BAB II URAIAN TEORITIS

II. 1. KOMUNIKASI II.1.1. Pengertian Komunikasi Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia perlu berkomunikasi. Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia. Dengan berkomunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik secara individu maupun kelompok dalam kehidupan sehari-hari. Hakikat komunikasi adalah proses pernyataan antar manusia (Effendy, 2003 : 8). Komunikasi juga dapat diartikan sebagai bentuk interaksi manusia yang saling berpengaruh mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bhasa verbal, tetapi juga ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi (Cangara, 2002 : 20) Secara etimologi istilah komunikasi dalam bahasa Inggris yaitu communication berasal dari kata Latin communication, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama, sama yang dimaksud adalah sama makna atau sama arti. Jadi komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan (Effendy, 2003 : 30). Dari hal tersebut dapat diartikan jika tidak terjadi kesamaan makna antara komunikator dan komunikan maka komunikasi tidak terjadi.

Universitas Sumatera Utara

Diantara para sosiolog, ahli psikologi dan ahli politik di Amerika Serikat, yang menaruh perhatian terhadap perkembangan komunikasi adalah Carl I. yang member pengertian tentang komunikasi. Menurut Hovland, komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegas azas-azas penyampaian informasi serta pembentukan sikap dan pendapat (Effendy, 2003 : 10). Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi itu meliputi proses penyampaian pesan, pembentukan kepercayaan, sikap, pendapat dan tingkah laku publik. Sedangkan menurut Wilbur Schramm seorang ahli linguistik, mengatakan communication berasal dari kata Latin “communis” yang artinya common atau sama. Jadi menurut Schramm jika mengadakan komunikasi dengan suatu pihak, maka kita menyatakan gagasan kita untukmemperoleh commoners dengan pihak lain mengenai objek tertentu (Amir Purba, 2006 : 30) Laswell menerangkan bahwa cara terbaik untuk menerangkan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan : Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect (Siapa Mengatakan Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa). Jawaban dari pertanyaan paradigmatic Laswell merupakan unsur-unsur proses komunikasi yang meliputi : komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek (Effendy, 2003 : 253). Paradigm tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Who (Siapa) 2. Says What 3. In Which Channel : Komunikator ; orang yang menyampaikan pesan : Pernyataan yang didukung oleh lambing-lambang : Media ; sarana atau salauran yang mendukung

pesan yang disampaikan. 4. To Whom : Komunikan ; orang yang menerima pesan

Universitas Sumatera Utara

5. Whit What Effect

: Efek dampak sebagai pengaruh pesan atau dapat

juga dikatakan sebagai hasil dari proses komunikasi II.1.2. Proses Komunikasi Kategori-kategori proses komunikasi ditinjau dari dua perspektif : 1. Proses Komunikasi dalam perspektif Psikologis Proses komunikasi perspektif ini terjadi pada diri komunikator dan komunikan. Ketika seorang komunikator berminat akan menyampaikan suatu pesan kepada komunikan, maka dalam dirinya terjadi suatu proses. Pesan komunikasi terdiri dari dua aspek yakni isi pesan an lambing. Isi pesan umumnya adalah pikiran, sedangkan lambang adalah bahasa. Walter Hagemann menyebut isi pesan itu “picture in our head”, sedangkan Walter Hagemann menamakannya “das Bewustseininhalte”. Prosses “mengemas” atau “membungkus” pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator itu dalam bahasa komunikasi dinamakan encoding. Hasil encoding berupa pesan itu yang kemudian ia transmisikan atau operkan atau kirimkan kepada komunikan. Kemudian proses dalam diri komunikan disebut decoding seolah-olah membuka kemasan atau bungkus pesan yang ia terima dari komunikator tadi. Isis bungkusan tadi adalah pikiran komunikator. Apabila komunikan mengerti isi pesan atau pikiran komunikator, maka komunikasi terjadi. Sebaliknya bilamana komunikan tidak mengerti, maka komunikasi pun tidak terjadi (Effendy, 2003 : 32). 2. Proses Komunikasi dalam perspektif Mekanistis Proses ini berlangsung ketika komunikator mengoperkan atau

“melemparkan” dengan bibir kalau lisan atau tangan jika pesan lukisannya sampai ditangkap oleh komunikan. Penangkapan pesan dari komunikator kepada

Universitas Sumatera Utara

sebab bersifat situasional. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi ini mampu “menerjemahkan” pikiran ataupun perasaan komunikator kepada komunika. bergantung pada situasi ketika komunikasi itu berlangsung. b. Ada kalanya komunikannya seorang. maka komunikasi dalam situasi ini dinamakan komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi. Proses komunikasi secara primer Proses komunikasi secara promer adalah proses penyampaian pikiran oleh komunikator kepada komunikan dengan mempergunakan suatu lambang (simbol) sebagai media atau saluran. Untuk lebih jelasnya proses komunikasi dalam perspektif mekanistis dapat diklasifikasikan menjadi dua : a. Proses komunikasi sekunder Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan. warna dan lain sebagainya. yakni gerakan anggota tubuh. atau inderaindera lainnya. tetapi dalam situasisituasi komunikasi tertentu lambang-lambang yang dipergunakan dapat berupa kial (gesture). 2003 : 30). gambar. Lambang ini umumnya bahasa. maka komunikasi dalam situasi seperti ini dinamakan komunikasi massa (Effendy. Proses komunikasi dalam perspektif ini kompleks atau rumit.komunikan itu dapat dilakukan dengan indera telinga atau mata. acapkalai pula komunikannya tersebar dalam jumlahnya yang relatif amat banyak sehingga untuk menjangkaunya diperlukan suatu media atau sarana. dengan menggunakan alat atau sarana sebagai Universitas Sumatera Utara . kadangkadang komunikannya sekelompok orang : komunikasi dalam situasi ini disebut komunikasi kelompok .

sebaliknya jika negative mnejadi permasalahan. Tanya jawab dalam bentuk percakapan. Oleh karena itu ada kalanya feedback tersebut mengalir dari komunikan kepada komunikator itu adalah response atau tanggapan komunikan terhadap pesan yang akan dia terima dari komunikator. Komunikasi sekunder ini semakin lama semakin efektif dan efisien karena didukung oleh teknologi komunikasi yang semakin canggih. Kalau komunikan jauh. apabila jauh dan banyak. Komunikasi melalui telepon hamper tidak pernah berlangsung secara linear. dipergunakan surat maupun telepon. dipergunakan surat kabar.media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Konsep umpan balik ini dalam proses komunikasi amat penting karena dengan terjadinya umpan balik komunikator mengetahui apakah komunikasinya itu berhasil atau gagal. 2003 : 40). Jadi poses linear berarti perjalanan dari satu titik ke titik lain secara lurus. jika banyak dipakailah perangkat pengeras suara. Proses komunikasi secara linear Istilah linear mengandung makna lurus. Proses komunikasi secara linear umumnya berlangsung pada komunikasi bermedia. c. yaitu terjadinya arus dari komunikan kepada komunikator. d. yang ditopang pula oleh teknologi-teknologi lainnya yang bukan teknologi komunikasi. jauh dan banyak. proses linear adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal. Komunikator menggunakan media kedua ini karena komunikan yang dijanjikan sasaran komunikasinya jauh tempatnya atau banyak jumlah kedua-duanya. Komunikasi linear ini berlangsung baik dalam situasi komunikasi tatap muka (face to face communication) maupun dalam situasi komunikasi bermedia (mediated communication). kecuali komunikasi melalui telepon. Umpan balik jenis ini dinamakan immediate feedback (umpan balik seketika atau umpan balik Universitas Sumatera Utara . Dalam konteks komunikasi yang dimaksudkan dengan proses secara sirkular itu adalah terjadinya feedback atau umpan balik. Proses komunikasi secara sirkular Sirkular sebagai jembatan dari perkataan “circular” secara harfiah berarti bulat. sehingga ia harus mengulang lagi dengan perbaikan gaya komunikasinya lagi sampai menimbulkan umpan balik postif (Effendy. nila positif ia patut gembira. melainkan dialogisnya. radio atau televisi. Dalam konteks komunikasi. bundar atau keliling sebagai lawan dari perkataan linear tadi yang bermakna lurus. Dalam situasi komunikasi tatap muka komunikator akan mengetahui tanggapan komunikan pada saat ia sedang melontarkan pesannya.

Hambatan Komunikasi Tidaklah mudah untuk melakukan komunikasi secara efektif. Bahkan bebrapa ahli komunikasi menyatakan bahwa tidak mungkinlah seseorang melakukan komunikasi yang sebenar-benarnya efektif. kebutuhan dan kekurangannya. Gangguan semantic terjadi dalam sebuah kepentingan. jalur huruf yang hilang atau terbalik atau halaman yang sobek pada surat kabar. sehingga karena motivasinya itu berbeda intensitasnya. 2003 : 45) a. Lebih anyak kekacauan mengenai pengertian suatu istilah atau konsep yang terdapat pada komunikator. kebutuhan dan kekurangan seseorang berbeda dengan orang lain. Kepentingan Interest atau kepentingan akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati pesan.I.langsung). maka akan leih banyak gangguan sematik dalam pesannya. dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. II. Gangguan sematik ini tersaring ke dalam pesan melalui penggunaan bahasa. huruf tidak jelas. b. pikiran dan tingkah laku kita akan merupakan sikap reaktif terhadap segala perangsang yang tidak bersesuai atau bertentangan dengan suatu kepentingan (Effendy. Sedangkan gangguan sematik adalah jenis gangguan yang bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. Kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian kita saja tetapi juga menentukan daya tanggap. Motivasi terpendam Motivation atau motivasi akan mendorong seseorang berbuat sesuatu yang sesuai benar dengan keinginannya. Orang akan hanya memperhatikan perangsang yang ada hubungananya dengan kepentingan. Gangguan Ada dua jenis gangguan terhadap jalannya komunikasi yang menurut sifatnya dapat diklasifikasikan sebagai gangguan mekanik dan gangguan semantic.3. Perasaan. Sebagai contoh ialah gangguan suara ganda (interfensi) pada pesawat radio. Gangguan mekanik adalah gangguan yang disebabkan saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik. 2003 : 47). gambar meliuk-meliuk atau berubahubah pada layar televisi. c. Keinginan. Ada banyak hambatan yang dapat merusak komunikasi. Berikut ini adalah beberapa hal yang merupakan hambatan komunikasi yang harus menjadi perhatian bagi komunikator jika ingin komunikasinya sukses (Effendy. Semakin sesuai komunikasi dengan motivasi seseorang semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat diterima dengan baik oleh pihak yang Universitas Sumatera Utara . Umpan balik memainkan peranan yang sangat penting dalam komunikasi sebab ia mennetukan berlanjutnya komunikasi atau berhentinya komunikasi.

Ruang Lingkup Komunikasi Ilmu komunikasi merupakan ilmu yang mempelajari. melainkan juga terhadap agama. menelaah dan meneliti kegiatan-kegiatan komunikasi manusia yang luas ruang lingkupnya dan banyak dimensinya. Dalam prasangka. Bidang Komunikasi a) Komunikasi Sosial (social communication) b) Komunikasi communication) c) Komunikasi Bisnis (business communication) d) Komunikasi Politik (political communication e) Komunikasi Internasional (international communication) f) Komunikasi Antar Budaya (intercultural communication) g) Komunikasi Pembangunan (development communication) h) Komunikasi Tradisional (tradisional communication) 2.4.bersangkutan. Berikut ini adalah penjelasan komunikasi berdasarkan konteksnya : 1. pendek kata suatu perangsang yang dalam pengalaman pernah memberi kesan yang tidak enak. pendirian politik. emosi memaksa kita untuk menarik kesimpulan atas dasar syakwasangka tanpa menggunakan pikiran yang rasional. II.I. seperti sering kita dengar. d. Sebaliknya. komunikan akan mengabaikan suatu komunikasi yang tidak sesuai dengan motivasinya. Prasangka bukan saja dapat terjadi terhadap suatu ras. Sifat Komunikasi a) Komunikasi Verbal (verbal communication) Organisasi/Manajemen (organizational/management Universitas Sumatera Utara . Prasangka Prejudice atau prasangka merupakan salah satu rintangan atau hambatan terberat bagi suatu kegiatan komunikasi oleh karena orang yang mempunyai prasangka belum apa-apa sudah bersikap curiga dan menentang komunikator yang hendak melancarkan komunikasi.

Komunikasi Lisan (oral communication) 2. Tatanan Komunikasi a) Komunikasi Pribadi (personal communication) 1. Curahsaran (brainstorming) g. Komunikasi Antarpribadi (interpersonal communication) b) Komunikasi Kelompok (group communication) 1. Komunikasi Tulisan (written communication) b) Komunikasi Nirverbal (nonverbal communication) 1. Komunikasi Kial (gestural/body communication) 2. Seminar f. Lain-lain c) Komunikasi Tatap Muka (face-to-face communication) d) Komunikasi Bermedia (mediated communication) 3. Komunikasi Kelompok Kecil (small group communication) a. Diskusi panel (panel discussion) e. Ceramah b. Lain-lain 2. Komunikasi Gambar (picturial communication) 3. Simposium (symposium) d. Komunikasi Itrapribadi (intrapersonal communication) 2. Forum c. Komunikasi Kelompok Besar (large group communication/public speaking) c) Komunikasi Massa (mass communication) Universitas Sumatera Utara .1.

Lain-lain media yang tidak termasuk media massa 4.1. Film d. Surat 2. Fungsi Komunikasi a) Menginformasikan (to inform) b) Mendidik (to educate) Universitas Sumatera Utara . Poster 5. Radio b. Pamflet 4. Tujuan Komunikasi a) Mengubah sikap (to change the attitude) b) Mengubah opini/pendapat/pandangan (to change the opinion) c) Mengubah perilaku (to change the behaviour) d) Mengubah masyarakat (to change the society) 5. Televisi c. Spanduk 6. Majalah (magazine) 2. Komunikasi Media Massa Cetak (printed mass media communication) a. Lain-lain d) Komunikasi medio (medio communication) 1. Telepon 3. Komunikasi Media Massa Elektronik (electronic mass media communication) a. Surat Kabar (daily) b.

2003 : 52-56) II. Teknik Komunikasi a) Komunikasi informatif (informative communication) b) Komunikasi persuasif (persuasive communication) c) Komunikasi pervasif (pervasive communication) d) Komunikasi koersif (coersive communication) e) Komunikasi instruktif (instructive communication) f) Komunikasi manusiawi (human communication) 7. Unsur-unsur dasarnya member informasi.2.c) Menghibur (to entertain) d) Mempengaruhi (to influence) 6. membujuk dan mengintegrasikan khalayak selalu tampak dalam kehidupan masyarakat sejak Universitas Sumatera Utara . namun gejalanya sudah tampak sejak abad-abad sebelumnya. Sejarah dan Perkembangan Public Relations Istilah public relations sebenarnya baru dikenal pada ke 20.1. Metode Komunikasi a) Jurnalisme/jurnalistik (journalism) b) Hubungan Masyarakat (public relation) c) Periklanan (advertising) d) Propaganda e) Perang urat syaraf (psychological warfare) f) Perpustakaan (library) g) Lain-lain (Effendy. PUBLIC RELATIONS II.2. bahkan sejak manusia masih primitif.

kata pertama berarti public.2. Adapun pengertian public mengacu kepada sekelompok orang yang menaruh perhatian pada sesuatu hal yang sama.zaman dulu. 2004 : 16) Istilah Public Relation pertama kali diperkenalkan oleh Ivy Ledbetter Lee pada tahun 1906. ia berjanji akan menyediakan berbagai informasi yang cepat serta akurat khususnya mengenai segala sesuatu yang bernilai tinggi dan menyangkut kepentingan umum sehingga memang perlu diketahui oleh segenap masyarakat. Jadi Public Relations berarti hubungan-hubungan dengan publiknya. Prinsip public relation telah pula dilakukan oleh orang-orang Yunani dan Romawi dengan dasar-dasar vox populi (suara rakyat) dan republica (kepentingan umum) (Suhandang. Di zaman purbakala orang berhubungan dengan orang lain yang berjauhan tempatnya melalui tanda-tanda berupa asap api di atas gunung atau tabuh-tabuhan. Selain itu. Gagasan Lee yang ditampilkan saat itu adalah apa yang dinamakan olehnya Declarations of Participles yang memuat asas khalayak tidak dapat diabaikan oleh manajemn industri dan dianggap bodoh oleh pers (Effendy. tiada lain untuk menarik perhatian dari orang lain atas dasar memelihara hubungan baik dengan sesame.2 Definisi Public Relations Public Relations terdiri dari dua buah kata yaitu Public dan Relations. mempunyai minat dan kepentingan yang sama pula. kata kedua berarti hubungan-hubungan. Universitas Sumatera Utara . dan sampai sekarang belum ada terjemahan khusus serta baku. Hal ini kemudian menjadi salah satu fungsi utama dari kegiatan Public Relation. II. Dalam bahasa Indonesia. 2003 : 106). Istilah public sukar di Indonesiakan.

organisasi juga harus memahami setiap kelompok atau individu yang terlibat didalamnya (Jefkins. pemahaman bersama. PR melibatkan manajemen problem atau manajemen problem atau manjemen isu . Dalam definisi kerja (working definition) oleh International Public Relations Association (IPRA) terbitan Gold Paper Nomor 4 dengan judul A Model For Public Relations Education For Processing Practise. dinyatakan bahwa berbagai definisi yang dikemukakan para ahli atau pakar public relations. 2004 : 9). Hal ini berarti public relations adalah suatu rangkaian.Banyak pakar telah mengemukakan pendapatnya tentang definisi dan pengertian public relations. Sebaliknya. Selain itu ada juga pengertian public relations menurut Rex F. PR mendefinisikan dan Universitas Sumatera Utara . Tujuan utamanya adalah menciptakan dan memelihara saling pengertian dengan maksud untuk memastikan bahwa organisasi tersebut senantiasa dimengerti oleh pihak lain yang turut berkepntingan. 2004 : 9-10) mendefinisikan public relations sebagai berikut : “Public Relations adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (goodwill) dan saling pengertian antara suatu perusahaan dengan segenap khalayaknya”. PR membantu manajemen agar tetap responsive dan mendapat informasi terkini tentang opini public. penerimaan mutual kerjasama antara organisasi dan publiknya . Kegiatan kampanye atau program terpadu yang berlangsung secara berkesinambungan dan teratur sehingga mendapat pengertian dan pemahaman dari pihak-pihak yang berkepentingan. walaupun terdapat perbedaan namun ada persamaan arti. Harlow yaitu fungsi manajemen tertentu yang membantu membangun dan menjaga lini komunikasi. Menurut Institute of Public Relations (Jefkins.

Menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publiknya dan menyalurkan opini publiknya kepada organisasi. d. c. 2006 : 5) II. Melayani publik dan menasehati pimpinan organisasi demi kepentingan umum. Universitas Sumatera Utara .3. Fungsi dan Tujuan Public Relations Public Relations merupakan fungsi manajemen dan dalam struktur organisasi public relations merupakan salah satu bagian atau divisi dari organisasi.2. Drs. PR dalam hal ini adalah sebagai system peringatan dini untuk mengantisipasi arah perubahan (trends).A dalam bukunya Hubungan Masyarakat suatu Komunikologis (2002 : 10) adalah sebagai berikut a. maupun organisiator. baik sebagai komunikator dan mediator. b.tentu saja tidak dapat lepas dari tujuan organisasi sendiri (Iriantara. M. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan public internal dan eksternal. tujuan public relations sebagai bagian atau divisi dari organisasi. dan PR menggunakan riset dan komunikasi yang sehat dan etis sebagai alat utamanya (Cutlip. 2004 : 56-57) Dalam konsepnya. PR membantu manajemen tetap mengikuti perubahan dan memanfaatkan perubahan secara efektif.menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani kepentingan public. fungsi public relation officer ketika menjalankan tugas dan operasioanalnya. Onong Uchana Effendy. Karena itu. menurut Prof.

untuk membangun iklim kepercayaan itu dimulai dari kinerja. b) Contex Suatu program komunikasi seharusnya berkaitan langsung dengan lingkungan hidup atau keadaan sosial yang tidak bertentangan dan seiring dengan keadaan tertentu dan memperlihatkan sikap partisipatif. baik yang ditimbulkan dari pihak publiknya Menurut Cutlip dan Center dalam (Ruslan. d) Clarity Pesan dalam berkomunikasi itu disusun dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh atau mempunyai arti antara komunikator dengan komunikannya. baik pihak komunikator dan pihak komunikan akan menerima pesan itu berdasarkan keyakinan yang dapat dipercaya. dalam peranan public relations ketika berkomunikasi dikenal dengan “The 7 C’s of Communication” yaitu : a) Credibility Komunikasi dimulai dengan membangun suatu kepercayaan. begitu juga tujuannya.e. c) Content Pesan yang akan disampaikan itu mempunyai arti bagi audiensnya dan memiliki kecocokan dengan system nilai-nilai yang berlaku bagi banyak orang dan bermanfaat. Operasionalisasi dan organisasi public relations adalah bagaimana membina hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publiknya. 2005 : 83). untuk mencegah terjadinya rintangan psikologis. Universitas Sumatera Utara . Oleh karena itu.

Menurut H. Kebiasaan membaca atau kemampuan menyerap ilmu pengetahuan dan sebagainya perlu diperhatikan oleh pihak komunikator dalam melakukan kampanye. 3) Mempromosikan aspek kemasyarakatan (promotion public causes) Universitas Sumatera Utara .e) Continuity and consistency Komunikasi tersebut merupakan suatu proses yang tidak ada akhirnya yang memerlukan pengulangan-pengulangan untuk mencapai tujuan dan bervariasi. yaitu melibatkan berbagai faktor adanya suatu kebiasaan. g) Capability of audience Komunikasi tersebut memperhitungkan kemungkinan suatu kemampuan dari audiencenya. f) Channel Menggunakan media sebagai saluran pesan yang setepat mungkin dan efektif dalam menyampaikan pesan yang dimaksud. Fayol beberapa kegiatan dan sarana public relations adalah : 1) Memnangun identitas dan citra perusahaan (bilding corporate identity and image) Menciptakan identitas dan citra perusahaan yang positif Mendukung kegiatan komunikasi timbale balik dua arah dengan berbagai pihak. 2) Menghadapi krisis (facing crisis) Menangani keluhan (complain) dan menghadapi krisis yang terjadi dengan membentuk manajemen krisis. yang merupakan kontribusi bagi fakta yang ada dengan sikap penyesuaian melalui proses belajar.

seperti kampanye. dan sebagainya (Ruslan. 3. Membimbing bukan mengarahkan. Memeriksa perkara-perkara komunitas yang bermacam-macam untuk menetukan bagaimana dan dimana perusahaan dapat member bantuan terbaik.- Mempromosikan yang menyangkut kepentingan public Mendukung kegiatan kampanye sosial anti merokok. 4. 2006 : 375 – 376) Universitas Sumatera Utara .4 Peran PR dalam Corporate Social Responsibility Seringkali praktisi hubungan masyarakat memainkan peran kunci dalam fungsi filantropi perusahaan. dana kesejahteraan atau pencitraan beasiswa. adakalanya menjadi pejabat yang bertanggung jawab atau fungsi itu. Membantu kampanye atau usaha keras amal dengan nasehat strategi komunikasi. 5. Menggelar peristiwa-peristiwa yang sesuai untuk membantu kontribusi yang menentukan. Memimpin proyek atau kampanye atau bertindak sebagai wakil pejabat senior perusahaan. menyiapkan materi cetak atau audiovisual dan mengiklankan dukungan atau meningkatkan publisitas. 2. 2005 : 2324) II. Lazimnya peran hubungan masyarakat mencakup hal-hal berikut ini : 1.2. serta menghindari obat-obat terlarang. pendekatan partisipatif yang melibatkan unsur pokok komunitas dalam mengalokasikan kontribusikontribusi perusahaan (Cutlip.

Berdasarkan proses public relations. Proses public relations yang dirumuskan oleh Cutlip & Center dan Lesly hanya berbeda dalam rinciannya saja. digambarkan dalam bagan seperti ini (Iriantara. 2.II.5 Proses Public Relations Proses dalam kegiatan public relation merupakan proses yang berkelanjutan. 2004 : 55) Proses Public Relations Pengumpulan Fakta Defenisi Permasalahan Perencanaan dan Program Aksi dan Komunikasi Evaluasi Gambar Proses Public Relations Universitas Sumatera Utara . perencanaan dan program aksi dan komunikasi dan evaluasi program. Bukan sebuah proses yang terhenti begitu satu kegiatan diselesaikan atau satu objek terselesaikan. Namun unsur-unsur dalam proses diuraikan oleh pakar public relations itu mencakup : pendefinisian permasalahan.

pendekatan Purel dapat dilihat pada awalawal abad 20. Dengan kata lain. istilah ”purel” sebagai akronim public relations makin populer digunakan ketimbang term kehumasan. (Purba. William G. Dengan keterbukaan.II. Nickels dalam bukunya Marketing Communication and Promotion. Ivy Lee kemudian mengeluarkan suatu "Declaration of Principles". mendefinisikan komunikasi pemasaran sebagai berikut : proses pertukaran informasi yang dilakukan secara persuasif sehingga proses pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien.3 KOMUNIKASI PEMASARAN II. sikap masyarakat yang semula negatif dan siap fight berubah menjadi pengertian. waktu itu. 3. 2006 : 126) Komunikasi pemasaran sendiri dapat diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga baik secara tatap muka maupun bermedia Universitas Sumatera Utara . melihat bahwa perusahaan-perusahaan dalam rangka promosi memerlukan kegiatan publisitas. Salah seorang praktisi public relations yang notabene berlatarbelakang jurnalistik.1. Pers. Purel dilahirkan oleh masyarakat pers. Deklarasi ini menjadi semacam manivesto bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang public relations. Pengertian Komunikasi Pemasaran Zaman modern sekarang ini. Di tahun 60-an. Teori menurut Ivy Lee dengan “Declaration of Principles” yang intinya berisi tentang keterbukaan dalam informasi dan komunikasi dengan berterus terang dan jujur mengenai persoalan yang dihadapi kepada pers atau publik. Pers atau wartawanlah pencetus betapa penting bagi munculnya profesi public relations.

personal selling. hubungan masyarakat dan publisitas (publicity dan public relation). Dalam konteks ini. surat kabar. komunikatornya yaitu produsen/perusahaannya. Model komunikasi pemasaran meliputi sender atau juga disebut sumber atau source. Model komunikasi pemasaran yang biasa dikembangkan pada umumnya tidak jauh berbeda. penjualan tatap muka (personal selling). 2006 : 216). kelima adalah feedback (tindakan) yaitu umpan balik atas pesan yang dikirimkan. kedua disebut dengan encoding yaitu proses menerjemah tujuan-tujuan komunikasi kedalam bentuk-bentuk pesan yang akan dikirim kepada penerima (agency iklan. tv. 1997 – 219-220) : 1. yang terdiri dari pengirim (sender) atau komunikator yang menyampaikan pesan dan penerima (receiver) atau komunikan pesan. public relation dan direct marketing). tenaga penjualan. iklan. Perilaku Komunikasi. yaitu penyampaian pesan melalui media (radio. Konsep yang secara umum sering digunakan untuk menyampaikan pesan adalah apa yang disebut sebagai bauran promosi (promotional mix) terdapat 5 jenis promosi yang bisa disebut sebagai bauran promosi yaitu : iklan (advertising). jasa atau hasil produksi (Purwadi. Ada tiga unsur pokok dalam struktur komunikasi pemasaran yaitu (Tjipto. sedangkan komunikannya adalah khalayak. majalah dan brosur). keempat adalah decoding yaitu tindakan konsumen sebagai peberima pesan (respons dan interpretasi dari penerima). Universitas Sumatera Utara . ketiga adalah transmisi. pomosi penjualan (sales promotion). serta pemasaran langsung (direct marketing). sales promotions.dalam rangka upaya meningkatkan penjualan.

purchaser. verbal. efek status dan ketiadaan umpan balik. influencer. Paling tidak ada lima macam gangguan yang biasanya menghambat proses komunikasi pemasaran yakni. gangguan fisik. yaitu segala sesuatu yang dapat menghambat kelancaran proses komunikasi. Media non-personal meliputi media massa (radio. yaitu pembawa (transporter) pesan komunikasi. c) Media. 2. yaitu materi pokok yang hendak disampaikan pengirim. f) Gangguan (noise). perbedaan budaya. yaitu himpunan berbagai symbol (oral. seperti : a) Gagasan. decider. yaitu reaksi pemahaman atas pesan yang diterima oleh penerima. masalah semantik/bahasa. d) Response. b) Pesan (message). Universitas Sumatera Utara . pasar organisasi. dan user). Media personal dapat dipilih dari tenaga penganjur (misalnya konsultan). maupun masyarakat umum (yang berperan sebagai initiator. TV. kondisi lingkungan (ruangan. internet. gedung) ataupun peristiwa tertentu (hari-hari besar atau spesial). yaitu pesan umpan balik dari sebagian atau keseluruhan respon yang dikirim kembali oleh penerima. atau non verbal) dari suatu gagasan. Material komunikasi. Koran. e) Feed-back. tenaga ahli professional. atau dari masyarakat umum.seperti pasar pribadi. majalah. Pilihan media komunikasi pemasaran bisa bersifat personal maupun non-personal. Pesan hanya dapat dikomunikasikan melalui suatu media. tabloid).

Menyadari (awareness) produk yang ditawarkan. Efek konatif atau perilaku. Efek kognitif. yaitu untuk menyebarkan informasi (komunikasi informative). Mengambil tindakan (act) membeli atau tidak membeli. mempengaruhi untuk melakukan pembelian atau menarik konsumen (komunikasi persuasif). Yang diharapkan adalah pembelian ulang. 4. Efek afeksi. Tujuan komunikasi dan respon khalayak berkaitan dengan tahap-tahap dalam proses pembelian yang terdiri atas (Tjiptono. yakni memberikan pengaruh untuk melakukan sesuatu. Yang diharapkan adalah realisasi pembelian. 2. Proses Komunikasi. Respon atau tanggapan konsumen sebagai komunikan meliputi (Tjiptono. Menyukai (interest) dan berusahan mengetahui lebih lanjut. Komunikasi pemasaran meliputi tiga tujuan utama. 3. 1997:220) : 1. yaitu membentuk pola khalayak menjadi perilaku selanjutnya. yaitu membentuk kesadaran informasi tertentu. 2. dan meningkatkan khalayak untuk melakukan pembelian ulang (komunikasi mengingatkan kembali). Universitas Sumatera Utara .3. 1997:220-221) : 1. yaitu proses penyampaian pesan (dari pengirim kepada penerima) maupun pengirim kembali respon (dari penerima kepada pengirim) yang akan memerlukan dua kegiatan yakni encoding (fungsi mengirim) yaitu proses merancang atau mengubah gagasan secara simbolik menjadi suatu pesan untuk disampaikan kepada penerima dan decoding (fungsi menerima) adalah proses menguraikan atau mengartian symbol sehingga pesan yang diterima dapat dipahami. Mencoba (trial) untuk membandingkan dengan harapannya. 3.

yang sifatnya informative dan persuasife. yang ditujukan kepada public diluar badan itu.4. instansi pemerintahan (government). pers (press) dan lain-lain diluar kelompok-kelompok organisasi. tugas penting external relations adalah mengadakan komunikasi yang efektif. EXTERNAL PUBLIC RELATIONS Salah satu tugas external relations adalah untuk mengeratkan hubungan dengan orang-orang diluar badan/instansi hingga terbentuklah opini public yang favorable terhadap badan itu. Publik ekstern yang enjadi sasaran public relations ialah para pelanggan (costumer). Memperkenalkan produksi c. Bagi suatu perusahaan hubungan-hubungan dengan public di luar perusahaan itu merupakan suatu keharusan didalam usaha untuk : a. Dengan kelompok-kelompok tersebut harus senantiasa diadakan komunikasi dalam rangka memelihara dan membina hubungan yang harmonis dengan mereka. Mencari modal dan hubungan d. Hubungan baik dengan mereka sama pentingnya dengan hubungan public intern. khalayak sekitar (community). Memperluas langganan b. mencegah pemogokan-pemogokan dan mempertahankan karyawan-karyawan yang cakap. II.5. 1995 : 38) Berdasarkan itu. turut Universitas Sumatera Utara . Memperbaiki hubungan dengan serikat-serikat buruh. Tindak lanjut (follow-up) membeli kembali atau pindah merek. efektif dan produktif kerjanya (Abdurrachman.

Publik kadang-kadang sangat kritis atau hypercritical. dan lain-lain). pos polisi. klinik dan lain-lain patut dilindungi sekali-kali. selain mengadakan hubungan baik ketua rukun setempat maupun camat yang membawahinya. Sebab publik mempunyai hak untuk mengetahui keadaan sebenarnya tentang suatu yang menyangkut kepentingannya. Komunikasi yang diselenggarakan oleh external public relations harus timbal balik juga. Oleh karena itu sikap yang correct dan ramah merupakan salah satu syarat dalam berkomunikasi dengan public. Hubungan dengan masyarakat sekitar (community relations) Yang dimaksudkan dengan khalayak sekitar komplek organisasi (perusahaan. Komunikasi dengan komunitas ini perlu senantiasa dilakukan. Umpamanya saja disekitar kompleks itu terdapat pos tentara. kata-kata mereka dan sebagainya (Abdurrachman.menentukan sukses tidaknya tujuan yang dicapai oleh suatu organisasi (Effendy. 2002 : 150). tidak ada hubungannya dengan instansi-instansi pemerintah seperti kotamadya atau disetiap kabupaten. Tanpa terpengaruh oleh “appearance”. oleh karena mereka pada suatu waktu mungkin diperlukan. Komunikasi dengan jawatan-jawatan tersebut dalam rangka membina Universitas Sumatera Utara .4. II. “personality”. 1995 : 39). Hubungan dengan jawatan pemerintah (government relation) Sebuah organisasi kekaryaan tidak bisa tidak. 2. jawatan. Jenis-jenis External Public Relations Menurut Effendy (2002 : 152) terdapat beberapa khalayak yang samasama menjadi sasaran kegiatan semua perusahaan sehingga harus senantiasa menjalin hubungan yang tetap.1. yakni : 1.

akan banyak membantu memperlancar jalannya organisasi. Hubungan dengan pelanggan (customer relation) “sukses yang besar yang diperoleh suatu perusahaan adalah mendapatkan pelanggan. tulisan-tulisan yang tidak memenuhi syarat untuk disiarkan dengan melalui media itu harus disiarkan. 3. masalah pajak. Komunikasi dengan pejabat-pejabat instansi tersebut bisa dilakukan dengan mengirimkan ucapan selamat jika instansi-instansi itu berulang tahun. Misalnya. Kesulitan-kesulitan seperti telepon rusak. 1995 : 38). mengirimkan kalender atau agenda tahunan. penulis-penulis feature. bukan penjualnya itu sendiri. mengadakan pertandingan olah raga dan lain sebagainya. majalah colomnist. 4. Hubungan dengan pers (press relation) Penting sekali dalam public relation bagi seorang PRO (public relation officer) untuk mempunyai hubungan yang baik dengan para pemimpin atau wakil surat kabar. listrik mendapat gangguan. dan lain-lain tidak akan sulit terselesaikan apabila sudah dipelihara dan dibina hubungan baik sebelumnya. Namun hubungan pribadi antara seorang PRO dengan petugas-petugas pers tadi bukan berarti PRO itu harus mendapatkan pelayanan yang istimewa dari mereka. akan tetapi sebuah perusahaan dikatakan sukses apabila dia bisa meningkatkan jumlah pelanggannya yang Universitas Sumatera Utara . pemimpin radio atau televisi dan sebagainya. Hubungan pribadi harus dipelihara dan harus berdasarkan integritas profesi (Abdurrachman.goodwill dan hubungan harmonis. Setiap barang dapat saja dijual untuk satu kali kepada seorang pembeli.

the local community and society at large to improve quality of life. tetapi sama pentingnya dengan pihak eksternal.membeli berulang-ulang” demikianlah Lew Han. Pengertian Corporate Social Responsibility Definisi corporate social responsibility (CSR) menurut World Bank yaitu “ CSR is commitment of business to contribute to sustainable economic development working with employees and their representatives. in ways that are both good for business and good for development”. seorang pengusaha terkenal di Amerika Serikat. CSR adalah komitmen bisnis untuk kontribusi pengembangan ekonomi bekerja dengan karyawan dan representatif mereka.5. II. 2007 : 6). CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY II.5. yakni terlibat pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people).1. selain mengejar profit untuk kepentingan shareholders. public relations akan dituntut untuk mengembangkan atau menjalin hubungan baik dengan semua pihak. dimana keduanya baik untuk bisnis dan pengembangan. komunitas lokal dan masyarakat secara luas untuk meningkatkan kualitas kehidupan. tidak hanya dengan pihak internal perusahaan. The Triple Bottom Line of Twentieth Century Business mendefinisikan CSR sebagai aktifitas yang mengejar triple bottom line. perusahaan juga harus memperhatikan kepentingan stakeholders. yang terdiri dari 3P. Universitas Sumatera Utara . Sesuai dengan tujuan utamanya. serta berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet) (Wibisono. John Elkington dalam bukunya Cannibals with Forks.

2. dan biasa untuk melawan ‘serangan’ negative dari anggapan komunitas yang sudah terlanjur berkembang. Publik Relation yakni usaha menanamkan persepsi positif kepada komunitas tentang kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. dalam bentuk penggunaan material yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya. Karyawan. Setidaknya ada empat ruang lingkup tanggung jawab sosial perusahaan yaitu : Universitas Sumatera Utara . 2. 3. agama dan golongan. baik dilingkungan sekitar perusahaan maupun didaerah lain yang membutuhkan. Komunitas dan Lingkungan. Keinginan tulus untuk melakukan kegiatan baik yang benar-benar berasal dari visi perusahaan (Rudito. Strategi Defensif yakni usaha yang dilakukan perusahaan guna menangkis anggapan negatif komunitas luas yang sudah tertanam terhadap kegiatan perusahaan terhadap karyawannya. 3. Bentuk Program Corporate Social Responsibility Kegiatan program yang dilakukan perusahaan dalam konteks tanggung jawab sosialnya dapat dikategorikan dlam tiga bentuk : 1. 2007 : 117). dalam bentuk kegiatan kemanusiaan maupun lingkungan hidup. suku. 2007 : 210) Bentuk implementasi CSR dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. dalam bentuk persamaan hak dan kewajiban atas seluruh karyawan tanpa membedakan ras.II. 2. 4.5. dalam bentuk penjagaan dan pemeliharaan secara rutin atas fasilitas dan lingkungan kantor sesuai petunjuk dan instansi terkait (Ernawan. Kesehatan dan keamanan. Konsumen.

Program Kombinasi Universitas Sumatera Utara . Perusahaan berperan sebagai pendukung kegiatan tersebut baik dalam bentuk bantuan dana. Kegiatan berlangsung di areal perusahaan. baik dalam kegiatan bisnis atau kegiatan sosial. Menurut Yusuf Wibisono dalam Bukunya Membedah Konsep & Aplikasi CSR (2007. hal ini akan membuat masyarakat lebih menerima kehadiran perusahaan.138-139) implementasi CSR dapat dikelola berdasarkan pola sebagai berikut : 1. agar bisnis bisa berjalan secara teratur. Keuntungan ekonomis. Begitupun tempat. Hormat pada hak dan kepentingan stakeholder atau pihak-pihak tertentu yang terkait dengan kepentingan langsung atau tidak langsung dengan kegiatan perusahaan (Ernawan. 2. 4. Program Desentralisasi Kegiatan dilaksanakan diluar area perusahaan. pelaksanaan kegiatan bisa bekerja sama dengan pihak lain misalnya event organizer atau institusi lainnya sejauh memiliki kesamaan visi dan tujuan.1. 3. 2. karena akan menimbulkan citra positif bagi perusahaan. Keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial yang berguna bagi kepentingan masyarakat luas. Memenuhi aturan hukum yang dalam suatu masyarakat. 3. Program Sentralisasi Perusahaan sebagai pelaksana/penyelenggara utama kegiatan. 2007 : 114). material maupun sponsorship. Pada prakteknya.

Melebarkan akses sumber daya bagi operasional usaha 5. Two Down Process Program berdasar pada survey/pemeriksaan seksama oleh perusahaan. yang kemudian dilakukan evaluasi oleh perusahaan. Partisipatif Program dirancang bersama antara perusahaan dan beneficiaries (Wibisono. Manfaat dari Corporate Social Responsibility Manfaat corporate social responsibility menurut Arif Budimanta. dalam bukunya CSR terdiri atas : 1. 2. dimana inisiatif. Mendapatkan lisensi untuk beroperasi secara sosial 3. Mereduksi resiko demi kepentingan positif perusahaan 4. Mekanisme pelaksanaan program atau kegiatan Corporate Social Responsibility dapat dilakukan sebagai berikut : 1.5.3. Bottom Up Process Program berdasar pada permintaan beneficiaries. Membuka peluang pasar yang luas 6. Mempebaiki hubungan dengan stakeholder Universitas Sumatera Utara . 2007 : 139) II. yang disepakati oleh beneficiaries 3. pendanaan maupun pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatoris dengan beneficiaries. Mempertahankan dan mendongkrak reputasi atau citra merek perusahaan 2.Pola ini dapat dilakukan terutama untuk program-program pemberdayaan masyarakat. Mereduksi biaya misalnya terkait dengan pembuangan limbah 7.

II.8.1993). Dimana masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidupnya sedangkan perusahaan memperoleh penilaian yang positif dari masyarakat dan karyawan sehingga pada akhirnya menjamin keberlangsungan usaha. Meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan 10. 2005 : 6-7) Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa corporate social responsibility memberikan manfaat kepada kedua belah pihak. Universitas Sumatera Utara . Peluang mendapatkan penghargaan (Budimanta. Pengertian pemasaran yaitu Kegiatan pemasar untuk menjalankan usaha (profit dan nonprofit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan jasa. yaitu perkembangan masyarakat (community development) dan pendidikan (education). Social marketing memang bukan sekadar memasarkan sebuah gagasan untuk tujuan non-profit. mempromosikan melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan pemasaran (Teguh Budiarto.6. Social marketing atau pemasaran sosial pada intinya adalah upaya mengubah pandangan dan perilaku masyarakat melalui perubahan sosial. Cara yang dipandang paling tepat untuk melakukannya menurut Les adalah melalui pendidikan. PEMASARAN SOSIAL Dua aspek penting yang menarik dari ungkapan Les Robinson yang terkenal lewat teori social marketing “The Seven Door Approach”. yaitu organisasi dan masyarakat. mendistribusikan. Memperbaiki hubungan dengan regulator 9.

Pemasaran sosial sebagaimana pemasaran secara generik bukanlah teori yang berdiri sendiri. Sebagaimana juga dasar marketing bisnis. sosiologi. pemasaran sosial didasarkan pada proses perencanaan logis yang melibatkan riset yang berorientasi pada konsumen. 1992:121) Istilah social marketing menggambarkan esensi dari melayani kepentingan sosial melalui teknik-teknik pemasaran. pengembangan konsep. Pemasaran sosial merupakan sebuah kerangka atau struktur kerja yang tersusun atas berbagai pengetahuan lain seperti teori ilmu-ilmu psikologi. informasi dan pelayanan secara luas (Nasution. analisis pemasaran. penelitian konsumen. yaitu adanya partnership (kemitraan) dan policy Universitas Sumatera Utara . Dalam pemasaran terdapat empat prinsip dasar yang terdiri 4 P : • Product (produk) • Price (harga) • Place (tempat) • Promotion (promosi) Metode ini yang dikenal dengan Marketing Mix. ”idea marketing”. komunikasi.Program pemasaran sosial (social marketing) merupakan upaya untuk memanfaatkan teknik-teknik dan sumber-sumber usaha komersial untuk mencapai tujuan sosial dalam hal tersedianya perlengkapan. segmentasi pemasaran. atau “public issue marketing”. Dalam pemasaran sosial ada dua hal lain yang membuat berbeda. antropologi dan komunikasi dalam rangka memahami cara mempengaruhi perilaku masyarakat. fasilitas. menentukan sasaran dan identifikasi strategi dan taktik pemasaran. Pemasaran Sosial dijuluki juga “social cause marketing”. Pemasaran Sosial memanfaatkan konsep-konsep segementasi pasar. insentif dan teori pertukaran untuk memaksimalkan respon dari kelompok sasaran.

Kata sejahtera artinya aman sentosa. KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Kesejahteraan sosial merupakan sasaran akhir dari suatu Negara yang melaksanakan pembangunan. sebagaimana halnya tujuan bangsa Indonesia yaitu mencapai masyarakat yang adil dan makmur.7. kesenangan hidup dan kemakmuran. praktik pemasaran sosial tak ada artinya apabila kemitraan tidak dijadikan tujuan organisasi. makmur (terlepas dari semua makna gangguan dan kesusahan). Pemerintah (orientasi kesejahteraan umum) Produk (barang dan jasa) Pasar (lembaga atau pribadi yang mempunyai kebutuhan terhadap produk) Proses pertukaran II. Demikian pula tak ada artinya upaya mengubah perilaku melalui pemasaran sosial apabila tidak diikuti atau dilanjutkan dengan upaya mendorong tersusunnya sebuah kebijakan. Wojowasita (1978 : 794) mendefinisikan kesejahteraan adalah suatu keadaan dimana seluruh rakyat serta merta hidup berkecukupan baik materil Universitas Sumatera Utara . ketentraman. Pemasar bisa > Produsen (orientasi keuntungan). Sedangkan kesejahteraan artinya keamana. keselamatan. (Poerwodarminta : 1984) S. Organisasi (orientasi belum tentu profit). Pada prinsipnya.(kebijakan). Unsur Pokok Kegiatan Pemasaran Pemasar: Lembaga atau perorangan yang mempunyai tujuan tertentu bagi lembaga maupun pribadinya.

Pandangan Atropologis mengartikan masyarakat adalah merupakan kesatuan hidup manusia yang berorientasi menurut suatu sistemadat istiadat yang bersifat kontiniu dan terikat oleh suatu rasa identitas mereka. jauh dari segala kesusahan dan ketakutan serta harkat dan martabat manusia dipelihara dan dijunjung tinggi. Keadaan sejahtera ini tidak secara serta merta diterima dan dialami oleh masyarakat. jauh dari segala kesusahan dan ketakutan serta dimana harkat dan martabat manusia dijunjung tinggi. yaitu keadaan dimana segolongan besar dan kecil yang terdiri dari beberapa orang manusia yang terikat oleh suatu rasa identitas bersamayang hidup berkecukupan baik materil maupun spiritual. aman. aman. Hasan Shadily (1986 : 47). tertib. Phil Astrid S. (Koentjraningrat. mendefinisikan masyarakat adalah segolongan besar atau kecil. tetapi ia merupakan suatu usaha yang harus dicapai. 1984 : 157) bahwa sebagai ukuran penentu tingkat kesejahteraan suatu masyarakat atau keluarga yang umum dipergunakan ialah : Pendapatan Universitas Sumatera Utara . 1979 : 160) Dari defenisi – defenisi kesejahteraan dan masyarakat di atas dapat kita buat suatu pengertian daripada kesejahteraan masyarakat. sehingga banyak para ahli membuat suatu indikasi untuk menentukan suatu keadaan sejahtera. Jadi jelas kita ketahui bahwa ruang lingkup dari kesejahteraan itu adalah sangat luas. Susanto. sendiri dan beberapa manusia yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi.maupun spiritual. seperti yang dikatakan (DR. tertib.

yaitu seberapa besar ia mendapat hasil dari aktivitas usaha yang dilakukan dan seberapa mampu ia membiayai kebutuhan hidupnya atau keluarganya.Pendidikan nonformal .Pendidikan informal Indikator pengukur tingkat kesejahteraan yang dikemukakan oleh Astrid cenderung lebih mudah dipergunakan. yang dapat dipergunakan untuk membeli kebutuhan hidup atau keluarga. Sei Suka Kab. Pendidikan Kegiatan belajar yang dilakukan seseorang. dimana menjadi titik beratnya adalah pendapatan.Pendidikan formal . yang dilihat dari kebiasaan mereka memanfaatkan fasilitas pelayan kesehatan. Jadi apabila ke empat indikator diatas digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Kuala Tanjung Kec. yang bertujuan untuk menambah pengetahuan maupun keterampilannya. Batu Bara terhadap Program CSR PT Inalum bidang pemberdayaan masyarakat yang dapat Universitas Sumatera Utara . Disini pendidikan dibagi atas : . Kesehatan Merupakan tingkat kesehatan yang layak bagi para penduduk desa.Hasil atau upah yang berbentuk materi atau uang. Pekerjaan Aktivitas usaha yang dilakukan sehai-hari yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau upah.

II. Prinsip teori ini pada dasarnya merupakan suatu prinsip belajar yang sederhana. R) Dalam proses komunikasi berkenaan dengan perubahan sikap adalah aspek “how” bukan “why”. Efek (Response. perilaku. Jelasnya how to communicate dalam hal ini bukan how to change the attitude (bagaimana mengubah sikap komunikan). Komunikasi (Organism. Kalau kemudian menjadi juga teori komunikasi. karena objek material dan psikologi dan ilmu komunikasi yang sama. afeksi dan konasi (Effendy.menunjukkan derajat yang tinggi atau rendah maka tingkat kesejahteraan yang diukur tersebut juga menunjukkan hal yang sama. MODEL S-O-R Semula berasal dari psikologi. Dalam penelitian ini model komunikasi yang digunakan adalah : a. yaitu manusia yang jiwanya meliputi komponenkomponen : sikap. kognisi. dimana efek merupakan reaksi terhadap stimuli tertentu. O) c. tidak mengherankan. opini.8. sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan. Pesan (Stimulus. 2003 : 254). S) b. Dalam proses perubahansikap tampak bahwa sikap dapat berubah jika stimulus yang menerpa benar-benar melebihi semula. Dengan Universitas Sumatera Utara . Dengan kata lain. menurut Effendy (2003 : 254) efek yang ditimbulkan sesuai dengan teori S-O-R yang merupakan reaksi yang bersifat khusus terhadap stimulus khusus.

Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada Universitas Sumatera Utara . Perubahan Serta Pengukurannya” mengutip pendapat Hovland. Perhatian e. Dr.demikian. 2003 : 255) dalam bukunya “Sikap Manusia. Mar’at (Effendy. Prof. Pengertian f. seseorang dapat mengharapkan atau memperkirakan suatu kaitan yang erat antara pesan-pesan media dan reaksi audiens. maka proses komunikasi dalam teori S-O-R ini dapat digambarkan sebagai berikut : Organism stimulus - Perhatian Pengertian Penerimaan Model S-O-R Response (Perubahan Sikap) Gambar diatas menunjukkan bahwa perubahan sikap tergantung pada proses yang terjadi pada individu. Penerimaan Berdasarkan uraian diatas. Janis dan Kelly yang menyatakan bahwa dalam menelaah sikap baru. ada tiga variabel penting yaitu : d. Dalam proses perubahan sikap. maka sikap komunikan hanya dapat berubah apabila stimulus yang menerpanya benar-benar melebihi dari apa yang pernah dialaminya.

Response : Efek yang ditimbulkan melalui bantuan Program Corporate Social Responsibility PT INALUM bidang pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan pada masyarakat Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka. Stimulus : Peranan Program Corporate Social Responsibility PT INALUM bidang pemberdayaan masyarakat. Universitas Sumatera Utara . teori S-O-R dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. 2. Sehubungan dengan penjelasan diatas. Setelah komunikan mengolahnya dan menerimanya maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.komunikan mungkin diterima atau mungkin ditolak. Kabupaten Batu Bara. Komunikasi akan berlangsung apabila ada perhatian dari komunikan. Organism : Masyarakat Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful