Ultra struktur

Plastida merupakan organel utama yang hanya ditemukan pada tumbuhan dan alga.plastid berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak dan terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termaduk amiloplas dan elaioplas), atau kromopas. Plastid merupakan derivat dari proplastid, yang dibentuk pada bagian meristematik tumbuhan. Plastida pada tumbuhan Pada tumbuhan, plastida dibedakan kedalam beberapa bentuk, tergantung fungsinya dalam sel. Plastida yang belum teriferensiasi akan berkembang menjadi: Amiloplas : untuk menyimpan cairan Kloroplas : untuk fotosintesis Etioplas : kloroplas yang belum terkena cahaya Elaioplas : untuk menyimpan lemak Kromoplas : untuk sintesis dan menyimpan pigmen Leukoplas : untuk mensistesis monoterpen Setiap plastid berisi berbagai kopi plastid gen pada lingkar 75-250 kb. Gen plastid berisi kurang lebih 100 gen yang mengkode rRNAs dan tRNAs. Kebakaan Plastida Kebanyakan tumbuhan mewarisi plastida hanya dari induknya. Angiosperm umumnya mewarisi plastida dari induk betina, sedangkan beberapa gimnospermae mewarisi plastida dari induk jantan. Alga juga mewaisi plastida dari salah satu induknya. Plastida pada alga Pada alga, istilah leukoplas digunakan untuk semua jenis plastid yang belum terpigmentasi. Fungsinya berbeda dari leukoplas pada tumbuhan. Etioplas, amiloplas dan kromoplas hanya ada pada tumbuhan dan bukan pada alga. Plastida pada alga mungkin juga berbeda dengan plastida pada tumbuhan yang mana pada alga berisi pirenoid. Asal plastida

Plastida berasal dari endosimbiosis sianobakteri. Pada alga hijau dan tumbuhan disebut kloroplas, rhodoplas pada alga merah dan sianelles. Plastida dibedakan atas pigmennya, namun juga ultrastruktur.

ULTRA STRUKTUR KLOROPLAS Kloroplas merupakan salah satu organel yang terdapat pada sel tumbuhan, kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil.® Pada sel tumbuhan tingkat tinggi umumnya berisi 50 – 200 buah kloroplas, ukurannya sekitar 46 mikro meter.® Bagian-bagian kloroplas :® Membran luarϖ Ruang antar membranϖ Membran dalamϖ Sistem membran internal yang terdiri dari: Grana, Stroma, Tilakoid.ϖ ϖ Membran luar, membran luar permukaannya rata dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat. Antara membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran yang tebalnya 10 nm. Membran ini permeabel terhadap senyawa-senyawa dengan berat molekul rendah seperti : nukleotida, fosfat inorganik, derivat yang mengandung fosfat, asam karboksilat, dan sukrosa. Jadi ruang antar membran dapat dengan bebas menggunakan segala macam molekul nutrien dari sitosol. Ruang antar membran, adalah ruangan yang memisahkan antara membran luar dengan membran dalam, tebalnya kira-kira 10 nm. ϖ Membran dalam, membran dalam kloroplas merupakan barier/ penghalang antara sitosol dan stroma kloroplas. Membran dalam permeabel terhadap sukrosa, sorbitol, dan macam-macam anion. Meskipun membran dalam impermeabel terhadap sejumlah persenyawaan, namun

membran dalam permeabel terhadap karbon dioksida dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat,asam gliserat, dan asam glikolat, serta kurang permeabel terhadap asam amino. Sistem membran internal® Tilakoidϖ adalah membran dalam kloroplas yang melipat ke arah dalam dan berbentuk seperti lembaranlembaran. Pada permukaan dalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yang tersusun berderet yang disebut kuantosom. Dikuantosom inilah terdapat zat klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Klorofil ini berfungsi menangkap energi cahaya matahari, energi yang ditangkap itu digunakan untuk memecah molekul air, yang kemudian direaksikan dengan karbondioksida menjadi gula dan oksigen. Stromaϖ adalah membran dalam yang membungkus cairan kloroplas, stroma merupakan tempat untuk berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. Granaϖ adalah kumpulan tilakoid yang bertumpuk-tumpuk membentuk badan seperti tumpukan uang logam. Peranan kloroplas dalam proses FS I dan FS II 1. Fotosistem I (FS I) fotosistem I berisi klorofil b, klorofil a 670, klorofil a 695, dan sejumlah kecil klorofil a khusus yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 700 nm, disebut P.700. P700 merupakan pusat reaksi.jika cahaya mengenai PS I klorofil akan mengalami eksitasi, dan eksitasi ini menjalar diantara klorofil ke P.700. pengaktifan P.700menyebabkan terjadinya transfer sebuah elektron ke akseptor elektron X. dari akseptor X melalui ferridoksin 540 dipakai untuk mereduksi NADP+ dan H+, menjadi NADPH (non siklik). Jika terjadi eksistasi NADPH elektron akan kembali melalui Fd.590 dan sitokrom b6 ke P.700 (siklik). Pada waktu P.700 melepaskan elektronnya (foto oksidasi) akan segera kembali ke bentuk semula, dengan menerima elektron dari plastosianin (PC). PC dengan sitokrom f berdekatan dengan P.700 berfungsi untuk transfor elektron yang berasal dari PS II. Fotosistem II fotosistem II berisi klorofil b, klorofil a 670, kloroil a 680. sebagai pusat reaksinya adalah klorofil a yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm, disebut P.680. pada PS II ini terdapat akseptor elektron yang diberi nama Q. akseptor ini dapat menghilangkan fluoresensi klorofil a pada PS II. Pembentukkan Amilum dalam proses reaksi gelap fotosintesis. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi. Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfatϖ mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat.

3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi  Fase reduksi. oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).Lipid . 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje. Fisiologi Dan Reproduksi Sel Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. dan glukosa (C6H12O6). 1. menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel. ϖ fase regenerasi. Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. Selaput Plasma (Plasmalemma) Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein). Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma). Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah: Protein . ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian. di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat- . Pada fase ini. ALPG (fosfogliseraldehid). yaitu: 1. RDP (ribulosa difosfat). Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6).dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. 2. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). Sitoplasma dan Organel Sel.Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).Protein ⇒ Trilaminer Layer Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air). Khusus pada sel tumbahan. Selanjutnya. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong". dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall). Anatomi. 3.Kemudian. yang kemudian berubah menjadi NADP+. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap Reaksi gelap ini menghasilkan APGϖ (asam fosfogliserat). 1. Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. Inti Sel (Nukleus). Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma.

Sitoplasma dan Organel Sel Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma). Ultrastruktur Sel Tumbuhan Organel Sel tersebut antara lain : a. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.) Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. ada yang melekat sepanjang R. Pektin. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.R) Fungsi R. a. . dan ada pula yang soliter. Suberine dan lain-lain Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%).R) • RE. Retikulum Endoplasma (RE.zat penguat seperti Lignin. Ultrastruktur Sel Hewan. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri.E. 2. Dikenal dua jenis RE yaitu : • RE.E. Chitine. berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel. sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel. b. Struktur R. b. Gbr. Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).E. Granuler (Rough E. Ribosom (Ergastoplasma) Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil. Agranuler (Smooth E. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.

Lisosom Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym. Miitokondria (The Power House) Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. • Proteoplas (untuk menyimpan protein). terdiri dari: • Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan. misalnya ginjal. d. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. 3. Plastida Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. misalnya : • Karotin (kuning) . Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel. Dikenal tiga jenis plastida yaitu : 1. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. J. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau.Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein. Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. 2. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen. • Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak). Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House". Sentrosom (Sentriol) Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan). g. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) . c. e.

kaku. berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel". Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol. j. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Mikrofilamen Seperti Mikrotubulus. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas Vakuola berisi : • garam-garam organik • glikosida • tanin (zat penyamak) • minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati. Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu : • Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti). k. Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel. Nikotin.• Fikodanin (biru) • Fikosantin (kuning) • Fikoeritrin (merah) h. Peroksisom (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom. tetapi lebih lembut. Flagela dan Silia. misalnya dijumpai . Mikrotubulus Berbentuk benang silindris. Vakuola (RonggaSel) Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. 3. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Likopersin dan lain-lain) • enzim • butir-butir pati Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil. Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe) • alkaloid (misalnya Kafein. i. Kinin. Inti Sel (Nukleus) Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu : • Selapue Inti (Karioteka) • Nukleoplasma (Kariolimfa) • Kromatin / Kromosom • Nukleolus(anak inti). dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).

which means green. ganggang biru. the free encyclopedia Jump to: navigation. • Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti). Chloroplasts are members of a class of organelles known as plastids. and plastis (πλάστης). Contents [hide] • • • 1 Evolutionary origin 2 Structure 3 Transplastomic . Chloroplasts capture light energy to conserve free energy in the form of ATP and reduce NADP to NADPH through a complex set of processes called photosynthesis. Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel.[1] Chloroplasts are green because they contain the pigment chlorophyll. search The simplified internal structure of a chloroplast Chloroplasts (English pronunciation: /ˈklɒrəplæsts/) are organelles found in plant cells and other eukaryotic organisms that conduct photosynthesis. karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein. Chloroplast From Wikipedia.pada bakteri. which means "the one who forms". The word chloroplast (χλωροπλάστης) is derived from the Greek words chloros (χλωρός).

[4] In that they derive from an . except for Paulinella chromatophora.[3] All chloroplasts are thought to derive directly or indirectly from a single endosymbiotic event (in the Archaeplastida). they are considered to have originated from cyanobacteria through endosymbiosis. This was first suggested by Mereschkowsky in 1905[2] after an observation by Schimper in 1883 that chloroplasts closely resemble cyanobacteria. which has recently acquired a photosynthetic cyanobacterial endosymbiont which is not closely related to chloroplasts of other eukaryotes. In general.plants • • • • 4 See also 5 Notes 6 References 7 External links [edit] Evolutionary origin Chloroplasts visible in the cells of Plagiomnium affine — Many-fruited Thyme-moss A model chloroplast Chloroplasts are one of the many different types of organelles in the plant cell.

chloroplasts are similar to mitochondria. which is bell-shaped.[8] Many of the missing genes are encoded in the nuclear genome of the host. but the parts that are still present show clear similarities with the cyanobacterial genome. A typical parenchyma cell contains about 10 to 100 chloroplasts. intermembrane space 3. it has reticulations.[9] In some algae (such as the heterokonts and other protists such as Euglenozoa and Cercozoa).[7] Chloroplasts have their own genome. These klepto chloroplasts may only have a lifetime of a few days and are then replaced. inner membrane (1+2+3: envelope) . further. The chloroplast is surrounded by a double-layered composite membrane with an intermembrane space. The transfer of nuclear information has been estimated in tobacco plants at one gene for every 16000 pollen grains. Between these two layers is the intermembrane space. forming chloroplasts with three or four membrane layers.endosymbiotic event. 5 μm in diameter and 2. The chloroplast is contained by an envelope that consists of an inner and an outer phospholipid membrane. which is considerably reduced compared to that of free-living cyanobacteria.[10] [edit] Structure Chloroplasts are observable as flat discs usually 2 to 10 micrometers in diameter and 1 micrometer thick. In some cases. Chloroplast ultrastructure: 1.3 μm thick. chloroplasts are separated from a captured alga or diatom and used temporarily. They are believed to correspond to the outer and inner membranes of the ancestral cyanobacterium.[5] which codes for redox proteins involved in electron transport in photosynthesis. In land plants. chloroplasts seem to have evolved through a secondary event of endosymbiosis. In the alga Chlorella. In some groups of mixotrophic protists such as the dinoflagellates.[6] In green plants. such secondary endosymbionts may have themselves been engulfed by still other eukaryotes. outer membrane 2. they are. there is only one chloroplast. or many infoldings. Plastids may contain 60-100 genes whereas cyanobacteria often contain more than 1500 genes. chloroplasts are surrounded by two lipid-bilayer membranes. in general. in which a eukaryotic cell engulfed a second eukaryotic cell containing chloroplasts. thus forming tertiary endosymbionts. The chloroplast has its own DNA. filling the inner spaces. but chloroplasts are found only in plants and protista. this is termed the plastome.

01 μm thick. it involves the coupling of cross-membrane fluxes with biosynthesis via the dissipation of a proton electrochemical gradient. and allows capture of photons with a wider range of wavelengths. granum (stack of thylakoids) 8.4. plastoglobule (drop of lipids) The material within the chloroplast is called the stroma. including chlorophyll and carotenoids. however most of its proteins are encoded by genes contained in the host cell nucleus. TEM image of a chloroplast Within the stroma are stacks of thylakoids. each 0. In the electron microscope. Photosynthesis takes place on the thylakoid membrane. This complex both increases the surface area for light capture. plastidial DNA 12. which then passes onto the photochemical reaction centre. thylakoid lumen (inside of thylakoid) 6. starch 10. It also contains ribosomes. the sub-organelles.[1] A thylakoid has a flattened disk shape. Embedded in the thylakoid membrane are antenna complexes. thylakoid membrane 7. which are the site of photosynthesis. as well as proteins that bind the pigments. as in mitochondrial oxidative phosphorylation. corresponding to the cytosol of the original bacterium. The energy of the incident photons is absorbed by the pigments and funneled to the reaction centre of this complex through resonance energy transfer. producing an excited electron. Two chlorophyll molecules are then ionised. The thylakoids are arranged in stacks called grana (singular: granum). with the protein products transported to the chloroplast. thylakoid membranes appear as alternating light-and-dark bands. thylakoid (lamella) 9. . each of which consists of the light-absorbing pigments. Inside it is an empty area called the thylakoid space or lumen. and contains one or more molecules of small circular DNA. ribosome 11. stroma (aqueous fluid) 5.

seperti bakteri. meskipun penemuan baru dari kelompok kedua prokariota. Beberapa organisme. dan jenis pertama dari sel untuk berevolusi. chloroplasts have caught attention by developers of genetically modified plants. Yang paling sederhana sel. showing a failed containment rate of transplastomic plants at 3 in 1. In most flowering plants. [edit] Transplastomic plants Recently.000.000.[11][12] Chloroplasts appear to be able to exchange proteins via stromules. Bakteri adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari bentuk organisme prokariotik. This makes plastid transformation a valuable tool for the creation and cultivation of genetically modified plants that are biologically contained. recent results in tobacco plants are promising.1 Latar Belakang Tampaknya bahwa kehidupan muncul di bumi sekitar 4 milyar tahun yang lalu.[16] Where chloroplasts are inherited only from the female. disebut archaea. yang terdiri dari . merupakan uniseluler. formed as extensions of their outer membranes. Sel adalah unit struktural dan fungsional dari semua organisme hidup. adalah prokariotik sel-organisme yang tidak memiliki membran nuklir. PENDAHULUAN 1. transgenes in these plastids cannot be disseminated by pollen. While the reliability of this mechanism has not yet been studied for all relevant crop species. chloroplasts are not inherited from the male parent. telah memberikan bukti domain selular ketiga kehidupan dan wawasan baru ke dalam asal usul kehidupan itu sendiri.[13] and thus function as a network.Recent studies have shown that chloroplasts can be interconnected by tubular bridges called stromules.[14][15] although in plants such as pines. thus posing significantly lower environmental risks. membran yang mengelilingi inti sel. This biological containment strategy is therefore suitable for establishing the coexistence of conventional and organic agriculture.[15] KLOROPLAS I. chloroplasts are inherited from males.

untuk mengetahui tentang asal mula kloroplas 2. ia dapat mengambil nutrisi. adalah multiseluler. Bahkan lebih menakjubkan adalah bahwa setiap sel menyimpan seperangkat instruksi sendiri untuk melaksanakan masing-masing kegiatan. untuk mengetahui struktur dari kloroplas 3.000. seperti manusia. atau memiliki banyak sel-sel diperkirakan 100.000.2 Tujuan Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki tujuan sebagai berikut: 1. sel hewan dan sel tumbuhan memiliki organel khusus yang bila dimiliki oleh sel hewan maka sel tumbuhan tak memilikinya.000!!. Bagaimana struktur dari kloroplas 3. mengkonversi nutrisi menjadi energi. menjalankan fungsi-fungsi khusus. untuk mengetahui fungsi dan peranan kloroplas di dalam tubuh tumbuhan 1. organisme lain. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki berbagai macam organel. begitu juga sebaliknya jika sel tumbuhan memilikinya maka sel hewan tak memilikinya salah satunya adalah kloroplas yang terdapat di dalam plastida sel tumbuhan. Apa saja fungsi dan peranan kloroplas dalam tubuh tumbuhan .satu sel.000.3 Rumusan Masalah Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana asal mula terbentuknya kloroplas 2. 1. Setiap sel adalah dunia yang menakjubkan. dan bereproduksi jika diperlukan.

yang berarti hijau. mereka dianggap berasal dari cyanobacteria melalui endosimbiosis Ini pertama kali diusulkan oleh Mereschkowsky pada 1905 .1 Asal Mula Kloroplas Kata kloroplas (χλωροπλάστης) berasal dari kata Yunani chloros (χλωρός). Kloroplas adalah salah satu dari berbagai jenis organel dalam sel tumbuhan. Kloroplas adalah anggota dari kelas yang dikenal sebagai organel plastida . Secara umum.II. yang berarti "orang yang bentuk". dan plastis (πλάστης). . setelah pengamatan dengan Schimper pada tahun 1883 yang sangat mirip kloroplas cyanobacteria. PEMBAHASAN 2.

kecuali untuk Paulinella chromatophora. kloroplas mirip dengan mitokondria . kloroplas dikelilingi oleh dua -bilayer membran lipid . 2. . Semua kloroplas diperkirakan berasal langsung atau tidak langsung dari aktivitas endosymbiotic tunggal (dalam Archaeplastida ). seperti halnya bakteri.Hipotesis endosimbiosis kloroplas ini dikemukakan berdasarkan kenyatan pada saat ini. 4. yang mirip dengan tilakoid pada kloroplas. Bahwa mereka berasal dari sebuah acara endosymbiotic. telah reticulations.yang kode untuk protein redoks yang terlibat dalam transpor elektron dalam fotosintesis. kloroplas memiliki sendiri DNA . Kloroplas memiliki membran rangkap dan membran luarnya mirip dengan struktur membran sel. Ada beberapa fotosintetik (cyanobakteria) yang memiliki membrane fotosintetik. bahwa: 1. mengisi ruang batin. Kloroplas dapat bertambah banyak melalui pembelahan. 3. yang baru-baru ini mengakuisisi endosymbiont cyanobacterial fotosintesis yang tidak berkaitan erat dengan kloroplas dari eukariota lainnya. kloroplas ini dikelilingi oleh membran komposit berlapis ganda dengan ruang antarmembran. ini disebut sebagai plastome Pada tumbuhan hijau. lebih lanjut. Didalam kloroplas terdapat DNA yang juga dijumpai pada bakteri fotosintetik. atau infoldings banyak. tapi kloroplas hanya ditemukan di tanaman dan Protista. Mereka diyakini sesuai dengan dan dalam membran luar cyanobacterium leluhur.

tetapi bagian yang masih ada menunjukkan kesamaan jelas dengan cyanobacterial genom. terdapat dalam sel tumbuhan lumut (Bryophyta). Banyak dari gen yang hilang dikodekan dalam genom nuklir dari tuan rumah. sekunder seperti endosymbionts mungkin sendiri telah ditelan oleh eukariota lainnya masih. sehingga membentuk endosymbionts tersier. Dalam beberapa kelompok mixotrophic protista seperti dinoflagellata . Plastida mungkin berisi 60-100 gen sedangkan cyanobacteria sering mengandung lebih dari 1500 gen. kloroplas dipisahkan dari alga ditangkap atau diatom dan digunakan sementara. yang berbentuk lonceng. kloroplas tampaknya telah berevolusi melalui peristiwa sekunder endosimbiosis. Dalam alga Chlorella . Pada beberapa ganggang (seperti heterokonts dan protista lain seperti Euglenozoa dan Cercozoa ). Garis tengah lensa . Struktur 2. Ini kloroplas Klepto mungkin hanya memiliki masa pakai beberapa hari dan kemudian diganti. yang jauh berkurang dibandingkan dengan cyanobacteria hidup bebas. di mana sel eukariotik sel eukariotik menelan kedua yang berisi kloroplas. umumnya berbentuk lensa.2 Struktur Kloroplas Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau. hanya ada satu kloroplas.Kloroplas memiliki genom mereka sendiri. paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). membentuk kloroplas dengan tiga atau empat membran lapisan. Pemindahan informasi nuklir telah diperkirakan dalam tembakau tanaman pada satu gen untuk setiap 16000 serbuk sari. Dalam beberapa kasus.

plastidial DNA 12. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan. tetapi tidak umum dalam semua sel. maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida .tersebut 2-6 milimikron. membran tilakoid 7. membran luar 2. sedangkan tebalnya 0. Bila ada. ribosom 11. lumen tilakoid (dalam tilakoid) 6. proplastida berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda.5-1. tilakoid (lamella) 9. bagian dalam membran (1 +2 +3: amplop) 4. Proplastida merupakan prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman. pati 10. Plastida adalah organel bermembran rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam.0 milimikron. Kloroplas ultrastruktur: 1. stroma (cairan air) 5. plastoglobule (setetes lipid) . antarmembran ruang 3. tergantung pada macam jaringan dan macam lingkungan yang berpengaruh. granum (tumpukan thylakoids) 8.

Pada ganggang. dengan pembesaran yang paling kuat. tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain. Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya. yaitu pigmen yang berwarna kuning sampai jingga yang disebut karoten. seringkali disertai pirenoid. Kloroplast bernbentuk pita spiral ditemukan pada Spirogyra. sedangkan yang berbentuk jala ditemukan pada Cladophora. Hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil. kadang-kadang lebih besar). Seperti halnya mitokondria. sedangkan kloroplast berbentuk pita ditemukan pada Zygnema. yang dipisahkan oleh ruang antar membran. bintang menyerupai jaring. Kloroplas matang pada beberapa ganggang. Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid. spiral.Pengamatan dengan mikroskop cahaya. bentuknya dapat seperti mangkuk. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan membran dalam. yang sering disebut pula daging daun. Membran luar . sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis berlangsung di stroma. bahkan juga pada batang dan ranting yang berwarna hijau. Bentuk kloroplast yang beraneka ragam ditemukan pada alga. Disamping klorofil a ( pigmen berwarna hijau ) dikenal pula klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil a. kloroplast terlihat berbentuk butir. bryophyta dan lycopodium dapat memperbanyak diri dengan pembelahan.

serta kurang permeable terhadap asam amino. Dan bagian dalam tilakoid disebut lokulus.kloroplas menutupi ruang intermembran antara membran dalam dan membran luar kloroplas. yaitu ruang antar membran. Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri fotosintetik menjadi organel sel tanaman. Satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. asam gliserat. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut fret atau lamella grana. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat kompartemen yang terpisah. yang mengandung enzim untuk reaksi terang pada proses fotosintesis. derivate yang mengandung fosfat. dan sukrosa. Reaksi terang dari fotosintesis terjadi di tilakoid. dan asam glikolat. dan stroma. Sebuah tilakoid yang melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. Membran tilakoid yang mengelilingi ruang interior tilakoid yang berisi cairan mengandung klorofil dan pigmen fotosintesis lain serta rantai transport elektron. asam karboksilat. lokulus. Membran luar kloroplas mengandung porin seperti halnya pada mitokondria yang menyebabkan membran ini permeable terhadap molekul seperti nukleotida. Dari kebanyakan hasil ekspeimen membuktikan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruangan antar membran. sedangkan stroma merupakan tempat berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. Membran dalam membentuk struktur seperti tumpukan piringan yang saling berhubungan yang disebut tilakoid yang tersusun membentuk grana. stroma kloroplas mengandung molekul DNA sirkuler dan ribosom. Seperti pada matriks mitokondria. Disela-sela kompleks membran berisi matriks yang amorf disebut stroma. Membran dalam bersambungan dengan kompleks membran di bagian dalamnya. Tilakoid merupakan tempat berlangsungnya reaksi terang fotosintesis. dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat. Sebaliknya membran dalam relatif lebih impermeabel sejumlah persenyawaan namun membran dalam permeable terhadap CO2. Genom kloroplas terdiri dari 121 . fosfat inorganic.

3 Fungsi dan Peran Kloroplas a. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. 2/3nya diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel sementara 1/3nya diekspresikan dari genom kloroplas. Genom kloroplas mempunyai subunit yang besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate carboxylase. Protein yang terlibat di dalam kloroplas sebanyak 60 protein. Studi terbaru menunjukkan bahwa kloroplas dapat saling dihubungkan dengan jembatan berbentuk tabung yang disebut stromules .Fotosintesis Pada Tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Kloroplas tampaknya dapat protein pertukaran melalui stromules. 2. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. dihasilkan di sitoplasma dan selanjutnya dikirim ke kloroplas. Diperkirakan pula terdapat sekitar 60 macam polipeptida pada membran tilakoid. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Pada respirasi. Sebagian besar protein dalam kloroplas dikode oleh gen nuklear.024 pasang nukleotida serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung gen-gen rRNA (16S dan 23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom.. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. dibentuk sebagai perluasan dari membran luar mereka. sehingga fungsi dan sebagai jaringan. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. gula (glukosa) dan . Setengah diantaranya dikode oleh DNA kloroplas.

Dalam reaksi terang. Pada dasarnya.senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. menuju mesofil. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. dan energi kimia. Namun secara umum. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Energi yang digunakan dalam reaksi . tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Pada tumbuhan. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. air. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. tepatnya pada bagian stroma.

Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau.600 nm). yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. b. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis.700 nm). klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Sebagai contoh.. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. biru (410 . Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa.500 nm) dan violet (< 400 nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . hijau kuning (510 .gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Kloroplas mengandung beberapa pigmen.Fotosintesis Pada Alga dan Bakteri .

Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. Di mana kloroplas diwariskan hanya dari betina. c. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. Mengenal Kloroplas di 02:34 Diposkan oleh agus_wazza 4 komentar . meskipun dalam tanaman seperti pinus. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. kloroplas tidak diwariskan dari induk jantan.Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. transgen dalam plastida tidak dapat disebarluaskan oleh serbuk sari . Sementara keandalan mekanisme ini belum dipelajari untuk semua jenis tanaman yang relevan. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. Hal ini membuat transformasi plastid alat yang berharga untuk penciptaan dan budidaya tanaman dimodifikasi secara genetis yang terkandung biologis. Ini kontainmen biologis strategi oleh karena itu cocok untuk mendirikan koeksistensi dan organik pertanian konvensional . kloroplas diwariskan dari laki-laki. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. menunjukkan tingkat penahanan gagal tanaman transplastomic jam 3 1. hasil terakhir pada tanaman tembakau menjanjikan.Transplastomic Tanaman Pada tumbuhan berbunga kebanyakan..000.000. sehingga berpose lingkungan risiko yang lebih rendah secara signifikan.

Dari banyak penelitian menunjukkan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruang atar membran. derifat yang mengandung fosfat. Dilihat dari permeabilitasnya fungsi dari membran luar kloroplas dan mitokondria mempunyai persamaan. satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. pada tumbuhan rendah bentuknya sangat bervariasi. bagian dalam tilakoid disebut lokulus. Kloroplas dapat dilihat dengan mikroskop biasa. pada chlamidomonas hanya sebuah berbentuk mangkuk. Pada beberapa literatur tidak ditemukan istilah tilakoid grana. Membran ini permeabel terhadap persenyawaan yang berat molekulnya rrendah seperti nukleotida. Membran dalam dan membran luar dipisahkan oleh ruang antarmembran. Sebagian tilakoid melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. Membran luar Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam dengan ruang antarmembran sejauh 10nm. fosfat organik. Tata nama dan kompartemen dalam kloroplas Kloroplas memilki membran rangkap seperti pada mitokondria. spirogyra mempunyai kloroplas seperti pita yang letaknya spiral sepanjang sel. Panjang antara 5 – 10 µm. Membran dalam memiliki hubungan dengan kompleks membran dalam kloroplas. Jadi ruang antarmembran merupakan jalan masuk bebas untuk segala macam molekul makanan dari sitosol. . Susunan /tumpukan tilakoid disebut granum. euglena gracillis memiliki 10 buah kloroplas setiap sel.Struktur dan ultrastruktur kloroplas Kloroplas terdapat pada sel-sel tumbuhan eukariotik. Fret umumnya disebut lamela grana. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut “fret”. asam karboksilat dan sukrosa. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antarmembran lokulus dan stroma. Kompleks membran (membran internal) sebagian besar memiliki bentuk seperti kantung pipih yang disebut tilakoid. sel tumbuhan tinggi berisi 50-200 kloroplas.

Seperti membran dalam mitokondria. dikarboksilat. Gambar-gambar mikroskop elektron dari sistem membran internal menunjukkan adanya struktur yang serupa dengan F1 pada mitokondria yang berisi faktor penggandeng dengan ATPase PHOTOSYNTHESIS The free chemical energy required for life processes is derived from organic food materials by a process called biological oxidation. dan ATP. Meskipun impermeabel terhadap berbagai persenyawaan. it will be exhausted in no time. nature has devised a unique mechanism by means of which it replenishes the organic food materials in excess and this is achieved by harnessing the solar energy by plants. Selain itu pada membran tilakoid terdapat “carrier” elektron dan faktor penggandeng (coupling facttors) transpor elektron pada waktu fosforilasi. membran dalam permeable terhadap CO2 dan asm mono karboksilat tertentu (misalnya asam asetat. dan persenyawaan seperti nukleotida dan gula fosfat). fosfogliseerat. sorbitol dan berbagai anion (misalnya di dalam trikarboksilat.Membran dalam Membran dalam mempunyai sebagai “barrier” antara sitosol dan stroma kloroplas yang bersifat impermeabel terhadap sukrosa. telah diketahui bahwa membran tilakoid berisi kelengkapan enzim yang komplit untuk melakukan reaksi terang pada fotosintesis. If organisms are allowed to utilize the existing food materials on this planet. asam gliserat. asam glikolat) dan kurang permeabel pada asam amino. fosfat. Disinilah letaknya klorofil pada organel kloroplas. . membran dalam kloroplas memiliki “carrier” spesifik untuk mentranslokasi berbagai bahan metabolik yang penting seperti fosfat. However. Tapi bagaimanapun bentuk fisik yang sebenaranya. dehidroaseton fosfat. Sistem membran interenal Membran internal merupakan jaringan membran yang kompleks pada stroma dan sukar digambarkan seperti keadaan sebenarnya.

converted and conserved in the form of radiation by chemical energy Biochemically this process can also be defined “as light sensitized Red-Ox process” for it involves light induced Oxidation-Reduction processes.Definition: magnetic Photosynthesis can be defined as a “ series of processes in which solar electro energy green (SEMR) plants”. . is captured.

it was Joseph Priestley who discovered that the plants are capable of purifying the air and called this process as dephlogistication. plants and animals behave similarly by However. Historical Account Though Aristotle observed the effect of light on greening of the plants. SEMR Spectrum: The SEMR spectrum is quite large. O3.8-13 x 1012 K. CO2. of which. cal. per mole-1. and oceanic plants (about 85%) in fixing a total of 35-146 billion tones of carbon every year which is equivalent to 1. . Out of this only 1% is used by land plants which form about 15% of total plant population.Cals. light with shorter wavelength has more energy than the light with longer wave length (Blue light has more energy than the red light). in the form of discrete energy packets called photons. Light travels in waves. For example. consisting of cosmic rays at one extremity and radio waves at the other. But Jan Ingen Houze demonstrated that plants can dephlogistication the air In dark.Solar Energy Sun emits light in the form of solar electro magnetic radiation (SEMR) of which only 40% reaches the surface of earth and rest is absorbed by O2. (by liberating O2) only in the presence of light. of chemical energy. The energy content of each photo varies and depends upon the frequency and speed of the light. plants use only blue and red parts of the visible for photosynthesis. Einstein of Red light (700 nm) has 80 K. releasing CO2 and phlogisticating the air (impurifying the air). dust and H2O present in outer atmosphere of the earth. it was Jean Senebier.

(CH2O) n plant plants Robert Mayer. Light light H2O + CO2 ------------.Organic carbon + O2 (Jean Senebier) At this juncture. Plants – O2 (Priestley) Light Plants --.who postulated that plants fix the atmospheric CO2 (fixed air) into organic compound and the oxygen that is liberated comes from CO2.C + O2 C + H2O ---.O2 (Jan Ingen Houze) Light Plants + CO2 --. This was an important step in understanding photosynthesis. . clearly elucidated that the plants capture solar energy and store it in the form of chemical energy. who was responsible for the theory. Nicholas Theodore de Saussure postulated that H2O is used up in fixing the CO2 into organic compounds. “that energy can neither be created nor destroyed”.

Blackman. are the notables among the stalwarts who have made significant contributions in understanding the structure and functional aspects of Photosynthesis. Ellis. Emerson. Park. . Arnon. Calvin. radio active isotopes demonstrated that the oxygen that is liberated comes from the H2O and not from CO2 as it was believed earlier. Govindjee. But people still believed that the oxygen that is liberated during photosynthesis However it was Robert Hill and Van Neil using comes from the splitting of CO2 into C and O2. 4H2O ----------.2H2 + 2O2 Since then numerous workers have contributed their part in understanding various aspects of photosynthesis. Parker. Photosynthetic Organelles: Chloroplasts Plastids are the unique organelles found exclusively in plants (with the exception of fungi).Meanwhile the importance of chloroplast and chlorophyll in fixing CO2 in the presence of light was made clear. Sanpeitro.

of chloroplast structure. In this liquid 30-40 highly organized circular membranous structures are found. .A fully developed chloroplast is bounded by a double membrane system within which. a fluid or a matrix called stroma is found. In these thylakoids the photosynthetic pigments and their Refer page No. Each Granum is made up 10-100 circular flat membranous discs called thylakoids.190 for the details associated pigments are organized into photosynthetic units. These are called Grana.

.If thylakoids are cut open by freeze fracture method and observed under an electron microscope. These surfaces are studded with numerous Those structures found in the inner core of the membranes are called Quantasomes which act as photosynthetic units. granular structures. four surfaces can be made out as shown in the (fig).

which are nothing but photosynthetic units which are capable of absorbing solar energy as well as performing photo-chemical reactions.Photosynthetic units: associated with the Park and Branton discovered the presence of array crystalline particles.S-II by sonication and This has led to the study of chemical analysis and differential ultra centrifugation methods. smaller is P. The larger particle is P. The inter-granal lamellae or But the granal thylakoid membranes are associated stromal lamellae have just P.S-I particles.S-II and the Park and Sane have succeeded in isolating P-S-I and P. protein curried in thylakoid membranes. Such particles are called Quantasomes.S-I. function of each of these units. Photosynthetic Unit I: It is smaller of the two photo-systems. .

Transfer of energy: These two photo systems with their respective pigments and light harvesting proteins are oriented in the membrane in such a way. light It is the larger photosynthetic unit. and Plastocyanin and ATP dependent NADP reductase. harvesting Pheophytin. specific Mn2* associated Z-protein complex (32 KD). electrons to P.S-I is totally absent in granal membranes but it is found only in stromal lamellae. Carotenoids. but in granal membranes the reduction of NADP to NADPH2 occurs.S-I but it is another form of P. Cytochrome-b 6. they can capture the fleeting photons randomly. This system is also associated with Fe-S containing Ferrodoxin (a reducing substance). chlorophyll-a 700. It also has a unique. Chlorophyll-a 680 Its major function is to liberate O2 and donate However Arnon feels that the originally believed P. In inter-granal lamellae cyclic photo-phosphorylation occurs. 25 K. Only time will tell the reality of its structure and function. Photosynthetic Unit II: granal membranes. Recently Arnon came out with a view that P.S-II system. P. proteins. chlorophyll-b. a non heme-iron protein called Ferrodoxin (FRS). 25 K.S-I is made up of 230-250 chlorophyll-a molecules.with P. molecule which exists in the form of a dimmer. are also present. chlorophyll-b.D light harvesting proteins and unique Along with the molecule called Carotenoids. Plasto Quinone and Cytochrome-b 559.S-I system.D.S-I involved in the reduction of NADP is not P. All the molecules in each of these photo-synthetic units are spaced and . which exists in the form of a dimmer.S-II system. exclusively found or restricted to It is made up of a number of chlorophyll-a (more).

The transfer of captured light energy is ultimately drawn to active centers.Chlorophyll-a 700 .oriented in such a way.Chlorophyll-a 680 Carotenoids --- Chlorophyll-b --. Chlorophyll-a --. Here the unit of energy that is transferred to as exciton. captured photons are transferred from molecule to molecule by a phenomenon called inductive resonance.

.

shows that chloroplasts contain green pigments (chlorophylls) and yellow pigments (carotinoids). . with the exception of photosynthetic photosynthetic bacteria where the primary pigment is Bacteriochlorophyll. All other pigments act as secondary pigments. Similarly absorption chlorophyll-b has absorption spectrum at 453 nm to 642 nm and carotinoids have an absorption band between 430 nm – 490 nm. chlorophyll-a acts as the organisms. chlorophyll-a and at 430 nm (blue light) and 662 nm (red light).Photosynthetic pigments Pigment analysis of photosynthetic organelles. Absorption Spectrum: shows maximum The absorption spectrum of these pigments indicates that. primary pigment and it is present in all Among chlorophylls.

Action spectrum and Enhancement effects Though individual pigments absorb light at different wave lengths. Though carotinoids absorb light at green and orange regions. If red light or blue light is provided alone. . they transfer the energy to other pigments like chlorophyll-b and chlorophyll-a for effective function. instead of direct action. oxygen liberation would be inefficient on the other hand if both the lights are given simultaneously the photosynthesis. not all the wave lengths are efficient in photosynthetic process either in terms of oxygen liberation or carbon fixation.

Structurally Grana perform the photochemical act by capturing. it was first demonstrated by Robert Hill. it is considered as a temperature dependent process. The pigments act as antennas for capturing . it is referred to as light reaction. Stromatic fluid is the site for the utilization of light dependent granal products in carbon fixation. light rays in the form of photons in terms of quantums. Light Reactions As the first phase of photosynthesis is light dependent. converting and conserving the solar energy in the form of chemical bonds in ATP and NADPH + H*. though certain steps are temperature dependent. entire process can be simplified in the following equation and in the scheme. As this process is controlled by a number of enzymes. Basic principles involved in photosynthesis is capturing of solar electromagnetic radiations at a particular wave length by pigment/protein complexes. Hill’s reaction for.Mechanism of Photosynthesis The process of light capturing and carbon dioxide fixation are separated by time and space. liberation of O2. however this is also called. This is also involved in the In this primary process. others are light dependent and temperature independent reactions. However light induced photochemical reactions are extremely fast reactions The are relatively slow and take place later as they depend upon the products of light reactions.

provides. say -10^ 14 sec and then drops to down to the next lower orbit where it stays only for a very short time.The light captured. where at a particular site an electron accepting the light energy jumps to a higher orbit. with photons containing specific quantum of energy. then it falls back to its original orbit (ground state). The orbit to which it jumps depends upon the amount of energy a captured photon In the orbit the excited (higher energy electron) electron stays for a very short period of time. . is translocated among the atoms of pigment.

the absorption of photons of SEMR by pigment systems makes Chlorophyll + Protein complex + light --. To begin with.Chlorophyll - (Ground state) . light energy accepted by the electron is transferred to another substance. explanation of light harvesting process.protein complex (CPC) (excited) . the captured energy is released either in the form of fluorescence or heat Photoionization: them excited. Thus the This is a simple If the energy rich electron is not used.During downward fall the energy rich electron can be transferred to another compound.

S-I and P. Chlorophyll-protein complex (Excited) + H2O ------. where P. This phenomenon is called photoionization. .S-II.S-I is directly involved in the reduction of NADP. found in granal membranes.Chlorophyll – Protein complex + H* _ OH – (Ground state) The photocopied products like H* + OH – ions are simultaneously accepted by the photosystem I and photosytem II respectively. Production of reducing power: It is now certain that the synthesis of NADPH + H* is the co- ordinate function of P.The excited chlorophyll-protein complex reacts with water and splits the water into hydrogen ion (OH-).

the larger photosynthetic unit of the two. 2 accepted by photo system II. This is a powerful reducing agent required for carbon fixation and it is released into the stromatic fluid as it is synthesized.I. If electrons are not provided. Liberation of oxygen: Along with P. photons of the SEMR are trapped by a number of antenna like chlorophyll-protein complexes. P.When the light strikes the photosystem I units. utilizing 2 Quanta of light. P. In this process the energy that is responsible for boosting the electrons is now stored in NADPH + H*.S.II which is also moved in the act of electron transport. As the electrons from chlorophyll-a 700 are lost to NADP.S. This energy is transferred from molecule to molecule towards the special molecule called chlrophyll-a 700.II units also capture photons and transfer the excitons to the active centre called chlorophyll-a 680 which exists in the form of a dimer. has 32 K. As chlorophyll-a exists in dimmers. these molecules become active and However the electrons for chlorophyll a 700 come from this condition is called photo-bleaching. When a Quantum of light energy is conveyed a chlorophyll-a 700. the chlorophyll-700 molecules are rendered electrically positive.D. an electron at a particular site gets the energy and it is boosted to the next higher orbit or higher stage of energy. Similar to chlorophyll-a 700. Z protein complexed with manganese ions as . chlorophyll-a 680 molecules also boost up the electrons to higher state of energy.S. chlorophyll-680 molecules also boost up the chlorophyll-a 700. which acts as the reaction centre or energy trap.

ions are brought on to the two Mn-Z protein complexes. the OH orbitals may overlap on each other.Z protein complex readily reacts with negatively charged OH ions in water. As a result. With the loss of every electron from the terminal chlorophyll a 680 molecule. This may result in reorientation and reaction to produce 2H2O and a molecule of O2. This leaves Z – Mn2* complex free to receive another set of OH ions. in such a way. the positively charged Mn2*. One more boosting of a pair of electrons are to be released from Z-Mn complex to receive two more OH – ions. . When 4 such OH. PS –II Z –Mn2* Complex + 4 OH –4 photons PS II – Z Mn2* + 2H2O + O2 Non-Cyclic Photophosphorylation The electrons that are boosted to higher state of energy from PS-II Chl a 680 – are immediately accepted by pheophytin.active centre. an electron is supplied by “Z” protein Mn2+ complex and thus this protein complex gets activated with every photon absorbed.

Then the electrons are shuttled to a labile molecule called plastoquinones (PQ).

The molecule

simultaneously accepts 2H* ions and 2 electrons and gets reduced to PQH2, which in turn releases the H* protons into inner thylakoid space and simultaneously transfer the electrons to

Cytochrome 559.

This is accompanied with the loss of small amount of energy is released.

This

energy is utilized and stored in the terminal bond of ATP molecule.

This phenomenon is referred

to as non-cyclic photophosphorylation. From Cytochrome f, the electrons reach Chl a 700 through copper containing neutral and now they are ready for another cycle of electron boosting process. Meanwhile, as the electrons are lost from chlorophyll a 680 to chlorophyll a 700 the former molecule becomes positively charged. ions. The electrons that neutralize Chl a 680 come from (OH)

Cyclic photo phosphorylation:

Photosynthetic unit-I that is found exclusively in inter granal During the down hill journey of electrons, energy is

lamellae is involved in a cyclic electron flow.

liberated and the same is utilized in the phosphorylation of ADP + Pi to ATP.

P.S-I absorb photons and energy is conveyed to the terminal Chl a 700 which exists in dimer form. The electrons are boosted to higher orbital, which is accepted by FRS. Then electrons are channeled through a series of electron accepters back to Chl a 700 molecule. When the electrons are transferred from FD to cytochrome b 6and form Cyt b 6 to Cytochrome 1, sufficient amount

of energy is released. The energy that is released during this shuttle is due to the difference in the Red-O potential between the oxidant and reductant. This energy is captured and utilized in

the formation of a high energy terminal bond of ATP molecule.

Light reaction and its products During light reaction solar energy is absorbed by chlorophyll light harnessing complex and utilize water for photochemical reaction to produce 3 ATP, 1 NADPH + H*, 2H2O, 1 O2 per cycle of reactions.

. Oxygen either escapes or it Dark reaction or Calvin Cycle Stromatic fluid consists of all the enzymes required for carbon dioxide fixation. have elucidated Calvin is probably the one and the only biochemist.Particularly ATP and NADPH + H* are released into stromatic fluid. all the biochemical steps involved in this process. is utilized by respiratory process. who has been awarded the Nobel Prize for this kind of work. Calvin et al.

for the first stable intermediate product produced is a 3 Carbon organic acid.This pathway is also called C 3 pathway. further it is these 3 carbon components that play an important role in the synthesis of Glucose. This process takes place in 3 steps: 1) Carbon oxidation 2) Reduction 3) Regeneration. .

Carbon Fixation Ribulose monophosphate (5C) an intermediate component of carbohydrate metabolism first gets phosphorylated synthesized. RUDP carboxylase is responsible for the addition of CO2 to RUDP. formed. RUDP + CO2 – 2 PGA 2 (5C) (1C) (3C) . when a highly stable 6C compound. by an enzyme Ribulose kinase and a molecule of Ribulose di phosphate is RUMP + ATP – RUDP + ADP. break up into two 3 Carbon compounds called 3-Phosphoglyceric acid (PGA). 1 The RUDP (5C) acts as an acceptor of CO2 found dissolved in the stromatic fluid.

Reduction Before the 3-PGA gets reduced. the 3-PGA is primed up by phosphorylation by phosphoglycerokinase to produce. A molecule of ATP is consumed . in the process. Di phosphoglycerate (Di PGA).

DiPGA + NADPH + H = PGALD + NADP + Pi (3C) (3C) For the fixation of one molecule of CO2 into 2 molecules of PGALD. 3 – DiPGA + ADP (3C) (3C) The DiPGA gets reduced by NADPH + 1H*to Phospho glyceraldehydes (2 PGALD). 3 molecules of ATP and 2 molecules of NADPH + H* are required. The enzyme involved is glyceraldehydes dehydrogenase. The sum of Carboxylation and reduction process to produce one molecule of Glucose has been given in the following equation.3-PGA + ATP = 1. one molecule of RUMP. 6 CO2 + 6 RMP + 18 ATP + 12 NADPH + H* = 12 PGALD + NADP + 18 ADP + 12 Pi .

Regeneration In this process. 5 PGALD = 5 Di HAP 6 . At the same time one molecule of glucose is produced. Out of 12 PGALD. 12 PGALD are subjected to a regeneration process in which 6 RUMPs initially consumed are regenerated. five are converted into Dihydroxy Acetone Phosphate (DiHAP) by an isomerase enzyme.

3 Fructose-6-phosphate. The enzyme is Aldolase.I Glucose 6-p (6c) (6c) The remaining 2 Fructose-6 phosphates combine with 2 molecules of phosphoglyceraldehyde. enzyme is transketolase. 3 molecules of PGALD combine with 3 molecules of Di HAP to form 3 molecules of Fructose-1. 6 di phosphates are subjected to phosphate action in which one phosphate is removed to produce Fructose-6 phosphates. 1 Fructose 6-p -----. 3 PGALD + 3 Di HAP --. 6-diphosphate --. to undergo a rearrangement process in which 2 molecules of Xylulose phosphates are produced. The .In the next step. Out of the 3 Fructose 6-phosphates. 6-Di Phosphate. one is converted into Glucose 6-phosphate by phosphogluco isomerase. 6-Di P (3c) (3c) (6c) These Fructose-1.3 Fructose-1. 3 Fructose-1.

. which immediately undergoes phosphotase action to produce sedopheptulose7.2 Sedoheptulose-7-p The two sedoheptulose 7-phosphates thus produced combine with the rest of 2 molecules of phosphoglyceraldehyde to produce 2 molecules of Ribose-5-phosphate and 2 molecules of xylulose 5-phosphate. 7-di P. The enzyme involved is Aldolase.phosphate. 2 Erythrose-P + 2 Di HAP (4c) (3c) = 2 Sedoheptulose-1. 7-di P 2 Sedoheptulose-1.2 Fructose6-p + 2 PGALD (6c) (6c) = 2 Erythorose-4-p + 2 Xylulose-5-p Then 2 Erythrose 4-P combine with 2 Dihydroxy acetone-P by another Transketolase enzyme to form a carbon Sedoheptulose-1. 7-diphosphate.

2 Ribose – 5 – P = 2 Ribulose 5 – P (5c) (5c) 4 Xylulose 5 – P = 4 Ribulose 5 – P (5c) (5c) The RUMPs thus produced are again used up in another cycle of CO2 fixation. The results of the 7 PGALD + 5 Di HAP = 1 Glucose + 6 RUMP . pathway can be summed up as.2) Sedoheptulose-7 – P + 2 PGALD (7c) (3c) = 2 Ribose-5 – P + 2 xylulose-5 – P (5c) (5c) The two ribose-5 – phosphates and four xylulose-5 – phosphates (reaction 9 &12) are converted to Ribulose monophosphate by the isomerase and epimerase respectively.

This is also called C4 pathway because the first This intermediate compound synthesized. Graminae members like Sorghum and Sugarcane the vascular bundles found in the vines are surrounded by a single layer of bundles heath cells. The uniqueness of this process In is that C4 pathway and C3 pathway operate in the same plant. but in different structures. (This is named after the discoverers). which in turn are surrounded by mesophyll .Hetch & Slack pathway or C4 pathway Though Calvin cycle or C3 pathway is prevalent in the majority of Dicot plants some tropical Graminae or Grasses operate carbon fixation by another pathway called Hatch and Slack pathway. during carbon fixation is a four carbon organic acid. method is considered as an efficient method of carbon fixation.

Pigments: Green chloroplasts contain green as well as yellow pigments. maximum and reaches If the intensity of light is increased. under controlled conditions shows minimal or optimal or maximal quantities. Thus in living systems various factors and their concentration readily affect the efficiency of photosynthesis.cells. it is controlled by various factors to achieve maximum yield. Chl-a & Chl-b are invariable present. the rate of reaction increases. among yellow pigments carotenes and xanthophylls are present. Under optimal conditions if any one of the factors is deficient the rate of If such a factor is increased the rate also increases. chlorophyll-a. another factor. particularly Chl-a 700 and Chl-a 680 are directly involved in the primary process of photochemical reactions. For example. Thus the rate photosynthesis suffers. if carbon dioxide is deficient. Factors that control photosynthesis Photosynthesis being a photo biochemical process. Chloroplasts found in mesophyll cells and bundle cells show different structure as well as functions. when photosynthesis is operating under optimal condition. but reaches saturation point at which condition. other pigments absorb light at specific wave . Among green pigments. Even though Chl-a 700 and Chl-a 680 act as active centers. again the rate increases to point. This may be further increased on increasing the saturation concentration of enzymes. may act as a limiting factor. All other pigments act as secondary pigments. say light.

If there is any deficiency in any of the pigments and required factors for their organization.S-I).S-I.S-I and P. the light energy is converted to chemical bond energy (ATP) by NonCyclic photo-phosphorylation. During the electron flow from P. uniquely oriented towards each other. protect the chlorophyll molecules from photo-oxidation. at high intensity of light. Here. their function is co-coordinated and they are responsible for oxygen liberation (P. chlorophyll molecules get bleached by photo-oxidation.S I and P.S-II) and NADP reduction to NADPh2 (P. it affects the process drastically.S-II are found in thylakoid membranes. energy is transferred by inductive resonance in the form of excitons. P. in such a way. but carotinoids that are present.S-I is In thylakoid membranes.S-I and P. . Both P. but P.S-II are exclusively found in the inter granal lamellae.lengths and they are conveyed from molecule to molecule towards active centers. sometimes the effect may be lethal too.S-II. the These pigments get organized in the thylakoid membranes in the form of photosynthetic units called P. Generally.

the red light of the visible spectrum wave length of the radiation. The solar electro-magnetic radiation consists of a wide spectrum of individual rays. . length lesser is the energy of the photon. The amount of energy in each photon is called Quantum. which differ in their wave lengths. Quantity of light Chlorophyll a. the photons are transferred to the active centers which have an absorption spectrum at longer wave lengths. This energy relationship between photon and wave length is shown in the figure 87. (white light) has longer wave length and lesser energy when compared to the shorter wave length of the blue light which has higher amount of energy. B-carotene & xanthophylls). Chl. B.B B-carotenes and Xanthophylls absorb different wave lengths of visible light (Cal a. These radiations travel in the form of discrete energy packets called photons. Basically this process is controlled by the quality and the quantity of light that is received. At the same time it stimulates the entire process. This is called the absorption spectrum. which mainly depends upon the Shorter the wave length. greater is the energy of longer the wave For example.Light: In photosynthesis light provides energy. chl. Even though these pigments absorb light at shorter wave lengths.

During this process 2 molecules of ATPs are also synthesized. . That means photosynthesis requires both red and blue lights for its efficient function. If blue or red light is given singly photosynthesis will be never efficient.Chlorophyll molecules. because of heterogeneity in their structure absorb white light at Blue as well as Red wave lengths. however. source. The efficiency of light is measured in terms of number quanta required for either the liberation of a molecule of O2 or for the fixation of a molecule CO2 into Glucose. the process becomes efficient in releasing O2. totally 8 quanta are required. on the other hand. Quantity and intensity of lights: The intensity of the light depends upon the distance of the It has been found that at low intensity. Quantitative measurement of red light required for the liberation of one molecule of O2 is found to be about 4 quanta and another four are required for the production of two molecules of NADPH*. bleached and the process suffers. intensities is called ‘Solarization’. At higher intensities. This effect is called Emerson’s enhancement effect. pigments get The inhibition of photosynthesis by photo-oxidation at higher Quantum requirement / efficiency Light is measured either in terms of quanta or intensity of light. and it is measured in terms of foot-candles. if both the lights are given simultaneously. photosynthesis is at its minimum but with the increase in intensity the rate increases and reaches saturation at about 2000 to 2500 foot candles.

C6 H12 O6 + 12 NADP + 18 ADP + 18 Pi. Probably the other 70% of the energy that is not fixed may be released in the form of heat which may be utilized for enzymatic and other cellular activities. 2 ATP 6 molecules of CO2.In Cylic photophosphorylation 2 molecules of ATP are synthesized per 2 quanta of light. with burning of all kinds of fuels (including biological oxidation) the Naturally one will be tempted to ask concentration of CO2 in the atmosphere is just 0. But the amount of total energy that is actually stored in a molecule of Glucose is about 696 or 700 K. approximately equivalent to 60 quanta. gives the value of 60%. Today. This is 6 CO2 + 6 RUMP + 18 ATP + 12 NADPH + H ---------. cal. “What has happened to the rest of the CO2?” Nature has fixed this CO2 in the form of organic fuels by photosynthetic process and the same is stored as the organic fuel in the inner depth of . Thus the efficiency or photosynthesis in terms of energy required and stored. 18 molecules of ATP and 12 molecules of NADPH2 are required.03%. cyclic 2 quanta. Carbon dioxide (CO2) It has been estimated that about 300 million years ago the percentage of CO2 in the atmosphere was about 20%.

cals. other mesophytic and water plants function efficiently at 25-300C. if higher concentration of H2O does not show any enhancing effect. By increasing the concentrate of CO2. photosynthesis. Different plants have different optimal temperature. plants growing on land and in ocean fix about 146 billion tons of carbon annually which is approximately equivalent to the fixation of 13x 1012 K. plants are considered as highly efficient plants than C2 plants with respect to carbon fixation. Water: Water being sole source for electrons and protons. requires enzymes for its various biochemical activities temperature has a significant effect on controlling the rate of photosynthesis. Temperature: Photosynthesis. CO2 becomes deficient by about mid-day. in a vast landscape full of green plants. the rate of C4 photosynthesis increases. and photosynthesis and its yield suffers. so also its yield. On the other hand.earth. of solar energy. Internal and Genetic factors . its supply is very important in But under water deficit conditions. Desert plants have higher optimal temperature of 35-400 C. which is a photo-chemical reaction. Different plants have different optima for CO2. the rate of photosynthesis falls drastically. Nevertheless. Generally.

no metabolic activity can function efficiently. karotenoid. and their synthesis things is of utmost importance in the proper functioning of photosynthesis which ultimately controls the photo-synthetic yield. dan plastokuinon Tabel 12.5 0.4 Sitokhrom f 0. light harvesting proteins. Plants with superior genetic potential can function very efficiently when compared to inferior ones. pigments. The synthesis of various cellular factors ultimately depends upon the genetic potential and its expression. 1983) Tilakoid Stroma Tilakoid Grana Total klorofil Klorofil a Klorofil b 278* 238 40 401 281 130 P700 2.6 b. Kurang lebih 10% lipida terdiri atas fosfolipida.0 3. co-enzymes.5 0. Lipida yang khas bagi klorofil yaitu galaktolipida dan sulfolipida yang terdiri adas masing-masing 45 % dan 4% dari total lipida.3 3.Even under optimal environmental conditions.2 .7 Manganese 0.1 Komponen utama tilakoid grana dan tilakoid stroma (Sheeler dan Bianchii. KOMPOSISI KIMIA KLOROPLAS Membran tilakoid terdiri atas lipida kurang lebih 50%. Selain itu juga terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil kira-kira 20% dari total membran tilakoid. All enzymes. without the proper cellular machinery.karoten 21 17 Lutein 10 29 Violaxanthin 15 20 Neoxanthin 8 16 Fosfolipida 76 66 Monogalaktosil digliserida 231 214 Digalaktosil digliserida 172 185 Sulfolipida 65 59 Sitochrom b ( total) 1.

Proses fotosintesis berlangsung dalam plastida dari organisme sel yang disebut kloroplas. yaitu klorofil a.*Nilai dalam mikromol pergram komponen protein membran. e. Karotenoid bagi tanaman juga berperan untuk melindungi 7 klorofil dari kerusakan akibat oksidasi pada intensitas cahaya tinggi. sedang cahaya hijau. Tumbuhan tinggi mengandung dua macam klorofil yaitu klorofil a dan b. d. bakterioklorofil b. Klorofil merupakan pigmen fotosintesis yang sangat penting. Karotenoid adalah senyawa hidrokarbon yang terdistribusi dalam tanaman dengan kisaran warna kuning. Terlihat bahwa banyak dari cahaya merah. dijumpai di dalam kloroplas dan kromatofor lain. Klorofil tidak efektif mengabsorbsi cahaya hijau sehingga lebih banyak direfleksikan (dipantulkan) dan ditransmisikan (diteruskan). kuning. Karotenoid alami dapat berupa likopene berwarna merah . Bagian dari spectrum cahaya yang diserap oleh klorofil selama proses fotosintesa dapat ditentukan dengan menempatkan suatu larutan klorofil di dalam alkohol diantara suatu sumber cahaya dan suatu prisma kaca. Seperti halnya dengan klorofil. c. jingga dan hijau tidak diserap sama sekali (Arbaya dan Sasmitamihardja. Pigmen karotenoid (b karoten dan lutein) hanya mengabsorbsi cahaya biru dan ungu. Klorofil pada tanaman pembuluh dan briophyta terdapat di dalam kloroplas. Hal inilah yang menyebabkan mengapa klorofil tampak berwarna hijau. Posisi pita-pita gelap dalam spektrum klorofil menunjukkan panjang gelombng mana yang diserap. klorobium klorofil 650 dan klorobium. bitu dan violet yang diserap yang merupakan panjang gelombang yang banyak digunakan dalam fotosintesis. yaitu di dalam membran tilakoid. 1982). beberapa karotenoid mengirim energi eksitasinya ke pusat reaksi. maka akan diperoleh spektrum Action pada kisaran panjang gelombang daerah cahaya tampak (visible light). panjang gelombang yang diserap terlihat sebagai pita-pita gelap dan dinamakan pita-pita serapan. Spektrum cahaya yang melewati larutan klorofil. Di alam dikenal ada sembilan jenis klorofil. b. Sebagian merah dan sebagian besar kuning. Apabila kita bandingkan pengaruh berbagai panjang gelombang terhadap laju fotosintesis. sedang karotenoid yang paling banyak terdapat dalam tumbuhan adalah b karoten dan lutein. Spektrum yang terbentuk berbeda dengan spektrum cahaya putih yang tidak melewati klorofil. Di dalam kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berwarna hijau sebagai pigmen utama penyerap cahaya dan karotenoid sebagai pigmen pelengkap. orange dan merah dipantulkan. bakterioklorofil a.

yang dipisahkan ruang antar membran. Euglena gracilis : kurang dari 10 kloroplas/sel 2. alga. Membran dalam impermeable pergerakan molekul melalui transporter. datar atau cembung. Kloroplas mengandung banyak pigmen yang membuat buah dan bunga mempunyai corak jingga dan kuning. stroma dan lokulus. Kloroplas mengandung klorofil pigmen hijau bersama-sama dengan enzim dan molekul lain yang berfungsi dalam produksi makanan dengan cara fotosintesis.Membran Kloroplas Membran-membran pada kloroplas membatasi tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antar membran. Dengan demikian organel itu adalah suatu sistem tiga membran. sehingga masing-masing tilakoidnya disebut tilakoid grana. Bagian dalam tilakoid disebut lokulus. Tilakoid yang memanjang ke stroma disebut tilakoid stroma.Struktur Dan Fungsi Kloroplas Kloroplas berbentuk lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. Tumpukan berupa tilakoid disebut grana.Reaksi-reaksi fotosintesis bergantung cahaya berlangsung . Sel sebagian besar tumbuhan tinggi umumnya mengandung antara 50 A. bentuknya sangat berbeda dari yang terlihat pada tumbuhan tinggi dan sering jumlahnya terdapat sedikit. Bentuk membran bagian dalam yang paling umum adalah satu kantung yang dipipihkan yang disebut tilakoid. Membran dalam dihubungkan dengan suatu kompleks membran yaitu membran bagian dalam yang melintasi bagian dalam kloroplas. Tilakoid itu disebut stroma.000 Da. merupakan salah satu fungsi dari grana. Fungsi utama kloroplas adalah sebagai mesin fotosintesis. Membran dalam membentuk tilakoid. Pada tumbuhan rendah dan terutama pada beberapa mikroorganisme. KLOROPLAS K loroplas merupakan anggota khusus dari keluarga organel tumbuhan yang berkerabat dekat. yang disebut plastid. Tumbuhan. Spyrogira : satu kloroplas/sel. kloroplas dibatasi oleh dua sistem membran yaitu membran luar dan membran dalam. berbentuk mangkuk 3. Chlamydomonas : satu kloroplas/sel. yaitu serial reaksi yang dikendali kan oleh cahaya kemudian menghasilkan molekul organik dari CO2 atmosferik. B. serta cyanobacteria menggunakan elektron dari air dan energi dari cahaya matahari untuk mengubah CO2 menjadi senyawa organik dan dari proses ini akan dihasilkan O2 ke atmosfere (proses autotrof). Membran luar kloroplas mengandung porin permeable terhadap senyawa dengan ukuran BM 10. berwarna kuning. berbentuk pita yang memanjang di seluruh inti Pada dasarnya. dengan ukuran 2 .pada tomat dan ß-karoten. dilihat dari atas nampak seperti elips. Karotenoid pada tanaman berfungsi untuk melindungi klorofil dari fotooksidasi dan dapat menyerap serta memindahkan energi cahaya ke klorofil a. Sebagai contoh: 1. Kloroplas terdapat dalam daun dan organ tumbuhan hijau lainnya dan dalam algae eukariotik. selain itu grana juga berfungsi sebagai mesin fotosintesis.4 µm x 5 – 10 µm.

dan asam glikolat. Seperti pada spirogyra memiliki bentuk kloroplas yang spiral (berupa pilin). 2. Komposisi Kimia Membran Kloroplas Membran tilakoid kira-kira 50% terdiri ats lipida. E. C. Membran dalam mengandung protein pembawa tertentu untuk mengangkut fosfat. Membran dalam tidak fermeabel bagi sukrosa dan berbagai anion. Stroma dan Inklusinya Stroma mengandung enzim-enzim yang penting untuk melaksanakan asimilasi CO2 dan mengubahnya menjadi karbohidrat. Beberapa macam partikel juga terdapat seperti butir pati. asam gliserat. Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam oleh ruang kira-kira 10 nm. kurang lebih 10% dari padanya adalah fosfolipid. Membran dalam bekerja sebagai pembatas fungsional antara sitosol dan stroma. fosfat organik.Secara umum membran pada kloroplas dibagi menjadi: 1. D. fosfogliserat. yang masingmasing 45% dan 4% dari total lipida. G. dan sebagainya. plastokinon dan tokoforilkinon.Membran dalam fermeabel bagi CO2 dan asam-asam monokarboksilat tertentu. asam karboksilat dan sukrosa. Bentuk-bentuk kloroplas Pada tumbuhan tinggi bentuk kloroplas berupa lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. Membran dalam. Membran dalam kurang fermeabel bagi asam amino. Stroma juga mengandung ribosom dan DNA. Sistem membran bagian dalam Sistem membran bagian dalam yang terdapat dalam stroma membuat suatu jalinan yang sangat kompleks. Membran tilakoid merupakan tempat klorofil. karotenoid dan plastokinon. dikarboksilat dan ATP. Reaksi Fotosintesis Fotosintesis dibagi menjadi 2 yaitu: F. Dengan genom itu sejumlah protein khas kloroplas . misal asam asetat. Membran tersebut permeabel bagi bermacam-macam senyawa dengan berat molekul rendah seperti nukleotida. Struktur dan Sifat Genom Kloroplas. H. Jumlah klorofil kira-kira 20% dari lipida total membran tilakoid. yaitu tempat penyimpanan lipida. Dalam stroma terdapat DNA. Lipida yang khas bagi klorofil adalah galaktolipida dan sulfolipida. zignema memiliki bentuk kloroplas seperti bintang. seperti pita. derivat-derivat fosfat. pembawa-pembawa elektron dan faktor-faktor yang menggabungkan transpor elektron dengan fosforilasi. dihidroksiaseton fosfat. datar atau cembung. Ulothrix memiliki bentuk kloroplas berbentuk panjang dan bergerombol. Selain itu terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil. plastoglobulin. misal didan triarboksilat. Dengan demikian ruang antar membran mengandung molekul-molekul nutrien sitosol. Membran tilakoid mengandung enzim lengkap untuk melaksanakan reaksireaksi fotosintesis yang bergantung cahaya. ada juga yang berbentuk seperti cangkir. Kloroplas mempunyai tingkat otonomi di dalam sel yang dalam banyak hal sama dengan mitokondria. fosfat dan senyawa-senyawa seperti nukleotida dan gula fosfat.dalam tilakoid sedang reaksi asimilasi (fiksasi) CO2 terjasi dalam stroma. Membran luar. Namun pada beberapa alga dan cyanobacteria bentuk kloroplas bervariasi.

mikoplasma dan alga hijau-biru. mesosom. yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negative. 1. Sejumlah faktor-faktor lingkungan mempengaruhi replikasi dan diferensiasi.5 -3 mm. dan hewan. Replikasi dan Diferensiasi Kloroplas Kloroplas berasal dari kloroplas yang sudah ada selama daur hidup tumbuhan tinggi dan diteruskan ke sel-sel turunannya selama pembelahan sel. karena itu puncak replikasi akan terlihat apabila keadaan lingkungan optimal. Pada bajteri gram positif. Dinding sel bakteri berfungsi untuk menahan tekanan osmotic sitoplasma. Kloroplas juga melakukan replikasi. STRUKTUR SEL PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK Sejak ditemukannya mikroskop elektron para ahli biologi mulai berhasil mengidentifikasi struktur internal dari berbagai macam sel. misalnya protista. Penyempitan terjadi dekat tengah-tengah plastida dan kedua turunan dihasilkan dari pemisahan membran-membran di daerah itu. Umumnya pembelahan kloroplas tidak serempak di dalam jaringan atau sel tumbuhan. ganggang hijau-biru. Berdasarkan hasil pengamatannya. Sedangkan. fungi. hamper 90% komponen dinding selnya tersusun atas peptidoglikan. Penggolongan ini didasarkan atas ukuran dan struktur intemal atau kandungan organel selnya. sel eukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks. para ahli menggolongkan sel menjadi dua kelompok.. membran sel.dibuat dengan menggunakan ribosom yang juga terdapat dalam stroma. misalnya bakteri. Ukuran sel prokariotik berkisar antara 0. dan mikoplasma. sehingga sel tidak mudah pecah akibat masuknya air kedalam sel. sitoplasma. I. ribosom dan materi inti (DNA dan RNA). Struktur Sel Prokariotik Prokariotik meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern/bakteri sejati) yang beranggotakan bakteri. Sel prokariotik memiliki struktur yang sederhana. . sedangkan pada bakteri gram negative berkisar antara 5 – 20%. tumbuhan. yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Tipe pembelahan sama seperti pada mitokondria. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel. dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan atau mukopepetida yang dapat dipergunakan sebagai dasar penggolongan bakteri menjadi dua golongan .

Materi genetik sel prokariotik membentuk suatu struktur yang dinamakan nukleoid. kedua sub unit ini bersatu untuk menjalankan fungsinya.Selaput sitoplasma atau membran sel bakteri berfungsi dalam seleksi dan pengangkutan larutan ke dalam sel. mesosom berfungsi sebagai kompleks fotosintetik yang mengadung pigmen fotosintesis. Ribosom merupakan tempat sintesis protein. 2. Struktur Sel Eukariotik . sebagai tempat enzim dan molekul pembawa yang berfungsi dalam biosintesis DNA. Pada beberapa bakteri. Pada saat proses transaksi. merupakan kromosom tunggal. Di dalam sitoplasma terdapat kurang lebih 20. Komponen utama membran sel tersusun atas lipid dan protein atau lipoprotein. berperan dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatil. mesosom berperan dalam pembelahan sel. Ribosom prokariotik tersusun atas sub unit kecil dan sub unit besar yang berukuran 30 S dan 50 S (Svedberg). polimer dinding sel dan lipid selaput. Sedangkan pada sianobakteri.000 .25 mm sampai 3 mm yang mampu mengkode 2000 – 3000 protein. Bakteri juga menyimpan cadangan makanan di sitoplasma dalam bentuk granula-granula tidak larut air.30.000 ribosom yang tersusun atas RNA dan protein. Di dalam sitoplasma juga terdapat molekul protein dan enzim yang digunakan dalam setiap reaksi kimia di dalam sitoplasma. Membran sel bakteri dan sianobakteri membentuk lipatan ke dalam yang dinamakan mesosom. Sel prokariotik mengandung sejumlah kecil DNA dengan total panjang antara 0. pada bakteri aerob berperan dalam pengeluaran enzim hidrolitik. Antara materi inti dengan sitoplasma tidak terdapat pembatas atau tidak memiliki membrane inti.

lisosom. nukleus. Membran dalam (inner membrane) kloroplas berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis. dan lisosom. komplek golgi. Sel eukariotik tersusun atas membrane sel. Membran plasma ini memiliki ketebalan antara 5 sampai 10 nm (nanometer). Beberapa reaksi kimia dikatalisis oleh protein integral membran yang berfungsi sebagai katalisator.Sel eukariotik biasanya merupakan penyusun struktur makhluk hidup multi seluler. Membran sel memiliki beberapa fungsi. ribosom. sitoplasma. Pada membran sel terdapat protein integral yang berfungsi sebagai reseptor untuk menerima sinyal dari lingkungan sel. 5) Untuk interaksi interseluler. sentriol. struktur ini dinamakan membrane plasma atau membran sel. oleh karena itu hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. aparatus Golgi. mikrotubulus dan mikro filamen. antara lain yaitu: 1) Sebagai pembungkus isi sel dan membentuk sistem endomembran di dalam sel. retikulum endoplasma. 3) Sebagai sarana transpor larutan dari dan ke dalam sel. Membran Sel Sel memiliki struktur khusus yang berfungsi untuk memisahkan isi sel dengan lingkungan luarnya. Setiap organel di dalam sel memiliki fungsi yang berbeda . Membran sel berfungsi dalam membantu memasukkan dan mengeluarkan senyawa – senyawa tertentu dari dan ke dalam sel. 6) Tempat aktivitas biokimiawi. Berikut ini akan diuraikan tentang struktur dan fungsi : a. badan mikro. misalnya retikulum endoplasma. . Organelorganel di dalam sel memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sel tersebut. 2) Menyediakan selaput atau penghalang yang bersifat selektif permeabel. 4) Merespons terhadap sinyal dari luar.protein membran sel dan glikoprotein sebagai perantara sel untuk berinteraksi dengan sel lain atau dengan lingkungan luarnya. mitrokondria. Protein .beda. Membran sel berfungsi untuk menyaring masuknya zat-zat ke dalam sel sehingga tidak semua zat dapat menembus membran sel. 7) Untuk transduksi energi.

misalnya membran retikulum endoplasma berbeda dengan membran Golgi.10 ppersen glikolrotein membangun membran plasma. tergantung dari jenis membran sel. sedangkan yang terikat dengan protein dinamakan glikoprotein. yaitu lemak (lipid) dan protein yang terikat secara non kovalen dan tersusun dalam suatu struktur yang menyerupai lembaran. Protein membran dikelompokkan menjadi tiga jenis. tetapi diduga berhubungan dengan tempat melekatnya beberapa mikroorganisme infektif. misalnya membran sel tulang berbeda dengan sel hati. sedangkan protein terletak di antara lemak atau di permukaan lapisan lipid bilayer. Protein yang menyusun membran plasma tersusun atas lebih dari 50 jenis protein yang berbeda. misalnya membran sel tumbuhan berbeda dengan membran sel hewan dan jenis sel. | enis-jenis tersebut terletak dengan orientasi tertentu pada lipid bilayer. Perbandingan jumlah. Fungsi glikolipid masih belum banyak diketahui. baik dengan lemak maupun protein. Lembaran tersebut tersusun atas dua lapisan lemak yang dinamakan lipid bilayer. yaitu: 1) Protein integral Protein ini menembus lipid bilayer sehingga memiliki dua permukaan. Ikatan antara protein perifer dengan lipid bilayer adalah non kovalen. sekitar 2 . yaitu permukaan yang mengarah ke lingkungan luar sel dan yang menghadap ke dalam sitoplasma 2) Protein perifer Protein ini terdapat pada permukaan luar lipid bilayer atau pada permukaan dalam-lipid bilayer. jenis organisme. tergantung dari tipe sel dun spesies.Semua membran sel terdiri atas dua komponen utama. 3) Protein yang terikat lipid membran . Karbohidrat yang terikat dengan lemak dinamakan glikolipid. Fungsi kolesterol pada membrane berhubungan dengan rigiditas atau kekakuan membran. Baik glikolipid maupun glikoprotein berfungsi sebagai media interaksi dengan sel lainnya. Karbohidrat terikat secara kovalen. antara lemak dan protein bervariasi. Kolesterol pada membran plasma hanya dijumpai pada sel hewan dan sekitar 50% dari lemak membran terdiri atas kolesterol.

Mitokondria Ukuran mitokondria bervariasi. mitokondria mampu bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sitoplasma. Mitokondria memiliki kelenturan yang tinggi sehingga bentuknya dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu.7 mikrometer (pm) dan panjangnya antara 1 . Volume sitosol lebih kurang 50% dari volume sel. spesies organisme. Bentuk mitokondria bervariasi.4 mikrometer. misalnya membran yang membungkus mitokrondria. Bagian sitoplasma yang berada di antara organel dinamakan sitosol. asam amino. Bagian-bagian utama mitokondria dibedakan menjadi dua. kloroplas. b. Di dalam sitosol juga terdapat protein dan enzim-enzim untuk reaksi kimia. Pada umumnya. misalnya di sekitar gelendong pembelahan. . Jumlah mitokondria di dalam sel bervariasi tergantung dari jenis sel. Selain itu. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang dibungkus oleh membrane plasma. yaitu bagian selaput atau membran dan bagian matriks.2 .0. Membran mitokondria ada dua yaitu membran luar dan membran dalam. lisosom. sedangkan pada sel-sel lain bentuknya seperti gelendong dan ada juga yang berbentuk pipa. atau di sekitar memmbran yang melakukan endositosis. sitoplasma mengandung gula. tetapi rata-rata ukuran diameternya antara 0. mitokondria tersebar secara acak di dalam sel dan cenderung berkumpul pada bagian sel yang banyak memerlukan energi. tergantung dari jenis selnya. Selsel yang metabolismenya aktif banyak mengandung mitokondria dibandingkan sel-sel yang tidak aktif. Di dalam sitoplasma terdapat membran intrasel yang membungkus organel sel. lemak.ion-ion dan senyawa kimia lain yang digunakan untuk metabolisme sel. Ukuran mitokondria ini hampir sama dengan ukuran bakteri yang menunjukkan salah satu bukti evolusi bahwa mitokondria merupakan bakteri yang bersimbiosis dengan sel eukoriotik. misalnya pada sel-sel awal embrio. bentuk mitokondrianya bulat atau oval. retikulum endoplasma. peroksisom. dan keadaan fisiologi sel. c. Karena ukurannya yang relatif besat mitokondria dapat terlihat cukup jelas di bawah mikroskop cahaya.Protein ini terikat secara kovalen dengan lipid bilayer dan terletak pada permukaan luar dari lipid bilayer. dan badan Golgi.

dan granul. DNA. makanan pada sel tumbuhan. Mitokondria di dalam sel mampu menggandakan diri. Selain berfungsi menghasilkan energi dalam bentuk ATP. seperti protein di dalam Golgi. Aparatus Golgi atau Kompleks Golgi. yaitu Retikulum Endoplasma Halus (Smooth Endoplasmic Reticulumi /SER) dan Retikulum Endoplasma Kasar(Rough Endoplasmic Reticulum / RER). Protein yang dihasilkan dari RER antara lain adalah protein yang disekresikan keluar sel. dan kelenjar lainnya. Iuluran membran ke arah matriks ini dinamakan tristae. d. Membran luar mitokondria lebih tipis dari pada membrane dalam yaitu kurang dari 6 nanometer. dan kelenjar endokrin yang mensekresikan hormon steroid. sedangkan membran dalam berukuran antara 6 . Di dalam matriks mitokondria terdapat ribosom. Pada RER permukaan luar membrannya banyak ditempeli oleh ribosom. Membran dalam mitokondria membentuk juluran-juluran ke arah matrik sehingga memperluas permukaan dalamnva. protein integral membran. AG dijumpai hampir pada semua sel tumbuhan dan sel . kelenjar ludah. Matriks mitokondria merupakan bagian mitokondria yang menyerupai gel. dan vakuola. RE dibedakan menjadi dua. • Melepaskan glukosa dari glukosa-6-fosfat di dalam sel-sel hati. Antara lumen RE dengan sitosol hanya dipisahkan oleh selapis membran sehingga memudahkan terjadinya pertukaran zat antara lumen RE dengan sitosol. SER mempunyai beberapa fungsi. Aparatus Golgi (AG) atau Kompleks Golgi pertama kali ditemukan oleh Camilio Golgi tahun 1898 di dalam sitoplasma sel saraf. RER banyak dijumpai pada sel-sel yang aktif mensekresikan protein misalnya sel – sel pancreas. sehingga jumlahnya dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan energi sel. ATP merupakan molekul berenergi tinggi yang akan digunakan untuk metobolisme sel. e. yaitu: • Sintesis hormon steroid pada sel-sel kelenjar endokrin pada gonad dan adrenal. endosom. RNA dan beberapa protein yang larut dalam air serta filamen. misalnva kontraksi otot.sebaliknya pada SER permukaan luar membrannya tidak ditempeli oleh ribosom.Antara membran dalam dan membran luar terdapat ruang antarmembran yang berisi berbagai macam enzim. lisosom. Ion-ion ini disimpan dalam suatu badan khusus yang dinamakan granul. Pada membran dalam (inner membrane) mitokondria terdapat beberapa jenis protein yang terlibat dalam proses pembentukan ATP. mitokondria juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan ion kalsium di dalam sel. protein-protein khusus di dalam organel. Berdasarkan ada tidaknya ribosom yang menempel pada permukaan luar membran.8 nanometer. Di dalam sel. • Sebagai tempat melekatnya granul-granul yang berisi glikogen pada sel-sel hati. tubulus ginjal. Retikulum Endoplasma Retikulum Endoplasma (RE) merupakan bentukan membran yang sangat berlipat-lipat membatasi suatu ruangan yang disebut lumen (sisterna). • Tempat menyimpan ion-ion kalsium di dalam sisterna yang akan dikeluarkan jika ada rangsangan yang menyebabkan pengeluaran ion kalsium. • Detoksifikasi di dalam hati yang melibatkan beberapa molekul penting di dalam sel hati. SER banyak ditemukan pada otot rangka.

Selama masih terbungkus membran. antara lain: 1) protein membran inti. Di dalam AG juga terjadi proses penambaKan gugus sulfat pada karbohidrat yang dikatalisis oleh enzim sulfat tansferase. 3) vesikel besar yang terletak pada sisi yang berhadapan dengan membrane plasma. Dengan menggunakan mikroskop elektron. fungsi vesikel adalah membawa protein dan lipid dari RE ke AG dan dari sakulus satu ke sakulus lainnya. 2) vesikel-vesikel kecil berdiameter kurang lebih 50 mikrometer yang terletak pada sisi yang berbatasan dengan RE. Terdapat lebih kurang 40 macam enzim hidrolitik yang ditemukan di dalam lisosom. yaitu: 1) kantung-kantung pipih yang disebut sisterna atau sakulus. Membran lisosom tidak akan tercerna oleh enzim yang dikandungnya sendiri karena kandungan karbohidrat yang tinggi pada membrannva. fosfolipase.glikoprotein dan glikolipid yang dikatalisis oleh enzim glikosil transferase. glikosidase. Seiain itu. Enzim – enzim tersebut hanya akan dapat bekerja optimal pada pH sekitar 5. Lisosom tergolong organel yang polimorfik karena memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. enzim hidrolitik bersifat stabil.hewan. lipase. vesikel ini dinamakan vesikel sekretori. Organel ini terdiri atas setumpuk saku-saku pipih yang masing-masing dibatasi oleh selapis membian. Enzim-enzim tersebut meliputi protease. Organel ini berbentuk semacam kantung yang berisi enzim hidrolitik. fosfatase dan sulfatase. Pada sel tumbuhan yang sedang membelah. antara lain proses biosintesis. kedua proses ini sering dinamakan glikosilasi. Lisosom Lisosom pertama kali ditemukan pada tahun 1949 oleh De Duve di dalam serpihan sel-sel hati. ' Ada tiga macam protein yang dihasilkan oleh Golgi. Ada empat macam bentuk lisosom. di dalam lumen AG terjadi proses sintesis proteoglikan yang merupakan komponen matriks ekstra sel.nuklease. tampak bahwa AG tersusun atas tiga bentukan membran. Akan tetapi banyak reaksi yang berlangsung di dalam lumen AG. Lisosom primer adalah lisosom yang baru terbentuk dari AG dan belum berfusi . Beberapa penelitian membuktikan bahwa AG tidak hanya berfungsi sebagai alai transport materi ke luar sel. kantung – kantung pipih tersebut tersusun bertumpuk membentuk diktiosom. AG berperanan dalam pembentukan komponen dinding sel yang baru.vesikel sekretori adalah membawa protein atau lipid yang telah mengalami Pemrosesan di dalam lumen sakulus. yaitu satu macam lisosom primer dan tiga macam lisosom sekunder. Molekul-molekul protein dan lipid yang telah mengalami modifikasi kimiawi di dalam lumen AG akan di packing oleh membran Golgi dan ditransfer dalam bentuk vesikel. vesikel ini dinamakan vesikel tiansisi atau vesikel peralihan.membran lisosom mengandung protein transfer untuk membawa hasil pencernaan ke sitosol. membran plasma dan protein membran organel 2) protein sekretori yang disimpan dalam bentuk vesikel 3) protein enzim yang disimpan dalam vesikel (lisosom) f.

( 3) badan residu. Materi dari luar sel masuk ke dalam sitoplasma melalui pinositosis dan fagositosis. merupakan gabungan antara lisosom primer dengan fagosom. G. Membran lisosom selanjutnya akan dikembalikan menuju membran plasma melalui proses eksositosis. Peroksisom . maka enzim hidrolitik pada lisosom akan keluar dan mencerna sel itu sendiri. Lisosom sekunder ada tiga macam. Pencernaan intra sel selalu terjadi di dalam lisosom. pencernaan bagian . seperti asam amino.(bergabung) dengan materi yang akan dicerna. glukosa dan nukleotida mampu menembus membran lisosom menuju sitosol. jika membran lisosom pecah. adalah vakuola yang berisi sisa materi yang tidak tercerna Fungsi utama lisosom adalah untuk pencernaan intra sel. sel tumbuhan tertentu maupun sel ragi. Materi yang dicerna oleh lisosom dapat berasal dari luar sel atau dari dalam sel itu sendiri. Badan golgi g. (2) Sitolisosom merupakan gabungan antara lisosom primer dengan autosom. Badan Mikro 1) Peroksisom Organel ini ditemukan pada sel hewan. hidorolitik tidak pernah keluar dari dalam lisosom sehinggan pencernaan berlangsung optimal. Hasil pencernaan lisosom. misalnya menyusutnya ekor pada berudu karena dicerna oleh enzim katepsin di dalam lisosom 3) pemulihan ukuran uterus setelah kehamilan 4) proses fertiliasi.bagian sel yang telah tua dinamakan autofagi.yaiitu: (1) heterofagosom. enzim. Akan tetapi. dimana bagian kepala sperma yang dinamakan akrosom mengandung enzim hialuronidase untuk mencerna zona pelusida pada sel telur. Beberapa peran lisosom antara lain adalah: 1) perombakan organel sel yang telah tua 2) proses metamoifosis pada katak.

fungsi organel ini berkaitan dengan siklus glioksilat sehingga dinamakan glioksisom. peroksisom juga berfungsi untuk merombak asam lemak yang tersimpan dalam biji menjadi glukosa untuk proses perkecambahan. h. Diameter glioksisom antara 0. Glioksisom banyak ditemukan pada biji-bijian yang berperan sebagai tempat menyimpan asam lemak untuk pembentukan energi dalam Proses perkecambahan. Peroksisom memiliki kemampuan untuk membelah diri sehingga dapat membentuk peroksisom anak. Asam sitrat yang terbentuk akan diubah menjadi glukosa melalui serangkaian reaksi enzimatis yang terdapat di dalam glioksisom. Di dalam sel. menjadi substrat organik dan H2O. Protein dan lipid yang diperlukan ditransfer dari sitosol.0. Salah satu proses utama pada biji yang sedang mengalami perkecambahan adalah perubahan dari asam lemak dalam glioksisom.pertama kali ditemukan oleh De Duve dan kawan-kawannya pada tahun 1965 di dalam sel-sel hati. Sedangkan peroksisom merupakan badan mikro yang ditemukan baik pada sel hewan maupun sel tumbuhan. 2) Glioksisom Glioksisom merupakan badan mikro yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Jumlah peroksisom untuk tiap sel bervariasi antara 70-700. hanya dibungkus oleh selapis membran. oleh karena enzim .5 . Penguraian asam lemak menjadi asetil ko-A selanjutnya berubah menjadi oksaloasetat untuk membentuk sitrat. menjadi karbohidrat atau disebut glukoneogenesis. Di dalam peroksisom ditemukan beberapa macam enzim oksidase dan enzim katalase. Selain berfungsi untuk pembentukan dan perombakan H2O.5 sampai 1.7 mikrometer.Ribosom i. maka organel tersebut dinamakan peroksisom.Pada sel tumbuhan. Sitoskeleton .enzim ini berperan dalam pembentukan katalase.0 mikrometer. Oleh karena enzim . peroksisom berbentuk bulat telur dengan diameter kurang lebih antara 0.enzim ini berperan dalam pembentukan dan pembongkaran hidrogen peroksida(H2O2) .

terutama aktin dan miosin. Contoh filamen entermediet antara lain adalah kertin. tersusun atas 4-5 protofilamen yang tersusun melingkar. 1. Setiap mikrotubulus tersusun atas 13 protofilamen yang tersusun paralel mengelilingi suatu sumbu. berbentuk pembuluh. silia dan flagella. mikrofilamen dan filamen intermediat. flagela. 3. dan sentriol. Mikrotubulus sitoplasmik didalam sel berfungsi sebagi keranga dalam yang menetukan bentuk sel dan untuk transfer molekul di dalam sel. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong bentuk sel dan memungkin terjadinya gerakan-gerakan organel di dalam sitoplasma. Beberapa organel yang tersusun dari mikrotubulus adalah sentriol. dinamakan mikrotubulus sitoplasmik dan ada juga yang berfungsi sebagai penyusun organel . Pada sel epitel. dan gerak amoeboid pada Protozoa. bersifat liat. Sebagaian besar filamen intermediet berfungsi untuk menyokong sel dan inti sel. Letak filamen inibiasanya terpusat disekitar inti. Kedua jenis protein ini berperan untuk pergerakan.Di dalam sitosol juga ditemukan adanya sitoskeleton yang tersusun atas mikrotubulus. Sedangkan mikrotubulus labil contohnva mikrotubulus pembentuk gelendong pembelahan. Mikrotubulus ada yang Ietaknya terbenam di dalam sitosol. neurofilamen. Contoh mikrotulus stabil adalah pembentuk silia dan flagela. dan keratin. yaitu mikrotubulus stabil dan mikrotubulus labil. dan tersusun atas protein fibrosa. Aktin dan miosin banyak ditemukan terutama pada sel otot. Mikrofilamen Mikrofilamen biasanya banyak terdistribusi dibawah permukaan membrane plasma. Mikrotubulus Mikrotubulus tersusun atas molekul protein tubulin. Ada dua jenis protein tubulin penyusun tubulin. misalnya aliran sitoplasma pada sel tumbuhan (siklosis). Ada dua macam mikrotubulus di dalam sel yang dibedakan atas stabilitasnya. Filamen lntermediet Filamen intermediet memiliki diameter antara 8-10 pm. Hampir semua jenis sel hewan mengandung aktin. yaitu tubulin α dan tubulin β. Inti Sel (Nucleus) . Panjang mikrofilamen bervariasi. misalnya aliran sitoplasma cii clalanr sel tumbuhan dan gerak amoeboid pada leukosit. lamina nuclear. j. dengan komposisi miosin yang lebih sedikit dibandingkan aktin. 2. sepe'rti silia. Mikrotubulus ini berbentuk serabut tunggal dengan diameter lebih kurang 25 nanometer. filamen intermediet membentuk anyaman yang berfungsi untuk menahan tekanan dari luar. stabil. Mikrofilamen tersusun atas protein. Mikrofilamen merupakan protein konEaktil yang berfr-rngsi untuk pergerakan di dalam sitoplasma. dengan diameter lebih kurang 7 µm. vimentin.

Membran luar inti bertautan dengan membran ER. transferase. tetapi ada juga yang bentuknya seperti gelendong. pori membran. antara lain sebagai jalan keluar atau masuknya senyawa – senyawa dari inti dan menuju inti. misalnya sitokrom. Bagian –bagian yang menyusun inti sel antara lain adalah membran inti.15 nm. Sel eukariotik umumnya memiliki satu inti sel.Pada sel eukariotik. tetapi ada juga beberapa jenis sel yang memiliki inti lebih dari satu. Fungsi pori membrane inti ini. 2) Pori Membran Inti Pada membran inti terbentuk pori-pori sebagai akibat pertautan antara membran luar dan membran dalam inti. materi intinya telah diselubungi oleh suatu membran dan membentuk struktur inti sel atau nukleus. yaitu membran luar (membran sitosolik) dan membran dalam (membran nukleo-plasmik). Pada membran inti juga terdapat enzim-enzim seperti yang terdapat pada membran ER.matriks inti sel (matriks).100 nm. Permukaan luar membran inti juga berikatan dengan filamen intermediet yang menghubungkannya dengan membran plasma sehingga inti terpancang pada suatu tempat di dalam sel. inti sel berbentuk bulat. Pada umumnya. misalnya . Jumlah pori membran inti bervariasi tergantung dari jenis sel dan kondisi fisiologi sel. dan glukosa-6-fosfatase. kromatin atau kromosom. 1) Membran inti Membran inti terdiri atas dua lapis. dan anak inti (nukleolus). Berikut ini uraian tentang bagian-bagian penyusun inti sel. Di antara kedua membran tersebut terdapat ruangan antar membran (perinuklear space) selebar 10 . Diameter pori berkisar antara 40 .

Kromatin yang mengalami kondensasi ini dinamakan kromosom. sentriol berfungsi sebagai tubuh basalis. i. selain sebagai komponen penyusun sentrosom. sentriol berfungsi sebagai bahan pembentuk sillia dan flagella . Selain itu. nukleolus tampak sebagai suatu struktur yang merupakan tempat pembentukan dan penyimpanan prekusor ribosom dan pembentukan sub unit ribosom. 3) Matriks Inti (nukleoplasma) Komponen utama dari matriks inti adalah protein vang kebanyakan berupa enzim dan sebagian adalah protein structural inti. Jadi. Sentriol Sentriol merupakan organel sel berbentuk silindris dengan diameter lebih kurang 2 pm (mikrometer) dan panjang lebih kurang 4 ptm. 4) Materi Genetik Bagian utama dari sebuah inti sel adalah materi genetik. dan proses –proses lainva di dalam inti. Hasil analisis kimia menunjukkau. RNA. Di dalam inti. Pada bagian tengah pori terdapat sumbat tengah (central plug). materi genetik dinamakan kromatin. Di dalam setiap sel mengandun sepasang sentriol yang letaknya saling tegak lurus dekat inti sel. Benang benang kromatin ini akan mengalami pemampatan (kondensasi) pada saat sel akan membelah. Semua aktivitas di dalam sel dikendalikan oleh materi genetik. bahwa kromatin tersusun atas DNA. misalnya pada neuron. oosit. k. Matriks inti diduga ikut berperan dalam proses – proses pada materi inti. struktur ini merupakan tempat terjadinya proses transkripsi gen ARN ribosom (ARN-r). persis dengan sentriol. Pori membran inti dikelilingi oleh bentukan semacam cincin (anulus) yang bersama-sama dengan pori membentuk kompleks pori. Silia dan Flagela . dan kelenjar.tempat keluarnya ARN – duta dan protein ribosom. Bagian dalam cincin membentuk tonjolan-tonjolan ke arah lumen pori. sintesis proteinnya tinggi. Pada waktu interfase. misalnya transkripsi. 5) Anak Inti (Nukleolus) Nukleolus banyak ditemukan pada sel-sel yang aktivitas . replikasi DNA. protein histon dan protein nonhiston.

air payau tanah – tanah yang basah . Pigmen lain yang dimiliki adalah Karoten dan Xantofil KLASIFIKASI Chlorophyta (Green Algae) Chlorophyta (Alga Hijau) Kingdom Divisio Class Ordo Genus Species : Plantae : Chlorophyta : Chlorophyceae : Halimedales : Caulerpa : Caulepra racesmosa CIRI-CIRI UMUM CHLOROPHYTA Bewarna hijau terang. ada pula yang hidup di tempat – tempat kering. Sebagian yang hidup di laut merupakan . Habitat Chrysophyta biasanya hidup di air tawar. Jumlah silia pada umumnya banyak. Baik silia maupun flagella memiliki struktur yang sama. Contoh sel-sel bersilia adalah lapisan epitel saluran telur (oviduct) pada wanita.ada yang koloni.eutoriot . TUGAS PLANKTONOLOGI CHLOROPHYTA Chlorophyceae (Ganggang hijau) adalah salah satu kelas dari ganggang yang sel-selnya bersifat eukariotin (materi inti dibungkus oleh membran inti). Sedangkan flagela dapat ditemukan pada spermatazoa dan beberapa organisme eukariotik uni seluler misalnya Euglena viridis dan lain-lain. Pada umumnya melekat pada batuan. Berbeda dengan sentriol. Sebagian lainnya hidup bersimbiosis dengan lichenes. pada organisme eukariotik uniseluler misalnya Paramaecium caudatum. Struktur aksonem sangat kompleks karetra tersusun atas mikrotubulus dan protein. air laut. dan seringkali muncul kepermukaan apabila air surut.uni sel dan filamen. sedangkan jumlah flagela hanya satu atau dua. yaitu memiliki sumbu yang dinamakan aksonem.Kedua organel ini berfungsi sebagai alat pergerakan sel yang letaknya berada pada permukaan luar membran sel. Membran silia dan flagela merupakan perluasan dari membran sel. pigmen korofil terdapat dalam jumlah terbanyak sehingga ganggang ini berwarna hijau. Silia berukuran lebih halus dan lebih pendek dari pada flagela. epitel saluran sperma (epididimis) pada lakilaki. dan ada yang intraseluler pada binatang rendah.meiliki banyak anggota. silia dan flagella dibungkus oleh membran.

Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan. zeaxanthin) kloroplas dalam sel letaknya mengikuti bentuk dinding sel ( parietal. Tiap flagella terdiri dari axonema yang tersusun oleh 9 dupklet mikrotubula mengelilingi bagian tengah terdapat dua singlet . yaitu • Pergerakan dengan flagella Pada umunya sel alga hijau baik sel vegetatife maupun sel generatife ditemukan adanya alat gerak. lapisan dalam yang tersusun atas selulosa dan lapisan luar tersusun atas pektin tetapi beberapa bangsa Volvocales dindingnya tidak mengandung selulosa. melainkan tersusun oleh glikoprotein. Flagella pada kelas chlorophyceae selalu bertipe whiplash (akronomatik) dan sama panjang (isokon) kecuali pada bangsa oedogoniales memiliki tipe stefanokon. SUSUNAN TUBUH Struktur tubuh bervariasi baik dalam ukuran. danau dan genangan air hujan. violaxanthin. Pigmen yang terdapat dalam kloroplas yaitu klorofil a dan klorofil b.makroalga seperti Ulvales dan siphonales. Kloroplas terbungkus oleh sistem membran rangkap. Cadangan makanan Cadangan makanan pada chlorophyta seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu berupa amilum. Inti Chlorophyceae mempunyai inti seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu diselubungi oleh membrane inti dan terdapat nukleus serta kromstin. terutama yang hidup di tempat yang terkena cahaya matahari langsung seperti kolam.ex: ulotrix atau ditengah lumen sel ( axial. Inti umumya tunggal. tetapi jenis anggotayang tergolong dalam bangsa shiponales memiliki inti lebih dari satu. Untuk mencakup sejumlah besar variasi tersebut. tersusun oleh amilosa (rantai glukosa tidak bercabang) dan amilopektin (rantai glukosa yang bercabang). beta karoten serta berbagai macam xantifil (lutein. Chlorophyta yang hidup di air tawar memiliki sifat kosmopolit.ex:muogotia). bentuk maupun susunanya. Fototaksis dan bentuk mata Pada chlorophyta terdapat dua tipe pergerakan fototaksis. merupakan granula pada pangkal dari tiap flagella disebut blepharoplas. Flagella dihubungkan dengan struktur yang sangat halus disebut aparatus neuromotor. sungai atau selokan. Tubular (talus yang memiliki banyak inti tanpa sekat melintang) • • • • • • SUSUNAN SEL Dinding sel Dinding sel tersusun atas 2 lapisan. maka alga hijau dapat dikelompokkan sebagai berikut: • • Sel tunggal (uniseluler) dan motil (ex:Chlamydomonas) Sel tunggal uniseluler dan non motil (ex:Chlorella) Sel senobium (koloni yanh mempunyai jumlah sel tertentu sehingga mempunyai bentuk yang relatif tetap) Koloni tak baraturan (ex:tetraspora) Filamen (ada yang bercabang dan tidak bercabang) Heterotrikus (filamen barcabang bentuknya terbagi menjadi prostate dan erect) Foliaceus atau parenkimatis (filamen yang pembelahan sel vegetatif terjadi lebih dari satu bidang).

aplanospora. yaitu spora yang dapat bergerak Secara aseksual secara aseksual: yaitu dengan pembentukan zoospora. Konjugasi bentuk lateral. Contoh: spyrogira. Contoh: volvox dan oedogonium. Oogami yaitu jenis anisogami dengan gamet jantan yang aktif (gametangium oogonium. serta pembentukan sporik yaitu dengan membentuk: • • • Aplanospora. Perkembangbiakan Secara vegetatif Secara vegetatif perkembangbiakan dilakukan dengan cara fragmentasi tubuhnya dan pembelahan sel. Contoh: codium. ditunjukkan terjadi pergerakan pada desmid di permukaan lumpur. Contoh: mougeotia dan zygnema Konjugasi ada 3 yaitu: • • • Secara seksual secara seksual: isogami. autospora. Contoh: zygnema . yaitu pertemuan 2 protoplas di saluran konjugasi. oogami. ulva. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari satu talus. dan konjugasi. yaitu spora yang tidak dapat bergerak. bryopsis. contoh: chlamydomonas Planospora. yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang saling berlekatan yang berasal dari satu filament.mikrotubula. Konjugasi. hipnospora. Berdasarkan sel gamet. Pergerakan tersebut disebabkan oleh adanya stimulus cahaya yang diduga oleh adanya sekresi lendir melalui porus dinding sel pada bagian apikal dari sel. Contoh: spyrogira. Struktur semacam ini dikenal sebagai susunan 9+2. dan gametangium spermatid). yaitu sel protoplas tumbuhan I ke tumbuhan II. Contoh: spyrogira. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari dua talus yang berbeda. Homotalik. Contoh: zygnema Konjugasi silang yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang tanpa saluran konjugasi. aplanogami. Anisogami. Konjugasi bentuk tangga (skalariform). • Pergerakan dengan sekresi lender Dalam monografi tentang desmid. Isogami yaitu: gamet yang bentuk dan ukurannya sama (belum dapat dibedakan mana jantan dan betina). Contoh: gonium. perkembangbiakan dibedakan menjadi: • • Heterotalik. Flagella tersebut dikelilingi oleh selubung plasma. Anisogami : gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama (gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama). Selama pergerakan kedepan bagian kutub berayun dari satu sisi ke sisi lain sehingga lendir bagian belakang seperti berkelokkelok.

Bentuk sel bulat telur. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. terdapat 1 vacuola. • Chlorophyta berbentuk lembaran . satu nukleus dan kloroplas. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. • Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak Hydrodictyon. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala.edu MACAM-MACAM CHLOROPHYTA • Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak Chlamidomonas.uic. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi • Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak Volvox ditemukan di air tawar.sumber gambar www. koloni berbentuk bola jumlah antara 500 sampai 5000 buah. memiliki 2 flagel sebagai alat gerak. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.

Mereka merupakan satu koloni yang bentuknya bermacam-macam. 4. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi. bangsa Chalmydomonas. dan tidak lagi melakukan pembelahan sel yang vegetatif. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. kadang-kadang juga pada kulit pohonpohon dan tembok-tembok yang basah. merupakan sel vegetatif berflagel dua dapat bergerak. Perkembanganbiakan dengan isogami antara lain pada marga Pediastrum. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi. Sedangkan pada Zygnema memiliki dua kloroplas bentuk bintang. berukuran kecil. Mempunyai satu inti dan satu kloroplas. yang beruas-ruas dan bercabang-cabang.Perkembangan seksual melalui konyugasi.Dari Suku Volvocaceae dan Marga Volvox. misalnya Chlorella Vulgaris dam infusoria dan Hydra 2.Ulva. Perkembanganbiakan dengan zoospora yang mempunyai dua bulu cambuk. Zygnematales Dari suku Zygnemataceae serta marga Zygnema dan Spirogyra. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. dimana tiap sel dalam filamen menghasilkan satu gamet tidak memiliki flagel. bentuk seperti lembaran daun. Kedua marga ini tidakmembentuk spora aseksual. Pembikan seksual terjadi dengan peleburan sel vegetatif dan aseksual dengan pembelahan sel. Volvocales Dari kelas Chalmydomonadaceae.Volvocales 1. Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid. menyerupai batang.dan uniselular. Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar. Klasifikasi Terdiri atas satu kelas:Clorophyceae Terdiri atas 4 ordo .Tetrasporales . Tetraporales 3. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n). Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. merupakan sel : . Ada yang hidup bersimbiosis dengan fungsi sebagai lichenes bahkan ada yang hidup dalam plasma binatang rendah.Zygnematales . Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. atau dengan spora yang tiddak mempunyai bulu cambuk yang dinamakan aplanospora. Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Chlorococcales Sel-sel vegetatif tidak mempunyai bulu cambuk jadi tidak bergerak.Chlorococcales . Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid Chara. Ulva haploid disebut gametofit haploid. Pada Spyrogyra memiliki piranoid yang banyak dan kloroplas bentuk spiral. Chlorococcales hidup sebagai plankton dalam air tawar.

terutama spesies chlorella (karena kandungan chlorelinnya banyak mengandung vitamin E) Sbagai sumber protein sel tunggal contoh chlorela Sebagai bahan makan contoh volvox sebagai sayuran Sebagai plankton. Pembiakan seksual dengan cara oogami. sel-sel ini adalah Gonidiayang merupakan sel pemula dari koloni anak. yaitu: • • • • • • Produsen dari ekosistem air Sebagai alternatif bahan pangan bagi astronot. merupakan salah satu komponen yang penting dalam rantai makanan di perairan tawar Menghasilkan O2 (oksigen) dan hasil fotositensis yang diperlukan oleh hewan lain untuk bernafas Dapat mengganggu jika perairan terlalu subur Membuat air berubah warna dan menjadi bau Menjadi masalah dalam proses penjernihan air Menyebabkan penyumbatan pada saringan pengolahan air.vegetaif berflagel dua. hidup berkoloni (senobium) setiap sel dalam senobium dihubungkan dengan benang-benang sitoplasma.Konjugasi sel gamet Volvox PERANAN CHLOROPHYTA Chlorophyta mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Chloropyta juga mempunyai efek negatif yaitu: • • • • Reaksi Gelap Posted by dek Ubaid pada 30 Juli 2009 . Dalam koloni besar terdapat sel vegetatif yang besar.

Bagan Reaksi Gelap. 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3asam fosfogliserat (APG/PGA). reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. yang dihasilkan dari reaksi terang. yaitu fiksasi. yang berasal dari udara bebas.Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Secara umum. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. klik disini untuk bagan yang lebih besarPada fase fiksasi. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). reduksi. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. dan regenerasi. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. dan CO2. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. dihasilkan glukosa (C6H12O6). Selanjutnya. Dari reaksi gelap ini. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 .

termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. Produk akhir dari reaksi terang adalah senyawa berenergitinggi ATP dan NADPH yang digunakan untuk sintesis gula pada reaksi karbon. (Lihat Bagan) Baca entri selengkapnya » Fotosintesis Kehidupan di bumi sangat bergantung pada energi matahari. Pada fase ini. Fotosintesis pada Tumbuhan Tinggi Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan. Warna daun berasal dari klorofil. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). memiliki kloroplas. Konsep-konsep tersebut termasuk di dalamnya gambaran umum fotosintesis pada tumbuhan tinggi. Akan tetapi.gugus fosfat. kloroplas tumbuhan mengubah energi matahari menjadi energi kimiawi dalam bentuk gula dan molekul organik lainnya. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. energi cahaya diubah menjadi energi kimiawi melalui dua satuan fungsional yang berbeda yang disebut fotosistem.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. yang kemudian berubah menjadi NADP+. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggerakkan sintesis molekul makanan dalam kloroplas. pigmen berwarna hijau yang terdapat di dalam kloroplas sel mesofil. wilayah cair yang mengelilingi tilakoid. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap. Sebagian besar . Fotosintesis Terdiri dari Dua Tahapan Utama Secara umum. Selanjutnya. daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. 1. Energi fotosintesis digunakan untuk proses seluler tumbuhan dan menjadi sumber energi bagi seluruh kehidupan. Energi cahaya yang terserap digunakan untuk menggerakkan transfer elektron melalui serangkaian senyawa-senyawa pemberi elektron dan penerima elektron. Bagian ini menampilkan konsep-konsep dasar dari fotosintesis. Kedua tahap fotosintesis ini dikenal sebagai reaksi terang (bagian foto dari fotosintesis) dan reaksi karbon (bagian sintesis). fotosintesis terdiri dari dua proses yang masing-masing terdiri dari banyak langkah. Proses-proses sintesis ini berlangsung di dalam stroma kloroplas. Reaksi terang fotosintesis berlangsung di dalam membran internal kloroplas yang sudah terspesialisasi yang disebut tilakoid. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat.3-bifosfogliserat. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). Di dalam kloroplas. dan membentuk 1. Kemudian. Dalam suatu proses yang disebut fotosintesis. organisasi perlengkapan fotosintesis dan sifat cahaya maupun peranan pigmen fotosintesis.

Klorofil dan pigmen-pigmen aksesoris pengumpul cahaya di dalam tilakoid selalu terhubung dengan ikatan protein secara nonkovalen. Aspek yang paling menonjol dari struktur kloroplas adalah terdapatnya perluasan sistem membran internal yang dikenal sebagai tilakoid. pusat reaksi dan enzim transpor elektron.. Tilakoid mengandung protein-protein membrane integral yang membentuk fungsi sebagai kompleks pigmen antenna. Cahaya matahari seolah seperti hujan foton dari berbagai frekuensi yang berbeda-beda. Sel-sel mesofil memiliki banyak kloroplas yang mengandung klorofil. Pigmen fotosintesis yang terdapat di dalam tilakoid berperan dalam menyerap cahaya dan mengawali reaksi fotosintesis. Panjang gelombang merupakan jarak antara puncak gelombang yang berturut-turut. Pada umumnya sel mesofil memiliki kira-kira 30-40 kloroplas yang berukuran kira-kira 2-4 µm kali 4-7 µm. semakin tinggi energi setiap foton cahaya tersebut. Panjang gelombang berkisar antara kurang dari satu nanometer (untuk sinar gamma) hingga lebih dari satu kilometer (untuk gelombang radio). Susunan membran seperti itu dikenal sebagai grana. Cahaya dari frekuensi tinggi (atau panjang gelombang lebih pendek) berada di dalam wilayah spektrum ultraviolet. sementara protein-protein lainnya merupakan hasil pengkodean oleh DNA inti. Setiap foton mengandung sejumlah energi yang disebut kuantum (jamak: kuanta). Cahaya matahari memiliki sifat baik sebagai gelombang maupun sebagai partikel. dan cahaya dari frekuensi rendah (atau panjang gelombang yang lebih panjang) di dalam wilayah spektrum infra merah. Mata kita hanya sensitif terhadap frekuensi lemah –wilayah cahaya-tampak dari spektrum elektromagnetik. Energi cahaya juga digunakan untuk membangkitkan gaya gerak proton yang melintasi membran tilakoid untuk mensintesis ATP. Keseluruhan kisaran radiasi ini terkenal sebagai spektrum elektromagnetik. foton cahaya ungu (violet) berisi hampir dua kali energi foton cahaya merah.elektron pada akhirnya mereduksi NADP+ menjadi NADPH dan mengoksidasi H2O menjadi O2. Sifat Cahaya dan Peranan Pigmen Energi dari cahaya matahari menggerakkan fotosintesis. Kandungan energi cahaya tidak bersifat kontinu melainkan dihantarkan pada paket-paket diskrit berupa kuanta. Secara umum. Kloroplas merupakan organel bermembran ganda yang mengandung berbagai sistem transportasi membran. sambil meminimalkan proses yang tidak berguna pada saat yang bersamaan. Sebagian besar protein kloroplas merupakan produk dari transkripsi dan translasi yang terjadi di dalam kloroplas itu sendiri. Kloroplas Merupakan Tempat Berlangsungnya Fotosintesis Pada tumbuhan. fotosintesis berlangsung pada organel subseluler berentuk seperti semangka yang disebut kloroplas. Cahaya sebagai gelombang dikarakteristikkan oleh adanya panjang gelombang. Di dalam lamella grana terdapat ruang internal yang disebut sebagai lumen. sementara wilayah di luarnya dikenal sebagai stroma. semakin pendek panjang gelombangnya. Dengan demikin. RNA dan ribosom tersendiri. Jumlah energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang cahayanya. Kloroplas juga mengandung DNA. Jaringan fotosintesis yang paling aktif pada tumbuhan tinggi adalah mesofil daun. dan frekuensi. Cahaya Memiliki Karakteristik-karakteristik Baik Sebagai Partikel Maupun Gelombang Salah satu keberhasilan bidang fisika pada awal abad ke dua puluh adalah adanya kenyataan bahwa cahaya memiliki sifat baik sebagai partikel maupun gelombang. Baik pigmen antena maupun klorofil pusat reaksi terhubung dengan protein-protein untuk mengoptimalkan transfer energi di dalam kompleks pigmen antena dan transfer elektron di dalam pusat reaksi. Sebagian besar tilakoid terlihat memiliki hubungan yang sangat berdekatan satu sama lainnya. Cahaya juga bersifat partikel dimana kita menyebutnya sebagai foton. . rumusan reaksi fotosintesis adalah: Organisasi Perlengkapan Fotosintesis Daun tumbuhan memiliki perlengkapan khusus yang terspesialisasi untuk fotosintesis. Frekuensi merupakan jumlah puncak gelombang yang melewati pengamat pada waktu tertentu. disintesis pada ribosom sitoplasma dan kemudian diimpor ke dalam kloroplas.

.Pigmen-pigmen Berperan dalam Penyerapan Cahaya Ketika cahaya mengenai materi. 2. Klorofil yang tereksitasi dapat kembali ke keadaan dasarnya melalui perubahan energi eksitasinya secara langsung menjadi panas. cahaya dapat dipantulkan. Klorofil a dan klorofil b serta karotenoid banyak ditemukan di dalam tumbuhan hijau. senyawa ini malah menyerap dan melepaskan energi cahaya yang berlebihan. 5 September 2010 . Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan tanaman hijau. 1. Fotoeksitasi Klorofil Mengawali Reaksi Fotosintesis Ketika molekul menyerap suatu foton. Pigmen yang berbeda akan menyerap cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda dan panjang gelombang yang diserap akan menghilang. Dengan demikian. yang jika tidak dilepas akan merusak klorofil. tanpa pancaran foton. pada keadaan tereksitasi klorofil memiliki empat jalur pelepasan energi. setiap pigmen memiliki spektrum penyerapan. klorofil yang tereksitasi mentransferkan energinya ke molekul lain. Klorofil dapat berpartisipasi dalam transfer energi. Oleh karena itu. energi dari foton diubah menjadi energi potensial elektron yang dinaikkan dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi. Keadaan teraksitasi bersifat tidak stabil sehingga prosesnya berlangsung sangat cepat. Klorofil nampak berwarna hijau karena klorofil menyerap cahaya merah dan biru sambil memantulkan cahaya hijau. Foton cahaya matahari diserap terlebih dahulu oleh klorofil b dan energinya disalurkan ke klorofil a. Seluruh organisme mengandung campuran lebih dari satu jenis pigmen dan setiap pigmen memerankan fungsi khusus. Cahaya yang diserap ditransferkan ke klorofil untuk fotosintesis. Reaksi-reaksi fotokimiawi fotosintesis merupakan reaksi tercepat diantara reaksi-reaksi kimiawi yang ada. 4. Kecepatan reaksi yang luar biasa ini diperlukan untuk fotokimia agar dapat bersaing dengan tiga reaksi keadaan tereksitasi lain yang mungkin terjadi. 3.Fotosintesis terjadi di kloroplas daun dan batang yang berwarna hijau. Proses yang dikenal sebagai fluoresensi. Selama transfer energi. Namun demikian. klorofil b berperan sebagai pigmen aksesoris. Karotenoid merupakan konstituen integral dari membran tilakoid dan biasanya terhubung erat dengan protein-protein pigmen antena dan pusat reaksi. Energi cahaya pertama kali diserap oleh pigmen-pigmen yang terdapat di dalam kloroplas. Proses keempat adalah fotokimia. sebagian besar karotenoid tampaknya berfungsi terutama dalam fotoproteksi: Bukannya meneruskan energi ke klorofil. dimana di dalamnya energi dari keadaan tereksitasi menyebabkan terjadinya reaksi-reaksi kimiawi. Minggu. Klorofil yang tereksitasi dapat memancarkan-ulang foton dan dengan demikian kembali ke keadaan dasarnya. Dengan demikian. Klorofil a dan b memiliki spektrum penyerapan yang berbeda. klorofil a berwarna biru-hijau sementara klorofil b berwarna kuning-hijau. karena peran inilah karotenoid-krotenoid disebut sebagai pigmen aksesoris. diteruskan atau diserap.

struktur selaput didalam sel mesofil daun. Masing-masing fotosistem mengandung sekitar 300 molekul pigmen yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam proses fotosintesis. Reaksi redoks berperan penting dalam fotosintesis. zat lainnya akan mengalami oksidasi. Kapanpun suatu zat mengalami reduksi. Di selaput tilakoid. pembuangan atau penambahan elektron yang diturunkan dari hidrogen adalah mekanisme reaksi reduksi oksidasi yang paling sering. Oksidasi adalah pembuangan sebuah elektrin dari sebuah molekul. Proses fotosintesis Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas (gambar 1). sintesis gula dari karbon dioksida adalah reduksi karbon dioksisa. Struktur kloroplas . Penambahan elektron (reduksi) menyimpan energi dalam senyawa. Bahan baku fotosintesis adalah karbon dioksida dan air. Sebagai contoh. Gambar 1. Persamaan kimia total fotosintesis adalah sebagai berikut: Reaksi Reduksi – Oksidasi (Redoks) Reduksi adalah penambahan sebuah elektron (e) ke sebuah molekul penerima. Dalam sistem biologi. klorofil dan pigmen aksesoris disusun menjadi kelompok-kelompok fungsi yang disebut fotosistem.Fotosintesis menjadi mungkin karena kemampuan pigmen klorofil menjebak cahaya. ditambahkan pada karbon dioksida untuk membentuk satuan gula. Peristiwa penting saat fotosintesis adalah pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia. Kloroplas memiliki struktur halus di dalamnya – kantung-kantung selaput lempeng yang disebut tilakoid. yang pada akhirnya disimpan dalam molekul gula. Hidrogen yang diperoleh dengan membelah molekul air. Pembuangan elektron (oksidasi) melepaskan energi.

dimana elektron diteruskan dari satu molekul penerima ke molekul penerima lainnya. elektron di lewatkan ke ferridoksin (Fd). atau fiksasi karbon. Klorofil bertindak sebagai donor elektron dan kemudian menjadi penerima (akseptor) elektron. Dari molekul penerima X. Stroma adalah lokasi terjadinya fiksasi karbon. Energi elektron yang bertambah ini menyebabkannya lepas dari molekul P700 (klorofil a) dan menempel sementara di sebuah molekul penerima yang disebut X. Fd melewatkan elektron ke senyawa transisi dan kemudian ke Nikotamida Adenin Dinukleotida Phosfat (NADP). Ion ini disimpan di wadah penyimpan di tilakoid. Peristiwa Fotosistem I Fosforilasi Siklik – Transpor Elektron Energi cahaya menghantam sebuah fotosistem. Di Fotosistem I. menjadi terangkat ke tingkat energi tinggi. Sesungguhnya ada dua molekul P700 yang melepaskan elektron saat peristiwa ini secara serempak. NADP menerima kedua elektron (2e) tersebut dan menjadi NADPH2. Fotosintesis memerlukan energi dari ATP untuk mensintesis karbohidrat. Fosforilasi Nonsiklik Energi cahaya kembali menghantam sebuah molekul klorofil a. Energi yang dilepaskan saat elektron melewati rantai transpor ini dipakai untuk mensintesis ATP (Adenosin Tri Posfat). Sebuah elektron di molekul pusat reaksinya. Karenanya ia berubah nama menjadi NADPre. Elektron ini lepas dari P700 dan diterima X. sebuah senyawa yang mengandung besi. Masing-masing tilakoid bertumpu di stroma atau zat lantai di kloroplas. Ada dua jenis fotosistem:Fotosistem I dan Fotosistem II.Masing-masing fotosistem ini memiliki pusat reaksi atau penjebak cahaya dimana molekul klorofil a yang spesial menjebak energi cahaya. Fosfat inorganik dari cairan stroma disertakan dalam molekul ATP saat fosforilasi sintetik. Ion hidrogen berlebih dilepaskan saat ATP terbentuk. Pada akhirnya ia kembali ke P700. Dengan mendapatkan dua elektron tambahan. NADPH2 juga menarik sebuah proton H. Tiap langkah reaksi reduksi-oksidasi ini dipercepat (katalis) oleh sebuah enzim khusus. kemiosmosis dan fiksasi karbon. Fotosintesis melibatkan empat peristiwa biokimia: peristiwa fotokimia. Reaksi fotokimia dan transpor elektron terjadi di selaput tilakoid. dimana re berarti tereduksi. Molekul klorofil di Fotosistem II diberi nama P680 karena molekul pigmen ini (klorofil a) menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nanometer. transpor elektron. molekul X tereduksi. Terjadi sederetan peristiwa reaksi redoks. Dalam menerima eletron. Pada peristiwa Fotosistem I. Tingkat energi sebuah elektron di P700 naik ke tingkat yang lebih tinggi. P700. NADPH2 menyimpan kedua elektron dan tidak meneruskannya lagi. Molekul pigmennya menyerap energi ini dan meneruskannya ke molekul pusat reaksi. Energi dari NADPH2 akan menjadi sumber energi saat karbon dioksida tereduksi untuk membentuk gula. Ia menyumbangkan elektron terangsang yang kaya energi dan menerima balik elektron yang lemah (miskin energi). Molekul X melewatkan elektron ke molekul penerima lainnya dan mengalami oksidasi dalam proses ini. elektron yang terangsang dapat melewati jalur yang berbeda dari yang menyusun ATP. molekul klorofil a nya dinamakan P700 karena ia menyerap energi cahaya dari panjang gelombang 700 nanometer. Selaput oval tilakoid mengelilingi sebuah vakuola atau wadah penyimpan dimana ion hidrogen disimpan hingga diperlukan dalam siklus Calvin. .

Jalur nonsiklis: 2e dari P700 ke X ke Fd ke NADP lalu NADP menjadi NADPre Peristiwa Fotosistem II Fotosistem II melibatkan sekitar 200 molekul di pusat reaksi klorofil a. Jalur fotosintesis melibatkan banyak langkah dan banyak produk serta katalis perantara. dan ganggang merah klorofil d. Saat elektron bergerak sepanjang rantai transpor. Sebagian energi membentuk ATP. menyisakan elektron bebas dan molekul oksigen: Protonnya berhubungan dengan NADPre. 2. Foton cahaya menghantam sebuah molekul klorofil a. P680. Jalur yang diikuti oleh elektron ini ada dua kemungkinan. Pada ganggang hijau biru dan pada lumut (bryofita). Molekul Q melewatkan elektron lagi dalam sederetan molekul penerima yang melewatkan elektron terus menuju ke lubang di Fotosistem I yang terbentuk saat sintesis nonsiklis NADPre. Gambar 2.Tinjauan : Fotosistem I 1. yaitu jalur siklis atau nonsiklis. pada ganggang coklat klorofil c. Diyakini kalau P680 menarik elektron pengganti dari air. Jalur siklis : e dari P700 ke X ke akseptor ke ATP. termasuk flavoprotein dan sitokrom (cyt) . Elektron energi tinggi ini lewat menuju sebuah molekul penerima elektron yang dilambangkan Q. Molekul pusat reaksi (P700) menyerap cahaya tersebut 3. pigmen penjebak cahaya tanaman hijau. mereka kehilangan energi perlahan-lahan. Saat cahaya menyerang klorofil di Fotosistem II. sebuah elektron di pusat reaksi. pigmen penjebak cahayanya adalah klorofil b. tereksitasi. Salah satu elektronnya terangkat ke tingkat energi tinggi 4.

enzim karboksilase ribulosa bifosfat (RuBP) menyatu dengan sebuah kelompok karboksil menuju ribulosa bifosfat. oksigen. oksidasi ribulosa bifosfat terjadi. Lalu. Fotorespirasi Fotorespirasi adalah sederetan peristiwa aneh yang terjadi di sel tanaman hijau saat ada sinar matahari. Kedua molekul PGA mengalami reduksi menjadi dua molekul fosfogliseraldehida (PGAL) dalam dua langkah berurutan. Siklus Calvin. Gambar 3. Senyawa ini pecah menjadi dua molekul senyawa karbon-3. Sebagian PGAL ini dipakai untuk memperbaiki penyimpanan ribulosa bifosfat. Ikatan energi tinggi putus dan fosfat dilepaskan. Enzim yang mempercepat siklus Calvin ada di stroma. membentuk sebuah senyawa karbon-6 yang tidak stabil. menunjukkan langkah rumit yang membawa dari ribulosa difosfat (bifosfat) menuju glukosa. Dalam peristiwa biasa. Satu . sebuah gula karbon-6. bukannya karbon dioksida. Karbon dioksida bergabung dengan gula karbon-5 ribulosa bifosfat (RuBp).Rangkuman jalur elektron di Fotosistem I dan Fotosistem II sebagai berikut: Air menyerahkan 2e ke Fotosistem I menuju X menuju rantai transpor menuju Fotosistem II menuju Q menuju rantai transpor menuju NADPre menuju siklus Calvin. titik awal siklus Calvin (Gambar 3). asam fosfogliserik (PGA). Aktivitas biokimia yang mengikutinya sudah dijelaskan dalam siklus Calvin. Pada saat fotorespirasi. Siklus Calvin Siklus Calvin adalah sederetan peristiwa fotosintesis dimana fiksasi karbon dioksida terjadi di stroma kloroplas. diganti dengan sebuah atom hidrogen dari NADPH. Saat karboksilase RuBP mendapatkan oksigen. NADPre dan ATP yang dihasilkan saat peristiwa Photosistem I dan Photosistem II sekarang dipakai untuk menempelkan karbon dioksida ke sebuah molekul organik. Gambar 2 menunjukkan jalur fotosintesis. yang mengikat dengan karboksilase RuBP. kedua molekul PGAL menyatu menghasilkan pembentukan gula karbon-6.

Fotorespirasi mengoksidasi senyawa organik memakai oksigen dan hasilnya adalah pembuangan karbon dioksida. karenanya tampak tidak berguna. juga melakukan fotosintesis C4. Pada dasarnya inilah yang terjadi. Ruang udaranya sangat kecil (Gambar 4). tiga ahli botani (Kortschak. Namun. sebuah tanaman iklim sedang. yang disebut C4 atau jalur fotosintesis Hatch-Slack. jagung. Hatch dan Slack) menemukan jalur fotosintesis baru. Proses ini tidak menggunakan sistem transpor elektron dan karenanya tidak menghasilkan energi. ia justru memakai energi. tebu. Sebagian karbon dioksida yang dihasilkan dalam reaksi ini dilepaskan. Susunan khusus ini disebut anatomi Kranz. Jalur Fotosintesis Hatch-Slack atau C4 Di akhir tahun 1960an. sisanya dikembalikan ke kloroplas untuk ikut serta dalam fotosintesis. PGA tetap berada dalam siklus C3.molekul PGA dan sebuah molekul karbon-2 dilepaskan. . Sel-sel lapisan buntalan diposisikan dalam bentuk lingkaran mengelilingi buntalan pembuluh (terdiri dari tabung-tabung xilem dan floem). diantaranya rumput kepiting. millet dan sorgum. Senyawa karbon-4 ini memberikan karbon dioksida. namun molekul karbon-2 meninggalkan kloroplas dan memasuki reaksi kimia di peroksisom dan metokondrion. yang memasuki C3 atau siklus Calvin di sel lapisan buntalan fotosintetik. Tanaman di daerah tropis dan gurun dengan tingkat fotosintesis sangat tinggi adalah tanaman C4. Menariknya. Tanaman yang melakukan fotosintesis C4 memiliki susunan khusus di jaringan daunnya. Anatomi Kranz. Gambar 4. malat. Karbon dioksida menyatu dengan sebuah senyawa yang disebut PEP (Phosfoenolpiruvat). Hingga kini ilmuan belum tahu apa manfaat dari fotorespirasi bagi sel saat fotosintesis. Malat ditransfer ke sel-sel lapisan buntalan di daun. Sel lapisan buntalan mengelilingi buntalan pembuluh. membentuk sebuah senyawa karbon-4. Sel mesofil menyusun bagian interior daun lainnya.

PROSES FOTOSINTESIS 1. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. B. PENGERTIAN FOTOSINTESIS Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. air. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H 2 O + 6CO 2 + cahaya → C 6 H 12 O 6 (glukosa) + 6O 2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara.MATERI A.[4] Pada respirasi. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. . gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Tumbuhan menggunakan karbondioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. dan energi kimia. alga. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. karbondioksida.

Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. yaitu fotosistem I dan II. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah: .klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm. sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. menuju mesofil. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama. C. Untuk menstabilkan kembali. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H + yang disebut sitokrom b6-f kompleks. 2. Reaksi Terang Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2. Dengan menggunakan elektron dari air. Fotosintesis pada Alga dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. REAKSI 1.

yang dinamakan plastosianin (PC).5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut: Sinar + ADP + Pi + NADP + + 2H 2 O → ATP + NADPH + 3H + + O 2 2.Reaksinya adalah: 4Fd (Fe 2+ ) + 2NADP + + 2H + → 4Fd (Fe 3+ ) + 2NADPH Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah: 2PQH 2 + 4PC(Cu 2+ ) → 2PQ + 4PC(Cu + ) + 4 H + (lumen) Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I. Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase. yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu. Reaksi keseluruhan pada PS I adalah: Cahaya + 4PC(Cu + ) + 4Fd(Fe 3+ ) → 4PC(Cu 2+ ) + 4Fd(Fe 2+ ) Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH.→ 4H + + O 2 + 2PQH 2 Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga. yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack.2H 2 O + 4 foton + 2PQ + 4H . Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin. Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim . Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid. tapi mengandung kompleks inti terpisahkan. Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP. Reaksi Gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur. Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II. Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1.

Ketiga. ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa.3Pgaldehida. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. Pertama. Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. Kemudian pada fase reduksi. gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO2 dari udara dan kemudian akan . 2. kemudian daur dimulai lagi. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. terletak di permukaan luar membran tilakoid. reduksi. Siklus Hatch-Slack Berdasarkan cara memproduksi glukosa. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP. ion H+ ditranspor dari stoma ke dalam trilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase. reaksi ini distimulasi oleh Mg2+. Secara bersamaan. Reduksi ini tidak terjadi secara langsung. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. jika kloroplas diberi cahaya. yang memasuki stroma daun sebagai ion H+. Pada fase regenerasi. Pada akhir reaksi Calvin.1. dan regenerasi. Namun. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati.3-bisPGA terbentuk. di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2. tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1. Tumbuhan ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa. yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan.3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis. sebagian lainnya dibawa keluar. reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. Jika kloroplas dibericahaya. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloesetat yang memiliki empat atom karbon. Tumbuhan ini menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin. Kedua. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH. tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4. Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas.rebisco. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa. yang menyumbang 2 elektron. Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi. 2. ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1. RuBP merupakan enzim alosentrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas.3bifosfogliserat (1. Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1. Hal ini dapat terjadi jika ada fotoresfirasi. Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA).2. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas. Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. yang melibatkan enzim Rubisco sebagai penambat CO2. Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah tropis. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat.

Piruvat akan kembali menjadi PEPco. Dalam keseluruhan proses ini.menjadi oksaloasetet. reaksi terang dan reaksi gelap Menjelaskan proses reaksi terang dan reaksi gelap dan hasilnya. sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin yang berlangsung di sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP. Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack. Peristiwa fotosintesis. digunakan 5 FOTOSINTESIS Untuk anak-anakku SMAN 81 Indikator: Menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan fotosintesis dan hasilnya. yang terjadi di sel mesofel. pigmen fotosintesis dan membutuhkan bahan baku CO2 dan H2O Cahaya matahari. . Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum Menjelaskan tahapan reaksi fotosintesis. melibatkan cahaya matahari. Oksaloasetat akan diubah menjadi malat.

Cahaya adalah bentuk radiasi elektromagnetik dari matahari cahaya yang tampak (visible light) adalah sebagian kecil dari total radiasi elektromagnetik yang mencapai bumi. Cahaya putih adalah gabungan dari seluruh panjang gelombang cahaya. Region merah dan biru dari spektrum cahaya yang tampak (visible light) adalah yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis

Pigmen Fotosintesis

1. Pigmen fotosintesis umumnya adalah klorofil dan karotenoid 2. klorofil a adalah pigmen yang jumlahnya banyak di tumbuhan. Klorofil a menyerap cahaya biru-ungu (430 nm) dan merah (662 nm) 3. Molekul klorofil mengandung hydrophobic phytol chain yang tertanam pada fosfolipid membran tilakoid dan cincin porphyrin ,yang mengandung magnesium sebagai pusat, berada diluar membran

Klorofil a Berwarna hijau kebiruan Rumus empiris C55H72O5N4Mg Mempunyai gugus samping metil (-CH3) pada organisme fotosintetik, kecuali bakteri

Klorofil b Hijau kekuningan Rumus empiris C55H70O6N4Mg Mempunyai aldehyde gugus samping (-CHO) Pada tumbuhan hijau dan alga hijau

Pigmen fotosintesis terdapat di daun(1), di Sel mesofil daun(2), jika kita ambil sebuah sel palisade (3), didalam kloroplas (4), dalam kloroplas terddapat granum (5,6)di membrane tilakoid (7) di fotosistem

Sumber: Brum and Mc. Kane, 1983

Pigmen aksesori : pigmen yang dapat mengabsorpsi cahaya selain P680 dan P700 Contoh karotene. merupakan pusat reaksi.Pigmen fotosintesis dibagi menjadi pigmen primer dan pigmen aksesori Pigmen primer : terdapat di pusat reaksi. klorofil b . ialah klorofil a yang terdiri dari P. xantofil. Yaitu klorofil a yang dapat mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm dan 700 nm.680 dan P. 700.

Setiap molekul pigmen dapat mengabsorpsi foton dari cahaya. yang mengakibatkan pigmen primer melepaskan energinya II. Biologi dasar. kemudian energi berpindah. 2004. Hartanto. terakhir diterima oleh pusat reaksi/pigmen primer/ klorofil a. menjadi tereksitasi dan menghasilkan energi. PROSES FOTOSINTESIS .Sumber: L.

elektron diterima reseptor ferredoxin. elektron tidak kembali ke pusat reaksi fotosistem 2 tetapi melewati plastocyanin ke pusat reaksi fotosistem 1. sehingga peristiwa ini disebut reaksi non siklik fotofosforilasi Elektron yang kembali ke fotosistem II berasal dari air (fotolisis air) 2. proton digunakan membentuk ATP menjadi ADP yang disebut fotofosforilasi. b6-f kompleks bertindak sebagai pompa proton. Pelangi. memompa proton ke ruang tilakoid. akibatnya pusat reaksi mengeluarkan elektronnya. seperti di fotosistem II. Fotoaktivasi fotosistem I (P700) cahaya diabsorpsi oleh pigmen-pigmen di fotosistem I.Sumber: Foo Yuen Kooi.2003 Fotoaktivasi fotosistem II Elektron dari fotosistem II (P. dari sini electron dapat digunakan untuk siklik maupun non siklik . menjadi tereksitasi dan energinya berpindah ke pusat reaksi.680) ditransfer ke reseptor Plastoquinone dan kemudian mentransfernya ke sistem transport elektron yang disebut b6-f kompleks. STPM Biology.

elektron menuju Fotosistem II ini merupakan tahap siklik Sedangkan jika terjadi reaksi non siklik. STPM Biology.Jika terjadi reaksi siklik elektron dari ferredoxin ke sistem transfer electron. dari ferredoxin.2003 SIKLUS CALVIN/ Reaksi Gelap NADPH dan ATP dari reaksi terang digunakan untuk reaksi gelap . b6-f compleks.bergabumg dengan NADP+ dan H+ diluar membrane tilakoid membentuk NADPH Sumber: Foo Yuen Kooi. energi membentuk ATP. Pelangi. feredoxin terdapat di permukaan membrane tilakoid (terdapat enzim NADP reduktase) dan ketika melaluinya 2 e.

Sumber: Foo Yuen Kooi. menambah satu ikatan fosfat. PGAL mengalami fosforilasi menjadi RUBP kembali. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. STPM Biology. PGA adalah asam organic berkarbon 3. PGA kemudian mengalami fosforilasi. kemudian dipecah menjadi 2 molekul phosphoglycerate acid (PGA). Fiksasi ( pengikatan ) Pengikatan CO2 oleh RuBP /RDP ( Ribulosa Bi Phosphat ) 2. 5. sumber fosfat adalah ATP 4. Reaksi ini jika di sistematikkan ada 4 tahap yaitu : 1. 2 molekul PGAL akan membentuk satu molekul glukosa (6C) 6. Langkah berikutnya proses reduksi karena senyawa tersebut berikatan dengan H2 yang berasal dari NADPH2. Hasil reaksi tersebut adalah persenyawaan diphosphoglyceraldehyde (PGAL) yang mengandung atom C 3. Reduksi ( Pengurangan) Pembentukan PGA menjadi PGAL dengan mengurangi H pada NADPH menjadi NADP dan PhosphaDP . 3. menjadi asam difosfogliserat (DPG). ATP. 5Cmembentuk senyawa sementara yang terdiri dari 6 C 2. Pelangi 1 Reaksi pengikatan/ fiksasi CO2 oleh molekul ribulose biphosphate (RuBP) .

3. Regenerasi (pembentukan kembali) terjadi regenerasi senyawa RuBP dari sebagian besar PGAL yang telah dibentuk dari PGA 4. Sintesa ( pembentukan ) Glukosa dari PGAL, perlu diketahui satu molekul Glukosa dibentuk dari 2 PGAL. OK

Reaksi Gelap Calvin Benson • • • • • • • Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. membutuhkan enzim Rubisco untuk Fiksasi Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi.

• •

Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil itu kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat (PGA 1.3 biphosphat). Kemudian, 1,3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi, dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH, yang kemudian berubah menjadi NADP+, dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Selanjutnya terjadi sintesa , 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi, yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat.(RDP/RuBP)

• •

• •

Pada fase ini, 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. Jika mendapat tambahan gugus fosfat, maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP),

REAKSI TERANG DAN REAKSI GELAP
di 05:27 Diposkan oleh erfan baeh... 0 komentar

Oksigen yang dikeluarkan dari tumbuhan berasal dari air dan bukan CO2. Kloroplas menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen. Fotosintesis terdiri dari dua proses. Tahap tersebut adalah reaksi terang dan reaksi gelap.
Reaksi terang

Reaksi terang merupakan tahap fotosintesis yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Kloroplas menyerap cahaya dan cahaya menggerakkan transfer elektron dan hidrogen ke penerima yaitu NADP+ (nikotinamida adenine dinukleotida fosfat). Pada proses ini, air terurai. Reaksi terang pada fotosintesis ini melepaskan O2. Pada reaksi terang, tenaga matahari mereduksi NADP+ menjadi NADPH dengan menambahkan sepasang electron bersama dengan nukleus hidrogen. Pada reaksi terang juga terjadi fosforilasi yang mengubah ADP menjadi ATP. Jadi energy cahaya diubah menjadi energi kimia dengan pembentukan NADPH: sumber dari elektron berenergi, dan ATP; energy sel yang serba guna. Reaksi Gelap

karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. reduksi. Dari reaksi gelap ini. 1. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. yang kemudian berubah menjadi NADP+. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Pada fase ini. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat. 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). yang berasal dari udara bebas. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. dan membentuk 1. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. dihasilkan glukosa (C6H12O6). Jika mendapat tambahan gugus fosfat. Kemudian. Pada fase fiksasi.3-bifosfogliserat. Selanjutnya. Secara umum. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Selanjutnya. dan regenerasi. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat . Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. yang dihasilkan dari reaksi terang.Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. dan CO2. reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). yaitu fiksasi.

persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an.id/suryantoro/2010/06/02/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap/ You might also like: • RDP/RuBP kemudian kembali akan mengikat CO2 lagi . Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. dan glukosa (C6H12O6). seorang ahli kimia dan pendeta. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. RDP (ribulosa difosfat). Ia berpendapat faktor itu adalah udara. begitu setrusnya.(RDP). Tapi pada tahun 1720. seorang dokter dan ahli kimia. Reaksi gelap ini menghasilkan APG (asam fosfogliserat). Sejarah Perkembangan Fotosintesis Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami. ALPG (fosfogliseraldehid). Joseph Priestley. melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. alga. Jan van Helmont. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof.unila. http://blog. dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyala dengan sebuah toples . seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia). Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. ahli botani Inggris. Pada awal tahun 1600-an.ac. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Dari penelitiannya. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap.

Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 12H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Cahaya matahari bereaksi dengan klorofil. sedang O2 tetap dalam keadaan bebas. yang satu dengan energi kimia dan yang lain dengan hydrogen 2. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. Jean Senebier. 3. Jan Ingenhousz. Pada tahun 1778. dan memecah air menjadi komponen dasarnya. dari senyawa anorganik. dan energi kimia. Akhirnya di tahun 1796. nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. mengulangi eksperimen Priestley. Anak panah menggambarkan gerakan koenzim yang bermuatan ini. Tidak lama kemudian. proses matahari membuat gula 1. hasil dasar fotosintesis . air. Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang).terbalik. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida Pada tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untak memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Karbohidrat yang dihasilkannya menjadi gula. Pada respirasi. menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. Reaksi ini mengeluarkan oksigen. Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah “merusak” udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. dan yang jauh lebih penting ialah bahwa reasi ini “memuati” dua koenzim. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. tikus itu akan mati lemas. Peristiwa ini disebut reaksi gelap NADPH2 akan bereaksi dengan CO2 dalam bentuk H+ menjadi CH20. Ia menemukan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat “memulihkan” udara yang “rusak”. seorang pastor Perancis. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Di sini ada satu koenzim yang bermuatan melepaskan muatan energinya untuk menggerakkan penyatuan penting antara muatan hidrogen koenzim yang satu dengan karbon yang menunggu. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat “dipulihkan” oleh tumbuhan. Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan “pemulihan” udara. dokter kerajaan Austria. Yang sedang menunggu ialah karbondioksida dalam senyawa penerima. H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2. Dari kedua percobaan itu.

Namun secara umum. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. Kedua koenzim yang muatannya dibongkar itu kemudian kembali untuk dimuati lagi dan mengulang daur tadi. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. tepatnya pada bagian stroma. Pada dasarnya.4. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Proses fotosintesis Pada tumbuhan. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. .

Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Pada tumbuhan dan alga. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. menuju mesofil. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. satuan pertukaran energi dalam sel. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. Reaksi ini memerlukan molekul air. Proses ini berlangsung di grana Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II.1. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan . membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena.

sedangkan fotosistem I 700 nanometer. menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. bukan dari karbon dioksida. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. selain sianobakteri. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis.panjang tertentu. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi.B. Di dalam daun. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C. Bakteri fotosintetik. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. 2 H20 ——> 2 NADPH2 + O2 .

Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya) dan berlangsung di stroma. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa).. Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. .2.

3. . Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. 2. 4. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. laju fotosintesis akan naik. 5. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara.CO2 + 2 NADPH2 + O2——>NADP + H2 + CO + O + H2 +O2 2 H2O + CO2 ——> CH2O + O2 atau 12 H2O + 6 CO2 ——> C6H12O6 + 6 O2 Faktor penentu laju fotosintesis atau Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: 1. laju fotosintesis akan berkurang.

Autotro dapat diartikan bahwa dapat menyediakan makanan bagi diri sendiri hanya dalam pengertian bahwa autotrof dapat mempertahankan dirinya sendiri tanpa memakan dan menguraikan organisme lain. Oleh karena alasan inilah. heteritrif merupakan komponen biosfer. Sebagian autotrof mengkonsumsi sisa-sisa organisme mati. sumber energi ini tersimpan dalam molekulmolekul organik seperti karbohidrat. Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Organisme memperoleh senyawa organik yang digunakan untuk dan rangka karbon dengan satu atau dua cara utama: nutrisi autotrofik atau heterotrofik. menyebabkan hererotrof ini hidup tergantung pada senyawa yang dihasilkan oleh organisme lain. menguraikan dan memekan sampah seperti bangkai. Ketidakmampuan dalam membuat makanan mereka sendiri. satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang menjadi tempat bergantung seluruh kehidupan ialah fotosintesis (Kimball.6.1999).2002). Sebagian besar fungi dan banyak . Untuk tujuan praktis. hidup dan tumbuh dengan memasukkan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh JALUR POTOSINTESIS FOTOSINTESIS Pengertian Fotosintesis Organisme dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. para ahli biologi menyebut autotrof sebagai produsen biosfer (Campbell. Organisme heterotrofik seperti ragi dan kita sendiri. Autotrof membuat molekul organik mereka sendiri dari bahan mentah anorganik yang diperoleh dari lingkuannya. Organisme heterotrof memperoleh materi organik melalui cara pemenuhan nutrisi kedua. tinja dan daun-daun yang gugur. Heterotrof ini dikenak sebagai pengurai. Fotosintesis menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di dunia baik secara langsung atau tidak langsung.

Persamaan reaksinya adalah: 2CO2 + 2H2R -----> 2C2O + O2 +2R karbohidrat (Wirahadikusumah. tetapi sumber itu bermacammacam (Campbell. benar-benar tergantung pada fotoautotrof untuk mrndapatkan makanan dan juga untuk mendapatkan oksigen. Air muncul pada kedua sisi persamaan itu karena 12 molekul dikonsumsi dan 6 molekul terbentuk lagi selama fotosintesis.1985) Bakteri menggunakan H2R dan menggunakan hidrogen untuk membuat gula. Hampir seluruh heterotrof. Tempat Berlangsung Fotosintesis . yang merupakan produk samping fotosintesis (Campbell. persamaan kimia fotosintesis adalah: 6CO2 + 12 H2O + energi cahaya -----> C6H12O6 + 6O2 + 6H2O (Campbell.2002) Karbohidrat C6H12O6 ialah glukosa.2002) Dalam bakteri berfotosintesis. H2S dan H2R (R adalah gugus organik). Persamaan itu dapat disederhanakan dengan memperlihatkan selisih konsumsi air: 6CO2 + 6H2O + energi cahaya ----> C6H12O6 + 6O2 (Campbell. termrasuk manusia.jenis bakteri memperoleh makana dengan cara seperti ini. bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau menghasilkan bahan organik dan oksigen dari karbon dioksida dan air. Dari reaksi kimia tersebut dapat dikatakan bahwa semua organisme fotosintetik membutuhkan sumber hidrogen.2002). Jalur Fotosintesis Dengan keberadaan cahaya. Dengan menggunakan rumus molekul. sebagai pengganti H2O dipakai zat pereduksi yang lebih kuat seperti H2.2002).

Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggunakan sintesis molekul makanan dalam kloroplas (Campbell. Terdapat ± setengah juta kloroplas tiap milimeter persegi permukaan daun. memiliki kloroplas. tetapi daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. terpacu pertumbuhan dan perkecambahan dalam keadaan terang.1985). Siklus Karbon (Anonim2. Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan. termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. Namun biji juga dapat terhambat perkecambahanyya oleh cahaya. Gambar.Di dalam tumbuhan. Panjang gelombang merah jauh dari sinar . proses fotosintesis pada umumnya berlangsung dalam organel khusus yang disebut plastid. Plastid mengandung senyawa. pigmen warna hijau yang terdapat dalam kloroplas. 2011) Peranan Cahaya pada Perkecambahan Biji Sebagian besar spesies tumbuhan. Warna daun berasal dari klorofil.2002). yaitu klorofil (Wirahadikusumah.

Di atas 760 nm foton tidak memiliki cukup energi dan di bawah 390 nm foton memiliki terlalu banyak energi. Hanya foton dengan panjang gelombang antara 390 dan 760 nm memiliki tingkat energi yang cocok untuk fotosintesis. Karena penggiatan pigmen merupakan akibat langsung interaksi antara foton dan pigmen.Panjang hari . Biji yang biasa berkecambah dalam gelap akan mengalami dormansi atau fase istirahat saat terkena cahaya dalam tingkat intensitas tertentu (Salisbury. Cahaya biru juga kadang menghambat.1994). Reaksi cahaya dalam fotosintesis merupakan bagian akibat langsung penyerapan foton oleh molekul pigmen seperti klorofil. dan bukan berdasarkan energi. Karena panjang gelombang antara 400 dan 700 nm itu paling efisien digunakan dalam fotosintesis. Tidak seluruh foton mempunyai tingkat energi yang cocok untuk menggiatkan pigmen daun. pengukuran cahaya yang digunakan dalam fotosintesis seringkali berdasarkan densitas aliran foton. pengukuran cahaya untuk fotosintesis biasanya didasarkan pada densitas aliran foton dalam panjang gelombang 400 dan 700 nm tersebut (Michael. Densitas aliran foton ialah jumlah foton yang menumbuk suatu luas permukaan tertentu per satuan waktu.matahari hampir selalu merupakan panjang gelombang yang paling menghambat. Biji yang biasanya berkecambah dalam gelap akan terhambat oleh cahaya.1995). Biji yang membutuhkan cahaya untuk berkecambah disebut fotodorman. menyebabkan ionisasi dan kerusakan pigmen. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah radiasi yang diterima pada suatu hari : .Sudut yang dibentuk matahari yang menuju titik tersebut . Ciri Cahaya yang Digunakan dalam Fotosintesis Cahaya tampak sebagai sumber energi yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis merupakan bagian spektrum energi radiasi.

Pada tanaman C4. CO2 diikat oleh PEP (enzym pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2.proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping. enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal assimilasi. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi.1994). Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi. Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3..Jumlah atmosfer yang dilewati radiasi sebagai fungsi dari sudut datang sinar matahari .Jumlah partikel di dalam atmosfer . kedelai. dan CAM (crassulacean acid metabolism). Pengantar Berdasarkan tipe fotosintesis. yang terjadi pada siang hari) .Faktor lain seperti fluktuasi pancaran matahari. Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan. Sebagian besar tanaman pertanian. tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar. hasil dari kompetisi antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2. yaitu C3. CO2 yang sudah terikat oleh PEP kemudian ditransfer ke . C4. Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil (sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di bawah sel-sel epidermis daun). Pada tanaman C3. sehingga fotorespirasi terhambat dan assimilasi akan bertambah besar. kacang-kacangan. kentang. jarak antara bumi dan matahari dan kemampuan bumi untuk memantulkan cahaya (Michael. seperti gandum. juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses fotorespirasi (fotorespirasi adalah respirasi. Tanaman C3 dan C4 A. dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3.

Tanaman C3 dapat kehilangan . kacang tanah. PEP mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2. Tanaman C3 mempunyai suatu peran penting dalam metabolisme. sehingga reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1 sangat tinggi. kentang. Struktur kloroplas pada tanaman C3 homogen. .sel-sel "bundle sheath" (sekelompok sel-sel di sekitar xylem dan phloem) dimana kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. 2011) B. Karena tingginya konsentasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini. laju assimilasi tanaman C4 hanya bertambah sedikit dengan meningkatnya CO2 Sehingga. sehingga fotorespirasi sangat kecil dan G sangat rendah. tanaman C3 akan lebih beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan. pada C3 karbon dioxida masuk ke siklus calvin secara langsung. sorgum dan tebu Gambar tanaman C4 (Anonim1. tanaman C3 mempunyai kemampuan fotorespirasi yang rendah karena mereka tidak memerlukan energi untuk fiksasi sebelumnya. Contoh tanaman C3 antara lain : kedele. dll Gambar tanaman C3 Contoh tanaman C4 adalah jagung. maka O2 tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP. Tanaman C3 Fotosintesis C3 berbeda dengan C4. dengan meningkatnya CO2 di atmosfir.

bersih dari gulma terutama rumputan • Semakin jauh dari penaung.Siklus ini terjadi dalam kloroplas pada bagian stroma. intensitas naungan semakin dikurangi • Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok.20 % carbon dalam siklus calvin karena radiasi. naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit saja. diatasi dengan naungan • Pada tanaman kelompok C3. • Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam fase pembibitan • Pada fase bibit. Untuk menghasilkan satu molekul glukosa diperlukan 6 siklus C3 (Anonim1. gulma mulai tumbuh semakin cepat • Titik kompensasi gulma rumputan dapat ditentukan sama dengan IC pada batas mulai ada pertumbuhan gulma • Tumbuhan tumbuh ditempat dg IC lebih tinggi dari titik kompensasi (sebelum tercapai titik jenuh). semua jenis tanaman tidak tahan IC penuh. juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian gulma • Di bawah penaung. butuh 3040%. hasil fotosintesis cukup untuk respirasi dan sisanya untuk pertumbuhan Dampak pemberian naungan terhadap iklim mikro • Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40% . 2011). Konsep dasar reaksi gelap fotosintesis siklus Calvin (C3) adalah sebagai berikut : CO2 diikat oleh RUDP untuk selanjutnya dirubah menjadi senyawa organik C6 yang tidak stabil yang pada akhirnya dirubah menjadi glukosa dengan menggunakan 18ATP dan 12 NADPH. Naungan: • Merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi. tetapi sepanjang siklus hidup tanaman • Meskipun dengan semakin dewasa umur tanaman. tanaman ini termasuk salah satu group phylogenik.

melainkan senyawa 4-C asam oksaloasetat (OAA). Bagian besar bumi dan makhluk hidup juga terdiri atas air. Dengan adanya air hujan diperkirakan sekitar 150 ton pupuk jatuh ke bumi setiap tahunnya. Data curah . atau-pun propinsi yang mengacu pada standar WMO (World Metrological Organitation). maka mungkin saat ini jumlah jenis tanaman tidak akan sebanyak yang kita ketahui. jagung (Zea mays). Alat pengukur curah hujan (Ombrometer) adalah alat untuk mengukur curah hujan yang terjadi pada suatu daerah baik pedesaan. Butiran hujan selain membawa molekul air juga membawa banyak materi yang penting bagi kehidupan.• Mengurangi aliran udara disekitar tajuk • Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil (60-70%) • Mengurangi laju evapotranspirasi • Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman C. Tanaman C4 Tebu (Saccharum officinarum). OMBROMETER Mekanisme kompleks kehidupan tidak mungkin berfungsi tanpa kehadiran cairan yang berupa air. seperti material pupuk yang lengkap bagi tumbuhan. kecamatan. Metode alternatif fiksasi karbon dioksida untuk fotosintesis ini disebut jalur Hatch-Slack. dan tumbuhan tertentu lain tidak mengikat karbon dioksida secara langsung. Air yang berasal dari hujan merupakan fenomena alam yang paling penting bagi terjadinya kehidupan di bumi. bukanlah senyawa 3-C asam fosfogliserat (PGA). Dengan adanya alat pengukur curah hujan ini kita dapat mengetahui banyaknya curah hujan yang terjadi setiap waktu. 2011). Pada tumbuhan ini senyawa pertama yang terbentuk setelah jangka waktu pelaksanaan fotosintesis yang sangat pendek. Tanpa adanya mekanisme seperti itu. Tumbuhan yang menggunakan jalur ini disebut tumbuhan C4 atau tumbuhan 4 karbon (Anonim1.

go. dan sebagainya. Memberikan data hidrologi untuk kepentingan depertemendepartemen yang terkait. 6. Memudahkan BMG dalam mengamati curah hujan pada suatu daerah.hujan yang dihasilkan secara otomatis dari alat pengukur curah hujan ini dapat dikirimkan secara online melalui internet dengan operating sistem IGOS dan disimpan dalam suatu database yang dapat diakses oleh siapa saja melalui internet.kim. Mengukur curah hujan secara otomatis. 3. Software aplikasi dapat dikembangkan menjadi Sistim Informasi Monitoring banjir.lipi. 5. kelembaban udara. Gambar alat pengukur curah hujan Keunggulan 1. Database curah hujan di setiap daerah dapat diakses secara online dan setiap saat sehingga dapat memprediksi terjadinya banjir di suatu daerah. temperatur.id. Pencatatan waktu dalam data curah hujan menggunakan waktu yang tertelusur ke time server ntp. SAM REAKSI GELAPFotosintesis . 2. 4.

Dalam reaksi terang. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis.Fotosintesis ada lah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini.> Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. kimia. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Pada dasarnya. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. maupun biologi sendiri. alga. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama. karbondioksida. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi . tepatnya pada bagian stroma. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Pada tumbuhan. Reaksi terang terja di pada grana (tunggal: granum). Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Namun secara umum. seperti fisika. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis.

April 30. daun. Serta dapat disimpan dalam akar. batang.. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. semakin banyak tanaman semakin besar oksigen yang dihasilkan. protein dan lipid.. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis.. Sebagai contoh.. fotosintesis memberikan manfaat yang besar bagi keadan suhu atau udara di bumi. sat glukosa. science 2 comments: Faizin_heem said. biru (410 . Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Disimpan dalam bentuk cadangan makanan yang berupa : zat amilum. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Membantu arus energy. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. hijau kuning (510 .500 nm) dan violet (< 400 nm). dan akan dapat mengurangi efek dari global worming May 5. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Download animasi Mini-lab fotosintesis disini Posted by zhy's blog at 9:27 PM Labels: khusus. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis.siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). manfaat fotosintesis antara lain Membantu metabolisme tubuh.600 nm). 2011 7:54 AM . yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang.700 nm). Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . 2011 6:49 AM Dian Sulist Science said. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Berasal dari zat makanan yang tidak dioksidasi. buah dan biji. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu.

Post a Comment Links to this post Create a Link Newer Post » « Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Kalender .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful