A.

Pengertian Sejarah

1.Pengertian sejarah ditinjau dari asal kata Menurut Jan Romein, kata sejarah memiliki arti yang sama dengan kata history (Inggris), geschichte (Jerman) dan geschiedenis (Belanda), semuanya mengandung arti yang sama, yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.

Sementara menurut sejarawan William H. Frederick, kata sejarah diserap dari bahasa Arab, syajaratun yang berarti pohon atau keturunan atau asal-usul yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu syajarah . Dalam bahasa Indonesia menjadi sejarah . Menurutnya kata syajarah atau sejarah dimaksudkan sebagai gambaran silsilah atau keturunan.

2.Rumusan batasan pengertian sejarah Ada banyak rumusan pendapat yang diberikan para sejarawan terkait dengan pengertian sejarah. Dari berbagai pendapat yang ada dalam arti yang luas sejarah dapat diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian masa lampau yang dialami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu tertentu, diberi tafsiran dan analisa kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami.

B.Ruang Lingkup Studi Sejarah

1.Sejarah sebagai cerita Berbicara tentang sejarah, biasanya akan segera menghubungkannya dengan cerita, yaitu cerita tentang pengalaman-pengalaman manusia di waktu yang lampau. Bahwasanya sejarah pada hakekatnya adalah sebuah cerita kiranya tidak bisa disangkal lagi. Ucapan teoritikus-teoritikus sejarah seperti Renier: nothing but a story ; Trevelyan: the historian s first duty is to tell the story ; Huizinga: the story of something that has happened , semuanya mencerminkan gagasan bahwa sejarah itu hakekatnya adalah tidak lain sebagai suatu bentuk cerita. Kendati begitu, hal yang perlu sekali disadari adalah kenyataan bahwa sebagai cerita, sejarah bukanlah sembarang cerita. Cerita sejarah tidaklah sama dengan dongeng ataupun novel. Ia adalah cerita yang didasarkan pada fakta-fakta dan disusun dengan metode yang khusus yang bermula dari pencarian dan penemuan jejak-jejak sejarah, mengujji jejak-jejak tersebut dengan metode kritik yang ketat (kritik

sejarah) dan diteruskan dengan interpretasi fakta-fakta untuk akhirnya disusun dengan cara-cara tertentu pula menjadi sebuah cerita yang menarik tentang pengalaman masa lampau manusia itu.

2.Sejarah sebagai ilmu Sejarah dapat digolongkan sebagai ilmu apabila ia memiliki syarat-syarat dari suatu ilmu pengetahuan atau syarat-syarat ilmiah. Syarat-syarat keilmuan yang dimaksud adalah: Ada objek masalahnya Memiliki metode Tersusun secara sistematis Menggunakan pemikiran yang rasional Memiliki kebenaran yang objektif

Karena sejarah memiliki kesemua syarat keilmuan tersebut, termasuk memiliki metode sendiri dalam memecahkan masalah, maka tidak ragu lagi akan unsur-unsur keilmuan dari sejarah. Pendapat ahli sejarah Bury bahwa history is a science, no less and no more kiranya memberikan penegasan akan hal itu. Meski demikian dalam kenyataannya banyak pihak yang masih menyangsikan keberadaan sejarah sebagai sebuah disiplin ilmu. Dilihat dari cara kerja ilmiah, dua tahapan terakhir dalam metode sejarah yaitu interpretasi dan historiografi masih sering dianggap sebagai titik-titik lemah. Interpretasi misalnya, dimana di dalamnya terdapat unsur menyeleksi fakta sehingga sesuai dengan keseluruhan yang hendak disusun, terkadang unsur subjektivitas penulis atau sejarawan seperti kecenderungan pribadinya (personal bias), prasangka kelompoknya (group prejudice), teori-teori interpretasi historis yang saling bertentangan (conflicting theories of historical interpretation) dan pandangan hidupnya sangat mempengaruhi terhadap proses interpretasi tersebut. Semuanya itu bisa membawa sejarawan pada sikap subjektif yang dalam bentuknya yang ekstrim menjurus pada sikap emosional, bahkan mungkin irasional yang kurang bisa dipertanggung jawabkan seperti kecenderungan mengorbankan fakta sejarah atau memanipulasikannya demi suatu teori, pandangan hidup yang dipercayai secara berlebihan atau keberpihakan pada penguasa. Memang sulit untuk menghindar dari subjektivitas, sehingga sejarawan sangat dituntut untuk melakukan penelitian sejarah yang seobjektif mungkin atau setidaknya sebagai suatu ideal. Pokoknya yang penting bagi sejarawan adalah seperti yang pernah dikemukakan G. J. Renier, we must not cheat .

3.Beda sejarah dengan fiksi, ilmu sosial dan ilmu agama

a.Kaidah pertama: sejarah itu fakta Perbedaan pokok antara sejarah dengan fiksi adalah bahwa sejarah itu menyuguhkan fakta, sedangkan fiksi menyuguhkan khayalan, imajinasi atau fantasi.

b.Kaidah kedua: sejarah itu diakronik, ideografis dan unik Sejarah itu diakronik (menekankan proses), sedangkan ilmu sosial itu sinkronik (menekankan struktur). Artinya sejarah itu memanjang dalam waktu, sedangkan ilmu sosial meluas dalam ruang. Sejarah akan membicarakan satu peristiwa tertentu dengan tempat tertentu, dari waktu A sampai waktu B. Sejarah berupaya melihat segala sesuatu dari sudut rentang waktu. Contoh: Perkembangan Sarekat Islam di Solo, 1911-1920; Terjadinya Perang Diponegaro, 1925-1930; Revolusi Fisik di Indonesia, 1945-1949; Gerakan Zionisme 1897-1948 dan sebagainya. Sejarah itu ideografis, artinya melukiskan, menggambarkan, memaparkan, atau menceritakan saja. Ilmu sosial itu nomotetis artinya berusaha mengemukakan hukum-hukum. Misalnya sama-sama menulis tentang revolusi, sejarah dianggap berhasil bila ia dapat melukiskan sebuah revolusi secara menditil hingga hal-hal yang kecil. Sebaliknya ilmu sosial akan menyelidiki revolusi-revolusi dan berusaha mencari hukum-hukum yang umum berlaku dalam semua revolusi. Sejarah itu unik sedang ilmu sosial itu generik. Penelitian sejarah akan mencari hal-hal yang unik, khas, hanya berlaku pada sesuatu, di situ (di tempat itu dan waktu itu). Sejarah menulis hal-hal yang tunggal dan hanya sekali terjadi. Topik-topik sejarah misalnya Revolusi Indonesia, Revolusi di Surabaya, Revolusi di Pesantren X , Revolusi di Desa atau Kota Y . Revolusi Indonesia tidak terjadi di tempat lain dan hanya terjadi sekali pada waktu itu, tidak terulang lagi. Sedang topik-topik ilmu sosial misalnya Sosiologi Revolusi, Masyarakat Desa, Daerah Perkotaan yang hanya menerangkan hukum-hukum umum terjadinya proses tersebut.

c.Kaidah ketiga: sejarah itu empiris Inilah antara lain yang membedakan antara sejarah dengan ilmu agama. Sejarah itu empiris, ia berdasarkan pengalaman manusia yang sebenarnya, sedang ilmu agama itu lebih bersifat normatif, mengikuti kaidah-kaidah hukum yang sudah ada, yang tercantum dalam Kitab Suci masing-masing agama, yang dipercaya sebagai yang diwahyukan oleh Tuhan.

C.Manfaat atau Guna Sejarah

Banyak orang yang menilai sinis terhadap keberadaan ilmu sejarah atau bidang studi sejarah. Diantaranya banyak yang mempersoalkan hal yang berkaitan dengan kegunaan sejarah atau lebih tepatnya manfaat mempelajari sejarah baik bagi individu ataupun bagi masyarakat.

Persoalan seputar guna sejarah Pertanyaan pokok yang sering dipertanyakan orang (termasuk anak didik) adalah bisakah kita belajar dari sejarah? . Pembicaraan tentang hal ini biasanya bertolak pertama-tama dari pertanyaan apa arti masa lampau itu bagi manusia? . Berkaitan dengan pertanyaan ini pula, ahli sejarah G. J. Reiner pernah mengemukakan jawaban singkatnya, bahwa tanpa pengalaman masa lalu kita tidak mungkin untuk membangun ide-ide tentang konsekuensi dari tindakan kita . Jawaban Reiner tersebut bisa dianggap sebagai cerminan bagi hubungan manusia dengan masa lampau tersebut. Tetapi ini pun tidak cukup memberikan kepuasan banyak orang termasuk peserta didik, terutama jika dikaitkan dengan fakta bahwa suatu peristiwa sejarah lebih bersifat kondisional. Atas jalan pemikiran terakhir ini kita mungkin menjadi ragu akan peranan atau sumbangsih masa lalu bagi manusia, atau lebih tegas lagi kita jadi ragu akan guna dari sejarah itu, kalau tiap peristiwa tertentu itu hanya terjadi sekali, sehingga setiap kali kita akan menghadapi peristiwa yang berbeda. Persoalan tersebut akan berlanjut dengan pertanyaan lainnya adakah hukum-hukum tertentu dalam sejarah, sebagaimana hukum-hukum yang terdapat dalam ilmu ekonomi misalnya. Karena tanpa adanya hukumhukum tertentu dalam sejarah maka sulit dibayangkan kita akan bisa belajar dari sejarah, sebab tidak ada yang bisa dijadikan pegangan untuk memperhitungkan kemungkinan di waktu yang akan datang. Dengan berpegang pada konsep-konsep peristiwa yang unik (salah satu sifat sejarah adalah unik) dan peristiwa massal beberapa sejarawan menyatakan bahwa disamping peristiwa khusus yang menjadi perhatian utama sejarawan, masih diakui adanya unsur-unsur generalisasi (keumuman) dalam sejarah seperti ilmu-ilmu lainnya, meski generalisasi itu bersifat khas sejarah. Dengan dasar pemikiran ini, maka unsur keteraturan atau keajegan yang merupakan dasar bagi suatu hukum itu juga bisa dikembangkan dalam sejarah, meskipun hukum sejarah itu sendiri juga harus dilihat sebagai sesuatu yang khas dalam arti bahwa itu berkaitan dengan sejenis keteraturan yang bisa diserap pada sejumlah kejadian atau peristiwa yang menunjukkan persamaan relatif, bukan kesamaan absolut (identik) seperti yang terjadi dalam gejala-gejala alam. Dengan demikian maka I histoire se repete (sejarah berulang) tidaklah sama sekali salah, sebab dalam banyak hal peristiwa sejarah dalam gambaran umumnya berulang juga, kendati tidak sama persis. Maka dari itu, terutama dalam aspek umumnya kita bisa belajar dari sejarah. Dari sini sebenarnya yang menjadi masalah bukanlah pertanyaan, apakah kita bisa belajar dari sejarah ? tetapi apakah kita mau belajar dari sejarah ?

Guna Sejarah

salah satu acuan dalam penentuan hukum atas suatu masalah diantaranya banyak yang didasarkan pada kebiasaan masa lalu. dimana sejarah masing-masing penemuan tersebut diperlukan bagi usaha menjelaskan prinsip-prinsip kerja teknik-teknik tertentu dalam masa setelahnya. Artinya penyelesaian atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu dipakai sebagai rujukan hakim dalam memutuskan suatu perkara. Dengan belajar sejarah orang akan senantiasa berdialog antara masa kini dan masa lampau. juga penting untuk memperoleh inspirasi dan semangat bagi mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa. sebab dalam kemasakinianlah masa lampau itu baru merupakan masa lampau yang penuh arti (the meaningfull past) bukan masa lampau yang mati (the dead past). . terutama sejarah yang berkaitan dengan cerita-cerita indah tentang peristiwa sejarah ataupun tokoh. sehingga ia bisa memperoleh nilai-nilai penting yang berguna bagi kehidupannya. Mencari hubungan antara waktu sekarang dengan lampau.Secara umum guna sejarah atau manfaat mempelajari sejarah dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. 4. Dengan membaca sejarah seseorang akan bisa menerobos batas waktu dan tempat menuju masa lalu yang jauh sekalipun untuk mengikuti berbagai peristiwa manusia di dunia. Ini biasanya dipakai dalam menyelesaikan sengketa internasional.Guna edukatif Sejarah bisa memberikan kearifan dan kebijaksanaan (make man wise) bagi yang mempelajarinya. Bahwa hanya apabila kita bisa memperoyeksikan masa lampau ke masa kinilah kita bisa berbicara tentang arti dan makna edukatif dari sejarah. Nilai-nilai berupa ide-ide maupun konsep kreatif sebagai sumber motivasi bagi pemecahan masalah kini dan selanjutnya untuk merealisasikan harapan masa yang akan datang. semangat nasionalisme maupun dalam upaya menumbuhkan harga diri bangsa. dalam artian bahwa studi atau hasil penelitian sejarah yang menyangkut penemuanpenemuan teknik sepanjang sejarah kehidupan manusia.Guna instruktif Guna instruktif sejarah berkaitan dengan fungsi sejarah dalam menunjang bidang-bidang teknologi (sejarah teknologi). Dikaitkan dengan bidang hukum misalnya. 3. 2.Guna inspiratif Belajar sejarah disamping akan diperoleh ide-ide atau konsep-konsep kreatif yang berguna bagi pemecahan masalah masa kini.Guna rekreatif Guna rekreatif disini merujuk pada nilai estetik dari sejarah.

Sumber tertulis merupakan sumber sejarah yang paling baik.Sumber primer Yaitu sumber yang berkaitan langsung dengan peristiwa yang diceritakan. Dalam penulisan sejarah. c. Ditinjau dari wujudnya. secara umum sumber sejarah dibedakan menjadi dua. arsip nasional. dokumen.Sumber tulisan Sumber tulisan adalah keterangan tentang peristiwa pada masa lampau yang diperoleh melalui prasasti. peran atau keberadaan sumber sejarah menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan. arsip daerah sebagai tempat untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan subjek sejarah yang akan ditulis.Sumber lisan Sumber lisan adalah keterangan tentang peristiwa pada masa lampau yang diperoleh secara langsung dari para pelaku atau saksi peristiwa tersebut. yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. dapat diungkap kembali oleh para ahli sejarah berdasarkan sumber-sumber sejarah yang dapat ditemukan.Sumber benda . dokumen-dokumen. Sumber sejarah merupakan bahan utama yang dipakai untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan subjek sejarah.D. dan rekaman suatu kejadian. 1. naskah. b. Untuk memperolehnya seseorang dapat memanfaatkan museum. keterangan yang diberikan oleh orang-orang yang mengalami sendiri atau menyaksikan terjadinya suatu peristiwa. perpustakaan. dan benda atau bangunan sejarah atau benda-benda arkeologi (sumber benda) a. Misalnya. naskah perjanjian. Meskipun demikian. Sumber primer ini dapat berupa kesaksian langsung dari pelaku sejarah (sumber lisan). tidak semua peristiwa masa lampau dapat diungkap secara lengkap karena terbatasnya sumber sejarah. arsip (sumber tertulis).Pengertian Sumber Sejarah Sejarah sebagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau.

menimbulkan banyak pendapat dari para sejarawan. Disamping berupa kesaksian dari orang yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa sejarah. melalui kegiatan kritik sumber terutama untuk menentukan kebenarannya. alat-alat atau benda-benda budaya (kapak. Menurut Patrick Gerdiner. 2. tombak. Menurut Gerdiner. manik-manik. diperlukan suatu proses untuk mengumpulkan dan kemudian menguji bukti-bukti tersebut. Hasil dari proses inilah baru bisa kita namakan sebagai fakta sejarah. Jadi lebih bersifat sebagai data yang berserakan yang menyebabkan kita sering ragu. tugu peringatan. F. Dengan kata lain untuk bisa membuat pernyataan bulat bahwa sesuatu peirstiwa di masa lampau benarbenar telah terjadi. perhiasan. gerabah.Pengertian Fakta Sejarah Pengertian fakta sejarah.Sumber benda adalah keterangan tentang peristiwa pada masa lampau yang diperoleh melalui bendabenda peninggalan. dan sebagainya merupakan peninggalan sejarah yang sangat penting. bangunan. terutama bagi masyarakat pra-aksara. apakah itu benar-benar bukti dari peristiwa yang kita cari itu. dan sebagainya). Fosil. yang termasuk dalam sumber sekunder lainnya adalah buku-buku tangan kedua dari penulis sejarah lain E.Pengertian Bukti Sejarah Bukti sejarah adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang terkait langsung dengan terjadinya peristiwa tertentu yang keasliannya sudah tidak diragukan lagi karena telah melalui tahap verifikasi dan kritik. yakni orang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan. kedua pengertian itu adalah salah.Sumber sekunder Yaitu kesaksian dari siapa pun yang bukan merupakan saksi pandangan mata. Ia bisa berujud benda material atau hasil rekaman (tertulis. Pendapat umum yang selama ini berkembang menyatakan bahwa: pertama. suara atupun visual) dari kesaksian orang yang mengalami atau mengetahui langsung peristiwa tersebut. bukti-bukti dari apa yang telah terjadi di masa lalu itu belum merupakan suatu kebulatan gambaran tentang peristiwa masa lampau. fakta adalah apa yang benar-benar telah terjadi dan kedua fakta sebagai bukti-bukti dari apa yang telah benar-benar terjadi. .

Paleografi ini diperkirakan dibuat pada abad ke-5 Masehi. Pada tahun 1936 bngunan ini dibongkar diganti dengan bangunan beton. di antaranya singgasana. tempat tidur. M. yang merupakan peninggalan kerajaan Kutai. atau berupa benda-benda peninggalan sejarah yang kita peroleh dari sumber-sumber sejarah setelah disaring dan diuji dengan kritik sejarah. Disamping bangunan keraton. koleksi keramik kuno dari China. tertulis.Musium Mulawarman Pada tanggal 25 Nopember 1971. dan lain sebagainya. perlengkapan perang. seperangkat gamelan.Sejarah Lokal di Indonesia: Contoh-contoh Peninggalan dan Monumen Peringatan Peristiwa Sejarah di Kalimantan Timur Beberapa peninggalan sejarah yang terdapat di Kalimantan Timur antara lain berupa: 1. perhiasan. arca. G. 4.Bekas bangunan Keraton Kutai Bangunan keraton kayu peninggalan Sultan Alimuddin dari kerajaan Kutai. Sekaligus menjadi bukti sejarah bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Hingga pemerintahan akhir Kutai (1960) keraton ini masih tetap menjadi tempat kediaman Sultan A. 2.Paleografi tujuh buah prasasti Paleografi tujuh buah prasasti yang menggunakan huruf Pallawa dalam bahasa Sansekerta. Pembuatan bangunan keraton baru tersebut dilakukan oleh HBM (Hollandsche Beton Maatschappij) Batavia dengan arsiteknya Estourgie. 3.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fakta sejarah merupakan keterangan baik itu lisan. yang kemudian pemerintah propinsi menyerahkannya kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan dijadikan museum negara dengan nama Museum Mulawarman. keraton Kutai ini diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. di dalam Museum Mulawarman sendiri terdapat beraneka ragam koleksi peninggalan kesultanan Kutai Kartanegara.Candi Agung . Parikesit hingga tahun 1971.

secara garis besar dibedakan menjadi dua. Periodisasi Prasejarah Indonesia .Pandangan umum yang menyebut bahwa bangunan candi hanya terdapat di Jawa ternyata salah.Tujuan pembabakan sejarah Memudahkan pemahaman dan pengertian tentang peristiwa tertentu yang terjadi dalam periode tertentu Melakukan penyederhanaan Klasifikasi dalam ilmu sejarah Memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan 2. Di Kalimantan Timur juga terdapat bangunan candi yang disebut dengan Candi Agung. Pertama adalah periode prasejarah yaitu masa sebelum manusia Indonesia mengenal tulisan.Periodisasi Sejarah Indonesia Tujuan utama mempelajari masa lalu adalah untuk mencari pola-pola tingkah laku dan mengambil kesimpulan mengenai hubungan sebab-akibat yang muncul kembali pada waktu-waktu yang berlainan dan di tempat-tempat yang berbeda. Terkait dengan masalah tersebut. Kedua adalah periode sejarah. 3.Beberapa contoh periodisasi sejarah Indonesia Ditinjau dari segi kronologi sejarah Indonesia. H. salah satu hal yang penting untuk diketahui adalah identifikasi periode-periode yang ditandai oleh beberapa ciri tertentu yang kuat. yaitu masa setelah ditemukannya bukti-bukti tertulis di Indonesia.Beberapa kriteria dalam periodisasi atau pembabakan sejarah Kriteria geografis (kewilayahan) Kriteria urutan jaman Kriteria waktu atas dasar dinasti Kriteria waktu atas dasar perkembangan ekonomi. dan sebagainya. 1.

Demikian juga zaman batu muda lebih maju teknologinya dari zaman batu madya.Pembabakan prasejarah Indonesia menurut pendapat R. Van Stein Callenfels. Pertama. Periodisasi Sejarah Indonesia Ada banyak pendapat yang dikemukakan oleh sejarawan terkait dengan periodisasi sejarah nasional Indonesia.jenis penulisan sejarah 1. Pada zaman batu madya alat batu yang digunakan telah diasah atau diupam pada bagian tertentu yang diinginkan untuk mendapatkan keruncingan atau ketajaman.Pembabakan sejarah Indonesia menurut H. dan H.Pembabakan prasejarah Indonesia menurut pendapat P. Menurut para ahli ini ditinjau dari pendekatan atau kriteria jenis teknologinya periode prasejarah Indonesia dibagi menjadi: Zaman Batu Tua (Paleolitikum). Dalam hal ini zaman batu madya memeiliki tingkat teknologi yang lebih maju dibanding zaman batu tua. Zaman Batu Madya (Mesolitikum). VOC di luar Indonesia. Masing-masing zaman tersebut menunjukkan tingkat pemahaman dan penguasaan teknologi yang berbeda-beda dari masyarakatnya. manusia dan budayanya. Pembabakan sejarah Indonesia menurut J. De Graaf (1949) dalam bukunya Geschiedenis van Indonesia yang membagi sejarah Indonesia dalam lima babakan besar.a. orang Indonesia dan Asia Tenggara hingga 1650. Sejarah lisan dengan demikian . Perbedaan yang paling nyata adalah pada alat batu yang digunakan. keempat. Zaman Batu Muda (Neolitikum). b. Meinninsma membagi periode sejarah Indonesia dalam dua babakan utama. Nederlandsch Indie masa VOC dan kedua. Van der Hoop. P. Th.Sejarah Lisan Merupakan upaya mengetahui kejadian masa lalu yang dilakukan dengan teknik wawancara pada tokoh atau pelaku sejarah yang berkaitan dengan kejadian atau tema tertentu. J. Nederlandsch Indie masa Belanda. periode prasejarah Indonesia dibagi dalam beberapa pembabakan zaman. Menurutnya ditinjau dari segi terjadinya hubungan antara lingkungan. Meinninsma (1972) dalam bukunya Geschiedenis van de Nederlandsch Oost-Indische Bezettingen . R.Jenis . Pertama. J. ketiga. V. Diantaranya adalah sebagai berikut: a. dan kelima. yaitu periode berburu dan meramu. dan Zaman Logam (Zaman Perunggu dan Zaman Besi). periode bercocok tanam dan periode perundagian. orang Indonesia dalam lingkungan Hindia Belanda (pasca 1800). kedua. bangsa Barat di Indonesia (1511-1800) yaitu sejarah VOC. I. Soejono. orang Indonesia di Jaman VOC (1600-1800). dan seterusnya. b. Van Heekeran.

Sejarah Lokal . problem-problem sosial seperti masalah kepadatan dan heterogenitas. permasalahan yang menjadi bidang kajian sejarah kota juga sangat luas. masyarakat petani.Sejarah Kota Sebagaimana sejarah sosial. kekerasan. 2. transformasi atau perubahan sosial ekonomi masyarakat kota (termasuk di dalamnya adalah industrialisasi dan urbanisasi). perbanditan. sistem sosial dalam masyarakat kota.memiliki dua fungsi. pelacuran. 4. perkembangan ekologi (lingkungan) kota. perlawanan terhadap kolonial. 6. pertumbuhan penduduk.Sejarah Pedesaan Sejarah pedesaan adalah sejarah yang secara khusus meneliti tentang desa atau pedesaan. Sejarawan banyak yang memasukkan sejarah kota juga dalam sejarah sosial atau sejarah lokal. migrasi.Sejarah Ekonomi Sejarah ekonomi merupakan salah satu unit penulisan sejarah yang mempelajari berbagai faktor yang menentukan jalannya perkembangan perekonomian (produksi. dan ekonomi petanian.Sejarah Sosial Merupakan penulisan sejarah yang berkaitan dengan tema-tema sosial seperti kemiskinan.Sejarah Kebudayaan Merupakan kajian historis yang membahas tentang pola-pola kehidupan (morfologi budaya) dan kesenian. Diantara bidang kajian yang termasuk dalam sejarah kota antara lain. 7. pertama ia sebagai metode (cara penulisan sejarah) dan kedua sebagai sumber sejarah. dan mobilitas sosial masyarakat perkotaan. distribusi dan konsumsi) suatu masyarakat. kriminalitas. 3. 5. urbanisasi dan sebagainya.

Sejarah Kuantitatif Sejarah kuantitatif adalah penggunaan metode kuantitatif (teknik matematika) dalam penulisan sejarah. gerakan-gerakan keagamaan. 10. sejarah keluarga dimana peran wanita disini sangat dominan. pemberontakan ulama dan lain sebaginya. aliran-aliran keagamaan pada agama-agama tertentu. statistik (misalnya: harga sembako. yang berpengaruh pada kejadian bersejarah.Sejarah Politik Sejarah politik merupakan sejarah yang mengkaji tentang masalah-masalah pemerintahan. Sebagai spesialisasi dalam kajian sejarah. tentang budaya wanita. sejarah wanita dapat dimasukkan dalam sejarah sosial. . dan tema tentang kelompok-kelompok wanita. Secara lebih kongkrit sejarah pemikiran mencakup studi tentang pemikiran-pemikiran besar. pikiran. foto). dan perkataan (sejarah lisan). dan biografi tokoh-tokoh lokal. gerakan-gerakan wanita.Beberapa tema yang merupakan objek penulisan sejarah lokal adalah dinamika masyarakat pedesaan. sejarah awal lahirnya agama-agama dunia.Sejarah Pemikiran Sejarah pemikiran dapat didefinisikan sebagai the study of the role of ideas in historical events and process. interaksi antar suku bangsa dalam masyarakat majemuk. 9. 11. perpajakan) dan sensus (misalnya: penduduk. serta pengaruh pemikiran tersebut pada masyarakat bawah. 8. maka sejarah kuantitatif datanya berupa angka-angka (misalnya: angka kejahatan. peninggalan (bangunan. perbuatan. Kalau sejarah kualitatif datanya berupa deskripsi (berita). biografi tokoh wanita. kenegaraan (termasuk partai-partai politik) dan power (kekuasaan). revolusi nasional di tingkat lokal.Sejarah Wanita Bidang kajian dari sejarah wanita ini antara lain meliputi: tentang peranan wanita dalam berbagai sektor sosial-ekonomi. 12. jumlah murid). Perbedaannya dengan penulisan sejarah lain (sejarah kualitatif) dengan demikian terletak pada penggunaan data sejarah.Sejarah Agama Kajian dalam sejarah agama antara lain meliputi. ternak).

Soeharto dan lain sebagainya. 1. Oleh karena itu. BAB II A.000 SM. ketidakwarasan (gila). Sumber-sumber sejarah yang ditemukan atau sampai ke tangan para sejarawan atau peneliti sejarah tidak secara otomatis dapat memberikan informasi yang sebenarnya dan yang diperlukan tentang peristiwa lampau tersebut. kontrarevolusioner. dan kematian. pembunuhan. penindasan perempuan. bangsa Mesir telah mengakhiri masa pra-aksara sekitar tahun 4. Sebelum upaya penafsiran dilakukan.13.Sejarah Mentalitas Tema-tema yang menjadi objek studi sejarah mentalitas antara lain meliputi mentalitas revolusioner. perbanditan. dan masa pra-aksara bangsa Indonesia baru berakhir pada abad ke-4 Masehi. seorang ahli sejarah harus memastikan kebenaran sumber sejarah yang dikajinya.Cara Masyarakat Pra-Aksara Mewariskan Masa Lalunya Tidak semua kejadian di masa lampau dapat diketahui oleh manusia yang hidup saat ini. 14. Misalnya biografi Ki Hajar Dewantoro. Hal itu disebabkan .500 SM. Dengan demikian. homoseksualitas. kaum anarkis. kriminalitas. budaya populer (budaya pop). bangsa Phunisia di pulau Kreta mengakhiri masa pra-aksara sekitar tahun 2.Tradisi Sejarah Masyarakat Pra-Aksara Masa pra-aksara untuk masing-masing negeri tidak sama. Bahkan dapat dikatakan hanya sebagian ang sangat kecil saja ang diketahui manusia sekarang. usaha mendeskripsikan atau merekonstruksi kehidupan masyarakat pra-aksara merupakan pekerjaan yang sulit. Misalnya. fenomena bunuh diri. Apakah sumber sejarah yang sampai ke tangan para ahli sejarah benar-benar asli dari zaman yang dimaksud? Apakah sumber sejarah yang sampai ke tangan para ahli sejarah dapat dipercaya kebenarannya? Usaha para ahli sejarah makin sulit apabila masyarakat yang hendak diceriterakan belum mengenal tulisan. petualangan. pelacuran. pertenungan. para sejarawan berusaha menafsirkan dan menceriterakan peristiwa masa lampau itu secara benar. konflik desa-kota. aborsi.Biografi Merupakan sejarah tentang perjalanan hidup seseorang. orang-orang militan.

masyarakat prasejarah baik sengaja maupun tidak. Dongeng itu sendiri disampaikan dalam beragam bentuk cara. Para ahli mengamati secara seksama benda-benda peninggalan dan menafsirkan tentang kehidupan masyarakat pra-aksara. B. antara lain adalah sebagai berikut: . tulisan maupun benda budaya. diantaranya adalah jangkauan waktunya yang terlalu jauh dari masa sekarang dan terbatasnya sumber sejarah yang dapat dipakai sebagai bukti untuk mengungkap peristiwa masa lalu.Cara Masyarakat Masa Aksara Mewariskan Masa Lalunya Melalui Tutur/Lisan Salah satu cara yang lazim dipakai oleh masyarakat yang memiliki tradisi lisan dalam mewariskan masa lalu mereka adalah melalui dongeng. para ahli telah memberikan sumbangan yang berarti karena telah berusaha menggambarkan kehidupan masyarakat pra-aksara yang paling mendekati kenyataan. Tradisi Sejarah Masyarakat Pada Masa Aksara Berbeda dengan masyarakat pra-aksara. maupun orang-orang tertentu yang memiliki ketertarikan pada studi sejarah adalah kegiatan penting yang bisa mengungkap atau memperoleh gambaran peristiwa masa lalu. Namun. maka untuk mendeskripsikan kehidupan pada masa pra-aksara digunakan sumber benda. Terlebih jika itu menyangkut kehidupan masyarakat manusia pada zaman prasejarah beserta aspek-aspek kebudayaannya.banyak hal. 1. Semua itu menunjukkan betapa rumitnya menggali sejarah masa lampau. Untuk mengetahui bagaimana kehidupan masyarakat prasejarah. masyarakat masa aksara mewariskan masa lalunya dalam berbagai bentuk peninggalan yang lebih beragam. kegiatan penelitian sejarah baik yang dilakukan oleh sejarawan. Mengingat masyarakat pra-aksara tidak meninggalkan sumber lisan dan sumber tertulis. para ahli tidak dapat mengungkap secara lengkap tentang kehidupan masyarakat praaksara. telah meninggalkan berbagai peninggalan yang dari peninggalan tersebut kita bisa memperoleh informasi atau memperoleh gambaran tentang kehidupan masyarakat prasejarah tersebut. Dari keterbatasan-keterbatasan tersebut. ada beberapa hal yang bisa dijadikan sebagai sumber untuk penggambarannya. Oleh karena itu. mahasiswa sejarah. baik itu melalui tutur. Atau dengan kata lain.

Pertunjukan wayang Wayang beber Merupakan bentuk seni pertunjukan tradisional wayang. Para pemainnya dapat bebicara tanpa persiapan khusus. Pada abad ke-19. Banyak dimainkan oleh para nelayan dan pedagang. dimana wayangnya sendiri dilukis pada gulungan kulit kayu.a. dan upacara tradisional lainnya. Ceritanya dipertunjukkan dalam bentuk prosa. c. wayang kulit dalam menggambarkan suatu kisah atau peristiwa dengan menggunakan tokoh-tokoh tertentu yang disimbulkan. pada waktu itu keduanya menyaksikan banyak orang yang berjongkok di depan pencerita sambil mendengarkan apa yang sang pencerita ucapkan. Pada awalnya fungsi utama Mak Yong ini adalah sebagai bentuk penghormatan kepada Yang Maha Kuasa. Di Indonesia. Syair-syairnya biasanya berisikan tentang legenda kisah-kisah tertentu dan asal-usul suatu wilayah atau tempat. bahkan dapat memperpanjang pertunjukan. yang diantaranya menggambarkan ksatria mitis pada jaman dahulu. Pada awalnya Didong diadakan sebagai bagian dari keramaian untuk merayakan perkawinan. Pertunjukan Mak Yong Mak Yong merupakan seni pertunjukan. Miisalnya cerita tentang Baratayuda. Adegan-adegan yang tergambar pada gulungan itu diuangkapkan dalam penceritaan yang berkesinambungan. Wayang beber sebagai seni pertunjukan pertama kali didokumentasikan oleh dua orang Cina yang bernama Ma Huan dan Fei Xin yang sedang mengunjungi Jawa pada tahun 1416. Cerita dalam wayang ini banyak bersumber dari legenda dan kisah lisan sastra tulis dari India dan Jawa sendiri. b. Dalang menggelar pertunjukan di depan layar lebar dan menghidupkan wayang-wayangnya dengan menirukan berbagai suara dan bunyi-bunyian. Tetapi dalam perkembangannya lebih sarat akan hiburan. Tradisi ini berasal dari Pattani. Kisah-kisah dalam Mak Yong banyakmengkisahkan tentang realitas hidup masyarakat jaman dulu. cerita Karna gugur dan sebagainya. Dengan media gulungan kulit kayu itulah dalang menggambarkan kisahnya. hari-hari libur penting. tradisi lisan dalam bentuk pertunjukan Mak Yong ini berkembang di daerh pesisir barat Sumatra. Pertunjukan Didong Didong merupakan bentuk kesenian tradisional orang Gayo di daerah Aceh. Raffles menulis hal yang sama dalam bukunya. Ramayana. tanpa naskah. Pertunjukan didong sering berbentuk pertandingan antara dua kelompok yang saling berkelakar sambil membuat sajak improvisasi yang disebut syair. History of Java. Wayang kulit Berbeda dengan wayang beber. Dalam . Thailand bagian Selatan pada abad ke-16.

. Batak. penggubahan karya sastra dengan berbagai judul. Bahkan di masa kemudian aksara Pallava itu kemudian dinasionalisasikan oleh berbagai etnis Indonesia.perkembangannya kemudian mengalami pergeseran sebagai cara untuk menghormati dan menghibur tamu. Nyanyian-nyanyian yang berisi kisah-kisah Melalui nyanyian inilah masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman Kalimantan bagian Tengah mewariskan sejarah kehidupan masyarakat masa lalu. legenda. sebelum pengaruh India masuk (1887). Pertunjukan Tanggomo Tanggomo merupakan bentuk puitis sastra lisan yang berasal dari Gorontalo. Bali Kuna. atau sering juga disebut dengan huruf Pascapallawa. yang kemudian diikuti oleh aksara baru yang telah dikembangkan untuk menulis pada berbagai media yang telah dipersiapakan. Adapun tulisan yang pertama kali dikenal adalah tulisan yang menggunakan aksara Pallawa. Dengan dikenalnya aksara Pallawa. Tradisi tulis di Indonesia memiliki sejarah yang panjang. L. Lampung. Selain menghibur. dan tidak masuk dalam 10 kepandaian asli bangsa Indonesia. serta dokumentasi tertulis lainnya melalui media lontar. 2. d. kulit binatang atau kulit katu adalah berkat dikenalnya aksara Pallawa. . dan Bugis. kisah keagamaan. maka muncullah antara lain aksara Jawa Kuna. dan pendidikan. Berisikan syair-syair yang didalamnya mengkisahkan tentang hal-hal yang sedang hangat atau peristiwa menarik setempat. A. e. Sunda Kuna. Dimulai oleh prasasti yang menggunakan aksara Palllawa dari India. Terbitnya prasastiprasasti dari kerajaan-karajaan kuna. mitos. Dikenalnya tulisan oleh masyarakat kepulauan Indonesia menurut Brandes merupakan barang baru yang dikenal oleh masyarakat. Tanggomo juga juga memberi banyak informasi berupa peristiwa sejarah. nenek moyang bangsa Indonesia mampu mendokumentasikan pengalaman dalam kehidupannya. Misalnya dalam pertunjukan Takna Lawe. Tulisan asli yang berkembang pada masyarakat kepulauan Indonesia pada periode klasik Indonesia menurut J. Sulawesi Utara. Cara Masyarakat Masa Aksara Mewariskan Masa Lalunya Melalui Tulisan Salah satu hasil budaya manusia adalah berupa tulisan. Brandes (1887) merupakan hasil dari proses interaksi bangsa Indonesia dengan budaya India.

. b. diketahui adanya kerajaan kuno di wilayah Kutai.. yang memberi banyak informasi pada orang-orang yang hidup sekarang tentang peristiwa. berkat peninggalan-peninggalan prasasti Yupa yang masih bertahan hingga kini. umumnya adalah batu. Melalui Lontar Disamping media batu dan logam. ternak. Lontar adalah daun palem tal atau borassus flabellifer yang telah dikeringkan . yaitu Tarumanagara yang salah satu rajanya bernama Purnavarman.. Karena banyaknya perbuatan baik. Melalui Prasasti Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Sementara itu di Kalimantan Timur juga berkembang sistem kerajaan yang sama. Dengan demikian keberadaan prasasti sebagai salah satu peninggalan sejarah memberi sumbangan penting dalam penelitian kesejarahan. prestasi dan berbagai hal yang terjadi di masa lalu yang berguna bagi pengembangan pengetahuan. Di Jawa bagian Barat berkembang kerajaan yang bercorak kebudayaan India pertama kali. Wilayah kepulauan Indonesia segera memasuki zaman sejarahnya ketika sumber tertulis yang berupa prasasti awal telah dijumpai di wilayah ini.a. keajaiban dan tanah. tiang pengorbanan ini didirikan oleh para pendeta Walaupun di kedua lokasi tersebut prasasti-prasastinya belum mencantumkan kronologi yang pasti. daun palem atau daun tal. Prasasti yang berangka tahun pertama dijumpai di wilayah Jawa bagian tengah. Prasasti itulah yang merupakan bukti awal bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah menghitung tahun.biarlah mereka mendengar tentang hadiahnya (raja Mulawarman) yang luar biasa. Sejak saat itu masyarakat Jawa Kuno seterusnya mencantumkan data kronologi untuk mencatat peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam kehidupannya. Dari Yupa ketiga peninggalan Kerajaan Kutai misalnya kita mendapat informasi tentang kondisi kerajaan masa pemerintahan Mulawarman. Disamping batu media penulisan lainnya adalah kayu. dan sistem penghitungan yang dipakai mereka adalah penghitungan tahun Saka dari kebudayaan India. dikenal juga media tulis yang disebut lontar yang terbuat dari bambu. dan logam. pohon. Prasasti-prasasti pertama itu terdapat di wilayah Jawa bagian Barat dan Kalimantan Timur. tetapi dapat diduga bahwa kerajaan-kerajaan pertama di bumi Nusantara itu berkembang pada sekitar abad ke-4 M. Istilah lain dari prasasti adalah inskripsi (bahasa Latin) atau batu tertulis. rajanya yang dikenal dalam prasasti bernama Aswawarmman. disebut prasasti Canggal yang berangka tahun 652 Saka atau 732 M.

d. Lampung dan Rejang. Belanda. c. tembaga dan perak juga dipakai sebagai alas tulis untuk urusan yang memiliki makna penting. adalah naskah kuno yang tertulis dalam daun nipah yang sekarang tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden. Tulisan ditoreh di kedua sisi daun dengan menggunakan pisau tajam. . Bahkan di Bali pemanfaatan lontar sebagai alas tulis masih banyak dipakai oleh masyarakat tradisional.yang banyak digunakan selama berabad-abad lamanya sebagai alas tulis di Jawa. Jadi tidak menggunakan pisau. Dalam kipas emas tersebut termuat tulisan yang memberikan informasi tentang prasasti Melayu yang menyatakan asal usul sultan dari Bukit Siguntang serta keturunanannya dari Iskandar Agung. Halaman-halamannya. Kulit pohon ini banyak dipakai oleh para peramal Batak untuk menuliskan mantra-mantra tentang sihir atau ramalan dan pengobatan. Diantara naskah Jawa kuno yang merupakan peninggalan tradisi tulis abad ke-14. Tradisi menulis dengan media kulit pohon ini di kepulauan Indonesia diantaranya banyak dijumpai di daerah yang sekarang dikenal dengan Batak. yaitu antara lontar yang satu dengan yang lainnya dirangkaikan dengan tali memalui lubang di tengah dengan dua papan kayu sebagai penutup. Daun nipah Hampir sama dengan daun palem tetapi lebih tipis. Tulisan ditorehan dengan menggunakan tinta atau kuas. logam atau lontar masyarakat masa sejarah Indonesia membuat catatan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka dengan menggunakan media kulit kayu atau kulit pohon. Penggunaan bambu sebagai alas tulis banyak ditemukan di Sumatra diantara orang-orang Batak. Riau. Bali. Bagian kulit yang dipakai adalah kulit pohon bagian dalam. Lombok. tembaga dan perak Emas. utamanya adalah Jawa. Melalui Kulit Kayu atau Pohon dan Kulit Binatang Disamping menggunakan media batu. Salah satu contohnya adalah penemuan kipas yang terbuat dari emas masa kebesaran Kerajaan Johor. Bambu Bambu dipakai sebagai alas tulis setelah sebelumnya dioles dan dikeringkan.Media tulis lain sebagai sumber pewarisan sejarah Emas. Bambu dibelah menjadi lembaran-lembaran lalu dikeringkan dan dirangkaian seperti daun palem atau dibiarkan dalam bentuk tabung dan teks atau tulisannya ditoreh dengan pisau tajam. Tulisan yang berisi bacaan mantra atau sihir dan pengobatan yang dimuat dalam kulit pohon itu kemudian mereka susun dalam satu rangkaian naskah buku lipat yang disebut dengan pustaha. yang bersifat khusus. lalu hurufnya dihitamkan dengan memakai jelaga. Tradisi ini berkembang di hampir semua wilayah kepulauan Indonesia.

Sejarah atau ilmu yang mempelajari catatan tertulis. Dluwang kebanyakan digunakan di Jawa untuk menulis naskah-naskah berbahasa Arab dan Jawa seperti pawukon atau primbon. kegiatan ini relatif jarang dilakukan. Perkembangan terbesar terjadi setelah kedatangan pengaruh agama dan kebudayaan Islam di nusantara. untuk lebih memudahkan pemahaman tentang tradisi masyarakat Indonesia masa sejarah. 3. Berdasar pada pemikiran tersebut. perlu dibuat periodisasi berdasarkan pola-pola umum yang berkembang pada masing-masing periode. Hampir semua pustaka Jawa kuno baik yang ditulis di lontar. Muncul kemudian naskah kuno dalam bentuk primbon yang ditulis dengan menggunakan bahasa Melayu dan Jawi kuno. Karena masyarakat sudah mengenal tulisan. Diantara bentuk-bentuk tradisi yang masyarakat kembangkan pada masa sejarah awal Indonesia adalah: . prasasti di Indonesia mulai memberi cukup banyak keterangan rinci sehingga tradisi-tradisi masyarakat yang berkembang pada masa itu dapat diketahui. secara teknis dimulai pada saat tersebut. Artinya melalui media-media tulisan tersebut kita yag hidup sekarang mendapatkan pengetahuan dan informasi tentang banyak hal yang berkaitan dengan sejarah masa lalu. baik itu dalam prasasti. sebanarnya dluwang bukanlah kertas. Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia masa awal sejarah Periode sejarah Indonesia dimulai dengan munculnya prasasti-prasasti pertama di Indonesia yang berasal dari akhir abad ke-4 atau awal abad ke-5 M. sekitar abad ke-13. maupun media tulis lainnya ditulis dalam bentuk puisi. Topiknya pun terbatas pada pencatatan peristiwa-peristiwa keagamaan serta doa-doa. maka mereka mewariskan dan menggambarkan tradisi-tradisi sejarah mereka dalam bentuk tulisan.Dluwang Merupakan alas tulis halus dengan penampilan seperti kayu dan terbuat dari kulit pohon murbei yang dipukuli. Baru menjelang akhir abad ke-7 dan awal abad ke-8. Pola tradisi masyarakat senantiasa mengalami perkembangan dan perubahan seiring dengan berkembangnya tingkat kecerdasan manusia. a. maupun kesusastraan. terutama setelah dikenalnya media kertas. Berbagai naskah kuno semakin bekembang pada masyarakat kepulauan Indonesia. Tradisi Sejarah Masyarakat Masa Aksara Kepulauan Indonesia Tradisi sejarah masyarakat pada masa setelah ditemukannya tulisan diketahui dan disusun berdasarkan peninggalan tertulis dan peninggalan alat-alat penunjang kehidupan masyarakat. Sayang sekali selama abad-abad pertama setelah bangsa Indonesia mulai menulis pada batu. karena tidak terbuat dari endapan encer. Meskipun dekenal sebagai kertas Jawa.

Sejarawan dari Romawi. dupa serta minyak wangi yang langka untuk upacara keagamaan seiring dengan makin berkembangnya aliran Budha Mahayana. Tujuannya tidak lain agar rakyat biasa tetap menghormati mereka. Perdagangan dengan Cina Perdagangan langsung dengan Cina dimulai antara tahun 250 hingga 400 M. bangsawan dan orang-orang kaya berupaya mempertahankan stratifikasi sosial yang sudah ada. mencapai Roma tahun 70 Masehi. Perniagaan dengan Cina pun sudah berkembang. Dicontohkan bahwa orang-orang Indonesia bahkan telah sampai ke Madagaskar pada awal milinium pertama Masehi. Barang dagangan Indonesia seperti cengkih mencapai istana dinasti Han di Cina utara pada sekitar 2000 tahun yang lalu. Tradisi seni dan sastra tulis . Para penguasa. Pada masa dinasti Han (206 SM-220 M) misalnya. Plyni menggambarkan hal ini. pakaian. Pun sebaliknya duta-duta dari Indonesia mulai mengunjungi Cina. Sayangnya kebanyakan barang dagangan Indonesia seperti rempah-rempah. perunggu. Dalam perjalanan pulang mereka membawa serta kaca. bukti linguistik menunjukkan bahwa bangsa Indonesia telah melakukan aktivitas perniagaan yang tidak hanya sebatas antar wilayah kepulauan nusantara saja tetapi sudah meluas ke luar negeri. Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Pada masa awal sejarah ini penggunaan alat-alat logam (terutama besi) untuk kegiatan pertanian semakin menonjol. Barang dagangan utama adalah mutiara. mutu barang. maupun teknologi yang digunakan. duta-duta resmi kerajaan dikirim ke luar negeri. Tradisi sosial Tradisi sosial masyarakat pada masa ini masih merupakan upaya mempertahankan kebiasaan masyarakat sebelumnya. Sumber berita Yunani dan Cina menyatakan bahwa para pedagang Indonesia adalah pedagang Asia Tenggara yang pertama kali mencapai Madagaskar. sehingga sebagian besar situs penting Indonesia selama menjalin hubungan dengan Cina tidak diketahui. Banyak orang-orang yang membawa kayu manis ke Afrika Timur melewati Samudra Hindia. kulit penyu. Laporan Cina (414 M) merupakan bukti pertama bahwa kapal-kapal berlayar langsung dari Indonesia ke Cina. gelang dan kalung. dupa. baik jumlah. Misi-misi dagang Cina sering dikirim ke luar negeri untuk mencari barang langka dan berharga untuk persembahan pada raja. yang kemungkinan besar adalah untuk memastikan agar hak-hak dagang mereka tetap diakui. Dengan bertambah banyaknya data selama abad ke-8 dan 9 kita mencatat bahwa masyarakat kepulauan Indonesia terutama yang berada di bagian barat sudah terkait erat dalam suatu jaringan internasional yang luas. pakaian dan bulu burung mudah hancur.Tradisi perekonomian Disamping pertanian. keragaman fungsi. Tradisi pembuatan gerabah juga semakin meningkat. yang dihubungkan oleh ikatan-ikatan keagamaan dan perdagangan.

Bukti lebih jelas lagi terdapat pada prasasti Longan Tambahan yang ditulis pada masa raja Sri Dharmawangsa Wardhana (1023). Disamping adanya sawah irigasi lahan kering juga dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman lainnya seperti sayur dan buah. amaluku (membajak). Prasasti ini berasal dari masa kerajaan Tarumanegara. Tradisi dengan bahasa dan huruf India tersebut baru terbatas pada orang-orang tertentu saja. Prasasti-prasasti di Jawa biasanya berisikan kutukan terhadap siapa saja yang menggangu keamanan. ahani (memanen) dan anutu (menumbuk padi). Bukti berupa sumber-sumber sastra . Prasasti Kuti (804 M) berisi upacara pemanggilan terhadap enam jenis roh. dengan memanggil roh penunggu gunung dan makluk gaib lain. menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Aktivitas penggalian saluran air ini kemungkinan dimaksudkan untuk aktivitas pertanian dan pencegahan banjir. Beberapa prasasti lainnya yang berasal dari Jawa Timur menyebut sumbangan-sumbangan raja untuk pembangunan bendungan dan saluran-saluran yang meungkin mempunyai beberapa manfaat penting yang diantaranya adalah sebagai saluran irigasi. Sedangkan yang berkaitan dengan sastra tulis. Banyak perkakas batu dan logam yang ditemukan dibeberapa tempat diduga digunakan untuk kegiatan cocok tanam khususnya tanaman padi. Dari sumber prasasti seperti prasasti Tugu (dekat Jakarta) diperoleh keterangan mengenai pengelolaan air di Indonesia.Tradisi melukis pada dinding-dinding gua sudah jauh ditinggalkan. atanam (menanam). amatun (menyiangi). Di dalamnya disebutkan tentang tahaptahap dalam penanaman padi. pada masa ini masyarakat terutama kalangan bangsawan telah mengenal bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa (pengaruh India). Dilihat dari jenis tanamannya. penanaman padi secara intensif sudah diperkenalkan sejak awal periode sejarah klasik Indonesia. disamping perniagaan dan pelayaran. Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia masa sejarah klasik awal Tradisi perekonomian Pertanian tetap merupakan tradisi perekonomian utama masyarakat. Isi terjemahannya adalah bahwa raja Purnawarman memerintahkan penggalian saluran sepanjang 11 km. Masyarakat mulai mengenal tradisi pahat (seni pahat) dengan bahan dasar utamanya adalah batu. b. dan perunggu. yaitu amabaki (membersihkan sawah sebelum dibajak). Dalam relief-relief candi (seperti pada relief candi Borobudur) kita mendapat banyak gambaran tentang perkembangan tradisi pertanian masyarakat Indonesia. Tradisi kepercayaan masyarakat Berdasarkan sumber prasasti. Kepercayaan pada yang gaib biasanya disimbulkan atau dihubungkan dengan lumpang batu (mirip seperti kebudayaan masyarakat prasejarah). tradisi kepercayaan masyarakat kepulauan Indonesia masih bersifat animisme dan dinamisme.

Dalam Arjunawiwaha diceritakan bahwa ketika Majapahit diperintah oleh Hayam Wuruk (Rajasanagara) pembangunan bendungan sangat intensifkan. Sedang kitab Sutasoma banyak menceritakan tentang aktivitas para petani yang menyiangi padi di ladang-ladang mereka. Bukti-bukti etnografi Perbandingan etnografi memberi kita pengetahuan mengenai kebiasaan penanaman padi pada masa kuno. Hingga sekarang tradisi pasar demikian masih banyak dijumpai di desa-desa Jawa. Sawah pertama yang menerima air dinamakan pasimpangan. Dari sawah-sawah ini air kemudian diteruskan ke sawah lain. Transaksi jual beli atau tukar menukar barang sudah dikenal masyarakat periode sejarah. sayuran. Petani tradisional Jawa misalnya sampai sekarang banyak yang masih menggunakan teknologi dan cara-cara tradisional. Sumber berita Cina Menurut catatan sejarah Cina. Penghitungan waktu tanam yang baik. Sebagian besar penduduk pedesaan mempunyai hubungan ke pasar berkala (pekan) yang berputar berdasarkan daur lima hari sekali buka. tetapi juga kacang-kacangan.Sejarawan sudah meneliti keterangan tentang pertanian yang terdapat dalam naskah klasik. ayam dan telur. Menjelang akhir abad ke-8 masyarakat telah mengenal uang dalam bentuk uang koin atau logam yang terbuat dari emas dan perak dengan ukuran-ukuran tertentu. Ini jelas menunjukkan bahwa aktivitas pertanian (sawah) sudah menjadi mata pencaharian utama masyarakat. dilakukan dengan sistem transaksi menggunakan uang (uang emas dan perak) dan barter. Kitab Arjunawiwaha dan Sutasoma misalnya memberi pengetahuan rinci tentang tradisi pertanian masyarakat Indonesia masa sejarah klasik awal. Tetapi gambaran umum adanya aktivitas pertanian di Indonesia terdapat dalam karya-karya sastra tersebut. Untuk mendapat barang yang diinginkan. Tradisi sosial . Memang dalam karya sastra klasik tersebut belum ditemukan keterangan yang menyebutkan bahwa alat-alat seperti cangkul dan bajak digunakan dalam pengerjaan pertanian. Peningkatan intensitas perdagangan dalam negeri menuntut adanya mata uang yang mudah dipergunakan. Kegiatan yang kemungkinan besar sudah dilakukan oleh petani jaman sejarah klasik awal. buah. pada abad ke-13 atau sebelumnya. barang-barang yang mereka bawa ke pasar tidak hanya sebatas pada beras saja. Berdasar sumber prasasti. beras Jawa sudah diekspor ke Sumatera dan kemungkinan juga ke bagian lain kepulauan Indonesia. upacara-upacara ritual masa panen seperti sesaji sampai sekarang masih dipakai oleh masyarakat petani Jawa. Tradisi penjaja keliling juga telah dikenal. Air bendungan kemudian disalurkan dari bendungan itu ke sawah-sawah yang diberi pematang.

Tradisi pembuatan patung-patung batu dan perunggu juga berkembang. Teks tertua berisi ajaran Budha yang ditulis di Indonesia yang dikenal dengan Sang Hyang Kamahayanikan ditulis pada periode sejarah klasik awal. Spesialisasi atau pengkhususan pekerjaan semakin nyata. Pada masa ini epos Mahabharata dan Ramayana dari India telah diterjemahkan dalam bahasa Jawa Kuno. Demikian juga dengan kitab ajaran Budha yang berbahasa Sanskerta juga telah diterjemahkan dan disebarluaskan.Berdirinya kerajaan-kerajaan kuno telah memunculkan tradisi pemujaan rakyat pada raja. Sementara itu pembuatan perahu sebagai unsur penting penunjang aktivitas pelayaran dan perniagaan juga mengalami kemajuan. Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia periode sejarah klasik madya Pada masa klasik madya ini. c. Tradisi pengerjaan emas juga semakin modern. Contoh relief pada dinding candi Borobudur. Satu hal yang membedakan adalah bahwa tradisi masyarakat mulai mendapat pengaruh budaya Islam. tradisi sejarah masyarakat kepulauan Indonesia tidak mengalami banyak perubahan dari tradisi-tradisi sebelumnya. yang diantarnya dibawa oleh para pedagang muslim dari luar. karena raja dianggap sebagai titisan dewa di dunia. Tradisi masyarakat yang berkaitan dengan dimensi kepercayaan Pengaruh Hindu dan Budha pada masa ini mulai menyebar khususnya sepanjang jalur perdagangan (daerah pesisir pantai). Tradisi perekonomian . Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Tradisi pembuatan alat-alat penunjang aktivitas pertanian makin meningkat. Para pemahat Jawa misalnya. Tradisi seni dan sastra tulis Tradisi pahat batu dan perunggu semakin berkembang pada periode ini. Akan tetapi sebagian besar masyarakat di banyak daerah. Tradisi pertanian dan perdagangan mengalami perluasan dan peningkatan. Anasir-anasir budaya Islam terjalin dalam suatu hubungan yang rumit dengan adat atau tradisi yang sudah ada sehingga melahirkan peristiwa-peristiwa penting pada jaman klasik madya ini. Tradisi pembuatan gerabah dilakukan dengan menggunakan alat pemutar. Kesenjangan sosial dan stratifikasi sosial dalam masyarakat semakin besar dan lebar. Masyarakat juga mulai mengenal pembuatan batu bata. kebiasaan keagamaan (kepercayaan) sebelumnya yang berupa animisme dan dinamisme masih tetap mereka pertahankan. mulai menciptakan relief naratif yang membentuk suatu cerita.

tempat-tempat pengecoran logam makin banyak bermunculan. Tradisi masyarakat yang berkaitan dengan dimensi kepercayaan Agama Hindu dan Budha semakin mendapat tempat di masyarakat. Pada masa ini berkembang sastra tulis berupa Kakawin. Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Seiring dengan makin berkembangnya tradisi pembuatan aneka benda dan peralatan dari logam. Bahkan kemungkinan besar tradisi pembuatan alat-alat dan benda dari logam ini telah berkembang menjadi mata pancaharian penduduk. Masalah perpajakan menjadi semakin rumit. Pengungkapan tradisi masyarakat kepulauan Indonesia pada periode sejarah klasik akhir diantaranya dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan selama periode ini berupa karya sastra. . d. Tradisi sosial Tradisi birokrasi semakin berkembang.Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia periode sejarah klasik akhir Tradisi sejarah masyarakat periode klasik akhir ditandai oleh munculnya kerajaan-kerajaan kesatuan besar di Indonesia yang diatur secara tradisional serta munculnya kekuatan-kekuatan baru yang akhirnya mempengaruhi tatanan yang sudah ada sebelumnya. ukiran semakin beragam dan rumit. terutama ketika pendatang Cina mulai menetap di Indonesia dan penerapan mata uang Cina sebagai alat tukar dalam perdagangan semakin dominan. Kendati belum meluas pada semua lapisan masyarakat (utamanya masyarakat desa) tradisi penyembahan pada dewa-dewa dalam kepercayaan dua agama itu mulai menggantikan pemujaan mereka pada roh nenek moyang dan bendabenda yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Buku Bharatayuda ditulis pada masa ini oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Campur tangan pemerintah kerajaan terhadap urusan irigasi dan angkutan darat semakin menonjol. Model pahatan. Pengungkapan sastra memungkinkan kita bisa melihat tradisi masyarakat Indonesia jaman sejarah klasik akhir dari lebih banyak sisi dari pada sebelumnya.Budaya pertanian dan perdagangan semakin berkembang pesat. Kedudukan kaum cendekiawan semakin penting baik dalam kerajaan maupun dalam kehidupan masyarakat. Kekuatan-kekuatan itu antara lain kedatangan budaya Islam dan imperialisme Eropa. Tradisi seni dan sastra tulis Tradisi seni pahat semakin berkembang seiring dengan makin meningkatnya jiwa seni dan kepandaian manusia.

Heterogenitas ini yang lambat-laun mengikis tradisi pelapisan sosial yang ada dalam masyarakat. . Korawasrama dan Nawaruci. Karya-karya sastra yang berkembang pada masa ini diantaranya adalah Desawarnana (ditulis oleh Mpu Prapanca). Penduduk pesisir pantai merupakan campuran majemuk dari berbagai suku dari berbagai wilayah di kepulauan Indonesia dan bangsa-bangsa lain. Tradisi sastra tulis juga semakin meluas. Tradisi seni dan sastra tulis Pada periode ini tradisi pembuatan patung perunggu dan arca batu semakin surut. sehingga keris dianggap sebagai pusaka hidup yang memiliki nilai sakral. Teknik produksi massal mulai dikembangkan. Sedang pada masyarakat pedalaman relatif tetap mempertahankan tradisi religi mereka. Demikian halnya dengan pembuatan gerabah. Tradisi masyarakat yang berkaitan dengan dimensi kepercayaan Keyakinan terhadap aliran Sivashidanta (dalam agama Hindu) dan Mahayana (dalam agama Budha) semakin kuat di Jawa dan Bali. Akan tetapi dalam perkembangan yang terjadi kemudian kedatangan pengaruh Islam mulai mengikis tradisi kepercayaan masyarakat tersebut. terutama pada masyarakat pedalaman. Tradisi pembuatan keris ini lebih didasarkan pada penilaian magis. Ini terutama terjadi pada masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai. Tradisi perdagangan atau perniagaan mengalami perkembangan yang luar biasa pesat baik itu perdagangan antar wilayah dan pulau di Indonesia maupun perdagangan dengan luar negeri terutama dengan India dan kerajaankerajaan Asia Tenggara. Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Tradisi pembuatan alat-alat logam mengalami puncak kemajuan. Tradisi sosial Diantara mayarakat banyak yang berprofesi sebagai penjual jasa untuk mendapatkan uang. Sebaliknya tradisi terracotta semakin berkembang. Tradisi pembuatan keris dimulai pada periode klasik akhir ini. karena seni ini dianggap lebih memiliki nilai sosial yang tinggi.Tradisi perekonomian Tradisi pertanian tetap dominan.

Ajaran agama Islam melarang pembuatan patung.e. tetap berlangsung. tetapi perdagangan antar wilayah Indonesia dan perdagangan antara pedagang-pedagang nusantara dengan pedagang muslim. Tetapi sifat-sifat tradisi budaya yang terbentuk selama masa sebelumnya tidak segera berubah atau hilang. atau diekspor dari Eropa. Tetapi ini tidak menghilangkan tradisi pembuatan barang-barang logam. Tradisi masyarakat kepulauan Indonesia periode Islam Masuknya Islam pada satu sisi telah membawa sejumlah besar perubahan sosial. Tradisi penggunaan alat-alat penunjang kehidupan Masyarakat mulai mengenal jenis senjata api. Spesialisasi (pengkhususan) pekerjaan sekali lagi semakin menunjukkan kekompleksitasannya. India. Bahkan menurut data sejarah tingkat urbanisasi di Indonesia sama seperti yang terjadi di Eropa. Tradisi sosial Tradisi urbanisasi tumbuh dan berkembang pada masa ini. Tradisi perekonomian Kendati Portugis mendominasi perdagangan di Malaka. Tradisi pasar juga berkembang pada masa Islam. . Kendati berorientasi mistik. tetapi ia tidak bersifat heterodoks (mempertahankan konsep dualisme). Kemungkinan diperkenalkan oleh orang-orang Eropa. Sastra Islam yang berisi renungan filosofis mengenai hubungan antara Tuhan dengan manusia semakin berkembang. Tradisi seni dan sastra tulis Tradisi seni patung sudah lenyap. Tradisi masyarakat yang berkaitan dengan dimensi kepercayaan Dominasi tradisi Islam semakin meluas dan berkembang pada semua lapisan masyarakat di Indonesia. proses penyebarannya telah memunculkan varian-varian baru yang memasukkan kepercayaan pra-Islam dalam kesatuan antara manusia dan Tuhan. Dalam perkembangannya. Bentuk-bentuk tradisi dari kehidupan sosial masyarakat sejak masa prasejarah hingga Hindu-Budha sekalipun tetap berkembang. diantaranya ada yang dalam bentuk aliran kebatinan. Tradisi pembuatan seni kaligrafi menggantikan itu semua.

Pada akhirnya unsur local genius-lah yang sangat menentukan bagi terjadinya perubahan pola tradisi masyarakat dalam berbagai dimensinya (ekonomi.Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa. Berikut akan dijelaskan tentang perubahan atau evolusi tersebut. sosial. berlari tegak. perubahan fungsi bagian tertentu tubuh manusia. Menurut para ahli evolusi. perubahan bentuk dan volume kepala. dan seterusnya). berjalan tegak dan terakhir dengan berdiri tegak untuk waktu yang lama. SEMESTER II A. Sikap tubuh dan cara bergerak Satu hal penting yang menunjukkan adanya evolusi dikaitkan dengan sikap tubuh dan cara bergerak ini sikap berdiri tegak. tulang kering. evolusi kebudayaan lokal di berbagai daerah Indonesia yang menunjukkan pola tradisi masyarakat berlangsung mengikuti jalurnya sendiri. Perkembangan Biologis Manusia Indonesia 1. Disamping tulang belakang. proses menuju sikap berdiri tegak diawali dari kemampuan duduk tegak. walaupun banyak pengaruh luar masuk ke Indonesia. perkembangan fungsi alat indera terutama hidung dan mata. tulang jari kaki juga semakin kuat untuk menopang badan. kepercayaan. tulang-tulang tungkai. a. b. PERKEMBANGAN BIOLOGIS MANUSIA INDONESIA BAB I A. Dalam proses ini terjadi perubahan struktur pada bagian tulang belakang manusia. berpindahnya titik berat badan pada bagian bawah badan yang memiliki kemampuan untuk menopang berat badan secara keseluruhan. Proses evolusi biologis merupakan proses perubahan secara berangsur-angsur dalam jangka waktu lama yang berkaitan dengan sikap tubuh dan cara bergerak. Evolusi Biologis Manusia Secara Umum Perkembangan bilogis atau fisik manusia berkaitan erat dengan terjadinya proses evolusi manusia. tulang paha. Perubahan fungsi bagian tertentu tubuh manusia .

dagu. dan sebaliknya dapat bergerak bebas maka tangan memiliki kemampuan memakai. Hal ini berakibat pada perubahan rongga hidung yang tidak lagi menghadap ke depan dan bagian otak yang berhubungan dengan pembauan mengalami reduksi. Misalnya dari Australopithecus ke Pithecantropus volume otak berlipat dua kali (Pithecantropus lebih besar). tulang pipi dan otot tengkuk. sebagai bagian paling atas sistem pencernaan dan pernafasan serta volume otak. Pithecantropus ke Homo membesar kurang lebih satu setengah kalinya. membulat ke muka. rahang. 2. Evolusi biologis tersebut di atas secara keseluruhan berpengaruh terhadap perkembangan bio-sosial (manusia sebagai makluk sosial) yang mencakup: kemampuan pembuatan alat. Sementara yang berkaitan dengan evolusi otak. Evolusi alat penglihat (mata) Berlawanan dengan alat pembau yang mengalami reduksi. Evolusi kepala Kepala atau tengkorak terdiri dari tengkorak bagian muka dan tengkorak otak. organisasi sosial dan komunikasi dengan bahasa. berkaitan dengan besar atau volume otak dan struktur otak. d. c. Karena fungsi tangan tidak lagi sebagai penunjang badan. Evolusi muka diantaranya berkaitan dengan struktur otot-otot muka. kening. membuat alat dan banyak aktivitas lainnya. Pembesaran volume otak itu tentu saja berpengaruh terhadap bentuk tengkorak (meninggi. e. Akibat kemampuan berdiri tegak. samping dan belakang). para arkeolog membedakan jenis manusia purba di Indonesia (sejauh yang ada sekarang) ke dalam beberapa jenis. geraham.Fungsi jari kaki mengalami reduksi oleh karena tidak lagi dipakai lagi untuk mencengkeram. Evolusi alat pembau (hidung) Peranan alat pembau menjadi berkurang. Evolusi Biologis Manusia Purba Indonesia Berdasarkan temuan-temuan fosil manusia prasejarah Indonesia. Oleh karena itu evolusi kepala berhubungan erat dengan evolusi muka. Dari jenis-jenis yang . Disamping itu evolusi volume otak tentu juga berpengaruh terhadap evolusi budaya. gigi. maka tangan tidak lagi berfungsi sebagai penunjang badan. Bagian lengan seluruhnya dapat bergerak leluasa. alat penglihat menjadi lebih sempurna baik dalam hal struktur maupun fungsi ketajaman melihat. Evolusi tangan kemudian berpengaruh terhadap evolusi budaya. membawa. tetapi lebih pada untuk berpijak. sehingga lebih mudah menggunakan tangan untuk menggenggam dan pekerjaan-pekerjaan cermat lainnya.

Ngawi berupa atap tengkorak dan tulang paha. Fosil Pithecanthropus pertama kali ditemukan oleh arkeolog dari Belanda. Disamping Pithecanthropus erectus jenis Pithecanthropus lainnya yang ditemukan di Indonesia adalah Pithecanthropus robustus (manusia kera yang besar). a. Pithecanthropus memiliki ciri berikut: Pithecanthropus hidup pada masa Pleistosen awal dan tengah (1 juta hingga 1.5 juta tahun silam) Tinggi badan sekitar 168 180 cm dengan berat badan rata-rata 80 100 kg . Meganthropus paleojavanicus Meganthropus paleojavanicus (manusia besar tertua dari Jawa) adalah jenis manusia purba yang paling tua (primitif) yang pernah ditemukan di Indonesia (Jawa). Memakan jenis tumbuh-tumbuhan b. yang didasarkan pada indikator-indikator tertentu. sebagaimana telah disebutkan di atas. Hingga saat ini Meganthropus dikategorikan sebagai jenis manusia purba yang terpisah (berbeda) dari Homo erectus. tonjolan kening yang mencolok dan tonjolan belakang kepala yang tajam serta tidak memiliki dagu. von Koenigswald dan Weidenreich antara tahun 1936-1941 di situs Sangiran pada formasi Pucangan. Fosil yang ditemukan antara lain berupa fragmen tulang rahang atas dan bawah serta sejumlah gigi lepas. Pithecanthropus Pithecanthropus (manusia kera) adalah jenis manusia purba yang fosil-fosilnya paling banyak ditemukan di Indonesia. Berdasarkan temuannya tersebut Dubois menamainya dengan Pithecanthropus erectus (manusia kera yang berdiri tegak). dan Pithecanthropus mojokertensis (manusia kera dari Mojokerta).ada para ahli membuat semacam tingkatan perkembangan dari manusia purba yang tertua hingga yang lebih muda. Berdasarkan fosil-fosil yang ditemukan. Eugene Dubois pada tahun 1891 di Trinil. Berdasarkan hasil penemuan fosil-fosilnya para ahli menyimpulkan bahwa Meganthropus paleojavanicus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Hidup pada masa Pleistosen awal Memiliki rahang bawah yang sangat tegap dan geraham yang besar Memiliki bentuk gigi yang homonim Memiliki otot-otot kunyah yang kuat Bentuk mukanya masif dengan tulang pipi yang tebal. Fosil Meganthropus paleojavanicus pertama kali ditemukan oleh arkeolog.

Periodisasi Perkembangan Budaya Pada Masyarakat Awal Indonesia . Secara khusus ia memiliki ciri-ciri berikut: Volume otak bervariasi antara 1000 1450 cc Otak besar dan otak kecil sudah berkembang (terutama pada bagian kulit otaknya) Tinggi badan sekitar 130 210 cm dengan berat badan rata-rata 30 150 kg. Tulang dahi dan bagian belakang tengkorak sudah membulat dan tinggi Otot tengkuk mengalami penyusutan Alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan Berjalan dan berdiri tegak sudah lebih sempurna B.Berjalan tegak Volume otaknya sekitar 775 cc 975 cc Batang tulang lurus dengan tempat-tempat perlekatan otot yang sangat nyata Bentuk tubuh dan anggota badan tegap Alat pengunyah dan otot tengkuk sangat kuat Bentuk geraham besar dengan rahang yang sangat kuat Bentuk kening yang menonjol sangat tebal Bentuk hidung tebal Tidak memiliki dagu Bagian belakang kepala tampak menonjol c. Mojokerto). Homo Sapiens Diantara fosil yang berhasil ditemukan di Indonesia adalah jenis Soloensis (dari Solo) dan Wajakensis (dari Wajak. Secara umum Homo Sapiens memiliki ciri yang lebih progresif dibanding Pithecantropus.

Sampai sekarang. dan halus. Hal lain yang perlu diketahui dari periode ini adalah bahwa zaman paleolitikum memiliki hubungan yang erat dengan sejarah bumi. yaitu batu alami yang belum dihaluskan. kasar. Semakin kasar alat-alat itu. Pleistosin Tengah. juga dikenal zaman batu besar (megalitikum). Kebanyakan manusia prasejarah yang hidup pada mas ini diperkirakan hidup secara berkelompok dalam suatu kelompok kecil. sehingga yang mereka lakukan hanya sebatas pada aktivitas mengumpulkan makanan (food gathering) dan aktivitas berburu. Di samping ketiga zaman batu itu. antara 10-15 orang. yang disesuaikan dengan kegunaan dari masing-masing alat. sisa-sisa peninggalan zaman paleolitikum hanya ditemukan di pulau Jawa dan Sulawesi. sejalan dengan upaya mereka untuk memenuhi kebutuhan akan makanan. a. dan Pleistosin Atas. yaitu: zaman batu dan zaman logam. Zaman batu tua (paleolitikum) Pada zaman ini kehidupan manusia prasejarah masih sangat sederhana. Alat-alat yang mereka hasilkan yang terbuat dari batu tidak sama baiknya. yaitu: Pleistosin Bawah. periodisasi atau pembabakan zaman pada masyarakat awal Indonesia (masyarakat pra sejarah atau pra aksara) Indonesia dibagi menjadi dua. Mereka hidup secara berpindah atau nomaden. zaman batu madya (mesolitikum). tulang. jenis dan ukurannyanya. maka diperkirakan semakin tua usianya dan sebaliknya. Meskipun demikian tidak berarti bahwa pada waktu itu manusia prasejarah hanya mengandalkan alat-alat yang terbuat dari batu saja. Zaman Batu Merupakan masa dimana sebagian besar alat atau sarana penunjang kehidupan manusia (terutama kehidupan ekonomi) prasejarah terbuat dari batu dalam berbagai bentuk. Pleistosin Bawah . Pembagian itu dilakukan atas dasar tinggi rendahnya penggunaan teknologi dari benda-benda atau alat hasil budaya masyarakat. Peralatan penunjang kehidupan mereka umumnya terbuat dari batu kasar. zaman ini mencakup tiga lapisan bumi. Tentu saja mereka juga memanfatkan benda lain yang berasal dari kayu. Yang terakhir ini sebenarnya lebih berfungsi sebagai media kepercayaan atau religi dari pada fungsi alat ekonomi. bambu. dan zaman batu muda (neolitikum). Kebutuhan akan bahan makanan sangat bergantung pada hasil alam. Zaman batu ini dibedakan menjadi: zaman batu tua (paleolitikum).Berdasarkan hasiil-hasil benda budaya dan alat-alat penunjang kehidupan. atau tanduk hewan. Oleh karena itu. Ada yang dibuat sangat kasar. Memang sebagai bukti sejarah benda-benda itu tidak lagi bisa ditemukan karena sudah hancur. 1.

Kedua. meskipun masih ada ciri-ciri yang memiliki kemiripan dengan kera. sapi. Tengkorak ini diperkirakan berasal dari manusia ketiga yang masih muda dari jenis Pithecanthropus. Selama masa pleistosen tengah. . kedua tulang pelipis. bagian bawah rahang atas. fragmen kecil dari rahang bawah kanan. tidak mengherankan apabila jenis binatang atau hewan yang di pulau Sumatera. Pithecanthropus Mojokertensis (Pithecanthropus Robustus) ditemukan pada lapisan yang sama umurnya dengan jenis manusia yang pertama. rusa. Sedangkan binatang yang hidup di wilayah Indonesia Timur cenderung sama atau mirip dengan binatang yang hidup di benua Australia. serta beberapa geraham. Pithecanthropus Erectus adalah nenek moyang dari Manusia Solo (Homo Soloensis). Sumatera. jenis manusia ini tidak banyak mengalami perubahan secara fisik. Pada lapisan ini telah ditemukan fosil tulang-tulang dan geraham-geraham dari binatang menyusui dan manusia yang tertua dari jenis palaeoanthropus. Beberapa penemuan seperti tengkorak. Jenis manusia terpenting dari fauna ini adalah Pithecanthropus Erectus (manusia kera berdiri tegak dari Trinil). Meganthropus Palaeojavanicus (manusia raksasa Jawa) meninggalkan fragmen rahang bawah yang sangat besar. rusa. dan primitif bentuknya. Oleh karena itu. dan tulang paha diperkirakan dari jenis manusia itu. Alat itu tidak dapat dimasukan ke dalam kebudayaan batu-teras dan ke dalam golongan flake. di mana permukaan laut turun kira-kira mencapai 25 meter. Jawa. Beberapa jenis fauna itu di antaranya adalah beruang melayu. Akhirnya. masif. dan Kalimantan cenderung sama dengan binatang yang hidup di daratan Asia. dengan binatangnya seperti gajah. Akibatnya. tiga perempat sisi tengkorak. Sedangkan dari sisa-sisa manusia yang ditemukan dapat ditentukan bahwa sekurang-kurangnya ada tiga jenis manusia yang pernah hidup pada masa itu. Pertama. dan geraham. alat-alat serpih.Sebagian besar pleistosin bawah berupa batu pasir tufa dan tanah liat berwarna biru kehitam-hitaman. dan beberapa kapak genggam yang telah dikerjakan dua sisinya. terjadi migrasi binatang menyusui pemakan tumbuh-tumbuhan dan binatang buas dari daratan Asia. Fauna dari masa ini disebut Fauna Jetis. dalam endapan Pleistosin Bawah telah ditemukan sebuah tengkorak anak kecil di dekat Mojokerto. Sisa-sisa manusia ini ditemukan di Sangiran. dan Kalimantan dihubungkan satu sama lain dengan daratan Asia. badak. rahang kanan bawah. tapir. Pulau Jawa. Fauna dari masa ini disebut Fauna Trinil atau Fauna-Sino-Melayu karena jenis fauna yang ditemukan di daerah Trinil memiliki kesamaan dengan yang dijumpai di Tiongkok. Pleistosin Tengah Permulaan zaman Pleistosin Tengah diperkirakan bersamaan waktunya dengan zaman es kedua. dan kuda air yang masih primitif. Alat-alat itu dikenal sebagai kapak genggam. kapak perimbas monofacial. Peralatan tertua yang terbuat dari batu berasal dari zaman ini. kerbau. menjangan. dekat Sungai Cemoro berupa bagian belakang tengkorak. Fosil ini menggambarkan ciri-ciri manusia.

Kehidupan manusia belum banyak berubah. Pada waktu berburu. anjing merupakan binatang yang dapat membantu pekerjaan manusia. Tampaknya. dan binatang kerang. hanya saja sedikit lebih besar dan lebih maju dalam hal volume otaknya. dekat Ngandong telah ditemukan tidak kurang dari sebelas kubah tengkorak beserta fragmen-fragmen dari Manusia Solo. Di Sulawesi Selatan. Di tempat yang sama. Di samping Homo Soloensis. Homo Soloensis lenyap dari muka bumi dan manusia-manusia baru dari jenis Sapien saja yang mampu mencapai pulaupulau itu. tubuh binatang pada masa mesolitikum memiliki ukuran yang lebih besar. bermacam-macam alat berbentuk kapak perimbas dari tulang dan tanduk. mereka telah hidup berkumpul di sepanjang Sungai Solo. Mereka umumnya hidup berburu dan mengumpulkan akarakaran. ketika itu orang diperkirakan telah memelihara anjing. meski telah ada tanda-tanda untuk menetap lebih lama di suatu tempat. Tampaknya. Pithecanthropus dan beberapa jenis binatang menyusui dari zaman sebelumnya tidak dapat mempertahankan diri dan telah lenyap dari muka bumi. Manusia Solo memiliki ciri yang hampir sama dengan Pithecanthropus. sebelah selatan gunung Wilis. Mahkluk baru yang muncul adalah Homo Soloensis (Manusia Solo). Austroloida. Dari beberapa fosil tulang binatang yang ditemukan jenis binatang yang banyak adalah gajah dan kuda air. kecuali gajah. Diperkirakan manusia Solo adalah keturunan langsung Pithecanthropus. Hidup mengembara merupakan ciri yang paling dominan. Bedanya. Perkiraan itu dibuktikan dengan bukit kerang yang tingginya mencapai 4 meter seperti yang ditemukan di pantai Timur Sumatera. Sepanjang Sungai Solo. mereka telah membunuh beribu-ribu binatang. Meskipun belum pasti. Tengkorak ini termasuk tipe Neoanthropus dan dikenal sebagai Homo Wajakensis. maka dataran Sunda terbagi menjadi beberapa pulau. sayur-sayuran liar. Binatang-binatang yang hidup pada zaman sebelumnya telah lenyap. b. Zaman batu tengah (mesolitikum) Setelah zaman es berakhir. dan Negrito. Binatang yang hidup pada zaman mesolitikum hampir mirip dengan binatang yang hidup pada masa sekarang. di dalam gua ditemukan sisa-sisa gigi anjing oleh Sarasin bersaudara. ditemukan juga dua tengkorak yang telah membantu di desa Campurdarat. ditemukan pula dua potong tulang kering. juga ditemukan tulang-tulang binatang yang sangat banyak jumlahnya. . Di samping itu. Mereka itu adalah orang-orang Melanesia.Pleistosin Atas Permulaan Pleistosin Atas bersamaan waktunya dengan zaman glasial ketiga. Beberapa jenis peralatan yang mereka gunakan di antaranya adalah peluru bulat dari batu yang diperkirakan sebagai alat pelempar untuk melumpuhkan binatang buruan.

Malaka. Kebudayaan Toale Umumnya hasil kebudayaan Toale adalah kebudayaan flake dan blade. Barang yang ditemukan berupa jarum. Tentang persebarannya tidak banyak diketahui. Siam. Mereka dikenal sebagai bangsa Indonesia Purba. babi. Kebudayaan ini mendapat pengaruh kuat dari unsur microlith sehingga menghasilkan alat-alat yang berukuran kecil dan terbuat dari batu. yaitu: kebudayaan Bascon-Hoabin. Mereka mulai hidup menetap. Sering disebut sebagai batu teras karena hanya dikerjakan satu sisi. Kebudayaan Bascon-Hoabin Hasil-hasil peninggalan budaya ini ditemukan dalam gua-gua dan bukit-bukit kerang di Indo Cina. Kebudayaan Sampung Merupakan kebudayaan tulang dan tanduk yang ditemukan di desa Sampung. beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kebuadayaan ini telah berkembang di daerah Sulawesi dan Flores. kebudayaan Toale. Bangsa Indonesia Purba telah membentuk masyarakat.Pada masa mesolitikum terdapat tiga macam kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan melaksanakan sistem pertanian yang sama untuk kemudian berpindah lagi. Pada lapisan yang lain telah ditemukan mata panah. Namun. di Flores. telah datang bangsa-bangsa baru yang memiliki kebudayaan lebih maju dan tinggi derajatnya. dan kebudayaan Sampung. ditemukan alat-alat yang terbuat dari tulang dan kerang. menangkap ikan. Mereka telah . Daerah-daerah itu merupakan wilayah yang saling berkait-an satu sama lainnya. Di samping itu ditemukan juga beberapa kerangka manusia dan tulang binatang buas yang dibor (mungkin sebagai perhiasan atau jimat). dan di Sulawesi. Sistem pertanian dilakukan dengan sederhana. dan pisau. Tuban. Di samping itu. Ketiga kebudayaan itu diperkirakan datang di Indonesia hampir bersamaan waktunya. Ponorogo. Alat-alat ini sebagian besar merupakan alat berburu. Jenis alat ini ditemukan di Sumatera dalam jumlah yang besar dan disebut sebagai Sumatralith lonjong. meski untuk waktu yang tidak lama. Kebudayaan-kebudayaan yang mirip dengan kebudayaan Toale antara lain ditemukan di Jawa (dataran tinggi Bandung. memelihara ternak jinak (anjing. Mereka menanam tanaman untuk beberapa kali dan sesudah itu ditinggalkan. di Sumatera (di sekeliling danau Kerinci dan gua-gua di Jambi). Kebudayaan ini umumnya berupa alat dari batu kali yang bulat. Beberapa kebudayaan mereka yang terpenting adalah sudah mengenal pertanian (food producing). dan Sumatera Timur. Zaman batu muda (neolitikum) Kira-kira 1000 tahun SM. c. sedangkan sisi yang lain dibiarkan tetap licin. dan ayam). dan Besuki). di Timor. berburu.

Disamping itu juga tombak. Dengan demikian. Dibandingkan benda-benda atau alat perunggu penemuan benda-benda besi di Indonesia lebih sedikit. muncul kebudayaan batu besar (megalitikum) seperti menhir. Sumatra Barat dan Selatan. yaitu: zaman Tembaga. Dengan demikian pembuatan alat-alat logam menunjukkan tingkat kebudayaan yang tentu saja lebih maju dibanding periode sebelumnya. Zaman logam sendiri dibedakan atas beberapa zaman. Zaman batu besar (megalitikum) Sebenarnya. 2. Zaman Perunggu Pada periode zaman perunggu ini. Disamping itu juga ditemukan gelang besi. zaman logam di Indonesia dimulai dari zaman perunggu dan zaman besi. Di Indonesia penemuan bangunan megalitik antara lain terdapat di daerah Jawa. dan sebagainya. Zaman Logam Disebut zaman logam karena sebagian besar alat penunjang kehidupan manusia pada masa itu terbuat dari logam. . mata kapak. Jenis alatalat yang paling banyak ditemukan adalah kapak perunggu. Zaman Besi Pada masa ini manusia sudah memiliki kemampuan melebur bijih-bijih besi dalam bentuk alat-alat yang dibentuk sesuai keinginan dan fungsinya. Jenis benda perunggu yang memiliki fungsi sebagai alat atau benda-benda upacara adalah nekara. Megalitikum muncul bersamaan dengan zaman mesolotikum dan neolitikum. d. batu berundak. didirikan di atas tiang-tiang kayu. Hal ini berkaitan dengan unsur kepercayaan masyarakat. didingdindingnya diberi hiasan dekoratif yang indah. zaman megalitikum bukan kelanjutan dari zaman batu sebelumnya. manusia sudah memiliki kemampuan mengolah logam perunggu (campuran timah dan tembaga) yang disesuaikan dengan bentuk peralatan yang diperlukan.membangun pondok-pondok yang berbentuk persegi empat. dolmen. Zaman ini memperlihatkan kepada kita tentang kemahiran di bidang teknologi. Pada zaman batu pada umumnya. dan Kalimantan. Diantara benda-benda besi yang berhasil ditemukan adalah mata pisau. zaman Tembaga tidak pernah berkembang di Indonesia. dan zaman Besi. dan tombak. Sulawesi Tengah. Namun demikian. Artinya juga mereka telah memiliki kemampuan dalam hal pengolahan logam untuk dibuat alat-alat tertentu sesuai dengan keinginan dan keperluan mereka. zaman Perunggu.

Zaman ini dibeda-kan menjadi dua. Zaman Mesozoikum Zaman Mesozoikum berusia sekitar 140 juta tahun yang lalu.Zaman Tersier. Homo Sapiens adalah jenis manusia seperti manusia sekarang. yaitu makhluk bersel satu . * Kala Holosin atau zaman Alluvium. perubahan cuaca tidak terlalu besar. Zaman ini dibedakan menjadi dua. Namun demikian. yaitu: * Kala Pleistosin atau zaman Dilluvium atau zaman Es. Oleh karena itu. keadaan bumi dan udara sangat panas. Keadaan permukaan bumi mengalami perubahan secara tiba-tiba. pada masa ini telah ada kehidupan. Pada zaman ini kehidupan berkembang dengan pesat. Zaman ini sering disebut zaman reptil karena makhluk hidup sejenis reptil berkembang sangat pesat. . atlantosaurus. Keadaan bumi belum stabil. yaitu zaman di mana jenis Homo Sapiens mulai hidup. yaitu: . reptil.Zaman Kuarter. Keadaan bumi masih berubah-ubah. maka es di kutub utara mencair dan menutupi sebagian daratan dan sebaliknya. zaman mesozoikum juga disebut zaman sekunder atau zaman kedua. dan lain-lain. yaitu zaman di mana binatang-binatang besar mulai berkurang dan muncul binatang menyusui seperti kera dan monyet. yaitu zaman di mana muncul tanda-tanda kehi-dupan dari manusia purba. Zaman Neozoikum atau Kainozoikum Zaman ini berusia sekitar 60 juta tahun yang lalu. dan kehidupan berkembang pesat. zaman ini sering disebut zaman primer atau zaman pertama. terutama binatang-binatang yang sangat besar seperti dinosaurus. Zaman Paleozoikum Zaman Paleozoikum berusia sekitar 340 juta yang lalu. Di samping itu. .500 juta tahun yang lalu.Zaman Arkaekum Merupakan zaman tertua dan diperkirakan sekitar 2. Makhluk lain yang hidup adalah sejenis ikan. Keadaan bumi semakin membaik. kulit bumi dalam proses pembentukan sehingga belum ada tanda-tanda kehidupan. Jika keadaan bumi panas. dan jenis-jenis burung yang besar.

fragmen tulang pinggul Trinil : Batang tulang paha kanan dan kiri. fragmen rahang atas kanan.C. Peta Penemuan Manusia Purba dan Hasil Kebudayaannya di Indonesia Berikut adalah data hasil penemuan fosil-fosil manusia purba di Indonesia yang ditemukan oleh para arkeolog di beberapa situs penting di Jawa. atap tengkorak. Ekonomi. D. tulang pipi kiri. Sangiran : Rahang bawah. Budaya. Mereka hanya melakukan aktivitas mengumpulkan makanan yang ada (food gathering). fragmen rahang bawah. ruas tulang leher. tulang kering Kedungbrubus : Fragmen rahang bawah kanan Trinil : Atap tengkorak. batang rahang bawah kanan. gigi. Ciri-Ciri Sosial. dan Kepercayaan Masyarakat Pada Masa Berburu (Food Gathering) dan Masyarakat Pertanian (Food Producing) 1. batang rahang bawah kanan. tengkorak batang tulang kering kanan. gigi. Masyarakat Masa Berburu (Food Gathering) Disebut sebagai masyarakat masa berburu karena aktivitas kehidupan masyarakatnya dalam upaya mendapatkan makanan tergantung pada apa yang disediakan oleh alam. fragmen tulang paha kanan dan kiri Ngandong : Atap tengkorak. fragmen rahang bawah dan atas. a. atap tengkorak rahang atas. fragmen tulang pelipis Ngandong : Tulang-tulang tengkorak. gigi. atap tengkorak. tulang paha kiri. Sosial Ciri-ciri kehidupan sosial masyarakatnya ditandai dengan: Mereka hidup berkelompok dalam kelompok-kelompok kecil . berburu dari apa yang ada di sekitarnya. atap tengkorak. tulang paha. tulang rahang. fragmen rahang bawah kanan. fragmen rahang atas kanan dan kiri. Wajak : Tengkorak. tulang dahi. fragmen tulang pendinding kanan. gigi. cetakan dalam tengkorak. tulang kering kanan Sangiran : Fragmen rahang atas kiri.

masyarakat yang lebih memilih tinggal di daerah pedalaman umumnya memilih area dekat sungai untuk mendapatkan makanan berupa ikan atau siput air tawar. Kaum laki-laki biasanya mendapat tugas yang lebih berat seperti menangkap binatang dan mengumpulkan makanan dari hutan. mereka mulai mengembangkan berbagai bentuk peralatan yang berfungsi sebagai alat untuk menangkap ikan. Hubungan antara sesama anggota kelompok sangat erat dan mereka saling membantu satu sama lain. Muncullah budaya pembuatan alat anak panah dan tombak baik yang terbuat dari kayu. Sementara. Untuk dapat bertahan hidup dalam lingkungannya tersebut. kerang dan lainnya. Sementara itu. Mereka berusaha mempertahankan kelompoknya dari serangan kelompok lain atau serangan binatang buas. b. tetapi mereka telah mengenal pembagian tugas. kaum wanita mengurus tugas-tugas yang lebih ringan. meskipun dalam taraf yang masih sangat sederhana. disamping mengandalkan hasil makanan dari hutan. Meskipun kehidupan mereka masih sederhana. Kelompok yang tinggal di daerah pantai memfokuskan aktivitas hidupnya pada upaya mendapatkan makanan yang dihasilkan dari laut seperti ikan. tulang binatang atau mata panah dan tombak yang dibuat dari batu. baik di pedalaman maupun di pinggir aliran sungai. Dengan demikian. daerah lembah. bambu. mereka senantiasa berpindah-pindah (nomaden) dari satu tempat ke tempat yang lainnya untuk mendapatkan makanan yang disediakan oleh alam. Tempat tinggal sementara mereka adalah gua-gua. Masing-masing kelompok masyarakat dipimpin oleh seseorang yang sangat dihormati. Budaya benda atau alat Pada awalnya benda-benda hasil budaya mereka sangat sederhana sekali. seperti memasak dan mengurus anak-anak. . pada masa berburu dan mengumpulkan makanan telah terlihat tanda-tanda kehidupan sosial. Hal demikian pada akhirnya menimbulkan budaya yang berbeda juga.Tidak memiliki tempat tinggal tetap. Budaya Budaya hidup (non-materi) Dalam hal pemilihan tempat tinggal sementara (tempat berlindung) ada kelompok yang memilih daerah pedalaman dan sebaliknya ada yang lebih memilih daerah dekat pantai. disegani dan ditaati oleh anggotanya. Benda-benda itu dibuat dan terkait erat dengan aktivitas untuk mendapatkan makanan dan mengolah makanan. atau pantai untuk menghindarkan diri dari serangan binatang buas dan yang dekat dengan sumber makanan.

Soejono melakukan penggalian di daerah yang sama dengan lokasi penggalian Koenigswald dan menemukan alat-alat yang memiliki bentuk seperti kapak perimbas. Menurut para ahli. daerah Timor Timur. van Heekeren.Tahun 1935 di daerah Sungai Baksoka. Vietnam. Cara menggunakan kapak ini adalah menggenggam bagian yang kecil.R. berdasarkan hasil penelitian. Flores dan daerah Timor. Cara menggunakan kapak ini adalah dengan menggenggamnya. Gombong (Jawa Tengah). Perigi dan Tambang Sawah (Bengkulu). dan Cina sehingga sering dikelompokkan dalam kebudayaan Bascon-Hoabin. Punung.P. Lahat dan Kalianda (Sumatera Selatan). Thailand. Selain di daerah Pacitan. Pada tahun-tahun setelah penemuan tersebut H. Wangka dan Maumere (Flores). peralatan manusia purba masa berburu dan mengumpulkan makanan banyak ditemukan di berbagai wilayah. Gombong. Bengkulu. Malaysia. Alat yang ia temukan adalah berupa kapak perimbas. Pilipina. pahat ini dipergunakan untuk menggemburkan tanah. Pahat genggam Pahat genggam memiliki bentuk lebih kecil dari kapak genggam. alat-alat serpih dan alat-alat dari tulang. kapak jenis ini juga ditemukan di beberapa negara Asia. Kapak genggam Kapak genggam memiliki bentuk yang hampir sama dengan kapak perimbas. Kapak ini juga ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Awang Bangkal (Kalimantan Timur). tetapi lebih kecil dan belum diasah. Basuki dan R. para ahli menyimpulkan bahwa kapak perimbas adalah hasil budaya Pithecantropus erectus. Bali. Alat ini digunakan untuk mencari ubi-ubian yang dapat dimakan. von Koenigswald menemukan alatalat dari dipercayai merupakan hasil budaya masyarakat masa berburu dan mengumpulkan makanan. Dalam perkembangannya kemudian disebut dengan budaya Pacitan. Disamping daerah Pacitan daerah lainnya yang darinya ditemukan jenis kapak perimbas adalah Ciamis. seperti Myanmar. Para ahli menafsirkan bahwa yang membuat alat-alat tersebut adalah manusia Pithecanthropus dan kebudayaannya disebut dengan tradisi Paleolitikum. Sembiran Trunyan (Bali). . seperti daerah Jampang Kulon (Sukabumi). Lahat. Kapak perimbas Adalah benda yang memiliki bentuk seperti kapak tetapi tidak memiliki tangkai yang terbuat dari batu. Kabupaten Pacitan. Berdasarkan lapisan penemuannya. dan Cabbenge (Sulawesi Selatan). Selain di Indonesia.

Cabbenge (Sulawesi Selatan). Kepercayaan . Maumere (Flores). pinggir aliran sungai atau daerah tepi pantai d. c. di Sumatera (di sekeliling danau Kerinci dan gua-gua di Jambi). di Timor. mata tombak. dan Besuki). Alat-alat ini banyak ditemukan di Ngandong dan Sampung (Ponorogo). Alat-alat ini di Indonesia banyak ditemukan di daerah Sangiran (Jawa Tengah). Dilihat dari bentuknya maka kemungkinan alat-alat serpih itu antara lain memiliki fungsi sebagai pisau. Blade. Tuban.Alat-alat dari tulang Tampaknya. dan di Sulawesi. dan Timor. Mereka belum mengenal sistem pertanian (bercocok tanam) Aktivitas berburu dilakukan secara berkelompok Lingkungan ekonomi mereka ada yang di daerah pedalaman (hutan). dan Microlith Alat-alat ini banyak ditemukan di Jawa (dataran tinggi Bandung. Ekonomi Ciri-ciri kehidupan ekonomi masyarakatnya ditandai dengan: Kehidupan ekonomi bergantung pada alam (food gathering) oleh karenanya. belati. Oleh karena itu. mereka selalu berpindah untuk mencari bahan makanan. di Flores. Alat-alat serpih Adalah alat-alat yang terbuat dari pecahan batu yang dibuat dengan bentuk yang sangat sederhana yang kemungkinan besar dibuat sesuai dengan fungsinya masing-masing. pembuatan alat-alat ini sering disebut kebudayaan Sampung. atau alat penusuk. dan lain-lainnya. tulang-tulang binatang hasil buruan telah dimanfaatkan untuk membuat alat seperti pisau. Semua alat-alat itu sering disebut sebagai kebudayaan Toale atau kebudayaan serumpun. Flake. mata panah. Kebanyakan ditemukan di dalam ceruk atau gua-gua yang merupakan tempat tinggal manusia prasejarah. baik dari tumbuh-tumbuhan maupun binatang.

Bahkan. maka budaya hidup mereka adalah tradisi mengolah tanah untuk kemudian ditanami dengan aneka tanaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 2. jika orang itu berilmu atau berpengaruh dapat memberikan perlindungan atau nasihat kepada mereka yang mengalami kesulitan. Pola hidup lama dari para pendahalu mereka yang nomaden mulai ditinggalkan. Hasil dari penemuan bukti-bukti arkeologis juga menunjukkan bahwa pada masa ini masyarakat telah memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. a. menyebabkan munculnya kelompok-kelompok masyarakat yang tinggal dalam dalam suatu area wilayah tertentu.Sistem kepercayaan telah muncul sejak masa kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan. meskipun dalam taraf yang masih sederhana Pembagian kerja dan tugas dalam keluarga maupun dalam masyarakat juga semakin tegas b. ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kesenian yang mereka miliki. baik dilihat dari sistem sosial ekonomi. rohnya akan pergi suatu tempat. Budaya Berupa Hasil Benda atau Alat . Kuburan pra-sejarah merupakan bukti bahwa masyarakat telah memiliki anggapan tertentu dan memberikan penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Mereka mulai memikirkan upaya untuk memenuhi sendiri kebutuhan makanan yang cukup untuk masa waktu tertentu. Sosial Ditinjau dari segi sosial kahidupan masyarakat prasejarah masa pertanian dicirikan dengan beberapa hal berikut: Terbentuknya komunitas manusia yang menetap menunjukkan bahwa masyarakatnya mulai mengenal adanya pranata sosial. Masyarakat percaya bahwa orang yang meninggal. Munculnya kemudian budaa pertanian atau budaya cocok tanam di Indonesia. Masyarakat Pertanian atau Bercocok Tanam Seiring dengan makin berkembangnya pola pikir dan kecerdasan manusia terutama dikaitkan dengan upaya mempertahankan kehidupan mereka. Budaya Budaya Hidup Karena merupakan masyarakat dengan pola hidup menetap dan bercocok tanam.

tulang. Terbuat dari batu serpih. punden batu berundak. Jadi memiliki bentuk yang berbeda dengan mata panah untuk berburu.Aneka benda gerabah (terbuat dari tanah liat). kubur batu dan waruga. Tempat penemuannya antara lain meliputi daerah Jawa. Dibuat tentu saja dengan pola dan bentuk yang masih sangat sederhana. yasper. Semua benda tersebut memiliki fungsi yang berkaitan dengan tradisi kepercayaan.Kapak Lonjong. seperti menhir.Benda-benda perhiasan.Benda-benda megalitik. Kepercayaan Penghormatan dan pemujaan kepada roh nenek moyang merupakan unsur utama dalam tradisi kepercayaan masyarakat pada periode ini. sapi. dan kalsedon . Memiliki fungsi yang berkaitan dengan dimensi kepercayaan. mereka diperkirakan juga telah menjinakkan hewan (aktivitas pertenakan) seperti anjing. seperti di Yogyakarta. dan kemunginan besar juga kayu yang diruncing bagian ujungnya dan dibuat bergerigi pada bagian pinggirnya. sarkofagus. kerbau. Memiliki bentuk yang memperlihatkan sebuah bidang berbentuk lonjong. Kehidupan berladang dengan sistem huma telah mereka lakukan b. Ekonomi Dengan pola hidup yang menetap. Kebanyakan mengambil bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan alam tempat tinggal mereka seperti tanah liat. babi dan lainnya. kuda. pemujaan kepada orang yang telah .Mata Panah.Beliung persegi. Kalimantan. terbuat dari batu kali hitam dengan seni pembuatan yang sudah diupam. a. Banyak ditemukan di Maluku. Irian. maka sebagian besar upaya pemenuhan kebutuhan hidup manusia masa ini bertumpu pada aktivitas pertanian atau budidaya tanaman Mereka menanam jenis tanaman yang pada awalnya tumbuh liar Disamping aktivitas pertanian. dan daerah Sulawesi bagian Utara . dolmen. . . Sulawesi dan Nusa Tenggara . Khusus di Indonesia. Tradisi gerabah pun hingga saat ini masih menjadi tradisi masyarakat di beberapa daerah atau desa tradisional Indonesia.Memiliki kemampuan membuat alat-alat penunjang kehidupan sehari-hari yang umumnya terbuat dari batu atau tulang dengan teknik dan seni pembuatan yang lebih halus (sudah diupam). Diantara alat-alat yang menurut para ahli sejarah sebagai hasil budaya masyarakat bercocok tanam antara lain: . Memiliki fungsi sebagai wadah atau tempat untuk menyimpan. Sumatra. Memiliki fungsi ekonomi: antara lain sebagai alat untuk menangkap ikan. Banyak ditemukan di dalam gu-gua yang ada di daerah patai atau sungi. Memiliki fungsi sebagai alat ekonomi: memotong makanan. Bahannya pun tentu saja bukan emas atau belian.

Setelah itu datang lagi gelombang migrasi kedua yaitu bangsa Austronesia (Melayu/Proto Melayu/Melayu Tua) yang berasal dari Yunan (wilayah di propinsi Cina bagian Selatan). Filipina kemudian masuk ke Indonesia melalui wilayah Sulawesi (jalur Timur dan Utara). melalui dua jalur utama. Migrasi mereka sendiri ke kepulauan Indonesia berlangsung dalam dua gelombang. kubur batu dan waruga. Malaya dan Sumatera (jalur Barat dan Selatan). B. Benda-benda megalitik tersebut diantaranya adalah menhir. Dalam proses persebarannya mereka membawa kebudayaan neolitikum dari pusatnya di Basson-Hoabinh. dan kapak perunggu. Jalur pertama dari Yunan melewati Siam. Suku bangsa Indonesia sekarang yang termasuk keturunan bangsa Melayu Tua atau Proto Melayu misalnya suku Toraja dan Dayak. Pithecanthropus dan jenis Homo telah mengalami kepunahan.meninggal diwujudkan dalam bentuk pembuatan benda-benda megalitik baik itu sebagai simbol maupun sarana pemujaan. Pengaruh Budaya Hoa-Bihn / Bacson. Penghuni kepulauan Indonesia kemudian bergeser ke manusia-manusia migran yang datang dari berbagai wilayah di Asia dan Australia. Proses persebarannya melalui jalur daratan Asia kemudian Semenanjung Malaya dan masuk ke Indonesia melalui Sumatera. Periode gelombang pertama terjadi pada sekitar tahun 1500 SM. Jalur kedua dari Yunan. yang diantaranya adalah kapak persegi dan kapak lonjong. Vietnam. pada periode 40. Proses migrasi awal menunjukkan bahwa populasi-populasi kepulauan Indonesia berasal dari bangsa AustraloMelanesia (Australoid) dan Mongoloid (atau lebih khusus lagi adalah Mongoloid Selatan). Proses Migrasi Ras Proto Melayu dan Deutro Melayu ke Kawasan Asia Teggara dan Indonesia Menurut pendapat para ahli. moko. dan Dongson Terhadap Perkembangan Budaya Masyarakat Awal Kepulauan Indonesia .000 tahun yang lalu jenis manusia purba Meganthropus. Melayu. PERADABAN AWAL MASYARAKAT DI DUNIA YANG BERPENGARUH TERHADAP PERADABAN INDONESIA BAB II A. seperti nekara. Kedatangan bangsa ini sambil membawa pengaruh budaya logam dari Dongson. punden batu berundak. Migrasi periode kedua dari bangsa Malayu (Deutro Melayu/Melayu Muda) terjadi pada sekitar tahun 500 SM. dolmen. Suku bangsa Indonesia sekarang yang termasuk keturunan bangsa Melayu Muda atau Deutero Melayu misalnya suku Jawa. sarkofagus. dan Bugis.

Situs-situs Hoabihn di Sumatra secara khusus banyak ditemukan di daerah pedalaman pantai Timur Laut Sumatra.1. . Sebagian besar alat batu yang ditemukan adalah alat batu kerakal yang diserpih pada satu sisi dengan bentuk lonjong atau bulat telur. Bersama dengan wilayah Muangthai (bagian tengah dan Timur Laut) kawasan ini memiliki bukti paling awal tentang tradisi pembuatan perunggu di Asia Tenggara. Tradisi perunggu itu sendiri menurut para arkeolog Vietnam berasal dari budaya masyarakat Dong Dau dan Go Mun. Kebanyakan alat-alat batu tersebut ditemukan diantara atau terdapat dalam bukit sampah kerang. Beberapa ciri pokok budaya Hoabihn ini antara lain: Pembuatan alat kelengkapan hidup manusia yang terbuat dari batu Batu yang dipakai untuk alat umumnya berasal dari batu kerakal sungai. Thailand bagian Selatan dan Malaysia. Dibandingkan dengan budaya Hoabihn yang sesungguhnya. Pendahulu Hoabinhian awalnya berada di Vietnam bagian Utara. Alat batu ini telah dikerjakan dengan teknik penyerpihan menyeluruh pada satu atau dua sisi batu. termasuk Indonesia. Ditinjau dari segi perekonomiannya. Pengaruh Budaya Hoa-Bihn Terhadap Perkembangan Budaya Masyarakat Awal Kepulauan Indonesia Budaya Hoabihn merupakan diantara budaya besar yang memiliki situs-situs temuan di seluruh daratan Asia Tenggara. pembuatan alat batu yang ditemukan di Sumatra ini dibuat dengan teknologi lebih sederhana.000 hingga 3. Manusia pemilik budaya Hoabihn diperkirakan hidup pada kala Holosen. Ada yang berbentuk lonjong. Hal ini lebih dikarenakan letaknya yang lebih dekat dengan tempat asal budaya ini. segi tiga dan beberapa diantaranya ada yang berbentuk berpinggang. tepatnya sekitar 130 km antara Lhokseumawe dan Medan. Tradisi pembuatan barang budaya dari perunggu di Vietnam (bagian Utara) sendiri dimulai pada sekitar pertengahan milenium kedua sebelum masehi. Hasil penyerpihan menunjukkan adanya keragaman bentuk. Budaya Hoabihn ini berkembang di Asia Tenggara dalam kurun waktu antara 18. Pengaruh Budaya Dongson Terhadap Perkembangan Budaya Masyarakat Awal Kepulauan Indonesia Pengaruh kuat budaya Dongson terhadap perkembangan budaya masyarakat awal kepulauan Indonesia adalah dalam hal pembuatan barang dari logam. 2.000-an tahun yang lalu. Pengaruh utama budaya Hoabihn terhadap perkembangan budaya masyarakat awal kepulauan Indonesia adalah berkaitan dengan tradisi pembuatan alat terbuat dari batu. pendukung budaya Hoabihn lebih menekankan pada aktivitas perburuan dan mengumpulkan makanan di daerah sekitar pantai dan daerah pedalaman. Istilah Hoabihn sendiri mulai dipakai sejak tahun 1920-an untuk menyebut pada suatu industri alat batu yang berasal dari jenis batu kerakal dengan ciri khas berupa pangkasan pada satu atau dua sisi permukaannya. terutama adalah perunggu. segi empat. Pengaruh budaya Hoabihn di Kepulauan Indonesia sebagian besar terdapat di daerah Sumatra.

Sumatra dan Maluku Selatan. Tradisi-tradisi Dongson inilah yang berpengaruh besar terhadap perkembangan kebudayaan masyarakat awal kelupauan Indonesia secara umum. kail dan aneka bentuk gelang. dan kehadiran benda-benda besi untuk yang pertama kalinya. Akibat terjadinya pengenalan benda dan teknologi perunggu dari Dongson (Vietnam) ke wilayah kepulauan Indonesia menyebabkan di beberapa daerah kemudian muncul pusat-pusat pembuatan logam. banyak barang-barang logam dari tradisi Dongson itu yang dikirim ke Indonesia sebagai barang hadiah yang diberikan pada penguasa setempat sebagai lambang martabat raja dan kekuasaannya oleh para penguasa politik dan agama di Vietnam. dan benda-benda kecil lainnya seperti pisau. Tentang cara pembuatan jenis nekara itu. sabit. C. Situs-situs Peninggalan Budaya Perunggu di Indonesia . Semua itu menunjukkan kesamaan dengan nekara-nekara yang ditemukan di Vietnam. Budaya Logam di Indonesia 1. dekat Sumbawa. sejarawan Bernet Kempers memberi gambaran tentang penggunaan teknik cetaknya. Nekara Makalamau memiliki hiasan berupa gambar orang yang berpakaian seragam menyerupai pakaian jaman dinasti Han di Cina atau Kushan (India Utara) atau Satavahana (India Tengah). penguburan orang yang memiliki status sosial tinggi. lalu dihias dengan cap-cap dari tanah liat atau batu yang berhias perahu. Contohnya adalah nekara Heger tipe I. Nekara dari Bali memiliki empat patung katak pada bagian bidang pukulnya. mata panah. Nekara dari pulau Selayar bergambar gajah dan burung merak. Nekara dari Bali mempunyai gambaran bentuk yang berbeda. dimana budaya Dongson berkembang. Kemudian lembaran lilin berhias tadi ditutup dengan tanah liat yang berfungsi sebagai cetakan bagian luar setelah terlebih dulu diberi paku-paku yang berfungsi untuk menyatukan cetakan luar dan dalam. Setelah itu dibakar sehingga lilinya meleleh keluar. Paling tidak ada sekitar 56 nekara atau bagian-bagian dari nekara yang tersebar di pulau Jawa. Disamping dibawa sendiri oleh orang-orang Dongson. mulai muncul tradisi pembuatan nekara perunggu. Banyak sekali daerah-daerah di kepulauan Indonesia darinya ditemukan benda-benada budaya yang memiliki kesamaan corak dengan benda-benda atau barang tradisi Dongson. Bernet Kempers menyebutnya sebagai teknik cetak cire perdue (lilin hilang). Diantara contoh nekara yang penting dari Indonesia adalah nekara Makalamau dari pulau Sangeang. dengan pola-pola hiasan yang tidak terpadu berupa gambar prajurit dan motif perahu. Pada tahun sekitar 300 SM. Rongga yang ditinggalkan oleh lilin kemudian diisi dengan cairan logam. ujung tombak. Awalnya lembaran lilin ditempelkan pada inti tanah liat (menerupai bentuk nekara dan berfungsi sebagai cetakan bagian dalam). orang dan lainna. di wilayah. Nekara dari Kepulauan Kai berhiaskan gambar kijang dan adegan perburuan macan.Jenis-jenis barang perunggu yang mereka hasilkan antara lain kapak corong (corong merupakan pangkal yang berongga untuk memasukkan tangkai atau pegangannya).

cincin. tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. yang disebut dengan Moko atau Mako. Jawa Barat. 2. berupa kapak corong. kapak-kapak yang berkaitan dengan benda upacara (candrasa) Sulawesi Selatan (Makasar) berupa bejana perunggu berbentuk pipih. dan manik-manik. dekat Wonosari) berupa kapak. tipe Heger dan Pejeng adalah yang paling terkenal. Di Indonesia. senjata. Daerah asal kebudayaan ini adalah di Indo-Cina. Di Sumatra bagian Selatan (daerah Bangkinang dan Kerinci) ditemukan benda-benda perunggu berupa aneka patung dalam ukuran kecil. jenis kapak. Selain di Sumatra situs-situs ditemukannya peninggalan budaya perunggu di Indonesia antara lain terdapat di: Jawa Timur (daerah Lumajang) berupa nekara tipe Heger I. dan teknik kedua adalah teknik cetakan lilin (a cire perdue). Ada dua teknik pembuatan barang-barang dari perunggu. gambar-gambar manusia dan binatang dan berbagai ornamentasi lainnya. yaitu bagian atas yang yang terdiri dari bidang pukul datar. Terdiri dari tiga bagian. Bali. Teknik pertama adalah yang dikenal dengan teknik setangkup atau bivalve. Pada periode ini manusia telah mampu membuat alat-alat penunjang kehidupan mereka dari perunggu. cincin dan gelang-gelang. Gelang-gelang tersebut kebanyakan ditemukan dalam kubur peti batu atau sarkofagus sebagai bekal kubur. mata tombak. Sama seperti penemuan di Sumatra. Terdapat juga jenis nekara yang ukurannya lebih kecil. arca dan perhiasan.Situs-situs peninggalan budaya perunggu di Indonesia. Selayar. Dan diantara jenis nekara yang ditemukan. Teknik Pembuatan Berbagai Benda Peninggalan Perunggu di Indonesia Pada periode tradisi pengecoran logam. pisau belati atau pisau pendek dengan mata pisau dari besi dan pegangan dari perunggu. Masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 500 SM. bagian tengah yang berbentuk silinder dan bagian bawah atau bagian kaki yang melebar. Jawa Tengah (daerah Gunung Kidul. benda-benda hasil peninggalan zaman perunggu diantaranya adalah nekara. cincin perunggu. Bali (daerah Pacung dekat Sembiran) berupa nekara Pejeng NTT berupa nekara bertipe Heger I Di Indonesia. Luang. pisau bertangkai. Nekara adalah benda yang terbuat dari perunggu dengan bentuk seperti gendang (alat musik tabuh tradisional Jawa). bejana. Sebuah nekara biasanya dihiasi dengan berbagai ornamentasi dengan pola seperti geometrik. . besi dan perunggu kemungkinan besar dikenal dalam waktu yang bersamaan. Roti dan Leti. semua temuan benda perunggu di Jawa ditemukan di dlam kubur peti batu atau sarkofagus dan berfungsi sebagai bekal kubur bagi yang meninggal. diantara benda-benda perunggu yang paling menarik perhatian adalah nekara. pahatan. Situs-situs ditemukannya peninggalan perunggu meliputi Jawa.

teknik cetakan lilin Teknik cetakan lilin menggunakan bentuk bendanya yang terlebih dahulu dibuat dari lilin yang berisis tanah liat sebagai intinya. teknik bivalve Teknik cetakan ini menggunakan dua cetakan dengan bentuk sesuai benda yang diinginkan yang dapat ditangkupkan. Disamping perunggu dan besi. penemuan benda besi di Indonesia sangat terbatas jumlahnya.Pertama. Kedua. 3. Diantara situs-situs ditemukannya benda-benda besi ini antara lain adalah di Wonosari (tepatnya dalam peti kubur batu di daerah Gunung Kidul. . Pada bagian atas dan bawah diberi lubang. Bentuk lilin yang sudah lengkap kemudian dibungkus dengan tanah liat. cetakan dipecah untuk mengambil bendanya yang sudah jadi. Bila cairan perunggu yang dituang sudah dingin. Benda-benda besi yang banyak ditemukan di Indonesia antara lain berupa mata kapak. gelang-gelang besi dan sebagainya. Jawa Tengah). Besuki. Kebanyakan benda-benda besi ini ditemukan dalam kubur batu atau kubur langsung sebagai benda bekal kubur. cetakan baru dibuka. mata sabit yang berbentuk melingkar. emas juga telah dimanfaatkan utamanya untuk membuat perhiasan dan benda-benda persembahan kubur. Bila sudah dingin. Cetakan diberi lubang pada bagian atasnya dan dari lubang tersebut kemudian dituangkan cairan logam. Cetakan seperti ini hanya dapat digunakan sekali saja. Bentuk lilin dihias menurut keperluan dengan berbagai pola hias. Disamping tradisi pembuatan alat-alat perunggu manusia pada periode ini sudah mampu melebur bijihbijih besi dalam bentuk alat-alat yang sesuai dengan keinginan dan kegunaannya. Dari lubang bagian atas kemudian dituangkan cairan perunggu dan dari lubang di bawah mengalir lelehan lilin. Tuban. tajak. mata tombak. Situs-situs Peninggalan Budaya Besi di Indonesia Berbeda dengan benda perunggu. berbagai jenis pisau dalam berbagai ukuran. Madiun dan Pacitan (semuanya ada di Jawa Timur).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful