P. 1
Id 06 Summary of the Islamic Fiqh Tuwajre

Id 06 Summary of the Islamic Fiqh Tuwajre

|Views: 3,547|Likes:
Published by Hanif Hizaim

More info:

Published by: Hanif Hizaim on May 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

Diperbolehkan bagi seorang wanita untuk meminta talak
dihadapan qodi (hakim pengadilan) jika dia merasa tersiksa oleh
permasalahan yang menjadikannya tidak sanggup lagi hidup
dibawah lindungannya, sebagaimana dalam beberapa gambaran
berikut:
1- Ketika suami tidak memberi nafkah.
2- Pada saat suami memberikan mudharat kepada isterinya
sehingga dia tidak bisa untuk selalu hidup bersamanya, seperti
dengan cacian, pukulan, gangguan yang berlebihan atau
memaksanya untuk melakukan kemungkaran maupun lainnya.
3- Ketika dia merasa tidak tahan akan omongan suaminya diluar
tentang dirinya, sehingga takut kalau terjadi fitnah atas dirinya.
4- Ketika suaminya dipenjara dalam waktu panjang dan dia
merasa tersiksa oleh perpisahannya.
5- Ketika isteri melihat pada suaminya sebuah penyakit yang
mapan, seperti kemandulan, atau ketidak mampuannya untuk
bersetubuh atau mengidap penyakit berbahaya, ataupun lainnya.
- Seorang wanita diharamkan untuk menuntut suaminya agar
menceraikan isterinya yang lain, dengan tujuan agar hanya
dirinya yang menjadi isteri laki-laki tersebut.
- Apabila suami berkata kepada isterinya: kalau haidh berarti
kamu cerai, maka dia akan mendapat cerai langsung ketika
sampai pada haidhnya.
- Akan jatuh talak bain ketika suami menceraikan dengan
meminta imbalan kepada isteri, atau sebelum menyetubuhinya
ataupun ketika terjadi talak ketiga.

66

- Ketika suami berkata kepada isterinya: apabila kamu
melahirkan anak laki-laki maka kamu saya cerai dengan talak
satu dan jika anaknya perempuan maka kamu aku jatuhi dua
talak, apabila dia melahirkan seorang bayi laki maka dia
langsung mendapat talak satu, kemudian dia melahirkan bayi
perempuan maka terjadilah talak bain, dan dia dalam keadaan
tidak memiliki iddah.

3- Roj'ah (Rujuk)

- Roj'ah: Pengembalian wanita yang telah dicerai selain bain
kepada ikatan sebelumnya tanpa akad.
- Hikmah disyari'atkannya roj'ah:
- Terkadang talak itu bisa terjadi dalam keadan marah dan
dorongan, bisa terjadi hal tersebut timbul tanpa difikirkan dan
diperkirakan terlebih dahulu akan akibat dari perceraian
tersebut, serta apa yang akan terjadi setelahnya dari kerugian
maupun kerusakan, oleh karena itu Allah mensyari'atkan rujuk
untuk kembali kepada kehidupan bersuami isteri, rujuk
merupakan hak bagi suami saja, sebagaimana talak.
- Diantara kebaikan Islam adalah bolehnya bercerai dan bolehnya
rujuk. Tatkala jiwa saling bertolak belakang dan tidak
memungkinkan untuk melanjutkan kehidupan bersuami-isteri,
diperbolehkanlah talak, ketika hubungan telah semakin membaik
dan airpun telah kembali pada jalurnya, diperbolehkanlah rujuk,
bagi Allah-lah segala Pujian serta Karunia.
Allah berfirman:

لّحي لو ءورق ةثلث نهسفنأب نصبّرتي تاقلّطملاو
نمؤي نك نإ نهماحرأ يف هللا قلخ ام نمتكي نأ نهل
نإ كلذ يف نهدّرب قحأ نهتلوعبو رخلا مويلاو هللاب
احًلصإ اودارأ

67

"Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri
(menunggu) tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan
apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman
kepada Allah dan hari akhirat. Dan suami-suaminya berhak
merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para suami)
itu menghendaki ishlah
" (Al-Baqarah: 228)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->