PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN TRADISONAL DALAM PERSEPKTIF PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA SKRIPSI Diajukan Kepada Sekolah Tinggi Agama

Islam Negeri Jember untuk memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) Oleh SUJARI NIM : PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER 2007 – 2008

Bapak Drs. Khusnurridlo. juga mambawa manfaat bagi pihak pihak terkait sebagai upaya inovasi ilmiyah untuk memperbanyak kazanah keilmuan. Penghargaan yang setinggi tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi penulisan dan penyelesaian karya ini. skripsi ini berupaya mengkaji secara serius Pendidikan Pondok Pesantren Tradisonal dalam Persepktif Pendidikan Islam Indonesia. Bapak Dr. semoa karya ini bermanfaat bagi kita . karena dengan pertolonganNya. Relevan dengan judulnya. sebagai bahan komparasi. 3. evaluasi dan pengembangan lebih lanjut sekaligus sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam melakukan kebijakan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan Pendidikan Islam. Dan pihak pihak lain yang terlibat dalam penulisan skripsi ini Kepada mereka semua disampaikan jazakumulloh khairon katsiro.Ag dalam kapasistasnya sebagai pembimbing dalam penulisan skripsi ini. terutama kepada : 1. Akhirnya hanya kepada Allah diajukan permohonan. Namun demikian tentu saja dalam penulisan skripsi ini masih banyak kelemahan dan kekurangan. Ainur Rafiq. 2. untuk itu kritik konstruktif selalu diharapkan demi perbaikan dimasa masa yang akan datang.KATA PENGANTAR ‫ﺒﺴﻢ ﺍ ﺍﻟﺭﺤﻣﻥ ﺍ ﻟﺭﺤﻳﻢ‬ ‫ﷲ‬ Ungkapan Syukur yang teramat dalam dipersembahka n kehaditarat Allah Azza Wajal. penulisan skripsi berjudul Pendidikan Pondok Pesantren Tradisonal dalam Persepktif Pendidikan Islam Indonesia akhirnya dapat diselesaikan sesuai rencana. MPd selaku ketua STAIN Jember. diharapkan hasil kajian ini selain bermanfaat sebagai persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (SPdI) pada program S 1 STAIN Jember. M.

sebagai upaya inovasi ilmiyah untuk memperbanyak kazanah keilmuan juga sebagai masukan dan bahan pertimbangan dalam melakukan kebijakan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan. amin Jember. Karena banyak hal yang belum tereksplorasi dari pendidikan pondok pesantren tradisonal dalam persepktif pendidikan islam indonesia. PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN TRADISONAL DALAM PERSEPKTIF PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA Oleh : Sujar ABSTRAK Diakui atau tidak. pola relasi kiai dengan santri tidak sekedar bersifat fisikal. baik kognitif (knowlagde). Mengingat penelitian ini bersifat penelitian pustaka. Bagi mereka model pendidikan pesantren merupakan kreasi cerdas budaya Indonesia yang berkarakter dan patut untuk terus dipertahan kembangkan. mendiskripsikan kurikulum pendidikan pondok pesantren tradisional. juga dimaksudkan menjadi alternatif bagi People centered development. pendidikan pondok pesantren selain diarahkan pada transmisi ilmu ilmu keislaman. tetapi juga bersifat batiniyah. kemandirian. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) bahwa dalam perspektif pendidikan Islam Indonesia. juga diharapkan bermafaat bagi pihak pihak terkait sebagai bahan komparasi. dan mendiskripsikan managemen pendidikan pondok pesantren tradisional Hasil kajian ini selain sebagai persyaratan memperoleh gelar sarjana pendidikan Islam (SPdI) di STAIN Jember. pendidikan pondok pesantren tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan nasional yang memberikan pencerahan bagi peserta didik secara integral. afektif (attucude) maupun psikomotorik (skill).Ketiga. menekankan pada prinsip asasul khomsah atau panca jiwa. yakni keikhlasan. evaluasi dan pengembangan lebih lanjut. maka data yang diperlukan dikumpulkan melalui study dokumentasi. pemeliharaan tradisi Islam dan reproduksi ulama’. Value oriented development. Pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua yang melekat dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun yang silam dan telah banyak memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan bangsa ini.Kedua. Soetomo pernah mencita citakan model system pendidikan pesantren sebagai model pendidikan Nasional. 17 Juni 2007 Penyusun. ukuwah islamiyah dan kebebasan. kesederhanaan. Institution development dan Self reliance and . mendiskripsikan visi dan misi pendidikan pondok pesantren tardisional. maka penelitian ini dilakukan. karena itu tak heran bila pakar pendidikan sekalas Ki Hajar Dewantoro dan Dr.semua. Secara spesifik penelitian ini bertujuan mendiskripsikan Pendidikan Pondok Pesantren Tradisional dalam Perspektif Pendidikan Islam Indonesia. (2) Bahwa visi dan misi pendidikan pondok pesantren tradisional dalam persepktif pendidikan islam indonesia adalah :Pertama.

Rekomendasi dalam skripsi ini adalah (1) karena peran lembaga pendidikan pondok pesantren tradisional sangat penting dalam menjawab krisis kerohanian manusia modern. Penegasan Judul 4. maka keberadaannya perlu mendapat dukungan yang lebih serius dari semua pihak. Unsur-unsur Pendidikan Islam 1. Tujuan penelitian 6. Tujuan Pendidikan Islam 2. Asumsi dan keterbatasan 8. Perumusan Masalah 5. dasar-dasar Pendidikan Islam 3. Manfaat penelitian 7. media dan evaluasi 5. (2) Karena kesuksesan manusia lebih banyak ditentukan oleh faktor EQ dan SQ. Kurrikulum dan Materi Pendidikan islam 4. Lingkungan pendidikan Islam . maka direkomendasikan kepada semua pihak untuk terus mengembangkan pendidikan hati demi memperoleh kesuksesan hidup yang hakiki. tetapi juga memasukkan semakin banyak mata pelajaran dan keterampilan umum. sedangkan SQ merupakan aspek utama yang menjadi focus dari pendidikan pondok pesantren tradisional. (4) Bahwa dari sisi managemen kelembagaan. Subjek Pendidikan islam 3. Metode. yakni dari kepeminpinan yang sentralistik.sustainability. (3) Bahwa kurikulum pendidikan pondok pesantren tradisonal saat ini tidak sekedar fokus pada kita kitab klasik (baca : ilmu agama). Pendidikan Islam Indonesia 1. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. hirarkis dan cenderung singgle fighter berubah menjadi model managemen kolektif seperti model yayasan. Sistematika Pembahasan BAB II KRANGKA TEORITIK 1. Metode dan Prosedur Penelitian 9. atau paling tidak sebagai balance terhadap kecenderungan pola hidup hedonistik dan ketidak jujuran. (3) Karena aktifitas pendidikan pondok pesantren tradisional sejak awal kelahirannya mampu berkembang positif di masyarakat bahkan mempunyai kontribusi vital tidak saja dalam dimensi theologis tetapi juga sosial sebagai lokomotif utama dalam pencerahan masyarakat. Alasan pemilihan Judul 3. Pengertian Pendidikan Islam 2. maka tentu saja ia merupakan hazanah dan kekayaan nasional yang patut dilestarikan di bumi nusantara tercinta ini. Latar Belakang Masalah 2. di lembaga pendidikan pondok pesantren tradisional saat ini telah terjadi perubahan mendasar. saat ini di pendidikan pondok pesantren dikhotomi ilmu mulai tidak populer.

Dengan demikian tindakan perbaikan dapat disesuaikan dengan sumber masalah. Informasi ini dapat diperoleh melalui komunikasi dengan bawahan. pimpinan dapat meminta informasi tentang masalah yang dihadapi. sekaligus memberikan penilaian. Manajemen pendidikan pondok pesantren dalam persepktif pendidikan islam indinesia BAB IV KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 1. untuk mengetahui hasil yang dicapai benar-benar sesuai dengan rencana yang telah disusun diperlukan informasi tentang tingkat pencapaian hasil. Menurut Siagian (1983 : 21) fungsi pengawasan merupakan upaya penyesuaian antara rencana yang telah disusun dengan pelaksanaan dilapangan. evaluasi dan perbaikan sehingga pelaksanaan tugas kembali sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Di samping itu. Tipologi pondok pesantren 3. Pondok Pesantren sebagai lembaga Pendidikan Islam 1. khususnya laporan dari bawahan atau observasi langsung. Pengertian Pondok Pesantren 2. Kurikulum pendidikan pondok pesantren dalam persepktif pendidikan islam indinesia 4. untuk menghindari kesalahpahaman tentang arti. Pendidikan pondok pesantren tradisonal dalam persepktif pendidikan islam indinesia 2. Dinamika pondok pesantren BAB III HASIL DAN LAPORAN PENELITIAN 1. yakni benar benar untuk memperbaiki. Apabila hasil tidak sesuai dengan standar yang ditentukan.2. tujuan pengawasan pendidikan Islam haruslah konstruktif. BAB IV . Kesimpulan 2. Rekomendasi DAFTAR PUSTAKA Lampiran-lampiran yang dilaksanakan. al hasil. Visi dan misi pondok pesantren dalam persepktif pendidikan islam indinesia 3. meningkatkan efektifitas dan efisiensi. maksud dan tujuan pengawasan antara pengawas dengan yang diawasi perlu dipelihara jalur komunikasi yang efektif dan bermakna dalam arti bebas dari prasangka nigatif dan dilakukan secara berdayaguna dan berhasilguna.

Bahwa visi dan misi pendidikan pondok pesantren tradisional dalam persepktif pendidikan islam indonesia adalah :Pertama. pola relasi kiai dengan santri tidak sekedar bersifat fisikal. pemeliharaan tradisi Islam dan reproduksi ulama’.Ketiga. afektif (attucude) maupun psikomotorik (skill) 2. pendidikan pondok pesantren tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari pendidikan nasional yang memberikan pencerahan bagi peserta didik secara integral. Institution development dan Self reliance and sustainability. menekankan pada prinsip asasul khomsah atau panca jiwa. kemandirian. pendidikan pondok pesantren selain diarahkan pada transmisi ilmu ilmu keislaman. tetapi juga memasukkan semakin banyak mata pelajaran dan keterampilan umum. Value oriented development. B. juga dimaksudkan menjadi alternatif bagi People centered development. yakni dari kepeminpinan yang sentralistik. 3. Bahwa dari sisi managemen kelembagaan. ukuwah islamiyah dan kebebasan. 4. saat ini di pendidikan pondok pesantren dikhotomi ilmu mulai tidak populer. tetapi juga bersifat batiniyah. baik kognitif (knowlagde). Bahwa pendidikan pondok pesantren tradisonal adalah jenis pesantren yang mempertahankan kemurnian identitas aslinya sebagai tempat mendalami ilmuilmu agama (tafaqquh fiddin) melalui kitab-kitab klasik (kitab kuning) yang ditulis oleh para ulama’ abad pertengahan. yakni keikhlasan. kesederhanaan. Kesimpulan 1. Rekomendasi . Dalam perspektif pendidikan Islam Indonesia. di lembaga pendidikan pondok pesantren tradisional saat ini telah terjadi perubahan mendasar.Kedua. hirarkis dan cenderung singgle fighter berubah menjadi model managemen kolektif seperti model yayasan. Bahwa kurikulum pendidikan pondok pesantren tradisonal saat ini tidak sekedar fokus pada kita kitab klasik (baca : ilmu agama).KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A.

2. Gambaran sistem semacam . DAFTAR PUSTAKA Lampiran-lampiran BAB I PENDAHULUAN 1. Hal ini terjadi jika pendidikan dijadikan instrumen oleh sistem penguasa yang ada hanya untuk mengungkung kebebasan individu. Karena kesuksesan manusia lebih banyak ditentukan oleh faktor EQ dan SQ. maupun komunitas. proses pendidikan yang benar adalah membebaskan seseorang dari berbagai kungkungan.1. Disinilah letak afinitas dari paidagogik. Secara memis pendidikan yang ada di Indonesia adalah sebagian kecil yang terdesain dan terorganisir oleh bingkai sistem. maka tentu saja ia merupakan hazanah dan kekayaan nasional yang patut dilestarikan di bumi nusantara tercinta ini. Karena peran lembaga pendidikan pondok pesantren tradisional sangat penting dalam menjawab krisis kerohanian manusia modern. Oleh sebab itu. atau paling tidak sebagai balance terhadap kecenderungan pola hidup hedonistik dan ketidak jujuran. dan ekploitasi. intimidasi. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan merupakan suatu proses di dalam menemukan transformasi baik dalam diri. maka keberadaannya perlu mendapat dukungan yang lebih serius dari semua pihak. yaitu membebaskan manusia secara konfrehensif dari ikatan-ikatan yang terdapat diluar dirinya atau dikatakan sebagai sesuatu yang mengikat kebebasan seseorang. Karena aktifitas pendidikan pondok pesantren tradisional sejak awal kelahirannya mampu berkembang positif di masyarakat bahkan mempunyai kontribusi vital tidak saja dalam dimensi theologis tetapi juga sosial sebagai lokomotif utama dalam pencerahan masyarakat. 3. maka direkomendasikan kepada semua pihak untuk terus mengembangkan pendidikan hati demi memperoleh kesuksesan hidup yang hakiki. sedangkan SQ merupakan aspek utama yang menjadi focus dari pendidikan pondok pesantren tradisional.

1974: 911). 2004: 58). Hal . tetapi juga berhati mulia dan berakhlakul karimah. Tujuan pendidikan mengalami perubahan yang terus menerus dari setiap pergantian roda kepemimpinan. adanya akal dan budi menyebabkan manusia memiliki cara dan pola hidup yang multidimensi. Ketika melihat dari salah satu aspek tujuan pendidikan nasional sebagai mana yang tercantum dalam UU RI SISDIKNAS No. kemandirian dan norma-norma tentang baik dan buruk. pandai. 20 Tahun 2003. manusia sebagai makhluk pengemban etika yang telah dikaruniai akal dan budi. Maka dari pada itu. pendidikan adalah merupakan elemen yang sangat signifikan dalam menjalani kehidupan. kesadaran potensi. tentang membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur melalui proses pembentukan kepribadian. Melihat fenomena yang terjadi pada saat sekarang ini banyak kalangan yang mulai melihat sistem pendidikan pesantren sebagai salah satu solusi untuk terwujudnya produk pendidikan yang tidak saja cerdik. Relevan dengan hal tersebut. Sedangkan menurut Widagdho. yakni kehidupan yang bersifat material dan bersifat spritual (2001: 8). Begitu pentingnya pendidikan bagi setiap manusia. maka penyelenggaraan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari tujuan yang hendak dicapai. sejahtera dan bahagia sebagaimana pandangan hidup mereka. karena tanpa adanya pendidikan sangat mustahil suatu komunitas manusia dapat hidup berkembang sejalan dengan cita-citanya untuk maju. Karena dari sepanjang perjalanan manusia pendidikan merupakan barometer untuk mencapai maturasi nilai-nilai kehidupan. mengalami perubahan. lihai. beserta kreativitas bifurkasi. Semakin tinggi cita-cita manusia semakin menuntut peningkatan mutu pendidikan sebagai sarana pencapaiannya. Maka dalam hal ini sistem pendidikan nasional masih belum mampu secara maksimal untuk membentuk masyarakat yang benar-benar sadar akan pendidikan. Buktinya dengan penyelenggaraan pendidikan yang kita alami di Indonesia.itu merupakan bentuk pemaksaan kehendak dan merampas kebebasan individu. Maka pendidikan telah berubah menjadi instrumen oppressive bagi perkembangan individu atau komunitas masyarakat (Tilaar. Dengan demikian. Hal ini telah termaktub dalam al-Qur’an surat al-Mujadalah ayat 11: ‫تجرد ﻢﻟعﻟااو‬‫ا نﻳ‬‫ﻟا‬ ‫ﻢك‬‫ﻣ او‬‫ﻣا نﻳ‬‫ ﻟا هلﻟا‬‫ف‬‫ﻳ‬ Artinya : “Allah SWT akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Depag RI.

Seandainya Indonesia tidak mengalami penjajahan. Menurut Nur Cholis Madjid. sehingga saat ini menunjukkan kapabilitasnya yang cemerlang melewati berbagai episode zaman dengan pluralitas polemik yang dihadapinya. Oleh karena itu tak mengherankan bila pakar pendidikan sekalas Ki Hajar Dewantoro dan Dr. maka pertumbuhan sistem pendidikan Indonesia akan mengikuti jalur pesantren sebagaimana terjadi di . kajian dan penelitian para ahli. Ia telah memberikan andil yang sangat besar dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan Bangsa dan memberikan pencerahan terhadap masyarakat. Bahkan dalam perjalanan sejarahnya. Menurut Rahim (2001 : 28). Dikatakan unik.tersebut dapat dimengerti karena pesantren memiliki karakteristik yang memungkinkan tercapainya tujuan yang dimaksud. terutama setelah kian diakuinya kontribusi dan peran pesantren yang bukan saja sebagai “sub kultur” (untuk menunjuk kepada lembaga yang bertipologi unik dan menyimpang dari dari pola kehidupan umum di negeri ini) sebagaimana disinyalir Abdurrahman Wahid (1984 : 32) Tetapi juga sebagai “institusi kultural” (untuk menggambarkan sebuah pendidikan yang punya karakter tersendiri sekaligus membuka diri terhadap hegemoni eksternal). Bagi mereka model pendidikan pesantren merupakan kreasi cerdas budaya Indonesia yang berkarakter dan patut untuk terus dipertahan kembangkan. Soetomo pernah mencita citakan model system pendidikan pesantren sebagai model pendidikan Nasional. Hal ini tercermin dari berbagai focus wacana. ia adalah lembaga pendidikan yang dapat dikategorikan sebagai lembaga unik dan punya karakteristik tersendiri yang khas. Karena itu. pesantren telah banyak memberikan andil dan kontribusi yang sangat besar dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan pencerahan terhadap masyarakat serta dapat menghasilkan komunitas intelektual yang setaraf dengan sekolah gubernemen. sejak lima dasawarsa terakhir diskursus diseputar pesantren menunjukkan perkembangkan yang cukup pesat. sebagaimana ditegaskan oleh Hadi Mulyo (1985 : 71). pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan tertua yang melekat dalam perjalanan kehidupan Indonesia sejak ratusan tahun yang silam. karena pesantren memiliki karakteristik tersendiri yang khas yang hingga saat ini menunjukkan kemampuannya yang cemerlang melewati berbagai episode zaman dengan kemajemukan masalah yang dihadapinya. Bahkan dalam perjalanan sejarahnya.

Peneliti akan .masih tetap survive hingga saat ini ? Padahal sebelumnya banyak pihak yang memperkirakan pesantren tidak akan bertahan lama ditengah perubahan dan tuntutan masyarakat yang kian plural dan kompetitif. Harvard.Barat yang hampir semua universitas terkenal cikal bakalnya adalah perguruan perguruan yang semula berorientasi keagamaan semisal univ. ITB. ALASAN PEMILIHAN JUDUL Alasan pemilihan judul ini berawal dari motivasi yang menyebabkan peneliti mengadakan atau melakukan penelitian dan sebagai upaya melegitimasi kreteria dalam penelitian. Penelitian ini bergulat dengan refleksi pendidikan Islam di Pondok Pesantren tradisional dalam bentuk deskriptif. Krapyak. akan selalu menghasilkan penilaian yang simplifikatif atau bahkan reduktif. Salah satu tujuannya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan Islam di dunia ini serta meciptakan pemahaman pendidikan Islam yang lebih progresif konstekstual sehingga mampu menjawab tantangan zaman. Tremas. 2. Dari sinilah peneliti tergelitik untuk melakukan penelitian terhadap pendidikan pondok pesantren tradisional dalam perspektif pendidikan Islam Indonesia dalam rangka mencari sesuatu yang belum tersentuh dan tidak terfikirkan oleh sistem pendidikan Islam di Indonesia. Ada juga yang dengan sinis menyebutkan sistem pendidikan pesantren hanyalah fosil masa lampau yang sangat jauh untuk memainkan peran di tengah kehidupan global. Bangkalan dan seterusnya.( 1997 : 22) Yang menarik untuk ditelaah adalah mengapa Pesantren --baik sebagai lembaga pendidikan maupun lembaga sosial-. artinya memang melihat pesantren “hanya sebagai lembaga tua dengan segala kelemahannya” tanpa mengenal lebih jauh watak watak barunya yang terus berkembang dinamik. Tebuireng. Sehingga yang ada bukan UI. UGM. tetapi mungkin Univ. bahkan ada yang memastikan pesantren akan tergusur oleh ekspansi sistem pendidikan umum dan modern. Tak kurang dari Sutan Ali Syahbana yang mengatakan bahwa sistem pendidikan pesantren harus ditinggalkan. Univ. menurutnya mempertahankan sistem pendidikan pesantren sama artinya dengan mempertahankan keterbelakangan dan kejumuan kaum muslimin (1997 : 11). Penilaian psimis ini bila dilacak muncul dari ketidak akuratan melihat profil Pesantren secara utuh. UNAIR dan lain sebagainya.

Adapun alasan-alasan tersebut sebagai berikut : 1. pemilihan judul ini sebenarnya terdapat beberapa alasan fundamental yang menjadi latar wacana kajiannya. kebersamaan. sebab bangsa Indonesia merupakan bangsa yang paling banyak muslimnya. Alasan Objektif 1. 3. sehingga penelitian ini dapat dipertanggung jawabkan secara akademis dan intelektual progresif. Judul ini menjadi salah satu yang dipilih mengingat peserta didik merupakan salah satu subjek pendidikan Islam dan merupakan subjek dari sebuah pondok pesantren. Pentingnya pendidikan Islam dalam kehidupan bermasyarakat. 2.menguraikan beberapa alasan argumentatif mengapa peneliti memilih judul “Pendidikan Pondok Pesantren Tradisional dalam Perspektif Pendidikan Islam Indonesia” yang kemudian diasimilasikan dengan beberapa faktor yang harus dipenuhi oleh peneliti. berbangsa dan bernegara. keikhlasan. Dalam ranah penelitian Tarbiyah (ilmu pendidikan). kesederhanaan. dan kebebasan serta sesuai dengan nilai-nilai agama . Pentingnya pendidikan Islam yang ada di pondok pesantren tradisional bagi kehidupan keberagaman dalam rangka mengubah paradigma apatis menuju paradigma kemandirian. 4. Pentingnya pendidikan Islam di Indonesia bagi kehidupan pluralitas dalam rangka mengubah paradigma eksklusif menuju paradigma inklusif. demokratis dan progresif sesuai nilai-nilai agama Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful