P. 1
Dalil Naqli Tentang Infaq

Dalil Naqli Tentang Infaq

|Views: 1,979|Likes:
dalil naqli infaq..
dalil naqli infaq..

More info:

Categories:Types, Recipes/Menus
Published by: Nchanttu Fatimahnisa Almunawarohahmad on May 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2013

pdf

text

original

DALIL NAQLI TENTANG INFAQ

1. diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. :
Rasulullah Saw pernah bersabda, "Allah berkata, 'Keluarkanlah (infaq) dan akan akan
kukeluarkan untukmu'" Nabi Saw juga berkata, "tangan Allah adalah penuh, dan tidak akan
berkurang meskipun dikeluarkan sepanjang siang dan sepanjang malam".
Nabi Saw juga berkata, "tidakkah kalian lihat apa yang telah Dia keluarkan sejak Dia
menciptakan langit dan bumi? sesungguhnya apa yang ada di Tangan-Nya tidaklah
berkurang, dan Singgasana-Nya di atas air; dan di Tangan-Nya terdapat mizan yang dengan
itu Dia meninggikan atau merendahkan seseorang".
1. Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas,
menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan
keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)
2. Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni
kebajikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi)
3. Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah,
pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik
laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)
4. Allah Tabaraka wata¶ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): ³Hai anak Adam, infaklah
(nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.´ (HR. Muslim)
5. Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat
berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat
orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)
6. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, ³Sodaqoh yang bagaimana yang paling
besar pahalanya?´ Nabi Saw menjawab, ³Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan
dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan
ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk
Fulan sekian.´ (HR. Bukhari)
7. Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia
mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)
8. Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma.
(Mutafaq¶alaih)
9. Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR.
Al-Baihaqi)
10. Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan
bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani)
11. Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan
warisannya. (HR. Ahmad)
12. Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)
13. Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, ³Bagaimana kalau dia tidak
memiliki sesuatu?´ Nabi Saw menjawab, ³Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk
kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.´ Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak
mampu?´ Nabi menjawab: ³Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya´
Mereka bertanya: ³Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?´ Nabi menjawab: ³Menyuruh
berbuat ma¶ruf.´ Mereka bertanya: ³Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?´ Nabi Saw
menjawab, ³Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.´ (HR. Bukhari dan
Muslim)
14. Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun
hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)
15. Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap
memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)
16. Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya,
³Bagaimana itu?´ Nabi Saw menjawab, ³Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia
mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda
yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa¶i)
17. Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing
yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)
18. Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia
akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang
melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, ³Aku hartamu, aku
pusaka simpananmu.´ Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180:
³Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka
dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan
itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya
di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.´
(HR. Bukhari)
19. Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka
dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)
20. Barangsiapa memperoleh keuntungan harta (maka) tidak wajib zakat sampai tibanya
perputaran tahun bagi pemiliknya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Penjelasan:
Perhitungan perputaran tahun (haul) untuk menunaikan zakat ialah dengan tahun Hijriyah.
21. Tentang sodaqoh yang seakan-akan berupa hadiah, Rasulullah Saw bersabda: ³Baginya
sodaqoh dan bagi kami itu adalah hadiah.´ (HR. Bukhari)
22. Allah Ta¶ala mengharamkan bagiku dan bagi keluarga rumah tanggaku untuk menerima
sodaqoh. (HR. Ibnu Saad)
Penjelasan:
Nabi Saw menolak menerima sodaqoh tetapi mau menerima hadiah.
23. Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu
dia belanjakan pada sasaran yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu
dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)
24. Allah mengkhususkan pemberian kenikmatanNya kepada kaum-kaum tertentu untuk
kemaslahatan umat manusia. Apabila mereka membelanjakannya (menggunakannya) untuk
kepentingan manusia maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan
mencabut kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain. (HR. Ath-Thabrani dan
Abu Dawud)
25. Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, ³Ya Rasulullah,
orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat
sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa
bersedekah dengan kelebihan harta mereka.´ Nabi Saw lalu berkata, ³Bukankah Allah telah
memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh,
takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar
sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.´ Para sahabat lalu bertanya, ³Apakah
melampiaskan syahwat mendapat pahala?´ Nabi menjawab, ³Tidakkah kamu mengerti bahwa
kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau
syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala. (HR. Muslim)
26. Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan
makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu
untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)























Dalil aqli infaq

1. Untuk membahagikan orang lain.
2. Untuk membantu orang lain.
3. Harta kita dari Allah SWT maka kita harus menggunakan harta itu pun di jalan Allah SWT.
4. Pada kenyataannya manusia itu mkahluk sosial ada jadi harus saling membantu satu sama
lain.
5. Tidak semua manusia itu punya banyak harta (kaya) dan tidak semua manusia pun miskin
maka kita harus infak untuk membantu yang lain(simbiosis mutualisme).

SURAT ALBAQOROH AYAT 3
´қ ´äBҖ ´´¬´1´ÿ´´· ´1´M´´´OBB´)
´´¬´/M´l´·." `×P¬`1´´OBb B´´´õ."
´ò´·´.1´C´´.H ´´¬´l´´1´· ´´´
3. (yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib[14], yang mendirikan shalat[15], dan
menafkahkan sebahagian rezki[16] yang kami anugerahkan kepada mereka.

[13] Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa.
tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.
[14] yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. percaya kepada yang ghjaib yaitu,
mengi'tikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, Karena ada
dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, malaikat-malaikat, hari akhirat dan
sebagainya.
[15] Shalat menurut bahasa 'Arab: doa. menurut istilah syara' ialah ibadat yang sudah dikenal, yang
dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian
dan kerendahan diri kepada Allah. mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan
melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti
khusu', memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.
[16] Rezki: segala yang dapat diambil manfaatnya. menafkahkan sebagian rezki, ialah memberikan
sebagian dari harta yang Telah direzkikan oleh Tuhan kepada orang-orang yang disyari'atkan oleh
agama memberinya, seperti orang-orang fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim
dan lain-lain.
SURAT AL_ANPAAL AYAT 4
´Ó´´´´O0"´0 ´ò´´ ´´¬´1´ÿ´´o´OBb B´l´= P ´ò´=´1
´6´´¬.H´T ´Po´´ ´ó´·´`).H ´×´M´´´´´ÿ."
´H´´´H." ´ó·´M´m ´´´
4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa
derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.
MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
HAJI DAN UMRAH




Oleh kelompok 4 :
Fatimah Nisa
Muliawati N.S
Ira nuralawiah
Nelis Rahmawati
Neng Ira Muniroh
Novi N
Rina Nurulita
Siti Humairoh






SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 CIANJUR
Jalan Siliwangi No 41 Telp (0263)26125
CIANJUR

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmannirohim,

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt atas limpahan dan karunianya sehingga
penyelesaian makalah ini telah dapat terlaksana secara seksama. Tak luput solawat serta
salam selalu tercurah limpahkan kepada baginda alam, yakni habibana, nabiyana, wa maulana
Muhammad saw.
Alhamdulillah kami ucapkan banyak kalimah hamdallah karena telah dapat
membereskan tugas dari salah satu mata pelajaran ³AGAMA´. Semoga makalah ini dapat
berguna bagi para pembaca umumnya dan lebih termotivasi untuk merealisasikannya dalam
kehidupan sehari-hari, untuk itu sebagai bahn acuannya semoga makalah ini bisa
mengantarkan para pembaca kepada cita-cita untuk berkunjung ke baitullah (melaksanakan
haji dan umrah).
Kami ucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang selama ini telah
memberikan bimbingan dan ilmunya dalam pelajaran AGAMA yang insya allah akan sangat
bermanfaat bagi kami semua. Amin
Kesalalahan adalah milik kami, dan kebenaran selalu milik Allah. Maka dari itu kritik dan
saran sangat kami harapkan.



Cianjur, Mei 2011

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->