324

Bab XXXIII Provinsi Papua Barat

Wilayah Provinsi Papua Barat meliputi satu pemerintahan provinsi, delapan pemerintahan kabupaten, dan satu pemerintahan kota. Dalam Semester II TA 2007, BPK melaksanakan pemeriksaan keuangan pada enam entitas, pemeriksaan dengan tujuan tertentu pada 12 entitas. Hasil Pemeriksaan APBD 1. Pemeriksaan Keuangan Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) TA 2006 meliputi 6 entitas, yaitu Provinsi Papua Barat, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, Kabupaten Fakfak, Raja Ampat dan Manokwari, keenamnya memuat opini “Tidak MemberikanPendapat” (TMP) dengan jumlah realisasi pendapatan sebesar Rp2,55 triliun, belanja sebesar Rp2,57 triliun, penerimaan pembiayaan sebesar Rp47,15 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp21,06 miliar. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat rincian dan opini masingmasing entitas sebagai dimuat dalam tabel berikut.
(d a la m ju ta ru p ia h ) R e a lis a s i A n g g a ra n No N a m a E n tita s P ro v . K a b . P a p u a B a ra t P ro v . K a b . S o ro n g S e la ta n P ro v . K a b . T e lu k B in tu n i P ro v . K a b . F a k fa k P ro v . K a b . R a ja Am pat P ro v . K a b . M a n o k w a ri J u m la h P e n d a p a ta n 5 3 9 .1 9 0 ,3 0 5 3 5 .5 1 8 ,2 6 5 0 6 .9 4 1 ,8 8 4 3 3 .9 5 8 ,0 3 3 8 9 .2 4 5 ,3 6 5 4 4 .8 9 0 ,6 5 2 .9 4 9 .7 4 4 ,4 8 B e la n ja 4 0 4 .2 3 8 ,9 0 4 9 4 .6 9 2 ,0 6 3 9 8 .7 8 2 ,5 5 3 9 5 .6 9 1 ,1 8 3 5 6 .0 8 1 ,6 3 5 2 3 .8 0 4 ,4 1 2 .5 7 3 .2 9 0 ,7 3 P e m b ia y a a n P e n e rim a a n P e n g e lu a ra n 9 7 .3 4 9 ,7 4 0 5 .4 9 9 ,2 7 2 .5 1 6 ,2 1 2 5 .4 9 0 ,1 2 1 3 .6 4 8 ,3 9 4 7 .1 5 3 ,9 9 2 3 2 .3 0 1 ,1 4 3 .2 8 7 ,5 0 4 .0 0 0 ,0 0 3 .1 0 0 ,0 0 7 .6 7 3 ,6 1 3 .0 0 0 ,0 0 2 1 .0 6 1 ,1 1 O p in i

1 2 3 4 5 6

TM P TM P TM P TM P TM P TM P

Pada umumnya sistem pengendalian intern masih lemah dan kepatuhan terhadap peraturan belum sepenuhnya dipatuhi antara lain terungkap dalam temuan pemeriksaan yang berikut. Provinsi Papua Barat 1.1 Pendapatan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) minimal sebesar Rp3,25 miliar dan Pendapatan Retribusi Perikanan Tahun 2006 minimal sebesar Rp30,00 juta tidak masuk Kas Daerah sehingga Pendapatan PBB-KB dan Pendapatan Retribusi Perikanan dicatat lebih rendah dari nilai yang sebenarnya.

Kabupaten Sorong Selatan 1. 1.69 miliar. Pendapatan Dana Bagi Hasil Minyak Bumi dan Gas Alam TA 2006 tidak masuk Kas Daerah sebesar Rp4.7 Pendapatan dari Dana Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (DBH PBB) tidak dicatat secara bruto sehingga pendapatan dari DBH PBB dicatat lebih rendah sebesar Rp1.95 miliar . 1.4 Penerimaan Biaya Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (BP-PBB) tidak masuk Kas Daerah dan penggunaannya tidak melalui mekanisme APBD sebesar Rp2. 1.3 Pajak atas Jasa Giro belum tercatat sebesar Rp1.2 Pendapatan Dana Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (DBH-PBB) TA 2006 tidak masuk Kas Daerah sebesar Rp11. 1.74 miliar.55 miliar.5 Pertanggungjawaban belanja daerah pada sembilan Satuan Kerja tidak didukung bukti yang memadai sebesar Rp51.23 miliar sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya. 1. 1.00 juta.26 miliar dan pada sembilan satuan kerja lainnya sebesar Rp13.33 miliar tidak didukung bukti yang lengkap sehingga tidak dapat diyakini kewajaran dan kebenarannya.325 1. 1.9 Pertanggungjawaban realisasi belanja pada Dinas Pendidikan dan Pengajaran sebesar Rp1.11 Pembayaran ganda atas biaya sewa perumahan bagi pimpinan dan anggota DPRD mengakibatkan kerugian keuangan daerah sebesar Rp520.57 miliar sehingga Pendapatan Jasa Giro Kas Daerah TA 2006 belum menunjukkan keadaan yang sebenarnya. .10 Realisasi belanja atas lima kegiatan di Sekretariat DPRD dibayarkan sebagai tambahan penghasilan kepada pimpinan dan anggota DPRD mengakibatkan kerugian keuangan daerah sebesar Rp2.46 miliar mengakibatkan penerimaan kurang dicatat dan pertanggungjawaban penggunaannya tidak dapat diyakini kebenarannya.58 miliar dari nilai yang sebenarnya.68 miliar sehingga nilai realisasi belanja pada LRA TA 2006 tidak dapat diyakini kebenaran dan kewajarannya.6 Belanja daerah pada Satuan Kerja Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat belum dipertanggungjawabkan sehingga realisasi belanja tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan berpotensi terjadinya penyalahgunaan keuangan daerah sebesar Rp2.8 Realisasi belanja pada Dinas Perhubungan belum dipertanggungjawabkan sebesar Rp1. 1.

30 juta.31 miliar.19 Pertanggungjawaban realisasi belanja pada Sekretariat Daerah.22 miliar sehingga tidak dapat diyakini kewajaran dan kebenarannya.17 Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan atas pembayaran pengadaan barang dan jasa yang belum dipungut mengakibatkan kekurangan penerimaan Negara sebesar Rp747.14 Realisasi Belanja tunjangan kesejahteraan dan biaya pemeliharaan kesehatan pada Satker DPRD dan Sekretariat DPRD tidak dapat diyakini kebenaran atas penggunaannya sehingga merugikan daerah sebesar Rp2.89 miliar sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya.20 Realisasi belanja pada Sekretariat Daerah. Kabupaten Fakfak 1.18 Penerimaan dan penggunaan Biaya Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (BP-PBB) di luar APBD yang ditetapkan. sehingga DBH PBB TA 2006 dicatat dalam LRA lebih rendah dari nilai yang sebenarnya sebesar Rp734.13 Pertanggungjawaban Realisasi Belanja Daerah pada tujuh SKPD tidak didukung dengan bukti yang lengkap sebesar Rp21. 1.90 juta serta membebani keuangan daerah sebesar Rp442.64 juta dan denda atas keterlambatan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa sebesar .13 miliar dan merugikan keuangan daerah sebesar Rp472. Bappeda dan BPKD tidak sesuai peruntukkannya membebani keuangan daerah sebesar Rp1.326 Kabupaten Teluk Bintuni 1. 1. 1.40 juta tidak dapat diyakini kebenarannya. Sekretariat DPRD dan BPKD tidak didukung dengan bukti yang lengkap sebesar Rp3. 1.24 miliar. 1. Sekretariat DPRD.40 juta dan Rp224. 1. 1.12 Realisasi Belanja Daerah pada delapan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) belum dipertanggungjawabkan sebesar Rp18.15 Pembayaran tunjangan perumahan untuk Pimpinan dan Anggota DPRD sebesar Rp1.21 Pendapatan berupa Pajak Bahan Galian C sebesar Rp816.69 juta.44 miliar sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya.92 miliar tidak sesuai ketentuan karena direalisasikan sebelum ditetapkan dalam Perda sehingga membebani keuangan daerah.16 Realisasi Belanja Penunjang Kegiatan DPRD tidak dapat diyakini kebenarannya sehingga berpotensi merugikan daerah sebesar Rp8. 1.

25 Realisasi penerimaan dan pengeluaran Biaya Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan tidak dilaporkan dan tidak dipertanggungjawabkan sebesar Rp1. 1. .23 Pertanggungjawaban realisasi belanja pada empat satuan kerja sebesar Rp2.29 Pertanggungjawaban Realisasi Belanja Daerah di beberapa SKPD sebesar Rp52.24 Realisasi belanja tidak terduga TA 2006 sebesar Rp1.27 Pematangan tanah Kantor DPRD TA 2006 sebesar Rp1. 1. 1.83 juta belum dipungut sehingga pendapatan daerah belum terealisasi sebesar Rp1.00 juta tidak dilaksanakan sehingga merugikan keuangan daerah. 1.30 miliar. 1.54 miliar mengakibatkan penerimaan kurang dicatat dan pengeluarannya tidak dapat diyakini kebenarannya.00 juta yang dilakukan oleh PT Hutama Penilai tidak sesuai dengan kontrak perjanjian sehingga belum dapat dijadikan sebagai bahan penyusunan Neraca Awal. Kabupaten Manokwari 1. 1.327 Rp483.10 miliar tidak sesuai peruntukkan sehingga tidak tepat sasaran.28 Pendapatan dari BP PBB sebesar Rp2. Kabupaten Raja Ampat 1.22 Realisasi belanja pada lima satuan kerja sebesar Rp5.26 Hasil penilaian aset Kabupaten Raja Ampat dengan nilai kontrak Rp650.40 miliar tidak didukung dengan bukti yang lengkap sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya.61 juta tidak dicatat pada kas daerah sehingga Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan realisasi belanja dari BP PBB tidak dapat dipertanggungjawabkan.94 miliar tidak dicatat sebagai pendapatan daerah TA 2006 dan tidak ada bukti atas realisasi penggunaannya.81 miliar memboroskan keuangan daerah dan pembangunan Kantor DPRD Tahun 2006 sebesar Rp690. Sisa Pendapatan BP PBB sebesar Rp6.22 miliar tidak didukung dengan bukti yang memadai sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya.16 miliar tidak dipertanggungjawabkan sehingga tidak dapat diyakini kebenarannya dan mengakibatkan Laporan Keuangan tidak dapat diyakini kewajarannya.

328 1.97 triliun dan nilai temuan sebesar Rp93. dengan nilai aset/realisasi anggaran sebesar Rp1. Kabupaten Sorong Selatan dan Teluk Bintuni.69 miliar mengakibatkan nilai pendapatan yang dicatat dalam Laporan Keuangan lebih kecil daripada yang seharusnya.32 Realisasi Belanja Tidak Tersangka Tahun 2006 pada tiga SKPD sebesar Rp26. Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu Pemeriksaan dengan tujuan tertentu pada 12 entitas pemerintah daerah meliputi Pemeriksaan atas Dana Perimbangan pada delapan entitas yaitu Provinsi Papua Barat. .1 DBH SDA Minyak Bumi dan Gas Bumi yang belum dilaporkan dalam Laporan Keuangan TA 2006 dan tidak disetor ke rekening Kas Daerah sebesar Rp4.55 miliar pada TA 2006 tidak masuk dalam Laporan Keuangan.30 Realisasi Belanja Pemeliharaan Kesehatan dan Penunjang Kegiatan dibayarkan sebagai tambahan penghasilan pimpinan dan anggota DPRD sehingga merugikan keuangan daerah sebesar Rp 2.36 triliun.2 DBH PBB sebesar Rp11.46 triliun mengakibatkan nilai pendapatan yang disajikan dalam Laporan Keuangan tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. dan jumlah penyimpangan sebesar Rp934.3 Penerimaan BP PBB tidak masuk ke Kas Daerah dan penggunaannya tidak melalui mekanisme APBD sebesar Rp2. Sorong. cakupan pemeriksaan sebesar Rp1.75 miliar.62 miliar digunakan untuk membiayai pengeluaran yang telah tersedia pos anggarannya sehingga realisasi belanja tidak tersangka tidak menggambarkan nilai yang sebenarnya. Temuan yang perlu mendapat perhatian adalah sebagai berikut: Dana Perimbangan Provinsi Papua Barat 2.42 miliar 1. pemeriksaan atas belanja daerah pada Kabupaten Teluk Wondama. Teluk Bintuni. Kaimana.24 miliar sehingga pengelolaannya tidak dapat diawasi secara memadai. 2. Kabupaten Manokwari. 2. 2. Fakfak. pemeriksaan manajemen aset pada tiga entitas yaitu Provinsi Papua Barat.73 triliun. Raja Ampat dan Sorong Selatan. 1.31 Anggaran Belanja TA 2006 digunakan untuk membayar Tunjangan Perumahan DPRD TA 2004 dan TA 2005 sehingga merugikan keuangan daerah sebesar Rp717 juta. diterima di luar Kas Daerah dan digunakan langsung sebesar Rp9. dengan nilai realisasi anggaran sebesar Rp4.27 miliar.

6 Pemerintah Pusat tidak memperhitungkan pinjaman PDAM kepada Pemerintah Pusat sebesar Rp13. 2. 2.11 Penerimaan BP PBB tidak masuk ke rekening Kas Daerah sebesar Rp1.88 juta tidak masuk ke Kas Daerah sehingga pengelolaannya tidak dapat dikendalikan secara memadai. 2.82 miliar namun langsung didepositokan pada Bank Mandiri sehingga Pendapatan Dana Perimbangan pada Laporan Keuangan tidak menggambarkan nilai yang sebenarnya.5 Penerimaan BP PBB TA 2006 sebesar Rp734.94 miliar dan semester I TA 2007 sebesar Rp1.329 Kabupaten Fakfak 2.7 Penerimaan BP PBB TA 2006 sebesar Rp2.82 miliar belum dicairkan oleh pemerintah kabupaten sampai dengan semester I TA 2007 mengakibatkan tertundanya penerimaan pendapatan daerah.95 juta diterima diluar Kas Daerah dan dikelola di luar mekanisme APBD sehingga pengendaliannya tidak memadai.8 Realisasi DBH BPHTB TA 2006 sebesar Rp164.18 miliar pada TA 2006 dan sebesar Rp2.9 Penerimaan BP PBB tidak masuk ke rekening Kas Daerah sebesar Rp4. Kabupaten Kaimana 2.21 miliar pada semester I TA 2007 sehingga pendapatan Dana Perimbangan yang disajikan pada Laporan Keuangan tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya.4 Penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) pada bulan Februari tahun 2007 tidak diterima langsung di Kas Umum Daerah sebesar Rp27.08 miliar tidak masuk ke Kas Daerah sehingga pengelolaannya tidak dapat dipantau dalam sistem pengelolaan keuangan daerah.19 miliar pada TA 2006 sehingga Pendapatan Dana Perimbangan yang disajikan pada Laporan Keuangan tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya.79 miliar atas penyaluran Dana Perimbangan untuk Kabupaten Manokwari pada TA 2006 dan semester I TA 2007 sehingga membebani Keuangan Negara. 2. Kabupaten Manokwari 2.66 juta dan semester I TA 2007 sebesar Rp437. Kabupaten Sorong 2.10 DBH PBB Kabupaten Kaimana TA 2005 sebesar Rp1. .90 juta dan semester I TA 2007 sebesar Rp484.

35 miliar tidak masuk ke Kas Daerah dan tidak dilaporkan dalam mekanisme APBD sehingga nilai Pendapatan Dana Perimbangan yang dilaporkan dalam Laporan Keuangan tidak menyajikan nilai yang sebenarnya. Manajemen Aset Provinsi Papua Barat 2.00 juta dan jaringan kepada PDAM sebesar Rp2.01 miliar tidak masuk ke Kas Daerah dan tidak dilaporkan dalam mekanisme APBD sehingga nilai Pendapatan Dana Perimbangan yang dilaporkan dalam Laporan Keuangan tidak menyajikan nilai yang sebenarnya.15 Hasil pengadaan barang dan jasa pada Dinas Perindustrian.02 miliar tidak masuk ke Kas Daerah dan tidak dilaporkan dalam mekanisme APBD sehingga nilai Pendapatan Dana Perimbangan yang dilaporkan dalam Laporan Keuangan tidak menyajikan nilai yang sebenarnya. Kabupaten Teluk Bintuni 2.14 Penerimaan BP PBB TA 2006 sebesar Rp4. . dan inventaris kantor hasil pengadaan dari Dana Tugas Pembantuan sebesar Rp3. Perdagangan. 2.12 Penerimaan BP PBB TA 2006 sebesar Rp2.00 juta belum dimanfaatkan sehingga pengadaan tersebut menjadi tidak efektif.330 Kabupaten Sorong Selatan 2.17 Status aset tetap berupa Gedung IGD dan Radiologi RSUD Sorong Selatan.13 Penerimaan BP PBB TA 2006 sebesar Rp2. rawan terhadap penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau tuntutan dari masyarakat. Koperasi dan Penanaman Modal sebesar Rp749.27 miliar belum didasarkan kepada Berita Acara Serah Terima serta pemberian gedung kepada PLN sebesar Rp720.89 miliar tidak didukung bukti hak yang sah sehingga status hak atas tanah tersebut tidak jelas.19 miliar tidak disajikan sebagai Penyertaan Modal Pemerintah Daerah sehingga tidak ada kepastian hukum atas aset tetap yang secara riil telah diserahkan. Kabupaten Sorong Selatan 2. ambulance.16 Aset tetap yang dihibahkan sebesar Rp10. 2.00 miliar belum jelas sehingga berpotensi terjadinya kealpaan pencatatannya dalam APBN ataupun APBD. Kabupaten Raja Ampat 2.18 Aset tetap tanah sebesar Rp19.

. Belanja Daerah Kabupaten Teluk Wondama 2.23 Penggunaan belanja operasional kepala daerah dan wakil kepala daerah melebihi ketentuan sebesar Rp163.739 m2 dengan nilai Rp13.24 Volume pelaksanaan fisik pekerjaan pada empat Dinas (Dinas PU.17 juta. Dinas Kesehatan dan Dinas Kelautan dan Perikanan) tidak sesuai kontrak sehingga merugikan keuangan daerah sebesar Rp773.21 Aset Pemerintah Kabupaten yang berupa tanah seluas 91.19 Aset/Barang Milik Daerah berupa tanah.20 Administrasi Aset/Barang Milik Daerah yang dihibahkan kepada masyarakat sebesar Rp13.26 miliar dan bangunan seluas 4. Kabupaten Teluk Wondama 2.87 miliar tidak tercatat dalam Buku Inventaris Barang dan Neraca.22 Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penghasilan Pasal 23 atas biaya sewa angkutan udara dan laut pada Setda belum dipungut sebesar Rp728. 2.96 juta.76 miliar yang digunakan oleh pihak ketiga tidak jelas status kepemilikannya.331 Kabupaten Teluk Bintuni 2.50 juta tidak dilengkapi dengan bukti sertifikat hak atas tanah yang jelas dan sah.000 m2 dengan nilai Rp2. bangunan. instalasi dan jaringan serta peralatan dan mesin sebesar Rp133. 2. 2.03 miliar masih tercatat dalam daftar inventaris barang dan tercatat dalam Neraca Pemerintah Daerah sehingga nilai aset daerah yang tercatat tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya.00 juta sehingga memboroskan keuangan daerah. dan aset tanah sebesar Rp454. nilai aset milik daerah di Buku Inventaris Barang dan Neraca tidak menunjukkan nilai yang sebenarnya dan lemahnya pengamanan atas barang milik daerah sehingga berpotensi terjadi kehilangan aset/barang milik daerah tersebut. Dinas P&P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful