P. 1
Petunjuk Praktikum Farfis i

Petunjuk Praktikum Farfis i

|Views: 1,250|Likes:
Published by Anggun Pradhita

More info:

Published by: Anggun Pradhita on May 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

PETUNJUK PRAKTIKUM FARMASI FISIKA I

Teori :

Percobaan I PENENTUAN KERAPATAN DAN BOBOT JENIS Tujuan : Menentukan kerapatan dan bobot jenis Kerapatan adlh massa per unit vol suatu zat pd temperatur ttt. Kerapatan mrpkn slh satu sifat fisika yg plg definitif dg demikian dpt digunakan utkmenentukan kemurnian suatu zat. Bobot jenis adlh perbandingan kerapatan suatu zat trhdp kerapatan air pd suhu 4ºC (dt4). Karena dlm sistem metrik kerapatan air pd 4ºC sama dg 1 gr/cc, maka nilai numerik kerapatan dan bobot jenis air dlm sistem ini adlh sama. Jk kerapatan dinyatakan sbgai satuan bobot n vol, maka bobot jenis mrpkn bilangan abstrak. bobt jenis menggambarkan hubungan antara bobot suatu zat baku, misal air, yg mrpkn zat baku utk sebagian bsr perhitungan dlm farmasi n dinyatakan memiliki bobot jenis 1,00. Hubungan antara massa n vol tdk hnya menunjukkan ukuran n bobot molekul suatu komponen, ttpi jg gaya-gaya yg mempengaruhi sifat karakteristik pemadatan. Dlm sistem metrik kerapatan diukur dlm gr/mm utk cairan atau gr/cm3 utk zat padat. Disamping itu dikenal definisi bobot jenis yang lain, yaitu ratio kerapatan suatu zat trhdp air pada t yg sama (dtt). Metode Kerja : A. Menentukan Vol Piknometer pd Suhu Percobaan 1. Timbang piknometer yg bersih n kering dg seksama 2. Isi pikno dg air sampai penuh lalu ditimbang, lalu direndam dlm air es shg suhunya mencapai lbh krg 2ºC di bwh suhu percobaan 3. Pikno ditutup, pipa kapilernya dibiarkan terbukan suhu dibiarkan naik sampai suhu percobaan, lalu pipa kapiler piknometer ditutup 4. Biarkan suhu air dlm pikno mencapai suhu kamar, lalu air yg menempel dibersihkan n ditimbang dg seksama 5. Lihat dl tabel, brp kerapatan air pd suhu percobaan n digunakan utk menghitung vol air = vol pikno Cara perhitungan: Misalnya : Bobot pikno + air =a+b Bobot pikno kosong = a gr _ Bobot air =b gr gr

Disusun Oleh : Tim Penyusun Editor : Prof. Dr. Sabirin Matsjeh Nelly Wahyuni, M. Si PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN & ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Dr tabel diket kerapatan air pd suhu percobaan = ρ air ρ air gr/ml ρ ml

b gr

b ml

Besarnya fraksi obat yg terionkan tergantung pH larutannya. misal bobot zat = c gr = (bobot pikno + zat) – (bobot pikno kosong) Kerapatan zat cair X = c gr Vp ml c = Vp gr/ml Percobaan II KOEFISIEN PARTISI Tujuan : mengetahui pengaruh pH trhdp koefisien partisis obt yg bersifat as. Coba terangkan cara perhitungannya. Peranan koefisien partisi obat dlm bidang farmasi sgt ptg. Jk obat tsb dilarutkan dlm air. asam [ H ] = Ka [ [garam] ] = Ka [ fraksibent ukmolekul] ] = Ka [[ fu]] [ fraksiygte rionkan fi + pH = pKa − log pH = pKa + log Utk basa lemah fu fi fi fu pH = pKa + log fu fi berlaku : . yaitu : C. lalu diisi penuh dg air 3. sbliknya obat-obat yg sukar larut dlm lipida memiliki koefisien partisi yg kcl. sbgian akan terionisasi. Pd umumnya obat-obatbersifat as. Masukkan zat padat tsb ke dlm pikno yg sama. sebaliknya yg dlm bentuk ion kelarutannya kcl atau bahkan praktis tdk larut. Teori – teori ttg absorbsi. Sebaliknya obat-obat yg sukarlarut dlm lipida akan sukar diabsorpsi. Penentuan Bobot Jenis Zat Cair X (etanol. Dg dmikian obat-oba yg mudah larut dlm lipida akan mudah melaluinya. dg demikian pengaruh pH trhdp kecepatan absorpsi obat yg bersifat as. Lakukan seperti cara C dg mengkaitkan zat tsb dg suhu pemberat yg kerapatannya n massanya sdh diket 2. Lakukan peninmbangan zat padat yg akan ditentukan kerapatannya.lemah dlm campuran pelarut kloroform-air Teori : Koefisien partisi lipida-air suatu obat adlh perbandingan kadar obat dlm fase lipid n fase air stlh dicapai kesetimbangan.lemah atau basa lemah sgt besar bercampur dg garamnya shg mjd larutan buffer. kloroform) Lakukan penimbangan zat X dg menggunakan pikno sama seperti percobaan A. Penentuan Kerapatan Zat Padat yg Kerapatannya Lebih Kecil daripada Air 1. Hal ini disebabkan o/ komponen dinding usus yg sbgian bsr trdri dr lipida. Obat-obat yg tdk terionkan (unionized) lbh mudah larut dalam lipida.lemah.Vol pikno = Vol air = = Vp ml B. misal = x gr 2. Lakukan penimbangan dg memperhatikan suhu percobaan sama seperti suhu percobaan A. Misal bobotnya = d gr 4. ekstraksi n kromatografi bnyk terkaitdg teori koefisien partisinya. Utk menghitung fraksi obat yg tdk terionkan dpt digunakan persamaan Henderson-Hasselbach. Obat-obat yg mudah larut dlm lipida tsb dg sendirinya memiliki koefisien partisi lipida-air yg bsr. Penentuan Kerapatan Zat Padat yg Kerapatannya Lebih Besar daripada Air 1. aseton. Perhitungan : Bobot pikno + zat padat + air = d gr Bobot zat padat = x gr Bobot pikno + air = (d – x) gr Bobot air = (d – x – a) gr Bobot air yg ditumpahkan o/ adanya zat padat = (b – (d – x – a)) gr atau = (b – d + x + a) Vol air yg ditumpahkan = Vol zat padat = (b – d + x + a) gr = (b – d + x + a) ml ρ air gr/ml ρ air x gr x ρ air gr/ml Kerapatan zat padat = = (b – d + x + a) / ρ air ml (b – d + x + a) D.

01 − X ) = 2.01-0.5 (Ka = 1.16 ×10 + [ ] −4 asam [H ] = Ka garam .0077 x 160. umumnya memiliki kondisi non ideal n tdk disertai koreksinya. kloroform.0023) M 0.96 ×10 −3 = 0.01 M) (d) Kelarutan solute pd msg2 pelarut kcl Jika semua persyaratan tsb dipenuhi.16 ×10 −4 = 1.296 C TPC = 1 C2 Dimana C1 = kadar obat dlm fase lipoid .salisilat yg ditambah natrium hidroksida hingga pH yg diket b.0077 M 0.318 gr/L [natrium salisilat] = = = = (0. X = 0.01 − Χ X 0. 4 dan 5 dr as.16 ×10 = = 0. Percobaan koefisien partisi a.96 ×10 −3 −0.06 ×10 −3 −4 [ garam ] [ asam ] →3.Ada 2 macam koefisien partisi : 1.b ) ) ° dimana.296 X = 2. Tambahkan pd larutan tsb 10 ml kloroform p. jk kadar total asam n garamnya 0. Koefisien Partisi atau TPC (True Partition Coefficient) Utk koefisien partisi ini pd percobaannya hrs memenuhi syarat kondisi sebagai berikut : (a) Antara kedua pelarut benar-benar tdk dpt bercampur satu sama lain (b) Bahan obatnya (solute) tdk mengalami asosiasi atau disosiasi (c) Kadar obatnya relatif kcl (<0.01 − X 1.01 − X 3. C2 = kadar obat dlm fase air 2. Dlm biofarmasetika n pd berbagai tujuan yg lain.296 (0. maka hasilnya adlh koefisien partisi semu. C 2 = kadar Jadi [asam salisilat] = 0.233 gr/L ' C 2 = kadar obat dlm fase air stlh mncpai a = vol fase air b = vol fase lipoid Suhu yg digunakan : 30ºC dan 37ºC pH = −log H + = 3.5 →[H ] = 3.01 M dg pH 3. maka berlaku persamaan : Cth perhitungan larutan as.01 M.06 x 10-3).11 gr/L 1. dll.a lalu diinkubasi pd suhu 37ºC d. Fase airyg biasa digunakan adlh larutan dapar. Tsb Kesetimbangan dicapai apabila beberapa kali X 3. Pd keadaan ini berlaku persamaan : obat dlm fase air mula-mula kstimbangan (C APC = ° 2 ( − C 2' a C 2' .32 gr/L = 0. isopropil miristat. shg hasilnya adlh koefisien partisi semu.salisilat yg dibuat pd pH 3.296 1.16 ×10 −4 = 1. sikloheksan. Ambil masing-masing larutan 25 ml n dimasukkan dlm tabung percobaan c.0023 1. Biasanya fase lipoid adlh oktanol. Koefisien Partisi Semu atau APC (Apparent Partition Coefficient) Apabila persyaratan TPC tdk terpenuhi. Stlh kira-kira 2 jam tentukan kadar salisilat dlm fase air n di ulangi tiap 30 menit. Buat larutan buffer salisilat 0.06 ×10 −3 Cara Kerja : 1.96 ×10 −3 X = 2.296 0.5 log H + [ + ] = −3.0023 x 138.0023 M = 0. jika [ asam ] = Χ →[ garam ] = 0.06 ×10 −3 .

2...303 . Faktor-faktor yg mempengaruhi pH larutan buffer adlh penambahan garam netral.. .. masukkan larutan natrium hidroksida 0. H3O+ + Ac- ( H 3 O )( Ac − ) Ka = ( H − Ac ) Na – Ac Na+ + AcAc hasil ionisasi Na-Ac akan ”ditangkap” oleh H3O+ n membentuk molekul HAc.... Berdasarkan persamaan (1). 2 ml fase air pd percobaan koefisien partisi diencerkan hingga 50 ml b.( 1) ( fu ) fi = fraksi terionkan  garam fu = fraksi tak terionkan  asam persamaan tsb valid n reliable utk preparasi larutan buffer dg range pH 4-10.1 M.C ...penentuan kadar tsb hasilnya sdh konstan (tdk ada penurunan kadar salisilat pd fase air) e. Resapannya dibaca pd 525 nm d..303 .Eq/L) yg menyebabkan perubahan pH ∆H = Perubahan akibat penambahan sejumlah ∆ reagensia p β Persamaan tsb selanjutnya diperbaiki lbh lanjut o/ Koppel n Spiro. Cara penentuan kadar salisilat a. Perbandingan kadar asam (lemah) dg garamnya. 2 ml dr hasil pengenceran tsb ditambah 2 ml larutan besi III klorida 1% dlm as. ttpkan penyusun larutan buffer fosfat pH 3 n pH 8.576 . Teori : Buffer dpt didefinisikan sbgai campuran asam/basa lemah dg garamnya. ..1 M sdkt demi sdkt lewat buret. .. dpt diperhitungan dg persamaan buffer yg disusun o/ Haderson-Hasselbach : pH = pKa + log ( fi ) .. yaitu : β= Ka ( H 3 O + ) B = 2..C = = 0.fosfat 0. yaitu sjmlh ttt larutan as.. serta Van Slyke... Dg demikian..basa dalam jumlah relatif sdkt.nitrat akan trjdi warna ungu c.. yg diungkapkan seperti persamaan berikut : Percobaan III BUFFER DAN KAPASITAS BUFFER Tujuan : Memperkenalkan cara pembuatan buffer n penetapan pH larutan serta penentuan kapasitasnya.. - . maka harga kesetimbangan Ka dpt dipertahankan utk relatif konstan.. Fungfi buffer adlh mempertahankan pH larutan saat ditambahkan asam. pengenceran dg sejumlah besar solven n suhu.. shg kadar H3O+ berkurang diikuti dg kenaikan kadar H-Ac. maka : ( H 3O + ) 2 2.( 2) ∆H p ∆ β = Jmlh ttt penambahan reagensia (g.. amati n catat perubahan pH (yg ditunjukkan pH meter yg terpasang) tiap satuan vol.C + 2 4 [ 2( H 3 O )] Cara kerja : 1.( 3) [ Ka ( H 3 O + )] 2 C = kadar total = jumlah kadar molar asam + garam Persamaan (3) akan mencapai maksimum saat pH = pKa  Ka = ( H 3O + ). Mekanisme buffer dpt mempertahankan pH larutan adlh akibat pengaruh ion yg sama (common ion effect)....fosfat n larutan sodium hidroksida.. Buatlah kurva hubungan antara APC sbgai fungsi pH 2.... utk preparasi larutan buffer yg dpt mempetahankan pH ttt..... Tentukan kadar salisilat dg menggunakan kurva baku yg tersedia apabila penurunan kadar H3O+ proporsional dg kenaikan kadar H-Ac. Hitung msg2 koefisien partisinya pd ketiga macam pH tsb f. Kapasitas buffer adlh parameter kuantitatif yg menunjukkan kekuatan (resistensi) utk mempertahankan pH..C B = 2.. Ke dlm sejumlah larutan as... dg gambaran scr skema sbgai berikut : H – Ac H2O + ∆ β ..303 .

ikatan Van der Walls (london) atau ikatan elektrostatik yg lain. Lewat cara yg sama.3. Buatlah kurva hubungan antara jmlh larutan sodium hidroksida yg ditambahkan dg pH larutan. Teori : Kelarutan adlh kadar jenuh solute dlm sejumlah solven pd suhu ttt yg menunjukkan bhw interaksi spontan satu atau lebih solute dg solven telah trjd n membentuk dispersi molekuler yg homogen. salting out.050 n 0. yaitu F = C – P + 2. fraksimol n molar.. pengaruh zat asing. Kelarutan cairan dlm cairan dpt digolongkan mjd dua atas dasar ada tdknya penyimpangan trhdp hk. Suatu larutan dikatakan larutan jenuh apabila trjd kesetimbangan antara fase solute n fase solven dlm larutan yg bersangkutan. Kelarutan suatu zat (solute) dlm solven ttt digambarkan sbgai like disolves like (senyawa atau zat yg strukturnya menyerupai akan saling melarutkan). 0... dan beda entalpi peleburan molar (ΔHf) solute (yg dianggap sama dg panas pelarutan molar solute). Kelarutan zat padat dlm cairan merupakan masalah yg lebih komplek tetapi plg banyak dijumpai dlm kefarmasian. dg pendekatan yg berupa perbandingan.. Utk larutan non-ideal hrs diperhitungkan pula faktor-faktor aktivitas solute yg koefisiennya sebanding dg volume (molar) solute n fraksi volume solven. danluas permukaan molekular. misal : 1 bagian solute dpt larut dlm 100 – 1000 solven disebut sukar larut. yg penjabarannya didasarkan atas polaritas antara solven n solute yg dinyatakan dg tetapan dielektriku. Variabelvariabel yg dpt dipilih utk penetapan kelarutan dirumuskan o/ aturan fase Gibbs. atau momen dipol. tambahkan larutan sodium hidroksida 0... Dlm hal ini perlu diperhatikan ttg sistem (tercampur sempurna/sebagian). suhu (titik) lebur solute. Asumsi dasar utk kelarutan zat padat dlm (sebagai) larutan ideal adlh tergantung pd suhu percobaan (proses larut). .. demi sdkt ke dlm buffer asetat pH 5 dg kapasitas buffer 0.... n reaksi kimia. misal : T. tetapan dielektrik. Hubungan tsb yg diturunkan dr hukum-hukum termodinamika dirumuskan o/ Hildebrant n Scott sebagai berikut :  T0 − T   . Dsbt larutan ideal (larutan nyata = real solution) apabila tdk ada penyimpangan trhdphukum Raoultn disebut larutan non ideal apabila ada penyimpangan. Percobaan IV KELARUTAN INTRINSIK OBAT Tujuan : Memperkenalkan konsep n proses pendukung sistem kelarutan obat n menentukan parameter kelarutan zat.303 RT Tetapi tipe larutan ideal ini jarang sekali dijumpai dlm praktek. P.Raoult..( 1)  T  0   1 X 2 = kelarutan ideal zat dlm fraksimol ∆ f = beda entalpi peleburan H T0 = suhu lebur T = suhu percobaan R = tetapan gas 1 − log X 2 = ∆Hf 2. dimana. hubungan molekular. sedangkan perhitungan kelarutan dpt dilakukan menurut hukum Henry (tetapan α) maupun koefisien absorbsi Bunsen (tetapan α).C) C = jumlah komponen P = jumlah fase Kelarutan dpt diungkapkan melalui banyak cara antara lain dg menyatakan jumlah pelarut (dlm mL) yg dibutuhkan utk setiap gram solute..010 . komponen penyusun (binair/ternair). parameter kelarutan (δ) yg besarnya sama dg harga akar tekanan dalam (√Pi) solute n interaksi antara . ikatan hidrogen. suhu..1 M sdkt 4. F = derajat kebebasan (variabel. Kelarutan gas dlm cairan dipengaruhi tekanan.100.

Bandingkan hasil ini dg yg tercantum dlm pustaka.0) dan air (δ1 = 23.( 2) 2... Ambil sejumlah ttt sampel.lemah. Buat grafik antara kelarutan dg parameter kelarutan solven dr hasil percobaan maupun hasil dr perhitungan scr teoritis dg menggunakan persamaan kelarutan reguler. Dg demikian persamaan yg plg sederhana utk larutan non-ideal. δ1 = parameter kelarutan Cara Kerja : 1.303 RT T0 2. demikian pula utk larutan elektrolit. saring n tentukan kadarobat terlarut dg cara yg sama. Alat : * Tabung uji kelarutan * Shaking thermostaic waterbath * Spektrofotometer * Alat-alat gelas Bahan : * Kafein * Dioksan * Air 2. a... Masukkan zat (obat) berlebihan kedalam alat uji kelarutan c. Buat pelarut campuran antara dioksan (δ1 = 10. lakukan percobaan tsb pada pelarut-pelarut tsb pd suhu ttt Cara evaluasi : 1. dinyatakan sebagai kelarutan regular dirumuskan o/ Scatchard-Hildebrand sebagai berikut : T0 − T V2 Φ1 ∆Hf 2 − log X 2 = + (δ1 − δ 2 ) 2 . Isikan sejumlah pelarut sebagai solven d. Aduk/gojog campuran hingga terbentuk larutan jenuh f.solven-solute.. . Persamaan (2) hanya berlaku apabila dlm larutan tdk terdapat ikatan lain selain ikatan Van der Walls.. Hubungkan kelarutan Intrinsik obat dg tetapan dielektrik solven dg suhu. tentukan parameter kelarutan cofein dgdata yg diperoleh.303 RT Dimana : V2 = volume molar solute δ2 = parameter kelarutan solute Ф1 = fraksi mol solven solven Keterbatasan persamaan ini adlh tdk cocok utk proses yg didlmnya trjd solvasi n asosiasi antara solute n solven.. Tempatkan campuran kedlm Shaking thermostaic waterbath pd suhu ttt e.. Teori : .... Percobaan V KELARUTAN SEMU/TOTAL (APPARENT SOLUBILITY) Tujuan : Mengetahui pengaruh pH larutan terhadap kelarutan bahan obat yg bersifat as..5) b..

dg demikian faktor pH sangat mempengaruhi kelarutannya.. Tugas : 1. HA Adapun fraksi obat yg terionkan [fi] n fraksi obat yg tdk terionkan [fu] dlm larutan..... Metode percobaan : a.. Buat pula kurva hubungan tsb scr teoritis.. seperti terlihat pd kesetimbangan ionisasi skema gambar 1.... Percobaan yg akan diambil datanya..... Jika dikehendaki kelarutan asam benzoat pd suhu yg sama bsr 1.. Percobaan VI SUHU KELARUTAN KRITIK FENOL-AIR Tujuan : Mencari suhu kelarutan kritik fenol-air.benzoat dlmjmlh berlebihan dlm flakon yg tlh diisi 10 ml larutan dapar pd suhu ttt (30º). (2) log [So-S]/[S] = pH – pKa …………………………….. - c. Utk obat-obat yg bersifatas. dilakukan dg melarutkan as....... (3) Apabila bsrnya pH sama dg pKa..... maka kelarutan obat mjd dua kali kelarutan intrinsiknya. persamaan (1) dpt diubah menjadi : pH = pKa + log [S-So]/[So] .. Dr data tsb buatlah kurva hubungan antara kelarutan n pH pelarut.. Shaker-nya dijalankan dan tiap selang waktu ttt sampel diambil. hubungannya dg pH larutan mengikuti persamaan HendersonHasselbalch : pH = pKa + log [fi]/[fu] . Apa saja yg dpt mempengaruhi harga pKa.. pada pH yg absolut rendah zat tsb praktis tdk mengalami ionisasi. dilakukan dg cara yg sama seperti percobaan pendahuluan..... jk bsrnya 2 unit diatas harga pKa.... HAaq H+aq + A-aq diencerkan n ditetapkan kadarnya. Kelarutan obat dlm bentuk ini sering dsbt sbgai kelarutan intrinsik. Jk ada percobaan bahaslah... Cara evaluasi : 1. 2... 3...Bahan-bahan obat sebagian besar berupa senyawa organik yg bersifat asam lemah atau basa lemah. Larutan tsb sdh jenuh apabila pd dua kali penetapan kadar dg rentang waktu pengambilan sampel yg berurutan tdk memberikan perbedaan kadar yg bermakna. menentukan waktu yg diperlukan utk memperoleh larutan jenuh... Bahan percobaan.. Dg kondisi alat yg ada. Jika pH dinaikkan.. maka kelarutannya meningkat mjd 101 kali kelarutan intrinsiknya. .. maka kelarutannya pun akan meningkat.... apa yg menyebabkan.. segera di saring atau dipusing dg centrifuge... n terangkan mengapa berpengaruh. jk bsrnya pH satu unit diatas pKa kelarutan obat mjd 11 kali kelarutan intrinsiknya. Hitung pH larutannya. ttpi waktu percobaan diperpanjang misalnya dua x t jam. 2...... Bagaimana rumus perhitungan kelarutanutk bahan-bahan obat yg bersifat basa lemah.. (1) dr uraian diatas dlm keadaan jenuh. Asam benzoat Larutan dapar fosfat dg berbagai pH dg kekuatan ion ttt Alat-alat percobaan Shaking thermostaic waterbath Centrifuge Flakon Cara percobaan Lakukan percobaan pendahuluan..lemah.. lalu b... Utk memperoleh kejenuhan tsb misalnya diperlukan waktu t jam.2 %. krn selain terbentuk larutan jenuh obat dlm bentuk molekul yg tdk terionkan (kelarutan intrinsik) juga terlarut obat yg terbentuk ion.

Kemudian tabung ditambah lagi 4. Panaskan tabung di water bath.fenol . Masukkan fenol ke dlm tabung reaksi. temperatur dmn campuran mjd jernih di catat. maka akan terbentuk 2 lapisan yg ditunjukkan o/ ttk C n D. suhu dmn campuran tsb mulai keruh (timbul batas antara fenol n air) dicatat. 9.termometer . Tentukan suhu kelarutan kritik fenol .buret 25 ml C. Prosen berat relati dr dua lapisan tsb ditunjukkan dg persamaan : %berat fenol dalam lapisan air XD = % berat air dalam lapisan fenol CX Temperatur di sin i = temperatur saat jernih +temperatur saat ker uh 2 2.9ºC.water bath . sambil diaduk-aduk n amati perubahan sistem campuran tsb.0 mL air n perlakukan seperti di atas. komposisi tetap. biarkan pd suhu kamar. Tugas : 1. Hal yg sama tjd bila air ditambahkan pd fenol (t = 20ºC). Metode Kerja : A. 6. 7. Hal yg sama juga akan trjd bila ditambahkan ke fenol. Timbang 4. Bila fenol ditambahkan terus maka lapisan-lapisan tsb ttp ada.0 gr fenol 2. 4. Semakin banyak fenol yg ditambahkan semakin banyak lapisan fenol yg trjd n lapisan air semakin berkurang. Buatlah kurva temperatur (saat jernih n keruh) vs % verat fenol.magnetic stirer . Timbang 10.aquadest B. 8. sambil diaduk rata amati sistem campuran fenol-air tsb. tambahkan 4.0 mL ai 3. Ttk ini menunjukkan kecilnya kelarutan fenol dlm air pd suhu tsb. kemudian tabung diperlakukan sama seperti di atas. Prosedur 1. Y’ 66 40 suhu 20 C X D A Y % berat fenol B Pada gambar : Bila fenol ditambahkan ke air pd suhu 20ºC maka komposisinya ditunjukkan o/ titik A pada kurva. Bila penambahan fenol melebihi konsentrasi jenuh maka fenol tdk akan larut lg n trjd dua lapisan. Pd akhirnya akan trjd lapisan serba sama yaitu larutan jenuh air dlm fenol (lapisan fenol). Kerjakan no 3 n 4 sebanyak 3 kali. Bahan percobaan : .pemanas listrik . Tabung ditambah lagi 4.0 gr fenol.gelas bekker 1000 ml . Tambahkan 2.Teori : Bila fenol dilarutkan pd air sdkt demi sdkt fenol akan larut di dlm air n membentuk larutan serba sama (homogen).0 mL air.tabung reaksi besar (diameter 15 – 20 mm) . 5. stlah itu tabung dikeluarkan dr waterbath.0 mL air n perlakukan seperti di atas. Stlh itu tabung ditambah lagi 4.0 mL air n perlakukan seperti di atas. Pd penambahan fenol selanjutnya maka akan trjd larutan jenuh fenol dlm air (lapisan air).0 mL air n perlakukan seperti diatas. Alat – alat : .batang pengaduk gelas . masukkan dlm tabung yg baru. hanya saja perbandingan massanya yg berubah. Kelarutan air dalam fenol dan fenol dalam air akan naik dg naiknya temperatur. tambahkan 8. Jk fenol yg ditambahkan diperbesar mk akan terbentuk larutan jenuh air dlm fenol yg komposisinya ditunjukkan o/ titik B. Diatas suhu tsb air dlm fenol akan larut sempurna dlm berbagai perbandingan.botol timbang . Bila air dlmfenol dicampur pd suhu 40ºC. Kelarutan fenol dlm air maksimal pd suhu 65.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->