P. 1
Jenis Dan Macan Lantai

Jenis Dan Macan Lantai

|Views: 5,615|Likes:
Published by spmbstan

More info:

Published by: spmbstan on May 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2015

pdf

text

original

A floor is the walking surface of a room or vehicle.

Floors vary from simple dirt in a cave to many-layered surfaces using modern technology. Floors may be stone, wood, bamboo, metal, or other material that can hold a person's weight. The levels of a building are often referred to as floors and are described in the article storey. This article describes the structure of floors. Floors typically consist of a subfloor for support and a floor covering used to give a good walking surface. In modern buildings the subfloor often has electrical wiring, plumbing, and other services built in. Because floors meet many needs, some essential to safety, floors are built to strict building codes.

Jenis dan macan lantai Where a special floor structure like a floating floor is laid upon another floor then both may be referred to as subfloors. Special floor structures are used for a number of purposes:
• • • • • • •

Balcony, a platform projecting from a wall Floating floor, normally for noise or vibration reduction Glass floor, as in glass bottomed elevators Nightingale floor makes a noise when an intruder walks on it Raised floor, utilities underneath can be accessed easily Sprung floor, improves the performance and safety of athletes and dancers

Floor covering

An example of a flooring job.

Floor covering
is a term to generically describe any finish material applied over a floor structure to provide a walking surface. Flooring is the general term for a permanent covering of a floor, or for the work of installing such a floor covering. Both terms are used interchangeably but floor covering refers more to loose-laid materials. Materials almost always classified as floor covering include carpet, area rugs, and resilient flooring such as linoleum or vinyl flooring. Materials commonly called flooring include wood flooring, ceramic tile, stone, terrazzo, and various seamless chemical floor coatings.[1] The choice of material for floor covering is affected by factors such as cost, endurance, noise insulation, comfort and cleaning effort. Some types of flooring must not be installed below grade (lower than ground level), and laminate or hardwood should be avoided where there may be moisture or condensation. The sub-floor may be finished in a way that makes it usable without any extra work, see:
• •

Earthen floor adobe or clay floors Solid ground floor cement screed or granolithic

Carpet Carpet is a floor covering woven or felted from natural or man-made fibers. Fitted carpet is attached to the floor structure, extends wall-to-wall, and cannot be moved from place to place. An underlay can extend carpet life and improve comfort. Laminate Laminate is a floor covering that appears similar to hardwood but is made with a plywood or medium density fiberboard ("MDF") core with a plastic laminate top layer. Laminate may be more durable than hardwood, but cannot be refinished like hardwood. Laminate flooring is available in many different patterns which can resemble different woods or even ceramic tile. It usually locks or taps together. Area rugs Rugs are also woven or felted from fibers, but are smaller than the room in which they are located, have a finished edge, and usually lie over another finished floor such as wood flooring. Rugs may either be temporarily attached to the flooring below by adhesive tape or other methods to prevent creep, or may be loose-laid.

Resilient flooring Resilient flooring includes many different manufactured products including linoleum, sheet vinyl, vinyl composition tile, cork (sheet or tile), and others. Wood flooring Many different species of wood are fabricated into wood flooring in two primary forms: plank and parquet. Bamboo flooring is also available. While bamboo is technically not a wood, bamboo flooring is installed and functions much like wood flooring. Reclaimed lumber has a unique appearance and is green. Ceramic tile Ceramic tile includes a wide variety of clay products fired into thin units which are set in beds of mortar or mastic with the joints between tiles grouted. Varieties include quarry tile, porcelain tile, terra cotta tile, and others. Stone Many different natural stones are cut into a variety of sizes, shapes, and thicknesses for use as flooring. Stone flooring is usually set in mortar and grouted similar to ceramic tile. Terrazzo Terrazzo consists of marble or other stone aggregate set in mortar and ground and polished to a smooth surface. Seamless chemical flooring Many different seamless flooring materials are available. These are usually latex, polyester, or epoxy compounds which are applied in liquid form to provide a completely seamless floor covering. These are usually found in wet areas such as laboratories or food processing plants. Other floorings
• • • • • • •

Linoleum Marble Mosaic Parquetry Performance surface flooring for dance or athletics Rubber Tile Includes slate, ceramic and stone tiles

1. Jenis dan macam lantai

a.

Keramik Bahan penutup lantai memiliki keragaman jenis, corak, dan bahan pembentuknya. Mulai dari batu alam seperti granit, dan marmer, hingga penutup lantai yang dibuat pabrikan seperti keramik dan vinyl. Untuk yang menyukai unsur kayu, Anda bisa memilih bahan parket. Tapi bahan keramik tampaknya masih menjadi primadona. Keramik, siapa yang tak kenal bahan penutup lantai ini. Masyarakat di pedesaan pun sekarang telah beralih ke penutup lantai jenis ini dan meninggalkan penutup lantai yang hanya terbuat dari semen.

Meluasnya pemakaian keramik di lapisan masyarakat karena keramik memiliki keragaman warna, corak, dan bentuk, yang terpenting lagi adalah keragaman harga. Tentu keramik yang murah, kualitasnya akan lebih rendah. Tapi bukan berarti keramik jenis ini pun tidak tahan lama. Beberapa konsumen di daerah membuktikan bahwa perbedaan harga hanya tercermin dalam corak dan warna, sedangkan ketahanan tak jauh berbeda. Keramik Masih Menjadi Primadona Banyak orang memilih keramik sebagai material lantai. Jenis, ukuran, dan beragam harga serta kualitas menjadikan keramik sebagai primadona. Saat ini keramik tidak hanya putih polos dengan ukuran 30x30cm. Seiring perkembangnya, produk keramik pun ikut berwarna. Saat ini keramik banyak menawarkan sesuatu yang baru. Ada yang permukaannya mirip dengan kayu, lengkap dengan tekstur dan ukuran yang memanjang. Ada pula yang menawarkan tekstur mirip bambu, granit bahkan sampai yang nyaris sama dengan batu candi. Selain itu, kini juga hadir motif random (acak); motif pada tiap piece berbeda satu sama lain dan acak. Pilihan akan keramik didasarkan atas durabilitasnya. Pemilihan untuk dapur dan kamar mandi, serta untuk ruang lain ditiap sudut rumah jelas berbeda.

Keramik berbeda dengan bahan penutup lantai lain, contoh "tegel" yang berpori besar. Dia jusru berpori kecil sehingga tidak menyerap air. Bercak yang timbul dari rembesan air "tegel" atau ubin tidak akan terjadi pada keramik. Bahkan keramik dengan kualitas tinggi, tahan terhadap gesekan, tekanan, dan noda. Satu hal lain dari keramik yang menjadi pilihan utama calon pemilik rumah, yaitu mudah dalam hal pemasangan dan perawatan. Dengan hanya menyapu, mengepel, dan kalau perlu disikat. Selain dua keunggulan tadi, keramik juga tahan api dan rayap. Dengan perbagai keunggulan yang tersaji pantaslah keramik menjadi primadona. Spesifikasi Keramik Lantai

Aneka keramik ada di pasaran. Mulai dari ukuran hingga jenisnya. Mari kita lihat segala tentang keramik. Keramik hadir dengan banyak pilihan ukuran, warna serta motif. Ukuran standar yang sering kita temui di pasar antara lain, 20x20cm, 30x30cm, 20x25cm, 25x33cm, 33.3x50cm, 32.5x49cm, 32.5x65.6cm, 33.3x33.3cm, 45x45cm, dan 33.3x66.6cm. Ukuran yang bervariasidiharapkan dapat membantu banyak pemilik rumah bereksplorasi denganya. Terlebih agar penggunaan keramik dapat memberi banyak ide dan cocok dengan ukuran ruangan. Selain itu juga agar sampah sisa keramik tak terlalu banyak, sehingga merugikan penggunanya. Tentu bagaimanapun sampah sisa proyek pembangunan tak bisa dihindari. Namun dengan keberagaman ukuran tadi, paling tidak membuat pemilik rumah atau kontraktor dapat memiliki ukuran yang sesuai kebutuhan. Terlebih lagi selain soal ukuran, produsen keramik juga telah membuat aneka motif yang dinamis, atraktif, dan memiliki citarasa seni. Berikut ini kami sampaikan beberapa jenis keramik berdasar proses pembuatannya, karakter permukaan, dan daya tahan. Penggolongan ini antara lain dapat membantu kita untuk memilih keramik yang sesuai dengan peruntukan. Menurut proses pembentukan:

Extrured, yaitu proses pembentukkan keramik dengan cara membasahi bahan-bahan terlebih dahulu. Kemudian digiling sampai halus, ditekan melalui cetakan/celah hingga berbentuk panjang yang mengikuti proses pemotongan. Powder pressed, yaitu proses pembentukkan keramik, yang setelah bahanbahan dicampur air, dilakukan penggilingan. Setelah dijadikan powder (bubuk) dengan sistem spray drying, ditekan dalam tekanan tinggi pada cetakan.

Menurut permukaan:
• •

Glazed ceramic, yaitu keramik yang permukaannya dilapis glasir. Unglazed ceramic, yaitu keramik yang permukaannya tidak dilapis glasir.

Menurut proses pembakaran:
• •

Single firing, yaitu proses dimana keramik dicetak lalu diberi lapisan glasir atau dekoras, lalu dibakar untuk menjadi produk akhir (finished good). Double firing, yaitu proses keramik yang dicetak lalu dibakar, kemudian diberi lapisan glasir, dibakar kembali pada temperatur lebih rendah.

Menurut porositasnya: Terbagi atas keramik extruded, dry, pressed, dan tiles made by other processes. Menurut daya tahan gesek (khususnya untuk lantai):

• • •

Kelas I, yaitu lantai yang dilalui orang dengan alas kaki lunak atau tanpa alas kaki, tanpa ada gesekankotoran-contoh:kama mandi rumah, kamar tidur yang jalan masuknya tidak langsung dari luar rumah. Kelas II, yaitu lantai yang dilalui orang dengan alas kaki lunak atau normal. kadang ada sedikit gesekan yang keras-contoh: ruang keluarga,ruang tamu, dan ruang lain yang sering dilalui orang kecuali dapur. Kelas III, yaitu lantai yang sering dilalui orang dengan alas kaki normal. Ada sedikit gesekan yang keras-contoh: dapur, koridor, balkon, teras. Kelas IV, yaitu lantai dengan lalu lintas normal, dengan gesekan kerascontoh: dapurm komersil, hotel, ruang pameran, jalan masuk. Kelas V, yaitu lantai dengan lalul-lintas pejalan kaki yang pada periode tertentu mendapat gesekan keras-contoh: shopping center, bandara, foyer hotel, area pedestrian, area industri.

Keramik Mozaik Indah Menawan

Mozaik semakin populer untuk mempercantik elemen bangunan. Ia menjadi pelapis dinding, lantai kamar mandi, back panel dapur, pelapis saniter, hingga dinding dan lantai kolam renang. Selain pada elemen bangunan, mozaik juga dapat diaplikasikan sebagai aksen pada sekat ruangan. Tak ubahnya keramik lantai atau dinding, mozaik terbuat dari porselen, kaolin, dan bahan khusus. Ramuan itu di-oven pada suhu 2.200ºC selama 24 jam. Daya tekannya mencapai 500kg/cm2. Berbentuk kepingan, mozaik dirangkai di atas jaring benang. Ukuran keping bervariasi, ada yang 18mmx18mm, 25mmx25mm, 28mmx28mm, 35mmx35mm, juga 50mmx50mm. Masing-masing keping memiliki tebal 3mm-4mm. Sebagai pengikat antarkepingan adalah jejaring berbahan nilon, mirip benang. "Jaring berperan sebagai pengikat sekaligus perekat kepingan mozaik. Agar tak lepas, jejaring dilem ke bagian belakang mozaik. Jejaring juga memudahkan pemasangan," kata Kiki Meilani, Marketing PT Kuda Laut Mass, distributor khusus mozaik porselen. Soal varian, mozaik memiliki bentuk, desain, dan warna beragam. Ada yang kotak siku, bulat, kotak lengkung, dan segienam. Model lainnya berupa kembangan, dekoratif, dan acak. Variasi warnanya sampai ratusan, mirip dengan color card dari cat. "Inilah yang membuat mozaik menjadi bahan pencitraan elemen rumah. Ia berupa kepingan yang dapat mengubah tampilan dinding dapur menjadi indah," kata Harlan Budiman, desainer Gaya Dapur, yang menggunakan mozaik sebagai rancangan back panel kitchen set di dapur. Laminated Floor Bertekstur 1. Laminated floor sebenarnya adalah parket yang terdiri dari beberapa lembaran kayu yang dijadikan satu. Masing-masing lembaran tadi direkatkan dan di-press menjadi satu. Dari segi kekuatan, parket laminated berada di bawah parket kayu solid. Namun harganya lebih murah dan perawatannya lebih mudah.

Keunggulan yang tidak bisa tertandingi dari lantai kayu adalah tampilannya yang sangat alami. Ada parket laminated yang bertekstur (permukaannya tidak rata). Hal ini dimaksudkan agar menyerupai kayu, yang memang memiliki permukaan yang tidak licin. Pemasangan parket ini menggunakan system click dan locking, sehingga tidak memerlukan lem atau paku, untuk merekatkannya. Parket ini bisa dibongkar pasang dan dipindahkan ke tempat lain, hanya dalam waktu kurang dari sehari (untuk kamar ukuran 4 X 5 meter). Saat ini tersedia 6 warna yang berbeda, dengan harga mulai Rp. 140.000/m2.

2. Lantai Kayu

Material ini sangat umum, mudah didapatkan di banyak tempat dan paling banyak dipergunakan dalam pembangunan sebuah rumah tinggal. Material ini pun memiliki beragam jenis dengan kelebihan masing-masing. Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita, bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal berbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu, semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap, sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atrocap, kusen, daun pintu-jendela, lantai parket dan furnitur) adalah jati, bayam, meranti, merbau, nyatoh, dan kamper. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen. Selain itu, tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras, namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah, sering dipakai sebagai rangka atap saja. Ada sejenis kayu yang sangat keras, yakni kayu ulin. Saking kerasnya, jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi. Kayu mindi atau geringging yang banyak ditanam di daerah tropis dan sub tropis, tergolong kelas kuat III-II, setara dengan mahoni, sungkai, meranti merah dan kelas awet IV. Kayu ini berwarna merah kecoklatan Kayu mindi sudah terbukti baik

sebagai bahan baku mebel dan parket. Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. Kayu yang telah diolah menjadi papan serat (multipleks) biasanya dibuat menjadi lemari atau perangkat furnitur lainnya. Multipleks adalah produk industri yang dibuat dari lempengan-lempengan kayu yang dipres dan disatukan membentuk lembaran besar dan diberi lapisan lembaran halus di kedua sisinya dengan sistem perekatan. Ideal untuk furnitur karena dapat diselesaikan dengan berbagai sistem pengecatan warna-warni bervariasi. Parket ialah lembaran kayu berbentuk persegi yang juga disebut ubin kayu, karena berfungsi sama seperti ubin/keramik lantai (juga dalam berbagai ukuran). Produk ini berupa lempengan-lempengan papan kecil yang disatukan melalui sistem penyambungan yang akurat, perekatan yang kuat. Dipasang sebagai ubin lantai dengan bantuan perekat khusus dan penyelesaiannya berupa laminasi melamin yang mengilap. Untuk lantai parket umumnya dipergunakan kayu yang berserat halus dengan tampilan guratan urat kayu yang indah. Karena itu, lantai parket memerlukan penyelesaian melamin yang tepat untuk menonjolkan ciri khas utama material kayu ini. Material kayu sangat membutuhkan perhatian dan perawatan yang baik dan tepat dan sebaiknya dihindarkan dari kelembaban dan air (basah).

Lantai kayu memiliki nilai estetis tinggi dan kenyamanan yang lebih baik dibandingkan dengan lantai dari jenis batu. Pada dasarnya menurut jenis material untuk lantai kayu terdapat 2 jenis lantai kayu yaitu Solid hardwood (kayu solid) dan Engineered hardwood (kayu buatan). Bentuk lantai kayu bisa berupa kayu strip: dengan lidah alur, plank: terdiri dari 3 lebar strip sekaligus atau parket: susunan lantai kayu yang membentuk motif tertentu.

Solid Hardwood Flooring: Berupa kayu solid yang dibentuk seperti 'plank' dengan ketebalan sekitar 18mm. Model standarnya terdapat alur dan lidah pada bagian sampingnya. Beberapa pabrik kadang memproduksi dengan ketebalan hingga 10mm. Keunggulan jenis bahan ini adalah adanya kemungkinan untuk diamplas ulang setelah pemakaian selama beberapa waktu. Jenis lantai kayu ini ratarata tanpa finishing atau hanya finishing dasar karena proses finishing akhir akan dilakukan ketika lantai kayu telah terpasang. Lantai kayu yang telah difinishing dasar biasanya pada sisi atas lidah & alur dibuat 'bevel' kecil. Masalah utama pada jenis lantai Solid Hardwood Flooring adalah kemungkinan kembang susut, ini karena terbuat dari 100% kayu solid. Untuk itulah pada pamasangannya selalu akan disisakan beberapa milimeter pada pertemuan lantai kayu dengan dinding yang nantinya akan ditutup dengan 'plinth lantai'. Pemasangan lantai kayu solid yang tipis mudah dilakukan dengan staples atau lem, sedangkan lantai kayu dengan ketebalan 18 mm harus menggunakan alat khusus (paku). Engineered Hardwood Flooring: Konstruksi lantai kayu jenis ini hampir sama dengan konstruksi plywood (papan buatan). Terdiri dari beberapa lapisan kayu yang disusun secara melintang antar setiap lapisan. Lantai kayu jenis ini bisa dipasang langsung di atas lantai, namun leveling lantai harus lebih baik. Bisa juga diaplikasikan di atas lantai beton. Ketebalan bahan biasanya 15mm dan sudah difinishing hingga lapisan akhir. Keunggulan Engineered hardwood Flooring dari solid wood flooring adalah kemudahannya dalan instalasi dan bisa dipasang hampir di seluruh ruangan rumah anda. Jenis finishing untuk tipe lantai ini biasanya jenis UV, jenis bahan finishing yang dikeringkan dengan cahaya ultraviolet sehingga kekerasan permukaan lantai lebih baik dari jenis lantai kayu biasa.

Selain itu pula karena telah difinishing lebih dahulu, maka pemasangannya akan menjadi lebih bersih dan cepat. Jenis kayu untuk 'top layer' engineered wood flooring ini bisa dari bermacam-macam kayu keras dengan cara pelapisan yang berbeda-beda. Cara-cara tersebut misalnya dengan vinir tipis, lembaran kayu tipis yang dibelah dengan pisau atau lembaran yang dihasilkan dari gergaji. Instalasi jenis lantai kayu ini menggunakan sistem 'floating' atau perekatan dengan lem, tergantung jenis lantai yang akan dipasang lantai kayu. Sistem floating memungkinkan untuk dopasng di atas lantai beton, yang rata-rata tidak memiliki terlalu banyak perbedaan ketinggian atau juga diaplikasikan di atas lantai keramik.

Lantai Kayu dari Vinyl Tak dipungkiri, pamor kayu sebagai material "penghangat" ruangan, masih tinggi. Sayangnya, material ini semakin sulit dicari dan harganya semakin melambung tinggi. Sebagai solusinya, bermunculan material-material lain yang dapat menggantikannya. Memberikan sentuhan kayu pada ruangan bisa dilakukan salah satunya pada lantai. Lantai parket adalah material yang paling banyak dipakai. Material lainnya adalah parquette laminate. Kedua material ini masih memiliki kandungan kayu di dalamnya.

Setelah kedua material tersebut, belakangan muncul pilihan material lainnya. Material tersebut adalah lantai vinyl bermotif kayu. Lantai vinyl dikenal dengan keelastisannya, mudah pemasangannya, dan banyak corak dan warnanya. Begitu pula dengan lantai vinyl bermotif kayu. Meskipun terbuat dari vinyl, namun terlihat seperti motif kayu alami. Tersedia pula beberapa motif dan warna kayu yang berbeda. Setiap lembar lantai vinyl ini dilengkapi dengan perekat di bagian bawahnya. Sehingga tidak perlu menambahkan lem untuk pemasangannya. Anda bisa memasangnya di atas lantai keramik, seperti memasang karpet. Jika Anda bosan, melepasnya pun mudah. Praktis bukan? Anda bisa memasangnya sendiri, karena sangat mudah. Mirip dengan menyusun puzzle. Selain itu, lantai vinyl juga mudah dibersihkan. Anda cukup menyapu atau mengepelnya seperti pada lantai keramik. Tidak perlu takut rusak, karena lantai vinyl tahan terhadap air dan cairan kimia. Vinyl Sebagai Alternatif Lantai Banyak prang menggunakan keramik sebagai material lantai. Namun kini ada juga Vinyl. Fisiknya lentur dan aplikasi mudah. Vinyl merupakan material baru dan mulai banyak dilirik. Bahan ini lentur namun kuat karena terdiri dari beberapa lapisan. Tiga lapisan pembentuk vinyl adalah compact layer, glass fiber, dan printing layer. Lapisan paling luar adalah Uv Coated Wear Layer. Lapisan ini nampak mengkilap dan terkesan licin. Vinyl mempunyai ukuran lebar antara 1.8 - 2 meter. Sedangkan panjang mencapai 20 meter/rol. Tebal vinyl sekitar 0.3mm. Di Indonesia, vinyl masih banyak yang diimpor dari Eropa. Austria dan Belgia contoh dua negara produsen vinyl. Meski begitu, ada juga produsen dari Asia, yakni Korea. Aplikasi Vinyl tidak terbatas hunian pribadi atau bangunan publik. Pada hunian vinyl banyak diaplikasikan sebagai lantai ruang keluarga, ruang tidur, dan dapur. Rumah sakit jadi salah satu bangunan publik yang biasa juga menggunakannya. Selain itu ada hotel, perkantoran bahkan asrama sekolah. Kelebihan yang ditawarkan bahan Vinyl sangatlah banyak. Vinyl kuat hingga tidak mudah robek. Selain itu juga, tahan panas dan air. Bahan ini juga mempunyai usia panjang hingga menghemat pengeluaran.

Hadir dengan beragam motif, bahkan ada yang berdesain emboss, saat ini baru motif natural yang banyak beredar di pasaran. Serat kayu dan tekstur batu alam merupakan yang paling populer. 3. Lantai Tegel Tegel atau ubin bermotif dan berornamen banyak didapati di rumah-rumah zaman dulu. Mungkin sebagian dari kita pernah melihat tegel berornamen di rumah kakek kita. Dulu, sebelum dikembangkannya teknologi pembakaran keramik, rumah-rumah di daerah tropis biasa menggunakan tegel. Dipilih karena memberi efek dingin pada ruangan. Efek dingin timbul dari permukaannya, yang berpori-pori besar. Selain memberikan efek adem, pori-pori tegel juga cepat menyerap air, ketika dipel. Berbeda dengan keramik, tegel terbuat dari campuran pasir dan portland cement (PC). Biasanya dibuat dalam ukuran 20cmx20cm dan 30cmx30cm. Sedangkan keramik terbuat dari tanah, dengan campuran bahan kimia dan cat. Karena dihasilkan dari pembakaran oven, permukaannya tertutup rata alias kedap pori. Sekarang semakin sulit mencari tegel berornamen. Kalaupun ada, harganya relatif mahal. Salah satu produsen, yang masih memproduksi tegel baru, adalah Tegel Kunci, di Yogyakarta. Sebenarnya tidak perlu selalu menggunakan yang baru, yang bekas pun bisa tampil menawan. Tegel bekas bisa didapat, biasanya dari rumah-rumah tua yang dibongkar. Jika akan menggunakan tegel bekas, haluskan dulu tepiannya dari sisa semen. Bisa menggunakan gerinda, untuk membersihkannya. Tegel bekas, yang pinggirannya rusak atau pecah pun, masih bisa digunakan. Pasang tegel dengan menambalnya dengan semen, atau membuat nat yang agak lebar. Memasang tegel berornamen, tidak perlu di seluruh ruangan. Cukup di tengah ruangan. Bisa juga ditambahkan border di tepi-tepinya, tampilan tegel pun secantik permadani.

Bahan Lantai

Memilih material untuk lantai rumah kita

Lantai rumah kita banyak dipakai untuk meletakkan barang dan berbagai aktivitas, mulai dari meletakkan kursi, meja, lemari, dan sebagainya. Lantai dipakai pula untuk berjalan, anak-anak berlari, duduk di lantai, dan sebagainya. 'Beban' yang diterima oleh lantai kadang-kadang cukup besar, seperti bila kita memindahkan benda berat seperti lemari dengan cara menyeretnya. Ada jenis lantai yang tidak bisa dibebani benda berat, misalnya lantai dari pasangan bata, bata blok, kayu yang agak lunak, dan sebagainya. Masing-masing material yang dipakai untuk menjadi bahan lantai menentukan kegiatan apa yang boleh dilakukan diatasnya. Kebalikannya, jenis kegiatan apa yang mungkin dilakukan diatas lantai tersebut menjadi pertimbangan utama dalam memilih bahan lantai. Jenis material bervariasi dari yang sangat keras seperti keramik, beton, batuan, maupun yang lunak atau mudah pecah seperti vinyl, bata, karpet, dan sebagainya. Bahan material lantai yang umum digunakan adalah keramik, ubin, dan jenis kayu yang keras seperti kayu jati, ulin, beton, atau parket pabrikan yang cukup keras materialnya. Lantai keras semacam ini bisa digunakan untuk meletakkan benda berat diatasnya. Bahan keras dengan lapisan seperti keramik, cukup baik digunakan untuk rumah dan merupakan pilihan paling sering digunakan, karena permukaannya yang keras, serta mudah dibersihkan. Keramik saat ini hadir dengan berbagai motif dan warna yang makin memperkaya desain interior Anda.

Jenis lantai keramik termasuk paling populer untuk rumah tinggal Lantai kayu adalah jenis lantai alami yang sangat menyenangkan karena mengingatkan kita pada kesan alami dari pohon-pohon di hutan. Dari berbagai jenis kayu, kayu Jati, Kamper, Merbau, Keruing, dan Ulin termasuk jenis-jenis kayu yang tak asing di telinga kita. Dari berbagai jenis kayu, Jati dan Ulin termasuk kayu paling keras dengan ketahanan tinggi terhadap rayap dan jamur. Kayu bisa di-finishing dengan menggunakan politur untuk memperlihatkan tekstur aslinya. Kayu olahan saat ini seperti kayu laminasi atau komposit sudah bisa didapat dengan mudah dengan tekstur kayu yang terlihat menawan.

Lantai beton atau beton cetak biasa digunakan untuk area carport, garasi, dan taman. Lantai dari beton ini termasuk kuat menahan beban dan awet. Jenis ini termasuk paving block dengan berbagai bentuk cetakan, seperti segi empat, bagian-bagian mirip puzzle yang digabungkan, paving block dengan lubang ditengah untuk menanam rumput, dan sebagainya. Lantai beton atau beton cetak juga bagus dibiarkan tanpa dicat atau dilapis, karena tekstur beton biasanya memiliki karakter estetika tersendiri.

Bila kita memilih menggunakan bahan mudah pecah seperti bata merah, maka usahakan agar tidak dibebani benda berat seperti furniture. Bahan seperti bata bisa digunakan dengan pasangan tanpa spesi yang mudah diganti-ganti bila pecah, atau

dengan menggunakan bata mutu bagus dan keras yang dipasang dengan spesi yang kuat. Jenis bata seperti ini bila digunakan untuk material lantai bisa menambah estetika dan kesan alami rumah kita. Bahan karpet biasanya merupakan bahan tambahan untuk lantai dan biasanya diletakkan diatas material lain, seperti menutup keramik, lantai kayu, dan sebagainya. Karpet baik digunakan untuk ruang-ruang kering seperti kamar tidur untuk menambah rasa 'hangat' dalam ruang tersebut. Namun bahan ini memerlukan pemeliharaan yang tinggi karena dapat menangkap debu.

Lantai oh Lantai

Layaknya bumi tempat kita berpijak, lantai media media berpijak kita di dalam rumah. Pemilihan material lantai tidak harus berarti mengkompromikan semua kemauan. Pilihan yang tepat datang dari aspek fungsi, kenyamanan, dan keindahan. Tempat pemasangan dan sifat dasar setiap material lantai juga wajib jadi perhatian. Untuk lantai yang berada di area kering, kita lebih bebas memilih jenis material lantainya. Jika lantai diperuntukkan sebagai media basah, contoh dapur atau kamar mandi, pilihlah pelapis lantai yang kedap air agar permukaannya tidak mudah aus oleh gerusan air atau sabun. Jenis yang seperti apa, bisa disesuaikan dengan keinginan. Untuk bedroom, lantai yang dipilih sebaiknya yang lembut, seperti kayu atau pelapis lantai macam karpet. Satu lagi, jika ruang luar, pilihan pelapis lantai yang permukannya agak kasar dan tahan lama. Hal ini dimaksud agar lantai tak licin ketika terguyur air hujan.

Aneka Material Lantai Unik Alas lantai menjadi media estetis guna mempercantik ruangan. Unik menjadi penggambaran yang tepat untuk bahan yang tak umum digunakan. Misalnya material lantai dari cor semen, epoksi, kaca transparan, tegel lawas, terakota, besi, bahkan baja. Sebagian orang mungkin kagum melihat jika kaca dijadikan lantai. Hal itu mungkin saja terjadi. Kaca tebal (terlebih dari jenis yang berlaminasi ganda) dapat dipergunakan sebagai lantai. Kaca jenis ini bisa merupakan gabungan dari dua kaca tebal 8mm. Meski dapat dipergunakan sebagi lantai, bukan berarti kaca dapat diaplikasikan seenaknya. Ada syarat-syarat tertentu yang wajib dipenuhi. Misalnya, memasang rangka besi sebagai dudukannya. Rangka ini harus berbentuk grid atau kotak-kotak berukuran maksimal 60cmx60cm per kotaknya. Apakah sulit membuatnya? Sebetulnya tidak juga. Yang terpenting, ketika membuat pastikan rangka ini kuat, datar, dan rata. Dua hal ini penting untuk menjaga agar kaca tidak melengkung ketika diinjak. Jika kaca melengkung ketika diinjak, maka terbuka kemungkinan kaca retak dan pecah. Kaca memang menjadi salah satu bentuk material lantai yang unik. Selain kaca, lantai unik juga dapat tercipta dari penggunaan terakota. Bahan yang banyak dibuat di Plered, Jawa Barat, ini banyak diaplikasikan di banyak ruang, tidak hanya di teras. Terakota akan lebih indah dengan permukaan dibiarkan kasar dan nat besar. Bisa juga Anda menggunakan besi sebagai lantai. Yang ini memang tidak umum, tapi tampilannya bisa jadi sangat mengagumkan.

Permasalahan-permasalahan terkait dengan lantai Lantai bisa menjadi sarana mempercantik ruangan. Salah satunya dengan mengaplikasikan lantai parquet (lantai yang terbuat dari kayu). Jenis lantai ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan jenis lantai lainnya.

Selain menciptakan kesan natural dalam ruangan, parquet juga mampu meredam suara dan membuat ruangan terasa hangat. Selain menambah kesan hangat pada bangunan bergaya alami, lantai parquet juga dinilai dapat mencairkan suasana kaku pada bangunan gaya minimalis dan modern. Untuk penggunaannya, parquet biasanya dipasang di atas dua lapisan, yaitu polyfoam sebagai lapisan terbawah dan plywood atau kayu lapis. Lapisan parquet yang terletak paling atas dibuat dari kayu solid seperti jati, oak, mapel, chery, kempas, merbau serta nyatoh. Lapisan polyfoam, bersentuhan langsung dengan lantai beton, berguna sebagai peredam kelembaban dari dalam tanah sehingga kayu lebih awet. Lapisan ini juga mampu mengurangi penyerapan suhu dingin dari dalam tanah. Sedangkan lapisan plywood berfungsi menjaga kestabilan lantai dengan cara mengatur tingkat susut dan muai lantai yang diakibatkan oleh suhu udara yang berubah-ubah. Lapisan ini biasanya terbuat dari kayu yang empuk Walaupun dapat sesuai dengan berbagai macam gaya rumah, parquet tidak dapat digunakan di setiap tempat, terutama di daerah yang lembab. Karena bahan dasarnya menggunakan kayu, bila dipasang pada tempat yang lembab, parquet malah dapat merusak kayu dan mengeluarkan bau. Kelemahan lainnya, lantai parquet juga tidak terlalu tahan terhadap goresan dan terlalu sensitif sehingga diperlukan langkah perawatan yang hati-hati. Ruang yang paling cocok dipasang lantai jenis ini adalah kamar tidur karena aktivitas di kamar tidur tidak terlalu tinggi dan bukan ruang publik. MERAWAT LANTAI KAYU Apapun jenis barangnya kalau yang dirawat, pasti akan awet. Begitu juga dengan lantai kayu, bila dirawat dengan benar lantai kayu dapat bertahan hingga sepuluh tahun. Perawatan itu ada yang skalanya harian, ada yang untuk bulanan. PERAWATAN HARIAN 1. Untuk membersihkan lantai kayu jangan menggunakan kain pembersih terlalu basah. Ingat, musuh utama kayu adalah air, dan kayu yang lembab tidaklah awet. 2. Kalau mau menggunakan cairan pembersih lantai, silakan memakai pembersih yang ada di pasaran. 3. Jika terkena percikan semen atau cat, sebaiknya segera dibersihkan. Maksudnya, cairan tersebut tidak terlanjur menyerap ke dalam lantai kayu, sehingga cepat rusak. 4. Dalam meletakkan furnitur, sebaiknya di bagian bawah/dasarnya dilapisi karet. Hal itu agar material dari furnitur tidak langsung bersentuhan dengan lantai kayu, yang mungkin saja menciptakan goresan. 5. Saat memindahkan furnitur, sebaiknya diangkat jangan ditarik. Soalnya sekali lagi, hal itu bisa mengakibatkan goresan atau mungkin sobekan.

PERAWATAN BULANAN Meski “bermusuhan” dengan air, tapi pori-pori kayu ini harus tetap lembab. Untuk itu setiap tiga bulan sekali, lantai kayu digosok dengan menggunakan cairan semacam pelembab. Pada lantai kayu yang siap pasang (ready made) ini, pada umumnya berbentuk rangkaian kayu yang penyatuannya dilapisi zat sejenis formalin. Nah, formalin ini adalah zat kimia yang tidak disenangi rayap. Tapi agar terus awet dan terhindar dari incaran rayap, sebaiknya setiap tiga tahun sekali diberi suntikan anti rayap.

Cara mengatasi Tips memperbaiki lantai yang turun Pertama semua bagian lantai yang turun sampai kedasar termasuk sisa adukan semen dan urugan pasir dasar lantai diangkat. Setelah permukaan tanah dasar terlihat,tanah dikeraskan dengan cara ditumbuk. Jika permukaan tanah lembek,pengerasan dilakukan dengan menambah puing-puing yang keras atau batu kricak atau kerikil. Puing atau batu kricak atau kerikil tersebut harus ditekan-tekan dengan ditumbuk agar masuk kedalam tanah. Dengan demikian dasar tanah menjadi padat dan tidak lembek. Kemudian,diurug dengan pasir 10 cm dan ditebar secara merata dan disiram sampai pasir memadat. Permukaan pasir akan turun. Oleh kerena itu,ditambah pasir lagi agar dasar pasir rata. Jika lantai lama akan dipasang lagi,harus dibersihkan dari sisa sisa perekat yang lama. campuran spesi sebagai perekat antara lantai dan dasar lantai diperbanyak campuran semennya 1 pc : 2 psr agar tidak mengalami masalah karena lebih kuat daya rekatnya. Untuk lantai dari bahan kayu,perekatnya menggunakan lem kayu.

Tips memperbaiki lantai yang lepas Bagian lantai yang bermasalah tersebut celah lantainya dilepas kemudian dikorek. Setelah seluruh lantai yang bermasalah tersebut terlepas,dasar lantai sampai kedasar urugan pasir bawah lantai dibongkar.Pasir pada dasar lantai disiram dengan air dan ditekan-tekan agar padat.Sebelum dipasang,lantai lama yang telah dilepas dibersihkan dulu dari sisa-sisa campuran perekat yang lama dan direndam dengan air.Setelah air cukup meresap,lantai tersebut dipasang dengan campuran spesi yang baik. Tips memperbaiki lantai retak Lantai retak dilepas hati-hati agar yang masih utuh tidak ikut terlepas.Nat dikorek dengan benda tajam. Setelah itu,pasangan dasar lantai dilepas atau dipecah

sampai kedasar,dibuat dasar lantai,kemudian keping lantai pengganti dipasang. Jika nat yang retak,dicek dahulu penyebabnya,karena bahan pengisi yang kurang berkualitas atau karena penurunan dasar lantai.Jika karena bahan perekatnya,perbaikan dilakukan dengan mengisi ulang nat yang retak dengan bahan pengisi dan perekat berkualitas yang dicampur air secukupnya. caranya,nat dibersihkan terlebih dahulu dengan cara dikorek kemudian nat disiram dengan air.Berikutnya,celah nat diisi dengan campuran yang agak cair dan dibiarkan meresap sampai kedalam.Pada waktu isian tadi masih setengah kering,diikuti dengan campuran yang lebih kental dan ditekan agar memadat. Sebelum isian tersebut mengering,sisa-sisa bahan pengisi yang tercecer dipermukaan lantai dilap dengan lap kering. Tips membersihkan noda minyak pada lantai Lantai yang terkena tumpahan minyak akan meninggalkan noda yang sulit dihilangkan.Hal ini sering terjadi pada daerah servis seperti dapur dan ruang makan. cara mengatasinya,lantai yang terkena minyak ditaburi garam sehingga garam akan menyerap minyak dan mencegah timbulnya bekas noda.Bedak dan tepung maizena juga dapat menggantikan garam. Caranya sama,bedak atau tepung maizena digosok-gosokkan.Minyak akan terserap.Lantai disikat dan dibersihkan dengan kain basah kemudian dilap dengan lap kering. Tips memperindah tampilan pada lantai tegel Lantai tegel yang baru dipasang biasanya masih terasa kasar dan kurang nyaman ketika diinjak.ada cara alami,murah dan cepat untuk menghaluskan,memperlicin,dan memperkinclong lantai tegel caranya,pertama-tama lantai tegel disapu sampai bersih,lalu dipel dengan air bersih.setelah kering,disiapkan ampas kelapa (kelapa parut yang sudah diperas dan diambil santannya),kemudian digosok-gosokkan keseluruh lantai sampai merata lalu didiamkan 30-60 menit,kemudian disapu. terakhir,solar baru dilapkan pada lantai. setelah didiamkan sampai kering,dibersihkan dengan lap kering.proses tersebut diulangi setiap 1-2 minggu,lama kelamaan lantai tegel akan lebih halus,licin,kinclong dan berwarna gelap matang

Tips merawat lantai parket 1.Supaya lantai parket dari kayu pada rumah selalu terlihat indah dan mengilap,cara mengepel lantai parket harus benar.

2.Penyedot debu digunakan untuk membersihkan lantai parket,kemudian lantai parket diseka dgn lap flanel yang kering atau kain yang bersifat statis (menarik debu) supaya sisa-sisa debu terangkat. 3.Kain pel basah tidak boleh digunakan karena debu yang menempel pada kain basah dapat menggores lantai parket.setelah bersih dari debu,lantai dapat dipel dengan air biasa tetapi tidak terlalu basah agar kayu tidak lembab. 4.untuk lantai kayu parket yang terbuat dari kayu solid,perawatan tambahan yang harus dilakukan yaitu setiap satu bulan sekali disemir manggunakan bahan pengilap kayu (teak oli,pledge) dan tiap dua tahun sekali dilakukan coating ulang.

Merawat Lantai Rumah bagi manusia saat ini mempunyai arti lebih dari hanya sekedar tempat berlindung dari cuaca alam.rumah tinggal sekarang adalah segala-galanya. Rumah merupakan shelter,sense of security,tempat yang sehat dan nyaman untuk ditempati sebagai hunian. Rumah yang mempunyai desain eksterior dan interior yang baik dapat membuat penghuni rumah menjadi nyaman dan aman. Selain itu,rumah juga perlu dipelihara,dirawat dan dijaga agar tetap memberikan arti bagi kehidupan penghuninya. Bagian-bagian yang biasa perlu dirawat yaitu lantai,dinding,kusen-pintu jendela,atap,instalasi listrik dan sanitasi perawatan lantai Perawatan rutin terhadap lantai harus selalu dilakukan bergantung pada jenis lantai : -lantai keramik Lantai keramik sangat mudah dibersihkan caranya cukup dipel dengan cairan pembersih dan dilap dengan kain,permasalahan biasanya pada nat cara membersihkan yaitu menyikat nat dengan cairan pembersih atau diampelas. - lantai tegel,teraso Sama seperti lantai keramik cukup dipel dengan cairan khusus pembersih keramik secara rutin. - lantai marmer,granite Sebelum pemasangan marmer atau granite perlu diberi coating untuk menghindari tetesan air yang dapat masuk kedalam pori-pori.jika terkena noda,cukup dibersihkan dengan cara dipel menggunakan air hangat dan dihindari penggunaan pembersih lantai berbahan kimia

Tampil Indah Mudah dan Murah

Polesan cat membuat tampilan lantai yang suram dan retak-retak jadi memikat Ubah lantai plester semen dengan cara mudah. Lantai plester semen memang murah. Namun terkadang membuat kecewa. Warna abu charcoal-nya tidak merata, bahkan kerap berubah menjadi pecah-pecah. Tak usah menggerutu. Ada solusinya, kok. Gampang pula. Cukup lapis dengan cat khusus lantai. Dijamin, tampilan bakal lebih indah dalam waktu singkat. Untuk hasil terbaik, perhatikan kualifikasi cat khusus lantai yang digunakan. Pilih yang memiliki kualifikasi tahan gesekan, warna tak mudah luntur, dan daya rekat kuat. Di pasaran, harganya berkisar Rp100.000-Rp150.000/5kg. Satu kilogram cat memiliki daya sebar 5m²-6m². Sayang, warnanya belum terlalu beragam; baru ada putih, krem, cokelat, dan hitam. Juga biru, hijau, serta merah marun. Tiga warna yang terakhir termasuk warna-warna yang terang. Jika Anda tertarik untuk mengganti warna lantai plester, tak perlu menyewa tukang. Anda dapat melakukannya sendiri. Luangkan waktu dalam setengah hari untuk lantai seluas 9m2. Hasil terbaik sangat tergantung kerapian Anda dalam mengecat. * Bahan dan Alat:
• • • •

Cat lantai plus pasir khusus (dalam satu kemasan) Rol, kuas, bak cat Ampelas nomor 240 Kain pel, deterjen, air, semen putih, kape

Langkah Pengerjaan: 2. Tutup permukaan lantai plester yang retak-retak dengan campuran semen putih dan air secukupnya sampai kental. Gunakan kape sebagai alat bantu. Setelah semen kering, ampelas hingga permukaannya rata dengan lantai. Lanjutkan dengan mengampelas seluruh permukaan lantai. Sapu bersih, lalu pel dengan larutan air dan deterjen.

3. Campur cat dengan air, dengan perbandingan 10:1. Aduk hingga rata. Setelah itu, tuang ke dalam bak cat. Celupkan kuas ke dalam cat. Poleskan cat ke bagian tepi yang berbatasan dengan dinding dan sudut-sudut lantai, hingga tuntas. Lebar pengecatan di tepi dan sudut itu cukup sekitar 15cm. Biarkan sampai mengering, lalu ulangi proses pengecatan sekali lagi. 4. Mulailah mengecat bagian tengah lantai. Kali ini menggunakan rol. Celupkan kuas rol ke dalam cat. Laburkan cat pada rol ke seluruh permukaan lantai. Cara mengecat seperti jika kita mengepel lantai, yakni berjalan mundur. Pengecatan sebaiknya satu arah. Biarkan selama dua jam atau sampai cat kering dan dapat diinjak. Laburkan cat sekali lagi sebagai lapisan kedua, biarkan hingga kering dan dapat diinjak. 5. Campur cat dengan pasir yang ada dalam kemasan cat. Perbandingan pasir dan cat 1: 10. Jangan tambahkan air. Aduk hingga tercampur rata. Sapukan campuran ini sebagai lapisan ketiga pada lantai. Biarkan car kering, sedikitnya 6 jam. Lantai boleh diinjak setelah benar-benar kering.

Hal-hal yang sering terjadi pada pekerjaan pemeliharaan dan perawatan adalah sebagai berikut: 1. Keramik. Salah satu kerusakan yang sering terjadi adalah terangkatnya keramik (yang sering disebut dengan pumping atau meledak). Adapun sebab-sebab terangkatnya keramik adalah: a. Terjadi penguapan air adukan yang mengakibatkan penyusutan. b. Adanya getaran-getaran. c. Terjadi peubahan temperatur.

d. Terjadi penurunan bangunan. e. Terjadi benturan antara keramik dengan benda keras.

2. Granit atau Marmer. Pemeliharaan granit atau marmer relatif lebih mudah dibandingkan dengan material lain. Selain kuat, granit atau marmer juga tahan terhadap jamur atau lumut. Bila permukaannya tampak kusam, dapat dilakukan pemolesan dengan alat poles yang dicampur aditif khusus poles granit, seperti osasil. 3. Lantai kayu atau parket. Pemeliharaan lantai kayu relatif agak sulit dibanding material lain. Hal ini disebabkan kayu mudah tergores dan bahan lapisannya pun mudah pudar.

4. Lantai teraso. Pemeliharaan lantai teraso hampir sama dengan perawatan lantai granit. Selain kuat, lantai teraso pun tahan terhadap jamur atau lumut. Namun, dengan dipel secara rutin dgn menggunakan aditif pembersih maka lantai akan tampak kembali mengkilat. 5. Dinding tembok. Kerusakan pada dinding tembok sering terjadi pada masalah cat ataupun temboknya sendiri. Pengelupasan cat dinding biasanya diawali dengan timbulnya gelembung-gelembung pada bagian permukaan cat. Permasalahan ini disebabkan oleh proses finishing tembok yang tidak baik dan faktor kelembapan. Selain itu, masalah ini juga data terjadi akibat pengecatan ulang langsung ditimpahkan pada cat lama tanpa dibersihkan telebih dahulu. Sedangkan masalah yang sering terjadi pada temboknya sendiri adalah adanya sebagian tembok yang mengalami basah dan retak-retak.

Dinding basah lebih banyak disebabkan oleh faktor campuran bahan plesteran yang tidak baik, misalnya campurannya kurang semen atau jenis pasirnya mengandung

banyak lumpur walaupun semennya cukup. Sementara kasus tembok yang retakretak terjadi akibat pengacian dilakukan saat plesteran masih basah atau adukan yang digunakan menggunakan pasir yang mengandung banyak lumpur. 6. Plafon basah. Plafon yang basah biasanya akan menimbulkan bercak warna kecokelatan bila sudah kering. Besar kecilnya bercak tersebut tergantung besarkecilnya kebocoran pada atap. Tindakan perbaikan untuk kasus seperti ini tidak hanya pada plafonnya, tetapi harus dimulai dari penyebabnya, yaitu atap yang bocor. Ada beberapa kasus bahwa cat pada plafon masih tetap menempel dengan baik, terutama bila penutup plafonnya terbuat dari triplek. Untuk hal ini sebaiknya dilakukan pengecatan dengan cat minyak terlebih dahulu, kemudian barulah dicat dengan cat tembok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->