SOSIOLOGI

Jilid 1
untuk

SMA/MA Kelas X
Suparto

Literatur Media Sukses
Jl. Madrasah No. 38, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Bab 2 Norma dan Nilai Sosial

i

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Sosiologi, ditulis oleh Suparto; Editor, Vera B. L. Sihotang, -- Jakarta: Literatur Media Sukses

Penulis
Suparto

Editor
Vera B. L. SihotangChristianiE

Sosiologi
Jilid 1
Untuk SMA/MA Kelas X Hak cipta 2006 pada Penulis Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses

Desain Sampul Andie Anakota Setting/Tata Letak Sri Sugiyarni Astuti Krisnawati

Cetakan Pertama, 2006

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur Media Sukses.

ii

Sosiologi SMA/MA Kelas X

ritik yang sering ditujukan kepada buku teks Sosiologi sebagai buku pelajaran antara lain cara pendekatan penyajian konsep materi yang kurang membumi terhadap realitas yang ada. Para pendidik sering mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. Para siswa berargumen bahwa ilmu-ilmu sosial menjenuhkan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat para siswa untuk menggeluti kajian-kajian ilmu sosial. Kondisi ini terbentuk dikarenakan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu-ilmu hafalan dan tidak kontekstual. Buku Sosiologi untuk SMA/MA ini disusun sebagai alternatif bagi para guru dan siswa Sekolah Menengah Atas bahwa belajar ilmu sosial tidak semata-mata hafalan. Esensi ilmu sosial justru terletak pada daya analisis dan metode yang dipakai dalam mengkaji suatu problem kemasyarakatan. Buku ini terdiri atas 3 jilid, yaitu jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, dan jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode Contextual-Teaching Learning. Diharapkan guru menjadi fasilitator dan terlibat intens dalam proses pembelajaran serta bersedia mengembangkan segala materi pokok dengan berbagai indikatornya dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan lingkungan belajar siswa. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Literatur Media Sukses yang telah menerbitkan naskah kami menjadi buku. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan kualitas buku ini.

K

Jakarta, Desember 2006

Penulis

Kata Pengantar

iii

112. 109 fenomena sosial 4. 113. Pertanyaan: 1. 19. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. kejaksaan. presiden. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. 110 akulturasi budaya 110 angket 2. 73. 143. 165. 75. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. kontrol sosial D. 109. 8. 17. Rangkuman Rangkuman mencakup ringaksan materi pada setiap bab yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di bab tersebut. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga 5 P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. 152. j. traktor pembajak. 42. 10. 125. 10. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. D atau E! 1. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. pengadilan B. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi l l 9 A accomodation adat akulturasi akulturasi budaya : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak adat 25. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. 106. Bahan Diskusi Kelompok Bahan ini disediakan melatih siswa mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain. dan nepotisme. C. 67. telepon. 102. sosialisasi D. 11. edukasi E reproduksi C. Dalam sosiologi. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. 85. kolusi. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. 82. penghubung kerabat B. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. mesin tenun. Lembar Pro dan Kontra Lembar Pro dan Kontra disajikan sebagai sarana untuk melatih mengungkapkan pendapat atau debat pendapat antarsiswa yang dibimbing oleh guru. 26. Tugas Perorangan Dalam setiap bab ada kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri. internet. 4. . iv Sosiologi SMA/MA Kelas X . a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Akan tetapi. 70. . 80. 110 asimilasi budaya 110 asosiasi 3. 60. 17. 89 ilmu pengetahuan 3. 65. pengadilan. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. ada masa reformasi akhir-akhir ini. 23. komputer. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. 2. 33. 35. Tugas Penelitian Tugas Penelitian merupakan tugas yang mendeskripsikan suatu permasalahan. A. . melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. 103 H hipotesa 10 angket applied science arbitration B BAP 167. – 66. nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! enurut kalian. 166. 18. 109 folkways 48. 83. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. 84. pengawasan sosial P 7. . Fungsi dan peranan lembaga 2. Melalui metode komparasi inilah. truk. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. 67 akulturasi 23. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . 16. 90 interview 5 8. 125. 9. 62.Sebelum memulai proses belajar mengajar. 20. 104. 80. Pada dasarnya. . mesin bubut. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. 65. Indeks merupakan daftar kata-kata penting disertai nomor halaman kemunculan. Membedakan nilai dan norma. 32. sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui bagianbagian yang terdapat dalam buku Sosiologi ini. . nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Sumber: Gatra. 45 – 48. Lembar Sosiologi Terapan Lembar sosiologi terapan ini merupakan latihan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di kalangan birokrat. dan lain-lain. deviasi sosial 2. misalnya kepolisian. Misalnya. 85. 53. 144. 15 10 F fakta 6. 148. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. 64. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. 168 I identifikasi 11. Uji Kompetensi Pada setiap akhir bab disediakan Uji Kompetensi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua materi dalam satu bab. 82. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. 1 NILAI DAN NORMA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Menjelaskan nilai dan norma. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. 6 MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI 7 Soal Objektif 1. Pengantar Awal Bab Pada setiap awal bab terdapat fokus tentang materi-materi yang akan dibahas di bab tersebut. 90. 108. 124. 8. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . radio. M Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 4 MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. 129 imitasi 60. 8. 59. 147. 89 interaksi sosial 10. A. Indeks 3. Kegiatan operasional lembaga 3 5. 37 fenomena alam 77. 40. 2 Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. Oleh karena itu. 15. B. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. 64. 68. 32. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. 139. Lalu. 114. 32 asimilasi 23. 89. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. 164. 73 asumsi 100 Auguste Comte 3. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 6. 172 internal 170. C C l kh h 1. 25. 177 akomodasi 66. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. 7. Sebab. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. Daftar Istilah Daftar Istilah disajikan di setiap bab yang merupakan kumpulan istilah-istilah yang dibahas di bab tersebut. pengendalian sosial E norma sosial C. 101. Penyebab perilaku menyimpang 8 Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Tugas dan kewenangan lembaga 3. 72. televisi. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. 27 November 2004 4. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya.

.. Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya .................. BAB 3 INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL 60 61 64 69 Peta Konsep ............................................................... Uji Kompetensi .... Kelompok............................................................................. iii iv BAB 1 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN 2 3 10 16 18 23 32 34 Peta Konsep ......................... C.............................................. A........................... C........... Apakah Keunggulan Buku Ini? ............. Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi ............................. Daftar Isi v ............. Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial .................................................... Uji Kompetensi ...................................................................................................................................................................................................... Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial Di Lingkungan Setempat ............ Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realita Sosial Budaya .......... C........................................... B.. A......... B.......................... Nilai dan Norma Sosial ...................... E... Bentuk-bentuk Interaksi yang Mendorong Terciptanya Lembaga...................................................................................................................................................................... Rangkuman ............................................... dan Organisasi Sosial ...................................................... Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode .................................................................................................................... BAB 2 NILAI DAN NORMA SOSIAL 40 41 41 45 53 54 Peta Konsep ................................................ D..................... Norma Sosial ....................................................................................Kata Pengantar ................... Konsep-konsep Dasar Dalam Sosiologi ........................................... A............................ Rangkuman ................ Nilai Sosial ..................................................... B.......................................

....... C.. A................................................ Rangkuman ..................................................................................................................................................... Perilaku Menyimpang ......................................................................................................................................................... D............................................................................... B.................................................................. SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN 74 76 84 88 90 BAB 4 Peta Konsep .......... Akibat-akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial .......................................................................................... 96 97 108 114 122 127 128 BAB 5 PERILAKU MENYIMPANG 134 135 139 147 152 154 Peta Konsep ........................................ A......................................................... Uji Kompetensi ......................................................... vi Sosiologi SMA/MA Kelas X ............................................ Daftar Pustaka .. C....................... Indeks .... B.......................... Daftar Istilah .............. D............................ Interaksi Sosial dan Keteraturan Sosial ............................................. Penanggulangan Terhadap Perilaku Menyimpang ......................... Uji Kompetensi .. Terjadinya Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna ..................................... Pentingnya Pengendalian Sosial .................................................................................................................................................. Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial.................................................. BAB 6 ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT 160 161 161 165 168 173 175 179 185 187 Peta Konsep ............................................... Peranan Nilai dan Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi ...................................................................... Rangkuman ........................................... Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan ............................................................... E....... Rangkuman ..................................................... F.............................................................................................................. Uji Kompetensi ............D Proses Pembentukan Lembaga............................................... Rangkuman ................ Proses Sosialisasi .... Cara-cara Pengendalian Sosial ................. Kelompok............................................. Uji Kompetensi . C.................................................................. dan Organisasi Sosial ............. A........................................................................................................ B........ Faktor-faktor Penyebab Perubahan dan Dinamika Sosial ................ Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian .............

Mengidentifikasi data tentang realita sosial masyarakat. Dalam melakukan hubunganhubungan sosial. kita perlu mempelajari sosiologi. Penjabaran wawasan-wawasan tersebut dalam praktik kehidupan sehari-hari akan diuraikan pada bab berikut.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI HUBUNGAN MASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode. Untuk mendapatkan jawabannya. kita harus memahami tata cara dalam pergaulan agar kita dapat diterima sebagai warga masyarakat yang baik. Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial. Dengan demikian. karena sosiologi memberikan banyak wawasan dan kajian tentang hubungan masyarakat dan lingkungan. sehingga kita dapat menjalankan misi pribadi kita masing-masing. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 1 . Sumber: Koleksi editor T ahukah kalian mengapa sosiologi kita pelajari? Sebagai warga masyarakat. kita selalu terikat dengan orang lain untuk melakukan berbagai macam bentuk kerja sama di berbagai segi kehidupan. kita memerlukan banyak wawasan tentang bagaimana menjalani dan membina hubungan sosial dalam masyarakat.

Pengertian sosiologi Hakikat sosiologi Karakteristik Sosiologi Metode dalam sosiologi Ruang lingkup Observasi Angket Observasi partisipan Wawancara Tujuan pembentukan sosiologi SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Komparasi Histori Kepustakaan Dokumentasi Analisis media massa Konsep dasar dalam sosiologi Konsep-konsep tentang realitas sosial Hubungan antarberbagai konsep tentang realitas sosial 2 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

A. Sorokin Mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. Objek kajian sosiologi ini senantiasa bersifat aktual karena masyarakat terus-menerus mengalami proses sosial termasuk perubahan-perubahan dalam struktur dan pola interaksinya. sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi. 2. Cara-cara ini dikenal dengan metode. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 3 . b. juga keluarga dan moral. kalian perlu mengetahui pendapat dari tiga tokoh sosiologi berikut ini. Artinya. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam sosial. 3. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE 1. Pitirim A. Sebagai salah satu pegangan tentang pengertian sosiologi. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial. Pengertian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang relatif baru mungkin agak sulit untuk didefinisikan bagi kalian yang masih relatif baru mempelajari sosiologi. misalnya gejala ekonomi dan agama. Dengan demikian. sosiologi sebagai metode artinya sosiologi dapat dipergunakan sebagai salah satu cara atau perantara dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang ada di dalam masyarakat. a. Metode-Metode Sosiologi Untuk melakukan suatu aktivitas diperlukan cara-cara yang lebih ringkas dan efisien agar tujuan tercapai. Auguste Comte Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. maupun peradaban. Metode dalam konteks pengetahuan adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. c. termasuk perubahan sosial. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian tentang perilaku sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat yang penjabarannya meliputi bentuk-bentuk penyesuaian perilaku terhadap norma dalam berbagai bentuk perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. lembaga-lembaga.

1 Bagan Peranan Metode Sosiologi dan Antropologi dalam Proses Pembangunan Bangsa. ilmu lain yang juga mempelajari manusia adalah antropologi. metode antropologi juga berguna sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat. sosiologi dan antropologi menjadi kail untuk memperoleh data-data sosial budaya dari dalam masyarakat. Antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaannya di masa lampau dan masa sekarang. 4 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Perencanaan Pembangunan Kebijaksanaan Pembangunan Data Sosial dan Budaya Metode Sosiologi dan Antropologi Metode Sosiologi dan Antropologi Suku Bangsa A Suku Bangsa B Suku Bangsa C Bagan 1. Ini berarti. Sebaliknya. serta lenyapnya suatu masyarakat dan kebudayaannya. dapat diperoleh melalui data-data yang terhimpun di dalam sosiologi dan antropologi. sejarah pertumbuhannya.sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai objek kajian mengenai perilaku sosial serta budaya yang ada dalam satu masyarakat. Selain sosiologi. bentuk kebudayaan. Sebagai contoh. ketika pemerintah melalui kegiatan pembangunan ingin memperoleh data mengenai berbagai macam fenomena sosial budaya dari suatu masyarakat. Sosiologi dan antropologi dapat pula berfungsi sebagai bejana yang menjadi sarana sosialisasi suatu program pemerintah di dalam masyarakat. sosiologi pun sedikit banyak memiliki data-data mengenai karakter sosial budaya dari tiap-tiap masyarakat yang berbeda-beda. Dengan begitu. melalui sosiologi dan antropologi kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat disosialisasikan ke dalam setiap masyarakat yang bercorak kesukuan dengan metode dan pendekatan secara sosiologis dan antropologis. Artinya.

Metode ini mempunyai kelebihan bahwa data-data sosial budaya yang diinginkan dapat diperoleh secara luas dan dalam melalui pertanyaan secara lisan dari hati ke hati antara pewawancara dan responden. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 5 . 29 September – 05 Oktober 2003 Gambar 1.Menurut bagan di atas. Cakap. artinya seorang pewawancara harus benar-benar menguasai permasalahan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Akan tetapi. metode interview secara spesifik memerlukan seorang pewawancara yang mumpuni dan memenuhi kriteria sebagai berikut. Metode-metode yang sering dipergunakan di dalam sosiologi dan antropologi antara lain: a. Sumber: Pilars. jelaslah metode sosiologi dan antropologi sebagai suatu kesatuan dan dapat dipergunakan oleh pemerintah atau pun lembaga nonpemerintah yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. serta memiliki keterampilan untuk menggali alternatif-alternatif jawaban yang lebih dalam dan rinci dari responden.1 Wawancara merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data guna mendukung penelitian yang dilakukan. Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep dalam studi sosiologi dan antropologi dapat menjadi cara untuk memasukkan program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat. peneliti mewawancarai responden yang telah ditetapkan sebagai sampel untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian tersebut. metode wawancara adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya. Metode Wawancara (Interview) Pada hakikatnya.

Objektif. Penerapan metode ini memerlukan suatu keberanian 6 Sosiologi SMA/MA Kelas X . artinya seorang pewawancara harus luwes dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dari masing-masing pribadi responden. maka peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang disebut check list (daftar untuk mengecek apakah objek yang diamati memiliki kualifikasi sebagaimana yang ada di dalam daftar). melainkan mengalami sendiri dalam setiap kegiatan. Yang dimaksud dengan metode observasi partisipan adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial yang di dalam pelaksanaannya.Ramah. peneliti telah membuat check list yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut agar dapat memberi dasar penelitian yang tepat. dan berpenampilan baik. artinya seorang pewawancara harus menyenangkan. tidak menakutkan. peneliti hidup bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif panjang. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip keilmuan. tidak berubah-ubah oleh pengaruh-pengaruh ekonomis. Metode Observasi Partisipan Metode observasi partisipan mempunyai potensi yang lebih untuk mendapatkan data yang sangat detail walaupun harus menanggung konsekuensi dan tantangan yang amat berat. c. Sikap yang fleksibel membuat responden tidak merasa tertekan dalam menyampaikan jawaban-jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada fakta yang ada. Dengan demikian. Tujuannya agar responden dapat secara bebas untuk menyampaikan alternatif jawabannya secara objektif kepada pewawancara. Metode Observasi Langsung Metode observasi langsung sering disebut metode yang mudah dan murah. metode observasi langsung adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya memungkinkan peneliti dapat secara langsung mengamati kondisi objek yang diteliti. Contoh: peneliti yang mengobservasi 5 ruangan kelas belajar dalam suatu lomba kebersihan. artinya pewawancara harus dapat mencegah masuknya pendapatpendapat pribadi ke dalam penelitian dengan tetap menjaga objektifitas berdasarkan fakta yang benar-benar ada di lapangan. Pada hakikatnya. Artinya. metode ini sangat gampang pelaksanaannya dan memerlukan biaya yang relatif sedikit sehingga hampir setiap orang dengan mudah dapat melakukannya. data yang diperoleh objektif. atau kepentingan tertentu. Untuk memperoleh data yang akurat. data yang diperoleh akurat. Dengan demikian. Konsisten. Dengan demikian. Fleksibel. ideologis. peneliti akan memperoleh data sosial budaya secara detail karena tidak sekadar melihat dan bertanya. b. politik.

Hal ini sangat penting agar proses Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 7 . peneliti mengirim daftar pertanyaan kepada seratus ribu responden yang alamatnya telah diketahui sebelumnya dan memberikan perangko pengiriman kembali jawabanjawaban angket kepada penelitinya.000 responden telah mengirim kembali angket tersebut ke alamat yang telah ditentukan dengan perangko pengiriman yang ada di dalam amplop daftar pertanyaan tersebut. bahkan mengikuti setiap perilaku sosial harian yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dan Dani. Koresponden harus terlebih dahulu mengetahui identitas dari responden yang akan ditetapkan sebagai subjek penelitiannya. Metode angket adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial di mana dalam pelaksanaannya. Tetapi metode ini akan gagal total apabila respondennya adalah masyarakat primitif atau masyarakat pedesaan yang basis pendidikannya relatif rendah. bahkan nyawa. seorang peneliti dari Jerman bernama Pieter Carlos meneliti kehidupan sosial budaya suku Asmat dan suku Dani di pedalaman Papua. Dengan demikian. tenaga. mereka pun memiliki kesadaran ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket tersebut. dan detail sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Satu hal yang merupakan kelebihan dari metode ini adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat. dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami. 100. Pieter Carlos datang sendiri ke lokasi dan selama enam tahun dia hidup bersama-sama dan menyatu dengan masyarakat Asmat dan masyarakat Dani. Pieter Carlos dapat memotret macam-macam kegiatan. Agar data sosial budaya yang terhimpun melalui metode angket ini tetap memiliki objektifitas yang tinggi. artinya memiliki basis kependidikan yang cukup. seorang peneliti dapat memperoleh data dalam jumlah yang amat sangat besar. d. Jawaban yang disampaikan pun merupakan jawaban-jawaban yang memiliki tingkat akurasi yang rendah.dan pengorbanan dari peneliti itu sendiri. Misalnya. Dalam jangka yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 hari). peneliti menyampaikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut. Sambil menjalani aktivitas hariannya. lengkap. Pertanyaan harus singkat. karena penuh tantangan yang terkadang akan membawa ongkos pemikiran. Respondennya harus merupakan masyarakat yang cakap. diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut. Metode Angket Apabila penelitian mempunyai jangkauan responden yang amat besar dan respondennya berupa masyarakat-masyarakat yang relatif maju. padat. maka metode angket sangat tepat untuk digunakan. Dalam hal ini. Akan tetapi hasilnya. Keadaan seperti ini akan membuat penelitian menjadi fatal. peneliti akan dapat menghimpun data sosial budaya dengan tepat. mengikuti semua aktivitas.

Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode yang penelitiannya lebih banyak memerlukan data-data dokumenter atau pendapat-pendapat dari para ahli tentang suatu fenomena sosial tertentu dalam masyarakat. Misalnya. maka seorang peneliti lebih tepat menggunakan metode pengukuran langsung. Metode Penelusuran Sejarah (History) Metode history atau metode penelusuran sejarah merupakan metode pengumpulan data dengan cara menelusuri sejarah melalui dokumen-dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sumber keterangan mengenai berbagai macam kejadian di masa lampau. Dalam pelaksanaannya. Dengan demikian. h. Metode komparasi digunakan oleh peneliti apabila bentuk penelitiannya mengandung kepentingan untuk membandingkan sesuatu yang sama dengan tempat dan kurun waktu yang berbeda. Yang dimaksud dengan metode komparasi adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial. Metode komparasi bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari dua hal. seorang peneliti dapat menggunakan metode komparasi. Metode Komparasi Untuk mendapatkan data tentang perbedaan atau persamaan dari dua fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat. Metode Pengukuran Langsung Penelitian kuantitatif dilakukan dengan perhitungan angka-angka. tenaga. Metode ini sangat objektif karena data-data yang diperoleh merupakan data primer. f. yaitu dengan membandingkan dua hal yang sama dengan lokasi atau waktu yang berbeda. metode ini memerlukan suatu ketekunan dan ketelitian. Yang menjadi masalah adalah kepandaian peneliti untuk mencari buku-buku yang relevan yang dapat dipakai sebagai sumber data dalam penelitian. e. serta benda-benda peninggalan yang akan dipergunakan sebagai sumber data dalam penelitian. peneliti akan memperoleh persamaan dan perbedaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menganalisis dan mengkorelasikan fakta atau kejadian secara ilmiah sesuai dengan kepentingan penelitian. yaitu dengan mengungkap dan menghimpun keterangan-keterangan. g. menghitung orang. Pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan cara menghitung atau mengukur sendiri data-data yang diperlukan dalam penelitian. dan waktu. Cara pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data atau keterangan-keterangan yang ada di dalam literatur yang ada di perpustakaan.pengiriman angket dapat dilakukan secara benar dan serentak dalam waktu yang relatif singkat. Kelebihan metode ini adalah memperoleh banyak sumber tanpa mengalami banyak biaya. mengukur 8 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Melalui metode komparasi inilah. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Para kolektor tersebut adalah kepala desa. j. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. Melalui metode ini. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan mengambil dari dokumen-dokumen yang dihimpun oleh kolektor dinamakan metode dokumenter. tekanan. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 . kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. mengukur kedalaman air. bangunan. Pertanyaan: 1. atau badan-badan informasi. Metode Dokumenter Apabila suatu penelitian lebih banyak memerlukan data-data pendukung yang berupa dokumen-dokumen seperti dokumen pemasaran. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. Data yang diperoleh melalui metode ini merupakan data sekunder. Oleh karena itu. kelembaban. dan lain-lain. dokumen kejadian hukum. dokumen kepegawaian.panjang dan lebar tanah. Yang terpenting adalah bahwa pengambilan dokumen harus sesuai dengan data yang diperlukan dan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. menghitung suhu udara. Lalu. i. sumber penelitian dapat berupa data-data yang diambil dari arsip-arsip atau dokumen yang dihimpun oleh kolektor. seorang peneliti dapat menggunakan metode dokumenter. termasuk Badan Pusat Statistik. pimpinan instansi. menghitung jumlah ternak. dan lain-lain. seorang peneliti akan mengeluarkan banyak pengorbanan yang terkadang penuh dengan resiko. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. Pada hakikatnya.

Masyarakat Istilah masyarakat dalam bahasa sehari-hari sering kita artikan sebagai himpunan orang-orang dalam satuan wilayah tertentu. jenis kelamin. dan masih banyak lagi. kebutuhan hidup manusia.2. Adapun konsep-konsep yang mendasar dalam sosiologi dan antropologi antara lain sebagai berikut. Sosiologi dan antropologi merupakan himpunan pengetahuanpengetahuan mengenai perilaku sosial serta mengenai keanekaragaman makhluk manusia dan budayanya. Jadi. KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI Pengertian dari konsep-konsep dasar adalah konsep-konsep pokok yang akan menjadi bahan kajian di dalam sosiologi maupun dalam antropologi. latar belakang sosial ekonomi. latar belakang pendidikan. pengendalian sosial. Pada hakikatnya. kepribadian. Adanya individu-individu yang cenderung bersifat heterogen dalam berbagai hal seperti usia. Untuk mengkaji lebih jauh mengenai materi-materi yang menjadi substansi dalam kajian sosiologi dan antropologi. perubahan sosial. akan dijabarkan melalui konsep-konsep tentang realitas sosial budaya serta korelasinya satu dengan yang lain pada uraian berikut ini. Jelaslah bahwa setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma tertentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi dan antropologi mempunyai kekhususan yang berbeda antara lain sosiologi lebih menekankan pada konsep perilaku sosial. dan lain-lain. Apa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode komparasi? 4. kebudayaan. B. Konsep-konsep dasar itu meliputi tentang masyarakat. interaksi sosial. a. yang dimaksud dengan masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. 1. Sebutkan kelemahan-kelemahan dari metode komparasi! 3. 10 Sosiologi SMA/MA Kelas X . norma dan nilai. Menurutmu hal-hal apa saja yang dapat dibandingkan dari kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu? Ilmu pengetahuan merupakan himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis. sedangkan antropologi lebih terfokus pada konsep keanekaragaman makhluk dan budaya manusia. perilaku menyimpang. unsur-unsur pokok masyarakat meliputi hal-hal berikut.

antara individu dan kelompok individu. Tanggapan (respon). identifikasi. Ini terjadi karena setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda walaupun secara universal tata nilai ini hampir sama. Aktivitas aksi. sugesti. Norma-norma sosial ini bersumber dari sistem tata nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut.” Artinya. b. Aksi ini dapat dipengaruhi oleh banyak dorongan seperti simpati. yaitu suatu aktivitas yang mendorong pada seseorang untuk memberikan respon atau tanggapan. Interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai suatu masyarakat dengan ketentuan ”di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. ekonomi. tanggapan. Dengan adanya stimulan dan respon.Adanya hubungan timbal balik yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat tanpa henti-hentinya dan meliputi berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang ideologi. di mana suatu perbuatan dilakukan hendaknya berpedoman pada sistem tata nilai yang ada di tempat itu. penampilan. suara. dan aktivitas reaksi. Wilayah ini dapat berupa areal yang sempit maupun dalam satuan areal yang amat sangat luas. Adanya sistem norma tertentu yang berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dan kelompok individu yang lain. Komponen-komponen itu adalah rangsangan. Untuk kontak selanjutnya akan berbentuk aksi dan reaksi. Interaksi Sosial Di satu sisi. terdapat 4 subkomponen yang dapat mendukung terwujudnya suatu interaksi sosial. sosial budaya. Dalam arti luas. baik stimulan yang pasif maupun stimulan yang aktif. politik. yaitu aktivitas permulaan yang menjadi penyebab munculnya interaksi sosial. interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. yaitu suatu aktivitas yang muncul karena adanya stimulan. empati. dan lain-lain. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 11 . Aktivitas ini akan mengakibatkan adanya tanggapan dari pihak yang lain. Rangsangan (stimulan). interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dan individu. baik dari pihak pertama maupun dari pihak kedua dalam suatu interaksi sosial. dan dalam bidang pertahanan dan keamanan. aktivitas aksi. dan berbagai macam pendapat atau ucapan. Dalam arti lain. Dalam suatu interaksi sosial. seluruh masyarakat di dunia ini merupakan suatu masyarakat dengan tata pergaulan yang amat sangat kompleks dan tidak pernah berhenti dalam berbagai aktivitas. suatu kontak sosial sesungguhnya telah terjadi. Stimulan ini dapat berupa perilaku. Adanya daerah atau areal dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama.

Sosialisasi Pada hakikatnya. dan normanorma yang akan membekali individu tersebut dalam proses pergaulan. Proses sosialisasi bagi seorang individu berlangsung sejak lahir hingga sepanjang hayatnya. seorang individu akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan. Coba praktikkan di depan kelas bersama teman sebangkumu bagaimana kalian berinteraksi! Di dalam interaksi tersebut. d. Kebutuhan ini muncul 12 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 1. maka orang akan mati. Kebutuhan hidup ini terdiri atas tiga macam. seorang individu dapat berhasil dalam setiap usahanya di tengah-tengah masyarakat sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya pada masyarakat tersebut. Berikan 3 contoh konsep dasar dalam sosiologi dan 3 konsep dasar dalam antropologi! 3.Aktivitas reaksi. nilai-nilai. (1) Kebutuhan mendasar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi. Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi? 2. sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. c. Kebutuhan ini merupakan suatu perwujudan dari manusia sebagai makhluk hidup. yaitu sebagai berikut. Sebutkan unsur-unsur dalam masyarakat! 4. dan sebagai makhluk yang memiliki akal budi. Melalui proses sosialisasi. Dengan demikian. Kebutuhan Hidup Kebutuhan hidup adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan serta mengembangkan kehidupannya. Proses sosialisasi ini merupakan proses belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. sebagai makhluk sosial. minum. dan kebutuhan perumahan. Reaksi ini merupakan umpan balik atas perilaku-perilaku yang dilakukan oleh pihak pertama. kalian tunjukkan adanya proses sosialisasi. Kebutuhan mendasar ini meliputi kebutuhan makan. yaitu suatu aktivitas tanggapan yang muncul setelah adanya aksi dari pihak pertama.

dan lain-lain. kegemaran. dan lain sebagainya untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. persepsi. Adanya resesi dan depresi ekonomi. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perilaku Menyimpang Setiap orang mempunyai ego masing-masing. istirahat. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. minum. Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa. Kepribadian Setiap manusia mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang tidak akan sama antara manusia yang satu dan manusia yang lain. e. Kebutuhan sosial mencakup kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. tanggung jawab. sikap atau perilaku. Kepribadian ini merupakan gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari. kebutuhan pendidikan. dan lain-lain. kebutuhan untuk menjalankan kepentingan bersama. perumahan. keimanan dan ketakwaan. Manakala ego setiap orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum. Akibatnya perilaku warga masyarakat Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 13 . Pada hakikatnya. Apabila dalam masyarakat terjadi resesi dan depresi ekonomi. tutur kata. Agar tetap hidup. lapisan masyarakat bawah akan kesulitan melakukan pemenuhan kebutuhan pokoknya. f. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. dan lain-lain.sebagai hakikat manusia sebagai makhluk hidup. maka yang terjadi adalah benturan kepentingan antarindividu. (3) Kebutuhan integratif adalah kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. pakaian. perilaku menyimpang merupakan bentuk-bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. maka manusia perlu makan. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku-perilaku yang menyimpang. (2) Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. perangai. prakarsa. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Perilaku menyimpang dapat bersumber dari banyak hal. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal antara lain sebagai berikut. Padahal kebutuhan ini harus dipenuhi dan kalau tidak maka mereka akan mati. yaitu sebagai berikut.

Apabila pelaksanaan pengendalian sosial telah direalisasikan oleh akumulasi dari norma.lapisan bawah seringkali menjadi tidak sesuai dengan norma-norma yang ada sehingga terjadi perilaku yang menyimpang. perilaku menyimpang dapat terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau adanya proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang memang menyimpang. Pengendalian sosial bersifat preventif bertujuan untuk menghindari penyimpangan sedini mungkin. Hal ini dapat terjadi karena norma yang ada tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan sekarang. Jika terjadi peperangan atau suasana kamtibmas yang memburuk. represif. Pengendalian sosial ada yang bersifat preventif. maupun gabungan dari keduanya. Cara mengatasinya melalui peran pendidikan. Compulsion merupakan teknik pengendalian sosial yang diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah sikapnya yang menyimpang dan secara tidak lansung kembali patuh pada nilai dan norma. sedangkan pengendalian sosial bersifat represif bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti semula. maupun pemerintah kepada aparatur negaranya. Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui dua teknik. g. baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. Gabungan dari keduanya dilaksanakan sebelum dan sesudah penyimpangan itu terjadi. dan personil-personil penegak hukum. Secara umum. guru kepada muridnya. Terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam keadaan yang aman. atau mungkin karena kualitas moral dari aparat para dan karena kurangnya personil. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya bentukbentuk pelanggaran yang dilakukan oleh warga masyarakat. Adanya peperangan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang memburuk. yaitu compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian). lembaga atau institusi. Dalam pelaksanaan pengendalian sosial diperlukan banyak hal antara lain norma. Pengendalian Sosial Semua usaha yang dilakukan oleh warga masyarakat agar warganya dapat berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dinamakan pengendalian sosial. kini makin banyak keluarga yang tidak memiliki eksistensi untuk menjalankan fungsinya. serta peralatan yang diperlukan oleh aparat penegak hukum. Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. orang terdorong untuk melakukan penjarahan terhadap harta benda milik orang lain. munculah perangkat untuk menciptakan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. lembaga dan personil penegak hukum. Misalnya. Berbeda dengan cara compulsion 14 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lemahnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan penegakan hukum.

Istilah sosiologi diambilnya dari kata socius bahasa Latin yang berarti kawan dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. cara pervasion dilakukan dengan menyampaikan norma dan nilai secara berulang-ulang. Satu diantaranya adalah Auguste Comte. Dalam sejarah perkembangan sosiologi. Perubahan Sosial Budaya Makna dari perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya termasuk corak kebudayaannya. Kata sosiologi pada mulanya digunakan untuk menyebut studi tentang kemasyarakatan. Auguste Comte memberikan nama pada ilmu pengetahuan tentang masyarakat dengan istilah Sosiologi. yaitu tepatnya Sumber: www.yang dilakukan lewat paksaan. Ia mengatakan bahwa penelitian-penelitian tentang masyarakat telah sampai pada titik yang menggembirakan untuk memasuki perkembangan yang mengarah pada terbentuknya ilmu pengetahuan yang mempunyai objek mengenai masyarakat. Dengan demikian. terdapat banyak tokoh yang mempunyai andil besar. seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis pada abad ke-19. Hal ini terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang ada dengan unsurunsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 15 .bolender. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. h. Auguste Comte kita kenal sebagai Bapak Sosiologi.com pada tahun 1839.

tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. Hal ini juga dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. kondisi alam yang gersang. dan hasil-hasil perbuatan seperti benda-benda konkret. resesi dan depresi. Perubahan nilai dan sikap. dan tanah longsor. perubahan tingkat kepadatan. termasuk perubahan-perubahan alam yang bersifat temporer seperti gempa bumi. Kemiskinan Kemiskinan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat yang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perekonomian orang-orang di sekitarnya. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kebodohan. penjajahan. 2. misalnya perubahan jumlah penduduk. banjir. Dengan berubahnya struktur sosial. KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA 1. kemiskinan. Yang dimaksud di sini adalah perubahan susunan orang-orang dalam masyarakat beserta dengan pola aktivitasnya dan hasil-hasil aktivitas tersebut dalam bentuk artefak. musim. keadaan alam yang gersang dan letaknya yang terpencil. C. Jika nilai-nilai berubah. dan lain-lain. peperangan. misalnya perubahan siang dan malam. Perubahan struktur sosial dan budaya. perubahan komposisi penduduk. Hal ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan pola aktivitas bagi manusia dalam masyarakat. sikap malas. peperangan. Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang akan diperangi oleh semua bangsa melalui proses pembangunan dan modernisasi. sikap malas. dan lain-lain. 3. perubahan tingkat kematian. dan lain-lain. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan di mana terdapat jurang perbedaan yang sangat jauh antara golongan masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin. Kebodohan dapat terjadi juga oleh faktor penjajahan. 16 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Perubahan situasi alam. nilai-nilai sosial itu dapat bergeser dan bahkan berubah untuk menyesuaikan keadaan dalam masyarakat. kebijakan. maka akan mengakibatkan sikap dan perilaku orang juga mengalami perubahan-perubahan. Walaupun nilai mempunyai kecenderungan yang tetap. seringkali merubah struktur budaya yang berupa pola aktivitas. perubahan iklim. perubahan tingkat kelahiran. Perubahan situasi kependudukan. perubahan waktu. Kebodohan Kebodohan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu yang secara intelektual tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan intelektual masyarakat.

Secara sosiologis. antara subkebudayaan material dan subkebudayaan spiritual. Misalnya. Akibatnya muncul kerusakan-kerusakan yang bersumber dari rendahnya peradaban masyarakat pemakai yang tidak sesuai dengan peradaban masyarakat pembuatnya. penggunaan spion. Misalnya. keadaan ini juga tidak menguntungkan karena dapat menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. kesenjangan sosial sedapat mungkin harus dicegah karena mempunyai dampak negatif yang kurang menguntungkan situasi dalam masyarakat itu sendiri. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 17 . kecemburuan sosial dari golongan ekonomi bawah terhadap golongan ekonomi atas sebagai akibat adanya perbedaan kekayaan dan pendapatan yang sangat mencolok. merawat mesin. hal tersebut pasti terjadi pada setiap masyarakat. Masalah timbul ketika di antara mereka mampu membeli sepeda motor. Menimbulkan kecemburuan sosial Pada hakikatnya. Contoh nyata berkaitan dengan asal-usul manusia yang menurut versi kitab suci berbeda dengan ilmu pengetahuan (antropologi fisik). namun tidak dapat menggunakan indikator-indikator yang ada pada kendaraan bermotor (indikator oli habis. Sebagai contoh pada masyarakat-masyarakat primitif yang belum memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sepeda motor. Artinya.Kesenjangan sosial memang merupakan suatu fenomena sosial yang tidak dapat diingkari. indikator bahan bakar. b. kecemburuan sosial ini akan membentuk jurang pemisah (gap) dan seringkali menjadi sumber konflik yang berakibat pada pertikaian golongan ekonomi lemah dan golongan ekonomi kaya. Tetapi di sisi lain. Menimbulkan sikap penindasan Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin sering kali menimbulkan kecenderungan dari golongan kaya untuk mengabaikan atau meremehkan golongan miskin. a. Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kesenjangan kebudayaan adalah suatu perbedaan perkembangan budaya antara subkebudayaan yang satu dan subkebudayaan yang lain. Hal ini bahkan dapat diikuti dengan kecenderungan untuk menindas atau memperlakukan seseorang dengan tidak wajar. dan sebagainya). 4. kecemburuan sosial merupakan sikap iri dan sinis terhadap pihak lain. Selanjutnya. Adapun dampak negatif dari kesenjangan sosial itu sendiri dapat terlihat dari hal-hal di bawah ini. Kesenjangan kebudayaan dapat berupa kesenjangan perkembangan budaya di lingkungan budaya produsen dan lingkungan budaya konsumen.

Yang pasti lain kedudukan. anak seorang petani karena bersekolah sampai ke perguruan tinggi berhasil menjadi dokter. penganugerahan gelar. c. Misalnya. D. atau apa saja yang mendapat penghormatan lebih tinggi di masyarakat. Kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. yaitu karena keturunan atau kelahiran. Setiap individu seringkali memiliki status sosial lebih dari satu. yaitu masyarakat terbuka yang tidak dikuasai golongan apapun dan tidak tergantung pada perbedaan rasial. ia memiliki peran yang bermacammacam yang dapat mengakibatkan konflik peran (conflict of rule) dan konflik status (conflict of status). yaitu assigned status. Misalnya. Kedudukan sosial (status sosial) adalah posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. sedangkan peran sosial adalah aktivitas yang diharapkan berdasarkan status tersebut. HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitas masyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial. lain pula peranan yang diharapkan dari masing-masing status tersebut. atau jabatan kehormatan. artinya kedudukan itu diperoleh bukan karena kelahiran atau keturunan. Dalam hubunganhubungan tersebut. Dengan demikian. ascribed status. Ascribed status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. Kedudukan dan Peran Setiap orang mempunyai kedudukan sosial dan sekaligus menuntut adanya peran sosial berdasarkan kedudukan itu. baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen sosial 18 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Assigned status adalah status yang lebih tinggi yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang karena dianggap telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat. dan achieved status. Contoh status semacam ini dapat dijumpai dalam kesultanan di Yogyakarta. a. Status sosial seperti ini misalnya berupa kenaikan pangkat. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usahausaha yang disengaja. Kedudukan semacam ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang susunannya dikuasai oleh kaum bangsawan (feodal) atau dalam masyarakat yang terbagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan rasial. secara langsung juga dapat dijumpai pada masyarakat biasa. hakim. dalam setiap keluarga. laki-lakilah yang akan selalu menjadi kepala rumah tangga walaupun bukan lahir dari keturunan bangsawan. Kita mengenal tiga macam status. terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya proses sosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat.5. b. yaitu berasarkan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan rambut.

1.budaya. Mei 2004 Gambar 1. Salah satu akibat dari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. meningkatkan mutu pendidikan. memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa. Artinya. Sementara dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan. kemiskinan menyebabkan kebodohan. Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upayaupaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 19 . memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah. memberikan bantuan modal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah. melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa kebutuhan makan dan minum. Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerak dan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain. Kemiskinan dan Kebodohan Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitan timbal balik.2 Golongan pekerja buruh yang bekerja di berbagai sektor kehidupan termasuk kelompok miskin. Akibatnya. orang ini akan tertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain. Kemiskinan merupakan suatu keadaan seseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. selanjutnya kebodohan kembali menyebabkan kembali kemiskinan. Sumber: Trubus. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya. dan mengkoordinasikan pemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa).

Proses modernisasi dapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentuk kepribadian seseorang. Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikir irasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern. Melalui kedudukan inilah. seorang individu akan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis. Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. Hal ini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebih tinggi. seorang individu akan mengetahui banyak hal yang ada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut. yaitu yang kaya makin kaya. Sosialisasi dan Kepribadian Melalui proses sosialiasi. 20 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. Melalui proses sosialisasi. dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannya dalam tata pergaulan masyarakat tersebut. pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemari oleh masyarakat. Kedudukan dan Peran Sosial Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosial antara lain sebagai berikut. serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya.2. Akibatnya yang terjadi di dalam masyarakat adalah kesenjangan makin tinggi. pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memiliki produktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut. karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidup seorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism). Setiap orang mempunyai lebih dari satu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda. pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu). sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin. 3. pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. seorang individu akan mendapatkan banyak hal antara lain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalam masyarakat. 4.

Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguh merupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain. Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat. 5. kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengembangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu. Selanjutnya. Selanjutnya. masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnya akan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup. Masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 21 . hal tersebut dapat menaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing). maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking).2 Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatu sistem. seseorang harus berlandaskan pada nilainilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkan kedudukan yang diembannya. Melalui proses pergaulan hidup inilah. kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan. Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antar Warga Masyarakat Masyarakat Sistem Kebudayaan Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan 1.Dalam menjalankan kedudukannya. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal. Proses ini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru. 6. Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik.

pengendalian sosial lebih mudah dilaksanakan karena warganya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan belum tercemar oleh motifmotif politik. Sebaliknya. Nilai. dan personil-personil pelaksana ketertiban sosial. diperlukan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang disebut pranata sosial. Dengan demikian. 7. melainkan sangat kompetitif sehingga perilaku menyimpang relatif lebih banyak terjadi. orang-orang yang berkompeten dalam masyarakat tersebut mulai mencari solusi sosial untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. tetapi masing-masing mempunyai kekhususan dalam objek kajiannya. pengendalian sosial yang dilakukan pun menjadi berkurang. Selanjutnya. Untuk menciptakan kondisi seperti ini. Norma. Dengan pengendalian sosial yang efektif. Pada masyarakat primitif. Pranata sosial terdiri atas norma dan nilai sebagai pedoman. Oleh sebab itu. Adanya perilaku menyimpang mengakibatkan keseimbangan dalam masyarakat terancam. bentuk kehidupan tidak lagi kooperatif. kapasitas dan intensitas pengendalian sosial harus ditingkatkan sehingga semua penyimpangan akan dapat dikurangi dan tidak mengganggu sistem ketertiban dalam masyarakat. Dengan pranata sosial yang efektif. lembaga sosial sebagai wadah. tercipta suatu tertib sosial di dalam masyarakat. tingkat perilaku menyimpang akan mengalami penurunan. Selanjutnya. atau pun pengaruh media massa sehingga pengendalian sosial dapat dilakukan secara tradisional dan sederhana.ekonomi. Usaha inilah yang dinamakan pengendalian sosial. ekonomi. dan Pranata Sosial Setiap masyarakat menginginkan adanya keteraturan sosial. Keadaan inilah yang akan menyuburkan lahirnya nilai-nilai baru yang akan mendorong pengadaan norma-norma sebagai aplikasinya. dengan menurunnya perilaku menyimpang. pada masyarakat modern. Nilai dan norma mempunyai korelasi untuk membentuk dan mewujudkan pranata sosial yang efektif. apa perbedaan yang mencolok dari kajian sosiologi dan antropologi? 22 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Demikianlah terjadi suatu korelasi sebab akibat antara perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam suatu masyarakat. diskusikan dengan teman-temanmu. Materi-materi pelajaran sosiologi dan antropologi memang banyak persamaannya.

perkawinan campur. baik yang positif maupun yang negatif. Namun di sisi yang lain. Menjadi objek penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang sangat berharga. Keadaan ini telah mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Letak Indonesia berada pada persilangan tansportasi laut kawasan dunia yang sangat ramai. akulturasi kebudayaan. antarsuku. Banyak memiliki kekayaan budaya yang unik yang jarang dijumpai pada bangsa lain. 1. pemakaian obat-obat terlarang. Misalnya. Kondisi ini di satu pihak mendatangkan keuntungan. Penyebabnya. meningkatnya kriminalitas. bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural sangat rawan terhadap konflik dan penuh dengan perubahan-perubahan yang terkadang sangat merugikan bagi perkembangan suatu bangsa. DATA SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS TENTANG FENOMENA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SETEMPAT Wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau besar dan kecil. Masyarakat Indonesia dikenal pula sebagai masyarakat sedang berkembang yang mengalami proses perubahan struktur dari masyarakat tradisional yang agraris menuju masyarakat industri yang modern. antara lain sebagai berikut. maupun antaragama). Demoralisasi Demoralisasi merupakan suatu keadaan ketika kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan.E. bentuk kehidupan yang semakin kompetitif sehingga banyak orang melakukan jalan pintas dengan mengabaikan prinsip-prinsip Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 23 . Proses perubahan ini memunculkan banyak fenomena. Berikut ini adalah fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang sekaligus merupakan data-data sosiologis dan antropologis yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa. Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural memiliki lebih banyak fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dikaji. sampai munculnya gaya-gaya hidup eksekutif yang mewah. Fenomenafenomena sosial ini merupakan bentuk-bentuk kenisbian dari tata pergaulan masyarakat yang majemuk (misalnya asimilasi kebudayaan. meningkatnya kemiskinan. Menjadi pesona yang tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan. kesenjangan sosial. toleransi sosial) dan fenomena-fenomena lain yang negatif (konflik horizontal antarras. Fenomena-fenomena ini sangat sensitif terjadi dalam masyarakat sebagai perwujudan dari masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Fenomenafenomena ini menjamur terjadi dalam masyarakat hampir di seluruh wilayah tanah air.

pemerkosaan. Sumber: Majalah Hidayatullah. 24 Sosiologi SMA/MA Kelas X . perusakan. konflik yang bernuansa agama seperti yang terjadi di Ambon. Medan. Makasar. dan Bali. Oktober 2003 Gambar 1. perampokan. gejala demoralisasi melanda Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut.moral termasuk nilai-nilai keagamaan. dan pembunuhan. Merebaknya isu terorisme yang mengancam keselamatan orang. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas sosial seperti pencurian. Sebagai indikasi.3 Aparat keamanan yang tangguh diperlukan untuk memelihara stabilitas negara dari berbagai ancaman kerusuhan yang merusak keharmonisan bermasyarakat. dan eks Timor-Timur. pembakaran fasilitas umum. konflik antara etnis Thionghoa dan masyarakat pribumi. Poso Sulawesi. baik di tempattempat umum maupun di tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Jakarta. dan penjarahan-penjarahan. dan lain-lain. Meningkatnya unjuk rasa/demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhankerusuhan yang bersifat anarkis seperti pembakaran rumah. Konflik vertikal misalnya perseteruan antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh. Meningkatnya konflik sosial vertikal maupun horizontal. rakyat Papua. Konflik horizontal seperti konflik antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura.

3. apatis dan. Hal ini mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak lagi sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan. dan lainlain. membuat manusia sangat mempercayai kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi. kejaksaan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aneka macam kegiatan manusia yang bersifat duniawi sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. nepotisme. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesatnya serta terbukti dapat membantu semua pekerjaan manusia dengan tepat dan cepat. Yen. Akibatnya. orang akan berpaling dari nilai-nilai spiritual atau keagamaan. boros. dan mudah didapat. Akibatnya. Konsumerisme Konsumerisme merupakan pola pikir akibat berlangsungnya proses modernisasi. Adanya krisis ekonomi yaitu menurunnya nilai mata uang nasional terhadap nilai mata uang asing yang dijadikan pedoman seperti Dollar Amerika. Menurunnya kewibawaan pemerintah yaitu dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. manipulasi. Makin terhimpitnya kesempatan manusia untuk mendalami nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat leluhur mengenai perilaku yang baik. orang menjadi sangat konsumtif sehingga kadang-kadang menjadi malas dan boros. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 25 . Adanya sikap-sikap negatif seperti malas.Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia. dan kehakiman yang belum mampu menuntaskan perkara-perkara pelanggaran hukum. Semua ini terjadi karena proses modernisasi telah berhasil memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan banyak pilihan. politik uang. Euro. kolusi. Sekularisme Sekularisme merupakan pola pikir yang lebih mendahulukan kepentingankepentingan yang bersifat keduniawian. lainlain yang selanjutnya mengakibatkan sikap menempuh sesuatu melalui jalan pintas seperti korupsi. tidak disiplin. yaitu sebagai berikut. dan lain-lain. 2. murah harganya. yakni orang lebih baik membeli barang-barang produk kebutuhan sehari-hari daripada harus membuat sendiri. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. Pola pikir ini sebagai dampak dari proses rasionalisasi dan modernisasi. baik perdata maupun pidana. Menurunnya kualitas aparat penegak hukum seperti kepolisian.

4. Gejala Demokratisasi
Dengan meluasnya paham demokrasi, maka masyarakat penganut paham demokrasi terus-menerus meningkatkan kadar demokrasinya dalam berbagai segi kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan gejala demokratisasi. Sejak Indonesia melaksanakan reformasi pada tahun 1998, maka terjadilah perombakan-perombakan pada sistem pemerintahan yang mengarah pada peningkatan kadar demokrasi, antara lain sebagai berikut. Pemilihan presiden secara langsung. Pemisahan kepolisian dari TNI. Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemilihan Umum yang tidak hanya memilih partai, melainkan memilih para wakil rakyat yang berkualitas.

5. Munculnya Fenomena Otonomi Daerah
Era otonomi daerah merupakan upaya pengembangan pilar demokrasi yang mula-mula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Tujuannya untuk memperbaiki rantai pemenuhan kepentingan rakyat secara langsung melalui pemerintah pusat, tetapi cukup melalui pemerintah daerah masing-masing. Pengertian otonomi daerah adalah suatu sistem pendistribusian dan pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, baik pemerintah daerah di tingkat I maupun pemerintah daerah di tingkat II. Faktorfaktor yang mendorong lahirnya gagasan otonomi daerah adalah sebagai berikut. Dorongan masyarakat daerah untuk mengelola sumber-sumber alam yang berada di wilayahnya masing-masing. Dorongan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensi daerah secara lebih leluasa dan tidak tergantung oleh pemerintah pusat. Untuk memperkuat pilar hak-hak asasi manusia dengan mengurangi otoritas yang dipegang oleh negara melalui pemerintah pusat. Munculnya fenomena sosial dalam bentuk otonomi daerah bermakna positif dan negatif. Sisi positif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Meningkatnya kreativitas dan partisipasi daerah untuk mengembangkan wilayah masing-masing. Menjadi sederhananya rantai pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak lagi melalui jalur yang sangat panjang dengan tergantung pada pemerintah pusat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat daerah tanpa mengabaikan pendapatan pemerintah pusat. Dorongan untuk bersaing dalam arti yang positif dari masing-masing daerah untuk membawa masyarakatnya lebih maju dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya.
26
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Sisi negatif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Memunculkan dua kelompok yang bersifat kompetitif dan bahkan konflik di antara elit-elit pemerintahan di pusat dan elit-elit pemerintahan di daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang belum cakap menerima otonomi daerah sebagai suatu kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakatnya. Menurunnya kadar nasionalisme akibat dari lahirnya paham-paham etnosentrisme dan paham-paham teritorialisme akibat adanya kewenangan yang diberikan pada daerah termasuk putra-putra daerahnya. Dilihat dari kaca mata kepegawaian, otonomi daerah mempersulit pengembangan karir karena terhalang oleh mutasi-mutasi yang hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

6. Meningkatnya Angka Pengangguran
Sejak krisis ekonomi tahun 1998 yang ditandai dengan krisis politik dengan berakhirnya era Orde Baru, muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan banyak pengangguran. Selain krisis ekonomi juga ditandai dengan krisis moral, krisis kepemimpinan, dan bahkan krisis kepercayaan bangsa-bangsa asing kepada pemerintah Indonesia. Fenomena ini akan mengakibatkan banyak sekali kemunduran, yaitu dengan ditandai dengan menurunnya kegiatan sektor riil sehingga perampingan karyawan dan PHK besar-besaran terus berlanjut silih berganti antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.

Sumber: Kompas, Mei 2004

Gambar 1.4 Banyaknya peminat bursa tenaga kerja di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Mei 2004 m e n u n j u k k a n s e m a k i n b a n y a k n y a pengangguran di Indonesia.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

27

Contoh-contoh meningkatnya angka pengangguran adalah perampingan di Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, PT Semen Padang, dan banyak perusahaan kecil lainnya. Beberapa akibat yang mencolok dari fenomena ini antara lain sebagai berikut. Adanya penurunan pendapatan keluarga dan masyarakat. Adanya peralihan profesi atau pekerjaan. Munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan. Munculnya pedagang kaki lima di banyak kota di Indonesia. Menurunnya volume ekspor Indonesia ke negara-negara lain yang selanjutnya merendahkan pendapatan negara. Muncul akibat-akibat sampingan seperti konflik antarsuku, antarras, dan antaragama yang mengakibatkan persatuan dan kesatuan negara tercabikcabik.

7. Munculnya Gerakan Separatis
Gerakan separatis merupakan gerakan sekelompok orang yang bersifat sistematis dan terorganisir untuk membebaskan (memisahkan) diri dari keterkaitannya dengan pemerintah pusat. Secara sosiologis dan antropologis, kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri jelas memiliki kepentingan-kepentingan yang tidak bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka telah putus asa dan melakukan tindakan ekstrim untuk melawan pemerintah pusat dan berusaha memisahkan diri sebagai negara yang merdeka. Hal inilah yang semestinya harus dimengerti oleh para elite pemerintahan yang berada di pusat. Tetapi di sisi lain, pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk semua penduduk untuk tetap bersatu dan utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, bagaimanapun pemerintahan pusat pasti akan bersikukuh untuk tetap menolak semua keinginan sekelompok masyarakat di daerah yang ingin memerdekakan diri. Yang penting bagi kita bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosiologis, ideologis, dan kultural sehingga dari kedua belah pihak akhirnya dapat memahami masingmasing kepentingannya dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh dari fenomena ini mulai dari terpisahnya Timor Timur dari Indonesia, munculnya gerakan separatis di Aceh, gerakan Papua Merdeka, serta Republik Maluku Selatan. Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia memerlukan suatu pemerintahan yang amat sangat bijak dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tebal, mempunyai visi dan misi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempunyai wawasan kemajemukan dan HAM yang tinggi. Keadaan ini relatif sulit dilakukan hingga pada suatu saat seolah-olah terjadi krisis kepemimpinan, tetapi
28
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 29 . Sumber: Tempo. maka krisis separatis di Indonesia ini akan berangsur-angsur terselesaikan.4 Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah memicu timbulnya pemberontakan. diperlukan suatu solusi dari berbagai kalangan untuk ambil bagian mengupayakan rehabilitasi perilaku sosial sehingga sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia. dan pemberian. Dalam masyarakat pada umumnya terdapat tiga macam status. kerja keras.dengan peran serta seluruh masyarakat. Edisi 18–24 Agustus 2003 Gambar 1. yaitu status yang diperoleh karena kelahiran. Menurut kalian status manakah yang paling dominan dimiliki oleh masyarakat di Indonesia? MENGATASI KRISIS DEMORALISASI U ntuk mengatasi gejala demoralisasi yang kian hari terasa kian meningkat pada masyarakat Indonesia.

Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah kalian dengan pendapat yang tertuang pada alinea terakhir? Jelaskan dan sertai dengan data-data pendukung! 2. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1.Untuk mengatasi krisis demoralisasi. maka masyarakat akan mencapai suatu keteraturan. baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. baik yang mendasar maupun kepentingan yang sifatnya temporer. melalui pembahasan tentang kedudukan dan peranan telah diisyaratkan bahwa setiap individu harus dapat memainkan peranan di dalam kedudukannya dengan sebaik-baiknya. Bagaimana solusi mengatasi krisis demoralisasi? MENGHARGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN etiap orang pasti memiliki kepentingan-kepentingan. Dalam sosiologi. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. peranan keluarga justru lebih penting dan lebih strategis dibandingkan dengan peranan lembaga pendidikan. Sedapat mungkin melakukan tindakan-tindakan kooperatif terhadap pihak lain dengan memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang lain. Inilah yang menjadi sumber persaingan dan pertikaian di antara individu di dalam masyarakat. S 30 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Apabila semua orang dapat melakukan hal tersebut. Sering kali upaya-upaya pemenuhan ini berbenturan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Demikian juga semua orang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengambil berbagai macam benda pemuas kebutuhan yang ada di dalam masyarakat.

dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakatnya. Sosiologi dan antropologi dapat menjembatani pemerintah dalam rangka memperoleh data-data sosial budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di dalam masyarakat. data kemiskinan. data jumlah penduduk. data pendapatan per kapita. data drop out. Pertanyaan: 1. Bagaimana cara memperoleh data-data sosial budaya yang benar? 2. Data-data dapat diperoleh melalui sensus penduduk atau penelitian-penelitian sosial lainnya dengan menggunakan tenaga-tenaga sosiolog yang berkualitas. Bagaimana kriteria warga masyarakat yang baik? DATA SOSIAL BUDAYA DAN PEMBANGUNAN Salah satu kriteria pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan.Pertanyaan: 1. Sebutkan metode-metode pengumpulan data dalam sosiologi dan antropologi! Berikan penjelasan masing-masing! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 31 . data kelahiran. komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. sesuai dengan kemampuan. Apa peranan norma dan nilai dalam membentuk perilaku warga masyarakat yang baik? 3. Apakah yang dimaksud dengan norma dan nilai sosial? 2. data kematian. Data-data sosial budaya yang akurat akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan bagi seluruh warganya. dan data sosial budaya lainnya. Misalnya. diperlukan data sosial budaya. Untuk dapat melakukan hal tersebut. Kemukakan pendapatmu bagaimana prinsip-prinsip untuk menjalankan peranan dalam suatu kedudukan! 4.

Kebutuhan hidup ini terdiri dari 3 macam. Kebutuhan integratif. Apa manfaat data sosial budaya bagi kegiatan pembangunan? 4. yaitu sebagai berikut. dan lain-lain. yaitu kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. yaitu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu pengetahuan serta sosiologi dan antropologi sebagai metode. 1. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. Konsep-konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Masyarakat Nilai dan Norma Kebudayaan Kepribadian Interaksi Sosial Perilaku Menyimpang Sosialisasi Pengendalian Sosial Kebutuhan Hidup Perubahan Sosial Budaya 2. Metode-metode Sosiologi dan Antropologi Metode Wawancara Metode Observasi Langsung Metode Observasi Partisipan Metode Angket Metode Komparasi 32 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 3. yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi maka orang akan mati. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Kebutuhan sosial. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. Coba sebutkan lima kriteria pemerintah yang baik! 5. Kebutuhan mendasar. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. yaitu kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi.3. Bagaimana peranan sosiologi dan antropologi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan suatu bangsa? Sosiologi dan antropologi sebagai ilmu yang relatif baru mempunyai dua pengertian dasar.

Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan Kebodohan Kesenjangan Sosial Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kedudukan dan Peran 5. Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial di Lingkungan Masyarakat Setempat Demoralisasi Konsumerisme Sekularisme Gejala Demokratisasi Munculnya Fenomena Otonomi Daerah Meningkatnya Angka Pengangguran Munculnya Gerakan Separatis Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 33 . Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan dan Kebodohan Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Sosialisasi dan Kepribadian Kedudukan dan Peran Sosial Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Nilai.Metode Kepustakaan Metode Penelusuran Sejarah Metode Pengukuran Langsung Metode Dokumenter Metode Analisis Media Massa 4. dan Pranata Sosial 6. Norma.

4. . 4. .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 1. 5 B. 3. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keselamatan D. 1. Menggunakan instrumen penelitian berupa angket. sebagai data kebenaran dalam pembangunan C. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keharmonisan E. 2. . . mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kebaikan B. . . A. artinya kegiatan-kegiatan untuk . 5 C. . 3. sebagai data pelengkap dalam pembangunan B. A. . 4 D. berdasarkan logika B. . . yang merupakan ciri-ciri metode observasi partisipan adalah . 5. Dari pernyataan tersebut di atas. 3. D atau E! 1. Arti kata sosial dalam “Departemen Sosial” menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. 1. 3. sebagai bahan pembanding penyelenggara pemerintahan D. 4. Waktu penelitiannya sangat panjang. 5 E. . sebagai bahan penyusunan kebijakan oleh pemerintah 4. salah semua 3. berdasarkan urutan disiplin ilmu D. 1. Salah satu kegunaan data sosial budaya yang dihimpun melalui penelitian sosial dalam kegiatan pembangunan adalah . 4. Peneliti dalam menghimpun data tidak hanya melihat dan bertanya. C. tetapi mengalami sendiri. Data yang terkumpul berupa data sekunder. Perhatikan pernyataan berikut. 2. 5 34 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Ilmu pengetahuan bersifat logis berarti . B. A. berdasarkan pengalaman C. . A. 3. 2. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kesejahteraan C. berdasarkan hitungan E. Data yang terhimpun sangat lengkap dan detail. 1. berdasarkan hapalan 2.

norma dan nilai sosial 9. . . norma dan nilai sosial E. sosial D. adanya persamaan darah dan keturunan B. Di bawah ini yang bukan merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi adalah . Lembaga pemerintah yang secara khusus menghimpun. . . . menerima hal-hal baru untuk disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu E. pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) D. A. . BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) E. selalu bersikap terbuka terhadap pembaruan D. Di bawah ini yang bukan merupakan unsur pokok masyarakat adalah .5. perubahan sosial E. proses sosialisasi C. Sosiologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial mempunyai objek kajian berupa hal-hal berikut ini. A. . Sosiologis berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani logos. . . berorientasi pada nilai dan norma 10. . kawan B. interaksi sosial D. . . kawan dan lawan C. . Sosiologi bersifat empiris artinya . Badan Pusat Statistik D. A. A. kajiannya didasarkan pada kenyataan yang pernah terjadi dalam masyarakat B. dan menyajikan data-data sosial budaya untuk berbagai kebutuhan dalam pembangunan adalah . A. kerabat 8. lembaga swadaya masyarakat C. kecuali . “Socius” dalam pengertian sosiologi berarti . kebutuhan hidup manusia C. kepolisian B. keluarga E. A. . situs-situs purbakala 6. . mengolah. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 7. . perilaku menyimpang B. . selalu menganalisis hal-hal yang benar-benar terjadi bahkan yang seharusnya terjadi C. . lembaga sosial B. adanya norma sosial sebagai pedoman perilaku Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 35 .

proses sosial D. A. perilaku menyimpang sebagai akibat dari pengendalian sosial B. A. deduktif E. adanya kerja sama E. pengendalian sosial dan perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial dalam masyarakat C.C. . . pengendalian sosial sama dengan perilaku menyimpang 12. . . pendekatan historis 16. . hitungan D. . tanya jawab secara tidak langsung E. . wilayah dengan batas-batas tertentu D. adanya orang-orang 11. tanya jawab secara langsung D. . . . laporan pandangan mata 14. historis 15. 36 Sosiologi SMA/MA Kelas X . A. pengendalian sosial merupakan akibat dari perilaku menyimpang E. Metode yang termasuk jenis kuantitatif adalah metode . Dalam sosiologi. mencatat secara langsung C. Keseluruhan perubahan situasi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu dinamakan . . evolusi sosial C. Yang disebut teknik interview adalah teknik . . interaksi sosial 13. pengumpulan bahan B. akal pikiran E. Metode penelitian dengan mempergunakan analisis atas peristiwaperistiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum disebut metode . . . induktif D. A. pengendalian sosial dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang D. statistik C. . dinamika sosial budaya B. yang dimaksud dengan pemikiran adalah pengambilan keputusan dengan menggunakan . A. . komparatif B. Kaitan antara pengendalian sosial dan perilaku menyimpang adalah . metode kuantitatif B. menggunakan matematik C. perubahan sosial budaya E. . .

A. statistik B. kuantitatif C. case study

D. komparatif E. historis

17. Segala sesuatu yang benar-benar ada dan dapat dilihat serta diraba disebut . . . . A. fakta D. argumentasi B. data E. statement C. kenyataan 18. Pengumpulan data dengan menggunakan angket tidak cocok untuk masyarakat pedesaan di Indonesia karena . . . . A. masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak cukup dalam menjawab pertanyaan dalam angket tersebut B. masyarakat desa memiliki banyak kegiatan di ladang dan di sawah C. jarak antara desa dan kota relatif jauh D. masyarakat desa bersifat tidak jujur di dalam menjawab pertanyaan E. pengiriman angket sangat sulit akibat letaknya yang terpencil 19. Pengumpulan data dengan cara interview akan mempunyai kelebihan-kelebihan, antara lain . . . . A. hemat biaya dan tenaga B. memiliki biaya dan tenaga C. data yang diperoleh lebih luas dan lengkap D. hubungan antara peneliti dan responden menjadi semakin akrab E. menghilangkan subjektivitas 20. Istilah sosiologi pertama kali digunakan pada tahun 1839 di Perancis oleh . . . . A. Emille Durkheim D. Pitirim A. Sorokin B. Samuel Koening E. Herbert Spencer C. Auguste Comte

Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Coba kemukakan kembali menurut bahasamu sendiri, apakah sosiologi itu? 2. Coba jelaskan mengapa sosiologi itu perlu dipelajari! 3. Sebutkan objek-objek kajian dalam sosiologi! 4. Sebutkan dan jelaskan empat metode penelitian yang penting dalam sosiologi!
Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

37

5. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? Sebutkan dampak negatif dari kesenjangan sosial tersebut! 6. Tuliskan dua kegunaan sosiologi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang sangat majemuk! 7. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan? 8. Sebutkan empat sisi positif dari adanya otonomi daerah! 9. Sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia! 10. Apa manfaat langsung yang dapat dipetik dari pelajaran sosiologi ini dalam kehidupanmu sehari-hari?

38

Sosiologi SMA/MA Kelas X

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sumber: Gatra, 27 November 2004

M

enurut kalian, a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Dalam sosiologi, nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang, melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Bagaimana denga norma? Di sekolah tempat kamu belajar, pasti ada norma-norma yang harus kamu patuhi bukan? Misalnya kewajiban kamu sebagai murid untuk menghormati gurumu termasuk dalam norma nonformal. Penjelasan mengenai nilai dan norma sosial, serta bagaimana peranannya di dalam kehidupan masyarakat akan segera kamu pelajari di bab ini.

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial

39

Nilai Vital Nilai Religi Nilai Sosial Nilai Material Nilai Estetika Nilai Spiritual Nilai Moral Nilai Kebenaran Ilmu Pengetahuan NORMA DAN NILAI Norma Adat dan Kebiasaan Norma Kesusilaan dan Kesopanan Norma Sosial Norma Agama Pranata Sosial Norma Hukum Keteraturan Hidup 40 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

nilai dan norma merupakan bagian dari kekayaan budaya. Untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat diperlukan adanya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya keteraturan itu sendiri.A. warga masyarakat perlu mengetahui tentang nilai dan norma sosial sebagai unsur yang penting dalam pembentukan perilaku tertib sosial. nilai dan norma itu harus dijunjung tinggi dan harus dipertahankan. Dua pedoman ini juga berfungsi untuk mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat dan merupakan warisan yang diterima secara turun temurun. artinya masing-masing orang memiliki keinginannya sendiri yang berbeda dari orang lain. nilai sosial adalah semua pola pikir yang dianggap baik dan benar oleh hampir semua orang dalam masyarakat. yang diinginkan adalah keinginan seseorang atau kelompok dengan mempertimbangkan hal-hal lain. Oleh karena itu. Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. Misalnya. Buatlah pembahasan terhadap salah satu norma dalam kaitannya dengan pengaturan perilaku! B. Selain itu. NILAI SOSIAL 1 . Oleh karena itu. apakah yang diinginkan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 41 . karena dua pedoman tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat tersebut beradab. kehidupan masyarakat akan teratur sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Jika norma dan nilai tersebut sudah dilaksanakan dengan baik. yaitu sebagai pedoman atau petunjuk dalam bertingkah laku. Nilai-nilai sosial ini diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian dalam masyarakat sehingga akhirnya menjadi suatu prinsip perilaku yang kuat yang diyakini kebenarannya. Sebaliknya. melainkan yang diinginkan. Menurut C. Keinginan lebih bersifat individu. NILAI DAN NORMA SOSIAL Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat. Tulislah sejumlah nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu itu! 3. nilai bukanlah keinginan. 1. Amatilah kehidupan di sekitar rumahmu! 2. Kluckhohn.

Nilai kebenaran (kenyataan) bersumber dari akal manusia (rasio atau akal). Nilai Vital Pada dasarnya. Nilai terkandung dalam suatu benda dinamakan nilai sentral. 2 . nilai akan dipedomani dalam setiap benak orang yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk perilaku bagi orang tersebut. Nilai suatu benda yang muncul karena kegunaannya dinamakan nilai vital. Akhirnya. Dengan kata lain. yang dimaksud dengan nilai material adalah nilai yang ada atau yang muncul karena materi tersebut. Emas ini mempunyai nilai tertentu yang muncul karena benda berupa emas mempunyai warna kuning gilap dan tidak luntur yang selanjutnya akan banyak kegunaannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. Menurut Prof. c . nilai sosial dibedakan menjadi tiga macam. b. contohnya pisau. tetapi lama-kelamaan nilai itu diterima dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang bernilai atau berharga. nilai moral (etika). Menurut Prof. dan nilai keagamaan (nilai religius). dicita-citakan. nilai sosial dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang baik yang diinginkan. Dr. nilai spiritual meliputi nilai kebenaran (kenyataan). apabila pisau selalu tajam dalam waktu yang amat sangat panjang (berkualitas). Pada hakikatnya. Nilai Material Pada dasarnya. maka pisau ini akan memiliki harga atau nilai yang semakin tinggi. Oleh karena itu.Nilai sosial memang awalnya berasal dari nilai perorangan. angka 36 adalah kebenaran yang bersumber dari rasionalitas masnusia. Tetapi seandainya pisau tersebut tumpul. nilai keindahan (estetika). Nilai kebenaran ilmu pengetahuan merupakan nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. Suatu nilai kebenaran yang bersumber dari pertimbangan akal 42 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Notonegoro. Contoh 6 6 = 36. Notonegoro. contohnya emas. nilai vital adalah nilai yang muncul karena daya kegunaannya. Nilai Spiritual Nilai spiritual bersifat sangat abstrak dan berguna bagi rohani manusia . nilainya akan merosot. Sebaliknya. yaitu: a . Pisau mempunyai harga atau nilai tertentu karena ketajamannya yang dapat digunakan untuk memotong sesuatu. nilai itu pun menjadi nilai sosial atau nilai bersama. Dr. nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh banyak orang dalam masyarakat yang selanjutnya merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Macam-macam Nilai Sosial Untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik di antara orang-orang dalam masyarakat diperlukan adanya nilai sosial.

Nilai menjadi dasar pedoman perilaku.pikir manusia yang sewaktu-waktu dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun dinamakan Nilai Kebenaran Ilmiah. 4 . Misalnya. Nilai estetika didasarkan pada kemampuan perasaan manusia menangkap sesuatu yang indah tentang objek tertentu atau suatu hal. Nilai keagamaan (nilai religius) merupakan nilai yang didasarkan pada keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Nilai keagamaan seseorang akan berbeda dengan yang lain meskipun agama yang dianut sama. 3 . Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 43 . Misalnya. Nilai moral (estetika) merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. Sumber: Kompas. Ciri-ciri Nilai Sosial • • • • Nilai sosial memiliki ciri. menolong orang lain bernilai baik. Terbentuknya Nilai Sosial Nilai-nilai sosial tiap-tiap masyarakat memang memiliki perbedaan-perbedaan sehingga tiap-tiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem perilakunya. Nilai belum merupakan perintah atau larangan sehingga tidak memiliki sanksi.1 Sikap saling menolong merupakan nilai dalam masyarakat. sebaliknya menyontek pada waktu ulangan bernilai buruk. karena sikap tersebut dianggap baik dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai bersifat abstrak. yaitu sebagai berikut. ketika kita mendengar suara orang yang menyanyi dengan merdu. 11 Agustus 2006 Gambar 2. Nilai terbentuk melalui proses pengalaman dalam pergaulan antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat.

Musyawarah untuk mencapai mufakat cenderung lebih baik daripada hasil pemikiran seorang yang bersifat diktator. Selanjutnya nilai-nilai sosial yang abstrak ini akan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma sosial yang berupa perintah dan larangan. Sudahkah para guru menjadi contoh dan penegak tata tertib di lingkungan sekolahmu? Jelaskan pendapatmu! 44 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan lain-lain. Bentuklah kelompok yang terdiri 2 – 3 orang. Fungsi Nilai Sosial dalam Membentuk Keteraturan Secara umum. Nilai sosial dalam masyarakat memang senantiasa mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya peradaban dan pergaulan yang terjadi dalam masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai menjadi alat kontrol atau pengatur yang mengikat agar seseorang mau berperilaku baik. Tetapi secara umum. nilai-nilai sosial dalam masyarakat berfungsi sebagai pedoman perilaku yang telah disepakati oleh warga masyarakat termasuk para pendahulu yang membuatnya. Nilai sosial terbentuk melalui pengalaman dan kejadian yang kemudian diseleksi dan diaktualisasikan dalam sistem perilaku sehingga dipertahankan keberadaannya oleh banyak orang dalam masyarakat. mereka akan ikut mendapat kecaman dari warga masyarakat.Tetapi secara universal. ada nilai-nilai kemanusiaan yang cenderung sama antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. serta sanksi-sanksi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yang ada dalam masyarakat. Nilai sekaligus merupakan buah pemikiran warga masyarakat untuk mengatur dan membatasi aktivitas individu agar tidak memasuki hak-hak orang lain. baik dalam bentuk kecaman ringan maupun kecaman berat sesuai dengan tingkat penyimpangan perilaku terhadap norma yang ada. Menurut kalian. kemudian kerjakan soal di bawah ini! 1 . Jelaskan mengapa tata tertib di sekolah perlu dipatuhi oleh semua siswa! 4 . 5 . Bagi mereka yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial. nilai bersifat abstrak dan menjadi prinsip bagi individu dalam menentukan perilakunya. • • • Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang patut dihargai oleh orang yang lain. Orang tua patut mendapatkan penghargaan dan perlindungan dari yang muda dan yang kuat. bagaimana cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran tersebut pada nomor 1? 3 . Tulislah pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib di sekolahmu! 2 . misalnya seperti contoh berikut.

dia akan diberi sanksi berupa hukuman. Pengertian Norma Sosial Tahukah kalian bahwa norma sosial adalah pelindung kita dari tindak angkara murka orang-orang kuat yang ada di sekitar kita. Norma formal dapat berupa aturan-aturan yang tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi seperti surat keputusan. Norma dibuat oleh warga masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dan telah dianggap baik dan benar. juga aturan-aturan dalam keluarga. Sebaliknya. 2 . sehingga orangorang yang lemah pun dijamin kelangsungan hidupnya oleh norma-norma tersebut. Norma sebagai ketentuan menjadi ukuran perilaku dan merupakan pedoman yang harus ditaati setiap warga masyarakat. contohnya aturan-aturan di masyarakat. Macam-macam Norma Sosial Norma pada dasarnya merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai sosial. NORMA SOSIAL 1. maka norma dilengkapi dengan sanksi.C. Norma sosial adalah aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur perilaku semua orang dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial.2 Beribadah merupakan salah satu cara seseorang melaksanakan norma agamanya. Sumber: Gatra. Agar norma dapat dipatuhi oleh semua warga masyarakat. adat istiadat. Norma-norma yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal atau resmi dan nonformal atau tidak resmi. 27 November 2004 Gambar 2. jika seseorang melanggar aturan. sanksi diciptakan masyarakat untuk menjadi kendali bagi seseorang supaya perilakunya dapat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 45 . Norma nonformal merupakan aturan tidak tertulis. Norma sosial keberadaannya sangat diperlukan untuk menjamin semua orang termasuk yang lemah agar kepentingannya dapat terpenuhi secara wajar dalam masyarakat. Dengan demikian. juga peraturan daerah yang bersumber dari negara.

baik perintah maupun larangan agar umat manusia dapat memperoleh jalan kebenaran sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan. dan lain-lain. Pada hakikatnya. d. Contoh norma adat adalah adat perkawinan. Norma Kesusilaan/Kesopanan Setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan. Selanjutnya adat dan kebiasaan akan dipedomani oleh setiap warga masyarakat sebagai suatu cara berperilaku dalam setiap kepentingan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. adat pembagian warisan. Sebagai suatu prinsip bahwa berperilaku susila dan sopan pada dasarnya merupakan perbuatan yang akan berbuah pada penghargaan pribadi si pelakunya. Norma Agama Setiap agama memiliki aturan-aturan atau syariat untuk mengatur hubunganhubungan antarmanusia maupun hubungan dengan Tuhan. Oleh sebab itu. yaitu mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain.Sanksi pada hakikatnya merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masyarakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. tetapi yang jelas norma agama merupakan norma yang berisi kebenaran terutama bagi para pemeluknya. Norma Adat/Kebiasaan Dalam kehidupan masyarakat tradisional. Tiap-tiap agama memiliki norma sendirisendiri yang akan bercorak pada zaman tertentu di mana agama itu lahir serta lokasi di mana wahyu Tuhan itu diturunkan. norma agama merupakan himpunan peraturan-peraturan yang merupakan petunjuk hidup. Norma seperti inilah yang diperlukan untuk meredam terjadinya konflik yang bersumber dari perendahan martabat oleh orang lain. Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat. setiap manusia sebenarnya perlu dihargai sama. Pada dasarnya. c . diperlukan pedoman-pedoman untuk mengatur hak dan wewenang tiap-tiap aparatur negara 46 Sosiologi SMA/MA Kelas X . baik di dunia maupun di akhirat. yaitu mengenai tuntutan perilaku yang benar yang seharusnya diperbuat oleh setiap warga masyarakat. Norma adat adalah norma-norma yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena telah dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik. norma kesusilaan dan kesopanan merupakan penjabaran dari nilai-nilai moral. Oleh sebab itu. Norma agama adalah norma yang berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan melalui orang-orang yang terpilih (Nabi). sering kali norma diberlakukan lebih berat dari bentuk pelanggarannya. Norma kesusilaan dan norma kesopanan memiliki substansi pokok. semua bentuk kesusilaan dan kesopanan akan memunculkan penghargaan dari orang lain kepada kita sendiri. antara lain: a. b. Norma Hukum Dalam kaitannya dengan struktur pemerintahan suatu negara. orang berperilaku dan perpedoman pada kebiasaan-kebiasaan atau adat. Artinya.

Norma hukum merupakan norma terakhir yang lebih dapat menjamin adanya suatu tertib sosial di dalam masyarakat. • • Bersifat eksplisit. pembunuhan. di dalamnya terkandung banyak pelanggaran pada masalah perdata. Sebaliknya. norma hukum adalah norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang berwenang. dan norma hukum. atau pimpinan departemen hingga stafnya yang terbawah.asianfoodworker. Di Indonesia. norma kesusilaan dan kesopanan. dan lain-lain. Masalah-masalah perdata sering kali berkelanjutan menjadi masalahmasalah pidana atau di dalam masalah pidana. penipuan. norma hukum terdiri dari hukum perdata dan pidana. Sering kali hukum perdata dan hukum pidana mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain. artinya tertulis dengan jelas dan tegas. Tetapi norma hukum mempunyai peran cukup besar dalam mengatur hubungan antarindividu dalam kaitannya dengan kedudukannya sebagai warga negara. presiden sebagai penyelenggara eksekutif. hukum pidana merupakan suatu lapangan hukum yang mengatur masalah kejahatan seperti penganiayaan. Norma sosial pada dasarnya meliputi norma agama. Lembaga yang berwenang bisa berupa majelis. Norma-norma hukum dalam masyarakat negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut. pemalsuan. dan perjanjian-perjanjian. Semua bentuk peraturan yang tertulis yang dibuat lembaga-lembaga negara yang berwenang dinamakan norma hukum.3 Hukuman penjara merupakan sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma hukum. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 47 . Sumber: www.secara struktural dari atas hingga ke bawah. artinya apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat-alat negara. warisan. jual beli. norma adat dan kebiasaan. Pada dasarnya. Hukum perdata adalah suatu lapangan hukum yang mengatur masalah perkawinan. DPR dan pemerintah. Bersifat memaksa.net Gambar 2. pemerasan.

Bersifat mengatur. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan (folkways) adalah suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi. a. Bersifat melindungi. Proses dipatuhi dan terbentuknya suatu norma sosial dapat berlangsung melalui empat tingkatan. cara orang menuang minuman. Tata Kelakuan (mores) Tata kelakuan (mores) adalah suatu kelompok aktivitas yang benar-benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat. dan dipertahankan oleh warga masyarakat. undang-undang dibuat oleh DPR dan pemerintah. Mores ini merupakan pedoman perilaku yang dianggap paling benar yang dimiliki. b.• Dibuat oleh lembaga yang berwenang. Contoh: cara orang memakai topi. c. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar maupun secara tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Proses Terbentuknya Norma Sosial Dengan semakin berkembangnya tata keidupan dan peradaban manusia. yaitu sebagai berikut. artinya tiap-tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat-pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula. Adat-istiadat (custom) Apabila tata kelakuan tersebut kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. akan dimarahi oleh para leluhurnya. misalnya Undang-Undang Dasar dibuat oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). Cara (usage) Cara (usage) adalah suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula. pranata sosial disadari semakin diperlukan dalam kehidupan sehingga mulai dibakukan dan disempurnakan secara turun-temurun. d. • • 3. Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap apa yang sama sebagai bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. dan seterusnya. artinya berisi perintah-perintah dan larangan-larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang-bidang yang diatur masing-masing hukum. Karena bila terjadi penyimpangan terhadapnya. cara orang memberi salam kepada orang tua. dan lain-lain. dipakai. maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya 48 Sosiologi SMA/MA Kelas X . artinya melindungi pihak-pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak-pihak yang kuat melalui sanksi-sanksi dan alat-alat negara.

kebutuhan pencaharian hidup. Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperikelaku sejalan dengan perilaku yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan manusia. Fungsi Norma Sosial dalam Membentuk Keteraturan Norma sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Universitas Gajah Mada. 4 . dan lain sebagainya. perceraian. dan sebagainya. Wujud kongkret dari lembaga kemasyarakatan tersebut adalah association.terhadap perilaku warga masyarakat. norma sosial Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 49 . sekolah-sekolah menengah. norma-norma tadi telah mendarah daging (internalized). kebutuhan jasmaniah dari manusia. Hal itu disebabkan oleh karena setiap masyarakat tentu mempunyai kebutuhankebutuhan pokok yang apabila dikelompok-kelompokkan. Dalam perkembangan selanjutnya. pelamaran. pranata sosial terus mengalami perubahan dalam arti bertambah jumlahnya dan berubah bentuknya sejalan dengan perkembangan tata kehidupan manusia dalam masyarakat. kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan. Universitas Airlangga. dan lain sebagainya. koperasi. Universitas Padjajaran. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa lembagalembaga kemasyarakatan terdapat dalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut mempunyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. tetapi menjadi internalized. Kebutuhan akan pendidikan akan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren. Dalam hal ini norma sosial berfungsi sebagai faktor perilaku yang memukinkan seseorang menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain. Dari contoh-contoh di atas. dapatlah dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. peternakan. dan lainnya adalah institusi. kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih. universitas merupakan lembaga kemasyarakatan. dan lain-lain. Selain itu. perkawinan. tetapi dapat berlangsung lebih jauh lagi hingga suatu norma masyarakat tidak hanya menjadi institusionalized dalam masyarakat. Sebagai contoh. Kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pertanian. norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia seperti kebutuhan hidup kekerabatan. industri. Dengan perkataan lain. pemberantasan buta huruf. sekolahsekolah dasar. taman kanak-kanak. sedangkan Universitas Indonesia. kebutuhan akan pendidikan. Di dalam perkembangan selanjutnya. terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan. Misalnya. perguruan-perguruan tinggi. Proses pelembagaan sebenarnya tidak berhenti demikian saja. Untuk memberikan suatu batasan. dengan demikian terbentuklah custom (adat.istiadat).

Penegak norma ini terdiri dari penegak formal dan penegak nonformal. Penegak formal meliputi polisi. a . kaum ulama. Untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat. b. Sumber: www. para pendidik. diperlukan tiga syarat pokok antara lain sebagai berikut. dan hakim.com Gambar 2.4 Polisi menjadi aparat penegak norma dengan tujuan untuk memelihara dan menciptakan keamanan.pikiran-rakyat. c. sedangkan penegak nonformal meliputi tokoh-tokoh masyarakat. diperlukan pengetahuan pendidikan yang memadai serta sosialisasi terhadap norma-norma hukum. dan tokohtokoh masyarakat lainnya. jaksa. Dengan demikian warga masyarakat menyadari bahwa norma memang harus dipatuhi sebagai bentuk sumbangan seorang individu dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat yang paling hakiki. 50 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma Sosial yang Memadai Norma sosial ini berfungsi sebagai landasan perilaku yang harus diperbuat oleh setiap individu dalam bidang kehidupan tertentu. Aparat Penegak Norma Aparat penegak norma adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan kepentingan untuk menegakkan keberadaan norma dalam mengatur perilaku individu dalam masyarakat.juga menjadi aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilainilai sosial sekaligus menjadi unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat. Kesadaran Akan Pentingnya Keteraturan Untuk menciptakan kesadaran sosial tentang pentingnya hidup bersama dalam masyarakat.

Sebutkan faktor-faktor penyebab menjamurnya pedagang kaki lima dan rumah liar di kota-kota besar. BARU ADILI erpilihnya Abdul Rahman Saleh. Tuliskan tidak lebih dari satu halaman! 2. serta bagaimana cara menyelesaikannya. 3. karena Abdul Rahman Saleh pada saat menjadi anggota Mahkamah Agung pada pengadilan kasus korupsi berskala besar yang melibatkan salah satu pejabat tinggi negara bersikap berbeda dengan majelis hakim. proses peadilan terhadap para koruptor dapat dipercepat dan kalau perlu koruptor-koruptor tersebut ditangkapi dahulu baru diproses. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. dan bagaimana penyelesaiannya? Buatlah analisis sosial tentang ke tiga pertanyaan di atas! TANGKAP DULU. Buatlah sebuah uraian yang berisi laporan bagaimana kamu sebagai seorang anak dan siswa mendukung nilai dan norma yang ada di lingkungan sekolahmu sebagai orientasi acuan dalam bertingkah laku.1. Masyarakat berharap pada masa kepemimpinan Abdul Rahman Saleh sebagai kepala Kejaksaan Agung RI. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! T Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 51 . Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. SH sebagai Jaksa Agung pada Kabinet Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla pada awalnya terkesan memberikan harapan. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang disertai dengan tindak anarkis.

Namun.Pertanyaan: 1. Pertanyaan: 1. Nilai-nilai apa yang harus didalami siswa agar terhindar dari bahaya narkoba? LALU LINTAS SUKA-SUKA Pasca reformasi. dan badan dunia untuk menekan penyebaran narkoba kepada masyarakat. NARKOBA MENGANCAM M asa depan bangsa Indonesia ada di tangan siswa-siswa sekarang. Bagaimana seharusnya tindakan Kepala Kejaksaan Agung RI terhadap para koruptor di Indonesia. Contoh khusus terjadi pada lalu lintas. pemerintah. Berbagai usaha telah dilakukan. dalam perjalanannya banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi. sekolah. Berikan alasan kalian dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku di Indonesia! AWAS. Apakah hukuman berat terhadap pengedar narkoba merupakan solusi? 3. Bagaimana seharusnya nilai-nilai sosial itu disemaikan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba? 2. salah satunya bahaya narkoba yang setiap saat mengajak generasi muda. Setujukah kalian atas usul tangkap dulu koruptor-koruptor itu baru proses? Jelaskan! 2. masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan cenderung menjadi tidak teratur. Cobalah perhatikan 52 Sosiologi SMA/MA Kelas X . baik oleh ulama.

baik formal maupun nonformal sehingga dalam masyarakat tercipta keteraturan sosial. Nilai sosial ini berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat dalam pergaulan. Akhirnya dapat dikatakan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia jauh dari tata tertib berlalu lintas. adat dan kebiasaan. Keteraturan sosial merupakan keadaan di mana semua orang dalam masyarakat telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya sehingga tidak terjadi benturan antara hak dan kewajiban dengan individu yang lain. yaitu norma agama. Agar norma dapat dipatuhi oleh individu dalam masyarakat. Norma sosial berfungsi mengatur hubungan dan perilaku timbal balik antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Norma apa yang tidak berfungsi dalam bahan diskusi di atas? 1. Mengapa petugas seperti polisi dan Dinas Perhubungan tidak bertindak untuk meluruskannya? 3. 6. dan norma hukum. Mengapa masyarakat perkotaan cenderung menjadi tidak teratur berlalu lintas pasca reformasi? 2. bus parkir (ngetem) di mana tanda dilarang berhenti banyak terpampang. 4. Norma sosial terdiri dari empat macam. 2. dan pungli terus merajalela. jalan digunakan sebagai lahan parkir.bus dengan penuh sesak dan penumpang bergelantungan melintas di jalan tol. diperlukan sanksi yang pelaksanaannya harus dikawal dan ditegakkan oleh aparat penegak norma. Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dicitacitakan oleh warga masyarakat. kesusilaan dan kesopanan. 7. 5. nilai material. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh polisi? 4. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 53 . dan nilai spiritual. 3. kendaraan melawan arus. Norma sosial adalah semua bentuk peraturan. Nilai sosial meliputi nilai vital. jalan-jalan dipenuhi pedagang. Pertanyaan: 1.

pembagian kekuasaan B. . pertentangan antargolongan 2. dan sosial C. berkembangnya suatu kebudayaan yang sangat komplek D. bermacam-macam bentuk kebutuhan keluarga dan kehidupan bermasyarakat D. rohaniah. . . . istilah pranata sosial digunakan untuk menekankan terdapatnya aturan main tentang . proses internalisasi 3. 54 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . dan E! 1. A. A. berbagai kebutuhan hidup dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berkaitan B. akulturasi kebudayaan Dari pernyataan di atas. yang benar adalah . . Pranata sosial berubah karena adanya: 1. . B. . pewarisan nilai-nilai D. mencukupi kebutuhan ekonomi dengan berusaha secara profesional E. Sikap toleransi antarumat beragama dalam masyarakat merupakan wujud dari kebutuhan akan pengaturan . Lahirnya lembaga sekolah di masyarakat disebabkan oleh . . kebutuhan manusia yang meliputi jasmaniah. saling menghormati C. fasilitas yang telah tersedia C. adanya program wajar 9 tahun dan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) E. Koentjaraningrat. A. . C. . D.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Menurut Prof. untuk membatasi kebutuhan umat manusia 3. interaksi antarkelompok masyarakat 2. tersedianya sarana pendidikan B. adat istiadat yang kuat 4. saling membutuhkan 4. pengendalian sosial dalam masyarakat 5. . hubungan manusia dengan kekuatan ilahi E.

Dr. A. 3. 4 E. tindakan sosial E. tindakan berbudi pekerti C. 2. Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita. . nilai yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia D. . adat dan kebiasaan D. A. 5 C. . A. . 4 dan 5 E. iman dan taqwa D. 4. 5 6. . rajin dan hemat 9. 1. moral dan keyakinan bangsa D. memberikan pedoman kepada anggota masyarakat 3. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya B. jujur dan adil E. . 3. karena nilai merupakan . norma agama 8. norma hukum E. . norma kebiasaan B. sarana untuk mencapai tujuan 7. 4. 3. . Notonegoro adalah . Di bawah ini yang dimaksud dengan nilai vital adalah . 1 dan 5 5. 2. 2 dan 3 C.A. mengatur cara bertindak yang mengikat 4. . 5 B. A. . 3. 1 dan 3 B. menjaga keutuhan masyarakat 5. . tujuan yang ingin dicapai B. memberikan pegangan dalam sistem pengendalian Yang merupakan fungsi dari pranata sosial adalah . segala sesuatu yang bersumber pada unsur rasa atau estetika manusia C. Norma-norma dalam masyarakat yang berfungsi untuk mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak dan kewajiban individu sebagai warga negara adalah norma . sombong dan kikir B. 2 dan 4 D. nilai ilmu pengetahuan Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 55 . 4 D. . tawakal C. 1. Berikut ini yang bukan contoh dari nilai moral menurut Prof. . . menunjukkan tujuan hidup masyarakat 2. segala sesuatu yang bersumber pada akal manusia E. norma sosial C. . A.

. . Perbedaan yang mendasar antara norma dan nilai sosial adalah . proses di mana individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap dengan adat istiadat E. Yang dimaksud dengan proses internalisasi adalah . B. . Upaya untuk mencegah dan mencari solusi terhadap semua bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat dinamakan . proses berubahnya pola perilaku akibat perubahan norma 12. bawah ini yang bukan contoh dari norma hukum adalah . . Di A. . vested interest C. norma bersifat tetap. perilaku sosial D. proses panjang yang berlangsung seumur hidup sejak individu lahir sampai meninggal B. nilai bersifat luas E. Sanksi yang sifatnya ringan berupa teguran. pranata sosial B. A. aktivitas sosial 56 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut . C. A. D. A. kaidah hukum C. E. nilai bersifat tertutup. folkways D. folkways 13. usage 11.10. . . . keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu sehingga tercapai kestabilan C. norma sosial D. sindiran. nilai bersifat berubah-ubah D. ketidaksamaan sosial B. nilai bersifat abstrak. norma bersifat terbuka C. wilayah berlakunya 15. norma bersifat konkret B. kegiatan individu yang mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya D. mode E. . adat istiadat E. atau pun dipergunjingkan merupakan hukuman bagi seseorang yang melanggar . . Undang-Undang No. . . . 20 tahun 2003 Tata Cara Penguburan Jenazah pada masyarakat Jawa PP 30 Tahun 1980 14. A. . . norma bersifat sempit. . A. pengendalian sosial E. 1 Tahun 1974 Tata Tertib Sekolah Undang-Undang No. . . norma sosial C. mores B.

. . kesusilaan C. hukum E. adat istiadat B. membatasi/melarang berbagai macam aktivitas sosial dalam masyarakat D. . aktivitas remaja yang belum dewasa hukum di luar jam pelajaran B. kesopanan D. IV E. A. . memberikan kekuasaan kepada pihak/golongan tertentu 18. tindakan-tindakan remaja yang merugikan kepentingan masyarakat luas D. memberi arah terhadap individu untuk berperilaku di tengah-tengah masyarakat E. . perilaku menyimpang D. . A. agama Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 57 . kenakalan anak-anak usia sekolah di dalam lingkungan sekolahnya 20. I B. keanekaragaman perilaku sosial dalam masyarakat yang tidak sesuai yang berlaku dalam masyarakat perilaku terpuji antisosial 19. Yang dimaksud dengan kenakalan remaja adalah . . I Kelaziman A. semua aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial C. aktivitas terlarang E. Perilaku individu atau kelompok individu dengan nilai-nilai dan norma-norma dinamakan . Salah satu fungsi norma dan nilai dalam masyarakat adalah . . A. aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma adat dan kebiasaan E. Norma yang dimiliki sanksi berat bagi pelanggarannya adalah . . .16. memberikan petunjuk mengenai aktivitas sosial C. . B. III II Kesopanan III Kesusilaan D. Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku merupakan sanksi norma . A. . . V IV Hukum V Agama 17. memberi arah dan tujuan individu dalam melaksanakan komunikasi sosial B. II C. . C. .

Norma kebiasaan 9. Bagaimana peranan aparat penegak hukum dalam menciptakan tertib sosial? 10. Apakah yang dimaksud dengan norma sosial dan nilai sosial? 2. Jelaskan kaitan antara kesadaran sosial dan keteraturan sosial dalam masyarakat! 58 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apa syarat-syarat pokok terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat? 5.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Norma kesopanan c. Norma kesusilaan b. Mengapa norma dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat? Jelaskan! 8. Jelaskan kaitan antara norma dan nilai sosial! 3. Sebutkan macam-macam norma sosial dalam masyarakat! 7. Sebutkan fungsi nilai! 6. Bagaimana menciptakan norma sosial yang memadai? 4. Apakah yang dimaksud dengan: a. Norma adat d.

kita pun berinteraksi dengan orang lain. Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Untuk mengetahuinya. coba kamu pelajari bab ini. kamu berinteraksi dengan orang tua dan saudaramu. kamu pun berinteraksi dengan guru dan teman-temanmu. Di sekolah. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 59 .google. Hal tersebut akan membantu mewujudkan keteraturan sosial. Bagaimana menurutmu dengan pendapat tersebut? Kita sebagai manusia tentu saja membutuhkan orang lain. setiap individu akan mengetahui nilai dan norma apa yang berlaku di lingkungannya. Sumber: http://images.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial.co. Menghubungkan antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Dan di lingkungan tempat tinggalmu.id S etiap manusia tidak dapat hidup sendiri. kamu pun berinteraksi dengan tetangga dan anggota masyarakat lainnya. Untuk itu. Dengan interaksi. Begitu juga dengan kamu bukan? Di rumah.

kelompok dan organisasi sosial Faktor penyebab perubahan sosial Lingkungan alam Sugesti Imitasi Identifikasi Motivasi Simpati Empati Hubungan kekeluargaan Hubungan antarstatus Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan Status kependudukan Nilai dan sikap 60 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Pengertian interaksi sosial dan dinamika sosial Kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya lembaga sosial.

INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagai manusia. Terkadang mereka menghadapi tantangan dari binatang buas atau pun dari kelompok suku lain yang menyerang. untuk berladang. kebutuhan sosial. sedangkan dorongan untuk hidup bersama dengan orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut. Dorongan untuk Memenuhi Kebutuhan Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 61 . Untuk melaksanakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup. alam. Untuk itulah. maupun kebutuhan integratif. manusia memerlukan keberadaan orang lain. baik oleh binatang atau pun kelompok manusia yang lain. untuk mendirikan rumah. terutama ketika terjadi bencana-bencana yang memerlukan pertolongan orang lain. diperlukan dorongan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri. Naluri inilah yang disebut dengan naluri gregoriousness. Secara naluriah. Keadaan ini telah mendorong setiap manusia lain jenis untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang kemudian disebut keluarga. Dorongan untuk Meneruskan Keturunan Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki naluri untuk meneruskan keturunan dengan cara melangsungkan perkawinan. Untuk itu. atau pun dari kelompok suku lain. Dengan dorongan inilah. Dorongan untuk Mempertahankan Diri Dalam rangka mempertahankan diri dari berbagai serangan. manusia membentuk suatu kelompok-kelompok untuk berburu. manusia mutlak memerlukan keberadaan manusia lain. tidak selamanya kondisi alam senantiasa ramah. Keluarga dapat berkembang menjadi suatu extended family dan bahkan berkembang menjadi suatu kerabat atau pun suku bangsa.A. Ketika manusia dalam taraf kehidupan yang masih primitif. Dari dorongan inilah. manusia belum banyak memiliki teknologi untuk menyelenggarakan kehidupannya. kita selalu mempunyai naluri untuk hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. Keadaan ini telah mendorong munculnya kelompok-kelompok persekutuan manusia yang didasarkan pada persamaan darah dan keturunan. manusia membentuk suatu koloni dengan tujuan semata-mata untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan binatang buas. Mereka masih hidup berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. melainkan harus bersama-sama dengan manusia lain. setiap manusia mempunyai dorongan seksual sebagai kodrat manusia untuk meneruskan keturunannya agar tidak punah. manusia membentuk suatu koloni untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Di samping itu. baik mendasar. dan lain-lain sebagainya. manusia tidak dapat melaksanakannya secara sendirian.

sering kali manusia secara individu kewalahan untuk melakukannya. dan kelompok individu dengan kelompok individu. Dengan demikian. terlebih dahulu manusia pun harus melakukan interaksi sosial dengan sesamanya. Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan besar. individu dengan kelompok individu. Interaksi sosial merupakan bentuk dasar dari dinamika sosial budaya yang ada di dalam masyarakat.Dorongan untuk Hidup Bersama Sebagai makhluk pemikir dan bermoral. Melalui interaksi sosial akan terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat yang memungkinkan terbentuknya hal-hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. kelangsungan hidup masyarakat terjamin. Apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Sumber: Koleksi Editor Gambar 3. Dorongan inilah yang membuat terciptanya suatu kehidupan bersama untuk menjalin kegotong-royongan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya. 62 Sosiologi SMA/MA Kelas X . setiap orang memerlukan kebersamaan dengan orang lain.1 Dorongan untuk hidup bersama dipengaruhi oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mewujudkan kehidupan bersama. manusia mempunyai kejiwaan dan mempunyai kepentingan terhadap keberadaan orang lain. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. Melalui kegotong-royongan inilah. 1.

baik secara individual maupun secara kolektif dengan berpedoman pada sistem budaya yang ada. 1. Interaksi sosial merupakan implementasi dari pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. Jelaskan bagaimana peranan nilai dan norma dalam interaksi sosial! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 63 . norma. Kaitan Antara Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial Budaya Interaksi sosial merupakan bagian terkecil dari proses perubahan yang ada di dalam masyarakat. Pengertian Dinamika Sosial Dinamika sosial pada hakikatnya adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu.Interaksi sosial dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar. Melalui proses interaksi sosial inilah. termasuk nilai-nilai. dan pranata sosial. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang progresif maupun perubahan-perubahan yang regresif. interaksi sosial juga ditandai dengan adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu. yaitu jumlah pelakunya lebih dari satu orang dan adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. juga adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut. Jelaskan apa saja yang mendorong manusia melakukan interaksi sosial! 2. masyarakat akan bergerak secara dinamis. Apakah yang dimaksud dengan keteraturan sosial? 3. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkatperangkatnya terjadi interaksi dan korelasi saling mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. dan kebutuhan integratif. Mengapa manusia dikatakan makhluk individu dan juga makhluk sosial? Apa yang melatar belakangi hal tersebut? Jelaskan alasanmu! 4. masa kini. Interaksi sosial itu sendiri mempunyai ciri-ciri. 3. kebutuhan sosial. baik yang bersifat progresif maupun yang bersifat regresif hingga mewujudkan suatu dinamika sosial maupun dinamika budaya. Selain itu. dan masa yang akan datang. Di dalam dinamika sosial. 2.

2. tingkat mata pencarian. meniru mode pakaian artis yang menjadi idolanya. Perubahan kualitas penduduk. jenis kelamin. dan struktur penduduk menurut umur. Perubahan struktur pemerintahan. Perubahan tingkat pendapatan dan perubahan tingkat kemakmuran. Oleh karena itu.Bentuk-bentuk konkret dari dinamika sosial dan budaya adalah sebagai berikut. Perubahan ejaan dalam bahasa. undang-undang. Perubahan mata pencaharian. Contoh: meniru gaya bicara guru idolanya. 1. Perubahan jumlah penduduk. Imitasi muncul disebabkan oleh adanya minat. manusia memerlukan manusia yang lain untuk melakukan interaksi sosial. secara kodrati. Imitasi Yang dimaksud imitasi pada hakikatnya adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. manusia tidak akan mempunyai arti jika tidak ada manusia lain. Bahkan secara ekstrim. Perubahan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. Perubahan komposisi penduduk (kepadatan. Manusia memang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain. persebaran. agama dan kepercayaan. Perubahan undang-undang dasar. Pengaruh ini datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemikiran yang detail yang dipertimbangkan terlebih dahulu. Pada waktu melaksanakan peniruan terhadap sesuatu 64 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sugesti Salah satu faktor pendorong interaksi sosial adalah sugesti. dan peraturan pelaksana lainnya. Adapun dorongan-dorongan terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Singkatnya sugesti menciptakan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kontak sosial dengan pihak lain. perhatian atas sikap mengagumi terhadap pihak lain yang dianggap cocok. artinya makhluk yang selalu hidup bersamasama dengan manusia lain. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL Manusia adalah makhluk sosial. dan lain-lain). B. dan lain-lain.

Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 65 . Simpati akan sangat dirasakan bila terjadi proses pertukaran pendapat dan nilai-nilai. 5. kebijaksanaannya. tiba-tiba kita pun yang melihatnya menangis. soal ketaatan terhadap peraturan. Simpati Pengaruh psikis yang paling mendasar dalam suatu interaksi sosial adalah rasa simpati seseorang terhadap orang lain. Proses identifikasi diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang lebih konkret dan merupakan hasil pertimbangan yang matang pada diri seseorang. Motivasi Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalitas. Identifikasi Yang dimaksud dengan identifikasi dalam suatu interaksi sosial adalah dorongan seseorang untuk menjadikan dirinya identik atau sama dengan orang lain. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Contoh: soal pakaian seragam. Empati Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. Berbeda dengan imitasi. Simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan mitranya. motif popularitas. atau opini pribadi terhadap kelompoknya. motif politik.yang menarik dari orang yang dikagumi ini muncul suatu kemegahan dan kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan. Contoh: seseorang mengikuti suatu kegiatan tertentu karena adanya motif-motif tertentu seperti motif ekonomi. dan lain-lain. peniruan terhadap perilaku. atau pola pikirnya. 3. seseorang dapat berbuat apa saja untuk mewujudkan rasa simpatinya. Tindakan ikut menangis dan melakukan pertolongan tertentu ketika melihat seseorang yang mengalami musibah merupakan contoh dari empati. dan peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau artefak. Dengan adanya rasa simpati. Motif identifikasi dipergunakan ketika orang menjadi bagian dari kelompok yang besar. 6. Simpati merupakan suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disebabkan oleh menariknya penampilannya. Motivasi seseorang dapat muncul disebabkan faktor atau pun pengaruh dari orang lain sehingga seorang individu melakukan kontak dengan orang lain. Contoh: ketika seseorang yang mengalami kecelakaan dan menangis. 4. identifikasi melalui proses kejiwaan akan melahirkan suatu sikap yang menyerupai dengan pihak yang ditiru. Imitasi terdiri dari peniruan terhadap pola pikir orang lain.

Bentuk-bentuk kooperasi antara lain tawar-menawar. dan organisasi sosial. koalisi. Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut. bentuk interaksi disosiatif akan menghambat terbentuknya lembaga. kelompok. yaitu kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan yang sama meskipun di antara mereka terjadi perbedaan-perbedaan struktural. Patungan (joint-venture). Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif (menyatukan) akan mendorong terbentuknya lembaga. melalui kesempatan penunjukan pimpinan yang akan mengendalikan kerja sama. Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses kesepakatan di antara kedua belah pihak yang tengah bersengketa yang bersifat darurat (sementara) dengan tujuan mengurangi ketegangan di antara kedua belah pihak. yaitu usaha bersama untuk melakukan suatu kegiatan dengan pembagian keuntungan bersama secara merata dan proporsional. salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. Kooptasi (cooptation). Kompromi Lewat bentuk akomodasi ini. dan organisasi sosial. akan tercapai penyelesaian dari konflik yang ada. Salah satu pihak harus bersedia merasakan dan memahami keadaan pihak lain. Koalisi (coalition). Coercion Proses akomodasi ini dilaksanakan karena adanya paksaan. Dalam hal ini.Bentuk-bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif maupun disosiatif. yaitu kerja sama sebagai hasil kesepakatan tawar-menawar antara kedua belah pihak. dan patungan. kelompok. Tawar-menawar (bargaining). kooptasi. Kooperasi Kooperasi adalah kerja sama antara beberapa kelompok sosial yang ada sebagai upaya mencapai tujuan bersama. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif antara lain sebagai berikut. Dalam coercion. masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya. a. interaksi sosial didasarkan pada penguasaan Jepang terhadap romusha-nya yang dianggap tidak mempunyai hak-hak apapun juga. 66 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebaliknya. Pelaksanaan coercion dapat dilakukan secara langsung atau fisik dan secara tidak langsung atau psikologis. Dengan begitu. Romusha menjadi pihak dalam posisi lemah dan tidak dapat melawan. b. Bentuk akomodasi ini dapat kalian lihat ketika rakyat Indonesia menjadi romusha pada masa penjajahan Jepang tahun 1942.

proses asimilasi juga dapat terhambat oleh faktor-faktor berikut. yaitu masing-masing pihak saling memerlukan dengan tujuan membentuk kehidupan baru yang saling menguntungkan serta membentuk corak kehidupan yang berbeda dengan masa sebelumnya. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi). Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 67 . Sebaliknya. Toleransi Toleransi timbul tidak sadar dan tidak direncanakan. Mereka merasa sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk maju atau mundur. pihak ketiga bersikap nertal dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya. konflik diselesaikan lewat pengadilan. Keterbukaan golongan penguasa. Tetapi dalam mediasi. Stalemate Bentuk akomodasi ini terjadi ketika masing-masing pihak menghentikan konflik karena kekuatan yang seimbang. Pihak ketiga di sini harus mengutamakan penyelesaian secara damai. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses asimilasi. antara lain sebagai berikut. mediasi juga meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu dalam penyelesaian konflik. c.Mediasi dan arbitrase Arbitrase merupakan bentuk akomodasi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang berkonflik. dan tidak saling curiga. Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya. yang terwujud dalam bentuk saling menghargai. Perkawinan campuran. saling menghormati. Asimilasi Proses asimilasi adalah proses sosial yang masing-masing pihak terdorong keinginannya untuk bergabung dan bekerja sama dalam mewujudkan suatu keharmonisan. Peradilan (ajudikasi) Dalam adjudikasi. Seperti halnya arbitrase. Perilaku ini timbul karena masing-masing pihak berusaha menghindarkan diri dari perselisihan. Adanya musuh bersama dari luar. Proses asimilasi digolongkan sebagai proses asosiatif.

pendidikan. yaitu sebagai berikut. dan lembaga kemasyarakatan. Persaingan (kompetesi) Persaingan merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antarindividu atau kelompok dalam mencari keuntungan dengan cara menarik perhatian tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. Adapun bentuk-bentuk interaksi yang bersifat disosiatif. persaingan ini timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tidak seimbang dengan jumlah konsumen yang ada. terdiri dari persaingan (kompetisi). persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki.Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok. Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok. kontravensi. 68 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adanya perasaan in-group yang kuat. Juni 2001 Gambar 3. dan pertentangan (konflik). Sumber: Fotomedia. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain.2 Proses asimilasi bisa dilakukan melalui perkawinan campuran. Persaingan dalam hal kedudukan dan peranan. Persaingan terjadi dalam beberapa bentuk. Persaingan kebudayaan. Adanya diskriminasi. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu. Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah. Persaingan ekonomi. a. keagamaan. Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain.

Pertentangan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu dan perbedaan latar belakang kebudayaan. c. Di sisi lain. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu konflik sosial? C. Menurutmu apakah persaingan dapat dipakai untuk menyeleksi kemampuan seseorang? Jelaskan pendapatmu! 2. bentuk tubuh. Selain itu. senasib. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi.Persaingan ras. Bagaimana terjadinya konflik dalam masyarakat? 4. dan corak rambut. yaitu seperasaan. dan sepenanggungan di antara sesama anggota masyarakat. sosial. dan politik. Adanya community sentiment dalam masyarakat dapat mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik dengan membentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. b. KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Dalam suatu masyarakat dapat terbentuk community sentiment. BENTUK-BENTUK INTERAKSI YANG MENDORONG TERCIPTANYA LEMBAGA. persaingan ini terjadi karena perbedaan warna kulit. perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada sering kali juga menimbulkan konflik dalam masyarakat. 1. Proses sosial semacam ini ditandai dengan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan atau kebencian terhadap seseorang. Pertentangan (konflik) Proses sosial semacam ini dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman atau kekerasan. ada pula dorongan Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 69 . Sebutkan jenis-jenis proses sosial asosiatif dan disosiatif! 3. Kontravensi Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu.

membentuk suatu kelompok-kelompok individu identitas yang sama dan secara khusus membentuk suatu organisasi sosial untuk mewujudkan cita-cita tertentu. Lembaga sosial ada dalam setiap masyarakat, baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, karena setiap masyarakat pastinya mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok. Kebutuhan-kebutuhan tersebut jika dikelompokkan nantinya akan terhimpun sebagai lembaga sosial. Tempat-tempat ibadah merupakan contoh lembaga-lembaga sosial dalam bidang keagamaan. Tetapi yang dimaksud di sini bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan kumpulan norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok hidup manusia. Terciptanya lembaga-lembaga sosial didorong oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial, maupun kebutuhan integratif. Adanya keterbatasan benda-benda pemuas kebutuhan sehingga diperlukan adanya lembaga yang mengatur setiap pemenuhan kebutuhan manusia. Adanya keinginan untuk mewujudkan keadaan hari esok yang lebih baik dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mewujudkan efisiensi kerja setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga-lembaga sosial tertentu untuk mewakilinya, misalnya: mengurus pendidikan anak di bentuk sekolah, mengurus soal keamanan dibentuk polisi dan militer, serta menyelenggarakan keadilan dan perlindungan hukum, dibentuklah kejaksaan dan pengadilan, dan seterusnya. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang timbul dalam masyarakat. Selain itu, lembaga sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Menurut Gilin dan Gillin, lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain sebagai berikut. a. Crescive institutions dan enacted institutions yang merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga-lembaga yang paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya. Sebaliknya adalah enacted institutions dibentuk dengan sengaja guna

tercapainya tujuan tertentu dan tetap berpedoman pada adat istiadat, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah. Contoh: pendidikan (madrasah). b. Basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di Indonesia, misalnya keluarga, sekolah-sekolah, dan negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang merupakan lembaga sosial yang kurang penting. Contoh: rekreasi, olahgara, dan menyanyi. c. Approved atau social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dan lainlain. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil untuk memberantasnya, seperti misalnya kelompok penjahat-penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya. d. General institutions dan restricted institutions, lembaga ini timbul apabila klasifikasi terebut berdasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya, agama merupakan suatu general institutions, oleh karena dikenal oleh hampir semua masyarakat di dunia ini. Agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan lain-lainnya merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakatmasyarakat tertentu di dunia ini. e. Berdasarkan fungsinya, ada perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun polapola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misanya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri. Contoh adalah lembaga-lembaga hukum. Dalam interaksi yang dilakukan manusia, akan terdapat suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi, dan saling menolong. Hubungan-hubungan tersebut akan menjadikan manusia dalam berbagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia. Himpunan-himpunan tersebut nantinya akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kelompokkelompok sosial. Adanya kesadaran dari sekelompok individu yang merasa memiliki identitas yang sama. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu dalam kelompok. Adanya keinginan untuk membela hak-hak dan kepentingan dari individu di dalam kelompok.
Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

71

Adanya keinginan untuk mendominasi struktur masyarakat seperti kekuasaan dan pemerintahan yang ada di dalam masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan sosiologi, terutama di Jerman kita mengenal salah satu tokoh yang cukup populer, yaitu Max Weber, dengan berbagai macam tulisan dan argumentasinya. Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum berpendapat Sumber: www.mohr.de bahwa ada pengaruh faktorfaktor politik, agama, dan ekonomi terhadap perkembangan hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Salah satu argumen-tasinya yang terkenal adalah argumentasi tentang hukum, baik di lingkungan nasional maupun di lingkungan internasional. Pada masalah hukum ini, Max Weber mengatakan ada empat tipe ideal dari norma hukum yang ada di dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Hukum Irasional dan Material 2. Hukum Irasional dan Formal 3. Hukum Rasional dan Material 4. Hukum Rasional dan Formal

Organisasi sosial sendiri terbentuk atas dasar dorongan-dorongan yang sedikit berbeda dengan terbentuknya lembaga dan kelompok sosial, antara lain: Adanya cita-cita bersama untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik. Adanya pembagian tugas untuk mengurus kepentingan organisasi.
72
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Adanya keinginan untuk mengembangkan kepentingan bersama seperti industri. Contoh: hubungan dalam asosiasi sepak bola. Hubungan Antarkepentingan Pada dasarnya. Semua pihak berpijak pada kepentingan masing-masing. bendahara. Dalam hubungan antarkepentingan ini. Hubungan yang terjalin berpedoman pada kedudukan masing-masing dalam suatu organisasi yang bersifat formal sehingga interaksi masing-masing pihak didasarkan pada statusnya masing-masing. dan anggota dalam suatu organisasi. terdapat empat macam bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 73 .Adanya keinginan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. perdagangan. kelompok-kelompok sosial. Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada norma yang legal. Hubungan antarkepentingan ini juga memiliki karakteristik berikut. Contoh: hubungan kedinasan di dalam militer antara atasan dan bawahan atau hubungan antara ketua. Berikut beberapa karakteristik yang menandai adanya hubungan antarstatus. Jadi. Toleransi bersifat terbatas. Dengan adanya dorongan-dorongan untuk mewujudkan terciptanya lembagalembaga sosial. pedagang batik. Hubungan Antarstatus Hubungan antarstatus terjadi dalam suatu organisasi. bulu tangkis. hubungan antarkepentingan merupakan hubungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain di dalam masyarakat yang berorientasi pada terpenuhinya kepentingan dari masing-masing pihak. masing-masing pihak saling memberikan solidaritasnya untuk mendukung terciptanya suatu jalinan yang harmonis sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terlaksana dengan baik. seni dan budaya. 2. dan organisasi sosial dalam masyarakat. dapat dikatakan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi dan bekerja sama yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. sekretaris. dan lain-lain. Organisasi sosial sendiri terbentuk dari adanya minat dan kepentingan dari individu dalam sebuah masyarakat yang disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang formal dan lebih teratur. olahraga. dan lain-lain. Ada sanksi yang diberlakukan dalam setiap interaksi yang menyimpang dari ketentuan yang ada. Hubungannya bersifat resmi. Semua pihak berpijak pada statusnya. baik pemerintah maupun swasta. 1. Hubungan lebih bersifat legal.

3. Bentuk hubungan dapat bersifat formal atau nonformal. Semua pihak saling melindungi dan memanjakan. justru relatif rendah. Mereka ini sangat mendambakan adanya komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu persahabatan atau keakraban. Solidaritas sangat kuat. DAN ORGANISASI SOSIAL Bersamaan dengan proses berkembangnya suatu masyarakat. Solidaritas sosial dalam keseharian sangat tebal. Dorongan-dorongan ini 74 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Mereka lebih akrab dengan orang-orang yang mempunyai hubungan bisnis yang sama. Solidaritas sosial relatif kuat. Tetapi pada masyarakat modern. Pada hakikatnya. Hubungan Kekeluargaan Dalam suatu keluarga atau kerabat terdapat pola hubungan di antara orangorang yang mempunyai asal-usul dan darah keturunan yang sama. KELOMPOK. Semua pihak berasal dari keturunan yang sama. Ada beberapa karakteristik hubungan persahabatan. hubungan kekeluargaan merupakan hubungan yang terjadi antarpihak yang memiliki hubungan darah dengan ciri solidaritas antaranggota relatif lebih tinggi dan bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat nonformal. Berikut beberapa karakteristik dari hubungan kekeluargaan. Hubungan ini merupakan hubungan kekeluargaan. Aktivitasnya tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku. Hubungan bersifat tidak resmi. Contoh: hubungan dua individu yang saling bersahabat. 4. ternyata pada masyarakat primitif dan masyarakat tradisional hubungan kekeluargaan sangat erat. Semua pihak mempunyai orientasi yang sama. Semua pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis. Bila dicermati. PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA. maka munculah dorongan dari warga masyarakat untuk mengatur dan mengembangkan kehidupannya agar terjadi pola hubungan yang lebih harmonis. antara lain sebagai berikut.Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati. D. Hubungan Persahabatan Hubungan persahabatan terjadi antara dua individu atau lebih yang tidak ada hubungan darah. Semua pihak tidak ada hubungan darah atau keturunan.

dan nilai benar-benar telah menjadi satu perwujudan dalam segala aktivitas manusia.mengakibatkan terbentuknya lembaga sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat. Selain itu. Mula-mula norma terbentuk secara tidak sengaja. Adapun proses terbentuknya suatu keteraturan sosial adalah sebagai berikut. 2. di mana ketika norma sudah dikenal. yaitu suatu tahapan di mana interaksi sosial. dan nilainya mulai ada kesesuaian dalam masyarakat. yaitu tahapan keteraturan yang mulai ada akibat adanya norma/peraturan yang baru. kepemimpinan yang Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 75 . Pada tahap ini. dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. Adanya keajegan. Proses Pembentukan Lembaga Sosial Dalam Perkembangan Keteraturan Sosial Norma dalam masyarakat dibuat untuk menciptakan keteraturan. Proses inilah yang dinamakan proses pelembagaan (institutionalization). Kumpulan orang atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok apabila ada interaksi di antara orang-orang yang ada di dalam kerumunan tersebut dan ada ikatan emosional sebagai pernyataan bersama. akan terjadi hubungan timbal balik antara setiap anggotanya dan akan ada norma-norma yang mereka buat dan mereka taati bersama. memang diperlukan proses yang relatif panjang sehingga akhirnya terbentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus masing-masing kebutuhan pokok warga masyarakat yang bentuknya berbeda-beda sesuai bidangnya. Adanya order. kemudian lama-lama dibuat secara sadar. persamaan senasib. 1. persepsi atau tujuan. dihargai. norma. dapat dikatakan bahwa norma sudah melembaga. diakui. norma. Kerumunan itu pun berkembang menjadi kelompok-kelompokkan di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. Adanya tertib sosial. Proses Terbentuknya Kelompok kelompok pada awalnya terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berekrumunan. perilaku sosial. di dalam kerumunan tersebut telah berkembang tujuan atau kepentingan bersama. Adanya pola. yaitu suatu tahapan yang keajegannya terus berulang sehingga membentuk suatu pola perilaku masyarakat. Dalam kelompok tersebut. Untuk menciptakan suatu tertib sosial dalam masyarakat. yaitu tahapan yang masyarakatnya mulai memandang perlu/ meminta akan adanya tertib sosial itu sendiri. Norma-norma yang ada setelah mengalami suatu proses akan menjadi bagian tertentu dari lembaga sosial.

visi. visi. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat senantiasa bersifat dinamis. asas. serta berubahnya nilai dan sikap. serta hak dan kewajiban masing-masing anggota. Selain itu. setiap organisasi mempunyai orang-orang yang memenuhi syarat untuk menduduki struktur organisasi tersebut. E. Kerja sama dalam suatu kesatuan sistem yang teratur akan terwujud setelah diorganisasi atau dibentuk organisasi.dipatuhi. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat direncanakan dengan perencanaan yang matang. Perubahan ini dapat terjadi dalam skala besar seperti adanya revolusi sosial.3 Dalam suatu kelompok akan terjadi hubungan timbal balik antara anggotanya. 76 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pembentukan organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama dan didasarkan atas persamaan profesi. kepentingan. 3. Sumber: Koleksi editor Gambar 3. Organisasi ini nantinya berfungsi sebagai tempat untuk menampung aspirasi dari para anggota dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan antara lain berubahnya lingkungan alam. Proses Terbentuknya Organisasi Sosial Untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya. disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari organisasi tersebut. di mana di dalamnya dinyatakan secara jelas tujuan. situasi kependudukan. fungsi. dan ada norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya. manusia harus bekerja sama dengan orang lain. Untuk mencapai tujuannya. tidak pernah berhenti dari aktivitas. struktur sosial yang akan mengakibatkan berubahnya pola interaksi. misi. dan akibatnya senantiasa mengalami perubahanperubahan. namun dapat terjadi pula dalam skala kecil. dapat juga terjadi tanpa adanya perencanaan. dan misi. kedudukan.

arah angin. Perubahan Lingkungan Alam Perubahan lingkungan alam pada dasarnya bersumber dari rotasi dan revolusi bumi sehingga mengakibatkan suatu siklus pergantian seperti musim. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 77 . yaitu aktivitas-aktivitas sosial budaya yang layak dilakukan pada siang hari dan malam hari. perubahan siang malam.1. Berubahnya fenomena alam ini telah membawa pengaruh perubahan terhadap produktivitas industri es. Pergantian Musim Seperti musim panas. produksi tanaman tertentu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. Perubahan yang Sifatnya Mendadak atau Bersifat Temporer Beberapa contohnya adalah banjir. Perubahan pola tanam ini juga turut membawa perubahan pada produktivitas. sedangkan di Indonesia terjadi pergantian musim hujan dan kemarau. antara lain perubahan musim dan iklim yang akan berakibat pada perubahan suhu. c. Adapun contoh-contoh perubahan lingkungan alam adalah sebagai berikut. Pergeseran Lintasan Semu Matahari Tahunan Pergeseran lintasan semi matahari tahunan ini akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. dan lain-lain. Pergantian Siang dan Malam Berubahnya fenomena alam ini juga membawa pengaruh pada struktur aktivitas manusia. musim dingin. musim gugur. gempa bumi. d. gunung meletus. tanah longsor. perubahan waktu. b. Perubahanperubahan lingkungan alam ini menyebabkan manusia harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu sendiri. dan musim semi (di daerah iklim sedang). dan seterusnya. a. Sumber: Tempo Gambar 3. iklim. tekanan. dan pola konsumsi bagi sebagian besar umat manusia. dan curah hujan sehingga mengakibatkan perubahan pola tanam bagi kegiatan pertanian.4 Banjir merupakan fenomena alam yang sifatnya mendadak dan temporer.

pendidikan. Bentuk-bentuk perubahan situasi kependudukan ini antara lain terjadi pada jumlah penduduk. Berubahnya jumlah penduduk juga menuntut perubahan-perubahan fasilitas umum seperti jalan raya. 2. komposisi penduduk. dan lain-lain. Perubahan Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk pada dasarnya adalah bilangan yang menyatakan berapa banyaknya penduduk pada tiap-tiap kawasan di muka bumi seluas 1 km2. munculnya perumahan kumuh. munculnya solusi jalan layang. b. juga karena adanya mobilitas seperti imigrasi. munculnya rumah susun. Wujud perubahan-perubahan inilah yang merupakan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat. serta fasilitas-fasilitas yang lain. Perubahan Komposisi Penduduk Komposisi penduduk adalah perbandingan-perbandingan antara kelompokkelompok penduduk. d. Perubahan Situasi Kependudukan Melalui proses natalitas dan mortalitas. urbanisasi. dan lain-lain. kantor pos. 78 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan kulitas penduduk. Perubahan komposisi penduduk dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan pola aktivitas manusia yang menyangkut produktivitas kerja. Perubahan Persebaran Penduduk Ada banyak dorongan mengapa orang mengalami perpindahan tempat. a. tingkat kepadatan penduduk. serta komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan. Perubahan Jumlah Penduduk Perubahan jumlah penduduk dapat memunculkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh penguasa dalam mengatasi segala permasalahannya seperti masalah kesehatan. perbandingan antara pria dan wanita. pendapatan. Bencana-bencana alam ini juga dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang dapat mengubah tingkat pendapatan atau pun kekayaan banyak orang. Berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan merubah banyak hal seperti meningkatnya harga tanah. dan lain-lain. perbandingan antara kelompok produktif dan nonproduktif. dan lain-lain. Misalnya. perumahan. emigrasi. dan lain-lain. busway. Kepadatan penduduk ini dapat berubah-ubah karena kelahiran dan kematian. c. situasi kependudukan bersifat sangat dinamis (artinya selalu berubah-ubah). bank. persebaran penduduk. masalah kemacetan lalu lintas.Berubahnya fenomena alam menjadi penyebab berubahnya aktivitas manusia untuk melakukan evakuasi atau pemindahan lokasi tempat tinggal serta aktivitasaktivitas penyelamatan lainnya. volume ekspor barang dan jasa. rumah sakit. Yang pasti bahwa berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan sangat mempengaruhi berbagai pola aktivitas manusia. ruralisasi. kebijaksanaan three in one pada jalur-jalur tertentu. sekolah. Dorongandorongan tersebut antara lain sebagai berikut.

Perubahan Kualitas Penduduk yang Menyangkut Kesehatan. dan lain-lain. Situasi yang berubah-ubah pula meliputi masalah keamanan. undang-undang. Dengan berubahnya kualitas penduduk secara sosiologis. dan personil kabinet. pertumbuhan investasi. Contoh-contoh perubahan struktur sosial antara lain sebagai berikut. masalah kurs nilai mata uang. misalnya berubahnya personil presiden dan wakil presiden. Dengan berubahnya struktur sosial. 4. Pendidikan. dan efektifitas kerja.Alasan Alasan Alasan Alasan Alasan perkawinan pendidikan mengadu nasib atau mencari pekerjaan keamanan tugas atau pekerjaan. pembauran ras. serta berubahnya personil-personil dari tiap-tiap kedudukan dan peran yang ada di dalam masyarakat. tingkat pendapatan. Berubahnya undang-undang dasar. d. berubahnya pola kerja yang akan berakibat memburuk atau membaiknya situasi umum dalam masyarakat. angka pendapatan perkapita. pejabat tinggi negara. dan lain-lain. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain akan mewujudkan banyak perubahan-perubahan. dan Tingkat Pendapatan Kualitas penduduk adalah keadaan secara umum mengenai tingkat kesejahteraan dan tingkat peradaban suatu masyarakat. Berubahnya personil-personil pemangku status sosial mulai dari atas sampai ke bawah. pemerataan pendapatan. percampuran kebudayaan. akan mempengaruhi pola konsumsi. yaitu masalah penyesuaian diri. dan lain-lain. angka harapan hidup. Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap yang dianut dalam diri seorang individu dapat mengalami pergeseran atau perubahan akibat situasi yang dinamis. 3. Berubahnya struktur sosial. proses sosialisasi. tingkat kelahiran dan kematian. pendidikan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 79 . efisiensi. peningkatan produktivitas kerja. Tinjauan ini dapat diindikasikan oleh data-data kesehatan. Perubahan Struktur Sosial Yang dimaksud dengan struktur sosial adalah keseluruhan dari bangunan konstruksi masyarakat yang menyangkut kedudukan dan peran dari tingkat atas hingga tingkatan bawah. mengakibatkan perubahan pola interaksi. dan lain-lain. dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. masalah pendidikan. baik yang menyangkut peraturan-peraturan maupun personil-personil akan menumbuhkan banyak perubahan atau dinamika sosial seperti berubahnya kebijaksanaan.

masalah kesehatan. Tidak gemar menabung menjadi gemar menabung. Gerakan sosial ini sering disebut revolusi sosial. demonstrasi hingga berbentuk perang saudara atau suatu kudeta. Adapun penjabaran faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial itu sebagai berikut. Gerakan sosial ini dapat berupa tuntutan-tuntutan. dan lain-lain. Hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya perubahan-perubahan dan dinamika sosial yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut. yaitu perubahanperubahan yang berlangsung relatif cepat yang menyangkut bidang-bidang kehidupan yang sangat mendasar. masalah penegakan hukum. misalnya adalah masalah pemerintahan. Gerakan Sosial (Social Revolution) Gerakan sosial adalah akumulasi dari kehendak sebagian warga masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu masyarakat. Menganggap pendidikan tidak penting menjadi pendidikan sangat penting. Faktor Internal Yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. protes. masalah personil pejabat negara. 80 Sosiologi SMA/MA Kelas X . orang menjadi gemar menabung. Penemuan Baru (Invention dan Discovery) Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia melakukan berbagai macam penelitian hingga menghasilkan sesuatu yang baru. Pola keluarga besar menjadi pola asuh keluarga kecil. Adanya perubahan dalam nilai sentral (nilai yang paling dipedomani seseorang) akan mengakibatkan perubahan pola perilaku. Misalnya. Revolusi yang terjadi di suatu negara dapat mendorong terjadinya perubahan besar. Contoh-contoh perubahan nilai dan sikap antara lain sebagai berikut. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika sosial dalam masyarakat dapat juga diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. yaitu penemuan baru yang belum diterima oleh kalangan luas masyarakat dan belum diaplikasikan dalam bentuk penerapan teknologi. Penemuan baru ini dapat berupa discovery dan invention. dan seterusnya. a. sampai pada keluarga-keluarga yang mendiami negara tersebut. Pandangan terhadap masa lampau menjadi berpandangan pada masa yang akan datang. dan lain-lain. aksi pemogokan. lebih mementingkan pendidikan. mulai dari bentuk negara. Discovery. masalah keadilan. Akibat dari gerakan sosial ini akan memunculkan pembaharuan tatanan kehidupan dalam masyarakat. yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan dari luar masyarakat itu sendiri. lembaga kemasyarakatan. sangat berhati-hati karena keamanan memburuk. dan lain-lain.

kebutuhan. diperlukan beberapa syaratsyarat sebagai berikut. Untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan. perubahan-perubahan yang diidealkan pada masa yang akan datang telah disusun dalam suatu perencanaan perubahan yang disebut pembangunan. baik alat maupun gagasan yang diciptakan seseorang. nilai-nilai kebudayaan masyarakat. Invention ini seringkali akan mengakibatkan munculnya berbagai macam inovasi terutama di bidang teknologi. Selanjutnya GBHN ini akan diserahkan kepada Presiden selaku Mandataris MPR untuk dilaksanakan selama lima tahun ke depan. nyaman. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 81 . pelaksanaan pembangunan yang baik adalah pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun tersebut. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. menerima. dan menciptakan penemuan baru tersebut. Discovery dapat terwujud dalam bentuk penemuan unsur kebudayaan. yaitu penemuan baru yang telah diterima oleh kalangan luas masyarakat dan telah diaplikasikan dalam bentuk teknologi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. maka yang buruk adalah perencanaan pembangunannya. Tanpa adanya dukungan.Tetapi penemuan baru ini telah menunjukkan sesuatu kebenaran yang belum pernah ada yang diperoleh melalui suatu penelitian atau suatu penjelajahan. Perencanaan Perubahan (Pembangunan) Pada masyarakat modern. Di Indonesia. Kemudian. dan tertib sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. maka yang terjadi adalah hambatan-hambatan dalam setiap segi pelaksanaan pembangunan. Adanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. yaitu iklim masyarakat yang aman. Apabila dalam suatu pelaksanaan pembangunan telah dilaksanakan persis seperti rencananya tetapi belum menunjukkan hal-hal yang baik seperti yang diinginkan. apabila situasi keamanan terganggu. Perencanaan pembangunan yang baik adalah perencanaan pembangunan yang penyusunannya melibatkan partisipasi seluruh lapisan dan golongan sehingga akan sesuai dengan nilai-nilai kemampuan. Sebaliknya. Adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Invention. Adanya perencanaan yang baik. nilai-nilai kebutuhan. perencanaan pembangunan ini dirumuskan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah perencanaan yang disebut GBHN (Garisgaris Besar Haluan Negara). yaitu perencanaan yang sesuai dengan kemampuan. dan nilai-nilai budaya masyarakat. suatu program pembangunan tidak akan tercapai meskipun ada perencanaan yang baik.

proses percampuran kebudayaan berjalan secara damai dan sukarela. Generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan baru. hal ini terlihat misalnya dalam hal pergaulan. Hal ini mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. sistem bagi hasil. dan antara individu dengan individu. Hal ini juga menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya. Berkurangnya penduduk karena perpindahan penduduk ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan pada lapangan pekerjaan. terutama percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan asing yang bersifat melengkapi atau menyempurnakan. Proses asimilasi kebudayaan merupakan proses percampuran yang terbaik karena tidak ada unsur paksaan dan terjadi dalam suatu hubungan yang sangat harmonis. b. Asimilasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang berlangsung sangat panjang dan akrab sehingga dapat membuat corak kebudayaan khasnya menjadi luntur sama sekali sehingga sulit untuk dikenali. Pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua merupakan contoh pertentangan antara kelompok dengan kelompok. Pertambahan penduduk membuat masyarakat pun mulai mengenal hak milik seseorang atas tanah. dan sewa tanah. dalam hal ini adalah presiden hingga seluruh jajaran aparatur negara. asimilasi. Bertambah atau berkurangnya penduduk. serta proses percampuran kebudayaan ini merupakan percampuran antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan asing. Akulturasi Kebudayaan Yaitu proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih secara damai dan sukarela.Adanya optimalisasi pencapaian pelaksanaan pembangunan oleh penguasa. Sebaliknya. Pertentangan dalam masyarakat di antara individu dengan kelompok. Dengan begitu. Faktor eksternal Yaitu faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat. dan penetrasi kebudayaan. percampuran-percampuran itu sungguh-sungguh 82 Sosiologi SMA/MA Kelas X . generasi tua justru tidak begitu saja menerima unsur kebudayaan tersebut. proses percampuran ini lebih bersifat menyempurnakan. antara kelompok dengan kelompok. Ciri-ciri akulturasi kebudayaan antara lain: corak kebudayaan setempat yang mengalami percampuran masih tampak sifat-sifat khasnya. antara lain: Pengaruh Kebudayaan Lain Melalui proses interaksi antarindividu maupun antarkelompok antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain akan mengakibatkan akulturasi.

meluasnya budaya masyarakat penjajah. Perubahan yang direncanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Misalnya. tetapi melalui pemaksaan. serta berikan contoh-contohnya! 2. Jelaskan bagaimana pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial dan budaya. atau melalui sistem religi atau agama dan kepercayaan. Jelaskan bagaimana membuat perencanaan perubahan yang baik! 4. wilayahnya saling berdekatan. penindasan. terjadi pengikisan budaya lokal. Ciri-ciri penetrasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya melalui suatu pemaksaan. Gempa bumi. 1. Setiap perubahan sosial mesti terdapat pihak-pihak yang dirugikan dan pihak-pihak yang diuntungkan. Penetrasi budaya ini terjadi dari budaya masyarakat yang kuat kepada budaya masyarakat yang lemah. penjajahan ekonomi. Berikan dua buah contoh bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi akibat perubahan nilai dan sikap! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 83 .dikehendaki oleh semua pihak. dan corak kebudayaan khas menjadi luntur sehingga membentuk corak budaya yang baru yang merupakan perpaduan dari hasil percampuran tersebut. atau pun penjajahan. Perubahan-perubahan lingkungan alam ini mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat bertahan hidup. seseorang yang tinggal di daerah pantai meninggalkan daerahnya ke daerah pertanian karena bencana banjir. misalnya dalam hal mata pencarian. Jelaskan bagaimana solusinya! 3. dan sifat-sifat khas dari budaya setempat menjadi luntur bahkan hilang sama sekali hingga sangat sulit untuk dikenali. dan banjir besar termasuk bencana yang tidak hanya ikut merubah lingkungan alam. hubungannya sangat akrab atau intim. Ia pun menyesuaikan dirinya dengan menjadi petani. Pengaruh Lingkungan Alam Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alam senantiasa mengalami perubahan-perubahan dalam bentuk siklus yang teratur maupun siklus yang tidak teratur. Tipe-tipe penetrasi budaya dapat berlangsung melalui penjajahan fisik. tetapi juga melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Penetrasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih. angin topan. Ciri-ciri asimilasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang.

INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL Dalam membangun terciptanya keteraturan sosial dalam dinamika kehidupan sosial. manusia akan melakukan kerja sama. interaksi sosial merupakan sarana yang sangat fundamental untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu. kesopanan. Dalam interaksi yang dilakukannya.5 Kerja sama diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Interaksi sosial terjadi pertama kali dalam lingkungan keluarga dan kerabat. sekolah merupakan media kedua yang sangat strategis untuk menyelenggarakan interaksi sosial yang terarah dan untuk menciptakan warga masyarakat yang berkualitas secara intelektual. F. Kerja sama inilah yang mendorong terbentuknya suatu sistem norma sosial yang baku dalam pergaulan hidup bermasyarakat. 84 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Peperangan ini sering kali akan memunculkan implikasi yang negatif. distribusi tenaga kerja. Oleh karena itu.Peperangan Yang dimaksud dengan peperangan adalah konflik atau pertikaian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar batas-batas negara. Peperangan dengan negara lain juga dapat menyebabkan perubahan. budi pekerti. di mana seringkali negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang kalah. individu akan memahami norma-norma sosial sekaligus dapat mematuhinya. Sumber: Indonesia Indah Gambar 3. dan dasar-dasar dari norma agama. dan lain-lain sehingga akan menimbulkan perubahanperubahan yang lebih bersifat destruktif. Dalam interaksi yang dilakukan. sangat diperlukan peranan orang tua dalam rangka membentuk generasi muda yang memahami norma-norma kesusilaan. Di sisi lain. Terjadinya kerja sama antara individu-individu atau antara kelompok-kelompok dalam interaksi sosial merupakan bentuk adanya keteraturan sosial dalam masyarakat. pengiriman bahan baku. proses kerja sama. misalnya macetnya proses pemasaran.

Interaksi sosial yang berlansung positif akan mengarah pada kerja sama. Dengan sendirinya. Agar interaksi sosial berlangsung positif. 1. agama. Kemajemukan ini pasti akan mendorong pula terjadinya keragaman dalam interaksi sosial. sebaliknya jika berlangsung negatif akan mendatangkan konflik.Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. interaksi yang kita hasilkan pun akan mengarah pada kerja sama dan berlangsung positif. kita pun harus dapat menciptakan keteraturan sosial di tengah-tengah keragaman tersebut. diperlukan adanya keteraturan sosial. Keteraturan sosial menjadi idaman semua orang. Coba amatilah perilaku sosial dari seluruh komponen sekolah dan buatlah deskripsinya secara ringkas! 2. karena keteraturan sosial dapat menjamin semua kepentingan. Bagaimana menciptakan keteraturan sosial di lingkungan sekolahmu? 3. budaya. Untuk mewujudkan keteraturan sosial. interaksi sosial bagi seorang anak sangat penting dalam membentuk karakter sosial yang baik dan mampu menghasilkan calon-calon warga masyarakat yang baik. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam hal suku. Kepentingankepentingan tersebut dapat terpenuhi secara wajar tanpa adanya konflik dengan pihak lain. Ketika kita sudah memahami dan mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Menurutmu komponen-komponen apakah yang perlu dibenahi dan bagaimana solusinya? Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 85 . Oleh karena itu. jika ada keteraturan sosial dalam masyarakat. baik individu maupun kelompok. bahasa. hal tersebut harus diciptakan oleh masing-masing individu yang hidup dalam masyarakat. Proses sosial sendiri muncul karena adanya hubungan-hubungan yang terjadi di antara manusia yang bersifat dinamis. hubungan sosial yang muncul pun akan bersifat dinamis di mana ada timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut. Sebagai individu. kita pun sebagai anggota masyarakat harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan saling menghormati satu sama lain. Keteraturan sosial di dalam masyarakat tidak akan terjadi dengan sendirinya. dan adat istiadatnya. keteraturan sosial di tengah keragaman masyarakat pun akan tercipta. Artinya.

Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Setujukah kalian dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan disertai dengan data-data pendukung! 2. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Terwujudnya keamanan dan ketertiban akan menjamin kelancaran roda pemerintahan dan terciptanya stabilitas nasional yang mantap. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. diperlukan perhatian dari semua pihak. Bagaimana solusi menciptakan kamtibmas di lingkungan kalian? MENGELIMINIR BUDAYA TAWURAN P 86 ada pergaulan remaja terutama di lingkungan sekolah.MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DALAM MASYARAKAT K eamanan dan ketertiban merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya yang dapat mempengaruhi kelancaran proses interaksi antarwarga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Dalam konteks ini peranan aparat keamanan lebih strategis dan lebih penting daripada peranan rakyat biasa sebagai warga masyarakat. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. baik aparat keamanan (tentara dan kepolisian) maupun semua warga masyarakat sebagai komponen bangsa. yaitu membentuk suatu geng yang mengarah pada akumulasi tenaga Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. anak-anak membentuk suatu kelompok-kelompok bermain dengan ekses negatif.

Tetapi seringkali muncul sebagai kelompok-kelompok fisik yang cenderung mengembangkan budaya tawuran dengan kelompok yang lain. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 87 . mata pencariannya. Proses ini telah mendorong orang untuk memperbaiki atau merevisi hidupnya termasuk kebudayaannya seperti pola pikirnya. Keadaan ini telah mendorong secara naluriah bagi tiap-tiap individu untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Pertanyaan: 1. artinya masing-masing individu mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang sangat berbeda-beda. setiap orang dalam masyarakat akan mendapatkan pengetahuan. maka terjadi perkelahian di antara kedua geng tersebut. Bagaimana cara-cara untuk mencegah terjadinya tawuran? INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Setiap masyarakat terdiri dari individu-individu yang bersifat heterogen. serta budaya-budaya baru yang diperoleh dari orang lain atau dari masyarakat yang lain. dan sebagainya. Bagaimana pendapat kamu tentang kerugian akibat adanya tawuran? 2. Sebagai hasil proses interaksi sosial.fisik untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya. Proses inilah yang dimaksud dengan proses perubahan sosial dan budaya yang dalam kurun waktu yang panjang disebut dinamika sosial budaya. Proses pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus. baik antaranggota masyarakat dalam suatu masyarakat atau pun antarmasyarakat yang berbeda struktur budayanya. perumahannya. Ada kalanya kelompok yang satu bertemu dengan kelompok yang lain dan timbul masalah yang sifatnya relatif sepele. nilai-nilai. Kejadian ini sering kali dilakukan setelah usai sekolah atau bahkan meninggalkan jam pelajaran untuk berkelahi dengan kelompok yang lain. Tindakan ini di satu sisi memang menjadi sarana pergaulan untuk menyerap pengetahuan dan keterampilan dari satu pihak kepihak yang lain. Mengapa justru budaya tawuran sangat rentan pada anak-anak usia remaja? 3.

Pertanyaan: 1. dan sepenanggungan yang muncul di dalam 88 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. Dengan terbentuknya suatu masyarakat. maka terbentuk pula community sentiment. Dengan interaksi sosial. dan hubungan antara kelompok individu dengan kelompok individu. 3. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses interaksi sosial? 2. Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama seperti apa yang kamu alami ketika kamu masih anak-anak? 4. Mengapa perubahan sosial budaya suatu bangsa perlu direncanakan secara saksama dalam waktu sebelumnya? Jelaskan alasanmu! 1. Dinamika sosial pada hakikatnya merupakan keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang positif maupun yang negatif. baik dalam satu masyarakat atau pun antarmasyarakat? 5. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Sugesti Simpati Imitasi Motivasi Identifikasi Empati 5. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkat-perangkatnya saling berinteraksi dan mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. Di dalam dinamika sosial. akan terjadi proses pemindahan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilanketerampilan dari pihak yang satu kepada pihak yang lain sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. Interaksi sosial merupakan komponen yang paling dasar dalam mewujudkan suatu dinamika sosial dan budaya di dalam masyarakat. 2. Jelaskan bagaimana kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial budaya? 3. Apa sajakah yang dapat diperoleh bagi seseorang melalui proses interaksi sosial dengan individu yang lain. 4. individu dengan kelompok individu. senasib. yaitu seperasaan.

Faktor internal Gerakan sosial (sosial revolution) Penemuan baru (invention dan discovery) Perencanaan perubahan pembangunan b. dan misi. Untuk mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik.hati setiap warga masyarakat. Proses terbentuknya kelompok. kepentingan. perubahan dan dinamika sosial juga disebabkan oleh dua faktor. visi. 10. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. kehidupan bersama dalam masyarakat akan terbangun dengan kokoh. Dengan community sentiment ini. Selain itu. persamaan senasib. dibentuklah lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. dalam kelompok tersebut telah terjadi hubungan timbal balik dan ada norma-norma yang dipatuhi oleh masingmasing anggota. Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama dengan sendirinya akan menciptakan keteraturan sosial. persepsi atau tujuan. a. Kerja sama ini dapat didasari oleh adanya persamaan profesi. Jika di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. suatu kerumunan dapat dikatakan telah menjadi kelompok. 9. Proses pembentukan lembaga sosial dalam perkembangan keteraturan sosial tertib sosial keajegan order pola perilaku 8. Faktor-faktor penyebab perubahan dan dinamika sosial Perubahan lingkungan alam Perubahan situasi kependudukan Perubahan struktur sosial Perubahan nilai dan sikap Selain faktor-faktor di atas. Hubungan antarstatus Hubungan kekeluargaan Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan 7. Ada hubungan timbal balik antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. 6. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 89 . Proses terbentuknya organisasi sosial. Terbentuknya organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama. Kelompok diawali degnan orang-orang yang berkerumun dan berinteraksi. Faktor eksternal Pengaruh kebudayaan lain Pengaruh lingkungan alam Peperangan 11.

tipe status D. A. . asimilasi 90 Sosiologi SMA/MA Kelas X D. akulturasi C. A. adapun contoh bentuk kerja sama antara lain . . . akomodasi C. . kompetisi E. . ada pelaku dan tata nilai 2. identifikasi D. Status sosial dapat mempengaruhi pola interaksi sosial. akulturasi . simpati C. kompetisi B. ada tindakan dan norma sosial E. ada kontak sosial dan komunikasi B. dalam proses sosial tersebut seseorang yang cenderung menanggapi anjuran tertentu dari pihak lain tanpa berpikir panjang pada individu penerima disebut . sosialisasi D. . . . . . B. . status sosial dapat diperoleh melalui faktor keturunan atau kelahiran. empati E. sugesti 4. Interaksi sosial dapat dinamakan proses sosial. asimilasi 5. A. coercion B. .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. ada pelaku dan dimensi waktu C. imitasi B. misalnya gelar ningrat yang dapat disebut dengan . Interaksi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. akomodasi E. Salah satu bentuk proses sosial asosiatif antara lain kerja sama. A. salah satu bentuk proses yang disosiatif antara lain . assigned status B. Interaksi sosial dapat berlangsung bilamana memenuhi syarat antara lain . C. ada tujuan yang hendak dicapai dan simbol D. A. . achieved status 3. sosial status C. . . D atau E! 1. ascribed status E.

toleransi di antara mereka 4. nilai kebenaran. sebagai petunjuk arah dan pemersatu 2. . dan 5 B. 3. . 1. 2. nilai kejasmanian. A. 1. yang termasuk nilai sosial menurut Prof. . 1. . 1. . nilai intelektual 5. Macam-macam nilai sosial: 1. 3 dan 4 9. dan patuh kepada kedua orang tuanya. nilai watak 2. Budi selalu bersikap sopan. hormat. dan 4 7. A. Suatu proses sosial asimilasi dapat berjalan dengan lancar. dan 5 8. . dan 5 C. dan 4 E. dan 3 D. . 1. 2. salah satu faktorfaktor yang dapat mempengaruhi antara lain . Notonegoro adalah . . 4. . 3. tradisional B. terbentuk melalui proses belajar 5.6. dan 5 C. irasional D. dan 5 B. 2. . dan 4 E. instrumental Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 91 . 3. . dapat ditularkan 4. dan 3 D. . persamaan unsur-unsur kebudayaan 2. afektif E. kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. 1 dan 2 D. Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. . terisolasinya golongan tertentu Pernyataan di atas yang benar adalah . perbedaan ekstrem latar belakang budaya 5. rasional C. nilai vital Uraian di atas. 2 dan 3 E. merupakan alat pendorong dan pemersatu 3. nilai keindahan 4. 2. A. nilai material. 4. 1. . 3. 2. Tingkah laku Budi tersebut merupakan contoh tindakan sosial . 2. 2. nilai ekonomi. Dr. A. 1. 5 dan 1 C. nilai religius. nilai kebaikan 3. . mempunyai pengaruh yang berbeda Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri nilai sosial adalah . 4 dan 5 B. 4.

perselisihan dengan cara yang kasar Dari contoh interaksi sosial di atas. pranata sosial B. komunikasi E. . 1. tempat dan kebudayaan C. keselarasan antara interaksi dengan norma dan nilai sosial yang berlaku B. kontak D. Perhatikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial berikut! 1. dan 4 B. A. A. . sistem sosial D. Faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah . 2. antara lain . 3. latar belakang pendidikan 12. . Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. 2. Suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat disebut . custom C. 4. imitasi B. 92 Sosiologi SMA/MA Kelas X . keteraturan sosial dapat terbentuk dikarenakan adanya . persaingan tidak sehat mencapai prestasi terbaik 4. Faktor penyebab terjadinya perbedaan nilai yang menjadi orientasi tindakan individu dalam masyarakat adalah . . . . dan 5 D. kondisi masyarakat yang mau menerima norma-norma sosial 15. kerja sama membangun perusahaan 2. . . . ras dan keturunan E. dan 5 E. dan 5 11. . 1. A. dan 3 C. . . 2. ketaatan masyarakat terhadap norma sosial yang berlaku E. pengaturan kegiatan bersama dengan baik 3.10. Dalam suatu kehidupan masyarakat. sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat D. 3. . 2. yang bersifat disosiatif adalah . . . sumber 13. . norma-norma sosial beserta sanksi-sanksi bagi yang melanggar C. . Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan tentang nilai-nilai yang mereka anut disebabkan adanya perbedaan-perbedaan. norma sosial E. dan kelompok dengan individu. penyebaran rasa benci untuk menjatuhkan orang lain 5. penerima C. A. kepribadian dan sikap D. folkways 14. antara kelompok dengan kelompok. A. 4. . waktu dan tempat B.

pola D. status sosial B. kebiasaan kebiasaan. proses sosial. sosialisasi dan komunikasi antarindividu dalam kelompok C. A. keinginan. kebudayaan. . dan interaksi anggota masyarakat D. norma sosial. kepribadian. norma dan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat B. Keteraturan sosial merupakan hubungan selaras antara . Suatu kondisi masyarakat yang teratur di mana sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat sehingga berbentuk pembagian kerja dan pranata sosial dalam setiap individu atau kelompok disebut . motivasi. . . E. keajegan C. . tujuan. D. . adapun salah satu cirinya . . . proses sosial C. struktur sosial. struktur sosial E. A. keteraturan sosial 17. . pengalaman. tujuan. kemampuan pengetahuan. lingkungan. Interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya . . . akomodasi C. . kerja sama 19. kelas sosial Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 93 . norma-norma sosial tersebut diterima secara mantap C. interaksi sosial. kemauan. A. sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut B. kemampuan. fasilitas kondisi lingkungan. .A. dan nilai yang berlaku dalam masyarakat 20. C. . disosiatif D. individu. order B. tertib sosial E. sistem sosial D. terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas 18. kelompok. A. perencanaan tata nilai. Masyarakat dapat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib. dan anggota masyarakat seluruhnya E. tata nilai 16. Proses yang cenderung bersatu dan meningkatkan solidaritas anggota-anggota kelompok merupakan bentuk proses . adanya tata nilai tertentu yang dipakai oleh masyarakat D. A. B. . harapan. . kompetisi B. asosiatif E. norma-norma sosial tersebut mempunyai sanksi-sanksi E.

Apa yang dimaksud keteraturan sosial? 9. Sebutkan bentuk-bentuk dari perubahan situasi kependudukan! 6. Karakteristik apa saja yang menandai adanya hubungan antarstatus? 4. Mengapa berubahnya lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan dan dinamika sosial? 5. Bagaimana upaya menciptakan keteraturan sosial di dalam masyarakat? 10. Apa yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan? 8. Apa sumbangan dari adanya keteraturan sosial terhadap pembangunan bangsa? jelaskan! 94 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Jelaskan proses terbentuknya suatu lembaga! 2. Apa yang dimaksud dengan struktur sosial? 7. Sebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial! 3.

prakarsa. kerja sama. Sebagaimana kita ketahui bahwa kepribadian merupakan gambaran umum yang menyeluruh dari perilaku yang khas yang dimiliki seseorang. kepribadian terbentuk secara stabil yang dapat terlihat melalui perilaku-perilaku yang khas. Menghubungkan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan. termasuk sistem nilai dan norma yang dipedomani oleh warga masyarakat. Bagaimanakah sosiologi yang kamu jalankan mempengaruhi kepribadianmu? Coba ikuti bab berikut ini. pengendalian emosi. kegemaran. Kepribadian terbentuk dari perpaduan antara faktor intern yang berupa warisan biologis dan faktor ekstern yang berupa pengaruh-pengaruh dari lingkungan di luar diri individu. struktur budaya. dan tanggung jawab yang tampak sehari-hari. Melalui proses sosialisasi. Setelah individu mencapai usia dewasa. seseorang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang struktur masyarakat. Sumber: Koleksi Editor P roses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu di tengahtengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam masyarakat. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai. Bersamaan dengan proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 95 . Mendeskripsikan hubungan sosialisasi dengan kepribadian.SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosialisasi dan pembentukan kepribadian.

Media Massa Sifat-sifat Khas Kepribadian Otoriter Peralihan Normatif 96 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Sosialisasi Primer Sosialisasi Sekunder Ciri-ciri Fisik Tingkat Intelegensi Warisan Biologis Bakat-bakat Seni Proses Sosialisasi Media Sosialisasi Keluarga. Play Group. Lingkungan Pendidikan.

Telah dilengkapi dengan sanksi 4. dan larangan-larangan. Selanjutnya tata nilai ini akan diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang lebih bersifat eksplisit dan dilengkapi dengan sanksi. Sistem inilah yang disebut tata nilai. Mempunyai fungsi sebagai pedoman perilaku warga masyarakat Norma Sosial 1. bisa tidak tertulis 5. jelas. norma dibuat untuk melaksanakan nilai 2. Tidak tertulis 5. Bersifat konkret (nyata. perbedaan nilai dan norma dalam penerapan pengaturan tertib sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Terbentuk setelah adanya nilai. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 97 . norma-norma sosial dibentuk dengan isi. 1. Sistem nilai dan norma tumbuh dan berkembang melalui proses yang relatif panjang dan terseleksi sehingga norma dan nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dijadikan pedoman untuk menyatakan benar atau tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan orang di tengah-tengah masyarakat. Agar nilai-nilai sosial ini dapat dilaksanakan oleh warga. Nilai Sosial 1. perintah-perintah. Perbedaan Nilai dan Norma Sosial Secara mendasar. Nilai Sosial Setiap masyarakat mempunyai sistem tata kelakuan dan hubungan sendiri-sendiri. Nilai-nilai sosial ini merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik. Belum dilengkapi sanksi 4. nilai dan norma seperti dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu. dan tegas) 3. Bersifat abstrak (samar-samar) 3.A. PERANAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI Tiap-tiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan norma yang berbeda-beda. Penjelasan secara lengkap mengenai nilai sosial dan norma sosial termasuk peranannya secara detail akan dijabarkan pada uraian berikut ini. Berdasarkan uraian tersebut. Bisa tertulis. Terbentuk lebih dulu daripada norma 2. Mempunyai fungsi mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat a.

anggapan-anggapan. Menurut Soleman (1990:63). Pengertian tersebut dipertegas oleh Polak (1985:30). kita sudah mempunyai gambaran bahwa nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. patokan-patokan. atau diperhatikan. Green. pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama. Seperti halnya norma. dan berguna berdasarkan ukuran yang berlaku dalam masyarakat. dicita-citakan. sholeh dan sholehah. penting. pantas. beriman. yang mengatakan bahwa nilai atau values dimaksudkan sebagai ukuran-ukuran. Dengan demikian. Contoh-contoh nilai antara lain jujur. yang benar dan salah. melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan disertai emosi terhadap objek. Setelah nilai sosial terseleksi dan berupa sesuatu yang telah dinyatakan benar dan baik. dan keyakinan-keyakinan yang dianut oleh orang banyak dalam lingkungan suatu kebudayaan tertentu mengenai apa yang benar. Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya menilai pentingnya “gotong royong” dan “hubungan kekerabatan”. rajin. Masih banyak pendapat-pendapat mengenai nilai sosial antara lain yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini. dan orang perorangan. dapat dikatakan nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. dan lain-lain. tawakal.Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. ide. Misalnya. Ada masyarakat yang amat mementingkan bentuk. suatu masyarakat menjunjung tinggi anggapan tentang waktu adalah uang dan kerja keras. nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu (tindakan) yang dianggap baik. Nilai sosial secara umum dapat dinyatakan sebagai keyakinan relatif kepada yang baik dan buruk. hemat. dan apa yang seharusnya tidak ada. luhur. benar. dan tutur kata yang ramah. nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat. nilai juga bisa berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan lainnya. sikap lahiriah yang sopan. adil. bersahaja. dilaksanakan. mengatakan bahwa “Nilai-nilai juga memberikan perasaan identitas masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai”. kepada apa yang seharusnya ada. Dilihat dari sudut perilaku masyarakat. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik. 98 Sosiologi SMA/MA Kelas X . hukum. sedangkan di masyarakat lain menganggap kedua hal tersebut “tidak penting” atau dianggap sebagai gejala materialisme. dan baik untuk dikerjakan. serta dianggap benar dan penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. Young. merumuskan bahwa nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.

Terbentuk melalui proses belajar.Woods. yaitu sebagai berikut. Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi empat macam. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan. Jadi. Ciri-ciri Nilai Sosial Secara universal nilai sosial mempunyai karakteristik sebagai berikut. etik). budi). Tolok Ukur Nilai Sosial Setiap nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolok ukur yang berbeda-beda. Terbentuk dari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. yaitu sebagai berikut. Tetapi secara universal. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (estetika). Nilai material adalah segala benda yang berguna bagi jasmani manusia. Notonegoro. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia. penghargaan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya fungsi. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/ keamanan (karsa. yaitu daya guna fungsional yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama. Dapat disebarluaskan melalui pergaulan. Jenis-jenis Nilai Sosial Menurut Prof. Tolok ukur yang dipakai memberi nilai (penghargaan) tertentu. nilai dapat dibagi menjadi tiga bagian. rasio. tolok ukur nilai ini tidaklah jauh berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya. DR. Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat. Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang. Dikatakan “daya guna fungsional” karena setiap obyek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan sistem masyarakat yang bersangkutan. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 99 . Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari akal manusia (cipta. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. baik positif maupun negatif. yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat.

serta norma hukum. 16 Juni 2002 Gambar 4. Norma Sosial Untuk mewujudkan nilai-nilai sosial yang telah diyakini kebenarannya. Meskipun keempatnya mempunyai bidang pengaturan yang berbeda-beda. Sumber: Tempo. Pengertian Norma Sosial Yang dimaksud norma sosial adalah semua bentuk ketentuan. norma adat dan kebiasaan. baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik antaranggota masyarakat dalam melakukan aktivitas sosialnya. Norma sosial ini meliputi norma agama.b. tetapi terdapat banyak persamaan yang berupa moralitas yang bersifat universal (umum).1 Pencemaran lingkungan oleh suatu perusahaan melalui pembuangan limbah sembarangan dapat merugikan ekosistem sekitarnya sehingga perusahaan tersebut dapat dijerat dengan norma hukum. baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Dalam berinteraksi inilah terjadi berbagai macam pengaruh. diperlukan suatu peraturan untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai sosial tersebut dalam bentuk norma sosial. 100 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yang mengadakan hubungan timbal balik/berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk kelangsungan hidupnya. norma kesusilaan dan kesopanan. Norma sosial dibuat berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi dengan maksud agar dapat dipatuhi sehingga warga masyarakat dapat berperilaku secara baik sebagaimana nilai-nilai yang ada. bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon). Secara kodrati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles.

Pada hakikatnya. Sesuatu yang diulang-ulang memberikan bukti bahwa perbuatan itu dianggap baik. dan sebagainya. seseorang tidak dapat bertindak semaunya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antara individu. sinisme. ejekan. Daya Ikat Norma Dalam proses tumbuh dan berkembangnya. usage menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan. dahulu seorang perantara tidak diberi keuntungan. Kebiasaan (Folkways) Folkways adalah norma yang mempunyai kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. dapat dirumuskan bahwa norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi perintah atau larangan demi tercapainya ketertiban dan kedamaian. dahulu berbentuk lisan sekarang harus berbentuk tulisan. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain. cemoohan. Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. Suatu penyimpangan terhadap usage tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat. tidak di samping kanan. suatu norma sosial mempunyai tahapan-tahapan dengan daya ikat yang berbeda-beda. manusia menciptakan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berfungsi melindungi diri dari kekuatan-kekuatan destruktif. tetapi lama kelamaan norma itu dibuat secara wajar. Cara (Usage) Pada hakikatnya. Adapun tahapan-tahapan proses terbentuknya norma sosial sesuai dengan tingkatan daya mengikatnya adalah sebagai berikut. Contoh: orang memakai topi secara benar. Misalnya. Pada mulanya. Dengan adanya norma. yang ada hanya berupa teguran agar dipakai dengan benar. Pada kondisi seperti ini. Tetapi ketentuan ini belum memiliki daya ikat yang kuat karena seolah-olah tidak ada sanksinya. Berdasarkan uraian tersebut. norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. dalam soal jual beli. sekarang seorang perantara harus mendapat bagiannya.Dilihat dari aspek penyelamatan dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat. kiri atau di belakang. Dalam soal perjanjian. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101 . lidah topi berada di depan. tetapi sekadar celaan. norma-norma itu terbentuk secara tidak sengaja. norma-norma tersebut merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku di dalam pergaulan hidup. Bila ada yang memakainya tidak seperti kelaziman. sehingga mereka dijauhi oleh masyarakat di lingkungannya. Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama.

atau lingkungan permainan. kerabat. baik langsung maupun tidak langsung. serta memiliki kekuatan yang mengikat. Selanjutnya baru memasuki rumah ketika dipersilahkan oleh tuan rumah. yaitu norma dilihat dari resmi atau tidaknya dan norma utama. Jadi. Adat Istiadat (custom) Apabila suatu kelakuan telah menyatu dengan struktur budaya setempat. maka terbentuklah norma dengan tingkatan yang lebih tinggi daya ikatnya yang disebut adat. Apabila tidak melalui prosedur itu. adat istiadat atau custom adalah suatu tata kelakuan yang sakral dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. barulah hal tersebut dilaksanakan. Kebiasaan ini juga belum mempunyai daya ikat yang relatif kuat karena memasuki rumah teman atau saudara kandung kadang-kadang tidak perlu melakukan itu dan tidak akan dipersalahkan. seorang individu akan dicemooh atau dihina oleh warga masyarakat karena tidak mematuhi tata cara adat sebagaimana layaknya dilakukan oleh warga masyarakat yang lain. Norma terbagi menjadi dua kelompok. Tata kelakuan tersebut memaksakan satu perbuatan yang lain. tata kelakuan atau mores mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut. 102 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Contoh: apabila memasuki rumah orang lain sebaiknya permisi dulu dengan mengetuk pintu atau memberi salam seperti “assalamu‘alaikum”. secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Tata Kelakuan (Mores) Pada perkembangan norma sosial setingkat. Tetapi ketika memasuki rumah orang yang benar-benar yang belum dikenal. Contoh: dalam suatu rangkaian upacara perkawinan menurut tata cara adat selalu didahului dengan upacara lamaran dan peningsit sebagai suatu tanda ikatan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan. Pada dasarnya. Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang keras. Jenis-jenis Norma Berlakunya suatu norma dalam masyarakat dapat berlangsung dalam lingkungan pergaulan yang formal seperti dalam tata pemerintahan atau dalam suasana nonformal seperti yang berada dalam lingkungan keluarga.

yaitu Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103 . (2) Norma tidak resmi (nonformal) Yang dimaksud dengan norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas (subconscious) dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. Dalam norma agama tidak ada ancaman sanksi nyata dalam kehidupan dunia. Hanya orang yang beragama yang percaya bahwa pelanggar norma akan dihukum di akhirat dan yang mematuhi norma-norma agama akan mendapat pahala. (3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengajarkan agar seseorang bersikap sopan terhadap orang lain sebagai anggota masyarakat. dan pada kenyataannya merupakan faktor yang tidak kecil artinya dalam menjamin ketertiban masyarakat. Jadi. Norma Utama Norma utama adalah norma-norma yang mempunyai peranan sangat strategis dalam tata pergaulan masyarakat. (2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang datang dari hati sanubari manusia itu sendiri. meskipun mereka suami istri tetapi dianggap bertentangan dengan norma kesusilaan. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh masyarakat.Norma resmi dan tidak resmi (1) Norma resmi (formal) Pada dasarnya. Contoh: hubungan tata kerja kedinasan di lingkungan Departeman Pertahanan dan Keamanan. Norma-norma utama dibedakan menjadi empat macam. norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat. Contoh: meludah di sembarang tempat. Contoh: berpelukan dan berciuman di depan umum. namun semua angota sadar bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dari patokan resmi. norma agama lebih menyangkut pribadi tiap-tiap individu. Contoh: normanorma pergaulan dalam keluarga dan kerabat. Walaupun dikatakan tidak diwajibkan. memasuki rumah orang lain hendaknya memberi isyarat terlebih dahulu. antara lain: (1) Norma Agama Norma agama pada hakikatnya merupakan wahyu langsung dari Tuhan.

Dengan demikian. Contoh: upacara kematian dan upacara pernikahan (6) Norma Hukum Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah. Selain itu. Tetapi dengan melalui sanksi yang ada pada setiap 104 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma hukum berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. dan pendorong. (5) Norma Adat Kebiasaan-kebiasaan yang telah menyatu dengan tata kehidupan masyarakat serta mengandung nilai-nilai ritual yang diyakini dinamakan norma adat. nilai dan norma sosial mempunyai beberapa fungsi. warga masyarakat akan berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh sistem nilai dan norma yang ada. pembakaran mayat (ngaben). Sebagai Petunjuk Arah Perilaku Nilai dan norma berfungsi sebagai arah atau panduan perilaku warga masyarakat. Norma itu mengatur.menyatakan punten (Sunda). Tanpa adanya nilai dan norma yang berlaku. yaitu sebagai petunjuk arah perilaku. serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh hukum atau undang-undang. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Secara garis besar. nilai dan norma akan melindungi pihak-pihak yang lemah sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak-pihak yang kuat. Selanjutnya panduan perilaku itu dapat dicontoh oleh warga masyarakat yang lain dalam berbagai segi kehidupan. benteng perlindungan. b. kulonuwun (Jawa). terutama bagi pihak-pihak yang lemah. dan sebagainya. dan sebagainya. Dengan demikian. Contoh: membawa oleh-oleh ketika pulang dari bepergian. assalamu‘alaikum. a. Ini mengandung pengertian bahwa nilai dan norma telah terseleksi sebagai suatu panduan perilaku yang diyakini kebenarannya. hukum juga berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. melarang. kepentingan pihak-pihak yang lemah sering kali dirampas oleh pihak-pihak yang kuat. Sebagai Benteng Perlindungan Nilai dan norma dalam suatu tata pergaulan merupakan pelindung terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. (4) Norma Kebiasaan Norma kebiasaan adalah kumpulan petunjuk hidup tentang perilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. 2.

Hal yang demikian dapat juga terjadi pada nilai dan norma sosial yang telah dibakukan kebenarannya. Dengan kata lain. c. perbuatan semena-mena itu dapat dicegah secara preventif maupun represif untuk melindungi yang lemah. munculah harapan baik dalam diri manusia. Karena adanya nilai sosial yang luhur. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi itulah. Norma dan nilai pada dasarnya akan mengalami Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 105 . 4 Maret 2001 Gambar 4. melainkan dapat mengalami pergeseran atau perubahan secara mencolok. Sebagai Pendorong Di sisi lain nilai dapat berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik.norma. maka manusia-manusia dari bangsa yang belum maju pun akan terdorong untuk mengejar keparipurnaan tersebut. apabila manusia dari bangsa dan negara yang telah maju sanggup dan berhasil merealisasikan diri mereka menjadi manusia yang paripurna.2 Aparat penegak hukum hendaknya dapat benar-benar menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Nilai dan Norma Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak bersifat kekal. bukan sebagai alat untuk menakut-nakuti rakyat. 3. manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh beradab. Manusia menjadi manusia paripurna berkat keberhasilannya merealisasikan nilai sosial yang tinggi menjadi kenyataan konkret. Sumber: Tempo.

Hal serupa juga terjadi pada peralihan struktur pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi. Sebagai salah satu contoh kejadian yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. norma-norma hukum berada dalam jumlah yang sangat sedikit. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi informatika. Melalui inovasi inilah. berubah pula sistem budaya. Dari dua contoh ini. .perubahan atau pergeseran sesuai dengan perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat. tingkat peradaban akan mengalami peningkatan. a. Perubahan struktur pemerintahan dalam suatu negara sering kali berkelanjutan dengan perubahan sistem nilai dan norma dari pemerintah terdahulu kepada pemerintahan yang baru. yaitu setelah runtuhnya pemerintahan Soeharto dengan nafas Golongan Karya menjadi sistem pemerintahan reformasi hingga pemerintahan Megawati yang bernafaskan demokrasi. Di Indonesia. Tetapi dengan perubahan-perubahan tingkat peradaban masyarakat Indonesia. Hal ini berkaitan dengan pengaturan perilaku warga masyarakat untuk menciptakan tertib sosial. Perubahan-perubahan itu misalnya ditandai dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan Nomor 2 tahun 1989 yang kemudian disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Cepat atau lambat setiap masyarakat tentu mengalami perubahan dan perkembangan. Hal ini terjadi terutama apabila figur penguasa terdahulu mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan figur pemerintahan yang baru. Dengan perubahan dan perkembangan ini. Sebagai contoh dengan munculnya bencana banjir di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Jakarta. b. terjadi perubahan nilai dan norma yang semata-mata didorong oleh tuntutan perubahan tingkat peradaban yang terjadi dalam masyarakat. teknologi transportasi. Perubahan Tingkat Peradaban Sebagai akibat adanya penemuan baru. Sebagai contoh: ketika Indonesia merdeka. dan lain-lain. baik invention maupun discovery akan mendorong terjadinya inovasi-inovasi. perubahan pemerintahan dari orde lama ke orde baru banyak sekali mengakibatkan perubahan tata nilai yang menyangkut perubahan perundang-undangan. teknologi pendidikan. sistem ilmu pengetahuan. dan teknologi berikut perubahan tata nilai dan sistem norma. Berubahnya Struktur Pemerintahan Suatu revolusi sosial sering kali diikuti dengan perubahan struktur pemerintahan secara mendasar. misalnya telah melahirkan suatu ide untuk menertibkan dan membuat peraturan perundangan baru yang melarang pendirian bangunan/rumah pada daerah-daerah resapan. Demikian juga munculnya RUU Pengaturan Penggunaan Air Tanah. mulai bermunculan peraturan-peraturan perundangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan pada saat itu. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai dan norma di masyarakat. Itu saja merupakan warisan dari pemerintah Hindia Belanda.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan dan perkembangan itu semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja manusia. 1. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi primer dan sekunder? 2. Pengaruh Kebudayaan Asing Bergulirnya era globalisasi menjadikan komunikasi dan pergaulan umat manusia sedunia menjadi satu lingkungan yang efektif dan tidak lagi ada sekat-sekat batas antarnegara. e. Penemuan-penemuan Baru Sebagai tindak lanjut dari berkembangnya tingkat pendidikan. Jelaskan macam-macam norma sosial yang ada di dalam masyarakat beserta peranannya! 3.c. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi? 4. Ada empat fungsi keluarga yang pokok. Meluasnya pergaulan antarmanusia yang melintasi batas-batas negara telah mengakibatkan adanya keinginan-keinginan untuk meniru atau mengadopsi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 107 . sebutkan dan jelaskan! d. Pada dasarnya. penemuan baru dapat berupa discovery maupun invention. Akibat lanjutannya adalah munculnya perubahan-perubahan peraturan perundangan yang dipandang sudah tidak efektif untuk mengatur dan mengendalikan perilaku warga masyarakat. Era ini telah membuka banyak bangsa di dunia saling bertukar pengaruh dan budaya. Penemuan baru yang semakin banyak bermunculan akan melahirkan suatu bentuk pengaturan dan perlindungan terhadap penemuan baru itu sendiri seperti lahirnya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta yang akhir-akhir ini marak dibicarakan di kalangan elit pemerintahan di Indonesia. Upayaupaya inilah yang kita sebut penemuan baru. Penemuan baru ini akan berkelanjutan dengan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai segi kehidupan yang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan penemuan baru tersebut bagi kehidupan manusia. maka manusia terus-menerus melakukan penyelidikan dan penjelajahan untuk mengungkap fenomena-fenomena alam dan fenomena sosial yang ada di muka bumi.

sistem perundangan. B. Dalam arti sempit. Proses percampuran budaya antarbangsa memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. Pada proses ini. ikutilah uraian berikut ini. Tujuan Sosialisasi Pada dasarnya.budaya-budaya asing tertentu ke dalam masyarakat setempat termasuk sistem pendidikan. Dalam proses perkembangannya. atau menempati perumahan yang baru. proses sosialisasi meluas ke lingkungan masyarakat setempat seperti dengan lingkungan sepermainan dan lingkungan komunitas setempat. Dengan demikian. asimilasi budaya. seorang pejabat baru harus melakukan sosialisasi dengan lingkungan sosial yang 108 Sosiologi SMA/MA Kelas X . proses sosialisasi merupakan proses mengenal lingkungan. dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan persiapan dalam melaksanakan proses pergaulan lebih lanjut dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan kehidupan yang baru tersebut. Dalam arti luas. proses sosialisasi pasti dilakukan oleh semua orang dalam bentuk sosialisasi primer maupun proses sosialisasi sekunder. baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. 1. Akan tetapi. dan penetrasi budaya. proses sosialisasi berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang akhirnya memasuki lingkungan masyarakat luas. Untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. sistem telekomunikasi. PROSES SOSIALISASI Proses sosialisasi pada hakikatnya adalah proses belajar berinteraksi bagi individu di tengah-tengah masyarakat. proses sosialisasi adalah proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh seorang individu selama hidupnya sejak lahir sampai dengan meninggal. artinya dengan sendirinya setiap orang secara naluriah akan melaksanakan proses ini dan sering kali tujuan itu sangat tidak disadari. pergaulan antarnegara sangat memungkinkan perubahan nilai dan norma dengan mengadopsi budaya asing. seorang individu mula-mula mengenal lingkungan sosial terdekatnya seperti anggota keluarga dan kerabatnya. baik alasan pekerjaan. Proses ini berupa proses alamiah yang dilakukan oleh semua individu sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari tata pergaulan dengan manusia yang lain. perkawinan. Sosialisasi sesungguhnya merupakan proses yang bersifat kodrati. Proses sosialisasi primer berlangsung sejak lahir hingga dewasa di lingkungan setempat. Kemudian. bagi seorang pejabat baru yang memasuki medan tugas yang baru sangat disadari bahwa untuk mengawali tugas kedinasannya. Proses sosialisasi sekunder dilakukan ketika orang mengalami perpindahan tempat tinggal. Keberhasilan suatu proses sosialisasi akan ditandai dengan adanya keterampilan atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang dibatasi dengan sistem tata nilai dan norma yang berbeda-beda.

Pengetahuan seperti ini akan sangat berguna bagi seseorang yang baru untuk mendukung kelancaran proses menjalankan kedudukan dalam tugas kedinasan yang baru. seseorang akan mengenali arah. kedudukan. Lingkungan sosial ini meliputi pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan aktivitas individu tersebut.baru. Sumber: Ayahbunda. dengan teman sejawat. dengan tokoh-tokoh masyarakat. 10–23 Maret 2001 Gambar 4. dan sub-sub area yang berada di lingkungan yang baru tersebut. skema. Aktivitas yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari proses sosialisasi adalah memperkenalkan diri dengan instansi-instansi terkait. baik lingkungan sosial tempat individu tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru. dengan atasan langsung. dengan mitra kerja. Hal-hal yang diperoleh dalam proses sosialisasi adalah pengetahuan-pengetahuan untuk membekali seorang individu dalam melaksanakan pergaulan di tengah-tengah masyarakat antara lain sebagai berikut. Untuk mengetahui lingkungan fisik yang baru. Untuk mengetahui lingkungan sosial. dan dengan lingkungan masyarakat luas. Dengan mengetahui lingkungan fisik dari suatu daerah. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 109 . posisi.3 Proses sosialisasi dalam keluarga dimulai semenjak anak masih kecil.

tidak akan mengakibatkan kegagalan dalam proses pergaulan. Meningkatnya status yang sering kali diikuti dengan meningkatnya kepercayaan dan meningkatnya peranan sosial di lingkungan sosial yang baru. tata nilai. ciri-ciri fisik. Suatu proses sosialisasi dikatakan berhasil apabila ditandai oleh hal-hal berikut. a. Pada hakikatnya. Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan di antara individu tersebut dengan warga masyarakat yang lain. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisiknya. dan adat istiadat yang berlaku di daerah itu.Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. seorang individu yang memasuki lingkungan sosial baru perlu mengetahui sistem tata kelakuan. Dalam suatu proses sosialisasi. Warisan biologis inilah yang dimaksud dengan faktor intrinsik. faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. Setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda. Hal ini akan membekali seorang individu dalam proses pergaulan dan proses penyesuaian diri dengan lingkungan masyarakat tersebut. manusia itu sesungguhnya telah memiliki pembawaan-pembawaan yang berupa bakat. dan kemampuan-kemampuan khusus warisan orang tuanya. yaitu faktor yang berada di luar diri seorang individu. akhirnya sosial budaya suatu masyarakat dapat diketahui. lingkungan sepermainan. proses sosialisasi telah membekali seorang individu dengan berbagai pengetahuan yang ada di dalam lingkungan masyarakat sehingga seseorang dapat sukses melaksanakan pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. dan lingkungan pendidikan merupakan faktor ekstrinsik. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Setiap orang mempunyai warisan biologis yang berbeda-beda. Wujud nyata faktor intrinsik antara lain dapat berupa pembawaan-pembawaan atau pun warisan biologis termasuk 110 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Artinya. Adapun penjelasan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik tersebut di atas adalah sebagai berikut. lingkungan pekerjaan. Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang akan mengakibatkan ketenteraman dalam pergaulan dan keberhasilan dalam karir dan usaha. sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga. Faktor Intrinsik Sejak lahir. Oleh sebab itu. Dengan demikian. peradaban. Untuk mengetahui lingkungan tipe sosial budaya suatu masyarakat. 2.

Ketika anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok primer lain di luar keluarga. dan nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri.kemampuan-kemampuan yang ada pada diri seseorang. karakter. Adapun media sosialisasi itu setidaknya terdiri dari empat macam. a. Keluarga merupakan kelompok primer yang pertama dikenal seorang anak. Dalam kehidupan sosial. dan lain-lain. sistem sosial. yaitu sebagai berikut. tentu saja keluarga tidak terlepas dari kondisi-kondisi yang ada dalam masyarakat. b. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan keterampilan. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas. Proses pembentukan budaya baru pada masyarakat sangat tergantung pada keluarga. struktur budaya dan seninya. jenis kepribadiannya pun mudah diarahkan dan terbentuk. terutama melalui proses sosialisasi anak-anak ke masa dewasa. motivasi. di sisi lain merupakan faktor pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik buruknya suatu aktivitas dalam suatu proses interaksi. dan sistem mata pencarian yang ada di dalam masyarakat. Perpaduan antara faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi. pondasi dasar kepribadiannya sudah ditanamkan secara kuat. Untuk melakukan proses sosialisasi. Di samping itu juga dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya masyarakat yang menyangkut struktur pemerintahannya. 3. struktur mata pencariannya. emosi. Media Sosialisasi Media sosialiasi adalah sarana seorang individu belajar berinteraksi untuk mengenal sistem tata kelakuan dan hubungan di lingkungan masyarakatnya. baik norma maupun nilai-nilai yang berlaku. Faktor-faktor ini akan menjadi bekal seorang individu untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam proses sosialisasi. manusia telah mendapat pengaruh dari lingkungan di sekitarnya yang disebut faktor ekstrinsik. seorang individu akan dibatasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Misalnya bakat. IQ. Di satu sisi merupakan faktor pendorong untuk mewujudkan suatu keinginan. dan lain-lain. terutama kepada generasi muda yang menjadi anak keturunannya. Faktor Ekstrinsik Sejak manusia dilahirkan. hobi. pengetahuan. Faktor intrinsik dalam realitanya justru merupakan faktor yang dominan. Faktor ekstrinsik dapat berupa normanorma. Keluarga Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai tugas dalam proses pembudayaan. sistem budaya. Oleh Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 111 .

Dengan perkembangan teknologi informasi. Berikut adalah proses sosialisasi di lingkungan sekolah. aturan perkawinan yang harus sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya. selanjutnya ia akan memasuki lingkungan yang lebih luas. Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. media cetak. baik media suara. Akibatnya. Lingkungan Sekolah Setelah seorang anak belajar berinteraksi di lingkungan keluarga. Dengan demikian. Media Massa Media massa merupakan media sosialisasi yang sangat luas dan cukup efektif pengaruhnya dalam proses sosialisasi bagi seorang individu. Jadi. serta pengaruh kondisi siswa pada umumnya sehingga tercipta suatu iklim belajar yang kondusif. justru media massa yang mempunyai kedudukan sangat strategis dalam mempengaruhi 112 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pada lingkungan ini. Pengaruh-pengaruh ini berasal dari program pendidikan yang dilaksanakan melalui guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya. yaitu lingkungan sekolah. b. Membentuk kepribadian. seorang anak akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang praktis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di masa informasi ini. jelaslah bahwa media massa dapat menjadi media atau alat sosialisasi untuk menyampaikan berbagai informasi yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. norma dan nilai itu dapat berpengaruh terhadap tindakan yang akan dijalankan oleh keluarga. Keberadaan media tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat pada umumnya. c. Membantu orang agar siap mencari nafkah hidup bila telah tiba waktunya. Misalnya. Lembaga pendidikan primer adalah sekolah formal yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. nilai-nilai dan norma-norma yang disampaikan tertanam dalam diri si anak melalui penglihatan atau pendengaran. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan. maupun media gambar dapat memberikan pengaruh perkembangan anak.karena itu. Lembaga sekolah mendidik dan mengajarkan pengetahuan yang dianggap perlu dan tidak mungkin lagi ditangani oleh lingkungan keluarga. Dengan adanya lingkungan sekolah yang baik memungkinkan proses pembentukan kepribadian anak dapat berlangsung dengan baik. Masyarakat berbicara melalui mulut orang tua dan masyarakat bertindak melalui tindakan orang tua. Menolong orang dalam mengembangkan potensi pribadi dan pengembangan masyarakat.

komik remaja. Majalah. kerja sama. dan lain-lain. Perkumpulan kelompok belajar (les). e. cerita bergambar. anak mematuhi aturan yang berlaku jika ingin diterima menjadi anggota kelompoknya. Ia pun akan berusaha mematuhi nilai dan norma yang berlaku agar dapat diterima sebagai anggota di tempat kerja tersebut. dan hal lainnya akan lebih berkembang membentuk kepribadian yang relatif stabil. Radio. kegemaran. Surat kabar. lingkungan kerja merupakan lingkungan yang relatif baik untuk mengembangkan dan mematangkan pribadi seorang individu. anak belajar hidup bersosial. baik RRI (Radio Republik Indonesia) maupun radio-radio swasta. Televisi. Dalam kelompok teman sepermainan. tanggung jawab. d. Beberapa contoh lingkungan sepermainan yang cukup efektif mempengaruhi kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. prakarsa.kepribadian seseorang karena media massa lebih banyak mendominasi waktu-waktu luang yang dimiliki oleh individu. Perkumpulan bermain sepeda santai. Kelompok teman sepermainan di tingkat remaja pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat dengan kelompoknya. Melalui lingkungan kerja inilah. Teman Sepermainan (Play Group) Teman sepermainan atau play group adalah lingkungan pergaulan anak yang mempunyai usia relatif sebaya. Internet. Seseorang dapat belajar dari teman-teman di lingkungan kerjanya tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. Melalui anggota kelompok sepermainan. baik swasta maupun televisi pemerintah. buku-buku bacaan lainnya seperti novel. Perkumpulan bermain sepak bola. Hal ini terjadi karena lingkungan kerja mempunyai norma-norma yang lebih kuat serta pengawasan yang ketat sehingga dapat membentuk kepribadian menjadi sempurna. Lingkungan ini berlangsung di sela-sela pendidikan dan pergaulan rumah tangga. buletin. Lingkungan ini cukup efektif mengisi pengetahuanpengetahuan dalam proses seorang individu. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 113 . Lingkungan kerja bisa menjadi media sosialisasi bagi orang yang bekerja di lingkungan itu. Beberapa media massa yang mempunyai peranan strategis dalam pembentukan kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Sosialisasi di lingkungan teman sepermainan yang baik bisa mendukung terbentuknya kepribadian seseorang menjadi baik atau sebaliknya. Perkumpulan bermain musik. Lingkungan Kerja Bagi orang dewasa.

Ciri-ciri fisik. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi di lingkungan keluarga. coba kamu perhatikan bagan berikut ini. Sumber: Koleksi Editor Gambar 4. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. Golongan darah. Sifat-sifat khas. 114 Sosiologi SMA/MA Kelas X . lingkungan sosial.5 Lingkungan pergaulan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Selanjutnya. warisan biologis ini berkembang menjadi semakin nyata ketika seorang anak melakukan proses sosialisasi sesama manusia dimulai dari lingkungan keluarga. postur tubuh. Kepribadian merupakan perwujudan dari nilai-nilai sentral yang diyakini dan dipedomani seseorang untuk menentukan perilaku secara umum. maupun lingkungan masyarakat luas. dan lingkungan masyarakat luas. lingkungan sepermainan. Gambaran lebih jauh mengenai proses pembentukan kepribadian. warna kulit. lingkungan kerja. lingkungan teman sepermainan. Bakat. kepribadian memang telah diwariskan oleh ayah dan ibu dalam bentuk yang masih samar-samar yang disebut warisan biologis. seperti raut muka.C. nilai-nilai ini menjadi satu sistem nilai yang paling diyakini dan paling mempengaruhi tipe perilaku seseorang yang dinamakan nilai sentral. lingkungan kerabat. Adanya proses sosialisasi menjadikan seorang individu memperoleh nilai-nilai yang beraneka macam. lingkungan pendidikan. Kemudian. Pengertian Kepribadian Pada awalnya. Warisan biologis dapat berupa beberapa hal berikut.

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 115 .1 Bagan Pembentukan Kepribadian melalui proses Sosialisasi Berdasarkan bagan tersebut. Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip. dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan kerabat. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang positif maupun yang negatif. baik dari lingkungan pendidikan. nilai-nilai sosial. dan pengaruh dari masyarakat luas. Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku khas yang diperbuat seseorang dalam kegiatan sehari-hari. media massa. serta keterampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya. pengetahuan. Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi ke generasi.Proses Pembentukan Kepribadian Lingkungan Pendidikan Media Massa Lingkungan Keluarga dan Kerabat Lingkungan Pergaulan Generasi Baru dengan Warisan Biologis tertentu Proses Sosialisasi Generasi Baru dengan Kepribadian tertentu Lingkungan Pendidikan Bagan 4. lingkungan pergaulan termasuk lingkungan kerja. Sesungguhnya di sinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yang mendominasi perilaku seseorang. kita dapat mengetahui tipe kepribadian seseorang. Selanjutnya. lingkungan pergaulan. lingkungan pendidikan. dan lingkungan masyarakat luas. individu yang telah terbentuk kepribadiannya akan turut mempengaruhi budaya masyarakat di lingkungannya.

bentuk raut muka. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap anak walaupun memiliki asal usul/keturunan yang sama pada dasarnya ia memiliki kepribadian yang berbeda. IQ. dan lain-lain. ibu. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang antara lain sebagai berikut. Faktor-faktor ini sesungguhnya merupakan pondasi yang menjadi cikal bakal untuk proses pembentukan suatu kebudayaan. Bentuk-bentuk warisan biologis terdiri dari halhal berikut ini. seni karawitan. bakat. bisa juga seorang ibu yang memiliki kemampuan reproduksi sempurna dapat mewariskan faktor-faktor genetika yang sangat panjang yang berantai dari orang tua ibu atau nenek dan kakeknya ibu. yaitu tidak dapat dilihat dengan panca indera dan hanya dapat dideteksi melalui perilaku-perilaku keseharian yang asli yang tidak dibuat-buat. dominan ibu (XX). Tingkat IQ. seni suara. Ciri-ciri fisik. Faktor Warisan Biologis Faktor warisan biologis adalah faktor-faktor yang berupa bawaan dari leluhurnya. yaitu faktor warisan biologis yang berupa pembawaan-pembawaan dan faktor-faktor lingkungan tempat seorang individu melakukan pergaulan. seperti warna kulit. Kepribadian dapat diumpamakan sebagai suatu bangunan rumah dan faktor pembawaan merupakan kerangkanya. dan hal yang bersifat abstrak seperti karakter. olahragawan. seni tari. dan lain-lain yang mempunyai kemiripan dengan ayah. postur tubuh. a. yaitu dari ayah. desain dan pengembangan variasi dan interior rumah merupakan faktor-faktor milieu atau faktor lingkungan. Kepribadian bersifat abstrak dalam hal ini. yaitu kecakapan seseorang yang dapat diukur dengan sejumlah pertanyaan. Selanjutnya. sifat ekstrim atau normatif. faktor pembawaan ini bisa dominan ayah (XY). yaitu warna kulit. IQ ini bisa mirip dengan ayah atau pun dengan ibu. dan lain-lain. Yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki corak kepribadian yang tidak pernah sama walaupun pada anak yang kembar sekalipun. raut muka. Bakat. sifat pemarah. misalnya sifat pendiam. Menurut Mendel. Namun demikian. tipe rambut. 116 Sosiologi SMA/MA Kelas X . ibu. sifat ramah. Demikian juga orang yang bergaul di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda akan menghasilkan suatu proses pembentukan kepribadian yang berbeda-beda pula. dan lainlain. serta kakek dan nenek dari ayah maupun dari ibu. bisa dari ayah atau dari ibu. postur tubuh. atau perpaduan dari keduanya. presenter. politikus. Faktor pembawaan dapat berupa bentuk fisik. seperti seni lukis. Sifat-sifat khas yang berasal dari orang tua. atau merupakan variasi dari ayah atau ibu.2. Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Ada dua faktor besar yang turut mempengaruhi corak kepribadian seorang individu.

Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang cukup efektif pula dalam mempengaruhi kepribadian. Apakah kepribadian dapat mengalami perubahan? Jelaskan jawabanmu! b. Proses pendidikan budi pekerti di dalam keluarga sangat efektif untuk proses pembentukan nilai-nilai sentral yang selanjutnya menjadi pondasi pembentukan kepribadian seseorang. seorang individu akan dikuatkan pondasi kepribadiannya dalam proses kepribadian yang dewasa. Tiap-tiap keluarga mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Akan tetapi. Faktor Lingkungan Lingkungan mempunyai peranan dalam proses pembentukan kepribadian individuindividu. media massa. lingkungan pergaulan. Di lingkungan sekolah. Apakah kepribadian itu? 2. ibu. Jelaskan mengapa faktor lingkungan mempunyai peran yang lebih penting dalam pembentukan kepribadian! 4. dan pelatihan keterampilan yang berpengaruh besar dalam proses pengembangan bakat dan pembawaan lainnya yang bersifat positif. Lingkungan Keluarga Yang dimaksud keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. bila lingkungan pendidikanBab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 117 . lingkungan kerja. Kepribadian antara seorang individu dengan individu yang lain tidak sama tergantung dari tipe-tipe faktor lingkungan yang mempengaruhinya. seorang individu mendapatkan pendidikan. Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah lingkungan sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. yaitu lingkungan keluarga. pengajaran. dan anak-anak. Dengan pemberian bekal pengetahuan nilai-nilai dan budi pekerti. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat fundamental dalam menampung berbagai kegiatan individu ketika masa kanak-kanak. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari lingkungan sosial seorang individu. lingkungan pendidikan. Bagaimana proses pembentukan kepribadian? 3. Situasi pendidikan seorang individu bersekolah juga sangat efektif dalam proses pembentukan kepribadian. dan lingkungan masyarakat luas.1.

televisi. Untuk itu. Contoh media massa yakni buku. dan lain-lain.nya kurang baik. koran. Sumber: Warta Ekonomi. sombong. Media massa mempunyai peran cukup efektif dalam proses pembentukan kepribadian. lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua agar ada fungsi pengendalian terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. serta sifat-sifat negatif lainnya. dan cerita yang berpesan moral dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak. kikir. Lingkungan ini dapat berupa teman sepermainan. internet. 19 Maret 2001 Gambar 4. hal itu justru dapat mempersubur proses pengembangan faktorfaktor pembawaan yang bersifat negatif seperti serakah. maupun lingkungan tempat tinggal. Yang dimaksud dengan lingkungan pergaulan adalah lingkungan di mana seorang individu secara efektif menghabiskan waktunya pada lingkungan tersebut. cabul. majalah. Media Massa Media massa merupakan perangkat-perangkat yang menjembatani komunikasi antara individu atau kelompok individu dengan individu atau kelompok individu yang lain. takabur. VCD. Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan berada di lingkungan masyarakat setempat dan mempunyai usia yang relatif sebaya.5 VCD-VCD pendidikan. tamak. lingkungan setempat. Apabila hal ini tidak dilakukan. pada umumnya individu bergaul dengan orang lain yang sebaya. Dengan demikian. radio. 118 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pada pergaulan di lingkungan sepermainan. dan rakus. belum ada pihak yang menjadi pengendali atau pun pengontrol terhadap perilaku-perilaku yang negatif. ilmu pengetahuan. sesungguhnya lingkungan pergaulan justru mengakibatkan bakat-bakat negatif tumbuh subur dan berkembang yang pada gilirannya akan mewarnai tipe-tipe kepribadian yang tidak diinginkan. emosional.

dan pemerintah yang kesemuanya dapat berpengaruh positif atau negatif dalam proses pembentukan kebudayaan. Lingkungan Masyarakat Luas Lingkungan masyarakat luas juga mempunyai andil dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak. Fase ini diawali dari Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 119 . Anggapan-anggapan ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain. yaitu sejak lahir hingga dewasa. dan lingkungan sepermainan. kelompok elit pemerintahan. pemuka agama. tetapi tidak seefektif pada lingkungan keluarga. kerabat. Lingkungan masyarakat luas dapat pula berupa peranan tokoh masyarakat. Sesungguhnya lingkungan masyarakat luas merupakan gabungan dari lingkungan keluarga. lingkungan kerja. sedangkan unsur yang kedua disebut capital personality. Fase Kedua Fase kedua merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. melainkan yang negatif. b. Bagian yang kedua adalah unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. lingkungan pergaulan. Fase pertama dimulai sejak anak berusia 1 – 2 tahun ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. 3. dan lingkungan setempat. seorang individu memperoleh masukan-masukan yang akan mempengaruhi proses pengembangan bakat/pembawaan yang dimilikinya. Namun demikian.Melalui media massa. Bagian yang pertama adalah unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. Juga tak dapat dihindari jika yang berkembang tidak hanya bakatbakat atau pembawaan yang positif. skala wilayahnya jauh lebih luas apalagi dengan terbukanya sarana telekomunikasi dan sarana transportasi yang memadai. Unsur yang pertama juga disebut struktur dasar kepribadian (basic personality structure). Masukan-masukan itu dapat berupa ilmu pengetahuan maupun wawasan duniawi. yaitu sebagai berikut. Lingkungan masyarakat luas merupakan komponen yang terakhir yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting. Fase Pertama Kepribadian terbentuk melalui proses yang sangat panjang. lingkungan pendidikan.

Bagian yang kedua adalah nafsu-nafsu. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural. Makin tinggi tingkat perekonomian dan peradabannya. amarah. dan seterusnya. misalnya nafsu makan. Dorongan-dorongan (drivers) Unsur drivers merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. kehendak seseorang akan semakin banyak pula jumlah dan jenisnya. dapat dilihat. sedih. serta bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. kepribadiannya tersebut mulai nampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil. serasi. IQ. Drivers dibedakan menjadi kehendak dan nafsu-nafsu. Jika tingkat perekonomiannya berbeda. Proses ini berlangsung relatif panjang pada anak hingga menjelang masa pendewasaan. birahi. Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang nampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. maka kehendak-kehendaknya pun akan berbeda pula. artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. tidur. Getaran Hati (emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. Naluri ini akan dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat hidupnya sebagai makhluk hidup. Fase kedua merupakan fase perkembangan. Adapun bagian-bagian dari kepribadian secara umum terdiri dari uraian berikut. Naluri (insting) Naluri atau insting merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat hidup sebagai makhluk. dan membesarkan anak hingga dewasa. mengasuh. dan lainlain. Nafsu-nafsu ini merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis.usia antara dua sampai tiga tahun. indah. Misalnya. dan diidentifikasi oleh orang lain. kegemaran. 120 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hal tersebut yang tampak dari perangai. seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang.

memori-memori pengetahuan. dan lain-lain. dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama proses sosialisasi. yaitu seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil proses sosialisasi pada masa sebelumnya. setiap orang memiliki bakat yang berbedabeda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. Salah satu ciri dari kepribadian otoriter adalah menonjolnya Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 121 .Intelegensi (Inteligent Quotient – IQ) Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. yaitu sebagai berikut. Kepribadian Otoriter Tipe kepribadian otoriter terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih memenangkan kepentingan-kepentingan terhadap dirinya daripada kepentingan-kepentingan orang lain. berpolitik. Bakat Bakat pada hakikatnya merupakan seseuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya. Intelegensi ini termasuk di dalamnya adalah IQ. Situasi ini terjadi pada anak-anak tunggal. terjadi perkembangan yang relatif tetap. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen. yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. Fase ketiga disebut fase kedewasaan. seperti bakat seni. Kepribadian Normatif Kepribadian normatif merupakan kepribadian yang ideal. Tipe kepribadian ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian. Pada fase ketiga. yaitu ketika seseorang telah berusia antara 25 – 28 tahun. kepribadian dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe. Pada dasarnya. dan anak yang sejak kecil memimpin di kelompoknya. yaitu anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya. berdagang. Intelegensi merupakan dasar kecakapan seseorang secara umum. Bakat tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. c. fase ketiga merupakan fase akhir yang ditandai dengan makin stabilnya perilaku-perilaku yang khas atau sifat-sifat khas dari seorang individu.

Menurutmu fase apa yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang? Mengapa? Jelaskan pendapat kalian! 4. Kebiasaan-kebiasaan ini selanjutnya dipedomani sebagai suatu sistem yang dapat diterima dan diterapkan oleh semua warga masyarakat. Sistem Ide (Gagasan) Sistem ide adalah gagasan-gagasan yang merupakan hasil pencetusan orang per orang atau kelompok orang yang telah menjadi kebiasaan atau adat istiadat. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat berbeda. Kemukakan dengan bahasamu sendiri bagaimana kaitan antara kepribadian dan kebudayaan setempat! 2. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya norma sosial! 3. sistem aktivitas. pada orang-orang yang berdiri pada dua kelas masyarakat. atau pun seorang yang mendapat dua jenis pendidikan yang latar belakangnya berbeda. Kepribadian demikian sering kali terdapat pada orang-orang campuran antara dua golongan etnis. HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN Kebudayaan adalah segala sesuatu yang merupakan hasil budidaya manusia dalam hidup bermasyarakat. Kebudayaan ini dapat berwujud dalam bentuk sistem ide. Jelaskan bahwa norma sosial dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat! D. Kepribadian Perbatasan Kepribadian perbatasan merupakan kepribadian yang relatif labil. 122 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 1. di mana ciri-ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian. 1.kehendak pribadi dan kurang menampung banyak aspirasi dan sering kali memandang rendah keberadaan orang lain. dan benda-benda konkret.

dan lain-lain. Etos kebudayaan merupakan watak khas dari suatu masyarakat yang dapat terpancar dari perilaku warga masyarakatnya. sistem mata pencarian. 3. Dengan demikian. sistem teknologi. dan sistem organisasi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 123 . Sistem Aktivitas (Perilaku Sosial) Sistem aktivitas merupakan perwujudan dari sistem ide yang ada sehingga perilaku-perilaku sosial yang ada dalam masyarakat merupakan manifestasi dari sistem ide yang ada pada masyarakat tersebut. Misalnya dalam bentuk bahasa. pola pikir. sistem aktivitas ini akan menjadi sistem perilaku yang dipedomani sebagai sarana untuk melaksanakan pergaulan dan pemenuhan kebutuhan di dalam masyarakat. perhatikan bagan berikut ini. kesenian.2 Bagan pengaruh unsur kebudayaan terhadap kepribadian seseorang. Selanjutnya. Benda-Benda Konkret (Artefak) Artefak merupakan benda-benda konkret atau benda hasil karya yang merupakan manifestasi dari sistem ide dan sistem aktivitas masyarakat. kesenian. Artefak-artefak selanjutnya akan menjadi sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang dipakai untuk menyelenggarakan kehidupan. pakaian adat. sistem ilmu pengetahuan.2. Untuk lebih jelasnya. kepribadian boleh dikatakan terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga tiap-tiap orang mempunyai karakteristik yang sama apabila berasal dari lingkungan yang sama pula. religi. Inilah yang disebut dengan etos kebudayaan. Tampak kepribadian seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh tujuh unsur kebudayaan masyarakat setempat yang terdiri dari bahasa. Kepribadian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebudayaan setempat dan selanjutnya kebudayaan setempat berangsurangsur akan dipengaruhi bahkan direvisi oleh pribadi-pribadi yang ada pada masyarakat tersebut. Bahasa Sistem Religi Sistem Kesenian Masyarakat Melahirkan Generasi Baru Generasi Baru dengan Kepribadian Tertentu Sistem Ilmu Pengetahuan Sistem Ekonomi Sistem Teknologi Sistem Organisasi Sosial Bagan 4.

Untuk mewujudkan masyarakat yang baik. Budaya digunakan oleh setiap orang sebagai pedoman atau acuan dan latar belakang tindakan manusia dalam kehidupannya. diperlukan kerja sama dari berbagai komponen. baik pemerintah. serta perguruan tinggi. Jadi. Tapi yang perlu dicatat di sini bahwa kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia. warga masyarakat. Ketujuh unsur tersebut mempengaruhi kepribadian individu.Jusuf Kalla. 124 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kecenderungan budaya korupsi di Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono . dan SMU. Perilaku yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perwujudan budaya. maupun tokoh-tokoh keagamaan. 2. MEWUJUDKAN WARGA MASYARAKAT YANG BAIK W arga masyarakat yang baik adalah warga masyarakat yang dapat menjalankan peranannya yang menyangkut hak maupun kewajibannya secara baik tanpa mengurangi hak dari orang yang lain. SD. SMP. 1. Dalam konteks ini keluarga justru mempunyai peranan yang lebih penting dan mendasar dalam mewujudkan warga masyarakat yang baik ketimbang peranan lembaga pendidikan seperti TK.sosial. terutama ketika ia bertindak. Ini berarti bahwa individu tersebut telah berperilaku seperti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. lembaga pendidikan. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 10 – 15 orang. Setiap kelompok meneliti salah satu topik di bawah ini. terutama generasi baru secara akumulatif dan komprehensif. dapat dikatakan bahwa kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Korupsi merupakan salah satu kepribadian bangsa Indonesia.

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah Anda dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan dan sertakan data-data pendukung! 2. Bagaimana solusi Anda dalam mewujudkan masyarakat yang baik?

MEMPERSIAPKAN KETERAMPILAN HIDUP

P

ada dasarnya, proses sosialisasi merupakan proses belajar bagi seorang individu untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan tertentu agar seorang individu dapat berperilaku sesuai dengan kondisi budaya masyarakatnya. Ada kalanya proses sosialisasi justru menyerap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Keadaan ini akan membawa jalan yang tersesat bagi seorang individu untuk meniti karir hidup dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya dengan menyerap sub-sub kebudayaan yang baik, besar manfaatnya dalam membekali diri dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupan hari tua. Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan hidup atau life skill ?

2. Mengapa seorang remaja perlu membekali diri dengan keterampilan hidup? 3. Sebutkan lima contoh keterampilan hidup yang Anda senangi dan bagaimana cara Anda memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut!

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

125

4. Melalui media apa sajakah keterampilan hidup itu dapat diserap? 5. Apa yang akan terjadi bila seorang individu yang memasuki usia akhir dewasa tidak memiliki keterampilan hidup?

PROSES SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
Setiap manusia sejak kecil hingga dewasa senantiasa berada di lingkungan individu yang lain, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerabat, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat luas. Proses ini lebih tepat disebut proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan mendapatkan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk di dalam masyarakat yang meliputi hampir semua segi kehidupan. Misalnya, bidang kesenian, olahraga, perdagangan, masalah hukum, masalah perkawinan, dan lain sebagainya. Melalui proses sosialisasi, orang akan bertambah banyak pengalamannya serta berkembang prinsip-prinsipnya hingga akhirnya terbentuk persepsi dan pola pikir yang didasarkan pada nilai-nilai yang diserap dalam proses sosialisasi. Gambaran umum dari perilaku yang khas seorang individu dinamakan kepribadian. Kepribadian ini dapat dilihat dari keseluruhan perilaku yang sehari-hari diperbuat oleh seseorang. Pertanyaan: 1. Kapankah kepribadian seseorang akan menjadi baik? Dan kapankah kepribadian seseorang akan menjadi buruk? 2. Jelaskan bagaimana korelasi antara kepribadian dan proses sosialisasi yang dialami oleh seorang individu! 3. Sebutkan komponen-komponen dari kepribadian seseorang yang terlihat dari aktivitas kesehariannya! 4. Mengapa seorang anak perlu dibatasi lingkungan pergaulannya? 5. Bagaimana peranan warisan biologis dalam pembentukan kepribadian seorang anak?

126

Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. Norma dan nilai merupakan pedoman bagi individu yang melaksanakan proses sosialisasi, bahkan menjadi pedoman bagi semua warga masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seseorang pada hakikatnya akan mempelajari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk dipedomani yang selanjutnya seorang individu dapat berperilaku secara tepat sehingga dapat sukses dalam pergaulan. 2. Perbedaan nilai dan norma sosial Nilai sosial: dibuat lebih dulu daripada norma sosial, bersifat implisit, dan belum dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial: dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai sosial, bersifat eksplisit, dan sudah dilengkapi dengan sanksi. 3. Fungsi nilai dan norma sosial adalah sebagai petunjuk arah perilaku, benteng perlindungan, dan pendorong atau motivator. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai dan norma meliputi perubahan struktur pemerintahan, perubahan tingkat peradaban, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru, dan pengaruh kebudayaan asing. 5. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengetahui lingkungan sosial, lingkungan fisik, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat, dan mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi Faktor Intrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam seorang individu. Faktor Ekstrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri seseorang. 7. Media sosialisasi terdiri atas keluarga, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan,lingkungan kerja, dan media massa. 8. Faktor-faktor pembentuk kepribadian Faktor Warisan Biologis: ciri-ciri fisik, golongan darah, bakat, dan sifat-sifat khas. Faktor Lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan (lingkungan kerja), media massa, dan lingkungan masyarakat luas. 9. Kepribadian tiap-tiap individu dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak kebudayaan, di mana individu itu hidup dan berkembang menjadi dewasa (social determinism).
Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

127

. . . tingkat kecerdasan (IQ) Dari pernyataan di atas. hati nurani D. 1. 5. Gambaran umum mengenai kejiwaan manusia yang teraktualisasi dalam bentuk perilaku yang khas dari seorang individu disebut . prakarsa B. . 2. . . . kerja sama 3. . Faktor-faktor berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor warisan biologis adalah . 4. B. karakter D. kejiwaan B. 3. perilaku keseharian E. . perangai C. prakarsa 2. . . lingkungan keluarga B. . budi pekerti 5. 6 5. A. 3. 4. 4. yang merupakan bagian atau unsur kepribadian seseorang adalah . perangai 4. D. kecuali . imajinasi 6. A. tabiat C. 128 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 3. pengendalian emosi C. 5. A. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. 3. 5 B. . . kondisi fisik E. 2. 6 C. 1. dan E! 1. bakat-bakat D. 4 D. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat diperhatikan melalui . 2. kegemaran 3. C. golongan darah 4.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. ego E. kepribadian 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah seperti berikut. 5 E. A. . 2.

2. Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki imtak (iman-takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan-teknologi) yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi . Salah satu perwujudan dari kehidupan sosial dalam masyarakat adalah kegotongroyongan.A. sekolah D. . proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat C. strata dan popularitas diri 5. D. proses sosialisasi di lingkungan kerja E. norma dan nilai sosial 3. proses sosialisasi di lingkungan tempat tinggal yang baru D. C. . proses sosialisasi di lingkungan sekolah B. 4 9. 3. . Proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang pejabat baru pindahan dari daerah lain merupakan contoh dari . Corak kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh budaya masyarakatnya. 1. Tiap-tiap individu memiliki corak kepribadian yang berbeda-beda. multimedia C. . 2. A. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 129 . masyarakat 7. 2. 3 D. Proses sosialisasi primer adalah . . Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. lingkungan keluarga D. lingkungan alam B. . penemuan baru E. 8. pemerintah B. struktur sosial dan personil dari masing-masing status dalam struktur sosial 4. keluarga E. . warisan biologis C. Budaya merupakan perwujudan dari kepribadian masyarakat. . sesuatu yang dapat diperoleh seseorang dalam proses sosialisasi adalah . A. pengetahuan tentang lingkungan alam 2. proses intuitif Berdasarkan pernyataan di atas. . Setiap masyarakat memiliki struktur budaya yang berlainan. proses sosialisasi pada lingkungan teman sepermainan 10. 5 E. . E. Pernyataan berikut ini yang merupakan penjabaran dari istilah social determinism adalah . 4 C. . B. 1. 1. A. budaya masyarakat setempat 6. 3. 1. 2. . . A. . . 5 B.

Notonegoro. nilai E. A. . nilai C. kesusilaan. material D. . religius B. . dibawa sejak lahir melalui orang tua 130 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan kerohanian material. nilai Prof. . yaitu . maksudnya adalah . A. nilai D. mensosialisasikan nilai dan norma C. menentukan interaksi sosial bersama makhluk individu 13. Dr. memberikan rasa kebersamaan D. . . .A. kehidupan bersama sebagai realita sosial C. . . menyatukan kelompok yang mengalami konflik C. . sosialisasi B. spritual. . dan moral 14. nilai dibagi atas tiga. . A. adaptasi C. etika C. dan nominal mutlak. nilai B. dan moral abstrak. . kehidupan kelompok untuk memenuhi kebutuhan khusus E. . Fungsi nilai sebagai pendorong. kesopanan. moral E. menuntun manusia untuk berbuat baik B. sosialisasi primer D. Nilai dan norma mempunyai hubungan saling berkaitan yang merupakan dasar dalam . Segala sesuatu yang berguna bagi manusia sehingga orang dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas termasuk dalam nilai . menentukan kepentingan individu dalam masyarakat D. . membudayakan masyarakat B. 1. petunjuk arah dalam pemenuhan kebutuhan 16. sosialisasi sekunder E. Keunggulan lembaga sekolah bagi pembinaan generasi muda terletak pada peranannya dalam . mendidik budi pekerti E. proses enkulturasi 11. dan nominal material. Nilai sosial memiliki ciri-ciri antara lain . konkret. mengajar ilmu pengetahuan 12. A. . kehidupan sosial yang bersifat abstrak B. merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat 2. nisbi. Menurut A. vital. pengendali sosial dari perbuatan yang menyimpang E. . . vital 15. melatih keterampilan D.

Salah satu pepatah yang mengatakan “lain ladang lain belalang. Dalam hal ini. menurunnya kualitas pendidikan C. A. A. A. . . A. . pemulihan tindakan anak yang bersifat asosial B. . 1. . 5 C. lingkungan sekolah E. peningkatan kepekaan sosial 20. 3. yang merupakan media sosialisasi adalah . Seorang anak akan merasa aman dan mendapat pengalaman dalam kelompoknya. 4. 2. tuntutan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain D. mempengaruhi perkembangan pribadi individu. teman bermain C. . baik positif maupun negatif Pernyataan di atas yang benar adalah . . kenyataannya masih banyak remaja yang terjebak untuk mengkonsumsi. banyaknya teman dalam pergaulan D. .3. 3 D. . 5 17. 1. . teman kerja B. lingkungan masyarakat yang buruk E. kebiasaan hidup yang berbeda dengan daerah lain C. tata kelakuan yang berbeda dengan daerah lain 18. terbentuk melalui proses sosialisasi 4. lingkungan masyarakat D. Lita mengalami proses sosialisasi. yaitu . 3. penanaman nilai dan norma sosial D. . . . 3. pembelajaran ilmu pengetahuan sosial C. mempunyai pengaruh yang sama sesuai dengan kebudayaan 5. nilai-nilai yang berbeda dengan daerah lain E. tingkat perkembangan yang berbeda dengan daerah lain B. . lain lubuk lain ikannya” memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap daerah memiliki . teman sekoah 19. adanya kebebasan media massa B. pembentukan kepribadian sosial E. 3. A. . proses sosialisasi yang tidak sempurna Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 131 . Kasus ini terjadi sebagai akibat dari . Dalam hal ini. Sejak kecil Lita selalu dibimbing dan diarahkan oleh orang tuanya agar melakukan sesuatu dengan baik dan benar. 4 B. Meskipun sudah tahu akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba. 4 E. 1. 2.

Jelaskan bagaimana korelasi antara proses sosialisasi dan proses pembentukan kepribadian! 7.Soal Essay Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian pada diri seseorang! 8. Mengapa norma dan nilai dapat mengalami pergeseran? Jelaskan! 5. Sebutkan dan jelaskan macam-macam media sosialisasi! 10. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi? 2. Jelaskan bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi! 3. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian? 6. Apa yang dimaksud dengan nilai sentral? Bagaimana peranannya dalam bentuk perilaku? 9. Apa tujuan seorang individu melaksanakan proses sosialisasi? 132 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan macam-macam norma sosial! 4.

uraian berikut akan menjelaskan bagaimana keterkaitan nilai dan norma sosial. dan pengendalian sosial. Sumber: http/images. perilaku menyimpang. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai inilah yang dinamakan perilaku menyimpang yang menggelisahkan masyarakat sehingga masyarakat mengambil suatu tindakan yang disebut pengendalian sosial. Untuk membahas lebih lanjut.id D alam perkembangan masyarakat tidak selamanya orangorang berperilaku sesuai norma dan nilai.co.PERILAKU MENYIMPANG Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasikan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna. Mendeskripsikan cara-cara untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang.google. Bab 5 Perilaku Menyimpang 133 . Mengklasifikasi jenisjenis perilaku menyimpang.

Tidak mampu menyerap norma Proses belajar yang menyimpang Ketegangan Antarkebudayaan Proses sosialisasi yang tidak sempurna Pelampiasan rasa kecewa Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Perilaku Menyimpang Tindakan anti sosial Sikap melanggar norma Pelanggaran Norma Delinkuensi Kriminalitas Sikap anti kemapanan Pengendalian Sosial 134 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh siapapun. terutama fungsi pendidikan dan fungsi pengawasan sosial. norma kesusilaan dan kesopanan. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang miskin karena kemiskinannya. Kejahatan kerah biru (blue collar crime). baik secara langsung maupun tidak langsung. b. Suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di suatu tempat lain. terutama adalah hukum pidana. yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. serta tidak mengetahui prinsip baik dan buruk. Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Semua bentuk perilaku remaja yang belum dewasa secara hukum yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada dikategorikan sebagai kenakalan remaja. Perilaku menyimpang ini meliputi hal-hal berikut ini. mulai dari anak muda hingga orang dewasa pernah melakukannya. a. Norma yang dilanggar meliputi norma adat dan kebiasaan. Pengertian Perilaku Menyimpang (Social Deviation) Yang dimaksud perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. dan lain-lain. perkelahian pelajar. Kejahatan (Criminality) Kejahatan atau kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa yang bertentangan dengan norma-norma hukum. Contoh delinkuensi: berkatakata jorok. norma agama. Jadi. 1. Kenakalan remaja pada umumnya terjadi akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsi-fungsinya. Kenakalan remaja sering kali menjadi benih awal dari suatu kriminalitas. Perilaku-perilaku ini merugikan warga masyarakat secara sosiologis sehingga akan menjadi penghambat tumbuh dan berkembangnya suatu masyarakat. Kriminalitas terdiri atas kejahatan kerah biru dan kejahatan kerah putih. maupun norma hukum. PERILAKU MENYIMPANG Perilaku menyimpang merupakan akibat proses sosialisasi yang salah atau proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang menyimpang.A. Bab 5 Perilaku Menyimpang 135 . dapat dikatakan bahwa aturan yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukanlah baik atau buruknya perbuatan itu menurut pengertian umum. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Kegagalan ini kemudian menjadi beban masyarakat ketika seorang anak tidak mengetahui prinsip-prinsip benar dan salah. mencuri buah-buahan. minum-minuman keras.

Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya. Akibatnya. pengasingan diri. 1. Kejahatan ini dilakukan semata-mata bukan karena kekurangan atau kemiskinan. ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut. ritualisme. Teori Anomi Robert K. 5. b. Teori Kebudayaan Khusus yang Menyimpang Teori ini dikemukakan oleh Shaw dan McKay. 2. 136 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Menurutnya. Generasi baru yang dilahirkan di lingkungan ini pun dengan sendirinya akan menyerap nilai-nilai yang memang menyimpang sejak awal. Beberapa Teori Penyimpangan a. yaitu konformitas. padahal struktur budaya yang satu dengan struktur budaya yang lain saling bertentangan. Hal ini terjadi pada perkampungan-perkampungan yang berserakan dan tidak teratur. Cara-cara Adaptasi Konformitas Inovasi Ritualisme Pengasingan diri Pemberontakan ± ± Tujuan Budaya Cara-cara yang Melembaga Tabel 5. No. Keadaan anomi bisa menyebabkan penyimpangan sosial selanjutnya dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan penguasa. Menurut Merton. inovasi.1 Tabel Tipologi Adaptasi Individual dari Merton.Kejahatan kerah putih (white collar crime). masing-masing masyarakat akan berperilaku dengan standarnya masing-masing. 3. Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama. 2. dan pemberontakan. Pada akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan perilaku. individu-individu belajar mengenal tujuantujuan budaya tersebut. melainkan karena keserakahannya. di mana perilaku menyimpang dianggap hal yang biasa. bahkan dianggap perilaku yang normatif. 4. kejahatan berawal dari proses sosialisasi terhadap subkebudayaan yang memang salah dan menyimpang.

Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis. cara yang disetujui untuk mencapainya hanya memungkinkan segelintir orang untuk berhasil. makna konformitas adalah suatu sikap yang menerima tujuan sesuai dengan nilai-nilai budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya. Dalam konteks ini. sedangkan menjadi mahasiswa merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. tanda – berarti sikap menolak. meskipun masyarakat kita mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan sosial yang tinggi. seringkali terjadi pembaruan-pembaruan untuk menyempurnakan tata nilai lama yang dianggap tidak sesuai. dia tidak memakai joki dan menyontek.Keterangan: Ada lima macam tingkah laku manusia yang berkaitan dengan budaya dengan caracara yang disetujui untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk mencapainya. Korupsi merupakan cara yang tidak disetujui dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. misalnya korupsi. seseorang yang ingin lulus ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) agar menjadi mahasiswa PTN. Bab 5 Perilaku Menyimpang 137 . akan berupaya untuk melanggar peraturan ini. Sumber: Pilars. terjadilah suatu inovasi nilai. 8–14 Desember 2003 Gambar 5. Contohnya. Mereka yang melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan atau cara-cara yang benar.1 Perilaku menyimpang berupa tindakan yang melanggar hukum ditidaklanjuti dengan memasukkan pelaku ke ruang tahanan. dan tanda ± berarti penolakan terhadap nilai-nilai yang berlaku dan berupaya dengan nilai-nilai baru. Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat. namun dalam kenyataannya. Dalam teori sosiologi. Tanda + menunjukkan sikap menerima. Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan sesuai dengan nilai budaya. dan tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh. tetapi menolak cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan. Dalam suatu perombakan struktur nilai.

Pemberontakan adalah sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara yang baru. 138 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Teori ini dijelaskan dengan memakai bantuan konsep penyimpangan primer dan sekunder. c. Sikap menolak tujuan sesuai dengan nilai budaya dengan menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan disebut ritualisme. oleh masyarakat diberi cap sebagai pencuri. teori ini disebut pula teori pemberian cap. teori manakah menurut Anda yang paling baik? Apa alasannya? 3. Berdasarkan sifatnya. namun mereka menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan perzakatan. Sebabnya masa depan seseorang yang telah terlanjur dianggap sebagai penyimpangan sekunder bisa berubah secara drastis. 1. Ada banyak teori penyimpangan. seorang individu atau kelompok masyarakat menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang melembaga. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. Pada dasarnya. seseorang yang melakukan tindakan pencurian di wilayah tempat tinggalnya. teori ini adalah teori pemberian label atau cap terhadap suatu tindakan penyimpangan. Jelaskan bagaimana kaitan antara kenakalan remaja dan kriminalitas! 3. Jelaskan mengapa orang harus berperilaku seperti norma dan nilai! 2. penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. walaupun dilakukan hanya satu kali. namun cap itu sendiri jauh lebih diperhatikan melebihi status-status yang lainnya. ritualisme dan pengasingan diri. Contohnya: meskipun masyarakat kita menolak pengaturan zakat. Oleh karena itu. Sifat-Sifat Penyimpangan Penyimpangan perilaku memang tidak selamanya mempunyai pengaruh yang buruk bagi masyarakat. Misalnya. Sebutkan lima bentuk penyimpangan sosial yang masih tergolong ringan! 4. Meskipun kesehariannya bertingkah laku baik. Teori Reaksi Masyarakat Teori penyimpangan yang ketiga adalah teori reaksi masyarakat. Selanjutnya. khususnya penyimpangan sekunder. contohnya kaum revolusioner. Sebaliknya pada pengasingan diri.

b. Akibatnya yang diterima bukan pujian melainkan celaan. perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini. Biasanya bila anak ini terjun ke masyarakat yang lebih luas. padahal sebenarnya tidak. Perilaku menyimpang tersebut juga dapat terjadi ketika seorang individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. pelakunya dikucilkan dan bobotnya diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. B. terutama orang-orang di sekitarnya. Ini dapat terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna. Contoh: wadah pergaulan dalam bentuk “kontak jodoh” yang mungkin belum dapat diterima oleh anggota masyarakat karena dianggap melampaui batas. a. Individu juga dapat tidak berhasil melakukan sosialisasi jika ia tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan dalam proses sosialisasi tersebut. Seseorang dikatakan menyimpang secara positif jika dia berusaha merealisasikan suatu cita-cita namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya. Penyebab Perilaku Menyimpang Berdasarkan tinjauan multidimensi. Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat biasanya dinilai berat. ia cenderung tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat. TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI HASIL SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna dapat membentuk perilaku menyimpang. Kasus ini tampak pada seseorang yang berasal dari keluarga berantakan. Tindakan perilaku menyimpang ini dianggap tercela oleh masyarakat. Proses Belajar yang Menyimpang Proses belajar suatu subkebudayaan yang menyimpang akan menimbulkan perilaku-perilaku baru pada generasi baru yang menyimpang dari norma dan nilai Bab 5 Perilaku Menyimpang 139 . Hal ini terjadi misalnya karena seorang individu kesulitan dalam berkomunikasi ketika bersosialisasi. walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Proses sosialisasi tidak akan berhasil jika sejak kecil seseorang mengamati kemudian meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. 1. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-norma Kebudayaan Proses ini berlangsung ketika seseorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas.Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal.

d. f. Perilaku menyimpang sering kali merupakan akibat dari sosialisasi yang sengaja maupun tidak sengaja. Adakalanya nilai-nilai sentral ini sangat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaan. Nilai sentral ini merupakan nilai yang paling dipedomani oleh seseorang. Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk memilih. Mereka membentuk subkebudayaan yang berbeda dari kebudayaan umumnya. bahwa proses sosialisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik dan yang buruk yang kadang berlangsung secara tumpang tindih tanpa disadari. maka cara-cara ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. tetapi juga cara-cara yang diperkenankan oleh kebudayaan tersebut untuk mencapai tujuan tadi. Akibat Proses Sosialisasi Nilai-nilai Subkebudayaan Menyimpang Sebagaimana disinggung di depan. Hal ini dapat terjadi karena orang yang melakukan perilaku menyimpang tidak merasa bersalah atau menyesal.yang ada. Sikap Mental yang Tidak Sehat Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sentral yang ada pada diri manusia itu. Terutama karena berasal dari masyarakat yang mempunyai struktur budaya yang berlainan. Hubungan dengan kelompokkelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. Proses sosialiasi ini terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. e. sehingga kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang. Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial Pada masyarakat multikultural memang terdapat perbedaan-perbedaan struktur budaya yang sangat mendasar. Hal ini menjadi titik awal terjadinya penyimpangan. ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang. Dengan hubungan ini. Ikatan Sosial yang Berlainan Dalam suatu masyarakat memang terdapat kerabat-kerabat dengan ikatan sosial yang berbeda-beda dan struktur tata nilai yang berbeda pula. Adapun terjadinya proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar yang lainnya. 140 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Proses belajar ini terjadi melalui interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. Jika pergaulan ini memiliki pola sikap dan perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang sengaja dapat terjadi melalui kelompok-kelompok gelap yang tujuannya benar-benar mengajarkan penyimpangan. c. Setiap orang biasanya berhubungan dengan kelompok yang berlainan.

dan lainnya.g. penyalahgunaan narkotika. Dorongan Kebutuhan Ekonomi Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup tidak selamanya tersedia dan mudah dijangkau. termasuk perilaku-perilaku yang menyimpang. Hal inilah yang menjadi titik awal terjadinya penyimpangan perilaku akibat dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Misalnya: berkelahi. seseorang yang mengalami rasa kecewa atau kepahitan hidup dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelarian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya atau kesulitannya itu. 1. Keadaan inilah yang membuat orang mengalami kekecewaan. i. sering kali perilaku menyimpang itu dilakukan untuk menunjukkan keberanian seseorang untuk melakukan sesuatu. dilakukan biar dianggap hebat. Keinginan untuk Dipuji atau Gaya-gayaan Di lingkungan orang-orang yang sebaya. jagoan. Terkadang keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. Pelampiasan Rasa Kecewa Tidak selamanya keadaan yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita. Mengapa sosialisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku menyimpang? 2. Misalnya. h. Sebutkan macam-macam perilaku menyimpang! 2. Perilaku menyimpang kadang-kadang dilakukan sekedar untuk gaya-gayaan atau keinginan untuk dipuji. Mereka merombak sistem perilaku lama sehingga yang pada mulanya merupakan sesuatu yang benar namun sekarang menjadi sesuatu yang salah dan menyimpang. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang! 3. mabuk-mabukan. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Akibat Perubahan Sosial Budaya Proses perubahan sosial budaya yang sangat mendasar dan berlangsung relatif cepat mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku menyimpang. Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri atau tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat. Selanjutnya sering kali kekecewaan ini memunculkan perilaku-perilaku yang merupakan pelampiasan dari rasa kekecewaannya itu. Bab 5 Perilaku Menyimpang 141 .

b. a. Pada masa ini terjadi perombakan susunan kabinet 100 menteri dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI).2 Adanya tindakan revolusioner dari rakyat berupa tuntutan agar terjadi pergantian pimpinan dalam pemerintah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. Contoh: penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Jepang yang merupakan peninggalan bangsa penjajah. yaitu dari sistem kolonialis menjadi sistem demokrasi di bawah pemerintahan bangsa sendiri. terjadi strukturstruktur budaya lama yang masih muncul pada masa sekarang. perilaku-perilaku dan ajaran komunis masih muncul yang selanjutnya dapat disebut perilaku menyimpang akibat perubahan sosial pada masa itu. kasus Indonesia yang sejak merdeka hingga sekarang setidaknya telah terjadi tiga kali revolusi sosial. dan di mana peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi.Sumber: Men’s Obsession. yaitu perubahan sosial yang mendasar dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat terjadi di awal kemerdekaan. Contoh: sikap-sikap ajaran komunis sosialis seperti 142 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Ketika terjadi perubahan secara cepat. pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Sebagai contoh. dan gaya kepemimpinan yang otoriter. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan Orde Lama ke Orde Baru Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1965/1966 pada saat pemerintahan Orde Lama lengser dari panggung kekuasaan dan diganti dengan pemerintahan Orde Baru. Pada masa berikutnya. Edisi Khusus 2005 Gambar 5. Revolusi Sosial pada Awal Kemerdekaan Pada masa ini terjadi perubahan sosial yang sangat mendasar pada struktur pemerintahan. Perilaku ini merupakan contoh perilaku menyimpang akibat perubahan sosial budaya pada masa itu.

antara lain sebagai berikut. Contoh: sikap mengekang kebebasan dan sikap sentralistik. Bab 5 Perilaku Menyimpang 143 . Sebagai contoh penyimpangan seksual antara lain: kumpul kebo. c. ada kalanya kelompok orang-orang kaya memenuhi kebutuhan secara mewah dan berlebihan. terhadap norma adat dan kebiasaan. solidaritas sosial yang sangat terbatas. Penyimpangan seksual Pada dasarnya. yaitu apabila seseorang dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. tetapi berdasarkan adat dan kebiasaan. penyimpangan-penyimpangan sosial dalam masyarakat itu dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis penyimpangan besar. Contohnya. dan pemerkosaan. Penyimpangan seksual ini merupakan penyimpangan terhadap norma kesusilaan dan kesopanan. b. Secara umum. dan lain-lain. Secara hukum perilakuperilaku tersebut belum dianggap salah. Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan pemakaian barang konsumsi ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma agama dan norma kebiasaan. dan terhadap norma agama dan norma hukum. pelacuran. penyimpangan seksual adalah penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan antara pria dan wanita. tetapi oleh para alim ulama melalui khotbahkhotbahnya perilaku ini telah dinyatakan sebagai perilaku yang kurang terpuji sehingga perlu untuk dihindari. Secara hukum. Sesuatu yang dianggap baik dan dipedomani pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi sesuatu yang menyimpang pada masa sekarang. Hal ini juga membuat perilaku tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh warga masyarakat pada umumnya. Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan gaya hidup merupakan salah satu bentuk penyimpangan ringan. pelecehan seks. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi Masa peralihan ini terjadi sekitar tahun 1998 dan 1999. Ini terjadi karena adanya perubahan struktur budaya pada masa peralihan tersebut. a.bekerja sama untuk kepentingan bersama dan segala sesuatu menjadi hak milik bersama. Hingga saat ini kita masih berada pada Orde Reformasi. penyimpangan jenis ini belum melanggar norma. c. penyimpangan gaya hidup sudah termasuk penyimpangan yang sangat mendasar terutama bagi masyarakat tradisional. yaitu ketika kekuasaan Orde Baru turun dari panggung politik di Indonesia yang dilanjutkan dengan Pemilihan Umum pada tahun 1999. Penyimpangan gaya hidup ini bisa berupa cara berpakaian. cara berbicara.

dan lain-lain. bahkan pelakunya memiliki kecakapan khusus atau terspesialis dengan jenis pelanggaran yang dilakukannya. b. penganiayaan. Perilaku-perilaku kriminal yang bertentangan dengan norma hukum pidana misalnya: penipuan dan pemerasan. yaitu penyimpangan perorangan dan penyimpangan kelompok. perusakan. b. atau penyimpangan gaya hidup. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. pencuri sepeda motor. Berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran.d. Berdasarkan jumlah pelakunya. Penyimpangan ini merupakan penyimpangan dalam kategori yang ringan dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau ketidaktahuan dari orang yang melakukannya. terutama hukum pidana. penyimpangan tidak akan terulang lagi. serta melembaga yang disebut pula sebagai kolusi. a. Penyimpangan jenis ini sering kali terjadi di lingkungan birokrasi berupa penyimpangan penyalahgunaan kekuasaan pada jabatan tertentu. Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) Penyimpangan kriminalitas merupakan perilaku warga masyarakat yang telah dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma hukum. Penyimpangan perorangan Penyimpangan perorangan adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan orang perorangan. Penyimpangan ini dapat meliputi penyimpangan seks. pembunuhan. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan berkali-kali. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua tingkatan. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan sekali dan untuk yang pertama kali. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Kolusi dapat terjadi di kalangan pemerintah maupun di kalangan swasta. dan perampokan. Contoh: pencopet. pencurian. . Yang pasti kolusi akan mengakibatkan korban yang lebih banyak dan sering kali berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Setelah itu. Jenis pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang mempunyai esensi berat dan perlu mendapatkan sanksi maksimal berdasarkan hukum yang berlaku. pemalsuan dokumen. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir. penyimpangan kriminal. a.

Beberapa jenis penyimpangan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut. Oleh karena itu. PERURI (Perusahaan Uang Republik Indonesia) senantiasa secara berkala mengganti jenis-jenis uang yang beredar untuk menghindari adanya pemalsuan terhadap jenis uang tertentu. Di samping itu. Korupsi. perangko.3 Penggantian jenis-jenis uang yang beredar secara berkala oleh Peruri dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan uang. Sumber: Garuda. sedangkan kolusi merupakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan melembaga. perjanjian-perjanjian. Korupsi bisa dilakukan di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan swasta. September 2003 Gambar 5. Pemalsuan uang dan dokumen Hampir setiap dekade di Indonesia ada saja pihak-pihak yang memalsukan uang pemerintah RI. dan nepotisme Korupsi dapat dipahami sebagai suatu sikap untuk memperkaya diri dengan cara mengambil atau memanfaatkan uang negara. kolusi. Oleh karena itu. a. cek. surat-surat berharga seperti ijazah. informasi dari masyarakat terhadap semua bentuk pelanggaran merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kepolisian untuk memberantas tindakan penyimpangan tersebut. Pelanggaran tipe ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang justru ahli dalam bidangnya dan sering kali membentuk suatu sindikat yang justru melibatkan orang-orang pandai bahkan aparat. Pemalsuan dokumen meliputi pemalsuan materai. b. kepolisian dan intelejen selalu berusaha untuk menangkap dan mengadili pihak-pihak yang telah memalsukan uang pemerintah RI. dan lain sebagainya. Nepotisme merupakan suatu bentuk kejahatan berbentuk memberikan toleransi yang lebih kepada keluarga dan kerabatnya dalam kaitan dengan birokrasi Bab 5 Perilaku Menyimpang 145 .

Ada banyak jenis pencurian yang biasa terjadi di dalam masyarakat. Namun yang jelas nepotisme merupakan suatu penyimpangan perilaku secara tidak wajar dan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat umum. Ada beberapa macam penyim-pangan seks. Pembobolan bank Sistem komputerisasi perbankan yang bersifat terbuka (on line) sering kali menjadi incaran para pembobolan bank. Nepotisme bisa berarti melanggar hukum. sering kali berbuntut penganiayaan. c. lesbian. Pembobolan bank biasanya melalui transaksi kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah fiktif. atau tindakan anarkis yang merusak seperti membakar rumah dan fasilitas-fasilitas tertentu. Penyimpangan perilaku tipe ini penyelesaiannya harus lebih hati-hati. antara lain: pelacuran (prostitusi). antara lain: pencurian sepeda motor dan mobil (curanmor). pencurian perhiasan dan uang. pencurian barang-barang elektronik. g. Penyimpangan seks Penyimpangan seks merupakan penyimpangan sosial pada aktivitas seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang menyimpang dari normanorma agama atau pun norma hukum. bisa juga tidak melanggar hukum. dan perkosaan. e. Rangkaian tindakan perampokan sering kali berkaitan dengan tindak penganiayaan dan bahkan pembunuhan. d. penganiayaan. Dalam suatu perkelahian massal. Perampokan. h. Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Aksi perkelahian massal merupakan bentuk solidaritas sosial yang negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. Kasus pembobolan bank sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan canggihnya sistem transfer dana dari bank yang satu ke bank yang lain. pembunuhan. f. Pelaku umumnya orang-orang dalam di lingkungan bank yang bersekongkol dengan orang-orang tertentu selaku nasabah. baik dengan senjata tajam maupun senjata api. Alkoholisme (miras) Minum-minuman beralkohol yang melebihi ambang batas dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. Pencurian Pencurian merupakan suatu tindak pelanggaran kriminal dengan mengambil barang-barang milik orang lain secara tidak sah.pemerintahan maupun pengadaan barang. 146 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Selain itu. dan pencurian ternak. yaitu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta kedua belah pihak. dan pembunuhan Perampokan pada umumnya dilakukan dengan mengancam. homoseksual.

atau jenis-jenis miras yang lain. PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. jenewer. putaw. heroin. kolusi.dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Bandung. Semarang. Perkelahian pelajar Kasus perkelahian pelajar merupakan kasus-kasus kenakalan remaja yang marak di kalangan pelajar. Beberapa contoh alkohol atau miras antara lain: ciu. j. Adapun barang-barang yang dapat tergolong narkotika antara lain: ekstasi. diperlukan pengendalian sosial. wiski. i. mengajak. Pengendalian sosial di antara Bab 5 Perilaku Menyimpang 147 . dan lain-lain. sabu-sabu. 1. kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. Perkelahian pelajar atau tawuran pada umumnya berlangsung di kota-kota besar seperti Jakarta. Mengapa undang-undang perlu dibuat dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat? 4. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma. Kepentingan individu atau kelompok tertentu sering kali menimbulkan penyimpangan-penyimpangan. Apa yang dimaksud dengan pengendalian korupsi. dan lain-lain. Surabaya. pengendalian sosial di antara individu maupun di antara kelompok juga perlu dilakukan. Ujung-pandang. Narkotika Penyimpangan sosial jenis ini merupakan penyimpangan yang bertendensi ekonomi. kurangnya pengawasan orang tua siswa. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan untuk mengatasi tawuran? Jelaskan pendapatmu! 3. dan ganja. dan nepotisme? C. Dengan begitu. Hal-hal yang dapat menyebabkan perkelahian pelajar antara lain: pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang tidak terisi sesuai dengan jadwal. yaitu dilakukan oleh orang-orang mampu dan disalurkan oleh orangorang dalam suatu bentuk kegiatan bisnis. Untuk itu. Pengendalian sosial merupakan suatu sistem yang mendidik. kehidupan masyarakat pun akan tertib dan teratur. Coba jelaskan bagaimana urut-urutan penyelesaian kasus pelanggaran hukum dari awal sampai dengan vonis hakim! 2.

Pengendalian sosial yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan sosial yang terjadi. Selain itu. Misalnya. ayahmu yang mendidikmu untuk menaati peraturan dalam keluarga. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan. Pengendalian sosial di antara individu dan kelompok terjadi ketika individu mengawasi suatu kelompok. upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan mempertebal keyakinan para warga masyarakat akan kebaikan adat istiadat dalam berbagai masyarakat. Misalnya. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. Tugas dan kewenangan lembaga 3. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. Selain itu. pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang mematuhi adat istiadat dan sebaliknya mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat. Kegiatan operasional lembaga 148 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Fungsi dan peranan lembaga 2. Misalnya. pengadilan. di mana ada pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. kejaksaan. Hal ini dilakukan misalnya oleh gurumu terhadap murid-muridnya di sekolah. dilakukan cara-cara yang lebih tegas. Seperti apakah cara-cara pengendalian sosial itu dan lembagalembaga apa saja yang melakukannya? Kamu bisa mengetahuinya di bab selanjutnya. misalnya kepolisian. hukuman penjara atau berupa denda. mengembangkan rasa takut dalam jiwa masyarakat yang hendak menyimpang dari adat dengan ancaman dan kekerasan. Jika upaya pengendalian sosial tadi belum berhasil juga.individu dilakukan dengan pengawasan individu tertentu terhadap individu lainnya. Selain itu juga memberlakukan hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas pada pelanggarnya. pengendalian sosial juga dapat dilakukan diantara kelompok. Menurut Koentjaraningrat (1922 : 217).

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. presiden. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. bagaimanakah solusi untuk mewujudkan pemerintah yang baik? Bab 5 Perilaku Menyimpang 149 .MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Setujukah kalian bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat (strong government) yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyat untuk menuju pada satu arah sesuai dengan tujuan negara? Jelaskan! 2. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. Menurut Anda.

dan nepotisme tak pernah bisa dihapuskan? Mengapa demikian? 4. Apa alasanmu? 150 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Di kalangan birokrat. kolusi. kolusi. Pada dasarnya. Mengapa korupsi masih kental dilakukan dalam masyarakat kita. Bagaimana upaya pencegahannya melalui proses pewarisan budaya yang baik? 3. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan.MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI P ada masa reformasi akhir-akhir ini. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. mulai sekarang generasi-generasi tua harus berani menjadi guru perilaku sosial yang baik dengan meninggalkan secara perlahan dan penuh kesadaran budaya korupsi. Untuk mengeliminir budaya korupsi. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. dan nepotisme di kalangan birokrat pemerintah! 5. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. Benarkah bahwa budaya korupsi. kolusi. Pertanyaan: 1. terutama oleh pejabat-pejabat negara? 2. Sebutkan masing-masing dua contoh budaya korupsi. dan nepotisme. Setujukah Anda dengan dibentuknya lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya.

Kasus ini dapat membuat sekat-sekat dalam masyarakat untuk menimbulkan penindasan sosial budaya kepada kelompok miskin serta mendorong adanya kecemburuan sosial dari kelompok miskin kepada kelompok kaya. Upaya-upaya apakah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan? Bab 5 Perilaku Menyimpang 151 . Pada gilirannya. Jelaskan bagaimana kaitan antara modernisasi dan kesenjangan sosial! 3. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Bagaimana cara-cara mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat? 5. komputer. telepon. Akan tetapi. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga manusia. Sebutkan empat faktor penyebab kesenjangan sosial! 2. internet. mesin tenun. Inilah kasus kesenjangan sosial yang makin lebar.KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. dan lain-lain. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. Sebab. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. mesin bubut. Pertanyaan: 1. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. traktor pembajak. keadaan ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik dalam masyarakat. Mengapa kesenjangan sosial dapat menjadi potensi konflik dalam masyarakat? 4. truk. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. televisi. radio.

Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4.1. Revolusi sosial yang terjadi di Indonesia Revolusi sosial pada awal Kemerdekaan Revolusi sosial pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru Revolusi sosial pada masa peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi 6. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. Jenis-jenis penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan seksual Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) 152 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Penyebab perilaku menyimpang Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan Proses belajar yang menyimpang Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan 5.

Pengendalian sosial merupakan. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.7. Contoh penyimpangan sosial dalam kehidupan sehari-hari Pemalsuan uang dan dokumen Korupsi. Penyimpangan sosial berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran Penyimpangan primer Penyimpangan sekunder 8. kolusi. Contoh-pengendalian sosial antara lain: Pendidikan Penghargaan Mengembangkan rasa malu Mengembangkan rasa takut dengan ancaman dan kekerasan Hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas Bab 5 Perilaku Menyimpang 153 . Suatu sistem yang mendidik . dan nepotisme Pembobolan bank Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Perampokan. mengajarkan. Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. diperlukan pengendalian sosial. dan pembunuhan Pencurian Penyimpangan seks Alkoholisme (miras) Narkotika Perkelahian pelajar ebudayaan dan Struktur Sosial 10. penganiayaan. Penyimpangan sosial berdasarkan jumlah pelakunya Penyimpangan perorangan Penyimpangan kelompok 9.

pengendalian sosial E norma sosial C. . penyimpangan sosial C. B. . . kontrol sosial D. pengaruh lingkungan keluarga C. mengatur pemenuhan kebutuhan E 154 D.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . sosialisasi D. menciptakan keteraturan sosial D. . demoralisasi B. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . edukasi E reproduksi C. . pengawasan sosial 3. Salah satu penyebab adanya perilaku menyimpang adalah . faktor warisan biologis B. . A. pengadilan B. A. deviasi sosial 2. . . penghubung kerabat B. . A. A. C. melindungi kepentingan umum C. Suatu keadaan di mana terjadi penurunan kualitas moral orang-orang dalam masyarakat disebut . revitalisasi E reorganisasi menghindari konflik sosial Sosiologi SMA/MA Kelas X . . A. Salah satu tujuan dari pengendalian sosial adalah . degradasi moral 5. . . adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna D. . D atau E! 1. faktor usia dan jenis kelamin E pengaruh lingkungan pergaulan 4. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . menciptakan kebenaran B. .

5 B. kelompok E sekunder C. Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai . 4. 1. benar dan salah 8. A. A. 5 E 3. . . Penyimpangan hanya bersifat sementara dan tidak berulang kembali dan individu yang melakukan masih diterima secara sosial termasuk jenis perilaku menyimpang . sanksi hukum fisik B. A. .6. 4. . 3 D. agama dan adat istiadat D. perkelahian pelajar homoseksualitas penyalahgunaan narkotika kebut-kebutan di jalan raya penggunaan obat bius di rumah sakit Dari jawaban di atas. 5. 3. . 2. penyimpangan perilaku akan diberikan sanksi berupa . . 2. 3. . 5 C. sanksi sosial dikucilkan dari masyarakat D. 2. individu D. Pada masyarakat tradisional seperti masyarakat Tengger di Gunung Bromo Jawa Timur. . . 2. . . Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah . . . A. 4 Bab 5 Perilaku Menyimpang 155 . 4. terorganisir 9. ketidakmampuan orang tua dalam mendidik D. bawah ini merupakan bentuk-bentuk perilaku menyimpang. hasil sosialisasi tidak sempurna B. hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang C. tata kelakuan dan kebiasaan E. . 1. A. 3. . kebebasan dalam pergaulan di masyarakat E pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 10. hukuman kurungan E hukuman gantung 7. nilai-nilai dan norma sosial B. yang benar adalah . primer B. denda berupa uang C. hukum dan norma C. Di 1.

. A. lembaga pendidikan 13. . . . Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah . A. . pelacuran demi terpenuhi kebutuhan rohaninya B. . Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah termasuk dalam tipe perilaku penyimpangan . . memberdayakan lembaga sensor film D. Pernyataan di bawah ini adalah perilaku yang menyimpang. memberikan hukuman yang berat bagi pelaku C. organisasi pemuda B. menghisap narkotika untuk memperkuat ketahanan jasmani dan rohaninya E belajar yang giat demi mencapai prestasi dan nama baik sekolah dan keluarganya 15. represif B. secara psikologis penyebab kenakalan remaja tercantum di bawah ini. sering melanggar hukum E sering buang air kecil 16. primer D. Bertolak pada ketahanan keluarga. suka bekerja keras agar nafsu makan semakin kuat B. mengekang pergaulan remaja B. . perlakuan seks sebelum pernikahan demi martabat keluarganya D. . kecuali . . A. Media sosialisasi yang sering menyajikan berita dengan menggambarkan sisi kehidupan yang berbeda serta bertentangan dengan nilai dan norma diajarkan di dalam keluarga dan sekolah adalah . . . suka berbohong dan sering marah D. sekunder E kuratif C. . kecuali . . . A. teman sepermainan D. Pernyataan di bawah ini merupakan akibat negatif bagi penghisap narkotika. . A. rasa kering pada mulut dan kerongkongan C. A. pelajar saling berkelahi demi nama baik sekolahnya C. preventif 14. . kecuali .11. perasaan tidak terpenuhi kebutuhannya (kurang dimengerti) bahkan terancam keamanan dirinya 156 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . media massa E lembaga swadaya masyarakat C. meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan E melakukan pengendalian sosial lewat lembaga sosial 12.

adanya konflik dan frustasi yang tidak terpecahkan yang tersimpan di dalam diri sendiri C. A. sakit hati karena kecemburuan antarsaudara keluarganya 17.B. kejaksaan 19. perasaan yang puas atas suksesnya setiap anggota keluarganya E. . sistem sosial D. . proses sosial D. menciptakan homogenitas ipoleksosbudhankam D. Keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak tertentu dalam masyarakat karena ada penyimpangan sosial sehingga kestabilan dalam masyarakat tercipta. kecuali . A. kehakiman B. stratifikasi sosial C. interaksi sosial E. pengadilan E kesehatan C. kepolisian D. menyelamatkan manusia dari tindakan dosa E menghindari perilaku menyimpang Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. . Buatlah batasan skala yang dianggap sebagai perilaku menyimpang dalam keluargamu! 2. . melindungi kepentingan umum C. . . aktivitas sosial B. A. . proses sosial E. A. menciptakan keteraturan sosial B. interaksi sosial B. Sebutkan tiga bentuk penyimpangan yang paling meresahkan dalam masyarakat! Bab 5 Perilaku Menyimpang 157 . . Susunan orang-orang yang memimpin dengan pembantu-pembantunya yang mengurus keutuhan termasuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat disebut . . struktur sosial C. pengendalian sosial 18. Instansi yang termasuk pelaksana hukum dalam pengendali primer adalah seperti di bawah ini. . pengertian ini adalah . Manfaat pengendalian sosial adalah . . . perasaan terkekang keinginannya dalam menyatakan perasaan dan kebebasannya D. pengendalian sosial 20.

Jelaskan pengertian pengendalian sosial! 8. Sebutkan sebab-sebab timbulnya proses sosialisasi yang tidak sempurna dan berikan penjelasan secukupnya! 4. Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkotika? 9. Sebutkan salah satu contoh pengendalian sosial yang dilakukan kelompok terhadap kelompok! 10. Sebutkan dan jelaskan kegiatan yang perlu diadakan untuk menghindari perilaku menyimpang di daerahmu! 5. Sebutkan tiga lembaga penegak hukum di Indonesia yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial! 7. Jelaskan keberadaan kelompok-kelompok yang berperilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat! 6. Mengapa perilaku menyimpang juga dapat dikatakan positif? 158 Sosiologi SMA/MA Kelas X .3.

di sinilah peran polisi sebagai salah satu pelaku pengendali sosial sudah dapat kamu lihat. Nah. demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa. coba kamu pelajari bab ini! Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 159 . buruh. atau kelompok masyarakat lainnya. Tetapi sering kali ketika harapan-harapan mereka tidak terwujud. Perasaan tidak puas ini sering menjadi penyebab munculnya kekerasan pada demonstrasi-demonstrasi. Pada dasarnya. Untuk lebih jelasnya. 10 – 16 Mei 2004 K amu pasti pernah melihat aksi demonstrasi di televisi bukan? Misalnya. yang muncul justru ketidakpuasan. bukan? Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dalam berbagai cara. Sumber: Tempo. Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial. Jika hal itu sudah terjadi. Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial. Mengidentifikasikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat. polisi yang tadinya mengawasi jalannya demonstrasi pun ikut turun dan mengendalikan para demonstran tersebut.ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi jenisjenis lembaga pengendalian sosial. para demonstran tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka dan tentunya ingin agar harapan-harapannya terwujud.

Pengetahuan tentang hakikat manusia Pengetahuan tentang interaksi sosial Pengetahuan tentang norma dan nilai Penerapan pengetahuan tentang sosialisasi Pengetahuan tentang perilaku menyimpang Pengetahuan tentang Pengendalian sosial Pengetahuanpengetahuan lain Penerapan perilaku sehari-hari Tertib Sosial 160 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Pelanggaran tersebut disebabkan karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan tingkat dan jenis penyimpangan perilaku yang dilakukan. JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar perilakunya sesuai dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas. Untuk itu. Perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. Mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan peradilan. B. misalnya seorang dosen. Lembaga ini meliputi kepolisian. kejaksaaan. Lembaga Pengendalian Sosial Primer Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sosial primer adalah lembaga pengendali yang memang sejak awal keberadaannya menjadi aparat penegak hukum atau pengendali ketertiban dalam masyarakat. 2. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. yaitu lembaga pengendalian sosial primer dan lembaga pengendalian sosial sekunder. dan pengadilan. di bab sebelumnya kamu sudah mengetahui sedikit tentang pengendalian sosial. Ketiga lembaga ini merupakan aparat negara yang secara khusus mengurusi soal penerapan hukum dan pengadilan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat.A.lembaga pengendalian sosial dibedakan menjadi dua. Begitu juga tindakan anti sosial sedapat mungkin dicegah untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bersama. Perilaku menyimpang sungguh-sungguh harus dihindari karena dapat merugikan pihak lain dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Oleh karena itu. Masalahnya adalah jangan sampai perilaku menyimpang ini terjadi dalam jumlah dan skala yang besar karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. 1. baik yang bersifat formal maupun nonformal untuk menjalankan peran sebagai lembaga pengendalian sosial. PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL Sering kali dalam kehidupan di sekitar kita. seorang pembela hukum Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 161 . Lembaga Pengendalian Sosial Sekunder Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sekunder adalah lembaga pengendalian yang bukan merupakan petugas pokok melainkan menjadi pengamat atau pihak yang diterapi suatu peraturan hukum. kita melihat pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang ada. Nah. diperlukan lembaga. diperlukan langkah-langkah sosial yang dinamakan pengendalian sosial. Di bab ini kamu akan lebih banyak mengetahui tentang pengendalian sosial.

Akan tetapi. a. tokoh masyarakat. dan lain-lain. serta tradisi-tradisi khusus. Dengan demikian. pelanggaran terhadap adat perkawinan. Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat Salah satu lembaga pengendalian sosial yang paling dini adalah para pemuka masyarakat dan pemuka adat. dan pemuka masyarakat pada masyarakat tradisional. pembela hukum. para tokoh masyarakat pun berperan dalam pengendalian sosial mereka yang mempunyai pengaruh atau pun kharisma untuk mengatur berbagai kegiatan di dalam lingkup masyarakat. pemuka agama. adat-adat ritual. orang-orang tua. Pada masyarakat tradisional. artinya otoritas yang dimiliki merupakan pemberian langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya melalui kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. lembaga adat ini merupakan lembaga pengendalian sosial yang vital dan eksis dalam mempengaruhi dan mengatur tata kelakuan warga masyarakat sehari-hari. Selain pemuka agama. dan lain-lain). 6 Desember 2003 Gambar 6. Misalnya. Pada masyarakat tradisional. Lembaga adat terdiri atas tokoh-tokoh adat. Tokoh-tokoh masyarakat merupakan 162 Sosiologi SMA/MA Kelas X .atau advokat serta mahasiswa fakultas hukum. adat kekerabatan. penanganannya menjadi kewenangan dari lembaga-lembaga adat masyarakat itu sendiri. Mereka ini dapat menjadi pengontrol kebijakan dalam pelaksanaan hukum dan peradilan. Adapun jenis-jenis komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial dalam masyarakat. adat pembagian warisan. lembaga pengendalian sosial sekunder meliputi semua warga masyarakat (para dosen. mahasiswa. Sumber: Gatra. hanya sebatas pengamat yang berhak mengemukakan pendapat atau opini terhadap suatu penyelesaian hukum. bentuk-bentuk pelanggaran terhadap norma-norma adat.1 Tokoh masyarakat dijadikan panutan dan pengendali sosial dalam masyarakat. antara lain sebagai berikut. Tokohtokoh adat merupakan pemimpin nonformal.

Apabila pihak yang Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 163 . pelajar. c. dan melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. Selanjutnya. Polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas menjadi pelindung terhadap ketertiban masyarakat. Akan tetapi. Jelaslah.panutan sekaligus pengendali yang dipatuhi oleh warga masyarakat yang lain. serta tokoh-tokoh masyarakat. demonstrasi. bahwa sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat sangat ditentukan pula oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat. Lembaga Kepolisian Pemisahan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Kepolisian sejak reformasi bergulir merupakan suatu langkah maju. b. Lembaga Kejaksaan Setelah kepolisian melakukan penyidikan terhadap tindak pelanggaran hukum. Lembaga Pengadilan Salah satu lembaga penegak hukum yang paling akhir adalah pengadilan. serta tekanan-tekanan politik lain yang komponennya sering kali melibatkan kalangan media massa. yang dilakukan dalam bentuk gosip. unjuk rasa. dan mahasiswa. Kepolisian telah ditempatkan sebagai lembaga penegak hukum yang berfungsi mengawasi semua bentuk penyimpangan terhadap hukum yang berlaku. pemogokan-pemogokan. kepolisian akan membuat berita acara pelanggaran yang dilengkapi dengan data-data penyidikan untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan. Pengendalian sosial pada saat sekarang kian berkembang dalam berbagai bentuk. sering kita gelisahkan beberapa oknum aparat penegak hukum juga telah melakukan penyimpangan terhadap tugasnya sehingga mengakibatkan rusaknya sistem dalam upaya pengendalian sosial itu sendiri. Semua usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. menangkap pelaku-pelaku pelanggar hukum. Pekerjaan lembaga kejaksaan merupakan tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang menangkap dan menyidik pelaku-pelaku pelanggaran untuk dituntut di pengadilan berupa bentuk pelanggarannya yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di dalam masyarakat. Misalnya. Putusan pengadilan negeri bisa menjadi putusan tetap atau tidak tetap. Tahap pelaksanaannya melalui tiga tingkatan hingga sampai ke Mahkamah Agung. yaitu pihak yang melakukan penuntutan terhadap merekamereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. maka kepolisian memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada kejaksaan. d. aksi protes. Lembaga kejaksaan pada hakikatnya merupakan lembaga formal yang bertugas sebagai penuntut umum. lembaga swadaya masyarakat. baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung disebut kontrol sosial.

juga bertugas untuk mengawasi perilaku murid-muridnya dan mendidiknya. lembaga ini sangat penting keberadaannya di dalam masyarakat sebab menjadi alat kontrol ketika pemerintah melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap normanorma hukum.dikenai putusan naik banding pada tingkat pengadilan di atasnya. dan lain-lain. Lewat tugasnya. Lembaga Pendidikan Fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru-guru di sekolah selain mengajar. lembaga pendidikan sangat berperan besar sebagai lembaga pengendalian sosial. yaitu suatu lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang kemasyarakatan termasuk pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. di mana ia menuntun anggota masyarakatnya untuk selalu berperilaku sesuai dengan nilai dan norma agama. 164 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Secara sosiologis. Oleh karena itu. g. baik hukum perdata maupun hukum pidana sesuai dengan hukum acara masingmasing. dan hukuman mati. Solidamor. Corruption Watch. hukuman kurungan. Lembagalembaga ini secara mandiri berdiri dan bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya serta menjadi lembaga kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Sesuai dengan fungsinya. mereka pun telah melakukan bentuk pengendalian individu terhadap kelompok. lembaga-lembaga pengadilan akan mempersidangkan setiap kasus pelanggaran terhadap norma-norma hukum. Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu: Kontras. Lembaga pengadilan pada hakikatnya merupakan lembaga pengendalian sosial formal karena lembaga tersebut memeriksa kembali hasil penyidikan dan BAP dari kepolisian serta menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan terhadap kasus pelanggaran itu sendiri. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 di Indonesia. hukuman seumur hidup. Agar suatu peraturan hukum dipatuhi maka dilengkapi dengan sanksi dengan maksud untuk memberikan penekanan sekaligus ancaman dan pendidikan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. e. Parlement Watch. Fungsi ini juga dapat dijalankan oleh tokoh agama. bermunculan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Oganization). Lembaga Keagamaan Lembaga keagamaan berfungsi untuk mengajak dan mengarahkan umat beragama untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. f. Adapun bentuk-bentuk sanksi dari peraturan hukum antara lain: hukuman denda. putusan tersebut masih bersifat sementara dan putusan itu akan dinyatakan final hingga diputuskan oleh Mahkamah Agung.

yaitu setelah dan sesudah penyimpangan terjadi. serta aparatur negara seperti kepolisian. pendidikan budi pekerti. Pengendalian ekstrinsik adalah pengendalian dari luar terhadap perilaku menyimpang seseorang. kita mengenal tingkatan-tingkatan dalam pelaksanaan pengendalian sosial. Represif. misalnya dengan teguran. CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL Mengenai bagaimana cara pengendalian sosial dilaksanakan. dan pengadilan. Menurutmu apakah selama ini lembaga kepolisian sudah berfungsi sebagai pengendali sosial? 2. anjuran. seolah-olah merupakan petunjuk Tuhan secara spiritual kepada umatNya secara abstrak. Setujukah kamu jika polisi melakukan pengendalian sosial yang keras terhadap para demonstran? Jelaskan pendapatmu! C. Hati nurani selalu bersifat jujur dan benar. sanksi sosial. Pengendalian ini dilakukan dua kali. Bentuknya berupa nasehatnasehat. antara lain sebagai berikut. Pengendalian Intrinsik dan Ekstrinsik Pengendalian intrinsik adalah pengendalian dari dalam diri seorang individu dengan berpikir secara jernih. bisa dilakukan oleh orang tua. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 165 . pengendalian ini berusaha mencegah sekaligus mengembalikan keadaan sesudah penyimpangan terjadi. 1. alat pengendali ini dinamakan hati nurani. Pengendalian sosial represif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi suatu pelanggaran. Apa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial? 3. Artinya. Pengendalian sosial gabungan merupakan gabungan dari pengendalian preventif dan represif. tokoh agama dan tokoh masyarakat.1. atau pun sanksi hukum. Di dalam ilmu jiwa. dan lain-lain. dan Gabungan Pengendalian preventif adalah pengendalian sosial yang bersifat pencegahan agar seseorang tidak melakukan penyimpangan perilaku. sabar. kejaksaan. dan jujur sehingga seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang. 2. keluarga dan kerabat. Pengendalian Preventif. pendidikan agama.

Dengan teknik ini diharapkan seseorang dapat meningkat kesadarannya dalam mematuhi nilai dan norma yang berlaku. 4. misalnya pada Departemen Pendidikan Nasional ada aparat pengendali yang disebut inspektur jenderal hingga para pengawas di tingkat pendidikan dasar.Sumber: Indonesia Indah Gambar 6. Contoh pelaku pengendalian eksternal adalah aparat kepolisian atau tokoh-tokoh masyarakat selaku pengamat pelaksanaan kebijakan pemerintah. 3. Pengendalian Persuasi dan Koersi Dilihat dari caranya. Pengendalian Compulsion (Paksaan) dan Pervasion (Pengisian) Berdasarkan tehniknya.2 Salah satu cara dalam melaksanakan pengendalian sosial adalah melalui pendidikan agama. dan pendidikan tinggi. pengendalian sosial dapat berlangsung lewat cara persuasi dan cara koersi. menengah. Cara persuasi dilakukan dengan membujuk atau mengajak seseorang atau sekelompok orang secara halus untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Teknik compulsion diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah perilakunya yang menyimpang dan akhirnya secara tidak langsung kembali patuh pada nilai dan norma. pengendalian sosial dapat dilakukan secara paksaan (compulsion) dan pengisian (pervasion). 5. Contoh pengendalian sosial internal. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik yang akhirnya menimbulkan dendam bahkan korban. Sebaliknya. 166 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pengendalian Internal dan Eksternal Pengendalian sosial dilihat dari asalnya dapat berasal dari dalam lembaga internal maupun dari luar lembaga eksternal. Teknik pervasion dilaksanakan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang. cara koersi dilakukan dengan cara kekerasan fisik atau dengan ancaman.

baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Gosip muncul di masyarakat apabila ada individu/ kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. dan sebagainya. Coba tuliskan penyimpangan sosial yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. Teguran tertulis ini umumnya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya dalam ikatan kedinasan (pekerjaan). Pendidikan Pengendalian sosial dapat dilakukan secara tidak langsung sejak awal melalui jalur pendidikan. Teguran tertulis adalah bentuk teguran yang dilakukan secara tidak langsung. Teguran lisan adalah teguran yang dilontarkan secara lisan kepada individu yang berperilaku menyimpang. individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakatnya. dan hukuman atau saksi. Gosip atau Desas-Desus Gosip atau desas-desus merupakan bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya. 2. Artinya. Pendidikan merupakan alat pengendalian sosial. tetapi melalui surat. 3. 1.1. Menurutmu pengendalian sosial seperti apakah yang dapat dijalankan untuk mengatasi tawuran? 2. teguran guru kepada siswa yang melanggar. pendidikan. teguran lisan pemimpin terhadap bawahannya yang melanggar. Misalnya. Dalam pelaksanaannya. teguran orang tua secara lisan dan langsung terhadap anaknya yang berperilaku menyimpang. teguran. karena pendidikan dapat membina dan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 167 . pendidikan agama. yaitu teguran lisan dan teguran tertulis. Apakah yang dimaksud dengan pengendalian gabunan (preventif dan represif)? 3. kemudian ceritakan juga penendalian sosial apa yang dilakukan untuk mengatasinya! Pengendalian sosial dapat terwujud dalam bentuk gosip. teguran ini ada dua macam. Teguran Teguran merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang.

mana yang baik dan buruk. hukuman kurungan. pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. yaitu sanksi hukum dan sanksi sosial. Norma-norma agama berisi bimbingan dan arahan kepada pemeluknya agar bersikap dan berperilaku baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Hukuman atau Sanksi Hukuman merupakan pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian yang lain belum juga dipatuhi. diusir dari masyarakat. Sanksi hukum ini meliputi: hukuman denda. individu yang kurang pendidikannya cenderung mengalami kesulitan menyesuaikan dirinya dalam interaksi sosial di masyarakatnya. Sanksi Hukum Sanksi hukum merupakan sanksi yang dilakukan penegak hukum terhadap individu yang melanggar norma-norma hukum. dan negaranya.mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Individu yang berpendidikan baik cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan. bangsa. a. dikucilkan dari masyarakat. Sebaliknya. seorang individu dapat membedakan mana yang benar dan salah. maka 168 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 4. 5. masyarakat. Hukuman mempunyai tingkatan yang semakin berat sesuai bobot kesalahan masing-masing pelanggar. atau mana yang boleh dan tidak boleh. Apabila lembaga pengendalian sosial dalam suatu masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. b. dan hukuman mati. pengadilan massa dalam bentuk penganiayaan secara massal hingga pembunuhan massal. Bentuknya berupa teguran. hukuman seumur hidup. Secara pedagogis. Kita mengenal dua macam hukuman. D. Melalui pendidikan yang sempurna. Salah satu subsistemnya adalah lembaga pengendalian sosial. Sanksi Sosial Sanksi sosial diberikan oleh warga masyarakat kepada orang yang berperilaku menyimpang. baik hukum perdata maupun hukum pidana. Pendidikan Agama Tindakan para tokoh-tokoh agama dengan memberikan siraman rohani kepada umatnya merupakan suatu bentuk pengendalian preventif terhadap perilaku menyimpang. AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari banyak komponen dan saling berkaitan secara berkesinambungan.

a. b. Penyuluhan Hukum Banyak di antara warga masyarakat yang mempunyai pengetahuan dan kesadaran hukum yang rendah. Misalnya. antara lain seperti penyuluhan hukum. pendidikan. pencanangan Gerakan Disiplin Nasional. diusahakan juga supaya pengendalian sosial tidak terjadi lagi. Menurut penelitian. Dengan meningkatnya pengetahuan hukum dari warga masyarakat. Jika penyimpangan terjadi. pengadilan. c. Judicial review. akan dapat mengurangi kuantitas pelanggaran hukum yang terjadi di dalam masyarakat. sangat perlu untuk diprogramkan adanya penyuluhan hukum dengan melibatkan aparat-aparat yang terkait. lembaga pengendalian sosial harus mampu mengembalikan dan memperbaiki keadaan menjadi seperti semula. sekitar 20 persen pelanggaran hukum disebabkan karena ketidaktahuan terhadap norma hukum. kejaksaan.terjadilah kegoncangan sistem yang mengganggu keteraturan sosial sebagaimana yang diinginkan. Oleh sebab itu. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 169 . revitalisasi aparat. Masyarakat dapat mensosialisasikan kontrol sosial agar anggota masyarakat mau bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa adanya paksaan. Lembaga pengendalian sosial diharapkan mampu menjalankan fungsinya sehingga penyimpangan pun dapat dicegah. Revitalisasi Aparat Apabila keadaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat semakin memburuk dan aparat keamanan kewalahan mengatasi banyaknya pelanggaran yang terjadi. dan lain-lain. Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa Apa yang harus dilakukan ketika ternyata penyimpangan yang terjadi banyak dilakukan oleh masyarakat? Diperlukan kembali adanya upaya untuk mengembalikan ketertiban dalam masyarakat. perpajakan. Judicial Review Proses perubahan sosial menuntut adanya perombakan atau perbaikan terhadap peraturan-peraturan hukum yang dianggap usang. Beberapa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial adalah sebagai berikut. Masyarakat pun dapat membantu lembaga pengendalian sosial untuk menjalankan fungsinya. dan peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial. Inilah yang dinamakan judicial review. Selain itu.

mengganti personil pada tiap-tiap jabatan. Lakukanlah analisa sosial terhadap masalah sosial itu! 4. maka pilar demokrasi berkembang menjadi semakin kokoh. Artinya. Carilah masalah sosial di media massa (koran atau majalah)! 3. d. serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. Peningkatan Peran Serta Warga Masyarakat dalam Kontrol Sosial Sejalan dengan era reformasi. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional Pada masa Orde Baru pernah dicanangkan suatu gerakan yang disebut Gerakan Disiplin Nasional (GDN). Prosedur 1. Kemukakan pengendalian sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut! Tugas 1. Perbuatan tersebut sesungguhnya positif sebab dapat membudayakan suatu ketertiban dalam masyarakat pada setiap segi kehidupan. Misalnya. misalnya dengan terbukanya kebebasan pers serta terbukanya warga masyarakat mengemukakan pendapat dan opini terhadap semua bentuk kebijakan pemerintah. Buatlah laporan diskusi dari kelompokmu! 2. Salah satu solusi yang murah dan cepat adalah dengan membangun keamanan swakarsa yang anggotanya direkrut dari warga masyarakat. hal tersebut akan membentuk suatu sistem pengendalian sosial yang efektif. tumbuh kesadaran tentang ketertiban dan kuatnya pengendalian diri dari masingmasing individu. maka akan dapat menjadi alat kontrol yang efektif dalam rangka menegakkan suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Presentasikan hasil diskusi ini pada pertemuan dua minggu yang akan datang! 170 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apabila hal seperti ini dapat dikembangkan. Apabila suatu ketertiban telah mengakar dan membudaya dalam suatu masyarakat.diperlukan revitalisasi aparat termasuk peralatannya. Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 10 orang! 2. e. menambah jumlah personil baru.

atau orang tua? Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. yayasan. sampai SMA). SMP. saat anak di sekolah selama 12 tahun (mulai SD. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Oleh karena itu. Indonesia berupaya mewujudkan program wajib belajar 9 tahun. Bagaimana solusi mengatasi masalah pendidikan sekarang ini? Jelaskan! A Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 171 . dan yayasan/ pengelola. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. tanggung jawab Siapa? Suatu bangsa akan besar apabila pendidikannya baik dan maju.Kamu pasti sering menonton televisi bukan? Menurutmu apakah dengan acaraacara televisi yang disiarkan dapat membentuk perilaku menyimpang? Jika ya. Jelaskan! 2. Namun demikian. bahwa anak saat di sekolah adalah dominan tanggung jawab pihak sekolah mulai dari guru. tanggung jawab siapa? Apakah tanggung jawab guru. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. pengendalian sosial seperti yang harus dilakukan? Jelaskan pendapatmu! PENDIDIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH TANGGUNG JAWAB SIAPA? nak saat di sekolah. kepala sekolah. Setujukah kalian. kepada sekolah.

pemerintah pun dihadapkan pada dua pilihan. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah. dibicarakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin dengan jumlah Rp100. yaitu bedol desa atau relokasi penduduk. Sekarang Pemda Sidoardjo dan Propinsi Jawa Timur dihadapkan masalah besar dengan tenggelamnya empat desa di sekitar lokasi PT Lapindo Brantas dan akhirnya membuat penduduk desa tersebut ”terlunta-lunta” di tempat penampunan sementara. Bagaimana seharusnya sikap masyarakat atas pilihan yang diambil oleh pemerintah Kota Sidoardjo? BATUAN DANA LANGSUNG TUNAI Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla. Menurutmu apakah Lapindo telah melakukan penyimpangan sosial? Jelaskan pendapatmu! 3. Alternatif mana yang seharusnya diambil oleh penduduk Sidoardjo? 2.000. Pertanyaan: 1.BEDOL DESA ATAU REKOLASI PENDUDUK KORBAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS M ari kita sepakati sementara waktu bahwa semburan lumpur panas Lapindo Brantas adalah suatu kecelakaan atau musibah.00/bulan selama 1 tahun dan pembayarannya dilakukan setiap 3 bulan. 172 Sosiologi SMA/MA Kelas X . bahwa tidak mungkin lagi penduduk kembali ke desa mereka.

Sebaiknya BLT tersebut diwujudkan dalam bentuk program sosial yang bagaimana? 4. namun karena kesalahan dalam pendataan atau adanya kesengajaan membuat BLT tidak tersalurkan kepada sasaran yang tepat. lembaga adat dan tokoh masyarakat lembaga kepolisian lembaga kejaksaan lembaga pengadilan LMS dan masyarakat lembaga pendidikan lembaga keagamaan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 173 . banyak warga yang seharusnya sebagai yang berhak. lebih baik memberikan kail atau ikannya sekaligus? 1. Komponen-komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial antara lain. Di samping itu. banyak warga berebut dan tidak jarang mengakibatkan kecelakaan kepada penerimanya. Jika kita hendak membantu seseorang. Akhir-akhir ini kelihatannya pemerintah menyadari bahwa BLT bukan suatu cara yang tepat untuk membantu rakyat miskin.Pro kontra atas kebijakan ini sampai saat ini terus berlangsung dan pada saat-saat pembayaran. Mengapa program BLT tersebut gagal? 2. Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial Lembaga pengendalian sosial primer Lembaga pengendalian sosial sekunder 2. Prosedur apa yang tidak dilakukan pemerintah saat menentukan pemilihan kebijaksanaan? 3. syukurlah! Pertanyaan: 1.

Akibat-akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa 6.3. Upaya untuk mengembalikan ketertiban setelah penyimpangan terjadi Penyuluhan hukum Judicial review Revitalisasi aparat Pencanangan Gerakan disiplin Nasional Peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial 174 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Cara-cara pengendalian sosial Pengendalian intrinsik dan ekstrinsik Pengendalian preventif. dan gabungan Pengendalian internal dan eksternal Pengendalian persuasi dan koersi Pengendalian compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian) 4. Bentuk-bentuk pengendalian sosial Gosip atau desas-desus Teguran Pendidikan Pendidikan agama Hukuman atau sanksi 5. represif.

. pengendalian primer D. Pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu-individu itu sendiri untuk menghindari perilaku menyimpang disebut . . pengendalian internal 3. A. lembaga agama Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 175 . desas-desus E. guru bimbingan dan penyuluhan B. pengendalian sekunder E. Jika anggota masyarakat selalu menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang. . . . C. Aparat pengendalian sosial di lingkungan sekolah bagi para siswa adalah . . . didaktis C. lembaga pendidikan E. . . preventif D. Guru dan karyawan D. Di bawah ini termasuk komponen-komponen yang berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial. A. gosip 4. A. D atau E! 1. berarti ia melakukan pengendalian sosial berupa . guru dan karyawan 2. pengendalian nonformal C. A. . lembaga adat D. condolence C. pengendalian formal B. B. lembaga kepolisian B. . kepala sekolah E. BP3 C. cemoohan D. pedagogis B.Soal ObJektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . intimidasi B. represif E. . . Penyebaran brosur tentang penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian . . A. kecuali . lembaga sekolah C. kuratif 5.

teguran E. kejaksaan D. Mahkamah Agung. pengendalian sementara E. pengendalian preventif D.6. penghinaan C. lembaga pengendalian sosial dibagi dua. permanen dan sementara E. Berikut ini merupakan akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial. . pengendalian compulsion B. nasihat 11. . A. Lembaga penegak hukum terdiri dari tiga macam. yaitu . meningkatnya korupsi dan kolusi C. pengendalian eksternal E. terjadinya konflik sosial 12. jaksa. . . . pengadilan. primer dan sekunder D. sekolah dan guru B. pengadilan massa D. . polisi 10. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. . Usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak yang melanggar perundingan disebut . A. . Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka terhadap warga yang melakukan penyimpangan disebut . A. . yaitu . pengendalian intrinsik D. . . kejaksaan. pengendalian represif 8. . kecuali . menurunnya tingkat kemiskinan B. pengendalian eksternal B. hakim. pendidikan dan keagamaan C. kejaksaan. Pengendalian yang muncul dari dalam diri seseorang disebut . A. sekolah C. pengadilan E. lembaga permasyarakatan. kepolisian. . A. . kegoncangan ekonomi E. pengendalian preventif C. . . Pengendalian sosial yang bersifat pencegahan disebut . . kepolisian B. lembaga adat dan tokoh masyarakat 9. . . pengendalian persuasi 7. . 176 Sosiologi SMA/MA Kelas X . hukuman B. tentara. . pengadilan. gosip D. A. pengendalian intrinsik C.

menciptakan masyarakat adil dan makmur 17. . . Pengendalian sosial bertujuan untuk . Pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian lain belum dipatuhi disebut . . tokoh agama B. . A. saudara 18. persuasi Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 177 . menciptakan keamanan dan ketertiban E. hansip E. hukuman massal E. . kepolisian E. A. gosip C. masyarakat D.A. kuratif C. A. kepala desa D. Pengendalian sosial yang dianggap mempunyai kharisma atau pengaruh untuk mengatur kegiatan di masyarakat adalah . . Berikut ini yang merupakan sanksi hukum adalah . tindakan pencegahan C. A. pervasion E. hukuman 19. . ekstrinsik E. sanksi sosial D. cemoohan B. meningkatkan pengetahuan masyarakat B. . mendidik masyarakat awam D. . A. . lembaga adat B. Teknik pengendalian dengan cara menyampaikan nilai dan norma disebut teknik . sanksi sosial D. . . pengendalian sosial B. . Pengendalian sosial yang bersifat formal dapat dilakukan oleh . pemuka agama 15. A. . . teguran 16. pemangku adat C. . menghukum orang yang bersalah C. hukuman pasung D. compulsion C. . preventif B. sementara D. A. . . . . gosip B. represif 14. hukuman denda E. eksternal D. Nasihat dan anjuran termasuk dalam pengendalian . pendidikan E. koersi B. kontrol sosial 13. tokoh masyarakat C. intimidasi C.

Apa yang dimaksud dengan pengendalian compulsion? 2. represif E. Apa yang dimaksud dengan pengendalian preventif? 10. Pengendalian lewat hati nurani termasuk dalam pengendalian . A. intrinsik C. .20. preventif Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa yang dimaksud dengan pengendalian intrinsik? 9. . internal D. persuasi B. Apa yang dimaksud dengan gosip? 6. Apa yang dimaksud dengan teguran? 8. . Sebutkan akibat-akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial! 3. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan oleh guru? 5. Menurutmu apakah gosip cukup efektif untuk melakukan pengendalian sosial? 7. Apa yang menyebabkan lembaga pengendalian sosial tidak menjalankan fungsinya? 4. Sebutkan upaya-upaya untuk mengembalikan penyimpangan tersebut! 178 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

di mana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan : kerja sama : kerumunan Daftar Istilah 179 .accomodation adat akulturasi akulturasi budaya angket applied science arbitration asimilasi asimilasi budaya asosiasi asumsi coercion community compromise cooperation crowd : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai : percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen : percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi : perhimpunan orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama : alternatif jawaban dari suatu masalah : akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan : masyarakat setempat : akomodasi.

: data realita di lapangan : data-data mengenai suku bangsa tertentu : data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap obyek penelitian tanpa melalui perantara : data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor) : semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan : penurunan kualitas moral : gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. waktu dan tempat. : nyata atau realistis : suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku.custom data empiris data etnografi data primer data sekunder data sosial demoralisasi dinamika sosial eksplisit fakta family counseling fenomena alam fenomena sosial folkways hipotesa ilmu pengetahuan intelektualitas interaksi sosial interview kebiasaan : adat istiadat. yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. serta peristiwanya : bimbingan keluarga : semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat : semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat : kebiasaan. dan antara individu dengan kelompok : metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden : cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang 180 Sosiologi SMA/MA Kelas X . antarkelompok. yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang : jawaban sementara dari suatu masalah : himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis : kecakapan berpikir : hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu.

baik abstrak maupun konkret yang merupakan hasil cipta. rasa. : kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar.kebudayaan kebutuhan hidup kebutuhan integratif kebutuhan mendasar kebutuhan sosial keluarga kenakalan remaja kepribadian knowledge kompetisi konflik konsep konsep dasar konsiliasi kontravensi kontrol sosial kultural lingkungan kerja : semua benda. ibu. dan bermoral : kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk hidup : kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain : satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. makhluk pemikir. di mana masingmasing pihak saling menghancurkan : himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah : konsep yang pokok dan penting : usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional : suatu keadaan di mana pihak dengan pihak saling tidak cocok tetapi kedua belah pihak tidak saling menampakkan ketidakcocokkannya : semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat : semua hasil cipta. dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. dan anak-anak : perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa : generalisasi dari perilaku khas seseorang : pengetahuan tentang sesuatu hal : suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan : suatu bentuk interaksi sosial. dan kebutuhan integratif : kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakikat manusia sebagai manusia. rasa. dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat : lingkungan sosial di mana seseorang bekerja Daftar Istilah 181 . kebutuhan sosial.

dan nilai religius : nilai yang terkandung di dalam suatu benda : nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang : nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/agama : nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan 182 Sosiologi SMA/MA Kelas X . nilai keindahan. nilai moral. yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh masyarakat : nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia : nilai yang bersumber dari perasaan atau estetika manusia : nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari nilai kebenaran.logika masyarakat media massa media sosialisasi mediation metode metode dokumenter mores nilai nilai kebenaran nilai keindahan nilai kerohanian nilai material nilai moral nilai religius nilai sentral nilai sosial : pertimbangan akal pikir manusia : persekutuan orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu : sarana komunikasi antarorang dalam masyarakat : sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai : cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan : metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip : tata kelakuan.

yang ada dan berlaku di dalam masyarakat norma adat : hukum adat norma agama : ketentuan-ketentuan dalam agama norma hukum : peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan dibuat oleh lembaga yang berwenang norma kesusilaan dan kesopanan : norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain norma sosial : semua bentuk peraturan.nilai vital : nilai sesuatu yang muncul karena kegunaannya atau fungsinya norma : semua bentuk peraturan. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat observasi : metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penelitian sosial : serangkaian aktivitas yang sistematis dan terorganisir untuk mengungkap secara objektif berbagai macam fenomena sosial di dalam masyarakat pengendalian sosial : upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma perilaku menyimpang : perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai perubahan sosial budaya : semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya dalam masyarakat pewarisan biologis : pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya pewarisan budaya : proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda play group : teman sepermainan pranata sosial : suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat proses asosiatif : proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang proses inkulturasi : proses pembudayaan proses institusionalized : proses pelembagaan Daftar Istilah 183 . baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

kesopanan. dan kebiasaan : lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik : perilaku sosial : semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat : belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan status sosialnya : ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat : pemerintah yang kuat : perubahan teknologi : akomodasi tanpa persetujuan yang formal. di mana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi : sosiologi perkotaan 184 Sosiologi SMA/MA Kelas X . adat.proses internalisasi proses sosial realitas sosial research metodology sanksi sanksi hukum sanksi sosial sekolah social behaviour social mobility sosialisasi sosiologi strong government technological change tolerance urban sosiology : proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang : proses berlangsungnya suatu aktivitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu : keadaan senyatanya di dalam masyarakat : metodologi-metodologi dalam penelitian : hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan perilaku : hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum : hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan.

Yogyakarta: Yayasan BP Gajah Mada Faure Edgar. Jakarta: LP3S Djoyodiguno. Sosiologi dan Antropologi. Azas-azas Sosiologi. Jakarta: Bharata Karya Aksara Gazalba Sidi. Bulan Bintang Gerungan WA. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Drs. Modul Pengantar Antropologi. Surabaya: Usaha Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Drs.Z. 1978. 1995. Bandung: Alumni Khiam Kheo Soe. 1991. Sosiologi Suatu Buku Pengatar Ringkas. Yad dan Posman Simanjuntak. Drs.A. 1992. 1982. Sosiologi Perkotaan. 1995. Jakarta: Ichtiar Baru J. Felife Herrera. 1990. Belajar untuk Hidup. 1985. A. Sendi-sendi Sosiologi (Ilmu Masyarakat). 1985. Jakarta: Erlangga Daftar Pustaka PT. Galaxy Puspa Mega M. Jakarta: Rajawali Press Mulyadi. 1979. SH. Pengantar Antropologi. Sosiologi ke-I untuk SMU Dieter Evers Hans. 1976. Rincihan I. Kartini. Bandung: Ganaco Koentjaraningrat. Jakarta: Aksara Baru Lawang. Panduan Belajar Sosiologi Jilid I.F. 1984/1985. 1997. Dr. dkk. PT. Surabaya: Usaha Nasional JB. Bina Aksara Kartono. Dunia Pendidikan Hari Kini dan Hari Esok. Sebuah Laporan Komisi Internasional untuk Pengembangan Pendidikan. Drs. Bandung: Eresco Huki D. Mayor Polak.. Sosiologi Keluarga. Menyusun Rencana Penelitian. Pengantar Sosiologi. Psikologi Sosial. 1963. Dra. Azas Kebudayan Islam. Goode. 185 . William. Depdikbud Universitas Terbuka Lawang. Robert M. 1961.Aisal Sanafiah. Jakarta: Kurnia Universitas Terbuka Luth Nursal Drs dan Daniel Fernandes. Pengantar Sosiologi. Tatang. Sosiologi Pendidikan. Drs. 1980. Pengantar Metodologi Research Sosial.Z. 1981. Robert M. Willa. 1985. Amirin.

een terreinverkenning. 1985. Selo.J. Soerjono. Yogyakarta: GMUP Press. Soelaeman Soemardi (ed). Selo. 1974. Sosiologi. Rotterdam: Universitaire Press Soedjono.Schuyt. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 186 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jakarta: Bharata Soemardjan. Modernisasi dan Aspirasi-aspirasi Modernisasi. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi. Ghalia Indonesia Soekanto. Selo. Soerjono. Soerjono. Research di Indonesia 1945-1965. 1967. 1983. New York: Cornell University Press. dan Budaya Soemardjan. Hukum Nasional. Ithaca. Bidang Ekonomi. 1973 Pengantar Sosiologi Hukum. Edisi Pertama. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS Jakarta Soemardjan. Selo. Rechtssociologie. Pola-pola Kepemimpinan Salam Pemerintahan. S. Faktor-faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum. Bandung: Alumni Soekanto. 25 Soekanto. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi. Soerjono. Sosial. 8 Februari Soekanto.M. 1982 Soemardjan. 1972. Jilid IV. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional Soemardjan. Bandung: PT. Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 Sampai 1965. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta. Social Changes in Yogyakarta. dimuat dalam Kompas. Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. Selo. 1965. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Selo. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. 1971. Selo. 1964. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. No. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis UI ke-XXII Soemardjan. Jakarta: FEUI Soemardjan. Peranan Ilmu-ilmu Sosial di Dalam Pembangunan. Eresco Soemardjan. Setangkai Bunga Sosiologi. Selo cs. 1969. Cetakan Pertama. 1965. 1962.

64. 45. 84. 32 demoralisasi 23 – 25. 110. 123. 161 folkways 48. 62. 96. 70 kejaksaan 25. 104. 79. 100. 143 kebudayaan 4. 65. 148. 53. 119. 17. 68. 80. 78. 12. 122. 127. 165 B BAP 163. 101 H hipotesa 9 I identifikasi 11. 73. 28. 135. 37 fenomena alam 77. 32. 46 – 48. 112. 59. 70. 80. 49. 80. 100 – 104. 31. 87. 88 ilmu pengetahuan 3. 174 empati 11. 165 kenakalan remaja 135. 135. 14. 62 – 66. 67 – 69. 81 – 84. 70. 106. 164. 89 kebutuhan sosial 13. 33. 32. 115. 25. 166. 108 asimilasi budaya 108 asosiasi 3. 111. 30. 70 kebutuhan mendasar 12. 61. 136. 112. 127. 4. 174 ekstrinsik 110. 148. 35. 59. 139. 63. 173 kebiasaan 40. 95. 18. 25. 64. 140. 15 F fakta 6. 42. 20. 126. 70. 71. 139. 82. 127. 107. 152 Indeks D data primer 8 data sekunder 9 data sosial 4. 32. 102. 7. 88 187 . 49.A adat 25. 148. 33. 32. 6. 89 custom 48. 16 – 19. 49. 63. 114. 87. 165. 139. 107 fenomena sosial 4. 15. 84. 108 – 112. 82. 107. 32. 79. 15. 88. 61. 98. 99. 32 asimilasi 23. 173 akomodasi 66. 88 interaksi sosial 10. 53. 21. 82. 60. 102. 5. 163. 32. 102 K keagamaan 24. 147. 61. 116. 165. 87. 69. 26. 141 kebutuhan integratif 13. 85. 160. 8. 107. 83. 10. 7. 164. 32. 61. 8. 65. 43. 166 interview 5 intrinsik 110. 97. 100. 88 – 99. 112. 23. 60. 17. 82. 124. 103. 173 keluarga 3. 86. 33 dinamika sosial 18. 89. 68. 124. 119. 70. 135. 122 – 125. 28 – 30. 51. 40. 127 eksternal 80. 76. 143. 52. 112. 127. Kluckhohn 41 Coercion 66 coercion 66 community 69. 67. 164 C C. 45 – 48. 14. 67 akulturasi 23. 89. 168 internal 80. 23. 10. 127 Imitasi 60. 85. 11. 65. 73 asumsi 98 Auguste Comte 3. 42. 122. 123. 70. 60 – 64. 111. 49. 74. 108 akulturasi budaya 108 angket 2. 162. 20. 63. 140. 88 E eksplisit 47. 169. 71. 135. 75. 152 kebutuhan hidup 10. 89. 117. 8. 138. 145.

68. 139 – 142. 42. 146. 104. 170 174 korupsi 25. 153. 83. 169 norma kesusilaan dan kesopanan 40. 119. 142 pewarisan budaya 150 Pitirim A. 80. 99 nilai sentral 42. 160. 135 – 140. 50. 33. 114. 127. 147. 96. 143 norma sosial 10. 47 – 50. 117 – 119. 167 M masyarakat 1. 67. 170 media sosialisasi 111 – 113. 165. 95. 164. 111 O observasi 2. 113. 53. 144. 104 – 108. 161. 135. 46. 153. 72 – 76. 24. 10. 133. 145. 117. 97 – 112. 120. 119. 27. 150. 70. Sorokin 3 play group 96. 46 – 48. 60. 144. 124. 161 – 171. 42. 112 – 115. 68. 39. 163 – 166. 100. 135. 99 norma 3. 160 – 162. 41 – 45. 33. 24. 147. 152. 139 nilai vital 40. 50 – 53. 79. 102 motivasi 60. 117. 51. 69.kepolisian 25. 39. 21. 122. 143. 111 – 124. 85. 76. 163. 126. 32. 52. 143. 172 – 174 Max Weber 72 media massa 2. 47. 46. 126. 141. 28. 11. 92. 19. 135 – 140. 49. 13. 169 konsep 10. 33 pengendalian sosial 10. 127. 133 – 137. 41 – 53. 135. 161 – 170. 103. 127. 28. 53. 33. 133 – 135. 169 kompetisi 68 konflik 17. 32 konsumerisme 25. 104. 95. 164. 52. 99 nilai religius 42. 173 kepribadian 10. 139. 80. 7. 84. 151. 173 penelitian sosial 5. 32. 122. 113 pranata sosial 14. 63. 59. 152. 120 L lingkungan kerja 108. 148 pengangguran 27. 143 – 148. 53. 26. 127. 26 – 33. 112. 153. 148. 140 nilai sosial 16. 63 preventif 14. 106 – 108. 35. 70. 85. 173 perilaku menyimpang 10. 169. 148. 43. 59. 168 norma hukum 40. 22. 99 nilai keindahan 42. 114. 32 P pendidikan 7. 127. 145. 124. 53. 127 LSM 164 nilai kerohanian 99 nilai material 40. 92. 153. 135. 159. 33 mores 48. 153. 22. 85. 22. 33. 75. 100 – 108. 143. 20. 44. 97. 146. 104. 95. 13. 22. 105. 21. 32. 138 konsep dasar 10. 127 metode 1. 69. 133. 66. 33 kontravensi 68 kontrol sosial 104. 18. 159. 138. 110 – 113. 61 – 64. 13. 133. 115. 86. 69 – 89. 89. 99 nilai moral 40 – 43. 135. 168 koersi 166 kolusi 25. 87 – 90. 84. 121 – 127. 121. 133. 110. 167. 70. 20 – 22. 114 – 119. 145. 147. 28. 161 metode dokumenter 9. 122. 14. 105. 96. 132. 33. 164. 97 – 100. 46. 14. 84. 143. 84. 46. 146. 70 –72. 70. 88. 113. 72. 100 – 102. 137. 117. 150. 148. 164. 161. 81. 33. 167. 33. 145 – 147. 97 – 100. 167 nilai kebenaran 40. 145 – 147. 105. 164 – 169. 153. 78 – 80. 135. 171 persuasi 166. 97. 23. 44 – 53. 168 N nepotisme 25. 124. 65. 42. 6. 6. 20. 99 188 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 147. 95. 110 – 115. 98. 126. 96. 100. 47. 3 – 24. 169. 10 – 15. 43. 150. 100. 39 – 41. 107. 45. 166 – 169 norma adat 40. 152. 18. 161. 63. 150 – 153. 67. 147. 33. 8 pengadilan 51. 32. 14. 165. 21. 168. 20 – 22. 174 perubahan sosial budaya 15. 171. 39 – 46. 127. 65. 144. 32. 106. 174 kultural 23. 32. 132. 153 nilai 10 – 16. 53. 25. 127. 53. 134. 163. 166. 150. 32. 88. 3 – 9. 115. 45 – 47. 50. 41. 168. 162 norma agama 40. 9. 50. 16. 14. 69.

65. 127. 165. 78. 168. 39. Merton 136 Sekularisme 25. 148. 64. 88 Soelaeman Soemardi 3 sosialisasi 50. 168 sekolah 18. 79. 165. 70. 33 represif 14. Dr. 168. 16. 72. 32. 59. 174 sanksi hukum 168 sanksi sosial 165. 105. 39. 167 Robert K. 139 – 141. 112. 171 U usage 48. 133 – 136. 153. 32 Indeks 189 . 10. 84 – 87. 99 proses asosiatif 67 proses sosial 3. 29. 19. 137 sugesti 11. 95 – 97. 147. 95. 21. 119. 33 simpati 11. 60. 164. 117. 66 – 69. 44. 53. 88 S sanksi 43 – 45.Prof. 144. 100 – 104. 33 Selo Soemardjan 3 separatis 28. 60. 125 – 127. 49. 18. 48. 5. 107 – 115. 164. 85 R realitas sosial 2. 71. 51. 108. Notonegoro 42. 18. 10. 101 W wawancara 2. 148. 97. 52. 121. 73. 47. 152 sosiologi 3 – 5.

190 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful