REVIEW BANK DARAH RUMAH SAKIT

BANK DARAH RUMAH SAKIT Pendahuluan Seiring dengan meningkatnya mutu pelayanan kesehatan dan perlu distribusi darah yang aman dimulai dari pendonor hingga sampai ke penerima, maka pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI membentuk Bank Darah RS (BDRS) di RS-RS seluruh Indonesia dan mengisyaratkan masuk dalam pokja akreditasi RS, yaitu Pokja 16 Bank Darah. Untuk itu semua RS yang berada dekat dengan UTD PMI, UTD Pembina, UTD Daerah, UTDRS minimal 1-6 Km, maka diwajibkan membentuk BDRS. Dalam tulisan kali membahas secara ringkas tentang BDRS. Definisi Bank Darah Rumah Sakit merupakan suatu unit pelayanan di rumah sakit yang bertanggung jawab atas tersedianya darah untuk tranfusi yang aman, berkualitas dan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung pelayanan kesehatan di rumah sakit. Bank Darah Rumah Sakit yang didirikan dan dikelola oleh Rumah Sakit yang berkewajiban menyimpan darah yang telah diuji saring oleh UTD PMI dan melakukan uji cocok serasi berdasarkan perjanjian kerjasama antara UTD PMI dan Rumah Sakit. Fungsi : Fungsi BDRS adalah sebagai pelaksana dan penanggung jawab pemenuhan kebutuhan darah untuk transfusi di rumah sakit sebagai bagian dari pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. BDRS menyimpan darah dan mengeluarkannya bagi pasien yang memerlukan darah di rumah sakit yang bersangkutan. PMI berkewajiban membantu pendirian Bank Darah Rumah Sakit yang dikelola oleh Rumah Sakit. Tugas BDRS : 1. Menyiapkan SPO setiap langkah kegiatan 2. Merencanakan kebutuhan darah di RS bersangkutan. 3. Menerima darah dari UTD yang telah memenuhi syarat uji saring (non reaktif) dan telah dikonfirmasi golongan darah. 4. Menyimpan darah dan memantau suhu simpan darah 5. Memantau persediaan darah harian/mingguan. 6. Melakukan pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus pada darah donor dan darah

Melacak penyebab terjadinya reaksi tranfusi. UTD PMI setempat dan Dinas Kesehatan setempat setelah diadakan pengkajian terlebih dahulu dan dapat memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Paramedis Teknologi Transfusi Darah (PTTD). Pekarya. bank darah berupa instalasi tersendiri. Pendirian Bank Darah Rumah Sakit atas kesepakatan tim yang terdiri dari personal Rumah Sakit. d. Kriteria Pembentukan Bank Darah Rumah Sakit a. dan pelaporan. . unit berkoordinasi dengan UTD setempat dan jejaring pelayanan darah setempat. satu orang dokter umum / spesialis. 12. maka dapat dibentuk UTD Rumah Sakit. Rumah sakit tipe A dan B. Melakukan uji silang serasi antara darah donor dan darah resipien. Menyerahkan darah yang cocok untuk pasien pada dokter yang meminta atau petugas rumah sakit yang diberi kewenangan. Persyaratan ketenagaan yang dibutuhkan adalah : 1. Melaksanakan penelitian praktis untuk peningkatan mutu pelayanan transfusi darah. 8. 11. rumah sakit tipe C dan D dapat merupakan bagian dari instalasi Laboratorium (Patologi Klinik). 15. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah : 1. Turut aktif dalam sub komite tranfusi darah. sesuai ketentuan. Dalam pelaksanaan teknis. Penanggung jawab BDRS. Organisasi BDRS BDRS merupakan suatu unit pelayanan yang berada di bawah wakil direktur pelayanan medik/ bagian pelayanan /bagian dari laboratorium RS. empat orang. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas BDRS dalam pendidikan dan pelatihan di bidang tranfusi darah. Melakukan rujukan bila ada kesulitan hasil uji silang serasi dan golongan darah ABO/Rhesus ke UTD secara berjenjang 9. Sebagai pelaksana teknis laboratorium/ tenaga teknis medik adalah Paramedis Teknologi Transfusi Darah (PTTD) atau analis yang sudah dilatih di bidang transfusi darah sesuai standar (minimal 80 jam) yang tersertifikasi melalui pusdiknakes/ pusdiklat Depkes. 3 shift. Ada kebutuhan darah. Melaksanakan pemusnahan darah transfusi yang tidak layak pakai. e. Tersedia ruangan dengan : . Tenaga administrasi dan tenaga pekarya untuk mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh BDRS. Melakukan pencatatan. Ketenagaan BDRS dipimpin oleh seorang dokter yang telah dilatih dalam bidang transfusi darah (minimal 80 jam). yang dikepalai oleh seorang dokter dan memiliki petugas pelaksana. 16. Jika belum ada UTD di Daerah / Kabupaten tersebut. c. 14. Ada UTD setempat dengan jarak > 5 km dari Rumah Sakit.Luas minimal 4 x 5 m2 . Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan sumber daya manusia RS dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan transfusi darah di rumah sakit.Air bersih yang cukup dengan sistim pembuangan limbah yang baik. 2. 13. 3.resipien 7. 10. b. satu orang.

Penelitian dan Pengembangan PMI dan Rumah Sakit dapat melakukan penelitian dan pengembangan bersama dalam bidang Transfusi Darah.Mikroskope Binokulair . Pembiayaan .PMI memberikan bimbingan dalam bidang pengetahuan tentang Penyimpanan. Pendidikan dan Pelatihan . UTD PMI setempat dan Dinas Kesehatan setempat.Pemakaian reagnesia .Tabung reaksi uk. penerimaan dan pemakaian darah .Telepon.Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD)/Service cost dibebankan pada pihak Rumah Sakit yang bersangkutan.Prosedur penagihan service cost mengikuti petunjuk dari UTD PMI setempat yang mengirimkan darahnya.Tenaga ATD/PTTD/Analis terlatih di bidang Transfusi Darah dibayar oleh Rumah Sakit yang bersangkutan. 4.Listrik yang berkekuatan minimal 6500 Watt dan diesel / pembangkit listrik dalam keadaan darurat.Besarnya biaya service cost ditetapkan oleh Pengurus Pusat PMI yang diketahui oleh Dinas Kesehatan setempat. 6.Rak Tabung 24 lb Stainless . UTD PMI menyediakan : .Pemakaian alat-alat dll. Pelaporan BDRS berkewajiban melakukan pembuatan laporan bulanan kepada UTD PMI tentang setiap kegiatan di Bank darah yang bersangkutan. 7. Rumah Sakit dapat mengirimkan tenaga ATD/PTTD/Analisnya untuk mengikuti penataran/kursus yang diadakan oleh PMI. meliputi : .Alat-alat Laboratorium (SK Permenkes 478 pasal 15 ayat 12 tahun 1990).Darah yang cukup untuk kebutuhan Rumah Sakit. . Laporan audit teknis disampaikan pada Kepala Rumah Sakit.Tempat klem & gunting . 5. 2.. .Formulir-formulir. .Reaksi transfusi .Reagensia . Pengawasan Pengawasan / Audit teknis pelayanan darah secara periodik dilakukan oleh tim yang terdiri dari personal Rumah Sakit. pengolahan dan distribusi darah. . Peralatan standar yang dibutuhkan : .Kebutuhan. .Untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam penyimpanan. 12 x 75 . . Kepala UTD setempat dan Kepala Dinas Kesehatan setempat. 3.Gunting Stainless . Pengolahan dan Distribusi darah. . f.

Timer Bel .Rotator (untuk pemeriksaan sifilis) .Hand Sealer .Centrifuge (Serofuge) . .Electric sealer .Medical Refrigerator ..Micropipet .Blood Bank Kapasitas 150 kantong .Waterbath / Incubator .Agitator Trombosit (untuk menyimpan trombosit) ± harga tergantung saat permintaan.Set peralatan Cross Gel Test ( jika cross test menggunakan metode gel ) .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.