P. 1
otomotif

otomotif

|Views: 126|Likes:
Published by cumi2henry
torax
torax

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: cumi2henry on May 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN Pada tahun 1860 Lenoir (Prancis) berhasil membuat mesin gas bersiklus dua langkah.

Pada mesin tersebut katup isap menutup menjelang akhir langkah torak dari TMB (titik mati bawah) ke TMA (titik mati atas). Pada saat itulah gas pembakaran dinyalakan dan dibakar dengn bunga api listrik. Jadi, pembakran gas tersebutdalam kondisi tekanan atmosfer atau tanpa kompresi. Akibatnya, tidak dapat dihasilkan daya dan efisiensi yang tinggi. Pada tahun 1862, Beau de Rochas (prancis) berusaha memperbaiki penemuan Lenoir dengan memberikan kompresi kepada gas sebelum dinyalakan. Ternyat hasilnya baik, walaupun belum memuaskan. Pada tahun 1876, teori menyalakan gas dengan kompresi itu dikebangkan oleh Nikollaus Otto (Jerman) dengan menciptakan motor gas dengan empat lagkah pada siklus kerjanya. Mesin empat langkah adalah mesin yang dalam satu siklus kerjanya dilakuakan dalam empat langkah torak, yaitu langkah komprensi, ekspansi, buang, dan isap, pada dua putaran poros engkol. Dalam hal ini energi panas hasil pembakaran bahan baker mendorong torak pada langkah ekspansi saja. Adapun ketiga langkah lainnya karena energi kinetisdari roda gaya. Siklus kerja ini dinamakan siklus_Otto. Pada tahun 79, Dugsld Clark (Inggris) menemukan penyempurnaan motor dua langkah pada satu siklus kejanya. Mesin dua langkah adalah mesin yang dalam satu siklus kerjanya dilakukan dalam dua langkah torak pada satu putaran poros engkol. Pada tahun 1890, Herbert Ackroyd Stuard (Inggris) membuat mesin dengan bahan baker minyak tanah, menggunakan penguap dan kepala pijar untuk membakar bahan baker. Setiap akhir langkah kompresi minyak disemprotkan ke dalam tabung kepala pijar sehingga menguap dengan cepat dan terbakar sendiri di dalam silinder. Dengan didasarkan atas penemuan-penemuan tersebut di atas, para peneliti terus mengembangkanya dengan penyempurnaan-penyempurnaan sampai pada system karburator dengan busi (penghasil bunga api listrik) pada motor dewasa ini. Kren penemuan Nikloaus Otto dianggap sebagai awal penyempurnaan proses motorbakar maka proses motor bakar pada umumnya disebut prosses_Otto. Kemudian , tahun 1892 Rudolf Diesel (Jerman) menciptakanmotor bakar tanpa menyalakan api listrik, yaitu dengan menggunakan tepung

batu bara yang ditiupkan ke dalm udara yang sudah dikompresikan di dalam silinder.prosesnya tetap menggunakan istilah proses_Otto. Pada tahun 1898 Rudolf Diesel memperbaiki temuanya dengan menggunakan bahan bakarminyak solar yang kemudian juga disebut minyak _diesel. Dalam perkembangan bahan bakar minyak sekarang ini minyak solar dengan minyak diesel berbeda. Perbedaan tersebut adalah dalam hal periode persiapan pembakarannya. BAB II BAGIAN UTAMA MOTOR DAN SISTEM KELENGKAPAN MOTOR Mesin terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai fungsi dan kegunaan masing -masing. Komponen dan bagian ini bekerja menjadi satu kesatuan yang kompak sehingga menghasilkan tenaga mekanis. Bagian-bagian utama dan system kelengkapan motor dapat dijelaskan dalam ikhtisar di bawah ini.

Bagian Utama Motor

Gambar diatas merupakan bagian-bagian utama dari mesin yang bergerak dan antara satu komponen dengan komponen yang lain saling berhubungan. Gambar di bawah menunjukkan bagian utama mesin yang tidak bergerak yang juga merupakan satu kesatuan dan bagian yang bergerak dipasang di dalamnya. Bagian ini meliputi: 1. kepala selinder (cylinder head); 2. blok silinder (clinder block); 3. bak engkol (carter); 4. saluran masuk (intake manifold); 5. saluran buang (exhaust manifold); 6. perakat (paking)

1. kelengkapan Torak dan Batang Torak Torak bergerak bolak balik dari TMA ke TMB atau sebaliknya akan menyebabkan terjadinya perubahan volume balik di atas maupun di bawah torak. Selain itu , juga menyebabkan perubahan tekanan. Torak dan cincin torak berfungsi sebagai berikut. a. mengisap dan mengoprasikan gas bahan bakar udara serta menekan gas sisa pembakaran keluar dari ruang bakar. b. Mengubah tenaga panas hasil proses pembakaran menjadi tenaga mekanis. c. Menyekat hubungan antara ruang di atas torak dan ruang di bawah torak. Pada saat mesin bekerja , torak akan selalu mengalami gesekan dan menerima panas yang tinggi. Oleh karena itu , torak harus terbuat dari dari bahan yag sifat sifat sebagai berikut: a. Ringan, agar bobot mesin secara keseluruan menjadi berkurang

b. Kuat dan kokoh, karena torak akan menerima tekanan yang besar pada saat terjadi pembakarn dan langkah usaha. c. Pengantar panas yang baik. Untuk mencegah pemuaian maka sebagian panas dari torak harus dapat di pindahkan ke dinding silinder. d. Tahan gesekan. Keausan torak dapat menyebabkan turunnya kemampuan mesin karena akan terjadi kebocoran komprensi. e. Koefisien mulai dari bahan harus kecil. Hal ini berarti torak harustahan panas dan tidak mudah memuai karena pemuaian torak dapat menyebabkan kemacetan. Torak biasanya terbuat dari bahan besi tuang, baja paduan, atau paduan aluminium. Dari ketiga bahan tersebut yang paling banyak dipakai adalah paduan aluminium dengan komposisi paduan :78-86% A1,11-15% Si, 1-3% Ni 1,3% Fe, dan 0,5-1,5% Mn.kepala torak atau puncak torak dapat berbentuk rata ,cekung, atau cembung tergantung dari bentuk ruang bakarnya. Kepala torak dibuat kebih tebal disbanding dengan dindingnya agar mampu menahan tekanan yang besar pada aat terjadi pembakaran bahan bakar di dalam silinder. Pada dinding torak dilengkapi dengan alur untuk menempatkan cincin torak.

Agar terjadi penyekatan yang baik antara ruang di atas torak dan dibawah torak maka diperlukan cincin torak (ring torak ). Pada keadaan bebas, diameter cincin torak lebih besar dari pada diameter selindernya. Pada saat cincin torak terpasang di dalam silinder, celah cincin torak yang terlalu longgar akan menyebabkan kebocoran komperensi dan dapat menyebabkan naiknya minyak pelumas ke dalam ruang komperensi. Apabila celah cincin torak terlalu kecil dapat menyebabkan patahnya cincin torak jika terjadi pemuaian karena panas atau merusak dinding silinder. Oleh karena itu, pemakaian cincin torak harus sesuai dengan spesifikasinya.

Cincin torak yang dipakai pada suatu mesin dapat dibedakan menjadi dua macm, yaitu cincin komprensi dan cincin pelumas : a. Cincin Komperensi cincin ini dibuat dari besi tuang kelabu dengan lapisan logam putih pada permukaan yang bersinggungan dengan dinding silinder. Pada umumnya sebuah torak memerlikan dua cincin komprensi. Tugasnya adalah untuk mencegah kebocoran udara bahan bakar d gas an pembakaran selama langkah komperensi dan langkah usaha. b. Cincin Pelumas cincin pelumas letknya di bagian paling bawah pada alur cincin torak. Fungsinya untuk membentuk lapisan oli (film minyak) diantara torak dan dinding silinder, meratakan minyak pelumas, dan mengikis kelebihan pelumas agar tidak masuk ke dalam ruang bakar.

Cincin torak dipasang pada torak celah potonganya tidak boleh diletakkan pada sisi atau baris yag sama karena dapat menimbulkan kebocoran komperensi. Bentuk potongan cincin t rak o seperti gambar di bawah ini.

Batang torak adalah komponen yang berguna untuk menggabungkan torak dengan poros engkol. Bagian ujung yang dihubungkan dengn torak menggunakan pena torak tersebut small end, sedangkan bagian pangkal yang berhubungan dengan poros engkol disebut big end. Didalam big end crank pin berputar dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan panas yang cukup tinggi. Untuk menghindari rusaknya big end akibat panas tersebut dipasangkan metal (bantalan batang torak). Pena torak menghubungkan torak dengan small end pada batang torak . torak dan batang torak dihubungkan dengan cara tertentu oleh pena torak. Agar pena torak tidak keluar dan kedudukanya mantap pada boss pena torak maka ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain sebaggai berikut : a. Fixed Type pada tipe ini pen torak diikat dengan baut pengikat sehingga tidak terjadi gerak. Gesekan terjadi pada boss pena torak. b. Full Floating Type torak yang dimasukan dalam boss pena torak ditahan oleh snepper. Gesekan terjadi pada boss pena torak c. Semi Floting Type

pada cara ini torak diikatkan pada batang torak dengan baut pengikat. Gesekan terjadi pada pena torak dengan boss pena torak. Kelengkapan batang torak dan cara pengikatanya pada torak dapat dilihat pada gambargambar berikut ini.

2. Fungsi Kepala Silinder Kepala silinder berfungsi sebagai penutup silinder dan merupakan dinding ruang bakar.bentuk ruang bakar ada yang rata, tirus, lengkung, atau gabungan bentuk-bentuk

tersebut. Oleh karena itu, pada kepala silinder juga dilengkapi lubang busi. Kepala silinde dibuat dari bahan besi tuang kelabu atau paduan aluminium. Kepala silinder dipasang di atas blok silinder menggunakan baut pengikat. Untuk motor berpendingin udara pada kepala silinder dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin yang berguna untuk memperluas bidang pendinginan, sedangkan untuk pendinginan air pada kepala silinder dilengkapi saluran-salursn air pendingin. Di atas kepala silinder dilengkapi dengan tutup untuk melindungi komponen-komponen yang ada di atas kepala silinder dari kotoran dan mencegah tercecernya minyak pelumas. Mesin yang mempunyai susunan katup ³I´, pada kepala silinder harus dilengkapi dengan lubang-lubang katup, sebab pada model ini kedua katup berada pada kapala silinder. Untuk susunan katup odel ³T´ dan ³L´ tidak dilengkapi lubang atau dudukan katup karena letak katup berada pada blok silinder. Permukaan kepala silinder yang akan dipasangkan di atas permukaan blok silinder harus benar-benar rata supaya tidak terjadi kebocoran pada saat mesin bekerja. Jika tidk rata maka dapat menurunkan kemampuan mesin.

3. Fungsi Blok Silinder Blok silinder dan ruang engkol merupakan bagian utama motor dengan lubang silinder yang berdinding halus tempat torak bergerak bolak-balik. Selain itu, blok silinder merupakan dudukan komponen-komponen lain, misalnya distributor, pompa bahan bakar, motor stater, dan alternator. Blok silinder dilengkapi dengan mantel-mantel air apabila mesin tersebut menggunakan pendingin air. Jika susunan katup yang digunakan dari jenis ³T´ dan ³L´ maka harus dilengkapi dengan dudukan katup. Bentuk dan kontruksi blok silinder tergantung dari beberapa factor: jumlah silinder, susunan silinder, susunan katup, cara pendinginan, dan mekanisme katup. Blok silinder dibuat dari bahan yang biasanya sama dengan bahan kepala silinder. Untuk motor besar lubng silinder biasnya menggunakan tabung silinder yang dipasangkan pada blok

silinder. Apabila terjadi keausan yang berlebihan karrena gesekan torak dapt diganti dengan yang baru untuk penghematan.. Tabung silinder dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tabung basah dan tabung kering. Tabung basah maksudnya tabung silinder itu langsung berhubungan dengan air, edangkan jenis tabung kering tidak.

Panci minyak digunakan untuk menetup blok silinder di bagian bawah, untuk menampung minyak peluas, dan mndinginkan minyk pelumas. Karena panic minyak ini letaknya di bawah maka ada kemungkinan terjadi benturan pada jalan yang tidak rata atau batu yang terlempar oleh ban roda. Oleh karena itu, harus dibuat dari bahan yang kuat dan ulet. Biasanya dari plat-baja yang dikempa (press). Di bagian dalam panci minyak dilengkapi dengan separator (pelat pembatas) yang berfungsi sebagai pencegah goncangan minyak pelumas apabila kondisi jalan tidak rata sehingga system pelumasan tidak terganggu.

4. Fungsi Poros Engkol Poros engkol (crank shaft) merupakan komponen mesin yang bertugas mengubah gerak lurus torak menjadi gerak putar. Poros engkol dibuat sedemikian rupa sehingga gerakan torak tidak bersamaan posisi di dalam silinder. Bagian poros engkol yang berhubungan dengan batang torak disebut crank pin, sedangkan yang duduk pada blok silinder disebut crank journal. Crank journal ditopang oleh bantalan poros engkol pada crank case. Poros engkol berputar pada journal. Poros engkol dan blok oli termasuk dalam crank case. Masing-masing crank journal mempunyai crank arm. Untuk menjaga keseimbangan putaran pada saat mesin beroprasi, poros engkol dilengkapi dengan balanceweight. Poros engkol dilengkapi juga dengan lubang oli untuk menyalurkan minyak pelumas pada crank journal, bantalan-bantalan pena torak dan lain-lain. Bentuk poros engkol ditentukan oleh banyaknya silinder dan urutan pengapinya. Dalam menentukan urutan pengapian suatu motor, factor yang harus diperhatikan adalah keseimbangan getaran karena tekanan akibat pross pebakaran dalam silinder. Beban dari bantalan utama (main breaing) dan sudut putaran yang terjadi pada poros engkol aadalahakibat dari langkah karja pada tiap-tiap silinder.

Poros engkol menerima beban yang besar dari batang torak dan berputar dalam kecepatan yang tinggi. Oleh karena itu, harus dibuat dari bahan yang mampu menerima beban tersebut. Umumnya terbuat dari baja-karbon tinggi.

5. Fungsi Kelengkapan Katup dan Penggeraknya Bagian mesin yang menyebabkan katup membuka dan menutup pada waktu tertentu disebut mekanisme katup. Jenis meknisme katup yang dipakai tegantung dari susunan katup pada mesin tersebut. Ditinju dari susunan katupnya, mekanisme katup dapt dibedakan menjadi dua macam, yaitukatup sisi dan katup kepala. a. Mekanisme Katup Sisi disebut mekanisme katup sisi karena terletak disisi blok silinder. Susunan katup ini meliputi jenis T, L dan F. ketiga jenis ini sudah tidak dikembangkan karena tidak cocok untuk motor putaran tinggi atau komperensi tinggi. Hal ini disebabkan volum ruang bakar tidak bisa dibuat lebih kecil.

Mekanisme katup ini terdiri atas poros nok, tapet (penekan), katup, dan pegas katup ini juga dikenal dengsn mekanisme katup langsung. Dilihat dari mekanisme kerjanya, mekanisme katup langsung lebih menguntungkan karena kerja katup membuka dan menutup akan lebih cepat.

b. Mekanisme Katup Kepala mekanisme katup ini digunakan untuk motor yang memunyai susunan katup jenis ³T´ yang semua katup-katupnya berada pada kepala slinder. Karena posisi katup dikepala silinder maka vlum ruang bakar dapat dipersempit untuk menaikkan perbandingan komperensi. Susunan katup jenis ini cocok digunakan pada motor bertenaga besaryang berkembang saat ini. Mekanisme katup kepala dibedakan menjadi jenis OHV dan OHC. 1) Over Head Valve OHV Pada mekanisme katup OHV poros nok, terletek dibawah silinder sehingga didalam kerjanya memerlukan batang penekan. Oleh karena itu, jumlah komponennya lebih banyak, bobot mesin keseluruhan menjad lebih besar, dan kecendrungan terjadinya kelambatan pembukaan

dan penutupan katup lebih besar. Dengan demikian, mekanisme ini tidak cocok untuk motor dengan kecepatan tinggi. Komponen mekanisme katup OHV terdiri atas : poros nok, tappet pushrod, rocker arm, katup, pegas, katup, dan penyetel kerenggangan . Poros nok berfungsi untuk mengubah gerak putar poros menjadi gerak lurus pada katup. Nok digunakan untuk mengatur saat pembukaan katup. Tappet berfungsi meneruskan tekanan dari poros nok. Pushrod digunakn untuk meneruskan tekanan dari tappet ke rocker arm. Rocker arm bertugas menekan batang katup agar membuka katup.

2) Over Head Camshaft (OHC)

Mekanisme katup OHC artinya camshaft (poros nok) berada di kepala silinder. Keuntungannya beberapa komponen ditiadakan sehingga dapat mempercepat kerja mekanisme katup serta keterlambatan pembukaan dan penutupan katup pada saat putaran tinggi dapat teratasi. Namun dengn adanya camshaft di kepala silinder, ruang kepala silinder menjadi lebih rumit. Jika pada tiap-tiap silinder hanya menggunakan dua buah katup maka cukup menggunakan satu buah camshaft sehingga dikenal dengan istilah SOHC. Untuk meningkatkan kemampuan mesin dapat dilakukan dengn cara memperbaiki system pemasukangas baru ke dalam silinder. Semakin banyak gas baru masuk ke dalam silinder semakin besar Tenaga yang dihasilkan. Berdasarkan prinsip tersebut dilkukan upaya menambah jumlah katup pada setap silinder, misalnya pada setiap silinder terdpat 3 atau 4 buah katup yang bertujua agar gas baru yang masuk ke dalam silinder seoptimal mungkin. Dengan bertambahnya jumlah katup maka penggerak katupnya juga harus menyesuaikan agar kerja dari pembukaan dan penutupan katup berjalan dengan baik. Oleh karena itu, jumlah camshaft dibuat menjadi dua buah mekanisme katup dengan dua buah camshaft dikenal dengan istilah DOHC (Dual Over Head Camshaft).

6. Fungsi Saluran Masuk dan Buang

Saluran masuk merupakan tempat laluan dari muatan segera yang akan masuk ke dalam silinder. Saluran buang merupakan tempat laluan dari sisa gas hasil pembakaran. Saluran masuk ditempatkan ke dalam atau di antara karburator dengan lubang katup masuk pda kepala silinder. Saluran buang ditempatkan di antar lubang katup buang dengan knalpot. Untuk membantu mempercepat terjadinya penguapan bahan bakar yang akan masuk ke dalam silinder, letak saluran masuk didekatkan dengan saluran buang agar panas yang terpancar keluar dari saluran buang dimanfaatkan untuk memanaskan muatan baru yang akan masuk ke dalamsilinder. Dengn demikian, efisiensi panas menjadi lebih baik. Dalam upaya pemanfaatan panas itu maka bahan yang di pakai untuk saluran buang harus memiliki sifat tahan terhadap pnas yang cukup tinggi sekaligus reflaktor yang baik terhadap panas. Sebaliknya saluran masuk harus memiliki sifat mampu menyerap panas yang baik dan mengantar panas. Bahan yang memiliki sifat-sifat tersebut adlah aluminium sehingga saluran masuk dan saluran buang di buat di paduan aluminium. Belokan-belokan pada saluran masuk dibuat tidak runcing dan garis tengah tiap cabang dibuat tidak sama besar dengan maksud agar jalanya udara -udara bakar dapat lancar dan pengisapan tiap-tiap silinder sama. Saluran masuk dibuat lebih pendek daripada saluran buang dengan maksud agar kerugian gesekan dan pengembunan menjadi lebih kecil. Untuk motor dengan kecepatan tinggi, saluran buang dibuat berhadapan dengn saluran masuk. Tujuanya untuk meningkatkan efisiensi pengisian. Pada kendaraan untuk konsunsi di daerah yang mengalami musim dingin, saluran buang dapat dilengkapi dengan katup pengontrol panas yang ditempatkan di dalam saluran. Katup pengontrol panas ini bekerja atas dasar suhu di dalam saluran apabial dalam keadaan dingin katup pengontrol tertutup sehingga gas buang akan beredar di sekeliling saluran yang berdekatan dengan saluran masuk untuk membantu pemanasan dan penguapan gas baru di dalam salran masuk tersebut. Apabila mesin telah panas katup pengontrol itu akan terbuka dengan sendirinya dan gas buang mangalir lancar ke pipa knalpot.

BAB III PENYEBAB KERUSAKAN YANG TERJADI PADA BAGIAN UTAMA DAN SISTEM KELENGKAPAN MOTOR 1). Tinjauan umum tentang bagian utama dan system kelengkapan motor Dalam pengoprasiannya komponen bagian utama dan system kelengkapan motor merupakan satu kesatuan yang kompak sehingga menghasilkan tenaga mekanis. Dari sekian banyak struktur komponen pada bagian utama dan system kelengkapan motor merupakan bagian komponen Yang paling banyak mengalami kerusakan.

Apabila diamati penyebab yang paling mudah adalah kurang nya perawatan yang diberikan atau factor ketidak pahaman mengeni suatu motor. Kerusakan ±kerusakan yang terjadi saat ini pada bagian utama dan system kelengkapan motor diantaranya: a). Kerusakan pada torak dan batang torak b). Kerusakan pada kepala silinder dan blok silinder c). Kerusakan pada poros engkol d). Kerusakan pada katup dan penggeraknya e). Kerusakan pada saluran masuk dan saluran buang. Semua keruskan pada komponen bagian utama dan system kelengkapan motor tersebut diatas semuanya berhubungan lngsung dengan cara perawatan secara rutin walaupun masih ada penyebab-penyebab lain yang berhubungan dengan kerusakn pada bagian utama dan system kelengkapan motor. 2). Kerusakan bagian utama dan system kelengkapan motor a). Kerusakan pada torak dan batang torak pada umumnya kerusakan yang sering terjadi ialah pecahnya kepala tork atau terjadinya kerak pad kepala torak. Hal ini terjadi karena diakibatkan oleh pembakaran yang tidak sempurna sehingga oli yang mengendap dapat menyebabkan kerak pada kepala torak. Sedangkan pecahnya kepala torak dapat diakibatkan oleh beban lebih atau pemakaian mesin yang terlalu panas/ over heating. Ring kompresi dan ring pelumas pada torak juga. Dapat mengalami keausan, hal ini dapat di akibatkan oleh kurangnya pelumasan yang terjadi pada ring torak. Sedangkan pada batang torak bagian yang sering mengalami kerusakan ialah bantalan batang torak, hal ini terjadi akibat kotor/ encernya minyak pelumas serta te rjadinya beban kejut akibat keterlambatan / kecepatan proses pengapian. b). kerusakan pada kepala silinder dan blok silinder kerusakan yang sering terjadi pada kepala silinder dan blok silinder ialah paking yang sering terjadi kebocoran serta dinding pada blok silinder yang sering mengalami goresan hal ini

diakibatkan oleh cara pemasangan baut pada blok silinder yang kurang tepat, sedangkan pada blok silinder goresan yang sering terjadi diakibatkan oleh kotoran-kotoran yang masuk ke dalam blok silinder melalui kaburator/oli yang kotor serta serpihan-serpihan dari pecahan torak. c). Kerusakan pada poros engkol pada umunya kerusakan yang sering terjadi pada bantalan poros engkol yaitu terjadi keausan, hal ini diakibatkan oleh oli yang terlalu encer sehingga terjadi gesekan antara dudukan bantalan dengan bantalan poros engkol tanpa adanya lapisan pelindung yaitu minyak pelumas, serta beban yang terlalu berat. d). kerusakan pada katup dan penggeraknya kerusakan katup biasanya diakibatkan oleh kerak yang menepel pada bibir katup, hal ini dapat menyebabkan katup tidak dapat tertutup dengan senpurna sedangkan pada penggeraknya/cam shaft jarang sekali ditemuakan kerusakan selain kehausan pada nok cam shaft. e). Kerusakan pada saluran masuk dan saluran buang kerusakan yang sering terjadi ialah bocornya sambungan pada saluran masuk dan saluran buang, hal ini diakibatkan oleh packing/perapat sambungan karena pemasangan baut yang kurang tepat atau baut yang kendor tanpa disadari akibat dari getaran mesin yang sedang beroprasi. BAB IV CARA MENGATASI KERUSAKAN YANG TERJADI PADA BAGIAN UTAMA DAN SISTEM KELENGKAPAN MOTOR Setelah mengamati dengan teliti dan mempelajari sebab-sebab terjadinya kerusakan pada bagian utama dan system kelengkapan motor ternyata penyebab yang paling dominan adalah factor dari pelumasan dan perawatan unit bagian utama dan system kelengkapan motor itu sendiri. Adapun cara untuk mengatasi kerusakan-kerusakan tersebut, misalnya : dengan

melakuakan preventive maintenance secara konsisten sesuai dengan jadwal yang telah berlaku. a). Cara mengatasi kerusakan pada torak dan batang torak pada torak cara mengatasi kerusakannya ialah dengan menepatkan titik pengapian sehingga terjadi pembakaran sempurna dan tidak menimbulkan kerak pada kepala torak, serta penggantian oli secara rutin sesuai dengan jadwal. Sedangkan pada batang torak juga dapat dilakukan dengan penggantian oli secara rutin sehingga tidak menimbulkan oli yang terlalu encer/kotor. Terkadang juga kerusakan dapat diakibatkan oleh penggunaan bahan mateial r yang tidak sesuai/imitasi atau pemakaian beban yang terlalu berat yang tidak sesuai dengan kapasitas kendaraan. b). Cara mengatasi kerusakan pada kepala dan blok silinder pada kepala silinder lakukan pemasangan baut secara menyilang/radial, dengan pemasangan baut secara tepat hal ini dapat meminimalisir terjadinya kerengangan pada suatu daerah tertentu pada kepala dan blok silinder (semua bagian dapat terpasang dengan kerapatan yang merata). Sedangkan pada blok silinder gunakan sariangan udara/saringan bahan bakar agar debu/kotoran tidak masuk ke dalam karburator, yang akan menyebabkan goresan pada blok silinder akibat dari kotoran debu yang ikut masuk kedalam blok silinder melalui saringan udara/saringan bahan bakar. c). Cara mengatasi kerusakan pada poros engkol Cara mengatasi kerusakan pada poros engkol ialah dengan melakukan pengecekan secara berkala serta lakukan penggantian oli mesin jika diperlukan, serta kurangi pemakaian beban yang terlalu berat sesuai dengan kapasitas kendaraan. d). Cara mengatasi kerusakan pada katup dan peggeraknya yang umum sekali dilakukan unutk mengatasi kerusakan pada katup ialah dengan melakukan pengamplasan/ kir. Hal ini dilakukan berulang sampai katup dapat menutup dengan sempurna sedangkan kerusakan pada nok cam shaft dapat diatasi dengan cara pemberian pelumas yang sesuai dengan standar internasional agar gesekan yang terjadi pada nok cam shaft dapat diminimalisir.

e). Cara mengatasi kerusakan pada saluran masuk dan saluran buang Cara mengatasi kerusakan pada saluran masuk dan saluran buang, dapat dilakukan dengan cara pemasangan packing knalpot atau sambungan secara tepat dengan cara pemasangan baut yang benar, serta penggecekan secara berkala agar sambungan tetap terjaga dengan rapat, karena baut yang kendor tanpa disadari dapat diakibat dari getaran mesin yang sedang beroprasi. BAB V PENUTUP a) Kesimpulan Setelah mengamati dengan teliti dan mempelajari sebab-sebab terjadinya kerusakan pada bagian utama dan system kelengkapan motor ternyata penyebab yang paling dominan adalah factor dari pelumasan dan perawatan unit bagian utama dan system kelengkapan motor itu sendiri. Adapun cara untuk mengatasi kerusakan-kerusakan tersebut, misalnya : Dengan melakuakan preventive maintenance secara konsisten sesuai dengan jadw yang al telah berlaku. Sedangkan modus kegagalan yang sering terjadi pada bagian utama dan system kelengkapan motor ialah aus. Aus terjadi karena adanya gesekan antara komponenkomponen yang bergerak. Aus dipengaruhi oleh : pelumasan, pembebanan,kecepatan, temperature, jenis material, kehalusan permukaan, dan kekerasan. Aus dapat dihindarkan dengan cara : 1. menggunakan material yang lebih keras 2. pada permukaan material dilakukan perlakuan panas sehingga

meningkatkan kekerasan di permukaan logam 3. permukaan dilapisi dengan lapisan yng lebih keras b) SARAN

a. Sebelum menganalisis suatu material ada baiknya kita megetahui terlebih dahulu jenis dan sifat-sifat material tersebut. b. Agar life time suatu material dapat bertahan lebih lama lakukan penggantian komponen secara terjadwal sesuai dengan SOP (Standart Operational Prosedur) c. Dalam melakukan reparasi , bekerjalah dengan cermat dan bersih agar kesehatan dan keselamatan kerja terjamin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->