Ultra struktur

Plastida merupakan organel utama yang hanya ditemukan pada tumbuhan dan alga.plastid berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak dan terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termaduk amiloplas dan elaioplas), atau kromopas. Plastid merupakan derivat dari proplastid, yang dibentuk pada bagian meristematik tumbuhan. Plastida pada tumbuhan Pada tumbuhan, plastida dibedakan kedalam beberapa bentuk, tergantung fungsinya dalam sel. Plastida yang belum teriferensiasi akan berkembang menjadi: Amiloplas : untuk menyimpan cairan Kloroplas : untuk fotosintesis Etioplas : kloroplas yang belum terkena cahaya Elaioplas : untuk menyimpan lemak Kromoplas : untuk sintesis dan menyimpan pigmen Leukoplas : untuk mensistesis monoterpen Setiap plastid berisi berbagai kopi plastid gen pada lingkar 75-250 kb. Gen plastid berisi kurang lebih 100 gen yang mengkode rRNAs dan tRNAs. Kebakaan Plastida Kebanyakan tumbuhan mewarisi plastida hanya dari induknya. Angiosperm umumnya mewarisi plastida dari induk betina, sedangkan beberapa gimnospermae mewarisi plastida dari induk jantan. Alga juga mewaisi plastida dari salah satu induknya. Plastida pada alga Pada alga, istilah leukoplas digunakan untuk semua jenis plastid yang belum terpigmentasi. Fungsinya berbeda dari leukoplas pada tumbuhan. Etioplas, amiloplas dan kromoplas hanya ada pada tumbuhan dan bukan pada alga. Plastida pada alga mungkin juga berbeda dengan plastida pada tumbuhan yang mana pada alga berisi pirenoid. Asal plastida

Plastida berasal dari endosimbiosis sianobakteri. Pada alga hijau dan tumbuhan disebut kloroplas, rhodoplas pada alga merah dan sianelles. Plastida dibedakan atas pigmennya, namun juga ultrastruktur.

ULTRA STRUKTUR KLOROPLAS Kloroplas merupakan salah satu organel yang terdapat pada sel tumbuhan, kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil.® Pada sel tumbuhan tingkat tinggi umumnya berisi 50 – 200 buah kloroplas, ukurannya sekitar 46 mikro meter.® Bagian-bagian kloroplas :® Membran luarϖ Ruang antar membranϖ Membran dalamϖ Sistem membran internal yang terdiri dari: Grana, Stroma, Tilakoid.ϖ ϖ Membran luar, membran luar permukaannya rata dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat. Antara membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran yang tebalnya 10 nm. Membran ini permeabel terhadap senyawa-senyawa dengan berat molekul rendah seperti : nukleotida, fosfat inorganik, derivat yang mengandung fosfat, asam karboksilat, dan sukrosa. Jadi ruang antar membran dapat dengan bebas menggunakan segala macam molekul nutrien dari sitosol. Ruang antar membran, adalah ruangan yang memisahkan antara membran luar dengan membran dalam, tebalnya kira-kira 10 nm. ϖ Membran dalam, membran dalam kloroplas merupakan barier/ penghalang antara sitosol dan stroma kloroplas. Membran dalam permeabel terhadap sukrosa, sorbitol, dan macam-macam anion. Meskipun membran dalam impermeabel terhadap sejumlah persenyawaan, namun

membran dalam permeabel terhadap karbon dioksida dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat,asam gliserat, dan asam glikolat, serta kurang permeabel terhadap asam amino. Sistem membran internal® Tilakoidϖ adalah membran dalam kloroplas yang melipat ke arah dalam dan berbentuk seperti lembaranlembaran. Pada permukaan dalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yang tersusun berderet yang disebut kuantosom. Dikuantosom inilah terdapat zat klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Klorofil ini berfungsi menangkap energi cahaya matahari, energi yang ditangkap itu digunakan untuk memecah molekul air, yang kemudian direaksikan dengan karbondioksida menjadi gula dan oksigen. Stromaϖ adalah membran dalam yang membungkus cairan kloroplas, stroma merupakan tempat untuk berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. Granaϖ adalah kumpulan tilakoid yang bertumpuk-tumpuk membentuk badan seperti tumpukan uang logam. Peranan kloroplas dalam proses FS I dan FS II 1. Fotosistem I (FS I) fotosistem I berisi klorofil b, klorofil a 670, klorofil a 695, dan sejumlah kecil klorofil a khusus yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 700 nm, disebut P.700. P700 merupakan pusat reaksi.jika cahaya mengenai PS I klorofil akan mengalami eksitasi, dan eksitasi ini menjalar diantara klorofil ke P.700. pengaktifan P.700menyebabkan terjadinya transfer sebuah elektron ke akseptor elektron X. dari akseptor X melalui ferridoksin 540 dipakai untuk mereduksi NADP+ dan H+, menjadi NADPH (non siklik). Jika terjadi eksistasi NADPH elektron akan kembali melalui Fd.590 dan sitokrom b6 ke P.700 (siklik). Pada waktu P.700 melepaskan elektronnya (foto oksidasi) akan segera kembali ke bentuk semula, dengan menerima elektron dari plastosianin (PC). PC dengan sitokrom f berdekatan dengan P.700 berfungsi untuk transfor elektron yang berasal dari PS II. Fotosistem II fotosistem II berisi klorofil b, klorofil a 670, kloroil a 680. sebagai pusat reaksinya adalah klorofil a yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm, disebut P.680. pada PS II ini terdapat akseptor elektron yang diberi nama Q. akseptor ini dapat menghilangkan fluoresensi klorofil a pada PS II. Pembentukkan Amilum dalam proses reaksi gelap fotosintesis. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi. Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfatϖ mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat.

Kemudian. Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. 1.Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula). maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. 1.dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. yaitu: 1. Selanjutnya.Lipid . Anatomi. Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain. RDP (ribulosa difosfat). Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje. yang kemudian berubah menjadi NADP+. Selaput Plasma (Plasmalemma) Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein). Khusus pada sel tumbahan.Protein ⇒ Trilaminer Layer Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air). Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja. Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah: Protein . Sitoplasma dan Organel Sel. ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian. Inti Sel (Nukleus). Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong". di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat- . 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma). setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap Reaksi gelap ini menghasilkan APGϖ (asam fosfogliserat). Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa. dan glukosa (C6H12O6). ϖ fase regenerasi. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. Fisiologi Dan Reproduksi Sel Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. ALPG (fosfogliseraldehid). yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton). 3. menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel. Pada fase ini. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi  Fase reduksi. 2. selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).

zat penguat seperti Lignin. Struktur R. dan ada pula yang soliter. Dikenal dua jenis RE yaitu : • RE. b. Granuler (Rough E. 2. Sitoplasma dan Organel Sel Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma). Ultrastruktur Sel Tumbuhan Organel Sel tersebut antara lain : a. Pektin. Suberine dan lain-lain Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah.E. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%). sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.E. b. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Retikulum Endoplasma (RE. ada yang melekat sepanjang R.R) Fungsi R. Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan). a. Agranuler (Smooth E. Ribosom (Ergastoplasma) Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil. Gbr. . Ultrastruktur Sel Hewan. berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel.) Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.R) • RE.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Chitine.

• Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak). Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. • Proteoplas (untuk menyimpan protein). 2. e. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein. Lisosom Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan). Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel. g. c. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. misalnya ginjal. karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House". terdiri dari: • Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan. d. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen. Sentrosom (Sentriol) Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). 3. Dikenal tiga jenis plastida yaitu : 1. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Miitokondria (The Power House) Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Plastida Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) . misalnya : • Karotin (kuning) . J.

i. Kinin. Vakuola (RonggaSel) Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Flagela dan Silia. Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel. j. Inti Sel (Nukleus) Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu : • Selapue Inti (Karioteka) • Nukleoplasma (Kariolimfa) • Kromatin / Kromosom • Nukleolus(anak inti). Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain. Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu : • Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti).• Fikodanin (biru) • Fikosantin (kuning) • Fikoeritrin (merah) h. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas Vakuola berisi : • garam-garam organik • glikosida • tanin (zat penyamak) • minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol. Mikrotubulus Berbentuk benang silindris. 3. Likopersin dan lain-lain) • enzim • butir-butir pati Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil. kaku. k. misalnya dijumpai . Peroksisom (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe) • alkaloid (misalnya Kafein. berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel". tetapi lebih lembut. Mikrofilamen Seperti Mikrotubulus. dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati). Nikotin. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot).

pada bakteri. the free encyclopedia Jump to: navigation. The word chloroplast (χλωροπλάστης) is derived from the Greek words chloros (χλωρός). • Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti). which means "the one who forms". which means green.[1] Chloroplasts are green because they contain the pigment chlorophyll. Chloroplast From Wikipedia. Chloroplasts are members of a class of organelles known as plastids. Chloroplasts capture light energy to conserve free energy in the form of ATP and reduce NADP to NADPH through a complex set of processes called photosynthesis. karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein. Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel. and plastis (πλάστης). ganggang biru. search The simplified internal structure of a chloroplast Chloroplasts (English pronunciation: /ˈklɒrəplæsts/) are organelles found in plant cells and other eukaryotic organisms that conduct photosynthesis. Contents [hide] • • • 1 Evolutionary origin 2 Structure 3 Transplastomic .

plants • • • • 4 See also 5 Notes 6 References 7 External links [edit] Evolutionary origin Chloroplasts visible in the cells of Plagiomnium affine — Many-fruited Thyme-moss A model chloroplast Chloroplasts are one of the many different types of organelles in the plant cell. they are considered to have originated from cyanobacteria through endosymbiosis. except for Paulinella chromatophora. This was first suggested by Mereschkowsky in 1905[2] after an observation by Schimper in 1883 that chloroplasts closely resemble cyanobacteria. which has recently acquired a photosynthetic cyanobacterial endosymbiont which is not closely related to chloroplasts of other eukaryotes.[3] All chloroplasts are thought to derive directly or indirectly from a single endosymbiotic event (in the Archaeplastida).[4] In that they derive from an . In general.

A typical parenchyma cell contains about 10 to 100 chloroplasts.[6] In green plants. but chloroplasts are found only in plants and protista.[9] In some algae (such as the heterokonts and other protists such as Euglenozoa and Cercozoa). Chloroplast ultrastructure: 1. The chloroplast is surrounded by a double-layered composite membrane with an intermembrane space.[7] Chloroplasts have their own genome. there is only one chloroplast. such secondary endosymbionts may have themselves been engulfed by still other eukaryotes. The chloroplast has its own DNA. which is considerably reduced compared to that of free-living cyanobacteria. chloroplasts are similar to mitochondria. in general. The chloroplast is contained by an envelope that consists of an inner and an outer phospholipid membrane. chloroplasts are separated from a captured alga or diatom and used temporarily. this is termed the plastome. which is bell-shaped. in which a eukaryotic cell engulfed a second eukaryotic cell containing chloroplasts. chloroplasts seem to have evolved through a secondary event of endosymbiosis. 5 μm in diameter and 2. outer membrane 2. further. intermembrane space 3. They are believed to correspond to the outer and inner membranes of the ancestral cyanobacterium. chloroplasts are surrounded by two lipid-bilayer membranes.[8] Many of the missing genes are encoded in the nuclear genome of the host. In some groups of mixotrophic protists such as the dinoflagellates. In the alga Chlorella. thus forming tertiary endosymbionts. Between these two layers is the intermembrane space.3 μm thick.[10] [edit] Structure Chloroplasts are observable as flat discs usually 2 to 10 micrometers in diameter and 1 micrometer thick. The transfer of nuclear information has been estimated in tobacco plants at one gene for every 16000 pollen grains. they are. forming chloroplasts with three or four membrane layers. it has reticulations.endosymbiotic event. Plastids may contain 60-100 genes whereas cyanobacteria often contain more than 1500 genes. filling the inner spaces. but the parts that are still present show clear similarities with the cyanobacterial genome. inner membrane (1+2+3: envelope) . These klepto chloroplasts may only have a lifetime of a few days and are then replaced.[5] which codes for redox proteins involved in electron transport in photosynthesis. In some cases. or many infoldings. In land plants.

with the protein products transported to the chloroplast.[1] A thylakoid has a flattened disk shape. each of which consists of the light-absorbing pigments. including chlorophyll and carotenoids. thylakoid membranes appear as alternating light-and-dark bands. Two chlorophyll molecules are then ionised. which are the site of photosynthesis. producing an excited electron. thylakoid lumen (inside of thylakoid) 6. as in mitochondrial oxidative phosphorylation. plastidial DNA 12. It also contains ribosomes. granum (stack of thylakoids) 8. it involves the coupling of cross-membrane fluxes with biosynthesis via the dissipation of a proton electrochemical gradient. TEM image of a chloroplast Within the stroma are stacks of thylakoids. starch 10. each 0. Inside it is an empty area called the thylakoid space or lumen. corresponding to the cytosol of the original bacterium.4. . and allows capture of photons with a wider range of wavelengths. Embedded in the thylakoid membrane are antenna complexes. plastoglobule (drop of lipids) The material within the chloroplast is called the stroma.01 μm thick. ribosome 11. Photosynthesis takes place on the thylakoid membrane. stroma (aqueous fluid) 5. however most of its proteins are encoded by genes contained in the host cell nucleus. which then passes onto the photochemical reaction centre. thylakoid membrane 7. the sub-organelles. This complex both increases the surface area for light capture. The thylakoids are arranged in stacks called grana (singular: granum). and contains one or more molecules of small circular DNA. In the electron microscope. thylakoid (lamella) 9. as well as proteins that bind the pigments. The energy of the incident photons is absorbed by the pigments and funneled to the reaction centre of this complex through resonance energy transfer.

[11][12] Chloroplasts appear to be able to exchange proteins via stromules. [edit] Transplastomic plants Recently. chloroplasts are inherited from males. Beberapa organisme.000. seperti bakteri. In most flowering plants. telah memberikan bukti domain selular ketiga kehidupan dan wawasan baru ke dalam asal usul kehidupan itu sendiri.[15] KLOROPLAS I. recent results in tobacco plants are promising. This makes plastid transformation a valuable tool for the creation and cultivation of genetically modified plants that are biologically contained.000. merupakan uniseluler. Yang paling sederhana sel. chloroplasts are not inherited from the male parent. dan jenis pertama dari sel untuk berevolusi. disebut archaea. Sel adalah unit struktural dan fungsional dari semua organisme hidup. thus posing significantly lower environmental risks. membran yang mengelilingi inti sel. yang terdiri dari . showing a failed containment rate of transplastomic plants at 3 in 1. chloroplasts have caught attention by developers of genetically modified plants. transgenes in these plastids cannot be disseminated by pollen. Bakteri adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari bentuk organisme prokariotik. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tampaknya bahwa kehidupan muncul di bumi sekitar 4 milyar tahun yang lalu. This biological containment strategy is therefore suitable for establishing the coexistence of conventional and organic agriculture.[13] and thus function as a network. While the reliability of this mechanism has not yet been studied for all relevant crop species. formed as extensions of their outer membranes.Recent studies have shown that chloroplasts can be interconnected by tubular bridges called stromules. meskipun penemuan baru dari kelompok kedua prokariota. adalah prokariotik sel-organisme yang tidak memiliki membran nuklir.[14][15] although in plants such as pines.[16] Where chloroplasts are inherited only from the female.

1. Setiap sel adalah dunia yang menakjubkan. seperti manusia.000. dan bereproduksi jika diperlukan.3 Rumusan Masalah Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki rumusan masalah sebagai berikut: 1. untuk mengetahui struktur dari kloroplas 3. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki berbagai macam organel. untuk mengetahui fungsi dan peranan kloroplas di dalam tubuh tumbuhan 1. Bagaimana asal mula terbentuknya kloroplas 2.000. untuk mengetahui tentang asal mula kloroplas 2. ia dapat mengambil nutrisi. begitu juga sebaliknya jika sel tumbuhan memilikinya maka sel hewan tak memilikinya salah satunya adalah kloroplas yang terdapat di dalam plastida sel tumbuhan. mengkonversi nutrisi menjadi energi. menjalankan fungsi-fungsi khusus. Apa saja fungsi dan peranan kloroplas dalam tubuh tumbuhan . organisme lain.2 Tujuan Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki tujuan sebagai berikut: 1.satu sel.000. Bagaimana struktur dari kloroplas 3. atau memiliki banyak sel-sel diperkirakan 100. Bahkan lebih menakjubkan adalah bahwa setiap sel menyimpan seperangkat instruksi sendiri untuk melaksanakan masing-masing kegiatan.000!!. adalah multiseluler. sel hewan dan sel tumbuhan memiliki organel khusus yang bila dimiliki oleh sel hewan maka sel tumbuhan tak memilikinya.

setelah pengamatan dengan Schimper pada tahun 1883 yang sangat mirip kloroplas cyanobacteria.II. Kloroplas adalah anggota dari kelas yang dikenal sebagai organel plastida . . PEMBAHASAN 2. Secara umum. dan plastis (πλάστης).1 Asal Mula Kloroplas Kata kloroplas (χλωροπλάστης) berasal dari kata Yunani chloros (χλωρός). yang berarti hijau. mereka dianggap berasal dari cyanobacteria melalui endosimbiosis Ini pertama kali diusulkan oleh Mereschkowsky pada 1905 . Kloroplas adalah salah satu dari berbagai jenis organel dalam sel tumbuhan. yang berarti "orang yang bentuk".

kloroplas memiliki sendiri DNA . Kloroplas dapat bertambah banyak melalui pembelahan. Ada beberapa fotosintetik (cyanobakteria) yang memiliki membrane fotosintetik. . atau infoldings banyak. lebih lanjut. kecuali untuk Paulinella chromatophora. 4. yang mirip dengan tilakoid pada kloroplas. Kloroplas memiliki membran rangkap dan membran luarnya mirip dengan struktur membran sel. Mereka diyakini sesuai dengan dan dalam membran luar cyanobacterium leluhur. kloroplas mirip dengan mitokondria . Didalam kloroplas terdapat DNA yang juga dijumpai pada bakteri fotosintetik. kloroplas dikelilingi oleh dua -bilayer membran lipid .yang kode untuk protein redoks yang terlibat dalam transpor elektron dalam fotosintesis. telah reticulations. 2. Bahwa mereka berasal dari sebuah acara endosymbiotic. tapi kloroplas hanya ditemukan di tanaman dan Protista. ini disebut sebagai plastome Pada tumbuhan hijau. 3. seperti halnya bakteri. bahwa: 1. Semua kloroplas diperkirakan berasal langsung atau tidak langsung dari aktivitas endosymbiotic tunggal (dalam Archaeplastida ). yang baru-baru ini mengakuisisi endosymbiont cyanobacterial fotosintesis yang tidak berkaitan erat dengan kloroplas dari eukariota lainnya. kloroplas ini dikelilingi oleh membran komposit berlapis ganda dengan ruang antarmembran.Hipotesis endosimbiosis kloroplas ini dikemukakan berdasarkan kenyatan pada saat ini. mengisi ruang batin.

kloroplas tampaknya telah berevolusi melalui peristiwa sekunder endosimbiosis. Ini kloroplas Klepto mungkin hanya memiliki masa pakai beberapa hari dan kemudian diganti. umumnya berbentuk lensa. membentuk kloroplas dengan tiga atau empat membran lapisan. tetapi bagian yang masih ada menunjukkan kesamaan jelas dengan cyanobacterial genom.Kloroplas memiliki genom mereka sendiri. paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). yang jauh berkurang dibandingkan dengan cyanobacteria hidup bebas. Plastida mungkin berisi 60-100 gen sedangkan cyanobacteria sering mengandung lebih dari 1500 gen. kloroplas dipisahkan dari alga ditangkap atau diatom dan digunakan sementara. hanya ada satu kloroplas. Struktur 2. sekunder seperti endosymbionts mungkin sendiri telah ditelan oleh eukariota lainnya masih. Pemindahan informasi nuklir telah diperkirakan dalam tembakau tanaman pada satu gen untuk setiap 16000 serbuk sari. di mana sel eukariotik sel eukariotik menelan kedua yang berisi kloroplas. terdapat dalam sel tumbuhan lumut (Bryophyta). Garis tengah lensa .2 Struktur Kloroplas Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau. Dalam beberapa kasus. Dalam alga Chlorella . yang berbentuk lonceng. sehingga membentuk endosymbionts tersier. Banyak dari gen yang hilang dikodekan dalam genom nuklir dari tuan rumah. Dalam beberapa kelompok mixotrophic protista seperti dinoflagellata . Pada beberapa ganggang (seperti heterokonts dan protista lain seperti Euglenozoa dan Cercozoa ).

lumen tilakoid (dalam tilakoid) 6. membran tilakoid 7. pati 10.tersebut 2-6 milimikron. membran luar 2. Bila ada. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan. tergantung pada macam jaringan dan macam lingkungan yang berpengaruh. sedangkan tebalnya 0. bagian dalam membran (1 +2 +3: amplop) 4.5-1. Plastida adalah organel bermembran rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam. Proplastida merupakan prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman. stroma (cairan air) 5. tilakoid (lamella) 9. plastidial DNA 12.0 milimikron. granum (tumpukan thylakoids) 8. maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida . plastoglobule (setetes lipid) . proplastida berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda. Kloroplas ultrastruktur: 1. ribosom 11. antarmembran ruang 3. tetapi tidak umum dalam semua sel.

Bentuk kloroplast yang beraneka ragam ditemukan pada alga.Pengamatan dengan mikroskop cahaya. sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis berlangsung di stroma. Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil. Kloroplast bernbentuk pita spiral ditemukan pada Spirogyra. sedangkan yang berbentuk jala ditemukan pada Cladophora. dengan pembesaran yang paling kuat. seringkali disertai pirenoid. Membran luar . Kloroplas matang pada beberapa ganggang. bryophyta dan lycopodium dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. Disamping klorofil a ( pigmen berwarna hijau ) dikenal pula klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil a. kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan membran dalam. Pada ganggang. bentuknya dapat seperti mangkuk. Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya. yang sering disebut pula daging daun. Hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. kloroplast terlihat berbentuk butir. spiral. bahkan juga pada batang dan ranting yang berwarna hijau. kadang-kadang lebih besar). sedangkan kloroplast berbentuk pita ditemukan pada Zygnema. bintang menyerupai jaring. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm. yaitu pigmen yang berwarna kuning sampai jingga yang disebut karoten. tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Seperti halnya mitokondria. Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid. yang dipisahkan oleh ruang antar membran. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain.

serta kurang permeable terhadap asam amino. fosfat inorganic. Sebuah tilakoid yang melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. dan stroma. Membran luar kloroplas mengandung porin seperti halnya pada mitokondria yang menyebabkan membran ini permeable terhadap molekul seperti nukleotida. Disela-sela kompleks membran berisi matriks yang amorf disebut stroma. Genom kloroplas terdiri dari 121 . stroma kloroplas mengandung molekul DNA sirkuler dan ribosom. Tilakoid merupakan tempat berlangsungnya reaksi terang fotosintesis. sedangkan stroma merupakan tempat berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. yaitu ruang antar membran. Seperti pada matriks mitokondria. Dari kebanyakan hasil ekspeimen membuktikan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruangan antar membran. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat kompartemen yang terpisah. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut fret atau lamella grana. asam karboksilat. dan sukrosa. Reaksi terang dari fotosintesis terjadi di tilakoid.kloroplas menutupi ruang intermembran antara membran dalam dan membran luar kloroplas. Satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. lokulus. Sebaliknya membran dalam relatif lebih impermeabel sejumlah persenyawaan namun membran dalam permeable terhadap CO2. yang mengandung enzim untuk reaksi terang pada proses fotosintesis. dan asam glikolat. Membran dalam membentuk struktur seperti tumpukan piringan yang saling berhubungan yang disebut tilakoid yang tersusun membentuk grana. Membran dalam bersambungan dengan kompleks membran di bagian dalamnya. asam gliserat. Membran tilakoid yang mengelilingi ruang interior tilakoid yang berisi cairan mengandung klorofil dan pigmen fotosintesis lain serta rantai transport elektron. derivate yang mengandung fosfat. Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri fotosintetik menjadi organel sel tanaman. Dan bagian dalam tilakoid disebut lokulus. dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat.

gula (glukosa) dan . Pada respirasi. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Sebagian besar protein dalam kloroplas dikode oleh gen nuklear.024 pasang nukleotida serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung gen-gen rRNA (16S dan 23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Setengah diantaranya dikode oleh DNA kloroplas. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. sehingga fungsi dan sebagai jaringan. Studi terbaru menunjukkan bahwa kloroplas dapat saling dihubungkan dengan jembatan berbentuk tabung yang disebut stromules . Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya.Fotosintesis Pada Tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Genom kloroplas mempunyai subunit yang besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate carboxylase. 2/3nya diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel sementara 1/3nya diekspresikan dari genom kloroplas.3 Fungsi dan Peran Kloroplas a. Protein yang terlibat di dalam kloroplas sebanyak 60 protein.. 2. dihasilkan di sitoplasma dan selanjutnya dikirim ke kloroplas. Diperkirakan pula terdapat sekitar 60 macam polipeptida pada membran tilakoid. dibentuk sebagai perluasan dari membran luar mereka. Kloroplas tampaknya dapat protein pertukaran melalui stromules. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik.

Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. menuju mesofil. Pada dasarnya. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Namun secara umum. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). air. tepatnya pada bagian stroma. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). dan energi kimia. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Pada tumbuhan. Dalam reaksi terang. Energi yang digunakan dalam reaksi . tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun.

Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.600 nm). Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah.500 nm) dan violet (< 400 nm). Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis.700 nm).Fotosintesis Pada Alga dan Bakteri . Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Sebagai contoh. Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. biru (410 . Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. hijau kuning (510 . Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang.gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. b. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis.. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis.

menunjukkan tingkat penahanan gagal tanaman transplastomic jam 3 1.000.. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof.Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. sehingga berpose lingkungan risiko yang lebih rendah secara signifikan. transgen dalam plastida tidak dapat disebarluaskan oleh serbuk sari . Sementara keandalan mekanisme ini belum dipelajari untuk semua jenis tanaman yang relevan. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. Hal ini membuat transformasi plastid alat yang berharga untuk penciptaan dan budidaya tanaman dimodifikasi secara genetis yang terkandung biologis. hasil terakhir pada tanaman tembakau menjanjikan.000. kloroplas tidak diwariskan dari induk jantan. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. c. Ini kontainmen biologis strategi oleh karena itu cocok untuk mendirikan koeksistensi dan organik pertanian konvensional . Mengenal Kloroplas di 02:34 Diposkan oleh agus_wazza 4 komentar . Di mana kloroplas diwariskan hanya dari betina. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. kloroplas diwariskan dari laki-laki. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat.Transplastomic Tanaman Pada tumbuhan berbunga kebanyakan. meskipun dalam tanaman seperti pinus.

pada tumbuhan rendah bentuknya sangat bervariasi. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut “fret”. Membran ini permeabel terhadap persenyawaan yang berat molekulnya rrendah seperti nukleotida. Membran luar Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam dengan ruang antarmembran sejauh 10nm. euglena gracillis memiliki 10 buah kloroplas setiap sel. satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. fosfat organik. Panjang antara 5 – 10 µm. derifat yang mengandung fosfat. Jadi ruang antarmembran merupakan jalan masuk bebas untuk segala macam molekul makanan dari sitosol. spirogyra mempunyai kloroplas seperti pita yang letaknya spiral sepanjang sel. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antarmembran lokulus dan stroma. . Tata nama dan kompartemen dalam kloroplas Kloroplas memilki membran rangkap seperti pada mitokondria. Sebagian tilakoid melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma.Struktur dan ultrastruktur kloroplas Kloroplas terdapat pada sel-sel tumbuhan eukariotik. sel tumbuhan tinggi berisi 50-200 kloroplas. asam karboksilat dan sukrosa. Pada beberapa literatur tidak ditemukan istilah tilakoid grana. Dari banyak penelitian menunjukkan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruang atar membran. Susunan /tumpukan tilakoid disebut granum. Kloroplas dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Membran dalam memiliki hubungan dengan kompleks membran dalam kloroplas. Membran dalam dan membran luar dipisahkan oleh ruang antarmembran. pada chlamidomonas hanya sebuah berbentuk mangkuk. Fret umumnya disebut lamela grana. bagian dalam tilakoid disebut lokulus. Dilihat dari permeabilitasnya fungsi dari membran luar kloroplas dan mitokondria mempunyai persamaan. Kompleks membran (membran internal) sebagian besar memiliki bentuk seperti kantung pipih yang disebut tilakoid.

dan ATP. Seperti membran dalam mitokondria. dehidroaseton fosfat.Membran dalam Membran dalam mempunyai sebagai “barrier” antara sitosol dan stroma kloroplas yang bersifat impermeabel terhadap sukrosa. Disinilah letaknya klorofil pada organel kloroplas. dikarboksilat. telah diketahui bahwa membran tilakoid berisi kelengkapan enzim yang komplit untuk melakukan reaksi terang pada fotosintesis. Selain itu pada membran tilakoid terdapat “carrier” elektron dan faktor penggandeng (coupling facttors) transpor elektron pada waktu fosforilasi. If organisms are allowed to utilize the existing food materials on this planet. Gambar-gambar mikroskop elektron dari sistem membran internal menunjukkan adanya struktur yang serupa dengan F1 pada mitokondria yang berisi faktor penggandeng dengan ATPase PHOTOSYNTHESIS The free chemical energy required for life processes is derived from organic food materials by a process called biological oxidation. membran dalam kloroplas memiliki “carrier” spesifik untuk mentranslokasi berbagai bahan metabolik yang penting seperti fosfat. Tapi bagaimanapun bentuk fisik yang sebenaranya. Sistem membran interenal Membran internal merupakan jaringan membran yang kompleks pada stroma dan sukar digambarkan seperti keadaan sebenarnya. Meskipun impermeabel terhadap berbagai persenyawaan. dan persenyawaan seperti nukleotida dan gula fosfat). . sorbitol dan berbagai anion (misalnya di dalam trikarboksilat. asam glikolat) dan kurang permeabel pada asam amino. membran dalam permeable terhadap CO2 dan asm mono karboksilat tertentu (misalnya asam asetat. fosfat. it will be exhausted in no time. nature has devised a unique mechanism by means of which it replenishes the organic food materials in excess and this is achieved by harnessing the solar energy by plants. fosfogliseerat. asam gliserat. However.

Definition: magnetic Photosynthesis can be defined as a “ series of processes in which solar electro energy green (SEMR) plants”. . converted and conserved in the form of radiation by chemical energy Biochemically this process can also be defined “as light sensitized Red-Ox process” for it involves light induced Oxidation-Reduction processes. is captured.

it was Jean Senebier. of chemical energy. consisting of cosmic rays at one extremity and radio waves at the other. plants use only blue and red parts of the visible for photosynthesis. it was Joseph Priestley who discovered that the plants are capable of purifying the air and called this process as dephlogistication. O3. Historical Account Though Aristotle observed the effect of light on greening of the plants. CO2. in the form of discrete energy packets called photons. But Jan Ingen Houze demonstrated that plants can dephlogistication the air In dark. Light travels in waves. .Cals. per mole-1. dust and H2O present in outer atmosphere of the earth. cal. light with shorter wavelength has more energy than the light with longer wave length (Blue light has more energy than the red light). The energy content of each photo varies and depends upon the frequency and speed of the light. of which. (by liberating O2) only in the presence of light. plants and animals behave similarly by However. Out of this only 1% is used by land plants which form about 15% of total plant population. SEMR Spectrum: The SEMR spectrum is quite large. Einstein of Red light (700 nm) has 80 K. and oceanic plants (about 85%) in fixing a total of 35-146 billion tones of carbon every year which is equivalent to 1. For example.Solar Energy Sun emits light in the form of solar electro magnetic radiation (SEMR) of which only 40% reaches the surface of earth and rest is absorbed by O2.8-13 x 1012 K. releasing CO2 and phlogisticating the air (impurifying the air).

(CH2O) n plant plants Robert Mayer. who was responsible for the theory. “that energy can neither be created nor destroyed”. Nicholas Theodore de Saussure postulated that H2O is used up in fixing the CO2 into organic compounds.O2 (Jan Ingen Houze) Light Plants + CO2 --. . This was an important step in understanding photosynthesis.C + O2 C + H2O ---. Light light H2O + CO2 ------------. Plants – O2 (Priestley) Light Plants --. clearly elucidated that the plants capture solar energy and store it in the form of chemical energy.Organic carbon + O2 (Jean Senebier) At this juncture.who postulated that plants fix the atmospheric CO2 (fixed air) into organic compound and the oxygen that is liberated comes from CO2.

But people still believed that the oxygen that is liberated during photosynthesis However it was Robert Hill and Van Neil using comes from the splitting of CO2 into C and O2.Meanwhile the importance of chloroplast and chlorophyll in fixing CO2 in the presence of light was made clear. . Blackman.2H2 + 2O2 Since then numerous workers have contributed their part in understanding various aspects of photosynthesis. are the notables among the stalwarts who have made significant contributions in understanding the structure and functional aspects of Photosynthesis. Arnon. Photosynthetic Organelles: Chloroplasts Plastids are the unique organelles found exclusively in plants (with the exception of fungi). radio active isotopes demonstrated that the oxygen that is liberated comes from the H2O and not from CO2 as it was believed earlier. Calvin. Park. Sanpeitro. Govindjee. 4H2O ----------. Parker. Emerson. Ellis.

In these thylakoids the photosynthetic pigments and their Refer page No. . These are called Grana. of chloroplast structure. In this liquid 30-40 highly organized circular membranous structures are found. a fluid or a matrix called stroma is found. Each Granum is made up 10-100 circular flat membranous discs called thylakoids.190 for the details associated pigments are organized into photosynthetic units.A fully developed chloroplast is bounded by a double membrane system within which.

granular structures. .If thylakoids are cut open by freeze fracture method and observed under an electron microscope. four surfaces can be made out as shown in the (fig). These surfaces are studded with numerous Those structures found in the inner core of the membranes are called Quantasomes which act as photosynthetic units.

S-I particles. The larger particle is P. function of each of these units. which are nothing but photosynthetic units which are capable of absorbing solar energy as well as performing photo-chemical reactions.S-I. Photosynthetic Unit I: It is smaller of the two photo-systems. protein curried in thylakoid membranes. Such particles are called Quantasomes.S-II by sonication and This has led to the study of chemical analysis and differential ultra centrifugation methods.S-II and the Park and Sane have succeeded in isolating P-S-I and P.Photosynthetic units: associated with the Park and Branton discovered the presence of array crystalline particles. The inter-granal lamellae or But the granal thylakoid membranes are associated stromal lamellae have just P. smaller is P. .

specific Mn2* associated Z-protein complex (32 KD). Only time will tell the reality of its structure and function. light It is the larger photosynthetic unit. This system is also associated with Fe-S containing Ferrodoxin (a reducing substance). In inter-granal lamellae cyclic photo-phosphorylation occurs.D. 25 K. exclusively found or restricted to It is made up of a number of chlorophyll-a (more). 25 K. which exists in the form of a dimmer. harvesting Pheophytin. chlorophyll-a 700. chlorophyll-b. Cytochrome-b 6. Chlorophyll-a 680 Its major function is to liberate O2 and donate However Arnon feels that the originally believed P.S-I system. molecule which exists in the form of a dimmer. Carotenoids.with P. Transfer of energy: These two photo systems with their respective pigments and light harvesting proteins are oriented in the membrane in such a way.D light harvesting proteins and unique Along with the molecule called Carotenoids. Photosynthetic Unit II: granal membranes.S-I is made up of 230-250 chlorophyll-a molecules. but in granal membranes the reduction of NADP to NADPH2 occurs. All the molecules in each of these photo-synthetic units are spaced and . proteins. Recently Arnon came out with a view that P.S-I involved in the reduction of NADP is not P. chlorophyll-b. P. electrons to P.S-I is totally absent in granal membranes but it is found only in stromal lamellae.S-I but it is another form of P. Plasto Quinone and Cytochrome-b 559.S-II system.S-II system. a non heme-iron protein called Ferrodoxin (FRS). are also present. and Plastocyanin and ATP dependent NADP reductase. It also has a unique. they can capture the fleeting photons randomly.

Chlorophyll-a 680 Carotenoids --- Chlorophyll-b --.Chlorophyll-a 700 . Chlorophyll-a --.oriented in such a way. Here the unit of energy that is transferred to as exciton. The transfer of captured light energy is ultimately drawn to active centers. captured photons are transferred from molecule to molecule by a phenomenon called inductive resonance.

.

with the exception of photosynthetic photosynthetic bacteria where the primary pigment is Bacteriochlorophyll. .Photosynthetic pigments Pigment analysis of photosynthetic organelles. chlorophyll-a acts as the organisms. Absorption Spectrum: shows maximum The absorption spectrum of these pigments indicates that. shows that chloroplasts contain green pigments (chlorophylls) and yellow pigments (carotinoids). Similarly absorption chlorophyll-b has absorption spectrum at 453 nm to 642 nm and carotinoids have an absorption band between 430 nm – 490 nm. primary pigment and it is present in all Among chlorophylls. chlorophyll-a and at 430 nm (blue light) and 662 nm (red light). All other pigments act as secondary pigments.

Though carotinoids absorb light at green and orange regions.Action spectrum and Enhancement effects Though individual pigments absorb light at different wave lengths. they transfer the energy to other pigments like chlorophyll-b and chlorophyll-a for effective function. . instead of direct action. not all the wave lengths are efficient in photosynthetic process either in terms of oxygen liberation or carbon fixation. If red light or blue light is provided alone. oxygen liberation would be inefficient on the other hand if both the lights are given simultaneously the photosynthesis.

Light Reactions As the first phase of photosynthesis is light dependent. it was first demonstrated by Robert Hill. Hill’s reaction for. converting and conserving the solar energy in the form of chemical bonds in ATP and NADPH + H*. Stromatic fluid is the site for the utilization of light dependent granal products in carbon fixation. As this process is controlled by a number of enzymes. This is also involved in the In this primary process. entire process can be simplified in the following equation and in the scheme. Basic principles involved in photosynthesis is capturing of solar electromagnetic radiations at a particular wave length by pigment/protein complexes. The pigments act as antennas for capturing . however this is also called. it is considered as a temperature dependent process. However light induced photochemical reactions are extremely fast reactions The are relatively slow and take place later as they depend upon the products of light reactions. Structurally Grana perform the photochemical act by capturing. light rays in the form of photons in terms of quantums. liberation of O2. it is referred to as light reaction. though certain steps are temperature dependent.Mechanism of Photosynthesis The process of light capturing and carbon dioxide fixation are separated by time and space. others are light dependent and temperature independent reactions.

provides. say -10^ 14 sec and then drops to down to the next lower orbit where it stays only for a very short time. then it falls back to its original orbit (ground state). with photons containing specific quantum of energy. The orbit to which it jumps depends upon the amount of energy a captured photon In the orbit the excited (higher energy electron) electron stays for a very short period of time.The light captured. where at a particular site an electron accepting the light energy jumps to a higher orbit. . is translocated among the atoms of pigment.

Chlorophyll - (Ground state) .protein complex (CPC) (excited) . Thus the This is a simple If the energy rich electron is not used. light energy accepted by the electron is transferred to another substance. the captured energy is released either in the form of fluorescence or heat Photoionization: them excited. the absorption of photons of SEMR by pigment systems makes Chlorophyll + Protein complex + light --.During downward fall the energy rich electron can be transferred to another compound. explanation of light harvesting process. To begin with.

Production of reducing power: It is now certain that the synthesis of NADPH + H* is the co- ordinate function of P. This phenomenon is called photoionization. where P.Chlorophyll – Protein complex + H* _ OH – (Ground state) The photocopied products like H* + OH – ions are simultaneously accepted by the photosystem I and photosytem II respectively.The excited chlorophyll-protein complex reacts with water and splits the water into hydrogen ion (OH-).S-I and P. . found in granal membranes. Chlorophyll-protein complex (Excited) + H2O ------.S-II.S-I is directly involved in the reduction of NADP.

has 32 K. utilizing 2 Quanta of light.S.S. Similar to chlorophyll-a 700. As chlorophyll-a exists in dimmers. the chlorophyll-700 molecules are rendered electrically positive. which acts as the reaction centre or energy trap. This is a powerful reducing agent required for carbon fixation and it is released into the stromatic fluid as it is synthesized. the larger photosynthetic unit of the two. When a Quantum of light energy is conveyed a chlorophyll-a 700. chlorophyll-680 molecules also boost up the chlorophyll-a 700.When the light strikes the photosystem I units. As the electrons from chlorophyll-a 700 are lost to NADP. chlorophyll-a 680 molecules also boost up the electrons to higher state of energy. P. 2 accepted by photo system II. In this process the energy that is responsible for boosting the electrons is now stored in NADPH + H*. Z protein complexed with manganese ions as . P. This energy is transferred from molecule to molecule towards the special molecule called chlrophyll-a 700.I.S. Liberation of oxygen: Along with P. an electron at a particular site gets the energy and it is boosted to the next higher orbit or higher stage of energy. If electrons are not provided.II which is also moved in the act of electron transport. photons of the SEMR are trapped by a number of antenna like chlorophyll-protein complexes. these molecules become active and However the electrons for chlorophyll a 700 come from this condition is called photo-bleaching.D.II units also capture photons and transfer the excitons to the active centre called chlorophyll-a 680 which exists in the form of a dimer.

active centre. the OH orbitals may overlap on each other. an electron is supplied by “Z” protein Mn2+ complex and thus this protein complex gets activated with every photon absorbed. This leaves Z – Mn2* complex free to receive another set of OH ions.ions are brought on to the two Mn-Z protein complexes. As a result. .Z protein complex readily reacts with negatively charged OH ions in water. One more boosting of a pair of electrons are to be released from Z-Mn complex to receive two more OH – ions. in such a way. This may result in reorientation and reaction to produce 2H2O and a molecule of O2. With the loss of every electron from the terminal chlorophyll a 680 molecule. When 4 such OH. PS –II Z –Mn2* Complex + 4 OH –4 photons PS II – Z Mn2* + 2H2O + O2 Non-Cyclic Photophosphorylation The electrons that are boosted to higher state of energy from PS-II Chl a 680 – are immediately accepted by pheophytin. the positively charged Mn2*.

Then the electrons are shuttled to a labile molecule called plastoquinones (PQ).

The molecule

simultaneously accepts 2H* ions and 2 electrons and gets reduced to PQH2, which in turn releases the H* protons into inner thylakoid space and simultaneously transfer the electrons to

Cytochrome 559.

This is accompanied with the loss of small amount of energy is released.

This

energy is utilized and stored in the terminal bond of ATP molecule.

This phenomenon is referred

to as non-cyclic photophosphorylation. From Cytochrome f, the electrons reach Chl a 700 through copper containing neutral and now they are ready for another cycle of electron boosting process. Meanwhile, as the electrons are lost from chlorophyll a 680 to chlorophyll a 700 the former molecule becomes positively charged. ions. The electrons that neutralize Chl a 680 come from (OH)

Cyclic photo phosphorylation:

Photosynthetic unit-I that is found exclusively in inter granal During the down hill journey of electrons, energy is

lamellae is involved in a cyclic electron flow.

liberated and the same is utilized in the phosphorylation of ADP + Pi to ATP.

P.S-I absorb photons and energy is conveyed to the terminal Chl a 700 which exists in dimer form. The electrons are boosted to higher orbital, which is accepted by FRS. Then electrons are channeled through a series of electron accepters back to Chl a 700 molecule. When the electrons are transferred from FD to cytochrome b 6and form Cyt b 6 to Cytochrome 1, sufficient amount

of energy is released. The energy that is released during this shuttle is due to the difference in the Red-O potential between the oxidant and reductant. This energy is captured and utilized in

the formation of a high energy terminal bond of ATP molecule.

Light reaction and its products During light reaction solar energy is absorbed by chlorophyll light harnessing complex and utilize water for photochemical reaction to produce 3 ATP, 1 NADPH + H*, 2H2O, 1 O2 per cycle of reactions.

all the biochemical steps involved in this process. is utilized by respiratory process. have elucidated Calvin is probably the one and the only biochemist. who has been awarded the Nobel Prize for this kind of work. . Calvin et al. Oxygen either escapes or it Dark reaction or Calvin Cycle Stromatic fluid consists of all the enzymes required for carbon dioxide fixation.Particularly ATP and NADPH + H* are released into stromatic fluid.

. for the first stable intermediate product produced is a 3 Carbon organic acid.This pathway is also called C 3 pathway. further it is these 3 carbon components that play an important role in the synthesis of Glucose. This process takes place in 3 steps: 1) Carbon oxidation 2) Reduction 3) Regeneration.

1 The RUDP (5C) acts as an acceptor of CO2 found dissolved in the stromatic fluid. RUDP + CO2 – 2 PGA 2 (5C) (1C) (3C) . when a highly stable 6C compound. break up into two 3 Carbon compounds called 3-Phosphoglyceric acid (PGA). RUDP carboxylase is responsible for the addition of CO2 to RUDP. by an enzyme Ribulose kinase and a molecule of Ribulose di phosphate is RUMP + ATP – RUDP + ADP. formed.Carbon Fixation Ribulose monophosphate (5C) an intermediate component of carbohydrate metabolism first gets phosphorylated synthesized.

A molecule of ATP is consumed . in the process. Di phosphoglycerate (Di PGA). the 3-PGA is primed up by phosphorylation by phosphoglycerokinase to produce.Reduction Before the 3-PGA gets reduced.

The enzyme involved is glyceraldehydes dehydrogenase. 3 – DiPGA + ADP (3C) (3C) The DiPGA gets reduced by NADPH + 1H*to Phospho glyceraldehydes (2 PGALD). 6 CO2 + 6 RMP + 18 ATP + 12 NADPH + H* = 12 PGALD + NADP + 18 ADP + 12 Pi . The sum of Carboxylation and reduction process to produce one molecule of Glucose has been given in the following equation. DiPGA + NADPH + H = PGALD + NADP + Pi (3C) (3C) For the fixation of one molecule of CO2 into 2 molecules of PGALD.3-PGA + ATP = 1. 3 molecules of ATP and 2 molecules of NADPH + H* are required. one molecule of RUMP.

12 PGALD are subjected to a regeneration process in which 6 RUMPs initially consumed are regenerated. five are converted into Dihydroxy Acetone Phosphate (DiHAP) by an isomerase enzyme. Out of 12 PGALD.Regeneration In this process. At the same time one molecule of glucose is produced. 5 PGALD = 5 Di HAP 6 .

Out of the 3 Fructose 6-phosphates. The . to undergo a rearrangement process in which 2 molecules of Xylulose phosphates are produced.3 Fructose-1. 6-Di P (3c) (3c) (6c) These Fructose-1.In the next step. 6-diphosphate --.3 Fructose-6-phosphate. 3 PGALD + 3 Di HAP --. 6 di phosphates are subjected to phosphate action in which one phosphate is removed to produce Fructose-6 phosphates. 1 Fructose 6-p -----. one is converted into Glucose 6-phosphate by phosphogluco isomerase. The enzyme is Aldolase. 3 Fructose-1. 3 molecules of PGALD combine with 3 molecules of Di HAP to form 3 molecules of Fructose-1.I Glucose 6-p (6c) (6c) The remaining 2 Fructose-6 phosphates combine with 2 molecules of phosphoglyceraldehyde. enzyme is transketolase. 6-Di Phosphate.

2 Sedoheptulose-7-p The two sedoheptulose 7-phosphates thus produced combine with the rest of 2 molecules of phosphoglyceraldehyde to produce 2 molecules of Ribose-5-phosphate and 2 molecules of xylulose 5-phosphate. .2 Fructose6-p + 2 PGALD (6c) (6c) = 2 Erythorose-4-p + 2 Xylulose-5-p Then 2 Erythrose 4-P combine with 2 Dihydroxy acetone-P by another Transketolase enzyme to form a carbon Sedoheptulose-1. which immediately undergoes phosphotase action to produce sedopheptulose7. 2 Erythrose-P + 2 Di HAP (4c) (3c) = 2 Sedoheptulose-1.phosphate. 7-di P. 7-di P 2 Sedoheptulose-1. The enzyme involved is Aldolase. 7-diphosphate.

2 Ribose – 5 – P = 2 Ribulose 5 – P (5c) (5c) 4 Xylulose 5 – P = 4 Ribulose 5 – P (5c) (5c) The RUMPs thus produced are again used up in another cycle of CO2 fixation. pathway can be summed up as. The results of the 7 PGALD + 5 Di HAP = 1 Glucose + 6 RUMP .2) Sedoheptulose-7 – P + 2 PGALD (7c) (3c) = 2 Ribose-5 – P + 2 xylulose-5 – P (5c) (5c) The two ribose-5 – phosphates and four xylulose-5 – phosphates (reaction 9 &12) are converted to Ribulose monophosphate by the isomerase and epimerase respectively.

This is also called C4 pathway because the first This intermediate compound synthesized.Hetch & Slack pathway or C4 pathway Though Calvin cycle or C3 pathway is prevalent in the majority of Dicot plants some tropical Graminae or Grasses operate carbon fixation by another pathway called Hatch and Slack pathway. method is considered as an efficient method of carbon fixation. but in different structures. (This is named after the discoverers). which in turn are surrounded by mesophyll . during carbon fixation is a four carbon organic acid. Graminae members like Sorghum and Sugarcane the vascular bundles found in the vines are surrounded by a single layer of bundles heath cells. The uniqueness of this process In is that C4 pathway and C3 pathway operate in the same plant.

chlorophyll-a. it is controlled by various factors to achieve maximum yield. again the rate increases to point. Thus in living systems various factors and their concentration readily affect the efficiency of photosynthesis. if carbon dioxide is deficient. Under optimal conditions if any one of the factors is deficient the rate of If such a factor is increased the rate also increases. Factors that control photosynthesis Photosynthesis being a photo biochemical process. but reaches saturation point at which condition.cells. another factor. the rate of reaction increases. All other pigments act as secondary pigments. Thus the rate photosynthesis suffers. maximum and reaches If the intensity of light is increased. under controlled conditions shows minimal or optimal or maximal quantities. Among green pigments. Chloroplasts found in mesophyll cells and bundle cells show different structure as well as functions. say light. other pigments absorb light at specific wave . Chl-a & Chl-b are invariable present. may act as a limiting factor. For example. Even though Chl-a 700 and Chl-a 680 act as active centers. This may be further increased on increasing the saturation concentration of enzymes. Pigments: Green chloroplasts contain green as well as yellow pigments. among yellow pigments carotenes and xanthophylls are present. particularly Chl-a 700 and Chl-a 680 are directly involved in the primary process of photochemical reactions. when photosynthesis is operating under optimal condition.

sometimes the effect may be lethal too.lengths and they are conveyed from molecule to molecule towards active centers.S-I and P. . but P. Both P. at high intensity of light.S-I and P. P. uniquely oriented towards each other. it affects the process drastically. the light energy is converted to chemical bond energy (ATP) by NonCyclic photo-phosphorylation.S-II) and NADP reduction to NADPh2 (P. the These pigments get organized in the thylakoid membranes in the form of photosynthetic units called P. their function is co-coordinated and they are responsible for oxygen liberation (P.S-I. in such a way. If there is any deficiency in any of the pigments and required factors for their organization.S-I is In thylakoid membranes.S-II are exclusively found in the inter granal lamellae.S-I). but carotinoids that are present. During the electron flow from P.S-II are found in thylakoid membranes. chlorophyll molecules get bleached by photo-oxidation.S I and P.S-II. protect the chlorophyll molecules from photo-oxidation. Here. Generally. energy is transferred by inductive resonance in the form of excitons.

Light: In photosynthesis light provides energy. greater is the energy of longer the wave For example. This is called the absorption spectrum. (white light) has longer wave length and lesser energy when compared to the shorter wave length of the blue light which has higher amount of energy. The solar electro-magnetic radiation consists of a wide spectrum of individual rays. B-carotene & xanthophylls). At the same time it stimulates the entire process. . Chl. Even though these pigments absorb light at shorter wave lengths. length lesser is the energy of the photon. This energy relationship between photon and wave length is shown in the figure 87. Basically this process is controlled by the quality and the quantity of light that is received. These radiations travel in the form of discrete energy packets called photons. Quantity of light Chlorophyll a. chl. B.B B-carotenes and Xanthophylls absorb different wave lengths of visible light (Cal a. which mainly depends upon the Shorter the wave length. the photons are transferred to the active centers which have an absorption spectrum at longer wave lengths. which differ in their wave lengths. The amount of energy in each photon is called Quantum. the red light of the visible spectrum wave length of the radiation.

The efficiency of light is measured in terms of number quanta required for either the liberation of a molecule of O2 or for the fixation of a molecule CO2 into Glucose. and it is measured in terms of foot-candles. intensities is called ‘Solarization’. Quantity and intensity of lights: The intensity of the light depends upon the distance of the It has been found that at low intensity. Quantitative measurement of red light required for the liberation of one molecule of O2 is found to be about 4 quanta and another four are required for the production of two molecules of NADPH*. however. the process becomes efficient in releasing O2. because of heterogeneity in their structure absorb white light at Blue as well as Red wave lengths. That means photosynthesis requires both red and blue lights for its efficient function. If blue or red light is given singly photosynthesis will be never efficient. bleached and the process suffers. At higher intensities. photosynthesis is at its minimum but with the increase in intensity the rate increases and reaches saturation at about 2000 to 2500 foot candles. pigments get The inhibition of photosynthesis by photo-oxidation at higher Quantum requirement / efficiency Light is measured either in terms of quanta or intensity of light. if both the lights are given simultaneously. on the other hand. This effect is called Emerson’s enhancement effect. . source. During this process 2 molecules of ATPs are also synthesized.Chlorophyll molecules. totally 8 quanta are required.

C6 H12 O6 + 12 NADP + 18 ADP + 18 Pi. 2 ATP 6 molecules of CO2. Thus the efficiency or photosynthesis in terms of energy required and stored. Today. Carbon dioxide (CO2) It has been estimated that about 300 million years ago the percentage of CO2 in the atmosphere was about 20%. 18 molecules of ATP and 12 molecules of NADPH2 are required. approximately equivalent to 60 quanta. cal. cyclic 2 quanta. “What has happened to the rest of the CO2?” Nature has fixed this CO2 in the form of organic fuels by photosynthetic process and the same is stored as the organic fuel in the inner depth of .In Cylic photophosphorylation 2 molecules of ATP are synthesized per 2 quanta of light. Probably the other 70% of the energy that is not fixed may be released in the form of heat which may be utilized for enzymatic and other cellular activities. This is 6 CO2 + 6 RUMP + 18 ATP + 12 NADPH + H ---------.03%. with burning of all kinds of fuels (including biological oxidation) the Naturally one will be tempted to ask concentration of CO2 in the atmosphere is just 0. gives the value of 60%. But the amount of total energy that is actually stored in a molecule of Glucose is about 696 or 700 K.

earth. Water: Water being sole source for electrons and protons. photosynthesis. in a vast landscape full of green plants. plants growing on land and in ocean fix about 146 billion tons of carbon annually which is approximately equivalent to the fixation of 13x 1012 K. which is a photo-chemical reaction. Different plants have different optima for CO2. so also its yield. Nevertheless. its supply is very important in But under water deficit conditions. Desert plants have higher optimal temperature of 35-400 C. if higher concentration of H2O does not show any enhancing effect. and photosynthesis and its yield suffers. other mesophytic and water plants function efficiently at 25-300C. requires enzymes for its various biochemical activities temperature has a significant effect on controlling the rate of photosynthesis. the rate of C4 photosynthesis increases. On the other hand.cals. the rate of photosynthesis falls drastically. Internal and Genetic factors . Different plants have different optimal temperature. CO2 becomes deficient by about mid-day. Temperature: Photosynthesis. plants are considered as highly efficient plants than C2 plants with respect to carbon fixation. of solar energy. Generally. By increasing the concentrate of CO2.

dan plastokuinon Tabel 12.2 . Kurang lebih 10% lipida terdiri atas fosfolipida. KOMPOSISI KIMIA KLOROPLAS Membran tilakoid terdiri atas lipida kurang lebih 50%. The synthesis of various cellular factors ultimately depends upon the genetic potential and its expression.0 3. without the proper cellular machinery. Selain itu juga terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil kira-kira 20% dari total membran tilakoid.1 Komponen utama tilakoid grana dan tilakoid stroma (Sheeler dan Bianchii. All enzymes. pigments.Even under optimal environmental conditions. co-enzymes.4 Sitokhrom f 0. light harvesting proteins. karotenoid. Lipida yang khas bagi klorofil yaitu galaktolipida dan sulfolipida yang terdiri adas masing-masing 45 % dan 4% dari total lipida. no metabolic activity can function efficiently.3 3.6 b. 1983) Tilakoid Stroma Tilakoid Grana Total klorofil Klorofil a Klorofil b 278* 238 40 401 281 130 P700 2.5 0.karoten 21 17 Lutein 10 29 Violaxanthin 15 20 Neoxanthin 8 16 Fosfolipida 76 66 Monogalaktosil digliserida 231 214 Digalaktosil digliserida 172 185 Sulfolipida 65 59 Sitochrom b ( total) 1. and their synthesis things is of utmost importance in the proper functioning of photosynthesis which ultimately controls the photo-synthetic yield. Plants with superior genetic potential can function very efficiently when compared to inferior ones.7 Manganese 0.5 0.

orange dan merah dipantulkan. Klorofil pada tanaman pembuluh dan briophyta terdapat di dalam kloroplas. bitu dan violet yang diserap yang merupakan panjang gelombang yang banyak digunakan dalam fotosintesis. bakterioklorofil b. Di alam dikenal ada sembilan jenis klorofil. sedang karotenoid yang paling banyak terdapat dalam tumbuhan adalah b karoten dan lutein. Proses fotosintesis berlangsung dalam plastida dari organisme sel yang disebut kloroplas. Karotenoid alami dapat berupa likopene berwarna merah . maka akan diperoleh spektrum Action pada kisaran panjang gelombang daerah cahaya tampak (visible light). sedang cahaya hijau. Terlihat bahwa banyak dari cahaya merah. 1982). Bagian dari spectrum cahaya yang diserap oleh klorofil selama proses fotosintesa dapat ditentukan dengan menempatkan suatu larutan klorofil di dalam alkohol diantara suatu sumber cahaya dan suatu prisma kaca. c. b. Spektrum cahaya yang melewati larutan klorofil. klorobium klorofil 650 dan klorobium. dijumpai di dalam kloroplas dan kromatofor lain. Seperti halnya dengan klorofil. e. Spektrum yang terbentuk berbeda dengan spektrum cahaya putih yang tidak melewati klorofil. d. kuning. Karotenoid adalah senyawa hidrokarbon yang terdistribusi dalam tanaman dengan kisaran warna kuning. Klorofil merupakan pigmen fotosintesis yang sangat penting. beberapa karotenoid mengirim energi eksitasinya ke pusat reaksi. panjang gelombang yang diserap terlihat sebagai pita-pita gelap dan dinamakan pita-pita serapan. Posisi pita-pita gelap dalam spektrum klorofil menunjukkan panjang gelombng mana yang diserap. Sebagian merah dan sebagian besar kuning. jingga dan hijau tidak diserap sama sekali (Arbaya dan Sasmitamihardja. yaitu di dalam membran tilakoid. Di dalam kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berwarna hijau sebagai pigmen utama penyerap cahaya dan karotenoid sebagai pigmen pelengkap. Klorofil tidak efektif mengabsorbsi cahaya hijau sehingga lebih banyak direfleksikan (dipantulkan) dan ditransmisikan (diteruskan).*Nilai dalam mikromol pergram komponen protein membran. Pigmen karotenoid (b karoten dan lutein) hanya mengabsorbsi cahaya biru dan ungu. yaitu klorofil a. Tumbuhan tinggi mengandung dua macam klorofil yaitu klorofil a dan b. Karotenoid bagi tanaman juga berperan untuk melindungi 7 klorofil dari kerusakan akibat oksidasi pada intensitas cahaya tinggi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa klorofil tampak berwarna hijau. bakterioklorofil a. Apabila kita bandingkan pengaruh berbagai panjang gelombang terhadap laju fotosintesis.

Membran dalam impermeable pergerakan molekul melalui transporter. sehingga masing-masing tilakoidnya disebut tilakoid grana. datar atau cembung. Kloroplas mengandung banyak pigmen yang membuat buah dan bunga mempunyai corak jingga dan kuning. Sel sebagian besar tumbuhan tinggi umumnya mengandung antara 50 A. yang disebut plastid. Chlamydomonas : satu kloroplas/sel. Pada tumbuhan rendah dan terutama pada beberapa mikroorganisme. selain itu grana juga berfungsi sebagai mesin fotosintesis. Tilakoid yang memanjang ke stroma disebut tilakoid stroma.Struktur Dan Fungsi Kloroplas Kloroplas berbentuk lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. berwarna kuning. kloroplas dibatasi oleh dua sistem membran yaitu membran luar dan membran dalam. Karotenoid pada tanaman berfungsi untuk melindungi klorofil dari fotooksidasi dan dapat menyerap serta memindahkan energi cahaya ke klorofil a. Tumbuhan. Membran luar kloroplas mengandung porin permeable terhadap senyawa dengan ukuran BM 10. stroma dan lokulus. Bentuk membran bagian dalam yang paling umum adalah satu kantung yang dipipihkan yang disebut tilakoid.pada tomat dan ß-karoten. berbentuk pita yang memanjang di seluruh inti Pada dasarnya. Tumpukan berupa tilakoid disebut grana. dengan ukuran 2 . Membran dalam dihubungkan dengan suatu kompleks membran yaitu membran bagian dalam yang melintasi bagian dalam kloroplas. merupakan salah satu fungsi dari grana. Bagian dalam tilakoid disebut lokulus. alga. Fungsi utama kloroplas adalah sebagai mesin fotosintesis. serta cyanobacteria menggunakan elektron dari air dan energi dari cahaya matahari untuk mengubah CO2 menjadi senyawa organik dan dari proses ini akan dihasilkan O2 ke atmosfere (proses autotrof). Kloroplas terdapat dalam daun dan organ tumbuhan hijau lainnya dan dalam algae eukariotik. berbentuk mangkuk 3. Membran dalam membentuk tilakoid. Tilakoid itu disebut stroma.4 µm x 5 – 10 µm.Reaksi-reaksi fotosintesis bergantung cahaya berlangsung . Sebagai contoh: 1. Spyrogira : satu kloroplas/sel. B. yang dipisahkan ruang antar membran. Kloroplas mengandung klorofil pigmen hijau bersama-sama dengan enzim dan molekul lain yang berfungsi dalam produksi makanan dengan cara fotosintesis.000 Da. yaitu serial reaksi yang dikendali kan oleh cahaya kemudian menghasilkan molekul organik dari CO2 atmosferik. KLOROPLAS K loroplas merupakan anggota khusus dari keluarga organel tumbuhan yang berkerabat dekat.Membran Kloroplas Membran-membran pada kloroplas membatasi tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antar membran. dilihat dari atas nampak seperti elips. Euglena gracilis : kurang dari 10 kloroplas/sel 2. Dengan demikian organel itu adalah suatu sistem tiga membran. bentuknya sangat berbeda dari yang terlihat pada tumbuhan tinggi dan sering jumlahnya terdapat sedikit.

Bentuk-bentuk kloroplas Pada tumbuhan tinggi bentuk kloroplas berupa lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. zignema memiliki bentuk kloroplas seperti bintang. ada juga yang berbentuk seperti cangkir. D. Dengan demikian ruang antar membran mengandung molekul-molekul nutrien sitosol. plastokinon dan tokoforilkinon.Membran dalam fermeabel bagi CO2 dan asam-asam monokarboksilat tertentu.dalam tilakoid sedang reaksi asimilasi (fiksasi) CO2 terjasi dalam stroma. Stroma dan Inklusinya Stroma mengandung enzim-enzim yang penting untuk melaksanakan asimilasi CO2 dan mengubahnya menjadi karbohidrat. misal asam asetat. fosfogliserat. Membran dalam kurang fermeabel bagi asam amino. Dalam stroma terdapat DNA. Membran tersebut permeabel bagi bermacam-macam senyawa dengan berat molekul rendah seperti nukleotida. G. Jumlah klorofil kira-kira 20% dari lipida total membran tilakoid. Sistem membran bagian dalam Sistem membran bagian dalam yang terdapat dalam stroma membuat suatu jalinan yang sangat kompleks. Membran dalam. H. Membran luar. Dengan genom itu sejumlah protein khas kloroplas . datar atau cembung. Struktur dan Sifat Genom Kloroplas. seperti pita. fosfat dan senyawa-senyawa seperti nukleotida dan gula fosfat. Membran tilakoid mengandung enzim lengkap untuk melaksanakan reaksireaksi fotosintesis yang bergantung cahaya. dihidroksiaseton fosfat. Namun pada beberapa alga dan cyanobacteria bentuk kloroplas bervariasi.Secara umum membran pada kloroplas dibagi menjadi: 1. Selain itu terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil. pembawa-pembawa elektron dan faktor-faktor yang menggabungkan transpor elektron dengan fosforilasi. Komposisi Kimia Membran Kloroplas Membran tilakoid kira-kira 50% terdiri ats lipida. misal didan triarboksilat. Membran dalam tidak fermeabel bagi sukrosa dan berbagai anion. dan asam glikolat. Membran dalam bekerja sebagai pembatas fungsional antara sitosol dan stroma. yang masingmasing 45% dan 4% dari total lipida. Membran tilakoid merupakan tempat klorofil. plastoglobulin. derivat-derivat fosfat. Reaksi Fotosintesis Fotosintesis dibagi menjadi 2 yaitu: F. dikarboksilat dan ATP. 2. Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam oleh ruang kira-kira 10 nm. yaitu tempat penyimpanan lipida. Lipida yang khas bagi klorofil adalah galaktolipida dan sulfolipida. Beberapa macam partikel juga terdapat seperti butir pati. fosfat organik. Seperti pada spirogyra memiliki bentuk kloroplas yang spiral (berupa pilin). Stroma juga mengandung ribosom dan DNA. karotenoid dan plastokinon. Kloroplas mempunyai tingkat otonomi di dalam sel yang dalam banyak hal sama dengan mitokondria. Membran dalam mengandung protein pembawa tertentu untuk mengangkut fosfat. asam karboksilat dan sukrosa. E. asam gliserat. Ulothrix memiliki bentuk kloroplas berbentuk panjang dan bergerombol. dan sebagainya. kurang lebih 10% dari padanya adalah fosfolipid. C.

misalnya protista. fungi. Berdasarkan hasil pengamatannya. yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Replikasi dan Diferensiasi Kloroplas Kloroplas berasal dari kloroplas yang sudah ada selama daur hidup tumbuhan tinggi dan diteruskan ke sel-sel turunannya selama pembelahan sel. membran sel. misalnya bakteri. Penggolongan ini didasarkan atas ukuran dan struktur intemal atau kandungan organel selnya. sehingga sel tidak mudah pecah akibat masuknya air kedalam sel. Tipe pembelahan sama seperti pada mitokondria. sitoplasma. Pada bajteri gram positif.dibuat dengan menggunakan ribosom yang juga terdapat dalam stroma. dan mikoplasma. sedangkan pada bakteri gram negative berkisar antara 5 – 20%. Umumnya pembelahan kloroplas tidak serempak di dalam jaringan atau sel tumbuhan. 1. Sel prokariotik memiliki struktur yang sederhana. mikoplasma dan alga hijau-biru. Kloroplas juga melakukan replikasi. dan hewan. ganggang hijau-biru. Penyempitan terjadi dekat tengah-tengah plastida dan kedua turunan dihasilkan dari pemisahan membran-membran di daerah itu. Sejumlah faktor-faktor lingkungan mempengaruhi replikasi dan diferensiasi. . Ukuran sel prokariotik berkisar antara 0.. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel. Struktur Sel Prokariotik Prokariotik meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern/bakteri sejati) yang beranggotakan bakteri. Sedangkan. karena itu puncak replikasi akan terlihat apabila keadaan lingkungan optimal. para ahli menggolongkan sel menjadi dua kelompok. yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negative. hamper 90% komponen dinding selnya tersusun atas peptidoglikan. Dinding sel bakteri berfungsi untuk menahan tekanan osmotic sitoplasma. tumbuhan. mesosom. STRUKTUR SEL PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK Sejak ditemukannya mikroskop elektron para ahli biologi mulai berhasil mengidentifikasi struktur internal dari berbagai macam sel.5 -3 mm. dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan atau mukopepetida yang dapat dipergunakan sebagai dasar penggolongan bakteri menjadi dua golongan . ribosom dan materi inti (DNA dan RNA). sel eukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks. I.

pada bakteri aerob berperan dalam pengeluaran enzim hidrolitik. Di dalam sitoplasma juga terdapat molekul protein dan enzim yang digunakan dalam setiap reaksi kimia di dalam sitoplasma. Membran sel bakteri dan sianobakteri membentuk lipatan ke dalam yang dinamakan mesosom. mesosom berperan dalam pembelahan sel. polimer dinding sel dan lipid selaput.25 mm sampai 3 mm yang mampu mengkode 2000 – 3000 protein. Materi genetik sel prokariotik membentuk suatu struktur yang dinamakan nukleoid. Pada beberapa bakteri. Pada saat proses transaksi. Sel prokariotik mengandung sejumlah kecil DNA dengan total panjang antara 0. sebagai tempat enzim dan molekul pembawa yang berfungsi dalam biosintesis DNA. kedua sub unit ini bersatu untuk menjalankan fungsinya. berperan dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatil. 2. Sedangkan pada sianobakteri. merupakan kromosom tunggal. Antara materi inti dengan sitoplasma tidak terdapat pembatas atau tidak memiliki membrane inti. Struktur Sel Eukariotik . mesosom berfungsi sebagai kompleks fotosintetik yang mengadung pigmen fotosintesis.000 ribosom yang tersusun atas RNA dan protein.000 . Komponen utama membran sel tersusun atas lipid dan protein atau lipoprotein. Bakteri juga menyimpan cadangan makanan di sitoplasma dalam bentuk granula-granula tidak larut air. Di dalam sitoplasma terdapat kurang lebih 20. Ribosom prokariotik tersusun atas sub unit kecil dan sub unit besar yang berukuran 30 S dan 50 S (Svedberg).30. Ribosom merupakan tempat sintesis protein.Selaput sitoplasma atau membran sel bakteri berfungsi dalam seleksi dan pengangkutan larutan ke dalam sel.

3) Sebagai sarana transpor larutan dari dan ke dalam sel. Protein . nukleus. sitoplasma. dan lisosom. Berikut ini akan diuraikan tentang struktur dan fungsi : a.beda. ribosom. komplek golgi. antara lain yaitu: 1) Sebagai pembungkus isi sel dan membentuk sistem endomembran di dalam sel. Membran sel memiliki beberapa fungsi. 4) Merespons terhadap sinyal dari luar. mitrokondria. 6) Tempat aktivitas biokimiawi. Membran dalam (inner membrane) kloroplas berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis. Sel eukariotik tersusun atas membrane sel. 7) Untuk transduksi energi. lisosom. struktur ini dinamakan membrane plasma atau membran sel. Membran Sel Sel memiliki struktur khusus yang berfungsi untuk memisahkan isi sel dengan lingkungan luarnya. retikulum endoplasma. misalnya retikulum endoplasma. 5) Untuk interaksi interseluler. sentriol. Pada membran sel terdapat protein integral yang berfungsi sebagai reseptor untuk menerima sinyal dari lingkungan sel. aparatus Golgi.protein membran sel dan glikoprotein sebagai perantara sel untuk berinteraksi dengan sel lain atau dengan lingkungan luarnya. Membran sel berfungsi untuk menyaring masuknya zat-zat ke dalam sel sehingga tidak semua zat dapat menembus membran sel. oleh karena itu hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Membran plasma ini memiliki ketebalan antara 5 sampai 10 nm (nanometer). Organelorganel di dalam sel memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sel tersebut.Sel eukariotik biasanya merupakan penyusun struktur makhluk hidup multi seluler. Setiap organel di dalam sel memiliki fungsi yang berbeda . mikrotubulus dan mikro filamen. 2) Menyediakan selaput atau penghalang yang bersifat selektif permeabel. . Beberapa reaksi kimia dikatalisis oleh protein integral membran yang berfungsi sebagai katalisator. Membran sel berfungsi dalam membantu memasukkan dan mengeluarkan senyawa – senyawa tertentu dari dan ke dalam sel. badan mikro.

misalnya membran retikulum endoplasma berbeda dengan membran Golgi. sekitar 2 . sedangkan protein terletak di antara lemak atau di permukaan lapisan lipid bilayer. misalnya membran sel tumbuhan berbeda dengan membran sel hewan dan jenis sel. Fungsi glikolipid masih belum banyak diketahui. baik dengan lemak maupun protein. antara lemak dan protein bervariasi. Protein yang menyusun membran plasma tersusun atas lebih dari 50 jenis protein yang berbeda. yaitu lemak (lipid) dan protein yang terikat secara non kovalen dan tersusun dalam suatu struktur yang menyerupai lembaran. Karbohidrat yang terikat dengan lemak dinamakan glikolipid. | enis-jenis tersebut terletak dengan orientasi tertentu pada lipid bilayer. misalnya membran sel tulang berbeda dengan sel hati. tergantung dari tipe sel dun spesies. yaitu permukaan yang mengarah ke lingkungan luar sel dan yang menghadap ke dalam sitoplasma 2) Protein perifer Protein ini terdapat pada permukaan luar lipid bilayer atau pada permukaan dalam-lipid bilayer. Baik glikolipid maupun glikoprotein berfungsi sebagai media interaksi dengan sel lainnya. 3) Protein yang terikat lipid membran . tetapi diduga berhubungan dengan tempat melekatnya beberapa mikroorganisme infektif. tergantung dari jenis membran sel. Kolesterol pada membran plasma hanya dijumpai pada sel hewan dan sekitar 50% dari lemak membran terdiri atas kolesterol. yaitu: 1) Protein integral Protein ini menembus lipid bilayer sehingga memiliki dua permukaan. Fungsi kolesterol pada membrane berhubungan dengan rigiditas atau kekakuan membran. Protein membran dikelompokkan menjadi tiga jenis. Ikatan antara protein perifer dengan lipid bilayer adalah non kovalen. jenis organisme. Lembaran tersebut tersusun atas dua lapisan lemak yang dinamakan lipid bilayer. Perbandingan jumlah.10 ppersen glikolrotein membangun membran plasma. Karbohidrat terikat secara kovalen. sedangkan yang terikat dengan protein dinamakan glikoprotein.Semua membran sel terdiri atas dua komponen utama.

kloroplas. misalnya di sekitar gelendong pembelahan. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang dibungkus oleh membrane plasma. Bagian-bagian utama mitokondria dibedakan menjadi dua. Ukuran mitokondria ini hampir sama dengan ukuran bakteri yang menunjukkan salah satu bukti evolusi bahwa mitokondria merupakan bakteri yang bersimbiosis dengan sel eukoriotik. Selain itu. tetapi rata-rata ukuran diameternya antara 0. mitokondria mampu bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sitoplasma.Protein ini terikat secara kovalen dengan lipid bilayer dan terletak pada permukaan luar dari lipid bilayer. tergantung dari jenis selnya. . b. retikulum endoplasma. Pada umumnya. dan badan Golgi.2 . misalnya membran yang membungkus mitokrondria. c. mitokondria tersebar secara acak di dalam sel dan cenderung berkumpul pada bagian sel yang banyak memerlukan energi. Bagian sitoplasma yang berada di antara organel dinamakan sitosol.7 mikrometer (pm) dan panjangnya antara 1 . Selsel yang metabolismenya aktif banyak mengandung mitokondria dibandingkan sel-sel yang tidak aktif.4 mikrometer. peroksisom.0. Mitokondria memiliki kelenturan yang tinggi sehingga bentuknya dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Di dalam sitosol juga terdapat protein dan enzim-enzim untuk reaksi kimia.ion-ion dan senyawa kimia lain yang digunakan untuk metabolisme sel. lemak. Karena ukurannya yang relatif besat mitokondria dapat terlihat cukup jelas di bawah mikroskop cahaya. Volume sitosol lebih kurang 50% dari volume sel. dan keadaan fisiologi sel. sedangkan pada sel-sel lain bentuknya seperti gelendong dan ada juga yang berbentuk pipa. Membran mitokondria ada dua yaitu membran luar dan membran dalam. misalnya pada sel-sel awal embrio. Jumlah mitokondria di dalam sel bervariasi tergantung dari jenis sel. Mitokondria Ukuran mitokondria bervariasi. yaitu bagian selaput atau membran dan bagian matriks. bentuk mitokondrianya bulat atau oval. sitoplasma mengandung gula. atau di sekitar memmbran yang melakukan endositosis. lisosom. spesies organisme. asam amino. Bentuk mitokondria bervariasi. Di dalam sitoplasma terdapat membran intrasel yang membungkus organel sel.

misalnva kontraksi otot. Pada RER permukaan luar membrannya banyak ditempeli oleh ribosom.sebaliknya pada SER permukaan luar membrannya tidak ditempeli oleh ribosom. e. yaitu: • Sintesis hormon steroid pada sel-sel kelenjar endokrin pada gonad dan adrenal. yaitu Retikulum Endoplasma Halus (Smooth Endoplasmic Reticulumi /SER) dan Retikulum Endoplasma Kasar(Rough Endoplasmic Reticulum / RER). SER banyak ditemukan pada otot rangka. RER banyak dijumpai pada sel-sel yang aktif mensekresikan protein misalnya sel – sel pancreas. ATP merupakan molekul berenergi tinggi yang akan digunakan untuk metobolisme sel. SER mempunyai beberapa fungsi. RE dibedakan menjadi dua. Protein yang dihasilkan dari RER antara lain adalah protein yang disekresikan keluar sel. sehingga jumlahnya dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan energi sel. makanan pada sel tumbuhan. Retikulum Endoplasma Retikulum Endoplasma (RE) merupakan bentukan membran yang sangat berlipat-lipat membatasi suatu ruangan yang disebut lumen (sisterna). AG dijumpai hampir pada semua sel tumbuhan dan sel . dan granul. d. Di dalam sel. Berdasarkan ada tidaknya ribosom yang menempel pada permukaan luar membran. endosom.8 nanometer. • Tempat menyimpan ion-ion kalsium di dalam sisterna yang akan dikeluarkan jika ada rangsangan yang menyebabkan pengeluaran ion kalsium. Ion-ion ini disimpan dalam suatu badan khusus yang dinamakan granul. tubulus ginjal. protein-protein khusus di dalam organel. Matriks mitokondria merupakan bagian mitokondria yang menyerupai gel. Aparatus Golgi atau Kompleks Golgi. mitokondria juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan ion kalsium di dalam sel. Membran dalam mitokondria membentuk juluran-juluran ke arah matrik sehingga memperluas permukaan dalamnva. Pada membran dalam (inner membrane) mitokondria terdapat beberapa jenis protein yang terlibat dalam proses pembentukan ATP. sedangkan membran dalam berukuran antara 6 . Mitokondria di dalam sel mampu menggandakan diri. dan kelenjar lainnya. Membran luar mitokondria lebih tipis dari pada membrane dalam yaitu kurang dari 6 nanometer. Di dalam matriks mitokondria terdapat ribosom. protein integral membran. lisosom. Antara lumen RE dengan sitosol hanya dipisahkan oleh selapis membran sehingga memudahkan terjadinya pertukaran zat antara lumen RE dengan sitosol. dan vakuola. Aparatus Golgi (AG) atau Kompleks Golgi pertama kali ditemukan oleh Camilio Golgi tahun 1898 di dalam sitoplasma sel saraf. • Melepaskan glukosa dari glukosa-6-fosfat di dalam sel-sel hati. • Sebagai tempat melekatnya granul-granul yang berisi glikogen pada sel-sel hati. seperti protein di dalam Golgi. DNA. Selain berfungsi menghasilkan energi dalam bentuk ATP.Antara membran dalam dan membran luar terdapat ruang antarmembran yang berisi berbagai macam enzim. RNA dan beberapa protein yang larut dalam air serta filamen. • Detoksifikasi di dalam hati yang melibatkan beberapa molekul penting di dalam sel hati. dan kelenjar endokrin yang mensekresikan hormon steroid. Iuluran membran ke arah matriks ini dinamakan tristae. kelenjar ludah.

yaitu: 1) kantung-kantung pipih yang disebut sisterna atau sakulus. glikosidase.nuklease. Ada empat macam bentuk lisosom. Membran lisosom tidak akan tercerna oleh enzim yang dikandungnya sendiri karena kandungan karbohidrat yang tinggi pada membrannva. lipase. Molekul-molekul protein dan lipid yang telah mengalami modifikasi kimiawi di dalam lumen AG akan di packing oleh membran Golgi dan ditransfer dalam bentuk vesikel. kantung – kantung pipih tersebut tersusun bertumpuk membentuk diktiosom.glikoprotein dan glikolipid yang dikatalisis oleh enzim glikosil transferase. kedua proses ini sering dinamakan glikosilasi. di dalam lumen AG terjadi proses sintesis proteoglikan yang merupakan komponen matriks ekstra sel. Organel ini berbentuk semacam kantung yang berisi enzim hidrolitik. Lisosom Lisosom pertama kali ditemukan pada tahun 1949 oleh De Duve di dalam serpihan sel-sel hati. Organel ini terdiri atas setumpuk saku-saku pipih yang masing-masing dibatasi oleh selapis membian.vesikel sekretori adalah membawa protein atau lipid yang telah mengalami Pemrosesan di dalam lumen sakulus.membran lisosom mengandung protein transfer untuk membawa hasil pencernaan ke sitosol. 2) vesikel-vesikel kecil berdiameter kurang lebih 50 mikrometer yang terletak pada sisi yang berbatasan dengan RE. Beberapa penelitian membuktikan bahwa AG tidak hanya berfungsi sebagai alai transport materi ke luar sel. Lisosom tergolong organel yang polimorfik karena memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. enzim hidrolitik bersifat stabil. yaitu satu macam lisosom primer dan tiga macam lisosom sekunder. fosfatase dan sulfatase. Enzim – enzim tersebut hanya akan dapat bekerja optimal pada pH sekitar 5. Selama masih terbungkus membran. Terdapat lebih kurang 40 macam enzim hidrolitik yang ditemukan di dalam lisosom. fosfolipase. ' Ada tiga macam protein yang dihasilkan oleh Golgi.hewan. Seiain itu. antara lain proses biosintesis. vesikel ini dinamakan vesikel tiansisi atau vesikel peralihan. 3) vesikel besar yang terletak pada sisi yang berhadapan dengan membrane plasma. Pada sel tumbuhan yang sedang membelah. vesikel ini dinamakan vesikel sekretori. AG berperanan dalam pembentukan komponen dinding sel yang baru. membran plasma dan protein membran organel 2) protein sekretori yang disimpan dalam bentuk vesikel 3) protein enzim yang disimpan dalam vesikel (lisosom) f. Lisosom primer adalah lisosom yang baru terbentuk dari AG dan belum berfusi . Enzim-enzim tersebut meliputi protease. Dengan menggunakan mikroskop elektron. Di dalam AG juga terjadi proses penambaKan gugus sulfat pada karbohidrat yang dikatalisis oleh enzim sulfat tansferase. Akan tetapi banyak reaksi yang berlangsung di dalam lumen AG. fungsi vesikel adalah membawa protein dan lipid dari RE ke AG dan dari sakulus satu ke sakulus lainnya. antara lain: 1) protein membran inti. tampak bahwa AG tersusun atas tiga bentukan membran.

Hasil pencernaan lisosom. Badan Mikro 1) Peroksisom Organel ini ditemukan pada sel hewan. dimana bagian kepala sperma yang dinamakan akrosom mengandung enzim hialuronidase untuk mencerna zona pelusida pada sel telur. adalah vakuola yang berisi sisa materi yang tidak tercerna Fungsi utama lisosom adalah untuk pencernaan intra sel. jika membran lisosom pecah.bagian sel yang telah tua dinamakan autofagi.(bergabung) dengan materi yang akan dicerna. Materi dari luar sel masuk ke dalam sitoplasma melalui pinositosis dan fagositosis. misalnya menyusutnya ekor pada berudu karena dicerna oleh enzim katepsin di dalam lisosom 3) pemulihan ukuran uterus setelah kehamilan 4) proses fertiliasi. ( 3) badan residu. G. Membran lisosom selanjutnya akan dikembalikan menuju membran plasma melalui proses eksositosis. sel tumbuhan tertentu maupun sel ragi. Lisosom sekunder ada tiga macam. Materi yang dicerna oleh lisosom dapat berasal dari luar sel atau dari dalam sel itu sendiri. (2) Sitolisosom merupakan gabungan antara lisosom primer dengan autosom. Beberapa peran lisosom antara lain adalah: 1) perombakan organel sel yang telah tua 2) proses metamoifosis pada katak. hidorolitik tidak pernah keluar dari dalam lisosom sehinggan pencernaan berlangsung optimal. Badan golgi g. merupakan gabungan antara lisosom primer dengan fagosom. pencernaan bagian . Akan tetapi. maka enzim hidrolitik pada lisosom akan keluar dan mencerna sel itu sendiri. Peroksisom . seperti asam amino. Pencernaan intra sel selalu terjadi di dalam lisosom.yaiitu: (1) heterofagosom. enzim. glukosa dan nukleotida mampu menembus membran lisosom menuju sitosol.

Sedangkan peroksisom merupakan badan mikro yang ditemukan baik pada sel hewan maupun sel tumbuhan.enzim ini berperan dalam pembentukan katalase.0. oleh karena enzim . Di dalam peroksisom ditemukan beberapa macam enzim oksidase dan enzim katalase. Asam sitrat yang terbentuk akan diubah menjadi glukosa melalui serangkaian reaksi enzimatis yang terdapat di dalam glioksisom. 2) Glioksisom Glioksisom merupakan badan mikro yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Sitoskeleton . Protein dan lipid yang diperlukan ditransfer dari sitosol.enzim ini berperan dalam pembentukan dan pembongkaran hidrogen peroksida(H2O2) . Diameter glioksisom antara 0. hanya dibungkus oleh selapis membran.pertama kali ditemukan oleh De Duve dan kawan-kawannya pada tahun 1965 di dalam sel-sel hati. Salah satu proses utama pada biji yang sedang mengalami perkecambahan adalah perubahan dari asam lemak dalam glioksisom.0 mikrometer. Jumlah peroksisom untuk tiap sel bervariasi antara 70-700.5 .Pada sel tumbuhan. h. peroksisom juga berfungsi untuk merombak asam lemak yang tersimpan dalam biji menjadi glukosa untuk proses perkecambahan.5 sampai 1. menjadi karbohidrat atau disebut glukoneogenesis. Oleh karena enzim . Selain berfungsi untuk pembentukan dan perombakan H2O. Penguraian asam lemak menjadi asetil ko-A selanjutnya berubah menjadi oksaloasetat untuk membentuk sitrat. maka organel tersebut dinamakan peroksisom. peroksisom berbentuk bulat telur dengan diameter kurang lebih antara 0. Peroksisom memiliki kemampuan untuk membelah diri sehingga dapat membentuk peroksisom anak.Ribosom i. Di dalam sel. menjadi substrat organik dan H2O.7 mikrometer. Glioksisom banyak ditemukan pada biji-bijian yang berperan sebagai tempat menyimpan asam lemak untuk pembentukan energi dalam Proses perkecambahan. fungsi organel ini berkaitan dengan siklus glioksilat sehingga dinamakan glioksisom.

Mikrofilamen Mikrofilamen biasanya banyak terdistribusi dibawah permukaan membrane plasma. misalnya aliran sitoplasma cii clalanr sel tumbuhan dan gerak amoeboid pada leukosit. yaitu mikrotubulus stabil dan mikrotubulus labil. stabil. misalnya aliran sitoplasma pada sel tumbuhan (siklosis). 2. dengan diameter lebih kurang 7 µm. Ada dua jenis protein tubulin penyusun tubulin. Mikrotubulus Mikrotubulus tersusun atas molekul protein tubulin. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong bentuk sel dan memungkin terjadinya gerakan-gerakan organel di dalam sitoplasma. Mikrofilamen tersusun atas protein. terutama aktin dan miosin. Hampir semua jenis sel hewan mengandung aktin. Sedangkan mikrotubulus labil contohnva mikrotubulus pembentuk gelendong pembelahan. berbentuk pembuluh. sepe'rti silia. Setiap mikrotubulus tersusun atas 13 protofilamen yang tersusun paralel mengelilingi suatu sumbu.Di dalam sitosol juga ditemukan adanya sitoskeleton yang tersusun atas mikrotubulus. 1. j. dan sentriol. Mikrofilamen merupakan protein konEaktil yang berfr-rngsi untuk pergerakan di dalam sitoplasma. lamina nuclear. filamen intermediet membentuk anyaman yang berfungsi untuk menahan tekanan dari luar. Kedua jenis protein ini berperan untuk pergerakan. dengan komposisi miosin yang lebih sedikit dibandingkan aktin. silia dan flagella. Beberapa organel yang tersusun dari mikrotubulus adalah sentriol. Pada sel epitel. dan tersusun atas protein fibrosa. dinamakan mikrotubulus sitoplasmik dan ada juga yang berfungsi sebagai penyusun organel . Panjang mikrofilamen bervariasi. vimentin. Letak filamen inibiasanya terpusat disekitar inti. Inti Sel (Nucleus) . mikrofilamen dan filamen intermediat. neurofilamen. Mikrotubulus ada yang Ietaknya terbenam di dalam sitosol. Mikrotubulus sitoplasmik didalam sel berfungsi sebagi keranga dalam yang menetukan bentuk sel dan untuk transfer molekul di dalam sel. 3. Filamen lntermediet Filamen intermediet memiliki diameter antara 8-10 pm. dan gerak amoeboid pada Protozoa. Contoh filamen entermediet antara lain adalah kertin. Mikrotubulus ini berbentuk serabut tunggal dengan diameter lebih kurang 25 nanometer. flagela. bersifat liat. Contoh mikrotulus stabil adalah pembentuk silia dan flagela. yaitu tubulin α dan tubulin β. tersusun atas 4-5 protofilamen yang tersusun melingkar. dan keratin. Aktin dan miosin banyak ditemukan terutama pada sel otot. Sebagaian besar filamen intermediet berfungsi untuk menyokong sel dan inti sel. Ada dua macam mikrotubulus di dalam sel yang dibedakan atas stabilitasnya.

antara lain sebagai jalan keluar atau masuknya senyawa – senyawa dari inti dan menuju inti. Bagian –bagian yang menyusun inti sel antara lain adalah membran inti. transferase. dan anak inti (nukleolus). Di antara kedua membran tersebut terdapat ruangan antar membran (perinuklear space) selebar 10 . yaitu membran luar (membran sitosolik) dan membran dalam (membran nukleo-plasmik). 2) Pori Membran Inti Pada membran inti terbentuk pori-pori sebagai akibat pertautan antara membran luar dan membran dalam inti. Fungsi pori membrane inti ini. Membran luar inti bertautan dengan membran ER. Permukaan luar membran inti juga berikatan dengan filamen intermediet yang menghubungkannya dengan membran plasma sehingga inti terpancang pada suatu tempat di dalam sel.Pada sel eukariotik. pori membran. Diameter pori berkisar antara 40 .15 nm. misalnya . materi intinya telah diselubungi oleh suatu membran dan membentuk struktur inti sel atau nukleus. Berikut ini uraian tentang bagian-bagian penyusun inti sel.100 nm. Pada umumnya. misalnya sitokrom. tetapi ada juga beberapa jenis sel yang memiliki inti lebih dari satu. Jumlah pori membran inti bervariasi tergantung dari jenis sel dan kondisi fisiologi sel. tetapi ada juga yang bentuknya seperti gelendong.matriks inti sel (matriks). Sel eukariotik umumnya memiliki satu inti sel. kromatin atau kromosom. Pada membran inti juga terdapat enzim-enzim seperti yang terdapat pada membran ER. 1) Membran inti Membran inti terdiri atas dua lapis. inti sel berbentuk bulat. dan glukosa-6-fosfatase.

bahwa kromatin tersusun atas DNA. Selain itu. Pada bagian tengah pori terdapat sumbat tengah (central plug). misalnya transkripsi. 5) Anak Inti (Nukleolus) Nukleolus banyak ditemukan pada sel-sel yang aktivitas .tempat keluarnya ARN – duta dan protein ribosom. i. Pada waktu interfase. 4) Materi Genetik Bagian utama dari sebuah inti sel adalah materi genetik. nukleolus tampak sebagai suatu struktur yang merupakan tempat pembentukan dan penyimpanan prekusor ribosom dan pembentukan sub unit ribosom. Jadi. Pori membran inti dikelilingi oleh bentukan semacam cincin (anulus) yang bersama-sama dengan pori membentuk kompleks pori. 3) Matriks Inti (nukleoplasma) Komponen utama dari matriks inti adalah protein vang kebanyakan berupa enzim dan sebagian adalah protein structural inti. Matriks inti diduga ikut berperan dalam proses – proses pada materi inti. sentriol berfungsi sebagai tubuh basalis. Benang benang kromatin ini akan mengalami pemampatan (kondensasi) pada saat sel akan membelah. struktur ini merupakan tempat terjadinya proses transkripsi gen ARN ribosom (ARN-r). k. Di dalam inti. Sentriol Sentriol merupakan organel sel berbentuk silindris dengan diameter lebih kurang 2 pm (mikrometer) dan panjang lebih kurang 4 ptm. replikasi DNA. selain sebagai komponen penyusun sentrosom. misalnya pada neuron. Kromatin yang mengalami kondensasi ini dinamakan kromosom. sintesis proteinnya tinggi. Bagian dalam cincin membentuk tonjolan-tonjolan ke arah lumen pori. dan proses –proses lainva di dalam inti. Silia dan Flagela . Di dalam setiap sel mengandun sepasang sentriol yang letaknya saling tegak lurus dekat inti sel. persis dengan sentriol. materi genetik dinamakan kromatin. Hasil analisis kimia menunjukkau. Semua aktivitas di dalam sel dikendalikan oleh materi genetik. sentriol berfungsi sebagai bahan pembentuk sillia dan flagella . dan kelenjar. oosit. RNA. protein histon dan protein nonhiston.

Sebagian yang hidup di laut merupakan .uni sel dan filamen. dan seringkali muncul kepermukaan apabila air surut. Berbeda dengan sentriol. silia dan flagella dibungkus oleh membran. air payau tanah – tanah yang basah . sedangkan jumlah flagela hanya satu atau dua. Struktur aksonem sangat kompleks karetra tersusun atas mikrotubulus dan protein. dan ada yang intraseluler pada binatang rendah. TUGAS PLANKTONOLOGI CHLOROPHYTA Chlorophyceae (Ganggang hijau) adalah salah satu kelas dari ganggang yang sel-selnya bersifat eukariotin (materi inti dibungkus oleh membran inti). Membran silia dan flagela merupakan perluasan dari membran sel. Jumlah silia pada umumnya banyak. Baik silia maupun flagella memiliki struktur yang sama. Sedangkan flagela dapat ditemukan pada spermatazoa dan beberapa organisme eukariotik uni seluler misalnya Euglena viridis dan lain-lain. epitel saluran sperma (epididimis) pada lakilaki. pigmen korofil terdapat dalam jumlah terbanyak sehingga ganggang ini berwarna hijau. Sebagian lainnya hidup bersimbiosis dengan lichenes. Pada umumnya melekat pada batuan. pada organisme eukariotik uniseluler misalnya Paramaecium caudatum. Habitat Chrysophyta biasanya hidup di air tawar.Kedua organel ini berfungsi sebagai alat pergerakan sel yang letaknya berada pada permukaan luar membran sel. yaitu memiliki sumbu yang dinamakan aksonem. Pigmen lain yang dimiliki adalah Karoten dan Xantofil KLASIFIKASI Chlorophyta (Green Algae) Chlorophyta (Alga Hijau) Kingdom Divisio Class Ordo Genus Species : Plantae : Chlorophyta : Chlorophyceae : Halimedales : Caulerpa : Caulepra racesmosa CIRI-CIRI UMUM CHLOROPHYTA Bewarna hijau terang. Contoh sel-sel bersilia adalah lapisan epitel saluran telur (oviduct) pada wanita. Silia berukuran lebih halus dan lebih pendek dari pada flagela.ada yang koloni.meiliki banyak anggota.eutoriot . air laut. ada pula yang hidup di tempat – tempat kering.

Inti umumya tunggal. zeaxanthin) kloroplas dalam sel letaknya mengikuti bentuk dinding sel ( parietal. melainkan tersusun oleh glikoprotein. yaitu • Pergerakan dengan flagella Pada umunya sel alga hijau baik sel vegetatife maupun sel generatife ditemukan adanya alat gerak. Pigmen yang terdapat dalam kloroplas yaitu klorofil a dan klorofil b. terutama yang hidup di tempat yang terkena cahaya matahari langsung seperti kolam. Fototaksis dan bentuk mata Pada chlorophyta terdapat dua tipe pergerakan fototaksis. Inti Chlorophyceae mempunyai inti seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu diselubungi oleh membrane inti dan terdapat nukleus serta kromstin. tetapi jenis anggotayang tergolong dalam bangsa shiponales memiliki inti lebih dari satu. lapisan dalam yang tersusun atas selulosa dan lapisan luar tersusun atas pektin tetapi beberapa bangsa Volvocales dindingnya tidak mengandung selulosa. maka alga hijau dapat dikelompokkan sebagai berikut: • • Sel tunggal (uniseluler) dan motil (ex:Chlamydomonas) Sel tunggal uniseluler dan non motil (ex:Chlorella) Sel senobium (koloni yanh mempunyai jumlah sel tertentu sehingga mempunyai bentuk yang relatif tetap) Koloni tak baraturan (ex:tetraspora) Filamen (ada yang bercabang dan tidak bercabang) Heterotrikus (filamen barcabang bentuknya terbagi menjadi prostate dan erect) Foliaceus atau parenkimatis (filamen yang pembelahan sel vegetatif terjadi lebih dari satu bidang). Tubular (talus yang memiliki banyak inti tanpa sekat melintang) • • • • • • SUSUNAN SEL Dinding sel Dinding sel tersusun atas 2 lapisan. SUSUNAN TUBUH Struktur tubuh bervariasi baik dalam ukuran. merupakan granula pada pangkal dari tiap flagella disebut blepharoplas. tersusun oleh amilosa (rantai glukosa tidak bercabang) dan amilopektin (rantai glukosa yang bercabang).ex: ulotrix atau ditengah lumen sel ( axial.ex:muogotia). bentuk maupun susunanya. danau dan genangan air hujan. Tiap flagella terdiri dari axonema yang tersusun oleh 9 dupklet mikrotubula mengelilingi bagian tengah terdapat dua singlet . Kloroplas terbungkus oleh sistem membran rangkap. violaxanthin. beta karoten serta berbagai macam xantifil (lutein.makroalga seperti Ulvales dan siphonales. Untuk mencakup sejumlah besar variasi tersebut. Flagella dihubungkan dengan struktur yang sangat halus disebut aparatus neuromotor. Flagella pada kelas chlorophyceae selalu bertipe whiplash (akronomatik) dan sama panjang (isokon) kecuali pada bangsa oedogoniales memiliki tipe stefanokon. Chlorophyta yang hidup di air tawar memiliki sifat kosmopolit. Cadangan makanan Cadangan makanan pada chlorophyta seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu berupa amilum. Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan. sungai atau selokan.

mikrotubula. ditunjukkan terjadi pergerakan pada desmid di permukaan lumpur. Contoh: spyrogira. yaitu spora yang dapat bergerak Secara aseksual secara aseksual: yaitu dengan pembentukan zoospora. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari satu talus. contoh: chlamydomonas Planospora. Contoh: spyrogira. Contoh: mougeotia dan zygnema Konjugasi ada 3 yaitu: • • • Secara seksual secara seksual: isogami. ulva. Perkembangbiakan Secara vegetatif Secara vegetatif perkembangbiakan dilakukan dengan cara fragmentasi tubuhnya dan pembelahan sel. serta pembentukan sporik yaitu dengan membentuk: • • • Aplanospora. Contoh: zygnema Konjugasi silang yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang tanpa saluran konjugasi. Contoh: volvox dan oedogonium. autospora. Konjugasi. Anisogami. Konjugasi bentuk lateral. aplanogami. yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang saling berlekatan yang berasal dari satu filament. Konjugasi bentuk tangga (skalariform). Contoh: codium. Selama pergerakan kedepan bagian kutub berayun dari satu sisi ke sisi lain sehingga lendir bagian belakang seperti berkelokkelok. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari dua talus yang berbeda. Contoh: gonium. Struktur semacam ini dikenal sebagai susunan 9+2. • Pergerakan dengan sekresi lender Dalam monografi tentang desmid. Contoh: spyrogira. yaitu sel protoplas tumbuhan I ke tumbuhan II. Anisogami : gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama (gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama). Flagella tersebut dikelilingi oleh selubung plasma. hipnospora. dan gametangium spermatid). yaitu spora yang tidak dapat bergerak. bryopsis. Isogami yaitu: gamet yang bentuk dan ukurannya sama (belum dapat dibedakan mana jantan dan betina). Oogami yaitu jenis anisogami dengan gamet jantan yang aktif (gametangium oogonium. dan konjugasi. yaitu pertemuan 2 protoplas di saluran konjugasi. Berdasarkan sel gamet. oogami. perkembangbiakan dibedakan menjadi: • • Heterotalik. aplanospora. Homotalik. Contoh: zygnema . Pergerakan tersebut disebabkan oleh adanya stimulus cahaya yang diduga oleh adanya sekresi lendir melalui porus dinding sel pada bagian apikal dari sel.

koloni berbentuk bola jumlah antara 500 sampai 5000 buah. satu nukleus dan kloroplas. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata.edu MACAM-MACAM CHLOROPHYTA • Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak Chlamidomonas.uic. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.sumber gambar www. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi • Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak Volvox ditemukan di air tawar. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. terdapat 1 vacuola. memiliki 2 flagel sebagai alat gerak. Bentuk sel bulat telur. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung. • Chlorophyta berbentuk lembaran . Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. • Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak Hydrodictyon. Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang.

Ulva haploid disebut gametofit haploid. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n). Klasifikasi Terdiri atas satu kelas:Clorophyceae Terdiri atas 4 ordo . Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. yang beruas-ruas dan bercabang-cabang.Zygnematales . misalnya Chlorella Vulgaris dam infusoria dan Hydra 2. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi. Volvocales Dari kelas Chalmydomonadaceae. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). menyerupai batang. Pembikan seksual terjadi dengan peleburan sel vegetatif dan aseksual dengan pembelahan sel. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Mereka merupakan satu koloni yang bentuknya bermacam-macam. Tetraporales 3.Tetrasporales . Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid.Volvocales 1. merupakan sel : . Zygnematales Dari suku Zygnemataceae serta marga Zygnema dan Spirogyra. Chlorococcales Sel-sel vegetatif tidak mempunyai bulu cambuk jadi tidak bergerak. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid Chara. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. kadang-kadang juga pada kulit pohonpohon dan tembok-tembok yang basah.Dari Suku Volvocaceae dan Marga Volvox.Ulva. atau dengan spora yang tiddak mempunyai bulu cambuk yang dinamakan aplanospora. bangsa Chalmydomonas.Perkembangan seksual melalui konyugasi. merupakan sel vegetatif berflagel dua dapat bergerak. Ada yang hidup bersimbiosis dengan fungsi sebagai lichenes bahkan ada yang hidup dalam plasma binatang rendah. berukuran kecil. bentuk seperti lembaran daun. Perkembanganbiakan dengan zoospora yang mempunyai dua bulu cambuk. dimana tiap sel dalam filamen menghasilkan satu gamet tidak memiliki flagel. Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. dan tidak lagi melakukan pembelahan sel yang vegetatif. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi. Kedua marga ini tidakmembentuk spora aseksual. 4. Chlorococcales hidup sebagai plankton dalam air tawar. Perkembanganbiakan dengan isogami antara lain pada marga Pediastrum. Sedangkan pada Zygnema memiliki dua kloroplas bentuk bintang.Chlorococcales . Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar.dan uniselular. Pada Spyrogyra memiliki piranoid yang banyak dan kloroplas bentuk spiral. Mempunyai satu inti dan satu kloroplas.

merupakan salah satu komponen yang penting dalam rantai makanan di perairan tawar Menghasilkan O2 (oksigen) dan hasil fotositensis yang diperlukan oleh hewan lain untuk bernafas Dapat mengganggu jika perairan terlalu subur Membuat air berubah warna dan menjadi bau Menjadi masalah dalam proses penjernihan air Menyebabkan penyumbatan pada saringan pengolahan air. terutama spesies chlorella (karena kandungan chlorelinnya banyak mengandung vitamin E) Sbagai sumber protein sel tunggal contoh chlorela Sebagai bahan makan contoh volvox sebagai sayuran Sebagai plankton. sel-sel ini adalah Gonidiayang merupakan sel pemula dari koloni anak. Pembiakan seksual dengan cara oogami. yaitu: • • • • • • Produsen dari ekosistem air Sebagai alternatif bahan pangan bagi astronot.vegetaif berflagel dua.Konjugasi sel gamet Volvox PERANAN CHLOROPHYTA Chlorophyta mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. hidup berkoloni (senobium) setiap sel dalam senobium dihubungkan dengan benang-benang sitoplasma. Chloropyta juga mempunyai efek negatif yaitu: • • • • Reaksi Gelap Posted by dek Ubaid pada 30 Juli 2009 . Dalam koloni besar terdapat sel vegetatif yang besar.

dan regenerasi.Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3asam fosfogliserat (APG/PGA). dan CO2. Selanjutnya. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 . Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Dari reaksi gelap ini. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Bagan Reaksi Gelap. yang berasal dari udara bebas. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Secara umum. reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). yang dihasilkan dari reaksi terang. dihasilkan glukosa (C6H12O6). Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. klik disini untuk bagan yang lebih besarPada fase fiksasi. yaitu fiksasi. reduksi. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson.

Di dalam kloroplas. Sebagian besar .gugus fosfat.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. Energi cahaya yang terserap digunakan untuk menggerakkan transfer elektron melalui serangkaian senyawa-senyawa pemberi elektron dan penerima elektron.3-bifosfogliserat. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. Proses-proses sintesis ini berlangsung di dalam stroma kloroplas. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap. Konsep-konsep tersebut termasuk di dalamnya gambaran umum fotosintesis pada tumbuhan tinggi. Fotosintesis pada Tumbuhan Tinggi Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan. Reaksi terang fotosintesis berlangsung di dalam membran internal kloroplas yang sudah terspesialisasi yang disebut tilakoid. Produk akhir dari reaksi terang adalah senyawa berenergitinggi ATP dan NADPH yang digunakan untuk sintesis gula pada reaksi karbon. Energi fotosintesis digunakan untuk proses seluler tumbuhan dan menjadi sumber energi bagi seluruh kehidupan. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggerakkan sintesis molekul makanan dalam kloroplas. 1. Akan tetapi. (Lihat Bagan) Baca entri selengkapnya » Fotosintesis Kehidupan di bumi sangat bergantung pada energi matahari. organisasi perlengkapan fotosintesis dan sifat cahaya maupun peranan pigmen fotosintesis. Kemudian. dan membentuk 1. Kedua tahap fotosintesis ini dikenal sebagai reaksi terang (bagian foto dari fotosintesis) dan reaksi karbon (bagian sintesis). Selanjutnya. wilayah cair yang mengelilingi tilakoid. Fotosintesis Terdiri dari Dua Tahapan Utama Secara umum. Pada fase ini. Bagian ini menampilkan konsep-konsep dasar dari fotosintesis. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. fotosintesis terdiri dari dua proses yang masing-masing terdiri dari banyak langkah. pigmen berwarna hijau yang terdapat di dalam kloroplas sel mesofil. memiliki kloroplas. energi cahaya diubah menjadi energi kimiawi melalui dua satuan fungsional yang berbeda yang disebut fotosistem. yang kemudian berubah menjadi NADP+. termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Dalam suatu proses yang disebut fotosintesis. Warna daun berasal dari klorofil. kloroplas tumbuhan mengubah energi matahari menjadi energi kimiawi dalam bentuk gula dan molekul organik lainnya. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan.

Cahaya dari frekuensi tinggi (atau panjang gelombang lebih pendek) berada di dalam wilayah spektrum ultraviolet. Cahaya Memiliki Karakteristik-karakteristik Baik Sebagai Partikel Maupun Gelombang Salah satu keberhasilan bidang fisika pada awal abad ke dua puluh adalah adanya kenyataan bahwa cahaya memiliki sifat baik sebagai partikel maupun gelombang. semakin tinggi energi setiap foton cahaya tersebut. Kloroplas Merupakan Tempat Berlangsungnya Fotosintesis Pada tumbuhan. Panjang gelombang berkisar antara kurang dari satu nanometer (untuk sinar gamma) hingga lebih dari satu kilometer (untuk gelombang radio). Keseluruhan kisaran radiasi ini terkenal sebagai spektrum elektromagnetik. rumusan reaksi fotosintesis adalah: Organisasi Perlengkapan Fotosintesis Daun tumbuhan memiliki perlengkapan khusus yang terspesialisasi untuk fotosintesis. Kloroplas merupakan organel bermembran ganda yang mengandung berbagai sistem transportasi membran. Susunan membran seperti itu dikenal sebagai grana. RNA dan ribosom tersendiri. disintesis pada ribosom sitoplasma dan kemudian diimpor ke dalam kloroplas. Cahaya sebagai gelombang dikarakteristikkan oleh adanya panjang gelombang. dan frekuensi. fotosintesis berlangsung pada organel subseluler berentuk seperti semangka yang disebut kloroplas. Cahaya matahari seolah seperti hujan foton dari berbagai frekuensi yang berbeda-beda. . dan cahaya dari frekuensi rendah (atau panjang gelombang yang lebih panjang) di dalam wilayah spektrum infra merah. Kloroplas juga mengandung DNA. Sifat Cahaya dan Peranan Pigmen Energi dari cahaya matahari menggerakkan fotosintesis. Sebagian besar protein kloroplas merupakan produk dari transkripsi dan translasi yang terjadi di dalam kloroplas itu sendiri. Mata kita hanya sensitif terhadap frekuensi lemah –wilayah cahaya-tampak dari spektrum elektromagnetik. Secara umum. Panjang gelombang merupakan jarak antara puncak gelombang yang berturut-turut. Kandungan energi cahaya tidak bersifat kontinu melainkan dihantarkan pada paket-paket diskrit berupa kuanta. Cahaya juga bersifat partikel dimana kita menyebutnya sebagai foton. pusat reaksi dan enzim transpor elektron. foton cahaya ungu (violet) berisi hampir dua kali energi foton cahaya merah. semakin pendek panjang gelombangnya.. sementara wilayah di luarnya dikenal sebagai stroma. Pigmen fotosintesis yang terdapat di dalam tilakoid berperan dalam menyerap cahaya dan mengawali reaksi fotosintesis. Pada umumnya sel mesofil memiliki kira-kira 30-40 kloroplas yang berukuran kira-kira 2-4 µm kali 4-7 µm. sementara protein-protein lainnya merupakan hasil pengkodean oleh DNA inti. Sel-sel mesofil memiliki banyak kloroplas yang mengandung klorofil. Dengan demikin. Tilakoid mengandung protein-protein membrane integral yang membentuk fungsi sebagai kompleks pigmen antenna. Cahaya matahari memiliki sifat baik sebagai gelombang maupun sebagai partikel. Frekuensi merupakan jumlah puncak gelombang yang melewati pengamat pada waktu tertentu.elektron pada akhirnya mereduksi NADP+ menjadi NADPH dan mengoksidasi H2O menjadi O2. Jaringan fotosintesis yang paling aktif pada tumbuhan tinggi adalah mesofil daun. Di dalam lamella grana terdapat ruang internal yang disebut sebagai lumen. Aspek yang paling menonjol dari struktur kloroplas adalah terdapatnya perluasan sistem membran internal yang dikenal sebagai tilakoid. Klorofil dan pigmen-pigmen aksesoris pengumpul cahaya di dalam tilakoid selalu terhubung dengan ikatan protein secara nonkovalen. Energi cahaya juga digunakan untuk membangkitkan gaya gerak proton yang melintasi membran tilakoid untuk mensintesis ATP. sambil meminimalkan proses yang tidak berguna pada saat yang bersamaan. Sebagian besar tilakoid terlihat memiliki hubungan yang sangat berdekatan satu sama lainnya. Setiap foton mengandung sejumlah energi yang disebut kuantum (jamak: kuanta). Baik pigmen antena maupun klorofil pusat reaksi terhubung dengan protein-protein untuk mengoptimalkan transfer energi di dalam kompleks pigmen antena dan transfer elektron di dalam pusat reaksi. Jumlah energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang cahayanya.

karena peran inilah karotenoid-krotenoid disebut sebagai pigmen aksesoris. Kecepatan reaksi yang luar biasa ini diperlukan untuk fotokimia agar dapat bersaing dengan tiga reaksi keadaan tereksitasi lain yang mungkin terjadi. Klorofil dapat berpartisipasi dalam transfer energi. . energi dari foton diubah menjadi energi potensial elektron yang dinaikkan dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi. 1. pada keadaan tereksitasi klorofil memiliki empat jalur pelepasan energi. Minggu. dimana di dalamnya energi dari keadaan tereksitasi menyebabkan terjadinya reaksi-reaksi kimiawi. Energi cahaya pertama kali diserap oleh pigmen-pigmen yang terdapat di dalam kloroplas. Klorofil yang tereksitasi dapat kembali ke keadaan dasarnya melalui perubahan energi eksitasinya secara langsung menjadi panas. tanpa pancaran foton. Dengan demikian.Pigmen-pigmen Berperan dalam Penyerapan Cahaya Ketika cahaya mengenai materi. sebagian besar karotenoid tampaknya berfungsi terutama dalam fotoproteksi: Bukannya meneruskan energi ke klorofil. Seluruh organisme mengandung campuran lebih dari satu jenis pigmen dan setiap pigmen memerankan fungsi khusus. Fotoeksitasi Klorofil Mengawali Reaksi Fotosintesis Ketika molekul menyerap suatu foton. 2. Reaksi-reaksi fotokimiawi fotosintesis merupakan reaksi tercepat diantara reaksi-reaksi kimiawi yang ada. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan tanaman hijau. Namun demikian. Oleh karena itu. klorofil b berperan sebagai pigmen aksesoris. cahaya dapat dipantulkan. diteruskan atau diserap. Pigmen yang berbeda akan menyerap cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda dan panjang gelombang yang diserap akan menghilang. Dengan demikian. Karotenoid merupakan konstituen integral dari membran tilakoid dan biasanya terhubung erat dengan protein-protein pigmen antena dan pusat reaksi. 5 September 2010 . Proses keempat adalah fotokimia. Foton cahaya matahari diserap terlebih dahulu oleh klorofil b dan energinya disalurkan ke klorofil a. 3. klorofil a berwarna biru-hijau sementara klorofil b berwarna kuning-hijau. Klorofil a dan b memiliki spektrum penyerapan yang berbeda. Klorofil a dan klorofil b serta karotenoid banyak ditemukan di dalam tumbuhan hijau. Selama transfer energi. senyawa ini malah menyerap dan melepaskan energi cahaya yang berlebihan. yang jika tidak dilepas akan merusak klorofil. Cahaya yang diserap ditransferkan ke klorofil untuk fotosintesis. setiap pigmen memiliki spektrum penyerapan. 4. klorofil yang tereksitasi mentransferkan energinya ke molekul lain. Proses yang dikenal sebagai fluoresensi. Klorofil nampak berwarna hijau karena klorofil menyerap cahaya merah dan biru sambil memantulkan cahaya hijau.Fotosintesis terjadi di kloroplas daun dan batang yang berwarna hijau. Keadaan teraksitasi bersifat tidak stabil sehingga prosesnya berlangsung sangat cepat. Klorofil yang tereksitasi dapat memancarkan-ulang foton dan dengan demikian kembali ke keadaan dasarnya.

Pembuangan elektron (oksidasi) melepaskan energi. Struktur kloroplas . Reaksi redoks berperan penting dalam fotosintesis. yang pada akhirnya disimpan dalam molekul gula. Proses fotosintesis Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas (gambar 1). Kloroplas memiliki struktur halus di dalamnya – kantung-kantung selaput lempeng yang disebut tilakoid. Kapanpun suatu zat mengalami reduksi.Fotosintesis menjadi mungkin karena kemampuan pigmen klorofil menjebak cahaya. Masing-masing fotosistem mengandung sekitar 300 molekul pigmen yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam proses fotosintesis. klorofil dan pigmen aksesoris disusun menjadi kelompok-kelompok fungsi yang disebut fotosistem. Oksidasi adalah pembuangan sebuah elektrin dari sebuah molekul. Hidrogen yang diperoleh dengan membelah molekul air. pembuangan atau penambahan elektron yang diturunkan dari hidrogen adalah mekanisme reaksi reduksi oksidasi yang paling sering. Gambar 1. Bahan baku fotosintesis adalah karbon dioksida dan air. Dalam sistem biologi. Penambahan elektron (reduksi) menyimpan energi dalam senyawa. zat lainnya akan mengalami oksidasi. struktur selaput didalam sel mesofil daun. ditambahkan pada karbon dioksida untuk membentuk satuan gula. sintesis gula dari karbon dioksida adalah reduksi karbon dioksisa. Di selaput tilakoid. Peristiwa penting saat fotosintesis adalah pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia. Persamaan kimia total fotosintesis adalah sebagai berikut: Reaksi Reduksi – Oksidasi (Redoks) Reduksi adalah penambahan sebuah elektron (e) ke sebuah molekul penerima. Sebagai contoh.

Masing-masing tilakoid bertumpu di stroma atau zat lantai di kloroplas. Energi dari NADPH2 akan menjadi sumber energi saat karbon dioksida tereduksi untuk membentuk gula. Fosfat inorganik dari cairan stroma disertakan dalam molekul ATP saat fosforilasi sintetik. Di Fotosistem I. molekul X tereduksi.Masing-masing fotosistem ini memiliki pusat reaksi atau penjebak cahaya dimana molekul klorofil a yang spesial menjebak energi cahaya. Fosforilasi Nonsiklik Energi cahaya kembali menghantam sebuah molekul klorofil a. sebuah senyawa yang mengandung besi. menjadi terangkat ke tingkat energi tinggi. Stroma adalah lokasi terjadinya fiksasi karbon. Fotosintesis melibatkan empat peristiwa biokimia: peristiwa fotokimia. Peristiwa Fotosistem I Fosforilasi Siklik – Transpor Elektron Energi cahaya menghantam sebuah fotosistem. Dari molekul penerima X. Fotosintesis memerlukan energi dari ATP untuk mensintesis karbohidrat. Klorofil bertindak sebagai donor elektron dan kemudian menjadi penerima (akseptor) elektron. Sesungguhnya ada dua molekul P700 yang melepaskan elektron saat peristiwa ini secara serempak. dimana elektron diteruskan dari satu molekul penerima ke molekul penerima lainnya. atau fiksasi karbon. kemiosmosis dan fiksasi karbon. elektron yang terangsang dapat melewati jalur yang berbeda dari yang menyusun ATP. Reaksi fotokimia dan transpor elektron terjadi di selaput tilakoid. molekul klorofil a nya dinamakan P700 karena ia menyerap energi cahaya dari panjang gelombang 700 nanometer. Ada dua jenis fotosistem:Fotosistem I dan Fotosistem II. Dengan mendapatkan dua elektron tambahan. P700. Energi elektron yang bertambah ini menyebabkannya lepas dari molekul P700 (klorofil a) dan menempel sementara di sebuah molekul penerima yang disebut X. Fd melewatkan elektron ke senyawa transisi dan kemudian ke Nikotamida Adenin Dinukleotida Phosfat (NADP). Dalam menerima eletron. Pada akhirnya ia kembali ke P700. Karenanya ia berubah nama menjadi NADPre. . Selaput oval tilakoid mengelilingi sebuah vakuola atau wadah penyimpan dimana ion hidrogen disimpan hingga diperlukan dalam siklus Calvin. Molekul pigmennya menyerap energi ini dan meneruskannya ke molekul pusat reaksi. Energi yang dilepaskan saat elektron melewati rantai transpor ini dipakai untuk mensintesis ATP (Adenosin Tri Posfat). Elektron ini lepas dari P700 dan diterima X. Tiap langkah reaksi reduksi-oksidasi ini dipercepat (katalis) oleh sebuah enzim khusus. Pada peristiwa Fotosistem I. elektron di lewatkan ke ferridoksin (Fd). Molekul X melewatkan elektron ke molekul penerima lainnya dan mengalami oksidasi dalam proses ini. dimana re berarti tereduksi. Ion hidrogen berlebih dilepaskan saat ATP terbentuk. Tingkat energi sebuah elektron di P700 naik ke tingkat yang lebih tinggi. transpor elektron. Sebuah elektron di molekul pusat reaksinya. Terjadi sederetan peristiwa reaksi redoks. Molekul klorofil di Fotosistem II diberi nama P680 karena molekul pigmen ini (klorofil a) menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nanometer. NADPH2 juga menarik sebuah proton H. Ion ini disimpan di wadah penyimpan di tilakoid. NADPH2 menyimpan kedua elektron dan tidak meneruskannya lagi. Ia menyumbangkan elektron terangsang yang kaya energi dan menerima balik elektron yang lemah (miskin energi). NADP menerima kedua elektron (2e) tersebut dan menjadi NADPH2.

menyisakan elektron bebas dan molekul oksigen: Protonnya berhubungan dengan NADPre. Saat cahaya menyerang klorofil di Fotosistem II. Jalur fotosintesis melibatkan banyak langkah dan banyak produk serta katalis perantara. Jalur nonsiklis: 2e dari P700 ke X ke Fd ke NADP lalu NADP menjadi NADPre Peristiwa Fotosistem II Fotosistem II melibatkan sekitar 200 molekul di pusat reaksi klorofil a. Salah satu elektronnya terangkat ke tingkat energi tinggi 4. yaitu jalur siklis atau nonsiklis. Saat elektron bergerak sepanjang rantai transpor. pigmen penjebak cahayanya adalah klorofil b. Jalur siklis : e dari P700 ke X ke akseptor ke ATP. tereksitasi. dan ganggang merah klorofil d. mereka kehilangan energi perlahan-lahan. Foton cahaya menghantam sebuah molekul klorofil a.Tinjauan : Fotosistem I 1. Jalur yang diikuti oleh elektron ini ada dua kemungkinan. 2. pada ganggang coklat klorofil c. Elektron energi tinggi ini lewat menuju sebuah molekul penerima elektron yang dilambangkan Q. P680. Gambar 2. Pada ganggang hijau biru dan pada lumut (bryofita). Sebagian energi membentuk ATP. Molekul pusat reaksi (P700) menyerap cahaya tersebut 3. termasuk flavoprotein dan sitokrom (cyt) . Diyakini kalau P680 menarik elektron pengganti dari air. Molekul Q melewatkan elektron lagi dalam sederetan molekul penerima yang melewatkan elektron terus menuju ke lubang di Fotosistem I yang terbentuk saat sintesis nonsiklis NADPre. sebuah elektron di pusat reaksi. pigmen penjebak cahaya tanaman hijau.

Sebagian PGAL ini dipakai untuk memperbaiki penyimpanan ribulosa bifosfat. Enzim yang mempercepat siklus Calvin ada di stroma. Saat karboksilase RuBP mendapatkan oksigen. membentuk sebuah senyawa karbon-6 yang tidak stabil. Kedua molekul PGA mengalami reduksi menjadi dua molekul fosfogliseraldehida (PGAL) dalam dua langkah berurutan. Senyawa ini pecah menjadi dua molekul senyawa karbon-3. yang mengikat dengan karboksilase RuBP.Rangkuman jalur elektron di Fotosistem I dan Fotosistem II sebagai berikut: Air menyerahkan 2e ke Fotosistem I menuju X menuju rantai transpor menuju Fotosistem II menuju Q menuju rantai transpor menuju NADPre menuju siklus Calvin. kedua molekul PGAL menyatu menghasilkan pembentukan gula karbon-6. Siklus Calvin Siklus Calvin adalah sederetan peristiwa fotosintesis dimana fiksasi karbon dioksida terjadi di stroma kloroplas. diganti dengan sebuah atom hidrogen dari NADPH. Siklus Calvin. asam fosfogliserik (PGA). Satu . titik awal siklus Calvin (Gambar 3). bukannya karbon dioksida. enzim karboksilase ribulosa bifosfat (RuBP) menyatu dengan sebuah kelompok karboksil menuju ribulosa bifosfat. Aktivitas biokimia yang mengikutinya sudah dijelaskan dalam siklus Calvin. Lalu. oksidasi ribulosa bifosfat terjadi. oksigen. Gambar 3. NADPre dan ATP yang dihasilkan saat peristiwa Photosistem I dan Photosistem II sekarang dipakai untuk menempelkan karbon dioksida ke sebuah molekul organik. menunjukkan langkah rumit yang membawa dari ribulosa difosfat (bifosfat) menuju glukosa. Dalam peristiwa biasa. Karbon dioksida bergabung dengan gula karbon-5 ribulosa bifosfat (RuBp). Fotorespirasi Fotorespirasi adalah sederetan peristiwa aneh yang terjadi di sel tanaman hijau saat ada sinar matahari. Gambar 2 menunjukkan jalur fotosintesis. Pada saat fotorespirasi. sebuah gula karbon-6. Ikatan energi tinggi putus dan fosfat dilepaskan.

Sel mesofil menyusun bagian interior daun lainnya. . membentuk sebuah senyawa karbon-4. sisanya dikembalikan ke kloroplas untuk ikut serta dalam fotosintesis. Namun. Senyawa karbon-4 ini memberikan karbon dioksida. tiga ahli botani (Kortschak. tebu. Gambar 4. diantaranya rumput kepiting. Tanaman yang melakukan fotosintesis C4 memiliki susunan khusus di jaringan daunnya. Pada dasarnya inilah yang terjadi. yang memasuki C3 atau siklus Calvin di sel lapisan buntalan fotosintetik. malat. namun molekul karbon-2 meninggalkan kloroplas dan memasuki reaksi kimia di peroksisom dan metokondrion. Ruang udaranya sangat kecil (Gambar 4). juga melakukan fotosintesis C4. ia justru memakai energi. sebuah tanaman iklim sedang. Karbon dioksida menyatu dengan sebuah senyawa yang disebut PEP (Phosfoenolpiruvat). Sel-sel lapisan buntalan diposisikan dalam bentuk lingkaran mengelilingi buntalan pembuluh (terdiri dari tabung-tabung xilem dan floem). Menariknya. Proses ini tidak menggunakan sistem transpor elektron dan karenanya tidak menghasilkan energi. Sebagian karbon dioksida yang dihasilkan dalam reaksi ini dilepaskan. Jalur Fotosintesis Hatch-Slack atau C4 Di akhir tahun 1960an. karenanya tampak tidak berguna. millet dan sorgum.molekul PGA dan sebuah molekul karbon-2 dilepaskan. Fotorespirasi mengoksidasi senyawa organik memakai oksigen dan hasilnya adalah pembuangan karbon dioksida. yang disebut C4 atau jalur fotosintesis Hatch-Slack. jagung. Susunan khusus ini disebut anatomi Kranz. Anatomi Kranz. Hatch dan Slack) menemukan jalur fotosintesis baru. Tanaman di daerah tropis dan gurun dengan tingkat fotosintesis sangat tinggi adalah tanaman C4. PGA tetap berada dalam siklus C3. Malat ditransfer ke sel-sel lapisan buntalan di daun. Hingga kini ilmuan belum tahu apa manfaat dari fotorespirasi bagi sel saat fotosintesis. Sel lapisan buntalan mengelilingi buntalan pembuluh.

Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. PROSES FOTOSINTESIS 1.MATERI A. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Tumbuhan menggunakan karbondioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H 2 O + 6CO 2 + cahaya → C 6 H 12 O 6 (glukosa) + 6O 2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. alga. PENGERTIAN FOTOSINTESIS Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. air. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. . dan energi kimia. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. B.[4] Pada respirasi. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. karbondioksida.

Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah: . tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena.klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H + yang disebut sitokrom b6-f kompleks. yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm. PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid. Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil. sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm. menuju mesofil. yaitu fotosistem I dan II. selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. C. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Fotosintesis pada Alga dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. REAKSI 1. Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama. Dengan menggunakan elektron dari air. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700. Reaksi Terang Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Untuk menstabilkan kembali. 2.

Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya. Reaksi keseluruhan pada PS I adalah: Cahaya + 4PC(Cu + ) + 4Fd(Fe 3+ ) → 4PC(Cu 2+ ) + 4Fd(Fe 2+ ) Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH.2H 2 O + 4 foton + 2PQ + 4H . Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim .5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut: Sinar + ADP + Pi + NADP + + 2H 2 O → ATP + NADPH + 3H + + O 2 2.Reaksinya adalah: 4Fd (Fe 2+ ) + 2NADP + + 2H + → 4Fd (Fe 3+ ) + 2NADPH Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase. yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack. Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1. yang dinamakan plastosianin (PC). Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase. Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. Reaksi Gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur. Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP. Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin.→ 4H + + O 2 + 2PQH 2 Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah: 2PQH 2 + 4PC(Cu 2+ ) → 2PQ + 4PC(Cu + ) + 4 H + (lumen) Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I. yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu. tapi mengandung kompleks inti terpisahkan.

jika kloroplas diberi cahaya. Hal ini dapat terjadi jika ada fotoresfirasi. yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan.2.3bifosfogliserat (1. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH. dan regenerasi. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata. ion H+ ditranspor dari stoma ke dalam trilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase. Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA). di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2. gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa. Pada akhir reaksi Calvin.3Pgaldehida. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas. yang memasuki stroma daun sebagai ion H+. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis. Pada fase regenerasi. Tumbuhan ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa. Kemudian pada fase reduksi. tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. Pertama. Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1. Tumbuhan ini menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin. Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah tropis. Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. Kedua. 2.3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. Secara bersamaan. terletak di permukaan luar membran tilakoid.1. Siklus Hatch-Slack Berdasarkan cara memproduksi glukosa. RuBP merupakan enzim alosentrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas. reaksi ini distimulasi oleh Mg2+. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloesetat yang memiliki empat atom karbon. ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa. yang menyumbang 2 elektron. Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi. Reduksi ini tidak terjadi secara langsung. 2. sebagian lainnya dibawa keluar. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. Ketiga. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati. yang melibatkan enzim Rubisco sebagai penambat CO2.rebisco. Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP.3-bisPGA terbentuk. Jika kloroplas dibericahaya. Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas. reduksi. tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4. ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1. kemudian daur dimulai lagi. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP. Namun. Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO2 dari udara dan kemudian akan .

pigmen fotosintesis dan membutuhkan bahan baku CO2 dan H2O Cahaya matahari. Piruvat akan kembali menjadi PEPco. reaksi terang dan reaksi gelap Menjelaskan proses reaksi terang dan reaksi gelap dan hasilnya. Dalam keseluruhan proses ini. Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2. yang terjadi di sel mesofel. Peristiwa fotosintesis. Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack. Oksaloasetat akan diubah menjadi malat. .menjadi oksaloasetet. sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin yang berlangsung di sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP. digunakan 5 FOTOSINTESIS Untuk anak-anakku SMAN 81 Indikator: Menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan fotosintesis dan hasilnya. melibatkan cahaya matahari. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum Menjelaskan tahapan reaksi fotosintesis.

Cahaya adalah bentuk radiasi elektromagnetik dari matahari cahaya yang tampak (visible light) adalah sebagian kecil dari total radiasi elektromagnetik yang mencapai bumi. Cahaya putih adalah gabungan dari seluruh panjang gelombang cahaya. Region merah dan biru dari spektrum cahaya yang tampak (visible light) adalah yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis

Pigmen Fotosintesis

1. Pigmen fotosintesis umumnya adalah klorofil dan karotenoid 2. klorofil a adalah pigmen yang jumlahnya banyak di tumbuhan. Klorofil a menyerap cahaya biru-ungu (430 nm) dan merah (662 nm) 3. Molekul klorofil mengandung hydrophobic phytol chain yang tertanam pada fosfolipid membran tilakoid dan cincin porphyrin ,yang mengandung magnesium sebagai pusat, berada diluar membran

Klorofil a Berwarna hijau kebiruan Rumus empiris C55H72O5N4Mg Mempunyai gugus samping metil (-CH3) pada organisme fotosintetik, kecuali bakteri

Klorofil b Hijau kekuningan Rumus empiris C55H70O6N4Mg Mempunyai aldehyde gugus samping (-CHO) Pada tumbuhan hijau dan alga hijau

Pigmen fotosintesis terdapat di daun(1), di Sel mesofil daun(2), jika kita ambil sebuah sel palisade (3), didalam kloroplas (4), dalam kloroplas terddapat granum (5,6)di membrane tilakoid (7) di fotosistem

Sumber: Brum and Mc. Kane, 1983

700. xantofil. merupakan pusat reaksi.680 dan P. klorofil b . ialah klorofil a yang terdiri dari P. Yaitu klorofil a yang dapat mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm dan 700 nm.Pigmen fotosintesis dibagi menjadi pigmen primer dan pigmen aksesori Pigmen primer : terdapat di pusat reaksi. Pigmen aksesori : pigmen yang dapat mengabsorpsi cahaya selain P680 dan P700 Contoh karotene.

menjadi tereksitasi dan menghasilkan energi. PROSES FOTOSINTESIS . 2004. Biologi dasar. Hartanto. yang mengakibatkan pigmen primer melepaskan energinya II.Sumber: L. kemudian energi berpindah. terakhir diterima oleh pusat reaksi/pigmen primer/ klorofil a. Setiap molekul pigmen dapat mengabsorpsi foton dari cahaya.

elektron tidak kembali ke pusat reaksi fotosistem 2 tetapi melewati plastocyanin ke pusat reaksi fotosistem 1. Fotoaktivasi fotosistem I (P700) cahaya diabsorpsi oleh pigmen-pigmen di fotosistem I. b6-f kompleks bertindak sebagai pompa proton.680) ditransfer ke reseptor Plastoquinone dan kemudian mentransfernya ke sistem transport elektron yang disebut b6-f kompleks.Sumber: Foo Yuen Kooi. sehingga peristiwa ini disebut reaksi non siklik fotofosforilasi Elektron yang kembali ke fotosistem II berasal dari air (fotolisis air) 2. dari sini electron dapat digunakan untuk siklik maupun non siklik . proton digunakan membentuk ATP menjadi ADP yang disebut fotofosforilasi.2003 Fotoaktivasi fotosistem II Elektron dari fotosistem II (P. elektron diterima reseptor ferredoxin. memompa proton ke ruang tilakoid. Pelangi. akibatnya pusat reaksi mengeluarkan elektronnya. STPM Biology. menjadi tereksitasi dan energinya berpindah ke pusat reaksi. seperti di fotosistem II.

dari ferredoxin. feredoxin terdapat di permukaan membrane tilakoid (terdapat enzim NADP reduktase) dan ketika melaluinya 2 e.Jika terjadi reaksi siklik elektron dari ferredoxin ke sistem transfer electron. elektron menuju Fotosistem II ini merupakan tahap siklik Sedangkan jika terjadi reaksi non siklik. Pelangi. energi membentuk ATP. b6-f compleks. STPM Biology.bergabumg dengan NADP+ dan H+ diluar membrane tilakoid membentuk NADPH Sumber: Foo Yuen Kooi.2003 SIKLUS CALVIN/ Reaksi Gelap NADPH dan ATP dari reaksi terang digunakan untuk reaksi gelap .

Langkah berikutnya proses reduksi karena senyawa tersebut berikatan dengan H2 yang berasal dari NADPH2. PGA kemudian mengalami fosforilasi. Pelangi 1 Reaksi pengikatan/ fiksasi CO2 oleh molekul ribulose biphosphate (RuBP) . PGAL mengalami fosforilasi menjadi RUBP kembali. menjadi asam difosfogliserat (DPG). Fiksasi ( pengikatan ) Pengikatan CO2 oleh RuBP /RDP ( Ribulosa Bi Phosphat ) 2. 5Cmembentuk senyawa sementara yang terdiri dari 6 C 2. 3.Sumber: Foo Yuen Kooi. PGA adalah asam organic berkarbon 3. STPM Biology. menambah satu ikatan fosfat. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. 5. 2 molekul PGAL akan membentuk satu molekul glukosa (6C) 6. Reduksi ( Pengurangan) Pembentukan PGA menjadi PGAL dengan mengurangi H pada NADPH menjadi NADP dan PhosphaDP . sumber fosfat adalah ATP 4. Hasil reaksi tersebut adalah persenyawaan diphosphoglyceraldehyde (PGAL) yang mengandung atom C 3. kemudian dipecah menjadi 2 molekul phosphoglycerate acid (PGA). ATP. Reaksi ini jika di sistematikkan ada 4 tahap yaitu : 1.

3. Regenerasi (pembentukan kembali) terjadi regenerasi senyawa RuBP dari sebagian besar PGAL yang telah dibentuk dari PGA 4. Sintesa ( pembentukan ) Glukosa dari PGAL, perlu diketahui satu molekul Glukosa dibentuk dari 2 PGAL. OK

Reaksi Gelap Calvin Benson • • • • • • • Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. membutuhkan enzim Rubisco untuk Fiksasi Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi.

• •

Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil itu kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat (PGA 1.3 biphosphat). Kemudian, 1,3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi, dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH, yang kemudian berubah menjadi NADP+, dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Selanjutnya terjadi sintesa , 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi, yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat.(RDP/RuBP)

• •

• •

Pada fase ini, 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. Jika mendapat tambahan gugus fosfat, maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP),

REAKSI TERANG DAN REAKSI GELAP
di 05:27 Diposkan oleh erfan baeh... 0 komentar

Oksigen yang dikeluarkan dari tumbuhan berasal dari air dan bukan CO2. Kloroplas menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen. Fotosintesis terdiri dari dua proses. Tahap tersebut adalah reaksi terang dan reaksi gelap.
Reaksi terang

Reaksi terang merupakan tahap fotosintesis yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Kloroplas menyerap cahaya dan cahaya menggerakkan transfer elektron dan hidrogen ke penerima yaitu NADP+ (nikotinamida adenine dinukleotida fosfat). Pada proses ini, air terurai. Reaksi terang pada fotosintesis ini melepaskan O2. Pada reaksi terang, tenaga matahari mereduksi NADP+ menjadi NADPH dengan menambahkan sepasang electron bersama dengan nukleus hidrogen. Pada reaksi terang juga terjadi fosforilasi yang mengubah ADP menjadi ATP. Jadi energy cahaya diubah menjadi energi kimia dengan pembentukan NADPH: sumber dari elektron berenergi, dan ATP; energy sel yang serba guna. Reaksi Gelap

dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. dan regenerasi. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat . yang kemudian berubah menjadi NADP+. Secara umum. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. yang dihasilkan dari reaksi terang.Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap.3-bifosfogliserat. dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. reduksi. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. dihasilkan glukosa (C6H12O6). yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Kemudian. yang berasal dari udara bebas. 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). dan CO2. 1.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. Pada fase ini. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Selanjutnya. reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). Pada fase fiksasi. dan membentuk 1. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. Selanjutnya. Dari reaksi gelap ini. yaitu fiksasi. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6).

Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan. http://blog. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Pada awal tahun 1600-an. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. seorang ahli kimia dan pendeta. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Tapi pada tahun 1720. dan glukosa (C6H12O6). Ia berpendapat faktor itu adalah udara.id/suryantoro/2010/06/02/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap/ You might also like: • RDP/RuBP kemudian kembali akan mengikat CO2 lagi . Reaksi gelap ini menghasilkan APG (asam fosfogliserat). Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap.ac.unila. RDP (ribulosa difosfat). Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. alga. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyala dengan sebuah toples . seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia). begitu setrusnya. persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an. Jan van Helmont. Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. Dari penelitiannya.(RDP). Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Joseph Priestley. seorang dokter dan ahli kimia. ALPG (fosfogliseraldehid). ahli botani Inggris. Sejarah Perkembangan Fotosintesis Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami. melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya.

3. proses matahari membuat gula 1. mengulangi eksperimen Priestley. Peristiwa ini disebut reaksi gelap NADPH2 akan bereaksi dengan CO2 dalam bentuk H+ menjadi CH20. Anak panah menggambarkan gerakan koenzim yang bermuatan ini. Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah “merusak” udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus. hasil dasar fotosintesis . Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan. Di sini ada satu koenzim yang bermuatan melepaskan muatan energinya untuk menggerakkan penyatuan penting antara muatan hidrogen koenzim yang satu dengan karbon yang menunggu. Dari kedua percobaan itu. Ia menemukan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat “memulihkan” udara yang “rusak”. dari senyawa anorganik. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida Pada tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untak memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. dan energi kimia. dan yang jauh lebih penting ialah bahwa reasi ini “memuati” dua koenzim. dokter kerajaan Austria. menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang). Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 12H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Reaksi ini mengeluarkan oksigen. Akhirnya di tahun 1796. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Tidak lama kemudian. Cahaya matahari bereaksi dengan klorofil. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin. air. nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada tahun 1778. Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan “pemulihan” udara. Yang sedang menunggu ialah karbondioksida dalam senyawa penerima. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat “dipulihkan” oleh tumbuhan. sedang O2 tetap dalam keadaan bebas. Pada respirasi. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Jan Ingenhousz. Karbohidrat yang dihasilkannya menjadi gula. H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2. yang satu dengan energi kimia dan yang lain dengan hydrogen 2. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. seorang pastor Perancis. Jean Senebier. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. tikus itu akan mati lemas.terbalik. dan memecah air menjadi komponen dasarnya.

4. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). . Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. Proses fotosintesis Pada tumbuhan. Pada dasarnya. Kedua koenzim yang muatannya dibongkar itu kemudian kembali untuk dimuati lagi dan mengulang daur tadi. tepatnya pada bagian stroma. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Namun secara umum. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu.

1. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Reaksi ini memerlukan molekul air. Proses ini berlangsung di grana Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Pada tumbuhan dan alga. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. satuan pertukaran energi dalam sel. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan . membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. menuju mesofil.

Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis. seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. bukan dari karbon dioksida. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. 2 H20 ——> 2 NADPH2 + O2 . menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen.panjang tertentu. Di dalam daun. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. selain sianobakteri. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. Bakteri fotosintetik.B.

Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia.. . Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya) dan berlangsung di stroma.2. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa).

laju fotosintesis akan naik. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. 4. Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara.CO2 + 2 NADPH2 + O2——>NADP + H2 + CO + O + H2 +O2 2 H2O + CO2 ——> CH2O + O2 atau 12 H2O + 6 CO2 ——> C6H12O6 + 6 O2 Faktor penentu laju fotosintesis atau Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: 1. . Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. laju fotosintesis akan berkurang. 2. 3. 5. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh.

sumber energi ini tersimpan dalam molekulmolekul organik seperti karbohidrat. Untuk tujuan praktis. Organisme memperoleh senyawa organik yang digunakan untuk dan rangka karbon dengan satu atau dua cara utama: nutrisi autotrofik atau heterotrofik. menyebabkan hererotrof ini hidup tergantung pada senyawa yang dihasilkan oleh organisme lain. Sebagian besar fungi dan banyak . heteritrif merupakan komponen biosfer. Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Sebagian autotrof mengkonsumsi sisa-sisa organisme mati. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh JALUR POTOSINTESIS FOTOSINTESIS Pengertian Fotosintesis Organisme dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. para ahli biologi menyebut autotrof sebagai produsen biosfer (Campbell. Organisme heterotrofik seperti ragi dan kita sendiri. Ketidakmampuan dalam membuat makanan mereka sendiri.2002). tinja dan daun-daun yang gugur. Fotosintesis menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di dunia baik secara langsung atau tidak langsung. Autotrof membuat molekul organik mereka sendiri dari bahan mentah anorganik yang diperoleh dari lingkuannya. satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang menjadi tempat bergantung seluruh kehidupan ialah fotosintesis (Kimball. menguraikan dan memekan sampah seperti bangkai. Oleh karena alasan inilah. Organisme heterotrof memperoleh materi organik melalui cara pemenuhan nutrisi kedua. hidup dan tumbuh dengan memasukkan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya.6.1999). Heterotrof ini dikenak sebagai pengurai. Autotro dapat diartikan bahwa dapat menyediakan makanan bagi diri sendiri hanya dalam pengertian bahwa autotrof dapat mempertahankan dirinya sendiri tanpa memakan dan menguraikan organisme lain.

yang merupakan produk samping fotosintesis (Campbell. Persamaan reaksinya adalah: 2CO2 + 2H2R -----> 2C2O + O2 +2R karbohidrat (Wirahadikusumah. Air muncul pada kedua sisi persamaan itu karena 12 molekul dikonsumsi dan 6 molekul terbentuk lagi selama fotosintesis. tetapi sumber itu bermacammacam (Campbell. sebagai pengganti H2O dipakai zat pereduksi yang lebih kuat seperti H2. Tempat Berlangsung Fotosintesis .2002) Karbohidrat C6H12O6 ialah glukosa. termrasuk manusia.2002). Persamaan itu dapat disederhanakan dengan memperlihatkan selisih konsumsi air: 6CO2 + 6H2O + energi cahaya ----> C6H12O6 + 6O2 (Campbell. benar-benar tergantung pada fotoautotrof untuk mrndapatkan makanan dan juga untuk mendapatkan oksigen. Hampir seluruh heterotrof. Jalur Fotosintesis Dengan keberadaan cahaya.2002). persamaan kimia fotosintesis adalah: 6CO2 + 12 H2O + energi cahaya -----> C6H12O6 + 6O2 + 6H2O (Campbell. Dari reaksi kimia tersebut dapat dikatakan bahwa semua organisme fotosintetik membutuhkan sumber hidrogen.jenis bakteri memperoleh makana dengan cara seperti ini. H2S dan H2R (R adalah gugus organik).2002) Dalam bakteri berfotosintesis. Dengan menggunakan rumus molekul.1985) Bakteri menggunakan H2R dan menggunakan hidrogen untuk membuat gula. bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau menghasilkan bahan organik dan oksigen dari karbon dioksida dan air.

Terdapat ± setengah juta kloroplas tiap milimeter persegi permukaan daun. Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan. terpacu pertumbuhan dan perkecambahan dalam keadaan terang. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggunakan sintesis molekul makanan dalam kloroplas (Campbell. proses fotosintesis pada umumnya berlangsung dalam organel khusus yang disebut plastid. Warna daun berasal dari klorofil. Siklus Karbon (Anonim2. 2011) Peranan Cahaya pada Perkecambahan Biji Sebagian besar spesies tumbuhan. memiliki kloroplas.Di dalam tumbuhan.1985). Plastid mengandung senyawa. yaitu klorofil (Wirahadikusumah. Gambar.2002). termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. Panjang gelombang merah jauh dari sinar . Namun biji juga dapat terhambat perkecambahanyya oleh cahaya. tetapi daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. pigmen warna hijau yang terdapat dalam kloroplas.

menyebabkan ionisasi dan kerusakan pigmen.Panjang hari . Biji yang biasa berkecambah dalam gelap akan mengalami dormansi atau fase istirahat saat terkena cahaya dalam tingkat intensitas tertentu (Salisbury.matahari hampir selalu merupakan panjang gelombang yang paling menghambat. Reaksi cahaya dalam fotosintesis merupakan bagian akibat langsung penyerapan foton oleh molekul pigmen seperti klorofil. Di atas 760 nm foton tidak memiliki cukup energi dan di bawah 390 nm foton memiliki terlalu banyak energi. pengukuran cahaya untuk fotosintesis biasanya didasarkan pada densitas aliran foton dalam panjang gelombang 400 dan 700 nm tersebut (Michael. Ciri Cahaya yang Digunakan dalam Fotosintesis Cahaya tampak sebagai sumber energi yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis merupakan bagian spektrum energi radiasi. Biji yang biasanya berkecambah dalam gelap akan terhambat oleh cahaya.1995). dan bukan berdasarkan energi.1994). Karena panjang gelombang antara 400 dan 700 nm itu paling efisien digunakan dalam fotosintesis. Cahaya biru juga kadang menghambat. Densitas aliran foton ialah jumlah foton yang menumbuk suatu luas permukaan tertentu per satuan waktu. Hanya foton dengan panjang gelombang antara 390 dan 760 nm memiliki tingkat energi yang cocok untuk fotosintesis. Tidak seluruh foton mempunyai tingkat energi yang cocok untuk menggiatkan pigmen daun. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah radiasi yang diterima pada suatu hari : .Sudut yang dibentuk matahari yang menuju titik tersebut . pengukuran cahaya yang digunakan dalam fotosintesis seringkali berdasarkan densitas aliran foton. Biji yang membutuhkan cahaya untuk berkecambah disebut fotodorman. Karena penggiatan pigmen merupakan akibat langsung interaksi antara foton dan pigmen.

hasil dari kompetisi antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2. Pada tanaman C4. kedelai. Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil (sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di bawah sel-sel epidermis daun). sehingga fotorespirasi terhambat dan assimilasi akan bertambah besar. seperti gandum.Jumlah partikel di dalam atmosfer . yang terjadi pada siang hari) . enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal assimilasi. CO2 diikat oleh PEP (enzym pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2. Tanaman C3 dan C4 A. Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi. Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan. Sebagian besar tanaman pertanian.proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping. yaitu C3. jarak antara bumi dan matahari dan kemampuan bumi untuk memantulkan cahaya (Michael. Pengantar Berdasarkan tipe fotosintesis. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi.. CO2 yang sudah terikat oleh PEP kemudian ditransfer ke .Faktor lain seperti fluktuasi pancaran matahari.1994). dan CAM (crassulacean acid metabolism). kentang. dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses fotorespirasi (fotorespirasi adalah respirasi.Jumlah atmosfer yang dilewati radiasi sebagai fungsi dari sudut datang sinar matahari . Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. C4. Pada tanaman C3. kacang-kacangan. tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar.

sel-sel "bundle sheath" (sekelompok sel-sel di sekitar xylem dan phloem) dimana kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. kentang. Karena tingginya konsentasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini. PEP mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2. . Tanaman C3 Fotosintesis C3 berbeda dengan C4. tanaman C3 akan lebih beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan. kacang tanah. Tanaman C3 mempunyai suatu peran penting dalam metabolisme. sorgum dan tebu Gambar tanaman C4 (Anonim1. maka O2 tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP. Tanaman C3 dapat kehilangan . laju assimilasi tanaman C4 hanya bertambah sedikit dengan meningkatnya CO2 Sehingga. Struktur kloroplas pada tanaman C3 homogen. tanaman C3 mempunyai kemampuan fotorespirasi yang rendah karena mereka tidak memerlukan energi untuk fiksasi sebelumnya. dengan meningkatnya CO2 di atmosfir. sehingga fotorespirasi sangat kecil dan G sangat rendah. dll Gambar tanaman C3 Contoh tanaman C4 adalah jagung. sehingga reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1 sangat tinggi. 2011) B. pada C3 karbon dioxida masuk ke siklus calvin secara langsung. Contoh tanaman C3 antara lain : kedele.

Naungan: • Merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi. bersih dari gulma terutama rumputan • Semakin jauh dari penaung. butuh 3040%. Untuk menghasilkan satu molekul glukosa diperlukan 6 siklus C3 (Anonim1. gulma mulai tumbuh semakin cepat • Titik kompensasi gulma rumputan dapat ditentukan sama dengan IC pada batas mulai ada pertumbuhan gulma • Tumbuhan tumbuh ditempat dg IC lebih tinggi dari titik kompensasi (sebelum tercapai titik jenuh). semua jenis tanaman tidak tahan IC penuh. tetapi sepanjang siklus hidup tanaman • Meskipun dengan semakin dewasa umur tanaman. intensitas naungan semakin dikurangi • Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok. • Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam fase pembibitan • Pada fase bibit. tanaman ini termasuk salah satu group phylogenik. Konsep dasar reaksi gelap fotosintesis siklus Calvin (C3) adalah sebagai berikut : CO2 diikat oleh RUDP untuk selanjutnya dirubah menjadi senyawa organik C6 yang tidak stabil yang pada akhirnya dirubah menjadi glukosa dengan menggunakan 18ATP dan 12 NADPH. naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit saja.20 % carbon dalam siklus calvin karena radiasi.Siklus ini terjadi dalam kloroplas pada bagian stroma. juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian gulma • Di bawah penaung. diatasi dengan naungan • Pada tanaman kelompok C3. 2011). hasil fotosintesis cukup untuk respirasi dan sisanya untuk pertumbuhan Dampak pemberian naungan terhadap iklim mikro • Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40% .

Alat pengukur curah hujan (Ombrometer) adalah alat untuk mengukur curah hujan yang terjadi pada suatu daerah baik pedesaan. seperti material pupuk yang lengkap bagi tumbuhan. kecamatan. maka mungkin saat ini jumlah jenis tanaman tidak akan sebanyak yang kita ketahui. Butiran hujan selain membawa molekul air juga membawa banyak materi yang penting bagi kehidupan.• Mengurangi aliran udara disekitar tajuk • Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil (60-70%) • Mengurangi laju evapotranspirasi • Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman C. atau-pun propinsi yang mengacu pada standar WMO (World Metrological Organitation). bukanlah senyawa 3-C asam fosfogliserat (PGA). Dengan adanya air hujan diperkirakan sekitar 150 ton pupuk jatuh ke bumi setiap tahunnya. 2011). Tanaman C4 Tebu (Saccharum officinarum). Pada tumbuhan ini senyawa pertama yang terbentuk setelah jangka waktu pelaksanaan fotosintesis yang sangat pendek. Air yang berasal dari hujan merupakan fenomena alam yang paling penting bagi terjadinya kehidupan di bumi. Tumbuhan yang menggunakan jalur ini disebut tumbuhan C4 atau tumbuhan 4 karbon (Anonim1. jagung (Zea mays). melainkan senyawa 4-C asam oksaloasetat (OAA). Tanpa adanya mekanisme seperti itu. Dengan adanya alat pengukur curah hujan ini kita dapat mengetahui banyaknya curah hujan yang terjadi setiap waktu. Bagian besar bumi dan makhluk hidup juga terdiri atas air. Data curah . Metode alternatif fiksasi karbon dioksida untuk fotosintesis ini disebut jalur Hatch-Slack. OMBROMETER Mekanisme kompleks kehidupan tidak mungkin berfungsi tanpa kehadiran cairan yang berupa air. dan tumbuhan tertentu lain tidak mengikat karbon dioksida secara langsung.

SAM REAKSI GELAPFotosintesis . Mengukur curah hujan secara otomatis. dan sebagainya.id. 5. Gambar alat pengukur curah hujan Keunggulan 1. Memberikan data hidrologi untuk kepentingan depertemendepartemen yang terkait.kim.hujan yang dihasilkan secara otomatis dari alat pengukur curah hujan ini dapat dikirimkan secara online melalui internet dengan operating sistem IGOS dan disimpan dalam suatu database yang dapat diakses oleh siapa saja melalui internet. kelembaban udara.lipi. 3. Memudahkan BMG dalam mengamati curah hujan pada suatu daerah. Software aplikasi dapat dikembangkan menjadi Sistim Informasi Monitoring banjir. 6. temperatur.go. Pencatatan waktu dalam data curah hujan menggunakan waktu yang tertelusur ke time server ntp. 2. 4. Database curah hujan di setiap daerah dapat diakses secara online dan setiap saat sehingga dapat memprediksi terjadinya banjir di suatu daerah.

Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof.> Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. tepatnya pada bagian stroma. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. alga. Namun secara umum. Pada dasarnya. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). karbondioksida. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. Reaksi terang terja di pada grana (tunggal: granum). seperti fisika. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Pada tumbuhan. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. kimia. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Dalam reaksi terang. maupun biologi sendiri. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis.Fotosintesis ada lah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi . dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun.

Disimpan dalam bentuk cadangan makanan yang berupa : zat amilum. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. daun. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . April 30. dan akan dapat mengurangi efek dari global worming May 5..700 nm).. manfaat fotosintesis antara lain Membantu metabolisme tubuh. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis.600 nm). Serta dapat disimpan dalam akar. hijau kuning (510 . Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Download animasi Mini-lab fotosintesis disini Posted by zhy's blog at 9:27 PM Labels: khusus. buah dan biji. Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. batang. Membantu arus energy.. biru (410 . protein dan lipid. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. sat glukosa.siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). fotosintesis memberikan manfaat yang besar bagi keadan suhu atau udara di bumi. science 2 comments: Faizin_heem said. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. Sebagai contoh. 2011 7:54 AM . Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis.. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm).500 nm) dan violet (< 400 nm). Berasal dari zat makanan yang tidak dioksidasi. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. 2011 6:49 AM Dian Sulist Science said. semakin banyak tanaman semakin besar oksigen yang dihasilkan. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau.

Post a Comment Links to this post Create a Link Newer Post » « Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Kalender .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful