Ultra struktur

Plastida merupakan organel utama yang hanya ditemukan pada tumbuhan dan alga.plastid berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak dan terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termaduk amiloplas dan elaioplas), atau kromopas. Plastid merupakan derivat dari proplastid, yang dibentuk pada bagian meristematik tumbuhan. Plastida pada tumbuhan Pada tumbuhan, plastida dibedakan kedalam beberapa bentuk, tergantung fungsinya dalam sel. Plastida yang belum teriferensiasi akan berkembang menjadi: Amiloplas : untuk menyimpan cairan Kloroplas : untuk fotosintesis Etioplas : kloroplas yang belum terkena cahaya Elaioplas : untuk menyimpan lemak Kromoplas : untuk sintesis dan menyimpan pigmen Leukoplas : untuk mensistesis monoterpen Setiap plastid berisi berbagai kopi plastid gen pada lingkar 75-250 kb. Gen plastid berisi kurang lebih 100 gen yang mengkode rRNAs dan tRNAs. Kebakaan Plastida Kebanyakan tumbuhan mewarisi plastida hanya dari induknya. Angiosperm umumnya mewarisi plastida dari induk betina, sedangkan beberapa gimnospermae mewarisi plastida dari induk jantan. Alga juga mewaisi plastida dari salah satu induknya. Plastida pada alga Pada alga, istilah leukoplas digunakan untuk semua jenis plastid yang belum terpigmentasi. Fungsinya berbeda dari leukoplas pada tumbuhan. Etioplas, amiloplas dan kromoplas hanya ada pada tumbuhan dan bukan pada alga. Plastida pada alga mungkin juga berbeda dengan plastida pada tumbuhan yang mana pada alga berisi pirenoid. Asal plastida

Plastida berasal dari endosimbiosis sianobakteri. Pada alga hijau dan tumbuhan disebut kloroplas, rhodoplas pada alga merah dan sianelles. Plastida dibedakan atas pigmennya, namun juga ultrastruktur.

ULTRA STRUKTUR KLOROPLAS Kloroplas merupakan salah satu organel yang terdapat pada sel tumbuhan, kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil.® Pada sel tumbuhan tingkat tinggi umumnya berisi 50 – 200 buah kloroplas, ukurannya sekitar 46 mikro meter.® Bagian-bagian kloroplas :® Membran luarϖ Ruang antar membranϖ Membran dalamϖ Sistem membran internal yang terdiri dari: Grana, Stroma, Tilakoid.ϖ ϖ Membran luar, membran luar permukaannya rata dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat. Antara membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran yang tebalnya 10 nm. Membran ini permeabel terhadap senyawa-senyawa dengan berat molekul rendah seperti : nukleotida, fosfat inorganik, derivat yang mengandung fosfat, asam karboksilat, dan sukrosa. Jadi ruang antar membran dapat dengan bebas menggunakan segala macam molekul nutrien dari sitosol. Ruang antar membran, adalah ruangan yang memisahkan antara membran luar dengan membran dalam, tebalnya kira-kira 10 nm. ϖ Membran dalam, membran dalam kloroplas merupakan barier/ penghalang antara sitosol dan stroma kloroplas. Membran dalam permeabel terhadap sukrosa, sorbitol, dan macam-macam anion. Meskipun membran dalam impermeabel terhadap sejumlah persenyawaan, namun

membran dalam permeabel terhadap karbon dioksida dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat,asam gliserat, dan asam glikolat, serta kurang permeabel terhadap asam amino. Sistem membran internal® Tilakoidϖ adalah membran dalam kloroplas yang melipat ke arah dalam dan berbentuk seperti lembaranlembaran. Pada permukaan dalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yang tersusun berderet yang disebut kuantosom. Dikuantosom inilah terdapat zat klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Klorofil ini berfungsi menangkap energi cahaya matahari, energi yang ditangkap itu digunakan untuk memecah molekul air, yang kemudian direaksikan dengan karbondioksida menjadi gula dan oksigen. Stromaϖ adalah membran dalam yang membungkus cairan kloroplas, stroma merupakan tempat untuk berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. Granaϖ adalah kumpulan tilakoid yang bertumpuk-tumpuk membentuk badan seperti tumpukan uang logam. Peranan kloroplas dalam proses FS I dan FS II 1. Fotosistem I (FS I) fotosistem I berisi klorofil b, klorofil a 670, klorofil a 695, dan sejumlah kecil klorofil a khusus yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 700 nm, disebut P.700. P700 merupakan pusat reaksi.jika cahaya mengenai PS I klorofil akan mengalami eksitasi, dan eksitasi ini menjalar diantara klorofil ke P.700. pengaktifan P.700menyebabkan terjadinya transfer sebuah elektron ke akseptor elektron X. dari akseptor X melalui ferridoksin 540 dipakai untuk mereduksi NADP+ dan H+, menjadi NADPH (non siklik). Jika terjadi eksistasi NADPH elektron akan kembali melalui Fd.590 dan sitokrom b6 ke P.700 (siklik). Pada waktu P.700 melepaskan elektronnya (foto oksidasi) akan segera kembali ke bentuk semula, dengan menerima elektron dari plastosianin (PC). PC dengan sitokrom f berdekatan dengan P.700 berfungsi untuk transfor elektron yang berasal dari PS II. Fotosistem II fotosistem II berisi klorofil b, klorofil a 670, kloroil a 680. sebagai pusat reaksinya adalah klorofil a yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm, disebut P.680. pada PS II ini terdapat akseptor elektron yang diberi nama Q. akseptor ini dapat menghilangkan fluoresensi klorofil a pada PS II. Pembentukkan Amilum dalam proses reaksi gelap fotosintesis. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi. Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfatϖ mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat.

yang kemudian berubah menjadi NADP+. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje. Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong". selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall).Kemudian. setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. Selaput Plasma (Plasmalemma) Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein). Khusus pada sel tumbahan. Inti Sel (Nukleus). 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton). 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. yaitu: 1. 1. 2. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). 3. Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap Reaksi gelap ini menghasilkan APGϖ (asam fosfogliserat). Anatomi. Sitoplasma dan Organel Sel. di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat- . Jika mendapat tambahan gugus fosfat. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel. 1. Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi  Fase reduksi. Fisiologi Dan Reproduksi Sel Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. ϖ fase regenerasi.Protein ⇒ Trilaminer Layer Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air). Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah: Protein .Lipid . Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. RDP (ribulosa difosfat). Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain. ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian. dan glukosa (C6H12O6). yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. ALPG (fosfogliseraldehid).Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula). Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa. Pada fase ini. Selanjutnya.

Gbr. b. b.R) Fungsi R. Dikenal dua jenis RE yaitu : • RE. Ribosom (Ergastoplasma) Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil.E.E. 2. Ultrastruktur Sel Tumbuhan Organel Sel tersebut antara lain : a. Ultrastruktur Sel Hewan.R) • RE. Chitine. Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. .zat penguat seperti Lignin. Agranuler (Smooth E.E. sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel. Granuler (Rough E. dan ada pula yang soliter.) Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel. Struktur R. Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan). Retikulum Endoplasma (RE. berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%). Sitoplasma dan Organel Sel Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma). a. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Pektin. Suberine dan lain-lain Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. ada yang melekat sepanjang R.

Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Plastida Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. J. • Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak). • Proteoplas (untuk menyimpan protein). Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan). Dikenal tiga jenis plastida yaitu : 1. d. misalnya ginjal. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen. terdiri dari: • Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Lisosom Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) . Miitokondria (The Power House) Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. c. Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym. karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House". 3. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. g. e. 2. misalnya : • Karotin (kuning) . Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein. Sentrosom (Sentriol) Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis).

k. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. i.• Fikodanin (biru) • Fikosantin (kuning) • Fikoeritrin (merah) h. berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel". Vakuola (RonggaSel) Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Inti Sel (Nukleus) Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu : • Selapue Inti (Karioteka) • Nukleoplasma (Kariolimfa) • Kromatin / Kromosom • Nukleolus(anak inti). Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu : • Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti). Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe) • alkaloid (misalnya Kafein. Mikrotubulus Berbentuk benang silindris. j. misalnya dijumpai . 3. Peroksisom (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Nikotin. Kinin. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas Vakuola berisi : • garam-garam organik • glikosida • tanin (zat penyamak) • minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati. dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati). tetapi lebih lembut. Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel. Mikrofilamen Seperti Mikrotubulus. Flagela dan Silia. kaku. Likopersin dan lain-lain) • enzim • butir-butir pati Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.

which means "the one who forms".[1] Chloroplasts are green because they contain the pigment chlorophyll. Chloroplasts are members of a class of organelles known as plastids. karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein. the free encyclopedia Jump to: navigation. The word chloroplast (χλωροπλάστης) is derived from the Greek words chloros (χλωρός).pada bakteri. Chloroplast From Wikipedia. • Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti). Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel. Contents [hide] • • • 1 Evolutionary origin 2 Structure 3 Transplastomic . Chloroplasts capture light energy to conserve free energy in the form of ATP and reduce NADP to NADPH through a complex set of processes called photosynthesis. search The simplified internal structure of a chloroplast Chloroplasts (English pronunciation: /ˈklɒrəplæsts/) are organelles found in plant cells and other eukaryotic organisms that conduct photosynthesis. and plastis (πλάστης). ganggang biru. which means green.

[4] In that they derive from an . In general. except for Paulinella chromatophora. which has recently acquired a photosynthetic cyanobacterial endosymbiont which is not closely related to chloroplasts of other eukaryotes. they are considered to have originated from cyanobacteria through endosymbiosis.[3] All chloroplasts are thought to derive directly or indirectly from a single endosymbiotic event (in the Archaeplastida). This was first suggested by Mereschkowsky in 1905[2] after an observation by Schimper in 1883 that chloroplasts closely resemble cyanobacteria.plants • • • • 4 See also 5 Notes 6 References 7 External links [edit] Evolutionary origin Chloroplasts visible in the cells of Plagiomnium affine — Many-fruited Thyme-moss A model chloroplast Chloroplasts are one of the many different types of organelles in the plant cell.

In land plants.[7] Chloroplasts have their own genome. These klepto chloroplasts may only have a lifetime of a few days and are then replaced. such secondary endosymbionts may have themselves been engulfed by still other eukaryotes. In some cases. filling the inner spaces. which is bell-shaped. intermembrane space 3. Plastids may contain 60-100 genes whereas cyanobacteria often contain more than 1500 genes. but the parts that are still present show clear similarities with the cyanobacterial genome. A typical parenchyma cell contains about 10 to 100 chloroplasts. The chloroplast is contained by an envelope that consists of an inner and an outer phospholipid membrane. Between these two layers is the intermembrane space.3 μm thick. this is termed the plastome. chloroplasts are surrounded by two lipid-bilayer membranes.[6] In green plants.[5] which codes for redox proteins involved in electron transport in photosynthesis. The chloroplast is surrounded by a double-layered composite membrane with an intermembrane space. it has reticulations. there is only one chloroplast. thus forming tertiary endosymbionts. chloroplasts seem to have evolved through a secondary event of endosymbiosis. which is considerably reduced compared to that of free-living cyanobacteria. but chloroplasts are found only in plants and protista. They are believed to correspond to the outer and inner membranes of the ancestral cyanobacterium. The transfer of nuclear information has been estimated in tobacco plants at one gene for every 16000 pollen grains. In the alga Chlorella. The chloroplast has its own DNA.[10] [edit] Structure Chloroplasts are observable as flat discs usually 2 to 10 micrometers in diameter and 1 micrometer thick.[8] Many of the missing genes are encoded in the nuclear genome of the host. or many infoldings. forming chloroplasts with three or four membrane layers.endosymbiotic event. chloroplasts are separated from a captured alga or diatom and used temporarily. inner membrane (1+2+3: envelope) . chloroplasts are similar to mitochondria. Chloroplast ultrastructure: 1. in general. further. outer membrane 2. in which a eukaryotic cell engulfed a second eukaryotic cell containing chloroplasts. In some groups of mixotrophic protists such as the dinoflagellates. 5 μm in diameter and 2.[9] In some algae (such as the heterokonts and other protists such as Euglenozoa and Cercozoa). they are.

The thylakoids are arranged in stacks called grana (singular: granum). Embedded in the thylakoid membrane are antenna complexes. TEM image of a chloroplast Within the stroma are stacks of thylakoids.01 μm thick. including chlorophyll and carotenoids. stroma (aqueous fluid) 5. ribosome 11. and contains one or more molecules of small circular DNA. granum (stack of thylakoids) 8. which then passes onto the photochemical reaction centre. It also contains ribosomes. thylakoid membrane 7. corresponding to the cytosol of the original bacterium. it involves the coupling of cross-membrane fluxes with biosynthesis via the dissipation of a proton electrochemical gradient. This complex both increases the surface area for light capture. producing an excited electron. Two chlorophyll molecules are then ionised. each of which consists of the light-absorbing pigments. however most of its proteins are encoded by genes contained in the host cell nucleus. thylakoid membranes appear as alternating light-and-dark bands. The energy of the incident photons is absorbed by the pigments and funneled to the reaction centre of this complex through resonance energy transfer. . which are the site of photosynthesis. plastoglobule (drop of lipids) The material within the chloroplast is called the stroma. each 0.[1] A thylakoid has a flattened disk shape. thylakoid lumen (inside of thylakoid) 6. as in mitochondrial oxidative phosphorylation.4. In the electron microscope. Photosynthesis takes place on the thylakoid membrane. the sub-organelles. Inside it is an empty area called the thylakoid space or lumen. and allows capture of photons with a wider range of wavelengths. with the protein products transported to the chloroplast. plastidial DNA 12. as well as proteins that bind the pigments. thylakoid (lamella) 9. starch 10.

recent results in tobacco plants are promising. telah memberikan bukti domain selular ketiga kehidupan dan wawasan baru ke dalam asal usul kehidupan itu sendiri.[14][15] although in plants such as pines. membran yang mengelilingi inti sel. adalah prokariotik sel-organisme yang tidak memiliki membran nuklir. dan jenis pertama dari sel untuk berevolusi. Sel adalah unit struktural dan fungsional dari semua organisme hidup.[16] Where chloroplasts are inherited only from the female. showing a failed containment rate of transplastomic plants at 3 in 1.[15] KLOROPLAS I. Beberapa organisme. disebut archaea. PENDAHULUAN 1. chloroplasts are inherited from males. chloroplasts are not inherited from the male parent. This makes plastid transformation a valuable tool for the creation and cultivation of genetically modified plants that are biologically contained. transgenes in these plastids cannot be disseminated by pollen. [edit] Transplastomic plants Recently. merupakan uniseluler.000. formed as extensions of their outer membranes. Yang paling sederhana sel. This biological containment strategy is therefore suitable for establishing the coexistence of conventional and organic agriculture.[13] and thus function as a network. While the reliability of this mechanism has not yet been studied for all relevant crop species. chloroplasts have caught attention by developers of genetically modified plants. meskipun penemuan baru dari kelompok kedua prokariota.1 Latar Belakang Tampaknya bahwa kehidupan muncul di bumi sekitar 4 milyar tahun yang lalu. yang terdiri dari .000. In most flowering plants.Recent studies have shown that chloroplasts can be interconnected by tubular bridges called stromules. seperti bakteri. Bakteri adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari bentuk organisme prokariotik.[11][12] Chloroplasts appear to be able to exchange proteins via stromules. thus posing significantly lower environmental risks.

3 Rumusan Masalah Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana struktur dari kloroplas 3.000. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki berbagai macam organel.satu sel.000!!. Bagaimana asal mula terbentuknya kloroplas 2. menjalankan fungsi-fungsi khusus.2 Tujuan Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki tujuan sebagai berikut: 1.000. Bahkan lebih menakjubkan adalah bahwa setiap sel menyimpan seperangkat instruksi sendiri untuk melaksanakan masing-masing kegiatan. untuk mengetahui fungsi dan peranan kloroplas di dalam tubuh tumbuhan 1. organisme lain. ia dapat mengambil nutrisi. dan bereproduksi jika diperlukan. seperti manusia.000. atau memiliki banyak sel-sel diperkirakan 100. mengkonversi nutrisi menjadi energi. begitu juga sebaliknya jika sel tumbuhan memilikinya maka sel hewan tak memilikinya salah satunya adalah kloroplas yang terdapat di dalam plastida sel tumbuhan. sel hewan dan sel tumbuhan memiliki organel khusus yang bila dimiliki oleh sel hewan maka sel tumbuhan tak memilikinya. adalah multiseluler. Setiap sel adalah dunia yang menakjubkan. untuk mengetahui tentang asal mula kloroplas 2. untuk mengetahui struktur dari kloroplas 3. 1. Apa saja fungsi dan peranan kloroplas dalam tubuh tumbuhan .

yang berarti "orang yang bentuk". Secara umum. yang berarti hijau. setelah pengamatan dengan Schimper pada tahun 1883 yang sangat mirip kloroplas cyanobacteria. Kloroplas adalah salah satu dari berbagai jenis organel dalam sel tumbuhan. mereka dianggap berasal dari cyanobacteria melalui endosimbiosis Ini pertama kali diusulkan oleh Mereschkowsky pada 1905 .II. dan plastis (πλάστης).1 Asal Mula Kloroplas Kata kloroplas (χλωροπλάστης) berasal dari kata Yunani chloros (χλωρός). . PEMBAHASAN 2. Kloroplas adalah anggota dari kelas yang dikenal sebagai organel plastida .

telah reticulations. tapi kloroplas hanya ditemukan di tanaman dan Protista. Semua kloroplas diperkirakan berasal langsung atau tidak langsung dari aktivitas endosymbiotic tunggal (dalam Archaeplastida ). kloroplas mirip dengan mitokondria . mengisi ruang batin.yang kode untuk protein redoks yang terlibat dalam transpor elektron dalam fotosintesis. Didalam kloroplas terdapat DNA yang juga dijumpai pada bakteri fotosintetik. kecuali untuk Paulinella chromatophora. seperti halnya bakteri. kloroplas ini dikelilingi oleh membran komposit berlapis ganda dengan ruang antarmembran. kloroplas memiliki sendiri DNA . Kloroplas dapat bertambah banyak melalui pembelahan. kloroplas dikelilingi oleh dua -bilayer membran lipid . 2. Bahwa mereka berasal dari sebuah acara endosymbiotic. Ada beberapa fotosintetik (cyanobakteria) yang memiliki membrane fotosintetik. Kloroplas memiliki membran rangkap dan membran luarnya mirip dengan struktur membran sel. bahwa: 1. ini disebut sebagai plastome Pada tumbuhan hijau. yang baru-baru ini mengakuisisi endosymbiont cyanobacterial fotosintesis yang tidak berkaitan erat dengan kloroplas dari eukariota lainnya. yang mirip dengan tilakoid pada kloroplas. atau infoldings banyak. . Mereka diyakini sesuai dengan dan dalam membran luar cyanobacterium leluhur. 4. 3.Hipotesis endosimbiosis kloroplas ini dikemukakan berdasarkan kenyatan pada saat ini. lebih lanjut.

Plastida mungkin berisi 60-100 gen sedangkan cyanobacteria sering mengandung lebih dari 1500 gen. Dalam beberapa kasus.Kloroplas memiliki genom mereka sendiri. yang jauh berkurang dibandingkan dengan cyanobacteria hidup bebas. Struktur 2. kloroplas tampaknya telah berevolusi melalui peristiwa sekunder endosimbiosis. sehingga membentuk endosymbionts tersier. di mana sel eukariotik sel eukariotik menelan kedua yang berisi kloroplas. paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). Pada beberapa ganggang (seperti heterokonts dan protista lain seperti Euglenozoa dan Cercozoa ). terdapat dalam sel tumbuhan lumut (Bryophyta). tetapi bagian yang masih ada menunjukkan kesamaan jelas dengan cyanobacterial genom. sekunder seperti endosymbionts mungkin sendiri telah ditelan oleh eukariota lainnya masih. yang berbentuk lonceng. Pemindahan informasi nuklir telah diperkirakan dalam tembakau tanaman pada satu gen untuk setiap 16000 serbuk sari. Garis tengah lensa . kloroplas dipisahkan dari alga ditangkap atau diatom dan digunakan sementara. membentuk kloroplas dengan tiga atau empat membran lapisan. Banyak dari gen yang hilang dikodekan dalam genom nuklir dari tuan rumah. umumnya berbentuk lensa. Ini kloroplas Klepto mungkin hanya memiliki masa pakai beberapa hari dan kemudian diganti. hanya ada satu kloroplas. Dalam beberapa kelompok mixotrophic protista seperti dinoflagellata . Dalam alga Chlorella .2 Struktur Kloroplas Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau.

Proplastida merupakan prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman. bagian dalam membran (1 +2 +3: amplop) 4. tergantung pada macam jaringan dan macam lingkungan yang berpengaruh. lumen tilakoid (dalam tilakoid) 6.0 milimikron. membran luar 2. membran tilakoid 7. maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida .tersebut 2-6 milimikron. pati 10. Plastida adalah organel bermembran rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan. plastoglobule (setetes lipid) . tetapi tidak umum dalam semua sel. Bila ada. ribosom 11. Kloroplas ultrastruktur: 1. proplastida berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda. stroma (cairan air) 5. sedangkan tebalnya 0. tilakoid (lamella) 9. antarmembran ruang 3.5-1. plastidial DNA 12. granum (tumpukan thylakoids) 8.

Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil. Pada ganggang. Kloroplas matang pada beberapa ganggang. tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. sedangkan kloroplast berbentuk pita ditemukan pada Zygnema. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain. Bentuk kloroplast yang beraneka ragam ditemukan pada alga. kadang-kadang lebih besar). Kloroplast bernbentuk pita spiral ditemukan pada Spirogyra. bahkan juga pada batang dan ranting yang berwarna hijau. spiral. sedangkan yang berbentuk jala ditemukan pada Cladophora.Pengamatan dengan mikroskop cahaya. Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm. Seperti halnya mitokondria. yaitu pigmen yang berwarna kuning sampai jingga yang disebut karoten. Disamping klorofil a ( pigmen berwarna hijau ) dikenal pula klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil a. kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan membran dalam. Membran luar . yang sering disebut pula daging daun. sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis berlangsung di stroma. bentuknya dapat seperti mangkuk. seringkali disertai pirenoid. Hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil. dengan pembesaran yang paling kuat. yang dipisahkan oleh ruang antar membran. bryophyta dan lycopodium dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. kloroplast terlihat berbentuk butir. bintang menyerupai jaring.

Disela-sela kompleks membran berisi matriks yang amorf disebut stroma. dan asam glikolat. dan stroma. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat kompartemen yang terpisah. Sebuah tilakoid yang melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. asam karboksilat. Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri fotosintetik menjadi organel sel tanaman. Tilakoid merupakan tempat berlangsungnya reaksi terang fotosintesis. Seperti pada matriks mitokondria. Dan bagian dalam tilakoid disebut lokulus. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut fret atau lamella grana. Dari kebanyakan hasil ekspeimen membuktikan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruangan antar membran.kloroplas menutupi ruang intermembran antara membran dalam dan membran luar kloroplas. yang mengandung enzim untuk reaksi terang pada proses fotosintesis. Membran dalam membentuk struktur seperti tumpukan piringan yang saling berhubungan yang disebut tilakoid yang tersusun membentuk grana. stroma kloroplas mengandung molekul DNA sirkuler dan ribosom. dan sukrosa. Genom kloroplas terdiri dari 121 . asam gliserat. Membran tilakoid yang mengelilingi ruang interior tilakoid yang berisi cairan mengandung klorofil dan pigmen fotosintesis lain serta rantai transport elektron. fosfat inorganic. serta kurang permeable terhadap asam amino. Reaksi terang dari fotosintesis terjadi di tilakoid. dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat. yaitu ruang antar membran. Membran dalam bersambungan dengan kompleks membran di bagian dalamnya. Sebaliknya membran dalam relatif lebih impermeabel sejumlah persenyawaan namun membran dalam permeable terhadap CO2. derivate yang mengandung fosfat. sedangkan stroma merupakan tempat berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. lokulus. Satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. Membran luar kloroplas mengandung porin seperti halnya pada mitokondria yang menyebabkan membran ini permeable terhadap molekul seperti nukleotida.

Sebagian besar protein dalam kloroplas dikode oleh gen nuklear. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Diperkirakan pula terdapat sekitar 60 macam polipeptida pada membran tilakoid. Studi terbaru menunjukkan bahwa kloroplas dapat saling dihubungkan dengan jembatan berbentuk tabung yang disebut stromules .3 Fungsi dan Peran Kloroplas a.024 pasang nukleotida serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung gen-gen rRNA (16S dan 23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom. dibentuk sebagai perluasan dari membran luar mereka. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. gula (glukosa) dan . Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar.Fotosintesis Pada Tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. dihasilkan di sitoplasma dan selanjutnya dikirim ke kloroplas. sehingga fungsi dan sebagai jaringan. Kloroplas tampaknya dapat protein pertukaran melalui stromules. 2. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Pada respirasi. Setengah diantaranya dikode oleh DNA kloroplas. 2/3nya diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel sementara 1/3nya diekspresikan dari genom kloroplas. Genom kloroplas mempunyai subunit yang besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate carboxylase. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Protein yang terlibat di dalam kloroplas sebanyak 60 protein. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik..

Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). Namun secara umum. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). tepatnya pada bagian stroma. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. dan energi kimia. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Pada dasarnya. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Energi yang digunakan dalam reaksi .senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. air. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Dalam reaksi terang. menuju mesofil. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Pada tumbuhan. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun.

Sebagai contoh. Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. b..700 nm). biru (410 . Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah.Fotosintesis Pada Alga dan Bakteri . Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari.500 nm) dan violet (< 400 nm).gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. hijau kuning (510 . Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula.600 nm). Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis.

000.Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. menunjukkan tingkat penahanan gagal tanaman transplastomic jam 3 1. Sementara keandalan mekanisme ini belum dipelajari untuk semua jenis tanaman yang relevan. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. sehingga berpose lingkungan risiko yang lebih rendah secara signifikan. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. c. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. Ini kontainmen biologis strategi oleh karena itu cocok untuk mendirikan koeksistensi dan organik pertanian konvensional . transgen dalam plastida tidak dapat disebarluaskan oleh serbuk sari . Di mana kloroplas diwariskan hanya dari betina. kloroplas tidak diwariskan dari induk jantan. hasil terakhir pada tanaman tembakau menjanjikan. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. Mengenal Kloroplas di 02:34 Diposkan oleh agus_wazza 4 komentar .000. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya.Transplastomic Tanaman Pada tumbuhan berbunga kebanyakan. Hal ini membuat transformasi plastid alat yang berharga untuk penciptaan dan budidaya tanaman dimodifikasi secara genetis yang terkandung biologis. meskipun dalam tanaman seperti pinus. kloroplas diwariskan dari laki-laki..

sel tumbuhan tinggi berisi 50-200 kloroplas. asam karboksilat dan sukrosa. . Susunan /tumpukan tilakoid disebut granum. Membran luar Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam dengan ruang antarmembran sejauh 10nm. Fret umumnya disebut lamela grana. Kompleks membran (membran internal) sebagian besar memiliki bentuk seperti kantung pipih yang disebut tilakoid. pada tumbuhan rendah bentuknya sangat bervariasi. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut “fret”. spirogyra mempunyai kloroplas seperti pita yang letaknya spiral sepanjang sel.Struktur dan ultrastruktur kloroplas Kloroplas terdapat pada sel-sel tumbuhan eukariotik. fosfat organik. Membran dalam memiliki hubungan dengan kompleks membran dalam kloroplas. Jadi ruang antarmembran merupakan jalan masuk bebas untuk segala macam molekul makanan dari sitosol. Dilihat dari permeabilitasnya fungsi dari membran luar kloroplas dan mitokondria mempunyai persamaan. Kloroplas dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antarmembran lokulus dan stroma. Membran ini permeabel terhadap persenyawaan yang berat molekulnya rrendah seperti nukleotida. Membran dalam dan membran luar dipisahkan oleh ruang antarmembran. Dari banyak penelitian menunjukkan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruang atar membran. pada chlamidomonas hanya sebuah berbentuk mangkuk. Tata nama dan kompartemen dalam kloroplas Kloroplas memilki membran rangkap seperti pada mitokondria. satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. bagian dalam tilakoid disebut lokulus. euglena gracillis memiliki 10 buah kloroplas setiap sel. Panjang antara 5 – 10 µm. Pada beberapa literatur tidak ditemukan istilah tilakoid grana. Sebagian tilakoid melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. derifat yang mengandung fosfat.

Seperti membran dalam mitokondria. membran dalam permeable terhadap CO2 dan asm mono karboksilat tertentu (misalnya asam asetat. fosfogliseerat.Membran dalam Membran dalam mempunyai sebagai “barrier” antara sitosol dan stroma kloroplas yang bersifat impermeabel terhadap sukrosa. dikarboksilat. Gambar-gambar mikroskop elektron dari sistem membran internal menunjukkan adanya struktur yang serupa dengan F1 pada mitokondria yang berisi faktor penggandeng dengan ATPase PHOTOSYNTHESIS The free chemical energy required for life processes is derived from organic food materials by a process called biological oxidation. Disinilah letaknya klorofil pada organel kloroplas. it will be exhausted in no time. telah diketahui bahwa membran tilakoid berisi kelengkapan enzim yang komplit untuk melakukan reaksi terang pada fotosintesis. Selain itu pada membran tilakoid terdapat “carrier” elektron dan faktor penggandeng (coupling facttors) transpor elektron pada waktu fosforilasi. sorbitol dan berbagai anion (misalnya di dalam trikarboksilat. dan persenyawaan seperti nukleotida dan gula fosfat). . fosfat. If organisms are allowed to utilize the existing food materials on this planet. Sistem membran interenal Membran internal merupakan jaringan membran yang kompleks pada stroma dan sukar digambarkan seperti keadaan sebenarnya. Meskipun impermeabel terhadap berbagai persenyawaan. Tapi bagaimanapun bentuk fisik yang sebenaranya. However. asam glikolat) dan kurang permeabel pada asam amino. nature has devised a unique mechanism by means of which it replenishes the organic food materials in excess and this is achieved by harnessing the solar energy by plants. dan ATP. asam gliserat. dehidroaseton fosfat. membran dalam kloroplas memiliki “carrier” spesifik untuk mentranslokasi berbagai bahan metabolik yang penting seperti fosfat.

.Definition: magnetic Photosynthesis can be defined as a “ series of processes in which solar electro energy green (SEMR) plants”. converted and conserved in the form of radiation by chemical energy Biochemically this process can also be defined “as light sensitized Red-Ox process” for it involves light induced Oxidation-Reduction processes. is captured.

O3. it was Joseph Priestley who discovered that the plants are capable of purifying the air and called this process as dephlogistication. (by liberating O2) only in the presence of light. Light travels in waves. consisting of cosmic rays at one extremity and radio waves at the other. cal. dust and H2O present in outer atmosphere of the earth. it was Jean Senebier. SEMR Spectrum: The SEMR spectrum is quite large. But Jan Ingen Houze demonstrated that plants can dephlogistication the air In dark. The energy content of each photo varies and depends upon the frequency and speed of the light. . plants and animals behave similarly by However. Einstein of Red light (700 nm) has 80 K. CO2. Historical Account Though Aristotle observed the effect of light on greening of the plants. in the form of discrete energy packets called photons. of chemical energy. per mole-1. plants use only blue and red parts of the visible for photosynthesis. of which. Out of this only 1% is used by land plants which form about 15% of total plant population. light with shorter wavelength has more energy than the light with longer wave length (Blue light has more energy than the red light).Cals. For example.Solar Energy Sun emits light in the form of solar electro magnetic radiation (SEMR) of which only 40% reaches the surface of earth and rest is absorbed by O2.8-13 x 1012 K. releasing CO2 and phlogisticating the air (impurifying the air). and oceanic plants (about 85%) in fixing a total of 35-146 billion tones of carbon every year which is equivalent to 1.

Nicholas Theodore de Saussure postulated that H2O is used up in fixing the CO2 into organic compounds.(CH2O) n plant plants Robert Mayer. clearly elucidated that the plants capture solar energy and store it in the form of chemical energy.O2 (Jan Ingen Houze) Light Plants + CO2 --. “that energy can neither be created nor destroyed”.C + O2 C + H2O ---. who was responsible for the theory. Light light H2O + CO2 ------------.who postulated that plants fix the atmospheric CO2 (fixed air) into organic compound and the oxygen that is liberated comes from CO2. Plants – O2 (Priestley) Light Plants --. .Organic carbon + O2 (Jean Senebier) At this juncture. This was an important step in understanding photosynthesis.

radio active isotopes demonstrated that the oxygen that is liberated comes from the H2O and not from CO2 as it was believed earlier. Park. Sanpeitro. Arnon. are the notables among the stalwarts who have made significant contributions in understanding the structure and functional aspects of Photosynthesis. 4H2O ----------. But people still believed that the oxygen that is liberated during photosynthesis However it was Robert Hill and Van Neil using comes from the splitting of CO2 into C and O2.Meanwhile the importance of chloroplast and chlorophyll in fixing CO2 in the presence of light was made clear. Blackman. Parker. Govindjee. Ellis. Photosynthetic Organelles: Chloroplasts Plastids are the unique organelles found exclusively in plants (with the exception of fungi). . Emerson. Calvin.2H2 + 2O2 Since then numerous workers have contributed their part in understanding various aspects of photosynthesis.

These are called Grana. Each Granum is made up 10-100 circular flat membranous discs called thylakoids.190 for the details associated pigments are organized into photosynthetic units. In these thylakoids the photosynthetic pigments and their Refer page No. . a fluid or a matrix called stroma is found. In this liquid 30-40 highly organized circular membranous structures are found.A fully developed chloroplast is bounded by a double membrane system within which. of chloroplast structure.

four surfaces can be made out as shown in the (fig).If thylakoids are cut open by freeze fracture method and observed under an electron microscope. . These surfaces are studded with numerous Those structures found in the inner core of the membranes are called Quantasomes which act as photosynthetic units. granular structures.

Photosynthetic units: associated with the Park and Branton discovered the presence of array crystalline particles. Such particles are called Quantasomes. protein curried in thylakoid membranes. function of each of these units. Photosynthetic Unit I: It is smaller of the two photo-systems.S-I particles. The larger particle is P.S-II by sonication and This has led to the study of chemical analysis and differential ultra centrifugation methods. . smaller is P. The inter-granal lamellae or But the granal thylakoid membranes are associated stromal lamellae have just P. which are nothing but photosynthetic units which are capable of absorbing solar energy as well as performing photo-chemical reactions.S-II and the Park and Sane have succeeded in isolating P-S-I and P.S-I.

harvesting Pheophytin. P. they can capture the fleeting photons randomly. are also present. chlorophyll-b. Recently Arnon came out with a view that P. chlorophyll-a 700. exclusively found or restricted to It is made up of a number of chlorophyll-a (more). 25 K.S-I is made up of 230-250 chlorophyll-a molecules. Carotenoids. molecule which exists in the form of a dimmer. which exists in the form of a dimmer. and Plastocyanin and ATP dependent NADP reductase.S-I system. Photosynthetic Unit II: granal membranes. Only time will tell the reality of its structure and function. This system is also associated with Fe-S containing Ferrodoxin (a reducing substance).S-II system.S-II system. Chlorophyll-a 680 Its major function is to liberate O2 and donate However Arnon feels that the originally believed P. proteins.S-I but it is another form of P. but in granal membranes the reduction of NADP to NADPH2 occurs.with P. light It is the larger photosynthetic unit. specific Mn2* associated Z-protein complex (32 KD).D light harvesting proteins and unique Along with the molecule called Carotenoids. a non heme-iron protein called Ferrodoxin (FRS). 25 K. All the molecules in each of these photo-synthetic units are spaced and . In inter-granal lamellae cyclic photo-phosphorylation occurs. Plasto Quinone and Cytochrome-b 559. It also has a unique. electrons to P. Transfer of energy: These two photo systems with their respective pigments and light harvesting proteins are oriented in the membrane in such a way. chlorophyll-b. Cytochrome-b 6.S-I is totally absent in granal membranes but it is found only in stromal lamellae.S-I involved in the reduction of NADP is not P.D.

Here the unit of energy that is transferred to as exciton. The transfer of captured light energy is ultimately drawn to active centers.Chlorophyll-a 700 . Chlorophyll-a --.oriented in such a way.Chlorophyll-a 680 Carotenoids --- Chlorophyll-b --. captured photons are transferred from molecule to molecule by a phenomenon called inductive resonance.

.

Absorption Spectrum: shows maximum The absorption spectrum of these pigments indicates that. Similarly absorption chlorophyll-b has absorption spectrum at 453 nm to 642 nm and carotinoids have an absorption band between 430 nm – 490 nm. chlorophyll-a acts as the organisms. primary pigment and it is present in all Among chlorophylls. All other pigments act as secondary pigments. shows that chloroplasts contain green pigments (chlorophylls) and yellow pigments (carotinoids). . with the exception of photosynthetic photosynthetic bacteria where the primary pigment is Bacteriochlorophyll. chlorophyll-a and at 430 nm (blue light) and 662 nm (red light).Photosynthetic pigments Pigment analysis of photosynthetic organelles.

Action spectrum and Enhancement effects Though individual pigments absorb light at different wave lengths. If red light or blue light is provided alone. not all the wave lengths are efficient in photosynthetic process either in terms of oxygen liberation or carbon fixation. . instead of direct action. oxygen liberation would be inefficient on the other hand if both the lights are given simultaneously the photosynthesis. they transfer the energy to other pigments like chlorophyll-b and chlorophyll-a for effective function. Though carotinoids absorb light at green and orange regions.

entire process can be simplified in the following equation and in the scheme. Hill’s reaction for. Structurally Grana perform the photochemical act by capturing. The pigments act as antennas for capturing . As this process is controlled by a number of enzymes. it was first demonstrated by Robert Hill. though certain steps are temperature dependent. However light induced photochemical reactions are extremely fast reactions The are relatively slow and take place later as they depend upon the products of light reactions. light rays in the form of photons in terms of quantums. others are light dependent and temperature independent reactions. it is referred to as light reaction. This is also involved in the In this primary process. Light Reactions As the first phase of photosynthesis is light dependent. it is considered as a temperature dependent process. however this is also called. converting and conserving the solar energy in the form of chemical bonds in ATP and NADPH + H*. Stromatic fluid is the site for the utilization of light dependent granal products in carbon fixation. Basic principles involved in photosynthesis is capturing of solar electromagnetic radiations at a particular wave length by pigment/protein complexes. liberation of O2.Mechanism of Photosynthesis The process of light capturing and carbon dioxide fixation are separated by time and space.

is translocated among the atoms of pigment. then it falls back to its original orbit (ground state). . say -10^ 14 sec and then drops to down to the next lower orbit where it stays only for a very short time. where at a particular site an electron accepting the light energy jumps to a higher orbit. The orbit to which it jumps depends upon the amount of energy a captured photon In the orbit the excited (higher energy electron) electron stays for a very short period of time. provides.The light captured. with photons containing specific quantum of energy.

the absorption of photons of SEMR by pigment systems makes Chlorophyll + Protein complex + light --.Chlorophyll - (Ground state) . Thus the This is a simple If the energy rich electron is not used. light energy accepted by the electron is transferred to another substance. the captured energy is released either in the form of fluorescence or heat Photoionization: them excited. explanation of light harvesting process.protein complex (CPC) (excited) . To begin with.During downward fall the energy rich electron can be transferred to another compound.

.The excited chlorophyll-protein complex reacts with water and splits the water into hydrogen ion (OH-).S-I and P.Chlorophyll – Protein complex + H* _ OH – (Ground state) The photocopied products like H* + OH – ions are simultaneously accepted by the photosystem I and photosytem II respectively. where P. This phenomenon is called photoionization.S-II. found in granal membranes. Production of reducing power: It is now certain that the synthesis of NADPH + H* is the co- ordinate function of P.S-I is directly involved in the reduction of NADP. Chlorophyll-protein complex (Excited) + H2O ------.

S. This energy is transferred from molecule to molecule towards the special molecule called chlrophyll-a 700. As chlorophyll-a exists in dimmers. If electrons are not provided. an electron at a particular site gets the energy and it is boosted to the next higher orbit or higher stage of energy.II which is also moved in the act of electron transport. the chlorophyll-700 molecules are rendered electrically positive. Liberation of oxygen: Along with P.When the light strikes the photosystem I units. Z protein complexed with manganese ions as . chlorophyll-a 680 molecules also boost up the electrons to higher state of energy. the larger photosynthetic unit of the two.S. has 32 K. 2 accepted by photo system II. In this process the energy that is responsible for boosting the electrons is now stored in NADPH + H*.D.II units also capture photons and transfer the excitons to the active centre called chlorophyll-a 680 which exists in the form of a dimer. When a Quantum of light energy is conveyed a chlorophyll-a 700.I. This is a powerful reducing agent required for carbon fixation and it is released into the stromatic fluid as it is synthesized. P. Similar to chlorophyll-a 700. these molecules become active and However the electrons for chlorophyll a 700 come from this condition is called photo-bleaching. As the electrons from chlorophyll-a 700 are lost to NADP. photons of the SEMR are trapped by a number of antenna like chlorophyll-protein complexes. which acts as the reaction centre or energy trap. chlorophyll-680 molecules also boost up the chlorophyll-a 700.S. utilizing 2 Quanta of light. P.

When 4 such OH. the positively charged Mn2*. This may result in reorientation and reaction to produce 2H2O and a molecule of O2. This leaves Z – Mn2* complex free to receive another set of OH ions. the OH orbitals may overlap on each other. in such a way. With the loss of every electron from the terminal chlorophyll a 680 molecule.active centre. . One more boosting of a pair of electrons are to be released from Z-Mn complex to receive two more OH – ions. an electron is supplied by “Z” protein Mn2+ complex and thus this protein complex gets activated with every photon absorbed. PS –II Z –Mn2* Complex + 4 OH –4 photons PS II – Z Mn2* + 2H2O + O2 Non-Cyclic Photophosphorylation The electrons that are boosted to higher state of energy from PS-II Chl a 680 – are immediately accepted by pheophytin. As a result.ions are brought on to the two Mn-Z protein complexes.Z protein complex readily reacts with negatively charged OH ions in water.

Then the electrons are shuttled to a labile molecule called plastoquinones (PQ).

The molecule

simultaneously accepts 2H* ions and 2 electrons and gets reduced to PQH2, which in turn releases the H* protons into inner thylakoid space and simultaneously transfer the electrons to

Cytochrome 559.

This is accompanied with the loss of small amount of energy is released.

This

energy is utilized and stored in the terminal bond of ATP molecule.

This phenomenon is referred

to as non-cyclic photophosphorylation. From Cytochrome f, the electrons reach Chl a 700 through copper containing neutral and now they are ready for another cycle of electron boosting process. Meanwhile, as the electrons are lost from chlorophyll a 680 to chlorophyll a 700 the former molecule becomes positively charged. ions. The electrons that neutralize Chl a 680 come from (OH)

Cyclic photo phosphorylation:

Photosynthetic unit-I that is found exclusively in inter granal During the down hill journey of electrons, energy is

lamellae is involved in a cyclic electron flow.

liberated and the same is utilized in the phosphorylation of ADP + Pi to ATP.

P.S-I absorb photons and energy is conveyed to the terminal Chl a 700 which exists in dimer form. The electrons are boosted to higher orbital, which is accepted by FRS. Then electrons are channeled through a series of electron accepters back to Chl a 700 molecule. When the electrons are transferred from FD to cytochrome b 6and form Cyt b 6 to Cytochrome 1, sufficient amount

of energy is released. The energy that is released during this shuttle is due to the difference in the Red-O potential between the oxidant and reductant. This energy is captured and utilized in

the formation of a high energy terminal bond of ATP molecule.

Light reaction and its products During light reaction solar energy is absorbed by chlorophyll light harnessing complex and utilize water for photochemical reaction to produce 3 ATP, 1 NADPH + H*, 2H2O, 1 O2 per cycle of reactions.

who has been awarded the Nobel Prize for this kind of work. have elucidated Calvin is probably the one and the only biochemist. is utilized by respiratory process. .Particularly ATP and NADPH + H* are released into stromatic fluid. all the biochemical steps involved in this process. Calvin et al. Oxygen either escapes or it Dark reaction or Calvin Cycle Stromatic fluid consists of all the enzymes required for carbon dioxide fixation.

further it is these 3 carbon components that play an important role in the synthesis of Glucose.This pathway is also called C 3 pathway. for the first stable intermediate product produced is a 3 Carbon organic acid. This process takes place in 3 steps: 1) Carbon oxidation 2) Reduction 3) Regeneration. .

by an enzyme Ribulose kinase and a molecule of Ribulose di phosphate is RUMP + ATP – RUDP + ADP. RUDP + CO2 – 2 PGA 2 (5C) (1C) (3C) . when a highly stable 6C compound. 1 The RUDP (5C) acts as an acceptor of CO2 found dissolved in the stromatic fluid. break up into two 3 Carbon compounds called 3-Phosphoglyceric acid (PGA). RUDP carboxylase is responsible for the addition of CO2 to RUDP. formed.Carbon Fixation Ribulose monophosphate (5C) an intermediate component of carbohydrate metabolism first gets phosphorylated synthesized.

Di phosphoglycerate (Di PGA). the 3-PGA is primed up by phosphorylation by phosphoglycerokinase to produce.Reduction Before the 3-PGA gets reduced. A molecule of ATP is consumed . in the process.

3 – DiPGA + ADP (3C) (3C) The DiPGA gets reduced by NADPH + 1H*to Phospho glyceraldehydes (2 PGALD). 3 molecules of ATP and 2 molecules of NADPH + H* are required. one molecule of RUMP. The enzyme involved is glyceraldehydes dehydrogenase. The sum of Carboxylation and reduction process to produce one molecule of Glucose has been given in the following equation.3-PGA + ATP = 1. DiPGA + NADPH + H = PGALD + NADP + Pi (3C) (3C) For the fixation of one molecule of CO2 into 2 molecules of PGALD. 6 CO2 + 6 RMP + 18 ATP + 12 NADPH + H* = 12 PGALD + NADP + 18 ADP + 12 Pi .

At the same time one molecule of glucose is produced. Out of 12 PGALD. 12 PGALD are subjected to a regeneration process in which 6 RUMPs initially consumed are regenerated. five are converted into Dihydroxy Acetone Phosphate (DiHAP) by an isomerase enzyme. 5 PGALD = 5 Di HAP 6 .Regeneration In this process.

6-diphosphate --. Out of the 3 Fructose 6-phosphates. 6-Di P (3c) (3c) (6c) These Fructose-1. The enzyme is Aldolase. 6 di phosphates are subjected to phosphate action in which one phosphate is removed to produce Fructose-6 phosphates. 1 Fructose 6-p -----.In the next step. one is converted into Glucose 6-phosphate by phosphogluco isomerase.3 Fructose-6-phosphate.I Glucose 6-p (6c) (6c) The remaining 2 Fructose-6 phosphates combine with 2 molecules of phosphoglyceraldehyde. enzyme is transketolase. 3 Fructose-1. 3 PGALD + 3 Di HAP --. 6-Di Phosphate. to undergo a rearrangement process in which 2 molecules of Xylulose phosphates are produced. 3 molecules of PGALD combine with 3 molecules of Di HAP to form 3 molecules of Fructose-1.3 Fructose-1. The .

7-di P.phosphate.2 Sedoheptulose-7-p The two sedoheptulose 7-phosphates thus produced combine with the rest of 2 molecules of phosphoglyceraldehyde to produce 2 molecules of Ribose-5-phosphate and 2 molecules of xylulose 5-phosphate. 7-di P 2 Sedoheptulose-1. 7-diphosphate.2 Fructose6-p + 2 PGALD (6c) (6c) = 2 Erythorose-4-p + 2 Xylulose-5-p Then 2 Erythrose 4-P combine with 2 Dihydroxy acetone-P by another Transketolase enzyme to form a carbon Sedoheptulose-1. which immediately undergoes phosphotase action to produce sedopheptulose7. . The enzyme involved is Aldolase. 2 Erythrose-P + 2 Di HAP (4c) (3c) = 2 Sedoheptulose-1.

2 Ribose – 5 – P = 2 Ribulose 5 – P (5c) (5c) 4 Xylulose 5 – P = 4 Ribulose 5 – P (5c) (5c) The RUMPs thus produced are again used up in another cycle of CO2 fixation.2) Sedoheptulose-7 – P + 2 PGALD (7c) (3c) = 2 Ribose-5 – P + 2 xylulose-5 – P (5c) (5c) The two ribose-5 – phosphates and four xylulose-5 – phosphates (reaction 9 &12) are converted to Ribulose monophosphate by the isomerase and epimerase respectively. The results of the 7 PGALD + 5 Di HAP = 1 Glucose + 6 RUMP . pathway can be summed up as.

Graminae members like Sorghum and Sugarcane the vascular bundles found in the vines are surrounded by a single layer of bundles heath cells. This is also called C4 pathway because the first This intermediate compound synthesized. which in turn are surrounded by mesophyll . The uniqueness of this process In is that C4 pathway and C3 pathway operate in the same plant. but in different structures.Hetch & Slack pathway or C4 pathway Though Calvin cycle or C3 pathway is prevalent in the majority of Dicot plants some tropical Graminae or Grasses operate carbon fixation by another pathway called Hatch and Slack pathway. (This is named after the discoverers). during carbon fixation is a four carbon organic acid. method is considered as an efficient method of carbon fixation.

particularly Chl-a 700 and Chl-a 680 are directly involved in the primary process of photochemical reactions. chlorophyll-a. under controlled conditions shows minimal or optimal or maximal quantities. among yellow pigments carotenes and xanthophylls are present. but reaches saturation point at which condition. Chloroplasts found in mesophyll cells and bundle cells show different structure as well as functions. Even though Chl-a 700 and Chl-a 680 act as active centers. again the rate increases to point.cells. say light. maximum and reaches If the intensity of light is increased. the rate of reaction increases. Chl-a & Chl-b are invariable present. This may be further increased on increasing the saturation concentration of enzymes. Under optimal conditions if any one of the factors is deficient the rate of If such a factor is increased the rate also increases. when photosynthesis is operating under optimal condition. it is controlled by various factors to achieve maximum yield. other pigments absorb light at specific wave . may act as a limiting factor. Pigments: Green chloroplasts contain green as well as yellow pigments. Thus the rate photosynthesis suffers. For example. Among green pigments. All other pigments act as secondary pigments. if carbon dioxide is deficient. Thus in living systems various factors and their concentration readily affect the efficiency of photosynthesis. Factors that control photosynthesis Photosynthesis being a photo biochemical process. another factor.

S-II) and NADP reduction to NADPh2 (P. sometimes the effect may be lethal too. chlorophyll molecules get bleached by photo-oxidation. Here. During the electron flow from P.lengths and they are conveyed from molecule to molecule towards active centers. the These pigments get organized in the thylakoid membranes in the form of photosynthetic units called P.S-I. energy is transferred by inductive resonance in the form of excitons.S-I). uniquely oriented towards each other.S-I and P. Generally. but carotinoids that are present.S I and P. their function is co-coordinated and they are responsible for oxygen liberation (P.S-II are exclusively found in the inter granal lamellae. If there is any deficiency in any of the pigments and required factors for their organization. at high intensity of light.S-I and P. protect the chlorophyll molecules from photo-oxidation. . Both P. the light energy is converted to chemical bond energy (ATP) by NonCyclic photo-phosphorylation. but P.S-I is In thylakoid membranes. it affects the process drastically.S-II are found in thylakoid membranes. in such a way. P.S-II.

Basically this process is controlled by the quality and the quantity of light that is received. At the same time it stimulates the entire process. (white light) has longer wave length and lesser energy when compared to the shorter wave length of the blue light which has higher amount of energy. chl. These radiations travel in the form of discrete energy packets called photons. which mainly depends upon the Shorter the wave length. greater is the energy of longer the wave For example. The amount of energy in each photon is called Quantum. Quantity of light Chlorophyll a. which differ in their wave lengths. Chl. This is called the absorption spectrum. . Even though these pigments absorb light at shorter wave lengths. B. B-carotene & xanthophylls). the photons are transferred to the active centers which have an absorption spectrum at longer wave lengths.B B-carotenes and Xanthophylls absorb different wave lengths of visible light (Cal a. length lesser is the energy of the photon.Light: In photosynthesis light provides energy. The solar electro-magnetic radiation consists of a wide spectrum of individual rays. This energy relationship between photon and wave length is shown in the figure 87. the red light of the visible spectrum wave length of the radiation.

if both the lights are given simultaneously. .Chlorophyll molecules. source. on the other hand. During this process 2 molecules of ATPs are also synthesized. the process becomes efficient in releasing O2. Quantitative measurement of red light required for the liberation of one molecule of O2 is found to be about 4 quanta and another four are required for the production of two molecules of NADPH*. bleached and the process suffers. At higher intensities. because of heterogeneity in their structure absorb white light at Blue as well as Red wave lengths. If blue or red light is given singly photosynthesis will be never efficient. That means photosynthesis requires both red and blue lights for its efficient function. however. totally 8 quanta are required. pigments get The inhibition of photosynthesis by photo-oxidation at higher Quantum requirement / efficiency Light is measured either in terms of quanta or intensity of light. intensities is called ‘Solarization’. photosynthesis is at its minimum but with the increase in intensity the rate increases and reaches saturation at about 2000 to 2500 foot candles. and it is measured in terms of foot-candles. Quantity and intensity of lights: The intensity of the light depends upon the distance of the It has been found that at low intensity. The efficiency of light is measured in terms of number quanta required for either the liberation of a molecule of O2 or for the fixation of a molecule CO2 into Glucose. This effect is called Emerson’s enhancement effect.

Probably the other 70% of the energy that is not fixed may be released in the form of heat which may be utilized for enzymatic and other cellular activities. approximately equivalent to 60 quanta. cal. gives the value of 60%. “What has happened to the rest of the CO2?” Nature has fixed this CO2 in the form of organic fuels by photosynthetic process and the same is stored as the organic fuel in the inner depth of . cyclic 2 quanta. Thus the efficiency or photosynthesis in terms of energy required and stored.C6 H12 O6 + 12 NADP + 18 ADP + 18 Pi.In Cylic photophosphorylation 2 molecules of ATP are synthesized per 2 quanta of light. with burning of all kinds of fuels (including biological oxidation) the Naturally one will be tempted to ask concentration of CO2 in the atmosphere is just 0. 18 molecules of ATP and 12 molecules of NADPH2 are required. Today.03%. This is 6 CO2 + 6 RUMP + 18 ATP + 12 NADPH + H ---------. 2 ATP 6 molecules of CO2. But the amount of total energy that is actually stored in a molecule of Glucose is about 696 or 700 K. Carbon dioxide (CO2) It has been estimated that about 300 million years ago the percentage of CO2 in the atmosphere was about 20%.

Generally. the rate of photosynthesis falls drastically. requires enzymes for its various biochemical activities temperature has a significant effect on controlling the rate of photosynthesis. other mesophytic and water plants function efficiently at 25-300C. which is a photo-chemical reaction. if higher concentration of H2O does not show any enhancing effect.earth. Water: Water being sole source for electrons and protons. of solar energy. Internal and Genetic factors . photosynthesis. in a vast landscape full of green plants. plants growing on land and in ocean fix about 146 billion tons of carbon annually which is approximately equivalent to the fixation of 13x 1012 K. the rate of C4 photosynthesis increases. and photosynthesis and its yield suffers. Desert plants have higher optimal temperature of 35-400 C.cals. its supply is very important in But under water deficit conditions. On the other hand. plants are considered as highly efficient plants than C2 plants with respect to carbon fixation. Nevertheless. Different plants have different optimal temperature. Different plants have different optima for CO2. Temperature: Photosynthesis. so also its yield. CO2 becomes deficient by about mid-day. By increasing the concentrate of CO2.

light harvesting proteins.5 0. co-enzymes. Plants with superior genetic potential can function very efficiently when compared to inferior ones.1 Komponen utama tilakoid grana dan tilakoid stroma (Sheeler dan Bianchii. 1983) Tilakoid Stroma Tilakoid Grana Total klorofil Klorofil a Klorofil b 278* 238 40 401 281 130 P700 2. karotenoid. KOMPOSISI KIMIA KLOROPLAS Membran tilakoid terdiri atas lipida kurang lebih 50%. no metabolic activity can function efficiently. without the proper cellular machinery. Kurang lebih 10% lipida terdiri atas fosfolipida. Lipida yang khas bagi klorofil yaitu galaktolipida dan sulfolipida yang terdiri adas masing-masing 45 % dan 4% dari total lipida.4 Sitokhrom f 0. and their synthesis things is of utmost importance in the proper functioning of photosynthesis which ultimately controls the photo-synthetic yield. Selain itu juga terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil kira-kira 20% dari total membran tilakoid. All enzymes. pigments.6 b.7 Manganese 0.2 .5 0. The synthesis of various cellular factors ultimately depends upon the genetic potential and its expression.karoten 21 17 Lutein 10 29 Violaxanthin 15 20 Neoxanthin 8 16 Fosfolipida 76 66 Monogalaktosil digliserida 231 214 Digalaktosil digliserida 172 185 Sulfolipida 65 59 Sitochrom b ( total) 1.0 3. dan plastokuinon Tabel 12.3 3.Even under optimal environmental conditions.

orange dan merah dipantulkan. sedang cahaya hijau. Di dalam kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berwarna hijau sebagai pigmen utama penyerap cahaya dan karotenoid sebagai pigmen pelengkap. Bagian dari spectrum cahaya yang diserap oleh klorofil selama proses fotosintesa dapat ditentukan dengan menempatkan suatu larutan klorofil di dalam alkohol diantara suatu sumber cahaya dan suatu prisma kaca. Terlihat bahwa banyak dari cahaya merah. d. Spektrum yang terbentuk berbeda dengan spektrum cahaya putih yang tidak melewati klorofil. Apabila kita bandingkan pengaruh berbagai panjang gelombang terhadap laju fotosintesis. e. Proses fotosintesis berlangsung dalam plastida dari organisme sel yang disebut kloroplas. dijumpai di dalam kloroplas dan kromatofor lain. Klorofil tidak efektif mengabsorbsi cahaya hijau sehingga lebih banyak direfleksikan (dipantulkan) dan ditransmisikan (diteruskan). Tumbuhan tinggi mengandung dua macam klorofil yaitu klorofil a dan b. b. Seperti halnya dengan klorofil. 1982). Karotenoid adalah senyawa hidrokarbon yang terdistribusi dalam tanaman dengan kisaran warna kuning. bakterioklorofil a. Klorofil merupakan pigmen fotosintesis yang sangat penting. yaitu di dalam membran tilakoid. sedang karotenoid yang paling banyak terdapat dalam tumbuhan adalah b karoten dan lutein. Hal inilah yang menyebabkan mengapa klorofil tampak berwarna hijau. Karotenoid alami dapat berupa likopene berwarna merah . Sebagian merah dan sebagian besar kuning. beberapa karotenoid mengirim energi eksitasinya ke pusat reaksi. yaitu klorofil a. klorobium klorofil 650 dan klorobium. panjang gelombang yang diserap terlihat sebagai pita-pita gelap dan dinamakan pita-pita serapan. maka akan diperoleh spektrum Action pada kisaran panjang gelombang daerah cahaya tampak (visible light). Pigmen karotenoid (b karoten dan lutein) hanya mengabsorbsi cahaya biru dan ungu. bakterioklorofil b.*Nilai dalam mikromol pergram komponen protein membran. Klorofil pada tanaman pembuluh dan briophyta terdapat di dalam kloroplas. Posisi pita-pita gelap dalam spektrum klorofil menunjukkan panjang gelombng mana yang diserap. jingga dan hijau tidak diserap sama sekali (Arbaya dan Sasmitamihardja. c. Di alam dikenal ada sembilan jenis klorofil. Karotenoid bagi tanaman juga berperan untuk melindungi 7 klorofil dari kerusakan akibat oksidasi pada intensitas cahaya tinggi. kuning. bitu dan violet yang diserap yang merupakan panjang gelombang yang banyak digunakan dalam fotosintesis. Spektrum cahaya yang melewati larutan klorofil.

KLOROPLAS K loroplas merupakan anggota khusus dari keluarga organel tumbuhan yang berkerabat dekat.pada tomat dan ß-karoten. Membran dalam impermeable pergerakan molekul melalui transporter. Chlamydomonas : satu kloroplas/sel. alga. Membran dalam membentuk tilakoid. serta cyanobacteria menggunakan elektron dari air dan energi dari cahaya matahari untuk mengubah CO2 menjadi senyawa organik dan dari proses ini akan dihasilkan O2 ke atmosfere (proses autotrof). datar atau cembung. Sel sebagian besar tumbuhan tinggi umumnya mengandung antara 50 A. yang disebut plastid. Pada tumbuhan rendah dan terutama pada beberapa mikroorganisme.000 Da. berbentuk pita yang memanjang di seluruh inti Pada dasarnya. stroma dan lokulus. Euglena gracilis : kurang dari 10 kloroplas/sel 2. merupakan salah satu fungsi dari grana. sehingga masing-masing tilakoidnya disebut tilakoid grana. dilihat dari atas nampak seperti elips. Membran luar kloroplas mengandung porin permeable terhadap senyawa dengan ukuran BM 10. dengan ukuran 2 .Struktur Dan Fungsi Kloroplas Kloroplas berbentuk lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. Kloroplas mengandung klorofil pigmen hijau bersama-sama dengan enzim dan molekul lain yang berfungsi dalam produksi makanan dengan cara fotosintesis. Dengan demikian organel itu adalah suatu sistem tiga membran. kloroplas dibatasi oleh dua sistem membran yaitu membran luar dan membran dalam. Tumbuhan. berwarna kuning.Reaksi-reaksi fotosintesis bergantung cahaya berlangsung . berbentuk mangkuk 3. Tilakoid yang memanjang ke stroma disebut tilakoid stroma. yaitu serial reaksi yang dikendali kan oleh cahaya kemudian menghasilkan molekul organik dari CO2 atmosferik. Bentuk membran bagian dalam yang paling umum adalah satu kantung yang dipipihkan yang disebut tilakoid.4 µm x 5 – 10 µm. B. Tilakoid itu disebut stroma. Fungsi utama kloroplas adalah sebagai mesin fotosintesis. Spyrogira : satu kloroplas/sel. Membran dalam dihubungkan dengan suatu kompleks membran yaitu membran bagian dalam yang melintasi bagian dalam kloroplas. Bagian dalam tilakoid disebut lokulus. Kloroplas mengandung banyak pigmen yang membuat buah dan bunga mempunyai corak jingga dan kuning. Karotenoid pada tanaman berfungsi untuk melindungi klorofil dari fotooksidasi dan dapat menyerap serta memindahkan energi cahaya ke klorofil a. Kloroplas terdapat dalam daun dan organ tumbuhan hijau lainnya dan dalam algae eukariotik. Sebagai contoh: 1.Membran Kloroplas Membran-membran pada kloroplas membatasi tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antar membran. selain itu grana juga berfungsi sebagai mesin fotosintesis. Tumpukan berupa tilakoid disebut grana. yang dipisahkan ruang antar membran. bentuknya sangat berbeda dari yang terlihat pada tumbuhan tinggi dan sering jumlahnya terdapat sedikit.

Membran tilakoid merupakan tempat klorofil. yang masingmasing 45% dan 4% dari total lipida. asam gliserat. Struktur dan Sifat Genom Kloroplas. dan sebagainya.Membran dalam fermeabel bagi CO2 dan asam-asam monokarboksilat tertentu. Membran dalam mengandung protein pembawa tertentu untuk mengangkut fosfat. fosfogliserat. C. Stroma juga mengandung ribosom dan DNA. dikarboksilat dan ATP. Selain itu terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil.Secara umum membran pada kloroplas dibagi menjadi: 1. Komposisi Kimia Membran Kloroplas Membran tilakoid kira-kira 50% terdiri ats lipida. dihidroksiaseton fosfat. Dengan demikian ruang antar membran mengandung molekul-molekul nutrien sitosol. D. yaitu tempat penyimpanan lipida. plastokinon dan tokoforilkinon. plastoglobulin. Reaksi Fotosintesis Fotosintesis dibagi menjadi 2 yaitu: F. zignema memiliki bentuk kloroplas seperti bintang. fosfat organik. Namun pada beberapa alga dan cyanobacteria bentuk kloroplas bervariasi. Membran dalam bekerja sebagai pembatas fungsional antara sitosol dan stroma. Bentuk-bentuk kloroplas Pada tumbuhan tinggi bentuk kloroplas berupa lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. Membran dalam kurang fermeabel bagi asam amino. pembawa-pembawa elektron dan faktor-faktor yang menggabungkan transpor elektron dengan fosforilasi. H. seperti pita. Seperti pada spirogyra memiliki bentuk kloroplas yang spiral (berupa pilin). Membran tersebut permeabel bagi bermacam-macam senyawa dengan berat molekul rendah seperti nukleotida. Lipida yang khas bagi klorofil adalah galaktolipida dan sulfolipida. kurang lebih 10% dari padanya adalah fosfolipid. karotenoid dan plastokinon. fosfat dan senyawa-senyawa seperti nukleotida dan gula fosfat. Dengan genom itu sejumlah protein khas kloroplas . Dalam stroma terdapat DNA. dan asam glikolat. Stroma dan Inklusinya Stroma mengandung enzim-enzim yang penting untuk melaksanakan asimilasi CO2 dan mengubahnya menjadi karbohidrat. datar atau cembung. ada juga yang berbentuk seperti cangkir. Kloroplas mempunyai tingkat otonomi di dalam sel yang dalam banyak hal sama dengan mitokondria. Membran luar. 2. Ulothrix memiliki bentuk kloroplas berbentuk panjang dan bergerombol. E. Membran dalam tidak fermeabel bagi sukrosa dan berbagai anion. Membran tilakoid mengandung enzim lengkap untuk melaksanakan reaksireaksi fotosintesis yang bergantung cahaya. derivat-derivat fosfat. asam karboksilat dan sukrosa. Sistem membran bagian dalam Sistem membran bagian dalam yang terdapat dalam stroma membuat suatu jalinan yang sangat kompleks. G. Beberapa macam partikel juga terdapat seperti butir pati.dalam tilakoid sedang reaksi asimilasi (fiksasi) CO2 terjasi dalam stroma. misal asam asetat. Jumlah klorofil kira-kira 20% dari lipida total membran tilakoid. Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam oleh ruang kira-kira 10 nm. misal didan triarboksilat. Membran dalam.

membran sel. tumbuhan. sedangkan pada bakteri gram negative berkisar antara 5 – 20%. dan mikoplasma. dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan atau mukopepetida yang dapat dipergunakan sebagai dasar penggolongan bakteri menjadi dua golongan . . Struktur Sel Prokariotik Prokariotik meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern/bakteri sejati) yang beranggotakan bakteri. Replikasi dan Diferensiasi Kloroplas Kloroplas berasal dari kloroplas yang sudah ada selama daur hidup tumbuhan tinggi dan diteruskan ke sel-sel turunannya selama pembelahan sel. sehingga sel tidak mudah pecah akibat masuknya air kedalam sel. I.. ribosom dan materi inti (DNA dan RNA). karena itu puncak replikasi akan terlihat apabila keadaan lingkungan optimal. para ahli menggolongkan sel menjadi dua kelompok. dan hewan. Umumnya pembelahan kloroplas tidak serempak di dalam jaringan atau sel tumbuhan. sitoplasma. Sejumlah faktor-faktor lingkungan mempengaruhi replikasi dan diferensiasi. mikoplasma dan alga hijau-biru. Penggolongan ini didasarkan atas ukuran dan struktur intemal atau kandungan organel selnya. Sedangkan. yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik memiliki struktur yang sederhana. Berdasarkan hasil pengamatannya. yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negative. mesosom. Penyempitan terjadi dekat tengah-tengah plastida dan kedua turunan dihasilkan dari pemisahan membran-membran di daerah itu. Tipe pembelahan sama seperti pada mitokondria. sel eukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks. misalnya bakteri. Pada bajteri gram positif. STRUKTUR SEL PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK Sejak ditemukannya mikroskop elektron para ahli biologi mulai berhasil mengidentifikasi struktur internal dari berbagai macam sel. Ukuran sel prokariotik berkisar antara 0. 1. Kloroplas juga melakukan replikasi.dibuat dengan menggunakan ribosom yang juga terdapat dalam stroma. misalnya protista. ganggang hijau-biru. Dinding sel bakteri berfungsi untuk menahan tekanan osmotic sitoplasma.5 -3 mm. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel. hamper 90% komponen dinding selnya tersusun atas peptidoglikan. fungi.

Sel prokariotik mengandung sejumlah kecil DNA dengan total panjang antara 0. Ribosom merupakan tempat sintesis protein. sebagai tempat enzim dan molekul pembawa yang berfungsi dalam biosintesis DNA.000 ribosom yang tersusun atas RNA dan protein. kedua sub unit ini bersatu untuk menjalankan fungsinya. Sedangkan pada sianobakteri. Bakteri juga menyimpan cadangan makanan di sitoplasma dalam bentuk granula-granula tidak larut air. Komponen utama membran sel tersusun atas lipid dan protein atau lipoprotein. berperan dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatil.25 mm sampai 3 mm yang mampu mengkode 2000 – 3000 protein. 2. polimer dinding sel dan lipid selaput. Di dalam sitoplasma terdapat kurang lebih 20. merupakan kromosom tunggal.30. Membran sel bakteri dan sianobakteri membentuk lipatan ke dalam yang dinamakan mesosom. Ribosom prokariotik tersusun atas sub unit kecil dan sub unit besar yang berukuran 30 S dan 50 S (Svedberg). Pada saat proses transaksi.000 . Pada beberapa bakteri. Antara materi inti dengan sitoplasma tidak terdapat pembatas atau tidak memiliki membrane inti. pada bakteri aerob berperan dalam pengeluaran enzim hidrolitik. mesosom berfungsi sebagai kompleks fotosintetik yang mengadung pigmen fotosintesis.Selaput sitoplasma atau membran sel bakteri berfungsi dalam seleksi dan pengangkutan larutan ke dalam sel. Di dalam sitoplasma juga terdapat molekul protein dan enzim yang digunakan dalam setiap reaksi kimia di dalam sitoplasma. Struktur Sel Eukariotik . mesosom berperan dalam pembelahan sel. Materi genetik sel prokariotik membentuk suatu struktur yang dinamakan nukleoid.

Membran plasma ini memiliki ketebalan antara 5 sampai 10 nm (nanometer). 3) Sebagai sarana transpor larutan dari dan ke dalam sel. struktur ini dinamakan membrane plasma atau membran sel.protein membran sel dan glikoprotein sebagai perantara sel untuk berinteraksi dengan sel lain atau dengan lingkungan luarnya. misalnya retikulum endoplasma. retikulum endoplasma. oleh karena itu hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. sitoplasma. Sel eukariotik tersusun atas membrane sel. Organelorganel di dalam sel memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sel tersebut. 5) Untuk interaksi interseluler. 6) Tempat aktivitas biokimiawi. badan mikro. sentriol. komplek golgi. Beberapa reaksi kimia dikatalisis oleh protein integral membran yang berfungsi sebagai katalisator. 4) Merespons terhadap sinyal dari luar. Setiap organel di dalam sel memiliki fungsi yang berbeda . mikrotubulus dan mikro filamen.Sel eukariotik biasanya merupakan penyusun struktur makhluk hidup multi seluler. nukleus. mitrokondria. Berikut ini akan diuraikan tentang struktur dan fungsi : a. antara lain yaitu: 1) Sebagai pembungkus isi sel dan membentuk sistem endomembran di dalam sel.beda. ribosom. . dan lisosom. Membran Sel Sel memiliki struktur khusus yang berfungsi untuk memisahkan isi sel dengan lingkungan luarnya. Protein . Membran dalam (inner membrane) kloroplas berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis. 2) Menyediakan selaput atau penghalang yang bersifat selektif permeabel. lisosom. Membran sel berfungsi untuk menyaring masuknya zat-zat ke dalam sel sehingga tidak semua zat dapat menembus membran sel. Membran sel berfungsi dalam membantu memasukkan dan mengeluarkan senyawa – senyawa tertentu dari dan ke dalam sel. aparatus Golgi. 7) Untuk transduksi energi. Membran sel memiliki beberapa fungsi. Pada membran sel terdapat protein integral yang berfungsi sebagai reseptor untuk menerima sinyal dari lingkungan sel.

Perbandingan jumlah. Protein yang menyusun membran plasma tersusun atas lebih dari 50 jenis protein yang berbeda. Protein membran dikelompokkan menjadi tiga jenis. sekitar 2 . | enis-jenis tersebut terletak dengan orientasi tertentu pada lipid bilayer. tetapi diduga berhubungan dengan tempat melekatnya beberapa mikroorganisme infektif. tergantung dari jenis membran sel. misalnya membran sel tulang berbeda dengan sel hati. yaitu lemak (lipid) dan protein yang terikat secara non kovalen dan tersusun dalam suatu struktur yang menyerupai lembaran. 3) Protein yang terikat lipid membran . misalnya membran retikulum endoplasma berbeda dengan membran Golgi. tergantung dari tipe sel dun spesies. Fungsi kolesterol pada membrane berhubungan dengan rigiditas atau kekakuan membran. jenis organisme. Lembaran tersebut tersusun atas dua lapisan lemak yang dinamakan lipid bilayer. Baik glikolipid maupun glikoprotein berfungsi sebagai media interaksi dengan sel lainnya. Kolesterol pada membran plasma hanya dijumpai pada sel hewan dan sekitar 50% dari lemak membran terdiri atas kolesterol. sedangkan yang terikat dengan protein dinamakan glikoprotein. misalnya membran sel tumbuhan berbeda dengan membran sel hewan dan jenis sel. baik dengan lemak maupun protein. Fungsi glikolipid masih belum banyak diketahui. Ikatan antara protein perifer dengan lipid bilayer adalah non kovalen. yaitu permukaan yang mengarah ke lingkungan luar sel dan yang menghadap ke dalam sitoplasma 2) Protein perifer Protein ini terdapat pada permukaan luar lipid bilayer atau pada permukaan dalam-lipid bilayer. sedangkan protein terletak di antara lemak atau di permukaan lapisan lipid bilayer. Karbohidrat yang terikat dengan lemak dinamakan glikolipid. Karbohidrat terikat secara kovalen.10 ppersen glikolrotein membangun membran plasma. yaitu: 1) Protein integral Protein ini menembus lipid bilayer sehingga memiliki dua permukaan. antara lemak dan protein bervariasi.Semua membran sel terdiri atas dua komponen utama.

0. Mitokondria memiliki kelenturan yang tinggi sehingga bentuknya dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. misalnya membran yang membungkus mitokrondria. peroksisom. Bagian-bagian utama mitokondria dibedakan menjadi dua. Membran mitokondria ada dua yaitu membran luar dan membran dalam. tergantung dari jenis selnya.4 mikrometer. Jumlah mitokondria di dalam sel bervariasi tergantung dari jenis sel. sitoplasma mengandung gula. Bagian sitoplasma yang berada di antara organel dinamakan sitosol. bentuk mitokondrianya bulat atau oval. b.2 .Protein ini terikat secara kovalen dengan lipid bilayer dan terletak pada permukaan luar dari lipid bilayer. Mitokondria Ukuran mitokondria bervariasi. kloroplas. misalnya di sekitar gelendong pembelahan. mitokondria tersebar secara acak di dalam sel dan cenderung berkumpul pada bagian sel yang banyak memerlukan energi. lemak. Di dalam sitoplasma terdapat membran intrasel yang membungkus organel sel. misalnya pada sel-sel awal embrio. Selain itu. lisosom. Di dalam sitosol juga terdapat protein dan enzim-enzim untuk reaksi kimia. yaitu bagian selaput atau membran dan bagian matriks. Ukuran mitokondria ini hampir sama dengan ukuran bakteri yang menunjukkan salah satu bukti evolusi bahwa mitokondria merupakan bakteri yang bersimbiosis dengan sel eukoriotik. Bentuk mitokondria bervariasi. Volume sitosol lebih kurang 50% dari volume sel. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang dibungkus oleh membrane plasma. tetapi rata-rata ukuran diameternya antara 0. spesies organisme. c. dan keadaan fisiologi sel. asam amino. Pada umumnya. .ion-ion dan senyawa kimia lain yang digunakan untuk metabolisme sel. mitokondria mampu bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sitoplasma. Karena ukurannya yang relatif besat mitokondria dapat terlihat cukup jelas di bawah mikroskop cahaya. atau di sekitar memmbran yang melakukan endositosis. retikulum endoplasma. sedangkan pada sel-sel lain bentuknya seperti gelendong dan ada juga yang berbentuk pipa.7 mikrometer (pm) dan panjangnya antara 1 . Selsel yang metabolismenya aktif banyak mengandung mitokondria dibandingkan sel-sel yang tidak aktif. dan badan Golgi.

tubulus ginjal.sebaliknya pada SER permukaan luar membrannya tidak ditempeli oleh ribosom. seperti protein di dalam Golgi. sedangkan membran dalam berukuran antara 6 . misalnva kontraksi otot. makanan pada sel tumbuhan. endosom. ATP merupakan molekul berenergi tinggi yang akan digunakan untuk metobolisme sel. RE dibedakan menjadi dua. yaitu Retikulum Endoplasma Halus (Smooth Endoplasmic Reticulumi /SER) dan Retikulum Endoplasma Kasar(Rough Endoplasmic Reticulum / RER). lisosom. Ion-ion ini disimpan dalam suatu badan khusus yang dinamakan granul. mitokondria juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan ion kalsium di dalam sel. • Detoksifikasi di dalam hati yang melibatkan beberapa molekul penting di dalam sel hati. Di dalam sel. Iuluran membran ke arah matriks ini dinamakan tristae. Matriks mitokondria merupakan bagian mitokondria yang menyerupai gel. Aparatus Golgi atau Kompleks Golgi. Retikulum Endoplasma Retikulum Endoplasma (RE) merupakan bentukan membran yang sangat berlipat-lipat membatasi suatu ruangan yang disebut lumen (sisterna). protein integral membran.8 nanometer. dan granul. Selain berfungsi menghasilkan energi dalam bentuk ATP. • Sebagai tempat melekatnya granul-granul yang berisi glikogen pada sel-sel hati. Protein yang dihasilkan dari RER antara lain adalah protein yang disekresikan keluar sel. Aparatus Golgi (AG) atau Kompleks Golgi pertama kali ditemukan oleh Camilio Golgi tahun 1898 di dalam sitoplasma sel saraf. Antara lumen RE dengan sitosol hanya dipisahkan oleh selapis membran sehingga memudahkan terjadinya pertukaran zat antara lumen RE dengan sitosol. • Melepaskan glukosa dari glukosa-6-fosfat di dalam sel-sel hati. RNA dan beberapa protein yang larut dalam air serta filamen. AG dijumpai hampir pada semua sel tumbuhan dan sel . DNA.Antara membran dalam dan membran luar terdapat ruang antarmembran yang berisi berbagai macam enzim. protein-protein khusus di dalam organel. d. Mitokondria di dalam sel mampu menggandakan diri. SER mempunyai beberapa fungsi. • Tempat menyimpan ion-ion kalsium di dalam sisterna yang akan dikeluarkan jika ada rangsangan yang menyebabkan pengeluaran ion kalsium. e. RER banyak dijumpai pada sel-sel yang aktif mensekresikan protein misalnya sel – sel pancreas. Berdasarkan ada tidaknya ribosom yang menempel pada permukaan luar membran. Pada membran dalam (inner membrane) mitokondria terdapat beberapa jenis protein yang terlibat dalam proses pembentukan ATP. dan vakuola. Di dalam matriks mitokondria terdapat ribosom. Membran dalam mitokondria membentuk juluran-juluran ke arah matrik sehingga memperluas permukaan dalamnva. dan kelenjar lainnya. Membran luar mitokondria lebih tipis dari pada membrane dalam yaitu kurang dari 6 nanometer. yaitu: • Sintesis hormon steroid pada sel-sel kelenjar endokrin pada gonad dan adrenal. dan kelenjar endokrin yang mensekresikan hormon steroid. SER banyak ditemukan pada otot rangka. kelenjar ludah. sehingga jumlahnya dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan energi sel. Pada RER permukaan luar membrannya banyak ditempeli oleh ribosom.

lipase. fungsi vesikel adalah membawa protein dan lipid dari RE ke AG dan dari sakulus satu ke sakulus lainnya. Membran lisosom tidak akan tercerna oleh enzim yang dikandungnya sendiri karena kandungan karbohidrat yang tinggi pada membrannva. Ada empat macam bentuk lisosom. Enzim – enzim tersebut hanya akan dapat bekerja optimal pada pH sekitar 5.vesikel sekretori adalah membawa protein atau lipid yang telah mengalami Pemrosesan di dalam lumen sakulus. Lisosom primer adalah lisosom yang baru terbentuk dari AG dan belum berfusi . membran plasma dan protein membran organel 2) protein sekretori yang disimpan dalam bentuk vesikel 3) protein enzim yang disimpan dalam vesikel (lisosom) f. Molekul-molekul protein dan lipid yang telah mengalami modifikasi kimiawi di dalam lumen AG akan di packing oleh membran Golgi dan ditransfer dalam bentuk vesikel. yaitu: 1) kantung-kantung pipih yang disebut sisterna atau sakulus. Selama masih terbungkus membran. 3) vesikel besar yang terletak pada sisi yang berhadapan dengan membrane plasma. Lisosom Lisosom pertama kali ditemukan pada tahun 1949 oleh De Duve di dalam serpihan sel-sel hati. tampak bahwa AG tersusun atas tiga bentukan membran. Akan tetapi banyak reaksi yang berlangsung di dalam lumen AG. kantung – kantung pipih tersebut tersusun bertumpuk membentuk diktiosom. vesikel ini dinamakan vesikel tiansisi atau vesikel peralihan.hewan. Seiain itu.nuklease. Lisosom tergolong organel yang polimorfik karena memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. enzim hidrolitik bersifat stabil. di dalam lumen AG terjadi proses sintesis proteoglikan yang merupakan komponen matriks ekstra sel. Pada sel tumbuhan yang sedang membelah. 2) vesikel-vesikel kecil berdiameter kurang lebih 50 mikrometer yang terletak pada sisi yang berbatasan dengan RE. Beberapa penelitian membuktikan bahwa AG tidak hanya berfungsi sebagai alai transport materi ke luar sel. AG berperanan dalam pembentukan komponen dinding sel yang baru. yaitu satu macam lisosom primer dan tiga macam lisosom sekunder. vesikel ini dinamakan vesikel sekretori. ' Ada tiga macam protein yang dihasilkan oleh Golgi. Di dalam AG juga terjadi proses penambaKan gugus sulfat pada karbohidrat yang dikatalisis oleh enzim sulfat tansferase. Dengan menggunakan mikroskop elektron. Organel ini berbentuk semacam kantung yang berisi enzim hidrolitik. Organel ini terdiri atas setumpuk saku-saku pipih yang masing-masing dibatasi oleh selapis membian. glikosidase. antara lain: 1) protein membran inti. Enzim-enzim tersebut meliputi protease. kedua proses ini sering dinamakan glikosilasi. fosfatase dan sulfatase.glikoprotein dan glikolipid yang dikatalisis oleh enzim glikosil transferase. antara lain proses biosintesis. Terdapat lebih kurang 40 macam enzim hidrolitik yang ditemukan di dalam lisosom.membran lisosom mengandung protein transfer untuk membawa hasil pencernaan ke sitosol. fosfolipase.

Membran lisosom selanjutnya akan dikembalikan menuju membran plasma melalui proses eksositosis. enzim. hidorolitik tidak pernah keluar dari dalam lisosom sehinggan pencernaan berlangsung optimal. (2) Sitolisosom merupakan gabungan antara lisosom primer dengan autosom. Lisosom sekunder ada tiga macam. Badan golgi g. sel tumbuhan tertentu maupun sel ragi. Materi dari luar sel masuk ke dalam sitoplasma melalui pinositosis dan fagositosis. seperti asam amino. Hasil pencernaan lisosom. jika membran lisosom pecah. glukosa dan nukleotida mampu menembus membran lisosom menuju sitosol. Beberapa peran lisosom antara lain adalah: 1) perombakan organel sel yang telah tua 2) proses metamoifosis pada katak. maka enzim hidrolitik pada lisosom akan keluar dan mencerna sel itu sendiri. ( 3) badan residu. Akan tetapi. G. merupakan gabungan antara lisosom primer dengan fagosom. Peroksisom . Materi yang dicerna oleh lisosom dapat berasal dari luar sel atau dari dalam sel itu sendiri. adalah vakuola yang berisi sisa materi yang tidak tercerna Fungsi utama lisosom adalah untuk pencernaan intra sel. misalnya menyusutnya ekor pada berudu karena dicerna oleh enzim katepsin di dalam lisosom 3) pemulihan ukuran uterus setelah kehamilan 4) proses fertiliasi. pencernaan bagian .(bergabung) dengan materi yang akan dicerna. Badan Mikro 1) Peroksisom Organel ini ditemukan pada sel hewan. Pencernaan intra sel selalu terjadi di dalam lisosom.bagian sel yang telah tua dinamakan autofagi.yaiitu: (1) heterofagosom. dimana bagian kepala sperma yang dinamakan akrosom mengandung enzim hialuronidase untuk mencerna zona pelusida pada sel telur.

Glioksisom banyak ditemukan pada biji-bijian yang berperan sebagai tempat menyimpan asam lemak untuk pembentukan energi dalam Proses perkecambahan. peroksisom juga berfungsi untuk merombak asam lemak yang tersimpan dalam biji menjadi glukosa untuk proses perkecambahan. h.Pada sel tumbuhan. peroksisom berbentuk bulat telur dengan diameter kurang lebih antara 0. hanya dibungkus oleh selapis membran.pertama kali ditemukan oleh De Duve dan kawan-kawannya pada tahun 1965 di dalam sel-sel hati. Peroksisom memiliki kemampuan untuk membelah diri sehingga dapat membentuk peroksisom anak. oleh karena enzim . menjadi karbohidrat atau disebut glukoneogenesis.0. Salah satu proses utama pada biji yang sedang mengalami perkecambahan adalah perubahan dari asam lemak dalam glioksisom. Diameter glioksisom antara 0.enzim ini berperan dalam pembentukan katalase. Oleh karena enzim .5 sampai 1. Protein dan lipid yang diperlukan ditransfer dari sitosol. Selain berfungsi untuk pembentukan dan perombakan H2O. Jumlah peroksisom untuk tiap sel bervariasi antara 70-700. 2) Glioksisom Glioksisom merupakan badan mikro yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Asam sitrat yang terbentuk akan diubah menjadi glukosa melalui serangkaian reaksi enzimatis yang terdapat di dalam glioksisom.0 mikrometer.enzim ini berperan dalam pembentukan dan pembongkaran hidrogen peroksida(H2O2) .7 mikrometer. Penguraian asam lemak menjadi asetil ko-A selanjutnya berubah menjadi oksaloasetat untuk membentuk sitrat. Sitoskeleton . Di dalam sel. fungsi organel ini berkaitan dengan siklus glioksilat sehingga dinamakan glioksisom. Di dalam peroksisom ditemukan beberapa macam enzim oksidase dan enzim katalase. maka organel tersebut dinamakan peroksisom. Sedangkan peroksisom merupakan badan mikro yang ditemukan baik pada sel hewan maupun sel tumbuhan.Ribosom i.5 . menjadi substrat organik dan H2O.

misalnya aliran sitoplasma cii clalanr sel tumbuhan dan gerak amoeboid pada leukosit. dan sentriol. 1. bersifat liat. flagela. Inti Sel (Nucleus) . dinamakan mikrotubulus sitoplasmik dan ada juga yang berfungsi sebagai penyusun organel . dengan diameter lebih kurang 7 µm. silia dan flagella. tersusun atas 4-5 protofilamen yang tersusun melingkar. Kedua jenis protein ini berperan untuk pergerakan. filamen intermediet membentuk anyaman yang berfungsi untuk menahan tekanan dari luar. yaitu mikrotubulus stabil dan mikrotubulus labil. Mikrotubulus ini berbentuk serabut tunggal dengan diameter lebih kurang 25 nanometer. Setiap mikrotubulus tersusun atas 13 protofilamen yang tersusun paralel mengelilingi suatu sumbu. Letak filamen inibiasanya terpusat disekitar inti. misalnya aliran sitoplasma pada sel tumbuhan (siklosis). Ada dua jenis protein tubulin penyusun tubulin. Contoh mikrotulus stabil adalah pembentuk silia dan flagela. Mikrotubulus ada yang Ietaknya terbenam di dalam sitosol. stabil. Sedangkan mikrotubulus labil contohnva mikrotubulus pembentuk gelendong pembelahan. dan keratin. neurofilamen. Beberapa organel yang tersusun dari mikrotubulus adalah sentriol. sepe'rti silia. Mikrofilamen Mikrofilamen biasanya banyak terdistribusi dibawah permukaan membrane plasma. Hampir semua jenis sel hewan mengandung aktin. dan tersusun atas protein fibrosa. dan gerak amoeboid pada Protozoa. Mikrofilamen tersusun atas protein. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong bentuk sel dan memungkin terjadinya gerakan-gerakan organel di dalam sitoplasma. terutama aktin dan miosin.Di dalam sitosol juga ditemukan adanya sitoskeleton yang tersusun atas mikrotubulus. vimentin. Panjang mikrofilamen bervariasi. yaitu tubulin α dan tubulin β. lamina nuclear. Mikrotubulus Mikrotubulus tersusun atas molekul protein tubulin. mikrofilamen dan filamen intermediat. 3. j. Aktin dan miosin banyak ditemukan terutama pada sel otot. Mikrofilamen merupakan protein konEaktil yang berfr-rngsi untuk pergerakan di dalam sitoplasma. Sebagaian besar filamen intermediet berfungsi untuk menyokong sel dan inti sel. berbentuk pembuluh. 2. Mikrotubulus sitoplasmik didalam sel berfungsi sebagi keranga dalam yang menetukan bentuk sel dan untuk transfer molekul di dalam sel. Filamen lntermediet Filamen intermediet memiliki diameter antara 8-10 pm. Pada sel epitel. Contoh filamen entermediet antara lain adalah kertin. Ada dua macam mikrotubulus di dalam sel yang dibedakan atas stabilitasnya. dengan komposisi miosin yang lebih sedikit dibandingkan aktin.

Bagian –bagian yang menyusun inti sel antara lain adalah membran inti. inti sel berbentuk bulat. materi intinya telah diselubungi oleh suatu membran dan membentuk struktur inti sel atau nukleus.Pada sel eukariotik. dan anak inti (nukleolus). Permukaan luar membran inti juga berikatan dengan filamen intermediet yang menghubungkannya dengan membran plasma sehingga inti terpancang pada suatu tempat di dalam sel. Berikut ini uraian tentang bagian-bagian penyusun inti sel. Pada umumnya. transferase. Pada membran inti juga terdapat enzim-enzim seperti yang terdapat pada membran ER. misalnya sitokrom. tetapi ada juga yang bentuknya seperti gelendong. yaitu membran luar (membran sitosolik) dan membran dalam (membran nukleo-plasmik). antara lain sebagai jalan keluar atau masuknya senyawa – senyawa dari inti dan menuju inti. Membran luar inti bertautan dengan membran ER.100 nm. 2) Pori Membran Inti Pada membran inti terbentuk pori-pori sebagai akibat pertautan antara membran luar dan membran dalam inti. Jumlah pori membran inti bervariasi tergantung dari jenis sel dan kondisi fisiologi sel. pori membran. dan glukosa-6-fosfatase.matriks inti sel (matriks).15 nm. Diameter pori berkisar antara 40 . Fungsi pori membrane inti ini. Sel eukariotik umumnya memiliki satu inti sel. Di antara kedua membran tersebut terdapat ruangan antar membran (perinuklear space) selebar 10 . 1) Membran inti Membran inti terdiri atas dua lapis. kromatin atau kromosom. misalnya . tetapi ada juga beberapa jenis sel yang memiliki inti lebih dari satu.

selain sebagai komponen penyusun sentrosom. Pada bagian tengah pori terdapat sumbat tengah (central plug). Sentriol Sentriol merupakan organel sel berbentuk silindris dengan diameter lebih kurang 2 pm (mikrometer) dan panjang lebih kurang 4 ptm. 4) Materi Genetik Bagian utama dari sebuah inti sel adalah materi genetik. Di dalam setiap sel mengandun sepasang sentriol yang letaknya saling tegak lurus dekat inti sel. Kromatin yang mengalami kondensasi ini dinamakan kromosom. misalnya pada neuron. Pada waktu interfase. dan kelenjar. nukleolus tampak sebagai suatu struktur yang merupakan tempat pembentukan dan penyimpanan prekusor ribosom dan pembentukan sub unit ribosom. RNA. k. sentriol berfungsi sebagai tubuh basalis. i. dan proses –proses lainva di dalam inti. Silia dan Flagela . sentriol berfungsi sebagai bahan pembentuk sillia dan flagella . replikasi DNA. Benang benang kromatin ini akan mengalami pemampatan (kondensasi) pada saat sel akan membelah. Semua aktivitas di dalam sel dikendalikan oleh materi genetik. persis dengan sentriol. Pori membran inti dikelilingi oleh bentukan semacam cincin (anulus) yang bersama-sama dengan pori membentuk kompleks pori. 5) Anak Inti (Nukleolus) Nukleolus banyak ditemukan pada sel-sel yang aktivitas . sintesis proteinnya tinggi. Selain itu. Di dalam inti.tempat keluarnya ARN – duta dan protein ribosom. misalnya transkripsi. Bagian dalam cincin membentuk tonjolan-tonjolan ke arah lumen pori. Jadi. struktur ini merupakan tempat terjadinya proses transkripsi gen ARN ribosom (ARN-r). bahwa kromatin tersusun atas DNA. oosit. protein histon dan protein nonhiston. Matriks inti diduga ikut berperan dalam proses – proses pada materi inti. materi genetik dinamakan kromatin. Hasil analisis kimia menunjukkau. 3) Matriks Inti (nukleoplasma) Komponen utama dari matriks inti adalah protein vang kebanyakan berupa enzim dan sebagian adalah protein structural inti.

Silia berukuran lebih halus dan lebih pendek dari pada flagela. Jumlah silia pada umumnya banyak. sedangkan jumlah flagela hanya satu atau dua. Pigmen lain yang dimiliki adalah Karoten dan Xantofil KLASIFIKASI Chlorophyta (Green Algae) Chlorophyta (Alga Hijau) Kingdom Divisio Class Ordo Genus Species : Plantae : Chlorophyta : Chlorophyceae : Halimedales : Caulerpa : Caulepra racesmosa CIRI-CIRI UMUM CHLOROPHYTA Bewarna hijau terang.ada yang koloni.meiliki banyak anggota. air payau tanah – tanah yang basah . pigmen korofil terdapat dalam jumlah terbanyak sehingga ganggang ini berwarna hijau. yaitu memiliki sumbu yang dinamakan aksonem. dan seringkali muncul kepermukaan apabila air surut. Contoh sel-sel bersilia adalah lapisan epitel saluran telur (oviduct) pada wanita.uni sel dan filamen.Kedua organel ini berfungsi sebagai alat pergerakan sel yang letaknya berada pada permukaan luar membran sel. Sedangkan flagela dapat ditemukan pada spermatazoa dan beberapa organisme eukariotik uni seluler misalnya Euglena viridis dan lain-lain. Membran silia dan flagela merupakan perluasan dari membran sel. Pada umumnya melekat pada batuan. Habitat Chrysophyta biasanya hidup di air tawar. silia dan flagella dibungkus oleh membran. ada pula yang hidup di tempat – tempat kering. Sebagian yang hidup di laut merupakan .eutoriot . dan ada yang intraseluler pada binatang rendah. pada organisme eukariotik uniseluler misalnya Paramaecium caudatum. Baik silia maupun flagella memiliki struktur yang sama. air laut. epitel saluran sperma (epididimis) pada lakilaki. Sebagian lainnya hidup bersimbiosis dengan lichenes. Struktur aksonem sangat kompleks karetra tersusun atas mikrotubulus dan protein. TUGAS PLANKTONOLOGI CHLOROPHYTA Chlorophyceae (Ganggang hijau) adalah salah satu kelas dari ganggang yang sel-selnya bersifat eukariotin (materi inti dibungkus oleh membran inti). Berbeda dengan sentriol.

Kloroplas terbungkus oleh sistem membran rangkap. Cadangan makanan Cadangan makanan pada chlorophyta seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu berupa amilum. Untuk mencakup sejumlah besar variasi tersebut. Fototaksis dan bentuk mata Pada chlorophyta terdapat dua tipe pergerakan fototaksis. Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan. Inti Chlorophyceae mempunyai inti seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu diselubungi oleh membrane inti dan terdapat nukleus serta kromstin.makroalga seperti Ulvales dan siphonales. violaxanthin. beta karoten serta berbagai macam xantifil (lutein. merupakan granula pada pangkal dari tiap flagella disebut blepharoplas.ex:muogotia). terutama yang hidup di tempat yang terkena cahaya matahari langsung seperti kolam. lapisan dalam yang tersusun atas selulosa dan lapisan luar tersusun atas pektin tetapi beberapa bangsa Volvocales dindingnya tidak mengandung selulosa. Flagella pada kelas chlorophyceae selalu bertipe whiplash (akronomatik) dan sama panjang (isokon) kecuali pada bangsa oedogoniales memiliki tipe stefanokon. sungai atau selokan. Pigmen yang terdapat dalam kloroplas yaitu klorofil a dan klorofil b. tetapi jenis anggotayang tergolong dalam bangsa shiponales memiliki inti lebih dari satu. danau dan genangan air hujan.ex: ulotrix atau ditengah lumen sel ( axial. tersusun oleh amilosa (rantai glukosa tidak bercabang) dan amilopektin (rantai glukosa yang bercabang). SUSUNAN TUBUH Struktur tubuh bervariasi baik dalam ukuran. Chlorophyta yang hidup di air tawar memiliki sifat kosmopolit. yaitu • Pergerakan dengan flagella Pada umunya sel alga hijau baik sel vegetatife maupun sel generatife ditemukan adanya alat gerak. Inti umumya tunggal. bentuk maupun susunanya. maka alga hijau dapat dikelompokkan sebagai berikut: • • Sel tunggal (uniseluler) dan motil (ex:Chlamydomonas) Sel tunggal uniseluler dan non motil (ex:Chlorella) Sel senobium (koloni yanh mempunyai jumlah sel tertentu sehingga mempunyai bentuk yang relatif tetap) Koloni tak baraturan (ex:tetraspora) Filamen (ada yang bercabang dan tidak bercabang) Heterotrikus (filamen barcabang bentuknya terbagi menjadi prostate dan erect) Foliaceus atau parenkimatis (filamen yang pembelahan sel vegetatif terjadi lebih dari satu bidang). Tiap flagella terdiri dari axonema yang tersusun oleh 9 dupklet mikrotubula mengelilingi bagian tengah terdapat dua singlet . zeaxanthin) kloroplas dalam sel letaknya mengikuti bentuk dinding sel ( parietal. Tubular (talus yang memiliki banyak inti tanpa sekat melintang) • • • • • • SUSUNAN SEL Dinding sel Dinding sel tersusun atas 2 lapisan. Flagella dihubungkan dengan struktur yang sangat halus disebut aparatus neuromotor. melainkan tersusun oleh glikoprotein.

yaitu spora yang dapat bergerak Secara aseksual secara aseksual: yaitu dengan pembentukan zoospora. Contoh: codium. aplanogami. Struktur semacam ini dikenal sebagai susunan 9+2. ulva. hipnospora. yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang saling berlekatan yang berasal dari satu filament. Contoh: gonium. Homotalik. ditunjukkan terjadi pergerakan pada desmid di permukaan lumpur. Perkembangbiakan Secara vegetatif Secara vegetatif perkembangbiakan dilakukan dengan cara fragmentasi tubuhnya dan pembelahan sel. Konjugasi bentuk tangga (skalariform). Oogami yaitu jenis anisogami dengan gamet jantan yang aktif (gametangium oogonium. Flagella tersebut dikelilingi oleh selubung plasma. yaitu pertemuan 2 protoplas di saluran konjugasi. aplanospora. Selama pergerakan kedepan bagian kutub berayun dari satu sisi ke sisi lain sehingga lendir bagian belakang seperti berkelokkelok. Contoh: spyrogira. oogami. contoh: chlamydomonas Planospora. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari satu talus. dan konjugasi. Konjugasi bentuk lateral. Anisogami : gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama (gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama). Contoh: volvox dan oedogonium. perkembangbiakan dibedakan menjadi: • • Heterotalik. Contoh: spyrogira. autospora. Konjugasi. dan gametangium spermatid). Anisogami. Berdasarkan sel gamet. Contoh: zygnema . Isogami yaitu: gamet yang bentuk dan ukurannya sama (belum dapat dibedakan mana jantan dan betina). yaitu sel protoplas tumbuhan I ke tumbuhan II. serta pembentukan sporik yaitu dengan membentuk: • • • Aplanospora.mikrotubula. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari dua talus yang berbeda. Contoh: mougeotia dan zygnema Konjugasi ada 3 yaitu: • • • Secara seksual secara seksual: isogami. bryopsis. yaitu spora yang tidak dapat bergerak. Pergerakan tersebut disebabkan oleh adanya stimulus cahaya yang diduga oleh adanya sekresi lendir melalui porus dinding sel pada bagian apikal dari sel. Contoh: zygnema Konjugasi silang yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang tanpa saluran konjugasi. • Pergerakan dengan sekresi lender Dalam monografi tentang desmid. Contoh: spyrogira.

• Chlorophyta berbentuk lembaran . Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.sumber gambar www. • Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak Hydrodictyon. Bentuk sel bulat telur. terdapat 1 vacuola. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi • Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak Volvox ditemukan di air tawar. memiliki 2 flagel sebagai alat gerak. Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. satu nukleus dan kloroplas. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala.uic. koloni berbentuk bola jumlah antara 500 sampai 5000 buah. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata.edu MACAM-MACAM CHLOROPHYTA • Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak Chlamidomonas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung.

atau dengan spora yang tiddak mempunyai bulu cambuk yang dinamakan aplanospora. Ada yang hidup bersimbiosis dengan fungsi sebagai lichenes bahkan ada yang hidup dalam plasma binatang rendah. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina.Zygnematales . Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. berukuran kecil. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi. menyerupai batang. Pembikan seksual terjadi dengan peleburan sel vegetatif dan aseksual dengan pembelahan sel. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid Chara. Mempunyai satu inti dan satu kloroplas. Klasifikasi Terdiri atas satu kelas:Clorophyceae Terdiri atas 4 ordo .Dari Suku Volvocaceae dan Marga Volvox. Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid. Ulva haploid disebut gametofit haploid. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis.Tetrasporales . yang beruas-ruas dan bercabang-cabang. kadang-kadang juga pada kulit pohonpohon dan tembok-tembok yang basah.Volvocales 1. Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum. bangsa Chalmydomonas. merupakan sel : .dan uniselular. Perkembanganbiakan dengan zoospora yang mempunyai dua bulu cambuk. Zygnematales Dari suku Zygnemataceae serta marga Zygnema dan Spirogyra. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi. Tetraporales 3. Sedangkan pada Zygnema memiliki dua kloroplas bentuk bintang.Ulva. dan tidak lagi melakukan pembelahan sel yang vegetatif. Kedua marga ini tidakmembentuk spora aseksual. 4. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. misalnya Chlorella Vulgaris dam infusoria dan Hydra 2. merupakan sel vegetatif berflagel dua dapat bergerak. Volvocales Dari kelas Chalmydomonadaceae. dimana tiap sel dalam filamen menghasilkan satu gamet tidak memiliki flagel. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n). bentuk seperti lembaran daun.Chlorococcales .Perkembangan seksual melalui konyugasi. Chlorococcales hidup sebagai plankton dalam air tawar. Perkembanganbiakan dengan isogami antara lain pada marga Pediastrum. Mereka merupakan satu koloni yang bentuknya bermacam-macam. Pada Spyrogyra memiliki piranoid yang banyak dan kloroplas bentuk spiral. Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar. Chlorococcales Sel-sel vegetatif tidak mempunyai bulu cambuk jadi tidak bergerak.

yaitu: • • • • • • Produsen dari ekosistem air Sebagai alternatif bahan pangan bagi astronot. terutama spesies chlorella (karena kandungan chlorelinnya banyak mengandung vitamin E) Sbagai sumber protein sel tunggal contoh chlorela Sebagai bahan makan contoh volvox sebagai sayuran Sebagai plankton. Dalam koloni besar terdapat sel vegetatif yang besar. merupakan salah satu komponen yang penting dalam rantai makanan di perairan tawar Menghasilkan O2 (oksigen) dan hasil fotositensis yang diperlukan oleh hewan lain untuk bernafas Dapat mengganggu jika perairan terlalu subur Membuat air berubah warna dan menjadi bau Menjadi masalah dalam proses penjernihan air Menyebabkan penyumbatan pada saringan pengolahan air. hidup berkoloni (senobium) setiap sel dalam senobium dihubungkan dengan benang-benang sitoplasma. Pembiakan seksual dengan cara oogami. Chloropyta juga mempunyai efek negatif yaitu: • • • • Reaksi Gelap Posted by dek Ubaid pada 30 Juli 2009 .vegetaif berflagel dua.Konjugasi sel gamet Volvox PERANAN CHLOROPHYTA Chlorophyta mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. sel-sel ini adalah Gonidiayang merupakan sel pemula dari koloni anak.

Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Selanjutnya. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. dihasilkan glukosa (C6H12O6). 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3asam fosfogliserat (APG/PGA). Dari reaksi gelap ini. yang berasal dari udara bebas. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Secara umum. yang dihasilkan dari reaksi terang. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. klik disini untuk bagan yang lebih besarPada fase fiksasi. Bagan Reaksi Gelap. dan regenerasi. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). dan CO2. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 . reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). reduksi. yaitu fiksasi. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson.

daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggerakkan sintesis molekul makanan dalam kloroplas. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). Konsep-konsep tersebut termasuk di dalamnya gambaran umum fotosintesis pada tumbuhan tinggi. Pada fase ini. fotosintesis terdiri dari dua proses yang masing-masing terdiri dari banyak langkah. Energi cahaya yang terserap digunakan untuk menggerakkan transfer elektron melalui serangkaian senyawa-senyawa pemberi elektron dan penerima elektron. Proses-proses sintesis ini berlangsung di dalam stroma kloroplas. Sebagian besar . kloroplas tumbuhan mengubah energi matahari menjadi energi kimiawi dalam bentuk gula dan molekul organik lainnya. Fotosintesis Terdiri dari Dua Tahapan Utama Secara umum. Kedua tahap fotosintesis ini dikenal sebagai reaksi terang (bagian foto dari fotosintesis) dan reaksi karbon (bagian sintesis). Akan tetapi. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. memiliki kloroplas. Di dalam kloroplas. Warna daun berasal dari klorofil. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. dan membentuk 1. Fotosintesis pada Tumbuhan Tinggi Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. organisasi perlengkapan fotosintesis dan sifat cahaya maupun peranan pigmen fotosintesis. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. Produk akhir dari reaksi terang adalah senyawa berenergitinggi ATP dan NADPH yang digunakan untuk sintesis gula pada reaksi karbon. Selanjutnya. Bagian ini menampilkan konsep-konsep dasar dari fotosintesis. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap. yang kemudian berubah menjadi NADP+. pigmen berwarna hijau yang terdapat di dalam kloroplas sel mesofil. 1. Dalam suatu proses yang disebut fotosintesis. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). wilayah cair yang mengelilingi tilakoid. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat.3-bifosfogliserat.gugus fosfat. Reaksi terang fotosintesis berlangsung di dalam membran internal kloroplas yang sudah terspesialisasi yang disebut tilakoid. Kemudian. dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. energi cahaya diubah menjadi energi kimiawi melalui dua satuan fungsional yang berbeda yang disebut fotosistem.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. Energi fotosintesis digunakan untuk proses seluler tumbuhan dan menjadi sumber energi bagi seluruh kehidupan. (Lihat Bagan) Baca entri selengkapnya » Fotosintesis Kehidupan di bumi sangat bergantung pada energi matahari.

Jumlah energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang cahayanya. Panjang gelombang berkisar antara kurang dari satu nanometer (untuk sinar gamma) hingga lebih dari satu kilometer (untuk gelombang radio). Cahaya matahari memiliki sifat baik sebagai gelombang maupun sebagai partikel. Sifat Cahaya dan Peranan Pigmen Energi dari cahaya matahari menggerakkan fotosintesis. Di dalam lamella grana terdapat ruang internal yang disebut sebagai lumen. Dengan demikin. sementara wilayah di luarnya dikenal sebagai stroma. Setiap foton mengandung sejumlah energi yang disebut kuantum (jamak: kuanta). semakin tinggi energi setiap foton cahaya tersebut.. Tilakoid mengandung protein-protein membrane integral yang membentuk fungsi sebagai kompleks pigmen antenna. disintesis pada ribosom sitoplasma dan kemudian diimpor ke dalam kloroplas. Panjang gelombang merupakan jarak antara puncak gelombang yang berturut-turut. Cahaya dari frekuensi tinggi (atau panjang gelombang lebih pendek) berada di dalam wilayah spektrum ultraviolet. fotosintesis berlangsung pada organel subseluler berentuk seperti semangka yang disebut kloroplas. Keseluruhan kisaran radiasi ini terkenal sebagai spektrum elektromagnetik. Cahaya juga bersifat partikel dimana kita menyebutnya sebagai foton. Secara umum. Klorofil dan pigmen-pigmen aksesoris pengumpul cahaya di dalam tilakoid selalu terhubung dengan ikatan protein secara nonkovalen. Cahaya matahari seolah seperti hujan foton dari berbagai frekuensi yang berbeda-beda. Aspek yang paling menonjol dari struktur kloroplas adalah terdapatnya perluasan sistem membran internal yang dikenal sebagai tilakoid. Sel-sel mesofil memiliki banyak kloroplas yang mengandung klorofil. Susunan membran seperti itu dikenal sebagai grana. Kloroplas merupakan organel bermembran ganda yang mengandung berbagai sistem transportasi membran. Kloroplas juga mengandung DNA. Mata kita hanya sensitif terhadap frekuensi lemah –wilayah cahaya-tampak dari spektrum elektromagnetik. Sebagian besar protein kloroplas merupakan produk dari transkripsi dan translasi yang terjadi di dalam kloroplas itu sendiri. Baik pigmen antena maupun klorofil pusat reaksi terhubung dengan protein-protein untuk mengoptimalkan transfer energi di dalam kompleks pigmen antena dan transfer elektron di dalam pusat reaksi. Frekuensi merupakan jumlah puncak gelombang yang melewati pengamat pada waktu tertentu. rumusan reaksi fotosintesis adalah: Organisasi Perlengkapan Fotosintesis Daun tumbuhan memiliki perlengkapan khusus yang terspesialisasi untuk fotosintesis. Kloroplas Merupakan Tempat Berlangsungnya Fotosintesis Pada tumbuhan.elektron pada akhirnya mereduksi NADP+ menjadi NADPH dan mengoksidasi H2O menjadi O2. foton cahaya ungu (violet) berisi hampir dua kali energi foton cahaya merah. Sebagian besar tilakoid terlihat memiliki hubungan yang sangat berdekatan satu sama lainnya. Kandungan energi cahaya tidak bersifat kontinu melainkan dihantarkan pada paket-paket diskrit berupa kuanta. semakin pendek panjang gelombangnya. Pada umumnya sel mesofil memiliki kira-kira 30-40 kloroplas yang berukuran kira-kira 2-4 µm kali 4-7 µm. Cahaya Memiliki Karakteristik-karakteristik Baik Sebagai Partikel Maupun Gelombang Salah satu keberhasilan bidang fisika pada awal abad ke dua puluh adalah adanya kenyataan bahwa cahaya memiliki sifat baik sebagai partikel maupun gelombang. dan cahaya dari frekuensi rendah (atau panjang gelombang yang lebih panjang) di dalam wilayah spektrum infra merah. Jaringan fotosintesis yang paling aktif pada tumbuhan tinggi adalah mesofil daun. Cahaya sebagai gelombang dikarakteristikkan oleh adanya panjang gelombang. dan frekuensi. pusat reaksi dan enzim transpor elektron. . sementara protein-protein lainnya merupakan hasil pengkodean oleh DNA inti. Energi cahaya juga digunakan untuk membangkitkan gaya gerak proton yang melintasi membran tilakoid untuk mensintesis ATP. Pigmen fotosintesis yang terdapat di dalam tilakoid berperan dalam menyerap cahaya dan mengawali reaksi fotosintesis. RNA dan ribosom tersendiri. sambil meminimalkan proses yang tidak berguna pada saat yang bersamaan.

setiap pigmen memiliki spektrum penyerapan. Klorofil a dan b memiliki spektrum penyerapan yang berbeda. klorofil b berperan sebagai pigmen aksesoris. Dengan demikian. diteruskan atau diserap. Seluruh organisme mengandung campuran lebih dari satu jenis pigmen dan setiap pigmen memerankan fungsi khusus. Reaksi-reaksi fotokimiawi fotosintesis merupakan reaksi tercepat diantara reaksi-reaksi kimiawi yang ada. sebagian besar karotenoid tampaknya berfungsi terutama dalam fotoproteksi: Bukannya meneruskan energi ke klorofil. Fotoeksitasi Klorofil Mengawali Reaksi Fotosintesis Ketika molekul menyerap suatu foton. Proses yang dikenal sebagai fluoresensi. tanpa pancaran foton. cahaya dapat dipantulkan. . 3. klorofil yang tereksitasi mentransferkan energinya ke molekul lain. 2. Cahaya yang diserap ditransferkan ke klorofil untuk fotosintesis. 5 September 2010 . Kecepatan reaksi yang luar biasa ini diperlukan untuk fotokimia agar dapat bersaing dengan tiga reaksi keadaan tereksitasi lain yang mungkin terjadi. 4. Pigmen yang berbeda akan menyerap cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda dan panjang gelombang yang diserap akan menghilang. senyawa ini malah menyerap dan melepaskan energi cahaya yang berlebihan. Proses keempat adalah fotokimia. karena peran inilah karotenoid-krotenoid disebut sebagai pigmen aksesoris. Selama transfer energi.Fotosintesis terjadi di kloroplas daun dan batang yang berwarna hijau. Klorofil a dan klorofil b serta karotenoid banyak ditemukan di dalam tumbuhan hijau. Keadaan teraksitasi bersifat tidak stabil sehingga prosesnya berlangsung sangat cepat. klorofil a berwarna biru-hijau sementara klorofil b berwarna kuning-hijau. Klorofil yang tereksitasi dapat kembali ke keadaan dasarnya melalui perubahan energi eksitasinya secara langsung menjadi panas.Pigmen-pigmen Berperan dalam Penyerapan Cahaya Ketika cahaya mengenai materi. Energi cahaya pertama kali diserap oleh pigmen-pigmen yang terdapat di dalam kloroplas. Klorofil nampak berwarna hijau karena klorofil menyerap cahaya merah dan biru sambil memantulkan cahaya hijau. Karotenoid merupakan konstituen integral dari membran tilakoid dan biasanya terhubung erat dengan protein-protein pigmen antena dan pusat reaksi. Minggu. yang jika tidak dilepas akan merusak klorofil. Klorofil yang tereksitasi dapat memancarkan-ulang foton dan dengan demikian kembali ke keadaan dasarnya. energi dari foton diubah menjadi energi potensial elektron yang dinaikkan dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi. Namun demikian. Oleh karena itu. Klorofil dapat berpartisipasi dalam transfer energi. Foton cahaya matahari diserap terlebih dahulu oleh klorofil b dan energinya disalurkan ke klorofil a. dimana di dalamnya energi dari keadaan tereksitasi menyebabkan terjadinya reaksi-reaksi kimiawi. pada keadaan tereksitasi klorofil memiliki empat jalur pelepasan energi. 1. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan tanaman hijau. Dengan demikian.

Masing-masing fotosistem mengandung sekitar 300 molekul pigmen yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam proses fotosintesis. klorofil dan pigmen aksesoris disusun menjadi kelompok-kelompok fungsi yang disebut fotosistem. Hidrogen yang diperoleh dengan membelah molekul air. pembuangan atau penambahan elektron yang diturunkan dari hidrogen adalah mekanisme reaksi reduksi oksidasi yang paling sering. Pembuangan elektron (oksidasi) melepaskan energi. Gambar 1. ditambahkan pada karbon dioksida untuk membentuk satuan gula. zat lainnya akan mengalami oksidasi. Reaksi redoks berperan penting dalam fotosintesis.Fotosintesis menjadi mungkin karena kemampuan pigmen klorofil menjebak cahaya. struktur selaput didalam sel mesofil daun. Di selaput tilakoid. Struktur kloroplas . Proses fotosintesis Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas (gambar 1). Kloroplas memiliki struktur halus di dalamnya – kantung-kantung selaput lempeng yang disebut tilakoid. Oksidasi adalah pembuangan sebuah elektrin dari sebuah molekul. sintesis gula dari karbon dioksida adalah reduksi karbon dioksisa. Dalam sistem biologi. Bahan baku fotosintesis adalah karbon dioksida dan air. yang pada akhirnya disimpan dalam molekul gula. Kapanpun suatu zat mengalami reduksi. Persamaan kimia total fotosintesis adalah sebagai berikut: Reaksi Reduksi – Oksidasi (Redoks) Reduksi adalah penambahan sebuah elektron (e) ke sebuah molekul penerima. Peristiwa penting saat fotosintesis adalah pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia. Sebagai contoh. Penambahan elektron (reduksi) menyimpan energi dalam senyawa.

Pada peristiwa Fotosistem I. Sesungguhnya ada dua molekul P700 yang melepaskan elektron saat peristiwa ini secara serempak. Stroma adalah lokasi terjadinya fiksasi karbon. Fd melewatkan elektron ke senyawa transisi dan kemudian ke Nikotamida Adenin Dinukleotida Phosfat (NADP). Dalam menerima eletron. Ion hidrogen berlebih dilepaskan saat ATP terbentuk. Masing-masing tilakoid bertumpu di stroma atau zat lantai di kloroplas. Tingkat energi sebuah elektron di P700 naik ke tingkat yang lebih tinggi. P700. atau fiksasi karbon. Fotosintesis memerlukan energi dari ATP untuk mensintesis karbohidrat. sebuah senyawa yang mengandung besi.Masing-masing fotosistem ini memiliki pusat reaksi atau penjebak cahaya dimana molekul klorofil a yang spesial menjebak energi cahaya. Fosfat inorganik dari cairan stroma disertakan dalam molekul ATP saat fosforilasi sintetik. Elektron ini lepas dari P700 dan diterima X. transpor elektron. Peristiwa Fotosistem I Fosforilasi Siklik – Transpor Elektron Energi cahaya menghantam sebuah fotosistem. Di Fotosistem I. Molekul X melewatkan elektron ke molekul penerima lainnya dan mengalami oksidasi dalam proses ini. elektron di lewatkan ke ferridoksin (Fd). Molekul pigmennya menyerap energi ini dan meneruskannya ke molekul pusat reaksi. Klorofil bertindak sebagai donor elektron dan kemudian menjadi penerima (akseptor) elektron. Fotosintesis melibatkan empat peristiwa biokimia: peristiwa fotokimia. . Sebuah elektron di molekul pusat reaksinya. Selaput oval tilakoid mengelilingi sebuah vakuola atau wadah penyimpan dimana ion hidrogen disimpan hingga diperlukan dalam siklus Calvin. molekul klorofil a nya dinamakan P700 karena ia menyerap energi cahaya dari panjang gelombang 700 nanometer. Ada dua jenis fotosistem:Fotosistem I dan Fotosistem II. menjadi terangkat ke tingkat energi tinggi. Energi dari NADPH2 akan menjadi sumber energi saat karbon dioksida tereduksi untuk membentuk gula. Energi elektron yang bertambah ini menyebabkannya lepas dari molekul P700 (klorofil a) dan menempel sementara di sebuah molekul penerima yang disebut X. Reaksi fotokimia dan transpor elektron terjadi di selaput tilakoid. kemiosmosis dan fiksasi karbon. Molekul klorofil di Fotosistem II diberi nama P680 karena molekul pigmen ini (klorofil a) menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nanometer. NADP menerima kedua elektron (2e) tersebut dan menjadi NADPH2. Ia menyumbangkan elektron terangsang yang kaya energi dan menerima balik elektron yang lemah (miskin energi). Pada akhirnya ia kembali ke P700. elektron yang terangsang dapat melewati jalur yang berbeda dari yang menyusun ATP. Fosforilasi Nonsiklik Energi cahaya kembali menghantam sebuah molekul klorofil a. NADPH2 juga menarik sebuah proton H. Tiap langkah reaksi reduksi-oksidasi ini dipercepat (katalis) oleh sebuah enzim khusus. Dengan mendapatkan dua elektron tambahan. Energi yang dilepaskan saat elektron melewati rantai transpor ini dipakai untuk mensintesis ATP (Adenosin Tri Posfat). Dari molekul penerima X. dimana elektron diteruskan dari satu molekul penerima ke molekul penerima lainnya. Karenanya ia berubah nama menjadi NADPre. dimana re berarti tereduksi. Ion ini disimpan di wadah penyimpan di tilakoid. Terjadi sederetan peristiwa reaksi redoks. molekul X tereduksi. NADPH2 menyimpan kedua elektron dan tidak meneruskannya lagi.

termasuk flavoprotein dan sitokrom (cyt) . Saat cahaya menyerang klorofil di Fotosistem II. tereksitasi. sebuah elektron di pusat reaksi. Jalur yang diikuti oleh elektron ini ada dua kemungkinan. Foton cahaya menghantam sebuah molekul klorofil a. pada ganggang coklat klorofil c. Sebagian energi membentuk ATP. Pada ganggang hijau biru dan pada lumut (bryofita). Gambar 2. dan ganggang merah klorofil d. 2. Elektron energi tinggi ini lewat menuju sebuah molekul penerima elektron yang dilambangkan Q. Molekul pusat reaksi (P700) menyerap cahaya tersebut 3. pigmen penjebak cahaya tanaman hijau. pigmen penjebak cahayanya adalah klorofil b. yaitu jalur siklis atau nonsiklis. P680. menyisakan elektron bebas dan molekul oksigen: Protonnya berhubungan dengan NADPre. Diyakini kalau P680 menarik elektron pengganti dari air. Molekul Q melewatkan elektron lagi dalam sederetan molekul penerima yang melewatkan elektron terus menuju ke lubang di Fotosistem I yang terbentuk saat sintesis nonsiklis NADPre. Jalur siklis : e dari P700 ke X ke akseptor ke ATP. Saat elektron bergerak sepanjang rantai transpor.Tinjauan : Fotosistem I 1. mereka kehilangan energi perlahan-lahan. Salah satu elektronnya terangkat ke tingkat energi tinggi 4. Jalur fotosintesis melibatkan banyak langkah dan banyak produk serta katalis perantara. Jalur nonsiklis: 2e dari P700 ke X ke Fd ke NADP lalu NADP menjadi NADPre Peristiwa Fotosistem II Fotosistem II melibatkan sekitar 200 molekul di pusat reaksi klorofil a.

Sebagian PGAL ini dipakai untuk memperbaiki penyimpanan ribulosa bifosfat. Pada saat fotorespirasi. NADPre dan ATP yang dihasilkan saat peristiwa Photosistem I dan Photosistem II sekarang dipakai untuk menempelkan karbon dioksida ke sebuah molekul organik. diganti dengan sebuah atom hidrogen dari NADPH. yang mengikat dengan karboksilase RuBP. Kedua molekul PGA mengalami reduksi menjadi dua molekul fosfogliseraldehida (PGAL) dalam dua langkah berurutan. Lalu. oksidasi ribulosa bifosfat terjadi. Aktivitas biokimia yang mengikutinya sudah dijelaskan dalam siklus Calvin. oksigen. Ikatan energi tinggi putus dan fosfat dilepaskan. membentuk sebuah senyawa karbon-6 yang tidak stabil. titik awal siklus Calvin (Gambar 3).Rangkuman jalur elektron di Fotosistem I dan Fotosistem II sebagai berikut: Air menyerahkan 2e ke Fotosistem I menuju X menuju rantai transpor menuju Fotosistem II menuju Q menuju rantai transpor menuju NADPre menuju siklus Calvin. Siklus Calvin Siklus Calvin adalah sederetan peristiwa fotosintesis dimana fiksasi karbon dioksida terjadi di stroma kloroplas. Fotorespirasi Fotorespirasi adalah sederetan peristiwa aneh yang terjadi di sel tanaman hijau saat ada sinar matahari. Satu . menunjukkan langkah rumit yang membawa dari ribulosa difosfat (bifosfat) menuju glukosa. Karbon dioksida bergabung dengan gula karbon-5 ribulosa bifosfat (RuBp). Saat karboksilase RuBP mendapatkan oksigen. Gambar 3. Senyawa ini pecah menjadi dua molekul senyawa karbon-3. sebuah gula karbon-6. asam fosfogliserik (PGA). Gambar 2 menunjukkan jalur fotosintesis. Enzim yang mempercepat siklus Calvin ada di stroma. Siklus Calvin. enzim karboksilase ribulosa bifosfat (RuBP) menyatu dengan sebuah kelompok karboksil menuju ribulosa bifosfat. Dalam peristiwa biasa. bukannya karbon dioksida. kedua molekul PGAL menyatu menghasilkan pembentukan gula karbon-6.

Tanaman di daerah tropis dan gurun dengan tingkat fotosintesis sangat tinggi adalah tanaman C4. karenanya tampak tidak berguna. diantaranya rumput kepiting. yang memasuki C3 atau siklus Calvin di sel lapisan buntalan fotosintetik. Sebagian karbon dioksida yang dihasilkan dalam reaksi ini dilepaskan. Sel-sel lapisan buntalan diposisikan dalam bentuk lingkaran mengelilingi buntalan pembuluh (terdiri dari tabung-tabung xilem dan floem). jagung. Sel mesofil menyusun bagian interior daun lainnya. Ruang udaranya sangat kecil (Gambar 4). Sel lapisan buntalan mengelilingi buntalan pembuluh. . membentuk sebuah senyawa karbon-4. tiga ahli botani (Kortschak. Karbon dioksida menyatu dengan sebuah senyawa yang disebut PEP (Phosfoenolpiruvat). Gambar 4. Hingga kini ilmuan belum tahu apa manfaat dari fotorespirasi bagi sel saat fotosintesis. Menariknya. juga melakukan fotosintesis C4. sebuah tanaman iklim sedang. yang disebut C4 atau jalur fotosintesis Hatch-Slack. millet dan sorgum. Proses ini tidak menggunakan sistem transpor elektron dan karenanya tidak menghasilkan energi. ia justru memakai energi. Jalur Fotosintesis Hatch-Slack atau C4 Di akhir tahun 1960an.molekul PGA dan sebuah molekul karbon-2 dilepaskan. Anatomi Kranz. Tanaman yang melakukan fotosintesis C4 memiliki susunan khusus di jaringan daunnya. Namun. namun molekul karbon-2 meninggalkan kloroplas dan memasuki reaksi kimia di peroksisom dan metokondrion. Senyawa karbon-4 ini memberikan karbon dioksida. Hatch dan Slack) menemukan jalur fotosintesis baru. Malat ditransfer ke sel-sel lapisan buntalan di daun. sisanya dikembalikan ke kloroplas untuk ikut serta dalam fotosintesis. Susunan khusus ini disebut anatomi Kranz. PGA tetap berada dalam siklus C3. Pada dasarnya inilah yang terjadi. tebu. malat. Fotorespirasi mengoksidasi senyawa organik memakai oksigen dan hasilnya adalah pembuangan karbon dioksida.

Tumbuhan menggunakan karbondioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. karbondioksida. alga. B. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H 2 O + 6CO 2 + cahaya → C 6 H 12 O 6 (glukosa) + 6O 2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. PROSES FOTOSINTESIS 1. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. . Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.MATERI A.[4] Pada respirasi. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. dan energi kimia. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. air. PENGERTIAN FOTOSINTESIS Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis.

Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. REAKSI 1. PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2. Fotosintesis pada Alga dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. 2. C. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700. Reaksi Terang Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah: . Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H + yang disebut sitokrom b6-f kompleks. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. yaitu fotosistem I dan II. Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama. Untuk menstabilkan kembali. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. menuju mesofil. Dengan menggunakan elektron dari air. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis.klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm.

Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid. Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim . Reaksi keseluruhan pada PS I adalah: Cahaya + 4PC(Cu + ) + 4Fd(Fe 3+ ) → 4PC(Cu 2+ ) + 4Fd(Fe 2+ ) Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH.2H 2 O + 4 foton + 2PQ + 4H . Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1. Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya. yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack. Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP. yang dinamakan plastosianin (PC). Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut: Sinar + ADP + Pi + NADP + + 2H 2 O → ATP + NADPH + 3H + + O 2 2. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase. PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin. yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu.→ 4H + + O 2 + 2PQH 2 Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga.5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat. tapi mengandung kompleks inti terpisahkan. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah: 2PQH 2 + 4PC(Cu 2+ ) → 2PQ + 4PC(Cu + ) + 4 H + (lumen) Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I.Reaksinya adalah: 4Fd (Fe 2+ ) + 2NADP + + 2H + → 4Fd (Fe 3+ ) + 2NADPH Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase. Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II. Reaksi Gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur.

Secara bersamaan. Siklus Hatch-Slack Berdasarkan cara memproduksi glukosa. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloesetat yang memiliki empat atom karbon. 2. yang melibatkan enzim Rubisco sebagai penambat CO2. reaksi ini distimulasi oleh Mg2+. ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1. Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO2 dari udara dan kemudian akan .3bifosfogliserat (1. Tumbuhan ini menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis. di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2.3Pgaldehida. tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1. Hal ini dapat terjadi jika ada fotoresfirasi. yang memasuki stroma daun sebagai ion H+. jika kloroplas diberi cahaya. tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4.rebisco. ion H+ ditranspor dari stoma ke dalam trilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase. ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa.3-bisPGA terbentuk. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP. tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol. Kemudian pada fase reduksi. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan. Pada fase regenerasi. Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH. yang menyumbang 2 elektron. sebagian lainnya dibawa keluar. Pertama. kemudian daur dimulai lagi. Namun. terletak di permukaan luar membran tilakoid. Reduksi ini tidak terjadi secara langsung. Pada akhir reaksi Calvin. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. Kedua. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP. 2.2. Tumbuhan ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata. reduksi.3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA). reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi.1. gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. Jika kloroplas dibericahaya. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa. Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah tropis. RuBP merupakan enzim alosentrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas. Ketiga. Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1. dan regenerasi.

Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2. Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack. melibatkan cahaya matahari. yang terjadi di sel mesofel. . Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum Menjelaskan tahapan reaksi fotosintesis.menjadi oksaloasetet. Dalam keseluruhan proses ini. Piruvat akan kembali menjadi PEPco. Peristiwa fotosintesis. reaksi terang dan reaksi gelap Menjelaskan proses reaksi terang dan reaksi gelap dan hasilnya. pigmen fotosintesis dan membutuhkan bahan baku CO2 dan H2O Cahaya matahari. Oksaloasetat akan diubah menjadi malat. sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin yang berlangsung di sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP. digunakan 5 FOTOSINTESIS Untuk anak-anakku SMAN 81 Indikator: Menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan fotosintesis dan hasilnya.

Cahaya adalah bentuk radiasi elektromagnetik dari matahari cahaya yang tampak (visible light) adalah sebagian kecil dari total radiasi elektromagnetik yang mencapai bumi. Cahaya putih adalah gabungan dari seluruh panjang gelombang cahaya. Region merah dan biru dari spektrum cahaya yang tampak (visible light) adalah yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis

Pigmen Fotosintesis

1. Pigmen fotosintesis umumnya adalah klorofil dan karotenoid 2. klorofil a adalah pigmen yang jumlahnya banyak di tumbuhan. Klorofil a menyerap cahaya biru-ungu (430 nm) dan merah (662 nm) 3. Molekul klorofil mengandung hydrophobic phytol chain yang tertanam pada fosfolipid membran tilakoid dan cincin porphyrin ,yang mengandung magnesium sebagai pusat, berada diluar membran

Klorofil a Berwarna hijau kebiruan Rumus empiris C55H72O5N4Mg Mempunyai gugus samping metil (-CH3) pada organisme fotosintetik, kecuali bakteri

Klorofil b Hijau kekuningan Rumus empiris C55H70O6N4Mg Mempunyai aldehyde gugus samping (-CHO) Pada tumbuhan hijau dan alga hijau

Pigmen fotosintesis terdapat di daun(1), di Sel mesofil daun(2), jika kita ambil sebuah sel palisade (3), didalam kloroplas (4), dalam kloroplas terddapat granum (5,6)di membrane tilakoid (7) di fotosistem

Sumber: Brum and Mc. Kane, 1983

Pigmen aksesori : pigmen yang dapat mengabsorpsi cahaya selain P680 dan P700 Contoh karotene. xantofil. Yaitu klorofil a yang dapat mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm dan 700 nm.Pigmen fotosintesis dibagi menjadi pigmen primer dan pigmen aksesori Pigmen primer : terdapat di pusat reaksi.680 dan P. 700. klorofil b . ialah klorofil a yang terdiri dari P. merupakan pusat reaksi.

terakhir diterima oleh pusat reaksi/pigmen primer/ klorofil a. Biologi dasar. kemudian energi berpindah. yang mengakibatkan pigmen primer melepaskan energinya II. menjadi tereksitasi dan menghasilkan energi. PROSES FOTOSINTESIS . Setiap molekul pigmen dapat mengabsorpsi foton dari cahaya. 2004.Sumber: L. Hartanto.

STPM Biology.680) ditransfer ke reseptor Plastoquinone dan kemudian mentransfernya ke sistem transport elektron yang disebut b6-f kompleks. proton digunakan membentuk ATP menjadi ADP yang disebut fotofosforilasi.Sumber: Foo Yuen Kooi. elektron tidak kembali ke pusat reaksi fotosistem 2 tetapi melewati plastocyanin ke pusat reaksi fotosistem 1. elektron diterima reseptor ferredoxin. memompa proton ke ruang tilakoid. Pelangi. Fotoaktivasi fotosistem I (P700) cahaya diabsorpsi oleh pigmen-pigmen di fotosistem I. menjadi tereksitasi dan energinya berpindah ke pusat reaksi. dari sini electron dapat digunakan untuk siklik maupun non siklik . b6-f kompleks bertindak sebagai pompa proton. akibatnya pusat reaksi mengeluarkan elektronnya. sehingga peristiwa ini disebut reaksi non siklik fotofosforilasi Elektron yang kembali ke fotosistem II berasal dari air (fotolisis air) 2. seperti di fotosistem II.2003 Fotoaktivasi fotosistem II Elektron dari fotosistem II (P.

bergabumg dengan NADP+ dan H+ diluar membrane tilakoid membentuk NADPH Sumber: Foo Yuen Kooi. STPM Biology. feredoxin terdapat di permukaan membrane tilakoid (terdapat enzim NADP reduktase) dan ketika melaluinya 2 e. Pelangi.2003 SIKLUS CALVIN/ Reaksi Gelap NADPH dan ATP dari reaksi terang digunakan untuk reaksi gelap . dari ferredoxin. energi membentuk ATP. elektron menuju Fotosistem II ini merupakan tahap siklik Sedangkan jika terjadi reaksi non siklik.Jika terjadi reaksi siklik elektron dari ferredoxin ke sistem transfer electron. b6-f compleks.

5. PGA kemudian mengalami fosforilasi. sumber fosfat adalah ATP 4. 3. Fiksasi ( pengikatan ) Pengikatan CO2 oleh RuBP /RDP ( Ribulosa Bi Phosphat ) 2.Sumber: Foo Yuen Kooi. Hasil reaksi tersebut adalah persenyawaan diphosphoglyceraldehyde (PGAL) yang mengandung atom C 3. Reaksi ini jika di sistematikkan ada 4 tahap yaitu : 1. menambah satu ikatan fosfat. menjadi asam difosfogliserat (DPG). ATP. Pelangi 1 Reaksi pengikatan/ fiksasi CO2 oleh molekul ribulose biphosphate (RuBP) . Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Reduksi ( Pengurangan) Pembentukan PGA menjadi PGAL dengan mengurangi H pada NADPH menjadi NADP dan PhosphaDP . kemudian dipecah menjadi 2 molekul phosphoglycerate acid (PGA). 2 molekul PGAL akan membentuk satu molekul glukosa (6C) 6. PGAL mengalami fosforilasi menjadi RUBP kembali. 5Cmembentuk senyawa sementara yang terdiri dari 6 C 2. STPM Biology. PGA adalah asam organic berkarbon 3. Langkah berikutnya proses reduksi karena senyawa tersebut berikatan dengan H2 yang berasal dari NADPH2.

3. Regenerasi (pembentukan kembali) terjadi regenerasi senyawa RuBP dari sebagian besar PGAL yang telah dibentuk dari PGA 4. Sintesa ( pembentukan ) Glukosa dari PGAL, perlu diketahui satu molekul Glukosa dibentuk dari 2 PGAL. OK

Reaksi Gelap Calvin Benson • • • • • • • Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. membutuhkan enzim Rubisco untuk Fiksasi Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi.

• •

Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil itu kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat (PGA 1.3 biphosphat). Kemudian, 1,3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi, dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH, yang kemudian berubah menjadi NADP+, dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Selanjutnya terjadi sintesa , 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi, yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat.(RDP/RuBP)

• •

• •

Pada fase ini, 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. Jika mendapat tambahan gugus fosfat, maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP),

REAKSI TERANG DAN REAKSI GELAP
di 05:27 Diposkan oleh erfan baeh... 0 komentar

Oksigen yang dikeluarkan dari tumbuhan berasal dari air dan bukan CO2. Kloroplas menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen. Fotosintesis terdiri dari dua proses. Tahap tersebut adalah reaksi terang dan reaksi gelap.
Reaksi terang

Reaksi terang merupakan tahap fotosintesis yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Kloroplas menyerap cahaya dan cahaya menggerakkan transfer elektron dan hidrogen ke penerima yaitu NADP+ (nikotinamida adenine dinukleotida fosfat). Pada proses ini, air terurai. Reaksi terang pada fotosintesis ini melepaskan O2. Pada reaksi terang, tenaga matahari mereduksi NADP+ menjadi NADPH dengan menambahkan sepasang electron bersama dengan nukleus hidrogen. Pada reaksi terang juga terjadi fosforilasi yang mengubah ADP menjadi ATP. Jadi energy cahaya diubah menjadi energi kimia dengan pembentukan NADPH: sumber dari elektron berenergi, dan ATP; energy sel yang serba guna. Reaksi Gelap

Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Pada fase fiksasi. Selanjutnya. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. reduksi. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. yang kemudian berubah menjadi NADP+. Pada fase ini. yang dihasilkan dari reaksi terang. dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. dihasilkan glukosa (C6H12O6). yang berasal dari udara bebas. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Dari reaksi gelap ini. dan CO2. Secara umum. 1. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat . Jika mendapat tambahan gugus fosfat. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6).3-bifosfogliserat. dan regenerasi. dan membentuk 1.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Selanjutnya. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. yaitu fiksasi. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. Kemudian. 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA).

Sejarah Perkembangan Fotosintesis Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami. Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan. alga. Ia berpendapat faktor itu adalah udara. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Dari penelitiannya. dan glukosa (C6H12O6). begitu setrusnya. Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan. Reaksi gelap ini menghasilkan APG (asam fosfogliserat). yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap. http://blog. Joseph Priestley. Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. seorang ahli kimia dan pendeta.ac. ahli botani Inggris. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Jan van Helmont.unila. ALPG (fosfogliseraldehid). menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyala dengan sebuah toples . persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia). melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. RDP (ribulosa difosfat). seorang dokter dan ahli kimia. Pada awal tahun 1600-an. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.(RDP). Tapi pada tahun 1720.id/suryantoro/2010/06/02/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap/ You might also like: • RDP/RuBP kemudian kembali akan mengikat CO2 lagi .

Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Anak panah menggambarkan gerakan koenzim yang bermuatan ini. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan. Cahaya matahari bereaksi dengan klorofil. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat “dipulihkan” oleh tumbuhan. Pada respirasi. H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2. menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. dan energi kimia. Karbohidrat yang dihasilkannya menjadi gula. Jan Ingenhousz. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin. mengulangi eksperimen Priestley. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Yang sedang menunggu ialah karbondioksida dalam senyawa penerima.terbalik. Di sini ada satu koenzim yang bermuatan melepaskan muatan energinya untuk menggerakkan penyatuan penting antara muatan hidrogen koenzim yang satu dengan karbon yang menunggu. Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah “merusak” udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 12H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. tikus itu akan mati lemas. air. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. sedang O2 tetap dalam keadaan bebas. Akhirnya di tahun 1796. dari senyawa anorganik. seorang pastor Perancis. Pada tahun 1778. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida Pada tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untak memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. dokter kerajaan Austria. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. 3. dan memecah air menjadi komponen dasarnya. Ia menemukan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat “memulihkan” udara yang “rusak”. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. Jean Senebier. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. Dari kedua percobaan itu. dan yang jauh lebih penting ialah bahwa reasi ini “memuati” dua koenzim. yang satu dengan energi kimia dan yang lain dengan hydrogen 2. Reaksi ini mengeluarkan oksigen. proses matahari membuat gula 1. Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan “pemulihan” udara. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Tidak lama kemudian. hasil dasar fotosintesis . Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang). Peristiwa ini disebut reaksi gelap NADPH2 akan bereaksi dengan CO2 dalam bentuk H+ menjadi CH20.

rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. tepatnya pada bagian stroma. Kedua koenzim yang muatannya dibongkar itu kemudian kembali untuk dimuati lagi dan mengulang daur tadi. Proses fotosintesis Pada tumbuhan. Pada dasarnya. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. . Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis.4. Namun secara umum.

Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Proses ini berlangsung di grana Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan . Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. satuan pertukaran energi dalam sel. menuju mesofil. Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2.1. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Reaksi ini memerlukan molekul air. membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Pada tumbuhan dan alga.

Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. bukan dari karbon dioksida. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis.B. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. Di dalam daun. Bakteri fotosintetik. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II.panjang tertentu. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. selain sianobakteri. 2 H20 ——> 2 NADPH2 + O2 . Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C.

Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya) dan berlangsung di stroma.. . Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa).2.

4. 5. Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara. laju fotosintesis akan berkurang. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. 3. Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. laju fotosintesis akan naik. . makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang. 2. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.CO2 + 2 NADPH2 + O2——>NADP + H2 + CO + O + H2 +O2 2 H2O + CO2 ——> CH2O + O2 atau 12 H2O + 6 CO2 ——> C6H12O6 + 6 O2 Faktor penentu laju fotosintesis atau Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: 1.

menguraikan dan memekan sampah seperti bangkai. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh JALUR POTOSINTESIS FOTOSINTESIS Pengertian Fotosintesis Organisme dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. heteritrif merupakan komponen biosfer. menyebabkan hererotrof ini hidup tergantung pada senyawa yang dihasilkan oleh organisme lain. Sebagian autotrof mengkonsumsi sisa-sisa organisme mati. Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa.6.1999). Organisme heterotrofik seperti ragi dan kita sendiri. Untuk tujuan praktis. satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang menjadi tempat bergantung seluruh kehidupan ialah fotosintesis (Kimball. Organisme heterotrof memperoleh materi organik melalui cara pemenuhan nutrisi kedua. Heterotrof ini dikenak sebagai pengurai. Fotosintesis menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di dunia baik secara langsung atau tidak langsung.2002). Ketidakmampuan dalam membuat makanan mereka sendiri. tinja dan daun-daun yang gugur. Autotrof membuat molekul organik mereka sendiri dari bahan mentah anorganik yang diperoleh dari lingkuannya. Oleh karena alasan inilah. Autotro dapat diartikan bahwa dapat menyediakan makanan bagi diri sendiri hanya dalam pengertian bahwa autotrof dapat mempertahankan dirinya sendiri tanpa memakan dan menguraikan organisme lain. Sebagian besar fungi dan banyak . Organisme memperoleh senyawa organik yang digunakan untuk dan rangka karbon dengan satu atau dua cara utama: nutrisi autotrofik atau heterotrofik. sumber energi ini tersimpan dalam molekulmolekul organik seperti karbohidrat. hidup dan tumbuh dengan memasukkan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya. para ahli biologi menyebut autotrof sebagai produsen biosfer (Campbell.

Dari reaksi kimia tersebut dapat dikatakan bahwa semua organisme fotosintetik membutuhkan sumber hidrogen. Persamaan reaksinya adalah: 2CO2 + 2H2R -----> 2C2O + O2 +2R karbohidrat (Wirahadikusumah. H2S dan H2R (R adalah gugus organik). Persamaan itu dapat disederhanakan dengan memperlihatkan selisih konsumsi air: 6CO2 + 6H2O + energi cahaya ----> C6H12O6 + 6O2 (Campbell. sebagai pengganti H2O dipakai zat pereduksi yang lebih kuat seperti H2. bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau menghasilkan bahan organik dan oksigen dari karbon dioksida dan air. yang merupakan produk samping fotosintesis (Campbell.2002). Tempat Berlangsung Fotosintesis . tetapi sumber itu bermacammacam (Campbell.jenis bakteri memperoleh makana dengan cara seperti ini. termrasuk manusia.2002) Karbohidrat C6H12O6 ialah glukosa. Air muncul pada kedua sisi persamaan itu karena 12 molekul dikonsumsi dan 6 molekul terbentuk lagi selama fotosintesis.2002). Dengan menggunakan rumus molekul.1985) Bakteri menggunakan H2R dan menggunakan hidrogen untuk membuat gula. Jalur Fotosintesis Dengan keberadaan cahaya.2002) Dalam bakteri berfotosintesis. Hampir seluruh heterotrof. persamaan kimia fotosintesis adalah: 6CO2 + 12 H2O + energi cahaya -----> C6H12O6 + 6O2 + 6H2O (Campbell. benar-benar tergantung pada fotoautotrof untuk mrndapatkan makanan dan juga untuk mendapatkan oksigen.

2002). pigmen warna hijau yang terdapat dalam kloroplas. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggunakan sintesis molekul makanan dalam kloroplas (Campbell. Gambar. Plastid mengandung senyawa. Siklus Karbon (Anonim2. termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan. yaitu klorofil (Wirahadikusumah. tetapi daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. Namun biji juga dapat terhambat perkecambahanyya oleh cahaya. terpacu pertumbuhan dan perkecambahan dalam keadaan terang. Warna daun berasal dari klorofil. Panjang gelombang merah jauh dari sinar . Terdapat ± setengah juta kloroplas tiap milimeter persegi permukaan daun. memiliki kloroplas.Di dalam tumbuhan. 2011) Peranan Cahaya pada Perkecambahan Biji Sebagian besar spesies tumbuhan.1985). proses fotosintesis pada umumnya berlangsung dalam organel khusus yang disebut plastid.

Cahaya biru juga kadang menghambat. Karena penggiatan pigmen merupakan akibat langsung interaksi antara foton dan pigmen. Di atas 760 nm foton tidak memiliki cukup energi dan di bawah 390 nm foton memiliki terlalu banyak energi.Panjang hari . Karena panjang gelombang antara 400 dan 700 nm itu paling efisien digunakan dalam fotosintesis. pengukuran cahaya untuk fotosintesis biasanya didasarkan pada densitas aliran foton dalam panjang gelombang 400 dan 700 nm tersebut (Michael. Tidak seluruh foton mempunyai tingkat energi yang cocok untuk menggiatkan pigmen daun. dan bukan berdasarkan energi.matahari hampir selalu merupakan panjang gelombang yang paling menghambat. Ciri Cahaya yang Digunakan dalam Fotosintesis Cahaya tampak sebagai sumber energi yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis merupakan bagian spektrum energi radiasi.1995).Sudut yang dibentuk matahari yang menuju titik tersebut . pengukuran cahaya yang digunakan dalam fotosintesis seringkali berdasarkan densitas aliran foton. menyebabkan ionisasi dan kerusakan pigmen. Biji yang membutuhkan cahaya untuk berkecambah disebut fotodorman. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah radiasi yang diterima pada suatu hari : . Hanya foton dengan panjang gelombang antara 390 dan 760 nm memiliki tingkat energi yang cocok untuk fotosintesis. Reaksi cahaya dalam fotosintesis merupakan bagian akibat langsung penyerapan foton oleh molekul pigmen seperti klorofil. Densitas aliran foton ialah jumlah foton yang menumbuk suatu luas permukaan tertentu per satuan waktu. Biji yang biasa berkecambah dalam gelap akan mengalami dormansi atau fase istirahat saat terkena cahaya dalam tingkat intensitas tertentu (Salisbury. Biji yang biasanya berkecambah dalam gelap akan terhambat oleh cahaya.1994).

. hasil dari kompetisi antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2. CO2 diikat oleh PEP (enzym pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2.proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping. sehingga fotorespirasi terhambat dan assimilasi akan bertambah besar. yaitu C3. tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar.1994). kedelai. Sebagian besar tanaman pertanian. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi.Jumlah partikel di dalam atmosfer . CO2 yang sudah terikat oleh PEP kemudian ditransfer ke . Pada tanaman C3. dan CAM (crassulacean acid metabolism). jarak antara bumi dan matahari dan kemampuan bumi untuk memantulkan cahaya (Michael. Pada tanaman C4. Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan. C4. kacang-kacangan. juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses fotorespirasi (fotorespirasi adalah respirasi. enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal assimilasi. Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil (sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di bawah sel-sel epidermis daun). kentang. Tanaman C3 dan C4 A. Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3. yang terjadi pada siang hari) .Faktor lain seperti fluktuasi pancaran matahari. dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3. Pengantar Berdasarkan tipe fotosintesis. seperti gandum.Jumlah atmosfer yang dilewati radiasi sebagai fungsi dari sudut datang sinar matahari . Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi.

dengan meningkatnya CO2 di atmosfir. laju assimilasi tanaman C4 hanya bertambah sedikit dengan meningkatnya CO2 Sehingga. tanaman C3 akan lebih beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan. Tanaman C3 Fotosintesis C3 berbeda dengan C4. Tanaman C3 dapat kehilangan . sehingga fotorespirasi sangat kecil dan G sangat rendah.sel-sel "bundle sheath" (sekelompok sel-sel di sekitar xylem dan phloem) dimana kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. Contoh tanaman C3 antara lain : kedele. sorgum dan tebu Gambar tanaman C4 (Anonim1. 2011) B. kentang. Karena tingginya konsentasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini. tanaman C3 mempunyai kemampuan fotorespirasi yang rendah karena mereka tidak memerlukan energi untuk fiksasi sebelumnya. Struktur kloroplas pada tanaman C3 homogen. Tanaman C3 mempunyai suatu peran penting dalam metabolisme. dll Gambar tanaman C3 Contoh tanaman C4 adalah jagung. kacang tanah. maka O2 tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP. PEP mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2. . sehingga reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1 sangat tinggi. pada C3 karbon dioxida masuk ke siklus calvin secara langsung.

hasil fotosintesis cukup untuk respirasi dan sisanya untuk pertumbuhan Dampak pemberian naungan terhadap iklim mikro • Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40% . semua jenis tanaman tidak tahan IC penuh. intensitas naungan semakin dikurangi • Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok. bersih dari gulma terutama rumputan • Semakin jauh dari penaung. juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian gulma • Di bawah penaung.Siklus ini terjadi dalam kloroplas pada bagian stroma. Naungan: • Merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi. gulma mulai tumbuh semakin cepat • Titik kompensasi gulma rumputan dapat ditentukan sama dengan IC pada batas mulai ada pertumbuhan gulma • Tumbuhan tumbuh ditempat dg IC lebih tinggi dari titik kompensasi (sebelum tercapai titik jenuh). naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit saja.20 % carbon dalam siklus calvin karena radiasi. tanaman ini termasuk salah satu group phylogenik. tetapi sepanjang siklus hidup tanaman • Meskipun dengan semakin dewasa umur tanaman. Untuk menghasilkan satu molekul glukosa diperlukan 6 siklus C3 (Anonim1. • Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam fase pembibitan • Pada fase bibit. 2011). butuh 3040%. Konsep dasar reaksi gelap fotosintesis siklus Calvin (C3) adalah sebagai berikut : CO2 diikat oleh RUDP untuk selanjutnya dirubah menjadi senyawa organik C6 yang tidak stabil yang pada akhirnya dirubah menjadi glukosa dengan menggunakan 18ATP dan 12 NADPH. diatasi dengan naungan • Pada tanaman kelompok C3.

maka mungkin saat ini jumlah jenis tanaman tidak akan sebanyak yang kita ketahui. Dengan adanya air hujan diperkirakan sekitar 150 ton pupuk jatuh ke bumi setiap tahunnya. Data curah . seperti material pupuk yang lengkap bagi tumbuhan. Butiran hujan selain membawa molekul air juga membawa banyak materi yang penting bagi kehidupan. Bagian besar bumi dan makhluk hidup juga terdiri atas air. dan tumbuhan tertentu lain tidak mengikat karbon dioksida secara langsung. melainkan senyawa 4-C asam oksaloasetat (OAA). jagung (Zea mays). bukanlah senyawa 3-C asam fosfogliserat (PGA). Air yang berasal dari hujan merupakan fenomena alam yang paling penting bagi terjadinya kehidupan di bumi. atau-pun propinsi yang mengacu pada standar WMO (World Metrological Organitation).• Mengurangi aliran udara disekitar tajuk • Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil (60-70%) • Mengurangi laju evapotranspirasi • Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman C. Metode alternatif fiksasi karbon dioksida untuk fotosintesis ini disebut jalur Hatch-Slack. Dengan adanya alat pengukur curah hujan ini kita dapat mengetahui banyaknya curah hujan yang terjadi setiap waktu. OMBROMETER Mekanisme kompleks kehidupan tidak mungkin berfungsi tanpa kehadiran cairan yang berupa air. 2011). Tanpa adanya mekanisme seperti itu. Alat pengukur curah hujan (Ombrometer) adalah alat untuk mengukur curah hujan yang terjadi pada suatu daerah baik pedesaan. Tanaman C4 Tebu (Saccharum officinarum). kecamatan. Tumbuhan yang menggunakan jalur ini disebut tumbuhan C4 atau tumbuhan 4 karbon (Anonim1. Pada tumbuhan ini senyawa pertama yang terbentuk setelah jangka waktu pelaksanaan fotosintesis yang sangat pendek.

Database curah hujan di setiap daerah dapat diakses secara online dan setiap saat sehingga dapat memprediksi terjadinya banjir di suatu daerah. 4. Memberikan data hidrologi untuk kepentingan depertemendepartemen yang terkait. SAM REAKSI GELAPFotosintesis . 5. dan sebagainya.go. Memudahkan BMG dalam mengamati curah hujan pada suatu daerah. Mengukur curah hujan secara otomatis. Software aplikasi dapat dikembangkan menjadi Sistim Informasi Monitoring banjir. 6. 2. kelembaban udara. Gambar alat pengukur curah hujan Keunggulan 1.lipi.kim. Pencatatan waktu dalam data curah hujan menggunakan waktu yang tertelusur ke time server ntp. temperatur.hujan yang dihasilkan secara otomatis dari alat pengukur curah hujan ini dapat dikirimkan secara online melalui internet dengan operating sistem IGOS dan disimpan dalam suatu database yang dapat diakses oleh siapa saja melalui internet.id. 3.

sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. alga. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. karbondioksida. kimia. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Reaksi terang terja di pada grana (tunggal: granum). Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.Fotosintesis ada lah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi . Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). seperti fisika. Dalam reaksi terang.> Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. Namun secara umum. meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. maupun biologi sendiri. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Pada tumbuhan. Pada dasarnya. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. tepatnya pada bagian stroma. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis.

siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Download animasi Mini-lab fotosintesis disini Posted by zhy's blog at 9:27 PM Labels: khusus. fotosintesis memberikan manfaat yang besar bagi keadan suhu atau udara di bumi. 2011 6:49 AM Dian Sulist Science said. Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. dan akan dapat mengurangi efek dari global worming May 5. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. 2011 7:54 AM . yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). science 2 comments: Faizin_heem said.. April 30. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan.500 nm) dan violet (< 400 nm). Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. biru (410 .600 nm)..700 nm).. Sebagai contoh. hijau kuning (510 . Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. Disimpan dalam bentuk cadangan makanan yang berupa : zat amilum. buah dan biji.. Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. batang. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Berasal dari zat makanan yang tidak dioksidasi. Membantu arus energy. Serta dapat disimpan dalam akar. manfaat fotosintesis antara lain Membantu metabolisme tubuh. daun. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. semakin banyak tanaman semakin besar oksigen yang dihasilkan. protein dan lipid. sat glukosa.

Post a Comment Links to this post Create a Link Newer Post » « Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Kalender .