TREN DAN ISU PELAYANAN KESEHATAN LANSIA

A. Lansia dalam Kependudukan di Indonesia Pada tahun 2000 jumlah lansia diproyeksikan sebesar 7,28% dan pada tahun 2002 menjadi sebesar 11,34% (BPS,1992). Data Biro Sensus Amerika Serikat memperkirakan Indonesia akan mengalami pertambahan warga lanjut usia terbesar di seluruh dunia pada tahun 1990-2025, yaitu sebesar 414% (Kinsella dan Taeuber,1993). Menurut Dinas Kependudukan Amerika Serikat (1999), jumlah populasi lansia berusia 60 tahun atau lebih diperkirakan hamper mencapai 600 juta orang dan diproyeksikan menjadi 2 milyar pada tahun 2050, saat itu lansia akan melebihi jumlah populasi anak (0-14 tahun). Proyeksi penduduk oleh Biro Pusat Statistik menggambarkan bahwa antara tahun 2050-2010 jumlah lansia akan sama dengan jumlah anak balita yaitu sekitar 19 juta jiwa atau 8,5% dari seluruh jumlah penduduk. Seiring dengan berkembangnya Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat perkembangan yang cukup baik, maka makin tinggi pula harapan hidup penduduknya. Diperkirakan harapan hidup orang Indonesia dapat mencapai 70 tahun pada tahun 2000. Kesejahteraan penduduk usia lanjut karena kondisi fisik dan/atau mentalnya tidak memungkinkan lagi untuk berperan dalam pembangunan, maka lansia perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat (GBHN, 1993). Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh instansi pemerintah diantaranya pelayanan kesehatan, sosial, ketenagakerjaan dan lainnya telah dikerjakan pada berbagai tingkatan, yaitu tingkat individu lansia, kelompok lansia, keluarga, Panti Sosial Tresna Wreda (PSTW), Sarana pelayanan kesehatan tingkat dasar (primer), tingkat pertama (sekunder), tingkat lanjutan, (tersier) untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada lansia. B. Masalah Kesehatan Gerontik

Masalah kehidupan sexual Adanya anggapan bahwa semua ketertarikan seks pada lansia telah hilang adalah mitos atau kesalahpahaman. (parke, 1990). Pada kenyataannya hubungan seksual pada suami isri yang sudah menikah dapat berlanjut sampai bertahun-tahun. Bahkan aktivitas ini dapat dilakukan pada saat klien sakit aau mengalami ketidakmampuan dengan cara berimajinasi atau menyesuaikan diri dengan pasangan masing-masing. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa maturitas dan kemesraan antara kedua pasangan sepenuhnya normal. Ketertarikan terhadap hubungan intim dapat terulang antara pasangan dalam membentuk ikatan fisik dan emosional secara mendalam selama masih mampu melaksanakan. Perubahan prilaku

timbulnya kecemasan karena dirinya sudah tidak menarik lagi. Klien yang sama mungkin mengalami depresi sehingga diobati dengan antidepresan. sering menarik diri. kesibukan soialnya akan semakin berkurang dan dapat mengakibatkan berkurangnya intregrasi dengan lingkungannya. pelupa. 1992). Sebagai contoh klien dengan gagal jantung dan edema mungkin diobatai dengan dioksin dan diuretika. Semakin lanjut seseorang. mereka akan mengalami kemunduran terutama dibidang kemampuan fisik yang dapat mengakibatkan penurunan pada peranan ± peranan sosialnya. ada kecendrungan penurunan merawat diri. 1. Pembatasan fisik Semakin lanjut usia seseorang. Dan efek samping inilah yang menyebaban ketidaknyaman lansia. Hal ini mengakibatkan pula timbulnya ganggun di dalam hal mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga dapat meningkatkan ketergantunan yang memerlukan bantuan orang lain. Upaya Pelayanan Kesehatan terhadap Lansia . Persoalan yang dialami lansia dalam pengobatan adalah : y y y y y Bingung Lemah ingatan Penglihatan berkurang Tidak bias memegang Kurang memahami pentingnya program tersebut unuk dipatuhi dan dijalankan Kesehatan mental Selain mengalami kemunduran fisik lansia juga mengalami kemunduran mental. yaitu adanya interaksi obat dan efek samping obat. Palliative care Pemberian obat pada lansia bersifat palliative care adalah obat tersebut ditunjukan untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh lansia. Pengunaan obat Medikasi pada lansia memerlukan perhatian yang khusus dan merupakan persoalan yang sering kali muncul dimasyarakat atau rumah sakit.Pada lansia sering dijumpai terjadinya perubahan perilaku diantaranya: daya ingat menurun. Dampak praktis dengan adanya perubahan usia ini adalah bahwa obat dengan dosis yang lebih kecil cenderung diberikan untuk lansia. lansia sering menyebabkan sensitivitas emosional seseorang yang akhinya menjadi sumber banyak masalah. Fenomena poli fermasi dapat menimbulkan masalah. Diuretik berfungsi untu mengurangi volume darah dan salah satu efek sampingnya yaitu keracunan digosin. Namun hal ini tetap bermasalah karena lansia sering kali menderita bermacam-macam penyakit untuk diobati sehingga mereka membutuhkan beberapa jenis obat. termasuk efek samping obat tersebut. Persoalan utama dan terapi obat pada lansia adalah terjadinya perubahan fisiologi pada lansia akibat efek obat yang luas. (Watson.

prevention. Azas Menurut WHO (1991) adalah to Add life to the Years that Have Been Added to life. 1. Upaya perlindungan kesehatan bagi lansia sebagai berikut : y y Mengurangi cedera Meningkatkan keamanan di tempat kerja Meningkatkan perlindungan dari kualitas udara yang buruk . pendekatan.Upaya pelayanan kesehatan terhadap lansia meliputi azas. Pendekatan Menurut World Health Organization (1982). diagnosa dini dan pengobatan. 1. pembatasan kecacatan. y Promotif Upaya promotif juga merupakan proses advokasi kesehatan untuk meningkatkan dukungan klien. and Add Years to Life. Jenis Jenis pelayanan kesehatan terhadap lansia meliputi lim upaya kesehatan. serta pemulihan. pemenuhan diri (self fulfillment). Add Health to Life. dan kehormatan (dignity). yaitu Promotif. yaitu meningkatkan mutu kehidupan lanjut usia. Azas yang dianut oleh Departemen Kesehatan RI adalah Add life to the Years. tenaga profesional dan masyarakat terhadap praktek kesehatan yang positif menjadi normanorma sosial. dan jenis pelayanan kesehatan yang diterima. dengan prinsip kemerdekaan (independence). dan memperpanjang usia. partisipasi (participation). perawatan (care). meningkatkan kesehatan. pendekatan yang digunakan adalag sebagai berikut : y y y y y y y y y y Menikmati hasil pembangunan (sharing the benefits of social development) Masing-masing lansia mempunyai keunikan (individuality of aging persons) Lansia diusahakan mandiri dalam berbagai hal (nondependence) Lansia turut memilih kebijakan (choice) Memberikan perawatan di rumah (home care) Pelayanan harus dicapai dengan mudah (accessibility) Mendorong ikatan akrab antar kelompok/ antar generasi (engaging the aging) Transportasi dan utilitas bangunan yang sesuai dengan lansia (mobility) Para lansia dapat terus berguna dalam menghasilkan karya (productivity) Lansia beserta keluarga aktif memelihara kesehatan lansia (self help care and family care) 1.

UU No.y y y y Menibgkatkan keamanan. dukungan nutrisi. 2 tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian UU No. medukung usaha untuk mempertahankan kemampuan anggota badan yang masih bnerfungsi Rehabilitatif Prinsip y y y y y y y y y y y Pertahankan lingkungan aman Pertahankan kenyamanan. konseling. Jenis pelayanan mencegah berkembangnya gejala dengan memfasilisasi rehabilitasi.27 tahun 1994 tentang Pengelolaan Perkembangan Kependudukan .2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional UU No. penanganan makanan dan obat-obatan Meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan gigi dan mulut Preventif o Mencakup pencegahan primer.6 tahun 1974 tentang Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial UU No.4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman UU No. istirahat. mulut. 4 tahun 1965 tentang Pemberian Bantuan bagi Orang Jomp. mamogram.3 tahun 1982 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja UU No. Jenis pelayanan pencegahan sekunder: kontrol hipertensi.10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera UU No.14 tahun 1969 tentang Ketentuan Pokok Mengenai Tenaga Kerja UU No. sekunder dan tersier. o Melakukakn pencegahan sekuder meliputi pemeriksaan terhadap penderita tanpa gejala.11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun UU No. menggunakan medikasi yang tepat. y y y y y y y y y y y y UU No.21 tahun 1994 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera PP No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan PP No. menejemen stres. papsmear. o Melakukan pencegahan tersier dilakukan sesudah gejala penyakit dan cacat. aktifitas dan mobilitas Pertahankan kecukupan gizi Pertahankan fungsi pernafasan Pertahankan aliran darah Pertahankan kulit Pertahankan fungsi pencernaan Pertahankan fungsi saluran perkemihaan Meningkatkan fungsi psikososial Pertahankan komunikasi Mendorong pelaksanaan tugas Hukum dan Perundang-undangan yang Terkait dengan Lansia D. keamanan di dalam dan sekitar rumah. exercise. deteksi dan pengobatan kanker. gigi. skrining : pemeriksaan rektal. Contoh pencegahan primer : program imunisasi.

maslah kesehatan. serta tanggung jawab pemerintah. masyarakat.y UU No. 13 tahun 1998 ini berisikan antara lain : y y y y y y y y y Hak. praktek illegal. tugas. dan kelembagaan. kewajiban. tidak etis. UU No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia (tambahan lembaran negara Nomor 3796) sebagai pengganti UU No. . Menjaga rahasia klien Melindungi klien dari campur tangan pihak yang tidak kompeten. pangkat. status social. Perawat berhak mnerima jasa dari hasil konsultasi danpekerjaannya Perawat menjaga kompetesi keperawatan Perawat memberikan pendapat dan menggunakannya. Kompetei individu serta kualifikasi daalm memberikan konsultasi Berpartisipasi aktif dalam kelanjutanyaperkembangannya body of knowledge Berpartipitasi aktif dalam meningkatan standar professional Berpatisipasi dalam usaha mencegah masyarakat. dari informasi yang salah dan misinterpretasi dan menjaga integritas perawat Perawat melakukan kolaborasi dengan profesi kesehatannya yang lain atau ahli dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat termasuk pada lansia.4 tahun 1965 tentang Pemberian Bantuan bagi Orang Jompo. jabatan. Berkaitan dengan kode etik yang harus diperhatikan oleh perawat adalah : y y y y y y y y y Perawat harus memberikan rasa hormat kepada klien tanpa memperhatikan suku. Upaya pemberdayaan Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia potensial dan tidak potensial Pelayanan terhadap lansia Perlindungan sosial Bantuan sosial Koordinasi Ketentuan pidana dan sanksi administrasi Ketentuan peralihan Beberapa undang-undang yang perlu disusun adalah : y y y y UU tentang Pelayanan Lansia Berkelanjutan (Continum of Care) UU tentang Tunjangan Perawatan Lansia UU tentang Penghuni Panti (Charter of Resident¶s Right) UU tentang Pelayanan Lansia di Masyarakat (Community Option Program) Peran Perawat E. gol. ras.

kaca mata dan perawatan gigi. Medicaid merupakan sumber utama dana masyarakat yang memberikan asuhan keperawatan di rumah bagi lansia yang tidak mampu. . yang memberikan santunan terbatas untuk perawatan rumah sakit dan perawatan di rumah pasca rumah sakit dan kunjungan asuhan kesehatan yang tidak terbatas di rumah. Layanan mayor yang tidak di santuni oleh ke dua bagian tersebut termasuk asuhan keperwatan tidak terampil. Perkembangan jumlah keluarga yang terus menerus meningkat dan banyaknya keluarga yang berisiko tentunya menurut perawat memberikan pelayanan pada keluarga secara professional. Tuntutan ini tentunya membangun ³ Indonesia Sehat 2010 ³ yang salah satu strateginya adalah Jaminan Pemeliharan Kesehatan Masyarakat (JPKM).S Senate Committee on Aging. diantaranya adanya medicare dan medicaid.F. Semua pasien berhak atas bagian A. Program ini menjamin semua layanan medis dasar dan layanan medis lain seperti obta-obatan. 1991). Adapun program kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia yang diperuntukkan khusunya bagi lansia adalah JPKM yang merupakan salah satu program pokok perawatan kesehatan masyarakat yang ada di puskesmas sasarannya adalah yang didalamnya ada keluarga lansia. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai usia lanjut dalam pemeliharaan. Program ini beredaq antara satu Negara dengan lainya dan hanya diperuntukan bagi orang tidak mampu. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih saying dan ucapkanlah ³ wahai tuhanku sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil´. Dengan strategi ini diharapkan lansia mendapatkan yang baik dan perhatian yang selayakn G. Medicare dibagi 2 : bagian A asuransi rumah sakit dan B asuransi medis. bagian B menyantuni secara terbatas layanan rawat jalan medis dan kunjungan dokter. asuhan keperawatan rumah yang berkelanjutan obat-obat yang diresepkan. Pandangan Islam Tentang Lansia Firman Allah dalam Al-Qur¶an Surat Al-Isra : 23-24 Artinya : Dan tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain dia dan hendaklah berbuat baik ibu bapakmu. Medicare adalah program asuransi social federal yang dirancang untu menyediakan perawatan kesehatan bagi lansia yang memberikan jaminan keamanan social. Medicaid adalah program kesehatan yang dibiayai oleh dana Negara dan bantuan pemerintah bersangkutan. kaca mata dan perawatan gigi. Program Pemerintah dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Khususnya Lansia Contoh upaya pemerintah di negara maju dalam meningkatkan kesehatan masyarakatnya. Medical membayar sekitar biyaya kesehatan lansia (U. maka jangan sekali-sekali engkau mengatakan kepada ke duanya perkataan ³Ah´ dan janganlah engkau membentak mereka dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Bagian B merupakan program sukarela dengan penambhan sedikit premi perbulan.

Senin (21/3). Ilmu Keperawatan Komunitas 2. Jakarta: Sagung Seto http://qie30. Jakarta: EGC 2. 2006. FOTO ANTARA/Septianda Perdana/Spt/11 .wordpress.POSYANDU LANSIA. Keperawatan Medikal Bedah 1.dkk. 2008. Sejumlah petugas mendata dan memeriksa kesehatan seorang lansia di Posyandu Pelangi VII Kelurahan Petisah Tengah Kota Medan. 21/3 .Mengenal Usia Lanjut dan Perawatanya. Mubarak Wahid iqbal.com/2009/05/07/tren-dan-isu-pelayanan-kesehatan-lansia/ MEDAN. Posyandu tersebut memberikan penyuluhan cara hidup sehat sehingga diharapkan kualitas hidup lansia dapat bertambah.2001. R siti. Jakatra: Salemba medika 1. Sumut. Situart dan Sundart.Referensi Maryam.

tegalkota. Namun untuk kalangan lanjut usia juga ada Posyandu untuk orang orang lanjut usia.Tahun 2011. Tidak hanya tempat Habib Ali menegaskan agenda program kegiatan Posyandu lansia juga sudah terbentuk baik kegiatan rutin maupun untuk pelayanan kesehatan lainnya. Demikian disampaikan ketua komisi daerah lanjut usia (Komda) lansia kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin saat meninjau posyandu lansia bagi anggota persatuan wredatama republik indonesia (PWRI) kota Tegal di kantor PWRI kota Tegal siang tadi.id/index. demi suksesnya pemantapan program Tegal Sehat 2010 yang dicanangkan Pemerintah kota Tegal.html . Sementara ketua PWRI kota Tegal H. Tidak hanya itu. Agar Posyandu lansia ini berjalan baik. PWRI juga mendapatkan bantuan tak terduga atau insedentil pada tahun 2010 lalu.go.php/component/content/article/412-tahun-2011-posyandulansia-harus-sudah-terbentuk. 22 February 2011 19:02 y y y Tahun 2011 semua posyandu lansia harus sudah terbentuk di 27 kelurahan se . maka pada tahun 2011 ini seluruh Kelurahan di kota Tegal harus memiliki Posyandu untuk lansia. Posyandu Lansia harus sudah terbentuk Written by j_Kafandi Tuesday. bantuan tak terduga sebesar 14 juta rupiah. Menurut Habib ali. Tidak hanya tempat tetapi juga program dan kegiatannyapun harus ada. Habib Ali berencana memanggil Lurah dan Camat untuk mengkoordinasikan hal tersebut . (fandy) http://www. Sumianto Hadi Subroto mengatakan Posyandu lansia untuk anggota PWRI dilakukan rutin yakni senin ketiga tiap bulannya. bahkan Komda Lansia kota Tegal juga akan berkeliling ke masing masing Posyandu lansia. Habib Ali mengatakan Posyandu di kalangan masyarakat hanya dikenal untuk anak .anak balita. PWRI kota Tegal juga mendapatkan bantuan hibah dari kota Tegal sebesar 65 juta rupiah per tahun.kota Tegal.

para lansia tidak perlu repot untuk mendatangi Kantor Pos.2011. terdapat sekitar 1. kata Makmur. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2008 menyebutkan populasi lanjut usia di Indonesia sebanyak 19. ³Petugas pos akan mengantarkan langsung bantuan ke rumah lansia yang tertera stiker khusus. Di Banten.´ ujar Makmur. pelaksanaan program ini masih menemui kendala dan hambatan di beberapa daerah.5 juta jiwa. di program ini. Depsos mulai memantau provinsi mana saja yang mulai menganggarkan pendampingan rogram JLSU dalam APBD-nya. permasalahan intinya terletak pada pencairan dana JSLU. yang perlu digalakkan adanya sharing budget antara pemerintah pusat dan daerah untuk menunjang program ini. pada 2011.´ ujar Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial. kata Makmur. ujarnya. Makmur mengatakan. Saat ini. Mulai tahun 2011. program masih ini terkendala urusan koordinasi. misalnya.6 juta jiwa atau 8. Pada 2010. berdasarkan penelitian yang dilakukan Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial. . menjadi masalah tersendiri. Program yang bernama Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) ini.´ Namun. sebenarnya telah masuki tahun ke-5 sebagai proyek percontohan yang dilakukan di 28 provinsi dengan total lansia sebanyak 10 ribu jiwa.2 persen yang lanjut usia telantar dan dalam kondisi miskin. dan evaluasi.10 FEBRUARI: Ada kabar baik dari Departemen Sosial untuk para lanjut usia (lansia). Sementara. Lansia Telantar Dapat Tunjangan Seumur Hidup Posted on 11 Februari 2010 by kebijakansosial KESRA. program ini akan dijadikan program nasional serupa dengan bantuan langsung tunai (BLT). monitoring.´ ujar Makmur. Dari jumlah tersebut. ³Kedepan akan kita benahi terus. Di Jawa Barat. ³Lansia terlantar akan menerima tunjungan ini hingga akhir hayatnya. Makmur Sunusi. di ibu kota Jakarta. kualitas fasilitator program yang belum sepenuhnya mengerti tugas pokok dan fungsinya. Rabu (10/2). Hanya saja. ³Provinsi yang memasukkan JLSU dalam APBD-nya. akan diprioritaskan pada JSLU 2011. lansia yang terlantar di tanah air bakal menerima tunjangan sebesar Rp 300 ribu per bulan.

masyakarat juga tidak lagi menjadikan para lansia.´ Makmur juga meminta kepada masyarakat untuk sepenuhnya mengawasi bersama program ini. Yang paling penting.´ tuturnya. (orh) http://kebijakansosial.Di antaranya. ³Agar para lansia dapat menikmati taraf hidup wajar. terutama mereka yang terlantar sebagai beban.wordpress. agar diupayakan tidak sampai menimbulkan penyimpangan pelaksanaan program. ³Harus dihindari juga para lansia yang datang ke kantor kecamatan atau kantor pos untuk antri mengambil dana JSLU. Makmur menambahkan. Sasaran Sasaran Posyandu Lansia adalah: 1. petugas PT Pos Indonesia yang menyampaikan langsung ke rumah para penerima. PT Pos Indonesia akan memberikan sanksi tegas kepada karyawannya. sehingga lansia yang menerima tunjangan seumur hidup ini betul-betul tepat sasaran.´ jelasnya. dengan membenahi pola perekrutan lansia terlantar. kata Makmur. Kepala Kantor Sentra Giropos dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia.com/2010/02/11/2011-lansia-telantar-dapat-tunjangan-seumurhidup/ Posyandu Lansia Ponyandu lansia merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan itu sendiri khususnya pada penduduk usia lanjut. yakni proses pengiriman bantuan. Pengertian usia lanjut adalah mereka yang telah berusia 60 tahun keatas. Apip Supriatna. Hal yang perlu dibenahi juga. Sasaran langsung: y y y Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun) Kelompok usia lanjut (60 tahun keatas) Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas) 2. menjamin petugas pos di lapangan tidak akan melakukan penyimpangan. kata Makmur. kata Apip. ³Kami akan bertanggungjawab sepenuhnya. Jika yang melakukan kesalahan adalah petugas kami di lapangan. Sasan tidak langsung y Keluarga tempat usia lanjut berada .´ ujar Apip. ³Kita harus meminimalisir adanya penyimpangan. Kalaupun ada. apabila ada kendala di lapangan.

kesadaran akan pentingnya bagi dirinya. berjalan. Penyuluhan bisa dilakukan didalam atau diluar kelompok dalam rangka kunjungan rumah dan konseling kesehatan dan gizi sesuai dengan masalah kesehatan yang dihadapi oleh individu dan atau kelompok usia lanjut. Dengan menggunakan KMS.y y Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut Masyarakat luas TujuanMeningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan untuk mencapai masa tua yang bahagia dan berguna dalam keluarga dan masyarakat sesuai dengan eksitensinya dalam strata kemasyarakatan Sedang bagi lansia sendiri. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan Talquist. naik turun tempat tidur. Sahli. buang air kecil dan besar. Pemeriksaan status mental. keluarga dan masyarakat luas agar selama mungkin tetap mandiri dan berdaya guna. . Jenis Pelayanan Pelayanan kesehatan di posyandu lansia meliputi: kesehatan fisik dan mental emosional. meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional. atau Cuprisulfat Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adannya penyakit gula. Pemeriksaan protein dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal. mencatat dan memantau kondisi kesehatan. dengan menggunakan pedoman metode 2 menit ( bisa dilihat KMS usia lanjut) Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indek massa tubuh Pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit. y y y y y y y y y y Pemeriksaan aktivitas harian (activity of daily living). seperti makan-minum. mengetahui lebih awal penyakit atau ancaman/masalah kesehatan yang dihadapi dan perkembangannya. mandi. dalam rangka kegiatan perawatan kesehatan masyarakat. berpakaian. Pelaksaan rujukan ke puskemas bila mana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan pada nomor 1 hingga 7. Kunjungan rumah oleh kader disertai petugas bagi kelompok usia lanjut yang tidak datang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful