P. 1
Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Konsep Kalor

Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa pada Konsep Kalor

|Views: 10,371|Likes:
Published by Nita Nurtafita
proposal skripsi
proposal skripsi

More info:

Published by: Nita Nurtafita on May 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/10/2015

pdf

text

original

PADAT

GAS

CAIR

GAS

3

6

1

4

5

2

Gambar 2.1 Diagram Perubahan Wujud Zat

Perubahan wujud yang melepaskan kalor:

1) Membeku adalah perubahan wujud dari cair menjadi padat. Contoh: air

menjadi es.

2) Mengembun perubahan wujud dari gas menjadi cair. Contoh: embun pada

pagi hari.

3) Mendeposit (mengkristal) perubahan wujud dari gas menjadi padat. Contoh:

pembentukan jelaga di kaca lampu semprong atau knalpot.

Faktor-faktor yang mempercepat penguapan:

a) Memanaskan

Dengan energi panas molekul-molekul akan lebih cepat bergerak, sehingga

pakaian yang dijemur akan cepat kering.

b) Memperluas permukaan

Dengan memperluas permukaan berarti memperbanyak molekul-molekul zat

cair yang dekat dengan permukaan, akibatnya molekul-molekul zat cair lebih

mudah meninggalkan permukaan atau menguap.

c) Meniupkan udara di atas permukaan

Meniupkan udara di atas permukaan juga membawa molekul-molekul zat cair

dekat permukaan, sehingga molekul-molekul tersebut lebih mudah

meninggalkan permukaan zat cair.

d) Menyemburkan zat cair

Semburan air memberikan suatu luas permukaan yang sangat besar, sehingga

molekul-molekul mudah menguap.

e) Mengurangi tekanan pada permukaan

Dengan mengurangi tekanan di atas permukaaan, berarti memberi jarak antar

molekul menjadi renggang.

Zat cair dikatakan mendidih apabila gelembung-gelembung uap terjadi di

dalam seluruh zat cair dan dapat meninggalkan zat cair. Pada saat mendidih (tejadi

perubahan wujud dari cair menjadi gas) suhu zat tetap, hal ini dibuktikan jika air

dipanaskan hingga mendidih yaitu pada suhu 100°C suhu air tidak akan naik lagi

meskipun dipanaskan terus-menerus 100°C disebut titik didih air. Begitu juga jika

gas berubah wujudnya menjadi cair (mengembun) saat melepaskan kalor, suhu

juga tetap dan titik embun pun sama dengan titik didih. Jadi, tepat pada suhu

100°C air berubah wujud dari cair menjadi gas, sebaliknya tepat pada suhu 100°C

gas berubah wujud menjadi cair (mengembun). Akibatnya titik didih sama dengan

titik embun dan kalor uap sama dengan kalor embun.

c. Persamaan Kalor

Perubahan kalor dapat menyebabkan terjadinya perubahan suhu suatu

benda, jika kalor diberikan pada suatu benda, suhu benda akan bertambah.

Sebaliknya, jika kalor dilepaskan oleh suatu benda, suhu benda akan menurun.

Selain itu, kalor yang diperlukan suatu benda untuk menaikkan atau menurunkan

suatu benda bergantung pada massa benda dan kalor jenis benda. Sehingga dapat

dituliskan dalam bentuk persamaan:

Q = m . c . ¨t

Ket : Q = kalor yang diperlukan atau kalor yang dilepaskan, satuan : joule (J)

m = massa benda, satuan : kg

c = kalor jenis, satuan : J/kg°C

Besarnya kalor yang diperlukan oleh suatu zat cair bergantung pada massa

dan besarnya kalor uap suatu zat cair. Dapat dilihat melalui persamaan :

Ket : Q = kalor yang diperlukan(menguap) atau dilepaskan (mengembun)

m = massa zat cair

U = kalor uap

Kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud 1 kg zat cair menjadi uap pada titik

didihnya disebut kalor uap.

Kalor yang diperlukan untuk melebur sebanding dengan massa benda dan

besarnya kalor lebur, sehingga dapat ditulis :

Ket : Q = kalor yang diperlukan(melebur) atau dilepaskan (membeku)

m = massa zat cair

L = kalor lebur

Kalor yang diperlukan untuk melebur 1 kg zat padat menjadi 1 kg zat cair pada

titik leburnya disebut kalor lebur, sebaliknya kalor yang dilepaskan pada waktu 1

kg zat cair menjadi 1 kg zat padat pada titik bekunya disebut kalor beku.

d. Azas Black

Apabila dua zat yang berbeda suhunya dicampur, maka kedua zat yang

bercampur akan memiliki suhu yang sama. Hal ini disebabkan kalor akan

berpindah dari zat yang suhunya lebih tinggi ke zat yang suhunya lebih rendah.

Berdasarkan hukum kekekalan energi tidak ada energi yang hilang,

sehingga dapat disimpulkan bahwa kalor yang diperlukan sama dengan kalor yang

diterima.

Qterima = Qlepas

e. Perpindahan Kalor

Kalor dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kalor dapat

berpindah dengan tiga cara, yaitu konduksi atau hantaran, konveksi atau aliran,

dan radiasi atau pancaran.

1) Konduksi atau Hantaran

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai

perpindahan partikel-partikel zat tersebut.

2) Konveksi atau Aliran

Konveksi adalah perpindahan kalor pada suatu zat yang disertai perpindahan

partikel-partikel zat tersebut.

3) Radiasi atau Pancaran

Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->