P. 1
Attachment

Attachment

|Views: 36,827|Likes:
Published by Diki Yuda Satria

More info:

Published by: Diki Yuda Satria on May 24, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • A.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE
  • B.KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI
  • C.KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA
  • D.HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA
  • A.NILAI DAN NORMA SOSIAL
  • B.NILAI SOSIAL
  • C.NORMA SOSIAL
  • A.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL
  • B.FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL
  • b.Akomodasi
  • D.PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA, KELOMPOK, DAN ORGANISASI SOSIAL
  • E. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL
  • F.INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL
  • B.PROSES SOSIALISASI
  • C.FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN
  • D.HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN
  • A.PERILAKU MENYIMPANG
  • C.PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG
  • A.PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL
  • B.JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL
  • C.CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL
  • D.AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL

SOSIOLOGI

Jilid 1
untuk

SMA/MA Kelas X
Suparto

Literatur Media Sukses
Jl. Madrasah No. 38, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Bab 2 Norma dan Nilai Sosial

i

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Sosiologi, ditulis oleh Suparto; Editor, Vera B. L. Sihotang, -- Jakarta: Literatur Media Sukses

Penulis
Suparto

Editor
Vera B. L. SihotangChristianiE

Sosiologi
Jilid 1
Untuk SMA/MA Kelas X Hak cipta 2006 pada Penulis Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses

Desain Sampul Andie Anakota Setting/Tata Letak Sri Sugiyarni Astuti Krisnawati

Cetakan Pertama, 2006

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur Media Sukses.

ii

Sosiologi SMA/MA Kelas X

ritik yang sering ditujukan kepada buku teks Sosiologi sebagai buku pelajaran antara lain cara pendekatan penyajian konsep materi yang kurang membumi terhadap realitas yang ada. Para pendidik sering mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. Para siswa berargumen bahwa ilmu-ilmu sosial menjenuhkan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat para siswa untuk menggeluti kajian-kajian ilmu sosial. Kondisi ini terbentuk dikarenakan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu-ilmu hafalan dan tidak kontekstual. Buku Sosiologi untuk SMA/MA ini disusun sebagai alternatif bagi para guru dan siswa Sekolah Menengah Atas bahwa belajar ilmu sosial tidak semata-mata hafalan. Esensi ilmu sosial justru terletak pada daya analisis dan metode yang dipakai dalam mengkaji suatu problem kemasyarakatan. Buku ini terdiri atas 3 jilid, yaitu jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, dan jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode Contextual-Teaching Learning. Diharapkan guru menjadi fasilitator dan terlibat intens dalam proses pembelajaran serta bersedia mengembangkan segala materi pokok dengan berbagai indikatornya dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan lingkungan belajar siswa. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Literatur Media Sukses yang telah menerbitkan naskah kami menjadi buku. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan kualitas buku ini.

K

Jakarta, Desember 2006

Penulis

Kata Pengantar

iii

144. Sebab. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. 106. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. 65. 82. 40. . C C l kh h 1. . sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui bagianbagian yang terdapat dalam buku Sosiologi ini. 64. 17. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. Tugas Perorangan Dalam setiap bab ada kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri. 65. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. Sumber: Gatra. A. 32 asimilasi 23. 89 ilmu pengetahuan 3. dan nepotisme. telepon. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. 110 akulturasi budaya 110 angket 2. Kegiatan operasional lembaga 3 5. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Penyebab perilaku menyimpang 8 Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. mesin tenun. 139. 89. 2 Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. 73 asumsi 100 Auguste Comte 3. 70. melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. 26. Tugas Penelitian Tugas Penelitian merupakan tugas yang mendeskripsikan suatu permasalahan. 110 asimilasi budaya 110 asosiasi 3. 108. Uji Kompetensi Pada setiap akhir bab disediakan Uji Kompetensi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua materi dalam satu bab. j. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. Indeks merupakan daftar kata-kata penting disertai nomor halaman kemunculan. 32. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. 125. 113. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. 80. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! enurut kalian. presiden. iv Sosiologi SMA/MA Kelas X . truk. 15 10 F fakta 6. Indeks 3. A. 60. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. 53. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . 23. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 32. . mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga 5 P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. 109 fenomena sosial 4. 124. 148. 109 folkways 48. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. 104. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 6. 33. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . 68. 67 akulturasi 23. ada masa reformasi akhir-akhir ini. 85. 8. 73. 114. 109. 16. 2. 17. C. edukasi E reproduksi C. 45 – 48. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. 15. 168 I identifikasi 11. Pada dasarnya. Pengantar Awal Bab Pada setiap awal bab terdapat fokus tentang materi-materi yang akan dibahas di bab tersebut. 64. 177 akomodasi 66. nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Lembar Pro dan Kontra Lembar Pro dan Kontra disajikan sebagai sarana untuk melatih mengungkapkan pendapat atau debat pendapat antarsiswa yang dibimbing oleh guru. penghubung kerabat B. 37 fenomena alam 77. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. radio. Fungsi dan peranan lembaga 2. 10. 125. 102. 147. 82. D atau E! 1. 67. 90. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. Lalu. 103 H hipotesa 10 angket applied science arbitration B BAP 167. Bahan Diskusi Kelompok Bahan ini disediakan melatih siswa mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain. 20. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. – 66. mesin bubut. 11. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Rangkuman Rangkuman mencakup ringaksan materi pada setiap bab yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di bab tersebut. 72. Di kalangan birokrat. Melalui metode komparasi inilah. . 84. a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. M Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 4 MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. Akan tetapi. 9. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. Dalam sosiologi. 10. . 85. 35. kolusi. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. pengadilan B. pengadilan. Misalnya. 8. 7. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. 143. 89 interaksi sosial 10. 8. Lembar Sosiologi Terapan Lembar sosiologi terapan ini merupakan latihan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. 166. 172 internal 170. kontrol sosial D. 90 interview 5 8. internet. televisi. B. 1 NILAI DAN NORMA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Menjelaskan nilai dan norma. 164. 42. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi l l 9 A accomodation adat akulturasi akulturasi budaya : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak adat 25. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. Membedakan nilai dan norma. pengawasan sosial P 7. dan lain-lain. Pertanyaan: 1. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. 4. 152. 19. 27 November 2004 4. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. 101. sosialisasi D. 83. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. 18. Daftar Istilah Daftar Istilah disajikan di setiap bab yang merupakan kumpulan istilah-istilah yang dibahas di bab tersebut. 75. nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang. 62. 80. 6 MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI 7 Soal Objektif 1. Oleh karena itu. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. 59. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. 112. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. . komputer. misalnya kepolisian. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tugas dan kewenangan lembaga 3. traktor pembajak.Sebelum memulai proses belajar mengajar. 165. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. deviasi sosial 2. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. 25. pengendalian sosial E norma sosial C. kejaksaan. 129 imitasi 60.

................................................................ B.................................................................................................................................................................................................... C... Rangkuman ....................................... B........ A....................... Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode ........................... Daftar Isi v ................................................................. E................................ C.......... iii iv BAB 1 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN 2 3 10 16 18 23 32 34 Peta Konsep ......... Bentuk-bentuk Interaksi yang Mendorong Terciptanya Lembaga..................... Uji Kompetensi ............................... Kelompok..................................................... Nilai dan Norma Sosial ................................................................... BAB 2 NILAI DAN NORMA SOSIAL 40 41 41 45 53 54 Peta Konsep ...................................... D................Kata Pengantar ....... A.............................................................................................. Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realita Sosial Budaya ............................................................................................................................. B............... Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi ......................... dan Organisasi Sosial .................................................................................................................... Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial ......................................... Apakah Keunggulan Buku Ini? .......................................... Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial Di Lingkungan Setempat .......... Norma Sosial ...... C....... Uji Kompetensi ........ BAB 3 INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL 60 61 64 69 Peta Konsep .......................................................................... Konsep-konsep Dasar Dalam Sosiologi ............................................................ A............. Nilai Sosial ....................................................... Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya .......... Rangkuman .............................

................. Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian ............................. D...... vi Sosiologi SMA/MA Kelas X ........... B..... Indeks .. Rangkuman ...... A.................... Cara-cara Pengendalian Sosial .......................................................................... Pentingnya Pengendalian Sosial ............................................................................................................ Uji Kompetensi .................................................................................................................. Uji Kompetensi ................................................... C............................. Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial.................................................... Kelompok.................................................................................................................. Terjadinya Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna ..................D Proses Pembentukan Lembaga..... 96 97 108 114 122 127 128 BAB 5 PERILAKU MENYIMPANG 134 135 139 147 152 154 Peta Konsep .................. Uji Kompetensi ........................................................................................................................................................................................................ SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN 74 76 84 88 90 BAB 4 Peta Konsep ............. Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan ... Peranan Nilai dan Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi ............ Rangkuman ...................................................................................... Akibat-akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial ............................ Uji Kompetensi .. Perilaku Menyimpang ......................................................................................................................................................................................................................................... A.......... E................................................................. Penanggulangan Terhadap Perilaku Menyimpang ............................................ Faktor-faktor Penyebab Perubahan dan Dinamika Sosial ... D...... B................................... dan Organisasi Sosial ..................................................... Rangkuman ................................... B............................................. Daftar Istilah .... F............................................. C... C.................................... Daftar Pustaka ... BAB 6 ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT 160 161 161 165 168 173 175 179 185 187 Peta Konsep ............................................................................................................... Interaksi Sosial dan Keteraturan Sosial ................ Proses Sosialisasi ....................................................... A..... Rangkuman .................................................................................................................................

Untuk mendapatkan jawabannya.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI HUBUNGAN MASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode. kita harus memahami tata cara dalam pergaulan agar kita dapat diterima sebagai warga masyarakat yang baik. karena sosiologi memberikan banyak wawasan dan kajian tentang hubungan masyarakat dan lingkungan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 1 . Dalam melakukan hubunganhubungan sosial. kita perlu mempelajari sosiologi. Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial. Dengan demikian. kita memerlukan banyak wawasan tentang bagaimana menjalani dan membina hubungan sosial dalam masyarakat. Mengidentifikasi data tentang realita sosial masyarakat. sehingga kita dapat menjalankan misi pribadi kita masing-masing. Penjabaran wawasan-wawasan tersebut dalam praktik kehidupan sehari-hari akan diuraikan pada bab berikut. Sumber: Koleksi editor T ahukah kalian mengapa sosiologi kita pelajari? Sebagai warga masyarakat. kita selalu terikat dengan orang lain untuk melakukan berbagai macam bentuk kerja sama di berbagai segi kehidupan.

Pengertian sosiologi Hakikat sosiologi Karakteristik Sosiologi Metode dalam sosiologi Ruang lingkup Observasi Angket Observasi partisipan Wawancara Tujuan pembentukan sosiologi SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Komparasi Histori Kepustakaan Dokumentasi Analisis media massa Konsep dasar dalam sosiologi Konsep-konsep tentang realitas sosial Hubungan antarberbagai konsep tentang realitas sosial 2 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Cara-cara ini dikenal dengan metode. Objek kajian sosiologi ini senantiasa bersifat aktual karena masyarakat terus-menerus mengalami proses sosial termasuk perubahan-perubahan dalam struktur dan pola interaksinya. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial. Metode-Metode Sosiologi Untuk melakukan suatu aktivitas diperlukan cara-cara yang lebih ringkas dan efisien agar tujuan tercapai. Artinya. Sebagai salah satu pegangan tentang pengertian sosiologi. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam sosial. 2. Sorokin Mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. misalnya gejala ekonomi dan agama. Pengertian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang relatif baru mungkin agak sulit untuk didefinisikan bagi kalian yang masih relatif baru mempelajari sosiologi. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE 1. sosiologi sebagai metode artinya sosiologi dapat dipergunakan sebagai salah satu cara atau perantara dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang ada di dalam masyarakat. a. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial. juga keluarga dan moral. maupun peradaban. kalian perlu mengetahui pendapat dari tiga tokoh sosiologi berikut ini. Metode dalam konteks pengetahuan adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. lembaga-lembaga. Pitirim A. Auguste Comte Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.A. b. 3. termasuk perubahan sosial. Dengan demikian. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 3 . c. sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian tentang perilaku sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat yang penjabarannya meliputi bentuk-bentuk penyesuaian perilaku terhadap norma dalam berbagai bentuk perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial.

sosiologi pun sedikit banyak memiliki data-data mengenai karakter sosial budaya dari tiap-tiap masyarakat yang berbeda-beda. serta lenyapnya suatu masyarakat dan kebudayaannya. Sebaliknya. bentuk kebudayaan. Artinya. 4 Sosiologi SMA/MA Kelas X . ketika pemerintah melalui kegiatan pembangunan ingin memperoleh data mengenai berbagai macam fenomena sosial budaya dari suatu masyarakat. Ini berarti. sosiologi dan antropologi menjadi kail untuk memperoleh data-data sosial budaya dari dalam masyarakat. melalui sosiologi dan antropologi kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat disosialisasikan ke dalam setiap masyarakat yang bercorak kesukuan dengan metode dan pendekatan secara sosiologis dan antropologis. dapat diperoleh melalui data-data yang terhimpun di dalam sosiologi dan antropologi. Sebagai contoh.sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai objek kajian mengenai perilaku sosial serta budaya yang ada dalam satu masyarakat. metode antropologi juga berguna sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat. Selain sosiologi. Dengan begitu. Antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaannya di masa lampau dan masa sekarang.1 Bagan Peranan Metode Sosiologi dan Antropologi dalam Proses Pembangunan Bangsa. sejarah pertumbuhannya. Perencanaan Pembangunan Kebijaksanaan Pembangunan Data Sosial dan Budaya Metode Sosiologi dan Antropologi Metode Sosiologi dan Antropologi Suku Bangsa A Suku Bangsa B Suku Bangsa C Bagan 1. ilmu lain yang juga mempelajari manusia adalah antropologi. Sosiologi dan antropologi dapat pula berfungsi sebagai bejana yang menjadi sarana sosialisasi suatu program pemerintah di dalam masyarakat.

serta memiliki keterampilan untuk menggali alternatif-alternatif jawaban yang lebih dalam dan rinci dari responden. 29 September – 05 Oktober 2003 Gambar 1. peneliti mewawancarai responden yang telah ditetapkan sebagai sampel untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian tersebut. metode wawancara adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya. Cakap. Sumber: Pilars. Akan tetapi. Metode-metode yang sering dipergunakan di dalam sosiologi dan antropologi antara lain: a. metode interview secara spesifik memerlukan seorang pewawancara yang mumpuni dan memenuhi kriteria sebagai berikut.Menurut bagan di atas. Metode Wawancara (Interview) Pada hakikatnya. Metode ini mempunyai kelebihan bahwa data-data sosial budaya yang diinginkan dapat diperoleh secara luas dan dalam melalui pertanyaan secara lisan dari hati ke hati antara pewawancara dan responden.1 Wawancara merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data guna mendukung penelitian yang dilakukan. artinya seorang pewawancara harus benar-benar menguasai permasalahan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 5 . Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep dalam studi sosiologi dan antropologi dapat menjadi cara untuk memasukkan program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat. jelaslah metode sosiologi dan antropologi sebagai suatu kesatuan dan dapat dipergunakan oleh pemerintah atau pun lembaga nonpemerintah yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat.

Fleksibel. artinya seorang pewawancara harus luwes dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dari masing-masing pribadi responden. Dengan demikian. data yang diperoleh akurat. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip keilmuan. Konsisten. Pada hakikatnya. atau kepentingan tertentu. Penerapan metode ini memerlukan suatu keberanian 6 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dengan demikian. Sikap yang fleksibel membuat responden tidak merasa tertekan dalam menyampaikan jawaban-jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan. metode observasi langsung adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya memungkinkan peneliti dapat secara langsung mengamati kondisi objek yang diteliti. artinya seorang pewawancara harus menyenangkan. Contoh: peneliti yang mengobservasi 5 ruangan kelas belajar dalam suatu lomba kebersihan. maka peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang disebut check list (daftar untuk mengecek apakah objek yang diamati memiliki kualifikasi sebagaimana yang ada di dalam daftar). Objektif. metode ini sangat gampang pelaksanaannya dan memerlukan biaya yang relatif sedikit sehingga hampir setiap orang dengan mudah dapat melakukannya.Ramah. tidak menakutkan. politik. Metode Observasi Langsung Metode observasi langsung sering disebut metode yang mudah dan murah. data yang diperoleh objektif. peneliti hidup bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif panjang. Yang dimaksud dengan metode observasi partisipan adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial yang di dalam pelaksanaannya. c. peneliti telah membuat check list yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut agar dapat memberi dasar penelitian yang tepat. artinya pewawancara harus dapat mencegah masuknya pendapatpendapat pribadi ke dalam penelitian dengan tetap menjaga objektifitas berdasarkan fakta yang benar-benar ada di lapangan. Artinya. Metode Observasi Partisipan Metode observasi partisipan mempunyai potensi yang lebih untuk mendapatkan data yang sangat detail walaupun harus menanggung konsekuensi dan tantangan yang amat berat. melainkan mengalami sendiri dalam setiap kegiatan. dan berpenampilan baik. Dengan demikian. Tujuannya agar responden dapat secara bebas untuk menyampaikan alternatif jawabannya secara objektif kepada pewawancara. ideologis. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada fakta yang ada. Untuk memperoleh data yang akurat. peneliti akan memperoleh data sosial budaya secara detail karena tidak sekadar melihat dan bertanya. tidak berubah-ubah oleh pengaruh-pengaruh ekonomis. b.

Metode Angket Apabila penelitian mempunyai jangkauan responden yang amat besar dan respondennya berupa masyarakat-masyarakat yang relatif maju. maka metode angket sangat tepat untuk digunakan. dan detail sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi.000 responden telah mengirim kembali angket tersebut ke alamat yang telah ditentukan dengan perangko pengiriman yang ada di dalam amplop daftar pertanyaan tersebut. Akan tetapi hasilnya. Misalnya. seorang peneliti dapat memperoleh data dalam jumlah yang amat sangat besar. Dalam jangka yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 hari). 100. Tetapi metode ini akan gagal total apabila respondennya adalah masyarakat primitif atau masyarakat pedesaan yang basis pendidikannya relatif rendah. Dalam hal ini. Pertanyaan harus singkat. Pieter Carlos dapat memotret macam-macam kegiatan. Dengan demikian. Hal ini sangat penting agar proses Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 7 . d. bahkan nyawa. dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami. padat. Pieter Carlos datang sendiri ke lokasi dan selama enam tahun dia hidup bersama-sama dan menyatu dengan masyarakat Asmat dan masyarakat Dani. Sambil menjalani aktivitas hariannya. lengkap.dan pengorbanan dari peneliti itu sendiri. karena penuh tantangan yang terkadang akan membawa ongkos pemikiran. Keadaan seperti ini akan membuat penelitian menjadi fatal. mengikuti semua aktivitas. Koresponden harus terlebih dahulu mengetahui identitas dari responden yang akan ditetapkan sebagai subjek penelitiannya. Agar data sosial budaya yang terhimpun melalui metode angket ini tetap memiliki objektifitas yang tinggi. Jawaban yang disampaikan pun merupakan jawaban-jawaban yang memiliki tingkat akurasi yang rendah. peneliti akan dapat menghimpun data sosial budaya dengan tepat. artinya memiliki basis kependidikan yang cukup. Respondennya harus merupakan masyarakat yang cakap. diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut. mereka pun memiliki kesadaran ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket tersebut. bahkan mengikuti setiap perilaku sosial harian yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dan Dani. seorang peneliti dari Jerman bernama Pieter Carlos meneliti kehidupan sosial budaya suku Asmat dan suku Dani di pedalaman Papua. peneliti mengirim daftar pertanyaan kepada seratus ribu responden yang alamatnya telah diketahui sebelumnya dan memberikan perangko pengiriman kembali jawabanjawaban angket kepada penelitinya. Satu hal yang merupakan kelebihan dari metode ini adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat. peneliti menyampaikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut. tenaga. Metode angket adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial di mana dalam pelaksanaannya.

yaitu dengan membandingkan dua hal yang sama dengan lokasi atau waktu yang berbeda. menghitung orang. Metode Komparasi Untuk mendapatkan data tentang perbedaan atau persamaan dari dua fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat. Pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan cara menghitung atau mengukur sendiri data-data yang diperlukan dalam penelitian. e.pengiriman angket dapat dilakukan secara benar dan serentak dalam waktu yang relatif singkat. Cara pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data atau keterangan-keterangan yang ada di dalam literatur yang ada di perpustakaan. tenaga. Metode Penelusuran Sejarah (History) Metode history atau metode penelusuran sejarah merupakan metode pengumpulan data dengan cara menelusuri sejarah melalui dokumen-dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sumber keterangan mengenai berbagai macam kejadian di masa lampau. h. yaitu dengan mengungkap dan menghimpun keterangan-keterangan. mengukur 8 Sosiologi SMA/MA Kelas X . serta benda-benda peninggalan yang akan dipergunakan sebagai sumber data dalam penelitian. maka seorang peneliti lebih tepat menggunakan metode pengukuran langsung. Yang menjadi masalah adalah kepandaian peneliti untuk mencari buku-buku yang relevan yang dapat dipakai sebagai sumber data dalam penelitian. Metode ini sangat objektif karena data-data yang diperoleh merupakan data primer. f. Metode komparasi digunakan oleh peneliti apabila bentuk penelitiannya mengandung kepentingan untuk membandingkan sesuatu yang sama dengan tempat dan kurun waktu yang berbeda. Dengan demikian. Metode Pengukuran Langsung Penelitian kuantitatif dilakukan dengan perhitungan angka-angka. peneliti akan memperoleh persamaan dan perbedaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menganalisis dan mengkorelasikan fakta atau kejadian secara ilmiah sesuai dengan kepentingan penelitian. Kelebihan metode ini adalah memperoleh banyak sumber tanpa mengalami banyak biaya. Misalnya. metode ini memerlukan suatu ketekunan dan ketelitian. Yang dimaksud dengan metode komparasi adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial. dan waktu. seorang peneliti dapat menggunakan metode komparasi. Metode komparasi bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari dua hal. Dalam pelaksanaannya. g. Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode yang penelitiannya lebih banyak memerlukan data-data dokumenter atau pendapat-pendapat dari para ahli tentang suatu fenomena sosial tertentu dalam masyarakat.

termasuk Badan Pusat Statistik. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. mengukur kedalaman air. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 . pimpinan instansi. Lalu. j. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. tekanan. atau badan-badan informasi. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. dokumen kepegawaian. sumber penelitian dapat berupa data-data yang diambil dari arsip-arsip atau dokumen yang dihimpun oleh kolektor. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. bangunan. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Metode Dokumenter Apabila suatu penelitian lebih banyak memerlukan data-data pendukung yang berupa dokumen-dokumen seperti dokumen pemasaran. kelembaban.panjang dan lebar tanah. Data yang diperoleh melalui metode ini merupakan data sekunder. i. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan mengambil dari dokumen-dokumen yang dihimpun oleh kolektor dinamakan metode dokumenter. Yang terpenting adalah bahwa pengambilan dokumen harus sesuai dengan data yang diperlukan dan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. seorang peneliti dapat menggunakan metode dokumenter. Oleh karena itu. Melalui metode komparasi inilah. Para kolektor tersebut adalah kepala desa. dokumen kejadian hukum. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. Pertanyaan: 1. menghitung jumlah ternak. dan lain-lain. dan lain-lain. menghitung suhu udara. Melalui metode ini. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. Pada hakikatnya. seorang peneliti akan mengeluarkan banyak pengorbanan yang terkadang penuh dengan resiko. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret.

1. Menurutmu hal-hal apa saja yang dapat dibandingkan dari kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu? Ilmu pengetahuan merupakan himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis. kebudayaan. jenis kelamin.2. Masyarakat Istilah masyarakat dalam bahasa sehari-hari sering kita artikan sebagai himpunan orang-orang dalam satuan wilayah tertentu. Sosiologi dan antropologi merupakan himpunan pengetahuanpengetahuan mengenai perilaku sosial serta mengenai keanekaragaman makhluk manusia dan budayanya. dan masih banyak lagi. interaksi sosial. latar belakang sosial ekonomi. a. perilaku menyimpang. Jelaslah bahwa setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma tertentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI Pengertian dari konsep-konsep dasar adalah konsep-konsep pokok yang akan menjadi bahan kajian di dalam sosiologi maupun dalam antropologi. dan lain-lain. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi dan antropologi mempunyai kekhususan yang berbeda antara lain sosiologi lebih menekankan pada konsep perilaku sosial. Sebutkan kelemahan-kelemahan dari metode komparasi! 3. yang dimaksud dengan masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. Adapun konsep-konsep yang mendasar dalam sosiologi dan antropologi antara lain sebagai berikut. perubahan sosial. latar belakang pendidikan. kepribadian. Jadi. norma dan nilai. Pada hakikatnya. 10 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pengendalian sosial. akan dijabarkan melalui konsep-konsep tentang realitas sosial budaya serta korelasinya satu dengan yang lain pada uraian berikut ini. sedangkan antropologi lebih terfokus pada konsep keanekaragaman makhluk dan budaya manusia. Untuk mengkaji lebih jauh mengenai materi-materi yang menjadi substansi dalam kajian sosiologi dan antropologi. kebutuhan hidup manusia. unsur-unsur pokok masyarakat meliputi hal-hal berikut. Adanya individu-individu yang cenderung bersifat heterogen dalam berbagai hal seperti usia. Konsep-konsep dasar itu meliputi tentang masyarakat. Apa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode komparasi? 4. B.

suatu kontak sosial sesungguhnya telah terjadi. Dengan adanya stimulan dan respon. Wilayah ini dapat berupa areal yang sempit maupun dalam satuan areal yang amat sangat luas. terdapat 4 subkomponen yang dapat mendukung terwujudnya suatu interaksi sosial. di mana suatu perbuatan dilakukan hendaknya berpedoman pada sistem tata nilai yang ada di tempat itu. politik. dan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Adanya sistem norma tertentu yang berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.” Artinya. interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. Adanya daerah atau areal dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama. penampilan. sosial budaya.Adanya hubungan timbal balik yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat tanpa henti-hentinya dan meliputi berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang ideologi. dan lain-lain. yaitu suatu aktivitas yang muncul karena adanya stimulan. Dalam arti luas. sugesti. Tanggapan (respon). baik stimulan yang pasif maupun stimulan yang aktif. identifikasi. empati. Rangsangan (stimulan). aktivitas aksi. Interaksi Sosial Di satu sisi. tanggapan. Stimulan ini dapat berupa perilaku. Interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai suatu masyarakat dengan ketentuan ”di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dan kelompok individu yang lain. yaitu aktivitas permulaan yang menjadi penyebab munculnya interaksi sosial. Ini terjadi karena setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda walaupun secara universal tata nilai ini hampir sama. dan berbagai macam pendapat atau ucapan. Dalam arti lain. seluruh masyarakat di dunia ini merupakan suatu masyarakat dengan tata pergaulan yang amat sangat kompleks dan tidak pernah berhenti dalam berbagai aktivitas. Komponen-komponen itu adalah rangsangan. suara. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 11 . Aktivitas ini akan mengakibatkan adanya tanggapan dari pihak yang lain. antara individu dan kelompok individu. Norma-norma sosial ini bersumber dari sistem tata nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut. ekonomi. Aktivitas aksi. baik dari pihak pertama maupun dari pihak kedua dalam suatu interaksi sosial. Untuk kontak selanjutnya akan berbentuk aksi dan reaksi. dan aktivitas reaksi. yaitu suatu aktivitas yang mendorong pada seseorang untuk memberikan respon atau tanggapan. Dalam suatu interaksi sosial. b. Aksi ini dapat dipengaruhi oleh banyak dorongan seperti simpati. interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dan individu.

Kebutuhan ini merupakan suatu perwujudan dari manusia sebagai makhluk hidup. dan normanorma yang akan membekali individu tersebut dalam proses pergaulan. Coba praktikkan di depan kelas bersama teman sebangkumu bagaimana kalian berinteraksi! Di dalam interaksi tersebut. Kebutuhan mendasar ini meliputi kebutuhan makan. dan sebagai makhluk yang memiliki akal budi. Dengan demikian. 1. Kebutuhan hidup ini terdiri atas tiga macam. seorang individu akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan. yaitu suatu aktivitas tanggapan yang muncul setelah adanya aksi dari pihak pertama. seorang individu dapat berhasil dalam setiap usahanya di tengah-tengah masyarakat sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya pada masyarakat tersebut. (1) Kebutuhan mendasar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi. Reaksi ini merupakan umpan balik atas perilaku-perilaku yang dilakukan oleh pihak pertama.Aktivitas reaksi. Proses sosialisasi bagi seorang individu berlangsung sejak lahir hingga sepanjang hayatnya. Berikan 3 contoh konsep dasar dalam sosiologi dan 3 konsep dasar dalam antropologi! 3. Melalui proses sosialisasi. kalian tunjukkan adanya proses sosialisasi. Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi? 2. Kebutuhan Hidup Kebutuhan hidup adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan serta mengembangkan kehidupannya. d. c. sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. Sosialisasi Pada hakikatnya. Sebutkan unsur-unsur dalam masyarakat! 4. sebagai makhluk sosial. Kebutuhan ini muncul 12 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Proses sosialisasi ini merupakan proses belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. dan kebutuhan perumahan. yaitu sebagai berikut. maka orang akan mati. minum. nilai-nilai.

perumahan. sikap atau perilaku. Perilaku menyimpang dapat bersumber dari banyak hal. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku-perilaku yang menyimpang. Agar tetap hidup. Padahal kebutuhan ini harus dipenuhi dan kalau tidak maka mereka akan mati. e. dan lain-lain. Pada hakikatnya. tutur kata. dan lain-lain. Manakala ego setiap orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum. dan lain-lain. pakaian. persepsi. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. Kebutuhan sosial mencakup kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. Apabila dalam masyarakat terjadi resesi dan depresi ekonomi. minum. Perilaku Menyimpang Setiap orang mempunyai ego masing-masing. (2) Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. maka yang terjadi adalah benturan kepentingan antarindividu. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. kegemaran. Kepribadian ini merupakan gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari. lapisan masyarakat bawah akan kesulitan melakukan pemenuhan kebutuhan pokoknya. perilaku menyimpang merupakan bentuk-bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. istirahat. kebutuhan pendidikan.sebagai hakikat manusia sebagai makhluk hidup. Kepribadian Setiap manusia mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang tidak akan sama antara manusia yang satu dan manusia yang lain. f. prakarsa. keimanan dan ketakwaan. (3) Kebutuhan integratif adalah kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal antara lain sebagai berikut. yaitu sebagai berikut. perangai. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. tanggung jawab. Adanya resesi dan depresi ekonomi. kebutuhan untuk menjalankan kepentingan bersama. Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa. maka manusia perlu makan. Akibatnya perilaku warga masyarakat Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 13 . dan lain sebagainya untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya.

Pengendalian sosial bersifat preventif bertujuan untuk menghindari penyimpangan sedini mungkin. Lemahnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan penegakan hukum. guru kepada muridnya. Dalam pelaksanaan pengendalian sosial diperlukan banyak hal antara lain norma. sedangkan pengendalian sosial bersifat represif bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti semula.lapisan bawah seringkali menjadi tidak sesuai dengan norma-norma yang ada sehingga terjadi perilaku yang menyimpang. Apabila pelaksanaan pengendalian sosial telah direalisasikan oleh akumulasi dari norma. Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. g. Berbeda dengan cara compulsion 14 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam keadaan yang aman. baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. perilaku menyimpang dapat terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau adanya proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang memang menyimpang. maupun pemerintah kepada aparatur negaranya. Secara umum. represif. lembaga dan personil penegak hukum. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya bentukbentuk pelanggaran yang dilakukan oleh warga masyarakat. Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui dua teknik. Jika terjadi peperangan atau suasana kamtibmas yang memburuk. atau mungkin karena kualitas moral dari aparat para dan karena kurangnya personil. kini makin banyak keluarga yang tidak memiliki eksistensi untuk menjalankan fungsinya. maupun gabungan dari keduanya. Hal ini dapat terjadi karena norma yang ada tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan sekarang. Pengendalian Sosial Semua usaha yang dilakukan oleh warga masyarakat agar warganya dapat berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dinamakan pengendalian sosial. Gabungan dari keduanya dilaksanakan sebelum dan sesudah penyimpangan itu terjadi. dan personil-personil penegak hukum. Cara mengatasinya melalui peran pendidikan. yaitu compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian). lembaga atau institusi. Misalnya. Adanya peperangan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang memburuk. serta peralatan yang diperlukan oleh aparat penegak hukum. Compulsion merupakan teknik pengendalian sosial yang diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah sikapnya yang menyimpang dan secara tidak lansung kembali patuh pada nilai dan norma. munculah perangkat untuk menciptakan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. orang terdorong untuk melakukan penjarahan terhadap harta benda milik orang lain. Pengendalian sosial ada yang bersifat preventif.

Kata sosiologi pada mulanya digunakan untuk menyebut studi tentang kemasyarakatan. Dalam sejarah perkembangan sosiologi. Auguste Comte memberikan nama pada ilmu pengetahuan tentang masyarakat dengan istilah Sosiologi.com pada tahun 1839. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. Hal ini terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang ada dengan unsurunsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal. Ia mengatakan bahwa penelitian-penelitian tentang masyarakat telah sampai pada titik yang menggembirakan untuk memasuki perkembangan yang mengarah pada terbentuknya ilmu pengetahuan yang mempunyai objek mengenai masyarakat. Auguste Comte kita kenal sebagai Bapak Sosiologi. terdapat banyak tokoh yang mempunyai andil besar. yaitu tepatnya Sumber: www. seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis pada abad ke-19. h. Istilah sosiologi diambilnya dari kata socius bahasa Latin yang berarti kawan dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. Dengan demikian. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 15 .yang dilakukan lewat paksaan. Satu diantaranya adalah Auguste Comte.bolender. cara pervasion dilakukan dengan menyampaikan norma dan nilai secara berulang-ulang. Perubahan Sosial Budaya Makna dari perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya termasuk corak kebudayaannya.

perubahan tingkat kematian. maka akan mengakibatkan sikap dan perilaku orang juga mengalami perubahan-perubahan. C. Kebodohan dapat terjadi juga oleh faktor penjajahan. perubahan tingkat kelahiran. termasuk perubahan-perubahan alam yang bersifat temporer seperti gempa bumi. misalnya perubahan siang dan malam. misalnya perubahan jumlah penduduk. peperangan. 3. dan lain-lain. resesi dan depresi. peperangan. musim. sikap malas. banjir. Perubahan struktur sosial dan budaya. Walaupun nilai mempunyai kecenderungan yang tetap. kebijakan. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan di mana terdapat jurang perbedaan yang sangat jauh antara golongan masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin. Hal ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan pola aktivitas bagi manusia dalam masyarakat. Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang akan diperangi oleh semua bangsa melalui proses pembangunan dan modernisasi. kemiskinan.Perubahan situasi alam. Jika nilai-nilai berubah. nilai-nilai sosial itu dapat bergeser dan bahkan berubah untuk menyesuaikan keadaan dalam masyarakat. perubahan waktu. seringkali merubah struktur budaya yang berupa pola aktivitas. penjajahan. dan tanah longsor. perubahan komposisi penduduk. Kemiskinan Kemiskinan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat yang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perekonomian orang-orang di sekitarnya. kondisi alam yang gersang. Perubahan nilai dan sikap. 16 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dengan berubahnya struktur sosial. Perubahan situasi kependudukan. Kebodohan Kebodohan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu yang secara intelektual tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan intelektual masyarakat. perubahan tingkat kepadatan. dan hasil-hasil perbuatan seperti benda-benda konkret. tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kebodohan. perubahan iklim. keadaan alam yang gersang dan letaknya yang terpencil. 2. Yang dimaksud di sini adalah perubahan susunan orang-orang dalam masyarakat beserta dengan pola aktivitasnya dan hasil-hasil aktivitas tersebut dalam bentuk artefak. sikap malas. KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA 1. dan lain-lain. Hal ini juga dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. dan lain-lain.

Kesenjangan sosial memang merupakan suatu fenomena sosial yang tidak dapat diingkari. Secara sosiologis. b. kesenjangan sosial sedapat mungkin harus dicegah karena mempunyai dampak negatif yang kurang menguntungkan situasi dalam masyarakat itu sendiri. Contoh nyata berkaitan dengan asal-usul manusia yang menurut versi kitab suci berbeda dengan ilmu pengetahuan (antropologi fisik). Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kesenjangan kebudayaan adalah suatu perbedaan perkembangan budaya antara subkebudayaan yang satu dan subkebudayaan yang lain. 4. indikator bahan bakar. Menimbulkan kecemburuan sosial Pada hakikatnya. merawat mesin. Selanjutnya. Misalnya. namun tidak dapat menggunakan indikator-indikator yang ada pada kendaraan bermotor (indikator oli habis. kecemburuan sosial dari golongan ekonomi bawah terhadap golongan ekonomi atas sebagai akibat adanya perbedaan kekayaan dan pendapatan yang sangat mencolok. dan sebagainya). Kesenjangan kebudayaan dapat berupa kesenjangan perkembangan budaya di lingkungan budaya produsen dan lingkungan budaya konsumen. Hal ini bahkan dapat diikuti dengan kecenderungan untuk menindas atau memperlakukan seseorang dengan tidak wajar. Tetapi di sisi lain. antara subkebudayaan material dan subkebudayaan spiritual. Sebagai contoh pada masyarakat-masyarakat primitif yang belum memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sepeda motor. hal tersebut pasti terjadi pada setiap masyarakat. Masalah timbul ketika di antara mereka mampu membeli sepeda motor. Menimbulkan sikap penindasan Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin sering kali menimbulkan kecenderungan dari golongan kaya untuk mengabaikan atau meremehkan golongan miskin. keadaan ini juga tidak menguntungkan karena dapat menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. Adapun dampak negatif dari kesenjangan sosial itu sendiri dapat terlihat dari hal-hal di bawah ini. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 17 . kecemburuan sosial merupakan sikap iri dan sinis terhadap pihak lain. penggunaan spion. kecemburuan sosial ini akan membentuk jurang pemisah (gap) dan seringkali menjadi sumber konflik yang berakibat pada pertikaian golongan ekonomi lemah dan golongan ekonomi kaya. Akibatnya muncul kerusakan-kerusakan yang bersumber dari rendahnya peradaban masyarakat pemakai yang tidak sesuai dengan peradaban masyarakat pembuatnya. Artinya. Misalnya. a.

dalam setiap keluarga. Yang pasti lain kedudukan. yaitu assigned status. sedangkan peran sosial adalah aktivitas yang diharapkan berdasarkan status tersebut. baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen sosial 18 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dalam hubunganhubungan tersebut. Ascribed status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. Setiap individu seringkali memiliki status sosial lebih dari satu. atau apa saja yang mendapat penghormatan lebih tinggi di masyarakat. Kedudukan dan Peran Setiap orang mempunyai kedudukan sosial dan sekaligus menuntut adanya peran sosial berdasarkan kedudukan itu. Kedudukan semacam ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang susunannya dikuasai oleh kaum bangsawan (feodal) atau dalam masyarakat yang terbagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan rasial. anak seorang petani karena bersekolah sampai ke perguruan tinggi berhasil menjadi dokter. ia memiliki peran yang bermacammacam yang dapat mengakibatkan konflik peran (conflict of rule) dan konflik status (conflict of status). laki-lakilah yang akan selalu menjadi kepala rumah tangga walaupun bukan lahir dari keturunan bangsawan. b. c. Dengan demikian. Kita mengenal tiga macam status. D. secara langsung juga dapat dijumpai pada masyarakat biasa. a. Kedudukan sosial (status sosial) adalah posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Assigned status adalah status yang lebih tinggi yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang karena dianggap telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat. lain pula peranan yang diharapkan dari masing-masing status tersebut. yaitu karena keturunan atau kelahiran. terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya proses sosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat. penganugerahan gelar. yaitu berasarkan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan rambut. Misalnya. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usahausaha yang disengaja. Kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. yaitu masyarakat terbuka yang tidak dikuasai golongan apapun dan tidak tergantung pada perbedaan rasial. artinya kedudukan itu diperoleh bukan karena kelahiran atau keturunan. ascribed status. Misalnya. dan achieved status. Contoh status semacam ini dapat dijumpai dalam kesultanan di Yogyakarta. HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitas masyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial. Status sosial seperti ini misalnya berupa kenaikan pangkat. hakim.5. atau jabatan kehormatan.

kemiskinan menyebabkan kebodohan. Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerak dan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain. Kemiskinan merupakan suatu keadaan seseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa kebutuhan makan dan minum. 1. orang ini akan tertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain. Sementara dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan. memberikan bantuan modal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah. Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upayaupaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Artinya. Kemiskinan dan Kebodohan Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitan timbal balik. dan mengkoordinasikan pemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa). Mei 2004 Gambar 1. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 19 . selanjutnya kebodohan kembali menyebabkan kembali kemiskinan. memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa.2 Golongan pekerja buruh yang bekerja di berbagai sektor kehidupan termasuk kelompok miskin. Sumber: Trubus. Salah satu akibat dari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. meningkatkan mutu pendidikan. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya. Akibatnya. memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah.budaya.

Hal ini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebih tinggi. karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidup seorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism). Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis. seorang individu akan mengetahui banyak hal yang ada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosial antara lain sebagai berikut. Akibatnya yang terjadi di dalam masyarakat adalah kesenjangan makin tinggi. Sosialisasi dan Kepribadian Melalui proses sosialiasi. 4. serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya. Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin. 3.2. Kedudukan dan Peran Sosial Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. seorang individu akan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannya dalam tata pergaulan masyarakat tersebut. pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu). yaitu yang kaya makin kaya. Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memiliki produktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut. Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikir irasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern. Proses modernisasi dapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui proses sosialisasi. Melalui kedudukan inilah. pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemari oleh masyarakat. 20 Sosiologi SMA/MA Kelas X . seorang individu akan mendapatkan banyak hal antara lain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalam masyarakat. Setiap orang mempunyai lebih dari satu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda.

Proses ini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru. Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguh merupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain. Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik. hal tersebut dapat menaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing). Melalui proses pergaulan hidup inilah.Dalam menjalankan kedudukannya. diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 21 . Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antar Warga Masyarakat Masyarakat Sistem Kebudayaan Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan 1. masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnya akan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup. kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan. Masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengembangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal. Selanjutnya. Selanjutnya. 6.2 Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatu sistem. Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkan kedudukan yang diembannya. seseorang harus berlandaskan pada nilainilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat. 5. maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking).

diskusikan dengan teman-temanmu. melainkan sangat kompetitif sehingga perilaku menyimpang relatif lebih banyak terjadi. Selanjutnya. Untuk menciptakan kondisi seperti ini. Pada masyarakat primitif. Selanjutnya. tercipta suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Adanya perilaku menyimpang mengakibatkan keseimbangan dalam masyarakat terancam.ekonomi. Dengan pengendalian sosial yang efektif. diperlukan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang disebut pranata sosial. ekonomi. Usaha inilah yang dinamakan pengendalian sosial. dan Pranata Sosial Setiap masyarakat menginginkan adanya keteraturan sosial. dan personil-personil pelaksana ketertiban sosial. pada masyarakat modern. Pranata sosial terdiri atas norma dan nilai sebagai pedoman. orang-orang yang berkompeten dalam masyarakat tersebut mulai mencari solusi sosial untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. Demikianlah terjadi suatu korelasi sebab akibat antara perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam suatu masyarakat. Materi-materi pelajaran sosiologi dan antropologi memang banyak persamaannya. Nilai dan norma mempunyai korelasi untuk membentuk dan mewujudkan pranata sosial yang efektif. tingkat perilaku menyimpang akan mengalami penurunan. Dengan pranata sosial yang efektif. atau pun pengaruh media massa sehingga pengendalian sosial dapat dilakukan secara tradisional dan sederhana. Dengan demikian. 7. Keadaan inilah yang akan menyuburkan lahirnya nilai-nilai baru yang akan mendorong pengadaan norma-norma sebagai aplikasinya. Oleh sebab itu. tetapi masing-masing mempunyai kekhususan dalam objek kajiannya. lembaga sosial sebagai wadah. bentuk kehidupan tidak lagi kooperatif. Norma. pengendalian sosial yang dilakukan pun menjadi berkurang. Nilai. dengan menurunnya perilaku menyimpang. pengendalian sosial lebih mudah dilaksanakan karena warganya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan belum tercemar oleh motifmotif politik. Sebaliknya. apa perbedaan yang mencolok dari kajian sosiologi dan antropologi? 22 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kapasitas dan intensitas pengendalian sosial harus ditingkatkan sehingga semua penyimpangan akan dapat dikurangi dan tidak mengganggu sistem ketertiban dalam masyarakat.

Banyak memiliki kekayaan budaya yang unik yang jarang dijumpai pada bangsa lain. pemakaian obat-obat terlarang. Masyarakat Indonesia dikenal pula sebagai masyarakat sedang berkembang yang mengalami proses perubahan struktur dari masyarakat tradisional yang agraris menuju masyarakat industri yang modern. Fenomena-fenomena ini sangat sensitif terjadi dalam masyarakat sebagai perwujudan dari masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Namun di sisi yang lain. Berikut ini adalah fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang sekaligus merupakan data-data sosiologis dan antropologis yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa.E. Menjadi objek penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang sangat berharga. Proses perubahan ini memunculkan banyak fenomena. bentuk kehidupan yang semakin kompetitif sehingga banyak orang melakukan jalan pintas dengan mengabaikan prinsip-prinsip Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 23 . meningkatnya kriminalitas. meningkatnya kemiskinan. Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural memiliki lebih banyak fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dikaji. Misalnya. sampai munculnya gaya-gaya hidup eksekutif yang mewah. Keadaan ini telah mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. baik yang positif maupun yang negatif. Fenomenafenomena ini menjamur terjadi dalam masyarakat hampir di seluruh wilayah tanah air. DATA SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS TENTANG FENOMENA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SETEMPAT Wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau besar dan kecil. kesenjangan sosial. toleransi sosial) dan fenomena-fenomena lain yang negatif (konflik horizontal antarras. akulturasi kebudayaan. 1. Menjadi pesona yang tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan. Letak Indonesia berada pada persilangan tansportasi laut kawasan dunia yang sangat ramai. bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural sangat rawan terhadap konflik dan penuh dengan perubahan-perubahan yang terkadang sangat merugikan bagi perkembangan suatu bangsa. Kondisi ini di satu pihak mendatangkan keuntungan. antara lain sebagai berikut. Demoralisasi Demoralisasi merupakan suatu keadaan ketika kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. antarsuku. maupun antaragama). perkawinan campur. Fenomenafenomena sosial ini merupakan bentuk-bentuk kenisbian dari tata pergaulan masyarakat yang majemuk (misalnya asimilasi kebudayaan. Penyebabnya.

dan penjarahan-penjarahan. baik di tempattempat umum maupun di tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Jakarta. Sebagai indikasi.moral termasuk nilai-nilai keagamaan. perusakan. dan pembunuhan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas sosial seperti pencurian. Medan. dan eks Timor-Timur. dan lain-lain. 24 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Makasar. Meningkatnya unjuk rasa/demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhankerusuhan yang bersifat anarkis seperti pembakaran rumah. Konflik vertikal misalnya perseteruan antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh. Poso Sulawesi.3 Aparat keamanan yang tangguh diperlukan untuk memelihara stabilitas negara dari berbagai ancaman kerusuhan yang merusak keharmonisan bermasyarakat. Merebaknya isu terorisme yang mengancam keselamatan orang. pemerkosaan. pembakaran fasilitas umum. perampokan. konflik yang bernuansa agama seperti yang terjadi di Ambon. Konflik horizontal seperti konflik antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura. rakyat Papua. konflik antara etnis Thionghoa dan masyarakat pribumi. gejala demoralisasi melanda Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut. Sumber: Majalah Hidayatullah. Meningkatnya konflik sosial vertikal maupun horizontal. Oktober 2003 Gambar 1. dan Bali.

dan lain-lain. yakni orang lebih baik membeli barang-barang produk kebutuhan sehari-hari daripada harus membuat sendiri. Sekularisme Sekularisme merupakan pola pikir yang lebih mendahulukan kepentingankepentingan yang bersifat keduniawian. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 25 .Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia. dan lainlain. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aneka macam kegiatan manusia yang bersifat duniawi sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. apatis dan. Yen. nepotisme. baik perdata maupun pidana. manipulasi. Akibatnya. Pola pikir ini sebagai dampak dari proses rasionalisasi dan modernisasi. Euro. Akibatnya. boros. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesatnya serta terbukti dapat membantu semua pekerjaan manusia dengan tepat dan cepat. kolusi. Menurunnya kualitas aparat penegak hukum seperti kepolisian. dan kehakiman yang belum mampu menuntaskan perkara-perkara pelanggaran hukum. 2. orang akan berpaling dari nilai-nilai spiritual atau keagamaan. tidak disiplin. 3. yaitu sebagai berikut. membuat manusia sangat mempercayai kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak lagi sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan. Makin terhimpitnya kesempatan manusia untuk mendalami nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat leluhur mengenai perilaku yang baik. murah harganya. Menurunnya kewibawaan pemerintah yaitu dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. Adanya krisis ekonomi yaitu menurunnya nilai mata uang nasional terhadap nilai mata uang asing yang dijadikan pedoman seperti Dollar Amerika. dan mudah didapat. Semua ini terjadi karena proses modernisasi telah berhasil memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan banyak pilihan. Adanya sikap-sikap negatif seperti malas. kejaksaan. lainlain yang selanjutnya mengakibatkan sikap menempuh sesuatu melalui jalan pintas seperti korupsi. Konsumerisme Konsumerisme merupakan pola pikir akibat berlangsungnya proses modernisasi. orang menjadi sangat konsumtif sehingga kadang-kadang menjadi malas dan boros. politik uang.

4. Gejala Demokratisasi
Dengan meluasnya paham demokrasi, maka masyarakat penganut paham demokrasi terus-menerus meningkatkan kadar demokrasinya dalam berbagai segi kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan gejala demokratisasi. Sejak Indonesia melaksanakan reformasi pada tahun 1998, maka terjadilah perombakan-perombakan pada sistem pemerintahan yang mengarah pada peningkatan kadar demokrasi, antara lain sebagai berikut. Pemilihan presiden secara langsung. Pemisahan kepolisian dari TNI. Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemilihan Umum yang tidak hanya memilih partai, melainkan memilih para wakil rakyat yang berkualitas.

5. Munculnya Fenomena Otonomi Daerah
Era otonomi daerah merupakan upaya pengembangan pilar demokrasi yang mula-mula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Tujuannya untuk memperbaiki rantai pemenuhan kepentingan rakyat secara langsung melalui pemerintah pusat, tetapi cukup melalui pemerintah daerah masing-masing. Pengertian otonomi daerah adalah suatu sistem pendistribusian dan pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, baik pemerintah daerah di tingkat I maupun pemerintah daerah di tingkat II. Faktorfaktor yang mendorong lahirnya gagasan otonomi daerah adalah sebagai berikut. Dorongan masyarakat daerah untuk mengelola sumber-sumber alam yang berada di wilayahnya masing-masing. Dorongan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensi daerah secara lebih leluasa dan tidak tergantung oleh pemerintah pusat. Untuk memperkuat pilar hak-hak asasi manusia dengan mengurangi otoritas yang dipegang oleh negara melalui pemerintah pusat. Munculnya fenomena sosial dalam bentuk otonomi daerah bermakna positif dan negatif. Sisi positif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Meningkatnya kreativitas dan partisipasi daerah untuk mengembangkan wilayah masing-masing. Menjadi sederhananya rantai pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak lagi melalui jalur yang sangat panjang dengan tergantung pada pemerintah pusat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat daerah tanpa mengabaikan pendapatan pemerintah pusat. Dorongan untuk bersaing dalam arti yang positif dari masing-masing daerah untuk membawa masyarakatnya lebih maju dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya.
26
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Sisi negatif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Memunculkan dua kelompok yang bersifat kompetitif dan bahkan konflik di antara elit-elit pemerintahan di pusat dan elit-elit pemerintahan di daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang belum cakap menerima otonomi daerah sebagai suatu kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakatnya. Menurunnya kadar nasionalisme akibat dari lahirnya paham-paham etnosentrisme dan paham-paham teritorialisme akibat adanya kewenangan yang diberikan pada daerah termasuk putra-putra daerahnya. Dilihat dari kaca mata kepegawaian, otonomi daerah mempersulit pengembangan karir karena terhalang oleh mutasi-mutasi yang hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

6. Meningkatnya Angka Pengangguran
Sejak krisis ekonomi tahun 1998 yang ditandai dengan krisis politik dengan berakhirnya era Orde Baru, muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan banyak pengangguran. Selain krisis ekonomi juga ditandai dengan krisis moral, krisis kepemimpinan, dan bahkan krisis kepercayaan bangsa-bangsa asing kepada pemerintah Indonesia. Fenomena ini akan mengakibatkan banyak sekali kemunduran, yaitu dengan ditandai dengan menurunnya kegiatan sektor riil sehingga perampingan karyawan dan PHK besar-besaran terus berlanjut silih berganti antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.

Sumber: Kompas, Mei 2004

Gambar 1.4 Banyaknya peminat bursa tenaga kerja di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Mei 2004 m e n u n j u k k a n s e m a k i n b a n y a k n y a pengangguran di Indonesia.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

27

Contoh-contoh meningkatnya angka pengangguran adalah perampingan di Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, PT Semen Padang, dan banyak perusahaan kecil lainnya. Beberapa akibat yang mencolok dari fenomena ini antara lain sebagai berikut. Adanya penurunan pendapatan keluarga dan masyarakat. Adanya peralihan profesi atau pekerjaan. Munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan. Munculnya pedagang kaki lima di banyak kota di Indonesia. Menurunnya volume ekspor Indonesia ke negara-negara lain yang selanjutnya merendahkan pendapatan negara. Muncul akibat-akibat sampingan seperti konflik antarsuku, antarras, dan antaragama yang mengakibatkan persatuan dan kesatuan negara tercabikcabik.

7. Munculnya Gerakan Separatis
Gerakan separatis merupakan gerakan sekelompok orang yang bersifat sistematis dan terorganisir untuk membebaskan (memisahkan) diri dari keterkaitannya dengan pemerintah pusat. Secara sosiologis dan antropologis, kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri jelas memiliki kepentingan-kepentingan yang tidak bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka telah putus asa dan melakukan tindakan ekstrim untuk melawan pemerintah pusat dan berusaha memisahkan diri sebagai negara yang merdeka. Hal inilah yang semestinya harus dimengerti oleh para elite pemerintahan yang berada di pusat. Tetapi di sisi lain, pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk semua penduduk untuk tetap bersatu dan utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, bagaimanapun pemerintahan pusat pasti akan bersikukuh untuk tetap menolak semua keinginan sekelompok masyarakat di daerah yang ingin memerdekakan diri. Yang penting bagi kita bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosiologis, ideologis, dan kultural sehingga dari kedua belah pihak akhirnya dapat memahami masingmasing kepentingannya dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh dari fenomena ini mulai dari terpisahnya Timor Timur dari Indonesia, munculnya gerakan separatis di Aceh, gerakan Papua Merdeka, serta Republik Maluku Selatan. Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia memerlukan suatu pemerintahan yang amat sangat bijak dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tebal, mempunyai visi dan misi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempunyai wawasan kemajemukan dan HAM yang tinggi. Keadaan ini relatif sulit dilakukan hingga pada suatu saat seolah-olah terjadi krisis kepemimpinan, tetapi
28
Sosiologi SMA/MA Kelas X

yaitu status yang diperoleh karena kelahiran. Sumber: Tempo. dan pemberian. diperlukan suatu solusi dari berbagai kalangan untuk ambil bagian mengupayakan rehabilitasi perilaku sosial sehingga sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia.dengan peran serta seluruh masyarakat. Dalam masyarakat pada umumnya terdapat tiga macam status. kerja keras. Edisi 18–24 Agustus 2003 Gambar 1. Menurut kalian status manakah yang paling dominan dimiliki oleh masyarakat di Indonesia? MENGATASI KRISIS DEMORALISASI U ntuk mengatasi gejala demoralisasi yang kian hari terasa kian meningkat pada masyarakat Indonesia. maka krisis separatis di Indonesia ini akan berangsur-angsur terselesaikan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 29 .4 Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah memicu timbulnya pemberontakan.

Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. melalui pembahasan tentang kedudukan dan peranan telah diisyaratkan bahwa setiap individu harus dapat memainkan peranan di dalam kedudukannya dengan sebaik-baiknya. maka masyarakat akan mencapai suatu keteraturan. S 30 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Bagaimana solusi mengatasi krisis demoralisasi? MENGHARGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN etiap orang pasti memiliki kepentingan-kepentingan. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. peranan keluarga justru lebih penting dan lebih strategis dibandingkan dengan peranan lembaga pendidikan. Inilah yang menjadi sumber persaingan dan pertikaian di antara individu di dalam masyarakat. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Demikian juga semua orang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengambil berbagai macam benda pemuas kebutuhan yang ada di dalam masyarakat. Sering kali upaya-upaya pemenuhan ini berbenturan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Apabila semua orang dapat melakukan hal tersebut.Untuk mengatasi krisis demoralisasi. baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. Setujukah kalian dengan pendapat yang tertuang pada alinea terakhir? Jelaskan dan sertai dengan data-data pendukung! 2. Sedapat mungkin melakukan tindakan-tindakan kooperatif terhadap pihak lain dengan memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang lain. Dalam sosiologi. baik yang mendasar maupun kepentingan yang sifatnya temporer.

data jumlah penduduk. Untuk dapat melakukan hal tersebut. Sebutkan metode-metode pengumpulan data dalam sosiologi dan antropologi! Berikan penjelasan masing-masing! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 31 . diperlukan data sosial budaya. Bagaimana kriteria warga masyarakat yang baik? DATA SOSIAL BUDAYA DAN PEMBANGUNAN Salah satu kriteria pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan. data kematian. Sosiologi dan antropologi dapat menjembatani pemerintah dalam rangka memperoleh data-data sosial budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di dalam masyarakat. komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Data-data sosial budaya yang akurat akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan bagi seluruh warganya. Misalnya. sesuai dengan kemampuan. dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakatnya. Pertanyaan: 1. Bagaimana cara memperoleh data-data sosial budaya yang benar? 2. data pendapatan per kapita. data kemiskinan. Data-data dapat diperoleh melalui sensus penduduk atau penelitian-penelitian sosial lainnya dengan menggunakan tenaga-tenaga sosiolog yang berkualitas.Pertanyaan: 1. data kelahiran. data drop out. Apa peranan norma dan nilai dalam membentuk perilaku warga masyarakat yang baik? 3. dan data sosial budaya lainnya. Apakah yang dimaksud dengan norma dan nilai sosial? 2. Kemukakan pendapatmu bagaimana prinsip-prinsip untuk menjalankan peranan dalam suatu kedudukan! 4.

Bagaimana peranan sosiologi dan antropologi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan suatu bangsa? Sosiologi dan antropologi sebagai ilmu yang relatif baru mempunyai dua pengertian dasar. Metode-metode Sosiologi dan Antropologi Metode Wawancara Metode Observasi Langsung Metode Observasi Partisipan Metode Angket Metode Komparasi 32 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi maka orang akan mati. yaitu kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. Konsep-konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Masyarakat Nilai dan Norma Kebudayaan Kepribadian Interaksi Sosial Perilaku Menyimpang Sosialisasi Pengendalian Sosial Kebutuhan Hidup Perubahan Sosial Budaya 2. 1. Coba sebutkan lima kriteria pemerintah yang baik! 5. 3. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri.3. Kebutuhan hidup ini terdiri dari 3 macam. Kebutuhan mendasar. Apa manfaat data sosial budaya bagi kegiatan pembangunan? 4. Kebutuhan sosial. yaitu sebagai berikut. yaitu kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. dan lain-lain. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Kebutuhan integratif. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. yaitu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu pengetahuan serta sosiologi dan antropologi sebagai metode.

dan Pranata Sosial 6. Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan dan Kebodohan Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Sosialisasi dan Kepribadian Kedudukan dan Peran Sosial Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Nilai. Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial di Lingkungan Masyarakat Setempat Demoralisasi Konsumerisme Sekularisme Gejala Demokratisasi Munculnya Fenomena Otonomi Daerah Meningkatnya Angka Pengangguran Munculnya Gerakan Separatis Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 33 . Norma. Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan Kebodohan Kesenjangan Sosial Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kedudukan dan Peran 5.Metode Kepustakaan Metode Penelusuran Sejarah Metode Pengukuran Langsung Metode Dokumenter Metode Analisis Media Massa 4.

yang merupakan ciri-ciri metode observasi partisipan adalah . . 5 E. . Data yang terkumpul berupa data sekunder. 3. . berdasarkan hitungan E. 3. sebagai data kebenaran dalam pembangunan C. . 1. 5 34 Sosiologi SMA/MA Kelas X . B. Dari pernyataan tersebut di atas. . . sebagai data pelengkap dalam pembangunan B. Ilmu pengetahuan bersifat logis berarti . 1. 5 C. C. 4 D.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Waktu penelitiannya sangat panjang. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keselamatan D. Salah satu kegunaan data sosial budaya yang dihimpun melalui penelitian sosial dalam kegiatan pembangunan adalah . artinya kegiatan-kegiatan untuk . A. Data yang terhimpun sangat lengkap dan detail. D atau E! 1. berdasarkan hapalan 2. 2. 3. sebagai bahan penyusunan kebijakan oleh pemerintah 4. 2. . A. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kebaikan B. sebagai bahan pembanding penyelenggara pemerintahan D. A. A. Peneliti dalam menghimpun data tidak hanya melihat dan bertanya. berdasarkan logika B. berdasarkan urutan disiplin ilmu D. 4. 1. . . berdasarkan pengalaman C. 4. tetapi mengalami sendiri. Arti kata sosial dalam “Departemen Sosial” menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. 4. 1. 2. 3. Perhatikan pernyataan berikut. 3. Menggunakan instrumen penelitian berupa angket. 1. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kesejahteraan C. 4. . 5. 5 B. . mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keharmonisan E. salah semua 3. .

kawan dan lawan C. kerabat 8. A. . adanya persamaan darah dan keturunan B. situs-situs purbakala 6. . Badan Pusat Statistik D. berorientasi pada nilai dan norma 10. kecuali . norma dan nilai sosial 9. . . Sosiologis berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani logos. lembaga swadaya masyarakat C. BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) E. norma dan nilai sosial E. selalu bersikap terbuka terhadap pembaruan D. pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) D. . perilaku menyimpang B. kepolisian B. Di bawah ini yang bukan merupakan unsur pokok masyarakat adalah . keluarga E. Sosiologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial mempunyai objek kajian berupa hal-hal berikut ini. . mengolah. . . “Socius” dalam pengertian sosiologi berarti . . A. . Di bawah ini yang bukan merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi adalah . . A. kawan B. sosial D. .5. selalu menganalisis hal-hal yang benar-benar terjadi bahkan yang seharusnya terjadi C. . A. dan menyajikan data-data sosial budaya untuk berbagai kebutuhan dalam pembangunan adalah . menerima hal-hal baru untuk disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu E. Sosiologi bersifat empiris artinya . Lembaga pemerintah yang secara khusus menghimpun. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 7. A. proses sosialisasi C. . kajiannya didasarkan pada kenyataan yang pernah terjadi dalam masyarakat B. . A. lembaga sosial B. . kebutuhan hidup manusia C. adanya norma sosial sebagai pedoman perilaku Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 35 . . interaksi sosial D. . perubahan sosial E.

.C. . akal pikiran E. induktif D. pengendalian sosial dan perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial dalam masyarakat C. . evolusi sosial C. Kaitan antara pengendalian sosial dan perilaku menyimpang adalah . Metode yang termasuk jenis kuantitatif adalah metode . Yang disebut teknik interview adalah teknik . . Metode penelitian dengan mempergunakan analisis atas peristiwaperistiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum disebut metode . . A. . . pengendalian sosial sama dengan perilaku menyimpang 12. A. . . . deduktif E. Keseluruhan perubahan situasi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu dinamakan . historis 15. pengendalian sosial dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang D. statistik C. pengendalian sosial merupakan akibat dari perilaku menyimpang E. A. tanya jawab secara tidak langsung E. A. perilaku menyimpang sebagai akibat dari pengendalian sosial B. . tanya jawab secara langsung D. . yang dimaksud dengan pemikiran adalah pengambilan keputusan dengan menggunakan . . . . laporan pandangan mata 14. 36 Sosiologi SMA/MA Kelas X . hitungan D. . adanya orang-orang 11. dinamika sosial budaya B. . A. proses sosial D. metode kuantitatif B. adanya kerja sama E. menggunakan matematik C. Dalam sosiologi. komparatif B. wilayah dengan batas-batas tertentu D. pendekatan historis 16. interaksi sosial 13. . pengumpulan bahan B. mencatat secara langsung C. perubahan sosial budaya E.

A. statistik B. kuantitatif C. case study

D. komparatif E. historis

17. Segala sesuatu yang benar-benar ada dan dapat dilihat serta diraba disebut . . . . A. fakta D. argumentasi B. data E. statement C. kenyataan 18. Pengumpulan data dengan menggunakan angket tidak cocok untuk masyarakat pedesaan di Indonesia karena . . . . A. masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak cukup dalam menjawab pertanyaan dalam angket tersebut B. masyarakat desa memiliki banyak kegiatan di ladang dan di sawah C. jarak antara desa dan kota relatif jauh D. masyarakat desa bersifat tidak jujur di dalam menjawab pertanyaan E. pengiriman angket sangat sulit akibat letaknya yang terpencil 19. Pengumpulan data dengan cara interview akan mempunyai kelebihan-kelebihan, antara lain . . . . A. hemat biaya dan tenaga B. memiliki biaya dan tenaga C. data yang diperoleh lebih luas dan lengkap D. hubungan antara peneliti dan responden menjadi semakin akrab E. menghilangkan subjektivitas 20. Istilah sosiologi pertama kali digunakan pada tahun 1839 di Perancis oleh . . . . A. Emille Durkheim D. Pitirim A. Sorokin B. Samuel Koening E. Herbert Spencer C. Auguste Comte

Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Coba kemukakan kembali menurut bahasamu sendiri, apakah sosiologi itu? 2. Coba jelaskan mengapa sosiologi itu perlu dipelajari! 3. Sebutkan objek-objek kajian dalam sosiologi! 4. Sebutkan dan jelaskan empat metode penelitian yang penting dalam sosiologi!
Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

37

5. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? Sebutkan dampak negatif dari kesenjangan sosial tersebut! 6. Tuliskan dua kegunaan sosiologi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang sangat majemuk! 7. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan? 8. Sebutkan empat sisi positif dari adanya otonomi daerah! 9. Sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia! 10. Apa manfaat langsung yang dapat dipetik dari pelajaran sosiologi ini dalam kehidupanmu sehari-hari?

38

Sosiologi SMA/MA Kelas X

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sumber: Gatra, 27 November 2004

M

enurut kalian, a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Dalam sosiologi, nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang, melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Bagaimana denga norma? Di sekolah tempat kamu belajar, pasti ada norma-norma yang harus kamu patuhi bukan? Misalnya kewajiban kamu sebagai murid untuk menghormati gurumu termasuk dalam norma nonformal. Penjelasan mengenai nilai dan norma sosial, serta bagaimana peranannya di dalam kehidupan masyarakat akan segera kamu pelajari di bab ini.

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial

39

Nilai Vital Nilai Religi Nilai Sosial Nilai Material Nilai Estetika Nilai Spiritual Nilai Moral Nilai Kebenaran Ilmu Pengetahuan NORMA DAN NILAI Norma Adat dan Kebiasaan Norma Kesusilaan dan Kesopanan Norma Sosial Norma Agama Pranata Sosial Norma Hukum Keteraturan Hidup 40 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat diperlukan adanya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya keteraturan itu sendiri. Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. Tulislah sejumlah nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu itu! 3. Misalnya. nilai dan norma itu harus dijunjung tinggi dan harus dipertahankan. Amatilah kehidupan di sekitar rumahmu! 2. karena dua pedoman tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat tersebut beradab. Kluckhohn. nilai dan norma merupakan bagian dari kekayaan budaya. Selain itu. yaitu sebagai pedoman atau petunjuk dalam bertingkah laku. artinya masing-masing orang memiliki keinginannya sendiri yang berbeda dari orang lain. Keinginan lebih bersifat individu. yang diinginkan adalah keinginan seseorang atau kelompok dengan mempertimbangkan hal-hal lain. melainkan yang diinginkan. kehidupan masyarakat akan teratur sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Nilai-nilai sosial ini diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian dalam masyarakat sehingga akhirnya menjadi suatu prinsip perilaku yang kuat yang diyakini kebenarannya.A. Oleh karena itu. Buatlah pembahasan terhadap salah satu norma dalam kaitannya dengan pengaturan perilaku! B. Oleh karena itu. warga masyarakat perlu mengetahui tentang nilai dan norma sosial sebagai unsur yang penting dalam pembentukan perilaku tertib sosial. Dua pedoman ini juga berfungsi untuk mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat dan merupakan warisan yang diterima secara turun temurun. Menurut C. Sebaliknya. 1. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 41 . nilai bukanlah keinginan. NILAI DAN NORMA SOSIAL Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat. nilai sosial adalah semua pola pikir yang dianggap baik dan benar oleh hampir semua orang dalam masyarakat. NILAI SOSIAL 1 . Jika norma dan nilai tersebut sudah dilaksanakan dengan baik. apakah yang diinginkan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat.

angka 36 adalah kebenaran yang bersumber dari rasionalitas masnusia. Dr. yang dimaksud dengan nilai material adalah nilai yang ada atau yang muncul karena materi tersebut. Macam-macam Nilai Sosial Untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik di antara orang-orang dalam masyarakat diperlukan adanya nilai sosial. yaitu: a . contohnya emas. Nilai terkandung dalam suatu benda dinamakan nilai sentral. dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang bernilai atau berharga. apabila pisau selalu tajam dalam waktu yang amat sangat panjang (berkualitas). Nilai kebenaran ilmu pengetahuan merupakan nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. nilai moral (etika). Dengan kata lain. c . nilainya akan merosot. Menurut Prof. nilai itu pun menjadi nilai sosial atau nilai bersama. Nilai Spiritual Nilai spiritual bersifat sangat abstrak dan berguna bagi rohani manusia . nilai sosial dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang baik yang diinginkan. tetapi lama-kelamaan nilai itu diterima dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. dan nilai keagamaan (nilai religius). Oleh karena itu. Pisau mempunyai harga atau nilai tertentu karena ketajamannya yang dapat digunakan untuk memotong sesuatu.Nilai sosial memang awalnya berasal dari nilai perorangan. 2 . Contoh 6 6 = 36. Nilai Material Pada dasarnya. nilai spiritual meliputi nilai kebenaran (kenyataan). Dr. nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh banyak orang dalam masyarakat yang selanjutnya merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. nilai akan dipedomani dalam setiap benak orang yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk perilaku bagi orang tersebut. nilai keindahan (estetika). Nilai kebenaran (kenyataan) bersumber dari akal manusia (rasio atau akal). b. Pada hakikatnya. nilai vital adalah nilai yang muncul karena daya kegunaannya. contohnya pisau. dicita-citakan. Notonegoro. Nilai suatu benda yang muncul karena kegunaannya dinamakan nilai vital. nilai sosial dibedakan menjadi tiga macam. Sebaliknya. Nilai Vital Pada dasarnya. Akhirnya. Menurut Prof. Notonegoro. Emas ini mempunyai nilai tertentu yang muncul karena benda berupa emas mempunyai warna kuning gilap dan tidak luntur yang selanjutnya akan banyak kegunaannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. Suatu nilai kebenaran yang bersumber dari pertimbangan akal 42 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Tetapi seandainya pisau tersebut tumpul. maka pisau ini akan memiliki harga atau nilai yang semakin tinggi.

Nilai keagamaan (nilai religius) merupakan nilai yang didasarkan pada keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. yaitu sebagai berikut. Terbentuknya Nilai Sosial Nilai-nilai sosial tiap-tiap masyarakat memang memiliki perbedaan-perbedaan sehingga tiap-tiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem perilakunya. menolong orang lain bernilai baik. Nilai menjadi dasar pedoman perilaku. Nilai estetika didasarkan pada kemampuan perasaan manusia menangkap sesuatu yang indah tentang objek tertentu atau suatu hal.pikir manusia yang sewaktu-waktu dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun dinamakan Nilai Kebenaran Ilmiah. Misalnya.1 Sikap saling menolong merupakan nilai dalam masyarakat. Sumber: Kompas. 3 . sebaliknya menyontek pada waktu ulangan bernilai buruk. 4 . Nilai bersifat abstrak. Misalnya. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 43 . ketika kita mendengar suara orang yang menyanyi dengan merdu. Nilai keagamaan seseorang akan berbeda dengan yang lain meskipun agama yang dianut sama. Nilai belum merupakan perintah atau larangan sehingga tidak memiliki sanksi. Ciri-ciri Nilai Sosial • • • • Nilai sosial memiliki ciri. karena sikap tersebut dianggap baik dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai terbentuk melalui proses pengalaman dalam pergaulan antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Nilai moral (estetika) merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. 11 Agustus 2006 Gambar 2.

Nilai sekaligus merupakan buah pemikiran warga masyarakat untuk mengatur dan membatasi aktivitas individu agar tidak memasuki hak-hak orang lain. mereka akan ikut mendapat kecaman dari warga masyarakat. Menurut kalian. Tetapi secara umum. serta sanksi-sanksi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yang ada dalam masyarakat. ada nilai-nilai kemanusiaan yang cenderung sama antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. nilai bersifat abstrak dan menjadi prinsip bagi individu dalam menentukan perilakunya. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai menjadi alat kontrol atau pengatur yang mengikat agar seseorang mau berperilaku baik. bagaimana cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran tersebut pada nomor 1? 3 . Bagi mereka yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial. baik dalam bentuk kecaman ringan maupun kecaman berat sesuai dengan tingkat penyimpangan perilaku terhadap norma yang ada. Jelaskan mengapa tata tertib di sekolah perlu dipatuhi oleh semua siswa! 4 . Fungsi Nilai Sosial dalam Membentuk Keteraturan Secara umum. Orang tua patut mendapatkan penghargaan dan perlindungan dari yang muda dan yang kuat. Bentuklah kelompok yang terdiri 2 – 3 orang. kemudian kerjakan soal di bawah ini! 1 . Nilai sosial dalam masyarakat memang senantiasa mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya peradaban dan pergaulan yang terjadi dalam masyarakat. Selanjutnya nilai-nilai sosial yang abstrak ini akan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma sosial yang berupa perintah dan larangan.Tetapi secara universal. Sudahkah para guru menjadi contoh dan penegak tata tertib di lingkungan sekolahmu? Jelaskan pendapatmu! 44 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Nilai sosial terbentuk melalui pengalaman dan kejadian yang kemudian diseleksi dan diaktualisasikan dalam sistem perilaku sehingga dipertahankan keberadaannya oleh banyak orang dalam masyarakat. Musyawarah untuk mencapai mufakat cenderung lebih baik daripada hasil pemikiran seorang yang bersifat diktator. Tulislah pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib di sekolahmu! 2 . nilai-nilai sosial dalam masyarakat berfungsi sebagai pedoman perilaku yang telah disepakati oleh warga masyarakat termasuk para pendahulu yang membuatnya. misalnya seperti contoh berikut. dan lain-lain. • • • Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang patut dihargai oleh orang yang lain. 5 .

Sumber: Gatra. Norma-norma yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal atau resmi dan nonformal atau tidak resmi. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 45 . NORMA SOSIAL 1. adat istiadat. Norma sosial adalah aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur perilaku semua orang dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial. juga peraturan daerah yang bersumber dari negara. jika seseorang melanggar aturan. sehingga orangorang yang lemah pun dijamin kelangsungan hidupnya oleh norma-norma tersebut. Norma sebagai ketentuan menjadi ukuran perilaku dan merupakan pedoman yang harus ditaati setiap warga masyarakat.2 Beribadah merupakan salah satu cara seseorang melaksanakan norma agamanya. sanksi diciptakan masyarakat untuk menjadi kendali bagi seseorang supaya perilakunya dapat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan. maka norma dilengkapi dengan sanksi. 2 . 27 November 2004 Gambar 2. Norma formal dapat berupa aturan-aturan yang tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi seperti surat keputusan. contohnya aturan-aturan di masyarakat. Macam-macam Norma Sosial Norma pada dasarnya merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai sosial. juga aturan-aturan dalam keluarga.C. Agar norma dapat dipatuhi oleh semua warga masyarakat. Norma sosial keberadaannya sangat diperlukan untuk menjamin semua orang termasuk yang lemah agar kepentingannya dapat terpenuhi secara wajar dalam masyarakat. dia akan diberi sanksi berupa hukuman. Dengan demikian. Norma nonformal merupakan aturan tidak tertulis. Pengertian Norma Sosial Tahukah kalian bahwa norma sosial adalah pelindung kita dari tindak angkara murka orang-orang kuat yang ada di sekitar kita. Norma dibuat oleh warga masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dan telah dianggap baik dan benar. Sebaliknya.

Sebagai suatu prinsip bahwa berperilaku susila dan sopan pada dasarnya merupakan perbuatan yang akan berbuah pada penghargaan pribadi si pelakunya. Selanjutnya adat dan kebiasaan akan dipedomani oleh setiap warga masyarakat sebagai suatu cara berperilaku dalam setiap kepentingan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Pada hakikatnya. Norma Hukum Dalam kaitannya dengan struktur pemerintahan suatu negara. Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat. Pada dasarnya. Artinya. Oleh sebab itu.Sanksi pada hakikatnya merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masyarakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. baik perintah maupun larangan agar umat manusia dapat memperoleh jalan kebenaran sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Contoh norma adat adalah adat perkawinan. Norma kesusilaan dan norma kesopanan memiliki substansi pokok. Norma adat adalah norma-norma yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena telah dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik. d. antara lain: a. yaitu mengenai tuntutan perilaku yang benar yang seharusnya diperbuat oleh setiap warga masyarakat. orang berperilaku dan perpedoman pada kebiasaan-kebiasaan atau adat. Norma seperti inilah yang diperlukan untuk meredam terjadinya konflik yang bersumber dari perendahan martabat oleh orang lain. sering kali norma diberlakukan lebih berat dari bentuk pelanggarannya. Oleh sebab itu. tetapi yang jelas norma agama merupakan norma yang berisi kebenaran terutama bagi para pemeluknya. adat pembagian warisan. norma agama merupakan himpunan peraturan-peraturan yang merupakan petunjuk hidup. Tiap-tiap agama memiliki norma sendirisendiri yang akan bercorak pada zaman tertentu di mana agama itu lahir serta lokasi di mana wahyu Tuhan itu diturunkan. setiap manusia sebenarnya perlu dihargai sama. dan lain-lain. b. c . baik di dunia maupun di akhirat. semua bentuk kesusilaan dan kesopanan akan memunculkan penghargaan dari orang lain kepada kita sendiri. Norma Adat/Kebiasaan Dalam kehidupan masyarakat tradisional. yaitu mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain. norma kesusilaan dan kesopanan merupakan penjabaran dari nilai-nilai moral. Norma Kesusilaan/Kesopanan Setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan. Norma agama adalah norma yang berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan melalui orang-orang yang terpilih (Nabi). Norma Agama Setiap agama memiliki aturan-aturan atau syariat untuk mengatur hubunganhubungan antarmanusia maupun hubungan dengan Tuhan. diperlukan pedoman-pedoman untuk mengatur hak dan wewenang tiap-tiap aparatur negara 46 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Norma-norma hukum dalam masyarakat negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut. norma kesusilaan dan kesopanan. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 47 . norma hukum adalah norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang berwenang. Hukum perdata adalah suatu lapangan hukum yang mengatur masalah perkawinan.net Gambar 2. norma adat dan kebiasaan. penipuan. pembunuhan. artinya apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat-alat negara. norma hukum terdiri dari hukum perdata dan pidana. artinya tertulis dengan jelas dan tegas. hukum pidana merupakan suatu lapangan hukum yang mengatur masalah kejahatan seperti penganiayaan. Semua bentuk peraturan yang tertulis yang dibuat lembaga-lembaga negara yang berwenang dinamakan norma hukum. dan norma hukum. Tetapi norma hukum mempunyai peran cukup besar dalam mengatur hubungan antarindividu dalam kaitannya dengan kedudukannya sebagai warga negara.secara struktural dari atas hingga ke bawah. Sumber: www. dan lain-lain. presiden sebagai penyelenggara eksekutif. atau pimpinan departemen hingga stafnya yang terbawah. Masalah-masalah perdata sering kali berkelanjutan menjadi masalahmasalah pidana atau di dalam masalah pidana. jual beli. Bersifat memaksa. DPR dan pemerintah. dan perjanjian-perjanjian. Norma hukum merupakan norma terakhir yang lebih dapat menjamin adanya suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Norma sosial pada dasarnya meliputi norma agama. Lembaga yang berwenang bisa berupa majelis. Sering kali hukum perdata dan hukum pidana mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain. Di Indonesia.asianfoodworker.3 Hukuman penjara merupakan sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma hukum. di dalamnya terkandung banyak pelanggaran pada masalah perdata. Sebaliknya. Pada dasarnya. warisan. • • Bersifat eksplisit. pemerasan. pemalsuan.

Karena bila terjadi penyimpangan terhadapnya. a. maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya 48 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar maupun secara tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Proses dipatuhi dan terbentuknya suatu norma sosial dapat berlangsung melalui empat tingkatan. dan seterusnya. cara orang menuang minuman. dan dipertahankan oleh warga masyarakat. yaitu sebagai berikut. Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap apa yang sama sebagai bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. b. artinya melindungi pihak-pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak-pihak yang kuat melalui sanksi-sanksi dan alat-alat negara. akan dimarahi oleh para leluhurnya. Bersifat mengatur. Adat-istiadat (custom) Apabila tata kelakuan tersebut kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Proses Terbentuknya Norma Sosial Dengan semakin berkembangnya tata keidupan dan peradaban manusia. Mores ini merupakan pedoman perilaku yang dianggap paling benar yang dimiliki. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan (folkways) adalah suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi. cara orang memberi salam kepada orang tua. Tata Kelakuan (mores) Tata kelakuan (mores) adalah suatu kelompok aktivitas yang benar-benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat. artinya berisi perintah-perintah dan larangan-larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang-bidang yang diatur masing-masing hukum. artinya tiap-tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat-pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula. Bersifat melindungi. dipakai.• Dibuat oleh lembaga yang berwenang. Cara (usage) Cara (usage) adalah suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula. • • 3. undang-undang dibuat oleh DPR dan pemerintah. misalnya Undang-Undang Dasar dibuat oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). dan lain-lain. Contoh: cara orang memakai topi. c. d. pranata sosial disadari semakin diperlukan dalam kehidupan sehingga mulai dibakukan dan disempurnakan secara turun-temurun.

kebutuhan pencaharian hidup. kebutuhan jasmaniah dari manusia. Untuk memberikan suatu batasan. dapatlah dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. Hal itu disebabkan oleh karena setiap masyarakat tentu mempunyai kebutuhankebutuhan pokok yang apabila dikelompok-kelompokkan. Wujud kongkret dari lembaga kemasyarakatan tersebut adalah association. dengan demikian terbentuklah custom (adat. pemberantasan buta huruf. Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperikelaku sejalan dengan perilaku yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan manusia. Fungsi Norma Sosial dalam Membentuk Keteraturan Norma sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. sekolah-sekolah menengah. pelamaran. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa lembagalembaga kemasyarakatan terdapat dalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut mempunyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. Universitas Padjajaran. tetapi dapat berlangsung lebih jauh lagi hingga suatu norma masyarakat tidak hanya menjadi institusionalized dalam masyarakat. taman kanak-kanak. Sebagai contoh. Kebutuhan akan pendidikan akan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren. dan lain sebagainya. dan lainnya adalah institusi. Dari contoh-contoh di atas. kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih. Dengan perkataan lain. koperasi. Kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pertanian. 4 . perkawinan. kebutuhan akan pendidikan.istiadat). Universitas Gajah Mada. universitas merupakan lembaga kemasyarakatan. pranata sosial terus mengalami perubahan dalam arti bertambah jumlahnya dan berubah bentuknya sejalan dengan perkembangan tata kehidupan manusia dalam masyarakat. Dalam perkembangan selanjutnya. sekolahsekolah dasar. norma sosial Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 49 .terhadap perilaku warga masyarakat. Di dalam perkembangan selanjutnya. perguruan-perguruan tinggi. sedangkan Universitas Indonesia. kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan. industri. Selain itu. dan lain sebagainya. dan sebagainya. Proses pelembagaan sebenarnya tidak berhenti demikian saja. dan lain-lain. terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan. norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia seperti kebutuhan hidup kekerabatan. perceraian. Dalam hal ini norma sosial berfungsi sebagai faktor perilaku yang memukinkan seseorang menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain. Misalnya. peternakan. Universitas Airlangga. norma-norma tadi telah mendarah daging (internalized). tetapi menjadi internalized.

Kesadaran Akan Pentingnya Keteraturan Untuk menciptakan kesadaran sosial tentang pentingnya hidup bersama dalam masyarakat. 50 Sosiologi SMA/MA Kelas X . para pendidik. jaksa. Norma Sosial yang Memadai Norma sosial ini berfungsi sebagai landasan perilaku yang harus diperbuat oleh setiap individu dalam bidang kehidupan tertentu. Sumber: www. kaum ulama. c. Untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat.juga menjadi aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilainilai sosial sekaligus menjadi unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat. Penegak formal meliputi polisi. Aparat Penegak Norma Aparat penegak norma adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan kepentingan untuk menegakkan keberadaan norma dalam mengatur perilaku individu dalam masyarakat. sedangkan penegak nonformal meliputi tokoh-tokoh masyarakat. a .com Gambar 2. diperlukan tiga syarat pokok antara lain sebagai berikut.pikiran-rakyat. dan hakim. Dengan demikian warga masyarakat menyadari bahwa norma memang harus dipatuhi sebagai bentuk sumbangan seorang individu dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat yang paling hakiki.4 Polisi menjadi aparat penegak norma dengan tujuan untuk memelihara dan menciptakan keamanan. Penegak norma ini terdiri dari penegak formal dan penegak nonformal. diperlukan pengetahuan pendidikan yang memadai serta sosialisasi terhadap norma-norma hukum. b. dan tokohtokoh masyarakat lainnya.

Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! T Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 51 . Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. SH sebagai Jaksa Agung pada Kabinet Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla pada awalnya terkesan memberikan harapan. 3. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. karena Abdul Rahman Saleh pada saat menjadi anggota Mahkamah Agung pada pengadilan kasus korupsi berskala besar yang melibatkan salah satu pejabat tinggi negara bersikap berbeda dengan majelis hakim. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang disertai dengan tindak anarkis. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. proses peadilan terhadap para koruptor dapat dipercepat dan kalau perlu koruptor-koruptor tersebut ditangkapi dahulu baru diproses. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Tuliskan tidak lebih dari satu halaman! 2. Buatlah sebuah uraian yang berisi laporan bagaimana kamu sebagai seorang anak dan siswa mendukung nilai dan norma yang ada di lingkungan sekolahmu sebagai orientasi acuan dalam bertingkah laku. serta bagaimana cara menyelesaikannya. BARU ADILI erpilihnya Abdul Rahman Saleh. Masyarakat berharap pada masa kepemimpinan Abdul Rahman Saleh sebagai kepala Kejaksaan Agung RI. dan bagaimana penyelesaiannya? Buatlah analisis sosial tentang ke tiga pertanyaan di atas! TANGKAP DULU.1. Sebutkan faktor-faktor penyebab menjamurnya pedagang kaki lima dan rumah liar di kota-kota besar.

Setujukah kalian atas usul tangkap dulu koruptor-koruptor itu baru proses? Jelaskan! 2. dalam perjalanannya banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi. NARKOBA MENGANCAM M asa depan bangsa Indonesia ada di tangan siswa-siswa sekarang. salah satunya bahaya narkoba yang setiap saat mengajak generasi muda. masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan cenderung menjadi tidak teratur. Berikan alasan kalian dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku di Indonesia! AWAS. Pertanyaan: 1. Nilai-nilai apa yang harus didalami siswa agar terhindar dari bahaya narkoba? LALU LINTAS SUKA-SUKA Pasca reformasi. sekolah. dan badan dunia untuk menekan penyebaran narkoba kepada masyarakat. Namun. Cobalah perhatikan 52 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Contoh khusus terjadi pada lalu lintas. Apakah hukuman berat terhadap pengedar narkoba merupakan solusi? 3. baik oleh ulama. Berbagai usaha telah dilakukan.Pertanyaan: 1. Bagaimana seharusnya nilai-nilai sosial itu disemaikan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba? 2. Bagaimana seharusnya tindakan Kepala Kejaksaan Agung RI terhadap para koruptor di Indonesia. pemerintah.

Mengapa masyarakat perkotaan cenderung menjadi tidak teratur berlalu lintas pasca reformasi? 2. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 53 . 4.bus dengan penuh sesak dan penumpang bergelantungan melintas di jalan tol. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh polisi? 4. Mengapa petugas seperti polisi dan Dinas Perhubungan tidak bertindak untuk meluruskannya? 3. Norma apa yang tidak berfungsi dalam bahan diskusi di atas? 1. 2. Keteraturan sosial merupakan keadaan di mana semua orang dalam masyarakat telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya sehingga tidak terjadi benturan antara hak dan kewajiban dengan individu yang lain. Nilai sosial ini berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat dalam pergaulan. 5. 3. dan pungli terus merajalela. dan norma hukum. diperlukan sanksi yang pelaksanaannya harus dikawal dan ditegakkan oleh aparat penegak norma. dan nilai spiritual. yaitu norma agama. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat. kesusilaan dan kesopanan. kendaraan melawan arus. Pertanyaan: 1. bus parkir (ngetem) di mana tanda dilarang berhenti banyak terpampang. Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dicitacitakan oleh warga masyarakat. Agar norma dapat dipatuhi oleh individu dalam masyarakat. jalan digunakan sebagai lahan parkir. nilai material. Nilai sosial meliputi nilai vital. 6. Norma sosial berfungsi mengatur hubungan dan perilaku timbal balik antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Akhirnya dapat dikatakan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia jauh dari tata tertib berlalu lintas. adat dan kebiasaan. Norma sosial adalah semua bentuk peraturan. jalan-jalan dipenuhi pedagang. baik formal maupun nonformal sehingga dalam masyarakat tercipta keteraturan sosial. Norma sosial terdiri dari empat macam. 7.

pertentangan antargolongan 2. proses internalisasi 3. akulturasi kebudayaan Dari pernyataan di atas. saling menghormati C. berkembangnya suatu kebudayaan yang sangat komplek D. . dan E! 1. A. fasilitas yang telah tersedia C. . hubungan manusia dengan kekuatan ilahi E. pewarisan nilai-nilai D. yang benar adalah . Pranata sosial berubah karena adanya: 1. saling membutuhkan 4. bermacam-macam bentuk kebutuhan keluarga dan kehidupan bermasyarakat D. rohaniah. pembagian kekuasaan B. tersedianya sarana pendidikan B. Koentjaraningrat. B. adanya program wajar 9 tahun dan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) E. . untuk membatasi kebutuhan umat manusia 3. C. dan sosial C. D. .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . berbagai kebutuhan hidup dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berkaitan B. Menurut Prof. interaksi antarkelompok masyarakat 2. istilah pranata sosial digunakan untuk menekankan terdapatnya aturan main tentang . . mencukupi kebutuhan ekonomi dengan berusaha secara profesional E. . . Lahirnya lembaga sekolah di masyarakat disebabkan oleh . . 54 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . kebutuhan manusia yang meliputi jasmaniah. pengendalian sosial dalam masyarakat 5. . Sikap toleransi antarumat beragama dalam masyarakat merupakan wujud dari kebutuhan akan pengaturan . . adat istiadat yang kuat 4. A. A.

Di bawah ini yang dimaksud dengan nilai vital adalah . Dr. adat dan kebiasaan D. 4 dan 5 E. segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya B. . A. tawakal C. . . mengatur cara bertindak yang mengikat 4. segala sesuatu yang bersumber pada unsur rasa atau estetika manusia C. . moral dan keyakinan bangsa D. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. 2. sombong dan kikir B. 4 E. 5 B. 2 dan 3 C. memberikan pegangan dalam sistem pengendalian Yang merupakan fungsi dari pranata sosial adalah .A. karena nilai merupakan . . tujuan yang ingin dicapai B. Notonegoro adalah . . norma hukum E. . norma kebiasaan B. jujur dan adil E. 3. 5 6. . . A. . 1. A. 1 dan 5 5. . nilai yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia D. 3. 4. rajin dan hemat 9. norma sosial C. 3. 4 D. 2 dan 4 D. tindakan berbudi pekerti C. A. menunjukkan tujuan hidup masyarakat 2. segala sesuatu yang bersumber pada akal manusia E. . 4. norma agama 8. Berikut ini yang bukan contoh dari nilai moral menurut Prof. A. . menjaga keutuhan masyarakat 5. 3. . Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita. nilai ilmu pengetahuan Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 55 . 2. sarana untuk mencapai tujuan 7. Norma-norma dalam masyarakat yang berfungsi untuk mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak dan kewajiban individu sebagai warga negara adalah norma . 1. iman dan taqwa D. memberikan pedoman kepada anggota masyarakat 3. 5 C. 1 dan 3 B. . tindakan sosial E.

. . kaidah hukum C. C. nilai bersifat abstrak. A. nilai bersifat berubah-ubah D. . norma sosial C.10. 20 tahun 2003 Tata Cara Penguburan Jenazah pada masyarakat Jawa PP 30 Tahun 1980 14. . adat istiadat E. Sanksi yang sifatnya ringan berupa teguran. ketidaksamaan sosial B. 1 Tahun 1974 Tata Tertib Sekolah Undang-Undang No. norma bersifat tetap. A. Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut . kegiatan individu yang mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya D. pengendalian sosial E. proses berubahnya pola perilaku akibat perubahan norma 12. norma bersifat konkret B. Yang dimaksud dengan proses internalisasi adalah . norma bersifat terbuka C. . sindiran. D. . A. . atau pun dipergunjingkan merupakan hukuman bagi seseorang yang melanggar . bawah ini yang bukan contoh dari norma hukum adalah . folkways D. pranata sosial B. E. . . norma sosial D. . Upaya untuk mencegah dan mencari solusi terhadap semua bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat dinamakan . norma bersifat sempit. wilayah berlakunya 15. A. . . nilai bersifat luas E. vested interest C. . folkways 13. nilai bersifat tertutup. . perilaku sosial D. Undang-Undang No. Perbedaan yang mendasar antara norma dan nilai sosial adalah . proses panjang yang berlangsung seumur hidup sejak individu lahir sampai meninggal B. keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu sehingga tercapai kestabilan C. proses di mana individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap dengan adat istiadat E. A. . . B. mode E. usage 11. aktivitas sosial 56 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Di A. mores B. . .

. . kenakalan anak-anak usia sekolah di dalam lingkungan sekolahnya 20. V IV Hukum V Agama 17. . I B.16. . Perilaku individu atau kelompok individu dengan nilai-nilai dan norma-norma dinamakan . I Kelaziman A. A. tindakan-tindakan remaja yang merugikan kepentingan masyarakat luas D. III II Kesopanan III Kesusilaan D. A. aktivitas terlarang E. . Salah satu fungsi norma dan nilai dalam masyarakat adalah . Norma yang dimiliki sanksi berat bagi pelanggarannya adalah . perilaku menyimpang D. kesopanan D. . . semua aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial C. Yang dimaksud dengan kenakalan remaja adalah . C. A. memberikan kekuasaan kepada pihak/golongan tertentu 18. memberi arah terhadap individu untuk berperilaku di tengah-tengah masyarakat E. keanekaragaman perilaku sosial dalam masyarakat yang tidak sesuai yang berlaku dalam masyarakat perilaku terpuji antisosial 19. kesusilaan C. II C. memberikan petunjuk mengenai aktivitas sosial C. . adat istiadat B. memberi arah dan tujuan individu dalam melaksanakan komunikasi sosial B. . . . B. Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku merupakan sanksi norma . . agama Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 57 . aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma adat dan kebiasaan E. IV E. hukum E. aktivitas remaja yang belum dewasa hukum di luar jam pelajaran B. membatasi/melarang berbagai macam aktivitas sosial dalam masyarakat D. . . A. .

Bagaimana peranan aparat penegak hukum dalam menciptakan tertib sosial? 10. Apa syarat-syarat pokok terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat? 5. Jelaskan kaitan antara kesadaran sosial dan keteraturan sosial dalam masyarakat! 58 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma kesusilaan b.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Sebutkan fungsi nilai! 6. Norma kebiasaan 9. Norma kesopanan c. Jelaskan kaitan antara norma dan nilai sosial! 3. Sebutkan macam-macam norma sosial dalam masyarakat! 7. Apakah yang dimaksud dengan: a. Norma adat d. Bagaimana menciptakan norma sosial yang memadai? 4. Mengapa norma dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat? Jelaskan! 8. Apakah yang dimaksud dengan norma sosial dan nilai sosial? 2.

Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Untuk mengetahuinya. kamu berinteraksi dengan orang tua dan saudaramu. setiap individu akan mengetahui nilai dan norma apa yang berlaku di lingkungannya. Dan di lingkungan tempat tinggalmu. Bagaimana menurutmu dengan pendapat tersebut? Kita sebagai manusia tentu saja membutuhkan orang lain. kita pun berinteraksi dengan orang lain. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 59 . Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial.id S etiap manusia tidak dapat hidup sendiri. Dengan interaksi. Sumber: http://images. Menghubungkan antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Di sekolah. coba kamu pelajari bab ini. Begitu juga dengan kamu bukan? Di rumah. kamu pun berinteraksi dengan guru dan teman-temanmu. Untuk itu. Hal tersebut akan membantu mewujudkan keteraturan sosial.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial. kamu pun berinteraksi dengan tetangga dan anggota masyarakat lainnya.google.co.

Pengertian interaksi sosial dan dinamika sosial Kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya lembaga sosial. kelompok dan organisasi sosial Faktor penyebab perubahan sosial Lingkungan alam Sugesti Imitasi Identifikasi Motivasi Simpati Empati Hubungan kekeluargaan Hubungan antarstatus Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan Status kependudukan Nilai dan sikap 60 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Keluarga dapat berkembang menjadi suatu extended family dan bahkan berkembang menjadi suatu kerabat atau pun suku bangsa. Untuk itu. manusia membentuk suatu koloni untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Keadaan ini telah mendorong setiap manusia lain jenis untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang kemudian disebut keluarga. kebutuhan sosial. manusia mutlak memerlukan keberadaan manusia lain. atau pun dari kelompok suku lain. Dengan dorongan inilah. baik oleh binatang atau pun kelompok manusia yang lain. Terkadang mereka menghadapi tantangan dari binatang buas atau pun dari kelompok suku lain yang menyerang. Di samping itu. manusia memerlukan keberadaan orang lain. Secara naluriah. sedangkan dorongan untuk hidup bersama dengan orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut. Keadaan ini telah mendorong munculnya kelompok-kelompok persekutuan manusia yang didasarkan pada persamaan darah dan keturunan. Dari dorongan inilah. kita selalu mempunyai naluri untuk hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. manusia belum banyak memiliki teknologi untuk menyelenggarakan kehidupannya. baik mendasar. melainkan harus bersama-sama dengan manusia lain. terutama ketika terjadi bencana-bencana yang memerlukan pertolongan orang lain. manusia tidak dapat melaksanakannya secara sendirian. Untuk itulah. Dorongan untuk Mempertahankan Diri Dalam rangka mempertahankan diri dari berbagai serangan. Mereka masih hidup berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagai manusia. manusia membentuk suatu kelompok-kelompok untuk berburu. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 61 . manusia membentuk suatu koloni dengan tujuan semata-mata untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan binatang buas. untuk berladang. Ketika manusia dalam taraf kehidupan yang masih primitif. untuk mendirikan rumah. dan lain-lain sebagainya.A. Dorongan untuk Meneruskan Keturunan Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki naluri untuk meneruskan keturunan dengan cara melangsungkan perkawinan. Untuk melaksanakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup. tidak selamanya kondisi alam senantiasa ramah. Naluri inilah yang disebut dengan naluri gregoriousness. setiap manusia mempunyai dorongan seksual sebagai kodrat manusia untuk meneruskan keturunannya agar tidak punah. alam. diperlukan dorongan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri. Dorongan untuk Memenuhi Kebutuhan Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. maupun kebutuhan integratif.

Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan besar. 62 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Interaksi sosial merupakan bentuk dasar dari dinamika sosial budaya yang ada di dalam masyarakat. terlebih dahulu manusia pun harus melakukan interaksi sosial dengan sesamanya. Melalui kegotong-royongan inilah. individu dengan kelompok individu. Dengan demikian. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. dan kelompok individu dengan kelompok individu. Dorongan inilah yang membuat terciptanya suatu kehidupan bersama untuk menjalin kegotong-royongan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya. 1. sering kali manusia secara individu kewalahan untuk melakukannya. Melalui interaksi sosial akan terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat yang memungkinkan terbentuknya hal-hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. Apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Sumber: Koleksi Editor Gambar 3. setiap orang memerlukan kebersamaan dengan orang lain.1 Dorongan untuk hidup bersama dipengaruhi oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. manusia mempunyai kejiwaan dan mempunyai kepentingan terhadap keberadaan orang lain. kelangsungan hidup masyarakat terjamin.Dorongan untuk Hidup Bersama Sebagai makhluk pemikir dan bermoral. Untuk mewujudkan kehidupan bersama.

2. Kaitan Antara Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial Budaya Interaksi sosial merupakan bagian terkecil dari proses perubahan yang ada di dalam masyarakat. Jelaskan apa saja yang mendorong manusia melakukan interaksi sosial! 2.Interaksi sosial dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar. Melalui proses interaksi sosial inilah. 3. interaksi sosial juga ditandai dengan adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu. juga adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut. dan kebutuhan integratif. Jelaskan bagaimana peranan nilai dan norma dalam interaksi sosial! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 63 . kebutuhan sosial. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkatperangkatnya terjadi interaksi dan korelasi saling mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. baik yang bersifat progresif maupun yang bersifat regresif hingga mewujudkan suatu dinamika sosial maupun dinamika budaya. baik secara individual maupun secara kolektif dengan berpedoman pada sistem budaya yang ada. Mengapa manusia dikatakan makhluk individu dan juga makhluk sosial? Apa yang melatar belakangi hal tersebut? Jelaskan alasanmu! 4. Apakah yang dimaksud dengan keteraturan sosial? 3. dan masa yang akan datang. masa kini. 1. Pengertian Dinamika Sosial Dinamika sosial pada hakikatnya adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. dan pranata sosial. Interaksi sosial itu sendiri mempunyai ciri-ciri. yaitu jumlah pelakunya lebih dari satu orang dan adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. Interaksi sosial merupakan implementasi dari pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. norma. termasuk nilai-nilai. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang progresif maupun perubahan-perubahan yang regresif. Selain itu. masyarakat akan bergerak secara dinamis. Di dalam dinamika sosial.

Oleh karena itu. Perubahan undang-undang dasar. Perubahan mata pencaharian. yaitu pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai.Bentuk-bentuk konkret dari dinamika sosial dan budaya adalah sebagai berikut. 2. manusia memerlukan manusia yang lain untuk melakukan interaksi sosial. Pada waktu melaksanakan peniruan terhadap sesuatu 64 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Bahkan secara ekstrim. perhatian atas sikap mengagumi terhadap pihak lain yang dianggap cocok. Perubahan jumlah penduduk. Perubahan kualitas penduduk. manusia tidak akan mempunyai arti jika tidak ada manusia lain. Perubahan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sugesti Salah satu faktor pendorong interaksi sosial adalah sugesti. dan lain-lain. persebaran. Perubahan struktur pemerintahan. 1. Perubahan ejaan dalam bahasa. jenis kelamin. dan lain-lain). agama dan kepercayaan. Perubahan komposisi penduduk (kepadatan. Imitasi Yang dimaksud imitasi pada hakikatnya adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. meniru mode pakaian artis yang menjadi idolanya. Singkatnya sugesti menciptakan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kontak sosial dengan pihak lain. tingkat mata pencarian. Adapun dorongan-dorongan terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Pengaruh ini datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemikiran yang detail yang dipertimbangkan terlebih dahulu. Imitasi muncul disebabkan oleh adanya minat. undang-undang. dan peraturan pelaksana lainnya. B. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL Manusia adalah makhluk sosial. Contoh: meniru gaya bicara guru idolanya. Perubahan tingkat pendapatan dan perubahan tingkat kemakmuran. Manusia memang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain. secara kodrati. dan struktur penduduk menurut umur. artinya makhluk yang selalu hidup bersamasama dengan manusia lain.

Imitasi terdiri dari peniruan terhadap pola pikir orang lain. atau pola pikirnya. seseorang dapat berbuat apa saja untuk mewujudkan rasa simpatinya. Contoh: ketika seseorang yang mengalami kecelakaan dan menangis. Contoh: soal pakaian seragam. motif popularitas. Motif identifikasi dipergunakan ketika orang menjadi bagian dari kelompok yang besar. Simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan mitranya. Simpati merupakan suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disebabkan oleh menariknya penampilannya. Simpati Pengaruh psikis yang paling mendasar dalam suatu interaksi sosial adalah rasa simpati seseorang terhadap orang lain. motif politik. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Identifikasi Yang dimaksud dengan identifikasi dalam suatu interaksi sosial adalah dorongan seseorang untuk menjadikan dirinya identik atau sama dengan orang lain. Dengan adanya rasa simpati. Motivasi Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalitas. 5. peniruan terhadap perilaku. tiba-tiba kita pun yang melihatnya menangis. soal ketaatan terhadap peraturan. Motivasi seseorang dapat muncul disebabkan faktor atau pun pengaruh dari orang lain sehingga seorang individu melakukan kontak dengan orang lain. 3. Proses identifikasi diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang lebih konkret dan merupakan hasil pertimbangan yang matang pada diri seseorang. kebijaksanaannya. Contoh: seseorang mengikuti suatu kegiatan tertentu karena adanya motif-motif tertentu seperti motif ekonomi. dan lain-lain. 6. Berbeda dengan imitasi. Tindakan ikut menangis dan melakukan pertolongan tertentu ketika melihat seseorang yang mengalami musibah merupakan contoh dari empati. 4. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 65 . dan peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau artefak. Simpati akan sangat dirasakan bila terjadi proses pertukaran pendapat dan nilai-nilai.yang menarik dari orang yang dikagumi ini muncul suatu kemegahan dan kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan. atau opini pribadi terhadap kelompoknya. identifikasi melalui proses kejiwaan akan melahirkan suatu sikap yang menyerupai dengan pihak yang ditiru. Empati Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian.

Dengan begitu. Kooptasi (cooptation). Koalisi (coalition). melalui kesempatan penunjukan pimpinan yang akan mengendalikan kerja sama. dan patungan. Salah satu pihak harus bersedia merasakan dan memahami keadaan pihak lain. Bentuk-bentuk kooperasi antara lain tawar-menawar. kelompok. koalisi. Kompromi Lewat bentuk akomodasi ini.Bentuk-bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif maupun disosiatif. masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya. interaksi sosial didasarkan pada penguasaan Jepang terhadap romusha-nya yang dianggap tidak mempunyai hak-hak apapun juga. yaitu kerja sama sebagai hasil kesepakatan tawar-menawar antara kedua belah pihak. Sebaliknya. Bentuk akomodasi ini dapat kalian lihat ketika rakyat Indonesia menjadi romusha pada masa penjajahan Jepang tahun 1942. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif antara lain sebagai berikut. Tawar-menawar (bargaining). Romusha menjadi pihak dalam posisi lemah dan tidak dapat melawan. dan organisasi sosial. akan tercapai penyelesaian dari konflik yang ada. salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. yaitu kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan yang sama meskipun di antara mereka terjadi perbedaan-perbedaan struktural. Kooperasi Kooperasi adalah kerja sama antara beberapa kelompok sosial yang ada sebagai upaya mencapai tujuan bersama. Pelaksanaan coercion dapat dilakukan secara langsung atau fisik dan secara tidak langsung atau psikologis. Patungan (joint-venture). 66 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses kesepakatan di antara kedua belah pihak yang tengah bersengketa yang bersifat darurat (sementara) dengan tujuan mengurangi ketegangan di antara kedua belah pihak. Dalam coercion. Coercion Proses akomodasi ini dilaksanakan karena adanya paksaan. a. Dalam hal ini. Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut. Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif (menyatukan) akan mendorong terbentuknya lembaga. yaitu usaha bersama untuk melakukan suatu kegiatan dengan pembagian keuntungan bersama secara merata dan proporsional. kooptasi. b. bentuk interaksi disosiatif akan menghambat terbentuknya lembaga. dan organisasi sosial. kelompok.

mediasi juga meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu dalam penyelesaian konflik. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 67 .Mediasi dan arbitrase Arbitrase merupakan bentuk akomodasi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang berkonflik. proses asimilasi juga dapat terhambat oleh faktor-faktor berikut. konflik diselesaikan lewat pengadilan. Proses asimilasi digolongkan sebagai proses asosiatif. Perkawinan campuran. pihak ketiga bersikap nertal dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. antara lain sebagai berikut. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi). Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya. Peradilan (ajudikasi) Dalam adjudikasi. Tetapi dalam mediasi. c. Toleransi Toleransi timbul tidak sadar dan tidak direncanakan. yang terwujud dalam bentuk saling menghargai. Asimilasi Proses asimilasi adalah proses sosial yang masing-masing pihak terdorong keinginannya untuk bergabung dan bekerja sama dalam mewujudkan suatu keharmonisan. Perilaku ini timbul karena masing-masing pihak berusaha menghindarkan diri dari perselisihan. Keterbukaan golongan penguasa. Mereka merasa sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk maju atau mundur. Adanya musuh bersama dari luar. Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. dan tidak saling curiga. Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya. yaitu masing-masing pihak saling memerlukan dengan tujuan membentuk kehidupan baru yang saling menguntungkan serta membentuk corak kehidupan yang berbeda dengan masa sebelumnya. Sebaliknya. saling menghormati. Stalemate Bentuk akomodasi ini terjadi ketika masing-masing pihak menghentikan konflik karena kekuatan yang seimbang. Pihak ketiga di sini harus mengutamakan penyelesaian secara damai. Seperti halnya arbitrase. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses asimilasi.

dan lembaga kemasyarakatan. Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah. terdiri dari persaingan (kompetisi). Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain. Adanya perasaan in-group yang kuat. Persaingan dalam hal kedudukan dan peranan. Persaingan terjadi dalam beberapa bentuk. dan pertentangan (konflik). Persaingan kebudayaan. yaitu sebagai berikut. Adanya diskriminasi. persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki. keagamaan. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu. Adapun bentuk-bentuk interaksi yang bersifat disosiatif. Juni 2001 Gambar 3.Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain. Persaingan (kompetesi) Persaingan merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antarindividu atau kelompok dalam mencari keuntungan dengan cara menarik perhatian tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok. a. persaingan ini timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tidak seimbang dengan jumlah konsumen yang ada. Persaingan ekonomi.2 Proses asimilasi bisa dilakukan melalui perkawinan campuran. 68 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pendidikan. kontravensi. Sumber: Fotomedia.

BENTUK-BENTUK INTERAKSI YANG MENDORONG TERCIPTANYA LEMBAGA. Pertentangan (konflik) Proses sosial semacam ini dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman atau kekerasan. dan corak rambut. ada pula dorongan Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 69 . Proses sosial semacam ini ditandai dengan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan atau kebencian terhadap seseorang. Bagaimana terjadinya konflik dalam masyarakat? 4. perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada sering kali juga menimbulkan konflik dalam masyarakat. KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Dalam suatu masyarakat dapat terbentuk community sentiment. Di sisi lain. senasib. Selain itu. Adanya community sentiment dalam masyarakat dapat mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik dengan membentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. 1. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi. Pertentangan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu dan perbedaan latar belakang kebudayaan. sosial. bentuk tubuh. dan sepenanggungan di antara sesama anggota masyarakat. Sebutkan jenis-jenis proses sosial asosiatif dan disosiatif! 3. c. Kontravensi Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu konflik sosial? C. dan politik. Menurutmu apakah persaingan dapat dipakai untuk menyeleksi kemampuan seseorang? Jelaskan pendapatmu! 2. b. persaingan ini terjadi karena perbedaan warna kulit.Persaingan ras. yaitu seperasaan.

membentuk suatu kelompok-kelompok individu identitas yang sama dan secara khusus membentuk suatu organisasi sosial untuk mewujudkan cita-cita tertentu. Lembaga sosial ada dalam setiap masyarakat, baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, karena setiap masyarakat pastinya mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok. Kebutuhan-kebutuhan tersebut jika dikelompokkan nantinya akan terhimpun sebagai lembaga sosial. Tempat-tempat ibadah merupakan contoh lembaga-lembaga sosial dalam bidang keagamaan. Tetapi yang dimaksud di sini bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan kumpulan norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok hidup manusia. Terciptanya lembaga-lembaga sosial didorong oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial, maupun kebutuhan integratif. Adanya keterbatasan benda-benda pemuas kebutuhan sehingga diperlukan adanya lembaga yang mengatur setiap pemenuhan kebutuhan manusia. Adanya keinginan untuk mewujudkan keadaan hari esok yang lebih baik dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mewujudkan efisiensi kerja setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga-lembaga sosial tertentu untuk mewakilinya, misalnya: mengurus pendidikan anak di bentuk sekolah, mengurus soal keamanan dibentuk polisi dan militer, serta menyelenggarakan keadilan dan perlindungan hukum, dibentuklah kejaksaan dan pengadilan, dan seterusnya. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang timbul dalam masyarakat. Selain itu, lembaga sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Menurut Gilin dan Gillin, lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain sebagai berikut. a. Crescive institutions dan enacted institutions yang merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga-lembaga yang paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya. Sebaliknya adalah enacted institutions dibentuk dengan sengaja guna

tercapainya tujuan tertentu dan tetap berpedoman pada adat istiadat, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah. Contoh: pendidikan (madrasah). b. Basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di Indonesia, misalnya keluarga, sekolah-sekolah, dan negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang merupakan lembaga sosial yang kurang penting. Contoh: rekreasi, olahgara, dan menyanyi. c. Approved atau social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dan lainlain. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil untuk memberantasnya, seperti misalnya kelompok penjahat-penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya. d. General institutions dan restricted institutions, lembaga ini timbul apabila klasifikasi terebut berdasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya, agama merupakan suatu general institutions, oleh karena dikenal oleh hampir semua masyarakat di dunia ini. Agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan lain-lainnya merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakatmasyarakat tertentu di dunia ini. e. Berdasarkan fungsinya, ada perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun polapola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misanya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri. Contoh adalah lembaga-lembaga hukum. Dalam interaksi yang dilakukan manusia, akan terdapat suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi, dan saling menolong. Hubungan-hubungan tersebut akan menjadikan manusia dalam berbagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia. Himpunan-himpunan tersebut nantinya akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kelompokkelompok sosial. Adanya kesadaran dari sekelompok individu yang merasa memiliki identitas yang sama. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu dalam kelompok. Adanya keinginan untuk membela hak-hak dan kepentingan dari individu di dalam kelompok.
Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

71

Adanya keinginan untuk mendominasi struktur masyarakat seperti kekuasaan dan pemerintahan yang ada di dalam masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan sosiologi, terutama di Jerman kita mengenal salah satu tokoh yang cukup populer, yaitu Max Weber, dengan berbagai macam tulisan dan argumentasinya. Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum berpendapat Sumber: www.mohr.de bahwa ada pengaruh faktorfaktor politik, agama, dan ekonomi terhadap perkembangan hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Salah satu argumen-tasinya yang terkenal adalah argumentasi tentang hukum, baik di lingkungan nasional maupun di lingkungan internasional. Pada masalah hukum ini, Max Weber mengatakan ada empat tipe ideal dari norma hukum yang ada di dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Hukum Irasional dan Material 2. Hukum Irasional dan Formal 3. Hukum Rasional dan Material 4. Hukum Rasional dan Formal

Organisasi sosial sendiri terbentuk atas dasar dorongan-dorongan yang sedikit berbeda dengan terbentuknya lembaga dan kelompok sosial, antara lain: Adanya cita-cita bersama untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik. Adanya pembagian tugas untuk mengurus kepentingan organisasi.
72
Sosiologi SMA/MA Kelas X

baik pemerintah maupun swasta. Contoh: hubungan kedinasan di dalam militer antara atasan dan bawahan atau hubungan antara ketua. pedagang batik. 1. dapat dikatakan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi dan bekerja sama yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Dengan adanya dorongan-dorongan untuk mewujudkan terciptanya lembagalembaga sosial. Hubungan Antarkepentingan Pada dasarnya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 73 . seni dan budaya. Toleransi bersifat terbatas. hubungan antarkepentingan merupakan hubungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain di dalam masyarakat yang berorientasi pada terpenuhinya kepentingan dari masing-masing pihak. dan lain-lain. Adanya keinginan untuk mengembangkan kepentingan bersama seperti industri. Hubungannya bersifat resmi. Dalam hubungan antarkepentingan ini. Hubungan yang terjalin berpedoman pada kedudukan masing-masing dalam suatu organisasi yang bersifat formal sehingga interaksi masing-masing pihak didasarkan pada statusnya masing-masing. terdapat empat macam bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut. kelompok-kelompok sosial. Ada sanksi yang diberlakukan dalam setiap interaksi yang menyimpang dari ketentuan yang ada. Semua pihak berpijak pada statusnya. 2. Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada norma yang legal. dan organisasi sosial dalam masyarakat. Organisasi sosial sendiri terbentuk dari adanya minat dan kepentingan dari individu dalam sebuah masyarakat yang disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang formal dan lebih teratur.Adanya keinginan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. dan lain-lain. bulu tangkis. Jadi. Hubungan Antarstatus Hubungan antarstatus terjadi dalam suatu organisasi. Semua pihak berpijak pada kepentingan masing-masing. masing-masing pihak saling memberikan solidaritasnya untuk mendukung terciptanya suatu jalinan yang harmonis sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terlaksana dengan baik. bendahara. Hubungan antarkepentingan ini juga memiliki karakteristik berikut. Hubungan lebih bersifat legal. dan anggota dalam suatu organisasi. Berikut beberapa karakteristik yang menandai adanya hubungan antarstatus. Contoh: hubungan dalam asosiasi sepak bola. sekretaris. perdagangan. olahraga.

Dorongan-dorongan ini 74 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hubungan Kekeluargaan Dalam suatu keluarga atau kerabat terdapat pola hubungan di antara orangorang yang mempunyai asal-usul dan darah keturunan yang sama. Berikut beberapa karakteristik dari hubungan kekeluargaan. Semua pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis. D. KELOMPOK. Mereka lebih akrab dengan orang-orang yang mempunyai hubungan bisnis yang sama. Tetapi pada masyarakat modern. ternyata pada masyarakat primitif dan masyarakat tradisional hubungan kekeluargaan sangat erat. hubungan kekeluargaan merupakan hubungan yang terjadi antarpihak yang memiliki hubungan darah dengan ciri solidaritas antaranggota relatif lebih tinggi dan bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat nonformal. Mereka ini sangat mendambakan adanya komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu persahabatan atau keakraban. Pada hakikatnya. Semua pihak tidak ada hubungan darah atau keturunan. Hubungan ini merupakan hubungan kekeluargaan. PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA.Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati. 4. Semua pihak berasal dari keturunan yang sama. Bentuk hubungan dapat bersifat formal atau nonformal. Hubungan Persahabatan Hubungan persahabatan terjadi antara dua individu atau lebih yang tidak ada hubungan darah. Contoh: hubungan dua individu yang saling bersahabat. 3. Solidaritas sangat kuat. Solidaritas sosial relatif kuat. maka munculah dorongan dari warga masyarakat untuk mengatur dan mengembangkan kehidupannya agar terjadi pola hubungan yang lebih harmonis. Bila dicermati. Solidaritas sosial dalam keseharian sangat tebal. Ada beberapa karakteristik hubungan persahabatan. DAN ORGANISASI SOSIAL Bersamaan dengan proses berkembangnya suatu masyarakat. justru relatif rendah. Semua pihak saling melindungi dan memanjakan. Aktivitasnya tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku. Semua pihak mempunyai orientasi yang sama. Hubungan bersifat tidak resmi. antara lain sebagai berikut.

yaitu suatu tahapan yang keajegannya terus berulang sehingga membentuk suatu pola perilaku masyarakat. akan terjadi hubungan timbal balik antara setiap anggotanya dan akan ada norma-norma yang mereka buat dan mereka taati bersama. kepemimpinan yang Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 75 . Mula-mula norma terbentuk secara tidak sengaja. perilaku sosial.mengakibatkan terbentuknya lembaga sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat. Pada tahap ini. Kerumunan itu pun berkembang menjadi kelompok-kelompokkan di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. Norma-norma yang ada setelah mengalami suatu proses akan menjadi bagian tertentu dari lembaga sosial. yaitu tahapan yang masyarakatnya mulai memandang perlu/ meminta akan adanya tertib sosial itu sendiri. dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. memang diperlukan proses yang relatif panjang sehingga akhirnya terbentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus masing-masing kebutuhan pokok warga masyarakat yang bentuknya berbeda-beda sesuai bidangnya. norma. Untuk menciptakan suatu tertib sosial dalam masyarakat. Proses Pembentukan Lembaga Sosial Dalam Perkembangan Keteraturan Sosial Norma dalam masyarakat dibuat untuk menciptakan keteraturan. norma. di dalam kerumunan tersebut telah berkembang tujuan atau kepentingan bersama. dapat dikatakan bahwa norma sudah melembaga. Proses Terbentuknya Kelompok kelompok pada awalnya terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berekrumunan. persamaan senasib. Dalam kelompok tersebut. kemudian lama-lama dibuat secara sadar. Proses inilah yang dinamakan proses pelembagaan (institutionalization). yaitu tahapan keteraturan yang mulai ada akibat adanya norma/peraturan yang baru. dan nilainya mulai ada kesesuaian dalam masyarakat. Adanya tertib sosial. Adapun proses terbentuknya suatu keteraturan sosial adalah sebagai berikut. yaitu suatu tahapan di mana interaksi sosial. persepsi atau tujuan. Adanya pola. Kumpulan orang atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok apabila ada interaksi di antara orang-orang yang ada di dalam kerumunan tersebut dan ada ikatan emosional sebagai pernyataan bersama. dihargai. Selain itu. 1. Adanya order. 2. dan nilai benar-benar telah menjadi satu perwujudan dalam segala aktivitas manusia. di mana ketika norma sudah dikenal. Adanya keajegan. diakui.

Pembentukan organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama dan didasarkan atas persamaan profesi. visi. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat direncanakan dengan perencanaan yang matang. Proses Terbentuknya Organisasi Sosial Untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya. kepentingan.3 Dalam suatu kelompok akan terjadi hubungan timbal balik antara anggotanya. setiap organisasi mempunyai orang-orang yang memenuhi syarat untuk menduduki struktur organisasi tersebut. di mana di dalamnya dinyatakan secara jelas tujuan. manusia harus bekerja sama dengan orang lain. fungsi. misi. tidak pernah berhenti dari aktivitas. asas. disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari organisasi tersebut. serta hak dan kewajiban masing-masing anggota. namun dapat terjadi pula dalam skala kecil. situasi kependudukan. Perubahan ini dapat terjadi dalam skala besar seperti adanya revolusi sosial. 3. struktur sosial yang akan mengakibatkan berubahnya pola interaksi. Organisasi ini nantinya berfungsi sebagai tempat untuk menampung aspirasi dari para anggota dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. kedudukan. E. Kerja sama dalam suatu kesatuan sistem yang teratur akan terwujud setelah diorganisasi atau dibentuk organisasi. Sumber: Koleksi editor Gambar 3. visi. Selain itu. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat senantiasa bersifat dinamis. dan akibatnya senantiasa mengalami perubahanperubahan. 76 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan misi. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan antara lain berubahnya lingkungan alam. dan ada norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya. Untuk mencapai tujuannya.dipatuhi. serta berubahnya nilai dan sikap. dapat juga terjadi tanpa adanya perencanaan.

musim gugur. c.4 Banjir merupakan fenomena alam yang sifatnya mendadak dan temporer. d. b. Sumber: Tempo Gambar 3. gunung meletus. dan pola konsumsi bagi sebagian besar umat manusia. Pergeseran Lintasan Semu Matahari Tahunan Pergeseran lintasan semi matahari tahunan ini akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. a. gempa bumi. tanah longsor. Perubahanperubahan lingkungan alam ini menyebabkan manusia harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu sendiri. musim dingin. arah angin. Pergantian Musim Seperti musim panas. perubahan siang malam. antara lain perubahan musim dan iklim yang akan berakibat pada perubahan suhu. dan seterusnya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 77 . produksi tanaman tertentu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. dan musim semi (di daerah iklim sedang). Adapun contoh-contoh perubahan lingkungan alam adalah sebagai berikut. tekanan. Pergantian Siang dan Malam Berubahnya fenomena alam ini juga membawa pengaruh pada struktur aktivitas manusia. perubahan waktu. yaitu aktivitas-aktivitas sosial budaya yang layak dilakukan pada siang hari dan malam hari. sedangkan di Indonesia terjadi pergantian musim hujan dan kemarau. iklim. dan lain-lain. Perubahan yang Sifatnya Mendadak atau Bersifat Temporer Beberapa contohnya adalah banjir. dan curah hujan sehingga mengakibatkan perubahan pola tanam bagi kegiatan pertanian. Perubahan Lingkungan Alam Perubahan lingkungan alam pada dasarnya bersumber dari rotasi dan revolusi bumi sehingga mengakibatkan suatu siklus pergantian seperti musim. Perubahan pola tanam ini juga turut membawa perubahan pada produktivitas. Berubahnya fenomena alam ini telah membawa pengaruh perubahan terhadap produktivitas industri es.1.

urbanisasi. Misalnya. perbandingan antara kelompok produktif dan nonproduktif. c. perumahan. b. a. munculnya rumah susun. dan kulitas penduduk. pendidikan. dan lain-lain. perbandingan antara pria dan wanita. Perubahan komposisi penduduk dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan pola aktivitas manusia yang menyangkut produktivitas kerja. 2. Kepadatan penduduk ini dapat berubah-ubah karena kelahiran dan kematian. kebijaksanaan three in one pada jalur-jalur tertentu. sekolah. pendapatan. Dorongandorongan tersebut antara lain sebagai berikut. Perubahan Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk pada dasarnya adalah bilangan yang menyatakan berapa banyaknya penduduk pada tiap-tiap kawasan di muka bumi seluas 1 km2. Yang pasti bahwa berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan sangat mempengaruhi berbagai pola aktivitas manusia. Perubahan Situasi Kependudukan Melalui proses natalitas dan mortalitas. Bentuk-bentuk perubahan situasi kependudukan ini antara lain terjadi pada jumlah penduduk. 78 Sosiologi SMA/MA Kelas X . ruralisasi.Berubahnya fenomena alam menjadi penyebab berubahnya aktivitas manusia untuk melakukan evakuasi atau pemindahan lokasi tempat tinggal serta aktivitasaktivitas penyelamatan lainnya. volume ekspor barang dan jasa. Berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan merubah banyak hal seperti meningkatnya harga tanah. Wujud perubahan-perubahan inilah yang merupakan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat. munculnya perumahan kumuh. juga karena adanya mobilitas seperti imigrasi. masalah kemacetan lalu lintas. bank. persebaran penduduk. serta fasilitas-fasilitas yang lain. Berubahnya jumlah penduduk juga menuntut perubahan-perubahan fasilitas umum seperti jalan raya. tingkat kepadatan penduduk. serta komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan. komposisi penduduk. Perubahan Jumlah Penduduk Perubahan jumlah penduduk dapat memunculkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh penguasa dalam mengatasi segala permasalahannya seperti masalah kesehatan. dan lain-lain. rumah sakit. d. busway. emigrasi. munculnya solusi jalan layang. Perubahan Persebaran Penduduk Ada banyak dorongan mengapa orang mengalami perpindahan tempat. dan lain-lain. Bencana-bencana alam ini juga dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang dapat mengubah tingkat pendapatan atau pun kekayaan banyak orang. kantor pos. dan lain-lain. dan lain-lain. Perubahan Komposisi Penduduk Komposisi penduduk adalah perbandingan-perbandingan antara kelompokkelompok penduduk. situasi kependudukan bersifat sangat dinamis (artinya selalu berubah-ubah).

yaitu masalah penyesuaian diri. tingkat kelahiran dan kematian. Pendidikan. serta berubahnya personil-personil dari tiap-tiap kedudukan dan peran yang ada di dalam masyarakat. proses sosialisasi. angka pendapatan perkapita.Alasan Alasan Alasan Alasan Alasan perkawinan pendidikan mengadu nasib atau mencari pekerjaan keamanan tugas atau pekerjaan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 79 . peningkatan produktivitas kerja. dan lain-lain. dan personil kabinet. undang-undang. pendidikan. Perubahan Kualitas Penduduk yang Menyangkut Kesehatan. Contoh-contoh perubahan struktur sosial antara lain sebagai berikut. dan Tingkat Pendapatan Kualitas penduduk adalah keadaan secara umum mengenai tingkat kesejahteraan dan tingkat peradaban suatu masyarakat. Tinjauan ini dapat diindikasikan oleh data-data kesehatan. angka harapan hidup. dan lain-lain. Berubahnya struktur sosial. percampuran kebudayaan. pemerataan pendapatan. Dengan berubahnya kualitas penduduk secara sosiologis. Situasi yang berubah-ubah pula meliputi masalah keamanan. baik yang menyangkut peraturan-peraturan maupun personil-personil akan menumbuhkan banyak perubahan atau dinamika sosial seperti berubahnya kebijaksanaan. pertumbuhan investasi. misalnya berubahnya personil presiden dan wakil presiden. dan lain-lain. Perubahan Struktur Sosial Yang dimaksud dengan struktur sosial adalah keseluruhan dari bangunan konstruksi masyarakat yang menyangkut kedudukan dan peran dari tingkat atas hingga tingkatan bawah. Berubahnya personil-personil pemangku status sosial mulai dari atas sampai ke bawah. 4. efisiensi. dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. tingkat pendapatan. 3. dan lain-lain. Dengan berubahnya struktur sosial. berubahnya pola kerja yang akan berakibat memburuk atau membaiknya situasi umum dalam masyarakat. pejabat tinggi negara. d. masalah kurs nilai mata uang. Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap yang dianut dalam diri seorang individu dapat mengalami pergeseran atau perubahan akibat situasi yang dinamis. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain akan mewujudkan banyak perubahan-perubahan. Berubahnya undang-undang dasar. pembauran ras. dan efektifitas kerja. mengakibatkan perubahan pola interaksi. akan mempengaruhi pola konsumsi. masalah pendidikan.

masalah personil pejabat negara. dan lain-lain. Akibat dari gerakan sosial ini akan memunculkan pembaharuan tatanan kehidupan dalam masyarakat. protes. Contoh-contoh perubahan nilai dan sikap antara lain sebagai berikut. yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan dari luar masyarakat itu sendiri. dan seterusnya. dan lain-lain. Faktor Internal Yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. misalnya adalah masalah pemerintahan. lembaga kemasyarakatan. Discovery. sampai pada keluarga-keluarga yang mendiami negara tersebut. Revolusi yang terjadi di suatu negara dapat mendorong terjadinya perubahan besar. Gerakan sosial ini sering disebut revolusi sosial. Penemuan baru ini dapat berupa discovery dan invention. sangat berhati-hati karena keamanan memburuk. Misalnya. Penemuan Baru (Invention dan Discovery) Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia melakukan berbagai macam penelitian hingga menghasilkan sesuatu yang baru.masalah kesehatan. orang menjadi gemar menabung. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika sosial dalam masyarakat dapat juga diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. 80 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adapun penjabaran faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial itu sebagai berikut. dan lain-lain. Menganggap pendidikan tidak penting menjadi pendidikan sangat penting. masalah penegakan hukum. yaitu perubahanperubahan yang berlangsung relatif cepat yang menyangkut bidang-bidang kehidupan yang sangat mendasar. yaitu penemuan baru yang belum diterima oleh kalangan luas masyarakat dan belum diaplikasikan dalam bentuk penerapan teknologi. Pandangan terhadap masa lampau menjadi berpandangan pada masa yang akan datang. demonstrasi hingga berbentuk perang saudara atau suatu kudeta. Hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya perubahan-perubahan dan dinamika sosial yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut. Gerakan sosial ini dapat berupa tuntutan-tuntutan. Adanya perubahan dalam nilai sentral (nilai yang paling dipedomani seseorang) akan mengakibatkan perubahan pola perilaku. a. lebih mementingkan pendidikan. aksi pemogokan. masalah keadilan. mulai dari bentuk negara. Tidak gemar menabung menjadi gemar menabung. Pola keluarga besar menjadi pola asuh keluarga kecil. Gerakan Sosial (Social Revolution) Gerakan sosial adalah akumulasi dari kehendak sebagian warga masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu masyarakat.

yaitu perencanaan yang sesuai dengan kemampuan. Perencanaan pembangunan yang baik adalah perencanaan pembangunan yang penyusunannya melibatkan partisipasi seluruh lapisan dan golongan sehingga akan sesuai dengan nilai-nilai kemampuan. yaitu iklim masyarakat yang aman. pelaksanaan pembangunan yang baik adalah pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun tersebut.Tetapi penemuan baru ini telah menunjukkan sesuatu kebenaran yang belum pernah ada yang diperoleh melalui suatu penelitian atau suatu penjelajahan. Discovery dapat terwujud dalam bentuk penemuan unsur kebudayaan. menerima. nyaman. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. Adanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. Selanjutnya GBHN ini akan diserahkan kepada Presiden selaku Mandataris MPR untuk dilaksanakan selama lima tahun ke depan. Di Indonesia. perencanaan pembangunan ini dirumuskan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah perencanaan yang disebut GBHN (Garisgaris Besar Haluan Negara). nilai-nilai kebutuhan. perubahan-perubahan yang diidealkan pada masa yang akan datang telah disusun dalam suatu perencanaan perubahan yang disebut pembangunan. diperlukan beberapa syaratsyarat sebagai berikut. yaitu penemuan baru yang telah diterima oleh kalangan luas masyarakat dan telah diaplikasikan dalam bentuk teknologi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. Invention. nilai-nilai kebudayaan masyarakat. Invention ini seringkali akan mengakibatkan munculnya berbagai macam inovasi terutama di bidang teknologi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 81 . Adanya perencanaan yang baik. Kemudian. dan tertib sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. maka yang terjadi adalah hambatan-hambatan dalam setiap segi pelaksanaan pembangunan. Perencanaan Perubahan (Pembangunan) Pada masyarakat modern. baik alat maupun gagasan yang diciptakan seseorang. Sebaliknya. maka yang buruk adalah perencanaan pembangunannya. suatu program pembangunan tidak akan tercapai meskipun ada perencanaan yang baik. Untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan. apabila situasi keamanan terganggu. Apabila dalam suatu pelaksanaan pembangunan telah dilaksanakan persis seperti rencananya tetapi belum menunjukkan hal-hal yang baik seperti yang diinginkan. dan nilai-nilai budaya masyarakat. Adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Tanpa adanya dukungan. kebutuhan. dan menciptakan penemuan baru tersebut.

asimilasi. serta proses percampuran kebudayaan ini merupakan percampuran antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan asing. b. Asimilasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang berlangsung sangat panjang dan akrab sehingga dapat membuat corak kebudayaan khasnya menjadi luntur sama sekali sehingga sulit untuk dikenali. generasi tua justru tidak begitu saja menerima unsur kebudayaan tersebut. Pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua merupakan contoh pertentangan antara kelompok dengan kelompok. Hal ini mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. Dengan begitu. proses percampuran ini lebih bersifat menyempurnakan. Hal ini juga menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya.Adanya optimalisasi pencapaian pelaksanaan pembangunan oleh penguasa. dalam hal ini adalah presiden hingga seluruh jajaran aparatur negara. percampuran-percampuran itu sungguh-sungguh 82 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Berkurangnya penduduk karena perpindahan penduduk ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan pada lapangan pekerjaan. antara lain: Pengaruh Kebudayaan Lain Melalui proses interaksi antarindividu maupun antarkelompok antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain akan mengakibatkan akulturasi. sistem bagi hasil. hal ini terlihat misalnya dalam hal pergaulan. Pertentangan dalam masyarakat di antara individu dengan kelompok. Generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan baru. Akulturasi Kebudayaan Yaitu proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih secara damai dan sukarela. proses percampuran kebudayaan berjalan secara damai dan sukarela. Ciri-ciri akulturasi kebudayaan antara lain: corak kebudayaan setempat yang mengalami percampuran masih tampak sifat-sifat khasnya. dan sewa tanah. dan penetrasi kebudayaan. Bertambah atau berkurangnya penduduk. Proses asimilasi kebudayaan merupakan proses percampuran yang terbaik karena tidak ada unsur paksaan dan terjadi dalam suatu hubungan yang sangat harmonis. antara kelompok dengan kelompok. Faktor eksternal Yaitu faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat. dan antara individu dengan individu. Sebaliknya. Pertambahan penduduk membuat masyarakat pun mulai mengenal hak milik seseorang atas tanah. terutama percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan asing yang bersifat melengkapi atau menyempurnakan.

dan banjir besar termasuk bencana yang tidak hanya ikut merubah lingkungan alam. dan sifat-sifat khas dari budaya setempat menjadi luntur bahkan hilang sama sekali hingga sangat sulit untuk dikenali. Tipe-tipe penetrasi budaya dapat berlangsung melalui penjajahan fisik. Gempa bumi. terjadi pengikisan budaya lokal. wilayahnya saling berdekatan.dikehendaki oleh semua pihak. dan corak kebudayaan khas menjadi luntur sehingga membentuk corak budaya yang baru yang merupakan perpaduan dari hasil percampuran tersebut. Jelaskan bagaimana pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial dan budaya. Ia pun menyesuaikan dirinya dengan menjadi petani. meluasnya budaya masyarakat penjajah. Perubahan-perubahan lingkungan alam ini mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat bertahan hidup. Ciri-ciri asimilasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Jelaskan bagaimana solusinya! 3. serta berikan contoh-contohnya! 2. angin topan. Pengaruh Lingkungan Alam Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alam senantiasa mengalami perubahan-perubahan dalam bentuk siklus yang teratur maupun siklus yang tidak teratur. penindasan. Perubahan yang direncanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. hubungannya sangat akrab atau intim. Penetrasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih. atau pun penjajahan. seseorang yang tinggal di daerah pantai meninggalkan daerahnya ke daerah pertanian karena bencana banjir. Penetrasi budaya ini terjadi dari budaya masyarakat yang kuat kepada budaya masyarakat yang lemah. tetapi juga melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. Jelaskan bagaimana membuat perencanaan perubahan yang baik! 4. atau melalui sistem religi atau agama dan kepercayaan. Setiap perubahan sosial mesti terdapat pihak-pihak yang dirugikan dan pihak-pihak yang diuntungkan. Ciri-ciri penetrasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya melalui suatu pemaksaan. penjajahan ekonomi. tetapi melalui pemaksaan. Berikan dua buah contoh bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi akibat perubahan nilai dan sikap! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 83 . 1. misalnya dalam hal mata pencarian. Misalnya.

dan dasar-dasar dari norma agama. interaksi sosial merupakan sarana yang sangat fundamental untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu. Interaksi sosial terjadi pertama kali dalam lingkungan keluarga dan kerabat. Kerja sama inilah yang mendorong terbentuknya suatu sistem norma sosial yang baku dalam pergaulan hidup bermasyarakat. individu akan memahami norma-norma sosial sekaligus dapat mematuhinya. pengiriman bahan baku. Oleh karena itu. distribusi tenaga kerja. INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL Dalam membangun terciptanya keteraturan sosial dalam dinamika kehidupan sosial. Di sisi lain. F. sekolah merupakan media kedua yang sangat strategis untuk menyelenggarakan interaksi sosial yang terarah dan untuk menciptakan warga masyarakat yang berkualitas secara intelektual. manusia akan melakukan kerja sama. Dalam interaksi yang dilakukan. dan lain-lain sehingga akan menimbulkan perubahanperubahan yang lebih bersifat destruktif. di mana seringkali negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang kalah. Peperangan ini sering kali akan memunculkan implikasi yang negatif.Peperangan Yang dimaksud dengan peperangan adalah konflik atau pertikaian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar batas-batas negara. kesopanan. Peperangan dengan negara lain juga dapat menyebabkan perubahan. misalnya macetnya proses pemasaran. proses kerja sama. sangat diperlukan peranan orang tua dalam rangka membentuk generasi muda yang memahami norma-norma kesusilaan. 84 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dalam interaksi yang dilakukannya.5 Kerja sama diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. budi pekerti. Sumber: Indonesia Indah Gambar 3. Terjadinya kerja sama antara individu-individu atau antara kelompok-kelompok dalam interaksi sosial merupakan bentuk adanya keteraturan sosial dalam masyarakat.

hal tersebut harus diciptakan oleh masing-masing individu yang hidup dalam masyarakat. sebaliknya jika berlangsung negatif akan mendatangkan konflik. karena keteraturan sosial dapat menjamin semua kepentingan. diperlukan adanya keteraturan sosial. Kemajemukan ini pasti akan mendorong pula terjadinya keragaman dalam interaksi sosial. interaksi yang kita hasilkan pun akan mengarah pada kerja sama dan berlangsung positif. agama. Interaksi sosial yang berlansung positif akan mengarah pada kerja sama. Keteraturan sosial menjadi idaman semua orang. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam hal suku. Untuk mewujudkan keteraturan sosial. bahasa. Proses sosial sendiri muncul karena adanya hubungan-hubungan yang terjadi di antara manusia yang bersifat dinamis. kita pun sebagai anggota masyarakat harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan saling menghormati satu sama lain. Dengan sendirinya. Coba amatilah perilaku sosial dari seluruh komponen sekolah dan buatlah deskripsinya secara ringkas! 2. Ketika kita sudah memahami dan mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Artinya. hubungan sosial yang muncul pun akan bersifat dinamis di mana ada timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut.Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. dan adat istiadatnya. interaksi sosial bagi seorang anak sangat penting dalam membentuk karakter sosial yang baik dan mampu menghasilkan calon-calon warga masyarakat yang baik. Bagaimana menciptakan keteraturan sosial di lingkungan sekolahmu? 3. jika ada keteraturan sosial dalam masyarakat. kita pun harus dapat menciptakan keteraturan sosial di tengah-tengah keragaman tersebut. Kepentingankepentingan tersebut dapat terpenuhi secara wajar tanpa adanya konflik dengan pihak lain. Oleh karena itu. baik individu maupun kelompok. keteraturan sosial di tengah keragaman masyarakat pun akan tercipta. Keteraturan sosial di dalam masyarakat tidak akan terjadi dengan sendirinya. Agar interaksi sosial berlangsung positif. budaya. Sebagai individu. 1. Menurutmu komponen-komponen apakah yang perlu dibenahi dan bagaimana solusinya? Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 85 .

Bagaimana solusi menciptakan kamtibmas di lingkungan kalian? MENGELIMINIR BUDAYA TAWURAN P 86 ada pergaulan remaja terutama di lingkungan sekolah. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Terwujudnya keamanan dan ketertiban akan menjamin kelancaran roda pemerintahan dan terciptanya stabilitas nasional yang mantap. Setujukah kalian dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan disertai dengan data-data pendukung! 2. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Dalam konteks ini peranan aparat keamanan lebih strategis dan lebih penting daripada peranan rakyat biasa sebagai warga masyarakat. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. yaitu membentuk suatu geng yang mengarah pada akumulasi tenaga Sosiologi SMA/MA Kelas X . anak-anak membentuk suatu kelompok-kelompok bermain dengan ekses negatif.MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DALAM MASYARAKAT K eamanan dan ketertiban merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya yang dapat mempengaruhi kelancaran proses interaksi antarwarga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. diperlukan perhatian dari semua pihak. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. baik aparat keamanan (tentara dan kepolisian) maupun semua warga masyarakat sebagai komponen bangsa.

baik antaranggota masyarakat dalam suatu masyarakat atau pun antarmasyarakat yang berbeda struktur budayanya. Pertanyaan: 1. Proses pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus. perumahannya. serta budaya-budaya baru yang diperoleh dari orang lain atau dari masyarakat yang lain. Bagaimana cara-cara untuk mencegah terjadinya tawuran? INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Setiap masyarakat terdiri dari individu-individu yang bersifat heterogen. Keadaan ini telah mendorong secara naluriah bagi tiap-tiap individu untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. nilai-nilai. Sebagai hasil proses interaksi sosial. setiap orang dalam masyarakat akan mendapatkan pengetahuan. Bagaimana pendapat kamu tentang kerugian akibat adanya tawuran? 2. artinya masing-masing individu mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang sangat berbeda-beda.fisik untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 87 . mata pencariannya. Proses inilah yang dimaksud dengan proses perubahan sosial dan budaya yang dalam kurun waktu yang panjang disebut dinamika sosial budaya. Mengapa justru budaya tawuran sangat rentan pada anak-anak usia remaja? 3. Proses ini telah mendorong orang untuk memperbaiki atau merevisi hidupnya termasuk kebudayaannya seperti pola pikirnya. Tetapi seringkali muncul sebagai kelompok-kelompok fisik yang cenderung mengembangkan budaya tawuran dengan kelompok yang lain. dan sebagainya. Kejadian ini sering kali dilakukan setelah usai sekolah atau bahkan meninggalkan jam pelajaran untuk berkelahi dengan kelompok yang lain. Tindakan ini di satu sisi memang menjadi sarana pergaulan untuk menyerap pengetahuan dan keterampilan dari satu pihak kepihak yang lain. maka terjadi perkelahian di antara kedua geng tersebut. Ada kalanya kelompok yang satu bertemu dengan kelompok yang lain dan timbul masalah yang sifatnya relatif sepele.

Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama seperti apa yang kamu alami ketika kamu masih anak-anak? 4. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses interaksi sosial? 2. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkat-perangkatnya saling berinteraksi dan mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. Jelaskan bagaimana kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial budaya? 3. Dinamika sosial pada hakikatnya merupakan keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Mengapa perubahan sosial budaya suatu bangsa perlu direncanakan secara saksama dalam waktu sebelumnya? Jelaskan alasanmu! 1. Di dalam dinamika sosial. Apa sajakah yang dapat diperoleh bagi seseorang melalui proses interaksi sosial dengan individu yang lain. baik dalam satu masyarakat atau pun antarmasyarakat? 5. senasib.Pertanyaan: 1. yaitu seperasaan. Dengan terbentuknya suatu masyarakat. individu dengan kelompok individu. dan sepenanggungan yang muncul di dalam 88 Sosiologi SMA/MA Kelas X . maka terbentuk pula community sentiment. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. Dengan interaksi sosial. akan terjadi proses pemindahan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilanketerampilan dari pihak yang satu kepada pihak yang lain sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. 2. Interaksi sosial merupakan komponen yang paling dasar dalam mewujudkan suatu dinamika sosial dan budaya di dalam masyarakat. dan hubungan antara kelompok individu dengan kelompok individu. 3. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Sugesti Simpati Imitasi Motivasi Identifikasi Empati 5. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang positif maupun yang negatif. 4.

visi. persepsi atau tujuan. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Jika di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. kepentingan. kehidupan bersama dalam masyarakat akan terbangun dengan kokoh. Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama dengan sendirinya akan menciptakan keteraturan sosial. Selain itu. Faktor eksternal Pengaruh kebudayaan lain Pengaruh lingkungan alam Peperangan 11. a. 10. suatu kerumunan dapat dikatakan telah menjadi kelompok. Proses terbentuknya kelompok.hati setiap warga masyarakat. dan misi. Proses terbentuknya organisasi sosial. Proses pembentukan lembaga sosial dalam perkembangan keteraturan sosial tertib sosial keajegan order pola perilaku 8. Terbentuknya organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama. Untuk mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik. Ada hubungan timbal balik antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. dibentuklah lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. Kerja sama ini dapat didasari oleh adanya persamaan profesi. Faktor internal Gerakan sosial (sosial revolution) Penemuan baru (invention dan discovery) Perencanaan perubahan pembangunan b. persamaan senasib. Dengan community sentiment ini. perubahan dan dinamika sosial juga disebabkan oleh dua faktor. 6. Kelompok diawali degnan orang-orang yang berkerumun dan berinteraksi. 9. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 89 . dalam kelompok tersebut telah terjadi hubungan timbal balik dan ada norma-norma yang dipatuhi oleh masingmasing anggota. Faktor-faktor penyebab perubahan dan dinamika sosial Perubahan lingkungan alam Perubahan situasi kependudukan Perubahan struktur sosial Perubahan nilai dan sikap Selain faktor-faktor di atas. Hubungan antarstatus Hubungan kekeluargaan Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan 7.

ada tujuan yang hendak dicapai dan simbol D. tipe status D. coercion B. salah satu bentuk proses yang disosiatif antara lain . empati E. imitasi B. ada tindakan dan norma sosial E. sosialisasi D. A. ada pelaku dan dimensi waktu C. . Interaksi sosial dapat dinamakan proses sosial. identifikasi D. Interaksi sosial dapat berlangsung bilamana memenuhi syarat antara lain . Salah satu bentuk proses sosial asosiatif antara lain kerja sama. achieved status 3. . A. ada pelaku dan tata nilai 2. D atau E! 1. dalam proses sosial tersebut seseorang yang cenderung menanggapi anjuran tertentu dari pihak lain tanpa berpikir panjang pada individu penerima disebut . akomodasi C. . B. akulturasi . assigned status B. Interaksi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. . simpati C. . misalnya gelar ningrat yang dapat disebut dengan . kompetisi E. kompetisi B. . . status sosial dapat diperoleh melalui faktor keturunan atau kelahiran. adapun contoh bentuk kerja sama antara lain . . akomodasi E. . A. . akulturasi C. ascribed status E. . Status sosial dapat mempengaruhi pola interaksi sosial. sugesti 4. ada kontak sosial dan komunikasi B. .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. sosial status C. . asimilasi 90 Sosiologi SMA/MA Kelas X D. . C. . asimilasi 5. A. A.

2. 4. 2. 4. A. 1. Dr. 2 dan 3 E. nilai vital Uraian di atas. A. . 1. 4 dan 5 B. perbedaan ekstrem latar belakang budaya 5. salah satu faktorfaktor yang dapat mempengaruhi antara lain . Macam-macam nilai sosial: 1. 1. 5 dan 1 C. . mempunyai pengaruh yang berbeda Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri nilai sosial adalah . nilai religius. nilai kejasmanian. rasional C. 2. dan 5 C. Tingkah laku Budi tersebut merupakan contoh tindakan sosial . dan 4 E. yang termasuk nilai sosial menurut Prof. 3 dan 4 9. 3. 2. persamaan unsur-unsur kebudayaan 2. . . nilai material. dan 3 D. . irasional D. . 2. 1 dan 2 D. 3. 1. dan patuh kepada kedua orang tuanya. Budi selalu bersikap sopan. . tradisional B. 1. Notonegoro adalah . merupakan alat pendorong dan pemersatu 3. 2. afektif E. instrumental Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 91 . terbentuk melalui proses belajar 5. dan 3 D. sebagai petunjuk arah dan pemersatu 2. 3. . dan 5 C. dan 4 E. Suatu proses sosial asimilasi dapat berjalan dengan lancar. A. kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. toleransi di antara mereka 4. . dan 5 8. nilai keindahan 4. 2. nilai watak 2. nilai kebaikan 3. 4. 3. nilai ekonomi. . dan 5 B. hormat.6. A. Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. dapat ditularkan 4. 1. dan 4 7. . nilai intelektual 5. . dan 5 B. 1. . . . nilai kebenaran. terisolasinya golongan tertentu Pernyataan di atas yang benar adalah .

2. . keteraturan sosial dapat terbentuk dikarenakan adanya . 1. 3. ketaatan masyarakat terhadap norma sosial yang berlaku E. . . A. kondisi masyarakat yang mau menerima norma-norma sosial 15. norma sosial E. dan 4 B. . dan kelompok dengan individu.10. Dalam suatu kehidupan masyarakat. 2. custom C. penyebaran rasa benci untuk menjatuhkan orang lain 5. sumber 13. A. norma-norma sosial beserta sanksi-sanksi bagi yang melanggar C. . Faktor penyebab terjadinya perbedaan nilai yang menjadi orientasi tindakan individu dalam masyarakat adalah . . . antara kelompok dengan kelompok. 92 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 2. imitasi B. waktu dan tempat B. keselarasan antara interaksi dengan norma dan nilai sosial yang berlaku B. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan tentang nilai-nilai yang mereka anut disebabkan adanya perbedaan-perbedaan. penerima C. dan 5 E. 4. 4. latar belakang pendidikan 12. kontak D. 3. pengaturan kegiatan bersama dengan baik 3. persaingan tidak sehat mencapai prestasi terbaik 4. A. sistem sosial D. pranata sosial B. dan 5 11. tempat dan kebudayaan C. sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat D. ras dan keturunan E. Faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah . antara lain . komunikasi E. dan 5 D. Suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat disebut . . . . . . A. . . . 2. . yang bersifat disosiatif adalah . perselisihan dengan cara yang kasar Dari contoh interaksi sosial di atas. kepribadian dan sikap D. folkways 14. . dan 3 C. kerja sama membangun perusahaan 2. A. . Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. 1. Perhatikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial berikut! 1.

kepribadian. Proses yang cenderung bersatu dan meningkatkan solidaritas anggota-anggota kelompok merupakan bentuk proses . adanya tata nilai tertentu yang dipakai oleh masyarakat D. disosiatif D. Masyarakat dapat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib. A. tujuan. Keteraturan sosial merupakan hubungan selaras antara . struktur sosial E. keteraturan sosial 17. norma-norma sosial tersebut diterima secara mantap C. kebudayaan. lingkungan. order B. . pola D. kerja sama 19. . harapan. pengalaman. perencanaan tata nilai. . . dan anggota masyarakat seluruhnya E. . norma sosial. tujuan. kelas sosial Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 93 . fasilitas kondisi lingkungan. . asosiatif E. . A. A. status sosial B. . terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas 18. dan interaksi anggota masyarakat D. D. sistem sosial D. adapun salah satu cirinya . A. kemampuan pengetahuan. proses sosial C. individu. Interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya . tata nilai 16. keinginan. .A. kelompok. Suatu kondisi masyarakat yang teratur di mana sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat sehingga berbentuk pembagian kerja dan pranata sosial dalam setiap individu atau kelompok disebut . tertib sosial E. . B. . E. struktur sosial. kompetisi B. sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut B. keajegan C. C. kebiasaan kebiasaan. kemauan. . motivasi. . . proses sosial. A. norma-norma sosial tersebut mempunyai sanksi-sanksi E. sosialisasi dan komunikasi antarindividu dalam kelompok C. dan nilai yang berlaku dalam masyarakat 20. kemampuan. akomodasi C. . interaksi sosial. norma dan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat B.

Karakteristik apa saja yang menandai adanya hubungan antarstatus? 4. Sebutkan bentuk-bentuk dari perubahan situasi kependudukan! 6. Bagaimana upaya menciptakan keteraturan sosial di dalam masyarakat? 10. Jelaskan proses terbentuknya suatu lembaga! 2. Apa yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan? 8.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Mengapa berubahnya lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan dan dinamika sosial? 5. Apa yang dimaksud dengan struktur sosial? 7. Apa sumbangan dari adanya keteraturan sosial terhadap pembangunan bangsa? jelaskan! 94 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial! 3. Apa yang dimaksud keteraturan sosial? 9.

Mendeskripsikan hubungan sosialisasi dengan kepribadian. Menghubungkan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan. Kepribadian terbentuk dari perpaduan antara faktor intern yang berupa warisan biologis dan faktor ekstern yang berupa pengaruh-pengaruh dari lingkungan di luar diri individu. kepribadian terbentuk secara stabil yang dapat terlihat melalui perilaku-perilaku yang khas. Sebagaimana kita ketahui bahwa kepribadian merupakan gambaran umum yang menyeluruh dari perilaku yang khas yang dimiliki seseorang. termasuk sistem nilai dan norma yang dipedomani oleh warga masyarakat. Setelah individu mencapai usia dewasa. seseorang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang struktur masyarakat. pengendalian emosi. Melalui proses sosialisasi. prakarsa. kegemaran. Sumber: Koleksi Editor P roses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu di tengahtengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam masyarakat.SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosialisasi dan pembentukan kepribadian. Bagaimanakah sosiologi yang kamu jalankan mempengaruhi kepribadianmu? Coba ikuti bab berikut ini. Bersamaan dengan proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu. kerja sama. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai. dan tanggung jawab yang tampak sehari-hari. struktur budaya. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 95 .

Media Massa Sifat-sifat Khas Kepribadian Otoriter Peralihan Normatif 96 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Play Group.Sosialisasi Primer Sosialisasi Sekunder Ciri-ciri Fisik Tingkat Intelegensi Warisan Biologis Bakat-bakat Seni Proses Sosialisasi Media Sosialisasi Keluarga. Lingkungan Pendidikan.

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 97 . Agar nilai-nilai sosial ini dapat dilaksanakan oleh warga. Nilai-nilai sosial ini merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik. Mempunyai fungsi sebagai pedoman perilaku warga masyarakat Norma Sosial 1. Selanjutnya tata nilai ini akan diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang lebih bersifat eksplisit dan dilengkapi dengan sanksi. Perbedaan Nilai dan Norma Sosial Secara mendasar. Nilai Sosial Setiap masyarakat mempunyai sistem tata kelakuan dan hubungan sendiri-sendiri. nilai dan norma seperti dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu. perintah-perintah. Belum dilengkapi sanksi 4. dan tegas) 3. Bersifat konkret (nyata. Penjelasan secara lengkap mengenai nilai sosial dan norma sosial termasuk peranannya secara detail akan dijabarkan pada uraian berikut ini. Bersifat abstrak (samar-samar) 3. Terbentuk lebih dulu daripada norma 2. Sistem nilai dan norma tumbuh dan berkembang melalui proses yang relatif panjang dan terseleksi sehingga norma dan nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dijadikan pedoman untuk menyatakan benar atau tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan orang di tengah-tengah masyarakat. jelas. Bisa tertulis. Sistem inilah yang disebut tata nilai. Telah dilengkapi dengan sanksi 4. perbedaan nilai dan norma dalam penerapan pengaturan tertib sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. dan larangan-larangan.A. PERANAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI Tiap-tiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan norma yang berbeda-beda. Nilai Sosial 1. 1. bisa tidak tertulis 5. Berdasarkan uraian tersebut. Mempunyai fungsi mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat a. Tidak tertulis 5. Terbentuk setelah adanya nilai. norma dibuat untuk melaksanakan nilai 2. norma-norma sosial dibentuk dengan isi.

Dengan demikian. Ada masyarakat yang amat mementingkan bentuk. nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat. patokan-patokan. Seperti halnya norma. suatu masyarakat menjunjung tinggi anggapan tentang waktu adalah uang dan kerja keras. mengatakan bahwa “Nilai-nilai juga memberikan perasaan identitas masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai”. adil. luhur. Masih banyak pendapat-pendapat mengenai nilai sosial antara lain yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini. yang mengatakan bahwa nilai atau values dimaksudkan sebagai ukuran-ukuran. dicita-citakan. atau diperhatikan. dan baik untuk dikerjakan. dan orang perorangan. beriman. kita sudah mempunyai gambaran bahwa nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. sholeh dan sholehah. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik. penting. Young. melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan disertai emosi terhadap objek. sikap lahiriah yang sopan. benar. Menurut Soleman (1990:63). dapat dikatakan nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. merumuskan bahwa nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting. pantas. Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya menilai pentingnya “gotong royong” dan “hubungan kekerabatan”. Misalnya. nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu (tindakan) yang dianggap baik. sedangkan di masyarakat lain menganggap kedua hal tersebut “tidak penting” atau dianggap sebagai gejala materialisme. 98 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kepada apa yang seharusnya ada. Setelah nilai sosial terseleksi dan berupa sesuatu yang telah dinyatakan benar dan baik. serta dianggap benar dan penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. rajin. ide.Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. dan apa yang seharusnya tidak ada. Green. dan keyakinan-keyakinan yang dianut oleh orang banyak dalam lingkungan suatu kebudayaan tertentu mengenai apa yang benar. dilaksanakan. pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama. Dilihat dari sudut perilaku masyarakat. Nilai sosial secara umum dapat dinyatakan sebagai keyakinan relatif kepada yang baik dan buruk. yang benar dan salah. tawakal. Pengertian tersebut dipertegas oleh Polak (1985:30). hukum. dan berguna berdasarkan ukuran yang berlaku dalam masyarakat. hemat. anggapan-anggapan. bersahaja. dan lain-lain. dan tutur kata yang ramah. Contoh-contoh nilai antara lain jujur. nilai juga bisa berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan lainnya.

Tetapi secara universal. Dapat disebarluaskan melalui pergaulan. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (estetika). Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya. etik). yaitu daya guna fungsional yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Jadi. Terbentuk melalui proses belajar. Nilai material adalah segala benda yang berguna bagi jasmani manusia. nilai dapat dibagi menjadi tiga bagian. Dikatakan “daya guna fungsional” karena setiap obyek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan sistem masyarakat yang bersangkutan. yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. baik positif maupun negatif. penghargaan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya fungsi. yaitu sebagai berikut. Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang. rasio. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat. DR. Tolok ukur yang dipakai memberi nilai (penghargaan) tertentu. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 99 . Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari akal manusia (cipta. Ciri-ciri Nilai Sosial Secara universal nilai sosial mempunyai karakteristik sebagai berikut. Terbentuk dari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. tolok ukur nilai ini tidaklah jauh berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama. Notonegoro. kerohanian yang tertinggi dan mutlak.Woods. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. budi). Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia. Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi empat macam. yaitu sebagai berikut. Tolok Ukur Nilai Sosial Setiap nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolok ukur yang berbeda-beda. Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/ keamanan (karsa. Jenis-jenis Nilai Sosial Menurut Prof.

Norma Sosial Untuk mewujudkan nilai-nilai sosial yang telah diyakini kebenarannya. 100 Sosiologi SMA/MA Kelas X . norma kesusilaan dan kesopanan.b. Norma sosial dibuat berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi dengan maksud agar dapat dipatuhi sehingga warga masyarakat dapat berperilaku secara baik sebagaimana nilai-nilai yang ada. Secara kodrati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. norma adat dan kebiasaan. Norma sosial ini meliputi norma agama. Meskipun keempatnya mempunyai bidang pengaturan yang berbeda-beda. Dalam berinteraksi inilah terjadi berbagai macam pengaruh. serta norma hukum. yang mengadakan hubungan timbal balik/berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk kelangsungan hidupnya. baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Pengertian Norma Sosial Yang dimaksud norma sosial adalah semua bentuk ketentuan. diperlukan suatu peraturan untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai sosial tersebut dalam bentuk norma sosial. baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik antaranggota masyarakat dalam melakukan aktivitas sosialnya. tetapi terdapat banyak persamaan yang berupa moralitas yang bersifat universal (umum). Sumber: Tempo. bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon).1 Pencemaran lingkungan oleh suatu perusahaan melalui pembuangan limbah sembarangan dapat merugikan ekosistem sekitarnya sehingga perusahaan tersebut dapat dijerat dengan norma hukum. 16 Juni 2002 Gambar 4.

norma-norma itu terbentuk secara tidak sengaja. dapat dirumuskan bahwa norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi perintah atau larangan demi tercapainya ketertiban dan kedamaian. Dalam soal perjanjian.Dilihat dari aspek penyelamatan dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat. Pada hakikatnya. dahulu seorang perantara tidak diberi keuntungan. Misalnya. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antara individu. dalam soal jual beli. tetapi lama kelamaan norma itu dibuat secara wajar. Adapun tahapan-tahapan proses terbentuknya norma sosial sesuai dengan tingkatan daya mengikatnya adalah sebagai berikut. Berdasarkan uraian tersebut. tetapi sekadar celaan. sehingga mereka dijauhi oleh masyarakat di lingkungannya. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101 . dahulu berbentuk lisan sekarang harus berbentuk tulisan. seseorang tidak dapat bertindak semaunya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. norma-norma tersebut merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku di dalam pergaulan hidup. suatu norma sosial mempunyai tahapan-tahapan dengan daya ikat yang berbeda-beda. Pada mulanya. sinisme. Dengan adanya norma. sekarang seorang perantara harus mendapat bagiannya. Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. lidah topi berada di depan. Kebiasaan (Folkways) Folkways adalah norma yang mempunyai kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. kiri atau di belakang. norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Sesuatu yang diulang-ulang memberikan bukti bahwa perbuatan itu dianggap baik. Pada kondisi seperti ini. cemoohan. Daya Ikat Norma Dalam proses tumbuh dan berkembangnya. ejekan. yang ada hanya berupa teguran agar dipakai dengan benar. Cara (Usage) Pada hakikatnya. Contoh: orang memakai topi secara benar. manusia menciptakan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berfungsi melindungi diri dari kekuatan-kekuatan destruktif. dan sebagainya. tidak di samping kanan. Tetapi ketentuan ini belum memiliki daya ikat yang kuat karena seolah-olah tidak ada sanksinya. Bila ada yang memakainya tidak seperti kelaziman. usage menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan. Suatu penyimpangan terhadap usage tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat.

Tata Kelakuan (Mores) Pada perkembangan norma sosial setingkat. seorang individu akan dicemooh atau dihina oleh warga masyarakat karena tidak mematuhi tata cara adat sebagaimana layaknya dilakukan oleh warga masyarakat yang lain. Adat Istiadat (custom) Apabila suatu kelakuan telah menyatu dengan struktur budaya setempat. maka terbentuklah norma dengan tingkatan yang lebih tinggi daya ikatnya yang disebut adat. atau lingkungan permainan. Kebiasaan ini juga belum mempunyai daya ikat yang relatif kuat karena memasuki rumah teman atau saudara kandung kadang-kadang tidak perlu melakukan itu dan tidak akan dipersalahkan. barulah hal tersebut dilaksanakan. Jadi. Tetapi ketika memasuki rumah orang yang benar-benar yang belum dikenal. Jenis-jenis Norma Berlakunya suatu norma dalam masyarakat dapat berlangsung dalam lingkungan pergaulan yang formal seperti dalam tata pemerintahan atau dalam suasana nonformal seperti yang berada dalam lingkungan keluarga. Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang keras. Tata kelakuan tersebut memaksakan satu perbuatan yang lain. Apabila tidak melalui prosedur itu. Pada dasarnya. adat istiadat atau custom adalah suatu tata kelakuan yang sakral dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut. tata kelakuan atau mores mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. baik langsung maupun tidak langsung. yaitu norma dilihat dari resmi atau tidaknya dan norma utama.Contoh: apabila memasuki rumah orang lain sebaiknya permisi dulu dengan mengetuk pintu atau memberi salam seperti “assalamu‘alaikum”. 102 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kerabat. Selanjutnya baru memasuki rumah ketika dipersilahkan oleh tuan rumah. Norma terbagi menjadi dua kelompok. serta memiliki kekuatan yang mengikat. Contoh: dalam suatu rangkaian upacara perkawinan menurut tata cara adat selalu didahului dengan upacara lamaran dan peningsit sebagai suatu tanda ikatan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan.

memasuki rumah orang lain hendaknya memberi isyarat terlebih dahulu. Jadi. (2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang datang dari hati sanubari manusia itu sendiri.Norma resmi dan tidak resmi (1) Norma resmi (formal) Pada dasarnya. meskipun mereka suami istri tetapi dianggap bertentangan dengan norma kesusilaan. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh masyarakat. Norma-norma utama dibedakan menjadi empat macam. Dalam norma agama tidak ada ancaman sanksi nyata dalam kehidupan dunia. Norma Utama Norma utama adalah norma-norma yang mempunyai peranan sangat strategis dalam tata pergaulan masyarakat. Contoh: hubungan tata kerja kedinasan di lingkungan Departeman Pertahanan dan Keamanan. Hanya orang yang beragama yang percaya bahwa pelanggar norma akan dihukum di akhirat dan yang mematuhi norma-norma agama akan mendapat pahala. (3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengajarkan agar seseorang bersikap sopan terhadap orang lain sebagai anggota masyarakat. norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat. (2) Norma tidak resmi (nonformal) Yang dimaksud dengan norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas (subconscious) dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. Contoh: normanorma pergaulan dalam keluarga dan kerabat. antara lain: (1) Norma Agama Norma agama pada hakikatnya merupakan wahyu langsung dari Tuhan. yaitu Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103 . norma agama lebih menyangkut pribadi tiap-tiap individu. namun semua angota sadar bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dari patokan resmi. Contoh: meludah di sembarang tempat. dan pada kenyataannya merupakan faktor yang tidak kecil artinya dalam menjamin ketertiban masyarakat. Walaupun dikatakan tidak diwajibkan. Contoh: berpelukan dan berciuman di depan umum.

Selanjutnya panduan perilaku itu dapat dicontoh oleh warga masyarakat yang lain dalam berbagai segi kehidupan. nilai dan norma sosial mempunyai beberapa fungsi. serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh hukum atau undang-undang. kulonuwun (Jawa). Contoh: membawa oleh-oleh ketika pulang dari bepergian. 2. Norma hukum berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. dan pendorong. Norma itu mengatur. assalamu‘alaikum. Dengan demikian. (4) Norma Kebiasaan Norma kebiasaan adalah kumpulan petunjuk hidup tentang perilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. a. b. hukum juga berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. dan sebagainya. Sebagai Benteng Perlindungan Nilai dan norma dalam suatu tata pergaulan merupakan pelindung terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. benteng perlindungan. terutama bagi pihak-pihak yang lemah. Contoh: upacara kematian dan upacara pernikahan (6) Norma Hukum Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah. Ini mengandung pengertian bahwa nilai dan norma telah terseleksi sebagai suatu panduan perilaku yang diyakini kebenarannya. warga masyarakat akan berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh sistem nilai dan norma yang ada. Tetapi dengan melalui sanksi yang ada pada setiap 104 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu sebagai petunjuk arah perilaku. pembakaran mayat (ngaben). Sebagai Petunjuk Arah Perilaku Nilai dan norma berfungsi sebagai arah atau panduan perilaku warga masyarakat.menyatakan punten (Sunda). melarang. nilai dan norma akan melindungi pihak-pihak yang lemah sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak-pihak yang kuat. Tanpa adanya nilai dan norma yang berlaku. (5) Norma Adat Kebiasaan-kebiasaan yang telah menyatu dengan tata kehidupan masyarakat serta mengandung nilai-nilai ritual yang diyakini dinamakan norma adat. Selain itu. dan sebagainya. Dengan demikian. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Secara garis besar. kepentingan pihak-pihak yang lemah sering kali dirampas oleh pihak-pihak yang kuat.

4 Maret 2001 Gambar 4. Sumber: Tempo. c. melainkan dapat mengalami pergeseran atau perubahan secara mencolok. Norma dan nilai pada dasarnya akan mengalami Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 105 . Sebagai Pendorong Di sisi lain nilai dapat berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. Manusia menjadi manusia paripurna berkat keberhasilannya merealisasikan nilai sosial yang tinggi menjadi kenyataan konkret.norma. 3. apabila manusia dari bangsa dan negara yang telah maju sanggup dan berhasil merealisasikan diri mereka menjadi manusia yang paripurna. bukan sebagai alat untuk menakut-nakuti rakyat. Hal yang demikian dapat juga terjadi pada nilai dan norma sosial yang telah dibakukan kebenarannya.2 Aparat penegak hukum hendaknya dapat benar-benar menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. maka manusia-manusia dari bangsa yang belum maju pun akan terdorong untuk mengejar keparipurnaan tersebut. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi itulah. perbuatan semena-mena itu dapat dicegah secara preventif maupun represif untuk melindungi yang lemah. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Nilai dan Norma Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak bersifat kekal. manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh beradab. Dengan kata lain. munculah harapan baik dalam diri manusia. Karena adanya nilai sosial yang luhur.

Demikian juga munculnya RUU Pengaturan Penggunaan Air Tanah. mulai bermunculan peraturan-peraturan perundangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan pada saat itu.perubahan atau pergeseran sesuai dengan perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat. Perubahan-perubahan itu misalnya ditandai dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan Nomor 2 tahun 1989 yang kemudian disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Di Indonesia. Perubahan struktur pemerintahan dalam suatu negara sering kali berkelanjutan dengan perubahan sistem nilai dan norma dari pemerintah terdahulu kepada pemerintahan yang baru. yaitu setelah runtuhnya pemerintahan Soeharto dengan nafas Golongan Karya menjadi sistem pemerintahan reformasi hingga pemerintahan Megawati yang bernafaskan demokrasi. b. Hal serupa juga terjadi pada peralihan struktur pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi. sistem ilmu pengetahuan. Melalui inovasi inilah. Cepat atau lambat setiap masyarakat tentu mengalami perubahan dan perkembangan. teknologi transportasi. a. Sebagai contoh: ketika Indonesia merdeka. tingkat peradaban akan mengalami peningkatan. berubah pula sistem budaya. teknologi pendidikan. norma-norma hukum berada dalam jumlah yang sangat sedikit. baik invention maupun discovery akan mendorong terjadinya inovasi-inovasi. Hal ini terjadi terutama apabila figur penguasa terdahulu mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan figur pemerintahan yang baru. Hal ini berkaitan dengan pengaturan perilaku warga masyarakat untuk menciptakan tertib sosial. misalnya telah melahirkan suatu ide untuk menertibkan dan membuat peraturan perundangan baru yang melarang pendirian bangunan/rumah pada daerah-daerah resapan. Sebagai contoh dengan munculnya bencana banjir di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Jakarta. dan lain-lain. Tetapi dengan perubahan-perubahan tingkat peradaban masyarakat Indonesia. dan teknologi berikut perubahan tata nilai dan sistem norma. Sebagai salah satu contoh kejadian yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Perubahan Tingkat Peradaban Sebagai akibat adanya penemuan baru. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi informatika. Dengan perubahan dan perkembangan ini. perubahan pemerintahan dari orde lama ke orde baru banyak sekali mengakibatkan perubahan tata nilai yang menyangkut perubahan perundang-undangan. Itu saja merupakan warisan dari pemerintah Hindia Belanda. terjadi perubahan nilai dan norma yang semata-mata didorong oleh tuntutan perubahan tingkat peradaban yang terjadi dalam masyarakat. . Dari dua contoh ini. Berubahnya Struktur Pemerintahan Suatu revolusi sosial sering kali diikuti dengan perubahan struktur pemerintahan secara mendasar. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai dan norma di masyarakat.

Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi? 4. 1. Upayaupaya inilah yang kita sebut penemuan baru. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi primer dan sekunder? 2. penemuan baru dapat berupa discovery maupun invention. Ada empat fungsi keluarga yang pokok. Meluasnya pergaulan antarmanusia yang melintasi batas-batas negara telah mengakibatkan adanya keinginan-keinginan untuk meniru atau mengadopsi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 107 . Pengaruh Kebudayaan Asing Bergulirnya era globalisasi menjadikan komunikasi dan pergaulan umat manusia sedunia menjadi satu lingkungan yang efektif dan tidak lagi ada sekat-sekat batas antarnegara. Era ini telah membuka banyak bangsa di dunia saling bertukar pengaruh dan budaya. sebutkan dan jelaskan! d. maka manusia terus-menerus melakukan penyelidikan dan penjelajahan untuk mengungkap fenomena-fenomena alam dan fenomena sosial yang ada di muka bumi. Jelaskan macam-macam norma sosial yang ada di dalam masyarakat beserta peranannya! 3. Akibat lanjutannya adalah munculnya perubahan-perubahan peraturan perundangan yang dipandang sudah tidak efektif untuk mengatur dan mengendalikan perilaku warga masyarakat. Pada dasarnya. Penemuan baru ini akan berkelanjutan dengan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai segi kehidupan yang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan penemuan baru tersebut bagi kehidupan manusia.c. Penemuan-penemuan Baru Sebagai tindak lanjut dari berkembangnya tingkat pendidikan. Perubahan dan perkembangan itu semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja manusia. Penemuan baru yang semakin banyak bermunculan akan melahirkan suatu bentuk pengaturan dan perlindungan terhadap penemuan baru itu sendiri seperti lahirnya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta yang akhir-akhir ini marak dibicarakan di kalangan elit pemerintahan di Indonesia. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. e.

Proses percampuran budaya antarbangsa memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. seorang pejabat baru harus melakukan sosialisasi dengan lingkungan sosial yang 108 Sosiologi SMA/MA Kelas X . proses sosialisasi meluas ke lingkungan masyarakat setempat seperti dengan lingkungan sepermainan dan lingkungan komunitas setempat. atau menempati perumahan yang baru. perkawinan. Pada proses ini. B. artinya dengan sendirinya setiap orang secara naluriah akan melaksanakan proses ini dan sering kali tujuan itu sangat tidak disadari. baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. Dalam arti luas. ikutilah uraian berikut ini. dan penetrasi budaya. bagi seorang pejabat baru yang memasuki medan tugas yang baru sangat disadari bahwa untuk mengawali tugas kedinasannya. dan lain-lain.budaya-budaya asing tertentu ke dalam masyarakat setempat termasuk sistem pendidikan. 1. sistem telekomunikasi. proses sosialisasi pasti dilakukan oleh semua orang dalam bentuk sosialisasi primer maupun proses sosialisasi sekunder. proses sosialisasi adalah proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh seorang individu selama hidupnya sejak lahir sampai dengan meninggal. Akan tetapi. Kemudian. Proses sosialisasi sekunder dilakukan ketika orang mengalami perpindahan tempat tinggal. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan persiapan dalam melaksanakan proses pergaulan lebih lanjut dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan kehidupan yang baru tersebut. asimilasi budaya. Untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. PROSES SOSIALISASI Proses sosialisasi pada hakikatnya adalah proses belajar berinteraksi bagi individu di tengah-tengah masyarakat. Proses ini berupa proses alamiah yang dilakukan oleh semua individu sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari tata pergaulan dengan manusia yang lain. Tujuan Sosialisasi Pada dasarnya. Dengan demikian. Dalam arti sempit. Sosialisasi sesungguhnya merupakan proses yang bersifat kodrati. seorang individu mula-mula mengenal lingkungan sosial terdekatnya seperti anggota keluarga dan kerabatnya. pergaulan antarnegara sangat memungkinkan perubahan nilai dan norma dengan mengadopsi budaya asing. Proses sosialisasi primer berlangsung sejak lahir hingga dewasa di lingkungan setempat. Keberhasilan suatu proses sosialisasi akan ditandai dengan adanya keterampilan atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang dibatasi dengan sistem tata nilai dan norma yang berbeda-beda. baik alasan pekerjaan. proses sosialisasi berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang akhirnya memasuki lingkungan masyarakat luas. Dalam proses perkembangannya. sistem perundangan. proses sosialisasi merupakan proses mengenal lingkungan.

dengan atasan langsung.3 Proses sosialisasi dalam keluarga dimulai semenjak anak masih kecil. kedudukan. Untuk mengetahui lingkungan fisik yang baru. baik lingkungan sosial tempat individu tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru. Lingkungan sosial ini meliputi pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan aktivitas individu tersebut. dengan mitra kerja. Dengan mengetahui lingkungan fisik dari suatu daerah. Hal-hal yang diperoleh dalam proses sosialisasi adalah pengetahuan-pengetahuan untuk membekali seorang individu dalam melaksanakan pergaulan di tengah-tengah masyarakat antara lain sebagai berikut. dan dengan lingkungan masyarakat luas. dan sub-sub area yang berada di lingkungan yang baru tersebut. Sumber: Ayahbunda.baru. 10–23 Maret 2001 Gambar 4. skema. dengan teman sejawat. dengan tokoh-tokoh masyarakat. Untuk mengetahui lingkungan sosial. Aktivitas yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari proses sosialisasi adalah memperkenalkan diri dengan instansi-instansi terkait. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 109 . seseorang akan mengenali arah. Pengetahuan seperti ini akan sangat berguna bagi seseorang yang baru untuk mendukung kelancaran proses menjalankan kedudukan dalam tugas kedinasan yang baru. posisi.

a. lingkungan sepermainan. manusia itu sesungguhnya telah memiliki pembawaan-pembawaan yang berupa bakat. lingkungan pekerjaan. Warisan biologis inilah yang dimaksud dengan faktor intrinsik. dan lingkungan pendidikan merupakan faktor ekstrinsik. Oleh sebab itu.Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Suatu proses sosialisasi dikatakan berhasil apabila ditandai oleh hal-hal berikut. 2. ciri-ciri fisik. dan adat istiadat yang berlaku di daerah itu. proses sosialisasi telah membekali seorang individu dengan berbagai pengetahuan yang ada di dalam lingkungan masyarakat sehingga seseorang dapat sukses melaksanakan pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan di antara individu tersebut dengan warga masyarakat yang lain. Artinya. akhirnya sosial budaya suatu masyarakat dapat diketahui. Untuk mengetahui lingkungan tipe sosial budaya suatu masyarakat. Pada hakikatnya. Meningkatnya status yang sering kali diikuti dengan meningkatnya kepercayaan dan meningkatnya peranan sosial di lingkungan sosial yang baru. faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Setiap orang mempunyai warisan biologis yang berbeda-beda. Faktor Intrinsik Sejak lahir. seorang individu yang memasuki lingkungan sosial baru perlu mengetahui sistem tata kelakuan. Dengan demikian. Wujud nyata faktor intrinsik antara lain dapat berupa pembawaan-pembawaan atau pun warisan biologis termasuk 110 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dalam suatu proses sosialisasi. Adapun penjelasan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik tersebut di atas adalah sebagai berikut. Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang akan mengakibatkan ketenteraman dalam pergaulan dan keberhasilan dalam karir dan usaha. peradaban. dan kemampuan-kemampuan khusus warisan orang tuanya. Hal ini akan membekali seorang individu dalam proses pergaulan dan proses penyesuaian diri dengan lingkungan masyarakat tersebut. tata nilai. yaitu faktor yang berada di luar diri seorang individu. Setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisiknya. tidak akan mengakibatkan kegagalan dalam proses pergaulan.

hobi. Faktor ekstrinsik dapat berupa normanorma. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas. karakter.kemampuan-kemampuan yang ada pada diri seseorang. manusia telah mendapat pengaruh dari lingkungan di sekitarnya yang disebut faktor ekstrinsik. Keluarga merupakan kelompok primer yang pertama dikenal seorang anak. struktur mata pencariannya. Media Sosialisasi Media sosialiasi adalah sarana seorang individu belajar berinteraksi untuk mengenal sistem tata kelakuan dan hubungan di lingkungan masyarakatnya. dan lain-lain. motivasi. terutama melalui proses sosialisasi anak-anak ke masa dewasa. dan sistem mata pencarian yang ada di dalam masyarakat. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan keterampilan. jenis kepribadiannya pun mudah diarahkan dan terbentuk. Di samping itu juga dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya masyarakat yang menyangkut struktur pemerintahannya. Misalnya bakat. seorang individu akan dibatasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. struktur budaya dan seninya. b. Keluarga Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai tugas dalam proses pembudayaan. terutama kepada generasi muda yang menjadi anak keturunannya. di sisi lain merupakan faktor pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik buruknya suatu aktivitas dalam suatu proses interaksi. emosi. Proses pembentukan budaya baru pada masyarakat sangat tergantung pada keluarga. pondasi dasar kepribadiannya sudah ditanamkan secara kuat. pengetahuan. baik norma maupun nilai-nilai yang berlaku. dan nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri. Perpaduan antara faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi. Faktor intrinsik dalam realitanya justru merupakan faktor yang dominan. sistem budaya. Dalam kehidupan sosial. Adapun media sosialisasi itu setidaknya terdiri dari empat macam. yaitu sebagai berikut. Oleh Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 111 . tentu saja keluarga tidak terlepas dari kondisi-kondisi yang ada dalam masyarakat. IQ. Untuk melakukan proses sosialisasi. 3. Faktor Ekstrinsik Sejak manusia dilahirkan. sistem sosial. dan lain-lain. Ketika anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok primer lain di luar keluarga. Faktor-faktor ini akan menjadi bekal seorang individu untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam proses sosialisasi. a. Di satu sisi merupakan faktor pendorong untuk mewujudkan suatu keinginan.

Membentuk kepribadian. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan.karena itu. yaitu lingkungan sekolah. Lingkungan Sekolah Setelah seorang anak belajar berinteraksi di lingkungan keluarga. Lembaga sekolah mendidik dan mengajarkan pengetahuan yang dianggap perlu dan tidak mungkin lagi ditangani oleh lingkungan keluarga. Masyarakat berbicara melalui mulut orang tua dan masyarakat bertindak melalui tindakan orang tua. Pengaruh-pengaruh ini berasal dari program pendidikan yang dilaksanakan melalui guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya. baik media suara. media cetak. Keberadaan media tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat pada umumnya. c. Dengan demikian. seorang anak akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang praktis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta pengaruh kondisi siswa pada umumnya sehingga tercipta suatu iklim belajar yang kondusif. maupun media gambar dapat memberikan pengaruh perkembangan anak. Akibatnya. b. Membantu orang agar siap mencari nafkah hidup bila telah tiba waktunya. justru media massa yang mempunyai kedudukan sangat strategis dalam mempengaruhi 112 Sosiologi SMA/MA Kelas X . norma dan nilai itu dapat berpengaruh terhadap tindakan yang akan dijalankan oleh keluarga. Lembaga pendidikan primer adalah sekolah formal yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Jadi. Dengan adanya lingkungan sekolah yang baik memungkinkan proses pembentukan kepribadian anak dapat berlangsung dengan baik. nilai-nilai dan norma-norma yang disampaikan tertanam dalam diri si anak melalui penglihatan atau pendengaran. Di masa informasi ini. Dengan perkembangan teknologi informasi. Pada lingkungan ini. Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. jelaslah bahwa media massa dapat menjadi media atau alat sosialisasi untuk menyampaikan berbagai informasi yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Misalnya. Menolong orang dalam mengembangkan potensi pribadi dan pengembangan masyarakat. Media Massa Media massa merupakan media sosialisasi yang sangat luas dan cukup efektif pengaruhnya dalam proses sosialisasi bagi seorang individu. Berikut adalah proses sosialisasi di lingkungan sekolah. aturan perkawinan yang harus sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya. selanjutnya ia akan memasuki lingkungan yang lebih luas.

Majalah. baik RRI (Radio Republik Indonesia) maupun radio-radio swasta. dan lain-lain. Perkumpulan bermain sepak bola. Surat kabar. tanggung jawab. Lingkungan kerja bisa menjadi media sosialisasi bagi orang yang bekerja di lingkungan itu. anak mematuhi aturan yang berlaku jika ingin diterima menjadi anggota kelompoknya. Teman Sepermainan (Play Group) Teman sepermainan atau play group adalah lingkungan pergaulan anak yang mempunyai usia relatif sebaya.kepribadian seseorang karena media massa lebih banyak mendominasi waktu-waktu luang yang dimiliki oleh individu. Internet. e. cerita bergambar. kegemaran. buku-buku bacaan lainnya seperti novel. Perkumpulan bermain sepeda santai. Perkumpulan bermain musik. Lingkungan ini cukup efektif mengisi pengetahuanpengetahuan dalam proses seorang individu. Hal ini terjadi karena lingkungan kerja mempunyai norma-norma yang lebih kuat serta pengawasan yang ketat sehingga dapat membentuk kepribadian menjadi sempurna. Ia pun akan berusaha mematuhi nilai dan norma yang berlaku agar dapat diterima sebagai anggota di tempat kerja tersebut. dan hal lainnya akan lebih berkembang membentuk kepribadian yang relatif stabil. lingkungan kerja merupakan lingkungan yang relatif baik untuk mengembangkan dan mematangkan pribadi seorang individu. buletin. Melalui lingkungan kerja inilah. Radio. anak belajar hidup bersosial. Melalui anggota kelompok sepermainan. Perkumpulan kelompok belajar (les). Beberapa contoh lingkungan sepermainan yang cukup efektif mempengaruhi kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. baik swasta maupun televisi pemerintah. prakarsa. Sosialisasi di lingkungan teman sepermainan yang baik bisa mendukung terbentuknya kepribadian seseorang menjadi baik atau sebaliknya. komik remaja. Beberapa media massa yang mempunyai peranan strategis dalam pembentukan kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Lingkungan Kerja Bagi orang dewasa. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 113 . Lingkungan ini berlangsung di sela-sela pendidikan dan pergaulan rumah tangga. Kelompok teman sepermainan di tingkat remaja pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat dengan kelompoknya. Seseorang dapat belajar dari teman-teman di lingkungan kerjanya tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. Televisi. d. kerja sama. Dalam kelompok teman sepermainan.

lingkungan sosial. Sumber: Koleksi Editor Gambar 4. Adanya proses sosialisasi menjadikan seorang individu memperoleh nilai-nilai yang beraneka macam. Gambaran lebih jauh mengenai proses pembentukan kepribadian. nilai-nilai ini menjadi satu sistem nilai yang paling diyakini dan paling mempengaruhi tipe perilaku seseorang yang dinamakan nilai sentral. lingkungan kerja. dan lingkungan masyarakat luas. lingkungan sepermainan. lingkungan teman sepermainan. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi di lingkungan keluarga. warna kulit. coba kamu perhatikan bagan berikut ini. Kepribadian merupakan perwujudan dari nilai-nilai sentral yang diyakini dan dipedomani seseorang untuk menentukan perilaku secara umum. Warisan biologis dapat berupa beberapa hal berikut. lingkungan pendidikan. Ciri-ciri fisik. postur tubuh. Kemudian. 114 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kepribadian memang telah diwariskan oleh ayah dan ibu dalam bentuk yang masih samar-samar yang disebut warisan biologis.C. Selanjutnya. warisan biologis ini berkembang menjadi semakin nyata ketika seorang anak melakukan proses sosialisasi sesama manusia dimulai dari lingkungan keluarga. Pengertian Kepribadian Pada awalnya. Sifat-sifat khas. seperti raut muka. maupun lingkungan masyarakat luas. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. Bakat.5 Lingkungan pergaulan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. lingkungan kerabat. Golongan darah.

Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip. dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan kerabat. individu yang telah terbentuk kepribadiannya akan turut mempengaruhi budaya masyarakat di lingkungannya. nilai-nilai sosial. media massa. pengetahuan. Selanjutnya. dan pengaruh dari masyarakat luas. lingkungan pergaulan termasuk lingkungan kerja.1 Bagan Pembentukan Kepribadian melalui proses Sosialisasi Berdasarkan bagan tersebut. dan lingkungan masyarakat luas. lingkungan pendidikan. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 115 . lingkungan pergaulan. Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi ke generasi. Sesungguhnya di sinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yang mendominasi perilaku seseorang. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang positif maupun yang negatif.Proses Pembentukan Kepribadian Lingkungan Pendidikan Media Massa Lingkungan Keluarga dan Kerabat Lingkungan Pergaulan Generasi Baru dengan Warisan Biologis tertentu Proses Sosialisasi Generasi Baru dengan Kepribadian tertentu Lingkungan Pendidikan Bagan 4. Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku khas yang diperbuat seseorang dalam kegiatan sehari-hari. baik dari lingkungan pendidikan. kita dapat mengetahui tipe kepribadian seseorang. serta keterampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya.

dan lain-lain yang mempunyai kemiripan dengan ayah. misalnya sifat pendiam. Selanjutnya. yaitu kecakapan seseorang yang dapat diukur dengan sejumlah pertanyaan. bisa dari ayah atau dari ibu. seni tari. yaitu warna kulit. Menurut Mendel. a. tipe rambut. yaitu faktor warisan biologis yang berupa pembawaan-pembawaan dan faktor-faktor lingkungan tempat seorang individu melakukan pergaulan. Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Ada dua faktor besar yang turut mempengaruhi corak kepribadian seorang individu. faktor pembawaan ini bisa dominan ayah (XY). desain dan pengembangan variasi dan interior rumah merupakan faktor-faktor milieu atau faktor lingkungan. Faktor-faktor ini sesungguhnya merupakan pondasi yang menjadi cikal bakal untuk proses pembentukan suatu kebudayaan. IQ ini bisa mirip dengan ayah atau pun dengan ibu. sifat ekstrim atau normatif. presenter. politikus. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap anak walaupun memiliki asal usul/keturunan yang sama pada dasarnya ia memiliki kepribadian yang berbeda. serta kakek dan nenek dari ayah maupun dari ibu.2. yaitu dari ayah. seperti seni lukis. raut muka. seni suara. Namun demikian. dan lainlain. ibu. postur tubuh. atau merupakan variasi dari ayah atau ibu. yaitu tidak dapat dilihat dengan panca indera dan hanya dapat dideteksi melalui perilaku-perilaku keseharian yang asli yang tidak dibuat-buat. sifat pemarah. Sifat-sifat khas yang berasal dari orang tua. ibu. dan lain-lain. 116 Sosiologi SMA/MA Kelas X . seni karawitan. Kepribadian dapat diumpamakan sebagai suatu bangunan rumah dan faktor pembawaan merupakan kerangkanya. Tingkat IQ. bisa juga seorang ibu yang memiliki kemampuan reproduksi sempurna dapat mewariskan faktor-faktor genetika yang sangat panjang yang berantai dari orang tua ibu atau nenek dan kakeknya ibu. dan lain-lain. postur tubuh. dominan ibu (XX). Faktor pembawaan dapat berupa bentuk fisik. IQ. Ciri-ciri fisik. bentuk raut muka. Yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki corak kepribadian yang tidak pernah sama walaupun pada anak yang kembar sekalipun. Bentuk-bentuk warisan biologis terdiri dari halhal berikut ini. olahragawan. Faktor Warisan Biologis Faktor warisan biologis adalah faktor-faktor yang berupa bawaan dari leluhurnya. sifat ramah. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang antara lain sebagai berikut. Kepribadian bersifat abstrak dalam hal ini. dan hal yang bersifat abstrak seperti karakter. bakat. atau perpaduan dari keduanya. Bakat. Demikian juga orang yang bergaul di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda akan menghasilkan suatu proses pembentukan kepribadian yang berbeda-beda pula. seperti warna kulit.

Proses pendidikan budi pekerti di dalam keluarga sangat efektif untuk proses pembentukan nilai-nilai sentral yang selanjutnya menjadi pondasi pembentukan kepribadian seseorang. lingkungan pergaulan. Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang cukup efektif pula dalam mempengaruhi kepribadian. pengajaran. dan lingkungan masyarakat luas. Lingkungan Keluarga Yang dimaksud keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. lingkungan pendidikan. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari lingkungan sosial seorang individu. dan anak-anak. seorang individu akan dikuatkan pondasi kepribadiannya dalam proses kepribadian yang dewasa. ibu. bila lingkungan pendidikanBab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 117 . Kepribadian antara seorang individu dengan individu yang lain tidak sama tergantung dari tipe-tipe faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Akan tetapi. Apakah kepribadian itu? 2. dan pelatihan keterampilan yang berpengaruh besar dalam proses pengembangan bakat dan pembawaan lainnya yang bersifat positif. lingkungan kerja. Bagaimana proses pembentukan kepribadian? 3. Jelaskan mengapa faktor lingkungan mempunyai peran yang lebih penting dalam pembentukan kepribadian! 4. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat fundamental dalam menampung berbagai kegiatan individu ketika masa kanak-kanak. Faktor Lingkungan Lingkungan mempunyai peranan dalam proses pembentukan kepribadian individuindividu. Apakah kepribadian dapat mengalami perubahan? Jelaskan jawabanmu! b.1. Dengan pemberian bekal pengetahuan nilai-nilai dan budi pekerti. seorang individu mendapatkan pendidikan. Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah lingkungan sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Di lingkungan sekolah. media massa. Tiap-tiap keluarga mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Situasi pendidikan seorang individu bersekolah juga sangat efektif dalam proses pembentukan kepribadian. yaitu lingkungan keluarga.

lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua agar ada fungsi pengendalian terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Media Massa Media massa merupakan perangkat-perangkat yang menjembatani komunikasi antara individu atau kelompok individu dengan individu atau kelompok individu yang lain. televisi. pada umumnya individu bergaul dengan orang lain yang sebaya. Sumber: Warta Ekonomi. 118 Sosiologi SMA/MA Kelas X . maupun lingkungan tempat tinggal. Pada pergaulan di lingkungan sepermainan. sesungguhnya lingkungan pergaulan justru mengakibatkan bakat-bakat negatif tumbuh subur dan berkembang yang pada gilirannya akan mewarnai tipe-tipe kepribadian yang tidak diinginkan. hal itu justru dapat mempersubur proses pengembangan faktorfaktor pembawaan yang bersifat negatif seperti serakah. Untuk itu. 19 Maret 2001 Gambar 4. Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan berada di lingkungan masyarakat setempat dan mempunyai usia yang relatif sebaya. belum ada pihak yang menjadi pengendali atau pun pengontrol terhadap perilaku-perilaku yang negatif. ilmu pengetahuan. emosional. serta sifat-sifat negatif lainnya. radio. koran. cabul. takabur. dan cerita yang berpesan moral dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak.5 VCD-VCD pendidikan. Dengan demikian. VCD.nya kurang baik. sombong. dan rakus. kikir. tamak. Yang dimaksud dengan lingkungan pergaulan adalah lingkungan di mana seorang individu secara efektif menghabiskan waktunya pada lingkungan tersebut. majalah. dan lain-lain. lingkungan setempat. Media massa mempunyai peran cukup efektif dalam proses pembentukan kepribadian. Contoh media massa yakni buku. internet. Apabila hal ini tidak dilakukan. Lingkungan ini dapat berupa teman sepermainan.

yaitu sejak lahir hingga dewasa. sedangkan unsur yang kedua disebut capital personality. Sesungguhnya lingkungan masyarakat luas merupakan gabungan dari lingkungan keluarga. Bagian yang kedua adalah unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. Bagian yang pertama adalah unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. dan pemerintah yang kesemuanya dapat berpengaruh positif atau negatif dalam proses pembentukan kebudayaan. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting. dan lingkungan setempat. Masukan-masukan itu dapat berupa ilmu pengetahuan maupun wawasan duniawi. Lingkungan masyarakat luas dapat pula berupa peranan tokoh masyarakat. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. Unsur yang pertama juga disebut struktur dasar kepribadian (basic personality structure). lingkungan kerja. b. dan lingkungan sepermainan. kelompok elit pemerintahan. melainkan yang negatif. Fase ini diawali dari Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 119 . Namun demikian. Fase Kedua Fase kedua merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Lingkungan Masyarakat Luas Lingkungan masyarakat luas juga mempunyai andil dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak. kerabat. skala wilayahnya jauh lebih luas apalagi dengan terbukanya sarana telekomunikasi dan sarana transportasi yang memadai.Melalui media massa. seorang individu memperoleh masukan-masukan yang akan mempengaruhi proses pengembangan bakat/pembawaan yang dimilikinya. tetapi tidak seefektif pada lingkungan keluarga. Fase Pertama Kepribadian terbentuk melalui proses yang sangat panjang. lingkungan pergaulan. yaitu sebagai berikut. Fase pertama dimulai sejak anak berusia 1 – 2 tahun ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. Lingkungan masyarakat luas merupakan komponen yang terakhir yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang. lingkungan pendidikan. Juga tak dapat dihindari jika yang berkembang tidak hanya bakatbakat atau pembawaan yang positif. 3. Anggapan-anggapan ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain. pemuka agama.

misalnya nafsu makan. IQ. birahi. Naluri (insting) Naluri atau insting merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat hidup sebagai makhluk. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang. kepribadiannya tersebut mulai nampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. Misalnya. kehendak seseorang akan semakin banyak pula jumlah dan jenisnya.usia antara dua sampai tiga tahun. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural. maka kehendak-kehendaknya pun akan berbeda pula. Dorongan-dorongan (drivers) Unsur drivers merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Makin tinggi tingkat perekonomian dan peradabannya. Proses ini berlangsung relatif panjang pada anak hingga menjelang masa pendewasaan. Hal tersebut yang tampak dari perangai. tidur. Nafsu-nafsu ini merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis. artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. dan seterusnya. Getaran Hati (emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak. amarah. serasi. 120 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan lainlain. Jika tingkat perekonomiannya berbeda. indah. dan membesarkan anak hingga dewasa. sedih. dapat dilihat. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil. Adapun bagian-bagian dari kepribadian secara umum terdiri dari uraian berikut. Fase kedua merupakan fase perkembangan. Naluri ini akan dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat hidupnya sebagai makhluk hidup. Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang nampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. Drivers dibedakan menjadi kehendak dan nafsu-nafsu. serta bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. kegemaran. Bagian yang kedua adalah nafsu-nafsu. di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. mengasuh. dan diidentifikasi oleh orang lain.

Pada fase ketiga. setiap orang memiliki bakat yang berbedabeda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. Tipe kepribadian ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. terjadi perkembangan yang relatif tetap. kepribadian dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe. Intelegensi ini termasuk di dalamnya adalah IQ. Fase ketiga disebut fase kedewasaan. dan lain-lain. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian. berdagang. dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama proses sosialisasi. c. seperti bakat seni. fase ketiga merupakan fase akhir yang ditandai dengan makin stabilnya perilaku-perilaku yang khas atau sifat-sifat khas dari seorang individu. Pada dasarnya. Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. Situasi ini terjadi pada anak-anak tunggal. memori-memori pengetahuan. yaitu sebagai berikut. yaitu ketika seseorang telah berusia antara 25 – 28 tahun. Bakat Bakat pada hakikatnya merupakan seseuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya. Salah satu ciri dari kepribadian otoriter adalah menonjolnya Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 121 . Bakat tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Kepribadian Normatif Kepribadian normatif merupakan kepribadian yang ideal. Intelegensi merupakan dasar kecakapan seseorang secara umum. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen. yaitu seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil proses sosialisasi pada masa sebelumnya. yaitu anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya.Intelegensi (Inteligent Quotient – IQ) Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. berpolitik. Kepribadian Otoriter Tipe kepribadian otoriter terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih memenangkan kepentingan-kepentingan terhadap dirinya daripada kepentingan-kepentingan orang lain. yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. dan anak yang sejak kecil memimpin di kelompoknya.

Jelaskan bagaimana proses terbentuknya norma sosial! 3. pada orang-orang yang berdiri pada dua kelas masyarakat. Sistem Ide (Gagasan) Sistem ide adalah gagasan-gagasan yang merupakan hasil pencetusan orang per orang atau kelompok orang yang telah menjadi kebiasaan atau adat istiadat.kehendak pribadi dan kurang menampung banyak aspirasi dan sering kali memandang rendah keberadaan orang lain. Jelaskan bahwa norma sosial dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat! D. HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN Kebudayaan adalah segala sesuatu yang merupakan hasil budidaya manusia dalam hidup bermasyarakat. Kepribadian demikian sering kali terdapat pada orang-orang campuran antara dua golongan etnis. atau pun seorang yang mendapat dua jenis pendidikan yang latar belakangnya berbeda. Menurutmu fase apa yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang? Mengapa? Jelaskan pendapat kalian! 4. di mana ciri-ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian. sistem aktivitas. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat berbeda. 1. dan benda-benda konkret. Kemukakan dengan bahasamu sendiri bagaimana kaitan antara kepribadian dan kebudayaan setempat! 2. 1. 122 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kepribadian Perbatasan Kepribadian perbatasan merupakan kepribadian yang relatif labil. Kebudayaan ini dapat berwujud dalam bentuk sistem ide. Kebiasaan-kebiasaan ini selanjutnya dipedomani sebagai suatu sistem yang dapat diterima dan diterapkan oleh semua warga masyarakat.

Untuk lebih jelasnya. dan lain-lain. kepribadian boleh dikatakan terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga tiap-tiap orang mempunyai karakteristik yang sama apabila berasal dari lingkungan yang sama pula. Dengan demikian. Etos kebudayaan merupakan watak khas dari suatu masyarakat yang dapat terpancar dari perilaku warga masyarakatnya. Sistem Aktivitas (Perilaku Sosial) Sistem aktivitas merupakan perwujudan dari sistem ide yang ada sehingga perilaku-perilaku sosial yang ada dalam masyarakat merupakan manifestasi dari sistem ide yang ada pada masyarakat tersebut. pakaian adat. sistem teknologi.2 Bagan pengaruh unsur kebudayaan terhadap kepribadian seseorang. religi. kesenian. Artefak-artefak selanjutnya akan menjadi sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang dipakai untuk menyelenggarakan kehidupan. perhatikan bagan berikut ini.2. pola pikir. sistem aktivitas ini akan menjadi sistem perilaku yang dipedomani sebagai sarana untuk melaksanakan pergaulan dan pemenuhan kebutuhan di dalam masyarakat. sistem ilmu pengetahuan. kesenian. Tampak kepribadian seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh tujuh unsur kebudayaan masyarakat setempat yang terdiri dari bahasa. dan sistem organisasi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 123 . Kepribadian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebudayaan setempat dan selanjutnya kebudayaan setempat berangsurangsur akan dipengaruhi bahkan direvisi oleh pribadi-pribadi yang ada pada masyarakat tersebut. sistem mata pencarian. 3. Inilah yang disebut dengan etos kebudayaan. Misalnya dalam bentuk bahasa. Selanjutnya. Benda-Benda Konkret (Artefak) Artefak merupakan benda-benda konkret atau benda hasil karya yang merupakan manifestasi dari sistem ide dan sistem aktivitas masyarakat. Bahasa Sistem Religi Sistem Kesenian Masyarakat Melahirkan Generasi Baru Generasi Baru dengan Kepribadian Tertentu Sistem Ilmu Pengetahuan Sistem Ekonomi Sistem Teknologi Sistem Organisasi Sosial Bagan 4.

SD. 1. Tapi yang perlu dicatat di sini bahwa kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia. terutama generasi baru secara akumulatif dan komprehensif. Untuk mewujudkan masyarakat yang baik. terutama ketika ia bertindak. baik pemerintah. 2. dan SMU. serta perguruan tinggi. Kecenderungan budaya korupsi di Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono . lembaga pendidikan. Dalam konteks ini keluarga justru mempunyai peranan yang lebih penting dan mendasar dalam mewujudkan warga masyarakat yang baik ketimbang peranan lembaga pendidikan seperti TK. Jadi. MEWUJUDKAN WARGA MASYARAKAT YANG BAIK W arga masyarakat yang baik adalah warga masyarakat yang dapat menjalankan peranannya yang menyangkut hak maupun kewajibannya secara baik tanpa mengurangi hak dari orang yang lain.sosial. Budaya digunakan oleh setiap orang sebagai pedoman atau acuan dan latar belakang tindakan manusia dalam kehidupannya.Jusuf Kalla. dapat dikatakan bahwa kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Ini berarti bahwa individu tersebut telah berperilaku seperti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. SMP. Korupsi merupakan salah satu kepribadian bangsa Indonesia. maupun tokoh-tokoh keagamaan. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 10 – 15 orang. Perilaku yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perwujudan budaya. Setiap kelompok meneliti salah satu topik di bawah ini. diperlukan kerja sama dari berbagai komponen. warga masyarakat. 124 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Ketujuh unsur tersebut mempengaruhi kepribadian individu.

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah Anda dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan dan sertakan data-data pendukung! 2. Bagaimana solusi Anda dalam mewujudkan masyarakat yang baik?

MEMPERSIAPKAN KETERAMPILAN HIDUP

P

ada dasarnya, proses sosialisasi merupakan proses belajar bagi seorang individu untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan tertentu agar seorang individu dapat berperilaku sesuai dengan kondisi budaya masyarakatnya. Ada kalanya proses sosialisasi justru menyerap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Keadaan ini akan membawa jalan yang tersesat bagi seorang individu untuk meniti karir hidup dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya dengan menyerap sub-sub kebudayaan yang baik, besar manfaatnya dalam membekali diri dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupan hari tua. Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan hidup atau life skill ?

2. Mengapa seorang remaja perlu membekali diri dengan keterampilan hidup? 3. Sebutkan lima contoh keterampilan hidup yang Anda senangi dan bagaimana cara Anda memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut!

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

125

4. Melalui media apa sajakah keterampilan hidup itu dapat diserap? 5. Apa yang akan terjadi bila seorang individu yang memasuki usia akhir dewasa tidak memiliki keterampilan hidup?

PROSES SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
Setiap manusia sejak kecil hingga dewasa senantiasa berada di lingkungan individu yang lain, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerabat, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat luas. Proses ini lebih tepat disebut proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan mendapatkan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk di dalam masyarakat yang meliputi hampir semua segi kehidupan. Misalnya, bidang kesenian, olahraga, perdagangan, masalah hukum, masalah perkawinan, dan lain sebagainya. Melalui proses sosialisasi, orang akan bertambah banyak pengalamannya serta berkembang prinsip-prinsipnya hingga akhirnya terbentuk persepsi dan pola pikir yang didasarkan pada nilai-nilai yang diserap dalam proses sosialisasi. Gambaran umum dari perilaku yang khas seorang individu dinamakan kepribadian. Kepribadian ini dapat dilihat dari keseluruhan perilaku yang sehari-hari diperbuat oleh seseorang. Pertanyaan: 1. Kapankah kepribadian seseorang akan menjadi baik? Dan kapankah kepribadian seseorang akan menjadi buruk? 2. Jelaskan bagaimana korelasi antara kepribadian dan proses sosialisasi yang dialami oleh seorang individu! 3. Sebutkan komponen-komponen dari kepribadian seseorang yang terlihat dari aktivitas kesehariannya! 4. Mengapa seorang anak perlu dibatasi lingkungan pergaulannya? 5. Bagaimana peranan warisan biologis dalam pembentukan kepribadian seorang anak?

126

Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. Norma dan nilai merupakan pedoman bagi individu yang melaksanakan proses sosialisasi, bahkan menjadi pedoman bagi semua warga masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seseorang pada hakikatnya akan mempelajari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk dipedomani yang selanjutnya seorang individu dapat berperilaku secara tepat sehingga dapat sukses dalam pergaulan. 2. Perbedaan nilai dan norma sosial Nilai sosial: dibuat lebih dulu daripada norma sosial, bersifat implisit, dan belum dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial: dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai sosial, bersifat eksplisit, dan sudah dilengkapi dengan sanksi. 3. Fungsi nilai dan norma sosial adalah sebagai petunjuk arah perilaku, benteng perlindungan, dan pendorong atau motivator. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai dan norma meliputi perubahan struktur pemerintahan, perubahan tingkat peradaban, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru, dan pengaruh kebudayaan asing. 5. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengetahui lingkungan sosial, lingkungan fisik, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat, dan mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi Faktor Intrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam seorang individu. Faktor Ekstrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri seseorang. 7. Media sosialisasi terdiri atas keluarga, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan,lingkungan kerja, dan media massa. 8. Faktor-faktor pembentuk kepribadian Faktor Warisan Biologis: ciri-ciri fisik, golongan darah, bakat, dan sifat-sifat khas. Faktor Lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan (lingkungan kerja), media massa, dan lingkungan masyarakat luas. 9. Kepribadian tiap-tiap individu dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak kebudayaan, di mana individu itu hidup dan berkembang menjadi dewasa (social determinism).
Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

127

hati nurani D. 2. 5 E. 4 D. 1. B. perangai C. . 4. lingkungan keluarga B. perilaku keseharian E. 4. . Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. A. dan E! 1. golongan darah 4. . kecuali . kerja sama 3. . A. 2. 1. Gambaran umum mengenai kejiwaan manusia yang teraktualisasi dalam bentuk perilaku yang khas dari seorang individu disebut .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. kejiwaan B. 6 5. kegemaran 3. . pengendalian emosi C. kepribadian 2. karakter D. . . 2. 3. bakat-bakat D. . Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah seperti berikut. 3. imajinasi 6. . perangai 4. . Faktor-faktor berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor warisan biologis adalah . 3. . ego E. 5. budi pekerti 5. prakarsa 2. kondisi fisik E. 6 C. tabiat C. C. . 128 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 2. . 5 B. 4. D. . tingkat kecerdasan (IQ) Dari pernyataan di atas. . 3. A. 5. yang merupakan bagian atau unsur kepribadian seseorang adalah . prakarsa B. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat diperhatikan melalui . A.

. 4 9. 1. . . sekolah D. . Setiap masyarakat memiliki struktur budaya yang berlainan. 4 C. lingkungan alam B. norma dan nilai sosial 3. C. A. A. . Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki imtak (iman-takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan-teknologi) yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi . strata dan popularitas diri 5. Proses sosialisasi primer adalah . Corak kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh budaya masyarakatnya. proses intuitif Berdasarkan pernyataan di atas. proses sosialisasi di lingkungan sekolah B. keluarga E. warisan biologis C. penemuan baru E. Budaya merupakan perwujudan dari kepribadian masyarakat. pengetahuan tentang lingkungan alam 2. . 2. A. sesuatu yang dapat diperoleh seseorang dalam proses sosialisasi adalah . Pernyataan berikut ini yang merupakan penjabaran dari istilah social determinism adalah . D. . pemerintah B. proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat C. 3. . 2. B. 1. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 129 . proses sosialisasi di lingkungan tempat tinggal yang baru D. budaya masyarakat setempat 6. struktur sosial dan personil dari masing-masing status dalam struktur sosial 4. masyarakat 7. . . A. lingkungan keluarga D. . E. multimedia C. 5 E. proses sosialisasi pada lingkungan teman sepermainan 10. . 2. 1. 8. . Tiap-tiap individu memiliki corak kepribadian yang berbeda-beda. . Proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang pejabat baru pindahan dari daerah lain merupakan contoh dari . 5 B. 1. Salah satu perwujudan dari kehidupan sosial dalam masyarakat adalah kegotongroyongan. 2. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. 3 D.A. proses sosialisasi di lingkungan kerja E. . 3.

. dan moral abstrak. . . nilai C. Notonegoro. memberikan rasa kebersamaan D. . menentukan interaksi sosial bersama makhluk individu 13. . dan kerohanian material. . petunjuk arah dalam pemenuhan kebutuhan 16. A. mendidik budi pekerti E. yaitu . menyatukan kelompok yang mengalami konflik C. . . . mengajar ilmu pengetahuan 12. sosialisasi primer D. pengendali sosial dari perbuatan yang menyimpang E. religius B. vital 15. nilai E. menuntun manusia untuk berbuat baik B. Keunggulan lembaga sekolah bagi pembinaan generasi muda terletak pada peranannya dalam . Menurut A. A. Nilai dan norma mempunyai hubungan saling berkaitan yang merupakan dasar dalam . . . membudayakan masyarakat B. material D. kesusilaan. nilai Prof. moral E. nilai B. Nilai sosial memiliki ciri-ciri antara lain . dan nominal mutlak. . mensosialisasikan nilai dan norma C. Fungsi nilai sebagai pendorong. 1. A. nisbi. kehidupan bersama sebagai realita sosial C. merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat 2. adaptasi C. etika C. . . vital. kesopanan. Dr. . kehidupan kelompok untuk memenuhi kebutuhan khusus E. sosialisasi sekunder E. nilai dibagi atas tiga. A. Segala sesuatu yang berguna bagi manusia sehingga orang dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas termasuk dalam nilai . menentukan kepentingan individu dalam masyarakat D. dibawa sejak lahir melalui orang tua 130 Sosiologi SMA/MA Kelas X . spritual. kehidupan sosial yang bersifat abstrak B. konkret. proses enkulturasi 11. sosialisasi B.A. . maksudnya adalah . dan nominal material. dan moral 14. . melatih keterampilan D. nilai D. .

tingkat perkembangan yang berbeda dengan daerah lain B. 3. . Seorang anak akan merasa aman dan mendapat pengalaman dalam kelompoknya. terbentuk melalui proses sosialisasi 4. yaitu . mempunyai pengaruh yang sama sesuai dengan kebudayaan 5. yang merupakan media sosialisasi adalah . adanya kebebasan media massa B. Sejak kecil Lita selalu dibimbing dan diarahkan oleh orang tuanya agar melakukan sesuatu dengan baik dan benar. menurunnya kualitas pendidikan C. . Dalam hal ini. lingkungan masyarakat yang buruk E. . banyaknya teman dalam pergaulan D. 5 C. lingkungan masyarakat D. Lita mengalami proses sosialisasi. pembentukan kepribadian sosial E. nilai-nilai yang berbeda dengan daerah lain E. 2. penanaman nilai dan norma sosial D. Salah satu pepatah yang mengatakan “lain ladang lain belalang. . teman bermain C. A.3. A. . 3. kebiasaan hidup yang berbeda dengan daerah lain C. peningkatan kepekaan sosial 20. kenyataannya masih banyak remaja yang terjebak untuk mengkonsumsi. Meskipun sudah tahu akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba. A. 4. . proses sosialisasi yang tidak sempurna Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 131 . teman sekoah 19. . 3 D. tuntutan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain D. . 5 17. . tata kelakuan yang berbeda dengan daerah lain 18. A. mempengaruhi perkembangan pribadi individu. . 4 B. Dalam hal ini. 1. 3. 2. 1. 1. pembelajaran ilmu pengetahuan sosial C. . . teman kerja B. lain lubuk lain ikannya” memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap daerah memiliki . baik positif maupun negatif Pernyataan di atas yang benar adalah . 4 E. . pemulihan tindakan anak yang bersifat asosial B. 3. A. . lingkungan sekolah E. Kasus ini terjadi sebagai akibat dari . .

Soal Essay Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Sebutkan macam-macam norma sosial! 4. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian? 6. Jelaskan bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi! 3. Mengapa norma dan nilai dapat mengalami pergeseran? Jelaskan! 5. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi? 2. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian pada diri seseorang! 8. Jelaskan bagaimana korelasi antara proses sosialisasi dan proses pembentukan kepribadian! 7. Sebutkan dan jelaskan macam-macam media sosialisasi! 10. Apa yang dimaksud dengan nilai sentral? Bagaimana peranannya dalam bentuk perilaku? 9. Apa tujuan seorang individu melaksanakan proses sosialisasi? 132 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Sumber: http/images. Mengklasifikasi jenisjenis perilaku menyimpang.google.id D alam perkembangan masyarakat tidak selamanya orangorang berperilaku sesuai norma dan nilai.PERILAKU MENYIMPANG Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasikan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna.co. Untuk membahas lebih lanjut. Bab 5 Perilaku Menyimpang 133 . dan pengendalian sosial. perilaku menyimpang. Mendeskripsikan cara-cara untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai inilah yang dinamakan perilaku menyimpang yang menggelisahkan masyarakat sehingga masyarakat mengambil suatu tindakan yang disebut pengendalian sosial. uraian berikut akan menjelaskan bagaimana keterkaitan nilai dan norma sosial.

Tidak mampu menyerap norma Proses belajar yang menyimpang Ketegangan Antarkebudayaan Proses sosialisasi yang tidak sempurna Pelampiasan rasa kecewa Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Perilaku Menyimpang Tindakan anti sosial Sikap melanggar norma Pelanggaran Norma Delinkuensi Kriminalitas Sikap anti kemapanan Pengendalian Sosial 134 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. a. b. norma agama. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang miskin karena kemiskinannya. maupun norma hukum. perkelahian pelajar. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Bab 5 Perilaku Menyimpang 135 . Perilaku menyimpang ini meliputi hal-hal berikut ini. Kejahatan (Criminality) Kejahatan atau kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa yang bertentangan dengan norma-norma hukum. norma kesusilaan dan kesopanan. serta tidak mengetahui prinsip baik dan buruk. Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Semua bentuk perilaku remaja yang belum dewasa secara hukum yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada dikategorikan sebagai kenakalan remaja. mulai dari anak muda hingga orang dewasa pernah melakukannya. yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.A. terutama adalah hukum pidana. baik secara langsung maupun tidak langsung. Perilaku-perilaku ini merugikan warga masyarakat secara sosiologis sehingga akan menjadi penghambat tumbuh dan berkembangnya suatu masyarakat. Jadi. terutama fungsi pendidikan dan fungsi pengawasan sosial. 1. PERILAKU MENYIMPANG Perilaku menyimpang merupakan akibat proses sosialisasi yang salah atau proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Kejahatan kerah biru (blue collar crime). Contoh delinkuensi: berkatakata jorok. Kenakalan remaja sering kali menjadi benih awal dari suatu kriminalitas. Kriminalitas terdiri atas kejahatan kerah biru dan kejahatan kerah putih. Suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di suatu tempat lain. Pengertian Perilaku Menyimpang (Social Deviation) Yang dimaksud perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif. minum-minuman keras. Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh siapapun. Kegagalan ini kemudian menjadi beban masyarakat ketika seorang anak tidak mengetahui prinsip-prinsip benar dan salah. dan lain-lain. dapat dikatakan bahwa aturan yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukanlah baik atau buruknya perbuatan itu menurut pengertian umum. mencuri buah-buahan. Kenakalan remaja pada umumnya terjadi akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsi-fungsinya. Norma yang dilanggar meliputi norma adat dan kebiasaan.

padahal struktur budaya yang satu dengan struktur budaya yang lain saling bertentangan. yaitu konformitas. Cara-cara Adaptasi Konformitas Inovasi Ritualisme Pengasingan diri Pemberontakan ± ± Tujuan Budaya Cara-cara yang Melembaga Tabel 5. Teori Kebudayaan Khusus yang Menyimpang Teori ini dikemukakan oleh Shaw dan McKay. ritualisme. Keadaan anomi bisa menyebabkan penyimpangan sosial selanjutnya dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi. b. Kejahatan ini dilakukan semata-mata bukan karena kekurangan atau kemiskinan. 136 Sosiologi SMA/MA Kelas X . masing-masing masyarakat akan berperilaku dengan standarnya masing-masing.Kejahatan kerah putih (white collar crime). Hal ini terjadi pada perkampungan-perkampungan yang berserakan dan tidak teratur. No.1 Tabel Tipologi Adaptasi Individual dari Merton. Akibatnya. ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut. 2. 2. inovasi. Generasi baru yang dilahirkan di lingkungan ini pun dengan sendirinya akan menyerap nilai-nilai yang memang menyimpang sejak awal. individu-individu belajar mengenal tujuantujuan budaya tersebut. dan pemberontakan. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan penguasa. di mana perilaku menyimpang dianggap hal yang biasa. 4. 5. Teori Anomi Robert K. Menurutnya. Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama. 1. Pada akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan perilaku. melainkan karena keserakahannya. 3. bahkan dianggap perilaku yang normatif. kejahatan berawal dari proses sosialisasi terhadap subkebudayaan yang memang salah dan menyimpang. Menurut Merton. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya. pengasingan diri. Beberapa Teori Penyimpangan a.

dia tidak memakai joki dan menyontek. Dalam konteks ini. cara yang disetujui untuk mencapainya hanya memungkinkan segelintir orang untuk berhasil. Untuk mencapainya. Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis. Misalnya. Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan sesuai dengan nilai budaya. tetapi menolak cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan.Keterangan: Ada lima macam tingkah laku manusia yang berkaitan dengan budaya dengan caracara yang disetujui untuk mencapai tujuan tersebut. meskipun masyarakat kita mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan sosial yang tinggi. tanda – berarti sikap menolak. dan tanda ± berarti penolakan terhadap nilai-nilai yang berlaku dan berupaya dengan nilai-nilai baru. akan berupaya untuk melanggar peraturan ini. seringkali terjadi pembaruan-pembaruan untuk menyempurnakan tata nilai lama yang dianggap tidak sesuai. sedangkan menjadi mahasiswa merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat. Mereka yang melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan atau cara-cara yang benar. Tanda + menunjukkan sikap menerima. namun dalam kenyataannya. Bab 5 Perilaku Menyimpang 137 . makna konformitas adalah suatu sikap yang menerima tujuan sesuai dengan nilai-nilai budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. seseorang yang ingin lulus ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) agar menjadi mahasiswa PTN. Dalam suatu perombakan struktur nilai. terjadilah suatu inovasi nilai. Korupsi merupakan cara yang tidak disetujui dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. misalnya korupsi. Contohnya. 8–14 Desember 2003 Gambar 5. Sumber: Pilars. Dalam teori sosiologi.1 Perilaku menyimpang berupa tindakan yang melanggar hukum ditidaklanjuti dengan memasukkan pelaku ke ruang tahanan. dan tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh.

namun cap itu sendiri jauh lebih diperhatikan melebihi status-status yang lainnya. Jelaskan mengapa orang harus berperilaku seperti norma dan nilai! 2. khususnya penyimpangan sekunder. Sikap menolak tujuan sesuai dengan nilai budaya dengan menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan disebut ritualisme. teori manakah menurut Anda yang paling baik? Apa alasannya? 3. 1. penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. c. Sebabnya masa depan seseorang yang telah terlanjur dianggap sebagai penyimpangan sekunder bisa berubah secara drastis. Meskipun kesehariannya bertingkah laku baik. Sebutkan lima bentuk penyimpangan sosial yang masih tergolong ringan! 4. walaupun dilakukan hanya satu kali. seseorang yang melakukan tindakan pencurian di wilayah tempat tinggalnya. Teori ini dijelaskan dengan memakai bantuan konsep penyimpangan primer dan sekunder. teori ini adalah teori pemberian label atau cap terhadap suatu tindakan penyimpangan. Berdasarkan sifatnya. teori ini disebut pula teori pemberian cap. Ada banyak teori penyimpangan. Teori Reaksi Masyarakat Teori penyimpangan yang ketiga adalah teori reaksi masyarakat. Sebaliknya pada pengasingan diri. Misalnya.Pemberontakan adalah sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara yang baru. Pada dasarnya. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. 138 Sosiologi SMA/MA Kelas X . oleh masyarakat diberi cap sebagai pencuri. namun mereka menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan perzakatan. seorang individu atau kelompok masyarakat menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang melembaga. Selanjutnya. contohnya kaum revolusioner. ritualisme dan pengasingan diri. Jelaskan bagaimana kaitan antara kenakalan remaja dan kriminalitas! 3. Contohnya: meskipun masyarakat kita menolak pengaturan zakat. Oleh karena itu. Sifat-Sifat Penyimpangan Penyimpangan perilaku memang tidak selamanya mempunyai pengaruh yang buruk bagi masyarakat.

Penyebab Perilaku Menyimpang Berdasarkan tinjauan multidimensi. Ini dapat terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna. Perilaku menyimpang tersebut juga dapat terjadi ketika seorang individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI HASIL SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna dapat membentuk perilaku menyimpang. Seseorang dikatakan menyimpang secara positif jika dia berusaha merealisasikan suatu cita-cita namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya.Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal. b. Kasus ini tampak pada seseorang yang berasal dari keluarga berantakan. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-norma Kebudayaan Proses ini berlangsung ketika seseorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. a. Proses sosialisasi tidak akan berhasil jika sejak kecil seseorang mengamati kemudian meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Biasanya bila anak ini terjun ke masyarakat yang lebih luas. Contoh: wadah pergaulan dalam bentuk “kontak jodoh” yang mungkin belum dapat diterima oleh anggota masyarakat karena dianggap melampaui batas. Individu juga dapat tidak berhasil melakukan sosialisasi jika ia tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan dalam proses sosialisasi tersebut. terutama orang-orang di sekitarnya. Akibatnya yang diterima bukan pujian melainkan celaan. 1. Proses Belajar yang Menyimpang Proses belajar suatu subkebudayaan yang menyimpang akan menimbulkan perilaku-perilaku baru pada generasi baru yang menyimpang dari norma dan nilai Bab 5 Perilaku Menyimpang 139 . pelakunya dikucilkan dan bobotnya diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah menyimpang dari norma-norma yang berlaku. perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini. ia cenderung tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat. padahal sebenarnya tidak. Hal ini terjadi misalnya karena seorang individu kesulitan dalam berkomunikasi ketika bersosialisasi. Tindakan perilaku menyimpang ini dianggap tercela oleh masyarakat. B. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat biasanya dinilai berat.

Dengan hubungan ini. tetapi juga cara-cara yang diperkenankan oleh kebudayaan tersebut untuk mencapai tujuan tadi. Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk memilih. maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang. Jika pergaulan ini memiliki pola sikap dan perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang sengaja dapat terjadi melalui kelompok-kelompok gelap yang tujuannya benar-benar mengajarkan penyimpangan. bahwa proses sosialisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik dan yang buruk yang kadang berlangsung secara tumpang tindih tanpa disadari.yang ada. Proses sosialiasi ini terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaan. Perilaku menyimpang sering kali merupakan akibat dari sosialisasi yang sengaja maupun tidak sengaja. Ikatan Sosial yang Berlainan Dalam suatu masyarakat memang terdapat kerabat-kerabat dengan ikatan sosial yang berbeda-beda dan struktur tata nilai yang berbeda pula. Hubungan dengan kelompokkelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. sehingga kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang. Hal ini menjadi titik awal terjadinya penyimpangan. Terutama karena berasal dari masyarakat yang mempunyai struktur budaya yang berlainan. Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial Pada masyarakat multikultural memang terdapat perbedaan-perbedaan struktur budaya yang sangat mendasar. Adakalanya nilai-nilai sentral ini sangat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. c. e. Proses belajar ini terjadi melalui interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. f. ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. maka cara-cara ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. d. 140 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Akibat Proses Sosialisasi Nilai-nilai Subkebudayaan Menyimpang Sebagaimana disinggung di depan. Hal ini dapat terjadi karena orang yang melakukan perilaku menyimpang tidak merasa bersalah atau menyesal. Setiap orang biasanya berhubungan dengan kelompok yang berlainan. Nilai sentral ini merupakan nilai yang paling dipedomani oleh seseorang. Mereka membentuk subkebudayaan yang berbeda dari kebudayaan umumnya. Sikap Mental yang Tidak Sehat Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sentral yang ada pada diri manusia itu. Adapun terjadinya proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar yang lainnya.

Selanjutnya sering kali kekecewaan ini memunculkan perilaku-perilaku yang merupakan pelampiasan dari rasa kekecewaannya itu. Sebutkan macam-macam perilaku menyimpang! 2. termasuk perilaku-perilaku yang menyimpang. seseorang yang mengalami rasa kecewa atau kepahitan hidup dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelarian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya atau kesulitannya itu. i. Bab 5 Perilaku Menyimpang 141 . Misalnya. Keadaan inilah yang membuat orang mengalami kekecewaan. 1. jagoan. Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri atau tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat.g. sering kali perilaku menyimpang itu dilakukan untuk menunjukkan keberanian seseorang untuk melakukan sesuatu. Keinginan untuk Dipuji atau Gaya-gayaan Di lingkungan orang-orang yang sebaya. dilakukan biar dianggap hebat. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang! 3. mabuk-mabukan. Misalnya: berkelahi. dan lainnya. h. Mengapa sosialisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku menyimpang? 2. Perilaku menyimpang kadang-kadang dilakukan sekedar untuk gaya-gayaan atau keinginan untuk dipuji. Terkadang keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. Hal inilah yang menjadi titik awal terjadinya penyimpangan perilaku akibat dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Pelampiasan Rasa Kecewa Tidak selamanya keadaan yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita. Mereka merombak sistem perilaku lama sehingga yang pada mulanya merupakan sesuatu yang benar namun sekarang menjadi sesuatu yang salah dan menyimpang. Dorongan Kebutuhan Ekonomi Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup tidak selamanya tersedia dan mudah dijangkau. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Akibat Perubahan Sosial Budaya Proses perubahan sosial budaya yang sangat mendasar dan berlangsung relatif cepat mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku menyimpang. penyalahgunaan narkotika.

pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. b. dan gaya kepemimpinan yang otoriter. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan Orde Lama ke Orde Baru Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1965/1966 pada saat pemerintahan Orde Lama lengser dari panggung kekuasaan dan diganti dengan pemerintahan Orde Baru. Pada masa berikutnya. a. yaitu dari sistem kolonialis menjadi sistem demokrasi di bawah pemerintahan bangsa sendiri. Sebagai contoh. Pada masa ini terjadi perombakan susunan kabinet 100 menteri dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). kasus Indonesia yang sejak merdeka hingga sekarang setidaknya telah terjadi tiga kali revolusi sosial. Ketika terjadi perubahan secara cepat.Sumber: Men’s Obsession. dan di mana peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi. Revolusi Sosial pada Awal Kemerdekaan Pada masa ini terjadi perubahan sosial yang sangat mendasar pada struktur pemerintahan. terjadi strukturstruktur budaya lama yang masih muncul pada masa sekarang. perilaku-perilaku dan ajaran komunis masih muncul yang selanjutnya dapat disebut perilaku menyimpang akibat perubahan sosial pada masa itu. Contoh: sikap-sikap ajaran komunis sosialis seperti 142 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Contoh: penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Jepang yang merupakan peninggalan bangsa penjajah. Edisi Khusus 2005 Gambar 5.2 Adanya tindakan revolusioner dari rakyat berupa tuntutan agar terjadi pergantian pimpinan dalam pemerintah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. yaitu perubahan sosial yang mendasar dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat terjadi di awal kemerdekaan. Perilaku ini merupakan contoh perilaku menyimpang akibat perubahan sosial budaya pada masa itu.

terhadap norma adat dan kebiasaan. c. Penyimpangan seksual ini merupakan penyimpangan terhadap norma kesusilaan dan kesopanan. pelecehan seks. pelacuran. Secara hukum perilakuperilaku tersebut belum dianggap salah. penyimpangan gaya hidup sudah termasuk penyimpangan yang sangat mendasar terutama bagi masyarakat tradisional. b. yaitu apabila seseorang dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya.bekerja sama untuk kepentingan bersama dan segala sesuatu menjadi hak milik bersama. tetapi oleh para alim ulama melalui khotbahkhotbahnya perilaku ini telah dinyatakan sebagai perilaku yang kurang terpuji sehingga perlu untuk dihindari. penyimpangan jenis ini belum melanggar norma. Contohnya. dan pemerkosaan. Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan pemakaian barang konsumsi ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma agama dan norma kebiasaan. penyimpangan seksual adalah penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan antara pria dan wanita. Sebagai contoh penyimpangan seksual antara lain: kumpul kebo. yaitu ketika kekuasaan Orde Baru turun dari panggung politik di Indonesia yang dilanjutkan dengan Pemilihan Umum pada tahun 1999. Ini terjadi karena adanya perubahan struktur budaya pada masa peralihan tersebut. Penyimpangan seksual Pada dasarnya. Bab 5 Perilaku Menyimpang 143 . ada kalanya kelompok orang-orang kaya memenuhi kebutuhan secara mewah dan berlebihan. a. Secara umum. Hal ini juga membuat perilaku tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh warga masyarakat pada umumnya. antara lain sebagai berikut. c. tetapi berdasarkan adat dan kebiasaan. penyimpangan-penyimpangan sosial dalam masyarakat itu dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis penyimpangan besar. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi Masa peralihan ini terjadi sekitar tahun 1998 dan 1999. Contoh: sikap mengekang kebebasan dan sikap sentralistik. Hingga saat ini kita masih berada pada Orde Reformasi. Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan gaya hidup merupakan salah satu bentuk penyimpangan ringan. dan terhadap norma agama dan norma hukum. Penyimpangan gaya hidup ini bisa berupa cara berpakaian. Secara hukum. Sesuatu yang dianggap baik dan dipedomani pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi sesuatu yang menyimpang pada masa sekarang. cara berbicara. dan lain-lain. solidaritas sosial yang sangat terbatas.

penyimpangan kriminal. . yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. yaitu penyimpangan perorangan dan penyimpangan kelompok. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir. penyimpangan tidak akan terulang lagi. Penyimpangan ini merupakan penyimpangan dalam kategori yang ringan dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau ketidaktahuan dari orang yang melakukannya. Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) Penyimpangan kriminalitas merupakan perilaku warga masyarakat yang telah dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma hukum. Setelah itu. penganiayaan. perusakan. pencurian. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan berkali-kali. Penyimpangan ini dapat meliputi penyimpangan seks. bahkan pelakunya memiliki kecakapan khusus atau terspesialis dengan jenis pelanggaran yang dilakukannya. pemalsuan dokumen. dan perampokan. pembunuhan. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. dan lain-lain. Berdasarkan jumlah pelakunya. Berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran. Perilaku-perilaku kriminal yang bertentangan dengan norma hukum pidana misalnya: penipuan dan pemerasan. b. a. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua tingkatan. atau penyimpangan gaya hidup. terutama hukum pidana. Yang pasti kolusi akan mengakibatkan korban yang lebih banyak dan sering kali berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. pencuri sepeda motor. Penyimpangan jenis ini sering kali terjadi di lingkungan birokrasi berupa penyimpangan penyalahgunaan kekuasaan pada jabatan tertentu. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan sekali dan untuk yang pertama kali. serta melembaga yang disebut pula sebagai kolusi. a. Jenis pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang mempunyai esensi berat dan perlu mendapatkan sanksi maksimal berdasarkan hukum yang berlaku. b. Penyimpangan perorangan Penyimpangan perorangan adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan orang perorangan. Kolusi dapat terjadi di kalangan pemerintah maupun di kalangan swasta.d. Contoh: pencopet.

perangko. kolusi. PERURI (Perusahaan Uang Republik Indonesia) senantiasa secara berkala mengganti jenis-jenis uang yang beredar untuk menghindari adanya pemalsuan terhadap jenis uang tertentu. Nepotisme merupakan suatu bentuk kejahatan berbentuk memberikan toleransi yang lebih kepada keluarga dan kerabatnya dalam kaitan dengan birokrasi Bab 5 Perilaku Menyimpang 145 . cek. perjanjian-perjanjian. Pemalsuan uang dan dokumen Hampir setiap dekade di Indonesia ada saja pihak-pihak yang memalsukan uang pemerintah RI. Pelanggaran tipe ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang justru ahli dalam bidangnya dan sering kali membentuk suatu sindikat yang justru melibatkan orang-orang pandai bahkan aparat. sedangkan kolusi merupakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan melembaga.3 Penggantian jenis-jenis uang yang beredar secara berkala oleh Peruri dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan uang. Korupsi bisa dilakukan di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan swasta. a. kepolisian dan intelejen selalu berusaha untuk menangkap dan mengadili pihak-pihak yang telah memalsukan uang pemerintah RI. b. Pemalsuan dokumen meliputi pemalsuan materai. Oleh karena itu. dan nepotisme Korupsi dapat dipahami sebagai suatu sikap untuk memperkaya diri dengan cara mengambil atau memanfaatkan uang negara. dan lain sebagainya. Sumber: Garuda. informasi dari masyarakat terhadap semua bentuk pelanggaran merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kepolisian untuk memberantas tindakan penyimpangan tersebut. Di samping itu. surat-surat berharga seperti ijazah. Oleh karena itu. September 2003 Gambar 5. Korupsi.Beberapa jenis penyimpangan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut.

Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Aksi perkelahian massal merupakan bentuk solidaritas sosial yang negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. dan pencurian ternak. g. Pelaku umumnya orang-orang dalam di lingkungan bank yang bersekongkol dengan orang-orang tertentu selaku nasabah. Ada banyak jenis pencurian yang biasa terjadi di dalam masyarakat. dan perkosaan. Perampokan. Selain itu. f. Ada beberapa macam penyim-pangan seks. Dalam suatu perkelahian massal. homoseksual. lesbian. pencurian barang-barang elektronik. antara lain: pelacuran (prostitusi). Nepotisme bisa berarti melanggar hukum. h. Pembobolan bank Sistem komputerisasi perbankan yang bersifat terbuka (on line) sering kali menjadi incaran para pembobolan bank. atau tindakan anarkis yang merusak seperti membakar rumah dan fasilitas-fasilitas tertentu. pencurian perhiasan dan uang. pembunuhan. bisa juga tidak melanggar hukum. Namun yang jelas nepotisme merupakan suatu penyimpangan perilaku secara tidak wajar dan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat umum. c. baik dengan senjata tajam maupun senjata api. Penyimpangan perilaku tipe ini penyelesaiannya harus lebih hati-hati. Alkoholisme (miras) Minum-minuman beralkohol yang melebihi ambang batas dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. d. e. yaitu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta kedua belah pihak. penganiayaan. antara lain: pencurian sepeda motor dan mobil (curanmor). Penyimpangan seks Penyimpangan seks merupakan penyimpangan sosial pada aktivitas seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang menyimpang dari normanorma agama atau pun norma hukum.pemerintahan maupun pengadaan barang. Rangkaian tindakan perampokan sering kali berkaitan dengan tindak penganiayaan dan bahkan pembunuhan. Pencurian Pencurian merupakan suatu tindak pelanggaran kriminal dengan mengambil barang-barang milik orang lain secara tidak sah. dan pembunuhan Perampokan pada umumnya dilakukan dengan mengancam. 146 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sering kali berbuntut penganiayaan. Pembobolan bank biasanya melalui transaksi kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah fiktif. Kasus pembobolan bank sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan canggihnya sistem transfer dana dari bank yang satu ke bank yang lain.

PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang.dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. wiski. Adapun barang-barang yang dapat tergolong narkotika antara lain: ekstasi. Pengendalian sosial di antara Bab 5 Perilaku Menyimpang 147 . 1. kolusi. Perkelahian pelajar Kasus perkelahian pelajar merupakan kasus-kasus kenakalan remaja yang marak di kalangan pelajar. Coba jelaskan bagaimana urut-urutan penyelesaian kasus pelanggaran hukum dari awal sampai dengan vonis hakim! 2. atau jenis-jenis miras yang lain. Narkotika Penyimpangan sosial jenis ini merupakan penyimpangan yang bertendensi ekonomi. Ujung-pandang. i. Kepentingan individu atau kelompok tertentu sering kali menimbulkan penyimpangan-penyimpangan. mengajak. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma. yaitu dilakukan oleh orang-orang mampu dan disalurkan oleh orangorang dalam suatu bentuk kegiatan bisnis. heroin. kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. dan ganja. Hal-hal yang dapat menyebabkan perkelahian pelajar antara lain: pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang tidak terisi sesuai dengan jadwal. diperlukan pengendalian sosial. Untuk itu. kehidupan masyarakat pun akan tertib dan teratur. jenewer. j. dan nepotisme? C. Dengan begitu. putaw. Beberapa contoh alkohol atau miras antara lain: ciu. kurangnya pengawasan orang tua siswa. pengendalian sosial di antara individu maupun di antara kelompok juga perlu dilakukan. Pengendalian sosial merupakan suatu sistem yang mendidik. Semarang. Apa yang dimaksud dengan pengendalian korupsi. dan lain-lain. Bandung. sabu-sabu. Mengapa undang-undang perlu dibuat dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat? 4. Surabaya. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan untuk mengatasi tawuran? Jelaskan pendapatmu! 3. dan lain-lain. Perkelahian pelajar atau tawuran pada umumnya berlangsung di kota-kota besar seperti Jakarta.

ayahmu yang mendidikmu untuk menaati peraturan dalam keluarga. Pengendalian sosial yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan sosial yang terjadi. Selain itu. Jika upaya pengendalian sosial tadi belum berhasil juga. Misalnya. dilakukan cara-cara yang lebih tegas. Hal ini dilakukan misalnya oleh gurumu terhadap murid-muridnya di sekolah. Kegiatan operasional lembaga 148 Sosiologi SMA/MA Kelas X .individu dilakukan dengan pengawasan individu tertentu terhadap individu lainnya. pengendalian sosial juga dapat dilakukan diantara kelompok. kejaksaan. hukuman penjara atau berupa denda. Selain itu. upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan mempertebal keyakinan para warga masyarakat akan kebaikan adat istiadat dalam berbagai masyarakat. di mana ada pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. mengembangkan rasa takut dalam jiwa masyarakat yang hendak menyimpang dari adat dengan ancaman dan kekerasan. Seperti apakah cara-cara pengendalian sosial itu dan lembagalembaga apa saja yang melakukannya? Kamu bisa mengetahuinya di bab selanjutnya. Menurut Koentjaraningrat (1922 : 217). Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. pengadilan. Pengendalian sosial di antara individu dan kelompok terjadi ketika individu mengawasi suatu kelompok. Misalnya. Fungsi dan peranan lembaga 2. Tugas dan kewenangan lembaga 3. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. misalnya kepolisian. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan. Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. Selain itu juga memberlakukan hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas pada pelanggarnya. Misalnya. pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang mematuhi adat istiadat dan sebaliknya mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat.

presiden.MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. bagaimanakah solusi untuk mewujudkan pemerintah yang baik? Bab 5 Perilaku Menyimpang 149 . Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Menurut Anda. Setujukah kalian bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat (strong government) yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyat untuk menuju pada satu arah sesuai dengan tujuan negara? Jelaskan! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara.

mulai sekarang generasi-generasi tua harus berani menjadi guru perilaku sosial yang baik dengan meninggalkan secara perlahan dan penuh kesadaran budaya korupsi. kolusi. kolusi.MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI P ada masa reformasi akhir-akhir ini. Pada dasarnya. Di kalangan birokrat. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. Mengapa korupsi masih kental dilakukan dalam masyarakat kita. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. dan nepotisme tak pernah bisa dihapuskan? Mengapa demikian? 4. Sebutkan masing-masing dua contoh budaya korupsi. Bagaimana upaya pencegahannya melalui proses pewarisan budaya yang baik? 3. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. dan nepotisme di kalangan birokrat pemerintah! 5. dan nepotisme. Setujukah Anda dengan dibentuknya lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). kolusi. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya. terutama oleh pejabat-pejabat negara? 2. Benarkah bahwa budaya korupsi. Pertanyaan: 1. Apa alasanmu? 150 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Untuk mengeliminir budaya korupsi.

Jelaskan bagaimana kaitan antara modernisasi dan kesenjangan sosial! 3. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga manusia. internet. traktor pembajak. Pada gilirannya. Akan tetapi. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Pertanyaan: 1. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. Inilah kasus kesenjangan sosial yang makin lebar. dan lain-lain. komputer. keadaan ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik dalam masyarakat. Sebab. Kasus ini dapat membuat sekat-sekat dalam masyarakat untuk menimbulkan penindasan sosial budaya kepada kelompok miskin serta mendorong adanya kecemburuan sosial dari kelompok miskin kepada kelompok kaya. truk. mesin tenun.KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. Sebutkan empat faktor penyebab kesenjangan sosial! 2. televisi. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. mesin bubut. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. telepon. radio. Upaya-upaya apakah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan? Bab 5 Perilaku Menyimpang 151 . Mengapa kesenjangan sosial dapat menjadi potensi konflik dalam masyarakat? 4. Bagaimana cara-cara mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat? 5.

Penyebab perilaku menyimpang Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan Proses belajar yang menyimpang Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan 5. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3.1. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Revolusi sosial yang terjadi di Indonesia Revolusi sosial pada awal Kemerdekaan Revolusi sosial pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru Revolusi sosial pada masa peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi 6. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Jenis-jenis penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan seksual Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) 152 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Penyimpangan sosial berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran Penyimpangan primer Penyimpangan sekunder 8. penganiayaan. Contoh-pengendalian sosial antara lain: Pendidikan Penghargaan Mengembangkan rasa malu Mengembangkan rasa takut dengan ancaman dan kekerasan Hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas Bab 5 Perilaku Menyimpang 153 .7. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Suatu sistem yang mendidik . dan nepotisme Pembobolan bank Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Perampokan. diperlukan pengendalian sosial. dan pembunuhan Pencurian Penyimpangan seks Alkoholisme (miras) Narkotika Perkelahian pelajar ebudayaan dan Struktur Sosial 10. Contoh penyimpangan sosial dalam kehidupan sehari-hari Pemalsuan uang dan dokumen Korupsi. Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. kolusi. mengajarkan. Pengendalian sosial merupakan. Penyimpangan sosial berdasarkan jumlah pelakunya Penyimpangan perorangan Penyimpangan kelompok 9.

D atau E! 1. pengawasan sosial 3. . demoralisasi B. A. A. A. . revitalisasi E reorganisasi menghindari konflik sosial Sosiologi SMA/MA Kelas X . Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . . . pengendalian sosial E norma sosial C. . faktor usia dan jenis kelamin E pengaruh lingkungan pergaulan 4. sosialisasi D. penghubung kerabat B. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . . A. menciptakan keteraturan sosial D. kontrol sosial D. . . . melindungi kepentingan umum C. penyimpangan sosial C. adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna D. . B. Salah satu penyebab adanya perilaku menyimpang adalah . pengaruh lingkungan keluarga C. C. . .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. menciptakan kebenaran B. . deviasi sosial 2. . degradasi moral 5. . faktor warisan biologis B. Suatu keadaan di mana terjadi penurunan kualitas moral orang-orang dalam masyarakat disebut . pengadilan B. edukasi E reproduksi C. A. mengatur pemenuhan kebutuhan E 154 D. Salah satu tujuan dari pengendalian sosial adalah .

. nilai-nilai dan norma sosial B. sanksi hukum fisik B. Penyimpangan hanya bersifat sementara dan tidak berulang kembali dan individu yang melakukan masih diterima secara sosial termasuk jenis perilaku menyimpang . 5 C. . . . . terorganisir 9. A. . hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang C. A. kelompok E sekunder C. kebebasan dalam pergaulan di masyarakat E pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 10. 4. 3. agama dan adat istiadat D. . hukum dan norma C. . 1. hasil sosialisasi tidak sempurna B. 5. denda berupa uang C. 1. hukuman kurungan E hukuman gantung 7. individu D. sanksi sosial dikucilkan dari masyarakat D. . primer B. . A. tata kelakuan dan kebiasaan E. . 3. 2. 5 E 3. Di 1. A. yang benar adalah . benar dan salah 8. Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah . bawah ini merupakan bentuk-bentuk perilaku menyimpang. . ketidakmampuan orang tua dalam mendidik D. 5 B. Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai . 2. 4. penyimpangan perilaku akan diberikan sanksi berupa . 3 D.6. 3. Pada masyarakat tradisional seperti masyarakat Tengger di Gunung Bromo Jawa Timur. perkelahian pelajar homoseksualitas penyalahgunaan narkotika kebut-kebutan di jalan raya penggunaan obat bius di rumah sakit Dari jawaban di atas. . . 2. 4 Bab 5 Perilaku Menyimpang 155 . 4. A. . 2.

lembaga pendidikan 13.11. organisasi pemuda B. perlakuan seks sebelum pernikahan demi martabat keluarganya D. preventif 14. sering melanggar hukum E sering buang air kecil 16. . . memberikan hukuman yang berat bagi pelaku C. mengekang pergaulan remaja B. teman sepermainan D. primer D. . . represif B. . memberdayakan lembaga sensor film D. Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah termasuk dalam tipe perilaku penyimpangan . menghisap narkotika untuk memperkuat ketahanan jasmani dan rohaninya E belajar yang giat demi mencapai prestasi dan nama baik sekolah dan keluarganya 15. . kecuali . perasaan tidak terpenuhi kebutuhannya (kurang dimengerti) bahkan terancam keamanan dirinya 156 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . pelacuran demi terpenuhi kebutuhan rohaninya B. Pernyataan di bawah ini adalah perilaku yang menyimpang. A. Media sosialisasi yang sering menyajikan berita dengan menggambarkan sisi kehidupan yang berbeda serta bertentangan dengan nilai dan norma diajarkan di dalam keluarga dan sekolah adalah . . . . . Pernyataan di bawah ini merupakan akibat negatif bagi penghisap narkotika. suka berbohong dan sering marah D. Bertolak pada ketahanan keluarga. kecuali . . Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah . . A. . A. A. . pelajar saling berkelahi demi nama baik sekolahnya C. A. . A. meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan E melakukan pengendalian sosial lewat lembaga sosial 12. sekunder E kuratif C. secara psikologis penyebab kenakalan remaja tercantum di bawah ini. suka bekerja keras agar nafsu makan semakin kuat B. kecuali . media massa E lembaga swadaya masyarakat C. . . rasa kering pada mulut dan kerongkongan C.

Instansi yang termasuk pelaksana hukum dalam pengendali primer adalah seperti di bawah ini. . Sebutkan tiga bentuk penyimpangan yang paling meresahkan dalam masyarakat! Bab 5 Perilaku Menyimpang 157 . . sakit hati karena kecemburuan antarsaudara keluarganya 17. sistem sosial D. . A.B. . Keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak tertentu dalam masyarakat karena ada penyimpangan sosial sehingga kestabilan dalam masyarakat tercipta. . interaksi sosial E. . kejaksaan 19. stratifikasi sosial C. pengertian ini adalah . A. . melindungi kepentingan umum C. kepolisian D. menciptakan homogenitas ipoleksosbudhankam D. menciptakan keteraturan sosial B. pengendalian sosial 18. struktur sosial C. kecuali . menyelamatkan manusia dari tindakan dosa E menghindari perilaku menyimpang Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. . interaksi sosial B. Manfaat pengendalian sosial adalah . Buatlah batasan skala yang dianggap sebagai perilaku menyimpang dalam keluargamu! 2. pengendalian sosial 20. Susunan orang-orang yang memimpin dengan pembantu-pembantunya yang mengurus keutuhan termasuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat disebut . . kehakiman B. . perasaan terkekang keinginannya dalam menyatakan perasaan dan kebebasannya D. A. perasaan yang puas atas suksesnya setiap anggota keluarganya E. proses sosial E. adanya konflik dan frustasi yang tidak terpecahkan yang tersimpan di dalam diri sendiri C. . aktivitas sosial B. proses sosial D. pengadilan E kesehatan C. . A.

3. Jelaskan keberadaan kelompok-kelompok yang berperilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat! 6. Jelaskan pengertian pengendalian sosial! 8. Sebutkan salah satu contoh pengendalian sosial yang dilakukan kelompok terhadap kelompok! 10. Sebutkan tiga lembaga penegak hukum di Indonesia yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial! 7. Sebutkan sebab-sebab timbulnya proses sosialisasi yang tidak sempurna dan berikan penjelasan secukupnya! 4. Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkotika? 9. Sebutkan dan jelaskan kegiatan yang perlu diadakan untuk menghindari perilaku menyimpang di daerahmu! 5. Mengapa perilaku menyimpang juga dapat dikatakan positif? 158 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial. polisi yang tadinya mengawasi jalannya demonstrasi pun ikut turun dan mengendalikan para demonstran tersebut.ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi jenisjenis lembaga pengendalian sosial. para demonstran tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka dan tentunya ingin agar harapan-harapannya terwujud. yang muncul justru ketidakpuasan. 10 – 16 Mei 2004 K amu pasti pernah melihat aksi demonstrasi di televisi bukan? Misalnya. Tetapi sering kali ketika harapan-harapan mereka tidak terwujud. Jika hal itu sudah terjadi. Nah. atau kelompok masyarakat lainnya. bukan? Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dalam berbagai cara. Perasaan tidak puas ini sering menjadi penyebab munculnya kekerasan pada demonstrasi-demonstrasi. Mengidentifikasikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat. Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial. demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Sumber: Tempo. buruh. di sinilah peran polisi sebagai salah satu pelaku pengendali sosial sudah dapat kamu lihat. Pada dasarnya. coba kamu pelajari bab ini! Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 159 . Untuk lebih jelasnya.

Pengetahuan tentang hakikat manusia Pengetahuan tentang interaksi sosial Pengetahuan tentang norma dan nilai Penerapan pengetahuan tentang sosialisasi Pengetahuan tentang perilaku menyimpang Pengetahuan tentang Pengendalian sosial Pengetahuanpengetahuan lain Penerapan perilaku sehari-hari Tertib Sosial 160 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Pelanggaran tersebut disebabkan karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. di bab sebelumnya kamu sudah mengetahui sedikit tentang pengendalian sosial. PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL Sering kali dalam kehidupan di sekitar kita. dan pengadilan. Ketiga lembaga ini merupakan aparat negara yang secara khusus mengurusi soal penerapan hukum dan pengadilan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. diperlukan langkah-langkah sosial yang dinamakan pengendalian sosial. 2. Di bab ini kamu akan lebih banyak mengetahui tentang pengendalian sosial. JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar perilakunya sesuai dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas. 1. Masalahnya adalah jangan sampai perilaku menyimpang ini terjadi dalam jumlah dan skala yang besar karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Perilaku menyimpang sungguh-sungguh harus dihindari karena dapat merugikan pihak lain dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. seorang pembela hukum Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 161 . diperlukan lembaga. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya.lembaga pengendalian sosial dibedakan menjadi dua. yaitu lembaga pengendalian sosial primer dan lembaga pengendalian sosial sekunder. Begitu juga tindakan anti sosial sedapat mungkin dicegah untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bersama. Mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan peradilan. misalnya seorang dosen. Oleh karena itu. Lembaga Pengendalian Sosial Primer Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sosial primer adalah lembaga pengendali yang memang sejak awal keberadaannya menjadi aparat penegak hukum atau pengendali ketertiban dalam masyarakat.A. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan tingkat dan jenis penyimpangan perilaku yang dilakukan. Nah. B. Untuk itu. baik yang bersifat formal maupun nonformal untuk menjalankan peran sebagai lembaga pengendalian sosial. Perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. kita melihat pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang ada. Lembaga ini meliputi kepolisian. kejaksaaan. Lembaga Pengendalian Sosial Sekunder Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sekunder adalah lembaga pengendalian yang bukan merupakan petugas pokok melainkan menjadi pengamat atau pihak yang diterapi suatu peraturan hukum.

Pada masyarakat tradisional. pembela hukum. Selain pemuka agama. artinya otoritas yang dimiliki merupakan pemberian langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya melalui kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. adat-adat ritual. Akan tetapi. orang-orang tua. 6 Desember 2003 Gambar 6. para tokoh masyarakat pun berperan dalam pengendalian sosial mereka yang mempunyai pengaruh atau pun kharisma untuk mengatur berbagai kegiatan di dalam lingkup masyarakat. adat pembagian warisan. penanganannya menjadi kewenangan dari lembaga-lembaga adat masyarakat itu sendiri. Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat Salah satu lembaga pengendalian sosial yang paling dini adalah para pemuka masyarakat dan pemuka adat. Adapun jenis-jenis komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial dalam masyarakat. dan lain-lain). tokoh masyarakat. Sumber: Gatra. Dengan demikian. Tokohtokoh adat merupakan pemimpin nonformal. Tokoh-tokoh masyarakat merupakan 162 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pelanggaran terhadap adat perkawinan. antara lain sebagai berikut. adat kekerabatan. serta tradisi-tradisi khusus. bentuk-bentuk pelanggaran terhadap norma-norma adat.atau advokat serta mahasiswa fakultas hukum.1 Tokoh masyarakat dijadikan panutan dan pengendali sosial dalam masyarakat. hanya sebatas pengamat yang berhak mengemukakan pendapat atau opini terhadap suatu penyelesaian hukum. lembaga pengendalian sosial sekunder meliputi semua warga masyarakat (para dosen. pemuka agama. a. Misalnya. Lembaga adat terdiri atas tokoh-tokoh adat. dan pemuka masyarakat pada masyarakat tradisional. Pada masyarakat tradisional. mahasiswa. dan lain-lain. Mereka ini dapat menjadi pengontrol kebijakan dalam pelaksanaan hukum dan peradilan. lembaga adat ini merupakan lembaga pengendalian sosial yang vital dan eksis dalam mempengaruhi dan mengatur tata kelakuan warga masyarakat sehari-hari.

menangkap pelaku-pelaku pelanggar hukum. Lembaga kejaksaan pada hakikatnya merupakan lembaga formal yang bertugas sebagai penuntut umum. serta tokoh-tokoh masyarakat. bahwa sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat sangat ditentukan pula oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat. b.panutan sekaligus pengendali yang dipatuhi oleh warga masyarakat yang lain. Lembaga Pengadilan Salah satu lembaga penegak hukum yang paling akhir adalah pengadilan. demonstrasi. dan mahasiswa. aksi protes. d. sering kita gelisahkan beberapa oknum aparat penegak hukum juga telah melakukan penyimpangan terhadap tugasnya sehingga mengakibatkan rusaknya sistem dalam upaya pengendalian sosial itu sendiri. baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung disebut kontrol sosial. Misalnya. Tahap pelaksanaannya melalui tiga tingkatan hingga sampai ke Mahkamah Agung. pemogokan-pemogokan. yang dilakukan dalam bentuk gosip. Apabila pihak yang Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 163 . c. yaitu pihak yang melakukan penuntutan terhadap merekamereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. Selanjutnya. Pekerjaan lembaga kejaksaan merupakan tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang menangkap dan menyidik pelaku-pelaku pelanggaran untuk dituntut di pengadilan berupa bentuk pelanggarannya yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di dalam masyarakat. kepolisian akan membuat berita acara pelanggaran yang dilengkapi dengan data-data penyidikan untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan. Semua usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. Polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas menjadi pelindung terhadap ketertiban masyarakat. Pengendalian sosial pada saat sekarang kian berkembang dalam berbagai bentuk. serta tekanan-tekanan politik lain yang komponennya sering kali melibatkan kalangan media massa. Putusan pengadilan negeri bisa menjadi putusan tetap atau tidak tetap. Lembaga Kejaksaan Setelah kepolisian melakukan penyidikan terhadap tindak pelanggaran hukum. Kepolisian telah ditempatkan sebagai lembaga penegak hukum yang berfungsi mengawasi semua bentuk penyimpangan terhadap hukum yang berlaku. unjuk rasa. dan melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. maka kepolisian memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada kejaksaan. Jelaslah. Akan tetapi. Lembaga Kepolisian Pemisahan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Kepolisian sejak reformasi bergulir merupakan suatu langkah maju. lembaga swadaya masyarakat. pelajar.

Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu: Kontras. dan lain-lain. f. Corruption Watch. e. mereka pun telah melakukan bentuk pengendalian individu terhadap kelompok. lembaga ini sangat penting keberadaannya di dalam masyarakat sebab menjadi alat kontrol ketika pemerintah melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap normanorma hukum. Guru-guru di sekolah selain mengajar. lembaga pendidikan sangat berperan besar sebagai lembaga pengendalian sosial. putusan tersebut masih bersifat sementara dan putusan itu akan dinyatakan final hingga diputuskan oleh Mahkamah Agung. Lembagalembaga ini secara mandiri berdiri dan bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya serta menjadi lembaga kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Sesuai dengan fungsinya.dikenai putusan naik banding pada tingkat pengadilan di atasnya. Lewat tugasnya. Lembaga pengadilan pada hakikatnya merupakan lembaga pengendalian sosial formal karena lembaga tersebut memeriksa kembali hasil penyidikan dan BAP dari kepolisian serta menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan terhadap kasus pelanggaran itu sendiri. hukuman kurungan. g. hukuman seumur hidup. Oleh karena itu. 164 Sosiologi SMA/MA Kelas X . juga bertugas untuk mengawasi perilaku murid-muridnya dan mendidiknya. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 di Indonesia. Fungsi ini juga dapat dijalankan oleh tokoh agama. lembaga-lembaga pengadilan akan mempersidangkan setiap kasus pelanggaran terhadap norma-norma hukum. Lembaga Keagamaan Lembaga keagamaan berfungsi untuk mengajak dan mengarahkan umat beragama untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adapun bentuk-bentuk sanksi dari peraturan hukum antara lain: hukuman denda. Agar suatu peraturan hukum dipatuhi maka dilengkapi dengan sanksi dengan maksud untuk memberikan penekanan sekaligus ancaman dan pendidikan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. baik hukum perdata maupun hukum pidana sesuai dengan hukum acara masingmasing. Secara sosiologis. Parlement Watch. bermunculan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Oganization). dan hukuman mati. di mana ia menuntun anggota masyarakatnya untuk selalu berperilaku sesuai dengan nilai dan norma agama. yaitu suatu lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang kemasyarakatan termasuk pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. Solidamor. Lembaga Pendidikan Fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

yaitu setelah dan sesudah penyimpangan terjadi. Bentuknya berupa nasehatnasehat. tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hati nurani selalu bersifat jujur dan benar. Di dalam ilmu jiwa. bisa dilakukan oleh orang tua. Setujukah kamu jika polisi melakukan pengendalian sosial yang keras terhadap para demonstran? Jelaskan pendapatmu! C. alat pengendali ini dinamakan hati nurani. pendidikan agama. atau pun sanksi hukum. dan lain-lain. Pengendalian sosial gabungan merupakan gabungan dari pengendalian preventif dan represif.1. sabar. Apa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial? 3. dan pengadilan. kejaksaan. dan jujur sehingga seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 165 . Artinya. Pengendalian Preventif. Pengendalian ekstrinsik adalah pengendalian dari luar terhadap perilaku menyimpang seseorang. Represif. Pengendalian Intrinsik dan Ekstrinsik Pengendalian intrinsik adalah pengendalian dari dalam diri seorang individu dengan berpikir secara jernih. Pengendalian ini dilakukan dua kali. sanksi sosial. pengendalian ini berusaha mencegah sekaligus mengembalikan keadaan sesudah penyimpangan terjadi. Pengendalian sosial represif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi suatu pelanggaran. pendidikan budi pekerti. serta aparatur negara seperti kepolisian. 1. kita mengenal tingkatan-tingkatan dalam pelaksanaan pengendalian sosial. Menurutmu apakah selama ini lembaga kepolisian sudah berfungsi sebagai pengendali sosial? 2. CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL Mengenai bagaimana cara pengendalian sosial dilaksanakan. anjuran. antara lain sebagai berikut. 2. keluarga dan kerabat. dan Gabungan Pengendalian preventif adalah pengendalian sosial yang bersifat pencegahan agar seseorang tidak melakukan penyimpangan perilaku. seolah-olah merupakan petunjuk Tuhan secara spiritual kepada umatNya secara abstrak. misalnya dengan teguran.

Pengendalian Internal dan Eksternal Pengendalian sosial dilihat dari asalnya dapat berasal dari dalam lembaga internal maupun dari luar lembaga eksternal. 166 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Teknik compulsion diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah perilakunya yang menyimpang dan akhirnya secara tidak langsung kembali patuh pada nilai dan norma. dan pendidikan tinggi. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik yang akhirnya menimbulkan dendam bahkan korban. Contoh pengendalian sosial internal. Pengendalian Compulsion (Paksaan) dan Pervasion (Pengisian) Berdasarkan tehniknya. Dengan teknik ini diharapkan seseorang dapat meningkat kesadarannya dalam mematuhi nilai dan norma yang berlaku. cara koersi dilakukan dengan cara kekerasan fisik atau dengan ancaman. misalnya pada Departemen Pendidikan Nasional ada aparat pengendali yang disebut inspektur jenderal hingga para pengawas di tingkat pendidikan dasar. 3. Teknik pervasion dilaksanakan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang. menengah. Sebaliknya. 5. pengendalian sosial dapat berlangsung lewat cara persuasi dan cara koersi. Cara persuasi dilakukan dengan membujuk atau mengajak seseorang atau sekelompok orang secara halus untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.2 Salah satu cara dalam melaksanakan pengendalian sosial adalah melalui pendidikan agama. Pengendalian Persuasi dan Koersi Dilihat dari caranya. pengendalian sosial dapat dilakukan secara paksaan (compulsion) dan pengisian (pervasion). 4. Contoh pelaku pengendalian eksternal adalah aparat kepolisian atau tokoh-tokoh masyarakat selaku pengamat pelaksanaan kebijakan pemerintah.Sumber: Indonesia Indah Gambar 6.

baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Teguran tertulis ini umumnya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya dalam ikatan kedinasan (pekerjaan). individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakatnya. pendidikan. Apakah yang dimaksud dengan pengendalian gabunan (preventif dan represif)? 3. Artinya. dan sebagainya. teguran ini ada dua macam. Gosip atau Desas-Desus Gosip atau desas-desus merupakan bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya. karena pendidikan dapat membina dan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 167 . 1. pendidikan agama. teguran guru kepada siswa yang melanggar. Gosip muncul di masyarakat apabila ada individu/ kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku.1. kemudian ceritakan juga penendalian sosial apa yang dilakukan untuk mengatasinya! Pengendalian sosial dapat terwujud dalam bentuk gosip. teguran lisan pemimpin terhadap bawahannya yang melanggar. tetapi melalui surat. Teguran Teguran merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang. Teguran tertulis adalah bentuk teguran yang dilakukan secara tidak langsung. Coba tuliskan penyimpangan sosial yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. yaitu teguran lisan dan teguran tertulis. Pendidikan Pengendalian sosial dapat dilakukan secara tidak langsung sejak awal melalui jalur pendidikan. dan hukuman atau saksi. Dalam pelaksanaannya. Misalnya. 3. Menurutmu pengendalian sosial seperti apakah yang dapat dijalankan untuk mengatasi tawuran? 2. 2. teguran. teguran orang tua secara lisan dan langsung terhadap anaknya yang berperilaku menyimpang. Teguran lisan adalah teguran yang dilontarkan secara lisan kepada individu yang berperilaku menyimpang. Pendidikan merupakan alat pengendalian sosial.

Kita mengenal dua macam hukuman. Bentuknya berupa teguran. Sebaliknya. pengadilan massa dalam bentuk penganiayaan secara massal hingga pembunuhan massal. Norma-norma agama berisi bimbingan dan arahan kepada pemeluknya agar bersikap dan berperilaku baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat. yaitu sanksi hukum dan sanksi sosial. dikucilkan dari masyarakat. Hukuman mempunyai tingkatan yang semakin berat sesuai bobot kesalahan masing-masing pelanggar. atau mana yang boleh dan tidak boleh. Sanksi Sosial Sanksi sosial diberikan oleh warga masyarakat kepada orang yang berperilaku menyimpang.mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. individu yang kurang pendidikannya cenderung mengalami kesulitan menyesuaikan dirinya dalam interaksi sosial di masyarakatnya. 4. Melalui pendidikan yang sempurna. b. dan hukuman mati. a. diusir dari masyarakat. Pendidikan Agama Tindakan para tokoh-tokoh agama dengan memberikan siraman rohani kepada umatnya merupakan suatu bentuk pengendalian preventif terhadap perilaku menyimpang. Individu yang berpendidikan baik cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan. hukuman seumur hidup. hukuman kurungan. baik hukum perdata maupun hukum pidana. AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari banyak komponen dan saling berkaitan secara berkesinambungan. pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. Apabila lembaga pengendalian sosial dalam suatu masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. seorang individu dapat membedakan mana yang benar dan salah. Salah satu subsistemnya adalah lembaga pengendalian sosial. masyarakat. dan negaranya. mana yang baik dan buruk. Secara pedagogis. D. bangsa. Sanksi Hukum Sanksi hukum merupakan sanksi yang dilakukan penegak hukum terhadap individu yang melanggar norma-norma hukum. 5. Sanksi hukum ini meliputi: hukuman denda. maka 168 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hukuman atau Sanksi Hukuman merupakan pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian yang lain belum juga dipatuhi.

Masyarakat dapat mensosialisasikan kontrol sosial agar anggota masyarakat mau bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa adanya paksaan. Menurut penelitian. Penyuluhan Hukum Banyak di antara warga masyarakat yang mempunyai pengetahuan dan kesadaran hukum yang rendah. Dengan meningkatnya pengetahuan hukum dari warga masyarakat. Masyarakat pun dapat membantu lembaga pengendalian sosial untuk menjalankan fungsinya. dan lain-lain. Jika penyimpangan terjadi. perpajakan. Selain itu. Lembaga pengendalian sosial diharapkan mampu menjalankan fungsinya sehingga penyimpangan pun dapat dicegah. Judicial review. Misalnya. sekitar 20 persen pelanggaran hukum disebabkan karena ketidaktahuan terhadap norma hukum. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 169 . Judicial Review Proses perubahan sosial menuntut adanya perombakan atau perbaikan terhadap peraturan-peraturan hukum yang dianggap usang. Oleh sebab itu. revitalisasi aparat. pencanangan Gerakan Disiplin Nasional. dan peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial. pengadilan. sangat perlu untuk diprogramkan adanya penyuluhan hukum dengan melibatkan aparat-aparat yang terkait. b. Revitalisasi Aparat Apabila keadaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat semakin memburuk dan aparat keamanan kewalahan mengatasi banyaknya pelanggaran yang terjadi. c. pendidikan. lembaga pengendalian sosial harus mampu mengembalikan dan memperbaiki keadaan menjadi seperti semula. kejaksaan. diusahakan juga supaya pengendalian sosial tidak terjadi lagi. Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa Apa yang harus dilakukan ketika ternyata penyimpangan yang terjadi banyak dilakukan oleh masyarakat? Diperlukan kembali adanya upaya untuk mengembalikan ketertiban dalam masyarakat. akan dapat mengurangi kuantitas pelanggaran hukum yang terjadi di dalam masyarakat. Beberapa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial adalah sebagai berikut. antara lain seperti penyuluhan hukum.terjadilah kegoncangan sistem yang mengganggu keteraturan sosial sebagaimana yang diinginkan. a. Inilah yang dinamakan judicial review.

e. Peningkatan Peran Serta Warga Masyarakat dalam Kontrol Sosial Sejalan dengan era reformasi. hal tersebut akan membentuk suatu sistem pengendalian sosial yang efektif. mengganti personil pada tiap-tiap jabatan. Buatlah laporan diskusi dari kelompokmu! 2. Kemukakan pengendalian sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut! Tugas 1. tumbuh kesadaran tentang ketertiban dan kuatnya pengendalian diri dari masingmasing individu. Perbuatan tersebut sesungguhnya positif sebab dapat membudayakan suatu ketertiban dalam masyarakat pada setiap segi kehidupan. Artinya. d. serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. Misalnya. menambah jumlah personil baru. maka pilar demokrasi berkembang menjadi semakin kokoh. Apabila suatu ketertiban telah mengakar dan membudaya dalam suatu masyarakat. misalnya dengan terbukanya kebebasan pers serta terbukanya warga masyarakat mengemukakan pendapat dan opini terhadap semua bentuk kebijakan pemerintah. Apabila hal seperti ini dapat dikembangkan.diperlukan revitalisasi aparat termasuk peralatannya. Lakukanlah analisa sosial terhadap masalah sosial itu! 4. Salah satu solusi yang murah dan cepat adalah dengan membangun keamanan swakarsa yang anggotanya direkrut dari warga masyarakat. Carilah masalah sosial di media massa (koran atau majalah)! 3. maka akan dapat menjadi alat kontrol yang efektif dalam rangka menegakkan suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Presentasikan hasil diskusi ini pada pertemuan dua minggu yang akan datang! 170 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Prosedur 1. Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 10 orang! 2. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional Pada masa Orde Baru pernah dicanangkan suatu gerakan yang disebut Gerakan Disiplin Nasional (GDN).

Oleh karena itu. yayasan. bahwa anak saat di sekolah adalah dominan tanggung jawab pihak sekolah mulai dari guru. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Jelaskan! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. dan yayasan/ pengelola. pengendalian sosial seperti yang harus dilakukan? Jelaskan pendapatmu! PENDIDIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH TANGGUNG JAWAB SIAPA? nak saat di sekolah. tanggung jawab siapa? Apakah tanggung jawab guru.Kamu pasti sering menonton televisi bukan? Menurutmu apakah dengan acaraacara televisi yang disiarkan dapat membentuk perilaku menyimpang? Jika ya. tanggung jawab Siapa? Suatu bangsa akan besar apabila pendidikannya baik dan maju. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. saat anak di sekolah selama 12 tahun (mulai SD. Indonesia berupaya mewujudkan program wajib belajar 9 tahun. Bagaimana solusi mengatasi masalah pendidikan sekarang ini? Jelaskan! A Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 171 . SMP. atau orang tua? Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. kepada sekolah. Setujukah kalian. Namun demikian. kepala sekolah. sampai SMA).

172 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Berdasarkan hasil penelitian pemerintah. Sekarang Pemda Sidoardjo dan Propinsi Jawa Timur dihadapkan masalah besar dengan tenggelamnya empat desa di sekitar lokasi PT Lapindo Brantas dan akhirnya membuat penduduk desa tersebut ”terlunta-lunta” di tempat penampunan sementara. Bagaimana seharusnya sikap masyarakat atas pilihan yang diambil oleh pemerintah Kota Sidoardjo? BATUAN DANA LANGSUNG TUNAI Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla. yaitu bedol desa atau relokasi penduduk. Pertanyaan: 1. Menurutmu apakah Lapindo telah melakukan penyimpangan sosial? Jelaskan pendapatmu! 3.000. pemerintah pun dihadapkan pada dua pilihan.BEDOL DESA ATAU REKOLASI PENDUDUK KORBAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS M ari kita sepakati sementara waktu bahwa semburan lumpur panas Lapindo Brantas adalah suatu kecelakaan atau musibah.00/bulan selama 1 tahun dan pembayarannya dilakukan setiap 3 bulan. dibicarakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin dengan jumlah Rp100. Alternatif mana yang seharusnya diambil oleh penduduk Sidoardjo? 2. bahwa tidak mungkin lagi penduduk kembali ke desa mereka.

namun karena kesalahan dalam pendataan atau adanya kesengajaan membuat BLT tidak tersalurkan kepada sasaran yang tepat. Komponen-komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial antara lain. Akhir-akhir ini kelihatannya pemerintah menyadari bahwa BLT bukan suatu cara yang tepat untuk membantu rakyat miskin. banyak warga berebut dan tidak jarang mengakibatkan kecelakaan kepada penerimanya.Pro kontra atas kebijakan ini sampai saat ini terus berlangsung dan pada saat-saat pembayaran. banyak warga yang seharusnya sebagai yang berhak. Di samping itu. Jika kita hendak membantu seseorang. Mengapa program BLT tersebut gagal? 2. Prosedur apa yang tidak dilakukan pemerintah saat menentukan pemilihan kebijaksanaan? 3. lebih baik memberikan kail atau ikannya sekaligus? 1. Sebaiknya BLT tersebut diwujudkan dalam bentuk program sosial yang bagaimana? 4. lembaga adat dan tokoh masyarakat lembaga kepolisian lembaga kejaksaan lembaga pengadilan LMS dan masyarakat lembaga pendidikan lembaga keagamaan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 173 . Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial Lembaga pengendalian sosial primer Lembaga pengendalian sosial sekunder 2. syukurlah! Pertanyaan: 1.

Akibat-akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa 6. Bentuk-bentuk pengendalian sosial Gosip atau desas-desus Teguran Pendidikan Pendidikan agama Hukuman atau sanksi 5.3. Upaya untuk mengembalikan ketertiban setelah penyimpangan terjadi Penyuluhan hukum Judicial review Revitalisasi aparat Pencanangan Gerakan disiplin Nasional Peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial 174 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan gabungan Pengendalian internal dan eksternal Pengendalian persuasi dan koersi Pengendalian compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian) 4. represif. Cara-cara pengendalian sosial Pengendalian intrinsik dan ekstrinsik Pengendalian preventif.

guru dan karyawan 2. lembaga kepolisian B. kecuali . A. Jika anggota masyarakat selalu menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang. represif E. guru bimbingan dan penyuluhan B. . lembaga pendidikan E. . Guru dan karyawan D. pengendalian primer D. lembaga sekolah C. . BP3 C. . gosip 4. didaktis C. . A. pengendalian internal 3. Di bawah ini termasuk komponen-komponen yang berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial. pedagogis B. berarti ia melakukan pengendalian sosial berupa . pengendalian nonformal C. . cemoohan D. A. D atau E! 1. A. . condolence C. Penyebaran brosur tentang penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian . A. lembaga agama Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 175 . preventif D. . kepala sekolah E. .Soal ObJektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. B. . pengendalian formal B. . kuratif 5. . lembaga adat D. . C. . Pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu-individu itu sendiri untuk menghindari perilaku menyimpang disebut . Aparat pengendalian sosial di lingkungan sekolah bagi para siswa adalah . desas-desus E. intimidasi B. pengendalian sekunder E. .

penghinaan C. A. kepolisian. pengendalian preventif D. pengadilan. Lembaga penegak hukum terdiri dari tiga macam. . pengendalian preventif C. teguran E. Pengendalian sosial yang bersifat pencegahan disebut . . Usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak yang melanggar perundingan disebut . . . gosip D. . lembaga permasyarakatan. . pengendalian persuasi 7. kegoncangan ekonomi E. terjadinya konflik sosial 12. pengadilan massa D. kecuali . lembaga pengendalian sosial dibagi dua.6. A. . Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka terhadap warga yang melakukan penyimpangan disebut . pengendalian intrinsik D. pengadilan E. pengadilan. . . pengendalian represif 8. sekolah dan guru B. . polisi 10. . A. hukuman B. . A. Pengendalian yang muncul dari dalam diri seseorang disebut . permanen dan sementara E. kejaksaan D. pengendalian intrinsik C. pengendalian compulsion B. kejaksaan. tentara. A. meningkatnya korupsi dan kolusi C. . pengendalian sementara E. Berikut ini merupakan akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial. . A. jaksa. kejaksaan. . . lembaga adat dan tokoh masyarakat 9. pendidikan dan keagamaan C. . . yaitu . kepolisian B. yaitu . . pengendalian eksternal E. . menurunnya tingkat kemiskinan B. primer dan sekunder D. sekolah C. nasihat 11. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. hakim. . Mahkamah Agung. 176 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pengendalian eksternal B.

menciptakan masyarakat adil dan makmur 17. .A. . Berikut ini yang merupakan sanksi hukum adalah . persuasi Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 177 . Pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian lain belum dipatuhi disebut . . pendidikan E. A. pengendalian sosial B. gosip B. A. menghukum orang yang bersalah C. A. . meningkatkan pengetahuan masyarakat B. kuratif C. hansip E. compulsion C. A. mendidik masyarakat awam D. . hukuman pasung D. Pengendalian sosial yang bersifat formal dapat dilakukan oleh . Pengendalian sosial yang dianggap mempunyai kharisma atau pengaruh untuk mengatur kegiatan di masyarakat adalah . intimidasi C. hukuman 19. sementara D. eksternal D. . . gosip C. pervasion E. . preventif B. lembaga adat B. kepala desa D. pemuka agama 15. . kontrol sosial 13. A. Teknik pengendalian dengan cara menyampaikan nilai dan norma disebut teknik . Nasihat dan anjuran termasuk dalam pengendalian . sanksi sosial D. hukuman denda E. . kepolisian E. teguran 16. tokoh masyarakat C. . A. pemangku adat C. . A. . . represif 14. . ekstrinsik E. koersi B. masyarakat D. sanksi sosial D. hukuman massal E. . Pengendalian sosial bertujuan untuk . . tindakan pencegahan C. . cemoohan B. menciptakan keamanan dan ketertiban E. tokoh agama B. . saudara 18. . .

Apa yang menyebabkan lembaga pengendalian sosial tidak menjalankan fungsinya? 4. Sebutkan akibat-akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial! 3.20. Pengendalian lewat hati nurani termasuk dalam pengendalian . Menurutmu apakah gosip cukup efektif untuk melakukan pengendalian sosial? 7. Apa yang dimaksud dengan pengendalian preventif? 10. persuasi B. . represif E. Apa yang dimaksud dengan teguran? 8. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan oleh guru? 5. Apa yang dimaksud dengan gosip? 6. Sebutkan upaya-upaya untuk mengembalikan penyimpangan tersebut! 178 Sosiologi SMA/MA Kelas X . A. . Apa yang dimaksud dengan pengendalian compulsion? 2. internal D. preventif Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa yang dimaksud dengan pengendalian intrinsik? 9. intrinsik C. .

accomodation adat akulturasi akulturasi budaya angket applied science arbitration asimilasi asimilasi budaya asosiasi asumsi coercion community compromise cooperation crowd : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai : percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen : percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi : perhimpunan orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama : alternatif jawaban dari suatu masalah : akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan : masyarakat setempat : akomodasi. di mana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan : kerja sama : kerumunan Daftar Istilah 179 .

custom data empiris data etnografi data primer data sekunder data sosial demoralisasi dinamika sosial eksplisit fakta family counseling fenomena alam fenomena sosial folkways hipotesa ilmu pengetahuan intelektualitas interaksi sosial interview kebiasaan : adat istiadat. yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang : jawaban sementara dari suatu masalah : himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis : kecakapan berpikir : hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu. waktu dan tempat. antarkelompok. serta peristiwanya : bimbingan keluarga : semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat : semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat : kebiasaan. yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. : data realita di lapangan : data-data mengenai suku bangsa tertentu : data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap obyek penelitian tanpa melalui perantara : data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor) : semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan : penurunan kualitas moral : gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. dan antara individu dengan kelompok : metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden : cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang 180 Sosiologi SMA/MA Kelas X . : nyata atau realistis : suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku.

dan kebutuhan integratif : kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakikat manusia sebagai manusia. kebutuhan sosial. rasa. dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat : lingkungan sosial di mana seseorang bekerja Daftar Istilah 181 . di mana masingmasing pihak saling menghancurkan : himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah : konsep yang pokok dan penting : usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional : suatu keadaan di mana pihak dengan pihak saling tidak cocok tetapi kedua belah pihak tidak saling menampakkan ketidakcocokkannya : semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat : semua hasil cipta. makhluk pemikir. rasa. ibu. baik abstrak maupun konkret yang merupakan hasil cipta. dan anak-anak : perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa : generalisasi dari perilaku khas seseorang : pengetahuan tentang sesuatu hal : suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan : suatu bentuk interaksi sosial.kebudayaan kebutuhan hidup kebutuhan integratif kebutuhan mendasar kebutuhan sosial keluarga kenakalan remaja kepribadian knowledge kompetisi konflik konsep konsep dasar konsiliasi kontravensi kontrol sosial kultural lingkungan kerja : semua benda. dan bermoral : kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk hidup : kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain : satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. : kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar. dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat.

dan nilai religius : nilai yang terkandung di dalam suatu benda : nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang : nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/agama : nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan 182 Sosiologi SMA/MA Kelas X . nilai keindahan. nilai moral. yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh masyarakat : nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia : nilai yang bersumber dari perasaan atau estetika manusia : nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari nilai kebenaran.logika masyarakat media massa media sosialisasi mediation metode metode dokumenter mores nilai nilai kebenaran nilai keindahan nilai kerohanian nilai material nilai moral nilai religius nilai sentral nilai sosial : pertimbangan akal pikir manusia : persekutuan orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu : sarana komunikasi antarorang dalam masyarakat : sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai : cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan : metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip : tata kelakuan.

baik yang tertulis maupun tidak tertulis. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat observasi : metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penelitian sosial : serangkaian aktivitas yang sistematis dan terorganisir untuk mengungkap secara objektif berbagai macam fenomena sosial di dalam masyarakat pengendalian sosial : upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma perilaku menyimpang : perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai perubahan sosial budaya : semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya dalam masyarakat pewarisan biologis : pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya pewarisan budaya : proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda play group : teman sepermainan pranata sosial : suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat proses asosiatif : proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang proses inkulturasi : proses pembudayaan proses institusionalized : proses pelembagaan Daftar Istilah 183 .nilai vital : nilai sesuatu yang muncul karena kegunaannya atau fungsinya norma : semua bentuk peraturan. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat norma adat : hukum adat norma agama : ketentuan-ketentuan dalam agama norma hukum : peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan dibuat oleh lembaga yang berwenang norma kesusilaan dan kesopanan : norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain norma sosial : semua bentuk peraturan.

di mana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi : sosiologi perkotaan 184 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan kebiasaan : lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik : perilaku sosial : semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat : belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan status sosialnya : ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat : pemerintah yang kuat : perubahan teknologi : akomodasi tanpa persetujuan yang formal. kesopanan.proses internalisasi proses sosial realitas sosial research metodology sanksi sanksi hukum sanksi sosial sekolah social behaviour social mobility sosialisasi sosiologi strong government technological change tolerance urban sosiology : proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang : proses berlangsungnya suatu aktivitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu : keadaan senyatanya di dalam masyarakat : metodologi-metodologi dalam penelitian : hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan perilaku : hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum : hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan. adat.

Jakarta: LP3S Djoyodiguno. 1978. Jakarta: Erlangga Daftar Pustaka PT. 1997. Depdikbud Universitas Terbuka Lawang. Drs. Amirin.Aisal Sanafiah. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1976. Willa. Dr. Rincihan I. Menyusun Rencana Penelitian. 1995. Sosiologi dan Antropologi. Azas-azas Sosiologi. PT. Yogyakarta: Yayasan BP Gajah Mada Faure Edgar. 1985. Dunia Pendidikan Hari Kini dan Hari Esok. 1991. Sosiologi Suatu Buku Pengatar Ringkas.F. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Rajawali Press Mulyadi. Panduan Belajar Sosiologi Jilid I. Belajar untuk Hidup. Jakarta: Ichtiar Baru J. Drs. 1992. Modul Pengantar Antropologi. 1984/1985. Pengantar Sosiologi. Robert M. Goode. Drs.Z. 1990. Tatang. Bandung: Ganaco Koentjaraningrat. dkk. Robert M. Pengantar Antropologi. 1963. 1980.A. Surabaya: Usaha Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1981. 1985. Jakarta: Aksara Baru Lawang. 1985. Felife Herrera. Jakarta: Kurnia Universitas Terbuka Luth Nursal Drs dan Daniel Fernandes. Surabaya: Usaha Nasional JB. Sosiologi ke-I untuk SMU Dieter Evers Hans. Sebuah Laporan Komisi Internasional untuk Pengembangan Pendidikan. Sendi-sendi Sosiologi (Ilmu Masyarakat). Bulan Bintang Gerungan WA. A. Pengantar Metodologi Research Sosial. 1982. Yad dan Posman Simanjuntak.Z. Sosiologi Keluarga. SH. 185 . Bandung: Eresco Huki D. Bandung: Alumni Khiam Kheo Soe. Dra. Drs. Mayor Polak. 1979. Azas Kebudayan Islam. Bina Aksara Kartono. Psikologi Sosial. William. Sosiologi Perkotaan. Sosiologi Pendidikan. Galaxy Puspa Mega M. 1961. 1995. Jakarta: Bharata Karya Aksara Gazalba Sidi.. Drs. Kartini.

Soerjono. 1965. Bidang Ekonomi. Soerjono. S. 1967. Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. Ithaca. 1982 Soemardjan. Social Changes in Yogyakarta. Bandung: PT. Edisi Pertama. Selo cs. Bandung: Alumni Soekanto. 1965. Selo. Modernisasi dan Aspirasi-aspirasi Modernisasi. Jilid IV. Research di Indonesia 1945-1965. 1962. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi. Ghalia Indonesia Soekanto. New York: Cornell University Press. 1974. 1971. Selo. Selo. 25 Soekanto. Pola-pola Kepemimpinan Salam Pemerintahan. 1964. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional Soemardjan. dan Budaya Soemardjan. Soerjono. Rotterdam: Universitaire Press Soedjono. 1983. Sosial. dimuat dalam Kompas. No. een terreinverkenning. 1973 Pengantar Sosiologi Hukum.Schuyt. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi. Soerjono. Jakarta: FEUI Soemardjan. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. 1969. Selo. Yogyakarta: GMUP Press. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. Selo. Peranan Ilmu-ilmu Sosial di Dalam Pembangunan.J. Eresco Soemardjan. Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 Sampai 1965. 1972. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Cetakan Pertama. Jakarta: Bharata Soemardjan. 8 Februari Soekanto. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS Jakarta Soemardjan. Soelaeman Soemardi (ed). Sosiologi. 1985. Faktor-faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum. Selo. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 186 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Rechtssociologie. Selo.M. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis UI ke-XXII Soemardjan. Setangkai Bunga Sosiologi. Hukum Nasional. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta.

88 187 . 139. 101 H hipotesa 9 I identifikasi 11. 141 kebutuhan integratif 13. 161 folkways 48. 138. 169. 65. 59. 102. 112. 97. 23. 124. 11. 136. 80. 168 internal 80. 81 – 84. 89. 32. 42. 71. 174 empati 11. 104. 160. 82. 89. 40. 33. 21. 78. 26. 20. 18. 16 – 19. 173 akomodasi 66. 80. 32. 152 kebutuhan hidup 10. 7. 102. 140. 85. 64. 8. 112. 88 E eksplisit 47. 145. 119. 112. 122. 32 demoralisasi 23 – 25. 148. 143. 115. 107. 82. 61. 87. 148. 51. 10. 79. 117. 32 asimilasi 23. 85. 61. 17. 107 fenomena sosial 4. 139. 49. 88 ilmu pengetahuan 3. 10. 70. 32. 96. 32. 64. 143 kebudayaan 4. 25. 127 eksternal 80. 30. 126. 12. 82. 114. 95. 108 akulturasi budaya 108 angket 2. 45. 28. 127. 31. 20. 127. 73. 61. 86. 135. 80. 7. 88. 127. 140. 60. 98. 17. 15. 99. 165 kenakalan remaja 135. 14. 165. 123. 68. 25. 70 kejaksaan 25. 62. 124. 68. 100 – 104. 14. 173 keluarga 3. 165. 43. 70 kebutuhan mendasar 12. 89 kebutuhan sosial 13. 139. 32. 6. 62 – 66. 46 – 48. 103. 148. 127. 119. 79. 32. 123. 37 fenomena alam 77. 15 F fakta 6. 112. 65. 70. 111. 174 ekstrinsik 110. 73 asumsi 98 Auguste Comte 3. 53. 88 interaksi sosial 10. 5. 71. 173 kebiasaan 40. 67. 63. 102 K keagamaan 24. 100. 165 B BAP 163. Kluckhohn 41 Coercion 66 coercion 66 community 69. 164. 84. 88 – 99. 106. 60 – 64. 111. 122. 4. 107. 45 – 48. 49. 135. 35. 164 C C. 32. 76. 67 akulturasi 23. 163. 33. 60. 152 Indeks D data primer 8 data sekunder 9 data sosial 4. 100. 33 dinamika sosial 18. 89. 83. 53. 87. 28 – 30. 74. 42. 59. 67 – 69. 116. 108 asimilasi budaya 108 asosiasi 3. 49. 70. 65. 127 Imitasi 60. 135. 61. 15. 108 – 112. 52. 63. 82. 122 – 125. 107. 8. 166. 70.A adat 25. 84. 87. 89 custom 48. 162. 70. 69. 75. 23. 63. 49. 135. 164. 166 interview 5 intrinsik 110. 8. 110. 147.

135. 164 – 169. 32. 147. 126. 99 188 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 164. 142 pewarisan budaya 150 Pitirim A. 148. 86. 67. 66. 147. 112 – 115. 20. 53. 148 pengangguran 27. 50 – 53. 169. 114. 163. 85. 10 – 15. 84. 161 – 170. 143. 167 M masyarakat 1. 35. 44 – 53. 53. 100. 46 – 48. 22. 53. 147. 146. 117 – 119. 134. 114. 168 norma hukum 40. 75. 166. 139. 110. 67. 42. 150. 173 penelitian sosial 5. 85. 161. 41. 70. 33 mores 48. 47 – 50. 135. 106 – 108. 152. 99 nilai sentral 42. 44. 14. 135. 150 – 153. 33. 127. 150. 98. 23. 111 O observasi 2. 153. 99 norma 3. 70. 148. 46. 146. 159. 164. 127. 39 – 41. 127. 97 – 100. 141. 145. 95. 161. 112. 97. 104. 53. 45 – 47. 79. 63. 32. 127 metode 1. 50. 32. 122. 25. 132. 144. 117. 111 – 124. 164. 51. 65. 45. 122. 99 nilai religius 42. 167 nilai kebenaran 40. 159. 46. 174 perubahan sosial budaya 15. 72 – 76. 42. 171 persuasi 166. 113. 99 nilai keindahan 42. 152. 124. 60. 127. 32. 92. 97. 169. 50. 8 pengadilan 51. 150. 53. 133 – 137. Sorokin 3 play group 96. 83. 105. 126. 42. 39. 147. 153. 133. 120. 88. 161 – 171. 163. 132. 96. 47. 162 norma agama 40. 43. 22. 97 – 112. 33. 11. 145. 53. 135 – 140. 143. 95. 96. 52. 100. 81. 78 – 80. 104. 135. 33. 18. 65. 144. 13. 165. 148. 150. 137. 153. 153 nilai 10 – 16. 160 – 162. 46. 127. 161. 14. 164. 70. 153. 69. 168. 22. 170 174 korupsi 25. 32. 27. 172 – 174 Max Weber 72 media massa 2. 70.kepolisian 25. 105. 146. 84. 124. 22. 76. 63. 70 –72. 173 kepribadian 10. 32 P pendidikan 7. 133. 166 – 169 norma adat 40. 61 – 64. 28. 100 – 102. 39. 140 nilai sosial 16. 144. 52. 103. 21. 151. 110 – 115. 127 LSM 164 nilai kerohanian 99 nilai material 40. 165. 153. 168 N nepotisme 25. 100 – 108. 84. 174 kultural 23. 43. 104. 168. 135. 33. 59. 24. 69 – 89. 59. 167. 135. 106. 121 – 127. 119. 21. 18. 143 – 148. 68. 127. 32. 171. 169 konsep 10. 143 norma sosial 10. 9. 3 – 24. 160. 28. 41 – 45. 16. 28. 33. 122. 115. 153. 124. 89. 139 – 142. 39 – 46. 102 motivasi 60. 170 media sosialisasi 111 – 113. 173 perilaku menyimpang 10. 133 – 135. 114 – 119. 7. 80. 88. 147. 167. 117. 119. 26. 85. 95. 49. 145 – 147. 87 – 90. 33 pengendalian sosial 10. 113 pranata sosial 14. 13. 69. 152. 33. 72. 127. 6. 107. 80. 21. 115. 145 – 147. 168 koersi 166 kolusi 25. 14. 32. 32 konsumerisme 25. 135 – 140. 46. 121. 6. 99 nilai moral 40 – 43. 143. 105. 10. 104 – 108. 143. 63 preventif 14. 110 – 113. 163 – 166. 24. 138. 138 konsep dasar 10. 95. 126. 96. 133. 100. 20 – 22. 69. 41 – 53. 33. 145. 113. 19. 13. 97 – 100. 133. 20. 33 kontravensi 68 kontrol sosial 104. 3 – 9. 47. 84. 169 kompetisi 68 konflik 17. 14. 117. 50. 68. 26 – 33. 20 – 22. 92. 33. 139 nilai vital 40. 120 L lingkungan kerja 108. 169 norma kesusilaan dan kesopanan 40. 161 metode dokumenter 9.

139 – 141. 119. 97. 84 – 87. 18. 85 R realitas sosial 2. 39. 164. 60. 47. 88 S sanksi 43 – 45. 64. 52. 137 sugesti 11. 108. 171 U usage 48. 99 proses asosiatif 67 proses sosial 3. 144. 133 – 136. 29. 19. 147. 88 Soelaeman Soemardi 3 sosialisasi 50. 5.Prof. Merton 136 Sekularisme 25. 70. 10. 168 sekolah 18. 101 W wawancara 2. 51. 165. 95 – 97. 10. 121. 148. 164. 107 – 115. 33 simpati 11. 66 – 69. 44. 71. 73. 117. 95. 49. 21. 168. 60. 65. Notonegoro 42. 53. 148. 152 sosiologi 3 – 5. Dr. 32 Indeks 189 . 18. 125 – 127. 112. 153. 100 – 104. 78. 59. 127. 168. 79. 167 Robert K. 105. 32. 33 represif 14. 72. 39. 16. 33 Selo Soemardjan 3 separatis 28. 48. 165. 174 sanksi hukum 168 sanksi sosial 165.

190 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->