P. 1
ptk

ptk

|Views: 85|Likes:
Published by Rusmadi Ahmad Landa

More info:

Published by: Rusmadi Ahmad Landa on May 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2011

pdf

text

original

BAB IV.

PROSEDUR PTK
Langkah-langkah peningkatan kualitas atau inovasi pembelajaran melalui PTK adalah sebagai berikut. A. B. C. D. E. F. Identifikasi masalah pembelajaran. Analisis dan perumusan masalah pembelajaran. Perencanaan tindakan dan perumusan hipotesis. Pelaksanaan tindakan, observasi, dan asesmen kemajuan belajar siswa. Analisis data hasil observasi dan asesmen. Refleksi/evaluasi dan perencanaan tindak lanjut.

A. Identifikasi Masalah Pembelajaran Identifikasi masalah pembelajaran diawali dengan merasakan adanya masalah yang dihadapi oleh guru dan peserta didik. Masalah yang dihadapi hendaknya berangkat dari permasalahan nyata yang timbul dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Guru perlu menumbuhkan kepekaan terhadap adanya permasalahan pembelajaran karena sikap peka dan kemauan memecahkan masalah sangat diperlukan untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas pembelajaran. Salah satu cara untuk merasakan adanya masalah yaitu dengan car bertanya kepada a diri sendiri mengenai kualitas pembelajaran yang selama ini dicapai. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat berupa pertanyaan sebagai berikut. 1. Apakah kompetensi awal peserta didik untuk mengikuti pembelajaran cukup memadai? 2. Apakah proses pembelajaran yang dilakukan cukup efektif? 3. Apakah sarana/prasana pembelajaran cukup memadai? 4. Apakah pemerolehan hasil pembelajaran cukup tinggi? 5. Apakah hasil pembelajaran cukup berkualitas? 6. Apakah ada unsur inovatif dalam pelaksanaan pembelajaran? 7. Bagaimana peningkatan kualitas pembelajaran dengan strategi pembelajaran inovatif tertentu? Setelah merasakan adanya masalah, permasalahan pembelajaran perlu dikaji lebih lanjut untuk dicari masalah mana yang dapat dan perlu dipecahkan terlebih dahulu. Pada tahap ini yang penting adalah menghasilkan gagasan -gagasan awal mengenai permasalahan aktual yang dialami dalam pembelajaran atau masalah yang terkait dengan manajemen kelas, iklim belajar, proses belajar-mengajar, sumber belajar, dan perkembangan personal. Permasalahan aktual tersebut kemudian dijabarkan ke dalam topik -topik yang lebih operasional. Adapun cara melakukan identifikasi masalah secara berurutan adalah sebagai berikut: Menulis semua hal terkait dengan pembelajaran yang dirasakan perlu memperoleh perhatian untuk menghindari dampak yang tidak diharapkan. 2. Memilah dan mengklasifikasikan masalah sesuai dengan jenisnya, mencatat jumlah peserta didik yang mengalaminya, dan mengidentifikasi frekuensi timbulnya masalah. 3. Mengurutkan masalah sesuai dengan tingkat urgensinya untuk ditindaklanjuti (kemudahannya, keseringannya, dan jumlah siswa yang mengalaminya). 1.

Dalam merumuskan masalah. Analisis terhadap masalah pembelajaran dimaksudkan untuk menentukan urgensi dan prioritas permasalahan yang harus dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya. Masalah memiliki nilai strategis bagi peningkatan atau perbaikan proses dan hasil pembelajaran. Faktor penyebab tersebut menjadi dasar untuk menentukan alternatif tindakan yang akan diberikan. B. dan aspek teknis. disarankan peneliti pemula untuk berangkat dari permasalahan sederhana tetapi . Masalah-masalah tersebut dikaji kelayakan. dipertimbangkan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian tersebut. Masalah tersebut dapat dicari dan diidentifikasi faktor penyebabnya. Dari aspek formulasi. Apakah masalah dapat dijabarkan dengan jelas? 2. penguasaan materi ajar. Apakah ada bukti empirik yang memperlihatkan keberhasilan tindakan serupa yang pernah dilakukan sebelumnya? 3. dirumuskan secara jelas.4. dan tenaga). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis masalah pembelajaran yaitu : 1. Aspek substansi perumusan masalah perlu mempertimbangkan bobot dan manfaat tindakan yang dipilih untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki kualitas pembelajaran. peneliti perlu memperhatikan beberapa aspek. spesifik dan operasional. Masalah tersebut adalah masalah pembelajaran aktual yang benar-benar ada di dalam perkuliahan atau di kelas. Ada alternatif tindakan yang dapat dipilih oleh peneliti. 5. Dari sisi aspek orisinalitas. waktu. masalah-masalah yang telah diidentifikasi dan telah dianalisis. Analisis dan Perumusan Masalah Pembelajaran Setelah guru memperoleh sejumlah permasalahan melalui proses identifikasi. masalah harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Tim peneliti kemudian secara bersama-sama memilih permasalahan yang urgen untuk dipecahkan. Oleh karena itu. dan kemampuan menyediakan fasilitas untuk melakukan PTK (dana. Dari aspek teknis. 4. aspek orisinalitas tindakan. tetapi lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik tentang apa yang dipermasalahkan. teori. ada beberapa pertanyaan yang juga dapat diajukan untuk menganalisis kelayakan masalah yang dipilih antara lain sebagai berikut: 1. dan kontribusinya terhadap keberhasilan belajar siswa. tindakan perlu dipertimbangkan apakah tindakan tersebut merupakan suatu hal baru yang belum pernah dilakukan guru sebelumnya atau sekedar pengulangan dari apa yang pernah dilakukan. yaitu aspek substansi. signifikansi. Perumusan masalah yang jelas memungkinkan peneliti untuk memilih tindakan yang tepat. Selain faktor-faktor di atas. Rumusan masalah hendaknya tidak bermakna ganda. 2. dan tindakan yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. dilanjutkan analisis terhadap permasalahan. Dalam hal ini peneliti perlu memiliki kemampuan metodologi PTK. 3. aspek formulasi. strategi dan metodologi pembelajaran. Bagaimana kesiapan peneliti melaksanakan tindakan yang telah dipilih? Selanjutnya.

Berikut ini adalah rangkuman petunjuk yang dapat dipakai sebagai pertimbangan untuk merumuskan masalah PTK (Kerlinger 1973: 17--8. Guru dan mitra penelitinya perlu membahas bentuk tindakan (atau tindakan-tindakan) apa yang kirakira paling tepat untuk dilaksanakan di dalam kelas. menyenangkan). dalam arti tidak mempunyai makna ganda. Kasbolah dan Sukarnyana.bermakna. Melalui gagas pendapat ini akan dihasilkan banyak alternatif tindakan yang dapat dipilih. 2. (d) Model pembelajaran Kontekstual (CTL) dan (e) Model pembelajaran yang berdasarkan atas PAKEM ( pembelajaran aktif. synectics (pengembangan kreativitas). et al 1982: 87. basic thinking skills (learning about thinking). Rumusan masalah umumnya menunjukkan hubungan antara permasalahan dan tindakan. 6. dan learning from presentations (advance organizers). kreatif. 1983: 71. dengan rumusan masalah itu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ary. role playing. (b) Model Pemrosesan Informasi (Information-Processing Models) seperti: basic inductive model. 1. dan concept of self. Rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik. sehingga diperoleh pengalaman untuk mengembangkan keprofesionalannya. Tindakan yang dipilih adalah tindakan inovatif yang antara lain diperkenalkan oleh Joyce dan Weill (2000). dan jurisprudential inquiry. Masalah hendaknya dirumuskan secara jelas. scientific inquiry and inquiry training. . memorization. Rumusan masalah menunjukkan secara jelas subjek dan/atau lokasi pengembangan. (c) Model Personal (Personal Models) seperti : nondirective teaching (the learner at the centre). 1978: 20. Maksudnya. Masalah penelitian dapat dituangkan dalam kalimat tanya. Sejauh manakah strategi pembelajaran dengan menggunakan peta konsep meningkatkan pemahaman siswa kelas IX tentang konsep-konsep fotosintesis? C. 1. Tuckman. Suryabrata. Perencanaan Tindakan dan Perumusan Hipotesis Sebelum dibuat perencanaan tindakan terlebih dulu dilakukan curah gagasan mengenai tindakan apa saja yang dapat membantu guru memecahkan masalah yang dihadapi. Rumusan masalah menunjukkan secara jelas tindakan yang diimplemantasikan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran Berikut beberapa contoh rumusan masalah PTK. 2001). Bagaimanakah pembelajaran kooperatif meningkatkan keterampilan siswa kelas X jurusan IPA dalam mengerjakan soal-soal Reaksi Redoks? 3. Melakukan kajian teoretik di bidang pembelajaran/pendidikan. sebagai peneliti guru sebaiknya melakukan hal-hal berikut: 1. Agar dapat merencanakan tindakan dengan tepat. Dapatkah strategi pembelajaran yang berorientasi pada proses meningkatkan ketrampilan menulis siswa kelas X SMAN2 Lumajang? 4. Beberapa model pembelajaran yang disarankan untuk dipergunakan adalah : (a) Model sosial (Social Models) seperti : partners in learning. 3. (CTL Academy Fellow. efektif. Bagaimanakah tugas kelompok dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap sistem pengelolaan keuangan? 2. memiliki nilai praktis bagi guru dan semua yang berkolaborasi. 4. 5. 1990) dan beberapa pakar pendidikan lain.

kita dapat menduga bahwa penerapan remidi dengan pendekatan konflik kognitif dapat menghilangkan kesalahan konsep. Hipotesis tindakan menunjukkan dugaan mengenai bentuk perubahan atau perbaikan yang akan terjadi apabila suatu tindakan dilakukan. Melakukan kajian pendapat dan saran pakar pendidikan khususnya yang dituangkan dalam bentuk program. 1) Membuat Skenario Tindakan Bagaimana tindakan tersebut akan dilaksanakan dalam PTK. Melakukan refleksi diri mengenai pengalaman sebagai guru. 2. Dalam makalah ini dilampirkan (Lampiran 1) contoh salah satu RPP untuk pembelajaran dengan metode Problem Posing (Chotimah dkk. pakar pendidikan. 2005). Di dalam skenario pembelajaran. Hipotesis tindakan merupakan suatu pernyataan atau dugaan bahwa tindakan yang dilakukan akan dapat memecahkan masalah yang ingin dicari solusinya. . Hal ini dapat berupa perangkat pembelajaran. perlu direncanakan dengan cermat. Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas X jurusan IPA dalam mengerjakan soal-soal Reaksi Redoks 3. atau kita dapat merumuskan hipotesis tindakan bahwa pemberian contoh memudahkan siswa memahami terminologi teknik. proses. sedapat mungkin dirumuskan hipotesis tindakan.2. 4. Tugas kelompok dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap sistem penge lolaan keuangan. 2) Mempersiapkan Sarana Pembelajaran Guru juga perlu mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung pelaksanaan pembelajaran yaitu hal-hal yang diperlukan dalam melaksanakan pembelajaran. dan output. Strategi pembelajaran yang berorientasi pada proses dapat meningkatkan ketrampilan menulis siswa kelas X SMAN2 Lumajang. 3) Mempersiapkan Instrumen Instrumen yang diperlukan dalam PTK haruslah mampu mengukur keberhasilan tindakan yang dapat dilihat dari sisi input. 3) mempersiapkan instrumen penelitian. 2) mempersiapkan sarana pembelajaran. Contoh hipotesis tindakan adalah sebagai berikut: 1. Berdiskusi dengan rekan sejawat. Mengkaji hasil-hasil penelitian yang relevan dengan permasalahan. 5. Perencanaan pelaksanaan tindakan itu dituangkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau dalam bentuk skenario pembelajaran. dan 4) melakukan simulasi pelaksanaan tindakan. Misalnya. serta instrumen penilaian. materi pembelajaran. Dalam mempersiapkan tindakan ada beberapa hal yang perlu dilakukan guru. Setelah tindakan ditentukan. serta kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik dalam rangka implementasi tindakan perbaikan yang direncanakan. 3. yaitu: 1) membuat skenario tindakan. guru menetapkan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pembelajaran. dan peneliti lain. media..

catatan itu memuat deskripsi rinci dan lugas peristiwa yang terjadi di kelas. (1) Instrumen Pengamatan terhadap Guru Pengamatan merupakan alat yang terbukti efektif untuk mempelajari tentang metode dan strategi yang diimplementasikan di kelas. Beberapa contoh format pengambilan data untuk proses adalah instrumen yang dikembangkan oleh Reed dan Bergermann. . b) Instrumen untuk proses Instrumen yang digunakan pada saat proses berlangsung berkaitan erat dengan tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Catatan anekdotal tidak mempersyaratkan pengamat memperoleh latihan secara khusus. Di samping itu. Salah satu bentuk instrumen pengamatan adalah catatan anekdotal (anecdotal record). tentang organisasi kelas. (b) tujuan. misalnya: format peta kemampuan kelas pada kondisi awal. misalnya. mungkin diperlukan pula instrumen pendukung yang mengarah pada pemberdayaan tindakan yang akan dilakukan. Misalnya. Dalam tahap ini banyak format yang dapat digunakan. dan (d) pengamatan harus dilakukan secara objektif. antara lain: (a) Catatan Anekdotal Peristiwa dalam Pembelajaran (Anecdotal Record for Observing Instructional Events) (b) Catatan Anecdotal Interaksi Guru-Siswa (Anecdotal Teacher-Student Interaction Form). respon siswa terhadap lingkungan kelas. akar masalah adalah bekal awal/prestasi tertentu dari peserta didik yang dianggap kurang.a) Instrumen untuk input Instrumen untuk input dapat dikembangkan dari hal-hal yang menjadi akar masalah beserta pendukungnya. Akan tetapi. Sejauh mungkin. dan rambu-rambu pengamatan jelas. Beberapa model catatan anekdotal yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. Catatan anekdotal memfokuskan pada hal-hal spesifik yang terjadi di dalam kelas atau catatan tentang aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran. (c) hasil pengamatan dicatat lengkap dan hati-hati. dsb. buku teks sebagai rujukan dan sebagainya. batas waktu. Catatan anekdotal mencatat kejadian di dalam kelas secara informal dalam bentuk naratif.1992. (d) Pengamatan Terstruktur (Structured Observation): (e) Lembar Pengamatan Model Manajemen Kelas (Checklist for Management Model). (c) Catatan Anekdotal Pola Pengelompokan Belajar (Anecdotal Record Form for Grouping Patterns). Suatu catatan anekdotal yang baik setidaknya memiliki empat ciri. sebagai berikut. yaitu: (a) pengamat harus mengamati keseluruhan sekuensi peristiwa yang terjadi di kelas. Dalam hal ini tes bekal awal dapat menjadi instrumen yang tepat. format yang digunakan hendaknya yang sesuai dengan tindakan yang dipilih.

(g) Catatan Anekdotal Aktivitas Pembelajaran (Anecdotal Record of Pre-. dsb. (3) Instrumen Pengamatan terhadap Peserta Didik Pengamatan terhadap perilaku peserta didik dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. saat tindakan diimplementasikan. (g) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory). Di samping itu. Whilst. dalam kurun waktu tertentu. Beberapa model pengamatan terhadap perilaku peserta didik diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK. (c) Format Bayangan (Shadowing Form). pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. dan manajemen kelas. mulai dari sebelum dilakukan tindakan. (d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment). (h) Catatan Anekdotal Membantu Peserta didik Berpartisipasi (Checklist for Routine Involving Students). dsb. dan seusai tindakan. dan sesudah usai pembelajaran. (b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map). (2) Instrumen Pengamatan terhadap Kelas Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. and Post-Teaching Activities) . (h) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection). tata letaknya. (e) Carta Deskripsi Profil Peserta didik (Descriptive Profile Chart). Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK. dsb. saat berlangsung. (b) Catatan Anekdotal Perilaku Peserta didik (Anecdotal Record for Observing Students). antara lain: (a) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) . Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas. antara lain: (a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization). Masing-masing individu peserta didik dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum. (f) Sistem Koding Partisipasi Peserta didik (Coding System to Observe Student Participation in Lessons). (c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms). .(f) Lembar Pengamatan Keterampilan Bertanya (Checklist for Examining Questions). (e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews). Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati. (d) Kartu Profil Peserta didik (Profile Card of Students). (i) Sosiogram. (f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies).

Pemberian makna juga dihubungkan dengan teori yang diacu. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan instrumen-instrumen yang sudah ditetapkan dalam perencanaan. atau penilaian dan pendapat dari guru lain yang menjadi anggota Tim F. Misalnya. pengalaman. Mengingat kegiatan observasi menyatu dalam pelaksanaan tindakan. Analisis data dapat dilakukan melalui beberapa tahap. observasi dan interpretasi dilakukan dalam suatu proses pembelajaran yang utuh. paparan data serta interpretasi. dengan memutar kembali hasil rekaman proses pembelajaran dengan video tape recorder guru mengamati kegiatan mengajarnya dan membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian penelitian bersama dengan peneliti mitra. Hasil asesmen ini juga merupakan data dari penelitian ini. kegiatan observasi dan interpretasi dilakukan secara bersamaan. perlu dikembangkan sistem dan prosedur observasi yang mudah dan cepat dilakukan. Analisis dilakukan dengan menggunakan hasil pengumpulan informasi yang telah dilakukan dalam tahap pengumpulan data. apa yang kemudian terjadi. Indikator keberhasilan biasanya ditetapkan berdasarkan suatu ukuran standar yang berlaku. apa yang dihasilkan. Bersamaan dengan pelaksanaan tindakan dan observasi. Hasil observasi selanjutnya diinterpretasikan yaitu memberi makna atau mengartikan data yang diperoleh. Observasi.Instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud. PENGANALISAAN > PEMAKNAAN >PENJELASAN> PENYIMPULAN > TINDAK LANJUT Perencanaan tindak lanjut dirancang berdasarkan keterkaitan antara hasil analisis data dengan indikator keberhasilan. Analisis Data Hasil Observasi dan Aasesmen Jenis data dan/atau informasi yang direkam selama observasi dan pemantauan dapat berupa data kualitatif dan kuantitatif (bergantung pada dampak atau hasil keluaran yang diharapkan). Kegiatan pelaksanaan tindakan dan tindakan perbaikan merupakan langkah pokok dalam siklus PTK. Penggabungan kegiatan tindakan. dan penyimpulan hasil analisis. Pada proses analisis dibahas apa yang diharapkan terjadi. Pada saat pelaksanaan tindakan. Indikator keberhasilan adalah kriteria keberhasilan dari tindakan yang dilakukan. E. praktik. Evaluasi dan Perencanaan Tindak Lanjut Refleksi adalah kegiatan mengkaji apa yang telah dan belum terjadi. dan Asesmen Pelaksanaan tindakan adalah pelaksanaan skenario pembelajaran yang sudah dibuat pada tahap persiapan dalam setting kelas yang sebenarnya. dan apakah perlu dilakukan tindaklanjut. mengapa hal tersebut terjadi. dilakuk pula asemen yang an brtujuan untuk mengevaluasi hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik sebagai hasil dari pelaksanaan tindakan. Pelaksanaan Tindakan. Komponen-komponen refleksi dapat digambarkan sebagai berikut. misalnya: pencapaian penguasaan kompetensi sebesar 75% . Refleksi. mengapa terjadi tidak seperti yang diharapkan. D. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya untuk menghasilkan perbaikan. misalnya: reduksi data. Kegiatan observasi dilakukan untuk merekam proses yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. apa penyebabnya atau ternyata sudah terjadi seperti yang diharapkan. dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

maka pencapaian hasil yang belum sampai 75% diartikan masih perlu dilakukan tindakan lagi (ada siklus berikutnya). kriteria atau standar yang ditetapkan oleh sponsor atau lembaga pemberi dana. Usulan PTK perlu dibuat sebagai pedoman (tuntunan) dalam melaksanakan pengembangan. dan evaluasi refleksi yang dapat diulang sebagai siklus.ditetapkan sebagai ambang batas ketuntasan belajar (pada saat dilaksanakan tes awal. mau. artikel dan sumber-sumber mengenai PTK. Guru diharapkan tidak hanya sekadar melaksanakan PTK. peneliti banyak membaca laporan penelitian. peneliti harus berusaha memenuhi ketentuan. Ciri khas penelitian ini ialah adanya masalah pembelajaran dan tindakan untuk memecahkan masalah ini. dan mampu untuk membelajarkan dirinya sepanjang hayat agar mampu membelajarkan anak didiknya. Tahapan pengembangan dimulai dari perencanaan. Profesi guru adalah profesi yang memerlukan pengembangan terus-menerus. nilai peserta didik berkisar pada angka 50). . karenanya setiap guru harus selalu siap. Dalam penyusunan usulan yang sesungguhnya. tapi juga mengomunikasikan hasilnya kepada rekan-rekan guru lain melalui media komunikasi (majalah) yang sudah ada sekarang atau melalui pertemuan periodik antar guru dan mitra peneliti yang lain untuk pengembangan profesi yang direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terjadwal. Disarankan guru dapat secara kolaboratif melakukan PTK untuk peningkatan keprofesionalannya. PTK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keprofesionalan guru melalui pengembangan atau inovasi. Dalam pelaksanaannya guru melakukan pengembangan secara bersama-sama (kolaboratif) dari awal hingga akhir. pelaksanaan tindakan. Untuk dapat melaksanakan pengembangan dengan baik. Indikator keberhasilan dapat berupa kriteria kuantitatif dan/atau kualitatif. PTK merupakan salah satu sarana belajar sepanjang hayat yang penting yang perlu dikuasai oleh setiap guru yang mau mengembangkan keprofesionalannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->