RANGKUMAN BUKU FILSAFAT ILMU SEBUAH PENGANTAR POPULER KARYA JUJUN S.

SURIASUMANTRI (BAB I-IV) BAB I

Dec 25, '08 1:13 PM for everyone

KE ARAH PEMIKIRAN FILSAFAT
Da steh¶ ich nun, ich armer Tor! Und bin so klug als wie zuvor. (Nah disinilah aku, si goblok yang malang! Tak lebih bijak sebelumnya) Faust

Ilmu dan Fisafat. Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang kita belum tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang kepada diri kita sendiri, apakah sebenarnya yang saya ketahui tentang ilmu? Apakah cirri-cirinya yang hakiki yang membedakan ilmu dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya yang bukan ilmu? Dsb. Filsafat: Peneratas Pengetahuan. Disini berarti bahwa filsafat merupakan langkah awal untuk mengetahui segala pengetahuan. Sekiranya kita sadar bahwa filsafat adalah marinir bukan pionir karena bukan pengetahuan yang bersifat merinci. Bidang Telaah Filsafat. Filsafat menelaah segala masalah yang mungkin dapat dipikirkan oleh manusia. Sesuai dengan fungsinya sebagai pionir dia mempermasalahkan hal-hal yang pokok, terjawab masalah yang satu diapun mulai merambah pertanyaan lain. Cabang Cabang Filsafat. Adalah Epistimologi (Filsafat Pengetahuan), Etika (Filsafat Moral), Etestika (Filsafat Seni), Metafisika, Politik (Filsafat Pemerintahan), Filsafat Agama, Filsafat Ilmu, Filsafat Pendidikan, Filsafat Hokum, Filsafat Sejarah Dan Filsafat Matematika.

Dalam kaitan-kaitan ini akan dikaji hakikat beberapa saran berpikir ilmiah yakni. matematika dan statistika. Kriteria Kebenaran: 1. Logika didefinisikan sebagai pengkajian untuk berpikir secara sahih. bahasa. . Akhirnya buku ini ditutup dengan pembahasan mengenai struktur penelitian dan penulisan ilmiah dengan harapan agar dapat membantu mereka yang berkarya dalam bidang keilmuan.Filsafat ilmu merupakan bagian dari epistimologi yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu. Hakikat Penalaran. Pada dasarnya buku ini mencoba membahas aspek ontologis. Teori Koherensi yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Setelah itu dibahas beberapa aspek yang berkaitan erat dengan kegiatan keilmuan seperti aspek moral. namun masih terdapat cara lain yaitu intusi (pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu) dan wahyu merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh tuhan kepada manusia lewat perantara nabi-nabi yang diutusnya). logika. epistimologis dan aksiologis keilmuan sambil membandingkan dengan beberapa pengetahuan lain. sosial. Penalaran mempunyai ciri-ciri: proses berpikir logis dan analitis. BAB II DASAR-DASAR PENGETAHUAN Penalaran adalah berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. pendidikan dan kebudayaan. Dengan penalaran inilah manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap. Kerangka Pengkajian Buku. pada dasarnya terdapat dua cara kita mendapatkan pengetahuan yang benar yaitu mendasarkan diri pada rasio atau disebut rasionalisme dan mendasarkan diri pda pengalaman atau disebut empirisme. Sumber Pengetahuan.

Teori Korespondensi yang ditemukan oleh Bertrand Russell (1872-1970). . ³si polan adalah seorang manusia dan si polan pasti akan mati´ adalah benar pula karena kedua pernyataan kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama. 3. ³semua manusia pasti akan mati´ adalah suatu pernyataan benar maka pernyataan bahwa. Teori Pragmatis dicetuskan oleh Charles S. 2. Asumsi adalah anggapan berdasar pengetahuan yang ada. Suatu pernyataan dalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Misalnya jika seseorang mengatakan bahwa ibukota republik Indonesia adalah Jakarta maka pernyataan tersebut adalah benar sebab pernyataan itu dengan obyek yang bersifat faktual yakni Jakarta yang memang menjadi ibukota republik Indonesia. BAB III ONTOLOGI: HAKIKAT APA YANG DIKAJI Der Herr Gott wurfelt nicht! (Tuhan tidak melempar dadu!) Albert Einstein (1879-1955) Metafisika adalah bidang telaah filsafati yang merupakan tempat brpijak dari setiap pemikiran filsafati termasuk pemikiran ilmiah.Misalnya bila kita menganggap bahwa. Pierce (1839-1914). Suatu pernyataan adalah benar jika pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. Peluang adalah kemungkinan kejadian.

Penyusunan kerangka berpikir 3. Penarikan kesimpulan. bagaimana (epistimologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. Pengujian hipotesis 5. Metode Ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Dua cabang utamanya yaitu: 1. langakah-langkahnya adalah sebagai berikut: 1.Batas-Batas Penjelajahan Ilmu adalah pengalaman manusia dan pengetahuan yang secara empiris telah diuji kebenarannya. . Setiap jenis pengetahuan mempunyai cirri-ciri spesifik mengenai apa (ontologi). Filsafat alam yang kemudian menjadi ilmu-ilmu alam (the natural science) 2. Teori yang merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Struktur Pengetahuan Ilmiah: 1. Cabang-Cabang Ilmu. Filsafat moral yang kmudian menjadi ilmu-ilmu sosial (the social science) BAB IV EPISTIMOLOGI: CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR Pengetahuan pada hakekatmya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek tertentu. Perumusan Masalah 2. termasuk kedalamnya adalah ilmu. Perumusan hipotesis 4.

Jujun. Hukum yang merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu kaitan sebab akibat. Prinsip yang dapat diartikan sebagai pernyataan yang berlaku secara umum bagi sekelompok gejala-gejala tertentu yang mampu menjelaskan kejadian yang terjadi. DAFTAR PUSTAKA S.2. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Suriasumantri. 4. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. . Postulat yang merupakan asumsi dasar yang kebenarannya kita terima tanpa dituntut pembuktiannya. 1990. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful