P. 1
Id 06 Summary of the Islamic Fiqh Tuwajre

Id 06 Summary of the Islamic Fiqh Tuwajre

|Views: 3,547|Likes:
Published by Hanif Hizaim

More info:

Published by: Hanif Hizaim on May 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

Dengan cara menggunakan pisau tajam, tidak boleh
menyembelih dengan alat tumpul, karena dia akan menyiksa
hewan tersebut, hendaklah tidak menyembelih hewan dihadapan
hewan lainnya, sehingga dia akan menjadi ketakutan, hendaklah
tidak mengasah pisau dihadapan hewan yang akan disembelih,
hendaklah tidak mematahkan leher hewan yang telah disembelih
atau mengulitinya ataupun mematahkan salah satu anggota
tubuhnya, sebelum ruhnya terlepas, untuk unta hendaklah
dengan cara nahar dan hewan lainnya dengan cara sembelih.

امهتظفح ناتنث :لاق هنع هللا يضر سوأ نب دادش نع
هللا نإ " :لاق ملسو هيلع هللا ىلص هللا لوسر نع
اونسحأف متلتق اذإف ,ءيش لّك ىلع ناسحلا بتك
هترفش مكدحأ دّحيلو ,حبذلا اونسحأف متحبذ اذإو ,ةلتقلا
ملسم هجرخأ " هتحيبذ حريلف

Berkata Syaddad bin Aus r.a: ada dua perkara yang aku hafal
dari sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya Allah telah
menentukan kebaikan terhadap segala sesuatu, apabila kalian
membunuh hendaklah membunuh dengan baik, dan apabila
menyembelih hendaklah kalian menyembelih dengan baik,
hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan tenangkanlah
sembelihannya
" (H.R Muslim)47
.

47

Riwayat Muslim no (1955

.(

108

- Disunnahkan untuk menghadapkan sembelihan ke arah kiblat,
dan menambah takbir bersama tasmiyah, jadi mengucapkan:
"Bismillah, Allahu Akbar" kemudian barulah menyembelih. (H.R
Abu Dawud dan Tirmidzi)48
.

Shoid (berburu)

- Shoid: Memburu binatang halal yang tentunya liar dan tidak
dimiliki orang lain dan tidak mampu pula menangkapnya, dengan
menggunakan alat tertentu yang diarahkan kepadanya.
- Shoid: secara asal berhukum mubah, kecuali jika dilakukan di
tanah Haram, dia berhukum haram, sebagaimana haram pula
bagi dia yang bermuhrim (haji) untuk berburu binatang darat.
Allah berfirman:

ةرايسللو مكل اعًاتم هماعطو رحبلا ديص مكل لّحأ
يذلا هللا اوقتاو امرح متمد ام ربلا ديص مكيلع مرّحو
نورشحت هيلإ

"Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang
berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi
orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu
(menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram.
Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nyalah kamu akan
dikumpulkan
" (Al-Maaidah: 96)

- Buruan setelah terkena dan tertangkap memiliki
dua keadaan:

48

2

Hadits Shohih: Riwayat Abu Dawud no (2810), shohih sunan abu

dawud no (2436
(

Riwayat Tirmidzi no (1521), shohih sunan tirmidzi no (1228

.(

109

Pertama: Pemburu mendapatinya masih dalam keadaan hidup
dan segar, keadaan seperti ini mengharuskan binatang tersebut
untuk disembelih dengan sembelihan syar'i.
Kedua: Dia mendapatinya telah mati, atau dalam keadaan hidup
yang telah parah, maka dia halal sesuai dengan persyaratan
yang ada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->