PRAKTIKUM II

A. JUDUL “Difusi dan Osmosis”

B. TUJUAN Melalui praktikum ini, praktikan diharapkan mampu:
1. Menjelaskan proses terjadinya difusi

2. Menjelaskan proses terjadinya osmosis

C. DASAR TEORI Cirri suatu sel hidup adalah memasukan zat – zat yang diperlukan kedalam sel dan mengeluarkan zat – zat sisa yang tidak diperlukan keluar sel.1 Begitupula untuk mempertahankan konsentrasi ion – ion didalam sitoplasma, sel juga selalu memasukan dan mengeluarkan ion – ion tertentu. Pengaturan keluar masuknya zat – zat serta ion – ion ini melalui membrane sel.2

Keluar masuknya zat – zat serta ion – ion melalui membrane ini dikenal sebagai transportasi zat kedalam dan kluar sel. Dalam keadaan istrahat pun sel tetap melakukan transportasi zat. Zat – zat makanan, air, dan oksigen terus –
1

Henny Riandari, Biologi 2, (Solo: Tiga Serangkai, 2007), hlm. 23. Kusnadi, Biologi, (Jakarta: Piranti, 2007), hlm. 22.

2

Praktikum II “Difusi dan Osmosis”

Page 7

zat – zat sisa metabolism harus terus – menerus dkeluarkan. Op.. Apabila tidak. Sebaliknya.menerus kedalam sel. zat – zat sisa tersebut akan tertimbun didalam sel dan dapat menggangu fungsi sel secara keseluruhan. 23 Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 .3 3 Henny Riandari. Cit.

Biologi. hlm. (Solo: Tiga Serangkai. 2007). 2007). Transpor ini berlangsung akibat adanya perbedaan konsentrasi antara zat atau larutan. maka membrane sel bersifat semipermeabel atau selektif permeabel. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. (Jakarta: Erlangga. Pratiwi dan Sri Maryati.5 1. dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion). Karena susunan membrane sel yang demikian. Difusi Difusi merupakan perpindahan zat – zat terlarut dari konsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah. yaitu difusi sederhana (simple difusion). Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. 25 5 6 Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 . dan 50% protein. Wijaya jati. 14-15.Membrane sel tersusun dari ±50% lipid. (Jakarta: Ganeca. 2007). 14 Henny Riandari.4 Berdasarkan kebutuhan energinya.A. Lambat laun cairan menjadi manis. hlm. Artinya. hlm. Aktif Biologi. Trasnpor pasif ini terdiri dari: 6 a. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. membran sel hanya dapat dilalui oleh air dan zat – zat tertentu yang trlarut didalamnya. Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui dua mekanisme. Biologi 2. Transport pasif Transport pasif adalah transport yang tidak memerlukan energi. 4 D. materi –materi dapat bergerak melintasi membrane plasma dengan cara trasnpor pasif dan transport aktif.

protein pembawa kembali pada susunan semula. • Difusi terfasilitasi (fasiliated diffusion) Difusi terbantu merupakan proses difusi dengan perantara protein pembawa (carrier protein). Pada proses ini. yaitu: 1. hanya saja protein pembawa membantu proses perpindahan molekul ini. Sebagai contoh. Protein pembawa juga dapat membuat celah yang dapat dilalui oleh ion-ion seperti Cl-dan Na+7 Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi.• Difusi sederhana (simple diffusion) Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Molekul zat dapat berdifusi secara spontan hingga dicapai kerapatan yang sama dalam suatu ruangan. setetes parfum akan menyebar ke seluruh ruangan (difusi gas di dalam medium udara). Ukuran partikel 7 http://www. Arah perpindahan molekul seperti halnya pada difusi biasa yaitu dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Setelah itu.com/2010/09/perpindahan-molekul-transport-aktif-dan. molekul diikat oleh reseptor pada sisi luar sel dan dilewatkan melalui membran plasma oleh protein transmembran yang telah mengalami perubahan susunan.html Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 . Difusi terbantu merupakan transpor melalui media pembawa.ardianrisqi.

2. semakin cepat partikel itu akan bergerak. 3.html Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 . Maka.com/A_Diffus/DiffusMain_1. semakin lambat kecepatan difusi. Ketebalan membrane Semakin tebal membran. semakin cepat kecepatan difusinya. semakin cepat pula kecepatan difusinya8 8 http://www. Suhu Semakin tinggi suhu. 4.Semakin kecil ukuran partikel. Luas suatu area Semakin besar luas area. partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.scienceisart.

26-27. transport aktif akan terjadi dengan cara melawan gradient konsentrasi. hlm. Dua faktor penting yang mepengaruhi osmosis adalah : 1. osmosis juga berarti perpindahan molekul dari larutan berkepekatan rendah (hipotonis) ke larutan berkepekatan tinggi (hipertonis) melalui selaput (membran) semipermeabel. 9 Kusnadi. Untuk itu diperlukan energi berupa ATP. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif. 2007). Dengan kata lain. dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri 2. Kadar air dan materi terlarut yang ada di dalam sel 2. Transpor aktif primer Transpor aktif primer secara langsung berkaitan dengan hidrolisis ATP yang akan menghasilkan energy untuk transport ini. yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut. (Jakarta: Piranti. Biologi. Transport aktif Perpindahan zat dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonis) ke larutan berkonsentrasi tinggi (hipertonis) melalui membrane selektif permeabel. Contoh transport aktif.b. Osmosis Osmosis adalah perpindahan molekul air melalui membran semipermeabel dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi ke larutan yang konsentrasi airnya rendah. antara lain : pada pompa ion Na+-K+. Dengan kata lain. Kadar air dan materi terlarut yang ada di luar sel Transpor aktif dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:9 a. Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 .

Transport aktif sekunder Transport aktif sekunder merupakan transport pengangkutan gabungan.b. yaitu pengangkutan ion – ion bersama dengan pengangkutan molekul lain. Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 .

Kristal CuSO4/garam/gula 7. Mengisi gelas piala dengan aquadest ±100ml 2. Larutan metylene blue (MB) 8. Difusi 1. Mengamati penyebaran warna biru dari metylene blue tanpa pengadukan 3. Aquadest 9. Stopwatch 6. Pengaduk 4. Kertas hisap E. Pelubang 11. Pipet tetes 3. Melakukan percobaan diatas dengan menggunakan Kristal CuSO4 sebanyak 1 sendok spatula 5. tetapi setelah itu larutan segera diaduk. Mengulangi percobaan dengan metylene blue dan CuSO4 dengan ukuran yang sama seperti semula. Mencatat berapa lama waktu yang diperlukan dari warna biru metylene blue 4.D. PROSEDUR KERJA a. Timbangan 5. Melakukan percobaan ini satu persatu. Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 . Kentang 10. Meneteskan kira – kira 10 tetes larutan metylene blue kedalam gelas piala yang berisi aquadest. ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang digunakan antara lain : 1. Gelas piala 2.

Menimbang potongan kentang tadi sebelum diperlakukan 3. Setelah diberi perlakuan. HASIL PENGAMATAN 1. Osmosis 1. Membuat potongan kentang dengan ukuran yang sama ± 1cm 2. Memasukkan potongan kentang tadi kedalam larutan air garam dan aquadest dan membiarkan ± 1jam 4.b. melakukan penimbangan kembali dan mencatat hasilnya 5. Difusi Meneteskan Metylene Blue Melarutkan kristal CuSO4 Tabel Pengamatan Difusi Waktu Larut Diaduk Tanpa Diaduk Nama Bahan Volume Aquades Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 . Membandingkan hasil penimbangan sebelum dan sesudah perlakuan F.

Osmosis Merendam kentang dalam aquades dan air garam Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 .Metylene blue CuSO4 40 ml 40 ml 9 detik 20 detik 336 detik 2.344 detik 2.

Dimana aquades yang ditetesi metylene blue tanpa melakukan pengadukan ini akan lebih lama bercampur.2616 g ∆m = 0.4625 – 0.Tabel Pengamatan Osmosis Nama Bahan Kentang Waktu Rendam 1 jam Aquadest 40 ml Massa Awal (m0) 0.8094 – 0.7241 = 0. Begitupula dengan aquades yang diberi kristal CuSO4. sedangkan pelarutnya juga (aquades) bersifat cair sehingga akan ada tarik menarik antara Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 .4625 g ∆m = 0.7521 g Massa Akhir (m1) 0.7521 = -0. Dimana yang diaduk akan lebih cepat bercampur dibanding dengan yang tidak diaduk. kecepatan bercampurnya metylene blue dengan aquades yang diaduk dan kristal CuSO4 yang diaduk berbeda.7241g Massa Akhir (m1) 0.8094 g Air Garam 40 ml Massa Awal (m0) 0. Difusi Dari hasil pengamatan dapat dijelaskan bahwa aquades yang ditetesi oleh metylene blue lebih cepat bercampur ketika dilakukan pengadukan. PEMBAHASAN 1. Berbeda dengan yang tidak diaduk. Namun tetap keduanya akan bercampur dengan aquades dikarenakan terjadinya perpindahan zat – zat terlarut dari konsentrasi tinggi menuju konsentrasi rendah Namun. Hal ini dikarenakan metylene blue merupakan zat cair.0573 g G.

2. 2004). (Jakarta: Erlangga. Osmosis Dari hasil pengamatan dapat dijelaskan bahwa terjadi perbedaan massa antara kentang yang direndam dalam air garam dan aquades. 22. waktunya lebih lama bercampur dibanding dengan adukan antara metylene blue dan aquades. hlm. (Jakarta: Erlangga. 2004). Jika diamati dengan mikroskop maka vakuola sel-sel kentang tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan 10 Widagdo Mangunwiyoto.molekul yang sejenis (kohesi)10 yang menyebabkan antara larutan dan pelarut lebih cepat bercampur ketika diberi pengadukan. Dan pada adukan antara CuSO4 dan aquades. Hal ini dikerenakan sel-selnya akan kehilangan rigiditas (kekakuan)nya. 22. Pokok – Pokok Fisika. sedangkan pelarutnya (aquades) merupakan zat cair sehingga terjadi gaya tarik menarik antara molekul yang tidak sejenis (adesi)11 karena pelarutnya sulit untuk bergerak bebas. Dimana massa kentang yang telah direndam dalam aquades bertambah dari massa sebelum dimasukkan kedalam aquades dibandingkan dengan kentang yang direndam dalam air garam yang massanya berkurang dari massa awal sebelum dimasukkan kedalam air garam. Dikarenakan CuSO4 merupakan zat padat. Zat cair dan zat padat dapat derdifusi sepeti gas karena adanya gaya tarik. 11 Widagdo Mangunwiyoto. Pokok – Pokok Fisika. Hal ini disebabkan konsentrasi dalam sel kentang tersebut lebih tinggi dibanding dengan konsentrasi air garam sehingga air dari dalam sel (kentang) akan tertarik keluar ke air garam tersebut. Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 . Jika seandainya gaya tarik itu dapat diatasi maka gerakan bebas akan menonjol sendiri maka terjadilah difusi. hlm. Hal ini terjadi jika suatu zat padat larut dalam zat cair.

hlm. melainkan juga kepada tekanan yang di keluerkan oleh air itu sendiri.12 H. Biologi dan Kecakapan Hidup (Jakarta: Ganeca. Sedangkan system osmosis tertutup berbeda dengan system osmosis terbuka terutama pada cara penggunaan tekanan yang timbul pada larutan sebagai akibat dari osmosis itu di gunakan untuk pengembangan tekanan dinding ke dalam. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel ini disebut plasmolisis Dan ketika konsentarasi pelarut (aquades) lebih besar (hipertonis) dari pada konsentrasi yang adalah dalam sel (kentang) sehingga untuk menyeimbangkan konsentrasi zat yang berada pada volume tersebut kentang menerima konsentrasi pelarut (aquades) melalui membran semi permeabel terhadap sel (kentang) sehingga konsentrasi zat tersebut seimbang dan massa dari kentang bertambah Interpretasi osmosis dalam bentuk potensi air menimbulkan suatu fakta bahwa adanya osmosis bukan hanya bergantung pada adanya gradasi kosentrasi air. Sistem osmosis terbagi menjadi 2 bagian yaitu osmosis terbuka dan osmosis tertutup. Difusi Laju difusi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: 12 Drs.mengkerut dan membran sel akan terlepas dari dindingnya. 30 Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 . KESIMPULAN Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa: 1. Dimana system osmosis terbuka di gunakan dalam pembentukan tekanan hidrostatik larutan. Si. Begot Santoso M. 2005).

Sehingga dengan memberikan tekanan (pengadukan) pada metylene blue akan lebih cepat bercampur dengan pelarut begitupula dengan kristal CuSO4. Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 . Dan dari segi faktor wujud zat metylene blue akan lebih cepat bercampur dengan pelarut karena metylene blue merupakan zat cair berbeda dengan kristal CuSO4 akan agak lama bila dibandingkan dengan waktu difusi metylene blue karena CuSO4 merupakan padatan. semakin cepat kecepatan difusinya • Suhu Semakin tinggi suhu. Maka.• Ukuran partikel Dimana semakin kecil ukuran partikel. partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. semakin cepat pula kecepatan difusinya • tekanan (kecepatan adukan) Dengan melakukan pengadukan semakin sepat kecepatan difusinya • Wujud zat (padat/cair/gas). semakin cepat partikel itu akan bergerak. sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi. semakin lambat kecepatan difusi • Luas suatu area Semakin besar luas area. • Ketebalan membran Semakin tebal membran.

15. Impermeable adalah sifat membrane sel yang tidak dapat dilalui suatu zat. sehingga aquades masuk kedalam sel – sel kentang dan menyebabkan massanya bertambah. hlm. Osmosis Konsentrasi zat terlarut (sel (kentang)) dan konsentrasi pelarut (air) dapat mempengaruhi massa benda. a. Larutan hipotonis adalah larutan yang memiliki konsentrasi terlarut lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi disekitarnya.2. Dimana konsentrasi pelarut aquades lebih tinggi dibandingkan konsentrasi sel kentang. e. Semipermeabel atau sering disebut selektif permeable merupakan membrane sel yang hanya dapat dilalui oleh air dan zat – zat tertentu yang terlarut didalamnya. Pratiwi. JAWABAN SOAL 1. c. Sedangkan jika terjadi pengurangan berat karena konsetrasi air garam lebih rendah dibandingkan konsetrasi dalam sel kentang. (Jakarta: Erlangga. 2007).13 13 D. I. Larutan hipertonis adalah larutan yang memiliki konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi disekitarnya. sehingga konsetrasi zat yang ada dalam sel kentang akan tertarik oleh air garam tersebut dan mneyebabkan massanya berkurang. b. Artinya melalukan seleksi bagi molekul – molekul tertentu yang dapat melaluinya. Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 .A. Larutan isotonis adalah larutan yang memiliki konsentrasi zat terlarut sama dengan konsenrasi disekitarnya d. Biologi.

Jika sel terdapat pada larutan yang hipotonik. Teknik mengeluarkan bisul pada tubuh dengan mekanisme osmosis dengan menerapkan gelli berupa balsam/salep yang hipertonik juga memudahkan bisul segera kempes 4. 6. sehingga air masuk menuju xylem/sel tanaman. Efek dari proses osmosis pada makhluk hidup antara lain : 1. ensefalopati uremik. Dimana Penyerapan air ini terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal melalui membran. Permeabel merupakan sifat membrane sel dimana semua zat dapat keluar masuk membrane. sehingga minum air laut justru menyebabkan dehidrasi 5. Air dalam tanah memiliki konsentrasi lebih besar (Hipotonis) dibanding dalam pembuluh. Dimana masuk dan naiknya air mineral dalam tubuh pepohonan merupakan proses osmosis. 2. Ikan air tawar yang ditempatkan di air laut akan mengalami penyusutan volume tubuh 3. peningkatan keasaman darah dan pasien Hiperkalemia. Banyak hewan-hewan laut. sehingga bisa menyebabkan Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 . c. maka sel tersebut akan mendapatkan banyak air. 7. Proses penggunaan alat hemodialisa pada pasien gagal ginjal. Meresapnya air pada proses reabsorbsi system eksresi manusia. Air laut adalah hipertonik bagi sel tubuh manusia.f. seperti bintang laut (Echinodermata) dan kepiting (Arthropoda) cairan selnya bersifat isotonik dengan lingkungannya.

jika sel berada pada larutan hipertonik. sehingga sel menjadi kecil dan dapat menyebabkan kematian. untuk bisa bertahan dalam lingkungan yang hipo. Pada hewan. atau turgiditas tinggi (pada sel tumbuhan). Sebaliknya. maka diperlukan pengaturan keseimbangan air. maka sel banyak kehilangan molekul air. yaitu dalam proses osmoregulasi.atau hipertonik.lisis (pada sel hewan). Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 .

Jakarta: Erlangga. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Pokok . Jakarta: Raja Grafindo Persada. S. Jakarta: Pusat Perbukuan Deparmenet Pendidikan Nasional. D.ardianrisqi. Biologi 2. Si. Jakarta: Erlangga.wikipedia. (2004). Pujiyanto.org/wiki/difusi http://www. S. Yogyakarta: Arkola. D. United States of America: Springhouse Corporation. R.org/wiki/Osmosis http://id. Kamus Ilmiah Populer. (2007). (2003). W.com/A_Diffus/DiffusMain_1. Innerarity. Biologi. Kusnadi. Biologi Jilid 2 lux ed. Santoso M. Lakitan. (2008). Solo: Tiga Serangkai Pustaka. Jakarta: Ganeca. Biologi dan Kecakapan Hidup. (2007 ). 5. (2007). (2007). Jakarta: Erlangga. W. Fluid & electrolytes made incredibly easy. B. (2002). Jakarta: Piranti. Firmansyah. Jakarta: Ganeca.com/2010/09/perpindahan-molekul-transport-aktif-dan. Y. H. http://id. Jati. Riandary. (2009). (2001). Yuwono.Pokok Fisika. Campbel. Solo: Tiga Serangkai. (2005).html Praktikum II “Difusi dan Osmosis” Page 7 .html http://www. Pratiwi. Jakarta: Erlangga.scienceisart. D. (2008). Mudah & Aktif Belajar Biologi 2. I. T.wikipedia.DAFTAR PUSTAKA Al Barry. Menjelajah Dunia Biologi 2. Aktif Biologi. B. Biologi. (2002). Mangunwiyoto. Biologi Molekuler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful