Jurnal Sondir adalah Jurnal Ilmiah Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang yang diterbitkan

2 kali setahun pada bulan April dan Oktober. Tujuan penerbitan adalah wadah komunikasi ilmiah, juga penyebarluasan hasil penelitian, dan studi literatur dalam bidang Teknik Sipil. Pelindung : Rektor Institut Teknologi Nasional Malang Penanggung Jawab : Ketua Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang Dewan Redaksi : Ir. H. Hirijanto, MT Ir. Bambang Wedyantadji, MT Ir. H. Ibnu Hidayat, MT Anggota : Ir. I. Wayan Mundra, MT Lila Ayu Ratna Winanda, ST., MT Eri Andrian Yudianto, ST., MT Ir. Eding Iskak Imananto, MT. Ir. Endro Yuwono, MT.

Penyunting Ahli : Prof. Dr. Ir. Jacob Rais, M.Sc Dr. Ir. Widyawati Budikusuma, Dipl. HE Dr. Ir. Kustamar, MT Tata Usaha : Ripkianto, ST Erni Yulianti, ST., MT. Moh. Mahfud Alamat Redaksi/Penerbit : Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan Jl. Bendungan Sigura–gura No. 2 Malang Telp (fax). 0341-551431 – 551951 psw. 256 Malang Website : www.Sipil-itn.ac.id Email : sondirsipil.itnmalang@gmail.com/sipil-s1@itn.ac.id

PETUNJUK UMUM BAGI PENULIS
1) Naskah dapat berupa tulisan ilmiah, hasil penelitian atau artikel berisi pemikiran kritis. 2) Naskah yang di serahkan Redaksi harus berupa Hard Copy (kertas cetakan) sebanyak 2 (dua) berkas di sertai rekaman dalam CD 3) Jumlah halaman naskah maksimal 15 halaman pada kertas A4 termasuk daftar kepustakaan, lampiran gambar dan tabel. 4) Ketentuan penulisan naskah : a) Ditulis dalam bahasa Indonesia baku atau bahasa Inggris b) Diketik dengan 1,5 spasi, ukuran kertas A4 c) Format margin : Top 2,5 cm, Bottom 2,5 cm, Left 3 cm, Right 2,5 cm. d) Menggunakan program MS Word 6 ke atas jenis huruf Times New Roman 11 e) Kata-kata asing ditulis dengan huruf miring (italic) f) Gambar diberi nomor dan judul gambar (huruf tebal/bold), ditulis di bawah gambar, 1 spasi. g) Tabel diberi nomor dan diberi judul tabel (huruf tebal/bold), di tulis diatas tabel, 1 spasi. h) Jika ada foto, dicetak hitam putih serta disesuaikan dengan format keteknisan jurnal. 5) Seluruh naskah dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris harus disertai abstrak dan kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Abstraksi di tulis secara naratif, maksimum 300 kata dan di ketik dengan jarak 1 spasi dengan huruf Times New Roman 10. 6) Naskah dan tulisan dalam bentuk esay, disertai sub judul pada masing-masing bagian. Peringkat sub judul dinyatakan dengan jenis huruf berbeda dan dicetak tebal. Tata letak pada halaman adalah sebagai berikut : PERINGKAT 1 DI TULIS HURUF BESAR SEMUA, RATA TEPI KIRI Peringkat 2 di Tulis Huruf Besar Kecil, Rata Tepi Kiri Peringkat 3 di tulis Besar-kecil masuk tiga karakter 7) Jika naskah merupakan hasil penelitian, disusun dengan sistematika : Judul dan nama penulis, Abstrak dan kata kunci, Pendahuluan, Materi dan Metode Penelitian, Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Rujukan. 8) Judul ditulis singkat dan informatif sebaiknya judul tidak lebih dari 12 kata. 9) Nama penulis ditulis lengkap tanpa gelar akademik. 10) Daftar rujukan disusun menurut abjad dengan ketentuan : a) Untuk buku : Nama pengarang (Tahun Terbit), ”Judul”, Edisi. Tempat terbit : Nama penerbit. b) Untuk artikel dalam buku : Nama penulis artikel (Tahun), ”Judul karangan”. Editor, ”Judul Buku”. Nama pengarang buku. Tempat terbit : Penerbit. Halaman. c) Untuk karangan dalam jurnal/majalah ; Nama penulis (Tahun), ”Judul tulisan”, dalam ; nama majalah/jurnal. Nomor penerbitan halaman. d) Untuk karangan dalam seminar : Nama pengarang (Tahun), ”Judul”. Nama seminar. Penyelenggara. Waktu, tempat seminar Dewan redaksi berhak melakukan perubahan dan memperbaiki tata bahasa setiap naskah yang dimuat.

Sondir Edisi 1

STUDI PENELITIAN PENGARUH BAHAN TAMBAHAN (BOND CRETE) TERHADAP ELEMEN TEKAN (KOLOM) ANTARA BETON LAMA DAN BETON BARU DENGAN PENYAMBUNGAN VERTIKAL DI TENGAH LEBAR KOLOM Bambang Wedyantadji, Ester Priskasari, Fitriya Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang
ABSTRAKSI

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan bahan tambahan (bond crete) jika digunakan sebagai bahan campuran dalam mix design dengan metode British atau lebih dikenal dengan metode DOE terhadap daya lekat antara beton lama dan beton baru. Adapun penelitian dilakukan dengan membuat skala model Laboratorium yang dapat diaplikasikan dilapangan, yaitu berbentuk kolom yang disambung antara beton lama dan beton baru. Dengan skala model Laboratorium itu diharapkan apa yang terjadi dalam penelitian dapat diaplikasikan dilapangan dengan model dan kondisi yang sama. Selain untuk melihat perilaku sambungan kolom tersebut kami akan melihat beberapa kekuatan dari beton itu sendiri yang diuji berdasarkan ketentuan yang ada. Adapaun kekuatan yang akan diukur adalah kuat tekan, modulus elastisitas beton, kuat tarik belah, kuat tarik lentur, porositas dan berat isi. Berdasarkan analisa, bond crete tersebut meningkatkan daya rekat antara beton lama dan beton baru, menurunkan kuat tekan, modulus elastisitas, kuat tarik belah, kuat tarik lentur, porositas dan berat isi. Kata kunci : Bond crete, Daya rekat sambungan, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Kuat Tarik Belah, Kuat Tarik Lentur, Porositas dan Berat Isi.

MODEL SIMULASI KEBUTUHAN AIR UNTUK TANAMAN PADI DAN PALAWIJA PADA LAHAN BERBENTUK SURJAN

The Simulation Model of Water Requirement for Rice and Secondary Crop in Surjan Area Hari Winantyo Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Designing of irrigation system needs representative values of accurate water requirement. Irrigation water requirements vary as a function of local meteorological condition, land condition, types of crop, and the availability of shalow groundwater. Developing of calculation procedure for irrigation water requirement, with shallow ground water contribution taken into accound, is the main goal of this study. The procedure is extended to be applied to surjan area with five types of secondary crop. The procedure of making the model for soil moisture supply was etarted by considering the behavior of the soil moisture balance in the root zone, the weather and the physical condition of the soil as input variables. The data used in this study were secondary data taken from Cikeusik irrigation area The simulation model was tested with the data for one year, and the results indicated that in rainy and dry seasons the contribution of groundwater was considerably important. This condition could be reached if the secondary crop area was designed to be 80 cm higher than the paddy area in the rainy season and 60 cm in the dry season. In rainy season the secondary crop did not need irrigation water, but irrigation is required in the dry season. It was obvious that irrigation water requirement changed as a function of time, where the soil moisture due to shallow groundwater was an important factor. The model suitability test was performed to see whether the model of the supply of soil moisture from groundwater showed consistency between observation and computation. The suitability test gave a good result with a maximum error of 2.85 %, and significant level of 5 %. It could be concluded that a model for rapid and accurate prediction of the irrigation water requirement was useful for determining the crop planting schedule. Key words : simulation model - water requirement - shallow groundwater - surjan are.

dan tarif berdasarkan LF 70% sebesar Rp. survey factor muat di sisi ruas jalan yang dilewati objek dan survey dinamis yakni mencatat penumpang yang naik dan turun serta waktu henti dan waktu tempuhnya yang dilakukan selama 4 hari yaitu hari minggu tanggal 7 oktober 2007 s/d rabu tanggal 10 oktober 2007. 3. 4. 3.dan trayek 5 tarif aktual sebesar Rp.STUDI EVALUASI PELAYANAN DAN TARIF ANGKUTAN KOTA DI KOTA WAINGAPU .297.601. sehingga besar tarif dengan menggunakan LF 70% lebih besar nilainya dibandingkan dengan tarif aktual yang ada dan tarif yang berlaku saat ini. nyaman dan teratur di kota Waingapu khususnya angkutan kota. Selain itu kenaikan Bahan Bakar Minyak tahun 2005 menyebabkan meningkatnya tarif angkutan kota. Diperlukan adanya penambahan jumlah kendaraan untuk trayek 1 sebesar 15 kendaraan. Metode statis yakni survey jumlah rit di terminal dari jam 06. dan trayek 3 sebesar 108.dan tarif berdasarkan LF 70% sebesar Rp. Untuk tarif aktual pada trayek 1 didapat Rp. 1. Jumlah armada dan Tarif .. trayek 2 sebesar 4 kendaraan dan trayek 5 sebesar 2 kendaraan. Yutadi. Nilai factor muat untuk trayek 1 sebesar 133. Tarif yang berlaku saat ini dievaluasi menggunakan dasar tarif dengan Load Faktor standar ( 70%). pemilik angkutan atau pengemudi dan pengguna jasa itu sendiri. Studi ini dilakukan pada 3 trayek yang ada dengan didukung oleh data primer dan data sekunder. untuk itu perlu diadakannya evaluasi pelayanan angkutan kota yang melibatkan semua pihak baik itu regulator. Untuk nilai headway masih dalam batas standar yaitu 5 – 10 menit dimana headway tertinggi dibanding standarnya yakni sebesar 7.947.08 menit pada trayek 1. Frekwensi. Dari hasil evaluasi pelayanan didapat jumlah rit terbesar terjadi pada trayek 1 yaitu 106 rit/hari dan jumlah rit terkecil terjadi pada trayek 5 yaitu 35 rit/hari.00 – 18.206.33%.306.. 2. Headway.00.443. Kata kunci : Load factor. trayek 2 sebesar 116.trayek 2 tarif aktual sebesar Rp. dan tarif berdasarkan LF 70% didapat Rp.33 % hal ini dikarenakan oleh adanya penumpang yang naik turun angkutan dengan jarak yang pendek. KABUPATEN SUMBA TIMUR – NTT Nusa Sebayang. Metode survey yang digunakan dalam evaluasi angkutan umum ini yaitu metode survey dinamis dan survey statis dan ketentuan evaluasi yang digunakan mengacu pada peraturan Dirjen Perhubungan Darat 2002. 2. Frekwensi kendaraan tertinggi dialami oleh trayek 1 sebesar 10 kend/jam dan terendah oleh trayek 5 sebesar 3 kend/jam.128.-.67 %. Evaluasi pelayanan angkutan kota di kota Waingapu ini bertujuan untuk meninjau kembali kinerja yang sudah ada dan untuk mendapatkan tarif angkutan kota yang wajar di kota Waingapu.514. Erny Hamanay Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Agar terciptanya pelayanan system transportasi yang lebih aman.-...

Penggunaan tower crane terkait dengan pemenuhan demand point yang diambil dari supply point. Penentuan letak fasilitas yang dipertimbangkan secara bersama-sama dicoba dimodelkan dengan menggunakan pendekatan prinsip dasar algoritma genetika. menjadi target optimasi dalam penelitian mengenai facilities layout ini. algoritma genetika. Kata kunci : Lokasi letak tower crane.OPTIMASI LOKASI TOWER CRANE TERHADAP LAYANAN DENGAN PENDEKATAN ALGORITMA GENETIKA Lila Ayu Ratna Winanda Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Tower crane sebagai peralatan yang memegang peran penting dalam bangunan tinggi. Dengan demikian prinsip dasar algoritma genetika dapat digunakan sebagai salah satu alternatif optimasi penempatan fasilitas crane dengan lokasi demand dan supply pointnya. Berdasarkan hasil pemodelan dihasilkan waktu pengangkutan yang lebih cepat dibandingkan kondisi penempatan aktual proyek. . demand point. Pemodelan dibatasi pada pekerjaan pembetonan sehingga fungsi tujuan pemodelan adalah meminimalkan waktu pengangkutan pembetonan dengan operator algoritma genetika dengan prinsip teori evolusi yakni generasi sel yang selalu ke arah lebih baik seterusnya sehingga dicapai tingkat sesuaian yang diinginkan berdasarkan pada konvergensi populasi atau jumlah generasi.supply point.

Pemata Jingga dan PBI Araya. dan realiabilitas. Konsumen dan Fasilitas . Dan konsumen PBI Araya memilih fasilitas sarana olahraga seperti lapangan golf. Kolam renang dan lapangan tennis sebagai faktor pertimbangan dalam memilih rumah. maka dapat disimpulkan bahwa ternyata konsumen perumahan Istana Gajayana mendapat nilai 83.STUDI PERTIMBANGAN KONSUMEN DALAM MEMBELI RUMAH DENGAN KAITAN PENGADAAN FASILITAS-FASILITAS RUMAH UNTUK TYPE RUMAH MENENGAH DAN MENENGAH KEATAS Tiong Iskandar. Dari hasil-hasil yang diperoleh diatas. Untuk mencukupi kebutuhan perumahan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun membuat para pengembang perumahan berlomba lomba mencukupi kebutuhan perumahan..273 % artinya konsumen perumahan PBI Araya puas dengan fasilitas yang disediakan oleh pengembang. Danny lazuardi Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Perumahan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia yang dapat berfungsi sebagai sarana produksi keluarga merupakan titik strategis dalam pembangunan manusia seutuhnya dan merupakan pintu masuk ke dunia yang menjanjikan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.333% yang artinya konsumen perumahan Istana Gajayana sangat puas dengan fasilitas yang disediakan oleh pengembang. Hari Winantyo.dari data-data yang diperoleh kemudian dilakukan analisa validitas.357 % artinya konsumen perumahan Permata Jingga puas dengan fasilitas yang disediakan oleh pengembang dan untuk sedangkan konsumen perumahan PBI Araya mendapat nilai 80. Dengan bertambahnya jumlah penduduk mendorong pihak pemerintah maupun swasta untuk mendirikan usaha perumahan dengan menawarkan berbagai jenis dan tipe. Kuesioner ini bertujuan untuk menentukan kepuasan konsumen terhadap fasilitas fasilitas umum dan sosial yang disediakan oleh pengembangan masing masing perumahan. Untuk konsumen perumahan Istana Jingga faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli rumah adalah fasilitas telekomunikasi/Telfon. fasilitas Air dan juga fasilitas keamanan yang ditawarkan oleh pengembang. Kata Kunci : Perumahan. Sedangkan Konsumen perumahan Permata Jingga mendapat nilai 80. Faktor yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli rumah dalam perumahan Istana Gajayana adalah fasilitas Listrik. Penelitian dilakukan dengan menyebar kuesioner terhadap konsumen perumahan Istana Gajayana.

5 mm mencapai fs = 42. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa tulangan Cold Rolled & Twisted Bar tergolong tulangan polos. Hari Winantyo. Benda uji yang digunakan adalah bentuk kubus berukuran 150 x 150 x 150 mm (ASTM C234-91a) untuk kelompok 1 dan 200 x 200 x (ld + no bond) dengan diameter nominal tulangan CRT 10 mm. .Sondir Edisi 2 KEKUATAN LEKATAN (BOND) DAN PANJANG PENYALURAN TULANGAN COLD ROLLED & TWISTED BAR PADA BETON MUTU TINGGI Mohammad Erfan.537% fy namun pada slip > 2. Sekarang ini beredar di pasaran tulangan jenis Cold Rolled & Twisted Bar (spiral) yang mana permukaan tulangan tidak seperti tulangan yang lain (polos dan ulir).5 mm kekuatan lekatan ld menghasilkan fs > fy. Kata Kunci: Kuat lekatan. Oleh karena itu timbul permasalahan mengenai pemakaian tulangan CRT yang sampai saat ini belum ditemukan hasil penelitian mengenai perilaku lekatan (bond) dan panjang penyaluran (ld) khususnya pada beton mutu tinggi. tulangan CRT memiliki kekuatan lekatan yang besar dengan slip yang besar dan kekuatan lekatan ld tulangan CRT pada slip < 2. lekatan disini adalah hubungan kerja sama antara baja tulangan dengan beton disekelilingnya. CRT dan slip. Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Salah satu persyaratan dasar dalam konstruksi beton bertulang adalah lekatan (bond). Eksperimen ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 untuk uji kekuatan lekatan dan kelompok 2 untuk uji panjang penyaluran (ld). Panjang penyaluran dan pull-out. Penelitian ini menggunakan percobaan metode pull-out (ASTM C234-91a) dan diuji dengan alat Universal Testing Machine dengan kapasitas 200 ton.

Terminal Angkutan Barang sebagai tempat bongkar muat sekaligus tempat pemasaran hasil produksi di kawasan Bangli dapat dijadikan sebagai sarana dan prasarana penunjang yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian di Kabupaten Bangli. Tujuan utama dari AHP ini adalah menentukan bobot yang disebut prioritas. Try Agus Sudarmadi.118 Kata Kunci: Penentuan Lokasi .. pola pergerakan angkutan regional dan ketersediaan jaringan jalan. Penghasilan penduduk cukup besar di bidang hasil bumi dan ternak.STUDI PENENTUAN LOKASI TERMINAL ANGKUTAN BARANG DI KABUPATEN BANGLI PROPINSI BALI Nusa Sebayang. Dalam Penentuan Lokasi Terminal.267. Kintamani dan Tembuku. Yutadi. Kemudian Desa Peninjoan menjadi prioritas kedua dengan nilai 2. Studi tentang pemilihan Lokasi Terminal Angkutan Barang ini menggunakan Metode Analisis Hirarki Proses (AHP). Hal ini perlu adanya studi analisa dan bahasan untuk mencari dan mendapatkan lokasi yang tepat dan stategis Terminal Angkutan Barang di wilayah Kabupaten Bangli. Setiap faktor atau kriteria dinilai dengan penilaian perbandingan pasangan terhadap faktor lainnya yang berada dalam satu tingkatan menurut struktur hirarki yang telah ditentukan. kelerengan. kelestarian lingkungan hidup. didapat Desa Catur menjadi prioritas utama untuk dijadikan Lokasi Terminal Angkutan Barang di Kabupaten Bangli dengan memperoleh nilai 2. ketersediaan lahan kosong layak bangun. Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Propinsi Bali khususnya Kabupaten Bangli sebagai suatu kawasan Agropolitan. Metode AHP adalah suatu metode proses pengambilan keputusan dengan beberapa kriteria yang dalam studi ini dilakukan dengan pengukuran melalui struktur Hirarki. disusul kemudian Desa Sulahan menjadi prioritas ketiga dengan nilai 1.331. khususnya Kecamatan Susut. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan dari tiga calon lokasi. Faktor Seleksi Penentu Lokasi yaitu meliputi jenis tanah. yang memerlukan suatu tempat penampungan yang bersifat sementara. yang dipasarkan melalui kendaran angkutan barang.

terdapat perbedaan peringkat faktor-faktor Estate Management antara sudut pandang pengembang dan konsumen sehingga hal ini perlu dipertimbangkan untuk pengambilan kebijakan developer dalam hal pengembangan rumah tipe menengah Kata Kunci: Estate management. Fenomena tersebut akan selalu dialami oleh semua perumahan tidak terkecuali dalam bisnis properti yang ada di Surabaya dan sekitarnya. Arwan Wienarcahya Prodi Teknik Sipil. Dalam penelitian ini akan digali kriteria utama dan kemudian breakdown subkriteria terendah dari faktor-faktor EM menurut sudut pandang konsumen maupun pengembang untuk kemudian dianalisa dengan menggunakan AHP (Analisa Pairwise Comparison) untuk mendapatkan skala prioritas faktor-faktor EM sehingga dapat ditetapkan prioritas utama faktor-faktor EM dari sudut pandang konsumen maupun pengembang.Unisda Lamongan ABSTRAKSI Pembangunan perumahan adalah kegiatan yang terkait dengan aspek yang cukup luas. prioritas . konsumen dan pengembang. Untuk itu kajian terhadap Manajemen Pengelolaan Kawasan atau Estate Management (EM) menjadi hal yang penting untuk diperhatikan pengembang dalam menghadapi permasalahan tersebut. AHP.Institut Teknologi Nasional Malang Jurusan Teknik Sipil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan prioritas tertinggi faktor-faktor Estate Management (EM) pada kriteria utama dari sisi konsumen adalah layanan ruang luar dan pertamanan (landscape) sedangkan pengembang memprioritaskan layanan purna jual dan layanan bangunan.PENENTUAN PRIORITAS FAKTOR-FAKTOR ESTATE MANAGEMENT PERUMAHAN TIPE MENENGAH DI SIDOARJO Lila Ayu Ratna Winanda. Berdasarkan hasil analisa keseluruhan. sehingga pengembang didalam mengelola perumahan harus mampu melihat dan mengantisipasi timbulnya perkembangan dan perubahan yang terjadi di semua bidang terkait.

Dari analisis kuat geser terdapat selisih antara perhitungan teoritis dan hasil pengujian. Mutu Beton Ringan Batu Apung sebesar 17.055 mm. Kata kunci : pola retak. Penggunaan batu apung akan sangat bermanfaat untuk mengurangi berat konstruksi secara keseluruhan. kapasitas lentur. K Prodi Teknik Sipil.Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Pembangunan gedung-gedung tinggi di kota besar sudah demikian pesatnya.454 %. Untuk BN-1 dan BN-2 sebesar 75. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku keruntuhan geser pada balok beton ringan yang menggunakan batu apung (pumice) dan abu terbang (fly ash).871%. Deformasi geser pada masing-masing balok tidak menunjukkan suatu kecenderungan yang sama.378mm. Beton ringan adalah beton yang terbuat dari agregat ringan yang mempunyai berat isi tidak lebih dari 1850 kg/m3. BR-1 dan BR-2 sebesar 74. 2. . BR-1dan BR-2 sebesar 12. Lendutan di tengah bentang berturut-turut untuk BN-1 dan BN-2. Agus Santoso.318 %. Pemanfaatan abu terbang yang merupakan limbah hasil pembakaran batubara sebagai bahan tambahan pada beton akan membantu mengurangi masalah pencemaran lingkungan. namun beban yang diterima oleh masing-masing balok berbeda. jenis keruntuhan. BR-1 dan BR-2 adalah 3. kapasitas geser.292%. Dari analisis kapasitas Momen Nominal terdapat selisih antara perhitungan teoritis dan hasil pengujian.986 Mpa Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan besar lendutan di tengah bentang sama sampai pada kondisi plastis. Yacob Ndala U. Pola retak yang terbentuk pada balok beton Ringan Batu Apung (Pumice) (BN-1 dan BN-2) adalah retak lentur sedangkan balok beton ringan Abu Terbang ( fly ash) (BR-1 dan BR-2) menunjukkan retak geser. Terjadi keruntuhan geser pada balok beton Ringan Abu Terbang( fly ash) dan balok beton ringan Batu Apung (Pumice).761mm.070 mm. Semua balok direncanakan mengalami keruntuhan geser.950mm. 1.859MPa dan untuk Beton Ringan abu Terbang sebesar 19.180mm. masing-masing 2 buah untuk Beton Ringan fly ash (BR) dan Beton Ringan fly ash (BN) dengan ukuran (bxhxl) 14x16x100cm. Untuk maksud tersebut dibuat balok uji sebanyak 4 buah. 2.adalah 2.KERUNTUHAN GESER PADA BALOK DENGAN MENGGUNAKAN BETON RINGAN Bambang Wedyantadji.790mm. Deformasi geser masimum terjadi pada BR-2 dengan nilai 0. Untuk BN-1dan BN-2 sebesar 8. 4. Penggunaan beton ringan sebagai beton struktural mempunyai beberapa keuntungan diantaranya dapat mengurangi berat konstruksi dan sebagai beton penyekat.

Hari Winantyo.015.912. Dari penjadwalan waktu pelaksanaan terjadi kemunduran waktu dan pada anggaran biaya pada data proyek sebesar Rp 173.599. Dalam melakukan penjadwalan alternatif menggunakan bantuan program computer yaitu Microsoft Project.Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Di negara yang sedang berkembang.00 Dari hasil analisa diatas penulis menyimpulkan bahwa setiap proyek konstruksi yang berkapasitas besar sangat perlu menggunakan alat berat sebagai alat bantu pelaksanaannya untuk menghemat waktu pekerjaan. karena pada sector inilah tolak ukur bagi negara-negara berkembang untuk mengetahui taingkat kualitas sumber daya manusianya. Studi ini didasari pengamatan yang ada pada pembangunan gedung Dormitory. Kata Kunci : Penjadwalan SDM dan Alat Berat .PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA DAN ALAT TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PROYEK BANGUNAN GEDUNG DORMITORY Widyawati Budikusuma. Dari hasil pengurangan aktifitas alat berat tersebut akhirnya perlu dilakukan penjadwalan ulang. yang tujuannya adalah pengurangan aktifitas alat berat yang digunakan pada pelaksanaan proyek tersebut. sehingga ada penambahan sumber daya manusia pada pekerjaan excavation dan concrete pouring. akan tetapi dalam hal pendidikan pemerintah kurang bisa menanggapi secara serius yang akhirnya keikut sertaan negara-negara sahabat untuk membantu dalam hal ini.. dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia pembangunan di sector pendidikan sangat perlu diperhatikan.sedanggkan pada data alternatif sebesar Rp 128.896. Deni Fitrianto Prodi Teknik Sipil.006.00 sehingga tedapat efisiensi sebesar Rp 45.00.593.

Ibnu Hidayat. pemeliharaan rutin pada saluran drainase agar dapat berfungsi secara efisien dan dapat berumur panjang sesuai dengan rencana. Genangan . baik itu dari air kotor maupun hujan.Sondir Edisi 3 KAJIAN SISTEM JARINGAN DRAINASE GUNA MENANGGULANGI GENANGAN AIR HUJAN DAERAH GADING KASRI – BARENG Kustamar. Berdasarkan hasil pengukuran. Selain itu juga banyak penyebab lainnya. antara lain : kurangnya kesadaran masyarakat untuk membersihkan saluran. Hasil dari perhitungan menunjukkan bahwa banyak saluran yang harus dinormalisasikan sebab saluran yang ada tidak dapat menampung debit air. Widya Rahmawati Prodi Teknik Sipil – Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Kajian sistem jaringan drainase guna menanggulangi genangan air hujan daerah gading kasri – bareng kecamatan klojen kota malang ini adalah untuk mendapatkan besarnya debit aliran saluran drainase di daerah kajian yang mengakibatkan terjadinya genangan pada daerah tersebut. banyaknya sampah yang menumpuk didalam saluran serta lain sebagainya. Kata Kunci : Drainase. pemerintah daerah dalam hal ini instansi yang terkait agar memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang perlunya saluran drainase pada musim penghujan dengan tidak membuang sampah ke dalam saluran supaya tidak terjadi pendangkalan dan tersumbatnya aliran air pada saluran yang dapat menyebabkan genangan air. sehingga kapasitas yang ada bisa bertambah dan mampu mengalirkan debit yang melewati saluran tersebut. Sedangkan hasil dari perhitungan debit aliran saluran drainase adalah untuk mendapatkan rancangan sistim jaringan saluran drainase setelah perbaikan pada daerah kajian. Hirijanto. pengolahan dan interpestasi data maka disarankan bagi pemerintah daerah dalam hal ini instansi yang terkait agar segera merealisasikan perbaikan saluran drainase yang sudah tidak mampu lagi mengalirkan debit aliran yang masuk pada saluran supaya tidak terjadi lagi genangan air yang dapat mengganggu aktifitas masyarakat. serta menyusun konsep perencanaan teknis sistim jaringan drainasenya sehingga untuk kedepannya tidak muncul masalah genangan lagi.

5 m dan kedalaman 2.03 kg.M. . Maksud dari studi perencanaan pondasi tiang bor pada abutment jembatan Kali Amprong adalah untuk memberikan salah satu alternatif dalam merencanakan pondasi yang sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis. Haerol Saleh Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Pembangunan Kabupaten Malang disegala bidang mengalami perkembangan dengan sangat pesat. oleh karena itu untuk meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat diseluruh daerah Kabupaten Malang. Kontrol Stabilitas. Daya dukung yang dihasilkan tiap tiang bor (Qa) = 73830. Liliek Dumairi. Daya Dukung. H. Dipilih pondasi tiang bor dengan diameter (D) = 0.25 m. pemerintah daerah melalui Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga melakukan pembangunan sarana penunjang diantaranya adalah pembangunan sarana dan prasarana fisik yang berupa jembatan. diantaranya perkembangan di bidang ekonomi dan industri. Dari perhitungan pondasi tiang bor dapat disimpulkan bahwa desain tiang bor aman untuk digunakan dalam perencanaan pondasi pada abutment jembatan Kata Kunci: Jembatan.84 kg > beban yang membebani tiang bor (ΣV) = 1001933.STUDI PERENCANAAN TIANG BOR (BORED PILE) PADA ABUTMENT Eding Iskak I.06 kg dan daya dukung tiang kelompok (Qtotal) = 1142667. Pondasi Tiang Bor. dengan jumlah tiang 21 buah (susuna tiang m = 7 dan n = 3).

716 l/dtk. .PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH PDAM KOTA KENDARI UNIT ANDOUNOHU Sudiro. 1.43 m/dtk dan kecepatan aliran terendah sebesar 0. mengetahui kebutuhan air 15 tahun mendatang serta melakukan perencanaan pengembangan jaringan distribusi. Berdasarkan hasil kalibrasi data eksisting. Biaya yang diperlukan untuk pengembangan jaringan sistim distribusi air bersih di Wilayah Unit Andounohu sebesar Rp. Analisis jaringan distribusi diketahui untuk jam puncak (07. Irfan Naim Prodi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Kendari menuntut adanya perbaikan dan penyediaan sarana prasarana. Metode perencanaan yang digunakan adalah melakukan pengumpulan data yaitu data primer yang terdiri dari survey lapangan dan survey pelanggan serta data primer yang terdiri dari peta-peta dan data-data di daerah perencanaan..91 mka dan tekanan terendah sebesar 10.00) tekanan tertinggi sebesar 53. EPANET 2. Tujuan perencanaan adalah mengavaluasi kondisi eksisting jaringan distribusi.511. Selanjutnya melakukan perhitungan dan pengolahan data dan penetapan daerah prioritas perencanaan dan pengembangan.623 unit pelanggan yang tinggal di Kecamatan Kambu dan Poasia atau baru mencapai 23 % dari total jumlah penduduk. Model jaringan eksisting di wilayah perencanaan diaplikasikan dengan menggunakan program Epanet 2.Hasil perhitungan kebutuhan air bersih untuk daerah perencanaan pengembangan untuk 15 tahun ke depan didapatkan kebutuhan air sebesar 48. Evi Hendriarianti.00 (Satu Milyar Lima Ratus Sebelas Juta Seratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Tiga Ratus Rupiah ). Setelah melakukan kalibrasi data dilakukan evaluasi kondisi eksisting. Pipa yang digunakan dalam perencanaan pengembangan jaringan adalah pipa jenis PVC dengan diameter terbesar 8 inchi dan diameter terkecil 3/4 inchi.0. pemodelan sistem distribusi eksisting yang telah dilakukan cukup sesuai dengan kondisi dilapangan. Pelayanan unit Andounohu jumlahnya baru mencapai 1.30 m/dtk.173. Sedangkan untuk kecepatan aliran tertinggi sebesar 1.300.0 selanjutnya dilakukan kalibrasi model antara data di lapangan dan data hasil simulasi. Kebutuhan air untuk 15 tahun ke depan ini masih mencukupi dengan ketersediaan sumber air baku Anggoeya sebesar 50 L/dtk.65 mka. Kata Kunci: Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih. Rendahnya pelayanan disebabkan oleh belum terjangkaunya jaringan pipa distribusi ke seluruh daerah pelayanan.

330 (aman).00 t/m2 . Kel. nilai  = 8.Polehan didapat angka keamanan.39 º.00 t/m2 . salah satu tindakan yang dapat diambil adalah dengan melakukan penelitian geoteknik tentang stabilitas lereng di bantaran sungai. Budi Susilo S. Jl.772 (aman). Kel. lapis 2 c = 7.( sumber : R.0 berarti bantaran tidak aman atau bisa terjadi longsor. nilai  = 15.00 t/m2 . Untuk daerah aman juga masih harus memperhatikan faktor-faktor penyebab yang dapat mempengaruhi stabilitas lereng tersebut. Polehan.tidak stabil) didaerah tersebut. nilai FS = 3. sedangkan untuk FS ≤ 1.75 º. bisa juga diperbaiki secara mekanis seperti memadatkan lereng atau memperkecil ketinggian lereng. EMBONG BRANTAS – Sta. Dari hasil penelitian akan didapat nilai parameter-parameter( c = kohesi. POLEHAN H. lapis 1 c = 5.60 t/m2 . dan ø = sudut geser ) yang digunakan untuk mengetahui angka keamanan daerah bantaran sungai tersebut. menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kelongsoran Melihat permasalahan yang ada. pada titik boring 1. Maka tidak mengherankan jika semakin banyak orang yang tinggal di daerah bantaran sungai. Pada titik boring 2.F. Permadi.5 berarti cukup aman.75 º . Angka Keamanan ( FS ).Embong Brantas – Sta. Sebagai contoh adalah dengan memperbaiki stabilitas lereng dengan cara fisik seperti memasang dinding penahan (counter weight). Muharto. Kel. lapis 2 c = 2. Hal ini perlu diperhatikan mengingat daerah bantaran sungai rawan terjadi longsor. diharapkan Masyarakat atau pihak tertentu mengetahui kondisi tanah (stabil.71 º. 1. Pembangunan pemukiman yang tidak mempertimbangkan segi keamanan. nilai  = 11. Jl. Polehan. Kota Malang.5 berarti aman .33 º .95 º . Di kota Malang sebagai salah satu kota besar di Propinsi Jawa Timur memiliki beberapa sungai besar yang mengalir di berbagai wilayah. lapis 2 c = 5. I Wayan Mundra Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk di kota Malang.20 t/m2 . Eri Andrian Yudianto.PENELITIAN STABILITAS LERENG BANTARAN SUNGAI BRANTAS PADA Sta. Dari hasil analisa stabilitas untuk bantaran sungai yang ada di beberapa wilayah kota Malang. lapis 1 c = 7. nilai  = 6.381 (aman).40 t/m2 .Craig. Pada titik boring 3. baik orang-orang yang tinggal sejak lama ataupun penghuni baru di daerah tersebut. Syarat Nilai keamanan ( FS ) yaitu : FS ≥ 1.0 ≤ FS ≤ 1. nilai  = 5.labil. lapis 1 c = 1. nilai  = 6. Jl. Kota Malang. 1987 ) Dari analisa stabilitas bantaran Sungai Bratas pada Sta. nilai FS = 3. Kata Kunci: Stabilitas Lereng. Kota Malang. nilai FS = 1. Juanda. sehingga bisa lebih memperhatikan keamanan dan merencanakan struktur bangunan dengan lebik baik. maka kebutuhan akan lahan untuk mendirikan tempat tinggal semakin besar. . Sungai Brantas. Polehan.

mudah dalam pelaksanaan. Untuk kolom direncanakan cor setampat dengan dimensi 60/60 dan mutu beton dan mutu baja sama dengan plat dan balok pracetak.dalam perencanaan plat dan balok pracetak digunakan mutu beton fc’ 30 MPa dan mutu baja fy 350 MPa. baik dari kalangan akademisi. yang meliputi: Plat dan balok pracetak. dan penulangan saat beton overtopping sudah kering. SNI 03-2847-2002 yang merupakan hal baru dalam bidang sipil memberikan sistem dan tata cara dalam merencanakan struktur struktur beton bertulang pracetak. Sistem beton bertulang pracetak di Indonesia telah mulai dikembangkan sebagai alternative pelaksanaan konstruksi selain metode cor setempat. Kata Kunci: Beton Pracetak. memenuhi fungsi dan kebutuhan bangunan.STUDI PERENCANAAN STRUKTUR PORTAL TAHAN GEMPA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PRACETAK PADA PLAT DAN BALOK Bambang Wedyantadji. Peraturan pembebanan yang digunakan adalah Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung (PPIUG) 1983. Plat dan Balok. Gedung Kuliah UIN Malang memiliki panjang 66 m dan tinggi 16. . Ester Priskasari. Sehingga peraturan ini sangat diperlukan sosialisasinya dalam masyarakat. Dimana dalam pemasangan komponen pracetak ada tiga tahap yaitu penulangan saat pengangkatan.5 m. penulangan saat beton overtopping belum kering. Anugerah Kornelius Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Seiring dengan perkembangan jaman di dalam mendesain bangunan seorang perencana dituntut untuk mendesain suatu bangunan yang kuat. kolom. sehingga konstruksi cukup kuat dan aman digunakan untuk melaksanakan berbagai aktivitas. Dari hasil perhitungan didapatkan plat pracetak dengan tebal 85 cm dan balok pracetak dengan dimensi 40/46 cm. Dari perencanaan dengan menggunakan sistem pracetak pada plat dan balok pada gedung kuliah UIN Malang dapat mendukung beban – beban yang bekerja sesuai dengan perencanaan. hubungan balok kolom. konsultan maupun pelaksana agar apa yang diharapkan dalam standarisasi bisa tercapai dengan baik. dan analisa statikanya menggunakan STAAD PRO 2004. salah satunya adalah beton bertulang pracetak. Saat banyak muncul berbagai alternatif konstruksi yang dapat digunakan sesuai dengan fungsi struktur. Sehubungan hal diatas direncanakan ulang Gedung Kantor kuliah UIN Malang. Dalam perencanaan ini menggunakan SNI 03-2847-2002 dan SNI 03-1726-2002.

kuat tarik belah beton 13. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan bahan tambahan (bond crete) jika digunakan sebagai bahan campuran dalam mix design dengan metode British atau lebih dikenal dengan metode DOE terhadap daya lekat antara beton lama dan beton baru. Permasalahan tersebut merupakan latar belakang pengambilan judul penelitian ini. Berdasarkan pengujian yang dilakukan di Laboratorium Teknologi Bahan Konstruksi.58% dan berat isi 4. balok sambungan antara beton lama dan beton baru tanpa pemberian bond crete sebagai campuran dan yang terakhir dicoba dengan sambungan beton lama tanpa bond crete dengan beton baru yang diberi bond crete dalam campurannya. porositas dan berat isi. kuat tarik lentur. Bond Crete. Dan juga untuk melihat pengaruh penggunaan bond crete sebagai bahan tambahan beton terhadap mutu beton yang terjadi.74%.67% dan pada variasi balok murni-campuran dengan balok monolit mengalami penurunan 7. Sehingga penggunaan bond crete sebagai bahan tambahan pada beton mempunyai kekurangan dan kelebihan yang masing-masing dapat dipertimbangkan untuk digunakan sesuai keperluan teknik. modulus elastisitas beton 12.69% serta menurunkan kuat tekan beton 9. modulus elastisitas beton.12%. dan tentunya kebutuhan cor membutuhkan dana yang tidak sedikit. kekuatan dibandingkan terhadap penggunaan bond crete sebagai bahan tambahan dengan tidak menggunakan bond crete. Kata Kunci : Daya Rekat Antar Beton Lama dan Beton Baru. Selain untuk melihat perilaku sambungan balok tersebut kami akan melihat beberapa kekuatan dari beton itu sendiri yang diuji berdasarkan ketentuan yang ada.86%. A. Kesemua benda uji diuji pada umur 28 hari dengan harapan beton yang diuji dalam keadaan matang atau panas hidrasi yang terjadi setelah umur tersebut boleh dikatakan sangat kecil dari pada umurumur sebelumnya. Lendutan . Arif Nurcahyo Prodi Teknik Sipil FTSP Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Proyek-proyek besar biasanya membutuhkan kebutuhan beton cor yang tidak sedikit. Kuat Lentur. yaitu berbentuk balok (ukuran balok 1000x 100x80 mm) yang dibandingkan antara balok monolit (artinya tanpa sambungan).Sondir edisi 4 STUDI PENELITIAN PENGARUH BAHAN TAMBAHAN (BOND CRETE) ELEMEN LENTUR (BALOK) ANTARA BETON LAMA DAN BETON BARU DENGAN SAMBUNGAN MIRING PADA JARAK SEPERTIGA PANJANG BALOK Bambang Wedyantadji. sehingga selang waktu yang terjadi dalam pemberhentian proyek tersebut menimbulkan sambungan. bond crete sebagai bahan campuran beton pada variasi balok murni-murni dengan balok monolit mengalami penurunan 16. kuat tarik belah. Kekuatan Karakteristik beton direncanakan dengan f’c 25 MPa.36%. Adapaun kekuatan yang akan diukur adalah kuat tekan beton.93%. Adapun penelitian dilakukan dengan membuat skala model Laboratorium yang dapat diaplikasikan dilapangan. jika terjadi masalah dana yang kurang maka proyek tersebut dapat dihentikan sampai masalah tersebut dapat diatasi. Agus Santoso. kuat tarik lentur beton 11. porositas 13.

Dan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih saat ini belum maksimal terlayani .095 m3/detik.KAJIAN POTENSI SUNGAI AIR PANAS UNTUK KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN AIR BAKU KABUPATEN HALMAHERA BARAT H. dari hasil kajian. beberapa usaha dilakukan pemerintah Kabupaten Halmahera Barat adalah dengan membuka lahan baru untuk di kembangkan menjadi daerah irigasi. aliran sungai Air Panas masih mempunyai potensi yang cukup besar untuk mengairi daerah irigasi seluas 759 ha dan kebutuhan air bersih terlayani 100 % dari jumlah penduduk 8.184 m3/detik dan kebutuhan air bersih terpenuhi sekitar 85 % sebesar 0.86 m3/detik masih memenuhi kebutuhan air irigasi dan air bersih yang ditujukan dengan menggunakan cara coba – coba (alternatif) dilakukan untuk 3 (tiga) alternatif yaitu : alternatif I 80 % debit andalan sebesar 105. Edi Hargono. mengingat belum ada jaringan air bersih PDAM di Desa Goal. Debit Andalan . dengan demikian maka analisa neraca air menggunakan cara alternatif menunjukan bahwa air yang tersisa masih cukup besar 300. alternatif II 80 % debit andalan sebesar 105. Salah satu lahan pertanian yang berpotensi dikembangkan adalah Daerah Irigasi Goal yang terletak di Desa Goal Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat dengan luas areal potensial ± 1013Ha. Tergantung bagaimana upaya Pemerintah Kabupaten Halmahera barat mengoptimalkan potensi yang ada disungai Air Panas agar dapat memenuhi kebutuhan akan air bersih dan air irigasi dimasa akan datang. H. Karena Kabupaten Halmahera Barat merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Maluku Utara yang mempunyai areal potensial yang cukup luas. didapatkan bahwa total kebutuhan air dengan ketersediaan air dan 80 % debit andalan sebesar 105. alternatif III 80 % debit andalan dengan total kebutuhan memnuhi air bersih 100 % terlayani dari jumlah penduduk 8. analisa keseimbangan air (neraca air) terhadap penggunaan air.86 m3/detik dengan total kebutuhan memenuhi kebutuhan air irigasi seluas 253 ha dan air bersih 85 % dari jumlah penduduk 7.321 jiwa sampai dengan 2015 dan kebutuhan akan air irgasi seluas 506 ha.86 dengan total kebutuhan memenuhi kebutuhan air irigasi seluas 506 ha dan kebutuhan air bersih 100 % terlayani dari jumlah penduduk 8.029 m3 sehingga tidak menutup kemungkinan ketersediaan air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lainny. Kebutuan Air. maka diperoleh beberapa kesimpulan :besar kebutuhan air irigasi dan air bersih yang diperlukan untuk Desa Goal Kecamatan Sahu sampai dengan tahun 2015 adalah sebesar 2.081 m3/detik dan 100 % sebesar 0.761 jiw.321 jiwa sampai dengan tahun 2015. Berdasarkan hasil analisa terhadap potensi sungai Air Panas untuk kebutuhan air irigasi dan air bersih.. Hirijanto Prodi Teknik Sipil FTSP ITN Malang ABSTRAKSI Dalam usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok akan pangan khususnya beras di Kabupaten Halmahera Barat yang semakin meningkat akibat pertambahan penduduk dan peningkatan konsumsi perkapita pertahun.321 jiwa sampai dengan tahun 2015. Kata Kunci : Potensi Air Panas.156 lt/detik/ha atau 2.

679 kg/mm IP 93. dengan jumlah sampel pada masing-masing perlakuan sebanyak 5 (lima) bauah. IP 93. Mengingat kebutuhan akan perkerasan jalan terus meningkat dari tahun ke tahun.5%. Split Mastik Asphalt (SMA).946 mm.5927 kg. 6. flow 2. Dengan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian yang berjudul “Penelitian Pemanfaatan Abu Hasil Pembakaran Sampah Sebagai Filler Pada Campuran Split Mastik Asphalt (SMA). dan selanjutnya dievaluasi terhadap syarat-syarat spesifikasi yang ditetapkan sebagai Campuran SMA. VIM 3.68% yang menghasilkan stabilitas sebesar 846. Sedangkan pada penggunaan filler abu batu diperoleh prosentase kadar aspal optimum sebesar 6. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar aspal optimum pada penggunaan filler abu sampah sebesar adalah 6.522% yang menghasilkan nilai nilai stabilitas 864.612%.632%.849 mm. Akan sangat bermanfaat apabila abu hasil pembakaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk material bahan perkerasan jalan raya. VMA 17.5%. Sebagai pembanding di buat pula benda uji dengan menggunakan jenis filer abu batu.441%. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental terhadap benda uji yang dirancang menggnakan filler abu hasil pembakaran di TPA Supit Urang Malang. Produksi abu hasil pembakaran secara terus menerus akan berakumulasi sehingga volumenya akan terus bertambah.557% VMA 17. Proporsi penggunaan filler tersebut disesuaikan dengan persyaratan gradasi agregat SMA. Kata Kunci : Filler Abu Sampah dan Filler Abu Batu.643 kg/mm. Eko Pujo Cahyanto Prodi Teknik Sipil FTSP Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Pengolahan sampah di TPA dengan cara pembakaran pada suhu tinggi akan menghasilkan residu berupa abu. Kinerja campuran . flow 2. VIM 3. Penggunaan filler abu sampah dengan abu batu menghasilkan nilai karakteristik yang tidak berbeda signifikan.879% MQ 295. Analisis dilakukan dengan metode statistika untuk menguji hipotesis. Nusa Sebayang. 7% dan 7.040 kg.266%. Benda uji selanjutnya diuji dengan metode Marshall untuk menilai kenerja campuran SMA. Jumlah sampel direncanakan 5 buah perlakukan dengan kadar aspal yang bervariasi yaitu 6%. MQ 294.PENELITIAN PEMANFAATAN ABU HASIL PEMBAKARAN SAMPAH SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN SPLIT MASTIK ASPHALT (SMA).

dan studi literatur.383. Berdasarkan permasalahan di atas. Sementara Desa Noborejo. Untuk melakukan analisa perencanaan jaringan distribusi air bersih perencana menggunakan bantuan software program Epanet Versi 2. Dalam proses pengumpulan data perencana menggunakan teknik wawancara. dan metode Last Square.0 diketahui pada pukul 06.612 jiwa. yaitu Kelurahan Ledok.13 m/dtk. maka data ini dapat dijadikan data untuk pengembangan jaringan distribusi di Kecamatan Argomulyo. sedangkan kecepatan tertinggi adalah 2. Biaya yang dibutuhkan untuk rencana pengembangan jaringan distribusi air bersih pada Kecamatan Argomulyo terbatas pada pengadaan pipa dan aksesoris pipa adalah sebesar Rp. Dari hasil kalibrasi data existing dengan software program Epanet Versi 2. Hal ini menyebabkan perkembangan penduduk Kota Salatiga cukup tinggi termasuk Kecamatan Argomulyo.22 m.. Kata Kunci : Filler Abu Sampah dan Filler Abu Batu.0. sehingga ketiga desa tersebut dapat terlayani air bersih dengan kualitas.500 (Satu Milyar Dua Ratus Juta Tiga Ratus Delapan Puluh Tiga Ribu Lima Ratus Rupiah). metode Geometrik. Kecepatan aliran air (velocity) pada pipa yang terendah adalah 0.44 m/dtk.64% dari jumlah penduduk pada tahun 2007 sebesar 42. dan Desa Kumpulrejo untuk jangka waktu sampai dengan tahun 2017. Dari 6 kelurahan/desa di kecamatan tersebut baru 3 kelurahan/desa yang memperoleh pelayanan air bersih. Akibat meningkatnya jumlah penduduk. semakin meningkat pula kebutuhan akan air bersih. dan Kelurahan Tegalrejo. Berdasarkan hasil perhitungan proyeksi kebutuhan air bersih untuk daerah perencanaan pengembangan pada tahun 2017 dengan prosentase pelayanan 90% dari jumlah penduduk dibutuhkan air bersih dengan debit 51. padahal debit sumber air bersih yang dipakai PDAM untuk melayani Kecamatan Argomulyo cukup besar yaitu 156 L/dtk. Untuk mencari nilai korelasi yang digunakan dalam proyeksi penduduk dilakukan uji korelasi dengan tiga metode yaitu metode Aritmatik. Desa Randuacir. Kinerja campuran . Karena nilai korelasi mendekati 1 (satu). sedangkan tekanan tertinggi adalah 55. Desa Cebongan. Split Mastik Asphalt (SMA). kuantitas.0 didapatkan nilai korelasi (R2) yaitu 0.PERENCANAAN PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH KOTA SALATIGA Hery Setyobudiarso Prodi Teknik Lingkungan FTSP Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Kota Salatiga merupakan salah satu kota pendidikan di Jawa Tengah.42 m.8 L/detik. Desa Randuacir.00 pagi (jam puncak) tekanan (pressure) terendah adalah 8. serta kontinuitas yang baik.999. teknik observasi.200. Masalah yang ada saat ini belum optimalnya pelayanan PDAM di kecamatan Argomulyo dimana penduduk yang terlayani sebesar 41. maka disimpulkan bahwa tekanan air hasil output software Epanet cukup sesuai dengan kondisi tekanan air di lapangan. Analisa jaringan distribusi dengan program Epanet Versi 2. dan Desa Kumpulrejo belum memperoleh pelayanan air bersih. 1. maka akan direncanakan pengembangan jaringan distribusi air bersih di Desa Noborejo.

Pasangan batu ini menggunakan ukuran batu dengan diameter 210-250 mm. pasang surut dan lain sebagainya. Sungai Batang Tembesi bermuara di Sungai Batanghari di Muara Tembesi. Untuk perencanaan lapis lindung ini. XII. VIII. X. Sedangkan perhitungan kestabilan krib dilakukan dengan memperhatikan SNI no.00 m. maksimum tiap 10 m diberi sambungan yang terdiri dari lapisan aspal sepanjang 10 cm untuk mencegah terjadinya retakan yang mengakibatkan adanya penyusutan yang disebabkan hempasan arus. langkah berikutnya adalah menghitung banjir rancangan dengan kala ulang 50 tahun kemudian melakukan perhitungan hidraulika di daerah gerusan selanjutnya melakukan analisa gerusan. Perkembangan morfologi arah mendatar Sungai Batang Tembesi ini telah mengakibatkan masalah gerusan tebing sungai sebelah kanan hingga mengancam rumah-rumah penduduk. Alur sungai relatif tidak stabil. Eding Iskak I. Direncanakan untuk pelindung tebing ini terdiri atas pasangan batu dengan adukan beton dengan arah pasangan batu mendatar. Hasil dari studi ini adalah suatu perencanaan revetment dan pemasangan krib tiang pancang pada belokan-belokan yang tergerus dengan lokasi pada Patok V. maka direncanakan suatu penanggulangan longsoran tebing sungai sebelah kanan dengan perkuatan lereng sebagai pelindung tebing langsung dan pemasangan krib tiang pancang sebagai pelindung tebing tak langsung. terutama pada tikungan-tikungan sungai. Dari hasil perhitungan hidrologi dan hidrolika serta analisa gerusan maka bisa direncanakan suatu perkuatan lereng dan krib tiang pancang. sedangkan untuk bahan beton pengisi digunakan campuran PC dan pasir dengan komposisi campuran 1 pc:3 ps. Kabupaten Sarko. Pada studi ini metode untuk menguji tingkat keamanan kelongsoran tebing digunakan software Pslope. Revetment dan Krib Tiang Pancang . 03-2829-1992 tentang metode perhitungan tiang pancang beton dengan asumsi akan terjadi degradasi dasar sungai sedalam 1. kerikil dan pasir (sirtu) dengan tebal 100 mm. Dengan menerapkan angka-angka yang cukup konservatif tersebut. L = 5. Stabilitas Lereng. dengan ketinggian tebing ±10 m. daerah pertanian serta jalan raya sepanjang ±250 m yang menghubungkan Jambi dengan Surolangun di daerah Ladang Panjang. Untuk menanggulangi masalah yang terjadi di ruas Sungai Batang Tembesi di daerah Ladang Panjang. untuk bahan dasar digunakan campuran pecahan batu. diperoleh dalam pemancangan pada krib no 1.. dan cenderung terjadi erosi tebing pada tikungan luar serta pengendapan pada tikungan dalam. Kecamatan Surolangun.STUDI PERENCANAAN PENANGGULANGAN KELONGSORAN TEBING SUNGAI BATANG TEMBESI DENGAN PERKUATAN LERENG DAN KRIB TIANG PANCANG Ibnu Hidayat. XIII. Heri Santoso Prodi Teknik Sipil FTSP Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Sungai Batang Tembesi merupakan salah satu anak Sungai Batanghari yang mempunyai panjang ±150 km dengan lebar ruas sungai bagian tengah dan hilir berkisar antara 100 m hingga 275 m. XI.5 m Kata Kunci : Kelongsoran.

00 – 18. yaitu pada hari Minggu 6 Januari 2008.89 km/jam menjadi 17. dari sebelum penutupan (2003) sebesar 38.698.56 per tahun setelah penutupan ruas jalan tol (2008).873. 139. Nilai Waktu. dan Sabtu 12 Januari 2008.005.965. Sedangkan Nilai Waktu dari sebelum penutupan jalan tol (2003) sebesar Rp. Untuk mengetahui pengaruh penutupan jalan tol terhadap biaya operasional kendaraan dan nilai waktu perlu adanya data yang mendukung.Analisa data mencakup Volume lalu lintas.60 per tahun dan kerugian nilai waktu setelah penutupan ruas jalan tol Rp. dan data PDRB 2007 dan jumlah penduduk tahun 2007 dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur.38 per tahun menjadi Rp. dengan metode Plate Number Check (pencocokan plat nomer) yang dilaksanakan selama empat hari. 110. Dari hasil tersebut dapat diketahui kerugian BOK setelah penutupan ruas jalan tol sebesar Rp. Sedangkan data primer berupa data yang diperoleh dari survey yaitu data volume kendaraan. kecepatan arus bebas (FV).155. Nusa Sebayang.184.012.306. serta dapat menimbulkan kerugian waktu dan biaya.742 km/jam (hasil survey 2008). Senin 7 Januari 2008.33 per tahun.970.70 per tahun setelah penutupan ruas jalan tol (2008).841.00.809. sehingga berpengaruh pada ruas jalan arteri Gempol – Porong yang mengakibatkan peningkatan volume kendaraan dan kemacetan. 97.809. maka ruas jalan tol Gempol ditutup. 101. BOK dari sebelum penutupan ruas jalan tol (2003) sebesar Rp.503. serta total kerugian setelah penutupan ruas jalan tol Gempol.111.96 per tahun menjadi Rp. data pertumbuhan lalu lintas dari DITLANTAS Jawa Timur. Penurunan kecepatan berpengaruh terhadap waktu tempuh.48. Rabu 9 Januari 2008.Sondir edisi 5 PENGARUH PENUTUPAN RUAS JALAN TOL TERHADAP BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) DAN NILAI WAKTU Agus Prajitno. yaitu data sekunder berupa data lalu lintas sebelum penutupan jalan tol (2003) yang diperoleh dari Dinas Perhubungan dan PT. Karena adanya genangan lumpur. Maka pada studi ini membahas tentang biaya operasional kendaraan (bahan bakar minyak) dan nilai waktu untuk mengetahui berapa besar kerugian setelah penutupan jalan tol.053. salah satunya pada ruas jalan tol Gempol. kapasitas jalan (C). 109.703. 250. Pengaruh penutupan jalan tol dapat dilihat dari menurunnya kecepatan kendaraan pada jalur Gempol – Porong. Jasa Marga (Persero). derajat kejenuhan (DS).25 km/jam menjadi 28. selama 12 jam dari pukul 06.856.630.787. . Kata Kunci: Biaya Operasional Kendaraan (BOK).602. kecepatan kendaraan.05 km/jam (hasil survey 2008). Fian Andriani Prodi Teknik Sipil ITN Malang ABSTRAKSI Bencana Lumpur Lapindo memberikan dampak negatif pada lingkungan sekitar. 8.042. Dan untuk ruas jalan alternatif sebelum penutupan jalan tol (2003) sebesar 29. dan waktu tempuh berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pembahasan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan Nilai Waktu dengan metode Income Approach sebelum dan sesudah penutupan jalan tol. jadi total kerugian BOK dan nilai waktu dalam 1 tahun akibat penutupan ruas jalan tol sebesar Rp.

batang-batang melintang. batang-batang ikatan angin bawah. danau. bentang jembatan jauh lebih panjang. Dengan adanya jembatan akan didapatkan jalur yang lebih pendek dan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan dengan membuat jalan memutar untuk menghindari suatu rintangan. Struktur bangunan atas Jembatan Rangka Baja terdiri atas beberapa bagian batangbatang utama pembentuk rangka batang induk. pelaksanaan di lapangan jauh lebih mudah. batang-batang ikatan angin atas. Bagian-bagian utama rangka batang dibuat dari komponen-komponen yang tidak terlalu besar maka pengangkutannya ke lokasi jembatan menjadi lebih mudah. Secara umum Jembatan Rangka Baja lebih menguntungkan apabila dibandingkan dengan jembatan lainnya. Bambang Wedyantadji. Kata Kunci: Jembatan. penyebabnya ialah karena batang-batang utama Rangka Baja memikul gaya aksial tekan atau gaya aksial tarik. sistem lantai kendaraan yang membentuk suatu konstruksi yang kaku sehingga lalu lintas aman melewatinya. Sudirman Indra. tebing dan segala penghalang. Dengan tinggi rangka sedemikian rupa.ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN ATAS JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE BUKAKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE LRFD PADA JEMBATAN KARANGKATES H. karena hampir setiap jalan terkadang harus melalui atau melewati beberapa rintangan antara lain sungai. Adapun tujuan dari Skripsi ini adalah untuk merencanakan Jembatan Rangka Baja Tipe Bukaka dengan menggunakan profil baja WF dan perhitungan volume bahan yang digunakan. Di mana pembangunan jalan dan jembatan sebagai lalu lintas kendaraan sangat perlu pembangunannya sebagai alat penyeberangan yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman untuk melalui sungai. bahkan lembah ataupun menyilang terhadap jalan lain. batangbatang memanjang. . Seperti halnya Jembatan Karangkates merupakan salah satu Konstruksi Jembatan Rangka Baja yang ada di Indonesia yang berfungsi untuk kebutuhan arus lalu lintas kususnya di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. kekakuan potongan melintang jembatan rangka lebih besar. rawa–rawa. Struktur Bangunan Atas. ikatan-ikatan pengaku. Kostruksi Jembatan Rangka Baja merupakan salah satu jenis dari beberapa buah jenis Konstruksi Jembatan Baja yang sangat banyak dibangun untuk kepentingan lalu lintas jalan raya. Dalam hal ini perencanaan menggunakan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD) serta buku Bridge Management System (BMS 1992) untuk peraturan pembebanannya. Hampir semua ruas jalan memerlukan sarana jembatan. Jembatan Rangka Baja. Amin Jabir Prodi Teknik Sipil ITN Malang ABSTRAKSI Jembatan merupakan sarana yang sangat penting untuk menghubungkan antara daerah satu dengan daerah yang lain melalui transportasi darat. konstruksi jembatan jauh lebih ringan.

hasil produktifitas pekerja di kota Batu yang lebih baik dari kota Malang. Pengelolaan waktu dan biaya pelaksanaan proyek oleh kontraktor maupun pemilik masih dilakukan secara terpisah. The approaches used in this study are computer simulation method and quantitative analysis on both locations as study object. It is proofed by climate condition in Batu by height ± 1000 dpl that it is more conducive for labor from Malang by height ± 800 dpl. This study is conducted to know the effect of thermal environment on the productivity of labor in construction project. Didiek Suharjanto Prodi Teknik Arsitektur ITN Malang ABSTRACT National project management still face many problems and not run effectively yet. Mengetahui korelasi antara kenyamanan bekerja dan hasil kerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak lingkungan termal pada produktifitas pekerja pada proyek konstruksi. dan Kenyamanan Thermal . Kedua area ini sering dijadikan tolok ukur kemajuan proyek. Time and fund management of project execution by contractor or even the owner still conducts separately. especially thermal has influenced labor productivity condition. Climate condition. Kondisi iklim khususnya termal mempengaruhi kondisi produktifitas pekerja. Hal ini dibuktikan dengan kondisi iklim kota Batu dengan ketinggian ±1000 dpl yang lebih kondusif untuk bekerja dari pada kota Malang dengan ketinggian ±800 dpl. the result of labor productivity in Batu is better from Malang. effective work time for labor in having construction. Dengan pendekatan metode simulasi komputer dan analisa kuantitatif pada dua lokasi sebagai objek penelitian.STUDI PRODUKTIFITAS PEKERJA KONSTRUKSI PADA LINGKUNGAN TERMAL DI DAERAH TROPIS STUDI KASUS KOTA MALANG DAN KOTA BATU Lalu Mulyadi. they are under heating and overheating. Ketidaknyaman termal dapat disebabkan oleh dua kondisi yaitu underheating (suhu dibawah rentang nyaman) dan overheating (suhu diatas rentang nyaman). and thermal comfort. but the fact shows that there is always no continuity between both or by the other side between fund and time is not integrated even the project have been conducted based on the schedule. Kata kunci: Produktifitas. Thermal uncomforting can be caused by two conditions. namun kenyataanya sering terjadi ketidak sinambungan antara keduanya atau dengan kata lain antara biaya dan waktu tidak terintegrasi walaupun proyek sudah dilakukan sesuai dengan jadwal pekerjaan. Key words: productivity. to know the correlation between work comfort and the result. Pekerja. This both areas often to be the measuring rod of project progress. ABSTRAKSI Pengelolaan proyek di dalam negeri masih mengalami banyak kendala dan belum berjalan dengan efektif. labor. jam kerja efektif untuk pekerja dalam mengerjaan pekerjaan konstruksi.

Sedangkan datanya diambil dari proyek pembangunan Perumahan Plaosan Permai Tahap II dengan tipe 36 dan Perumahan Griya Sejahtera dengan tipe 61. Salah satu perangkat yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses perencanaan.P. H. Dan waktu yang dibutuhkan pada proyek pembangunan Perumahan Plaosan Permai Tahap II antara rencana dengan realisasi adalah sama 4 bulan terhitung mulai tanggal 1 Mei 2007 sampai dengan tanggal 30 September 2007.. mempunyai porsi yang terbesar sehingga sudah merupakan keharusan bagi seorang pimpinan proyek/manajer proyek dalam memperhatikan dengan cermat agar tidak terjadi pemborosan.75. Dalam penjadwalan proyek dan biaya pelaksanaan proyek selain perhitungan manual dapat juga menggunakan program computer. 4.0 adalah sama yaitu Rp 82.223.0.937.0. Sedangkan pada total biaya rencana dengan total biaya realisasi pada proyek pembangunan Perumahan Plaosan Permai Tahap II terdapat perbedaan yaitu pada total biaya rencana proyek sebesar Rp. biaya dan sumber daya. Setelah dilakukan analisa terhadap waktu dan biaya maka didapatkan waktu dan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan Proyek Pembangunan Plaosan Permai Tahap II Perumahan Griya Sejahhtera dengan tipe 61 antara hasil perhitungan proyek dengan hasil perhitungan dengan menggunakan Program Visual Basic 6. Didalam pelaksanaan kegiatan pembangunan suatu proyek dapat senantiasa menganalisis serta mengantisipasi berbagai kendala yang ada demi tercapainya tujuan proyek secara umum. Sedangkan waktu yang dibutuhkan pada proyek pembangunan Perumahan Griya Sejahtera adalah 4 bulan terhitung mulai tanggal 18 Maret 2008 sampai dengan tanggal 30 Juni 2008 Kata kunci: Visual Basic 6.32. Ibnu Hidayat. maupun sumber daya manusia. Edi Hargono D. pengendalian dan pemantauan kerja suatu proyek adalah dengan Program Visual Basic 6. Wenny Kustiyanti Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Dalam suatu proyek konstruksi.Waktu dan Biaya .89.21 dan Rp.223.0 H. 82. sumber daya yang digunakan baik berupa bahan. Disini kami manggunakan program Visual Basic 6. peralatan. 78.937.079.21 sedangkan pada total biaya realisasi proyek terdapat Rp.PERHITUNGAN WAKTU DAN BIAYA DENGAN MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0.921.682.219. Pelaksanaan suatu proyek umumnya terdiri dari beberapa atau banyak aktivitas yang memerlukan waktu.00. Sehingga selisih dari kedua biaya tersebut adalah Rp.015.540.

umur = 1.004 dan untuk tukang besi diperoleh : variabel gaji = 0. untuk produktivitas rata-rata tukang batu sebesar 12.STUDI PENELITIAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TUKANG BATU DAN TUKANG BESI DI MALANG Lila Ayu R. dari nilai yang tertinggi dari nilai variabel yang lainnya.56. Ester Priskasari.9 m²/ hari dan untuk produktivitas rata-rata tukang besi sebesar 591.Tukang . Dari hasil analisa data dengan Uji t untuk tukang batu diperoleh : variabel gaji = 1.482. jarak material. umur. jarak material = 1. Kata kunci: Produktivitas. Octavianus Jori Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Dalam suatu proyek konstruksi. umur = 0. Sedangkan untuk tukang besi juga memenuhi standar produktivitas berdasarkan SNI. pengalaman = 3.49.111. Winanda. Produktivitas tukang batu terhadap produktivitas standar SNI = 5 m²/hari dan .37.049. jarak material = 10. daerah asal = 0. pendidikan = 1. dan asal tenaga kerja. pendidikan. pendidikan = 0. Produktivitas tukang besi terhadap produktivitas standar SNI= 142.365.905.5 kg/hari. Faktor yang mempengaruhi tenaga kerja tukang batu dan tukang besi antara lain meliputi gaji.772. Dari hasil uji regresi berganda secara simultan untuk tukang batu didapat Fhitung lebih besar dari Ftabel = 2. daerah asal = 0.226.474. Setelah dilakukan perhitungan produktivitas. produktifitas tenaga kerja tukang batu dan tukang besi merupakan faktor yang sangat penting dalam perhitungan biaya dan waktu pelaksanaan proyek. Sedangkan secara simultan untuk tukang besi didapat Fhitung lebih besar dari Ftabel = 3. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap produktivitas baik tukang batu maupun tukang besi adalah : faktor pengalaman.8 kg/ hari. pengalaman = 2. Perbandingan produktivitas tukang batu di lapangan dengan produktivitas berdasarkan standar SNI memenuhi standar. Penelitian yang dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap 32 tukang batu dan 16 tukang besi di proyek pembangunan Kampus Poltekom Malang. Tiong Iskandar.055. pengalaman kerja.109.

Dalam menetukan investasi kita harus menganalisa kelayakan ekonomi proyek tersebut.295. 68. Biaya modal merupakan modal campuran pinjaman sebesar 80% dan modal-modal pribadi sebesar 20% untuk 101 unit rumah. Rp. 524.P.696. Lila Ayu R. 82. Ada beberapa metode yang bisa dipakai dalam menganalisa kelayakan investasi. Kelayakan Ekonomi.902.459.257.0083 dan suku bunga pada metode Internal Rate of Return (IRR) adalah 0.577.972. Dari hasil perhitungan didapat harga masing-masing tipe dan dengan tingakat suku bunga komersil masing-masing 10%. 82.84.583. Hasil analisa investasi pada proyek rencana pembangunan Perumahan Widya Gama tersebut layak dilakukan karena nilai Net Present Value (NPV) menunjukan nilai positif senilai Rp. Diantaranya Net Present Value dan Internal Rate of Return. Rp. 82.675.77. 1.078 lebih dari suku bunga komersil. Kata Kunci: Investasi.24.73 sudah dapat dilunasi pada bulan ke-10.32 dengan tingkat pemajemukan pertiga bulan menjadi Rp. Rp. .23 dengan nilai i = 10% = 0. Dan periode angsuran pengembalian modal pinjaman sebesar Rp. terdiri dari Tipe 39/92 m2 dan Tipe 45/120 m2.922.476.125.792. Dengan umur proyek satu tahun atau dua belas bulan. dan 14% adalah sebagai berikut Rp.734.210. 68.W. 12%. 67.34.Sondir Edisi 6 STUDI PENETAPAN HARGA PRODUK PERUMAHAN DI MALANG H. Dwi Purnamasari Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Dalam merencanakan suatu proyek pembangunan perumahan faktor yang sangat penting adalah investasi.430. Rp. Analisa kelayakan ekonomi pada proyek rencana pembangunan Perumahan Widya Gama menggunakan dua metode antara lain : Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Rp.357.954.29. Hari Winantyo. 1. Edi Hargono D.36.867.084.

per tahun. Nuraini Waty Wulandari Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Pergerakan transportasi merupakan hal yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Untuk analisa kelayakan investasi pangadaan Kereta Api Komuter Lawang-Malang-Kepanjen dilakukan dengan metode kriteria kelayakan ekonomi. Ester Priskasari. Wilayah kota Malang raya yang padat penduduknya hanya dilayani oleh sarana angkutan umum seperti. 2.000.dan pendapatan dari pengguna Kereta Api Komuter Rp.000.490. dan Kepanjen. Untuk perhitungan menggunakan parameter ekonomi BCR proyek dapat dilaksanakan pada umur rencana 15 tahun. 10. karena nilai IRR sudah bernilai lebih dari ketentuan dan syarat pengembalian. karena nilai NPV sudah bertanda positif (Rp. dan kereta api yang sangat terbatas. MPU.463. IRR(Internal Rate of Return). Parameter ekonomi Pay Back Period proyek dapat dilaksanakan pada umur rencana 15 tahun.-). Berdasarkan hasil perhitungan biaya pengadaan di dapat biaya investasi dari harga gerbong dan pembangunan halte sebesar Rp. Untuk data primer diperoleh dari survei di stasiun kereta api Lawang.. Kata Kunci: Investasi.12).646. dan Periode Pengembalian (Pay Back Period). angkutan kota. Kelayakan Ekonomi. bus. Sehingga dapat disimpulkan pengadaan Kereta Api Komuter menguntungkan untuk pelayanan publik dan pengurangan beban kendaraan pada jalan raya..000. karena nilai BCR sudah lebih dari 1 (1. NPV(Net Present Value).000. dalam hal ini data diperoleh dari Stasiun Kereta Api Kota Malang.426. yaitu 12% (16. antara lain perhitungan BCR(Benefit Cost Ratio). Parameter ekonomi NPV proyek dapat dilaksanakan pada umur rencana 15 tahun.09%). alat transportasi ini dapat dioperasikan dengan tarif yang lebih murah dibanding sarana yang lain. Untuk data sekunder diperoleh dari beberapa instansi terkait. komuter. . Salah satu alternatif sarana transportasi tersebut adalah Kereta Api Komuter untuk melayani penumpang yang tidak terangkut di sarana yang lain atau penumpang dengan bawaan yang banyak. 1. Oleh karena itu diperlukan penambahan sarana transportasi alternatif. Kelayakan investasi diukur berdasarkan biaya pembelian gerbong kereta api dan pembangunan halte.563.KELAYAKAN PENGOPERASIAN KERETA API KOMUTER LAWANG – MALANG – KEPANJEN Nusa Sebayang. Singosari. Seperti kota Surabaya yang sudah mengadakan sarana transportasi Kereta Api Komuter tersebut. Malang. Survey dilakukan pada bulan Oktober 2008. Parameter ekonomi IRR proyek dapat dilaksanakan pada umur rencana 20 tahun.

Padatan lumpur diketahui cepat mengendap. Nainggolan. Kecepatan Pengendapan. akibat kohesi molekular sehingga lumpur bersifat dilatant. Ibnu Hidayat. dimana lumpur jenis ini sangat cepat dalam mengendap. Kanal Terbuka. H. Artinya diperlukan gerakan-gerakan mengaduk lumpur. Mengalirkan lumpur melalui kanal terbuka menuju sungai Porong merupakan solusi yang tercepat yang bisa dilakukan saat ini untuk mengurangi jumlah lumpur pada kolam penampungan. LAPINDO BRANTAS UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS PEMBUANGAN PADA KOLAM PENAMPUNGAN Togi H. dapat memecahkan Penggumpalan (flock) agar proses sedimentasi diperlambat dan jarak pengendapan bisa diperpanjang. Oleh karena itu. dapat diharapkan penggumpalan dan pengeringan sehingga dengan mudah lumpur yang mengeras dapat dipindahkan dan juga dialih fungsikan. Kata Kunci : Lumpur. Penambahan bahan kimia (additive ) yang tepat. dengan melihat kondisi lapangan baik secara teknis maupun non teknis kemampuan kolam penampungan dalam menampung debit lumpur yang bertambah setiap harinya ternyata tidak cukup. . Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat kekentalan lumpur (viskositas) lumpur dan bagaimana mengupayakan agar proses pengaliran lumpur dari kolam penampumgan bisa dilakukan secara optimal sehingga lumpur yang terus bertambah tiap harinya tidak sampai meluber ke lingkungan sekitarnya.UJI EKSPERIMENTAL PENGURANGAN KECEPATAN PENGENDAPAN LUMPUR PT. Atau dengan bahan additive. Adinegara Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Lumpur Lapindo merupakan tipe lumpur yang tergolong sangat unik. sehingga tidak cepat terjadi endapan atau waktu mengendapnya diperpanjang.

69 % / tahun atau sekitar 55.293 Ha sebagai daerah tujuan wisata internasional mengalami perkembangan pembangunan yang cukup pesat yang mengakibatkan dari tahun ke tahun terjadi alih fungsi lahan. analisa sistem drainase makro dan mikro serta keilmuan bidang Teknik Lingkungan terutama Sistem Penyaluran Limbah Cair & Drainase. analisa hidrologi. Hal ini dikarenakan saluran-saluran yang ada tidak berfungsi dengan baik akibat dari banyaknya sedimen dan sampah pada saluran tersebut serta kurangnya jumlah saluran drainase terutama pada daerah yang rawan terjadi banjir. Skripsi ini bertujuan untuk merencanakan sistem pengendali banjir sebagai alternatif untuk mengurangi terjadinya banjir atau genangan air di Kecamatan Kuta. Pendekatan solusi berdasarkan survei.981 jiwa. Adapun daerah yang sering terjadi banjir atau genangan air adalah kawasan Legian (4 titik genangan). Disamping itu perlunya sumur resapan untuk meresapkan air hujan sehingga dapat mengurangi beban air yang diterima saluran drainase. Evaluasi dan perencanaan sistem pengendali ini dilakukan dengan aspek teknis.37 Ha / tahun dengan jumlah penduduk mencapai + 21.. untuk itu solusi penangannya dapat dilakukan dengan normalisai saluran dan perencanaan saluran baru sebanyak 17 saluran beserta gorong-gorong. Candra Dwi Ratna. kawasan Seminyak (4 titik genangan) dan kawasan Kuta (6 titik genangan). Perubahan tata guna lahan berdasarkan studi (BAPPEDA Badung. Sistem Pengendali Banjir. sehingga dari hasil evaluasi tersebut akan diketahui metode penanganan yang dapat digunakan untuk mengurangi terjadinya banjir atau genangan air. untuk itu diperlukan rencana penanganan seperti pembuatan saluran diversi I pada daerah bendungan Kapal yang dilengkapi bangunan pelimpah samping (side spillway) dan rencana Long Storage serta rehabilitasi Tukad Mati dengan pelebaran penampang pada bagian yang terjadi penyempitan. Kata Kunci : Jaringan Drainase. Permasalahan sistem drainase makro adalah kurangnya daya tampung Tukad Mati sebagai saluran drainase utama dalam mengalirkan air buangan. Perkembangan wilayah yang tidak dibarengi dengan penyediaan fasilitas saluran drainase yang memadai akan menjadi sangat rawan terjadinya banjir atau genangan yang mengakibatkan adanya kawasan-kawasan rawan banjir sehingga pada akhirnya menimbulkan keluhan-keluhan dari masyarakat di kawasan SAMIGITA. . Prana Wiraatmaja Prodi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Kawasan Kuta dengan luas lahan 1.PERENCANAAN SISTEM PENGENDALI BANJIR KECAMATAN KUTA KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI Sudiro . analisa hidrolika. rata-rata mencapai 14. Sedangkan perangkat lunak utama yang digunakan dalam perencanaan ini adalah AutoCad 2010. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap saluran drainase. Permasalahan drainase mikro adalah kurangnya kapasitas saluran dan minimnya jumlah saluran (19 saluran) dalam mengalirkan air buangan. 2004) bahwa dari tahun 1995-2001 Kawasan Seminyak–Legian–Kuta (SAMIGITA).

data-data yang di peroleh tersebut dianalisis secara statistic untuk menguji penelitian itu kemudian ditarik kesimpulan yang disebut dengan Hipotesis. Sonny Wichaksono Prodi Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Semakin pesatnya perkembangan teknologi konstruksi beton di Indonesia menuntut perusahaan ready mix untuk bisa lebih inovatif dalam hal jasa pengiriman terutama dalam hal pengiriman beton segar ke tempat pembangunan proyek. Kerikil. Seringkali dalam pelaksanaan proyek beton pengiriman tersebut mengalami penurunan mutu sehingga tidak sesuai dengan order yang diminta. Bambang Wedyantadji. 30%. Kata Kunci : Retarder (Pozzolith 100 Ri). Dikarenakan lokasi proyek yang jauh dari tempat pengiriman ready mix. Pasir Semen. dan 40% pada pengunaan pozzolith 100Ri. Metode penelitian yang di gunaakan adalah penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium dengan pembuatan benda uji sebanyak 5 perlakuan yang berbeda yaitu tanpa penambahan Pozzolith 100 Ri 0%.STUDI PENELITIAN PENGARUH PENGGUNAAN POZZOLITH 100Ri TERHADAP KEPADATAN BETON DITINJAU DARI SIFAT MEKANIS DAN DAN FISIS (F’C 30 MPa) A. pada 0% penambahan retarder dibuat sebagai pembanding perilaku beton tersebut. Setting Time. dan 40%. Hasil penelitian diperoleh (1) Untuk kuat tekan beton sebaiknya menggunakan prosentase prozzolith 30% karena penggunaan pozzolith sesuai dengan dosis atau takaran yang dianjurkan Sedangkan untuk pengujian porositas beton prosentase terbaik dengan menggunakan kadar pozzolith 20% dan 40%. sedangkan 40% mengalami penurunan. 30%. kemudian dilakukan pembahasan sehingga didapatkan suatu kesimpulan akhir. 20%. Banyak perusahaan yang berinovasi dalam mengembankan. . (2) Dari hasil uji hipotesa tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya suatu perbedaan yang dari penambahan pozzolith dengan prosentase 20%. Agus Santoso. Dari permasalahan yang sering timbul itu kita mengadakan suatu penelitian tentang penggunaan aditif yang berfungsi untuk memperlambat setting time awal dari pengecoraan tersebut (Retarder). Dalam uji tarik lentur pada kadar retarder 20%-30% mengalami penurunan sedangkan pada kadar 40%mengalami kenaikan. Untuk uji tekan belah prosentase penambahan terbaik adalah 20%. Sedangkan untuk penambahan retarder 30% mengalami penurunan yang sangat signifikan.

5mm. Melalui serangkaian pemotretan secara berkala dari bulan juni 2009 sampai april 2010. baik yang disebabkan oleh bencana alam.. seperti alat ukur Global Positioning System (GPS) dan Total Station. atau deformasi struktur material jembatan kereta api dan jalan layang hanya dengan menggunakan kamera dijital SLR yang berharga dibawah sepuluh juta rupiah. pergeseran. metode cepat. Kamera digital . Data-data foto dijital hasil pemotretan obyek jembatan dan salah satu kolom beton jalan layang diproses lebih lanjut dengan perangkat lunak yang sedang dikembangkan. Kata Kunci : Deformasi dan struktur.Sondir Edisi 7 EVALUASI PEMANFAATAN KAMERA DIJITAL SLR UNTUK PEMANTAUAN DEFORMASI BANGUNAN M. proses penuaan maupun karena pemakaian yang melebihi batas kewajaran. pergeseran/deformasi struktur antara 4mm – 15mm pada struktur material jembatan berhasil dilacak dan dideteksi dengan tingkat ketelitian pengukuran berkisar 0. disajikan dan dibahas dengan seksama. dengan tingkat ketelitian tersebut sistem ini mampu untuk mendeteksi adanya pergeseran dan deformasi struktur lebih kecil dari 0. akan sangat menggerus dana pembangunan dan pemborosan.1mm. Artikel ini akan menguraikan teknik dan metodologi pengukuran deformasi secara cepat dan akurat hanya dengan kamera dijital SLR. Melalui artikel ini. Selama ini salah satu faktor kendala dalam proses memperoleh informasi tentang kekuatan struktur dan perubahan bentuk serta dimensi (per satuan waktu) dari fasilitas – fasilitas itu adalah tingginya biaya operasional survei (pengukuran) dan pengolahan data apabila digunakan alat ukur konvensional. Edwin Tjahjadi Prodi Teknik Geodesi ITN Malang ABSTRAKSI Kerusakan fasilitas infrastruktur transportasi seperti jalan-layang dan jembatan yang terjadi di Indonesia. mudah dan akurat untuk mendeteksi keretakan. Jembatan dan jalan layang. bahkan pergeseran yang tidak kasat matapun masih bisa terdeteksi. murah.

Mengingat fungsi sumber daya air yang bersifat sosial. khususnya. penyediaan. Sasaran yang ingin dicapai dalam Studi Kelayakan Air Baku dari Sumber Ngancar Kecamatan Kampak adalah untuk mengetahui potensi dan permasalahan pengembangan air baku dari Sumber Nguncar. Kabupaten Trenggalek ini perlu dilakukan dengan tujuan mengidentifikasi kebutuhan akan air bersih bagi masyarakat baik di perkotaan maupun di perdesaan. Perencanaan umum pengembangan air bersih ini difokuskan pada pendayagunaan sumber daya air dalam bentuk penatagunaan. KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR Erni Yulianti Prodi Teknik Sipil ITN Malang ABSTRAKSI Prasarana air bersih berfungsi dalam pendayagunaan sumber daya air bagi masyarakat umum. DI KECAMATAN KAMPAK. melakukan pendataan terhadap air baku yang digunakan sebagai sumber air bersih. lingkungan hidup dan ekonomi yang tidak dapat dipisahkan. pengembangan dan pengusahaan sumber daya air. serta menilai kualitas air baku yaitu membandingkan antar kualitas air baku yang telah digunakan dengan nilai baku mutu yang ada sebagai salah satu syarat untuk kelayakan menjadi sumber air bersih. sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya yang berada di Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek. Kata Kunci : Studi Kelayakan. Kebutuhan Air Baku. Melalui kajian ini diharapkan segera direalisasikan pelayanan air baku di daerah ini dan mulai mencari kembali sumber-sumber air yang potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kebutuhan rakyat. . Kecamatan Kampak Kabupaten Trenggalek serta pengembangan penyaluran air baku dari Sumber Ngancar tersebut. Studi kelayakan di Kecamatan Kampak. penggunaan.STUDI KELAYAKAN AIR BAKU SUMBER NGUNCAR.

memperdalam saluran irigasi. Soetomo Surabaya ABSTRAKSI Singkatnya. membuat gorong-gorong dan saluran yang ada dijalan pramuka sampai menuju saluran sekunder tambak kemangi Kata Kunci : Saluran Drainase. memutus saluran. teridentifikasinya permasalahan drainase kawasan perkotaan Ponorogo. menambah inlet penangkap limpasan air di daerah cekungan. keseimbangan alam dapat terwujud. Sasaran dilakasanakan dalam studi Drainase kota Kabupaten Ponorogo adalah :teridentifikasinya kondisi drainase kawasan perkotaan Ponorogo. meminimalkan kerugian serta memperbaiki dan konservasi lingkungan.DRAINASE KOTA KABUPATEN PONOROGO M. Evaluasi. memiliki potensi besar terhadap timbulnya bencana yang sangat merugikan. oleh sebab itu perlu adanya dasar pengembangan drainase yang berkelanjutan yang dapat meningkatkan daya guna air. melakukan normalisasi saluran irigasi dan drainase. tertatanya pola drainase kawasan perkotaan Ponorogo. air sebagai sumber kehidupan. baik yang bersifat struktural maupun non struktural. Soemantoro Fakultas Teknik Universitas Dr. . Berdasarkan pertimbangan faktor di atas secara terintegrasi. Maka dilakukan penilaian terhadap masing-masing lokasi yang telah direkomendasikan sehingga didapatkan prioritas pelaksanaan program sebagaimana berikut : pembuatan Shortcut . Dan yang paling penting adalah melakukan usaha-usaha komprehensif dan integratif yang meliputi seluruh proses.

86 Ha dan Limpasan ke kanan sungai seluas 20.32 Ha. Untuk lokasi lainnya yang tidak terdesain bukan berarti telah ditinggalkan atau diabaikan namun dalam lingkup pekerjaan ini telah di lakukan pengkajian/analisis secara mendalam dari berbagai aspek antara lain misalnya aspek hidrologi. Kajian ini memakai metode analisa pengendalian banjir yang disyaratkan sesuai dengan Pedoman survey dan Perencanaan Departemen pekerjaan Umum. aspek topografi. dain lain-lain yang hasilnya menunjukkan bahwa lokasi tersebut tidak bermasalah dan tidak mempunyai nilai fungsi yang berarti untuk di lakukan desain. Kesimpulan yang diperoleh adalah : dari hasil Simulasi DAD Banjir diperoleh prakiraan banjir berada di Dusun Jeranjang Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Kata Kunci : Bangunan Pengendali.DESAIN BANGUNAN PENGENDALI DAYA RUSAK AIR DI SUB WS DODODAN Ibnu Hidayat. pengaliran Sungai Babak di DAS BABAK memiliki nilai Potensi Area = Bed load area (0. Pendayagunaan sumber daya air di Sub Wilayah Sungai ini sangatlah kompleks. sehingga Total luas genangan seluruhnya = 59. meliputi sumber air PDAM. SWS. atau di Laporan identifikasi waduk retensi banjir & potensi debris flow di sub wilayah Sungai Dodokan.07o s/d 0. . aspek hidrolika.7. aspek lingkungan. dan 2 (dua) bendungan skala besar yaitu Bendungan Batujai dan Pengga. artinya aman terdapat Daerah Potensi Debris Flow dan untuk hasil identifikasi daerah potensi debris flow di Sub Wilayah Sungai Dodokan. yang tidak diduga sebelumnya. Lombok adalah Sub Wilayah Sungai yang didalamnya mencakup sungai-sungai yang memiliki utilitas sangat tinggi. SWS Dodokan di wilayah sungai P. Untuk itu kewaspadaan akan terjadinya bencana yang serupa pada daerah-daerah lain di wilayah Nusa Tenggara Barat perlu diprioritaskan.46o). Agung Wahyu Widodo Teknik Sipil FTSP Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Belajar dari pengalaman sebelumnya terkait bencana alam banjir bandang yang terjadi di awal tahun 2006 di daerah Belating Kecamatan Sambelia. Daya rusak air. aspek sosial-ekonomi. Jaringan irigasi interkoneksi (HLD). dari hasil analisa Waduk Retensi Banjir di Indikasikan Potensi Retensi Banjir di DAS Babak = 2 lokasi yaitu di dusun Jeranjang dan Kebon Kongo dan untuk hasil identifikasi waduk retensi banjir di Sub Wilayah Sungai Dodokan dapat dilihat di sub BAB 4.46 Ha. aspek geologi. dengan Limpasan ke kiri sungai seluas 38.

00 dan waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 43 hari kalender lebih cepat dari waktu lapangan 60 hari kalender. didapat biaya total sebesar Rp 396. 3 unit dum truck 12m3. kranjang ). Bedasarkan hasil analisa diperoleh produktifitas masing-masing alat dapat diketahui pilihan alat yang mempuyai waktu dan biaya yang paling efektif dan efisien. Vibrator roller 6 ton. yaitu untuk alat gali yang digunakan adalah 2 unit Excavator 1. 1 unit bulldozer 4. Dump Truck 4 m3. dan waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 59 hari kalender lebih cepat dari waktu lapangan 90 hari kalender. Alat gali meliputi Excavator 0.9 m2. Lila Ayu Ratna W. Dalam hal ini perlu diadakan rencana terhadap metode pelaksanaan pekerjaan terutama pada jenis maupun type peralatan yang digunakan. Motor grader 1. sedangkan alat timbun meliputi excavator 0. kranjang ). 1 unit Bulldozer 4. Widha Ardiansyah Teknik Sipil FTSP Institut Teknologi Nasional Malang ABSTRAKSI Proyek pembangunan jalan jalur lintas selatan Jawa Timur batas Pacitan – Prigi di Kabupaten Trenggalek merupakan proyek besar yang dalam pelaksanaannya banyak pekerjaan yang berhubungan dengan tanah sehingga memerlukan metode dan bantuan alatalat berat yang tepat.8 m3. Water tank truck 4000 ltr dan alat bantu ( sekrop. sedangkan pekerjaan timbunan tanah biasa dengan volume 45. Bulldozer 3 m2.259 m3 dengan waktu efektif pekerjaan pada kontrak adalah 60 hari kerja. Sedangkan untuk alat timbun yang digunakan adalah 2 unit Wheel loader 1. Peralatan dibagi menjadi dua kelompok yaitu alat gali dan alat timbun.2 m3. Kata Kunci : Produktifitas alat berat.560.6 m3. Pada Penelitian ini akan ditinjau pada pekerjaan galian timbunan khusus pekerjaan galian tanah biasa dengan volume 57.ANALISA KINERJA OPERASIONAL PENGGUNAAN ALAT – ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN TIMBUNAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN JALUR LINTAS SELATAN Tiong Iskandar. biaya. Dengan perencanaan peralatan yang tepat diharapkan mutu pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan perjanjian kontrak serta waktu dan biaya yang optimal dan menguntungkan.000. . 1 unit Vibrator roller 7 ton.9 m2.468 m3 dengan waktu efektif pekerjaan pada kontrak adalah 90 hari kerja. Water tank truck 4000 ltr dan alat bantu ( sekrop. waktu.6 m’.000.240.. didapat biaya total sebesar Rp 222.00.8 m3. Perencanaan peralatan didasarkan pada pemilihan alat dan penggantian alat yang memiliki waktu paling singkat dan biaya paling kecil.

analisis kapasitas saluran. jalan raya. Candra Dwiratna.4 meter dan kedalaman 3 meter sebanyak 66 buah Kata Kunci : Drainase. dan lapisan kedap air lainnya.8 meter dan kedalaman 3 meter sebanyak 1385 buah sedangkan Jumlah sumur dengan diameter 1. Jumlah sumur dengan diameter 0. Kecamatan Blimbing. Hal ini mengakibatkan air hujan tidak dapat langsung menyerap kedalam tanah dikarenakan terhalang oleh lapisan kedap air seperti bangunan gedung. Area yang sesuai untuk penempatan sumur resapan sebanyak 37 titik sedangkan yang tidak sesui sebanyak 9 titik genagan.885 m3/dtk.120 m 3/dtk – 6.Sondir edisi 8 PERENCANAAN LETAK SUMUR RESAPAN DENGAN APLIKASI SIG DI KECAMATAN BLIMBING KOTA MALANG Sudiro. Arif Budiman Prodi Teknik Lingkungan ITN Malang ABSTRAKSI Masalah banjir pada khususnya berkaitan erat dengan peristiwa adanya genangan disekitar saluran yang ditimbulkan oleh keberadaan kawasan pemukiman yang semakin berkembang. Proses perencanaan ini meliputi analisis hidrologi. Salah satu usaha yang bisa dilakukan adalah dengan menampung air hujan yang diterima oleh lahan kedap air dalam bentuk tampungan berupa sumur resapan. penentuan debit area genangan yaitu menghitung selisah antara debit rencana dengan kapasasitas saluran. SIG. Berdasarkan hasil perhitungan didapat area genangan di Kecamatan Blimbing terdiri dari 54 titik dengan debit berkisar antara 0. Sumur Resapan . proses tumpang susun dan penentuan dimensi serta jumlah sumur resapan.

Untuk menghindari kondisi tersebut maka perlu adanya upaya analisa dampak terhadap lingkungan untuk perencanaan yang terintegrasi dan terpadu dengan konsep pelestarian lingkungan serta pendekatan sosial masyarakat. Apabila kondisi keamanan masyarakat nelayan terhadap gelombang pasang di pantai dapat terwujud. akan menjamin kelangsungan hidup yang selaras bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. tepatnya di Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa. Sebaliknya dengan perkembangan kawasan yang tidak teratur dan kurang terkendali. pengaman pantai. Selain itu juga melindungi pemukiman pinggiran pantai dari abrasi akibat gelombang pasang dan menciptakan kondisi yang seimbang antara kelangsungan hidup masyarakat pemukiman pantai dan kondisi sumber daya alamnya. gelombang . Kata Kunci : analisa dampak lingkungan. Hal ini untuk diusahakan perencanaan kawasan pariwisata di Pantai Labuhan. diharapkan pada masa yang akan datang bisa mulai berkembang. maka kawasan wisata di daerah tersebut mulai dapat dikembangkan. Perlindungan kawasan pantai dan pemukiman nelayan menggunakan bangunan pengaman pantai.ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN PEMBANGUNAN PRASARANA PENGAMAN PANTAI LABUHAN DI KABUPATEN SUMBAWA Erni Yulianti Prodi Teknik Sipil-Sumberdaya Air FTSP ITN Malang ABSTRAKSI Pemanfaatan ruang yang terkendali di suatu kawasan. sehingga pendapatan masyarakat sekitarnya juga dapat mengalami peningkatan baik secara langsung maupun tak langsung. sering kali mengakibatkan rusaknya kelestariaan lingkungan dan terjadinya in-efisiensi pemanfaatan ruang serta sumberdaya alam maupun buatan. dapat menunjang perkembangan pembangunan prasarana pengaman pantai yang diharapkan memberikan manfaat besar bagi kemakmuran masyarakat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan masing-masing daerah. Melalui analisa dampak lingkungan yang dilaksanakan.

sehingga dapat melindungi pulau karang dari serangan gelombang laut dan dengan struktur bangunan yang tenggelam masih dapat mempertahankan keadaan pantai tetap indah dan alami serta kesucian Pura Tanah Lot tetap terjaga.5 m didapatkan dimensi dari submerged breakwater adalah panjang bentang 180 m. elevasi puncak –0. Perkerasan Kaku. Daerah studi ini meliputi daerah sekitar pantai mulai dari Pura Tanah Lot ke arah lepas pantai pada posisi kedalaman laut 6.695 m. tinggi 6. Kata Kunci : Perkerasan Lentur. Ibnu Hidayat. . H. Biaya Konstruksi. Masalah yang timbul adalah bangunan ini belum mampu secara maksimal melindungi pulau karang dan bangunan yang lama sudah ada yang rusak dan terlempar dari posisinya semula dan kondisinya yang tidak mungkin untuk dipertahankan lagi.5 m dari LWL dan jarak dari bangunan yang lama  100 m.5. Hirijanto Prodi Teknik Sipil FTSP ITN Malang ABSTRAKSI Pada tahun 1988 dilaksanakan pembangunan pemecah gelombang tumpukan batu dengan jarak  2 m di depan Pura Tanah Lot yang bertujuan untuk melindungi karang pada pura dari serangan gelombang dengan material penyusunnya adalah tetrapod seberat 2 ton.50 m dari LWL.00 m. lebar puncak 70 m. kemiringan lereng 1:1.PERENCANAAN BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG (SUBMERGED) DARI TUMPUKAN BATU (TETRAPOD) DI PANTAI TANAH LOT I Wayan Mundra. H. Dari hasil studi ini dengan tinggi gelombang rencana (H) 5. dan tinggi gelombang transmisi (Ht) 2.

01% yang menghasilkan stabilitas sebesar 833.998 kg/mm IP 84.560 kg. Jumlah sampel direncanakan 5 buah perlakukan dengan kadar aspal yang bervariasi yaitu 4%. Proporsi penggunaan filler tersebut disesuaikan dengan persyaratan gradasi agregat AC. Analisis dilakukan dengan metode statistika untuk menguji hipotesis. Sedangkan pada penggunaan filler abu batu diperoleh prosentase kadar aspal optimum sebesar 5.062 mm. dan selanjutnya dievaluasi terhadap syarat-syarat spesifikasi yang ditetapkan sebagai Campuran AC. Nilai Karakteristik . 298. 6% dan 7%.492%. 3.961%. Produksi abu hasil pembakaran secara terus menerus akan berakumulasi sehingga volumenya akan terus bertambah. Akan sangat bermanfaat apabila abu hasil pembakaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk material bahan perkerasan jalan raya. VMA 16. Firdaus Nur Prodi Teknik Sipil FTSP ITN Malang ABSTRAKSI Pengolahan sampah di TPA dengan cara pembakaran pada suhu tinggi akan menghasilkan residu berupa abu.879% MQ 272. Penggunaan filler abu sampah dengan abu batu menghasilkan nilai karakteristik yang tidak berbeda signifikan. Sebagai pembanding di buat pula benda uji dengan menggunakan jenis filer abu batu. Kata Kunci : Abu Sampah.98% yang menghasilkan nilai stabilitas 901. flow 3. Aspalt Concrete.STUDI PENELITIAN PEMANFAATAN ABU HASIL PEMBAKARAN SAMPAH SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE (AC). VIM 4.995%.027 mm.88% VMA 16. IP 84. Dengan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian yang berjudul “Penelitian Pemanfaatan Abu Hasil Pembakaran Sampah Sebagai Filler Pada Campuran Asphalt Concrete (Beton Aspal). VIM 3.622kg/mm. Nusa Sebayang. Mengingat kebutuhan akan perkerasan jalan terus meningkat dari tahun ke tahun. dengan jumlah sampel paa masing-masing perlakuan sebanyak 5 (lima) bauah. Abu Batu. Benda uji selanjutnya diuji dengan metode Marshall untuk menilai kenerja campuran AC. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental terhadap benda uji yang dirancang menggnakan filler abu hasil pembakaran di TPA Supit Urang Malang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar aspal optimum pada penggunaan filler abu sampah sebesar adalah 6.668 kg. 5%.119%.

maka jumlah rumah yang dibangun akan naik sampai batas kemampuan pengembang.-. sistem sistem baik deterministik maupun probabilistik yang berasal dari kehidupan nyata. Salah satu peralatan riset operasi adalah linier programing. Perbandingan kondisi asli dari perumahan Graha Indah apabila dilihat dari segi penjualan rumah selama ini pada daerah studi. Kata Kunci : Optimalisasi. yang merupakan suatu model umum yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah pengalokasian sumber sumber yang terbatas secara optimal.159. Secara teori jika kebutuhan masyarakat terhadap suatu rumah naik. Kombinasi baru yang dihasilkan menurut versi studi TA memberikan keuntungan yaitu sebesar Rp. laba . unit rumah. penyusunan model.023. 1. Metode riset operasi adalah metode berkenaan dengan pengambilan keputusan optimal.-. operation research.849. sedangkan keuntungan asli yang didapatkan pengembang adalah sebesar Rp. 1.187.799.535.348. 280.KAJIAN OPTIMALISASI LABA PADA PERUSAHAAN PENGEMBANG Bambang Suprapto Prodi Teknik Sipil UNISMA Malang ABSTRAKSI Optimalisasi adalah perencanaan untuk mendapatkan hasil maksimum atau suatu hasil yang paling baik diantara sekumpulan keadaan yang ada.-. Dilema baru dalam penentuan rumah akan muncul sebagai akibat terbatasnya tingkat daya beli. Hal-hal yang kurang diperhatikan pengembang dalam membangun rumah yaitu jarang menggunakan suatu analisa khusus dengan menggunakan “operation research”(riset operasional) untuk menentukan jumlah unit yang akan ditawarkan kepada masyarakat dengan perbandingan yang sesuai dengan permintaan pasar sehingga pengembang akan bisa mendapatkan keuntungan yang maksimum.821. sebenarnya telah mendekati minat masyarakat dan peraturan yang berlaku.. Jadi selisih keuntungannya adalah sebesar Rp. hanya saja keuntungan yang diberikan masih belum optimal.