SOSIOLOGI

Jilid 1
untuk

SMA/MA Kelas X
Suparto

Literatur Media Sukses
Jl. Madrasah No. 38, Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Bab 2 Norma dan Nilai Sosial

i

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Sosiologi, ditulis oleh Suparto; Editor, Vera B. L. Sihotang, -- Jakarta: Literatur Media Sukses

Penulis
Suparto

Editor
Vera B. L. SihotangChristianiE

Sosiologi
Jilid 1
Untuk SMA/MA Kelas X Hak cipta 2006 pada Penulis Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses

Desain Sampul Andie Anakota Setting/Tata Letak Sri Sugiyarni Astuti Krisnawati

Cetakan Pertama, 2006

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur Media Sukses.

ii

Sosiologi SMA/MA Kelas X

ritik yang sering ditujukan kepada buku teks Sosiologi sebagai buku pelajaran antara lain cara pendekatan penyajian konsep materi yang kurang membumi terhadap realitas yang ada. Para pendidik sering mengalami kesulitan dalam mengajarkan ilmu-ilmu sosial. Para siswa berargumen bahwa ilmu-ilmu sosial menjenuhkan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya minat para siswa untuk menggeluti kajian-kajian ilmu sosial. Kondisi ini terbentuk dikarenakan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial merupakan ilmu-ilmu hafalan dan tidak kontekstual. Buku Sosiologi untuk SMA/MA ini disusun sebagai alternatif bagi para guru dan siswa Sekolah Menengah Atas bahwa belajar ilmu sosial tidak semata-mata hafalan. Esensi ilmu sosial justru terletak pada daya analisis dan metode yang dipakai dalam mengkaji suatu problem kemasyarakatan. Buku ini terdiri atas 3 jilid, yaitu jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X, jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI, dan jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII. Pendekatan pembelajaran menggunakan metode Contextual-Teaching Learning. Diharapkan guru menjadi fasilitator dan terlibat intens dalam proses pembelajaran serta bersedia mengembangkan segala materi pokok dengan berbagai indikatornya dengan situasi dan kondisi yang sesuai dengan lingkungan belajar siswa. Akhirnya, penulis mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Literatur Media Sukses yang telah menerbitkan naskah kami menjadi buku. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan kualitas buku ini.

K

Jakarta, Desember 2006

Penulis

Kata Pengantar

iii

65. 108. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. . 60. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. 10. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. misalnya kepolisian. 114. Misalnya. Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. 73. edukasi E reproduksi C. 80. 17. Daftar Istilah Daftar Istilah disajikan di setiap bab yang merupakan kumpulan istilah-istilah yang dibahas di bab tersebut. 9. 25. . 113. mesin bubut. sosialisasi D. . 139. deviasi sosial 2. 68. 124. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Uji Kompetensi Pada setiap akhir bab disediakan Uji Kompetensi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai semua materi dalam satu bab. ada masa reformasi akhir-akhir ini. 8. A. 23. sebaiknya terlebih dahulu kita mengetahui bagianbagian yang terdapat dalam buku Sosiologi ini. 10. 75. dan lain-lain. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . Membedakan nilai dan norma. 85. kejaksaan. 35. pengadilan B. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. 102. 80. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. 109 fenomena sosial 4. Pada dasarnya. internet. Penyebab perilaku menyimpang 8 Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . 32 asimilasi 23. 89. 103 H hipotesa 10 angket applied science arbitration B BAP 167. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga 5 P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. kolusi. 90 interview 5 8. pengadilan. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. 18. Dalam sosiologi. komputer. A. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. 82. pengendalian sosial E norma sosial C. mesin tenun. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. 67 akulturasi 23. Indeks merupakan daftar kata-kata penting disertai nomor halaman kemunculan. traktor pembajak. Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! enurut kalian. . ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. 26. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. 70. 73 asumsi 100 Auguste Comte 3. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. telepon. nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Tugas Perorangan Dalam setiap bab ada kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara mandiri. 168 I identifikasi 11. 143. 90. 152. 125. nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang. 104. 82. 177 akomodasi 66. Melalui metode komparasi inilah. 33. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi l l 9 A accomodation adat akulturasi akulturasi budaya : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak adat 25. Lembar Sosiologi Terapan Lembar sosiologi terapan ini merupakan latihan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. C. 110 asimilasi budaya 110 asosiasi 3. 59. 32. 148. 72. 1 NILAI DAN NORMA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Menjelaskan nilai dan norma. Kegiatan operasional lembaga 3 5. 165. 2. . Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Tugas dan kewenangan lembaga 3. 65. 40. 166. 17. Akan tetapi. 8. dan nepotisme. 83. 147. 20. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. 7. 129 imitasi 60. Sumber: Gatra. atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. penghubung kerabat B. Oleh karena itu. Di kalangan birokrat. 112. 32. 109.Sebelum memulai proses belajar mengajar. – 66. 85. pengawasan sosial P 7. 42. Bahan Diskusi Kelompok Bahan ini disediakan melatih siswa mendiskusikan suatu permasalahan dengan orang lain. 15. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. Lalu. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. 144. kontrol sosial D. 64. iv Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pengantar Awal Bab Pada setiap awal bab terdapat fokus tentang materi-materi yang akan dibahas di bab tersebut. 64. 84. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. 45 – 48. 110 akulturasi budaya 110 angket 2. radio. M Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 4 MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. 172 internal 170. melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 6. 101. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. 37 fenomena alam 77. Lembar Pro dan Kontra Lembar Pro dan Kontra disajikan sebagai sarana untuk melatih mengungkapkan pendapat atau debat pendapat antarsiswa yang dibimbing oleh guru. 53. 16. D atau E! 1. 67. 125. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. Fungsi dan peranan lembaga 2. 27 November 2004 4. Sebab. Rangkuman Rangkuman mencakup ringaksan materi pada setiap bab yang bertujuan untuk memudahkan siswa mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di bab tersebut. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. 19. presiden. 6 MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI 7 Soal Objektif 1. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. 4. 8. j. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. 164. 89 interaksi sosial 10. televisi. truk. 109 folkways 48. 11. . Melalui proses modernisasi dan pembangunan. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4. Pertanyaan: 1. 15 10 F fakta 6. B. 106. 2 Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. 62. Indeks 3. Tugas Penelitian Tugas Penelitian merupakan tugas yang mendeskripsikan suatu permasalahan. 89 ilmu pengetahuan 3. C C l kh h 1.

................................................ Faktor-faktor yang Mendorong Terjadinya Interaksi ............................................................................................. A.............................................................. C.... B......... Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial .............. Uji Kompetensi ............................................................................ Rangkuman ........ A........................................................ B................................... B...................................... C.......................................... Rangkuman .... Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realita Sosial Budaya ................................................ Nilai Sosial .................................. iii iv BAB 1 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN 2 3 10 16 18 23 32 34 Peta Konsep ... BAB 2 NILAI DAN NORMA SOSIAL 40 41 41 45 53 54 Peta Konsep ............... Nilai dan Norma Sosial ................................... D.............................................................. Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial Di Lingkungan Setempat ............................................................................. Konsep-konsep Dasar Dalam Sosiologi ........... Bentuk-bentuk Interaksi yang Mendorong Terciptanya Lembaga............. Kelompok................................................................................ Norma Sosial ............... A................................................................................................................................... Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya ................... dan Organisasi Sosial ................................. Apakah Keunggulan Buku Ini? ...................Kata Pengantar .................................................................................. E.......................................... C.................................................................................................................. Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode ............................................ BAB 3 INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL 60 61 64 69 Peta Konsep .. Uji Kompetensi .................. Daftar Isi v .....................................................

....... C. B. SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN 74 76 84 88 90 BAB 4 Peta Konsep ............................................... Uji Kompetensi .................................. BAB 6 ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT 160 161 161 165 168 173 175 179 185 187 Peta Konsep ................................................................... C............................................................................................. Peranan Nilai dan Norma Sosial Dalam Proses Sosialisasi .................................................. Faktor-faktor Penyebab Perubahan dan Dinamika Sosial .... vi Sosiologi SMA/MA Kelas X ............................................................................................... Proses Sosialisasi ........................................................................................ Indeks ............................................................................................................................................................................. Daftar Istilah ...................................................................... Interaksi Sosial dan Keteraturan Sosial .... Uji Kompetensi ........ Rangkuman .......................... Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan .................. D......................................................... Daftar Pustaka ................................................................................................ dan Organisasi Sosial ................................................................................. E..................... Jenis-jenis Lembaga Pengendalian Sosial............ Rangkuman .................................................................... F..... Uji Kompetensi ................................................. B.................. Penanggulangan Terhadap Perilaku Menyimpang .... Pentingnya Pengendalian Sosial .............................................................................................................................................................................................. Perilaku Menyimpang .................................... Rangkuman ....... Akibat-akibat Tidak Berfungsinya Lembaga Pengendalian Sosial .......................................................... A................................................ C................................... D................................................................... Uji Kompetensi .................... B.............................. 96 97 108 114 122 127 128 BAB 5 PERILAKU MENYIMPANG 134 135 139 147 152 154 Peta Konsep ....................................................D Proses Pembentukan Lembaga.................................................................................... A............. Cara-cara Pengendalian Sosial ........ Kelompok... Terjadinya Perilaku Menyimpang Sebagai Hasil Sosialisasi yang Tidak Sempurna ..... Rangkuman .................................. A.................................... Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian ....................................

karena sosiologi memberikan banyak wawasan dan kajian tentang hubungan masyarakat dan lingkungan. kita memerlukan banyak wawasan tentang bagaimana menjalani dan membina hubungan sosial dalam masyarakat. kita selalu terikat dengan orang lain untuk melakukan berbagai macam bentuk kerja sama di berbagai segi kehidupan. kita harus memahami tata cara dalam pergaulan agar kita dapat diterima sebagai warga masyarakat yang baik. sehingga kita dapat menjalankan misi pribadi kita masing-masing. Dalam melakukan hubunganhubungan sosial. Dengan demikian. Mengidentifikasi data tentang realita sosial masyarakat. Mendeskripsikan hubungan berbagai konsep tentang realitas sosial.SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU YANG MENGKAJI HUBUNGAN MASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu dan metode. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 1 . kita perlu mempelajari sosiologi. Penjabaran wawasan-wawasan tersebut dalam praktik kehidupan sehari-hari akan diuraikan pada bab berikut. Untuk mendapatkan jawabannya. Sumber: Koleksi editor T ahukah kalian mengapa sosiologi kita pelajari? Sebagai warga masyarakat.

Pengertian sosiologi Hakikat sosiologi Karakteristik Sosiologi Metode dalam sosiologi Ruang lingkup Observasi Angket Observasi partisipan Wawancara Tujuan pembentukan sosiologi SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG HUBUNGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN Komparasi Histori Kepustakaan Dokumentasi Analisis media massa Konsep dasar dalam sosiologi Konsep-konsep tentang realitas sosial Hubungan antarberbagai konsep tentang realitas sosial 2 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Auguste Comte Mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. lembaga-lembaga. juga keluarga dan moral. 3. maupun peradaban. kalian perlu mengetahui pendapat dari tiga tokoh sosiologi berikut ini. SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE 1. Sebagaimana kita ketahui bahwa Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 3 . Pitirim A. Objek kajian sosiologi ini senantiasa bersifat aktual karena masyarakat terus-menerus mengalami proses sosial termasuk perubahan-perubahan dalam struktur dan pola interaksinya. a.A. Sorokin Mengemukakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal sebagai berikut. Dengan demikian. c. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dan gejala nonsosial. Artinya. termasuk perubahan sosial. Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial. Metode-Metode Sosiologi Untuk melakukan suatu aktivitas diperlukan cara-cara yang lebih ringkas dan efisien agar tujuan tercapai. sosiologi sebagai metode artinya sosiologi dapat dipergunakan sebagai salah satu cara atau perantara dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang ada di dalam masyarakat. Metode dalam konteks pengetahuan adalah cara-cara yang dapat dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka ragam sosial. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi Menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial. Cara-cara ini dikenal dengan metode. misalnya gejala ekonomi dan agama. Sebagai salah satu pegangan tentang pengertian sosiologi. b. Pengertian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu sosial yang relatif baru mungkin agak sulit untuk didefinisikan bagi kalian yang masih relatif baru mempelajari sosiologi. sosiologi mempelajari segala aspek kehidupan bersama yang terwujud dalam asosiasi-asosiasi. 2. Objek Kajian Sosiologi Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian tentang perilaku sosial individu maupun kelompok individu dalam masyarakat yang penjabarannya meliputi bentuk-bentuk penyesuaian perilaku terhadap norma dalam berbagai bentuk perubahan sosial yang ada dalam masyarakat.

bentuk kebudayaan. sosiologi dan antropologi menjadi kail untuk memperoleh data-data sosial budaya dari dalam masyarakat.1 Bagan Peranan Metode Sosiologi dan Antropologi dalam Proses Pembangunan Bangsa. 4 Sosiologi SMA/MA Kelas X . serta lenyapnya suatu masyarakat dan kebudayaannya. Sosiologi dan antropologi dapat pula berfungsi sebagai bejana yang menjadi sarana sosialisasi suatu program pemerintah di dalam masyarakat. Artinya. Antropologi mempelajari aneka ragam manusia atau masyarakat serta kebudayaannya di masa lampau dan masa sekarang.sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai objek kajian mengenai perilaku sosial serta budaya yang ada dalam satu masyarakat. Dengan begitu. Perencanaan Pembangunan Kebijaksanaan Pembangunan Data Sosial dan Budaya Metode Sosiologi dan Antropologi Metode Sosiologi dan Antropologi Suku Bangsa A Suku Bangsa B Suku Bangsa C Bagan 1. Selain sosiologi. Sebaliknya. melalui sosiologi dan antropologi kegiatan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah dapat disosialisasikan ke dalam setiap masyarakat yang bercorak kesukuan dengan metode dan pendekatan secara sosiologis dan antropologis. sosiologi pun sedikit banyak memiliki data-data mengenai karakter sosial budaya dari tiap-tiap masyarakat yang berbeda-beda. Ini berarti. metode antropologi juga berguna sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tertentu dalam masyarakat. ketika pemerintah melalui kegiatan pembangunan ingin memperoleh data mengenai berbagai macam fenomena sosial budaya dari suatu masyarakat. Sebagai contoh. dapat diperoleh melalui data-data yang terhimpun di dalam sosiologi dan antropologi. ilmu lain yang juga mempelajari manusia adalah antropologi. sejarah pertumbuhannya.

Menurut bagan di atas. Cakap. peneliti mewawancarai responden yang telah ditetapkan sebagai sampel untuk memperoleh keterangan-keterangan yang diperlukan dalam penelitian tersebut. Metode-metode yang sering dipergunakan di dalam sosiologi dan antropologi antara lain: a. metode interview secara spesifik memerlukan seorang pewawancara yang mumpuni dan memenuhi kriteria sebagai berikut. Metode Wawancara (Interview) Pada hakikatnya. artinya seorang pewawancara harus benar-benar menguasai permasalahan dari setiap pertanyaan yang diajukan. Sumber: Pilars. Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep dalam studi sosiologi dan antropologi dapat menjadi cara untuk memasukkan program pembangunan yang berkaitan dengan masyarakat.1 Wawancara merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pengumpulan data guna mendukung penelitian yang dilakukan. metode wawancara adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya. serta memiliki keterampilan untuk menggali alternatif-alternatif jawaban yang lebih dalam dan rinci dari responden. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 5 . Metode ini mempunyai kelebihan bahwa data-data sosial budaya yang diinginkan dapat diperoleh secara luas dan dalam melalui pertanyaan secara lisan dari hati ke hati antara pewawancara dan responden. Akan tetapi. 29 September – 05 Oktober 2003 Gambar 1. jelaslah metode sosiologi dan antropologi sebagai suatu kesatuan dan dapat dipergunakan oleh pemerintah atau pun lembaga nonpemerintah yang mempunyai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat.

Metode Observasi Langsung Metode observasi langsung sering disebut metode yang mudah dan murah. Untuk memperoleh data yang akurat. b. politik. data yang diperoleh akurat. Metode Observasi Partisipan Metode observasi partisipan mempunyai potensi yang lebih untuk mendapatkan data yang sangat detail walaupun harus menanggung konsekuensi dan tantangan yang amat berat. Dengan demikian. Dengan demikian. ideologis. artinya seorang pewawancara harus menyenangkan. c. maka peneliti harus terlebih dahulu menyiapkan instrumen yang disebut check list (daftar untuk mengecek apakah objek yang diamati memiliki kualifikasi sebagaimana yang ada di dalam daftar). Objektif. Artinya. metode ini sangat gampang pelaksanaannya dan memerlukan biaya yang relatif sedikit sehingga hampir setiap orang dengan mudah dapat melakukannya. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada fakta yang ada. Sikap yang fleksibel membuat responden tidak merasa tertekan dalam menyampaikan jawaban-jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan. Pada hakikatnya. Contoh: peneliti yang mengobservasi 5 ruangan kelas belajar dalam suatu lomba kebersihan. data yang diperoleh objektif. tidak menakutkan. peneliti telah membuat check list yang disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut agar dapat memberi dasar penelitian yang tepat. Yang dimaksud dengan metode observasi partisipan adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial yang di dalam pelaksanaannya. peneliti hidup bersama-sama dengan masyarakat yang diteliti dalam waktu yang relatif panjang. metode observasi langsung adalah metode pengumpulan data dalam penelitian sosial yang dalam pelaksanaannya memungkinkan peneliti dapat secara langsung mengamati kondisi objek yang diteliti. tidak berubah-ubah oleh pengaruh-pengaruh ekonomis. Dengan demikian.Ramah. artinya seorang pewawancara harus senantiasa berpegang teguh pada prinsip-prinsip keilmuan. Fleksibel. Penerapan metode ini memerlukan suatu keberanian 6 Sosiologi SMA/MA Kelas X . artinya seorang pewawancara harus luwes dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi dari masing-masing pribadi responden. melainkan mengalami sendiri dalam setiap kegiatan. Konsisten. peneliti akan memperoleh data sosial budaya secara detail karena tidak sekadar melihat dan bertanya. artinya pewawancara harus dapat mencegah masuknya pendapatpendapat pribadi ke dalam penelitian dengan tetap menjaga objektifitas berdasarkan fakta yang benar-benar ada di lapangan. dan berpenampilan baik. atau kepentingan tertentu. Tujuannya agar responden dapat secara bebas untuk menyampaikan alternatif jawabannya secara objektif kepada pewawancara.

Agar data sosial budaya yang terhimpun melalui metode angket ini tetap memiliki objektifitas yang tinggi. seorang peneliti dapat memperoleh data dalam jumlah yang amat sangat besar. artinya memiliki basis kependidikan yang cukup.000 responden telah mengirim kembali angket tersebut ke alamat yang telah ditentukan dengan perangko pengiriman yang ada di dalam amplop daftar pertanyaan tersebut. Hal ini sangat penting agar proses Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 7 . Koresponden harus terlebih dahulu mengetahui identitas dari responden yang akan ditetapkan sebagai subjek penelitiannya. Akan tetapi hasilnya. Satu hal yang merupakan kelebihan dari metode ini adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat.dan pengorbanan dari peneliti itu sendiri. maka metode angket sangat tepat untuk digunakan. bahkan nyawa. diperlukan syarat-syarat antara lain sebagai berikut. Dengan demikian. d. peneliti mengirim daftar pertanyaan kepada seratus ribu responden yang alamatnya telah diketahui sebelumnya dan memberikan perangko pengiriman kembali jawabanjawaban angket kepada penelitinya. bahkan mengikuti setiap perilaku sosial harian yang dilakukan oleh masyarakat Asmat dan Dani. Tetapi metode ini akan gagal total apabila respondennya adalah masyarakat primitif atau masyarakat pedesaan yang basis pendidikannya relatif rendah. Dalam jangka yang tidak terlalu lama (kurang dari 10 hari). karena penuh tantangan yang terkadang akan membawa ongkos pemikiran. Respondennya harus merupakan masyarakat yang cakap. Metode Angket Apabila penelitian mempunyai jangkauan responden yang amat besar dan respondennya berupa masyarakat-masyarakat yang relatif maju. Pieter Carlos dapat memotret macam-macam kegiatan. Dalam hal ini. dan komunikatif dengan menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami. dan detail sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Misalnya. seorang peneliti dari Jerman bernama Pieter Carlos meneliti kehidupan sosial budaya suku Asmat dan suku Dani di pedalaman Papua. Pertanyaan harus singkat. Metode angket adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial di mana dalam pelaksanaannya. mereka pun memiliki kesadaran ilmiah yang tinggi dan memiliki kemampuan intelektual untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket tersebut. Pieter Carlos datang sendiri ke lokasi dan selama enam tahun dia hidup bersama-sama dan menyatu dengan masyarakat Asmat dan masyarakat Dani. Sambil menjalani aktivitas hariannya. Keadaan seperti ini akan membuat penelitian menjadi fatal. 100. peneliti menyampaikan sejumlah pertanyaan dalam suatu daftar pertanyaan yang telah disesuaikan dengan kepentingan penelitian tersebut. lengkap. tenaga. mengikuti semua aktivitas. peneliti akan dapat menghimpun data sosial budaya dengan tepat. Jawaban yang disampaikan pun merupakan jawaban-jawaban yang memiliki tingkat akurasi yang rendah. padat.

Metode komparasi bertujuan untuk mendapatkan persamaan dan perbedaan dari dua hal. metode ini memerlukan suatu ketekunan dan ketelitian. f. Yang dimaksud dengan metode komparasi adalah metode pengumpulan data dalam suatu penelitian sosial. Metode Pengukuran Langsung Penelitian kuantitatif dilakukan dengan perhitungan angka-angka. Metode Penelusuran Sejarah (History) Metode history atau metode penelusuran sejarah merupakan metode pengumpulan data dengan cara menelusuri sejarah melalui dokumen-dokumen dan benda-benda peninggalan sejarah yang dapat dijadikan sumber keterangan mengenai berbagai macam kejadian di masa lampau. g. serta benda-benda peninggalan yang akan dipergunakan sebagai sumber data dalam penelitian. Misalnya. h. Dalam pelaksanaannya. mengukur 8 Sosiologi SMA/MA Kelas X . e. Kelebihan metode ini adalah memperoleh banyak sumber tanpa mengalami banyak biaya. yaitu dengan membandingkan dua hal yang sama dengan lokasi atau waktu yang berbeda. Metode ini sangat objektif karena data-data yang diperoleh merupakan data primer. Dengan demikian. Metode komparasi digunakan oleh peneliti apabila bentuk penelitiannya mengandung kepentingan untuk membandingkan sesuatu yang sama dengan tempat dan kurun waktu yang berbeda. Cara pengumpulan data dilakukan dengan mengambil data atau keterangan-keterangan yang ada di dalam literatur yang ada di perpustakaan. yaitu dengan mengungkap dan menghimpun keterangan-keterangan. Metode Kepustakaan Metode kepustakaan merupakan metode yang penelitiannya lebih banyak memerlukan data-data dokumenter atau pendapat-pendapat dari para ahli tentang suatu fenomena sosial tertentu dalam masyarakat. menghitung orang.pengiriman angket dapat dilakukan secara benar dan serentak dalam waktu yang relatif singkat. seorang peneliti dapat menggunakan metode komparasi. Yang menjadi masalah adalah kepandaian peneliti untuk mencari buku-buku yang relevan yang dapat dipakai sebagai sumber data dalam penelitian. tenaga. maka seorang peneliti lebih tepat menggunakan metode pengukuran langsung. peneliti akan memperoleh persamaan dan perbedaan yang dapat dipergunakan sebagai bahan untuk menganalisis dan mengkorelasikan fakta atau kejadian secara ilmiah sesuai dengan kepentingan penelitian. Pengumpulan data dalam metode ini dilakukan dengan cara menghitung atau mengukur sendiri data-data yang diperlukan dalam penelitian. dan waktu. Metode Komparasi Untuk mendapatkan data tentang perbedaan atau persamaan dari dua fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat.

Jelaskan persiapan apa sajakah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang menggunakan metode komparasi! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 9 . termasuk Badan Pusat Statistik. menghitung jumlah ternak. menghitung suhu udara. Para kolektor tersebut adalah kepala desa. Data yang diperoleh melalui metode ini merupakan data sekunder. seorang peneliti akan mengeluarkan banyak pengorbanan yang terkadang penuh dengan resiko. Oleh karena itu. j. Pertanyaan: 1. tetapi dalam waktu atau tempat yang berbeda. sumber penelitian dapat berupa data-data yang diambil dari arsip-arsip atau dokumen yang dihimpun oleh kolektor. sebab media massa memiliki latar belakang yang berbeda-beda. bangunan. kita dapat mengetahui banyak hal yang sangat berguna dalam penelitian tersebut. mengukur kedalaman air.panjang dan lebar tanah. i. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih konkret. Metode Dokumenter Apabila suatu penelitian lebih banyak memerlukan data-data pendukung yang berupa dokumen-dokumen seperti dokumen pemasaran. Yang terpenting adalah bahwa pengambilan dokumen harus sesuai dengan data yang diperlukan dan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya. dokumen kepegawaian. kelembaban. tekanan. Metode komparasi dilakukan dengan membandingkan dua hal yang sama. Melalui metode ini. dipakai sebagai dasar untuk analisis dalam kaitannya dengan pengkajian suatu hipotesa dan masalah dalam penelitian. Melalui metode komparasi inilah. Dalam suatu penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu. Lalu. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan mengambil dari dokumen-dokumen yang dihimpun oleh kolektor dinamakan metode dokumenter. dan lain-lain. dan lain-lain. ulasan media massa yang satu dengan ulasan media massa yang lain sering kali ada kesenjangan. Metode Analisis Media Massa Media massa lebih bersifat subjektif. atau badan-badan informasi. seorang peneliti menggunakan metode komparasi. seorang peneliti dapat menggunakan metode dokumenter. seorang peneliti dapat menggunakan metode analisis media massa dengan cara menghimpun selengkap mungkin artikel-artikel sejenis yang ada di berbagai media massa. pimpinan instansi. Pada hakikatnya. dokumen kejadian hukum.

Menurutmu hal-hal apa saja yang dapat dibandingkan dari kekurangan suatu metode atau teknologi tertentu? Ilmu pengetahuan merupakan himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis. unsur-unsur pokok masyarakat meliputi hal-hal berikut. akan dijabarkan melalui konsep-konsep tentang realitas sosial budaya serta korelasinya satu dengan yang lain pada uraian berikut ini. Sosiologi dan antropologi merupakan himpunan pengetahuanpengetahuan mengenai perilaku sosial serta mengenai keanekaragaman makhluk manusia dan budayanya. jenis kelamin. yang dimaksud dengan masyarakat adalah kumpulan orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. perubahan sosial. dan lain-lain. pengendalian sosial. Adanya individu-individu yang cenderung bersifat heterogen dalam berbagai hal seperti usia. Untuk mengkaji lebih jauh mengenai materi-materi yang menjadi substansi dalam kajian sosiologi dan antropologi. sedangkan antropologi lebih terfokus pada konsep keanekaragaman makhluk dan budaya manusia. Jadi. Pada hakikatnya. latar belakang sosial ekonomi. 1. B. Sebutkan kelemahan-kelemahan dari metode komparasi! 3. perilaku menyimpang. kebutuhan hidup manusia. Konsep-konsep dasar itu meliputi tentang masyarakat. a. norma dan nilai. Adapun konsep-konsep yang mendasar dalam sosiologi dan antropologi antara lain sebagai berikut.2. kebudayaan. kepribadian. Jelaslah bahwa setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma tertentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. latar belakang pendidikan. Apa kelebihan yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode komparasi? 4. interaksi sosial. 10 Sosiologi SMA/MA Kelas X . KONSEP-KONSEP DASAR DALAM SOSIOLOGI Pengertian dari konsep-konsep dasar adalah konsep-konsep pokok yang akan menjadi bahan kajian di dalam sosiologi maupun dalam antropologi. dan masih banyak lagi. Masyarakat Istilah masyarakat dalam bahasa sehari-hari sering kita artikan sebagai himpunan orang-orang dalam satuan wilayah tertentu. Konsep-Konsep Dasar Sosiologi dan antropologi mempunyai kekhususan yang berbeda antara lain sosiologi lebih menekankan pada konsep perilaku sosial.

Ini terjadi karena setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda walaupun secara universal tata nilai ini hampir sama. terdapat 4 subkomponen yang dapat mendukung terwujudnya suatu interaksi sosial. politik. Adanya daerah atau areal dengan batas-batas tertentu yang merupakan wadah tempat berlangsungnya suatu tata kehidupan bersama. Norma-norma sosial ini bersumber dari sistem tata nilai yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat tersebut. suatu kontak sosial sesungguhnya telah terjadi. penampilan. Adanya sistem norma tertentu yang berfungsi sebagai pedoman dalam sistem tata kelakuan dan hubungan warga masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. interaksi sosial merupakan bentuk-bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. identifikasi. dan dalam bidang pertahanan dan keamanan. Rangsangan (stimulan). dan berbagai macam pendapat atau ucapan. sugesti. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 11 . Aktivitas aksi. interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dan individu. yaitu aktivitas permulaan yang menjadi penyebab munculnya interaksi sosial. tanggapan. baik stimulan yang pasif maupun stimulan yang aktif. empati.Adanya hubungan timbal balik yang secara otomatis terjadi dalam setiap masyarakat tanpa henti-hentinya dan meliputi berbagai aspek kehidupan seperti dalam bidang ideologi. Stimulan ini dapat berupa perilaku. sosial budaya. Interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai suatu masyarakat dengan ketentuan ”di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Aksi ini dapat dipengaruhi oleh banyak dorongan seperti simpati. Interaksi Sosial Di satu sisi. Dalam arti luas. Aktivitas ini akan mengakibatkan adanya tanggapan dari pihak yang lain. Dalam suatu interaksi sosial. antara individu dan kelompok individu. Dengan adanya stimulan dan respon. yaitu suatu aktivitas yang mendorong pada seseorang untuk memberikan respon atau tanggapan. ekonomi.” Artinya. dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dan kelompok individu yang lain. Wilayah ini dapat berupa areal yang sempit maupun dalam satuan areal yang amat sangat luas. Komponen-komponen itu adalah rangsangan. Dalam arti lain. Tanggapan (respon). di mana suatu perbuatan dilakukan hendaknya berpedoman pada sistem tata nilai yang ada di tempat itu. dan lain-lain. Untuk kontak selanjutnya akan berbentuk aksi dan reaksi. dan aktivitas reaksi. seluruh masyarakat di dunia ini merupakan suatu masyarakat dengan tata pergaulan yang amat sangat kompleks dan tidak pernah berhenti dalam berbagai aktivitas. baik dari pihak pertama maupun dari pihak kedua dalam suatu interaksi sosial. suara. yaitu suatu aktivitas yang muncul karena adanya stimulan. b. aktivitas aksi.

minum. seorang individu akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan. d. Dengan demikian. sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. Kebutuhan ini merupakan suatu perwujudan dari manusia sebagai makhluk hidup. Reaksi ini merupakan umpan balik atas perilaku-perilaku yang dilakukan oleh pihak pertama. c. Kebutuhan mendasar ini meliputi kebutuhan makan. Apakah yang dimaksud dengan konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi? 2. seorang individu dapat berhasil dalam setiap usahanya di tengah-tengah masyarakat sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya pada masyarakat tersebut. Coba praktikkan di depan kelas bersama teman sebangkumu bagaimana kalian berinteraksi! Di dalam interaksi tersebut. Kebutuhan ini muncul 12 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kalian tunjukkan adanya proses sosialisasi. Proses sosialisasi bagi seorang individu berlangsung sejak lahir hingga sepanjang hayatnya. dan normanorma yang akan membekali individu tersebut dalam proses pergaulan. dan sebagai makhluk yang memiliki akal budi. 1. nilai-nilai. yaitu suatu aktivitas tanggapan yang muncul setelah adanya aksi dari pihak pertama. (1) Kebutuhan mendasar merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi. Berikan 3 contoh konsep dasar dalam sosiologi dan 3 konsep dasar dalam antropologi! 3. Sosialisasi Pada hakikatnya. maka orang akan mati. sebagai makhluk sosial. Proses sosialisasi ini merupakan proses belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. yaitu sebagai berikut. Kebutuhan Hidup Kebutuhan hidup adalah kebutuhan manusia untuk mempertahankan serta mengembangkan kehidupannya. Kebutuhan hidup ini terdiri atas tiga macam.Aktivitas reaksi. Melalui proses sosialisasi. Sebutkan unsur-unsur dalam masyarakat! 4. dan kebutuhan perumahan.

kegemaran. sikap atau perilaku. istirahat. minum. Kebutuhan sosial mencakup kebutuhan berkomunikasi dengan sesama. Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa. perilaku menyimpang merupakan bentuk-bentuk perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku-perilaku yang menyimpang. dan lain-lain.sebagai hakikat manusia sebagai makhluk hidup. yaitu sebagai berikut. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). keimanan dan ketakwaan. perumahan. Apabila dalam masyarakat terjadi resesi dan depresi ekonomi. f. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal antara lain sebagai berikut. (2) Kebutuhan sosial adalah kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. dan lain-lain. dan lain-lain. e. Akibatnya perilaku warga masyarakat Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 13 . tanggung jawab. Agar tetap hidup. persepsi. pakaian. lapisan masyarakat bawah akan kesulitan melakukan pemenuhan kebutuhan pokoknya. Pada hakikatnya. prakarsa. Perilaku Menyimpang Setiap orang mempunyai ego masing-masing. Kepribadian ini merupakan gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang dapat terlihat dari perilaku sehari-hari. Adanya resesi dan depresi ekonomi. kebutuhan untuk menjalankan kepentingan bersama. (3) Kebutuhan integratif adalah kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. perangai. kebutuhan pendidikan. tutur kata. maka manusia perlu makan. dan lain sebagainya untuk mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. Kepribadian Setiap manusia mempunyai kepribadian sendiri-sendiri yang tidak akan sama antara manusia yang satu dan manusia yang lain. Padahal kebutuhan ini harus dipenuhi dan kalau tidak maka mereka akan mati. Manakala ego setiap orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum. maka yang terjadi adalah benturan kepentingan antarindividu. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. Perilaku menyimpang dapat bersumber dari banyak hal. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika.

Pengendalian sosial ada yang bersifat preventif. maupun pemerintah kepada aparatur negaranya. kini makin banyak keluarga yang tidak memiliki eksistensi untuk menjalankan fungsinya. Apabila pelaksanaan pengendalian sosial telah direalisasikan oleh akumulasi dari norma. represif.lapisan bawah seringkali menjadi tidak sesuai dengan norma-norma yang ada sehingga terjadi perilaku yang menyimpang. Hal ini dapat terjadi karena norma yang ada tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan sekarang. orang terdorong untuk melakukan penjarahan terhadap harta benda milik orang lain. baik yang dilakukan orang tua kepada anaknya. g. Gabungan dari keduanya dilaksanakan sebelum dan sesudah penyimpangan itu terjadi. lembaga dan personil penegak hukum. Compulsion merupakan teknik pengendalian sosial yang diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah sikapnya yang menyimpang dan secara tidak lansung kembali patuh pada nilai dan norma. Lemahnya aparat penegak hukum dalam melakukan tindakan penegakan hukum. munculah perangkat untuk menciptakan tertib sosial yang dinamakan pranata sosial. Pengendalian Sosial Semua usaha yang dilakukan oleh warga masyarakat agar warganya dapat berperilaku sesuai norma dan nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dinamakan pengendalian sosial. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya bentukbentuk pelanggaran yang dilakukan oleh warga masyarakat. Secara umum. Berbeda dengan cara compulsion 14 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Terjadilah perilaku-perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial dalam keadaan yang aman. Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya dari generasi tua kepada generasi muda. perilaku menyimpang dapat terjadi akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna atau adanya proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang memang menyimpang. yaitu compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian). Adanya peperangan dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas) yang memburuk. atau mungkin karena kualitas moral dari aparat para dan karena kurangnya personil. lembaga atau institusi. Pengendalian sosial dapat dilakukan melalui dua teknik. Dalam pelaksanaan pengendalian sosial diperlukan banyak hal antara lain norma. dan personil-personil penegak hukum. sedangkan pengendalian sosial bersifat represif bertujuan untuk memulihkan keadaan seperti semula. Jika terjadi peperangan atau suasana kamtibmas yang memburuk. maupun gabungan dari keduanya. Misalnya. serta peralatan yang diperlukan oleh aparat penegak hukum. Cara mengatasinya melalui peran pendidikan. Pengendalian sosial bersifat preventif bertujuan untuk menghindari penyimpangan sedini mungkin. guru kepada muridnya.

Kata sosiologi pada mulanya digunakan untuk menyebut studi tentang kemasyarakatan.yang dilakukan lewat paksaan. Dalam sejarah perkembangan sosiologi. Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan dalam suatu masyarakat adalah sebagai berikut. terdapat banyak tokoh yang mempunyai andil besar. seorang ahli filsafat berkebangsaan Perancis pada abad ke-19. Istilah sosiologi diambilnya dari kata socius bahasa Latin yang berarti kawan dan kata logos dari bahasa Yunani yang berarti kata atau berbicara. h. Hal ini terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur sosial budaya yang ada dengan unsurunsur sosial budaya yang baru yang dianggap ideal.com pada tahun 1839. Auguste Comte kita kenal sebagai Bapak Sosiologi. yaitu tepatnya Sumber: www. Auguste Comte memberikan nama pada ilmu pengetahuan tentang masyarakat dengan istilah Sosiologi. Dengan demikian. Satu diantaranya adalah Auguste Comte. cara pervasion dilakukan dengan menyampaikan norma dan nilai secara berulang-ulang. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 15 . Perubahan Sosial Budaya Makna dari perubahan sosial budaya adalah semua bentuk perubahan struktur sosial dan struktur budaya termasuk corak kebudayaannya. Ia mengatakan bahwa penelitian-penelitian tentang masyarakat telah sampai pada titik yang menggembirakan untuk memasuki perkembangan yang mengarah pada terbentuknya ilmu pengetahuan yang mempunyai objek mengenai masyarakat.bolender.

Hal ini juga dapat menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial budaya dalam masyarakat. sikap malas. Walaupun nilai mempunyai kecenderungan yang tetap. dan lain-lain. 16 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dengan berubahnya struktur sosial. misalnya perubahan jumlah penduduk. dan tanah longsor. nilai-nilai sosial itu dapat bergeser dan bahkan berubah untuk menyesuaikan keadaan dalam masyarakat. Perubahan nilai dan sikap. perubahan tingkat kelahiran. 2. perubahan iklim. peperangan. maka akan mengakibatkan sikap dan perilaku orang juga mengalami perubahan-perubahan.Perubahan situasi alam. Kesenjangan Sosial Kesenjangan sosial adalah suatu keadaan di mana terdapat jurang perbedaan yang sangat jauh antara golongan masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin. Kemiskinan merupakan salah satu fenomena sosial yang akan diperangi oleh semua bangsa melalui proses pembangunan dan modernisasi. dan lain-lain. musim. seringkali merubah struktur budaya yang berupa pola aktivitas. perubahan tingkat kepadatan. resesi dan depresi. penjajahan. Kebodohan Kebodohan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu yang secara intelektual tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan intelektual masyarakat. dan lain-lain. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kebodohan. tetapi dalam kurun waktu yang relatif panjang. misalnya perubahan siang dan malam. 3. keadaan alam yang gersang dan letaknya yang terpencil. Hal ini dapat menyebabkan perubahan-perubahan pola aktivitas bagi manusia dalam masyarakat. perubahan waktu. dan hasil-hasil perbuatan seperti benda-benda konkret. perubahan komposisi penduduk. Kebodohan dapat terjadi juga oleh faktor penjajahan. kondisi alam yang gersang. peperangan. Yang dimaksud di sini adalah perubahan susunan orang-orang dalam masyarakat beserta dengan pola aktivitasnya dan hasil-hasil aktivitas tersebut dalam bentuk artefak. Kemiskinan Kemiskinan merupakan suatu keadaan individu atau sekelompok individu dalam masyarakat yang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perekonomian orang-orang di sekitarnya. perubahan tingkat kematian. KONSEP-KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA 1. banjir. kemiskinan. kebijakan. C. Perubahan struktur sosial dan budaya. sikap malas. Jika nilai-nilai berubah. Perubahan situasi kependudukan. termasuk perubahan-perubahan alam yang bersifat temporer seperti gempa bumi.

namun tidak dapat menggunakan indikator-indikator yang ada pada kendaraan bermotor (indikator oli habis. b. Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kesenjangan kebudayaan adalah suatu perbedaan perkembangan budaya antara subkebudayaan yang satu dan subkebudayaan yang lain. Menimbulkan kecemburuan sosial Pada hakikatnya. Adapun dampak negatif dari kesenjangan sosial itu sendiri dapat terlihat dari hal-hal di bawah ini. Kesenjangan kebudayaan dapat berupa kesenjangan perkembangan budaya di lingkungan budaya produsen dan lingkungan budaya konsumen. a. Tetapi di sisi lain. merawat mesin. Misalnya. kesenjangan sosial sedapat mungkin harus dicegah karena mempunyai dampak negatif yang kurang menguntungkan situasi dalam masyarakat itu sendiri. kecemburuan sosial ini akan membentuk jurang pemisah (gap) dan seringkali menjadi sumber konflik yang berakibat pada pertikaian golongan ekonomi lemah dan golongan ekonomi kaya. Secara sosiologis. kecemburuan sosial dari golongan ekonomi bawah terhadap golongan ekonomi atas sebagai akibat adanya perbedaan kekayaan dan pendapatan yang sangat mencolok. kecemburuan sosial merupakan sikap iri dan sinis terhadap pihak lain. 4. Masalah timbul ketika di antara mereka mampu membeli sepeda motor. Hal ini bahkan dapat diikuti dengan kecenderungan untuk menindas atau memperlakukan seseorang dengan tidak wajar.Kesenjangan sosial memang merupakan suatu fenomena sosial yang tidak dapat diingkari. antara subkebudayaan material dan subkebudayaan spiritual. Misalnya. penggunaan spion. keadaan ini juga tidak menguntungkan karena dapat menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam masyarakat. hal tersebut pasti terjadi pada setiap masyarakat. indikator bahan bakar. Selanjutnya. Artinya. Contoh nyata berkaitan dengan asal-usul manusia yang menurut versi kitab suci berbeda dengan ilmu pengetahuan (antropologi fisik). Menimbulkan sikap penindasan Kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin sering kali menimbulkan kecenderungan dari golongan kaya untuk mengabaikan atau meremehkan golongan miskin. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 17 . Sebagai contoh pada masyarakat-masyarakat primitif yang belum memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang sepeda motor. Akibatnya muncul kerusakan-kerusakan yang bersumber dari rendahnya peradaban masyarakat pemakai yang tidak sesuai dengan peradaban masyarakat pembuatnya. dan sebagainya).

Kedudukan semacam ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang susunannya dikuasai oleh kaum bangsawan (feodal) atau dalam masyarakat yang terbagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan perbedaan rasial. a. anak seorang petani karena bersekolah sampai ke perguruan tinggi berhasil menjadi dokter. Misalnya. dan achieved status. Misalnya. yaitu assigned status. sedangkan peran sosial adalah aktivitas yang diharapkan berdasarkan status tersebut. Yang pasti lain kedudukan. laki-lakilah yang akan selalu menjadi kepala rumah tangga walaupun bukan lahir dari keturunan bangsawan. ascribed status. hakim. Contoh status semacam ini dapat dijumpai dalam kesultanan di Yogyakarta. dalam setiap keluarga. baik komponen-komponen alam maupun komponen-komponen sosial 18 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Ascribed status adalah kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. atau apa saja yang mendapat penghormatan lebih tinggi di masyarakat. yaitu masyarakat terbuka yang tidak dikuasai golongan apapun dan tidak tergantung pada perbedaan rasial.5. Dengan demikian. lain pula peranan yang diharapkan dari masing-masing status tersebut. Dalam hubunganhubungan tersebut. Status sosial seperti ini misalnya berupa kenaikan pangkat. b. Kedudukan seseorang yang diperoleh dengan sendirinya. Achieved status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang karena usahausaha yang disengaja. ia memiliki peran yang bermacammacam yang dapat mengakibatkan konflik peran (conflict of rule) dan konflik status (conflict of status). yaitu karena keturunan atau kelahiran. penganugerahan gelar. Kedudukan dan Peran Setiap orang mempunyai kedudukan sosial dan sekaligus menuntut adanya peran sosial berdasarkan kedudukan itu. D. secara langsung juga dapat dijumpai pada masyarakat biasa. Kedudukan sosial (status sosial) adalah posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. atau jabatan kehormatan. terdapat fenomena-fenomena sosial sebagai akibat adanya proses sosial yang berlangsung terus-menerus yang melibatkan berbagai komponen dalam masyarakat. HUBUNGAN ANTARA BERBAGAI KONSEP TENTANG REALITAS SOSIAL BUDAYA Keterkaitan komponen dalam masyarakat dapat mewujudkan suatu aktivitas masyarakat yang disebut proses sosial dan dinamika sosial. yaitu berasarkan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan rambut. Kita mengenal tiga macam status. Setiap individu seringkali memiliki status sosial lebih dari satu. c. artinya kedudukan itu diperoleh bukan karena kelahiran atau keturunan. Assigned status adalah status yang lebih tinggi yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang karena dianggap telah berjuang dan berjasa bagi masyarakat.

Kemiskinan merupakan suatu keadaan seseorang secara ekonomi tidak dapat mengembangkan dirinya setaraf dengan perkembangan perekonomian masyarakat di sekitarnya. meningkatkan mutu pendidikan. Akibatnya.2 Golongan pekerja buruh yang bekerja di berbagai sektor kehidupan termasuk kelompok miskin. orang ini akan tertinggal perkembangan kehidupannya dari masyarakat yang lain. melainkan hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok berupa kebutuhan makan dan minum. Salah satu akibat dari munculnya fenomena kemiskinan ini adalah bahwa orang tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan. memberikan bimbingan usaha kecil dan menengah. Sumber: Trubus.budaya. Sementara dengan tidak terpenuhinya kebutuhan pendidikan dapat menimbulkan kebodohan. Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain dalam kehidupan realitas sosial budaya. selanjutnya kebodohan kembali menyebabkan kembali kemiskinan. kemiskinan menyebabkan kebodohan. memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa. Hal ini akan mengakibatkan situasi di dalam masyarakat senantisa bergerak dan kait mengkait antara fenomena sosial yang satu dengan fenomena sosial yang lain. dan mengkoordinasikan pemasaran hasil produksi melalui KUD (Koperasi Unit Desa). Mei 2004 Gambar 1. Artinya. Adapun solusi dari kemiskinan dan kebodohan dapat dilakukan dengan upayaupaya seperti: meningkatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan. Kemiskinan dan Kebodohan Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua fenomena sosial yang berkaitan timbal balik. memberikan bantuan modal atau kredit dengan bunga yang sangat rendah. 1. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 19 .

seorang individu akan mendapatkan banyak hal antara lain: pengetahuan tentang lingkungan alam atau wilayah yang ada di dalam masyarakat. sedangkan yang miskin menjadi semakin miskin. pengetahuan tentang sub-sub kebudayaan yang dilarang (tabu). Sebaliknya golongan bodoh dan miskin justru akan terdesak karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin-mesin. serta munculnya industri-industri dan peralatan modern lainnya. Proses sosialisasi mempunyai peranan sangat menentukan dalam membentuk kepribadian seseorang. pengetahuan tentang budaya dan seni yang berkembang dan digemari oleh masyarakat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kedudukan dan peran sosial antara lain sebagai berikut. Dengan perkembangan industri dan peralatan teknologi yang serba mekanis. seorang individu akan menjalankan aktivitasnya sesuai dengan kedudukannya itu. seorang individu akan mengetahui banyak hal yang ada di dalam masyarakat sehingga dapat berperilaku dengan tepat sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat tersebut. Setiap orang mempunyai lebih dari satu kedudukan dan tiap-tiap kedudukan menuntut peranan yang berbeda-beda. dan struktur sosial yang menyangkut kedudukan orang-orang termasuk peranannya dalam tata pergaulan masyarakat tersebut. 20 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Proses modernisasi dapat kita lihat dari meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. pengetahuan tentang nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di dalam masyarakat. 4. Melalui proses sosialisasi. 3. pemilik modal akan mempunyai kedudukan yang makin strategis serta memiliki produktivitas kerja yang meningkat akibat bantuan dari mesin-mesin tersebut.2. Sosialisasi dan Kepribadian Melalui proses sosialiasi. Peran sosial hendaknya dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat sesuai dengan kedudukan yang diembannya. yaitu yang kaya makin kaya. Kedudukan dan Peran Sosial Kedudukan atau status sosial merupakan posisi seseorang di tengah-tengah masyarakat. Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Modernisasi memang merupakan upaya pembaruan dengan mengubah pola pikir irasional tradisional menjadi pola pikir rasional dan modern. Akibatnya yang terjadi di dalam masyarakat adalah kesenjangan makin tinggi. karena melalui proses sosialisasi inilah prinsip-prinsip hidup seorang individu akan dibentuk oleh budaya lingkungan tempat hidupnya (social determinism). Melalui kedudukan inilah. Hal ini justru telah mengangkat pendapatan masyarakat golongan kaya menjadi lebih tinggi.

diantaranya karena lemahnya aparat penegak hukum atau karena resesi dan depresi Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 21 .Dalam menjalankan kedudukannya.2 Bagan masyarakat dan kebudayaan sebagai suatu sistem. masyarakat yang di dalamnya terdiri dari individu-individu dengan struktur sosialnya akan melangsungkan suatu proses sosial melalui berbagai bentuk pergaulan hidup. 6. Selanjutnya. Perhatikan bagan berikut ini! Pergaulan antar Warga Masyarakat Masyarakat Sistem Kebudayaan Membentuk Kepribadian Generasi Baru Bagan 1. hal tersebut dapat menaikkan kedudukan sosial seseorang (social climbing). seseorang harus berlandaskan pada nilainilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. kebudayaan dipakai dan dipedomani untuk menyelenggarakan kehidupan. Masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak budaya yang ditinggalkan generasi terdahulu. Apabila peran sosial dapat dilaksanakan dengan baik. kebudayaan baru dihasilkan sebagai pengembangan dan revisi terhadap kebudayaan lama produk generasi terdahulu. Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Kebudayaan manusia dihasilkan melalui proses pergaulan dalam masyarakat. Proses ini berlangsung melalui pembentukan kepribadian bagi generasi baru. Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Perilaku menyimpang yang ada di dalam masyarakat disebabkan banyak hal. Melalui proses pergaulan hidup inilah. 5. maka kedudukan sosialnya menjadi turun (social sinking). Selanjutnya. Apabila seseorang tidak dapat menjalankan peranan sosialnya berdasarkan kedudukan yang diembannya. Tampak dalam bagan bahwa masyarakat dan kebudayaan sungguh-sungguh merupakan suatu sistem yang terkait sangat erat satu dengan yang lain.

Dengan demikian. kapasitas dan intensitas pengendalian sosial harus ditingkatkan sehingga semua penyimpangan akan dapat dikurangi dan tidak mengganggu sistem ketertiban dalam masyarakat. pengendalian sosial yang dilakukan pun menjadi berkurang. apa perbedaan yang mencolok dari kajian sosiologi dan antropologi? 22 Sosiologi SMA/MA Kelas X . diskusikan dengan teman-temanmu. Dengan pranata sosial yang efektif. Norma. dengan menurunnya perilaku menyimpang. Nilai dan norma mempunyai korelasi untuk membentuk dan mewujudkan pranata sosial yang efektif. tercipta suatu tertib sosial di dalam masyarakat. dan personil-personil pelaksana ketertiban sosial. bentuk kehidupan tidak lagi kooperatif.ekonomi. Selanjutnya. Oleh sebab itu. Materi-materi pelajaran sosiologi dan antropologi memang banyak persamaannya. Keadaan inilah yang akan menyuburkan lahirnya nilai-nilai baru yang akan mendorong pengadaan norma-norma sebagai aplikasinya. Pranata sosial terdiri atas norma dan nilai sebagai pedoman. ekonomi. melainkan sangat kompetitif sehingga perilaku menyimpang relatif lebih banyak terjadi. Untuk menciptakan kondisi seperti ini. pengendalian sosial lebih mudah dilaksanakan karena warganya memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dan belum tercemar oleh motifmotif politik. dan Pranata Sosial Setiap masyarakat menginginkan adanya keteraturan sosial. diperlukan suatu perangkat pengaturan tertib sosial yang disebut pranata sosial. tingkat perilaku menyimpang akan mengalami penurunan. pada masyarakat modern. 7. lembaga sosial sebagai wadah. Nilai. atau pun pengaruh media massa sehingga pengendalian sosial dapat dilakukan secara tradisional dan sederhana. Usaha inilah yang dinamakan pengendalian sosial. Pada masyarakat primitif. Adanya perilaku menyimpang mengakibatkan keseimbangan dalam masyarakat terancam. Selanjutnya. Dengan pengendalian sosial yang efektif. orang-orang yang berkompeten dalam masyarakat tersebut mulai mencari solusi sosial untuk mencegah adanya perilaku menyimpang. tetapi masing-masing mempunyai kekhususan dalam objek kajiannya. Sebaliknya. Demikianlah terjadi suatu korelasi sebab akibat antara perilaku menyimpang dan pengendalian sosial dalam suatu masyarakat.

Kondisi ini di satu pihak mendatangkan keuntungan. Letak Indonesia berada pada persilangan tansportasi laut kawasan dunia yang sangat ramai. toleransi sosial) dan fenomena-fenomena lain yang negatif (konflik horizontal antarras. maupun antaragama). Menjadi objek penelitian ilmu-ilmu sosial dan budaya yang sangat berharga. meningkatnya kriminalitas. Fenomenafenomena sosial ini merupakan bentuk-bentuk kenisbian dari tata pergaulan masyarakat yang majemuk (misalnya asimilasi kebudayaan. Banyak memiliki kekayaan budaya yang unik yang jarang dijumpai pada bangsa lain. DATA SOSIOLOGIS DAN ANTROPOLOGIS TENTANG FENOMENA SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT SETEMPAT Wilayah Indonesia terdiri atas banyak pulau besar dan kecil. Proses perubahan ini memunculkan banyak fenomena. Fenomenafenomena ini menjamur terjadi dalam masyarakat hampir di seluruh wilayah tanah air. Masyarakat Indonesia dikenal pula sebagai masyarakat sedang berkembang yang mengalami proses perubahan struktur dari masyarakat tradisional yang agraris menuju masyarakat industri yang modern. Fenomena-fenomena ini sangat sensitif terjadi dalam masyarakat sebagai perwujudan dari masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. bangsa Indonesia yang multietnis dan multikultural sangat rawan terhadap konflik dan penuh dengan perubahan-perubahan yang terkadang sangat merugikan bagi perkembangan suatu bangsa. meningkatnya kemiskinan. perkawinan campur. 1. Menjadi pesona yang tersendiri dalam kegiatan kepariwisataan. kesenjangan sosial. antara lain sebagai berikut. pemakaian obat-obat terlarang. Berikut ini adalah fenomena-fenomena sosial di Indonesia yang sekaligus merupakan data-data sosiologis dan antropologis yang perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa. Demoralisasi Demoralisasi merupakan suatu keadaan ketika kualitas moral warga masyarakat mengalami penurunan. sampai munculnya gaya-gaya hidup eksekutif yang mewah. Keadaan ini telah mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural. Namun di sisi yang lain. Misalnya. baik yang positif maupun yang negatif.E. Penyebabnya. antarsuku. bentuk kehidupan yang semakin kompetitif sehingga banyak orang melakukan jalan pintas dengan mengabaikan prinsip-prinsip Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 23 . akulturasi kebudayaan. Masyarakat Indonesia sebagai masyarakat multietnis dan multikultural memiliki lebih banyak fenomena-fenomena sosial yang menarik untuk dikaji.

24 Sosiologi SMA/MA Kelas X .moral termasuk nilai-nilai keagamaan. Oktober 2003 Gambar 1. perusakan. Sumber: Majalah Hidayatullah. konflik antara etnis Thionghoa dan masyarakat pribumi. baik di tempattempat umum maupun di tempat-tempat ibadah seperti yang terjadi di Jakarta. dan Bali. dan penjarahan-penjarahan. rakyat Papua. Konflik horizontal seperti konflik antara masyarakat Dayak dan masyarakat Madura. Konflik vertikal misalnya perseteruan antara pemerintah pusat dan rakyat Aceh. dan pembunuhan. dan eks Timor-Timur. Makasar. Medan. perampokan. Poso Sulawesi. Meningkatnya konflik sosial vertikal maupun horizontal. Merebaknya isu terorisme yang mengancam keselamatan orang. dan lain-lain. gejala demoralisasi melanda Indonesia dapat dilihat dari hal-hal sebagai berikut. konflik yang bernuansa agama seperti yang terjadi di Ambon.3 Aparat keamanan yang tangguh diperlukan untuk memelihara stabilitas negara dari berbagai ancaman kerusuhan yang merusak keharmonisan bermasyarakat. pemerkosaan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas kriminalitas sosial seperti pencurian. Meningkatnya unjuk rasa/demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhankerusuhan yang bersifat anarkis seperti pembakaran rumah. Sebagai indikasi. pembakaran fasilitas umum.

Yen. kejaksaan. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi. lainlain yang selanjutnya mengakibatkan sikap menempuh sesuatu melalui jalan pintas seperti korupsi. Hal ini disebabkan karena meningkatnya aneka macam kegiatan manusia yang bersifat duniawi sebagai konsekuensi dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sekularisme Sekularisme merupakan pola pikir yang lebih mendahulukan kepentingankepentingan yang bersifat keduniawian. orang akan berpaling dari nilai-nilai spiritual atau keagamaan. dan mudah didapat. Menurunnya kewibawaan pemerintah yaitu dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat. Hal ini mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak lagi sebanding dengan perkembangan lapangan pekerjaan. membuat manusia sangat mempercayai kebenaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan kehakiman yang belum mampu menuntaskan perkara-perkara pelanggaran hukum. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan pesatnya serta terbukti dapat membantu semua pekerjaan manusia dengan tepat dan cepat. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 25 . manipulasi. murah harganya. Akibatnya. Makin terhimpitnya kesempatan manusia untuk mendalami nilai-nilai agama dan nilai-nilai adat leluhur mengenai perilaku yang baik.Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia. Semua ini terjadi karena proses modernisasi telah berhasil memproduksi barang-barang kebutuhan sehari-hari dengan banyak pilihan. baik perdata maupun pidana. orang menjadi sangat konsumtif sehingga kadang-kadang menjadi malas dan boros. kolusi. Euro. dan lain-lain. yakni orang lebih baik membeli barang-barang produk kebutuhan sehari-hari daripada harus membuat sendiri. politik uang. dan lainlain. nepotisme. Pola pikir ini sebagai dampak dari proses rasionalisasi dan modernisasi. Adanya sikap-sikap negatif seperti malas. apatis dan. Menurunnya kualitas aparat penegak hukum seperti kepolisian. Adanya krisis ekonomi yaitu menurunnya nilai mata uang nasional terhadap nilai mata uang asing yang dijadikan pedoman seperti Dollar Amerika. Konsumerisme Konsumerisme merupakan pola pikir akibat berlangsungnya proses modernisasi. 3. boros. yaitu sebagai berikut. Akibatnya. 2. tidak disiplin.

4. Gejala Demokratisasi
Dengan meluasnya paham demokrasi, maka masyarakat penganut paham demokrasi terus-menerus meningkatkan kadar demokrasinya dalam berbagai segi kehidupan. Inilah yang dimaksud dengan gejala demokratisasi. Sejak Indonesia melaksanakan reformasi pada tahun 1998, maka terjadilah perombakan-perombakan pada sistem pemerintahan yang mengarah pada peningkatan kadar demokrasi, antara lain sebagai berikut. Pemilihan presiden secara langsung. Pemisahan kepolisian dari TNI. Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pemilihan Umum yang tidak hanya memilih partai, melainkan memilih para wakil rakyat yang berkualitas.

5. Munculnya Fenomena Otonomi Daerah
Era otonomi daerah merupakan upaya pengembangan pilar demokrasi yang mula-mula bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Tujuannya untuk memperbaiki rantai pemenuhan kepentingan rakyat secara langsung melalui pemerintah pusat, tetapi cukup melalui pemerintah daerah masing-masing. Pengertian otonomi daerah adalah suatu sistem pendistribusian dan pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, baik pemerintah daerah di tingkat I maupun pemerintah daerah di tingkat II. Faktorfaktor yang mendorong lahirnya gagasan otonomi daerah adalah sebagai berikut. Dorongan masyarakat daerah untuk mengelola sumber-sumber alam yang berada di wilayahnya masing-masing. Dorongan masyarakat daerah untuk mengembangkan potensi daerah secara lebih leluasa dan tidak tergantung oleh pemerintah pusat. Untuk memperkuat pilar hak-hak asasi manusia dengan mengurangi otoritas yang dipegang oleh negara melalui pemerintah pusat. Munculnya fenomena sosial dalam bentuk otonomi daerah bermakna positif dan negatif. Sisi positif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Meningkatnya kreativitas dan partisipasi daerah untuk mengembangkan wilayah masing-masing. Menjadi sederhananya rantai pemenuhan kebutuhan rakyat yang tidak lagi melalui jalur yang sangat panjang dengan tergantung pada pemerintah pusat. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat daerah tanpa mengabaikan pendapatan pemerintah pusat. Dorongan untuk bersaing dalam arti yang positif dari masing-masing daerah untuk membawa masyarakatnya lebih maju dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik bagi warganya.
26
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Sisi negatif dari otonomi daerah antara lain sebagai berikut. Memunculkan dua kelompok yang bersifat kompetitif dan bahkan konflik di antara elit-elit pemerintahan di pusat dan elit-elit pemerintahan di daerah. Ada beberapa pemerintah daerah yang belum cakap menerima otonomi daerah sebagai suatu kewenangan untuk mengelola daerah masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan-kepentingan masyarakatnya. Menurunnya kadar nasionalisme akibat dari lahirnya paham-paham etnosentrisme dan paham-paham teritorialisme akibat adanya kewenangan yang diberikan pada daerah termasuk putra-putra daerahnya. Dilihat dari kaca mata kepegawaian, otonomi daerah mempersulit pengembangan karir karena terhalang oleh mutasi-mutasi yang hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

6. Meningkatnya Angka Pengangguran
Sejak krisis ekonomi tahun 1998 yang ditandai dengan krisis politik dengan berakhirnya era Orde Baru, muncul banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mengakibatkan banyak pengangguran. Selain krisis ekonomi juga ditandai dengan krisis moral, krisis kepemimpinan, dan bahkan krisis kepercayaan bangsa-bangsa asing kepada pemerintah Indonesia. Fenomena ini akan mengakibatkan banyak sekali kemunduran, yaitu dengan ditandai dengan menurunnya kegiatan sektor riil sehingga perampingan karyawan dan PHK besar-besaran terus berlanjut silih berganti antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lain.

Sumber: Kompas, Mei 2004

Gambar 1.4 Banyaknya peminat bursa tenaga kerja di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Mei 2004 m e n u n j u k k a n s e m a k i n b a n y a k n y a pengangguran di Indonesia.

Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

27

Contoh-contoh meningkatnya angka pengangguran adalah perampingan di Bank Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Pertamina, PT Dirgantara Indonesia, PT Semen Padang, dan banyak perusahaan kecil lainnya. Beberapa akibat yang mencolok dari fenomena ini antara lain sebagai berikut. Adanya penurunan pendapatan keluarga dan masyarakat. Adanya peralihan profesi atau pekerjaan. Munculnya demoralisasi yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan. Munculnya pedagang kaki lima di banyak kota di Indonesia. Menurunnya volume ekspor Indonesia ke negara-negara lain yang selanjutnya merendahkan pendapatan negara. Muncul akibat-akibat sampingan seperti konflik antarsuku, antarras, dan antaragama yang mengakibatkan persatuan dan kesatuan negara tercabikcabik.

7. Munculnya Gerakan Separatis
Gerakan separatis merupakan gerakan sekelompok orang yang bersifat sistematis dan terorganisir untuk membebaskan (memisahkan) diri dari keterkaitannya dengan pemerintah pusat. Secara sosiologis dan antropologis, kelompok masyarakat yang ingin memisahkan diri jelas memiliki kepentingan-kepentingan yang tidak bisa terakomodasi oleh pemerintah pusat. Dengan demikian, mereka telah putus asa dan melakukan tindakan ekstrim untuk melawan pemerintah pusat dan berusaha memisahkan diri sebagai negara yang merdeka. Hal inilah yang semestinya harus dimengerti oleh para elite pemerintahan yang berada di pusat. Tetapi di sisi lain, pemerintah pusat memiliki kewajiban untuk melindungi seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk semua penduduk untuk tetap bersatu dan utuh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, bagaimanapun pemerintahan pusat pasti akan bersikukuh untuk tetap menolak semua keinginan sekelompok masyarakat di daerah yang ingin memerdekakan diri. Yang penting bagi kita bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosiologis, ideologis, dan kultural sehingga dari kedua belah pihak akhirnya dapat memahami masingmasing kepentingannya dan dapat mencapai titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai contoh dari fenomena ini mulai dari terpisahnya Timor Timur dari Indonesia, munculnya gerakan separatis di Aceh, gerakan Papua Merdeka, serta Republik Maluku Selatan. Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia memerlukan suatu pemerintahan yang amat sangat bijak dan mempunyai wawasan kebangsaan yang tebal, mempunyai visi dan misi yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mempunyai wawasan kemajemukan dan HAM yang tinggi. Keadaan ini relatif sulit dilakukan hingga pada suatu saat seolah-olah terjadi krisis kepemimpinan, tetapi
28
Sosiologi SMA/MA Kelas X

4 Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah memicu timbulnya pemberontakan. Menurut kalian status manakah yang paling dominan dimiliki oleh masyarakat di Indonesia? MENGATASI KRISIS DEMORALISASI U ntuk mengatasi gejala demoralisasi yang kian hari terasa kian meningkat pada masyarakat Indonesia. Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 29 . kerja keras. dan pemberian. maka krisis separatis di Indonesia ini akan berangsur-angsur terselesaikan.dengan peran serta seluruh masyarakat. diperlukan suatu solusi dari berbagai kalangan untuk ambil bagian mengupayakan rehabilitasi perilaku sosial sehingga sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku pada masyarakat Indonesia. yaitu status yang diperoleh karena kelahiran. Sumber: Tempo. Edisi 18–24 Agustus 2003 Gambar 1. Dalam masyarakat pada umumnya terdapat tiga macam status.

Inilah yang menjadi sumber persaingan dan pertikaian di antara individu di dalam masyarakat. Sedapat mungkin melakukan tindakan-tindakan kooperatif terhadap pihak lain dengan memperhatikan hak-hak dan kepentingan orang lain. Dalam sosiologi. baik yang mendasar maupun kepentingan yang sifatnya temporer. Bagaimana solusi mengatasi krisis demoralisasi? MENGHARGAI KEPENTINGAN ORANG LAIN etiap orang pasti memiliki kepentingan-kepentingan. Apabila semua orang dapat melakukan hal tersebut. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra.Untuk mengatasi krisis demoralisasi. maka masyarakat akan mencapai suatu keteraturan. peranan keluarga justru lebih penting dan lebih strategis dibandingkan dengan peranan lembaga pendidikan. S 30 Sosiologi SMA/MA Kelas X . baik lembaga pendidikan formal maupun lembaga pendidikan nonformal. melalui pembahasan tentang kedudukan dan peranan telah diisyaratkan bahwa setiap individu harus dapat memainkan peranan di dalam kedudukannya dengan sebaik-baiknya. Setujukah kalian dengan pendapat yang tertuang pada alinea terakhir? Jelaskan dan sertai dengan data-data pendukung! 2. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Demikian juga semua orang senantiasa ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengambil berbagai macam benda pemuas kebutuhan yang ada di dalam masyarakat. Sering kali upaya-upaya pemenuhan ini berbenturan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1.

Bagaimana kriteria warga masyarakat yang baik? DATA SOSIAL BUDAYA DAN PEMBANGUNAN Salah satu kriteria pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun dan melaksanakan berbagai kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan. dan data sosial budaya lainnya. komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. data kematian. Misalnya. Kemukakan pendapatmu bagaimana prinsip-prinsip untuk menjalankan peranan dalam suatu kedudukan! 4. Pertanyaan: 1. data kelahiran. data jumlah penduduk.Pertanyaan: 1. Bagaimana cara memperoleh data-data sosial budaya yang benar? 2. data kemiskinan. Apakah yang dimaksud dengan norma dan nilai sosial? 2. data pendapatan per kapita. Apa peranan norma dan nilai dalam membentuk perilaku warga masyarakat yang baik? 3. sesuai dengan kemampuan. Sebutkan metode-metode pengumpulan data dalam sosiologi dan antropologi! Berikan penjelasan masing-masing! Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 31 . diperlukan data sosial budaya. Untuk dapat melakukan hal tersebut. Sosiologi dan antropologi dapat menjembatani pemerintah dalam rangka memperoleh data-data sosial budaya dari berbagai suku bangsa yang ada di dalam masyarakat. dan sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakatnya. Data-data dapat diperoleh melalui sensus penduduk atau penelitian-penelitian sosial lainnya dengan menggunakan tenaga-tenaga sosiolog yang berkualitas. Data-data sosial budaya yang akurat akan menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan bagi seluruh warganya. data drop out.

yaitu kebutuhan kejiwaan manusia seperti misalnya kebutuhan berekreasi. Kebutuhan hidup ini terdiri dari 3 macam. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa estetika. Kebutuhan sosial. Apa manfaat data sosial budaya bagi kegiatan pembangunan? 4. Kebutuhan integratif. Metode-metode Sosiologi dan Antropologi Metode Wawancara Metode Observasi Langsung Metode Observasi Partisipan Metode Angket Metode Komparasi 32 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi dan apabila tidak dipenuhi maka orang akan mati. dan lain-lain. Kebutuhan mendasar. kebutuhan untuk mengungkapkan harga diri. 1.3. kebutuhan untuk mengungkapkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bagaimana peranan sosiologi dan antropologi dalam proses penyusunan kebijakan pembangunan suatu bangsa? Sosiologi dan antropologi sebagai ilmu yang relatif baru mempunyai dua pengertian dasar. yaitu sebagai berikut. yaitu kebutuhan manusia untuk bersama-sama dengan manusia yang lain. 3. Coba sebutkan lima kriteria pemerintah yang baik! 5. yaitu sosiologi dan antropologi sebagai ilmu pengetahuan serta sosiologi dan antropologi sebagai metode. Kebutuhan ini muncul sebagai hakikat manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon). Konsep-konsep Dasar Sosiologi dan Antropologi Masyarakat Nilai dan Norma Kebudayaan Kepribadian Interaksi Sosial Perilaku Menyimpang Sosialisasi Pengendalian Sosial Kebutuhan Hidup Perubahan Sosial Budaya 2.

dan Pranata Sosial 6.Metode Kepustakaan Metode Penelusuran Sejarah Metode Pengukuran Langsung Metode Dokumenter Metode Analisis Media Massa 4. Hubungan Antarberbagai Konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan dan Kebodohan Modernisasi dan Kesenjangan Sosial Sosialisasi dan Kepribadian Kedudukan dan Peran Sosial Masyarakat dan Kebudayaan sebagai Sistem Perilaku Menyimpang dan Pengendalian Sosial Nilai. Konsep-konsep Tentang Realitas Sosial Budaya Kemiskinan Kebodohan Kesenjangan Sosial Kesenjangan Kebudayaan (Cultural of Lag) Kedudukan dan Peran 5. Data Sosiologis dan Antropologis Tentang Fenomena Sosial di Lingkungan Masyarakat Setempat Demoralisasi Konsumerisme Sekularisme Gejala Demokratisasi Munculnya Fenomena Otonomi Daerah Meningkatnya Angka Pengangguran Munculnya Gerakan Separatis Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 33 . Norma.

salah semua 3. Dari pernyataan tersebut di atas. sebagai bahan penyusunan kebijakan oleh pemerintah 4. . yang merupakan ciri-ciri metode observasi partisipan adalah . . mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kesejahteraan C. 1. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keselamatan D. 2. . . berdasarkan logika B. 5 B. Peneliti dalam menghimpun data tidak hanya melihat dan bertanya. Waktu penelitiannya sangat panjang. B. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang kebaikan B. . A. 1. berdasarkan pengalaman C. Perhatikan pernyataan berikut. 5. . Arti kata sosial dalam “Departemen Sosial” menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. 3. 5 C. . Data yang terhimpun sangat lengkap dan detail. 4. artinya kegiatan-kegiatan untuk . . . D atau E! 1. C. 1. 4. 4. berdasarkan hitungan E. 5 E. 2. sebagai data kebenaran dalam pembangunan C. . 3. 1. A. Salah satu kegunaan data sosial budaya yang dihimpun melalui penelitian sosial dalam kegiatan pembangunan adalah . 2. Data yang terkumpul berupa data sekunder.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . 4. A. 5 34 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 3. Menggunakan instrumen penelitian berupa angket. tetapi mengalami sendiri. 3. mengatasi permasalahan manusia dalam bidang keharmonisan E. berdasarkan hapalan 2. sebagai data pelengkap dalam pembangunan B. sebagai bahan pembanding penyelenggara pemerintahan D. berdasarkan urutan disiplin ilmu D. 1. Ilmu pengetahuan bersifat logis berarti . 3. 4 D. A. .

A. adanya persamaan darah dan keturunan B. lembaga sosial B. kebutuhan hidup manusia C. . A. Lembaga pemerintah yang secara khusus menghimpun. . . proses sosialisasi C. selalu menganalisis hal-hal yang benar-benar terjadi bahkan yang seharusnya terjadi C. . . kerabat 8. pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) D. lembaga swadaya masyarakat C. Badan Pusat Statistik D. A. kawan B. . berorientasi pada nilai dan norma 10. mengolah. A. . . menerima hal-hal baru untuk disesuaikan dengan pengalaman-pengalaman masa lalu E. keluarga E. interaksi sosial D. Sosiologi sebagai ilmu tentang perilaku sosial mempunyai objek kajian berupa hal-hal berikut ini. . situs-situs purbakala 6.5. BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) E. . norma dan nilai sosial 9. dan menyajikan data-data sosial budaya untuk berbagai kebutuhan dalam pembangunan adalah . . perubahan sosial E. A. kepolisian B. . kawan dan lawan C. A. kajiannya didasarkan pada kenyataan yang pernah terjadi dalam masyarakat B. Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 7. adanya norma sosial sebagai pedoman perilaku Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat 35 . . . . . Sosiologi bersifat empiris artinya . . “Socius” dalam pengertian sosiologi berarti . selalu bersikap terbuka terhadap pembaruan D. norma dan nilai sosial E. . sosial D. perilaku menyimpang B. Sosiologis berasal dari kata Latin socius dan kata Yunani logos. Di bawah ini yang bukan merupakan konsep-konsep dasar dalam sosiologi dan antropologi adalah . kecuali . Di bawah ini yang bukan merupakan unsur pokok masyarakat adalah .

. . .C. . pengendalian sosial dan perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial dalam masyarakat C. Metode penelitian dengan mempergunakan analisis atas peristiwaperistiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum disebut metode . pengendalian sosial dilakukan untuk mencegah dan mengatasi perilaku menyimpang D. tanya jawab secara tidak langsung E. Dalam sosiologi. . hitungan D. historis 15. statistik C. 36 Sosiologi SMA/MA Kelas X . proses sosial D. perubahan sosial budaya E. interaksi sosial 13. wilayah dengan batas-batas tertentu D. pengumpulan bahan B. . . Yang disebut teknik interview adalah teknik . adanya kerja sama E. . . . pendekatan historis 16. yang dimaksud dengan pemikiran adalah pengambilan keputusan dengan menggunakan . evolusi sosial C. . pengendalian sosial sama dengan perilaku menyimpang 12. . adanya orang-orang 11. A. perilaku menyimpang sebagai akibat dari pengendalian sosial B. . menggunakan matematik C. A. . dinamika sosial budaya B. A. tanya jawab secara langsung D. A. A. . metode kuantitatif B. mencatat secara langsung C. deduktif E. . induktif D. . . Keseluruhan perubahan situasi dalam masyarakat dalam kurun waktu tertentu dinamakan . pengendalian sosial merupakan akibat dari perilaku menyimpang E. Metode yang termasuk jenis kuantitatif adalah metode . akal pikiran E. laporan pandangan mata 14. komparatif B. Kaitan antara pengendalian sosial dan perilaku menyimpang adalah .

A. statistik B. kuantitatif C. case study

D. komparatif E. historis

17. Segala sesuatu yang benar-benar ada dan dapat dilihat serta diraba disebut . . . . A. fakta D. argumentasi B. data E. statement C. kenyataan 18. Pengumpulan data dengan menggunakan angket tidak cocok untuk masyarakat pedesaan di Indonesia karena . . . . A. masyarakat di Indonesia pada umumnya tidak cukup dalam menjawab pertanyaan dalam angket tersebut B. masyarakat desa memiliki banyak kegiatan di ladang dan di sawah C. jarak antara desa dan kota relatif jauh D. masyarakat desa bersifat tidak jujur di dalam menjawab pertanyaan E. pengiriman angket sangat sulit akibat letaknya yang terpencil 19. Pengumpulan data dengan cara interview akan mempunyai kelebihan-kelebihan, antara lain . . . . A. hemat biaya dan tenaga B. memiliki biaya dan tenaga C. data yang diperoleh lebih luas dan lengkap D. hubungan antara peneliti dan responden menjadi semakin akrab E. menghilangkan subjektivitas 20. Istilah sosiologi pertama kali digunakan pada tahun 1839 di Perancis oleh . . . . A. Emille Durkheim D. Pitirim A. Sorokin B. Samuel Koening E. Herbert Spencer C. Auguste Comte

Soal Essay
Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Coba kemukakan kembali menurut bahasamu sendiri, apakah sosiologi itu? 2. Coba jelaskan mengapa sosiologi itu perlu dipelajari! 3. Sebutkan objek-objek kajian dalam sosiologi! 4. Sebutkan dan jelaskan empat metode penelitian yang penting dalam sosiologi!
Bab 1 Sosiologi Sebagai Ilmu yang Mengkaji Hubungan Masyarakat

37

5. Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? Sebutkan dampak negatif dari kesenjangan sosial tersebut! 6. Tuliskan dua kegunaan sosiologi dalam pembangunan bangsa Indonesia yang sangat majemuk! 7. Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan? 8. Sebutkan empat sisi positif dari adanya otonomi daerah! 9. Sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan proses demoralisasi di Indonesia! 10. Apa manfaat langsung yang dapat dipetik dari pelajaran sosiologi ini dalam kehidupanmu sehari-hari?

38

Sosiologi SMA/MA Kelas X

NILAI DAN NORMA SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan nilai dan norma. Membedakan nilai dan norma. Menjelaskan peran nilai dan norma dalam masyarakat. Mengklasifikasikan kasus pelanggaran nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
Sumber: Gatra, 27 November 2004

M

enurut kalian, a pakah nilai itu? Dalam pengertian sehari-hari nilai sering diartikan sebagai harga atau ukuran. Misalnya, nilai ekonomis sebuah mobil dapat diartikan sebagai harga sebuah mobil yang diukur dengan uang. Dalam sosiologi, nilai justru bukan sebuah ukuran yang dapat dinyatakan dengan barang, melainkan sesuatu yang abstrak atau tidak nyata. Bagaimana denga norma? Di sekolah tempat kamu belajar, pasti ada norma-norma yang harus kamu patuhi bukan? Misalnya kewajiban kamu sebagai murid untuk menghormati gurumu termasuk dalam norma nonformal. Penjelasan mengenai nilai dan norma sosial, serta bagaimana peranannya di dalam kehidupan masyarakat akan segera kamu pelajari di bab ini.

Bab 2 Nilai dan Norma Sosial

39

Nilai Vital Nilai Religi Nilai Sosial Nilai Material Nilai Estetika Nilai Spiritual Nilai Moral Nilai Kebenaran Ilmu Pengetahuan NORMA DAN NILAI Norma Adat dan Kebiasaan Norma Kesusilaan dan Kesopanan Norma Sosial Norma Agama Pranata Sosial Norma Hukum Keteraturan Hidup 40 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Nilai-nilai sosial ini diperoleh berdasarkan pengalaman-pengalaman kejadian dalam masyarakat sehingga akhirnya menjadi suatu prinsip perilaku yang kuat yang diyakini kebenarannya.A. warga masyarakat perlu mengetahui tentang nilai dan norma sosial sebagai unsur yang penting dalam pembentukan perilaku tertib sosial. Dua pedoman ini juga berfungsi untuk mengatur kehidupan setiap anggota masyarakat dan merupakan warisan yang diterima secara turun temurun. 1. Menurut C. artinya masing-masing orang memiliki keinginannya sendiri yang berbeda dari orang lain. NILAI SOSIAL 1 . nilai bukanlah keinginan. Sebaliknya. Keinginan lebih bersifat individu. nilai dan norma merupakan bagian dari kekayaan budaya. Oleh karena itu. Kluckhohn. yaitu sebagai pedoman atau petunjuk dalam bertingkah laku. NILAI DAN NORMA SOSIAL Nilai dan norma sosial memiliki peranan penting bagi masyarakat. Oleh karena itu. Selain itu. nilai dan norma itu harus dijunjung tinggi dan harus dipertahankan. melainkan yang diinginkan. nilai sosial adalah semua pola pikir yang dianggap baik dan benar oleh hampir semua orang dalam masyarakat. Misalnya. Tulislah sejumlah nilai dan norma sosial yang ada di lingkungan tempat tinggalmu itu! 3. Untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat diperlukan adanya kesadaran warga masyarakat akan pentingnya keteraturan itu sendiri. kehidupan masyarakat akan teratur sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. apakah yang diinginkan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Amatilah kehidupan di sekitar rumahmu! 2. Buatlah pembahasan terhadap salah satu norma dalam kaitannya dengan pengaturan perilaku! B. karena dua pedoman tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat tersebut beradab. Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. Jika norma dan nilai tersebut sudah dilaksanakan dengan baik. yang diinginkan adalah keinginan seseorang atau kelompok dengan mempertimbangkan hal-hal lain. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 41 .

Notonegoro. tetapi lama-kelamaan nilai itu diterima dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Nilai Vital Pada dasarnya. Menurut Prof. Oleh karena itu. Nilai suatu benda yang muncul karena kegunaannya dinamakan nilai vital. Sebaliknya. Menurut Prof. nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh banyak orang dalam masyarakat yang selanjutnya merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Akhirnya. nilai vital adalah nilai yang muncul karena daya kegunaannya. dicita-citakan. Nilai kebenaran (kenyataan) bersumber dari akal manusia (rasio atau akal). nilai sosial dibedakan menjadi tiga macam. angka 36 adalah kebenaran yang bersumber dari rasionalitas masnusia. Nilai Spiritual Nilai spiritual bersifat sangat abstrak dan berguna bagi rohani manusia .Nilai sosial memang awalnya berasal dari nilai perorangan. Nilai kebenaran ilmu pengetahuan merupakan nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia. Dr. Emas ini mempunyai nilai tertentu yang muncul karena benda berupa emas mempunyai warna kuning gilap dan tidak luntur yang selanjutnya akan banyak kegunaannya untuk membuat berbagai macam perhiasan. Notonegoro. dan nilai keagamaan (nilai religius). nilai keindahan (estetika). b. nilai akan dipedomani dalam setiap benak orang yang akan mempengaruhi bentuk-bentuk perilaku bagi orang tersebut. yaitu: a . nilainya akan merosot. Contoh 6 6 = 36. c . Pada hakikatnya. Dengan kata lain. nilai spiritual meliputi nilai kebenaran (kenyataan). Pisau mempunyai harga atau nilai tertentu karena ketajamannya yang dapat digunakan untuk memotong sesuatu. apabila pisau selalu tajam dalam waktu yang amat sangat panjang (berkualitas). nilai moral (etika). nilai itu pun menjadi nilai sosial atau nilai bersama. Suatu nilai kebenaran yang bersumber dari pertimbangan akal 42 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yang dimaksud dengan nilai material adalah nilai yang ada atau yang muncul karena materi tersebut. nilai sosial dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang baik yang diinginkan. Dr. dan dianggap penting oleh warga masyarakat dan dijadikan dasar dalam menentukan apa yang bernilai atau berharga. contohnya pisau. Nilai terkandung dalam suatu benda dinamakan nilai sentral. maka pisau ini akan memiliki harga atau nilai yang semakin tinggi. Macam-macam Nilai Sosial Untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik di antara orang-orang dalam masyarakat diperlukan adanya nilai sosial. contohnya emas. 2 . Tetapi seandainya pisau tersebut tumpul. Nilai Material Pada dasarnya.

Nilai bersifat abstrak. ketika kita mendengar suara orang yang menyanyi dengan merdu. Terbentuknya Nilai Sosial Nilai-nilai sosial tiap-tiap masyarakat memang memiliki perbedaan-perbedaan sehingga tiap-tiap masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam sistem perilakunya. Misalnya. yaitu sebagai berikut. Nilai belum merupakan perintah atau larangan sehingga tidak memiliki sanksi. karena sikap tersebut dianggap baik dalam kehidupan bermasyarakat. 11 Agustus 2006 Gambar 2. Misalnya. Nilai keagamaan (nilai religius) merupakan nilai yang didasarkan pada keyakinan manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa. sebaliknya menyontek pada waktu ulangan bernilai buruk.1 Sikap saling menolong merupakan nilai dalam masyarakat. menolong orang lain bernilai baik. 4 . Nilai moral (estetika) merupakan nilai yang didasarkan pada keinginan manusia terhadap sesuatu yang baik dan buruk. 3 . Sumber: Kompas. Nilai terbentuk melalui proses pengalaman dalam pergaulan antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat.pikir manusia yang sewaktu-waktu dapat diuji kebenarannya oleh siapa pun dinamakan Nilai Kebenaran Ilmiah. Nilai estetika didasarkan pada kemampuan perasaan manusia menangkap sesuatu yang indah tentang objek tertentu atau suatu hal. Nilai keagamaan seseorang akan berbeda dengan yang lain meskipun agama yang dianut sama. Ciri-ciri Nilai Sosial • • • • Nilai sosial memiliki ciri. Nilai menjadi dasar pedoman perilaku. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 43 .

ada nilai-nilai kemanusiaan yang cenderung sama antara masyarakat satu dengan masyarakat yang lain. Nilai sosial dalam masyarakat memang senantiasa mengalami pergeseran seiring dengan berkembangnya peradaban dan pergaulan yang terjadi dalam masyarakat. bagaimana cara mengatasi pelanggaran-pelanggaran tersebut pada nomor 1? 3 . nilai bersifat abstrak dan menjadi prinsip bagi individu dalam menentukan perilakunya. misalnya seperti contoh berikut. Nilai sosial terbentuk melalui pengalaman dan kejadian yang kemudian diseleksi dan diaktualisasikan dalam sistem perilaku sehingga dipertahankan keberadaannya oleh banyak orang dalam masyarakat. 5 . Jadi dapat dikatakan bahwa nilai menjadi alat kontrol atau pengatur yang mengikat agar seseorang mau berperilaku baik. Jelaskan mengapa tata tertib di sekolah perlu dipatuhi oleh semua siswa! 4 . Tetapi secara umum. Musyawarah untuk mencapai mufakat cenderung lebih baik daripada hasil pemikiran seorang yang bersifat diktator. Menurut kalian. kemudian kerjakan soal di bawah ini! 1 . Sudahkah para guru menjadi contoh dan penegak tata tertib di lingkungan sekolahmu? Jelaskan pendapatmu! 44 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Selanjutnya nilai-nilai sosial yang abstrak ini akan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma sosial yang berupa perintah dan larangan. mereka akan ikut mendapat kecaman dari warga masyarakat. serta sanksi-sanksi sesuai dengan bidang-bidang kehidupan yang ada dalam masyarakat. Tulislah pelanggaran-pelanggaran terhadap tata tertib di sekolahmu! 2 . dan lain-lain. Fungsi Nilai Sosial dalam Membentuk Keteraturan Secara umum. Orang tua patut mendapatkan penghargaan dan perlindungan dari yang muda dan yang kuat. Nilai sekaligus merupakan buah pemikiran warga masyarakat untuk mengatur dan membatasi aktivitas individu agar tidak memasuki hak-hak orang lain. baik dalam bentuk kecaman ringan maupun kecaman berat sesuai dengan tingkat penyimpangan perilaku terhadap norma yang ada. Bagi mereka yang berperilaku tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial. • • • Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang patut dihargai oleh orang yang lain.Tetapi secara universal. Bentuklah kelompok yang terdiri 2 – 3 orang. nilai-nilai sosial dalam masyarakat berfungsi sebagai pedoman perilaku yang telah disepakati oleh warga masyarakat termasuk para pendahulu yang membuatnya.

adat istiadat. 27 November 2004 Gambar 2.2 Beribadah merupakan salah satu cara seseorang melaksanakan norma agamanya. juga peraturan daerah yang bersumber dari negara. Pengertian Norma Sosial Tahukah kalian bahwa norma sosial adalah pelindung kita dari tindak angkara murka orang-orang kuat yang ada di sekitar kita. juga aturan-aturan dalam keluarga. Macam-macam Norma Sosial Norma pada dasarnya merupakan perwujudan konkret dari nilai-nilai sosial. sehingga orangorang yang lemah pun dijamin kelangsungan hidupnya oleh norma-norma tersebut. sanksi diciptakan masyarakat untuk menjadi kendali bagi seseorang supaya perilakunya dapat sesuai dengan aturan-aturan yang ditetapkan. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 45 . maka norma dilengkapi dengan sanksi. Agar norma dapat dipatuhi oleh semua warga masyarakat. Norma sosial adalah aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi untuk mengatur perilaku semua orang dalam masyarakat sehingga tercipta keteraturan sosial. dia akan diberi sanksi berupa hukuman. Sumber: Gatra. Norma nonformal merupakan aturan tidak tertulis. Norma formal dapat berupa aturan-aturan yang tertulis yang berasal dari lembaga atau institusi resmi seperti surat keputusan. Norma-norma yang mengatur masyarakat ada yang bersifat formal atau resmi dan nonformal atau tidak resmi. Norma sosial keberadaannya sangat diperlukan untuk menjamin semua orang termasuk yang lemah agar kepentingannya dapat terpenuhi secara wajar dalam masyarakat. Sebaliknya.C. Norma dibuat oleh warga masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut dan telah dianggap baik dan benar. contohnya aturan-aturan di masyarakat. jika seseorang melanggar aturan. Norma sebagai ketentuan menjadi ukuran perilaku dan merupakan pedoman yang harus ditaati setiap warga masyarakat. NORMA SOSIAL 1. Dengan demikian. 2 .

setiap manusia sebenarnya perlu dihargai sama. orang berperilaku dan perpedoman pada kebiasaan-kebiasaan atau adat. Norma Kesusilaan/Kesopanan Setiap manusia mempunyai harkat dan martabat yang sama di hadapan Tuhan. adat pembagian warisan. sering kali norma diberlakukan lebih berat dari bentuk pelanggarannya. dan lain-lain. Norma seperti inilah yang diperlukan untuk meredam terjadinya konflik yang bersumber dari perendahan martabat oleh orang lain. diperlukan pedoman-pedoman untuk mengatur hak dan wewenang tiap-tiap aparatur negara 46 Sosiologi SMA/MA Kelas X . norma kesusilaan dan kesopanan merupakan penjabaran dari nilai-nilai moral. antara lain: a. Norma adat adalah norma-norma yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena telah dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik. Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat. Tiap-tiap agama memiliki norma sendirisendiri yang akan bercorak pada zaman tertentu di mana agama itu lahir serta lokasi di mana wahyu Tuhan itu diturunkan. Contoh norma adat adalah adat perkawinan. yaitu mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain. baik perintah maupun larangan agar umat manusia dapat memperoleh jalan kebenaran sehingga dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Pada hakikatnya. b. c . d. Selanjutnya adat dan kebiasaan akan dipedomani oleh setiap warga masyarakat sebagai suatu cara berperilaku dalam setiap kepentingan dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat. Sebagai suatu prinsip bahwa berperilaku susila dan sopan pada dasarnya merupakan perbuatan yang akan berbuah pada penghargaan pribadi si pelakunya. Oleh sebab itu. tetapi yang jelas norma agama merupakan norma yang berisi kebenaran terutama bagi para pemeluknya. Norma agama adalah norma yang berasal dari wahyu Tuhan yang disampaikan melalui orang-orang yang terpilih (Nabi).Sanksi pada hakikatnya merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masyarakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. Norma Agama Setiap agama memiliki aturan-aturan atau syariat untuk mengatur hubunganhubungan antarmanusia maupun hubungan dengan Tuhan. Pada dasarnya. semua bentuk kesusilaan dan kesopanan akan memunculkan penghargaan dari orang lain kepada kita sendiri. Norma Adat/Kebiasaan Dalam kehidupan masyarakat tradisional. yaitu mengenai tuntutan perilaku yang benar yang seharusnya diperbuat oleh setiap warga masyarakat. Norma kesusilaan dan norma kesopanan memiliki substansi pokok. norma agama merupakan himpunan peraturan-peraturan yang merupakan petunjuk hidup. Norma Hukum Dalam kaitannya dengan struktur pemerintahan suatu negara. Oleh sebab itu. Artinya. baik di dunia maupun di akhirat.

Sumber: www. Bersifat memaksa. di dalamnya terkandung banyak pelanggaran pada masalah perdata. Hukum perdata adalah suatu lapangan hukum yang mengatur masalah perkawinan. Sebaliknya. Pada dasarnya. Sering kali hukum perdata dan hukum pidana mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain. artinya apabila orang melanggar maka akan dikenai sanksi dan apabila tidak diindahkan akan dipaksa oleh alat-alat negara. pembunuhan. jual beli. hukum pidana merupakan suatu lapangan hukum yang mengatur masalah kejahatan seperti penganiayaan. Tetapi norma hukum mempunyai peran cukup besar dalam mengatur hubungan antarindividu dalam kaitannya dengan kedudukannya sebagai warga negara. dan norma hukum. DPR dan pemerintah. Norma sosial pada dasarnya meliputi norma agama. norma kesusilaan dan kesopanan. Norma hukum merupakan norma terakhir yang lebih dapat menjamin adanya suatu tertib sosial di dalam masyarakat. Masalah-masalah perdata sering kali berkelanjutan menjadi masalahmasalah pidana atau di dalam masalah pidana.3 Hukuman penjara merupakan sanksi yang diberikan kepada seseorang yang melanggar norma hukum. Lembaga yang berwenang bisa berupa majelis. norma hukum adalah norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga yang berwenang. Di Indonesia. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 47 . norma adat dan kebiasaan. presiden sebagai penyelenggara eksekutif. Semua bentuk peraturan yang tertulis yang dibuat lembaga-lembaga negara yang berwenang dinamakan norma hukum. penipuan.secara struktural dari atas hingga ke bawah. warisan. artinya tertulis dengan jelas dan tegas. dan perjanjian-perjanjian. pemerasan. Norma-norma hukum dalam masyarakat negara memiliki ciri-ciri sebagai berikut. atau pimpinan departemen hingga stafnya yang terbawah.asianfoodworker. norma hukum terdiri dari hukum perdata dan pidana. dan lain-lain. • • Bersifat eksplisit.net Gambar 2. pemalsuan.

c. yaitu sebagai berikut. dan seterusnya. cara orang menuang minuman. akan dimarahi oleh para leluhurnya. dipakai. Kebiasaan (folkways) Kebiasaan (folkways) adalah suatu tata kelakuan yang bersifat lebih mengikat kepada anggota masyarakat dan lebih dipatuhi. Proses dipatuhi dan terbentuknya suatu norma sosial dapat berlangsung melalui empat tingkatan. Proses Terbentuknya Norma Sosial Dengan semakin berkembangnya tata keidupan dan peradaban manusia. dan lain-lain. Contoh: cara orang memakai topi. a.• Dibuat oleh lembaga yang berwenang. Bersifat mengatur. artinya berisi perintah-perintah dan larangan-larangan untuk mengendalikan perilaku warga masyarakat sesuai dengan bidang-bidang yang diatur masing-masing hukum. Tata kelakuan mencerminkan sifat-sifat yang hidup dalam kelompok manusia dan dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar maupun secara tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. maka dapat terus meningkatkan kekuatan mengikatnya 48 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Mores ini merupakan pedoman perilaku yang dianggap paling benar yang dimiliki. undang-undang dibuat oleh DPR dan pemerintah. artinya tiap-tiap tingkatan norma hukum dibuat oleh pejabat-pejabat yang berwenang dengan tingkatan yang tertentu pula. • • 3. Bersifat melindungi. dan dipertahankan oleh warga masyarakat. Adat-istiadat (custom) Apabila tata kelakuan tersebut kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. artinya melindungi pihak-pihak yang lemah dari desakan dan cengkeraman pihak-pihak yang kuat melalui sanksi-sanksi dan alat-alat negara. Cara (usage) Cara (usage) adalah suatu perilaku tertentu yang secara tidak sadar telah disepakati oleh masyarakat terhadap perbuatan yang tertentu pula. pranata sosial disadari semakin diperlukan dalam kehidupan sehingga mulai dibakukan dan disempurnakan secara turun-temurun. Karena bila terjadi penyimpangan terhadapnya. Tata Kelakuan (mores) Tata kelakuan (mores) adalah suatu kelompok aktivitas yang benar-benar telah menjadi pedoman yang berlaku dari suatu masyarakat. d. Kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang terhadap apa yang sama sebagai bukti bahwa orang menyukai perbuatan tersebut. cara orang memberi salam kepada orang tua. b. misalnya Undang-Undang Dasar dibuat oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat).

Universitas Gajah Mada. universitas merupakan lembaga kemasyarakatan. dengan demikian terbentuklah custom (adat. terhimpun menjadi lembaga kemasyarakatan. perguruan-perguruan tinggi. dan sebagainya. sekolah-sekolah menengah. Di dalam perkembangan selanjutnya. tetapi dapat berlangsung lebih jauh lagi hingga suatu norma masyarakat tidak hanya menjadi institusionalized dalam masyarakat. pranata sosial terus mengalami perubahan dalam arti bertambah jumlahnya dan berubah bentuknya sejalan dengan perkembangan tata kehidupan manusia dalam masyarakat. Proses pelembagaan sebenarnya tidak berhenti demikian saja. dapat diambil suatu kesimpulan bahwa lembagalembaga kemasyarakatan terdapat dalam setiap masyarakat tanpa memperdulikan apakah masyarakat tersebut mempunyai taraf kebudayaan sederhana atau modern. Sebagai contoh. dapatlah dikatakan bahwa lembaga kemasyarakatan merupakan himpunan dari norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. dan lain sebagainya. Maksudnya adalah suatu taraf perkembangan di mana para anggota masyarakat dengan sendirinya ingin berperikelaku sejalan dengan perilaku yang memang sebenarnya memenuhi kebutuhan manusia. dan lain sebagainya. koperasi. Fungsi Norma Sosial dalam Membentuk Keteraturan Norma sosial memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. kebutuhan jasmaniah dari manusia. Universitas Padjajaran. Dengan perkataan lain. dan lainnya adalah institusi. Hal itu disebabkan oleh karena setiap masyarakat tentu mempunyai kebutuhankebutuhan pokok yang apabila dikelompok-kelompokkan. pemberantasan buta huruf. sekolahsekolah dasar. norma-norma tersebut berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok dari kehidupan manusia seperti kebutuhan hidup kekerabatan. Selain itu.terhadap perilaku warga masyarakat. sedangkan Universitas Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya.istiadat). kebutuhan hidup kekerabatan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga batih. dan lain-lain. kebutuhan akan pendidikan. kebutuhan untuk menyatakan rasa keindahan. Universitas Airlangga. Kebutuhan akan pendidikan akan menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pesantren. norma-norma tadi telah mendarah daging (internalized). Wujud kongkret dari lembaga kemasyarakatan tersebut adalah association. Untuk memberikan suatu batasan. Dalam hal ini norma sosial berfungsi sebagai faktor perilaku yang memukinkan seseorang menentukan lebih dulu bagaimana tindakannya akan dinilai oleh orang lain. peternakan. tetapi menjadi internalized. Kebutuhan akan pencaharian hidup menimbulkan lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti pertanian. kebutuhan pencaharian hidup. Misalnya. taman kanak-kanak. industri. norma sosial Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 49 . pelamaran. Dari contoh-contoh di atas. perceraian. 4 . perkawinan.

juga menjadi aturan yang mendorong seseorang atau kelompok untuk mencapai nilainilai sosial sekaligus menjadi unsur pengendali dalam hidup bermasyarakat. sedangkan penegak nonformal meliputi tokoh-tokoh masyarakat. Penegak formal meliputi polisi. diperlukan pengetahuan pendidikan yang memadai serta sosialisasi terhadap norma-norma hukum. a .4 Polisi menjadi aparat penegak norma dengan tujuan untuk memelihara dan menciptakan keamanan. b. dan tokohtokoh masyarakat lainnya. c.pikiran-rakyat.com Gambar 2. para pendidik. Aparat Penegak Norma Aparat penegak norma adalah semua pihak yang mempunyai keterkaitan dan kepentingan untuk menegakkan keberadaan norma dalam mengatur perilaku individu dalam masyarakat. Norma Sosial yang Memadai Norma sosial ini berfungsi sebagai landasan perilaku yang harus diperbuat oleh setiap individu dalam bidang kehidupan tertentu. diperlukan tiga syarat pokok antara lain sebagai berikut. Dengan demikian warga masyarakat menyadari bahwa norma memang harus dipatuhi sebagai bentuk sumbangan seorang individu dalam menciptakan tertib sosial dalam masyarakat yang paling hakiki. kaum ulama. jaksa. 50 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sumber: www. dan hakim. Kesadaran Akan Pentingnya Keteraturan Untuk menciptakan kesadaran sosial tentang pentingnya hidup bersama dalam masyarakat. Untuk membentuk keteraturan sosial dalam masyarakat. Penegak norma ini terdiri dari penegak formal dan penegak nonformal.

Tuliskan tidak lebih dari satu halaman! 2. proses peadilan terhadap para koruptor dapat dipercepat dan kalau perlu koruptor-koruptor tersebut ditangkapi dahulu baru diproses. serta bagaimana cara menyelesaikannya. Pilihlah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! T Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 51 . dan bagaimana penyelesaiannya? Buatlah analisis sosial tentang ke tiga pertanyaan di atas! TANGKAP DULU. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. BARU ADILI erpilihnya Abdul Rahman Saleh. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aksi demonstrasi yang disertai dengan tindak anarkis. Masyarakat berharap pada masa kepemimpinan Abdul Rahman Saleh sebagai kepala Kejaksaan Agung RI. SH sebagai Jaksa Agung pada Kabinet Bersatu pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla pada awalnya terkesan memberikan harapan. Sebutkan faktor-faktor penyebab menjamurnya pedagang kaki lima dan rumah liar di kota-kota besar.1. Buatlah sebuah uraian yang berisi laporan bagaimana kamu sebagai seorang anak dan siswa mendukung nilai dan norma yang ada di lingkungan sekolahmu sebagai orientasi acuan dalam bertingkah laku. karena Abdul Rahman Saleh pada saat menjadi anggota Mahkamah Agung pada pengadilan kasus korupsi berskala besar yang melibatkan salah satu pejabat tinggi negara bersikap berbeda dengan majelis hakim. 3.

Cobalah perhatikan 52 Sosiologi SMA/MA Kelas X . NARKOBA MENGANCAM M asa depan bangsa Indonesia ada di tangan siswa-siswa sekarang. Berbagai usaha telah dilakukan. Nilai-nilai apa yang harus didalami siswa agar terhindar dari bahaya narkoba? LALU LINTAS SUKA-SUKA Pasca reformasi. salah satunya bahaya narkoba yang setiap saat mengajak generasi muda. Setujukah kalian atas usul tangkap dulu koruptor-koruptor itu baru proses? Jelaskan! 2. dalam perjalanannya banyak hambatan dan rintangan yang dihadapi.Pertanyaan: 1. masyarakat Indonesia khususnya di perkotaan cenderung menjadi tidak teratur. dan badan dunia untuk menekan penyebaran narkoba kepada masyarakat. Berikan alasan kalian dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku di Indonesia! AWAS. Pertanyaan: 1. Bagaimana seharusnya nilai-nilai sosial itu disemaikan kepada generasi muda sehingga terhindar dari bahaya narkoba? 2. Bagaimana seharusnya tindakan Kepala Kejaksaan Agung RI terhadap para koruptor di Indonesia. pemerintah. baik oleh ulama. Contoh khusus terjadi pada lalu lintas. Namun. sekolah. Apakah hukuman berat terhadap pengedar narkoba merupakan solusi? 3.

2. diperlukan sanksi yang pelaksanaannya harus dikawal dan ditegakkan oleh aparat penegak norma. dan pungli terus merajalela. Mengapa masyarakat perkotaan cenderung menjadi tidak teratur berlalu lintas pasca reformasi? 2. Norma sosial terdiri dari empat macam. Nilai sosial ini berfungsi menjadi pedoman perilaku warga masyarakat dalam pergaulan. Norma sosial adalah semua bentuk peraturan. Norma sosial berfungsi mengatur hubungan dan perilaku timbal balik antarindividu dan antarkelompok individu dalam masyarakat. 5. Mengapa petugas seperti polisi dan Dinas Perhubungan tidak bertindak untuk meluruskannya? 3. Agar norma dapat dipatuhi oleh individu dalam masyarakat. jalan-jalan dipenuhi pedagang. adat dan kebiasaan. Akhirnya dapat dikatakan bahwa masyarakat perkotaan Indonesia jauh dari tata tertib berlalu lintas. dan norma hukum. yaitu norma agama. dan nilai spiritual. bus parkir (ngetem) di mana tanda dilarang berhenti banyak terpampang. Norma apa yang tidak berfungsi dalam bahan diskusi di atas? 1. 3. Keteraturan sosial merupakan keadaan di mana semua orang dalam masyarakat telah berbuat sebagaimana hak dan kewajibannya sehingga tidak terjadi benturan antara hak dan kewajiban dengan individu yang lain. Nilai sosial meliputi nilai vital. 4. Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 53 . 7. baik formal maupun nonformal sehingga dalam masyarakat tercipta keteraturan sosial.bus dengan penuh sesak dan penumpang bergelantungan melintas di jalan tol. kendaraan melawan arus. Pertanyaan: 1. 6. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh polisi? 4. kesusilaan dan kesopanan. Nilai sosial merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dicitacitakan oleh warga masyarakat. nilai material. jalan digunakan sebagai lahan parkir. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang ada dan berlaku dalam masyarakat.

untuk membatasi kebutuhan umat manusia 3. saling membutuhkan 4. . akulturasi kebudayaan Dari pernyataan di atas. . tersedianya sarana pendidikan B. Menurut Prof. . fasilitas yang telah tersedia C. proses internalisasi 3. . B. Lahirnya lembaga sekolah di masyarakat disebabkan oleh . rohaniah. kebutuhan manusia yang meliputi jasmaniah. Sikap toleransi antarumat beragama dalam masyarakat merupakan wujud dari kebutuhan akan pengaturan . . . mencukupi kebutuhan ekonomi dengan berusaha secara profesional E. interaksi antarkelompok masyarakat 2. pengendalian sosial dalam masyarakat 5. saling menghormati C. adat istiadat yang kuat 4. yang benar adalah . berkembangnya suatu kebudayaan yang sangat komplek D. . . Koentjaraningrat. istilah pranata sosial digunakan untuk menekankan terdapatnya aturan main tentang . . berbagai kebutuhan hidup dalam kehidupan bermasyarakat yang saling berkaitan B. pembagian kekuasaan B. C.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. Pranata sosial berubah karena adanya: 1. . . A. pertentangan antargolongan 2. D. bermacam-macam bentuk kebutuhan keluarga dan kehidupan bermasyarakat D. A. adanya program wajar 9 tahun dan GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) E. . A. dan sosial C. pewarisan nilai-nilai D. dan E! 1. hubungan manusia dengan kekuatan ilahi E. 54 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

2 dan 3 C. Di bawah ini yang dimaksud dengan nilai vital adalah . Dr. . menjaga keutuhan masyarakat 5. 2. norma sosial C. . 4. . . memberikan pedoman kepada anggota masyarakat 3. rajin dan hemat 9. 5 C. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini! 1. 1. nilai ilmu pengetahuan Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 55 . jujur dan adil E. . norma hukum E. 2 dan 4 D. . iman dan taqwa D. 3. segala sesuatu yang bersumber pada unsur rasa atau estetika manusia C. . . Norma-norma dalam masyarakat yang berfungsi untuk mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat yang berkaitan dengan hak dan kewajiban individu sebagai warga negara adalah norma . . tindakan berbudi pekerti C. 5 B. A. norma agama 8. norma kebiasaan B. . segala sesuatu yang bersumber pada akal manusia E. 4 dan 5 E. Nilai dapat diartikan sebagai cita-cita. mengatur cara bertindak yang mengikat 4. 3. memberikan pegangan dalam sistem pengendalian Yang merupakan fungsi dari pranata sosial adalah . A. menunjukkan tujuan hidup masyarakat 2. moral dan keyakinan bangsa D. tawakal C. 2. segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya B. A. . adat dan kebiasaan D. 1 dan 3 B. tujuan yang ingin dicapai B. sombong dan kikir B. nilai yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia D. Notonegoro adalah . sarana untuk mencapai tujuan 7. 5 6. 4 E. A. A. 4 D.A. karena nilai merupakan . . Berikut ini yang bukan contoh dari nilai moral menurut Prof. 1 dan 5 5. . . 4. 3. 3. tindakan sosial E. 1. .

A. E. nilai bersifat abstrak. A. mores B. A. mode E. proses di mana individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap dengan adat istiadat E. sindiran. norma bersifat sempit. . nilai bersifat berubah-ubah D. . perilaku sosial D. D. . . vested interest C. usage 11. . norma bersifat terbuka C. atau pun dipergunjingkan merupakan hukuman bagi seseorang yang melanggar . B. 1 Tahun 1974 Tata Tertib Sekolah Undang-Undang No. norma sosial D. bawah ini yang bukan contoh dari norma hukum adalah . proses berubahnya pola perilaku akibat perubahan norma 12. ketidaksamaan sosial B. kaidah hukum C. norma sosial C. . nilai bersifat luas E. nilai bersifat tertutup. 20 tahun 2003 Tata Cara Penguburan Jenazah pada masyarakat Jawa PP 30 Tahun 1980 14.10. folkways 13. Yang dimaksud dengan proses internalisasi adalah . keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu sehingga tercapai kestabilan C. adat istiadat E. Upaya untuk mencegah dan mencari solusi terhadap semua bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat dinamakan . . C. A. norma bersifat konkret B. . wilayah berlakunya 15. folkways D. norma bersifat tetap. Undang-Undang No. . . . pengendalian sosial E. . Sanksi yang sifatnya ringan berupa teguran. . Perbedaan yang mendasar antara norma dan nilai sosial adalah . proses panjang yang berlangsung seumur hidup sejak individu lahir sampai meninggal B. Seperangkat aturan yang berkisar tentang kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya disebut . . pranata sosial B. . A. aktivitas sosial 56 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . Di A. . . kegiatan individu yang mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan kelompoknya D.

. . Perilaku individu atau kelompok individu dengan nilai-nilai dan norma-norma dinamakan . agama Bab 2 Nilai dan Norma Sosial 57 . . IV E. A. . memberi arah terhadap individu untuk berperilaku di tengah-tengah masyarakat E. aktivitas remaja yang belum dewasa hukum di luar jam pelajaran B. . semua aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma sosial C. Hukuman yang dijatuhkan berdasarkan perundang-undangan yang berlaku merupakan sanksi norma . Yang dimaksud dengan kenakalan remaja adalah . adat istiadat B. . . V IV Hukum V Agama 17. . kesopanan D. C. . kesusilaan C. . memberikan kekuasaan kepada pihak/golongan tertentu 18. . aktivitas remaja yang belum dewasa hukum yang bertentangan dengan norma adat dan kebiasaan E. tindakan-tindakan remaja yang merugikan kepentingan masyarakat luas D. I Kelaziman A. memberikan petunjuk mengenai aktivitas sosial C. Norma yang dimiliki sanksi berat bagi pelanggarannya adalah . B. kenakalan anak-anak usia sekolah di dalam lingkungan sekolahnya 20. Salah satu fungsi norma dan nilai dalam masyarakat adalah . A.16. A. hukum E. . membatasi/melarang berbagai macam aktivitas sosial dalam masyarakat D. keanekaragaman perilaku sosial dalam masyarakat yang tidak sesuai yang berlaku dalam masyarakat perilaku terpuji antisosial 19. perilaku menyimpang D. aktivitas terlarang E. II C. I B. . . A. III II Kesopanan III Kesusilaan D. . memberi arah dan tujuan individu dalam melaksanakan komunikasi sosial B.

Jelaskan kaitan antara kesadaran sosial dan keteraturan sosial dalam masyarakat! 58 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Mengapa norma dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat? Jelaskan! 8. Sebutkan macam-macam norma sosial dalam masyarakat! 7. Norma kesopanan c. Bagaimana peranan aparat penegak hukum dalam menciptakan tertib sosial? 10. Apakah yang dimaksud dengan norma sosial dan nilai sosial? 2. Norma adat d. Sebutkan fungsi nilai! 6. Apakah yang dimaksud dengan: a. Jelaskan kaitan antara norma dan nilai sosial! 3. Norma kesusilaan b. Apa syarat-syarat pokok terciptanya keteraturan sosial dalam masyarakat? 5. Bagaimana menciptakan norma sosial yang memadai? 4.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Norma kebiasaan 9.

google. kamu pun berinteraksi dengan tetangga dan anggota masyarakat lainnya.INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan interaksi sosial dan dinamika sosial. Apa yang dimaksud dengan interaksi sosial? Untuk mengetahuinya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 59 . Menghubungkan antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Untuk itu. Dan di lingkungan tempat tinggalmu. Hal tersebut akan membantu mewujudkan keteraturan sosial. Menjelaskan faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial dan dinamika sosial. Di sekolah. setiap individu akan mengetahui nilai dan norma apa yang berlaku di lingkungannya.co. Sumber: http://images. Dengan interaksi. kamu berinteraksi dengan orang tua dan saudaramu. kita pun berinteraksi dengan orang lain. Bagaimana menurutmu dengan pendapat tersebut? Kita sebagai manusia tentu saja membutuhkan orang lain. kamu pun berinteraksi dengan guru dan teman-temanmu. Begitu juga dengan kamu bukan? Di rumah. coba kamu pelajari bab ini.id S etiap manusia tidak dapat hidup sendiri.

Pengertian interaksi sosial dan dinamika sosial Kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Faktor pendorong terjadinya interaksi sosial Bentuk-bentuk interaksi sosial yang mendorong terciptanya lembaga sosial. kelompok dan organisasi sosial Faktor penyebab perubahan sosial Lingkungan alam Sugesti Imitasi Identifikasi Motivasi Simpati Empati Hubungan kekeluargaan Hubungan antarstatus Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan Status kependudukan Nilai dan sikap 60 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Secara naluriah. kita selalu mempunyai naluri untuk hidup berkelompok atau bersama dengan orang lain. sedangkan dorongan untuk hidup bersama dengan orang lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut. manusia tidak dapat melaksanakannya secara sendirian. tidak selamanya kondisi alam senantiasa ramah. terutama ketika terjadi bencana-bencana yang memerlukan pertolongan orang lain. Keadaan ini telah mendorong munculnya kelompok-kelompok persekutuan manusia yang didasarkan pada persamaan darah dan keturunan. Dorongan untuk Memenuhi Kebutuhan Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk itu. Keadaan ini telah mendorong setiap manusia lain jenis untuk membentuk suatu kehidupan bersama yang kemudian disebut keluarga. Mereka masih hidup berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 61 . manusia membentuk suatu koloni dengan tujuan semata-mata untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan binatang buas. Dari dorongan inilah. Dengan dorongan inilah. diperlukan dorongan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat itu sendiri. Ketika manusia dalam taraf kehidupan yang masih primitif. INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagai manusia. Untuk itulah. Terkadang mereka menghadapi tantangan dari binatang buas atau pun dari kelompok suku lain yang menyerang. manusia membentuk suatu kelompok-kelompok untuk berburu. Di samping itu.A. manusia mutlak memerlukan keberadaan manusia lain. Dorongan untuk Mempertahankan Diri Dalam rangka mempertahankan diri dari berbagai serangan. untuk mendirikan rumah. manusia membentuk suatu koloni untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Keluarga dapat berkembang menjadi suatu extended family dan bahkan berkembang menjadi suatu kerabat atau pun suku bangsa. baik mendasar. setiap manusia mempunyai dorongan seksual sebagai kodrat manusia untuk meneruskan keturunannya agar tidak punah. melainkan harus bersama-sama dengan manusia lain. Untuk melaksanakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup. manusia belum banyak memiliki teknologi untuk menyelenggarakan kehidupannya. atau pun dari kelompok suku lain. kebutuhan sosial. Dorongan untuk Meneruskan Keturunan Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki naluri untuk meneruskan keturunan dengan cara melangsungkan perkawinan. maupun kebutuhan integratif. manusia memerlukan keberadaan orang lain. Naluri inilah yang disebut dengan naluri gregoriousness. untuk berladang. dan lain-lain sebagainya. alam. baik oleh binatang atau pun kelompok manusia yang lain.

sering kali manusia secara individu kewalahan untuk melakukannya. Melalui kegotong-royongan inilah. terlebih dahulu manusia pun harus melakukan interaksi sosial dengan sesamanya. Dorongan inilah yang membuat terciptanya suatu kehidupan bersama untuk menjalin kegotong-royongan dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan kehidupannya. kelangsungan hidup masyarakat terjamin.Dorongan untuk Hidup Bersama Sebagai makhluk pemikir dan bermoral. 62 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pengertian Interaksi Sosial Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. 1. dan kelompok individu dengan kelompok individu. Dengan demikian. Untuk mewujudkan kehidupan bersama. individu dengan kelompok individu.1 Dorongan untuk hidup bersama dipengaruhi oleh keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. manusia mempunyai kejiwaan dan mempunyai kepentingan terhadap keberadaan orang lain. Apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial itu? Sumber: Koleksi Editor Gambar 3. Interaksi sosial merupakan bentuk dasar dari dinamika sosial budaya yang ada di dalam masyarakat. Melalui interaksi sosial akan terjadi perubahan-perubahan di dalam masyarakat yang memungkinkan terbentuknya hal-hal baru sehingga dinamika masyarakat menjadi hidup dan dinamis. setiap orang memerlukan kebersamaan dengan orang lain. Untuk melaksanakan berbagai pekerjaan besar.

Interaksi sosial dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan mendasar. dan masa yang akan datang. 3. baik yang bersifat progresif maupun yang bersifat regresif hingga mewujudkan suatu dinamika sosial maupun dinamika budaya. kebutuhan sosial. masa kini. Melalui proses interaksi sosial inilah. Jelaskan apa saja yang mendorong manusia melakukan interaksi sosial! 2. Interaksi sosial merupakan implementasi dari pemenuhan kebutuhan warga masyarakat. baik secara individual maupun secara kolektif dengan berpedoman pada sistem budaya yang ada. Jelaskan bagaimana peranan nilai dan norma dalam interaksi sosial! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 63 . dan kebutuhan integratif. juga adanya tujuan yang akan dicapai dari hasil-hasil interaksi sosial tersebut. 1. Pengertian Dinamika Sosial Dinamika sosial pada hakikatnya adalah keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang progresif maupun perubahan-perubahan yang regresif. termasuk nilai-nilai. Interaksi sosial itu sendiri mempunyai ciri-ciri. masyarakat akan bergerak secara dinamis. norma. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkatperangkatnya terjadi interaksi dan korelasi saling mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat. Selain itu. Di dalam dinamika sosial. 2. dan pranata sosial. Mengapa manusia dikatakan makhluk individu dan juga makhluk sosial? Apa yang melatar belakangi hal tersebut? Jelaskan alasanmu! 4. Kaitan Antara Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial Budaya Interaksi sosial merupakan bagian terkecil dari proses perubahan yang ada di dalam masyarakat. yaitu jumlah pelakunya lebih dari satu orang dan adanya komunikasi antara pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang. Apakah yang dimaksud dengan keteraturan sosial? 3. interaksi sosial juga ditandai dengan adanya dimensi waktu yang meliputi masa lalu.

Bahkan secara ekstrim. yaitu pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal datang dari diri sendiri atau pun dari orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. Perubahan mata pencaharian. Oleh karena itu. Perubahan jumlah penduduk. dan lain-lain). Perubahan tingkat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada waktu melaksanakan peniruan terhadap sesuatu 64 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Contoh: meniru gaya bicara guru idolanya. secara kodrati. 1. jenis kelamin. dan lain-lain. Perubahan struktur pemerintahan. B. Manusia memang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan orang lain. meniru mode pakaian artis yang menjadi idolanya. perhatian atas sikap mengagumi terhadap pihak lain yang dianggap cocok. Perubahan kualitas penduduk. Perubahan tingkat pendapatan dan perubahan tingkat kemakmuran. Imitasi muncul disebabkan oleh adanya minat. Sugesti Salah satu faktor pendorong interaksi sosial adalah sugesti. tingkat mata pencarian. Perubahan undang-undang dasar. persebaran. Adapun dorongan-dorongan terjadinya interaksi sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. 2. FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL Manusia adalah makhluk sosial. Perubahan ejaan dalam bahasa. agama dan kepercayaan.Bentuk-bentuk konkret dari dinamika sosial dan budaya adalah sebagai berikut. artinya makhluk yang selalu hidup bersamasama dengan manusia lain. undang-undang. dan struktur penduduk menurut umur. Pengaruh ini datang secara tiba-tiba dan tanpa adanya pemikiran yang detail yang dipertimbangkan terlebih dahulu. Imitasi Yang dimaksud imitasi pada hakikatnya adalah suatu keinginan seseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. manusia tidak akan mempunyai arti jika tidak ada manusia lain. dan peraturan pelaksana lainnya. Singkatnya sugesti menciptakan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kontak sosial dengan pihak lain. manusia memerlukan manusia yang lain untuk melakukan interaksi sosial. Perubahan komposisi penduduk (kepadatan.

Simpati merupakan suatu sikap ketertarikan kepada orang lain disebabkan oleh menariknya penampilannya. Simpati akan sangat dirasakan bila terjadi proses pertukaran pendapat dan nilai-nilai. Empati Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. Tindakan ikut menangis dan melakukan pertolongan tertentu ketika melihat seseorang yang mengalami musibah merupakan contoh dari empati. tiba-tiba kita pun yang melihatnya menangis. motif politik. 6. Berbeda dengan imitasi. Empati merupakan kelanjutan rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Identifikasi Yang dimaksud dengan identifikasi dalam suatu interaksi sosial adalah dorongan seseorang untuk menjadikan dirinya identik atau sama dengan orang lain. Motif identifikasi dipergunakan ketika orang menjadi bagian dari kelompok yang besar. Imitasi terdiri dari peniruan terhadap pola pikir orang lain. 5. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 65 . soal ketaatan terhadap peraturan. 4. dan lain-lain. Simpati dapat menjadi dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan mitranya. identifikasi melalui proses kejiwaan akan melahirkan suatu sikap yang menyerupai dengan pihak yang ditiru. dan peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau artefak. Simpati Pengaruh psikis yang paling mendasar dalam suatu interaksi sosial adalah rasa simpati seseorang terhadap orang lain. motif popularitas. Proses identifikasi diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang lebih konkret dan merupakan hasil pertimbangan yang matang pada diri seseorang. peniruan terhadap perilaku. Motivasi seseorang dapat muncul disebabkan faktor atau pun pengaruh dari orang lain sehingga seorang individu melakukan kontak dengan orang lain. seseorang dapat berbuat apa saja untuk mewujudkan rasa simpatinya. 3. Dengan adanya rasa simpati. Contoh: ketika seseorang yang mengalami kecelakaan dan menangis. atau opini pribadi terhadap kelompoknya. Contoh: seseorang mengikuti suatu kegiatan tertentu karena adanya motif-motif tertentu seperti motif ekonomi. kebijaksanaannya. Motivasi Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalitas.yang menarik dari orang yang dikagumi ini muncul suatu kemegahan dan kebanggaan dalam jiwa orang yang bersangkutan. Contoh: soal pakaian seragam. atau pola pikirnya.

Dalam coercion. 66 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu kerja sama antarkelompok untuk mencapai tujuan yang sama meskipun di antara mereka terjadi perbedaan-perbedaan struktural. Bentuk-bentuk kooperasi antara lain tawar-menawar. Salah satu pihak harus bersedia merasakan dan memahami keadaan pihak lain. kelompok. Kooptasi (cooptation). Dalam hal ini.Bentuk-bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif maupun disosiatif. Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut. akan tercapai penyelesaian dari konflik yang ada. bentuk interaksi disosiatif akan menghambat terbentuknya lembaga. melalui kesempatan penunjukan pimpinan yang akan mengendalikan kerja sama. kooptasi. yaitu kerja sama sebagai hasil kesepakatan tawar-menawar antara kedua belah pihak. Coercion Proses akomodasi ini dilaksanakan karena adanya paksaan. kelompok. dan organisasi sosial. b. Bentuk akomodasi ini dapat kalian lihat ketika rakyat Indonesia menjadi romusha pada masa penjajahan Jepang tahun 1942. Tawar-menawar (bargaining). Pola hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif (menyatukan) akan mendorong terbentuknya lembaga. yaitu usaha bersama untuk melakukan suatu kegiatan dengan pembagian keuntungan bersama secara merata dan proporsional. Kompromi Lewat bentuk akomodasi ini. koalisi. a. Patungan (joint-venture). Pelaksanaan coercion dapat dilakukan secara langsung atau fisik dan secara tidak langsung atau psikologis. Romusha menjadi pihak dalam posisi lemah dan tidak dapat melawan. Sebaliknya. Dengan begitu. dan organisasi sosial. dan patungan. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif antara lain sebagai berikut. Kooperasi Kooperasi adalah kerja sama antara beberapa kelompok sosial yang ada sebagai upaya mencapai tujuan bersama. Akomodasi Akomodasi adalah suatu proses kesepakatan di antara kedua belah pihak yang tengah bersengketa yang bersifat darurat (sementara) dengan tujuan mengurangi ketegangan di antara kedua belah pihak. salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. masing-masing pihak yang terlibat konflik saling mengurangi tuntutannya. Koalisi (coalition). interaksi sosial didasarkan pada penguasaan Jepang terhadap romusha-nya yang dianggap tidak mempunyai hak-hak apapun juga.

yaitu masing-masing pihak saling memerlukan dengan tujuan membentuk kehidupan baru yang saling menguntungkan serta membentuk corak kehidupan yang berbeda dengan masa sebelumnya. Tetapi dalam mediasi. Adanya musuh bersama dari luar. proses asimilasi juga dapat terhambat oleh faktor-faktor berikut. Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya.Mediasi dan arbitrase Arbitrase merupakan bentuk akomodasi dengan jalan meminta bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh badan yang kedudukannya lebih tinggi daripada pihak-pihak yang berkonflik. Toleransi Toleransi timbul tidak sadar dan tidak direncanakan. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 67 . Stalemate Bentuk akomodasi ini terjadi ketika masing-masing pihak menghentikan konflik karena kekuatan yang seimbang. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi). Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang. Peradilan (ajudikasi) Dalam adjudikasi. c. konflik diselesaikan lewat pengadilan. Asimilasi Proses asimilasi adalah proses sosial yang masing-masing pihak terdorong keinginannya untuk bergabung dan bekerja sama dalam mewujudkan suatu keharmonisan. Mereka merasa sudah tidak ada kemungkinan lagi untuk maju atau mundur. dan tidak saling curiga. Sebaliknya. mediasi juga meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu dalam penyelesaian konflik. Perilaku ini timbul karena masing-masing pihak berusaha menghindarkan diri dari perselisihan. pihak ketiga bersikap nertal dan bertindak sebagai penasihat tanpa mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses asimilasi. antara lain sebagai berikut. Keterbukaan golongan penguasa. Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya. Seperti halnya arbitrase. Perkawinan campuran. yang terwujud dalam bentuk saling menghargai. Pihak ketiga di sini harus mengutamakan penyelesaian secara damai. Proses asimilasi digolongkan sebagai proses asosiatif. saling menghormati.

yaitu sebagai berikut. dan pertentangan (konflik). Sumber: Fotomedia. persaingan ini timbul ketika jumlah persediaan yang terbatas tidak seimbang dengan jumlah konsumen yang ada. keagamaan. 68 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok. Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah. pendidikan. Persaingan dalam hal kedudukan dan peranan. Adanya perasaan in-group yang kuat. persaingan ini timbul karena adanya keinginan-keinginan dari tiap orang untuk mempunyai kedudukan dan peranan yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki.2 Proses asimilasi bisa dilakukan melalui perkawinan campuran. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu. Persaingan ekonomi. a. Persaingan kebudayaan. Persaingan terjadi dalam beberapa bentuk. kontravensi. Persaingan (kompetesi) Persaingan merupakan proses sosial yang ditandai dengan adanya persaingan antarindividu atau kelompok dalam mencari keuntungan dengan cara menarik perhatian tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan. dan lembaga kemasyarakatan. Adanya diskriminasi. Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain.Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain. terdiri dari persaingan (kompetisi). Juni 2001 Gambar 3. Adapun bentuk-bentuk interaksi yang bersifat disosiatif.

dan corak rambut. Sebutkan jenis-jenis proses sosial asosiatif dan disosiatif! 3. c. Menurutmu apakah persaingan dapat dipakai untuk menyeleksi kemampuan seseorang? Jelaskan pendapatmu! 2. persaingan ini terjadi karena perbedaan warna kulit. yaitu seperasaan. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan suatu konflik sosial? C. Pertentangan dapat terjadi karena adanya perbedaan pendirian dan perasaan di antara individu dan perbedaan latar belakang kebudayaan. BENTUK-BENTUK INTERAKSI YANG MENDORONG TERCIPTANYA LEMBAGA. 1. dan politik. Bagaimana terjadinya konflik dalam masyarakat? 4. sosial. bentuk tubuh. Pertentangan (konflik) Proses sosial semacam ini dilakukan oleh seorang individu atau kelompok yang berusaha mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan ancaman atau kekerasan. perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat yang akan mengubah nilai masyarakat yang ada sering kali juga menimbulkan konflik dalam masyarakat.Persaingan ras. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antarindividu maupun kelompok di bidang ekonomi. b. ada pula dorongan Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 69 . Kontravensi Kontravensi merupakan sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. KELOMPOK DAN ORGANISASI SOSIAL Dalam suatu masyarakat dapat terbentuk community sentiment. Proses sosial semacam ini ditandai dengan keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang dan perasaan tidak suka yang disembunyikan atau kebencian terhadap seseorang. dan sepenanggungan di antara sesama anggota masyarakat. Di sisi lain. senasib. Adanya community sentiment dalam masyarakat dapat mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik dengan membentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat. Selain itu.

membentuk suatu kelompok-kelompok individu identitas yang sama dan secara khusus membentuk suatu organisasi sosial untuk mewujudkan cita-cita tertentu. Lembaga sosial ada dalam setiap masyarakat, baik dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern, karena setiap masyarakat pastinya mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok. Kebutuhan-kebutuhan tersebut jika dikelompokkan nantinya akan terhimpun sebagai lembaga sosial. Tempat-tempat ibadah merupakan contoh lembaga-lembaga sosial dalam bidang keagamaan. Tetapi yang dimaksud di sini bukan gedungnya, melainkan semua norma dan nilai kemasyarakatannya yang mengatur hubungan antara manusia dan Tuhan. Jadi, dapat dikatakan bahwa lembaga sosial merupakan kumpulan norma masyarakat yang mengatur pergaulan hidup manusia, berkelompok-kelompok pada berbagai keperluan pokok hidup manusia. Terciptanya lembaga-lembaga sosial didorong oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Adanya dorongan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan mendasar, kebutuhan sosial, maupun kebutuhan integratif. Adanya keterbatasan benda-benda pemuas kebutuhan sehingga diperlukan adanya lembaga yang mengatur setiap pemenuhan kebutuhan manusia. Adanya keinginan untuk mewujudkan keadaan hari esok yang lebih baik dan menjamin kelangsungan hidup masyarakat. Untuk mewujudkan efisiensi kerja setiap individu yang dapat didelegasikan kepada lembaga-lembaga sosial tertentu untuk mewakilinya, misalnya: mengurus pendidikan anak di bentuk sekolah, mengurus soal keamanan dibentuk polisi dan militer, serta menyelenggarakan keadilan dan perlindungan hukum, dibentuklah kejaksaan dan pengadilan, dan seterusnya. Lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok manusia mempunyai beberapa fungsi, yaitu memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana harus bertingkah laku dalam menghadapi masalah yang timbul dalam masyarakat. Selain itu, lembaga sosial juga berfungsi untuk menjaga keutuhan masyarakat dan memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial. Menurut Gilin dan Gillin, lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi lima macam, antara lain sebagai berikut. a. Crescive institutions dan enacted institutions yang merupakan klasifikasi dari sudut perkembangannya. Crescive institutions yang juga disebut lembaga-lembaga yang paling primer merupakan lembaga-lembaga yang secara tak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: hak milik, perkawinan, agama, dan seterusnya. Sebaliknya adalah enacted institutions dibentuk dengan sengaja guna

tercapainya tujuan tertentu dan tetap berpedoman pada adat istiadat, selanjutnya diserahkan kepada pemerintah. Contoh: pendidikan (madrasah). b. Basic institutions dan subsidiary institutions. Basic institutions dianggap sebagai lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Di Indonesia, misalnya keluarga, sekolah-sekolah, dan negara dianggap sebagai basic institutions yang pokok. Sebaliknya adalah subsidiary institutions yang merupakan lembaga sosial yang kurang penting. Contoh: rekreasi, olahgara, dan menyanyi. c. Approved atau social sanctioned institutions adalah lembaga-lembaga yang diterima masyarakat seperti misalnya sekolah, perusahaan dagang, dan lainlain. Sebaliknya adalah unsanctioned institutions yang ditolak oleh masyarakat walau kadang-kadang masyarakat tidak berhasil untuk memberantasnya, seperti misalnya kelompok penjahat-penjahat, pemeras, pencoleng, dan sebagainya. d. General institutions dan restricted institutions, lembaga ini timbul apabila klasifikasi terebut berdasarkan pada faktor penyebarannya. Misalnya, agama merupakan suatu general institutions, oleh karena dikenal oleh hampir semua masyarakat di dunia ini. Agama-agama Islam, Protestan, Katolik, Budha, dan lain-lainnya merupakan restricted institutions karena dianut oleh masyarakatmasyarakat tertentu di dunia ini. e. Berdasarkan fungsinya, ada perbedaan antara operative institutions dan regulative institutions. Yang pertama berfungsi sebagai lembaga yang menghimpun polapola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, seperti misanya lembaga industrialisasi. Yang kedua, bertujuan untuk mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian yang mutlak daripada lembaga itu sendiri. Contoh adalah lembaga-lembaga hukum. Dalam interaksi yang dilakukan manusia, akan terdapat suatu hubungan timbal balik, saling mempengaruhi, dan saling menolong. Hubungan-hubungan tersebut akan menjadikan manusia dalam berbagai himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia. Himpunan-himpunan tersebut nantinya akan menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan faktor-faktor yang mendorong terbentuknya kelompokkelompok sosial. Adanya kesadaran dari sekelompok individu yang merasa memiliki identitas yang sama. Adanya keinginan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan individu dalam kelompok. Adanya keinginan untuk membela hak-hak dan kepentingan dari individu di dalam kelompok.
Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial

71

Adanya keinginan untuk mendominasi struktur masyarakat seperti kekuasaan dan pemerintahan yang ada di dalam masyarakat.

Dalam sejarah perkembangan sosiologi, terutama di Jerman kita mengenal salah satu tokoh yang cukup populer, yaitu Max Weber, dengan berbagai macam tulisan dan argumentasinya. Max Weber, sosiolog berkebangsaan Jerman dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum berpendapat Sumber: www.mohr.de bahwa ada pengaruh faktorfaktor politik, agama, dan ekonomi terhadap perkembangan hukum dan kehidupan sosial masyarakat. Salah satu argumen-tasinya yang terkenal adalah argumentasi tentang hukum, baik di lingkungan nasional maupun di lingkungan internasional. Pada masalah hukum ini, Max Weber mengatakan ada empat tipe ideal dari norma hukum yang ada di dalam masyarakat, yaitu sebagai berikut. 1. Hukum Irasional dan Material 2. Hukum Irasional dan Formal 3. Hukum Rasional dan Material 4. Hukum Rasional dan Formal

Organisasi sosial sendiri terbentuk atas dasar dorongan-dorongan yang sedikit berbeda dengan terbentuknya lembaga dan kelompok sosial, antara lain: Adanya cita-cita bersama untuk mewujudkan suatu keadaan yang lebih baik. Adanya pembagian tugas untuk mengurus kepentingan organisasi.
72
Sosiologi SMA/MA Kelas X

Hubungan yang terjalin berpedoman pada kedudukan masing-masing dalam suatu organisasi yang bersifat formal sehingga interaksi masing-masing pihak didasarkan pada statusnya masing-masing. Hubungannya bersifat resmi. terdapat empat macam bentuk interaksi sosial antara lain sebagai berikut. Organisasi sosial sendiri terbentuk dari adanya minat dan kepentingan dari individu dalam sebuah masyarakat yang disalurkan melalui bentuk persekutuan manusia yang formal dan lebih teratur. dapat dikatakan bahwa organisasi adalah sekumpulan orang atau individu dalam suatu kelompok yang saling berinteraksi dan bekerja sama yang didasarkan pada aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan bersama. pedagang batik. hubungan antarkepentingan merupakan hubungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lain di dalam masyarakat yang berorientasi pada terpenuhinya kepentingan dari masing-masing pihak. bulu tangkis. Hubungan Antarkepentingan Pada dasarnya. Hubungan antarkepentingan ini juga memiliki karakteristik berikut.Adanya keinginan untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 73 . dan lain-lain. Berikut beberapa karakteristik yang menandai adanya hubungan antarstatus. Semua pihak berpijak pada statusnya. dan lain-lain. baik pemerintah maupun swasta. Ada sanksi yang diberlakukan dalam setiap interaksi yang menyimpang dari ketentuan yang ada. Contoh: hubungan kedinasan di dalam militer antara atasan dan bawahan atau hubungan antara ketua. Jadi. 2. dan organisasi sosial dalam masyarakat. Adanya keinginan untuk mengembangkan kepentingan bersama seperti industri. sekretaris. Hubungan lebih bersifat legal. Hubungan Antarstatus Hubungan antarstatus terjadi dalam suatu organisasi. masing-masing pihak saling memberikan solidaritasnya untuk mendukung terciptanya suatu jalinan yang harmonis sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terlaksana dengan baik. bendahara. Dengan adanya dorongan-dorongan untuk mewujudkan terciptanya lembagalembaga sosial. Bentuk hubungan tersebut didasarkan pada norma yang legal. Dalam hubungan antarkepentingan ini. perdagangan. olahraga. 1. Toleransi bersifat terbatas. kelompok-kelompok sosial. dan anggota dalam suatu organisasi. Semua pihak berpijak pada kepentingan masing-masing. Contoh: hubungan dalam asosiasi sepak bola. seni dan budaya.

Semua pihak saling melindungi dan memanjakan. KELOMPOK. Hubungan ini merupakan hubungan kekeluargaan. Solidaritas sangat kuat. justru relatif rendah. Bila dicermati. Mereka ini sangat mendambakan adanya komunikasi yang saling menguntungkan untuk menjalin suatu persahabatan atau keakraban. Semua pihak tidak ada hubungan darah atau keturunan. 4. Berikut beberapa karakteristik dari hubungan kekeluargaan.Didasarkan pada norma-norma tertentu yang telah disepakati. Semua pihak mempunyai orientasi yang sama. Aktivitasnya tidak didasarkan pada peraturan yang berlaku. D. Semua pihak saling mengupayakan agar hubungan tetap harmonis. Semua pihak berasal dari keturunan yang sama. Dorongan-dorongan ini 74 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pada hakikatnya. Contoh: hubungan dua individu yang saling bersahabat. Hubungan Persahabatan Hubungan persahabatan terjadi antara dua individu atau lebih yang tidak ada hubungan darah. Ada beberapa karakteristik hubungan persahabatan. Bentuk hubungan dapat bersifat formal atau nonformal. Solidaritas sosial dalam keseharian sangat tebal. Solidaritas sosial relatif kuat. hubungan kekeluargaan merupakan hubungan yang terjadi antarpihak yang memiliki hubungan darah dengan ciri solidaritas antaranggota relatif lebih tinggi dan bentuk-bentuk hubungan lebih bersifat nonformal. Tetapi pada masyarakat modern. Hubungan bersifat tidak resmi. maka munculah dorongan dari warga masyarakat untuk mengatur dan mengembangkan kehidupannya agar terjadi pola hubungan yang lebih harmonis. 3. Mereka lebih akrab dengan orang-orang yang mempunyai hubungan bisnis yang sama. ternyata pada masyarakat primitif dan masyarakat tradisional hubungan kekeluargaan sangat erat. antara lain sebagai berikut. DAN ORGANISASI SOSIAL Bersamaan dengan proses berkembangnya suatu masyarakat. PROSES PEMBENTUKAN LEMBAGA. Hubungan Kekeluargaan Dalam suatu keluarga atau kerabat terdapat pola hubungan di antara orangorang yang mempunyai asal-usul dan darah keturunan yang sama.

diakui. 2. dapat dikatakan bahwa norma sudah melembaga. Kerumunan itu pun berkembang menjadi kelompok-kelompokkan di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. persepsi atau tujuan. dan nilainya mulai ada kesesuaian dalam masyarakat. dan nilai benar-benar telah menjadi satu perwujudan dalam segala aktivitas manusia. norma. persamaan senasib. Adanya order. Proses Terbentuknya Kelompok kelompok pada awalnya terbentuk melalui berkumpulnya sejumlah orang yang berekrumunan. Proses inilah yang dinamakan proses pelembagaan (institutionalization). 1. memang diperlukan proses yang relatif panjang sehingga akhirnya terbentuk lembaga-lembaga sosial yang mengurus masing-masing kebutuhan pokok warga masyarakat yang bentuknya berbeda-beda sesuai bidangnya.mengakibatkan terbentuknya lembaga sosial untuk mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat. dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari. yaitu suatu tahapan di mana interaksi sosial. Adanya keajegan. dihargai. Kumpulan orang atau kerumunan dapat berubah menjadi kelompok apabila ada interaksi di antara orang-orang yang ada di dalam kerumunan tersebut dan ada ikatan emosional sebagai pernyataan bersama. Adanya pola. Selain itu. Mula-mula norma terbentuk secara tidak sengaja. kemudian lama-lama dibuat secara sadar. Untuk menciptakan suatu tertib sosial dalam masyarakat. Norma-norma yang ada setelah mengalami suatu proses akan menjadi bagian tertentu dari lembaga sosial. norma. yaitu tahapan keteraturan yang mulai ada akibat adanya norma/peraturan yang baru. Adanya tertib sosial. yaitu suatu tahapan yang keajegannya terus berulang sehingga membentuk suatu pola perilaku masyarakat. di dalam kerumunan tersebut telah berkembang tujuan atau kepentingan bersama. akan terjadi hubungan timbal balik antara setiap anggotanya dan akan ada norma-norma yang mereka buat dan mereka taati bersama. perilaku sosial. Dalam kelompok tersebut. Pada tahap ini. kepemimpinan yang Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 75 . di mana ketika norma sudah dikenal. yaitu tahapan yang masyarakatnya mulai memandang perlu/ meminta akan adanya tertib sosial itu sendiri. Proses Pembentukan Lembaga Sosial Dalam Perkembangan Keteraturan Sosial Norma dalam masyarakat dibuat untuk menciptakan keteraturan. Adapun proses terbentuknya suatu keteraturan sosial adalah sebagai berikut.

asas. Selain itu. misi. kepentingan. kedudukan. Proses Terbentuknya Organisasi Sosial Untuk mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhannya. 76 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Perubahan ini dapat terjadi dalam skala besar seperti adanya revolusi sosial. manusia harus bekerja sama dengan orang lain. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat direncanakan dengan perencanaan yang matang. Organisasi ini nantinya berfungsi sebagai tempat untuk menampung aspirasi dari para anggota dan sebagai alat untuk mencapai tujuan. struktur sosial yang akan mengakibatkan berubahnya pola interaksi. E. dapat juga terjadi tanpa adanya perencanaan. situasi kependudukan. Untuk mencapai tujuannya. namun dapat terjadi pula dalam skala kecil. setiap organisasi mempunyai orang-orang yang memenuhi syarat untuk menduduki struktur organisasi tersebut. dan akibatnya senantiasa mengalami perubahanperubahan. Pembentukan organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama dan didasarkan atas persamaan profesi. visi. dan ada norma yang diakui dan diikuti oleh mereka yang terlibat di dalamnya. dan misi. serta berubahnya nilai dan sikap. Sumber: Koleksi editor Gambar 3.dipatuhi. 3. Kerja sama dalam suatu kesatuan sistem yang teratur akan terwujud setelah diorganisasi atau dibentuk organisasi. di mana di dalamnya dinyatakan secara jelas tujuan.3 Dalam suatu kelompok akan terjadi hubungan timbal balik antara anggotanya. disusunlah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dari organisasi tersebut. serta hak dan kewajiban masing-masing anggota. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan antara lain berubahnya lingkungan alam. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN DAN DINAMIKA SOSIAL Sebagaimana kita ketahui bahwa masyarakat senantiasa bersifat dinamis. tidak pernah berhenti dari aktivitas. visi. fungsi.

musim gugur. arah angin. iklim. dan musim semi (di daerah iklim sedang). Pergeseran Lintasan Semu Matahari Tahunan Pergeseran lintasan semi matahari tahunan ini akan membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat.4 Banjir merupakan fenomena alam yang sifatnya mendadak dan temporer. Perubahanperubahan lingkungan alam ini menyebabkan manusia harus melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan itu sendiri. dan pola konsumsi bagi sebagian besar umat manusia. Pergantian Siang dan Malam Berubahnya fenomena alam ini juga membawa pengaruh pada struktur aktivitas manusia. Berubahnya fenomena alam ini telah membawa pengaruh perubahan terhadap produktivitas industri es. dan seterusnya. Perubahan pola tanam ini juga turut membawa perubahan pada produktivitas. Perubahan yang Sifatnya Mendadak atau Bersifat Temporer Beberapa contohnya adalah banjir. a. perubahan waktu. yaitu aktivitas-aktivitas sosial budaya yang layak dilakukan pada siang hari dan malam hari. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 77 . Adapun contoh-contoh perubahan lingkungan alam adalah sebagai berikut. dan curah hujan sehingga mengakibatkan perubahan pola tanam bagi kegiatan pertanian. Pergantian Musim Seperti musim panas. antara lain perubahan musim dan iklim yang akan berakibat pada perubahan suhu. d. gempa bumi. b. perubahan siang malam.1. tekanan. tanah longsor. musim dingin. gunung meletus. Perubahan Lingkungan Alam Perubahan lingkungan alam pada dasarnya bersumber dari rotasi dan revolusi bumi sehingga mengakibatkan suatu siklus pergantian seperti musim. c. produksi tanaman tertentu yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan. dan lain-lain. sedangkan di Indonesia terjadi pergantian musim hujan dan kemarau. Sumber: Tempo Gambar 3.

Bentuk-bentuk perubahan situasi kependudukan ini antara lain terjadi pada jumlah penduduk. 2. Perubahan komposisi penduduk dapat berpengaruh terhadap perubahan-perubahan pola aktivitas manusia yang menyangkut produktivitas kerja. Berubahnya jumlah penduduk juga menuntut perubahan-perubahan fasilitas umum seperti jalan raya. perbandingan antara kelompok produktif dan nonproduktif. Berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan merubah banyak hal seperti meningkatnya harga tanah. Perubahan Komposisi Penduduk Komposisi penduduk adalah perbandingan-perbandingan antara kelompokkelompok penduduk. kebijaksanaan three in one pada jalur-jalur tertentu.Berubahnya fenomena alam menjadi penyebab berubahnya aktivitas manusia untuk melakukan evakuasi atau pemindahan lokasi tempat tinggal serta aktivitasaktivitas penyelamatan lainnya. bank. perumahan. Dorongandorongan tersebut antara lain sebagai berikut. dan lain-lain. emigrasi. masalah kemacetan lalu lintas. situasi kependudukan bersifat sangat dinamis (artinya selalu berubah-ubah). ruralisasi. Yang pasti bahwa berubahnya tingkat kepadatan penduduk akan sangat mempengaruhi berbagai pola aktivitas manusia. b. perbandingan antara pria dan wanita. Perubahan Situasi Kependudukan Melalui proses natalitas dan mortalitas. kantor pos. tingkat kepadatan penduduk. Perubahan Tingkat Kepadatan Penduduk Kepadatan penduduk pada dasarnya adalah bilangan yang menyatakan berapa banyaknya penduduk pada tiap-tiap kawasan di muka bumi seluas 1 km2. Kepadatan penduduk ini dapat berubah-ubah karena kelahiran dan kematian. dan lain-lain. serta fasilitas-fasilitas yang lain. munculnya perumahan kumuh. Perubahan Jumlah Penduduk Perubahan jumlah penduduk dapat memunculkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh penguasa dalam mengatasi segala permasalahannya seperti masalah kesehatan. persebaran penduduk. dan lain-lain. busway. volume ekspor barang dan jasa. dan lain-lain. urbanisasi. dan kulitas penduduk. d. pendidikan. c. a. Wujud perubahan-perubahan inilah yang merupakan dinamika kehidupan sosial budaya masyarakat. pendapatan. juga karena adanya mobilitas seperti imigrasi. komposisi penduduk. sekolah. serta komposisi penduduk menurut tingkat pendidikan. munculnya solusi jalan layang. dan lain-lain. Bencana-bencana alam ini juga dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang dapat mengubah tingkat pendapatan atau pun kekayaan banyak orang. 78 Sosiologi SMA/MA Kelas X . munculnya rumah susun. Misalnya. Perubahan Persebaran Penduduk Ada banyak dorongan mengapa orang mengalami perpindahan tempat. rumah sakit.

Berubahnya struktur sosial. angka harapan hidup. misalnya berubahnya personil presiden dan wakil presiden. undang-undang. Perubahan Kualitas Penduduk yang Menyangkut Kesehatan. Dengan berpindahnya penduduk dari satu daerah ke daerah yang lain akan mewujudkan banyak perubahan-perubahan. pertumbuhan investasi. Contoh-contoh perubahan struktur sosial antara lain sebagai berikut. percampuran kebudayaan. dan peraturan-peraturan pelaksanaannya. Pendidikan. Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap yang dianut dalam diri seorang individu dapat mengalami pergeseran atau perubahan akibat situasi yang dinamis. dan Tingkat Pendapatan Kualitas penduduk adalah keadaan secara umum mengenai tingkat kesejahteraan dan tingkat peradaban suatu masyarakat. baik yang menyangkut peraturan-peraturan maupun personil-personil akan menumbuhkan banyak perubahan atau dinamika sosial seperti berubahnya kebijaksanaan. d. akan mempengaruhi pola konsumsi. masalah kurs nilai mata uang. dan lain-lain. efisiensi. berubahnya pola kerja yang akan berakibat memburuk atau membaiknya situasi umum dalam masyarakat. pejabat tinggi negara. dan personil kabinet. pembauran ras. dan lain-lain. serta berubahnya personil-personil dari tiap-tiap kedudukan dan peran yang ada di dalam masyarakat. dan lain-lain. dan lain-lain. pemerataan pendapatan. 3. 4. peningkatan produktivitas kerja. dan efektifitas kerja.Alasan Alasan Alasan Alasan Alasan perkawinan pendidikan mengadu nasib atau mencari pekerjaan keamanan tugas atau pekerjaan. Berubahnya personil-personil pemangku status sosial mulai dari atas sampai ke bawah. tingkat pendapatan. masalah pendidikan. Perubahan Struktur Sosial Yang dimaksud dengan struktur sosial adalah keseluruhan dari bangunan konstruksi masyarakat yang menyangkut kedudukan dan peran dari tingkat atas hingga tingkatan bawah. Situasi yang berubah-ubah pula meliputi masalah keamanan. Dengan berubahnya kualitas penduduk secara sosiologis. mengakibatkan perubahan pola interaksi. proses sosialisasi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 79 . Berubahnya undang-undang dasar. angka pendapatan perkapita. pendidikan. tingkat kelahiran dan kematian. Dengan berubahnya struktur sosial. Tinjauan ini dapat diindikasikan oleh data-data kesehatan. yaitu masalah penyesuaian diri.

yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan dari luar masyarakat itu sendiri. Akibat dari gerakan sosial ini akan memunculkan pembaharuan tatanan kehidupan dalam masyarakat. aksi pemogokan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan dan dinamika sosial dalam masyarakat dapat juga diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Penemuan Baru (Invention dan Discovery) Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia melakukan berbagai macam penelitian hingga menghasilkan sesuatu yang baru. demonstrasi hingga berbentuk perang saudara atau suatu kudeta. masalah personil pejabat negara. Pola keluarga besar menjadi pola asuh keluarga kecil. Gerakan sosial ini dapat berupa tuntutan-tuntutan. Pandangan terhadap masa lampau menjadi berpandangan pada masa yang akan datang. Discovery. lembaga kemasyarakatan. protes. dan lain-lain. 80 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adanya perubahan dalam nilai sentral (nilai yang paling dipedomani seseorang) akan mengakibatkan perubahan pola perilaku. Tidak gemar menabung menjadi gemar menabung. Faktor Internal Yaitu faktor penyebab yang berasal dari dalam masyarakat sendiri. mulai dari bentuk negara. dan seterusnya. Gerakan sosial ini sering disebut revolusi sosial. yaitu perubahanperubahan yang berlangsung relatif cepat yang menyangkut bidang-bidang kehidupan yang sangat mendasar. Menganggap pendidikan tidak penting menjadi pendidikan sangat penting. dan lain-lain. Hal-hal yang dapat menyebabkan munculnya perubahan-perubahan dan dinamika sosial yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri adalah sebagai berikut. sampai pada keluarga-keluarga yang mendiami negara tersebut. misalnya adalah masalah pemerintahan. orang menjadi gemar menabung. Gerakan Sosial (Social Revolution) Gerakan sosial adalah akumulasi dari kehendak sebagian warga masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental dalam suatu masyarakat. a. sangat berhati-hati karena keamanan memburuk. Revolusi yang terjadi di suatu negara dapat mendorong terjadinya perubahan besar. masalah penegakan hukum. Contoh-contoh perubahan nilai dan sikap antara lain sebagai berikut. Misalnya. yaitu penemuan baru yang belum diterima oleh kalangan luas masyarakat dan belum diaplikasikan dalam bentuk penerapan teknologi. Adapun penjabaran faktor-faktor internal dan eksternal yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial itu sebagai berikut. dan lain-lain. lebih mementingkan pendidikan.masalah kesehatan. Penemuan baru ini dapat berupa discovery dan invention. masalah keadilan.

kebutuhan. Untuk keberhasilan pelaksanaan pembangunan. Di Indonesia. dan nilai-nilai budaya masyarakat. Selanjutnya GBHN ini akan diserahkan kepada Presiden selaku Mandataris MPR untuk dilaksanakan selama lima tahun ke depan. nyaman. Invention ini seringkali akan mengakibatkan munculnya berbagai macam inovasi terutama di bidang teknologi. Kemudian. Discovery dapat terwujud dalam bentuk penemuan unsur kebudayaan. Sebaliknya. nilai-nilai kebutuhan. Discovery akan menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui. perubahan-perubahan yang diidealkan pada masa yang akan datang telah disusun dalam suatu perencanaan perubahan yang disebut pembangunan. Invention. perencanaan pembangunan ini dirumuskan oleh MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) yang merupakan penjelmaan dari seluruh rakyat Indonesia dalam sebuah perencanaan yang disebut GBHN (Garisgaris Besar Haluan Negara). Adanya stabilitas nasional yang sehat dan dinamis. maka yang terjadi adalah hambatan-hambatan dalam setiap segi pelaksanaan pembangunan. yaitu iklim masyarakat yang aman. menerima. pelaksanaan pembangunan yang baik adalah pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun tersebut. dan tertib sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. Adanya perencanaan yang baik. maka yang buruk adalah perencanaan pembangunannya. Tanpa adanya dukungan. Perencanaan pembangunan yang baik adalah perencanaan pembangunan yang penyusunannya melibatkan partisipasi seluruh lapisan dan golongan sehingga akan sesuai dengan nilai-nilai kemampuan. baik alat maupun gagasan yang diciptakan seseorang. Apabila dalam suatu pelaksanaan pembangunan telah dilaksanakan persis seperti rencananya tetapi belum menunjukkan hal-hal yang baik seperti yang diinginkan. dan menciptakan penemuan baru tersebut. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 81 . Perencanaan Perubahan (Pembangunan) Pada masyarakat modern. Adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. diperlukan beberapa syaratsyarat sebagai berikut. yaitu penemuan baru yang telah diterima oleh kalangan luas masyarakat dan telah diaplikasikan dalam bentuk teknologi baru yang bermanfaat bagi orang banyak. nilai-nilai kebudayaan masyarakat. yaitu perencanaan yang sesuai dengan kemampuan.Tetapi penemuan baru ini telah menunjukkan sesuatu kebenaran yang belum pernah ada yang diperoleh melalui suatu penelitian atau suatu penjelajahan. suatu program pembangunan tidak akan tercapai meskipun ada perencanaan yang baik. apabila situasi keamanan terganggu.

Hal ini mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada. Pertambahan penduduk membuat masyarakat pun mulai mengenal hak milik seseorang atas tanah. Faktor eksternal Yaitu faktor penyebab perubahan yang berasal dari luar masyarakat. Berkurangnya penduduk karena perpindahan penduduk ke daerah lain juga menyebabkan kekosongan pada lapangan pekerjaan. asimilasi. Proses asimilasi kebudayaan merupakan proses percampuran yang terbaik karena tidak ada unsur paksaan dan terjadi dalam suatu hubungan yang sangat harmonis. Akulturasi Kebudayaan Yaitu proses bercampurnya dua kebudayaan atau lebih secara damai dan sukarela. antara lain: Pengaruh Kebudayaan Lain Melalui proses interaksi antarindividu maupun antarkelompok antara bangsa yang satu dan bangsa yang lain akan mengakibatkan akulturasi. proses percampuran kebudayaan berjalan secara damai dan sukarela. Bertambah atau berkurangnya penduduk. sistem bagi hasil. dalam hal ini adalah presiden hingga seluruh jajaran aparatur negara. Sebaliknya. b. dan penetrasi kebudayaan. Generasi muda lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan baru. terutama percampuran antara kebudayaan setempat dan kebudayaan asing yang bersifat melengkapi atau menyempurnakan. Pertentangan antara generasi muda dengan generasi tua merupakan contoh pertentangan antara kelompok dengan kelompok. Asimilasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang berlangsung sangat panjang dan akrab sehingga dapat membuat corak kebudayaan khasnya menjadi luntur sama sekali sehingga sulit untuk dikenali. Pertentangan dalam masyarakat di antara individu dengan kelompok. serta proses percampuran kebudayaan ini merupakan percampuran antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan asing. Hal ini juga menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya. proses percampuran ini lebih bersifat menyempurnakan. dan sewa tanah. dan antara individu dengan individu. antara kelompok dengan kelompok.Adanya optimalisasi pencapaian pelaksanaan pembangunan oleh penguasa. percampuran-percampuran itu sungguh-sungguh 82 Sosiologi SMA/MA Kelas X . hal ini terlihat misalnya dalam hal pergaulan. generasi tua justru tidak begitu saja menerima unsur kebudayaan tersebut. Ciri-ciri akulturasi kebudayaan antara lain: corak kebudayaan setempat yang mengalami percampuran masih tampak sifat-sifat khasnya. Dengan begitu.

dikehendaki oleh semua pihak. Berikan dua buah contoh bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi akibat perubahan nilai dan sikap! Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 83 . Ciri-ciri asimilasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. atau pun penjajahan. Setiap perubahan sosial mesti terdapat pihak-pihak yang dirugikan dan pihak-pihak yang diuntungkan. Perubahan yang direncanakan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. misalnya dalam hal mata pencarian. angin topan. penindasan. 1. serta berikan contoh-contohnya! 2. Jelaskan bagaimana solusinya! 3. Tipe-tipe penetrasi budaya dapat berlangsung melalui penjajahan fisik. dan banjir besar termasuk bencana yang tidak hanya ikut merubah lingkungan alam. Ciri-ciri penetrasi kebudayaan antara lain: proses percampurannya melalui suatu pemaksaan. Misalnya. meluasnya budaya masyarakat penjajah. seseorang yang tinggal di daerah pantai meninggalkan daerahnya ke daerah pertanian karena bencana banjir. Gempa bumi. penjajahan ekonomi. Jelaskan bagaimana membuat perencanaan perubahan yang baik! 4. atau melalui sistem religi atau agama dan kepercayaan. Penetrasi Kebudayaan Yaitu proses percampuran dua kebudayaan atau lebih. Ia pun menyesuaikan dirinya dengan menjadi petani. Pengaruh Lingkungan Alam Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alam senantiasa mengalami perubahan-perubahan dalam bentuk siklus yang teratur maupun siklus yang tidak teratur. tetapi juga melahirkan perubahan-perubahan dalam masyarakat. dan corak kebudayaan khas menjadi luntur sehingga membentuk corak budaya yang baru yang merupakan perpaduan dari hasil percampuran tersebut. tetapi melalui pemaksaan. hubungannya sangat akrab atau intim. wilayahnya saling berdekatan. terjadi pengikisan budaya lokal. Penetrasi budaya ini terjadi dari budaya masyarakat yang kuat kepada budaya masyarakat yang lemah. Jelaskan bagaimana pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial dan budaya. Perubahan-perubahan lingkungan alam ini mendorong manusia untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian agar dapat bertahan hidup. dan sifat-sifat khas dari budaya setempat menjadi luntur bahkan hilang sama sekali hingga sangat sulit untuk dikenali.

Peperangan ini sering kali akan memunculkan implikasi yang negatif. Oleh karena itu. Kerja sama inilah yang mendorong terbentuknya suatu sistem norma sosial yang baku dalam pergaulan hidup bermasyarakat. budi pekerti. Di sisi lain. Interaksi sosial terjadi pertama kali dalam lingkungan keluarga dan kerabat. misalnya macetnya proses pemasaran. Peperangan dengan negara lain juga dapat menyebabkan perubahan. di mana seringkali negara yang menang akan memaksakan kebudayaannya terhadap negara yang kalah. dan lain-lain sehingga akan menimbulkan perubahanperubahan yang lebih bersifat destruktif. 84 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Peperangan Yang dimaksud dengan peperangan adalah konflik atau pertikaian antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain di luar batas-batas negara. proses kerja sama. interaksi sosial merupakan sarana yang sangat fundamental untuk membentuk karakter dan perilaku setiap individu. Terjadinya kerja sama antara individu-individu atau antara kelompok-kelompok dalam interaksi sosial merupakan bentuk adanya keteraturan sosial dalam masyarakat. individu akan memahami norma-norma sosial sekaligus dapat mematuhinya. sekolah merupakan media kedua yang sangat strategis untuk menyelenggarakan interaksi sosial yang terarah dan untuk menciptakan warga masyarakat yang berkualitas secara intelektual. manusia akan melakukan kerja sama. sangat diperlukan peranan orang tua dalam rangka membentuk generasi muda yang memahami norma-norma kesusilaan.5 Kerja sama diperlukan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam interaksi yang dilakukannya. distribusi tenaga kerja. Dalam interaksi yang dilakukan. INTERAKSI SOSIAL DAN KETERATURAN SOSIAL Dalam membangun terciptanya keteraturan sosial dalam dinamika kehidupan sosial. Sumber: Indonesia Indah Gambar 3. F. pengiriman bahan baku. dan dasar-dasar dari norma agama. kesopanan.

Untuk mewujudkan keteraturan sosial. Oleh karena itu. keteraturan sosial di tengah keragaman masyarakat pun akan tercipta. hubungan sosial yang muncul pun akan bersifat dinamis di mana ada timbal balik dan saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut. Artinya. budaya. 1. diperlukan adanya keteraturan sosial. dan adat istiadatnya. Kemajemukan ini pasti akan mendorong pula terjadinya keragaman dalam interaksi sosial. Menurutmu komponen-komponen apakah yang perlu dibenahi dan bagaimana solusinya? Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 85 . kita pun sebagai anggota masyarakat harus mematuhi norma-norma yang berlaku dan saling menghormati satu sama lain. Kepentingankepentingan tersebut dapat terpenuhi secara wajar tanpa adanya konflik dengan pihak lain. hal tersebut harus diciptakan oleh masing-masing individu yang hidup dalam masyarakat. kita pun harus dapat menciptakan keteraturan sosial di tengah-tengah keragaman tersebut. Sebagai individu. Dengan sendirinya. Bagaimana menciptakan keteraturan sosial di lingkungan sekolahmu? 3. Seperti kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dalam hal suku.Interaksi sosial merupakan bentuk umum dari proses sosial. Ketika kita sudah memahami dan mematuhi nilai dan norma yang berlaku. interaksi yang kita hasilkan pun akan mengarah pada kerja sama dan berlangsung positif. Keteraturan sosial di dalam masyarakat tidak akan terjadi dengan sendirinya. sebaliknya jika berlangsung negatif akan mendatangkan konflik. Keteraturan sosial menjadi idaman semua orang. baik individu maupun kelompok. Agar interaksi sosial berlangsung positif. agama. karena keteraturan sosial dapat menjamin semua kepentingan. jika ada keteraturan sosial dalam masyarakat. Proses sosial sendiri muncul karena adanya hubungan-hubungan yang terjadi di antara manusia yang bersifat dinamis. interaksi sosial bagi seorang anak sangat penting dalam membentuk karakter sosial yang baik dan mampu menghasilkan calon-calon warga masyarakat yang baik. bahasa. Coba amatilah perilaku sosial dari seluruh komponen sekolah dan buatlah deskripsinya secara ringkas! 2. Interaksi sosial yang berlansung positif akan mengarah pada kerja sama.

baik aparat keamanan (tentara dan kepolisian) maupun semua warga masyarakat sebagai komponen bangsa. Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di dalam masyarakat. Dalam konteks ini peranan aparat keamanan lebih strategis dan lebih penting daripada peranan rakyat biasa sebagai warga masyarakat. Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. anak-anak membentuk suatu kelompok-kelompok bermain dengan ekses negatif. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1.MEWUJUDKAN KAMTIBMAS DALAM MASYARAKAT K eamanan dan ketertiban merupakan sesuatu yang sangat mahal harganya yang dapat mempengaruhi kelancaran proses interaksi antarwarga masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. diperlukan perhatian dari semua pihak. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Bagaimana solusi menciptakan kamtibmas di lingkungan kalian? MENGELIMINIR BUDAYA TAWURAN P 86 ada pergaulan remaja terutama di lingkungan sekolah. Setujukah kalian dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan disertai dengan data-data pendukung! 2. Terwujudnya keamanan dan ketertiban akan menjamin kelancaran roda pemerintahan dan terciptanya stabilitas nasional yang mantap. yaitu membentuk suatu geng yang mengarah pada akumulasi tenaga Sosiologi SMA/MA Kelas X .

mata pencariannya. serta budaya-budaya baru yang diperoleh dari orang lain atau dari masyarakat yang lain. setiap orang dalam masyarakat akan mendapatkan pengetahuan. nilai-nilai.fisik untuk mempertahankan kepentingan kelompoknya. Proses inilah yang dimaksud dengan proses perubahan sosial dan budaya yang dalam kurun waktu yang panjang disebut dinamika sosial budaya. Kejadian ini sering kali dilakukan setelah usai sekolah atau bahkan meninggalkan jam pelajaran untuk berkelahi dengan kelompok yang lain. Tetapi seringkali muncul sebagai kelompok-kelompok fisik yang cenderung mengembangkan budaya tawuran dengan kelompok yang lain. Tindakan ini di satu sisi memang menjadi sarana pergaulan untuk menyerap pengetahuan dan keterampilan dari satu pihak kepihak yang lain. perumahannya. dan sebagainya. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 87 . artinya masing-masing individu mempunyai latar belakang sosial ekonomi yang sangat berbeda-beda. Proses pemenuhan kebutuhan ini dilakukan melalui interaksi sosial yang berlangsung terus-menerus. Bagaimana cara-cara untuk mencegah terjadinya tawuran? INTERAKSI SOSIAL DAN DINAMIKA SOSIAL Setiap masyarakat terdiri dari individu-individu yang bersifat heterogen. Sebagai hasil proses interaksi sosial. Pertanyaan: 1. Bagaimana pendapat kamu tentang kerugian akibat adanya tawuran? 2. Mengapa justru budaya tawuran sangat rentan pada anak-anak usia remaja? 3. Proses ini telah mendorong orang untuk memperbaiki atau merevisi hidupnya termasuk kebudayaannya seperti pola pikirnya. baik antaranggota masyarakat dalam suatu masyarakat atau pun antarmasyarakat yang berbeda struktur budayanya. Ada kalanya kelompok yang satu bertemu dengan kelompok yang lain dan timbul masalah yang sifatnya relatif sepele. maka terjadi perkelahian di antara kedua geng tersebut. Keadaan ini telah mendorong secara naluriah bagi tiap-tiap individu untuk bekerja sama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.

4. Jelaskan bagaimana kaitan antara interaksi sosial dan dinamika sosial budaya? 3. baik dalam satu masyarakat atau pun antarmasyarakat? 5. senasib. akan terjadi proses pemindahan nilai-nilai pengetahuan dan keterampilanketerampilan dari pihak yang satu kepada pihak yang lain sehingga menimbulkan perubahan-perubahan. Interaksi sosial merupakan komponen yang paling dasar dalam mewujudkan suatu dinamika sosial dan budaya di dalam masyarakat. Dinamika sosial dapat berupa perubahan-perubahan yang positif maupun yang negatif. Apa sajakah yang dapat diperoleh bagi seseorang melalui proses interaksi sosial dengan individu yang lain. Dengan terbentuknya suatu masyarakat. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial Sugesti Simpati Imitasi Motivasi Identifikasi Empati 5. seluruh elemen masyarakat beserta dengan perangkat-perangkatnya saling berinteraksi dan mempengaruhi sehingga mewujudkan suatu gerak dari keseluruhan komponen yang ada di dalam masyarakat.Pertanyaan: 1. Hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu. dan sepenanggungan yang muncul di dalam 88 Sosiologi SMA/MA Kelas X . maka terbentuk pula community sentiment. individu dengan kelompok individu. Mengapa perubahan sosial budaya suatu bangsa perlu direncanakan secara saksama dalam waktu sebelumnya? Jelaskan alasanmu! 1. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses interaksi sosial? 2. Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama seperti apa yang kamu alami ketika kamu masih anak-anak? 4. yaitu seperasaan. dan hubungan antara kelompok individu dengan kelompok individu. 2. Di dalam dinamika sosial. 3. Dengan interaksi sosial. Dinamika sosial pada hakikatnya merupakan keseluruhan perubahan dari seluruh komponen masyarakat dari waktu ke waktu.

dibentuklah lembaga-lembaga sosial yang mengurus kebutuhan mendasar dari setiap warga masyarakat.hati setiap warga masyarakat. suatu kerumunan dapat dikatakan telah menjadi kelompok. Terbentuknya organisasi diawali oleh persekutuan dua orang atau lebih yang saling berinteraksi dan bekerja sama. Jika di dalamnya telah tumbuh ikatan persamaan kepentingan. persamaan senasib. dalam kelompok tersebut telah terjadi hubungan timbal balik dan ada norma-norma yang dipatuhi oleh masingmasing anggota. Untuk mewujudkan kehidupan di masa depan yang lebih baik. Interaksi sosial yang mengarah pada kerja sama dengan sendirinya akan menciptakan keteraturan sosial. a. Proses terbentuknya organisasi sosial. kehidupan bersama dalam masyarakat akan terbangun dengan kokoh. Selain itu. dan misi. Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 89 . 10. Faktor-faktor penyebab perubahan dan dinamika sosial Perubahan lingkungan alam Perubahan situasi kependudukan Perubahan struktur sosial Perubahan nilai dan sikap Selain faktor-faktor di atas. Kelompok diawali degnan orang-orang yang berkerumun dan berinteraksi. persepsi atau tujuan. Faktor internal Gerakan sosial (sosial revolution) Penemuan baru (invention dan discovery) Perencanaan perubahan pembangunan b. Ada hubungan timbal balik antara interaksi sosial dan keteraturan sosial. Hubungan antarstatus Hubungan kekeluargaan Hubungan antarkepentingan Hubungan persahabatan 7. 9. perubahan dan dinamika sosial juga disebabkan oleh dua faktor. visi. Faktor eksternal Pengaruh kebudayaan lain Pengaruh lingkungan alam Peperangan 11. Kerja sama ini dapat didasari oleh adanya persamaan profesi. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Proses terbentuknya kelompok. kepentingan. 6. Proses pembentukan lembaga sosial dalam perkembangan keteraturan sosial tertib sosial keajegan order pola perilaku 8. Dengan community sentiment ini.

. B. A. achieved status 3. ada pelaku dan dimensi waktu C. ada tujuan yang hendak dicapai dan simbol D. A. . asimilasi 5. C. . akomodasi C. A. simpati C. status sosial dapat diperoleh melalui faktor keturunan atau kelahiran. imitasi B. salah satu bentuk proses yang disosiatif antara lain . . akulturasi . kompetisi E. Interaksi sosial dapat berlangsung bilamana memenuhi syarat antara lain . . Status sosial dapat mempengaruhi pola interaksi sosial.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . . A. sosialisasi D. coercion B. adapun contoh bentuk kerja sama antara lain . Interaksi sosial dapat dinamakan proses sosial. . ascribed status E. . A. akomodasi E. . sugesti 4. ada kontak sosial dan komunikasi B. . Interaksi sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. . tipe status D. ada pelaku dan tata nilai 2. sosial status C. dalam proses sosial tersebut seseorang yang cenderung menanggapi anjuran tertentu dari pihak lain tanpa berpikir panjang pada individu penerima disebut . identifikasi D. . kompetisi B. asimilasi 90 Sosiologi SMA/MA Kelas X D. misalnya gelar ningrat yang dapat disebut dengan . assigned status B. empati E. D atau E! 1. . Salah satu bentuk proses sosial asosiatif antara lain kerja sama. akulturasi C. ada tindakan dan norma sosial E. .

merupakan alat pendorong dan pemersatu 3. mempunyai pengaruh yang berbeda Pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri nilai sosial adalah . kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. dan 3 D. dan 5 C. . Budi selalu bersikap sopan. dan 3 D. 5 dan 1 C. . . Macam-macam nilai sosial: 1. . irasional D. A. 1. 2. dan 4 7. dapat ditularkan 4. A. persamaan unsur-unsur kebudayaan 2. nilai ekonomi. 4 dan 5 B. 2 dan 3 E. 3. Tingkah laku Budi tersebut merupakan contoh tindakan sosial . nilai kejasmanian. salah satu faktorfaktor yang dapat mempengaruhi antara lain . 1. terbentuk melalui proses belajar 5. nilai kebenaran. dan 5 8. 2. tradisional B. terisolasinya golongan tertentu Pernyataan di atas yang benar adalah . . dan 5 C. perbedaan ekstrem latar belakang budaya 5. dan 4 E. Notonegoro adalah . . A. 3 dan 4 9. nilai watak 2. . . nilai keindahan 4. 3. nilai intelektual 5. . nilai material. dan 5 B. 4. hormat. 2. 2. 2. . 2. toleransi di antara mereka 4. 1. nilai religius. 1. afektif E. . . 2. 1. 1. dan patuh kepada kedua orang tuanya. Dr. 3. dan 5 B. nilai kebaikan 3. instrumental Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 91 . Perhatikan pernyataan di bawah ini! 1. . 4. A. nilai vital Uraian di atas. Suatu proses sosial asimilasi dapat berjalan dengan lancar. . dan 4 E. . 1. yang termasuk nilai sosial menurut Prof. 1 dan 2 D. 3. rasional C.6. 4. sebagai petunjuk arah dan pemersatu 2.

3. . dan 4 B. Dalam kehidupan masyarakat terdapat perbedaan tentang nilai-nilai yang mereka anut disebabkan adanya perbedaan-perbedaan. . A. keselarasan antara interaksi dengan norma dan nilai sosial yang berlaku B. imitasi B. . antara kelompok dengan kelompok. waktu dan tempat B. dan 3 C. kontak D. A. . . pranata sosial B. komunikasi E.10. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu. 4. latar belakang pendidikan 12. Faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial adalah . 3. 92 Sosiologi SMA/MA Kelas X . . 2. 2. sistem sosial D. keteraturan sosial dapat terbentuk dikarenakan adanya . . penyebaran rasa benci untuk menjatuhkan orang lain 5. . kondisi masyarakat yang mau menerima norma-norma sosial 15. dan 5 E. . norma-norma sosial beserta sanksi-sanksi bagi yang melanggar C. 1. . . kepribadian dan sikap D. antara lain . . ketaatan masyarakat terhadap norma sosial yang berlaku E. . dan 5 11. 2. dan 5 D. Faktor penyebab terjadinya perbedaan nilai yang menjadi orientasi tindakan individu dalam masyarakat adalah . norma sosial E. A. . penerima C. dan kelompok dengan individu. Perhatikan contoh bentuk-bentuk interaksi sosial berikut! 1. kerja sama membangun perusahaan 2. persaingan tidak sehat mencapai prestasi terbaik 4. tempat dan kebudayaan C. Suatu sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat disebut . . A. . 1. custom C. sistem nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat D. . A. perselisihan dengan cara yang kasar Dari contoh interaksi sosial di atas. . yang bersifat disosiatif adalah . Dalam suatu kehidupan masyarakat. sumber 13. pengaturan kegiatan bersama dengan baik 3. folkways 14. 4. 2. ras dan keturunan E.

dan anggota masyarakat seluruhnya E. A. akomodasi C. kemauan. proses sosial C. kelas sosial Bab 3 Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial 93 . kompetisi B. E. status sosial B. A. keteraturan sosial 17. . . . harapan. kemampuan. interaksi sosial. . sistem sosial D. norma sosial. Proses yang cenderung bersatu dan meningkatkan solidaritas anggota-anggota kelompok merupakan bentuk proses . D. terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas 18. kepribadian. sosialisasi dan komunikasi antarindividu dalam kelompok C. kelompok. . struktur sosial. tata nilai 16.A. struktur sosial E. pengalaman. keinginan. lingkungan. motivasi. kemampuan pengetahuan. Masyarakat dapat dinyatakan telah mencapai kondisi tertib. norma dan tata tertib yang berlaku dalam masyarakat B. A. disosiatif D. . kebiasaan kebiasaan. adanya tata nilai tertentu yang dipakai oleh masyarakat D. Interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya . A. . A. fasilitas kondisi lingkungan. asosiatif E. . dan interaksi anggota masyarakat D. dan nilai yang berlaku dalam masyarakat 20. norma-norma sosial tersebut mempunyai sanksi-sanksi E. individu. tujuan. . adapun salah satu cirinya . B. kebudayaan. Suatu kondisi masyarakat yang teratur di mana sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang diakui dan dipatuhi seluruh anggota masyarakat sehingga berbentuk pembagian kerja dan pranata sosial dalam setiap individu atau kelompok disebut . norma-norma sosial tersebut diterima secara mantap C. perencanaan tata nilai. . sebagian besar masyarakat menerima norma tersebut B. tujuan. kerja sama 19. Keteraturan sosial merupakan hubungan selaras antara . . order B. tertib sosial E. . . . . pola D. keajegan C. C. proses sosial.

Karakteristik apa saja yang menandai adanya hubungan antarstatus? 4. Sebutkan bentuk-bentuk dari perubahan situasi kependudukan! 6. Sebutkan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial! 3. Apa yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan? 8. Apa sumbangan dari adanya keteraturan sosial terhadap pembangunan bangsa? jelaskan! 94 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Mengapa berubahnya lingkungan alam dapat menyebabkan perubahan dan dinamika sosial? 5. Apa yang dimaksud keteraturan sosial? 9. Bagaimana upaya menciptakan keteraturan sosial di dalam masyarakat? 10. Jelaskan proses terbentuknya suatu lembaga! 2.Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa yang dimaksud dengan struktur sosial? 7.

SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Tujuan Pembelajaran Mendefinisikan sosialisasi dan pembentukan kepribadian. prakarsa. kegemaran. struktur budaya. Mendeskripsikan hubungan sosialisasi dengan kepribadian. Bersamaan dengan proses sosialisasi berlangsung pula proses pembentukan kepribadian individu. Sebagaimana kita ketahui bahwa kepribadian merupakan gambaran umum yang menyeluruh dari perilaku yang khas yang dimiliki seseorang. Bagaimanakah sosiologi yang kamu jalankan mempengaruhi kepribadianmu? Coba ikuti bab berikut ini. dan tanggung jawab yang tampak sehari-hari. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 95 . termasuk sistem nilai dan norma yang dipedomani oleh warga masyarakat. Setelah individu mencapai usia dewasa. kerja sama. seseorang akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan tentang struktur masyarakat. Melalui proses sosialisasi. Sumber: Koleksi Editor P roses sosialisasi pada dasarnya merupakan proses belajar berinteraksi yang dilakukan oleh seorang individu di tengahtengah masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri dengan tata pergaulan dalam masyarakat. pengendalian emosi. Kepribadian bersifat abstrak yang perwujudannya dapat dilihat melalui beberapa aspek yang ada pada tiap-tiap individu seperti perangai. kepribadian terbentuk secara stabil yang dapat terlihat melalui perilaku-perilaku yang khas. Kepribadian terbentuk dari perpaduan antara faktor intern yang berupa warisan biologis dan faktor ekstern yang berupa pengaruh-pengaruh dari lingkungan di luar diri individu. Menghubungkan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan.

Sosialisasi Primer Sosialisasi Sekunder Ciri-ciri Fisik Tingkat Intelegensi Warisan Biologis Bakat-bakat Seni Proses Sosialisasi Media Sosialisasi Keluarga. Play Group. Media Massa Sifat-sifat Khas Kepribadian Otoriter Peralihan Normatif 96 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lingkungan Pendidikan.

perintah-perintah. Nilai-nilai sosial ini merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik. Bersifat konkret (nyata. Nilai Sosial 1. perbedaan nilai dan norma dalam penerapan pengaturan tertib sosial dalam masyarakat adalah sebagai berikut. PERANAN NILAI DAN NORMA SOSIAL DALAM PROSES SOSIALISASI Tiap-tiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan norma yang berbeda-beda. Mempunyai fungsi mengatur dan membatasi perilaku warga masyarakat a. Agar nilai-nilai sosial ini dapat dilaksanakan oleh warga. jelas. bisa tidak tertulis 5. Sistem nilai dan norma tumbuh dan berkembang melalui proses yang relatif panjang dan terseleksi sehingga norma dan nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap baik dan benar dan dijadikan pedoman untuk menyatakan benar atau tidaknya suatu perbuatan yang dilakukan orang di tengah-tengah masyarakat. Bisa tertulis. norma dibuat untuk melaksanakan nilai 2. Tidak tertulis 5. Terbentuk setelah adanya nilai. nilai dan norma seperti dikatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang individu. dan tegas) 3. Mempunyai fungsi sebagai pedoman perilaku warga masyarakat Norma Sosial 1. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 97 . Nilai Sosial Setiap masyarakat mempunyai sistem tata kelakuan dan hubungan sendiri-sendiri. Terbentuk lebih dulu daripada norma 2. Perbedaan Nilai dan Norma Sosial Secara mendasar. dan larangan-larangan. Berdasarkan uraian tersebut. Bersifat abstrak (samar-samar) 3. Telah dilengkapi dengan sanksi 4. Sistem inilah yang disebut tata nilai.A. Selanjutnya tata nilai ini akan diaktualisasikan dalam bentuk norma-norma sosial yang lebih bersifat eksplisit dan dilengkapi dengan sanksi. 1. Penjelasan secara lengkap mengenai nilai sosial dan norma sosial termasuk peranannya secara detail akan dijabarkan pada uraian berikut ini. Belum dilengkapi sanksi 4. norma-norma sosial dibentuk dengan isi.

Setelah nilai sosial terseleksi dan berupa sesuatu yang telah dinyatakan benar dan baik. dan tutur kata yang ramah. nilai juga bisa berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan lainnya. Menurut Soleman (1990:63). rajin. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala bentuk sesuatu yang baik. kepada apa yang seharusnya ada. sedangkan di masyarakat lain menganggap kedua hal tersebut “tidak penting” atau dianggap sebagai gejala materialisme. dan berguna berdasarkan ukuran yang berlaku dalam masyarakat. bersahaja. hukum. Contoh-contoh nilai antara lain jujur. patokan-patokan. kita sudah mempunyai gambaran bahwa nilai adalah sesuatu yang baik yang selalu diinginkan. merumuskan bahwa nilai sosial adalah asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting. hemat. yang mengatakan bahwa nilai atau values dimaksudkan sebagai ukuran-ukuran. dilaksanakan. Masyarakat Indonesia sendiri pada umumnya menilai pentingnya “gotong royong” dan “hubungan kekerabatan”. Nilai sosial secara umum dapat dinyatakan sebagai keyakinan relatif kepada yang baik dan buruk. Misalnya. Dilihat dari sudut perilaku masyarakat. beriman. Seperti halnya norma. penting. nilai juga bisa diartikan sebagai sesuatu (tindakan) yang dianggap baik. dapat dikatakan nilai adalah hasil penilaian atau pertimbangan moral. sholeh dan sholehah. sikap lahiriah yang sopan. atau diperhatikan. ide. dan keyakinan-keyakinan yang dianut oleh orang banyak dalam lingkungan suatu kebudayaan tertentu mengenai apa yang benar. pantas.Pengertian Nilai Sosial Pada dasarnya. 98 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Masih banyak pendapat-pendapat mengenai nilai sosial antara lain yang dikemukakan oleh tokoh-tokoh berikut ini. Ada masyarakat yang amat mementingkan bentuk. tawakal. Green. dan orang perorangan. anggapan-anggapan. dan baik untuk dikerjakan. dicita-citakan. serta dianggap benar dan penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. nilai sosial adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh warga masyarakat. melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang berlangsung secara relatif dan disertai emosi terhadap objek. benar. Dengan demikian. suatu masyarakat menjunjung tinggi anggapan tentang waktu adalah uang dan kerja keras. adil. Pengertian tersebut dipertegas oleh Polak (1985:30). mengatakan bahwa “Nilai-nilai juga memberikan perasaan identitas masyarakat dan menentukan seperangkat tujuan yang hendak dicapai”. pantas dan mempunyai daya guna fungsional bagi perkembangan dan kebaikan hidup bersama. yang benar dan salah. dan apa yang seharusnya tidak ada. Young. dan lain-lain. luhur.

budi). Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Tetapi secara universal. Terbentuk melalui proses belajar.Woods. Berbeda-beda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain. rasio. Merupakan faktor pembentuk pribadi seseorang. Jadi. menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama. Nilai kerohanian dapat dibedakan menjadi empat macam. yaitu sebagai berikut. Nilai religius yang merupakan nilai ketuhanan. Nilai material adalah segala benda yang berguna bagi jasmani manusia. baik positif maupun negatif. yaitu daya guna fungsional yang dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Dikatakan “daya guna fungsional” karena setiap obyek dihargai menurut fungsinya dalam struktur dan sistem masyarakat yang bersangkutan. Notonegoro. Nilai keindahan yang bersumber pada unsur rasa manusia (estetika). Dapat disebarluaskan melalui pergaulan. Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak/ keamanan (karsa. Ciri-ciri Nilai Sosial Secara universal nilai sosial mempunyai karakteristik sebagai berikut. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 99 . Merupakan hasil seleksi dari berbagai macam aspek kehidupan di dalam masyarakat. Tolok ukur yang dipakai memberi nilai (penghargaan) tertentu. Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan atau aktivitasnya. etik). Nilai religius ini bersumber pada kepercayaan/keyakinan manusia. penghargaan yang diberikan berbeda-beda tergantung pada besar kecilnya fungsi. nilai dapat dibagi menjadi tiga bagian. DR. yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. tolok ukur nilai ini tidaklah jauh berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Tolok Ukur Nilai Sosial Setiap nilai sosial pada suatu masyarakat mempunyai tolok ukur yang berbeda-beda. kerohanian yang tertinggi dan mutlak. Dapat mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap setiap orang dalam masyarakat. Terbentuk dari hasil interaksi sosial antarwarga masyarakat. yaitu sebagai berikut. Nilai kebenaran (kenyataan) yang bersumber dari akal manusia (cipta. Jenis-jenis Nilai Sosial Menurut Prof.

norma kesusilaan dan kesopanan. Dalam berinteraksi inilah terjadi berbagai macam pengaruh. Norma sosial ini meliputi norma agama. Norma Sosial Untuk mewujudkan nilai-nilai sosial yang telah diyakini kebenarannya. serta norma hukum. 100 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Norma sosial dibuat berisi perintah dan larangan yang dilengkapi dengan sanksi dengan maksud agar dapat dipatuhi sehingga warga masyarakat dapat berperilaku secara baik sebagaimana nilai-nilai yang ada. diperlukan suatu peraturan untuk menjamin terlaksananya nilai-nilai sosial tersebut dalam bentuk norma sosial. Meskipun keempatnya mempunyai bidang pengaturan yang berbeda-beda. bahwa manusia adalah makhluk sosial (Zoon Politicon). tetapi terdapat banyak persamaan yang berupa moralitas yang bersifat universal (umum). baik tertulis maupun tidak tertulis yang ada dan berlaku di dalam masyarakat untuk mengatur hubungan dan pengaruh timbal balik antaranggota masyarakat dalam melakukan aktivitas sosialnya. norma adat dan kebiasaan. Sumber: Tempo. baik yang bersifat positif maupun yang bersifat negatif. 16 Juni 2002 Gambar 4. Pengertian Norma Sosial Yang dimaksud norma sosial adalah semua bentuk ketentuan.b. yang mengadakan hubungan timbal balik/berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan untuk kelangsungan hidupnya. Secara kodrati seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles.1 Pencemaran lingkungan oleh suatu perusahaan melalui pembuangan limbah sembarangan dapat merugikan ekosistem sekitarnya sehingga perusahaan tersebut dapat dijerat dengan norma hukum.

sinisme. suatu norma sosial mempunyai tahapan-tahapan dengan daya ikat yang berbeda-beda. Suatu penyimpangan terhadap usage tidak akan mengakibatkan hukuman yang berat. dahulu seorang perantara tidak diberi keuntungan. Kebiasaan (Folkways) Folkways adalah norma yang mempunyai kekuatan mengikat lebih tinggi daripada usage. Pada mulanya. tidak di samping kanan. Berdasarkan uraian tersebut. dalam soal jual beli. ejekan. tetapi sekadar celaan. Norma ini mempunyai daya ikat yang sangat lemah di antara norma-norma lainnya. norma-norma itu terbentuk secara tidak sengaja. usage menunjuk kepada suatu bentuk perbuatan. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain. Cara (Usage) Pada hakikatnya. Dengan adanya norma. Pada kondisi seperti ini. dan sebagainya. Tetapi ketentuan ini belum memiliki daya ikat yang kuat karena seolah-olah tidak ada sanksinya. yang ada hanya berupa teguran agar dipakai dengan benar. seseorang tidak dapat bertindak semaunya sendiri dalam kehidupan bermasyarakat. Adapun tahapan-tahapan proses terbentuknya norma sosial sesuai dengan tingkatan daya mengikatnya adalah sebagai berikut. Sesuatu yang diulang-ulang memberikan bukti bahwa perbuatan itu dianggap baik. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 101 . Bila ada yang memakainya tidak seperti kelaziman. sehingga mereka dijauhi oleh masyarakat di lingkungannya. norma-norma tersebut merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan bertingkah laku di dalam pergaulan hidup. tetapi lama kelamaan norma itu dibuat secara wajar. Cara (usage) lebih menonjol di dalam hubungan antara individu. Daya Ikat Norma Dalam proses tumbuh dan berkembangnya. kiri atau di belakang. dapat dirumuskan bahwa norma merupakan petunjuk hidup bermasyarakat yang berisi perintah atau larangan demi tercapainya ketertiban dan kedamaian. sekarang seorang perantara harus mendapat bagiannya. cemoohan. manusia menciptakan norma-norma atau kaidah-kaidah yang berfungsi melindungi diri dari kekuatan-kekuatan destruktif. dahulu berbentuk lisan sekarang harus berbentuk tulisan. Kebiasaan adalah perbuatan yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama. Pada hakikatnya. Dalam soal perjanjian. lidah topi berada di depan. norma merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Misalnya.Dilihat dari aspek penyelamatan dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat. Contoh: orang memakai topi secara benar.

kerabat. barulah hal tersebut dilaksanakan. secara sadar atau tidak sadar oleh masyarakat terhadap anggota-anggotanya. Apabila tidak melalui prosedur itu. seorang individu akan dicemooh atau dihina oleh warga masyarakat karena tidak mematuhi tata cara adat sebagaimana layaknya dilakukan oleh warga masyarakat yang lain. serta memiliki kekuatan yang mengikat. Tata kelakuan tersebut memaksakan satu perbuatan yang lain. adat istiadat atau custom adalah suatu tata kelakuan yang sakral dan kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku masyarakat. Selanjutnya baru memasuki rumah ketika dipersilahkan oleh tuan rumah. Adat Istiadat (custom) Apabila suatu kelakuan telah menyatu dengan struktur budaya setempat. atau lingkungan permainan. baik langsung maupun tidak langsung. Pada dasarnya. yaitu norma dilihat dari resmi atau tidaknya dan norma utama. maka terbentuklah norma dengan tingkatan yang lebih tinggi daya ikatnya yang disebut adat. Tetapi ketika memasuki rumah orang yang benar-benar yang belum dikenal. 102 Sosiologi SMA/MA Kelas X .Contoh: apabila memasuki rumah orang lain sebaiknya permisi dulu dengan mengetuk pintu atau memberi salam seperti “assalamu‘alaikum”. Tata Kelakuan (Mores) Pada perkembangan norma sosial setingkat. tata kelakuan atau mores mencerminkan sifat-sifat yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas. Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang keras. Jenis-jenis Norma Berlakunya suatu norma dalam masyarakat dapat berlangsung dalam lingkungan pergaulan yang formal seperti dalam tata pemerintahan atau dalam suasana nonformal seperti yang berada dalam lingkungan keluarga. Kebiasaan ini juga belum mempunyai daya ikat yang relatif kuat karena memasuki rumah teman atau saudara kandung kadang-kadang tidak perlu melakukan itu dan tidak akan dipersalahkan. Norma terbagi menjadi dua kelompok. Contoh: dalam suatu rangkaian upacara perkawinan menurut tata cara adat selalu didahului dengan upacara lamaran dan peningsit sebagai suatu tanda ikatan antara calon mempelai laki-laki dengan calon mempelai perempuan. Jadi. tata kelakuan merupakan alat agar para anggota masyarakat menyesuaikan perbuatan-perbuatannya dengan tata kelakuan tersebut.

Contoh: normanorma pergaulan dalam keluarga dan kerabat. (2) Norma Kesusilaan Norma kesusilaan adalah petunjuk hidup yang berasal dari akhlak atau dari hati nurani sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk yang datang dari hati sanubari manusia itu sendiri. norma agama lebih menyangkut pribadi tiap-tiap individu. meskipun mereka suami istri tetapi dianggap bertentangan dengan norma kesusilaan. dan pada kenyataannya merupakan faktor yang tidak kecil artinya dalam menjamin ketertiban masyarakat. memasuki rumah orang lain hendaknya memberi isyarat terlebih dahulu. Contoh: berpelukan dan berciuman di depan umum. Norma-norma utama dibedakan menjadi empat macam. norma resmi adalah patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat. namun semua angota sadar bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar dari patokan resmi.Norma resmi dan tidak resmi (1) Norma resmi (formal) Pada dasarnya. Contoh: hubungan tata kerja kedinasan di lingkungan Departeman Pertahanan dan Keamanan. Jadi. Walaupun dikatakan tidak diwajibkan. antara lain: (1) Norma Agama Norma agama pada hakikatnya merupakan wahyu langsung dari Tuhan. (2) Norma tidak resmi (nonformal) Yang dimaksud dengan norma tidak resmi adalah patokan yang dirumuskan secara tidak jelas (subconscious) dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga masyarakat yang bersangkutan. Dalam norma agama tidak ada ancaman sanksi nyata dalam kehidupan dunia. Hanya orang yang beragama yang percaya bahwa pelanggar norma akan dihukum di akhirat dan yang mematuhi norma-norma agama akan mendapat pahala. Contoh: meludah di sembarang tempat. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh masyarakat. yaitu Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 103 . (3) Norma Kesopanan Norma kesopanan adalah petunjuk hidup yang mengajarkan agar seseorang bersikap sopan terhadap orang lain sebagai anggota masyarakat. Norma Utama Norma utama adalah norma-norma yang mempunyai peranan sangat strategis dalam tata pergaulan masyarakat.

assalamu‘alaikum. Tetapi dengan melalui sanksi yang ada pada setiap 104 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dengan demikian. dan sebagainya. Fungsi Nilai dan Norma Sosial Secara garis besar. serta memaksa orang untuk berperilaku sesuai dengan yang ditetapkan oleh hukum atau undang-undang. kulonuwun (Jawa). Dengan demikian. Tanpa adanya nilai dan norma yang berlaku. dan sebagainya. nilai dan norma sosial mempunyai beberapa fungsi. kepentingan pihak-pihak yang lemah sering kali dirampas oleh pihak-pihak yang kuat. benteng perlindungan. a. melarang. pembakaran mayat (ngaben). Selain itu. dan pendorong. b. hukum juga berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. terutama bagi pihak-pihak yang lemah. Contoh: upacara kematian dan upacara pernikahan (6) Norma Hukum Norma hukum adalah himpunan petunjuk hidup atau peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintah. nilai dan norma akan melindungi pihak-pihak yang lemah sehingga tidak diperlakukan semena-mena oleh pihak-pihak yang kuat. yaitu sebagai petunjuk arah perilaku. (5) Norma Adat Kebiasaan-kebiasaan yang telah menyatu dengan tata kehidupan masyarakat serta mengandung nilai-nilai ritual yang diyakini dinamakan norma adat. Norma itu mengatur. (4) Norma Kebiasaan Norma kebiasaan adalah kumpulan petunjuk hidup tentang perilaku yang diulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan masyarakat. Selanjutnya panduan perilaku itu dapat dicontoh oleh warga masyarakat yang lain dalam berbagai segi kehidupan.menyatakan punten (Sunda). Norma hukum berfungsi untuk menertibkan dan menstabilkan kehidupan sosial. Sebagai Benteng Perlindungan Nilai dan norma dalam suatu tata pergaulan merupakan pelindung terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. warga masyarakat akan berperilaku sebagaimana yang diinginkan oleh sistem nilai dan norma yang ada. Sebagai Petunjuk Arah Perilaku Nilai dan norma berfungsi sebagai arah atau panduan perilaku warga masyarakat. Contoh: membawa oleh-oleh ketika pulang dari bepergian. 2. Ini mengandung pengertian bahwa nilai dan norma telah terseleksi sebagai suatu panduan perilaku yang diyakini kebenarannya.

bukan sebagai alat untuk menakut-nakuti rakyat. perbuatan semena-mena itu dapat dicegah secara preventif maupun represif untuk melindungi yang lemah. 3. c. Sumber: Tempo. 4 Maret 2001 Gambar 4. Sebagai Pendorong Di sisi lain nilai dapat berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. Hal yang demikian dapat juga terjadi pada nilai dan norma sosial yang telah dibakukan kebenarannya. melainkan dapat mengalami pergeseran atau perubahan secara mencolok. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi itulah. Karena adanya nilai sosial yang luhur. maka manusia-manusia dari bangsa yang belum maju pun akan terdorong untuk mengejar keparipurnaan tersebut.norma. Dengan kata lain. Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Perubahan Nilai dan Norma Sebagaimana kita ketahui bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak bersifat kekal.2 Aparat penegak hukum hendaknya dapat benar-benar menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh berbudi luhur dan suatu bangsa menjadi bangsa yang sungguh-sungguh beradab. apabila manusia dari bangsa dan negara yang telah maju sanggup dan berhasil merealisasikan diri mereka menjadi manusia yang paripurna. Manusia menjadi manusia paripurna berkat keberhasilannya merealisasikan nilai sosial yang tinggi menjadi kenyataan konkret. munculah harapan baik dalam diri manusia. Norma dan nilai pada dasarnya akan mengalami Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 105 .

Dengan perubahan dan perkembangan ini. Berubahnya Struktur Pemerintahan Suatu revolusi sosial sering kali diikuti dengan perubahan struktur pemerintahan secara mendasar. teknologi pendidikan. . yaitu setelah runtuhnya pemerintahan Soeharto dengan nafas Golongan Karya menjadi sistem pemerintahan reformasi hingga pemerintahan Megawati yang bernafaskan demokrasi. Perubahan struktur pemerintahan dalam suatu negara sering kali berkelanjutan dengan perubahan sistem nilai dan norma dari pemerintah terdahulu kepada pemerintahan yang baru. tingkat peradaban akan mengalami peningkatan. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan nilai dan norma di masyarakat. a. misalnya telah melahirkan suatu ide untuk menertibkan dan membuat peraturan perundangan baru yang melarang pendirian bangunan/rumah pada daerah-daerah resapan. Hal serupa juga terjadi pada peralihan struktur pemerintahan dari orde baru ke orde reformasi. terjadi perubahan nilai dan norma yang semata-mata didorong oleh tuntutan perubahan tingkat peradaban yang terjadi dalam masyarakat. Dari dua contoh ini. Perubahan-perubahan itu misalnya ditandai dengan munculnya Undang-Undang Pendidikan Nomor 2 tahun 1989 yang kemudian disempurnakan menjadi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. berubah pula sistem budaya. Sebagai salah satu contoh kejadian yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. perubahan pemerintahan dari orde lama ke orde baru banyak sekali mengakibatkan perubahan tata nilai yang menyangkut perubahan perundang-undangan. norma-norma hukum berada dalam jumlah yang sangat sedikit. dan teknologi berikut perubahan tata nilai dan sistem norma. dan lain-lain.perubahan atau pergeseran sesuai dengan perubahan tuntutan kebutuhan masyarakat. sistem ilmu pengetahuan. Melalui inovasi inilah. Sebagai contoh: ketika Indonesia merdeka. mulai bermunculan peraturan-peraturan perundangan untuk menyesuaikan dengan tuntutan kehidupan pada saat itu. Sebagai contoh dengan munculnya bencana banjir di beberapa kota besar di Indonesia seperti di Jakarta. teknologi transportasi. Hal ini terjadi terutama apabila figur penguasa terdahulu mempunyai visi dan misi yang berbeda dengan figur pemerintahan yang baru. Demikian juga perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi informatika. baik invention maupun discovery akan mendorong terjadinya inovasi-inovasi. Cepat atau lambat setiap masyarakat tentu mengalami perubahan dan perkembangan. Tetapi dengan perubahan-perubahan tingkat peradaban masyarakat Indonesia. Perubahan Tingkat Peradaban Sebagai akibat adanya penemuan baru. Demikian juga munculnya RUU Pengaturan Penggunaan Air Tanah. Itu saja merupakan warisan dari pemerintah Hindia Belanda. Di Indonesia. b. Hal ini berkaitan dengan pengaturan perilaku warga masyarakat untuk menciptakan tertib sosial.

Jelaskan macam-macam norma sosial yang ada di dalam masyarakat beserta peranannya! 3. 1. Meluasnya pergaulan antarmanusia yang melintasi batas-batas negara telah mengakibatkan adanya keinginan-keinginan untuk meniru atau mengadopsi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 107 . Penemuan-penemuan Baru Sebagai tindak lanjut dari berkembangnya tingkat pendidikan. e. sebutkan dan jelaskan! d. Penemuan baru yang semakin banyak bermunculan akan melahirkan suatu bentuk pengaturan dan perlindungan terhadap penemuan baru itu sendiri seperti lahirnya Undang-Undang Perlindungan Hak Cipta yang akhir-akhir ini marak dibicarakan di kalangan elit pemerintahan di Indonesia. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi primer dan sekunder? 2. maka manusia terus-menerus melakukan penyelidikan dan penjelajahan untuk mengungkap fenomena-fenomena alam dan fenomena sosial yang ada di muka bumi. Era ini telah membuka banyak bangsa di dunia saling bertukar pengaruh dan budaya. Pada dasarnya. Upayaupaya inilah yang kita sebut penemuan baru. penemuan baru dapat berupa discovery maupun invention. Pengaruh Kebudayaan Asing Bergulirnya era globalisasi menjadikan komunikasi dan pergaulan umat manusia sedunia menjadi satu lingkungan yang efektif dan tidak lagi ada sekat-sekat batas antarnegara. Akibat lanjutannya adalah munculnya perubahan-perubahan peraturan perundangan yang dipandang sudah tidak efektif untuk mengatur dan mengendalikan perilaku warga masyarakat.c. Ada empat fungsi keluarga yang pokok. Bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi? 4. Perubahan dan perkembangan itu semata-mata adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja manusia. Penemuan baru ini akan berkelanjutan dengan adanya inovasi-inovasi dalam berbagai segi kehidupan yang berkelanjutan untuk lebih memanfaatkan penemuan baru tersebut bagi kehidupan manusia.

baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. perkawinan. Pada proses ini. seorang pejabat baru harus melakukan sosialisasi dengan lingkungan sosial yang 108 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sosialisasi sesungguhnya merupakan proses yang bersifat kodrati. artinya dengan sendirinya setiap orang secara naluriah akan melaksanakan proses ini dan sering kali tujuan itu sangat tidak disadari.budaya-budaya asing tertentu ke dalam masyarakat setempat termasuk sistem pendidikan. Proses percampuran budaya antarbangsa memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. PROSES SOSIALISASI Proses sosialisasi pada hakikatnya adalah proses belajar berinteraksi bagi individu di tengah-tengah masyarakat. Proses sosialisasi primer berlangsung sejak lahir hingga dewasa di lingkungan setempat. Kemudian. baik alasan pekerjaan. proses sosialisasi pasti dilakukan oleh semua orang dalam bentuk sosialisasi primer maupun proses sosialisasi sekunder. B. Dalam proses perkembangannya. dan penetrasi budaya. Keberhasilan suatu proses sosialisasi akan ditandai dengan adanya keterampilan atau kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai macam lingkungan yang dibatasi dengan sistem tata nilai dan norma yang berbeda-beda. proses sosialisasi meluas ke lingkungan masyarakat setempat seperti dengan lingkungan sepermainan dan lingkungan komunitas setempat. Hal ini dimaksudkan untuk melakukan persiapan dalam melaksanakan proses pergaulan lebih lanjut dan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di lingkungan kehidupan yang baru tersebut. Dalam arti luas. proses sosialisasi berlangsung dalam lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan sekolah dan lingkungan kerja yang akhirnya memasuki lingkungan masyarakat luas. asimilasi budaya. sistem telekomunikasi. Untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan sosialisasi. Akan tetapi. Dengan demikian. dan lain-lain. 1. atau menempati perumahan yang baru. ikutilah uraian berikut ini. Dalam arti sempit. proses sosialisasi merupakan proses mengenal lingkungan. sistem perundangan. proses sosialisasi adalah proses komunikasi dan proses interaksi yang dilakukan oleh seorang individu selama hidupnya sejak lahir sampai dengan meninggal. seorang individu mula-mula mengenal lingkungan sosial terdekatnya seperti anggota keluarga dan kerabatnya. Proses ini berupa proses alamiah yang dilakukan oleh semua individu sebagai makhluk sosial yang tidak dapat terlepas dari tata pergaulan dengan manusia yang lain. bagi seorang pejabat baru yang memasuki medan tugas yang baru sangat disadari bahwa untuk mengawali tugas kedinasannya. Proses sosialisasi sekunder dilakukan ketika orang mengalami perpindahan tempat tinggal. pergaulan antarnegara sangat memungkinkan perubahan nilai dan norma dengan mengadopsi budaya asing. Tujuan Sosialisasi Pada dasarnya.

dan sub-sub area yang berada di lingkungan yang baru tersebut. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 109 . dengan tokoh-tokoh masyarakat. dengan mitra kerja. Aktivitas yang dapat dilakukan sebagai perwujudan dari proses sosialisasi adalah memperkenalkan diri dengan instansi-instansi terkait. kedudukan. Untuk mengetahui lingkungan sosial. Dengan mengetahui lingkungan fisik dari suatu daerah. Sumber: Ayahbunda.3 Proses sosialisasi dalam keluarga dimulai semenjak anak masih kecil. dengan atasan langsung. skema. dan dengan lingkungan masyarakat luas. Hal-hal yang diperoleh dalam proses sosialisasi adalah pengetahuan-pengetahuan untuk membekali seorang individu dalam melaksanakan pergaulan di tengah-tengah masyarakat antara lain sebagai berikut. baik lingkungan sosial tempat individu tinggal termasuk lingkungan sosial yang baru. 10–23 Maret 2001 Gambar 4. seseorang akan mengenali arah. Lingkungan sosial ini meliputi pihak-pihak yang mempunyai keterkaitan dengan aktivitas individu tersebut. posisi. dengan teman sejawat.baru. Pengetahuan seperti ini akan sangat berguna bagi seseorang yang baru untuk mendukung kelancaran proses menjalankan kedudukan dalam tugas kedinasan yang baru. Untuk mengetahui lingkungan fisik yang baru.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi Setiap orang mempunyai warisan biologis yang berbeda-beda. yaitu faktor yang berada di luar diri seorang individu. ciri-ciri fisik. Warisan biologis inilah yang dimaksud dengan faktor intrinsik. Adapun penjelasan dari faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik tersebut di atas adalah sebagai berikut. Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan di antara individu tersebut dengan warga masyarakat yang lain. 2. manusia itu sesungguhnya telah memiliki pembawaan-pembawaan yang berupa bakat. dan adat istiadat yang berlaku di daerah itu. Artinya. peradaban. seorang individu yang memasuki lingkungan sosial baru perlu mengetahui sistem tata kelakuan. Suatu proses sosialisasi dikatakan berhasil apabila ditandai oleh hal-hal berikut. Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial maupun lingkungan fisiknya. lingkungan pekerjaan. Dalam suatu proses sosialisasi. dan kemampuan-kemampuan khusus warisan orang tuanya. Meningkatnya status yang sering kali diikuti dengan meningkatnya kepercayaan dan meningkatnya peranan sosial di lingkungan sosial yang baru.Untuk mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat. Faktor Intrinsik Sejak lahir. Pada hakikatnya. tata nilai. lingkungan sepermainan. Hal ini akan membekali seorang individu dalam proses pergaulan dan proses penyesuaian diri dengan lingkungan masyarakat tersebut. tidak akan mengakibatkan kegagalan dalam proses pergaulan. a. dan lingkungan pendidikan merupakan faktor ekstrinsik. akhirnya sosial budaya suatu masyarakat dapat diketahui. faktor intrinsik adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang melakukan proses sosialisasi. Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang akan mengakibatkan ketenteraman dalam pergaulan dan keberhasilan dalam karir dan usaha. Oleh sebab itu. proses sosialisasi telah membekali seorang individu dengan berbagai pengetahuan yang ada di dalam lingkungan masyarakat sehingga seseorang dapat sukses melaksanakan pergaulan hidup di tengah-tengah masyarakat. Setiap masyarakat memiliki sistem tata nilai yang berbeda-beda. Dengan demikian. sedangkan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga. Wujud nyata faktor intrinsik antara lain dapat berupa pembawaan-pembawaan atau pun warisan biologis termasuk 110 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Untuk mengetahui lingkungan tipe sosial budaya suatu masyarakat.

Untuk melakukan proses sosialisasi. Di samping itu juga dapat dipengaruhi oleh struktur sosial dan budaya masyarakat yang menyangkut struktur pemerintahannya. terutama melalui proses sosialisasi anak-anak ke masa dewasa. dan lain-lain. pondasi dasar kepribadiannya sudah ditanamkan secara kuat. motivasi. Dalam kehidupan sosial. emosi. struktur mata pencariannya. tentu saja keluarga tidak terlepas dari kondisi-kondisi yang ada dalam masyarakat. Keluarga merupakan kelompok primer yang pertama dikenal seorang anak. baik norma maupun nilai-nilai yang berlaku. sistem budaya. manusia telah mendapat pengaruh dari lingkungan di sekitarnya yang disebut faktor ekstrinsik. jenis kepribadiannya pun mudah diarahkan dan terbentuk. Faktor-faktor ini akan menjadi bekal seorang individu untuk melaksanakan berbagai macam aktivitas dalam proses sosialisasi. Hasilnya akan sangat berpengaruh terutama dalam perolehan keterampilan. b. Media Sosialisasi Media sosialiasi adalah sarana seorang individu belajar berinteraksi untuk mengenal sistem tata kelakuan dan hubungan di lingkungan masyarakatnya. IQ. hobi.kemampuan-kemampuan yang ada pada diri seseorang. Perpaduan antara faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik akan berakumulasi pada diri seseorang dalam melaksanakan proses sosialisasi. Di satu sisi merupakan faktor pendorong untuk mewujudkan suatu keinginan. dan nilai-nilai dalam proses sosialisasi itu sendiri. yaitu sebagai berikut. 3. karakter. Adapun media sosialisasi itu setidaknya terdiri dari empat macam. Proses pembentukan budaya baru pada masyarakat sangat tergantung pada keluarga. terutama kepada generasi muda yang menjadi anak keturunannya. pengetahuan. Faktor Ekstrinsik Sejak manusia dilahirkan. struktur budaya dan seninya. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi seseorang untuk melakukan berbagai aktivitas. Keluarga Keluarga merupakan lembaga sosial yang mempunyai tugas dalam proses pembudayaan. a. seorang individu akan dibatasi dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Ketika anak sudah cukup umur untuk memasuki kelompok primer lain di luar keluarga. Faktor intrinsik dalam realitanya justru merupakan faktor yang dominan. Faktor ekstrinsik dapat berupa normanorma. sistem sosial. di sisi lain merupakan faktor pengendali dan berfungsi sebagai pengukur mengenai baik buruknya suatu aktivitas dalam suatu proses interaksi. dan sistem mata pencarian yang ada di dalam masyarakat. dan lain-lain. Misalnya bakat. Oleh Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 111 .

Lingkungan Sekolah Setelah seorang anak belajar berinteraksi di lingkungan keluarga. Keberadaan media tersebut mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat pada umumnya. Dengan adanya lingkungan sekolah yang baik memungkinkan proses pembentukan kepribadian anak dapat berlangsung dengan baik. Membantu orang agar siap mencari nafkah hidup bila telah tiba waktunya. Media Massa Media massa merupakan media sosialisasi yang sangat luas dan cukup efektif pengaruhnya dalam proses sosialisasi bagi seorang individu. maupun media gambar dapat memberikan pengaruh perkembangan anak. baik media suara. b. seorang anak akan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang praktis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. c. serta pengaruh kondisi siswa pada umumnya sehingga tercipta suatu iklim belajar yang kondusif. Berikut adalah proses sosialisasi di lingkungan sekolah. Di masa informasi ini. Menolong orang dalam mengembangkan potensi pribadi dan pengembangan masyarakat. selanjutnya ia akan memasuki lingkungan yang lebih luas. media cetak. justru media massa yang mempunyai kedudukan sangat strategis dalam mempengaruhi 112 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lembaga sekolah mendidik dan mengajarkan pengetahuan yang dianggap perlu dan tidak mungkin lagi ditangani oleh lingkungan keluarga. jelaslah bahwa media massa dapat menjadi media atau alat sosialisasi untuk menyampaikan berbagai informasi yang bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Pada lingkungan ini. nilai-nilai dan norma-norma yang disampaikan tertanam dalam diri si anak melalui penglihatan atau pendengaran. Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Misalnya. yaitu lingkungan sekolah. keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan perantara pertama dalam transmisi kebudayaan. Dengan perkembangan teknologi informasi. aturan perkawinan yang harus sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan masyarakat di tempat tinggalnya.karena itu. Dengan demikian. norma dan nilai itu dapat berpengaruh terhadap tindakan yang akan dijalankan oleh keluarga. Lembaga pendidikan primer adalah sekolah formal yang dimulai dari jenjang sekolah taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Masyarakat berbicara melalui mulut orang tua dan masyarakat bertindak melalui tindakan orang tua. Membentuk kepribadian. Akibatnya. Jadi. Pengaruh-pengaruh ini berasal dari program pendidikan yang dilaksanakan melalui guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Melalui lingkungan kerja inilah. baik RRI (Radio Republik Indonesia) maupun radio-radio swasta. Lingkungan Kerja Bagi orang dewasa. Lingkungan ini berlangsung di sela-sela pendidikan dan pergaulan rumah tangga. Teman Sepermainan (Play Group) Teman sepermainan atau play group adalah lingkungan pergaulan anak yang mempunyai usia relatif sebaya. Sosialisasi di lingkungan teman sepermainan yang baik bisa mendukung terbentuknya kepribadian seseorang menjadi baik atau sebaliknya. Perkumpulan bermain musik. Ia pun akan berusaha mematuhi nilai dan norma yang berlaku agar dapat diterima sebagai anggota di tempat kerja tersebut. Televisi. Internet. kerja sama. Beberapa media massa yang mempunyai peranan strategis dalam pembentukan kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. tanggung jawab. baik swasta maupun televisi pemerintah. Majalah. anak belajar hidup bersosial. prakarsa. dan lain-lain. Dalam kelompok teman sepermainan. Kelompok teman sepermainan di tingkat remaja pada umumnya mempunyai keterikatan yang kuat dengan kelompoknya. kegemaran. Lingkungan ini cukup efektif mengisi pengetahuanpengetahuan dalam proses seorang individu. buku-buku bacaan lainnya seperti novel. komik remaja. dan hal lainnya akan lebih berkembang membentuk kepribadian yang relatif stabil. Seseorang dapat belajar dari teman-teman di lingkungan kerjanya tentang berbagai nilai dan norma kehidupan. Hal ini terjadi karena lingkungan kerja mempunyai norma-norma yang lebih kuat serta pengawasan yang ketat sehingga dapat membentuk kepribadian menjadi sempurna. Perkumpulan bermain sepeda santai. Surat kabar. d.kepribadian seseorang karena media massa lebih banyak mendominasi waktu-waktu luang yang dimiliki oleh individu. cerita bergambar. Radio. Perkumpulan bermain sepak bola. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 113 . e. Beberapa contoh lingkungan sepermainan yang cukup efektif mempengaruhi kepribadian seorang anak antara lain sebagai berikut. buletin. Perkumpulan kelompok belajar (les). anak mematuhi aturan yang berlaku jika ingin diterima menjadi anggota kelompoknya. lingkungan kerja merupakan lingkungan yang relatif baik untuk mengembangkan dan mematangkan pribadi seorang individu. Melalui anggota kelompok sepermainan. Lingkungan kerja bisa menjadi media sosialisasi bagi orang yang bekerja di lingkungan itu.

lingkungan pendidikan. lingkungan teman sepermainan. Kepribadian merupakan perwujudan dari nilai-nilai sentral yang diyakini dan dipedomani seseorang untuk menentukan perilaku secara umum. kepribadian memang telah diwariskan oleh ayah dan ibu dalam bentuk yang masih samar-samar yang disebut warisan biologis. lingkungan sepermainan. warna kulit. dan lingkungan masyarakat luas. warisan biologis ini berkembang menjadi semakin nyata ketika seorang anak melakukan proses sosialisasi sesama manusia dimulai dari lingkungan keluarga. nilai-nilai ini menjadi satu sistem nilai yang paling diyakini dan paling mempengaruhi tipe perilaku seseorang yang dinamakan nilai sentral. Warisan biologis dapat berupa beberapa hal berikut. Gambaran lebih jauh mengenai proses pembentukan kepribadian. seperti raut muka. Selanjutnya. lingkungan kerabat. maupun lingkungan masyarakat luas. postur tubuh. Ciri-ciri fisik. Golongan darah.C. Sifat-sifat khas. Bakat. Adanya proses sosialisasi menjadikan seorang individu memperoleh nilai-nilai yang beraneka macam. Kemudian. Pengertian Kepribadian Pada awalnya. coba kamu perhatikan bagan berikut ini. Proses pembentukan kepribadian dimulai dari proses sosialisasi di lingkungan keluarga. FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. lingkungan sosial. 114 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sumber: Koleksi Editor Gambar 4. lingkungan kerja.5 Lingkungan pergaulan berpengaruh besar terhadap kepribadian seseorang.

dan lingkungan masyarakat luas. Selanjutnya. Demikian pula halnya di lingkungan keluarga akan mengembangkan bakat dan pembawaan yang ada dengan menyerap prinsip-prinsip. Dengan melihat dan memperhatikan perilaku-perilaku khas yang diperbuat seseorang dalam kegiatan sehari-hari. dapat disimpulkan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari perpaduan antara warisan biologis dan pengaruh-pengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan kerabat. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 115 . individu yang telah terbentuk kepribadiannya akan turut mempengaruhi budaya masyarakat di lingkungannya. baik dari lingkungan pendidikan.1 Bagan Pembentukan Kepribadian melalui proses Sosialisasi Berdasarkan bagan tersebut. nilai-nilai sosial. lingkungan pendidikan. lingkungan pergaulan. Sesungguhnya di sinilah kepribadian mulai terbentuk dalam diri seseorang yang memiliki nilai-nilai sentral yang mendominasi perilaku seseorang. dan pengaruh dari masyarakat luas. Proses ini berlangsung terus-menerus seperti rantai sistem yang tiada putus-putusnya dari generasi ke generasi. serta keterampilan yang dianggap baik dan sesuai bagi dirinya. pengetahuan. kita dapat mengetahui tipe kepribadian seseorang. media massa. lingkungan pergaulan termasuk lingkungan kerja. Seorang individu dalam proses sosialisasi di tengah-tengah masyarakat akan memperoleh pengaruh baik yang positif maupun yang negatif.Proses Pembentukan Kepribadian Lingkungan Pendidikan Media Massa Lingkungan Keluarga dan Kerabat Lingkungan Pergaulan Generasi Baru dengan Warisan Biologis tertentu Proses Sosialisasi Generasi Baru dengan Kepribadian tertentu Lingkungan Pendidikan Bagan 4.

olahragawan. raut muka. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang antara lain sebagai berikut. faktor pembawaan ini bisa dominan ayah (XY). desain dan pengembangan variasi dan interior rumah merupakan faktor-faktor milieu atau faktor lingkungan. Demikian juga orang yang bergaul di lingkungan masyarakat yang berbeda-beda akan menghasilkan suatu proses pembentukan kepribadian yang berbeda-beda pula. sifat pemarah. Kepribadian dapat diumpamakan sebagai suatu bangunan rumah dan faktor pembawaan merupakan kerangkanya. Faktor pembawaan dapat berupa bentuk fisik. Kepribadian bersifat abstrak dalam hal ini. ibu. atau perpaduan dari keduanya. Ciri-ciri fisik. Yang harus disadari bahwa setiap orang memiliki corak kepribadian yang tidak pernah sama walaupun pada anak yang kembar sekalipun. seni tari. bisa juga seorang ibu yang memiliki kemampuan reproduksi sempurna dapat mewariskan faktor-faktor genetika yang sangat panjang yang berantai dari orang tua ibu atau nenek dan kakeknya ibu. ibu. serta kakek dan nenek dari ayah maupun dari ibu. sifat ramah. Faktor Warisan Biologis Faktor warisan biologis adalah faktor-faktor yang berupa bawaan dari leluhurnya. postur tubuh. seni karawitan. dan lain-lain yang mempunyai kemiripan dengan ayah. IQ. Bentuk-bentuk warisan biologis terdiri dari halhal berikut ini. seni suara. Tingkat IQ. misalnya sifat pendiam. Bakat. seperti warna kulit.2. yaitu faktor warisan biologis yang berupa pembawaan-pembawaan dan faktor-faktor lingkungan tempat seorang individu melakukan pergaulan. yaitu warna kulit. Faktor-Faktor Pembentuk Kepribadian Ada dua faktor besar yang turut mempengaruhi corak kepribadian seorang individu. politikus. Menurut Mendel. IQ ini bisa mirip dengan ayah atau pun dengan ibu. Faktor-faktor ini sesungguhnya merupakan pondasi yang menjadi cikal bakal untuk proses pembentukan suatu kebudayaan. 116 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan lain-lain. Selanjutnya. Namun demikian. presenter. seperti seni lukis. bisa dari ayah atau dari ibu. Sifat-sifat khas yang berasal dari orang tua. yaitu tidak dapat dilihat dengan panca indera dan hanya dapat dideteksi melalui perilaku-perilaku keseharian yang asli yang tidak dibuat-buat. yaitu kecakapan seseorang yang dapat diukur dengan sejumlah pertanyaan. bentuk raut muka. dominan ibu (XX). yaitu dari ayah. dan lain-lain. postur tubuh. atau merupakan variasi dari ayah atau ibu. a. tipe rambut. bakat. dan hal yang bersifat abstrak seperti karakter. Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa setiap anak walaupun memiliki asal usul/keturunan yang sama pada dasarnya ia memiliki kepribadian yang berbeda. dan lainlain. sifat ekstrim atau normatif.

Lingkungan Keluarga Yang dimaksud keluarga adalah suatu kesatuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. Yang dimaksud dengan lingkungan pendidikan adalah lingkungan sekolah sejak taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Akan tetapi. yaitu lingkungan keluarga.1. Tiap-tiap keluarga mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda-beda. lingkungan pergaulan. dan lingkungan masyarakat luas. Dengan pemberian bekal pengetahuan nilai-nilai dan budi pekerti. Situasi pendidikan seorang individu bersekolah juga sangat efektif dalam proses pembentukan kepribadian. bila lingkungan pendidikanBab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 117 . pengajaran. lingkungan kerja. Faktor Lingkungan Lingkungan mempunyai peranan dalam proses pembentukan kepribadian individuindividu. dan anak-anak. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang sangat fundamental dalam menampung berbagai kegiatan individu ketika masa kanak-kanak. Di lingkungan sekolah. Jelaskan mengapa faktor lingkungan mempunyai peran yang lebih penting dalam pembentukan kepribadian! 4. Proses pendidikan budi pekerti di dalam keluarga sangat efektif untuk proses pembentukan nilai-nilai sentral yang selanjutnya menjadi pondasi pembentukan kepribadian seseorang. ibu. Kepribadian antara seorang individu dengan individu yang lain tidak sama tergantung dari tipe-tipe faktor lingkungan yang mempengaruhinya. seorang individu mendapatkan pendidikan. Apakah kepribadian itu? 2. Lingkungan Pendidikan Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang cukup efektif pula dalam mempengaruhi kepribadian. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan adalah faktor-faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari lingkungan sosial seorang individu. Bagaimana proses pembentukan kepribadian? 3. lingkungan pendidikan. seorang individu akan dikuatkan pondasi kepribadiannya dalam proses kepribadian yang dewasa. dan pelatihan keterampilan yang berpengaruh besar dalam proses pengembangan bakat dan pembawaan lainnya yang bersifat positif. media massa. Apakah kepribadian dapat mengalami perubahan? Jelaskan jawabanmu! b.

takabur. Sumber: Warta Ekonomi. internet. dan cerita yang berpesan moral dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang anak. 19 Maret 2001 Gambar 4. majalah. Contoh media massa yakni buku. Pada pergaulan di lingkungan sepermainan. Yang dimaksud dengan lingkungan pergaulan adalah lingkungan di mana seorang individu secara efektif menghabiskan waktunya pada lingkungan tersebut. VCD. cabul. belum ada pihak yang menjadi pengendali atau pun pengontrol terhadap perilaku-perilaku yang negatif. koran. hal itu justru dapat mempersubur proses pengembangan faktorfaktor pembawaan yang bersifat negatif seperti serakah.nya kurang baik. televisi. sesungguhnya lingkungan pergaulan justru mengakibatkan bakat-bakat negatif tumbuh subur dan berkembang yang pada gilirannya akan mewarnai tipe-tipe kepribadian yang tidak diinginkan. lingkungan pergaulan perlu mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua agar ada fungsi pengendalian terhadap perilaku-perilaku yang menyimpang. Media massa mempunyai peran cukup efektif dalam proses pembentukan kepribadian. Lingkungan ini dapat berupa teman sepermainan. ilmu pengetahuan. radio. maupun lingkungan tempat tinggal. dan lain-lain. dan rakus. kikir. serta sifat-sifat negatif lainnya. emosional. tamak. 118 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Media Massa Media massa merupakan perangkat-perangkat yang menjembatani komunikasi antara individu atau kelompok individu dengan individu atau kelompok individu yang lain. Lingkungan Pergaulan Lingkungan pergaulan berada di lingkungan masyarakat setempat dan mempunyai usia yang relatif sebaya. pada umumnya individu bergaul dengan orang lain yang sebaya.5 VCD-VCD pendidikan. Dengan demikian. sombong. lingkungan setempat. Untuk itu. Apabila hal ini tidak dilakukan.

Fase ini diawali dari Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 119 . dan lingkungan setempat. Namun demikian. melainkan yang negatif. lingkungan pergaulan. Anggapan-anggapan ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain. dan lingkungan sepermainan. Juga tak dapat dihindari jika yang berkembang tidak hanya bakatbakat atau pembawaan yang positif. Sesungguhnya lingkungan masyarakat luas merupakan gabungan dari lingkungan keluarga. Bagian yang kedua adalah unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. Masukan-masukan itu dapat berupa ilmu pengetahuan maupun wawasan duniawi.Melalui media massa. pemuka agama. Bagian yang pertama adalah unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. kerabat. yaitu sejak lahir hingga dewasa. skala wilayahnya jauh lebih luas apalagi dengan terbukanya sarana telekomunikasi dan sarana transportasi yang memadai. Fase Kedua Fase kedua merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Unsur yang pertama juga disebut struktur dasar kepribadian (basic personality structure). lingkungan pendidikan. 3. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting. Lingkungan masyarakat luas dapat pula berupa peranan tokoh masyarakat. dan pemerintah yang kesemuanya dapat berpengaruh positif atau negatif dalam proses pembentukan kebudayaan. yaitu sebagai berikut. sedangkan unsur yang kedua disebut capital personality. Lingkungan Masyarakat Luas Lingkungan masyarakat luas juga mempunyai andil dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak. lingkungan kerja. tetapi tidak seefektif pada lingkungan keluarga. b. Lingkungan masyarakat luas merupakan komponen yang terakhir yang mempengaruhi proses pembentukan kepribadian seseorang. kelompok elit pemerintahan. Fase pertama dimulai sejak anak berusia 1 – 2 tahun ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. Fase Pertama Kepribadian terbentuk melalui proses yang sangat panjang. seorang individu memperoleh masukan-masukan yang akan mempengaruhi proses pengembangan bakat/pembawaan yang dimilikinya.

Naluri (insting) Naluri atau insting merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat hidup sebagai makhluk. Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang nampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. sedih. mengasuh. amarah. misalnya nafsu makan. dan lainlain. seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak. dan diidentifikasi oleh orang lain. kepribadiannya tersebut mulai nampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas. 120 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Adapun bagian-bagian dari kepribadian secara umum terdiri dari uraian berikut. serasi. Dorongan-dorongan (drivers) Unsur drivers merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. kegemaran. Hal tersebut yang tampak dari perangai. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia seperti senang. Bagian yang kedua adalah nafsu-nafsu. Fase kedua merupakan fase perkembangan. Jika tingkat perekonomiannya berbeda. Proses ini berlangsung relatif panjang pada anak hingga menjelang masa pendewasaan. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil. Drivers dibedakan menjadi kehendak dan nafsu-nafsu. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural. dan seterusnya. serta bakat yang dimiliki oleh anak tersebut. Misalnya. birahi. dapat dilihat. Getaran Hati (emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. tidur. IQ. kehendak seseorang akan semakin banyak pula jumlah dan jenisnya. Nafsu-nafsu ini merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis. Makin tinggi tingkat perekonomian dan peradabannya. di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya.usia antara dua sampai tiga tahun. dan membesarkan anak hingga dewasa. maka kehendak-kehendaknya pun akan berbeda pula. Naluri ini akan dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat hidupnya sebagai makhluk hidup. indah.

yaitu seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil proses sosialisasi pada masa sebelumnya. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen. berdagang. fase ketiga merupakan fase akhir yang ditandai dengan makin stabilnya perilaku-perilaku yang khas atau sifat-sifat khas dari seorang individu. berpolitik. yaitu sebagai berikut. setiap orang memiliki bakat yang berbedabeda walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. Situasi ini terjadi pada anak-anak tunggal. kepribadian dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe. Intelegensi merupakan dasar kecakapan seseorang secara umum. yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. dan anak yang sejak kecil memimpin di kelompoknya. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian. c. memori-memori pengetahuan. yaitu anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya. Kepribadian Normatif Kepribadian normatif merupakan kepribadian yang ideal. Salah satu ciri dari kepribadian otoriter adalah menonjolnya Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 121 . Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. seperti bakat seni. Kepribadian Otoriter Tipe kepribadian otoriter terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih memenangkan kepentingan-kepentingan terhadap dirinya daripada kepentingan-kepentingan orang lain. Pada fase ketiga. Tipe kepribadian ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. Pada dasarnya. yaitu ketika seseorang telah berusia antara 25 – 28 tahun. dan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama proses sosialisasi. terjadi perkembangan yang relatif tetap. Bakat Bakat pada hakikatnya merupakan seseuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya. dan lain-lain. Intelegensi ini termasuk di dalamnya adalah IQ. Bakat tersebut merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang.Intelegensi (Inteligent Quotient – IQ) Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. Fase ketiga disebut fase kedewasaan.

1. 122 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jelaskan bagaimana proses terbentuknya norma sosial! 3. Kebudayaan ini dapat berwujud dalam bentuk sistem ide. Menurutmu fase apa yang paling mempengaruhi kepribadian seseorang? Mengapa? Jelaskan pendapat kalian! 4. Kepribadian Perbatasan Kepribadian perbatasan merupakan kepribadian yang relatif labil. atau pun seorang yang mendapat dua jenis pendidikan yang latar belakangnya berbeda. Jelaskan bahwa norma sosial dapat menjamin kelangsungan hidup masyarakat! D. 1. Kepribadian demikian sering kali terdapat pada orang-orang campuran antara dua golongan etnis. Kemukakan dengan bahasamu sendiri bagaimana kaitan antara kepribadian dan kebudayaan setempat! 2. pada orang-orang yang berdiri pada dua kelas masyarakat. HUBUNGAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DENGAN KEBUDAYAAN Kebudayaan adalah segala sesuatu yang merupakan hasil budidaya manusia dalam hidup bermasyarakat. dan benda-benda konkret. Sistem Ide (Gagasan) Sistem ide adalah gagasan-gagasan yang merupakan hasil pencetusan orang per orang atau kelompok orang yang telah menjadi kebiasaan atau adat istiadat. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat berbeda.kehendak pribadi dan kurang menampung banyak aspirasi dan sering kali memandang rendah keberadaan orang lain. sistem aktivitas. di mana ciri-ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian. Kebiasaan-kebiasaan ini selanjutnya dipedomani sebagai suatu sistem yang dapat diterima dan diterapkan oleh semua warga masyarakat.

sistem ilmu pengetahuan. dan sistem organisasi Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 123 . Untuk lebih jelasnya. pola pikir. pakaian adat. sistem mata pencarian.2 Bagan pengaruh unsur kebudayaan terhadap kepribadian seseorang. perhatikan bagan berikut ini. Dengan demikian. sistem aktivitas ini akan menjadi sistem perilaku yang dipedomani sebagai sarana untuk melaksanakan pergaulan dan pemenuhan kebutuhan di dalam masyarakat. Selanjutnya. Sistem Aktivitas (Perilaku Sosial) Sistem aktivitas merupakan perwujudan dari sistem ide yang ada sehingga perilaku-perilaku sosial yang ada dalam masyarakat merupakan manifestasi dari sistem ide yang ada pada masyarakat tersebut. Kepribadian mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kebudayaan setempat dan selanjutnya kebudayaan setempat berangsurangsur akan dipengaruhi bahkan direvisi oleh pribadi-pribadi yang ada pada masyarakat tersebut. 3. Artefak-artefak selanjutnya akan menjadi sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusia yang dipakai untuk menyelenggarakan kehidupan. sistem teknologi. kesenian. dan lain-lain. religi. Bahasa Sistem Religi Sistem Kesenian Masyarakat Melahirkan Generasi Baru Generasi Baru dengan Kepribadian Tertentu Sistem Ilmu Pengetahuan Sistem Ekonomi Sistem Teknologi Sistem Organisasi Sosial Bagan 4. Tampak kepribadian seseorang sepenuhnya dipengaruhi oleh tujuh unsur kebudayaan masyarakat setempat yang terdiri dari bahasa. kepribadian boleh dikatakan terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga tiap-tiap orang mempunyai karakteristik yang sama apabila berasal dari lingkungan yang sama pula. Etos kebudayaan merupakan watak khas dari suatu masyarakat yang dapat terpancar dari perilaku warga masyarakatnya. Benda-Benda Konkret (Artefak) Artefak merupakan benda-benda konkret atau benda hasil karya yang merupakan manifestasi dari sistem ide dan sistem aktivitas masyarakat. Misalnya dalam bentuk bahasa. kesenian. Inilah yang disebut dengan etos kebudayaan.2.

Setiap kelompok meneliti salah satu topik di bawah ini. 2. baik pemerintah. Bentuklah kelompok yang beranggotakan 10 – 15 orang. dapat dikatakan bahwa kebudayaan mempunyai pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. 124 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Dalam konteks ini keluarga justru mempunyai peranan yang lebih penting dan mendasar dalam mewujudkan warga masyarakat yang baik ketimbang peranan lembaga pendidikan seperti TK. diperlukan kerja sama dari berbagai komponen. Untuk mewujudkan masyarakat yang baik.sosial. Korupsi merupakan salah satu kepribadian bangsa Indonesia. Ketujuh unsur tersebut mempengaruhi kepribadian individu. terutama generasi baru secara akumulatif dan komprehensif. terutama ketika ia bertindak. Budaya digunakan oleh setiap orang sebagai pedoman atau acuan dan latar belakang tindakan manusia dalam kehidupannya. dan SMU. Ini berarti bahwa individu tersebut telah berperilaku seperti nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Jadi. Perilaku yang tidak selalu dapat dikategorikan sebagai perwujudan budaya. 1. maupun tokoh-tokoh keagamaan.Jusuf Kalla. MEWUJUDKAN WARGA MASYARAKAT YANG BAIK W arga masyarakat yang baik adalah warga masyarakat yang dapat menjalankan peranannya yang menyangkut hak maupun kewajibannya secara baik tanpa mengurangi hak dari orang yang lain. serta perguruan tinggi. warga masyarakat. Kecenderungan budaya korupsi di Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono . SD. SMP. Tapi yang perlu dicatat di sini bahwa kebudayaan selalu berhubungan dengan proses berpikir manusia. lembaga pendidikan.

Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. Setujukah Anda dengan pendapat pada alinea terakhir bacaan di atas? Jelaskan dan sertakan data-data pendukung! 2. Bagaimana solusi Anda dalam mewujudkan masyarakat yang baik?

MEMPERSIAPKAN KETERAMPILAN HIDUP

P

ada dasarnya, proses sosialisasi merupakan proses belajar bagi seorang individu untuk membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan-keterampilan tertentu agar seorang individu dapat berperilaku sesuai dengan kondisi budaya masyarakatnya. Ada kalanya proses sosialisasi justru menyerap sub-sub kebudayaan yang menyimpang. Keadaan ini akan membawa jalan yang tersesat bagi seorang individu untuk meniti karir hidup dalam masyarakat. Tetapi sebaliknya dengan menyerap sub-sub kebudayaan yang baik, besar manfaatnya dalam membekali diri dengan keterampilan-keterampilan khusus yang dapat menunjang kehidupan hari tua. Pertanyaan: 1. Apakah yang dimaksud dengan keterampilan hidup atau life skill ?

2. Mengapa seorang remaja perlu membekali diri dengan keterampilan hidup? 3. Sebutkan lima contoh keterampilan hidup yang Anda senangi dan bagaimana cara Anda memperoleh keterampilan-keterampilan tersebut!

Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

125

4. Melalui media apa sajakah keterampilan hidup itu dapat diserap? 5. Apa yang akan terjadi bila seorang individu yang memasuki usia akhir dewasa tidak memiliki keterampilan hidup?

PROSES SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN INDIVIDU
Setiap manusia sejak kecil hingga dewasa senantiasa berada di lingkungan individu yang lain, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerabat, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan, maupun lingkungan masyarakat luas. Proses ini lebih tepat disebut proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi, seorang individu akan mendapatkan segala sesuatu yang baik maupun yang buruk di dalam masyarakat yang meliputi hampir semua segi kehidupan. Misalnya, bidang kesenian, olahraga, perdagangan, masalah hukum, masalah perkawinan, dan lain sebagainya. Melalui proses sosialisasi, orang akan bertambah banyak pengalamannya serta berkembang prinsip-prinsipnya hingga akhirnya terbentuk persepsi dan pola pikir yang didasarkan pada nilai-nilai yang diserap dalam proses sosialisasi. Gambaran umum dari perilaku yang khas seorang individu dinamakan kepribadian. Kepribadian ini dapat dilihat dari keseluruhan perilaku yang sehari-hari diperbuat oleh seseorang. Pertanyaan: 1. Kapankah kepribadian seseorang akan menjadi baik? Dan kapankah kepribadian seseorang akan menjadi buruk? 2. Jelaskan bagaimana korelasi antara kepribadian dan proses sosialisasi yang dialami oleh seorang individu! 3. Sebutkan komponen-komponen dari kepribadian seseorang yang terlihat dari aktivitas kesehariannya! 4. Mengapa seorang anak perlu dibatasi lingkungan pergaulannya? 5. Bagaimana peranan warisan biologis dalam pembentukan kepribadian seorang anak?

126

Sosiologi SMA/MA Kelas X

1. Norma dan nilai merupakan pedoman bagi individu yang melaksanakan proses sosialisasi, bahkan menjadi pedoman bagi semua warga masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seseorang pada hakikatnya akan mempelajari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat untuk dipedomani yang selanjutnya seorang individu dapat berperilaku secara tepat sehingga dapat sukses dalam pergaulan. 2. Perbedaan nilai dan norma sosial Nilai sosial: dibuat lebih dulu daripada norma sosial, bersifat implisit, dan belum dilengkapi dengan sanksi. Norma sosial: dibuat untuk melaksanakan nilai-nilai sosial, bersifat eksplisit, dan sudah dilengkapi dengan sanksi. 3. Fungsi nilai dan norma sosial adalah sebagai petunjuk arah perilaku, benteng perlindungan, dan pendorong atau motivator. 4. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan nilai dan norma meliputi perubahan struktur pemerintahan, perubahan tingkat peradaban, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penemuan-penemuan baru, dan pengaruh kebudayaan asing. 5. Tujuan sosialisasi adalah untuk mengetahui lingkungan sosial, lingkungan fisik, nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di dalam suatu masyarakat, dan mengetahui lingkungan sosial budaya suatu masyarakat. 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi sosialisasi Faktor Intrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam seorang individu. Faktor Ekstrinsik yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri seseorang. 7. Media sosialisasi terdiri atas keluarga, lingkungan permainan, lingkungan pendidikan,lingkungan kerja, dan media massa. 8. Faktor-faktor pembentuk kepribadian Faktor Warisan Biologis: ciri-ciri fisik, golongan darah, bakat, dan sifat-sifat khas. Faktor Lingkungan: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan pergaulan (lingkungan kerja), media massa, dan lingkungan masyarakat luas. 9. Kepribadian tiap-tiap individu dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh corak kebudayaan, di mana individu itu hidup dan berkembang menjadi dewasa (social determinism).
Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian

127

. tabiat C. perangai C. bakat-bakat D. 4. A. 1. imajinasi 6. . 2. golongan darah 4. kondisi fisik E. pengendalian emosi C.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. 3. . . budi pekerti 5. . 3. . 1. . . kejiwaan B. 5 E. karakter D. 3. prakarsa 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang adalah seperti berikut. . D. ego E. yang merupakan bagian atau unsur kepribadian seseorang adalah . C. . kegemaran 3. Faktor-faktor berikut ini yang bukan merupakan faktor-faktor warisan biologis adalah . prakarsa B. 2. . kecuali . 4 D. 6 C. B. A. 128 Sosiologi SMA/MA Kelas X . perilaku keseharian E. 5. 5. 2. A. . Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. kepribadian 2. . 4. 6 5. A. 3. lingkungan keluarga B. 4. Gambaran umum mengenai kejiwaan manusia yang teraktualisasi dalam bentuk perilaku yang khas dari seorang individu disebut . 5 B. perangai 4. . tingkat kecerdasan (IQ) Dari pernyataan di atas. Untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dapat diperhatikan melalui . hati nurani D. 2. kerja sama 3. . dan E! 1.

. Proses sosialisasi primer adalah . Pernyataan berikut ini yang merupakan penjabaran dari istilah social determinism adalah . . 2. . 3. . 3. 1. Budaya merupakan perwujudan dari kepribadian masyarakat. sekolah D. pengetahuan tentang lingkungan alam 2. A. keluarga E. D. C. Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 129 . Setiap masyarakat memiliki struktur budaya yang berlainan. A. . B. 4 C. . Tiap-tiap individu memiliki corak kepribadian yang berbeda-beda. warisan biologis C. Corak kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh budaya masyarakatnya. 1. struktur sosial dan personil dari masing-masing status dalam struktur sosial 4.A. . Proses sosialisasi yang dilakukan oleh seorang pejabat baru pindahan dari daerah lain merupakan contoh dari . lingkungan keluarga D. . . strata dan popularitas diri 5. norma dan nilai sosial 3. 2. masyarakat 7. budaya masyarakat setempat 6. lingkungan alam B. 4 9. . . . penemuan baru E. proses sosialisasi di lingkungan sekolah B. Salah satu perwujudan dari kehidupan sosial dalam masyarakat adalah kegotongroyongan. 2. . Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki imtak (iman-takwa) dan iptek (ilmu pengetahuan-teknologi) yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi . sesuatu yang dapat diperoleh seseorang dalam proses sosialisasi adalah . A. 8. proses sosialisasi di lingkungan tempat tinggal yang baru D. A. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. 5 B. 3 D. 1. proses sosialisasi pada lingkungan teman sepermainan 10. proses intuitif Berdasarkan pernyataan di atas. proses sosialisasi di lingkungan kerja E. E. 5 E. 2. proses sosialisasi di lingkungan keluarga dan masyarakat setempat C. . 1. pemerintah B. multimedia C. .

A. nilai Prof. Fungsi nilai sebagai pendorong. moral E. dan nominal material. dan nominal mutlak. mengajar ilmu pengetahuan 12. dibawa sejak lahir melalui orang tua 130 Sosiologi SMA/MA Kelas X . vital. nilai C. . . religius B. dan moral 14. menuntun manusia untuk berbuat baik B. . kesopanan. yaitu . menentukan kepentingan individu dalam masyarakat D. . . . petunjuk arah dalam pemenuhan kebutuhan 16. spritual. sosialisasi sekunder E. . . etika C. nilai D. Nilai sosial memiliki ciri-ciri antara lain . proses enkulturasi 11. dan moral abstrak. Segala sesuatu yang berguna bagi manusia sehingga orang dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas termasuk dalam nilai . mendidik budi pekerti E. dan kerohanian material. vital 15. Keunggulan lembaga sekolah bagi pembinaan generasi muda terletak pada peranannya dalam . pengendali sosial dari perbuatan yang menyimpang E. . . Notonegoro. melatih keterampilan D. maksudnya adalah . kehidupan kelompok untuk memenuhi kebutuhan khusus E. . sosialisasi primer D. nilai E. A. A. . . . menentukan interaksi sosial bersama makhluk individu 13. . sosialisasi B. A. mensosialisasikan nilai dan norma C. nilai B. Nilai dan norma mempunyai hubungan saling berkaitan yang merupakan dasar dalam . memberikan rasa kebersamaan D. 1. konkret. kesusilaan. material D. nisbi. adaptasi C. Dr. menyatukan kelompok yang mengalami konflik C. . nilai dibagi atas tiga. . kehidupan bersama sebagai realita sosial C.A. merupakan hasil interaksi antarwarga masyarakat 2. Menurut A. kehidupan sosial yang bersifat abstrak B. . membudayakan masyarakat B.

penanaman nilai dan norma sosial D. adanya kebebasan media massa B. Sejak kecil Lita selalu dibimbing dan diarahkan oleh orang tuanya agar melakukan sesuatu dengan baik dan benar. . banyaknya teman dalam pergaulan D. teman sekoah 19. mempengaruhi perkembangan pribadi individu. Lita mengalami proses sosialisasi. . pembentukan kepribadian sosial E.3. proses sosialisasi yang tidak sempurna Bab 4 Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian 131 . lingkungan sekolah E. 4 E. . . Dalam hal ini. Salah satu pepatah yang mengatakan “lain ladang lain belalang. terbentuk melalui proses sosialisasi 4. Meskipun sudah tahu akibat buruk dari penyalahgunaan narkoba. lingkungan masyarakat D. lain lubuk lain ikannya” memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap daerah memiliki . Kasus ini terjadi sebagai akibat dari . 3. A. . . peningkatan kepekaan sosial 20. Seorang anak akan merasa aman dan mendapat pengalaman dalam kelompoknya. 2. 4. 4 B. 5 C. baik positif maupun negatif Pernyataan di atas yang benar adalah . 3 D. kenyataannya masih banyak remaja yang terjebak untuk mengkonsumsi. yang merupakan media sosialisasi adalah . . . A. tingkat perkembangan yang berbeda dengan daerah lain B. . . tuntutan kehidupan yang berbeda dengan daerah lain D. nilai-nilai yang berbeda dengan daerah lain E. tata kelakuan yang berbeda dengan daerah lain 18. yaitu . A. lingkungan masyarakat yang buruk E. pemulihan tindakan anak yang bersifat asosial B. 1. . teman bermain C. A. teman kerja B. 3. . . . 1. 1. 3. menurunnya kualitas pendidikan C. A. mempunyai pengaruh yang sama sesuai dengan kebudayaan 5. kebiasaan hidup yang berbeda dengan daerah lain C. 3. 5 17. . pembelajaran ilmu pengetahuan sosial C. Dalam hal ini. 2.

Apa tujuan seorang individu melaksanakan proses sosialisasi? 132 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Jelaskan bagaimana peranan norma dan nilai dalam proses sosialisasi! 3. Mengapa norma dan nilai dapat mengalami pergeseran? Jelaskan! 5. Sebutkan macam-macam norma sosial! 4. Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi? 2. Apakah yang dimaksud dengan kepribadian? 6. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian pada diri seseorang! 8.Soal Essay Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam media sosialisasi! 10. Apa yang dimaksud dengan nilai sentral? Bagaimana peranannya dalam bentuk perilaku? 9. Jelaskan bagaimana korelasi antara proses sosialisasi dan proses pembentukan kepribadian! 7.

Perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai inilah yang dinamakan perilaku menyimpang yang menggelisahkan masyarakat sehingga masyarakat mengambil suatu tindakan yang disebut pengendalian sosial. uraian berikut akan menjelaskan bagaimana keterkaitan nilai dan norma sosial. perilaku menyimpang.id D alam perkembangan masyarakat tidak selamanya orangorang berperilaku sesuai norma dan nilai.google.PERILAKU MENYIMPANG Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasikan terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna.co. Mendeskripsikan cara-cara untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. Bab 5 Perilaku Menyimpang 133 . Untuk membahas lebih lanjut. Mengklasifikasi jenisjenis perilaku menyimpang. Sumber: http/images. dan pengendalian sosial.

Tidak mampu menyerap norma Proses belajar yang menyimpang Ketegangan Antarkebudayaan Proses sosialisasi yang tidak sempurna Pelampiasan rasa kecewa Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Perilaku Menyimpang Tindakan anti sosial Sikap melanggar norma Pelanggaran Norma Delinkuensi Kriminalitas Sikap anti kemapanan Pengendalian Sosial 134 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang miskin karena kemiskinannya. Kenakalan remaja pada umumnya terjadi akibat gagalnya keluarga menjalankan fungsi-fungsinya. Kenakalan remaja sering kali menjadi benih awal dari suatu kriminalitas. melainkan berdasarkan ukuran norma dan nilai yang berlaku di dalam masyarakat tertentu. Perilaku-perilaku ini merugikan warga masyarakat secara sosiologis sehingga akan menjadi penghambat tumbuh dan berkembangnya suatu masyarakat. Perilaku menyimpang ini meliputi hal-hal berikut ini. serta tidak mengetahui prinsip baik dan buruk. yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. a. minum-minuman keras. b. Kejahatan kerah biru (blue collar crime). norma agama. Tapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma-norma atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. mencuri buah-buahan. PERILAKU MENYIMPANG Perilaku menyimpang merupakan akibat proses sosialisasi yang salah atau proses sosialisasi terhadap sub-sub kebudayaan yang menyimpang.A. Norma yang dilanggar meliputi norma adat dan kebiasaan. Kegagalan ini kemudian menjadi beban masyarakat ketika seorang anak tidak mengetahui prinsip-prinsip benar dan salah. Suatu tindakan yang mungkin pantas dan dapat diterima di suatu tempat lain. Bab 5 Perilaku Menyimpang 135 . perkelahian pelajar. Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh siapapun. dan lain-lain. mulai dari anak muda hingga orang dewasa pernah melakukannya. Kriminalitas terdiri atas kejahatan kerah biru dan kejahatan kerah putih. baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengertian Perilaku Menyimpang (Social Deviation) Yang dimaksud perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat baik secara individual maupun secara kolektif. Jadi. terutama adalah hukum pidana. Contoh delinkuensi: berkatakata jorok. norma kesusilaan dan kesopanan. Kejahatan (Criminality) Kejahatan atau kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa yang bertentangan dengan norma-norma hukum. dapat dikatakan bahwa aturan yang menjadi dasar adanya penyimpangan bukanlah baik atau buruknya perbuatan itu menurut pengertian umum. 1. terutama fungsi pendidikan dan fungsi pengawasan sosial. maupun norma hukum. Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Semua bentuk perilaku remaja yang belum dewasa secara hukum yang bertentangan dengan nilai-nilai dan norma sosial yang ada dikategorikan sebagai kenakalan remaja.

Merton mengemukakan bahwa penyimpangan perilaku terjadi karena masyarakat mempunyai struktur budaya dengan sistem nilai yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu standar nilai yang dijadikan suatu kesepakatan untuk dipatuhi bersama. 2. Pada akhirnya terjadi penyimpangan-penyimpangan perilaku. ritualisme. padahal struktur budaya yang satu dengan struktur budaya yang lain saling bertentangan. Hal ini terjadi pada perkampungan-perkampungan yang berserakan dan tidak teratur. Keadaan anomi bisa menyebabkan penyimpangan sosial selanjutnya dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi. di mana perilaku menyimpang dianggap hal yang biasa. Cara-cara Adaptasi Konformitas Inovasi Ritualisme Pengasingan diri Pemberontakan ± ± Tujuan Budaya Cara-cara yang Melembaga Tabel 5. melainkan karena keserakahannya. ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut. Kejahatan ini dilakukan semata-mata bukan karena kekurangan atau kemiskinan. dan pemberontakan. Beberapa Teori Penyimpangan a. 4. Teori Anomi Robert K. 136 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kejahatan berawal dari proses sosialisasi terhadap subkebudayaan yang memang salah dan menyimpang. 2. Teori Kebudayaan Khusus yang Menyimpang Teori ini dikemukakan oleh Shaw dan McKay. individu-individu belajar mengenal tujuantujuan budaya tersebut. yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan penguasa. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya. masing-masing masyarakat akan berperilaku dengan standarnya masing-masing. yaitu konformitas. No. Akibatnya. b.1 Tabel Tipologi Adaptasi Individual dari Merton. 3. bahkan dianggap perilaku yang normatif.Kejahatan kerah putih (white collar crime). pengasingan diri. 5. Menurut Merton. Menurutnya. inovasi. 1. Generasi baru yang dilahirkan di lingkungan ini pun dengan sendirinya akan menyerap nilai-nilai yang memang menyimpang sejak awal.

Tanda + menunjukkan sikap menerima. dia tidak memakai joki dan menyontek. Dalam teori sosiologi. seseorang yang ingin lulus ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) agar menjadi mahasiswa PTN. cara yang disetujui untuk mencapainya hanya memungkinkan segelintir orang untuk berhasil. Untuk mencapainya. Dalam konteks ini. Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis.Keterangan: Ada lima macam tingkah laku manusia yang berkaitan dengan budaya dengan caracara yang disetujui untuk mencapai tujuan tersebut. namun dalam kenyataannya. Dalam suatu perombakan struktur nilai. tanda – berarti sikap menolak. meskipun masyarakat kita mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan dan kedudukan sosial yang tinggi. Misalnya. Sumber: Pilars. Mereka yang melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan atau cara-cara yang benar. akan berupaya untuk melanggar peraturan ini. makna konformitas adalah suatu sikap yang menerima tujuan sesuai dengan nilai-nilai budaya dan cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. 8–14 Desember 2003 Gambar 5. tetapi menolak cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan. Bab 5 Perilaku Menyimpang 137 . sedangkan menjadi mahasiswa merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Korupsi merupakan cara yang tidak disetujui dalam mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Contohnya. dan tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh. seringkali terjadi pembaruan-pembaruan untuk menyempurnakan tata nilai lama yang dianggap tidak sesuai. Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat. dan tanda ± berarti penolakan terhadap nilai-nilai yang berlaku dan berupaya dengan nilai-nilai baru. misalnya korupsi. terjadilah suatu inovasi nilai.1 Perilaku menyimpang berupa tindakan yang melanggar hukum ditidaklanjuti dengan memasukkan pelaku ke ruang tahanan. Inovasi adalah suatu sikap menerima tujuan sesuai dengan nilai budaya.

walaupun dilakukan hanya satu kali. penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam. seseorang yang melakukan tindakan pencurian di wilayah tempat tinggalnya. yaitu penyimpangan positif dan penyimpangan negatif. Misalnya. Sifat-Sifat Penyimpangan Penyimpangan perilaku memang tidak selamanya mempunyai pengaruh yang buruk bagi masyarakat. Selanjutnya. Ada banyak teori penyimpangan. Teori ini dijelaskan dengan memakai bantuan konsep penyimpangan primer dan sekunder. Sebabnya masa depan seseorang yang telah terlanjur dianggap sebagai penyimpangan sekunder bisa berubah secara drastis. c.Pemberontakan adalah sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara yang baru. Oleh karena itu. 138 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sikap menolak tujuan sesuai dengan nilai budaya dengan menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan disebut ritualisme. 1. khususnya penyimpangan sekunder. Pada dasarnya. ritualisme dan pengasingan diri. teori manakah menurut Anda yang paling baik? Apa alasannya? 3. Berdasarkan sifatnya. namun cap itu sendiri jauh lebih diperhatikan melebihi status-status yang lainnya. teori ini adalah teori pemberian label atau cap terhadap suatu tindakan penyimpangan. oleh masyarakat diberi cap sebagai pencuri. teori ini disebut pula teori pemberian cap. Sebaliknya pada pengasingan diri. contohnya kaum revolusioner. Teori Reaksi Masyarakat Teori penyimpangan yang ketiga adalah teori reaksi masyarakat. seorang individu atau kelompok masyarakat menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang melembaga. Sebutkan lima bentuk penyimpangan sosial yang masih tergolong ringan! 4. Contohnya: meskipun masyarakat kita menolak pengaturan zakat. Jelaskan bagaimana kaitan antara kenakalan remaja dan kriminalitas! 3. namun mereka menerima cara-cara yang melembaga untuk mencapai tujuan perzakatan. Jelaskan mengapa orang harus berperilaku seperti norma dan nilai! 2. Meskipun kesehariannya bertingkah laku baik.

Pelanggaran terhadap kaidah susila dan adat istiadat biasanya dinilai berat. 1. Tindakan perilaku menyimpang ini dianggap tercela oleh masyarakat. walaupun cara atau tindakan yang dilakukan itu seolah-olah menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Seseorang dikatakan menyimpang secara positif jika dia berusaha merealisasikan suatu cita-cita namun masyarakat pada umumnya menolak atau tidak dapat menerima caranya. Akibatnya yang diterima bukan pujian melainkan celaan. Perilaku menyimpang tersebut juga dapat terjadi ketika seorang individu tidak mampu mendalami norma-norma masyarakat yang berlaku dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini.Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal. ia cenderung tidak sanggup menjalankan perannya sesuai dengan perilaku yang pantas menurut ukuran masyarakat. Ketidaksanggupan Menyerap Norma-norma Kebudayaan Proses ini berlangsung ketika seseorang individu tidak mampu membedakan perilaku yang pantas dan yang tidak pantas. b. Contoh: wadah pergaulan dalam bentuk “kontak jodoh” yang mungkin belum dapat diterima oleh anggota masyarakat karena dianggap melampaui batas. Penyebab Perilaku Menyimpang Berdasarkan tinjauan multidimensi. Ini dapat terjadi karena seseorang menjalani proses sosialisasi yang tidak sempurna. Proses sosialisasi tidak akan berhasil jika sejak kecil seseorang mengamati kemudian meniru perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang-orang dewasa. Hal ini terjadi misalnya karena seorang individu kesulitan dalam berkomunikasi ketika bersosialisasi. B. Kasus ini tampak pada seseorang yang berasal dari keluarga berantakan. TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG SEBAGAI HASIL SOSIALISASI YANG TIDAK SEMPURNA Proses sosialisasi yang tidak sempurna dapat membentuk perilaku menyimpang. Proses Belajar yang Menyimpang Proses belajar suatu subkebudayaan yang menyimpang akan menimbulkan perilaku-perilaku baru pada generasi baru yang menyimpang dari norma dan nilai Bab 5 Perilaku Menyimpang 139 . pelakunya dikucilkan dan bobotnya diukur menurut kaidah sosial yang dilanggar. terutama orang-orang di sekitarnya. a. padahal sebenarnya tidak. Individu juga dapat tidak berhasil melakukan sosialisasi jika ia tidak memiliki kepercayaan diri dan kemampuan dalam proses sosialisasi tersebut. Penyimpangan negatif adalah kecenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Biasanya bila anak ini terjun ke masyarakat yang lebih luas.

Akibat Proses Sosialisasi Nilai-nilai Subkebudayaan Menyimpang Sebagaimana disinggung di depan. tetapi juga cara-cara yang diperkenankan oleh kebudayaan tersebut untuk mencapai tujuan tadi. Setiap masyarakat tidak hanya memiliki tujuan-tujuan yang dianjurkan oleh kebudayaan. Perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang sengaja dapat terjadi melalui kelompok-kelompok gelap yang tujuannya benar-benar mengajarkan penyimpangan. Hal ini menjadi titik awal terjadinya penyimpangan. Jika pergaulan ini memiliki pola sikap dan perilaku menyimpang. Ikatan Sosial yang Berlainan Dalam suatu masyarakat memang terdapat kerabat-kerabat dengan ikatan sosial yang berbeda-beda dan struktur tata nilai yang berbeda pula.yang ada. Adapun terjadinya proses belajar perilaku menyimpang sama halnya dengan proses belajar yang lainnya. Proses sosialiasi ini terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. Adakalanya nilai-nilai sentral ini sangat berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Setiap orang biasanya berhubungan dengan kelompok yang berlainan. Nilai sentral ini merupakan nilai yang paling dipedomani oleh seseorang. Perilaku menyimpang sering kali merupakan akibat dari sosialisasi yang sengaja maupun tidak sengaja. d. Apabila seseorang tidak diberi peluang untuk memilih. 140 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sikap Mental yang Tidak Sehat Perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai sentral yang ada pada diri manusia itu. maka cara-cara ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketegangan antara Kebudayaan dan Struktur Sosial Pada masyarakat multikultural memang terdapat perbedaan-perbedaan struktur budaya yang sangat mendasar. Terutama karena berasal dari masyarakat yang mempunyai struktur budaya yang berlainan. e. bahwa proses sosialisasi akan menghasilkan sesuatu yang baik dan yang buruk yang kadang berlangsung secara tumpang tindih tanpa disadari. Dengan hubungan ini. Hubungan dengan kelompokkelompok tersebut akan cenderung membuatnya mengidentifikasi dirinya dengan kelompok yang paling dihargainya. c. Mereka membentuk subkebudayaan yang berbeda dari kebudayaan umumnya. f. Hal ini dapat terjadi karena orang yang melakukan perilaku menyimpang tidak merasa bersalah atau menyesal. Proses belajar ini terjadi melalui interaksi sosial dengan orang lain khususnya orang-orang berperilaku menyimpang yang sudah berpengalaman. sehingga kemungkinan besar akan terjadi perilaku menyimpang. ia akan memperoleh pola-pola sikap dan perilaku kelompoknya. maka kemungkinan besar ia juga akan menunjukkan pola-pola perilaku menyimpang.

sering kali perilaku menyimpang itu dilakukan untuk menunjukkan keberanian seseorang untuk melakukan sesuatu. Hal inilah yang menjadi titik awal terjadinya penyimpangan perilaku akibat dorongan pemenuhan kebutuhan ekonomi. 1. Bentuk-Bentuk Perilaku Menyimpang Akibat Perubahan Sosial Budaya Proses perubahan sosial budaya yang sangat mendasar dan berlangsung relatif cepat mengakibatkan munculnya perilaku-perilaku menyimpang. jagoan. Selanjutnya sering kali kekecewaan ini memunculkan perilaku-perilaku yang merupakan pelampiasan dari rasa kekecewaannya itu. termasuk perilaku-perilaku yang menyimpang. mabuk-mabukan. Mengapa sosialisasi yang tidak sempurna dapat menyebabkan perilaku menyimpang? 2. Keadaan inilah yang membuat orang mengalami kekecewaan. Misalnya. Misalnya: berkelahi. Perilaku menyimpang kadang-kadang dilakukan sekedar untuk gaya-gayaan atau keinginan untuk dipuji. Dorongan Kebutuhan Ekonomi Sebagaimana diketahui bahwa kebutuhan hidup tidak selamanya tersedia dan mudah dijangkau. Mereka merombak sistem perilaku lama sehingga yang pada mulanya merupakan sesuatu yang benar namun sekarang menjadi sesuatu yang salah dan menyimpang. Keinginan untuk Dipuji atau Gaya-gayaan Di lingkungan orang-orang yang sebaya. Sebutkan macam-macam perilaku menyimpang! 2. h. dan lainnya. Terkadang keinginan tidak sesuai dengan kemampuan. i. Bab 5 Perilaku Menyimpang 141 . dilakukan biar dianggap hebat. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor penyebab perilaku menyimpang! 3. Seseorang yang terdesak kebutuhan ekonominya jika tidak memiliki iman yang kuat atau tidak dapat mengendalikan diri atau tidak mau bekerja keras dapat terdorong menjadi penjahat. Pelampiasan Rasa Kecewa Tidak selamanya keadaan yang ada di hadapan kita sesuai dengan keinginan kita.g. seseorang yang mengalami rasa kecewa atau kepahitan hidup dapat melakukan perilaku menyimpang sebagai usaha pelarian atau pelampiasan terhadap rasa kecewanya atau kesulitannya itu. penyalahgunaan narkotika.

Contoh: sikap-sikap ajaran komunis sosialis seperti 142 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kasus Indonesia yang sejak merdeka hingga sekarang setidaknya telah terjadi tiga kali revolusi sosial. b. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan Orde Lama ke Orde Baru Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1965/1966 pada saat pemerintahan Orde Lama lengser dari panggung kekuasaan dan diganti dengan pemerintahan Orde Baru. dan gaya kepemimpinan yang otoriter. Pada masa berikutnya. pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Contoh: penggunaan bahasa Belanda dan bahasa Jepang yang merupakan peninggalan bangsa penjajah.Sumber: Men’s Obsession.2 Adanya tindakan revolusioner dari rakyat berupa tuntutan agar terjadi pergantian pimpinan dalam pemerintah merupakan wujud ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. dan di mana peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi. yaitu dari sistem kolonialis menjadi sistem demokrasi di bawah pemerintahan bangsa sendiri. Revolusi Sosial pada Awal Kemerdekaan Pada masa ini terjadi perubahan sosial yang sangat mendasar pada struktur pemerintahan. Ketika terjadi perubahan secara cepat. yaitu perubahan sosial yang mendasar dan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat terjadi di awal kemerdekaan. Edisi Khusus 2005 Gambar 5. Perilaku ini merupakan contoh perilaku menyimpang akibat perubahan sosial budaya pada masa itu. Sebagai contoh. terjadi strukturstruktur budaya lama yang masih muncul pada masa sekarang. perilaku-perilaku dan ajaran komunis masih muncul yang selanjutnya dapat disebut perilaku menyimpang akibat perubahan sosial pada masa itu. Pada masa ini terjadi perombakan susunan kabinet 100 menteri dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). a.

Sesuatu yang dianggap baik dan dipedomani pada masa pemerintahan Orde Baru menjadi sesuatu yang menyimpang pada masa sekarang. cara berbicara. tetapi berdasarkan adat dan kebiasaan. c. Hingga saat ini kita masih berada pada Orde Reformasi. c. yaitu ketika kekuasaan Orde Baru turun dari panggung politik di Indonesia yang dilanjutkan dengan Pemilihan Umum pada tahun 1999. Penyimpangan seksual ini merupakan penyimpangan terhadap norma kesusilaan dan kesopanan. dan lain-lain. Sebagai contoh penyimpangan seksual antara lain: kumpul kebo. Contoh: sikap mengekang kebebasan dan sikap sentralistik. Penyimpangan seksual Pada dasarnya. yaitu apabila seseorang dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak seperti yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. dan terhadap norma agama dan norma hukum. Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan gaya hidup merupakan salah satu bentuk penyimpangan ringan. penyimpangan seksual adalah penyimpangan perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan pernikahan antara pria dan wanita. Ini terjadi karena adanya perubahan struktur budaya pada masa peralihan tersebut. penyimpangan gaya hidup sudah termasuk penyimpangan yang sangat mendasar terutama bagi masyarakat tradisional.bekerja sama untuk kepentingan bersama dan segala sesuatu menjadi hak milik bersama. pelecehan seks. Bab 5 Perilaku Menyimpang 143 . b. Secara hukum perilakuperilaku tersebut belum dianggap salah. dan pemerkosaan. penyimpangan jenis ini belum melanggar norma. Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan pemakaian barang konsumsi ini merupakan bentuk penyimpangan terhadap norma agama dan norma kebiasaan. a. Revolusi Sosial pada Masa Peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi Masa peralihan ini terjadi sekitar tahun 1998 dan 1999. terhadap norma adat dan kebiasaan. Penyimpangan gaya hidup ini bisa berupa cara berpakaian. Hal ini juga membuat perilaku tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh warga masyarakat pada umumnya. penyimpangan-penyimpangan sosial dalam masyarakat itu dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis penyimpangan besar. Secara hukum. antara lain sebagai berikut. Contohnya. pelacuran. solidaritas sosial yang sangat terbatas. tetapi oleh para alim ulama melalui khotbahkhotbahnya perilaku ini telah dinyatakan sebagai perilaku yang kurang terpuji sehingga perlu untuk dihindari. Secara umum. ada kalanya kelompok orang-orang kaya memenuhi kebutuhan secara mewah dan berlebihan.

Perilaku-perilaku kriminal yang bertentangan dengan norma hukum pidana misalnya: penipuan dan pemerasan. Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) Penyimpangan kriminalitas merupakan perilaku warga masyarakat yang telah dewasa hukum yang bertentangan dengan norma-norma hukum. perusakan. b. penyimpangan kriminal. penyimpangan tidak akan terulang lagi. pencurian. penganiayaan. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan yang dilakukan sekali dan untuk yang pertama kali. Penyimpangan ini dapat meliputi penyimpangan seks. Penyimpangan ini merupakan penyimpangan dalam kategori yang ringan dan sering kali disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan atau ketidaktahuan dari orang yang melakukannya. Berdasarkan jumlah pelakunya. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua tingkatan. b. bahkan pelakunya memiliki kecakapan khusus atau terspesialis dengan jenis pelanggaran yang dilakukannya. Kolusi dapat terjadi di kalangan pemerintah maupun di kalangan swasta. dan perampokan. a. Berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran. penyimpangan sosial dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. terutama hukum pidana. serta melembaga yang disebut pula sebagai kolusi. Setelah itu. Contoh: pencopet. a. pemalsuan dokumen. atau penyimpangan gaya hidup. yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. pencuri sepeda motor. . yaitu penyimpangan perorangan dan penyimpangan kelompok. pembunuhan.d. Yang pasti kolusi akan mengakibatkan korban yang lebih banyak dan sering kali berlangsung dalam waktu yang sangat panjang. Penyimpangan jenis ini sering kali terjadi di lingkungan birokrasi berupa penyimpangan penyalahgunaan kekuasaan pada jabatan tertentu. dan lain-lain. Penyimpangan perorangan Penyimpangan perorangan adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan orang perorangan. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinir. Jenis pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang mempunyai esensi berat dan perlu mendapatkan sanksi maksimal berdasarkan hukum yang berlaku. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan berkali-kali.

kepolisian dan intelejen selalu berusaha untuk menangkap dan mengadili pihak-pihak yang telah memalsukan uang pemerintah RI.3 Penggantian jenis-jenis uang yang beredar secara berkala oleh Peruri dimaksudkan untuk menghindari pemalsuan uang. b. September 2003 Gambar 5. informasi dari masyarakat terhadap semua bentuk pelanggaran merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi kepolisian untuk memberantas tindakan penyimpangan tersebut. sedangkan kolusi merupakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama dan melembaga. PERURI (Perusahaan Uang Republik Indonesia) senantiasa secara berkala mengganti jenis-jenis uang yang beredar untuk menghindari adanya pemalsuan terhadap jenis uang tertentu. Oleh karena itu. Pemalsuan dokumen meliputi pemalsuan materai. Sumber: Garuda. perangko. Korupsi. kolusi. dan nepotisme Korupsi dapat dipahami sebagai suatu sikap untuk memperkaya diri dengan cara mengambil atau memanfaatkan uang negara. surat-surat berharga seperti ijazah. Oleh karena itu.Beberapa jenis penyimpangan sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut. a. Pelanggaran tipe ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang justru ahli dalam bidangnya dan sering kali membentuk suatu sindikat yang justru melibatkan orang-orang pandai bahkan aparat. cek. Di samping itu. dan lain sebagainya. perjanjian-perjanjian. Korupsi bisa dilakukan di lingkungan pemerintah maupun di lingkungan swasta. Nepotisme merupakan suatu bentuk kejahatan berbentuk memberikan toleransi yang lebih kepada keluarga dan kerabatnya dalam kaitan dengan birokrasi Bab 5 Perilaku Menyimpang 145 . Pemalsuan uang dan dokumen Hampir setiap dekade di Indonesia ada saja pihak-pihak yang memalsukan uang pemerintah RI.

dan perkosaan. Pembobolan bank Sistem komputerisasi perbankan yang bersifat terbuka (on line) sering kali menjadi incaran para pembobolan bank. g. Selain itu. Alkoholisme (miras) Minum-minuman beralkohol yang melebihi ambang batas dilarang oleh hukum karena dapat mendorong terjadinya tindak kriminal yang lain. pencurian perhiasan dan uang. d. dan pencurian ternak. h. atau tindakan anarkis yang merusak seperti membakar rumah dan fasilitas-fasilitas tertentu. Dalam suatu perkelahian massal. 146 Sosiologi SMA/MA Kelas X . baik dengan senjata tajam maupun senjata api. Penyimpangan seks Penyimpangan seks merupakan penyimpangan sosial pada aktivitas seks yang dilakukan antara laki-laki dan perempuan yang menyimpang dari normanorma agama atau pun norma hukum. Perampokan. antara lain: pelacuran (prostitusi). homoseksual. sering kali berbuntut penganiayaan. Namun yang jelas nepotisme merupakan suatu penyimpangan perilaku secara tidak wajar dan menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat umum. Pembobolan bank biasanya melalui transaksi kredit yang diberikan oleh bank kepada nasabah fiktif. Penyimpangan perilaku tipe ini penyelesaiannya harus lebih hati-hati. Kasus pembobolan bank sering terjadi karena lemahnya pengawasan dan canggihnya sistem transfer dana dari bank yang satu ke bank yang lain. Ada banyak jenis pencurian yang biasa terjadi di dalam masyarakat.pemerintahan maupun pengadaan barang. Nepotisme bisa berarti melanggar hukum. lesbian. pembunuhan. yaitu dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta kedua belah pihak. dan pembunuhan Perampokan pada umumnya dilakukan dengan mengancam. pencurian barang-barang elektronik. bisa juga tidak melanggar hukum. Pencurian Pencurian merupakan suatu tindak pelanggaran kriminal dengan mengambil barang-barang milik orang lain secara tidak sah. e. Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Aksi perkelahian massal merupakan bentuk solidaritas sosial yang negatif dari suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. Pelaku umumnya orang-orang dalam di lingkungan bank yang bersekongkol dengan orang-orang tertentu selaku nasabah. Ada beberapa macam penyim-pangan seks. c. Rangkaian tindakan perampokan sering kali berkaitan dengan tindak penganiayaan dan bahkan pembunuhan. f. antara lain: pencurian sepeda motor dan mobil (curanmor). penganiayaan.

Kepentingan individu atau kelompok tertentu sering kali menimbulkan penyimpangan-penyimpangan. putaw. Bandung. Apa yang dimaksud dengan pengendalian korupsi. dan lain-lain. jenewer. dan lain-lain. Hal-hal yang dapat menyebabkan perkelahian pelajar antara lain: pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang tidak terisi sesuai dengan jadwal. wiski. kurangnya pengawasan dari pihak sekolah. Surabaya. sabu-sabu. dan ganja. kurangnya pengawasan orang tua siswa. bahkan memaksa warga masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan norma. Dengan begitu. heroin. Untuk itu. Narkotika Penyimpangan sosial jenis ini merupakan penyimpangan yang bertendensi ekonomi. Mengapa undang-undang perlu dibuat dengan melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat? 4. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan untuk mengatasi tawuran? Jelaskan pendapatmu! 3. Perkelahian pelajar Kasus perkelahian pelajar merupakan kasus-kasus kenakalan remaja yang marak di kalangan pelajar. Coba jelaskan bagaimana urut-urutan penyelesaian kasus pelanggaran hukum dari awal sampai dengan vonis hakim! 2. yaitu dilakukan oleh orang-orang mampu dan disalurkan oleh orangorang dalam suatu bentuk kegiatan bisnis. Beberapa contoh alkohol atau miras antara lain: ciu. Perkelahian pelajar atau tawuran pada umumnya berlangsung di kota-kota besar seperti Jakarta. Adapun barang-barang yang dapat tergolong narkotika antara lain: ekstasi. dan nepotisme? C. Semarang. Pengendalian sosial di antara Bab 5 Perilaku Menyimpang 147 . pengendalian sosial di antara individu maupun di antara kelompok juga perlu dilakukan. 1. diperlukan pengendalian sosial. j. atau jenis-jenis miras yang lain. mengajak.dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. PENANGGULANGAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang. kehidupan masyarakat pun akan tertib dan teratur. Pengendalian sosial merupakan suatu sistem yang mendidik. Ujung-pandang. kolusi. i.

atau rumah tahanan/lembaga pemasyarakatan. Misalnya. Kunjungilah salah satu lembaga pengendalian sosial yang terdekat dari sekolah Anda. Kegiatan operasional lembaga 148 Sosiologi SMA/MA Kelas X . kejaksaan. Misalnya. Selain itu. di mana ada pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lainnya. hukuman penjara atau berupa denda. Kemudian buatlah laporan ringkas mengenai hal-hal berikut ini! 1. dilakukan cara-cara yang lebih tegas. Jika upaya pengendalian sosial tadi belum berhasil juga. pengendalian sosial juga dapat dilakukan diantara kelompok. Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan. Selain itu. misalnya kepolisian. Pengendalian sosial yang dilakukan diharapkan dapat mengurangi penyimpangan sosial yang terjadi. Seperti apakah cara-cara pengendalian sosial itu dan lembagalembaga apa saja yang melakukannya? Kamu bisa mengetahuinya di bab selanjutnya. Misalnya. ayahmu yang mendidikmu untuk menaati peraturan dalam keluarga. Selain itu juga memberlakukan hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas pada pelanggarnya. Menurut Koentjaraningrat (1922 : 217).individu dilakukan dengan pengawasan individu tertentu terhadap individu lainnya. Hal ini dilakukan misalnya oleh gurumu terhadap murid-muridnya di sekolah. Tugas dan kewenangan lembaga 3. upaya pengendalian sosial dapat dilakukan dengan mempertebal keyakinan para warga masyarakat akan kebaikan adat istiadat dalam berbagai masyarakat. pengadilan. mengembangkan rasa takut dalam jiwa masyarakat yang hendak menyimpang dari adat dengan ancaman dan kekerasan. pengendalian sosial juga dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang mematuhi adat istiadat dan sebaliknya mengembangkan rasa malu dalam jiwa warga masyarakat yang tidak mematuhi adat istiadat. Fungsi dan peranan lembaga 2. Pengendalian sosial di antara individu dan kelompok terjadi ketika individu mengawasi suatu kelompok.

Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyatnya sehingga seluruh kekuatan bangsa tertuju pada satu arah untuk mencapai tujuan negara. Ciri-ciri pemerintah yang baik adalah pemerintah yang dapat menyusun kebijakan yang tepat sesuai dengan harapan warga masyarakatnya. dan wakil presiden karena ketiga komponen bangsa yang penting itu dipilih secara langsung oleh rakyat melalui proses pemilihan umum. Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. presiden. bagaimanakah solusi untuk mewujudkan pemerintah yang baik? Bab 5 Perilaku Menyimpang 149 . Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1.MEWUJUDKAN PEMERINTAH YANG BAIK P emilu tahun 2004 ini merupakan suatu sistem yang lebih baik dan lebih demokratis untuk memilih anggota legislatif. Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. Setujukah kalian bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat (strong government) yang dapat menyatukan pendapat dari seluruh rakyat untuk menuju pada satu arah sesuai dengan tujuan negara? Jelaskan! 2. Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Menurut Anda.

Sebutkan masing-masing dua contoh budaya korupsi. dan nepotisme tak pernah bisa dihapuskan? Mengapa demikian? 4. terutama oleh pejabat-pejabat negara? 2. kolusi. dan nepotisme di kalangan birokrat pemerintah! 5. Pertanyaan: 1. Mungkin hal ini tidak akan sepenuhnya bisa dihilangkan dari tata pergaulan masyarakat kita. kolusi.MENGELIMINIR BUDAYA KORUPSI P ada masa reformasi akhir-akhir ini. budaya korupsi ini dilakukan turun-temurun dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya. dan nepotisme. mulai sekarang generasi-generasi tua harus berani menjadi guru perilaku sosial yang baik dengan meninggalkan secara perlahan dan penuh kesadaran budaya korupsi. Apa alasanmu? 150 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Untuk mengeliminir budaya korupsi. Benarkah bahwa budaya korupsi. Bagaimana upaya pencegahannya melalui proses pewarisan budaya yang baik? 3. kolusi. Tetapi setidaknya dapat ditekan sekecil mungkin pertumbuhannya. hampir semua media massa membahas tentang cara-cara memberantas budaya korupsi. baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dewasa ini memang masih sangat kental dengan budaya korupsi. Di kalangan birokrat. Pada dasarnya. Korupsi memang merupakan sesuatu penyimpangan yang benar-benar menghambat upaya perkembangan masyarakat secara keseluruhan. Setujukah Anda dengan dibentuknya lembaga Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Mengapa korupsi masih kental dilakukan dalam masyarakat kita.

komputer. keadaan ini dapat menjadi potensi terjadinya konflik dalam masyarakat. dan lain-lain. Inilah kasus kesenjangan sosial yang makin lebar. Sebutkan empat faktor penyebab kesenjangan sosial! 2. telepon.KESENJANGAN SOSIAL SEBAGAI POTENSI KONFLIK Salah satu penyebab menjadi semakin tingginya jurang kesenjangan sosial antara golongan kaya dan golongan miskin adalah kehadiran teknologi melalui proses modernisasi dan pembangunan. Pertanyaan: 1. teknologi canggih ini akan berpihak kepada orang-orang kaya dan selanjutnya menjadi sekutu orang-orang kaya untuk menghasilkan barang dan mendatangkan uang. Jelaskan bagaimana kaitan antara modernisasi dan kesenjangan sosial! 3. teknologi-teknologi baru diimpor oleh agen modernisasi dan pembangunan untuk memajukan taraf kehidupan suatu bangsa. Barang-barang teknologi canggih ini misalnya mobil. Mengapa kesenjangan sosial dapat menjadi potensi konflik dalam masyarakat? 4. truk. mesin tenun. Akan tetapi. internet. Kasus ini dapat membuat sekat-sekat dalam masyarakat untuk menimbulkan penindasan sosial budaya kepada kelompok miskin serta mendorong adanya kecemburuan sosial dari kelompok miskin kepada kelompok kaya. Sebab. mesin bubut. Justru dengan kedatangan mesin-mesin teknologi canggih ini golongan masyarakat miskin akan termarginalkan. mereka tergusur dari pekerjaan yang diakibatkan oleh mesin-mesin yang digunakan daripada tenaga-tenaga manusia. radio. Upaya-upaya apakah yang sekarang diperjuangkan oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi kemiskinan? Bab 5 Perilaku Menyimpang 151 . traktor pembajak. Pada gilirannya. televisi. Bagaimana cara-cara mengatasi kesenjangan sosial dalam masyarakat? 5. Melalui proses modernisasi dan pembangunan.

Revolusi sosial yang terjadi di Indonesia Revolusi sosial pada awal Kemerdekaan Revolusi sosial pada masa peralihan Orde Lama ke Orde Baru Revolusi sosial pada masa peralihan antara Orde Baru ke Orde Reformasi 6. Perilaku menyimpang adalah semua perilaku warga masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Sifat-sifat Penyimpangan Penyimpangan positif Penyimpangan negatif 4.1. Jenis-jenis penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat Penyimpangan gaya hidup Penyimpangan pemakaian barang-barang konsumsi yang berlebihan Penyimpangan seksual Penyimpangan perilaku yang mengarah pada tindak kejahatan (kriminalitas) 152 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Perilaku menyimpang terdiri atas: Kenakalan remaja (delinquention) Kejahatan (criminality) 2. Penyebab perilaku menyimpang Ketidaksanggupan menyerap norma-norma kebudayaan Proses belajar yang menyimpang Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial Ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Sikap mental yang tidak sehat Dorongan kebutuhan ekonomi Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji atau gaya-gayaan 5. Teori Penyimpangan Teori kebudayaan khusus yang menyimpang Teori anomi Teori reaksi masyarakat 3.

Untuk menanggulangi terjadinya perilaku menyimpang.7. kolusi. diperlukan pengendalian sosial. Suatu sistem yang mendidik . bahkan memaksa warga masyarakat untuk berprilaku sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. penganiayaan. Contoh penyimpangan sosial dalam kehidupan sehari-hari Pemalsuan uang dan dokumen Korupsi. Contoh-pengendalian sosial antara lain: Pendidikan Penghargaan Mengembangkan rasa malu Mengembangkan rasa takut dengan ancaman dan kekerasan Hukuman dengan mengenakan sanksi yang tegas Bab 5 Perilaku Menyimpang 153 . Penyimpangan sosial berdasarkan jumlah pelakunya Penyimpangan perorangan Penyimpangan kelompok 9. Penyimpangan sosial berdasarkan esensi berat-ringannya pelanggaran Penyimpangan primer Penyimpangan sekunder 8. Pengendalian sosial merupakan. mengajarkan. dan nepotisme Pembobolan bank Aksi perkelahian massal dan tindakan anarkis Perampokan. dan pembunuhan Pencurian Penyimpangan seks Alkoholisme (miras) Narkotika Perkelahian pelajar ebudayaan dan Struktur Sosial 10.

Salah satu tujuan dari pengendalian sosial adalah . . . . revitalisasi E reorganisasi menghindari konflik sosial Sosiologi SMA/MA Kelas X . pengawasan sosial 3. . . mengatur pemenuhan kebutuhan E 154 D. A. . kontrol sosial D. A. menciptakan kebenaran B. pengaruh lingkungan keluarga C. pengendalian sosial E norma sosial C. . pengadilan B. sosialisasi D.Soal Objektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. . faktor warisan biologis B. . D atau E! 1. menciptakan keteraturan sosial D. . A. Suatu keadaan di mana terjadi penurunan kualitas moral orang-orang dalam masyarakat disebut . A. Usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dan mengatasi adanya perilaku menyimpang disebut . demoralisasi B. penyimpangan sosial C. edukasi E reproduksi C. B. adanya proses sosialisasi yang tidak sempurna D. degradasi moral 5. penghubung kerabat B. Fungsi keluarga untuk membentuk perilaku tertib dan patuh terhadap normanorma sosial dalam lingkungan masyarakat setempat terhadap putra dan putrinya adalah fungsi . faktor usia dan jenis kelamin E pengaruh lingkungan pergaulan 4. . Salah satu penyebab adanya perilaku menyimpang adalah . A. deviasi sosial 2. melindungi kepentingan umum C. . C. . . .

Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah . penyimpangan perilaku akan diberikan sanksi berupa . 5 B. . nilai-nilai dan norma sosial B. sanksi hukum fisik B. . A. A. 2. individu D. terorganisir 9. bawah ini merupakan bentuk-bentuk perilaku menyimpang.6. Penyimpangan hanya bersifat sementara dan tidak berulang kembali dan individu yang melakukan masih diterima secara sosial termasuk jenis perilaku menyimpang . . 3. . . 5 C. . . denda berupa uang C. 5 E 3. primer B. Di 1. . 3 D. 4. benar dan salah 8. ketidakmampuan orang tua dalam mendidik D. 2. hukum dan norma C. hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang C. hukuman kurungan E hukuman gantung 7. tata kelakuan dan kebiasaan E. 1. hasil sosialisasi tidak sempurna B. A. 4 Bab 5 Perilaku Menyimpang 155 . . agama dan adat istiadat D. . 3. 5. sanksi sosial dikucilkan dari masyarakat D. yang benar adalah . perkelahian pelajar homoseksualitas penyalahgunaan narkotika kebut-kebutan di jalan raya penggunaan obat bius di rumah sakit Dari jawaban di atas. 4. A. . 1. 2. . . 4. 2. 3. kebebasan dalam pergaulan di masyarakat E pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 10. Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai . Pada masyarakat tradisional seperti masyarakat Tengger di Gunung Bromo Jawa Timur. A. . . kelompok E sekunder C.

menghisap narkotika untuk memperkuat ketahanan jasmani dan rohaninya E belajar yang giat demi mencapai prestasi dan nama baik sekolah dan keluarganya 15. kecuali . Media sosialisasi yang sering menyajikan berita dengan menggambarkan sisi kehidupan yang berbeda serta bertentangan dengan nilai dan norma diajarkan di dalam keluarga dan sekolah adalah . rasa kering pada mulut dan kerongkongan C. . . organisasi pemuda B. suka berbohong dan sering marah D. . . . suka bekerja keras agar nafsu makan semakin kuat B. A. pelajar saling berkelahi demi nama baik sekolahnya C. . preventif 14. Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah . represif B. A. . . . pelacuran demi terpenuhi kebutuhan rohaninya B. Pernyataan di bawah ini adalah perilaku yang menyimpang. memberikan hukuman yang berat bagi pelaku C. meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan E melakukan pengendalian sosial lewat lembaga sosial 12. media massa E lembaga swadaya masyarakat C. mengekang pergaulan remaja B. primer D. . secara psikologis penyebab kenakalan remaja tercantum di bawah ini. A. A. . perasaan tidak terpenuhi kebutuhannya (kurang dimengerti) bahkan terancam keamanan dirinya 156 Sosiologi SMA/MA Kelas X . lembaga pendidikan 13. Tindakan kolusi dan korupsi di perusahaan atau instansi pemerintah termasuk dalam tipe perilaku penyimpangan .11. Pernyataan di bawah ini merupakan akibat negatif bagi penghisap narkotika. kecuali . . A. Bertolak pada ketahanan keluarga. . A. . . sering melanggar hukum E sering buang air kecil 16. perlakuan seks sebelum pernikahan demi martabat keluarganya D. . kecuali . sekunder E kuratif C. teman sepermainan D. memberdayakan lembaga sensor film D. . .

. . aktivitas sosial B. kehakiman B. kepolisian D. Manfaat pengendalian sosial adalah . . . menciptakan keteraturan sosial B. Susunan orang-orang yang memimpin dengan pembantu-pembantunya yang mengurus keutuhan termasuk menyelesaikan masalah dalam masyarakat disebut . . kejaksaan 19. interaksi sosial B. Buatlah batasan skala yang dianggap sebagai perilaku menyimpang dalam keluargamu! 2. pengadilan E kesehatan C. . perasaan terkekang keinginannya dalam menyatakan perasaan dan kebebasannya D. proses sosial D. . Instansi yang termasuk pelaksana hukum dalam pengendali primer adalah seperti di bawah ini. pengendalian sosial 18. . A. kecuali . sistem sosial D. melindungi kepentingan umum C. pengendalian sosial 20. proses sosial E. . Sebutkan tiga bentuk penyimpangan yang paling meresahkan dalam masyarakat! Bab 5 Perilaku Menyimpang 157 . stratifikasi sosial C. struktur sosial C. . . interaksi sosial E. . perasaan yang puas atas suksesnya setiap anggota keluarganya E. A. pengertian ini adalah . Keseluruhan aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak tertentu dalam masyarakat karena ada penyimpangan sosial sehingga kestabilan dalam masyarakat tercipta. menciptakan homogenitas ipoleksosbudhankam D. adanya konflik dan frustasi yang tidak terpecahkan yang tersimpan di dalam diri sendiri C. sakit hati karena kecemburuan antarsaudara keluarganya 17. A. menyelamatkan manusia dari tindakan dosa E menghindari perilaku menyimpang Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1.B. A.

Sebutkan sebab-sebab timbulnya proses sosialisasi yang tidak sempurna dan berikan penjelasan secukupnya! 4. Apa yang dimaksud dengan penyalahgunaan narkotika? 9. Jelaskan keberadaan kelompok-kelompok yang berperilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat! 6. Mengapa perilaku menyimpang juga dapat dikatakan positif? 158 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Sebutkan dan jelaskan kegiatan yang perlu diadakan untuk menghindari perilaku menyimpang di daerahmu! 5. Sebutkan tiga lembaga penegak hukum di Indonesia yang melaksanakan fungsi pengendalian sosial! 7. Sebutkan salah satu contoh pengendalian sosial yang dilakukan kelompok terhadap kelompok! 10. Jelaskan pengertian pengendalian sosial! 8.3.

Untuk lebih jelasnya. atau kelompok masyarakat lainnya. Pada dasarnya. Perasaan tidak puas ini sering menjadi penyebab munculnya kekerasan pada demonstrasi-demonstrasi. coba kamu pelajari bab ini! Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 159 . para demonstran tersebut ingin menyampaikan aspirasi mereka dan tentunya ingin agar harapan-harapannya terwujud. polisi yang tadinya mengawasi jalannya demonstrasi pun ikut turun dan mengendalikan para demonstran tersebut. bukan? Pengendalian sosial juga dapat dilakukan dalam berbagai cara. buruh. Mendeskripsikan akibat tidak berfungsinya lembaga sosial. Jika hal itu sudah terjadi.ATURAN-ATURAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT Tujuan Pembelajaran Mengidentifikasi jenisjenis lembaga pengendalian sosial. Mendeskripsikan berbagai cara pengendalian sosial. Tetapi sering kali ketika harapan-harapan mereka tidak terwujud. 10 – 16 Mei 2004 K amu pasti pernah melihat aksi demonstrasi di televisi bukan? Misalnya. yang muncul justru ketidakpuasan. demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa. di sinilah peran polisi sebagai salah satu pelaku pengendali sosial sudah dapat kamu lihat. Mengidentifikasikan aturan-aturan sosial dalam kehidupan masyarakat. Sumber: Tempo. Nah.

Pengetahuan tentang hakikat manusia Pengetahuan tentang interaksi sosial Pengetahuan tentang norma dan nilai Penerapan pengetahuan tentang sosialisasi Pengetahuan tentang perilaku menyimpang Pengetahuan tentang Pengendalian sosial Pengetahuanpengetahuan lain Penerapan perilaku sehari-hari Tertib Sosial 160 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Lembaga Pengendalian Sosial Sekunder Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sekunder adalah lembaga pengendalian yang bukan merupakan petugas pokok melainkan menjadi pengamat atau pihak yang diterapi suatu peraturan hukum. Untuk itu.A. Lembaga ini meliputi kepolisian. PENTINGNYA PENGENDALIAN SOSIAL Sering kali dalam kehidupan di sekitar kita. baik yang bersifat formal maupun nonformal untuk menjalankan peran sebagai lembaga pengendalian sosial. yaitu lembaga pengendalian sosial primer dan lembaga pengendalian sosial sekunder. diperlukan lembaga. Lembaga Pengendalian Sosial Primer Yang dimaksud dengan lembaga pengendalian sosial primer adalah lembaga pengendali yang memang sejak awal keberadaannya menjadi aparat penegak hukum atau pengendali ketertiban dalam masyarakat. Oleh karena itu.lembaga pengendalian sosial dibedakan menjadi dua. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. diperlukan langkah-langkah sosial yang dinamakan pengendalian sosial. Pengendalian sosial dapat dilakukan dengan berbagai macam cara sesuai dengan tingkat dan jenis penyimpangan perilaku yang dilakukan. Ketiga lembaga ini merupakan aparat negara yang secara khusus mengurusi soal penerapan hukum dan pengadilan terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di masyarakat. 1. di bab sebelumnya kamu sudah mengetahui sedikit tentang pengendalian sosial. dan pengadilan. Pelanggaran tersebut disebabkan karena ketidaktahuan atau karena kesengajaan. kita melihat pelanggaran-pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang ada. JENIS-JENIS LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Pengendalian sosial berhubungan dengan cara-cara dan metode-metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar perilakunya sesuai dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas. seorang pembela hukum Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 161 . kejaksaaan. misalnya seorang dosen. Perilaku menyimpang sungguh-sungguh harus dihindari karena dapat merugikan pihak lain dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Begitu juga tindakan anti sosial sedapat mungkin dicegah untuk menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bersama. B. Mereka memiliki pengetahuan tentang hukum dan peradilan. 2. Perilaku menyimpang merupakan fenomena sosial yang pasti terjadi pada setiap masyarakat. Di bab ini kamu akan lebih banyak mengetahui tentang pengendalian sosial. Masalahnya adalah jangan sampai perilaku menyimpang ini terjadi dalam jumlah dan skala yang besar karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Nah.

Adapun jenis-jenis komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial dalam masyarakat. tokoh masyarakat. Pada masyarakat tradisional. orang-orang tua. 6 Desember 2003 Gambar 6. Sumber: Gatra. Lembaga adat terdiri atas tokoh-tokoh adat. Selain pemuka agama. para tokoh masyarakat pun berperan dalam pengendalian sosial mereka yang mempunyai pengaruh atau pun kharisma untuk mengatur berbagai kegiatan di dalam lingkup masyarakat. dan lain-lain). serta tradisi-tradisi khusus. pemuka agama. adat kekerabatan. adat-adat ritual. Tokohtokoh adat merupakan pemimpin nonformal. antara lain sebagai berikut. lembaga adat ini merupakan lembaga pengendalian sosial yang vital dan eksis dalam mempengaruhi dan mengatur tata kelakuan warga masyarakat sehari-hari. pembela hukum. dan lain-lain. Tokoh-tokoh masyarakat merupakan 162 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Pada masyarakat tradisional. mahasiswa. Mereka ini dapat menjadi pengontrol kebijakan dalam pelaksanaan hukum dan peradilan. bentuk-bentuk pelanggaran terhadap norma-norma adat.atau advokat serta mahasiswa fakultas hukum. adat pembagian warisan. pelanggaran terhadap adat perkawinan.1 Tokoh masyarakat dijadikan panutan dan pengendali sosial dalam masyarakat. dan pemuka masyarakat pada masyarakat tradisional. penanganannya menjadi kewenangan dari lembaga-lembaga adat masyarakat itu sendiri. hanya sebatas pengamat yang berhak mengemukakan pendapat atau opini terhadap suatu penyelesaian hukum. Lembaga Adat dan Tokoh Masyarakat Salah satu lembaga pengendalian sosial yang paling dini adalah para pemuka masyarakat dan pemuka adat. Dengan demikian. Akan tetapi. Misalnya. lembaga pengendalian sosial sekunder meliputi semua warga masyarakat (para dosen. artinya otoritas yang dimiliki merupakan pemberian langsung oleh masyarakat yang dipimpinnya melalui kriteria-kriteria tertentu yang telah ditetapkan. a.

unjuk rasa. serta tekanan-tekanan politik lain yang komponennya sering kali melibatkan kalangan media massa. b. serta tokoh-tokoh masyarakat. Semua usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak-pihak yang dianggap melanggar ketentuan perundangan yang berlaku. aksi protes. pelajar. Polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas menjadi pelindung terhadap ketertiban masyarakat. Lembaga Kejaksaan Setelah kepolisian melakukan penyidikan terhadap tindak pelanggaran hukum. kepolisian akan membuat berita acara pelanggaran yang dilengkapi dengan data-data penyidikan untuk ditindaklanjuti oleh kejaksaan. yaitu pihak yang melakukan penuntutan terhadap merekamereka yang melakukan pelanggaran hukum berdasarkan tertib hukum yang berlaku. demonstrasi. d. Akan tetapi. Kepolisian telah ditempatkan sebagai lembaga penegak hukum yang berfungsi mengawasi semua bentuk penyimpangan terhadap hukum yang berlaku. Lembaga Kepolisian Pemisahan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan Kepolisian sejak reformasi bergulir merupakan suatu langkah maju. Lembaga Pengadilan Salah satu lembaga penegak hukum yang paling akhir adalah pengadilan. Putusan pengadilan negeri bisa menjadi putusan tetap atau tidak tetap.panutan sekaligus pengendali yang dipatuhi oleh warga masyarakat yang lain. c. baik yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung disebut kontrol sosial. sering kita gelisahkan beberapa oknum aparat penegak hukum juga telah melakukan penyimpangan terhadap tugasnya sehingga mengakibatkan rusaknya sistem dalam upaya pengendalian sosial itu sendiri. Pengendalian sosial pada saat sekarang kian berkembang dalam berbagai bentuk. Pekerjaan lembaga kejaksaan merupakan tindak lanjut dari lembaga kepolisian yang menangkap dan menyidik pelaku-pelaku pelanggaran untuk dituntut di pengadilan berupa bentuk pelanggarannya yang bertujuan untuk menciptakan keadilan di dalam masyarakat. maka kepolisian memberikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada kejaksaan. dan mahasiswa. dan melakukan tindak lanjut terhadap penyelesaian suatu pelanggaran hukum untuk disampaikan ke pihak kejaksaan. Lembaga kejaksaan pada hakikatnya merupakan lembaga formal yang bertugas sebagai penuntut umum. bahwa sistem ketertiban yang ada di dalam masyarakat sangat ditentukan pula oleh peranan tokoh-tokoh masyarakat. lembaga swadaya masyarakat. pemogokan-pemogokan. menangkap pelaku-pelaku pelanggar hukum. Jelaslah. Apabila pihak yang Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 163 . Tahap pelaksanaannya melalui tiga tingkatan hingga sampai ke Mahkamah Agung. yang dilakukan dalam bentuk gosip. Selanjutnya. Misalnya.

Parlement Watch. Corruption Watch. Fungsi ini juga dapat dijalankan oleh tokoh agama. hukuman kurungan. mereka pun telah melakukan bentuk pengendalian individu terhadap kelompok. baik hukum perdata maupun hukum pidana sesuai dengan hukum acara masingmasing. Lembaga pengadilan pada hakikatnya merupakan lembaga pengendalian sosial formal karena lembaga tersebut memeriksa kembali hasil penyidikan dan BAP dari kepolisian serta menindaklanjuti tuntutan dari kejaksaan terhadap kasus pelanggaran itu sendiri. juga bertugas untuk mengawasi perilaku murid-muridnya dan mendidiknya. f.dikenai putusan naik banding pada tingkat pengadilan di atasnya. dan hukuman mati. LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan Masyarakat Sejak reformasi bergulir pada tahun 1998 di Indonesia. Sesuai dengan fungsinya. Lembagalembaga ini secara mandiri berdiri dan bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan bidangnya serta menjadi lembaga kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah. e. putusan tersebut masih bersifat sementara dan putusan itu akan dinyatakan final hingga diputuskan oleh Mahkamah Agung. di mana ia menuntun anggota masyarakatnya untuk selalu berperilaku sesuai dengan nilai dan norma agama. lembaga-lembaga pengadilan akan mempersidangkan setiap kasus pelanggaran terhadap norma-norma hukum. Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu: Kontras. Lembaga Pendidikan Fungsi pendidikan adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Solidamor. lembaga pendidikan sangat berperan besar sebagai lembaga pengendalian sosial. hukuman seumur hidup. Guru-guru di sekolah selain mengajar. Adapun bentuk-bentuk sanksi dari peraturan hukum antara lain: hukuman denda. lembaga ini sangat penting keberadaannya di dalam masyarakat sebab menjadi alat kontrol ketika pemerintah melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap normanorma hukum. g. 164 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Lewat tugasnya. Secara sosiologis. yaitu suatu lembaga nonpemerintah yang bergerak di bidang kemasyarakatan termasuk pengawasan terhadap aparatur pemerintahan. Agar suatu peraturan hukum dipatuhi maka dilengkapi dengan sanksi dengan maksud untuk memberikan penekanan sekaligus ancaman dan pendidikan bagi yang melakukan pelanggaran terhadap hukum. bermunculan Lembaga Swadaya Masyarakat (Non Government Oganization). Lembaga Keagamaan Lembaga keagamaan berfungsi untuk mengajak dan mengarahkan umat beragama untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan lain-lain. Oleh karena itu.

Bentuknya berupa nasehatnasehat. 2. dan pengadilan. serta aparatur negara seperti kepolisian. Pengendalian Intrinsik dan Ekstrinsik Pengendalian intrinsik adalah pengendalian dari dalam diri seorang individu dengan berpikir secara jernih. sanksi sosial. dan Gabungan Pengendalian preventif adalah pengendalian sosial yang bersifat pencegahan agar seseorang tidak melakukan penyimpangan perilaku. Pengendalian ekstrinsik adalah pengendalian dari luar terhadap perilaku menyimpang seseorang. Setujukah kamu jika polisi melakukan pengendalian sosial yang keras terhadap para demonstran? Jelaskan pendapatmu! C. tokoh agama dan tokoh masyarakat. pendidikan agama. kejaksaan. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 165 . Pengendalian sosial represif merupakan pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadi suatu pelanggaran. kita mengenal tingkatan-tingkatan dalam pelaksanaan pengendalian sosial. misalnya dengan teguran. Artinya. sabar. seolah-olah merupakan petunjuk Tuhan secara spiritual kepada umatNya secara abstrak. pendidikan budi pekerti. Pengendalian sosial gabungan merupakan gabungan dari pengendalian preventif dan represif. dan jujur sehingga seseorang tidak terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang. Pengendalian ini dilakukan dua kali. keluarga dan kerabat. Menurutmu apakah selama ini lembaga kepolisian sudah berfungsi sebagai pengendali sosial? 2. 1. Represif. Hati nurani selalu bersifat jujur dan benar. pengendalian ini berusaha mencegah sekaligus mengembalikan keadaan sesudah penyimpangan terjadi. yaitu setelah dan sesudah penyimpangan terjadi. antara lain sebagai berikut. anjuran. Apa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial? 3. bisa dilakukan oleh orang tua. CARA-CARA PENGENDALIAN SOSIAL Mengenai bagaimana cara pengendalian sosial dilaksanakan.1. alat pengendali ini dinamakan hati nurani. Pengendalian Preventif. dan lain-lain. atau pun sanksi hukum. Di dalam ilmu jiwa.

5. pengendalian sosial dapat dilakukan secara paksaan (compulsion) dan pengisian (pervasion). Sebaliknya.Sumber: Indonesia Indah Gambar 6. Dengan teknik ini diharapkan seseorang dapat meningkat kesadarannya dalam mematuhi nilai dan norma yang berlaku. pengendalian sosial dapat berlangsung lewat cara persuasi dan cara koersi. Pengendalian Persuasi dan Koersi Dilihat dari caranya. Pengendalian Internal dan Eksternal Pengendalian sosial dilihat dari asalnya dapat berasal dari dalam lembaga internal maupun dari luar lembaga eksternal. misalnya pada Departemen Pendidikan Nasional ada aparat pengendali yang disebut inspektur jenderal hingga para pengawas di tingkat pendidikan dasar. Teknik compulsion diciptakan untuk memaksa orang untuk mengubah perilakunya yang menyimpang dan akhirnya secara tidak langsung kembali patuh pada nilai dan norma. 166 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan pendidikan tinggi. Contoh pelaku pengendalian eksternal adalah aparat kepolisian atau tokoh-tokoh masyarakat selaku pengamat pelaksanaan kebijakan pemerintah. 3. cara koersi dilakukan dengan cara kekerasan fisik atau dengan ancaman. menengah. 4. Cara persuasi dilakukan dengan membujuk atau mengajak seseorang atau sekelompok orang secara halus untuk mematuhi nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Teknik pervasion dilaksanakan dengan cara menyampaikan nilai dan norma secara berulang-ulang. Pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik yang akhirnya menimbulkan dendam bahkan korban. Contoh pengendalian sosial internal. Pengendalian Compulsion (Paksaan) dan Pervasion (Pengisian) Berdasarkan tehniknya.2 Salah satu cara dalam melaksanakan pengendalian sosial adalah melalui pendidikan agama.

Teguran tertulis adalah bentuk teguran yang dilakukan secara tidak langsung. Dalam pelaksanaannya. Misalnya. teguran lisan pemimpin terhadap bawahannya yang melanggar. teguran orang tua secara lisan dan langsung terhadap anaknya yang berperilaku menyimpang. Pendidikan merupakan alat pengendalian sosial. Apakah yang dimaksud dengan pengendalian gabunan (preventif dan represif)? 3. Teguran lisan adalah teguran yang dilontarkan secara lisan kepada individu yang berperilaku menyimpang. kemudian ceritakan juga penendalian sosial apa yang dilakukan untuk mengatasinya! Pengendalian sosial dapat terwujud dalam bentuk gosip. individu tersebut akan menjadi bahan pembicaraan masyarakatnya. teguran. tetapi melalui surat. Gosip atau Desas-Desus Gosip atau desas-desus merupakan bentuk pengendalian sosial atau kritik sosial yang dilontarkan secara tertutup oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang menyimpang perilakunya. Teguran Teguran merupakan kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka oleh masyarakat terhadap warga masyarakat yang berperilaku menyimpang. karena pendidikan dapat membina dan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 167 . pendidikan agama. Pendidikan Pengendalian sosial dapat dilakukan secara tidak langsung sejak awal melalui jalur pendidikan. pendidikan. dan hukuman atau saksi. yaitu teguran lisan dan teguran tertulis. teguran guru kepada siswa yang melanggar. baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal.1. 3. Menurutmu pengendalian sosial seperti apakah yang dapat dijalankan untuk mengatasi tawuran? 2. 1. Teguran tertulis ini umumnya dilakukan oleh pimpinan kepada bawahannya dalam ikatan kedinasan (pekerjaan). Gosip muncul di masyarakat apabila ada individu/ kelompok yang tindakannya menyimpang dari nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku. Coba tuliskan penyimpangan sosial yang pernah terjadi di lingkungan tempat tinggalmu. 2. Artinya. dan sebagainya. teguran ini ada dua macam.

Sanksi Sosial Sanksi sosial diberikan oleh warga masyarakat kepada orang yang berperilaku menyimpang. b. D. Salah satu subsistemnya adalah lembaga pengendalian sosial.mengarahkan warga masyarakat terutama anak sekolah kepada pembentukan sikap dan tindakan para siswa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. maka 168 Sosiologi SMA/MA Kelas X . Hukuman atau Sanksi Hukuman merupakan pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian yang lain belum juga dipatuhi. Kita mengenal dua macam hukuman. 5. 4. pendidikan sangat menentukan proses pembentukan kepribadian seseorang. masyarakat. Sanksi Hukum Sanksi hukum merupakan sanksi yang dilakukan penegak hukum terhadap individu yang melanggar norma-norma hukum. Bentuknya berupa teguran. Hukuman mempunyai tingkatan yang semakin berat sesuai bobot kesalahan masing-masing pelanggar. Apabila lembaga pengendalian sosial dalam suatu masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pendidikan Agama Tindakan para tokoh-tokoh agama dengan memberikan siraman rohani kepada umatnya merupakan suatu bentuk pengendalian preventif terhadap perilaku menyimpang. dikucilkan dari masyarakat. bangsa. Sanksi hukum ini meliputi: hukuman denda. dan hukuman mati. hukuman seumur hidup. atau mana yang boleh dan tidak boleh. baik hukum perdata maupun hukum pidana. Secara pedagogis. seorang individu dapat membedakan mana yang benar dan salah. Melalui pendidikan yang sempurna. pengadilan massa dalam bentuk penganiayaan secara massal hingga pembunuhan massal. hukuman kurungan. AKIBAT-AKIBAT TIDAK BERFUNGSINYA LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL Kehidupan sosial budaya masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari banyak komponen dan saling berkaitan secara berkesinambungan. Sebaliknya. Individu yang berpendidikan baik cenderung berperilaku lebih baik daripada individu yang kurang berpendidikan. yaitu sanksi hukum dan sanksi sosial. dan negaranya. individu yang kurang pendidikannya cenderung mengalami kesulitan menyesuaikan dirinya dalam interaksi sosial di masyarakatnya. a. Norma-norma agama berisi bimbingan dan arahan kepada pemeluknya agar bersikap dan berperilaku baik dalam pergaulan hidup bermasyarakat. mana yang baik dan buruk. diusir dari masyarakat.

Misalnya. sangat perlu untuk diprogramkan adanya penyuluhan hukum dengan melibatkan aparat-aparat yang terkait. Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 169 . lembaga pengendalian sosial harus mampu mengembalikan dan memperbaiki keadaan menjadi seperti semula. dan peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial. Beberapa akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial adalah sebagai berikut. Lembaga pengendalian sosial diharapkan mampu menjalankan fungsinya sehingga penyimpangan pun dapat dicegah.terjadilah kegoncangan sistem yang mengganggu keteraturan sosial sebagaimana yang diinginkan. Masyarakat pun dapat membantu lembaga pengendalian sosial untuk menjalankan fungsinya. Selain itu. pendidikan. Judicial Review Proses perubahan sosial menuntut adanya perombakan atau perbaikan terhadap peraturan-peraturan hukum yang dianggap usang. Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa Apa yang harus dilakukan ketika ternyata penyimpangan yang terjadi banyak dilakukan oleh masyarakat? Diperlukan kembali adanya upaya untuk mengembalikan ketertiban dalam masyarakat. revitalisasi aparat. Penyuluhan Hukum Banyak di antara warga masyarakat yang mempunyai pengetahuan dan kesadaran hukum yang rendah. Inilah yang dinamakan judicial review. Oleh sebab itu. Jika penyimpangan terjadi. dan lain-lain. b. pencanangan Gerakan Disiplin Nasional. c. perpajakan. Menurut penelitian. sekitar 20 persen pelanggaran hukum disebabkan karena ketidaktahuan terhadap norma hukum. Dengan meningkatnya pengetahuan hukum dari warga masyarakat. Revitalisasi Aparat Apabila keadaan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat semakin memburuk dan aparat keamanan kewalahan mengatasi banyaknya pelanggaran yang terjadi. akan dapat mengurangi kuantitas pelanggaran hukum yang terjadi di dalam masyarakat. pengadilan. antara lain seperti penyuluhan hukum. a. Masyarakat dapat mensosialisasikan kontrol sosial agar anggota masyarakat mau bertingkah laku seperti yang diharapkan tanpa adanya paksaan. Judicial review. kejaksaan. diusahakan juga supaya pengendalian sosial tidak terjadi lagi.

Artinya.diperlukan revitalisasi aparat termasuk peralatannya. Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 10 orang! 2. Perbuatan tersebut sesungguhnya positif sebab dapat membudayakan suatu ketertiban dalam masyarakat pada setiap segi kehidupan. Apabila suatu ketertiban telah mengakar dan membudaya dalam suatu masyarakat. Peningkatan Peran Serta Warga Masyarakat dalam Kontrol Sosial Sejalan dengan era reformasi. d. serta melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. misalnya dengan terbukanya kebebasan pers serta terbukanya warga masyarakat mengemukakan pendapat dan opini terhadap semua bentuk kebijakan pemerintah. Presentasikan hasil diskusi ini pada pertemuan dua minggu yang akan datang! 170 Sosiologi SMA/MA Kelas X . tumbuh kesadaran tentang ketertiban dan kuatnya pengendalian diri dari masingmasing individu. menambah jumlah personil baru. Lakukanlah analisa sosial terhadap masalah sosial itu! 4. maka pilar demokrasi berkembang menjadi semakin kokoh. mengganti personil pada tiap-tiap jabatan. Apabila hal seperti ini dapat dikembangkan. hal tersebut akan membentuk suatu sistem pengendalian sosial yang efektif. Carilah masalah sosial di media massa (koran atau majalah)! 3. Misalnya. Prosedur 1. Pencanangan Gerakan Disiplin Nasional Pada masa Orde Baru pernah dicanangkan suatu gerakan yang disebut Gerakan Disiplin Nasional (GDN). Salah satu solusi yang murah dan cepat adalah dengan membangun keamanan swakarsa yang anggotanya direkrut dari warga masyarakat. maka akan dapat menjadi alat kontrol yang efektif dalam rangka menegakkan suatu tertib sosial di dalam masyarakat. e. Buatlah laporan diskusi dari kelompokmu! 2. Kemukakan pengendalian sosial dalam menyelesaikan masalah sosial tersebut! Tugas 1.

Satu kelompok pro dan satu kelompok lagi kontra. Bagaimana solusi mengatasi masalah pendidikan sekarang ini? Jelaskan! A Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 171 . Pilihlah salah seorang dari setiap kelompok yang bertugas sebagai presenter untuk menyajikan kesimpulan hasil diskusi kelompokmu! Pertanyaan: 1. SMP. kepala sekolah.Kamu pasti sering menonton televisi bukan? Menurutmu apakah dengan acaraacara televisi yang disiarkan dapat membentuk perilaku menyimpang? Jika ya. tanggung jawab Siapa? Suatu bangsa akan besar apabila pendidikannya baik dan maju. sampai SMA). Siswa dalam kelas dibagi atas dua kelompok. Tuangkan pendapat dan penjelasan kalian sesuai dengan kelompok masing-masing berdasarkan pertanyaan di bawah ini! 2. atau orang tua? Petunjuk Simulasi Pro Kontra 1. bahwa anak saat di sekolah adalah dominan tanggung jawab pihak sekolah mulai dari guru. kepada sekolah. tanggung jawab siapa? Apakah tanggung jawab guru. dan yayasan/ pengelola. Jelaskan! 2. saat anak di sekolah selama 12 tahun (mulai SD. Indonesia berupaya mewujudkan program wajib belajar 9 tahun. yayasan. Setujukah kalian. Namun demikian. pengendalian sosial seperti yang harus dilakukan? Jelaskan pendapatmu! PENDIDIKAN ANAK SELAMA DI SEKOLAH TANGGUNG JAWAB SIAPA? nak saat di sekolah. Oleh karena itu.

BEDOL DESA ATAU REKOLASI PENDUDUK KORBAN LUMPUR LAPINDO BRANTAS M ari kita sepakati sementara waktu bahwa semburan lumpur panas Lapindo Brantas adalah suatu kecelakaan atau musibah. yaitu bedol desa atau relokasi penduduk.00/bulan selama 1 tahun dan pembayarannya dilakukan setiap 3 bulan. Bagaimana seharusnya sikap masyarakat atas pilihan yang diambil oleh pemerintah Kota Sidoardjo? BATUAN DANA LANGSUNG TUNAI Di awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono – Jusuf Kalla. 172 Sosiologi SMA/MA Kelas X .000. Sekarang Pemda Sidoardjo dan Propinsi Jawa Timur dihadapkan masalah besar dengan tenggelamnya empat desa di sekitar lokasi PT Lapindo Brantas dan akhirnya membuat penduduk desa tersebut ”terlunta-lunta” di tempat penampunan sementara. bahwa tidak mungkin lagi penduduk kembali ke desa mereka. Berdasarkan hasil penelitian pemerintah. pemerintah pun dihadapkan pada dua pilihan. Menurutmu apakah Lapindo telah melakukan penyimpangan sosial? Jelaskan pendapatmu! 3. Pertanyaan: 1. dibicarakan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin dengan jumlah Rp100. Alternatif mana yang seharusnya diambil oleh penduduk Sidoardjo? 2.

Prosedur apa yang tidak dilakukan pemerintah saat menentukan pemilihan kebijaksanaan? 3. syukurlah! Pertanyaan: 1. lembaga adat dan tokoh masyarakat lembaga kepolisian lembaga kejaksaan lembaga pengadilan LMS dan masyarakat lembaga pendidikan lembaga keagamaan Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 173 . Komponen-komponen yang dapat berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial antara lain. Di samping itu. banyak warga berebut dan tidak jarang mengakibatkan kecelakaan kepada penerimanya. Mengapa program BLT tersebut gagal? 2.Pro kontra atas kebijakan ini sampai saat ini terus berlangsung dan pada saat-saat pembayaran. namun karena kesalahan dalam pendataan atau adanya kesengajaan membuat BLT tidak tersalurkan kepada sasaran yang tepat. Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial Lembaga pengendalian sosial primer Lembaga pengendalian sosial sekunder 2. Sebaiknya BLT tersebut diwujudkan dalam bentuk program sosial yang bagaimana? 4. Jika kita hendak membantu seseorang. lebih baik memberikan kail atau ikannya sekaligus? 1. banyak warga yang seharusnya sebagai yang berhak. Akhir-akhir ini kelihatannya pemerintah menyadari bahwa BLT bukan suatu cara yang tepat untuk membantu rakyat miskin.

Upaya untuk mengembalikan ketertiban setelah penyimpangan terjadi Penyuluhan hukum Judicial review Revitalisasi aparat Pencanangan Gerakan disiplin Nasional Peningkatan peran serta warga masyarakat dalam kontrol sosial 174 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan gabungan Pengendalian internal dan eksternal Pengendalian persuasi dan koersi Pengendalian compulsion (paksaan) dan pervasion (pengisian) 4. represif. Cara-cara pengendalian sosial Pengendalian intrinsik dan ekstrinsik Pengendalian preventif. Bentuk-bentuk pengendalian sosial Gosip atau desas-desus Teguran Pendidikan Pendidikan agama Hukuman atau sanksi 5. Akibat-akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial Meningkatnya korupsi dan kolusi Terjadinya konflik sosial Kegoncangan ekonomi Tidak adanya kepastian hukum Pengadilan massa 6.3.

pengendalian internal 3. guru bimbingan dan penyuluhan B. preventif D. lembaga adat D. lembaga pendidikan E. pedagogis B. . Aparat pengendalian sosial di lingkungan sekolah bagi para siswa adalah . pengendalian primer D. . pengendalian sekunder E. B. kuratif 5. pengendalian nonformal C. . BP3 C. didaktis C. intimidasi B. kecuali . Jika anggota masyarakat selalu menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang. . guru dan karyawan 2. . . Pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu-individu itu sendiri untuk menghindari perilaku menyimpang disebut . Di bawah ini termasuk komponen-komponen yang berfungsi sebagai pengendali perilaku sosial. . . . . . represif E. . A. cemoohan D. A. . C. A. lembaga kepolisian B. Penyebaran brosur tentang penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian . pengendalian formal B. . berarti ia melakukan pengendalian sosial berupa . kepala sekolah E. A. A. . condolence C.Soal ObJektif Pilihlah satu jawaban yang benar dengan menyilang huruf A. lembaga sekolah C. desas-desus E. D atau E! 1. lembaga agama Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 175 . gosip 4. Guru dan karyawan D.

teguran E. Usaha warga masyarakat untuk memberikan opini dan penekanan terhadap pihak yang melanggar perundingan disebut . A. . . . Berikut ini merupakan akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial. kejaksaan D. kejaksaan. pengendalian eksternal E. A.6. pengendalian preventif C. . A. meningkatnya korupsi dan kolusi C. . lembaga permasyarakatan. . pengendalian sementara E. yaitu . hukuman B. . pendidikan dan keagamaan C. . Kritik sosial yang dilontarkan secara terbuka terhadap warga yang melakukan penyimpangan disebut . pengadilan E. . . pengadilan. sekolah C. nasihat 11. A. tentara. Lembaga penegak hukum terdiri dari tiga macam. terjadinya konflik sosial 12. yaitu . hakim. kejaksaan. pengendalian eksternal B. sekolah dan guru B. pengendalian preventif D. lembaga pengendalian sosial dibagi dua. . pengendalian intrinsik D. . menurunnya tingkat kemiskinan B. polisi 10. jaksa. . pengendalian intrinsik C. A. gosip D. kepolisian B. pengendalian represif 8. . Mahkamah Agung. pengendalian persuasi 7. kegoncangan ekonomi E. . . kecuali . lembaga adat dan tokoh masyarakat 9. A. pengendalian compulsion B. Pengendalian sosial yang bersifat pencegahan disebut . permanen dan sementara E. primer dan sekunder D. penghinaan C. Berdasarkan eksistensi tugas pengendaliannya. . pengadilan. pengadilan massa D. Pengendalian yang muncul dari dalam diri seseorang disebut . . . kepolisian. . . 176 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

hukuman 19. . Teknik pengendalian dengan cara menyampaikan nilai dan norma disebut teknik . cemoohan B. compulsion C. teguran 16. . kepolisian E. koersi B. masyarakat D. . eksternal D. menciptakan keamanan dan ketertiban E. menciptakan masyarakat adil dan makmur 17. tokoh masyarakat C. pemangku adat C. kepala desa D. . . . A. A. kontrol sosial 13. tindakan pencegahan C. . . Berikut ini yang merupakan sanksi hukum adalah . Pengendalian sosial yang bersifat formal dapat dilakukan oleh . persuasi Bab 6 Aturan-aturan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat 177 . hukuman denda E. . Nasihat dan anjuran termasuk dalam pengendalian . intimidasi C. Pengendalian sosial yang paling akhir penerapannya apabila pengendalian lain belum dipatuhi disebut . . . . preventif B. . hansip E. pengendalian sosial B. Pengendalian sosial yang dianggap mempunyai kharisma atau pengaruh untuk mengatur kegiatan di masyarakat adalah . . gosip B. kuratif C.A. sanksi sosial D. tokoh agama B. A. hukuman massal E. hukuman pasung D. A. . A. . represif 14. . . mendidik masyarakat awam D. ekstrinsik E. gosip C. lembaga adat B. saudara 18. A. sementara D. meningkatkan pengetahuan masyarakat B. pendidikan E. . sanksi sosial D. A. pervasion E. Pengendalian sosial bertujuan untuk . . . menghukum orang yang bersalah C. pemuka agama 15.

Apa yang dimaksud dengan pengendalian compulsion? 2. Apa yang dimaksud dengan teguran? 8. . Menurutmu apakah gosip cukup efektif untuk melakukan pengendalian sosial? 7. Apa yang menyebabkan lembaga pengendalian sosial tidak menjalankan fungsinya? 4. Pengendalian lewat hati nurani termasuk dalam pengendalian . Apa yang dimaksud dengan pengendalian preventif? 10. A. Sebutkan upaya-upaya untuk mengembalikan penyimpangan tersebut! 178 Sosiologi SMA/MA Kelas X . intrinsik C. internal D. represif E. Pengendalian sosial seperti apa yang dilakukan oleh guru? 5. preventif Soal Essay Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat! 1. Apa yang dimaksud dengan pengendalian intrinsik? 9. Sebutkan akibat-akibat dari tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial! 3. Apa yang dimaksud dengan gosip? 6. . persuasi B. .20.

accomodation adat akulturasi akulturasi budaya angket applied science arbitration asimilasi asimilasi budaya asosiasi asumsi coercion community compromise cooperation crowd : proses sosial yang ditandai dengan pengurangan tuntutan : suatu kebiasaan yang diulang-ulang dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat : percampuran dua hal atau lebih yang bersifat melengkapi : proses pencampuran dua unsur budaya atau lebih yang bersifat melengkapi tanpa menghilangkan corak yang lama : daftar pertanyaan untuk menghimpun data yang diperlukan dalam suatu penelitian : ilmu terapan : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai pihak penengah yang dapat bersifat mengikat atau memaksa kedua belah pihak yang bertikai : percampuran antara dua hal atau lebih secara homogen : percampuran dua unsur budaya atau lebih yang berbeda yang berlangsung secara harmonis sehingga melahirkan suatu corak budaya baru yang serasi : perhimpunan orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama : alternatif jawaban dari suatu masalah : akomodasi yang pelaksanaannya dilakukan dengan paksaan : masyarakat setempat : akomodasi. di mana pihak-pihak yang terlibat diminta dapat mengurangi tuntutannya agar perselisihan dapat diselesaikan : kerja sama : kerumunan Daftar Istilah 179 .

dan antara individu dengan kelompok : metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai responden : cara-cara yang dianggap baik dan benar sehingga dipedomani dan dilaksanakan secara berulang-ulang 180 Sosiologi SMA/MA Kelas X . waktu dan tempat. antarkelompok.custom data empiris data etnografi data primer data sekunder data sosial demoralisasi dinamika sosial eksplisit fakta family counseling fenomena alam fenomena sosial folkways hipotesa ilmu pengetahuan intelektualitas interaksi sosial interview kebiasaan : adat istiadat. serta peristiwanya : bimbingan keluarga : semua kejadian atau keadaan yang bersifat fisis yang terjadi dalam masyarakat : semua kejadian atau keadaan yang ada di dalam masyarakat : kebiasaan. yaitu segala sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang : jawaban sementara dari suatu masalah : himpunan pengetahuan-pengetahuan yang tersusun secara sistematis : kecakapan berpikir : hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu. : data realita di lapangan : data-data mengenai suku bangsa tertentu : data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti terhadap obyek penelitian tanpa melalui perantara : data yang diperoleh peneliti melalui perantara (kolektor) : semua keterangan atau kenyataan yang berada di dalam masyarakat yang berkaitan dengan segi kemanusiaan : penurunan kualitas moral : gerak perubahan situasi di dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tersebut. yaitu norma yang telah mendarah daging dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. : nyata atau realistis : suatu kejadian yang di dalamnya terdapat pelaku.

dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. dan karya manusia dalam hidup bermasyarakat : lingkungan sosial di mana seseorang bekerja Daftar Istilah 181 . makhluk pemikir. di mana masingmasing pihak saling menghancurkan : himpunan fakta-fakta yang sejenis dalam bentuk istilah : konsep yang pokok dan penting : usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih melalui cara-cara yang damai dan rasional : suatu keadaan di mana pihak dengan pihak saling tidak cocok tetapi kedua belah pihak tidak saling menampakkan ketidakcocokkannya : semua pengendalian terhadap penyimpangan oleh warga masyarakat : semua hasil cipta. kebutuhan sosial. rasa. baik abstrak maupun konkret yang merupakan hasil cipta. ibu. rasa. dan kebutuhan integratif : kebutuhan kejiwaan manusia sebagai perwujudan dari hakikat manusia sebagai manusia. dan bermoral : kebutuhan pokok manusia berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk hidup : kebutuhan manusia untuk mewujudkan kehidupan bersama dengan manusia yang lain : satuan sosial terkecil yang beranggotakan ayah. dan anak-anak : perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja yang belum dewasa : generalisasi dari perilaku khas seseorang : pengetahuan tentang sesuatu hal : suatu bentuk interaksi sosial yang berupa persaingan : suatu bentuk interaksi sosial.kebudayaan kebutuhan hidup kebutuhan integratif kebutuhan mendasar kebutuhan sosial keluarga kenakalan remaja kepribadian knowledge kompetisi konflik konsep konsep dasar konsiliasi kontravensi kontrol sosial kultural lingkungan kerja : semua benda. : kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mempertahankan kehidupan manusia yang terdiri dari kebutuhan mendasar.

dan nilai religius : nilai yang terkandung di dalam suatu benda : nilai yang bersumber dari kebenaran perilaku seseorang : nilai kebenaran yang bersumber dari kepercayaan/agama : nilai yang paling dipedomani dalam diri seseorang yang merupakan pedoman terbentuknya perilaku seseorang : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan 182 Sosiologi SMA/MA Kelas X . yaitu salah satu jenis norma yang bersifat mengikat warga masyarakat karena telah menjadi suatu kesepakatan bersama : segala sesuatu yang dianggap baik dan benar yang dicita-citakan oleh masyarakat : nilai yang bersumber dari rasionalitas manusia : nilai yang bersumber dari perasaan atau estetika manusia : nilai yang dipedomani di dalam kejiwaan manusia yang terdiri dari nilai kebenaran. nilai keindahan.logika masyarakat media massa media sosialisasi mediation metode metode dokumenter mores nilai nilai kebenaran nilai keindahan nilai kerohanian nilai material nilai moral nilai religius nilai sentral nilai sosial : pertimbangan akal pikir manusia : persekutuan orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kerja sama dalam seluruh aspek kehidupan atas dasar norma tertentu : sarana komunikasi antarorang dalam masyarakat : sarana untuk melaksanakan sosialisasi bagi seseorang : akomodasi dengan menggunakan pihak ketiga sebagai penengah tetapi pihak ketiga tidak mempunyai otoritas untuk mengikat dan memaksa kedua belah pihak yang bertikai : cara-cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan : metode penelitian dengan mengambil data dari arsip-arsip : tata kelakuan. nilai moral.

baik yang tertulis maupun tidak tertulis. baik yang tertulis maupun tidak tertulis.nilai vital : nilai sesuatu yang muncul karena kegunaannya atau fungsinya norma : semua bentuk peraturan. yang ada dan berlaku di dalam masyarakat observasi : metode pengumpulan data dengan menggunakan panca indera penelitian sosial : serangkaian aktivitas yang sistematis dan terorganisir untuk mengungkap secara objektif berbagai macam fenomena sosial di dalam masyarakat pengendalian sosial : upaya masyarakat untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma perilaku menyimpang : perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai perubahan sosial budaya : semua bentuk perubahan terhadap struktur sosial budaya dalam masyarakat pewarisan biologis : pewarisan yang berupa bakat atau ciri-ciri fisik dari leluhurnya pewarisan budaya : proses transformasi budaya dari generasi tua kepada generasi muda play group : teman sepermainan pranata sosial : suatu perangkat untuk menciptakan tertib sosial dalam masyarakat proses asosiatif : proses yang mengarah pada terbentuknya perkumpulan atau perhimpunan orang proses inkulturasi : proses pembudayaan proses institusionalized : proses pelembagaan Daftar Istilah 183 . yang ada dan berlaku di dalam masyarakat norma adat : hukum adat norma agama : ketentuan-ketentuan dalam agama norma hukum : peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan dibuat oleh lembaga yang berwenang norma kesusilaan dan kesopanan : norma yang mengatur tentang perilaku manusia yang berkaitan dengan penghargaan harkat dan martabat orang lain norma sosial : semua bentuk peraturan.

di mana masing-masing pihak diminta dapat menghindari perselisihan yang terjadi : sosiologi perkotaan 184 Sosiologi SMA/MA Kelas X . dan kebiasaan : lembaga pendidikan yang memberikan pengajaran kepada peserta didik : perilaku sosial : semua bentuk perubahan struktur orang-orang dalam masyarakat : belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan status sosialnya : ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial dalam masyarakat : pemerintah yang kuat : perubahan teknologi : akomodasi tanpa persetujuan yang formal. adat. kesopanan.proses internalisasi proses sosial realitas sosial research metodology sanksi sanksi hukum sanksi sosial sekolah social behaviour social mobility sosialisasi sosiologi strong government technological change tolerance urban sosiology : proses masuknya suatu pengetahuan ke dalam pikiran seseorang : proses berlangsungnya suatu aktivitas masyarakat secara komprehensif sehingga mengakibatkan perubahan dari waktu ke waktu : keadaan senyatanya di dalam masyarakat : metodologi-metodologi dalam penelitian : hukuman atau denda yang diberikan kepada orang yang melakukan penyimpangan perilaku : hukuman atau denda yang diberikan pada mereka yang melanggar norma hukum : hukuman atau denda yang diberikan kepada mereka yang melanggar norma-norma kesusilaan.

A.Aisal Sanafiah. 1984/1985. Drs. Dunia Pendidikan Hari Kini dan Hari Esok. Azas-azas Sosiologi. dkk. Panduan Belajar Sosiologi Jilid I. Robert M. Jakarta: Rajawali Press Mulyadi. 1992. Sosiologi Suatu Buku Pengatar Ringkas. 1976. Surabaya: Usaha Nasional JB.. 1963. Dra. Bandung: Eresco Huki D. Jakarta: Bharata Karya Aksara Gazalba Sidi. Rincihan I.F. 1981. Menyusun Rencana Penelitian. Willa. 1995. Yogyakarta: Yayasan BP Gajah Mada Faure Edgar. Azas Kebudayan Islam. A. Sosiologi Keluarga. Robert M. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Belajar untuk Hidup. Galaxy Puspa Mega M. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Aksara Baru Lawang. 1979. Sosiologi ke-I untuk SMU Dieter Evers Hans. Pengantar Antropologi. Drs. Pengantar Metodologi Research Sosial. 185 . 1985. Pengantar Sosiologi. 1980. Sosiologi Pendidikan. Sebuah Laporan Komisi Internasional untuk Pengembangan Pendidikan.Z. Surabaya: Usaha Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Modul Pengantar Antropologi. Amirin. Jakarta: Erlangga Daftar Pustaka PT. Drs. Drs. Bandung: Alumni Khiam Kheo Soe. Psikologi Sosial. SH. 1991. 1978. Mayor Polak. Sosiologi dan Antropologi. Sendi-sendi Sosiologi (Ilmu Masyarakat). Drs. Goode. Bulan Bintang Gerungan WA. Dr. 1990. Jakarta: Kurnia Universitas Terbuka Luth Nursal Drs dan Daniel Fernandes. 1995. Kartini.Z. Bina Aksara Kartono. 1961. Depdikbud Universitas Terbuka Lawang. 1997. PT. William. Sosiologi Perkotaan. 1982. Felife Herrera. Tatang. Yad dan Posman Simanjuntak. Bandung: Ganaco Koentjaraningrat. Jakarta: LP3S Djoyodiguno. Jakarta: Ichtiar Baru J. 1985. 1985.

Jakarta: FEUI Soemardjan. Jakarta: Bharata Soemardjan. Sosial. Rotterdam: Universitaire Press Soedjono. Edisi Pertama. Soerjono. Selo. 1962. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. 1974. Bandung: Alumni Soekanto.Schuyt. 1965. Selo. Selo cs. Ithaca. 25 Soekanto. Selo. 1964. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. 1985. 1972. Setangkai Bunga Sosiologi. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi. Selo. 8 Februari Soekanto. Ghalia Indonesia Soekanto. Modernisasi dan Aspirasi-aspirasi Modernisasi. Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 Sampai 1965.J. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis UI ke-XXII Soemardjan. 1971. 1983. Eresco Soemardjan. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional Soemardjan.M. Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. Selo. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS Jakarta Soemardjan. Pola-pola Kepemimpinan Salam Pemerintahan. 1965. Yogyakarta: GMUP Press. Bandung: PT. Rechtssociologie. Faktor-faktor Dasar Interaksi Sosial dan Kepatuhan pada Hukum. een terreinverkenning. Soelaeman Soemardi (ed). Soerjono. Soerjono. No. Research di Indonesia 1945-1965. Hukum Nasional. Selo. Cetakan Pertama. Jilid IV. S. Bidang Ekonomi. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta. Soerjono. Peranan Ilmu-ilmu Sosial di Dalam Pembangunan. dimuat dalam Kompas. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi. New York: Cornell University Press. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 186 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 1973 Pengantar Sosiologi Hukum. Social Changes in Yogyakarta. 1982 Soemardjan. Sosiologi. 1967. 1969. dan Budaya Soemardjan. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. Selo.

174 empati 11. 59. 100. 138. 124. 165 B BAP 163. 165. 160. 147. 103. 173 kebiasaan 40. 112. 117. 11. 85. 49. 60. 71. 10. 80. 17. 166. 26. 59. 28. 82. 51. 88 E eksplisit 47. 21. 61. 100 – 104. 45 – 48. 145. 42. 163. 89. 88. 43. 168 internal 80. 102. 67 – 69. 60 – 64. 140. 70. 25. 101 H hipotesa 9 I identifikasi 11. 70. 20. 23. 33. 70 kebutuhan mendasar 12. 84. 88 interaksi sosial 10. 127 eksternal 80. 162. 67. 31. 87. 49. 100. 62 – 66. 65.A adat 25. 82. 32 demoralisasi 23 – 25. 123. 65. 46 – 48. 127. 75. 15. 70. 173 keluarga 3. 70 kejaksaan 25. 33. 115. 8. 18. 61. 73 asumsi 98 Auguste Comte 3. 32. 114. 139. 89 kebutuhan sosial 13. 108 asimilasi budaya 108 asosiasi 3. 87. 14. 107 fenomena sosial 4. 53. 74. 152 kebutuhan hidup 10. 165 kenakalan remaja 135. 112. 119. 143. 89. 148. 8. 45. 20. 127 Imitasi 60. 135. 88 187 . 30. 127. 165. 169. 68. 148. 17. 166 interview 5 intrinsik 110. 71. 148. 64. 119. 32. 65. 99. 108 akulturasi budaya 108 angket 2. 82. 35. 124. 135. 8. 174 ekstrinsik 110. 143 kebudayaan 4. 140. 73. 86. 78. 122. 83. 107. 62. 23. 42. 88 ilmu pengetahuan 3. 32. 32. 111. 6. 135. 135. 32. 112. 110. 70. 10. 152 Indeks D data primer 8 data sekunder 9 data sosial 4. 98. 123. 96. 139. 63. 104. 76. 164. 7. 102 K keagamaan 24. 67 akulturasi 23. 15 F fakta 6. 95. 88 – 99. 52. 126. 89 custom 48. 116. 107. 33 dinamika sosial 18. 85. 14. 32. 32 asimilasi 23. 127. 164. 141 kebutuhan integratif 13. 63. 5. 111. 49. 161 folkways 48. 106. 112. 15. 68. 28 – 30. 164 C C. 97. 80. 139. 87. 25. 79. 173 akomodasi 66. 82. 37 fenomena alam 77. 89. 63. 64. 12. 80. 136. 32. 69. 102. 122 – 125. 53. 70. Kluckhohn 41 Coercion 66 coercion 66 community 69. 107. 7. 108 – 112. 84. 81 – 84. 79. 4. 40. 122. 127. 16 – 19. 49. 61. 60. 61.

39. 22. 167 nilai kebenaran 40. 46. 133. 124. 49. 59. 32. 21. 168 N nepotisme 25. 117 – 119. Sorokin 3 play group 96. 147. 33. 42. 103. 147. 167. 117. 47 – 50. 165. 22. 153. 33. 85. 47. 44 – 53. 10. 113 pranata sosial 14. 85. 63 preventif 14. 21. 165. 126. 169. 104. 117. 143. 143. 159. 168. 99 nilai religius 42. 18. 95. 173 penelitian sosial 5. 146. 95. 46. 169 konsep 10. 20 – 22. 13. 33. 16. 105. 100. 41 – 53. 20. 52. 169 kompetisi 68 konflik 17. 14. 14. 46 – 48. 139 nilai vital 40. 150. 114. 78 – 80. 45 – 47. 127. 143 – 148. 67. 70. 96. 139. 144. 139 – 142. 99 nilai keindahan 42. 97 – 112. 70. 145. 104. 53. 104. 110 – 113. 88. 97 – 100.kepolisian 25. 66. 42. 151. 164. 144. 166 – 169 norma adat 40. 144. 23. 143. 14. 24. 117. 76. 44. 141. 164. 21. 26 – 33. 135. 92. 65. 111 O observasi 2. 127. 39. 126. 161 metode dokumenter 9. 26. 164 – 169. 6. 88. 33. 81. 135. 104 – 108. 138. 145. 69. 135 – 140. 147. 43. 148. 148. 87 – 90. 134. 143. 150. 33 pengendalian sosial 10. 153. 163. 152. 65. 35. 110 – 115. 169. 96. 72 – 76. 46. 138 konsep dasar 10. 95. 32. 162 norma agama 40. 33 kontravensi 68 kontrol sosial 104. 133. 97. 10 – 15. 80. 135 – 140. 133. 127 LSM 164 nilai kerohanian 99 nilai material 40. 127. 161 – 170. 153. 11. 7. 147. 63. 145 – 147. 9. 70. 173 kepribadian 10. 6. 122. 70 –72. 99 nilai sentral 42. 124. 53. 33. 163 – 166. 53. 95. 33 mores 48. 100 – 102. 14. 107. 13. 111 – 124. 133 – 135. 146. 120 L lingkungan kerja 108. 51. 152. 132. 170 media sosialisasi 111 – 113. 3 – 24. 112. 133 – 137. 115. 171 persuasi 166. 8 pengadilan 51. 32. 113. 132. 83. 61 – 64. 173 perilaku menyimpang 10. 115. 120. 167. 159. 68. 32. 89. 32. 145 – 147. 153. 124. 122. 52. 119. 140 nilai sosial 16. 161 – 171. 32. 114. 112 – 115. 98. 20. 60. 32 konsumerisme 25. 41 – 45. 106 – 108. 148 pengangguran 27. 20 – 22. 145. 50. 142 pewarisan budaya 150 Pitirim A. 146. 99 nilai moral 40 – 43. 97. 75. 99 188 Sosiologi SMA/MA Kelas X . 32. 121 – 127. 127 metode 1. 153 nilai 10 – 16. 100 – 108. 114 – 119. 42. 127. 33. 166. 28. 28. 19. 174 perubahan sosial budaya 15. 127. 148. 135. 41. 67. 152. 46. 50 – 53. 172 – 174 Max Weber 72 media massa 2. 24. 164. 105. 39 – 46. 33. 86. 84. 96. 3 – 9. 84. 168 norma hukum 40. 22. 33. 99 norma 3. 47. 92. 168 koersi 166 kolusi 25. 69 – 89. 150. 137. 18. 135. 171. 135. 161. 105. 174 kultural 23. 97 – 100. 59. 79. 53. 27. 147. 50. 22. 160 – 162. 68. 72. 153. 50. 119. 53. 84. 153. 110. 121. 25. 69. 70. 69. 127. 113. 100. 167 M masyarakat 1. 164. 126. 133. 170 174 korupsi 25. 122. 43. 102 motivasi 60. 53. 160. 161. 163. 150. 169 norma kesusilaan dan kesopanan 40. 84. 106. 168. 32 P pendidikan 7. 150 – 153. 80. 39 – 41. 127. 100. 85. 143 norma sosial 10. 63. 13. 45. 135. 28. 161.

39. 119. 147. 21. 39. 72. 99 proses asosiatif 67 proses sosial 3. 125 – 127. 168. 168. 148. 79. 78. 107 – 115. 44. 32. 65. 16. 73. 144. 165. 148. 152 sosiologi 3 – 5. 10. 97. 29. 66 – 69. 32 Indeks 189 . 70. 168 sekolah 18. 167 Robert K. 48. 52. 137 sugesti 11. 95. 18. 19. 164. 88 Soelaeman Soemardi 3 sosialisasi 50. 33 represif 14. 100 – 104. 95 – 97. 84 – 87. 171 U usage 48. 49. 153. 105. 5.Prof. 53. 18. 127. 133 – 136. 139 – 141. Notonegoro 42. 121. 33 Selo Soemardjan 3 separatis 28. 108. Dr. 33 simpati 11. Merton 136 Sekularisme 25. 64. 88 S sanksi 43 – 45. 71. 85 R realitas sosial 2. 165. 174 sanksi hukum 168 sanksi sosial 165. 10. 112. 47. 51. 101 W wawancara 2. 60. 59. 60. 164. 117.

190 Sosiologi SMA/MA Kelas X .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful