MACAM-MACAM MAJAS (GAYA BAHASA) 1.

Klimaks Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat. Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan. 2. Antiklimaks Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun. Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya 3. Paralelisme Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang 4. Antitesis Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya. Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa. Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai 5. Epizeuksis Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut. Contoh : Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengajar semua ketinggalan kita. 6. Tautotes Ada;aj repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi. Contoh : kau menunding aku, aku menunding kau, kau dan aku menjadi seteru 7. Anafora Adalah repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap garis. Contoh : Apatah tak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa 8. Epistrofora Adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan Contoh : Bumi yang kau diami, laut yang kaulayari adalah puisi, Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi 9. Simploke Adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut. Contoh : Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku. 10. Mesodiplosis Adalah repetisi di tengah-tengah baris-baris atau beberapa kalimat berurutan. Contoh : Para pembesar jangan mencuri bensin. Para gadis jangan mencari perawannya sendiri. 11. Epanalepsis Adalah pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama. Contoh : Kita gunakan pikiran dan perasaan kita.

keheranan kami melihat peranginya. kesakitan. Contoh : Keras-keras kena air lembut juga 14. Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara 17. Apofasis atau Preterisio Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu. yang bersifat berimbang. Apostrof Adalah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir. lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu. Anastrof atau Inversi Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan. Contoh : Dan kesesakan kesedihan.12. Contoh : Risalah derita yang menimpa ini. dalam aku ada hati. 16. Contoh : Semua kesabaran kami sudah hilang. Elipsis Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca. Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami. Contoh : Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya? 20. Contoh : Dalam baju ada aku. Polisindeton Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung. 19. dan dipertentangkan satu sama lain. 13. Asindeton Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan. Asonansi Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. Dalam hati : ah tak apa jua yang ada. tetapi tampaknya menyangkal. Contoh : Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan kemerdekaan seperti yang pernah kau perjuangkan 18. seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa. Anadiplosis Adalah kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa berikutnya. Contoh : Ini luka penuh luka siapa yang punya 15. Aliterasi Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama. tetapi susunan frasa dan klausanya itu terbalik bila dibandingkan dengan frasa atau klausa lainnya. 21. . Kiasmus Adalah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian.

sampailah ia di tepi pantai yang luas dengan pasir putihnya 25. Koreksio atau Epanortosis Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu. eh maaf. Litotes Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri Contoh : Mampirlah ke gubukku! 24. Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu 28.22. Hiperbola Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan. Contoh : Silakan pulang saudara-saudara. Silepsis dan Zeugma Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama. Contoh : inikah yang kau namai bekerja? 30. Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan 27. dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban. Contoh : Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu. 29. 31. 32. Prolepsis atau Antisipasi Adalah gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu kata-kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi. Tautologi Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan katakata yang diterangkan atau mendahului. Parifrasis Adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata yang sama artinya. Contoh : Keua orang tua itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu. silakan makan. Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami. Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya 26. Erotesis atau Pertanyaan Retoris Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar. Eufimisme Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan. Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan . Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran 23. Pleonasme Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului. tetapi kemudian memperbaikinya. Histeron Proteron adalah gaya bahasa yang merupakan kebailikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.

Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita 37. Oksimoron adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama. Contoh : Lonceng pagi untuk ayam jantan. Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau . 43. namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda. Contoh : Hellen dari Troya untuk menyatakan kecantikan. Alegori adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam. Contoh : Keramah-tamahan yang bengis 35. Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting 40. 34.33. Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman. Contoh : Pkartini kecil itu turut memperjuangkan haknya 41. Eponim Adalah gaya dimana seseorang namanya begitu sering dihubungakan dengan sifat tertentu. Alusi Adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang. Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam 36. Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil. Metafora Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama. Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya Totem Pro Parte Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian. falsafah hidup yang harus ditimba di dalamnya. Personifikasi Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup. 42. sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu. Epitet Adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal. Asosiasi atau Simile Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya. tempat atau peristiwa. 38. Sinekdoke Pars Pro Tato Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan. Contoh : Cerita Ramayana melukiskan maksud bahwa yang benar tetap benar 39. Paradoks Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan. Parabel Adalah gaya bahasa parabel yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup.

Contoh : Ya. Simbolik Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau perlambang. 46. Satire Adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu. Antonomasia Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh. atau kata-kata yang dipakai untuk menangkal kejahatan. Hipalase Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Metonimia Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh. Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi? . Ampun! Soal mudah kayak gini. Antifrasis Adalah gaya bahsa ironi yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna sebaliknya. roh jahat. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.44. Sinisme adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam Contoh : Harum bener baumu pagi ini 49. Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya 52. Contoh : Keduanya hanya cinta monyet. 55. Ironi Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri. Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah 45. Inuendo Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : ia masih menuntut almarhum maskawin dari Kiki puterinya (maksudnya menuntut maskawin dari almarhum) 47. Sarkasme Adalah gaya bahasa yang paling kasar. gula mahal ya? 48. ia menyelam diri di antara botol minuman. Pun atau Paronomasia Adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi. Contoh : Mampuspun aku tak peduli. bahkan kadang-kadang merupakan kutukan. kau tak bisa mengerjakannya! 51. Tropen Adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang. dan sebagainya. gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Manis sekali kopi ini. diberi nasihat aku tak peduli. 56. Contoh : Tanggal satu gigi saya tinggal satu 54. Contoh : Engkau memang orang yang mulia dan terhormat 53. diberi nasihat masuk ketelinga 50. Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya. Alusio Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.

dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas. Resentia Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan. 59. 58. sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu. 61. Anakronisme Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah. 60.57. Itulah keindahan sejati.?” . Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Enumerasio Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Eksklmasio Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi. Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain. Contoh : Wah. Kontradiksio Interminis Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya. Contoh : dalam tulisan Cesar. Angin berhempus sepoi-sepoi. Okupasi Adalah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar. Bulan bersinar dengan terangnya. biar ku peluk. kecuali Sinta. tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada) 62. Contoh : Laut tenang. Contoh : semuanya telah diundang. Contoh : Minuman keras dapat merusak dapat merusak jaringan sistem syaraf. Interupsi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat. 63. Contoh : “Apakah ibu mau…. dengan tangan menggigil.

Asosiasi (smile) : Majas perbandingan 2 hal yang berbeda tapi dianggap sama. .Ironi : Menyatakan makna bertentangan dengan maksud menyindir atau mengolok-olok. Ditandai dengan penggunaan kata bagai. seperti .Hiperbola : Mengandung peryataan yang berlebihan dengan maksud memperhebat .Sinekdokhe : Menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama kesuluruhan. .Metonomia : Memakai nama ciri yang ditaukan dengan nama orang.Personifikasi : Membandingkan benda seolah-olah bernyawa seperti manusia.Antonomasia : Menggunakan kata-kata tertentu sebagai nama panggilan seseorang.Parafrasis : Menjelaskan suatu kata menjadi serangkaikan kata yang mengandung arti yang sama dengan kata yang digantikan. .Tropen : Menggunakan kata yang sejajar artinya (mirip atau semakna). Pars pro toto : sebagian untuk seluruhnya 2. barang sebagai pengganti. seumpama. . .Alegori : Majas perbandingan yang bertautan satu dengan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. 1. Majas perbandingan .Litotes : Mengecilkan atau mengurangi kenyataan sebenarnya.Eufemisme : Menggantikan 1 pengertian dengan kata lain yang hampir sama dengan maksud lebih sopan.1. . . bagaikan. .Sinisme : Menyatakan sindiran secara langsung. . . Totem pro parte : seluruhnya untuk sebagian . .Parabel : Berupa cerita (tentang pedoman hidup. Majas sindiran .Metafora : Majas perbandingan yang diungkapkan secara singkat dan padat. .Sarkasme : Majas sindiran terkasar. . .Simbolik : Melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda lain sebagai simbol. ajaran agama dan petuah).Alusio : Menujukan secara tidak langsung kepada tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama.

Koreksio : Dipakai untuk ralat baik kesalahan yang disengaja maupun yang tidak.Polisedenton : Menggunakan kata menghubung dalam kalimat . . .Anakroisme : Menceritakan peristiwa yang tidak sesuai dengan sejarah.2.Antanaklasis : Mengandung ulangan kata yang sama tapi maksna berbeda .Praterito : Digunakan pengarang untuk meyembunyikan atau merahasiakan sesuatu.Elipsis : Didalamnya terdapat penghilangan kata atau bagian kalimat. . . . .Enumerasio : Melukiskan satu per satu peristiwa untuk menegaskan suatu keadaan secara keseluruhan. 4.Antiklimaks : Menyatakan beberapa hal berturut-turut yang semakin lama semakin menurun.Kiasmus : Perulangan sekaligus mengandung inversi. . . Majas penegasan . . .Eksklamaso : Menggunakan kata seru sebagai penegas. Majas pertentangan . tapi biasanya terdapat dalam puisi. . .Asidentom : Menyatakan beberapa keadaan atau benda tanpa kata penghubung .Klimaks : Menyatakan beberapa hal berturut-turut yang semakin lama semakin hebat.Paradoks : Mengandung pertentangan nyata dengan fakta-fakta yang ada.Inversi : Dinyatakan oleh pengubahan susunan kalimat.Repetisi : Perulangan kata-kata sebagai penegasan.Aliterasi : Memanfaatkan kata yang bunyi awalnya sama .Paralelisme : Sama dengan repetisi.Oksimoron : Antar bagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. . .Pleonasme : Menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suku kata.Antitesis : Mempergunakan paduan kata yang berlawanan artinya .Tautologi : Mengulangi beberapa kali suatu kata dalam kalimat. .Interupsi : Penegasan yang menggunakan sisipan ditengah-tengah kalimat pokok.Retoris : Berupa kalimat Tanya yang tak pelu jawaban. . .

hanya cukup untuk membiayai kebutuhan aku setiap bulan saja. (simbolik) 16. Rowling dan Andre Hirata. (metafora) 9. (metonomia) 21. (personifikasi) 10. sepanjang hati Zirah hanya berkubur saja didalam kamarnya. (metonomia) 22. (tropen) 17. (metafora) 6.Dalam pertandingan Uber Cup 2008.Sejak sang pacar meninggalkannya. (metonomia) 24.Pak Budi sangat rajin dan jujur oleh Karen itu dia menjadi anak emas majikannya. (personifikasi) 12.Aku sangat mencintai buku karena buku adalah jendela dunia. (personifikasi) 13.Daun kelapa melambai-lambai ditepi pantai. bel sekolah memangil-manggil kami untuk masuk kelas. (tropen) 18.Mukanya pucat bagai mayat. padahal saya ingin Kijang.Kereta api tua itu meraung-raung di tengah kesunyian malam jumat pahing.Kami berharap Anda dapat menerima pemberian yang tak berharga ini. (asosiasi) 3. (tropen) 19. (metafora) 7.Rentenir itu menyengsarakan para petani bagai lintah darat.Awan hitam menebal diiringi halilintar besahut-sahutan. (asosiasi) 5. (metonomia) 23.Ayah baru saja membeli Zebra.Zirah duduk melamun.Contoh Majas : 1.Sudah sebulan Eko kerjanya hanya mengukur jalan ibukota saja.Besok kami sekeluarga akan terbang ke Bali untuk berlibur.Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk. (asosiasi) 4.Tepat pukul 7 pagi. (metonomia) . (tropen) 20. (metafora) 8. (personifikasi) 14. hanyut dibawa perasaannya. (personifikasi) 11.K.Perpustakaan adalah gudang ilmu. (simbolik) 15.Sikap Mariam yang seperti bunglon membuat kami bingung. Indonesia hanya memperoleh perunggu.Semangatnya keras bagaikan baja.Honorku tak seberapa.Wajahnya bagai bulan purnama.Semangatnya keras bagaikan baja.Aku senang sekali membaca J. (asosiasi) 2.Raja siang keluar dari ufuk timur.

Apakah setiap guru harus bernasib seperti Umar Bakri? (alusio) 40.Tubuhnya kurus kering setelah ditinggal ayahnya. (alusio) 39. (parafrasis) 41.Bayak korban berjatuhan akibat kekejaman Nazi. Kata-kata itu tidak pantas disampaikan orang terpelajar seperti kamu!.Ketika sang surya keluar dari peraduannya kami berangkat. (hiperbola) 36. (totem pro parte) 32.Perkataanmu tadi sangat menyebalkan.Paman saya mempunyai atap di Jakarta. (parafrasis) 42.Pandai sekali kau baru datang ketika rapat mau selesai. setiap PR tidak pernah dikerjakan. (eufemisme) 34.Ibu membeli tiga ekor ayam untuk lebaran.Sampai sore ini. (pleonasme) .Karyawan Adam Air telah dirumahkan sejak 3 bulan yang lalu.25.Rapor Andi bagus sekali. (hiperbola) 38.Terimalah bingkisanku yang tidak berarti ini. (ironi) 45.Sekolah kami meraih juara pertama dalam pertandingan bola basket minggu lalu. (hiperbola) 35. (metonomia) 27. Wibi belum keliatan batang hidungnya. (metonomia) 26. (pars pro toto) 28.Penjahat perang Bosnia telah diamankan PBB.Kuda besi yang panjang itu terus berlari hingga stasiun akhir.Pertolongan apakah yang Saudara harapkan dari saya yang hina dan bodoh ini?.Pekik merdeka berkumandang diangkasa.Cita-citaku selalu melangit. (sinisme) 46. (ironi) 43.Aku menyaksikan peristiwa menyedihkan itu dengan mata kepalakuku sendiri. (hiperbola) 37.Bisa-bisa aku jadi gila melihat kelakuanmu!.Saya terkejut setengah mati mendengar perkataan Bimo. (pleonasme) 48.Mereka turun kebawah untuk melihat keadaan barang-barang yang jatuh. (totem pro parte) 31. (sinisme) 47. (pars pro toto) 30. (pars pro toto) 29.Indonesia meraih medali perunggu dalam kejuaran Uber Cup 2008. banyak angka merahnya. (ironi) 44.Rajin sekali kamu. (eufemisme) 33.

kita harus mengantungkan diri satu sama lain. para guru dan pra siswatelah hadir dilapangan upacara. bupati. mainan anak-anak. (asidenton) . selamat datang pujaanku. (tautologi) 59.Kehendak dan keinginan kami adalah membuat Wibi emnjadi seseorang yang berguna kelak.49. camat. dia menjadi buah bibir masyarakat. lurah. (tautologi) 58.Dia adikku. (repetisi) 50. (klimaks) 60. dan sekali lagi bersabar. buku pelajaran semua ada ditoko itu. banyak orang pintar yang mengaku bodoh dan orang bodoh yang merasa dirinya pintar.Kain-kain. (tautologi) 57. (retoris) 66. sedangkan yang miskin merasa dirinya kaya.Dalam kehidupan ini. (kiasmus) 56. kakakku. Kalau tidak. (klimaks) 61.Yang ikayaI merasa dirinya miskin. bersabar. RW. (antiklimaks) 62. (retoris) 67. barang pecah belah.Selamat datang pahlawanku. (aliterasi) 52. (elipsis) 64. eh bukan. motor sampai mobil berjejer memenuhi halamat rumah Pak Adri.Mama ada di kamar. eh maaf.Ketua RT. di kamar mandi.Siapa yang tak ingin bahagia di dunia dan di akherat? (inversi) 65. (antanaklasis) 53.Kami sekeluarga ke Purwokerto.Semua jenis kendaraan. tetapi aku tidak tahan lagi. mulai dari sepeda. selamat datang bunga bangsaku. gubernur maupun presiden memiliki kedudukan yang sama dihadapan Allah. insan ingat ingkar.Sunyi itu duka Sunyi itu kudus Sunyi itu lupa Sunyi itu lampus (paralelisme) 51.Bapak kepala sekolah. rumah-rumah dan gubuk-gubuk semuanya mengibarkan bendera Sang Merah Putih di hari ulang tahun kemerdekaan RI.Siapa yang takkan tertarik kepada orang yang ramah.Sebagai tim. (antanaklasis) 54.Karena buah penanya yang controversial.Disuruhnya aku bersabar. kita akan mengantung diri.Gedung-gedung. baik serta berbudi seperti Bagas. (antiklimaks) 63. (kiasmus) 55.Inilah indahnya mimpi.

68. besar kecil pria wanita hadir dalam pesta itu.Aku merasa kesepian ditengah-tengah keramaian kota Jakarta.Tua muda. Disana sini bintang-bintang bergemerlapan.Angin berhembus sepoi-sepoi.Aku –kalau bukan karena terpaksa.tidak akan mau melakukan pekerjaan ini.Bimo merasa enggan –sesungguhnya takut. (interupsi) 70. itulah kehidupan sejati. (enumerasio) 72. (paradoks) 74. Bulan bersinar dengan terangnya.Apa gunanya kukatakan lagi? Bukankah itu sudah menjadi rahasia umum? (praterito) 73. (paradoks) 75.Setelah pekerjaannya selesai.Gajinya besar tapi hidupnya melarat. lagipula hari mendung pertanda akan hujan. (antesis) . (polisedenton) 69. Bagas berkemas-kemas untuk pulang karena hari sudah mulai gelap. (interupsi) 71. semuanya berpadu membentuk lukisan yang harmonis.karena ia telah mendengar kabar bahwa Ibu Murni memanggilnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful