PERCOBAAN 4 INTERFERENSI CAHAYA I. Tujuan Mempelajari interferensi cahaya dengan menggunakan Cermin Fresnel dan Biprisma Fresnel. II.

Ruang Lingkup Dengan membagi atau memilah milah muka gelombang suatu berkas cahaya pada Cermin Fresnel dan Biprisma Fresnel, maka terjadilah interferensi cahaya. Panjang gelombangnya dapat ditentukan dari pola difraksi yang terjadi. A. Teori Singkat Interferensi adalah kerja sama antara dua gelombang cahaya atau lebih pada suatu titik atau daerah tertentu pada suatu waktu tertentu pula. Peralatan yang digunakan untuk menunjukkan adanya interferensi cahaya disebut interferometer. Salah satu percobaan yang menunjukkan adanya umbai- umbai interferensi (interference fringe) adalah percobaan Young (Young experiment). Percobaan Young ini berdasarkan pada interferometer pemisah muka gelombang (wave front splitting interferometer) dilukiskan sebagai berikut :

S1 , S2 , dan S3 adalah celah sempit yang dilalui oleh cahaya dengan panjang gelombang ë. Gelombang cahaya yang memancar dari S1 akan mengenai celah S2 dan

Nama Alat Kode 1m Tipe Base Konfigurasi Optical Profile Bench 1 buah 2 buah 4 buah Optical Profile-Bench BENCH-02 Slide Mount 2. m = 0. akromatis Lens Holder Lens Holder Laser He-Ne Measuring Tape LENSA-08 LENSA-09 LHOLD-03 LHOLD-04 LASER-01 TAPE-01 f = +20 mm f= +300 mm 1.5) B. 5. 1. 1. 6. m = 0.0 mW . Daftar Alat No. 220 Vac 2m . 3. Beda antara lintasan optic antara kedua sumbu S2 dan S3 di P adalah sebagai berikut : S 2 P − S 3 P = r1 − r2 S 2 A = d sin θ .1) (4.2) Untuk è << (sudut yang sangat kecil). 7. Kerja sama antara kedua gelombang yang berasal dari S2 dan S3 diamati pada layer di titik P. 4. Lensa Lensa. 2. sehingga : r1 − r2 = d.p a (4. p = mλ a p= mλ a d (4. Atau d. dan seterusnya. dengan tan θ = P a (4.4) Interferensi destruktif (minimum = gelap) terjadi di P bila : λa . dan seterusnya p = (m + 1 ) 2 d (4. 2.3) Interferensi konstruktif (maksimum=terang) terjadi di P bila : r1 − r2 = mλ . 1. maka tan è ≈ sin θ .S3 dan menurut teori Huygens dari S2 dan S3 akan memancar gelombang-gelombang cahaya yang koheren.

77 e ë (%) 28.40 406.93 Interferensi Maksimum (terang) m 5 10 15 p (mm) 11 22 32 10 20 31 ë prak (nm) 447.89 369.79 387.58 Minimum (gelap) 5 10 15 387. Referensi FRESNEL-01 FRESNEL-02 TABLE-01 ARM-02 Dengan Holder PHYWE.1 (Data hasil percobaan) 2.45 447. Data Hasil Percobaan Tabel 4.5 -5. Lihat tabel 4. Interference of Light III. 11 Cermin Fresnel Biprisma Fresnel Prism Table Swinging Arm C.69 ë teori = 632. University Laboratory Experiments. h = 30 mm Berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan seluruh peralatan. 10. • Lensa (LENSA-08) Berfungsi untuk mengumpulkan sinar supaya tepat mengenai cermin. a = 5410 mm. Volume 1 2. • Optical Profile-Bench (BENCH-02) dengan konfigurasi : * 1 buah Optical Profile-Bench * 2 buah Base * 4 buah Slide Mount.8 mm.1 Interferensi Cahaya dengan Cermin Fresnel λ (nm) 442.99 38. . Analisa Hasil Percobaan 1. 9.8. s’= 4935 mm. Edition 94/95.45 433. y’ = 17 mm IV.

3. sebuah sumber cahaya dapat menjadi dua. Lihat gambar berikut : keadaan yang berumur pendek E3 Peluruhan cepat E2 keadaan meta mantap Sinar laser E1 keadaan dasar . • Laser He-Ne (LASER-01) Berfungsi sebagai sumber cahaya. • Swinging Arm (ARM-02) Berfungsi untuk mengatur cermin agar dapat digeser-geser. • 2 buah Lens Holder (LHOLD-03-04) Berfungsi sebagai tempat menaruh lensa. Stimulasi itu sejajar dengan tabung dan dipantulkan berulang-ulang sampai menembus cavity ( lubang. dapat terjadi baik secara spontan maupun di-stimulasi dengan radiasi. Kemudian cahaya yang bersifat koheren dan monokromatis itu dipancarkan melalui celah tersebut. • Cermin Fresnel (FRESNEL-01) Dengan cermin ini. • Measuring Tape (TAPE -01) Untuk mengukur jarak. sehingga atom-atom memantul dari cermin hingga akhirnya terangsang untuk mengeluarkan cahaya.• Lensa akromatis (LENSA-09) Untuk menghasilkan dua titik yang berdekatan dari sinar laser.lubang kecil ) pada ujung laser. Cara Kerja Laser Laser merupakan pengemisian suatu cahaya menjadi suatu tingkat eksitasi yang lebih tinggi.

Atom yang ada di E1 dipompakan ke atas dalam keadaan tereksitasi E3. Jenis-jenis interferensi dan rumusnya. a) Interferensi Celah Ganda : . Sebuah foton yang tersasar energinya akan mencukupi. lalu dengan memicu peristiwa panca dan yang dirangsang terus–menerus akan mengakibatkan dihasilkannya sinar laser. serta selisih fase yang tetap). Dengan demikian akan terjadi pembalikkan populasi yang diperlukan. Sifat-sifat Laser • Polymated (terkumpul) • Monokromatik (memiliki 1 panjang gelombang) • Koheren (Memiliki frekuensi dan amplitudo sama. menyebabkan keadaan ini menjadi meta mantap. Apabila kondisi membaik maka populasi dari E2 akan menjadi lebih rapat dari populasi E1. Dari E3 atom tersebut meluruh dengan cepat ke keadaan yang energinya E2 sehingga aksi laser dapat terjadi. Contoh Jenis-Jenis Laser Contoh laser gas : • Laser gas alam netral (Helium-Neon) • Laser uap logam (He-Cd. He-Se) • Laser gas molekul (CO2 . vibronik) Contoh laser benda padat : • Laser neodymium (Nd) • Laser Ho 3+ • Laser U3+ dalam CaF2 Contoh laser semikonduktor : • Laser C3 4. yaitu keadaan di mana harus terdapat unsur rata-rata yang relatif lama terhadap peluruhan karena pancaran spontan.

cacah • Interferensi Minimum d. • Interferensi Minimum 2. p = m λ a . m ∈ bil. asli d = tebal selaput tipis.n.d 1 + = m λ 2 . m ∈ bil.jari lensa plankonvex.n. p = m λ a . asli n = index bias medium. p = ( m + a 1 2 )λ . cacah • Interferensi Minimum d. m ∈ bil. R = Jari. . n = index bias delaput tipis. m ∈ bil.rt2 = ( m 1 2 )λR .m + 1 + = . cacah d) Interferensi pada Cincin Newton : • Interferensi Maksimum n.d 1 2. rt = Jari-jari lingkaran terang. p = ( m a 1 2 )λ . λ 2 2 m ∈ bil. m ∈ bil.• Interferensi Maksimum d. asli b) Interferensi Celah Tunggal : • Interferensi Maksimum d. asli c) Interferensi pada Selaput Tipis • Interferensi Maksimum 2. m ∈ bil.

CARA KERJA Pada dasarnya interferensi terjadi karena adanya perpaduan dua sumber cahaya yang saling monokromatik dan koheren. Jika cermin Fresnel yang digunakan hanya satu. Jika sumber cahaya tidak koheren. maka hanya akan ada satu sumber cahaya. 5. m ∈ bil. beda fase 180 o . frekuensi. dan beda fase kedua sumber cahaya akan jadi sangat acak (tidak ada pola tertentu lagi). cacah rg = Jari. amplitudo.• Interferensi Maksimum n. bila cermin yang digunakan hanya satu maka TIDAK MUNGKIN pola interferensi dapat terjadi.jari lingkaran gelap. pola interferensi tidak dapat diamati jika sumber cahaya yang digunakan tidak koheren dan tidak monokromatis. akan terdapat banyak panjang gelombang yang berbeda-beda sesuai dengan warna sinar polykromatis sehingga interferensi akan sulit/tidak dapat terlihat. 6. RUMUS a.rg2 = m λ R . kedua cermin Fresnel berfungsi untuk memantulkan sinar laser sehingga ada dua sumber cahaya yang monokromatis dan koheren. Sedangkan interferensi hanya dapat terjadi jika terdapat dua sumber cahaya. Pola interferens i terang . Tidak. Terbentuknya pola gelap terang di layar pada peristiwa interferensi disebabkan karena perbedaan fase gelombang yang terjadi. Interferensi minimum (gelap) terjadi jika beda fase kedua gelombang 180o sehingga kedua gelombang saling melemahkan (gelap). Interferensi maksimum (terang) terjadi jika kedua gelombang memiliki fase yang sama atau selisih lintasannya sama dengan nol sehingga saling menguatkan (terang). 7. Pada percobaan ini. Pada percobaan cermin Fresnel. Jika sumber tidak monokromatis. Seperti dijelaskan di atas. atau selisih lintasan nol. interferensi terjadi jika gelombang sefase.

dst. .11) Menurut persamaan (4.3) : ( r1 − r2 )(r1 + r2 ) = 2 pd Menurut superposisi gelombang: I p = I1 + I 2 + 2 I1 I 2 cos δ (4.180o .λ untuk syarat beda lintasan optik agar pola maksimum.maka : r1 = r2 = a Dari (4. terjadi perubahan fase sebanyak 360 o .Pola interferensi gelap Interferensi minimum dapat terjadi bila : p = (m + 1 2 ) λa . Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. sehingga beda fasenya tetap sebesar m.11) di P terjadi interferensi maksimum apabila : p = mλ a . terang pusat pada pola interferensi memiliki intensitas yang lebih besar dari terang pertama.12) b. Ya.13) 8. Beda fase optik menjadi (m + ½ + ½ ) atau λ=(m + 1) λ. tetap digunakan m. m = bil. m adalah konstanta. cacah d (4. cacah d (4. ketiga. kedua.ë 9.10) Beda sudut fase δ antara cahaya I1 dan I 2 di P: δ = (δ 1 − δ 2 ) = 2π (r1 − r2 ) = 2π pd λ λ a (4. Maka dengan pemantulan sebanyak dua kali.9) (4. Cermin Fresnel terdiri dari dua bagian sehingga cahaya akan dipantulkan sebanyak dua kali.Jarak antara layer dan cermin >> dari jarak antar maksimum. m = bil. Pada setiap pemantulan terjadi pergeseran fase sebesar +/. Pada percobaan interferensi dengan cermin Fresnel.8) (4.

Hal tersebut dibuktikan dengan rumus-rumus berikut • I . p = I 0 cos 2 0 = Io 2 Terang pertama terjadi jika beda sudut kedua gelombang deviasi = 360o • I 1 = I . p = I 0 cos 2 360 = Io 2 Terang kedua terjadi jika beda sudut kedua gelombang deviasi = 720o • I 2 = I . p = I 0 cos 2 720 = Io 2 Terang ketiga terjadi jika beda sudut deviasi = 1080o • I 3 = I . RUMUS d = 1 N d = lebar satu sisi N = banyaknya celah 2 .µ d . Grafik intensitas pola interferensi dengan jumlah celah sebanyak tiga buah.sin θ λ δ = . p = I 0 cos 2 δ 2 Terang pusat terjadi jika beda sudut fase kedua gelombang deviasi = 0 • I . p = I 0 cos 2 1080 = Io 2 10.

Panjang gelombang = ë Jarak celah-layar = D Jarak kedua celah = d Jarak pusat-gelap ke 4 = y Jika ingin gelap ke-4 (m = 4) ditempati oleh terang pertama dan panjang gelombang jadi ë’. .5 D ë = ë’ D’ . sin θ λ d substitus i ke persamaan berikut : δ I = 4a 2 cos 2    2 sin θ  maka akan menjadi I = 4a 2 cos 2     λ. pada jarak berapa dari celah layer harus ditempatkan ? Rumus terang: Rumus gelap: pd =m ë l pd = (m + ½) ë l yd = (4 + ½) ë D pada gelap ke-4: y = (4 + ½) pada terang ke-1: yd = ë’ D' D ë d y = ë’ D' d Karena pada gelap ke-4 terbentuk terang pertama untuk panjang gelombang yang berbeda maka: (4 + ½) D D' ë = ë’ d d 4.ä = 2µ 1 .N  11.

6. Terang pusat pada pola interferensi memiliki intensitas yang lebih besar dari terang pertama. Pada interferensi maksimum (terang). m dan p berbanding lurus dengan ëpraktikum. dst. Pada interferensi cahaya terdapat 2 kemungkinan. 5.5 Dλ λ' ' 4. 8. m dan p berbanding terbalik dengan ëpraktikum. dan interferensi minimum jika beda fasenya 180o. diantaranya : koheren. Laser mempunyai beberapa sifat. dan polymated. kedua. 7. ketiga. Pada interferensi minimum (gelap). Kesimpulan 1. yaitu interferensi maksimum jika dua gelombang sefase atau memiliki selisih = 0. Interferensi terjadi jika sumber cahaya koheren dan monokromatik. 2. 3. 4. maka p akan bertambah besar pula (m berbanding lurus dengan p). . Terbentuknya pola gelap terang pada interferensi disebabkan oleh perbedaan fase gelombang yang terjadi. monokromatik.5 Dλ λ' ' V.D’ = Jadi jarak layar dan celah : 4. Jika orde semakin besar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful