SOSIOLOGI

Jilid 1
untuk

SMA/MA Kelas X
Suparto

Literatur Media Sukses
Jl. Madrasah No. 38, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Bab 2 Norma dan Nilai Sosial

i

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Sosiologi, ditulis oleh Suparto; Editor, Vera B. L. Sihotang, -- Jakarta: Literatur Media Sukses

Penulis
Suparto

Editor
Vera B. L. SihotangChristianiE

Sosiologi
Jilid 1
Untuk SMA/MA Kelas X Hak cipta 2006 pada Penulis Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses

Desain Sampul Andie Anakota Setting/Tata Letak Sri Sugiyarni Astuti Krisnawati

Cetakan Pertama, 2006

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur Media Sukses.

ii

Sosiologi SMA/MA Kelas X

ritik yang sering ditujukan kepada buku teks Sosiologi sebagai buku pelajaran antara lain cara pendekatan penyajian konsep materi yang kurang membumi terhadap realitas yang ada. Para pendidik sering mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. Para siswa berargumen bahwa ilmu-ilmu sosial menjenuhkan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat para siswa untuk menggeluti kajian-kajian ilmu sosial. Kondisi ini terbentuk dikarenakan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu-ilmu hafalan dan tidak kontekstual. Buku Sosiologi untuk SMA/MA ini disusun sebagai alternatif bagi para guru dan siswa Sekolah Menengah Atas bahwa belajar ilmu sosial tidak semata-mata hafalan. Esensi ilmu sosial justru terletak pada daya analisis dan metode yang dipakai dalam mengkaji suatu problem kemasyarakatan. Buku ini terdiri atas 3 jilid, yaitu jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, dan jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode Contextual-Teaching Learning. Diharapkan guru menjadi fasilitator dan terlibat intens dalam proses pembelajaran serta bersedia mengembangkan segala materi pokok dengan berbagai indikatornya dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan lingkungan belajar siswa. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Literatur Media Sukses yang telah menerbitkan naskah kami menjadi buku. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan kualitas buku ini.

K

Jakarta, Desember 2006

Penulis

Kata Pengantar

iii

112.Sebelum memulai proses belajar mengajar. 89. 106. 19. pengadilan. Membedakan nilai dan norma. B. 147. 16. Dalam sosiologi. truk. 8. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Sumber: Gatra. Kegiatan operasional lembaga 3 5. Pengantar Awal Bab Pada setiap awal bab terdapat fokus tentang materi-materi yang akan dibahas di bab tersebut. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. 65. Melalui metode komparasi inilah. 82. 152. 72. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. 125. 73. misalnya kepolisian. 129 imitasi 60. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi l l 9 A accomodation adat akulturasi akulturasi budaya : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak adat 25. 2. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. 109. 164. Indeks merupakan daftar kata-kata penting disertai nomor halaman kemunculan. 10. Akan tetapi. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga 5 P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. 113. 114. internet. . 90 interview 5 8. Rangkuman Rangkuman mencakup ringaksan materi pada setiap bab yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di bab tersebut. radio. 33. dan nepotisme. 32. C. Indeks 3. Tugas Perorangan Dalam setiap bab ada kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri. Oleh karena itu. Pertanyaan: 1. . atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. . Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . – 66. 67 akulturasi 23. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. 67. 177 akomodasi 66. 104. melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. 108. 144. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! enurut kalian. 83. Uji Kompetensi Pada setiap akhir bab disediakan Uji Kompetensi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua materi dalam satu bab. 32 asimilasi 23. Fungsi dan peranan lembaga 2. kontrol sosial D. Penyebab perilaku menyimpang 8 Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. iv Sosiologi SMA/MA Kelas X . mesin bubut. 7. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. dan lain-lain. 18. 109 fenomena sosial 4. edukasi E reproduksi C. 139. kolusi. Di kalangan birokrat. Lalu. pengadilan B. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. 25. pengendalian sosial E norma sosial C. traktor pembajak. 148. 85. 64. . Bahan Diskusi Kelompok Bahan ini disediakan melatih siswa mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain. komputer. 15 10 F fakta 6. 102. 17. Daftar Istilah Daftar Istilah disajikan di setiap bab yang merupakan kumpulan istilah-istilah yang dibahas di bab tersebut. 1 NILAI DAN NORMA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Menjelaskan nilai dan norma. 68. sosialisasi D. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 6. nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang. 82. deviasi sosial 2. kejaksaan. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. 8. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. A. 11. 27 November 2004 4. 75. 42. sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui bagianbagian yang terdapat dalam buku Sosiologi ini. 45 – 48. 73 asumsi 100 Auguste Comte 3. 23. 37 fenomena alam 77. 90. 70. 2 Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. Pada dasarnya. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. 40. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. 26. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. 110 akulturasi budaya 110 angket 2. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. 80. D atau E! 1. j. 15. M Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 4 MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. pengawasan sosial P 7. 65. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. 89 ilmu pengetahuan 3. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. ada masa reformasi akhir-akhir ini. Tugas Penelitian Tugas Penelitian merupakan tugas yang mendeskripsikan suatu permasalahan. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. 60. 10. . dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. 20. 62. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Misalnya. a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. 8. 80. 32. . televisi. Tugas dan kewenangan lembaga 3. mesin tenun. 85. 35. 59. Lembar Pro dan Kontra Lembar Pro dan Kontra disajikan sebagai sarana untuk melatih mengungkapkan pendapat atau debat pendapat antarsiswa yang dibimbing oleh guru. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. Sebab. 172 internal 170. 124. Lembar Sosiologi Terapan Lembar sosiologi terapan ini merupakan latihan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. 6 MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI 7 Soal Objektif 1. C C l kh h 1. 84. 168 I identifikasi 11. 53. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. 101. A. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. 64. 166. 9. 109 folkways 48. 125. 143. 17. 103 H hipotesa 10 angket applied science arbitration B BAP 167. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. 89 interaksi sosial 10. 110 asimilasi budaya 110 asosiasi 3. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. presiden. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. 4. 165. telepon. penghubung kerabat B.

............... A........................................................................................... Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya ........................................................... B.......................... Nilai Sosial ....................... Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi .....Kata Pengantar .. C................................................................... BAB 3 INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL 60 61 64 69 Peta Konsep ............... Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial ....................... B...................... Apakah Keunggulan Buku Ini? ....................................................................................................................... A........................ BAB 2 NILAI DAN NORMA SOSIAL 40 41 41 45 53 54 Peta Konsep ... iii iv BAB 1 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN 2 3 10 16 18 23 32 34 Peta Konsep . Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode ............................................... Uji Kompetensi ............. D..................................................... Rangkuman ................................. Nilai dan Norma Sosial .................................................................................. Bentuk-bentuk Interaksi yang Mendorong Terciptanya Lembaga....................... Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realita Sosial Budaya ....... Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial Di Lingkungan Setempat ....................... E........................................................................................................................................................................... Konsep-konsep Dasar Dalam Sosiologi .......................................................................................... A........................................................... Daftar Isi v ................................ B...................... Norma Sosial ................................................................................................ Kelompok..... dan Organisasi Sosial .................................................................... Rangkuman ..... C.......................................................... Uji Kompetensi ..................................... C....................

... Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian .......................................................................................... Penanggulangan Terhadap Perilaku Menyimpang .......................... A.............................................................................................................................................................. Uji Kompetensi ................ Terjadinya Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna ................................................................................................................................................................................................................ A.................... Uji Kompetensi ................................................................... Perilaku Menyimpang ...................................... B....... Peranan Nilai dan Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi .......................................................... dan Organisasi Sosial .................................................................................................................................................... Rangkuman ................. Akibat-akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial ....................................................................................................... B.... vi Sosiologi SMA/MA Kelas X ............................................... C....... C....D Proses Pembentukan Lembaga..... Proses Sosialisasi .... Uji Kompetensi .... Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial.................... Rangkuman ....... Uji Kompetensi .............................. Daftar Pustaka ...................... Pentingnya Pengendalian Sosial .. Indeks ............................. F............................................... Faktor-faktor Penyebab Perubahan dan Dinamika Sosial .... E..................................................................................................... C............................. 96 97 108 114 122 127 128 BAB 5 PERILAKU MENYIMPANG 134 135 139 147 152 154 Peta Konsep ................................................................................................................................................. Daftar Istilah ........................................ B...................... Cara-cara Pengendalian Sosial .. Interaksi Sosial dan Keteraturan Sosial ................................................ Kelompok...................................................... Rangkuman ................................................................................ Rangkuman ... BAB 6 ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT 160 161 161 165 168 173 175 179 185 187 Peta Konsep ........................... Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan ....... A............................................................................................ D........................... D......................................................... SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN 74 76 84 88 90 BAB 4 Peta Konsep ..............................

Untuk mendapatkan jawabannya. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 1 . Dalam melakukan hubunganhubungan sosial. kita perlu mempelajari sosiologi.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI HUBUNGAN MASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode. Mengidentifikasi data tentang realita sosial masyarakat. sehingga kita dapat menjalankan misi pribadi kita masing-masing. Sumber: Koleksi editor T ahukah kalian mengapa sosiologi kita pelajari? Sebagai warga masyarakat. Penjabaran wawasan-wawasan tersebut dalam praktik kehidupan sehari-hari akan diuraikan pada bab berikut. karena sosiologi memberikan banyak wawasan dan kajian tentang hubungan masyarakat dan lingkungan. kita selalu terikat dengan orang lain untuk melakukan berbagai macam bentuk kerja sama di berbagai segi kehidupan. kita harus memahami tata cara dalam pergaulan agar kita dapat diterima sebagai warga masyarakat yang baik. kita memerlukan banyak wawasan tentang bagaimana menjalani dan membina hubungan sosial dalam masyarakat. Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial. Dengan demikian.

Pengertian sosiologi Hakikat sosiologi Karakteristik Sosiologi Metode dalam sosiologi Ruang lingkup Observasi Angket Observasi partisipan Wawancara Tujuan pembentukan sosiologi SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Komparasi Histori Kepustakaan Dokumentasi Analisis media massa Konsep dasar dalam sosiologi Konsep-konsep tentang realitas sosial Hubungan antarberbagai konsep tentang realitas sosial 2 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Pitirim A. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE 1. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial. b. Pengertian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang relatif baru mungkin agak sulit untuk didefinisikan bagi kalian yang masih relatif baru mempelajari sosiologi. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam sosial. termasuk perubahan sosial. Sorokin Mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. sosiologi sebagai metode artinya sosiologi dapat dipergunakan sebagai salah satu cara atau perantara dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang ada di dalam masyarakat. juga keluarga dan moral. Dengan demikian. misalnya gejala ekonomi dan agama. Cara-cara ini dikenal dengan metode. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian tentang perilaku sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat yang penjabarannya meliputi bentuk-bentuk penyesuaian perilaku terhadap norma dalam berbagai bentuk perubahan sosial yang ada dalam masyarakat. Sebagai salah satu pegangan tentang pengertian sosiologi. Artinya. Metode-Metode Sosiologi Untuk melakukan suatu aktivitas diperlukan cara-cara yang lebih ringkas dan efisien agar tujuan tercapai. c. Objek kajian sosiologi ini senantiasa bersifat aktual karena masyarakat terus-menerus mengalami proses sosial termasuk perubahan-perubahan dalam struktur dan pola interaksinya.A. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial. Auguste Comte Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. a. maupun peradaban. 3. 2. lembaga-lembaga. sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 3 . Metode dalam konteks pengetahuan adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. kalian perlu mengetahui pendapat dari tiga tokoh sosiologi berikut ini.

dapat diperoleh melalui data-data yang terhimpun di dalam sosiologi dan antropologi. ketika pemerintah melalui kegiatan pembangunan ingin memperoleh data mengenai berbagai macam fenomena sosial budaya dari suatu masyarakat. Ini berarti. melalui sosiologi dan antropologi kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat disosialisasikan ke dalam setiap masyarakat yang bercorak kesukuan dengan metode dan pendekatan secara sosiologis dan antropologis. sejarah pertumbuhannya.sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai objek kajian mengenai perilaku sosial serta budaya yang ada dalam satu masyarakat. serta lenyapnya suatu masyarakat dan kebudayaannya. Sebagai contoh. metode antropologi juga berguna sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat. sosiologi dan antropologi menjadi kail untuk memperoleh data-data sosial budaya dari dalam masyarakat. 4 Sosiologi SMA/MA Kelas X .1 Bagan Peranan Metode Sosiologi dan Antropologi dalam Proses Pembangunan Bangsa. ilmu lain yang juga mempelajari manusia adalah antropologi. sosiologi pun sedikit banyak memiliki data-data mengenai karakter sosial budaya dari tiap-tiap masyarakat yang berbeda-beda. Antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaannya di masa lampau dan masa sekarang. Selain sosiologi. Dengan begitu. Sebaliknya. Sosiologi dan antropologi dapat pula berfungsi sebagai bejana yang menjadi sarana sosialisasi suatu program pemerintah di dalam masyarakat. Perencanaan Pembangunan Kebijaksanaan Pembangunan Data Sosial dan Budaya Metode Sosiologi dan Antropologi Metode Sosiologi dan Antropologi Suku Bangsa A Suku Bangsa B Suku Bangsa C Bagan 1. bentuk kebudayaan. Artinya.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 5 . Metode Wawancara (Interview) Pada hakikatnya. artinya seorang pewawancara harus benar-benar menguasai permasalahan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Metode-metode yang sering dipergunakan di dalam sosiologi dan antropologi antara lain: a.Menurut bagan di atas. peneliti mewawancarai responden yang telah ditetapkan sebagai sampel untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian tersebut. Akan tetapi. 29 September – 05 Oktober 2003 Gambar 1.1 Wawancara merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data guna mendukung penelitian yang dilakukan. Cakap. metode interview secara spesifik memerlukan seorang pewawancara yang mumpuni dan memenuhi kriteria sebagai berikut. Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep dalam studi sosiologi dan antropologi dapat menjadi cara untuk memasukkan program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat. metode wawancara adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya. Metode ini mempunyai kelebihan bahwa data-data sosial budaya yang diinginkan dapat diperoleh secara luas dan dalam melalui pertanyaan secara lisan dari hati ke hati antara pewawancara dan responden. Sumber: Pilars. jelaslah metode sosiologi dan antropologi sebagai suatu kesatuan dan dapat dipergunakan oleh pemerintah atau pun lembaga nonpemerintah yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat. serta memiliki keterampilan untuk menggali alternatif-alternatif jawaban yang lebih dalam dan rinci dari responden.

Sikap yang fleksibel membuat responden tidak merasa tertekan dalam menyampaikan jawaban-jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan. Contoh: peneliti yang mengobservasi 5 ruangan kelas belajar dalam suatu lomba kebersihan. c. Tujuannya agar responden dapat secara bebas untuk menyampaikan alternatif jawabannya secara objektif kepada pewawancara. Objektif. metode ini sangat gampang pelaksanaannya dan memerlukan biaya yang relatif sedikit sehingga hampir setiap orang dengan mudah dapat melakukannya. Dengan demikian. atau kepentingan tertentu. maka peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang disebut check list (daftar untuk mengecek apakah objek yang diamati memiliki kualifikasi sebagaimana yang ada di dalam daftar). data yang diperoleh akurat.Ramah. Fleksibel. peneliti akan memperoleh data sosial budaya secara detail karena tidak sekadar melihat dan bertanya. artinya seorang pewawancara harus menyenangkan. Konsisten. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip keilmuan. peneliti telah membuat check list yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut agar dapat memberi dasar penelitian yang tepat. Yang dimaksud dengan metode observasi partisipan adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial yang di dalam pelaksanaannya. data yang diperoleh objektif. tidak menakutkan. politik. Metode Observasi Partisipan Metode observasi partisipan mempunyai potensi yang lebih untuk mendapatkan data yang sangat detail walaupun harus menanggung konsekuensi dan tantangan yang amat berat. b. Penerapan metode ini memerlukan suatu keberanian 6 Sosiologi SMA/MA Kelas X . melainkan mengalami sendiri dalam setiap kegiatan. dan berpenampilan baik. Untuk memperoleh data yang akurat. Pada hakikatnya. Dengan demikian. metode observasi langsung adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya memungkinkan peneliti dapat secara langsung mengamati kondisi objek yang diteliti. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada fakta yang ada. artinya pewawancara harus dapat mencegah masuknya pendapatpendapat pribadi ke dalam penelitian dengan tetap menjaga objektifitas berdasarkan fakta yang benar-benar ada di lapangan. ideologis. Dengan demikian. Artinya. tidak berubah-ubah oleh pengaruh-pengaruh ekonomis. Metode Observasi Langsung Metode observasi langsung sering disebut metode yang mudah dan murah. peneliti hidup bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif panjang. artinya seorang pewawancara harus luwes dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dari masing-masing pribadi responden.

seorang peneliti dari Jerman bernama Pieter Carlos meneliti kehidupan sosial budaya suku Asmat dan suku Dani di pedalaman Papua.dan pengorbanan dari peneliti itu sendiri. maka metode angket sangat tepat untuk digunakan. dan detail sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Metode Angket Apabila penelitian mempunyai jangkauan responden yang amat besar dan respondennya berupa masyarakat-masyarakat yang relatif maju. 100. peneliti mengirim daftar pertanyaan kepada seratus ribu responden yang alamatnya telah diketahui sebelumnya dan memberikan perangko pengiriman kembali jawabanjawaban angket kepada penelitinya. diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut. Satu hal yang merupakan kelebihan dari metode ini adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat. Misalnya. Koresponden harus terlebih dahulu mengetahui identitas dari responden yang akan ditetapkan sebagai subjek penelitiannya. bahkan nyawa. mengikuti semua aktivitas. Dalam hal ini. Akan tetapi hasilnya. Agar data sosial budaya yang terhimpun melalui metode angket ini tetap memiliki objektifitas yang tinggi. peneliti menyampaikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut. padat. Pieter Carlos datang sendiri ke lokasi dan selama enam tahun dia hidup bersama-sama dan menyatu dengan masyarakat Asmat dan masyarakat Dani. seorang peneliti dapat memperoleh data dalam jumlah yang amat sangat besar. lengkap. peneliti akan dapat menghimpun data sosial budaya dengan tepat. Tetapi metode ini akan gagal total apabila respondennya adalah masyarakat primitif atau masyarakat pedesaan yang basis pendidikannya relatif rendah. dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami. d. Jawaban yang disampaikan pun merupakan jawaban-jawaban yang memiliki tingkat akurasi yang rendah. mereka pun memiliki kesadaran ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket tersebut. Pertanyaan harus singkat. karena penuh tantangan yang terkadang akan membawa ongkos pemikiran. Pieter Carlos dapat memotret macam-macam kegiatan. Keadaan seperti ini akan membuat penelitian menjadi fatal. Sambil menjalani aktivitas hariannya. tenaga. bahkan mengikuti setiap perilaku sosial harian yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dan Dani. Hal ini sangat penting agar proses Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 7 . artinya memiliki basis kependidikan yang cukup.000 responden telah mengirim kembali angket tersebut ke alamat yang telah ditentukan dengan perangko pengiriman yang ada di dalam amplop daftar pertanyaan tersebut. Metode angket adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial di mana dalam pelaksanaannya. Dengan demikian. Respondennya harus merupakan masyarakat yang cakap. Dalam jangka yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 hari).

Pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan cara menghitung atau mengukur sendiri data-data yang diperlukan dalam penelitian. e. tenaga. Metode ini sangat objektif karena data-data yang diperoleh merupakan data primer. Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode yang penelitiannya lebih banyak memerlukan data-data dokumenter atau pendapat-pendapat dari para ahli tentang suatu fenomena sosial tertentu dalam masyarakat. g. f. Kelebihan metode ini adalah memperoleh banyak sumber tanpa mengalami banyak biaya. Cara pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data atau keterangan-keterangan yang ada di dalam literatur yang ada di perpustakaan. Misalnya. metode ini memerlukan suatu ketekunan dan ketelitian. h. Dalam pelaksanaannya. Metode komparasi digunakan oleh peneliti apabila bentuk penelitiannya mengandung kepentingan untuk membandingkan sesuatu yang sama dengan tempat dan kurun waktu yang berbeda. Dengan demikian. Yang dimaksud dengan metode komparasi adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial. menghitung orang. Metode komparasi bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari dua hal. Metode Komparasi Untuk mendapatkan data tentang perbedaan atau persamaan dari dua fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat. yaitu dengan mengungkap dan menghimpun keterangan-keterangan. serta benda-benda peninggalan yang akan dipergunakan sebagai sumber data dalam penelitian. dan waktu. Yang menjadi masalah adalah kepandaian peneliti untuk mencari buku-buku yang relevan yang dapat dipakai sebagai sumber data dalam penelitian. peneliti akan memperoleh persamaan dan perbedaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menganalisis dan mengkorelasikan fakta atau kejadian secara ilmiah sesuai dengan kepentingan penelitian. Metode Penelusuran Sejarah (History) Metode history atau metode penelusuran sejarah merupakan metode pengumpulan data dengan cara menelusuri sejarah melalui dokumen-dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sumber keterangan mengenai berbagai macam kejadian di masa lampau.pengiriman angket dapat dilakukan secara benar dan serentak dalam waktu yang relatif singkat. Metode Pengukuran Langsung Penelitian kuantitatif dilakukan dengan perhitungan angka-angka. mengukur 8 Sosiologi SMA/MA Kelas X . maka seorang peneliti lebih tepat menggunakan metode pengukuran langsung. seorang peneliti dapat menggunakan metode komparasi. yaitu dengan membandingkan dua hal yang sama dengan lokasi atau waktu yang berbeda.

pimpinan instansi. Pada hakikatnya. Yang terpenting adalah bahwa pengambilan dokumen harus sesuai dengan data yang diperlukan dan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. atau badan-badan informasi. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. dokumen kepegawaian.panjang dan lebar tanah. seorang peneliti akan mengeluarkan banyak pengorbanan yang terkadang penuh dengan resiko. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. bangunan. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. dan lain-lain. i. menghitung jumlah ternak. dokumen kejadian hukum. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. kelembaban. Melalui metode komparasi inilah. Pertanyaan: 1. sumber penelitian dapat berupa data-data yang diambil dari arsip-arsip atau dokumen yang dihimpun oleh kolektor. termasuk Badan Pusat Statistik. tekanan. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. Lalu. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 . tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. Para kolektor tersebut adalah kepala desa. Melalui metode ini. j. Oleh karena itu. menghitung suhu udara. Metode Dokumenter Apabila suatu penelitian lebih banyak memerlukan data-data pendukung yang berupa dokumen-dokumen seperti dokumen pemasaran. dan lain-lain. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. mengukur kedalaman air. seorang peneliti dapat menggunakan metode dokumenter. Data yang diperoleh melalui metode ini merupakan data sekunder. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan mengambil dari dokumen-dokumen yang dihimpun oleh kolektor dinamakan metode dokumenter.

interaksi sosial. Konsep-konsep dasar itu meliputi tentang masyarakat. Jadi. perilaku menyimpang. dan lain-lain. pengendalian sosial. dan masih banyak lagi. Adanya individu-individu yang cenderung bersifat heterogen dalam berbagai hal seperti usia. Jelaslah bahwa setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma tertentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. Apa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode komparasi? 4. Sosiologi dan antropologi merupakan himpunan pengetahuanpengetahuan mengenai perilaku sosial serta mengenai keanekaragaman makhluk manusia dan budayanya. kepribadian. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi dan antropologi mempunyai kekhususan yang berbeda antara lain sosiologi lebih menekankan pada konsep perilaku sosial. sedangkan antropologi lebih terfokus pada konsep keanekaragaman makhluk dan budaya manusia. latar belakang sosial ekonomi. 1. Untuk mengkaji lebih jauh mengenai materi-materi yang menjadi substansi dalam kajian sosiologi dan antropologi. norma dan nilai. Sebutkan kelemahan-kelemahan dari metode komparasi! 3.2. Adapun konsep-konsep yang mendasar dalam sosiologi dan antropologi antara lain sebagai berikut. latar belakang pendidikan. yang dimaksud dengan masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. a. perubahan sosial. Masyarakat Istilah masyarakat dalam bahasa sehari-hari sering kita artikan sebagai himpunan orang-orang dalam satuan wilayah tertentu. Menurutmu hal-hal apa saja yang dapat dibandingkan dari kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu? Ilmu pengetahuan merupakan himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis. KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI Pengertian dari konsep-konsep dasar adalah konsep-konsep pokok yang akan menjadi bahan kajian di dalam sosiologi maupun dalam antropologi. Pada hakikatnya. akan dijabarkan melalui konsep-konsep tentang realitas sosial budaya serta korelasinya satu dengan yang lain pada uraian berikut ini. jenis kelamin. kebudayaan. B. kebutuhan hidup manusia. 10 Sosiologi SMA/MA Kelas X . unsur-unsur pokok masyarakat meliputi hal-hal berikut.

penampilan. interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dan individu. Aktivitas ini akan mengakibatkan adanya tanggapan dari pihak yang lain. yaitu aktivitas permulaan yang menjadi penyebab munculnya interaksi sosial. Adanya daerah atau areal dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama. Adanya sistem norma tertentu yang berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.” Artinya. sosial budaya. sugesti. yaitu suatu aktivitas yang muncul karena adanya stimulan. terdapat 4 subkomponen yang dapat mendukung terwujudnya suatu interaksi sosial. empati. suara. Norma-norma sosial ini bersumber dari sistem tata nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut. Tanggapan (respon). Dalam arti luas. b. Interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai suatu masyarakat dengan ketentuan ”di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. politik.Adanya hubungan timbal balik yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat tanpa henti-hentinya dan meliputi berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang ideologi. Untuk kontak selanjutnya akan berbentuk aksi dan reaksi. Aksi ini dapat dipengaruhi oleh banyak dorongan seperti simpati. Dalam arti lain. Rangsangan (stimulan). di mana suatu perbuatan dilakukan hendaknya berpedoman pada sistem tata nilai yang ada di tempat itu. dan aktivitas reaksi. dan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 11 . baik stimulan yang pasif maupun stimulan yang aktif. Aktivitas aksi. Ini terjadi karena setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda walaupun secara universal tata nilai ini hampir sama. aktivitas aksi. dan berbagai macam pendapat atau ucapan. baik dari pihak pertama maupun dari pihak kedua dalam suatu interaksi sosial. Dalam suatu interaksi sosial. suatu kontak sosial sesungguhnya telah terjadi. interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. Interaksi Sosial Di satu sisi. yaitu suatu aktivitas yang mendorong pada seseorang untuk memberikan respon atau tanggapan. Komponen-komponen itu adalah rangsangan. seluruh masyarakat di dunia ini merupakan suatu masyarakat dengan tata pergaulan yang amat sangat kompleks dan tidak pernah berhenti dalam berbagai aktivitas. Dengan adanya stimulan dan respon. ekonomi. Stimulan ini dapat berupa perilaku. dan lain-lain. tanggapan. antara individu dan kelompok individu. dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dan kelompok individu yang lain. Wilayah ini dapat berupa areal yang sempit maupun dalam satuan areal yang amat sangat luas. identifikasi.

Proses sosialisasi bagi seorang individu berlangsung sejak lahir hingga sepanjang hayatnya.Aktivitas reaksi. dan normanorma yang akan membekali individu tersebut dalam proses pergaulan. kalian tunjukkan adanya proses sosialisasi. Melalui proses sosialisasi. yaitu sebagai berikut. Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi? 2. dan kebutuhan perumahan. Reaksi ini merupakan umpan balik atas perilaku-perilaku yang dilakukan oleh pihak pertama. d. Berikan 3 contoh konsep dasar dalam sosiologi dan 3 konsep dasar dalam antropologi! 3. seorang individu dapat berhasil dalam setiap usahanya di tengah-tengah masyarakat sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya pada masyarakat tersebut. Sebutkan unsur-unsur dalam masyarakat! 4. 1. Kebutuhan ini merupakan suatu perwujudan dari manusia sebagai makhluk hidup. seorang individu akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan. sebagai makhluk sosial. Kebutuhan Hidup Kebutuhan hidup adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan serta mengembangkan kehidupannya. c. dan sebagai makhluk yang memiliki akal budi. Proses sosialisasi ini merupakan proses belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. Kebutuhan ini muncul 12 Sosiologi SMA/MA Kelas X . minum. nilai-nilai. sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. Dengan demikian. Sosialisasi Pada hakikatnya. maka orang akan mati. Coba praktikkan di depan kelas bersama teman sebangkumu bagaimana kalian berinteraksi! Di dalam interaksi tersebut. yaitu suatu aktivitas tanggapan yang muncul setelah adanya aksi dari pihak pertama. Kebutuhan hidup ini terdiri atas tiga macam. (1) Kebutuhan mendasar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi. Kebutuhan mendasar ini meliputi kebutuhan makan.

sebagai hakikat manusia sebagai makhluk hidup. kebutuhan pendidikan. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. Adanya resesi dan depresi ekonomi. perilaku menyimpang merupakan bentuk-bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. Apabila dalam masyarakat terjadi resesi dan depresi ekonomi. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepribadian ini merupakan gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). minum. Kebutuhan sosial mencakup kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. Padahal kebutuhan ini harus dipenuhi dan kalau tidak maka mereka akan mati. sikap atau perilaku. f. Pada hakikatnya. Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. Agar tetap hidup. perangai. yaitu sebagai berikut. maka yang terjadi adalah benturan kepentingan antarindividu. Perilaku Menyimpang Setiap orang mempunyai ego masing-masing. istirahat. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal antara lain sebagai berikut. tutur kata. keimanan dan ketakwaan. prakarsa. Kepribadian Setiap manusia mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang tidak akan sama antara manusia yang satu dan manusia yang lain. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku-perilaku yang menyimpang. dan lain sebagainya untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. maka manusia perlu makan. persepsi. Akibatnya perilaku warga masyarakat Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 13 . pakaian. dan lain-lain. kegemaran. e. (3) Kebutuhan integratif adalah kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. Perilaku menyimpang dapat bersumber dari banyak hal. dan lain-lain. kebutuhan untuk menjalankan kepentingan bersama. dan lain-lain. perumahan. Manakala ego setiap orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum. lapisan masyarakat bawah akan kesulitan melakukan pemenuhan kebutuhan pokoknya. (2) Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. tanggung jawab.

maupun gabungan dari keduanya. Dalam pelaksanaan pengendalian sosial diperlukan banyak hal antara lain norma. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya bentukbentuk pelanggaran yang dilakukan oleh warga masyarakat. Jika terjadi peperangan atau suasana kamtibmas yang memburuk. Compulsion merupakan teknik pengendalian sosial yang diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah sikapnya yang menyimpang dan secara tidak lansung kembali patuh pada nilai dan norma. Terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam keadaan yang aman. Adanya peperangan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang memburuk.lapisan bawah seringkali menjadi tidak sesuai dengan norma-norma yang ada sehingga terjadi perilaku yang menyimpang. lembaga atau institusi. Berbeda dengan cara compulsion 14 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sedangkan pengendalian sosial bersifat represif bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti semula. lembaga dan personil penegak hukum. Lemahnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan penegakan hukum. Pengendalian sosial bersifat preventif bertujuan untuk menghindari penyimpangan sedini mungkin. serta peralatan yang diperlukan oleh aparat penegak hukum. maupun pemerintah kepada aparatur negaranya. dan personil-personil penegak hukum. baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. Pengendalian Sosial Semua usaha yang dilakukan oleh warga masyarakat agar warganya dapat berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dinamakan pengendalian sosial. represif. Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui dua teknik. Misalnya. Hal ini dapat terjadi karena norma yang ada tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan sekarang. Apabila pelaksanaan pengendalian sosial telah direalisasikan oleh akumulasi dari norma. guru kepada muridnya. Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. Cara mengatasinya melalui peran pendidikan. orang terdorong untuk melakukan penjarahan terhadap harta benda milik orang lain. perilaku menyimpang dapat terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau adanya proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang memang menyimpang. Secara umum. g. Pengendalian sosial ada yang bersifat preventif. yaitu compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian). atau mungkin karena kualitas moral dari aparat para dan karena kurangnya personil. munculah perangkat untuk menciptakan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. Gabungan dari keduanya dilaksanakan sebelum dan sesudah penyimpangan itu terjadi. kini makin banyak keluarga yang tidak memiliki eksistensi untuk menjalankan fungsinya.

com pada tahun 1839.yang dilakukan lewat paksaan. terdapat banyak tokoh yang mempunyai andil besar.bolender. Dengan demikian. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. h. Satu diantaranya adalah Auguste Comte. yaitu tepatnya Sumber: www. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 15 . cara pervasion dilakukan dengan menyampaikan norma dan nilai secara berulang-ulang. Auguste Comte kita kenal sebagai Bapak Sosiologi. seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis pada abad ke-19. Kata sosiologi pada mulanya digunakan untuk menyebut studi tentang kemasyarakatan. Perubahan Sosial Budaya Makna dari perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya termasuk corak kebudayaannya. Hal ini terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang ada dengan unsurunsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal. Auguste Comte memberikan nama pada ilmu pengetahuan tentang masyarakat dengan istilah Sosiologi. Ia mengatakan bahwa penelitian-penelitian tentang masyarakat telah sampai pada titik yang menggembirakan untuk memasuki perkembangan yang mengarah pada terbentuknya ilmu pengetahuan yang mempunyai objek mengenai masyarakat. Istilah sosiologi diambilnya dari kata socius bahasa Latin yang berarti kawan dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. Dalam sejarah perkembangan sosiologi.

Dengan berubahnya struktur sosial. perubahan komposisi penduduk. dan lain-lain. perubahan waktu. musim. 2. Kebodohan Kebodohan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu yang secara intelektual tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan intelektual masyarakat. Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang akan diperangi oleh semua bangsa melalui proses pembangunan dan modernisasi. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan di mana terdapat jurang perbedaan yang sangat jauh antara golongan masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin. kondisi alam yang gersang. seringkali merubah struktur budaya yang berupa pola aktivitas. kebijakan. maka akan mengakibatkan sikap dan perilaku orang juga mengalami perubahan-perubahan. dan tanah longsor. termasuk perubahan-perubahan alam yang bersifat temporer seperti gempa bumi. C. perubahan tingkat kepadatan. Perubahan nilai dan sikap. 3. perubahan tingkat kelahiran. 16 Sosiologi SMA/MA Kelas X . perubahan iklim. dan lain-lain. banjir.Perubahan situasi alam. sikap malas. Walaupun nilai mempunyai kecenderungan yang tetap. nilai-nilai sosial itu dapat bergeser dan bahkan berubah untuk menyesuaikan keadaan dalam masyarakat. Hal ini juga dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. Perubahan struktur sosial dan budaya. resesi dan depresi. Yang dimaksud di sini adalah perubahan susunan orang-orang dalam masyarakat beserta dengan pola aktivitasnya dan hasil-hasil aktivitas tersebut dalam bentuk artefak. kemiskinan. misalnya perubahan siang dan malam. tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. peperangan. perubahan tingkat kematian. sikap malas. Hal ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan pola aktivitas bagi manusia dalam masyarakat. dan hasil-hasil perbuatan seperti benda-benda konkret. penjajahan. Perubahan situasi kependudukan. KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA 1. misalnya perubahan jumlah penduduk. dan lain-lain. Kebodohan dapat terjadi juga oleh faktor penjajahan. peperangan. Kemiskinan Kemiskinan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat yang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perekonomian orang-orang di sekitarnya. Jika nilai-nilai berubah. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kebodohan. keadaan alam yang gersang dan letaknya yang terpencil.

Secara sosiologis. kecemburuan sosial ini akan membentuk jurang pemisah (gap) dan seringkali menjadi sumber konflik yang berakibat pada pertikaian golongan ekonomi lemah dan golongan ekonomi kaya. kecemburuan sosial dari golongan ekonomi bawah terhadap golongan ekonomi atas sebagai akibat adanya perbedaan kekayaan dan pendapatan yang sangat mencolok. antara subkebudayaan material dan subkebudayaan spiritual. kecemburuan sosial merupakan sikap iri dan sinis terhadap pihak lain. Sebagai contoh pada masyarakat-masyarakat primitif yang belum memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sepeda motor. namun tidak dapat menggunakan indikator-indikator yang ada pada kendaraan bermotor (indikator oli habis. Kesenjangan kebudayaan dapat berupa kesenjangan perkembangan budaya di lingkungan budaya produsen dan lingkungan budaya konsumen. dan sebagainya). b. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 17 . Menimbulkan kecemburuan sosial Pada hakikatnya. Misalnya. Menimbulkan sikap penindasan Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin sering kali menimbulkan kecenderungan dari golongan kaya untuk mengabaikan atau meremehkan golongan miskin. Selanjutnya.Kesenjangan sosial memang merupakan suatu fenomena sosial yang tidak dapat diingkari. Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kesenjangan kebudayaan adalah suatu perbedaan perkembangan budaya antara subkebudayaan yang satu dan subkebudayaan yang lain. 4. indikator bahan bakar. Contoh nyata berkaitan dengan asal-usul manusia yang menurut versi kitab suci berbeda dengan ilmu pengetahuan (antropologi fisik). penggunaan spion. Misalnya. hal tersebut pasti terjadi pada setiap masyarakat. keadaan ini juga tidak menguntungkan karena dapat menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. Artinya. Masalah timbul ketika di antara mereka mampu membeli sepeda motor. kesenjangan sosial sedapat mungkin harus dicegah karena mempunyai dampak negatif yang kurang menguntungkan situasi dalam masyarakat itu sendiri. Tetapi di sisi lain. a. Akibatnya muncul kerusakan-kerusakan yang bersumber dari rendahnya peradaban masyarakat pemakai yang tidak sesuai dengan peradaban masyarakat pembuatnya. Hal ini bahkan dapat diikuti dengan kecenderungan untuk menindas atau memperlakukan seseorang dengan tidak wajar. Adapun dampak negatif dari kesenjangan sosial itu sendiri dapat terlihat dari hal-hal di bawah ini. merawat mesin.

sedangkan peran sosial adalah aktivitas yang diharapkan berdasarkan status tersebut. terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya proses sosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat. Kedudukan sosial (status sosial) adalah posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Yang pasti lain kedudukan. ascribed status. Misalnya. Kedudukan dan Peran Setiap orang mempunyai kedudukan sosial dan sekaligus menuntut adanya peran sosial berdasarkan kedudukan itu. HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitas masyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial. b. c. yaitu karena keturunan atau kelahiran. Misalnya. lain pula peranan yang diharapkan dari masing-masing status tersebut. penganugerahan gelar. ia memiliki peran yang bermacammacam yang dapat mengakibatkan konflik peran (conflict of rule) dan konflik status (conflict of status). Kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. Assigned status adalah status yang lebih tinggi yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang karena dianggap telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat. artinya kedudukan itu diperoleh bukan karena kelahiran atau keturunan.5. Contoh status semacam ini dapat dijumpai dalam kesultanan di Yogyakarta. yaitu masyarakat terbuka yang tidak dikuasai golongan apapun dan tidak tergantung pada perbedaan rasial. baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen sosial 18 Sosiologi SMA/MA Kelas X . atau apa saja yang mendapat penghormatan lebih tinggi di masyarakat. secara langsung juga dapat dijumpai pada masyarakat biasa. Setiap individu seringkali memiliki status sosial lebih dari satu. Dalam hubunganhubungan tersebut. D. laki-lakilah yang akan selalu menjadi kepala rumah tangga walaupun bukan lahir dari keturunan bangsawan. Ascribed status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. yaitu assigned status. hakim. dan achieved status. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usahausaha yang disengaja. dalam setiap keluarga. yaitu berasarkan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan rambut. Dengan demikian. atau jabatan kehormatan. Kita mengenal tiga macam status. Kedudukan semacam ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang susunannya dikuasai oleh kaum bangsawan (feodal) atau dalam masyarakat yang terbagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan rasial. a. anak seorang petani karena bersekolah sampai ke perguruan tinggi berhasil menjadi dokter. Status sosial seperti ini misalnya berupa kenaikan pangkat.

Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upayaupaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. dan mengkoordinasikan pemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa). selanjutnya kebodohan kembali menyebabkan kembali kemiskinan. orang ini akan tertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain. Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerak dan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain. Kemiskinan dan Kebodohan Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitan timbal balik. Akibatnya. Artinya. Sumber: Trubus.budaya.2 Golongan pekerja buruh yang bekerja di berbagai sektor kehidupan termasuk kelompok miskin. kemiskinan menyebabkan kebodohan. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya. melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa kebutuhan makan dan minum. memberikan bantuan modal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah. Salah satu akibat dari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah. Kemiskinan merupakan suatu keadaan seseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Mei 2004 Gambar 1. meningkatkan mutu pendidikan. 1. memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa. Sementara dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 19 .

yaitu yang kaya makin kaya.2. seorang individu akan mendapatkan banyak hal antara lain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalam masyarakat. seorang individu akan mengetahui banyak hal yang ada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut. Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentuk kepribadian seseorang. Setiap orang mempunyai lebih dari satu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda. Akibatnya yang terjadi di dalam masyarakat adalah kesenjangan makin tinggi. seorang individu akan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. Sosialisasi dan Kepribadian Melalui proses sosialiasi. Melalui kedudukan inilah. pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannya dalam tata pergaulan masyarakat tersebut. Kedudukan dan Peran Sosial Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memiliki produktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut. 4. Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. Hal ini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebih tinggi. Melalui proses sosialisasi. Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikir irasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern. sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin. 3. pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemari oleh masyarakat. Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosial antara lain sebagai berikut. Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis. 20 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu). karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidup seorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism). Proses modernisasi dapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya.

Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkan kedudukan yang diembannya.2 Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatu sistem. maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking). 5. masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnya akan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup. seseorang harus berlandaskan pada nilainilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. Proses ini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal. 6. Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antar Warga Masyarakat Masyarakat Sistem Kebudayaan Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan 1. diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 21 . Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguh merupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain.Dalam menjalankan kedudukannya. Selanjutnya. Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat. Selanjutnya. hal tersebut dapat menaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing). Melalui proses pergaulan hidup inilah. kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengembangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu. Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik. kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan.

Selanjutnya. dan Pranata Sosial Setiap masyarakat menginginkan adanya keteraturan sosial. Sebaliknya. ekonomi. orang-orang yang berkompeten dalam masyarakat tersebut mulai mencari solusi sosial untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. tingkat perilaku menyimpang akan mengalami penurunan. tercipta suatu tertib sosial di dalam masyarakat. 7. diskusikan dengan teman-temanmu. Adanya perilaku menyimpang mengakibatkan keseimbangan dalam masyarakat terancam. Materi-materi pelajaran sosiologi dan antropologi memang banyak persamaannya. Usaha inilah yang dinamakan pengendalian sosial. Dengan pranata sosial yang efektif. Selanjutnya.ekonomi. Dengan pengendalian sosial yang efektif. tetapi masing-masing mempunyai kekhususan dalam objek kajiannya. Nilai. diperlukan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang disebut pranata sosial. Pada masyarakat primitif. dengan menurunnya perilaku menyimpang. pengendalian sosial yang dilakukan pun menjadi berkurang. Pranata sosial terdiri atas norma dan nilai sebagai pedoman. Demikianlah terjadi suatu korelasi sebab akibat antara perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam suatu masyarakat. pengendalian sosial lebih mudah dilaksanakan karena warganya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan belum tercemar oleh motifmotif politik. dan personil-personil pelaksana ketertiban sosial. Untuk menciptakan kondisi seperti ini. pada masyarakat modern. Oleh sebab itu. Dengan demikian. apa perbedaan yang mencolok dari kajian sosiologi dan antropologi? 22 Sosiologi SMA/MA Kelas X . lembaga sosial sebagai wadah. kapasitas dan intensitas pengendalian sosial harus ditingkatkan sehingga semua penyimpangan akan dapat dikurangi dan tidak mengganggu sistem ketertiban dalam masyarakat. bentuk kehidupan tidak lagi kooperatif. atau pun pengaruh media massa sehingga pengendalian sosial dapat dilakukan secara tradisional dan sederhana. Keadaan inilah yang akan menyuburkan lahirnya nilai-nilai baru yang akan mendorong pengadaan norma-norma sebagai aplikasinya. Norma. Nilai dan norma mempunyai korelasi untuk membentuk dan mewujudkan pranata sosial yang efektif. melainkan sangat kompetitif sehingga perilaku menyimpang relatif lebih banyak terjadi.

1. Namun di sisi yang lain. baik yang positif maupun yang negatif. meningkatnya kemiskinan. bentuk kehidupan yang semakin kompetitif sehingga banyak orang melakukan jalan pintas dengan mengabaikan prinsip-prinsip Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 23 . Menjadi pesona yang tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan. Fenomenafenomena ini menjamur terjadi dalam masyarakat hampir di seluruh wilayah tanah air. Penyebabnya. maupun antaragama). Fenomena-fenomena ini sangat sensitif terjadi dalam masyarakat sebagai perwujudan dari masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural sangat rawan terhadap konflik dan penuh dengan perubahan-perubahan yang terkadang sangat merugikan bagi perkembangan suatu bangsa. Masyarakat Indonesia dikenal pula sebagai masyarakat sedang berkembang yang mengalami proses perubahan struktur dari masyarakat tradisional yang agraris menuju masyarakat industri yang modern. DATA SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS TENTANG FENOMENA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SETEMPAT Wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau besar dan kecil. Keadaan ini telah mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Demoralisasi Demoralisasi merupakan suatu keadaan ketika kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. antara lain sebagai berikut. toleransi sosial) dan fenomena-fenomena lain yang negatif (konflik horizontal antarras. Berikut ini adalah fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang sekaligus merupakan data-data sosiologis dan antropologis yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa. antarsuku. Fenomenafenomena sosial ini merupakan bentuk-bentuk kenisbian dari tata pergaulan masyarakat yang majemuk (misalnya asimilasi kebudayaan. Misalnya. Proses perubahan ini memunculkan banyak fenomena. akulturasi kebudayaan. meningkatnya kriminalitas. Banyak memiliki kekayaan budaya yang unik yang jarang dijumpai pada bangsa lain. sampai munculnya gaya-gaya hidup eksekutif yang mewah. pemakaian obat-obat terlarang. Menjadi objek penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang sangat berharga.E. Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural memiliki lebih banyak fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dikaji. perkawinan campur. Letak Indonesia berada pada persilangan tansportasi laut kawasan dunia yang sangat ramai. kesenjangan sosial. Kondisi ini di satu pihak mendatangkan keuntungan.

rakyat Papua. Makasar. Sebagai indikasi. pemerkosaan. Oktober 2003 Gambar 1. Konflik vertikal misalnya perseteruan antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh. dan pembunuhan. perusakan. Konflik horizontal seperti konflik antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura. dan eks Timor-Timur. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas sosial seperti pencurian. perampokan. Medan. gejala demoralisasi melanda Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut. pembakaran fasilitas umum. dan lain-lain. konflik yang bernuansa agama seperti yang terjadi di Ambon. Meningkatnya konflik sosial vertikal maupun horizontal.3 Aparat keamanan yang tangguh diperlukan untuk memelihara stabilitas negara dari berbagai ancaman kerusuhan yang merusak keharmonisan bermasyarakat. konflik antara etnis Thionghoa dan masyarakat pribumi. Meningkatnya unjuk rasa/demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhankerusuhan yang bersifat anarkis seperti pembakaran rumah. Poso Sulawesi. baik di tempattempat umum maupun di tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Jakarta. dan Bali. Sumber: Majalah Hidayatullah. Merebaknya isu terorisme yang mengancam keselamatan orang. 24 Sosiologi SMA/MA Kelas X .moral termasuk nilai-nilai keagamaan. dan penjarahan-penjarahan.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia. dan lainlain. Makin terhimpitnya kesempatan manusia untuk mendalami nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat leluhur mengenai perilaku yang baik. manipulasi. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 25 . orang akan berpaling dari nilai-nilai spiritual atau keagamaan. dan kehakiman yang belum mampu menuntaskan perkara-perkara pelanggaran hukum. tidak disiplin. Hal ini mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak lagi sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan. Pola pikir ini sebagai dampak dari proses rasionalisasi dan modernisasi. politik uang. yaitu sebagai berikut. 2. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. dan lain-lain. Sekularisme Sekularisme merupakan pola pikir yang lebih mendahulukan kepentingankepentingan yang bersifat keduniawian. yakni orang lebih baik membeli barang-barang produk kebutuhan sehari-hari daripada harus membuat sendiri. membuat manusia sangat mempercayai kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Akibatnya. boros. lainlain yang selanjutnya mengakibatkan sikap menempuh sesuatu melalui jalan pintas seperti korupsi. apatis dan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aneka macam kegiatan manusia yang bersifat duniawi sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. murah harganya. 3. Menurunnya kualitas aparat penegak hukum seperti kepolisian. Akibatnya. Adanya krisis ekonomi yaitu menurunnya nilai mata uang nasional terhadap nilai mata uang asing yang dijadikan pedoman seperti Dollar Amerika. dan mudah didapat. orang menjadi sangat konsumtif sehingga kadang-kadang menjadi malas dan boros. Menurunnya kewibawaan pemerintah yaitu dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. kolusi. Semua ini terjadi karena proses modernisasi telah berhasil memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan banyak pilihan. Adanya sikap-sikap negatif seperti malas. Euro. baik perdata maupun pidana. Konsumerisme Konsumerisme merupakan pola pikir akibat berlangsungnya proses modernisasi. kejaksaan. Yen. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesatnya serta terbukti dapat membantu semua pekerjaan manusia dengan tepat dan cepat. nepotisme.

4. Gejala Demokratisasi
Dengan meluasnya paham demokrasi, maka masyarakat penganut paham demokrasi terus-menerus meningkatkan kadar demokrasinya dalam berbagai segi kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan gejala demokratisasi. Sejak Indonesia melaksanakan reformasi pada tahun 1998, maka terjadilah perombakan-perombakan pada sistem pemerintahan yang mengarah pada peningkatan kadar demokrasi, antara lain sebagai berikut. Pemilihan presiden secara langsung. Pemisahan kepolisian dari TNI. Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemilihan Umum yang tidak hanya memilih partai, melainkan memilih para wakil rakyat yang berkualitas.

5. Munculnya Fenomena Otonomi Daerah
Era otonomi daerah merupakan upaya pengembangan pilar demokrasi yang mula-mula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Tujuannya untuk memperbaiki rantai pemenuhan kepentingan rakyat secara langsung melalui pemerintah pusat, tetapi cukup melalui pemerintah daerah masing-masing. Pengertian otonomi daerah adalah suatu sistem pendistribusian dan pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, baik pemerintah daerah di tingkat I maupun pemerintah daerah di tingkat II. Faktorfaktor yang mendorong lahirnya gagasan otonomi daerah adalah sebagai berikut. Dorongan masyarakat daerah untuk mengelola sumber-sumber alam yang berada di wilayahnya masing-masing. Dorongan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensi daerah secara lebih leluasa dan tidak tergantung oleh pemerintah pusat. Untuk memperkuat pilar hak-hak asasi manusia dengan mengurangi otoritas yang dipegang oleh negara melalui pemerintah pusat. Munculnya fenomena sosial dalam bentuk otonomi daerah bermakna positif dan negatif. Sisi positif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Meningkatnya kreativitas dan partisipasi daerah untuk mengembangkan wilayah masing-masing. Menjadi sederhananya rantai pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak lagi melalui jalur yang sangat panjang dengan tergantung pada pemerintah pusat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat daerah tanpa mengabaikan pendapatan pemerintah pusat. Dorongan untuk bersaing dalam arti yang positif dari masing-masing daerah untuk membawa masyarakatnya lebih maju dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya.
26
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Sisi negatif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Memunculkan dua kelompok yang bersifat kompetitif dan bahkan konflik di antara elit-elit pemerintahan di pusat dan elit-elit pemerintahan di daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang belum cakap menerima otonomi daerah sebagai suatu kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakatnya. Menurunnya kadar nasionalisme akibat dari lahirnya paham-paham etnosentrisme dan paham-paham teritorialisme akibat adanya kewenangan yang diberikan pada daerah termasuk putra-putra daerahnya. Dilihat dari kaca mata kepegawaian, otonomi daerah mempersulit pengembangan karir karena terhalang oleh mutasi-mutasi yang hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

6. Meningkatnya Angka Pengangguran
Sejak krisis ekonomi tahun 1998 yang ditandai dengan krisis politik dengan berakhirnya era Orde Baru, muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan banyak pengangguran. Selain krisis ekonomi juga ditandai dengan krisis moral, krisis kepemimpinan, dan bahkan krisis kepercayaan bangsa-bangsa asing kepada pemerintah Indonesia. Fenomena ini akan mengakibatkan banyak sekali kemunduran, yaitu dengan ditandai dengan menurunnya kegiatan sektor riil sehingga perampingan karyawan dan PHK besar-besaran terus berlanjut silih berganti antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.

Sumber: Kompas, Mei 2004

Gambar 1.4 Banyaknya peminat bursa tenaga kerja di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Mei 2004 m e n u n j u k k a n s e m a k i n b a n y a k n y a pengangguran di Indonesia.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

27

Contoh-contoh meningkatnya angka pengangguran adalah perampingan di Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, PT Semen Padang, dan banyak perusahaan kecil lainnya. Beberapa akibat yang mencolok dari fenomena ini antara lain sebagai berikut. Adanya penurunan pendapatan keluarga dan masyarakat. Adanya peralihan profesi atau pekerjaan. Munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan. Munculnya pedagang kaki lima di banyak kota di Indonesia. Menurunnya volume ekspor Indonesia ke negara-negara lain yang selanjutnya merendahkan pendapatan negara. Muncul akibat-akibat sampingan seperti konflik antarsuku, antarras, dan antaragama yang mengakibatkan persatuan dan kesatuan negara tercabikcabik.

7. Munculnya Gerakan Separatis
Gerakan separatis merupakan gerakan sekelompok orang yang bersifat sistematis dan terorganisir untuk membebaskan (memisahkan) diri dari keterkaitannya dengan pemerintah pusat. Secara sosiologis dan antropologis, kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri jelas memiliki kepentingan-kepentingan yang tidak bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka telah putus asa dan melakukan tindakan ekstrim untuk melawan pemerintah pusat dan berusaha memisahkan diri sebagai negara yang merdeka. Hal inilah yang semestinya harus dimengerti oleh para elite pemerintahan yang berada di pusat. Tetapi di sisi lain, pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk semua penduduk untuk tetap bersatu dan utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, bagaimanapun pemerintahan pusat pasti akan bersikukuh untuk tetap menolak semua keinginan sekelompok masyarakat di daerah yang ingin memerdekakan diri. Yang penting bagi kita bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosiologis, ideologis, dan kultural sehingga dari kedua belah pihak akhirnya dapat memahami masingmasing kepentingannya dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh dari fenomena ini mulai dari terpisahnya Timor Timur dari Indonesia, munculnya gerakan separatis di Aceh, gerakan Papua Merdeka, serta Republik Maluku Selatan. Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia memerlukan suatu pemerintahan yang amat sangat bijak dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tebal, mempunyai visi dan misi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempunyai wawasan kemajemukan dan HAM yang tinggi. Keadaan ini relatif sulit dilakukan hingga pada suatu saat seolah-olah terjadi krisis kepemimpinan, tetapi
28
Sosiologi SMA/MA Kelas X

maka krisis separatis di Indonesia ini akan berangsur-angsur terselesaikan. yaitu status yang diperoleh karena kelahiran. Sumber: Tempo.4 Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah memicu timbulnya pemberontakan. kerja keras. Edisi 18–24 Agustus 2003 Gambar 1. diperlukan suatu solusi dari berbagai kalangan untuk ambil bagian mengupayakan rehabilitasi perilaku sosial sehingga sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia. dan pemberian. Dalam masyarakat pada umumnya terdapat tiga macam status. Menurut kalian status manakah yang paling dominan dimiliki oleh masyarakat di Indonesia? MENGATASI KRISIS DEMORALISASI U ntuk mengatasi gejala demoralisasi yang kian hari terasa kian meningkat pada masyarakat Indonesia.dengan peran serta seluruh masyarakat. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 29 .

peranan keluarga justru lebih penting dan lebih strategis dibandingkan dengan peranan lembaga pendidikan. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. melalui pembahasan tentang kedudukan dan peranan telah diisyaratkan bahwa setiap individu harus dapat memainkan peranan di dalam kedudukannya dengan sebaik-baiknya. S 30 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Untuk mengatasi krisis demoralisasi. maka masyarakat akan mencapai suatu keteraturan. baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. baik yang mendasar maupun kepentingan yang sifatnya temporer. Sedapat mungkin melakukan tindakan-tindakan kooperatif terhadap pihak lain dengan memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang lain. Demikian juga semua orang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengambil berbagai macam benda pemuas kebutuhan yang ada di dalam masyarakat. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Inilah yang menjadi sumber persaingan dan pertikaian di antara individu di dalam masyarakat. Bagaimana solusi mengatasi krisis demoralisasi? MENGHARGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN etiap orang pasti memiliki kepentingan-kepentingan. Apabila semua orang dapat melakukan hal tersebut. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Dalam sosiologi. Sering kali upaya-upaya pemenuhan ini berbenturan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah kalian dengan pendapat yang tertuang pada alinea terakhir? Jelaskan dan sertai dengan data-data pendukung! 2.

data pendapatan per kapita. dan data sosial budaya lainnya. data kelahiran. Misalnya. data jumlah penduduk. Data-data dapat diperoleh melalui sensus penduduk atau penelitian-penelitian sosial lainnya dengan menggunakan tenaga-tenaga sosiolog yang berkualitas.Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan norma dan nilai sosial? 2. data kematian. data drop out. data kemiskinan. Data-data sosial budaya yang akurat akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan bagi seluruh warganya. sesuai dengan kemampuan. Untuk dapat melakukan hal tersebut. komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Sosiologi dan antropologi dapat menjembatani pemerintah dalam rangka memperoleh data-data sosial budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di dalam masyarakat. Apa peranan norma dan nilai dalam membentuk perilaku warga masyarakat yang baik? 3. Bagaimana cara memperoleh data-data sosial budaya yang benar? 2. Kemukakan pendapatmu bagaimana prinsip-prinsip untuk menjalankan peranan dalam suatu kedudukan! 4. Sebutkan metode-metode pengumpulan data dalam sosiologi dan antropologi! Berikan penjelasan masing-masing! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 31 . dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakatnya. Pertanyaan: 1. Bagaimana kriteria warga masyarakat yang baik? DATA SOSIAL BUDAYA DAN PEMBANGUNAN Salah satu kriteria pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan. diperlukan data sosial budaya.

Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kebutuhan integratif. yaitu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu pengetahuan serta sosiologi dan antropologi sebagai metode. Metode-metode Sosiologi dan Antropologi Metode Wawancara Metode Observasi Langsung Metode Observasi Partisipan Metode Angket Metode Komparasi 32 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu sebagai berikut. Apa manfaat data sosial budaya bagi kegiatan pembangunan? 4. 3. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. dan lain-lain. Konsep-konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Masyarakat Nilai dan Norma Kebudayaan Kepribadian Interaksi Sosial Perilaku Menyimpang Sosialisasi Pengendalian Sosial Kebutuhan Hidup Perubahan Sosial Budaya 2. Coba sebutkan lima kriteria pemerintah yang baik! 5. yaitu kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. Kebutuhan sosial. yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi maka orang akan mati. Kebutuhan hidup ini terdiri dari 3 macam. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. 1. Kebutuhan mendasar. yaitu kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. Bagaimana peranan sosiologi dan antropologi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan suatu bangsa? Sosiologi dan antropologi sebagai ilmu yang relatif baru mempunyai dua pengertian dasar.3.

Metode Kepustakaan Metode Penelusuran Sejarah Metode Pengukuran Langsung Metode Dokumenter Metode Analisis Media Massa 4. Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan Kebodohan Kesenjangan Sosial Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kedudukan dan Peran 5. Norma. Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial di Lingkungan Masyarakat Setempat Demoralisasi Konsumerisme Sekularisme Gejala Demokratisasi Munculnya Fenomena Otonomi Daerah Meningkatnya Angka Pengangguran Munculnya Gerakan Separatis Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 33 . dan Pranata Sosial 6. Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan dan Kebodohan Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Sosialisasi dan Kepribadian Kedudukan dan Peran Sosial Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Nilai.

4 D. 5 C. . mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keharmonisan E. 4. 3. A. . 1. 2. berdasarkan hapalan 2. . 4. . 1. 5 E. . . A. 3. 4. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kesejahteraan C. 5. berdasarkan logika B. 5 34 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Waktu penelitiannya sangat panjang. 5 B. sebagai data pelengkap dalam pembangunan B. 3. . Arti kata sosial dalam “Departemen Sosial” menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. sebagai bahan pembanding penyelenggara pemerintahan D. salah semua 3. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keselamatan D. C. Menggunakan instrumen penelitian berupa angket. 3. . yang merupakan ciri-ciri metode observasi partisipan adalah . Dari pernyataan tersebut di atas. . Data yang terkumpul berupa data sekunder. sebagai bahan penyusunan kebijakan oleh pemerintah 4. . 1. 2. Salah satu kegunaan data sosial budaya yang dihimpun melalui penelitian sosial dalam kegiatan pembangunan adalah . sebagai data kebenaran dalam pembangunan C. . artinya kegiatan-kegiatan untuk . . berdasarkan hitungan E. 1. A. 2. D atau E! 1. 3. 4. berdasarkan urutan disiplin ilmu D. tetapi mengalami sendiri. Ilmu pengetahuan bersifat logis berarti . berdasarkan pengalaman C. A. Data yang terhimpun sangat lengkap dan detail.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kebaikan B. Peneliti dalam menghimpun data tidak hanya melihat dan bertanya. B. 1. Perhatikan pernyataan berikut.

mengolah. pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) D. situs-situs purbakala 6. . dan menyajikan data-data sosial budaya untuk berbagai kebutuhan dalam pembangunan adalah . interaksi sosial D. A. . lembaga swadaya masyarakat C. Sosiologis berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani logos. A. lembaga sosial B. Di bawah ini yang bukan merupakan unsur pokok masyarakat adalah . . kecuali . “Socius” dalam pengertian sosiologi berarti . selalu bersikap terbuka terhadap pembaruan D. menerima hal-hal baru untuk disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu E. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 7. . norma dan nilai sosial 9. Sosiologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial mempunyai objek kajian berupa hal-hal berikut ini. Sosiologi bersifat empiris artinya . Lembaga pemerintah yang secara khusus menghimpun. kebutuhan hidup manusia C. adanya persamaan darah dan keturunan B. kepolisian B. kawan B. . . . . . proses sosialisasi C. . keluarga E. . . Badan Pusat Statistik D. kajiannya didasarkan pada kenyataan yang pernah terjadi dalam masyarakat B. selalu menganalisis hal-hal yang benar-benar terjadi bahkan yang seharusnya terjadi C.5. perilaku menyimpang B. . BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) E. berorientasi pada nilai dan norma 10. kawan dan lawan C. kerabat 8. Di bawah ini yang bukan merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi adalah . A. A. . adanya norma sosial sebagai pedoman perilaku Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 35 . norma dan nilai sosial E. . . A. . . A. sosial D. perubahan sosial E.

. A. A. Keseluruhan perubahan situasi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu dinamakan . . metode kuantitatif B. mencatat secara langsung C.C. . pengendalian sosial dan perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial dalam masyarakat C. komparatif B. adanya kerja sama E. . . . interaksi sosial 13. statistik C. . A. adanya orang-orang 11. . dinamika sosial budaya B. . deduktif E. evolusi sosial C. 36 Sosiologi SMA/MA Kelas X . perilaku menyimpang sebagai akibat dari pengendalian sosial B. proses sosial D. Metode penelitian dengan mempergunakan analisis atas peristiwaperistiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum disebut metode . historis 15. . pengendalian sosial sama dengan perilaku menyimpang 12. Dalam sosiologi. pendekatan historis 16. A. induktif D. Yang disebut teknik interview adalah teknik . tanya jawab secara langsung D. . A. laporan pandangan mata 14. wilayah dengan batas-batas tertentu D. akal pikiran E. perubahan sosial budaya E. . Metode yang termasuk jenis kuantitatif adalah metode . Kaitan antara pengendalian sosial dan perilaku menyimpang adalah . tanya jawab secara tidak langsung E. pengendalian sosial merupakan akibat dari perilaku menyimpang E. menggunakan matematik C. . pengumpulan bahan B. hitungan D. yang dimaksud dengan pemikiran adalah pengambilan keputusan dengan menggunakan . . pengendalian sosial dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang D. . . . .

A. statistik B. kuantitatif C. case study

D. komparatif E. historis

17. Segala sesuatu yang benar-benar ada dan dapat dilihat serta diraba disebut . . . . A. fakta D. argumentasi B. data E. statement C. kenyataan 18. Pengumpulan data dengan menggunakan angket tidak cocok untuk masyarakat pedesaan di Indonesia karena . . . . A. masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak cukup dalam menjawab pertanyaan dalam angket tersebut B. masyarakat desa memiliki banyak kegiatan di ladang dan di sawah C. jarak antara desa dan kota relatif jauh D. masyarakat desa bersifat tidak jujur di dalam menjawab pertanyaan E. pengiriman angket sangat sulit akibat letaknya yang terpencil 19. Pengumpulan data dengan cara interview akan mempunyai kelebihan-kelebihan, antara lain . . . . A. hemat biaya dan tenaga B. memiliki biaya dan tenaga C. data yang diperoleh lebih luas dan lengkap D. hubungan antara peneliti dan responden menjadi semakin akrab E. menghilangkan subjektivitas 20. Istilah sosiologi pertama kali digunakan pada tahun 1839 di Perancis oleh . . . . A. Emille Durkheim D. Pitirim A. Sorokin B. Samuel Koening E. Herbert Spencer C. Auguste Comte

Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Coba kemukakan kembali menurut bahasamu sendiri, apakah sosiologi itu? 2. Coba jelaskan mengapa sosiologi itu perlu dipelajari! 3. Sebutkan objek-objek kajian dalam sosiologi! 4. Sebutkan dan jelaskan empat metode penelitian yang penting dalam sosiologi!
Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

37

5. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? Sebutkan dampak negatif dari kesenjangan sosial tersebut! 6. Tuliskan dua kegunaan sosiologi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang sangat majemuk! 7. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan? 8. Sebutkan empat sisi positif dari adanya otonomi daerah! 9. Sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia! 10. Apa manfaat langsung yang dapat dipetik dari pelajaran sosiologi ini dalam kehidupanmu sehari-hari?

38

Sosiologi SMA/MA Kelas X

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sumber: Gatra, 27 November 2004

M

enurut kalian, a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Dalam sosiologi, nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang, melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Bagaimana denga norma? Di sekolah tempat kamu belajar, pasti ada norma-norma yang harus kamu patuhi bukan? Misalnya kewajiban kamu sebagai murid untuk menghormati gurumu termasuk dalam norma nonformal. Penjelasan mengenai nilai dan norma sosial, serta bagaimana peranannya di dalam kehidupan masyarakat akan segera kamu pelajari di bab ini.

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial

39

Nilai Vital Nilai Religi Nilai Sosial Nilai Material Nilai Estetika Nilai Spiritual Nilai Moral Nilai Kebenaran Ilmu Pengetahuan NORMA DAN NILAI Norma Adat dan Kebiasaan Norma Kesusilaan dan Kesopanan Norma Sosial Norma Agama Pranata Sosial Norma Hukum Keteraturan Hidup 40 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

nilai bukanlah keinginan. warga masyarakat perlu mengetahui tentang nilai dan norma sosial sebagai unsur yang penting dalam pembentukan perilaku tertib sosial. Amatilah kehidupan di sekitar rumahmu! 2. melainkan yang diinginkan. Oleh karena itu. nilai dan norma itu harus dijunjung tinggi dan harus dipertahankan. Keinginan lebih bersifat individu. Misalnya. yaitu sebagai pedoman atau petunjuk dalam bertingkah laku. Oleh karena itu. yang diinginkan adalah keinginan seseorang atau kelompok dengan mempertimbangkan hal-hal lain. artinya masing-masing orang memiliki keinginannya sendiri yang berbeda dari orang lain. Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. Buatlah pembahasan terhadap salah satu norma dalam kaitannya dengan pengaturan perilaku! B. kehidupan masyarakat akan teratur sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.A. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 41 . Untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat diperlukan adanya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya keteraturan itu sendiri. Jika norma dan nilai tersebut sudah dilaksanakan dengan baik. nilai sosial adalah semua pola pikir yang dianggap baik dan benar oleh hampir semua orang dalam masyarakat. Sebaliknya. Selain itu. 1. Dua pedoman ini juga berfungsi untuk mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat dan merupakan warisan yang diterima secara turun temurun. Tulislah sejumlah nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu itu! 3. karena dua pedoman tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat tersebut beradab. Menurut C. Kluckhohn. Nilai-nilai sosial ini diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian dalam masyarakat sehingga akhirnya menjadi suatu prinsip perilaku yang kuat yang diyakini kebenarannya. NILAI DAN NORMA SOSIAL Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat. nilai dan norma merupakan bagian dari kekayaan budaya. apakah yang diinginkan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat. NILAI SOSIAL 1 .

apabila pisau selalu tajam dalam waktu yang amat sangat panjang (berkualitas). nilai spiritual meliputi nilai kebenaran (kenyataan). Nilai suatu benda yang muncul karena kegunaannya dinamakan nilai vital. yang dimaksud dengan nilai material adalah nilai yang ada atau yang muncul karena materi tersebut. Menurut Prof. Nilai kebenaran ilmu pengetahuan merupakan nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. nilai moral (etika). Dr. Nilai Spiritual Nilai spiritual bersifat sangat abstrak dan berguna bagi rohani manusia . tetapi lama-kelamaan nilai itu diterima dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. yaitu: a . Akhirnya. nilai akan dipedomani dalam setiap benak orang yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk perilaku bagi orang tersebut. Nilai Material Pada dasarnya. contohnya pisau. Notonegoro. dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang bernilai atau berharga.Nilai sosial memang awalnya berasal dari nilai perorangan. Emas ini mempunyai nilai tertentu yang muncul karena benda berupa emas mempunyai warna kuning gilap dan tidak luntur yang selanjutnya akan banyak kegunaannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. Suatu nilai kebenaran yang bersumber dari pertimbangan akal 42 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dr. nilai sosial dibedakan menjadi tiga macam. nilai vital adalah nilai yang muncul karena daya kegunaannya. nilai itu pun menjadi nilai sosial atau nilai bersama. nilai keindahan (estetika). nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh banyak orang dalam masyarakat yang selanjutnya merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. maka pisau ini akan memiliki harga atau nilai yang semakin tinggi. angka 36 adalah kebenaran yang bersumber dari rasionalitas masnusia. Dengan kata lain. b. Nilai kebenaran (kenyataan) bersumber dari akal manusia (rasio atau akal). contohnya emas. c . nilai sosial dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang baik yang diinginkan. Pisau mempunyai harga atau nilai tertentu karena ketajamannya yang dapat digunakan untuk memotong sesuatu. nilainya akan merosot. dicita-citakan. Notonegoro. Oleh karena itu. Sebaliknya. Tetapi seandainya pisau tersebut tumpul. Nilai terkandung dalam suatu benda dinamakan nilai sentral. Nilai Vital Pada dasarnya. Macam-macam Nilai Sosial Untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik di antara orang-orang dalam masyarakat diperlukan adanya nilai sosial. dan nilai keagamaan (nilai religius). Menurut Prof. 2 . Pada hakikatnya. Contoh 6 6 = 36.

11 Agustus 2006 Gambar 2. Nilai keagamaan seseorang akan berbeda dengan yang lain meskipun agama yang dianut sama. Misalnya. Nilai belum merupakan perintah atau larangan sehingga tidak memiliki sanksi. Nilai bersifat abstrak. sebaliknya menyontek pada waktu ulangan bernilai buruk. Nilai moral (estetika) merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. Terbentuknya Nilai Sosial Nilai-nilai sosial tiap-tiap masyarakat memang memiliki perbedaan-perbedaan sehingga tiap-tiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem perilakunya. ketika kita mendengar suara orang yang menyanyi dengan merdu. yaitu sebagai berikut. Nilai menjadi dasar pedoman perilaku. Nilai keagamaan (nilai religius) merupakan nilai yang didasarkan pada keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Misalnya.1 Sikap saling menolong merupakan nilai dalam masyarakat. Sumber: Kompas. Nilai estetika didasarkan pada kemampuan perasaan manusia menangkap sesuatu yang indah tentang objek tertentu atau suatu hal. 3 . Ciri-ciri Nilai Sosial • • • • Nilai sosial memiliki ciri.pikir manusia yang sewaktu-waktu dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun dinamakan Nilai Kebenaran Ilmiah. Nilai terbentuk melalui proses pengalaman dalam pergaulan antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. menolong orang lain bernilai baik. 4 . karena sikap tersebut dianggap baik dalam kehidupan bermasyarakat. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 43 .

ada nilai-nilai kemanusiaan yang cenderung sama antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. nilai bersifat abstrak dan menjadi prinsip bagi individu dalam menentukan perilakunya. serta sanksi-sanksi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yang ada dalam masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa nilai menjadi alat kontrol atau pengatur yang mengikat agar seseorang mau berperilaku baik. Tetapi secara umum. Orang tua patut mendapatkan penghargaan dan perlindungan dari yang muda dan yang kuat. Selanjutnya nilai-nilai sosial yang abstrak ini akan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma sosial yang berupa perintah dan larangan. Nilai sosial dalam masyarakat memang senantiasa mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya peradaban dan pergaulan yang terjadi dalam masyarakat. Bagi mereka yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial. Nilai sekaligus merupakan buah pemikiran warga masyarakat untuk mengatur dan membatasi aktivitas individu agar tidak memasuki hak-hak orang lain. Musyawarah untuk mencapai mufakat cenderung lebih baik daripada hasil pemikiran seorang yang bersifat diktator.Tetapi secara universal. misalnya seperti contoh berikut. Nilai sosial terbentuk melalui pengalaman dan kejadian yang kemudian diseleksi dan diaktualisasikan dalam sistem perilaku sehingga dipertahankan keberadaannya oleh banyak orang dalam masyarakat. Fungsi Nilai Sosial dalam Membentuk Keteraturan Secara umum. dan lain-lain. Tulislah pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib di sekolahmu! 2 . kemudian kerjakan soal di bawah ini! 1 . nilai-nilai sosial dalam masyarakat berfungsi sebagai pedoman perilaku yang telah disepakati oleh warga masyarakat termasuk para pendahulu yang membuatnya. Sudahkah para guru menjadi contoh dan penegak tata tertib di lingkungan sekolahmu? Jelaskan pendapatmu! 44 Sosiologi SMA/MA Kelas X . • • • Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang patut dihargai oleh orang yang lain. Menurut kalian. baik dalam bentuk kecaman ringan maupun kecaman berat sesuai dengan tingkat penyimpangan perilaku terhadap norma yang ada. Jelaskan mengapa tata tertib di sekolah perlu dipatuhi oleh semua siswa! 4 . Bentuklah kelompok yang terdiri 2 – 3 orang. bagaimana cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran tersebut pada nomor 1? 3 . 5 . mereka akan ikut mendapat kecaman dari warga masyarakat.

2 .C. Sebaliknya. Dengan demikian. NORMA SOSIAL 1. Norma sosial keberadaannya sangat diperlukan untuk menjamin semua orang termasuk yang lemah agar kepentingannya dapat terpenuhi secara wajar dalam masyarakat. Norma dibuat oleh warga masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dan telah dianggap baik dan benar. Norma sosial adalah aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur perilaku semua orang dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial. Norma nonformal merupakan aturan tidak tertulis. Norma sebagai ketentuan menjadi ukuran perilaku dan merupakan pedoman yang harus ditaati setiap warga masyarakat. Norma-norma yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal atau resmi dan nonformal atau tidak resmi. contohnya aturan-aturan di masyarakat. Pengertian Norma Sosial Tahukah kalian bahwa norma sosial adalah pelindung kita dari tindak angkara murka orang-orang kuat yang ada di sekitar kita. sanksi diciptakan masyarakat untuk menjadi kendali bagi seseorang supaya perilakunya dapat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 45 . juga peraturan daerah yang bersumber dari negara. juga aturan-aturan dalam keluarga. maka norma dilengkapi dengan sanksi. dia akan diberi sanksi berupa hukuman. Sumber: Gatra. sehingga orangorang yang lemah pun dijamin kelangsungan hidupnya oleh norma-norma tersebut. Agar norma dapat dipatuhi oleh semua warga masyarakat. jika seseorang melanggar aturan.2 Beribadah merupakan salah satu cara seseorang melaksanakan norma agamanya. Macam-macam Norma Sosial Norma pada dasarnya merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai sosial. Norma formal dapat berupa aturan-aturan yang tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi seperti surat keputusan. 27 November 2004 Gambar 2. adat istiadat.

norma kesusilaan dan kesopanan merupakan penjabaran dari nilai-nilai moral. Selanjutnya adat dan kebiasaan akan dipedomani oleh setiap warga masyarakat sebagai suatu cara berperilaku dalam setiap kepentingan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. setiap manusia sebenarnya perlu dihargai sama. Tiap-tiap agama memiliki norma sendirisendiri yang akan bercorak pada zaman tertentu di mana agama itu lahir serta lokasi di mana wahyu Tuhan itu diturunkan. semua bentuk kesusilaan dan kesopanan akan memunculkan penghargaan dari orang lain kepada kita sendiri. Oleh sebab itu. Oleh sebab itu. adat pembagian warisan. c .Sanksi pada hakikatnya merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masyarakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. Norma Adat/Kebiasaan Dalam kehidupan masyarakat tradisional. baik di dunia maupun di akhirat. yaitu mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain. Artinya. d. Norma agama adalah norma yang berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan melalui orang-orang yang terpilih (Nabi). yaitu mengenai tuntutan perilaku yang benar yang seharusnya diperbuat oleh setiap warga masyarakat. Sebagai suatu prinsip bahwa berperilaku susila dan sopan pada dasarnya merupakan perbuatan yang akan berbuah pada penghargaan pribadi si pelakunya. Norma seperti inilah yang diperlukan untuk meredam terjadinya konflik yang bersumber dari perendahan martabat oleh orang lain. Norma adat adalah norma-norma yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena telah dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik. norma agama merupakan himpunan peraturan-peraturan yang merupakan petunjuk hidup. Norma Hukum Dalam kaitannya dengan struktur pemerintahan suatu negara. Pada dasarnya. b. Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat. Contoh norma adat adalah adat perkawinan. antara lain: a. Norma kesusilaan dan norma kesopanan memiliki substansi pokok. orang berperilaku dan perpedoman pada kebiasaan-kebiasaan atau adat. Pada hakikatnya. Norma Agama Setiap agama memiliki aturan-aturan atau syariat untuk mengatur hubunganhubungan antarmanusia maupun hubungan dengan Tuhan. diperlukan pedoman-pedoman untuk mengatur hak dan wewenang tiap-tiap aparatur negara 46 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sering kali norma diberlakukan lebih berat dari bentuk pelanggarannya. baik perintah maupun larangan agar umat manusia dapat memperoleh jalan kebenaran sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan. tetapi yang jelas norma agama merupakan norma yang berisi kebenaran terutama bagi para pemeluknya. dan lain-lain. Norma Kesusilaan/Kesopanan Setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan.

artinya tertulis dengan jelas dan tegas. penipuan.net Gambar 2. Norma sosial pada dasarnya meliputi norma agama. warisan.3 Hukuman penjara merupakan sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma hukum. di dalamnya terkandung banyak pelanggaran pada masalah perdata. presiden sebagai penyelenggara eksekutif. Norma hukum merupakan norma terakhir yang lebih dapat menjamin adanya suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Pada dasarnya. Lembaga yang berwenang bisa berupa majelis. norma hukum terdiri dari hukum perdata dan pidana. artinya apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat-alat negara. pemalsuan. Di Indonesia. Semua bentuk peraturan yang tertulis yang dibuat lembaga-lembaga negara yang berwenang dinamakan norma hukum. Bersifat memaksa. Sering kali hukum perdata dan hukum pidana mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain. dan perjanjian-perjanjian. Sumber: www. atau pimpinan departemen hingga stafnya yang terbawah. pembunuhan. dan lain-lain. DPR dan pemerintah. Sebaliknya. pemerasan.secara struktural dari atas hingga ke bawah. jual beli. hukum pidana merupakan suatu lapangan hukum yang mengatur masalah kejahatan seperti penganiayaan. Hukum perdata adalah suatu lapangan hukum yang mengatur masalah perkawinan. norma hukum adalah norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang berwenang.asianfoodworker. norma adat dan kebiasaan. Masalah-masalah perdata sering kali berkelanjutan menjadi masalahmasalah pidana atau di dalam masalah pidana. dan norma hukum. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 47 . Norma-norma hukum dalam masyarakat negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Tetapi norma hukum mempunyai peran cukup besar dalam mengatur hubungan antarindividu dalam kaitannya dengan kedudukannya sebagai warga negara. • • Bersifat eksplisit. norma kesusilaan dan kesopanan.

cara orang menuang minuman. Bersifat melindungi. Cara (usage) Cara (usage) adalah suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula. Mores ini merupakan pedoman perilaku yang dianggap paling benar yang dimiliki. d. Karena bila terjadi penyimpangan terhadapnya. Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap apa yang sama sebagai bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. artinya melindungi pihak-pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak-pihak yang kuat melalui sanksi-sanksi dan alat-alat negara. yaitu sebagai berikut. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar maupun secara tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. • • 3. Tata Kelakuan (mores) Tata kelakuan (mores) adalah suatu kelompok aktivitas yang benar-benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat. Proses Terbentuknya Norma Sosial Dengan semakin berkembangnya tata keidupan dan peradaban manusia. cara orang memberi salam kepada orang tua. artinya berisi perintah-perintah dan larangan-larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang-bidang yang diatur masing-masing hukum. c. dan lain-lain. b. dipakai. artinya tiap-tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat-pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula. misalnya Undang-Undang Dasar dibuat oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat). dan dipertahankan oleh warga masyarakat. Adat-istiadat (custom) Apabila tata kelakuan tersebut kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. akan dimarahi oleh para leluhurnya. Proses dipatuhi dan terbentuknya suatu norma sosial dapat berlangsung melalui empat tingkatan. a. Bersifat mengatur. pranata sosial disadari semakin diperlukan dalam kehidupan sehingga mulai dibakukan dan disempurnakan secara turun-temurun. maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya 48 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan seterusnya. undang-undang dibuat oleh DPR dan pemerintah.• Dibuat oleh lembaga yang berwenang. Contoh: cara orang memakai topi. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan (folkways) adalah suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi.

Wujud kongkret dari lembaga kemasyarakatan tersebut adalah association. Dalam hal ini norma sosial berfungsi sebagai faktor perilaku yang memukinkan seseorang menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain. kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan. pranata sosial terus mengalami perubahan dalam arti bertambah jumlahnya dan berubah bentuknya sejalan dengan perkembangan tata kehidupan manusia dalam masyarakat. universitas merupakan lembaga kemasyarakatan. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa lembagalembaga kemasyarakatan terdapat dalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut mempunyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. koperasi. Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperikelaku sejalan dengan perilaku yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan manusia. kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih. sedangkan Universitas Indonesia. Fungsi Norma Sosial dalam Membentuk Keteraturan Norma sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pertanian. tetapi menjadi internalized. terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan. pemberantasan buta huruf. dan lain sebagainya. sekolah-sekolah menengah. perguruan-perguruan tinggi. perkawinan. perceraian.istiadat). norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia seperti kebutuhan hidup kekerabatan. Untuk memberikan suatu batasan. dan sebagainya. Kebutuhan akan pendidikan akan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren. Hal itu disebabkan oleh karena setiap masyarakat tentu mempunyai kebutuhankebutuhan pokok yang apabila dikelompok-kelompokkan. Universitas Padjajaran. Dalam perkembangan selanjutnya. Di dalam perkembangan selanjutnya. tetapi dapat berlangsung lebih jauh lagi hingga suatu norma masyarakat tidak hanya menjadi institusionalized dalam masyarakat. dan lain sebagainya. dapatlah dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. norma-norma tadi telah mendarah daging (internalized). dan lainnya adalah institusi. Dari contoh-contoh di atas. sekolahsekolah dasar. taman kanak-kanak. kebutuhan akan pendidikan. Dengan perkataan lain. peternakan. Universitas Gajah Mada. industri. Universitas Airlangga. dengan demikian terbentuklah custom (adat. Selain itu. Misalnya.terhadap perilaku warga masyarakat. Proses pelembagaan sebenarnya tidak berhenti demikian saja. 4 . kebutuhan jasmaniah dari manusia. dan lain-lain. Sebagai contoh. norma sosial Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 49 . kebutuhan pencaharian hidup. pelamaran.

Norma Sosial yang Memadai Norma sosial ini berfungsi sebagai landasan perilaku yang harus diperbuat oleh setiap individu dalam bidang kehidupan tertentu. a .pikiran-rakyat. jaksa. Dengan demikian warga masyarakat menyadari bahwa norma memang harus dipatuhi sebagai bentuk sumbangan seorang individu dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat yang paling hakiki.4 Polisi menjadi aparat penegak norma dengan tujuan untuk memelihara dan menciptakan keamanan.com Gambar 2. Aparat Penegak Norma Aparat penegak norma adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan kepentingan untuk menegakkan keberadaan norma dalam mengatur perilaku individu dalam masyarakat. kaum ulama. para pendidik. sedangkan penegak nonformal meliputi tokoh-tokoh masyarakat. Penegak norma ini terdiri dari penegak formal dan penegak nonformal. 50 Sosiologi SMA/MA Kelas X . c. Sumber: www. dan hakim. Penegak formal meliputi polisi. diperlukan tiga syarat pokok antara lain sebagai berikut. Untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat.juga menjadi aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilainilai sosial sekaligus menjadi unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat. b. Kesadaran Akan Pentingnya Keteraturan Untuk menciptakan kesadaran sosial tentang pentingnya hidup bersama dalam masyarakat. diperlukan pengetahuan pendidikan yang memadai serta sosialisasi terhadap norma-norma hukum. dan tokohtokoh masyarakat lainnya.

Sebutkan faktor-faktor penyebab menjamurnya pedagang kaki lima dan rumah liar di kota-kota besar. serta bagaimana cara menyelesaikannya. karena Abdul Rahman Saleh pada saat menjadi anggota Mahkamah Agung pada pengadilan kasus korupsi berskala besar yang melibatkan salah satu pejabat tinggi negara bersikap berbeda dengan majelis hakim. proses peadilan terhadap para koruptor dapat dipercepat dan kalau perlu koruptor-koruptor tersebut ditangkapi dahulu baru diproses. Masyarakat berharap pada masa kepemimpinan Abdul Rahman Saleh sebagai kepala Kejaksaan Agung RI. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. BARU ADILI erpilihnya Abdul Rahman Saleh. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! T Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 51 . Buatlah sebuah uraian yang berisi laporan bagaimana kamu sebagai seorang anak dan siswa mendukung nilai dan norma yang ada di lingkungan sekolahmu sebagai orientasi acuan dalam bertingkah laku. 3. dan bagaimana penyelesaiannya? Buatlah analisis sosial tentang ke tiga pertanyaan di atas! TANGKAP DULU.1. SH sebagai Jaksa Agung pada Kabinet Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla pada awalnya terkesan memberikan harapan. Tuliskan tidak lebih dari satu halaman! 2. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang disertai dengan tindak anarkis.

pemerintah. dan badan dunia untuk menekan penyebaran narkoba kepada masyarakat. Berikan alasan kalian dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku di Indonesia! AWAS. Berbagai usaha telah dilakukan. baik oleh ulama. salah satunya bahaya narkoba yang setiap saat mengajak generasi muda. Pertanyaan: 1. Apakah hukuman berat terhadap pengedar narkoba merupakan solusi? 3. Cobalah perhatikan 52 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Bagaimana seharusnya tindakan Kepala Kejaksaan Agung RI terhadap para koruptor di Indonesia. sekolah. masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan cenderung menjadi tidak teratur. Namun.Pertanyaan: 1. NARKOBA MENGANCAM M asa depan bangsa Indonesia ada di tangan siswa-siswa sekarang. dalam perjalanannya banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi. Setujukah kalian atas usul tangkap dulu koruptor-koruptor itu baru proses? Jelaskan! 2. Nilai-nilai apa yang harus didalami siswa agar terhindar dari bahaya narkoba? LALU LINTAS SUKA-SUKA Pasca reformasi. Contoh khusus terjadi pada lalu lintas. Bagaimana seharusnya nilai-nilai sosial itu disemaikan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba? 2.

dan nilai spiritual. Mengapa masyarakat perkotaan cenderung menjadi tidak teratur berlalu lintas pasca reformasi? 2. Mengapa petugas seperti polisi dan Dinas Perhubungan tidak bertindak untuk meluruskannya? 3. 5. bus parkir (ngetem) di mana tanda dilarang berhenti banyak terpampang.bus dengan penuh sesak dan penumpang bergelantungan melintas di jalan tol. 3. Pertanyaan: 1. Norma sosial berfungsi mengatur hubungan dan perilaku timbal balik antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. nilai material. dan norma hukum. Nilai sosial meliputi nilai vital. Norma sosial terdiri dari empat macam. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh polisi? 4. 7. kendaraan melawan arus. 2. Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dicitacitakan oleh warga masyarakat. Akhirnya dapat dikatakan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia jauh dari tata tertib berlalu lintas. baik formal maupun nonformal sehingga dalam masyarakat tercipta keteraturan sosial. jalan-jalan dipenuhi pedagang. Norma apa yang tidak berfungsi dalam bahan diskusi di atas? 1. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 53 . 4. adat dan kebiasaan. yaitu norma agama. Nilai sosial ini berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat dalam pergaulan. 6. Agar norma dapat dipatuhi oleh individu dalam masyarakat. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat. jalan digunakan sebagai lahan parkir. kesusilaan dan kesopanan. diperlukan sanksi yang pelaksanaannya harus dikawal dan ditegakkan oleh aparat penegak norma. Norma sosial adalah semua bentuk peraturan. Keteraturan sosial merupakan keadaan di mana semua orang dalam masyarakat telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya sehingga tidak terjadi benturan antara hak dan kewajiban dengan individu yang lain. dan pungli terus merajalela.

bermacam-macam bentuk kebutuhan keluarga dan kehidupan bermasyarakat D. dan E! 1. saling menghormati C. . pengendalian sosial dalam masyarakat 5. . akulturasi kebudayaan Dari pernyataan di atas. untuk membatasi kebutuhan umat manusia 3. adat istiadat yang kuat 4. A. B. A. . 54 Sosiologi SMA/MA Kelas X . pewarisan nilai-nilai D.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. rohaniah. adanya program wajar 9 tahun dan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) E. A. . pembagian kekuasaan B. kebutuhan manusia yang meliputi jasmaniah. dan sosial C. berkembangnya suatu kebudayaan yang sangat komplek D. interaksi antarkelompok masyarakat 2. . . berbagai kebutuhan hidup dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berkaitan B. mencukupi kebutuhan ekonomi dengan berusaha secara profesional E. D. proses internalisasi 3. . fasilitas yang telah tersedia C. Sikap toleransi antarumat beragama dalam masyarakat merupakan wujud dari kebutuhan akan pengaturan . hubungan manusia dengan kekuatan ilahi E. . Menurut Prof. . istilah pranata sosial digunakan untuk menekankan terdapatnya aturan main tentang . . saling membutuhkan 4. C. yang benar adalah . Koentjaraningrat. . pertentangan antargolongan 2. tersedianya sarana pendidikan B. Lahirnya lembaga sekolah di masyarakat disebabkan oleh . . Pranata sosial berubah karena adanya: 1.

segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya B. tujuan yang ingin dicapai B. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. 1. norma kebiasaan B. 3. 1. A. 5 C. segala sesuatu yang bersumber pada unsur rasa atau estetika manusia C. 5 B. 4. . Di bawah ini yang dimaksud dengan nilai vital adalah . 3. iman dan taqwa D. . Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita. . . 2. . mengatur cara bertindak yang mengikat 4. 1 dan 3 B. 2 dan 4 D. . sombong dan kikir B. adat dan kebiasaan D. menunjukkan tujuan hidup masyarakat 2. 2. . 5 6. rajin dan hemat 9. sarana untuk mencapai tujuan 7. . nilai ilmu pengetahuan Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 55 . 3. nilai yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia D. tawakal C. 4 E. 2 dan 3 C. norma hukum E. Berikut ini yang bukan contoh dari nilai moral menurut Prof. . . . A. moral dan keyakinan bangsa D. . tindakan sosial E. memberikan pedoman kepada anggota masyarakat 3. A. . 4. Dr.A. memberikan pegangan dalam sistem pengendalian Yang merupakan fungsi dari pranata sosial adalah . 4 dan 5 E. 1 dan 5 5. 4 D. menjaga keutuhan masyarakat 5. tindakan berbudi pekerti C. karena nilai merupakan . norma agama 8. segala sesuatu yang bersumber pada akal manusia E. jujur dan adil E. . A. 3. . Norma-norma dalam masyarakat yang berfungsi untuk mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak dan kewajiban individu sebagai warga negara adalah norma . Notonegoro adalah . A. norma sosial C.

A. aktivitas sosial 56 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Di A. E. . A. atau pun dipergunjingkan merupakan hukuman bagi seseorang yang melanggar . Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut . keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu sehingga tercapai kestabilan C. 1 Tahun 1974 Tata Tertib Sekolah Undang-Undang No. . folkways 13. A. perilaku sosial D. pengendalian sosial E. usage 11. . nilai bersifat berubah-ubah D. proses berubahnya pola perilaku akibat perubahan norma 12. 20 tahun 2003 Tata Cara Penguburan Jenazah pada masyarakat Jawa PP 30 Tahun 1980 14. mode E. Undang-Undang No. adat istiadat E. norma bersifat terbuka C. . ketidaksamaan sosial B. Sanksi yang sifatnya ringan berupa teguran. Upaya untuk mencegah dan mencari solusi terhadap semua bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat dinamakan . . vested interest C.10. . norma sosial C. proses di mana individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap dengan adat istiadat E. nilai bersifat tertutup. folkways D. pranata sosial B. . sindiran. C. . proses panjang yang berlangsung seumur hidup sejak individu lahir sampai meninggal B. . . . . . nilai bersifat luas E. . A. norma bersifat tetap. . mores B. bawah ini yang bukan contoh dari norma hukum adalah . norma bersifat sempit. Perbedaan yang mendasar antara norma dan nilai sosial adalah . A. . . . norma sosial D. nilai bersifat abstrak. wilayah berlakunya 15. Yang dimaksud dengan proses internalisasi adalah . B. norma bersifat konkret B. D. kegiatan individu yang mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya D. kaidah hukum C.

. aktivitas remaja yang belum dewasa hukum di luar jam pelajaran B. . . Salah satu fungsi norma dan nilai dalam masyarakat adalah . Perilaku individu atau kelompok individu dengan nilai-nilai dan norma-norma dinamakan . C. kesusilaan C. . II C. . agama Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 57 . memberi arah terhadap individu untuk berperilaku di tengah-tengah masyarakat E. A. perilaku menyimpang D. . semua aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial C. Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku merupakan sanksi norma . V IV Hukum V Agama 17. tindakan-tindakan remaja yang merugikan kepentingan masyarakat luas D. memberikan kekuasaan kepada pihak/golongan tertentu 18. A. kenakalan anak-anak usia sekolah di dalam lingkungan sekolahnya 20. . A. adat istiadat B. Yang dimaksud dengan kenakalan remaja adalah . . . . memberi arah dan tujuan individu dalam melaksanakan komunikasi sosial B. aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma adat dan kebiasaan E. . kesopanan D. A. . aktivitas terlarang E. keanekaragaman perilaku sosial dalam masyarakat yang tidak sesuai yang berlaku dalam masyarakat perilaku terpuji antisosial 19. B. IV E. I B. . membatasi/melarang berbagai macam aktivitas sosial dalam masyarakat D. . I Kelaziman A. memberikan petunjuk mengenai aktivitas sosial C.16. . Norma yang dimiliki sanksi berat bagi pelanggarannya adalah . hukum E. III II Kesopanan III Kesusilaan D.

Norma adat d. Apakah yang dimaksud dengan: a. Apakah yang dimaksud dengan norma sosial dan nilai sosial? 2. Jelaskan kaitan antara norma dan nilai sosial! 3. Jelaskan kaitan antara kesadaran sosial dan keteraturan sosial dalam masyarakat! 58 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan fungsi nilai! 6. Bagaimana menciptakan norma sosial yang memadai? 4. Bagaimana peranan aparat penegak hukum dalam menciptakan tertib sosial? 10. Norma kesusilaan b.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Mengapa norma dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat? Jelaskan! 8. Apa syarat-syarat pokok terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat? 5. Norma kesopanan c. Norma kebiasaan 9. Sebutkan macam-macam norma sosial dalam masyarakat! 7.

Untuk itu. setiap individu akan mengetahui nilai dan norma apa yang berlaku di lingkungannya. Hal tersebut akan membantu mewujudkan keteraturan sosial. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Untuk mengetahuinya. Bagaimana menurutmu dengan pendapat tersebut? Kita sebagai manusia tentu saja membutuhkan orang lain.google. Menghubungkan antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Sumber: http://images. kamu pun berinteraksi dengan tetangga dan anggota masyarakat lainnya. Di sekolah.id S etiap manusia tidak dapat hidup sendiri. kamu pun berinteraksi dengan guru dan teman-temanmu. Begitu juga dengan kamu bukan? Di rumah. coba kamu pelajari bab ini. Dan di lingkungan tempat tinggalmu. Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial. kamu berinteraksi dengan orang tua dan saudaramu.co.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial. kita pun berinteraksi dengan orang lain. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 59 . Dengan interaksi.

Pengertian interaksi sosial dan dinamika sosial Kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya lembaga sosial. kelompok dan organisasi sosial Faktor penyebab perubahan sosial Lingkungan alam Sugesti Imitasi Identifikasi Motivasi Simpati Empati Hubungan kekeluargaan Hubungan antarstatus Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan Status kependudukan Nilai dan sikap 60 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Keadaan ini telah mendorong munculnya kelompok-kelompok persekutuan manusia yang didasarkan pada persamaan darah dan keturunan. Dengan dorongan inilah. kita selalu mempunyai naluri untuk hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. melainkan harus bersama-sama dengan manusia lain. manusia belum banyak memiliki teknologi untuk menyelenggarakan kehidupannya. Keadaan ini telah mendorong setiap manusia lain jenis untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang kemudian disebut keluarga. baik mendasar. Keluarga dapat berkembang menjadi suatu extended family dan bahkan berkembang menjadi suatu kerabat atau pun suku bangsa. maupun kebutuhan integratif. manusia membentuk suatu kelompok-kelompok untuk berburu. Untuk itulah. diperlukan dorongan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri. manusia tidak dapat melaksanakannya secara sendirian. manusia membentuk suatu koloni untuk menjaga kelangsungan hidupnya. manusia memerlukan keberadaan orang lain. Dari dorongan inilah. Terkadang mereka menghadapi tantangan dari binatang buas atau pun dari kelompok suku lain yang menyerang. Untuk itu. alam. tidak selamanya kondisi alam senantiasa ramah. Dorongan untuk Mempertahankan Diri Dalam rangka mempertahankan diri dari berbagai serangan. dan lain-lain sebagainya. manusia mutlak memerlukan keberadaan manusia lain. Dorongan untuk Meneruskan Keturunan Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki naluri untuk meneruskan keturunan dengan cara melangsungkan perkawinan. untuk berladang. manusia membentuk suatu koloni dengan tujuan semata-mata untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan binatang buas. Ketika manusia dalam taraf kehidupan yang masih primitif. baik oleh binatang atau pun kelompok manusia yang lain. Untuk melaksanakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup. atau pun dari kelompok suku lain.A. sedangkan dorongan untuk hidup bersama dengan orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut. setiap manusia mempunyai dorongan seksual sebagai kodrat manusia untuk meneruskan keturunannya agar tidak punah. Naluri inilah yang disebut dengan naluri gregoriousness. Mereka masih hidup berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 61 . Secara naluriah. terutama ketika terjadi bencana-bencana yang memerlukan pertolongan orang lain. INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagai manusia. Di samping itu. untuk mendirikan rumah. kebutuhan sosial. Dorongan untuk Memenuhi Kebutuhan Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.

dan kelompok individu dengan kelompok individu. Melalui kegotong-royongan inilah. setiap orang memerlukan kebersamaan dengan orang lain. 1. Dengan demikian.Dorongan untuk Hidup Bersama Sebagai makhluk pemikir dan bermoral.1 Dorongan untuk hidup bersama dipengaruhi oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mewujudkan kehidupan bersama. sering kali manusia secara individu kewalahan untuk melakukannya. Interaksi sosial merupakan bentuk dasar dari dinamika sosial budaya yang ada di dalam masyarakat. kelangsungan hidup masyarakat terjamin. Melalui interaksi sosial akan terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat yang memungkinkan terbentuknya hal-hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan besar. Dorongan inilah yang membuat terciptanya suatu kehidupan bersama untuk menjalin kegotong-royongan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya. Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. 62 Sosiologi SMA/MA Kelas X . manusia mempunyai kejiwaan dan mempunyai kepentingan terhadap keberadaan orang lain. terlebih dahulu manusia pun harus melakukan interaksi sosial dengan sesamanya. Apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Sumber: Koleksi Editor Gambar 3. individu dengan kelompok individu.

Interaksi sosial dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar. Mengapa manusia dikatakan makhluk individu dan juga makhluk sosial? Apa yang melatar belakangi hal tersebut? Jelaskan alasanmu! 4. termasuk nilai-nilai. Jelaskan apa saja yang mendorong manusia melakukan interaksi sosial! 2. dan kebutuhan integratif. dan pranata sosial. juga adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut. 2. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkatperangkatnya terjadi interaksi dan korelasi saling mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. kebutuhan sosial. baik secara individual maupun secara kolektif dengan berpedoman pada sistem budaya yang ada. 1. Kaitan Antara Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial Budaya Interaksi sosial merupakan bagian terkecil dari proses perubahan yang ada di dalam masyarakat. Interaksi sosial itu sendiri mempunyai ciri-ciri. yaitu jumlah pelakunya lebih dari satu orang dan adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. masa kini. Melalui proses interaksi sosial inilah. Apakah yang dimaksud dengan keteraturan sosial? 3. masyarakat akan bergerak secara dinamis. norma. Pengertian Dinamika Sosial Dinamika sosial pada hakikatnya adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. dan masa yang akan datang. baik yang bersifat progresif maupun yang bersifat regresif hingga mewujudkan suatu dinamika sosial maupun dinamika budaya. 3. Jelaskan bagaimana peranan nilai dan norma dalam interaksi sosial! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 63 . interaksi sosial juga ditandai dengan adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu. Di dalam dinamika sosial. Interaksi sosial merupakan implementasi dari pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. Selain itu. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang progresif maupun perubahan-perubahan yang regresif.

Perubahan struktur pemerintahan. Perubahan jumlah penduduk. Manusia memang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain. Perubahan tingkat pendapatan dan perubahan tingkat kemakmuran. manusia tidak akan mempunyai arti jika tidak ada manusia lain. Imitasi Yang dimaksud imitasi pada hakikatnya adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. dan peraturan pelaksana lainnya. Singkatnya sugesti menciptakan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kontak sosial dengan pihak lain. Perubahan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. agama dan kepercayaan. undang-undang. artinya makhluk yang selalu hidup bersamasama dengan manusia lain. Adapun dorongan-dorongan terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. Imitasi muncul disebabkan oleh adanya minat. Perubahan ejaan dalam bahasa. meniru mode pakaian artis yang menjadi idolanya. 2. 1. Perubahan kualitas penduduk. Perubahan mata pencaharian. tingkat mata pencarian. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL Manusia adalah makhluk sosial. yaitu pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. Contoh: meniru gaya bicara guru idolanya. B. dan lain-lain). perhatian atas sikap mengagumi terhadap pihak lain yang dianggap cocok. dan struktur penduduk menurut umur. Pengaruh ini datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemikiran yang detail yang dipertimbangkan terlebih dahulu. secara kodrati. jenis kelamin.Bentuk-bentuk konkret dari dinamika sosial dan budaya adalah sebagai berikut. Bahkan secara ekstrim. Sugesti Salah satu faktor pendorong interaksi sosial adalah sugesti. Pada waktu melaksanakan peniruan terhadap sesuatu 64 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Oleh karena itu. Perubahan undang-undang dasar. dan lain-lain. Perubahan komposisi penduduk (kepadatan. persebaran. manusia memerlukan manusia yang lain untuk melakukan interaksi sosial.

seseorang dapat berbuat apa saja untuk mewujudkan rasa simpatinya. peniruan terhadap perilaku. kebijaksanaannya. Tindakan ikut menangis dan melakukan pertolongan tertentu ketika melihat seseorang yang mengalami musibah merupakan contoh dari empati. Imitasi terdiri dari peniruan terhadap pola pikir orang lain. Contoh: ketika seseorang yang mengalami kecelakaan dan menangis. Empati Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. soal ketaatan terhadap peraturan.yang menarik dari orang yang dikagumi ini muncul suatu kemegahan dan kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan. tiba-tiba kita pun yang melihatnya menangis. Contoh: soal pakaian seragam. Proses identifikasi diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang lebih konkret dan merupakan hasil pertimbangan yang matang pada diri seseorang. dan lain-lain. Simpati merupakan suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disebabkan oleh menariknya penampilannya. atau pola pikirnya. Motivasi seseorang dapat muncul disebabkan faktor atau pun pengaruh dari orang lain sehingga seorang individu melakukan kontak dengan orang lain. dan peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau artefak. Motif identifikasi dipergunakan ketika orang menjadi bagian dari kelompok yang besar. Dengan adanya rasa simpati. Simpati akan sangat dirasakan bila terjadi proses pertukaran pendapat dan nilai-nilai. 5. Berbeda dengan imitasi. 6. 3. Motivasi Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalitas. Simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan mitranya. identifikasi melalui proses kejiwaan akan melahirkan suatu sikap yang menyerupai dengan pihak yang ditiru. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. 4. motif politik. Identifikasi Yang dimaksud dengan identifikasi dalam suatu interaksi sosial adalah dorongan seseorang untuk menjadikan dirinya identik atau sama dengan orang lain. Simpati Pengaruh psikis yang paling mendasar dalam suatu interaksi sosial adalah rasa simpati seseorang terhadap orang lain. Contoh: seseorang mengikuti suatu kegiatan tertentu karena adanya motif-motif tertentu seperti motif ekonomi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 65 . atau opini pribadi terhadap kelompoknya. motif popularitas.

koalisi. kelompok. masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya. Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut. dan organisasi sosial. dan patungan. Coercion Proses akomodasi ini dilaksanakan karena adanya paksaan. Tawar-menawar (bargaining). a. interaksi sosial didasarkan pada penguasaan Jepang terhadap romusha-nya yang dianggap tidak mempunyai hak-hak apapun juga. yaitu kerja sama sebagai hasil kesepakatan tawar-menawar antara kedua belah pihak. Salah satu pihak harus bersedia merasakan dan memahami keadaan pihak lain. Sebaliknya.Bentuk-bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif maupun disosiatif. Pelaksanaan coercion dapat dilakukan secara langsung atau fisik dan secara tidak langsung atau psikologis. yaitu usaha bersama untuk melakukan suatu kegiatan dengan pembagian keuntungan bersama secara merata dan proporsional. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif antara lain sebagai berikut. Dalam hal ini. Kooptasi (cooptation). b. bentuk interaksi disosiatif akan menghambat terbentuknya lembaga. 66 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kompromi Lewat bentuk akomodasi ini. Dengan begitu. akan tercapai penyelesaian dari konflik yang ada. melalui kesempatan penunjukan pimpinan yang akan mengendalikan kerja sama. Dalam coercion. Kooperasi Kooperasi adalah kerja sama antara beberapa kelompok sosial yang ada sebagai upaya mencapai tujuan bersama. Bentuk-bentuk kooperasi antara lain tawar-menawar. salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. kelompok. Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses kesepakatan di antara kedua belah pihak yang tengah bersengketa yang bersifat darurat (sementara) dengan tujuan mengurangi ketegangan di antara kedua belah pihak. Bentuk akomodasi ini dapat kalian lihat ketika rakyat Indonesia menjadi romusha pada masa penjajahan Jepang tahun 1942. Koalisi (coalition). Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif (menyatukan) akan mendorong terbentuknya lembaga. yaitu kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan yang sama meskipun di antara mereka terjadi perbedaan-perbedaan struktural. dan organisasi sosial. Romusha menjadi pihak dalam posisi lemah dan tidak dapat melawan. Patungan (joint-venture). kooptasi.

proses asimilasi juga dapat terhambat oleh faktor-faktor berikut. dan tidak saling curiga. mediasi juga meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu dalam penyelesaian konflik. antara lain sebagai berikut. Mereka merasa sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk maju atau mundur. Sebaliknya. Tetapi dalam mediasi. Proses asimilasi digolongkan sebagai proses asosiatif. Pihak ketiga di sini harus mengutamakan penyelesaian secara damai. Perkawinan campuran. Keterbukaan golongan penguasa. pihak ketiga bersikap nertal dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Seperti halnya arbitrase. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi). Toleransi Toleransi timbul tidak sadar dan tidak direncanakan. Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya. Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya. yang terwujud dalam bentuk saling menghargai. Peradilan (ajudikasi) Dalam adjudikasi. Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. saling menghormati. c. Perilaku ini timbul karena masing-masing pihak berusaha menghindarkan diri dari perselisihan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses asimilasi. konflik diselesaikan lewat pengadilan. yaitu masing-masing pihak saling memerlukan dengan tujuan membentuk kehidupan baru yang saling menguntungkan serta membentuk corak kehidupan yang berbeda dengan masa sebelumnya. Asimilasi Proses asimilasi adalah proses sosial yang masing-masing pihak terdorong keinginannya untuk bergabung dan bekerja sama dalam mewujudkan suatu keharmonisan.Mediasi dan arbitrase Arbitrase merupakan bentuk akomodasi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang berkonflik. Stalemate Bentuk akomodasi ini terjadi ketika masing-masing pihak menghentikan konflik karena kekuatan yang seimbang. Adanya musuh bersama dari luar. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 67 .

Persaingan terjadi dalam beberapa bentuk. Adanya diskriminasi. Adanya perasaan in-group yang kuat. Persaingan kebudayaan. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain. Persaingan (kompetesi) Persaingan merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antarindividu atau kelompok dalam mencari keuntungan dengan cara menarik perhatian tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. 68 Sosiologi SMA/MA Kelas X . keagamaan. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu. Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok. kontravensi. yaitu sebagai berikut. a. Persaingan ekonomi. dan pertentangan (konflik). Persaingan dalam hal kedudukan dan peranan. persaingan ini timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tidak seimbang dengan jumlah konsumen yang ada. Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah. Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain. Juni 2001 Gambar 3. dan lembaga kemasyarakatan.2 Proses asimilasi bisa dilakukan melalui perkawinan campuran.Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok. terdiri dari persaingan (kompetisi). Adapun bentuk-bentuk interaksi yang bersifat disosiatif. persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki. Sumber: Fotomedia. pendidikan.

Pertentangan (konflik) Proses sosial semacam ini dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman atau kekerasan.Persaingan ras. Kontravensi Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Pertentangan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu dan perbedaan latar belakang kebudayaan. ada pula dorongan Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 69 . dan corak rambut. bentuk tubuh. Selain itu. c. b. KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Dalam suatu masyarakat dapat terbentuk community sentiment. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu konflik sosial? C. Menurutmu apakah persaingan dapat dipakai untuk menyeleksi kemampuan seseorang? Jelaskan pendapatmu! 2. 1. Proses sosial semacam ini ditandai dengan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan atau kebencian terhadap seseorang. perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada sering kali juga menimbulkan konflik dalam masyarakat. sosial. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi. BENTUK-BENTUK INTERAKSI YANG MENDORONG TERCIPTANYA LEMBAGA. Bagaimana terjadinya konflik dalam masyarakat? 4. yaitu seperasaan. persaingan ini terjadi karena perbedaan warna kulit. senasib. Sebutkan jenis-jenis proses sosial asosiatif dan disosiatif! 3. dan politik. Adanya community sentiment dalam masyarakat dapat mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik dengan membentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. dan sepenanggungan di antara sesama anggota masyarakat. Di sisi lain.

membentuk suatu kelompok-kelompok individu identitas yang sama dan secara khusus membentuk suatu organisasi sosial untuk mewujudkan cita-cita tertentu. Lembaga sosial ada dalam setiap masyarakat, baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, karena setiap masyarakat pastinya mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok. Kebutuhan-kebutuhan tersebut jika dikelompokkan nantinya akan terhimpun sebagai lembaga sosial. Tempat-tempat ibadah merupakan contoh lembaga-lembaga sosial dalam bidang keagamaan. Tetapi yang dimaksud di sini bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan kumpulan norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok hidup manusia. Terciptanya lembaga-lembaga sosial didorong oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial, maupun kebutuhan integratif. Adanya keterbatasan benda-benda pemuas kebutuhan sehingga diperlukan adanya lembaga yang mengatur setiap pemenuhan kebutuhan manusia. Adanya keinginan untuk mewujudkan keadaan hari esok yang lebih baik dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mewujudkan efisiensi kerja setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga-lembaga sosial tertentu untuk mewakilinya, misalnya: mengurus pendidikan anak di bentuk sekolah, mengurus soal keamanan dibentuk polisi dan militer, serta menyelenggarakan keadilan dan perlindungan hukum, dibentuklah kejaksaan dan pengadilan, dan seterusnya. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang timbul dalam masyarakat. Selain itu, lembaga sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Menurut Gilin dan Gillin, lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain sebagai berikut. a. Crescive institutions dan enacted institutions yang merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga-lembaga yang paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya. Sebaliknya adalah enacted institutions dibentuk dengan sengaja guna

tercapainya tujuan tertentu dan tetap berpedoman pada adat istiadat, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah. Contoh: pendidikan (madrasah). b. Basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di Indonesia, misalnya keluarga, sekolah-sekolah, dan negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang merupakan lembaga sosial yang kurang penting. Contoh: rekreasi, olahgara, dan menyanyi. c. Approved atau social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dan lainlain. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil untuk memberantasnya, seperti misalnya kelompok penjahat-penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya. d. General institutions dan restricted institutions, lembaga ini timbul apabila klasifikasi terebut berdasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya, agama merupakan suatu general institutions, oleh karena dikenal oleh hampir semua masyarakat di dunia ini. Agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan lain-lainnya merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakatmasyarakat tertentu di dunia ini. e. Berdasarkan fungsinya, ada perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun polapola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misanya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri. Contoh adalah lembaga-lembaga hukum. Dalam interaksi yang dilakukan manusia, akan terdapat suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi, dan saling menolong. Hubungan-hubungan tersebut akan menjadikan manusia dalam berbagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia. Himpunan-himpunan tersebut nantinya akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kelompokkelompok sosial. Adanya kesadaran dari sekelompok individu yang merasa memiliki identitas yang sama. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu dalam kelompok. Adanya keinginan untuk membela hak-hak dan kepentingan dari individu di dalam kelompok.
Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

71

Adanya keinginan untuk mendominasi struktur masyarakat seperti kekuasaan dan pemerintahan yang ada di dalam masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan sosiologi, terutama di Jerman kita mengenal salah satu tokoh yang cukup populer, yaitu Max Weber, dengan berbagai macam tulisan dan argumentasinya. Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum berpendapat Sumber: www.mohr.de bahwa ada pengaruh faktorfaktor politik, agama, dan ekonomi terhadap perkembangan hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Salah satu argumen-tasinya yang terkenal adalah argumentasi tentang hukum, baik di lingkungan nasional maupun di lingkungan internasional. Pada masalah hukum ini, Max Weber mengatakan ada empat tipe ideal dari norma hukum yang ada di dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Hukum Irasional dan Material 2. Hukum Irasional dan Formal 3. Hukum Rasional dan Material 4. Hukum Rasional dan Formal

Organisasi sosial sendiri terbentuk atas dasar dorongan-dorongan yang sedikit berbeda dengan terbentuknya lembaga dan kelompok sosial, antara lain: Adanya cita-cita bersama untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik. Adanya pembagian tugas untuk mengurus kepentingan organisasi.
72
Sosiologi SMA/MA Kelas X

olahraga. terdapat empat macam bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut. Hubungan lebih bersifat legal. bulu tangkis. Berikut beberapa karakteristik yang menandai adanya hubungan antarstatus. Hubungan antarkepentingan ini juga memiliki karakteristik berikut. kelompok-kelompok sosial. Contoh: hubungan dalam asosiasi sepak bola. masing-masing pihak saling memberikan solidaritasnya untuk mendukung terciptanya suatu jalinan yang harmonis sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terlaksana dengan baik. dan lain-lain. Hubungan Antarkepentingan Pada dasarnya. Hubungannya bersifat resmi. Semua pihak berpijak pada kepentingan masing-masing. Toleransi bersifat terbatas. Semua pihak berpijak pada statusnya. baik pemerintah maupun swasta. Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada norma yang legal. 2. Hubungan Antarstatus Hubungan antarstatus terjadi dalam suatu organisasi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 73 . Ada sanksi yang diberlakukan dalam setiap interaksi yang menyimpang dari ketentuan yang ada. dan organisasi sosial dalam masyarakat. Hubungan yang terjalin berpedoman pada kedudukan masing-masing dalam suatu organisasi yang bersifat formal sehingga interaksi masing-masing pihak didasarkan pada statusnya masing-masing. Dengan adanya dorongan-dorongan untuk mewujudkan terciptanya lembagalembaga sosial. Contoh: hubungan kedinasan di dalam militer antara atasan dan bawahan atau hubungan antara ketua. dan anggota dalam suatu organisasi. sekretaris. seni dan budaya. Adanya keinginan untuk mengembangkan kepentingan bersama seperti industri. bendahara.Adanya keinginan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. Organisasi sosial sendiri terbentuk dari adanya minat dan kepentingan dari individu dalam sebuah masyarakat yang disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang formal dan lebih teratur. dan lain-lain. pedagang batik. 1. dapat dikatakan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi dan bekerja sama yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. perdagangan. Jadi. hubungan antarkepentingan merupakan hubungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain di dalam masyarakat yang berorientasi pada terpenuhinya kepentingan dari masing-masing pihak. Dalam hubungan antarkepentingan ini.

Semua pihak berasal dari keturunan yang sama. Semua pihak saling melindungi dan memanjakan. Hubungan ini merupakan hubungan kekeluargaan. Bila dicermati.Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati. Solidaritas sangat kuat. Dorongan-dorongan ini 74 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Semua pihak mempunyai orientasi yang sama. 4. antara lain sebagai berikut. Aktivitasnya tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku. Tetapi pada masyarakat modern. 3. Hubungan bersifat tidak resmi. Pada hakikatnya. Hubungan Kekeluargaan Dalam suatu keluarga atau kerabat terdapat pola hubungan di antara orangorang yang mempunyai asal-usul dan darah keturunan yang sama. Ada beberapa karakteristik hubungan persahabatan. Bentuk hubungan dapat bersifat formal atau nonformal. Berikut beberapa karakteristik dari hubungan kekeluargaan. PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA. Contoh: hubungan dua individu yang saling bersahabat. Semua pihak tidak ada hubungan darah atau keturunan. Mereka lebih akrab dengan orang-orang yang mempunyai hubungan bisnis yang sama. KELOMPOK. Mereka ini sangat mendambakan adanya komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu persahabatan atau keakraban. Hubungan Persahabatan Hubungan persahabatan terjadi antara dua individu atau lebih yang tidak ada hubungan darah. justru relatif rendah. D. DAN ORGANISASI SOSIAL Bersamaan dengan proses berkembangnya suatu masyarakat. maka munculah dorongan dari warga masyarakat untuk mengatur dan mengembangkan kehidupannya agar terjadi pola hubungan yang lebih harmonis. Semua pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis. hubungan kekeluargaan merupakan hubungan yang terjadi antarpihak yang memiliki hubungan darah dengan ciri solidaritas antaranggota relatif lebih tinggi dan bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat nonformal. Solidaritas sosial relatif kuat. Solidaritas sosial dalam keseharian sangat tebal. ternyata pada masyarakat primitif dan masyarakat tradisional hubungan kekeluargaan sangat erat.

2. Adanya tertib sosial. Dalam kelompok tersebut. Untuk menciptakan suatu tertib sosial dalam masyarakat. Proses Pembentukan Lembaga Sosial Dalam Perkembangan Keteraturan Sosial Norma dalam masyarakat dibuat untuk menciptakan keteraturan. Kerumunan itu pun berkembang menjadi kelompok-kelompokkan di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. yaitu tahapan yang masyarakatnya mulai memandang perlu/ meminta akan adanya tertib sosial itu sendiri. kemudian lama-lama dibuat secara sadar. Adanya order. Adapun proses terbentuknya suatu keteraturan sosial adalah sebagai berikut. Mula-mula norma terbentuk secara tidak sengaja. dihargai. Adanya pola. Selain itu.mengakibatkan terbentuknya lembaga sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat. yaitu suatu tahapan di mana interaksi sosial. yaitu suatu tahapan yang keajegannya terus berulang sehingga membentuk suatu pola perilaku masyarakat. Proses Terbentuknya Kelompok kelompok pada awalnya terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berekrumunan. di mana ketika norma sudah dikenal. di dalam kerumunan tersebut telah berkembang tujuan atau kepentingan bersama. memang diperlukan proses yang relatif panjang sehingga akhirnya terbentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus masing-masing kebutuhan pokok warga masyarakat yang bentuknya berbeda-beda sesuai bidangnya. Proses inilah yang dinamakan proses pelembagaan (institutionalization). dan nilainya mulai ada kesesuaian dalam masyarakat. Kumpulan orang atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok apabila ada interaksi di antara orang-orang yang ada di dalam kerumunan tersebut dan ada ikatan emosional sebagai pernyataan bersama. akan terjadi hubungan timbal balik antara setiap anggotanya dan akan ada norma-norma yang mereka buat dan mereka taati bersama. perilaku sosial. diakui. kepemimpinan yang Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 75 . dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. norma. dan nilai benar-benar telah menjadi satu perwujudan dalam segala aktivitas manusia. norma. Norma-norma yang ada setelah mengalami suatu proses akan menjadi bagian tertentu dari lembaga sosial. Pada tahap ini. persamaan senasib. 1. yaitu tahapan keteraturan yang mulai ada akibat adanya norma/peraturan yang baru. persepsi atau tujuan. Adanya keajegan. dapat dikatakan bahwa norma sudah melembaga.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat senantiasa bersifat dinamis. serta berubahnya nilai dan sikap. di mana di dalamnya dinyatakan secara jelas tujuan. asas. Proses Terbentuknya Organisasi Sosial Untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya. dan ada norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya. Pembentukan organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama dan didasarkan atas persamaan profesi. fungsi. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan antara lain berubahnya lingkungan alam. Organisasi ini nantinya berfungsi sebagai tempat untuk menampung aspirasi dari para anggota dan sebagai alat untuk mencapai tujuan.3 Dalam suatu kelompok akan terjadi hubungan timbal balik antara anggotanya. serta hak dan kewajiban masing-masing anggota. Selain itu. dapat juga terjadi tanpa adanya perencanaan. situasi kependudukan. setiap organisasi mempunyai orang-orang yang memenuhi syarat untuk menduduki struktur organisasi tersebut.dipatuhi. kepentingan. manusia harus bekerja sama dengan orang lain. Untuk mencapai tujuannya. Kerja sama dalam suatu kesatuan sistem yang teratur akan terwujud setelah diorganisasi atau dibentuk organisasi. E. 3. misi. namun dapat terjadi pula dalam skala kecil. kedudukan. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat direncanakan dengan perencanaan yang matang. visi. disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari organisasi tersebut. Perubahan ini dapat terjadi dalam skala besar seperti adanya revolusi sosial. tidak pernah berhenti dari aktivitas. dan akibatnya senantiasa mengalami perubahanperubahan. struktur sosial yang akan mengakibatkan berubahnya pola interaksi. 76 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan misi. Sumber: Koleksi editor Gambar 3. visi.

Perubahan yang Sifatnya Mendadak atau Bersifat Temporer Beberapa contohnya adalah banjir.1. dan pola konsumsi bagi sebagian besar umat manusia. dan musim semi (di daerah iklim sedang). musim gugur. musim dingin. a. dan seterusnya. Adapun contoh-contoh perubahan lingkungan alam adalah sebagai berikut. sedangkan di Indonesia terjadi pergantian musim hujan dan kemarau. produksi tanaman tertentu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. tekanan. Pergantian Musim Seperti musim panas. Perubahan pola tanam ini juga turut membawa perubahan pada produktivitas. Pergantian Siang dan Malam Berubahnya fenomena alam ini juga membawa pengaruh pada struktur aktivitas manusia. gempa bumi. perubahan waktu. tanah longsor. Perubahanperubahan lingkungan alam ini menyebabkan manusia harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu sendiri. gunung meletus. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 77 . Perubahan Lingkungan Alam Perubahan lingkungan alam pada dasarnya bersumber dari rotasi dan revolusi bumi sehingga mengakibatkan suatu siklus pergantian seperti musim. Sumber: Tempo Gambar 3. antara lain perubahan musim dan iklim yang akan berakibat pada perubahan suhu. yaitu aktivitas-aktivitas sosial budaya yang layak dilakukan pada siang hari dan malam hari. c. Pergeseran Lintasan Semu Matahari Tahunan Pergeseran lintasan semi matahari tahunan ini akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Berubahnya fenomena alam ini telah membawa pengaruh perubahan terhadap produktivitas industri es. d.4 Banjir merupakan fenomena alam yang sifatnya mendadak dan temporer. iklim. perubahan siang malam. arah angin. dan lain-lain. dan curah hujan sehingga mengakibatkan perubahan pola tanam bagi kegiatan pertanian. b.

kebijaksanaan three in one pada jalur-jalur tertentu. komposisi penduduk. Berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan merubah banyak hal seperti meningkatnya harga tanah. pendapatan. urbanisasi. dan lain-lain. dan kulitas penduduk. Yang pasti bahwa berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan sangat mempengaruhi berbagai pola aktivitas manusia.Berubahnya fenomena alam menjadi penyebab berubahnya aktivitas manusia untuk melakukan evakuasi atau pemindahan lokasi tempat tinggal serta aktivitasaktivitas penyelamatan lainnya. Perubahan komposisi penduduk dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan pola aktivitas manusia yang menyangkut produktivitas kerja. 2. d. serta komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan. persebaran penduduk. juga karena adanya mobilitas seperti imigrasi. Berubahnya jumlah penduduk juga menuntut perubahan-perubahan fasilitas umum seperti jalan raya. 78 Sosiologi SMA/MA Kelas X . perumahan. Kepadatan penduduk ini dapat berubah-ubah karena kelahiran dan kematian. dan lain-lain. tingkat kepadatan penduduk. Perubahan Komposisi Penduduk Komposisi penduduk adalah perbandingan-perbandingan antara kelompokkelompok penduduk. Dorongandorongan tersebut antara lain sebagai berikut. serta fasilitas-fasilitas yang lain. rumah sakit. masalah kemacetan lalu lintas. munculnya rumah susun. emigrasi. ruralisasi. munculnya solusi jalan layang. Misalnya. dan lain-lain. munculnya perumahan kumuh. Bentuk-bentuk perubahan situasi kependudukan ini antara lain terjadi pada jumlah penduduk. Bencana-bencana alam ini juga dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang dapat mengubah tingkat pendapatan atau pun kekayaan banyak orang. perbandingan antara pria dan wanita. kantor pos. c. Perubahan Situasi Kependudukan Melalui proses natalitas dan mortalitas. bank. dan lain-lain. Wujud perubahan-perubahan inilah yang merupakan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat. pendidikan. Perubahan Persebaran Penduduk Ada banyak dorongan mengapa orang mengalami perpindahan tempat. sekolah. busway. Perubahan Jumlah Penduduk Perubahan jumlah penduduk dapat memunculkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh penguasa dalam mengatasi segala permasalahannya seperti masalah kesehatan. dan lain-lain. a. b. perbandingan antara kelompok produktif dan nonproduktif. Perubahan Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk pada dasarnya adalah bilangan yang menyatakan berapa banyaknya penduduk pada tiap-tiap kawasan di muka bumi seluas 1 km2. volume ekspor barang dan jasa. situasi kependudukan bersifat sangat dinamis (artinya selalu berubah-ubah).

dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. Dengan berubahnya struktur sosial. dan lain-lain. pemerataan pendapatan. Perubahan Struktur Sosial Yang dimaksud dengan struktur sosial adalah keseluruhan dari bangunan konstruksi masyarakat yang menyangkut kedudukan dan peran dari tingkat atas hingga tingkatan bawah. Tinjauan ini dapat diindikasikan oleh data-data kesehatan. serta berubahnya personil-personil dari tiap-tiap kedudukan dan peran yang ada di dalam masyarakat. dan lain-lain. Perubahan Kualitas Penduduk yang Menyangkut Kesehatan. Berubahnya undang-undang dasar. d. Contoh-contoh perubahan struktur sosial antara lain sebagai berikut. pendidikan. masalah kurs nilai mata uang. efisiensi. berubahnya pola kerja yang akan berakibat memburuk atau membaiknya situasi umum dalam masyarakat. yaitu masalah penyesuaian diri. angka harapan hidup. Situasi yang berubah-ubah pula meliputi masalah keamanan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 79 . dan lain-lain. Berubahnya struktur sosial. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain akan mewujudkan banyak perubahan-perubahan. pejabat tinggi negara. proses sosialisasi. percampuran kebudayaan. dan personil kabinet. dan efektifitas kerja. Berubahnya personil-personil pemangku status sosial mulai dari atas sampai ke bawah. Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap yang dianut dalam diri seorang individu dapat mengalami pergeseran atau perubahan akibat situasi yang dinamis. pertumbuhan investasi. masalah pendidikan. dan lain-lain. 3. Pendidikan. angka pendapatan perkapita. pembauran ras. peningkatan produktivitas kerja. misalnya berubahnya personil presiden dan wakil presiden. undang-undang. mengakibatkan perubahan pola interaksi. Dengan berubahnya kualitas penduduk secara sosiologis. dan Tingkat Pendapatan Kualitas penduduk adalah keadaan secara umum mengenai tingkat kesejahteraan dan tingkat peradaban suatu masyarakat.Alasan Alasan Alasan Alasan Alasan perkawinan pendidikan mengadu nasib atau mencari pekerjaan keamanan tugas atau pekerjaan. tingkat pendapatan. akan mempengaruhi pola konsumsi. 4. tingkat kelahiran dan kematian. baik yang menyangkut peraturan-peraturan maupun personil-personil akan menumbuhkan banyak perubahan atau dinamika sosial seperti berubahnya kebijaksanaan.

Penemuan baru ini dapat berupa discovery dan invention. Adanya perubahan dalam nilai sentral (nilai yang paling dipedomani seseorang) akan mengakibatkan perubahan pola perilaku. Gerakan sosial ini sering disebut revolusi sosial. masalah personil pejabat negara. orang menjadi gemar menabung. lebih mementingkan pendidikan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika sosial dalam masyarakat dapat juga diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Gerakan Sosial (Social Revolution) Gerakan sosial adalah akumulasi dari kehendak sebagian warga masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu masyarakat. Revolusi yang terjadi di suatu negara dapat mendorong terjadinya perubahan besar. aksi pemogokan. Adapun penjabaran faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial itu sebagai berikut. sampai pada keluarga-keluarga yang mendiami negara tersebut. Hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya perubahan-perubahan dan dinamika sosial yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut. mulai dari bentuk negara. demonstrasi hingga berbentuk perang saudara atau suatu kudeta. dan lain-lain. Akibat dari gerakan sosial ini akan memunculkan pembaharuan tatanan kehidupan dalam masyarakat. Pola keluarga besar menjadi pola asuh keluarga kecil. dan lain-lain. Discovery. sangat berhati-hati karena keamanan memburuk. yaitu penemuan baru yang belum diterima oleh kalangan luas masyarakat dan belum diaplikasikan dalam bentuk penerapan teknologi. masalah keadilan. Menganggap pendidikan tidak penting menjadi pendidikan sangat penting. masalah penegakan hukum. misalnya adalah masalah pemerintahan. Tidak gemar menabung menjadi gemar menabung. a. Contoh-contoh perubahan nilai dan sikap antara lain sebagai berikut.masalah kesehatan. yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan dari luar masyarakat itu sendiri. dan seterusnya. dan lain-lain. Faktor Internal Yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. lembaga kemasyarakatan. protes. Gerakan sosial ini dapat berupa tuntutan-tuntutan. Misalnya. Pandangan terhadap masa lampau menjadi berpandangan pada masa yang akan datang. Penemuan Baru (Invention dan Discovery) Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia melakukan berbagai macam penelitian hingga menghasilkan sesuatu yang baru. 80 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu perubahanperubahan yang berlangsung relatif cepat yang menyangkut bidang-bidang kehidupan yang sangat mendasar.

Invention ini seringkali akan mengakibatkan munculnya berbagai macam inovasi terutama di bidang teknologi. Selanjutnya GBHN ini akan diserahkan kepada Presiden selaku Mandataris MPR untuk dilaksanakan selama lima tahun ke depan. baik alat maupun gagasan yang diciptakan seseorang. nilai-nilai kebutuhan. menerima. Untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan. maka yang buruk adalah perencanaan pembangunannya. Adanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. pelaksanaan pembangunan yang baik adalah pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun tersebut.Tetapi penemuan baru ini telah menunjukkan sesuatu kebenaran yang belum pernah ada yang diperoleh melalui suatu penelitian atau suatu penjelajahan. dan nilai-nilai budaya masyarakat. apabila situasi keamanan terganggu. Kemudian. yaitu perencanaan yang sesuai dengan kemampuan. nyaman. Apabila dalam suatu pelaksanaan pembangunan telah dilaksanakan persis seperti rencananya tetapi belum menunjukkan hal-hal yang baik seperti yang diinginkan. dan tertib sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. Sebaliknya. Invention. suatu program pembangunan tidak akan tercapai meskipun ada perencanaan yang baik. perubahan-perubahan yang diidealkan pada masa yang akan datang telah disusun dalam suatu perencanaan perubahan yang disebut pembangunan. Perencanaan Perubahan (Pembangunan) Pada masyarakat modern. Perencanaan pembangunan yang baik adalah perencanaan pembangunan yang penyusunannya melibatkan partisipasi seluruh lapisan dan golongan sehingga akan sesuai dengan nilai-nilai kemampuan. kebutuhan. perencanaan pembangunan ini dirumuskan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah perencanaan yang disebut GBHN (Garisgaris Besar Haluan Negara). Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 81 . Adanya perencanaan yang baik. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. Di Indonesia. maka yang terjadi adalah hambatan-hambatan dalam setiap segi pelaksanaan pembangunan. Discovery dapat terwujud dalam bentuk penemuan unsur kebudayaan. nilai-nilai kebudayaan masyarakat. dan menciptakan penemuan baru tersebut. yaitu penemuan baru yang telah diterima oleh kalangan luas masyarakat dan telah diaplikasikan dalam bentuk teknologi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. Tanpa adanya dukungan. Adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. diperlukan beberapa syaratsyarat sebagai berikut. yaitu iklim masyarakat yang aman.

dalam hal ini adalah presiden hingga seluruh jajaran aparatur negara. asimilasi. Asimilasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang berlangsung sangat panjang dan akrab sehingga dapat membuat corak kebudayaan khasnya menjadi luntur sama sekali sehingga sulit untuk dikenali. terutama percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan asing yang bersifat melengkapi atau menyempurnakan. antara lain: Pengaruh Kebudayaan Lain Melalui proses interaksi antarindividu maupun antarkelompok antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain akan mengakibatkan akulturasi. hal ini terlihat misalnya dalam hal pergaulan. Hal ini mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. b. Generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan baru. Akulturasi Kebudayaan Yaitu proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih secara damai dan sukarela. dan sewa tanah. dan penetrasi kebudayaan. Hal ini juga menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya. Berkurangnya penduduk karena perpindahan penduduk ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan pada lapangan pekerjaan. dan antara individu dengan individu. Ciri-ciri akulturasi kebudayaan antara lain: corak kebudayaan setempat yang mengalami percampuran masih tampak sifat-sifat khasnya. Pertambahan penduduk membuat masyarakat pun mulai mengenal hak milik seseorang atas tanah. proses percampuran ini lebih bersifat menyempurnakan. antara kelompok dengan kelompok. Bertambah atau berkurangnya penduduk. Faktor eksternal Yaitu faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat. percampuran-percampuran itu sungguh-sungguh 82 Sosiologi SMA/MA Kelas X . generasi tua justru tidak begitu saja menerima unsur kebudayaan tersebut. serta proses percampuran kebudayaan ini merupakan percampuran antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan asing. Proses asimilasi kebudayaan merupakan proses percampuran yang terbaik karena tidak ada unsur paksaan dan terjadi dalam suatu hubungan yang sangat harmonis.Adanya optimalisasi pencapaian pelaksanaan pembangunan oleh penguasa. Dengan begitu. proses percampuran kebudayaan berjalan secara damai dan sukarela. Pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua merupakan contoh pertentangan antara kelompok dengan kelompok. Pertentangan dalam masyarakat di antara individu dengan kelompok. sistem bagi hasil. Sebaliknya.

atau pun penjajahan. Ciri-ciri penetrasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya melalui suatu pemaksaan. Jelaskan bagaimana pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial dan budaya. dan corak kebudayaan khas menjadi luntur sehingga membentuk corak budaya yang baru yang merupakan perpaduan dari hasil percampuran tersebut. penjajahan ekonomi. Jelaskan bagaimana membuat perencanaan perubahan yang baik! 4. misalnya dalam hal mata pencarian. 1. Tipe-tipe penetrasi budaya dapat berlangsung melalui penjajahan fisik. tetapi melalui pemaksaan. Perubahan-perubahan lingkungan alam ini mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat bertahan hidup. Pengaruh Lingkungan Alam Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alam senantiasa mengalami perubahan-perubahan dalam bentuk siklus yang teratur maupun siklus yang tidak teratur. Setiap perubahan sosial mesti terdapat pihak-pihak yang dirugikan dan pihak-pihak yang diuntungkan. wilayahnya saling berdekatan. Jelaskan bagaimana solusinya! 3. terjadi pengikisan budaya lokal. tetapi juga melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. dan banjir besar termasuk bencana yang tidak hanya ikut merubah lingkungan alam. angin topan. meluasnya budaya masyarakat penjajah. dan sifat-sifat khas dari budaya setempat menjadi luntur bahkan hilang sama sekali hingga sangat sulit untuk dikenali. Perubahan yang direncanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. seseorang yang tinggal di daerah pantai meninggalkan daerahnya ke daerah pertanian karena bencana banjir. penindasan. serta berikan contoh-contohnya! 2. atau melalui sistem religi atau agama dan kepercayaan.dikehendaki oleh semua pihak. Penetrasi budaya ini terjadi dari budaya masyarakat yang kuat kepada budaya masyarakat yang lemah. Ia pun menyesuaikan dirinya dengan menjadi petani. hubungannya sangat akrab atau intim. Penetrasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih. Misalnya. Ciri-ciri asimilasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Berikan dua buah contoh bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi akibat perubahan nilai dan sikap! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 83 . Gempa bumi.

interaksi sosial merupakan sarana yang sangat fundamental untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu.Peperangan Yang dimaksud dengan peperangan adalah konflik atau pertikaian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar batas-batas negara. proses kerja sama. Di sisi lain. dan lain-lain sehingga akan menimbulkan perubahanperubahan yang lebih bersifat destruktif. INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL Dalam membangun terciptanya keteraturan sosial dalam dinamika kehidupan sosial. 84 Sosiologi SMA/MA Kelas X .5 Kerja sama diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Terjadinya kerja sama antara individu-individu atau antara kelompok-kelompok dalam interaksi sosial merupakan bentuk adanya keteraturan sosial dalam masyarakat. pengiriman bahan baku. Interaksi sosial terjadi pertama kali dalam lingkungan keluarga dan kerabat. Kerja sama inilah yang mendorong terbentuknya suatu sistem norma sosial yang baku dalam pergaulan hidup bermasyarakat. misalnya macetnya proses pemasaran. sekolah merupakan media kedua yang sangat strategis untuk menyelenggarakan interaksi sosial yang terarah dan untuk menciptakan warga masyarakat yang berkualitas secara intelektual. Peperangan ini sering kali akan memunculkan implikasi yang negatif. di mana seringkali negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang kalah. manusia akan melakukan kerja sama. budi pekerti. kesopanan. distribusi tenaga kerja. dan dasar-dasar dari norma agama. Sumber: Indonesia Indah Gambar 3. Peperangan dengan negara lain juga dapat menyebabkan perubahan. sangat diperlukan peranan orang tua dalam rangka membentuk generasi muda yang memahami norma-norma kesusilaan. Dalam interaksi yang dilakukan. Dalam interaksi yang dilakukannya. Oleh karena itu. F. individu akan memahami norma-norma sosial sekaligus dapat mematuhinya.

Menurutmu komponen-komponen apakah yang perlu dibenahi dan bagaimana solusinya? Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 85 . Kepentingankepentingan tersebut dapat terpenuhi secara wajar tanpa adanya konflik dengan pihak lain. kita pun harus dapat menciptakan keteraturan sosial di tengah-tengah keragaman tersebut. Agar interaksi sosial berlangsung positif. interaksi sosial bagi seorang anak sangat penting dalam membentuk karakter sosial yang baik dan mampu menghasilkan calon-calon warga masyarakat yang baik. baik individu maupun kelompok. dan adat istiadatnya. Dengan sendirinya. Ketika kita sudah memahami dan mematuhi nilai dan norma yang berlaku. agama. karena keteraturan sosial dapat menjamin semua kepentingan. Kemajemukan ini pasti akan mendorong pula terjadinya keragaman dalam interaksi sosial. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam hal suku. sebaliknya jika berlangsung negatif akan mendatangkan konflik. Keteraturan sosial menjadi idaman semua orang. Keteraturan sosial di dalam masyarakat tidak akan terjadi dengan sendirinya.Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. Sebagai individu. hal tersebut harus diciptakan oleh masing-masing individu yang hidup dalam masyarakat. Bagaimana menciptakan keteraturan sosial di lingkungan sekolahmu? 3. hubungan sosial yang muncul pun akan bersifat dinamis di mana ada timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut. Oleh karena itu. kita pun sebagai anggota masyarakat harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan saling menghormati satu sama lain. bahasa. 1. Coba amatilah perilaku sosial dari seluruh komponen sekolah dan buatlah deskripsinya secara ringkas! 2. jika ada keteraturan sosial dalam masyarakat. Artinya. diperlukan adanya keteraturan sosial. budaya. Interaksi sosial yang berlansung positif akan mengarah pada kerja sama. keteraturan sosial di tengah keragaman masyarakat pun akan tercipta. interaksi yang kita hasilkan pun akan mengarah pada kerja sama dan berlangsung positif. Untuk mewujudkan keteraturan sosial. Proses sosial sendiri muncul karena adanya hubungan-hubungan yang terjadi di antara manusia yang bersifat dinamis.

anak-anak membentuk suatu kelompok-kelompok bermain dengan ekses negatif. Bagaimana solusi menciptakan kamtibmas di lingkungan kalian? MENGELIMINIR BUDAYA TAWURAN P 86 ada pergaulan remaja terutama di lingkungan sekolah. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Dalam konteks ini peranan aparat keamanan lebih strategis dan lebih penting daripada peranan rakyat biasa sebagai warga masyarakat. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Terwujudnya keamanan dan ketertiban akan menjamin kelancaran roda pemerintahan dan terciptanya stabilitas nasional yang mantap. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. diperlukan perhatian dari semua pihak. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Setujukah kalian dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan disertai dengan data-data pendukung! 2. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. yaitu membentuk suatu geng yang mengarah pada akumulasi tenaga Sosiologi SMA/MA Kelas X .MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DALAM MASYARAKAT K eamanan dan ketertiban merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya yang dapat mempengaruhi kelancaran proses interaksi antarwarga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. baik aparat keamanan (tentara dan kepolisian) maupun semua warga masyarakat sebagai komponen bangsa.

Kejadian ini sering kali dilakukan setelah usai sekolah atau bahkan meninggalkan jam pelajaran untuk berkelahi dengan kelompok yang lain. dan sebagainya. Tetapi seringkali muncul sebagai kelompok-kelompok fisik yang cenderung mengembangkan budaya tawuran dengan kelompok yang lain. Pertanyaan: 1. Bagaimana cara-cara untuk mencegah terjadinya tawuran? INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Setiap masyarakat terdiri dari individu-individu yang bersifat heterogen. Keadaan ini telah mendorong secara naluriah bagi tiap-tiap individu untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. setiap orang dalam masyarakat akan mendapatkan pengetahuan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 87 . Bagaimana pendapat kamu tentang kerugian akibat adanya tawuran? 2. nilai-nilai. Tindakan ini di satu sisi memang menjadi sarana pergaulan untuk menyerap pengetahuan dan keterampilan dari satu pihak kepihak yang lain. baik antaranggota masyarakat dalam suatu masyarakat atau pun antarmasyarakat yang berbeda struktur budayanya. artinya masing-masing individu mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang sangat berbeda-beda. Proses ini telah mendorong orang untuk memperbaiki atau merevisi hidupnya termasuk kebudayaannya seperti pola pikirnya. serta budaya-budaya baru yang diperoleh dari orang lain atau dari masyarakat yang lain. maka terjadi perkelahian di antara kedua geng tersebut. Proses inilah yang dimaksud dengan proses perubahan sosial dan budaya yang dalam kurun waktu yang panjang disebut dinamika sosial budaya. Proses pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus. perumahannya.fisik untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya. Mengapa justru budaya tawuran sangat rentan pada anak-anak usia remaja? 3. Sebagai hasil proses interaksi sosial. mata pencariannya. Ada kalanya kelompok yang satu bertemu dengan kelompok yang lain dan timbul masalah yang sifatnya relatif sepele.

Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang positif maupun yang negatif. Interaksi sosial merupakan komponen yang paling dasar dalam mewujudkan suatu dinamika sosial dan budaya di dalam masyarakat. Di dalam dinamika sosial. dan hubungan antara kelompok individu dengan kelompok individu. baik dalam satu masyarakat atau pun antarmasyarakat? 5. individu dengan kelompok individu. Apa sajakah yang dapat diperoleh bagi seseorang melalui proses interaksi sosial dengan individu yang lain. 2. Dinamika sosial pada hakikatnya merupakan keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. 3. Jelaskan bagaimana kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial budaya? 3. yaitu seperasaan.Pertanyaan: 1. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkat-perangkatnya saling berinteraksi dan mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. akan terjadi proses pemindahan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilanketerampilan dari pihak yang satu kepada pihak yang lain sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. senasib. Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama seperti apa yang kamu alami ketika kamu masih anak-anak? 4. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Sugesti Simpati Imitasi Motivasi Identifikasi Empati 5. 4. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses interaksi sosial? 2. dan sepenanggungan yang muncul di dalam 88 Sosiologi SMA/MA Kelas X . maka terbentuk pula community sentiment. Dengan terbentuknya suatu masyarakat. Mengapa perubahan sosial budaya suatu bangsa perlu direncanakan secara saksama dalam waktu sebelumnya? Jelaskan alasanmu! 1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. Dengan interaksi sosial.

Untuk mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik. Proses pembentukan lembaga sosial dalam perkembangan keteraturan sosial tertib sosial keajegan order pola perilaku 8. Dengan community sentiment ini. 9. perubahan dan dinamika sosial juga disebabkan oleh dua faktor. 10. a. Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama dengan sendirinya akan menciptakan keteraturan sosial. persepsi atau tujuan. dibentuklah lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. 6. suatu kerumunan dapat dikatakan telah menjadi kelompok. Terbentuknya organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama. Faktor internal Gerakan sosial (sosial revolution) Penemuan baru (invention dan discovery) Perencanaan perubahan pembangunan b. Hubungan antarstatus Hubungan kekeluargaan Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan 7. Faktor-faktor penyebab perubahan dan dinamika sosial Perubahan lingkungan alam Perubahan situasi kependudukan Perubahan struktur sosial Perubahan nilai dan sikap Selain faktor-faktor di atas. Kerja sama ini dapat didasari oleh adanya persamaan profesi. dan misi.hati setiap warga masyarakat. kepentingan. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. dalam kelompok tersebut telah terjadi hubungan timbal balik dan ada norma-norma yang dipatuhi oleh masingmasing anggota. Kelompok diawali degnan orang-orang yang berkerumun dan berinteraksi. Ada hubungan timbal balik antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 89 . persamaan senasib. Selain itu. Faktor eksternal Pengaruh kebudayaan lain Pengaruh lingkungan alam Peperangan 11. visi. kehidupan bersama dalam masyarakat akan terbangun dengan kokoh. Proses terbentuknya kelompok. Proses terbentuknya organisasi sosial. Jika di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan.

akulturasi C. . A. A. ada tindakan dan norma sosial E. A. Interaksi sosial dapat berlangsung bilamana memenuhi syarat antara lain . kompetisi E. status sosial dapat diperoleh melalui faktor keturunan atau kelahiran. adapun contoh bentuk kerja sama antara lain . Status sosial dapat mempengaruhi pola interaksi sosial. sosialisasi D. ascribed status E. Interaksi sosial dapat dinamakan proses sosial. . sosial status C. . asimilasi 90 Sosiologi SMA/MA Kelas X D. . ada tujuan yang hendak dicapai dan simbol D. A. empati E. simpati C. . A. ada kontak sosial dan komunikasi B. . B. . ada pelaku dan tata nilai 2. . salah satu bentuk proses yang disosiatif antara lain . . kompetisi B.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. coercion B. misalnya gelar ningrat yang dapat disebut dengan . akomodasi C. akomodasi E. . asimilasi 5. tipe status D. ada pelaku dan dimensi waktu C. . D atau E! 1. dalam proses sosial tersebut seseorang yang cenderung menanggapi anjuran tertentu dari pihak lain tanpa berpikir panjang pada individu penerima disebut . . Salah satu bentuk proses sosial asosiatif antara lain kerja sama. imitasi B. C. assigned status B. akulturasi . . sugesti 4. Interaksi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. . identifikasi D. achieved status 3. .

2. A. 4.6. dan 5 B. sebagai petunjuk arah dan pemersatu 2. 2. . 4. 5 dan 1 C. dapat ditularkan 4. dan 3 D. . A. 1 dan 2 D. nilai kebenaran. dan 4 7. 1. 4. dan 5 8. yang termasuk nilai sosial menurut Prof. salah satu faktorfaktor yang dapat mempengaruhi antara lain . tradisional B. toleransi di antara mereka 4. . . dan 5 C. dan 5 B. 1. terisolasinya golongan tertentu Pernyataan di atas yang benar adalah . hormat. Budi selalu bersikap sopan. mempunyai pengaruh yang berbeda Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri nilai sosial adalah . nilai religius. 3. 1. . 3 dan 4 9. dan 4 E. kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. 2. persamaan unsur-unsur kebudayaan 2. 2. . . 1. merupakan alat pendorong dan pemersatu 3. nilai intelektual 5. . . instrumental Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 91 . 2. nilai keindahan 4. 1. 4 dan 5 B. . nilai vital Uraian di atas. afektif E. nilai kebaikan 3. Suatu proses sosial asimilasi dapat berjalan dengan lancar. 3. . 1. A. 2. irasional D. 2 dan 3 E. Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. dan 3 D. Notonegoro adalah . . 3. 2. Dr. nilai watak 2. nilai ekonomi. terbentuk melalui proses belajar 5. A. dan 4 E. nilai material. Tingkah laku Budi tersebut merupakan contoh tindakan sosial . rasional C. . 1. . dan patuh kepada kedua orang tuanya. . 3. perbedaan ekstrem latar belakang budaya 5. dan 5 C. nilai kejasmanian. Macam-macam nilai sosial: 1.

1. . ketaatan masyarakat terhadap norma sosial yang berlaku E. . Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. dan 5 D. kontak D. 2. Faktor penyebab terjadinya perbedaan nilai yang menjadi orientasi tindakan individu dalam masyarakat adalah . antara lain . waktu dan tempat B. Faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah . . . . ras dan keturunan E. A. A. 2. dan kelompok dengan individu. dan 5 11. folkways 14. A. Dalam suatu kehidupan masyarakat. . . 3. A. kepribadian dan sikap D. dan 4 B. norma sosial E. keselarasan antara interaksi dengan norma dan nilai sosial yang berlaku B. .10. antara kelompok dengan kelompok. . . . sumber 13. yang bersifat disosiatif adalah . Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan tentang nilai-nilai yang mereka anut disebabkan adanya perbedaan-perbedaan. keteraturan sosial dapat terbentuk dikarenakan adanya . 4. . custom C. . 3. dan 5 E. penerima C. . Suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat disebut . . dan 3 C. Perhatikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial berikut! 1. 1. kondisi masyarakat yang mau menerima norma-norma sosial 15. 92 Sosiologi SMA/MA Kelas X . komunikasi E. 4. persaingan tidak sehat mencapai prestasi terbaik 4. sistem sosial D. sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat D. imitasi B. A. . kerja sama membangun perusahaan 2. 2. norma-norma sosial beserta sanksi-sanksi bagi yang melanggar C. pengaturan kegiatan bersama dengan baik 3. . penyebaran rasa benci untuk menjatuhkan orang lain 5. perselisihan dengan cara yang kasar Dari contoh interaksi sosial di atas. pranata sosial B. 2. . tempat dan kebudayaan C. latar belakang pendidikan 12.

kemampuan. B. kemauan. Keteraturan sosial merupakan hubungan selaras antara . interaksi sosial. kebudayaan. kerja sama 19. struktur sosial E. A. kebiasaan kebiasaan. dan anggota masyarakat seluruhnya E. akomodasi C. E. . . pola D. dan interaksi anggota masyarakat D. disosiatif D. order B. . lingkungan. norma-norma sosial tersebut diterima secara mantap C. sosialisasi dan komunikasi antarindividu dalam kelompok C. asosiatif E. keinginan. norma-norma sosial tersebut mempunyai sanksi-sanksi E. perencanaan tata nilai. fasilitas kondisi lingkungan. . pengalaman. keajegan C. . C. A. tertib sosial E. harapan. individu. terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas 18.A. dan nilai yang berlaku dalam masyarakat 20. kemampuan pengetahuan. proses sosial. . . sistem sosial D. norma dan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat B. norma sosial. . D. Proses yang cenderung bersatu dan meningkatkan solidaritas anggota-anggota kelompok merupakan bentuk proses . Suatu kondisi masyarakat yang teratur di mana sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat sehingga berbentuk pembagian kerja dan pranata sosial dalam setiap individu atau kelompok disebut . kelas sosial Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 93 . proses sosial C. kepribadian. . status sosial B. A. . A. Masyarakat dapat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib. . kompetisi B. . . struktur sosial. tujuan. tata nilai 16. keteraturan sosial 17. . adapun salah satu cirinya . sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut B. . Interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya . motivasi. kelompok. A. adanya tata nilai tertentu yang dipakai oleh masyarakat D. tujuan.

Mengapa berubahnya lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan dan dinamika sosial? 5. Apa yang dimaksud keteraturan sosial? 9. Sebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial! 3. Apa yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan? 8. Sebutkan bentuk-bentuk dari perubahan situasi kependudukan! 6. Apa sumbangan dari adanya keteraturan sosial terhadap pembangunan bangsa? jelaskan! 94 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Jelaskan proses terbentuknya suatu lembaga! 2. Karakteristik apa saja yang menandai adanya hubungan antarstatus? 4. Apa yang dimaksud dengan struktur sosial? 7. Bagaimana upaya menciptakan keteraturan sosial di dalam masyarakat? 10.

SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosialisasi dan pembentukan kepribadian. Menghubungkan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan. Bersamaan dengan proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu. Mendeskripsikan hubungan sosialisasi dengan kepribadian. Bagaimanakah sosiologi yang kamu jalankan mempengaruhi kepribadianmu? Coba ikuti bab berikut ini. Melalui proses sosialisasi. seseorang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang struktur masyarakat. termasuk sistem nilai dan norma yang dipedomani oleh warga masyarakat. Setelah individu mencapai usia dewasa. struktur budaya. pengendalian emosi. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 95 . prakarsa. dan tanggung jawab yang tampak sehari-hari. Kepribadian terbentuk dari perpaduan antara faktor intern yang berupa warisan biologis dan faktor ekstern yang berupa pengaruh-pengaruh dari lingkungan di luar diri individu. Sebagaimana kita ketahui bahwa kepribadian merupakan gambaran umum yang menyeluruh dari perilaku yang khas yang dimiliki seseorang. kepribadian terbentuk secara stabil yang dapat terlihat melalui perilaku-perilaku yang khas. Sumber: Koleksi Editor P roses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu di tengahtengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam masyarakat. kerja sama. kegemaran.

Media Massa Sifat-sifat Khas Kepribadian Otoriter Peralihan Normatif 96 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Play Group.Sosialisasi Primer Sosialisasi Sekunder Ciri-ciri Fisik Tingkat Intelegensi Warisan Biologis Bakat-bakat Seni Proses Sosialisasi Media Sosialisasi Keluarga. Lingkungan Pendidikan.

Telah dilengkapi dengan sanksi 4. Terbentuk lebih dulu daripada norma 2. Nilai Sosial Setiap masyarakat mempunyai sistem tata kelakuan dan hubungan sendiri-sendiri. Terbentuk setelah adanya nilai. bisa tidak tertulis 5. Sistem inilah yang disebut tata nilai. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 97 .A. Belum dilengkapi sanksi 4. dan tegas) 3. Mempunyai fungsi mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat a. Tidak tertulis 5. Bersifat konkret (nyata. Bersifat abstrak (samar-samar) 3. Nilai-nilai sosial ini merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik. Berdasarkan uraian tersebut. Perbedaan Nilai dan Norma Sosial Secara mendasar. Mempunyai fungsi sebagai pedoman perilaku warga masyarakat Norma Sosial 1. Sistem nilai dan norma tumbuh dan berkembang melalui proses yang relatif panjang dan terseleksi sehingga norma dan nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dijadikan pedoman untuk menyatakan benar atau tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan orang di tengah-tengah masyarakat. norma dibuat untuk melaksanakan nilai 2. perbedaan nilai dan norma dalam penerapan pengaturan tertib sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. norma-norma sosial dibentuk dengan isi. Agar nilai-nilai sosial ini dapat dilaksanakan oleh warga. Penjelasan secara lengkap mengenai nilai sosial dan norma sosial termasuk peranannya secara detail akan dijabarkan pada uraian berikut ini. perintah-perintah. PERANAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI Tiap-tiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan norma yang berbeda-beda. dan larangan-larangan. Nilai Sosial 1. Selanjutnya tata nilai ini akan diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang lebih bersifat eksplisit dan dilengkapi dengan sanksi. Bisa tertulis. 1. jelas. nilai dan norma seperti dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu.

dilaksanakan. bersahaja. patokan-patokan. rajin. 98 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sikap lahiriah yang sopan. atau diperhatikan. Ada masyarakat yang amat mementingkan bentuk. Nilai sosial secara umum dapat dinyatakan sebagai keyakinan relatif kepada yang baik dan buruk. dan berguna berdasarkan ukuran yang berlaku dalam masyarakat. sedangkan di masyarakat lain menganggap kedua hal tersebut “tidak penting” atau dianggap sebagai gejala materialisme. penting. merumuskan bahwa nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting. dan keyakinan-keyakinan yang dianut oleh orang banyak dalam lingkungan suatu kebudayaan tertentu mengenai apa yang benar. Dilihat dari sudut perilaku masyarakat. Seperti halnya norma. dan orang perorangan. yang mengatakan bahwa nilai atau values dimaksudkan sebagai ukuran-ukuran. dan lain-lain. nilai juga bisa berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan lainnya. dan tutur kata yang ramah. yang benar dan salah. anggapan-anggapan. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik. suatu masyarakat menjunjung tinggi anggapan tentang waktu adalah uang dan kerja keras. Pengertian tersebut dipertegas oleh Polak (1985:30). mengatakan bahwa “Nilai-nilai juga memberikan perasaan identitas masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai”. Masih banyak pendapat-pendapat mengenai nilai sosial antara lain yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini. Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya menilai pentingnya “gotong royong” dan “hubungan kekerabatan”. Misalnya. Young. dan baik untuk dikerjakan. Dengan demikian. luhur. pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama. dapat dikatakan nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. hukum. adil. hemat. ide. melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan disertai emosi terhadap objek. benar. serta dianggap benar dan penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. Menurut Soleman (1990:63). nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu (tindakan) yang dianggap baik. nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat. tawakal. Setelah nilai sosial terseleksi dan berupa sesuatu yang telah dinyatakan benar dan baik. dan apa yang seharusnya tidak ada. pantas. Green.Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. kita sudah mempunyai gambaran bahwa nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. sholeh dan sholehah. kepada apa yang seharusnya ada. Contoh-contoh nilai antara lain jujur. beriman. dicita-citakan.

Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (estetika). Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang. etik). Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya. penghargaan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya fungsi. kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. Terbentuk dari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. budi). Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 99 . Notonegoro. Tetapi secara universal. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/ keamanan (karsa. Nilai material adalah segala benda yang berguna bagi jasmani manusia. yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. Dikatakan “daya guna fungsional” karena setiap obyek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan sistem masyarakat yang bersangkutan. Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat. tolok ukur nilai ini tidaklah jauh berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi empat macam. menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama. Tolok Ukur Nilai Sosial Setiap nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolok ukur yang berbeda-beda. yaitu sebagai berikut. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan. rasio. Ciri-ciri Nilai Sosial Secara universal nilai sosial mempunyai karakteristik sebagai berikut. baik positif maupun negatif. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat. Jenis-jenis Nilai Sosial Menurut Prof. Terbentuk melalui proses belajar. yaitu sebagai berikut. Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia. Dapat disebarluaskan melalui pergaulan. Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari akal manusia (cipta. yaitu daya guna fungsional yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Jadi. DR. nilai dapat dibagi menjadi tiga bagian. Tolok ukur yang dipakai memberi nilai (penghargaan) tertentu.Woods.

baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik antaranggota masyarakat dalam melakukan aktivitas sosialnya. diperlukan suatu peraturan untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai sosial tersebut dalam bentuk norma sosial. Secara kodrati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. tetapi terdapat banyak persamaan yang berupa moralitas yang bersifat universal (umum). norma kesusilaan dan kesopanan. Meskipun keempatnya mempunyai bidang pengaturan yang berbeda-beda. bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon). norma adat dan kebiasaan. Pengertian Norma Sosial Yang dimaksud norma sosial adalah semua bentuk ketentuan. Norma sosial ini meliputi norma agama. 16 Juni 2002 Gambar 4. Norma Sosial Untuk mewujudkan nilai-nilai sosial yang telah diyakini kebenarannya.b. baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. Dalam berinteraksi inilah terjadi berbagai macam pengaruh. serta norma hukum. Sumber: Tempo. Norma sosial dibuat berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi dengan maksud agar dapat dipatuhi sehingga warga masyarakat dapat berperilaku secara baik sebagaimana nilai-nilai yang ada. 100 Sosiologi SMA/MA Kelas X .1 Pencemaran lingkungan oleh suatu perusahaan melalui pembuangan limbah sembarangan dapat merugikan ekosistem sekitarnya sehingga perusahaan tersebut dapat dijerat dengan norma hukum. yang mengadakan hubungan timbal balik/berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk kelangsungan hidupnya.

suatu norma sosial mempunyai tahapan-tahapan dengan daya ikat yang berbeda-beda. cemoohan. Misalnya. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain. Bila ada yang memakainya tidak seperti kelaziman. norma-norma itu terbentuk secara tidak sengaja. Daya Ikat Norma Dalam proses tumbuh dan berkembangnya. norma-norma tersebut merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku di dalam pergaulan hidup.Dilihat dari aspek penyelamatan dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat. dahulu seorang perantara tidak diberi keuntungan. usage menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antara individu. dalam soal jual beli. kiri atau di belakang. Sesuatu yang diulang-ulang memberikan bukti bahwa perbuatan itu dianggap baik. sinisme. dan sebagainya. tidak di samping kanan. dapat dirumuskan bahwa norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi perintah atau larangan demi tercapainya ketertiban dan kedamaian. yang ada hanya berupa teguran agar dipakai dengan benar. sekarang seorang perantara harus mendapat bagiannya. norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Tetapi ketentuan ini belum memiliki daya ikat yang kuat karena seolah-olah tidak ada sanksinya. seseorang tidak dapat bertindak semaunya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Pada mulanya. Kebiasaan (Folkways) Folkways adalah norma yang mempunyai kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. ejekan. Suatu penyimpangan terhadap usage tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat. Dengan adanya norma. Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101 . sehingga mereka dijauhi oleh masyarakat di lingkungannya. Adapun tahapan-tahapan proses terbentuknya norma sosial sesuai dengan tingkatan daya mengikatnya adalah sebagai berikut. tetapi lama kelamaan norma itu dibuat secara wajar. Contoh: orang memakai topi secara benar. Dalam soal perjanjian. Berdasarkan uraian tersebut. Pada hakikatnya. dahulu berbentuk lisan sekarang harus berbentuk tulisan. lidah topi berada di depan. Pada kondisi seperti ini. tetapi sekadar celaan. manusia menciptakan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berfungsi melindungi diri dari kekuatan-kekuatan destruktif. Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Cara (Usage) Pada hakikatnya.

Adat Istiadat (custom) Apabila suatu kelakuan telah menyatu dengan struktur budaya setempat. Selanjutnya baru memasuki rumah ketika dipersilahkan oleh tuan rumah. maka terbentuklah norma dengan tingkatan yang lebih tinggi daya ikatnya yang disebut adat. baik langsung maupun tidak langsung. Contoh: dalam suatu rangkaian upacara perkawinan menurut tata cara adat selalu didahului dengan upacara lamaran dan peningsit sebagai suatu tanda ikatan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan. Jenis-jenis Norma Berlakunya suatu norma dalam masyarakat dapat berlangsung dalam lingkungan pergaulan yang formal seperti dalam tata pemerintahan atau dalam suasana nonformal seperti yang berada dalam lingkungan keluarga. Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang keras.Contoh: apabila memasuki rumah orang lain sebaiknya permisi dulu dengan mengetuk pintu atau memberi salam seperti “assalamu‘alaikum”. Kebiasaan ini juga belum mempunyai daya ikat yang relatif kuat karena memasuki rumah teman atau saudara kandung kadang-kadang tidak perlu melakukan itu dan tidak akan dipersalahkan. Tata Kelakuan (Mores) Pada perkembangan norma sosial setingkat. yaitu norma dilihat dari resmi atau tidaknya dan norma utama. atau lingkungan permainan. tata kelakuan atau mores mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. Norma terbagi menjadi dua kelompok. kerabat. Tata kelakuan tersebut memaksakan satu perbuatan yang lain. seorang individu akan dicemooh atau dihina oleh warga masyarakat karena tidak mematuhi tata cara adat sebagaimana layaknya dilakukan oleh warga masyarakat yang lain. serta memiliki kekuatan yang mengikat. 102 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jadi. adat istiadat atau custom adalah suatu tata kelakuan yang sakral dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Tetapi ketika memasuki rumah orang yang benar-benar yang belum dikenal. Pada dasarnya. Apabila tidak melalui prosedur itu. tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut. barulah hal tersebut dilaksanakan.

Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh masyarakat. (2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang datang dari hati sanubari manusia itu sendiri. namun semua angota sadar bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dari patokan resmi. Contoh: normanorma pergaulan dalam keluarga dan kerabat. Norma Utama Norma utama adalah norma-norma yang mempunyai peranan sangat strategis dalam tata pergaulan masyarakat. Hanya orang yang beragama yang percaya bahwa pelanggar norma akan dihukum di akhirat dan yang mematuhi norma-norma agama akan mendapat pahala. Walaupun dikatakan tidak diwajibkan. (3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengajarkan agar seseorang bersikap sopan terhadap orang lain sebagai anggota masyarakat. Contoh: berpelukan dan berciuman di depan umum. yaitu Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103 . antara lain: (1) Norma Agama Norma agama pada hakikatnya merupakan wahyu langsung dari Tuhan. Jadi. Dalam norma agama tidak ada ancaman sanksi nyata dalam kehidupan dunia. memasuki rumah orang lain hendaknya memberi isyarat terlebih dahulu. dan pada kenyataannya merupakan faktor yang tidak kecil artinya dalam menjamin ketertiban masyarakat.Norma resmi dan tidak resmi (1) Norma resmi (formal) Pada dasarnya. norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat. norma agama lebih menyangkut pribadi tiap-tiap individu. Contoh: meludah di sembarang tempat. Contoh: hubungan tata kerja kedinasan di lingkungan Departeman Pertahanan dan Keamanan. Norma-norma utama dibedakan menjadi empat macam. meskipun mereka suami istri tetapi dianggap bertentangan dengan norma kesusilaan. (2) Norma tidak resmi (nonformal) Yang dimaksud dengan norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas (subconscious) dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan.

assalamu‘alaikum. kepentingan pihak-pihak yang lemah sering kali dirampas oleh pihak-pihak yang kuat. Tetapi dengan melalui sanksi yang ada pada setiap 104 Sosiologi SMA/MA Kelas X . (5) Norma Adat Kebiasaan-kebiasaan yang telah menyatu dengan tata kehidupan masyarakat serta mengandung nilai-nilai ritual yang diyakini dinamakan norma adat. Ini mengandung pengertian bahwa nilai dan norma telah terseleksi sebagai suatu panduan perilaku yang diyakini kebenarannya. serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh hukum atau undang-undang. kulonuwun (Jawa). 2. b. Selanjutnya panduan perilaku itu dapat dicontoh oleh warga masyarakat yang lain dalam berbagai segi kehidupan. (4) Norma Kebiasaan Norma kebiasaan adalah kumpulan petunjuk hidup tentang perilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. dan sebagainya. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Secara garis besar. Norma hukum berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. Sebagai Benteng Perlindungan Nilai dan norma dalam suatu tata pergaulan merupakan pelindung terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. terutama bagi pihak-pihak yang lemah. Dengan demikian. melarang. Dengan demikian. dan sebagainya. Selain itu. nilai dan norma sosial mempunyai beberapa fungsi. Contoh: membawa oleh-oleh ketika pulang dari bepergian. benteng perlindungan. Sebagai Petunjuk Arah Perilaku Nilai dan norma berfungsi sebagai arah atau panduan perilaku warga masyarakat. Tanpa adanya nilai dan norma yang berlaku. a. warga masyarakat akan berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh sistem nilai dan norma yang ada. Contoh: upacara kematian dan upacara pernikahan (6) Norma Hukum Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah. pembakaran mayat (ngaben). nilai dan norma akan melindungi pihak-pihak yang lemah sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak-pihak yang kuat.menyatakan punten (Sunda). yaitu sebagai petunjuk arah perilaku. hukum juga berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. Norma itu mengatur. dan pendorong.

melainkan dapat mengalami pergeseran atau perubahan secara mencolok. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Nilai dan Norma Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak bersifat kekal. manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh beradab. c. Dengan kata lain. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi itulah. 3.2 Aparat penegak hukum hendaknya dapat benar-benar menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. Sumber: Tempo. maka manusia-manusia dari bangsa yang belum maju pun akan terdorong untuk mengejar keparipurnaan tersebut. munculah harapan baik dalam diri manusia. Norma dan nilai pada dasarnya akan mengalami Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 105 . Hal yang demikian dapat juga terjadi pada nilai dan norma sosial yang telah dibakukan kebenarannya. Sebagai Pendorong Di sisi lain nilai dapat berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. 4 Maret 2001 Gambar 4. apabila manusia dari bangsa dan negara yang telah maju sanggup dan berhasil merealisasikan diri mereka menjadi manusia yang paripurna. Karena adanya nilai sosial yang luhur. perbuatan semena-mena itu dapat dicegah secara preventif maupun represif untuk melindungi yang lemah. bukan sebagai alat untuk menakut-nakuti rakyat. Manusia menjadi manusia paripurna berkat keberhasilannya merealisasikan nilai sosial yang tinggi menjadi kenyataan konkret.norma.

Dari dua contoh ini. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai dan norma di masyarakat. perubahan pemerintahan dari orde lama ke orde baru banyak sekali mengakibatkan perubahan tata nilai yang menyangkut perubahan perundang-undangan. misalnya telah melahirkan suatu ide untuk menertibkan dan membuat peraturan perundangan baru yang melarang pendirian bangunan/rumah pada daerah-daerah resapan. Melalui inovasi inilah. b.perubahan atau pergeseran sesuai dengan perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat. Itu saja merupakan warisan dari pemerintah Hindia Belanda. teknologi transportasi. a. terjadi perubahan nilai dan norma yang semata-mata didorong oleh tuntutan perubahan tingkat peradaban yang terjadi dalam masyarakat. dan teknologi berikut perubahan tata nilai dan sistem norma. dan lain-lain. Cepat atau lambat setiap masyarakat tentu mengalami perubahan dan perkembangan. Hal ini terjadi terutama apabila figur penguasa terdahulu mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan figur pemerintahan yang baru. norma-norma hukum berada dalam jumlah yang sangat sedikit. Perubahan-perubahan itu misalnya ditandai dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan Nomor 2 tahun 1989 yang kemudian disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Demikian juga munculnya RUU Pengaturan Penggunaan Air Tanah. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi informatika. Hal serupa juga terjadi pada peralihan struktur pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi. yaitu setelah runtuhnya pemerintahan Soeharto dengan nafas Golongan Karya menjadi sistem pemerintahan reformasi hingga pemerintahan Megawati yang bernafaskan demokrasi. Perubahan struktur pemerintahan dalam suatu negara sering kali berkelanjutan dengan perubahan sistem nilai dan norma dari pemerintah terdahulu kepada pemerintahan yang baru. Sebagai contoh dengan munculnya bencana banjir di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Jakarta. Dengan perubahan dan perkembangan ini. Sebagai salah satu contoh kejadian yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. baik invention maupun discovery akan mendorong terjadinya inovasi-inovasi. Hal ini berkaitan dengan pengaturan perilaku warga masyarakat untuk menciptakan tertib sosial. Perubahan Tingkat Peradaban Sebagai akibat adanya penemuan baru. berubah pula sistem budaya. tingkat peradaban akan mengalami peningkatan. teknologi pendidikan. Sebagai contoh: ketika Indonesia merdeka. Di Indonesia. . mulai bermunculan peraturan-peraturan perundangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan pada saat itu. Tetapi dengan perubahan-perubahan tingkat peradaban masyarakat Indonesia. Berubahnya Struktur Pemerintahan Suatu revolusi sosial sering kali diikuti dengan perubahan struktur pemerintahan secara mendasar. sistem ilmu pengetahuan.

Akibat lanjutannya adalah munculnya perubahan-perubahan peraturan perundangan yang dipandang sudah tidak efektif untuk mengatur dan mengendalikan perilaku warga masyarakat. Ada empat fungsi keluarga yang pokok. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Penemuan-penemuan Baru Sebagai tindak lanjut dari berkembangnya tingkat pendidikan. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi? 4. 1. Meluasnya pergaulan antarmanusia yang melintasi batas-batas negara telah mengakibatkan adanya keinginan-keinginan untuk meniru atau mengadopsi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 107 . e. Perubahan dan perkembangan itu semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja manusia. Penemuan baru yang semakin banyak bermunculan akan melahirkan suatu bentuk pengaturan dan perlindungan terhadap penemuan baru itu sendiri seperti lahirnya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta yang akhir-akhir ini marak dibicarakan di kalangan elit pemerintahan di Indonesia. maka manusia terus-menerus melakukan penyelidikan dan penjelajahan untuk mengungkap fenomena-fenomena alam dan fenomena sosial yang ada di muka bumi. sebutkan dan jelaskan! d. penemuan baru dapat berupa discovery maupun invention.c. Jelaskan macam-macam norma sosial yang ada di dalam masyarakat beserta peranannya! 3. Pada dasarnya. Penemuan baru ini akan berkelanjutan dengan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai segi kehidupan yang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan penemuan baru tersebut bagi kehidupan manusia. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi primer dan sekunder? 2. Upayaupaya inilah yang kita sebut penemuan baru. Era ini telah membuka banyak bangsa di dunia saling bertukar pengaruh dan budaya. Pengaruh Kebudayaan Asing Bergulirnya era globalisasi menjadikan komunikasi dan pergaulan umat manusia sedunia menjadi satu lingkungan yang efektif dan tidak lagi ada sekat-sekat batas antarnegara.

Proses ini berupa proses alamiah yang dilakukan oleh semua individu sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari tata pergaulan dengan manusia yang lain. Dalam proses perkembangannya. Proses sosialisasi primer berlangsung sejak lahir hingga dewasa di lingkungan setempat. Untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. baik alasan pekerjaan. proses sosialisasi berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang akhirnya memasuki lingkungan masyarakat luas. Proses percampuran budaya antarbangsa memungkinkan terjadinya akulturasi budaya.budaya-budaya asing tertentu ke dalam masyarakat setempat termasuk sistem pendidikan. dan penetrasi budaya. proses sosialisasi meluas ke lingkungan masyarakat setempat seperti dengan lingkungan sepermainan dan lingkungan komunitas setempat. perkawinan. asimilasi budaya. proses sosialisasi adalah proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh seorang individu selama hidupnya sejak lahir sampai dengan meninggal. atau menempati perumahan yang baru. sistem perundangan. Dengan demikian. seorang individu mula-mula mengenal lingkungan sosial terdekatnya seperti anggota keluarga dan kerabatnya. dan lain-lain. Sosialisasi sesungguhnya merupakan proses yang bersifat kodrati. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan persiapan dalam melaksanakan proses pergaulan lebih lanjut dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan kehidupan yang baru tersebut. Keberhasilan suatu proses sosialisasi akan ditandai dengan adanya keterampilan atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang dibatasi dengan sistem tata nilai dan norma yang berbeda-beda. 1. PROSES SOSIALISASI Proses sosialisasi pada hakikatnya adalah proses belajar berinteraksi bagi individu di tengah-tengah masyarakat. Pada proses ini. proses sosialisasi pasti dilakukan oleh semua orang dalam bentuk sosialisasi primer maupun proses sosialisasi sekunder. seorang pejabat baru harus melakukan sosialisasi dengan lingkungan sosial yang 108 Sosiologi SMA/MA Kelas X . B. Dalam arti sempit. Dalam arti luas. Tujuan Sosialisasi Pada dasarnya. artinya dengan sendirinya setiap orang secara naluriah akan melaksanakan proses ini dan sering kali tujuan itu sangat tidak disadari. Akan tetapi. sistem telekomunikasi. Proses sosialisasi sekunder dilakukan ketika orang mengalami perpindahan tempat tinggal. bagi seorang pejabat baru yang memasuki medan tugas yang baru sangat disadari bahwa untuk mengawali tugas kedinasannya. baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. pergaulan antarnegara sangat memungkinkan perubahan nilai dan norma dengan mengadopsi budaya asing. Kemudian. ikutilah uraian berikut ini. proses sosialisasi merupakan proses mengenal lingkungan.

posisi. dengan teman sejawat. dan dengan lingkungan masyarakat luas. Untuk mengetahui lingkungan sosial. Sumber: Ayahbunda. Untuk mengetahui lingkungan fisik yang baru.3 Proses sosialisasi dalam keluarga dimulai semenjak anak masih kecil. Pengetahuan seperti ini akan sangat berguna bagi seseorang yang baru untuk mendukung kelancaran proses menjalankan kedudukan dalam tugas kedinasan yang baru. skema. baik lingkungan sosial tempat individu tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru. Aktivitas yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari proses sosialisasi adalah memperkenalkan diri dengan instansi-instansi terkait. 10–23 Maret 2001 Gambar 4. Hal-hal yang diperoleh dalam proses sosialisasi adalah pengetahuan-pengetahuan untuk membekali seorang individu dalam melaksanakan pergaulan di tengah-tengah masyarakat antara lain sebagai berikut. dengan tokoh-tokoh masyarakat.baru. dan sub-sub area yang berada di lingkungan yang baru tersebut. kedudukan. Dengan mengetahui lingkungan fisik dari suatu daerah. dengan mitra kerja. seseorang akan mengenali arah. Lingkungan sosial ini meliputi pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan aktivitas individu tersebut. dengan atasan langsung. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 109 .

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Setiap orang mempunyai warisan biologis yang berbeda-beda. ciri-ciri fisik. Artinya. Faktor Intrinsik Sejak lahir. Hal ini akan membekali seorang individu dalam proses pergaulan dan proses penyesuaian diri dengan lingkungan masyarakat tersebut. dan adat istiadat yang berlaku di daerah itu. Oleh sebab itu. Dengan demikian. Suatu proses sosialisasi dikatakan berhasil apabila ditandai oleh hal-hal berikut. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisiknya. Meningkatnya status yang sering kali diikuti dengan meningkatnya kepercayaan dan meningkatnya peranan sosial di lingkungan sosial yang baru. manusia itu sesungguhnya telah memiliki pembawaan-pembawaan yang berupa bakat. Adapun penjelasan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik tersebut di atas adalah sebagai berikut. akhirnya sosial budaya suatu masyarakat dapat diketahui. 2. Wujud nyata faktor intrinsik antara lain dapat berupa pembawaan-pembawaan atau pun warisan biologis termasuk 110 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Untuk mengetahui lingkungan tipe sosial budaya suatu masyarakat. tidak akan mengakibatkan kegagalan dalam proses pergaulan. tata nilai. Pada hakikatnya. Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang akan mengakibatkan ketenteraman dalam pergaulan dan keberhasilan dalam karir dan usaha. seorang individu yang memasuki lingkungan sosial baru perlu mengetahui sistem tata kelakuan.Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Dalam suatu proses sosialisasi. dan lingkungan pendidikan merupakan faktor ekstrinsik. lingkungan sepermainan. peradaban. Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan di antara individu tersebut dengan warga masyarakat yang lain. sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga. Warisan biologis inilah yang dimaksud dengan faktor intrinsik. lingkungan pekerjaan. proses sosialisasi telah membekali seorang individu dengan berbagai pengetahuan yang ada di dalam lingkungan masyarakat sehingga seseorang dapat sukses melaksanakan pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. yaitu faktor yang berada di luar diri seorang individu. dan kemampuan-kemampuan khusus warisan orang tuanya. Setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda. a. faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi.

Oleh Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 111 . Ketika anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok primer lain di luar keluarga. dan lain-lain. jenis kepribadiannya pun mudah diarahkan dan terbentuk. hobi. pondasi dasar kepribadiannya sudah ditanamkan secara kuat. Di samping itu juga dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya masyarakat yang menyangkut struktur pemerintahannya. tentu saja keluarga tidak terlepas dari kondisi-kondisi yang ada dalam masyarakat. Dalam kehidupan sosial. Keluarga Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai tugas dalam proses pembudayaan. karakter. emosi. Faktor ekstrinsik dapat berupa normanorma. Proses pembentukan budaya baru pada masyarakat sangat tergantung pada keluarga.kemampuan-kemampuan yang ada pada diri seseorang. dan sistem mata pencarian yang ada di dalam masyarakat. a. struktur mata pencariannya. baik norma maupun nilai-nilai yang berlaku. terutama kepada generasi muda yang menjadi anak keturunannya. motivasi. struktur budaya dan seninya. pengetahuan. 3. yaitu sebagai berikut. Faktor-faktor ini akan menjadi bekal seorang individu untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam proses sosialisasi. di sisi lain merupakan faktor pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik buruknya suatu aktivitas dalam suatu proses interaksi. IQ. Media Sosialisasi Media sosialiasi adalah sarana seorang individu belajar berinteraksi untuk mengenal sistem tata kelakuan dan hubungan di lingkungan masyarakatnya. Di satu sisi merupakan faktor pendorong untuk mewujudkan suatu keinginan. dan nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri. seorang individu akan dibatasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Keluarga merupakan kelompok primer yang pertama dikenal seorang anak. Faktor intrinsik dalam realitanya justru merupakan faktor yang dominan. Faktor Ekstrinsik Sejak manusia dilahirkan. Perpaduan antara faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi. Misalnya bakat. Adapun media sosialisasi itu setidaknya terdiri dari empat macam. dan lain-lain. sistem sosial. Untuk melakukan proses sosialisasi. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas. terutama melalui proses sosialisasi anak-anak ke masa dewasa. manusia telah mendapat pengaruh dari lingkungan di sekitarnya yang disebut faktor ekstrinsik. sistem budaya. b. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan keterampilan.

Berikut adalah proses sosialisasi di lingkungan sekolah. norma dan nilai itu dapat berpengaruh terhadap tindakan yang akan dijalankan oleh keluarga. seorang anak akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang praktis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.karena itu. Misalnya. Pada lingkungan ini. nilai-nilai dan norma-norma yang disampaikan tertanam dalam diri si anak melalui penglihatan atau pendengaran. Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Membantu orang agar siap mencari nafkah hidup bila telah tiba waktunya. media cetak. aturan perkawinan yang harus sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya. Jadi. Masyarakat berbicara melalui mulut orang tua dan masyarakat bertindak melalui tindakan orang tua. b. Dengan adanya lingkungan sekolah yang baik memungkinkan proses pembentukan kepribadian anak dapat berlangsung dengan baik. Di masa informasi ini. Lembaga sekolah mendidik dan mengajarkan pengetahuan yang dianggap perlu dan tidak mungkin lagi ditangani oleh lingkungan keluarga. serta pengaruh kondisi siswa pada umumnya sehingga tercipta suatu iklim belajar yang kondusif. selanjutnya ia akan memasuki lingkungan yang lebih luas. baik media suara. jelaslah bahwa media massa dapat menjadi media atau alat sosialisasi untuk menyampaikan berbagai informasi yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Lembaga pendidikan primer adalah sekolah formal yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. justru media massa yang mempunyai kedudukan sangat strategis dalam mempengaruhi 112 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pengaruh-pengaruh ini berasal dari program pendidikan yang dilaksanakan melalui guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya. Lingkungan Sekolah Setelah seorang anak belajar berinteraksi di lingkungan keluarga. Dengan perkembangan teknologi informasi. Media Massa Media massa merupakan media sosialisasi yang sangat luas dan cukup efektif pengaruhnya dalam proses sosialisasi bagi seorang individu. Dengan demikian. Membentuk kepribadian. maupun media gambar dapat memberikan pengaruh perkembangan anak. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan. c. yaitu lingkungan sekolah. Keberadaan media tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat pada umumnya. Akibatnya. Menolong orang dalam mengembangkan potensi pribadi dan pengembangan masyarakat.

Perkumpulan bermain sepeda santai. baik RRI (Radio Republik Indonesia) maupun radio-radio swasta. Hal ini terjadi karena lingkungan kerja mempunyai norma-norma yang lebih kuat serta pengawasan yang ketat sehingga dapat membentuk kepribadian menjadi sempurna. Radio. Lingkungan ini berlangsung di sela-sela pendidikan dan pergaulan rumah tangga. Dalam kelompok teman sepermainan. anak mematuhi aturan yang berlaku jika ingin diterima menjadi anggota kelompoknya. baik swasta maupun televisi pemerintah. kegemaran. Sosialisasi di lingkungan teman sepermainan yang baik bisa mendukung terbentuknya kepribadian seseorang menjadi baik atau sebaliknya. cerita bergambar. e. Melalui anggota kelompok sepermainan. komik remaja. Surat kabar. Lingkungan ini cukup efektif mengisi pengetahuanpengetahuan dalam proses seorang individu. Perkumpulan kelompok belajar (les). buku-buku bacaan lainnya seperti novel. Majalah. Seseorang dapat belajar dari teman-teman di lingkungan kerjanya tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. tanggung jawab. Lingkungan kerja bisa menjadi media sosialisasi bagi orang yang bekerja di lingkungan itu. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 113 . Teman Sepermainan (Play Group) Teman sepermainan atau play group adalah lingkungan pergaulan anak yang mempunyai usia relatif sebaya. Internet. buletin.kepribadian seseorang karena media massa lebih banyak mendominasi waktu-waktu luang yang dimiliki oleh individu. Kelompok teman sepermainan di tingkat remaja pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat dengan kelompoknya. dan hal lainnya akan lebih berkembang membentuk kepribadian yang relatif stabil. Lingkungan Kerja Bagi orang dewasa. Beberapa media massa yang mempunyai peranan strategis dalam pembentukan kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. prakarsa. Televisi. Ia pun akan berusaha mematuhi nilai dan norma yang berlaku agar dapat diterima sebagai anggota di tempat kerja tersebut. Perkumpulan bermain musik. dan lain-lain. anak belajar hidup bersosial. lingkungan kerja merupakan lingkungan yang relatif baik untuk mengembangkan dan mematangkan pribadi seorang individu. kerja sama. Melalui lingkungan kerja inilah. d. Beberapa contoh lingkungan sepermainan yang cukup efektif mempengaruhi kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. Perkumpulan bermain sepak bola.

dan lingkungan masyarakat luas. kepribadian memang telah diwariskan oleh ayah dan ibu dalam bentuk yang masih samar-samar yang disebut warisan biologis. maupun lingkungan masyarakat luas. Pengertian Kepribadian Pada awalnya. Sumber: Koleksi Editor Gambar 4. lingkungan teman sepermainan. lingkungan kerabat. postur tubuh. lingkungan sosial. Selanjutnya. warisan biologis ini berkembang menjadi semakin nyata ketika seorang anak melakukan proses sosialisasi sesama manusia dimulai dari lingkungan keluarga. lingkungan sepermainan. lingkungan pendidikan. Sifat-sifat khas. lingkungan kerja. warna kulit. Golongan darah. Kemudian. seperti raut muka. 114 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adanya proses sosialisasi menjadikan seorang individu memperoleh nilai-nilai yang beraneka macam.C. nilai-nilai ini menjadi satu sistem nilai yang paling diyakini dan paling mempengaruhi tipe perilaku seseorang yang dinamakan nilai sentral. coba kamu perhatikan bagan berikut ini. Kepribadian merupakan perwujudan dari nilai-nilai sentral yang diyakini dan dipedomani seseorang untuk menentukan perilaku secara umum. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi di lingkungan keluarga. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. Warisan biologis dapat berupa beberapa hal berikut. Gambaran lebih jauh mengenai proses pembentukan kepribadian.5 Lingkungan pergaulan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Ciri-ciri fisik. Bakat.

Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip. nilai-nilai sosial. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 115 . Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku khas yang diperbuat seseorang dalam kegiatan sehari-hari. individu yang telah terbentuk kepribadiannya akan turut mempengaruhi budaya masyarakat di lingkungannya. lingkungan pergaulan termasuk lingkungan kerja. Selanjutnya. dan lingkungan masyarakat luas. baik dari lingkungan pendidikan. Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi ke generasi. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang positif maupun yang negatif. media massa. dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan kerabat. Sesungguhnya di sinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yang mendominasi perilaku seseorang. dan pengaruh dari masyarakat luas. serta keterampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya. pengetahuan. kita dapat mengetahui tipe kepribadian seseorang. lingkungan pergaulan.1 Bagan Pembentukan Kepribadian melalui proses Sosialisasi Berdasarkan bagan tersebut.Proses Pembentukan Kepribadian Lingkungan Pendidikan Media Massa Lingkungan Keluarga dan Kerabat Lingkungan Pergaulan Generasi Baru dengan Warisan Biologis tertentu Proses Sosialisasi Generasi Baru dengan Kepribadian tertentu Lingkungan Pendidikan Bagan 4. lingkungan pendidikan.

atau perpaduan dari keduanya. Selanjutnya. presenter. misalnya sifat pendiam. dan hal yang bersifat abstrak seperti karakter. Demikian juga orang yang bergaul di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda akan menghasilkan suatu proses pembentukan kepribadian yang berbeda-beda pula. yaitu kecakapan seseorang yang dapat diukur dengan sejumlah pertanyaan. seni karawitan. IQ.2. Yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki corak kepribadian yang tidak pernah sama walaupun pada anak yang kembar sekalipun. postur tubuh. dan lainlain. sifat ekstrim atau normatif. dan lain-lain. dan lain-lain yang mempunyai kemiripan dengan ayah. Kepribadian bersifat abstrak dalam hal ini. bakat. ibu. Ciri-ciri fisik. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap anak walaupun memiliki asal usul/keturunan yang sama pada dasarnya ia memiliki kepribadian yang berbeda. bentuk raut muka. 116 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Menurut Mendel. faktor pembawaan ini bisa dominan ayah (XY). Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Ada dua faktor besar yang turut mempengaruhi corak kepribadian seorang individu. ibu. Tingkat IQ. seni suara. seni tari. yaitu tidak dapat dilihat dengan panca indera dan hanya dapat dideteksi melalui perilaku-perilaku keseharian yang asli yang tidak dibuat-buat. Bentuk-bentuk warisan biologis terdiri dari halhal berikut ini. a. Sifat-sifat khas yang berasal dari orang tua. yaitu warna kulit. seperti seni lukis. dominan ibu (XX). Faktor Warisan Biologis Faktor warisan biologis adalah faktor-faktor yang berupa bawaan dari leluhurnya. Namun demikian. postur tubuh. sifat ramah. sifat pemarah. seperti warna kulit. olahragawan. Bakat. serta kakek dan nenek dari ayah maupun dari ibu. Faktor-faktor ini sesungguhnya merupakan pondasi yang menjadi cikal bakal untuk proses pembentukan suatu kebudayaan. Kepribadian dapat diumpamakan sebagai suatu bangunan rumah dan faktor pembawaan merupakan kerangkanya. tipe rambut. yaitu dari ayah. dan lain-lain. Faktor pembawaan dapat berupa bentuk fisik. bisa dari ayah atau dari ibu. IQ ini bisa mirip dengan ayah atau pun dengan ibu. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang antara lain sebagai berikut. politikus. raut muka. atau merupakan variasi dari ayah atau ibu. bisa juga seorang ibu yang memiliki kemampuan reproduksi sempurna dapat mewariskan faktor-faktor genetika yang sangat panjang yang berantai dari orang tua ibu atau nenek dan kakeknya ibu. desain dan pengembangan variasi dan interior rumah merupakan faktor-faktor milieu atau faktor lingkungan. yaitu faktor warisan biologis yang berupa pembawaan-pembawaan dan faktor-faktor lingkungan tempat seorang individu melakukan pergaulan.

Lingkungan Keluarga Yang dimaksud keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. Proses pendidikan budi pekerti di dalam keluarga sangat efektif untuk proses pembentukan nilai-nilai sentral yang selanjutnya menjadi pondasi pembentukan kepribadian seseorang. Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah lingkungan sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. dan pelatihan keterampilan yang berpengaruh besar dalam proses pengembangan bakat dan pembawaan lainnya yang bersifat positif. lingkungan pergaulan. pengajaran. seorang individu akan dikuatkan pondasi kepribadiannya dalam proses kepribadian yang dewasa. ibu. Bagaimana proses pembentukan kepribadian? 3. seorang individu mendapatkan pendidikan. yaitu lingkungan keluarga. Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang cukup efektif pula dalam mempengaruhi kepribadian. Kepribadian antara seorang individu dengan individu yang lain tidak sama tergantung dari tipe-tipe faktor lingkungan yang mempengaruhinya. bila lingkungan pendidikanBab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 117 . dan lingkungan masyarakat luas. Tiap-tiap keluarga mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Apakah kepribadian dapat mengalami perubahan? Jelaskan jawabanmu! b.1. Di lingkungan sekolah. Dengan pemberian bekal pengetahuan nilai-nilai dan budi pekerti. Akan tetapi. dan anak-anak. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari lingkungan sosial seorang individu. Apakah kepribadian itu? 2. lingkungan pendidikan. lingkungan kerja. Jelaskan mengapa faktor lingkungan mempunyai peran yang lebih penting dalam pembentukan kepribadian! 4. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat fundamental dalam menampung berbagai kegiatan individu ketika masa kanak-kanak. Situasi pendidikan seorang individu bersekolah juga sangat efektif dalam proses pembentukan kepribadian. Faktor Lingkungan Lingkungan mempunyai peranan dalam proses pembentukan kepribadian individuindividu. media massa.

sesungguhnya lingkungan pergaulan justru mengakibatkan bakat-bakat negatif tumbuh subur dan berkembang yang pada gilirannya akan mewarnai tipe-tipe kepribadian yang tidak diinginkan. Apabila hal ini tidak dilakukan. Untuk itu. VCD. Contoh media massa yakni buku. ilmu pengetahuan. maupun lingkungan tempat tinggal. Dengan demikian. pada umumnya individu bergaul dengan orang lain yang sebaya. Lingkungan ini dapat berupa teman sepermainan. Pada pergaulan di lingkungan sepermainan. 19 Maret 2001 Gambar 4. koran. televisi. emosional. internet. lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua agar ada fungsi pengendalian terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. kikir.5 VCD-VCD pendidikan. dan cerita yang berpesan moral dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak. cabul. sombong. takabur. Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan berada di lingkungan masyarakat setempat dan mempunyai usia yang relatif sebaya. serta sifat-sifat negatif lainnya. Sumber: Warta Ekonomi. hal itu justru dapat mempersubur proses pengembangan faktorfaktor pembawaan yang bersifat negatif seperti serakah. Yang dimaksud dengan lingkungan pergaulan adalah lingkungan di mana seorang individu secara efektif menghabiskan waktunya pada lingkungan tersebut. tamak. Media massa mempunyai peran cukup efektif dalam proses pembentukan kepribadian.nya kurang baik. dan rakus. majalah. belum ada pihak yang menjadi pengendali atau pun pengontrol terhadap perilaku-perilaku yang negatif. radio. 118 Sosiologi SMA/MA Kelas X . lingkungan setempat. Media Massa Media massa merupakan perangkat-perangkat yang menjembatani komunikasi antara individu atau kelompok individu dengan individu atau kelompok individu yang lain. dan lain-lain.

sedangkan unsur yang kedua disebut capital personality. Juga tak dapat dihindari jika yang berkembang tidak hanya bakatbakat atau pembawaan yang positif. lingkungan pergaulan. melainkan yang negatif. Fase ini diawali dari Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 119 . Lingkungan masyarakat luas merupakan komponen yang terakhir yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang. lingkungan kerja. dan pemerintah yang kesemuanya dapat berpengaruh positif atau negatif dalam proses pembentukan kebudayaan. pemuka agama.Melalui media massa. Fase pertama dimulai sejak anak berusia 1 – 2 tahun ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. yaitu sebagai berikut. Namun demikian. Unsur yang pertama juga disebut struktur dasar kepribadian (basic personality structure). dan lingkungan sepermainan. Lingkungan masyarakat luas dapat pula berupa peranan tokoh masyarakat. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. yaitu sejak lahir hingga dewasa. 3. dan lingkungan setempat. b. kelompok elit pemerintahan. lingkungan pendidikan. Lingkungan Masyarakat Luas Lingkungan masyarakat luas juga mempunyai andil dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak. seorang individu memperoleh masukan-masukan yang akan mempengaruhi proses pengembangan bakat/pembawaan yang dimilikinya. Sesungguhnya lingkungan masyarakat luas merupakan gabungan dari lingkungan keluarga. kerabat. Anggapan-anggapan ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain. tetapi tidak seefektif pada lingkungan keluarga. Masukan-masukan itu dapat berupa ilmu pengetahuan maupun wawasan duniawi. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting. Bagian yang kedua adalah unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. Fase Kedua Fase kedua merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. skala wilayahnya jauh lebih luas apalagi dengan terbukanya sarana telekomunikasi dan sarana transportasi yang memadai. Fase Pertama Kepribadian terbentuk melalui proses yang sangat panjang. Bagian yang pertama adalah unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari.

indah. dan seterusnya. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil. dan lainlain. birahi. Hal tersebut yang tampak dari perangai. tidur. kepribadiannya tersebut mulai nampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. Jika tingkat perekonomiannya berbeda. mengasuh. dapat dilihat. Adapun bagian-bagian dari kepribadian secara umum terdiri dari uraian berikut. IQ. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang. amarah. Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang nampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak. Naluri (insting) Naluri atau insting merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat hidup sebagai makhluk. Drivers dibedakan menjadi kehendak dan nafsu-nafsu. Bagian yang kedua adalah nafsu-nafsu. Makin tinggi tingkat perekonomian dan peradabannya. dan diidentifikasi oleh orang lain. 120 Sosiologi SMA/MA Kelas X . sedih. kegemaran. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural. Nafsu-nafsu ini merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis. di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. Dorongan-dorongan (drivers) Unsur drivers merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Getaran Hati (emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. serta bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. dan membesarkan anak hingga dewasa.usia antara dua sampai tiga tahun. serasi. Proses ini berlangsung relatif panjang pada anak hingga menjelang masa pendewasaan. maka kehendak-kehendaknya pun akan berbeda pula. artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. Fase kedua merupakan fase perkembangan. Naluri ini akan dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat hidupnya sebagai makhluk hidup. Misalnya. misalnya nafsu makan. kehendak seseorang akan semakin banyak pula jumlah dan jenisnya.

c. Fase ketiga disebut fase kedewasaan. fase ketiga merupakan fase akhir yang ditandai dengan makin stabilnya perilaku-perilaku yang khas atau sifat-sifat khas dari seorang individu. dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama proses sosialisasi. Pada fase ketiga. Salah satu ciri dari kepribadian otoriter adalah menonjolnya Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 121 . yaitu ketika seseorang telah berusia antara 25 – 28 tahun. yaitu anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya. Intelegensi merupakan dasar kecakapan seseorang secara umum. yaitu seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil proses sosialisasi pada masa sebelumnya. Pada dasarnya. yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. Situasi ini terjadi pada anak-anak tunggal. Tipe kepribadian ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. yaitu sebagai berikut. Bakat tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen.Intelegensi (Inteligent Quotient – IQ) Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian. terjadi perkembangan yang relatif tetap. Kepribadian Normatif Kepribadian normatif merupakan kepribadian yang ideal. berdagang. dan lain-lain. setiap orang memiliki bakat yang berbedabeda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. berpolitik. kepribadian dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe. Intelegensi ini termasuk di dalamnya adalah IQ. dan anak yang sejak kecil memimpin di kelompoknya. Bakat Bakat pada hakikatnya merupakan seseuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya. memori-memori pengetahuan. seperti bakat seni. Kepribadian Otoriter Tipe kepribadian otoriter terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih memenangkan kepentingan-kepentingan terhadap dirinya daripada kepentingan-kepentingan orang lain.

Kemukakan dengan bahasamu sendiri bagaimana kaitan antara kepribadian dan kebudayaan setempat! 2. Kebudayaan ini dapat berwujud dalam bentuk sistem ide. Jelaskan bahwa norma sosial dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat! D. dan benda-benda konkret. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat berbeda. sistem aktivitas. Sistem Ide (Gagasan) Sistem ide adalah gagasan-gagasan yang merupakan hasil pencetusan orang per orang atau kelompok orang yang telah menjadi kebiasaan atau adat istiadat. atau pun seorang yang mendapat dua jenis pendidikan yang latar belakangnya berbeda. HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN Kebudayaan adalah segala sesuatu yang merupakan hasil budidaya manusia dalam hidup bermasyarakat. 1.kehendak pribadi dan kurang menampung banyak aspirasi dan sering kali memandang rendah keberadaan orang lain. pada orang-orang yang berdiri pada dua kelas masyarakat. Menurutmu fase apa yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang? Mengapa? Jelaskan pendapat kalian! 4. Kepribadian Perbatasan Kepribadian perbatasan merupakan kepribadian yang relatif labil. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya norma sosial! 3. 122 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Kepribadian demikian sering kali terdapat pada orang-orang campuran antara dua golongan etnis. Kebiasaan-kebiasaan ini selanjutnya dipedomani sebagai suatu sistem yang dapat diterima dan diterapkan oleh semua warga masyarakat. 1. di mana ciri-ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian.

kesenian. Untuk lebih jelasnya. sistem ilmu pengetahuan. kepribadian boleh dikatakan terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga tiap-tiap orang mempunyai karakteristik yang sama apabila berasal dari lingkungan yang sama pula. Tampak kepribadian seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh tujuh unsur kebudayaan masyarakat setempat yang terdiri dari bahasa. Inilah yang disebut dengan etos kebudayaan. pola pikir. Selanjutnya. dan lain-lain.2 Bagan pengaruh unsur kebudayaan terhadap kepribadian seseorang. Dengan demikian. Artefak-artefak selanjutnya akan menjadi sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang dipakai untuk menyelenggarakan kehidupan. religi. sistem aktivitas ini akan menjadi sistem perilaku yang dipedomani sebagai sarana untuk melaksanakan pergaulan dan pemenuhan kebutuhan di dalam masyarakat. kesenian. sistem mata pencarian. Sistem Aktivitas (Perilaku Sosial) Sistem aktivitas merupakan perwujudan dari sistem ide yang ada sehingga perilaku-perilaku sosial yang ada dalam masyarakat merupakan manifestasi dari sistem ide yang ada pada masyarakat tersebut. dan sistem organisasi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 123 . Kepribadian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebudayaan setempat dan selanjutnya kebudayaan setempat berangsurangsur akan dipengaruhi bahkan direvisi oleh pribadi-pribadi yang ada pada masyarakat tersebut. Bahasa Sistem Religi Sistem Kesenian Masyarakat Melahirkan Generasi Baru Generasi Baru dengan Kepribadian Tertentu Sistem Ilmu Pengetahuan Sistem Ekonomi Sistem Teknologi Sistem Organisasi Sosial Bagan 4. Etos kebudayaan merupakan watak khas dari suatu masyarakat yang dapat terpancar dari perilaku warga masyarakatnya. pakaian adat. 3.2. Misalnya dalam bentuk bahasa. sistem teknologi. Benda-Benda Konkret (Artefak) Artefak merupakan benda-benda konkret atau benda hasil karya yang merupakan manifestasi dari sistem ide dan sistem aktivitas masyarakat. perhatikan bagan berikut ini.

warga masyarakat. terutama generasi baru secara akumulatif dan komprehensif. dan SMU. Setiap kelompok meneliti salah satu topik di bawah ini. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 10 – 15 orang. 2. MEWUJUDKAN WARGA MASYARAKAT YANG BAIK W arga masyarakat yang baik adalah warga masyarakat yang dapat menjalankan peranannya yang menyangkut hak maupun kewajibannya secara baik tanpa mengurangi hak dari orang yang lain. 1. Korupsi merupakan salah satu kepribadian bangsa Indonesia. Tapi yang perlu dicatat di sini bahwa kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia.sosial. SMP. lembaga pendidikan. Kecenderungan budaya korupsi di Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono . Dalam konteks ini keluarga justru mempunyai peranan yang lebih penting dan mendasar dalam mewujudkan warga masyarakat yang baik ketimbang peranan lembaga pendidikan seperti TK. dapat dikatakan bahwa kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Budaya digunakan oleh setiap orang sebagai pedoman atau acuan dan latar belakang tindakan manusia dalam kehidupannya. baik pemerintah. maupun tokoh-tokoh keagamaan. Jadi. Ketujuh unsur tersebut mempengaruhi kepribadian individu.Jusuf Kalla. serta perguruan tinggi. 124 Sosiologi SMA/MA Kelas X . diperlukan kerja sama dari berbagai komponen. Untuk mewujudkan masyarakat yang baik. terutama ketika ia bertindak. Ini berarti bahwa individu tersebut telah berperilaku seperti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. SD. Perilaku yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perwujudan budaya.

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah Anda dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan dan sertakan data-data pendukung! 2. Bagaimana solusi Anda dalam mewujudkan masyarakat yang baik?

MEMPERSIAPKAN KETERAMPILAN HIDUP

P

ada dasarnya, proses sosialisasi merupakan proses belajar bagi seorang individu untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan tertentu agar seorang individu dapat berperilaku sesuai dengan kondisi budaya masyarakatnya. Ada kalanya proses sosialisasi justru menyerap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Keadaan ini akan membawa jalan yang tersesat bagi seorang individu untuk meniti karir hidup dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya dengan menyerap sub-sub kebudayaan yang baik, besar manfaatnya dalam membekali diri dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupan hari tua. Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan hidup atau life skill ?

2. Mengapa seorang remaja perlu membekali diri dengan keterampilan hidup? 3. Sebutkan lima contoh keterampilan hidup yang Anda senangi dan bagaimana cara Anda memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut!

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

125

4. Melalui media apa sajakah keterampilan hidup itu dapat diserap? 5. Apa yang akan terjadi bila seorang individu yang memasuki usia akhir dewasa tidak memiliki keterampilan hidup?

PROSES SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
Setiap manusia sejak kecil hingga dewasa senantiasa berada di lingkungan individu yang lain, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerabat, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat luas. Proses ini lebih tepat disebut proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan mendapatkan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk di dalam masyarakat yang meliputi hampir semua segi kehidupan. Misalnya, bidang kesenian, olahraga, perdagangan, masalah hukum, masalah perkawinan, dan lain sebagainya. Melalui proses sosialisasi, orang akan bertambah banyak pengalamannya serta berkembang prinsip-prinsipnya hingga akhirnya terbentuk persepsi dan pola pikir yang didasarkan pada nilai-nilai yang diserap dalam proses sosialisasi. Gambaran umum dari perilaku yang khas seorang individu dinamakan kepribadian. Kepribadian ini dapat dilihat dari keseluruhan perilaku yang sehari-hari diperbuat oleh seseorang. Pertanyaan: 1. Kapankah kepribadian seseorang akan menjadi baik? Dan kapankah kepribadian seseorang akan menjadi buruk? 2. Jelaskan bagaimana korelasi antara kepribadian dan proses sosialisasi yang dialami oleh seorang individu! 3. Sebutkan komponen-komponen dari kepribadian seseorang yang terlihat dari aktivitas kesehariannya! 4. Mengapa seorang anak perlu dibatasi lingkungan pergaulannya? 5. Bagaimana peranan warisan biologis dalam pembentukan kepribadian seorang anak?

126

Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. Norma dan nilai merupakan pedoman bagi individu yang melaksanakan proses sosialisasi, bahkan menjadi pedoman bagi semua warga masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seseorang pada hakikatnya akan mempelajari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk dipedomani yang selanjutnya seorang individu dapat berperilaku secara tepat sehingga dapat sukses dalam pergaulan. 2. Perbedaan nilai dan norma sosial Nilai sosial: dibuat lebih dulu daripada norma sosial, bersifat implisit, dan belum dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial: dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai sosial, bersifat eksplisit, dan sudah dilengkapi dengan sanksi. 3. Fungsi nilai dan norma sosial adalah sebagai petunjuk arah perilaku, benteng perlindungan, dan pendorong atau motivator. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai dan norma meliputi perubahan struktur pemerintahan, perubahan tingkat peradaban, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru, dan pengaruh kebudayaan asing. 5. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengetahui lingkungan sosial, lingkungan fisik, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat, dan mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi Faktor Intrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam seorang individu. Faktor Ekstrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri seseorang. 7. Media sosialisasi terdiri atas keluarga, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan,lingkungan kerja, dan media massa. 8. Faktor-faktor pembentuk kepribadian Faktor Warisan Biologis: ciri-ciri fisik, golongan darah, bakat, dan sifat-sifat khas. Faktor Lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan (lingkungan kerja), media massa, dan lingkungan masyarakat luas. 9. Kepribadian tiap-tiap individu dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak kebudayaan, di mana individu itu hidup dan berkembang menjadi dewasa (social determinism).
Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

127

6 5. 2. Faktor-faktor berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor warisan biologis adalah . perangai 4. kecuali . 2. 6 C. kejiwaan B. . B. . Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah seperti berikut. A. tabiat C. 3. hati nurani D. 128 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Gambaran umum mengenai kejiwaan manusia yang teraktualisasi dalam bentuk perilaku yang khas dari seorang individu disebut . pengendalian emosi C. bakat-bakat D. 4 D. imajinasi 6. . 4. A. A. . yang merupakan bagian atau unsur kepribadian seseorang adalah . 1. . tingkat kecerdasan (IQ) Dari pernyataan di atas. 5. lingkungan keluarga B. C. 2. 5 E. kepribadian 2. kondisi fisik E. . 5. A. prakarsa 2. . 3. 5 B. perilaku keseharian E. . . 3. kerja sama 3. . . D. . 1. prakarsa B. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. 3. budi pekerti 5. 4. 4. 2. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat diperhatikan melalui .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. perangai C. golongan darah 4. . ego E. dan E! 1. . . karakter D. kegemaran 3.

Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki imtak (iman-takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan-teknologi) yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi . . A. B. . . proses intuitif Berdasarkan pernyataan di atas. masyarakat 7. proses sosialisasi pada lingkungan teman sepermainan 10. C. 1. A. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 129 . Corak kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh budaya masyarakatnya. 1. pemerintah B. 4 C. . . . . . 1. proses sosialisasi di lingkungan kerja E. pengetahuan tentang lingkungan alam 2. proses sosialisasi di lingkungan tempat tinggal yang baru D. 3. multimedia C. 5 B. 5 E. 1. Proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang pejabat baru pindahan dari daerah lain merupakan contoh dari . 2. Proses sosialisasi primer adalah . strata dan popularitas diri 5. 8. lingkungan alam B. 2. Budaya merupakan perwujudan dari kepribadian masyarakat. 3. D. norma dan nilai sosial 3. . Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. A. sesuatu yang dapat diperoleh seseorang dalam proses sosialisasi adalah . . 2. A. 3 D.A. proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat C. Setiap masyarakat memiliki struktur budaya yang berlainan. Pernyataan berikut ini yang merupakan penjabaran dari istilah social determinism adalah . E. proses sosialisasi di lingkungan sekolah B. . penemuan baru E. . 4 9. Salah satu perwujudan dari kehidupan sosial dalam masyarakat adalah kegotongroyongan. . struktur sosial dan personil dari masing-masing status dalam struktur sosial 4. budaya masyarakat setempat 6. keluarga E. sekolah D. . Tiap-tiap individu memiliki corak kepribadian yang berbeda-beda. 2. . warisan biologis C. lingkungan keluarga D.

A. . menentukan interaksi sosial bersama makhluk individu 13. adaptasi C. . . maksudnya adalah . . Segala sesuatu yang berguna bagi manusia sehingga orang dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas termasuk dalam nilai . dan nominal mutlak. kehidupan sosial yang bersifat abstrak B. menuntun manusia untuk berbuat baik B. . nilai dibagi atas tiga. nilai Prof. . . . . Nilai sosial memiliki ciri-ciri antara lain . Nilai dan norma mempunyai hubungan saling berkaitan yang merupakan dasar dalam . material D. A. . . A. kehidupan bersama sebagai realita sosial C. menyatukan kelompok yang mengalami konflik C. petunjuk arah dalam pemenuhan kebutuhan 16. nilai C. menentukan kepentingan individu dalam masyarakat D. nilai B. . vital 15. moral E. melatih keterampilan D. A. nilai D. Keunggulan lembaga sekolah bagi pembinaan generasi muda terletak pada peranannya dalam . mengajar ilmu pengetahuan 12. yaitu . kesopanan. sosialisasi primer D. dan moral 14. nisbi. mendidik budi pekerti E. Fungsi nilai sebagai pendorong. sosialisasi B. nilai E. dan nominal material. . merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat 2. . Dr. 1. dibawa sejak lahir melalui orang tua 130 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kesusilaan. etika C. Notonegoro. . Menurut A. spritual. . A. proses enkulturasi 11. dan moral abstrak. pengendali sosial dari perbuatan yang menyimpang E. vital. religius B. mensosialisasikan nilai dan norma C. dan kerohanian material. konkret. membudayakan masyarakat B. . . kehidupan kelompok untuk memenuhi kebutuhan khusus E. sosialisasi sekunder E. memberikan rasa kebersamaan D.

1. adanya kebebasan media massa B. . yang merupakan media sosialisasi adalah . . penanaman nilai dan norma sosial D. pembelajaran ilmu pengetahuan sosial C. lingkungan sekolah E. teman sekoah 19. 3. A. 5 17. Lita mengalami proses sosialisasi. Meskipun sudah tahu akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba. banyaknya teman dalam pergaulan D. tingkat perkembangan yang berbeda dengan daerah lain B. tata kelakuan yang berbeda dengan daerah lain 18. tuntutan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain D. nilai-nilai yang berbeda dengan daerah lain E. . 5 C. baik positif maupun negatif Pernyataan di atas yang benar adalah . menurunnya kualitas pendidikan C. A. kenyataannya masih banyak remaja yang terjebak untuk mengkonsumsi. A. . mempunyai pengaruh yang sama sesuai dengan kebudayaan 5. 3. pemulihan tindakan anak yang bersifat asosial B. Dalam hal ini. teman bermain C. lingkungan masyarakat yang buruk E. terbentuk melalui proses sosialisasi 4. A. teman kerja B. . Sejak kecil Lita selalu dibimbing dan diarahkan oleh orang tuanya agar melakukan sesuatu dengan baik dan benar. . 4 E. . . . . 2. . Salah satu pepatah yang mengatakan “lain ladang lain belalang. lingkungan masyarakat D. pembentukan kepribadian sosial E. 3. 1. 4 B. 3 D. kebiasaan hidup yang berbeda dengan daerah lain C.3. . Dalam hal ini. 1. peningkatan kepekaan sosial 20. 3. mempengaruhi perkembangan pribadi individu. Kasus ini terjadi sebagai akibat dari . Seorang anak akan merasa aman dan mendapat pengalaman dalam kelompoknya. . . A. yaitu . 4. 2. proses sosialisasi yang tidak sempurna Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 131 . lain lubuk lain ikannya” memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap daerah memiliki . .

Mengapa norma dan nilai dapat mengalami pergeseran? Jelaskan! 5. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi? 2. Apa tujuan seorang individu melaksanakan proses sosialisasi? 132 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan macam-macam norma sosial! 4. Apa yang dimaksud dengan nilai sentral? Bagaimana peranannya dalam bentuk perilaku? 9. Jelaskan bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi! 3. Sebutkan dan jelaskan macam-macam media sosialisasi! 10. Jelaskan bagaimana korelasi antara proses sosialisasi dan proses pembentukan kepribadian! 7. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian pada diri seseorang! 8.Soal Essay Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian? 6.

Untuk membahas lebih lanjut. uraian berikut akan menjelaskan bagaimana keterkaitan nilai dan norma sosial. dan pengendalian sosial.id D alam perkembangan masyarakat tidak selamanya orangorang berperilaku sesuai norma dan nilai. Bab 5 Perilaku Menyimpang 133 . Mengklasifikasi jenisjenis perilaku menyimpang.co. perilaku menyimpang. Mendeskripsikan cara-cara untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang.google. Sumber: http/images. Perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai inilah yang dinamakan perilaku menyimpang yang menggelisahkan masyarakat sehingga masyarakat mengambil suatu tindakan yang disebut pengendalian sosial.PERILAKU MENYIMPANG Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasikan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna.

Tidak mampu menyerap norma Proses belajar yang menyimpang Ketegangan Antarkebudayaan Proses sosialisasi yang tidak sempurna Pelampiasan rasa kecewa Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Perilaku Menyimpang Tindakan anti sosial Sikap melanggar norma Pelanggaran Norma Delinkuensi Kriminalitas Sikap anti kemapanan Pengendalian Sosial 134 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

serta tidak mengetahui prinsip baik dan buruk. terutama adalah hukum pidana. terutama fungsi pendidikan dan fungsi pengawasan sosial. maupun norma hukum. Pengertian Perilaku Menyimpang (Social Deviation) Yang dimaksud perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif. Kejahatan kerah biru (blue collar crime). Norma yang dilanggar meliputi norma adat dan kebiasaan. PERILAKU MENYIMPANG Perilaku menyimpang merupakan akibat proses sosialisasi yang salah atau proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. norma kesusilaan dan kesopanan. Kegagalan ini kemudian menjadi beban masyarakat ketika seorang anak tidak mengetahui prinsip-prinsip benar dan salah. yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Perilaku-perilaku ini merugikan warga masyarakat secara sosiologis sehingga akan menjadi penghambat tumbuh dan berkembangnya suatu masyarakat. Bab 5 Perilaku Menyimpang 135 . baik secara langsung maupun tidak langsung. b. Suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di suatu tempat lain. a. Kenakalan remaja pada umumnya terjadi akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsi-fungsinya. mencuri buah-buahan. perkelahian pelajar. dan lain-lain. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Kriminalitas terdiri atas kejahatan kerah biru dan kejahatan kerah putih. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang miskin karena kemiskinannya. norma agama.A. Perilaku menyimpang ini meliputi hal-hal berikut ini. Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh siapapun. Jadi. dapat dikatakan bahwa aturan yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukanlah baik atau buruknya perbuatan itu menurut pengertian umum. Kejahatan (Criminality) Kejahatan atau kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa yang bertentangan dengan norma-norma hukum. Contoh delinkuensi: berkatakata jorok. Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Semua bentuk perilaku remaja yang belum dewasa secara hukum yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada dikategorikan sebagai kenakalan remaja. Kenakalan remaja sering kali menjadi benih awal dari suatu kriminalitas. 1. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. minum-minuman keras. mulai dari anak muda hingga orang dewasa pernah melakukannya.

Generasi baru yang dilahirkan di lingkungan ini pun dengan sendirinya akan menyerap nilai-nilai yang memang menyimpang sejak awal. kejahatan berawal dari proses sosialisasi terhadap subkebudayaan yang memang salah dan menyimpang. pengasingan diri. dan pemberontakan. Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama. Menurutnya. Pada akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan perilaku.Kejahatan kerah putih (white collar crime). b. 136 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 2. Beberapa Teori Penyimpangan a. inovasi. 5. di mana perilaku menyimpang dianggap hal yang biasa. individu-individu belajar mengenal tujuantujuan budaya tersebut. Teori Anomi Robert K.1 Tabel Tipologi Adaptasi Individual dari Merton. 4. melainkan karena keserakahannya. padahal struktur budaya yang satu dengan struktur budaya yang lain saling bertentangan. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya. 2. Teori Kebudayaan Khusus yang Menyimpang Teori ini dikemukakan oleh Shaw dan McKay. Hal ini terjadi pada perkampungan-perkampungan yang berserakan dan tidak teratur. Cara-cara Adaptasi Konformitas Inovasi Ritualisme Pengasingan diri Pemberontakan ± ± Tujuan Budaya Cara-cara yang Melembaga Tabel 5. 1. Menurut Merton. yaitu konformitas. Kejahatan ini dilakukan semata-mata bukan karena kekurangan atau kemiskinan. Akibatnya. Keadaan anomi bisa menyebabkan penyimpangan sosial selanjutnya dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi. masing-masing masyarakat akan berperilaku dengan standarnya masing-masing. ritualisme. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan penguasa. bahkan dianggap perilaku yang normatif. ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut. No. 3.

sedangkan menjadi mahasiswa merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. makna konformitas adalah suatu sikap yang menerima tujuan sesuai dengan nilai-nilai budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. tetapi menolak cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan. Bab 5 Perilaku Menyimpang 137 . Dalam konteks ini. 8–14 Desember 2003 Gambar 5. Dalam teori sosiologi. Mereka yang melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan atau cara-cara yang benar. Untuk mencapainya. Misalnya. seseorang yang ingin lulus ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) agar menjadi mahasiswa PTN. cara yang disetujui untuk mencapainya hanya memungkinkan segelintir orang untuk berhasil. Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat.1 Perilaku menyimpang berupa tindakan yang melanggar hukum ditidaklanjuti dengan memasukkan pelaku ke ruang tahanan. Sumber: Pilars. seringkali terjadi pembaruan-pembaruan untuk menyempurnakan tata nilai lama yang dianggap tidak sesuai. dan tanda ± berarti penolakan terhadap nilai-nilai yang berlaku dan berupaya dengan nilai-nilai baru. Dalam suatu perombakan struktur nilai. dan tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh. dia tidak memakai joki dan menyontek. meskipun masyarakat kita mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan sosial yang tinggi. Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan sesuai dengan nilai budaya. Korupsi merupakan cara yang tidak disetujui dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. tanda – berarti sikap menolak. misalnya korupsi. akan berupaya untuk melanggar peraturan ini. namun dalam kenyataannya. Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis. Tanda + menunjukkan sikap menerima. terjadilah suatu inovasi nilai. Contohnya.Keterangan: Ada lima macam tingkah laku manusia yang berkaitan dengan budaya dengan caracara yang disetujui untuk mencapai tujuan tersebut.

teori manakah menurut Anda yang paling baik? Apa alasannya? 3. Misalnya. khususnya penyimpangan sekunder. Contohnya: meskipun masyarakat kita menolak pengaturan zakat. Berdasarkan sifatnya. penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. Teori Reaksi Masyarakat Teori penyimpangan yang ketiga adalah teori reaksi masyarakat. Sikap menolak tujuan sesuai dengan nilai budaya dengan menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan disebut ritualisme. contohnya kaum revolusioner. oleh masyarakat diberi cap sebagai pencuri.Pemberontakan adalah sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara yang baru. teori ini disebut pula teori pemberian cap. Meskipun kesehariannya bertingkah laku baik. seorang individu atau kelompok masyarakat menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang melembaga. Selanjutnya. 138 Sosiologi SMA/MA Kelas X . namun cap itu sendiri jauh lebih diperhatikan melebihi status-status yang lainnya. Sebabnya masa depan seseorang yang telah terlanjur dianggap sebagai penyimpangan sekunder bisa berubah secara drastis. Sebaliknya pada pengasingan diri. namun mereka menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan perzakatan. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. Ada banyak teori penyimpangan. Sifat-Sifat Penyimpangan Penyimpangan perilaku memang tidak selamanya mempunyai pengaruh yang buruk bagi masyarakat. seseorang yang melakukan tindakan pencurian di wilayah tempat tinggalnya. Pada dasarnya. teori ini adalah teori pemberian label atau cap terhadap suatu tindakan penyimpangan. Oleh karena itu. Sebutkan lima bentuk penyimpangan sosial yang masih tergolong ringan! 4. Jelaskan mengapa orang harus berperilaku seperti norma dan nilai! 2. Teori ini dijelaskan dengan memakai bantuan konsep penyimpangan primer dan sekunder. c. ritualisme dan pengasingan diri. 1. walaupun dilakukan hanya satu kali. Jelaskan bagaimana kaitan antara kenakalan remaja dan kriminalitas! 3.

padahal sebenarnya tidak. Akibatnya yang diterima bukan pujian melainkan celaan. walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Individu juga dapat tidak berhasil melakukan sosialisasi jika ia tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan dalam proses sosialisasi tersebut. Proses Belajar yang Menyimpang Proses belajar suatu subkebudayaan yang menyimpang akan menimbulkan perilaku-perilaku baru pada generasi baru yang menyimpang dari norma dan nilai Bab 5 Perilaku Menyimpang 139 . Seseorang dikatakan menyimpang secara positif jika dia berusaha merealisasikan suatu cita-cita namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya. Kasus ini tampak pada seseorang yang berasal dari keluarga berantakan. ia cenderung tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat. Biasanya bila anak ini terjun ke masyarakat yang lebih luas. Penyebab Perilaku Menyimpang Berdasarkan tinjauan multidimensi. Tindakan perilaku menyimpang ini dianggap tercela oleh masyarakat. Hal ini terjadi misalnya karena seorang individu kesulitan dalam berkomunikasi ketika bersosialisasi. a. Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat biasanya dinilai berat.Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal. 1. TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI HASIL SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna dapat membentuk perilaku menyimpang. pelakunya dikucilkan dan bobotnya diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. Ini dapat terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna. Perilaku menyimpang tersebut juga dapat terjadi ketika seorang individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. b. terutama orang-orang di sekitarnya. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-norma Kebudayaan Proses ini berlangsung ketika seseorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. B. perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini. Contoh: wadah pergaulan dalam bentuk “kontak jodoh” yang mungkin belum dapat diterima oleh anggota masyarakat karena dianggap melampaui batas. Proses sosialisasi tidak akan berhasil jika sejak kecil seseorang mengamati kemudian meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa.

d. Hal ini menjadi titik awal terjadinya penyimpangan. Proses sosialiasi ini terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. tetapi juga cara-cara yang diperkenankan oleh kebudayaan tersebut untuk mencapai tujuan tadi. ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang. Sikap Mental yang Tidak Sehat Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sentral yang ada pada diri manusia itu. Perilaku menyimpang sering kali merupakan akibat dari sosialisasi yang sengaja maupun tidak sengaja. Nilai sentral ini merupakan nilai yang paling dipedomani oleh seseorang. Ikatan Sosial yang Berlainan Dalam suatu masyarakat memang terdapat kerabat-kerabat dengan ikatan sosial yang berbeda-beda dan struktur tata nilai yang berbeda pula. Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial Pada masyarakat multikultural memang terdapat perbedaan-perbedaan struktur budaya yang sangat mendasar. Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaan. Dengan hubungan ini. Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang sengaja dapat terjadi melalui kelompok-kelompok gelap yang tujuannya benar-benar mengajarkan penyimpangan. Akibat Proses Sosialisasi Nilai-nilai Subkebudayaan Menyimpang Sebagaimana disinggung di depan. e. Adakalanya nilai-nilai sentral ini sangat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain.yang ada. Mereka membentuk subkebudayaan yang berbeda dari kebudayaan umumnya. 140 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Proses belajar ini terjadi melalui interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. Adapun terjadinya proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar yang lainnya. Terutama karena berasal dari masyarakat yang mempunyai struktur budaya yang berlainan. maka cara-cara ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk memilih. Hal ini dapat terjadi karena orang yang melakukan perilaku menyimpang tidak merasa bersalah atau menyesal. Setiap orang biasanya berhubungan dengan kelompok yang berlainan. c. bahwa proses sosialisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik dan yang buruk yang kadang berlangsung secara tumpang tindih tanpa disadari. Hubungan dengan kelompokkelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. sehingga kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang. f. Jika pergaulan ini memiliki pola sikap dan perilaku menyimpang.

Terkadang keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. sering kali perilaku menyimpang itu dilakukan untuk menunjukkan keberanian seseorang untuk melakukan sesuatu. Mereka merombak sistem perilaku lama sehingga yang pada mulanya merupakan sesuatu yang benar namun sekarang menjadi sesuatu yang salah dan menyimpang. Bab 5 Perilaku Menyimpang 141 . termasuk perilaku-perilaku yang menyimpang. Misalnya. h. Dorongan Kebutuhan Ekonomi Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup tidak selamanya tersedia dan mudah dijangkau. Mengapa sosialisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku menyimpang? 2. Keadaan inilah yang membuat orang mengalami kekecewaan. i. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang! 3. Hal inilah yang menjadi titik awal terjadinya penyimpangan perilaku akibat dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi. jagoan. Misalnya: berkelahi. Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri atau tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat. Keinginan untuk Dipuji atau Gaya-gayaan Di lingkungan orang-orang yang sebaya. Sebutkan macam-macam perilaku menyimpang! 2. Pelampiasan Rasa Kecewa Tidak selamanya keadaan yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Akibat Perubahan Sosial Budaya Proses perubahan sosial budaya yang sangat mendasar dan berlangsung relatif cepat mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku menyimpang.g. dan lainnya. mabuk-mabukan. Perilaku menyimpang kadang-kadang dilakukan sekedar untuk gaya-gayaan atau keinginan untuk dipuji. dilakukan biar dianggap hebat. 1. Selanjutnya sering kali kekecewaan ini memunculkan perilaku-perilaku yang merupakan pelampiasan dari rasa kekecewaannya itu. penyalahgunaan narkotika. seseorang yang mengalami rasa kecewa atau kepahitan hidup dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelarian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya atau kesulitannya itu.

Revolusi Sosial pada Awal Kemerdekaan Pada masa ini terjadi perubahan sosial yang sangat mendasar pada struktur pemerintahan.Sumber: Men’s Obsession. Sebagai contoh. Contoh: sikap-sikap ajaran komunis sosialis seperti 142 Sosiologi SMA/MA Kelas X . b. dan di mana peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi. pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. yaitu perubahan sosial yang mendasar dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat terjadi di awal kemerdekaan.2 Adanya tindakan revolusioner dari rakyat berupa tuntutan agar terjadi pergantian pimpinan dalam pemerintah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. kasus Indonesia yang sejak merdeka hingga sekarang setidaknya telah terjadi tiga kali revolusi sosial. Perilaku ini merupakan contoh perilaku menyimpang akibat perubahan sosial budaya pada masa itu. terjadi strukturstruktur budaya lama yang masih muncul pada masa sekarang. Contoh: penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Jepang yang merupakan peninggalan bangsa penjajah. Pada masa berikutnya. a. yaitu dari sistem kolonialis menjadi sistem demokrasi di bawah pemerintahan bangsa sendiri. Ketika terjadi perubahan secara cepat. Pada masa ini terjadi perombakan susunan kabinet 100 menteri dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). perilaku-perilaku dan ajaran komunis masih muncul yang selanjutnya dapat disebut perilaku menyimpang akibat perubahan sosial pada masa itu. dan gaya kepemimpinan yang otoriter. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan Orde Lama ke Orde Baru Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1965/1966 pada saat pemerintahan Orde Lama lengser dari panggung kekuasaan dan diganti dengan pemerintahan Orde Baru. Edisi Khusus 2005 Gambar 5.

bekerja sama untuk kepentingan bersama dan segala sesuatu menjadi hak milik bersama. pelacuran. ada kalanya kelompok orang-orang kaya memenuhi kebutuhan secara mewah dan berlebihan. Penyimpangan seksual ini merupakan penyimpangan terhadap norma kesusilaan dan kesopanan. penyimpangan-penyimpangan sosial dalam masyarakat itu dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis penyimpangan besar. dan terhadap norma agama dan norma hukum. c. cara berbicara. Contohnya. Penyimpangan seksual Pada dasarnya. penyimpangan jenis ini belum melanggar norma. yaitu ketika kekuasaan Orde Baru turun dari panggung politik di Indonesia yang dilanjutkan dengan Pemilihan Umum pada tahun 1999. dan lain-lain. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi Masa peralihan ini terjadi sekitar tahun 1998 dan 1999. Contoh: sikap mengekang kebebasan dan sikap sentralistik. Bab 5 Perilaku Menyimpang 143 . Sesuatu yang dianggap baik dan dipedomani pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi sesuatu yang menyimpang pada masa sekarang. solidaritas sosial yang sangat terbatas. Ini terjadi karena adanya perubahan struktur budaya pada masa peralihan tersebut. Sebagai contoh penyimpangan seksual antara lain: kumpul kebo. terhadap norma adat dan kebiasaan. tetapi oleh para alim ulama melalui khotbahkhotbahnya perilaku ini telah dinyatakan sebagai perilaku yang kurang terpuji sehingga perlu untuk dihindari. Hingga saat ini kita masih berada pada Orde Reformasi. penyimpangan seksual adalah penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan antara pria dan wanita. yaitu apabila seseorang dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan gaya hidup merupakan salah satu bentuk penyimpangan ringan. a. b. tetapi berdasarkan adat dan kebiasaan. Penyimpangan gaya hidup ini bisa berupa cara berpakaian. penyimpangan gaya hidup sudah termasuk penyimpangan yang sangat mendasar terutama bagi masyarakat tradisional. Secara hukum. dan pemerkosaan. Secara umum. Hal ini juga membuat perilaku tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh warga masyarakat pada umumnya. c. Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan pemakaian barang konsumsi ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma agama dan norma kebiasaan. antara lain sebagai berikut. Secara hukum perilakuperilaku tersebut belum dianggap salah. pelecehan seks.

atau penyimpangan gaya hidup. serta melembaga yang disebut pula sebagai kolusi. a. Berdasarkan jumlah pelakunya. dan perampokan. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir. b. penyimpangan kriminal. pencurian. pemalsuan dokumen. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan sekali dan untuk yang pertama kali. Jenis pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang mempunyai esensi berat dan perlu mendapatkan sanksi maksimal berdasarkan hukum yang berlaku. terutama hukum pidana. Penyimpangan perorangan Penyimpangan perorangan adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan orang perorangan. penganiayaan. Berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran. b. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. Kolusi dapat terjadi di kalangan pemerintah maupun di kalangan swasta. Perilaku-perilaku kriminal yang bertentangan dengan norma hukum pidana misalnya: penipuan dan pemerasan. perusakan. . Penyimpangan ini merupakan penyimpangan dalam kategori yang ringan dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau ketidaktahuan dari orang yang melakukannya. Yang pasti kolusi akan mengakibatkan korban yang lebih banyak dan sering kali berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. yaitu penyimpangan perorangan dan penyimpangan kelompok. pembunuhan. Contoh: pencopet. Penyimpangan ini dapat meliputi penyimpangan seks. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan berkali-kali. bahkan pelakunya memiliki kecakapan khusus atau terspesialis dengan jenis pelanggaran yang dilakukannya. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. dan lain-lain.d. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua tingkatan. Setelah itu. Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) Penyimpangan kriminalitas merupakan perilaku warga masyarakat yang telah dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma hukum. Penyimpangan jenis ini sering kali terjadi di lingkungan birokrasi berupa penyimpangan penyalahgunaan kekuasaan pada jabatan tertentu. a. penyimpangan tidak akan terulang lagi. pencuri sepeda motor.

Korupsi. b. Nepotisme merupakan suatu bentuk kejahatan berbentuk memberikan toleransi yang lebih kepada keluarga dan kerabatnya dalam kaitan dengan birokrasi Bab 5 Perilaku Menyimpang 145 . Sumber: Garuda. informasi dari masyarakat terhadap semua bentuk pelanggaran merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kepolisian untuk memberantas tindakan penyimpangan tersebut. a. Di samping itu. dan lain sebagainya. PERURI (Perusahaan Uang Republik Indonesia) senantiasa secara berkala mengganti jenis-jenis uang yang beredar untuk menghindari adanya pemalsuan terhadap jenis uang tertentu. September 2003 Gambar 5. perangko. dan nepotisme Korupsi dapat dipahami sebagai suatu sikap untuk memperkaya diri dengan cara mengambil atau memanfaatkan uang negara. Oleh karena itu. cek. sedangkan kolusi merupakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan melembaga.3 Penggantian jenis-jenis uang yang beredar secara berkala oleh Peruri dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan uang. kepolisian dan intelejen selalu berusaha untuk menangkap dan mengadili pihak-pihak yang telah memalsukan uang pemerintah RI. surat-surat berharga seperti ijazah. Pelanggaran tipe ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang justru ahli dalam bidangnya dan sering kali membentuk suatu sindikat yang justru melibatkan orang-orang pandai bahkan aparat. Pemalsuan dokumen meliputi pemalsuan materai. Pemalsuan uang dan dokumen Hampir setiap dekade di Indonesia ada saja pihak-pihak yang memalsukan uang pemerintah RI. perjanjian-perjanjian. Oleh karena itu. kolusi.Beberapa jenis penyimpangan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut. Korupsi bisa dilakukan di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan swasta.

pencurian perhiasan dan uang. Nepotisme bisa berarti melanggar hukum. pencurian barang-barang elektronik. dan pembunuhan Perampokan pada umumnya dilakukan dengan mengancam. d. Pembobolan bank Sistem komputerisasi perbankan yang bersifat terbuka (on line) sering kali menjadi incaran para pembobolan bank. Ada beberapa macam penyim-pangan seks. bisa juga tidak melanggar hukum. antara lain: pelacuran (prostitusi). Namun yang jelas nepotisme merupakan suatu penyimpangan perilaku secara tidak wajar dan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat umum. Dalam suatu perkelahian massal. g. h. Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Aksi perkelahian massal merupakan bentuk solidaritas sosial yang negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain.pemerintahan maupun pengadaan barang. Pembobolan bank biasanya melalui transaksi kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah fiktif. Penyimpangan perilaku tipe ini penyelesaiannya harus lebih hati-hati. yaitu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta kedua belah pihak. e. 146 Sosiologi SMA/MA Kelas X . f. dan perkosaan. Pencurian Pencurian merupakan suatu tindak pelanggaran kriminal dengan mengambil barang-barang milik orang lain secara tidak sah. lesbian. Alkoholisme (miras) Minum-minuman beralkohol yang melebihi ambang batas dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. baik dengan senjata tajam maupun senjata api. pembunuhan. antara lain: pencurian sepeda motor dan mobil (curanmor). Pelaku umumnya orang-orang dalam di lingkungan bank yang bersekongkol dengan orang-orang tertentu selaku nasabah. c. Kasus pembobolan bank sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan canggihnya sistem transfer dana dari bank yang satu ke bank yang lain. dan pencurian ternak. Rangkaian tindakan perampokan sering kali berkaitan dengan tindak penganiayaan dan bahkan pembunuhan. Selain itu. Perampokan. homoseksual. sering kali berbuntut penganiayaan. Ada banyak jenis pencurian yang biasa terjadi di dalam masyarakat. atau tindakan anarkis yang merusak seperti membakar rumah dan fasilitas-fasilitas tertentu. penganiayaan. Penyimpangan seks Penyimpangan seks merupakan penyimpangan sosial pada aktivitas seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang menyimpang dari normanorma agama atau pun norma hukum.

Perkelahian pelajar Kasus perkelahian pelajar merupakan kasus-kasus kenakalan remaja yang marak di kalangan pelajar. kurangnya pengawasan orang tua siswa. Semarang. Ujung-pandang. pengendalian sosial di antara individu maupun di antara kelompok juga perlu dilakukan. Pengendalian sosial di antara Bab 5 Perilaku Menyimpang 147 . Coba jelaskan bagaimana urut-urutan penyelesaian kasus pelanggaran hukum dari awal sampai dengan vonis hakim! 2. kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan untuk mengatasi tawuran? Jelaskan pendapatmu! 3. dan lain-lain. diperlukan pengendalian sosial. i. yaitu dilakukan oleh orang-orang mampu dan disalurkan oleh orangorang dalam suatu bentuk kegiatan bisnis. j. 1. dan ganja. dan nepotisme? C. Hal-hal yang dapat menyebabkan perkelahian pelajar antara lain: pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang tidak terisi sesuai dengan jadwal. Surabaya. Perkelahian pelajar atau tawuran pada umumnya berlangsung di kota-kota besar seperti Jakarta. kehidupan masyarakat pun akan tertib dan teratur.dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Narkotika Penyimpangan sosial jenis ini merupakan penyimpangan yang bertendensi ekonomi. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma. Apa yang dimaksud dengan pengendalian korupsi. mengajak. wiski. kolusi. Pengendalian sosial merupakan suatu sistem yang mendidik. jenewer. Untuk itu. atau jenis-jenis miras yang lain. Bandung. dan lain-lain. Dengan begitu. putaw. Mengapa undang-undang perlu dibuat dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat? 4. Beberapa contoh alkohol atau miras antara lain: ciu. sabu-sabu. Adapun barang-barang yang dapat tergolong narkotika antara lain: ekstasi. Kepentingan individu atau kelompok tertentu sering kali menimbulkan penyimpangan-penyimpangan. heroin.

Hal ini dilakukan misalnya oleh gurumu terhadap murid-muridnya di sekolah. Selain itu juga memberlakukan hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas pada pelanggarnya. Selain itu. misalnya kepolisian. Selain itu. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. Misalnya. Misalnya. Pengendalian sosial di antara individu dan kelompok terjadi ketika individu mengawasi suatu kelompok. Tugas dan kewenangan lembaga 3. pengendalian sosial juga dapat dilakukan diantara kelompok. Misalnya.individu dilakukan dengan pengawasan individu tertentu terhadap individu lainnya. mengembangkan rasa takut dalam jiwa masyarakat yang hendak menyimpang dari adat dengan ancaman dan kekerasan. Kegiatan operasional lembaga 148 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Menurut Koentjaraningrat (1922 : 217). hukuman penjara atau berupa denda. Jika upaya pengendalian sosial tadi belum berhasil juga. di mana ada pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. Fungsi dan peranan lembaga 2. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan mempertebal keyakinan para warga masyarakat akan kebaikan adat istiadat dalam berbagai masyarakat. Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. ayahmu yang mendidikmu untuk menaati peraturan dalam keluarga. Seperti apakah cara-cara pengendalian sosial itu dan lembagalembaga apa saja yang melakukannya? Kamu bisa mengetahuinya di bab selanjutnya. Pengendalian sosial yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan sosial yang terjadi. dilakukan cara-cara yang lebih tegas. pengadilan. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan. pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang mematuhi adat istiadat dan sebaliknya mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat. kejaksaan.

Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara.MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. bagaimanakah solusi untuk mewujudkan pemerintah yang baik? Bab 5 Perilaku Menyimpang 149 . Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. Menurut Anda. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. presiden. Setujukah kalian bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat (strong government) yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyat untuk menuju pada satu arah sesuai dengan tujuan negara? Jelaskan! 2.

kolusi. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. Sebutkan masing-masing dua contoh budaya korupsi. dan nepotisme tak pernah bisa dihapuskan? Mengapa demikian? 4. mulai sekarang generasi-generasi tua harus berani menjadi guru perilaku sosial yang baik dengan meninggalkan secara perlahan dan penuh kesadaran budaya korupsi. Untuk mengeliminir budaya korupsi. terutama oleh pejabat-pejabat negara? 2.MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI P ada masa reformasi akhir-akhir ini. Mengapa korupsi masih kental dilakukan dalam masyarakat kita. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Bagaimana upaya pencegahannya melalui proses pewarisan budaya yang baik? 3. Benarkah bahwa budaya korupsi. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. Setujukah Anda dengan dibentuknya lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Di kalangan birokrat. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. Apa alasanmu? 150 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan nepotisme di kalangan birokrat pemerintah! 5. Pertanyaan: 1. dan nepotisme. kolusi. Pada dasarnya. kolusi.

dan lain-lain. Pertanyaan: 1. Sebab. Upaya-upaya apakah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan? Bab 5 Perilaku Menyimpang 151 . Mengapa kesenjangan sosial dapat menjadi potensi konflik dalam masyarakat? 4. Inilah kasus kesenjangan sosial yang makin lebar.KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. internet. Kasus ini dapat membuat sekat-sekat dalam masyarakat untuk menimbulkan penindasan sosial budaya kepada kelompok miskin serta mendorong adanya kecemburuan sosial dari kelompok miskin kepada kelompok kaya. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga manusia. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. komputer. mesin bubut. Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. Sebutkan empat faktor penyebab kesenjangan sosial! 2. televisi. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. mesin tenun. telepon. truk. Jelaskan bagaimana kaitan antara modernisasi dan kesenjangan sosial! 3. radio. traktor pembajak. keadaan ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik dalam masyarakat. Pada gilirannya. Bagaimana cara-cara mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat? 5. Akan tetapi.

Jenis-jenis penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan seksual Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) 152 Sosiologi SMA/MA Kelas X .1. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. Penyebab perilaku menyimpang Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan Proses belajar yang menyimpang Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan 5. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Revolusi sosial yang terjadi di Indonesia Revolusi sosial pada awal Kemerdekaan Revolusi sosial pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru Revolusi sosial pada masa peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi 6.

Pengendalian sosial merupakan. Suatu sistem yang mendidik . mengajarkan. dan nepotisme Pembobolan bank Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Perampokan. penganiayaan. Contoh-pengendalian sosial antara lain: Pendidikan Penghargaan Mengembangkan rasa malu Mengembangkan rasa takut dengan ancaman dan kekerasan Hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas Bab 5 Perilaku Menyimpang 153 . Penyimpangan sosial berdasarkan jumlah pelakunya Penyimpangan perorangan Penyimpangan kelompok 9. kolusi.7. dan pembunuhan Pencurian Penyimpangan seks Alkoholisme (miras) Narkotika Perkelahian pelajar ebudayaan dan Struktur Sosial 10. Penyimpangan sosial berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran Penyimpangan primer Penyimpangan sekunder 8. Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. diperlukan pengendalian sosial. Contoh penyimpangan sosial dalam kehidupan sehari-hari Pemalsuan uang dan dokumen Korupsi.

pengawasan sosial 3. degradasi moral 5. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . . penghubung kerabat B. pengaruh lingkungan keluarga C. . A. C. B. revitalisasi E reorganisasi menghindari konflik sosial Sosiologi SMA/MA Kelas X . . D atau E! 1. . . A. A. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . . . mengatur pemenuhan kebutuhan E 154 D. faktor usia dan jenis kelamin E pengaruh lingkungan pergaulan 4. sosialisasi D. pengendalian sosial E norma sosial C. . . Salah satu penyebab adanya perilaku menyimpang adalah . melindungi kepentingan umum C. A. . penyimpangan sosial C. adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna D. edukasi E reproduksi C. . A. menciptakan kebenaran B. deviasi sosial 2. .Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Salah satu tujuan dari pengendalian sosial adalah . demoralisasi B. Suatu keadaan di mana terjadi penurunan kualitas moral orang-orang dalam masyarakat disebut . pengadilan B. kontrol sosial D. menciptakan keteraturan sosial D. faktor warisan biologis B. . . .

penyimpangan perilaku akan diberikan sanksi berupa . A. 3. 1. . . 1. hukum dan norma C. . benar dan salah 8. 5 B. perkelahian pelajar homoseksualitas penyalahgunaan narkotika kebut-kebutan di jalan raya penggunaan obat bius di rumah sakit Dari jawaban di atas. sanksi sosial dikucilkan dari masyarakat D. A. 4. 5 E 3. . . nilai-nilai dan norma sosial B. denda berupa uang C. Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai . . primer B. . tata kelakuan dan kebiasaan E. 2. kelompok E sekunder C. hasil sosialisasi tidak sempurna B. . terorganisir 9. 2. . . . ketidakmampuan orang tua dalam mendidik D. Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah . 3 D. Pada masyarakat tradisional seperti masyarakat Tengger di Gunung Bromo Jawa Timur. . 2. A. A. kebebasan dalam pergaulan di masyarakat E pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 10. Penyimpangan hanya bersifat sementara dan tidak berulang kembali dan individu yang melakukan masih diterima secara sosial termasuk jenis perilaku menyimpang . Di 1. sanksi hukum fisik B. . . 4 Bab 5 Perilaku Menyimpang 155 . 4. 2. 3. hukuman kurungan E hukuman gantung 7. 4. 3. individu D. 5 C. 5. bawah ini merupakan bentuk-bentuk perilaku menyimpang. agama dan adat istiadat D.6. . A. hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang C. yang benar adalah .

Pernyataan di bawah ini merupakan akibat negatif bagi penghisap narkotika. . pelacuran demi terpenuhi kebutuhan rohaninya B.11. A. Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah termasuk dalam tipe perilaku penyimpangan . pelajar saling berkelahi demi nama baik sekolahnya C. . . memberikan hukuman yang berat bagi pelaku C. suka bekerja keras agar nafsu makan semakin kuat B. represif B. . A. primer D. teman sepermainan D. Bertolak pada ketahanan keluarga. menghisap narkotika untuk memperkuat ketahanan jasmani dan rohaninya E belajar yang giat demi mencapai prestasi dan nama baik sekolah dan keluarganya 15. A. . . . organisasi pemuda B. . kecuali . . . preventif 14. . kecuali . suka berbohong dan sering marah D. perasaan tidak terpenuhi kebutuhannya (kurang dimengerti) bahkan terancam keamanan dirinya 156 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . A. A. media massa E lembaga swadaya masyarakat C. secara psikologis penyebab kenakalan remaja tercantum di bawah ini. A. Media sosialisasi yang sering menyajikan berita dengan menggambarkan sisi kehidupan yang berbeda serta bertentangan dengan nilai dan norma diajarkan di dalam keluarga dan sekolah adalah . . perlakuan seks sebelum pernikahan demi martabat keluarganya D. sekunder E kuratif C. . memberdayakan lembaga sensor film D. rasa kering pada mulut dan kerongkongan C. . sering melanggar hukum E sering buang air kecil 16. meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan E melakukan pengendalian sosial lewat lembaga sosial 12. . mengekang pergaulan remaja B. lembaga pendidikan 13. kecuali . Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah . Pernyataan di bawah ini adalah perilaku yang menyimpang. . .

pengendalian sosial 20. menyelamatkan manusia dari tindakan dosa E menghindari perilaku menyimpang Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. interaksi sosial E. . melindungi kepentingan umum C. A. struktur sosial C. . Instansi yang termasuk pelaksana hukum dalam pengendali primer adalah seperti di bawah ini. . A. pengadilan E kesehatan C. proses sosial D.B. . kepolisian D. . perasaan yang puas atas suksesnya setiap anggota keluarganya E. sistem sosial D. interaksi sosial B. perasaan terkekang keinginannya dalam menyatakan perasaan dan kebebasannya D. kehakiman B. sakit hati karena kecemburuan antarsaudara keluarganya 17. Keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak tertentu dalam masyarakat karena ada penyimpangan sosial sehingga kestabilan dalam masyarakat tercipta. pengertian ini adalah . kejaksaan 19. . Susunan orang-orang yang memimpin dengan pembantu-pembantunya yang mengurus keutuhan termasuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat disebut . . . pengendalian sosial 18. adanya konflik dan frustasi yang tidak terpecahkan yang tersimpan di dalam diri sendiri C. stratifikasi sosial C. . menciptakan keteraturan sosial B. . . menciptakan homogenitas ipoleksosbudhankam D. . Manfaat pengendalian sosial adalah . A. proses sosial E. Sebutkan tiga bentuk penyimpangan yang paling meresahkan dalam masyarakat! Bab 5 Perilaku Menyimpang 157 . A. Buatlah batasan skala yang dianggap sebagai perilaku menyimpang dalam keluargamu! 2. kecuali . aktivitas sosial B.

Sebutkan dan jelaskan kegiatan yang perlu diadakan untuk menghindari perilaku menyimpang di daerahmu! 5. Jelaskan pengertian pengendalian sosial! 8. Sebutkan salah satu contoh pengendalian sosial yang dilakukan kelompok terhadap kelompok! 10. Sebutkan tiga lembaga penegak hukum di Indonesia yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial! 7. Sebutkan sebab-sebab timbulnya proses sosialisasi yang tidak sempurna dan berikan penjelasan secukupnya! 4.3. Mengapa perilaku menyimpang juga dapat dikatakan positif? 158 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkotika? 9. Jelaskan keberadaan kelompok-kelompok yang berperilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat! 6.

Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial. demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa. bukan? Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dalam berbagai cara. buruh. Perasaan tidak puas ini sering menjadi penyebab munculnya kekerasan pada demonstrasi-demonstrasi. Pada dasarnya. Untuk lebih jelasnya. para demonstran tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka dan tentunya ingin agar harapan-harapannya terwujud. Jika hal itu sudah terjadi. polisi yang tadinya mengawasi jalannya demonstrasi pun ikut turun dan mengendalikan para demonstran tersebut. 10 – 16 Mei 2004 K amu pasti pernah melihat aksi demonstrasi di televisi bukan? Misalnya.ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi jenisjenis lembaga pengendalian sosial. Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial. di sinilah peran polisi sebagai salah satu pelaku pengendali sosial sudah dapat kamu lihat. coba kamu pelajari bab ini! Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 159 . Mengidentifikasikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat. Tetapi sering kali ketika harapan-harapan mereka tidak terwujud. atau kelompok masyarakat lainnya. Sumber: Tempo. Nah. yang muncul justru ketidakpuasan.

Pengetahuan tentang hakikat manusia Pengetahuan tentang interaksi sosial Pengetahuan tentang norma dan nilai Penerapan pengetahuan tentang sosialisasi Pengetahuan tentang perilaku menyimpang Pengetahuan tentang Pengendalian sosial Pengetahuanpengetahuan lain Penerapan perilaku sehari-hari Tertib Sosial 160 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

A. Oleh karena itu. Ketiga lembaga ini merupakan aparat negara yang secara khusus mengurusi soal penerapan hukum dan pengadilan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. Lembaga Pengendalian Sosial Sekunder Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sekunder adalah lembaga pengendalian yang bukan merupakan petugas pokok melainkan menjadi pengamat atau pihak yang diterapi suatu peraturan hukum. Masalahnya adalah jangan sampai perilaku menyimpang ini terjadi dalam jumlah dan skala yang besar karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Di bab ini kamu akan lebih banyak mengetahui tentang pengendalian sosial. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. Mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan peradilan. misalnya seorang dosen. kejaksaaan. Perilaku menyimpang sungguh-sungguh harus dihindari karena dapat merugikan pihak lain dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Nah.lembaga pengendalian sosial dibedakan menjadi dua. Lembaga Pengendalian Sosial Primer Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sosial primer adalah lembaga pengendali yang memang sejak awal keberadaannya menjadi aparat penegak hukum atau pengendali ketertiban dalam masyarakat. 2. seorang pembela hukum Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 161 . diperlukan lembaga. JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar perilakunya sesuai dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas. baik yang bersifat formal maupun nonformal untuk menjalankan peran sebagai lembaga pengendalian sosial. 1. Begitu juga tindakan anti sosial sedapat mungkin dicegah untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bersama. di bab sebelumnya kamu sudah mengetahui sedikit tentang pengendalian sosial. diperlukan langkah-langkah sosial yang dinamakan pengendalian sosial. Untuk itu. Pelanggaran tersebut disebabkan karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan tingkat dan jenis penyimpangan perilaku yang dilakukan. Perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. Lembaga ini meliputi kepolisian. yaitu lembaga pengendalian sosial primer dan lembaga pengendalian sosial sekunder. dan pengadilan. B. kita melihat pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang ada. PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL Sering kali dalam kehidupan di sekitar kita.

dan lain-lain). Lembaga adat terdiri atas tokoh-tokoh adat. pembela hukum. Tokohtokoh adat merupakan pemimpin nonformal. Tokoh-tokoh masyarakat merupakan 162 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Selain pemuka agama. para tokoh masyarakat pun berperan dalam pengendalian sosial mereka yang mempunyai pengaruh atau pun kharisma untuk mengatur berbagai kegiatan di dalam lingkup masyarakat. dan lain-lain. adat-adat ritual. lembaga adat ini merupakan lembaga pengendalian sosial yang vital dan eksis dalam mempengaruhi dan mengatur tata kelakuan warga masyarakat sehari-hari. antara lain sebagai berikut. Misalnya. Sumber: Gatra. mahasiswa. hanya sebatas pengamat yang berhak mengemukakan pendapat atau opini terhadap suatu penyelesaian hukum. Pada masyarakat tradisional. Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat Salah satu lembaga pengendalian sosial yang paling dini adalah para pemuka masyarakat dan pemuka adat. pelanggaran terhadap adat perkawinan. Pada masyarakat tradisional. adat kekerabatan. lembaga pengendalian sosial sekunder meliputi semua warga masyarakat (para dosen. orang-orang tua. penanganannya menjadi kewenangan dari lembaga-lembaga adat masyarakat itu sendiri. Adapun jenis-jenis komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial dalam masyarakat. artinya otoritas yang dimiliki merupakan pemberian langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya melalui kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. 6 Desember 2003 Gambar 6. Dengan demikian. Akan tetapi. serta tradisi-tradisi khusus. bentuk-bentuk pelanggaran terhadap norma-norma adat. pemuka agama.atau advokat serta mahasiswa fakultas hukum. adat pembagian warisan. a. tokoh masyarakat. dan pemuka masyarakat pada masyarakat tradisional.1 Tokoh masyarakat dijadikan panutan dan pengendali sosial dalam masyarakat. Mereka ini dapat menjadi pengontrol kebijakan dalam pelaksanaan hukum dan peradilan.

Polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas menjadi pelindung terhadap ketertiban masyarakat. Lembaga Pengadilan Salah satu lembaga penegak hukum yang paling akhir adalah pengadilan. Jelaslah. pemogokan-pemogokan. unjuk rasa. Lembaga Kepolisian Pemisahan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Kepolisian sejak reformasi bergulir merupakan suatu langkah maju. Lembaga Kejaksaan Setelah kepolisian melakukan penyidikan terhadap tindak pelanggaran hukum. yaitu pihak yang melakukan penuntutan terhadap merekamereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. dan melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. Putusan pengadilan negeri bisa menjadi putusan tetap atau tidak tetap. yang dilakukan dalam bentuk gosip.panutan sekaligus pengendali yang dipatuhi oleh warga masyarakat yang lain. d. c. dan mahasiswa. Pekerjaan lembaga kejaksaan merupakan tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang menangkap dan menyidik pelaku-pelaku pelanggaran untuk dituntut di pengadilan berupa bentuk pelanggarannya yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di dalam masyarakat. Apabila pihak yang Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 163 . pelajar. Lembaga kejaksaan pada hakikatnya merupakan lembaga formal yang bertugas sebagai penuntut umum. Semua usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. sering kita gelisahkan beberapa oknum aparat penegak hukum juga telah melakukan penyimpangan terhadap tugasnya sehingga mengakibatkan rusaknya sistem dalam upaya pengendalian sosial itu sendiri. Selanjutnya. lembaga swadaya masyarakat. aksi protes. Kepolisian telah ditempatkan sebagai lembaga penegak hukum yang berfungsi mengawasi semua bentuk penyimpangan terhadap hukum yang berlaku. baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung disebut kontrol sosial. bahwa sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat sangat ditentukan pula oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat. Akan tetapi. Tahap pelaksanaannya melalui tiga tingkatan hingga sampai ke Mahkamah Agung. serta tokoh-tokoh masyarakat. demonstrasi. Pengendalian sosial pada saat sekarang kian berkembang dalam berbagai bentuk. serta tekanan-tekanan politik lain yang komponennya sering kali melibatkan kalangan media massa. kepolisian akan membuat berita acara pelanggaran yang dilengkapi dengan data-data penyidikan untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan. maka kepolisian memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada kejaksaan. Misalnya. menangkap pelaku-pelaku pelanggar hukum. b.

f. yaitu suatu lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang kemasyarakatan termasuk pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. g. Oleh karena itu. Agar suatu peraturan hukum dipatuhi maka dilengkapi dengan sanksi dengan maksud untuk memberikan penekanan sekaligus ancaman dan pendidikan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. Lembaga Pendidikan Fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Secara sosiologis. baik hukum perdata maupun hukum pidana sesuai dengan hukum acara masingmasing. Sesuai dengan fungsinya. hukuman kurungan. dan hukuman mati. Lembaga Keagamaan Lembaga keagamaan berfungsi untuk mengajak dan mengarahkan umat beragama untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. juga bertugas untuk mengawasi perilaku murid-muridnya dan mendidiknya. Lewat tugasnya. Lembaga pengadilan pada hakikatnya merupakan lembaga pengendalian sosial formal karena lembaga tersebut memeriksa kembali hasil penyidikan dan BAP dari kepolisian serta menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan terhadap kasus pelanggaran itu sendiri. Parlement Watch. mereka pun telah melakukan bentuk pengendalian individu terhadap kelompok. Solidamor. Fungsi ini juga dapat dijalankan oleh tokoh agama. lembaga-lembaga pengadilan akan mempersidangkan setiap kasus pelanggaran terhadap norma-norma hukum. bermunculan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Oganization). dan lain-lain. Guru-guru di sekolah selain mengajar. e. hukuman seumur hidup. Adapun bentuk-bentuk sanksi dari peraturan hukum antara lain: hukuman denda. 164 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu: Kontras. di mana ia menuntun anggota masyarakatnya untuk selalu berperilaku sesuai dengan nilai dan norma agama. lembaga ini sangat penting keberadaannya di dalam masyarakat sebab menjadi alat kontrol ketika pemerintah melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap normanorma hukum. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 di Indonesia. Lembagalembaga ini secara mandiri berdiri dan bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya serta menjadi lembaga kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah.dikenai putusan naik banding pada tingkat pengadilan di atasnya. Corruption Watch. lembaga pendidikan sangat berperan besar sebagai lembaga pengendalian sosial. putusan tersebut masih bersifat sementara dan putusan itu akan dinyatakan final hingga diputuskan oleh Mahkamah Agung.

dan lain-lain. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 165 . sabar. Pengendalian sosial gabungan merupakan gabungan dari pengendalian preventif dan represif. 1. yaitu setelah dan sesudah penyimpangan terjadi. Pengendalian Intrinsik dan Ekstrinsik Pengendalian intrinsik adalah pengendalian dari dalam diri seorang individu dengan berpikir secara jernih. Pengendalian sosial represif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi suatu pelanggaran. seolah-olah merupakan petunjuk Tuhan secara spiritual kepada umatNya secara abstrak. pengendalian ini berusaha mencegah sekaligus mengembalikan keadaan sesudah penyimpangan terjadi. misalnya dengan teguran. serta aparatur negara seperti kepolisian. Bentuknya berupa nasehatnasehat. Apa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial? 3. dan Gabungan Pengendalian preventif adalah pengendalian sosial yang bersifat pencegahan agar seseorang tidak melakukan penyimpangan perilaku. CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL Mengenai bagaimana cara pengendalian sosial dilaksanakan. Pengendalian Preventif. alat pengendali ini dinamakan hati nurani. kejaksaan. Menurutmu apakah selama ini lembaga kepolisian sudah berfungsi sebagai pengendali sosial? 2. atau pun sanksi hukum. Hati nurani selalu bersifat jujur dan benar. Artinya. pendidikan agama. Pengendalian ini dilakukan dua kali. bisa dilakukan oleh orang tua. 2. Di dalam ilmu jiwa. keluarga dan kerabat. anjuran. Pengendalian ekstrinsik adalah pengendalian dari luar terhadap perilaku menyimpang seseorang. tokoh agama dan tokoh masyarakat. sanksi sosial. Setujukah kamu jika polisi melakukan pengendalian sosial yang keras terhadap para demonstran? Jelaskan pendapatmu! C.1. kita mengenal tingkatan-tingkatan dalam pelaksanaan pengendalian sosial. Represif. antara lain sebagai berikut. pendidikan budi pekerti. dan pengadilan. dan jujur sehingga seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang.

Teknik pervasion dilaksanakan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang.Sumber: Indonesia Indah Gambar 6. Contoh pelaku pengendalian eksternal adalah aparat kepolisian atau tokoh-tokoh masyarakat selaku pengamat pelaksanaan kebijakan pemerintah. Sebaliknya. Contoh pengendalian sosial internal. 5. 4. 3.2 Salah satu cara dalam melaksanakan pengendalian sosial adalah melalui pendidikan agama. Pengendalian Compulsion (Paksaan) dan Pervasion (Pengisian) Berdasarkan tehniknya. Pengendalian Internal dan Eksternal Pengendalian sosial dilihat dari asalnya dapat berasal dari dalam lembaga internal maupun dari luar lembaga eksternal. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik yang akhirnya menimbulkan dendam bahkan korban. misalnya pada Departemen Pendidikan Nasional ada aparat pengendali yang disebut inspektur jenderal hingga para pengawas di tingkat pendidikan dasar. Dengan teknik ini diharapkan seseorang dapat meningkat kesadarannya dalam mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Teknik compulsion diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah perilakunya yang menyimpang dan akhirnya secara tidak langsung kembali patuh pada nilai dan norma. pengendalian sosial dapat dilakukan secara paksaan (compulsion) dan pengisian (pervasion). Cara persuasi dilakukan dengan membujuk atau mengajak seseorang atau sekelompok orang secara halus untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Pengendalian Persuasi dan Koersi Dilihat dari caranya. dan pendidikan tinggi. pengendalian sosial dapat berlangsung lewat cara persuasi dan cara koersi. cara koersi dilakukan dengan cara kekerasan fisik atau dengan ancaman. 166 Sosiologi SMA/MA Kelas X . menengah.

baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal. karena pendidikan dapat membina dan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 167 . Artinya. Gosip atau Desas-Desus Gosip atau desas-desus merupakan bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya. pendidikan. 1. 3. Teguran lisan adalah teguran yang dilontarkan secara lisan kepada individu yang berperilaku menyimpang.1. Dalam pelaksanaannya. tetapi melalui surat. dan sebagainya. yaitu teguran lisan dan teguran tertulis. Coba tuliskan penyimpangan sosial yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. Teguran tertulis adalah bentuk teguran yang dilakukan secara tidak langsung. pendidikan agama. Pendidikan merupakan alat pengendalian sosial. Misalnya. Menurutmu pengendalian sosial seperti apakah yang dapat dijalankan untuk mengatasi tawuran? 2. Gosip muncul di masyarakat apabila ada individu/ kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. Pendidikan Pengendalian sosial dapat dilakukan secara tidak langsung sejak awal melalui jalur pendidikan. teguran orang tua secara lisan dan langsung terhadap anaknya yang berperilaku menyimpang. teguran. Teguran tertulis ini umumnya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya dalam ikatan kedinasan (pekerjaan). 2. individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakatnya. teguran guru kepada siswa yang melanggar. Apakah yang dimaksud dengan pengendalian gabunan (preventif dan represif)? 3. kemudian ceritakan juga penendalian sosial apa yang dilakukan untuk mengatasinya! Pengendalian sosial dapat terwujud dalam bentuk gosip. Teguran Teguran merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang. teguran ini ada dua macam. teguran lisan pemimpin terhadap bawahannya yang melanggar. dan hukuman atau saksi.

4. Melalui pendidikan yang sempurna. masyarakat. Pendidikan Agama Tindakan para tokoh-tokoh agama dengan memberikan siraman rohani kepada umatnya merupakan suatu bentuk pengendalian preventif terhadap perilaku menyimpang. pengadilan massa dalam bentuk penganiayaan secara massal hingga pembunuhan massal. individu yang kurang pendidikannya cenderung mengalami kesulitan menyesuaikan dirinya dalam interaksi sosial di masyarakatnya. a. seorang individu dapat membedakan mana yang benar dan salah. Hukuman mempunyai tingkatan yang semakin berat sesuai bobot kesalahan masing-masing pelanggar.mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Bentuknya berupa teguran. Sanksi hukum ini meliputi: hukuman denda. mana yang baik dan buruk. dan hukuman mati. hukuman kurungan. Salah satu subsistemnya adalah lembaga pengendalian sosial. Sanksi Hukum Sanksi hukum merupakan sanksi yang dilakukan penegak hukum terhadap individu yang melanggar norma-norma hukum. Individu yang berpendidikan baik cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan. AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari banyak komponen dan saling berkaitan secara berkesinambungan. Hukuman atau Sanksi Hukuman merupakan pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian yang lain belum juga dipatuhi. pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. Apabila lembaga pengendalian sosial dalam suatu masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. D. Kita mengenal dua macam hukuman. diusir dari masyarakat. Sanksi Sosial Sanksi sosial diberikan oleh warga masyarakat kepada orang yang berperilaku menyimpang. baik hukum perdata maupun hukum pidana. dan negaranya. Norma-norma agama berisi bimbingan dan arahan kepada pemeluknya agar bersikap dan berperilaku baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Sebaliknya. maka 168 Sosiologi SMA/MA Kelas X . atau mana yang boleh dan tidak boleh. yaitu sanksi hukum dan sanksi sosial. b. hukuman seumur hidup. bangsa. dikucilkan dari masyarakat. 5. Secara pedagogis.

Menurut penelitian. Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa Apa yang harus dilakukan ketika ternyata penyimpangan yang terjadi banyak dilakukan oleh masyarakat? Diperlukan kembali adanya upaya untuk mengembalikan ketertiban dalam masyarakat. pengadilan. c. pencanangan Gerakan Disiplin Nasional. dan peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial. pendidikan. sekitar 20 persen pelanggaran hukum disebabkan karena ketidaktahuan terhadap norma hukum. antara lain seperti penyuluhan hukum. perpajakan. dan lain-lain. Misalnya. kejaksaan. diusahakan juga supaya pengendalian sosial tidak terjadi lagi. Judicial Review Proses perubahan sosial menuntut adanya perombakan atau perbaikan terhadap peraturan-peraturan hukum yang dianggap usang. sangat perlu untuk diprogramkan adanya penyuluhan hukum dengan melibatkan aparat-aparat yang terkait. Dengan meningkatnya pengetahuan hukum dari warga masyarakat. Beberapa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial adalah sebagai berikut. Penyuluhan Hukum Banyak di antara warga masyarakat yang mempunyai pengetahuan dan kesadaran hukum yang rendah. a. Jika penyimpangan terjadi. Selain itu. Masyarakat dapat mensosialisasikan kontrol sosial agar anggota masyarakat mau bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa adanya paksaan. akan dapat mengurangi kuantitas pelanggaran hukum yang terjadi di dalam masyarakat. revitalisasi aparat. Lembaga pengendalian sosial diharapkan mampu menjalankan fungsinya sehingga penyimpangan pun dapat dicegah. lembaga pengendalian sosial harus mampu mengembalikan dan memperbaiki keadaan menjadi seperti semula. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 169 . b. Judicial review. Oleh sebab itu. Inilah yang dinamakan judicial review.terjadilah kegoncangan sistem yang mengganggu keteraturan sosial sebagaimana yang diinginkan. Masyarakat pun dapat membantu lembaga pengendalian sosial untuk menjalankan fungsinya. Revitalisasi Aparat Apabila keadaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat semakin memburuk dan aparat keamanan kewalahan mengatasi banyaknya pelanggaran yang terjadi.

Buatlah laporan diskusi dari kelompokmu! 2. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional Pada masa Orde Baru pernah dicanangkan suatu gerakan yang disebut Gerakan Disiplin Nasional (GDN). Apabila suatu ketertiban telah mengakar dan membudaya dalam suatu masyarakat. mengganti personil pada tiap-tiap jabatan. Presentasikan hasil diskusi ini pada pertemuan dua minggu yang akan datang! 170 Sosiologi SMA/MA Kelas X . hal tersebut akan membentuk suatu sistem pengendalian sosial yang efektif.diperlukan revitalisasi aparat termasuk peralatannya. Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 10 orang! 2. Perbuatan tersebut sesungguhnya positif sebab dapat membudayakan suatu ketertiban dalam masyarakat pada setiap segi kehidupan. Salah satu solusi yang murah dan cepat adalah dengan membangun keamanan swakarsa yang anggotanya direkrut dari warga masyarakat. Artinya. menambah jumlah personil baru. serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. d. Peningkatan Peran Serta Warga Masyarakat dalam Kontrol Sosial Sejalan dengan era reformasi. Lakukanlah analisa sosial terhadap masalah sosial itu! 4. Kemukakan pengendalian sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut! Tugas 1. misalnya dengan terbukanya kebebasan pers serta terbukanya warga masyarakat mengemukakan pendapat dan opini terhadap semua bentuk kebijakan pemerintah. tumbuh kesadaran tentang ketertiban dan kuatnya pengendalian diri dari masingmasing individu. Carilah masalah sosial di media massa (koran atau majalah)! 3. e. Apabila hal seperti ini dapat dikembangkan. maka pilar demokrasi berkembang menjadi semakin kokoh. Misalnya. Prosedur 1. maka akan dapat menjadi alat kontrol yang efektif dalam rangka menegakkan suatu tertib sosial di dalam masyarakat.

Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Bagaimana solusi mengatasi masalah pendidikan sekarang ini? Jelaskan! A Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 171 . sampai SMA).Kamu pasti sering menonton televisi bukan? Menurutmu apakah dengan acaraacara televisi yang disiarkan dapat membentuk perilaku menyimpang? Jika ya. Oleh karena itu. pengendalian sosial seperti yang harus dilakukan? Jelaskan pendapatmu! PENDIDIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH TANGGUNG JAWAB SIAPA? nak saat di sekolah. SMP. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. bahwa anak saat di sekolah adalah dominan tanggung jawab pihak sekolah mulai dari guru. kepala sekolah. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Namun demikian. Setujukah kalian. Indonesia berupaya mewujudkan program wajib belajar 9 tahun. atau orang tua? Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. tanggung jawab Siapa? Suatu bangsa akan besar apabila pendidikannya baik dan maju. kepada sekolah. Jelaskan! 2. tanggung jawab siapa? Apakah tanggung jawab guru. yayasan. dan yayasan/ pengelola. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. saat anak di sekolah selama 12 tahun (mulai SD.

pemerintah pun dihadapkan pada dua pilihan. Pertanyaan: 1. 172 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Berdasarkan hasil penelitian pemerintah. yaitu bedol desa atau relokasi penduduk.00/bulan selama 1 tahun dan pembayarannya dilakukan setiap 3 bulan. bahwa tidak mungkin lagi penduduk kembali ke desa mereka. dibicarakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin dengan jumlah Rp100. Alternatif mana yang seharusnya diambil oleh penduduk Sidoardjo? 2.BEDOL DESA ATAU REKOLASI PENDUDUK KORBAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS M ari kita sepakati sementara waktu bahwa semburan lumpur panas Lapindo Brantas adalah suatu kecelakaan atau musibah.000. Bagaimana seharusnya sikap masyarakat atas pilihan yang diambil oleh pemerintah Kota Sidoardjo? BATUAN DANA LANGSUNG TUNAI Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla. Menurutmu apakah Lapindo telah melakukan penyimpangan sosial? Jelaskan pendapatmu! 3. Sekarang Pemda Sidoardjo dan Propinsi Jawa Timur dihadapkan masalah besar dengan tenggelamnya empat desa di sekitar lokasi PT Lapindo Brantas dan akhirnya membuat penduduk desa tersebut ”terlunta-lunta” di tempat penampunan sementara.

Sebaiknya BLT tersebut diwujudkan dalam bentuk program sosial yang bagaimana? 4. lembaga adat dan tokoh masyarakat lembaga kepolisian lembaga kejaksaan lembaga pengadilan LMS dan masyarakat lembaga pendidikan lembaga keagamaan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 173 . Prosedur apa yang tidak dilakukan pemerintah saat menentukan pemilihan kebijaksanaan? 3. Mengapa program BLT tersebut gagal? 2. Akhir-akhir ini kelihatannya pemerintah menyadari bahwa BLT bukan suatu cara yang tepat untuk membantu rakyat miskin. syukurlah! Pertanyaan: 1. Di samping itu. lebih baik memberikan kail atau ikannya sekaligus? 1. Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial Lembaga pengendalian sosial primer Lembaga pengendalian sosial sekunder 2. namun karena kesalahan dalam pendataan atau adanya kesengajaan membuat BLT tidak tersalurkan kepada sasaran yang tepat. Komponen-komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial antara lain. banyak warga berebut dan tidak jarang mengakibatkan kecelakaan kepada penerimanya.Pro kontra atas kebijakan ini sampai saat ini terus berlangsung dan pada saat-saat pembayaran. banyak warga yang seharusnya sebagai yang berhak. Jika kita hendak membantu seseorang.

Upaya untuk mengembalikan ketertiban setelah penyimpangan terjadi Penyuluhan hukum Judicial review Revitalisasi aparat Pencanangan Gerakan disiplin Nasional Peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial 174 Sosiologi SMA/MA Kelas X . represif. dan gabungan Pengendalian internal dan eksternal Pengendalian persuasi dan koersi Pengendalian compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian) 4. Bentuk-bentuk pengendalian sosial Gosip atau desas-desus Teguran Pendidikan Pendidikan agama Hukuman atau sanksi 5. Akibat-akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa 6.3. Cara-cara pengendalian sosial Pengendalian intrinsik dan ekstrinsik Pengendalian preventif.

A. pengendalian nonformal C. . pengendalian sekunder E. kuratif 5. pengendalian primer D. . lembaga sekolah C. kecuali . condolence C. intimidasi B. cemoohan D. kepala sekolah E. pedagogis B. . . A. . A. . guru bimbingan dan penyuluhan B. B. guru dan karyawan 2.Soal ObJektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . . C. . BP3 C. D atau E! 1. lembaga pendidikan E. represif E. Penyebaran brosur tentang penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian . . . berarti ia melakukan pengendalian sosial berupa . lembaga kepolisian B. pengendalian internal 3. pengendalian formal B. . lembaga agama Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 175 . . didaktis C. Jika anggota masyarakat selalu menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang. A. . preventif D. A. Guru dan karyawan D. Di bawah ini termasuk komponen-komponen yang berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial. gosip 4. . desas-desus E. Aparat pengendalian sosial di lingkungan sekolah bagi para siswa adalah . Pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu-individu itu sendiri untuk menghindari perilaku menyimpang disebut . lembaga adat D.

. Usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak yang melanggar perundingan disebut . penghinaan C. pengendalian eksternal B. pengendalian sementara E. A. pengendalian intrinsik D. hukuman B. . Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. pengadilan. sekolah dan guru B. Pengendalian yang muncul dari dalam diri seseorang disebut . Mahkamah Agung. pengendalian compulsion B. kecuali . lembaga adat dan tokoh masyarakat 9. . gosip D. pengendalian intrinsik C. pengadilan massa D. polisi 10. kepolisian B. terjadinya konflik sosial 12. jaksa. . yaitu . lembaga permasyarakatan. hakim. kejaksaan. yaitu . tentara. . kejaksaan D. menurunnya tingkat kemiskinan B. Lembaga penegak hukum terdiri dari tiga macam. meningkatnya korupsi dan kolusi C. . . . . lembaga pengendalian sosial dibagi dua. Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka terhadap warga yang melakukan penyimpangan disebut . A. pendidikan dan keagamaan C. primer dan sekunder D. . A. . . . kepolisian. teguran E. . Berikut ini merupakan akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial. . A. sekolah C. nasihat 11. kegoncangan ekonomi E. pengendalian preventif D.6. Pengendalian sosial yang bersifat pencegahan disebut . . 176 Sosiologi SMA/MA Kelas X . A. pengendalian preventif C. pengendalian represif 8. pengadilan E. A. pengendalian eksternal E. . . . pengendalian persuasi 7. . permanen dan sementara E. pengadilan. . kejaksaan.

. . kontrol sosial 13. tokoh agama B. . . A. . masyarakat D. lembaga adat B. kuratif C. teguran 16. . intimidasi C. . hukuman denda E. . pemuka agama 15. A. koersi B. Berikut ini yang merupakan sanksi hukum adalah . A. sanksi sosial D. . . pengendalian sosial B. tokoh masyarakat C. . gosip B. Teknik pengendalian dengan cara menyampaikan nilai dan norma disebut teknik . represif 14. tindakan pencegahan C. . meningkatkan pengetahuan masyarakat B. gosip C. A. pendidikan E. . saudara 18. hukuman pasung D. Pengendalian sosial yang dianggap mempunyai kharisma atau pengaruh untuk mengatur kegiatan di masyarakat adalah .A. . Nasihat dan anjuran termasuk dalam pengendalian . persuasi Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 177 . . pervasion E. . compulsion C. . preventif B. hukuman 19. . A. mendidik masyarakat awam D. . Pengendalian sosial bertujuan untuk . menghukum orang yang bersalah C. Pengendalian sosial yang bersifat formal dapat dilakukan oleh . A. menciptakan masyarakat adil dan makmur 17. ekstrinsik E. . sementara D. hukuman massal E. . menciptakan keamanan dan ketertiban E. cemoohan B. hansip E. A. kepala desa D. sanksi sosial D. pemangku adat C. Pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian lain belum dipatuhi disebut . kepolisian E. eksternal D.

20. Menurutmu apakah gosip cukup efektif untuk melakukan pengendalian sosial? 7. intrinsik C. internal D. persuasi B. represif E. A. Pengendalian lewat hati nurani termasuk dalam pengendalian . Sebutkan akibat-akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial! 3. preventif Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Sebutkan upaya-upaya untuk mengembalikan penyimpangan tersebut! 178 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan oleh guru? 5. Apa yang menyebabkan lembaga pengendalian sosial tidak menjalankan fungsinya? 4. . . Apa yang dimaksud dengan teguran? 8. Apa yang dimaksud dengan pengendalian intrinsik? 9. . Apa yang dimaksud dengan pengendalian compulsion? 2. Apa yang dimaksud dengan pengendalian preventif? 10. Apa yang dimaksud dengan gosip? 6.

di mana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan : kerja sama : kerumunan Daftar Istilah 179 .accomodation adat akulturasi akulturasi budaya angket applied science arbitration asimilasi asimilasi budaya asosiasi asumsi coercion community compromise cooperation crowd : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai : percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen : percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi : perhimpunan orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama : alternatif jawaban dari suatu masalah : akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan : masyarakat setempat : akomodasi.

antarkelompok. : data realita di lapangan : data-data mengenai suku bangsa tertentu : data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap obyek penelitian tanpa melalui perantara : data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor) : semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan : penurunan kualitas moral : gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang : jawaban sementara dari suatu masalah : himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis : kecakapan berpikir : hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu. yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. waktu dan tempat. : nyata atau realistis : suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku. serta peristiwanya : bimbingan keluarga : semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat : semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat : kebiasaan. dan antara individu dengan kelompok : metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden : cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang 180 Sosiologi SMA/MA Kelas X .custom data empiris data etnografi data primer data sekunder data sosial demoralisasi dinamika sosial eksplisit fakta family counseling fenomena alam fenomena sosial folkways hipotesa ilmu pengetahuan intelektualitas interaksi sosial interview kebiasaan : adat istiadat.

dan bermoral : kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk hidup : kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain : satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. kebutuhan sosial. dan anak-anak : perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa : generalisasi dari perilaku khas seseorang : pengetahuan tentang sesuatu hal : suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan : suatu bentuk interaksi sosial. : kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar. rasa. rasa. baik abstrak maupun konkret yang merupakan hasil cipta. dan kebutuhan integratif : kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakikat manusia sebagai manusia. makhluk pemikir. dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat : lingkungan sosial di mana seseorang bekerja Daftar Istilah 181 . ibu.kebudayaan kebutuhan hidup kebutuhan integratif kebutuhan mendasar kebutuhan sosial keluarga kenakalan remaja kepribadian knowledge kompetisi konflik konsep konsep dasar konsiliasi kontravensi kontrol sosial kultural lingkungan kerja : semua benda. di mana masingmasing pihak saling menghancurkan : himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah : konsep yang pokok dan penting : usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional : suatu keadaan di mana pihak dengan pihak saling tidak cocok tetapi kedua belah pihak tidak saling menampakkan ketidakcocokkannya : semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat : semua hasil cipta. dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat.

yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh masyarakat : nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia : nilai yang bersumber dari perasaan atau estetika manusia : nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari nilai kebenaran. dan nilai religius : nilai yang terkandung di dalam suatu benda : nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang : nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/agama : nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan 182 Sosiologi SMA/MA Kelas X .logika masyarakat media massa media sosialisasi mediation metode metode dokumenter mores nilai nilai kebenaran nilai keindahan nilai kerohanian nilai material nilai moral nilai religius nilai sentral nilai sosial : pertimbangan akal pikir manusia : persekutuan orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu : sarana komunikasi antarorang dalam masyarakat : sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai : cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan : metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip : tata kelakuan. nilai moral. nilai keindahan.

yang ada dan berlaku di dalam masyarakat observasi : metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penelitian sosial : serangkaian aktivitas yang sistematis dan terorganisir untuk mengungkap secara objektif berbagai macam fenomena sosial di dalam masyarakat pengendalian sosial : upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma perilaku menyimpang : perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai perubahan sosial budaya : semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya dalam masyarakat pewarisan biologis : pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya pewarisan budaya : proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda play group : teman sepermainan pranata sosial : suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat proses asosiatif : proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang proses inkulturasi : proses pembudayaan proses institusionalized : proses pelembagaan Daftar Istilah 183 . yang ada dan berlaku di dalam masyarakat norma adat : hukum adat norma agama : ketentuan-ketentuan dalam agama norma hukum : peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan dibuat oleh lembaga yang berwenang norma kesusilaan dan kesopanan : norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain norma sosial : semua bentuk peraturan. baik yang tertulis maupun tidak tertulis. baik yang tertulis maupun tidak tertulis.nilai vital : nilai sesuatu yang muncul karena kegunaannya atau fungsinya norma : semua bentuk peraturan.

di mana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi : sosiologi perkotaan 184 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kesopanan. dan kebiasaan : lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik : perilaku sosial : semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat : belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan status sosialnya : ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat : pemerintah yang kuat : perubahan teknologi : akomodasi tanpa persetujuan yang formal. adat.proses internalisasi proses sosial realitas sosial research metodology sanksi sanksi hukum sanksi sosial sekolah social behaviour social mobility sosialisasi sosiologi strong government technological change tolerance urban sosiology : proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang : proses berlangsungnya suatu aktivitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu : keadaan senyatanya di dalam masyarakat : metodologi-metodologi dalam penelitian : hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan perilaku : hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum : hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan.

Jakarta: Erlangga Daftar Pustaka PT. Drs. 1961. 1978. 1982. Sosiologi Keluarga. 1985. Rincihan I. Kartini. Bandung: Ganaco Koentjaraningrat. Galaxy Puspa Mega M. Sosiologi Perkotaan. 1995. Pengantar Antropologi. 1995. Pengantar Sosiologi. SH. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Menyusun Rencana Penelitian. Yogyakarta: Yayasan BP Gajah Mada Faure Edgar. Willa. Surabaya: Usaha Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Felife Herrera. Drs. Dr. 1979. Dunia Pendidikan Hari Kini dan Hari Esok. 1990.Z. 1976. Sosiologi ke-I untuk SMU Dieter Evers Hans. Bina Aksara Kartono. PT. dkk. Psikologi Sosial. Mayor Polak. 1963. Jakarta: LP3S Djoyodiguno.F. Sosiologi Pendidikan. 1985. Jakarta: Kurnia Universitas Terbuka Luth Nursal Drs dan Daniel Fernandes. 1992. Drs. Drs. Jakarta: Rajawali Press Mulyadi. Jakarta: Ichtiar Baru J. Bandung: Alumni Khiam Kheo Soe. Bandung: Eresco Huki D. 1984/1985. Panduan Belajar Sosiologi Jilid I. Pengantar Sosiologi. 1985.. 1997. Goode. 1991. Yad dan Posman Simanjuntak. Pengantar Metodologi Research Sosial. Bulan Bintang Gerungan WA. Belajar untuk Hidup. William.A.Aisal Sanafiah. 1980.Z. Sosiologi Suatu Buku Pengatar Ringkas. Depdikbud Universitas Terbuka Lawang. Sosiologi dan Antropologi. Dra. Jakarta: Aksara Baru Lawang. Surabaya: Usaha Nasional JB. Robert M. Azas-azas Sosiologi. Robert M. Drs. Sebuah Laporan Komisi Internasional untuk Pengembangan Pendidikan. Amirin. 185 . Azas Kebudayan Islam. A. 1981. Jakarta: Bharata Karya Aksara Gazalba Sidi. Modul Pengantar Antropologi. Tatang. Sendi-sendi Sosiologi (Ilmu Masyarakat).

een terreinverkenning. Selo cs. 1983. Bidang Ekonomi. 1973 Pengantar Sosiologi Hukum. 1972. 1965. 1962. Selo. Bandung: PT. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi. Selo. Yogyakarta: GMUP Press. Research di Indonesia 1945-1965. Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 Sampai 1965. Pola-pola Kepemimpinan Salam Pemerintahan. Hukum Nasional. 1971. Cetakan Pertama. Ghalia Indonesia Soekanto. Modernisasi dan Aspirasi-aspirasi Modernisasi. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS Jakarta Soemardjan. Eresco Soemardjan. Jakarta: Bharata Soemardjan. 1965.Schuyt. Sosiologi. 1969. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Soerjono. Bandung: Alumni Soekanto. Soelaeman Soemardi (ed). Selo. Peranan Ilmu-ilmu Sosial di Dalam Pembangunan. Selo. New York: Cornell University Press. No. dan Budaya Soemardjan. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi. Jilid IV. Soerjono. 25 Soekanto. 1964. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. Setangkai Bunga Sosiologi. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta. Selo. Jakarta: FEUI Soemardjan. Soerjono. 1982 Soemardjan. Social Changes in Yogyakarta. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis UI ke-XXII Soemardjan. Rechtssociologie. 1985. dimuat dalam Kompas. Selo. Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. Sosial. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. 1967. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 186 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional Soemardjan. Edisi Pertama. Ithaca. Selo. Faktor-faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum. 1974. 8 Februari Soekanto. Soerjono. S.J.M. Rotterdam: Universitaire Press Soedjono.

70. 169. 164. 21. 127. 164 C C. 166 interview 5 intrinsik 110. 112. 49. 107. 84. 75. 15. 31. 20. 108 akulturasi budaya 108 angket 2. 17. 140. 16 – 19. 63. 165 kenakalan remaja 135. 51. 112. 42. 32. 8. 88 E eksplisit 47. 100. 61. 70. 60. 70 kebutuhan mendasar 12. 165. 95. 127. 122. 32. 33 dinamika sosial 18. 122 – 125. 17. 89. 32. 119. 82. 86. 12. 14. 111. 124. 174 ekstrinsik 110. 115. 80. 59. 25. 83. 63. 62 – 66. 37 fenomena alam 77. 104. 127. 82. 168 internal 80. 124. 67. 40. 71. 10. 99. 23. 100. 69. 70. 8. 26. 148. 135.A adat 25. 164. 127 Imitasi 60. 102. 68. 6. 70. 140. 32 asimilasi 23. 7. 166. 15. 7. 127 eksternal 80. 88 187 . 80. 127. 161 folkways 48. 85. 89 kebutuhan sosial 13. 11. 89. 87. 123. 117. 53. 42. 107. 87. 61. 126. 53. 4. 45. 20. 88 – 99. 108 – 112. 135. 65. 87. 145. 106. 61. 68. 32 demoralisasi 23 – 25. 110. 49. 101 H hipotesa 9 I identifikasi 11. 152 Indeks D data primer 8 data sekunder 9 data sosial 4. 111. 78. 49. 143 kebudayaan 4. 73 asumsi 98 Auguste Comte 3. 28 – 30. 123. 112. 10. 45 – 48. 82. 79. 60. 82. 152 kebutuhan hidup 10. 14. 122. Kluckhohn 41 Coercion 66 coercion 66 community 69. 139. 97. 165. 28. 84. 96. 100 – 104. 174 empati 11. 165 B BAP 163. 70 kejaksaan 25. 74. 114. 8. 59. 136. 49. 32. 148. 108 asimilasi budaya 108 asosiasi 3. 138. 147. 64. 65. 139. 5. 143. 88. 162. 35. 61. 18. 65. 80. 81 – 84. 43. 33. 148. 85. 139. 32. 163. 70. 98. 71. 73. 25. 102 K keagamaan 24. 30. 173 akomodasi 66. 52. 107 fenomena sosial 4. 119. 116. 103. 32. 60 – 64. 23. 173 kebiasaan 40. 64. 33. 62. 135. 135. 32. 88 ilmu pengetahuan 3. 160. 107. 79. 46 – 48. 141 kebutuhan integratif 13. 173 keluarga 3. 15 F fakta 6. 89 custom 48. 67 akulturasi 23. 63. 102. 112. 67 – 69. 88 interaksi sosial 10. 76. 89.

39. 127. 99 nilai keindahan 42. 70. 83. 26 – 33. 32 P pendidikan 7. 97 – 100. 139 nilai vital 40. 135. 42. 139. 22. 169. 167 nilai kebenaran 40. 33. 165. 165. 19. 85. 44. 80. 65. 33 mores 48. 153. 14. 173 kepribadian 10. 85. 168 N nepotisme 25. 61 – 64. 84. 51. 104. 96. 138. 135. 114. 70 –72. 49. 150 – 153. 113. 144. 102 motivasi 60. 140 nilai sosial 16. Sorokin 3 play group 96. 53. 171. 99 norma 3. 113 pranata sosial 14. 33. 160. 114. 105. 163. 127. 33. 161. 147. 70. 161 metode dokumenter 9. 135. 119.kepolisian 25. 110 – 113. 46. 153. 28. 159. 169 kompetisi 68 konflik 17. 95. 13. 44 – 53. 78 – 80. 96. 120 L lingkungan kerja 108. 139 – 142. 110. 63. 18. 167 M masyarakat 1. 153 nilai 10 – 16. 24. 107. 65. 166 – 169 norma adat 40. 152. 46. 124. 147. 144. 164. 66. 18. 133 – 135. 42. 143. 81. 47. 137. 97 – 112. 7. 133. 3 – 9. 63 preventif 14. 72. 111 O observasi 2. 145 – 147. 143 – 148. 132. 97. 84. 142 pewarisan budaya 150 Pitirim A. 138 konsep dasar 10. 126. 33. 166. 143. 13. 96. 33. 127 LSM 164 nilai kerohanian 99 nilai material 40. 45. 3 – 24. 53. 112 – 115. 135 – 140. 104. 153. 39 – 46. 92. 33 kontravensi 68 kontrol sosial 104. 127. 172 – 174 Max Weber 72 media massa 2. 70. 23. 169. 161 – 170. 79. 141. 84. 117. 111 – 124. 13. 16. 53. 26. 164. 39 – 41. 53. 50. 110 – 115. 100. 21. 84. 146. 148. 41 – 53. 127. 115. 24. 8 pengadilan 51. 133. 168. 69 – 89. 150. 113. 50. 21. 25. 28. 85. 32. 92. 60. 167. 135. 100 – 102. 97 – 100. 127. 161. 145 – 147. 117 – 119. 147. 147. 133. 53. 119. 87 – 90. 168. 169 konsep 10. 41 – 45. 124. 43. 47 – 50. 162 norma agama 40. 115. 86. 143 norma sosial 10. 33. 143. 32 konsumerisme 25. 6. 148 pengangguran 27. 76. 63. 20. 39. 117. 168 norma hukum 40. 32. 105. 9. 152. 88. 35. 10 – 15. 59. 33. 159. 161 – 171. 163 – 166. 106. 133. 163. 122. 46. 145. 46. 50. 28. 11. 45 – 47. 88. 14. 10. 69. 151. 122. 22. 52. 120. 95. 14. 148. 14. 146. 33. 168 koersi 166 kolusi 25. 99 188 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 173 perilaku menyimpang 10. 160 – 162. 68. 171 persuasi 166. 135. 20. 114 – 119. 174 kultural 23. 122. 117. 146. 32. 98. 174 perubahan sosial budaya 15. 135. 105. 153. 132. 100. 68. 164 – 169. 134. 89. 6. 100 – 108. 72 – 76. 52. 121 – 127. 95. 32. 106 – 108. 150. 126. 161. 152. 104 – 108. 46 – 48. 143. 170 media sosialisasi 111 – 113. 135 – 140. 104. 153. 127 metode 1. 121. 32. 153. 21. 33 pengendalian sosial 10. 126. 103. 173 penelitian sosial 5. 99 nilai moral 40 – 43. 133 – 137. 22. 69. 145. 47. 150. 124. 20 – 22. 20 – 22. 43. 67. 69. 112. 42. 80. 100. 164. 147. 127. 32. 75. 97. 53. 70. 170 174 korupsi 25. 22. 41. 127. 150. 167. 148. 95. 67. 50 – 53. 144. 145. 59. 99 nilai sentral 42. 32. 164. 27. 169 norma kesusilaan dan kesopanan 40. 99 nilai religius 42.

174 sanksi hukum 168 sanksi sosial 165. 21. 168 sekolah 18. 119. 78. 72. 59. 33 Selo Soemardjan 3 separatis 28. 105. 139 – 141. 33 simpati 11. 84 – 87. 125 – 127. 168. 39. 32 Indeks 189 . 51. 48. 85 R realitas sosial 2. 117. 70. 47. 60.Prof. 164. 144. Notonegoro 42. 95 – 97. 49. 71. 97. 44. 148. 18. 95. 39. 99 proses asosiatif 67 proses sosial 3. 164. 153. 121. 147. 10. 19. 52. 18. 101 W wawancara 2. 152 sosiologi 3 – 5. 5. 32. 64. 168. 88 S sanksi 43 – 45. 73. 148. 88 Soelaeman Soemardi 3 sosialisasi 50. 108. 16. 137 sugesti 11. 127. Merton 136 Sekularisme 25. 66 – 69. 133 – 136. 79. 107 – 115. 165. Dr. 60. 10. 29. 171 U usage 48. 112. 167 Robert K. 165. 65. 33 represif 14. 53. 100 – 104.

190 Sosiologi SMA/MA Kelas X .