah dan berlebihan. penyimpangan gaya hidup sudah termasuk penyimpangan yang sangat mendasar terutama bagi masyarakat tradisional. dan terhadap norma agama dan norma hukum. penyimpangan jenis ini belum melanggar norma. Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan pemakaian barang konsumsi ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma agama dan norma kebiasaan. terhadap norma adat dan kebiasaan. Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan gaya hidup merupakan salah satu bentuk penyimpangan ringan. penyimpangan seksual adalah penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan antara pria dan wanita. yaitu apabila seseorang dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Hingga saat ini kita masih berada pada Orde Reformasi. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi Masa peralihan ini terjadi sekitar tahun 1998 dan 1999. c. tetapi berdasarkan adat dan kebiasaan. Penyimpangan seksual Pada dasarnya. Bab 5 Perilaku Menyimpang 143 . Contohnya. Hal ini juga membuat perilaku tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh warga masyarakat pada umumnya. antara lain sebagai berikut. Sesuatu yang dianggap baik dan dipedomani pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi sesuatu yang menyimpang pada masa sekarang. Penyimpangan gaya hidup ini bisa berupa cara berpakaian.

b. pencuri sepeda motor. dan perampokan. Penyimpangan jenis ini sering kali terjadi di lingkungan birokrasi berupa penyimpangan penyalahgunaan kekuasaan pada jabatan tertentu. a. a. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua tingkatan. Perilaku-perilaku kriminal yang bertentangan dengan norma hukum pidana misalnya: penipuan dan pemerasan. Berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan berkali-kali. penyimpangan tidak akan terulang lagi. Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) Penyimpangan kriminalitas merupakan perilaku warga masyarakat yang telah dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma hukum.d. Setelah itu. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir. pemalsuan dokumen. serta melembaga yang disebut pula sebagai kolusi. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. atau penyimpangan gaya hidup. Penyimpangan perorangan Penyimpangan perorangan adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan orang perorangan. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan sekali dan untuk yang pertama kali. pencurian. penyimpangan kriminal. Berdasarkan jumlah pelakunya. terutama hukum pidana. dan lain-lain. . b. bahkan pelakunya memiliki kecakapan khusus atau terspesialis dengan jenis pelanggaran yang dilakukannya. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Kolusi dapat terjadi di kalangan pemerintah maupun di kalangan swasta. Yang pasti kolusi akan mengakibatkan korban yang lebih banyak dan sering kali berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. pembunuhan. penganiayaan. yaitu penyimpangan perorangan dan penyimpangan kelompok. Contoh: pencopet. perusakan. Penyimpangan ini dapat meliputi penyimpangan seks. Penyimpangan ini merupakan penyimpangan dalam kategori yang ringan dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau ketidaktahuan dari orang yang melakukannya. Jenis pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang mempunyai esensi berat dan perlu mendapatkan sanksi maksimal berdasarkan hukum yang berlaku.

informasi dari masyarakat terhadap semua bentuk pelanggaran merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kepolisian untuk memberantas tindakan penyimpangan tersebut. a. perangko. b. Nepotisme merupakan suatu bentuk kejahatan berbentuk memberikan toleransi yang lebih kepada keluarga dan kerabatnya dalam kaitan dengan birokrasi Bab 5 Perilaku Menyimpang 145 . September 2003 Gambar 5. Oleh karena itu.3 Penggantian jenis-jenis uang yang beredar secara berkala oleh Peruri dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan uang. Sumber: Garuda.Beberapa jenis penyimpangan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut. Di samping itu. Korupsi bisa dilakukan di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan swasta. dan nepotisme Korupsi dapat dipahami sebagai suatu sikap untuk memperkaya diri dengan cara mengambil atau memanfaatkan uang negara. surat-surat berharga seperti ijazah. Pemalsuan dokumen meliputi pemalsuan materai. kepolisian dan intelejen selalu berusaha untuk menangkap dan mengadili pihak-pihak yang telah memalsukan uang pemerintah RI. Pelanggaran tipe ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang justru ahli dalam bidangnya dan sering kali membentuk suatu sindikat yang justru melibatkan orang-orang pandai bahkan aparat. kolusi. dan lain sebagainya. PERURI (Perusahaan Uang Republik Indonesia) senantiasa secara berkala mengganti jenis-jenis uang yang beredar untuk menghindari adanya pemalsuan terhadap jenis uang tertentu. cek. Korupsi. Pemalsuan uang dan dokumen Hampir setiap dekade di Indonesia ada saja pihak-pihak yang memalsukan uang pemerintah RI. perjanjian-perjanjian. Oleh karena itu. sedangkan kolusi merupakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan melembaga.

146 Sosiologi SMA/MA Kelas X . d. e. Pembobolan bank Sistem komputerisasi perbankan yang bersifat terbuka (on line) sering kali menjadi incaran para pembobolan bank. sering kali berbuntut penganiayaan. antara lain: pelacuran (prostitusi). Namun yang jelas nepotisme merupakan suatu penyimpangan perilaku secara tidak wajar dan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat umum. dan perkosaan. bisa juga tidak melanggar hukum. g. Pencurian Pencurian merupakan suatu tindak pelanggaran kriminal dengan mengambil barang-barang milik orang lain secara tidak sah. f. dan pencurian ternak. c. Selain itu. antara lain: pencurian sepeda motor dan mobil (curanmor). Ada beberapa macam penyim-pangan seks. Alkoholisme (miras) Minum-minuman beralkohol yang melebihi ambang batas dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. atau tindakan anarkis yang merusak seperti membakar rumah dan fasilitas-fasilitas tertentu. baik dengan senjata tajam maupun senjata api.pemerintahan maupun pengadaan barang. yaitu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta kedua belah pihak. pencurian perhiasan dan uang. Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Aksi perkelahian massal merupakan bentuk solidaritas sosial yang negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. penganiayaan. pembunuhan. Nepotisme bisa berarti melanggar hukum. homoseksual. Penyimpangan seks Penyimpangan seks merupakan penyimpangan sosial pada aktivitas seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang menyimpang dari normanorma agama atau pun norma hukum. h. pencurian barang-barang elektronik. lesbian. Pelaku umumnya orang-orang dalam di lingkungan bank yang bersekongkol dengan orang-orang tertentu selaku nasabah. Pembobolan bank biasanya melalui transaksi kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah fiktif. dan pembunuhan Perampokan pada umumnya dilakukan dengan mengancam. Penyimpangan perilaku tipe ini penyelesaiannya harus lebih hati-hati. Dalam suatu perkelahian massal. Ada banyak jenis pencurian yang biasa terjadi di dalam masyarakat. Rangkaian tindakan perampokan sering kali berkaitan dengan tindak penganiayaan dan bahkan pembunuhan. Perampokan. Kasus pembobolan bank sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan canggihnya sistem transfer dana dari bank yang satu ke bank yang lain.

kolusi. Pengendalian sosial merupakan suatu sistem yang mendidik. Apa yang dimaksud dengan pengendalian korupsi. dan lain-lain. Dengan begitu. Surabaya. diperlukan pengendalian sosial. i. atau jenis-jenis miras yang lain. dan lain-lain. kurangnya pengawasan orang tua siswa.dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Beberapa contoh alkohol atau miras antara lain: ciu. mengajak. Ujung-pandang. Adapun barang-barang yang dapat tergolong narkotika antara lain: ekstasi. Perkelahian pelajar Kasus perkelahian pelajar merupakan kasus-kasus kenakalan remaja yang marak di kalangan pelajar. 1. dan nepotisme? C. Narkotika Penyimpangan sosial jenis ini merupakan penyimpangan yang bertendensi ekonomi. jenewer. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan untuk mengatasi tawuran? Jelaskan pendapatmu! 3. Mengapa undang-undang perlu dibuat dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat? 4. yaitu dilakukan oleh orang-orang mampu dan disalurkan oleh orangorang dalam suatu bentuk kegiatan bisnis. Kepentingan individu atau kelompok tertentu sering kali menimbulkan penyimpangan-penyimpangan. Coba jelaskan bagaimana urut-urutan penyelesaian kasus pelanggaran hukum dari awal sampai dengan vonis hakim! 2. Semarang. Hal-hal yang dapat menyebabkan perkelahian pelajar antara lain: pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang tidak terisi sesuai dengan jadwal. pengendalian sosial di antara individu maupun di antara kelompok juga perlu dilakukan. Bandung. wiski. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma. kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. Pengendalian sosial di antara Bab 5 Perilaku Menyimpang 147 . Perkelahian pelajar atau tawuran pada umumnya berlangsung di kota-kota besar seperti Jakarta. heroin. Untuk itu. kehidupan masyarakat pun akan tertib dan teratur. PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. putaw. dan ganja. j. sabu-sabu.

Selain itu juga memberlakukan hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas pada pelanggarnya. mengembangkan rasa takut dalam jiwa masyarakat yang hendak menyimpang dari adat dengan ancaman dan kekerasan. ayahmu yang mendidikmu untuk menaati peraturan dalam keluarga. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan.individu dilakukan dengan pengawasan individu tertentu terhadap individu lainnya. Pengendalian sosial di antara individu dan kelompok terjadi ketika individu mengawasi suatu kelompok. di mana ada pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Pengendalian sosial yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan sosial yang terjadi. Selain itu. misalnya kepolisian. pengadilan. Misalnya. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan. pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang mematuhi adat istiadat dan sebaliknya mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat. Selain itu. Menurut Koentjaraningrat (1922 : 217). hukuman penjara atau berupa denda. Fungsi dan peranan lembaga 2. Jika upaya pengendalian sosial tadi belum berhasil juga. upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan mempertebal keyakinan para warga masyarakat akan kebaikan adat istiadat dalam berbagai masyarakat. Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. Misalnya. Kegiatan operasional lembaga 148 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dilakukan cara-cara yang lebih tegas. Misalnya. Seperti apakah cara-cara pengendalian sosial itu dan lembagalembaga apa saja yang melakukannya? Kamu bisa mengetahuinya di bab selanjutnya. Hal ini dilakukan misalnya oleh gurumu terhadap murid-muridnya di sekolah. Tugas dan kewenangan lembaga 3. pengendalian sosial juga dapat dilakukan diantara kelompok. kejaksaan.

Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. bagaimanakah solusi untuk mewujudkan pemerintah yang baik? Bab 5 Perilaku Menyimpang 149 . Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Setujukah kalian bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat (strong government) yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyat untuk menuju pada satu arah sesuai dengan tujuan negara? Jelaskan! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Menurut Anda. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. presiden. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara.MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya.

dan nepotisme di kalangan birokrat pemerintah! 5. Apa alasanmu? 150 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pada dasarnya. Di kalangan birokrat. Benarkah bahwa budaya korupsi. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. mulai sekarang generasi-generasi tua harus berani menjadi guru perilaku sosial yang baik dengan meninggalkan secara perlahan dan penuh kesadaran budaya korupsi. kolusi. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. Bagaimana upaya pencegahannya melalui proses pewarisan budaya yang baik? 3. dan nepotisme tak pernah bisa dihapuskan? Mengapa demikian? 4. Pertanyaan: 1. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. kolusi. terutama oleh pejabat-pejabat negara? 2. dan nepotisme. Untuk mengeliminir budaya korupsi. Setujukah Anda dengan dibentuknya lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. Sebutkan masing-masing dua contoh budaya korupsi. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. kolusi.MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI P ada masa reformasi akhir-akhir ini. Mengapa korupsi masih kental dilakukan dalam masyarakat kita. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya.

Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Pertanyaan: 1. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. Pada gilirannya. dan lain-lain. keadaan ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik dalam masyarakat.KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. Bagaimana cara-cara mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat? 5. internet. Upaya-upaya apakah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan? Bab 5 Perilaku Menyimpang 151 . mesin bubut. komputer. Inilah kasus kesenjangan sosial yang makin lebar. radio. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. telepon. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. televisi. traktor pembajak. Kasus ini dapat membuat sekat-sekat dalam masyarakat untuk menimbulkan penindasan sosial budaya kepada kelompok miskin serta mendorong adanya kecemburuan sosial dari kelompok miskin kepada kelompok kaya. Sebab. Sebutkan empat faktor penyebab kesenjangan sosial! 2. mesin tenun. Akan tetapi. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga manusia. Jelaskan bagaimana kaitan antara modernisasi dan kesenjangan sosial! 3. Mengapa kesenjangan sosial dapat menjadi potensi konflik dalam masyarakat? 4. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. truk.

Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Jenis-jenis penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan seksual Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) 152 Sosiologi SMA/MA Kelas X .1. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. Penyebab perilaku menyimpang Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan Proses belajar yang menyimpang Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan 5. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Revolusi sosial yang terjadi di Indonesia Revolusi sosial pada awal Kemerdekaan Revolusi sosial pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru Revolusi sosial pada masa peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi 6.

bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. kolusi. diperlukan pengendalian sosial. Penyimpangan sosial berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran Penyimpangan primer Penyimpangan sekunder 8. Pengendalian sosial merupakan.7. Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. penganiayaan. Contoh penyimpangan sosial dalam kehidupan sehari-hari Pemalsuan uang dan dokumen Korupsi. Penyimpangan sosial berdasarkan jumlah pelakunya Penyimpangan perorangan Penyimpangan kelompok 9. mengajarkan. dan nepotisme Pembobolan bank Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Perampokan. Contoh-pengendalian sosial antara lain: Pendidikan Penghargaan Mengembangkan rasa malu Mengembangkan rasa takut dengan ancaman dan kekerasan Hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas Bab 5 Perilaku Menyimpang 153 . Suatu sistem yang mendidik . dan pembunuhan Pencurian Penyimpangan seks Alkoholisme (miras) Narkotika Perkelahian pelajar ebudayaan dan Struktur Sosial 10.

B. . . pengendalian sosial E norma sosial C. edukasi E reproduksi C. kontrol sosial D. A. . . . melindungi kepentingan umum C. mengatur pemenuhan kebutuhan E 154 D. penyimpangan sosial C. A. . Salah satu penyebab adanya perilaku menyimpang adalah . Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . A. pengaruh lingkungan keluarga C. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . C. . . Suatu keadaan di mana terjadi penurunan kualitas moral orang-orang dalam masyarakat disebut . penghubung kerabat B. A. revitalisasi E reorganisasi menghindari konflik sosial Sosiologi SMA/MA Kelas X . A. pengawasan sosial 3. sosialisasi D. demoralisasi B. menciptakan keteraturan sosial D. Salah satu tujuan dari pengendalian sosial adalah . adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna D. . . deviasi sosial 2.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. pengadilan B. faktor usia dan jenis kelamin E pengaruh lingkungan pergaulan 4. faktor warisan biologis B. D atau E! 1. . menciptakan kebenaran B. . . . . degradasi moral 5.

5 E 3. 2. . A. 5 B. A. denda berupa uang C. Penyimpangan hanya bersifat sementara dan tidak berulang kembali dan individu yang melakukan masih diterima secara sosial termasuk jenis perilaku menyimpang . bawah ini merupakan bentuk-bentuk perilaku menyimpang. 4. kelompok E sekunder C. . . Di 1. 2. kebebasan dalam pergaulan di masyarakat E pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 10. hukum dan norma C. individu D. primer B. penyimpangan perilaku akan diberikan sanksi berupa . benar dan salah 8. . . . . yang benar adalah . A. . hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang C. . . 2. . terorganisir 9. Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah . ketidakmampuan orang tua dalam mendidik D. 5. Pada masyarakat tradisional seperti masyarakat Tengger di Gunung Bromo Jawa Timur. agama dan adat istiadat D. 3. sanksi hukum fisik B. 3 D. 3.6. 3. . 4. A. 2. hasil sosialisasi tidak sempurna B. . Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai . nilai-nilai dan norma sosial B. . . 4. perkelahian pelajar homoseksualitas penyalahgunaan narkotika kebut-kebutan di jalan raya penggunaan obat bius di rumah sakit Dari jawaban di atas. sanksi sosial dikucilkan dari masyarakat D. 5 C. 4 Bab 5 Perilaku Menyimpang 155 . A. hukuman kurungan E hukuman gantung 7. 1. 1. tata kelakuan dan kebiasaan E.

represif B. A. Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah termasuk dalam tipe perilaku penyimpangan . memberdayakan lembaga sensor film D. Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah . A. pelacuran demi terpenuhi kebutuhan rohaninya B. lembaga pendidikan 13. Bertolak pada ketahanan keluarga. . . . A. perlakuan seks sebelum pernikahan demi martabat keluarganya D. kecuali . pelajar saling berkelahi demi nama baik sekolahnya C. . A. rasa kering pada mulut dan kerongkongan C. . . A. . . . teman sepermainan D. . primer D. . mengekang pergaulan remaja B. . Pernyataan di bawah ini adalah perilaku yang menyimpang. perasaan tidak terpenuhi kebutuhannya (kurang dimengerti) bahkan terancam keamanan dirinya 156 Sosiologi SMA/MA Kelas X . menghisap narkotika untuk memperkuat ketahanan jasmani dan rohaninya E belajar yang giat demi mencapai prestasi dan nama baik sekolah dan keluarganya 15. Media sosialisasi yang sering menyajikan berita dengan menggambarkan sisi kehidupan yang berbeda serta bertentangan dengan nilai dan norma diajarkan di dalam keluarga dan sekolah adalah . sering melanggar hukum E sering buang air kecil 16. . organisasi pemuda B. A. suka bekerja keras agar nafsu makan semakin kuat B. sekunder E kuratif C. secara psikologis penyebab kenakalan remaja tercantum di bawah ini. kecuali .11. . Pernyataan di bawah ini merupakan akibat negatif bagi penghisap narkotika. . . meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan E melakukan pengendalian sosial lewat lembaga sosial 12. . kecuali . . media massa E lembaga swadaya masyarakat C. suka berbohong dan sering marah D. preventif 14. memberikan hukuman yang berat bagi pelaku C.

Susunan orang-orang yang memimpin dengan pembantu-pembantunya yang mengurus keutuhan termasuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat disebut . interaksi sosial E. . . . . . pengendalian sosial 18. sistem sosial D. . . A. perasaan yang puas atas suksesnya setiap anggota keluarganya E. . menciptakan homogenitas ipoleksosbudhankam D. melindungi kepentingan umum C. .B. adanya konflik dan frustasi yang tidak terpecahkan yang tersimpan di dalam diri sendiri C. . kepolisian D. Manfaat pengendalian sosial adalah . kehakiman B. Sebutkan tiga bentuk penyimpangan yang paling meresahkan dalam masyarakat! Bab 5 Perilaku Menyimpang 157 . A. proses sosial E. kecuali . proses sosial D. sakit hati karena kecemburuan antarsaudara keluarganya 17. menciptakan keteraturan sosial B. menyelamatkan manusia dari tindakan dosa E menghindari perilaku menyimpang Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. . stratifikasi sosial C. pengadilan E kesehatan C. perasaan terkekang keinginannya dalam menyatakan perasaan dan kebebasannya D. A. struktur sosial C. A. pengertian ini adalah . Keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak tertentu dalam masyarakat karena ada penyimpangan sosial sehingga kestabilan dalam masyarakat tercipta. . interaksi sosial B. aktivitas sosial B. Buatlah batasan skala yang dianggap sebagai perilaku menyimpang dalam keluargamu! 2. Instansi yang termasuk pelaksana hukum dalam pengendali primer adalah seperti di bawah ini. kejaksaan 19. pengendalian sosial 20.

Jelaskan keberadaan kelompok-kelompok yang berperilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat! 6. Sebutkan dan jelaskan kegiatan yang perlu diadakan untuk menghindari perilaku menyimpang di daerahmu! 5. Sebutkan salah satu contoh pengendalian sosial yang dilakukan kelompok terhadap kelompok! 10. Jelaskan pengertian pengendalian sosial! 8. Mengapa perilaku menyimpang juga dapat dikatakan positif? 158 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan sebab-sebab timbulnya proses sosialisasi yang tidak sempurna dan berikan penjelasan secukupnya! 4.3. Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkotika? 9. Sebutkan tiga lembaga penegak hukum di Indonesia yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial! 7.

Mengidentifikasikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat. polisi yang tadinya mengawasi jalannya demonstrasi pun ikut turun dan mengendalikan para demonstran tersebut. atau kelompok masyarakat lainnya. Perasaan tidak puas ini sering menjadi penyebab munculnya kekerasan pada demonstrasi-demonstrasi. 10 – 16 Mei 2004 K amu pasti pernah melihat aksi demonstrasi di televisi bukan? Misalnya. di sinilah peran polisi sebagai salah satu pelaku pengendali sosial sudah dapat kamu lihat. buruh. yang muncul justru ketidakpuasan. Tetapi sering kali ketika harapan-harapan mereka tidak terwujud. demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Untuk lebih jelasnya. Nah. bukan? Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dalam berbagai cara. coba kamu pelajari bab ini! Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 159 .ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi jenisjenis lembaga pengendalian sosial. Pada dasarnya. para demonstran tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka dan tentunya ingin agar harapan-harapannya terwujud. Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial. Sumber: Tempo. Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial. Jika hal itu sudah terjadi.

Pengetahuan tentang hakikat manusia Pengetahuan tentang interaksi sosial Pengetahuan tentang norma dan nilai Penerapan pengetahuan tentang sosialisasi Pengetahuan tentang perilaku menyimpang Pengetahuan tentang Pengendalian sosial Pengetahuanpengetahuan lain Penerapan perilaku sehari-hari Tertib Sosial 160 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

yaitu lembaga pengendalian sosial primer dan lembaga pengendalian sosial sekunder. Lembaga ini meliputi kepolisian. Di bab ini kamu akan lebih banyak mengetahui tentang pengendalian sosial. Lembaga Pengendalian Sosial Sekunder Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sekunder adalah lembaga pengendalian yang bukan merupakan petugas pokok melainkan menjadi pengamat atau pihak yang diterapi suatu peraturan hukum. Perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. Untuk itu. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan tingkat dan jenis penyimpangan perilaku yang dilakukan. Masalahnya adalah jangan sampai perilaku menyimpang ini terjadi dalam jumlah dan skala yang besar karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Oleh karena itu. kejaksaaan. 1. dan pengadilan. JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar perilakunya sesuai dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas.A. diperlukan lembaga. Begitu juga tindakan anti sosial sedapat mungkin dicegah untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bersama. 2. seorang pembela hukum Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 161 . baik yang bersifat formal maupun nonformal untuk menjalankan peran sebagai lembaga pengendalian sosial. misalnya seorang dosen. Pelanggaran tersebut disebabkan karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. Perilaku menyimpang sungguh-sungguh harus dihindari karena dapat merugikan pihak lain dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. diperlukan langkah-langkah sosial yang dinamakan pengendalian sosial. Ketiga lembaga ini merupakan aparat negara yang secara khusus mengurusi soal penerapan hukum dan pengadilan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. Nah. PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL Sering kali dalam kehidupan di sekitar kita. Mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan peradilan.lembaga pengendalian sosial dibedakan menjadi dua. Lembaga Pengendalian Sosial Primer Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sosial primer adalah lembaga pengendali yang memang sejak awal keberadaannya menjadi aparat penegak hukum atau pengendali ketertiban dalam masyarakat. kita melihat pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang ada. di bab sebelumnya kamu sudah mengetahui sedikit tentang pengendalian sosial. B.

antara lain sebagai berikut. dan lain-lain. Misalnya.atau advokat serta mahasiswa fakultas hukum. adat pembagian warisan. serta tradisi-tradisi khusus. Lembaga adat terdiri atas tokoh-tokoh adat. 6 Desember 2003 Gambar 6. penanganannya menjadi kewenangan dari lembaga-lembaga adat masyarakat itu sendiri. hanya sebatas pengamat yang berhak mengemukakan pendapat atau opini terhadap suatu penyelesaian hukum. Tokoh-tokoh masyarakat merupakan 162 Sosiologi SMA/MA Kelas X . artinya otoritas yang dimiliki merupakan pemberian langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya melalui kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. Selain pemuka agama. dan lain-lain). pelanggaran terhadap adat perkawinan. adat kekerabatan. Dengan demikian. Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat Salah satu lembaga pengendalian sosial yang paling dini adalah para pemuka masyarakat dan pemuka adat. Mereka ini dapat menjadi pengontrol kebijakan dalam pelaksanaan hukum dan peradilan. lembaga pengendalian sosial sekunder meliputi semua warga masyarakat (para dosen. para tokoh masyarakat pun berperan dalam pengendalian sosial mereka yang mempunyai pengaruh atau pun kharisma untuk mengatur berbagai kegiatan di dalam lingkup masyarakat. mahasiswa.1 Tokoh masyarakat dijadikan panutan dan pengendali sosial dalam masyarakat. dan pemuka masyarakat pada masyarakat tradisional. bentuk-bentuk pelanggaran terhadap norma-norma adat. adat-adat ritual. a. Adapun jenis-jenis komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial dalam masyarakat. Tokohtokoh adat merupakan pemimpin nonformal. tokoh masyarakat. Pada masyarakat tradisional. orang-orang tua. lembaga adat ini merupakan lembaga pengendalian sosial yang vital dan eksis dalam mempengaruhi dan mengatur tata kelakuan warga masyarakat sehari-hari. Akan tetapi. Pada masyarakat tradisional. pembela hukum. Sumber: Gatra. pemuka agama.

yaitu pihak yang melakukan penuntutan terhadap merekamereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. yang dilakukan dalam bentuk gosip. Semua usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. unjuk rasa. dan melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. serta tekanan-tekanan politik lain yang komponennya sering kali melibatkan kalangan media massa. pelajar.panutan sekaligus pengendali yang dipatuhi oleh warga masyarakat yang lain. Kepolisian telah ditempatkan sebagai lembaga penegak hukum yang berfungsi mengawasi semua bentuk penyimpangan terhadap hukum yang berlaku. Putusan pengadilan negeri bisa menjadi putusan tetap atau tidak tetap. dan mahasiswa. serta tokoh-tokoh masyarakat. Tahap pelaksanaannya melalui tiga tingkatan hingga sampai ke Mahkamah Agung. Lembaga Pengadilan Salah satu lembaga penegak hukum yang paling akhir adalah pengadilan. menangkap pelaku-pelaku pelanggar hukum. Lembaga Kejaksaan Setelah kepolisian melakukan penyidikan terhadap tindak pelanggaran hukum. Akan tetapi. Misalnya. maka kepolisian memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada kejaksaan. Selanjutnya. Pekerjaan lembaga kejaksaan merupakan tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang menangkap dan menyidik pelaku-pelaku pelanggaran untuk dituntut di pengadilan berupa bentuk pelanggarannya yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di dalam masyarakat. pemogokan-pemogokan. lembaga swadaya masyarakat. Lembaga Kepolisian Pemisahan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Kepolisian sejak reformasi bergulir merupakan suatu langkah maju. baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung disebut kontrol sosial. d. b. aksi protes. Jelaslah. bahwa sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat sangat ditentukan pula oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat. Polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas menjadi pelindung terhadap ketertiban masyarakat. Pengendalian sosial pada saat sekarang kian berkembang dalam berbagai bentuk. sering kita gelisahkan beberapa oknum aparat penegak hukum juga telah melakukan penyimpangan terhadap tugasnya sehingga mengakibatkan rusaknya sistem dalam upaya pengendalian sosial itu sendiri. Apabila pihak yang Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 163 . c. Lembaga kejaksaan pada hakikatnya merupakan lembaga formal yang bertugas sebagai penuntut umum. demonstrasi. kepolisian akan membuat berita acara pelanggaran yang dilengkapi dengan data-data penyidikan untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan.

Lembaga Pendidikan Fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. lembaga pendidikan sangat berperan besar sebagai lembaga pengendalian sosial. mereka pun telah melakukan bentuk pengendalian individu terhadap kelompok. Lewat tugasnya. Secara sosiologis. yaitu suatu lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang kemasyarakatan termasuk pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. Lembagalembaga ini secara mandiri berdiri dan bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya serta menjadi lembaga kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. hukuman seumur hidup. Agar suatu peraturan hukum dipatuhi maka dilengkapi dengan sanksi dengan maksud untuk memberikan penekanan sekaligus ancaman dan pendidikan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. e. Guru-guru di sekolah selain mengajar. dan hukuman mati. di mana ia menuntun anggota masyarakatnya untuk selalu berperilaku sesuai dengan nilai dan norma agama. juga bertugas untuk mengawasi perilaku murid-muridnya dan mendidiknya. Adapun bentuk-bentuk sanksi dari peraturan hukum antara lain: hukuman denda. Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu: Kontras. 164 Sosiologi SMA/MA Kelas X . hukuman kurungan. Fungsi ini juga dapat dijalankan oleh tokoh agama. dan lain-lain. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 di Indonesia. g. Lembaga pengadilan pada hakikatnya merupakan lembaga pengendalian sosial formal karena lembaga tersebut memeriksa kembali hasil penyidikan dan BAP dari kepolisian serta menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan terhadap kasus pelanggaran itu sendiri. lembaga-lembaga pengadilan akan mempersidangkan setiap kasus pelanggaran terhadap norma-norma hukum. lembaga ini sangat penting keberadaannya di dalam masyarakat sebab menjadi alat kontrol ketika pemerintah melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap normanorma hukum.dikenai putusan naik banding pada tingkat pengadilan di atasnya. Sesuai dengan fungsinya. Solidamor. Parlement Watch. Corruption Watch. Lembaga Keagamaan Lembaga keagamaan berfungsi untuk mengajak dan mengarahkan umat beragama untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. baik hukum perdata maupun hukum pidana sesuai dengan hukum acara masingmasing. Oleh karena itu. f. putusan tersebut masih bersifat sementara dan putusan itu akan dinyatakan final hingga diputuskan oleh Mahkamah Agung. bermunculan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Oganization).

Pengendalian Intrinsik dan Ekstrinsik Pengendalian intrinsik adalah pengendalian dari dalam diri seorang individu dengan berpikir secara jernih. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 165 . Represif. anjuran. Pengendalian ini dilakukan dua kali. Pengendalian sosial represif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi suatu pelanggaran. dan lain-lain. Pengendalian ekstrinsik adalah pengendalian dari luar terhadap perilaku menyimpang seseorang. dan pengadilan. 1. alat pengendali ini dinamakan hati nurani. sanksi sosial. Di dalam ilmu jiwa. Bentuknya berupa nasehatnasehat. Artinya. atau pun sanksi hukum. dan jujur sehingga seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang. yaitu setelah dan sesudah penyimpangan terjadi. seolah-olah merupakan petunjuk Tuhan secara spiritual kepada umatNya secara abstrak. misalnya dengan teguran. pengendalian ini berusaha mencegah sekaligus mengembalikan keadaan sesudah penyimpangan terjadi. kita mengenal tingkatan-tingkatan dalam pelaksanaan pengendalian sosial. 2. antara lain sebagai berikut. keluarga dan kerabat. Menurutmu apakah selama ini lembaga kepolisian sudah berfungsi sebagai pengendali sosial? 2.1. tokoh agama dan tokoh masyarakat. sabar. Hati nurani selalu bersifat jujur dan benar. Apa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial? 3. Pengendalian sosial gabungan merupakan gabungan dari pengendalian preventif dan represif. CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL Mengenai bagaimana cara pengendalian sosial dilaksanakan. bisa dilakukan oleh orang tua. kejaksaan. pendidikan budi pekerti. serta aparatur negara seperti kepolisian. Pengendalian Preventif. pendidikan agama. dan Gabungan Pengendalian preventif adalah pengendalian sosial yang bersifat pencegahan agar seseorang tidak melakukan penyimpangan perilaku. Setujukah kamu jika polisi melakukan pengendalian sosial yang keras terhadap para demonstran? Jelaskan pendapatmu! C.

Contoh pelaku pengendalian eksternal adalah aparat kepolisian atau tokoh-tokoh masyarakat selaku pengamat pelaksanaan kebijakan pemerintah. dan pendidikan tinggi. menengah. 5. Teknik pervasion dilaksanakan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik yang akhirnya menimbulkan dendam bahkan korban. Pengendalian Compulsion (Paksaan) dan Pervasion (Pengisian) Berdasarkan tehniknya.2 Salah satu cara dalam melaksanakan pengendalian sosial adalah melalui pendidikan agama. Sebaliknya. Teknik compulsion diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah perilakunya yang menyimpang dan akhirnya secara tidak langsung kembali patuh pada nilai dan norma. Pengendalian Internal dan Eksternal Pengendalian sosial dilihat dari asalnya dapat berasal dari dalam lembaga internal maupun dari luar lembaga eksternal. pengendalian sosial dapat dilakukan secara paksaan (compulsion) dan pengisian (pervasion). pengendalian sosial dapat berlangsung lewat cara persuasi dan cara koersi. Contoh pengendalian sosial internal. cara koersi dilakukan dengan cara kekerasan fisik atau dengan ancaman.Sumber: Indonesia Indah Gambar 6. Dengan teknik ini diharapkan seseorang dapat meningkat kesadarannya dalam mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Pengendalian Persuasi dan Koersi Dilihat dari caranya. misalnya pada Departemen Pendidikan Nasional ada aparat pengendali yang disebut inspektur jenderal hingga para pengawas di tingkat pendidikan dasar. 166 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 4. Cara persuasi dilakukan dengan membujuk atau mengajak seseorang atau sekelompok orang secara halus untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. 3.

Misalnya. pendidikan agama. Teguran tertulis ini umumnya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya dalam ikatan kedinasan (pekerjaan). kemudian ceritakan juga penendalian sosial apa yang dilakukan untuk mengatasinya! Pengendalian sosial dapat terwujud dalam bentuk gosip. teguran lisan pemimpin terhadap bawahannya yang melanggar. yaitu teguran lisan dan teguran tertulis. Coba tuliskan penyimpangan sosial yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. Gosip muncul di masyarakat apabila ada individu/ kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. Dalam pelaksanaannya. teguran guru kepada siswa yang melanggar. Apakah yang dimaksud dengan pengendalian gabunan (preventif dan represif)? 3. tetapi melalui surat. Pendidikan merupakan alat pengendalian sosial. teguran. Menurutmu pengendalian sosial seperti apakah yang dapat dijalankan untuk mengatasi tawuran? 2. karena pendidikan dapat membina dan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 167 . Gosip atau Desas-Desus Gosip atau desas-desus merupakan bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya. Pendidikan Pengendalian sosial dapat dilakukan secara tidak langsung sejak awal melalui jalur pendidikan. 3. 1. individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakatnya. teguran orang tua secara lisan dan langsung terhadap anaknya yang berperilaku menyimpang. dan sebagainya. baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. 2. pendidikan. Teguran Teguran merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang. Teguran tertulis adalah bentuk teguran yang dilakukan secara tidak langsung. teguran ini ada dua macam.1. dan hukuman atau saksi. Teguran lisan adalah teguran yang dilontarkan secara lisan kepada individu yang berperilaku menyimpang. Artinya.

hukuman seumur hidup. 4. Salah satu subsistemnya adalah lembaga pengendalian sosial. diusir dari masyarakat. pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. dan negaranya. pengadilan massa dalam bentuk penganiayaan secara massal hingga pembunuhan massal. maka 168 Sosiologi SMA/MA Kelas X . baik hukum perdata maupun hukum pidana. Apabila lembaga pengendalian sosial dalam suatu masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Bentuknya berupa teguran. Hukuman mempunyai tingkatan yang semakin berat sesuai bobot kesalahan masing-masing pelanggar. Pendidikan Agama Tindakan para tokoh-tokoh agama dengan memberikan siraman rohani kepada umatnya merupakan suatu bentuk pengendalian preventif terhadap perilaku menyimpang.mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. bangsa. AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari banyak komponen dan saling berkaitan secara berkesinambungan. 5. Sebaliknya. Sanksi Hukum Sanksi hukum merupakan sanksi yang dilakukan penegak hukum terhadap individu yang melanggar norma-norma hukum. dan hukuman mati. Secara pedagogis. mana yang baik dan buruk. hukuman kurungan. individu yang kurang pendidikannya cenderung mengalami kesulitan menyesuaikan dirinya dalam interaksi sosial di masyarakatnya. Melalui pendidikan yang sempurna. seorang individu dapat membedakan mana yang benar dan salah. Norma-norma agama berisi bimbingan dan arahan kepada pemeluknya agar bersikap dan berperilaku baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Hukuman atau Sanksi Hukuman merupakan pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian yang lain belum juga dipatuhi. a. D. yaitu sanksi hukum dan sanksi sosial. Sanksi Sosial Sanksi sosial diberikan oleh warga masyarakat kepada orang yang berperilaku menyimpang. dikucilkan dari masyarakat. Sanksi hukum ini meliputi: hukuman denda. Individu yang berpendidikan baik cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan. masyarakat. atau mana yang boleh dan tidak boleh. Kita mengenal dua macam hukuman. b.

Beberapa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial adalah sebagai berikut. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 169 . Selain itu. perpajakan. dan peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial. Penyuluhan Hukum Banyak di antara warga masyarakat yang mempunyai pengetahuan dan kesadaran hukum yang rendah.terjadilah kegoncangan sistem yang mengganggu keteraturan sosial sebagaimana yang diinginkan. b. Judicial Review Proses perubahan sosial menuntut adanya perombakan atau perbaikan terhadap peraturan-peraturan hukum yang dianggap usang. Masyarakat pun dapat membantu lembaga pengendalian sosial untuk menjalankan fungsinya. sekitar 20 persen pelanggaran hukum disebabkan karena ketidaktahuan terhadap norma hukum. kejaksaan. Masyarakat dapat mensosialisasikan kontrol sosial agar anggota masyarakat mau bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa adanya paksaan. Lembaga pengendalian sosial diharapkan mampu menjalankan fungsinya sehingga penyimpangan pun dapat dicegah. diusahakan juga supaya pengendalian sosial tidak terjadi lagi. sangat perlu untuk diprogramkan adanya penyuluhan hukum dengan melibatkan aparat-aparat yang terkait. Oleh sebab itu. akan dapat mengurangi kuantitas pelanggaran hukum yang terjadi di dalam masyarakat. Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa Apa yang harus dilakukan ketika ternyata penyimpangan yang terjadi banyak dilakukan oleh masyarakat? Diperlukan kembali adanya upaya untuk mengembalikan ketertiban dalam masyarakat. Jika penyimpangan terjadi. dan lain-lain. pengadilan. pencanangan Gerakan Disiplin Nasional. pendidikan. Judicial review. Revitalisasi Aparat Apabila keadaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat semakin memburuk dan aparat keamanan kewalahan mengatasi banyaknya pelanggaran yang terjadi. revitalisasi aparat. Misalnya. Dengan meningkatnya pengetahuan hukum dari warga masyarakat. Inilah yang dinamakan judicial review. antara lain seperti penyuluhan hukum. a. Menurut penelitian. lembaga pengendalian sosial harus mampu mengembalikan dan memperbaiki keadaan menjadi seperti semula. c.

Presentasikan hasil diskusi ini pada pertemuan dua minggu yang akan datang! 170 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lakukanlah analisa sosial terhadap masalah sosial itu! 4. Prosedur 1. Carilah masalah sosial di media massa (koran atau majalah)! 3. e. Kemukakan pengendalian sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut! Tugas 1. Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 10 orang! 2. Misalnya. hal tersebut akan membentuk suatu sistem pengendalian sosial yang efektif. maka akan dapat menjadi alat kontrol yang efektif dalam rangka menegakkan suatu tertib sosial di dalam masyarakat. maka pilar demokrasi berkembang menjadi semakin kokoh. mengganti personil pada tiap-tiap jabatan.diperlukan revitalisasi aparat termasuk peralatannya. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional Pada masa Orde Baru pernah dicanangkan suatu gerakan yang disebut Gerakan Disiplin Nasional (GDN). menambah jumlah personil baru. Apabila suatu ketertiban telah mengakar dan membudaya dalam suatu masyarakat. Apabila hal seperti ini dapat dikembangkan. d. misalnya dengan terbukanya kebebasan pers serta terbukanya warga masyarakat mengemukakan pendapat dan opini terhadap semua bentuk kebijakan pemerintah. Buatlah laporan diskusi dari kelompokmu! 2. Artinya. serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. tumbuh kesadaran tentang ketertiban dan kuatnya pengendalian diri dari masingmasing individu. Peningkatan Peran Serta Warga Masyarakat dalam Kontrol Sosial Sejalan dengan era reformasi. Perbuatan tersebut sesungguhnya positif sebab dapat membudayakan suatu ketertiban dalam masyarakat pada setiap segi kehidupan. Salah satu solusi yang murah dan cepat adalah dengan membangun keamanan swakarsa yang anggotanya direkrut dari warga masyarakat.

tanggung jawab siapa? Apakah tanggung jawab guru. kepala sekolah. dan yayasan/ pengelola. kepada sekolah. Setujukah kalian. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. SMP. Oleh karena itu. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Jelaskan! 2.Kamu pasti sering menonton televisi bukan? Menurutmu apakah dengan acaraacara televisi yang disiarkan dapat membentuk perilaku menyimpang? Jika ya. yayasan. pengendalian sosial seperti yang harus dilakukan? Jelaskan pendapatmu! PENDIDIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH TANGGUNG JAWAB SIAPA? nak saat di sekolah. tanggung jawab Siapa? Suatu bangsa akan besar apabila pendidikannya baik dan maju. sampai SMA). atau orang tua? Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Namun demikian. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Bagaimana solusi mengatasi masalah pendidikan sekarang ini? Jelaskan! A Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 171 . bahwa anak saat di sekolah adalah dominan tanggung jawab pihak sekolah mulai dari guru. Indonesia berupaya mewujudkan program wajib belajar 9 tahun. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. saat anak di sekolah selama 12 tahun (mulai SD.

172 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu bedol desa atau relokasi penduduk. Pertanyaan: 1.00/bulan selama 1 tahun dan pembayarannya dilakukan setiap 3 bulan. bahwa tidak mungkin lagi penduduk kembali ke desa mereka. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah.BEDOL DESA ATAU REKOLASI PENDUDUK KORBAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS M ari kita sepakati sementara waktu bahwa semburan lumpur panas Lapindo Brantas adalah suatu kecelakaan atau musibah. Alternatif mana yang seharusnya diambil oleh penduduk Sidoardjo? 2. Menurutmu apakah Lapindo telah melakukan penyimpangan sosial? Jelaskan pendapatmu! 3.000. Bagaimana seharusnya sikap masyarakat atas pilihan yang diambil oleh pemerintah Kota Sidoardjo? BATUAN DANA LANGSUNG TUNAI Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla. pemerintah pun dihadapkan pada dua pilihan. Sekarang Pemda Sidoardjo dan Propinsi Jawa Timur dihadapkan masalah besar dengan tenggelamnya empat desa di sekitar lokasi PT Lapindo Brantas dan akhirnya membuat penduduk desa tersebut ”terlunta-lunta” di tempat penampunan sementara. dibicarakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin dengan jumlah Rp100.

Di samping itu.Pro kontra atas kebijakan ini sampai saat ini terus berlangsung dan pada saat-saat pembayaran. Sebaiknya BLT tersebut diwujudkan dalam bentuk program sosial yang bagaimana? 4. banyak warga yang seharusnya sebagai yang berhak. Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial Lembaga pengendalian sosial primer Lembaga pengendalian sosial sekunder 2. lebih baik memberikan kail atau ikannya sekaligus? 1. lembaga adat dan tokoh masyarakat lembaga kepolisian lembaga kejaksaan lembaga pengadilan LMS dan masyarakat lembaga pendidikan lembaga keagamaan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 173 . banyak warga berebut dan tidak jarang mengakibatkan kecelakaan kepada penerimanya. Jika kita hendak membantu seseorang. Prosedur apa yang tidak dilakukan pemerintah saat menentukan pemilihan kebijaksanaan? 3. Komponen-komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial antara lain. Mengapa program BLT tersebut gagal? 2. Akhir-akhir ini kelihatannya pemerintah menyadari bahwa BLT bukan suatu cara yang tepat untuk membantu rakyat miskin. namun karena kesalahan dalam pendataan atau adanya kesengajaan membuat BLT tidak tersalurkan kepada sasaran yang tepat. syukurlah! Pertanyaan: 1.

3. represif. Akibat-akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa 6. Upaya untuk mengembalikan ketertiban setelah penyimpangan terjadi Penyuluhan hukum Judicial review Revitalisasi aparat Pencanangan Gerakan disiplin Nasional Peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial 174 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan gabungan Pengendalian internal dan eksternal Pengendalian persuasi dan koersi Pengendalian compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian) 4. Cara-cara pengendalian sosial Pengendalian intrinsik dan ekstrinsik Pengendalian preventif. Bentuk-bentuk pengendalian sosial Gosip atau desas-desus Teguran Pendidikan Pendidikan agama Hukuman atau sanksi 5.

lembaga adat D. pengendalian nonformal C. . B. BP3 C. guru dan karyawan 2. . preventif D. Jika anggota masyarakat selalu menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang. . condolence C. kecuali . A. pengendalian sekunder E. gosip 4. pedagogis B. . lembaga sekolah C. . kepala sekolah E. lembaga agama Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 175 . pengendalian primer D. cemoohan D. lembaga kepolisian B.Soal ObJektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. C. . A. desas-desus E. intimidasi B. . A. kuratif 5. . Guru dan karyawan D. A. represif E. . Aparat pengendalian sosial di lingkungan sekolah bagi para siswa adalah . didaktis C. . lembaga pendidikan E. . . . guru bimbingan dan penyuluhan B. D atau E! 1. A. pengendalian formal B. Pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu-individu itu sendiri untuk menghindari perilaku menyimpang disebut . . berarti ia melakukan pengendalian sosial berupa . . Penyebaran brosur tentang penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian . pengendalian internal 3. Di bawah ini termasuk komponen-komponen yang berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial.

. Pengendalian yang muncul dari dalam diri seseorang disebut . menurunnya tingkat kemiskinan B. pengadilan. . . . yaitu . . . lembaga permasyarakatan.6. teguran E. pengendalian sementara E. pengendalian represif 8. gosip D. . pengadilan E. tentara. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. . A. sekolah C. pengendalian compulsion B. . kejaksaan D. pengendalian preventif D. . meningkatnya korupsi dan kolusi C. lembaga adat dan tokoh masyarakat 9. . pengendalian intrinsik C. . kepolisian. . Lembaga penegak hukum terdiri dari tiga macam. Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka terhadap warga yang melakukan penyimpangan disebut . pengendalian eksternal B. . yaitu . A. Mahkamah Agung. pengendalian intrinsik D. . hakim. kegoncangan ekonomi E. pendidikan dan keagamaan C. penghinaan C. . kecuali . . 176 Sosiologi SMA/MA Kelas X . permanen dan sementara E. pengadilan. sekolah dan guru B. polisi 10. pengendalian eksternal E. Pengendalian sosial yang bersifat pencegahan disebut . . Berikut ini merupakan akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial. A. terjadinya konflik sosial 12. . pengadilan massa D. kejaksaan. primer dan sekunder D. . kejaksaan. nasihat 11. Usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak yang melanggar perundingan disebut . jaksa. kepolisian B. pengendalian persuasi 7. lembaga pengendalian sosial dibagi dua. pengendalian preventif C. . A. A. A. hukuman B.

tokoh masyarakat C. preventif B. masyarakat D. A. hukuman 19. . sanksi sosial D. A. A. hukuman denda E. saudara 18. hansip E. eksternal D. . gosip B. tokoh agama B. compulsion C. intimidasi C. sementara D. Nasihat dan anjuran termasuk dalam pengendalian . mendidik masyarakat awam D. . Teknik pengendalian dengan cara menyampaikan nilai dan norma disebut teknik . Pengendalian sosial bertujuan untuk . . menciptakan masyarakat adil dan makmur 17. A. teguran 16. pemangku adat C. pengendalian sosial B. . . kepala desa D. A. gosip C. cemoohan B. . Pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian lain belum dipatuhi disebut . . . koersi B. . Pengendalian sosial yang dianggap mempunyai kharisma atau pengaruh untuk mengatur kegiatan di masyarakat adalah . . pervasion E. . . hukuman massal E. persuasi Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 177 . . . menciptakan keamanan dan ketertiban E. kontrol sosial 13. . hukuman pasung D. kuratif C. . pendidikan E. . tindakan pencegahan C. Berikut ini yang merupakan sanksi hukum adalah . kepolisian E. ekstrinsik E. . Pengendalian sosial yang bersifat formal dapat dilakukan oleh . meningkatkan pengetahuan masyarakat B. A.A. . menghukum orang yang bersalah C. represif 14. . A. lembaga adat B. sanksi sosial D. pemuka agama 15.

Apa yang dimaksud dengan pengendalian intrinsik? 9. Apa yang menyebabkan lembaga pengendalian sosial tidak menjalankan fungsinya? 4. . Sebutkan akibat-akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial! 3. Menurutmu apakah gosip cukup efektif untuk melakukan pengendalian sosial? 7.20. . Apa yang dimaksud dengan pengendalian compulsion? 2. internal D. preventif Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa yang dimaksud dengan pengendalian preventif? 10. represif E. Apa yang dimaksud dengan teguran? 8. Pengendalian lewat hati nurani termasuk dalam pengendalian . persuasi B. Apa yang dimaksud dengan gosip? 6. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan oleh guru? 5. A. . Sebutkan upaya-upaya untuk mengembalikan penyimpangan tersebut! 178 Sosiologi SMA/MA Kelas X . intrinsik C.

accomodation adat akulturasi akulturasi budaya angket applied science arbitration asimilasi asimilasi budaya asosiasi asumsi coercion community compromise cooperation crowd : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai : percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen : percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi : perhimpunan orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama : alternatif jawaban dari suatu masalah : akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan : masyarakat setempat : akomodasi. di mana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan : kerja sama : kerumunan Daftar Istilah 179 .

custom data empiris data etnografi data primer data sekunder data sosial demoralisasi dinamika sosial eksplisit fakta family counseling fenomena alam fenomena sosial folkways hipotesa ilmu pengetahuan intelektualitas interaksi sosial interview kebiasaan : adat istiadat. serta peristiwanya : bimbingan keluarga : semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat : semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat : kebiasaan. antarkelompok. : data realita di lapangan : data-data mengenai suku bangsa tertentu : data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap obyek penelitian tanpa melalui perantara : data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor) : semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan : penurunan kualitas moral : gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. waktu dan tempat. yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang : jawaban sementara dari suatu masalah : himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis : kecakapan berpikir : hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu. dan antara individu dengan kelompok : metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden : cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang 180 Sosiologi SMA/MA Kelas X . : nyata atau realistis : suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku. yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat.

dan anak-anak : perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa : generalisasi dari perilaku khas seseorang : pengetahuan tentang sesuatu hal : suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan : suatu bentuk interaksi sosial. rasa. dan kebutuhan integratif : kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakikat manusia sebagai manusia. di mana masingmasing pihak saling menghancurkan : himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah : konsep yang pokok dan penting : usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional : suatu keadaan di mana pihak dengan pihak saling tidak cocok tetapi kedua belah pihak tidak saling menampakkan ketidakcocokkannya : semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat : semua hasil cipta. rasa. kebutuhan sosial. dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat : lingkungan sosial di mana seseorang bekerja Daftar Istilah 181 . makhluk pemikir. ibu. : kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar. baik abstrak maupun konkret yang merupakan hasil cipta.kebudayaan kebutuhan hidup kebutuhan integratif kebutuhan mendasar kebutuhan sosial keluarga kenakalan remaja kepribadian knowledge kompetisi konflik konsep konsep dasar konsiliasi kontravensi kontrol sosial kultural lingkungan kerja : semua benda. dan bermoral : kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk hidup : kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain : satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat.

dan nilai religius : nilai yang terkandung di dalam suatu benda : nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang : nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/agama : nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan 182 Sosiologi SMA/MA Kelas X .logika masyarakat media massa media sosialisasi mediation metode metode dokumenter mores nilai nilai kebenaran nilai keindahan nilai kerohanian nilai material nilai moral nilai religius nilai sentral nilai sosial : pertimbangan akal pikir manusia : persekutuan orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu : sarana komunikasi antarorang dalam masyarakat : sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai : cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan : metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip : tata kelakuan. yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh masyarakat : nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia : nilai yang bersumber dari perasaan atau estetika manusia : nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari nilai kebenaran. nilai keindahan. nilai moral.

yang ada dan berlaku di dalam masyarakat norma adat : hukum adat norma agama : ketentuan-ketentuan dalam agama norma hukum : peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan dibuat oleh lembaga yang berwenang norma kesusilaan dan kesopanan : norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain norma sosial : semua bentuk peraturan. baik yang tertulis maupun tidak tertulis.nilai vital : nilai sesuatu yang muncul karena kegunaannya atau fungsinya norma : semua bentuk peraturan. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat observasi : metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penelitian sosial : serangkaian aktivitas yang sistematis dan terorganisir untuk mengungkap secara objektif berbagai macam fenomena sosial di dalam masyarakat pengendalian sosial : upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma perilaku menyimpang : perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai perubahan sosial budaya : semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya dalam masyarakat pewarisan biologis : pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya pewarisan budaya : proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda play group : teman sepermainan pranata sosial : suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat proses asosiatif : proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang proses inkulturasi : proses pembudayaan proses institusionalized : proses pelembagaan Daftar Istilah 183 . baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

kesopanan. di mana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi : sosiologi perkotaan 184 Sosiologi SMA/MA Kelas X .proses internalisasi proses sosial realitas sosial research metodology sanksi sanksi hukum sanksi sosial sekolah social behaviour social mobility sosialisasi sosiologi strong government technological change tolerance urban sosiology : proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang : proses berlangsungnya suatu aktivitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu : keadaan senyatanya di dalam masyarakat : metodologi-metodologi dalam penelitian : hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan perilaku : hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum : hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan. adat. dan kebiasaan : lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik : perilaku sosial : semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat : belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan status sosialnya : ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat : pemerintah yang kuat : perubahan teknologi : akomodasi tanpa persetujuan yang formal.

Sosiologi Keluarga.F. 1990. Robert M. Bandung: Eresco Huki D. A. Amirin. Menyusun Rencana Penelitian.Aisal Sanafiah. Sebuah Laporan Komisi Internasional untuk Pengembangan Pendidikan. 1997. Azas-azas Sosiologi. Willa.. Depdikbud Universitas Terbuka Lawang. Pengantar Sosiologi. 1982. Jakarta: Rajawali Press Mulyadi. Sendi-sendi Sosiologi (Ilmu Masyarakat). 1984/1985. Jakarta: Bharata Karya Aksara Gazalba Sidi. 1995. 1980. Bina Aksara Kartono.Z. 1985. Sosiologi dan Antropologi. Azas Kebudayan Islam. 1979. Robert M. Drs. 1961. 1992. Pengantar Metodologi Research Sosial. Goode. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Aksara Baru Lawang. PT. Drs.A. 1995. Rincihan I. Yogyakarta: Yayasan BP Gajah Mada Faure Edgar. Bandung: Ganaco Koentjaraningrat. Jakarta: Kurnia Universitas Terbuka Luth Nursal Drs dan Daniel Fernandes. Mayor Polak. Dr. 1991. Belajar untuk Hidup. 1978. Sosiologi Perkotaan. Surabaya: Usaha Nasional JB. Dra. Sosiologi Pendidikan. Drs. Jakarta: Ichtiar Baru J. Panduan Belajar Sosiologi Jilid I. 1985. 1976. Galaxy Puspa Mega M. Drs. Kartini. Bandung: Alumni Khiam Kheo Soe. 1963. Pengantar Antropologi. Yad dan Posman Simanjuntak. SH.Z. Felife Herrera. Tatang. Sosiologi ke-I untuk SMU Dieter Evers Hans. William. Jakarta: LP3S Djoyodiguno. Drs. Bulan Bintang Gerungan WA. Dunia Pendidikan Hari Kini dan Hari Esok. 1985. 1981. dkk. Modul Pengantar Antropologi. Sosiologi Suatu Buku Pengatar Ringkas. 185 . Surabaya: Usaha Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Erlangga Daftar Pustaka PT. Pengantar Sosiologi. Psikologi Sosial.

Rotterdam: Universitaire Press Soedjono. dan Budaya Soemardjan. Jakarta: FEUI Soemardjan. Soerjono. Soerjono. Jilid IV. 1969. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 186 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Bidang Ekonomi. Bandung: PT. 1982 Soemardjan.Schuyt. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. 1971. 1985. No.M. 1965. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. Selo. Selo cs. Selo. 1964. Rechtssociologie. Jakarta: Bharata Soemardjan. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta. Hukum Nasional. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional Soemardjan. 1983. New York: Cornell University Press. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi. Research di Indonesia 1945-1965. Peranan Ilmu-ilmu Sosial di Dalam Pembangunan. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS Jakarta Soemardjan. 1967. Pola-pola Kepemimpinan Salam Pemerintahan. dimuat dalam Kompas. Yogyakarta: GMUP Press. Selo. Selo. Ithaca. Setangkai Bunga Sosiologi. Soelaeman Soemardi (ed). 25 Soekanto. Modernisasi dan Aspirasi-aspirasi Modernisasi. 1965. Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 Sampai 1965. Bandung: Alumni Soekanto. 1962. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi. 8 Februari Soekanto. Soerjono. 1972. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis UI ke-XXII Soemardjan. Soerjono. Sosiologi. Sosial. Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. Eresco Soemardjan. een terreinverkenning. Faktor-faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum. Selo. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial.J. 1974. Cetakan Pertama. Ghalia Indonesia Soekanto. Selo. Edisi Pertama. Social Changes in Yogyakarta. Selo. 1973 Pengantar Sosiologi Hukum. S.

61. 73. 95. 71. 15. 82. 6. 42. 83. 49. 106. 37 fenomena alam 77. 81 – 84. 40. 127. 119. 148. 164. 163. 169. 100. 80. 174 ekstrinsik 110. 60. 100. 99. 80. 110. 62. 173 akomodasi 66. 64. 59. 68. 117. 148. 16 – 19. 64. 26. 79. 53. 122. 88 E eksplisit 47. 32. 28. 45 – 48. 116. 97. 15. 14. 15 F fakta 6. 98. 87. 84. 147. 127. 115. 165. 165 kenakalan remaja 135. 111. 108 akulturasi budaya 108 angket 2. 65. 89 kebutuhan sosial 13. 73 asumsi 98 Auguste Comte 3. 14. 173 keluarga 3. 136. 49. 139. 104.A adat 25. 102. 32 asimilasi 23. 67. 70 kebutuhan mendasar 12. 143. 61. 89. 8. 53. 165 B BAP 163. 127. 123. 49. 79. 32. 21. Kluckhohn 41 Coercion 66 coercion 66 community 69. 63. 51. 126. 161 folkways 48. 82. 70. 107. 69. 148. 123. 107 fenomena sosial 4. 101 H hipotesa 9 I identifikasi 11. 65. 107. 33 dinamika sosial 18. 88 – 99. 8. 61. 32. 85. 114. 45. 135. 5. 75. 127 Imitasi 60. 145. 70. 100 – 104. 124. 67 – 69. 165. 70. 67 akulturasi 23. 173 kebiasaan 40. 28 – 30. 122. 102 K keagamaan 24. 42. 31. 84. 166 interview 5 intrinsik 110. 30. 52. 18. 61. 59. 88 interaksi sosial 10. 88 187 . 76. 112. 89. 174 empati 11. 63. 82. 140. 82. 10. 135. 60. 141 kebutuhan integratif 13. 33. 119. 8. 164. 32. 111. 74. 71. 32. 11. 89. 70. 60 – 64. 20. 63. 70 kejaksaan 25. 135. 112. 88. 139. 32. 162. 135. 32 demoralisasi 23 – 25. 35. 23. 164 C C. 108 asimilasi budaya 108 asosiasi 3. 20. 33. 7. 102. 87. 17. 112. 138. 127. 89 custom 48. 23. 80. 85. 160. 103. 65. 12. 62 – 66. 166. 140. 43. 32. 152 Indeks D data primer 8 data sekunder 9 data sosial 4. 127 eksternal 80. 124. 122 – 125. 68. 49. 70. 4. 46 – 48. 25. 112. 96. 17. 7. 143 kebudayaan 4. 10. 88 ilmu pengetahuan 3. 168 internal 80. 108 – 112. 25. 86. 139. 87. 78. 107. 152 kebutuhan hidup 10.

78 – 80. 152. 143 norma sosial 10. 169 norma kesusilaan dan kesopanan 40. 132. 52. 135 – 140. 111 – 124. 33. 95. 132. 88. 76. 33 mores 48. 167 M masyarakat 1. 124. 170 media sosialisasi 111 – 113. 112 – 115. 22. 99 nilai sentral 42. 153. 20. 99 188 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 127. 153. 100. 97 – 112. 14. 43. 164. 22. 153. 85. 16. 72. 121 – 127. 150. 13. 84. 145. 133. 161 metode dokumenter 9. 8 pengadilan 51. 100 – 102. 145 – 147. 21. 14. 87 – 90. 135. 113 pranata sosial 14. 100. 164. 96. 127. 148. 70 –72. 70. 19. 44. 161 – 170. 168. 53. 104 – 108. 148. 147. 51. 27. 60. 61 – 64. 119. 143. 111 O observasi 2. 173 kepribadian 10. 44 – 53. 151. 97. 33. 153 nilai 10 – 16. 83. 163 – 166. 143. 26. 68. 99 norma 3. 164. 46 – 48. 84. 33. 47. 80. 127. 97. 100. 68. 47. 41 – 53. 53. 67. 144. 126. 97 – 100. 138. 32. 43. 95. 171 persuasi 166. 89. 146. 115. 32. 20. 33. 69. 7. 63. 3 – 9. 85. 114. 153. 63 preventif 14. 104. 133. 33. 117. 133 – 137. 32. 168. 9. 126. 42. 39 – 46. 122. 14. 105. 163. 141. 20 – 22. 122. 112. 70. 169 kompetisi 68 konflik 17. 86. 33 kontravensi 68 kontrol sosial 104. 152. 168 N nepotisme 25. 66. 69. 137. 24. 160. 115. 46. 133. 28. 144. 145. 99 nilai moral 40 – 43. 169 konsep 10. 6. 145. 50 – 53. 25. 160 – 162. 26 – 33. 104. 24. 10. 92. 134. 99 nilai religius 42. 120. 139 – 142. 102 motivasi 60. 117. 99 nilai keindahan 42. 133. 47 – 50. 140 nilai sosial 16. 32 konsumerisme 25. 110 – 113. 106. 75. 150 – 153. 80. 152. 45. 10 – 15. 28. 159. 147. 127. 104. 39. 39 – 41.kepolisian 25. 53. 59. 121. 53. 127 metode 1. 33 pengendalian sosial 10. 145 – 147. 135. 53. 165. Sorokin 3 play group 96. 85. 23. 67. 42. 150. 21. 39. 171. 169. 161. 122. 45 – 47. 81. 35. 127. 106 – 108. 11. 153. 50. 50. 3 – 24. 150. 164 – 169. 70. 96. 135. 169. 92. 148 pengangguran 27. 18. 133 – 135. 163. 114. 32. 168 norma hukum 40. 14. 96. 144. 173 perilaku menyimpang 10. 84. 63. 117. 98. 161. 143. 84. 41 – 45. 164. 32. 46. 32 P pendidikan 7. 153. 138 konsep dasar 10. 22. 174 kultural 23. 41. 114 – 119. 139 nilai vital 40. 127 LSM 164 nilai kerohanian 99 nilai material 40. 33. 46. 95. 79. 147. 124. 100 – 108. 170 174 korupsi 25. 146. 105. 135. 166 – 169 norma adat 40. 146. 167 nilai kebenaran 40. 33. 20 – 22. 147. 143 – 148. 103. 142 pewarisan budaya 150 Pitirim A. 113. 161. 6. 168 koersi 166 kolusi 25. 124. 119. 22. 110. 69 – 89. 105. 161 – 171. 13. 33. 13. 65. 21. 69. 135. 88. 167. 167. 97 – 100. 148. 120 L lingkungan kerja 108. 32. 59. 173 penelitian sosial 5. 113. 143. 172 – 174 Max Weber 72 media massa 2. 65. 135. 95. 174 perubahan sosial budaya 15. 49. 72 – 76. 159. 135 – 140. 46. 70. 117 – 119. 107. 110 – 115. 18. 165. 150. 50. 52. 127. 28. 162 norma agama 40. 127. 32. 166. 139. 53. 42. 126. 147.

144. 10. 16. 66 – 69. 95. 133 – 136. 33 Selo Soemardjan 3 separatis 28. 48. 59. 60. 10. 168 sekolah 18. 39. 70. 117. 121. 85 R realitas sosial 2. 147. 164. 88 Soelaeman Soemardi 3 sosialisasi 50. 78. 71. 32. 148. 18. 125 – 127. 52. 112. 165. 108. 164. Merton 136 Sekularisme 25. 88 S sanksi 43 – 45. 168. 137 sugesti 11. 127. 101 W wawancara 2. 84 – 87. 148. 53. 64. 5. 167 Robert K. 100 – 104. 47. 152 sosiologi 3 – 5. 44. 139 – 141. 105. 60. Dr. 72. 32 Indeks 189 . 21. 153. 73. 33 simpati 11. 99 proses asosiatif 67 proses sosial 3. 97. 33 represif 14. 174 sanksi hukum 168 sanksi sosial 165. 65. 18. 49. 107 – 115. 51. 171 U usage 48. 168. Notonegoro 42. 95 – 97. 39. 119.Prof. 19. 79. 29. 165.

190 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful