Attachment

SOSIOLOGI

Jilid 1
untuk

SMA/MA Kelas X
Suparto

Literatur Media Sukses
Jl. Madrasah No. 38, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Bab 2 Norma dan Nilai Sosial

i

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Sosiologi, ditulis oleh Suparto; Editor, Vera B. L. Sihotang, -- Jakarta: Literatur Media Sukses

Penulis
Suparto

Editor
Vera B. L. SihotangChristianiE

Sosiologi
Jilid 1
Untuk SMA/MA Kelas X Hak cipta 2006 pada Penulis Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses

Desain Sampul Andie Anakota Setting/Tata Letak Sri Sugiyarni Astuti Krisnawati

Cetakan Pertama, 2006

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur Media Sukses.

ii

Sosiologi SMA/MA Kelas X

ritik yang sering ditujukan kepada buku teks Sosiologi sebagai buku pelajaran antara lain cara pendekatan penyajian konsep materi yang kurang membumi terhadap realitas yang ada. Para pendidik sering mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. Para siswa berargumen bahwa ilmu-ilmu sosial menjenuhkan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat para siswa untuk menggeluti kajian-kajian ilmu sosial. Kondisi ini terbentuk dikarenakan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu-ilmu hafalan dan tidak kontekstual. Buku Sosiologi untuk SMA/MA ini disusun sebagai alternatif bagi para guru dan siswa Sekolah Menengah Atas bahwa belajar ilmu sosial tidak semata-mata hafalan. Esensi ilmu sosial justru terletak pada daya analisis dan metode yang dipakai dalam mengkaji suatu problem kemasyarakatan. Buku ini terdiri atas 3 jilid, yaitu jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, dan jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode Contextual-Teaching Learning. Diharapkan guru menjadi fasilitator dan terlibat intens dalam proses pembelajaran serta bersedia mengembangkan segala materi pokok dengan berbagai indikatornya dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan lingkungan belajar siswa. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Literatur Media Sukses yang telah menerbitkan naskah kami menjadi buku. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan kualitas buku ini.

K

Jakarta, Desember 2006

Penulis

Kata Pengantar

iii

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. 64. 114. Membedakan nilai dan norma. 82. 112. Rangkuman Rangkuman mencakup ringaksan materi pada setiap bab yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di bab tersebut. 40. 84. 9. A. 15. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. 11. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. 89. D atau E! 1. C. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Melalui metode komparasi inilah. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. pengadilan B. Kegiatan operasional lembaga 3 5. pengawasan sosial P 7. a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . dan lain-lain. C C l kh h 1. 143. 67 akulturasi 23. 82. 23. 109. edukasi E reproduksi C. 4. 8. dan nepotisme. 89 interaksi sosial 10. 75. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. 90. mesin tenun. 139. Indeks 3. 90 interview 5 8. B. 65. . 164. melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. ada masa reformasi akhir-akhir ini. nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. 113. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. 60. 26. Lembar Pro dan Kontra Lembar Pro dan Kontra disajikan sebagai sarana untuk melatih mengungkapkan pendapat atau debat pendapat antarsiswa yang dibimbing oleh guru. 64. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. Lalu. 6 MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI 7 Soal Objektif 1. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. 17. 2 Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. j. 35. 110 akulturasi budaya 110 angket 2. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi l l 9 A accomodation adat akulturasi akulturasi budaya : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak adat 25. 33. 8. 32 asimilasi 23. 85. Uji Kompetensi Pada setiap akhir bab disediakan Uji Kompetensi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua materi dalam satu bab. traktor pembajak. sosialisasi D. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. 42. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. 80. Oleh karena itu. 106. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. Di kalangan birokrat. komputer. Tugas Penelitian Tugas Penelitian merupakan tugas yang mendeskripsikan suatu permasalahan. 18. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! enurut kalian. 147. 25. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. . kontrol sosial D. 73 asumsi 100 Auguste Comte 3. 166. radio. 72. 53. Bahan Diskusi Kelompok Bahan ini disediakan melatih siswa mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain. Pertanyaan: 1. 168 I identifikasi 11. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Fungsi dan peranan lembaga 2. sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui bagianbagian yang terdapat dalam buku Sosiologi ini. 172 internal 170. pengendalian sosial E norma sosial C. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. 15 10 F fakta 6. misalnya kepolisian. Sebab. 165. 32. 104. 73. 16. A. 80. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. 70. 125. 129 imitasi 60. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. 37 fenomena alam 77. pengadilan. mesin bubut. 102. 89 ilmu pengetahuan 3. 83. . baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. 148. 108. 124. Lembar Sosiologi Terapan Lembar sosiologi terapan ini merupakan latihan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. telepon. M Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 4 MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. 65. 110 asimilasi budaya 110 asosiasi 3. 8. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Akan tetapi. 125. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga 5 P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Pengantar Awal Bab Pada setiap awal bab terdapat fokus tentang materi-materi yang akan dibahas di bab tersebut. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. internet. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 6. nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang.Sebelum memulai proses belajar mengajar. 20. Indeks merupakan daftar kata-kata penting disertai nomor halaman kemunculan. Daftar Istilah Daftar Istilah disajikan di setiap bab yang merupakan kumpulan istilah-istilah yang dibahas di bab tersebut. Tugas dan kewenangan lembaga 3. iv Sosiologi SMA/MA Kelas X . 177 akomodasi 66. truk. penghubung kerabat B. kejaksaan. Penyebab perilaku menyimpang 8 Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 101. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. 109 fenomena sosial 4. Dalam sosiologi. Pada dasarnya. 19. 45 – 48. Tugas Perorangan Dalam setiap bab ada kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. 85. deviasi sosial 2. . kolusi. 67. 152. 32. 17. 103 H hipotesa 10 angket applied science arbitration B BAP 167. 10. 7. Sumber: Gatra. . 68. . 144. 27 November 2004 4. – 66. 109 folkways 48. televisi. 2. 62. 59. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. presiden. 10. 1 NILAI DAN NORMA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Menjelaskan nilai dan norma. Misalnya.

................................................................................................................. iii iv BAB 1 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN 2 3 10 16 18 23 32 34 Peta Konsep ....... Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial Di Lingkungan Setempat .......................................................................... Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realita Sosial Budaya .............................................. Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode ............................................. dan Organisasi Sosial ............................... Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial .... Rangkuman ........................ Nilai Sosial ..... Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya ........................................................................................................................ A................................................................................. Bentuk-bentuk Interaksi yang Mendorong Terciptanya Lembaga.................................. A...... C................................... Kelompok.............. Uji Kompetensi .............. C.............................. D.................................................................................................................. Uji Kompetensi ..............Kata Pengantar .. B........................ BAB 2 NILAI DAN NORMA SOSIAL 40 41 41 45 53 54 Peta Konsep ... A................................................................................................... Nilai dan Norma Sosial .. BAB 3 INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL 60 61 64 69 Peta Konsep . Norma Sosial ........ Daftar Isi v ................... E........................................................................ Rangkuman ........................................ B............................................... B........................................................................................................... Apakah Keunggulan Buku Ini? ...... Konsep-konsep Dasar Dalam Sosiologi ......................................................................................................................................................................................... C.......... Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi ...

..........................................................................................D Proses Pembentukan Lembaga........................................................................................................ Peranan Nilai dan Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi .................................................................................................................................................................. Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial.............................. Uji Kompetensi ........................ vi Sosiologi SMA/MA Kelas X ........................ dan Organisasi Sosial ................................................................................. D................................................ Kelompok...................................................... E.............. SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN 74 76 84 88 90 BAB 4 Peta Konsep ..................................... Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan ...................................... C.................................... BAB 6 ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT 160 161 161 165 168 173 175 179 185 187 Peta Konsep ................. Rangkuman ................................................................................................................................................................................. Uji Kompetensi .......................................................................................... A..................... Daftar Pustaka .................... Uji Kompetensi ................................................................................................................................. Interaksi Sosial dan Keteraturan Sosial ................. Perilaku Menyimpang .......... Terjadinya Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna ..................................... B. D.......................................... Pentingnya Pengendalian Sosial .................... Rangkuman ......................... Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian ... Rangkuman ................................................. B.......................................................... Proses Sosialisasi ...................................................................................... Daftar Istilah ... Penanggulangan Terhadap Perilaku Menyimpang ............... Rangkuman ............... Faktor-faktor Penyebab Perubahan dan Dinamika Sosial ............................................. C................................................................................................. A....... A......................... Akibat-akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial ............................ C... Cara-cara Pengendalian Sosial .................. Uji Kompetensi ........................................................... F............................. 96 97 108 114 122 127 128 BAB 5 PERILAKU MENYIMPANG 134 135 139 147 152 154 Peta Konsep ............................. B..................................... Indeks .....

Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial. karena sosiologi memberikan banyak wawasan dan kajian tentang hubungan masyarakat dan lingkungan. kita selalu terikat dengan orang lain untuk melakukan berbagai macam bentuk kerja sama di berbagai segi kehidupan. sehingga kita dapat menjalankan misi pribadi kita masing-masing. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 1 . Sumber: Koleksi editor T ahukah kalian mengapa sosiologi kita pelajari? Sebagai warga masyarakat. kita memerlukan banyak wawasan tentang bagaimana menjalani dan membina hubungan sosial dalam masyarakat. Penjabaran wawasan-wawasan tersebut dalam praktik kehidupan sehari-hari akan diuraikan pada bab berikut.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI HUBUNGAN MASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode. kita harus memahami tata cara dalam pergaulan agar kita dapat diterima sebagai warga masyarakat yang baik. kita perlu mempelajari sosiologi. Dengan demikian. Untuk mendapatkan jawabannya. Dalam melakukan hubunganhubungan sosial. Mengidentifikasi data tentang realita sosial masyarakat.

Pengertian sosiologi Hakikat sosiologi Karakteristik Sosiologi Metode dalam sosiologi Ruang lingkup Observasi Angket Observasi partisipan Wawancara Tujuan pembentukan sosiologi SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Komparasi Histori Kepustakaan Dokumentasi Analisis media massa Konsep dasar dalam sosiologi Konsep-konsep tentang realitas sosial Hubungan antarberbagai konsep tentang realitas sosial 2 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

c. maupun peradaban. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian tentang perilaku sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat yang penjabarannya meliputi bentuk-bentuk penyesuaian perilaku terhadap norma dalam berbagai bentuk perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. Sebagai salah satu pegangan tentang pengertian sosiologi. Artinya. b. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 3 . termasuk perubahan sosial.A. Sorokin Mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. Objek kajian sosiologi ini senantiasa bersifat aktual karena masyarakat terus-menerus mengalami proses sosial termasuk perubahan-perubahan dalam struktur dan pola interaksinya. sosiologi sebagai metode artinya sosiologi dapat dipergunakan sebagai salah satu cara atau perantara dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang ada di dalam masyarakat. sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi. 3. Metode-Metode Sosiologi Untuk melakukan suatu aktivitas diperlukan cara-cara yang lebih ringkas dan efisien agar tujuan tercapai. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial. Auguste Comte Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. 2. Pitirim A. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam sosial. kalian perlu mengetahui pendapat dari tiga tokoh sosiologi berikut ini. juga keluarga dan moral. Pengertian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang relatif baru mungkin agak sulit untuk didefinisikan bagi kalian yang masih relatif baru mempelajari sosiologi. Dengan demikian. a. misalnya gejala ekonomi dan agama. lembaga-lembaga. Cara-cara ini dikenal dengan metode. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial. Metode dalam konteks pengetahuan adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE 1.

bentuk kebudayaan. sosiologi pun sedikit banyak memiliki data-data mengenai karakter sosial budaya dari tiap-tiap masyarakat yang berbeda-beda. Perencanaan Pembangunan Kebijaksanaan Pembangunan Data Sosial dan Budaya Metode Sosiologi dan Antropologi Metode Sosiologi dan Antropologi Suku Bangsa A Suku Bangsa B Suku Bangsa C Bagan 1. sejarah pertumbuhannya.sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai objek kajian mengenai perilaku sosial serta budaya yang ada dalam satu masyarakat. Sebaliknya. Artinya. Sosiologi dan antropologi dapat pula berfungsi sebagai bejana yang menjadi sarana sosialisasi suatu program pemerintah di dalam masyarakat. metode antropologi juga berguna sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat. Selain sosiologi. sosiologi dan antropologi menjadi kail untuk memperoleh data-data sosial budaya dari dalam masyarakat. 4 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dapat diperoleh melalui data-data yang terhimpun di dalam sosiologi dan antropologi. Sebagai contoh. ketika pemerintah melalui kegiatan pembangunan ingin memperoleh data mengenai berbagai macam fenomena sosial budaya dari suatu masyarakat.1 Bagan Peranan Metode Sosiologi dan Antropologi dalam Proses Pembangunan Bangsa. Antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaannya di masa lampau dan masa sekarang. serta lenyapnya suatu masyarakat dan kebudayaannya. ilmu lain yang juga mempelajari manusia adalah antropologi. Ini berarti. melalui sosiologi dan antropologi kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat disosialisasikan ke dalam setiap masyarakat yang bercorak kesukuan dengan metode dan pendekatan secara sosiologis dan antropologis. Dengan begitu.

Metode-metode yang sering dipergunakan di dalam sosiologi dan antropologi antara lain: a. metode interview secara spesifik memerlukan seorang pewawancara yang mumpuni dan memenuhi kriteria sebagai berikut. Metode ini mempunyai kelebihan bahwa data-data sosial budaya yang diinginkan dapat diperoleh secara luas dan dalam melalui pertanyaan secara lisan dari hati ke hati antara pewawancara dan responden. Cakap. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 5 . Akan tetapi. 29 September – 05 Oktober 2003 Gambar 1.1 Wawancara merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data guna mendukung penelitian yang dilakukan. jelaslah metode sosiologi dan antropologi sebagai suatu kesatuan dan dapat dipergunakan oleh pemerintah atau pun lembaga nonpemerintah yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber: Pilars.Menurut bagan di atas. serta memiliki keterampilan untuk menggali alternatif-alternatif jawaban yang lebih dalam dan rinci dari responden. artinya seorang pewawancara harus benar-benar menguasai permasalahan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Metode Wawancara (Interview) Pada hakikatnya. peneliti mewawancarai responden yang telah ditetapkan sebagai sampel untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian tersebut. Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep dalam studi sosiologi dan antropologi dapat menjadi cara untuk memasukkan program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat. metode wawancara adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya.

atau kepentingan tertentu. peneliti akan memperoleh data sosial budaya secara detail karena tidak sekadar melihat dan bertanya. Yang dimaksud dengan metode observasi partisipan adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial yang di dalam pelaksanaannya. data yang diperoleh objektif. Tujuannya agar responden dapat secara bebas untuk menyampaikan alternatif jawabannya secara objektif kepada pewawancara. Dengan demikian. c. data yang diperoleh akurat. peneliti hidup bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif panjang. dan berpenampilan baik. melainkan mengalami sendiri dalam setiap kegiatan. Metode Observasi Langsung Metode observasi langsung sering disebut metode yang mudah dan murah. Dengan demikian. b. peneliti telah membuat check list yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut agar dapat memberi dasar penelitian yang tepat. Sikap yang fleksibel membuat responden tidak merasa tertekan dalam menyampaikan jawaban-jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan. Penerapan metode ini memerlukan suatu keberanian 6 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Untuk memperoleh data yang akurat. metode ini sangat gampang pelaksanaannya dan memerlukan biaya yang relatif sedikit sehingga hampir setiap orang dengan mudah dapat melakukannya. politik. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip keilmuan. ideologis. artinya seorang pewawancara harus menyenangkan. Fleksibel. artinya pewawancara harus dapat mencegah masuknya pendapatpendapat pribadi ke dalam penelitian dengan tetap menjaga objektifitas berdasarkan fakta yang benar-benar ada di lapangan. maka peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang disebut check list (daftar untuk mengecek apakah objek yang diamati memiliki kualifikasi sebagaimana yang ada di dalam daftar).Ramah. artinya seorang pewawancara harus luwes dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dari masing-masing pribadi responden. metode observasi langsung adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya memungkinkan peneliti dapat secara langsung mengamati kondisi objek yang diteliti. Contoh: peneliti yang mengobservasi 5 ruangan kelas belajar dalam suatu lomba kebersihan. Objektif. Konsisten. Artinya. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada fakta yang ada. tidak menakutkan. Pada hakikatnya. Metode Observasi Partisipan Metode observasi partisipan mempunyai potensi yang lebih untuk mendapatkan data yang sangat detail walaupun harus menanggung konsekuensi dan tantangan yang amat berat. Dengan demikian. tidak berubah-ubah oleh pengaruh-pengaruh ekonomis.

Respondennya harus merupakan masyarakat yang cakap. Keadaan seperti ini akan membuat penelitian menjadi fatal. Tetapi metode ini akan gagal total apabila respondennya adalah masyarakat primitif atau masyarakat pedesaan yang basis pendidikannya relatif rendah. Akan tetapi hasilnya. Dengan demikian. dan detail sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Koresponden harus terlebih dahulu mengetahui identitas dari responden yang akan ditetapkan sebagai subjek penelitiannya. Pieter Carlos dapat memotret macam-macam kegiatan. peneliti akan dapat menghimpun data sosial budaya dengan tepat. d.dan pengorbanan dari peneliti itu sendiri. 100. padat. Metode angket adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial di mana dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini. dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami. maka metode angket sangat tepat untuk digunakan. Dalam jangka yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 hari). artinya memiliki basis kependidikan yang cukup. mengikuti semua aktivitas. Agar data sosial budaya yang terhimpun melalui metode angket ini tetap memiliki objektifitas yang tinggi. Hal ini sangat penting agar proses Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 7 . lengkap. diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut. seorang peneliti dapat memperoleh data dalam jumlah yang amat sangat besar. Sambil menjalani aktivitas hariannya.000 responden telah mengirim kembali angket tersebut ke alamat yang telah ditentukan dengan perangko pengiriman yang ada di dalam amplop daftar pertanyaan tersebut. mereka pun memiliki kesadaran ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket tersebut. Pertanyaan harus singkat. seorang peneliti dari Jerman bernama Pieter Carlos meneliti kehidupan sosial budaya suku Asmat dan suku Dani di pedalaman Papua. bahkan mengikuti setiap perilaku sosial harian yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dan Dani. tenaga. peneliti mengirim daftar pertanyaan kepada seratus ribu responden yang alamatnya telah diketahui sebelumnya dan memberikan perangko pengiriman kembali jawabanjawaban angket kepada penelitinya. Jawaban yang disampaikan pun merupakan jawaban-jawaban yang memiliki tingkat akurasi yang rendah. Misalnya. karena penuh tantangan yang terkadang akan membawa ongkos pemikiran. bahkan nyawa. Metode Angket Apabila penelitian mempunyai jangkauan responden yang amat besar dan respondennya berupa masyarakat-masyarakat yang relatif maju. Pieter Carlos datang sendiri ke lokasi dan selama enam tahun dia hidup bersama-sama dan menyatu dengan masyarakat Asmat dan masyarakat Dani. Satu hal yang merupakan kelebihan dari metode ini adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat. peneliti menyampaikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut.

mengukur 8 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dalam pelaksanaannya. seorang peneliti dapat menggunakan metode komparasi. Metode Komparasi Untuk mendapatkan data tentang perbedaan atau persamaan dari dua fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat. Yang menjadi masalah adalah kepandaian peneliti untuk mencari buku-buku yang relevan yang dapat dipakai sebagai sumber data dalam penelitian. Metode komparasi digunakan oleh peneliti apabila bentuk penelitiannya mengandung kepentingan untuk membandingkan sesuatu yang sama dengan tempat dan kurun waktu yang berbeda. maka seorang peneliti lebih tepat menggunakan metode pengukuran langsung. metode ini memerlukan suatu ketekunan dan ketelitian. Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode yang penelitiannya lebih banyak memerlukan data-data dokumenter atau pendapat-pendapat dari para ahli tentang suatu fenomena sosial tertentu dalam masyarakat. yaitu dengan membandingkan dua hal yang sama dengan lokasi atau waktu yang berbeda. tenaga. Kelebihan metode ini adalah memperoleh banyak sumber tanpa mengalami banyak biaya. serta benda-benda peninggalan yang akan dipergunakan sebagai sumber data dalam penelitian.pengiriman angket dapat dilakukan secara benar dan serentak dalam waktu yang relatif singkat. Yang dimaksud dengan metode komparasi adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial. Cara pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data atau keterangan-keterangan yang ada di dalam literatur yang ada di perpustakaan. menghitung orang. peneliti akan memperoleh persamaan dan perbedaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menganalisis dan mengkorelasikan fakta atau kejadian secara ilmiah sesuai dengan kepentingan penelitian. Metode komparasi bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari dua hal. g. yaitu dengan mengungkap dan menghimpun keterangan-keterangan. Metode Pengukuran Langsung Penelitian kuantitatif dilakukan dengan perhitungan angka-angka. Metode ini sangat objektif karena data-data yang diperoleh merupakan data primer. Misalnya. f. Metode Penelusuran Sejarah (History) Metode history atau metode penelusuran sejarah merupakan metode pengumpulan data dengan cara menelusuri sejarah melalui dokumen-dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sumber keterangan mengenai berbagai macam kejadian di masa lampau. Dengan demikian. Pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan cara menghitung atau mengukur sendiri data-data yang diperlukan dalam penelitian. e. dan waktu. h.

atau badan-badan informasi. mengukur kedalaman air. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah bahwa pengambilan dokumen harus sesuai dengan data yang diperlukan dan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. Para kolektor tersebut adalah kepala desa. Melalui metode komparasi inilah. Lalu. Oleh karena itu. Melalui metode ini. sumber penelitian dapat berupa data-data yang diambil dari arsip-arsip atau dokumen yang dihimpun oleh kolektor. tekanan. dan lain-lain. seorang peneliti dapat menggunakan metode dokumenter. i. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan.panjang dan lebar tanah. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 . j. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. dan lain-lain. dokumen kejadian hukum. kelembaban. Pertanyaan: 1. menghitung suhu udara. dokumen kepegawaian. pimpinan instansi. termasuk Badan Pusat Statistik. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. bangunan. Metode Dokumenter Apabila suatu penelitian lebih banyak memerlukan data-data pendukung yang berupa dokumen-dokumen seperti dokumen pemasaran. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan mengambil dari dokumen-dokumen yang dihimpun oleh kolektor dinamakan metode dokumenter. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. Data yang diperoleh melalui metode ini merupakan data sekunder. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. Pada hakikatnya. menghitung jumlah ternak. seorang peneliti akan mengeluarkan banyak pengorbanan yang terkadang penuh dengan resiko. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda.

latar belakang pendidikan. Untuk mengkaji lebih jauh mengenai materi-materi yang menjadi substansi dalam kajian sosiologi dan antropologi. Sebutkan kelemahan-kelemahan dari metode komparasi! 3. norma dan nilai. 10 Sosiologi SMA/MA Kelas X . KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI Pengertian dari konsep-konsep dasar adalah konsep-konsep pokok yang akan menjadi bahan kajian di dalam sosiologi maupun dalam antropologi. unsur-unsur pokok masyarakat meliputi hal-hal berikut. akan dijabarkan melalui konsep-konsep tentang realitas sosial budaya serta korelasinya satu dengan yang lain pada uraian berikut ini. yang dimaksud dengan masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. dan masih banyak lagi. kepribadian. Masyarakat Istilah masyarakat dalam bahasa sehari-hari sering kita artikan sebagai himpunan orang-orang dalam satuan wilayah tertentu. Pada hakikatnya. B. Sosiologi dan antropologi merupakan himpunan pengetahuanpengetahuan mengenai perilaku sosial serta mengenai keanekaragaman makhluk manusia dan budayanya. Apa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode komparasi? 4. kebutuhan hidup manusia. Jelaslah bahwa setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma tertentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. dan lain-lain. Adapun konsep-konsep yang mendasar dalam sosiologi dan antropologi antara lain sebagai berikut. 1. Konsep-konsep dasar itu meliputi tentang masyarakat. kebudayaan. jenis kelamin. Adanya individu-individu yang cenderung bersifat heterogen dalam berbagai hal seperti usia. perilaku menyimpang. a. latar belakang sosial ekonomi. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi dan antropologi mempunyai kekhususan yang berbeda antara lain sosiologi lebih menekankan pada konsep perilaku sosial. sedangkan antropologi lebih terfokus pada konsep keanekaragaman makhluk dan budaya manusia. Jadi.2. interaksi sosial. pengendalian sosial. Menurutmu hal-hal apa saja yang dapat dibandingkan dari kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu? Ilmu pengetahuan merupakan himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis. perubahan sosial.

Untuk kontak selanjutnya akan berbentuk aksi dan reaksi. politik. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 11 . Aktivitas aksi. yaitu suatu aktivitas yang mendorong pada seseorang untuk memberikan respon atau tanggapan. suara. aktivitas aksi. dan lain-lain. dan aktivitas reaksi. Interaksi Sosial Di satu sisi. tanggapan. interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dan individu. Dalam arti lain. Dalam suatu interaksi sosial. penampilan. Adanya daerah atau areal dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama. terdapat 4 subkomponen yang dapat mendukung terwujudnya suatu interaksi sosial. dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dan kelompok individu yang lain. seluruh masyarakat di dunia ini merupakan suatu masyarakat dengan tata pergaulan yang amat sangat kompleks dan tidak pernah berhenti dalam berbagai aktivitas. Dalam arti luas. baik stimulan yang pasif maupun stimulan yang aktif.Adanya hubungan timbal balik yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat tanpa henti-hentinya dan meliputi berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang ideologi. identifikasi. dan berbagai macam pendapat atau ucapan. Adanya sistem norma tertentu yang berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Aktivitas ini akan mengakibatkan adanya tanggapan dari pihak yang lain. Stimulan ini dapat berupa perilaku. sosial budaya. b. Tanggapan (respon). Komponen-komponen itu adalah rangsangan. di mana suatu perbuatan dilakukan hendaknya berpedoman pada sistem tata nilai yang ada di tempat itu. sugesti. antara individu dan kelompok individu. yaitu aktivitas permulaan yang menjadi penyebab munculnya interaksi sosial. Dengan adanya stimulan dan respon. Rangsangan (stimulan). baik dari pihak pertama maupun dari pihak kedua dalam suatu interaksi sosial. suatu kontak sosial sesungguhnya telah terjadi.” Artinya. yaitu suatu aktivitas yang muncul karena adanya stimulan. interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. Interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai suatu masyarakat dengan ketentuan ”di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Ini terjadi karena setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda walaupun secara universal tata nilai ini hampir sama. ekonomi. dan dalam bidang pertahanan dan keamanan. empati. Wilayah ini dapat berupa areal yang sempit maupun dalam satuan areal yang amat sangat luas. Aksi ini dapat dipengaruhi oleh banyak dorongan seperti simpati. Norma-norma sosial ini bersumber dari sistem tata nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut.

1. dan kebutuhan perumahan. seorang individu akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan. Kebutuhan hidup ini terdiri atas tiga macam. Kebutuhan ini muncul 12 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kebutuhan Hidup Kebutuhan hidup adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan serta mengembangkan kehidupannya. c. Proses sosialisasi ini merupakan proses belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. Kebutuhan mendasar ini meliputi kebutuhan makan. maka orang akan mati. Dengan demikian. seorang individu dapat berhasil dalam setiap usahanya di tengah-tengah masyarakat sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya pada masyarakat tersebut. d. Reaksi ini merupakan umpan balik atas perilaku-perilaku yang dilakukan oleh pihak pertama. kalian tunjukkan adanya proses sosialisasi. nilai-nilai. Melalui proses sosialisasi. Kebutuhan ini merupakan suatu perwujudan dari manusia sebagai makhluk hidup. Coba praktikkan di depan kelas bersama teman sebangkumu bagaimana kalian berinteraksi! Di dalam interaksi tersebut. yaitu suatu aktivitas tanggapan yang muncul setelah adanya aksi dari pihak pertama. Berikan 3 contoh konsep dasar dalam sosiologi dan 3 konsep dasar dalam antropologi! 3. Proses sosialisasi bagi seorang individu berlangsung sejak lahir hingga sepanjang hayatnya.Aktivitas reaksi. sebagai makhluk sosial. Sosialisasi Pada hakikatnya. Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi? 2. sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. Sebutkan unsur-unsur dalam masyarakat! 4. dan sebagai makhluk yang memiliki akal budi. dan normanorma yang akan membekali individu tersebut dalam proses pergaulan. (1) Kebutuhan mendasar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi. minum. yaitu sebagai berikut.

Kebutuhan sosial mencakup kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. lapisan masyarakat bawah akan kesulitan melakukan pemenuhan kebutuhan pokoknya. kebutuhan pendidikan. keimanan dan ketakwaan. Manakala ego setiap orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum. yaitu sebagai berikut. pakaian. perumahan. Adanya resesi dan depresi ekonomi. Pada hakikatnya. Kepribadian Setiap manusia mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang tidak akan sama antara manusia yang satu dan manusia yang lain. dan lain-lain. perilaku menyimpang merupakan bentuk-bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. kebutuhan untuk menjalankan kepentingan bersama. maka yang terjadi adalah benturan kepentingan antarindividu. e. (3) Kebutuhan integratif adalah kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. f. dan lain-lain. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku-perilaku yang menyimpang. minum. tutur kata. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. Perilaku menyimpang dapat bersumber dari banyak hal. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepribadian ini merupakan gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari. Agar tetap hidup. Perilaku Menyimpang Setiap orang mempunyai ego masing-masing. tanggung jawab. Apabila dalam masyarakat terjadi resesi dan depresi ekonomi. Akibatnya perilaku warga masyarakat Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 13 . perangai. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). prakarsa. persepsi. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal antara lain sebagai berikut. dan lain-lain. maka manusia perlu makan. (2) Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. sikap atau perilaku. dan lain sebagainya untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa. istirahat.sebagai hakikat manusia sebagai makhluk hidup. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. Padahal kebutuhan ini harus dipenuhi dan kalau tidak maka mereka akan mati. kegemaran.

Berbeda dengan cara compulsion 14 Sosiologi SMA/MA Kelas X . guru kepada muridnya. Hal ini dapat terjadi karena norma yang ada tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan sekarang. g. Pengendalian Sosial Semua usaha yang dilakukan oleh warga masyarakat agar warganya dapat berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dinamakan pengendalian sosial. Dalam pelaksanaan pengendalian sosial diperlukan banyak hal antara lain norma. Compulsion merupakan teknik pengendalian sosial yang diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah sikapnya yang menyimpang dan secara tidak lansung kembali patuh pada nilai dan norma. orang terdorong untuk melakukan penjarahan terhadap harta benda milik orang lain. lembaga atau institusi. represif. atau mungkin karena kualitas moral dari aparat para dan karena kurangnya personil. Pengendalian sosial bersifat preventif bertujuan untuk menghindari penyimpangan sedini mungkin. Adanya peperangan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang memburuk. Jika terjadi peperangan atau suasana kamtibmas yang memburuk. Lemahnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan penegakan hukum. Pengendalian sosial ada yang bersifat preventif. munculah perangkat untuk menciptakan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. serta peralatan yang diperlukan oleh aparat penegak hukum. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya bentukbentuk pelanggaran yang dilakukan oleh warga masyarakat. Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui dua teknik. perilaku menyimpang dapat terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau adanya proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang memang menyimpang. dan personil-personil penegak hukum. lembaga dan personil penegak hukum. Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. Secara umum. baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. yaitu compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian). Misalnya. Cara mengatasinya melalui peran pendidikan. kini makin banyak keluarga yang tidak memiliki eksistensi untuk menjalankan fungsinya. Gabungan dari keduanya dilaksanakan sebelum dan sesudah penyimpangan itu terjadi. sedangkan pengendalian sosial bersifat represif bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti semula. maupun gabungan dari keduanya. Terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam keadaan yang aman.lapisan bawah seringkali menjadi tidak sesuai dengan norma-norma yang ada sehingga terjadi perilaku yang menyimpang. maupun pemerintah kepada aparatur negaranya. Apabila pelaksanaan pengendalian sosial telah direalisasikan oleh akumulasi dari norma.

Ia mengatakan bahwa penelitian-penelitian tentang masyarakat telah sampai pada titik yang menggembirakan untuk memasuki perkembangan yang mengarah pada terbentuknya ilmu pengetahuan yang mempunyai objek mengenai masyarakat. Perubahan Sosial Budaya Makna dari perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya termasuk corak kebudayaannya. Satu diantaranya adalah Auguste Comte. Hal ini terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang ada dengan unsurunsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis pada abad ke-19. Dalam sejarah perkembangan sosiologi. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 15 .bolender. h. Kata sosiologi pada mulanya digunakan untuk menyebut studi tentang kemasyarakatan. Istilah sosiologi diambilnya dari kata socius bahasa Latin yang berarti kawan dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. terdapat banyak tokoh yang mempunyai andil besar. Auguste Comte kita kenal sebagai Bapak Sosiologi.com pada tahun 1839. yaitu tepatnya Sumber: www. Dengan demikian.yang dilakukan lewat paksaan. Auguste Comte memberikan nama pada ilmu pengetahuan tentang masyarakat dengan istilah Sosiologi. cara pervasion dilakukan dengan menyampaikan norma dan nilai secara berulang-ulang.

misalnya perubahan siang dan malam. perubahan komposisi penduduk. tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. Hal ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan pola aktivitas bagi manusia dalam masyarakat. misalnya perubahan jumlah penduduk. Dengan berubahnya struktur sosial. keadaan alam yang gersang dan letaknya yang terpencil. kemiskinan. sikap malas. nilai-nilai sosial itu dapat bergeser dan bahkan berubah untuk menyesuaikan keadaan dalam masyarakat. 2. Kemiskinan Kemiskinan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat yang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perekonomian orang-orang di sekitarnya. perubahan waktu. Hal ini juga dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. perubahan tingkat kepadatan. dan lain-lain. Jika nilai-nilai berubah. kondisi alam yang gersang. dan hasil-hasil perbuatan seperti benda-benda konkret. C.Perubahan situasi alam. Perubahan struktur sosial dan budaya. perubahan tingkat kelahiran. Kebodohan Kebodohan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu yang secara intelektual tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan intelektual masyarakat. Perubahan nilai dan sikap. perubahan tingkat kematian. peperangan. 3. perubahan iklim. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan di mana terdapat jurang perbedaan yang sangat jauh antara golongan masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin. musim. Walaupun nilai mempunyai kecenderungan yang tetap. Perubahan situasi kependudukan. dan tanah longsor. Kebodohan dapat terjadi juga oleh faktor penjajahan. seringkali merubah struktur budaya yang berupa pola aktivitas. penjajahan. resesi dan depresi. sikap malas. peperangan. banjir. Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang akan diperangi oleh semua bangsa melalui proses pembangunan dan modernisasi. kebijakan. maka akan mengakibatkan sikap dan perilaku orang juga mengalami perubahan-perubahan. dan lain-lain. 16 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Yang dimaksud di sini adalah perubahan susunan orang-orang dalam masyarakat beserta dengan pola aktivitasnya dan hasil-hasil aktivitas tersebut dalam bentuk artefak. termasuk perubahan-perubahan alam yang bersifat temporer seperti gempa bumi. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kebodohan. dan lain-lain. KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA 1.

Hal ini bahkan dapat diikuti dengan kecenderungan untuk menindas atau memperlakukan seseorang dengan tidak wajar. Akibatnya muncul kerusakan-kerusakan yang bersumber dari rendahnya peradaban masyarakat pemakai yang tidak sesuai dengan peradaban masyarakat pembuatnya. penggunaan spion.Kesenjangan sosial memang merupakan suatu fenomena sosial yang tidak dapat diingkari. Adapun dampak negatif dari kesenjangan sosial itu sendiri dapat terlihat dari hal-hal di bawah ini. hal tersebut pasti terjadi pada setiap masyarakat. Masalah timbul ketika di antara mereka mampu membeli sepeda motor. 4. keadaan ini juga tidak menguntungkan karena dapat menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. merawat mesin. Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kesenjangan kebudayaan adalah suatu perbedaan perkembangan budaya antara subkebudayaan yang satu dan subkebudayaan yang lain. Secara sosiologis. Sebagai contoh pada masyarakat-masyarakat primitif yang belum memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sepeda motor. Misalnya. Contoh nyata berkaitan dengan asal-usul manusia yang menurut versi kitab suci berbeda dengan ilmu pengetahuan (antropologi fisik). indikator bahan bakar. namun tidak dapat menggunakan indikator-indikator yang ada pada kendaraan bermotor (indikator oli habis. Menimbulkan kecemburuan sosial Pada hakikatnya. kesenjangan sosial sedapat mungkin harus dicegah karena mempunyai dampak negatif yang kurang menguntungkan situasi dalam masyarakat itu sendiri. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 17 . Selanjutnya. Kesenjangan kebudayaan dapat berupa kesenjangan perkembangan budaya di lingkungan budaya produsen dan lingkungan budaya konsumen. kecemburuan sosial merupakan sikap iri dan sinis terhadap pihak lain. b. Menimbulkan sikap penindasan Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin sering kali menimbulkan kecenderungan dari golongan kaya untuk mengabaikan atau meremehkan golongan miskin. antara subkebudayaan material dan subkebudayaan spiritual. kecemburuan sosial dari golongan ekonomi bawah terhadap golongan ekonomi atas sebagai akibat adanya perbedaan kekayaan dan pendapatan yang sangat mencolok. Artinya. kecemburuan sosial ini akan membentuk jurang pemisah (gap) dan seringkali menjadi sumber konflik yang berakibat pada pertikaian golongan ekonomi lemah dan golongan ekonomi kaya. a. Misalnya. dan sebagainya). Tetapi di sisi lain.

penganugerahan gelar. Yang pasti lain kedudukan. Setiap individu seringkali memiliki status sosial lebih dari satu. Misalnya. Kita mengenal tiga macam status. Kedudukan semacam ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang susunannya dikuasai oleh kaum bangsawan (feodal) atau dalam masyarakat yang terbagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan rasial. yaitu berasarkan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan rambut. Kedudukan sosial (status sosial) adalah posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. ia memiliki peran yang bermacammacam yang dapat mengakibatkan konflik peran (conflict of rule) dan konflik status (conflict of status). a. Ascribed status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya proses sosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat.5. c. atau jabatan kehormatan. lain pula peranan yang diharapkan dari masing-masing status tersebut. sedangkan peran sosial adalah aktivitas yang diharapkan berdasarkan status tersebut. artinya kedudukan itu diperoleh bukan karena kelahiran atau keturunan. yaitu masyarakat terbuka yang tidak dikuasai golongan apapun dan tidak tergantung pada perbedaan rasial. dan achieved status. Status sosial seperti ini misalnya berupa kenaikan pangkat. dalam setiap keluarga. D. yaitu karena keturunan atau kelahiran. Misalnya. HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitas masyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial. hakim. anak seorang petani karena bersekolah sampai ke perguruan tinggi berhasil menjadi dokter. laki-lakilah yang akan selalu menjadi kepala rumah tangga walaupun bukan lahir dari keturunan bangsawan. b. secara langsung juga dapat dijumpai pada masyarakat biasa. ascribed status. Dengan demikian. Kedudukan dan Peran Setiap orang mempunyai kedudukan sosial dan sekaligus menuntut adanya peran sosial berdasarkan kedudukan itu. Assigned status adalah status yang lebih tinggi yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang karena dianggap telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat. Contoh status semacam ini dapat dijumpai dalam kesultanan di Yogyakarta. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usahausaha yang disengaja. atau apa saja yang mendapat penghormatan lebih tinggi di masyarakat. Dalam hubunganhubungan tersebut. yaitu assigned status. Kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen sosial 18 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

orang ini akan tertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain. memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa. Sementara dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan. kemiskinan menyebabkan kebodohan. Mei 2004 Gambar 1. selanjutnya kebodohan kembali menyebabkan kembali kemiskinan. Akibatnya. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 19 . Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerak dan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain.2 Golongan pekerja buruh yang bekerja di berbagai sektor kehidupan termasuk kelompok miskin. Sumber: Trubus. melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa kebutuhan makan dan minum. meningkatkan mutu pendidikan. dan mengkoordinasikan pemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa). 1. Kemiskinan merupakan suatu keadaan seseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya. Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upayaupaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Kemiskinan dan Kebodohan Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitan timbal balik. Salah satu akibat dari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. Artinya. memberikan bantuan modal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah.budaya.

pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memiliki produktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut. karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidup seorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism). Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis. yaitu yang kaya makin kaya. Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikir irasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern.2. Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. 20 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannya dalam tata pergaulan masyarakat tersebut. seorang individu akan mendapatkan banyak hal antara lain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalam masyarakat. pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. Akibatnya yang terjadi di dalam masyarakat adalah kesenjangan makin tinggi. 3. pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu). Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentuk kepribadian seseorang. Setiap orang mempunyai lebih dari satu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda. seorang individu akan mengetahui banyak hal yang ada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut. Proses modernisasi dapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosial antara lain sebagai berikut. Kedudukan dan Peran Sosial Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. seorang individu akan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. Melalui kedudukan inilah. Melalui proses sosialisasi. Sosialisasi dan Kepribadian Melalui proses sosialiasi. 4. serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya. Hal ini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebih tinggi. pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemari oleh masyarakat. sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin.

Masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 21 . maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking). Proses ini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru. Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguh merupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain. Selanjutnya. hal tersebut dapat menaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing).2 Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatu sistem. Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat. kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengembangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu. 5. Melalui proses pergaulan hidup inilah. kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan. Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antar Warga Masyarakat Masyarakat Sistem Kebudayaan Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan 1. masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnya akan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup. Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkan kedudukan yang diembannya. 6.Dalam menjalankan kedudukannya. seseorang harus berlandaskan pada nilainilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal. Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik. Selanjutnya.

Pada masyarakat primitif. Usaha inilah yang dinamakan pengendalian sosial. pada masyarakat modern. orang-orang yang berkompeten dalam masyarakat tersebut mulai mencari solusi sosial untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. Materi-materi pelajaran sosiologi dan antropologi memang banyak persamaannya. Keadaan inilah yang akan menyuburkan lahirnya nilai-nilai baru yang akan mendorong pengadaan norma-norma sebagai aplikasinya. Untuk menciptakan kondisi seperti ini. Dengan pranata sosial yang efektif. Selanjutnya. dan personil-personil pelaksana ketertiban sosial. Adanya perilaku menyimpang mengakibatkan keseimbangan dalam masyarakat terancam. Demikianlah terjadi suatu korelasi sebab akibat antara perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam suatu masyarakat. tingkat perilaku menyimpang akan mengalami penurunan. lembaga sosial sebagai wadah. tetapi masing-masing mempunyai kekhususan dalam objek kajiannya. dengan menurunnya perilaku menyimpang. Nilai dan norma mempunyai korelasi untuk membentuk dan mewujudkan pranata sosial yang efektif.ekonomi. Sebaliknya. tercipta suatu tertib sosial di dalam masyarakat. ekonomi. diperlukan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang disebut pranata sosial. bentuk kehidupan tidak lagi kooperatif. pengendalian sosial lebih mudah dilaksanakan karena warganya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan belum tercemar oleh motifmotif politik. diskusikan dengan teman-temanmu. apa perbedaan yang mencolok dari kajian sosiologi dan antropologi? 22 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pengendalian sosial yang dilakukan pun menjadi berkurang. Dengan pengendalian sosial yang efektif. atau pun pengaruh media massa sehingga pengendalian sosial dapat dilakukan secara tradisional dan sederhana. melainkan sangat kompetitif sehingga perilaku menyimpang relatif lebih banyak terjadi. Oleh sebab itu. Norma. dan Pranata Sosial Setiap masyarakat menginginkan adanya keteraturan sosial. Nilai. kapasitas dan intensitas pengendalian sosial harus ditingkatkan sehingga semua penyimpangan akan dapat dikurangi dan tidak mengganggu sistem ketertiban dalam masyarakat. 7. Pranata sosial terdiri atas norma dan nilai sebagai pedoman. Selanjutnya. Dengan demikian.

bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural sangat rawan terhadap konflik dan penuh dengan perubahan-perubahan yang terkadang sangat merugikan bagi perkembangan suatu bangsa. Menjadi objek penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang sangat berharga. kesenjangan sosial. Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural memiliki lebih banyak fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dikaji. Kondisi ini di satu pihak mendatangkan keuntungan. toleransi sosial) dan fenomena-fenomena lain yang negatif (konflik horizontal antarras. Masyarakat Indonesia dikenal pula sebagai masyarakat sedang berkembang yang mengalami proses perubahan struktur dari masyarakat tradisional yang agraris menuju masyarakat industri yang modern. Fenomena-fenomena ini sangat sensitif terjadi dalam masyarakat sebagai perwujudan dari masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Menjadi pesona yang tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan. baik yang positif maupun yang negatif. Letak Indonesia berada pada persilangan tansportasi laut kawasan dunia yang sangat ramai. 1. Banyak memiliki kekayaan budaya yang unik yang jarang dijumpai pada bangsa lain. meningkatnya kriminalitas. akulturasi kebudayaan. DATA SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS TENTANG FENOMENA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SETEMPAT Wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau besar dan kecil. meningkatnya kemiskinan. maupun antaragama). Keadaan ini telah mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Demoralisasi Demoralisasi merupakan suatu keadaan ketika kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. bentuk kehidupan yang semakin kompetitif sehingga banyak orang melakukan jalan pintas dengan mengabaikan prinsip-prinsip Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 23 . Fenomenafenomena sosial ini merupakan bentuk-bentuk kenisbian dari tata pergaulan masyarakat yang majemuk (misalnya asimilasi kebudayaan. Proses perubahan ini memunculkan banyak fenomena. Fenomenafenomena ini menjamur terjadi dalam masyarakat hampir di seluruh wilayah tanah air.E. Penyebabnya. Berikut ini adalah fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang sekaligus merupakan data-data sosiologis dan antropologis yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa. pemakaian obat-obat terlarang. antara lain sebagai berikut. antarsuku. sampai munculnya gaya-gaya hidup eksekutif yang mewah. Namun di sisi yang lain. perkawinan campur. Misalnya.

Meningkatnya konflik sosial vertikal maupun horizontal.3 Aparat keamanan yang tangguh diperlukan untuk memelihara stabilitas negara dari berbagai ancaman kerusuhan yang merusak keharmonisan bermasyarakat. 24 Sosiologi SMA/MA Kelas X . rakyat Papua.moral termasuk nilai-nilai keagamaan. Sebagai indikasi. Poso Sulawesi. pemerkosaan. Konflik vertikal misalnya perseteruan antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh. konflik antara etnis Thionghoa dan masyarakat pribumi. dan penjarahan-penjarahan. dan pembunuhan. Merebaknya isu terorisme yang mengancam keselamatan orang. konflik yang bernuansa agama seperti yang terjadi di Ambon. Medan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas sosial seperti pencurian. Konflik horizontal seperti konflik antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura. dan eks Timor-Timur. baik di tempattempat umum maupun di tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Jakarta. Sumber: Majalah Hidayatullah. Makasar. Oktober 2003 Gambar 1. dan Bali. perusakan. dan lain-lain. Meningkatnya unjuk rasa/demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhankerusuhan yang bersifat anarkis seperti pembakaran rumah. gejala demoralisasi melanda Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut. pembakaran fasilitas umum. perampokan.

yakni orang lebih baik membeli barang-barang produk kebutuhan sehari-hari daripada harus membuat sendiri. yaitu sebagai berikut. lainlain yang selanjutnya mengakibatkan sikap menempuh sesuatu melalui jalan pintas seperti korupsi. membuat manusia sangat mempercayai kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Makin terhimpitnya kesempatan manusia untuk mendalami nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat leluhur mengenai perilaku yang baik. Adanya sikap-sikap negatif seperti malas. Konsumerisme Konsumerisme merupakan pola pikir akibat berlangsungnya proses modernisasi. dan kehakiman yang belum mampu menuntaskan perkara-perkara pelanggaran hukum. kejaksaan. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesatnya serta terbukti dapat membantu semua pekerjaan manusia dengan tepat dan cepat. Sekularisme Sekularisme merupakan pola pikir yang lebih mendahulukan kepentingankepentingan yang bersifat keduniawian.Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia. Hal ini mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak lagi sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 25 . Euro. 2. orang akan berpaling dari nilai-nilai spiritual atau keagamaan. Menurunnya kualitas aparat penegak hukum seperti kepolisian. kolusi. tidak disiplin. 3. dan lain-lain. politik uang. manipulasi. Semua ini terjadi karena proses modernisasi telah berhasil memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan banyak pilihan. Akibatnya. boros. dan lainlain. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. baik perdata maupun pidana. orang menjadi sangat konsumtif sehingga kadang-kadang menjadi malas dan boros. dan mudah didapat. Akibatnya. Adanya krisis ekonomi yaitu menurunnya nilai mata uang nasional terhadap nilai mata uang asing yang dijadikan pedoman seperti Dollar Amerika. Menurunnya kewibawaan pemerintah yaitu dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. Pola pikir ini sebagai dampak dari proses rasionalisasi dan modernisasi. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aneka macam kegiatan manusia yang bersifat duniawi sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. apatis dan. murah harganya. Yen. nepotisme.

4. Gejala Demokratisasi
Dengan meluasnya paham demokrasi, maka masyarakat penganut paham demokrasi terus-menerus meningkatkan kadar demokrasinya dalam berbagai segi kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan gejala demokratisasi. Sejak Indonesia melaksanakan reformasi pada tahun 1998, maka terjadilah perombakan-perombakan pada sistem pemerintahan yang mengarah pada peningkatan kadar demokrasi, antara lain sebagai berikut. Pemilihan presiden secara langsung. Pemisahan kepolisian dari TNI. Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemilihan Umum yang tidak hanya memilih partai, melainkan memilih para wakil rakyat yang berkualitas.

5. Munculnya Fenomena Otonomi Daerah
Era otonomi daerah merupakan upaya pengembangan pilar demokrasi yang mula-mula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Tujuannya untuk memperbaiki rantai pemenuhan kepentingan rakyat secara langsung melalui pemerintah pusat, tetapi cukup melalui pemerintah daerah masing-masing. Pengertian otonomi daerah adalah suatu sistem pendistribusian dan pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, baik pemerintah daerah di tingkat I maupun pemerintah daerah di tingkat II. Faktorfaktor yang mendorong lahirnya gagasan otonomi daerah adalah sebagai berikut. Dorongan masyarakat daerah untuk mengelola sumber-sumber alam yang berada di wilayahnya masing-masing. Dorongan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensi daerah secara lebih leluasa dan tidak tergantung oleh pemerintah pusat. Untuk memperkuat pilar hak-hak asasi manusia dengan mengurangi otoritas yang dipegang oleh negara melalui pemerintah pusat. Munculnya fenomena sosial dalam bentuk otonomi daerah bermakna positif dan negatif. Sisi positif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Meningkatnya kreativitas dan partisipasi daerah untuk mengembangkan wilayah masing-masing. Menjadi sederhananya rantai pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak lagi melalui jalur yang sangat panjang dengan tergantung pada pemerintah pusat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat daerah tanpa mengabaikan pendapatan pemerintah pusat. Dorongan untuk bersaing dalam arti yang positif dari masing-masing daerah untuk membawa masyarakatnya lebih maju dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya.
26
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Sisi negatif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Memunculkan dua kelompok yang bersifat kompetitif dan bahkan konflik di antara elit-elit pemerintahan di pusat dan elit-elit pemerintahan di daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang belum cakap menerima otonomi daerah sebagai suatu kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakatnya. Menurunnya kadar nasionalisme akibat dari lahirnya paham-paham etnosentrisme dan paham-paham teritorialisme akibat adanya kewenangan yang diberikan pada daerah termasuk putra-putra daerahnya. Dilihat dari kaca mata kepegawaian, otonomi daerah mempersulit pengembangan karir karena terhalang oleh mutasi-mutasi yang hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

6. Meningkatnya Angka Pengangguran
Sejak krisis ekonomi tahun 1998 yang ditandai dengan krisis politik dengan berakhirnya era Orde Baru, muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan banyak pengangguran. Selain krisis ekonomi juga ditandai dengan krisis moral, krisis kepemimpinan, dan bahkan krisis kepercayaan bangsa-bangsa asing kepada pemerintah Indonesia. Fenomena ini akan mengakibatkan banyak sekali kemunduran, yaitu dengan ditandai dengan menurunnya kegiatan sektor riil sehingga perampingan karyawan dan PHK besar-besaran terus berlanjut silih berganti antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.

Sumber: Kompas, Mei 2004

Gambar 1.4 Banyaknya peminat bursa tenaga kerja di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Mei 2004 m e n u n j u k k a n s e m a k i n b a n y a k n y a pengangguran di Indonesia.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

27

Contoh-contoh meningkatnya angka pengangguran adalah perampingan di Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, PT Semen Padang, dan banyak perusahaan kecil lainnya. Beberapa akibat yang mencolok dari fenomena ini antara lain sebagai berikut. Adanya penurunan pendapatan keluarga dan masyarakat. Adanya peralihan profesi atau pekerjaan. Munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan. Munculnya pedagang kaki lima di banyak kota di Indonesia. Menurunnya volume ekspor Indonesia ke negara-negara lain yang selanjutnya merendahkan pendapatan negara. Muncul akibat-akibat sampingan seperti konflik antarsuku, antarras, dan antaragama yang mengakibatkan persatuan dan kesatuan negara tercabikcabik.

7. Munculnya Gerakan Separatis
Gerakan separatis merupakan gerakan sekelompok orang yang bersifat sistematis dan terorganisir untuk membebaskan (memisahkan) diri dari keterkaitannya dengan pemerintah pusat. Secara sosiologis dan antropologis, kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri jelas memiliki kepentingan-kepentingan yang tidak bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka telah putus asa dan melakukan tindakan ekstrim untuk melawan pemerintah pusat dan berusaha memisahkan diri sebagai negara yang merdeka. Hal inilah yang semestinya harus dimengerti oleh para elite pemerintahan yang berada di pusat. Tetapi di sisi lain, pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk semua penduduk untuk tetap bersatu dan utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, bagaimanapun pemerintahan pusat pasti akan bersikukuh untuk tetap menolak semua keinginan sekelompok masyarakat di daerah yang ingin memerdekakan diri. Yang penting bagi kita bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosiologis, ideologis, dan kultural sehingga dari kedua belah pihak akhirnya dapat memahami masingmasing kepentingannya dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh dari fenomena ini mulai dari terpisahnya Timor Timur dari Indonesia, munculnya gerakan separatis di Aceh, gerakan Papua Merdeka, serta Republik Maluku Selatan. Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia memerlukan suatu pemerintahan yang amat sangat bijak dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tebal, mempunyai visi dan misi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempunyai wawasan kemajemukan dan HAM yang tinggi. Keadaan ini relatif sulit dilakukan hingga pada suatu saat seolah-olah terjadi krisis kepemimpinan, tetapi
28
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Menurut kalian status manakah yang paling dominan dimiliki oleh masyarakat di Indonesia? MENGATASI KRISIS DEMORALISASI U ntuk mengatasi gejala demoralisasi yang kian hari terasa kian meningkat pada masyarakat Indonesia. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 29 . Edisi 18–24 Agustus 2003 Gambar 1.4 Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah memicu timbulnya pemberontakan. Dalam masyarakat pada umumnya terdapat tiga macam status. maka krisis separatis di Indonesia ini akan berangsur-angsur terselesaikan. kerja keras. yaitu status yang diperoleh karena kelahiran.dengan peran serta seluruh masyarakat. dan pemberian. Sumber: Tempo. diperlukan suatu solusi dari berbagai kalangan untuk ambil bagian mengupayakan rehabilitasi perilaku sosial sehingga sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia.

Untuk mengatasi krisis demoralisasi. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. peranan keluarga justru lebih penting dan lebih strategis dibandingkan dengan peranan lembaga pendidikan. S 30 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Setujukah kalian dengan pendapat yang tertuang pada alinea terakhir? Jelaskan dan sertai dengan data-data pendukung! 2. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. melalui pembahasan tentang kedudukan dan peranan telah diisyaratkan bahwa setiap individu harus dapat memainkan peranan di dalam kedudukannya dengan sebaik-baiknya. Demikian juga semua orang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengambil berbagai macam benda pemuas kebutuhan yang ada di dalam masyarakat. Sering kali upaya-upaya pemenuhan ini berbenturan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Inilah yang menjadi sumber persaingan dan pertikaian di antara individu di dalam masyarakat. Dalam sosiologi. Bagaimana solusi mengatasi krisis demoralisasi? MENGHARGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN etiap orang pasti memiliki kepentingan-kepentingan. Sedapat mungkin melakukan tindakan-tindakan kooperatif terhadap pihak lain dengan memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang lain. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Apabila semua orang dapat melakukan hal tersebut. maka masyarakat akan mencapai suatu keteraturan. baik yang mendasar maupun kepentingan yang sifatnya temporer.

Kemukakan pendapatmu bagaimana prinsip-prinsip untuk menjalankan peranan dalam suatu kedudukan! 4.Pertanyaan: 1. data kelahiran. Sosiologi dan antropologi dapat menjembatani pemerintah dalam rangka memperoleh data-data sosial budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di dalam masyarakat. Sebutkan metode-metode pengumpulan data dalam sosiologi dan antropologi! Berikan penjelasan masing-masing! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 31 . Data-data sosial budaya yang akurat akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan bagi seluruh warganya. Pertanyaan: 1. sesuai dengan kemampuan. data jumlah penduduk. Misalnya. komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Apakah yang dimaksud dengan norma dan nilai sosial? 2. Bagaimana cara memperoleh data-data sosial budaya yang benar? 2. data kemiskinan. Apa peranan norma dan nilai dalam membentuk perilaku warga masyarakat yang baik? 3. Data-data dapat diperoleh melalui sensus penduduk atau penelitian-penelitian sosial lainnya dengan menggunakan tenaga-tenaga sosiolog yang berkualitas. dan data sosial budaya lainnya. data pendapatan per kapita. dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakatnya. data drop out. Bagaimana kriteria warga masyarakat yang baik? DATA SOSIAL BUDAYA DAN PEMBANGUNAN Salah satu kriteria pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan. data kematian. diperlukan data sosial budaya. Untuk dapat melakukan hal tersebut.

kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kebutuhan mendasar. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. Kebutuhan integratif. Coba sebutkan lima kriteria pemerintah yang baik! 5.3. Konsep-konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Masyarakat Nilai dan Norma Kebudayaan Kepribadian Interaksi Sosial Perilaku Menyimpang Sosialisasi Pengendalian Sosial Kebutuhan Hidup Perubahan Sosial Budaya 2. Kebutuhan hidup ini terdiri dari 3 macam. yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi maka orang akan mati. 1. 3. Bagaimana peranan sosiologi dan antropologi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan suatu bangsa? Sosiologi dan antropologi sebagai ilmu yang relatif baru mempunyai dua pengertian dasar. yaitu kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. dan lain-lain. yaitu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu pengetahuan serta sosiologi dan antropologi sebagai metode. yaitu kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Kebutuhan sosial. yaitu sebagai berikut. Apa manfaat data sosial budaya bagi kegiatan pembangunan? 4. Metode-metode Sosiologi dan Antropologi Metode Wawancara Metode Observasi Langsung Metode Observasi Partisipan Metode Angket Metode Komparasi 32 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan Kebodohan Kesenjangan Sosial Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kedudukan dan Peran 5. Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial di Lingkungan Masyarakat Setempat Demoralisasi Konsumerisme Sekularisme Gejala Demokratisasi Munculnya Fenomena Otonomi Daerah Meningkatnya Angka Pengangguran Munculnya Gerakan Separatis Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 33 . Norma.Metode Kepustakaan Metode Penelusuran Sejarah Metode Pengukuran Langsung Metode Dokumenter Metode Analisis Media Massa 4. dan Pranata Sosial 6. Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan dan Kebodohan Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Sosialisasi dan Kepribadian Kedudukan dan Peran Sosial Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Nilai.

. . 5 C.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keharmonisan E. Data yang terkumpul berupa data sekunder. 3. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keselamatan D. 1. 5. 4. 4. Menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Dari pernyataan tersebut di atas. 1. . C. . berdasarkan logika B. D atau E! 1. yang merupakan ciri-ciri metode observasi partisipan adalah . sebagai data kebenaran dalam pembangunan C. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kebaikan B. Data yang terhimpun sangat lengkap dan detail. Perhatikan pernyataan berikut. A. 4. . 5 E. 5 B. salah semua 3. sebagai data pelengkap dalam pembangunan B. A. artinya kegiatan-kegiatan untuk . sebagai bahan penyusunan kebijakan oleh pemerintah 4. 2. . Ilmu pengetahuan bersifat logis berarti . Peneliti dalam menghimpun data tidak hanya melihat dan bertanya. 3. sebagai bahan pembanding penyelenggara pemerintahan D. Waktu penelitiannya sangat panjang. 1. 4. A. 3. berdasarkan urutan disiplin ilmu D. berdasarkan pengalaman C. 2. Arti kata sosial dalam “Departemen Sosial” menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. 2. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kesejahteraan C. 5 34 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . 1. berdasarkan hitungan E. B. 4 D. Salah satu kegunaan data sosial budaya yang dihimpun melalui penelitian sosial dalam kegiatan pembangunan adalah . . . A. berdasarkan hapalan 2. 3. 3. tetapi mengalami sendiri. 1. . . .

. Badan Pusat Statistik D. mengolah. . . . . A. menerima hal-hal baru untuk disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu E. . . adanya persamaan darah dan keturunan B. A. Di bawah ini yang bukan merupakan unsur pokok masyarakat adalah . lembaga swadaya masyarakat C.5. . kecuali . selalu bersikap terbuka terhadap pembaruan D. kawan B. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 7. A. . kebutuhan hidup manusia C. kerabat 8. . interaksi sosial D. norma dan nilai sosial E. perilaku menyimpang B. pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) D. . A. situs-situs purbakala 6. . perubahan sosial E. . dan menyajikan data-data sosial budaya untuk berbagai kebutuhan dalam pembangunan adalah . Di bawah ini yang bukan merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi adalah . BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) E. Sosiologi bersifat empiris artinya . kepolisian B. berorientasi pada nilai dan norma 10. “Socius” dalam pengertian sosiologi berarti . . . proses sosialisasi C. . Sosiologis berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani logos. selalu menganalisis hal-hal yang benar-benar terjadi bahkan yang seharusnya terjadi C. keluarga E. kawan dan lawan C. . lembaga sosial B. adanya norma sosial sebagai pedoman perilaku Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 35 . norma dan nilai sosial 9. Sosiologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial mempunyai objek kajian berupa hal-hal berikut ini. A. A. . kajiannya didasarkan pada kenyataan yang pernah terjadi dalam masyarakat B. Lembaga pemerintah yang secara khusus menghimpun. sosial D.

. yang dimaksud dengan pemikiran adalah pengambilan keputusan dengan menggunakan . tanya jawab secara langsung D. historis 15. . A. pengendalian sosial merupakan akibat dari perilaku menyimpang E. pendekatan historis 16. A. statistik C. Kaitan antara pengendalian sosial dan perilaku menyimpang adalah . . A. . 36 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Keseluruhan perubahan situasi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu dinamakan . adanya orang-orang 11. adanya kerja sama E. . . . . pengendalian sosial sama dengan perilaku menyimpang 12. induktif D. laporan pandangan mata 14.C. komparatif B. mencatat secara langsung C. . perubahan sosial budaya E. metode kuantitatif B. akal pikiran E. . Metode yang termasuk jenis kuantitatif adalah metode . . . menggunakan matematik C. proses sosial D. hitungan D. Yang disebut teknik interview adalah teknik . evolusi sosial C. deduktif E. perilaku menyimpang sebagai akibat dari pengendalian sosial B. . A. dinamika sosial budaya B. tanya jawab secara tidak langsung E. . interaksi sosial 13. pengendalian sosial dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang D. . . pengendalian sosial dan perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial dalam masyarakat C. wilayah dengan batas-batas tertentu D. Dalam sosiologi. pengumpulan bahan B. . Metode penelitian dengan mempergunakan analisis atas peristiwaperistiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum disebut metode . A. .

A. statistik B. kuantitatif C. case study

D. komparatif E. historis

17. Segala sesuatu yang benar-benar ada dan dapat dilihat serta diraba disebut . . . . A. fakta D. argumentasi B. data E. statement C. kenyataan 18. Pengumpulan data dengan menggunakan angket tidak cocok untuk masyarakat pedesaan di Indonesia karena . . . . A. masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak cukup dalam menjawab pertanyaan dalam angket tersebut B. masyarakat desa memiliki banyak kegiatan di ladang dan di sawah C. jarak antara desa dan kota relatif jauh D. masyarakat desa bersifat tidak jujur di dalam menjawab pertanyaan E. pengiriman angket sangat sulit akibat letaknya yang terpencil 19. Pengumpulan data dengan cara interview akan mempunyai kelebihan-kelebihan, antara lain . . . . A. hemat biaya dan tenaga B. memiliki biaya dan tenaga C. data yang diperoleh lebih luas dan lengkap D. hubungan antara peneliti dan responden menjadi semakin akrab E. menghilangkan subjektivitas 20. Istilah sosiologi pertama kali digunakan pada tahun 1839 di Perancis oleh . . . . A. Emille Durkheim D. Pitirim A. Sorokin B. Samuel Koening E. Herbert Spencer C. Auguste Comte

Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Coba kemukakan kembali menurut bahasamu sendiri, apakah sosiologi itu? 2. Coba jelaskan mengapa sosiologi itu perlu dipelajari! 3. Sebutkan objek-objek kajian dalam sosiologi! 4. Sebutkan dan jelaskan empat metode penelitian yang penting dalam sosiologi!
Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

37

5. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? Sebutkan dampak negatif dari kesenjangan sosial tersebut! 6. Tuliskan dua kegunaan sosiologi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang sangat majemuk! 7. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan? 8. Sebutkan empat sisi positif dari adanya otonomi daerah! 9. Sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia! 10. Apa manfaat langsung yang dapat dipetik dari pelajaran sosiologi ini dalam kehidupanmu sehari-hari?

38

Sosiologi SMA/MA Kelas X

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sumber: Gatra, 27 November 2004

M

enurut kalian, a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Dalam sosiologi, nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang, melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Bagaimana denga norma? Di sekolah tempat kamu belajar, pasti ada norma-norma yang harus kamu patuhi bukan? Misalnya kewajiban kamu sebagai murid untuk menghormati gurumu termasuk dalam norma nonformal. Penjelasan mengenai nilai dan norma sosial, serta bagaimana peranannya di dalam kehidupan masyarakat akan segera kamu pelajari di bab ini.

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial

39

Nilai Vital Nilai Religi Nilai Sosial Nilai Material Nilai Estetika Nilai Spiritual Nilai Moral Nilai Kebenaran Ilmu Pengetahuan NORMA DAN NILAI Norma Adat dan Kebiasaan Norma Kesusilaan dan Kesopanan Norma Sosial Norma Agama Pranata Sosial Norma Hukum Keteraturan Hidup 40 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

yang diinginkan adalah keinginan seseorang atau kelompok dengan mempertimbangkan hal-hal lain. Sebaliknya. NILAI SOSIAL 1 . 1. Amatilah kehidupan di sekitar rumahmu! 2. artinya masing-masing orang memiliki keinginannya sendiri yang berbeda dari orang lain. kehidupan masyarakat akan teratur sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Misalnya. NILAI DAN NORMA SOSIAL Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat. warga masyarakat perlu mengetahui tentang nilai dan norma sosial sebagai unsur yang penting dalam pembentukan perilaku tertib sosial. Menurut C. Nilai-nilai sosial ini diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian dalam masyarakat sehingga akhirnya menjadi suatu prinsip perilaku yang kuat yang diyakini kebenarannya. nilai dan norma merupakan bagian dari kekayaan budaya. melainkan yang diinginkan. nilai bukanlah keinginan. Oleh karena itu. nilai dan norma itu harus dijunjung tinggi dan harus dipertahankan. Dua pedoman ini juga berfungsi untuk mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat dan merupakan warisan yang diterima secara turun temurun. Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. Keinginan lebih bersifat individu. Buatlah pembahasan terhadap salah satu norma dalam kaitannya dengan pengaturan perilaku! B. Jika norma dan nilai tersebut sudah dilaksanakan dengan baik. Selain itu. Kluckhohn. karena dua pedoman tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat tersebut beradab. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 41 . apakah yang diinginkan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat. yaitu sebagai pedoman atau petunjuk dalam bertingkah laku. nilai sosial adalah semua pola pikir yang dianggap baik dan benar oleh hampir semua orang dalam masyarakat.A. Untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat diperlukan adanya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya keteraturan itu sendiri. Oleh karena itu. Tulislah sejumlah nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu itu! 3.

Oleh karena itu. nilai itu pun menjadi nilai sosial atau nilai bersama. maka pisau ini akan memiliki harga atau nilai yang semakin tinggi. Dr. Pisau mempunyai harga atau nilai tertentu karena ketajamannya yang dapat digunakan untuk memotong sesuatu. Suatu nilai kebenaran yang bersumber dari pertimbangan akal 42 Sosiologi SMA/MA Kelas X . angka 36 adalah kebenaran yang bersumber dari rasionalitas masnusia. Nilai kebenaran (kenyataan) bersumber dari akal manusia (rasio atau akal). b. nilai moral (etika). nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh banyak orang dalam masyarakat yang selanjutnya merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Nilai Vital Pada dasarnya. Tetapi seandainya pisau tersebut tumpul. yaitu: a . tetapi lama-kelamaan nilai itu diterima dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. nilai keindahan (estetika). nilainya akan merosot. Nilai terkandung dalam suatu benda dinamakan nilai sentral. dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang bernilai atau berharga. Emas ini mempunyai nilai tertentu yang muncul karena benda berupa emas mempunyai warna kuning gilap dan tidak luntur yang selanjutnya akan banyak kegunaannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. nilai sosial dibedakan menjadi tiga macam. Contoh 6 6 = 36. nilai vital adalah nilai yang muncul karena daya kegunaannya. 2 . Dr. c . dan nilai keagamaan (nilai religius). Nilai Spiritual Nilai spiritual bersifat sangat abstrak dan berguna bagi rohani manusia . Nilai Material Pada dasarnya.Nilai sosial memang awalnya berasal dari nilai perorangan. nilai spiritual meliputi nilai kebenaran (kenyataan). apabila pisau selalu tajam dalam waktu yang amat sangat panjang (berkualitas). Nilai suatu benda yang muncul karena kegunaannya dinamakan nilai vital. contohnya pisau. Macam-macam Nilai Sosial Untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik di antara orang-orang dalam masyarakat diperlukan adanya nilai sosial. Notonegoro. Dengan kata lain. yang dimaksud dengan nilai material adalah nilai yang ada atau yang muncul karena materi tersebut. Notonegoro. Menurut Prof. nilai sosial dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang baik yang diinginkan. Nilai kebenaran ilmu pengetahuan merupakan nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. Menurut Prof. nilai akan dipedomani dalam setiap benak orang yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk perilaku bagi orang tersebut. contohnya emas. dicita-citakan. Pada hakikatnya. Akhirnya. Sebaliknya.

karena sikap tersebut dianggap baik dalam kehidupan bermasyarakat. ketika kita mendengar suara orang yang menyanyi dengan merdu. 11 Agustus 2006 Gambar 2. Sumber: Kompas. menolong orang lain bernilai baik. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 43 . Nilai menjadi dasar pedoman perilaku.1 Sikap saling menolong merupakan nilai dalam masyarakat. 3 . Nilai moral (estetika) merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. Nilai bersifat abstrak. Nilai terbentuk melalui proses pengalaman dalam pergaulan antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Misalnya. Nilai estetika didasarkan pada kemampuan perasaan manusia menangkap sesuatu yang indah tentang objek tertentu atau suatu hal. yaitu sebagai berikut. 4 . sebaliknya menyontek pada waktu ulangan bernilai buruk. Nilai keagamaan seseorang akan berbeda dengan yang lain meskipun agama yang dianut sama.pikir manusia yang sewaktu-waktu dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun dinamakan Nilai Kebenaran Ilmiah. Terbentuknya Nilai Sosial Nilai-nilai sosial tiap-tiap masyarakat memang memiliki perbedaan-perbedaan sehingga tiap-tiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem perilakunya. Ciri-ciri Nilai Sosial • • • • Nilai sosial memiliki ciri. Misalnya. Nilai belum merupakan perintah atau larangan sehingga tidak memiliki sanksi. Nilai keagamaan (nilai religius) merupakan nilai yang didasarkan pada keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

nilai-nilai sosial dalam masyarakat berfungsi sebagai pedoman perilaku yang telah disepakati oleh warga masyarakat termasuk para pendahulu yang membuatnya. Sudahkah para guru menjadi contoh dan penegak tata tertib di lingkungan sekolahmu? Jelaskan pendapatmu! 44 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Musyawarah untuk mencapai mufakat cenderung lebih baik daripada hasil pemikiran seorang yang bersifat diktator. Selanjutnya nilai-nilai sosial yang abstrak ini akan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma sosial yang berupa perintah dan larangan. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai menjadi alat kontrol atau pengatur yang mengikat agar seseorang mau berperilaku baik. Jelaskan mengapa tata tertib di sekolah perlu dipatuhi oleh semua siswa! 4 . Tulislah pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib di sekolahmu! 2 . ada nilai-nilai kemanusiaan yang cenderung sama antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. mereka akan ikut mendapat kecaman dari warga masyarakat. Orang tua patut mendapatkan penghargaan dan perlindungan dari yang muda dan yang kuat. serta sanksi-sanksi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yang ada dalam masyarakat. dan lain-lain. • • • Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang patut dihargai oleh orang yang lain. bagaimana cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran tersebut pada nomor 1? 3 . Bagi mereka yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial. Nilai sosial dalam masyarakat memang senantiasa mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya peradaban dan pergaulan yang terjadi dalam masyarakat. kemudian kerjakan soal di bawah ini! 1 . Fungsi Nilai Sosial dalam Membentuk Keteraturan Secara umum.Tetapi secara universal. Tetapi secara umum. nilai bersifat abstrak dan menjadi prinsip bagi individu dalam menentukan perilakunya. Nilai sosial terbentuk melalui pengalaman dan kejadian yang kemudian diseleksi dan diaktualisasikan dalam sistem perilaku sehingga dipertahankan keberadaannya oleh banyak orang dalam masyarakat. baik dalam bentuk kecaman ringan maupun kecaman berat sesuai dengan tingkat penyimpangan perilaku terhadap norma yang ada. Menurut kalian. Nilai sekaligus merupakan buah pemikiran warga masyarakat untuk mengatur dan membatasi aktivitas individu agar tidak memasuki hak-hak orang lain. misalnya seperti contoh berikut. Bentuklah kelompok yang terdiri 2 – 3 orang. 5 .

juga peraturan daerah yang bersumber dari negara. Norma sebagai ketentuan menjadi ukuran perilaku dan merupakan pedoman yang harus ditaati setiap warga masyarakat. Norma nonformal merupakan aturan tidak tertulis. Macam-macam Norma Sosial Norma pada dasarnya merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai sosial.C. Norma dibuat oleh warga masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dan telah dianggap baik dan benar. juga aturan-aturan dalam keluarga. contohnya aturan-aturan di masyarakat. Pengertian Norma Sosial Tahukah kalian bahwa norma sosial adalah pelindung kita dari tindak angkara murka orang-orang kuat yang ada di sekitar kita. sehingga orangorang yang lemah pun dijamin kelangsungan hidupnya oleh norma-norma tersebut. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 45 . Norma formal dapat berupa aturan-aturan yang tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi seperti surat keputusan. Dengan demikian. Sumber: Gatra. Norma sosial adalah aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur perilaku semua orang dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial. 2 . adat istiadat.2 Beribadah merupakan salah satu cara seseorang melaksanakan norma agamanya. dia akan diberi sanksi berupa hukuman. Norma-norma yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal atau resmi dan nonformal atau tidak resmi. jika seseorang melanggar aturan. maka norma dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial keberadaannya sangat diperlukan untuk menjamin semua orang termasuk yang lemah agar kepentingannya dapat terpenuhi secara wajar dalam masyarakat. NORMA SOSIAL 1. 27 November 2004 Gambar 2. Agar norma dapat dipatuhi oleh semua warga masyarakat. sanksi diciptakan masyarakat untuk menjadi kendali bagi seseorang supaya perilakunya dapat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Sebaliknya.

Oleh sebab itu.Sanksi pada hakikatnya merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masyarakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. Norma Agama Setiap agama memiliki aturan-aturan atau syariat untuk mengatur hubunganhubungan antarmanusia maupun hubungan dengan Tuhan. baik di dunia maupun di akhirat. Norma adat adalah norma-norma yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena telah dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik. Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat. Artinya. Selanjutnya adat dan kebiasaan akan dipedomani oleh setiap warga masyarakat sebagai suatu cara berperilaku dalam setiap kepentingan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Norma Kesusilaan/Kesopanan Setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan. Oleh sebab itu. Pada hakikatnya. b. yaitu mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain. Norma Hukum Dalam kaitannya dengan struktur pemerintahan suatu negara. norma kesusilaan dan kesopanan merupakan penjabaran dari nilai-nilai moral. baik perintah maupun larangan agar umat manusia dapat memperoleh jalan kebenaran sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan. semua bentuk kesusilaan dan kesopanan akan memunculkan penghargaan dari orang lain kepada kita sendiri. Tiap-tiap agama memiliki norma sendirisendiri yang akan bercorak pada zaman tertentu di mana agama itu lahir serta lokasi di mana wahyu Tuhan itu diturunkan. norma agama merupakan himpunan peraturan-peraturan yang merupakan petunjuk hidup. setiap manusia sebenarnya perlu dihargai sama. Norma kesusilaan dan norma kesopanan memiliki substansi pokok. c . Pada dasarnya. Norma Adat/Kebiasaan Dalam kehidupan masyarakat tradisional. Norma agama adalah norma yang berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan melalui orang-orang yang terpilih (Nabi). antara lain: a. Sebagai suatu prinsip bahwa berperilaku susila dan sopan pada dasarnya merupakan perbuatan yang akan berbuah pada penghargaan pribadi si pelakunya. d. orang berperilaku dan perpedoman pada kebiasaan-kebiasaan atau adat. yaitu mengenai tuntutan perilaku yang benar yang seharusnya diperbuat oleh setiap warga masyarakat. Norma seperti inilah yang diperlukan untuk meredam terjadinya konflik yang bersumber dari perendahan martabat oleh orang lain. dan lain-lain. diperlukan pedoman-pedoman untuk mengatur hak dan wewenang tiap-tiap aparatur negara 46 Sosiologi SMA/MA Kelas X . tetapi yang jelas norma agama merupakan norma yang berisi kebenaran terutama bagi para pemeluknya. adat pembagian warisan. sering kali norma diberlakukan lebih berat dari bentuk pelanggarannya. Contoh norma adat adalah adat perkawinan.

presiden sebagai penyelenggara eksekutif. Lembaga yang berwenang bisa berupa majelis.net Gambar 2. Bersifat memaksa. DPR dan pemerintah. norma hukum terdiri dari hukum perdata dan pidana. norma hukum adalah norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang berwenang. pemerasan. Tetapi norma hukum mempunyai peran cukup besar dalam mengatur hubungan antarindividu dalam kaitannya dengan kedudukannya sebagai warga negara. dan perjanjian-perjanjian. pembunuhan. Norma sosial pada dasarnya meliputi norma agama. dan norma hukum. di dalamnya terkandung banyak pelanggaran pada masalah perdata. pemalsuan. artinya apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat-alat negara. penipuan. norma adat dan kebiasaan. norma kesusilaan dan kesopanan. warisan. Di Indonesia. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 47 . Norma hukum merupakan norma terakhir yang lebih dapat menjamin adanya suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Sumber: www. dan lain-lain. Sering kali hukum perdata dan hukum pidana mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain. • • Bersifat eksplisit. jual beli.3 Hukuman penjara merupakan sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma hukum. hukum pidana merupakan suatu lapangan hukum yang mengatur masalah kejahatan seperti penganiayaan. Norma-norma hukum dalam masyarakat negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Pada dasarnya. Semua bentuk peraturan yang tertulis yang dibuat lembaga-lembaga negara yang berwenang dinamakan norma hukum. Hukum perdata adalah suatu lapangan hukum yang mengatur masalah perkawinan. artinya tertulis dengan jelas dan tegas. atau pimpinan departemen hingga stafnya yang terbawah.asianfoodworker.secara struktural dari atas hingga ke bawah. Sebaliknya. Masalah-masalah perdata sering kali berkelanjutan menjadi masalahmasalah pidana atau di dalam masalah pidana.

Proses Terbentuknya Norma Sosial Dengan semakin berkembangnya tata keidupan dan peradaban manusia. c. Karena bila terjadi penyimpangan terhadapnya. misalnya Undang-Undang Dasar dibuat oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat).• Dibuat oleh lembaga yang berwenang. pranata sosial disadari semakin diperlukan dalam kehidupan sehingga mulai dibakukan dan disempurnakan secara turun-temurun. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar maupun secara tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. undang-undang dibuat oleh DPR dan pemerintah. cara orang menuang minuman. d. Contoh: cara orang memakai topi. yaitu sebagai berikut. a. dan lain-lain. dipakai. Tata Kelakuan (mores) Tata kelakuan (mores) adalah suatu kelompok aktivitas yang benar-benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat. Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap apa yang sama sebagai bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. akan dimarahi oleh para leluhurnya. dan seterusnya. • • 3. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan (folkways) adalah suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi. Bersifat melindungi. artinya tiap-tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat-pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula. b. Bersifat mengatur. Mores ini merupakan pedoman perilaku yang dianggap paling benar yang dimiliki. Adat-istiadat (custom) Apabila tata kelakuan tersebut kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya 48 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan dipertahankan oleh warga masyarakat. artinya berisi perintah-perintah dan larangan-larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang-bidang yang diatur masing-masing hukum. artinya melindungi pihak-pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak-pihak yang kuat melalui sanksi-sanksi dan alat-alat negara. Proses dipatuhi dan terbentuknya suatu norma sosial dapat berlangsung melalui empat tingkatan. Cara (usage) Cara (usage) adalah suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula. cara orang memberi salam kepada orang tua.

kebutuhan pencaharian hidup. Kebutuhan akan pendidikan akan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren. dan lain-lain. pranata sosial terus mengalami perubahan dalam arti bertambah jumlahnya dan berubah bentuknya sejalan dengan perkembangan tata kehidupan manusia dalam masyarakat. Dalam hal ini norma sosial berfungsi sebagai faktor perilaku yang memukinkan seseorang menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain. Fungsi Norma Sosial dalam Membentuk Keteraturan Norma sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. tetapi menjadi internalized. Universitas Gajah Mada.istiadat). Untuk memberikan suatu batasan. norma sosial Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 49 . norma-norma tadi telah mendarah daging (internalized). Universitas Padjajaran. dan sebagainya. sekolah-sekolah menengah. pemberantasan buta huruf. peternakan. pelamaran. Dalam perkembangan selanjutnya. perkawinan. Misalnya. Sebagai contoh. tetapi dapat berlangsung lebih jauh lagi hingga suatu norma masyarakat tidak hanya menjadi institusionalized dalam masyarakat. dan lain sebagainya. terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan. Di dalam perkembangan selanjutnya. dapatlah dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. koperasi. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa lembagalembaga kemasyarakatan terdapat dalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut mempunyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih. Proses pelembagaan sebenarnya tidak berhenti demikian saja.terhadap perilaku warga masyarakat. Kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pertanian. perguruan-perguruan tinggi. dan lain sebagainya. kebutuhan akan pendidikan. kebutuhan jasmaniah dari manusia. Hal itu disebabkan oleh karena setiap masyarakat tentu mempunyai kebutuhankebutuhan pokok yang apabila dikelompok-kelompokkan. Wujud kongkret dari lembaga kemasyarakatan tersebut adalah association. Selain itu. sedangkan Universitas Indonesia. universitas merupakan lembaga kemasyarakatan. Dengan perkataan lain. dan lainnya adalah institusi. Dari contoh-contoh di atas. dengan demikian terbentuklah custom (adat. industri. sekolahsekolah dasar. norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia seperti kebutuhan hidup kekerabatan. perceraian. kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan. Universitas Airlangga. Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperikelaku sejalan dengan perilaku yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan manusia. 4 . taman kanak-kanak.

4 Polisi menjadi aparat penegak norma dengan tujuan untuk memelihara dan menciptakan keamanan. a . Penegak norma ini terdiri dari penegak formal dan penegak nonformal. Untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat. jaksa.com Gambar 2. c. Sumber: www. dan tokohtokoh masyarakat lainnya. dan hakim. b.pikiran-rakyat. diperlukan tiga syarat pokok antara lain sebagai berikut. sedangkan penegak nonformal meliputi tokoh-tokoh masyarakat. para pendidik. 50 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Penegak formal meliputi polisi. Aparat Penegak Norma Aparat penegak norma adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan kepentingan untuk menegakkan keberadaan norma dalam mengatur perilaku individu dalam masyarakat. kaum ulama.juga menjadi aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilainilai sosial sekaligus menjadi unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat. Dengan demikian warga masyarakat menyadari bahwa norma memang harus dipatuhi sebagai bentuk sumbangan seorang individu dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat yang paling hakiki. diperlukan pengetahuan pendidikan yang memadai serta sosialisasi terhadap norma-norma hukum. Norma Sosial yang Memadai Norma sosial ini berfungsi sebagai landasan perilaku yang harus diperbuat oleh setiap individu dalam bidang kehidupan tertentu. Kesadaran Akan Pentingnya Keteraturan Untuk menciptakan kesadaran sosial tentang pentingnya hidup bersama dalam masyarakat.

1. Sebutkan faktor-faktor penyebab menjamurnya pedagang kaki lima dan rumah liar di kota-kota besar. Buatlah sebuah uraian yang berisi laporan bagaimana kamu sebagai seorang anak dan siswa mendukung nilai dan norma yang ada di lingkungan sekolahmu sebagai orientasi acuan dalam bertingkah laku. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! T Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 51 . BARU ADILI erpilihnya Abdul Rahman Saleh. Masyarakat berharap pada masa kepemimpinan Abdul Rahman Saleh sebagai kepala Kejaksaan Agung RI. karena Abdul Rahman Saleh pada saat menjadi anggota Mahkamah Agung pada pengadilan kasus korupsi berskala besar yang melibatkan salah satu pejabat tinggi negara bersikap berbeda dengan majelis hakim. serta bagaimana cara menyelesaikannya. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. SH sebagai Jaksa Agung pada Kabinet Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla pada awalnya terkesan memberikan harapan. Tuliskan tidak lebih dari satu halaman! 2. proses peadilan terhadap para koruptor dapat dipercepat dan kalau perlu koruptor-koruptor tersebut ditangkapi dahulu baru diproses. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang disertai dengan tindak anarkis. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. dan bagaimana penyelesaiannya? Buatlah analisis sosial tentang ke tiga pertanyaan di atas! TANGKAP DULU. 3.

Namun. dan badan dunia untuk menekan penyebaran narkoba kepada masyarakat. Cobalah perhatikan 52 Sosiologi SMA/MA Kelas X . masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan cenderung menjadi tidak teratur. Berikan alasan kalian dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku di Indonesia! AWAS. Bagaimana seharusnya nilai-nilai sosial itu disemaikan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba? 2. baik oleh ulama. Setujukah kalian atas usul tangkap dulu koruptor-koruptor itu baru proses? Jelaskan! 2. sekolah. Bagaimana seharusnya tindakan Kepala Kejaksaan Agung RI terhadap para koruptor di Indonesia. salah satunya bahaya narkoba yang setiap saat mengajak generasi muda. Nilai-nilai apa yang harus didalami siswa agar terhindar dari bahaya narkoba? LALU LINTAS SUKA-SUKA Pasca reformasi. Contoh khusus terjadi pada lalu lintas. Berbagai usaha telah dilakukan. dalam perjalanannya banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi. pemerintah.Pertanyaan: 1. Pertanyaan: 1. NARKOBA MENGANCAM M asa depan bangsa Indonesia ada di tangan siswa-siswa sekarang. Apakah hukuman berat terhadap pengedar narkoba merupakan solusi? 3.

4. Norma sosial terdiri dari empat macam. kesusilaan dan kesopanan. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat. yaitu norma agama. 2. nilai material. kendaraan melawan arus. bus parkir (ngetem) di mana tanda dilarang berhenti banyak terpampang. 5. adat dan kebiasaan. dan pungli terus merajalela. baik formal maupun nonformal sehingga dalam masyarakat tercipta keteraturan sosial. Mengapa petugas seperti polisi dan Dinas Perhubungan tidak bertindak untuk meluruskannya? 3. jalan-jalan dipenuhi pedagang. 6. diperlukan sanksi yang pelaksanaannya harus dikawal dan ditegakkan oleh aparat penegak norma. Keteraturan sosial merupakan keadaan di mana semua orang dalam masyarakat telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya sehingga tidak terjadi benturan antara hak dan kewajiban dengan individu yang lain. Pertanyaan: 1. 7. dan norma hukum. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh polisi? 4. dan nilai spiritual. Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dicitacitakan oleh warga masyarakat. 3. Agar norma dapat dipatuhi oleh individu dalam masyarakat. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 53 . Norma sosial berfungsi mengatur hubungan dan perilaku timbal balik antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. Norma sosial adalah semua bentuk peraturan.bus dengan penuh sesak dan penumpang bergelantungan melintas di jalan tol. Mengapa masyarakat perkotaan cenderung menjadi tidak teratur berlalu lintas pasca reformasi? 2. Norma apa yang tidak berfungsi dalam bahan diskusi di atas? 1. jalan digunakan sebagai lahan parkir. Akhirnya dapat dikatakan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia jauh dari tata tertib berlalu lintas. Nilai sosial meliputi nilai vital. Nilai sosial ini berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat dalam pergaulan.

adanya program wajar 9 tahun dan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) E. kebutuhan manusia yang meliputi jasmaniah. berkembangnya suatu kebudayaan yang sangat komplek D. . B. akulturasi kebudayaan Dari pernyataan di atas. 54 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pertentangan antargolongan 2. proses internalisasi 3. . . hubungan manusia dengan kekuatan ilahi E. Pranata sosial berubah karena adanya: 1. pembagian kekuasaan B. A.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . . Menurut Prof. . D. Lahirnya lembaga sekolah di masyarakat disebabkan oleh . saling menghormati C. istilah pranata sosial digunakan untuk menekankan terdapatnya aturan main tentang . . mencukupi kebutuhan ekonomi dengan berusaha secara profesional E. . Koentjaraningrat. dan sosial C. saling membutuhkan 4. pewarisan nilai-nilai D. A. pengendalian sosial dalam masyarakat 5. . bermacam-macam bentuk kebutuhan keluarga dan kehidupan bermasyarakat D. C. adat istiadat yang kuat 4. fasilitas yang telah tersedia C. berbagai kebutuhan hidup dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berkaitan B. A. Sikap toleransi antarumat beragama dalam masyarakat merupakan wujud dari kebutuhan akan pengaturan . tersedianya sarana pendidikan B. . . untuk membatasi kebutuhan umat manusia 3. interaksi antarkelompok masyarakat 2. . dan E! 1. rohaniah. yang benar adalah .

3. Berikut ini yang bukan contoh dari nilai moral menurut Prof. A. A. karena nilai merupakan . tawakal C. jujur dan adil E. segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya B. . 4 D. Norma-norma dalam masyarakat yang berfungsi untuk mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak dan kewajiban individu sebagai warga negara adalah norma . tindakan sosial E. 1 dan 3 B. 1. Dr. . 3. memberikan pedoman kepada anggota masyarakat 3. . 2. . sombong dan kikir B. 3. . moral dan keyakinan bangsa D. tindakan berbudi pekerti C. 4. segala sesuatu yang bersumber pada unsur rasa atau estetika manusia C. . . . adat dan kebiasaan D. norma hukum E. Di bawah ini yang dimaksud dengan nilai vital adalah . . 2 dan 3 C. Notonegoro adalah . norma sosial C. memberikan pegangan dalam sistem pengendalian Yang merupakan fungsi dari pranata sosial adalah . tujuan yang ingin dicapai B. 4. 4 E. nilai ilmu pengetahuan Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 55 . Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. sarana untuk mencapai tujuan 7. norma kebiasaan B. 1 dan 5 5. . . 4 dan 5 E. . 2 dan 4 D. 5 B. menunjukkan tujuan hidup masyarakat 2. iman dan taqwa D. segala sesuatu yang bersumber pada akal manusia E. menjaga keutuhan masyarakat 5. Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita. A. . nilai yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia D. rajin dan hemat 9. 5 6. . norma agama 8. 5 C. A.A. 1. . 2. A. mengatur cara bertindak yang mengikat 4. 3.

B. Perbedaan yang mendasar antara norma dan nilai sosial adalah . mores B. . . usage 11. nilai bersifat berubah-ubah D. wilayah berlakunya 15. folkways 13. Di A. norma sosial C. nilai bersifat luas E. nilai bersifat tertutup. A. . keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu sehingga tercapai kestabilan C. . bawah ini yang bukan contoh dari norma hukum adalah . . norma sosial D. mode E. 1 Tahun 1974 Tata Tertib Sekolah Undang-Undang No. perilaku sosial D. . . A. . vested interest C. norma bersifat terbuka C. kegiatan individu yang mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya D. E. Undang-Undang No. . . C. ketidaksamaan sosial B. D. . proses berubahnya pola perilaku akibat perubahan norma 12. . pranata sosial B. Sanksi yang sifatnya ringan berupa teguran. . nilai bersifat abstrak. norma bersifat konkret B. sindiran. . proses di mana individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap dengan adat istiadat E. pengendalian sosial E. norma bersifat sempit. folkways D. kaidah hukum C. Yang dimaksud dengan proses internalisasi adalah . adat istiadat E.10. A. A. Upaya untuk mencegah dan mencari solusi terhadap semua bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat dinamakan . . aktivitas sosial 56 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut . . atau pun dipergunjingkan merupakan hukuman bagi seseorang yang melanggar . . proses panjang yang berlangsung seumur hidup sejak individu lahir sampai meninggal B. norma bersifat tetap. 20 tahun 2003 Tata Cara Penguburan Jenazah pada masyarakat Jawa PP 30 Tahun 1980 14. . A.

memberi arah terhadap individu untuk berperilaku di tengah-tengah masyarakat E. memberi arah dan tujuan individu dalam melaksanakan komunikasi sosial B. IV E. C. I B. . aktivitas remaja yang belum dewasa hukum di luar jam pelajaran B. . aktivitas terlarang E. hukum E. V IV Hukum V Agama 17. III II Kesopanan III Kesusilaan D. . . membatasi/melarang berbagai macam aktivitas sosial dalam masyarakat D. . . Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku merupakan sanksi norma . II C. . kesopanan D. . kenakalan anak-anak usia sekolah di dalam lingkungan sekolahnya 20. I Kelaziman A. B. memberikan petunjuk mengenai aktivitas sosial C. memberikan kekuasaan kepada pihak/golongan tertentu 18. A. . agama Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 57 . Norma yang dimiliki sanksi berat bagi pelanggarannya adalah . Salah satu fungsi norma dan nilai dalam masyarakat adalah . . perilaku menyimpang D. . aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma adat dan kebiasaan E.16. kesusilaan C. adat istiadat B. tindakan-tindakan remaja yang merugikan kepentingan masyarakat luas D. semua aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial C. . A. A. . . Yang dimaksud dengan kenakalan remaja adalah . keanekaragaman perilaku sosial dalam masyarakat yang tidak sesuai yang berlaku dalam masyarakat perilaku terpuji antisosial 19. . A. Perilaku individu atau kelompok individu dengan nilai-nilai dan norma-norma dinamakan .

Jelaskan kaitan antara norma dan nilai sosial! 3. Apakah yang dimaksud dengan: a. Sebutkan macam-macam norma sosial dalam masyarakat! 7. Sebutkan fungsi nilai! 6. Apa syarat-syarat pokok terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat? 5.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Norma kebiasaan 9. Apakah yang dimaksud dengan norma sosial dan nilai sosial? 2. Bagaimana menciptakan norma sosial yang memadai? 4. Norma kesusilaan b. Norma adat d. Bagaimana peranan aparat penegak hukum dalam menciptakan tertib sosial? 10. Jelaskan kaitan antara kesadaran sosial dan keteraturan sosial dalam masyarakat! 58 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma kesopanan c. Mengapa norma dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat? Jelaskan! 8.

Dan di lingkungan tempat tinggalmu. Dengan interaksi. Untuk itu. Bagaimana menurutmu dengan pendapat tersebut? Kita sebagai manusia tentu saja membutuhkan orang lain. Sumber: http://images. Hal tersebut akan membantu mewujudkan keteraturan sosial. setiap individu akan mengetahui nilai dan norma apa yang berlaku di lingkungannya. Menghubungkan antara interaksi sosial dan keteraturan sosial.id S etiap manusia tidak dapat hidup sendiri. kamu berinteraksi dengan orang tua dan saudaramu. kamu pun berinteraksi dengan guru dan teman-temanmu.co. Di sekolah.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial. kita pun berinteraksi dengan orang lain. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 59 . Begitu juga dengan kamu bukan? Di rumah. kamu pun berinteraksi dengan tetangga dan anggota masyarakat lainnya.google. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Untuk mengetahuinya. Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial. coba kamu pelajari bab ini.

Pengertian interaksi sosial dan dinamika sosial Kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya lembaga sosial. kelompok dan organisasi sosial Faktor penyebab perubahan sosial Lingkungan alam Sugesti Imitasi Identifikasi Motivasi Simpati Empati Hubungan kekeluargaan Hubungan antarstatus Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan Status kependudukan Nilai dan sikap 60 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

manusia belum banyak memiliki teknologi untuk menyelenggarakan kehidupannya. diperlukan dorongan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri. terutama ketika terjadi bencana-bencana yang memerlukan pertolongan orang lain.A. maupun kebutuhan integratif. Dari dorongan inilah. atau pun dari kelompok suku lain. untuk mendirikan rumah. Secara naluriah. Ketika manusia dalam taraf kehidupan yang masih primitif. Dorongan untuk Memenuhi Kebutuhan Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. alam. dan lain-lain sebagainya. kebutuhan sosial. Dorongan untuk Mempertahankan Diri Dalam rangka mempertahankan diri dari berbagai serangan. manusia membentuk suatu koloni untuk menjaga kelangsungan hidupnya. manusia membentuk suatu koloni dengan tujuan semata-mata untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan binatang buas. sedangkan dorongan untuk hidup bersama dengan orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut. Untuk melaksanakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup. Keadaan ini telah mendorong setiap manusia lain jenis untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang kemudian disebut keluarga. baik mendasar. Terkadang mereka menghadapi tantangan dari binatang buas atau pun dari kelompok suku lain yang menyerang. manusia memerlukan keberadaan orang lain. untuk berladang. Untuk itulah. INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagai manusia. setiap manusia mempunyai dorongan seksual sebagai kodrat manusia untuk meneruskan keturunannya agar tidak punah. Naluri inilah yang disebut dengan naluri gregoriousness. Keadaan ini telah mendorong munculnya kelompok-kelompok persekutuan manusia yang didasarkan pada persamaan darah dan keturunan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 61 . Di samping itu. manusia mutlak memerlukan keberadaan manusia lain. melainkan harus bersama-sama dengan manusia lain. Dorongan untuk Meneruskan Keturunan Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki naluri untuk meneruskan keturunan dengan cara melangsungkan perkawinan. Untuk itu. Keluarga dapat berkembang menjadi suatu extended family dan bahkan berkembang menjadi suatu kerabat atau pun suku bangsa. Dengan dorongan inilah. baik oleh binatang atau pun kelompok manusia yang lain. manusia tidak dapat melaksanakannya secara sendirian. tidak selamanya kondisi alam senantiasa ramah. manusia membentuk suatu kelompok-kelompok untuk berburu. Mereka masih hidup berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. kita selalu mempunyai naluri untuk hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain.

individu dengan kelompok individu. manusia mempunyai kejiwaan dan mempunyai kepentingan terhadap keberadaan orang lain. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. 1. Melalui interaksi sosial akan terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat yang memungkinkan terbentuknya hal-hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. sering kali manusia secara individu kewalahan untuk melakukannya. Apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Sumber: Koleksi Editor Gambar 3. Dengan demikian. Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan besar.1 Dorongan untuk hidup bersama dipengaruhi oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Interaksi sosial merupakan bentuk dasar dari dinamika sosial budaya yang ada di dalam masyarakat. Dorongan inilah yang membuat terciptanya suatu kehidupan bersama untuk menjalin kegotong-royongan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya. terlebih dahulu manusia pun harus melakukan interaksi sosial dengan sesamanya. kelangsungan hidup masyarakat terjamin. dan kelompok individu dengan kelompok individu. 62 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Dorongan untuk Hidup Bersama Sebagai makhluk pemikir dan bermoral. Untuk mewujudkan kehidupan bersama. Melalui kegotong-royongan inilah. setiap orang memerlukan kebersamaan dengan orang lain.

juga adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut. Di dalam dinamika sosial. Interaksi sosial itu sendiri mempunyai ciri-ciri. Jelaskan apa saja yang mendorong manusia melakukan interaksi sosial! 2. dan kebutuhan integratif.Interaksi sosial dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang progresif maupun perubahan-perubahan yang regresif. termasuk nilai-nilai. dan pranata sosial. 1. Interaksi sosial merupakan implementasi dari pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. masa kini. interaksi sosial juga ditandai dengan adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu. kebutuhan sosial. Selain itu. Pengertian Dinamika Sosial Dinamika sosial pada hakikatnya adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Melalui proses interaksi sosial inilah. Kaitan Antara Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial Budaya Interaksi sosial merupakan bagian terkecil dari proses perubahan yang ada di dalam masyarakat. 2. norma. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkatperangkatnya terjadi interaksi dan korelasi saling mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. 3. Jelaskan bagaimana peranan nilai dan norma dalam interaksi sosial! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 63 . yaitu jumlah pelakunya lebih dari satu orang dan adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. dan masa yang akan datang. Mengapa manusia dikatakan makhluk individu dan juga makhluk sosial? Apa yang melatar belakangi hal tersebut? Jelaskan alasanmu! 4. baik secara individual maupun secara kolektif dengan berpedoman pada sistem budaya yang ada. baik yang bersifat progresif maupun yang bersifat regresif hingga mewujudkan suatu dinamika sosial maupun dinamika budaya. Apakah yang dimaksud dengan keteraturan sosial? 3. masyarakat akan bergerak secara dinamis.

perhatian atas sikap mengagumi terhadap pihak lain yang dianggap cocok. Perubahan mata pencaharian. 2. persebaran. Oleh karena itu. Sugesti Salah satu faktor pendorong interaksi sosial adalah sugesti. Perubahan ejaan dalam bahasa. B. Perubahan struktur pemerintahan. Adapun dorongan-dorongan terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Perubahan kualitas penduduk. Perubahan undang-undang dasar. Imitasi muncul disebabkan oleh adanya minat. manusia memerlukan manusia yang lain untuk melakukan interaksi sosial. manusia tidak akan mempunyai arti jika tidak ada manusia lain. dan lain-lain). FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL Manusia adalah makhluk sosial. dan struktur penduduk menurut umur. dan peraturan pelaksana lainnya. secara kodrati. yaitu pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. 1.Bentuk-bentuk konkret dari dinamika sosial dan budaya adalah sebagai berikut. Perubahan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. undang-undang. Bahkan secara ekstrim. dan lain-lain. Perubahan jumlah penduduk. meniru mode pakaian artis yang menjadi idolanya. Perubahan tingkat pendapatan dan perubahan tingkat kemakmuran. artinya makhluk yang selalu hidup bersamasama dengan manusia lain. Pada waktu melaksanakan peniruan terhadap sesuatu 64 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Manusia memang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain. Contoh: meniru gaya bicara guru idolanya. Singkatnya sugesti menciptakan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kontak sosial dengan pihak lain. tingkat mata pencarian. Pengaruh ini datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemikiran yang detail yang dipertimbangkan terlebih dahulu. agama dan kepercayaan. Imitasi Yang dimaksud imitasi pada hakikatnya adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. jenis kelamin. Perubahan komposisi penduduk (kepadatan.

kebijaksanaannya. dan peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau artefak. Motif identifikasi dipergunakan ketika orang menjadi bagian dari kelompok yang besar. tiba-tiba kita pun yang melihatnya menangis. Simpati Pengaruh psikis yang paling mendasar dalam suatu interaksi sosial adalah rasa simpati seseorang terhadap orang lain. atau pola pikirnya. soal ketaatan terhadap peraturan. peniruan terhadap perilaku. Dengan adanya rasa simpati. motif politik. 3. Simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan mitranya. Tindakan ikut menangis dan melakukan pertolongan tertentu ketika melihat seseorang yang mengalami musibah merupakan contoh dari empati. Simpati merupakan suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disebabkan oleh menariknya penampilannya. 4. Motivasi seseorang dapat muncul disebabkan faktor atau pun pengaruh dari orang lain sehingga seorang individu melakukan kontak dengan orang lain. Imitasi terdiri dari peniruan terhadap pola pikir orang lain. Contoh: seseorang mengikuti suatu kegiatan tertentu karena adanya motif-motif tertentu seperti motif ekonomi. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 65 . Simpati akan sangat dirasakan bila terjadi proses pertukaran pendapat dan nilai-nilai. 5. Contoh: ketika seseorang yang mengalami kecelakaan dan menangis. 6. dan lain-lain. Identifikasi Yang dimaksud dengan identifikasi dalam suatu interaksi sosial adalah dorongan seseorang untuk menjadikan dirinya identik atau sama dengan orang lain. identifikasi melalui proses kejiwaan akan melahirkan suatu sikap yang menyerupai dengan pihak yang ditiru. Proses identifikasi diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang lebih konkret dan merupakan hasil pertimbangan yang matang pada diri seseorang. Berbeda dengan imitasi. Contoh: soal pakaian seragam. seseorang dapat berbuat apa saja untuk mewujudkan rasa simpatinya. motif popularitas. atau opini pribadi terhadap kelompoknya.yang menarik dari orang yang dikagumi ini muncul suatu kemegahan dan kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan. Empati Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. Motivasi Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalitas.

Bentuk-bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif maupun disosiatif. akan tercapai penyelesaian dari konflik yang ada. Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut. Dengan begitu. Bentuk akomodasi ini dapat kalian lihat ketika rakyat Indonesia menjadi romusha pada masa penjajahan Jepang tahun 1942. Kooptasi (cooptation). dan organisasi sosial. Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses kesepakatan di antara kedua belah pihak yang tengah bersengketa yang bersifat darurat (sementara) dengan tujuan mengurangi ketegangan di antara kedua belah pihak. melalui kesempatan penunjukan pimpinan yang akan mengendalikan kerja sama. Dalam coercion. Patungan (joint-venture). yaitu kerja sama sebagai hasil kesepakatan tawar-menawar antara kedua belah pihak. dan organisasi sosial. Tawar-menawar (bargaining). Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif (menyatukan) akan mendorong terbentuknya lembaga. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif antara lain sebagai berikut. kooptasi. Pelaksanaan coercion dapat dilakukan secara langsung atau fisik dan secara tidak langsung atau psikologis. Salah satu pihak harus bersedia merasakan dan memahami keadaan pihak lain. Romusha menjadi pihak dalam posisi lemah dan tidak dapat melawan. interaksi sosial didasarkan pada penguasaan Jepang terhadap romusha-nya yang dianggap tidak mempunyai hak-hak apapun juga. Coercion Proses akomodasi ini dilaksanakan karena adanya paksaan. a. salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya. bentuk interaksi disosiatif akan menghambat terbentuknya lembaga. kelompok. b. Sebaliknya. Kooperasi Kooperasi adalah kerja sama antara beberapa kelompok sosial yang ada sebagai upaya mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini. Kompromi Lewat bentuk akomodasi ini. Bentuk-bentuk kooperasi antara lain tawar-menawar. yaitu kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan yang sama meskipun di antara mereka terjadi perbedaan-perbedaan struktural. Koalisi (coalition). kelompok. koalisi. yaitu usaha bersama untuk melakukan suatu kegiatan dengan pembagian keuntungan bersama secara merata dan proporsional. dan patungan. 66 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

yaitu masing-masing pihak saling memerlukan dengan tujuan membentuk kehidupan baru yang saling menguntungkan serta membentuk corak kehidupan yang berbeda dengan masa sebelumnya. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi). konflik diselesaikan lewat pengadilan. Perilaku ini timbul karena masing-masing pihak berusaha menghindarkan diri dari perselisihan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses asimilasi. pihak ketiga bersikap nertal dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Mereka merasa sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk maju atau mundur. Perkawinan campuran. Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya. proses asimilasi juga dapat terhambat oleh faktor-faktor berikut. Sebaliknya. yang terwujud dalam bentuk saling menghargai. Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya. antara lain sebagai berikut. Keterbukaan golongan penguasa. Stalemate Bentuk akomodasi ini terjadi ketika masing-masing pihak menghentikan konflik karena kekuatan yang seimbang. Asimilasi Proses asimilasi adalah proses sosial yang masing-masing pihak terdorong keinginannya untuk bergabung dan bekerja sama dalam mewujudkan suatu keharmonisan. mediasi juga meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu dalam penyelesaian konflik. Pihak ketiga di sini harus mengutamakan penyelesaian secara damai. Adanya musuh bersama dari luar. Peradilan (ajudikasi) Dalam adjudikasi. saling menghormati. dan tidak saling curiga.Mediasi dan arbitrase Arbitrase merupakan bentuk akomodasi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang berkonflik. c. Proses asimilasi digolongkan sebagai proses asosiatif. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 67 . Seperti halnya arbitrase. Tetapi dalam mediasi. Toleransi Toleransi timbul tidak sadar dan tidak direncanakan.

kontravensi. Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain.2 Proses asimilasi bisa dilakukan melalui perkawinan campuran. keagamaan. persaingan ini timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tidak seimbang dengan jumlah konsumen yang ada. Adanya perasaan in-group yang kuat. Adanya diskriminasi. Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah. 68 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pendidikan.Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok. Persaingan terjadi dalam beberapa bentuk. persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki. Persaingan dalam hal kedudukan dan peranan. Juni 2001 Gambar 3. terdiri dari persaingan (kompetisi). Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu. Sumber: Fotomedia. Persaingan ekonomi. Persaingan (kompetesi) Persaingan merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antarindividu atau kelompok dalam mencari keuntungan dengan cara menarik perhatian tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. yaitu sebagai berikut. dan pertentangan (konflik). Persaingan kebudayaan. dan lembaga kemasyarakatan. a. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain. Adapun bentuk-bentuk interaksi yang bersifat disosiatif.

sosial. perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada sering kali juga menimbulkan konflik dalam masyarakat. Adanya community sentiment dalam masyarakat dapat mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik dengan membentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. bentuk tubuh. BENTUK-BENTUK INTERAKSI YANG MENDORONG TERCIPTANYA LEMBAGA. Menurutmu apakah persaingan dapat dipakai untuk menyeleksi kemampuan seseorang? Jelaskan pendapatmu! 2. dan politik. Di sisi lain. dan corak rambut. ada pula dorongan Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 69 . Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu konflik sosial? C. b. c. Sebutkan jenis-jenis proses sosial asosiatif dan disosiatif! 3. persaingan ini terjadi karena perbedaan warna kulit. Kontravensi Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Dalam suatu masyarakat dapat terbentuk community sentiment. senasib. Pertentangan (konflik) Proses sosial semacam ini dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman atau kekerasan.Persaingan ras. dan sepenanggungan di antara sesama anggota masyarakat. yaitu seperasaan. Proses sosial semacam ini ditandai dengan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan atau kebencian terhadap seseorang. Pertentangan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu dan perbedaan latar belakang kebudayaan. Bagaimana terjadinya konflik dalam masyarakat? 4. Selain itu. 1.

membentuk suatu kelompok-kelompok individu identitas yang sama dan secara khusus membentuk suatu organisasi sosial untuk mewujudkan cita-cita tertentu. Lembaga sosial ada dalam setiap masyarakat, baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, karena setiap masyarakat pastinya mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok. Kebutuhan-kebutuhan tersebut jika dikelompokkan nantinya akan terhimpun sebagai lembaga sosial. Tempat-tempat ibadah merupakan contoh lembaga-lembaga sosial dalam bidang keagamaan. Tetapi yang dimaksud di sini bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan kumpulan norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok hidup manusia. Terciptanya lembaga-lembaga sosial didorong oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial, maupun kebutuhan integratif. Adanya keterbatasan benda-benda pemuas kebutuhan sehingga diperlukan adanya lembaga yang mengatur setiap pemenuhan kebutuhan manusia. Adanya keinginan untuk mewujudkan keadaan hari esok yang lebih baik dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mewujudkan efisiensi kerja setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga-lembaga sosial tertentu untuk mewakilinya, misalnya: mengurus pendidikan anak di bentuk sekolah, mengurus soal keamanan dibentuk polisi dan militer, serta menyelenggarakan keadilan dan perlindungan hukum, dibentuklah kejaksaan dan pengadilan, dan seterusnya. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang timbul dalam masyarakat. Selain itu, lembaga sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Menurut Gilin dan Gillin, lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain sebagai berikut. a. Crescive institutions dan enacted institutions yang merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga-lembaga yang paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya. Sebaliknya adalah enacted institutions dibentuk dengan sengaja guna

tercapainya tujuan tertentu dan tetap berpedoman pada adat istiadat, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah. Contoh: pendidikan (madrasah). b. Basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di Indonesia, misalnya keluarga, sekolah-sekolah, dan negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang merupakan lembaga sosial yang kurang penting. Contoh: rekreasi, olahgara, dan menyanyi. c. Approved atau social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dan lainlain. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil untuk memberantasnya, seperti misalnya kelompok penjahat-penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya. d. General institutions dan restricted institutions, lembaga ini timbul apabila klasifikasi terebut berdasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya, agama merupakan suatu general institutions, oleh karena dikenal oleh hampir semua masyarakat di dunia ini. Agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan lain-lainnya merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakatmasyarakat tertentu di dunia ini. e. Berdasarkan fungsinya, ada perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun polapola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misanya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri. Contoh adalah lembaga-lembaga hukum. Dalam interaksi yang dilakukan manusia, akan terdapat suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi, dan saling menolong. Hubungan-hubungan tersebut akan menjadikan manusia dalam berbagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia. Himpunan-himpunan tersebut nantinya akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kelompokkelompok sosial. Adanya kesadaran dari sekelompok individu yang merasa memiliki identitas yang sama. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu dalam kelompok. Adanya keinginan untuk membela hak-hak dan kepentingan dari individu di dalam kelompok.
Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

71

Adanya keinginan untuk mendominasi struktur masyarakat seperti kekuasaan dan pemerintahan yang ada di dalam masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan sosiologi, terutama di Jerman kita mengenal salah satu tokoh yang cukup populer, yaitu Max Weber, dengan berbagai macam tulisan dan argumentasinya. Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum berpendapat Sumber: www.mohr.de bahwa ada pengaruh faktorfaktor politik, agama, dan ekonomi terhadap perkembangan hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Salah satu argumen-tasinya yang terkenal adalah argumentasi tentang hukum, baik di lingkungan nasional maupun di lingkungan internasional. Pada masalah hukum ini, Max Weber mengatakan ada empat tipe ideal dari norma hukum yang ada di dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Hukum Irasional dan Material 2. Hukum Irasional dan Formal 3. Hukum Rasional dan Material 4. Hukum Rasional dan Formal

Organisasi sosial sendiri terbentuk atas dasar dorongan-dorongan yang sedikit berbeda dengan terbentuknya lembaga dan kelompok sosial, antara lain: Adanya cita-cita bersama untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik. Adanya pembagian tugas untuk mengurus kepentingan organisasi.
72
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Contoh: hubungan dalam asosiasi sepak bola. Jadi. olahraga. bendahara. Semua pihak berpijak pada kepentingan masing-masing. Hubungan lebih bersifat legal. bulu tangkis. Berikut beberapa karakteristik yang menandai adanya hubungan antarstatus. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 73 . Contoh: hubungan kedinasan di dalam militer antara atasan dan bawahan atau hubungan antara ketua. Hubungan yang terjalin berpedoman pada kedudukan masing-masing dalam suatu organisasi yang bersifat formal sehingga interaksi masing-masing pihak didasarkan pada statusnya masing-masing. seni dan budaya. dan anggota dalam suatu organisasi. terdapat empat macam bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut. Semua pihak berpijak pada statusnya. dan lain-lain. Hubungannya bersifat resmi. Hubungan Antarkepentingan Pada dasarnya. dapat dikatakan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi dan bekerja sama yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. kelompok-kelompok sosial. 2. pedagang batik. Organisasi sosial sendiri terbentuk dari adanya minat dan kepentingan dari individu dalam sebuah masyarakat yang disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang formal dan lebih teratur. masing-masing pihak saling memberikan solidaritasnya untuk mendukung terciptanya suatu jalinan yang harmonis sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terlaksana dengan baik. dan lain-lain. Adanya keinginan untuk mengembangkan kepentingan bersama seperti industri. hubungan antarkepentingan merupakan hubungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain di dalam masyarakat yang berorientasi pada terpenuhinya kepentingan dari masing-masing pihak. Dalam hubungan antarkepentingan ini.Adanya keinginan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. Dengan adanya dorongan-dorongan untuk mewujudkan terciptanya lembagalembaga sosial. dan organisasi sosial dalam masyarakat. sekretaris. Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada norma yang legal. Hubungan Antarstatus Hubungan antarstatus terjadi dalam suatu organisasi. perdagangan. 1. Toleransi bersifat terbatas. Ada sanksi yang diberlakukan dalam setiap interaksi yang menyimpang dari ketentuan yang ada. baik pemerintah maupun swasta. Hubungan antarkepentingan ini juga memiliki karakteristik berikut.

D. ternyata pada masyarakat primitif dan masyarakat tradisional hubungan kekeluargaan sangat erat. Hubungan Persahabatan Hubungan persahabatan terjadi antara dua individu atau lebih yang tidak ada hubungan darah. Bentuk hubungan dapat bersifat formal atau nonformal. Mereka lebih akrab dengan orang-orang yang mempunyai hubungan bisnis yang sama. Solidaritas sosial dalam keseharian sangat tebal. antara lain sebagai berikut. Solidaritas sangat kuat. Ada beberapa karakteristik hubungan persahabatan. PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA. Bila dicermati. Semua pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis. Semua pihak saling melindungi dan memanjakan. Semua pihak tidak ada hubungan darah atau keturunan. Hubungan bersifat tidak resmi. Pada hakikatnya. Mereka ini sangat mendambakan adanya komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu persahabatan atau keakraban. Aktivitasnya tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku. KELOMPOK. Solidaritas sosial relatif kuat. DAN ORGANISASI SOSIAL Bersamaan dengan proses berkembangnya suatu masyarakat. 3. Berikut beberapa karakteristik dari hubungan kekeluargaan. hubungan kekeluargaan merupakan hubungan yang terjadi antarpihak yang memiliki hubungan darah dengan ciri solidaritas antaranggota relatif lebih tinggi dan bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat nonformal. Semua pihak mempunyai orientasi yang sama. 4. Tetapi pada masyarakat modern. maka munculah dorongan dari warga masyarakat untuk mengatur dan mengembangkan kehidupannya agar terjadi pola hubungan yang lebih harmonis. Hubungan Kekeluargaan Dalam suatu keluarga atau kerabat terdapat pola hubungan di antara orangorang yang mempunyai asal-usul dan darah keturunan yang sama. Dorongan-dorongan ini 74 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hubungan ini merupakan hubungan kekeluargaan. Semua pihak berasal dari keturunan yang sama. Contoh: hubungan dua individu yang saling bersahabat. justru relatif rendah.Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati.

dapat dikatakan bahwa norma sudah melembaga. Adanya pola. kemudian lama-lama dibuat secara sadar. yaitu suatu tahapan yang keajegannya terus berulang sehingga membentuk suatu pola perilaku masyarakat. Proses inilah yang dinamakan proses pelembagaan (institutionalization). Kumpulan orang atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok apabila ada interaksi di antara orang-orang yang ada di dalam kerumunan tersebut dan ada ikatan emosional sebagai pernyataan bersama. Adanya keajegan. dan nilainya mulai ada kesesuaian dalam masyarakat. Selain itu. norma. persepsi atau tujuan. Dalam kelompok tersebut. di mana ketika norma sudah dikenal. perilaku sosial. dan nilai benar-benar telah menjadi satu perwujudan dalam segala aktivitas manusia. Kerumunan itu pun berkembang menjadi kelompok-kelompokkan di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan.mengakibatkan terbentuknya lembaga sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat. dihargai. Adapun proses terbentuknya suatu keteraturan sosial adalah sebagai berikut. yaitu tahapan keteraturan yang mulai ada akibat adanya norma/peraturan yang baru. diakui. Untuk menciptakan suatu tertib sosial dalam masyarakat. akan terjadi hubungan timbal balik antara setiap anggotanya dan akan ada norma-norma yang mereka buat dan mereka taati bersama. kepemimpinan yang Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 75 . persamaan senasib. yaitu suatu tahapan di mana interaksi sosial. Proses Pembentukan Lembaga Sosial Dalam Perkembangan Keteraturan Sosial Norma dalam masyarakat dibuat untuk menciptakan keteraturan. 1. Proses Terbentuknya Kelompok kelompok pada awalnya terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berekrumunan. norma. Adanya tertib sosial. Mula-mula norma terbentuk secara tidak sengaja. Pada tahap ini. 2. Norma-norma yang ada setelah mengalami suatu proses akan menjadi bagian tertentu dari lembaga sosial. yaitu tahapan yang masyarakatnya mulai memandang perlu/ meminta akan adanya tertib sosial itu sendiri. dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. di dalam kerumunan tersebut telah berkembang tujuan atau kepentingan bersama. Adanya order. memang diperlukan proses yang relatif panjang sehingga akhirnya terbentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus masing-masing kebutuhan pokok warga masyarakat yang bentuknya berbeda-beda sesuai bidangnya.

situasi kependudukan. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat direncanakan dengan perencanaan yang matang. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat senantiasa bersifat dinamis. visi. Kerja sama dalam suatu kesatuan sistem yang teratur akan terwujud setelah diorganisasi atau dibentuk organisasi. dapat juga terjadi tanpa adanya perencanaan. Organisasi ini nantinya berfungsi sebagai tempat untuk menampung aspirasi dari para anggota dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan antara lain berubahnya lingkungan alam. asas. misi. Selain itu. setiap organisasi mempunyai orang-orang yang memenuhi syarat untuk menduduki struktur organisasi tersebut. E. Perubahan ini dapat terjadi dalam skala besar seperti adanya revolusi sosial. dan ada norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya. namun dapat terjadi pula dalam skala kecil. dan misi. 3. disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari organisasi tersebut. serta berubahnya nilai dan sikap. Pembentukan organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama dan didasarkan atas persamaan profesi. manusia harus bekerja sama dengan orang lain. kedudukan. Proses Terbentuknya Organisasi Sosial Untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya. dan akibatnya senantiasa mengalami perubahanperubahan. kepentingan. Sumber: Koleksi editor Gambar 3. Untuk mencapai tujuannya. serta hak dan kewajiban masing-masing anggota.3 Dalam suatu kelompok akan terjadi hubungan timbal balik antara anggotanya.dipatuhi. di mana di dalamnya dinyatakan secara jelas tujuan. 76 Sosiologi SMA/MA Kelas X . fungsi. struktur sosial yang akan mengakibatkan berubahnya pola interaksi. tidak pernah berhenti dari aktivitas. visi.

Perubahanperubahan lingkungan alam ini menyebabkan manusia harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu sendiri. Adapun contoh-contoh perubahan lingkungan alam adalah sebagai berikut.1.4 Banjir merupakan fenomena alam yang sifatnya mendadak dan temporer. tekanan. Perubahan yang Sifatnya Mendadak atau Bersifat Temporer Beberapa contohnya adalah banjir. Pergantian Musim Seperti musim panas. gunung meletus. perubahan waktu. d. tanah longsor. produksi tanaman tertentu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. musim gugur. Pergantian Siang dan Malam Berubahnya fenomena alam ini juga membawa pengaruh pada struktur aktivitas manusia. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 77 . Pergeseran Lintasan Semu Matahari Tahunan Pergeseran lintasan semi matahari tahunan ini akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Berubahnya fenomena alam ini telah membawa pengaruh perubahan terhadap produktivitas industri es. Perubahan pola tanam ini juga turut membawa perubahan pada produktivitas. dan lain-lain. yaitu aktivitas-aktivitas sosial budaya yang layak dilakukan pada siang hari dan malam hari. dan curah hujan sehingga mengakibatkan perubahan pola tanam bagi kegiatan pertanian. gempa bumi. dan pola konsumsi bagi sebagian besar umat manusia. iklim. Sumber: Tempo Gambar 3. dan musim semi (di daerah iklim sedang). musim dingin. sedangkan di Indonesia terjadi pergantian musim hujan dan kemarau. b. dan seterusnya. c. a. arah angin. antara lain perubahan musim dan iklim yang akan berakibat pada perubahan suhu. Perubahan Lingkungan Alam Perubahan lingkungan alam pada dasarnya bersumber dari rotasi dan revolusi bumi sehingga mengakibatkan suatu siklus pergantian seperti musim. perubahan siang malam.

perbandingan antara pria dan wanita. Misalnya. kantor pos. 78 Sosiologi SMA/MA Kelas X . d. perbandingan antara kelompok produktif dan nonproduktif. Bencana-bencana alam ini juga dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang dapat mengubah tingkat pendapatan atau pun kekayaan banyak orang. serta fasilitas-fasilitas yang lain. serta komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan.Berubahnya fenomena alam menjadi penyebab berubahnya aktivitas manusia untuk melakukan evakuasi atau pemindahan lokasi tempat tinggal serta aktivitasaktivitas penyelamatan lainnya. emigrasi. urbanisasi. munculnya rumah susun. Bentuk-bentuk perubahan situasi kependudukan ini antara lain terjadi pada jumlah penduduk. masalah kemacetan lalu lintas. busway. Yang pasti bahwa berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan sangat mempengaruhi berbagai pola aktivitas manusia. pendapatan. a. c. Dorongandorongan tersebut antara lain sebagai berikut. rumah sakit. b. dan lain-lain. Perubahan komposisi penduduk dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan pola aktivitas manusia yang menyangkut produktivitas kerja. ruralisasi. dan lain-lain. Perubahan Persebaran Penduduk Ada banyak dorongan mengapa orang mengalami perpindahan tempat. kebijaksanaan three in one pada jalur-jalur tertentu. munculnya solusi jalan layang. Perubahan Jumlah Penduduk Perubahan jumlah penduduk dapat memunculkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh penguasa dalam mengatasi segala permasalahannya seperti masalah kesehatan. 2. pendidikan. dan lain-lain. sekolah. situasi kependudukan bersifat sangat dinamis (artinya selalu berubah-ubah). perumahan. Perubahan Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk pada dasarnya adalah bilangan yang menyatakan berapa banyaknya penduduk pada tiap-tiap kawasan di muka bumi seluas 1 km2. tingkat kepadatan penduduk. komposisi penduduk. bank. Kepadatan penduduk ini dapat berubah-ubah karena kelahiran dan kematian. Perubahan Situasi Kependudukan Melalui proses natalitas dan mortalitas. dan kulitas penduduk. persebaran penduduk. Wujud perubahan-perubahan inilah yang merupakan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat. volume ekspor barang dan jasa. dan lain-lain. Perubahan Komposisi Penduduk Komposisi penduduk adalah perbandingan-perbandingan antara kelompokkelompok penduduk. Berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan merubah banyak hal seperti meningkatnya harga tanah. munculnya perumahan kumuh. Berubahnya jumlah penduduk juga menuntut perubahan-perubahan fasilitas umum seperti jalan raya. dan lain-lain. juga karena adanya mobilitas seperti imigrasi.

masalah kurs nilai mata uang. berubahnya pola kerja yang akan berakibat memburuk atau membaiknya situasi umum dalam masyarakat. angka pendapatan perkapita. Berubahnya personil-personil pemangku status sosial mulai dari atas sampai ke bawah. akan mempengaruhi pola konsumsi. dan personil kabinet. Tinjauan ini dapat diindikasikan oleh data-data kesehatan. Situasi yang berubah-ubah pula meliputi masalah keamanan. yaitu masalah penyesuaian diri.Alasan Alasan Alasan Alasan Alasan perkawinan pendidikan mengadu nasib atau mencari pekerjaan keamanan tugas atau pekerjaan. dan efektifitas kerja. 3. serta berubahnya personil-personil dari tiap-tiap kedudukan dan peran yang ada di dalam masyarakat. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain akan mewujudkan banyak perubahan-perubahan. Dengan berubahnya kualitas penduduk secara sosiologis. misalnya berubahnya personil presiden dan wakil presiden. dan lain-lain. Contoh-contoh perubahan struktur sosial antara lain sebagai berikut. percampuran kebudayaan. dan lain-lain. dan lain-lain. dan lain-lain. Perubahan Struktur Sosial Yang dimaksud dengan struktur sosial adalah keseluruhan dari bangunan konstruksi masyarakat yang menyangkut kedudukan dan peran dari tingkat atas hingga tingkatan bawah. Berubahnya undang-undang dasar. pejabat tinggi negara. dan Tingkat Pendapatan Kualitas penduduk adalah keadaan secara umum mengenai tingkat kesejahteraan dan tingkat peradaban suatu masyarakat. angka harapan hidup. tingkat kelahiran dan kematian. dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. Dengan berubahnya struktur sosial. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 79 . Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap yang dianut dalam diri seorang individu dapat mengalami pergeseran atau perubahan akibat situasi yang dinamis. peningkatan produktivitas kerja. pemerataan pendapatan. pembauran ras. d. baik yang menyangkut peraturan-peraturan maupun personil-personil akan menumbuhkan banyak perubahan atau dinamika sosial seperti berubahnya kebijaksanaan. Perubahan Kualitas Penduduk yang Menyangkut Kesehatan. proses sosialisasi. masalah pendidikan. efisiensi. Berubahnya struktur sosial. pendidikan. pertumbuhan investasi. tingkat pendapatan. Pendidikan. undang-undang. 4. mengakibatkan perubahan pola interaksi.

Gerakan sosial ini sering disebut revolusi sosial. yaitu perubahanperubahan yang berlangsung relatif cepat yang menyangkut bidang-bidang kehidupan yang sangat mendasar. lembaga kemasyarakatan.masalah kesehatan. masalah personil pejabat negara. Contoh-contoh perubahan nilai dan sikap antara lain sebagai berikut. Adapun penjabaran faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial itu sebagai berikut. lebih mementingkan pendidikan. aksi pemogokan. Penemuan baru ini dapat berupa discovery dan invention. Pandangan terhadap masa lampau menjadi berpandangan pada masa yang akan datang. Tidak gemar menabung menjadi gemar menabung. Discovery. masalah penegakan hukum. demonstrasi hingga berbentuk perang saudara atau suatu kudeta. dan seterusnya. Misalnya. Pola keluarga besar menjadi pola asuh keluarga kecil. protes. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika sosial dalam masyarakat dapat juga diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. sampai pada keluarga-keluarga yang mendiami negara tersebut. Menganggap pendidikan tidak penting menjadi pendidikan sangat penting. dan lain-lain. misalnya adalah masalah pemerintahan. yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan dari luar masyarakat itu sendiri. dan lain-lain. Penemuan Baru (Invention dan Discovery) Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia melakukan berbagai macam penelitian hingga menghasilkan sesuatu yang baru. mulai dari bentuk negara. Gerakan sosial ini dapat berupa tuntutan-tuntutan. Revolusi yang terjadi di suatu negara dapat mendorong terjadinya perubahan besar. Faktor Internal Yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. a. Akibat dari gerakan sosial ini akan memunculkan pembaharuan tatanan kehidupan dalam masyarakat. 80 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan lain-lain. orang menjadi gemar menabung. yaitu penemuan baru yang belum diterima oleh kalangan luas masyarakat dan belum diaplikasikan dalam bentuk penerapan teknologi. Hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya perubahan-perubahan dan dinamika sosial yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut. Gerakan Sosial (Social Revolution) Gerakan sosial adalah akumulasi dari kehendak sebagian warga masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu masyarakat. sangat berhati-hati karena keamanan memburuk. masalah keadilan. Adanya perubahan dalam nilai sentral (nilai yang paling dipedomani seseorang) akan mengakibatkan perubahan pola perilaku.

yaitu penemuan baru yang telah diterima oleh kalangan luas masyarakat dan telah diaplikasikan dalam bentuk teknologi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. Di Indonesia. Adanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. kebutuhan. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. Untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Sebaliknya. diperlukan beberapa syaratsyarat sebagai berikut. perencanaan pembangunan ini dirumuskan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah perencanaan yang disebut GBHN (Garisgaris Besar Haluan Negara). apabila situasi keamanan terganggu. Tanpa adanya dukungan. pelaksanaan pembangunan yang baik adalah pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun tersebut. nilai-nilai kebudayaan masyarakat. Kemudian. Perencanaan Perubahan (Pembangunan) Pada masyarakat modern. maka yang terjadi adalah hambatan-hambatan dalam setiap segi pelaksanaan pembangunan. nilai-nilai kebutuhan. maka yang buruk adalah perencanaan pembangunannya. Adanya perencanaan yang baik. suatu program pembangunan tidak akan tercapai meskipun ada perencanaan yang baik. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 81 . Selanjutnya GBHN ini akan diserahkan kepada Presiden selaku Mandataris MPR untuk dilaksanakan selama lima tahun ke depan. Discovery dapat terwujud dalam bentuk penemuan unsur kebudayaan. menerima. nyaman. dan menciptakan penemuan baru tersebut. Adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Perencanaan pembangunan yang baik adalah perencanaan pembangunan yang penyusunannya melibatkan partisipasi seluruh lapisan dan golongan sehingga akan sesuai dengan nilai-nilai kemampuan. perubahan-perubahan yang diidealkan pada masa yang akan datang telah disusun dalam suatu perencanaan perubahan yang disebut pembangunan. yaitu perencanaan yang sesuai dengan kemampuan. Invention ini seringkali akan mengakibatkan munculnya berbagai macam inovasi terutama di bidang teknologi. Invention. yaitu iklim masyarakat yang aman. Apabila dalam suatu pelaksanaan pembangunan telah dilaksanakan persis seperti rencananya tetapi belum menunjukkan hal-hal yang baik seperti yang diinginkan.Tetapi penemuan baru ini telah menunjukkan sesuatu kebenaran yang belum pernah ada yang diperoleh melalui suatu penelitian atau suatu penjelajahan. baik alat maupun gagasan yang diciptakan seseorang. dan nilai-nilai budaya masyarakat. dan tertib sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selamat.

proses percampuran ini lebih bersifat menyempurnakan. Berkurangnya penduduk karena perpindahan penduduk ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan pada lapangan pekerjaan. Hal ini mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. dan antara individu dengan individu.Adanya optimalisasi pencapaian pelaksanaan pembangunan oleh penguasa. dalam hal ini adalah presiden hingga seluruh jajaran aparatur negara. Proses asimilasi kebudayaan merupakan proses percampuran yang terbaik karena tidak ada unsur paksaan dan terjadi dalam suatu hubungan yang sangat harmonis. Hal ini juga menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya. Pertambahan penduduk membuat masyarakat pun mulai mengenal hak milik seseorang atas tanah. Asimilasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang berlangsung sangat panjang dan akrab sehingga dapat membuat corak kebudayaan khasnya menjadi luntur sama sekali sehingga sulit untuk dikenali. serta proses percampuran kebudayaan ini merupakan percampuran antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan asing. Ciri-ciri akulturasi kebudayaan antara lain: corak kebudayaan setempat yang mengalami percampuran masih tampak sifat-sifat khasnya. dan penetrasi kebudayaan. terutama percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan asing yang bersifat melengkapi atau menyempurnakan. b. sistem bagi hasil. percampuran-percampuran itu sungguh-sungguh 82 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua merupakan contoh pertentangan antara kelompok dengan kelompok. Akulturasi Kebudayaan Yaitu proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih secara damai dan sukarela. antara lain: Pengaruh Kebudayaan Lain Melalui proses interaksi antarindividu maupun antarkelompok antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain akan mengakibatkan akulturasi. proses percampuran kebudayaan berjalan secara damai dan sukarela. Dengan begitu. generasi tua justru tidak begitu saja menerima unsur kebudayaan tersebut. hal ini terlihat misalnya dalam hal pergaulan. Faktor eksternal Yaitu faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat. Sebaliknya. asimilasi. Generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan baru. Bertambah atau berkurangnya penduduk. antara kelompok dengan kelompok. Pertentangan dalam masyarakat di antara individu dengan kelompok. dan sewa tanah.

Ciri-ciri asimilasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. tetapi juga melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. hubungannya sangat akrab atau intim. dan sifat-sifat khas dari budaya setempat menjadi luntur bahkan hilang sama sekali hingga sangat sulit untuk dikenali. dan banjir besar termasuk bencana yang tidak hanya ikut merubah lingkungan alam. Jelaskan bagaimana solusinya! 3. serta berikan contoh-contohnya! 2. Gempa bumi. seseorang yang tinggal di daerah pantai meninggalkan daerahnya ke daerah pertanian karena bencana banjir. Penetrasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih. penindasan.dikehendaki oleh semua pihak. Misalnya. angin topan. wilayahnya saling berdekatan. 1. Jelaskan bagaimana pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial dan budaya. Jelaskan bagaimana membuat perencanaan perubahan yang baik! 4. tetapi melalui pemaksaan. meluasnya budaya masyarakat penjajah. penjajahan ekonomi. Pengaruh Lingkungan Alam Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alam senantiasa mengalami perubahan-perubahan dalam bentuk siklus yang teratur maupun siklus yang tidak teratur. Perubahan yang direncanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Perubahan-perubahan lingkungan alam ini mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat bertahan hidup. Penetrasi budaya ini terjadi dari budaya masyarakat yang kuat kepada budaya masyarakat yang lemah. Setiap perubahan sosial mesti terdapat pihak-pihak yang dirugikan dan pihak-pihak yang diuntungkan. dan corak kebudayaan khas menjadi luntur sehingga membentuk corak budaya yang baru yang merupakan perpaduan dari hasil percampuran tersebut. Berikan dua buah contoh bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi akibat perubahan nilai dan sikap! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 83 . terjadi pengikisan budaya lokal. Tipe-tipe penetrasi budaya dapat berlangsung melalui penjajahan fisik. atau pun penjajahan. misalnya dalam hal mata pencarian. Ia pun menyesuaikan dirinya dengan menjadi petani. Ciri-ciri penetrasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya melalui suatu pemaksaan. atau melalui sistem religi atau agama dan kepercayaan.

Dalam interaksi yang dilakukan. Dalam interaksi yang dilakukannya. individu akan memahami norma-norma sosial sekaligus dapat mematuhinya. Terjadinya kerja sama antara individu-individu atau antara kelompok-kelompok dalam interaksi sosial merupakan bentuk adanya keteraturan sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu. budi pekerti. Di sisi lain. dan dasar-dasar dari norma agama. Kerja sama inilah yang mendorong terbentuknya suatu sistem norma sosial yang baku dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Peperangan dengan negara lain juga dapat menyebabkan perubahan. distribusi tenaga kerja.5 Kerja sama diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. 84 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pengiriman bahan baku. di mana seringkali negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang kalah. F. kesopanan. sangat diperlukan peranan orang tua dalam rangka membentuk generasi muda yang memahami norma-norma kesusilaan. misalnya macetnya proses pemasaran. proses kerja sama. sekolah merupakan media kedua yang sangat strategis untuk menyelenggarakan interaksi sosial yang terarah dan untuk menciptakan warga masyarakat yang berkualitas secara intelektual.Peperangan Yang dimaksud dengan peperangan adalah konflik atau pertikaian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar batas-batas negara. manusia akan melakukan kerja sama. dan lain-lain sehingga akan menimbulkan perubahanperubahan yang lebih bersifat destruktif. Interaksi sosial terjadi pertama kali dalam lingkungan keluarga dan kerabat. Peperangan ini sering kali akan memunculkan implikasi yang negatif. interaksi sosial merupakan sarana yang sangat fundamental untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu. Sumber: Indonesia Indah Gambar 3. INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL Dalam membangun terciptanya keteraturan sosial dalam dinamika kehidupan sosial.

keteraturan sosial di tengah keragaman masyarakat pun akan tercipta. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam hal suku. Coba amatilah perilaku sosial dari seluruh komponen sekolah dan buatlah deskripsinya secara ringkas! 2. baik individu maupun kelompok. kita pun harus dapat menciptakan keteraturan sosial di tengah-tengah keragaman tersebut. hubungan sosial yang muncul pun akan bersifat dinamis di mana ada timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut. dan adat istiadatnya.Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. Ketika kita sudah memahami dan mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Oleh karena itu. interaksi yang kita hasilkan pun akan mengarah pada kerja sama dan berlangsung positif. 1. agama. budaya. Kemajemukan ini pasti akan mendorong pula terjadinya keragaman dalam interaksi sosial. Artinya. bahasa. Proses sosial sendiri muncul karena adanya hubungan-hubungan yang terjadi di antara manusia yang bersifat dinamis. Sebagai individu. Keteraturan sosial menjadi idaman semua orang. hal tersebut harus diciptakan oleh masing-masing individu yang hidup dalam masyarakat. Bagaimana menciptakan keteraturan sosial di lingkungan sekolahmu? 3. Interaksi sosial yang berlansung positif akan mengarah pada kerja sama. Menurutmu komponen-komponen apakah yang perlu dibenahi dan bagaimana solusinya? Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 85 . kita pun sebagai anggota masyarakat harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan saling menghormati satu sama lain. Agar interaksi sosial berlangsung positif. Kepentingankepentingan tersebut dapat terpenuhi secara wajar tanpa adanya konflik dengan pihak lain. Untuk mewujudkan keteraturan sosial. diperlukan adanya keteraturan sosial. Keteraturan sosial di dalam masyarakat tidak akan terjadi dengan sendirinya. karena keteraturan sosial dapat menjamin semua kepentingan. jika ada keteraturan sosial dalam masyarakat. sebaliknya jika berlangsung negatif akan mendatangkan konflik. Dengan sendirinya. interaksi sosial bagi seorang anak sangat penting dalam membentuk karakter sosial yang baik dan mampu menghasilkan calon-calon warga masyarakat yang baik.

Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Bagaimana solusi menciptakan kamtibmas di lingkungan kalian? MENGELIMINIR BUDAYA TAWURAN P 86 ada pergaulan remaja terutama di lingkungan sekolah. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok.MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DALAM MASYARAKAT K eamanan dan ketertiban merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya yang dapat mempengaruhi kelancaran proses interaksi antarwarga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. anak-anak membentuk suatu kelompok-kelompok bermain dengan ekses negatif. Dalam konteks ini peranan aparat keamanan lebih strategis dan lebih penting daripada peranan rakyat biasa sebagai warga masyarakat. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Terwujudnya keamanan dan ketertiban akan menjamin kelancaran roda pemerintahan dan terciptanya stabilitas nasional yang mantap. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. diperlukan perhatian dari semua pihak. yaitu membentuk suatu geng yang mengarah pada akumulasi tenaga Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah kalian dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan disertai dengan data-data pendukung! 2. baik aparat keamanan (tentara dan kepolisian) maupun semua warga masyarakat sebagai komponen bangsa.

perumahannya. mata pencariannya. Bagaimana cara-cara untuk mencegah terjadinya tawuran? INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Setiap masyarakat terdiri dari individu-individu yang bersifat heterogen. serta budaya-budaya baru yang diperoleh dari orang lain atau dari masyarakat yang lain. nilai-nilai. artinya masing-masing individu mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang sangat berbeda-beda. Ada kalanya kelompok yang satu bertemu dengan kelompok yang lain dan timbul masalah yang sifatnya relatif sepele. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 87 . setiap orang dalam masyarakat akan mendapatkan pengetahuan. Bagaimana pendapat kamu tentang kerugian akibat adanya tawuran? 2. Sebagai hasil proses interaksi sosial. Kejadian ini sering kali dilakukan setelah usai sekolah atau bahkan meninggalkan jam pelajaran untuk berkelahi dengan kelompok yang lain. Proses inilah yang dimaksud dengan proses perubahan sosial dan budaya yang dalam kurun waktu yang panjang disebut dinamika sosial budaya. Mengapa justru budaya tawuran sangat rentan pada anak-anak usia remaja? 3. Tetapi seringkali muncul sebagai kelompok-kelompok fisik yang cenderung mengembangkan budaya tawuran dengan kelompok yang lain.fisik untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya. dan sebagainya. Proses ini telah mendorong orang untuk memperbaiki atau merevisi hidupnya termasuk kebudayaannya seperti pola pikirnya. Keadaan ini telah mendorong secara naluriah bagi tiap-tiap individu untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Proses pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus. Tindakan ini di satu sisi memang menjadi sarana pergaulan untuk menyerap pengetahuan dan keterampilan dari satu pihak kepihak yang lain. Pertanyaan: 1. baik antaranggota masyarakat dalam suatu masyarakat atau pun antarmasyarakat yang berbeda struktur budayanya. maka terjadi perkelahian di antara kedua geng tersebut.

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Sugesti Simpati Imitasi Motivasi Identifikasi Empati 5. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses interaksi sosial? 2. Interaksi sosial merupakan komponen yang paling dasar dalam mewujudkan suatu dinamika sosial dan budaya di dalam masyarakat. dan sepenanggungan yang muncul di dalam 88 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang positif maupun yang negatif. Dinamika sosial pada hakikatnya merupakan keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. senasib. baik dalam satu masyarakat atau pun antarmasyarakat? 5. 4. Apa sajakah yang dapat diperoleh bagi seseorang melalui proses interaksi sosial dengan individu yang lain. 2. yaitu seperasaan. Dengan interaksi sosial. Dengan terbentuknya suatu masyarakat. 3. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkat-perangkatnya saling berinteraksi dan mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu.Pertanyaan: 1. Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama seperti apa yang kamu alami ketika kamu masih anak-anak? 4. Mengapa perubahan sosial budaya suatu bangsa perlu direncanakan secara saksama dalam waktu sebelumnya? Jelaskan alasanmu! 1. dan hubungan antara kelompok individu dengan kelompok individu. akan terjadi proses pemindahan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilanketerampilan dari pihak yang satu kepada pihak yang lain sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. maka terbentuk pula community sentiment. individu dengan kelompok individu. Di dalam dinamika sosial. Jelaskan bagaimana kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial budaya? 3.

10. 6. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 89 . Terbentuknya organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama. Proses terbentuknya kelompok. Jika di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. Dengan community sentiment ini. kehidupan bersama dalam masyarakat akan terbangun dengan kokoh. visi. Faktor internal Gerakan sosial (sosial revolution) Penemuan baru (invention dan discovery) Perencanaan perubahan pembangunan b. a. Selain itu. dibentuklah lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama dengan sendirinya akan menciptakan keteraturan sosial.hati setiap warga masyarakat. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Proses pembentukan lembaga sosial dalam perkembangan keteraturan sosial tertib sosial keajegan order pola perilaku 8. Kelompok diawali degnan orang-orang yang berkerumun dan berinteraksi. persepsi atau tujuan. dalam kelompok tersebut telah terjadi hubungan timbal balik dan ada norma-norma yang dipatuhi oleh masingmasing anggota. Hubungan antarstatus Hubungan kekeluargaan Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan 7. Proses terbentuknya organisasi sosial. Ada hubungan timbal balik antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. kepentingan. persamaan senasib. perubahan dan dinamika sosial juga disebabkan oleh dua faktor. Faktor eksternal Pengaruh kebudayaan lain Pengaruh lingkungan alam Peperangan 11. Kerja sama ini dapat didasari oleh adanya persamaan profesi. dan misi. suatu kerumunan dapat dikatakan telah menjadi kelompok. Faktor-faktor penyebab perubahan dan dinamika sosial Perubahan lingkungan alam Perubahan situasi kependudukan Perubahan struktur sosial Perubahan nilai dan sikap Selain faktor-faktor di atas. Untuk mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik. 9.

akulturasi . achieved status 3. D atau E! 1. status sosial dapat diperoleh melalui faktor keturunan atau kelahiran. Interaksi sosial dapat dinamakan proses sosial. empati E. Status sosial dapat mempengaruhi pola interaksi sosial. . . C. A. B. .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . A. dalam proses sosial tersebut seseorang yang cenderung menanggapi anjuran tertentu dari pihak lain tanpa berpikir panjang pada individu penerima disebut . simpati C. . kompetisi B. . ada pelaku dan dimensi waktu C. Interaksi sosial dapat berlangsung bilamana memenuhi syarat antara lain . ascribed status E. . imitasi B. akomodasi C. A. . asimilasi 90 Sosiologi SMA/MA Kelas X D. adapun contoh bentuk kerja sama antara lain . . tipe status D. asimilasi 5. coercion B. Interaksi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. A. sosial status C. salah satu bentuk proses yang disosiatif antara lain . A. . ada tujuan yang hendak dicapai dan simbol D. ada tindakan dan norma sosial E. ada kontak sosial dan komunikasi B. misalnya gelar ningrat yang dapat disebut dengan . . . akomodasi E. kompetisi E. sugesti 4. . identifikasi D. . ada pelaku dan tata nilai 2. assigned status B. akulturasi C. sosialisasi D. . Salah satu bentuk proses sosial asosiatif antara lain kerja sama.

merupakan alat pendorong dan pemersatu 3. . . hormat. 2. dan 5 B. Suatu proses sosial asimilasi dapat berjalan dengan lancar. persamaan unsur-unsur kebudayaan 2. nilai material. dan 5 8. dan 4 7. 2 dan 3 E. 4 dan 5 B. perbedaan ekstrem latar belakang budaya 5. 5 dan 1 C. 2. . 1. dan 4 E. . A. 1 dan 2 D. . Dr. . terisolasinya golongan tertentu Pernyataan di atas yang benar adalah . . tradisional B. . .6. 1. nilai ekonomi. 3 dan 4 9. 1. 2. dan 5 B. 2. 4. 2. Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. dan 3 D. Tingkah laku Budi tersebut merupakan contoh tindakan sosial . nilai kejasmanian. nilai kebenaran. sebagai petunjuk arah dan pemersatu 2. dan 4 E. 1. . dan 5 C. dapat ditularkan 4. rasional C. 3. salah satu faktorfaktor yang dapat mempengaruhi antara lain . . . 3. instrumental Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 91 . dan 3 D. 1. terbentuk melalui proses belajar 5. nilai keindahan 4. 2. toleransi di antara mereka 4. 4. Notonegoro adalah . nilai kebaikan 3. A. yang termasuk nilai sosial menurut Prof. irasional D. . Macam-macam nilai sosial: 1. . dan 5 C. Budi selalu bersikap sopan. 1. 2. 4. 3. . mempunyai pengaruh yang berbeda Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri nilai sosial adalah . afektif E. dan patuh kepada kedua orang tuanya. A. 3. nilai vital Uraian di atas. kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. nilai watak 2. 1. A. nilai intelektual 5. nilai religius.

kontak D. 2. 92 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . 4. sistem sosial D. . A. dan 4 B. 3. sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat D. A. . . ketaatan masyarakat terhadap norma sosial yang berlaku E. tempat dan kebudayaan C. dan 5 D. custom C. . A. . kondisi masyarakat yang mau menerima norma-norma sosial 15. 2. Dalam suatu kehidupan masyarakat. . . dan 5 11. . pranata sosial B. latar belakang pendidikan 12.10. dan 3 C. perselisihan dengan cara yang kasar Dari contoh interaksi sosial di atas. pengaturan kegiatan bersama dengan baik 3. penyebaran rasa benci untuk menjatuhkan orang lain 5. . . . A. waktu dan tempat B. . . imitasi B. sumber 13. antara lain . norma sosial E. . dan 5 E. Faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah . keteraturan sosial dapat terbentuk dikarenakan adanya . . Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. kepribadian dan sikap D. 3. antara kelompok dengan kelompok. . 2. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan tentang nilai-nilai yang mereka anut disebabkan adanya perbedaan-perbedaan. norma-norma sosial beserta sanksi-sanksi bagi yang melanggar C. 2. 1. folkways 14. Perhatikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial berikut! 1. penerima C. 4. yang bersifat disosiatif adalah . A. 1. dan kelompok dengan individu. Faktor penyebab terjadinya perbedaan nilai yang menjadi orientasi tindakan individu dalam masyarakat adalah . Suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat disebut . ras dan keturunan E. komunikasi E. persaingan tidak sehat mencapai prestasi terbaik 4. . keselarasan antara interaksi dengan norma dan nilai sosial yang berlaku B. kerja sama membangun perusahaan 2.

keinginan. pengalaman. tujuan. kelompok. sistem sosial D. . . kelas sosial Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 93 . A. individu. keajegan C. . motivasi. dan nilai yang berlaku dalam masyarakat 20. proses sosial C. Suatu kondisi masyarakat yang teratur di mana sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat sehingga berbentuk pembagian kerja dan pranata sosial dalam setiap individu atau kelompok disebut . kerja sama 19. kemampuan pengetahuan. kompetisi B. harapan. struktur sosial E. . proses sosial.A. . kemampuan. A. adanya tata nilai tertentu yang dipakai oleh masyarakat D. Proses yang cenderung bersatu dan meningkatkan solidaritas anggota-anggota kelompok merupakan bentuk proses . E. . tata nilai 16. dan anggota masyarakat seluruhnya E. . norma dan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat B. sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut B. . norma sosial. A. norma-norma sosial tersebut mempunyai sanksi-sanksi E. asosiatif E. akomodasi C. sosialisasi dan komunikasi antarindividu dalam kelompok C. fasilitas kondisi lingkungan. kebudayaan. terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas 18. kepribadian. C. . dan interaksi anggota masyarakat D. order B. . Keteraturan sosial merupakan hubungan selaras antara . tujuan. status sosial B. perencanaan tata nilai. Masyarakat dapat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib. . adapun salah satu cirinya . . A. D. lingkungan. A. Interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya . . tertib sosial E. interaksi sosial. struktur sosial. keteraturan sosial 17. B. . kebiasaan kebiasaan. kemauan. disosiatif D. pola D. norma-norma sosial tersebut diterima secara mantap C. .

Jelaskan proses terbentuknya suatu lembaga! 2. Apa yang dimaksud keteraturan sosial? 9. Bagaimana upaya menciptakan keteraturan sosial di dalam masyarakat? 10. Apa sumbangan dari adanya keteraturan sosial terhadap pembangunan bangsa? jelaskan! 94 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Mengapa berubahnya lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan dan dinamika sosial? 5. Apa yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan? 8. Karakteristik apa saja yang menandai adanya hubungan antarstatus? 4. Apa yang dimaksud dengan struktur sosial? 7. Sebutkan bentuk-bentuk dari perubahan situasi kependudukan! 6.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Sebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial! 3.

termasuk sistem nilai dan norma yang dipedomani oleh warga masyarakat. dan tanggung jawab yang tampak sehari-hari. Bersamaan dengan proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu. struktur budaya. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 95 . kegemaran. Melalui proses sosialisasi. Kepribadian terbentuk dari perpaduan antara faktor intern yang berupa warisan biologis dan faktor ekstern yang berupa pengaruh-pengaruh dari lingkungan di luar diri individu. Menghubungkan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan. Sumber: Koleksi Editor P roses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu di tengahtengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam masyarakat. Bagaimanakah sosiologi yang kamu jalankan mempengaruhi kepribadianmu? Coba ikuti bab berikut ini. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai.SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosialisasi dan pembentukan kepribadian. kepribadian terbentuk secara stabil yang dapat terlihat melalui perilaku-perilaku yang khas. Setelah individu mencapai usia dewasa. prakarsa. pengendalian emosi. Sebagaimana kita ketahui bahwa kepribadian merupakan gambaran umum yang menyeluruh dari perilaku yang khas yang dimiliki seseorang. Mendeskripsikan hubungan sosialisasi dengan kepribadian. kerja sama. seseorang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang struktur masyarakat.

Media Massa Sifat-sifat Khas Kepribadian Otoriter Peralihan Normatif 96 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lingkungan Pendidikan.Sosialisasi Primer Sosialisasi Sekunder Ciri-ciri Fisik Tingkat Intelegensi Warisan Biologis Bakat-bakat Seni Proses Sosialisasi Media Sosialisasi Keluarga. Play Group.

perbedaan nilai dan norma dalam penerapan pengaturan tertib sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Tidak tertulis 5. PERANAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI Tiap-tiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan norma yang berbeda-beda. Agar nilai-nilai sosial ini dapat dilaksanakan oleh warga. Bersifat konkret (nyata. Nilai Sosial 1. Belum dilengkapi sanksi 4. Mempunyai fungsi mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat a. Sistem nilai dan norma tumbuh dan berkembang melalui proses yang relatif panjang dan terseleksi sehingga norma dan nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dijadikan pedoman untuk menyatakan benar atau tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan orang di tengah-tengah masyarakat. jelas. Penjelasan secara lengkap mengenai nilai sosial dan norma sosial termasuk peranannya secara detail akan dijabarkan pada uraian berikut ini. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 97 . Mempunyai fungsi sebagai pedoman perilaku warga masyarakat Norma Sosial 1. Perbedaan Nilai dan Norma Sosial Secara mendasar. Bisa tertulis. nilai dan norma seperti dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu. perintah-perintah. Telah dilengkapi dengan sanksi 4. 1. Selanjutnya tata nilai ini akan diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang lebih bersifat eksplisit dan dilengkapi dengan sanksi. bisa tidak tertulis 5. Sistem inilah yang disebut tata nilai. Terbentuk setelah adanya nilai. dan larangan-larangan. Nilai Sosial Setiap masyarakat mempunyai sistem tata kelakuan dan hubungan sendiri-sendiri. norma-norma sosial dibentuk dengan isi. dan tegas) 3. norma dibuat untuk melaksanakan nilai 2. Berdasarkan uraian tersebut. Bersifat abstrak (samar-samar) 3. Terbentuk lebih dulu daripada norma 2. Nilai-nilai sosial ini merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik.A.

Contoh-contoh nilai antara lain jujur. tawakal. yang mengatakan bahwa nilai atau values dimaksudkan sebagai ukuran-ukuran. pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama. Dilihat dari sudut perilaku masyarakat. Misalnya. dilaksanakan. kepada apa yang seharusnya ada. 98 Sosiologi SMA/MA Kelas X . hukum. dan orang perorangan. penting. yang benar dan salah. Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya menilai pentingnya “gotong royong” dan “hubungan kekerabatan”. serta dianggap benar dan penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. dan baik untuk dikerjakan. bersahaja. dicita-citakan. Ada masyarakat yang amat mementingkan bentuk. nilai juga bisa berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan lainnya. dan berguna berdasarkan ukuran yang berlaku dalam masyarakat. adil. atau diperhatikan. dan keyakinan-keyakinan yang dianut oleh orang banyak dalam lingkungan suatu kebudayaan tertentu mengenai apa yang benar. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik. Pengertian tersebut dipertegas oleh Polak (1985:30). mengatakan bahwa “Nilai-nilai juga memberikan perasaan identitas masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai”. sholeh dan sholehah. Young. nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat. dapat dikatakan nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. hemat. Nilai sosial secara umum dapat dinyatakan sebagai keyakinan relatif kepada yang baik dan buruk.Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. ide. Masih banyak pendapat-pendapat mengenai nilai sosial antara lain yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini. anggapan-anggapan. sedangkan di masyarakat lain menganggap kedua hal tersebut “tidak penting” atau dianggap sebagai gejala materialisme. dan apa yang seharusnya tidak ada. suatu masyarakat menjunjung tinggi anggapan tentang waktu adalah uang dan kerja keras. rajin. benar. sikap lahiriah yang sopan. beriman. dan lain-lain. melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan disertai emosi terhadap objek. kita sudah mempunyai gambaran bahwa nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. Seperti halnya norma. nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu (tindakan) yang dianggap baik. Dengan demikian. dan tutur kata yang ramah. Setelah nilai sosial terseleksi dan berupa sesuatu yang telah dinyatakan benar dan baik. luhur. Green. pantas. Menurut Soleman (1990:63). patokan-patokan. merumuskan bahwa nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.

Terbentuk melalui proses belajar. yaitu sebagai berikut. nilai dapat dibagi menjadi tiga bagian. yaitu daya guna fungsional yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. tolok ukur nilai ini tidaklah jauh berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Terbentuk dari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. Jenis-jenis Nilai Sosial Menurut Prof. kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia. Dikatakan “daya guna fungsional” karena setiap obyek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan sistem masyarakat yang bersangkutan. Nilai material adalah segala benda yang berguna bagi jasmani manusia. yaitu sebagai berikut. Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan. Tolok Ukur Nilai Sosial Setiap nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolok ukur yang berbeda-beda. Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat. Dapat disebarluaskan melalui pergaulan. Ciri-ciri Nilai Sosial Secara universal nilai sosial mempunyai karakteristik sebagai berikut. etik). yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (estetika). rasio. Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya. Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi empat macam. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. Notonegoro. baik positif maupun negatif. Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang.Woods. menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama. Tetapi secara universal. Jadi. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/ keamanan (karsa. Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari akal manusia (cipta. Tolok ukur yang dipakai memberi nilai (penghargaan) tertentu. DR. budi). penghargaan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya fungsi. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 99 .

Sumber: Tempo. Norma sosial ini meliputi norma agama. Meskipun keempatnya mempunyai bidang pengaturan yang berbeda-beda.1 Pencemaran lingkungan oleh suatu perusahaan melalui pembuangan limbah sembarangan dapat merugikan ekosistem sekitarnya sehingga perusahaan tersebut dapat dijerat dengan norma hukum. 100 Sosiologi SMA/MA Kelas X . norma kesusilaan dan kesopanan. baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. tetapi terdapat banyak persamaan yang berupa moralitas yang bersifat universal (umum). bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon). Norma sosial dibuat berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi dengan maksud agar dapat dipatuhi sehingga warga masyarakat dapat berperilaku secara baik sebagaimana nilai-nilai yang ada. baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik antaranggota masyarakat dalam melakukan aktivitas sosialnya. 16 Juni 2002 Gambar 4. yang mengadakan hubungan timbal balik/berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk kelangsungan hidupnya. Norma Sosial Untuk mewujudkan nilai-nilai sosial yang telah diyakini kebenarannya.b. diperlukan suatu peraturan untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai sosial tersebut dalam bentuk norma sosial. serta norma hukum. norma adat dan kebiasaan. Pengertian Norma Sosial Yang dimaksud norma sosial adalah semua bentuk ketentuan. Secara kodrati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. Dalam berinteraksi inilah terjadi berbagai macam pengaruh.

Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antara individu. suatu norma sosial mempunyai tahapan-tahapan dengan daya ikat yang berbeda-beda. Dengan adanya norma. lidah topi berada di depan. Suatu penyimpangan terhadap usage tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat. Sesuatu yang diulang-ulang memberikan bukti bahwa perbuatan itu dianggap baik. Adapun tahapan-tahapan proses terbentuknya norma sosial sesuai dengan tingkatan daya mengikatnya adalah sebagai berikut. Cara (Usage) Pada hakikatnya. dalam soal jual beli. Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. sehingga mereka dijauhi oleh masyarakat di lingkungannya. manusia menciptakan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berfungsi melindungi diri dari kekuatan-kekuatan destruktif. dahulu seorang perantara tidak diberi keuntungan. dapat dirumuskan bahwa norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi perintah atau larangan demi tercapainya ketertiban dan kedamaian. sekarang seorang perantara harus mendapat bagiannya. tetapi sekadar celaan. usage menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan. norma-norma tersebut merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku di dalam pergaulan hidup. Pada hakikatnya. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101 . tetapi lama kelamaan norma itu dibuat secara wajar. tidak di samping kanan. ejekan. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain. seseorang tidak dapat bertindak semaunya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. yang ada hanya berupa teguran agar dipakai dengan benar. Berdasarkan uraian tersebut. sinisme. kiri atau di belakang. Kebiasaan (Folkways) Folkways adalah norma yang mempunyai kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. cemoohan. norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Contoh: orang memakai topi secara benar. dan sebagainya. dahulu berbentuk lisan sekarang harus berbentuk tulisan. Pada mulanya. Misalnya. Pada kondisi seperti ini. Daya Ikat Norma Dalam proses tumbuh dan berkembangnya. Dalam soal perjanjian.Dilihat dari aspek penyelamatan dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat. norma-norma itu terbentuk secara tidak sengaja. Bila ada yang memakainya tidak seperti kelaziman. Tetapi ketentuan ini belum memiliki daya ikat yang kuat karena seolah-olah tidak ada sanksinya.

Adat Istiadat (custom) Apabila suatu kelakuan telah menyatu dengan struktur budaya setempat. 102 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Tata Kelakuan (Mores) Pada perkembangan norma sosial setingkat. Jenis-jenis Norma Berlakunya suatu norma dalam masyarakat dapat berlangsung dalam lingkungan pergaulan yang formal seperti dalam tata pemerintahan atau dalam suasana nonformal seperti yang berada dalam lingkungan keluarga. baik langsung maupun tidak langsung. Selanjutnya baru memasuki rumah ketika dipersilahkan oleh tuan rumah. maka terbentuklah norma dengan tingkatan yang lebih tinggi daya ikatnya yang disebut adat. Pada dasarnya. Tata kelakuan tersebut memaksakan satu perbuatan yang lain. kerabat. Contoh: dalam suatu rangkaian upacara perkawinan menurut tata cara adat selalu didahului dengan upacara lamaran dan peningsit sebagai suatu tanda ikatan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan. yaitu norma dilihat dari resmi atau tidaknya dan norma utama. Jadi. secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Tetapi ketika memasuki rumah orang yang benar-benar yang belum dikenal. atau lingkungan permainan.Contoh: apabila memasuki rumah orang lain sebaiknya permisi dulu dengan mengetuk pintu atau memberi salam seperti “assalamu‘alaikum”. Kebiasaan ini juga belum mempunyai daya ikat yang relatif kuat karena memasuki rumah teman atau saudara kandung kadang-kadang tidak perlu melakukan itu dan tidak akan dipersalahkan. tata kelakuan atau mores mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. Norma terbagi menjadi dua kelompok. serta memiliki kekuatan yang mengikat. barulah hal tersebut dilaksanakan. adat istiadat atau custom adalah suatu tata kelakuan yang sakral dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Apabila tidak melalui prosedur itu. seorang individu akan dicemooh atau dihina oleh warga masyarakat karena tidak mematuhi tata cara adat sebagaimana layaknya dilakukan oleh warga masyarakat yang lain. tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut. Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang keras.

Contoh: meludah di sembarang tempat. memasuki rumah orang lain hendaknya memberi isyarat terlebih dahulu. (2) Norma tidak resmi (nonformal) Yang dimaksud dengan norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas (subconscious) dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. namun semua angota sadar bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dari patokan resmi. Dalam norma agama tidak ada ancaman sanksi nyata dalam kehidupan dunia. Contoh: hubungan tata kerja kedinasan di lingkungan Departeman Pertahanan dan Keamanan. Hanya orang yang beragama yang percaya bahwa pelanggar norma akan dihukum di akhirat dan yang mematuhi norma-norma agama akan mendapat pahala. Contoh: normanorma pergaulan dalam keluarga dan kerabat. Norma-norma utama dibedakan menjadi empat macam. Walaupun dikatakan tidak diwajibkan. antara lain: (1) Norma Agama Norma agama pada hakikatnya merupakan wahyu langsung dari Tuhan. norma agama lebih menyangkut pribadi tiap-tiap individu. norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat.Norma resmi dan tidak resmi (1) Norma resmi (formal) Pada dasarnya. meskipun mereka suami istri tetapi dianggap bertentangan dengan norma kesusilaan. Norma Utama Norma utama adalah norma-norma yang mempunyai peranan sangat strategis dalam tata pergaulan masyarakat. Contoh: berpelukan dan berciuman di depan umum. Jadi. (2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang datang dari hati sanubari manusia itu sendiri. yaitu Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103 . dan pada kenyataannya merupakan faktor yang tidak kecil artinya dalam menjamin ketertiban masyarakat. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh masyarakat. (3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengajarkan agar seseorang bersikap sopan terhadap orang lain sebagai anggota masyarakat.

(4) Norma Kebiasaan Norma kebiasaan adalah kumpulan petunjuk hidup tentang perilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. Contoh: membawa oleh-oleh ketika pulang dari bepergian. melarang. 2. nilai dan norma sosial mempunyai beberapa fungsi. serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh hukum atau undang-undang. a. Selain itu. Tanpa adanya nilai dan norma yang berlaku. Tetapi dengan melalui sanksi yang ada pada setiap 104 Sosiologi SMA/MA Kelas X .menyatakan punten (Sunda). benteng perlindungan. Selanjutnya panduan perilaku itu dapat dicontoh oleh warga masyarakat yang lain dalam berbagai segi kehidupan. Dengan demikian. dan pendorong. (5) Norma Adat Kebiasaan-kebiasaan yang telah menyatu dengan tata kehidupan masyarakat serta mengandung nilai-nilai ritual yang diyakini dinamakan norma adat. Norma itu mengatur. dan sebagainya. terutama bagi pihak-pihak yang lemah. nilai dan norma akan melindungi pihak-pihak yang lemah sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak-pihak yang kuat. Norma hukum berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. Sebagai Benteng Perlindungan Nilai dan norma dalam suatu tata pergaulan merupakan pelindung terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. warga masyarakat akan berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh sistem nilai dan norma yang ada. kulonuwun (Jawa). Sebagai Petunjuk Arah Perilaku Nilai dan norma berfungsi sebagai arah atau panduan perilaku warga masyarakat. kepentingan pihak-pihak yang lemah sering kali dirampas oleh pihak-pihak yang kuat. assalamu‘alaikum. dan sebagainya. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Secara garis besar. Contoh: upacara kematian dan upacara pernikahan (6) Norma Hukum Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah. Dengan demikian. b. yaitu sebagai petunjuk arah perilaku. pembakaran mayat (ngaben). Ini mengandung pengertian bahwa nilai dan norma telah terseleksi sebagai suatu panduan perilaku yang diyakini kebenarannya. hukum juga berfungsi sebagai sistem kontrol sosial.

Karena adanya nilai sosial yang luhur. perbuatan semena-mena itu dapat dicegah secara preventif maupun represif untuk melindungi yang lemah. manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh beradab. Sebagai Pendorong Di sisi lain nilai dapat berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. melainkan dapat mengalami pergeseran atau perubahan secara mencolok. c. maka manusia-manusia dari bangsa yang belum maju pun akan terdorong untuk mengejar keparipurnaan tersebut. Sumber: Tempo. Dengan kata lain.norma. Norma dan nilai pada dasarnya akan mengalami Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 105 . Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi itulah. bukan sebagai alat untuk menakut-nakuti rakyat. munculah harapan baik dalam diri manusia. Manusia menjadi manusia paripurna berkat keberhasilannya merealisasikan nilai sosial yang tinggi menjadi kenyataan konkret. 3. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Nilai dan Norma Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak bersifat kekal. apabila manusia dari bangsa dan negara yang telah maju sanggup dan berhasil merealisasikan diri mereka menjadi manusia yang paripurna.2 Aparat penegak hukum hendaknya dapat benar-benar menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. Hal yang demikian dapat juga terjadi pada nilai dan norma sosial yang telah dibakukan kebenarannya. 4 Maret 2001 Gambar 4.

Sebagai contoh: ketika Indonesia merdeka. Hal serupa juga terjadi pada peralihan struktur pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi. teknologi pendidikan. Sebagai salah satu contoh kejadian yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. dan teknologi berikut perubahan tata nilai dan sistem norma. Dari dua contoh ini. baik invention maupun discovery akan mendorong terjadinya inovasi-inovasi. Itu saja merupakan warisan dari pemerintah Hindia Belanda. norma-norma hukum berada dalam jumlah yang sangat sedikit. Melalui inovasi inilah. terjadi perubahan nilai dan norma yang semata-mata didorong oleh tuntutan perubahan tingkat peradaban yang terjadi dalam masyarakat. Dengan perubahan dan perkembangan ini.perubahan atau pergeseran sesuai dengan perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat. Perubahan struktur pemerintahan dalam suatu negara sering kali berkelanjutan dengan perubahan sistem nilai dan norma dari pemerintah terdahulu kepada pemerintahan yang baru. Di Indonesia. . Perubahan-perubahan itu misalnya ditandai dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan Nomor 2 tahun 1989 yang kemudian disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. a. teknologi transportasi. perubahan pemerintahan dari orde lama ke orde baru banyak sekali mengakibatkan perubahan tata nilai yang menyangkut perubahan perundang-undangan. Hal ini terjadi terutama apabila figur penguasa terdahulu mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan figur pemerintahan yang baru. Berubahnya Struktur Pemerintahan Suatu revolusi sosial sering kali diikuti dengan perubahan struktur pemerintahan secara mendasar. Perubahan Tingkat Peradaban Sebagai akibat adanya penemuan baru. Cepat atau lambat setiap masyarakat tentu mengalami perubahan dan perkembangan. mulai bermunculan peraturan-peraturan perundangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan pada saat itu. berubah pula sistem budaya. tingkat peradaban akan mengalami peningkatan. Demikian juga munculnya RUU Pengaturan Penggunaan Air Tanah. Sebagai contoh dengan munculnya bencana banjir di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Jakarta. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai dan norma di masyarakat. b. dan lain-lain. yaitu setelah runtuhnya pemerintahan Soeharto dengan nafas Golongan Karya menjadi sistem pemerintahan reformasi hingga pemerintahan Megawati yang bernafaskan demokrasi. sistem ilmu pengetahuan. misalnya telah melahirkan suatu ide untuk menertibkan dan membuat peraturan perundangan baru yang melarang pendirian bangunan/rumah pada daerah-daerah resapan. Tetapi dengan perubahan-perubahan tingkat peradaban masyarakat Indonesia. Hal ini berkaitan dengan pengaturan perilaku warga masyarakat untuk menciptakan tertib sosial. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi informatika.

penemuan baru dapat berupa discovery maupun invention. Penemuan-penemuan Baru Sebagai tindak lanjut dari berkembangnya tingkat pendidikan. maka manusia terus-menerus melakukan penyelidikan dan penjelajahan untuk mengungkap fenomena-fenomena alam dan fenomena sosial yang ada di muka bumi. Pengaruh Kebudayaan Asing Bergulirnya era globalisasi menjadikan komunikasi dan pergaulan umat manusia sedunia menjadi satu lingkungan yang efektif dan tidak lagi ada sekat-sekat batas antarnegara. Penemuan baru yang semakin banyak bermunculan akan melahirkan suatu bentuk pengaturan dan perlindungan terhadap penemuan baru itu sendiri seperti lahirnya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta yang akhir-akhir ini marak dibicarakan di kalangan elit pemerintahan di Indonesia. Perubahan dan perkembangan itu semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja manusia.c. Meluasnya pergaulan antarmanusia yang melintasi batas-batas negara telah mengakibatkan adanya keinginan-keinginan untuk meniru atau mengadopsi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 107 . Upayaupaya inilah yang kita sebut penemuan baru. Penemuan baru ini akan berkelanjutan dengan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai segi kehidupan yang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan penemuan baru tersebut bagi kehidupan manusia. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. e. Pada dasarnya. sebutkan dan jelaskan! d. Jelaskan macam-macam norma sosial yang ada di dalam masyarakat beserta peranannya! 3. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi? 4. Akibat lanjutannya adalah munculnya perubahan-perubahan peraturan perundangan yang dipandang sudah tidak efektif untuk mengatur dan mengendalikan perilaku warga masyarakat. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi primer dan sekunder? 2. Ada empat fungsi keluarga yang pokok. Era ini telah membuka banyak bangsa di dunia saling bertukar pengaruh dan budaya. 1.

Proses sosialisasi primer berlangsung sejak lahir hingga dewasa di lingkungan setempat. Proses percampuran budaya antarbangsa memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. baik alasan pekerjaan. 1. Akan tetapi. seorang pejabat baru harus melakukan sosialisasi dengan lingkungan sosial yang 108 Sosiologi SMA/MA Kelas X . artinya dengan sendirinya setiap orang secara naluriah akan melaksanakan proses ini dan sering kali tujuan itu sangat tidak disadari. proses sosialisasi merupakan proses mengenal lingkungan. Untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. perkawinan. dan penetrasi budaya. atau menempati perumahan yang baru. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan persiapan dalam melaksanakan proses pergaulan lebih lanjut dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan kehidupan yang baru tersebut. Dalam arti sempit. sistem telekomunikasi. Dalam arti luas. asimilasi budaya. bagi seorang pejabat baru yang memasuki medan tugas yang baru sangat disadari bahwa untuk mengawali tugas kedinasannya. Pada proses ini. Proses ini berupa proses alamiah yang dilakukan oleh semua individu sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari tata pergaulan dengan manusia yang lain. Keberhasilan suatu proses sosialisasi akan ditandai dengan adanya keterampilan atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang dibatasi dengan sistem tata nilai dan norma yang berbeda-beda. Proses sosialisasi sekunder dilakukan ketika orang mengalami perpindahan tempat tinggal. Kemudian. ikutilah uraian berikut ini. PROSES SOSIALISASI Proses sosialisasi pada hakikatnya adalah proses belajar berinteraksi bagi individu di tengah-tengah masyarakat. dan lain-lain. baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. B. proses sosialisasi berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang akhirnya memasuki lingkungan masyarakat luas. Dalam proses perkembangannya. sistem perundangan. seorang individu mula-mula mengenal lingkungan sosial terdekatnya seperti anggota keluarga dan kerabatnya. proses sosialisasi pasti dilakukan oleh semua orang dalam bentuk sosialisasi primer maupun proses sosialisasi sekunder. Sosialisasi sesungguhnya merupakan proses yang bersifat kodrati. Dengan demikian. Tujuan Sosialisasi Pada dasarnya.budaya-budaya asing tertentu ke dalam masyarakat setempat termasuk sistem pendidikan. pergaulan antarnegara sangat memungkinkan perubahan nilai dan norma dengan mengadopsi budaya asing. proses sosialisasi meluas ke lingkungan masyarakat setempat seperti dengan lingkungan sepermainan dan lingkungan komunitas setempat. proses sosialisasi adalah proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh seorang individu selama hidupnya sejak lahir sampai dengan meninggal.

Sumber: Ayahbunda. 10–23 Maret 2001 Gambar 4. Aktivitas yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari proses sosialisasi adalah memperkenalkan diri dengan instansi-instansi terkait. dengan tokoh-tokoh masyarakat. baik lingkungan sosial tempat individu tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru.baru. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 109 . Pengetahuan seperti ini akan sangat berguna bagi seseorang yang baru untuk mendukung kelancaran proses menjalankan kedudukan dalam tugas kedinasan yang baru. dan dengan lingkungan masyarakat luas. dengan mitra kerja. Hal-hal yang diperoleh dalam proses sosialisasi adalah pengetahuan-pengetahuan untuk membekali seorang individu dalam melaksanakan pergaulan di tengah-tengah masyarakat antara lain sebagai berikut.3 Proses sosialisasi dalam keluarga dimulai semenjak anak masih kecil. Untuk mengetahui lingkungan fisik yang baru. Lingkungan sosial ini meliputi pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan aktivitas individu tersebut. skema. seseorang akan mengenali arah. Untuk mengetahui lingkungan sosial. dengan atasan langsung. kedudukan. dan sub-sub area yang berada di lingkungan yang baru tersebut. posisi. dengan teman sejawat. Dengan mengetahui lingkungan fisik dari suatu daerah.

proses sosialisasi telah membekali seorang individu dengan berbagai pengetahuan yang ada di dalam lingkungan masyarakat sehingga seseorang dapat sukses melaksanakan pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. Setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda. Meningkatnya status yang sering kali diikuti dengan meningkatnya kepercayaan dan meningkatnya peranan sosial di lingkungan sosial yang baru. ciri-ciri fisik. Warisan biologis inilah yang dimaksud dengan faktor intrinsik. dan adat istiadat yang berlaku di daerah itu. Suatu proses sosialisasi dikatakan berhasil apabila ditandai oleh hal-hal berikut. sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga. seorang individu yang memasuki lingkungan sosial baru perlu mengetahui sistem tata kelakuan. peradaban. Wujud nyata faktor intrinsik antara lain dapat berupa pembawaan-pembawaan atau pun warisan biologis termasuk 110 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisiknya. yaitu faktor yang berada di luar diri seorang individu. Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan di antara individu tersebut dengan warga masyarakat yang lain. manusia itu sesungguhnya telah memiliki pembawaan-pembawaan yang berupa bakat. Oleh sebab itu. lingkungan sepermainan. Untuk mengetahui lingkungan tipe sosial budaya suatu masyarakat. a. lingkungan pekerjaan. Dalam suatu proses sosialisasi. dan lingkungan pendidikan merupakan faktor ekstrinsik. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Setiap orang mempunyai warisan biologis yang berbeda-beda. dan kemampuan-kemampuan khusus warisan orang tuanya. faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. akhirnya sosial budaya suatu masyarakat dapat diketahui. tidak akan mengakibatkan kegagalan dalam proses pergaulan. Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang akan mengakibatkan ketenteraman dalam pergaulan dan keberhasilan dalam karir dan usaha. Adapun penjelasan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik tersebut di atas adalah sebagai berikut. Hal ini akan membekali seorang individu dalam proses pergaulan dan proses penyesuaian diri dengan lingkungan masyarakat tersebut. 2. Dengan demikian.Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Artinya. Pada hakikatnya. tata nilai. Faktor Intrinsik Sejak lahir.

jenis kepribadiannya pun mudah diarahkan dan terbentuk. pondasi dasar kepribadiannya sudah ditanamkan secara kuat. Oleh Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 111 . Misalnya bakat. pengetahuan. Ketika anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok primer lain di luar keluarga. Faktor Ekstrinsik Sejak manusia dilahirkan. manusia telah mendapat pengaruh dari lingkungan di sekitarnya yang disebut faktor ekstrinsik. Proses pembentukan budaya baru pada masyarakat sangat tergantung pada keluarga. Dalam kehidupan sosial. Faktor-faktor ini akan menjadi bekal seorang individu untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam proses sosialisasi. 3. dan sistem mata pencarian yang ada di dalam masyarakat. dan lain-lain. tentu saja keluarga tidak terlepas dari kondisi-kondisi yang ada dalam masyarakat. Faktor ekstrinsik dapat berupa normanorma. Keluarga merupakan kelompok primer yang pertama dikenal seorang anak. b. Untuk melakukan proses sosialisasi. Keluarga Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai tugas dalam proses pembudayaan. Di satu sisi merupakan faktor pendorong untuk mewujudkan suatu keinginan. Perpaduan antara faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi. Adapun media sosialisasi itu setidaknya terdiri dari empat macam. Media Sosialisasi Media sosialiasi adalah sarana seorang individu belajar berinteraksi untuk mengenal sistem tata kelakuan dan hubungan di lingkungan masyarakatnya. dan nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri. seorang individu akan dibatasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Di samping itu juga dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya masyarakat yang menyangkut struktur pemerintahannya. sistem budaya. terutama kepada generasi muda yang menjadi anak keturunannya.kemampuan-kemampuan yang ada pada diri seseorang. di sisi lain merupakan faktor pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik buruknya suatu aktivitas dalam suatu proses interaksi. motivasi. sistem sosial. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan keterampilan. terutama melalui proses sosialisasi anak-anak ke masa dewasa. baik norma maupun nilai-nilai yang berlaku. hobi. struktur budaya dan seninya. IQ. Faktor intrinsik dalam realitanya justru merupakan faktor yang dominan. a. struktur mata pencariannya. dan lain-lain. karakter. emosi. yaitu sebagai berikut. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas.

Jadi. Dengan adanya lingkungan sekolah yang baik memungkinkan proses pembentukan kepribadian anak dapat berlangsung dengan baik. b. Membantu orang agar siap mencari nafkah hidup bila telah tiba waktunya. serta pengaruh kondisi siswa pada umumnya sehingga tercipta suatu iklim belajar yang kondusif. Pengaruh-pengaruh ini berasal dari program pendidikan yang dilaksanakan melalui guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya. media cetak. Akibatnya. Pada lingkungan ini. maupun media gambar dapat memberikan pengaruh perkembangan anak. selanjutnya ia akan memasuki lingkungan yang lebih luas. Lembaga pendidikan primer adalah sekolah formal yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Keberadaan media tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat pada umumnya. Lembaga sekolah mendidik dan mengajarkan pengetahuan yang dianggap perlu dan tidak mungkin lagi ditangani oleh lingkungan keluarga. baik media suara. Dengan demikian. Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. nilai-nilai dan norma-norma yang disampaikan tertanam dalam diri si anak melalui penglihatan atau pendengaran. c. Media Massa Media massa merupakan media sosialisasi yang sangat luas dan cukup efektif pengaruhnya dalam proses sosialisasi bagi seorang individu. justru media massa yang mempunyai kedudukan sangat strategis dalam mempengaruhi 112 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Membentuk kepribadian. Di masa informasi ini. Berikut adalah proses sosialisasi di lingkungan sekolah. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan. seorang anak akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang praktis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. norma dan nilai itu dapat berpengaruh terhadap tindakan yang akan dijalankan oleh keluarga. Lingkungan Sekolah Setelah seorang anak belajar berinteraksi di lingkungan keluarga.karena itu. yaitu lingkungan sekolah. Masyarakat berbicara melalui mulut orang tua dan masyarakat bertindak melalui tindakan orang tua. Dengan perkembangan teknologi informasi. jelaslah bahwa media massa dapat menjadi media atau alat sosialisasi untuk menyampaikan berbagai informasi yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Menolong orang dalam mengembangkan potensi pribadi dan pengembangan masyarakat. aturan perkawinan yang harus sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya. Misalnya.

Lingkungan kerja bisa menjadi media sosialisasi bagi orang yang bekerja di lingkungan itu. prakarsa. Teman Sepermainan (Play Group) Teman sepermainan atau play group adalah lingkungan pergaulan anak yang mempunyai usia relatif sebaya. buku-buku bacaan lainnya seperti novel. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 113 .kepribadian seseorang karena media massa lebih banyak mendominasi waktu-waktu luang yang dimiliki oleh individu. d. anak belajar hidup bersosial. Hal ini terjadi karena lingkungan kerja mempunyai norma-norma yang lebih kuat serta pengawasan yang ketat sehingga dapat membentuk kepribadian menjadi sempurna. Lingkungan ini berlangsung di sela-sela pendidikan dan pergaulan rumah tangga. baik swasta maupun televisi pemerintah. Melalui anggota kelompok sepermainan. baik RRI (Radio Republik Indonesia) maupun radio-radio swasta. cerita bergambar. anak mematuhi aturan yang berlaku jika ingin diterima menjadi anggota kelompoknya. Melalui lingkungan kerja inilah. Majalah. dan lain-lain. lingkungan kerja merupakan lingkungan yang relatif baik untuk mengembangkan dan mematangkan pribadi seorang individu. Beberapa contoh lingkungan sepermainan yang cukup efektif mempengaruhi kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Internet. Ia pun akan berusaha mematuhi nilai dan norma yang berlaku agar dapat diterima sebagai anggota di tempat kerja tersebut. kerja sama. Radio. Dalam kelompok teman sepermainan. tanggung jawab. e. Seseorang dapat belajar dari teman-teman di lingkungan kerjanya tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. Sosialisasi di lingkungan teman sepermainan yang baik bisa mendukung terbentuknya kepribadian seseorang menjadi baik atau sebaliknya. Lingkungan Kerja Bagi orang dewasa. Televisi. kegemaran. komik remaja. Perkumpulan bermain musik. Lingkungan ini cukup efektif mengisi pengetahuanpengetahuan dalam proses seorang individu. Perkumpulan bermain sepak bola. Beberapa media massa yang mempunyai peranan strategis dalam pembentukan kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Perkumpulan kelompok belajar (les). Perkumpulan bermain sepeda santai. Surat kabar. dan hal lainnya akan lebih berkembang membentuk kepribadian yang relatif stabil. buletin. Kelompok teman sepermainan di tingkat remaja pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat dengan kelompoknya.

Kemudian.5 Lingkungan pergaulan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. lingkungan kerja. Sumber: Koleksi Editor Gambar 4. lingkungan sepermainan. maupun lingkungan masyarakat luas. Gambaran lebih jauh mengenai proses pembentukan kepribadian. Bakat. Selanjutnya. postur tubuh. seperti raut muka. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. warisan biologis ini berkembang menjadi semakin nyata ketika seorang anak melakukan proses sosialisasi sesama manusia dimulai dari lingkungan keluarga. dan lingkungan masyarakat luas. coba kamu perhatikan bagan berikut ini. lingkungan kerabat. lingkungan teman sepermainan. kepribadian memang telah diwariskan oleh ayah dan ibu dalam bentuk yang masih samar-samar yang disebut warisan biologis. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi di lingkungan keluarga. Kepribadian merupakan perwujudan dari nilai-nilai sentral yang diyakini dan dipedomani seseorang untuk menentukan perilaku secara umum. Pengertian Kepribadian Pada awalnya. warna kulit. 114 Sosiologi SMA/MA Kelas X . nilai-nilai ini menjadi satu sistem nilai yang paling diyakini dan paling mempengaruhi tipe perilaku seseorang yang dinamakan nilai sentral. Warisan biologis dapat berupa beberapa hal berikut. Ciri-ciri fisik. lingkungan pendidikan. lingkungan sosial. Golongan darah. Sifat-sifat khas.C. Adanya proses sosialisasi menjadikan seorang individu memperoleh nilai-nilai yang beraneka macam.

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 115 . individu yang telah terbentuk kepribadiannya akan turut mempengaruhi budaya masyarakat di lingkungannya. Selanjutnya. lingkungan pendidikan. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang positif maupun yang negatif. Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi ke generasi. dan lingkungan masyarakat luas. nilai-nilai sosial.Proses Pembentukan Kepribadian Lingkungan Pendidikan Media Massa Lingkungan Keluarga dan Kerabat Lingkungan Pergaulan Generasi Baru dengan Warisan Biologis tertentu Proses Sosialisasi Generasi Baru dengan Kepribadian tertentu Lingkungan Pendidikan Bagan 4. dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan kerabat. Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku khas yang diperbuat seseorang dalam kegiatan sehari-hari. lingkungan pergaulan termasuk lingkungan kerja. serta keterampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya. baik dari lingkungan pendidikan.1 Bagan Pembentukan Kepribadian melalui proses Sosialisasi Berdasarkan bagan tersebut. Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip. kita dapat mengetahui tipe kepribadian seseorang. pengetahuan. Sesungguhnya di sinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yang mendominasi perilaku seseorang. lingkungan pergaulan. media massa. dan pengaruh dari masyarakat luas.

Faktor Warisan Biologis Faktor warisan biologis adalah faktor-faktor yang berupa bawaan dari leluhurnya. Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Ada dua faktor besar yang turut mempengaruhi corak kepribadian seorang individu. sifat ramah. Bakat. Kepribadian bersifat abstrak dalam hal ini. seni suara. ibu. atau perpaduan dari keduanya. postur tubuh. Kepribadian dapat diumpamakan sebagai suatu bangunan rumah dan faktor pembawaan merupakan kerangkanya. dan lain-lain. Bentuk-bentuk warisan biologis terdiri dari halhal berikut ini. bisa dari ayah atau dari ibu. sifat ekstrim atau normatif. seni tari. dan lain-lain. Yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki corak kepribadian yang tidak pernah sama walaupun pada anak yang kembar sekalipun. yaitu tidak dapat dilihat dengan panca indera dan hanya dapat dideteksi melalui perilaku-perilaku keseharian yang asli yang tidak dibuat-buat. dan hal yang bersifat abstrak seperti karakter. Namun demikian. IQ ini bisa mirip dengan ayah atau pun dengan ibu. Ciri-ciri fisik. yaitu warna kulit. IQ. dan lain-lain yang mempunyai kemiripan dengan ayah. misalnya sifat pendiam. yaitu kecakapan seseorang yang dapat diukur dengan sejumlah pertanyaan. serta kakek dan nenek dari ayah maupun dari ibu. atau merupakan variasi dari ayah atau ibu. Faktor-faktor ini sesungguhnya merupakan pondasi yang menjadi cikal bakal untuk proses pembentukan suatu kebudayaan.2. raut muka. bentuk raut muka. Sifat-sifat khas yang berasal dari orang tua. seni karawitan. Menurut Mendel. seperti seni lukis. desain dan pengembangan variasi dan interior rumah merupakan faktor-faktor milieu atau faktor lingkungan. dominan ibu (XX). Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap anak walaupun memiliki asal usul/keturunan yang sama pada dasarnya ia memiliki kepribadian yang berbeda. Tingkat IQ. olahragawan. dan lainlain. Selanjutnya. 116 Sosiologi SMA/MA Kelas X . tipe rambut. bakat. a. postur tubuh. ibu. presenter. politikus. Faktor pembawaan dapat berupa bentuk fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang antara lain sebagai berikut. yaitu dari ayah. bisa juga seorang ibu yang memiliki kemampuan reproduksi sempurna dapat mewariskan faktor-faktor genetika yang sangat panjang yang berantai dari orang tua ibu atau nenek dan kakeknya ibu. Demikian juga orang yang bergaul di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda akan menghasilkan suatu proses pembentukan kepribadian yang berbeda-beda pula. faktor pembawaan ini bisa dominan ayah (XY). yaitu faktor warisan biologis yang berupa pembawaan-pembawaan dan faktor-faktor lingkungan tempat seorang individu melakukan pergaulan. seperti warna kulit. sifat pemarah.

media massa. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat fundamental dalam menampung berbagai kegiatan individu ketika masa kanak-kanak. Akan tetapi. ibu. bila lingkungan pendidikanBab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 117 . Kepribadian antara seorang individu dengan individu yang lain tidak sama tergantung dari tipe-tipe faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Proses pendidikan budi pekerti di dalam keluarga sangat efektif untuk proses pembentukan nilai-nilai sentral yang selanjutnya menjadi pondasi pembentukan kepribadian seseorang. Tiap-tiap keluarga mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. lingkungan kerja. Faktor Lingkungan Lingkungan mempunyai peranan dalam proses pembentukan kepribadian individuindividu. lingkungan pergaulan. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari lingkungan sosial seorang individu. Lingkungan Keluarga Yang dimaksud keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. Apakah kepribadian dapat mengalami perubahan? Jelaskan jawabanmu! b. dan lingkungan masyarakat luas. Situasi pendidikan seorang individu bersekolah juga sangat efektif dalam proses pembentukan kepribadian.1. Bagaimana proses pembentukan kepribadian? 3. Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang cukup efektif pula dalam mempengaruhi kepribadian. seorang individu mendapatkan pendidikan. seorang individu akan dikuatkan pondasi kepribadiannya dalam proses kepribadian yang dewasa. Dengan pemberian bekal pengetahuan nilai-nilai dan budi pekerti. dan anak-anak. Jelaskan mengapa faktor lingkungan mempunyai peran yang lebih penting dalam pembentukan kepribadian! 4. lingkungan pendidikan. Di lingkungan sekolah. Apakah kepribadian itu? 2. Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah lingkungan sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. pengajaran. dan pelatihan keterampilan yang berpengaruh besar dalam proses pengembangan bakat dan pembawaan lainnya yang bersifat positif. yaitu lingkungan keluarga.

nya kurang baik. Lingkungan ini dapat berupa teman sepermainan. lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua agar ada fungsi pengendalian terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. 19 Maret 2001 Gambar 4. tamak. Apabila hal ini tidak dilakukan. kikir. serta sifat-sifat negatif lainnya. cabul. 118 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan rakus. Media Massa Media massa merupakan perangkat-perangkat yang menjembatani komunikasi antara individu atau kelompok individu dengan individu atau kelompok individu yang lain. dan lain-lain. Untuk itu. Contoh media massa yakni buku. ilmu pengetahuan. internet. Pada pergaulan di lingkungan sepermainan. sombong. televisi. hal itu justru dapat mempersubur proses pengembangan faktorfaktor pembawaan yang bersifat negatif seperti serakah. Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan berada di lingkungan masyarakat setempat dan mempunyai usia yang relatif sebaya. pada umumnya individu bergaul dengan orang lain yang sebaya. koran. dan cerita yang berpesan moral dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak. Sumber: Warta Ekonomi. VCD. majalah. Media massa mempunyai peran cukup efektif dalam proses pembentukan kepribadian.5 VCD-VCD pendidikan. lingkungan setempat. emosional. Dengan demikian. maupun lingkungan tempat tinggal. takabur. radio. Yang dimaksud dengan lingkungan pergaulan adalah lingkungan di mana seorang individu secara efektif menghabiskan waktunya pada lingkungan tersebut. sesungguhnya lingkungan pergaulan justru mengakibatkan bakat-bakat negatif tumbuh subur dan berkembang yang pada gilirannya akan mewarnai tipe-tipe kepribadian yang tidak diinginkan. belum ada pihak yang menjadi pengendali atau pun pengontrol terhadap perilaku-perilaku yang negatif.

sedangkan unsur yang kedua disebut capital personality. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. b. dan lingkungan setempat. lingkungan pergaulan. Fase pertama dimulai sejak anak berusia 1 – 2 tahun ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. dan pemerintah yang kesemuanya dapat berpengaruh positif atau negatif dalam proses pembentukan kebudayaan. yaitu sejak lahir hingga dewasa. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting. Bagian yang kedua adalah unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. Fase Kedua Fase kedua merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. 3. pemuka agama. Lingkungan masyarakat luas dapat pula berupa peranan tokoh masyarakat. Namun demikian. lingkungan kerja. lingkungan pendidikan. tetapi tidak seefektif pada lingkungan keluarga. skala wilayahnya jauh lebih luas apalagi dengan terbukanya sarana telekomunikasi dan sarana transportasi yang memadai. Fase ini diawali dari Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 119 . seorang individu memperoleh masukan-masukan yang akan mempengaruhi proses pengembangan bakat/pembawaan yang dimilikinya. kerabat. Unsur yang pertama juga disebut struktur dasar kepribadian (basic personality structure). melainkan yang negatif. Bagian yang pertama adalah unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. Juga tak dapat dihindari jika yang berkembang tidak hanya bakatbakat atau pembawaan yang positif. Lingkungan masyarakat luas merupakan komponen yang terakhir yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang. Masukan-masukan itu dapat berupa ilmu pengetahuan maupun wawasan duniawi. kelompok elit pemerintahan. dan lingkungan sepermainan. Sesungguhnya lingkungan masyarakat luas merupakan gabungan dari lingkungan keluarga. Lingkungan Masyarakat Luas Lingkungan masyarakat luas juga mempunyai andil dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak. Fase Pertama Kepribadian terbentuk melalui proses yang sangat panjang.Melalui media massa. yaitu sebagai berikut. Anggapan-anggapan ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain.

Misalnya. kegemaran. dapat dilihat.usia antara dua sampai tiga tahun. amarah. serasi. Proses ini berlangsung relatif panjang pada anak hingga menjelang masa pendewasaan. sedih. mengasuh. Bagian yang kedua adalah nafsu-nafsu. Getaran Hati (emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. 120 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Naluri ini akan dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat hidupnya sebagai makhluk hidup. Hal tersebut yang tampak dari perangai. di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. Jika tingkat perekonomiannya berbeda. dan lainlain. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang. dan membesarkan anak hingga dewasa. Naluri (insting) Naluri atau insting merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat hidup sebagai makhluk. Fase kedua merupakan fase perkembangan. tidur. kehendak seseorang akan semakin banyak pula jumlah dan jenisnya. Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang nampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. Nafsu-nafsu ini merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis. maka kehendak-kehendaknya pun akan berbeda pula. indah. IQ. misalnya nafsu makan. Adapun bagian-bagian dari kepribadian secara umum terdiri dari uraian berikut. seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil. birahi. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural. Makin tinggi tingkat perekonomian dan peradabannya. kepribadiannya tersebut mulai nampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. dan seterusnya. serta bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. Drivers dibedakan menjadi kehendak dan nafsu-nafsu. dan diidentifikasi oleh orang lain. Dorongan-dorongan (drivers) Unsur drivers merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang.

Bakat Bakat pada hakikatnya merupakan seseuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya. berpolitik. Intelegensi ini termasuk di dalamnya adalah IQ. yaitu seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil proses sosialisasi pada masa sebelumnya. kepribadian dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe. Kepribadian Normatif Kepribadian normatif merupakan kepribadian yang ideal. yaitu anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya. yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. memori-memori pengetahuan. Kepribadian Otoriter Tipe kepribadian otoriter terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih memenangkan kepentingan-kepentingan terhadap dirinya daripada kepentingan-kepentingan orang lain. Pada fase ketiga. Pada dasarnya.Intelegensi (Inteligent Quotient – IQ) Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen. fase ketiga merupakan fase akhir yang ditandai dengan makin stabilnya perilaku-perilaku yang khas atau sifat-sifat khas dari seorang individu. Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. yaitu ketika seseorang telah berusia antara 25 – 28 tahun. Fase ketiga disebut fase kedewasaan. yaitu sebagai berikut. Salah satu ciri dari kepribadian otoriter adalah menonjolnya Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 121 . berdagang. Bakat tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Situasi ini terjadi pada anak-anak tunggal. c. Intelegensi merupakan dasar kecakapan seseorang secara umum. dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama proses sosialisasi. Tipe kepribadian ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. dan anak yang sejak kecil memimpin di kelompoknya. seperti bakat seni. terjadi perkembangan yang relatif tetap. dan lain-lain. setiap orang memiliki bakat yang berbedabeda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian.

HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN Kebudayaan adalah segala sesuatu yang merupakan hasil budidaya manusia dalam hidup bermasyarakat. Kebiasaan-kebiasaan ini selanjutnya dipedomani sebagai suatu sistem yang dapat diterima dan diterapkan oleh semua warga masyarakat. sistem aktivitas. 1.kehendak pribadi dan kurang menampung banyak aspirasi dan sering kali memandang rendah keberadaan orang lain. di mana ciri-ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian. Kebudayaan ini dapat berwujud dalam bentuk sistem ide. Kepribadian Perbatasan Kepribadian perbatasan merupakan kepribadian yang relatif labil. atau pun seorang yang mendapat dua jenis pendidikan yang latar belakangnya berbeda. Menurutmu fase apa yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang? Mengapa? Jelaskan pendapat kalian! 4. dan benda-benda konkret. Jelaskan bahwa norma sosial dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat! D. 122 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pada orang-orang yang berdiri pada dua kelas masyarakat. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya norma sosial! 3. Sistem Ide (Gagasan) Sistem ide adalah gagasan-gagasan yang merupakan hasil pencetusan orang per orang atau kelompok orang yang telah menjadi kebiasaan atau adat istiadat. Kemukakan dengan bahasamu sendiri bagaimana kaitan antara kepribadian dan kebudayaan setempat! 2. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat berbeda. 1. Kepribadian demikian sering kali terdapat pada orang-orang campuran antara dua golongan etnis.

religi. Misalnya dalam bentuk bahasa.2 Bagan pengaruh unsur kebudayaan terhadap kepribadian seseorang. Selanjutnya. sistem mata pencarian. Bahasa Sistem Religi Sistem Kesenian Masyarakat Melahirkan Generasi Baru Generasi Baru dengan Kepribadian Tertentu Sistem Ilmu Pengetahuan Sistem Ekonomi Sistem Teknologi Sistem Organisasi Sosial Bagan 4. pakaian adat. Untuk lebih jelasnya. Tampak kepribadian seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh tujuh unsur kebudayaan masyarakat setempat yang terdiri dari bahasa. Kepribadian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebudayaan setempat dan selanjutnya kebudayaan setempat berangsurangsur akan dipengaruhi bahkan direvisi oleh pribadi-pribadi yang ada pada masyarakat tersebut. perhatikan bagan berikut ini. sistem ilmu pengetahuan. Sistem Aktivitas (Perilaku Sosial) Sistem aktivitas merupakan perwujudan dari sistem ide yang ada sehingga perilaku-perilaku sosial yang ada dalam masyarakat merupakan manifestasi dari sistem ide yang ada pada masyarakat tersebut. Etos kebudayaan merupakan watak khas dari suatu masyarakat yang dapat terpancar dari perilaku warga masyarakatnya. Inilah yang disebut dengan etos kebudayaan. Dengan demikian. kesenian. 3. sistem teknologi. dan lain-lain. Artefak-artefak selanjutnya akan menjadi sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang dipakai untuk menyelenggarakan kehidupan.2. Benda-Benda Konkret (Artefak) Artefak merupakan benda-benda konkret atau benda hasil karya yang merupakan manifestasi dari sistem ide dan sistem aktivitas masyarakat. kepribadian boleh dikatakan terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga tiap-tiap orang mempunyai karakteristik yang sama apabila berasal dari lingkungan yang sama pula. dan sistem organisasi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 123 . sistem aktivitas ini akan menjadi sistem perilaku yang dipedomani sebagai sarana untuk melaksanakan pergaulan dan pemenuhan kebutuhan di dalam masyarakat. kesenian. pola pikir.

Kecenderungan budaya korupsi di Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono . Dalam konteks ini keluarga justru mempunyai peranan yang lebih penting dan mendasar dalam mewujudkan warga masyarakat yang baik ketimbang peranan lembaga pendidikan seperti TK. 1. diperlukan kerja sama dari berbagai komponen. 124 Sosiologi SMA/MA Kelas X . SMP.sosial. Setiap kelompok meneliti salah satu topik di bawah ini. warga masyarakat. SD.Jusuf Kalla. Untuk mewujudkan masyarakat yang baik. Tapi yang perlu dicatat di sini bahwa kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia. maupun tokoh-tokoh keagamaan. Ini berarti bahwa individu tersebut telah berperilaku seperti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Perilaku yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perwujudan budaya. terutama ketika ia bertindak. Korupsi merupakan salah satu kepribadian bangsa Indonesia. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 10 – 15 orang. 2. Budaya digunakan oleh setiap orang sebagai pedoman atau acuan dan latar belakang tindakan manusia dalam kehidupannya. terutama generasi baru secara akumulatif dan komprehensif. MEWUJUDKAN WARGA MASYARAKAT YANG BAIK W arga masyarakat yang baik adalah warga masyarakat yang dapat menjalankan peranannya yang menyangkut hak maupun kewajibannya secara baik tanpa mengurangi hak dari orang yang lain. dan SMU. serta perguruan tinggi. dapat dikatakan bahwa kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. baik pemerintah. lembaga pendidikan. Jadi. Ketujuh unsur tersebut mempengaruhi kepribadian individu.

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah Anda dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan dan sertakan data-data pendukung! 2. Bagaimana solusi Anda dalam mewujudkan masyarakat yang baik?

MEMPERSIAPKAN KETERAMPILAN HIDUP

P

ada dasarnya, proses sosialisasi merupakan proses belajar bagi seorang individu untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan tertentu agar seorang individu dapat berperilaku sesuai dengan kondisi budaya masyarakatnya. Ada kalanya proses sosialisasi justru menyerap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Keadaan ini akan membawa jalan yang tersesat bagi seorang individu untuk meniti karir hidup dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya dengan menyerap sub-sub kebudayaan yang baik, besar manfaatnya dalam membekali diri dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupan hari tua. Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan hidup atau life skill ?

2. Mengapa seorang remaja perlu membekali diri dengan keterampilan hidup? 3. Sebutkan lima contoh keterampilan hidup yang Anda senangi dan bagaimana cara Anda memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut!

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

125

4. Melalui media apa sajakah keterampilan hidup itu dapat diserap? 5. Apa yang akan terjadi bila seorang individu yang memasuki usia akhir dewasa tidak memiliki keterampilan hidup?

PROSES SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
Setiap manusia sejak kecil hingga dewasa senantiasa berada di lingkungan individu yang lain, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerabat, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat luas. Proses ini lebih tepat disebut proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan mendapatkan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk di dalam masyarakat yang meliputi hampir semua segi kehidupan. Misalnya, bidang kesenian, olahraga, perdagangan, masalah hukum, masalah perkawinan, dan lain sebagainya. Melalui proses sosialisasi, orang akan bertambah banyak pengalamannya serta berkembang prinsip-prinsipnya hingga akhirnya terbentuk persepsi dan pola pikir yang didasarkan pada nilai-nilai yang diserap dalam proses sosialisasi. Gambaran umum dari perilaku yang khas seorang individu dinamakan kepribadian. Kepribadian ini dapat dilihat dari keseluruhan perilaku yang sehari-hari diperbuat oleh seseorang. Pertanyaan: 1. Kapankah kepribadian seseorang akan menjadi baik? Dan kapankah kepribadian seseorang akan menjadi buruk? 2. Jelaskan bagaimana korelasi antara kepribadian dan proses sosialisasi yang dialami oleh seorang individu! 3. Sebutkan komponen-komponen dari kepribadian seseorang yang terlihat dari aktivitas kesehariannya! 4. Mengapa seorang anak perlu dibatasi lingkungan pergaulannya? 5. Bagaimana peranan warisan biologis dalam pembentukan kepribadian seorang anak?

126

Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. Norma dan nilai merupakan pedoman bagi individu yang melaksanakan proses sosialisasi, bahkan menjadi pedoman bagi semua warga masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seseorang pada hakikatnya akan mempelajari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk dipedomani yang selanjutnya seorang individu dapat berperilaku secara tepat sehingga dapat sukses dalam pergaulan. 2. Perbedaan nilai dan norma sosial Nilai sosial: dibuat lebih dulu daripada norma sosial, bersifat implisit, dan belum dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial: dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai sosial, bersifat eksplisit, dan sudah dilengkapi dengan sanksi. 3. Fungsi nilai dan norma sosial adalah sebagai petunjuk arah perilaku, benteng perlindungan, dan pendorong atau motivator. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai dan norma meliputi perubahan struktur pemerintahan, perubahan tingkat peradaban, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru, dan pengaruh kebudayaan asing. 5. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengetahui lingkungan sosial, lingkungan fisik, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat, dan mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi Faktor Intrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam seorang individu. Faktor Ekstrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri seseorang. 7. Media sosialisasi terdiri atas keluarga, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan,lingkungan kerja, dan media massa. 8. Faktor-faktor pembentuk kepribadian Faktor Warisan Biologis: ciri-ciri fisik, golongan darah, bakat, dan sifat-sifat khas. Faktor Lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan (lingkungan kerja), media massa, dan lingkungan masyarakat luas. 9. Kepribadian tiap-tiap individu dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak kebudayaan, di mana individu itu hidup dan berkembang menjadi dewasa (social determinism).
Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

127

lingkungan keluarga B. 4. . 2. . 5 B. A. . kecuali . Faktor-faktor berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor warisan biologis adalah . tingkat kecerdasan (IQ) Dari pernyataan di atas. 4 D. kegemaran 3. 4. 3. yang merupakan bagian atau unsur kepribadian seseorang adalah . prakarsa B. C. ego E. imajinasi 6. kerja sama 3. 2. . 128 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 5 E. A. golongan darah 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah seperti berikut. . 6 5. budi pekerti 5. 1. 4. kondisi fisik E. . . 3. 6 C. A. . karakter D. perilaku keseharian E. bakat-bakat D. . Untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat diperhatikan melalui . A. tabiat C. 2. prakarsa 2. kepribadian 2. perangai C. . Gambaran umum mengenai kejiwaan manusia yang teraktualisasi dalam bentuk perilaku yang khas dari seorang individu disebut . hati nurani D.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 3. 5. 2. perangai 4. B. 5. . dan E! 1. 1. . D. . pengendalian emosi C. . . 3. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. kejiwaan B.

proses sosialisasi di lingkungan sekolah B. . 2. masyarakat 7. 3 D. lingkungan alam B. sesuatu yang dapat diperoleh seseorang dalam proses sosialisasi adalah . . Tiap-tiap individu memiliki corak kepribadian yang berbeda-beda. . A. struktur sosial dan personil dari masing-masing status dalam struktur sosial 4. . pemerintah B. . proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat C. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 129 . Proses sosialisasi primer adalah . pengetahuan tentang lingkungan alam 2. warisan biologis C. 3. A. sekolah D. . . 5 E. 2. . Proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang pejabat baru pindahan dari daerah lain merupakan contoh dari . 2. B. 1. 1. C. Pernyataan berikut ini yang merupakan penjabaran dari istilah social determinism adalah . Salah satu perwujudan dari kehidupan sosial dalam masyarakat adalah kegotongroyongan. penemuan baru E. . Setiap masyarakat memiliki struktur budaya yang berlainan. proses sosialisasi pada lingkungan teman sepermainan 10. A. 2. budaya masyarakat setempat 6. strata dan popularitas diri 5. proses sosialisasi di lingkungan tempat tinggal yang baru D. . 8. keluarga E. . multimedia C. proses intuitif Berdasarkan pernyataan di atas.A. A. Budaya merupakan perwujudan dari kepribadian masyarakat. . . Corak kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh budaya masyarakatnya. 4 C. 1. norma dan nilai sosial 3. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. proses sosialisasi di lingkungan kerja E. 3. D. lingkungan keluarga D. 4 9. . 5 B. E. 1. Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki imtak (iman-takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan-teknologi) yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi . .

proses enkulturasi 11. . melatih keterampilan D. nilai dibagi atas tiga. . . nilai Prof. Segala sesuatu yang berguna bagi manusia sehingga orang dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas termasuk dalam nilai . menentukan kepentingan individu dalam masyarakat D. spritual. mengajar ilmu pengetahuan 12. kehidupan sosial yang bersifat abstrak B. kesusilaan. pengendali sosial dari perbuatan yang menyimpang E. dan moral abstrak. menentukan interaksi sosial bersama makhluk individu 13. . . religius B. . kehidupan kelompok untuk memenuhi kebutuhan khusus E. yaitu . material D. Keunggulan lembaga sekolah bagi pembinaan generasi muda terletak pada peranannya dalam . . dan kerohanian material. Nilai dan norma mempunyai hubungan saling berkaitan yang merupakan dasar dalam . Notonegoro. A. sosialisasi sekunder E. . . kesopanan. . sosialisasi primer D. nilai E. mendidik budi pekerti E. . Menurut A. adaptasi C. . maksudnya adalah . nilai C. menuntun manusia untuk berbuat baik B. nisbi. dan nominal mutlak. petunjuk arah dalam pemenuhan kebutuhan 16. vital 15. moral E. kehidupan bersama sebagai realita sosial C. A. sosialisasi B. . 1. Nilai sosial memiliki ciri-ciri antara lain . dan moral 14. . Fungsi nilai sebagai pendorong. dibawa sejak lahir melalui orang tua 130 Sosiologi SMA/MA Kelas X . mensosialisasikan nilai dan norma C. merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat 2. konkret. . . nilai D. memberikan rasa kebersamaan D. . menyatukan kelompok yang mengalami konflik C. membudayakan masyarakat B. etika C. Dr.A. A. dan nominal material. A. vital. . nilai B.

peningkatan kepekaan sosial 20. 3. . 3. terbentuk melalui proses sosialisasi 4. A. Dalam hal ini. lain lubuk lain ikannya” memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap daerah memiliki . . lingkungan masyarakat D. Lita mengalami proses sosialisasi. . 3. . . kebiasaan hidup yang berbeda dengan daerah lain C. lingkungan sekolah E. 3 D. baik positif maupun negatif Pernyataan di atas yang benar adalah . lingkungan masyarakat yang buruk E. nilai-nilai yang berbeda dengan daerah lain E. teman kerja B. . banyaknya teman dalam pergaulan D. 1. Salah satu pepatah yang mengatakan “lain ladang lain belalang. 5 17.3. 4. tingkat perkembangan yang berbeda dengan daerah lain B. Meskipun sudah tahu akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba. pembentukan kepribadian sosial E. 2. A. tuntutan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain D. 1. 4 B. Sejak kecil Lita selalu dibimbing dan diarahkan oleh orang tuanya agar melakukan sesuatu dengan baik dan benar. . . A. . . menurunnya kualitas pendidikan C. . kenyataannya masih banyak remaja yang terjebak untuk mengkonsumsi. yang merupakan media sosialisasi adalah . 4 E. . 2. 1. penanaman nilai dan norma sosial D. tata kelakuan yang berbeda dengan daerah lain 18. Dalam hal ini. pembelajaran ilmu pengetahuan sosial C. Kasus ini terjadi sebagai akibat dari . Seorang anak akan merasa aman dan mendapat pengalaman dalam kelompoknya. adanya kebebasan media massa B. 3. teman sekoah 19. 5 C. yaitu . . proses sosialisasi yang tidak sempurna Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 131 . . . mempengaruhi perkembangan pribadi individu. teman bermain C. A. mempunyai pengaruh yang sama sesuai dengan kebudayaan 5. pemulihan tindakan anak yang bersifat asosial B. A.

Jelaskan bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi! 3. Apa tujuan seorang individu melaksanakan proses sosialisasi? 132 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jelaskan bagaimana korelasi antara proses sosialisasi dan proses pembentukan kepribadian! 7. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi? 2. Sebutkan macam-macam norma sosial! 4. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian? 6. Mengapa norma dan nilai dapat mengalami pergeseran? Jelaskan! 5. Sebutkan dan jelaskan macam-macam media sosialisasi! 10. Apa yang dimaksud dengan nilai sentral? Bagaimana peranannya dalam bentuk perilaku? 9. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian pada diri seseorang! 8.Soal Essay Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! 1.

PERILAKU MENYIMPANG Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasikan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna. dan pengendalian sosial. Bab 5 Perilaku Menyimpang 133 . uraian berikut akan menjelaskan bagaimana keterkaitan nilai dan norma sosial.id D alam perkembangan masyarakat tidak selamanya orangorang berperilaku sesuai norma dan nilai. Sumber: http/images. Untuk membahas lebih lanjut.google. Mengklasifikasi jenisjenis perilaku menyimpang.co. Mendeskripsikan cara-cara untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. perilaku menyimpang. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai inilah yang dinamakan perilaku menyimpang yang menggelisahkan masyarakat sehingga masyarakat mengambil suatu tindakan yang disebut pengendalian sosial.

Tidak mampu menyerap norma Proses belajar yang menyimpang Ketegangan Antarkebudayaan Proses sosialisasi yang tidak sempurna Pelampiasan rasa kecewa Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Perilaku Menyimpang Tindakan anti sosial Sikap melanggar norma Pelanggaran Norma Delinkuensi Kriminalitas Sikap anti kemapanan Pengendalian Sosial 134 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. norma agama. Kegagalan ini kemudian menjadi beban masyarakat ketika seorang anak tidak mengetahui prinsip-prinsip benar dan salah. maupun norma hukum. Suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di suatu tempat lain. dan lain-lain. dapat dikatakan bahwa aturan yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukanlah baik atau buruknya perbuatan itu menurut pengertian umum. serta tidak mengetahui prinsip baik dan buruk. Kenakalan remaja pada umumnya terjadi akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsi-fungsinya. Kejahatan kerah biru (blue collar crime). Kriminalitas terdiri atas kejahatan kerah biru dan kejahatan kerah putih. 1. perkelahian pelajar. Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Semua bentuk perilaku remaja yang belum dewasa secara hukum yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada dikategorikan sebagai kenakalan remaja. Kejahatan (Criminality) Kejahatan atau kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa yang bertentangan dengan norma-norma hukum. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Norma yang dilanggar meliputi norma adat dan kebiasaan. b. terutama adalah hukum pidana. Pengertian Perilaku Menyimpang (Social Deviation) Yang dimaksud perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif. baik secara langsung maupun tidak langsung. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. a. terutama fungsi pendidikan dan fungsi pengawasan sosial. norma kesusilaan dan kesopanan. Kenakalan remaja sering kali menjadi benih awal dari suatu kriminalitas. PERILAKU MENYIMPANG Perilaku menyimpang merupakan akibat proses sosialisasi yang salah atau proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Contoh delinkuensi: berkatakata jorok. minum-minuman keras. Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh siapapun. Bab 5 Perilaku Menyimpang 135 . yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang miskin karena kemiskinannya.A. Jadi. mulai dari anak muda hingga orang dewasa pernah melakukannya. Perilaku menyimpang ini meliputi hal-hal berikut ini. mencuri buah-buahan. Perilaku-perilaku ini merugikan warga masyarakat secara sosiologis sehingga akan menjadi penghambat tumbuh dan berkembangnya suatu masyarakat.

Teori Anomi Robert K. Teori Kebudayaan Khusus yang Menyimpang Teori ini dikemukakan oleh Shaw dan McKay. melainkan karena keserakahannya. Generasi baru yang dilahirkan di lingkungan ini pun dengan sendirinya akan menyerap nilai-nilai yang memang menyimpang sejak awal. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya. Beberapa Teori Penyimpangan a. inovasi. padahal struktur budaya yang satu dengan struktur budaya yang lain saling bertentangan. Akibatnya. Cara-cara Adaptasi Konformitas Inovasi Ritualisme Pengasingan diri Pemberontakan ± ± Tujuan Budaya Cara-cara yang Melembaga Tabel 5. 136 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Keadaan anomi bisa menyebabkan penyimpangan sosial selanjutnya dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi. 5. bahkan dianggap perilaku yang normatif. ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut.1 Tabel Tipologi Adaptasi Individual dari Merton. Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama. dan pemberontakan. 2. individu-individu belajar mengenal tujuantujuan budaya tersebut. 4.Kejahatan kerah putih (white collar crime). kejahatan berawal dari proses sosialisasi terhadap subkebudayaan yang memang salah dan menyimpang. 1. Pada akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan perilaku. masing-masing masyarakat akan berperilaku dengan standarnya masing-masing. 2. yaitu konformitas. Kejahatan ini dilakukan semata-mata bukan karena kekurangan atau kemiskinan. pengasingan diri. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan penguasa. Menurut Merton. No. ritualisme. Hal ini terjadi pada perkampungan-perkampungan yang berserakan dan tidak teratur. 3. Menurutnya. di mana perilaku menyimpang dianggap hal yang biasa. b.

akan berupaya untuk melanggar peraturan ini. Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis.Keterangan: Ada lima macam tingkah laku manusia yang berkaitan dengan budaya dengan caracara yang disetujui untuk mencapai tujuan tersebut.1 Perilaku menyimpang berupa tindakan yang melanggar hukum ditidaklanjuti dengan memasukkan pelaku ke ruang tahanan. Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat. misalnya korupsi. Bab 5 Perilaku Menyimpang 137 . Misalnya. Sumber: Pilars. Mereka yang melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan atau cara-cara yang benar. sedangkan menjadi mahasiswa merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. 8–14 Desember 2003 Gambar 5. dan tanda ± berarti penolakan terhadap nilai-nilai yang berlaku dan berupaya dengan nilai-nilai baru. Dalam konteks ini. terjadilah suatu inovasi nilai. namun dalam kenyataannya. seringkali terjadi pembaruan-pembaruan untuk menyempurnakan tata nilai lama yang dianggap tidak sesuai. cara yang disetujui untuk mencapainya hanya memungkinkan segelintir orang untuk berhasil. Contohnya. tanda – berarti sikap menolak. Dalam suatu perombakan struktur nilai. Untuk mencapainya. seseorang yang ingin lulus ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) agar menjadi mahasiswa PTN. dan tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh. makna konformitas adalah suatu sikap yang menerima tujuan sesuai dengan nilai-nilai budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam teori sosiologi. Tanda + menunjukkan sikap menerima. meskipun masyarakat kita mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan sosial yang tinggi. tetapi menolak cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan. dia tidak memakai joki dan menyontek. Korupsi merupakan cara yang tidak disetujui dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan sesuai dengan nilai budaya.

c. 1. Selanjutnya. ritualisme dan pengasingan diri. teori manakah menurut Anda yang paling baik? Apa alasannya? 3. Berdasarkan sifatnya. Ada banyak teori penyimpangan. seseorang yang melakukan tindakan pencurian di wilayah tempat tinggalnya. namun mereka menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan perzakatan. Sebabnya masa depan seseorang yang telah terlanjur dianggap sebagai penyimpangan sekunder bisa berubah secara drastis. Meskipun kesehariannya bertingkah laku baik. Pada dasarnya. Teori Reaksi Masyarakat Teori penyimpangan yang ketiga adalah teori reaksi masyarakat. Jelaskan mengapa orang harus berperilaku seperti norma dan nilai! 2. Sifat-Sifat Penyimpangan Penyimpangan perilaku memang tidak selamanya mempunyai pengaruh yang buruk bagi masyarakat. teori ini disebut pula teori pemberian cap. namun cap itu sendiri jauh lebih diperhatikan melebihi status-status yang lainnya.Pemberontakan adalah sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara yang baru. Misalnya. Sikap menolak tujuan sesuai dengan nilai budaya dengan menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan disebut ritualisme. Jelaskan bagaimana kaitan antara kenakalan remaja dan kriminalitas! 3. walaupun dilakukan hanya satu kali. penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. Teori ini dijelaskan dengan memakai bantuan konsep penyimpangan primer dan sekunder. seorang individu atau kelompok masyarakat menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang melembaga. Contohnya: meskipun masyarakat kita menolak pengaturan zakat. Sebutkan lima bentuk penyimpangan sosial yang masih tergolong ringan! 4. teori ini adalah teori pemberian label atau cap terhadap suatu tindakan penyimpangan. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. 138 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebaliknya pada pengasingan diri. Oleh karena itu. khususnya penyimpangan sekunder. contohnya kaum revolusioner. oleh masyarakat diberi cap sebagai pencuri.

Hal ini terjadi misalnya karena seorang individu kesulitan dalam berkomunikasi ketika bersosialisasi. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-norma Kebudayaan Proses ini berlangsung ketika seseorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. ia cenderung tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat. Biasanya bila anak ini terjun ke masyarakat yang lebih luas. b. perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini. Proses sosialisasi tidak akan berhasil jika sejak kecil seseorang mengamati kemudian meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Ini dapat terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna. Penyebab Perilaku Menyimpang Berdasarkan tinjauan multidimensi. terutama orang-orang di sekitarnya. Akibatnya yang diterima bukan pujian melainkan celaan. Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. 1. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat biasanya dinilai berat. Tindakan perilaku menyimpang ini dianggap tercela oleh masyarakat. Individu juga dapat tidak berhasil melakukan sosialisasi jika ia tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan dalam proses sosialisasi tersebut. Perilaku menyimpang tersebut juga dapat terjadi ketika seorang individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal. Contoh: wadah pergaulan dalam bentuk “kontak jodoh” yang mungkin belum dapat diterima oleh anggota masyarakat karena dianggap melampaui batas. Kasus ini tampak pada seseorang yang berasal dari keluarga berantakan. Seseorang dikatakan menyimpang secara positif jika dia berusaha merealisasikan suatu cita-cita namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya. Proses Belajar yang Menyimpang Proses belajar suatu subkebudayaan yang menyimpang akan menimbulkan perilaku-perilaku baru pada generasi baru yang menyimpang dari norma dan nilai Bab 5 Perilaku Menyimpang 139 . pelakunya dikucilkan dan bobotnya diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah menyimpang dari norma-norma yang berlaku. B. a. TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI HASIL SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna dapat membentuk perilaku menyimpang. padahal sebenarnya tidak.

Jika pergaulan ini memiliki pola sikap dan perilaku menyimpang. Proses sosialiasi ini terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. Mereka membentuk subkebudayaan yang berbeda dari kebudayaan umumnya. Adapun terjadinya proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar yang lainnya. Proses belajar ini terjadi melalui interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. Hal ini dapat terjadi karena orang yang melakukan perilaku menyimpang tidak merasa bersalah atau menyesal. maka cara-cara ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.yang ada. Setiap orang biasanya berhubungan dengan kelompok yang berlainan. Dengan hubungan ini. Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaan. maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang sengaja dapat terjadi melalui kelompok-kelompok gelap yang tujuannya benar-benar mengajarkan penyimpangan. Hal ini menjadi titik awal terjadinya penyimpangan. Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial Pada masyarakat multikultural memang terdapat perbedaan-perbedaan struktur budaya yang sangat mendasar. Hubungan dengan kelompokkelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. Akibat Proses Sosialisasi Nilai-nilai Subkebudayaan Menyimpang Sebagaimana disinggung di depan. 140 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Perilaku menyimpang sering kali merupakan akibat dari sosialisasi yang sengaja maupun tidak sengaja. d. Adakalanya nilai-nilai sentral ini sangat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Terutama karena berasal dari masyarakat yang mempunyai struktur budaya yang berlainan. f. ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. bahwa proses sosialisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik dan yang buruk yang kadang berlangsung secara tumpang tindih tanpa disadari. c. tetapi juga cara-cara yang diperkenankan oleh kebudayaan tersebut untuk mencapai tujuan tadi. Sikap Mental yang Tidak Sehat Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sentral yang ada pada diri manusia itu. Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk memilih. Nilai sentral ini merupakan nilai yang paling dipedomani oleh seseorang. sehingga kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang. e. Ikatan Sosial yang Berlainan Dalam suatu masyarakat memang terdapat kerabat-kerabat dengan ikatan sosial yang berbeda-beda dan struktur tata nilai yang berbeda pula.

Hal inilah yang menjadi titik awal terjadinya penyimpangan perilaku akibat dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi. Dorongan Kebutuhan Ekonomi Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup tidak selamanya tersedia dan mudah dijangkau. penyalahgunaan narkotika. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Akibat Perubahan Sosial Budaya Proses perubahan sosial budaya yang sangat mendasar dan berlangsung relatif cepat mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku menyimpang. Mengapa sosialisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku menyimpang? 2. dan lainnya. seseorang yang mengalami rasa kecewa atau kepahitan hidup dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelarian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya atau kesulitannya itu. dilakukan biar dianggap hebat. 1. Terkadang keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. h. Selanjutnya sering kali kekecewaan ini memunculkan perilaku-perilaku yang merupakan pelampiasan dari rasa kekecewaannya itu. Perilaku menyimpang kadang-kadang dilakukan sekedar untuk gaya-gayaan atau keinginan untuk dipuji. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang! 3. Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri atau tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat. Keadaan inilah yang membuat orang mengalami kekecewaan. Misalnya. Misalnya: berkelahi. Keinginan untuk Dipuji atau Gaya-gayaan Di lingkungan orang-orang yang sebaya. sering kali perilaku menyimpang itu dilakukan untuk menunjukkan keberanian seseorang untuk melakukan sesuatu. jagoan. termasuk perilaku-perilaku yang menyimpang. mabuk-mabukan.g. i. Mereka merombak sistem perilaku lama sehingga yang pada mulanya merupakan sesuatu yang benar namun sekarang menjadi sesuatu yang salah dan menyimpang. Pelampiasan Rasa Kecewa Tidak selamanya keadaan yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita. Sebutkan macam-macam perilaku menyimpang! 2. Bab 5 Perilaku Menyimpang 141 .

2 Adanya tindakan revolusioner dari rakyat berupa tuntutan agar terjadi pergantian pimpinan dalam pemerintah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. Contoh: sikap-sikap ajaran komunis sosialis seperti 142 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Sumber: Men’s Obsession. b. terjadi strukturstruktur budaya lama yang masih muncul pada masa sekarang. kasus Indonesia yang sejak merdeka hingga sekarang setidaknya telah terjadi tiga kali revolusi sosial. dan di mana peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi. Sebagai contoh. Pada masa berikutnya. Edisi Khusus 2005 Gambar 5. Pada masa ini terjadi perombakan susunan kabinet 100 menteri dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Perilaku ini merupakan contoh perilaku menyimpang akibat perubahan sosial budaya pada masa itu. perilaku-perilaku dan ajaran komunis masih muncul yang selanjutnya dapat disebut perilaku menyimpang akibat perubahan sosial pada masa itu. a. yaitu dari sistem kolonialis menjadi sistem demokrasi di bawah pemerintahan bangsa sendiri. dan gaya kepemimpinan yang otoriter. Contoh: penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Jepang yang merupakan peninggalan bangsa penjajah. Ketika terjadi perubahan secara cepat. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan Orde Lama ke Orde Baru Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1965/1966 pada saat pemerintahan Orde Lama lengser dari panggung kekuasaan dan diganti dengan pemerintahan Orde Baru. pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Revolusi Sosial pada Awal Kemerdekaan Pada masa ini terjadi perubahan sosial yang sangat mendasar pada struktur pemerintahan. yaitu perubahan sosial yang mendasar dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat terjadi di awal kemerdekaan.

yaitu apabila seseorang dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan gaya hidup merupakan salah satu bentuk penyimpangan ringan. Ini terjadi karena adanya perubahan struktur budaya pada masa peralihan tersebut. ada kalanya kelompok orang-orang kaya memenuhi kebutuhan secara mewah dan berlebihan. Bab 5 Perilaku Menyimpang 143 . terhadap norma adat dan kebiasaan. Penyimpangan gaya hidup ini bisa berupa cara berpakaian. penyimpangan jenis ini belum melanggar norma. Penyimpangan seksual Pada dasarnya. Secara hukum. yaitu ketika kekuasaan Orde Baru turun dari panggung politik di Indonesia yang dilanjutkan dengan Pemilihan Umum pada tahun 1999. Penyimpangan seksual ini merupakan penyimpangan terhadap norma kesusilaan dan kesopanan. Hingga saat ini kita masih berada pada Orde Reformasi.bekerja sama untuk kepentingan bersama dan segala sesuatu menjadi hak milik bersama. dan lain-lain. Secara umum. Sesuatu yang dianggap baik dan dipedomani pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi sesuatu yang menyimpang pada masa sekarang. penyimpangan gaya hidup sudah termasuk penyimpangan yang sangat mendasar terutama bagi masyarakat tradisional. tetapi berdasarkan adat dan kebiasaan. Contoh: sikap mengekang kebebasan dan sikap sentralistik. c. pelacuran. Sebagai contoh penyimpangan seksual antara lain: kumpul kebo. solidaritas sosial yang sangat terbatas. pelecehan seks. dan pemerkosaan. Secara hukum perilakuperilaku tersebut belum dianggap salah. Contohnya. antara lain sebagai berikut. a. dan terhadap norma agama dan norma hukum. cara berbicara. tetapi oleh para alim ulama melalui khotbahkhotbahnya perilaku ini telah dinyatakan sebagai perilaku yang kurang terpuji sehingga perlu untuk dihindari. Hal ini juga membuat perilaku tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh warga masyarakat pada umumnya. penyimpangan seksual adalah penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan antara pria dan wanita. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi Masa peralihan ini terjadi sekitar tahun 1998 dan 1999. Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan pemakaian barang konsumsi ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma agama dan norma kebiasaan. penyimpangan-penyimpangan sosial dalam masyarakat itu dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis penyimpangan besar. b. c.

dan lain-lain. b. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. pembunuhan. Penyimpangan ini merupakan penyimpangan dalam kategori yang ringan dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau ketidaktahuan dari orang yang melakukannya. Kolusi dapat terjadi di kalangan pemerintah maupun di kalangan swasta. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan berkali-kali. yaitu penyimpangan perorangan dan penyimpangan kelompok. Yang pasti kolusi akan mengakibatkan korban yang lebih banyak dan sering kali berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. bahkan pelakunya memiliki kecakapan khusus atau terspesialis dengan jenis pelanggaran yang dilakukannya. Setelah itu. Berdasarkan jumlah pelakunya.d. pencurian. dan perampokan. pemalsuan dokumen. . Contoh: pencopet. serta melembaga yang disebut pula sebagai kolusi. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua tingkatan. a. Berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir. penyimpangan tidak akan terulang lagi. penyimpangan kriminal. Penyimpangan ini dapat meliputi penyimpangan seks. penganiayaan. b. Perilaku-perilaku kriminal yang bertentangan dengan norma hukum pidana misalnya: penipuan dan pemerasan. Penyimpangan perorangan Penyimpangan perorangan adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan orang perorangan. atau penyimpangan gaya hidup. pencuri sepeda motor. perusakan. Jenis pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang mempunyai esensi berat dan perlu mendapatkan sanksi maksimal berdasarkan hukum yang berlaku. Penyimpangan jenis ini sering kali terjadi di lingkungan birokrasi berupa penyimpangan penyalahgunaan kekuasaan pada jabatan tertentu. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan sekali dan untuk yang pertama kali. Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) Penyimpangan kriminalitas merupakan perilaku warga masyarakat yang telah dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma hukum. terutama hukum pidana. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. a.

Pemalsuan uang dan dokumen Hampir setiap dekade di Indonesia ada saja pihak-pihak yang memalsukan uang pemerintah RI. Pelanggaran tipe ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang justru ahli dalam bidangnya dan sering kali membentuk suatu sindikat yang justru melibatkan orang-orang pandai bahkan aparat. Sumber: Garuda. Nepotisme merupakan suatu bentuk kejahatan berbentuk memberikan toleransi yang lebih kepada keluarga dan kerabatnya dalam kaitan dengan birokrasi Bab 5 Perilaku Menyimpang 145 . b. perjanjian-perjanjian. Oleh karena itu.Beberapa jenis penyimpangan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut. perangko. Pemalsuan dokumen meliputi pemalsuan materai. Oleh karena itu. informasi dari masyarakat terhadap semua bentuk pelanggaran merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kepolisian untuk memberantas tindakan penyimpangan tersebut. Di samping itu. Korupsi bisa dilakukan di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan swasta. kolusi. cek. sedangkan kolusi merupakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan melembaga.3 Penggantian jenis-jenis uang yang beredar secara berkala oleh Peruri dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan uang. kepolisian dan intelejen selalu berusaha untuk menangkap dan mengadili pihak-pihak yang telah memalsukan uang pemerintah RI. Korupsi. PERURI (Perusahaan Uang Republik Indonesia) senantiasa secara berkala mengganti jenis-jenis uang yang beredar untuk menghindari adanya pemalsuan terhadap jenis uang tertentu. September 2003 Gambar 5. dan lain sebagainya. dan nepotisme Korupsi dapat dipahami sebagai suatu sikap untuk memperkaya diri dengan cara mengambil atau memanfaatkan uang negara. surat-surat berharga seperti ijazah. a.

Penyimpangan perilaku tipe ini penyelesaiannya harus lebih hati-hati.pemerintahan maupun pengadaan barang. f. Rangkaian tindakan perampokan sering kali berkaitan dengan tindak penganiayaan dan bahkan pembunuhan. Pencurian Pencurian merupakan suatu tindak pelanggaran kriminal dengan mengambil barang-barang milik orang lain secara tidak sah. Alkoholisme (miras) Minum-minuman beralkohol yang melebihi ambang batas dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. Ada banyak jenis pencurian yang biasa terjadi di dalam masyarakat. antara lain: pencurian sepeda motor dan mobil (curanmor). d. c. Pembobolan bank Sistem komputerisasi perbankan yang bersifat terbuka (on line) sering kali menjadi incaran para pembobolan bank. 146 Sosiologi SMA/MA Kelas X . bisa juga tidak melanggar hukum. penganiayaan. baik dengan senjata tajam maupun senjata api. yaitu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta kedua belah pihak. g. pembunuhan. pencurian perhiasan dan uang. Perampokan. Ada beberapa macam penyim-pangan seks. Selain itu. Pelaku umumnya orang-orang dalam di lingkungan bank yang bersekongkol dengan orang-orang tertentu selaku nasabah. Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Aksi perkelahian massal merupakan bentuk solidaritas sosial yang negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. Nepotisme bisa berarti melanggar hukum. lesbian. Penyimpangan seks Penyimpangan seks merupakan penyimpangan sosial pada aktivitas seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang menyimpang dari normanorma agama atau pun norma hukum. atau tindakan anarkis yang merusak seperti membakar rumah dan fasilitas-fasilitas tertentu. homoseksual. sering kali berbuntut penganiayaan. Dalam suatu perkelahian massal. Pembobolan bank biasanya melalui transaksi kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah fiktif. dan pencurian ternak. antara lain: pelacuran (prostitusi). dan perkosaan. e. Namun yang jelas nepotisme merupakan suatu penyimpangan perilaku secara tidak wajar dan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat umum. Kasus pembobolan bank sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan canggihnya sistem transfer dana dari bank yang satu ke bank yang lain. h. pencurian barang-barang elektronik. dan pembunuhan Perampokan pada umumnya dilakukan dengan mengancam.

Perkelahian pelajar atau tawuran pada umumnya berlangsung di kota-kota besar seperti Jakarta. Narkotika Penyimpangan sosial jenis ini merupakan penyimpangan yang bertendensi ekonomi. Pengendalian sosial merupakan suatu sistem yang mendidik. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan untuk mengatasi tawuran? Jelaskan pendapatmu! 3. kehidupan masyarakat pun akan tertib dan teratur. dan lain-lain. kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. i. Beberapa contoh alkohol atau miras antara lain: ciu. Mengapa undang-undang perlu dibuat dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat? 4. Apa yang dimaksud dengan pengendalian korupsi. Pengendalian sosial di antara Bab 5 Perilaku Menyimpang 147 . pengendalian sosial di antara individu maupun di antara kelompok juga perlu dilakukan. yaitu dilakukan oleh orang-orang mampu dan disalurkan oleh orangorang dalam suatu bentuk kegiatan bisnis. 1. dan ganja. Ujung-pandang. mengajak. Semarang. sabu-sabu. Adapun barang-barang yang dapat tergolong narkotika antara lain: ekstasi. diperlukan pengendalian sosial. Coba jelaskan bagaimana urut-urutan penyelesaian kasus pelanggaran hukum dari awal sampai dengan vonis hakim! 2. PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. dan lain-lain. Surabaya. Hal-hal yang dapat menyebabkan perkelahian pelajar antara lain: pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang tidak terisi sesuai dengan jadwal. Kepentingan individu atau kelompok tertentu sering kali menimbulkan penyimpangan-penyimpangan.dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. putaw. Dengan begitu. j. atau jenis-jenis miras yang lain. wiski. Perkelahian pelajar Kasus perkelahian pelajar merupakan kasus-kasus kenakalan remaja yang marak di kalangan pelajar. kurangnya pengawasan orang tua siswa. dan nepotisme? C. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma. kolusi. Untuk itu. jenewer. heroin. Bandung.

Jika upaya pengendalian sosial tadi belum berhasil juga. Pengendalian sosial yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan sosial yang terjadi. Misalnya. Selain itu juga memberlakukan hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas pada pelanggarnya. hukuman penjara atau berupa denda. misalnya kepolisian. pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang mematuhi adat istiadat dan sebaliknya mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat. Kegiatan operasional lembaga 148 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan. di mana ada pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. ayahmu yang mendidikmu untuk menaati peraturan dalam keluarga. kejaksaan. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. Seperti apakah cara-cara pengendalian sosial itu dan lembagalembaga apa saja yang melakukannya? Kamu bisa mengetahuinya di bab selanjutnya. dilakukan cara-cara yang lebih tegas. Misalnya. Selain itu. Misalnya. Selain itu. Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. pengadilan. Tugas dan kewenangan lembaga 3. pengendalian sosial juga dapat dilakukan diantara kelompok. upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan mempertebal keyakinan para warga masyarakat akan kebaikan adat istiadat dalam berbagai masyarakat. Hal ini dilakukan misalnya oleh gurumu terhadap murid-muridnya di sekolah.individu dilakukan dengan pengawasan individu tertentu terhadap individu lainnya. Pengendalian sosial di antara individu dan kelompok terjadi ketika individu mengawasi suatu kelompok. mengembangkan rasa takut dalam jiwa masyarakat yang hendak menyimpang dari adat dengan ancaman dan kekerasan. Fungsi dan peranan lembaga 2. Menurut Koentjaraningrat (1922 : 217).

bagaimanakah solusi untuk mewujudkan pemerintah yang baik? Bab 5 Perilaku Menyimpang 149 . Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Setujukah kalian bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat (strong government) yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyat untuk menuju pada satu arah sesuai dengan tujuan negara? Jelaskan! 2. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. presiden.MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Menurut Anda. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1.

Di kalangan birokrat. Untuk mengeliminir budaya korupsi. Setujukah Anda dengan dibentuknya lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Apa alasanmu? 150 Sosiologi SMA/MA Kelas X . hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. mulai sekarang generasi-generasi tua harus berani menjadi guru perilaku sosial yang baik dengan meninggalkan secara perlahan dan penuh kesadaran budaya korupsi. dan nepotisme tak pernah bisa dihapuskan? Mengapa demikian? 4. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. dan nepotisme di kalangan birokrat pemerintah! 5. Bagaimana upaya pencegahannya melalui proses pewarisan budaya yang baik? 3.MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI P ada masa reformasi akhir-akhir ini. Mengapa korupsi masih kental dilakukan dalam masyarakat kita. kolusi. terutama oleh pejabat-pejabat negara? 2. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Benarkah bahwa budaya korupsi. dan nepotisme. kolusi. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya. Sebutkan masing-masing dua contoh budaya korupsi. Pertanyaan: 1. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. Pada dasarnya. kolusi.

Pertanyaan: 1. radio.KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. telepon. mesin bubut. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. Bagaimana cara-cara mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat? 5. komputer. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. truk. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga manusia. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. internet. Akan tetapi. Jelaskan bagaimana kaitan antara modernisasi dan kesenjangan sosial! 3. Kasus ini dapat membuat sekat-sekat dalam masyarakat untuk menimbulkan penindasan sosial budaya kepada kelompok miskin serta mendorong adanya kecemburuan sosial dari kelompok miskin kepada kelompok kaya. Upaya-upaya apakah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan? Bab 5 Perilaku Menyimpang 151 . Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. traktor pembajak. Sebutkan empat faktor penyebab kesenjangan sosial! 2. Mengapa kesenjangan sosial dapat menjadi potensi konflik dalam masyarakat? 4. Pada gilirannya. Sebab. televisi. dan lain-lain. Inilah kasus kesenjangan sosial yang makin lebar. keadaan ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik dalam masyarakat. mesin tenun.

Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Revolusi sosial yang terjadi di Indonesia Revolusi sosial pada awal Kemerdekaan Revolusi sosial pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru Revolusi sosial pada masa peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi 6. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Jenis-jenis penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan seksual Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) 152 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Penyebab perilaku menyimpang Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan Proses belajar yang menyimpang Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan 5. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3.1.

diperlukan pengendalian sosial. Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. penganiayaan. Contoh-pengendalian sosial antara lain: Pendidikan Penghargaan Mengembangkan rasa malu Mengembangkan rasa takut dengan ancaman dan kekerasan Hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas Bab 5 Perilaku Menyimpang 153 .7. mengajarkan. Pengendalian sosial merupakan. dan nepotisme Pembobolan bank Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Perampokan. Penyimpangan sosial berdasarkan jumlah pelakunya Penyimpangan perorangan Penyimpangan kelompok 9. Contoh penyimpangan sosial dalam kehidupan sehari-hari Pemalsuan uang dan dokumen Korupsi. dan pembunuhan Pencurian Penyimpangan seks Alkoholisme (miras) Narkotika Perkelahian pelajar ebudayaan dan Struktur Sosial 10. Penyimpangan sosial berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran Penyimpangan primer Penyimpangan sekunder 8. kolusi. Suatu sistem yang mendidik . bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.

. D atau E! 1. . demoralisasi B. . Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . pengawasan sosial 3. . menciptakan kebenaran B. kontrol sosial D. penyimpangan sosial C. faktor usia dan jenis kelamin E pengaruh lingkungan pergaulan 4. . mengatur pemenuhan kebutuhan E 154 D. pengendalian sosial E norma sosial C. C. menciptakan keteraturan sosial D. pengaruh lingkungan keluarga C. . Suatu keadaan di mana terjadi penurunan kualitas moral orang-orang dalam masyarakat disebut . A. B. . Salah satu tujuan dari pengendalian sosial adalah . penghubung kerabat B. . Salah satu penyebab adanya perilaku menyimpang adalah . A. . sosialisasi D. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . melindungi kepentingan umum C. degradasi moral 5. adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna D. pengadilan B. revitalisasi E reorganisasi menghindari konflik sosial Sosiologi SMA/MA Kelas X . faktor warisan biologis B. . . edukasi E reproduksi C. . deviasi sosial 2. . A. . A.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . A.

Penyimpangan hanya bersifat sementara dan tidak berulang kembali dan individu yang melakukan masih diterima secara sosial termasuk jenis perilaku menyimpang . A. denda berupa uang C. . primer B. . 2. . individu D. 4 Bab 5 Perilaku Menyimpang 155 . 4. . tata kelakuan dan kebiasaan E. . kebebasan dalam pergaulan di masyarakat E pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 10. 3 D. 5 C. hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang C. Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai . 2. 5 B. A. ketidakmampuan orang tua dalam mendidik D. 4. 3. 3. hukuman kurungan E hukuman gantung 7. . . Di 1. sanksi sosial dikucilkan dari masyarakat D. 4. sanksi hukum fisik B. benar dan salah 8. yang benar adalah . A. Pada masyarakat tradisional seperti masyarakat Tengger di Gunung Bromo Jawa Timur. perkelahian pelajar homoseksualitas penyalahgunaan narkotika kebut-kebutan di jalan raya penggunaan obat bius di rumah sakit Dari jawaban di atas. kelompok E sekunder C. penyimpangan perilaku akan diberikan sanksi berupa . hukum dan norma C. nilai-nilai dan norma sosial B. 5 E 3. 3. .6. A. . terorganisir 9. . hasil sosialisasi tidak sempurna B. 1. . 1. A. agama dan adat istiadat D. . . bawah ini merupakan bentuk-bentuk perilaku menyimpang. Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah . . . 2. 2. 5.

A. Pernyataan di bawah ini adalah perilaku yang menyimpang. . A. Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah termasuk dalam tipe perilaku penyimpangan . . media massa E lembaga swadaya masyarakat C. primer D. . kecuali . . sering melanggar hukum E sering buang air kecil 16. pelajar saling berkelahi demi nama baik sekolahnya C. . pelacuran demi terpenuhi kebutuhan rohaninya B. Media sosialisasi yang sering menyajikan berita dengan menggambarkan sisi kehidupan yang berbeda serta bertentangan dengan nilai dan norma diajarkan di dalam keluarga dan sekolah adalah . . secara psikologis penyebab kenakalan remaja tercantum di bawah ini. kecuali . . suka berbohong dan sering marah D. . organisasi pemuda B. A. A. Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah . . perlakuan seks sebelum pernikahan demi martabat keluarganya D. memberikan hukuman yang berat bagi pelaku C. . meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan E melakukan pengendalian sosial lewat lembaga sosial 12. menghisap narkotika untuk memperkuat ketahanan jasmani dan rohaninya E belajar yang giat demi mencapai prestasi dan nama baik sekolah dan keluarganya 15. suka bekerja keras agar nafsu makan semakin kuat B. . kecuali . sekunder E kuratif C. . memberdayakan lembaga sensor film D. A. . represif B. lembaga pendidikan 13. . .11. A. . Pernyataan di bawah ini merupakan akibat negatif bagi penghisap narkotika. preventif 14. Bertolak pada ketahanan keluarga. teman sepermainan D. . . perasaan tidak terpenuhi kebutuhannya (kurang dimengerti) bahkan terancam keamanan dirinya 156 Sosiologi SMA/MA Kelas X . rasa kering pada mulut dan kerongkongan C. mengekang pergaulan remaja B.

A. pengendalian sosial 20. melindungi kepentingan umum C. proses sosial D. .B. stratifikasi sosial C. Manfaat pengendalian sosial adalah . . A. adanya konflik dan frustasi yang tidak terpecahkan yang tersimpan di dalam diri sendiri C. menyelamatkan manusia dari tindakan dosa E menghindari perilaku menyimpang Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. . . Instansi yang termasuk pelaksana hukum dalam pengendali primer adalah seperti di bawah ini. . perasaan terkekang keinginannya dalam menyatakan perasaan dan kebebasannya D. . pengertian ini adalah . menciptakan homogenitas ipoleksosbudhankam D. A. . kecuali . A. Sebutkan tiga bentuk penyimpangan yang paling meresahkan dalam masyarakat! Bab 5 Perilaku Menyimpang 157 . sistem sosial D. . perasaan yang puas atas suksesnya setiap anggota keluarganya E. pengendalian sosial 18. kejaksaan 19. interaksi sosial B. . interaksi sosial E. kepolisian D. menciptakan keteraturan sosial B. . struktur sosial C. . Buatlah batasan skala yang dianggap sebagai perilaku menyimpang dalam keluargamu! 2. . Keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak tertentu dalam masyarakat karena ada penyimpangan sosial sehingga kestabilan dalam masyarakat tercipta. sakit hati karena kecemburuan antarsaudara keluarganya 17. pengadilan E kesehatan C. Susunan orang-orang yang memimpin dengan pembantu-pembantunya yang mengurus keutuhan termasuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat disebut . proses sosial E. aktivitas sosial B. kehakiman B.

Jelaskan pengertian pengendalian sosial! 8.3. Sebutkan tiga lembaga penegak hukum di Indonesia yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial! 7. Jelaskan keberadaan kelompok-kelompok yang berperilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat! 6. Sebutkan sebab-sebab timbulnya proses sosialisasi yang tidak sempurna dan berikan penjelasan secukupnya! 4. Mengapa perilaku menyimpang juga dapat dikatakan positif? 158 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan dan jelaskan kegiatan yang perlu diadakan untuk menghindari perilaku menyimpang di daerahmu! 5. Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkotika? 9. Sebutkan salah satu contoh pengendalian sosial yang dilakukan kelompok terhadap kelompok! 10.

di sinilah peran polisi sebagai salah satu pelaku pengendali sosial sudah dapat kamu lihat. atau kelompok masyarakat lainnya. Sumber: Tempo. Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial. Perasaan tidak puas ini sering menjadi penyebab munculnya kekerasan pada demonstrasi-demonstrasi.ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi jenisjenis lembaga pengendalian sosial. Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial. Jika hal itu sudah terjadi. Tetapi sering kali ketika harapan-harapan mereka tidak terwujud. Pada dasarnya. Nah. bukan? Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dalam berbagai cara. 10 – 16 Mei 2004 K amu pasti pernah melihat aksi demonstrasi di televisi bukan? Misalnya. Untuk lebih jelasnya. para demonstran tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka dan tentunya ingin agar harapan-harapannya terwujud. yang muncul justru ketidakpuasan. buruh. polisi yang tadinya mengawasi jalannya demonstrasi pun ikut turun dan mengendalikan para demonstran tersebut. Mengidentifikasikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat. coba kamu pelajari bab ini! Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 159 . demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa.

Pengetahuan tentang hakikat manusia Pengetahuan tentang interaksi sosial Pengetahuan tentang norma dan nilai Penerapan pengetahuan tentang sosialisasi Pengetahuan tentang perilaku menyimpang Pengetahuan tentang Pengendalian sosial Pengetahuanpengetahuan lain Penerapan perilaku sehari-hari Tertib Sosial 160 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar perilakunya sesuai dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas. di bab sebelumnya kamu sudah mengetahui sedikit tentang pengendalian sosial. Untuk itu. Oleh karena itu. yaitu lembaga pengendalian sosial primer dan lembaga pengendalian sosial sekunder. Masalahnya adalah jangan sampai perilaku menyimpang ini terjadi dalam jumlah dan skala yang besar karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Perilaku menyimpang sungguh-sungguh harus dihindari karena dapat merugikan pihak lain dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. diperlukan langkah-langkah sosial yang dinamakan pengendalian sosial.lembaga pengendalian sosial dibedakan menjadi dua. dan pengadilan.A. seorang pembela hukum Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 161 . Begitu juga tindakan anti sosial sedapat mungkin dicegah untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bersama. diperlukan lembaga. baik yang bersifat formal maupun nonformal untuk menjalankan peran sebagai lembaga pengendalian sosial. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan tingkat dan jenis penyimpangan perilaku yang dilakukan. Lembaga Pengendalian Sosial Sekunder Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sekunder adalah lembaga pengendalian yang bukan merupakan petugas pokok melainkan menjadi pengamat atau pihak yang diterapi suatu peraturan hukum. kita melihat pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang ada. Lembaga Pengendalian Sosial Primer Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sosial primer adalah lembaga pengendali yang memang sejak awal keberadaannya menjadi aparat penegak hukum atau pengendali ketertiban dalam masyarakat. Nah. PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL Sering kali dalam kehidupan di sekitar kita. Mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan peradilan. Perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. misalnya seorang dosen. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. 2. B. Pelanggaran tersebut disebabkan karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. 1. kejaksaaan. Di bab ini kamu akan lebih banyak mengetahui tentang pengendalian sosial. Lembaga ini meliputi kepolisian. Ketiga lembaga ini merupakan aparat negara yang secara khusus mengurusi soal penerapan hukum dan pengadilan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat.

Pada masyarakat tradisional. orang-orang tua. Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat Salah satu lembaga pengendalian sosial yang paling dini adalah para pemuka masyarakat dan pemuka adat. serta tradisi-tradisi khusus. tokoh masyarakat. adat-adat ritual. artinya otoritas yang dimiliki merupakan pemberian langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya melalui kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. dan lain-lain). pelanggaran terhadap adat perkawinan. Misalnya. bentuk-bentuk pelanggaran terhadap norma-norma adat. adat pembagian warisan. dan lain-lain. Sumber: Gatra. dan pemuka masyarakat pada masyarakat tradisional. pembela hukum. Selain pemuka agama. 6 Desember 2003 Gambar 6. mahasiswa. Tokoh-tokoh masyarakat merupakan 162 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pada masyarakat tradisional. antara lain sebagai berikut. para tokoh masyarakat pun berperan dalam pengendalian sosial mereka yang mempunyai pengaruh atau pun kharisma untuk mengatur berbagai kegiatan di dalam lingkup masyarakat. Mereka ini dapat menjadi pengontrol kebijakan dalam pelaksanaan hukum dan peradilan. Dengan demikian. hanya sebatas pengamat yang berhak mengemukakan pendapat atau opini terhadap suatu penyelesaian hukum. pemuka agama.1 Tokoh masyarakat dijadikan panutan dan pengendali sosial dalam masyarakat. Adapun jenis-jenis komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial dalam masyarakat. lembaga adat ini merupakan lembaga pengendalian sosial yang vital dan eksis dalam mempengaruhi dan mengatur tata kelakuan warga masyarakat sehari-hari. Akan tetapi. penanganannya menjadi kewenangan dari lembaga-lembaga adat masyarakat itu sendiri. adat kekerabatan. Lembaga adat terdiri atas tokoh-tokoh adat.atau advokat serta mahasiswa fakultas hukum. a. lembaga pengendalian sosial sekunder meliputi semua warga masyarakat (para dosen. Tokohtokoh adat merupakan pemimpin nonformal.

Pengendalian sosial pada saat sekarang kian berkembang dalam berbagai bentuk. sering kita gelisahkan beberapa oknum aparat penegak hukum juga telah melakukan penyimpangan terhadap tugasnya sehingga mengakibatkan rusaknya sistem dalam upaya pengendalian sosial itu sendiri. Kepolisian telah ditempatkan sebagai lembaga penegak hukum yang berfungsi mengawasi semua bentuk penyimpangan terhadap hukum yang berlaku. d. yaitu pihak yang melakukan penuntutan terhadap merekamereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. yang dilakukan dalam bentuk gosip.panutan sekaligus pengendali yang dipatuhi oleh warga masyarakat yang lain. dan melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. c. baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung disebut kontrol sosial. Lembaga Kejaksaan Setelah kepolisian melakukan penyidikan terhadap tindak pelanggaran hukum. pelajar. Apabila pihak yang Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 163 . menangkap pelaku-pelaku pelanggar hukum. Semua usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. Tahap pelaksanaannya melalui tiga tingkatan hingga sampai ke Mahkamah Agung. b. Pekerjaan lembaga kejaksaan merupakan tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang menangkap dan menyidik pelaku-pelaku pelanggaran untuk dituntut di pengadilan berupa bentuk pelanggarannya yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di dalam masyarakat. Lembaga Kepolisian Pemisahan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Kepolisian sejak reformasi bergulir merupakan suatu langkah maju. pemogokan-pemogokan. lembaga swadaya masyarakat. kepolisian akan membuat berita acara pelanggaran yang dilengkapi dengan data-data penyidikan untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan. Lembaga kejaksaan pada hakikatnya merupakan lembaga formal yang bertugas sebagai penuntut umum. Lembaga Pengadilan Salah satu lembaga penegak hukum yang paling akhir adalah pengadilan. dan mahasiswa. Putusan pengadilan negeri bisa menjadi putusan tetap atau tidak tetap. Polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas menjadi pelindung terhadap ketertiban masyarakat. bahwa sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat sangat ditentukan pula oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat. maka kepolisian memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada kejaksaan. Akan tetapi. unjuk rasa. Selanjutnya. aksi protes. Jelaslah. serta tokoh-tokoh masyarakat. serta tekanan-tekanan politik lain yang komponennya sering kali melibatkan kalangan media massa. Misalnya. demonstrasi.

hukuman seumur hidup. mereka pun telah melakukan bentuk pengendalian individu terhadap kelompok. f. juga bertugas untuk mengawasi perilaku murid-muridnya dan mendidiknya. Guru-guru di sekolah selain mengajar. Lembaga pengadilan pada hakikatnya merupakan lembaga pengendalian sosial formal karena lembaga tersebut memeriksa kembali hasil penyidikan dan BAP dari kepolisian serta menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan terhadap kasus pelanggaran itu sendiri. Corruption Watch. 164 Sosiologi SMA/MA Kelas X . LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 di Indonesia. yaitu suatu lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang kemasyarakatan termasuk pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. putusan tersebut masih bersifat sementara dan putusan itu akan dinyatakan final hingga diputuskan oleh Mahkamah Agung. baik hukum perdata maupun hukum pidana sesuai dengan hukum acara masingmasing. Adapun bentuk-bentuk sanksi dari peraturan hukum antara lain: hukuman denda. hukuman kurungan. lembaga-lembaga pengadilan akan mempersidangkan setiap kasus pelanggaran terhadap norma-norma hukum. bermunculan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Oganization). Fungsi ini juga dapat dijalankan oleh tokoh agama. lembaga pendidikan sangat berperan besar sebagai lembaga pengendalian sosial. Lewat tugasnya. g. Lembagalembaga ini secara mandiri berdiri dan bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya serta menjadi lembaga kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Agar suatu peraturan hukum dipatuhi maka dilengkapi dengan sanksi dengan maksud untuk memberikan penekanan sekaligus ancaman dan pendidikan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. Parlement Watch. Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu: Kontras. Solidamor. dan lain-lain.dikenai putusan naik banding pada tingkat pengadilan di atasnya. Lembaga Keagamaan Lembaga keagamaan berfungsi untuk mengajak dan mengarahkan umat beragama untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Lembaga Pendidikan Fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu. lembaga ini sangat penting keberadaannya di dalam masyarakat sebab menjadi alat kontrol ketika pemerintah melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap normanorma hukum. di mana ia menuntun anggota masyarakatnya untuk selalu berperilaku sesuai dengan nilai dan norma agama. dan hukuman mati. Sesuai dengan fungsinya. e. Secara sosiologis.

dan lain-lain. dan jujur sehingga seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang. atau pun sanksi hukum. sanksi sosial. Hati nurani selalu bersifat jujur dan benar. Apa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial? 3. dan pengadilan. alat pengendali ini dinamakan hati nurani. misalnya dengan teguran. Menurutmu apakah selama ini lembaga kepolisian sudah berfungsi sebagai pengendali sosial? 2. Artinya. kita mengenal tingkatan-tingkatan dalam pelaksanaan pengendalian sosial. Pengendalian sosial represif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi suatu pelanggaran. sabar. dan Gabungan Pengendalian preventif adalah pengendalian sosial yang bersifat pencegahan agar seseorang tidak melakukan penyimpangan perilaku.1. keluarga dan kerabat. CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL Mengenai bagaimana cara pengendalian sosial dilaksanakan. Bentuknya berupa nasehatnasehat. Setujukah kamu jika polisi melakukan pengendalian sosial yang keras terhadap para demonstran? Jelaskan pendapatmu! C. Pengendalian Preventif. yaitu setelah dan sesudah penyimpangan terjadi. kejaksaan. serta aparatur negara seperti kepolisian. Pengendalian sosial gabungan merupakan gabungan dari pengendalian preventif dan represif. 1. anjuran. tokoh agama dan tokoh masyarakat. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 165 . Pengendalian ini dilakukan dua kali. bisa dilakukan oleh orang tua. Pengendalian ekstrinsik adalah pengendalian dari luar terhadap perilaku menyimpang seseorang. pendidikan budi pekerti. pendidikan agama. Pengendalian Intrinsik dan Ekstrinsik Pengendalian intrinsik adalah pengendalian dari dalam diri seorang individu dengan berpikir secara jernih. seolah-olah merupakan petunjuk Tuhan secara spiritual kepada umatNya secara abstrak. antara lain sebagai berikut. Represif. pengendalian ini berusaha mencegah sekaligus mengembalikan keadaan sesudah penyimpangan terjadi. Di dalam ilmu jiwa. 2.

Contoh pengendalian sosial internal. Cara persuasi dilakukan dengan membujuk atau mengajak seseorang atau sekelompok orang secara halus untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. 3. 5. Dengan teknik ini diharapkan seseorang dapat meningkat kesadarannya dalam mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Teknik compulsion diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah perilakunya yang menyimpang dan akhirnya secara tidak langsung kembali patuh pada nilai dan norma.2 Salah satu cara dalam melaksanakan pengendalian sosial adalah melalui pendidikan agama. cara koersi dilakukan dengan cara kekerasan fisik atau dengan ancaman. pengendalian sosial dapat dilakukan secara paksaan (compulsion) dan pengisian (pervasion). menengah. 166 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan pendidikan tinggi. Teknik pervasion dilaksanakan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang. pengendalian sosial dapat berlangsung lewat cara persuasi dan cara koersi. 4. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik yang akhirnya menimbulkan dendam bahkan korban. Pengendalian Persuasi dan Koersi Dilihat dari caranya. misalnya pada Departemen Pendidikan Nasional ada aparat pengendali yang disebut inspektur jenderal hingga para pengawas di tingkat pendidikan dasar.Sumber: Indonesia Indah Gambar 6. Pengendalian Compulsion (Paksaan) dan Pervasion (Pengisian) Berdasarkan tehniknya. Pengendalian Internal dan Eksternal Pengendalian sosial dilihat dari asalnya dapat berasal dari dalam lembaga internal maupun dari luar lembaga eksternal. Contoh pelaku pengendalian eksternal adalah aparat kepolisian atau tokoh-tokoh masyarakat selaku pengamat pelaksanaan kebijakan pemerintah. Sebaliknya.

Pendidikan merupakan alat pengendalian sosial. Menurutmu pengendalian sosial seperti apakah yang dapat dijalankan untuk mengatasi tawuran? 2. pendidikan. pendidikan agama. 1. Artinya. teguran. baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. Gosip muncul di masyarakat apabila ada individu/ kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakatnya. tetapi melalui surat. teguran orang tua secara lisan dan langsung terhadap anaknya yang berperilaku menyimpang. Teguran lisan adalah teguran yang dilontarkan secara lisan kepada individu yang berperilaku menyimpang. Apakah yang dimaksud dengan pengendalian gabunan (preventif dan represif)? 3. Teguran tertulis adalah bentuk teguran yang dilakukan secara tidak langsung. Pendidikan Pengendalian sosial dapat dilakukan secara tidak langsung sejak awal melalui jalur pendidikan. Dalam pelaksanaannya. karena pendidikan dapat membina dan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 167 . dan hukuman atau saksi. teguran lisan pemimpin terhadap bawahannya yang melanggar. 2. Misalnya. kemudian ceritakan juga penendalian sosial apa yang dilakukan untuk mengatasinya! Pengendalian sosial dapat terwujud dalam bentuk gosip.1. dan sebagainya. 3. Coba tuliskan penyimpangan sosial yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. yaitu teguran lisan dan teguran tertulis. Gosip atau Desas-Desus Gosip atau desas-desus merupakan bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya. teguran guru kepada siswa yang melanggar. Teguran tertulis ini umumnya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya dalam ikatan kedinasan (pekerjaan). teguran ini ada dua macam. Teguran Teguran merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang.

diusir dari masyarakat. Apabila lembaga pengendalian sosial dalam suatu masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. yaitu sanksi hukum dan sanksi sosial. Salah satu subsistemnya adalah lembaga pengendalian sosial.mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. seorang individu dapat membedakan mana yang benar dan salah. 4. Individu yang berpendidikan baik cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan. Kita mengenal dua macam hukuman. mana yang baik dan buruk. Sanksi Hukum Sanksi hukum merupakan sanksi yang dilakukan penegak hukum terhadap individu yang melanggar norma-norma hukum. dan negaranya. AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari banyak komponen dan saling berkaitan secara berkesinambungan. D. a. b. Norma-norma agama berisi bimbingan dan arahan kepada pemeluknya agar bersikap dan berperilaku baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat. atau mana yang boleh dan tidak boleh. pengadilan massa dalam bentuk penganiayaan secara massal hingga pembunuhan massal. Sanksi Sosial Sanksi sosial diberikan oleh warga masyarakat kepada orang yang berperilaku menyimpang. 5. pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. dikucilkan dari masyarakat. masyarakat. Hukuman atau Sanksi Hukuman merupakan pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian yang lain belum juga dipatuhi. bangsa. Hukuman mempunyai tingkatan yang semakin berat sesuai bobot kesalahan masing-masing pelanggar. Melalui pendidikan yang sempurna. dan hukuman mati. Sanksi hukum ini meliputi: hukuman denda. Bentuknya berupa teguran. Sebaliknya. hukuman seumur hidup. individu yang kurang pendidikannya cenderung mengalami kesulitan menyesuaikan dirinya dalam interaksi sosial di masyarakatnya. Secara pedagogis. hukuman kurungan. Pendidikan Agama Tindakan para tokoh-tokoh agama dengan memberikan siraman rohani kepada umatnya merupakan suatu bentuk pengendalian preventif terhadap perilaku menyimpang. maka 168 Sosiologi SMA/MA Kelas X . baik hukum perdata maupun hukum pidana.

pencanangan Gerakan Disiplin Nasional. kejaksaan. diusahakan juga supaya pengendalian sosial tidak terjadi lagi. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 169 . Masyarakat pun dapat membantu lembaga pengendalian sosial untuk menjalankan fungsinya. sekitar 20 persen pelanggaran hukum disebabkan karena ketidaktahuan terhadap norma hukum. lembaga pengendalian sosial harus mampu mengembalikan dan memperbaiki keadaan menjadi seperti semula. Masyarakat dapat mensosialisasikan kontrol sosial agar anggota masyarakat mau bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa adanya paksaan. pendidikan. Misalnya. Jika penyimpangan terjadi. Dengan meningkatnya pengetahuan hukum dari warga masyarakat. sangat perlu untuk diprogramkan adanya penyuluhan hukum dengan melibatkan aparat-aparat yang terkait. Judicial Review Proses perubahan sosial menuntut adanya perombakan atau perbaikan terhadap peraturan-peraturan hukum yang dianggap usang. Revitalisasi Aparat Apabila keadaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat semakin memburuk dan aparat keamanan kewalahan mengatasi banyaknya pelanggaran yang terjadi. a. Lembaga pengendalian sosial diharapkan mampu menjalankan fungsinya sehingga penyimpangan pun dapat dicegah. Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa Apa yang harus dilakukan ketika ternyata penyimpangan yang terjadi banyak dilakukan oleh masyarakat? Diperlukan kembali adanya upaya untuk mengembalikan ketertiban dalam masyarakat. Selain itu. b. c. revitalisasi aparat. Judicial review. Beberapa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial adalah sebagai berikut. dan lain-lain. antara lain seperti penyuluhan hukum. Penyuluhan Hukum Banyak di antara warga masyarakat yang mempunyai pengetahuan dan kesadaran hukum yang rendah.terjadilah kegoncangan sistem yang mengganggu keteraturan sosial sebagaimana yang diinginkan. Oleh sebab itu. pengadilan. Inilah yang dinamakan judicial review. dan peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial. perpajakan. akan dapat mengurangi kuantitas pelanggaran hukum yang terjadi di dalam masyarakat. Menurut penelitian.

Presentasikan hasil diskusi ini pada pertemuan dua minggu yang akan datang! 170 Sosiologi SMA/MA Kelas X . mengganti personil pada tiap-tiap jabatan. Lakukanlah analisa sosial terhadap masalah sosial itu! 4. Perbuatan tersebut sesungguhnya positif sebab dapat membudayakan suatu ketertiban dalam masyarakat pada setiap segi kehidupan. d. Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 10 orang! 2. Apabila hal seperti ini dapat dikembangkan. tumbuh kesadaran tentang ketertiban dan kuatnya pengendalian diri dari masingmasing individu. Misalnya. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional Pada masa Orde Baru pernah dicanangkan suatu gerakan yang disebut Gerakan Disiplin Nasional (GDN). Apabila suatu ketertiban telah mengakar dan membudaya dalam suatu masyarakat. e.diperlukan revitalisasi aparat termasuk peralatannya. Carilah masalah sosial di media massa (koran atau majalah)! 3. Salah satu solusi yang murah dan cepat adalah dengan membangun keamanan swakarsa yang anggotanya direkrut dari warga masyarakat. misalnya dengan terbukanya kebebasan pers serta terbukanya warga masyarakat mengemukakan pendapat dan opini terhadap semua bentuk kebijakan pemerintah. Prosedur 1. hal tersebut akan membentuk suatu sistem pengendalian sosial yang efektif. Kemukakan pengendalian sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut! Tugas 1. Peningkatan Peran Serta Warga Masyarakat dalam Kontrol Sosial Sejalan dengan era reformasi. Artinya. serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. maka akan dapat menjadi alat kontrol yang efektif dalam rangka menegakkan suatu tertib sosial di dalam masyarakat. menambah jumlah personil baru. Buatlah laporan diskusi dari kelompokmu! 2. maka pilar demokrasi berkembang menjadi semakin kokoh.

Bagaimana solusi mengatasi masalah pendidikan sekarang ini? Jelaskan! A Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 171 . bahwa anak saat di sekolah adalah dominan tanggung jawab pihak sekolah mulai dari guru. saat anak di sekolah selama 12 tahun (mulai SD. sampai SMA). kepada sekolah. kepala sekolah. tanggung jawab Siapa? Suatu bangsa akan besar apabila pendidikannya baik dan maju. Jelaskan! 2. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Setujukah kalian. tanggung jawab siapa? Apakah tanggung jawab guru. Indonesia berupaya mewujudkan program wajib belajar 9 tahun. yayasan.Kamu pasti sering menonton televisi bukan? Menurutmu apakah dengan acaraacara televisi yang disiarkan dapat membentuk perilaku menyimpang? Jika ya. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Oleh karena itu. SMP. atau orang tua? Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. pengendalian sosial seperti yang harus dilakukan? Jelaskan pendapatmu! PENDIDIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH TANGGUNG JAWAB SIAPA? nak saat di sekolah. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. dan yayasan/ pengelola. Namun demikian.

Sekarang Pemda Sidoardjo dan Propinsi Jawa Timur dihadapkan masalah besar dengan tenggelamnya empat desa di sekitar lokasi PT Lapindo Brantas dan akhirnya membuat penduduk desa tersebut ”terlunta-lunta” di tempat penampunan sementara. bahwa tidak mungkin lagi penduduk kembali ke desa mereka. Bagaimana seharusnya sikap masyarakat atas pilihan yang diambil oleh pemerintah Kota Sidoardjo? BATUAN DANA LANGSUNG TUNAI Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla. pemerintah pun dihadapkan pada dua pilihan.BEDOL DESA ATAU REKOLASI PENDUDUK KORBAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS M ari kita sepakati sementara waktu bahwa semburan lumpur panas Lapindo Brantas adalah suatu kecelakaan atau musibah. dibicarakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin dengan jumlah Rp100. Pertanyaan: 1. 172 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Menurutmu apakah Lapindo telah melakukan penyimpangan sosial? Jelaskan pendapatmu! 3. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah.000. Alternatif mana yang seharusnya diambil oleh penduduk Sidoardjo? 2.00/bulan selama 1 tahun dan pembayarannya dilakukan setiap 3 bulan. yaitu bedol desa atau relokasi penduduk.

banyak warga berebut dan tidak jarang mengakibatkan kecelakaan kepada penerimanya. lembaga adat dan tokoh masyarakat lembaga kepolisian lembaga kejaksaan lembaga pengadilan LMS dan masyarakat lembaga pendidikan lembaga keagamaan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 173 . Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial Lembaga pengendalian sosial primer Lembaga pengendalian sosial sekunder 2. lebih baik memberikan kail atau ikannya sekaligus? 1. Sebaiknya BLT tersebut diwujudkan dalam bentuk program sosial yang bagaimana? 4. banyak warga yang seharusnya sebagai yang berhak. Di samping itu. syukurlah! Pertanyaan: 1. Akhir-akhir ini kelihatannya pemerintah menyadari bahwa BLT bukan suatu cara yang tepat untuk membantu rakyat miskin.Pro kontra atas kebijakan ini sampai saat ini terus berlangsung dan pada saat-saat pembayaran. Jika kita hendak membantu seseorang. Mengapa program BLT tersebut gagal? 2. namun karena kesalahan dalam pendataan atau adanya kesengajaan membuat BLT tidak tersalurkan kepada sasaran yang tepat. Komponen-komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial antara lain. Prosedur apa yang tidak dilakukan pemerintah saat menentukan pemilihan kebijaksanaan? 3.

Cara-cara pengendalian sosial Pengendalian intrinsik dan ekstrinsik Pengendalian preventif. represif. Akibat-akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa 6. Bentuk-bentuk pengendalian sosial Gosip atau desas-desus Teguran Pendidikan Pendidikan agama Hukuman atau sanksi 5. dan gabungan Pengendalian internal dan eksternal Pengendalian persuasi dan koersi Pengendalian compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian) 4.3. Upaya untuk mengembalikan ketertiban setelah penyimpangan terjadi Penyuluhan hukum Judicial review Revitalisasi aparat Pencanangan Gerakan disiplin Nasional Peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial 174 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

. . . BP3 C. A. lembaga pendidikan E. represif E. A. Aparat pengendalian sosial di lingkungan sekolah bagi para siswa adalah . pengendalian primer D. preventif D. Pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu-individu itu sendiri untuk menghindari perilaku menyimpang disebut . . pengendalian nonformal C. Penyebaran brosur tentang penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian . lembaga kepolisian B.Soal ObJektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. A. B. kuratif 5. berarti ia melakukan pengendalian sosial berupa . . guru bimbingan dan penyuluhan B. C. D atau E! 1. Guru dan karyawan D. . A. kecuali . kepala sekolah E. . pengendalian formal B. . Di bawah ini termasuk komponen-komponen yang berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial. . lembaga adat D. . didaktis C. lembaga sekolah C. cemoohan D. lembaga agama Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 175 . . intimidasi B. pengendalian sekunder E. desas-desus E. . gosip 4. condolence C. pedagogis B. Jika anggota masyarakat selalu menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang. . A. . . guru dan karyawan 2. pengendalian internal 3.

yaitu . . . pengendalian preventif C. . jaksa. . pengadilan. Berikut ini merupakan akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial. gosip D. A. pengendalian preventif D. . . pengadilan E. A. Pengendalian yang muncul dari dalam diri seseorang disebut . . sekolah dan guru B. . lembaga pengendalian sosial dibagi dua. polisi 10. . pengendalian eksternal E. pengendalian persuasi 7. lembaga adat dan tokoh masyarakat 9. . A. . pengendalian represif 8. kepolisian. pengendalian intrinsik D. kejaksaan. pendidikan dan keagamaan C. . Lembaga penegak hukum terdiri dari tiga macam. A. . pengadilan massa D. penghinaan C. permanen dan sementara E. pengadilan. . tentara. Pengendalian sosial yang bersifat pencegahan disebut . sekolah C. Usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak yang melanggar perundingan disebut . A. 176 Sosiologi SMA/MA Kelas X . A. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya.6. hukuman B. yaitu . teguran E. kegoncangan ekonomi E. kepolisian B. lembaga permasyarakatan. . pengendalian intrinsik C. meningkatnya korupsi dan kolusi C. kejaksaan D. . . . . menurunnya tingkat kemiskinan B. kecuali . kejaksaan. Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka terhadap warga yang melakukan penyimpangan disebut . pengendalian eksternal B. terjadinya konflik sosial 12. pengendalian sementara E. . nasihat 11. . hakim. primer dan sekunder D. pengendalian compulsion B. Mahkamah Agung.

pemangku adat C. mendidik masyarakat awam D. hukuman massal E. persuasi Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 177 . kepala desa D. meningkatkan pengetahuan masyarakat B. intimidasi C. preventif B. menciptakan masyarakat adil dan makmur 17. sementara D. . masyarakat D. represif 14. eksternal D. kontrol sosial 13. teguran 16. . pengendalian sosial B. A. koersi B. . Teknik pengendalian dengan cara menyampaikan nilai dan norma disebut teknik . sanksi sosial D. hansip E. tindakan pencegahan C. menghukum orang yang bersalah C. gosip B. . .A. . A. A. cemoohan B. Pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian lain belum dipatuhi disebut . kepolisian E. . . sanksi sosial D. hukuman denda E. . A. A. pervasion E. . saudara 18. tokoh masyarakat C. A. . hukuman pasung D. kuratif C. hukuman 19. . pemuka agama 15. . . gosip C. Pengendalian sosial yang dianggap mempunyai kharisma atau pengaruh untuk mengatur kegiatan di masyarakat adalah . tokoh agama B. Berikut ini yang merupakan sanksi hukum adalah . lembaga adat B. compulsion C. . menciptakan keamanan dan ketertiban E. ekstrinsik E. Pengendalian sosial bertujuan untuk . Nasihat dan anjuran termasuk dalam pengendalian . A. . . pendidikan E. . Pengendalian sosial yang bersifat formal dapat dilakukan oleh . . . .

. intrinsik C. Apa yang dimaksud dengan pengendalian compulsion? 2. persuasi B. Sebutkan upaya-upaya untuk mengembalikan penyimpangan tersebut! 178 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apa yang dimaksud dengan gosip? 6. Pengendalian lewat hati nurani termasuk dalam pengendalian . A. Apa yang dimaksud dengan teguran? 8. represif E.20. Sebutkan akibat-akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial! 3. . Apa yang dimaksud dengan pengendalian preventif? 10. Menurutmu apakah gosip cukup efektif untuk melakukan pengendalian sosial? 7. . Apa yang menyebabkan lembaga pengendalian sosial tidak menjalankan fungsinya? 4. preventif Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa yang dimaksud dengan pengendalian intrinsik? 9. internal D. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan oleh guru? 5.

di mana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan : kerja sama : kerumunan Daftar Istilah 179 .accomodation adat akulturasi akulturasi budaya angket applied science arbitration asimilasi asimilasi budaya asosiasi asumsi coercion community compromise cooperation crowd : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai : percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen : percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi : perhimpunan orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama : alternatif jawaban dari suatu masalah : akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan : masyarakat setempat : akomodasi.

custom data empiris data etnografi data primer data sekunder data sosial demoralisasi dinamika sosial eksplisit fakta family counseling fenomena alam fenomena sosial folkways hipotesa ilmu pengetahuan intelektualitas interaksi sosial interview kebiasaan : adat istiadat. yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang : jawaban sementara dari suatu masalah : himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis : kecakapan berpikir : hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu. dan antara individu dengan kelompok : metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden : cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang 180 Sosiologi SMA/MA Kelas X . waktu dan tempat. serta peristiwanya : bimbingan keluarga : semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat : semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat : kebiasaan. antarkelompok. : nyata atau realistis : suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku. : data realita di lapangan : data-data mengenai suku bangsa tertentu : data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap obyek penelitian tanpa melalui perantara : data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor) : semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan : penurunan kualitas moral : gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut.

makhluk pemikir. dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat : lingkungan sosial di mana seseorang bekerja Daftar Istilah 181 . rasa. baik abstrak maupun konkret yang merupakan hasil cipta. dan kebutuhan integratif : kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakikat manusia sebagai manusia. rasa.kebudayaan kebutuhan hidup kebutuhan integratif kebutuhan mendasar kebutuhan sosial keluarga kenakalan remaja kepribadian knowledge kompetisi konflik konsep konsep dasar konsiliasi kontravensi kontrol sosial kultural lingkungan kerja : semua benda. : kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar. di mana masingmasing pihak saling menghancurkan : himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah : konsep yang pokok dan penting : usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional : suatu keadaan di mana pihak dengan pihak saling tidak cocok tetapi kedua belah pihak tidak saling menampakkan ketidakcocokkannya : semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat : semua hasil cipta. dan anak-anak : perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa : generalisasi dari perilaku khas seseorang : pengetahuan tentang sesuatu hal : suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan : suatu bentuk interaksi sosial. ibu. dan bermoral : kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk hidup : kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain : satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. kebutuhan sosial.

logika masyarakat media massa media sosialisasi mediation metode metode dokumenter mores nilai nilai kebenaran nilai keindahan nilai kerohanian nilai material nilai moral nilai religius nilai sentral nilai sosial : pertimbangan akal pikir manusia : persekutuan orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu : sarana komunikasi antarorang dalam masyarakat : sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai : cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan : metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip : tata kelakuan. nilai keindahan. nilai moral. yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh masyarakat : nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia : nilai yang bersumber dari perasaan atau estetika manusia : nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari nilai kebenaran. dan nilai religius : nilai yang terkandung di dalam suatu benda : nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang : nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/agama : nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan 182 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

baik yang tertulis maupun tidak tertulis. baik yang tertulis maupun tidak tertulis.nilai vital : nilai sesuatu yang muncul karena kegunaannya atau fungsinya norma : semua bentuk peraturan. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat observasi : metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penelitian sosial : serangkaian aktivitas yang sistematis dan terorganisir untuk mengungkap secara objektif berbagai macam fenomena sosial di dalam masyarakat pengendalian sosial : upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma perilaku menyimpang : perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai perubahan sosial budaya : semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya dalam masyarakat pewarisan biologis : pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya pewarisan budaya : proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda play group : teman sepermainan pranata sosial : suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat proses asosiatif : proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang proses inkulturasi : proses pembudayaan proses institusionalized : proses pelembagaan Daftar Istilah 183 . yang ada dan berlaku di dalam masyarakat norma adat : hukum adat norma agama : ketentuan-ketentuan dalam agama norma hukum : peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan dibuat oleh lembaga yang berwenang norma kesusilaan dan kesopanan : norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain norma sosial : semua bentuk peraturan.

adat. di mana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi : sosiologi perkotaan 184 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan kebiasaan : lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik : perilaku sosial : semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat : belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan status sosialnya : ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat : pemerintah yang kuat : perubahan teknologi : akomodasi tanpa persetujuan yang formal. kesopanan.proses internalisasi proses sosial realitas sosial research metodology sanksi sanksi hukum sanksi sosial sekolah social behaviour social mobility sosialisasi sosiologi strong government technological change tolerance urban sosiology : proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang : proses berlangsungnya suatu aktivitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu : keadaan senyatanya di dalam masyarakat : metodologi-metodologi dalam penelitian : hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan perilaku : hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum : hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan.

1982. Sosiologi Suatu Buku Pengatar Ringkas. PT. 1990.A. Jakarta: LP3S Djoyodiguno. Rincihan I. Bandung: Alumni Khiam Kheo Soe. Jakarta: Aksara Baru Lawang. 1995. 1985. Willa. 185 . Kartini. A. 1963. Dunia Pendidikan Hari Kini dan Hari Esok. Jakarta: Ichtiar Baru J. Pengantar Metodologi Research Sosial. Drs.Z. Tatang. Modul Pengantar Antropologi. 1991. Robert M. Sebuah Laporan Komisi Internasional untuk Pengembangan Pendidikan.Aisal Sanafiah. Felife Herrera. Dra. Sosiologi Pendidikan. Belajar untuk Hidup. Goode. 1985. 1980. Jakarta: Rajawali Press Mulyadi. Bulan Bintang Gerungan WA. Yad dan Posman Simanjuntak. Depdikbud Universitas Terbuka Lawang. Jakarta: Bharata Karya Aksara Gazalba Sidi. Sosiologi ke-I untuk SMU Dieter Evers Hans. 1995. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Menyusun Rencana Penelitian. Bina Aksara Kartono. Mayor Polak. 1984/1985. Dr. William. Sosiologi dan Antropologi. Surabaya: Usaha Nasional JB. Panduan Belajar Sosiologi Jilid I. Galaxy Puspa Mega M. 1978. 1981. Robert M. Drs.F. Sendi-sendi Sosiologi (Ilmu Masyarakat). Pengantar Sosiologi. 1992. Sosiologi Perkotaan. 1961. Azas Kebudayan Islam. Azas-azas Sosiologi. 1979. 1997. Yogyakarta: Yayasan BP Gajah Mada Faure Edgar. Surabaya: Usaha Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kurnia Universitas Terbuka Luth Nursal Drs dan Daniel Fernandes. Bandung: Ganaco Koentjaraningrat. Drs..Z. Amirin. Pengantar Antropologi. Drs. SH. Bandung: Eresco Huki D. dkk. Drs. Sosiologi Keluarga. 1985. 1976. Psikologi Sosial. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Erlangga Daftar Pustaka PT.

Research di Indonesia 1945-1965. Rotterdam: Universitaire Press Soedjono. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi. New York: Cornell University Press. Selo. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta. Faktor-faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum. Jakarta: FEUI Soemardjan. 1965. 1964. 1967. Social Changes in Yogyakarta. Selo. Bandung: PT. Eresco Soemardjan. Yogyakarta: GMUP Press. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS Jakarta Soemardjan. Pola-pola Kepemimpinan Salam Pemerintahan. Modernisasi dan Aspirasi-aspirasi Modernisasi. Soerjono. Sosiologi. 1982 Soemardjan. 1972. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi. Peranan Ilmu-ilmu Sosial di Dalam Pembangunan. Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 Sampai 1965. Selo. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. Bidang Ekonomi. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional Soemardjan. Bandung: Alumni Soekanto. Edisi Pertama. Selo. Ithaca. 1969. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. Cetakan Pertama. 8 Februari Soekanto. dan Budaya Soemardjan. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis UI ke-XXII Soemardjan. Selo. Hukum Nasional. 1971. Jakarta: Bharata Soemardjan. Soerjono. Jilid IV.J. S. No. 1965. Ghalia Indonesia Soekanto. 1962.Schuyt. 1974. Rechtssociologie.M. Soerjono. 1973 Pengantar Sosiologi Hukum. Selo cs. Selo. Sosial. 1983. Soelaeman Soemardi (ed). Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. Selo. Soerjono. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Setangkai Bunga Sosiologi. 25 Soekanto. een terreinverkenning. 1985. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 186 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dimuat dalam Kompas.

111. 122. 173 akomodasi 66. 112. 42. 68. 45. 143. 127. 127 Imitasi 60. 127. 14. 166. 145. 26. 89. 102. 4. 70. 61. 63. 32. 136. 89 custom 48. 100 – 104. 7. 61. 80. 85. 71. 82. 163. 62. 70. 89. 139. 74. 25. 59. 65. 52. 122 – 125. 164 C C. 53. 152 Indeks D data primer 8 data sekunder 9 data sosial 4. 70. 18. 148. 49. 135. 135. 6. 78. 138. 49. 106. 65. 20. 88 interaksi sosial 10. 122. 33. 79. 12. 88 ilmu pengetahuan 3. 143 kebudayaan 4. 103. 95. 148. 32. 61. 70. 89. 87. 60 – 64. 100. 32. 124. 70 kebutuhan mendasar 12. 30. 140. 51. 84. 127 eksternal 80. 70. 82. 82. 69. 135. 139. 59. 25. 17. 32 asimilasi 23. 98. 73. 23. 62 – 66. 161 folkways 48. 70 kejaksaan 25. 73 asumsi 98 Auguste Comte 3. 114. 148. 169. 147. 63. 82. 88 E eksplisit 47. 32 demoralisasi 23 – 25. 67 – 69. 108 asimilasi budaya 108 asosiasi 3.A adat 25. 115. 20. 7. 107. 111. 32. 64. 28 – 30. 164. 165 B BAP 163. 49. 33. 10. 32. 101 H hipotesa 9 I identifikasi 11. 112. 165. 79. 60. 88 187 . 141 kebutuhan integratif 13. 119. 127. 81 – 84. 76. 152 kebutuhan hidup 10. 87. 168 internal 80. 33 dinamika sosial 18. 112. 71. 112. 21. 116. 35. 127. 102. 139. 162. 60. 135. 110. 11. 99. 40. Kluckhohn 41 Coercion 66 coercion 66 community 69. 32. 53. 31. 123. 160. 165. 96. 104. 8. 8. 126. 15. 140. 75. 173 keluarga 3. 107. 100. 108 – 112. 164. 97. 68. 80. 84. 87. 174 empati 11. 8. 124. 65. 49. 63. 15 F fakta 6. 165 kenakalan remaja 135. 174 ekstrinsik 110. 23. 67. 43. 102 K keagamaan 24. 166 interview 5 intrinsik 110. 10. 15. 28. 86. 173 kebiasaan 40. 45 – 48. 123. 64. 42. 89 kebutuhan sosial 13. 14. 117. 32. 46 – 48. 17. 5. 61. 80. 67 akulturasi 23. 107 fenomena sosial 4. 83. 108 akulturasi budaya 108 angket 2. 16 – 19. 107. 119. 85. 37 fenomena alam 77. 88 – 99. 88.

98. 53. 174 kultural 23. 3 – 24. 59. 113. 100. 33. 104. 117. 169. 20 – 22. 92. 138. 33 kontravensi 68 kontrol sosial 104. 63 preventif 14. 35. 46. 152. 167. 174 perubahan sosial budaya 15. 22. 169 kompetisi 68 konflik 17. 117 – 119. 43. 139 – 142. 115. 135 – 140. 137. 127. 10. 119. 145. 10 – 15. 14. 168 N nepotisme 25. 127. 26. 132. 147. 127 metode 1. 103. 111 O observasi 2. 69. 23. 97. 133. 159. 173 perilaku menyimpang 10. 150. 119. 172 – 174 Max Weber 72 media massa 2. 133 – 137. 99 nilai moral 40 – 43. 51. 3 – 9. 145 – 147. 39. 104. 24. 147. 53. 124. 110. 148. 83. 166. 99 nilai religius 42. 127. 33. 33 pengendalian sosial 10. 110 – 113. 143. 135. 46. 133. 153 nilai 10 – 16. 152. 22. 148. 161. 161 metode dokumenter 9. 104 – 108. 167 nilai kebenaran 40. 33. 170 174 korupsi 25. 114. 169 norma kesusilaan dan kesopanan 40. 100. 168 koersi 166 kolusi 25. 173 kepribadian 10. 143 norma sosial 10. 69 – 89. 122. 47 – 50. 126. 85. 33 mores 48. 14. 143 – 148. 32. 147. 106 – 108. 70. 97 – 100. 63. 20. 99 norma 3. 169. 32. 70 –72. 143. 88. 22. 143. 144. 86. 14. 168. 69. 33. 127. 28. 41 – 53. 68. 76. 171 persuasi 166. 120. 153. 146. 95. 133. 39 – 46. 43. 139 nilai vital 40. 6. 153. 88. 39. 68. 67. 99 nilai keindahan 42. 63. 161. 117. 164 – 169. 140 nilai sosial 16. 84. 32 P pendidikan 7. 32. 13. 44. 126. 50. 18. 173 penelitian sosial 5. 13. 146. 167. 97 – 100. 46. 95. 161 – 170. 127. 111 – 124. 121. 168. 152. 151. 92. 113 pranata sosial 14. 72 – 76. 97. 9. 75. 141. 61 – 64. 33. 105. 167 M masyarakat 1. 32 konsumerisme 25. 146. 59. 65. 80. 44 – 53. 135. 33. 127. 104. 112 – 115. 164. 19.kepolisian 25. 84. Sorokin 3 play group 96. 42. 114. 105. 153. 162 norma agama 40. 122. 7. 20. 112. 165. 126. 41. 52. 70. 47. 33. 124. 139. 50. 95. 117. 70. 46 – 48. 32. 161. 106. 96. 85. 100 – 108. 102 motivasi 60. 25. 160 – 162. 127. 122. 45. 135. 147. 87 – 90. 20 – 22. 72. 164. 6. 47. 160. 97 – 112. 105. 163 – 166. 163. 145 – 147. 150 – 153. 28. 60. 96. 144. 169 konsep 10. 168 norma hukum 40. 89. 164. 100. 16. 78 – 80. 26 – 33. 161 – 171. 21. 132. 107. 28. 153. 85. 32. 45 – 47. 50. 135. 142 pewarisan budaya 150 Pitirim A. 133 – 135. 81. 53. 42. 135. 115. 163. 145. 70. 52. 53. 135. 53. 134. 67. 65. 21. 113. 121 – 127. 150. 49. 127 LSM 164 nilai kerohanian 99 nilai material 40. 66. 21. 100 – 102. 39 – 41. 153. 145. 27. 150. 144. 133. 99 188 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 147. 22. 32. 53. 84. 69. 18. 148 pengangguran 27. 41 – 45. 84. 24. 159. 8 pengadilan 51. 143. 80. 46. 150. 164. 95. 32. 135 – 140. 148. 110 – 115. 120 L lingkungan kerja 108. 153. 138 konsep dasar 10. 99 nilai sentral 42. 96. 124. 11. 79. 14. 13. 171. 166 – 169 norma adat 40. 33. 170 media sosialisasi 111 – 113. 165. 42. 50 – 53. 114 – 119.

33 simpati 11. 167 Robert K. 72. 100 – 104. 49. 53. 18. 73. 105. 121. 10. 60. 47. 88 Soelaeman Soemardi 3 sosialisasi 50. 101 W wawancara 2. 32 Indeks 189 . 48. 95. 84 – 87. 39. 148. 168. 29. 51. 144. 125 – 127. 107 – 115. 44. 64. 108. 174 sanksi hukum 168 sanksi sosial 165. 95 – 97. 21. 133 – 136. 139 – 141. 152 sosiologi 3 – 5. 164. 127. 117. 70. 16. 33 Selo Soemardjan 3 separatis 28. 39. 165. 52. 88 S sanksi 43 – 45. 137 sugesti 11. 10. 66 – 69. 168 sekolah 18. 5. 32. Notonegoro 42. 18. 112. 59. 148. 78. 164. 65. 99 proses asosiatif 67 proses sosial 3.Prof. 71. 119. 33 represif 14. 85 R realitas sosial 2. 79. Dr. 168. Merton 136 Sekularisme 25. 147. 97. 153. 171 U usage 48. 165. 19. 60.

190 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful