Ultra struktur

Plastida merupakan organel utama yang hanya ditemukan pada tumbuhan dan alga.plastid berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak dan terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termaduk amiloplas dan elaioplas), atau kromopas. Plastid merupakan derivat dari proplastid, yang dibentuk pada bagian meristematik tumbuhan. Plastida pada tumbuhan Pada tumbuhan, plastida dibedakan kedalam beberapa bentuk, tergantung fungsinya dalam sel. Plastida yang belum teriferensiasi akan berkembang menjadi: Amiloplas : untuk menyimpan cairan Kloroplas : untuk fotosintesis Etioplas : kloroplas yang belum terkena cahaya Elaioplas : untuk menyimpan lemak Kromoplas : untuk sintesis dan menyimpan pigmen Leukoplas : untuk mensistesis monoterpen Setiap plastid berisi berbagai kopi plastid gen pada lingkar 75-250 kb. Gen plastid berisi kurang lebih 100 gen yang mengkode rRNAs dan tRNAs. Kebakaan Plastida Kebanyakan tumbuhan mewarisi plastida hanya dari induknya. Angiosperm umumnya mewarisi plastida dari induk betina, sedangkan beberapa gimnospermae mewarisi plastida dari induk jantan. Alga juga mewaisi plastida dari salah satu induknya. Plastida pada alga Pada alga, istilah leukoplas digunakan untuk semua jenis plastid yang belum terpigmentasi. Fungsinya berbeda dari leukoplas pada tumbuhan. Etioplas, amiloplas dan kromoplas hanya ada pada tumbuhan dan bukan pada alga. Plastida pada alga mungkin juga berbeda dengan plastida pada tumbuhan yang mana pada alga berisi pirenoid. Asal plastida

Plastida berasal dari endosimbiosis sianobakteri. Pada alga hijau dan tumbuhan disebut kloroplas, rhodoplas pada alga merah dan sianelles. Plastida dibedakan atas pigmennya, namun juga ultrastruktur.

ULTRA STRUKTUR KLOROPLAS Kloroplas merupakan salah satu organel yang terdapat pada sel tumbuhan, kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil.® Pada sel tumbuhan tingkat tinggi umumnya berisi 50 – 200 buah kloroplas, ukurannya sekitar 46 mikro meter.® Bagian-bagian kloroplas :® Membran luarϖ Ruang antar membranϖ Membran dalamϖ Sistem membran internal yang terdiri dari: Grana, Stroma, Tilakoid.ϖ ϖ Membran luar, membran luar permukaannya rata dan berfungsi mengatur keluar masuknya zat. Antara membran luar dan membran dalam dipisahkan oleh ruang antar membran yang tebalnya 10 nm. Membran ini permeabel terhadap senyawa-senyawa dengan berat molekul rendah seperti : nukleotida, fosfat inorganik, derivat yang mengandung fosfat, asam karboksilat, dan sukrosa. Jadi ruang antar membran dapat dengan bebas menggunakan segala macam molekul nutrien dari sitosol. Ruang antar membran, adalah ruangan yang memisahkan antara membran luar dengan membran dalam, tebalnya kira-kira 10 nm. ϖ Membran dalam, membran dalam kloroplas merupakan barier/ penghalang antara sitosol dan stroma kloroplas. Membran dalam permeabel terhadap sukrosa, sorbitol, dan macam-macam anion. Meskipun membran dalam impermeabel terhadap sejumlah persenyawaan, namun

membran dalam permeabel terhadap karbon dioksida dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat,asam gliserat, dan asam glikolat, serta kurang permeabel terhadap asam amino. Sistem membran internal® Tilakoidϖ adalah membran dalam kloroplas yang melipat ke arah dalam dan berbentuk seperti lembaranlembaran. Pada permukaan dalam tilakoid terdapat kumpulan partikel yang tersusun berderet yang disebut kuantosom. Dikuantosom inilah terdapat zat klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Klorofil ini berfungsi menangkap energi cahaya matahari, energi yang ditangkap itu digunakan untuk memecah molekul air, yang kemudian direaksikan dengan karbondioksida menjadi gula dan oksigen. Stromaϖ adalah membran dalam yang membungkus cairan kloroplas, stroma merupakan tempat untuk berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. Granaϖ adalah kumpulan tilakoid yang bertumpuk-tumpuk membentuk badan seperti tumpukan uang logam. Peranan kloroplas dalam proses FS I dan FS II 1. Fotosistem I (FS I) fotosistem I berisi klorofil b, klorofil a 670, klorofil a 695, dan sejumlah kecil klorofil a khusus yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 700 nm, disebut P.700. P700 merupakan pusat reaksi.jika cahaya mengenai PS I klorofil akan mengalami eksitasi, dan eksitasi ini menjalar diantara klorofil ke P.700. pengaktifan P.700menyebabkan terjadinya transfer sebuah elektron ke akseptor elektron X. dari akseptor X melalui ferridoksin 540 dipakai untuk mereduksi NADP+ dan H+, menjadi NADPH (non siklik). Jika terjadi eksistasi NADPH elektron akan kembali melalui Fd.590 dan sitokrom b6 ke P.700 (siklik). Pada waktu P.700 melepaskan elektronnya (foto oksidasi) akan segera kembali ke bentuk semula, dengan menerima elektron dari plastosianin (PC). PC dengan sitokrom f berdekatan dengan P.700 berfungsi untuk transfor elektron yang berasal dari PS II. Fotosistem II fotosistem II berisi klorofil b, klorofil a 670, kloroil a 680. sebagai pusat reaksinya adalah klorofil a yang mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm, disebut P.680. pada PS II ini terdapat akseptor elektron yang diberi nama Q. akseptor ini dapat menghilangkan fluoresensi klorofil a pada PS II. Pembentukkan Amilum dalam proses reaksi gelap fotosintesis. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi. Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfatϖ mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat.

Anatomi. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP).Lipid .3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi  Fase reduksi. Selanjutnya. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Selaput Plasma (Plasmalemma) Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein). 2.dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje. yaitu: 1. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. RDP (ribulosa difosfat). ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah (Middle Lamel) yang dapat terisi oleh zat- . Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah: Protein . setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. Inti Sel (Nukleus).Protein ⇒ Trilaminer Layer Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air) sedangkan protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air). Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa Selulosa. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma). Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain. menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel. 3. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6).Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula). selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel (Cell Wall). 1. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap Reaksi gelap ini menghasilkan APGϖ (asam fosfogliserat). Fisiologi Dan Reproduksi Sel Penelitian menunjukkan bahwa satuan unit terkecil dari kehidupan adalah Sel. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. dan glukosa (C6H12O6). 1. Sitoplasma dan Organel Sel. Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma. ALPG (fosfogliseraldehid). yang kemudian berubah menjadi NADP+. Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong". Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja. oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton). Khusus pada sel tumbahan. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi.Kemudian. Pada fase ini. ϖ fase regenerasi.

Dikenal dua jenis RE yaitu : • RE.E. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%). Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. a.E. 2. Agranuler (Smooth E. dan ada pula yang soliter. Pektin. Retikulum Endoplasma (RE. . berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kirnia sel. b. Sitoplasma dan Organel Sel Bagian yang cair dalam sel dinamakan Sitoplasma khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel dinamakan Nukleoplasma). Ultrastruktur Sel Tumbuhan Organel Sel tersebut antara lain : a.) Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.R) • RE. Chitine. Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).E. Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.zat penguat seperti Lignin. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Struktur R. sedang bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu digunakan Organel Sel.R) Fungsi R. Suberine dan lain-lain Selain itu pada dinding sel tumbuhan kadang-kadang terdapat celah yang disebut Noktah. Granuler (Rough E. Ultrastruktur Sel Hewan. b. Gbr. ada yang melekat sepanjang R. Ribosom (Ergastoplasma) Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil.

Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym. c. • Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak). Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi. Lekoplas (plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan). Miitokondria (The Power House) Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran. misalnya ginjal. 2. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Plastida Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau. terdiri dari: • Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan. J. Lisosom Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler.Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein. g. Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) . misalnya : • Karotin (kuning) . karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House". d. 3. e. Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis. Dikenal tiga jenis plastida yaitu : 1. Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Sentrosom (Sentriol) Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel. • Proteoplas (untuk menyimpan protein).

Kinin. Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol. k. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas Vakuola berisi : • garam-garam organik • glikosida • tanin (zat penyamak) • minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati. Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu : • Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti). Peroksisom (Badan Mikro) Ukurannya sama seperti Lisosom. Nikotin. Mikrotubulus Berbentuk benang silindris. Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe) • alkaloid (misalnya Kafein. Vakuola (RonggaSel) Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. j. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain. 3. tetapi lebih lembut. Inti Sel (Nukleus) Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu : • Selapue Inti (Karioteka) • Nukleoplasma (Kariolimfa) • Kromatin / Kromosom • Nukleolus(anak inti). Mikrofilamen Seperti Mikrotubulus.• Fikodanin (biru) • Fikosantin (kuning) • Fikoeritrin (merah) h. dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati). kaku. i. berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel". misalnya dijumpai . Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel. Likopersin dan lain-lain) • enzim • butir-butir pati Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil. Flagela dan Silia.

• Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti). The word chloroplast (χλωροπλάστης) is derived from the Greek words chloros (χλωρός). Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel. Chloroplast From Wikipedia. ganggang biru. karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein. Chloroplasts capture light energy to conserve free energy in the form of ATP and reduce NADP to NADPH through a complex set of processes called photosynthesis. search The simplified internal structure of a chloroplast Chloroplasts (English pronunciation: /ˈklɒrəplæsts/) are organelles found in plant cells and other eukaryotic organisms that conduct photosynthesis.pada bakteri. Contents [hide] • • • 1 Evolutionary origin 2 Structure 3 Transplastomic . Chloroplasts are members of a class of organelles known as plastids. and plastis (πλάστης). which means "the one who forms". which means green. the free encyclopedia Jump to: navigation.[1] Chloroplasts are green because they contain the pigment chlorophyll.

they are considered to have originated from cyanobacteria through endosymbiosis. which has recently acquired a photosynthetic cyanobacterial endosymbiont which is not closely related to chloroplasts of other eukaryotes.plants • • • • 4 See also 5 Notes 6 References 7 External links [edit] Evolutionary origin Chloroplasts visible in the cells of Plagiomnium affine — Many-fruited Thyme-moss A model chloroplast Chloroplasts are one of the many different types of organelles in the plant cell. This was first suggested by Mereschkowsky in 1905[2] after an observation by Schimper in 1883 that chloroplasts closely resemble cyanobacteria. except for Paulinella chromatophora. In general.[4] In that they derive from an .[3] All chloroplasts are thought to derive directly or indirectly from a single endosymbiotic event (in the Archaeplastida).

[6] In green plants. The chloroplast has its own DNA. further. such secondary endosymbionts may have themselves been engulfed by still other eukaryotes. inner membrane (1+2+3: envelope) .[9] In some algae (such as the heterokonts and other protists such as Euglenozoa and Cercozoa). In land plants. chloroplasts are surrounded by two lipid-bilayer membranes. These klepto chloroplasts may only have a lifetime of a few days and are then replaced. but chloroplasts are found only in plants and protista. or many infoldings. but the parts that are still present show clear similarities with the cyanobacterial genome. which is considerably reduced compared to that of free-living cyanobacteria. Chloroplast ultrastructure: 1. forming chloroplasts with three or four membrane layers. In some groups of mixotrophic protists such as the dinoflagellates. Plastids may contain 60-100 genes whereas cyanobacteria often contain more than 1500 genes.[7] Chloroplasts have their own genome. filling the inner spaces. chloroplasts are similar to mitochondria. A typical parenchyma cell contains about 10 to 100 chloroplasts. outer membrane 2. In the alga Chlorella. they are. The chloroplast is contained by an envelope that consists of an inner and an outer phospholipid membrane. chloroplasts are separated from a captured alga or diatom and used temporarily. thus forming tertiary endosymbionts. intermembrane space 3. Between these two layers is the intermembrane space.[10] [edit] Structure Chloroplasts are observable as flat discs usually 2 to 10 micrometers in diameter and 1 micrometer thick. it has reticulations. there is only one chloroplast. this is termed the plastome.3 μm thick. In some cases.endosymbiotic event.[5] which codes for redox proteins involved in electron transport in photosynthesis. The transfer of nuclear information has been estimated in tobacco plants at one gene for every 16000 pollen grains. in general. The chloroplast is surrounded by a double-layered composite membrane with an intermembrane space.[8] Many of the missing genes are encoded in the nuclear genome of the host. in which a eukaryotic cell engulfed a second eukaryotic cell containing chloroplasts. which is bell-shaped. They are believed to correspond to the outer and inner membranes of the ancestral cyanobacterium. 5 μm in diameter and 2. chloroplasts seem to have evolved through a secondary event of endosymbiosis.

granum (stack of thylakoids) 8. it involves the coupling of cross-membrane fluxes with biosynthesis via the dissipation of a proton electrochemical gradient. thylakoid membrane 7. In the electron microscope.4. Inside it is an empty area called the thylakoid space or lumen. thylakoid membranes appear as alternating light-and-dark bands. stroma (aqueous fluid) 5. plastidial DNA 12. Photosynthesis takes place on the thylakoid membrane. plastoglobule (drop of lipids) The material within the chloroplast is called the stroma. starch 10. .01 μm thick. It also contains ribosomes. and contains one or more molecules of small circular DNA. as in mitochondrial oxidative phosphorylation. the sub-organelles. TEM image of a chloroplast Within the stroma are stacks of thylakoids. thylakoid lumen (inside of thylakoid) 6.[1] A thylakoid has a flattened disk shape. Embedded in the thylakoid membrane are antenna complexes. producing an excited electron. which are the site of photosynthesis. This complex both increases the surface area for light capture. with the protein products transported to the chloroplast. ribosome 11. The energy of the incident photons is absorbed by the pigments and funneled to the reaction centre of this complex through resonance energy transfer. and allows capture of photons with a wider range of wavelengths. The thylakoids are arranged in stacks called grana (singular: granum). Two chlorophyll molecules are then ionised. thylakoid (lamella) 9. corresponding to the cytosol of the original bacterium. including chlorophyll and carotenoids. each 0. each of which consists of the light-absorbing pigments. which then passes onto the photochemical reaction centre. however most of its proteins are encoded by genes contained in the host cell nucleus. as well as proteins that bind the pigments.

In most flowering plants. transgenes in these plastids cannot be disseminated by pollen. While the reliability of this mechanism has not yet been studied for all relevant crop species.1 Latar Belakang Tampaknya bahwa kehidupan muncul di bumi sekitar 4 milyar tahun yang lalu. membran yang mengelilingi inti sel.[11][12] Chloroplasts appear to be able to exchange proteins via stromules. [edit] Transplastomic plants Recently. Beberapa organisme. showing a failed containment rate of transplastomic plants at 3 in 1.000. This makes plastid transformation a valuable tool for the creation and cultivation of genetically modified plants that are biologically contained. PENDAHULUAN 1.Recent studies have shown that chloroplasts can be interconnected by tubular bridges called stromules. yang terdiri dari . disebut archaea. Bakteri adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari bentuk organisme prokariotik. chloroplasts are not inherited from the male parent. formed as extensions of their outer membranes. dan jenis pertama dari sel untuk berevolusi. thus posing significantly lower environmental risks. telah memberikan bukti domain selular ketiga kehidupan dan wawasan baru ke dalam asal usul kehidupan itu sendiri.[14][15] although in plants such as pines. This biological containment strategy is therefore suitable for establishing the coexistence of conventional and organic agriculture. chloroplasts have caught attention by developers of genetically modified plants. seperti bakteri. meskipun penemuan baru dari kelompok kedua prokariota. Sel adalah unit struktural dan fungsional dari semua organisme hidup.000. recent results in tobacco plants are promising. merupakan uniseluler. Yang paling sederhana sel. adalah prokariotik sel-organisme yang tidak memiliki membran nuklir.[16] Where chloroplasts are inherited only from the female. chloroplasts are inherited from males.[15] KLOROPLAS I.[13] and thus function as a network.

dan bereproduksi jika diperlukan. menjalankan fungsi-fungsi khusus. mengkonversi nutrisi menjadi energi.000.2 Tujuan Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki tujuan sebagai berikut: 1.3 Rumusan Masalah Dalam makalah ini yang berjudul “KLOROPLAS” memiliki rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana asal mula terbentuknya kloroplas 2. untuk mengetahui tentang asal mula kloroplas 2. Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki berbagai macam organel. Bahkan lebih menakjubkan adalah bahwa setiap sel menyimpan seperangkat instruksi sendiri untuk melaksanakan masing-masing kegiatan. begitu juga sebaliknya jika sel tumbuhan memilikinya maka sel hewan tak memilikinya salah satunya adalah kloroplas yang terdapat di dalam plastida sel tumbuhan. ia dapat mengambil nutrisi. Bagaimana struktur dari kloroplas 3. Apa saja fungsi dan peranan kloroplas dalam tubuh tumbuhan .satu sel. seperti manusia. adalah multiseluler.000!!. Setiap sel adalah dunia yang menakjubkan.000. untuk mengetahui struktur dari kloroplas 3. organisme lain. atau memiliki banyak sel-sel diperkirakan 100.000. sel hewan dan sel tumbuhan memiliki organel khusus yang bila dimiliki oleh sel hewan maka sel tumbuhan tak memilikinya. untuk mengetahui fungsi dan peranan kloroplas di dalam tubuh tumbuhan 1. 1.

Kloroplas adalah salah satu dari berbagai jenis organel dalam sel tumbuhan. setelah pengamatan dengan Schimper pada tahun 1883 yang sangat mirip kloroplas cyanobacteria. Secara umum. yang berarti "orang yang bentuk". . dan plastis (πλάστης). Kloroplas adalah anggota dari kelas yang dikenal sebagai organel plastida . mereka dianggap berasal dari cyanobacteria melalui endosimbiosis Ini pertama kali diusulkan oleh Mereschkowsky pada 1905 .II. PEMBAHASAN 2.1 Asal Mula Kloroplas Kata kloroplas (χλωροπλάστης) berasal dari kata Yunani chloros (χλωρός). yang berarti hijau.

Ada beberapa fotosintetik (cyanobakteria) yang memiliki membrane fotosintetik. kloroplas ini dikelilingi oleh membran komposit berlapis ganda dengan ruang antarmembran. yang mirip dengan tilakoid pada kloroplas. tapi kloroplas hanya ditemukan di tanaman dan Protista. Kloroplas dapat bertambah banyak melalui pembelahan. Bahwa mereka berasal dari sebuah acara endosymbiotic. kecuali untuk Paulinella chromatophora. 2. seperti halnya bakteri. Mereka diyakini sesuai dengan dan dalam membran luar cyanobacterium leluhur. Kloroplas memiliki membran rangkap dan membran luarnya mirip dengan struktur membran sel. kloroplas dikelilingi oleh dua -bilayer membran lipid . lebih lanjut. Didalam kloroplas terdapat DNA yang juga dijumpai pada bakteri fotosintetik. Semua kloroplas diperkirakan berasal langsung atau tidak langsung dari aktivitas endosymbiotic tunggal (dalam Archaeplastida ). .Hipotesis endosimbiosis kloroplas ini dikemukakan berdasarkan kenyatan pada saat ini.yang kode untuk protein redoks yang terlibat dalam transpor elektron dalam fotosintesis. bahwa: 1. yang baru-baru ini mengakuisisi endosymbiont cyanobacterial fotosintesis yang tidak berkaitan erat dengan kloroplas dari eukariota lainnya. 4. mengisi ruang batin. kloroplas memiliki sendiri DNA . 3. kloroplas mirip dengan mitokondria . ini disebut sebagai plastome Pada tumbuhan hijau. atau infoldings banyak. telah reticulations.

terdapat dalam sel tumbuhan lumut (Bryophyta). Struktur 2. sehingga membentuk endosymbionts tersier. Banyak dari gen yang hilang dikodekan dalam genom nuklir dari tuan rumah. yang berbentuk lonceng. kloroplas dipisahkan dari alga ditangkap atau diatom dan digunakan sementara. hanya ada satu kloroplas. sekunder seperti endosymbionts mungkin sendiri telah ditelan oleh eukariota lainnya masih. tetapi bagian yang masih ada menunjukkan kesamaan jelas dengan cyanobacterial genom.Kloroplas memiliki genom mereka sendiri. membentuk kloroplas dengan tiga atau empat membran lapisan. Pemindahan informasi nuklir telah diperkirakan dalam tembakau tanaman pada satu gen untuk setiap 16000 serbuk sari. Dalam alga Chlorella . Garis tengah lensa . Dalam beberapa kelompok mixotrophic protista seperti dinoflagellata . Ini kloroplas Klepto mungkin hanya memiliki masa pakai beberapa hari dan kemudian diganti. umumnya berbentuk lensa.2 Struktur Kloroplas Kloroplas adalah plastida yang berwarna hijau. yang jauh berkurang dibandingkan dengan cyanobacteria hidup bebas. Pada beberapa ganggang (seperti heterokonts dan protista lain seperti Euglenozoa dan Cercozoa ). Plastida mungkin berisi 60-100 gen sedangkan cyanobacteria sering mengandung lebih dari 1500 gen. Dalam beberapa kasus. paku-pakuan (Pterydophyta) dan tumbuhan berbiji (Spermatophyta). di mana sel eukariotik sel eukariotik menelan kedua yang berisi kloroplas. kloroplas tampaknya telah berevolusi melalui peristiwa sekunder endosimbiosis.

membran tilakoid 7.5-1. proplastida berdiferensiasi menjadi plastida yang berbeda.tersebut 2-6 milimikron. sedangkan tebalnya 0. pati 10. stroma (cairan air) 5. plastoglobule (setetes lipid) . Plastida adalah organel bermembran rangkap yang bentuk dan fungsinya bermacam-macam. Bila ada. bagian dalam membran (1 +2 +3: amplop) 4. antarmembran ruang 3. plastidial DNA 12. Kloroplas terdapat pada hampir seluruh tumbuhan. maka tiap sel dapat memiliki satu sampai banyak plastida . lumen tilakoid (dalam tilakoid) 6. granum (tumpukan thylakoids) 8. membran luar 2. ribosom 11. Proplastida merupakan prekursor berbagai macam plastida dalam jaringan tanaman. tilakoid (lamella) 9. Kloroplas ultrastruktur: 1. tetapi tidak umum dalam semua sel.0 milimikron. tergantung pada macam jaringan dan macam lingkungan yang berpengaruh.

sedangkan kloroplast berbentuk pita ditemukan pada Zygnema. yang sering disebut pula daging daun. kadang-kadang lebih besar). Kloroplast bernbentuk pita spiral ditemukan pada Spirogyra. Kloroplas dijumpai terutama pada bagian daun yang disebut mesofil. bryophyta dan lycopodium dapat memperbanyak diri dengan pembelahan. Disamping klorofil a ( pigmen berwarna hijau ) dikenal pula klorofil b yang mempunyai struktur mirip klorofil a. bentuknya dapat seperti mangkuk. tersusun dalam lapisan tunggal dalam sitoplasma tetapi bentuk dan posisinya berubah-ubah sesuai dengan intensitas cahaya. Pada tumbuhan tingkat tinggi umumnya plastida berbentuk cakram (kira-kira 2 x 5 mm. spiral. Membran luar . sedangkan yang berbentuk jala ditemukan pada Cladophora. dengan pembesaran yang paling kuat. sedangkan pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintesis berlangsung di stroma. kloroplast terlihat berbentuk butir. Kesinambungan kloroplas terjadi melalui pertumbuhan dan pembelahan proplastid di daerah meristem. Pigmen ini dapat menyerap energi cahaya. kloroplas dikelilingi oleh membran luar dan membran dalam. Klorofil terdapat pada membran tilakoid dan perubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid. yaitu pigmen yang berwarna kuning sampai jingga yang disebut karoten. bintang menyerupai jaring. Seperti halnya mitokondria. bahkan juga pada batang dan ranting yang berwarna hijau. Bentuk kloroplast yang beraneka ragam ditemukan pada alga. Kloroplas juga dijumpai di bagian-bagian lain. Pada ganggang. Kloroplas matang pada beberapa ganggang. seringkali disertai pirenoid. yang dipisahkan oleh ruang antar membran.Pengamatan dengan mikroskop cahaya. Hal ini disebabkan karena dalam kloroplas terdapat pigmen yang berwarna hijau disebut klorofil.

Disela-sela kompleks membran berisi matriks yang amorf disebut stroma. Seperti pada matriks mitokondria. Dan bagian dalam tilakoid disebut lokulus.kloroplas menutupi ruang intermembran antara membran dalam dan membran luar kloroplas. Membran dalam bersambungan dengan kompleks membran di bagian dalamnya. Membran luar kloroplas mengandung porin seperti halnya pada mitokondria yang menyebabkan membran ini permeable terhadap molekul seperti nukleotida. Dari kebanyakan hasil ekspeimen membuktikan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruangan antar membran. Tilakoid merupakan tempat berlangsungnya reaksi terang fotosintesis. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut fret atau lamella grana. Sebuah tilakoid yang melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. derivate yang mengandung fosfat. yaitu ruang antar membran. Kloroplas pada tanaman tingkat tinggi merupakan evolusi dari bakteri fotosintetik menjadi organel sel tanaman. Sebaliknya membran dalam relatif lebih impermeabel sejumlah persenyawaan namun membran dalam permeable terhadap CO2. dan asam glikolat. Membran dalam membentuk struktur seperti tumpukan piringan yang saling berhubungan yang disebut tilakoid yang tersusun membentuk grana. dan asam monokarboksilat tertentu seperti asam asetat. yang mengandung enzim untuk reaksi terang pada proses fotosintesis. fosfat inorganic. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat kompartemen yang terpisah. Satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. asam karboksilat. Genom kloroplas terdiri dari 121 . dan sukrosa. stroma kloroplas mengandung molekul DNA sirkuler dan ribosom. lokulus. Membran tilakoid yang mengelilingi ruang interior tilakoid yang berisi cairan mengandung klorofil dan pigmen fotosintesis lain serta rantai transport elektron. asam gliserat. sedangkan stroma merupakan tempat berlangsungnya reaksi gelap fotosintesis. Reaksi terang dari fotosintesis terjadi di tilakoid. serta kurang permeable terhadap asam amino. dan stroma.

sehingga fungsi dan sebagai jaringan. gula (glukosa) dan . Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. 2. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. dibentuk sebagai perluasan dari membran luar mereka.. Pada respirasi.Fotosintesis Pada Tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof.3 Fungsi dan Peran Kloroplas a. Studi terbaru menunjukkan bahwa kloroplas dapat saling dihubungkan dengan jembatan berbentuk tabung yang disebut stromules . Kloroplas tampaknya dapat protein pertukaran melalui stromules. Sebagian besar protein dalam kloroplas dikode oleh gen nuklear. Diperkirakan pula terdapat sekitar 60 macam polipeptida pada membran tilakoid.024 pasang nukleotida serta mempunyai inverted repeats (2 kopi) yang mengandung gen-gen rRNA (16S dan 23S rRNAs) untuk pembentukan ribosom. dihasilkan di sitoplasma dan selanjutnya dikirim ke kloroplas. Protein yang terlibat di dalam kloroplas sebanyak 60 protein. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. 2/3nya diekspresikan oleh gen yang terdapat di inti sel sementara 1/3nya diekspresikan dari genom kloroplas. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. Setengah diantaranya dikode oleh DNA kloroplas. Genom kloroplas mempunyai subunit yang besar yaitu penyandi ribulosa biphosphate carboxylase. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar.

Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan.senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. Pada dasarnya. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. menuju mesofil. Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum). air. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. dan energi kimia. Pada tumbuhan. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Energi yang digunakan dalam reaksi . tepatnya pada bagian stroma. Dalam reaksi terang. Namun secara umum.

Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm).. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang.Fotosintesis Pada Alga dan Bakteri . Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu.gelap ini diperoleh dari reaksi terang. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.600 nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. hijau kuning (510 .500 nm) dan violet (< 400 nm). biru (410 .700 nm). Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan. b. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Sebagai contoh.

kloroplas diwariskan dari laki-laki. c. meskipun dalam tanaman seperti pinus.000. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. Sementara keandalan mekanisme ini belum dipelajari untuk semua jenis tanaman yang relevan.Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. Ini kontainmen biologis strategi oleh karena itu cocok untuk mendirikan koeksistensi dan organik pertanian konvensional . menunjukkan tingkat penahanan gagal tanaman transplastomic jam 3 1. kloroplas tidak diwariskan dari induk jantan. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. sehingga berpose lingkungan risiko yang lebih rendah secara signifikan. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. Di mana kloroplas diwariskan hanya dari betina. Mengenal Kloroplas di 02:34 Diposkan oleh agus_wazza 4 komentar .. Hal ini membuat transformasi plastid alat yang berharga untuk penciptaan dan budidaya tanaman dimodifikasi secara genetis yang terkandung biologis. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof.000. transgen dalam plastida tidak dapat disebarluaskan oleh serbuk sari .Transplastomic Tanaman Pada tumbuhan berbunga kebanyakan. hasil terakhir pada tanaman tembakau menjanjikan.

bagian dalam tilakoid disebut lokulus. . Pada beberapa literatur tidak ditemukan istilah tilakoid grana. Tata nama dan kompartemen dalam kloroplas Kloroplas memilki membran rangkap seperti pada mitokondria. spirogyra mempunyai kloroplas seperti pita yang letaknya spiral sepanjang sel. Tilakoid yang menghubungkan antar grana disebut “fret”. Membran dalam memiliki hubungan dengan kompleks membran dalam kloroplas. Kompleks membran (membran internal) sebagian besar memiliki bentuk seperti kantung pipih yang disebut tilakoid. pada chlamidomonas hanya sebuah berbentuk mangkuk. Panjang antara 5 – 10 µm. Jadi ruang antarmembran merupakan jalan masuk bebas untuk segala macam molekul makanan dari sitosol. Membran ini permeabel terhadap persenyawaan yang berat molekulnya rrendah seperti nukleotida. Dilihat dari permeabilitasnya fungsi dari membran luar kloroplas dan mitokondria mempunyai persamaan. derifat yang mengandung fosfat. asam karboksilat dan sukrosa. Susunan /tumpukan tilakoid disebut granum. pada tumbuhan rendah bentuknya sangat bervariasi. fosfat organik. satu tilakoid dari granum disebut tilakoid granum. Dari banyak penelitian menunjukkan bahwa lokulus merupakan ruangan yang terpisah dari ruang atar membran. Sebagian tilakoid melebar kedalam stroma disebut tilakoid stroma. Kloroplas dapat dilihat dengan mikroskop biasa. Fret umumnya disebut lamela grana. euglena gracillis memiliki 10 buah kloroplas setiap sel. Membran dalam dan membran luar dipisahkan oleh ruang antarmembran. Membran luar Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam dengan ruang antarmembran sejauh 10nm.Struktur dan ultrastruktur kloroplas Kloroplas terdapat pada sel-sel tumbuhan eukariotik. sel tumbuhan tinggi berisi 50-200 kloroplas. Dengan adanya kompleks membran pada kloroplas terdapat tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antarmembran lokulus dan stroma.

fosfat. fosfogliseerat.Membran dalam Membran dalam mempunyai sebagai “barrier” antara sitosol dan stroma kloroplas yang bersifat impermeabel terhadap sukrosa. Meskipun impermeabel terhadap berbagai persenyawaan. Gambar-gambar mikroskop elektron dari sistem membran internal menunjukkan adanya struktur yang serupa dengan F1 pada mitokondria yang berisi faktor penggandeng dengan ATPase PHOTOSYNTHESIS The free chemical energy required for life processes is derived from organic food materials by a process called biological oxidation. asam gliserat. nature has devised a unique mechanism by means of which it replenishes the organic food materials in excess and this is achieved by harnessing the solar energy by plants. Sistem membran interenal Membran internal merupakan jaringan membran yang kompleks pada stroma dan sukar digambarkan seperti keadaan sebenarnya. dan persenyawaan seperti nukleotida dan gula fosfat). Seperti membran dalam mitokondria. it will be exhausted in no time. asam glikolat) dan kurang permeabel pada asam amino. dikarboksilat. dehidroaseton fosfat. membran dalam permeable terhadap CO2 dan asm mono karboksilat tertentu (misalnya asam asetat. Tapi bagaimanapun bentuk fisik yang sebenaranya. dan ATP. . membran dalam kloroplas memiliki “carrier” spesifik untuk mentranslokasi berbagai bahan metabolik yang penting seperti fosfat. However. If organisms are allowed to utilize the existing food materials on this planet. Disinilah letaknya klorofil pada organel kloroplas. Selain itu pada membran tilakoid terdapat “carrier” elektron dan faktor penggandeng (coupling facttors) transpor elektron pada waktu fosforilasi. sorbitol dan berbagai anion (misalnya di dalam trikarboksilat. telah diketahui bahwa membran tilakoid berisi kelengkapan enzim yang komplit untuk melakukan reaksi terang pada fotosintesis.

Definition: magnetic Photosynthesis can be defined as a “ series of processes in which solar electro energy green (SEMR) plants”. . converted and conserved in the form of radiation by chemical energy Biochemically this process can also be defined “as light sensitized Red-Ox process” for it involves light induced Oxidation-Reduction processes. is captured.

For example. Einstein of Red light (700 nm) has 80 K. cal. consisting of cosmic rays at one extremity and radio waves at the other. The energy content of each photo varies and depends upon the frequency and speed of the light. (by liberating O2) only in the presence of light. CO2.8-13 x 1012 K. O3. SEMR Spectrum: The SEMR spectrum is quite large. in the form of discrete energy packets called photons. Light travels in waves. per mole-1. Out of this only 1% is used by land plants which form about 15% of total plant population. releasing CO2 and phlogisticating the air (impurifying the air).Cals. plants and animals behave similarly by However. plants use only blue and red parts of the visible for photosynthesis. it was Joseph Priestley who discovered that the plants are capable of purifying the air and called this process as dephlogistication. dust and H2O present in outer atmosphere of the earth. . But Jan Ingen Houze demonstrated that plants can dephlogistication the air In dark.Solar Energy Sun emits light in the form of solar electro magnetic radiation (SEMR) of which only 40% reaches the surface of earth and rest is absorbed by O2. it was Jean Senebier. light with shorter wavelength has more energy than the light with longer wave length (Blue light has more energy than the red light). Historical Account Though Aristotle observed the effect of light on greening of the plants. of which. of chemical energy. and oceanic plants (about 85%) in fixing a total of 35-146 billion tones of carbon every year which is equivalent to 1.

O2 (Jan Ingen Houze) Light Plants + CO2 --. clearly elucidated that the plants capture solar energy and store it in the form of chemical energy. Plants – O2 (Priestley) Light Plants --.Organic carbon + O2 (Jean Senebier) At this juncture. .(CH2O) n plant plants Robert Mayer.C + O2 C + H2O ---. This was an important step in understanding photosynthesis. who was responsible for the theory.who postulated that plants fix the atmospheric CO2 (fixed air) into organic compound and the oxygen that is liberated comes from CO2. Light light H2O + CO2 ------------. “that energy can neither be created nor destroyed”. Nicholas Theodore de Saussure postulated that H2O is used up in fixing the CO2 into organic compounds.

2H2 + 2O2 Since then numerous workers have contributed their part in understanding various aspects of photosynthesis. Photosynthetic Organelles: Chloroplasts Plastids are the unique organelles found exclusively in plants (with the exception of fungi). Park. Blackman. Emerson. 4H2O ----------. Govindjee. Sanpeitro. Ellis. radio active isotopes demonstrated that the oxygen that is liberated comes from the H2O and not from CO2 as it was believed earlier. are the notables among the stalwarts who have made significant contributions in understanding the structure and functional aspects of Photosynthesis.Meanwhile the importance of chloroplast and chlorophyll in fixing CO2 in the presence of light was made clear. . Arnon. Calvin. Parker. But people still believed that the oxygen that is liberated during photosynthesis However it was Robert Hill and Van Neil using comes from the splitting of CO2 into C and O2.

a fluid or a matrix called stroma is found. These are called Grana. In these thylakoids the photosynthetic pigments and their Refer page No.A fully developed chloroplast is bounded by a double membrane system within which. In this liquid 30-40 highly organized circular membranous structures are found. of chloroplast structure.190 for the details associated pigments are organized into photosynthetic units. . Each Granum is made up 10-100 circular flat membranous discs called thylakoids.

These surfaces are studded with numerous Those structures found in the inner core of the membranes are called Quantasomes which act as photosynthetic units.If thylakoids are cut open by freeze fracture method and observed under an electron microscope. four surfaces can be made out as shown in the (fig). . granular structures.

S-II by sonication and This has led to the study of chemical analysis and differential ultra centrifugation methods. Such particles are called Quantasomes. The larger particle is P. function of each of these units. The inter-granal lamellae or But the granal thylakoid membranes are associated stromal lamellae have just P. . which are nothing but photosynthetic units which are capable of absorbing solar energy as well as performing photo-chemical reactions.S-I particles. smaller is P.S-I. protein curried in thylakoid membranes.Photosynthetic units: associated with the Park and Branton discovered the presence of array crystalline particles.S-II and the Park and Sane have succeeded in isolating P-S-I and P. Photosynthetic Unit I: It is smaller of the two photo-systems.

chlorophyll-b. Carotenoids.with P. In inter-granal lamellae cyclic photo-phosphorylation occurs. electrons to P. P. molecule which exists in the form of a dimmer.S-II system. 25 K. This system is also associated with Fe-S containing Ferrodoxin (a reducing substance).S-I involved in the reduction of NADP is not P. Cytochrome-b 6.S-I is totally absent in granal membranes but it is found only in stromal lamellae.S-II system. exclusively found or restricted to It is made up of a number of chlorophyll-a (more). Plasto Quinone and Cytochrome-b 559. proteins.D. 25 K. and Plastocyanin and ATP dependent NADP reductase. harvesting Pheophytin.S-I but it is another form of P. light It is the larger photosynthetic unit. Photosynthetic Unit II: granal membranes. a non heme-iron protein called Ferrodoxin (FRS). are also present. but in granal membranes the reduction of NADP to NADPH2 occurs. Transfer of energy: These two photo systems with their respective pigments and light harvesting proteins are oriented in the membrane in such a way. All the molecules in each of these photo-synthetic units are spaced and . which exists in the form of a dimmer. chlorophyll-a 700. Recently Arnon came out with a view that P. It also has a unique. they can capture the fleeting photons randomly.S-I is made up of 230-250 chlorophyll-a molecules.D light harvesting proteins and unique Along with the molecule called Carotenoids. chlorophyll-b. Chlorophyll-a 680 Its major function is to liberate O2 and donate However Arnon feels that the originally believed P. specific Mn2* associated Z-protein complex (32 KD). Only time will tell the reality of its structure and function.S-I system.

oriented in such a way. Here the unit of energy that is transferred to as exciton. The transfer of captured light energy is ultimately drawn to active centers.Chlorophyll-a 680 Carotenoids --- Chlorophyll-b --. captured photons are transferred from molecule to molecule by a phenomenon called inductive resonance. Chlorophyll-a --.Chlorophyll-a 700 .

.

shows that chloroplasts contain green pigments (chlorophylls) and yellow pigments (carotinoids). with the exception of photosynthetic photosynthetic bacteria where the primary pigment is Bacteriochlorophyll. Similarly absorption chlorophyll-b has absorption spectrum at 453 nm to 642 nm and carotinoids have an absorption band between 430 nm – 490 nm. All other pigments act as secondary pigments. chlorophyll-a and at 430 nm (blue light) and 662 nm (red light). chlorophyll-a acts as the organisms. primary pigment and it is present in all Among chlorophylls.Photosynthetic pigments Pigment analysis of photosynthetic organelles. Absorption Spectrum: shows maximum The absorption spectrum of these pigments indicates that. .

If red light or blue light is provided alone. not all the wave lengths are efficient in photosynthetic process either in terms of oxygen liberation or carbon fixation. instead of direct action. Though carotinoids absorb light at green and orange regions.Action spectrum and Enhancement effects Though individual pigments absorb light at different wave lengths. . oxygen liberation would be inefficient on the other hand if both the lights are given simultaneously the photosynthesis. they transfer the energy to other pigments like chlorophyll-b and chlorophyll-a for effective function.

This is also involved in the In this primary process. Hill’s reaction for. The pigments act as antennas for capturing . it is considered as a temperature dependent process. As this process is controlled by a number of enzymes. it was first demonstrated by Robert Hill. Structurally Grana perform the photochemical act by capturing. others are light dependent and temperature independent reactions. Stromatic fluid is the site for the utilization of light dependent granal products in carbon fixation. Basic principles involved in photosynthesis is capturing of solar electromagnetic radiations at a particular wave length by pigment/protein complexes. though certain steps are temperature dependent. Light Reactions As the first phase of photosynthesis is light dependent. liberation of O2. entire process can be simplified in the following equation and in the scheme.Mechanism of Photosynthesis The process of light capturing and carbon dioxide fixation are separated by time and space. However light induced photochemical reactions are extremely fast reactions The are relatively slow and take place later as they depend upon the products of light reactions. however this is also called. light rays in the form of photons in terms of quantums. it is referred to as light reaction. converting and conserving the solar energy in the form of chemical bonds in ATP and NADPH + H*.

where at a particular site an electron accepting the light energy jumps to a higher orbit. . is translocated among the atoms of pigment. The orbit to which it jumps depends upon the amount of energy a captured photon In the orbit the excited (higher energy electron) electron stays for a very short period of time.The light captured. say -10^ 14 sec and then drops to down to the next lower orbit where it stays only for a very short time. provides. then it falls back to its original orbit (ground state). with photons containing specific quantum of energy.

Thus the This is a simple If the energy rich electron is not used.Chlorophyll - (Ground state) . light energy accepted by the electron is transferred to another substance.protein complex (CPC) (excited) . the absorption of photons of SEMR by pigment systems makes Chlorophyll + Protein complex + light --.During downward fall the energy rich electron can be transferred to another compound. the captured energy is released either in the form of fluorescence or heat Photoionization: them excited. To begin with. explanation of light harvesting process.

This phenomenon is called photoionization.S-I and P. . Chlorophyll-protein complex (Excited) + H2O ------.Chlorophyll – Protein complex + H* _ OH – (Ground state) The photocopied products like H* + OH – ions are simultaneously accepted by the photosystem I and photosytem II respectively.S-II.The excited chlorophyll-protein complex reacts with water and splits the water into hydrogen ion (OH-).S-I is directly involved in the reduction of NADP. Production of reducing power: It is now certain that the synthesis of NADPH + H* is the co- ordinate function of P. found in granal membranes. where P.

D. As chlorophyll-a exists in dimmers.II which is also moved in the act of electron transport. When a Quantum of light energy is conveyed a chlorophyll-a 700. As the electrons from chlorophyll-a 700 are lost to NADP. P. the larger photosynthetic unit of the two. This energy is transferred from molecule to molecule towards the special molecule called chlrophyll-a 700. these molecules become active and However the electrons for chlorophyll a 700 come from this condition is called photo-bleaching. the chlorophyll-700 molecules are rendered electrically positive. chlorophyll-a 680 molecules also boost up the electrons to higher state of energy. In this process the energy that is responsible for boosting the electrons is now stored in NADPH + H*. This is a powerful reducing agent required for carbon fixation and it is released into the stromatic fluid as it is synthesized. an electron at a particular site gets the energy and it is boosted to the next higher orbit or higher stage of energy. photons of the SEMR are trapped by a number of antenna like chlorophyll-protein complexes. has 32 K.S. 2 accepted by photo system II. Similar to chlorophyll-a 700. If electrons are not provided.II units also capture photons and transfer the excitons to the active centre called chlorophyll-a 680 which exists in the form of a dimer. Z protein complexed with manganese ions as .When the light strikes the photosystem I units. Liberation of oxygen: Along with P.S. utilizing 2 Quanta of light.S. which acts as the reaction centre or energy trap. chlorophyll-680 molecules also boost up the chlorophyll-a 700. P.I.

Z protein complex readily reacts with negatively charged OH ions in water. PS –II Z –Mn2* Complex + 4 OH –4 photons PS II – Z Mn2* + 2H2O + O2 Non-Cyclic Photophosphorylation The electrons that are boosted to higher state of energy from PS-II Chl a 680 – are immediately accepted by pheophytin. This leaves Z – Mn2* complex free to receive another set of OH ions. in such a way.ions are brought on to the two Mn-Z protein complexes. As a result. This may result in reorientation and reaction to produce 2H2O and a molecule of O2. . the positively charged Mn2*. the OH orbitals may overlap on each other. With the loss of every electron from the terminal chlorophyll a 680 molecule.active centre. One more boosting of a pair of electrons are to be released from Z-Mn complex to receive two more OH – ions. When 4 such OH. an electron is supplied by “Z” protein Mn2+ complex and thus this protein complex gets activated with every photon absorbed.

Then the electrons are shuttled to a labile molecule called plastoquinones (PQ).

The molecule

simultaneously accepts 2H* ions and 2 electrons and gets reduced to PQH2, which in turn releases the H* protons into inner thylakoid space and simultaneously transfer the electrons to

Cytochrome 559.

This is accompanied with the loss of small amount of energy is released.

This

energy is utilized and stored in the terminal bond of ATP molecule.

This phenomenon is referred

to as non-cyclic photophosphorylation. From Cytochrome f, the electrons reach Chl a 700 through copper containing neutral and now they are ready for another cycle of electron boosting process. Meanwhile, as the electrons are lost from chlorophyll a 680 to chlorophyll a 700 the former molecule becomes positively charged. ions. The electrons that neutralize Chl a 680 come from (OH)

Cyclic photo phosphorylation:

Photosynthetic unit-I that is found exclusively in inter granal During the down hill journey of electrons, energy is

lamellae is involved in a cyclic electron flow.

liberated and the same is utilized in the phosphorylation of ADP + Pi to ATP.

P.S-I absorb photons and energy is conveyed to the terminal Chl a 700 which exists in dimer form. The electrons are boosted to higher orbital, which is accepted by FRS. Then electrons are channeled through a series of electron accepters back to Chl a 700 molecule. When the electrons are transferred from FD to cytochrome b 6and form Cyt b 6 to Cytochrome 1, sufficient amount

of energy is released. The energy that is released during this shuttle is due to the difference in the Red-O potential between the oxidant and reductant. This energy is captured and utilized in

the formation of a high energy terminal bond of ATP molecule.

Light reaction and its products During light reaction solar energy is absorbed by chlorophyll light harnessing complex and utilize water for photochemical reaction to produce 3 ATP, 1 NADPH + H*, 2H2O, 1 O2 per cycle of reactions.

. Calvin et al. have elucidated Calvin is probably the one and the only biochemist. is utilized by respiratory process. all the biochemical steps involved in this process. Oxygen either escapes or it Dark reaction or Calvin Cycle Stromatic fluid consists of all the enzymes required for carbon dioxide fixation.Particularly ATP and NADPH + H* are released into stromatic fluid. who has been awarded the Nobel Prize for this kind of work.

for the first stable intermediate product produced is a 3 Carbon organic acid.This pathway is also called C 3 pathway. further it is these 3 carbon components that play an important role in the synthesis of Glucose. . This process takes place in 3 steps: 1) Carbon oxidation 2) Reduction 3) Regeneration.

when a highly stable 6C compound.Carbon Fixation Ribulose monophosphate (5C) an intermediate component of carbohydrate metabolism first gets phosphorylated synthesized. break up into two 3 Carbon compounds called 3-Phosphoglyceric acid (PGA). 1 The RUDP (5C) acts as an acceptor of CO2 found dissolved in the stromatic fluid. formed. RUDP + CO2 – 2 PGA 2 (5C) (1C) (3C) . by an enzyme Ribulose kinase and a molecule of Ribulose di phosphate is RUMP + ATP – RUDP + ADP. RUDP carboxylase is responsible for the addition of CO2 to RUDP.

A molecule of ATP is consumed .Reduction Before the 3-PGA gets reduced. Di phosphoglycerate (Di PGA). the 3-PGA is primed up by phosphorylation by phosphoglycerokinase to produce. in the process.

The enzyme involved is glyceraldehydes dehydrogenase.3-PGA + ATP = 1. 3 – DiPGA + ADP (3C) (3C) The DiPGA gets reduced by NADPH + 1H*to Phospho glyceraldehydes (2 PGALD). DiPGA + NADPH + H = PGALD + NADP + Pi (3C) (3C) For the fixation of one molecule of CO2 into 2 molecules of PGALD. 6 CO2 + 6 RMP + 18 ATP + 12 NADPH + H* = 12 PGALD + NADP + 18 ADP + 12 Pi . 3 molecules of ATP and 2 molecules of NADPH + H* are required. The sum of Carboxylation and reduction process to produce one molecule of Glucose has been given in the following equation. one molecule of RUMP.

At the same time one molecule of glucose is produced. 12 PGALD are subjected to a regeneration process in which 6 RUMPs initially consumed are regenerated. 5 PGALD = 5 Di HAP 6 . five are converted into Dihydroxy Acetone Phosphate (DiHAP) by an isomerase enzyme. Out of 12 PGALD.Regeneration In this process.

3 molecules of PGALD combine with 3 molecules of Di HAP to form 3 molecules of Fructose-1. 3 Fructose-1. The enzyme is Aldolase. 6-Di Phosphate. Out of the 3 Fructose 6-phosphates. to undergo a rearrangement process in which 2 molecules of Xylulose phosphates are produced.I Glucose 6-p (6c) (6c) The remaining 2 Fructose-6 phosphates combine with 2 molecules of phosphoglyceraldehyde.In the next step. one is converted into Glucose 6-phosphate by phosphogluco isomerase.3 Fructose-1. 1 Fructose 6-p -----.3 Fructose-6-phosphate. The . 6 di phosphates are subjected to phosphate action in which one phosphate is removed to produce Fructose-6 phosphates. 3 PGALD + 3 Di HAP --. enzyme is transketolase. 6-diphosphate --. 6-Di P (3c) (3c) (6c) These Fructose-1.

phosphate. 7-di P. . The enzyme involved is Aldolase.2 Sedoheptulose-7-p The two sedoheptulose 7-phosphates thus produced combine with the rest of 2 molecules of phosphoglyceraldehyde to produce 2 molecules of Ribose-5-phosphate and 2 molecules of xylulose 5-phosphate. 2 Erythrose-P + 2 Di HAP (4c) (3c) = 2 Sedoheptulose-1. 7-di P 2 Sedoheptulose-1.2 Fructose6-p + 2 PGALD (6c) (6c) = 2 Erythorose-4-p + 2 Xylulose-5-p Then 2 Erythrose 4-P combine with 2 Dihydroxy acetone-P by another Transketolase enzyme to form a carbon Sedoheptulose-1. which immediately undergoes phosphotase action to produce sedopheptulose7. 7-diphosphate.

2 Ribose – 5 – P = 2 Ribulose 5 – P (5c) (5c) 4 Xylulose 5 – P = 4 Ribulose 5 – P (5c) (5c) The RUMPs thus produced are again used up in another cycle of CO2 fixation. The results of the 7 PGALD + 5 Di HAP = 1 Glucose + 6 RUMP .2) Sedoheptulose-7 – P + 2 PGALD (7c) (3c) = 2 Ribose-5 – P + 2 xylulose-5 – P (5c) (5c) The two ribose-5 – phosphates and four xylulose-5 – phosphates (reaction 9 &12) are converted to Ribulose monophosphate by the isomerase and epimerase respectively. pathway can be summed up as.

which in turn are surrounded by mesophyll . Graminae members like Sorghum and Sugarcane the vascular bundles found in the vines are surrounded by a single layer of bundles heath cells. during carbon fixation is a four carbon organic acid. This is also called C4 pathway because the first This intermediate compound synthesized. method is considered as an efficient method of carbon fixation. (This is named after the discoverers). The uniqueness of this process In is that C4 pathway and C3 pathway operate in the same plant.Hetch & Slack pathway or C4 pathway Though Calvin cycle or C3 pathway is prevalent in the majority of Dicot plants some tropical Graminae or Grasses operate carbon fixation by another pathway called Hatch and Slack pathway. but in different structures.

Chloroplasts found in mesophyll cells and bundle cells show different structure as well as functions. when photosynthesis is operating under optimal condition. again the rate increases to point. another factor. other pigments absorb light at specific wave . it is controlled by various factors to achieve maximum yield. Thus the rate photosynthesis suffers. This may be further increased on increasing the saturation concentration of enzymes. among yellow pigments carotenes and xanthophylls are present. Chl-a & Chl-b are invariable present. For example. Thus in living systems various factors and their concentration readily affect the efficiency of photosynthesis. Among green pigments. the rate of reaction increases. but reaches saturation point at which condition. Even though Chl-a 700 and Chl-a 680 act as active centers. chlorophyll-a. if carbon dioxide is deficient. All other pigments act as secondary pigments. maximum and reaches If the intensity of light is increased. may act as a limiting factor. say light. Factors that control photosynthesis Photosynthesis being a photo biochemical process.cells. Under optimal conditions if any one of the factors is deficient the rate of If such a factor is increased the rate also increases. under controlled conditions shows minimal or optimal or maximal quantities. Pigments: Green chloroplasts contain green as well as yellow pigments. particularly Chl-a 700 and Chl-a 680 are directly involved in the primary process of photochemical reactions.

. sometimes the effect may be lethal too. protect the chlorophyll molecules from photo-oxidation.S-I and P. the These pigments get organized in the thylakoid membranes in the form of photosynthetic units called P. chlorophyll molecules get bleached by photo-oxidation. but carotinoids that are present. Both P.S-I). Here. it affects the process drastically.S-II are exclusively found in the inter granal lamellae. in such a way. but P.S-I. P.S I and P. their function is co-coordinated and they are responsible for oxygen liberation (P. at high intensity of light.S-I is In thylakoid membranes.lengths and they are conveyed from molecule to molecule towards active centers. uniquely oriented towards each other. the light energy is converted to chemical bond energy (ATP) by NonCyclic photo-phosphorylation. Generally.S-II) and NADP reduction to NADPh2 (P. energy is transferred by inductive resonance in the form of excitons. During the electron flow from P.S-II are found in thylakoid membranes.S-I and P. If there is any deficiency in any of the pigments and required factors for their organization.S-II.

These radiations travel in the form of discrete energy packets called photons. At the same time it stimulates the entire process. B-carotene & xanthophylls). The amount of energy in each photon is called Quantum. Basically this process is controlled by the quality and the quantity of light that is received. This is called the absorption spectrum. The solar electro-magnetic radiation consists of a wide spectrum of individual rays. length lesser is the energy of the photon. Even though these pigments absorb light at shorter wave lengths. which mainly depends upon the Shorter the wave length. (white light) has longer wave length and lesser energy when compared to the shorter wave length of the blue light which has higher amount of energy. greater is the energy of longer the wave For example.Light: In photosynthesis light provides energy. chl. which differ in their wave lengths. . Chl. This energy relationship between photon and wave length is shown in the figure 87. the red light of the visible spectrum wave length of the radiation. the photons are transferred to the active centers which have an absorption spectrum at longer wave lengths. Quantity of light Chlorophyll a. B.B B-carotenes and Xanthophylls absorb different wave lengths of visible light (Cal a.

intensities is called ‘Solarization’. Quantity and intensity of lights: The intensity of the light depends upon the distance of the It has been found that at low intensity. and it is measured in terms of foot-candles. if both the lights are given simultaneously. pigments get The inhibition of photosynthesis by photo-oxidation at higher Quantum requirement / efficiency Light is measured either in terms of quanta or intensity of light. photosynthesis is at its minimum but with the increase in intensity the rate increases and reaches saturation at about 2000 to 2500 foot candles. on the other hand. If blue or red light is given singly photosynthesis will be never efficient. . The efficiency of light is measured in terms of number quanta required for either the liberation of a molecule of O2 or for the fixation of a molecule CO2 into Glucose. source. During this process 2 molecules of ATPs are also synthesized. At higher intensities. Quantitative measurement of red light required for the liberation of one molecule of O2 is found to be about 4 quanta and another four are required for the production of two molecules of NADPH*. totally 8 quanta are required. because of heterogeneity in their structure absorb white light at Blue as well as Red wave lengths. This effect is called Emerson’s enhancement effect.Chlorophyll molecules. bleached and the process suffers. however. the process becomes efficient in releasing O2. That means photosynthesis requires both red and blue lights for its efficient function.

approximately equivalent to 60 quanta.03%. Carbon dioxide (CO2) It has been estimated that about 300 million years ago the percentage of CO2 in the atmosphere was about 20%. gives the value of 60%. Thus the efficiency or photosynthesis in terms of energy required and stored. But the amount of total energy that is actually stored in a molecule of Glucose is about 696 or 700 K. 2 ATP 6 molecules of CO2. cal. “What has happened to the rest of the CO2?” Nature has fixed this CO2 in the form of organic fuels by photosynthetic process and the same is stored as the organic fuel in the inner depth of . This is 6 CO2 + 6 RUMP + 18 ATP + 12 NADPH + H ---------. 18 molecules of ATP and 12 molecules of NADPH2 are required.C6 H12 O6 + 12 NADP + 18 ADP + 18 Pi. Today.In Cylic photophosphorylation 2 molecules of ATP are synthesized per 2 quanta of light. Probably the other 70% of the energy that is not fixed may be released in the form of heat which may be utilized for enzymatic and other cellular activities. cyclic 2 quanta. with burning of all kinds of fuels (including biological oxidation) the Naturally one will be tempted to ask concentration of CO2 in the atmosphere is just 0.

CO2 becomes deficient by about mid-day. and photosynthesis and its yield suffers. On the other hand. Temperature: Photosynthesis. Water: Water being sole source for electrons and protons. Desert plants have higher optimal temperature of 35-400 C.cals. Different plants have different optimal temperature.earth. requires enzymes for its various biochemical activities temperature has a significant effect on controlling the rate of photosynthesis. Generally. which is a photo-chemical reaction. Different plants have different optima for CO2. the rate of C4 photosynthesis increases. Nevertheless. photosynthesis. if higher concentration of H2O does not show any enhancing effect. its supply is very important in But under water deficit conditions. the rate of photosynthesis falls drastically. other mesophytic and water plants function efficiently at 25-300C. so also its yield. plants are considered as highly efficient plants than C2 plants with respect to carbon fixation. of solar energy. Internal and Genetic factors . in a vast landscape full of green plants. plants growing on land and in ocean fix about 146 billion tons of carbon annually which is approximately equivalent to the fixation of 13x 1012 K. By increasing the concentrate of CO2.

1983) Tilakoid Stroma Tilakoid Grana Total klorofil Klorofil a Klorofil b 278* 238 40 401 281 130 P700 2. without the proper cellular machinery. The synthesis of various cellular factors ultimately depends upon the genetic potential and its expression.7 Manganese 0. co-enzymes. karotenoid. pigments.5 0.1 Komponen utama tilakoid grana dan tilakoid stroma (Sheeler dan Bianchii. Lipida yang khas bagi klorofil yaitu galaktolipida dan sulfolipida yang terdiri adas masing-masing 45 % dan 4% dari total lipida. no metabolic activity can function efficiently. and their synthesis things is of utmost importance in the proper functioning of photosynthesis which ultimately controls the photo-synthetic yield. KOMPOSISI KIMIA KLOROPLAS Membran tilakoid terdiri atas lipida kurang lebih 50%.Even under optimal environmental conditions.5 0. light harvesting proteins. All enzymes.3 3. Selain itu juga terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil kira-kira 20% dari total membran tilakoid. dan plastokuinon Tabel 12.karoten 21 17 Lutein 10 29 Violaxanthin 15 20 Neoxanthin 8 16 Fosfolipida 76 66 Monogalaktosil digliserida 231 214 Digalaktosil digliserida 172 185 Sulfolipida 65 59 Sitochrom b ( total) 1.0 3.6 b.4 Sitokhrom f 0. Plants with superior genetic potential can function very efficiently when compared to inferior ones.2 . Kurang lebih 10% lipida terdiri atas fosfolipida.

beberapa karotenoid mengirim energi eksitasinya ke pusat reaksi. Hal inilah yang menyebabkan mengapa klorofil tampak berwarna hijau. bitu dan violet yang diserap yang merupakan panjang gelombang yang banyak digunakan dalam fotosintesis. maka akan diperoleh spektrum Action pada kisaran panjang gelombang daerah cahaya tampak (visible light). dijumpai di dalam kloroplas dan kromatofor lain. sedang karotenoid yang paling banyak terdapat dalam tumbuhan adalah b karoten dan lutein. Bagian dari spectrum cahaya yang diserap oleh klorofil selama proses fotosintesa dapat ditentukan dengan menempatkan suatu larutan klorofil di dalam alkohol diantara suatu sumber cahaya dan suatu prisma kaca. yaitu klorofil a. Karotenoid bagi tanaman juga berperan untuk melindungi 7 klorofil dari kerusakan akibat oksidasi pada intensitas cahaya tinggi. 1982). sedang cahaya hijau. Di alam dikenal ada sembilan jenis klorofil. Karotenoid adalah senyawa hidrokarbon yang terdistribusi dalam tanaman dengan kisaran warna kuning. kuning.*Nilai dalam mikromol pergram komponen protein membran. Terlihat bahwa banyak dari cahaya merah. Klorofil tidak efektif mengabsorbsi cahaya hijau sehingga lebih banyak direfleksikan (dipantulkan) dan ditransmisikan (diteruskan). panjang gelombang yang diserap terlihat sebagai pita-pita gelap dan dinamakan pita-pita serapan. Klorofil pada tanaman pembuluh dan briophyta terdapat di dalam kloroplas. jingga dan hijau tidak diserap sama sekali (Arbaya dan Sasmitamihardja. Pigmen karotenoid (b karoten dan lutein) hanya mengabsorbsi cahaya biru dan ungu. d. Posisi pita-pita gelap dalam spektrum klorofil menunjukkan panjang gelombng mana yang diserap. yaitu di dalam membran tilakoid. Seperti halnya dengan klorofil. Karotenoid alami dapat berupa likopene berwarna merah . Sebagian merah dan sebagian besar kuning. klorobium klorofil 650 dan klorobium. Di dalam kloroplas mengandung pigmen klorofil yang berwarna hijau sebagai pigmen utama penyerap cahaya dan karotenoid sebagai pigmen pelengkap. Tumbuhan tinggi mengandung dua macam klorofil yaitu klorofil a dan b. Spektrum yang terbentuk berbeda dengan spektrum cahaya putih yang tidak melewati klorofil. orange dan merah dipantulkan. b. Proses fotosintesis berlangsung dalam plastida dari organisme sel yang disebut kloroplas. Klorofil merupakan pigmen fotosintesis yang sangat penting. bakterioklorofil b. bakterioklorofil a. Spektrum cahaya yang melewati larutan klorofil. Apabila kita bandingkan pengaruh berbagai panjang gelombang terhadap laju fotosintesis. e. c.

yang disebut plastid. KLOROPLAS K loroplas merupakan anggota khusus dari keluarga organel tumbuhan yang berkerabat dekat. Membran dalam membentuk tilakoid. serta cyanobacteria menggunakan elektron dari air dan energi dari cahaya matahari untuk mengubah CO2 menjadi senyawa organik dan dari proses ini akan dihasilkan O2 ke atmosfere (proses autotrof). Tumpukan berupa tilakoid disebut grana. sehingga masing-masing tilakoidnya disebut tilakoid grana. dengan ukuran 2 . Sebagai contoh: 1. Karotenoid pada tanaman berfungsi untuk melindungi klorofil dari fotooksidasi dan dapat menyerap serta memindahkan energi cahaya ke klorofil a. Kloroplas mengandung banyak pigmen yang membuat buah dan bunga mempunyai corak jingga dan kuning. Spyrogira : satu kloroplas/sel. yang dipisahkan ruang antar membran.pada tomat dan ß-karoten. berbentuk mangkuk 3. stroma dan lokulus. Kloroplas mengandung klorofil pigmen hijau bersama-sama dengan enzim dan molekul lain yang berfungsi dalam produksi makanan dengan cara fotosintesis. B.4 µm x 5 – 10 µm. yaitu serial reaksi yang dikendali kan oleh cahaya kemudian menghasilkan molekul organik dari CO2 atmosferik. Tilakoid itu disebut stroma. Fungsi utama kloroplas adalah sebagai mesin fotosintesis. Membran dalam dihubungkan dengan suatu kompleks membran yaitu membran bagian dalam yang melintasi bagian dalam kloroplas. Membran luar kloroplas mengandung porin permeable terhadap senyawa dengan ukuran BM 10. Kloroplas terdapat dalam daun dan organ tumbuhan hijau lainnya dan dalam algae eukariotik. alga. Euglena gracilis : kurang dari 10 kloroplas/sel 2. Membran dalam impermeable pergerakan molekul melalui transporter. selain itu grana juga berfungsi sebagai mesin fotosintesis. merupakan salah satu fungsi dari grana. datar atau cembung. Sel sebagian besar tumbuhan tinggi umumnya mengandung antara 50 A.Struktur Dan Fungsi Kloroplas Kloroplas berbentuk lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. Dengan demikian organel itu adalah suatu sistem tiga membran. berbentuk pita yang memanjang di seluruh inti Pada dasarnya. Bentuk membran bagian dalam yang paling umum adalah satu kantung yang dipipihkan yang disebut tilakoid. bentuknya sangat berbeda dari yang terlihat pada tumbuhan tinggi dan sering jumlahnya terdapat sedikit. Tumbuhan.Membran Kloroplas Membran-membran pada kloroplas membatasi tiga kompartemen yang terpisah yaitu ruang antar membran.Reaksi-reaksi fotosintesis bergantung cahaya berlangsung . dilihat dari atas nampak seperti elips. Bagian dalam tilakoid disebut lokulus. kloroplas dibatasi oleh dua sistem membran yaitu membran luar dan membran dalam. Chlamydomonas : satu kloroplas/sel. Tilakoid yang memanjang ke stroma disebut tilakoid stroma. Pada tumbuhan rendah dan terutama pada beberapa mikroorganisme. berwarna kuning.000 Da.

Namun pada beberapa alga dan cyanobacteria bentuk kloroplas bervariasi. fosfogliserat. Dengan demikian ruang antar membran mengandung molekul-molekul nutrien sitosol. Membran dalam bekerja sebagai pembatas fungsional antara sitosol dan stroma. yaitu tempat penyimpanan lipida. Membran luar kloroplas tumbuhan tinggi dipisahkan dari membran dalam oleh ruang kira-kira 10 nm. dan asam glikolat. Dengan genom itu sejumlah protein khas kloroplas . Bentuk-bentuk kloroplas Pada tumbuhan tinggi bentuk kloroplas berupa lensa dengan satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung. Selain itu terdapat molekul-molekul lipida seperti klorofil. asam karboksilat dan sukrosa. misal asam asetat. Jumlah klorofil kira-kira 20% dari lipida total membran tilakoid. Reaksi Fotosintesis Fotosintesis dibagi menjadi 2 yaitu: F. ada juga yang berbentuk seperti cangkir. Stroma dan Inklusinya Stroma mengandung enzim-enzim yang penting untuk melaksanakan asimilasi CO2 dan mengubahnya menjadi karbohidrat. Membran dalam kurang fermeabel bagi asam amino. D. Komposisi Kimia Membran Kloroplas Membran tilakoid kira-kira 50% terdiri ats lipida. Ulothrix memiliki bentuk kloroplas berbentuk panjang dan bergerombol. Membran luar. fosfat organik. yang masingmasing 45% dan 4% dari total lipida. Dalam stroma terdapat DNA. Struktur dan Sifat Genom Kloroplas. plastoglobulin. 2. Lipida yang khas bagi klorofil adalah galaktolipida dan sulfolipida. kurang lebih 10% dari padanya adalah fosfolipid. Seperti pada spirogyra memiliki bentuk kloroplas yang spiral (berupa pilin). H. dihidroksiaseton fosfat. Sistem membran bagian dalam Sistem membran bagian dalam yang terdapat dalam stroma membuat suatu jalinan yang sangat kompleks. C. E. Membran dalam mengandung protein pembawa tertentu untuk mengangkut fosfat. Membran dalam. dikarboksilat dan ATP. pembawa-pembawa elektron dan faktor-faktor yang menggabungkan transpor elektron dengan fosforilasi. fosfat dan senyawa-senyawa seperti nukleotida dan gula fosfat.Secara umum membran pada kloroplas dibagi menjadi: 1. Beberapa macam partikel juga terdapat seperti butir pati. misal didan triarboksilat. karotenoid dan plastokinon. Stroma juga mengandung ribosom dan DNA. asam gliserat. Kloroplas mempunyai tingkat otonomi di dalam sel yang dalam banyak hal sama dengan mitokondria. Membran tilakoid mengandung enzim lengkap untuk melaksanakan reaksireaksi fotosintesis yang bergantung cahaya. datar atau cembung. seperti pita. Membran tilakoid merupakan tempat klorofil. G. Membran dalam tidak fermeabel bagi sukrosa dan berbagai anion. derivat-derivat fosfat. Membran tersebut permeabel bagi bermacam-macam senyawa dengan berat molekul rendah seperti nukleotida. dan sebagainya. plastokinon dan tokoforilkinon. zignema memiliki bentuk kloroplas seperti bintang.dalam tilakoid sedang reaksi asimilasi (fiksasi) CO2 terjasi dalam stroma.Membran dalam fermeabel bagi CO2 dan asam-asam monokarboksilat tertentu.

Penggolongan ini didasarkan atas ukuran dan struktur intemal atau kandungan organel selnya.5 -3 mm. Sejumlah faktor-faktor lingkungan mempengaruhi replikasi dan diferensiasi. tumbuhan. 1. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel. Umumnya pembelahan kloroplas tidak serempak di dalam jaringan atau sel tumbuhan. Replikasi dan Diferensiasi Kloroplas Kloroplas berasal dari kloroplas yang sudah ada selama daur hidup tumbuhan tinggi dan diteruskan ke sel-sel turunannya selama pembelahan sel..dibuat dengan menggunakan ribosom yang juga terdapat dalam stroma. ganggang hijau-biru. para ahli menggolongkan sel menjadi dua kelompok. sedangkan pada bakteri gram negative berkisar antara 5 – 20%. sehingga sel tidak mudah pecah akibat masuknya air kedalam sel. yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negative. Pada bajteri gram positif. ribosom dan materi inti (DNA dan RNA). dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan atau mukopepetida yang dapat dipergunakan sebagai dasar penggolongan bakteri menjadi dua golongan . mesosom. Berdasarkan hasil pengamatannya. sel eukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks. Struktur Sel Prokariotik Prokariotik meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern/bakteri sejati) yang beranggotakan bakteri. misalnya bakteri. . Sel prokariotik memiliki struktur yang sederhana. Tipe pembelahan sama seperti pada mitokondria. karena itu puncak replikasi akan terlihat apabila keadaan lingkungan optimal. dan hewan. hamper 90% komponen dinding selnya tersusun atas peptidoglikan. dan mikoplasma. Ukuran sel prokariotik berkisar antara 0. Kloroplas juga melakukan replikasi. I. mikoplasma dan alga hijau-biru. Penyempitan terjadi dekat tengah-tengah plastida dan kedua turunan dihasilkan dari pemisahan membran-membran di daerah itu. fungi. Dinding sel bakteri berfungsi untuk menahan tekanan osmotic sitoplasma. membran sel. misalnya protista. STRUKTUR SEL PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK Sejak ditemukannya mikroskop elektron para ahli biologi mulai berhasil mengidentifikasi struktur internal dari berbagai macam sel. Sedangkan. sitoplasma. yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.

Pada saat proses transaksi. Komponen utama membran sel tersusun atas lipid dan protein atau lipoprotein. Sedangkan pada sianobakteri. Antara materi inti dengan sitoplasma tidak terdapat pembatas atau tidak memiliki membrane inti. Pada beberapa bakteri.000 . sebagai tempat enzim dan molekul pembawa yang berfungsi dalam biosintesis DNA. kedua sub unit ini bersatu untuk menjalankan fungsinya. pada bakteri aerob berperan dalam pengeluaran enzim hidrolitik.30.Selaput sitoplasma atau membran sel bakteri berfungsi dalam seleksi dan pengangkutan larutan ke dalam sel. 2. berperan dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatil. Materi genetik sel prokariotik membentuk suatu struktur yang dinamakan nukleoid. Di dalam sitoplasma juga terdapat molekul protein dan enzim yang digunakan dalam setiap reaksi kimia di dalam sitoplasma. merupakan kromosom tunggal. Bakteri juga menyimpan cadangan makanan di sitoplasma dalam bentuk granula-granula tidak larut air.000 ribosom yang tersusun atas RNA dan protein. mesosom berperan dalam pembelahan sel. Struktur Sel Eukariotik . Ribosom merupakan tempat sintesis protein. Di dalam sitoplasma terdapat kurang lebih 20. polimer dinding sel dan lipid selaput. mesosom berfungsi sebagai kompleks fotosintetik yang mengadung pigmen fotosintesis.25 mm sampai 3 mm yang mampu mengkode 2000 – 3000 protein. Membran sel bakteri dan sianobakteri membentuk lipatan ke dalam yang dinamakan mesosom. Ribosom prokariotik tersusun atas sub unit kecil dan sub unit besar yang berukuran 30 S dan 50 S (Svedberg). Sel prokariotik mengandung sejumlah kecil DNA dengan total panjang antara 0.

lisosom. retikulum endoplasma. misalnya retikulum endoplasma.Sel eukariotik biasanya merupakan penyusun struktur makhluk hidup multi seluler. Membran dalam (inner membrane) kloroplas berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis.beda. sentriol. oleh karena itu hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. 7) Untuk transduksi energi. 5) Untuk interaksi interseluler. . sitoplasma. nukleus. ribosom. 3) Sebagai sarana transpor larutan dari dan ke dalam sel. Membran sel berfungsi untuk menyaring masuknya zat-zat ke dalam sel sehingga tidak semua zat dapat menembus membran sel. aparatus Golgi. komplek golgi. Protein . Setiap organel di dalam sel memiliki fungsi yang berbeda . mitrokondria. Membran sel berfungsi dalam membantu memasukkan dan mengeluarkan senyawa – senyawa tertentu dari dan ke dalam sel. Membran sel memiliki beberapa fungsi. Membran Sel Sel memiliki struktur khusus yang berfungsi untuk memisahkan isi sel dengan lingkungan luarnya. struktur ini dinamakan membrane plasma atau membran sel. dan lisosom. Beberapa reaksi kimia dikatalisis oleh protein integral membran yang berfungsi sebagai katalisator. 4) Merespons terhadap sinyal dari luar. antara lain yaitu: 1) Sebagai pembungkus isi sel dan membentuk sistem endomembran di dalam sel. Organelorganel di dalam sel memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sel tersebut. Berikut ini akan diuraikan tentang struktur dan fungsi : a.protein membran sel dan glikoprotein sebagai perantara sel untuk berinteraksi dengan sel lain atau dengan lingkungan luarnya. Sel eukariotik tersusun atas membrane sel. 2) Menyediakan selaput atau penghalang yang bersifat selektif permeabel. badan mikro. Membran plasma ini memiliki ketebalan antara 5 sampai 10 nm (nanometer). 6) Tempat aktivitas biokimiawi. mikrotubulus dan mikro filamen. Pada membran sel terdapat protein integral yang berfungsi sebagai reseptor untuk menerima sinyal dari lingkungan sel.

Ikatan antara protein perifer dengan lipid bilayer adalah non kovalen. yaitu permukaan yang mengarah ke lingkungan luar sel dan yang menghadap ke dalam sitoplasma 2) Protein perifer Protein ini terdapat pada permukaan luar lipid bilayer atau pada permukaan dalam-lipid bilayer. Lembaran tersebut tersusun atas dua lapisan lemak yang dinamakan lipid bilayer. misalnya membran sel tulang berbeda dengan sel hati. tetapi diduga berhubungan dengan tempat melekatnya beberapa mikroorganisme infektif. misalnya membran retikulum endoplasma berbeda dengan membran Golgi. sedangkan yang terikat dengan protein dinamakan glikoprotein. Karbohidrat yang terikat dengan lemak dinamakan glikolipid. baik dengan lemak maupun protein. yaitu: 1) Protein integral Protein ini menembus lipid bilayer sehingga memiliki dua permukaan. tergantung dari jenis membran sel. jenis organisme. 3) Protein yang terikat lipid membran . antara lemak dan protein bervariasi. Perbandingan jumlah. yaitu lemak (lipid) dan protein yang terikat secara non kovalen dan tersusun dalam suatu struktur yang menyerupai lembaran. Protein membran dikelompokkan menjadi tiga jenis. Karbohidrat terikat secara kovalen.Semua membran sel terdiri atas dua komponen utama. sedangkan protein terletak di antara lemak atau di permukaan lapisan lipid bilayer. sekitar 2 . Protein yang menyusun membran plasma tersusun atas lebih dari 50 jenis protein yang berbeda. Baik glikolipid maupun glikoprotein berfungsi sebagai media interaksi dengan sel lainnya. misalnya membran sel tumbuhan berbeda dengan membran sel hewan dan jenis sel. | enis-jenis tersebut terletak dengan orientasi tertentu pada lipid bilayer. Fungsi glikolipid masih belum banyak diketahui. Fungsi kolesterol pada membrane berhubungan dengan rigiditas atau kekakuan membran. tergantung dari tipe sel dun spesies. Kolesterol pada membran plasma hanya dijumpai pada sel hewan dan sekitar 50% dari lemak membran terdiri atas kolesterol.10 ppersen glikolrotein membangun membran plasma.

tergantung dari jenis selnya. Bentuk mitokondria bervariasi.Protein ini terikat secara kovalen dengan lipid bilayer dan terletak pada permukaan luar dari lipid bilayer. lisosom. lemak. tetapi rata-rata ukuran diameternya antara 0. b. dan badan Golgi. sedangkan pada sel-sel lain bentuknya seperti gelendong dan ada juga yang berbentuk pipa. Selsel yang metabolismenya aktif banyak mengandung mitokondria dibandingkan sel-sel yang tidak aktif. spesies organisme. mitokondria tersebar secara acak di dalam sel dan cenderung berkumpul pada bagian sel yang banyak memerlukan energi.0. Membran mitokondria ada dua yaitu membran luar dan membran dalam. peroksisom. atau di sekitar memmbran yang melakukan endositosis. kloroplas. retikulum endoplasma. misalnya di sekitar gelendong pembelahan. Karena ukurannya yang relatif besat mitokondria dapat terlihat cukup jelas di bawah mikroskop cahaya. Bagian-bagian utama mitokondria dibedakan menjadi dua. Ukuran mitokondria ini hampir sama dengan ukuran bakteri yang menunjukkan salah satu bukti evolusi bahwa mitokondria merupakan bakteri yang bersimbiosis dengan sel eukoriotik. Di dalam sitoplasma terdapat membran intrasel yang membungkus organel sel.4 mikrometer. Di dalam sitosol juga terdapat protein dan enzim-enzim untuk reaksi kimia. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang dibungkus oleh membrane plasma. Jumlah mitokondria di dalam sel bervariasi tergantung dari jenis sel. . Mitokondria Ukuran mitokondria bervariasi. Pada umumnya. yaitu bagian selaput atau membran dan bagian matriks. Volume sitosol lebih kurang 50% dari volume sel. mitokondria mampu bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sitoplasma. Bagian sitoplasma yang berada di antara organel dinamakan sitosol. sitoplasma mengandung gula. bentuk mitokondrianya bulat atau oval. dan keadaan fisiologi sel. c. asam amino. misalnya pada sel-sel awal embrio. Mitokondria memiliki kelenturan yang tinggi sehingga bentuknya dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Selain itu.7 mikrometer (pm) dan panjangnya antara 1 .ion-ion dan senyawa kimia lain yang digunakan untuk metabolisme sel.2 . misalnya membran yang membungkus mitokrondria.

dan kelenjar endokrin yang mensekresikan hormon steroid. Di dalam sel. tubulus ginjal. Membran luar mitokondria lebih tipis dari pada membrane dalam yaitu kurang dari 6 nanometer. Retikulum Endoplasma Retikulum Endoplasma (RE) merupakan bentukan membran yang sangat berlipat-lipat membatasi suatu ruangan yang disebut lumen (sisterna). dan granul. AG dijumpai hampir pada semua sel tumbuhan dan sel . RE dibedakan menjadi dua. Selain berfungsi menghasilkan energi dalam bentuk ATP. SER banyak ditemukan pada otot rangka. seperti protein di dalam Golgi. yaitu Retikulum Endoplasma Halus (Smooth Endoplasmic Reticulumi /SER) dan Retikulum Endoplasma Kasar(Rough Endoplasmic Reticulum / RER). sehingga jumlahnya dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan energi sel. Aparatus Golgi (AG) atau Kompleks Golgi pertama kali ditemukan oleh Camilio Golgi tahun 1898 di dalam sitoplasma sel saraf.sebaliknya pada SER permukaan luar membrannya tidak ditempeli oleh ribosom. Membran dalam mitokondria membentuk juluran-juluran ke arah matrik sehingga memperluas permukaan dalamnva. ATP merupakan molekul berenergi tinggi yang akan digunakan untuk metobolisme sel. endosom.8 nanometer. DNA. e. Ion-ion ini disimpan dalam suatu badan khusus yang dinamakan granul. lisosom. Di dalam matriks mitokondria terdapat ribosom. SER mempunyai beberapa fungsi. Antara lumen RE dengan sitosol hanya dipisahkan oleh selapis membran sehingga memudahkan terjadinya pertukaran zat antara lumen RE dengan sitosol. Iuluran membran ke arah matriks ini dinamakan tristae. RER banyak dijumpai pada sel-sel yang aktif mensekresikan protein misalnya sel – sel pancreas. dan kelenjar lainnya. Protein yang dihasilkan dari RER antara lain adalah protein yang disekresikan keluar sel. Pada RER permukaan luar membrannya banyak ditempeli oleh ribosom. • Sebagai tempat melekatnya granul-granul yang berisi glikogen pada sel-sel hati. Pada membran dalam (inner membrane) mitokondria terdapat beberapa jenis protein yang terlibat dalam proses pembentukan ATP. protein integral membran.Antara membran dalam dan membran luar terdapat ruang antarmembran yang berisi berbagai macam enzim. misalnva kontraksi otot. kelenjar ludah. Aparatus Golgi atau Kompleks Golgi. • Detoksifikasi di dalam hati yang melibatkan beberapa molekul penting di dalam sel hati. makanan pada sel tumbuhan. dan vakuola. Berdasarkan ada tidaknya ribosom yang menempel pada permukaan luar membran. • Tempat menyimpan ion-ion kalsium di dalam sisterna yang akan dikeluarkan jika ada rangsangan yang menyebabkan pengeluaran ion kalsium. yaitu: • Sintesis hormon steroid pada sel-sel kelenjar endokrin pada gonad dan adrenal. mitokondria juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan ion kalsium di dalam sel. d. • Melepaskan glukosa dari glukosa-6-fosfat di dalam sel-sel hati. Mitokondria di dalam sel mampu menggandakan diri. RNA dan beberapa protein yang larut dalam air serta filamen. sedangkan membran dalam berukuran antara 6 . protein-protein khusus di dalam organel. Matriks mitokondria merupakan bagian mitokondria yang menyerupai gel.

AG berperanan dalam pembentukan komponen dinding sel yang baru. fungsi vesikel adalah membawa protein dan lipid dari RE ke AG dan dari sakulus satu ke sakulus lainnya. Lisosom Lisosom pertama kali ditemukan pada tahun 1949 oleh De Duve di dalam serpihan sel-sel hati. fosfolipase.nuklease. antara lain: 1) protein membran inti. lipase. Dengan menggunakan mikroskop elektron. Organel ini berbentuk semacam kantung yang berisi enzim hidrolitik. 2) vesikel-vesikel kecil berdiameter kurang lebih 50 mikrometer yang terletak pada sisi yang berbatasan dengan RE. vesikel ini dinamakan vesikel sekretori. kantung – kantung pipih tersebut tersusun bertumpuk membentuk diktiosom. fosfatase dan sulfatase. glikosidase. yaitu: 1) kantung-kantung pipih yang disebut sisterna atau sakulus. 3) vesikel besar yang terletak pada sisi yang berhadapan dengan membrane plasma. Di dalam AG juga terjadi proses penambaKan gugus sulfat pada karbohidrat yang dikatalisis oleh enzim sulfat tansferase. Enzim-enzim tersebut meliputi protease. Organel ini terdiri atas setumpuk saku-saku pipih yang masing-masing dibatasi oleh selapis membian. Akan tetapi banyak reaksi yang berlangsung di dalam lumen AG. enzim hidrolitik bersifat stabil. Lisosom primer adalah lisosom yang baru terbentuk dari AG dan belum berfusi . ' Ada tiga macam protein yang dihasilkan oleh Golgi. membran plasma dan protein membran organel 2) protein sekretori yang disimpan dalam bentuk vesikel 3) protein enzim yang disimpan dalam vesikel (lisosom) f. antara lain proses biosintesis. Seiain itu. Beberapa penelitian membuktikan bahwa AG tidak hanya berfungsi sebagai alai transport materi ke luar sel. vesikel ini dinamakan vesikel tiansisi atau vesikel peralihan.glikoprotein dan glikolipid yang dikatalisis oleh enzim glikosil transferase. Membran lisosom tidak akan tercerna oleh enzim yang dikandungnya sendiri karena kandungan karbohidrat yang tinggi pada membrannva. Ada empat macam bentuk lisosom. di dalam lumen AG terjadi proses sintesis proteoglikan yang merupakan komponen matriks ekstra sel. Terdapat lebih kurang 40 macam enzim hidrolitik yang ditemukan di dalam lisosom. Lisosom tergolong organel yang polimorfik karena memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. Molekul-molekul protein dan lipid yang telah mengalami modifikasi kimiawi di dalam lumen AG akan di packing oleh membran Golgi dan ditransfer dalam bentuk vesikel.vesikel sekretori adalah membawa protein atau lipid yang telah mengalami Pemrosesan di dalam lumen sakulus. Enzim – enzim tersebut hanya akan dapat bekerja optimal pada pH sekitar 5. Pada sel tumbuhan yang sedang membelah.hewan. tampak bahwa AG tersusun atas tiga bentukan membran. kedua proses ini sering dinamakan glikosilasi.membran lisosom mengandung protein transfer untuk membawa hasil pencernaan ke sitosol. Selama masih terbungkus membran. yaitu satu macam lisosom primer dan tiga macam lisosom sekunder.

adalah vakuola yang berisi sisa materi yang tidak tercerna Fungsi utama lisosom adalah untuk pencernaan intra sel. Lisosom sekunder ada tiga macam.(bergabung) dengan materi yang akan dicerna. (2) Sitolisosom merupakan gabungan antara lisosom primer dengan autosom. misalnya menyusutnya ekor pada berudu karena dicerna oleh enzim katepsin di dalam lisosom 3) pemulihan ukuran uterus setelah kehamilan 4) proses fertiliasi. Pencernaan intra sel selalu terjadi di dalam lisosom. Membran lisosom selanjutnya akan dikembalikan menuju membran plasma melalui proses eksositosis. seperti asam amino. Hasil pencernaan lisosom. Akan tetapi. jika membran lisosom pecah. Beberapa peran lisosom antara lain adalah: 1) perombakan organel sel yang telah tua 2) proses metamoifosis pada katak. dimana bagian kepala sperma yang dinamakan akrosom mengandung enzim hialuronidase untuk mencerna zona pelusida pada sel telur. maka enzim hidrolitik pada lisosom akan keluar dan mencerna sel itu sendiri.yaiitu: (1) heterofagosom. pencernaan bagian . hidorolitik tidak pernah keluar dari dalam lisosom sehinggan pencernaan berlangsung optimal.bagian sel yang telah tua dinamakan autofagi. Badan golgi g. sel tumbuhan tertentu maupun sel ragi. glukosa dan nukleotida mampu menembus membran lisosom menuju sitosol. Materi yang dicerna oleh lisosom dapat berasal dari luar sel atau dari dalam sel itu sendiri. enzim. Materi dari luar sel masuk ke dalam sitoplasma melalui pinositosis dan fagositosis. G. merupakan gabungan antara lisosom primer dengan fagosom. Badan Mikro 1) Peroksisom Organel ini ditemukan pada sel hewan. ( 3) badan residu. Peroksisom .

Pada sel tumbuhan. Di dalam sel. menjadi karbohidrat atau disebut glukoneogenesis. Selain berfungsi untuk pembentukan dan perombakan H2O. Penguraian asam lemak menjadi asetil ko-A selanjutnya berubah menjadi oksaloasetat untuk membentuk sitrat.Ribosom i. menjadi substrat organik dan H2O. h.0. 2) Glioksisom Glioksisom merupakan badan mikro yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Asam sitrat yang terbentuk akan diubah menjadi glukosa melalui serangkaian reaksi enzimatis yang terdapat di dalam glioksisom.0 mikrometer. peroksisom berbentuk bulat telur dengan diameter kurang lebih antara 0.5 . Sedangkan peroksisom merupakan badan mikro yang ditemukan baik pada sel hewan maupun sel tumbuhan. Salah satu proses utama pada biji yang sedang mengalami perkecambahan adalah perubahan dari asam lemak dalam glioksisom. Protein dan lipid yang diperlukan ditransfer dari sitosol.7 mikrometer. Glioksisom banyak ditemukan pada biji-bijian yang berperan sebagai tempat menyimpan asam lemak untuk pembentukan energi dalam Proses perkecambahan. Sitoskeleton . oleh karena enzim .enzim ini berperan dalam pembentukan katalase. Diameter glioksisom antara 0. fungsi organel ini berkaitan dengan siklus glioksilat sehingga dinamakan glioksisom. Jumlah peroksisom untuk tiap sel bervariasi antara 70-700. Di dalam peroksisom ditemukan beberapa macam enzim oksidase dan enzim katalase.5 sampai 1. peroksisom juga berfungsi untuk merombak asam lemak yang tersimpan dalam biji menjadi glukosa untuk proses perkecambahan. Peroksisom memiliki kemampuan untuk membelah diri sehingga dapat membentuk peroksisom anak.enzim ini berperan dalam pembentukan dan pembongkaran hidrogen peroksida(H2O2) .pertama kali ditemukan oleh De Duve dan kawan-kawannya pada tahun 1965 di dalam sel-sel hati. maka organel tersebut dinamakan peroksisom. hanya dibungkus oleh selapis membran. Oleh karena enzim .

j. misalnya aliran sitoplasma cii clalanr sel tumbuhan dan gerak amoeboid pada leukosit. dan sentriol. tersusun atas 4-5 protofilamen yang tersusun melingkar. Kedua jenis protein ini berperan untuk pergerakan. silia dan flagella.Di dalam sitosol juga ditemukan adanya sitoskeleton yang tersusun atas mikrotubulus. lamina nuclear. 3. yaitu tubulin α dan tubulin β. stabil. mikrofilamen dan filamen intermediat. 1. Ada dua jenis protein tubulin penyusun tubulin. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong bentuk sel dan memungkin terjadinya gerakan-gerakan organel di dalam sitoplasma. misalnya aliran sitoplasma pada sel tumbuhan (siklosis). Mikrofilamen tersusun atas protein. flagela. 2. sepe'rti silia. dengan komposisi miosin yang lebih sedikit dibandingkan aktin. Panjang mikrofilamen bervariasi. Mikrotubulus Mikrotubulus tersusun atas molekul protein tubulin. Contoh filamen entermediet antara lain adalah kertin. Pada sel epitel. Mikrofilamen Mikrofilamen biasanya banyak terdistribusi dibawah permukaan membrane plasma. filamen intermediet membentuk anyaman yang berfungsi untuk menahan tekanan dari luar. Filamen lntermediet Filamen intermediet memiliki diameter antara 8-10 pm. berbentuk pembuluh. Mikrofilamen merupakan protein konEaktil yang berfr-rngsi untuk pergerakan di dalam sitoplasma. Aktin dan miosin banyak ditemukan terutama pada sel otot. terutama aktin dan miosin. Letak filamen inibiasanya terpusat disekitar inti. Beberapa organel yang tersusun dari mikrotubulus adalah sentriol. yaitu mikrotubulus stabil dan mikrotubulus labil. Mikrotubulus ini berbentuk serabut tunggal dengan diameter lebih kurang 25 nanometer. Ada dua macam mikrotubulus di dalam sel yang dibedakan atas stabilitasnya. neurofilamen. dan tersusun atas protein fibrosa. dan keratin. bersifat liat. Contoh mikrotulus stabil adalah pembentuk silia dan flagela. dan gerak amoeboid pada Protozoa. vimentin. Setiap mikrotubulus tersusun atas 13 protofilamen yang tersusun paralel mengelilingi suatu sumbu. Mikrotubulus ada yang Ietaknya terbenam di dalam sitosol. Sebagaian besar filamen intermediet berfungsi untuk menyokong sel dan inti sel. Hampir semua jenis sel hewan mengandung aktin. dengan diameter lebih kurang 7 µm. Inti Sel (Nucleus) . Sedangkan mikrotubulus labil contohnva mikrotubulus pembentuk gelendong pembelahan. Mikrotubulus sitoplasmik didalam sel berfungsi sebagi keranga dalam yang menetukan bentuk sel dan untuk transfer molekul di dalam sel. dinamakan mikrotubulus sitoplasmik dan ada juga yang berfungsi sebagai penyusun organel .

Pada sel eukariotik.matriks inti sel (matriks). 1) Membran inti Membran inti terdiri atas dua lapis. dan glukosa-6-fosfatase. transferase. 2) Pori Membran Inti Pada membran inti terbentuk pori-pori sebagai akibat pertautan antara membran luar dan membran dalam inti. Bagian –bagian yang menyusun inti sel antara lain adalah membran inti. Diameter pori berkisar antara 40 . tetapi ada juga beberapa jenis sel yang memiliki inti lebih dari satu. Permukaan luar membran inti juga berikatan dengan filamen intermediet yang menghubungkannya dengan membran plasma sehingga inti terpancang pada suatu tempat di dalam sel. Jumlah pori membran inti bervariasi tergantung dari jenis sel dan kondisi fisiologi sel. Sel eukariotik umumnya memiliki satu inti sel. Pada membran inti juga terdapat enzim-enzim seperti yang terdapat pada membran ER.100 nm. dan anak inti (nukleolus). Membran luar inti bertautan dengan membran ER. Pada umumnya. Di antara kedua membran tersebut terdapat ruangan antar membran (perinuklear space) selebar 10 . misalnya sitokrom. antara lain sebagai jalan keluar atau masuknya senyawa – senyawa dari inti dan menuju inti.15 nm. misalnya . Fungsi pori membrane inti ini. Berikut ini uraian tentang bagian-bagian penyusun inti sel. materi intinya telah diselubungi oleh suatu membran dan membentuk struktur inti sel atau nukleus. tetapi ada juga yang bentuknya seperti gelendong. yaitu membran luar (membran sitosolik) dan membran dalam (membran nukleo-plasmik). pori membran. kromatin atau kromosom. inti sel berbentuk bulat.

dan proses –proses lainva di dalam inti. oosit. Di dalam setiap sel mengandun sepasang sentriol yang letaknya saling tegak lurus dekat inti sel. bahwa kromatin tersusun atas DNA. nukleolus tampak sebagai suatu struktur yang merupakan tempat pembentukan dan penyimpanan prekusor ribosom dan pembentukan sub unit ribosom. misalnya pada neuron. Benang benang kromatin ini akan mengalami pemampatan (kondensasi) pada saat sel akan membelah. dan kelenjar. 4) Materi Genetik Bagian utama dari sebuah inti sel adalah materi genetik. Hasil analisis kimia menunjukkau. 3) Matriks Inti (nukleoplasma) Komponen utama dari matriks inti adalah protein vang kebanyakan berupa enzim dan sebagian adalah protein structural inti. replikasi DNA. 5) Anak Inti (Nukleolus) Nukleolus banyak ditemukan pada sel-sel yang aktivitas . Pori membran inti dikelilingi oleh bentukan semacam cincin (anulus) yang bersama-sama dengan pori membentuk kompleks pori. Jadi. Di dalam inti. struktur ini merupakan tempat terjadinya proses transkripsi gen ARN ribosom (ARN-r).tempat keluarnya ARN – duta dan protein ribosom. Semua aktivitas di dalam sel dikendalikan oleh materi genetik. sintesis proteinnya tinggi. Bagian dalam cincin membentuk tonjolan-tonjolan ke arah lumen pori. persis dengan sentriol. Sentriol Sentriol merupakan organel sel berbentuk silindris dengan diameter lebih kurang 2 pm (mikrometer) dan panjang lebih kurang 4 ptm. Pada bagian tengah pori terdapat sumbat tengah (central plug). k. misalnya transkripsi. RNA. selain sebagai komponen penyusun sentrosom. sentriol berfungsi sebagai tubuh basalis. Kromatin yang mengalami kondensasi ini dinamakan kromosom. Pada waktu interfase. sentriol berfungsi sebagai bahan pembentuk sillia dan flagella . materi genetik dinamakan kromatin. Silia dan Flagela . Selain itu. i. Matriks inti diduga ikut berperan dalam proses – proses pada materi inti. protein histon dan protein nonhiston.

ada yang koloni. pada organisme eukariotik uniseluler misalnya Paramaecium caudatum.uni sel dan filamen. dan seringkali muncul kepermukaan apabila air surut. Berbeda dengan sentriol. Habitat Chrysophyta biasanya hidup di air tawar. Struktur aksonem sangat kompleks karetra tersusun atas mikrotubulus dan protein. Baik silia maupun flagella memiliki struktur yang sama. ada pula yang hidup di tempat – tempat kering. air payau tanah – tanah yang basah . sedangkan jumlah flagela hanya satu atau dua. epitel saluran sperma (epididimis) pada lakilaki. air laut. dan ada yang intraseluler pada binatang rendah. Sedangkan flagela dapat ditemukan pada spermatazoa dan beberapa organisme eukariotik uni seluler misalnya Euglena viridis dan lain-lain. Sebagian yang hidup di laut merupakan . TUGAS PLANKTONOLOGI CHLOROPHYTA Chlorophyceae (Ganggang hijau) adalah salah satu kelas dari ganggang yang sel-selnya bersifat eukariotin (materi inti dibungkus oleh membran inti). Silia berukuran lebih halus dan lebih pendek dari pada flagela. Pada umumnya melekat pada batuan. yaitu memiliki sumbu yang dinamakan aksonem. Jumlah silia pada umumnya banyak. Contoh sel-sel bersilia adalah lapisan epitel saluran telur (oviduct) pada wanita. Pigmen lain yang dimiliki adalah Karoten dan Xantofil KLASIFIKASI Chlorophyta (Green Algae) Chlorophyta (Alga Hijau) Kingdom Divisio Class Ordo Genus Species : Plantae : Chlorophyta : Chlorophyceae : Halimedales : Caulerpa : Caulepra racesmosa CIRI-CIRI UMUM CHLOROPHYTA Bewarna hijau terang. pigmen korofil terdapat dalam jumlah terbanyak sehingga ganggang ini berwarna hijau. Membran silia dan flagela merupakan perluasan dari membran sel.Kedua organel ini berfungsi sebagai alat pergerakan sel yang letaknya berada pada permukaan luar membran sel.eutoriot . silia dan flagella dibungkus oleh membran. Sebagian lainnya hidup bersimbiosis dengan lichenes.meiliki banyak anggota.

bentuk maupun susunanya. Untuk mencakup sejumlah besar variasi tersebut. Pigmen yang terdapat dalam kloroplas yaitu klorofil a dan klorofil b. melainkan tersusun oleh glikoprotein. sungai atau selokan. beta karoten serta berbagai macam xantifil (lutein. Inti Chlorophyceae mempunyai inti seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu diselubungi oleh membrane inti dan terdapat nukleus serta kromstin. Tubular (talus yang memiliki banyak inti tanpa sekat melintang) • • • • • • SUSUNAN SEL Dinding sel Dinding sel tersusun atas 2 lapisan. Cadangan makanan Cadangan makanan pada chlorophyta seperti pada tumbuhan tingkat tinggi yaitu berupa amilum. Fototaksis dan bentuk mata Pada chlorophyta terdapat dua tipe pergerakan fototaksis. Inti umumya tunggal. lapisan dalam yang tersusun atas selulosa dan lapisan luar tersusun atas pektin tetapi beberapa bangsa Volvocales dindingnya tidak mengandung selulosa. Flagella dihubungkan dengan struktur yang sangat halus disebut aparatus neuromotor. Flagella pada kelas chlorophyceae selalu bertipe whiplash (akronomatik) dan sama panjang (isokon) kecuali pada bangsa oedogoniales memiliki tipe stefanokon.makroalga seperti Ulvales dan siphonales. terutama yang hidup di tempat yang terkena cahaya matahari langsung seperti kolam. merupakan granula pada pangkal dari tiap flagella disebut blepharoplas. yaitu • Pergerakan dengan flagella Pada umunya sel alga hijau baik sel vegetatife maupun sel generatife ditemukan adanya alat gerak. Kloroplas terbungkus oleh sistem membran rangkap. SUSUNAN TUBUH Struktur tubuh bervariasi baik dalam ukuran. Tiap flagella terdiri dari axonema yang tersusun oleh 9 dupklet mikrotubula mengelilingi bagian tengah terdapat dua singlet . maka alga hijau dapat dikelompokkan sebagai berikut: • • Sel tunggal (uniseluler) dan motil (ex:Chlamydomonas) Sel tunggal uniseluler dan non motil (ex:Chlorella) Sel senobium (koloni yanh mempunyai jumlah sel tertentu sehingga mempunyai bentuk yang relatif tetap) Koloni tak baraturan (ex:tetraspora) Filamen (ada yang bercabang dan tidak bercabang) Heterotrikus (filamen barcabang bentuknya terbagi menjadi prostate dan erect) Foliaceus atau parenkimatis (filamen yang pembelahan sel vegetatif terjadi lebih dari satu bidang). Chlorophyta yang hidup di air tawar memiliki sifat kosmopolit. danau dan genangan air hujan. violaxanthin. tersusun oleh amilosa (rantai glukosa tidak bercabang) dan amilopektin (rantai glukosa yang bercabang). Beberapa jenis ada yang hidup melekat pada tumbuhan atau hewan.ex:muogotia). tetapi jenis anggotayang tergolong dalam bangsa shiponales memiliki inti lebih dari satu. zeaxanthin) kloroplas dalam sel letaknya mengikuti bentuk dinding sel ( parietal.ex: ulotrix atau ditengah lumen sel ( axial.

Perkembangbiakan Secara vegetatif Secara vegetatif perkembangbiakan dilakukan dengan cara fragmentasi tubuhnya dan pembelahan sel. Contoh: mougeotia dan zygnema Konjugasi ada 3 yaitu: • • • Secara seksual secara seksual: isogami. yaitu sel protoplas tumbuhan I ke tumbuhan II. yaitu pertemuan 2 protoplas di saluran konjugasi. perkembangbiakan dibedakan menjadi: • • Heterotalik. hipnospora. oogami. Contoh: zygnema . Contoh: spyrogira. aplanogami. Contoh: spyrogira. Anisogami : gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama (gamet yang bentuk dan ukurannya tidak sama). Konjugasi bentuk tangga (skalariform). Contoh: codium. • Pergerakan dengan sekresi lender Dalam monografi tentang desmid. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari satu talus. Oogami yaitu jenis anisogami dengan gamet jantan yang aktif (gametangium oogonium. dan gametangium spermatid). Flagella tersebut dikelilingi oleh selubung plasma. yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang saling berlekatan yang berasal dari satu filament. yaitu spora yang tidak dapat bergerak. Anisogami. Contoh: zygnema Konjugasi silang yaitu perkawinan antara 2 protoplas yang tanpa saluran konjugasi. Isogami yaitu: gamet yang bentuk dan ukurannya sama (belum dapat dibedakan mana jantan dan betina). bryopsis. Berdasarkan sel gamet. Contoh: volvox dan oedogonium. Konjugasi bentuk lateral. Selama pergerakan kedepan bagian kutub berayun dari satu sisi ke sisi lain sehingga lendir bagian belakang seperti berkelokkelok. Contoh: gonium. Contoh: spyrogira. Struktur semacam ini dikenal sebagai susunan 9+2. aplanospora. contoh: chlamydomonas Planospora. Pergerakan tersebut disebabkan oleh adanya stimulus cahaya yang diduga oleh adanya sekresi lendir melalui porus dinding sel pada bagian apikal dari sel. Konjugasi. dan konjugasi.mikrotubula. Homotalik. autospora. yaitu perkembangbiakan yang berasal dari dua talus yang berbeda. ulva. ditunjukkan terjadi pergerakan pada desmid di permukaan lumpur. serta pembentukan sporik yaitu dengan membentuk: • • • Aplanospora. yaitu spora yang dapat bergerak Secara aseksual secara aseksual: yaitu dengan pembentukan zoospora.

uic. • Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak Hydrodictyon. • Chlorophyta berbentuk lembaran . Ukuran cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. terdapat 1 vacuola. Bentuk sel bulat telur.edu MACAM-MACAM CHLOROPHYTA • Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak Chlamidomonas. Pada kloroplas yang bentuknya seperti mangkuk terdapat stigma (bintik mata) dan pirenoid sebagai tempat pembentukan zat tepung. koloni berbentuk bola jumlah antara 500 sampai 5000 buah. Hydrodictyon banyak ditemukan di dalam air tawar dan koloninya berbentuk seperti jala. memiliki 2 flagel sebagai alat gerak. Reproduksi aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan konjugasi sel-sel gamet.sumber gambar www. Fragmentasi dilakukan dengan cara melepas sebagian koloninya dan membentuk koloni baru. Reproduksi vegetatif dengan zoospora dan fragmentasi. satu nukleus dan kloroplas. Tiap sel memiliki 2 flagel dan sebuah bintik mata. Sedangkan reproduksi generatif dengan konjugasi • Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak Volvox ditemukan di air tawar.

Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid Chara. Zigot berkembang menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Tetraporales 3.dan uniselular. Perkembanganbiakan dengan zoospora yang mempunyai dua bulu cambuk. yang beruas-ruas dan bercabang-cabang. Ulva haploid disebut gametofit haploid. Berkembangbiak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid (n). atau dengan spora yang tiddak mempunyai bulu cambuk yang dinamakan aplanospora. Mereka merupakan satu koloni yang bentuknya bermacam-macam. Chara hidup di air tawar terutama melekat pada batu-batuan. Bentuk talus seperti tumbuhan tinggi. 4. Zygnematales Dari suku Zygnemataceae serta marga Zygnema dan Spirogyra.Ulva. Ada yang hidup bersimbiosis dengan fungsi sebagai lichenes bahkan ada yang hidup dalam plasma binatang rendah. Volvocales Dari kelas Chalmydomonadaceae.Zygnematales . Pembikan seksual terjadi dengan peleburan sel vegetatif dan aseksual dengan pembelahan sel.Chlorococcales . merupakan sel vegetatif berflagel dua dapat bergerak. Di dalam globula terdapat anteridium yang memproduksi spermatozoid. kadang-kadang juga pada kulit pohonpohon dan tembok-tembok yang basah. Pada ruasnya terdapat nukula dan globula. dimana tiap sel dalam filamen menghasilkan satu gamet tidak memiliki flagel. Di dalam nukula terdapat arkegonium dan menghasilkan ovum.Volvocales 1. dan tidak lagi melakukan pembelahan sel yang vegetatif. Chlorococcales Sel-sel vegetatif tidak mempunyai bulu cambuk jadi tidak bergerak. merupakan sel : .Tetrasporales . Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan gamet betina. Sedangkan pada Zygnema memiliki dua kloroplas bentuk bintang.Perkembangan seksual melalui konyugasi. misalnya Chlorella Vulgaris dam infusoria dan Hydra 2. Kedua marga ini tidakmembentuk spora aseksual. bangsa Chalmydomonas. Mempunyai satu inti dan satu kloroplas.Dari Suku Volvocaceae dan Marga Volvox. bentuk seperti lembaran daun. Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar. Chlorococcales hidup sebagai plankton dalam air tawar. Pada reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan cara fragmentasi. Pada Spyrogyra memiliki piranoid yang banyak dan kloroplas bentuk spiral. Spermatozoid akan membuahi ovum dan menghasilkan zigospora yang berdinding sel. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigot (Z2n). Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah mengalami meiosis. Perkembanganbiakan dengan isogami antara lain pada marga Pediastrum. menyerupai batang. Klasifikasi Terdiri atas satu kelas:Clorophyceae Terdiri atas 4 ordo . berukuran kecil.

Pembiakan seksual dengan cara oogami. merupakan salah satu komponen yang penting dalam rantai makanan di perairan tawar Menghasilkan O2 (oksigen) dan hasil fotositensis yang diperlukan oleh hewan lain untuk bernafas Dapat mengganggu jika perairan terlalu subur Membuat air berubah warna dan menjadi bau Menjadi masalah dalam proses penjernihan air Menyebabkan penyumbatan pada saringan pengolahan air. Dalam koloni besar terdapat sel vegetatif yang besar. sel-sel ini adalah Gonidiayang merupakan sel pemula dari koloni anak. terutama spesies chlorella (karena kandungan chlorelinnya banyak mengandung vitamin E) Sbagai sumber protein sel tunggal contoh chlorela Sebagai bahan makan contoh volvox sebagai sayuran Sebagai plankton.vegetaif berflagel dua. hidup berkoloni (senobium) setiap sel dalam senobium dihubungkan dengan benang-benang sitoplasma. Chloropyta juga mempunyai efek negatif yaitu: • • • • Reaksi Gelap Posted by dek Ubaid pada 30 Juli 2009 .Konjugasi sel gamet Volvox PERANAN CHLOROPHYTA Chlorophyta mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. yaitu: • • • • • • Produsen dari ekosistem air Sebagai alternatif bahan pangan bagi astronot.

6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3asam fosfogliserat (APG/PGA). Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson. Secara umum. yaitu fiksasi. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Bagan Reaksi Gelap. klik disini untuk bagan yang lebih besarPada fase fiksasi. yang dihasilkan dari reaksi terang. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. dan CO2. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 .Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. dihasilkan glukosa (C6H12O6). Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). reduksi. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. yang berasal dari udara bebas. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Dari reaksi gelap ini. Selanjutnya. dan regenerasi.

Jika mendapat tambahan gugus fosfat.gugus fosfat. dan membentuk 1. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Sebagian besar . Dalam suatu proses yang disebut fotosintesis. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). Proses-proses sintesis ini berlangsung di dalam stroma kloroplas. 1. Kedua tahap fotosintesis ini dikenal sebagai reaksi terang (bagian foto dari fotosintesis) dan reaksi karbon (bagian sintesis). wilayah cair yang mengelilingi tilakoid. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP). Kemudian. Warna daun berasal dari klorofil. memiliki kloroplas. Energi cahaya yang terserap digunakan untuk menggerakkan transfer elektron melalui serangkaian senyawa-senyawa pemberi elektron dan penerima elektron. Akan tetapi. energi cahaya diubah menjadi energi kimiawi melalui dua satuan fungsional yang berbeda yang disebut fotosistem. Fotosintesis Terdiri dari Dua Tahapan Utama Secara umum. Bagian ini menampilkan konsep-konsep dasar dari fotosintesis. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggerakkan sintesis molekul makanan dalam kloroplas. Reaksi terang fotosintesis berlangsung di dalam membran internal kloroplas yang sudah terspesialisasi yang disebut tilakoid. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. pigmen berwarna hijau yang terdapat di dalam kloroplas sel mesofil.3-bifosfogliserat. daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. Produk akhir dari reaksi terang adalah senyawa berenergitinggi ATP dan NADPH yang digunakan untuk sintesis gula pada reaksi karbon. Di dalam kloroplas. 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. (Lihat Bagan) Baca entri selengkapnya » Fotosintesis Kehidupan di bumi sangat bergantung pada energi matahari. Selanjutnya. yang kemudian berubah menjadi NADP+. fotosintesis terdiri dari dua proses yang masing-masing terdiri dari banyak langkah. Energi fotosintesis digunakan untuk proses seluler tumbuhan dan menjadi sumber energi bagi seluruh kehidupan. dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap. Pada fase ini. termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. kloroplas tumbuhan mengubah energi matahari menjadi energi kimiawi dalam bentuk gula dan molekul organik lainnya. Konsep-konsep tersebut termasuk di dalamnya gambaran umum fotosintesis pada tumbuhan tinggi. Fotosintesis pada Tumbuhan Tinggi Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan. organisasi perlengkapan fotosintesis dan sifat cahaya maupun peranan pigmen fotosintesis.

pusat reaksi dan enzim transpor elektron. sementara protein-protein lainnya merupakan hasil pengkodean oleh DNA inti. disintesis pada ribosom sitoplasma dan kemudian diimpor ke dalam kloroplas. Baik pigmen antena maupun klorofil pusat reaksi terhubung dengan protein-protein untuk mengoptimalkan transfer energi di dalam kompleks pigmen antena dan transfer elektron di dalam pusat reaksi.. Cahaya sebagai gelombang dikarakteristikkan oleh adanya panjang gelombang. Sebagian besar protein kloroplas merupakan produk dari transkripsi dan translasi yang terjadi di dalam kloroplas itu sendiri. Cahaya matahari seolah seperti hujan foton dari berbagai frekuensi yang berbeda-beda. Jaringan fotosintesis yang paling aktif pada tumbuhan tinggi adalah mesofil daun. Kandungan energi cahaya tidak bersifat kontinu melainkan dihantarkan pada paket-paket diskrit berupa kuanta. Setiap foton mengandung sejumlah energi yang disebut kuantum (jamak: kuanta). Cahaya juga bersifat partikel dimana kita menyebutnya sebagai foton. foton cahaya ungu (violet) berisi hampir dua kali energi foton cahaya merah. Kloroplas merupakan organel bermembran ganda yang mengandung berbagai sistem transportasi membran. Pada umumnya sel mesofil memiliki kira-kira 30-40 kloroplas yang berukuran kira-kira 2-4 µm kali 4-7 µm. Klorofil dan pigmen-pigmen aksesoris pengumpul cahaya di dalam tilakoid selalu terhubung dengan ikatan protein secara nonkovalen. rumusan reaksi fotosintesis adalah: Organisasi Perlengkapan Fotosintesis Daun tumbuhan memiliki perlengkapan khusus yang terspesialisasi untuk fotosintesis. Sebagian besar tilakoid terlihat memiliki hubungan yang sangat berdekatan satu sama lainnya. Energi cahaya juga digunakan untuk membangkitkan gaya gerak proton yang melintasi membran tilakoid untuk mensintesis ATP. Di dalam lamella grana terdapat ruang internal yang disebut sebagai lumen. Secara umum. RNA dan ribosom tersendiri. semakin pendek panjang gelombangnya. Mata kita hanya sensitif terhadap frekuensi lemah –wilayah cahaya-tampak dari spektrum elektromagnetik.elektron pada akhirnya mereduksi NADP+ menjadi NADPH dan mengoksidasi H2O menjadi O2. Dengan demikin. dan cahaya dari frekuensi rendah (atau panjang gelombang yang lebih panjang) di dalam wilayah spektrum infra merah. Pigmen fotosintesis yang terdapat di dalam tilakoid berperan dalam menyerap cahaya dan mengawali reaksi fotosintesis. Cahaya dari frekuensi tinggi (atau panjang gelombang lebih pendek) berada di dalam wilayah spektrum ultraviolet. Tilakoid mengandung protein-protein membrane integral yang membentuk fungsi sebagai kompleks pigmen antenna. Sifat Cahaya dan Peranan Pigmen Energi dari cahaya matahari menggerakkan fotosintesis. Panjang gelombang berkisar antara kurang dari satu nanometer (untuk sinar gamma) hingga lebih dari satu kilometer (untuk gelombang radio). sambil meminimalkan proses yang tidak berguna pada saat yang bersamaan. Cahaya matahari memiliki sifat baik sebagai gelombang maupun sebagai partikel. Frekuensi merupakan jumlah puncak gelombang yang melewati pengamat pada waktu tertentu. dan frekuensi. Cahaya Memiliki Karakteristik-karakteristik Baik Sebagai Partikel Maupun Gelombang Salah satu keberhasilan bidang fisika pada awal abad ke dua puluh adalah adanya kenyataan bahwa cahaya memiliki sifat baik sebagai partikel maupun gelombang. Sel-sel mesofil memiliki banyak kloroplas yang mengandung klorofil. Susunan membran seperti itu dikenal sebagai grana. Kloroplas juga mengandung DNA. Panjang gelombang merupakan jarak antara puncak gelombang yang berturut-turut. Aspek yang paling menonjol dari struktur kloroplas adalah terdapatnya perluasan sistem membran internal yang dikenal sebagai tilakoid. Keseluruhan kisaran radiasi ini terkenal sebagai spektrum elektromagnetik. . fotosintesis berlangsung pada organel subseluler berentuk seperti semangka yang disebut kloroplas. Kloroplas Merupakan Tempat Berlangsungnya Fotosintesis Pada tumbuhan. semakin tinggi energi setiap foton cahaya tersebut. Jumlah energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang cahayanya. sementara wilayah di luarnya dikenal sebagai stroma.

Dengan demikian. Klorofil a dan b memiliki spektrum penyerapan yang berbeda. Klorofil dapat berpartisipasi dalam transfer energi. klorofil yang tereksitasi mentransferkan energinya ke molekul lain. Reaksi-reaksi fotokimiawi fotosintesis merupakan reaksi tercepat diantara reaksi-reaksi kimiawi yang ada. klorofil a berwarna biru-hijau sementara klorofil b berwarna kuning-hijau. Klorofil yang tereksitasi dapat memancarkan-ulang foton dan dengan demikian kembali ke keadaan dasarnya. Proses keempat adalah fotokimia. pada keadaan tereksitasi klorofil memiliki empat jalur pelepasan energi. Klorofil a dan klorofil b serta karotenoid banyak ditemukan di dalam tumbuhan hijau. Proses yang dikenal sebagai fluoresensi. Namun demikian. Fotoeksitasi Klorofil Mengawali Reaksi Fotosintesis Ketika molekul menyerap suatu foton. setiap pigmen memiliki spektrum penyerapan. Dengan demikian. Seluruh organisme mengandung campuran lebih dari satu jenis pigmen dan setiap pigmen memerankan fungsi khusus. klorofil b berperan sebagai pigmen aksesoris.Fotosintesis terjadi di kloroplas daun dan batang yang berwarna hijau. energi dari foton diubah menjadi energi potensial elektron yang dinaikkan dari keadaan dasar ke keadaan tereksitasi. Oleh karena itu. sebagian besar karotenoid tampaknya berfungsi terutama dalam fotoproteksi: Bukannya meneruskan energi ke klorofil. Pigmen yang berbeda akan menyerap cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda dan panjang gelombang yang diserap akan menghilang. karena peran inilah karotenoid-krotenoid disebut sebagai pigmen aksesoris. .Pigmen-pigmen Berperan dalam Penyerapan Cahaya Ketika cahaya mengenai materi. dimana di dalamnya energi dari keadaan tereksitasi menyebabkan terjadinya reaksi-reaksi kimiawi. 3. Kecepatan reaksi yang luar biasa ini diperlukan untuk fotokimia agar dapat bersaing dengan tiga reaksi keadaan tereksitasi lain yang mungkin terjadi. diteruskan atau diserap. Fotosintesis adalah proses pembuatan makanan tanaman hijau. 4. Minggu. 5 September 2010 . 1. Foton cahaya matahari diserap terlebih dahulu oleh klorofil b dan energinya disalurkan ke klorofil a. Cahaya yang diserap ditransferkan ke klorofil untuk fotosintesis. 2. Selama transfer energi. senyawa ini malah menyerap dan melepaskan energi cahaya yang berlebihan. Klorofil nampak berwarna hijau karena klorofil menyerap cahaya merah dan biru sambil memantulkan cahaya hijau. yang jika tidak dilepas akan merusak klorofil. cahaya dapat dipantulkan. Keadaan teraksitasi bersifat tidak stabil sehingga prosesnya berlangsung sangat cepat. Karotenoid merupakan konstituen integral dari membran tilakoid dan biasanya terhubung erat dengan protein-protein pigmen antena dan pusat reaksi. tanpa pancaran foton. Energi cahaya pertama kali diserap oleh pigmen-pigmen yang terdapat di dalam kloroplas. Klorofil yang tereksitasi dapat kembali ke keadaan dasarnya melalui perubahan energi eksitasinya secara langsung menjadi panas.

Proses fotosintesis Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas (gambar 1). Bahan baku fotosintesis adalah karbon dioksida dan air. Struktur kloroplas . Gambar 1.Fotosintesis menjadi mungkin karena kemampuan pigmen klorofil menjebak cahaya. Sebagai contoh. Persamaan kimia total fotosintesis adalah sebagai berikut: Reaksi Reduksi – Oksidasi (Redoks) Reduksi adalah penambahan sebuah elektron (e) ke sebuah molekul penerima. Di selaput tilakoid. yang pada akhirnya disimpan dalam molekul gula. struktur selaput didalam sel mesofil daun. ditambahkan pada karbon dioksida untuk membentuk satuan gula. Masing-masing fotosistem mengandung sekitar 300 molekul pigmen yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam proses fotosintesis. Dalam sistem biologi. zat lainnya akan mengalami oksidasi. Reaksi redoks berperan penting dalam fotosintesis. sintesis gula dari karbon dioksida adalah reduksi karbon dioksisa. Kloroplas memiliki struktur halus di dalamnya – kantung-kantung selaput lempeng yang disebut tilakoid. Hidrogen yang diperoleh dengan membelah molekul air. Kapanpun suatu zat mengalami reduksi. klorofil dan pigmen aksesoris disusun menjadi kelompok-kelompok fungsi yang disebut fotosistem. Peristiwa penting saat fotosintesis adalah pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia. Pembuangan elektron (oksidasi) melepaskan energi. Oksidasi adalah pembuangan sebuah elektrin dari sebuah molekul. pembuangan atau penambahan elektron yang diturunkan dari hidrogen adalah mekanisme reaksi reduksi oksidasi yang paling sering. Penambahan elektron (reduksi) menyimpan energi dalam senyawa.

Fosforilasi Nonsiklik Energi cahaya kembali menghantam sebuah molekul klorofil a. Ada dua jenis fotosistem:Fotosistem I dan Fotosistem II. Reaksi fotokimia dan transpor elektron terjadi di selaput tilakoid. dimana re berarti tereduksi. Energi yang dilepaskan saat elektron melewati rantai transpor ini dipakai untuk mensintesis ATP (Adenosin Tri Posfat). Fd melewatkan elektron ke senyawa transisi dan kemudian ke Nikotamida Adenin Dinukleotida Phosfat (NADP).Masing-masing fotosistem ini memiliki pusat reaksi atau penjebak cahaya dimana molekul klorofil a yang spesial menjebak energi cahaya. molekul X tereduksi. Ion hidrogen berlebih dilepaskan saat ATP terbentuk. NADPH2 juga menarik sebuah proton H. Klorofil bertindak sebagai donor elektron dan kemudian menjadi penerima (akseptor) elektron. Tingkat energi sebuah elektron di P700 naik ke tingkat yang lebih tinggi. Ia menyumbangkan elektron terangsang yang kaya energi dan menerima balik elektron yang lemah (miskin energi). Fosfat inorganik dari cairan stroma disertakan dalam molekul ATP saat fosforilasi sintetik. Molekul X melewatkan elektron ke molekul penerima lainnya dan mengalami oksidasi dalam proses ini. Molekul klorofil di Fotosistem II diberi nama P680 karena molekul pigmen ini (klorofil a) menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nanometer. atau fiksasi karbon. NADPH2 menyimpan kedua elektron dan tidak meneruskannya lagi. transpor elektron. Energi dari NADPH2 akan menjadi sumber energi saat karbon dioksida tereduksi untuk membentuk gula. Pada akhirnya ia kembali ke P700. Dengan mendapatkan dua elektron tambahan. Tiap langkah reaksi reduksi-oksidasi ini dipercepat (katalis) oleh sebuah enzim khusus. Fotosintesis memerlukan energi dari ATP untuk mensintesis karbohidrat. Stroma adalah lokasi terjadinya fiksasi karbon. Elektron ini lepas dari P700 dan diterima X. Molekul pigmennya menyerap energi ini dan meneruskannya ke molekul pusat reaksi. Sesungguhnya ada dua molekul P700 yang melepaskan elektron saat peristiwa ini secara serempak. Ion ini disimpan di wadah penyimpan di tilakoid. NADP menerima kedua elektron (2e) tersebut dan menjadi NADPH2. Dalam menerima eletron. molekul klorofil a nya dinamakan P700 karena ia menyerap energi cahaya dari panjang gelombang 700 nanometer. sebuah senyawa yang mengandung besi. menjadi terangkat ke tingkat energi tinggi. Dari molekul penerima X. Selaput oval tilakoid mengelilingi sebuah vakuola atau wadah penyimpan dimana ion hidrogen disimpan hingga diperlukan dalam siklus Calvin. Energi elektron yang bertambah ini menyebabkannya lepas dari molekul P700 (klorofil a) dan menempel sementara di sebuah molekul penerima yang disebut X. Peristiwa Fotosistem I Fosforilasi Siklik – Transpor Elektron Energi cahaya menghantam sebuah fotosistem. dimana elektron diteruskan dari satu molekul penerima ke molekul penerima lainnya. Sebuah elektron di molekul pusat reaksinya. P700. elektron yang terangsang dapat melewati jalur yang berbeda dari yang menyusun ATP. elektron di lewatkan ke ferridoksin (Fd). Di Fotosistem I. Masing-masing tilakoid bertumpu di stroma atau zat lantai di kloroplas. . Terjadi sederetan peristiwa reaksi redoks. kemiosmosis dan fiksasi karbon. Fotosintesis melibatkan empat peristiwa biokimia: peristiwa fotokimia. Karenanya ia berubah nama menjadi NADPre. Pada peristiwa Fotosistem I.

tereksitasi. Gambar 2. P680.Tinjauan : Fotosistem I 1. Salah satu elektronnya terangkat ke tingkat energi tinggi 4. Jalur nonsiklis: 2e dari P700 ke X ke Fd ke NADP lalu NADP menjadi NADPre Peristiwa Fotosistem II Fotosistem II melibatkan sekitar 200 molekul di pusat reaksi klorofil a. Jalur siklis : e dari P700 ke X ke akseptor ke ATP. Pada ganggang hijau biru dan pada lumut (bryofita). termasuk flavoprotein dan sitokrom (cyt) . dan ganggang merah klorofil d. Jalur yang diikuti oleh elektron ini ada dua kemungkinan. menyisakan elektron bebas dan molekul oksigen: Protonnya berhubungan dengan NADPre. yaitu jalur siklis atau nonsiklis. sebuah elektron di pusat reaksi. Jalur fotosintesis melibatkan banyak langkah dan banyak produk serta katalis perantara. 2. Molekul pusat reaksi (P700) menyerap cahaya tersebut 3. Saat elektron bergerak sepanjang rantai transpor. Molekul Q melewatkan elektron lagi dalam sederetan molekul penerima yang melewatkan elektron terus menuju ke lubang di Fotosistem I yang terbentuk saat sintesis nonsiklis NADPre. Diyakini kalau P680 menarik elektron pengganti dari air. mereka kehilangan energi perlahan-lahan. Sebagian energi membentuk ATP. pada ganggang coklat klorofil c. pigmen penjebak cahayanya adalah klorofil b. pigmen penjebak cahaya tanaman hijau. Elektron energi tinggi ini lewat menuju sebuah molekul penerima elektron yang dilambangkan Q. Saat cahaya menyerang klorofil di Fotosistem II. Foton cahaya menghantam sebuah molekul klorofil a.

Sebagian PGAL ini dipakai untuk memperbaiki penyimpanan ribulosa bifosfat. membentuk sebuah senyawa karbon-6 yang tidak stabil. yang mengikat dengan karboksilase RuBP. Satu . Siklus Calvin. asam fosfogliserik (PGA). Fotorespirasi Fotorespirasi adalah sederetan peristiwa aneh yang terjadi di sel tanaman hijau saat ada sinar matahari. oksidasi ribulosa bifosfat terjadi. Karbon dioksida bergabung dengan gula karbon-5 ribulosa bifosfat (RuBp). titik awal siklus Calvin (Gambar 3). sebuah gula karbon-6. Saat karboksilase RuBP mendapatkan oksigen. Dalam peristiwa biasa. enzim karboksilase ribulosa bifosfat (RuBP) menyatu dengan sebuah kelompok karboksil menuju ribulosa bifosfat. NADPre dan ATP yang dihasilkan saat peristiwa Photosistem I dan Photosistem II sekarang dipakai untuk menempelkan karbon dioksida ke sebuah molekul organik. Pada saat fotorespirasi. kedua molekul PGAL menyatu menghasilkan pembentukan gula karbon-6. Aktivitas biokimia yang mengikutinya sudah dijelaskan dalam siklus Calvin. Ikatan energi tinggi putus dan fosfat dilepaskan.Rangkuman jalur elektron di Fotosistem I dan Fotosistem II sebagai berikut: Air menyerahkan 2e ke Fotosistem I menuju X menuju rantai transpor menuju Fotosistem II menuju Q menuju rantai transpor menuju NADPre menuju siklus Calvin. Gambar 3. oksigen. Kedua molekul PGA mengalami reduksi menjadi dua molekul fosfogliseraldehida (PGAL) dalam dua langkah berurutan. Lalu. Siklus Calvin Siklus Calvin adalah sederetan peristiwa fotosintesis dimana fiksasi karbon dioksida terjadi di stroma kloroplas. Gambar 2 menunjukkan jalur fotosintesis. menunjukkan langkah rumit yang membawa dari ribulosa difosfat (bifosfat) menuju glukosa. Enzim yang mempercepat siklus Calvin ada di stroma. diganti dengan sebuah atom hidrogen dari NADPH. Senyawa ini pecah menjadi dua molekul senyawa karbon-3. bukannya karbon dioksida.

karenanya tampak tidak berguna. Sebagian karbon dioksida yang dihasilkan dalam reaksi ini dilepaskan. Tanaman yang melakukan fotosintesis C4 memiliki susunan khusus di jaringan daunnya. Jalur Fotosintesis Hatch-Slack atau C4 Di akhir tahun 1960an.molekul PGA dan sebuah molekul karbon-2 dilepaskan. Proses ini tidak menggunakan sistem transpor elektron dan karenanya tidak menghasilkan energi. Ruang udaranya sangat kecil (Gambar 4). membentuk sebuah senyawa karbon-4. . sebuah tanaman iklim sedang. yang memasuki C3 atau siklus Calvin di sel lapisan buntalan fotosintetik. Susunan khusus ini disebut anatomi Kranz. Pada dasarnya inilah yang terjadi. jagung. Anatomi Kranz. Fotorespirasi mengoksidasi senyawa organik memakai oksigen dan hasilnya adalah pembuangan karbon dioksida. Sel-sel lapisan buntalan diposisikan dalam bentuk lingkaran mengelilingi buntalan pembuluh (terdiri dari tabung-tabung xilem dan floem). namun molekul karbon-2 meninggalkan kloroplas dan memasuki reaksi kimia di peroksisom dan metokondrion. Namun. tebu. ia justru memakai energi. malat. yang disebut C4 atau jalur fotosintesis Hatch-Slack. millet dan sorgum. diantaranya rumput kepiting. tiga ahli botani (Kortschak. PGA tetap berada dalam siklus C3. Tanaman di daerah tropis dan gurun dengan tingkat fotosintesis sangat tinggi adalah tanaman C4. Malat ditransfer ke sel-sel lapisan buntalan di daun. Senyawa karbon-4 ini memberikan karbon dioksida. juga melakukan fotosintesis C4. Hingga kini ilmuan belum tahu apa manfaat dari fotorespirasi bagi sel saat fotosintesis. Hatch dan Slack) menemukan jalur fotosintesis baru. sisanya dikembalikan ke kloroplas untuk ikut serta dalam fotosintesis. Gambar 4. Menariknya. Karbon dioksida menyatu dengan sebuah senyawa yang disebut PEP (Phosfoenolpiruvat). Sel lapisan buntalan mengelilingi buntalan pembuluh. Sel mesofil menyusun bagian interior daun lainnya.

Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.[4] Pada respirasi. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. dan energi kimia. air. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. PROSES FOTOSINTESIS 1. B. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. . dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbondioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida.MATERI A. karbondioksida. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 6H 2 O + 6CO 2 + cahaya → C 6 H 12 O 6 (glukosa) + 6O 2 Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. PENGERTIAN FOTOSINTESIS Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. alga. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof.

tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2. Hanya sebagian kecil saja yang bersifat heterotrof yang berarti bergantung pada materi yang dihasilkan oleh organisme lain. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Semua alga menghasilkan oksigen dan kebanyakan bersifat autotrof. Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. 2. Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. Fotosintesis pada Alga dan bakteri Alga terdiri dari alga multiseluler seperti ganggang hingga alga mikroskopik yang hanya terdiri dari satu sel. fotosintesis pada keduanya terjadi dengan cara yang sama. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid. Untuk menstabilkan kembali. REAKSI 1.klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm. C. maka panjang gelombang cahaya yang diserapnya pun lebih bervariasi. Hanya saja karena alga memiliki berbagai jenis pigmen dalam kloroplasnya. Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Reaksi Terang Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. yaitu fotosistem I dan II. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Meskipun alga tidak memiliki struktur sekompleks tumbuhan darat. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H + yang disebut sitokrom b6-f kompleks. sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. menuju mesofil. Dengan menggunakan elektron dari air. Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah: . Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama.

→ 4H + + O 2 + 2PQH 2 Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga. PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin.Reaksinya adalah: 4Fd (Fe 2+ ) + 2NADP + + 2H + → 4Fd (Fe 3+ ) + 2NADPH Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase. yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack.5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat.2H 2 O + 4 foton + 2PQ + 4H . Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut: Sinar + ADP + Pi + NADP + + 2H 2 O → ATP + NADPH + 3H + + O 2 2. yang dinamakan plastosianin (PC). Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II. Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah: 2PQH 2 + 4PC(Cu 2+ ) → 2PQ + 4PC(Cu + ) + 4 H + (lumen) Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I. Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim . Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1. yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. tapi mengandung kompleks inti terpisahkan. Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase. Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid. Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP. Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. Reaksi keseluruhan pada PS I adalah: Cahaya + 4PC(Cu + ) + 4Fd(Fe 3+ ) → 4PC(Cu 2+ ) + 4Fd(Fe 2+ ) Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH. Reaksi Gelap Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur.

yang melibatkan enzim Rubisco sebagai penambat CO2. Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH. Pada akhir reaksi Calvin. Pertama. ATP ini dapat terpakai sia-sia tanpa dihasilkannya glukosa. yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya. Tumbuhan C3 merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis. tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan C3 dan C4. Tumbuhan C4 adalah tumbuhan yang umumnya ditemukan di daerah tropis. yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan. Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa.rebisco. Siklus Hatch-Slack Berdasarkan cara memproduksi glukosa. ion H+ ditranspor dari stoma ke dalam trilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase. Pada fase regenerasi.3Pgaldehida. Enzim phosphophenol pyruvat carboxilase (PEPco) adalah enzim yang akan mengikat CO2 dari udara dan kemudian akan . RuBP merupakan enzim alosentrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas.3-bisPGA terbentuk. Tumbuhan ini melibatkan dua enzim di dalam pengolahan CO2 menjadi glukosa. Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas.2. Siklus Calvin-Benson Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. Reduksi ini tidak terjadi secara langsung. Ketiga. yang memasuki stroma daun sebagai ion H+. kemudian daur dimulai lagi.3bifosfogliserat (1. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1. reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloesetat yang memiliki empat atom karbon. reduksi. Kemudian pada fase reduksi. ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat.1. digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP. 2. Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas. jika kloroplas diberi cahaya. Jika kloroplas dibericahaya. 2. tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1. yang menyumbang 2 elektron. Hal ini dapat terjadi jika ada fotoresfirasi. tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol.3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP. Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP. ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1. reaksi ini distimulasi oleh NADPH. Secara bersamaan. Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi. Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati. reaksi ini distimulasi oleh Mg2+. Tumbuhan C3 memerlukan 3 ATP untuk menghasilkan molekul glukosa. dan regenerasi. Kedua. Namun. Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA). sebagian lainnya dibawa keluar. gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3fosforgliseradehida (3-Pgaldehida). di mana enzim Rubisco tidak menambat CO2 tetapi menambat O2. terletak di permukaan luar membran tilakoid. Tumbuhan ini menghasilkan glukosa dengan pengolahan CO2 melalui siklus Calvin. yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata.

Malat akan terkarboksilasi menjadi piruvat dan CO2. Dalam keseluruhan proses ini. pigmen fotosintesis dan membutuhkan bahan baku CO2 dan H2O Cahaya matahari. yang terjadi di sel mesofel.menjadi oksaloasetet. digunakan 5 FOTOSINTESIS Untuk anak-anakku SMAN 81 Indikator: Menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan fotosintesis dan hasilnya. Proses ini dinamakan siklus Hatch Slack. Oksaloasetat akan diubah menjadi malat. Membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum Menjelaskan tahapan reaksi fotosintesis. . reaksi terang dan reaksi gelap Menjelaskan proses reaksi terang dan reaksi gelap dan hasilnya. sedangkan CO2 akan masuk ke dalam siklus Calvin yang berlangsung di sel bundle sheath dan melibatkan enzim RuBP. Piruvat akan kembali menjadi PEPco. Peristiwa fotosintesis. melibatkan cahaya matahari.

Cahaya adalah bentuk radiasi elektromagnetik dari matahari cahaya yang tampak (visible light) adalah sebagian kecil dari total radiasi elektromagnetik yang mencapai bumi. Cahaya putih adalah gabungan dari seluruh panjang gelombang cahaya. Region merah dan biru dari spektrum cahaya yang tampak (visible light) adalah yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis

Pigmen Fotosintesis

1. Pigmen fotosintesis umumnya adalah klorofil dan karotenoid 2. klorofil a adalah pigmen yang jumlahnya banyak di tumbuhan. Klorofil a menyerap cahaya biru-ungu (430 nm) dan merah (662 nm) 3. Molekul klorofil mengandung hydrophobic phytol chain yang tertanam pada fosfolipid membran tilakoid dan cincin porphyrin ,yang mengandung magnesium sebagai pusat, berada diluar membran

Klorofil a Berwarna hijau kebiruan Rumus empiris C55H72O5N4Mg Mempunyai gugus samping metil (-CH3) pada organisme fotosintetik, kecuali bakteri

Klorofil b Hijau kekuningan Rumus empiris C55H70O6N4Mg Mempunyai aldehyde gugus samping (-CHO) Pada tumbuhan hijau dan alga hijau

Pigmen fotosintesis terdapat di daun(1), di Sel mesofil daun(2), jika kita ambil sebuah sel palisade (3), didalam kloroplas (4), dalam kloroplas terddapat granum (5,6)di membrane tilakoid (7) di fotosistem

Sumber: Brum and Mc. Kane, 1983

680 dan P. xantofil. klorofil b .Pigmen fotosintesis dibagi menjadi pigmen primer dan pigmen aksesori Pigmen primer : terdapat di pusat reaksi. merupakan pusat reaksi. ialah klorofil a yang terdiri dari P. Pigmen aksesori : pigmen yang dapat mengabsorpsi cahaya selain P680 dan P700 Contoh karotene. 700. Yaitu klorofil a yang dapat mengabsorpsi cahaya dengan panjang gelombang 680 nm dan 700 nm.

Setiap molekul pigmen dapat mengabsorpsi foton dari cahaya.Sumber: L. Hartanto. yang mengakibatkan pigmen primer melepaskan energinya II. menjadi tereksitasi dan menghasilkan energi. PROSES FOTOSINTESIS . terakhir diterima oleh pusat reaksi/pigmen primer/ klorofil a. kemudian energi berpindah. Biologi dasar. 2004.

proton digunakan membentuk ATP menjadi ADP yang disebut fotofosforilasi. STPM Biology. memompa proton ke ruang tilakoid. elektron tidak kembali ke pusat reaksi fotosistem 2 tetapi melewati plastocyanin ke pusat reaksi fotosistem 1. menjadi tereksitasi dan energinya berpindah ke pusat reaksi. sehingga peristiwa ini disebut reaksi non siklik fotofosforilasi Elektron yang kembali ke fotosistem II berasal dari air (fotolisis air) 2. Pelangi. Fotoaktivasi fotosistem I (P700) cahaya diabsorpsi oleh pigmen-pigmen di fotosistem I. akibatnya pusat reaksi mengeluarkan elektronnya.2003 Fotoaktivasi fotosistem II Elektron dari fotosistem II (P. elektron diterima reseptor ferredoxin.Sumber: Foo Yuen Kooi. seperti di fotosistem II.680) ditransfer ke reseptor Plastoquinone dan kemudian mentransfernya ke sistem transport elektron yang disebut b6-f kompleks. b6-f kompleks bertindak sebagai pompa proton. dari sini electron dapat digunakan untuk siklik maupun non siklik .

feredoxin terdapat di permukaan membrane tilakoid (terdapat enzim NADP reduktase) dan ketika melaluinya 2 e.Jika terjadi reaksi siklik elektron dari ferredoxin ke sistem transfer electron. STPM Biology.bergabumg dengan NADP+ dan H+ diluar membrane tilakoid membentuk NADPH Sumber: Foo Yuen Kooi.2003 SIKLUS CALVIN/ Reaksi Gelap NADPH dan ATP dari reaksi terang digunakan untuk reaksi gelap . b6-f compleks. dari ferredoxin. elektron menuju Fotosistem II ini merupakan tahap siklik Sedangkan jika terjadi reaksi non siklik. energi membentuk ATP. Pelangi.

Fiksasi ( pengikatan ) Pengikatan CO2 oleh RuBP /RDP ( Ribulosa Bi Phosphat ) 2. Langkah berikutnya proses reduksi karena senyawa tersebut berikatan dengan H2 yang berasal dari NADPH2. sumber fosfat adalah ATP 4. Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. Reaksi ini jika di sistematikkan ada 4 tahap yaitu : 1. PGAL mengalami fosforilasi menjadi RUBP kembali. Pelangi 1 Reaksi pengikatan/ fiksasi CO2 oleh molekul ribulose biphosphate (RuBP) . STPM Biology. PGA kemudian mengalami fosforilasi. 5. PGA adalah asam organic berkarbon 3. 3. 2 molekul PGAL akan membentuk satu molekul glukosa (6C) 6. kemudian dipecah menjadi 2 molekul phosphoglycerate acid (PGA). menjadi asam difosfogliserat (DPG). ATP. Hasil reaksi tersebut adalah persenyawaan diphosphoglyceraldehyde (PGAL) yang mengandung atom C 3. menambah satu ikatan fosfat.Sumber: Foo Yuen Kooi. Reduksi ( Pengurangan) Pembentukan PGA menjadi PGAL dengan mengurangi H pada NADPH menjadi NADP dan PhosphaDP . 5Cmembentuk senyawa sementara yang terdiri dari 6 C 2.

3. Regenerasi (pembentukan kembali) terjadi regenerasi senyawa RuBP dari sebagian besar PGAL yang telah dibentuk dari PGA 4. Sintesa ( pembentukan ) Glukosa dari PGAL, perlu diketahui satu molekul Glukosa dibentuk dari 2 PGAL. OK

Reaksi Gelap Calvin Benson • • • • • • • Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. membutuhkan enzim Rubisco untuk Fiksasi Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2, yang berasal dari udara bebas. Dari reaksi gelap ini, dihasilkan glukosa (C6H12O6), yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Secara umum, reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase), yaitu fiksasi, reduksi, dan regenerasi.

• •

Pada fase fiksasi, 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil itu kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya, 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat, dan membentuk 1,3-bifosfogliserat (PGA 1.3 biphosphat). Kemudian, 1,3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi, dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH, yang kemudian berubah menjadi NADP+, dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Selanjutnya terjadi sintesa , 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi, yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat.(RDP/RuBP)

• •

• •

Pada fase ini, 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. Jika mendapat tambahan gugus fosfat, maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat (RDP),

REAKSI TERANG DAN REAKSI GELAP
di 05:27 Diposkan oleh erfan baeh... 0 komentar

Oksigen yang dikeluarkan dari tumbuhan berasal dari air dan bukan CO2. Kloroplas menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen. Fotosintesis terdiri dari dua proses. Tahap tersebut adalah reaksi terang dan reaksi gelap.
Reaksi terang

Reaksi terang merupakan tahap fotosintesis yang mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Kloroplas menyerap cahaya dan cahaya menggerakkan transfer elektron dan hidrogen ke penerima yaitu NADP+ (nikotinamida adenine dinukleotida fosfat). Pada proses ini, air terurai. Reaksi terang pada fotosintesis ini melepaskan O2. Pada reaksi terang, tenaga matahari mereduksi NADP+ menjadi NADPH dengan menambahkan sepasang electron bersama dengan nukleus hidrogen. Pada reaksi terang juga terjadi fosforilasi yang mengubah ADP menjadi ATP. Jadi energy cahaya diubah menjadi energi kimia dengan pembentukan NADPH: sumber dari elektron berenergi, dan ATP; energy sel yang serba guna. Reaksi Gelap

dimana senyawa ini direduksi oleh H+ dari NADPH. yaitu fiksasi. 6 molekul ribulosa difosfat mengikat 6 molekul CO2 dari udara dan membentuk 6 molekul beratom C6 yang tidak stabil yang kemudian pecah menjadi 12 molekul beratom C3 yang dikenal dengan 3-asam fosfogliserat (APG/PGA). Selanjutnya. dihasilkan glukosa (C6H12O6).3-bifosfogliserat. 2 molekul fosfogliseraldehid melepaskan diri dan menyatukan diri menjadi 1 molekul glukosa yang beratom 6C (C6H12O6). 10 molekul fosfogliseraldehid yang tersisa kemudian masuk ke dalam fase regenerasi. yang dihasilkan dari reaksi terang. dan regenerasi. yang sangat diperlukan bagi reaksi katabolisme. dan CO2. yang kemudian berubah menjadi NADP+. dan terbentuklah 12 molekul fosfogliseraldehid (PGAL) yang beratom 3C. Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH. Ribulosa difosfat ini yang nantinya akan mengikat CO2 dalam reaksi gelap. Selanjutnya.Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam fotosintesis. yaitu pembentukan kembali ribulosa difosfat. karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson. Reaksi ini tidak membutuhkan cahaya. 10 molekul fosfogliseraldehid berubah menjadi 6 molekul ribulosa fosfat. yang berasal dari udara bebas. Pada fase fiksasi. 3-asam fosfogliserat ini mendapat tambahan 12 gugus fosfat. Secara umum. reduksi. Kemudian. reaksi gelap dapat dibagi menjadi tiga tahapan (fase). dan membentuk 1. Jika diberikan gugus fosfat kedua dari ATP maka dihasilkan ribulosa difosfat (RDP). Pada fase ini. Dari reaksi gelap ini. Salah satu substansi penting dalam proses ini ialah senyawa gula beratom karbon lima yang terfosforilasi yaitu ribulosa fosfat. maka ribulosa fosfat akan berubah menjadi ribulosa difosfat . 1.3-bifosfogliserat masuk ke dalam fase reduksi. Jika mendapat tambahan gugus fosfat. Reaksi gelap terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma. Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson.

ahli botani Inggris. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. alga. Ia berpendapat faktor itu adalah udara. Tapi pada tahun 1720. seorang Flandria (sekarang bagian dari Belgia). Stephen Hales berhipotesis bahwa pasti ada faktor lain selain air yang berperan.unila. Pada awal tahun 1600-an. http://blog. Sejarah Perkembangan Fotosintesis Meskipun masih ada langkah-langkah dalam fotosintesis yang belum dipahami. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Fotosintesis Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan. persamaan umum fotosintesis telah diketahui sejak tahun 1800-an. yang kemudian kembali mengikat CO2 dan menjalani siklus reaksi gelap. dan glukosa (C6H12O6). seorang dokter dan ahli kimia. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis.(RDP). RDP (ribulosa difosfat). Helmont menyimpulkan bahwa massa tumbuhan bertambah hanya karena pemberian air. Reaksi gelap ini menghasilkan APG (asam fosfogliserat). Dari penelitiannya. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. begitu setrusnya.ac. Jan van Helmont. menemukan bahwa ketika ia menutup sebuah lilin menyala dengan sebuah toples . Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Joseph Priestley. melakukan percobaan untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan massa tumbuhan bertambah dari waktu ke waktu. ALPG (fosfogliseraldehid). Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.id/suryantoro/2010/06/02/reaksi-terang-dan-reaksi-gelap/ You might also like: • RDP/RuBP kemudian kembali akan mengikat CO2 lagi . seorang ahli kimia dan pendeta.

terbalik. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung. Ia menemukan bahwa peningkatan massa tumbuhan bukan hanya karena penyerapan karbon dioksida Pada tabun 1937 : Robin Hill mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untak memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. yang satu dengan energi kimia dan yang lain dengan hydrogen 2. sedang O2 tetap dalam keadaan bebas. Cahaya matahari bereaksi dengan klorofil. Jean Senebier. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Priestley menyimpulkan bahwa nyala lilin telah “merusak” udara dalam toples itu dan menyebabkan matinya tikus. tikus itu akan mati lemas. dokter kerajaan Austria. Tidak lama kemudian. Ia kemudian menemukan bila ia meletakkan tikus dalam toples terbalik bersama lilin. Fotosintesis pada tumbuhan Tumbuhan bersifat autotrof. Akhirnya di tahun 1796. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. dari senyawa anorganik. Reaksi ini mengeluarkan oksigen. Pada tahun 1778. Dari kedua percobaan itu. Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. nyalanya akan mati sebelum lilinnya habis terbakar. Karbohidrat yang dihasilkannya menjadi gula. Yang sedang menunggu ialah karbondioksida dalam senyawa penerima. Perhatikan persamaan reaksi yang menghasilkan glukosa berikut ini: 12H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Anak panah menggambarkan gerakan koenzim yang bermuatan ini. air. Peristiwa ini disebut reaksi gelap NADPH2 akan bereaksi dengan CO2 dalam bentuk H+ menjadi CH20. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tanpa menggunakan cahaya. Di sini ada satu koenzim yang bermuatan melepaskan muatan energinya untuk menggerakkan penyatuan penting antara muatan hidrogen koenzim yang satu dengan karbon yang menunggu. Theodore de Saussure berhasil menunjukkan hubungan antara hipotesis Stephen Hale dengan percobaan-percobaan “pemulihan” udara. dan yang jauh lebih penting ialah bahwa reasi ini “memuati” dua koenzim. Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang). H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2. Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan. menunjukkan bahwa udara yang “dipulihkan” dan “merusak” itu adalah karbon dioksida yang diserap oleh tumbuhan dalam fotosintesis. 3. gula (glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida. Ia juga menunjukkan bahwa tikus dapat tetap hidup dalam toples tertutup asalkan di dalamnya juga terdapat tumbuhan. seorang pastor Perancis. Ia kemudian menunjukkan bahwa udara yang telah “dirusak” oleh lilin tersebut dapat “dipulihkan” oleh tumbuhan. proses matahari membuat gula 1. dan memecah air menjadi komponen dasarnya. dan energi kimia. Jan Ingenhousz. mengulangi eksperimen Priestley. Pada respirasi. hasil dasar fotosintesis . Ia menemukan bahwa cahaya matahari berpengaruh pada tumbuhan sehingga dapat “memulihkan” udara yang “rusak”.

Pada dasarnya. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. . tepatnya pada bagian stroma. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Proses fotosintesis Pada tumbuhan. Kedua koenzim yang muatannya dibongkar itu kemudian kembali untuk dimuati lagi dan mengulang daur tadi. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). Namun secara umum. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini.4.

Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan. Pada tumbuhan dan alga. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas. Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Reaksi terang Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan . Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan. Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut kloroplas. satuan pertukaran energi dalam sel. Reaksi ini memerlukan molekul air. menuju mesofil. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. namun sebagian besar energi dihasilkan di daun.1. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer). kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. Proses ini berlangsung di grana Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II.

Bakteri fotosintetik. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. 2 H20 ——> 2 NADPH2 + O2 . melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. bukan dari karbon dioksida.B. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer.panjang tertentu. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis. selain sianobakteri. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C. Di dalam daun.

. Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya) dan berlangsung di stroma.2. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa). Reaksi gelap ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia..

Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya. laju fotosintesis akan berkurang. makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh. 2. laju fotosintesis akan naik.CO2 + 2 NADPH2 + O2——>NADP + H2 + CO + O + H2 +O2 2 H2O + CO2 ——> CH2O + O2 atau 12 H2O + 6 CO2 ——> C6H12O6 + 6 O2 Faktor penentu laju fotosintesis atau Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis: 1. . Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. 4. menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis. 5. 3. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim. Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang.

sumber energi ini tersimpan dalam molekulmolekul organik seperti karbohidrat. Sebagian autotrof mengkonsumsi sisa-sisa organisme mati.6. tinja dan daun-daun yang gugur.1999). para ahli biologi menyebut autotrof sebagai produsen biosfer (Campbell. satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang menjadi tempat bergantung seluruh kehidupan ialah fotosintesis (Kimball. menyebabkan hererotrof ini hidup tergantung pada senyawa yang dihasilkan oleh organisme lain. Autotrof membuat molekul organik mereka sendiri dari bahan mentah anorganik yang diperoleh dari lingkuannya. Oleh karena alasan inilah. Organisme memperoleh senyawa organik yang digunakan untuk dan rangka karbon dengan satu atau dua cara utama: nutrisi autotrofik atau heterotrofik. Heterotrof ini dikenak sebagai pengurai. Sebagian besar fungi dan banyak . Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh JALUR POTOSINTESIS FOTOSINTESIS Pengertian Fotosintesis Organisme dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tak henti-hentinya. Untuk tujuan praktis. Autotro dapat diartikan bahwa dapat menyediakan makanan bagi diri sendiri hanya dalam pengertian bahwa autotrof dapat mempertahankan dirinya sendiri tanpa memakan dan menguraikan organisme lain.2002). heteritrif merupakan komponen biosfer. Fotosintesis menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di dunia baik secara langsung atau tidak langsung. hidup dan tumbuh dengan memasukkan molekul-molekul organik ke dalam sel-selnya. Organisme heterotrof memperoleh materi organik melalui cara pemenuhan nutrisi kedua. Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Organisme heterotrofik seperti ragi dan kita sendiri. menguraikan dan memekan sampah seperti bangkai. Ketidakmampuan dalam membuat makanan mereka sendiri.

2002).2002) Karbohidrat C6H12O6 ialah glukosa. sebagai pengganti H2O dipakai zat pereduksi yang lebih kuat seperti H2. Persamaan itu dapat disederhanakan dengan memperlihatkan selisih konsumsi air: 6CO2 + 6H2O + energi cahaya ----> C6H12O6 + 6O2 (Campbell. H2S dan H2R (R adalah gugus organik).2002) Dalam bakteri berfotosintesis. Air muncul pada kedua sisi persamaan itu karena 12 molekul dikonsumsi dan 6 molekul terbentuk lagi selama fotosintesis. Dengan menggunakan rumus molekul. bagian-bagian tumbuhan yang berwarna hijau menghasilkan bahan organik dan oksigen dari karbon dioksida dan air.jenis bakteri memperoleh makana dengan cara seperti ini. Hampir seluruh heterotrof. Persamaan reaksinya adalah: 2CO2 + 2H2R -----> 2C2O + O2 +2R karbohidrat (Wirahadikusumah. benar-benar tergantung pada fotoautotrof untuk mrndapatkan makanan dan juga untuk mendapatkan oksigen. yang merupakan produk samping fotosintesis (Campbell.2002). Tempat Berlangsung Fotosintesis . tetapi sumber itu bermacammacam (Campbell. persamaan kimia fotosintesis adalah: 6CO2 + 12 H2O + energi cahaya -----> C6H12O6 + 6O2 + 6H2O (Campbell.1985) Bakteri menggunakan H2R dan menggunakan hidrogen untuk membuat gula. termrasuk manusia. Jalur Fotosintesis Dengan keberadaan cahaya. Dari reaksi kimia tersebut dapat dikatakan bahwa semua organisme fotosintetik membutuhkan sumber hidrogen.

terpacu pertumbuhan dan perkecambahan dalam keadaan terang. Semua bagian yang berwarna hijau pada tumbuhan. Warna daun berasal dari klorofil.1985). memiliki kloroplas. yaitu klorofil (Wirahadikusumah. 2011) Peranan Cahaya pada Perkecambahan Biji Sebagian besar spesies tumbuhan. pigmen warna hijau yang terdapat dalam kloroplas. Panjang gelombang merah jauh dari sinar . termasuk batang hijau dan buah yang belum matang. proses fotosintesis pada umumnya berlangsung dalam organel khusus yang disebut plastid. Terdapat ± setengah juta kloroplas tiap milimeter persegi permukaan daun.Di dalam tumbuhan.2002). tetapi daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis pada sebagian besar tumbuhan. Gambar. Namun biji juga dapat terhambat perkecambahanyya oleh cahaya. Plastid mengandung senyawa. Energi cahaya yang diserap klorofil inilah yang menggunakan sintesis molekul makanan dalam kloroplas (Campbell. Siklus Karbon (Anonim2.

1994).Panjang hari . pengukuran cahaya yang digunakan dalam fotosintesis seringkali berdasarkan densitas aliran foton. pengukuran cahaya untuk fotosintesis biasanya didasarkan pada densitas aliran foton dalam panjang gelombang 400 dan 700 nm tersebut (Michael. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah radiasi yang diterima pada suatu hari : . Karena panjang gelombang antara 400 dan 700 nm itu paling efisien digunakan dalam fotosintesis. Densitas aliran foton ialah jumlah foton yang menumbuk suatu luas permukaan tertentu per satuan waktu. Ciri Cahaya yang Digunakan dalam Fotosintesis Cahaya tampak sebagai sumber energi yang digunakan tumbuhan untuk fotosintesis merupakan bagian spektrum energi radiasi. Hanya foton dengan panjang gelombang antara 390 dan 760 nm memiliki tingkat energi yang cocok untuk fotosintesis.1995). Karena penggiatan pigmen merupakan akibat langsung interaksi antara foton dan pigmen. menyebabkan ionisasi dan kerusakan pigmen. Di atas 760 nm foton tidak memiliki cukup energi dan di bawah 390 nm foton memiliki terlalu banyak energi. dan bukan berdasarkan energi. Biji yang biasanya berkecambah dalam gelap akan terhambat oleh cahaya. Tidak seluruh foton mempunyai tingkat energi yang cocok untuk menggiatkan pigmen daun. Biji yang biasa berkecambah dalam gelap akan mengalami dormansi atau fase istirahat saat terkena cahaya dalam tingkat intensitas tertentu (Salisbury. Cahaya biru juga kadang menghambat. Biji yang membutuhkan cahaya untuk berkecambah disebut fotodorman. Reaksi cahaya dalam fotosintesis merupakan bagian akibat langsung penyerapan foton oleh molekul pigmen seperti klorofil.matahari hampir selalu merupakan panjang gelombang yang paling menghambat.Sudut yang dibentuk matahari yang menuju titik tersebut .

C4. Lokasi terjadinya assosiasi awal ini adalah di sel-sel mesofil (sekelompok sel-sel yang mempunyai klorofil yang terletak di bawah sel-sel epidermis daun). kacang-kacangan. Pada tanaman C4. Tanaman C3 dan C4 A. enzim yang menyatukan CO2 dengan RuBP (RuBP merupakan substrat untuk pembentukan karbohidrat dalam proses fotosintesis) dalam proses awal assimilasi. Tumbuhan C4 dan CAM lebih adaptif di daerah panas dan kering dibandingkan dengan tumbuhan C3.. hasil dari kompetisi antara CO2 dan O2 akan lebih menguntungkan CO2. seperti gandum. Sebagian besar tanaman pertanian. Namun tanaman C3 lebih adaptif pada kondisi kandungan CO2 atmosfer tinggi. yang terjadi pada siang hari) . yaitu C3. jarak antara bumi dan matahari dan kemampuan bumi untuk memantulkan cahaya (Michael.proses pembongkaran karbohidrat untuk menghasilkan energi dan hasil samping.Faktor lain seperti fluktuasi pancaran matahari. kedelai. tumbuhan dibagi ke dalam tiga kelompok besar. Tanaman C3 dan C4 dibedakan oleh cara mereka mengikat CO2 dari atmosfir dan produk awal yang dihasilkan dari proses assimilasi.Jumlah partikel di dalam atmosfer . sehingga fotorespirasi terhambat dan assimilasi akan bertambah besar.1994). juga dapat mengikat O2 pada saat yang bersamaan untuk proses fotorespirasi (fotorespirasi adalah respirasi. Jika konsentrasi CO2 di atmosfir ditingkatkan.Jumlah atmosfer yang dilewati radiasi sebagai fungsi dari sudut datang sinar matahari . CO2 diikat oleh PEP (enzym pengikat CO2 pada tanaman C4) yang tidak dapat mengikat O2 sehingga tidak terjadi kompetisi antara CO2 dan O2. CO2 yang sudah terikat oleh PEP kemudian ditransfer ke . kentang. Pengantar Berdasarkan tipe fotosintesis. dan CAM (crassulacean acid metabolism). Pada tanaman C3. dan kapas merupakan tanaman dari kelompok C3.

. tanaman C3 akan lebih beruntung dari tanaman C4 dalam hal pemanfaatan CO2 yang berlebihan. pada C3 karbon dioxida masuk ke siklus calvin secara langsung. Contoh tanaman C3 antara lain : kedele. Tanaman C3 mempunyai suatu peran penting dalam metabolisme. kentang. kacang tanah. dll Gambar tanaman C3 Contoh tanaman C4 adalah jagung. Karena tingginya konsentasi CO2 pada sel-sel bundle sheath ini. maka O2 tidak mendapat kesempatan untuk bereaksi dengan RuBP. Tanaman C3 dapat kehilangan . Tanaman C3 Fotosintesis C3 berbeda dengan C4. Struktur kloroplas pada tanaman C3 homogen. dengan meningkatnya CO2 di atmosfir. 2011) B.sel-sel "bundle sheath" (sekelompok sel-sel di sekitar xylem dan phloem) dimana kemudian pengikatan dengan RuBP terjadi. sehingga fotorespirasi sangat kecil dan G sangat rendah. sorgum dan tebu Gambar tanaman C4 (Anonim1. laju assimilasi tanaman C4 hanya bertambah sedikit dengan meningkatnya CO2 Sehingga. tanaman C3 mempunyai kemampuan fotorespirasi yang rendah karena mereka tidak memerlukan energi untuk fiksasi sebelumnya. PEP mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap CO2. sehingga reaksi fotosintesis terhadap CO2 di bawah 100 m mol m-2 s-1 sangat tinggi.

tanaman ini termasuk salah satu group phylogenik. semua jenis tanaman tidak tahan IC penuh. • Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam fase pembibitan • Pada fase bibit. naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit saja. hasil fotosintesis cukup untuk respirasi dan sisanya untuk pertumbuhan Dampak pemberian naungan terhadap iklim mikro • Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40% . juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian gulma • Di bawah penaung. bersih dari gulma terutama rumputan • Semakin jauh dari penaung. Konsep dasar reaksi gelap fotosintesis siklus Calvin (C3) adalah sebagai berikut : CO2 diikat oleh RUDP untuk selanjutnya dirubah menjadi senyawa organik C6 yang tidak stabil yang pada akhirnya dirubah menjadi glukosa dengan menggunakan 18ATP dan 12 NADPH. butuh 3040%. diatasi dengan naungan • Pada tanaman kelompok C3.20 % carbon dalam siklus calvin karena radiasi. 2011). tetapi sepanjang siklus hidup tanaman • Meskipun dengan semakin dewasa umur tanaman. Untuk menghasilkan satu molekul glukosa diperlukan 6 siklus C3 (Anonim1. Naungan: • Merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi. gulma mulai tumbuh semakin cepat • Titik kompensasi gulma rumputan dapat ditentukan sama dengan IC pada batas mulai ada pertumbuhan gulma • Tumbuhan tumbuh ditempat dg IC lebih tinggi dari titik kompensasi (sebelum tercapai titik jenuh). intensitas naungan semakin dikurangi • Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok.Siklus ini terjadi dalam kloroplas pada bagian stroma.

Butiran hujan selain membawa molekul air juga membawa banyak materi yang penting bagi kehidupan. dan tumbuhan tertentu lain tidak mengikat karbon dioksida secara langsung. Tumbuhan yang menggunakan jalur ini disebut tumbuhan C4 atau tumbuhan 4 karbon (Anonim1. Tanpa adanya mekanisme seperti itu. Air yang berasal dari hujan merupakan fenomena alam yang paling penting bagi terjadinya kehidupan di bumi. Data curah . bukanlah senyawa 3-C asam fosfogliserat (PGA). OMBROMETER Mekanisme kompleks kehidupan tidak mungkin berfungsi tanpa kehadiran cairan yang berupa air. seperti material pupuk yang lengkap bagi tumbuhan. Pada tumbuhan ini senyawa pertama yang terbentuk setelah jangka waktu pelaksanaan fotosintesis yang sangat pendek. maka mungkin saat ini jumlah jenis tanaman tidak akan sebanyak yang kita ketahui. Metode alternatif fiksasi karbon dioksida untuk fotosintesis ini disebut jalur Hatch-Slack. jagung (Zea mays). Bagian besar bumi dan makhluk hidup juga terdiri atas air. Dengan adanya alat pengukur curah hujan ini kita dapat mengetahui banyaknya curah hujan yang terjadi setiap waktu. Alat pengukur curah hujan (Ombrometer) adalah alat untuk mengukur curah hujan yang terjadi pada suatu daerah baik pedesaan. atau-pun propinsi yang mengacu pada standar WMO (World Metrological Organitation). 2011). kecamatan. melainkan senyawa 4-C asam oksaloasetat (OAA). Dengan adanya air hujan diperkirakan sekitar 150 ton pupuk jatuh ke bumi setiap tahunnya. Tanaman C4 Tebu (Saccharum officinarum).• Mengurangi aliran udara disekitar tajuk • Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil (60-70%) • Mengurangi laju evapotranspirasi • Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman C.

temperatur.lipi. SAM REAKSI GELAPFotosintesis .go. kelembaban udara.id. 2. Database curah hujan di setiap daerah dapat diakses secara online dan setiap saat sehingga dapat memprediksi terjadinya banjir di suatu daerah. 4. 5. Pencatatan waktu dalam data curah hujan menggunakan waktu yang tertelusur ke time server ntp. Memudahkan BMG dalam mengamati curah hujan pada suatu daerah. Mengukur curah hujan secara otomatis.hujan yang dihasilkan secara otomatis dari alat pengukur curah hujan ini dapat dikirimkan secara online melalui internet dengan operating sistem IGOS dan disimpan dalam suatu database yang dapat diakses oleh siapa saja melalui internet. dan sebagainya. Software aplikasi dapat dikembangkan menjadi Sistim Informasi Monitoring banjir.kim. Gambar alat pengukur curah hujan Keunggulan 1. 6. Memberikan data hidrologi untuk kepentingan depertemendepartemen yang terkait. 3.

Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis. tepatnya pada bagian stroma. Pada tumbuhan. dan beberapa jenis bakteri dengan menggunakan zat hara. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. Namun secara umum. Hingga sekarang fotosintesis masih terus dipelajari karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. alga. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama. sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis. Dalam reaksi terang. Reaksi terang terja di pada grana (tunggal: granum). Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi .Fotosintesis ada lah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan. Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Pada dasarnya. yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang. maupun biologi sendiri. semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini. seperti fisika. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.> Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. karbondioksida. dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya matahari. terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2). kimia. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida).

sat glukosa. fotosintesis memberikan manfaat yang besar bagi keadan suhu atau udara di bumi. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis. Download animasi Mini-lab fotosintesis disini Posted by zhy's blog at 9:27 PM Labels: khusus. semakin banyak tanaman semakin besar oksigen yang dihasilkan. science 2 comments: Faizin_heem said.600 nm). Sebagai contoh.. hijau kuning (510 .700 nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 . Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron. yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Membantu arus energy. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan.. Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang. klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah.. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. protein dan lipid.500 nm) dan violet (< 400 nm). 2011 6:49 AM Dian Sulist Science said. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. batang.. Kloroplas mengandung beberapa pigmen. dan akan dapat mengurangi efek dari global worming May 5. Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula. buah dan biji. April 30. daun. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. biru (410 . Disimpan dalam bentuk cadangan makanan yang berupa : zat amilum. Serta dapat disimpan dalam akar. Berasal dari zat makanan yang tidak dioksidasi.siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH). 2011 7:54 AM . manfaat fotosintesis antara lain Membantu metabolisme tubuh.

Post a Comment Links to this post Create a Link Newer Post » « Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Kalender .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful