SEJARAH WAHABI Filed under: Uncategorized by Ismed Sariyadi — Komentar Dimatikan Februari 26, 2010 Menanggapi banyaknya permintaan pembaca

tentang sejarah berdirinya Wahabi maka kami berusaha memenuhi permintaan itu sesuai dengan asal usul dan sejarah perkembangannya semaksimal mungkin berdasarkan berbagai sumber dan rujukan kitab-kitab yang dapat dipertanggungjawabkan, diantaranya, Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I?tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain. Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India dan Syam. Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah. Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha?i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi. Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah seorang sunni yang baik, begitu pula guru-gurunya. Namun sejak semula ayah dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruh orang-orang untuk berhati-hati terhadapnya. Ternyata tidak berselang lama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun menentang dan memberi peringatan khusus padanya. Bahkan kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama besar dari madzhab Hanbali, menulis buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawaiqul Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah. Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafii, menulis surat berisi nasehat: Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan AsSawadul Adham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti Jalan muslimin. Sebagaimana diketahui bahwa madzhab Ahlus Sunah sampai hari ini adalah kelompok terbesar. Allah berfirman : Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap

adalah mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan tawassul. Jika dia menyuruh untuk membunuh atau merampas harta seseorang dia segera melaksanakannya dengan keyakinan bahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik selama 600 tahun lebih. dan lain-lain. Dengan berdalihkan pemurnian ajaran Islam. Aswad AlAnsiy. dia terus menyebarkan ajarannya di sekitar wilayah Najed. kalau tidak dia pun langsung dibunuh.? Mendengar jawaban itu Ibn Abdil Wahab pun terdiam seribu bahasa. termasuk guru-gurunya sendiri. Tulaihah Al-Asadiy dll.kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan ia ke dalam jahannam. seperti Musailamah Al-Kadzdzab. Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan Ramadhan?? Dengan segera dia menjawab. Muhammad bin Abdul Wahab juga sering merendahkan Nabi SAW dengan dalih pemurnian akidah. Lelaki itu bertanya lagi kalau begitu pengikutmu tidak mencapai satu persen pun dari jumlah tersebut. lalu siapakah kaum muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak itu? Sedangkan engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang muslim. Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak menggubris nasehat ayahnya dan guru-gurunya itu. Dia mendukung secara penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Kalau seseorang ingin menjadi pengikutnya. dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya kemudian harus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah musyrik. Berbagai dalil akurat yang disampaikan ahlussunnah wal jamaah berkaitan dengan tawassul. ziarah kubur. yang dikemudian hari menjadi mertuanya. maulid nabi. Agaknya dia punya keinginan mengaku nabi. Kalau mau mengakui hal tersebut dia diterima menjadi pengikutnya. dan membunuh orang musyrik dijamin surga. begitu pula kedua orang tuanya. sampai- . justru berbalik mengkafirkan kaum muslimin sejak 600 tahun sebelumnya. ditolak tanpa alasan yang dapat diterima. dia juga membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya. Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin Abdul Wahab. Bahkan lebih dari itu. ziarah kubur serta maulid. Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah Muhammad bin Abdul Wahab. Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu orang. Termasuk diantara pengikutnya adalah penguasa Dariyah. Dia juga diharuskan mengakui bahwa para ulama besar sebelumnya telah mati kafir. sedangkan pengikutnya dari luar daerah dijuluki Al-Muhajirin. Muhammad bin Saud (meninggal tahun 1178 H / 1765 M) pendiri dinasti Saudi. dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali (QS: An-Nisa 115) Salah satu dari ajaran yang (diyakini oleh Muhammad bin Abdul Wahab. ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut dari daerahnya dengan julukan Al-Anshar. dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir Ramadhan. Orang-orang yang pengetahuan agamanya minim banyak yang terpengaruh. Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemar mempelajari sejarah nabi-nabi palsu.

peringatan Maulid dan sebagainya. Mereka masuk ke Mekkah pada 1806. Abdul Aziz bin Saud bangkit kembali mengusung paham Wahabi. juga kubah Sayyidatuna Khadijah. Istanbul-Turki. dan merusak kiswah. Muhammad bin Abdul Wahab di hadapan pengikutnya tak ubahnya seperti Nabi di hadapan umatnya. tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali. Pengikutnya semakin banyak dan wilayah kekuasaan semakin luas. Kekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah di atas makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma’la (Mekkah). hingga kini. lalu ke Madinah dan Jeddah. pada awal abad ke-20. memanfaatkan kelemahan Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. termasuk kubah tempat kelahiran Nabi SAW. menghancurkan kubah yang ada di atas kuburan. tempat dikebumikan jasad cucu Nabi Muhammad SAW. mereka menyerang Madinah. Dua tahun kemudian. Mereka juga mencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di kubur kaum solihin tersebut. menjarah hisan – hiasan yang ada di Hujrah Nabi Muhammad. di Baqi dan Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. ziarah kubur. sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama sekali. seperti tawassul. dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan pergolakan pemikiran. ia berhasil menduduki Mekkah. Tapi. menyanyi dan diiringi tabuhan kendang. Madinah dan Mekkah bisa direbut kembali. Karena makam tersebut dianggap tempat munkar yang berpotensi syirik kepada Allah. Pada 1813. namun karena gencarnya desakan kaum Muslimin International maka . Sejak itu. Sejak hadirnya Wahabi. Demikian juga kubah di atas tanah Nabi SAW dilahirkan. untuk melumpuhkannya. Tak mengherankan bila para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab lantas menyerang makam-makam yang mulia. Dikirimlah prajuritnya yang bermarkas di Mesir. Keduanya bekerja sama untuk memberantas tradisi yang dianggapnya keliru dalam masyarakat Arab. Gerakan Wahabi surut. Dewasa ini pengaruh gerakan Wahabi bersifat global. Keberhasilan menaklukkan Madinah berlanjut. pada 1802. sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafii yang sudah mapan. Kemudian merobohkan puluhan kubah di Ma’la. paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. masjid Abdullah bin Abbas. Bahkan. di bawah pimpinan Muhammad Ali. karena tongkat-ku masih bisa digunakan membunuh ular. Mereka terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum solihin sambil bersorak-sorai.sampai seorang pengikutnya berkata : Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad. penguasa Kerajaan Usmani. mereka menyerang Karbala-Irak. Husein bin Ali bin Abi Thalib. Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II. kain penutup Kabah yang terbuat dari sutra. Tahun 1924. murka. yaitu di Suq al Leil diratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta. Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi.

disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal. Sami Angawi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan. Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bahkan sekarang. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir. Pada lokasi bangunan berumur 1. Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan.peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul SAW.peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata. Pelestarian bangunan bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala. tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari. Semula AI-Qubbatul Khadra (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan juga akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman International maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya. Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa. . Mereka banyak menghancurkan peninggalan. katanya kepada Reuters. Padahal.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah. rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentangnya maka diurungkan. Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Kaum Wahabi memandang situs-situs sejarah itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru. Kaum Wahabi benar-benar tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam. pakar arsitektur Islam di wilayah tersebut mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabisme paling punya andil dalam pemusnahan ini. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994. Sebelumnya. Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi ala Wahabi. Dalam maklumat tersebut tertulis.dibangun perpustakaan. Pada bulan Juli yang lalu. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Bangunan itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat. tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir.

Diantaranya: Fitnah itu datangnya dari sana. Itulah ucapan yang selalu didengungkan di setiap kesempatan. Juz 6 hal 20748). Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang 10% sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakal mampu. mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya. syirik dan ahli bidah. Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits. Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang dinamakan Saudi). tentu orang-orang yang menjadi corong kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme. penyembah berhala atau masih kafir. mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. bahkan anak-anak serta balita pun mereka bantai di hadapan ibunya. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwah ke negeri kita ini. Muslim dalam Kitabul Fitan) Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati). Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan Hindu dan Budha. (HR. mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh keuangan yang cukup besar. (Naudzu billah min dzalik). Semua itu mereka lakukan dengan dalih memberantas bidah. Mereka berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai golongan yang selamat dan sebagainya. mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih. Ibnu Majah. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir.Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan ekstrim. Abu Daud. sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya. tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul). Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan mengIslam-kan penduduk negeri ini. apalagi mau menambah 10 % sisanya. padahal bukankah nama Saudi sendiri adalah suatu nama bidah Karena nama negeri Rasulullah SAW diganti dengan nama satu keluarga kerajaan pendukung faham wahabi yaitu As-Saud. dan . sambil menunjuk ke arah timur (Najed). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad. Justru mereka dengan mudahnya mengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid kepada Allah SWT. Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari para ulama yang sholeh dan alim. fitnah itu datangnya dari arah sana. Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. itu semua omong kosong belaka. padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 % penduduk negeri ini. ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Quran dan As-Sunnah. (HR Bukho-ri no 7123.

lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar.. bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). beliau berdoa: Ya Allah. yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab. karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. (AI-Hadits) BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Saud. mereka menghalalkan harta kaum muslimin. ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi SAW yang mengisyaratkan bahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduk setan. III Syaban 1426 H / September 2005 M Wassalamualaikum wr wb Sejarah Wahabi (Bagian 1) Filed under: Uncategorized by Ismed Sariyadi — Komentar Dimatikan Februari 26. Dalam riwayat lain dua tanduk syaitan. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid AIwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahab. Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan. Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jalaudz Dzolam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW: Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah BANY HANIFAH seorang lelaki. sebagian. 2010 Info pesantrenbuntet Oleh: M. yaitu Arab .Ibnu Hibban : Nabi SAW pernah berdoa: Ya Allah. diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin. wahai Rasulullah. 33 Th. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya. berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman. Zaim Nugroho MENULIS sejarah Wahabi tidak terlepas dari negara asalanya aliran ini berasal. majalah bulanan Cahaya Nabawiy No. Para sahabat berkata: Dan dari Najed. pada zaman itu banyak terjadi kekacauan. karena ahli bidah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian. seorang ulama mencatat tahunnya dengan hitungan Abjad: Ba daa halaakul khobiits (Telah nyata kebinasaan Orang yang Keji) (Masun Said Alwy) Diambil dari rubrik : Bayan. berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman. karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan. Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H / 1792 M. Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal: Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab.

Akan tetapi. Nama ini diberikan orang-orang yang berada di luar gerakan tersebut.” dengan kata-kata sifat seperti “keras” atau “ketat” ditambahkan di belakangnya. (Algar. (Algar. Tidak mengherankan jika kerajaan Saudi memandang nasionalisme Nasser di Mesir sebagai ancaman langsung terhadap keberadaannya. Bahwa sekarang Wahabisme dipandang sebagai bagian dari Sunni. Nama “Wahabisme” dan “Wahabi” berasal dari Muhammad ibn Abd al Wahhab (1703-1792). `Abd al-Wahhab sudah lama diakui sebagai bagian integral dari Islam Sunni. dan kerap kali dengan makna yang terkesan buruk. sejak pertama kali aliran mereka dikumandangkan. yang diperkuat dengan adanya sejumlah kesamaan dengan kecenderungan-kecenderungan kontemporer lainnya di dunia Islam. khususnya oleh para pengamat non-Muslim yang mencari deskripsi ringkas mengenainya. yang secara geografis merupakan jantung dunia Muslim. yang memainkan peran di negeri-negeri Muslim lainnya.Saudi. Kedua faktor yang sama pula. bernasib baik ketika pada abad keduapuluh mereka memperoleh kekayaan minyak yang luar biasa. Karena alasan ini. tidak bisa dimasukkan sebagai bagian dari Ahl al-Sunnah wa al-Jama`ah. tradisi dan keyakinan yang dikecam oleh Muhammad b. dinasti Saudi. yang menjadi patron gerakan Wahabisme. ‘Abd al-Wahhab. tidak ada alasan menerima monopoli atas prinsip tawhid tersebtu. Pan-Arabisme. tetapi bernasib baik karena muncul di Semenanjung Arab (meski di Najd. ‘Abd al-Wahhab pada karya-karya Ibn . Pada saat yang sama. yang relatif jauh dari semenanjung itu) dan karena itu dekat dengan Haramayn. 2003: 1-2). Untuk menahan pengaruh Nasser yang makin menguat. Arab Saudi menjadi sebuah kerajaan yang totalitarian. Selain itu. maka cukup beralasan dan lazim untuk menyebut mereka “Wahabisme” dan “kaum Wahabi” (Algar. sosialisme Islam. Secara intelektual gerakan ini adalah marjinal. nasionalisme. 2003: 2-3) Karena ketertarikan yang ditunjukkan Muhamad b. Di negeri ini. banyak ulama yang hidup pada masa ketika Wahabisme pertama kali dikampanyekan mengecam pendukungnya sebagai bukan bagian dari Ahl al-Sunnah wa alJama`ah. Dengan itu. Jika tidak ada dua faktor tersebut. yang merupakan landasan Islam itu sendiri. Wahabisme tidak menempati tempat yang begitu penting. Hal itu karena hampir semua praktik. yang mereka cap telah melakukan syirik. untuk memberikan gambaran yang lebih pasti. hal itu menunjukkan bahwa istilah “Sunni” mulai memperoleh makna yang luar biasa longgar. 2003: 2) Sebagai aliran pemikiran atau sekte tersendiri. Dalam sejarah pemikiran Islam yang telah berlangsung lama dan sangat kaya. Arab Saudi adalah satu-satunya negeri di mana para ulama masih mendominasi peran perubahan masyarakat. penggunaan nama-nama ini mencerminkan keinginan untuk menggunakan secara eksklusif prinsip tawhid. yang sebagiannya digunakan menyebarluaskan Wahabisme. tidak punya gaung. dan karena gerakan yang menjadi pokok pembahasan ini merupakan karya seorang manusia. telah menyebabkan Wahabisme dapat bertahan lama. Menurut Algar. tak kenal kompromi. mereka membedakan diri dari seluruh umat Islam yang lain. kalangan Sunni mengamati bahwa kaum Wahabi. kerajaan Saudi mengulurkan tangannya kepada para aktivis Ikhwanul Muslimin – tidak saja mereka yang terusir dari Mesir. Namun. Kaum Wahabi sendiri lebih suka istilah al-Muwahhidun atau Ahl alTawhid sebagai nama kelompok mereka. Wahabi dicirikan. diuraikan dalam banyak sekali literatur dan diterima oleh sebagian besar kaum Muslim. Satu-satunya doktrin yang ditoleransi adalah paham Wahhabiyah. yakni Muhammad b. sebagai kaum Sunni yang “ekstrem” atau sebagai kaum Sunni yang “konservatif. tetapi juga dari negara-negara Arab sekular lainnya seperti Syria dan Irak. Wahabisme mungkin saja hanya dicatat dalam sejarah sebagai gerakan sektarian yang marjinal dan berumur pendek. Pan-Islamisme.

Dengan nama Allah. Ibn Sa`ud dan `Abd al-Wahhab menjadi pemimpin spiritual dan temporal wilayah itu. Arabia. Apapun pendapat orang tentang posisi atau sikap Ibn Taymiyah. Wahhabisme juga menawarkan penyelamatan bukan saja di dunia ini. untuk menghancurkan . Kurdistan. “Anda adalah pemimpin mereka yang menetap di sini dan Anda adalah seorang yang bijak. al-Wahhab membawa sesuatu yang baru. salah satu penulis sejarah ibn al-Wahhab: Muhammad ibn Sa`ud menyambut Muhammad ibn al-Wahhab dan berkata. Ia sendiri adalah pelopor tarikat Qadiriyyah. bahkan jika semua [orang] Najd dipanggil untuk menyingkirkan kamu. Menurut Abu Hakimah. kelompok puritan dan ekstremis pertama dalam sejarah Islam. sebuah kota yang sekarang ini sudah tidak ada lagi. ke dalam tradisi keislaman Najd yang sebelumnya didominasi fiqh.Taymiyah. hal ini menyepelekan pentingnya dimensi spiritual koalisi itu. Saya ingin Anda menyatakan sumpah Anda kepada saya bahwa Anda akan melaksanakan jihad (perang suci) terhadap orang-orang kafir. Ia kemudian berkelana ke mana-mana. ‘Abd alWahhab menolak tasawuf secara lebih luas. Tentang pertemuan keduanya di Oasis Dir`iyyah. 2002: 17). Irak. “Oasis ini milikmu. Ketika kembali ke Arabia. dan di sana ibn al-Wahhab menjadi “pemimpin spiritual” keluarga besar Sa`ud. (Algar. yang menyerukan kaum Muslim untuk kembali kepada dasar-dasar Islam seperti yang dikemukakan dalam al-Qur’an dan hadis. Anda akan menjadi imam. klan Sa`ud adalah sebuah kelompok pembesar atau elite lokal yang sedang berusaha untuk memperluas pengaruh dan wewenang. Wahabisme senantiasa diklaim mencerminkan kemunculan yang tertunda dari warisan Ibn Taymiyah. Wahhab lalu menandatangani semacam “perjanjian kerja sama” dengan Muhammad ibn Sa`ud. Sebaliknya. Lebih dari itu. Pada masa itu. kami tidak akan pernah setuju untuk mengusirmu. perbedaan kunci antara kedua orang ini adalah: kendati Ibn Taymiyah menentang aspek-aspek tertentu Sufisme pada zamannya yang ia pandang keliru atau menyimpang.” Muhammad ibn `Abd al-Wahhab menjawab. Dengan terbentuknya koalisi antara Ibn Sa`ud dan `Abd al-Wahhab. Pada sekitar tahun 1777. dan saya akan menjadi pemimpin dalam masalah-masalah keagamaan. Muhammad b. pemimpin klan di atas. berkunjung dan belajar ke tempat-tempat seperti Syria. Arabia. Sebagai imbalannya. di wilayah Najd. Menurut sejarawan Madawi al-Rasheed (2002: 20). Ibn al-Wahhab dan pengikut-pengikutnya akan mendukung upaya-upaya keluarga ibn al-Sa`ud untuk memperluas pengaruh dan wewenang mereka. Wahhabiyah menjadi ideologi keagamaan bagi suatu unifikasi antarsuku di Arabia Tengah dan apa yang dapat disebut sebagai gerakan Wahhabiyah pun dimulai. ia tinggal di Dariyah. bukan hanya manifestasi tertentu tasawuf. Klaim ini sulit dipertahankan. pemimpin masyarakat Muslim. ia tidak menolak Sufisme secara keseluruhan. dan jangan takut kepada musuh-musuhmu. tidak diragukan bahwa ia adalah pemikir yang jauh lebih canggih dan produktif dibandingkan dengan Muhammad b. Ia memperoleh pendidikan agama. 9-10) Ekspansi Wahabi Wahhabisme atau Wahhabiyah diambil dari Syeikh Muhammad ibn `Abd al-Wahhab (17031792). ia mulai mengajarkan bentuk Islam yang puritan. Selain keuntungan material. dan Persia. Mereka dengan sengaja mengaitkan gerakan mereka dengan kaum Khawarij. ‘Abd al-Wahhab. yakni pentingnya tawhid. Banyak deskripsi mengenai keberhasilan ekspansi Wahhabi-Saudi yang awal menekankan fakta bahwa raid sejalan dengan praktik-praktik kesukuan yang dominan kala itu. Sebagai imam kembar gerakan Wahhabiyah. pendiri gerakan puritanisme keagamaan di Semenanjung Arabia yang pada akhirnya berujung pada pembentukan negara Islam Arab Saudi. mereka memfokuskan kemarahan mereka pertama-tama ke dalam. (dikutip dalam al-Rasheed. tentunya sebagaimana yang ia sendiri pahami dan tafsirkan. melainkan juga di akhirat kelak. dan keluarga alSa`ud – sebagai konpensasinya – akan menyebarkan versi Islam Wahhabi yang puritan itu. dan seperti kelompok pendahulunya yang fanatik itu. Ia dilahirkan pada tahun 1703 di Uyaina. Sekalipun mengandung kebenaran. dan pernah belajar di Madinah. akar maupun cabangnya. yang menjadi daya tarik sedikitnya bagi sebagian pengikut Wahhabi yang awal.

Mekkah dan Madinah. Beberapa kali serangan dilancarkan oleh Khalifah dari Baghdad tetapi gagal. Terlepas dari upaya keras orang-orang Hijaz untuk bertahan. membuat Yaman tidak berhasil ditundukkan sepenuhnya. lebih-lebih karena mendengar kabar bahwa makam nabi telah dinodai dan dijarah. makam Nabi. Dalam ekspansi ini mereka berhadapan dengan otoritas keagamaan yang lain. ekspansi dilanjutkan ke Teluk Persia dan Oman: Qatar mengakui kekuasaan SaudWahhabi pada 1797. dan Bahrain menyusul tak lama kemudian. dipaksa untuk menyerah dan mengikuti Wahhabisme atau dibunuh. Karena itu. di mana dua kota suci Islam. Reaksi Konstantinopel Dominasi Wahabi di tanah suci juga menjadi tantangan langsung terhadap otoritas Khalifah di Turki. Abd al-Aziz. Pada tahun 1815. dan menghancurkan kekuasaan Banu Khalid di wilayah itu. Pembunuhnya adalah pengikut Syiah dari Karbala yang memburunya dalam rangka membalas dendam terhadap perbuatan pasukan Wahabi di Karbala. berada. anak Muhammad ibn Sa`ud. Ekspansi lain mencapai ladang subur Mesopotamia. Para pengikut Syi`ah di kawasan ini. Setelah berhasil menduduki wilayah itu. Pada 1802. Perhiasan dan perabotan yang mahal dan indah – yang disumbangkan oleh banyak raja dan pangeran dari seluruh dunia Islam untuk memperindah banyak makam wali di seputar Mekkah dan Madinah. mereka melabrak tembok Karbala dan membunuh 2. dan segala bentuk peribadatan yang tidak sejalan dengan praktik Wahabi dilarang (Allen. Dengan kemarahan yang tak terkontrol. Di bawah kepemimpinan militer `Abd al-`Aziz. 2006: 64).000-an pengikut Syi`ah yang sedang bersehbahyang sambil merayakan Muharram. imam-imam Syi`ah. dan khususnya kepada makam puteri Nabi. Ia digantikan oleh putranya.apa yang mereka pandang sebagai sebab-sebab kemunduran kaum Muslim. Fatimah. Kuatnya pertahanan orang-orang Yaman. mereka mulai ekspansi mereka ke Riyadh. Kharj. Ekspansi awal Wahhabi-Saudi yang menentukan berlangsung ke barat. dan Masjidil Haram – dicuri dan dibagi-bagi. Muhammad Ali Pasya. Mekkah jatuh ke tangah Wahabi. koalisi Wahhabi-Saud berhasil memantapkan hegemoni mereka di Ta’if pada 1802. Mekkah pada 1803. di hari suci `Asyura. wazir atau wakil Khalifah di Mesir. Ia dibunuh ketika sedang sembahyang di masjid Dir`iyyah. Mereka membunuh syekh dan orang awam yang tidak bersedia masuk Wahabi. diserahi tanggungjawab mengambil alih Hijaz dan tanah suci dan mengembalikannya kepada Khalifah sebagai khadimul haramayn. Husayn. Sa`ud ibn Sa`ud yang berkuasa sampai 1814. Setelah gagal di tahun 1811. wafat pada 1806. Setelah kemenangan itu. rute jamaah haji ditutup. . Mereka semua diwajibkan untuk membayar zakat ke Dir`iyyah. ditambah dengan kondisi geografis yang kurang dikuasai pasukan Wahhabi. yang setelah kematian Muhammad ibn Abd al-Wahhab memegang dua gelar amir dan imam sekaligus. Pada tahun 1803-1804. mereka melanjutkan ekspansi ke timur ke Hasa. dan Madinah setahun kemudian. yang digantikan putranya bernama Abdullah ibn Sa`ud. dan Jeddah. yang jumlahnya cukup banyak. para ulama Wahhabi memerintahkan penghancuran kubah yang ada di makam-makam Nabi Muhammad dan para sahabatnya di Madinah. di mana para pemimpin lokalnya segera memeluk Wahhabisme dan ikut serta dalam ekspansi selanjutnya ke Yaman. yang memperoleh legitimasinya dari Khalifah Turki Usmani. mereka mulai memerangi suku-suku yang ada di sekeliling mereka dan memaksa suku-suku tersebut untuk mengikuti versi Islam mereka. mereka menghancurkan makammakam Ali. Kemenangan di Hijaz mendorong koalisi Wahhabi-Sa`ud untuk meneruskan ekspansi ke wilayah selatan ke `Asir. Pada 1804. pada 1812 pasukan kekhalifahan Usmani dari Mesir tersebut berhasil menduduki Madinah. dan Qasim di wilayah Arabia Tengah pada 1792. Lalu. kembali pasukan dari Mesir menyerbu Riyadh. khususnya ke Hijaz. sekaligus mengancam bagian-bagian penting daerah kekuasaan Turki Usmani. pasukan Wahabi juga menyerbu Mekkah dan Medinah. Mekkah. yakni Syarif Mekkah. Dunia Islam guncang.

“Ia mengaku pengikut mazhab Hanbali. Kehancuran Wahabi disambut gembira di banyak negeri Muslim. Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah. lapangan di depan markasnya berdiri piramida kepala pengikut Wahhabi.Kali ini pasukan Wahhabi kucar-kacir. Sisa-sisa keluarga Sa`udi-Wahabi menjadi tawanan di Kairo. putra sang penguasa Mesir. selama tiga hari. Demikianlah. kira-kira lima ratusan ulama. Di ibukota Khilafah Usmani itu dia dipermalukan. ‘menjadi kuburan berdarah teologi Wahabi.’ Abdullah ibn Sa`ud sendiri beserta beberapa anggota keluarganya ditawan dan dibawa ke Kairo dan kemudian ke Konstantinopel. Ia mengatakan bahwa membunuh Ahlussunnah adalah halal. (Bersambung) Zaim Nugroho.” (Allen. sekejam serbuan dan penaklukan yang mereka lakukan sejak aliansi terbentuk. sampai akhirnya Allah menghancurkannya pada tahun 1233 Hijriah (1818) melalui pasukan Muslim. datang dengan kekuatan sekitar 8000 pasukan kavaleri dan infantri dari Mesir.588983 98. Ibrahim menawarkan enam keping perak untuk setiap kepala pengikut Wahabi yang berhasil dibunuh. Ibrahim Pasya mengumpulkan semua ulama Wahabi yang bisa didapat. keluarga dari Buntet Pesantren. Ibrahim Pasya. Di akhir pertempuran. pertahanan terakhir Wahabi yang dipimpin Abdullah ibn Sa`ud di Dir`iyyah diserbu dan setelah beberapa bulan dikepung. mereka menyerah. 2006: 68). dan Turki. 3. Di sana. kesabarannya habis dan ia memerintahkan pengawalnya supaya membunuh mereka sehingga masjid Dir`iyyah. Albania. Di akhir hari keempat. dan menggiring mereka ke masjid besar. berhenti secara brutal. tapi dalam pemikirannya hanya dia saja yang Muslim dan semua orang lain adalah musyrik. yang juga dikenal dengan Negara Saudi I. Komentar telah ditutup « Etika Merayakan Peringatan Maulid Nabi SEJARAH WAHABI » * Blog Stats o 213 hits * Tulisan Terkini o Karya Stephen Sulaiman Schwartz : “Dua Wajah Islam: Moderatisme Vs Fundamentalisme” o SEJARAH WAHABI o Sejarah Wahabi (Bagian 1) o Etika Merayakan Peringatan Maulid Nabi o Hello world! * . ia memimpin debat keagamaan dalam rangka meyakinkan ulama Wahabi bahwa ajaran mereka sesat. Seorang ulama mazhab Hanafi bernama Muhammad Amin ibn Abidin yang hidup di awal abad XIX mengatakan. Kini aktif di salah satu Lembaga Penelitian Pemilu. diarak keliling kota di tengah cemoohan penonton selama tiga hari. dalam kata-kata pengelana William Palgrave. Pada 1818. fase pertama aliansi Wahabi-Saudi. Kemudian kepalanya dipenggal dan tubuhnya dipertontonkan kepada kerumunan yang marah.485679 Comments RSS feed Suka Be the first to like this post.

Tulisan Teratas o Sejarah Wahabi (Bagian 1) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful