TEKNIK PERSILANGAN BUATAN

Rahmi Yunianti, Sriani Sujiprihati, Muhamad Syukur Pendahuluan Hibridisasi (persilangan) adalah penyerbukan silang antara tetua yang berbeda susunan genetiknya. Pada tanaman menyerbuk sendiri hibridisasi merupakan langkah awal pada program pemuliaan setelah dilakukan pemilihan tetua. Umumnya program pemuliaan tanaman menyerbuk sendiri dimulai dengan menyilangkan dua tetua homozigot yang berbeda genotipenya. Pada tanaman menyerbuk silang, hibridisasi biasanya digunakan untuk menguji potensi tetua atau pengujian ketegaran hibrida dalam rangka pembentukan varietas hibrida. Selain itu, hibridisasi juga dimaksugkan untuk memperluas keragaman. Tujuan utama melakukan persilangan adalah (1) Menggabungkan semua sifat baik ke dalam satu genotipe baru; (2) Memperluas keragaman genetik; (3). Memanfaatkan vigor hibrida; atau (4) Menguji potensi tetua (uji turunan). Dari keempat tujuan utama ini dapat disimpulkan bahwa hibridisasi memiliki peranan penting dalam pemuliaan tanaman, terutama dalam hal memperluas keragaman. Seleksi akan efektif apabila populasi yang diseleksi mempunyai keragaman genetik yang luas.

Jenis-jenis Persilangan Berdasarkan pengelompokan tanaman yang digunakan dalam persilangan, hibridisasi dibedakan menjadi: 1. Hibridisasi intravarietas, yaitu persilangan yang dilakukan antara tanaman yang varietasnya sama.

sugarcane-sorghum. Hibridisasi interspesifik. yaitu persilangan antara tanaman dari dua spesies yang berbeda. persilangan kerabat jauh tidak mudah dilakukan karena adanya kendala alami seperti benih hibrid yang lemah dan tidak mampu bertahan hidup. Hibridisasi interspesifik dan intergenerik disebut juga persilangan kerabat jauh. Hibridisasi intravarietas dan intervarietas relatif mudah dilakukan karena kedua tetua mempunyai genom yang sama sehingga tidak muncul banyak hambatan (barier). atau toleransi terhadap kekeringan pada varietas tanaman gandum. Jenis persilangan ini telah dilakukan untuk memindahkan gen ketahanan terhadap hama dan penyakit. tomat. Hibridisasi ini disebut juga hibridisasi intragenerik. Hibridisasi ini juga biasa digunakan untuk memindahkan sifat ketahanan penyakit. berupa kegagalan dalam perkecambahan serbuk sari atau lambatnya . Keberhasilan persilangan kerabat jauh sangat tergantung pada dekat tidaknya hubungan spesies yang disilangkan. Dalam pelaksanaannya. Hibridisasi intervarietas. Maize-teosinte. yaitu persilangan yang dilakukan antara tanaman yang varietasnya berbeda dalam spesies yang sama. hama dan kekeringan dari genus tanaman liar ke tanaman budi daya. Hibridisasi intergenerik. Hibridisasi ini disebut juga hibridisasi intraspesifik. serta tanaman F1 yang diperoleh menjadi steril. Hibridisasi ini (terutama hibridisasi intervarietas) adalah jenis hibridisasi yang umum dilakukan dalam program pemuliaan tanaman. Sejauh ini penghalang yang dijumpai dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu (1) hambatan sebelum terjadinya pembuahan (prefertilization barrier). dan lain-lain. akan semakin kecil peluang untuk mendapatkan tanaman F1 yang normal. 4. Beberapa contoh tanaman hasil persilangan ini adalah Raphanobrassica. Rabbage. 3. tebu. dalam genus.2. Secara umum semakin jauh hubungan kekerabatan antara kedua tanaman yang digunakan dalam persilangan. yaitu persilangan yang dilakukan antar tanaman dari genus yang berbeda. dan lain-lain.

antara lain aborsi embrio saat masih muda dan terjadinya eliminasi kromosom. Beberapa prinsip dianjurkan untuk dipahami. Kekerabatan yang jauh hanya direkomendasikan bila memang gen yang dituju hanya ada pada sumber tersebut. Dalam pemilihan kerabat liar sebagai tetua dalam persilangan kerabat jauh. (2) adanya aksi gen spesifik. Kegagalan perkembangan embrio menjadi biji dewasa merupakan fenomena paling umum dijumpai pada persilangan kerabat jauh. Berbagai penghalang tersebut menyebabkan rendahnya tingkat keberhasilan dalam persilangan kerabat jauh. transfer gen dapat berlangsung secara normal. Ketidakmampuan untuk tumbuh yang terjadi pada persilangan kerabat jauhdisebabkan oleh (1) adanya mekanisme yang bisa mempengaruhi perkembangan zigot sejak pembelahan sel pertama hingga pembuahan bahkan hingga diferensiasi akhir organ reproduktif dan pembentukan gamet. Keberhasilan persilangan (crossability) pada beberapa kombinasi persilangan dibatasi oleh kemampuan dalam pembentukan biji (seed set). . karena pada tingkat poliploidi sifat-sifat yang tidak dikehendaki akan hilang dari populasi dengan proses yang lambat. 2. antara lain : 1. Persilangan kerabat sangat jauh biasanya menghadapi masalah barier persilangan. Tingkat ploidi: untuk transfer gen interspesifik maka tingkat ploidi yang paling efisien adalah tingkat diploid. Perbedaan genom tetua menyebabkan hambatan dalam pembuahan maupun setelah pembuahan. tidak ada keserasian antara inti dan sitoplasma atau antara embrio dan endosperm dari spesies yang digunakan dalam persilangan. dan (2) hambatan sesudah terjadinya pembuahan (postfertilization barrier).pertumbuhan tabung serbuk sari. agar pemilihan spesies kerabat liarnya efisien. yang tergantung pada genom kedua tetua. Derajat kekerabatannya: biasanya spesies yang sangat dekat kekerabatannya dengan tanaman budidaya lebih diutamakan karena jaminan keberhasilan persilangan. kriteria yang relevan untuk digunakan.

Sudah barang tentu tetua-tetua yang digunakan memiliki latar belakang genetik yang jauh berbeda. galur-galur murni tetua hibrida. (2) pengetahuan tentang morfologi dan metode reproduksi tanaman. Varietas-varietas tersebut merupakan sumber plasma nutfah yang paling baik bagi sifat-sifat penting tanaman. Sifat resistensi terhadap hama atau penyakit dengan pewarisan sifat yang sederhana dan tingkat resistensi tinggi biasanya terkait dengan instabilitas dari resistensi tersebut sedangkan resistensi yang mantap sulit ditangani karena genetiknya adalah poligenik. (b) galur-galur elit pemuliaan. (d) spesies introduksi tanaman dan (e) spesies liar. bila tidak demikian maka peluang untuk memperoleh keragaman genetik sifat yang dituju pada populasi turunannya akan menjadi kecil. dan pada umumnya para pemulia menggunakan sumber ini sebagai bahan tetua dalam programnya. dan (4) keadaan cuaca saat penyerbukan. Faktor Penting dalam Persilangan Untuk meningkatkan keberhasilan hibridisasi buatan.3. Pemilihan Tetua Ada lima kelompok sumber plasma nutfah yang dapat dijadikan tetua persilangan yaitu: (a) varietas komersial. hal-hal penting yang diperhatikan adalah (1) pemilihan tetua dalam hubungannya dengan tujuan dilakukannya persilangan. stabilitas yang besar dan pewarisannya sederhana. . stabilitas dan pewarisan sifat-sifat yang dituju: para pemulia menghendaki agar sifat yang dituju memiliki tingkatan yang tinggi. Tingkatan. (c) galur-galur pemuliaan dengan satu atau beberapa sifat superior. (3) waktu tanaman bunga (waktu bunga mekar/tanaman berbunga). dan tetua-tetua varietas sintetik. Peluang menghasilkan varietas unggul yang dituju akan menjadi besar bila tetua yang digunakan merupakan varietas-varietas komersial yang unggul yang sedang beredar.

sekalipun memiliki sifat lainnya yang tidak baik. Spesies introduksi digunakan sebagai materi tetua karena memiliki sifat baik yang dituju. maupun koleksi spesies tanaman dunia pada. hal yang paling mendasar dan yang paling penting diketahui adalah organ reproduksi dan tipe penyerbukan. Banyak pemulia menggunakan sumber materi tetua ini dalam program pemuliaannya. Ekspedisi untuk mencarinya perlu dilakukan. koleksi nasional. Pada umumnya spesies liar tersebut akan banyak memiliki sifat-sifat yang tidak disukai manusia. ketahanan terhadap lingkungan cekaman berat dan lain-lain. apakah tanaman . Penggunaan spesies liar sebagai salah satu tetua dalam program pemuliaan memerlukan pengetahuan dan teknologi hibridisasi interspesifik dan pengetahuan wilayah-wilayah sumber keanekaragaman plasma nutfah. baik pada tanaman koleksi sendiri. Penggunaan galur-galur elit tersebut sebagai tetua akan meningkatkan secara potensial kemajuan genetik per tahun. kita dapat menduga tipe penyerbukannya. tetapi mungkin membawa gen-gen yang dituju. Dengan mengetahui organ reproduksi. sebagai sumber gen.Para pemulia pada proses seleksi lanjut akan memiliki galur-galur elit yang membawa sifat-sifat unggul. Pada umumnya galur-galur elit pemulia sangat terbatas untuk dapat dipertukarkan dan tergantung kepada kebijakan pemulia ataupun kepada kebijakan kelembagaan di mana pemulia bekerja. Sering dialami seorang pemulia gen atau gen-gen pengendali sifat yang dituju tidak dapat dijumpai. Dalam keadaan semacam itu para pemulia dapat mempertimbangkan kerabat-kerabat liar tanaman budidaya. Galur-galur tersebut pada tahapan siap untuk dilepas sebagai varietas. yang tumbuh liar di berbagai pusat-pusat penyebaran di dunia. Introduksi spesies-spesies yang ditanam juga merupakan sumber materi tetua yang sangat baik. misalnya gen ketahanan terhadap hama/penyakit. Identifikasi sifat-sifat unggul pada galur-galur elit oleh para pemulia akan sangat bermanfaat bagi para pemulia sendiri. Pengetahuan tentang Organ Reproduksi dan Tipe Penyerbukan Untuk dapat melakukan penyerbukan silang secara buatan.

bunganya mempunyai struktur tertentu b.tersebut menyerbuk silang atau menyerbuk sendiri. pistil memanjang segera setelah polen masak 2. waktu antesis dan reseptif berbeda c. bunga tidak membuka b. (A) kedelai. Stamen dan pistil bunga tertutupi oleh struktur bunga pada tanaman menyerbuk sendiri. Tanaman Menyerbuk silang dicirikan oleh strutur bunga sebagai berikut : a. (C) kacang hijau. (B) kacang tanah. (Sumber: Syukur et al. butir polen luruh sebelum bunga mekar d. (2009)) . (D) kacang panjang. adanya bunga monoecious dan dioecious Gambar 1. inkompatibilitas atau ketidaksesuaian alat kelamin d. secara morfologi. Tanaman menyerbuk sendiri dicirikan oleh struktur bunga sebagai berikut: a. waktu antesis dan reseptif bersamaan atau berdekatan c. Karakteristik berikut dapat dijadikan acuan untuk menduga tipe penyerbukan tanaman: 1. stamen dan pistil ditutupi oleh bagian bunga walaupun bunga telah mekar e.

(B) Pepaya.Gambar 2. (2) waktu emaskulasi dan penyerbukan. Bunga monoecious dan dioecious pada tanaman menyerbuk silang. sehingga nantinya kedua tetua akan siap dalam waktu yang bersamaan. (C) Semangka Waktu Tanaman Berbunga Dalam melakukan persilangan harus diperhatikan: (1) penyesuaian waktu berbunga. berbunga. Jika antara waktu antesis bunga jantan dan waktu reseptif bunga betina tidak bersamaan. seperti pada bunga kacang tanah. Caranya dengan membedakan waktu penanaman antara kedua tetua. Untuk tujuan sinkronisasi ini diperlukan informasi tentang umur tanaman . bila melalui waktu tersebut polen telah jatuh ke stigma. padi harus pagi hari. Pada tetua betina waktu emaskulasi harus diperhatikan. maka perlu dilakukan singkronisasi. Waktu tanam tetua jantan dan betina harus diperhatikan supaya saat anthesis dan reseptif waktunya bersamaan. (A) Jagung. Juga waktu penyerbukan harus tepat ketika stigma reseptif.

Kondisi panas dengan suhu tinggi dan kelembaban udara terlalu rendah menyebabkan bunga rontok. misalnya untuk persilangan A X B warna labelnya merah.Cuaca Saat Penyerbukan Cuaca sangat besar peranannya dalam menentukan keberhasilan persilangan buatan. (2) kastrasi. untuk D X B warnanya hijau dan seterusnya dengan warna lain. alkohol (75-85%) atau spiritus dalam botol kecil untuk mensterilkan alat-alat tersebut. untuk A X C warna labelnya putih. sesuai dengan ukuran bunga. sikat kecil untuk mengeluarkan serbuk sari dari benang sari. Selain itu perlu disediakan label dari kertas yang tebal dan kedap air. Label-label tersebut diberi nomor urut menggunakan pinsil atau bolpoint yang tintanya tidak luntur karena air. (4) Isolasi. Persiapan Sebagai persiapan untuk melakukan kastrasi dan penyerbukan silang perlu disediakan alat-alat antara lain : pisau kecil yang tajam. . Teknik Hibridisasi Buatan Pada garis besarnya persilangan mencakup kegiatan (1) persiapan. (5) pengumpulan serbuk sari. Demikian pula jika ada angin kencang dan hujan yang terlalu lebat. wadah untuk tempat benang sari. kuas untuk meletakkan serbuk sari di atas kepala putik dan kaca pembesar untuk memeriksa kebersihan kepala putik. Untuk keperluan penyerbukan silang antara jenis-jenis tertentu sebaiknya kertas label mempunyai warna tertentu. kantong plastik yang telah diberi lubang-lubang kecil untuk pernafasan (peredaran udara) atau isolatif. gunting kecil. kelambu. pinset dengan ujung yang runcing. jarum yang panjang dan lurus. (6) penyerbukan dan (7) pelabelan. Untuk membungkus bunga sebelum dan sesudah dilakukan penyerbukan dapat dipakai kantong dari kain. (3) emaskulasi.

Kastrasi umumnya menggunakan gunting. bagian ujung kuncup bunga dipotong dengan pisau silet atau gunting. sehingga kepala putiknya kelihatan jelas dari atas. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai putiknya turut terpotong atau rusak. namun kemungkinan rusaknya putik dan pecahnya anter sangat besar. sebelum bunga mekar atau sebelum terjadi penyerbukan sendiri. Membuang mahkota dan kelopak juga termasuk kegiatan kastrasi. Cara emaskulasi tergantung pada morfologi bunganya. pisau atau pinset. kemudian anter atau stamen dibuang dengan pinset. sehingga terjadinya penyerbukan sendiri sangat besar. Beberapa metode emaskulasi yang umum digunakan adalah : 1. serangga. Emaskulasi terutama dilakukan pada tanaman berumah satu yang hermaprodit dan fertil. Adapun cara melakukan emaskulasi menggunakan metode ini adalah sebagai berikut : a. . murah dan mudah dilakukan. Cara emaskulasi ini praktis. kedelai. tomat dan tembakau.Kastrasi Kastrasi adalah kegiatan membersihkan bagian tanaman yang ada di sekitar bunga yang akan diemaskulasi dari kotoran. Setelah dipilih bunga yang akan digunakan sebagai betina. Emaskulasi Emaskulasi adalah kegiatan membuang alat kelamin jantan (stamen) pada tetua betina. Metode Kliping atau Pinset Pada umumnya kuncup bunga dibuka dengan pinset atau dipotong dengan gunting. misalnya cabai. kuncup-kuncup bunga yang tidak dipakai serta organ tanaman lain yang mengganggu kegiatan persilangan. Cara ini mudah dilakukan pada tanaman yang bunganya relatif besar.

Baik pinset. Mahkota dari kuncup bunga dibuka perlahan-lahan satu per satu dengan menggunakan pinset sampai semua benang sari terlihat jelas dari luar. Setiap kali hendak di pakai. sodium dichloroasetat. Bahan kimia tersebut diantaranya adalah GA3. d. pembuangan stamen dengan menggunakan pinset atau gunting sangat sulit. Air Dingin atau Alkohol Untuk tanaman yang bunganya kecil-kecil. Teknik pengerjaannya adalah ujung bunga dibuka dengan gunting. biasanya antara 43-53 0C selama 1-10 menit. Bila perlu semua mahkota dibuang. ethrel. e. maupun gunting kecil dan alat lain yang dipakai untuk emaskulasi bunga harus steril. alat tersebut perlu dicelupkan ke dalam spiritus atau alkohol 75-85% dan kemudian dilap sampai kering dan bersih. 3. c. pada tangkai bunga segera digantungkan sebuah label yang telah diberi nomor. Benang sari dapat dibuang satu per satu sampai habis dengan sebuah pinset. Metode Pompa Isap (Sucking Method) Teknik ini mudah dilakukan pada padi. rumput-rumputan dan pakan. seperti sorghum. Metode Pencelupan dengan Air Panas. Metode Kimia Beberapa bahan kimia dapat mendorong terbentuknya mandul jantan (male sterile) pada tanaman. Cara ini mahal dan tidak praktis. Keuntungan menggunakan metode ono adalah kemungkinan rusaknya kepala putik (stigma) dan pecahnya anter dan penyerbukan sendiri sangat kecil. karena diperlukan biaya untuk pengadaan alat. Pada tahap awal metode ini relatif mahal.b. Setelah melakukan emaskulasi. Cara emaskulasi untuk jenis bunga ini adalah dengan mencelupkan bunga ke dalam air hangat yang mempunyai temperatur tertentu. 4. Hal yang sama bisa dilakukan pada air dingin atau alkohol. 2. . kemudian anter dihisap keluar dengan alat pompa hisap.

NAA. Kantong tersebut harus memenuhi syarat-syarat berikut : 1. Berbagai metode emaskulasi. Kantung bisa terbuat dari kertas tahan air. 2. Ukuran kantung disesuaikan dengan ukuran bunga tanaman yang bersangkutan. 2. (B) metode pompa isap. Kuat dan tahan hujan lebat dan panas terik matahari.GA4/7. Sifat mandul jantan ini bisa dikendalikan secara genetik maupun sitoplasmik. selotipe dan lain-lain. Metode Jantan Mandul Pada beberapa tanaman menyerbuk sendiri seperti barley. airnya dapat lekas menguap . plastik. 3. Dengan demikian baik bunga jantan maupun betina harus dikerudungi dengan kantung. 5. maka bisa memanfaatkan tanaman mandul jantan yaitu yang anternya steril dan tidak menghasilkan polen yang viabel. Caranya bahan tersebut disemprotkan pada bunga yang sedang kuncup dengan konsentrasi tertentu. sorghum. Tidak mengganggu pernafasan bunga yang dibungkus Bila terkena air hujan dapat lekas kering. Syukur et al (2009)) Isolasi Isolasi dilakukan agar bunga yang telah diemaskulasi tidak terserbuki oleh serbuk sari asing.4 D. (A) metode pinset. (Sumber : Yunianti (2007). atau padi pelaksanaan emaskulasinya sukar. (C) metode mandul jantan. kain. Gambar 3.

cukuplah bunga itu ditutup dengan sebuah tudung plastik berukuran kecil. (C) selotipe. yang mempunyai umur terbatas dan kemudian mati. Bahan yang dipakai untuk kantong tidak enak rasanya. Gambar 4. Syukur et al (2009)) Pengumpulan Serbuk Sari Pengumpulan serbuk sari dari pohon tetua jantan dapat dimulai beberapa jam sebelum kuncup-kuncup bunga itu mekar.4. (A) kantong kertas. Kantongnya cukup besar. Serbuk sari adalah mahluk hidup. (Sumber: Sujiprihati et al (2008). (B) kantong plastik. Bila letak pohon tetua betina jauh dari pohon tetua jantan. Mutu serbuk sari dapat dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain : . maka pengangkutan kuncup-kuncup bunga dari tetua jantan ke tetua betina akan memakan waktu yang lama. agar tidak dimakan oleh serangga atau binatang-binatang lainnya. Agar kuncup bunga itu tidak lekas layu dan tahan lama dalam keadaan segar. hendaknya kuncup bunga itu dipetik dan diangkut pada pagi hari sebelum matahari terbit atau pada sore hari setelah matahari terbenam. bunganya tidak akan menempel pada kantong. 5. Kantong tersebut dapat berbentuk silinder. yang diperkuat dengan kerangka dari kawat atau bambu. Bila bunga yang dibungkus itu kecil. Bahan untuk isolasi. sehingga bila ada hujan turun.

Selain itu persentase butir-butir serbuk sari yang hidup akan terus menurun sampai pada suatu saat tidak ada serbuk sari lagi yang dapat berkecambah. Untuk menyimpan serbuk sari bunga karet dari jenis No. Di laboratorium. 2. Penyimpanannya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: terlebih dahulu serbuk sarinya dimasukkan ke dalam tabung gelas.1. Cara melakukan penyerbukan : . misalnya antara 10-70%. AV 157 dipakai konsentrasi 35% H2SO4. Penyerbukan Penyerbukan buatan dilakukan antara tanaman yang berbeda genetiknya. makin lamban akan perkecambahannya dan tabung sari yang terbentuk akan lebih pendek. pada tempat yang udaranya kering dan pada suhu rendah. Kemudian tabungnya diletakkan dalam exsicator (desiccator) yang telah diisi dengan CaCl2 atau dengan larutan H2SO4 pada konsentrasi tertentu. Umur serbuk sari. Maksudnya agar dapat menyerap uap air dari udara cukup banyak. serbuk sari dapat disimpan sampai beberapa minggu dalam keadaan tertutup. makin tua umur serbuk sari. Pelaksanaannya terdiri dari pengumpulan polen (serbuk sari) yang viabel atau anter dari tanaman tetua jantan yang sehat. Kelembaban udara. 3. serbuk sari biasanya disimpan pada suhu antara 2-8 0C dan pada kelembaban udara antara 10% sampai 50%. pada kelembaban udara relatif yang tinggi serbuk sari tidak tahan disimpan lama. PR 107 biasanya dipakai konsentrasi 27% H2SO4 dan untuk serbuk sari dari jenis karet No. kemudian menyerbukannya ke stigma tetua betina yang telah dilakukan emaskulasi. Penyimpanan serbuk sari di tempat lembab akan berakibat buruk. karena berpeluang berjangkit cendawan dan bakteri yang dapat menyebabkan serbuk sari lekas mati. Suhu udara.

Gambar 5. (3) waktu penyerbukan. Syukur et al (2009)) Pelabelan Ukuran dan bentuk label berbeda-beda. Pada dasarnya label terbuat dari kertas keras tahan air. (5) Kode pemulia/penyilang. yaitu dengan mencelupkan alat-alat tersebut ke alkohol pekat. (4) Nama tetua jantan dan betina. (B) menggunakan pinset. 2. Pada label antara lain tertulis informasi tentang: (1) Nomor yang berhubungan dengan lapangan. biarkan kering kemudian celupkan ke polen dan oleskan ke stigma. sehingga polen jantan jatuh ke stigma bunga tetua betina yang telah diemaskulasi. pinset. jika calon buah tidak membesar atau rontok maka kemungkinan telah terjadi kegagalan pembuahan. (Sumber: Yunianti (2007). (A) menggunakan kuas. Mengguncangkan bunga jantan di atas bunga betina. Jika calon buah mulai membesar dan tidak rontok maka kemungkinan telah terjadi pembuahan. (C) mengguncangkan bunga jantan di atas bunga betina.1. Berbagai cara penyerbukan buatan. (2) Waktu emaskulasi. Pendeteksian Keberhasilan Persilangan Buatan Keberhasilan suatu persilangan buatan dapat dilihat kira-kira satu minggu setelah dilakukan penyerbukan (Gambar 6). Menggunakan kuas. tusuk gigi yang steril. Keberhasilan penyerbukan . Sebaliknya. atau plastik. Cara ini biasanya digunakan untuk persilangan padi dan jagung.

Gambar 6. Bunga yang terbaik adalah bunga yang akan mekar pada hari tersebut. Sifat kualitatif tanaman dapat digunakan sebagai penanda morfologi. Waktu reseptif betina dan antesis jantan dapat dilihat ciri morfologi bunga. faktor lingkungan yang berpengaruh pada keberhasilan persilangan buatan adalah curah hujan. Persilangan buatan yang berhasil. Pada persilangan buatan tanaman hermaprodit atau juga tanaman lainnya. Kompatibilitas tetua terkait dengan gen-gen yang terkandung pada tetua jantan dan betina.buatan yang kemudian diikuti oleh pembuahan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah kompatibilitas tetua. baik berupa penanda morfologi maupun penanda molekuler. ketepatan waktu reseptif betina dan antesis jantan. Hal tersebut dapat dideteksi dengan bantuan penanda. (A) Buah cabai 1 minggu setelah penyerbukan. kelembaban dan suhu. Buah muda cabai dapat digunakan sebagai penanda morfologi. Sebagai contoh buah muda cabai ada yang berwana hijau tua. Curah hujan dan suhu tinggi akan menyebabkan rendahnya keberhasilan persilangan buatan. Bisa jadi biji tersebut merupakan hasil selfing (untuk bunga hermaprodit) atau hasil persilangan tanaman lain (karena proses isolasi yang tidak sempurna). hijau muda. Jika cabai dengan buah berwarna hijau tua disilangkan dengan cabai . biji yang dihasilkan belum tentu merupakan hasil persilangan buatan. Sementara itu. kesuburan tanaman serta faktor lingkungan. kuning atau atau ungu. (B) Buah semangka 5 hari setelah penyerbukan (Sumber: Syukur et al (2009)). cahaya mahatari.

Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Bagian Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Bogor. Yunianti. Departemen Agronomi dan Hotikultura IPB. Teknik pemuliaan tanaman. Disertasi. (B) menggunakan penanda molekuler. dan R. Bogor. Identifikasi keberhasilan persilangan. Jagung yang seharusnya mempunyai warna biji putih jika diserbuki dengan serbuk sari jagung dengan warna biji kuning akan berwarna kuning. M. M. 2009. R. (A) menggunakan penanda morfologi. memperlihatkan bahwa dengan menggunakan penanda molekuler. Sekolah Pascasarjana. 2007. 125 hal. Pemuliaan tanaman.dengan buah berwarna ungu maka akan menghasilkan F1 dengan buah berwarna ungu (Gambar 7a). S. Pustaka Sujiprihati. Contoh lain adalah jagung manis jika diserbuki oleh jagung tidak manis akan menghasilkan biji-biji yang tidak manis. Departemen Agronomi dan Hotikultura IPB. Yunianti.. Jika buah F1 yang dihasilkan tidak berwarna ungu maka kemungkinan terjadi selfing atau penyerbukan dari serbuk sari cabai lain. 284 hal. Bogor. Analisis Genetik Pewarisan Sifat Ketahanan Cabai (Capsicum annuum L. S. 356 hal. dan R.) terhadap Phytophthora capsici Leonian. Gambar 7b. Yunianti. IPB. Syukur. keberhasilan persilangan buatan sudah dapat dideteksi tanpa menanam F1. (Sumber: Sujiprihati et al (2008). Hal yang sama dapat digunakan untuk penanda molekuler. cabai F1 merupakan hasil persilangan antara tetua betina dengan tetua jantan. Syukur. Syukur et al (2009)) Pada biji tanaman yang ada pengaruh metaxenia seperti jagung. Gambar 7. . 2008. Sujiprihati..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful