UJIAN NASIONAL

,
AKANKAH MEMPERBAIKI KUALITAS PENDIDIKAN
ROHMANI, S.Pd, MA ANGGOTA KOMISI X DPR RI

FUNGSI PENDIDIKAN
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. (UU Sisdiknas pasal 3)

SUKSES PENDIDIKAN Pendidikan yang sukses adalah pendidikan yang mampu mengantarkan anak menjadi: 1. Berwawasan global . Berkepribadian matang 3. Bertaqwa 2. Mempunyai rasa kebangsaan 5. Berilmu mutakhir dan berprestasi 4.

TUJUAN PENDIDIKAN Mendorong perkembangan pribadi peserta didik yang utuh dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap anak untuk berkembang sesuai dengan fungsi pendidikan dalam UU Sisdiknas pasal 3 .

Bagaimana kenyataannya? .

FAKTA #1 Pelaksanaan pendidikan dalam merealisasikan tujuan dan fungsi pendidikan sesuai Undang-Undang Sisdiknas belum banyak menyentuh aspek budi pekerti. namun hanya fokus pada kegiatan keilmuan (kognitif). . pembentukan karakter dan ketaqwaan. dan sikap demokratis. kreatifitas.

tidak banyak menyentuh aspek afektif (sikap dan kepribadian) dan Psikomotorik (keterampilan) .FAKTA #2 Evaluasi/penilaian pendidikan lebih fokus pada kemampuan-kemampuan yang bersifat kognitif .

Kenyataannya. kemajuan. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. pemerintah yang menetapkan Ujian Nasional sebagai kriteria Kelulusan sehingga mencabut mandat dan merampas kewewenangan yang diberikan kepada pendidik dalam melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa .FAKTA #3 Pasal 58 UU Sisdiknas (1) Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses.

satuan pendidikan. Kenyataannya BNSP tidak menjadi badan yang independen dan mandiri tetapi ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan Nasional untuk melakukan Ujian Nasional . transparan.FAKTA #4 Pasal 58 ayat 2 UU Sisdiknas (2) Evaluasi peserta didik. dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. menyeluruh. dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala.

Lulus Ujian Nasional Faktanya UN menjadi veto bagi pemerintah dalam menetukan kelulusan peserta didik. Memperoleh nilai minimal untuk mata pelajaran akhlak/kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan c. kelompok mata pelajaran estetika. olahraga. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran b. Pasal 72 ayat 1 Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah : a.FAKTA #5 PP 19 Tahun 2005. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Lulus Ujian sekolah d. Pemerintah telah melanggar aturan yang dibuatnya sendiri .

FAKTA #6 Terjadi penyempitan kurikulum. yaitu terfokusnya pembelajaran pada mata pelajaran yang diujikan sehingga mata pelajaran yang tidak diujikan menjadi terabaikan .

FAKTA #7 Ujian Nasional telah menyebabkan proses belajar yang berupaya menggali aspek kreativitas dan berpusat pada siswa cenderung terpinggirkan karena lebih memfokuskan pada latihan-latihan soal .

dan fungsi pendidikan yang ingin di capai di pancung oleh sistem Ujian Nasional .Kepentingan anak untuk berkembang.

terbuka. dan dapat mencerdaskan bangsa kita. dan berupaya agar dalam pelaksanaannya dikelola dengan baik sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan dalam bingkai aturan Perundang-undangan yang berlaku. Komisi X DPR dan Pemerintah sepakat untuk menghadirkan sebuah formula Evaluasi Hasil Belajar Peserta didik yang lebih baik. Pada rapat tanggal 8 Desember 2010. .PERAN ANGGOTA FPKS DPR RI Pada rapat Panitia Kerja Evaluasi Ujian Nasional DPR RI dengan Pemerintah yang diwakili oleh Kabalitbang Kemendiknas tanggal 30 November 2010 telah disepakati bahwa substansi formula kelulusan UN untuk 2011 adalah UN tidak memveto kelulusan.

Selama ini. Fraksi PKS memang mengharapkan ada perubahan substansial dalam formula Evaluasi Hasil Belajar peserta didik. yaitu pasal 72 ayat (1) yang cenderung bersifat memveto satu sama lainnya .PERAN ANGGOTA FPKS DPR RI Sejak awal. formula penilaian kelulusan yang dibuat oleh Pemerintah berdasarkan PP 19 tahun 2005.

FPKS memandang perlunya revisi PP 19 tahun 2005 tersebut. Oleh karena itu. kebijakan UN yang berpedoman pada PP Nomor 19 tahun 2005 tidak sesuai dengan semangat yang termaktub dalam UU sisdiknas tersebut.PERAN ANGGOTA FPKS DPR RI Fraksi PKS juga memandang perlunya kesinambungan dan keterhubungan dalam proses penilaian hasil belajar peserta didik yang sesuai dalam UU Sisdiknas pasal 4 ayat (3) yaitu bahwa Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. yang memang sejak awal telah menjadi keputusan bersama antara Pemerintah dan DPR dalam rapatnya pada tanggal 9 Mei 2006 yang lalu bahwa Komisi X DPR RI mendesak Menteri Pendidikan Nasional untuk segera melakukan revisi PP tersebut agar sinkron dengan UU Sisdiknas .

USULAN FPKS untuk FORMULASI UN 2011 1. Menempatkan nilai UN sebagai salah satu komponen penilaian dari nilai akhir atau nilai gabungan bersama komponen penilaian lainnya yaitu Nilai Sekolah dimana nilai sekolah adalah gabungan dari nilai raport dan nilai ujian sekolah . Tidak menempatkan UN sebagai variabel tunggal dalam kriteria kelulusan akan tetapi menggabungkan komponen penilaian mata pelajaran UN dan mata pelajaran UN yang diujikan sekolah 2.

Menggunakan pembobotan dari setiap komponen penilaian di atas dengan prosentase 60% untuk Nilai Sekolah dan 40% untuk nilai UN Sesuai dengan semangat UU Sisdiknas pasal 58 bahwa evaluasi belajar terhadap peserta ididk adalah kewewenangan pendidik NA = (NS (MP1 Rapor_smt 5-6) + N (MP2US)) 0.4 Ns = (Si + Yi) / 2 NAi = (NSi) + (Xi) 13 NAi = NAi 1 5 atau 5.6 + (N (MP1UN)) 0.5 .USULAN FPKS untuk FORMULASI UN 2011 3.

serta menjadi pedoman bagi pemerintah nantinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara lebih baik dan merata.USULAN FPKS untuk FORMULASI UN 2011 4. Hal ini sesuai dengan PP 19 tahun 2005 Pasal 68 yaitu Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk (a). pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan dan huruf (d) pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tidak mengabaikan peran UN dalam upaya memetakan kualitas pendidikan di setiap sekolah dan daerah. .

Tegal dan Kota Tegal) Komisi X DPR (Pendidikan. Film. Rohmani. Kab. S.Pd . Olahraga dan Pemuda) . Budaya. Seni.Terima Kasih. Pariwisata.Anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Jawa Tengah IX (Brebes.