PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

P B L P Pr e kl

PENDAHULUAN Anda menemukan informasi tentang ruang lingkup isi modul, prasyarat mempelajari modul serta hasil belajar. BELAJAR Pada bagian ini anda mempelajari materi pelajaran yang harus anda kuasai. LATIHAN Pada bagian ini anda mengerjakan soal – soal atau melaksanakan tugas untuk mengukur kemampuan anda terhadap topik pelajaran yang telah anda pelajari. PERSIAPAN PRAKTEK Anda harus melaksanakan tugas pada bagian ini sebelum melaksanakan praktek. PRAKTEK Pada bagian ini anda melakukan kegiatan praktek EVALUASI Pada bagian ini anda mengerjakan soal-soal sebagai pengukur kemampuan anda setelah mempelajari keseluruhan isi modul ini. KUNCI LATIHAN Anda menemukan kunci jawaban dari latihan-latihan yang anda kerjakan. KUNCI EVALUASI Anda menemukan kunci jawaban dari evaluasi yang anda kerjakan.

ke

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC)

1

P

PENDAHULUAN

Dalam menganalisis maupun merencanakan sebuah rangkaian , ada kalanya merupakan suatu kesulitan bagi seseorang yang tidak mengetahui konsep dasar rangkaian tersebut. Di dalam teknik kelistrikan maupun elektronika, setiap rangkaian baik yang sederhana atau yang komplek, membutuhkan suatu penganalisaan yang berhubungan dengan cara kerja rangkaian itu. Suatu rangkaian tidak akan bekerja dengan baik jika salah satu besaranya tidak sesuai dengan kebutuhan. Deskripsi Konsep dasar rangkaian listrik arus searah terutama mengenai rangkaian resistor merupakan dasar dari analisis perhitungan dalam suatu rangkaian listrik. Seperti layaknya pondasi suatu bangunan, konsep dasar rangkaian listrik adalah hal pertama yang harus dimengerti dan dipahami dalam merencanakan maupun mengevaluasi sebuah rangkaian kelistrikan. Apabila konsep dasar tersebut sudah tertanam dalam, maka untuk melangkah ke penganalisaan yang lebih tinggi lagi akan terasa mudah. Prasyarat Untuk mempelajari dan lebih memahami isi modul ini, siswa diharuskan terlebih dahulu menguasai modul yang terdahulu, yaitu: 1. Konsep dasar elektrostatika dan elektrodinamika 2. komponen-komponen pasif 3. Dasar kemagnetan dan elektromagnetik Tujuan akhir pemelajaran Setelah mempelajari modul ini, siswa diharapkan mampu memahami konsep dasar resistor (tahanan) dalam rangkaian arus searah.

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC)

2

KEGIATAN

1
Tujuan kegiatan

PENGENALAN RESISTOR
i.

 Siswa dapat mengetahui jenis-jenis resistor.  Siswa dapat membaca kode warna resistor.

B
Resistor merupakan perangkat elektronika yang paling banyak digunakan dalam listrik dan elektronika. Resistor dibuat dengan berbagai cara, antara lain ada yang dibuat dari gulungan kawat tertentu yang digulungkan sedemikian rupa pada suatu kerangka. Resistor ini banyak digunakan dalam pemakaian arus dan tempereatur yang tinggi. Selain resistor jenis kawat gulung, ada juga resistor yang dibuat dari keramik atau dari karbon. Resistor ini kurang tahan terhadap temperatur tinggi sehingga hanya digunakan untuk arus kecil atau elektronika.

R

e

s i s t o

r

g

u

l Ru

ne gs ai s n t o

r

k e

r a R m e i sk i s t o

r

w

a r n

Gambar 1. Jenis resistor menurut konstruksinya. Resistor juga dapat dibagi menurut tahananya, ada resistor yang dapat diatur harga tahananya ada juga yang tidak. Resistor yang bisa diatur tahananya disebut variable resistor atau sering disebut potensiometer. Resistor yang tidak dapat diatur nilai tahananya disebut fixed resistor. F i x e d r e s is t o r V a r i a b le r e s is t o r

Gambar 2. Simbol resistor

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC)

3

Kode warna Harga tahanan dari resistor dapat dibaca langsung pada badanya. Akan tetapi, yang paling lazim dipakai adalah pembacaaan melalui lukisan gelang-gelang berwarna (4 buah gelang) yang disebut kode warna. Dibawah ini merupakan tabel kode warna beserta nilainya. Warna Hitam Cokelat Merah Orange Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Emas Perak Tak berwarna 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Warna pada gelang 2 3 100 1 101 2 102 3 103 4 104 5 105 6 106 7 107 8 108 9 109 10-1 10-2 4

5% 10 % 20 %

1

S P F

a u

t u l u

a h r

n a n p e n s i n g a l i

G

e

la

2 3 4

n g
a k t o le

T o

r a

Gambar 3. Cara pembacaan kode warna resistor Contoh : Sebuah resistor memiliki empat buah gelang warna sebagai berikut : Merah – kuning – hijau – emas. Berapakah nilai tahanan dari resistor tersebut? Jawab : Gelang 1 warna merah = 2

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC)

4

Gelang 2 warna kuning= 4 Gelang 3 warna hijau = 105 Gelang 4 warna emas = 5 % Nilai ideal resistor tersebut adalah 24 x 105 ± (5 % x 24x105). Jadi nilai resistor tersebut berkisar antara 2.280.000 s/d 2.520.000 Ω. Resistor khusus Selain resistor yang disebutkan diatas, terdapat juga resistor yang tidak linier. Resistor jenis ini memiliki nilai tahanan yang dapat berubah-ubah dipengaruhi oleh besaranbesaran fisika, yaitu cahaya, suhu / temperatur, tegangan, dll. 1. NTC Thermistor ( NTC = Negative temperature coefficient) Resistor ini memiliki sifat peka terhadap perubahan suhu atau temperatur. Pada suhu rendah / normal, memiliki nilai tahanan yang besar. Sebaliknya pada suhu yang tinggi (panas) nilai tahananya menjadi turun atau mengecil. Resistor ini banyak digunakan untuk sistem yang berpengaruh pada perubahan temperatur. Misalnya refrigerator, pendingin ruangan, dll.

Gambar 4. Simbol NTC 2. PTC Thermistor (PTC = positive temperature coefficient) PTC adalah kebalikan dari NTC. Resistor ini memiliki nilai tahanan yang kecil pada suhu ruangan normal atau dingin. Sebaliknya pada temperatur udara yang panas nilai tahananya menjadi naik dan besar. Resistor ini banyak ditemukan pada peralatan yang peka terhadap panas dan beban arus lebih. Misalnya ; belitan motor listrik, generator listrik, transformator, dll.

Gambar 5. Simbol PTC 3. VDR (voltage dependent resistor) VDR adalah resistor yang nilai tahananya dapat dipengaruhi oleh perubahan tegangan. Semakin besar tegangan yang melalui resistor ini, nilai tahananya semakin kecil. VDR banyak digunakan pada stabilisasi tegangan.

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC)

5

b. Gunakanlah baju praktek b. Gambar 7. Amper meter 4.Gambar 6. Electronic lab trainer (ELT – 01) 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 6 . Simbol LDR P Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum praktek adalah: a. Tujuan • • Siswa dapat merangkai rangkaian percobaan menggunakan resistor variabel. Power suplay 0 –30 V 2. Nilai tahanan resistor ini akan turun jika cahaya mengenai permukaanya. Alat dan bahan 1. Simbol VDR 4. Volt meter 3. Siwa dapat mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian dan menganalisis – perubahan yang terjadi pada rangkaian. Pastikan bahan dan peralatan mencukupi dan dalam keadaan baik Pr Praktek 1 MENGUKUR RESISTOR VARIABEL ( VARIABLE RESISTOR) a. LDR (light dependent resistor) LDR banyak digunakan pada peralatan sensor cahaya. Persiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan c.

2. Resistor variabel (potensiometer) 5 kΩ 1 buah 6. 4. Gambar rangkaian 1 buah d. Langkah kerja 1. 3.5. Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan diatas. amati perubahan nyala lampu dan catat hasilnya pada tabel . Tabel pengukuran Keadaan potensiometer Minimum Maksimum I (mA) V (volt) Nyala lampu Praktek 2 MENGUKUR RESISTOR KHUSUS a. e. Lampu DC 12 V/10 W c. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 7 . Hidupkan power suplay. Rangkailah rangkaian seperti gambar diatas. 5. Atur potensiometer pada kedudukan minimum. Tujuan • Siswa dapat merangkai rangkaian percobaan menggunakan resistor khusus. Ulangi langkah 2 dengan kedudukan potensiometer yang maksimum.

3. Power suplay 0 – 30 V 2. VTC 10. VDR 11. Rangkai rangkaian seperti gambar diatas 2. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 8 . Solder dan ES batu. Pastikan saklar pada posisi OFF dan Volt meter dalam keadaan belum terhubung dengan rangkaian. LDR 8. Saklar 12. Hubungkan Ohm meter pada PTC. Ohm meter 5. Resistor 1 KΩ 7. Electronic lab trainer (ELT – 01) 6. Lampu 12 V / 5 W 13. c. Amper meter 4. Alat dan bahan 1. Volt meter 3. b. Langkah kerja 1.• Siswa dapat mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian dan menganalisis –perubahan yang terjadi pada rangkaian. NTC 9. Gambar rangkaian V A S 6V 6V / 5 W 1K d.

Panaskan solder dan sentuhkan mata solder dengan menggunakan alas logam pada permukaan PTC selama 30 detik. Ulangi langkah 2 sd 10 untuk pengukuran NTC dan gantilah penggunaan solder dengan menggunakan ES batu. Ulangi langkah 2 sd 10 untuk pengukuran LDR dan gantilah pemakaian solder dengan menutup permukaan LDR dengan jari. ukur arus listrik serta tegangan pada PTC. 11. Hubungkan saklar. Lepaskan mata solder dan ukur kembali tahanan PTC. Ulangi langkah 5. Ukur tahanan PTC dalam keadaan normal. Jelaskan fungsi dan jenis – jenis dari resistor? 2. 7. 9. 5. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 9 . 8. 13. 10. Ulangi langkah 2 sd 10 untuk pengukuran VDR. Catatlah hasilnya pada tabel. e. Lepaskan Ohm meter dari rangkaian dan gantikan dengan memasang Volt meter. 6. 12. pada langkah 2 saklar pada posisi ON dan ubahlah tegangan sumber menjadi 6 VDC pada langkah 5 dan 9. perhatikan perubahan arus dan tegangan pada PTC. Diketahui resistor dengan warna sebagai berikut.4. Tabel pengukuran Dalam keadaan normal Resistor khusus Tahanan (Ω) NTC PTC LDR VDR Arus ( mA ) Setelah dipengaruhi perubahan besaran Tegangan Tahanan Arus Tegangan (V) (Ω) ( mA ) (V) L Pertanyaan 1.

merah. ungu. VDR KEGIATAN 2 Tujuan kegiatan ii. biru. Merah. merah c. 68 Ω Tentukan warna resistor-resistor tersebut. hitam. Diketahui resistor dengan nilai tahanan sebagai berikut. cokelat. LDR d. Coklat. a. Kuning. Jelaskan karakteristik khusus dari: a. PTC c. HUKUM OHM RANGKAIAN SERI – PARALEL JEMBATAN WHEATSTONE  Siswa dapat merangkai sebuah rangkaian listrik sederhana menggunakan prinsip hukum Ohm RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 10 . 1 M 2 c. 4. 4 K 7 b. emas b. NTC b.a. perak Hitunglah besarnya nilai tahanan dari resistor-resistor diatas. 3.

Jadi. Percobaan ini dilakukan oleh Ohm yang selanjutnya disebut hukum Ohm. Jika ujung awal dari resistor pertam dan ujung akhir resistor terakhir diberika tegangan. B A. HUKUM OHM Diantara dua titk yang berbeda tegangan (diusahakan beda tegangan konstan) dihubungkan dengan kawat penghantar maka arus akan mengalir dari arah positif ke arah negatif. maka arus akan mengalir berturut-turut melalui semua resistor yang besarnya sama. Oleh karena itu dirumuskan: E I = R Keterangan : E I R Gambar rangkaian : I = Tegangan dalam Volt (V) = Arus dalam ampere (A) = Resistansi / tahanan dalam ohm (Ω) B. RANGKAIAN SERI Yang dimaqksud dengan rangkaian seri adalah apabila beberapa resistor dihubungkan secara berturut-turut. yaitu ujung akhir dari resistor pertama disambung dengan ujung awal dari resistor kedua. Siswa dapat mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian tersebut  Siswa dapat membuktikan kebenaran nilai yang diukur dengan analisis perhitungan menggunakan konsep hukum Ohm. ternyata arus yang mengalir juga naik dua kali lipat. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 11 . arus yang mengalir melalui kawat penghantar akan sebanding dengan tegangan yang terdapat antara kedua ujung penghantar. Apabila beda tegangan dinaikan dua kali lipat. dan seterusnya.

R1 ER2 = I . dll). setrika.= In I= • E RT Besar tegangan listriknya adalah ER1 = I . RANGKAIAN PARALEL Yang dimkasud rangkaian pararel jika beberapa resistor secara bersama dihubungkan antara dua titik yang dihubungkan antara tegangan yang sama. R3 ERn = I . R2 ER3 = I .Gambar rangkaian: ER1 ER2 ER3 I Hubungan pada rangkaian seri : • • Besar tahanan totalnya adalah RT = R1 + R2 + R3 + ……Rn Besar arus listriknya adalah I = IR1 = IR2 = IR3 …. Gambar rangkaian: RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 12 . Rn ET = ER1 + ER2 + ER3 C. Dalam praktek rangkaian paralel. semua alat listrik yang ada dirumah dihubungkan secara paralel (lampu. pompa air.

I1 I2 I3 I Hubungan pada rangkaian paralel : • Besar tahanan totalnya adalah RT = • I 1 R1 +1 R2 +1 R3 +1 Rn Besar arus listrik yang mengalir adalah = E RT E R1 E R2 E R3 IR1 = IR2 = IR3 = Jadi arus tiap cabang adalah : IRn = E Rn • Besar tegangan listriknya adalah E = ER1 = ER2 = ER3 = ERn E = I . RANGKAIAN SERI – PARALEL (CAMPURAN) RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 13 . RT D.

R 2.3 ER3 • Besar tahanan totalnya adalah Pertama-tama kita cari dahulu tahanan paralel R2 dan R3. rangkaian seri-paralel biasa disebut rangkaian campuran.3 + R4 • Besar arus listriknya adalah IT = E RT RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 14 . Oleh karena itu.3. Gambar rangkaian: IR2 IR3 I ER1 ER 2.3 = 1 R2 + 1 R3 Setelah kita hitung tahanan seri R 2. gmbar rangkaian diatas menjadi seperti dibawah ini.Yang di maksud dengan rangkaian seri-paralel adalah gabungan dari rangkaian seri dan rangkaian paralel. Maka tahanan totalnya adalah RT = R1 + R 2.

R Paralel 2. empat resistor membentuk segi empat. Dua sisi dihubungkan dengan sumber tegangan dan dua sisi lainya dihubungkan dengan galvanometer. E = ER1 + ER 2. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 15 . R1 ER 2 = ER3 = I . Dimana besarnya. JEMBATAN WHEATSTONE Untuk mengukur resistansi sebuah resistor dengan teliti.3 + ER4 KESIMPULAN Sifat-sifat rangkaian: a. IT = I R2 + IR3 • Besar tegangan listriknya adalah ER1 = I . Rangkaian paralel  Tahanan totalnya lebih kecil atau sama dengan tahanan lainya  Besar arus listriknya terbagi dalam setiap cabang tergantung nilai tahanan cabang  Tegangan dalam setiap cabang besarnya sama. dilakukan dengan menggunakan jembatan wheatstone. E.3 ER4 = I . R4 Dimana besar tegangan total adalah jumlah tegangan tiap-tiap tahanan. Rangkaian seri    Tahanan totalnya lebih besar dari tahanan laianya Besar arusnya sama dalam setiap tahanan Tegangan listriknya terbagi tergantung besar tahanan yang dilalui b. Pada jembatan wheatstone.Untuk arus pada cabang R2 Dan R3 adalah I R2 = E R2 I R3 = E R3 Jumlah besarnya arus listrik tiap cabang besarnya sama dengan arus total.

maka: Rx = R2 × R4 R3 P Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum praktek adalah: a.B R1 Rx A R2 G R4 D R3 C E Gambar 8. R3 dan R4 sedemikian rupa sehingga galvanometer menunjuk harga nol. Gunakanlah baju praktek RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 16 . terjadi perbandingan harga arus listrik tiap-tiap cabang yang besarnya : I1 = I2 dan I3 = I4 Arus yang melewati galvanometer dan tegangan pada titik BD adalah seimbang.  Memasang R2 dan R4 dalam harga tetap dan mengubah R3 hingga galvanometer pada harga nol. Pada saat galvanometer dalam posisi tidak menyimpang (posisi nol). yaitu:  Mengatur R2. Sebagai pengganti R3 dapat digunakan resistor variable. sehingga: I 1 × R1 = I 3 × R3 atau I 2 × R1 = I 4 × R3 dan I 2 × R2 = I 4 × R4 didapat: R R2 = 3 R1 R4 Bila R1 merupakan resistor yang akan dicari nilai tahananya. Rangkaian jembatan wheatstone Ada dua cara pengaturan rangkaian agar mendapatkan suatu harga yang ekivalen.

c. Persiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan Pastikan bahan dan peralatan mencukupi dan dalam keadaan baik Pr Praktek 1 Praktek 2 MENGUKUR RANGKAIAN SERI a. Electronic lab trainer (ELT – 01) 5. Power suplay 0 –30 V 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2. Resistor 1 kΩ 7.b. Resistor 680 Ω 6. b.2 kΩ 8. Amper meter 4. Resistor 2. Gambar rangkaian RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 17 . Kabel secukupnya c. Tujuan • • • Siswa dapat merangkai rangkaian seri Siwa dapat mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian seri Siswa dapat membuktikan kebenaran pengukuran menggunakan konsep dasar rangkaian seri. Volt meter 3. Alat dan bahan 1.

Hidupkan power suplay 3. Langkah kerja 1. Baca nilai yang tertera pada alat ukur dan masukan hasilnya kedalam tabel 4. Buat kesimpulan dari hasil pengukuran diatas e.d. Buat analisis perhitungan dengan nilai-nilai yang ada dalam rangkaian menggunakan konsep hukum ohm 6. Rangkai rangkaian seperti gambar diatas 2. Lepaskan sumber tegangan dari rangkaian 5. Tabel pengukuran Tegangan Sumber (Volt) Arus (mA) ER1 (volt) ER2 (Volt) ER3 (Volt) Praktek 3 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 18 .

Kabel secukupnya c. Resistor 680 Ω 6. b.MENGUKUR RANGKAIAN PARALEL a. Electronic lab trainer (ELT – 01) 5. Resistor 2.2 kΩ 8. Volt meter 3. Amper meter 4. Gambar rangkaian 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah d. Alat dan bahan 1. Resistor 1 kΩ 7. Tujuan • • • Siswa dapat merangkai rangkaian paralel Siwa dapat mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian paralel Siswa dapat membuktikan kebenaran pengukuran menggunakan konsep dasar rangkaian paralel. Power suplay 0 –30 V 2. Langkah kerja RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 19 .

Tabel pengukuran Tegangan (Volt) Arus (mA) IR1 (mA) IR2 (Ma) IR3 (mA) Praktek 4 MENGUKUR JEMBATAN WHEATSTONE a. Amper meter 3. Baca nilai yang tertera pada alat ukur dan masukan hasilnya kedalam tabel 4. Electronic lab trainer (ELT – 01) 5. Alat dan bahan 1. Rangkai rangkaian seperti gambar diatas 2.2 kΩ 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 20 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) . Resistor 2. e. Resistor 1 kΩ 7. Hidupkan power suplay 3. Power suplay 0 –30 V 2.1. Tujuan • • • Siswa dapat merangkai rangkaian jembatan wheatstone Siwa dapat mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian jembatan wheatstone Siswa dapat membuktikan kebenaran pengukuran menggunakan konsep dasar rangkaian jembatan Wheatstone. Resistor 680 Ω 6. Lepaskan sumber tegangan dari rangkaian 5. Buat analisis perhitungan dengan nilai-nilai yang ada dalam rangkaian menggunakan konsep hukum ohm 6. b. Buat kesimpulan dari hasil pengukuran diatas. Ohm meter 4.

R3 7. Buat kesimpulan dari hasil pengukuran diatas. Rangkai rangkaian seperti gambar diatas 2. Hitunglah nilai tahanan Rx menggunakan analisis perhitungan Rx = R2 × R4 . L RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 21 . Lepaskan R3 dari rangkaian. 4. Resistor variabel 10 kΩ 9. Kabel secukupnya c. Hidupkan power suplay 3. ukur nilai tahananya menggunakan Ohmmeter.8. Atur nilai tahanan R3 sehingga ampermeter menunjukan angka nol. Matikan power suplay 6. Langkah kerja 1. 5. Gambar rangkaian B Rx 680 A 1 buah R2 2K2 A R4 1K D R3 10 K C 12 V d.

Diketahui sebuah rangkaian seperti gambar dibawah ini. 3. Pertanyaan: a. Pertanyaan Jawablah soal-soal dibawah ini 1.A. Arus total c. Sebuah lampu dihubungkan dengan sumber tegangan 12 V DC. Kuat arus c. Diketahui rangkaian seperti gambar dibawah ini. Diketahui rangkaian seperti gambar dibawah ini. Tahanan total b. berapakah arus listrik yang mengalir pada rangkaian jika tahanan lampu 800 Ω? 2. Tahanan total b. Pertanyaan: a. Arus tiap resistor 4. Tegangan drop tiap resistor. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 22 .

Tugas Selesaikanlah soal-soal dibawah ini Diketahui rangkaian seperti gambar dibawah ini Pertanyaan: a. Tegangan tiap resistor d. Tahanan total b. Tahanan total Arus total Tegangan tiap resistor Arus tiap resistor RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 23 .Pertanyaan: a. d. b. c. Arus total c. Arus listrik tiap resistor B.

arus menuju ketitik pertemuan menjauhi titik pertemuan tersebut. sedangkan arus yang lain I1 I2 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 24 . Gustov Kirchoff. i4 . telah menemukan cara untuk menemukan perhitungan rangkaian listrik atau jala-jala yang tidak dapat diselesaikan menggunakan hukum Ohm. B A. yaitu ketentuan-ketentuan rangkaian seri. paralel. Hukum kirchoff terdiri dari dua. Hukum Kirchoff pertama “Jumlah aljabar dari arus-arus listrik pada suatu titik pertemuan dari lingkaran listrik selalu sama dengan nol” hukum kirchoff pertama dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini. yaitu 1. HUKUM KIRCHOFF Seorang ahli ilmu alam dari Jerman. pada titk pertemuan di A. maupun seri-paralel. Arah arus yang datang diberi tanda plus (+) dan arus yang menjauhi diberi tanda min (-). I4 A I3 Dalam gambar arah arus i1 bertentangan dengan arah arus i2 . Selanjutnya cara ini disebut hukum kirchoff.Kegiatan 3 Tujuan kegiatan HUKUM KIRCHOFF & REDUKSI RANGKAIAN  Siswa dapat menghitung rangkaian listrik menggunakan hukum kirchoff  Siswa dapat menghitung rangkaian listrik menggunakan metode superposisi. i3 . Theorema Thevenin dan Theorema Norton  Siswa dapat mengukur dan membuktikan kebenaran rangkaian menggunakan konsep hukum kirchoff.

I1 A I5 I4 I1 + I 2 – I3 – I4 – I5 = 0 3 + 4 – 2 – 3 – I5 = 0 3 + 4 – 2 – 3 = I5 I5 = 2 A 2.I 3 .I 4 = 0 Atau: I1 = I2 + I3 + I4 Jadi secara umum persamaan hukum kirchoff pertama dapat ditulis IΣ0 Contoh: Dalam gambar dibawah ini arus masuk ke titik cabang lewat dua arah.Jadi: I1 . ΣE=ΣI. yaitu: I 1 dan I2 dari titik A arus dialirkan ke tiga cabang I3 . maka I5 dapat dihitung. I4 dan I5 .I 2 . “Dalam suatu lingkaran listrik tertutup. I4 = 3A. Rumus persamaan hukum kirchoff dapat ditulis. jumlah aljabar antara GGL-GGL dengan kehilangan tegangan selalu sama dengan nol” yang dimaksud denagn kehilangan tegangan adalah perkalian antara arus dengan resistansinya.R Untuk mengaplikasikan hukum kirchoff kedua dapat dilakukan dengan dua metode. I2 = 4A . yaitu: I3 I2 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 25 . Hukum kirchoff kedua Hukum kirchoff kedua berhubungan dengan lingkaran listrik tertutup. jika I1 = 3A .

Terdapat E1. I1 Mesh A I2 Mesh B pada rangkaian gambar diatas terdapat dua mesh. yaitu mesh A dan mesh B. Pada mesh A dibentuk dari rangkaian ABCDA. R1. Persamaan pada rangakaian diatas menggunakan metode mesh: Pada mesh A: pada mesh B: Keterangan: Arus I2 pada mesh A dan I1 pada mesh B bertanda negatif karena kedua polaritas sumber tegangan berlawanan. R2.Metode arus MESH Mesh adalah bagian terkecil suatu rangkaian tertutup yang terdapat pada suatu rangkaian listrik. Terdapat E2. R3 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 26 . Arah arus mesh selalu ditetapkan searah dengan jarum jam tanpa memperdulikan polaritas sumber tegangan yang terpasang pada mesh tersebut. R3 -E2 = I2 ( R2 + R3 +R4 ) – I1 . R3 Dan R4. Aus mesh adalah arus listrik yang mengalir pada tiap mesh tanpa terbagi-bagi. E1 = I1 ( R1 + R3 +R5 ) – I2 . Tegangan E2 negatif karena polaritasnya berlawanan dengan arah arus mesh. Sedangkan pada mesh B dibentuk dari rangkaian DCEFD. Perhatikan skema rangkaian pada gambar dibawah ini. R3 Dan R5.

............... 3 = 8I2 – 3I1 = -3I1 + 8I2... I2 dan I3 Jawab E1 – E2 = I1 ( R1 + R3 + R5 ) – I2 .. = I2 ( R2 + R3 + R4 ) – I1 ... -6 (2)..1889) = 11I1 – 0..... 3 = 11I1 – 3I2.......Contoh soal: Perhatikan skema rangkaian pada gambar dibawah ini............ 3 I2 = 0...... = 11I1 – 3I2 x 3 = -3I1 + 8I2 x 11 -18 33 15V I2 = 33I1 – 9I2 = -33I1 + 88I2 + = 79 I2 15 = 79 (2) (1) Kemudian kedua persamaan tersebut dieleminasikan........... (1). R3 = I 2 ( 1 + 3 + 4 ) – I1 .....................................5667 11I1 = 5.......................5667 11I1 = 6 – 0...... -6 -6 -6 = 11I1 – 3I2 = 11I1 – 3 (0.......... (1).1898 Ampere Substitusikan hasilnya pada salah satu persamaan diatas...................... R3 6V – 12 -6 E2 – E3 12 – 9 3 3 = I1 ( 2 + 3 + 6 ) – I2 .......4333 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 27 .......... I1 Mesh A I2 Mesh B I3 Carilah nilai I1 ..............

R3 = I2 ( R2 + R3 + R4 ) + I1 .1898 + 0. I1 Loop A 1 I2 Loop B pada rangkaian diatas terdiri dari dua loop. jumlahkan I1 dengan I2 Metode arus LOOP Pada metode arus loop. Persamaan rangkaian diatas menggunakan metode arus loop adalah: Pada loop A: Pada loop B: E1 E2 = I1 ( R1 + R3 + R5 ) + I2 .6862 Ampere Untuk mendapatkan I3 .4939 Ampere = I1 + I2 = 0.4333 11 = 0.4964 = 0. Sedangkan pada loop B mengalir arus I2 yang arahnya berlawanan dengan arah jarum jam. arah aliran arus loopnya ditentukan berdasarkan polaritas sumber tegangan yang terpasang pada setiap loop. pada loop A mengalir arus I1 yang arahnya searah dengan jarum jam. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini. R3 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 28 . loop A dan loop B.I1 I1 I3 I3 I3 = 5. Pada metode arus loop yang perlu diperhatikan bahwa aliran arus mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.

= 16I1 – 12I2 = -12I1 + 18I2 x 12 x 16 144 144 = 192I1 – 144I2 = -192I1 + 288I2 + (2) (1) kemudian kedua persamaan tersebut dieleminasikan.. 12 12V = 16I1 – 12I2...... 9 288V = 144I2 I2 I2 ( 1 )........................ 12V = 16I1 – 12I2 12V = 16I1 – 12 ( 2 ) 12 = 16I1 .........Contoh soal: Perhatikan gambar rangkaian di bawah ini.. R3 = I2 ( 6 + 12 ) – I1 ............... 29 ........... I1 I3 I2 carilah nilai I1.......... Jawab: E1 = I1 ( R1 + R3 ) – I2 ............................... ( 1 ). I2 dan I3 dari rangkaian diatas...... 12 = 18I2 – 12I1 = -12I1 + 18I2..... 12 = I2 ( 18 ) – I1 ............................ 12 12V = I1 ( 16 ) – I2 ..........24 16I1 = 12 + 24 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) = 288 144 = 2 Ampere Kemudian hasilnya kita substitusikan pada salah satu persamaan diatas.. 12 ( 2 ).. R3 12V = I1 ( 4 + 12 ) – I2 ..... E2 9V 9V 9V 9V = I2 ( R2 + R3 ) – I1 ....................

25 Ampere Untuk mendapatkan nilai I3 . REDUKSI RANGKAIAN Gambar dibawah ini menunjukan tiga buah resistor yang dihubungkan begitu rupa sehingga membentuk jaring-jaring Υ (bintang / star) dan ∆ (segitiga / delta). Perhatikan gambar rangkaian dibawah ini.25 Ampere B. A R 1 R b R a R R c 2 B R 3 C RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 30 . secara langsung perlu diselesaikan dengan menggunakan jaring-jaring (sirkuit) pengganti agar dapat dikerjakan lebih mudah yang disebut reduksi rangkaian. I3 I3 I3 = I 1 – I2 = 2.16I1 = 36 I1 I1 = 36 16 = 2. Kadang-kadang di dalam menyelesaikan soal-soal sirkuit listrik yang lebih sulit perhitunganya. karena pada I3 terjadi perlawanan arah arus antara I1 dan I2.25 – 2 = 0. maka kita cari selisih antara I1 dan I2 .

R2 R1 + R2 + R3 R1 .1. (1/Rc) (1/Ra) + (1/ Rb) + (1/Rc) (1/Rb) . R3 R1 + R2 + R3 R2 . R3 R1 + R2 + R3 2. Mengganti hubungan delta (∆) dengan star (Y) Ra Rb Rc = = = R1 . (1/Rb) (1/Ra) + (1/ Rb) + (1/Rc) (1/Ra) . (1/Rc) (1/Ra) + (1/ Rb) + (1/Rc) RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) P 31 . Mengganti hubungan star (Y) dengan delta (∆) R1 R2 R3 = = = (1/Ra) .

b. Pr Praktek 1 Mengukur rangkaian dengan metode mesh dan loop a. Volt meter 8. Power suplay 0 – 30 V 2. Resistor 4. Tujuan • • • Siswa dapat merangkai rangkaian percobaan Siwa dapat mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian Siswa dapat membuktikan kebenaran pengukuran menggunakan metode arus mesh dan metode arus loop. Electronic lab trainer (ELT – 01) 3.2 kΩ 5. Resistor 1 kΩ 4. Amper meter 7. Alat dan bahan 1. b.Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum praktek adalah: a. Gambar rangkaian 32 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) . Kabel penghubung 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 2 buah c. Gunakanlah baju praktek Persiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan Pastikan bahan dan peralatan mencukupi dan dalam keadaan baik. Resistor 2.7 kΩ 6. c.

Bandingkan hasilnya dengan hasil pengukuran.d. Hitung besarnya kuat arus listrik yang melalui tiap resistor menggunakan metode arus mesh dan metode arus loop. Lepaskan rangkaian seperti semula dan buatlah kesimpulan dari praktek diatas. E1 ( Volt ) 6 6 12 E2 ( Volt ) 6 12 6 IR! ( mA ) IR2 ( mA ) Ir3 ( mA ) 3. 2. atur tegangan E1 dan E2 sehingga menunjukan nilai-nilai seperti pada tabel. Praktek 2 REDUKSI RANGKAIAN RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 33 . Catat besarnya arus pada setiap perubahan tegangan E1 dan E2. Setelah rangkaian benar. Rangkai rangkaian seperti gambar diatas. Langkah kerja 1. 4.

Siswa dapat membuktikan kebenaran pengukuran menggunakan analisis reduksi rangkaian. c. Ohm meter 4. Alat dan bahan 1. Resistor 4. b. Kabel penghubung. Power suplay 0 – 30 V 2. Langkah kerja RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 34 . Electronic lab trainer (ELT – 01) 5. Resistor 10 kΩ 9. Siwa dapat mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian. Gambar rangkaian 2 buah 3 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah d. Tujuan • • • Siswa dapat merangkai rangkaian percobaan reduksi rangkaian.a. Amper meter 3. Resistor 6.8 kΩ 8.7 kΩ 7. Resistor 1 kΩ 6.

rangkai kembali rangkaian seperti gambar diatas. 6. Buatlah analisis perhitungan mengenai:  Tahanan pengganti untuk rangkaian segitiga menjadi rangkaian bintang pada cabang B – C – D. arus cabang A – B dan arus cabang A – C. 7.1. Lepaskan terlebih dahulu hubungan power suplay dan amper meter. Arus cabang A – B dan A – C. Setelah terukur. 3. 5. Ukurlah besarnya arus total. Arus total rangkaian. 4. Ukur besarnya tahanan antara titik A – D dengan Ohm meter. 2. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 35 .    Tahanan total antara titik A – D. Rangkai rangkaian seperti gambar diatas. Lepaskan rangkaian.

Carilah nilai I1 .L A. carilah tahanan total antara A dan B pada gambar rangkaian dibawah ini. 3. Perhatikan gambar di bawah ini. B. Tugas RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 36 . Hitunglah kuat arus yang mengalir tiap-tiap resistor dan tegangan drop tiap resistor pada rangkaian dibawah ini. Pertanyaan 1. Dengan metode reduksi rangkaian. 2. I2 dan I3 menggunakan metode arus mesh dan metode arus loop.

b. 3. Hitunglah kuat arus yang mengalir tiap resistor dan tegangan drop tiap-tiap resistor. Perhatikan gambar di bawah ini. Metode arus loop. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 37 .1. Berapa kuat arus total yang mengalir pada rangkaian dibawah ini. Hitunglah kuat arus yang mengalir tiap cabang. pada gambar dibawah ini menggunakan. Metode arus mesh. 2. a.

Yang perlu diperhatikan pada saat melakukan perhitungan dengan menggunakan metode superposisi adalah menentukan kemana arah arus yang mengalir dari setiap sumber tagangan yang terpasang dalam rangkaian listrik tersebut. B A. Kuat arus listrik yang mengalir melalui tiap cabang dalam suatu rangkaian listrik yang memiliki lebih dari satu sumber tegangan. Theorema Thevenin dan Theorema Norton  Siswa dapat mengukur dan membuktikan kebenaran rangkaian menggunakan metode superposisi. Jika sumber tegangan yang pertama aktif.KEGIATAN 4 Tujuan kegiatan TEOREMA SUPERPOSISI. Polaritas arus hanyalah merupakan arah. Contoh soal: RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 38 . METODE SUPERPOSISI Aplikasi hukum kirchoff menggunakan metode superposisi tergolong ke dalam metode yang paling banyak digunakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di dalam rangkaian-rangkaian listrik yang mempunyai lebih dari satu sumber tegangan. sedang kuat arus sebenarnya yang mengalir tiap cabang adalah merupakan harga mutlaknya. adalah sebagai akibat dari adanya masingmasing sumber tegangan yang terpasang didalam rangkaian listrik. maka kita harus menentukan kemana arah arusnya mengalir sedang sumber tegangan yang lain dihubung singkat. teorema Thevenin dan teorema norton. THEVENIN DAN NORTON  Siswa dapat menganalisis dan menghitung rangkaian listrik menggunakan metode superposisi.

4 [ 18 / 21 ] = 1.2 Ampere I3’ = I1’ [ ( R2 / ( R2 + R3 ) ] = 1.57 Ω sehingga: I1’ = E1 / RT = 12V / 8.4 Ampere I2’ = I1’ [ R3 / ( R2 + R3 ) ] = 1.143 ] = 0. Kuat arus yang mengalir tiap resistor b. skema rangkaian dan arah arusnya menjadi seperti gambar dibawah ini. Tegangan drop pada tiap resistor Jawab:  Sumber tegangan E1 aktif .4 [ 3 / 21 ] = 1.57Ω = 1.4 [ 0.4 [ 0. I1 I3 I2 pada skema rangkaian diatas diperoleh: RT = R1 + [ ( R2 x R3 ) / (R2 + R3) ] = 6 + [ ( 3 x 18 ) / ( 3 + 18 ) ] = 6 + [ 54 / 21 ] = 6 + 2. sedang sumber tegangan E2 dihubung singkat.57 = 8.perhatikan gambar diatas.857 ] = 1. Pada saat ini. tentukanlah: a.4 [ 18 / ( 3 + 18 ) ] = 1.4 [ 3 / ( 3 + 18 ) ] = 1.2 Ampere RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 39 .

8 Ampere ( Arus I1’ berlawanan arus I1” ) = I1’ – I1” = 1.5Ω = 0.8 Ampere I1” = I2” [ R3 / ( R1 + R3 ) ] = 0. skema rangkaian dan arah arusnya adalah sebagai berikut.6 A = 0. I1 I3 I2 Dari skema rangkaian diatas diperoleh: RT = R2 + [ ( R1 x R3 ) / ( R1 + R3 ) ] = 3 + [ ( 6 x 18 ) / ( 6 + 18 ) ] = 3 + [ 108 / 24 ] = 3 + 4.6 Ampere I3” = I2” [ R1 / ( R1 + R3 ) ] = 0.2 A + 0.8 [ 0.8 [ 6 / ( 6 + 18 ) ] = 0. sedang sumber tegangan E1 dihubung singkat.75 ] = 0.8 A = 0.8 [ 6 / 24 ] = 0.4 A – 0.8 [ 0.5 = 7.8 [ 18 / 24 ] = 0.4 Ampere ( Arus I3’ searah arus I3” ) RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 40 .2 Ampere  Kuat arus listrik sebenarnya yang mengalir melalui tiap resistor adalah: I1 I2 I3 = I1’ – I1” = 1. Sumber tegangan E2 aktif .25 ] = 0. Pada saat ini.4 Ampere ( Arus I2’ berlawanan arus I2” ) = I3’ + I3” = 0.2 A = 0.8 [ 18 / ( 6 + 18 ) ] = 0.2 A – 0.5 Ω Sehingga: I2” = E2 / RT = 6V / 7.

4 A . Gambarkan rangkaian Thevenin dan pasangkan kompenen yang telah dilepaskan. Dari rangkaian listrik yang diketahui. A Rangkain aktif. 3 Ω = 1.2 V B. 6 Ω = 4. R2 = 0.8 A . Tegangan drop sebenarnya pada tiap resistor adalah: ER1 = I1 .2 V ER3 = I3 . Thevenin. cari terlebih dahulu Tegangan Theveninya (ETH). R3 = 0. Dengan menggunakan hukum Ohm dapat diperoleh besar tegangan drop dan kuat arus yang mengalir pada komponen tersebut. 3.8 V ER2 = I2 . linier dan resitif B RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 41 . Seperti metode-metode lainya .4 A . Setelah mencari tegangan Thevenin. Resistansi Thevenin adalah resistansi yang diperoleh dengan cara menghubung singkat semua sumber tegangan yang terdapat dalam rangkaian. TEOREMA THEVENIN Teorema Thevenin atau metode Thevenin dikemukakan oleh seorang sarjana kebangsaan Perancis bernama M. Skema rangkaian Thenenin.L. theorema Thevenin juga digunakan untuk menganalisis rangkaian listrik dengan terlebih dahulu mencari besar tegangan dan kuat arus listrik yang mengalir melalui salah satu komponen yang terdapat pada rangkaian tersebut. R1 = 0. 18 Ω = 7. 4. Untuk menentukan besarnya arus dan tegangan dalam suatu rangkaian menggunakan metode Thevenin terdapat langkah-langkah sebagai berikut: 2. Tegangan Thevenin adalah tegangan yang diperoleh dengan cara melepaskan salah satu komponen yang akan dicari besar teganganya. selanjutnya mencari nilai resistansi Theveninya (RTH).

Contoh soal: Perhatikan gambar rangkaian dibawah ini. Jawab:  Lepaskan resistor R4 dari dalam rangkaian. Skema rangkaian berubah menjadi seperti gambar dibawah ini. skema rangkaian berubah menjadi gambar dibawah ini. RTH RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 42 . ETH ETH = E [ R3 / (R1+R3) ] = 12 [ 8 / (4 + 8) ] = 12 [ 8 / 12 ] =8V  Hubung singkat sumber tegangan yang terdapat pada gambar. Pertanyaan: Carilah kuat arus dan tegangan yang melalui resistor R4.

L. teorema Norton juga digunakan untuk menentukan besarnya kuat arus yang mengalir melalui salah satu komponen yang terdapat dalam rangkaian listrik. 6. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 43 .043 A Tegangan drop pada R4 adalah ER4 = IR4 . TEOREMA NORTON Teorema Norton atau metode Norton dikemukakan oleh E. 1 = 1.67 Ω  Gambarkan rangkaian ekivalen Theveninya dan pasangkan kembali komponen yang akan dicari kuat arus dan tegangan listriknya.67 = 7.RTH = R2 + [ ( R1x R3) / ( R1 + R3 ) ] =5+[(4x8)/(4+8)] = 5 + [ 32 / 12 ] = 5 + 2. maka dalam teorema Norton kita mengenal “ arus Norton” dan “tahanan Norton”.67 + 1) = 1. R4 = 1. Norton dari Amerika Serikat.043 .67 Ω Kuat arus yang mengalir pada R4 adalah IR4 = ETH / ( RTH + R4) = 8 / (6. Jadi arus Norton adalah arus hubung singkat. Arus Norton adalah besarnya arus listrik yang mengalir melalui suatu komponen yang terdapat dalam rangkaian listrik pada saat komponen tersebut dihubung singkat. 043 V C. Kalau didalam teorema Thevenin kita mengenal “tegangan Thevenin” dan “tahanan Thevenin”. Seperti halnya teorema Thevenin.

diperoleh besarnya kuat arus yang mengalir melalui tahanan RX . linier dan resitif RX IN dengan menggunakan hukum Ohm untuk pembagi kuat arus. dengan cara menghubung singkat tahanan R3 seperti pada gambar dibawah ini. Skema rangkaian ekivalen Norton. I1 IN I2 RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 44 . yaitu: IRX Contoh soal: Perhatikan skema rangkaian listrik dibawah ini. = IN [ R N / ( R N + R X ) ] carilah besar kuat arus yang mengalir melalui tahanan R3. Jawab:  Cari arus Norton.Tahanan Norton adalah tahanan total rangkaian pada komponen yang dilepas setelah menghubung singkat semua sumber tegangan yang terdapat dalam rangkaian. Rangkaian aktif.

seperti gambar dibawah ini. RN RN = ( R1 x R2 ) / ( R1 + R2 ) = ( 4 .75 Ampere  Cari tahanan Norton. IN IR3 = IN [ RN / ( RN + R3 ) ] = 2. 12 ) / ( 4 + 12 ) = 48 / 16 =3Ω  Gambarkan rangkaian ekivalen Norton.IN = I1 + I2 = ( E1 / R1 ) + ( E2 / R2 ) = ( 9 / 4 ) + ( 6 / 12 ) = 2.06 Ampere RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 45 .25 + 0. dengan cara melepaskan tahanan R3 dan menghubung singkat semua sumber tegangan. dan pasang kembali tahanan yang akan dicari kuat arus dan teganganya.75 [ 3 / 4 ] =2.5 = 2.75 [ 3 / ( 3 + 1 ) ] = 2.

Power suplay 0 – 30 V 2. Langkah kerja RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 46 .2 kΩ 4. Resistor 2. Pr Mengukur rangkaian listrik menggunakan metode super posisi. Resistor 6. teorema Thevenin dan teorema Norton.P Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum praktek adalah: a. Electronic lab trainer (ELT – 01) 3. teorema Thevenin dan teorema Norton a. Amper meter 7. Tujuan • • • Siswa dapat merangkai rangkaian percobaan. Siswa dapat mengukur besaran-besaran listrik dalam rangkaian Siswa dapat membuktikan kebenaran pengukuran menggunakan metode superposisi. b. Resistor 1.8 kΩ 6. b. Kabel penghubung 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah c. Gunakanlah baju praktek Persiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan Pastikan bahan dan peralatan mencukupi dan dalam keadaan baik.2 kΩ 5. c. Alat dan bahan 1.

teorema Thevenin dan teorema Norton. 5. Hitung besar kuat arus yang mengalir melalui R3 menggunakan metode superposisi. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) L 47 . catat kuat arus yang mengalir melalui R3. Rangkailah rangkaian seperti gambar dibawah ini. 4. Bandingkan hasilnya dengan hasil pengukuran. Lepaskan sumber tegangan E1 dan rangkai rangkaian dibawah ini. Catat kuat arus yang mengalir melalui R3. Catatlah kuat arus yang mengalir melalui R3 2.1. 3. Lepaskan semua rangkaian seperti semula dan buatlah kesimpulan dari praktek diatas. Pasang kembali sumber tegangan E1.

Hitunglah kuat arus dan tegangan drop pada R3 dan R4 Menggunakan teorema Thevenin dan teorema Norton. Hitunglah kuat arus dan tegangan drop pada resistor R4 pada rangkaian dibawah ini. Pertanyaan 1. 2. Teorema Norton.A. Tugas RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 48 . B. 3. Hitunglah kuat arus yang mengalir dan tegangan drop pada resistor R2 menggunakan: a. Metode superposisi b. Teorema Thevenin c. Perhatikan gambar di bawah ini.

1. c. Hitunglah kuat arus yang mengalir melalui tiap resistor . Metode superposisi Teorema Thevenin Teorema Norton RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 49 . pada gambar dibawah ini menggunakan: a. b.

kelas dan jurusan pada sudut kanan atas. Jangan lupa cantumkan Tidak diperkenankan melihat catatan atau bertanya kepada teman. berapakah besar tegangan drop pada resistor yang lainya. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 50 .   Pertanyaan: 1. 150Ω dan 300Ω.e Petunjuk:  EVALUASI Tulislah jawaban pada kertas yang telah disediakan. Hitunglah kuat arus yang mengalir tiap-tiap cabang pada gambar rangkaian dibawah ini. Pada gambar dibawah ini. Berapakah arus yang mengalir tiap resistor dan tegangan dropnya jika: a. nama. Di hubung seri b. Tiga buah lampu dengan tahanan masing-masing 100Ω. Di hubung paralel 2. jika tegangan drop pada R1 sebesar 6V. Dihubungkan pada sebuah batere dengan tegangan 9 V. Diperbolehkan menggunakan alat bantu hitung. 3.

Sebuah rangkaian listrik seperti gambar dibawah ini. Berapakah tegangan drop dan kuat arus yang mengalir pada resistor Rx. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 51 . Sebuah kotak berisi resistor yang terpasang sedemikian rupa seperti gambar dibawah ini. Berapakah tahanan total yang terukur jika Ohm meter dihubungkan antara titik A dan B.4. 5.

LDR.merah. peka terhadap temperatur/suhu udara dingin. emas 3. ILampu 2. merah. adalah resistor khusus yang peka terhadap perubahan tegangan. merah. c.a. emas 4. RT IT ER1 ER2 ER3 ER4 3. Kuning.85 mA = 1.b. Pertanyaan 1.558 mA = 1. NTC.a. emas 3.c.018 A = 9 mA = 4.7 kΩ = 2. Resistor ada dua jenis.783 V = 2. Biru. warnanya adalah 3. yaitu resistor tetap (fixed resistor) dan resistor variabel. Tugas 52 IR4 4. karakteristiknya: a.5 Ω = 0.5 mA = 3 mA B.7 mA = 0. Coklat.0065 mA = 0. 1 K 2 ± 20 % 2.218 V = 4. adalah resistor khusus yang peka terhadap udara temperature/suhu tinggi/panas. adalah resistor khusus yang b. PTC. Kunci latihan 2 A. hitam. RT IT ER1 ER3 ER4 IR1 IR2 IR3 IR4 IR5 = 1. RT IT IR1 IR2 IR3 = 0. VDR.565 V = 0.278 V RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) . adalah resistor khusus yang peka terhadap cahaya. Resistor berfungsi sebagai penahan arus dan pembagi tegangan.28 mA = 2.015 A = 1840 Ω = 0. 2. d.558 mA = ER2 = 5.kl KUNCI LATIHAN Kunci latihan 1 1.1 V = 1.28 mA = 1. Nilai tahananya adalah: 2. hijau. 260 MΩ ± 5 % 2.6 V = ER5 = 5. abu-abu.c.5 mA = 4.b.434 V = 4. 400 Ω ± 10 % 3.

IT B. IR1 IR2 IR3 3.23 V = 9. IR1 IR2 IR3 3.725 mA = 0.384 A = IR4 = 0. IR1 IR2 A.26 mA = 2.288 A = 0.015 A RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 53 .229 A = 2.73 kΩ = 4.23 V = 2.307 mA = 0. Tugas 1. IR4 ER4 3.535 V = 0.526 A ER3 ER4 B.1. IT = 0.144 A = 7.157 A = 0.142 A = 0. Tugas IR1 IR2 IR3 = 10. IR2 ER2 2.9 V = 2.01 mA A.052 Ma =1A =1A = 0.9 V mA ER4 ER5 IR1 IR4 IR6 Kunci latihan 3 =6V = 12 V = IR2 = IR5 = IR3 = 1.77 V = 0.27 V = 0.6 Ω = 0.673 A = 0. Pertanyaan 1. I1 I2 I3 2.2 = 1.96 = IR5 = 0.827 mA = 2. Pertanyaan 1.154 mA Kunci latihan 4 = 0.295 V = 1.6 V = 5. IR3 IR4 = 0.4 V = 3.42 Ma = 2.453 A = 4.462 mA = 9.815 A IR3 ER1 ER2 ER3 2. RT IT ER1 ER2 ER3 = 2.

46 V ER3 = 4.64 V ER2 = 2.37 Ma ER1 = 1.181 V RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 54 .615 A = 1.181 A = 0.ke 1. a. IRX = 180 mA = 90 mA = 60 mA = 30 mA =9V = 21 V = 33 V = 0.91 V b.3 kΩ = 2. IT = 16. RT 5. I1 I2 I3 4.181 A 2. ER2 = 12 V ERX = 2.016 A = 0. IT IR1 IR2 IR3 E ER3 ER4 3.

william H. Jakarta. Pantur Silaban. Ilmu Listrik. 4. 3. Hayt. PPPG Teknologi Medan. Jack E. Hayt. Pantur Silaban. Jack E. Jakarta. Fadilah. william H. Medan. Kernenerly. 2. 2004. Barus. Kismet. Kernenerly. Erlangga. 1982. FJ.DAFTAR PUSTAKA 1. Erlangga. Rangkaian Listrik jilid 1. Angkasa. RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH (DC) 55 . 1999. Aplikasi Hukum Kirchoff. 1982. Rangkaian Listrik jilid 2. Jakarta.