P. 1
Aplikasi Konvolusi Pada Pengolahan Citra2

Aplikasi Konvolusi Pada Pengolahan Citra2

|Views: 769|Likes:
Published by Rezky Amelia Sy

More info:

Published by: Rezky Amelia Sy on May 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

1

BAB III PEMBAHASAN
2.1. Teorema Konvolusi Dalam Kalkulus 2.1.1. Definisi Konvolusi

Dalam kalkulus atau matematika, konvolusi dapat diartikan sebagai sebuah operasi matematika yang menggunakan dua fungsi yaitu dan menghasilkan

fungsi ketiga yang dapat dilihat sebagai modifikasi dari fungsi asalnya dengan cara mengalikan kedua fungsi tersebut. Konvolusi dari dan ditulis sebagai , dengan menggunakan tanda

bintang(*). Berikut ini adalah salah satu contoh bentuk operasi konvolusi:

2.1.2. Ketika fungsi

Konvolusi Malar 
menjadi

kontinu dengan waktu , kemudian dengan fungsi , adalah sembarang parameter, dan adalah

dengan adanya

, dimana

penjumlahan kontinu dari , didefinisikan oleh:

Ketika sebagai penjumlahan kontinu dari fungsi lain dari x. operasi yang sama bisa disebut sebagai konvolusi malar dari fungsi dan . diperluas dengan angka-angka nol . 2.2 Operasi ini adalah bentuk kontinu dari fungsi  diekpresikan  dan .3. dari satu set Z dari integer. koefisien dari produk yang diberikan oleh konvolusi dari rangkaian koefisien asli.4. 2. Hal ini disebut juga produk Cauchy dari koefisien dari dua polinom.1. Teorema Konvolusi Secara Umum Teorema konvolusi menyatakan bahwa: . konvolusi diskrit dari dan diberikan oleh: Ketika mengalikan kedua polinom.1. Konvolusi Diskrit dan didefinisikan dalam Untuk nilai fungsi yang lebih kompleks.

konvolusi dapat diartikan sebagai suatu fungsi yang memetakan sebuah tuple dari satu rangkaian ke dalam serangkaian tuple.2.1.2.2.3 Dimana menyatakan Transformasi Fourier dari dan adalah konstanta yang bergantung pada normalisasi spesifik dari Transformasi Fourier 2. Pada pengolahan citra digital. fungsi ini sulit diimplementasikan dengan menggunakan komputer. Fungsi Satu Dimensi dan Dua Dimensi . Untuk itulah dibentuk operasi konvolusi untuk fungsi diskrit sebagai berikut: 2.2. Namun. Konsep Dasar Konvolusi Dalam Pengolahan Citra Dalam ilmu komputer khususnya dalam bahasa formalnya. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa komputer hanya bisa melakukan perhitungan pada data diskrit. Penerapan Konvolusi Dalam Pengolahan Citra 2. untuk fungsi diskrit didefinisikan sebagai berikut: Konvolusi dengan fungsi inilah yang banyak digunakan pada pengolahan citra digital. terdapat dua operasi konvolusi yang dipakai yaitu fungsi malar(kontinu) dan fungsi diskrit.

3.4 Secara mendasar.2. fungsi konvolusi menurut jenis dimensinya dapat dibagi dalam dua jenis yaitu satu dimensi dan dua dimensi yang diuraikan seperti d i bawah: y 1D: Fungsi diskrit konvolusi satu dimensi kira-kira dapat digambarkan seperti di bawah ini:  dimana merupakan kernel konvolusi atau kernel filter. kernel konvolusi atau template. 2. dalam dua dimensi penggambaran fungsi konvolusi digambarkan seperti di bawah ini: fungsi filter disebut juga filter konvolusi. Operasi Konvolusi Secara Grafis . y 2D: Sementara itu. mask konvolusi.

berikut ini akan diberikan ilustrasi operasi konvolusi secara grafis: Gambar 3. sehingga konvolusi pixel-pixel pinggir tetap dapat dilakukan.1 Ilustrasi Konvolusi Contoh: Misalnya diberikan dan Akan dilakukan konvolusi dengan aturan bahwa elemen yang tidak ada diasumsikan 0.5 Dengan menggunakan fungsi konvolusi dua dimensi. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan: 1) Beri nilai 0 pada kolom M+1 dan baris N+1 .

6    2) Lakukan operasi konvolusi Š   ˆ ‰  ˆ ‰  ˆ ‰  ˆ ‰  Š        ‰     ˆ   Š      ‰  ˆ   ‰   ˆ ‰  ˆ ‰   ˆ   Š       ˆ   ‰   ˆ ‰  ˆ ‰   ˆ    ˆ ‰   ‰  ˆ    ˆ ‰  ‰  ˆ ‰  ˆ ‰  Š    Š        ‰     ˆ ‰  ˆ ‰   ˆ        ˆ   ‰   ˆ ‰  ˆ ‰  Sehingga diperoleh hasil sebagai berikut: .

Beri nilai 0 untuk baris  ˆ  Untuk ›  sampai  lakukan ›    3. Lakukan konvolusi. Untuk š  sampai  sampai   ˆ lakukan lakukan › ‰  ˆ š › ‰   Untuk ›  š› ˆ š › ˆ š › ‰ ‰  Langkah-langkah diatas dapat dibentuk dalam algoritma sebagai berikut : For x 1 to N do f(x.y) = 0 EndForY For x For y 1 to N+1 do 1 to M+1 do .7 Algoritma untuk operasi konvolusi diatas adalah sebagai berikut : 1.M+1) = 0 EndForX For y 1 to M+1 do f(N+1. Beri nilai 0 untuk kolom  Untuk š  ˆ š sampai  lakukan    2.

Macam Macam Filter Konvolusi Di dalam konvolusi terdapat bermacam-macam filter atau kernel konvolusi yang digunakan. kernel konvolusi dilambangkan dengan untuk satu dimensi dan untuk konvolusi dua dimensi.1) + f(1.y) f(x.2) + f(x+1.y)*g(1.2) EndForY EndForX 2.4.8 h(x.1) + f(x+1. Dalam operasi konvolusi. Template-template yang sering digunakan dalam pengolahan citra diantaranya adalah: Gaussian Blur: y y Smoothing: y Low Pass Filter: .y+1)*g(1.2.y+1)*g(2.y)*g(2.

maka pixels-pixels pinggir nilainya tetap sama seperti citra awal. Penyelesaian dari masalah ini adalah : 1) Pixels-pixels pinggir diabaikan atau tidak dikonvolusi. Hal ini. tidak dikonvolusi sehingga pixels-pixels pinggir nilainya tetap sama seperti citra awal. Operasi konvolusi merupakan komputasi untuk suatu pixel pada citra hasil konvolusi yang melibatkan pixel-pixel tetangga pada citra awal.5. pixels-pixels pinggir pada citra tersebut diabaikan. Dengan cara seperti ini.menyebabkan pengerjaannya. Jadi masalah yang umumnya muncul pada operasi konvolusi yakni pada pixel pinggir tidak dilakukan konvolusi. konvolusi mengkonsumsi banyak waktu pada saat . Masalah Yang Muncul Dalam Proses Konvolusi Serta Penyelesaiannya. Pada beberapa operasi konvolusi.2. Anda dapat melihat bahwa konvolusi dilakukan per pixel dan untuk setiap pixel dilakukan operasi perkalian dan penjumlahan.9 y High Pass Filter: y Sobel Filter: x: y: 2.

2. . Untuk itu digunakanlah template smoothing. sehingga konvolusi pixel-pixel pinggir tetap dapat dilakukan. begitu juga sebaliknya.3.3. Lalu digunakanlah operasi konvolusi pada citra dan templatenya itu. misalnya elemen kolom pertama disalin ke kolom M+1. Penghilangan Derau(Noise) Noise atau derau pada gambar berupa titik-titik yang mengganggu dapat dihilangkan sehingga dihasilkan citra yang bebas dari derau atau noise.10 2) Duplikasi elemen citra. 3) Elemen yang tidak ada diasumsikan bernilai 0 atau konstanta yang lain.3.1.3. Perbaikan Kualitas Citra(Image Enhancement) Perbaikan kualitas citra dapat dilakukan dengan menggunakan template-template tertentu sehingga kualitas citra bisa ditingkatkan menjadi lebih baik. 2.3. 2. lalu konvolusi dapat dilakukan terhadap pixel-pixel tersebut. Manfaat Penerapan Konvolusi Pada Pengolahan Citra 2.2. Penghalusan/Pelembutan Citra Terkadang sebuah citra perlu dihaluskan dan dibuat blur agar terlihat lebih indah dari citra sebelumnya.

. Deteksi Tepi/Penajaman Tepi Deteksi tepi merupakan salah satu pengoperasian penting dalam pengolahan citra agar dapat dilakukan pengoperasian pengolahan citra yang lain.11 2.3.4.

1. akan tetapi dengan sedikit usaha dan penalaran logika matematika dan kalkulus yang baik maka konvolusi pun bisa dipecahkan sehingga menghasilkan citra yang dengan kualitas yang lebih baik dari sebelumnya. . Kesimpulan Konvolusi sebagai salah satu teorema kalkulus memberikan banyak kontribusi dalam bidang teknik informatika khususnya dalam pengolahan citra. Untuk memberikan hasil yang terbaik dibutuhkan pengoperasian yang rumit dengan kata lain kemampuan logika yang kuat dalam memecahkan masalah matematika dan kalkulus. Mengoperasikan konvolusi pada pengolahan citra memang rumit.12 BAB IV PENUTUP 4.

google. 2011. http://pengolahancitra..cs. Yogyakarta : Graha Ilmu.S.Si.IT. Osgood.com/question/index?qid=20100306042559AAPjJ8C . Brad.wikipedia.files.com/2009/05/ringkasanturunanfungsi.answers.0.id/url?sa=t&source=web&cd=1&ved=0CBUQFjAA&url=h ttp%3A%2F%2Fwww.wordpress.Pemrograman Computer Vision pada Video Menggunakan Delphi+Vision Lab VCL 4.M.ppt&rct=j&q=kalkulus%20limit&ei=WkzS TbKGBYqnrAfQ4rW-CQ&usg=AFQjCNGtk3JyK5nqt5BzacfE88YuWzNKw&sig2=P1DwgbntY7p0HkuCGULYuA&cad=rja http://rasyid14.ui.org/wiki/Pengolahan_citra http://en.ac.Lecture Notes for EE 261 .wikipedia. S.pdf http://id. Prof.Si dan Rizal.13 DAFTAR PUSTAKA Fadlisyah.co.The Fourier Transform and its Applications: Electrical Engineering Department Stanford University.org/wiki/Convolution http://www.wikipedia.yahoo.com/index2.1.org/wiki/Convolution_%28computer_science%29 http://id.id%2FWebKuliah%2FKalkulus%2FKalkulus%25 20I(B)%2FBab%25202.%2520LIMIT.php?option=com_content&do_pdf=1&id=30 http://en.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->